<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Reko Srowako</title>
	<atom:link href="https://reko.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://reko.web.id</link>
	<description>Reko Srowako Putra</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2017 22:23:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.8.3</generator>
	<item>
		<title>Agar kalian bertaqwa</title>
		<link>https://reko.web.id/agar-kalian-bertaqwa/</link>
		<comments>https://reko.web.id/agar-kalian-bertaqwa/#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2017 22:23:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Reko Srowako]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reko.web.id/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[​Terdapat beberapa ayat, dalam al Qur-aan yang pada akhir ayatnya disebutkan: “La’allakum tattaquun” (agar kalian bertaqwa) Maka mari kita simak ayat-ayat tersebut: 1. Menyembah Allaah, dan tidak menyekutukanNya sedikitpun juga Allaah berfirman: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>​<span style="font-size: 16px;">Terdapat beberapa ayat, dalam al Qur-aan yang pada akhir ayatnya disebutkan: “La’allakum tattaquun” (agar kalian bertaqwa)</span></p>
<p>Maka mari kita simak ayat-ayat tersebut:</p>
<p>1. Menyembah Allaah, dan tidak menyekutukanNya sedikitpun juga</p>
<p>Allaah berfirman:</p>
<p>يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ</p>
<p>Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.</p>
<p>(al Baqarah : 21)</p>
<p>Pelajaran: Buah dari kemurnian tauhid adalah TAQWA; atau dengan kata lain, dengan tauhid-lah seorang dapat menjadi seorang yang bertaqwa. Maka ayat ini menjadi cambuk bagi kita yang sudah mempelajari beberapa atau bahkan BANYAK kitab-kitab tauhid… Apakah ia mewariskan ketaqwaan dalam hati dan amal kita?<br />
2. Hanya mengikuti petunjuk Allaah, dan tidak mengikuti jalan-jalan syaithaan</p>
<p>Allaah berfirman:</p>
<p>وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ</p>
<p>dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.</p>
<p>(al an’aam : 153)</p>
<p>Pelajaran: Ketaqwaan hanyalah diraih dengan meniti petunjuk Allaah, jalan yang satu, jalan yang telah digariskanNya melalui perantara Nabi serta RasulNya yang mulia, Muhammad, shallallaahu ‘alayhi wa sallam. Adapun jalan-jalan lain, yang menyalahi syari’at Allaah dan RasulNya, maka itu hanyalah jalan-jalan syaithaan, yang ujung-ujungnya adalah neraka, meski para penyerunya membungkus seruannya dengan label-label “islami” atau hal-hal yang menarik hati.<br />
3. Berpegang teguh diatas agamaNya</p>
<p>Allaah berfirman:</p>
<p>خُذُوا مَا آتَيْنَاكُم بِقُوَّةٍ وَاذْكُرُوا مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ</p>
<p>“Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa”</p>
<p>(al Baqarah: 63 dan al A’raaf: 171)</p>
<p>Pelajaran: Ketaqwaan diraih dengan istiqamah atau tidaknya seseorang diatas syari’atNya, yaitu ia benar-benar berpegang teguh diatas agamaNya. (meski ayat diatas secara khusus berkenaan dengan orang-orang yahudi, hanya saja kita mengambil pelajaran dari keumuman lafazhnya.)<br />
4. Shaum Ramadhan</p>
<p>Allaah berfirman:</p>
<p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ</p>
<p>Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.</p>
<p>(al Baqarah: 183)</p>
<p>Pelajaran: Buah dari shaum, (khususnya shaum ramadhan) adalah ketaqwaan. Hendaknya kita benar-benar menjadikan shaum ramadhan ini sebagai wasilah (perantara) kita untuk menuju pribadi yang lebih baik setelahnya. Maka seorang yang BENAR-BENAR ‘TERDIDIK’ dari “madrasah ramadhan” adlaah mereka yang memepertahankan kuantitas dan kualitas ibadah dibulan ramadhannya di bulan-bulan setelahnya. Maka orang yang semangat beribadah di bulan ramadhan saja, tapi setelah diluar bulan ramadhan kendor lagi ibadahnya, atau bahkan berubah 180 derajat (na’uudzubillah): “Hendaknya mengetahui, bahwa Allaah, Tuhan kita, adalah Tuhan yang mengawasi kita pada setiap saat, dalam seumur hidup kita… Dia tidak hanya mengawasi kita di bulan ramadhan saja, tapi juga dibulan-bulan lain. Maka hendkanya kita bertaqwa kepadaNya dimana saja kita berada, di bulan manapun kita berada…”<br />
5. Ditegakkanya qishash di suatu negri</p>
<p>Allaah berfirman:</p>
<p>وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ</p>
<p>Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.</p>
<p>(al Baqarah: 271)<br />
Berkata Muqaatil tentang penggalan terakhir ayat diatas:</p>
<p>“Wahai orang-orang memiliki akal, wahai orang-orang yang memiliki pemahaman, wahai orang-orang yang memiliki kecerdasan! (Dengan ditegakkannya qishaash) mudah-mudahan (dengannya) kamu dapat menahan diri dari segala perkara yang diharamkan Allaah.”</p>
<p>(Dari tafsiir ibnu Katsiir, islamweb.net)<br />
Berkata asy Syawkaaniy:</p>
<p>“Kalian memiliki jaminan kelangsungan hidup dalam hukum yang Allah Azza wa Jalla syariatkan ini; karena bila seseorang tahu akan dibunuh secara qishâsh apabila ia membunuh orang lain, tentulah ia tidak akan membunuh dan akan menahan diri dari meremehkan pembunuhan serta terjerumus padanya. Sehingga hal itu sama seperti jaminan kelangsungan hidup bagi jiwa manusia. Ini adalah satu bentuk sastra (balâghah) yang tinggi dan kefasihan yang sempurna.<br />
Allah Azza wa Jalla menjadikan qishâsh yang sebenarnya adalah kematian, sebagai jaminan kelangsungan hidup, ditinjau dari efek yang timbul yaitu bisa mencegah saling bunuh di antara manusia. Hal ini dalam rangka menjaga keberadaan jiwa manusia dan kelangsungan kehidupan mereka.<br />
Allah Azza wa Jalla juga menjelaskan ayat ini untuk ulul albâb (orang yang berakal); karena merekalah orang yang memandang jauh ke depan dan berlindung dari bahaya yang muncul kemudian. Sedangkan orang yang pandir, berfikiran pendek dan gampang emosi; mereka tidak memandang akibat yang akan muncul dan tidak berfikir tentang masa depannya…”</p>
<p><a href="http://reko.web.id/wp-content/uploads/2017/02/wp-1486505960177.jpg"><img src="http://reko.web.id/wp-content/uploads/2017/02/wp-1486505960177.jpg" alt="" class="wp-image-58 alignnone size-full" width="696" height="654" srcset="https://reko.web.id/wp-content/uploads/2017/02/wp-1486505960177.jpg 696w, https://reko.web.id/wp-content/uploads/2017/02/wp-1486505960177-300x282.jpg 300w" sizes="(max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a>Semoga bermanfaat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://reko.web.id/agar-kalian-bertaqwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Islam Nusantara, Proyek Liberal</title>
		<link>https://reko.web.id/islam-nusantara-proyek-liberal/</link>
		<comments>https://reko.web.id/islam-nusantara-proyek-liberal/#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2017 10:26:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Reko Srowako]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reko.web.id/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Istilah islam nusantara, menjadi isu yang mulai ramai dibicarakan. Sejalan dengan peran para budayawan dan orang-orang liberal di Indonesia. Dan nampaknya ini hendak dijadikan sebagai gerakan. Di UIN jakarta sendiri telah diselenggarakan festival budaya islam nusantara. Bahkan ada yang mengatakan, fenomena membaca al-Quran dengan langgam jawa, merupakan bagian dari proyek islam nusantara itu. Mengingat ini [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Istilah islam nusantara, menjadi isu yang mulai ramai dibicarakan. Sejalan dengan peran para budayawan dan orang-orang liberal di Indonesia. Dan nampaknya ini hendak dijadikan sebagai gerakan. Di UIN jakarta sendiri telah diselenggarakan festival budaya islam nusantara. Bahkan ada yang mengatakan, fenomena membaca al-Quran dengan langgam jawa, merupakan bagian dari proyek islam nusantara itu.<span id="more-50"></span><a href="http://reko.web.id/wp-content/uploads/2017/02/Agama-Nusantara.jpg" rel="prettyPhoto"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-51" src="http://reko.web.id/wp-content/uploads/2017/02/Agama-Nusantara-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Mengingat ini istilah yang asing bagi masyarakat, kita perlu tahu, sebenarnya apa maksud mereka dengan istilah islam nusantara itu. Apakah maksudnya agama islam yang dibongkar pasang, diganti sana-sini, sehingga menjadi agama sendiri yang berbeda sama sekali dengan ajaran islam Nabi Muhammad? Seperti halnya istilah ‘kristen jawa’ yang berbeda sama sekali dengan ajaran kristen lainnya. Atau islam seperti apa?</p>
<p>Di sana ada sebuah tulisan, yang dirilis oleh web Fakultas Adab &amp; Humaniora UIN jakarta. Dalam tulisan itu, dikutip definisi istilah ‘islam nusantara’ menurut Azyumardi Azra. Dia mengatakan,</p>
<p>“Islam Nusantara adalah Islam distingtif sebagai hasil interaksi, kontekstualisasi, indigenisasi dan vernakularisasi Islam universal dengan realitas sosial, budaya dan agama di Indonesia. Ortodoksi Islam Nusantara (kalam Asy’ari, fikih mazhab Syafi’i, dan tasawuf Ghazali) menumbuhkan karakter wasathiyah yang moderat dan toleran. Islam Nusantara yang kaya dengan warisan Islam (Islamic legacy) menjadi harapan renaisans peradaban Islam global.”</p>
<p>Yah… anda boleh baca sambil tutup mata sebelah. Paham gak paham, anggap saja paham. Ini bahasa ‘wong pinter’ gaya masyarakat UIN. Kepentingan kita, keterangan Pak Azra dijadikan sebagai acuan. Karena beliau bagian dari pelaksana inti proyek islam nusantara itu.</p>
<p>Kita bisa perhatikan, definisi islam nusantara menurut Pak Azra di bagian pertama,</p>
<p>Islam Nusantara adalah Islam distingtif, artinya islam yang unik. Tentu saja memiliki ciri membedakannya dengan lainnya.</p>
<p>Sebagai hasil interaksi, kontekstualisasi, indigenisasi (disesuaikan keadaan pribumi) dan vernakularisasi (disesuaikan kedaerahan) Islam universal dengan realitas sosial, budaya dan agama di Indonesia.</p>
<p>Dari pengertian Pak Azra, berarti islam ada dua:</p>
<p>(1) islam universal dan</p>
<p>(2) islam yang sudah mengalami penyesuaian dengan budaya dan realitas sosial. Yang mereka istilahkan dengan islam nusantara itu.</p>
<p>Jika yang dimaksud islam universal adalah islam ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang itu diterima oleh seluruh dunia, berarti islam nusantara yang menjadi gagasan para tokoh uin itu, berbeda dengan islam ajaran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>Selanjutnya, Pak Azra mengaku bahwa islam nusantara yang dia maksud, penyatuan kalam Asy’ari, fikih mazhab Syafi’i, dan tasawuf Ghazali. Tentu saja, ini terlalu berlebihan. Anggap saja, masalah tata cara membaca al-Quran masuk dalam kajian fiqh, pernahkah ada fatwa dalam fiqh syafii yang membolehkan membaca al-Quran dengan lagu macapat?</p>
<p>Lebih dari itu, sebenarnya UIN jakarta, sangat terengaruh dengan pemikiran pemikian liberal Harun Nasution. Posisi Pak Harun yang dianggap pencetus pemikiran islam baru, sangat menentang kalam Asy’ari. Karena yang ingin dia kembangkan adalah pemikiran mu’tazilah. Pak Harun sendiri pernah menyatakan, “Bila umat Islam ingin maju, maka kita harus menggantikan paham Asy’ariyah yang telah mendarah daging menjadi paham Mu’tazilah.” (Teologi Pembaruan, Fauzan S, 2004, hlm. 264)</p>
<p>Karena itulah, Pak Harun dikenal pencetus Neo-Mu’tazilah di Indonesia.</p>
<p>Ketika uin jakarta mengaku mengembangkan ajaran ilmu kalam asy’ari, jelas ini terlalu jauh. Hakekatnya, mereka sedang mengembangkan pemikiran mu’tazilah.</p>
<p>Memecah Belah Umat</p>
<p>Kita tinggalkan kajian masalah definisi di atas.</p>
<p>Karena jika kita perhatikan, pemikiran ini jelas hendak merusak islam besar-besaran. Dan tidak jauh jika kita katakan, memecah belah kaum muslimin.</p>
<p>Budaya di nusantara bagi Indonesia, sangat beragam. Aceh jauh berbeda dengan jawa. Kalimantan, jauh beda dengan Papua. Ketika islam nusantara dipahami sebagai islam hasil akulturasi budaya lokal, apa yang bisa anda bayangkan ketika islam ini disinkronkan dengan budaya papua. Sehingga tercipta sebuah desain pakaian muslim, hasil interaksi antara islam dan budaya koteka. Tentu saja, ini akan sangat ditolak oleh masyarakat jawa atau lainnya.</p>
<p>Ingatan kita masih sangat segar terkait kasus shalat dengan bahasa jawa, yang diajarkan di Pesantren I’tikaf Ngadi Lelaku, Malang. Spontan memancing emosi banyak masyarakat. Jika sampai hal ini diwujudkan, yang terjadi bukan renaisans peradaban Islam, tapi malah mengacaukan masyarakat.</p>
<p>Termasuk ajaran sebagian etnis Sasak, shalat 3 waktu. Apakah bisa disebut islam nusantara? Jika sampai ini dilegalkan, berarti menolak keberadaan 2 shalat sisanya.</p>
<p>Wahyu Menyesuaikan Budaya?</p>
<p>Hingga kini, banyak orang liberal menuduh, bahwa tujuan terbesar dakwah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, adalah untuk arabisasi dunia. Menerapkan hegemoni quraisy di alam raya. Sehingga, ketika ada gerakan dakwah di tengah masyarakat, mereka sebut, arabisasi.</p>
<p>Inti masalahnya, orang liberal lemah dalam membedakan antara budaya dan ajaran agama. Sehingga, di manapun ajaran agama itu disampaikan, menurut orang liberal, itu sedang memasarkan budaya arab.</p>
<p>Kita bisa telusuri, sebenarnya yang dilakukan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam itu meng-arab-kan islam ataukah meng-islam-kan arab??.</p>
<p>Jika kita menggunakan teori orang liberal, berarti Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam meng-arabkan islam. Artinya, islam sudah ada, kemudian oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, diwarnai dengan budaya arab.</p>
<p>Anda layak untuk geleng kepala..</p>
<p>Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus di tengah masyarakat yang telah memiliki budaya. Ada yang baik dan ada yang buruk. Ketika beliau datang, beliau mengislamkan budaya-budaya itu. Dalam arti, mengarahkan pada budaya yang baik, dan membuang budaya jahat. Bukan disinkronkan, kemudian islam menyesuaikan semua budaya mereka.</p>
<p>Kita bisa simak, ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan tentang budaya buruk jahiliyah, beliau mengatakan,</p>
<p>أَلاَ كُلُّ شَىْءٍ مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ تَحْتَ قَدَمَىَّ مَوْضُوعٌ</p>
<p>“Katahuilah, segala urusan jahiliyah, terkubur di bawah telapak kakiku.” (HR. Muslim 3009)</p>
<p>Ini salah satu bukti, bagaimana upaya beliau menolak setiap tradisi jahiliyah yang bertentanagn dengan wahyu.</p>
<p>Dari sini kita mendapat pelajaran, bahwa budaya harus menyesuaikan islam. Bukan islam yang menyesuaikan budaya.</p>
<p>Islam Agama Menyeluruh</p>
<p>Islam agama yang unversal. Allah mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyebarkan islam kepada seluruh umat manusia. Sehingga ajaran islam sedunia adalah sama. Karena sumbernya sama. Ketika ada orang yang memiliki kerangka ajaran yang berbeda, berarti itu bukan islam ajaran beliau.</p>
<p>Allah berfirman,</p>
<p>وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ</p>
<p>“Aku tidak mengutus kamu, melainkan untuk umat manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. Saba’: 28)</p>
<p>Dalam tafsirnya, al-Hafidz Ibnu Katsir menfsirkan ayat ini, bahwa Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus untuk seluruh makhluk. Semua yang mukallaf. Baik orang arab maupun luar arab. Yang paling mulia diantara mereka, adalah yang paling taat kepada Allah. (Tafsir Ibn Katsir, 6/518).</p>
<p>Saya kira, tidak ada orang muslim yang ingin tidak dianggap sebagai umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam arti khusus, gara-gara dia punya islam yang berbeda dengan islam beliau.</p>
<p>Adat Bisa Menjadi Acuan Hukum</p>
<p>Ada satu kaidah dalam ilmu fiqh,</p>
<p>العادة محكَّمة</p>
<p>“Adat bisa dijadikan acuan hukum.”</p>
<p>Kaidah ini termasuk kaidah besar dalam fiqh (qawaid fiqhiyah kubro). Kaidah ini menjelaskan bahwa adat dan tradisi masyarakat dalam pandangan syariat bisa menjadi penentu untuk hukum-hukum terkait muamalah sesama manusia. Selama di sana tidak ada dalil tegas yang bertentangan dengan adat tersebut. (al-Wajiz fi Idhah Qawaid al-Fiqh al-Kulliyah, hlm. 276).</p>
<p>Hanya saja di sana para ulama fiqh memberikan batasan, ketika adat bertentangan dengan dalil syariat,</p>
<p>Pertama, jika ada adat yang sesuai dengan dalil syariat, wajib untuk diperhatikan dan diterapkan. Karena mempraktekkan hal ini hakekatnya mempraktekkan dalil dan bukan semata adat. Contoh: memuliakan tamu.</p>
<p>Kedua, jika adat bertentangan dengan dalil syariat, ada beberapa rincian keadaan sebagai berikut,</p>
<p>Adat bertentangan dengan dalil dari segala sisi. Menggunakan adat otomatis akan meninggalkan dalil. Dalam kondisi ini adat sama sekali tidak berlaku. Misalnya: tradisi koperasi simpan pinjam berbunga.<br />
Adat bertentangan dengan dalil dalam sebagian aspek. Dalam kondisi ini, bagian yang bertentanga dengan dalil, wajib tidak diberlakukan. Misalnya: Dropshipping dengan cara terutang.<br />
Dalil yang bertentangan dengan Urf, dibatasi dengan latar belakang adat yang terjadi ketika itu. Misalnya, larangan membiarkan api penerangan menyala di malam hari. Atau larangan minum air dari mulut botol.<br />
Contoh Penerapan Kaidah</p>
<p>Allah mewajibkan suami untuk menafkahi istri. Tentang ukuran nafkah, dikembalikan kepada keadaan masyarakat, berapa nilai uang nafkah wajar untuk istri.</p>
<p>Islam mewajibkan kita untuk bersikap baik terhadap tetangga. Bagaimana batasan sikap baik itu, dikembalikan kepada standar masyarakat. dst.</p>
<p>Gagasan Islam Nusantara Vs Kaidah Fiqh</p>
<p>Apakah kaidah fiqh ini yang hendak dikembangkan dalam proyek “Islam Nusantara.”?</p>
<p>Dugaan kuat kami, tidak untuk ini. Islam nusantara, bukan dalam rangka memahamkan masyarakat tentang kaidah fiqh di atas.</p>
<p>Karena seperti yang dinyatakan Pak Azra, beliau menyebut islam nusantara sebagai islam yang distingtif, islam unik. Mereka anggap itu gagasan baru dari mereka, bagi muslim Indonesia. Makanya, kita tidak pernah mendengar istilah ini dikobarkan, di masa pemerintahan SBY. Proyek ini baru disemarakkan di masa pemerintahan sekarang.</p>
<p>Padahal kaidah fiqh di atas, bukan sesuatu yang baru. Dan untuk memahamkan kadiah ini, tidak butuh orang liberal. Kaidah ini telah final dibahas para ulama. Jika orang liberal ngaku hendak membumikannya, itu hanya klaim. Mengelabuhi masyarakat abangan untuk memasarkan pemikiran mu’tazilah.</p>
<p>Benar apa yang Allah firmankan, salah satu diantara upaya setan untuk menggoda manusia adalah dengan membisikkan kata-kata indah, untuk menjadi alasan pembenar bagi kesesatan mereka,</p>
<p>وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا</p>
<p>“Demikianlah Kami jadikan musuh bagi setiap nabi, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, mereka saling membisikkan kepada yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (QS. al-An’am: 112)</p>
<p>Semoga kita tidak termasuk orang yang tertipu propaganda mereka.</p>
<p>Allahu a’lam</p>
<p>Dijawab oleh: Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina <a href="http://Konsultasisyariah.com/" target="_blank" rel="nofollow">Konsultasisyariah.com</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://reko.web.id/islam-nusantara-proyek-liberal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SAYA DITUDUH WAHABI KARENA MENGAMALKAN &#8220;SUNNAH&#8221; NABI</title>
		<link>https://reko.web.id/saya-dituduh-wahabi-karena-mengamalkan-sunnah-nabi/</link>
		<comments>https://reko.web.id/saya-dituduh-wahabi-karena-mengamalkan-sunnah-nabi/#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2017 10:02:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Reko Srowako]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah nabi]]></category>
		<category><![CDATA[wahabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reko.web.id/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Sudah Biasa, Jadi Biasa Saja Tuuh Salafy tidak pernah Menggelari dirinya wahabi, namun julukan itu diberikan oleh musuh-musuh salafy atau orang yang tidak suka dengan salafy, termasuk yang paling getol adalah Syiah. Mengapa syiah getol mengatakan salafy sesat ? Karena salafy-lah yang paling gencar dan paling getol dalam menjelaskan kepada umat Islam bahwa syiah itu [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Sudah Biasa, Jadi Biasa Saja Tuuh</p></blockquote>
<p>Salafy tidak pernah Menggelari dirinya wahabi, namun julukan itu diberikan oleh musuh-musuh salafy atau orang yang tidak suka dengan salafy, termasuk yang paling getol adalah Syiah.<br />
Mengapa syiah getol mengatakan salafy sesat ? Karena salafy-lah yang paling gencar dan paling getol dalam menjelaskan kepada umat Islam bahwa syiah itu sesat dengan kesesatan yang nyata.<span id="more-35"></span></p>
<p>Seperti :<br />
◆ Ajaran nikah mut&#8217;ah,<br />
◆ Mengkafirkan Sahabat Nabi :<br />
Umar dan Abu Bakar, Usman,<br />
◆ Mengatakan Al Qur&#8217;an sudah tidak asli lagi,<br />
◆ Mengatakan imamnya maksum dan<br />
◆ Mengatakan mengetahui perkara yang gaib dan sebagainya<br />
◆ Bahkan kuburan orang munafik abu lu&#8217;lu&#8217; yang membunuh Khalifah Umar dijadikan monumen dan didatangi oleh peziarah syiah dan menganggapnya pahlawan.</p>
<p>Perlu diketahui :<br />
● Salafi adalah nama yang diambilkan dari kata salaf yang secara bahasa berarti orang-orang terdahulu, dalam istilah adalah orang-orang terdahulu yang mendahului kaum muslimin dalam Iman, Islam dst. mereka adalah para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka.<br />
● Penamaan salafi ini bukanlah penamaan yang baru saja muncul, namun telah ada sejak dahulu.<br />
● Dakwah salaf adalah ajakan memurnikan agama Islam agar kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan menggunakan pemahaman para sahabat radhiyallahu ‘anhum.<br />
Begitulah, Salafy kerapkali difitnah dengan sebutan-sebutan yang buruk, diantaranya pemecah belah umat, dan yang lebih aneh orang yang mengaku aswaja juga ikut-ikutan memfitnah dengan tuduhan sebagai Wahabi sesat. Salafy mendakwahkan Tauhid, menjauhi praktek Bid&#8217;ah, syirik dan Khurafat dan menjalankan sunnah-sunnah Rasul BERDASARKAN AL QURAN dan AS SUNNAH (AL- HADIST).</p>
<p>Allah berfirman :<br />
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu“.<br />
(QS. Al Hujurat : 6).<br />
Biar Tidak Asal Tuduh,<br />
Silakan Pahami Ini :<br />
● Gerakan Wahabi yang sesat itu adalah gerakan yang didirikan oleh Abdul Wahab Abdurahman Bin Rustum pada abad kedua Hijirah, gerakan ini merupakan gerakan Khawarij diantaranya Mengkafirkan pelaku dosa besar.<br />
● Gerakan yang dipelopori oleh Muhammad bin Abdul Wahab adalah gerakan Salafy, pengikutnya disebut Salafiyun, Ahlul Hadist, Muwahidun atau Ahlu sunnah (Sunni) karena inti dakwahnya memurnikan Tauhid dan menyebarkan sunnah.<br />
Orang Liberal, Fasik, Munafiq, Syiah dan orang-orang kafir tidak suka dengan gerakan salafy, maka gerakan ini di embel-embeli WAHABI biar seakan-akan gerakan ini adalah gerakan Khawarij yang dipelopori oleh Abdurahman bin Rustum.</p>
<p>Oleh Sebab Itu :<br />
Bagi yang menganggap salafy atau Arab Saudi beraliran sesat, silahkan TUNJUKAN BUKTI dimana kesesatannya? dimana sisi Takfirinya ?<br />
Tabayunlah ketika mendengar berita, tidak asal taqlid hanya ikut-ikutan dan menyebarkan berita DUSTA. Dan berhati-hati dengan Paham Syiah yang menyusup dan bertaqiyah untuk mengadu domba kaum muslimin Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://reko.web.id/saya-dituduh-wahabi-karena-mengamalkan-sunnah-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
