<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>wandiwahyudi.web.id</title>
	
	<link>http://wandiwahyudi.web.id</link>
	<description />
	<lastBuildDate>Tue, 10 Jan 2012 13:22:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/web/uVVw" /><feedburner:info uri="web/uvvw" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item>
		<title>Benahi Diri Sebelum Orang Lain Melakukannya</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/web/uVVw/~3/UuOCki5z5gQ/</link>
		<comments>http://wandiwahyudi.web.id/2011/12/benahi-diri-sebelum-orang-lain-melakukannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 13:26:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayo Berbagi Semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wandiwahyudi.web.id/?p=1688</guid>
		<description><![CDATA[“Rangking 18 ”, SMS yang saya dapat dari seorang adik. Segera saya kontak dia melalui facebook untuk menanyakan kenapa dia yang semester lalu menduduki peringkat 1 di kelasnya namun tiba-tiba di semester ini turun 17 tingkat. “gatau kakak.. tp kalo di ipa2 ama ipa3, saya dapet rank 1 ka hehe.. ipa1-nya serem -__-“, jawabnya. Saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft" title="Work Evaluation" src="http://wandiwahyudi.web.id:2082/cpsess5172099859/viewer/home%2fwandiwah%2fpublic_html%2fwp-content%2fuploads%2fArticle%20Gallery/Work%20Evaluation.jpg" alt="" width="246" height="348" /></strong>“Rangking 18 <img src='http://wandiwahyudi.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ”, SMS yang saya dapat dari seorang adik. Segera saya kontak dia melalui facebook untuk menanyakan kenapa dia yang semester lalu menduduki peringkat 1 di kelasnya namun tiba-tiba di semester ini turun 17 tingkat. “gatau kakak.. tp kalo di ipa2 ama ipa3, saya dapet rank 1 ka hehe.. ipa1-nya serem -__-“, jawabnya. Saya tanyakan sekali lagi, kenapa kok turunnya sangat jauh? “gajauh ka.. rata2 nilai semester ini 84,9 hehe.. kelas X dulu 83”, balasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Alhamdulillah saya diberikan kesempatan untuk membuat tulisan ini, semoga tulisan ini pun sampai kepadanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kuucapkan selamat atas prestasi yang kamu raih. Meskipun kamu tidak menjadi yang terbaik di kelasmu namun kamu telah melakukan sebuah prestasi yang membanggakan atas proses perjuangan yang telah kau pilih, berusaha meraih prestasi dengan kemampuan sendiri. Semoga Allah SWT senantiasa menjagamu untuk tidak merampas hak-hak orang yang pantas mendapatkan nilai yang lebih baik darimu karena kegigihan perjuangan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Kiranya kau pahami, bahwa bersyukur tidak hanya sekadar merasa puas atas apa yang kamu peroleh, tapi juga berusaha memperoleh yang lebih baik lagi karena karunia Allah SWT jauh lebih besar dari apa yang telah kamu dapatkan. <em>Seandainya lautan di bumi menjadi tinta, ditambahkan kepadanya tujuh laut lagi sesudah keringnya, niscaya tidak akan habis-habisnya kamu menuliskan karunia-Nya.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat menemukan lampu pijar, Thomas Alfa Edison mengalami kegagalan sebanyak 9.998 kali. Baru pada percobaannya yang ke-9.999 dia berhasil membuat lampu pijar yang benar-benar menyala terang. Kalau seandainya Thomas Alfa Edison sudah merasa puas dengan apa yang diperolehnya pada percobaan ke-9.998, maka akan ada orang lain yang berhasil meraih sukses membuat lampu pijar sehingga nama Thomas Alfa Edison tidak akan muncul sebagai orang ternama di masa ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Teruslah berusaha untuk mendapatkan peringkat yang terbaik di kelasmu, IPA 2 dan IPA 3 bukanlah kelasmu melainkan kamu berada di IPA 1. Kalau seandainya kamu sudah puas dengan apa yang kamu dapat maka tidak akan ada lagi semangat untuk terus meraih prestasi yang jauh lebih baik kecuali hanya sekadar untuk memenuhi persyaratan standar. Prestasi satu semester lalu telah mendeklarasikanmu berada di posisi terbaik dengan kelas (kualitas) terbaik, namun kamu lupa untuk mengoreksi sejauh mana yang kamu lakukan dibandingkan dengan teman-temanmu di beberapa bulan terakhir. Jangan pernah memberikan <em>excuse</em> (maklum) kemalasan sebelum kamu mendapatkan keberhasilan. Jika kamu masih menemui kegagalan, jangan mencari alasan untuk berlindung di balik situasi karena kamu tidak akan mendapatkan dirimu yang sebenarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bicara soal kelas (kualitas), kelas bukanlah suatu pengelompokkan yang terjadi secara kebetulan melainkan kamu terpilih untuk masuk ke golongan/kelompok tertentu karena kamu memiliki kriteria karakteristik/prestasi tertentu, misalnya pengelompokkan kelas manusia dalam hidup yaitu atas dasar wawasan keilmuan yang dimiliki; keterampilan memimpin dan dipimpin; kelas orang yang berpikir ke depan dan yang tidak punya rencana masa depan; dan sebagainya. Contoh yang sederhana yaitu siswa SMP dan SMA merupakan orang-orang yang mempunyai kelas (kualitas) berbeda. Siswa SMP wawasan ilmunya lebih rendah daripada siswa SMA. Orang yang senang mengumpulkan prestasi tentu berbeda dengan orang yang merasa cukup dengan prestasi yang sudah diraih.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang, ada dua hal yang kupesankan. Pertama, lihatlah di kelas (kualitas) mana kamu berada kemudian perhatikan apakah kamu sudah berada di atas standar kriteria orang-orang yang berada di kelas tersebut atau masih berada di bawah standar? Berusahalah untuk selalu berada di atas kualitas rata-rata dan ketahuilah bahwa itu adalah hal mudah. Kedua, berusahalah untuk meningkatkan kelas (kualitasmu). Jika kamu belum pantas, maka buatlah menjadi pantas. Jika kamu ingin berada di kelas orang-orang pandai, maka lakukanlah pekerjaan-pekerjaan yang biasa dilakukan oleh orang-orang pandai sehingga kamu menjadi pantas disebut sebagai orang pandai. Jika kamu ingin berada di kelas (kualitas) orang-orang yang berpendidikan, maka lakukanlah hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh orang-orang berpendidikan baik maka niscaya kamu akan menjadi orang yang berpendidikan. Jika kamu ingin menjadi seorang guru, maka lakukanlah hal-hal yang biasa dikerjakan oleh guru sehingga kelak kamu menjadi guru yang pantas. Kamu berada di kelasmu saat ini karena dulu kamu melakukan hal-hal yang membuatmu berada di sini. Nikmatilah hal-hal yang kamu kerjakan untuk meningkatkan kelasmu, karena hal-hal itulah yang akan senantiasa kamu lakukan ketika kamu telah menjadi orang yang pandai, orang yang berpendidikan, ketika kamu menjadi guru dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>”Memperbaiki diri dengan kesadaran sendiri jauh lebih menyenangkan daripada melakukannya karena disuruh oleh orang lain.</em><em>”</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Have a nice day</em></p>
<p style="text-align: justify;">Mari berbagi semangat</p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4-F1DjVRbrOFFF019psI1fz8FM8/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4-F1DjVRbrOFFF019psI1fz8FM8/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4-F1DjVRbrOFFF019psI1fz8FM8/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4-F1DjVRbrOFFF019psI1fz8FM8/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/web/uVVw/~4/UuOCki5z5gQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wandiwahyudi.web.id/2011/12/benahi-diri-sebelum-orang-lain-melakukannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://wandiwahyudi.web.id/2011/12/benahi-diri-sebelum-orang-lain-melakukannya/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Fuel Cell</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/web/uVVw/~3/STQcI_WyaU8/</link>
		<comments>http://wandiwahyudi.web.id/2011/12/fuel-cell/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 15:18:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fuel Cell]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wandiwahyudi.web.id/?p=1659</guid>
		<description><![CDATA[Energy Technology Strategy to Future

Future energy demand and supply are subjected to numerous uncertainties, most of which are difficult to predict since there are many factors influencing such as energy prices, particularly oil prices, global economic growth rate, demographic changes, technological advances, government policies and consumer behavior. Meanwhile, two other concerns have re-emerged. The monetary crisis of 2008/2009 which some analysts link with volatile oil prices, reinforced the concern than high energy prices can cripple economic growth.  Headline announcing gas supply cuts to the Ukraine, oil tanker hijackings along the coast of Somalia, pipeline bombings in Nigeria and hurricanes destroying oil rigs in the Gulf of Mexico showed that threat to energy security arise in many forms and unexpected places. In such a complex market, energy projection are primarily based on historical information then the primary objective of any energy-scenario analysis must be to analyze the main driving forces that would shape our energy future and the options ahead of us, rather than making accurate quantitative projections.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="Energy Technology Strategy" src="http://www.denken.or.jp/en/activities/project/img/environmental_img01_zoom.jpg" alt="" width="642" height="471" /><strong></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Energy Technology Strategy to Future</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong></strong>Future energy demand and supply are subjected to numerous uncertainties, most of which are difficult to predict since there are many factors influencing such as energy prices, particularly oil prices, global economic growth rate, demographic changes, technological advances, government policies and consumer behavior. Meanwhile, two other concerns have re-emerged. The monetary crisis of 2008/2009 which some analysts link with volatile oil prices, reinforced the concern than high energy prices can cripple economic growth. Headline announcing gas supply cuts to the Ukraine, oil tanker hijackings along the coast of Somalia, pipeline bombings in Nigeria and hurricanes destroying oil rigs in the Gulf of Mexico showed that threat to energy security arise in many forms and unexpected places. In such a complex market, energy projection are primarily based on historical information then the primary objective of any energy-scenario analysis must be to analyze the main driving forces that would shape our energy future and the options ahead of us, rather than making accurate quantitative projections.</p>
<p><span id="more-1659"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Equally important, we highlight early signs that such an energy technology revolution is under way. Investment in renewable energy and advanced energy technology are increasing substantially. A number of countries are considering implementing fuel cell.</p>
<p style="text-align: justify;">After nuclear power plant disaster in Japan on March 11<sup>st</sup> 2011, scientists are considering to build alternatives power generation systems. The official death toll stood at 413, while 784 people were missing and 1,128 injured. In addition, police said between 200 and 300 bodies were found along the coast in Sendai, the biggest city in the area near the quake&#8217;s epicenter. Local media reports said at least 1,300 people may have been killed.</p>
<p style="text-align: justify;">Fuel cells are environmentally friendly devices for energy conversion and power generation, and are one of the most promising candidates as a zero-emission power source. The specter of climate change is becoming so ominous that it is the substantial reduction of greenhouse gas emissions that is driving research and development into cleaner, more efficient energy technology and alternative energy source and carriers. In addition to the health and environmental concerns, a steady depletion of the world’s limited fossil fuel reserves calls for new energy technology for energy conversion and power generation, which is more energy efficient than the conventional heat engine with minimal or no pollutant emissions and also compatible with renewable energy sources or carries for sustainable development. Fuel cell have been identified as one of the most promising and potential energy technologies which meet all of these requirements for energy security, economic growth and environmental sustainability.</p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/u9qVPMpoibqY5AWyisZwhEHVGKI/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/u9qVPMpoibqY5AWyisZwhEHVGKI/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/u9qVPMpoibqY5AWyisZwhEHVGKI/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/u9qVPMpoibqY5AWyisZwhEHVGKI/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/web/uVVw/~4/STQcI_WyaU8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wandiwahyudi.web.id/2011/12/fuel-cell/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://wandiwahyudi.web.id/2011/12/fuel-cell/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Gallerry Oct’ 2011</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/web/uVVw/~3/7FzrPo4XF3M/</link>
		<comments>http://wandiwahyudi.web.id/2011/12/2011-album/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 06:15:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gallery Oct'2011]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wandiwahyudi.web.id/?p=1610</guid>
		<description><![CDATA[Daejeon, South Korea (Oct&#8217;2011)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Daejeon, South Korea (Oct&#8217;2011)</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignright" title="2011.10.22 Daejeon, South Korea by Samsung S2" src="http://wandiwahyudi.web.id:2082/cpsess1755727292/viewer/home%2fwandiwah%2fpublic_html%2fwp-content%2fuploads%2fPhoto%20Gallery/01.jpg" alt="" width="448" height="336" /></p>
<p style="text-align: left;"><img title="Wandi Wahyudi" src="http://wandiwahyudi.web.id:2082/cpsess1755727292/viewer/home%2fwandiwah%2fpublic_html%2fwp-content%2fuploads%2fPhoto%20Gallery/Wandi-Wahyudi-Korea-1.jpg" alt="" width="336" height="448" /></p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/geyXyPq-gFNzcYvlGNE78fI5DBk/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/geyXyPq-gFNzcYvlGNE78fI5DBk/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/geyXyPq-gFNzcYvlGNE78fI5DBk/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/geyXyPq-gFNzcYvlGNE78fI5DBk/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/web/uVVw/~4/7FzrPo4XF3M" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wandiwahyudi.web.id/2011/12/2011-album/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://wandiwahyudi.web.id/2011/12/2011-album/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Bacalah dengan teliti, ini sangat penting!</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/web/uVVw/~3/zGQJu9OuycA/</link>
		<comments>http://wandiwahyudi.web.id/2010/10/bacalah-dengan-teliti-ini-sangat-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Oct 2010 02:29:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayo Berbagi Semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wandiwahyudi.web.id/?p=660</guid>
		<description><![CDATA[Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik. Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu. Tunjukkanlah kepada teman-temanmu betapa kau menyukai mereka.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><img class="alignleft" title="Friendship" src="http://wandiwahyudi.web.id:2082/cpsess3404840373/viewer/home%2fwandiwah%2fpublic_html%2fwp-content%2fuploads%2fArticle%20Gallery/Friendship.jpg" alt="" width="205" height="246" />Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiapkali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata: ”Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar.”</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik. Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu. Tunjukkanlah kepada teman-temanmu betapa kau menyukai mereka.</span></p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/REe3iksp2aY9w1Jh0O8uQnKNh5E/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/REe3iksp2aY9w1Jh0O8uQnKNh5E/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/REe3iksp2aY9w1Jh0O8uQnKNh5E/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/REe3iksp2aY9w1Jh0O8uQnKNh5E/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/web/uVVw/~4/zGQJu9OuycA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wandiwahyudi.web.id/2010/10/bacalah-dengan-teliti-ini-sangat-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://wandiwahyudi.web.id/2010/10/bacalah-dengan-teliti-ini-sangat-penting/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Review : Control of The Properties of Carbon Nanotubes Synthezes by CVD for Application in Electrochemical Biosensors</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/web/uVVw/~3/aG71-AXg-ps/</link>
		<comments>http://wandiwahyudi.web.id/2010/07/review-control-of-the-properties-of-carbon-nanotubes-synthezes-by-cvd-for-application-in-electrochemical-biosensors/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 10:18:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review Papers]]></category>
		<category><![CDATA[Nanotechnology]]></category>
		<category><![CDATA[Wandi Wahyudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wandiwahyudi.web.id/?p=643</guid>
		<description><![CDATA[PENDAHULUAN Carbon nanotubes (CNTs) yang ditemukan pada 1991 oleh Ijima memiliki sifat mekanik yang luar biasa dan sifat elektronik yang unik. Oleh karena itu, aplikasi CNTs sangat luas, seperti peralatan nanoelektronik, komposit, sensor kimia, biosensor, dll. CNTs umumnya berupa rangkaian heksagonal atom-atom karbon yang tergulung panjang seperti pipa. Single-walled nanotubes (SWNTs) terdiri atas selapis silinder [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>PENDAHULUAN</strong><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>Carbon nanotubes</em> (CNTs) yang ditemukan pada 1991 oleh Ijima memiliki sifat mekanik yang luar biasa dan sifat elektronik yang unik. Oleh karena itu, aplikasi CNTs sangat luas, seperti peralatan nanoelektronik, komposit, sensor kimia, <em>biosensor</em>, dll. CNTs umumnya berupa rangkaian heksagonal atom-atom karbon yang tergulung panjang seperti pipa. <em>Single-walled nanotubes</em> (SWNTs) terdiri atas selapis silinder dengan diameter 1—3 nm dan panjang beberapa ?m. Sedangkan <em>Multi-walled nanotubes</em> (MWNTs) terdiri atas susunan koaksial konsentris s<em>ingle wall nanotubes </em>dengan jarak satu sama lain 0,34 nm dan diameter 2—20 nm. Pembuatan SWNTs dan MWNTs menggunakan teknik <em>arc discharge</em>, <em>laser ablation</em>, dan <em>chemical vapour decomposition</em> (CVD).</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Sintesis CVD dilakukan dengan menguapkan karbon yang dibantu katalis pada substrat. Sumber energi akan mendekomposisi molekul gas menjadi atom karbon reaktif lalu terdifusi menuju substrat yang dilapisi katalis (logam transisi: Co, Ni, Fe) yang menukleasi nanotuben yang ukurannya sama dengan partikel katalis. Sebagai sumber karbon digunakan CH<sub>4</sub>, CO<sub>2</sub>, <em>acetylene</em>, <em>ethylene</em>, dan <em>benzene</em>. Temperatur sintesis CVD yaitu 650—1000°C. Teknik sintesis CNTs dengan CVD yang telah dikembangkan seperti <em>plasma enhanced </em>CVD, <em>thermo chemical </em>CVD, <em>alcohol catalytic </em>CVD, <em>vapour phase growth</em>, <em>aero gel-supported </em>CVD, dan <em>laser assisted </em>CVD. Proses CVD melibatkan beberapa parameter utama yaitu gas umpan, katalis, temperatur, dan waktu reaksi.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">SWNT dengan kualitas tinggi dapat diperoleh pada proses sintesis CVD dengan menggunakan CH<sub>4 </sub>sebagai sumber karbon dengan pemberian temperatur 850—1000°C, dan katalis serta kondisi aliran yang cocok. MWNTs telah dikembangkan menggunakan substrat yang dilapisi partikel nano Ni dengan metode PECVD. Partikel nano Ni mengendap pada permukaan silikon dengan cara percikan atau penguapan termal. Ukuran CNTs memiliki hubungan linear dengan ketebalan lapisan Ni pada substrat. Pembuatan CVD dengan katalis Ni biasanya menggunakan campuran CH<sub>4</sub>/H<sub>2 </sub></span><span style="color: #0000ff;">atau C</span><span style="color: #0000ff;"><span style="color: #0000ff;"><sub>2</sub></span>H<sub>2</sub>/H<sub>2</sub>(N<sub>2</sub>).</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Katalis logam berupa serbuk digunakan pada produksi massal CNTs dengan <em>fluidized bed reactor</em>. Sisa partikel katalis dihilangkan dengan reaksi kimia, sedangkan <em>carbonaceous impurities</em> dihilangkan proses oksidasi. Produksi sensor berbasis CNT memerlukan fungsionalisasi dan <em>surface immobilization</em>. Penggunaan CNTs sebagai <em>amperometric biosensor</em> dikarenakan oleh kemampuanya untuk mem-<em>promote</em> transfer elektron serta rasio permukaan-volume yang tinggi. Wang melaporkan penggunaan CNTs sebagai <em>electrochemical biosensors</em> telah digunakan sebagai elektroda pada oksidasi protein dan nucleic acids serta untuk deteksi dan studi transfer elektron pada glukosa.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>EKSPERIMEN</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>Proses Sintesis</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Katalis yang digunakan adalah Ni yang dibantu SiO<sub>2</sub>/Al<sub>2</sub>0<sub>3</sub> Aldrich (Ni 65 <em>wt.</em>%, luas permukaan 190 m<sup>2</sup>g<sup>-1</sup>, volume pori 0,32 mLg<sup>-1</sup>). Diameter partikel &lt; 20 ?m (90%), 20—45 ?m (2%). Gas CH<sub>4</sub> (99,95%), H<sub>2</sub> (99,99%), dan Ar (99,99%). Sintesis CNTs dilakukan di <em>quartz tube reactor</em> (diameter internal 24 mm, panjang 402 mm), <em>horizontal furnace</em> HOBERSAL, ST-11. Pada tiap sintesis, serbuk katalis disebar di <em>ceramic boat</em> (8 x 1 cm<sup>2</sup>). Laju gas umpan diatur pada 150 cm<sup>3</sup>min<sup>-1</sup>. Proses sintesis CNTs berupa siklus temperatur di mana Ar dialirkan ke temperatur operasi, pencampuran H<sub>2</sub>/CH<sub>4</sub> dengan aliran 150 cm<sup>3</sup>min<sup>-1</sup> selama reaksi, dan Ar dialirkan ke temperatur ruang (gambar 1).</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="Proses sintesis CNTs" src="http://photoserver.ws/images/9Y1V4bf4e5f1d4952.png" alt="" width="314" height="225" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>Proses Pemurnian</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Reagen yang digunakan adalah HCl 37%, HNO<sub>3</sub> 65%, dan HF 40%. Proses pemurnian terdiri atas:</span></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><span style="color: #0000ff;">Sonikasi pada HF selama 30 menit dan disaring dengan <em>polycarbonate (pori 0,2 </em></span><span style="color: #0000ff;">?m</span><span style="color: #0000ff;"><em>).</em></span><span style="color: #0000ff;"> </span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Mencelupkan <em>bucky paper</em> pada HCl dan HNO<sub>3</sub>, lalu disonikasi dan disaring berulang kali hingga larutan pada filtrat tidak berwarna.</span><span style="color: #0000ff;"> </span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">CNTs dicuci dengan air distilasi.</span><span style="color: #0000ff;"> </span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Sampel dimasukkan ke furnace (600°C, 2 jam) untuk menghilangkan karbon amorf.</span></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em> </em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>Proses Fungsionalisasi</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Agar fungsionalisasi baik diperlukan <em>high oxidative treatment</em>, yaitu HNO<sub>3</sub><em> </em></span><span style="color: #0000ff;">65% ditambahkan ke sampel diletakkan di</span><span style="color: #0000ff;"><em> reflux</em> selama 3 jam, lalu disaring dengan <em>polycarbonate</em> (pori 0,2 ?m) dan dicuci dengan air distilasi.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>Karakterisasi</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Produk dan efisiensi proses pemurnian dievaluasi dengan <em>Thermogravimetric Analysis</em> (TGA) dan <em>Inductively Coupled Plasma Atomic Spectroscopy</em> (ICP-AES). Atomic Force Microscopy (AFM) dan Raman Scattering digunakan untuk mengkarakterisasi struktur CNTs.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>HASIL DAN DISKUSI</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"> <em>Proses Sintesis</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"> Pengaruh variabel proses (temperatur, massa katalis, komposisi gas umpan, dan waktu reaksi) dianalisis untuk mengevaluasi jumlah produksi CNTs. Nilai setiap parameter ditunjukkan pada tabel 1.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Pengaruh variabel proses" src="http://photoserver.ws/images/ld5J4bf4e5f1dc2ba.png" alt="" width="312" height="108" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Konversi CH4 menjadi C dihitung dengan <em>mass difference</em> relatif terhadap total karbon pada reaktor. Jumlah produk akhir CNTs dapat ditentukan dengan TGA yang dilakukan pada atmosfer Ar. Rasio udara/Ar merupakan parameter kritis karena keberadaan Ni yang dapat mengkatalis reaksi oksidasi karbon. Sementara itu, sampel kosong denagn katalis Ni/SiO<sub>2</sub>-Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub><em> </em></span><span style="color: #0000ff;">dilakukan pada atmosfer Ar. </span><span style="color: #0000ff;"><em>Weight loss</em> pada katalis karena sublimasi pada 850°C, 925°C, dan 1000°C adalah 8,3%, 8,3%, dan 8,5%. Dari spektrum TGA, setiap bentuk karbon dapat dibedakan karena perbedaan reaktivitas terhadap oksidasi udara. Gambar 2 menunjukkan tiga <em>range</em> temperatur di mana tampak jelas terjadinya <em>weight loss</em>, yaitu <em>range</em> I (470—660°C) pada karbon amorf, <em>range</em> II (660–990°C) pada CNTs, dan <em>range</em> III (990–1200°C) pada karbon grafit. Temperatur pembakaran tersebut merupakan karakteristik MWNTs.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="Range temperatur" src="http://photoserver.ws/images/iO4N4bf4e5f1e35aa.png" alt="" width="317" height="321" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Tabel 2 memperlihatkan weight loss pada eksperimen. Penyebab fluktuasi pada tabel adalah jumlah katalis pada tiap endapan karbon sehingga laju pembakaran yang tinggi sulit dihindari.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="Weight loss pada eksperimen" src="http://photoserver.ws/images/d6R74bf4e5f1ed23d.png" alt="" width="312" height="318" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Analisis eksperimen menghasilkan hubungan antara kondisi proses dengan endapan karbon. Persamaan matematika dari <em>software</em> <em>Statgraphics 5 plus </em>dengan koefisien 95,2%:</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="Hubungan antara kondisi proses dengan endapan karbon" src="http://photoserver.ws/images/j6oj4bf4e5c7e33d7.png" alt="" width="302" height="68" /><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Tabel 3 menunjukkan kondisi terbaik untuk memperoleh nilai konversi tertinggi, yaitu baik pada temperatur tinggi (1000°C) dengan rasio tinggi H<sub>2</sub>/CH<sub>4</sub> maupun pada temperatur rendah (850°C) dengan rasio H<sub>2</sub>/CH<sub>4</sub> (0,5). Pada kondisi lain, faktor penentu adalah massa katalis.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><img class="alignnone" title="Optimal operating condition" src="http://photoserver.ws/images/yj3C4bf4e5c7e7a67.png" alt="" width="312" height="132" /></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><img class="alignnone" title="CNTs content" src="http://photoserver.ws/images/g60b4bf4e5c7ed092.png" alt="" width="304" height="156" /><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Persamaan di atas merupakan hubungan antara variabel proses dengan jumlah CNTs pada endapan karbon, di mana koefisiennya adalah 97,97%. Waktu reaksi, temperatur, dan massa katalis menunjukkan hubungan linear. Persamaan matematika tersebut memperlihatkan kesulitan dalam menentukan kondisi reaksi optimal karena beberapa parameter bertentangan. Kondisi operasi terbaik untuk memperoleh persentase CNTs optimal ditunjukkan pada tabel 4.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="CNTs optimal" src="http://photoserver.ws/images/Tlk74bf4e5c7f328b.png" alt="" width="318" height="100" /><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Temperatur tinggi, massa katalis, rasio H2/CH4 dan waktu reaksi yang rendah dipilih sebagai kondisi optimal untuk sintesis CNTs dengan CVD (tabel 5). Variabel lain yang perlu dipertimbangkan adalah area kontak antara <em>precursor</em> gas dengan katalis atau arah aliran, tekanan, jenis katalis, serta sumber hidrokarbon agar diperhatikan selama eksperimen berlangsung.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="CNTs optimal" src="http://photoserver.ws/images/dV3A4bf4e648e0ccb.png" alt="" width="312" height="122" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="AFM image" src="http://photoserver.ws/images/ek0w4bf4e6490caee.png" alt="" width="312" height="320" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">CNTs didispersikan di <em>n-methyl-pirrolidone</em> (NMP) dan diendapkan pada penahan khusus dengan metode <em>drop-drying</em>. Diameter rata-rata CNTs adalah 16 nm dan panjang sekitar 1—10 ?m. Gambar 3 menunjukkan gambar CNTs dengan tampilan linear. MWNTs sering membentuk <em>long helices</em> yang mengindikasikan adanya cacat pada struktur grafit.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Struktur MWNTs ditunjukkan oleh Raman<em> spectroscopy</em> di mana spektrum Raman  <em>raw sample</em> dilakukan dengan RENISHAW IN VIA RAMAN MICROSCOPE serta menggunakan laser ion Ar<sup>+</sup> (514 nm) dengan kekuatan 20 mW.  Pada gambar 4, pita G diperoleh dari mode aktif <em>in-plane</em> Raman pada grafit, pita <em>disorder-induced</em> D, dan <em>second-order harmonic</em>, pita G’.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="Raman spectrum" src="http://photoserver.ws/images/hO7t4bf4e64915bc6.png" alt="" width="312" height="270" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>Proses Pemurnian</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"> Metode pemurnian CNTs telah dikembangkan di INASMET yang berbasis oksidasi fasa gas dan oksidasi fasa cair. SiO<sub>2</sub>/Al<sub>2</sub>0<sub>3 </sub>dipisahkan dari produk karbon dengan HF lalu diaduk, disaring, dan dicuci. Partikel Ni dihilangkan dengan HNO<sub>3</sub> dan HF lalu disonifikasi, disaring, dan dicuci. Oksidasi karbon amorf dilakukan pada 600°C. Komposisi kimia dianalisis menggunakan ICP-AES dan hasilnya pada tabel 6.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="Komposisi kimia" src="http://photoserver.ws/images/jPPg4bf4e6491e4ce.png" alt="" width="312" height="108" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">TGA pada sampel setelah partikel katalis dihilangkan menentukan kondisi pembakaran karbon amorf dilakukan pada 10°Cmin<sup>-1</sup> dan persentase udara yang lebih tinggi daripada TGA sebelumnya. Hanya dua pita pembakaran yang sesuai dengan CNTs (790°C) dan grafit (1074°C) pada gambar 5.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Daerah di bawah plot adalah jumlah dua komponen pada sampel. Sementara itu, <em>weight loss </em>pada 1200°C adalah 95,7%. Oleh karena itu, produk yang tidak terbakar (jumlah katalis pada sampel yang dimurnikan) adalah 4,3%. Hasil ini sesuai dengan yang diperoleh dengan ICP-AES.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="Analisis" src="http://photoserver.ws/images/yYXn4bf4e681b0e49.png" alt="" width="318" height="302" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>Proses Fungsionalisasi</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>Electrochemical biosensor</em> diperoleh melalui pemurnian dan fungsionalisasi CNTs dengan cara mengoksidasinya di dalam konsentrat HF untuk menghasilkan gugus karboksil (karbonil dan hidroksil) pada permukaan. Karakterisasi kualitatif menggunakan <em>Fourier Transform Infrared Spectroscopy</em>, sedangkan secara kuantitatif dengan metode titrasi.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>Infrared Spectra</em> (gambar 6) menunjukkan pita karakteristik asam karboksilat, yaitu <em>v</em> (C=O) pada 1719 cm<sup>-1</sup>, <em>v</em> (CO) pada 1182 cm<sup>-1</sup>, dan <em>v </em></span><span style="color: #0000ff;">(COH) pada 1115 cm</span><span style="color: #0000ff;"><sup>-1</sup>. Spektra FTIR memperlihatkan puncak pada 1586 dan 1627 cm<sup>-1</sup> yang merupakan <em>v </em>(C=C). Pada 1370 cm<sup>-1</sup> terdapat pita karakteristik fenol yang merupakan delokalisasi elektron ? yang sifatnya mirip senyawa aromatik.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="FTR" src="http://photoserver.ws/images/fEx74bf4e681baac6.png" alt="" width="308" height="216" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Metode titrasi asam-basa digunakan untuk menentukan konsentrasi asam pada permukaan MWNTs. Hasil titrasi berdasarkan metode perhitungan Hu adalah 14,81 x 10<sup>-3</sup> COOH molg<sup>-1</sup> total sampel, lebih tinggi daripada yang diperoleh Zhao yaitu 2,5 x 10<sup>-3</sup> COOH molg<sup>-1</sup> CNTs. Raman <em>spectroscopy </em></span><span style="color: #0000ff;">digunakan untuk menentukan derajat ketidakteraturan struktur CNTs setelah pemurnian dan fungsionalisasi. Pita D memberi informasi tentang kristalinitas sampel. Pita</span><span style="color: #0000ff;"><em> </em><em>disorder-induced</em> D hanya aktif di dalam Raman <em>spectrum</em> pada karbon sp<sup>2</sup> karena terdapat <em>hetero-atoms</em>, <em>vacancies</em>, batas butir, atau cacat lainnya yang mengurangi kesimetrian kisi kristal. Rasio intensitas D/G meningkat dari 57,8% pada <em>raw sample </em>menjadi 77,6% pada <em>functionalized sample </em>(gambar 7). Dengan demikian, proses fungsionalisasi meningkatkan derajat cacat struktural <em>nanotubes</em>.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="Raman spectrum" src="http://photoserver.ws/images/Yvj34bf4e681c2033.png" alt="" width="312" height="282" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>KESIMPULAN</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Pada jurnal ini dipelajari pengaruh parameter massa katalis, waktu reaksi, temperatur, dan rasio H<sub>2</sub>/CH<sub>4</sub> pada pembuatan CNTs dengan CVD. Massa katalis menjadi faktor penentu pada proses ini di mana konversi CH<sub>4</sub>?C sebanding dengan kuadrat dari massa katalis. Waktu reaksi tidak mempengaruhi proses. Temperatur tinggi (1000°C) dan rasio H<sub>2</sub>/CH<sub>4 </sub>(1) menghasilkan persentase konversi yang sama dengan temperatur rendah (850°C) dan rasio H<sub>2</sub>/CH<sub>4</sub> (0,5). Hasil terbaik didapat pada kondisi temperatur 1000°C dan rasio H<sub>2</sub>/CH<sub>4­ </sub>= 1. Kondisi lain yang perlu diperhatikan adalah tekanan, jenis katalis, sumber hidrokarbon, area kontak gas-katalis, dan arah aliran.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="Optimum operating condition" src="http://photoserver.ws/images/IHrt4bf4e681cad11.png" alt="" width="314" height="93" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Pengukuran dengan AFM didapatkan diameter rata-rata dan panjang CNTs adalah 16 nm dan 100 nm. Proses pemurnian untuk menghilangkan sisa katalis dan karbon amorf menghasilkan kandungan logam pada CNTs kurang dari 5%. Kemampuan CNTs mem-<em>promote </em>transfer elektron menghasilkan pendekatan baru untuk komunikasi langsung elektrik dengan biomolekul redoks aktif.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">========================<br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Kontributor : Agus Somantri</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w :WordDocument> </w><w :View>Normal</w> <w :Zoom>0</w> <w :TrackMoves /> <w :TrackFormatting /> <w :PunctuationKerning /> <w :ValidateAgainstSchemas /> <w :SaveIfXMLInvalid>false</w> <w :IgnoreMixedContent>false</w> <w :AlwaysShowPlaceholderText>false</w> <w :DoNotPromoteQF /> <w :LidThemeOther>IN</w> <w :LidThemeAsian>X-NONE</w> <w :LidThemeComplexScript>X-NONE</w> <w :Compatibility> <w :BreakWrappedTables /> <w :SnapToGridInCell /> <w :WrapTextWithPunct /> <w :UseAsianBreakRules /> <w :DontGrowAutofit /> <w :SplitPgBreakAndParaMark /> <w :DontVertAlignCellWithSp /> <w :DontBreakConstrainedForcedTables /> <w :DontVertAlignInTxbx /> <w :Word11KerningPairs /> <w :CachedColBalance /> </w> <m :mathPr> <m :mathFont m:val="Cambria Math" /> <m :brkBin m:val="before" /> <m :brkBinSub m:val="&#45;-" /> <m :smallFrac m:val="off" /> <m :dispDef /> <m :lMargin m:val="0" /> <m :rMargin m:val="0" /> <m :defJc m:val="centerGroup" /> <m :wrapIndent m:val="1440" /> <m :intLim m:val="subSup" /> <m :naryLim m:val="undOvr" /> </m> </xml>< ![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w :LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w :LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w :LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w :LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w> </xml>< ![endif]--> <span style="color: #0000ff;">Referensi <span style="color: #0000ff;">: </span><strong><span style="font-size: 11pt; font-weight: normal;" lang="EN-US">Izaskun Bustero, dkk. <em>Control of The Properties of Carbon Nanotubes Synthezes by CVD for Application in Electrochemical Biosensors</em>. 2005</span></strong><strong><span style="font-size: 11pt; font-weight: normal;">.</span></strong></span></p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kDGdCkMYsAHzMr2GVzuguZoG9i0/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kDGdCkMYsAHzMr2GVzuguZoG9i0/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kDGdCkMYsAHzMr2GVzuguZoG9i0/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kDGdCkMYsAHzMr2GVzuguZoG9i0/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/web/uVVw/~4/aG71-AXg-ps" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wandiwahyudi.web.id/2010/07/review-control-of-the-properties-of-carbon-nanotubes-synthezes-by-cvd-for-application-in-electrochemical-biosensors/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://wandiwahyudi.web.id/2010/07/review-control-of-the-properties-of-carbon-nanotubes-synthezes-by-cvd-for-application-in-electrochemical-biosensors/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Mekanisme Pembentukan Martensite</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/web/uVVw/~3/3utXo4hgXko/</link>
		<comments>http://wandiwahyudi.web.id/2010/07/mekanisme-pembentukan-martensite/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 09:40:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Heat Treatment]]></category>
		<category><![CDATA[Wandi Wahyudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wandiwahyudi.web.id/?p=635</guid>
		<description><![CDATA[Struktur BCC memiliki kelarutan karbon yang lebih rendah daripada struktur FCC sehingga karbon bebas yang larut di dalam austenite harus berdifusi keluar dari kisi kristal FCC dan membentuk senyawa karbida saat terjadi transformasi kristal.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Diagarm Fasa Fe-Fe3C" src="http://photoserver.ws/images/L1VR4be0defddd05f.jpg" alt="" width="439" height="396" /></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Gambar 1. Diagarm Fasa Fe-Fe3C</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Dari diagram Fe-Fe3C di atas dapat diketahui bahwa peningkatan temperatur dapat menyebabkan terjadinya perubahan fasa dari ferrite atau pearlite menjadi austenite, yaitu fasa di mana semua karbon bebas (C) larut dalam logam. Jika baja didinginkan secara lambat, karbon bebas (C) akan berdifusi keluar sehingga austenite akan menjadi ferrite dan pearlite. Tetapi jika dari fasa austenite kemudian dilakukan pendinginan yang cepat, austenite akan menjadi fasa yang sangat keras yang disebut martensite.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Martensite terbentuk jika austenite (struktur FCC) melalui proses pendinginan yang sangat cepat (<em>rapid cooling</em>) ke temperatur ruang. Sedangkan jika dilakukan pendinginan secara normal (<em>slow cooling</em>) akan terjadi perubahan fasa dari austenite menjadi ferrite (struktur BCC). Dengan kata lain seiring dengan terjadinya pendinginan dari austenie menjadi ferrite, terjadi juga perubahan struktur baja dari FCC menjadi BCC.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Struktur BCC memiliki kelarutan karbon (C) yang lebih rendah daripada struktur FCC sehingga karbon bebas yang larut di dalam austenite harus berdifusi keluar dari kisi kristal FCC dan membentuk senyawa karbida saat terjadi transformasi kristal. Proses difusi ini berlangsung lama. Apabila pendinginan dilakukan dengan cepat maka karbon bebas yang terlarut di dalam austenite tidak sempat berdifusi keluar kisi kristal sehingga tidak terjadi transformasi FCC menjadi BCC melainkan terjadi transformasi geser pada kisi kristal menjadi bentuk struktur BCT yang mengandung karbon sangat jenuh sehingga material tersebut memiliki tegangan. Oleh karena itu fasa martensite menjadi fasa yang sangat keras.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"><img class="alignnone" title="Ilustrasi perubahan struktur FCC menjadi struktur BCT" src="http://photoserver.ws/images/aucQ4bdfd1459a3ea.jpg" alt="" width="471" height="209" /><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Gambar 2. Ilustrasi perubahan struktur FCC menjadi struktur BCT pada mekanisme pembentukan martensit</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"> Untuk mendapatkan nilai kekerasan baja yang optimal perlu diperhatikan temperatur dan waktu tahan proses astenisasi. Apablia temperatur dan waktu tahan austenisasi telalu kecil, tidak akan diperoleh pengerasan pada logam. Sedangkan jika temperatur dan waktu tahan austenisasi telalu lama, akan terjadi pertumbuhan butir sehingga ketangguhan baja menjadi rapuh. Oleh karena itu diperlukan temperatur dan waktu tahan austenisasi yang tepat agar diperoleh pengerasan yang optimal sebagaimana diilustrasikan pada gambar berikut ini:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"><img class="alignnone" title="Skema pengaruh temperatur dan waktu tahan proses tempering" src="http://photoserver.ws/images/FLbH4be0e5e3529a4.jpg" alt="" width="418" height="272" /><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"><span style="color: #0000ff;">Gambar 3. </span></span><span style="color: #0000ff;">Skema pengaruh temperatur dan waktu tahan proses tempering terhadap kekerasan logam</span></p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-kjXE_SB5cZY1_64PCQNvw3WBjk/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-kjXE_SB5cZY1_64PCQNvw3WBjk/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-kjXE_SB5cZY1_64PCQNvw3WBjk/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-kjXE_SB5cZY1_64PCQNvw3WBjk/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/web/uVVw/~4/3utXo4hgXko" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wandiwahyudi.web.id/2010/07/mekanisme-pembentukan-martensite/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://wandiwahyudi.web.id/2010/07/mekanisme-pembentukan-martensite/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Heat Treatment pada Baja</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/web/uVVw/~3/kg5XktpTP9s/</link>
		<comments>http://wandiwahyudi.web.id/2010/07/heat-treatment-pada-baja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 09:21:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Heat Treatment]]></category>
		<category><![CDATA[Wandi Wahyudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wandiwahyudi.web.id/?p=631</guid>
		<description><![CDATA[Hardening (proses pengerasan) merupakan proses yang bertujuan untuk meningkatkan kekerasan material. Mekanisme peningkatan kekerasan ini bermacam-macam. Namun dalam ilmu perlakuan panas, hardening pada prinsipnya dilakukan dengan membentuk suatu baru struktur yang keras pada material.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Setiap aplikasi material membutuhkan suatu proporsi sifat dan karakteristik bahan tertentu, diantaranya ialah kekerasan dan ketangguhan. Setiap material telah memiliki besar kekerasan dan ketangguhan yang spesifik, namun agar material tersebut menjadi lebih berdaya guna serta dapat memenuhi tuntutan aplikasi tersebut diperlukan suatu proses perlakuan khusus yang dapat memodifikasi nilai kekerasan dan ketangguhan material tersebut. Perlakuan khusus tersebut bisa berupa perlakuan mekanis, kimiawi ataupun perlakuan panas. Salah satu proses pada perlakuan panas yang dapat memodifikasi nilai kekerasan dan ketangguhan ialah proses <em>hardening</em> dan <em>tempering</em>.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Walaupun jenisnya bermacam-macam, pada prinsipnya proses <em>hardening </em>dilakukan dengan cara membentuk struktur yang keras pada material sehingga nilai kekerasan material tersebut akan meningkat. Sayangnya peningkatan kekerasan tersebut akan dikompensasikan dengan menurunnya ketangguhan material. Untuk meningkatkan kembali ketangguhan material tersebut, perlu dilakukan proses <em>tempering</em>.</span><span style="color: #0000ff;"> Prinsip proses ini ialah dengan memanaskan material pada temperatur dan waktu tertentu, sehingga dapat terbentuk suatu struktur yang stabil. Contohnya pada suatu baja karbon, proses ini akan menyebabkan segregasi mikrostruktur sehingga struktur-struktur yang tidak stabil seperti martensit akan berkurang dan berubah menjadi suatu struktur lain yang lebih stabil, misalnya pearlit.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"> Yang perlu diperhatikan disini ialah selama kedua proses ini berlangsung, ada berbagai faktor dan variabel yang berpengaruh terhadap kekerasan material yang dihasilkan, antara lain temperatur austenisasi, waktu tahan austenisasi, kecepatan pendinginan, temperatur temper, waktu  tahan temper dan sebagainya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Perlakuan panas (<em>heat treatment</em>) ialah suatu perlakuan pada material yang melibatkan pemanasan dan pendinginan dalam suatu siklus tertentu. Tujuan umum perlakuan panas ini ialah untuk meningkatkan kinerja material dengan cara memodifikasi struktur mikro dan sifat mekanis dari material tersebut, sehingga diharapkan dengan adanya perlakuan panas ini, material menjadi lebih berdaya guna dan dapat memenuhi tuntutan aplikasinya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Proses perlakuan panas untuk mendapatkan atau memperbaiki sifat-sifat mekanis seperti kekerasan dan ketangguhan umumnya dilakukan dengan cara menaikkan temperatur logam diatas temperatur kritis (garis A1 pada diagram Fe-Fe3C) yaitu temperatur dimana mulai terjadinya transformasi struktur dari ferit menjadi austenit. Selanjutnya logam ditahan pada temperatur tersebut untuk waktu tertentu dan dilanjutkan dengan pendinginan dengan kecepatan dan media tertentu pula.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>Hardening</em> (proses pengerasan) merupakan proses yang bertujuan untuk meningkatkan kekerasan material. Mekanisme peningkatan kekerasan ini bermacam-macam. Namun dalam ilmu perlakuan panas, hardening pada prinsipnya dilakukan dengan membentuk suatu baru struktur yang keras pada material. Mekanisme yang biasa dilakukan ialah dengan penambahan suatu unsur atau sekedar membuat suatu struktur yang keras dengan komposisi yang telah ada pada material. Salah satu struktur keras yang dimaksud pada mekanisme kedua ialah martensit (&gt;500 BHN). Struktur martensit bersifat keras dan rapuh sehingga pada prakteknya tidak dapat langsung digunakan, karena pembentukan martensit diiringi distorsi matriks yang cukup besar.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Pembentukan struktur martensit terjadi melalui proses pendinginan cepat (<em>quench</em>) dari fasa austenit (struktur FCC – <em>Face Centered Cubic</em>) hingga temperatur ruang, yang berakibat pada terperangkapnya atom karbon (tidak sempat berdifusi) sehingga terjadi peregangan kisi dari struktur BCC (<em>Body Centered Cubic</em>) yang seharusnya terbentuk (<em>ferrite</em>) menjadi martensit yang berstruktur BCT (<em>Body Centered Tetragonal</em>). Gambar dibawah ini menunjukan ilustrasi perubahan struktur FCC menjadi struktur BCT pada mekanisme pembentukan maternsit.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Ilustrasi perubahan struktur FCC menjadi struktur BCT" src="http://photoserver.ws/images/aucQ4bdfd1459a3ea.jpg" alt="" width="460" height="204" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Gambar 1. Ilustrasi perubahan struktur FCC menjadi struktur BCT pada mekanisme pembentukan martensit</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Kekerasan martensit akan bertambah seiring dengan naiknya kadar karbon. Selain itu, kekerasan martensit ini juga dipengaruhi oleh temperatur austenisasi, waktu tahan, dan kecepatan pendinginan. Namun, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, peningkatan kekerasan ini tetap akan berakibat menurunnya ketangguhan material. Karena itulah proses <em>tempering</em> perlu dilakukan untuk meningkatkan ketangguhan material, terlebih lagi material yang telah mengalami proses <em>hardening</em> (untuk mengurangi <em>brittleness</em>).</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Baja yang mengandung martensit akibat mekanisme <em>quench</em> akan mempunyai sifat yang sangat getas. Hal ini karena proses pembentukan martensit tersebut akan meningkatkan tegangan sisa di dalam baja. Proses temper untuk menghilangkan tegangan sisa sekaligus meningkatkan ketangguhan pada baja dilakukan dengan pemanasan baja pada suatu temperatur di bawah garis A1 atau <em>lower critical temperature</em> (723<sup>0</sup>C). Peningkatan ketangguhan dan keuletan baja ini biasanya dilakukan dengan mengorbankan sedikit kekerasan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"><img class="aligncenter" title="Diagarm Fasa Fe-Fe3C" src="http://photoserver.ws/images/53G94bdfd340f1341.gif" alt="" width="448" height="326" /></span></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Gambar 2. Diagarm Fasa Fe-Fe3C</span></p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qLQvuIRVq3e8zRX6ISUwNkQHxHY/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qLQvuIRVq3e8zRX6ISUwNkQHxHY/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qLQvuIRVq3e8zRX6ISUwNkQHxHY/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qLQvuIRVq3e8zRX6ISUwNkQHxHY/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/web/uVVw/~4/kg5XktpTP9s" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wandiwahyudi.web.id/2010/07/heat-treatment-pada-baja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://wandiwahyudi.web.id/2010/07/heat-treatment-pada-baja/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Korosi Intergranular pada Pengelasan Dissimilar antara Baja Karbon dengan Baja Tahan Karat</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/web/uVVw/~3/1RizRKKTnHc/</link>
		<comments>http://wandiwahyudi.web.id/2010/07/korosi-intergranular-pada-pengelasan-dissimilar-antara-baja-karbon-dengan-baja-tahan-karat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 09:13:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Corrosion]]></category>
		<category><![CDATA[Korosi Intergranular]]></category>
		<category><![CDATA[Wandi Wahyudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wandiwahyudi.web.id/?p=626</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian Korosi Intergranular (Intergranular corrosion) merupakan korosi yang terjadi di sepanjang daerah batas butir. Korosi tipe ini sangat sering terjadi di beberapa jenis baja tahan karat (stainless steel), paduan-paduan nikel (nickel alloy) dan pada beberapa jenis paduan aluminium (aluminium alloy) namun korosi intergranular pada aluminum biasanya disebut pengelupasan (exfoliation). Korosi intergranular sering juga disebut “intercrystalline [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Pengertian</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Korosi Intergranular  (<em>Intergranular corrosion</em>) merupakan korosi yang terjadi di sepanjang  daerah batas butir. Korosi tipe ini sangat sering terjadi di beberapa jenis baja  tahan karat (<em>stainless steel</em>), paduan-paduan nikel (<em>nickel  alloy</em>) dan pada beberapa jenis paduan aluminium (<em>aluminium alloy</em>)  namun korosi intergranular pada aluminum biasanya disebut pengelupasan  (<em>exfoliation</em>). Korosi intergranular sering juga disebut  “<em>intercrystalline corrosion</em>” atau “<em>interdendritic corrosio</em>n”.  Untuk mengidentifikasi korosi tipe ini biasanya diperlukan pengujian  mikrostruktur dengan menggunakan mikroskop meskipun kadang-kadang korosi tipe  ini juga dapat dilihat dengan mata telanjang misalnya pada kasus <em>weld  decay</em>.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Mekanisme</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Pada pemanasan  paduan hingga temperatur antara 425-815<sup>0</sup>C dalam waktu yang relatif  lama, maka akan terbentuk endapan kromium karbida (Cr<sub>23</sub>C<sub>6</sub>)  melalui reaksi antara kromium dengan karbon pada baja. Endapan-endapan ini  bersegregasi ke sepanjang batas butir  kemudian terbentuklah daerah yang  kekosongan kromium (<em>crhomium-depleted-zone</em>) di sekitar batas butir  (terjadi sensitasi). Profil kromium pada batas butir setelah sensitasi  diilustrasikan pada gambar 1. Oleh karena kehilangan unsur penahan korosi yaitu  kromium, maka bagian <em>chromium-depleted-zone</em> ini rentan terhadap  terjadinya korosi. Ilustrasi terjadinya korosi intergranular terdapat pada  gambar 2.</span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Profil kromium pada batas butir setelah terjadi sensitasi" src="http://photoserver.ws/images/tiDY4bde89874b504.jpg" alt="" width="381" height="213" /></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Gambar 1. Profil kromium pada batas butir setelah  terjadi sensitasi</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"><img class="aligncenter" title="Skematis terjadinya korosi intergranular" src="http://photoserver.ws/images/MCMS4bde898756cd9.jpg" alt="" width="419" height="193" /></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Gambar 2. Representasi skematis terjadinya korosi  intergranular akibat presipitasi karbida pada batas butir. (a) presipitasi  karbida pada batas butir. (b) daerah yang kekurangan krom pada batas butir. (c)  korosi intergranular.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Jenis  Material</strong> : Carbon Steel S4000 dan Stainless Steel S340</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Contoh</strong><strong> Aplikasi</strong> :</span></p>
<ul>
<li><span style="color: #0000ff;">Sambungan antara rangka (CS) dengan atap  gerbong (SS) kereta api</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Sambungan antara pintu atas (Cs) dengan pintu  bagian bawah (SS) kereta api</span></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Contoh  Permasalahan</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Penurunan ketahanan  korosi pada sambungan lasan antara dua material yang berbeda yaitu antara baja  karbon S4000 dengan baja tahan karat S340 yang menyebabkan penurunan sifat  mekanis sehingga material lasan ini mudah mengalami kegagalan katastropik.  Permasalahan tersebut sulit diatasi karena adanya perbedaan sifat fisik, sifat  mekanis dan sifat metalurgi dua logam yang dilas. Baja S340 merupakan baja tahan  karat austenitik namun mengalami penurunan ketahanan korosi akibat terbentuknya  presipitat kromium karbida yang mengendap di batas butir austenit. Presipitat  ini terjadi karena krom dari material S340 bermigrasi ke daerah HAZ akibat  pengelasan yang dilanjutkan dengan pendinginan lambat dari 900<sup>0</sup>C ke  450<sup>0</sup>C sehingga material S340 rentan mengalami korosi intergranular.  Mikrostruktur baja S340 dapat dilihat pada gambar 3.</span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Mikrostruktur baja S304" src="http://photoserver.ws/images/Heb34bde89873e7fe.jpg" alt="" width="406" height="168" /></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Gambar 3.   Mikrostruktur baja S304. Gambar sebelah kiri adalah mikrostruktur baja yang  sudah dinormalisasi, gambar yang sebelah kanan adalah struktur yang mengalami  sensitasi.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Cara untuk  Mencegah atau Memperbaiki</strong></span></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><span style="color: #0000ff;">Saat pengelasan atau perlakuan panas  berlangsung, kromium cenderung memilih karbon untuk bersenyawa dan membentuk  kromium karbida yang memicu timbulnya intergranular corrosion. Salah satu cara  mengatasinya adalah dengan memberikan Low carbon filler metal seperti 308L,316L.  Untuk mencegah agar pada aplikasi yang kita gunakan tidak mengalami korosi  intergranular yaitu dengan memilih <em>base metal</em> yang juga <em>low carbon  base material</em> atau dengan menggunakan material yang sudah distabilisasi  dengan penambahan Ti atau Nb karena material-material tersebut memiliki  ketahanan terhadap korosi intergranular yang baik.</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Pencegahan terjadinya korosi intergranular pada  material juga bisa dengan memberikan perlakuan <em>solution annealing</em> pada  paduan untuk menghilangkan fasa di daerah batas butir yang mana fasa tersebut  dapat mengurangi ketahanan korosi.</span></li>
</ol>
<p><span style="color: #0000ff;"><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>REFERENSI</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Callister, William  D. 2003. Materials Science and Engineering an Introduction. USA: Von Hoffman  Press.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Jones, Denny A.  1996. Principles and Prevention of Corrosion – 2nd ed. USA: Prentice  Hall.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">www.corrosionsource.com</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">www.doctor-corrosion.com</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">www.lppm.uns.ac.id</span></p>
<p><script type="text/javascript"><!--
AKPC_IDS += "129,";
// --></script></p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/06b7wRdcLhuv-nPIhrYb4NPYjoY/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/06b7wRdcLhuv-nPIhrYb4NPYjoY/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/06b7wRdcLhuv-nPIhrYb4NPYjoY/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/06b7wRdcLhuv-nPIhrYb4NPYjoY/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/web/uVVw/~4/1RizRKKTnHc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wandiwahyudi.web.id/2010/07/korosi-intergranular-pada-pengelasan-dissimilar-antara-baja-karbon-dengan-baja-tahan-karat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://wandiwahyudi.web.id/2010/07/korosi-intergranular-pada-pengelasan-dissimilar-antara-baja-karbon-dengan-baja-tahan-karat/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Carilah, Semuanya Telah Disiapkan Untukmu</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/web/uVVw/~3/6Djb2kIn9Ws/</link>
		<comments>http://wandiwahyudi.web.id/2009/12/carilah-semuanya-telah-disiapkan-untukmu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 12:56:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayo Berbagi Semangat]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Wandi Wahyudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wandiwahyudi.web.id/?p=601</guid>
		<description><![CDATA[Sepenggal kisah : Di sebuah keluarga, ada seorang anak kecil sedang asyik bermain di lantai. Ibunya sedang menyulam kain di atas kursi. Anak itu terheran-heran kepada ibunya, lalu dia bertanya, “Bu, ibu sedang apa? Kok jahitnya berantakan? Kan jelek.” Dengan lembut ibunya menjawab, “Kamu teruskan saja bermainnya dulu, nanti kalo sudah selesai akan ibu beritahu.” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><img class="alignleft" title="Stress" src="http://wandiwahyudi.web.id:2082/cpsess3404840373/viewer/home%2fwandiwah%2fpublic_html%2fwp-content%2fuploads%2fArticle%20Gallery/Stress.jpg" alt="" width="275" height="183" />Sepenggal kisah :<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><em>Di sebuah keluarga, ada seorang anak kecil sedang asyik bermain di lantai. Ibunya sedang menyulam kain di atas kursi. Anak itu terheran-heran kepada ibunya, lalu dia bertanya, “Bu, ibu sedang apa? Kok jahitnya berantakan? Kan jelek.” Dengan lembut ibunya menjawab, “Kamu teruskan saja bermainnya dulu, nanti kalo sudah selesai akan ibu beritahu.”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><em>Setelah selesai merajut, sang ibu memanggil anaknya dan memperlihatkan hasil sulamnya. “Ini dia yang tadi ibu jahit nak.” Kata sang ibu sambil menyodorkan hasil rajutannya bermotif bunga dan lebah. “Wah, bagus sekali Bu! Tapi kok tadi aku lihat benang-benang yang Ibu jahit kusut berantakan?” Tanya sang anak. “O, tadi kamu melihatnya dari bawah nak, jadi tampaknya kusut. Jika kamu melihatnya dari atas, akan tampak indah seperti ini”, jawab ibunya.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Sahabat sekalian, seringkali kita berada dalam kondisi seperti anak pada kisah di atas. Kita melihat benang-benang kehidupan kita tampak sangat kusut dan berantakan. Barangkali beberapa di antara kita ada yang protes  “Ya Allah kenapa hidup saya seperti ini? Kenapa masalah saya sangat berat? Kenapa hal ini terjadi pada saya?” dan keluhan-keluhan lain yang sejenisnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Pada saat kita mengeluh, kita seperti anak pada kisah di atas. Melihat rajutan benang-benang hidup kita dari bawah, tampaknya memang kusut dan berantakan. Sampai-sampai kita berpikir, sebenarnya hidup saya ini mau dibuat seperti apa oleh Tuhan? Silih bergantinya pengalaman sediha, kecewa, pahit dan manis membuat kita semakin khawatir, seperti apakah takdir saya 5 atau 10 tahun yang akan datang?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Sahabat, yakinlah bahwa sesungguhnya Allah SWT telah membuat rajutan yang mahaindah untuk hidup kita. Maka kelak kita akan dipanggil dan diperlihatkan oleh-Nya hasil rajutan yang telah dibuat dari benang-benang kehidupan kita. Kelak kita akan melihat bahwa pengalaman yang kita rasakan sangat pahit ternyata turut memberikan warna bagi rajutan hidup kita dan kita akan sangat berterima kasih kepada Allah.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';">Sahabat, teruslah bergerak karena dengan bergerak akan menandakan bahwa kita masih hidup. Putus asa dalam menghadapi problematika hidup bukanlah solusi yang baik. Carilah takdirmu, karena semuanya telah disiapkan untukmu oleh Allah SWT dan Dia tidak akan mengubah nasibmu kecuali kamu yang bergerak untuk mengubahnya.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';">Sahabat, yakinlah bahwa Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan kamu. Berusahalah, karena setiap manusia kelak tidak akan diberikan sesuatu melainkan atas apa yang telah diusahakannya.<br />
</span></span></p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ayseQ0BG_om-0qp6NJ0JuNzAsqE/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ayseQ0BG_om-0qp6NJ0JuNzAsqE/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ayseQ0BG_om-0qp6NJ0JuNzAsqE/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ayseQ0BG_om-0qp6NJ0JuNzAsqE/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/web/uVVw/~4/6Djb2kIn9Ws" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wandiwahyudi.web.id/2009/12/carilah-semuanya-telah-disiapkan-untukmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://wandiwahyudi.web.id/2009/12/carilah-semuanya-telah-disiapkan-untukmu/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Aluminium Foam</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/web/uVVw/~3/W-6TFhLFx-Y/</link>
		<comments>http://wandiwahyudi.web.id/2009/12/aluminium-foam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 07:18:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advanced Material]]></category>
		<category><![CDATA[Aluminium foam]]></category>
		<category><![CDATA[Wandi Wahyudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wandiwahyudi.web.id/?p=536</guid>
		<description><![CDATA[Isu global mengenai penghematan energi turut mendorong manusia untuk berusaha mengurangi berat komponen otomotif, apabila komponen otomotif semakin ringan maka kebutuhan energi untuk mengoperasikan mesin tersebut pun akan berkurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap pengurangan berat komponen otomotif sebanyak 113,6 kg akan menghemat bahan bakar sebesar 0,425 km/liter.[1] Hornung menyampaikan bahwa setiap 100 kg pengurangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Isu global mengenai penghematan energi turut mendorong manusia untuk berusaha mengurangi berat komponen otomotif, apabila komponen otomotif semakin ringan maka kebutuhan energi untuk mengoperasikan mesin tersebut pun akan berkurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap pengurangan berat komponen otomotif sebanyak 113,6 kg akan menghemat bahan bakar sebesar 0,425 km/liter.<a name="_ftnref1" href="#_ftn1">[1]</a><sup> </sup>Hornung menyampaikan bahwa setiap 100 kg pengurangan dari berat kendaraan akan menghemat 0,5 liter bahan bakar untuk 100 km (<em>Hornung pada Bockus, 2008</em>). Sejak beberapa tahun yang lalu aluminium menjadi material alternatif yang banyak digunakan untuk bahan baku pembuatan komponen otomotif karena aluminium memiliki berat yang relatif lebih ringan dibandingkan dengan logam lainnya. Berkat perkembangan teknologi saat ini dapat diperoleh material aluminium yang lebih ringan namun kekuatannya tetap baik. Material ini biasa disebut <em>aluminium foam </em>(aluminium busa). <em>Aluminium foam </em>adalah logam aluminium yang memiliki struktur selular menyerupai pori-pori di seluruh bagiannya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"><img class="aligncenter" title="Aluminium Foam" src="http://www.azom.com/images/News/NewsImage_13594.jpg" alt="" width="300" height="225" /></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Gambar struktur <em>Aluminium foam</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>Alumunium foam</em> adalah material hasil rekayasa yang menjanjikan karena di samping ringan (<sup>1</sup>/<sub>5</sub> kali berat aluminium padat), memiliki kekuatan (<em>strength</em>) dan kekakuan (<em>stiffness</em>) yang tinggi, karakteristik khusus dari material ini adalah mempunyai kemampuan menyerap energi (<em>dump energy</em>) yang tinggi dari berbagai arah pembebanan<a name="_ftnref2" href="#_ftn2">[2]</a>. Secara umum, karakteristik <em>aluminium foam</em> adalah sebagai berikut :</span></p>
<ul class="unIndentedList" style="text-align: justify;">
<li><span style="color: #0000ff;"> Memiliki kombinasi antara nilai density yang rendah dengan kestabilan proses yang tinggi. Densitas <em>aluminium foam</em> didefinisikan sebagai fraksi berat dari aluminium foam terhadap aluminium pejal ketika mengisi volume yang sama.<a name="_ftnref3" href="#_ftn3">[3]</a> Densitas <em>aluminium foam </em>sekitar<em> </em><sup>1</sup>/<sub>5</sub> dari aluminium padat.</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;"> Kekakuan yang tinggi pada berat jenis yang rendah (<em>high strength </em>10 MPa, <em>stiffness</em> 1 GPa)</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;"> Penyerapan energi impak yang tinggi, tanpa menghiraukan arah datangnya impak</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;"> Insulasi panas yang baik</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;"> Efisiensi yang tinggi dalam menyerap suara</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;"> Ketahanan terhadap panas dan tidak mudah terbakar</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">Dapat didaur ulang sepenuhnya</span></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span></p>
<hr style="text-align: justify;" size="1" />
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1">[1]</a> Schrems, K. K., dkk, Statistical Analysis of the Mechanical Properties of Thin-walled Ductile Iron Casting. SAE Technical Paper, 2003.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2">[2]</a> http://www.msm.cam.ac.uk/</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3">[3]</a> Srikanth Arisetty, Ajay K. Prasad, Suresh F. Advani (2006), Metal foam as flow field and gas diffusion layer in direct methanol fuel cells. University of Delaware, New York.</span></p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/F5WJfc0cG4kUWn6LMQupD0ZQgZg/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/F5WJfc0cG4kUWn6LMQupD0ZQgZg/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/F5WJfc0cG4kUWn6LMQupD0ZQgZg/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/F5WJfc0cG4kUWn6LMQupD0ZQgZg/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/web/uVVw/~4/W-6TFhLFx-Y" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wandiwahyudi.web.id/2009/12/aluminium-foam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://wandiwahyudi.web.id/2009/12/aluminium-foam/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss><!-- Dynamic page generated in 0.570 seconds. --><!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-02-22 00:20:12 -->

