<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>thinkrooms</title>
	
	<link>http://thinkrooms.com</link>
	<description>Indonesia Application Development Studio</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Nov 2011 16:14:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/thinkrooms/zAdx" /><feedburner:info uri="thinkrooms/zadx" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item>
		<title>Pick Your Own Mobile Development Framework: Phonegap vs Titanium</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/thinkrooms/zAdx/~3/YKWqtZO_iCg/</link>
		<comments>http://thinkrooms.com/2010/11/11/pick-your-own-mobile-development-framework-phonegap-vs-titanium/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2010 03:29:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobile Development]]></category>
		<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Android]]></category>
		<category><![CDATA[iOS]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>
		<category><![CDATA[phonegap]]></category>
		<category><![CDATA[titanium]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[There are so many debates and discussion about which one the best cross platform mobile development framework out there. And there are 2 mobile framework that most adopted by developer right now, it&#8217;s Phonegap and Titanium. They can help you to develop a multi platform mobile application, including 2 most popular operating system iOs and [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="http://www.flickr.com/photos/westcoastlogic/4923953409/sizes/m/in/photostream/" href="http://www.thinkrooms.com/wp-content/uploads/phonegap.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-195" title="phonegap" src="http://www.thinkrooms.com/wp-content/uploads/phonegap-240x171.jpg" alt="" width="240" height="171" /></a>There are so many debates and discussion about which one the best cross platform mobile development framework out there. And there are 2 mobile framework that most adopted by developer right now, it&#8217;s Phonegap and Titanium. They can help you to develop a multi platform mobile application, including 2 most popular operating system iOs and Android.</p>
<p>Both framework is a mobile framework that make you able to develop your mobile app using web development skills like HTML, JS, and CSS. But the big difference between both of them is Titanium compile your codes to native code that running on mobile devices, but Phonegap take different ways, it&#8217;s has built in browser that render your code and show it as full screen web page on your mobile devices. Your app that using Phonegap will communicate with device through Javascript API.</p>
<p><a rel="http://www.flickr.com/photos/lis186/5074713507/sizes/o/in/photostream/" href="http://www.thinkrooms.com/wp-content/uploads/titanium.png"><img class="alignleft size-full wp-image-199" title="titanium" src="http://www.thinkrooms.com/wp-content/uploads/titanium.png" alt="" width="122" height="123" /></a>From description below some of you think that Titanium has approach a better way because it&#8217;s native. Native might always has better performance, but I&#8217;m not sure with this statement. But for me, just like in web development environment that performance not always a big factor to choose a framework. The development comfortability is my main factor to pick a framework. That&#8217;s why I choose Phonegap instead Titanium.</p>
<p>Phonegap development not changes the way how you write a web. You still can use HTML, JS, and CSS to write your mobile web that run as mobile app. But Titanium need to use their own style, which mostly using Javascript to build the app. It&#8217;s hard to stylish your app using CSS with Titanium because to build the user interface you declare the UI element in Javascript and Titanium will convert it UI element like input box, dropdown, etc. Basically it&#8217;s need you to learn a new approach but using your web development skills.</p>
<p>But if you use Phonegap for your mobile app framework, you need to be carefully choose your Javascript framework. There are some discussions told me that JQTouch is too slow for Phonegap. XUIJS is a Javascript Framework that designed for mobile app will be better to use with Phonegap. Use CSS 3 animation is better than use Javascript effect because it&#8217;s use hardware acceleration on some mobile OS like iOS and Android.</p>
<p>So pick your own mobile development framework or go to native development if you want to focus on one mobile OS. But my suggestion is always choose a framework that make you comfort with development, not because it&#8217;s performance, features, or any brain washing statement out there.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/thinkrooms/zAdx/~4/YKWqtZO_iCg" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thinkrooms.com/2010/11/11/pick-your-own-mobile-development-framework-phonegap-vs-titanium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://thinkrooms.com/2010/11/11/pick-your-own-mobile-development-framework-phonegap-vs-titanium/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Konsep kantor untuk freelancer</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/thinkrooms/zAdx/~3/NfKmkiDRvVI/</link>
		<comments>http://thinkrooms.com/2009/11/08/konsep-kantor-untuk-freelancer/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 04:43:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Freelance]]></category>
		<category><![CDATA[freelancer]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Freelancer kebanyakan tidak punya kantor tetap. Mereka biasanya bekerja di rumah atau berpindah-pindah tempat seperti kafe atau tempat yang bisa untuk bekerja. Kebebasan ini memang merupakan salah satu daya tarik menjadi freelancer. Karena dengan demikian kita tidak mudah jenuh dengan pekerjaan karena tiap hari bisa memilih tempat kerja yang kita inginkan.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Freelancer kebanyakan tidak punya kantor tetap. Mereka biasanya bekerja di rumah atau berpindah-pindah tempat seperti kafe atau tempat yang bisa untuk bekerja. Kebebasan ini memang merupakan salah satu daya tarik menjadi freelancer. Karena dengan demikian kita tidak mudah jenuh dengan pekerjaan karena tiap hari bisa memilih tempat kerja yang kita inginkan.</p>
<p>Tapi hal ini terkadang membuat seorang freelancer menjadi kurang produktif. Tidak adanya tempat khusus untuk nyaman dan fokus untuk bekerja membuat seorang freelancer tidak mencapai produktifitas maksimalnya. Contohnya, bila bekerja di rumah gangguan dari keluarga terkadang menyita waktu freelancer. Asumsi anggota keluarga yang melihat kita ada di rumah terkadang menganggap freelancer bisa dimintai tolong ini itu. Apakah kita tega menolak orang tua yang meminta tolong untuk membelikan sesuatu di luar rumah pada saat panas terik pada siang hari? Kalau saya tidak bisa, entah dengan anda. Atau godaan untuk bermalas-malasan dan melakukan hal lain diluar pekerjaan yang sangat besar ada dirumah. Kasur dan sofa empuk sangat menggoda dibandingkan kursi kerja. TV dan game terkadang lebih memanggil dibandingkan dengan Netbeans dan Adobe Firework untuk membuat website. Bekerja di kafe juga memiliki waktu terbatas, saya paling lama betah di kafe sendiri kisaran 4-5 jam atau sampai MacBook Unibody padam karena kehabisan power. Terkadang pengunjung yang rame juga mengganggu konsentrasi pada saat kita sedang fokus. Saya juga tidak nyaman meninggalkan laptop dan tas sendiri untuk ke toilet.</p>
<p>Berawal dari gambaran diatas terpikirlah ide kenapa kita tidak mempunyai kantor seperti pegawai yang lainnya. Kantor dimana kitalah yang menjadi bos. Konsepnya adalah adanya rumah yang disetup menjadi kantor lengkap dengan furniture kantoran seperti meja, laci, kursi, dan komputer. Meja kantor disetup menjadi kubikel yang masih memberikan kesan luas namun tetap ada privasi. Dalam satu rumah kantor mungkin disediakan 10 meja yang digunakan oleh freelancer namun para freelancer ini tidak harus mempunyai hubungan kerja walaupun dalam satu kantor. Jadi mereka akan sibuk dengan pekerjaan masing-masing di meja sendiri tanpa mengganggu para freelancer lainnya.</p>
<p>Kantor ini juga akan dilengkapi fasilitas kantor seperti ac, internet 24 jam, air mineral, dan ruang refreshing serta office boy yang siap melayani para freelancer. Ruang refreshing adalah ruang dimana pekerja bisa bersantai melepaskan penat atau beristirahat sejenak mencari ispirasi ini. Ruang refreshing bisa dilengkapi dengan TV, sofa empuk, kopi, atau bahkan game console seperti Playstation atau Wii. Para freelancer tetap bertanggung jawab terhadap pekerjaan masing-masing tanpa mengganggap ruang refreshing sebagai godaan untuk meninggalkan pekerjaan.</p>
<p>Konsep ini akan membantu para freelancer meningkatkan produktifitas mereka karena mereka akan lebih fokus dalam pekerjaan. Meminimalisasi gangguan dari orang lain, mengurangi godaan bermalas-malasan, bekerja selama 8 jam perhari atau lebih merupakan hal-hal yang dapat membantu seorang freelancer mencapai produktifitas maksimal. Dan hasilnya penghasilan lebih. Bukankah freelancer yang bekerja dengan sistem proyek akan berpenghasilan lebih kalau dia mampu lebih produktif? Berbeda dengan pegawai bergajian bulanan yang sekeras apapun dia bekerja gaji bulanan tetap berjumlah demikian, mungkin ditambah lembur yang tentu nilainya tidak melebihi gaji bulanan.</p>
<p>Berapa biaya yang diperlukan? Tentu untuk meng-setup kantor dengan furniture kantor yang bagus dan komputer yang nyaman digunakan butuh biaya tidak murah. Belum biaya kontrak rumah yang tidak sedikit. Untuk satu meja saja mungkin bisa memakan biaya sekitar 3-5 juta. Belum komputernya yang mungkin berharga kisaran 4-5 juta. Jadi misalnya untuk membuat 10 meja kerja dalam 1 rumah mungkin akan membutuhkan biaya sekitar 70-100 juta. Belum termasuk sewa rumah dan biaya operasional tiap bulan seperti air, listrik, gaji office boy dan koneksi internet. Sewa rumah setahun sekitar 15-20juta di Bandung dan untuk air listrik bisa sekitar 1,2juta perbulan yang kalau rata-rata selama setahun membutuhkan biaya kasar sekitar 3-5juta per bulan. Dengan demikian untuk 1 rumah kalau diperkirakan 1 juta per freelancer tiap bulan akan mampu mengembalikan modal dalam 1,5 tahun. Namun untuk jangka panjang mungkin tanpa terlalu memperhitungkan modal furniture dan komputer biaya sekitar 500-800 ribu per freelancer tiap bulannya cukup untuk mengembalikan modal untuk tahun ke 3 atau ke 4. Selanjutnya bisa untung sekitar 3 &#8211; 6 juta per bulan untuk 1 rumah.</p>
<p>Kalau menurut saya sih biaya 500 &#8211; 800 ribu cukup untuk meningkatkan produktifitas saya 100% dibandingkan kerja di rumah atau di kafe. Toh kalau tidak ada kendala hasil mungkin bisa ikut meningkat hingga 100% juga. Karena kalau dibandingkan saya harus bekerja di kafe dan membayar 50.000 per hari untuk 4-5 jam kerja dan dikalkulai 20 hari kerja dalam sebulan toh biaya juga mencapai 1 juta rupiah. Sama saja bukan tapi tingkat produktifitas yang berbeda.</p>
<p>Untuk merealisasikan hal ini tentu butuh dukungan para investor dan freelancer yang siap menjadi konsumen, apakah mereka tertarik dengan konsep kantor freelancer ini? Kalau anda freelancer dan tertarik untuk bekerja di kantor dengan konsep seperti di atas mohon komentarnya agar kita dapat merealisasikan ide ini. Terima kasih.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/thinkrooms/zAdx/~4/NfKmkiDRvVI" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thinkrooms.com/2009/11/08/konsep-kantor-untuk-freelancer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://thinkrooms.com/2009/11/08/konsep-kantor-untuk-freelancer/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Metodologi Pengembangan Aplikasi Web</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/thinkrooms/zAdx/~3/yUK9RmPslpU/</link>
		<comments>http://thinkrooms.com/2009/06/09/metodologi-pengembangan-aplikasi-web/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 08:08:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[Recommended]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[IT Solution]]></category>
		<category><![CDATA[project management]]></category>
		<category><![CDATA[web]]></category>
		<category><![CDATA[web app]]></category>
		<category><![CDATA[web develop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Metodologi adalah cara-cara yang digunakan oleh seseorang secara rutin dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Itu menurut pemahaman saya. Kata metodologi banyak digunakan dalam manajemen proyek. Karena kesuksesan proyek juga ditentukan oleh pemilihan metodologi yang akan digunakan dalam proyek itu. Demikian juga dalam proyek pengembangan aplikasi website kita memerlukan metodologi yang tepat agar dapat menghasilkan aplikasi web [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Metodologi adalah cara-cara yang digunakan oleh seseorang secara rutin dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Itu menurut pemahaman saya. Kata metodologi banyak digunakan dalam manajemen proyek. Karena kesuksesan proyek juga ditentukan oleh pemilihan metodologi yang akan digunakan dalam proyek itu. Demikian juga dalam proyek pengembangan aplikasi website kita memerlukan metodologi yang tepat agar dapat menghasilkan aplikasi web sesuai yang diinginkan.</p>
<p>Dalam dunia software engineering, metodologi paling klasik terdiri dari 5 fase yaitu:</p>
<ol>
<li>Fase requirement atau penelusuran kebutuhan, pada fase ini kita mencari tau sebenarnya apa sih yang dibutuhkan, tujuan dari suatu proyek pengembangan aplikasi, dan seperti apa hasil yang diinginkan.</li>
<li>Fase analisa, pada tahapan ini berdasarkan hasil penelusuran kebutuhan maka kita akan memutuskan seperti apa aplikasi yang ingin dibuat, feature apa saja yang diperlukan, masalah yang kemungkinan kita hadapi, apa saja yang kita perlukan dalam proses pengembangan, dsb.</li>
<li>Fase perancangan, pada tahapan ini kita akan membuat rencana atau rancangan mengenai aplikasi yang akan dibuat berdasarkan hasil analisa sebelumnya. Misalnya berdasarkan hasil analisa kita akan membuat aplikasi dengan beberapa feature, nah kita perlu merancang table database yang kira-kira diperlukan untuk feature tersebut. Selain itu sesuai dengan hasil analisa kita membuat tampilan dari aplikasi. Struktur aplikasi yang dibutuhkan kayak bagaimana, fungsi apa saja yang akan dibuat, dsb.</li>
<li>Fase pengembangan, tahapan implementasi hasil dari analisa dan perancangan. Pada tahap ini kita akan menulis kode program sesuai yang telah direncanakan sebelumnya pada fase perancangan. Pada tahapan ini juga dilakukan pengujian terhadap suatu fungsi apakah telah berjalan sesuai yang diinginkan.</li>
<li>Fase installasi, setelah memastikan bahwa semua fungsi telah berjalan baik dan telah memenuhi kriteria yang diinginkan pada fase requirement maka aplikasi akan si setup pada server atau komputer yang akan digunakan untuk menjalankan aplikasi ini.</li>
</ol>
<p>Fase diatas adalah fase standar yang bersifat dinamis. Tidak selamanya tiap fase yang dilewati akan ditinggalkan. Terkadang kita perlu kembali ke fase sebelumnya untuk memperbaiki kekurangan yang ada. Beberapa fase juga ada yang digabungkan agar lebih sederhana atau dipisahkan agar lebih detail.</p>
<p>Itu tadi metodologi klasik dalam proyek pengembangan aplikasi. Bagaimana dengan proyek pengembangan aplikasi web. Pada dasarnya karena sama-sama mengembangkan aplikasi maka metodologi diatas juga dapat digunakan. Namun terkadang kita memerlukan metodologi khusus yang bagi kita lebih nyaman. Saya sendiri memiliki metode tersendiri dalam proses pengembangan aplikasi web. Namun sebenarnya mengadopsi metodologi diatas namun dengan beberapa perubahan atau hanya perubahan kata-kata agar cocok dengan cara saya.</p>
<p>Berikut adalah metodologi pengembangan web yang biasa saya gunakan:</p>
<ol>
<li>Fase requirement, sama dengan metodologi diatas. Pada fase ini saya mencoba mencari tahu beberapa pertanyaan berikut:
<ul>
<li>apa yang dibutuhkan?</li>
<li>apa tujuan dari aplikasi ini?</li>
<li>apa yang ingin dicapai?</li>
<li>apakah ada referensi atau contoh?</li>
<li>siapa sasaran penggunaan aplikasi ini?</li>
</ul>
<p>Setelah memperoleh jawaban dari pertanyaan itu maka saya baru memulai fase berikutnya.</li>
<li>Fase penentuan feature dan fungsi, pada tahapan ini berdasarkan hasil penelusuran kebutuhan dari aplikasi maka saya menentukan feature dan fungsi apa saja yang akan dibuat untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Feature dibagi menjadi feature utama atau bagian besar terlebih dahulu baru kemudian didefenisikan menjadi bagian yang lebih kecil. Misalnya pada aplikasi CMS salah satu feature utama adalah blog, kemudian feature blog didefenisikan seperti feature tagging, category, comment, dsb. Pada tahapan ini yang perlu diperhatikan adalah apakah daftar feature dan fungsi yang dibuat telah memenuhi kebutuhan yang diinginkan.</li>
<li>Fase pengumpulan data, konten, gambar, dan file lain yang dibutuhkan dalam pengembangan aplikasi. Berdasarkan daftar feature dan fungsi yang akan dikembangkan maka saya akan mengumpulkan data-data dan file yang diperlukan untuk feature dan fungsi tersebut.</li>
<li>Fase analisa dan perancangan, pada tahapan ini saya mencoba menganalisa data yang telah dikumpulkan pada tahapan sebelumnya dan menuangkan hasil analisa kedalam sebuah rancangan. Misalnya berdasarkan feature yang ada maka saya merancang tabel database yang dibutuhkan oleh tiap feature. Berdasarkan konten dan data  yang ada saya juga melakukan perancangan tampilan aplikasi. Selain itu saya juga menyusun struktur aplikasi seperti menu, sitemap, dsb.</li>
<li>Fase coding, pada tahapan ini saya memulai menulis kode program. Biasanya dimulai dengan mengubah template dari file image Firework ke html. Setelah itu membuat kerangka aplikasi seperti struktur folder dan file dan memulai pengembangan fungsi untuk tiap feature.</li>
<li>Fase setup and testing, pada tahapan ini saya melakukan setup di server dimana aplikasi web nanti akan akan dijalankan. Tentu setelah melakukan testing di komputer lokal terlebih dahulu dan memastikan bahwa semua fungsi berjalan baik. Pada server juga akan dilakukan testing untuk memastikan aplikasi dapat berjalan baik pada server tersebut. Pada tahapan ini juga akan dilakukan beta test dimana beberapa orang akan mencoba menggunakan aplikasi dan memberikan komentar atau feedback terkait dengan fungsi aplikasi.</li>
<li>Fase launching, pada fase ini setelah dipastikan aplikasi berjalan baik pada server maka saya akan melakukan sosialisasi baik di dunia nyata atau maya. Beberapa diantaranya adalah melakukan posting di forum, aplikasi social network seperti facebook, membuat posting di blog, dan sosialisasi lainnya.</li>
</ol>
<p>Itulah metodologi yang saya gunakan dalam pengembangan aplikasi web. Seperti sebelumnya tiap fase tidak bersifat mengikat tapi sebisa mungkin mengikuti alur yang ada. Sebenarnya metodologi diatas juga saya adaptasi dari salah satu metode <a title="Agile Software Development" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Agile_software_development" target="_blank">Agile Development</a> yaitu <a title="Feature Driven Development" href="http://www.featuredrivendevelopment.com/" target="_blank">Feature Driven Development(FDD)</a>. FDD merupakan metode pengembangan aplikasi yang mengfokuskan pada feature atau fungsi yang ingin dikembangkan.</p>
<p>Pada dasarnya metodologi dikembangkan untuk membuat hasil suatu pekerjaan menjadi lebih baik. Namun tentu metodologi yang anda gunakan harus sesuai dengan diri anda sendiri. Gunakan metodologi yang paling nyaman menurut anda dan lihat apakah hasil yang dicapai lebih baik. Bila tidak pertimbangkan metodologi lain namun tetap cocok dengan anda.</p>
<h3>Referensi:</h3>
<ul>
<li><a href="http://www.martinbauer.com/articles/fdd_web_development" target="_blank">http://www.martinbauer.com/articles/fdd_web_development</a></li>
<li><a href="http://www.sitepoint.com/article/successful-development/" target="_blank">http://www.sitepoint.com/article/successful-development/</a></li>
<li><a href="http://www.greynium.com/services/web-development-methodology.html" target="_blank">http://www.greynium.com/services/web-development-methodology.html</a></li>
</ul>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/thinkrooms/zAdx/~4/yUK9RmPslpU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thinkrooms.com/2009/06/09/metodologi-pengembangan-aplikasi-web/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://thinkrooms.com/2009/06/09/metodologi-pengembangan-aplikasi-web/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Internet Explorer 6 PNG Fix Terbaik</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/thinkrooms/zAdx/~3/kjxUgjblI1Q/</link>
		<comments>http://thinkrooms.com/2009/04/07/internet-explorer-6-png-fix-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 07:23:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Design]]></category>
		<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[web]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Saya menemukan PNG fix untuk internet explorer 6 yang bukan berita baru lagi kalau internet explorer 6 merupakan mimpi buruk untuk web designer manapun. Tidak mendukung tranparansi PNG pada IE 6 dan dukungan terbatas pada IE 7 membuat web designer kudu extra hati-hati dalam membuat design web agar bisa ditampilkan di seluruh browser dengan baik. [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Saya menemukan PNG fix untuk internet explorer 6 yang bukan berita baru lagi kalau internet explorer 6 merupakan mimpi buruk untuk web designer manapun. Tidak mendukung tranparansi PNG pada IE 6 dan dukungan terbatas pada IE 7 membuat web designer kudu extra hati-hati dalam membuat design web agar bisa ditampilkan di seluruh browser dengan baik.</p>
<p>Setelah mencoba berbagai hack yang ada makan saya menjatuhkan pilihan pada script yang saya dapat di <a title="DD Belated PNG fix for Internet explorer" href="http://www.dillerdesign.com/experiment/DD_belatedPNG" target="_blank">http://www.dillerdesign.com/experiment/DD_belatedPNG</a>. Kelebihan yang tidak dimiliki oleh beberapa script PNG hack lainnya adalah transparansi pada background yang berulang. Beberapa script lainnya yang memiliki fungsi yang sama kebanyakan tidak dapat memperbaiki masalah transparansi pada background yang berulang. Tapi script ini melakukannya dengan sempurna.</p>
<p>Cara penggunaannya juga cukup mudah. Cukup meng-include script javascript di halaman yang ingin kita perbaiki dan memanggil fungsi yang akan memperbaiki background dan image pada elemen DOM yang kita inginkan. Kodenya bisa seperti ini</p>
<pre>&lt;!--[if IE 6]&gt;
&lt;script src="DD_belatedPNG.js"&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script&gt;
DD_belatedPNG.fix('.png_bg');
&lt;/script&gt;
&lt;![endif]--&gt;</pre>
<p>Kode diatas hanya akan dieksekusi bila browser terdeteksi sebagai Internet Explorer 6. Kita dapat memasukkan parameter pada fungsi fix sama dengan format CSS selector seperti contoh diatas yang akan melakukan perbaikan pada elemen denga CSS class .png_bg.</p>
<p>Saya kira solusi untuk masalah transparansi PNG di Internet Explorer bukan masalah lagi untuk para web designer untuk menciptakan web yang terlihat sama disemua browser. Selamat mencoba.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/thinkrooms/zAdx/~4/kjxUgjblI1Q" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thinkrooms.com/2009/04/07/internet-explorer-6-png-fix-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://thinkrooms.com/2009/04/07/internet-explorer-6-png-fix-terbaik/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Menghadapi client yang juga teman</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/thinkrooms/zAdx/~3/55ftW4Ie8Zw/</link>
		<comments>http://thinkrooms.com/2009/02/18/menghadapi-client-yang-juga-tema/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 13:33:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Design]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[freelancer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin seorang teman designer datang bercerita bagaimana dia pusing menghadapi clientnya yang juga temannya. Temannya bisa dibilang gaptek dan kurang mengerti web design. Bagi orang awam macam clientnya itu warna norak, penuh animasi, dan tampilan web jaman dulu merupakan kriteria web yang bagus. Prototype tampilan design web yang dibuat oleh teman saya itu ingin diubah [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin seorang teman designer datang bercerita bagaimana dia pusing menghadapi clientnya yang juga temannya. Temannya bisa dibilang gaptek dan kurang mengerti web design. Bagi orang awam macam clientnya itu warna norak, penuh animasi, dan tampilan web jaman dulu merupakan kriteria web yang bagus. Prototype tampilan design web yang dibuat oleh teman saya itu ingin diubah dan membuatnya lebih &#8220;menyala&#8221;. Teman saya pusing menjelaskan bagaimana biar temannya mengerti bahwa hasil akhirnya bakal tidak bagus.</p>
<p>Akhirnya teman saya memutuskan untuk mengikuti kemauannya dan mengiyakan perkataan client yang juga temannya itu. Dia mengatakan akan segera membuat design sesuai keinginan client dan kembali lagi dengan design baru. Dia bingung dan bertanya pada saya, betulkan tindakannya? Apa yang harus dilakukan? Menurut saya inilah yang harus dia lakukan untuk menghadapi client semacam itu yang juga teman dekat dia:</p>
<ol>
<li>Profesional, kerjaan dan teman tidak bisa terlalu dicampur adukkan. Tapi bukan berarti faktor pertemanan harus dilupakan. Jangan karena faktor pertemanan berakibat kita sebagai pekerja menjadi tersiksa bekerja dengan bayaran yang tidak sepadan.</li>
<li>Tegas, sistem kerja dan cakupan kerja harus dari awal ditegaskan. Dengan bayaran sekian maka kita akan memberikan hasil dengan cakupan sekian. Dari awal sebaiknya client dijelaskan bahwa sistem kerja misalnya kita akan membuatkan design sesuai dengan yang dia butuhkan dan punya hak untuk 3 kali  melakukan perubahan mayor, untuk perubahan minor mungkin bisa dilakukan sebanyak 5 kali. Dan untuk bayaran sekian kita hanya bisa membuatkan design web tanpa animasi flash dan cakupan hasil kerja lainnya. Dengan adanya kejelasan sistem kerja dan cakupan kerjaan maka diharapkan pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.</li>
<li>Kita harus bisa menjelaskan kenapa kita membuatkan design seperti itu. Dasar pertimbangan pemilihan warna dan faktor lainnya harus dijelaskan agar dia mengerti. Walaupun misalnya dia tidak mengerti penjelasan kita paling tidak kita telah menyampaikan kewajiban kita.</li>
<li>Bila client meminta perubahan macam-macam yang menurut kita tidak sesuai dengan estetika dan mungkin hasilnya tidak bagus maka kita harus menegaskan bahwa semua perubahan akan masuk dalam hitungan revisi. Bila jumlah revisi atau perubahan melebihi batas maka biaya pengembangan juga akan bertambah.</li>
<li>Client harus mengerti bahwa setiap pengerjaan dan perubahan yang dilakukan membutuhkan tenaga, waktu, dan sumber daya lainnya pada kita. Sehingga teman yang baik pasti mengerti kesusahan kita sebagai seorang freelancer.</li>
</ol>
<p>Itulah menurut saya yang bisa dilakukan kepada client yang juga merupakan teman. Profesionalisme dan pertemanan memang susah untuk disatukan. Terkadang banyak terjadi perpecahan hubungan pertemanan karena masalah kerjaan. Teman yang baik pasti mengerti akan pekerjaan yang dilakoni temannya.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/thinkrooms/zAdx/~4/55ftW4Ie8Zw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thinkrooms.com/2009/02/18/menghadapi-client-yang-juga-tema/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://thinkrooms.com/2009/02/18/menghadapi-client-yang-juga-tema/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Trellis Desk, aplikasi web untuk help desk dan technical support</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/thinkrooms/zAdx/~3/OWuTnhfyxrE/</link>
		<comments>http://thinkrooms.com/2008/12/17/trellis-desk-aplikasi-web-untuk-help-desk-dan-technical-support/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 05:34:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT Solution]]></category>
		<category><![CDATA[help desk]]></category>
		<category><![CDATA[web application]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Dalam perusahaan besar dimana terdapat puluhan atau lebih pegawai maka mutlak dibutuhkan technical support atau help desk yang menangani bagian-bagian tertentu. Sistem manual dimana permintaan dukungan melalui telepon dan kemudian dicatat di form akan menambah beban kerja bagian dukungan teknis. Diperlukan aplikasi yang dapat meng-otomatisasi pekerjaan bagian dukungan teknis untuk menerima permintaan dan penelusuran dukungan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam perusahaan besar dimana terdapat puluhan atau lebih pegawai maka mutlak dibutuhkan technical support atau help desk yang menangani bagian-bagian tertentu. Sistem manual dimana permintaan dukungan melalui telepon dan kemudian dicatat di form akan menambah beban kerja bagian dukungan teknis. Diperlukan aplikasi yang dapat meng-otomatisasi pekerjaan bagian dukungan teknis untuk menerima permintaan dan penelusuran dukungan teknis atau lebih populer dengan technical support. Salah satu aplikasi yang cukup baik adalah <a href="http://www.accord5.com/trellis" target="_blank">Trelis Desk</a> keluaran <a href="http://www.accord5.com/" target="_blank">Accord5</a>.</p>
<h3>Feature</h3>
<p>Trelis Desk memiliki feature yang cukup lengkap sebagai aplikasi help desk yang dapat membantu mempermudah pekerjaan bagian technical support. Berikut adalah beberapa feature dari aplikasi Trelis Desk:</p>
<ul>
<li>Pembagian tiket berdasarkan departement<br />
<a href="http://www.thinkrooms.com/wp-content/uploads/image2.png"><img style="border: 0pt none;" title="Trelis Desk multi departement feature" src="http://www.thinkrooms.com/wp-content/uploads/image-thumb2.png" border="0" alt="Trelis Desk multi departement feature" width="519" height="90" align="center" /></a> Dengan feature ini maka semua departement dapat menerima permintaan dukungan dan tidak tertutup untuk bagian IT saja. Misalnya departement Supply Chain Management yang menangani masalah inventaris barang dan sirkulasi barang dapat menggunakan aplikasi ini untuk menangani permintaan barang dari departement atau cabang kantor lain.</li>
<li>Prioritas tiket<br />
Tiket dapat dibuat dan diberikan prioritas apakah tiket tersebut bersifat penting atau biasa saja. Dengan demikian bagian yang menerima tiket dapat memberikan dukungan dengan tepat sesuai prioritas tingkat kepentingan.</li>
<li>Pengalihan tiket<br />
Tiket dapat dialihkan kepada staff tertentu sehingga tiket tersebut dapat ditangani oleh staff tersebut dan bertanggung jawab atas penyelesaian tiket tersebut.</li>
<li>Pengaturan hak akses berdasarkan group<br />
Aplikasi ini memiliki tingkat akses berlevel yang dibagi berdasarkan group sehingga memiliki tingkat keamanan penggunaan yang baik</li>
<li>RSS tiket<br />
Kita dengan mudah membuat RSS feed pada tiket yang menjadi tanggung jawab kita. Dengan demikian kita dengan mudah mengecek apakah ada tiket baru yang ditujukan pada kita dengan cepat.</li>
<li>Multi Language<br />
Secara default aplikasi ini memiliki tampilan dengan bahasa Inggris. Namun dengan mudah kita dapat menerjemahkan aplikasi ini ke bahasa lain yang kita inginkan. Cukup dengan mengisi terjemahan dari kalimat-kalimat yang digunakan dalam aplikasi.</li>
<li>Knowledge Base<br />
<a href="http://www.thinkrooms.com/wp-content/uploads/image3.png"><img class="alignleft" style="border: 0pt none;" title="Trelis Desk knowledge base feature" src="http://www.thinkrooms.com/wp-content/uploads/image-thumb3.png" border="0" alt="Trelis Desk knowledge base feature" width="535" height="92" align="center" /></a> Memiliki knowledge base atau basis pengetahuan yang terintegrasi. Hal ini memudahkan kita dalam mencari langkah penyelesaian sebelum memasukkan tiket. Dengan feature yang memberikan saran solusi yang tersedia sebelum kita memasukkan tiket akan membantu meningkatkan efisiensi kerja karena mengurangi frekuasi dalam menangani masalah yang sama.</li>
</ul>
<p>Fitur yang cukup lengkap sebagai aplikasi help desk menjadikan Trelis Desk dapat diandalkan menjadi aplikasi help desk diperusahaan anda. Dan yang menarik dengan kelengkapan feature tersebut biaya yang dikeluarkan adalah nol alias gratis. Jadi kenapa anda tidak mencoba mengimplementasikan aplikasi ini di perusahaan anda.</p>
<h3>Link</h3>
<p><a title="http://www.accord5.com/" href="http://www.accord5.com/">http://www.accord5.com/</a></p>
<p><a title="http://www.accord5.com/trellis" href="http://www.accord5.com/trellis">http://www.accord5.com/trellis</a></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/thinkrooms/zAdx/~4/OWuTnhfyxrE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thinkrooms.com/2008/12/17/trellis-desk-aplikasi-web-untuk-help-desk-dan-technical-support/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://thinkrooms.com/2008/12/17/trellis-desk-aplikasi-web-untuk-help-desk-dan-technical-support/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Website Referensi, Bacaan, dan Tutorial Untuk Web Developer dan Web Designer</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/thinkrooms/zAdx/~3/Pu0QDPOCmC4/</link>
		<comments>http://thinkrooms.com/2008/12/06/website-referensi-bacaan-dan-tutorial-untuk-web-developer-dan-web-designer/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 08:54:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[referensi]]></category>
		<category><![CDATA[web]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Web Reference]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Setiap pagi saya memulai hari saya dengan segelas kopi dan Google Reader. Google Reader ini adalah aplikasi untuk aggregator RSS dari website yang telah kita pilih sebelumnya. Website dan blog yang saya aggregate untuk dibaca sehari-hari kebanyakan berisi informasi seputar teknologi dan web. Selain untuk mengikuti perkembangan dunia teknologi dan web, bacaan ini juga menjadi [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap pagi saya memulai hari saya dengan segelas kopi dan <a href="http://www.google.com/reader" target="_blank">Google Reader</a>. Google Reader ini adalah aplikasi untuk aggregator RSS dari website yang telah kita pilih sebelumnya. Website dan blog yang saya aggregate untuk dibaca sehari-hari kebanyakan berisi informasi seputar teknologi dan web. Selain untuk mengikuti perkembangan dunia teknologi dan web, bacaan ini juga menjadi sumber update skill mengenai web development. Melalui blog dan website yang saya baca saya dapat mempelajari beragam teknik pengembangan web dan trend pengembangan yang sedang naik daun.</p>
<p>Berikut adalah beberapa website yang saya aggregate di Google Reader saya yang dapat anda jadikan referensi, bacaan, dan tutorial untuk mengembangkan skill web development anda:</p>
<ol>
<li><a href="http://www.smashingmagazine.com/" target="_blank">Smashing Magazine</a>, salah satu blog favorit saya karena selalu mengumpulkan link-link menarik dan terbaik yang berisi referensi, teknik, dan beragam informasi lainnya yang sangat berguna untuk web development. Salah satu yang banyak dicari adalah theme gratis WordPress, Icon gratis, referensi design web yang menarik, font, tutorial, dan kumpulan informasi lainnya yang sangat berguna untuk mengembangkan skill anda.</li>
<li><a href="http://www.sitepoint.com" target="_blank">Sitepoint</a>, website yang banyak berisi artikel, tutorial, dan referensi buku yang sangat menarik dan berguna untuk pengembangan skill web development.</li>
<li><a href="http://www.webappers.com/" target="_blank">Webappers</a>, website yang banyak memberikan informasi yang menarik untuk para web developer dan web designer misalnya icon gratis, library baru, website menarik, dan beragam informasi seputar dunia web.</li>
<li><a href="http://nettuts.com/" target="_blank">Nettuts</a>, berisikan tutorial web design dan web development. Juga ada beberapa hasil wawancara terhadap para praktisi dunia web yang pengalamannya dapat berguna untuk para praktisi web. Selain itu Nettuts juga memberi informasi resource untuk praktisi web seperti theme, buku wajib, dan lain-lain</li>
<li><a href="http://www.webmongkey.com" target="_blank">WebMongkey</a>, membagi kontennya menjadi 3 kategori yaitu tutorial, artikel, dan kode program. Sangat berguna untuk membantu meningkatkan pengetahuan anda di dunia web development.</li>
<li><a href="http://www.readwriteweb.com/" target="_blank">ReadWriteWeb</a>, blog yang selalu memberikan update informasi mengenai dunia web. Saya biasanya melihat review aplikasi web terbaru di blog ini. Dengan demikian kita dapat mengikuti trend aplikasi web di internet.</li>
<li><a href="http://www.ajaxian.com" target="_blank">Ajaxian</a>, blog yang sangat sering diupdate seputar web programming. Bisa dibilang web ini merangkum informasi yang ada di internet.</li>
<li><a href="http://www.techcrunch.com/" target="_blank">TechCrunch</a>, blog yang memberikan informasi mengenai bisnis di internet. Di blog ini kita bisa menemukan informasi perusahaan-perusahaan yang ada di internet dan perkembangannya.</li>
<li><a href="http://mashable.com/" target="_blank">Mashable</a>, blog yang selalu memberikan update berita dan informasi dunia internet meliputi internet, aplikasi web, programming, online marketing, dan bisnis.</li>
</ol>
<p>Tentu masih banyak resource lainnya, tapi list diatas bisa menjadi langkah awal sumber informasi untuk anda para web maniak. Kalau ada yang ingin menambahkan silakan komentar disini ya. Terima kasih.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/thinkrooms/zAdx/~4/Pu0QDPOCmC4" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thinkrooms.com/2008/12/06/website-referensi-bacaan-dan-tutorial-untuk-web-developer-dan-web-designer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://thinkrooms.com/2008/12/06/website-referensi-bacaan-dan-tutorial-untuk-web-developer-dan-web-designer/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Tips memulai karir sebagai freelancer</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/thinkrooms/zAdx/~3/47ehQTfEbV0/</link>
		<comments>http://thinkrooms.com/2008/10/31/tips-memulai-karir-sebagai-freelancer/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 07:17:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Recommended]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[freelancer]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Saya memulai karir sebagai full freelancer kurang lebih sekitar 1 tahun lalu. Hasilnya bisa dibilang cukup untuk usaha saya. Pada dasarnya saya tidak terlalu giat mencari proyek dan terkadang dalam sebulan malah sibuk dengan proyek pribadi. Namun buat saya start awal menjadi freelancer cukup membuat saya puas karena dalam sebulan saya mendapat beberapa client bahkan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Saya memulai karir sebagai full freelancer kurang lebih sekitar 1 tahun lalu. Hasilnya bisa dibilang cukup untuk usaha saya. Pada dasarnya saya tidak terlalu giat mencari proyek dan terkadang dalam sebulan malah sibuk dengan proyek pribadi. Namun buat saya start awal menjadi freelancer cukup membuat saya puas karena dalam sebulan saya mendapat beberapa client bahkan ada yang cukup loyal. Karena itu saya ingin berbagi tips agar bisa memulai karir freelance dengan baik. Berikut tips saya:</p>
<ol>
<li>Sebelum memulai ada beberapa kriteria yang yang sebaiknya anda penuhi agar mempermudah karir anda sebagai freelancer. Bukan syarat mutlak namun sangat berpengaruh akan kemajuan karir freelancer anda. Syarat tersebut antara lain:
<ul>
<li>Menguasai bahasa Inggris, minimal baca tulis. Kalau tidak anda akan kesulitan untuk berkomunikasi dengan client anda.</li>
<li>Memiliki skill yang cukup untuk bersaing dengan freelancer lainnya. Anda harus mempunyai kemampuan yang dapat diandalkan sebelum masuk ke dunia freelancer karena bila anda mengecewakan klien maka akan berdampak pada reputasi anda seterusnya.</li>
<li>Akses internet yang lancar karena semua pekerjaan dan komunikasi melalui internet maka hampir dipastikan syarat ini harus dipenuhi.</li>
<li>Memiliki website sendiri sebagai portofolio anda sehingga klien dengan mudah mengetahui siapa anda. Tidak mutlak tapi sangat membantu untuk meyakinkan klien bahwa anda adalah orang yang dia cari.</li>
</ul>
</li>
<li>Daftar ke website penyedia project. Daftar web yang bisa dicoba bisa lihat di tulisan saya sebelumnya <a href="http://www.thinkrooms.com/2008/10/21/website-untuk-para-creative-freelancer/" target="_blank">“Website untuk para creative freelancer”</a>. Untuk permulaan saya menyarankan menggunakan getafreelancer.com(GAF) karena banyak proyek kecil yang bisa anda coba ikuti. Selain ga ribet harus test, bikin proposal, dan prosedur lainnya yang banyak digunakan di website lain GAF juga tidak terlalu membatasi freelancer dalam jumlah mengikuti penawaran proyek. Tidak seperti website lain yang sangat membatasi jumlah keikutsertaan dalam penawaran proyek untuk account gratis. Untuk memiliki kesempatan lebih ikut dalam penawaran anda harus membayar sekian dollar untuk website lainnya.</li>
<li>Setelah mendaftar, silakan cari proyek yang anda ingin ikuti. Berikut adalah saran dalam memilih proyek:
<ul>
<li>Pilih proyek yang pasti bisa anda selesaikan. Kalau perlu lakukan riset terlebih dahulu sebelum mengikuti penawaran.</li>
<li>Jangan tamak dan langsung ikut menawar pada proyek bernilai besar. Mulailah dengan proyek kecil dengan tujuan mengumpulkan review dan feedback dari client sebanyak mungkin.</li>
<li>Baca secara detail requirement proyek dan pastikan anda memahami apa yang diinginkan oleh pemilik proyek.</li>
<li>Sebaiknya anda memilih spesialis anda, misalnya anda spesialis WordPress, Drupal, atau CMS lainnya. Dengan demikian anda memiliki feedback yang sesuai dengan spesialis anda dan lebih meyakinkan klien lain bila anda menawar proyek serupa yang pernah anda kerjakan sebelumnya.</li>
</ul>
</li>
<li>Setelah memilih proyek, saatnya membujuk klien anda agar memilih anda dalam mengerjakan proyek miliknya. Caranya bisa seperti berikut:
<ul>
<li>Perkenalkan secara singkat diri anda dan kemampuan anda.</li>
<li>Yakinkan klien bahwa anda mengerti apa yang klien anda inginkan.</li>
<li>Berikan saran atau ide yang dapat membuat proyek klien jadi lebih baik.</li>
<li>Tunjukkan apa yang pernah anda buat sebelumnya, sebaiknya tunjukkan karya anda yang kira-kira mirip dengan proyek yang anda tawar.</li>
</ul>
</li>
<li>Bila klien anda tertarik dan membalas pesan anda. Jangan sia-siakan kesempatan. Bujuk rayu dan yakinkan klien bahwa anda tidak akan mengecewakan klien. Namun pastikan requirement, prosedur pengerjaan, biaya, dan pembayaran telah jelas sebelum anda deal dengan klien anda.</li>
<li>Selamat, anda terpilih untuk mengerjakan proyek ini. Bila email pemberitahuan telah sampai di inbox anda, anda harus segera menyiapkan segala sesuatunya untuk memulai proyek anda. Anda bisa menggunakan beberapa tool kolaborasi untuk memudahkan komunikasi dengan klien anda.</li>
<li>Selama pengerjaan proyek, pastikan klien anda mengetahui apa yang anda sedang kerjakan. Minimal 3 hari sekali anda memberikan laporan kepada klien anda. Makin sering makin baik, misalya sehari sekali.</li>
<li>Minta review dan komentar klien anda untuk proyek yang sedang anda kerjakan. Misalnya selesai bagian tampilan, tanyakan komentarnya agar bila ada perubahan tidak perlu dilakukan perubahan besar-besaran bila hal ini anda lakukan di akhir proyek.</li>
<li>Pastikan permintaan klien selama pengerjaan proyek tidak melenceng dari requirement proyek. Bila hanya perubahan kecil maka bisa saja anda penuhi, namun bila perubahan termasuk besar mungkin anda bisa mengajukan perubahan anggaran biaya proyek.</li>
<li>Pastikan klien anda puas dengan pekerjaan anda dengan menyelesaikan proyek tepat waktu dan sesuai dengan requirement proyek. Karena besar kemungkinan klien anda akan meminta anda melakukan pekerjaan lain bila ia puas dengan pekerjaan anda.</li>
</ol>
<p>Demikianlah tips dari saya dalam memulai karir freelance anda. Karena besar kemungkinan bila anda tidak memulai dengan baik dan anda merasakan kegagalan dengan freelance maka anda dapat saja trauma dan tidak ingin melakukannya lagi. Padahal bisa saja kegagalan tersebut bukan karena ketidakmampuan anda, akan tetapi hanya karena kekurangtauan anda bagaimana memulainya dengan baik. Selamat mencoba.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/thinkrooms/zAdx/~4/47ehQTfEbV0" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thinkrooms.com/2008/10/31/tips-memulai-karir-sebagai-freelancer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://thinkrooms.com/2008/10/31/tips-memulai-karir-sebagai-freelancer/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Bikin komik dengan aplikasi web 2.0 di pixton.com</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/thinkrooms/zAdx/~3/drFQslU7PEw/</link>
		<comments>http://thinkrooms.com/2008/10/28/bikin-komik-dengan-aplikasi-web-20-di-pixtoncom/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 14:20:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Review]]></category>
		<category><![CDATA[Flash]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[web app]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/2008/10/28/bikin-komik-dengan-aplikasi-web-20-di-pixtoncom/</guid>
		<description><![CDATA[Komik adalah cerita bergambar 2 dimensi yang biasanya digambar dengan tangan atau dengan bantuan aplikasi komputer seperti Corel Draw, Adobe Photoshop, atau aplikasi grafis lainnya. Kalau sekarang sih biasanya komik digambar sketsanya di kertas dulu kemudian di scan, dan diberi warna di Adobe Photoshop atau aplikasi sejenis. Tapi pernah kepikiran gak bikin komik instan cuma [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Komik adalah cerita bergambar 2 dimensi yang biasanya digambar dengan tangan atau dengan bantuan aplikasi komputer seperti Corel Draw, Adobe Photoshop, atau aplikasi grafis lainnya. Kalau sekarang sih biasanya komik digambar sketsanya di kertas dulu kemudian di scan, dan diberi warna di Adobe Photoshop atau aplikasi sejenis. Tapi pernah kepikiran gak bikin komik instan cuma dalam waktu 10 menit dan gak butuh sketsa atau aplikasi grafis. Cukup dengan klik, drag, dan ketik teks jadi deh komiknya.</p>
<p>Adalah <a title="Pixton" href="http://pixton.com" target="_blank">pixton.com</a> yang membuat aplikasi web 2.0 berbasis Adobe Flash yang memungkinkan kita membuat komik secara instan. Tekniknya cukup menarik dan memudahkan kita dalam membuat komik. Orang yang tidak kenal dunia pembuatan komik juga dengan mudah memahami cara penggunaan aplikasi ini. Berikut adalah cara membuat komik dengan aplikasi <a title="Pixton" href="http://pixton.com" target="_blank">pixton.com</a>:</p>
<ol>
<li>Untuk memulai kita diberi pilihan apakah ingin membuat komik dari template atau membuatnya dari awal. Membuat komik dari templete lebih mudah karena kita tinggal mengedit template komik yang telah ada. Kita tinggal memilih template yang mana yang kira-kira mirip dengan cerita kita. Namun bila cerita template tidak ada yang mirip atau kita ingin membuatnya dari awal maka pilih metode advance dimana kita akan membuat komik dari awal.</li>
<li>Konsep membuat dari awal sangat sederhana. Kita akan membuat komik scene demi scene. Scene adalah satu gambar yang merupakan bagian dari cerita kita. Untuk memulai terlebih dahulu kita memilih background. Kita dapat memilih beragam background sesuai cerita kita misalnya background di kamar, di taman, di kantor, di ruang tamu, dan background lainnya.</li>
<li>Selanjutnya adalah memasukkan karakter atau tokoh. Ada 2 karakter dasar yang tersedia yaitu manusia dan binatang. Untuk manusia kita dapat memilih manusia yang biasanya secara default atau standar berupa laki-laki. Namun bila kita dapat mengubah karakter manusia ini sesuai keinginan. Misalnya untuk mengubahnya menjadi perempuan cukup mengubah model rambut, bentuk badan, dan lain-lain. Kita juga dapat menambahkan asesoris seperti topi, kacamata, sepatu, dan lain-lain.</li>
<li>Setelah karakter tersebut masuk kita bisa memilih gaya atau posisi tubuh dari karakter tersebut. Apakah duduk, berdiri, lari, tidur, dan posisi lainnya.</li>
<li>Kita juga dapat menambahkan beberapa benda lainnya untuk menambah detail dari komik kita.</li>
<li>Yang terakhir adalah memasukkan teks. Teks ada 3 macam yaitu teks yang menandakan karakter kita berbicara, berpikir, dan keterangan singkat komik. Seperti komik biasa bentuknya adalah lingkaran, atau gelembung.</li>
</ol>
<p>Berikut adalah contoh komik buatan saya di <a title="Pixton" href="http://pixton.com" target="_blank">pixton.com</a></p>
<p><a href="http://pixton.com/comic/rtlzbk1k" target="_blank"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" title="tersesat di jakarta" src="http://www.thinkrooms.com/wp-content/uploads/tersesatdijakarta.png" border="0" alt="tersesat di jakarta" width="594" height="408" /></a></p>
<p>Ini lebih jelas silakan klik pada gambar diatas. Sekarang dengan adanya kemudahan dalam membuat komik, tinggal kreatifitas anda untuk berkarya dan menciptakan karya dan cerita yang unik dan menarik. Anda bisa melihat komik karya pengguna pixton lainnya di web pixton. Selamat mencoba</p>
<h3>Link:</h3>
<p><a href="http://pixton.com">http://pixton.com</a></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/thinkrooms/zAdx/~4/drFQslU7PEw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thinkrooms.com/2008/10/28/bikin-komik-dengan-aplikasi-web-20-di-pixtoncom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://thinkrooms.com/2008/10/28/bikin-komik-dengan-aplikasi-web-20-di-pixtoncom/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Website untuk para creative freelancer</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/thinkrooms/zAdx/~3/p3Nd_EDHl5c/</link>
		<comments>http://thinkrooms.com/2008/10/21/website-untuk-para-creative-freelancer/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 12:49:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yohan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[freelancer]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.thinkrooms.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Orang-orang yang dikarunai bakat kreatifitas seperti programmer, photographer, designer, dan para pekerja kreatif industri lainnya sebenarnya adalah orang-orang yang sangat beruntung. Kenapa, karena mereka dapat hidup dari kemampuan mereka sendiri tanpa menggantungkan kepada orang lain. Mereka dapat menghasilkan uang dengan kemampuan mereka. Dan orang yang sadar akan kemampuan mereka pasti akan mengejar-ngejar para orang kreatif [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Orang-orang yang dikarunai bakat kreatifitas seperti programmer, photographer, designer, dan para pekerja kreatif industri lainnya sebenarnya adalah orang-orang yang sangat beruntung. Kenapa, karena mereka dapat hidup dari kemampuan mereka sendiri tanpa menggantungkan kepada orang lain. Mereka dapat menghasilkan uang dengan kemampuan mereka. Dan orang yang sadar akan kemampuan mereka pasti akan mengejar-ngejar para orang kreatif untuk mengambil sedikit manfaat dari kemampuan mereka.</p>
<p>Tulisan ini sekedar memberi informasi apa yang bisa dilakukan orang-orang kreatif dengan bantuan internet. Bagaimana memperoleh penghasilan sampingan atau bahkan penghasilan utama dengan bantuan internet. Berikut adalah informasi berdasarkan profesi para orang-orang kreatif</p>
<h3>Web Developer/Designer</h3>
<p>Para praktisi web yang sebagian besar berprofesi sebagai web developer dan web designer dapat menggunakan kemampuan mereka untuk memperoleh penghasilan dengan cara mencari proyek atau pekerjaan di internet yang dapat mereka kerjakan melalui media internet dan tidak membutuhkan berada di lokasi pekerjaan. Di internet ada beberapa website perantara pemilik proyek atau kerjaan dengan para praktisi web. Melalui website ini para praktisi web dapat melakukan penawaran terhadap suatu proyek dan berusahan &#8220;membujuk&#8221; para pemilik proyek agar memberikan proyek tersebut pada kita. Berikut adalah website yang dapat dijadikan referensi:</p>
<ul>
<li><a title="get a freelancer" href="http://www.getafreelancer.com" target="_blank">www.getafreelancer.com</a>, website yang biasa disingkat GAF ini cocok untuk pemula karena banyak proyek-proyek kecil yang dapat diambil dan dijadikan pengalaman dalam bekerja sebagai freelancer.</li>
<li><a title="Elance" href="http://www.elance.com" target="_blank">www.elance.com</a>, website ini lebih profesional dibanding GAF karena memiliki tampilan dan fitur yang digarap serius oleh pemiliknya. Beberapa proyek besar ada di website ini. Sebaiknya anda memiliki portofolio yang baik sebelum bersaing di website ini.</li>
<li><a title="odesk" href="http://www.odesk.com" target="_blank">www.odesk.com</a>, website dengan keunikan tersendiri. Lebih menonjolkan bayaran per-jam. Dimana terdapat sebuah software yang harus diinstall di komputer kita untuk memonitor kita dalam bekerja. Kita juga dapat membentuk team dan mengerjakan proyek bersama di website ini.</li>
<li><a title="Guru" href="http://www.guru.com" target="_blank">www.guru.com</a>, hampir sama dengan elance.com. Beberapa proyek besar juga ada di website ini dan anda juga sebaiknya memiliki portofolio yang cukup sebelum masuk ke website ini. Website ini juga memiliki sejumlah test untuk menguji kemampuan praktisi web dan dapat dijadikan referensi dalam melakukan penawaran proyek.</li>
</ul>
<p>Masih banyak website lain serupa, namun anda dapat mencoba diatas sebagai permulaan. Sebagai informasi proyek atau pekerjaan di website tersebut tidak hanya web saja tapi juga terdapat jenis pekerjaan lain seperti jaringan komputer, database, design, dan lain-lain.</p>
<h3>Graphic Designer</h3>
<p>Seorang design grafis sebenarnya bisa juga sebagai web designer tapi menurut pengalaman saya diperlukan pengalaman seorang design grafis agar dapat berkecimpung dalam dunia web designer. Dia harus mengerti layout web, tren web, kode HTML dan CSS, serta paham fungsi dan kemampuan dari website. Namun bila seorang design grafis lebih menyukai pekerjaan murni mereka maka sebenarnya lahan garapan mereka sudah cukup banyak. Biasanya pekerjaan yang banyak dilakukan adalah layout, pembuatan logo, poster, pamflet, iklan, dan banyak lagi. Namun untuk mencari penghasilan dengan kemampuan design grafis dari internet dapat melalui website berikut:</p>
<ul>
<li><a title="99 Design" href="http://99designs.com" target="_blank">99designs.com</a>, website yang menjadi perantara antara klien dan pekerja design grafis. Di website ini para pemilik kerjaan akan melakukan semacam kontes yang dapat diikuti oleh para design grafis. Jadi pemilik kerjaan akan memberikan requirement dan hadiah yang ditawarkan. Bila para pekerja design grafis tertarik maka mereka dapat memasukkan karya mereka dan akan dipilih oleh pemilik kerjaan. Hanya pemenang yang dipilihlah yang akan mendapatkan bayaran atau hadiah kontes.</li>
<li><a title="cafepress" href="http://www.cafepress.com" target="_blank">www.cafepress.com</a>, pengen punya toko tshirt, dan accesories seperti gelas, pin, dan sebagainya. Tapi anda tidak punya modal untuk memproduksi. Para designer grafis dapat mencoba membuka toko di website ini. Dengan modal kemampuan menggambar maka para designer grafis cukup mendaftar dan otomatis memiliki toko sendiri. Pemilik toko tinggal memasukkan design gambar yang ingin digunakan pada tshirt, atau accesories lainnya dan mempromosikannya. Website ini juga akan membantu pemilik toko dalam promosi dan akan menjual produk yang design oleh pemilik toko. Setiap penjualan akan dibagi antara pemilik design dan pemilik website.</li>
<li><a title="Threadless" href="http://www.threadless.com" target="_blank">www.threadless.com</a>, website khusus untuk yang suka tshirt. Di website ini para designer dapat memasukkan design tshirt mereka dan setelah melalui verifikasi oleh website ini design mereka akan diproduksi dan dijual. Setiap hasil penjualan akan dibagi antara pemilik design dengan pemilik website.</li>
</ul>
<h3>Photographer</h3>
<p>Fotografer merupakan profesi yang terkesan eksklusif. Kenapa karena menurut anggapan masyarakat profesi ini membutuhkan modal yang tidak sedikit. Misalnya untuk kamera DSLR dan lensa harganya cukup mahal untuk diperoleh. Namun profesi ini tetap memiliki minat yang cukup banyak karena banyaknya keindahan yang dapat didokumentasikan oleh para fotografer dan sudah menjadi insting manusia menyukai keindahan. Berikut adalah beberapa website yang dapat digunakan para fotografer untuk menjual karyanya. Mungkin review website tidak sedetail diatas karena saya sendiri belum menggunakan website ini.</p>
<ul>
<li><a title="Stock Expert" href="http://www.stockxpert.com" target="_blank">www.stockxpert.com</a>, website ini memberikan pembagian keuntungan 50% untuk setiap foto anda yang terjual. Tentu sebelumnya foto tersebut harus melalui verifikasi terlebih dahulu.</li>
<li><a title="Photo Stock Plus" href="http://www.photostockplus.com" target="_blank">www.photostockplus.com</a>, website ini selain menjual foto anda juga dapat memberikan tambahan penghasilan dari hasil penjualan produk yang menggunakan foto anda.</li>
<li><a title="istock photo" href="http://www.istockphoto.com" target="_blank">www.istockphoto.com</a>, website ini selain dapat menjual foto kita juga dapat menjual karya lainnya seperti ilustrasi, flash, video, dan audio.</li>
</ul>
<p>Demikiannlah beberapa website yang dapat membantu para pekerja kreatif untuk memperoleh penghasilan tambahan dengan kemampuan mereka. Masih banyak website serupa bahkan beberapa diantaranya adalah website Indonesia. Silakan mencoba, namun perlu diingat anda harus punya keyakinan dan keteguhan bahwa anda mampu bersaing. Karena di website tersebut anda akan bersaing dengan ribuan orang lain dari seluruh dunia. Biasanya dalam 3 bulan pertama hal ini akan sangat berat, namun seiring pengalaman dan keteguhan anda semoga anda dapat memperoleh hasilnya.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/thinkrooms/zAdx/~4/p3Nd_EDHl5c" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thinkrooms.com/2008/10/21/website-untuk-para-creative-freelancer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://thinkrooms.com/2008/10/21/website-untuk-para-creative-freelancer/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss><!-- Dynamic page generated in 0.432 seconds. --><!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2013-05-16 00:34:59 --><!-- Compression = gzip -->
