<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8461256935649305033</atom:id><lastBuildDate>Sat, 11 Apr 2026 11:16:17 +0000</lastBuildDate><category>tawa sutra</category><category>makassar</category><title>tawa sutra community makassar</title><description>blog komunitas tawa sutra makassar</description><link>http://makassar-tawasutra.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (tawa sutra community makassar)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>blog komunitas tawa sutra makassar</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8461256935649305033.post-2622988042460532736</guid><pubDate>Thu, 11 Jun 2009 12:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-11T19:55:17.722+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">makassar</category><title>makassar</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0UDFUIbTCKlDW7-UCExzeNBSgIjNND6Ayx8mRoeKvYMyIxirnC_d6Ht4DXCp1J1ZJaFbx6FqeXLweSgPsp5sDrJta04dnPc_FgexvJwnfNySaSycOv-JLubRUdAkJ_KJL1sAOz7lWEdQq/s1600-h/Lokasi_makassar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 260px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0UDFUIbTCKlDW7-UCExzeNBSgIjNND6Ayx8mRoeKvYMyIxirnC_d6Ht4DXCp1J1ZJaFbx6FqeXLweSgPsp5sDrJta04dnPc_FgexvJwnfNySaSycOv-JLubRUdAkJ_KJL1sAOz7lWEdQq/s320/Lokasi_makassar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346052628206853218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kota Metropolitan Makassar&lt;/strong&gt; adalah ibukota dari propinsi Sulawesi Selatan. Sebelumnya bernama Kotamadya Ujung Pandang. Kota Makassar terkenal sebagai kota &lt;em&gt;"Anging Mamiri"&lt;/em&gt;, yang berarti &lt;em&gt;"kota hembusan angin sepoi-sepoi basah"&lt;/em&gt;. Dan juga terkenal dengan &lt;em&gt;"Pantai Losari"&lt;/em&gt;nya yang indah, yang terkenal sebagai &lt;em&gt;'meja terpanjang'&lt;/em&gt; karena pengunjung dapat menikmati berbagai hidangan lezat sambil menikmati hembusan angin laut yang menyegarkan dan menyaksikan terbenamnya matahari serta keindahan panorama laut. Kota yang bersuhu sekitar 22 - 33&lt;sup&gt; o&lt;/sup&gt;C ini, memiliki areal seluas 175,77 km&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;, Wilayah Kota Makassar terus berkembang, khususnya kearah Timur, dimana pembangunan infrastruktur seperti perluasan pelabuhan laut Makassar, Bandara Hasanuddin, jalan tol, kawasan industri Makassar dan berbagai proyek lainnya tengah dilaksanakan. Kota Makassar juga memiliki obyek-obyek wisata yang cukup menarik seperti Benteng Ujung Pandang (Fort Rotterdam), Pelabuhan Perahu Tradisional Phinisi, Makam Pangeran Diponegoro, Makan Sultan Hasanuddin, Taman Budaya Sulawesi, rekreasi wisata bahari, pagelaran tarian dan busana tradisional. &lt;/p&gt; Secara geografis Kota Metropolitan Makassar terletak di pesisir pantai barat Sulawesi Selatan pada koordinat 119°18'27,97" 119°32'31,03" Bujur Timur dan 5°00'30,18" - 5°14'6,49" Lintang Selatan dengan ketinggian yang bervariasi antara 0 - 25 meter dari permukaan laut, dengan suhu udara antara 20°C sampai 32°C. Areal seluas 175,77 km2, diapit dua buah sungai yaitu: Sungai Tallo bermuara disebelah utara kota dan Sungai Jeneberang bermuara pada bagian selatan kota. Dengan batas-batas sebagai berikut : sebelah barat dengan Selat Makassar, sebelah utara dengan Kabupaten Pangkajene Kepulauan, sebelah timur dengan Kabubupaten Maros dan sebelah selatan dengan Kabupaten Gowa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt; Penduduk pada akhir tahun 2005 adalah 1.173.107 jiwa terdiri dari laki-laki 578.416 jiwa dan perempuan 594.691 jiwa dengan rata-rata 1,22 %. Terdiri dari beberapa etnis yang hidup berdampingan secara damai seperti Etnis Bugis, etnis Makassar, etnis Toraja, etnis Mandar, dll.   &lt;/p&gt;&lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_CityComm"&gt;Makassar terkenal dengan rumah adatnya. Di Makassar juga terkenal akan makanan tradisionalnya yang sangat nikmat yaitu Sop Konro, Es Pallubutung, dan Coto Makassar. Kota ini termasuk kota kosmopolis, banyak suku bangsa tinggal di sini. Di kota ini ada pula komunitas Tionghoa yang cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_CityOverview"&gt;Kota Makassar mempunyai sebuah legenda yang cukup terkenal.Di kota Makassar inilah Nabi Muhammad SAW menunjukkan adanya agama islam dan ia menunjukan kepada baginda KaraEng.Dan kini kota Makassar telah menjadi sebuah kota Metropolitan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_CityOverview"&gt;&lt;p&gt; Di umurnya yang ke-399 tahun (09 Nopember 2005), Kota Makassar masih terbilang muda jika dibandingkan sejarah nama Makassar yang jauh menembus masa lampau. Tiga hari berturut-turut Baginda Raja Tallo ke-VI Mangkubumi Kerajaan Gowa, I Mallingkaang Daeng Mannyonri KaraEng Katangka yang merangkap &lt;em&gt;Tuma'bicara Butta ri Gowa&lt;/em&gt; (lahir tahun 1573), bermimpi melihat cahaya bersinar yang muncul dari Tallo. Cahaya kemilau terpancar keseluruh Butta Gowa lalu ke negeri sahabat lainnya. Malam Jum'at tanggal 9 Jumadil Awal 1014 H atau tanggal 22 September 1605 M. &lt;em&gt;(Darwa rasyid MS. Peristiwa Tahun-tahun Bersejarah Sulawesi Selatan dari Abad ke XIV s/d XIX, hal.36),&lt;/em&gt; di bibir pantai Tallo merapat sebuah perahu kecil. Ternyata lelaki sedang melakukan sholat. Cahaya terpancar dari tubuh Ielaki itu menjadikan pemandangan yang menggemparkan penduduk Tallo dan membicarakannya hingga sampai ke telinga Baginda KaraEng Katangka. Baginda bergegas ke pantai.  Tiba-tiba lelaki itu sudah muncul ‘menghadang' di gerbang istana.  Berjubah putih dengan sorban berwarna hijau. Wajahnya teduh. Seluruh tubuhnya memancarkan cahaya.Lalu ia menjabat tangan Baginda Raja yang kaku lantaran takjub lalu menulis kalimat di telapak tangan Baginda &lt;em&gt;"Perlihatkan tulisan ini pada lelaki yang sebentar lagi datang merapat di pantai,"&lt;/em&gt; perintah lelaki itu lalu menghilang begitu saja.  Baginda terperanjat. la meraba-raba matanya untuk memastikan ia tidak sedang bermimpi.  Dilihatnya telapak tangannya tulisan itu ternyata jelas adanya. Baginda KaraEng Katangka lalu bergegas ke pantai.  Betul seorang lelaki tampak menambat perahu, dan menyambut kedatangan beliau. Baginda menceritakan pengalamannya tadi dan menunjukkan tulisan di telapak tangannya pada lelaki itu. &lt;em&gt;"Berbahagialah Baginda. Tulisan ini adalah dua kalimat syahadat,"&lt;/em&gt; kata lelaki itu. Adapun lelaki yang menuliskannya adalah &lt;strong&gt;Nabi Muhammad SAW&lt;/strong&gt; sendiri.  Baginda Nabi menampakkan diri di Negeri Baginda.  Asal-usul &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Makassar"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, yakni diambil dari nama &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Akkasaraki Nabbiya"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;, &lt;/em&gt;artinya Nabi menampakkan diri. Adapun lelaki yang mendarat di pantai Tallo itu adalah Abdul Ma'mur Khatib Tunggal yang dikenal sebagai Dato'ri Bandang, berasal dari Kota Tengah (Minangkabau, Sumatera Barat).  Baginda Raja Tallo I Mallingkaang Daeng Manyonri KaraEng Katangka setelah memeluk Agama Islam kemudian bergelar &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sultan Abdullah Awaluddin Awawul Islam KaraEng Tallo Tumenanga ri Agamana&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.  Beliau adalah Raja pertama yang memeluk agama Islam di dataran Sulawesi Selatan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt; &lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;TIGA TINJAUAN&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Lebih jauh, penyusuran asal nama &lt;em&gt;"Makassar"&lt;/em&gt; dapat ditinjau dari beberapa segi, yaitu: &lt;/p&gt; &lt;p&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;1.   Makna.&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Untuk menjadi manusia sempurna perlu &lt;em&gt;"Ampakasaraki", &lt;/em&gt;yaitu menjelmakan (menjasmanikan) apa yang terkandung dalam bathin itu diwujudkan dengan perbuatan. &lt;em&gt;"Mangkasarak" &lt;/em&gt;mewujudkan dirinya sebagai manusia sempurna dengan ajaran TAO atau TAU (ilmu keyakinan bathin). Bukan seperti yang dipahami sebagian orang bahwa "Mangkasarak" orang kasar yang mudah tersinggung. Sebenarnya orang yang mudah tersinggung itu adalah orang yang halus perasaannya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;2.   Sejarah.&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Sumber-sumber Portugis pada permulaan abad ke-16 telah mencatat nama "Makassar". Abad ke-16 "Makassar" sudah menjadi ibu kota Kerajaan Gowa. Dan pada Abad itu pula, Makassar sebagai ibu kota sudah dikenal oleh bangsa asing. Bahkan dalam syair ke-14 Nagarakertagama karangan Prapanca (1365) nama Makassar telah tercantum. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;3.   Bahasa.&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Dari segi Etimologi (Daeng Ngewa, 1972:1-2), Makassar berasal dari kata &lt;em&gt;"Mangkasarak" &lt;/em&gt;yang terdiri atas dua morfem ikat &lt;em&gt;"mang" &lt;/em&gt;dan morfem bebas &lt;em&gt;"kasarak". &lt;/em&gt;Morfem ikat "mang" mengandung arti: a). Memiliki sifat seperti yang terkandung dalam kata dasarnya. b). menjelma diri seperti yang dinyatakan oleh kata dasarnya. &lt;u&gt;­&lt;/u&gt;Morfem bebas "kasarak" mengandung (arti: a). Terang, nyata, jelas, tegas. b). Nampak dari penjelasan. c). Besar (lawan kecil atau halus). Jadi, kata &lt;em&gt;"Mangkasarak" &lt;/em&gt;Mengandung arti memiliki sifat besar (mulia) dan berterus terang (Jujur). Sebagai nama, orang yang memiliki sifat atau karakter &lt;em&gt;"Mangkasarak" &lt;/em&gt;berarti orang tersebut besar (mulia), berterus terang (Jujur). Sebagaimana di bibir begitu pula di hati. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt; John A.F. Schut dalam buku &lt;em&gt;"De Volken van Nederlandsch lndie" &lt;/em&gt;jilid I yang beracara : &lt;em&gt;De Makassaren en Boegineezen, &lt;/em&gt;menyatakan: "Angkuh bagaikan gunung-gunungnya, megah bagaikan alamnya, yang sungai­-sungainya di daerah-daerah nan tinggi mengalir cepat, garang tak tertundukkan, terutama pada musim hujan; air-air terjun tertumpah mendidih, membusa, bergelora, kerap menyala hingga amarah yang tak memandang apa-apa dan siapa-siapa. Tetapi sebagaimana juga sungai, gunung nan garang berakhir tenang semakin ia mendekati pantai. Demikian pulalah orang Bugis dan Makassar, dalam ketenangan dapat menerima apa yang baik dan indah". &lt;/p&gt; &lt;p&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Dalam ungkapan &lt;em&gt;"Akkana Mangkasarak", &lt;/em&gt;maksudnya berkata terus terang. Kata &lt;em&gt;"Mangkasarak" &lt;/em&gt;ini dikenal bahwa kalau dia diperlakukan baik, ia lebih baik. Kalau diperlakukan halus, dia lebih halus, dan kalau dihormati, maka dia akan lebih hormat. &lt;/p&gt; &lt;hr size="2" width="100%"&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt; &lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Informasi mengenai sejarah Kerajaan Gowa pra-Islam dapat diungkap melalui sumber-sumber tertulis, ditemukan sekitar abad XIV antara lain &lt;em&gt;Lontara'&lt;/em&gt;: sumber sejarah yang telah umum diketahui keutamannya. &lt;em&gt;Sure' Galigo&lt;/em&gt; diperkirakan dapat memberi petunjuk tentang keadaan masyarakat dan kebudayaan di Gowa.  Dan sumber Portugis yang ditulis oleh Tome Pires dalam bukunya &lt;em&gt;The Suma Oriental&lt;/em&gt;. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Jauh sebelum Kerajaan Gowa berdiri, diperkirakan pada abad ke-XIV daerah ini dikenal dengan nama Makassar dan masyarakatnya disebut dengan suku Makassar. Sebagai sumber keterangan tertua yang memuat nama Makassar, kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca (1364) menuangkan nama Makassar dalam kutipan Sarga ke-13 dan ke-14 sebagai berikut : &lt;/p&gt; &lt;p&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;"Muwah tanah: Bantayan pramuka bantayan ien Luwuk tentang&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;Udamakatrayadhinikanang sanusaspupul lkangsakasanusanusa Makassar Butun&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;Banggawi Kuni Craliyao mwangi(ng) Selayar Sumba Soto Muar"&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Kata Makassar yang dimaksud Prapanca bukanlah nama suatu suku, tetapi nama sebuah negeri yakni negeri Makassar, sebagaimana halnya negeri Bantayan (Bantaeng), Luwuk (Luwu), Butun (Buton), Selayar (Selayar), dan lainnya. Adapun penjelasan Tome Pires dalam catatan perjalanannya pada tahun 1513, cukup detil menggambarkan aktivitas manusia Makassar dan keadaan negeri Makassar itu, sebagai berikut : &lt;/p&gt; &lt;p&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;"Kepulauan Macacar (Makassar) terdapat kira­-kira empat atau lima hari pelayaran lewat pulau yang barn kita sebut Borneo atau Kalimantan, di tengah jalan (dari Melaka) ke Maluku... Ujungnya yang satu hampir mencapai Buton, di atasnya Madura, yang satu lagi meluas sampai jauh ke utara.  Orangnya semua kafir; di situ terdapat lima puluh orang raja lebih.  Pulau itu mereka berdagang dengan Melaka, J&lt;/em&gt;&lt;em&gt;awa, Borneo, negeri Siam dan juga semua tempat yang terdapat antara Pahang dan negeri Siam...&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt; &lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;Mereka punya bahasa sendiri, lain daripada yang lain.  Orangnya gagah dan suka berperang.  Di situ terdapat banyak bahan makanan.  Orang-orang dari pulau itu adalah perampok yang paling besar di dunia, kekuatannya besar dan perahunya banyak. Mereka berlayar untuk merampok dari negeri mereka sampai ke Pegsu, dan dari negeri mereka sampai ke Maluku, Banda dan semua pulau di sekitar Jawa...&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;Ada pasarnya ke mana mereka mengirim barang-barang rampokan dan menjual budak yang mereka tangkap.  Mereka berlayar keliling pulau Sumatera.  Pada umumnya mereka bajak laut.  Oleh orang Jawa, mereka disebut Bajuus (Bajo) dan orang Melayu menyebut mereka Celates (orang Selat).  Barang-­barang mereka dibawa ke jJmaia(?), di dekat Pahang, tempat mereka berjualan dan melangsungkan perdagangan secara berkala. Mereka membawa beras yang putih sekali dan sedikit emas. Mereka membawa pulang kain bertanggis, kain dari Cambai dan sedikit dari Benggala dan Keling bersama banyak luban Jawi dan dupa.  Pulau itu banyak penduduknya, banyak dagingnya, perbekalan berlimpah-­limpah.  &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Lazimnya kaum laki-laki memakai keris, dan mereka kuat-kuat.  &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Mereka berlayar pulang-pergi dan ditakuti dimana-mana, sehab memang semua perampok patuh kepada mereka, sehab memang pantas dipatuhi".&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Gambaran Pires tentang Makassar di atas, dipandang sebagai sumber Eropa pertama tentang daerah ini. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Seperti halnya terdapat dalam himne bissu di Bone sebagaimana yang ditulis Gilbert Hamonic, nama Makassar telah tercantum pada abad ke-9, sebagai berikut : &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;                "...&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;                399. Nasamanrelle raunna&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;                400. Nasama turu'puanna&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;                401. Rau-rau ri Mangkasa&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;                402. Bua tello ri malaju&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;                403. PawelIe liweng ri jawa &lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;                404. PamolIo liweng ri Sunra&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Nama Mangkasa adalah nama lain dari Makassar yang disebutkan bersama dengan Melayu dan Jawa.  kemudian bukti lain menyusul, dalam buku-buku sejarah disebutkan Kerajaan Makassar adalah sarna dengan Kerajaan Gowa, seperti yang ditulis F.W Stapel, sebagai berikut: &lt;/p&gt; &lt;p&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;                "Tot de alIerbeiangrijkste plaastsen van den&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;                Archipel in het begin van de 17de eeuw behoorde Makassar,&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;                hoofdplIats van het rijk van die naam, ook wel Gowa genomd"&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Artinya : Di antara tempat-tempat yang paling penting dari kepulauan itu pada  permulaan abad XVII adalah Makassar, ibukota sebuah kerajaan dengan nama yang sarna, dinamakan Gowa. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Sebelum Kerajaan Gowa berdiri, di kalangan suku Makassar Gowa telah bermunculan kerajaan-kerajaan suku Makassar yang lain, seperti Pujananti, Siang, Bantaeng, Marusu (Maros), Silajak (Selayar), Laiya, Bangkala, dan sebagainya.  Berdasarkan dokumen bangsa asing menunjukkan, bahwa Kerajaan Siang berkembang pesat dalam kegiatan perdagangan.  Bahkan Kerajaan Gowa dan Tallo pernah berada dalam pengaruh kekuasaannya.  Menurut Manoel Pinto, seorang Portugis yang mengunjungi Siang (1545), penduduk berjumlah sekitar 40.000 orang.  Jumlah yang sangat banyak bagi kehidupan suatu Bandar niaga ketika itu.&lt;em&gt; (Sumber   :   Ensiklopedia Sejarah Sulsel Sampai Tahun 1905)&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;hr size="2" width="100%"&gt; &lt;p&gt; Kota Makassar yang pernah bernama Ujung Pandang adalah wilayah Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo yang terletak di pesisir pantai sebelah barat semenanjung Sulawesi Selatan. Mulanya berupa bandar kecil yang didiami oleh Suku Makassar dan Bugis yang dikenal sebagai pelaut ulung dengan perahu PHINISI atau PALARI. Ditinjau dari sejarah Kerajaan Majapahit dibawah Raja HAYAM WURUK (1350-1389) dengan Maha Patih GAJAH MADA bertepatan dengan masa pemerintahan Raja Gowa ke-II TUMASALANGGA BARAYA (1345-1370), Makasar sudah dikenal dan tercantum dalam lembaran Syair 14 (4) dan (5) Kitab Negarakertagama karangan PRAPANCA (1364) sebagai Daerah ke-VI Kerajaan Majapahit di Sulawesi. &lt;/p&gt; &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td width="52%"&gt;    &lt;p&gt;         &lt;/p&gt;    &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;     &lt;tbody&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td colspan="2" valign="top" width="100%"&gt;       &lt;p&gt;       &lt;strong&gt;Masa Sejak Berdirinya Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo :&lt;/strong&gt;        &lt;/p&gt;       &lt;p&gt;               &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="3%"&gt;       &lt;p&gt;       1.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;       &lt;td width="96%"&gt;       &lt;p&gt;       Kerajaan Gowa berdiri kira-kira tahun 1300 Masehi. Raja       pertama adalah seorang perempuan bernama TOMANURUNG (1320-1345) menikah dengan       KARAENG BAYO atau LA KIPADADA berasal dari Bonthain yang merupakan cikal       bakal raja-raja Gowa selama 657 tahun (1300-1957).       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="3%"&gt;       &lt;p&gt;       2.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;       &lt;td width="96%"&gt;       &lt;p&gt;       Pusat Kerajaan Gowa terletak diatas bukit Takka'bassia       kemudian berubah menjadi Tamalate dan menjadi pusat Kerajaan Gowa sampai       kepada masa pemerintahan Raja Gowa ke-VIII I-PAKERE TAU TUNIJALLO RI       PASSUKKI (1460-1510).       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="3%"&gt;       &lt;p&gt;       3.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;       &lt;td width="96%"&gt;       &lt;p&gt;       Masa pemerintahan Raja Gowa ke-VI TUNATANGKA LOPI (1445-1460)       terjadi pembagian kerajaan, yaitu Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo,       masing-masing dipegang oleh kedua puteranya yaitu Kerajaan Gowa dipegang       oleh BATARA GOWA TUNIAWANGA RI PARALEKKANNA sebagai Raja Gowa ke-VII (1460)       dan Kerajaan Tallo pertama dipegang oleh KARAENG LOE RI SERO.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="3%"&gt;       &lt;p&gt;       4.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;       &lt;td width="96%"&gt;       &lt;p&gt;       Masa pemerintahan Raja Gowa ke-IX DAENG MATANRE KARAENG       MANGNGUTUNGI bergelar TUMAPA'RISI KALLONA kedua kerajaan Gowa dan Tallo       disatukan kembali dan diperintah oleh Raja Gowa dan yang menjadi Mangkubumi       adalah Raja Tallo. Kedua kerajaan ini disebut Kerajaan Makassar.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="3%"&gt;       &lt;p&gt;       5.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;       &lt;td width="96%"&gt;       &lt;p&gt;       Pembangunan Benteng Somba Opu dari tanah liat pada tahun 1525       oleh Raja Gowa ke-IX TUMAPA'RISI KALLONNA (1510-1546). Benteng ini dibangun       istana raja Gowa. Makassar (Kerajaan Gowa) menjadi pusat bandar niaga       dengan syahbandar adalah DAENG PAMATTE yang diangkat tahun 1538 yang mulai       mencatat secara teratur segala peristiwa-peristiwa penting dan       peraturan-peraturan kerajaan.  DAENG PAMATTE yang menciptakan huruf&lt;em&gt;       LONTARA' MAKASSAR.  &lt;/em&gt;Sejak itu Makassar menjadi Ibu Negeri, dengan       bertitik pusat pada Kota Raja Somba Opu.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="3%"&gt;       &lt;p&gt;       6.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;       &lt;td width="96%"&gt;       &lt;p&gt;       Masa pemerintahan Raja Gowa ke-X, I-MANRIOGAU DAENG BONTO       KARAENG LAKIUNG TUNIPALLANGGA ULAWENG (1546-1565) Benteng Somba Opu       disempurnakan dan dibangun dari batu bata.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="3%"&gt;       &lt;p&gt;       7.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;       &lt;td width="96%"&gt;       &lt;p&gt;       Benteng Jumpandang (Ujung Pandang) didirikan tahun 1545 pada       masa pemerintahan TUMAPA'RISI KALLONNA dilanjutkan oleh TUNIPALLANGGA       ULAWENG, maka oleh Raja Gowa ke-XIV, I MANGARANGI DAENG MANRABIA SULTAN       ALAUDDIN tanggal 9 Agustus 1634 membuat dinding tembok Benteng Ujung       Pandang. Tanggal 23 Juni 1635 dibuat dinding tembok kedua dekat pintu       gerbang sehingga menyerupai seekor penyu.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="3%"&gt;       &lt;p&gt;       8.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;       &lt;td width="96%"&gt;       &lt;p&gt;       Raja Gowa ke-XIV I-MANGNGARANGI DAENG MANRABIA dengan gelar       SULTAN ALAUDDIN memerintah tahun 1593-1639 dengan Mangkubumi, Raja Tallo       ke-VI, I MALLINGKAANG DAENG MANYONRI KARAENG KATANGKA juga sebagai Raja       Tallo. Beliaulah yang pertama memeluk Agama Islam di Sulawesi Selatan bertepatan       pada malam Jumat tanggal 22 September 1605 atau 9 Jumadil-awal 1014 (H). Yang       meng-islamkan kedua raja tersebut dan penduduk Kerajaan Gowa-Tallo adalah       ABDUL MA'MUR KHATIB TUNGGAL atau DATO' RI BANDANG berasal dari Minangkabau       Sumatra Barat yang tiba di Tallo (Makassar) bulan September 1605. Hari       Jumat, tanggal 9 Nopember 1607 diadakanlah sholat Jumat pertama di Mesjid       Tallo dan dinyatakan penduduk Kerajaan Gowa-Tallo telah memeluk Agama Islam       sebagai agama resmi, bersamaan pula diadakan sembahyang Jumat di Mesjid       Mangallekana di Somba Opu. Di masa beliau dibangun Benteng Panakukang       terletak antara Somba Opu dengan Barombong.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="3%"&gt;       &lt;p&gt;       9.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;       &lt;td width="96%"&gt;       &lt;p&gt;       Tahun 1596 Belanda di pimpin oleh CORNELIS DE HOUTMAN dan DE       KEYZER mulai menginjakkan kakinya di pelabuhan Banten dan mengadakan       perjanjian persahabatan dengan Mangkubumi Kerajaan Banten, dan disusul satu       rombongan di pimpin JACOB VAN NECK dan VAN WAERWIJCK tiba tanggal 28       November 1598. Tanggal 20 Maret 1602 VOC (Verenigde Oost-Indische       Compagnie) didirikan.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="3%"&gt;       &lt;p&gt;       10.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;       &lt;td width="96%"&gt;       &lt;p&gt;       Belanda mulai mempengaruhi di Kerajaan Gowa dengan membuka       kantor dagang Belanda pada tahun 1607 dikepalai oleh CLAES LEURSEN orang       Belanda pertama menetap di Makassar. Serta membangun loji disebelah utara       Benteng Ujung Pandang dan diberi nama Stad Vlaardingen. Tahun 1632 seorang       bangsawan Melayu, yaitu DATUK MAHARAJALELA beserta keluarga datang menetap       di Gowa, dan rakyat Melayu mengangkat DATUK MAHARA-JALELA sebagai Kepala       orang-orang Melayu.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="3%"&gt;       &lt;p&gt;       11.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;       &lt;td width="96%"&gt;       &lt;p&gt;       Setelah SULTAN ALAUDDIN meninggal dunia, beliau digantikan       oleh anaknya yaitu SULTAN MALIKUSSAID menjadi Raja Gowa ke-XV (14 Juni 1639       sampai 16 Nopember 1653) dengan Mangkubumi I-MANGADA'CINA DAENG SITABA       KARAENG PATTINGALLOANG. SULTAN MALIKKUSAID meninggal dunia tanggal 5       Nopember 1653.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="3%"&gt;       &lt;p&gt;       12.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;       &lt;td width="96%"&gt;       &lt;p&gt;       SULTAN MALIKUSSAID digantikan oleh putranya yaitu       I-MALLOMBASSI DAENG MATTAWANG KARAENG BONTO MANGAPPE, dengan gelar SULTAN       HASANUDDIN, lahir pada tanggal 12 Januari 1631. Mulai memerintah dari       tanggal 16 Nopember 1653 - 29 Agustus 1669 dengan pusat kerajaan tetap di       Benteng Somba Opu. Menjadi Mangkubumi adalah KARAENG KARUNRUNG yang       bertempat tinggal di Bontoala.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="3%"&gt;       &lt;p&gt;       13.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;       &lt;td width="96%"&gt;       &lt;p&gt;       Di tahun 1655 sd. 1669 terjadi peperangan antara Kerajaan Gowa       dengan VOC. Benteng Ujung Pandang direbut oleh VOC Selasa, tanggal 18 November       1667, dibuatlah Perjanjian Bungaya (Het Bongaisch Verdrag) antara Kerajaan       Gowa dengan VOC, kemudian Benteng Ujung Pandang diganti namanya oleh       Admiral CORNELIS JANSZOON SPEELMAN menjadi Port Rotterdam dan kemudian       ditempati oleh Belanda sebagai pusat pemerintahan militer dan sipil.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="3%"&gt;       &lt;p&gt;       14.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;       &lt;td width="96%"&gt;       &lt;p&gt;       Benteng Somba Opu direbut oleh VOC hari Jumat, tanggal 24 Juni       1669. Pemerintahan Kerajaan Gowa dipindahkan ke Benteng Ana' Gowa di Taenga       seberang Sungai Jeneberang.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="3%"&gt;       &lt;p&gt;       15.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;       &lt;td width="96%"&gt;       &lt;p&gt;       Waktu ABDUL JALIL menjadi Raja Gowa ke-XIX (1677-1709)       beberapa bangsawan dan penduduk Kerajaan Gowa berpindah menetap di sebelah       selatan Benteng Ujung Pandang kemudian menjadi Kampung Beru (Kampung Baru).       Disamping itu beberapa kampung yang telah ramai dan sebagian menjadi       pengaruh dan dikuasai oleh ARU PALAKKA adalah Bontoala, Wajo,       Lariangbangngi, Maccini, Maradekaya, Mamajang, Miri , Pannampu, Gaddong,       Bara (Baraya), Pattunuang, Melayu.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="3%"&gt;       &lt;p&gt;       16.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;       &lt;td width="96%"&gt;       &lt;p&gt;       Tanggal 31 Desember 1799 VOC berakhir. Pemerintahan koloni       Belanda di Hindia Timur (Oost Indie) dijalankan berdasarkan Staatsregeling       801 telah mengalami beberapa kali perubahan terakhir dengan Regerings       Reglement (RR) 1815.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="3%"&gt;       &lt;p&gt;       17.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;       &lt;td width="96%"&gt;       &lt;p&gt;       Tahun 1811 terjadi perubahan penguasa dari Pemerintah Belanda       kepada Pemerintah Inggris dibawah Letnan Gubernur Jenderal THOMAS STAMFORD       RAFFLES, setelah serdadu Inggris mendarat di Cilincing tanggal 10 Agustus       1811 dipimpin Jenderal AUCHMUTY akhirnya tanggal 18 September 1811 Belanda       menyerah. Pemungutan pajak mulai diberlakukan tahun 1813 antara lain pajak       tanah (landrente).       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="3%"&gt;       &lt;p&gt;       18.       &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;       &lt;td width="96%"&gt;       &lt;p&gt;       Tahun 1816 Pemerintah Belanda kembali berkuasa di Hindia       Belanda berdasarkan Konvensi London tahun 1814, penyerahan kekuasaan baru       dilaksanakan tanggal 11 Desember 1816.        &lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;    &lt;/table&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;  &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p&gt; Pertama kalinya tanggal 9 November 2000, jadi Makassar yang ke-393 tahun diperingati, dan seterusnya, bukan lagi tanggal 1 April seperti yang telah diperingati pada tahun-tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof.DR. H.A.Mattulada (Alm) dalam bukunya berjudul : &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Menyusuri Jejak Kehadiran MAKASSAR dalam SEJARAH&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; menulis sbb : menyusuri kembali jejak-jejak kehadiran Makassar sebagai term, dalam lintas sejarah yang dimulai pada abad Nagarakertagama, jaman Patih Gajah Mada di Majapahit, atau sedikit menjangkau kedepannya ketika tenggelamnya Kerajaan Sriwijaya, Singasari dibawah Raja Kertanegara (1254-1292), beberapa kesimpulan bahwa konsepsi Makassar atau Mangkasara mengandung 3 macam pengertian, yaitu : &lt;/p&gt; &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td valign="top" width="3%"&gt;    &lt;p&gt;    1.    &lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="96%"&gt;    &lt;p&gt;    &lt;strong&gt;Makassar    sebagai group etnis&lt;/strong&gt;, (suku bangsa indonesia) yang berdiam di sepanjang pesisir    selatan jazirah Sulawesi Selatan, yang mempunyai bahasa dan peradaban sendiri    yang hidup sampai sekarang.    &lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td valign="top" width="3%"&gt;    &lt;p&gt;         &lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="96%"&gt;    &lt;p&gt;         &lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td valign="top" width="3%"&gt;    &lt;p&gt;         &lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td width="96%"&gt;    &lt;p&gt;         &lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;  &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt; &lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Makassar Sebagai: &lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td width="96%"&gt;    &lt;p&gt;    &lt;strong&gt;Makassar    sebagai sebutan kepada Kerajaan Kembar Gowa Tallo&lt;/strong&gt; dengan    nama Kerajaan Makassar, sebagai sebuah kerajaan yang paling berpengaruhi di    Sulawesi dalam abad XVI-XVII.    &lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td width="96%"&gt;    &lt;p&gt;    &lt;strong&gt;Makassar    sebagai ibukota kerajaan&lt;/strong&gt;, bandar niaga tumbuh setelah jatuhnya    Malaka ke tangan Portugis tahun 1511 dan dijadikannya pusat terdepan kerajaan    Makassar yang mewadahi benteng-benteng Somba Opu, Panakkukang dan benteng    Ujung Pandang (Jumpandang).    &lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;  &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Kerajaan Kembar GOWA-TALLO&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bermula Raja Gowa ke-IV, Tunatangka Lopi, membagi kerajaanya menjadi dua buah kerajaan, kepada puteranya yang bernama Batara Gowa diserahkannya daerah-daerah Gallarang kerajaan Gowa, yaitu :&lt;br /&gt;1. Gallarang Pacellekang,&lt;br /&gt;2. Gallarang Pattallasang,&lt;br /&gt;3. Gallarang Bontomanai, (sebelah timur),&lt;br /&gt;4. Gallarang Bontomanai, (sebelah barat),&lt;br /&gt;5. Gallarang Tombolo, dan&lt;br /&gt;6. Gallarang Mangasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah-daerah Gallarang inilah selanjutnya disebut Kerajaan Gowa dibawah Raja ke-VII, yang bernama Batara Gowa.&lt;br /&gt;Kepada puteranya yang bernama Karaeng LoE ri-Sero, diserahkannya daerah-daerah Gallarang kerajaan Gowa, yaitu :&lt;br /&gt;1. Gallarang Saumata&lt;br /&gt;2. Gallarang Panampu&lt;br /&gt;3. Gallarang MoncongloE&lt;br /&gt;4. Gallarang ParangloE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah Gallarang  disebut Kerajaan Tallo dibawah Raja Tallo ke-I yang bernama Karaeng LoE ri-Sero.Pertumbuhan kedua, walaupun pernah terjadi perang antara keduanya, (pada jaman Raja Gowa ke-IX Tumaparrisi Kallonna dengan Raja Tallo, I Mangngayoang) dengan  kekalahan pihak Tallo dan sekutu-sekutunya, namun setelah terjadi perdamaian tetaplah berdirinya kedua kerajaan itu. Tradisi dua kerajaan kembar itu, maka Raja Tallo, menjadi Mangkubumi tradisi dua kerajaan kembar itu, maka Raja Tallo, selalu menjadi Mangkubumi Kerajaan Gowa. Tentu saja dalam perkembangan  selanjutnya peranan kedua kerajaan ini tak dapat lagi dipisah-pisahkan, dan adanya dua nama kerajaan tidaklah menjadi  halangan dari perkembangan. Hakekatnya Gowa dan Tallo, rakyat dan pemerintahannya  satu, yaitu Raja dari Gowa dan Mangkubumi dari Tallo yang hanya menjalankan satu peraturan. Abad ke-XV hampir seluruh negeri orang Makssar  telah berada dibawah kekuasaan  kerajaan Gowa- Tallo. Abad ke-XVI dibawah  kekuasaan Raja Gowa ke-IX dan Raja Gowa ke-X daerah kekuasaan kerajaan Gowa telah melampaui wilayah Gowa dan  melewati batas Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Pengunjung  kerajaan  lain menamakan Raja Gowa, Raja orang Makassar.  Penulis-penulis sejarah kemudian  menamakan Kerajaan Gowa-Tallo dengan kerajaan Makassar, dalam berbagai buku ditulis tentang kesultanan Makassar.&lt;br /&gt;Dalam periode kepemimpinan Raja Gowa ke-IX (tahun 1510 - 1546) Daeng Matanre, Karaeng Mangutungi, Tumaparrisi Kallonna demikian nama lengkap Raja, terlebih dahulu menjadi Gallarang yang digelar "Kasiang ri-Juru atau Gallarang Loaya". Baginda menduduki tahta kerajaan selama 36 tahun (1510-1546). Didalam pemerintahannya ditetapkan undang-undang dan peraturan perang. periode ini pelabuhan Makassar dibagian Timur terutama setelah jatuhnya Malaka ke tangan Portugis. Diangkatlah Syahbandar masih dirangkap oleh Tumailalang Kerajaan Gowa bernama Daeng Pamatte. Daeng Pamatte jugalah yang pertama-pertama menciptakan aksara Lontara.Dalam periode kepemimpinan Raja Gowa ke-X (1546-1565, Mario Daeng bonto, Karaeng Laiung "Tunipallangga Ulaweng", demikian nama lengkap Raja Gowa ke-X. dibawah kepemimpinan raja Gowa ke-X ini diadakan penyempurnaan administarsi kerajaan. Kota Makassar dijadikan sebagai Bandar Niaga yang teratur dengan menetapkan jabatan Syahbandar sebagai jabatan yang terpisah dari jabatan Tumailalang. Baginda Raja "Tunipallangga Ulaweng", mengangkat dan menetapkan Syahbandar Daeng Tari Mangalle Kana, Ikare Manggaweang sebagai Syahbandar dengan sebutan "Daenta Syahbanaraka".&lt;br /&gt;Pada periode kepemimpinan Raja "Tunipalangga Ulaweng", karena makin berkembangnya perdagangan melalui Bandar Makassar, maka para niagawan dari Pahang, Petani, Johor, Campak, Minangkabau, Jawa bahkan orang-orang bangsa Eropa terutama orang Portugis, memohon tempat dan perlindungan Kerajaan untuk membuka perwakilan dagang di Makassar.&lt;br /&gt;Baginda Raja mengabulkan permohonan para niagawan manca negara. Tiba-tiba namanya berubah menjadi Ujung Pandang dan sempat digunakan sebagai nama Kota ini selama 28 tahun (1971-1999). &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Makassar ke Ujung Pandang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1970-an, muncul gagasan  petinggi di Makassar untuk melebarkan wilayah kota Makassar sebagai ibukota Propinsi Sulwesi Selatan.&lt;br /&gt;Kolonel Inf. H.M. Daeng Patompo berusaha untuk mendekati 3 orang Bupati tetangga Makassar. Kolonel Inf. H. Mas'ud di Gowa, Kolonel Inf. Kasim DM. di Maros dan Kolonel Inf. H.M. Arsyad B. di kabupaten Pangkep.&lt;br /&gt;Ketiga orang Bupati ini mulanya tidak memberi respon positif terhadap gagasan H.M Daeng Patompo untuk mengambil sebagian wilayah ketiga Kabupaten, guna melebarkan wilayah Makassar, Karena lama tertunda tentang kesediaan ketiga Bupati itu, maka pimpinan militer di Makassar ikut berusaha melicinkan jalan ke arah rencana tersebut . Tersebutlah Letjen Kemal Idris, Panglima KOWILHAN III, Brigjen A. Aziz Bustam, Panglima KODAM XIV Hasanuddin dan Gubernur Sulsel, Mayjen Ahmad Lamo, dan Pangkep betapa pentingnya perluasan wilayah ibukota Propinsi Sulawesi Selatan, tidak dapat dilupakan juga peranan Andi Pangerang Petta Rani, Mantan Gubernur Sulawesi Selatan dalam rangka usha pelebaran wilyah Makassar sebagai ibukota Sulawesi Selatan. Akhirnya ketiga Bupati tersebut menyatakan kesediaanya, syaratnya Makassar menjadi Ujung Pandang. Wilayah Kota Makassar ibukota Propinsi Sulawesi Selatan bertambah lebar sekitar 25 KM2 menjadi 175 KM2. Lahirlah PP No1 Tahun 1971 tentang perubahan batas-batas daerah Kota Makassar dan Kabupaten-Kabupaten Gowa, Maros dan Pangkajene Kepulauan dalam daerah Propinsi Sulawesi Selatan (Lembaran negara RI Tahun 1971 No. 65  tambahan lembaran Negara No. 2970), nama Makassar berubah menjadi Ujung Pandang, melahirkan reaksi dari berbagai kalangan masyarakat kota ini, dan berusaha untuk mengembalikan nama kota dari Ujung Pandang menjadi Makassar, sekaligus upaya untuk menemukan hari jadi Makassar yang sesuai dengan kebesaran namanya didalam sejarah bangsa.Reaksi keras dari kalangan warga masyarakat dikota ini, dimanifestasikan dalam sebuah petisi 17 Juli 1976 dengan ditandatangani oleh 3 (tiga) orang pakar sejarah dan budayawan didaerah ini, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Prof. Mr. DR. Andi Zainal Abidin Farid.&lt;br /&gt;2. DR. H.A. Mattulada&lt;br /&gt;3. Drs.H.D. Mangemba &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan isi petisi, diminta supaya nama Ujung Pandang dikembaliakn menjadi Makassar demi menegakkan kejujuran, kebenaran dan kelurusan sejarah tanah air Indonesia. Petisi ini ditujukan kepada Walikota Madya KDH Tk-II Ujung &lt;strong&gt;Ujung Pandang ke Makassar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah kepempinan Walikotamadya KDH Tk. II Ujung Pandang, DR. H.A. Malik B. Masry, SE., M.Si. diselenggarakan seminar penelusuran hari jadi Makassar dilaksanakan di Ujung Pandang bertempat di Makassar Golden Hotel tanggal 21 Agustus 1995 atas kerjasama Program Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin dengan Pemerintah Daerah Kotamadya Ujung Pandang. Seminar ini menghasilkan sebuah rekomendasi yang sangat perlu peralihan nama Ujung Pandang menjadi Makassar dengan argumentasi sbb : &lt;/p&gt; &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="1"&gt;  &lt;tbody&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td valign="top" width="28"&gt;    &lt;p align="center"&gt;    1.    &lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td&gt;    &lt;p&gt;    Bahwa nama Makassar, tidak terbatas pada    nama saja, tetapi  mencakup    identifikasi bahasa, suku, budaya, dan kerajaan sedangkan Ujung Pandang    hanyalah sebagian kecil dari Kota Makassar .    &lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td valign="top" width="28"&gt;    &lt;p align="center"&gt;    2.    &lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td&gt;    &lt;p&gt;    Bahwa keputusan DPRD-GR Kotapraja    Makassar tanggal 24 September 1964 dan Peraturan Pemerintah No. 51 tahun 1971    tanggal 1 September 1971 tentang perubahan nama Makassar ke Ujung pandang,    bertentangan dengan Undang-undang No. 13 tahun 1964 Jo. Ketetapan MPR-S No.XX    tahun 1996 No. Ketetapan MPR No. V tahun 1973, pasal 5, 19 dn 20 UUD 1945,    makanya perubahan nama Makassar menjadi Ujung Pandang batal dengan sendirinya    demi hukum.    &lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td valign="top" width="28"&gt;    &lt;p align="center"&gt;    3.    &lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;td&gt;    &lt;p&gt;    Peralihan nama Makassar ke Ujung Pandang    dan Ujung Pandang ke Makassar dipandang sebagai suatu proses yg diwarnai    perbedaan dan pertentangan pendapat serta konflik dalam sebuah komunitas    perkembangan masyarakat bersama kotanya.    &lt;/p&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;  &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Walikota digantikan oleh Drs. H.B. Amiruddin Maula, SH. Msi. Hasil seminar ini ditindaklanjuti yang selanjutnya mendapat dukungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kotamadya Ujung Pandang sebagaimana tertuang didalam Keputusan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kotamadya Ujung Pandang No. 05/Pimp/DPRD/VIII/99 tanggal 21 Agustus 1999, tentang persetujuan DPRD atas rencana alih nama Ujung Pandang menjadi Makassar sebagai nama Kota. Perjuangan Walikota Drs. H.B Amiruddin Maula, mendapat restu Gubernur Sulawesi Selatan, H.Z.B Palaguna, lalu mendapat persetujuan Pemerintah Pusat dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No. 86 tahun 1999 tanggal 13 Oktober 1999, menetapkan pengembalian nama menjadi Kota Makassar dalam wilayah Propinsi Sulawesi Selatan. Kembalinya nama Makassar adalah nama legendaris yang dikenal masyarakat internasional. Peraturan Pemerintah No. 86 tahun 1999, ditandatangani Presiden ke-3 Republik Indonesia, Prof. DR. BJ. Habibie.Pandang dan DPRD Kotamadya Dati II Ujung Pandang. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Mencari Momentum Hari Jadi Kota Makassar&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan kembalinya nama Makassar i, dikaitkan dengan hari jadi kota yang selama ini diperingati setiap tanggal 1 April (tahun berjalan) yang dihitung dari saat Staat Geemeente Makassar dianggap tidak memenuhi syarat. Hal ini berdasarkan ordenansi tanggal 12 Maret 1906 (Staatblad nomor 171) daerah otonom Makassar mulai berlaku pada tanggal 1 April 1906.&lt;br /&gt;Dari ordenansi ini juga dibentuklah sebuah dewan sebagai badan pemerintahan untuk Gemeente makassar yang disebut de Gemeente Raad Van Makassar, anggotanya berjumlah 13 orang, terdiri atas 8 orang Belanda, 3 orang Indonesia, dan 2 orang timur asing (Tionghoa).Dewan ini mengendalikan pemerintahan sampai tahun 1918. Pada tahun 1918 s/d 1927 pemerintahan dipimpin oleh seorang Walikota Makassar bernama J.H Damrink. Peringatan hari jadi Makassar dulu Ujung Pandang yang diadakan tiap tanggal 1 April, pada hakikatnya diperingati  terbentuknya sistem pemerintahan kolonial Belanda yang membentuk pemerintahan karena kekuasaan kolonialnya di Makassar. Sebabnya dipandang tidak layak diperingati atas nama Makasar, karena Makassar suatu nama mengandung sejarah. Seminar yang berjudul "A'bulo Sibatang A'bannang Kebo Mengkaji Ulang Sejarah Kelahiran Makassar" tanggal 27 Nopember 1999 bertempat di Hotel Sahid Makassar memberi rekomendasi, bahwa rasionalisasi berbagai momentum peristiwa sejarah dikemukakan para pakar sejarah dalam seminar itu, didapatkan ada 4 momentum yang patut menjadi pertimbangan untuk dijadikan hari jadi kota Makassar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Tahun 1512&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;belum ada hari, tanggal dan bulannya&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;Adalah satu tahun setelah peristiwa jatuhnya Malaka ke dalam tangan Portugis. Tahun ini Raja Gowa ke-IX Daeng Matanre Karaeng Manguntungi Tomapparissi Kallonna, memerintah tahun 1510-1546, sebagai Raja yang menjadikan Makassar sebagai kota Pelabuhan terbuka dan paling ramai di bagian timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Tahun 1545&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;belum ada hari, tanggal dan bulannya&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;Terkenal Raja Gowa ke-X, I Mario Gau Daeng Bonto karaeng Lakiung yang disebut juga "Tunipalangga Ulaweng", melanjutkan kebijakan raja pendahulunya, menjadikan Makassar sebagai pelabuhan terbuka. Raja ini yang mendirikan benteng seperti Benteng Ujung Pandang memperkuat benteng Somba Opu, Benteng Panakkukang dan Benteng Anak Gowa. Raja ini meningkatkan peranan syahbandar yang dirangkap Daeng Pamatte yang juga sebagai Tumarilalang Kerajaan Gowa. Raja Gowa ke-X ini mengangkat dan menetapkan Daeng Tari Mangalle Kana (I Kareng Mangngaweang) sebagai Syahbandar Makassar dengan sebutan Daeng Ta Syahbannaraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Tanggal 22 September 1905&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hari Jum'at tanggal 22 September 1605, Raja Tallo merangkap Mangkubumi Kerajaan Gowa, I Mallingkaang Daeng Manyondri (Sultan Abdullah Awalul Islam ), pertama mengucapkan dua kalimat syahadat dan menerima agama Islam sebagai agamanya. Setelah itu menyusul Raja Gowa I Mangnganrai Daeng Mandra'bia, Sultan Alauddin. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;4. Tanggal 9 Nopember 1607 &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hari Jum'at tanggal 9 Nopember 1607, bertepatan dengan hari 19 Rajab 1016 (Hijriah) merupakan peristiwa puncak, ialah penerimaan Islam oleh Raja Gowa sebagai agama Kerajaan, sekaligus mengemukakan bahwa Islam sebagai panutan resmi kerajaan namun semua golongan agama lain tetap mempunyai hak yang sama dan kebebasan memeluk agamanya masing-masing, berniaga, beribadah menurut agamanya, dan mendapat perlindungan dari kerajaan. Penghargaan terhadap pluralisme, merupakan puncak tertinggi dari masyarakat madani yang dipelopori kerajaan Makassar. &lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Makassar Adalah Serambi Madinah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang sejarahwan kebangsaan Inggris bernama C.R Boxer, dalam bukunya berjudul &lt;em&gt;FRANCISCO VIEIRA DE GUEIREDO A PORTUGUESE MERCHANT-ADVENTURER IN SOUTH EAST ASIA 1627-1667&lt;/em&gt; menulis menyatakan keheranannya dan sekaligus kagum, karena menurut perkiraanya apabila kerajaan Makassar menganut agama Islam sebagai agama kerajaan, kemungkinannnya bangsa-bangsa lain yang menganut agama non Islam akan mendapatkan kesulitan didalam kerajaan Makassar, tetapi kenyataannya justru semua orang bangsa lain yang beragama non Islam justru diberi kebebasan dan perlindungan. Pelabuhan Makassar terkenal sejak abad ke-XIV, tetapi belum mencapai kemajuan yang berarti, dan nanti kerajaan Makassar menganut agama Islam, pelabuhan ini mencapai kemajuan yang signifikan, menjadi pelabuhan yang sangat terkenal di benua timur/Asia. Seorang Ulama besar Indonesia, Buya Hamka (Haji Muh. Karim Amrullah), konon pernah mengatakan bahwa manakala kerajaan Makassar menerapkan perhatian kepada pluralisme, hormat kepada bangsa-bangsa lain yang berniaga di Makassar, dan memberikan kebebasan memeluk dan beribadah menurut agamanya masing-masing, berarti mempraktekkan sifat dan metode Pemerintahan Rasulullah Muhammad SAW saat beliau melaksanakan pemerintahan di Madinah, makanya Makassar berhak diberi predikat &lt;strong&gt;"Serambi Madinah"&lt;/strong&gt; sama dengan Aceh dengan predikat &lt;strong&gt;"Serambi Mekkah"&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_CityOverview"&gt;&lt;strong&gt;Hari Jadi Kota Makassar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota DPR-D dan Pemerintah kota Makassar akhirnya menyepakati 9 Nopember 1607 sebagai hari jadi Makassar sebelum kesepakatan ini diambil terjadi pembahasan yang cukup intens ada perbedaan pendapat dalam  menetapkan tahun. Pemerintah Kota Makassar mengusulkan, supaya kelahiran kota Makassar ditetapkan 9 Nopember 1512 alasannya dalam menentukan kelahiran suatu kota tidak hanya ditetapkan dalam suatu momentum sejarah, tetapi harus diformulasikan dengan berbagai momentum. H. Husni Djamaluddin, seorang budayawan dari kota Makassar juga sebagai anggota perumus dalam seminar A'bulo Sibatang A'bannang Kebo Mengkaji Ulang Sejarah Kelahiran Makassar. Setelah melalui pembahasan yang lama dan mempertimbangkan rumusan seminar "A'bulo Sibatang A'bannang kebo Mengkaji Ulang Sejarah Kelahiran Makassar", di Hotel Sahid Makassar tanggal 27 Nopember 1999, serta masukan dari para pakar sejarah dan budayawan, semua Fraksi sepakat tanggal 9 Nopember 1607 sebagai hari kelahiran kota Makassar.&lt;br /&gt;Walikota Makassar, H.B. Amiruddin Maula, mengatakan penetapan hari jadi Makassar 9 Nopember 1607 adalah tepat sekali, karena kejadian dan momentum masa itu mempunyai makna dan nilai kemanusiaan yang tinggi dan sejarah yang monumental.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;city facts&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blockbox"&gt;         &lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_CityFacts"&gt;&lt;table border="0"&gt;  &lt;tbody&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Hari jadi&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td colspan="2"&gt;:9 November 1607&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Walikota&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td colspan="2"&gt;:Ir. H. Ilham Arief Sirajuddin (2004-2009)&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Wilayah&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td colspan="2"&gt;:175,77 km²&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Kecamatan&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td colspan="2"&gt;:14&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Penduduk&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;    -Kepadatan&lt;/td&gt;    &lt;td colspan="2"&gt;:1.130.384 jiwa (2000)&lt;br /&gt;   :6.431,04/km²&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Suku bangsa&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td colspan="2"&gt;:Makassar, Bugis, Toraja, Mandar, Tionghoa&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Bahasa&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td colspan="2"&gt;:Indonesia, Makassar&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Agama&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td colspan="2"&gt;:Islam, Kristen, Buddha&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Zona waktu&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td colspan="2"&gt;:WITA&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;    &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Kode telepon&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td colspan="2"&gt;:0411&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;  &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/span&gt;     &lt;/div&gt;     &lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_CityOverview"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber : http://cityguide.yellowpages.co.id)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tawa sutra community - makassar&lt;/div&gt;</description><link>http://makassar-tawasutra.blogspot.com/2009/06/makassar.html</link><author>noreply@blogger.com (tawa sutra community makassar)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0UDFUIbTCKlDW7-UCExzeNBSgIjNND6Ayx8mRoeKvYMyIxirnC_d6Ht4DXCp1J1ZJaFbx6FqeXLweSgPsp5sDrJta04dnPc_FgexvJwnfNySaSycOv-JLubRUdAkJ_KJL1sAOz7lWEdQq/s72-c/Lokasi_makassar.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8461256935649305033.post-991629713837325101</guid><pubDate>Sun, 07 Jun 2009 06:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-07T13:38:58.554+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tawa sutra</category><title>Tawa Sutra</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7ctBrlz3k9shmkgyAHuELh8MfAdzHT7Wn_gx5eWVcE3A0qTiv8GOFy6uDkq4tUiEIs1RlPrRMLlabsg7NZvytUt-Np08vIH4etXq0iX5Evzl7_6gDMn8njSviih7l9d1Q8RfXqBjSDXSZ/s1600-h/Tawa_Sutra_Bisaa_Ajaa_large.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7ctBrlz3k9shmkgyAHuELh8MfAdzHT7Wn_gx5eWVcE3A0qTiv8GOFy6uDkq4tUiEIs1RlPrRMLlabsg7NZvytUt-Np08vIH4etXq0iX5Evzl7_6gDMn8njSviih7l9d1Q8RfXqBjSDXSZ/s320/Tawa_Sutra_Bisaa_Ajaa_large.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344471019189230722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="content"&gt;Tawa Sutra program komedi yang segar dan menggelitik. Diwarnai dengan "plesetan-plesetan" yang up-to-date dan memasyarakat, yang dipadukan dengan kekocakan serta kekonyolan para bintangnya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tawa sutra community - makassar&lt;/div&gt;</description><link>http://makassar-tawasutra.blogspot.com/2009/06/tawa-sutra.html</link><author>noreply@blogger.com (tawa sutra community makassar)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7ctBrlz3k9shmkgyAHuELh8MfAdzHT7Wn_gx5eWVcE3A0qTiv8GOFy6uDkq4tUiEIs1RlPrRMLlabsg7NZvytUt-Np08vIH4etXq0iX5Evzl7_6gDMn8njSviih7l9d1Q8RfXqBjSDXSZ/s72-c/Tawa_Sutra_Bisaa_Ajaa_large.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8461256935649305033.post-6844104287880172292</guid><pubDate>Sun, 07 Jun 2009 06:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-07T13:28:18.851+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tawa sutra</category><title>sabria kono</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirQsthyphenhyphensXXSehu0OKOWklm0m7ojN9MkXhjVqSm_M4LuN9fcJG_AOm_3jpgAXKGNpQ-pi6gp5WkxKQnq-JOufeIs0xALpICh8BGJXt4qP0z-qWtIyZDe6Iu6s5Qglrtwdf-D_0qQ9yOSTsW/s1600-h/n592649023_405060_4790.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirQsthyphenhyphensXXSehu0OKOWklm0m7ojN9MkXhjVqSm_M4LuN9fcJG_AOm_3jpgAXKGNpQ-pi6gp5WkxKQnq-JOufeIs0xALpICh8BGJXt4qP0z-qWtIyZDe6Iu6s5Qglrtwdf-D_0qQ9yOSTsW/s320/n592649023_405060_4790.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344468715042438594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sabria kono&lt;/span&gt; nama lengkapnya  Sabria Sagita Kono lahir tahun 1980, artis sinetron ini adalah mantan kekasih dari penyanyi kondang kita di indonesia yaitu rio febrian. Sabria kono lebih dikenal oleh khalayak publik sebagai presenter khususnya presenter berita olahraga yang ditayangkan di antv.&lt;br /&gt;Selain itu sabria panggilan akrabnya juga pernah membintangi beberapa sinetron diantaranya yang masih ditayangkan hingga saat ini adalah tawa sutra bersama rekannya diantaranya pepi, ade namnung, natasya dewanti (mantan pemain), aldiansyah taher, budi anduk.. dan lainnya. Selain bermain sinetron sabria juga pernah bermain dalam sebuah film layar lebar yang bertajuk drama – komedi yaitu “guwe kapok jatuh cinta”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tawa sutra community - makassar&lt;/div&gt;</description><link>http://makassar-tawasutra.blogspot.com/2009/06/sabria-kono.html</link><author>noreply@blogger.com (tawa sutra community makassar)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirQsthyphenhyphensXXSehu0OKOWklm0m7ojN9MkXhjVqSm_M4LuN9fcJG_AOm_3jpgAXKGNpQ-pi6gp5WkxKQnq-JOufeIs0xALpICh8BGJXt4qP0z-qWtIyZDe6Iu6s5Qglrtwdf-D_0qQ9yOSTsW/s72-c/n592649023_405060_4790.jpg" width="72"/><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8461256935649305033.post-3599245511051002466</guid><pubDate>Sun, 07 Jun 2009 06:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-07T13:25:00.892+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tawa sutra</category><title>arie untung</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgn4Cm7PYxhTEU9ng6q9jN3ecsCupGG81jwGCHwkSUYdi5EiISkSnfF3NfQ67DUgaeq0tPIIYQu_AZw9QlRAFIuFNu5TGrKbJyUtxTlg7-ybA8Q2tLmpY6vDQqquKshn3nSTY0kCiaMpi1T/s1600-h/arie-untung1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgn4Cm7PYxhTEU9ng6q9jN3ecsCupGG81jwGCHwkSUYdi5EiISkSnfF3NfQ67DUgaeq0tPIIYQu_AZw9QlRAFIuFNu5TGrKbJyUtxTlg7-ybA8Q2tLmpY6vDQqquKshn3nSTY0kCiaMpi1T/s320/arie-untung1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344467579475233010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Arie Untung&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;Arie Kuncoro Untung&lt;/b&gt; adalah mantan VJ MTV, yang kemudian menggeluti dunia presenter dan akting. Ia terkenal penampilannya sebagai pembawa acara tunjuk bakat, &lt;i&gt;GONG SHOW&lt;/i&gt; di Trans TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara debut filmnya diawali lewat film &lt;i&gt;BROWNIES&lt;/i&gt;, menyusul kemudian filmnya &lt;i&gt;BARONGSAI, ADA HANTU DI SEKOLAH, GOTCHA&lt;/i&gt; dan sinetron &lt;i&gt;CINTAKU SELUAS EMPANG&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan karirnya &lt;b&gt;Arie&lt;/b&gt; pernah menjalin hubungan dengan perempuan bernama Luna Richi Salam, sebelum kemudian menikah dengan &lt;b&gt;Fenita Jayanti&lt;/b&gt;, yang tetap setia mendampinginya hingga saat ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tawa sutra community - makassar&lt;/div&gt;</description><link>http://makassar-tawasutra.blogspot.com/2009/06/arie-untung.html</link><author>noreply@blogger.com (tawa sutra community makassar)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgn4Cm7PYxhTEU9ng6q9jN3ecsCupGG81jwGCHwkSUYdi5EiISkSnfF3NfQ67DUgaeq0tPIIYQu_AZw9QlRAFIuFNu5TGrKbJyUtxTlg7-ybA8Q2tLmpY6vDQqquKshn3nSTY0kCiaMpi1T/s72-c/arie-untung1.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8461256935649305033.post-5060138247610726180</guid><pubDate>Sun, 07 Jun 2009 06:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-07T13:21:43.055+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tawa sutra</category><title>pepi</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2EK2UazlWyzCI_eZwpSzztATxom_ek9HtxMrq-Mgm-kTWCRsK8T-rdZy_gHSmjvqXpm6TEVjEEufhvySaEzhB4M1ealBiA7Hn19PeuNQ6r_VM5sQTW6lYfBNSn2PEn_ytiNzC1rIkjmAA/s1600-h/002.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 215px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2EK2UazlWyzCI_eZwpSzztATxom_ek9HtxMrq-Mgm-kTWCRsK8T-rdZy_gHSmjvqXpm6TEVjEEufhvySaEzhB4M1ealBiA7Hn19PeuNQ6r_VM5sQTW6lYfBNSn2PEn_ytiNzC1rIkjmAA/s320/002.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344466987821160866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pepi&lt;/strong&gt; yang memiliki nama lengkap &lt;strong&gt;Fevi Hermawan Hidayat Kelana&lt;/strong&gt; (lahir di &lt;span class="new"&gt;Cikotok&lt;/span&gt;, &lt;span class="mw-redirect"&gt;Bandung&lt;/span&gt;, 7 November 1975; umur 33 tahun) adalah pentolan &lt;span class="new"&gt;Ini Band&lt;/span&gt;, home band &lt;a title="Empat Mata" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Empat_Mata" target="_blank"&gt;Empat Mata&lt;/a&gt; (Trans 7) dan &lt;span class="mw-redirect"&gt;pelawak&lt;/span&gt;. Selain bermain musik, pria berkepala plontos dengan jenggot panjang berkepang ini juga menjadi co-host Empat Mata asuhan pelawak &lt;a class="mw-redirect" title="Tukul Arwana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tukul_Arwana" target="_blank"&gt;Tukul Arwana&lt;/a&gt;.&lt;span id="more-14"&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bungsu dari lima bersaudara pasangan S. W. Hidayat dan E. Halimah ini telah dekat dengan dunia seni dan musik sejak kecil. Alat musik favoritnya adalah &lt;a class="mw-redirect" title="Perkusi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perkusi" target="_blank"&gt;perkusi&lt;/a&gt;. &lt;strong&gt;Pepi&lt;/strong&gt; dan teman-temannya membentuk MDS Band saat kuliah di STIA LAN Bandung. Mereka sempat ngamen, kemudian bermain dari kafe ke kafe. Keberuntungan datang di tahun 2001, saat MDS Band menjadi home band di acara Campur-campur (&lt;a title="Antv" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antv" target="_blank"&gt;antv&lt;/a&gt;). Setelah acara itu berakhir, mereka pun berkarier sendiri-sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain main musik, &lt;strong&gt;Pepi&lt;/strong&gt; juga sering ikut casting untuk acara televisi. &lt;strong&gt;Pepi &lt;/strong&gt;pernah main di Tawa Sutra (antv), Ruming (TV 7), dan Ketawa Spesial (Trans TV). Hingga akhirnya ditawari untuk menjadi home band Empat Mata. &lt;strong&gt;Pepi &lt;/strong&gt;pun mengumpulkan kembali teman-temannya dan menamakan band barunya, Ini Band.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tawa sutra community - makassar&lt;/div&gt;</description><link>http://makassar-tawasutra.blogspot.com/2009/06/pepi.html</link><author>noreply@blogger.com (tawa sutra community makassar)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2EK2UazlWyzCI_eZwpSzztATxom_ek9HtxMrq-Mgm-kTWCRsK8T-rdZy_gHSmjvqXpm6TEVjEEufhvySaEzhB4M1ealBiA7Hn19PeuNQ6r_VM5sQTW6lYfBNSn2PEn_ytiNzC1rIkjmAA/s72-c/002.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8461256935649305033.post-8117875293365966193</guid><pubDate>Sun, 07 Jun 2009 06:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-07T13:20:14.435+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tawa sutra</category><title>aldi taher</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSvfioKy8EZnzNRBabkkA31E-PiKPgThSGWChVvbqYQ1BbxDuTbQUlwaSYbPfuVlohnk6j6tIpk1YRdh6xtEhz6FonexZSwPNcJ39jaMcm_lOQTRJS3cKe57chidEJJjwJmpHFrlakhUpD/s1600-h/aldi_taher_043.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSvfioKy8EZnzNRBabkkA31E-PiKPgThSGWChVvbqYQ1BbxDuTbQUlwaSYbPfuVlohnk6j6tIpk1YRdh6xtEhz6FonexZSwPNcJ39jaMcm_lOQTRJS3cKe57chidEJJjwJmpHFrlakhUpD/s320/aldi_taher_043.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344466575398513634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aldiansyah Taher&lt;/strong&gt; (lahir di Jayapura, 25 Oktober 1983; umur 25 tahun) adalah pemeran, penyanyi, dan &lt;span class="mw-redirect"&gt;presenter&lt;/span&gt; Indonesia. &lt;strong&gt;Aldi&lt;/strong&gt; merupakan Putra ketiga dari enam bersaudara pasangan Ramlis Saputra Taher dan Rosita Ramlis ini memulai karir di dunia hiburan dengan mengikuti ajang pencarian model pada majalah Aneka Yess! di tahun 2001. &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Aldi &lt;/strong&gt;mulai dikenal luas dengan berperan dalam film layar lebar &lt;em&gt;Terowongan Casablanca&lt;/em&gt; dan beberapa judul &lt;span class="mw-redirect"&gt;sinetron&lt;/span&gt;. Selain itu, Ia juga menjadi presenter dalam beberapa program acara televisi.&lt;span id="more-17"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Didunia musik &lt;strong&gt;Aldi&lt;/strong&gt; juga mendirikan band yang bernama Kingkong, dengam single hits pertamanya berjudul Cari Wanita.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tawa sutra community - makassar&lt;/div&gt;</description><link>http://makassar-tawasutra.blogspot.com/2009/06/aldi-taher.html</link><author>noreply@blogger.com (tawa sutra community makassar)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSvfioKy8EZnzNRBabkkA31E-PiKPgThSGWChVvbqYQ1BbxDuTbQUlwaSYbPfuVlohnk6j6tIpk1YRdh6xtEhz6FonexZSwPNcJ39jaMcm_lOQTRJS3cKe57chidEJJjwJmpHFrlakhUpD/s72-c/aldi_taher_043.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8461256935649305033.post-152593464299233861</guid><pubDate>Sun, 07 Jun 2009 06:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-07T13:18:36.894+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tawa sutra</category><title>budi anduk</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8mwBe3PiCT9bd8Tmg2yCsEUwXZ_XuLhIRnVpujJmF3K4CrX8hclt4qkl_H8rsQxGMkOsfOv-aR3L55MslewI-ycnkCxdsSCVEMp3zawpHzhG6tnobQCDyeQWyjWmEv3SwZHFYSaa1jlkr/s1600-h/budi-anduk-tawa-sutra.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 228px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8mwBe3PiCT9bd8Tmg2yCsEUwXZ_XuLhIRnVpujJmF3K4CrX8hclt4qkl_H8rsQxGMkOsfOv-aR3L55MslewI-ycnkCxdsSCVEMp3zawpHzhG6tnobQCDyeQWyjWmEv3SwZHFYSaa1jlkr/s320/budi-anduk-tawa-sutra.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344466136805599954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Budi Anduk&lt;/strong&gt; mempunyai nama asli Budi Prihatin, lahir pada tanggal 8 Februari 1968 di Jakarta, dan mempunyai istri bernama Neneng Nurhayati. &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Budi Anduk mulai aktif di dunia hiburan sejak tahun 1996, waktu itu menjadi figuran di acara sitkom Ngelaba bersama Patrio. Dan namanya semakin dikenal luas sejak membintangi cara sitkom Tawa Sutra XL di ANTV.&lt;span id="more-5"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Budi Anduk sampai sekarang sudah membintangi dua film layar lebar yaitu yang berjudul &lt;em&gt;Tiren : Mati Kemaren&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;Tulalit&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tawa sutra community - makassar&lt;/div&gt;</description><link>http://makassar-tawasutra.blogspot.com/2009/06/budi-anduk.html</link><author>noreply@blogger.com (tawa sutra community makassar)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8mwBe3PiCT9bd8Tmg2yCsEUwXZ_XuLhIRnVpujJmF3K4CrX8hclt4qkl_H8rsQxGMkOsfOv-aR3L55MslewI-ycnkCxdsSCVEMp3zawpHzhG6tnobQCDyeQWyjWmEv3SwZHFYSaa1jlkr/s72-c/budi-anduk-tawa-sutra.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8461256935649305033.post-3842221776715216402</guid><pubDate>Sun, 07 Jun 2009 05:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-07T13:14:17.108+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tawa sutra</category><title>ade namnung</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie5nDyXGlHFQZWgrDibh09dsxIDMh0k4cGapALZJtrBDpxQAnuvNdL20vDESURpeEN7N0t1I4iDxGkNav2QYzFkKt5VwBosSpyvSQ-UbCy9JXWmKteWfXP1SG6I9VJ6IpAkKFTd9G-Q8dE/s1600-h/ade_namnung_013.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 198px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie5nDyXGlHFQZWgrDibh09dsxIDMh0k4cGapALZJtrBDpxQAnuvNdL20vDESURpeEN7N0t1I4iDxGkNav2QYzFkKt5VwBosSpyvSQ-UbCy9JXWmKteWfXP1SG6I9VJ6IpAkKFTd9G-Q8dE/s320/ade_namnung_013.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344464385284422530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Syamsul Effendi&lt;/strong&gt; yang lebih dikenal sebagai &lt;strong&gt;Ade Namnung&lt;/strong&gt; (lahir di &lt;span class="mw-redirect"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;, 10 April 1977; umur 31 tahun) adalah &lt;span class="mw-redirect"&gt;pelawak&lt;/span&gt; dan &lt;span class="mw-redirect"&gt;presenter&lt;/span&gt; Indonesia. &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Ade Namnung&lt;/strong&gt; dikenal sebagai salah satu pengisi acara tetap dalam acara &lt;em&gt;Tawa Sutra&lt;/em&gt; di stasiun televisi swasta antv, bersama Steny Agustaf, Ruben Onsu, dan Fanny Fadillah. Selain itu, &lt;strong&gt;Ade Namnung&lt;/strong&gt; juga sering kali menjadi MC dalam suatu acara dan membintangi beberapa produk.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tawa sutra community - makassar&lt;/div&gt;</description><link>http://makassar-tawasutra.blogspot.com/2009/06/ade-namnung.html</link><author>noreply@blogger.com (tawa sutra community makassar)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie5nDyXGlHFQZWgrDibh09dsxIDMh0k4cGapALZJtrBDpxQAnuvNdL20vDESURpeEN7N0t1I4iDxGkNav2QYzFkKt5VwBosSpyvSQ-UbCy9JXWmKteWfXP1SG6I9VJ6IpAkKFTd9G-Q8dE/s72-c/ade_namnung_013.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>