<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" version="2.0">

<channel>
	<title>Tak Menarik</title>
	<atom:link href="https://osine85.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml"/>
	<link>https://osine85.wordpress.com</link>
	<description>Musikalisasi Puisi-Ebook-Artikel Islam-Puisi-Lelakon-Sastra-Diskusi-Musik-Bisnis online-Download gratis</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Sep 2010 13:05:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain="osine85.wordpress.com" path="/?rsscloud=notify" port="80" protocol="http-post" registerProcedure=""/>
<image>
		<url>https://secure.gravatar.com/blavatar/0b3314c4a462222132a60c58a3f129ab92534ba2a122727e2f4c4b4ba8070b2a?s=96&amp;d=https%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Tak Menarik</title>
		<link>https://osine85.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link href="https://osine85.wordpress.com/osd.xml" rel="search" title="Tak Menarik" type="application/opensearchdescription+xml"/>
	<atom:link href="https://osine85.wordpress.com/?pushpress=hub" rel="hub"/>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:image href="http://photos-p.friendster.com/photos/37/27/63427273/1_877943826l.jpg"/><itunes:subtitle>Musikalisasi Puisi-Ebook-Artikel Islam-Puisi-Lelakon-Sastra-Diskusi-Musik-Bisnis online-Download gratis</itunes:subtitle><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"><itunes:category text="Islam"/></itunes:category><itunes:category text="Music"/><itunes:category text="News &amp; Politics"/><itunes:author>Spilpots Community</itunes:author><itunes:owner><itunes:email>spilpots@yahoo.com</itunes:email><itunes:name>Spilpots Community</itunes:name></itunes:owner><item>
		<title>Keluarga Ba’asyir Kurang Percaya Sumber Polisi</title>
		<link>https://osine85.wordpress.com/2010/09/21/keluarga-baasyir-kurang-percaya-sumber-polisi/</link>
					<comments>https://osine85.wordpress.com/2010/09/21/keluarga-baasyir-kurang-percaya-sumber-polisi/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 12:51:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://osine85.wordpress.com/?p=473</guid>

					<description><![CDATA[Jika berita itu datang dari polisi, maaf, kami selalu kurang percaya,“ ujar putra Abubakar Ba’asyir (ABB) Hidayatullah.com&#8211; Abdurrahmin Ba’asyir, putra AbuBakar Ba&#8217;asyir (ABB), menyesal orangtuanya mulai dikait-kaitkan dengan perampokan Bank CIMB Medan. Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Iskandar, sempat mengatakan, Abubakar Ba’asyir diduga kuat terlibat dalam seluruh aksi terorisme tersebut. Melalui putra Rochim [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><!-- AddThis Button BEGIN --></p>
<div><a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;username=xa-4c98ad0e1126b746" title="Bookmark and Share" target="_blank"><img src="https://i0.wp.com/s7.addthis.com/static/btn/v2/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0;" /></a></div>
<p><!-- AddThis Button END --></p>
<p><img alt="" src="https://i0.wp.com/hidayatullah.com/images/stories/ABB_ant2.jpg" class="alignright" width="300" height="200" /><br />
Jika berita itu datang dari polisi, maaf, kami selalu kurang percaya,“ ujar putra Abubakar Ba’asyir (ABB)</p>
<p>Hidayatullah.com&#8211; Abdurrahmin Ba’asyir,  putra AbuBakar Ba&#8217;asyir (ABB), menyesal orangtuanya mulai dikait-kaitkan dengan perampokan Bank CIMB Medan.</p>
<p>Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Iskandar, sempat mengatakan, Abubakar Ba’asyir diduga kuat terlibat dalam seluruh aksi terorisme tersebut.  </p>
<p>Melalui putra Rochim Ba’asyir, keluarga ABB mengaku kecewa kembali dikait-kaitkan dengan kasus ini.</p>
<p>“Selama ini, ustad (ABB, red) berjuang menegakkan syariah dengan jalur resmi, terang-terangan dan tidak bersembunyi. Urgensinya apa jika merampok?“ ujarnya kepada hidayatullah.com, Selasa (21/9) siang.</p>
<p>Jika pun seandainya ABB dituduh terlibat lagi, lebih jauh keluarga ABB mempersilakan saja semua tuduhan aparat. “Silakan saja, nanti diuji di pengadilan. Jika prosesnya adil dan jujur, insya Allah tidak masalah. Kecuali jika proses peradilannya tidak jujur, “ tambahnya.</p>
<p>Meski ia mengaku akan kembali menghadapi masalah sulit, keluarga ABB tak merasa kaget kasus ini. Menurutnya, kasus-kasus serupa sebelum ini tidak jauh memiliki kemiripan serupa.</p>
<p>Rochim tak menampik, jika ada kemungkinan anak-anak muda terlibat kasus ini. Hanya saja, menurutnya, biasanya kasus seperti ini terjadi pada anak-anak muda yang tak sabar berjuang dan mudah dijebak.</p>
<p>“Ada anak-anak muda yang tak sabar, mudah diiminging-imingi janji kelompok tertentu, meski itu hanya jebakan.”</p>
<p>Ia mencontohkan berbagai peristiwa rekayasa intelijen di tahun 80-an, di antaranya kasus Komando Jihad (Komji) dan Woyla yang akhirnya banyak menjebloskan para aktivis Islam ke penjara.  </p>
<p>Untuk memperkuat argumennya, Rochim menyebut kasus baru yang melibatkan nama bekas anggota polisi, Sofyan Sauri di balik kasus terorisme Aceh.</p>
<p>“Sofyan itu pelaku inti, tapi malah nama dia diabaikan dalam kasus Aceh,” ujarnya.</p>
<p>Selain itu, sejak awal kasus perampokan, Rochim mengaku janggal. Misalnya, dalam waktu tak lama, tiba-tiba foto perampok dipublikasikan secara besar-besaran di media masa, tanpa tahu siapa fotografernya dan siapa yang mempublikasikan. Padahal, dalam beberapa kasus kerusuhan atau bencana,  media mampu mendatangkan pemiliki video amatir untuk dilakukan cross-ceck.<span id="more-473"></span></p>
<p>Meski demikian, Rochim mengaku pihak keluarga tak bisa berbuat apa-apa, seandainya ABB dituduh kembali. Hanya saja, jika berita itu datang dari polisi, ia kurang percaya.</p>
<p>“Tanpa mengurangi rasa hormat kami, jika berita itu datang dari polisi, maaf, kami selalu kurang percaya, “ujar Rochim.[cha/hidayatullah.com]</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://osine85.wordpress.com/2010/09/21/keluarga-baasyir-kurang-percaya-sumber-polisi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/d807855235fa01a1ce07edcb8f297d95ab3ff58404421c31df69fdd6c653a324?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">osine</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://s7.addthis.com/static/btn/v2/lg-share-en.gif">
			<media:title type="html">Bookmark and Share</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://hidayatullah.com/images/stories/ABB_ant2.jpg"/>
	<dc:creator>spilpots@yahoo.com (Spilpots Community)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Muslim Australia Temui Kesulitan Bangun Masjid</title>
		<link>https://osine85.wordpress.com/2010/09/21/muslim-australia-temui-kesulitan-bangun-masjid/</link>
					<comments>https://osine85.wordpress.com/2010/09/21/muslim-australia-temui-kesulitan-bangun-masjid/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 12:47:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Akhir Pekan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://osine85.wordpress.com/?p=469</guid>

					<description><![CDATA[Yang melandasi penolakan proyek pembuatan masjid lebih disebabkan oleh ketidakpahaman tentang Islam Hidayatullah.com&#8211;Keinginan komunitas Muslim di negeri kanguru Australia untuk mendirikan masjid atau pusat peribadatan menemui kesulitan yang meningkat sejak peristiwa 11 September 2001 di New York, kata satu sumber. Namun alasan yang melandasi penolakan proyek pembuatan masjid lebih disebabkan oleh ketidakpahaman tentang Islam, kata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Yang melandasi penolakan proyek pembuatan masjid lebih disebabkan oleh ketidakpahaman tentang Islam</p>
<p>Hidayatullah.com&#8211;Keinginan komunitas Muslim di negeri kanguru Australia untuk mendirikan masjid atau pusat peribadatan menemui kesulitan yang meningkat sejak peristiwa 11 September 2001 di New York, kata satu sumber.<span id="more-469"></span></p>
<p>Namun alasan yang melandasi penolakan proyek pembuatan masjid lebih disebabkan oleh ketidakpahaman tentang Islam, kata Ketua Program Pembangunan Masjid Algester Brisbane, Abdul Rahman Deen, dikutip, Selasa.</p>
<p>&#8220;Saat ini memang lebih sulit (untuk mendirikan masjid-red) dibandingkan sebelum kejadian 11 September 2001,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut dia, masyarakat lebih waspada terhadap pembangunan masjid tapi keberatan mereka itu lebih disebabkan oleh kurangnya pengetahuan mereka tentang Islam dan bagaimana Muslim beribadah.</p>
<p>Lebih lanjut Deen mengatakan bahwa saat ini di Brisbane terdapat 10 masjid yang sudah terbangun dan sedang dalam proses pembangunan.</p>
<p>Ketika proposal pembangunan Masjid Algester disampaikan kepada Balai Kota, masyarakat setempat diberikan kesempatan untuk menyampaikan keberatan mereka dalam kurun waktu 21 hari.</p>
<p>Pada saat itu, ujar Deen, ada dua pernyataan penolakan dari warga setempat sehingga Balai Kota meminta agar proyek Masjid Algester menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu.</p>
<p>&#8220;Yang mereka khawatirkan biasanya soal parkir. Ada juga yang menduga masjid akan menimbulkan kebisingan karena setiap azan akan menghasilkan suara layaknya gereja membunyikan bel. Mereka takut nanti masjid membunyikan bel atau azan 5 kali sehari secara nyaring, dan kami bilang kami tidak akan seperti itu,&#8221; ujar Deen.</p>
<p>Kurangnya pengetahuan masyarakat lokal tentang Islam juga membuat panitia pembuatan masjid harus mengupayakan agar nilai-nilai dan ajaran Islam tersampaikan kepada masyarakat.</p>
<p>Deen juga mengatakan bahwa agar proposal pembangunan masjid tidak terlalu sulit, bunyi proposal haruslah disebut sebagai proyek pembangunan rumah ibadah, bukan pembangunan masjid.</p>
<p>&#8220;Tempat ibadah bisa untuk gereja, kuil, masjid. Apa saja yang penting rumah ibadah,&#8221; katanya.</p>
<p>Beberapa masjid di Brisbane saat ini adalah dulunya gereja, namun oleh orang Islam dibeli dan dialihkan menjadi masjid, suatu proses yang relatif lebih mudah daripada pembuatan masjid baru.</p>
<p>Terkait dengan persepsi masyarakat Australia secara umum, Deen menyebutkan bahwa banyak orang Australia tidak terlalu takut dengan arus Islamisasi atau terorisme yang kerap dilekatkan dengan komunitas muslim.</p>
<p>&#8220;Sekitar sembilan dari 10 orang Australia tidak mempraktikkan agama yang mereka anut. Tapi mereka akan berkata kepada kita sebagai Muslim `Saya tidak mempraktikkan agama, kamu mempraktikkan ajaran agama kamu dan saya menghormati kamu atas itu`,&#8221; demikian Deen memaparkan. [ant/hidayatullah.com]</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://osine85.wordpress.com/2010/09/21/muslim-australia-temui-kesulitan-bangun-masjid/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/d807855235fa01a1ce07edcb8f297d95ab3ff58404421c31df69fdd6c653a324?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">osine</media:title>
		</media:content>
	<dc:creator>spilpots@yahoo.com (Spilpots Community)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Rinduku tebal berkarat</title>
		<link>https://osine85.wordpress.com/2010/09/21/rinduku-tebal-berkarat/</link>
					<comments>https://osine85.wordpress.com/2010/09/21/rinduku-tebal-berkarat/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 12:35:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukan Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Ngelakon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://osine85.wordpress.com/?p=467</guid>

					<description><![CDATA[Kasih.. Riduku memuncak kala langit jadi kelabu. Kurasakan getaran demi getaran rindu ini, agar semakin ganas dan siap menyerang kala kau sendu. Kubaca satu per satu pesan pendek darimu, hanya untuk menambah karatan rindu ini. Di setiap kalimat, ku selipkan huruf huruf yang mewakili keindahanmu agar semakin membara rindu ini. Ada yang tak mampu kulupa, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kasih..<br />
Riduku memuncak kala langit jadi kelabu.<br />
Kurasakan getaran demi getaran rindu ini, agar semakin ganas dan siap menyerang kala kau sendu.<br />
Kubaca satu per satu pesan pendek darimu, hanya untuk menambah karatan rindu ini.<br />
Di setiap kalimat, ku selipkan huruf huruf yang mewakili keindahanmu agar semakin membara rindu ini.<br />
Ada yang tak mampu kulupa, serangkai kenangan yang ku gantung di langit tak bertiang. Ingin ku ambil kembali, tapi sayap sayap cinta tlah patah di gorès dusta.<br />
Ada yang harus kulupa, melepas dendam dan sakit hati ini karna kini ku rindukan lagi senyuman dalam indahnya kerudungmu.<br />
Kemana lagi akan kucari sèl sèl penambah rindu, semuanya tak mampu kusiratkan dalam bait bait tak bernyawa ini.<br />
Ingin ku isyaratkan namun adakah kau disana tuk jadi pemberhentian rindu tebal berkaratku&#8230;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://osine85.wordpress.com/2010/09/21/rinduku-tebal-berkarat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/d807855235fa01a1ce07edcb8f297d95ab3ff58404421c31df69fdd6c653a324?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">osine</media:title>
		</media:content>
	<dc:creator>spilpots@yahoo.com (Spilpots Community)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Keyakinanku mulai pudar</title>
		<link>https://osine85.wordpress.com/2010/09/21/keyakinanku-mulai-pudar/</link>
					<comments>https://osine85.wordpress.com/2010/09/21/keyakinanku-mulai-pudar/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 12:34:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukan Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Ngelakon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://osine85.wordpress.com/?p=465</guid>

					<description><![CDATA[Luka ini semakin lebam, perih dan sakit..sungguh sangat perih! Aku semakin tersudut dan terjerat dalam dunia ciptaanku sendiri. Sungguh..apa yang ku rasakan ini adalah benar. Lalu, akupun tak tau mesti berbuat apa..apakah ini cobaan atau malah berkah? Aku tak tau harus tertawa atau sedih..tak tau apakah ini mimpi dalam nyata atau malah kenyataan sa&#8217;at ku [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Luka ini semakin lebam, perih dan sakit..sungguh sangat perih! Aku semakin tersudut dan terjerat dalam dunia ciptaanku sendiri. Sungguh..apa yang ku rasakan ini adalah benar. Lalu, akupun tak tau mesti berbuat apa..apakah ini cobaan atau malah berkah? Aku tak tau harus tertawa atau sedih..tak tau apakah ini mimpi dalam nyata atau malah kenyataan sa&#8217;at ku terjaga?</p>
<p>Keyakinan yang dulu ada kini mulai pudar seiring berjalannya waktu. Akupun mulai menanam<br />
benih benih harapan baru di ladang tandus..tetap mengharapkan keajaiban-Nya. </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://osine85.wordpress.com/2010/09/21/keyakinanku-mulai-pudar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/d807855235fa01a1ce07edcb8f297d95ab3ff58404421c31df69fdd6c653a324?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">osine</media:title>
		</media:content>
	<dc:creator>spilpots@yahoo.com (Spilpots Community)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Bosan</title>
		<link>https://osine85.wordpress.com/2010/09/21/bosan/</link>
					<comments>https://osine85.wordpress.com/2010/09/21/bosan/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 12:32:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukan Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Ngelakon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://osine85.wordpress.com/?p=463</guid>

					<description><![CDATA[Bosan&#8230; Mungkin kata itu yang akhir-akhir ini sering terucap dari mulut ini. Irama dan alur kehidupan yang terlalu amat sumbang membuatku seakan mati rasa. Akupun menjadi terbiasa walaupun terkadang terasa menyiksa raga. Aku ingin pergi, namun rantai besi kehidupan ini terlalu kuat untuk ku tebas..terlalu berat untuk ku sèrèt..dan terlalu kokoh untuk ku goyah.. Aku [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bosan&#8230;<br />
Mungkin kata itu yang akhir-akhir ini sering terucap dari mulut ini.<br />
Irama dan alur kehidupan yang terlalu amat sumbang membuatku seakan mati rasa.</p>
<p>Akupun menjadi terbiasa walaupun terkadang terasa menyiksa raga. Aku ingin pergi, namun rantai besi kehidupan ini terlalu kuat untuk ku tebas..terlalu berat untuk ku sèrèt..dan terlalu kokoh untuk ku goyah..</p>
<p>Aku pun hanya bisa pasrah membiarkan jiwaku tersudut dan membusuk dalam heningnya raga. Menjeritpun tak kan mampu membebaskan anganku yang ingin segera terbang&#8230;<span id="more-463"></span></p>
<p>Dunia ini sungguh berbeda dengan duniaku yang dulu, disini hanya ada rasa sakit karna dindingnya terbuat dari duri-duri nista..disini sunyi karna langit tak pernah menjadi biru..disini tak pernah ada tawa!</p>
<p>Aku ingin terbangun dari mimpi buruk ini, ingin segera menikmati secangkir kopi hangat lalu membiarkan angin pagi menggelitik telingaku dari sela-sela lubang jendela. Tapi ternyata ini nyata&#8230;kebahagian dalam hidupku akan tetap menjadi do&#8217;a.</p>
<p>Oh..betapa besarnya inginku, dan betapa kerdilnya hati ini&#8230; </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://osine85.wordpress.com/2010/09/21/bosan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/d807855235fa01a1ce07edcb8f297d95ab3ff58404421c31df69fdd6c653a324?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">osine</media:title>
		</media:content>
	<dc:creator>spilpots@yahoo.com (Spilpots Community)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Must Die..</title>
		<link>https://osine85.wordpress.com/2010/09/21/must-die/</link>
					<comments>https://osine85.wordpress.com/2010/09/21/must-die/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 12:29:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bukan Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Ngelakon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://osine85.wordpress.com/?p=461</guid>

					<description><![CDATA[Bibirku gatal tapi tak sepatah katapun dapat terucap, hanya bisa mencaci maki dalam heningnya jiwa. Ingin marah tapi tak ingin berontak&#8230; Ingin menangis tapi tak ingin meronta&#8230; Bagaimana bisa aku biarkan jiwaku tesudut dalam busuknya jiwa? Tersesat dalam aliran darah yang penuh dengan aroma busuk! &#8220;chuuh&#8230;!!&#8221;, apapun yang kau lakukan tak akan pernah bisa mengobobati [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bibirku gatal tapi tak sepatah katapun dapat terucap, hanya bisa mencaci maki dalam heningnya jiwa.<br />
Ingin marah tapi tak ingin berontak&#8230;<br />
Ingin menangis tapi tak ingin meronta&#8230;<br />
Bagaimana bisa aku biarkan jiwaku tesudut dalam busuknya jiwa? Tersesat dalam aliran darah yang penuh dengan aroma busuk!<br />
&#8220;chuuh&#8230;!!&#8221;, apapun yang kau lakukan tak akan pernah bisa mengobobati bekas luka ini&#8230;walaupun kau mati, jiwaku tak kan pernah bisa puas!<br />
Lukaku sudah terlanjur berkarat, dan akan kubawa perih ini sampai jiwa meninggalkan raga.</p>
<p>Ma&#8217;af&#8230;!! Tapi kali ini aku benar-benar kecewa, bunuhlah aku sebelum kutikam kau dari belakang!! </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://osine85.wordpress.com/2010/09/21/must-die/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/d807855235fa01a1ce07edcb8f297d95ab3ff58404421c31df69fdd6c653a324?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">osine</media:title>
		</media:content>
	<dc:creator>spilpots@yahoo.com (Spilpots Community)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Si bodoh &amp; kenyataan</title>
		<link>https://osine85.wordpress.com/2010/01/27/si-bodoh-kenyataan/</link>
					<comments>https://osine85.wordpress.com/2010/01/27/si-bodoh-kenyataan/#comments</comments>
		
		
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 06:20:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ngelakon]]></category>
		<category><![CDATA[Lelakon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://osine85.wordpress.com/?p=455</guid>

					<description><![CDATA[Rasanya ingin berlari sekencang-kencangnya sampai dada ini meledak, Ingin berteriak sekeras-kerasnya sampai suara ini serak, Ingin menangis sampai air mata ini habis. Hidup seperti tak ada habisnya membuatku untuk menyerah. Dunia ini semakin tak bersahabat saja, tadinya kupikir cuma kamu yang meneduhkan semua gundah ini, mendinginkan semua bara yang terus berontak di dada ini. Tapi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rasanya ingin berlari sekencang-kencangnya sampai dada ini meledak, Ingin berteriak sekeras-kerasnya sampai suara ini serak, Ingin menangis sampai air mata ini habis.<br />
Hidup seperti tak ada habisnya membuatku untuk menyerah. Dunia ini semakin tak bersahabat saja, tadinya kupikir cuma kamu yang meneduhkan semua gundah ini, mendinginkan semua bara yang terus berontak di dada ini. Tapi ternyata tidak, kau hanya segumpal tanah bulat yg ku diami dan tak mungkin bisa mengerti rasa ini.<br />
Lalu siapa? Kemana? Kucari semua jawaban atas semua misteri ini! Aku tak ingin marah walaupun cuma itu yang melintas dalam otakku ini..Aku juga tak ingin diam, karna habis sudah kesabaranku ini.<br />
Entah..entah..entahlah..Aku cuma berharap ini hanya bunga tidur si anak bodoh di siang bolong. Aku ingin bangun tapi ternyata ini memang &#8221;nyata&#8221;&#8230; </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://osine85.wordpress.com/2010/01/27/si-bodoh-kenyataan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/d807855235fa01a1ce07edcb8f297d95ab3ff58404421c31df69fdd6c653a324?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">osine</media:title>
		</media:content>
	<dc:creator>spilpots@yahoo.com (Spilpots Community)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Aku &amp; Semut merah</title>
		<link>https://osine85.wordpress.com/2010/01/26/aku-semut-merah/</link>
					<comments>https://osine85.wordpress.com/2010/01/26/aku-semut-merah/#comments</comments>
		
		
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 00:54:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ngelakon]]></category>
		<category><![CDATA[Lelakon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://osine85.wordpress.com/2010/01/26/aku-semut-merah/</guid>

					<description><![CDATA[Tidak ada yang berubah setiap pagi ini datang, Semuanya nampak sama..dari mulai ayam berkokok, matahari yang belum menampakkan wajahnya dan tentu segelas kopi hangat plus sebatang rokok. Melulu seperti itu, Sekilas mata ini tertuju pada saudara&#8221; ku yang berebutan ke kamar mandi..hmm, sungguh pemandangan yang tidak biasa di bandingkan dengan rumah dikampungku. Aku mulai meneguk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak ada yang berubah setiap pagi ini datang, Semuanya nampak sama..dari mulai ayam berkokok, matahari yang belum menampakkan wajahnya dan tentu segelas kopi hangat plus sebatang rokok.<br />
Melulu seperti itu, Sekilas mata ini tertuju pada saudara&#8221; ku yang berebutan ke kamar mandi..hmm, sungguh pemandangan yang tidak biasa di bandingkan dengan rumah dikampungku. Aku mulai meneguk kopiku yang mulai dingin..sruuup..ah..<br />
Kembali ku teringat pada nasehat ibuku,&#8221;kalau udah beres cepet pulang!&#8221;..tak terasa sudah 1 minggu aku meninggalkan rumah..hmm..pikirku &#8221;kerjaan pun belum aku dapatkan sebaiknya jangan dulu pulang deh..&#8221; ya walaupun keuangan sudah menipis tp mudah&#8221;an aja kesabaranku tidak ikut&#8221;an menipis.<br />
Tak sadar..karna ke enakan bercerita, kopi yg baru ku teguk 1 kali kini sudah penuh oleh segerombol semut merah..malang bener nasibku..<br />
Tak pikir panjang, Aku langsung memilih berbagi dengan mereka&#8230;dan bergantian meneguk kopi walaupun rasanya sedikit agak pedas.. </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://osine85.wordpress.com/2010/01/26/aku-semut-merah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/d807855235fa01a1ce07edcb8f297d95ab3ff58404421c31df69fdd6c653a324?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">osine</media:title>
		</media:content>
	<dc:creator>spilpots@yahoo.com (Spilpots Community)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Menguak Misteri Ilmiah Kiamat 2012 [Bagian 3]</title>
		<link>https://osine85.wordpress.com/2010/01/21/menguak-misteri-ilmiah-kiamat-2012-bagian-3/</link>
					<comments>https://osine85.wordpress.com/2010/01/21/menguak-misteri-ilmiah-kiamat-2012-bagian-3/#comments</comments>
		
		
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 08:57:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tafakur]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://osine85.wordpress.com/?p=452</guid>

					<description><![CDATA[Soal kiamat, ilmuwan AS bahkan berani menyatakan: bumi itu sekarang sedang menuju kehancurannya! Oleh: Syaefudin* Tulisan Menguak Misteri Ilmiah Kiamat Bagian I dan Bagian II sebelumnya memaparkan penjelasan ilmiah ahli astronomi. Pakar dari Meksiko, Inggris dan Jerman tersebut mengisahkan kehancuran matahari, bumi dan planet-planet dalam tata surya kita di masa mendatang. Itulah upaya akal manusia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Soal kiamat, ilmuwan AS bahkan berani menyatakan: bumi itu sekarang sedang menuju kehancurannya!</p>
<p>Oleh: <strong>Syaefudin* </strong></p>
<p><img alt="" src="https://i0.wp.com/hidayatullah.com/images/stories/image001b.jpg" class="alignleft" width="856" height="557" /></p>
<p>Tulisan Menguak Misteri Ilmiah Kiamat Bagian I dan Bagian II sebelumnya memaparkan penjelasan ilmiah ahli astronomi. Pakar dari Meksiko, Inggris dan Jerman tersebut mengisahkan kehancuran matahari, bumi dan planet-planet dalam tata surya kita di masa mendatang.  </p>
<p>Itulah upaya akal manusia dalam memahami perubahan mahadahsyat di luar angkasa, yakni matahari, yang bakal menamatkan riwayat planet hunian kita. Sebuah adegan nyata mengerikan mengenai pemusnahan seluruh kehidupan di bumi yang diisyaratkan dengan terpecah belahnya langit, runtuhnya bintang-gemintang, serta guncangan dahsyat pada bumi yang tak terelakkan. Semua itu dinyatakan sang Pencipta mutlak pasti terjadi di masa depan dalam firmanNya:  </p>
<p><em>“Apabila langit terbelah, dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan” (QS. Al Infithaar, 82:1-2); “Dan apabila langit terbelah” (QS. Al Mursalaat, 77:9); “Langit terbelah pada hari itu. Janji Allah pasti terlaksana” (QS. Al Muzzammil, 73:18); “Dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi rapuh” (QS. Al Haaqqah, 69:16); “Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya” (QS. Al Waaqi&#8217;ah, 56:4).</em><span id="more-452"></span></p>
<p>Pendapat ilmiah lain seputar kiamat, yang tak kalah berani, dikemukakan oleh Donald Brownlee, pakar astrofisika, dan Peter Ward, ahli kepurbakalaan dalam buku mereka ‘The Life and Death of Planet Earth’ (Hidup dan Matinya Planet Bumi). Kedua peneliti dari Universitas Washington, Amerika Serikat, ini mengatakan bahwa bumi sudah memulai proses penyerahan dirinya ke dalam bara api yang menyala-nyala yang pada akhirnya akan menjadikannya ditelan matahari. Dengan kata lain, menurut keduanya, bumi sekarang ini sedang mengalami proses menuju kehancurannya!!</p>
<p><strong>Jam Umur Bumi</strong></p>
<p>Mereka mengumpamakan perjalanan hidup bumi (si planet biru) menuju saat kematiannya dengan perputaran jarum jam menuju pukul 12:00 (tengah hari) sebagaimana dijelaskan dalam gambar. Menurut penghitungan keduanya, saat ini jarum jam tersebut sedang menunjukkan pukul 4:30 pagi dini hari. Satu jam tersebut setara dengan 1 miliar tahun. Artinya, keberadaan bumi semenjak terbentuknya kini telah berumur 4.5 miliar tahun.  </p>
<p>Adapun masa keberadaan kehidupan binatang dan tumbuhan di bumi berkedudukan di rentang pukul 4:00 &#8211; 5:00 pagi. Dengan kata lain, jam 5:00 pagi dini hari adalah saat musnahnya makhluk terakhir yang menghuni bumi, dan semenjak itu takkan ada lagi kehidupan di bumi.</p>
<p>Berdasarkan jam yang sama, tepat pukul 8:00 pagi, samudera yang ada di planet kita akan menguap. Dan puncaknya adalah pada pukul 12:00 siang tengah hari, yakni ketika usia bumi mencapai 12 miliar tahun. Di saat itulah matahari, yang ukurannya sedang membesar terus menerus, berubah menjadi raksasa merah yang akan menelan planet bumi kita.  </p>
<p>Kala itu, matahari melumatkan bumi sedemikian dahsyat sehingga menghancur-leburkan wujud dan materi bumi hingga tanpa bekas, seakan-akan bumi tak pernah ada sebelumnya. Bahan-bahan pembentuk bumi diluluh-lantakkan sampai menjadi sekecil molekul-molekul dan atom-atom yang terlontarkan hingga berserakan dan mengapung di ruang angkasa.</p>
<p>Sungguh mengerikan sekali peristiwa itu jika benar-benar kemungkinan seperti itulah yang bakal terjadi. Betapa tidak, matahari terlihat sebagai bola maharaksasa berwarna merah yang meliputi langit bumi, lalu menelan bumi serta menjadikannya termuntahkan, terhamburkan hingga tak berbekas, lenyap seolah dulunya memang tak pernah ada.</p>
<p>Dalam Al Qur’an, Allah Yang Mahabenar, Pencipta Dunia dan Yang Menghendaki Kiamat tersebut terjadi, dan yang sudah pasti Paling Benar gambaran-Nya tentang kehancuran semesta, jauh-jauh hari telah memperingatkan manusia ciri-ciri peristiwanya. Di antaranya adalah terbelah dan memerahnya warna langit, serta dihancurkannya bumi beserta isinya yang dihamburkan hingga kosong:</p>
<p><em>“Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak.” (QS. Ar Rahmaan, 55:37) “Apabila langit terbelah&#8230;. &#8230;dan apabila bumi diratakan, dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong&#8230;”</em> (QS. Al Insyiqaaq, 84:1,3-4). </p>
<p><strong>Menjelang Kehancuran Bumi</strong></p>
<p>Pendapat kedua ahli dari Universitas Washington tersebut didasarkan pada ilmu pengetahuan terkini tentang planet-planet dan bintang-bintang, serta segi-segi penentu kehidupan. Secara sederhana, kehidupan di bumi ini akan kembali sebagaimana semula. Maksudnya, keadaan dahulu di mana hanya terdiri atas makhluk hidup kecil bernama mikroba, akan terulang lagi di masa akhir planet biru ini. Kehidupan makhluk tingkat tinggi seperti manusia, hewan, serta tumbuhan akan sirna.</p>
<p>“Kehidupan terakhir akan terlihat banyak kesamaannya dengan kehidupan pertama &#8211;bakteri bersel tunggal, makhluk yang berhasil bertahan hidup dan keturunan dari semua yang datang sebelumnya”, tulis ilmuwan tersebut. Pada akhirnya, mikroba yang sebelumnya mampu bertahan hidup “bakal musnah terpanggang panas”.</p>
<p>Meski masih 7.5 miliar tahun lagi, di sepanjang perputaran jarum jam umur bumi menuju kematiannya itu, planet ini akan mengalami beragam “kematian” dalam perjalanan tersebut. Tahap demi tahap, penghuni bumi akan punah. Sebagaimana terjadi pada dinosaurus terakhir yang punah di kurun silam, nasib yang sama akan terjadi pada makhluk hidup jenis lain seperti gajah terakhir, pepohonan terakhir, bunga terakhir yang bakal lenyap pula. Bahkan, lempeng salju terakhir, butiran salju terakhir, samudera terakhir, dan kehidupan terakhir akan musnah dan akhirnya usai sudah kisah kehidupan di bumi.</p>
<p><strong>Proses Kehancuran Planet Biru</strong></p>
<p>Seperti dipaparkan sebelumnya, di suatu saat akhir nanti ukuran matahari akan membesar dan berubah menjadi “Raksasa Merah”. Perubahan tersebut menyebabkan planet Merkurius dan Venus tertelan matahari.  </p>
<p>Lalu bagaimana dengan nasib bumi. Kemungkinan pertama adalah matahari tidak bakal menelan bumi, tapi menjadi lebih dekat dengan bumi. Dampak mendekatnya matahari ini menjadikan keadaan bumi tak lagi memungkinkan dihuninya kehidupan.</p>
<p>Pendapat kedua, dan yang lebih mungkin terjadi, adalah matahari akan menelan bumi juga. Panas matahari bakal memutuskan semua ikatan-ikatan kimia antar-molekul bumi dan menjadikannya atom-atom tungal yang terhamburkan ke ruang angkasa. Entahlah apa yang kemudian pasti terjadi pada atom-atom yang sudah berhamburan dan berserakan di antariksa tersebut, namun terbentuknya planet-planet baru darinya adalah kemungkinan yang dinyatakan ilmuwan.</p>
<p>Manakah dari kedua prakiraan para pakar itu yang benar-benar akan terjadi? Allah-lah Yang Mahatahu, karena Dialah Pencipta peristiwa kehancuran dunia yang mengawali kiamat itu. Yang pasti, penjelasan ilmuwan tersebut mengisyaratkan sebuah suhu panas yang luar biasa. Allah, Sang Pencipta Hari Kiamat, sudah pasti Paling Tahu seberapa panas peristiwa itu dan bagaimana penampakannya. Dia menggambarkannya sekilas saja dalam ungkapan yang lebih mudah dimengerti banyak orang, yang awam ilmu pengetahuan dan teknologi modern sekalipun, sebagai cairan tembaga:  “Pada hari ketika langit menjadi bagaikan cairan tembaga” (QS. Al Ma&#8217;aarij,70:8).  </p>
<p>Demikianlah, dengan segenap kemampuannya yang terbatas, ilmuwan pun sudah merinci peristiwa kehancuran bumi itu. Sebuah pemandangan mengerikan, sampai-sampai bahan pembentuk bumi yang telah terlumatkan hingga tingkat terkecil berupa atom dan molekul pun berhamburan ke ruang angkasa.  </p>
<p>Allah, Yang Tak Terbatas Pengetahuan dan Kekuasaan-Nya, Tuhan yang menghendaki pemusnahan bumi di hari itu, melukiskan di dalam Al Qur’an dengan bahasa yang lebih dipahami secara luas oleh manusia. Termasuk kalangan manusia yang belum mengenal apa itu atom, molekul, astronomi, fisika dan kimia.  </p>
<p>Kedahsyatan itu digambarkan Allah dengan menggunakan gunung. Betapa simbol bangunan alam terkokoh di bumi, yakni gunung, yang tak pernah diungguli oleh bangunan tertinggi dan terkuat buatan manusia mana pun, bakal hancur sehancur-hancurnya, hingga beterbangan berserakan layaknya sesuatu yang sangat ringan:  </p>
<p><em>“Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah: &#8220;Tuhanku akan menghancurkannya (pada hari kiamat) sehancur-hancurnya&#8221; “ (QS. Thaahaa, 20:105); “Dan apabila gunung-gunung dihancurkan menjadi debu” (QS. Al Mursalaat, 77:10); “Dan apabila gunung-gunung dihancurkan” (QS. At Takwiir, 81:3); “Dan gunung-gunung bagaikan bulu (yang beterbangan)”</em> (QS. Al Ma&#8217;aarij, 70:9). </p>
<p><strong>Mungkinkah Menyelamatkan Diri?</strong></p>
<p>Walaupun manusia telah mengetahui kehancuran bumi di masa mendatang ini, tak mudah bagi mereka menghindar dan mengungsi ke bulan atau planet lain yang dapat dihuni. Pasalnya, sampai saat ini tempat seperti itu belum ditemukan.  </p>
<p>Bilapun nanti ditemukan, cara pergi ke sananya akan menemui rintangan teramat sukar. Dari beberapa penyelidikan ke ruang angkasa, mustahil bagi makhluk jenis manusia akan bertahan hidup di sana. Bahkan jauh-jauh hari sebelum tamatnya riwayat bumi, kehidupan di bumi sendiri bakal menjadi sangat sulit, dan akhirnya menjadi tidak mungkin, bagi manusia. Sebab, matahari yang selama ini menjadi energi sumber kehidupan, pada akhirnya nanti akan menjadi sumber kematian makhluk hidup di bumi. Begitulah paparan ilmuwan berdasarkan data-data penelitian modern.</p>
<p>Allah, Yang Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, Maha Mengetahui apa yang bakal menimpa manusia di hari kiamat itu, telah membantah bakal ada manusia yang berhasil lolos bertahan hidup. Betapa tidak, bumi saja berguncang luar biasa kerasnya, hingga lautan turut meluap. Si perkasa gunung pun berhamburan layaknya bulu, apalagi manusia yang jauh lebih kecil, lebih lunak, lebih ringan, lebih rapuh dan lebih lemah::</p>
<p><em>“Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan” (QS. Al Haaqqah,69:14); “Dan apabila lautan dijadikan meluap” (QS. Al Infithaar, 82:3) “Pada hari ketika bumi dan gunung-gunung berguncang keras, dan menjadilah gunung-gunung itu seperti onggokan pasir yang dicurahkan” (QS. Al Muzzammil, 73:14); “Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan”</em> (QS. Al Qaari&#8217;ah, 101:4-5). </p>
<p><strong>Ilmuwan Tidak Mendustakan Kiamat</strong></p>
<p>Demikianlah gambaran kiamat, yang kebenaran dan kepastian bakal terjadinya tidak lagi dapat dibantah atau diingkari oleh ilmuwan tingkat dunia sekalipun. Bukti, data dan penelitian ilmiah sebanyak apa pun yang telah dikumpulkan manusia, tak lagi mampu mendustakan fakta akan tamatnya dunia ini di suatu hari nanti:  </p>
<p><em>“Apabila terjadi hari kiamat, terjadinya tidak dapat didustakan” (QS. Al Waaqi&#8217;ah,56:2); “&#8230;Dan sungguh, Kiamat pasti akan datang&#8230;” (QS. Al Hijr, 15:85); “Dan sungguh (hari) kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya” (QS. Al Hajj, 22:7); &#8220;Pasti datang, demi Tuhanku Yang mengetahui yang gaib, kiamat itu pasti akan datang kepadamu” (QS. Saba’, 34:3); “Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman” (QS. Al Mu’min, 40:59)</em>. <strong>Bersambung </strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://osine85.wordpress.com/2010/01/21/menguak-misteri-ilmiah-kiamat-2012-bagian-3/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/d807855235fa01a1ce07edcb8f297d95ab3ff58404421c31df69fdd6c653a324?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">osine</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://hidayatullah.com/images/stories/image001b.jpg"/>
	<dc:creator>spilpots@yahoo.com (Spilpots Community)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Menguak Misteri Ilmiah Kiamat 2012 [Bagian 2]</title>
		<link>https://osine85.wordpress.com/2010/01/21/menguak-misteri-ilmiah-kiamat-2012-bagian-2/</link>
					<comments>https://osine85.wordpress.com/2010/01/21/menguak-misteri-ilmiah-kiamat-2012-bagian-2/#comments</comments>
		
		
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 08:52:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tafakur]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://osine85.wordpress.com/?p=450</guid>

					<description><![CDATA[Ilmuwan badan antariksa Jerman menjelaskan proses kehancuran Matahari. Menurutnya, inilah pemusnah kehidupan di Bumi. Oleh: Syaefudin* Al Qur’an memaparkan secara rinci di banyak ayatnya mengenai peristiwa di awal hari kiamat, yakni kehancuran dunia. Di antaranya adalah dalam surat At Takwir: Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan, dan apabila unta-unta yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ilmuwan badan antariksa Jerman menjelaskan proses kehancuran Matahari. Menurutnya, inilah  pemusnah kehidupan di Bumi.</p>
<p>Oleh: <strong>Syaefudin*</strong></p>
<p>Al Qur’an memaparkan secara rinci di banyak ayatnya mengenai peristiwa di awal hari kiamat, yakni kehancuran dunia. Di antaranya adalah dalam surat At Takwir:</p>
<p><em>Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan, dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak terurus), dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, dan apabila lautan dipanaskan&#8230;</em> (QS. At Takwir, 81:1-6)</p>
<p>Di situ jelas bahwa rentetan proses kehancuran dunia di antaranya ditandai dengan matahari yang tidak lagi berada dalam keadaan wajar, tatanan bintang gemintang di ruang angkasa yang mengalami perubahan dahsyat  hingga digambarkan sebagai “berjatuhan”. Tidak hanya itu, makhluk hidup di muka bumi tidak bisa lagi hidup dengan baik, dan dikisahkan di ayat tersebut keadaan mengenaskan dari unta, serta dikumpulkannya binatang liar, yang biasanya hidup damai, tentram dan berkembang biak secara wajar di alam bebas. Ditambah lagi gunung yang luluh lantak, serta lautan, cadangan air yang begitu melimpah di muka bumi, yang mengalami pemanasan di hari itu.  <span id="more-450"></span></p>
<p>Sudah pasti gambaran mutlak pasti dan jauh lebih rinci tentang kaitan sebab akibat yang terjadi pada matahari, bintang, dan dampaknya terhadap bumi, gunung, lautan, dan makhluk hidup di muka bumi di masa itu hanya diketahui Allah Yang Mahatahu. Karena Dialah Pencipta seluruh alam ini, dan yang menjadikan Kiamat terjadi. Sudah pasti Dialah Yang Paling Berilmu mengenai kapan, dan bagaimana seluk beluk peristiwa mengerikan itu terjadi hingga sekecil-kecilnya.</p>
<p>Namun menariknya, para ilmuwan kini tidak lagi sekedar tidak menolak nasib musnahnya matahari dan bumi itu di suatu hari nanti. Mereka menerima, bahkan malah berusaha menjelaskan rincian kejadian itu, berdasarkan penelitian ilmiah mereka tentang kehancuran dunia, yang merupakan bidang penelitian modern zaman ini. Menariknya, ada kemiripan umum dari apa yang mereka kemukakan dengan paparan Allah dalam Al Qur’an itu.</p>
<p><strong>Kiamat, wacana ilmiah modern</strong></p>
<p>Penjelasan ilmiah gambaran terjadinya kehancuran dunia di hari akhir terus bergulir. Selain yang telah dijelaskan pada bagian pertama tulisan Menguak Misteri Kiamat 2012 ini, paparan serupa juga dilontarkan oleh Dr. Manfred Gaida ilmuwan dari Pusat Penerbangan dan Antariksa Jerman (Deutsches Zentrum für Luft- und Raumfahrt) melalui situsnya <a href="http://www.dlr.de" rel="nofollow">http://www.dlr.de</a> dalam rangka peringatan Tahun Astronomi Dunia 2009. Terjadinya fenomena besar musnahnya kehidupan di bumi di masa mendatang itu dijelaskan secara ilmiah dan, berdasarkan bukti-bukti ilmiah yang ada, diyakini disebabkan oleh kematian matahari.</p>
<p>Sebagaimana diketahui, matahari yang bersinar dan berfungsi dengan baik mempunyai peranan penting bagi kehidupan di muka bumi. Bintang besar dalam gugusan galaksi bima sakti ini pada proses pembentukannya sekitar 5 miliar tahun lalu terbentuk dari gas dan awan debu yang menyatu dan menjadi terpadatkan akibat gaya tarik menarik di antara mereka sendiri. Hal ini mengakibatkan inti-inti hidrogen di dalamnya mulai bergabung, melebur satu sama lain dan menghasilkan energi yang teramat besar. Proses penyatuan tersebut dikenal dengan peleburan inti (fusi inti).</p>
<p>Persediaan hidrogen yang melimpah membuat matahari diperkirakan akan terus bersinar sampai lima miliar tahun mendatang. Namun, kekuatan pancaran matahari, yang akan terus meningkat di masa depan, malah akan memusnahkan kehidupan di bumi. Cepat atau lambat, dua sampai tiga miliar tahun dari sekarang, lautan akan menguap, sehingga tidak lagi memungkinkan keberadaan makhluk hidup di bumi, alias kehidupan akan berakhir.  </p>
<p><strong>Planet tertelan matahari  </strong></p>
<p>Kurang lebih di hari ulang tahun kelahirannya yang ke 10 miliar, dengan kata lain sekitar 5 miliar tahun dari sekarang, pasokan hidrogen di dalam inti matahari akan habis digunakan. Hal ini mengakibatkan proses pembangkitan energi matahari terpindahkan dan terjadi di bagian lapisan luarnya. Peristiwa ini berdampak pada membesarnya ukuran matahari, sehingga menjadi bintang raksasa berwarna merah yang menelan planet-planet terdekatnya, yaitu Merkurius dan Venus. Sebagai Si Raksasa Merah, matahari kita di kala itu akan kehilangan massanya.  </p>
<p>Dengan pertambahan ukuran yang luar biasa besar itu, gaya tarik gravitasi di permukaan matahari akan mengecil dan banyak sekali materi-materi dari matahari yang terlontarkan ke ruang angkasa, tidak seperti sekarang ini yang relatif masih sedikit. Ini menjadikan massa matahari berkurang sehingga gaya tarik gravitasinya pun berkurang, alhasil planet-planet di sekelilingnya akan ditarik lebih lemah oleh matahari, tidak sekuat yang sekarang ini. Hal itu menjadikan semakin menjauhnya garis edar atau orbit planet-planet tersebut mengelilingi matahari, sedemikian hingga bumi lama kelamaan akan berpindah tempat ke garis edar planet Mars yang sekarang.</p>
<p><strong>Apabila matahari dimusnahkan </strong><br />
<img alt="" src="https://i0.wp.com/hidayatullah.com/images/stories/image001.jpg" class="alignnone" width="1044" height="340" /></p>
<p>Yang terjadi selanjutnya adalah helium akan terkumpul di pusat ‘Si Raksasa Merah matahari’ dan mulai melakukan reaksi peleburan inti. Reaksi tersebut menghasilkan unsur-unsur yang massanya lebih berat sehingga matahari akan mengkerut lagi dan sedikit mengempis.</p>
<p>Mendekati akhir dari tahapan hidup matahari sebagai Si Raksasa Merah, daerah peleburan helium juga akan bergeser ke lapisan-lapisan yang lebih luar dari matahari. Akibatnya ukuran matahari kembali membesar. Pada saat itulah peleburan inti helium terhenti, sehingga menjadikan matahari tak lagi memiliki sumber energi.</p>
<p>Pada suatu saat nantinya, kekuatan tekanan yang mengarah keluar dari matahari akibat tekanan radiasi akan menghilang. Akibatnya, massa matahari akan mengempis, menyusut atau melipat ke dalam. Selama pelipatan ke dalam ini, permukaan matahari akan kembali memanas sedemikian hingga matahari akan memancarkan radiasi ultraviolet dalam jumlah besar. Peristiwa ini akan memanaskan materi yang sebelumnya telah dilontarkan ke luar angkasa, dan menjadikan materi tersebut berpijar.  </p>
<p>Kejadian tersebut memicu terbentuknya sebuah ‘kabut planet’ (planetary nebula). Di bagian pusat kabut tersebut, terdapat matahari yang kini tersisa sebagai bintang Kerdil Putih. Ukuran Si Kerdil Putih tersebut kira-kira sekecil bumi, namun bahan-bahan penyusunnya memiliki tingkat kerapatan atau kepadatan sedemikian luar biasa, sehingga digambarkan bahwa di kala itu seukuran dadu kecil dari bahan penyusun tersebut akan mempunyai berat satu ton.  </p>
<p>Setelah beberapa miliar tahun berikutnya, Si Kerdil Putih lambat laun akan berangsur-angsur mendingin dan berubah menjadi Si Kerdil Hitam. Berikutnya, matahari pun akhirnya musnah lenyap.</p>
<p><strong>Kehancuran matahari dan bumi bukan isapan jempol</strong></p>
<p>Demikianlah, ilmuwan astronomi dan fisika tingkat dunia pun sudah tidak bisa membantah, bahwa suatu ketika nanti matahari akan kehabisan energinya, menyusut dan sirna alias mati. Di masa itu matahari akan “digulung”, meminjam istilah Al Qur’an di atas. Dan proses dahsyat pada matahari tersebut berdampak pada bumi dan apa yang ada di bumi, baik benda mati maupun makhluk hidupnya yang digambarkan ayat Al Qur’an di atas sebagai kehancuran gunung, pemanasan lautan, serta ketidakwajaran dahsyat yang menimpa hewan-hewan. Itulah peristiwa di awal kiamat: tamatnya seluruh kehidupan di bumi. (bersambung) (syef/dlr/hidayatullah.com)</p>
<p>Ilustrasi: Wikimedia </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://osine85.wordpress.com/2010/01/21/menguak-misteri-ilmiah-kiamat-2012-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/d807855235fa01a1ce07edcb8f297d95ab3ff58404421c31df69fdd6c653a324?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">osine</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://hidayatullah.com/images/stories/image001.jpg"/>
	<dc:creator>spilpots@yahoo.com (Spilpots Community)</dc:creator></item>
	</channel>
</rss>