<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-7421447399496186585</atom:id><lastBuildDate>Thu, 29 Aug 2024 01:57:39 +0000</lastBuildDate><title>POTENSI</title><description>Pengoptimalan Potensi Pribadi, Pengembangan Kepribadian,  Wirausaha, Marketing, Leadership, dan Teamwork</description><link>http://potensi-potensi.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Unknown)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7421447399496186585.post-8431217893629928412</guid><pubDate>Wed, 05 Dec 2007 02:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-05T09:14:06.400+07:00</atom:updated><title>Aktualisasi Potensi Diri</title><description>&lt;span class=&quot;bigtitle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#24249a;&quot;&gt;Aktualisasi Potensi Diri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;      &lt;i&gt;&lt;i&gt;Action &amp;amp; Wisdom Motivation Training&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;       &lt;p&gt; Pada kesempatan sebelumnya kita telah bahas tahapan mengenali diri, memposisikan diri, dan mendobrak diri. Kini kita bahas tahap terakhir penerapan strategi Sun Tzu untuk &lt;i&gt;personal development&lt;/i&gt;, yaitu aktualisasi diri. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Tahap aktualisasi diri merupakan proses realisasi potensi diri setelah kita mampu melakukan tindakan-tindakan cepat, berani ambil risiko, dan mampu mengambil pelajaran atas keberhasilan dan kegagalan kita. Dalam proses perwujudan inilah kita dituntut untuk melakukan segala sesuatunya secara profesional, efektif, dan efisien. Sebab, ini sangat berkaitan dengan peluang atau kesempatan yang kita peroleh. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Ingat, peluang dan kesempatan tidak datang setiap kali kita inginkan dan sesering yang kita harapkan. Kesempatan memiliki segi kemanfaatan yang tinggi di hadapan orang yang mampu memposisikan diri dengan tepat, bertindak cepat, mau belajar, serta siap mengambil risiko. Kesempatan tidak memiliki nilai apapun di hadapan orang yang tidak siap menerimanya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Tahap aktualisasi diri menuntut kemampuan kita untuk menjalin koneksi atau relasi yang bernilai lebih. Ada kalanya potensi, kemampuan, ketrampilan, dan nilai lebih kita, macet gara-gara tidak menemukan saluran aktualisasi yang sepantasnya. Relasi dan koneksi kadang bisa berfungsi seperti jalan dan jembatan menuju ke sasaran yang kita inginkan. Di sinilah arti penting koneksi atau relasi dengan orang lain, terutama sekali relasi-relasi yang berkualitas. Relasi atau koneksi yang berkualitas merupakan daya ungkit yang bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak keberhasilan kita. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Berikutnya, pengembangan diri tidak bisa terlepas dari kekuatan ketahanan mental. Pada artikel terdahulu kita sudah membahas betapa kesuksesan yang tidak disertai dengan ketahanan mental menjadi kesuksesan yang rapuh fondasinya. Keberhasilan yang mengabaikan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan adalah keberhasilan yang kering, tidak bermakna, tidak memuaskan sepenuhnya, dan akhirnya menjadi sesuatu yang destruktif. Sebab itulah, ketahanan mental harus kita tempa dan kita tanamkan semenjak kita memulai setiap perjuangan. Caranya adalah dengan memelihara spirit sebagai manusia pembelajar yang sejati. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Cara lain yang penting untuk menempa ketahanan mental kita adalah dengan selalu berdoa, selalu mengucap syukur, dan bermeditasi. Kesuksesan harus dicapai, diwujudkan, dan diterima dengan doa, rasa syukur, dan pendalaman batin melalui meditasi. Ini merupakan penyeimbang antara tarikan-tarikan energi fisik-material dengan energi mental-spiritual. Ketiganya menjadi sebuah mekanisme pembaharuan diri terus-menerus menuju kepada kedalaman atau kesejatian diri kita. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;  Demikian pemirsa Andrie Wongso&lt;br /&gt;Action &amp;amp; Wisdom Motivation Training&lt;br /&gt;Success is My Right&lt;br /&gt;Sukses adalah Hak Saya&lt;br /&gt;Salam Sukses Luar Biasa!!!&lt;br /&gt;www.andriewongso.com&lt;/p&gt;</description><link>http://potensi-potensi.blogspot.com/2007/12/aktualisasi-potensi-diri.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7421447399496186585.post-3656110621401367479</guid><pubDate>Wed, 05 Dec 2007 01:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-05T08:48:02.539+07:00</atom:updated><title>Memposisikan dan Mendobrak Diri</title><description>&lt;span class=&quot;bigtitle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#24249a;&quot;&gt;Memposisikan dan Mendobrak Diri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;Action &amp;amp; Wisdom Motivation Training&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;       &lt;p&gt; Pada kesempatan kali ini, saya ingin membahas pentingnya memposisikan diri dan mendobrak diri. Setelah kita bisa mengenali kekuatan dan kelemahan diri dengan tepat, tugas kita berikutnya adalah &lt;i&gt;memposisikan diri&lt;/i&gt;. Artinya, hasil analisis diri sebelumnya kita gunakan untuk menempatkan diri kita pada peranan yang tepat. Jika kita merupakan tipe pekerja keras, menyukai karier kerja, dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan di dunia kerja, maka fokus usaha harus kita arahkan pada jenis pekerjaan yang cocok. Setelah berhasil menentukan peran, kita harus berani menetapkan target tertentu serta bertekad bulat untuk mencapainya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Misalnya, tipe kita adalah wirausahawan. Maka tentu saja kita akan kesulitan dan tidak betah menjadi pekerja atau karyawan. Pilihan harus diambil supaya kita tidak terpenjara dalam dunia kerja, yang sudah pasti tidak mampu menampung luapan kreativitas dan semangat kewirausahaan kita. Tahap memposisikan diri adalah tahapan paling krusial. Ini menentukan apakah kita berada pada arah yang benar dan jalan yang benar. Seberapa pun kerasnya usaha kita, jika petanya—arah dan tujuannya—itu salah, kita tidak akan pernah sampai ke tempat tujuan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Setelah berhasil memposisikan diri, langkah berikutnya adalah &lt;i&gt;mendobrak diri&lt;/i&gt;. Artinya, setelah memiliki peta, menetapkan target, dan memiliki tekad, kita harus cepat bertindak atau berproses. Semakin lama kita menunda, semakin hilang kekuatan dari peta, target, dan kebulatan tekad tadi. Ribuan kilo perjalanan harus diawali dengan langkah pertama. Mengambil langkah pertama berarti siap mengambil risiko. Baik itu risiko kesuksesan maupun risiko kegagalan. Ini butuh keberanian yang besar, butuh komitmen yang kuat. Ini berarti mendobrak diri dari rasa takut, rasa bimbang, dan hanya fokus pada tujuan akhir. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan yang tidak kalah pentingnya dalam tahap mendobrak diri ini adalah kemampuan belajar. Artinya, setiap risiko gagal maupun berhasil, keduanya mengandung bahan pelajaran. Jika pikiran kita buka selebar-lebarnya, kesulitan, rintangan, dan kegagalan bisa kita ambil hikmah dan pelajarannya. Demikian pula keberhasilan bisa kita ambil hikmah dan pelajarannya. Keduanya memberi kita wawasan dan pengetahuan tentang bagaimana melakukan sesuatu secara lebih baik, efektif, dan efisien. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Demikian dari saya Andrie Wongso&lt;br /&gt;Action &amp;amp; Wisdom Motivation Training&lt;br /&gt;Success is My Right!&lt;br /&gt;Salam Sukses Luar Biasa!&lt;br /&gt;www.andriewongso.com&lt;/p&gt;</description><link>http://potensi-potensi.blogspot.com/2007/12/memposisikan-dan-mendobrak-diri.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7421447399496186585.post-4373850665315890483</guid><pubDate>Wed, 05 Dec 2007 01:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-05T08:44:52.365+07:00</atom:updated><title>Empat Tahap Pengembangan Diri</title><description>&lt;span class=&quot;bigtitle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#24249a;&quot;&gt;Empat Tahap Pengembangan Diri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;Action &amp;amp; Wisdom Motivation Training&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;       &lt;p&gt;  Dalam pandangan saya, tahap-tahap &lt;i&gt;personal development&lt;/i&gt; dapat dilihat dari empat tahap berikut: pertama, mengenali diri sendiri. Kedua, memposisikan diri. Ketiga, mendobrak diri. Dan keempat, aktualisasi diri. Pada kesempatan ini, saya akab bahas tahap pertama terlebih dahulu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dibanding ciptaan Tuhan yang lainnya, manusia adalah ciptaan yang paling sempurna. Kesempurnaan di sini dilihat dari kelengkapan sisi-sisi manusia itu sendiri, yaitu adanya kebaikan, ada pula keburukan. Ada sisi yang kuat, ada pula sisi yang lemah. Manusia sebagai makhluk penuh potensi diri, harus selalu bertumbuh menuju aktualisasi dirinya. Manusia harus mengenali kedua sisi tersebut sebaik-baiknya. Sebab, mengenal diri sendiri adalah dasar dari &lt;i&gt;action&lt;/i&gt; atau tindakan-tindakan, demi meraih sebuah cita-cita yang besar.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Contoh: setelah menganalisis diri dengan saksama, kemudian kita mampu menemukan kekuatan personal kita seperti kreativitas, semangat berinovasi, ketajaman analisis, kemampuan menemukan peluang, penerimaan terhadap hal-hal baru, semangat belajar yang tinggi, serta cita-cita atau tujuan-tujuan pribadi yang mulia. Tetapi di sisi lain, mungkin saja kita merasa memiliki kelemahan, seperti kurang disiplin, tidak fokus, kurang konsisten, tidak berani mencoba, atau tidak berani ambil risiko. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Pada kasus ini, kita lihat betapa kekuatan berupa potensi-potensi diri yang istimewa menjadi sulit berkembang, karena kelemahan-kelemahan yang tidak bisa dikendalikan atau dikelola dengan baik. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Titik krusialnya di sini adalah, memaksimalkan potensi atau kekuatan dan sekaligus meminimalkan pengaruh kelemahan kita. Caranya: &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Pertama, berkomitmen untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan tersebut.&lt;br /&gt;Kedua, melakukan action atau usaha yang sungguh-sungguh untuk menghentikan pengaruhnya setiap kali kelemahan diri tersebut muncul.&lt;br /&gt;Ketiga, menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan baru yang mendorong mencuatnya potensi kita, dan pada saat bersamaan mengubur sedalam-dalamnya setiap kelemahan kita.&lt;br /&gt;Keempat, terus-menerus menumbuhkan dan mengembangkan motivasi diri, supaya semangat selalu berkobar dan kita senantiasa memiliki mentalitas yang sehat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Dan keempat hal tersebut harus kita mulai sekarang juga! Ingat, hanya orang yang memiliki motivasi dan berani bertindak saja yang akan sukses. &lt;i&gt; Action is power! &lt;/i&gt;  Tindakan adalah kekuatan! &lt;/p&gt;&lt;p&gt;  Demikian dari saya Andrie Wongso&lt;br /&gt;Action &amp;amp; Wisdom Motivation Training&lt;br /&gt;Success is My Right&lt;br /&gt;Salam sukses luar biasa!!!&lt;br /&gt;www.andriewongso.com&lt;/p&gt;</description><link>http://potensi-potensi.blogspot.com/2007/12/empat-tahap-pengembangan-diri.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7421447399496186585.post-3300792368540227793</guid><pubDate>Tue, 04 Dec 2007 02:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-04T09:28:55.557+07:00</atom:updated><title>Potensi - Potensi</title><description>Potensi - potensi saya pilih sebagai nama blog saya. Mengapa? karena saat ini banyak tersimpan potensi dalam diri kita masing - masing. Hanya...kita tidak tahu apa potensi tersebut dan bagaimana meningkatkan dan mengoptimalkan potensi tersebut. Melalui blog ini, saya berharap dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan potensi bagi diri saya pribadi dan semua orang yang dapat mengakses blog saya ini.&lt;br /&gt;Bagaimanapun, ketika kita memiliki &quot;mimpi&quot;, kita harus dapat segera &quot;bergerak&quot; untuk mewujudkannya tanpa menunda - nunda karena waktu dan kesempatan tidak akan datang untuk yang kedua kalinya.&lt;br /&gt;Semoga tekad, semangat, keinginan dan cita - cita saya agar dapat memberikan yang terbaik bagi negeri ini dapat terwujud meskipun hanya dari secuil tulisan dalam blog ini.&lt;br /&gt;Mari, kita belajar dan berkarya bersama bagi kemajuan negeri ini.</description><link>http://potensi-potensi.blogspot.com/2007/12/potensi-potensi.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>