<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;DUANQ3Y7fyp7ImA9WhRVEEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556</id><updated>2012-01-09T15:29:52.807+07:00</updated><category term="berita sekolah" /><category term="Anime" /><category term="Puisi" /><category term="Artikel" /><category term="Religi" /><category term="berita" /><category term="Download" /><category term="cerita online" /><category term="Tips dan Trik" /><category term="Music" /><title>Mekar Redaksi Club | SMK N 2 Pekalongan</title><subtitle type="html">Media Kreativitas Pelajar</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>32</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/mrcsmk2" /><feedburner:info uri="mrcsmk2" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>mrcsmk2</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><feedburner:browserFriendly></feedburner:browserFriendly><entry gd:etag="W/&quot;CU4NRXo5fCp7ImA9WhdSF0k.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556.post-2031683465341848157</id><published>2011-07-27T12:18:00.001+07:00</published><updated>2011-07-27T12:19:54.424+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-07-27T12:19:54.424+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips dan Trik" /><title>Tips menulis cerpen</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p&gt;Menulis cerpen (cerita pendek) dapat menjadi permulaan karir yang  baik sebagai penulis fiksi. Menulis cerita yang sangat panjang, seperti  novel pastilah lebih membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup banyak.  Belum lagi mencari penerbit yang mau menerbitkannya. Cerita pendek dapat  menjadi terobosan dalam karir menulis. Lebih banyak alternatif bagi  penulis cerita pendek untuk dikenal, daripada novel. Majalah dan koran  banyak yang menerima cerita pendek. Blog bisa juga menjadi alternatif  dimuatnya cerita pendek di internet. Seringnya nama penulis muncul dalam  cerita pendek yang dimuat di berbagai majalah dan koran, bisa menjadi  pertimbangan positif bagi penerbit, bila penulis tersebut menyodorkan  naskah cerita yang lebih panjang seperti novel ke penerbit.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Tulisan  ini ditujukan pada penulis pemula yang ingin menulis cerita pendek  dengan baik. Sesuai namanya, menulis cerita pendek memiliki keunikan  tersendiri.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tema&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya Anda memiliki  tema yang jelas saat menulis cerpen, tentang cerita seperti apa yang  ingin Anda tulis. Pesan apa yang ingin Anda sampaikan kepada pembaca.  Dengan adanya tema, yang menjadi tulang punggung cerita, maka cerpen  Anda akan meninggalkan kesan tersendiri pada pembaca. Penetapan tema  dari awal juga berguna agar saat menulis, Anda tidak terlalu jauh  melenceng dari cerita sudah ditetapkan. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Alur cerita&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fokuslah  pada satu alur cerita sesuai dengan tema yang sudah ditetapkan  sebelumnya. Karakter tambahan, sejarah, latar belakang, dan detail  lainnya sebaiknya memperkuat alur cerita ini. Percabangan alur cerita  mutlak harus dihindari.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Karakter&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jangan  menggunakan jumlah karakter yang terlalu banyak. Semakin banyak karakter  bisa membuat cerita Anda menjadi terlalu panjang dan tidak fokus pada  tema. Gunakan karakter secukupnya yang sesuai dengan alur cerita.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sepenggal kisah hidup&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Namanya  saja cerita pendek, sehingga cerpen hanya menceritakan tentang  sekelumit kisah dalam hidup karakter yang Anda buat. Jika karakter Anda  memiliki kisah hidup yang sangat panjang, tulis hanya sebagai background  yang menjadi penguat tema cerita tersebut. Tekankan hanya pada satu  bagian dari hidupnya untuk ditulis.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penggunaan kata&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun  cerpen memiliki keterbatasan dalam jumlah kata yang bisa dipakai,  apalagi cerita super pendek seperti flash fiction. Seringkali majalah  atau koran tertentu benar-benar membatasi jumlah kata yang bisa dipakai.  Jadi, Anda sebaiknya menggunakan pilihan kata yang efisien dan  menghindari menggunakan kalimat deskriptif yang berpanjang-panjang.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Impresi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Secara  tradisional, cerpen dimulai dengan pengenalan karakter, konflik, dan  resolusi. Alternatif lain, adalah Anda dapat membuat impresi pada  pembaca justru pada awal cerita, dengan langsung menghadirkan konflik.  Karakter Anda sudah berada di dalam kekacauan besar. Hal ini akan  membuat pembaca semakin penasaran, ada apa yang terjadi sebenarnya,  bagaimana karakter tersebut akan mengatasi persoalannya. Pengenalan  karakter, setting, dll dapat dilakukan secara perlahan-lahan di bagian  cerita berikutnya. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kejutan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beri kejutan pada pembaca di akhir cerita. Hindari membuat akhir cerita yang mudah ditebak. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Konklusi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jangan  biarkan pembaca meraba-raba dalam gelap pada akhir cerita Anda.  Pastikan konklusi di akhir cerita Anda memuaskan, tetapi juga tidak  mudah ditebak. Pembaca perlu dibuat berkesan pada akhir cerita, tentang  apa yang terjadi pada karakter tersebut. Akhir cerita yang mengesankan  akan selalu diingat oleh pembaca, bahkan setelah lama mereka selesai  membaca cerita tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://gengcerita.activeboard.com/t9622805/tips-menulis-cerpencerita-pendek/"&gt;http://gengcerita.activeboard.com/t9622805/tips-menulis-cerpencerita-pendek/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6496540476975415556-2031683465341848157?l=mekar-redaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/2031683465341848157/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2011/07/tips-menulis-cerpen.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/2031683465341848157?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/2031683465341848157?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2011/07/tips-menulis-cerpen.html" title="Tips menulis cerpen" /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkEER3Y8fip7ImA9WhZXF04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556.post-8666343524389897328</id><published>2011-05-07T10:21:00.001+07:00</published><updated>2011-05-07T10:23:26.876+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-07T10:23:26.876+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita online" /><title>Bersinarlah Bintang Purnama Part 2</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Hanya selang waktu setelah kepergian Bintang, kakak perempuannya telah Nampak dari depan pintu sambil mengeluarkan sepeda yang dikeranjangnnya terdapat bungkusan plastic hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tadi Bintang ngomong apa ya”, gumamnya bingung sambil mengingat kata kata yang terdengar samar dari dapur.&lt;br /&gt;Tanpa sepatah katapun dia pergi menunggangi sepedanya menuju tempat yang dituju.&lt;br /&gt;Pas kakak perempuan bintang menghilang bintang kelihatan menuju kerumahnya.  Saat di depan rumahnya bintang melirik kearah tanamannya yang masih keliatan kusam&lt;br /&gt;“Lho kok masih kusam apa jangan jangan belum dimandiin sama kakak”, gumamnya demikian&lt;br /&gt;Bintang masuk kerumahnya dan mengambil seember air mentah dengan ciduk plastic yang kekecilan. Dia berjalan pontang panting menuju kea rah tanaman itu. Satu persatu tanaman itu dimandikan tanpa menggunakan sabun. Hampir selesai memandikan tiba tiba&lt;br /&gt;“Baguus, gitu dong bintang jangan abis kerja tidur lagi. Eh ini kan hari pertamamu masuk sekolah, emang masuknya jam berapa kalau nggk salah kamu bilang jam 6 harus datang kesekolahan guna mendalami ilmu perploncoan”, seru kakak perempuan bintang.&lt;br /&gt;“Alaaaaaaaa…..emaaak, napa kakak baru bilang jam segini”, jawab bintang kaget sewaktu ingat kalau hari ini hari pertama masuk sekolah.&lt;br /&gt;Bintang berlari menuju bak mandi sambil membawa ember yang menyisakan sedikit air itu. Tak peduli dengan jalanan yang mulai tergelincir air dia terus berlari menuju bak mandi. Tatapan mukanya melihat ke arah jam dinding&lt;br /&gt;“Busyet jam 6.15”, kaget sewaktu melihat jam menghantam di titik 15.&lt;br /&gt;Dia berlari dan berlari sampai akhirnya masuk ke kamar mandi. Dikunci pintu dan melucuti seluruh pakaian dia dengan tergesa gesa. Saat hendak menanggalkan celananya kakinya tersangkut yang menyebabkan dia jatuh&lt;br /&gt;Brakkk, “Aww, sakit bener”.&lt;br /&gt;Dengan menahan rasa sakit dan celananya yang udah  tergores air dia tetap melucuti pakaiannya lalu mandi. Byar byur byar byur, suara dentingan air meratakan tubuh yang terselimut keringat. Dengan cepat kilat bintang mengakhiri dentingannya dan langsung memakai pakaian tadi yang tergores air.&lt;br /&gt;Menuju kekamarnya dalam keadaan basah kuyup. Air air yang tersisa dibadannya membasahi baju yang kering. Ditutup pintu kamar serapat mungkin dan ganti pakaian seragam sekolah. Dengan pincang ia berdandan lalu pergi keluar hanya mengambil secomot roti. Tas dan perlengkapan lain yang sudah digendong saatnya dia berangkat ke sekolah.&lt;br /&gt;(Bersambung.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/achmedjr"&gt;by : Achmed Junior&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6496540476975415556-8666343524389897328?l=mekar-redaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/8666343524389897328/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2011/05/bersinarlah-bintang-purnama-part-2.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/8666343524389897328?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/8666343524389897328?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2011/05/bersinarlah-bintang-purnama-part-2.html" title="Bersinarlah Bintang Purnama Part 2" /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkMFQHs7cSp7ImA9WhZXF04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556.post-5406235194523632877</id><published>2011-05-07T10:13:00.002+07:00</published><updated>2011-05-07T10:20:11.509+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-07T10:20:11.509+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita online" /><title>Bersinarlah Bintang Purnama Part 1</title><content type="html">Pagi pagi sekali tak Nampak seekor ayam apalagi berani mengeluarkan suaranya didaerah itu. Maklum daerah itu sudah masuk dalam perkotaan. Angin berhembus ringan namun rasa dingin masih saja menyelimuti sedikit orang orang yang keluar dikampung itu.&lt;br /&gt;Terdengar suara bukan kokokan  ayam namun melengking tajam. “BINTANG!!!!, BANGUN BINTANG!!! Sudah subuh”. Suara itu datang dari rumah yang ukurannya tidak terlalu lebar dan juga lebih tidak mewah.&lt;br /&gt;“Um….ngghhhhh, ok, aku bangun”, kata seorang pemuda yang mulai beranjak dari kamar tidurnya. Terlihat kamar yang isinya bercampur aduk ditinggalkan jua. Pemuda itu berjalan menuju ke bak mandi. Dengan mata sipit dan langkah yang semboyongan tanpa bersusah payah dia masuk ke kamar mandi itu.&lt;br /&gt;Uweruweruweruwer, kolohkolohkolohkoloh,huaarrghcii, keluarlah semua isi setelah dia berkumur kumur. Setelah mengira bersih dia mulai berwudhlu. Hanya selang beberapa menit dia keluar dari kamar mandi dan menuju ke kamar tidur. Sholatlah ia dengan khusyuk.&lt;br /&gt;Kira kira jam 6 pagi terdengar suara jeritan lagi. “BINTANG NI JAJAN SUDAH MATANG TOLONG DIANTAR SUDAH JAM 6”. Dengan wajah pucat kagetlah pemuda itu kalau dia tertidur setelah sholat. “Iya jalan”, teriaknya sambil berjalan menuju kesana. &lt;br /&gt;Sampailah ia ketempat itu terlihat beberapa kompor yang menyala , wajan diatasnya yang berisi penuh dengan jajan yang sedang dimasak. Terlihat seorang wanita yang sudah terlihat tua duduk  diantara kompor kompor itu bak nahkoda  sedangkan seseorang yang menjerit tadi itu adalah seorang wanita yang lebih muda dari wanita nahkoda itu. Wanita yang muda itu duduk didepan jajan yang sudah matang.&lt;br /&gt;“Ni buat mbah Marni dan yang ini buat mpok Siti sedangkan yang ini buat Bu Endang”, kata seorang wanita yang muda terhadap bintang.&lt;br /&gt;“Ini, ini, ini, Ok. Ada lagi kak?”, Tanya bintang terhadap wanita muda itu.&lt;br /&gt;“Udah itu dulu lainnya menyusul”, kata kakak bintang.&lt;br /&gt;Seorang wanita yang tua itu menyeru “hati hati kalau nyebrang rel kereta lihat kiri kanan”.&lt;br /&gt;“Ya bu”, jawab bintang kepada wanita yang sudah tua itu.&lt;br /&gt;Bintang berjalan menghindari dapur itu. Kini dia mengarahkan kakinya ke pintu utama rumah singgasana peninggalan nenek moyang. Pintu itu dibuka dan “hmmmmmmm…….segaarr udara dipagi hari”, gumamnya dalam hati.&lt;br /&gt;Terlihat di depan rumah sekelompok tanaman yang hendak berbunga namun kusam. Tanah tanah pijakan tanaman itu Nampak kehausan seperti terbakar  bulan dimalam hari.&lt;br /&gt;“Pasti kakak lupa menyiram sore hari jadi tanaman ini lesu dan tanahnya kebakaran sinar bulan”, gumamnya dalam hati.&lt;br /&gt;“Kakak!!, tanamannya kering disiram ya”, teriaknya sambil menjauhi rumahnya.(Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/achmedjr"&gt;&lt;br /&gt;by : Achmed Junior&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6496540476975415556-5406235194523632877?l=mekar-redaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/5406235194523632877/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2011/05/bersinarlah-bintang-purnama-part-1.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/5406235194523632877?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/5406235194523632877?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2011/05/bersinarlah-bintang-purnama-part-1.html" title="Bersinarlah Bintang Purnama Part 1" /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEACQH04fCp7ImA9WhZXFUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556.post-7725545792950063087</id><published>2011-05-05T16:10:00.001+07:00</published><updated>2011-05-05T16:12:41.334+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-05T16:12:41.334+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Religi" /><title>Adab Bersin dan Menguap menurut Islam</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Islam adalah agama yang lengkap lagi terperinci. Ini sememangnya satu  kebenaran. Jika kita mengkaji Islam secara keseluruhan, akan kita temui  bahawa Islam mencakupi pelbagai aspek kehidupan. Ia bukan agama ibadah  sekadar sembahyang dan zikir, tetapi agama yang turut meliputi ekonomi,  sosial, politik, peperangan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyentuh tentang  kehidupan, dua aspek yang turut dicakupi oleh Islam ialah adab ketika  menguap dan bersin.Dua perkara yang lazim berlaku kepada kita, tanpa  disedari telah digariskan oleh Islam adab-adabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguap  dan bersin secara tidak langsung memiliki kaitan antara satu sama lain,  iaitu berdasarkan hadis Rasulullah s.a.w. “Sesungguhnya Allah menyukai  bersin dan membenci menguap. Maka apabila (seseorang) bersin, hendaklah  dia memuji Allah (dengan mengucapkan alhamdulillah) dan merupakan  kewajipan bagi setiap muslim (yang mendengar saudaranya bersin) untuk  mendoakannya. Adapun menguap, maka ia tidak lain berasal dari syaitan.  Tahanlah ia semampu mungkin dan apabila (seseorang menguap) berbunyi  “Haaa” maka ketawalah syaitan.”&lt;br /&gt;[Shahih al-Bukhari, hadis no: 6223]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adab Menguap &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan  hadis di atas, dapat kita ketahui bahawa menguap adalah sesuatu yang  berasal dari syaitan. Jika hendak dibandingkan dengan bersin, menguap  adalah sesuatu yang tidak disukai oleh Allah s.w.t.. Sebabnya, menguap  adalah isyarat pemikiran yang lalai, tumpul lagi dibuai perasaan  mengantuk. Padahal seorang muslim hendaklah sentiasa cergas, tajam lagi  peka. Dia hanya mengantuk apabila tiba waktu kebiasaannya untuk tidur.  Oleh kerana itulah, Imam Ibn Hajar al-‘Asqalani (852H) dalam kitabnya  Fath al-Bari (jld. 10, ms. 628) mengemukakan sebuah riwayat dari para  sahabat yang menerangkan bahawa mereka tidak pernah melihat Rasulullah  s.a.w. menguap sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi jika kita benar-benar  terpaksa menguap, maka adab yang pertama ialah jangan mengeluarkan  sebarang bunyi. Janganlah mengeluarkan bunyi “Haaa”, “Uhhh” atau  sebagainya. Bunyi-bunyi seperti ini disukai oleh syaitan sehingga mereka  ketawa kepada orang yang mengeluarkannya ketika menguap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  menyusun kitab Shahihnya, Imam al-Bukhari (256H) meletakkan satu bab  khas yang berjudul “Sifat iblis dan tenteranya”. Di bawah bab tersebut,  beliau mengemukakan hadis yang menerangkan sifat iblis dan syaitan yang  ketawa apabila mendengar orang yang menguap mengeluarkan bunyi “Haaa”.  Hadis yang saya maksudkan ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menguap adalah dari  syaitan. Maka apabila seseorang kalian menguap, tahanlah sedaya mungkin  kerana sesungguhnya apabila seseorang kalian menguap sambil berbunyi  “Haaa” maka ketawalah syaitan”&lt;br /&gt;[Shahih al-Bukhari, hadis no: 3289]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adab  kedua jika terpaksa menguap ialah menutup mulut dengan tangan. Jangan  membiarkan mulut ternganga sehingga jelas ternampak “intan dan berlian”  yang melekat di celah-celah gigi. Rasulullah s.a.w. mengajar kita: “Jika  seseorang kalian menguap, maka tutuplah mulut dengan tangannya kerana  sesungguhnya syaitan masuk (ke dalam mulut yang terbuka).”&lt;br /&gt;[Shahih  Muslim, hadis no: 2995]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adab Bersin &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersin adalah sesuatu yang disukai  oleh Allah s.w.t. sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadis yang  pertama di atas. Di antara sebab ia disukai adalah, bersin membersihkan  rongga hidung dan tekak dari habuk, debunga, bakteria dan apa-apa lain  yang mungkin memenuhi rongga tersebut. Bersin juga adalah satu cara  untuk sistem badan menyesuaikan diri dengan perbezaan cuaca yang berlaku  secara mendadak. Oleh kerana itulah seseorang itu lazim bersin jika dia  bergerak dari tempat yang sejuk kepada panas atau panas kepada sejuk.  Bahkan seseorang itu juga akan bersin semata-mata dengan melihat kepada  keterikan sinaran matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingatkan banyak kebaikan bersin,  ditambahi dengan faktor bahawa ia adalah sesuatu yang disukai oleh  Allah, seeorang itu dituntut untuk memuji Allah ketika bersin. Bacaan  pujian tersebut ialah “Alhamdulillah ‘ala kulli hal” yang bermaksud&lt;br /&gt;“Segala  puji bagi Allah dalam segala sesuatu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah seorang lelaki  bersin ketika berada di tepi Abdullah bin ‘Umar al-Khattab. Lalu lelaki  tersebut berdoa: “Alhamdulillah, wassalamu ‘ala Rasulullah (Segala puji  bagi Allah dan salam ke atas Rasulullah).” Berkata Abdullah bin ‘Umar:  “Alhamdulillah, wassalamu ‘ala Rasulullah? Bukan begitu yang diajarkan  kepada kami oleh Rasulullah s.a.w., (sebaliknya) baginda mengajar kami  berdoa: Alhamdulillah ‘ala kulli hal (Segala puji bagi Allah dalam  segala sesuatu).”&lt;br /&gt;[Shahih Sunan al-Tirmizi, hadis no: 2738].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seterusnya,  apabila kita mendengar saudara kita yang bersin memuji Allah, hendaklah  kita mendoakannya dengan berkata: “YarhamukalLah” yang bermaksud:  “Semoga Allah merahmati kamu”. Kemudian bagi yang bersin, dia mendoakan  kembali orang yang mendoakannya tadi dengan berkata: “YaghfirulLahu lana  wa Lakum” yang bermaksud: “Semoga Allah mengampuni bagi kami dan bagi  kalian”.&lt;br /&gt;[Shahih al-Jami’ al-Shagheir, hadis no: 686]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah  di sebalik semua ini ialah terjalinnya ikatan ukhuwah dan kasih sayang  sesama umat Islam. Apabila kita mendoakan saudara kita yang bersin, dia  akan merasa senang dengan kita. Seterusnya apabila dia mendoakan kita  pula, kita pula akan merasa senang kepadanya. Hingga akhirnya  terjalinlah ikatan ukhuwah dan kasih sayang semata-mata kerana bersin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya  orang yang bersin tidak memuji Allah, kita tidak dituntut mendoakannya.  Pernah dua orang bersin berdekatan Rasulullah s.a.w., lalu baginda  mendoakan seorang dan membiarkan seorang yang lain. Orang yang dibiarkan  itu bertanya, mengapa baginda tidak mendoakannya? Baginda menjawab:  “Orang itu memuji Allah (setelah bersin) manakala kamu tidak memuji  Allah (setelah bersin).”&lt;br /&gt;[Shahih al-Bukhari, hadis no: 6225]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adab  terakhir ketika bersin ialah menutup mulut dan hidung dengan tangan  atau kain. Pada waktu yang sama hendaklah merendahkan muka dan suara.  Jangan bersin sehingga menghamburkan air liur, bersin ke arah muka orang  lain atau bersin dengan suara yang kuat. Abu Hurairah menerangkan adab  Rasulullah s.a.w. ketika bersin: “Apabila Rasulullah s.a.w. bersin,  baginda meletakkan tangannya atau bajunya ke atas mukanya (mulut dan  hidung) sambil merendahkan (atau sambil menundukkan muka dan) suaranya.”  [Shahih Sunan Abu Daud, hadis no: 5029]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6496540476975415556-7725545792950063087?l=mekar-redaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/7725545792950063087/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2011/05/adab-bersin-dan-menguap-menurut-islam.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/7725545792950063087?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/7725545792950063087?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2011/05/adab-bersin-dan-menguap-menurut-islam.html" title="Adab Bersin dan Menguap menurut Islam" /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0YHQXwzfyp7ImA9Wx5VGUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556.post-5604596853591421569</id><published>2010-10-13T19:57:00.003+07:00</published><updated>2010-10-13T20:05:30.287+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-13T20:05:30.287+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel" /><title>Chairil Anwar, Legenda Sastra yang Disalahpahami</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Chairil Anwar adalah legenda sastra yang hidup di batin masyarakat Indonesia. Ia menjadi ilham bagi perjuangan kemerdekaan bangsanya.Namun siapa sangka, penyair yang memelopori pembebasan bahasa Indonesia dari tatanan lama ini adalah juga seorang pengembara batin yang menghabiskan usianya hanya untuk puisi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini tulisan tentang Chairi Anwar, yang sebagian besar bahannya dicuplik dari buku Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan, karya Arief Budiman, ditambah beberapa referensi lain serta sejumlah wawancara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di Jalan  Juanda (Jakarta) dulu ada dua toko buku, yang sekarang jadi kantor Astra. Namanya toko buku Kolf dan van Dorp. Koleksinya luar biasa banyak. Saya dan Chairil suka mencuri buku di situ," begitu Asrul Sani pernah bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suatu kali kami melihat buku Friedrich Nietzsche, Also Sprach Zarathustra. `Wah, itu buku mutlak harus dibaca,' kata Chairil pada saya. `Kau perhatikan orang itu, aku mau mengantongi Nietzsche ini.' Chairil memakai celana komprang dengan dua saku lebar, cukup besar untuk menelan buku itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku filsafat, termasuk buku Nietzsche tadi, diletakkan di antara buku-buku agama. Kebetulan buku Nietzsche ukuran dan warna  sampulnya yang hitam persis betul dengan kitab Injil. "Sementara Chairil mengantongi buku, saya memperhatikan pelayan toko," kata Asrul. "Hati saya deg-degan setengah mati. Setelah buku berpindah tempat, kami lantas keluar dari toko dengan tenang. Tapi sampai di luar tiba-tiba Chairil terkejut, `Kok ini? Wah, salah ambil aku!' sambil tangannya terus membolak-balik buku. Rupanya  Chairil salah mengambil Injil. Kami kecewa sekali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chairil Anwar memang seorang "penggila" buku, yang dengan rakus melahap karya-karya W.H. Auden, Steinbeck, Ernest Hemingway, Andre Gide, Marie Rilke, Nitsche, H. Marsman, Edgar du Peroon, J. Slauerhoff, dan banyak lagi. Tapi dia adalah penggila buku yang urakan, selalu kekurangan uang, tidak punya pekerjaan tetap, suka keluyuran, jorok, penyakitan, dan tingkah lakunya menjengkelkan. Alhasil, lengkaplah "ciri-ciri" seniman pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dia juga contoh yang baik tentang totalitas berkesenian dalam dunia sastra Indonesia. Jika Sanusi Pane, Amir Hamzah, Rustam Effendi, dan M. Yamin hanya menjadikan kegiatan menulis puisi sebagai kegiatan sampingan, di samping tugas keseharian mereka sebagai redaktur sebuah surat kabar, politikus, atau lainnya, ia semata-mata hidup untuk puisi dan dari puisi.&lt;br /&gt;Tak Terurus. Nama Chairil mulai dikenal di kalangan seniman pada tahun 1943. H.B. Jassin punya cerita. "Suatu hari di tahun 1943," tuturnya, "Chairil datang ke redaksi Pandji Pustaka; seorang muda kurus pucat tidak terurus kelihatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matanya merah, agak liar, tetapi selalu seperti berpikir. Gerak-geriknya lambat seperti orang tak peduli. Ia datang membawa sajak-sajaknya untuk dimuat di majalah Pandji Pustaka. Tapi didapatnya keterangan bahwa sajak-sajaknya tidak mungkin dimuat. Kata pemimpin majalah itu, `Susunan Dunia Baru' (sajak Chairil) tidak ada harganya. Sajak-sajak individualis lebih baik dimasukkan saja dalam simpanan prive (privacy) sang pengarang. Kiasan-kiasannya terlalu mem-Barat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu sang penyair sering terlihat di kantor Pusat Kebudayaan (Keimin Bunka Shidoso), yang didirikan Jepang tahun 1943 di Jakarta, dan diketuai sastrawan Armijn Pane. Di kalangan seniman waktu itu, ia mulai sering disebut-sebut sebagai penyair muda yang memperkenalkan gagasan-gagasan baru di sekitar puisi. Gaya bersajak dan elan vital dalam puisi-puisinya yang bercorak individualistis dan mem-Barat membedakannya dengan kecenderungan puisi-puisi yang dilahirkan generasi sebelumnya (baca: Poedjangga Baroe). Bukan secara kebetulan agaknya jika sajak-sajak Chairil memiliki nuansa individualistis yang kental. Pergumulan total Chairil dengan kesenian agaknya telah menuntun sang penyair terjerembab dalam sebuah ritus pencarian filosofis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semacam tertuntun pada sebuah kredo bahwa di dalam kesenian, berfilsafat menjadi keniscayaan yang menusuk. Terutama karena berkesenian mengharuskan sang seniman berhadapan dengan problem-problem tentang ketuhanan, kebebasan, dan apa saja. Salah Kaprah. Buat kita sekarang, sosok Chairil sudah lekat dengan citra kepenyairan Indonesia. Sejumlah larik puisi dari penyair kita ini telah menjadi semacam pepatah atau kata-kata mutiara yang hidup di kalangan masyarakat: "Aku ini binatang jalang", "Hidup hanya menunda kekalahan", "Aku mau hidup seribu tahun lagi", dan masih banyak lagi. Atau    bertanyalah pada siswa SLTP dan SLTA siapa penyair kondang Indonesia, niscaya mereka akan menyebut namanya, lengkap dengan beberapa judul syairnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mungkin tidak banyak yang tahu, ada yang salah dalam persepsi kita mengenai tokoh yang satu ini. Ada yang salah kaprah. Sebagai ilustrasi, sajak "Aku" lebih sering dipahami banyak orang sebagai sajak  pemberontakan terhadap penjajahan. Padahal tidak. Kata Asrul Sani, sajak itu sebenarnya tidak lebih dari "teriakan putus asa dan rasa getir", termasuk penolakan terhadap sesuatu yang sangat berarti dalam hidupnya, yaitu ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajak "Diponegoro" juga sering dikira sajak perjuangan. Padahal, seperti pernah diulas Arief Budiman, sajak itu adalah cerminan dari ekspresi kekaguman Chairil pada semangat hidup Pangeran Diponegoro, di saat jiwanya amat diresahkan dengan kematian dan absurditas. Ia menulis puisi pertamanya, "Nisan", pada Oktober 1942, ketika ia berusia 20 tahun, ketika teknik persajakan belum dikuasainya benar. Para pengamat sastra menganggap sajak ini sebagai sajak tertuanya. Padahal, menurut H.B. Jassin, sebelum "Nisan" Chairil sudah lebih dulu membuat sajak-sajak corak Pujangga Baru, tapi karena tidak memuaskannya lalu dia buang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan kematian benar menusuk kalbu&lt;br /&gt;Keridhaanmu menerima segala tiba&lt;br /&gt;Tak kutahu setinggi itu di atas debu&lt;br /&gt;Dan duka maha tuan tak bertahta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajak "Nisan" ini, yang didedikasikan untuk neneknya yang baru meninggal, merupakan renungan Chairil tentang kematian, yang di matanya teramat misterius, namun tak terhindarkan oleh siapa pun. Renungannya ini lalu menghantarkan ia pada pertanyan eksistensial: "Bila manusia mati, lantas apa gunanya segala usaha yang dilakukan dalam hidup ini?" Pertanyaan filosofis itu terus mengejarnya, sementara kehidupan sendiri tidak pernah memberinya jawaban yang memuaskan. Maka bukan hal yang aneh, di saat batin kemanusiaannya begitu merindukan semangat menghadapi hidup yang absurd dengan gagah berani, tiba-tiba Chairil mendapati sosok legendaris Pangeran Diponegoro sebagai perwujudan yang konkret dari kegairahannya mempertahankan hidup.&lt;br /&gt;Inilah agaknya yang lalu mengilhaminya menulis sajak "Diponegoro", pada Februari 1943. Meski sama-sama berbicara tentang kematian, sajak-sajak yang ditulis Chairil menjelang akhir hayatnya lebih sublim dan intens. Di samping teknik persajakan telah dikuasainya benar sehingga sajak-sajaknya terasa jernih, penghayatannya terhadap kehidupan (dan kematian) yang menjadi subjek puisi-puisinya juga telah mencapai klimaks kematangan sebagai seorang penyair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajak pertama yang ditulis Chairil pada 1949 (tahun kematiannya) adalah "Chairil Muda, Mirat Muda", dengan tambahan judul kecil"Di Pegunungan 1943". Sajak ini merupakan kenangan Chairil terhadap saat-saat yang paling membahagiakan dalam hidupnya--sebuah perasaan yang wajar timbul pada orang-orang yang menyongsong kematian. Di akhir sajak tersebut ia sempat menulis kata mati. Namun berbeda dengan sajak-sajaknya yang ditulis pada 1942, di mana kematian dipersoalkan dengan keterlibatan dan perhatian yang penuh, di sajak ini kematian diucapkannya dengan cara yang ringan saja. Agaknya kematian bukan lagi sesuatu yang menjadi objek obsesinya, melainkan sebagai kenyataan yang sederhana, sama sederhananya dengan udara di muka bumi.Dalam sajaknya "Yang Terampas dan yang Putus", juga ditulis pada 1949, Chairil malah secara jelas menulis kesiapannya untuk menghadapi  kematian. Ia tiba-tiba menyadari bahwa impuls-impuls kehidupan tidak pernah sepenuhnya diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dalam sajak "Derai-Derai Cemara", yang ia tulis sesudahnya. Dalam sajak yang ia tulis setelah percakapan yang panjang dengan dua sahabatnya, Rivai Apin dan Asrul Sani, Chairil kembali menegaskan bahwa kehidupan adalah sebingkai misteri yang tidak bisa kita temui artinya, tapi pada saat yang sama kita memiliki impuls untuk mempertahankannya. Kita hidup, menurut Chairil, untuk sesuatu yang tidak kita ketahui maknanya.  Dan barangkali satu-satunya alasan untuk terus hidup adalah karena kita sedang mencari maknanya. Namun misteri tetaplah sebuah misteri, ia tidak pernah akan bisa terpecahkan. Karenanya mencari makna kehidupan adalah sesuatu yang sia-sia, meski harus terus dilakukan. Maka bagi Chairil, "hidup hanya menunda kekalahan/ada yang tetap tidak diucapkan/sebelum pada akhirnya kita menyerah".&lt;br /&gt;Penyair Terbesar. Chairil memiliki simpati yang sangat besar terhadap upaya meraih kemerdekaan manusia, termasuk perjuangan bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari  penjajahan. Pada 1948, sebagai bukti perhatiannya pada situasi sosial-politik waktu itu, ia menulis sajak "Krawang-Bekasi", yang disadurnya dari sajak "The Young Dead Soldiers", karya Archibald MacLeish.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenang, kenanglah kami&lt;br /&gt;Teruskan, jiwa kami&lt;br /&gt;Menjaga Bung Karno&lt;br /&gt;Menjaga Bung Hatta&lt;br /&gt;menjaga Bung Syahrir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun yang sama, ia menulis sajak "Persetujuan dengan Bung Karno", yang merefleksikan dukungannya pada Bung Karno untuk terus mempertahankan proklamasi 17 Agustus 1945. Belakangan, sajak Chairil yang berjudul "Aku" dan "Diponegoro" juga banyak dipahami orang sebagai sajak perjuangan. Padahal, sajak-sajak ini adalah jenis sajak individu, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan perjuangan kemerdekaan karena ditulis pada 1943. Namun dalam sajak "Aku" misalnya, di mana Chairil mengintroduksi dirinya sebagai "Aku binatang jalang", ia bisa menjelmakan kata hati rakyat Indonesia yang ingin bebas. Dalam analisis Agus R. Sardjono, penyair terkemuka Bandung, sajak-sajak seperti "Krawang-Bekasi", "Persetujuan dengan Bung Karno", "Aku",  dan "Diponegoro" inilah yang justru di kemudian hari membuat Chairil Anwar menjadi legenda dalam dunia kepenyairan Indonesia. Hal itu dimungkinkan karena sajak-sajak ini bersifat sastra mimbar, untuk menyebut  jenis sajak-sajak yang bersifat sosiologis (yang berpretensi untuk menjawab atau menanggapi fakta-fakta sosial), dan biasanya dibaca dengan suara keras atau menyeru-nyeru, serta dengan tangan terkepal.&lt;br /&gt;Masih menurut Agus, nama Chairil mungkin tidak akan begitu populer seperti sekarang bila dia hanya menciptakan sajak yang berjenis sastra kamar, sajak-sajak yang kontemplatif dan personal. Betapapun tingginya mutu sajak "Derai-Derai Cemara", "Senja di Pelabuhan Kecil", atau "Yang terampas dan yang Putus" secara kesusastraan, namun sajak-sajak demikian sama sekali tidak memiliki peluang untuk diapresiasi secara massal. Namun, dengan segala ketidaksempurnaannya, keberhasilan terbesar Chairil bagi dunia persajakan Indonesia khususnya, dan bahasa Indonesia pada umumnya, adalah kepeloporannya untuk membebaskan bahasa Indonesia dari aturan-aturan lama (ejaan van Ophusyen) yang waktu itu cukup mengekang, menjadi bahasa yang membuka kemungkinan-kemungkinan sebagai alat pernyataan yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan bahasa itu teramat penting. Terbukti Malasyia, negara yang menggunakan bahasa Melayu, yang serumpun dengan bahasa Indonesia (tapi tidak pernah memiliki penyair sekaliber Chairil) dalam hal bahasa jauh tertinggal dari bangsa kita. Kebebasan bahasa itu adalah prestasi besar bangsa Indonesia. Dengan itu kita dapat mengutarakan apa saja langsung dari lubuk hati kita. Dan, seperti diamini banyak sastrawan kita, berkah itu adalah warisan Chairil Anwar, penyair terbesar yang pernah kita miliki.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6496540476975415556-5604596853591421569?l=mekar-redaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/5604596853591421569/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2010/10/chairil-anwar-legenda-sastra-yang.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/5604596853591421569?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/5604596853591421569?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2010/10/chairil-anwar-legenda-sastra-yang.html" title="Chairil Anwar, Legenda Sastra yang Disalahpahami" /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkMDRHk-cCp7ImA9Wx5VGUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556.post-6900500044974663924</id><published>2010-10-13T19:51:00.002+07:00</published><updated>2010-10-13T19:54:35.758+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-13T19:54:35.758+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi" /><title>PUISI-PUISI CHAIRIL ANWAR Alm.</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PRAJURIT JAGA MALAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?&lt;br /&gt;Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,&lt;br /&gt;bermata tajam&lt;br /&gt;Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya&lt;br /&gt;kepastian&lt;br /&gt;ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini&lt;br /&gt;Aku suka pada mereka yang berani hidup&lt;br /&gt;Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam&lt;br /&gt;Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu......&lt;br /&gt;Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1948)&lt;br /&gt;Siasat,&lt;br /&gt;Th III, No. 96&lt;br /&gt;1949&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MALAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai kelam&lt;br /&gt;belum buntu malam&lt;br /&gt;kami masih berjaga&lt;br /&gt;--Thermopylae?-&lt;br /&gt;- jagal tidak dikenal ? -&lt;br /&gt;tapi nanti&lt;br /&gt;sebelum siang membentang&lt;br /&gt;kami sudah tenggelam hilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman Baru,&lt;br /&gt;No. 11-12&lt;br /&gt;20-30 Agustus 1957&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KRAWANG-BEKASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi&lt;br /&gt;tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi.&lt;br /&gt;Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,&lt;br /&gt;terbayang kami maju dan mendegap hati ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi&lt;br /&gt;Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak&lt;br /&gt;Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.&lt;br /&gt;Kenang, kenanglah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sudah coba apa yang kami bisa&lt;br /&gt;Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami cuma tulang-tulang berserakan&lt;br /&gt;Tapi adalah kepunyaanmu&lt;br /&gt;Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan&lt;br /&gt;atau tidak untuk apa-apa,&lt;br /&gt;Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata&lt;br /&gt;Kaulah sekarang yang berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi&lt;br /&gt;Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenang, kenanglah kami&lt;br /&gt;Teruskan, teruskan jiwa kami&lt;br /&gt;Menjaga Bung Karno&lt;br /&gt;menjaga Bung Hatta&lt;br /&gt;menjaga Bung Sjahrir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sekarang mayat&lt;br /&gt;Berikan kami arti&lt;br /&gt;Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenang, kenanglah kami&lt;br /&gt;yang tinggal tulang-tulang diliputi debu&lt;br /&gt;Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1948)&lt;br /&gt;Brawidjaja,&lt;br /&gt;Jilid 7, No 16,&lt;br /&gt;1957&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DIPONEGORO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa pembangunan ini&lt;br /&gt;tuan hidup kembali&lt;br /&gt;Dan bara kagum menjadi api&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan sekali tuan menanti&lt;br /&gt;Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.&lt;br /&gt;Pedang di kanan, keris di kiri&lt;br /&gt;Berselempang semangat yang tak bisa mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAJU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini barisan tak bergenderang-berpalu&lt;br /&gt;Kepercayaan tanda menyerbu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali berarti&lt;br /&gt;Sudah itu mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAJU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagimu Negeri&lt;br /&gt;Menyediakan api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punah di atas menghamba&lt;br /&gt;Binasa di atas ditindas&lt;br /&gt;Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai&lt;br /&gt;Jika hidup harus merasai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju&lt;br /&gt;Serbu&lt;br /&gt;Serang&lt;br /&gt;Terjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Februari 1943)&lt;br /&gt;Budaya,&lt;br /&gt;Th III, No. 8&lt;br /&gt;Agustus 1954&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji&lt;br /&gt;Aku sudah cukup lama dengan bicaramu&lt;br /&gt;dipanggang diatas apimu, digarami lautmu&lt;br /&gt;Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945&lt;br /&gt;Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu&lt;br /&gt;Aku sekarang api aku sekarang laut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat&lt;br /&gt;Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar&lt;br /&gt;Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak &amp;amp; berlabuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1948)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liberty,&lt;br /&gt;Jilid 7, No 297,&lt;br /&gt;1954&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AKU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sampai waktuku&lt;br /&gt;'Ku mau tak seorang kan merayu&lt;br /&gt;Tidak juga kau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu sedu sedan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ini binatang jalang&lt;br /&gt;Dari kumpulannya terbuang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar peluru menembus kulitku&lt;br /&gt;Aku tetap meradang menerjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luka dan bisa kubawa berlari&lt;br /&gt;Berlari&lt;br /&gt;Hingga hilang pedih peri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku akan lebih tidak perduli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mau hidup seribu tahun lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maret 1943&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENERIMAAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kau mau kuterima kau kembali&lt;br /&gt;Dengan sepenuh hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih tetap sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutahu kau bukan yang dulu lagi&lt;br /&gt;Bak kembang sari sudah terbagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kau mau kuterima kembali&lt;br /&gt;Untukku sendiri tapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maret 1943&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HAMPA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada sri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.&lt;br /&gt;Lurus kaku pohonan. Tak bergerak&lt;br /&gt;Sampai ke puncak. Sepi memagut,&lt;br /&gt;Tak satu kuasa melepas-renggut&lt;br /&gt;Segala menanti. Menanti. Menanti.&lt;br /&gt;Sepi.&lt;br /&gt;Tambah ini menanti jadi mencekik&lt;br /&gt;Memberat-mencekung punda&lt;br /&gt;Sampai binasa segala. Belum apa-apa&lt;br /&gt;Udara bertuba. Setan bertempik&lt;br /&gt;Ini sepi terus ada. Dan menanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DOA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada pemeluk teguh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku&lt;br /&gt;Dalam termangu&lt;br /&gt;Aku masih menyebut namamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar susah sungguh&lt;br /&gt;mengingat Kau penuh seluruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cayaMu panas suci&lt;br /&gt;tinggal kerdip lilin di kelam sunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hilang bentuk&lt;br /&gt;remuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mengembara di negeri asing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku&lt;br /&gt;di pintuMu aku mengetuk&lt;br /&gt;aku tidak bisa berpaling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 November 1943&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SAJAK PUTIH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersandar pada tari warna pelangi&lt;br /&gt;Kau depanku bertudung sutra senja&lt;br /&gt;Di hitam matamu kembang mawar dan melati&lt;br /&gt;Harum rambutmu mengalun bergelut senda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba&lt;br /&gt;Meriak muka air kolam jiwa&lt;br /&gt;Dan dalam dadaku memerdu lagu&lt;br /&gt;Menarik menari seluruh aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup dari hidupku, pintu terbuka&lt;br /&gt;Selama matamu bagiku menengadah&lt;br /&gt;Selama kau darah mengalir dari luka&lt;br /&gt;Antara kita Mati datang tidak membelah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posted 5:58 AM by camar&lt;br /&gt;SENJA DI PELABUHAN KECIL&lt;br /&gt;buat: Sri Ajati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kali tidak ada yang mencari cinta&lt;br /&gt;di antara gudang, rumah tua, pada cerita&lt;br /&gt;tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut&lt;br /&gt;menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang&lt;br /&gt;menyinggung muram, desir hari lari berenang&lt;br /&gt;menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak&lt;br /&gt;dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan&lt;br /&gt;menyisir semenanjung, masih pengap harap&lt;br /&gt;sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan&lt;br /&gt;dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1946&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CINTAKU JAUH DI PULAU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintaku jauh di pulau,&lt;br /&gt;gadis manis, sekarang iseng sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perahu melancar, bulan memancar,&lt;br /&gt;di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.&lt;br /&gt;angin membantu, laut terang, tapi terasa&lt;br /&gt;aku tidak 'kan sampai padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di air yang tenang, di angin mendayu,&lt;br /&gt;di perasaan penghabisan segala melaju&lt;br /&gt;Ajal bertakhta, sambil berkata:&lt;br /&gt;"Tujukan perahu ke pangkuanku saja,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!&lt;br /&gt;Perahu yang bersama 'kan merapuh!&lt;br /&gt;Mengapa Ajal memanggil dulu&lt;br /&gt;Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manisku jauh di pulau,&lt;br /&gt;kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1946&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MALAM DI PEGUNUNGAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,&lt;br /&gt;Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?&lt;br /&gt;Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:&lt;br /&gt;Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1947&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kelam dan angin lalu mempesiang diriku,&lt;br /&gt;menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,&lt;br /&gt;malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang&lt;br /&gt;dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;&lt;br /&gt;tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1949&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DERAI DERAI CEMARA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cemara menderai sampai jauh&lt;br /&gt;terasa hari akan jadi malam&lt;br /&gt;ada beberapa dahan di tingkap merapuh&lt;br /&gt;dipukul angin yang terpendam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku sekarang orangnya bisa tahan&lt;br /&gt;sudah berapa waktu bukan kanak lagi&lt;br /&gt;tapi dulu memang ada suatu bahan&lt;br /&gt;yang bukan dasar perhitungan kini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hidup hanya menunda kekalahan&lt;br /&gt;tambah terasing dari cinta sekolah rendah&lt;br /&gt;dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan&lt;br /&gt;sebelum pada akhirnya kita menyerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1949&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6496540476975415556-6900500044974663924?l=mekar-redaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/6900500044974663924/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2010/10/puisi-puisi-chairil-anwar-alm.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/6900500044974663924?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/6900500044974663924?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2010/10/puisi-puisi-chairil-anwar-alm.html" title="PUISI-PUISI CHAIRIL ANWAR Alm." /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkcDQHY-eSp7ImA9WxJRGUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556.post-488276973052573518</id><published>2009-05-22T09:02:00.001+07:00</published><updated>2009-05-22T09:07:51.851+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-22T09:07:51.851+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi" /><title>Cintaku Pada-Mu, Padanya</title><content type="html">&lt;div style="font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"  align="justify"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;syaqielha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pekalongan, 15 Mei 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ya Allahu Rabbii..&lt;br /&gt;jika Engkau hendak labuhkan hati ini&lt;br /&gt;jangan Engkau sertakan badai dalam labuhan kapalku&lt;br /&gt;rajutlah robeknya layar kembangku&lt;br /&gt;agar tak palingkan senyum-Mu dari ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Rabbul Alamiin..&lt;br /&gt;ku hambuskan goresan harapan dalam titik sujudku&lt;br /&gt;ku lukiskan impian dalam buai malamku&lt;br /&gt;smoga mampu tuk raba sosok mu sang Habiballaah&lt;br /&gt;karna hanya dialah dambaan hati hamba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rahmaan..&lt;br /&gt;betapa mulia basuhan sepertiga malam-Mu&lt;br /&gt;betapa suci aliran rizki-Mu&lt;br /&gt;dan sungguh menawan butiran makna tasbih-Mu&lt;br /&gt;hingga ku mohon dalam linangan isak doaku,&lt;br /&gt;tunjukkanlah sosok ikhwanul muslimin hidupku&lt;br /&gt;lekatkanlah hatiku pada ia yang Kau kasihi&lt;br /&gt;pada ia yang Kau ridhoi&lt;br /&gt;pada ia yang sempurnakan AdDin Islami&lt;br /&gt;karna sesungguhnya hamba tak ingin&lt;br /&gt;lantunan sabda-Mu tak lagi tamengi hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Habibii...&lt;br /&gt;dimanakah engkau&lt;br /&gt;sungguh cinta ini terluapkan asa&lt;br /&gt;janji abdi ku akan separuh ibadah pada-Mu&lt;br /&gt;kan ku jubahkan cinta ku pada-Mu untuknya&lt;br /&gt;kan ku kenakan keikhlasan-Mu pada kasihku untuknya&lt;br /&gt;dan kan ku dekap keridhoan-Mu pada tuturku untuknya&lt;br /&gt;hingga kau berikan sandaran jembatan hati ini&lt;br /&gt;tetap kan ku tiupkan doa-doa asa akan cinta&lt;br /&gt;akan cintaku pada-Mu, padanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6496540476975415556-488276973052573518?l=mekar-redaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/488276973052573518/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/05/cintaku-pada-mu-padanya.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/488276973052573518?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/488276973052573518?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/05/cintaku-pada-mu-padanya.html" title="Cintaku Pada-Mu, Padanya" /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEQERXY-cCp7ImA9WxJSFEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556.post-3970096500181743328</id><published>2009-05-05T11:04:00.000+07:00</published><updated>2009-05-05T11:05:04.858+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-05T11:05:04.858+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi" /><title>Mengapa Harus Cinta</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;oleh : Gita Lover&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam diam aku merenung&lt;br /&gt;Dalam tawa aku bahagia&lt;br /&gt;Dalam tangis aku bersedih&lt;br /&gt;Dalam cinta aku tersadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Tuhan&lt;br /&gt;Inikah arah hidupku&lt;br /&gt;Dimana aku bisa merasakan cinta&lt;br /&gt;Hidup ini pada dasarnya adalah aliran cinta&lt;br /&gt;Laut mengayun ombak karena cinta&lt;br /&gt;Bunga bermekaran karena cinta&lt;br /&gt;Semua makhluk tampa disadari telah bercinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika aku harus menangis karena cinta&lt;br /&gt;Cintaku pada orangtuaku, kepada guru, sahabat,&lt;br /&gt;Dan semua orang yang aku sayangi&lt;br /&gt;Harus aku sadari bahwa cinta dapat merubah sesuatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Tuhan Penguasa Alam&lt;br /&gt;Tegurlah aku&lt;br /&gt;Ingatkan aku dalam khilafku&lt;br /&gt;Bantulah aku keluar dari kemahatololan ini&lt;br /&gt;Muliakanlah aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika aku takut kehilangan cinta&lt;br /&gt;Kehilangan cinta yang hakiki&lt;br /&gt;Yakinlah bahwa sesuatu di duniaini&lt;br /&gt;Tidak ada yang abadi&lt;br /&gt;Bunga edelwisepun tidak percaya diri bahwa&lt;br /&gt;Ia akan kekal selamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6496540476975415556-3970096500181743328?l=mekar-redaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/3970096500181743328/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/05/mengapa-harus-cinta.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/3970096500181743328?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/3970096500181743328?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/05/mengapa-harus-cinta.html" title="Mengapa Harus Cinta" /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEYCQ3Y6fCp7ImA9WxJSFEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556.post-525798995595198246</id><published>2009-05-05T11:00:00.000+07:00</published><updated>2009-05-05T11:02:42.814+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-05T11:02:42.814+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi" /><title>Kembalilah untuk Menjadi Temanku</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;oleh : Alfalfa&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Yang menemaniku untuk pulang larut&lt;br /&gt;Dan membanting semua jendela kelas,&lt;br /&gt;Menendang semua meja, menghantam tembok keras..&lt;br /&gt;Untuk meluapkan semua emosi yang kita punya&lt;br /&gt;Tanpa adanya curahan, kau sudah mengerti&lt;br /&gt;Seluruh kesakitan hatiku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalilah untuk menyanyi disaat hujan&lt;br /&gt;Menari sambil menerpa angin&lt;br /&gt;Dan mendengarkan suara air&lt;br /&gt;Di sungai harapan kita&lt;br /&gt;Seraya menerbangkan kertas-kertas permohonan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalilah untuk mendongeng sebuah cerita&lt;br /&gt;Dan berharap itu akan jadi nyata..&lt;br /&gt;Kita berjalan melalui rumput ilalang kering&lt;br /&gt;Mengharap sebuah jembatan rel kereta&lt;br /&gt;Di atas sungai besar...tanpa siapa pun&lt;br /&gt;Lalu kita mulai teriak sekencang-kencangnya&lt;br /&gt;Untuk memanggil pangeran impian&lt;br /&gt;Yang akan datang dari langit&lt;br /&gt;Dan berjalan disamping kita layaknya malaikat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalilah untuk menggandeng tanganku&lt;br /&gt;Dan maafkanlah semua perkataanku&lt;br /&gt;Yang aku tahu, itu sangat membuatmu kecewa&lt;br /&gt;Maafkan aku, telah melarangmu bersamaku lagi&lt;br /&gt;Kini, aku baru menyadari.. kalau aku sangat&lt;br /&gt;Merindukanmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6496540476975415556-525798995595198246?l=mekar-redaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/525798995595198246/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/05/kembalilah-untuk-menjadi-temanku.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/525798995595198246?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/525798995595198246?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/05/kembalilah-untuk-menjadi-temanku.html" title="Kembalilah untuk Menjadi Temanku" /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D04HQnczcSp7ImA9WxJSFEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556.post-568278839759923200</id><published>2009-05-05T10:56:00.000+07:00</published><updated>2009-05-05T10:58:53.989+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-05T10:58:53.989+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi" /><title>Gejolak Jiwa</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;oleh: Gita Lover&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kutegur pagi yang lesung ini&lt;br /&gt;Kumasuki relung waktu yang dalam&lt;br /&gt;Waktu yang jarang disentuh manusia&lt;br /&gt;Entah ku tak tahu jua&lt;br /&gt;Adakah yang ku pecahkan kala itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada...&lt;br /&gt;Akan aku jadikan lentera di tengah gelap gulita&lt;br /&gt;Aku ukir di atas alam sadar&lt;br /&gt;Ku ikat kencang di pucuk pohon cemara&lt;br /&gt;Sambil meneriakkan kepada seluruh manusia&lt;br /&gt;Inilah yang kita cari...&lt;br /&gt;Sesuatu yang kita pertanyakan selama ini&lt;br /&gt;Yang amat sulit dijamah&lt;br /&gt;Penghapus airmata kemunafikan&lt;br /&gt;Pembangun hati yang tertidur&lt;br /&gt;Dan penyembuh hati yang sakit&lt;br /&gt;Serta peredam raja amarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika aku keluar dari relung waktu&lt;br /&gt;yang dalam...&lt;br /&gt;bergegas langkahku berjalan&lt;br /&gt;Tak ada nyali untukku membalikkan mata ke belakang&lt;br /&gt;Aku takut semua itu kabur dari ingatanku&lt;br /&gt;Seraya membisikkan,..&lt;br /&gt;Ini halusinasi...&lt;br /&gt;Hanya halusinasi...&lt;br /&gt;Halusinasi dari gejolak jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6496540476975415556-568278839759923200?l=mekar-redaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/568278839759923200/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/05/gejolak-jiwa.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/568278839759923200?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/568278839759923200?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/05/gejolak-jiwa.html" title="Gejolak Jiwa" /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEYHQHkycCp7ImA9WxJTFUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556.post-4404095206881018220</id><published>2009-04-24T11:03:00.001+07:00</published><updated>2009-04-24T11:08:51.798+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-24T11:08:51.798+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita online" /><title>Jiwa yang Mati</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Syaqielha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 Februari 2009&lt;br /&gt;Terang rembulan menatapku tajam&lt;br /&gt;Dalam kerlip ramah sang bintang&lt;br /&gt;Daku termenung dalam buai lelap malam&lt;br /&gt;Berselimut angin tiada tergapai&lt;br /&gt;Namun mimpi tiada terhenti&lt;br /&gt;Tuk lukis nafas hidup daku nanti&lt;br /&gt;Tumpukan kertas putih dengan goresan kata tak beraturan masih berserakan dihadapanku. Bertebaran penuhi latar kamarku. Jarum jam kini berkunjung pada angka 12 tepat untuk setia menemani bahtera malamku yang tak menentu. Tanganku masih terus merangkai kata demi kata menjadi lantunan sajak ungkapan hatiku.&lt;br /&gt;Matanya  cekung dengan garis hitam yang melingkarinya, wajahnya pucat, badannya kurus, kulitnya pasi, tampak penderitaan yang amat mendalam telah ia alami. Dunianya kini tak lagi pelangi yang mampu ia lukis dengan tinta warna-warni. Frustasi dan depresi hebat sedang mnyelimutinya, jiwanya terguncang. Kertas, bolpen biru, dan rangkaian kata lah hidupnya. Menatap langit dengan pandangan kosongnya adalah segores makna hidup baginya, hingga malaikat menjemput. Ia hanyalah sosok berselimut penderitaan dan kesedihan yang tiada usai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9 Februari 2005&lt;br /&gt;Hari ini masih aku lalui dengan penuh semangat, batang lolipop yang telah habis pun masih kupertahankan di mulutku. Kaki ku melangkah ringan memasuki gerbang sekolah lengkap dengan senyum yang masih lekat tersungging di bibirku. Seluruh proses pembelajaran pun ku ikuti dengan girang. Tak sabar kunantikan saat pulang sekolah untuk segera beranjak menemui bu Mira, guru perpustakaan di sekolahku. Akan diadakan sebuah club minat baca di sekolah, dan acara itu akan dibina oleh salah satu kampus swasta di Semarang. Ini adalah kegiatan yang sangat langka dan aku tidak akan menyia-nyikannya. Sudah lama aku menunggu acara seperti ini. Agar hobi membaca ku dapat tersalurkan dengan berdiskusi bersama dalam club.&lt;br /&gt;Jam manunjukkan pukul satu siang. Aku segera berlari menuju perpustakaan sekolah, disana telah berkumpul beberapa siswa-siswi yang berminat mengikuti club tersebut. Segera kuambil posisi duduk yang peling enak sehingga dapat mendengarkan penjelasan dari bu Mira dengan baik.&lt;br /&gt;“Karna semuanya sudah berkumpul, kita mulai saja. Jadi, kegiatan minat baca ini sebenarnya beragam. Dalam kegiatan ini juga diadakan lomba puisi, membuat cerpen, poster dan sebagainya, termasuk akan diadakan club minat baca. Bagi yang berminat bisa mengisi formulir yang sudah ibu sediakan. Serahkan kepada saya secepatnya. Mengerti kan?” jelas bu Mira panjang lebar.&lt;br /&gt;Tanpa berpikir ba bi bu aku segera mengambil kertas formulir dan segera mengisinya. Ku serahkan kepada bu Mira.&lt;br /&gt;“Benar-benar berminat nih, Ana??”&lt;br /&gt;“Iya bu, minat banget. Disini jarang banget sih diadain kegiatan kayak gini. Kan langka bu, jadi nggak boleh disia-siakan dong. Kegiatannya dimulai kapan bu?”&lt;br /&gt;“Insya Allah besok sepulang sekolah pengarahnya akan datang ke sini untuk memberikan pengertian dan jadwal kegiatannya. Sabar aja,”&lt;br /&gt;“Sip deh bu. Makasih ya..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 Februari 2005&lt;br /&gt;Kegiatan dimulai dengan perkenalan anggota satu demi satu. Sebelumnya diawali dengan perkenalan oleh para pembina dan peminat club dari luar sekolah. Aku bener-bener nggak nyangka, ternyata salah satu anggota dari luar adalah saudara jauh ku. Namanya Hadi. Kami memang tak pernah berhubungan. Mungkin ini saatnya memperbaiki hubungan keluarga yang mulai merenggang.&lt;br /&gt;“Nama saya Anna Fitria Az Zahra. Panggil saja Ana, salam kenal semuanya”&lt;br /&gt;Acara dimulai dengan diskusi ringan mengenai seorang sastrawan Putu Wijaya. Sastrawan yang sudah tersohor di Indonesia. Diskusi berjalan mengasyikkan, hingga tak terasa langit mulai gelap. Acara ditutup dengan doa bersama agar selamat sampai rumah. Sebelum pulang mas Hadi menanyakan hal mengenai keluarga kami.&lt;br /&gt;“Ibu di rumah sehat An??”&lt;br /&gt;“Sehat mas. Keluarga mas Hadi gimana? Sehat juga?”&lt;br /&gt;“Alhamdulillah.... Anna pulang naik apa?”&lt;br /&gt;“Naik sepeda mas. Sudah gelap nih, duluan ya mas.”&lt;br /&gt;“Iya, hati-hati An. Salam buat ayah dan ibu di rumah.”&lt;br /&gt;“Insya Allah.”&lt;br /&gt;Ku kayuh sepeda ku. Kaki ku terasa berat, mungkin karena tadi aku duduk terlalu lama. Kulirik jam tangan ku, pukul 4 sore. Ternyata belum gelap. Awan mendung yang sangat tebal menyebabkan kami mengira hari sudah malam. Tapi biarlah, dari pada nanti nggak bisa pulang karena hujan deras. Lebih baik pulang sekarang saja.&lt;br /&gt;Pertemuan dengan mas Hadi di club kuceritakan pada ibu. Ibu sangat kaget dengan cerita ku. Ibu juga sempat mengatakan ingin bertemu dengan mas Hadi dan keluarganya. Maklum, dulu ibu dan bude Sarah sangat dekat sebelum masalah itu terjadi. Aku juga tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Aku hanya ingin tali silaturahmi antara kami dapat terikat kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9 April 2005&lt;br /&gt;Kegiatan di club minat baca masih berjalan dengan lancar. Berkat kegiatan itu aku dan mas Hadi menjadi dekat. Lusa mas Hadi akan berangkat ke Samarinda, selain mengikuti kegiatan minat baca, mas Hadi juga mengikuti kegiatan pencinta alam dengan teman-temannya. Untuk kali ini mereka akan berpetualang ke luar Jawa, yaitu di Samarinda.&lt;br /&gt;“An, sebenernya mas tu bingung mau berangkat atau nggak,”&lt;br /&gt;“Kenapa mas??”&lt;br /&gt;“Kamu tau kan kalau mas punya penyakit paru-paru? Sebenarnya bapak dan ibu nggak ngizinin mas pergi. Tapi mas nggak mungkin mbatalin semuanya, soalnya ini target kita dari dulu,”&lt;br /&gt;“Jadi, dari kemaren mas ke Bandungan, ke Bogor, tu nggak dapet izin dari bude?? Mas tu gimana. Nggak boleh kayak gitu mas, mas kan punya penyakit berat, kalu mas kenapa-kenapa gimana? Itu namanya pakde dan bude sayang sama mas. Mereka pengen yang terbaik buat mas,”&lt;br /&gt;“Ya mas sih tau. Tapi mas tetep mau ikut. Ini bakalan asyik An, disana kita bakalan ambil jalan di tengah hutan. Jadi bener-bener berpetualang, habis itu kita bakalan manjat tebing. Tinggi banget lho, mas juga nggak tahu tu tingginya berapa meter. Pokoknya mas nggak bakalan melewatkan yang satu ini. Lusa antar mas ke terminal ya. Dari sini mas mau ke Semarang dulu kumpul sama temen-temen,”&lt;br /&gt;“Nggak mau, pergi aja ke terminal sendiri. Pokoknya aku nggak mau kalo mas nggak minta izin dulu sama bude dan pakde,”&lt;br /&gt;“Itu nggak mungkin An. Ibu dan bapak nggak bakalan ngasih izin, sampai kapan pun nggak bakalan diizinin,”&lt;br /&gt;“Ya udah. Kalau nggak dapet izin nggak usah ikut. Itu namanya nantang. Aku juga nggak mau nganter mas ke terminal. Aku nggak peduli,”&lt;br /&gt;“Ayolah Ana….mas janji ini yang terakhir kali mas pergi tanpa izin. Plis, jangan bikin semangat mas hangus gitu aja dong…ya?? Sekali ini aja, ya?”&lt;br /&gt;“Terserah deh,”&lt;br /&gt;“Tapi ikut nganter mas ke terminal kan??”&lt;br /&gt;“Iya. Dasar cerewet!”&lt;br /&gt;“Nah gitu dong. Makasih ya An. Mas janji ini terakhir kalinya deh….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;11 April 2005&lt;br /&gt;Terminal Pekalongan.&lt;br /&gt;Bis yang akan dinaiki mas Hadi sudah datang. Mas Hadi sepertinya sudah menyiapkan semuanya. Mulai dari obat-obatan yang dibutuhkan, pakaian, perbekalan, dan tendanya. Benar-benar berjiwa petualang tinggi. Aku sempat berpikir, gimana caranya mas Hadi keluar rumah dengan tas segini gedenya dan nggak ketahuan, atau bahkan nggak ada yang ngeliat sama sekali. Ah sudahlah, mungkin sudah menjadi keahlian khususnya.&lt;br /&gt;Aku datang untuk mengantar mas Hadi bersama dengan 3 orang sahabat ku. Aku mengajak mereka untuk menemaniku biar nggak sendirian.&lt;br /&gt;“Ana, mas berangkat dulu ya. Doakan biar selamat sampai tujuan. Nanti kalau mas sudah sampai Semarang, mas kasih kabar. Pokoknya mas ngabarin kamu terus. Oke? Dan makasih mau nganter mas An, salam buat ibu dan ayah, titip salam juga buat bapak dan ibu mas kalau sesekali nanya sama kamu mas dimana. Bilang aja mas lagi nyari tau siapa diri mas. Ya??”&lt;br /&gt;“Iya mas, Insya Allah. Mas pulang dari Samarinda kapan??”&lt;br /&gt;“Mas juga belum tahu. Kalau disana mas juga dapet kerjaan kan Alhamdulillah. Tapi mas pasti pulang. Kalau mas sudah pulang, mas langsung jenguk kamu ke sekolah. Oke?”&lt;br /&gt;“Tapi mas kabarin aku terus ya??”&lt;br /&gt;“Sip deh putri lolipop. Hehe..,” cetusnya. Mas Hadi bener-bener tau kesukaanku.&lt;br /&gt;“Hati-hati mas, jaga kesehatan.”&lt;br /&gt;“Siap!!! Mas berangkat dulu ya, jangan lupa pesen mas. Salamu’alaikum.”&lt;br /&gt;“Walaikumsalam,” ujar kami bertiga serempak.&lt;br /&gt;Ku terus melambaikan tangan hingga bis yang membawa mas Hadi hilang dari pandangan. Sedih juga rasanya, tapi mas Hadi orangnya keras kepala. Biar bagaimana pun dia akan tetap nekat pergi. Kami pun berjalan keluar terminal untuk menunggu angkutan kota yang akan mengangkut kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 Februari 2008&lt;br /&gt;Aku membersihkan pakaian ku dari kotoran tepung terigu dan telur bosok yang masih saja melekat. Karna hari ini hari ulangtahunku, 3 orang sahabat ku, Erma, Wilda, dan Neli benar-benar membuatku kehabisan malu. Kami memang sudah berbeda sekolah sekarang, tetapi itu tidak membuat kami kehilangan komunikasi. Kami juga masih seperti dulu, saling tahu kegiatan dan kesibukan msing-masing. Semoga persahabatan ini akan selamanya.&lt;br /&gt;Setelah selesai aku segera beranjak keluar rumah untuk menemui sahabat-sahabatku. Kita akan pergi jalan-jalan bersama. Saat itulah kejadian yang sangat menyeramkan terjadi. Saat aku hendak menyebrang di jalan besar, aku melakukan sebuah kecerobohan yang sangat memalukan. Aku berlari saja tanpa menengok kanan-kiri untuk memastikan keadaan aman-aman saja. Dari arah kanan sebuah truk pasir melaju kencang ke arah ku. Aku terus berlari. Aku terlempar ke sudut jalan. Hanya sisa teriakan keras yang sangat menusuk telinga yang dapat aku dengar. Gelap.&lt;br /&gt;Saat ku buka mata, ku merasakan pening di bagian kiri kepalaku. Pedih dan perih. Kucoba gerakkan badanku, tapi aku tak sanggup. Rasanya semua badanku mati rasa dan tak dapat digerakkan sama sekali. Pandanganku buram.&lt;br /&gt;“Ana..”&lt;br /&gt;Ku dengar seseorang memanggil namaku. Ku lirikkan mataku.&lt;br /&gt;“I..i..ibu..”&lt;br /&gt;“Gimana sayang? Masih sakit?”&lt;br /&gt;“Iya. Ana dimana bu? Erma, Wilda dan Neli mana? Tadi kan Ana sama mereka..,”&lt;br /&gt;“Kamu di rumah sakit An, iya tadi kamu sama mereka. Tapi kalian mengalami kecelakaan, jadi kamu ada disini sekarang,” jelas ibu tak meyakinkan. Aku sedikit meragukannya.&lt;br /&gt;“Tapi keadaan mereka baik-baik saja kan bu?”&lt;br /&gt;“Iya, kalau kamu sudah sembuh kamu bisa menjenguk mereka. Mereka dirawat di rumah sakit ini juga kok.”&lt;br /&gt;“Apa mereka mengalami hal yang sama kayak Ana bu?”&lt;br /&gt;“Oh..eh.. Nggak. Yang mendapatkan luka parah Cuma kamu dan Wilda, yang lain Cuma luka ringan saja. Besok mungkin mereka akan menjengukmu kesini,”&lt;br /&gt;“Benarkah?? Ibu njawabnya kok nggak meyakinkan,”&lt;br /&gt;“Bener kok An, percaya deh sama ibu”&lt;br /&gt;Aku mengangguk ragu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 Februari 2008&lt;br /&gt;Hari ini Neli dan Erma datang menjengukku. Ternyata ibu tidak berbohong kepada ku. Tapi muka mereka tampak lesu dan tidak bersemangat. Aku jadi bingung menatap mereka berdua.&lt;br /&gt;“Udah baekan belum An?” tanya Neli.&lt;br /&gt;“Lumayan. Kalian gimana? Luka-lukanya udah sembuh??”&lt;br /&gt;“Aku sih nggak pa-pa An, yang luka-luka tu Erma. Gimana Ma luka-lukanya?”&lt;br /&gt;“Udah nggak pa-pa kok. Cuma luka kecil biasa,” ujar Erma seraya tersenyum mungil.&lt;br /&gt;“Kalian sudah njenguk Wilda? Gimana keadaannya Nel? Aku kangen neh, pengen njenguk dia. Di rumah sakit ini juga kan?”&lt;br /&gt;“E..ee..eh iya. Tadi kita juga barusan njenguk Wilda. Dia sudah baekan kok, nggak kayak kemaren keadaannya. Tenang aja An, Wilda nggak kenapa-kenapa kok. Makanya kamu cepet sembuh, jadi kita bisa bareng lagi.”&lt;br /&gt;“Iya, tapi aku juga bingung sebenarnya aku kenapa. Semua badanku berat banget buat digerakin. Apalagi kakiku, kayak mati rasa,” ujarku.&lt;br /&gt;Bukannya menjawab mereka justru saling pandang. Seperti ada yang disembunyikan dari aku. Ya, mereka nggak jujur sama aku. Mereka tahu apa yang terjadi tapi mereka nggak mau kasih tahu aku yang sebenarnya.&lt;br /&gt;“Nel, Ma, sebenarnya apa yang terjadi sama aku dan Wilda. Aku mohon ceritakan semuanya padaku. Jangan ada yang disembunyikan gini dong. Ayolah, kita sepakat untuk jujur satu sama lain kan??”&lt;br /&gt;“Bener kok An, pokoknya kamu harus banyak makan dan istirahat. Jangan lupa obat dari dokter diminum ya? Kita slalu doain kamu, besok kita kesini lagi, sekarang kamu istirahat ya??” terang mereka seraya berpamitan pulang.&lt;br /&gt;Ketidakberdayaan menggerakkan tubuh membuat ku tak mampu mencegah mereka pergi. Tanganku saja masih sulit digerakkan. Biarlah, mungkin besok mereka mau memberikan penjelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koridor 2 RSU. Al-Islam&lt;br /&gt;“Kita nggak mungkin menyembunyikan ini terus Ma, Ana tahu kita bohong sama dia. Kalau begini terus, bisa-bisa kita melakukan kebohongan besar!! Ini nggak boleh terjadi Ma. Apapun yang akan terjadi sama Ana nanti, itu lebih baik dari pada kita membohonginya terus menerus!”&lt;br /&gt;“Aku tahu Nel, aku tahu. Tapi ini permintaan dari ibunya Ana. Dia minta kita untuk merahasiakan ini semua dari Ana, hingga datang saat yang tepat buat ngomong semuanya ke Ana,” jelas Erma.&lt;br /&gt;“Tapi kapan??? Sampai Ana tahu dengan sendirinya?? Kalau sampai Ana tahu kita bohong sama dia? Dia bakalan marah besar sama kita,”&lt;br /&gt;“Aku juga sempat berpikir begitu Nel, tapi ibunya Ana bilang ini permintaan dari dokter, dia bilang kita harus bisa menjaga kestabilan jiwa Ana. Kalau kita memberitahu Ana sekarang, waktunya nggak tepat, itu bisa mengguncangkan Ana. Tapi kalau sampai Ana tahu bukan dari kita, selain bisa mengguncangkan Ana, itu juga bisa menyisakan luka dihatinya. Aku bingung banget Nel,”&lt;br /&gt;“Denger ya Ma, apapun yang terjadi, ini lebih baik dari pada Ana mengetahui dari mulut orang lain. Kita harus bicara dengan Ana secepatnya!”&lt;br /&gt;Neli segera berlari keluar dari rumah sakit. Ia benar-benar tak ingin hal buruk menimpa sahabatnya lagi. Ia harus segera tiba di rumah, lalu ia akan menuju rumah Wilda untuk turut membantu menyiapkan pemakamannya. Kepergian Wilda sangat membuat Neli terpukul, dan akan sangat membuat Ana sangat terpukul kalau ia mengetahuinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 Februari 2008&lt;br /&gt;Neli bergegas melangkah menuju kamar 129, kamar Ana dirawat. Ia menjengukku sendirian, tanpa Erma yang turut menemani. Sejak kemarin juga banyak teman-teman, guru, dan keluarga yang datang untuk menjenguk dan untuk prihatin dengan keadaanku. Sesaat aku berharap mas Hadi menjengukku, tapi dimana ia sekarang juga aku nggak tahu. Sudahlah, yang jelas aku merindukannya.&lt;br /&gt;“Kok sendirian Nel? Erma mana?”&lt;br /&gt;“Tadi nggak sempet ngajak Erma. Lagian kayaknya dia sibuk An, biasa ngurus sanggar tarinya. Bentar lagi kan bakalan ada perlombaan, tempatnya di sanggar tari tempat Erma biasa latihan. Jadi butuh banyak persiapan An,”&lt;br /&gt;“Oh…. Jadi pengen liat Erma nari lagi deh,”&lt;br /&gt;“Iya. Sudah baikan kan kamu, An?”&lt;br /&gt;“Ya begini deh, kamu tahu sendiri. Kalau Wilda gimana? Udah njenguk?”&lt;br /&gt;Bak disambar petir Neli sangat terkejut mengengar pertanyaan dariku.&lt;br /&gt;“Ada apa dengan Wilda?”&lt;br /&gt;Neli terdiam ia tampak berpikir sejenak.&lt;br /&gt;“Nel…”&lt;br /&gt;“Begini An, maaf sebelumnya kita udah bohong sama kamu. Saat kecelakaan itu, Wilda mendorongmu ke tepi jalan, itu sebabnya kamu terlempar. Tapi Wilda terlambat untuk menyelamatkan dirinya sendiri, dia tertabrak truk pasir itu, dan kamu tersrempet mobil pick-up yang membawa tabung gas. Tabung gas itu menjatuhi kakimu, tapi saat itu kamu sudah nggak sadarkan diri. Erma juga ikut luka-luka karna mau menyeret kamu, tapi dia malah jatuh nabrak sepeda yang lewat. Terakhir kita kesini, hari itulah Wilda dimakamkan An.”&lt;br /&gt;“Apa????? Kenapa kamu nggak jujur dari awal Nel? Kenapa? Wilda meninggal karena ingin nyelametin aku. Sedangkan aku?? Aku benar-benar bodoh!! Bodoh!!”&lt;br /&gt;“Ana jangan nyalahin diri kamu. Ini udah kehendak-Nya, memang sudah waktunya Wilda kembali kepada-Nya. Sabar dan cobalah untuk menerima An…,”&lt;br /&gt;“Nggak. Ini nggak mungkin Nel. NGGAK MUNGKIN…!!!!”&lt;br /&gt;“Ana… dengerin aku, nggak ada yang nggak mungkin buat Allah. Ini garis hidup Wilda. Kita harus terima itu. Ya?”&lt;br /&gt;“Nggaaak….”&lt;br /&gt;Air mata deras keluar dari pelupuk mataku. Aku tak mampu menghadapi kenyataan ini. Aku benar-benar bingung dengan semua ini. Mengapa semuanya begitu cepat??&lt;br /&gt;“Dan soal kaki mu, karena kejatuhan tabung gas. E…e…ehm.. jadi.. kaki mu lumpuh An. Kerusakannya sangat parah. Memang nggak sampai diamputasi, tapi untuk mencapai kata bisa berjalan itu sangat nggak mungkin, tapi aku yakin kamu bisa sembuh. Jangan putus asa ya An??”&lt;br /&gt;Aku nggak bisa bicara apa pun. Kejujuran Neli justru menggores hatiku. Aku semakin tak mampu menatap hidup. Apa yang bisa kulakukan tanpa kakiku?? Mengapa dunia ini begitu jahat padaku….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 Maret 2008&lt;br /&gt;Pandanganku kosong. Entah apa yang ada di benak dan pikiranku saat ini. Semua berkutat tak menentu. Aku tak mampu lagi menata hidup. Semuanya masih terlalu cepat bagiku. Aku dan hidupku. Tak serasi. Ingin rasanya menyudahi semua ini. Tapi aku tak mungkin meninggalkan ayah dan ibu. Terlebih Neli dan Erma, mereka terlalu sayang padaku. Penantian ku akan mas Hadi juga belum usai.&lt;br /&gt;“Ana, Neli dateng nih. Ngobrol bareng ya,”&lt;br /&gt;Aku tetap terdiam.&lt;br /&gt;“Hai An, gimana kabarnya? Baik kan??”&lt;br /&gt;Tak ada jawaban.&lt;br /&gt;“An, plis dong jangan gini terus. Aku tau kamu sangat terpukul dengan kematian Wilda. Aku juga tau kamu sedih dengan kondisi kamu, tapi ini bukan akhir dari segalanya An. Hidup kamu masih panjang. Aku, kamu, Erma dan Wilda pernah sepakat kan, jangan pernah pudarkan senyum manismu hingga jantung kita tak mampu lagi berdegup, dan hapus semua kenangan buruk dengan temukan kebahagiaan apapun yang ada di sekitarmu. Kamu masih inget kan? Sampai kapan kamu akan seperti ini, kita sedih ngeliat kamu begini. Kita pengen Ana yang dulu,”&lt;br /&gt;Kulirikkan mataku, ku tatap wajah Neli dalam-dalam. Begitu banyak harapan yang kutemukan disana. Aku masih termenung. Entah bagaimana menghapus ini semua. Aku benar-benar takut mnghadapi hari.&lt;br /&gt;“Ana, kamu masih inget sama mas Hadi??”&lt;br /&gt;Pertanyaan itu. Pertanyaan yang sangat tak ku duga akan keluar dari mulut Neli. Bagaimana mungkin, dia masih ingat dengan mas Hadi. Padahal aku nyaris melupakannya. Sudah lama mas Hadi tak memberikan kabar, meski aku rindu padanya.&lt;br /&gt;“Dimana dia?” aku bertanya.&lt;br /&gt;Tampak senyum kepuasan terlihat pada wajah Neli mendengar jawabanku akan pertanyaannya.&lt;br /&gt;“Dia sekarang di Jakarta. Dia kerja di perusahaan milik kakak iparku. Kemarin waktu mas Kiki pulang, dia bercerita tentang pegawai barunya yang berjiwa petualang besar. Kayaknya mas Kiki bangga punya pegawai seperti mas Hadi. Waktu aku tanya nama pegawainya, dia langsung menyebutkan namanya dengan bangga, Muhammad Nasir Al-Haadi. Mas Hadi memang cowok yang hebat ya,”&lt;br /&gt;Aku tersenyum mendengar cerita Neli. Mas Hadi memang hebat, dia bukan orang yang mudah patah semangat mneghadapi hidupnya. Padahal ia punya penyakit yang bisa saja mengambil nyawanya kapanpun. Tapi dia mampu melalui hidupnya dengan sangat bahagia. Aku juga harus begitu.&lt;br /&gt;“Kamu juga harus hebat kayak mas Hadi, An. Oke?”&lt;br /&gt;“Iya. Tapi apa yang akan mas Hadi lakuin kalau ngeliat kondisi ku yang kayak gini?”&lt;br /&gt;“Dia akan tetep bangga sama kamu kalau dengan keadaan kamu yang begini kamu tetep bahagia. Karna kebahagiaan adalah segalanya, tapi dia pasti sedih kalau kamu kayak gini terus. Kamu harus seperti dulu An,”&lt;br /&gt;“Makasih ya Nel,”&lt;br /&gt;“Gitu dong….habis ini kita ke rumahnya Erma ya. Terus kita jalan-jalan ke taman bareng. Kayak dulu lagi. Sana gih ganti baju, aku tunggu di depan ya,”&lt;br /&gt;“Iya,” ujarku melepas kepergian Neli keluar kamarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 April 2008&lt;br /&gt;Daun sunyi masih saja berbisik&lt;br /&gt;Terus tanyakan akan hati terusik&lt;br /&gt;Duniaku yang kini kereta dalam laut&lt;br /&gt;Membagi sang samudra&lt;br /&gt;Meniti detik kehidupan&lt;br /&gt;Menanti sosok yang dinanti&lt;br /&gt;Kini bukanlah hari lagi&lt;br /&gt;Daku dan goresan nada hati&lt;br /&gt;Masih menanti dan terus menanti&lt;br /&gt;Hari ini aku dan Erma akan jalan-jalan ke taman kota. Kita akan makan siomay disana. Aku dan Erma berangkat bareng dari rumah, sedangkan Neli langsung ke taman kota, dia bilang ada urusan yang harus diselesaikan jadi dia langsung menyusul kami ke taman. Sesampainya di taman Erma membantu mendorong kursi roda ku. Kami menunggu Neli di bangku taman. Nggak butuh waktu lama, Neli sudah tampak melambaikan tangan dari kejauhan.&lt;br /&gt;Kami langsung memilih warung siomay langganan kita. Aku meminta Erma menghadapkan aku dan kursi roda ku ke lapangan bola, ditemani sepiring siomay dan segelas es kelapa muda sambil menyaksikan anak-anak bermain bola sangat menyenangkan. Betapa senangnya bisa berlari kesana kemari, menendang bola, andai aku masih bisa seperti itu. Sesaat aku mereasakan kesedihan yang amat mendalam, menghujam batinku. Aku benar-benar menyesali kejadian waktu itu. Ini semua berkat kecerobohan dan kelalaian ku. Aku benar-benar bodoh. Tak terasa aku menitikkan air mata, kesedihan yang aku rasa terlalu dalam. Kematian Wilda yang sangat membuat ku merasa bersalah, betapa hinanya aku menikmati hidup sedangkan Wilda tlah jauh pergi entah kemana.&lt;br /&gt;Tiba-tiba pandanganku tertuju pada sosok yang jauh disana. Kutepis air mata yang keluar dari pelupuk mataku. Kuperhatikan dengan seksama sosok itu, ya, aku nggak salah lagi. Itu mas Edo, teman dekat mas Hadi. Aku harus kesana, mungkin aja mas Hadi ada disana. Sudah 3 tahun aku menanti mas Hadi pulang, dan mas Hadi sudah nggak pernah kasih kabar. Kalau benar mas Hadi ada disana, aku nggak tahu apa yang akan aku rasakan. Aku seneng banget.&lt;br /&gt;“Nel…Neli!! Bawa aku kesana dong..,” pintaku.&lt;br /&gt;“Emangnya ada apaan sih An?” tanya Erma.&lt;br /&gt;“Ada mas Edo, Ma. Mas Edo. Dia itu temen deketnya mas Hadi. Mungkin aja ada mas Hadi disana,”&lt;br /&gt;“Mas Edo??? Ya udah, kita coba kesana ya,” timpal Neli.&lt;br /&gt;Kami berjalan menemui mas Edo. Aku benar-benar tidak sabar untuk bertemu degan mas hadi. Toh kalau ternyata mas Hadi nggak ada disana aku masih bisa mencari tahu informasi tentang mas Hadi dari mas Edo.&lt;br /&gt;“Mas Edo..!!!” teriakku.&lt;br /&gt;Mas Edo menoleh mencari arah suara yang memanggilnya. Ia tampak bingung mencari-cari sumber suara itu. Tapi ia bisa mengenaliku.&lt;br /&gt;“A..Ana???” jawabnya menebak ragu-ragu.&lt;br /&gt;“Iya mas, apa kabar? Lama nggak ketemu, udah balik ya? Kapan?”&lt;br /&gt;“Baik. Aku balik kemaren lusa, kamu sendiri gimana kabarnya An?”&lt;br /&gt;“Ya gini deh kayak mas Edo liat sendiri. Oh ya ini sahabat-sahabat ku, masih inget nggak??”&lt;br /&gt;“Masih lah… Neli sama Erma kan?? Lho, yang satunya mana? Si Wilda?”&lt;br /&gt;Aku semakin merasa bersalah mendengar pertanyaan dari mas Edo. Kenapa semua ini harus terjadi? Bolehkah aku mengulang waktu itu? Agar ku gantikan posisi Wilda.&lt;br /&gt;“Ehm… Wilda sudah meninggal mas. Kita dapet musibah kecelakaan. Wilda nggak bisa selamat dan Ana harus pakai kursi roda,” jelas Erma pada mas Edo.&lt;br /&gt;“Oh maaf. Aku turut berduka cita atas meninggalnya Wilda. Dan aku prihatin sama kondisi kamu An, jangan nyerah ya, aku slalu doain kamu,” terang mas Edo.&lt;br /&gt;“Makasih banyak mas,” ujarku.&lt;br /&gt;“Oh ya, kabar mas Hadi gimana mas? Kita semua kangen lho. Kemaren lusa ikut mas Edo pulang juga nggak? Apa dia masih sibuk sama kerjaan barunya?” tanya Neli mengalihkan pembicaraan kami. Neli sepertinya mengerti bahwa aku tak sabar bertemu dengan mas Hadi.&lt;br /&gt;“Oh Hadi, dia ada disini juga kok. Kemaren dia ikut aku pulang, katanya kangen sama rumah. Kayaknya lagi cari makan deh, soalnya tadi dia belum sarapan. Bentar lagi juga kesini. Tungguin aja.”&lt;br /&gt;Aku sangat senang mendengar jawaban dari mas Edo. Sebentar lagi aku bisa bertemu dengan mas Hadi. Aku kangen berat sama dia. Sudah 3 tahun kita nggak bertemu. Apa dia semakin dewasa? Atau masih tetap keras kepala dan tukang nekat??? Ah, aku tak sabar lagi.&lt;br /&gt;“Itu dia,” ujar mas Edo seraya menunjukkan mas Hadi yang sedang berjalan ke arah kami.&lt;br /&gt;Aku benar-benar terkejut dengan penampilan mas Hadi. Dia tampak semakin dewasa, dari cara berpakaiannya, mas Hadi sudah berubah. Apa mungkin sifat mas Hadi juga berubah?? Tapi dari cara dia berjalan, masih keliatan kalau dia cowok nekat dan grusa-grusu.&lt;br /&gt;“Hei Di. Buruan, banyak yang nungguin nih!” teriak mas Edo. Dari kejauhan tampak mas Hadi bergegas berlari mengengar teriakan mas Edo. Aku jadi bingung mau bilang apa kepada mas Hadi.&lt;br /&gt;“Sorry lama. Ada apa sih Ed, kok rame amat?? Hosh..hosh..”&lt;br /&gt;“Mas Hadi??? Apa kabar?” tanyaku. Aku nggak bisa menutupi rasa rinduku yang besar padanya.&lt;br /&gt;“Eh..e.. baek kok.”&lt;br /&gt;“Mas pulang kapan? Katanya kalau pulang mau kasih oleh-oleh buat kita?? Mana nih?? Jangan-jangan bohong lagi,” tagihku pada mas Hadi.&lt;br /&gt;“Eh..e..e.. maaf, boleh tahu kamu siapa?” tanya mas Hadi.&lt;br /&gt;Aku benar-benar terkejut mendengar pertanyaan mas Hadi. Aku nggak percaya kalau mas Hadi lupa dengan ku. Mas Edo masih mengingat ku, Neli, Erma dan Wilda dengan baik. Mana mungkin mas Hadi lupa gitu aja. Aku menangis. Aku benar-benar sedih.&lt;br /&gt;“Aku Ana mas, Anna Fitria Az Zahra, kita pernah seclub dulu di minat baca. Masa nggak inget sih?”&lt;br /&gt;“Memang sih, kayaknya aku pernah ketemu sama kamu. Kamu anaknya bude Fatimah kan?? Tapi, apa aku pernah ikut club minat baca ya? Kok aku nggak inget?”&lt;br /&gt;“Ya Allah Di… dia ini Ana. Cewek yang udah kamu anggep kayak adek kamu sendiri. Dulu waktu kamu pergi ke Bogor, ke Samarinda, kamu nggak dapet restu dari orangtua kamu, tapi Ana yang ngedukung kamu. Emang Ana sudah berubah sekarang, dia nggak bisa jalan karena kecelakaan beberapa bulan lalu. Tapi dia tetep Ana, cewek yang slalu kamu ceritain sama aku setiap kali kamu punya kesempatan buat curhat. Masa kamu lupa sama Ana??”&lt;br /&gt;“Kalau lupa mungkin enggak Ed. Tapi kalau terlupakan, bisa iya,” jawab mas Hadi. Enteng, seakan tanpa beban.&lt;br /&gt;Aku sudah nggak kuat lagi. Ku dorong roda kursi ku melewati terjalnya liku jalan. Kutinggalkan mereka. Ini terlalu kejam bagiku. Semudah itukah aku untuk dilupakan?? Apa keberadaan ku sudah nggak ada artinya?? Mas Hadi sungguh keterlaluan. Aku tak mengerti. Untuk apa aku menantikannya?? Kalau hanya luka yang aku dapat. Hidup ku cukup menderita. Ya Allah, jiwa ku telah mati.&lt;br /&gt;“Ana tunggu!!! Ana…!!!”&lt;br /&gt;Tak ku hiraukan teriakan mereka. Aku terus mendorong roda kursiku agar cepat sampai ke rumah. Aku ingin kamarku, aku rindu kamarku.&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah aku segera masuk kamar dan mengunci diri di dalam. Kini tinggal diriku dan semua perasaan yang tak menentu. Aku sudah tak bisa mengahadapi hidup yang seperti ini. Haruskah berakhir??&lt;br /&gt;2 bulan yang lalu aku kehilangan Wilda, semua karena salahku. Karena semua kebodohan ku. Lalu aku kehilangan kaki ku, kemampuan berjalan ku  punah. Kini aku harus merelakan mas Hadi lupa pada ku. Padahal penantianku sangat lama, janji nya masih ku pegang erat. Tapi kini semua hanya memori dalam kepalaku. Hari-hari yang kami berempat lalui harus kurusak dengan kematian Wilda. Kematian yang seharusnya tak terjadi andai saja kebodohan ku ini tak muncul. Aku benar-benar merepotkan. Kalau saja Wilda bisa kembali ke dunia ini, dia pasti marah besar pada ku. Dia akan memaki ku. Aku sudah melukai hatinya. Aku benar-benar jahat.&lt;br /&gt;Ketidakmampuan ku untuk berjalan bukan apa-apa dibandingkan dengan kehilangan nyawa yang telah Wilda alami. Mungkin mas Hadi lupa padaku adalah karma kedua setelah cacat pada kaki ku karena sudah membuat Wilda tewas. Kenapa kau nggak dipenjara??? Apa pemerintahan sudah buta??? Aku ini pembunuh!! Pembunuh!!&lt;br /&gt;“Aku pembunuh…!!! PEMBUNUUUUHHH….!!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 Februari 2009&lt;br /&gt;Seiring… meredupnya lilin&lt;br /&gt;Mencari tahu akhir jalan ku&lt;br /&gt;Selemah… sinar senja punah&lt;br /&gt;Perlahan sakit hatinya mati&lt;br /&gt;Apa yang kan terjadi pastinya kan terjadi&lt;br /&gt;Biar waktu yang menghakimi&lt;br /&gt;Dan aku…. akan.. terus bertahan&lt;br /&gt;Mengharapkannya…&lt;br /&gt;Manantikannya…&lt;br /&gt;My Dear Dishya, apa yang kau dengar&lt;br /&gt;Saat angin menyentuh hati mu..&lt;br /&gt;Alunan lagu dari Sheila On 7 masih terdengar dari kamar Ana. Kesedihan turut mengalun dari nada lagu itu. Kondisi Ana sangat buruk. Jiwanya benar-benar tak dapat ditolong lagi. Kini dia hanya mengurung diri di kamar, ditemani dengan berjuta helai kertas, pulpen biru, dan lagu sedihnya. Tubuhnya kurus, matanya cekung dan menghitam, badannya lemas, wajahnya pucat pasi. Jika orang melihat, ia pasti akan menyebutnya “Mayat Hidup”. Setiap hari ia hanya menulis dan menulis, rangkaian kata ia susun menjadi sajak puisi kepedihan. Setiap malam ia tak pernah terpejam walau sekali. Pandangannya selalu kosong menatap wajah bulan.&lt;br /&gt;Rambutnya berterbangan terkena angin malam. Rontokkan rambutnya pun berterbangan kian kemari. Kondisinya sangat tak sehat. Sudah banyak dokter dan psikologi yang menanganinya. Tapi hasilnya nihil. Ana terlalu larut dalam kesedihannya. Neli dan Erma, mereka sudah berkali-kali memberikan semangat pada Ana. Tapi Ana hanya menangis dan terus menangis. Mas Edo juga sempat menjenguknya, namun setiap perkataan yang terlontar seakan tak dihiraukan. Ana hanya menatap keluar jendela kamar dengan matanya yang sendu. Tak ada jawaban dari bibir kering ungunya.&lt;br /&gt;Ana seperti merasakan dingin setiap malan, tapi ia tak pernah lagi meminta selimut atau kopi hangat dari ibunya. Dia telah mati rasa, hingga kematian benar-benar menjemputnya. Tangannya sedingin es, bibirnya ungu menahan dingin setiap malam. Setiap malam Ana tak pernah menutup jendela, kalau tak menulis ia akan duduk di bibir jendela menatap sang bulan.&lt;br /&gt;Hingga mas Hadi datang menjenguk keadaan Ana. Entah apa yang membawanya kemari, mungkin ia sadari kesalahannya. Atau mungkin dia rindu sosok adiknya, yang telah lama ia lupakan. Ibu Ana tak melarang. Ia memperbolehkan mas Hadi memasuki kamar Ana.&lt;br /&gt;“Ana…,”&lt;br /&gt;Ana tak menoleh. Ia tersandar pada sudut tembok kamar dengan tinta biru yang berceceran kemana-mana. Kakinya tertekuk, namun ia seakan tak merasakan sakit. Bajunya tak lagi putih, kertas ditangannya penuh dengan rangkaian kata. Mas Hadi memungutnya,&lt;br /&gt;Terjerembab ku dalam sepi&lt;br /&gt;Saat ku padamkan lampu hidupnya&lt;br /&gt;Ketika kurobohkan angan mimpinya&lt;br /&gt;Siapa daku???&lt;br /&gt;Sang penyihir kegelapan penuh amarah&lt;br /&gt;Mengancurkan kebahagiaan insan&lt;br /&gt;Akulah pembunuh…&lt;br /&gt;Pembunuh yang tak terkuak&lt;br /&gt;Tiada tersadar mreka semua&lt;br /&gt;Akan aku, binatang liar yang mereka pelihara&lt;br /&gt;Mereka salah…!!! Mereka buta!!!&lt;br /&gt;Kepedihan nafas hidup-lah nafsuku&lt;br /&gt;Karna aku adalah penjahat dunia&lt;br /&gt;Kamana kau???&lt;br /&gt;Yang ku nanti akan sosoknya&lt;br /&gt;Akan harum tubuhnya&lt;br /&gt;Tapi kau tak kan mengerti&lt;br /&gt;Akulah sosok yang terlupakan&lt;br /&gt;Yang telah engkau lupakan&lt;br /&gt;Sadarkah kau nafas bagiku???&lt;br /&gt;Api membara dalam hatiku???&lt;br /&gt;Kemana kau??? Kejamnya kau tinggalkan ku&lt;br /&gt;Setelah sekian lama penantianku&lt;br /&gt;Seakan semuanya tiada berarti&lt;br /&gt;Sejuknya embun pagi bukan lagi hak ku&lt;br /&gt;Ramahnya mentari pagi tak lagi pesona ku&lt;br /&gt;Senyum sang bulan pun bukan lagi elok ku&lt;br /&gt;Namun gelapnya dunia adalah tempat ku&lt;br /&gt;Kala semua orang meragu&lt;br /&gt;Kala semua orang terbangun&lt;br /&gt;Tak kan ku biarkan mereka menatap ku&lt;br /&gt;Menyaksikan kejahtan ku&lt;br /&gt;Aku gadis penuh dendam akan kehidupan&lt;br /&gt;Yang haus akan penderitaan…&lt;br /&gt;Mas Hadi menangis, ia baru tersadar betapa bodoh dirinya. Sekian lama Ana menunggu sosoknya. Tapi ia justru melupakannya. Dan ia terlambat, ia terlambat untuk menyelamatkan Ana. Terlambat menyadarkan jiwa Ana. Terlambat pula menyadari betapa ia sangat menyayangi dan merindukan Ana. Betapa ia sangat mengasihi Ana. Tapi semuanya tiada berarti.&lt;br /&gt;“Ana maafkan mas Hadi, mas tidak pernah melupakanmu. Mas sayang sama Ana, ku mohon maafkan mas. Mas memang sudah berbohong padamu. Mengapa mas baru mengerti sekarang?? Ana….. jangan pernah tinggalkan mas. Mas akan selalu menyayangimu, selamanya. Bicaralah Ana, mas ingin melihat senyum riang mu. Mas ingin kita seperti dulu. Kita akan jalan-jalan bersama. Akan mas belikan lolipop yang sangat banyak untuk mu.&lt;br /&gt;“Mas tahu kamu pasti sangat benci pada mas, tapi mas mohon tersenyumlah. Pukul mas Hadi An.. pukul…!!! mas pantas mendapatkannya. Sembuhlah Ana, hidupmu masih panjang. Mas janji tidak akan pernah mengganggu hidupmu lagi. Tersenyumlah Ana, buat bude Fatimah bahagia. Ia sangat lama menantimu. Sama seperti Ana yang telah lama menanti mas. Tapi mas yakin, bude nggak akan pernah mengecewakan Ana, karena bude bukan mas. Ana… mas mohon bicaralah… tersenyumlah…”&lt;br /&gt;Mas Hadi terus mencoba dan mencoba agar Ana terbangun dari tidur panjangnya. Ibu Ana menangis sesenggukan menyaksikan drama yang sangat menyedihkan. Mas Hadi mengusap-ngusap kepala Ana. Dia menangis, menangis sejadinya. Tapi Ana tak merespon apa-apa. Ia hanya bisa menangis sambil menekuk kedua tangannya dan meletakkannya di dada. Jari-jari tangan kanannya berada di mulut, menutupi bibir keringnya. Ia menangis hebat. Tubuhnya terguncang.&lt;br /&gt;“Ana maafkan mas Hadi….” ujar mas Hadi  sambil memeluk Ana dengan erat. Ia cium kening Ana. Betapa sayangnya ia pada Ana, tapi semua terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11 April 2009&lt;br /&gt;WARTA BERITA&lt;br /&gt;Sabtu, (11/4) seorang gadis belia dengan identitas bernama Anna Fitria Az Zahra (17) tewas terkapar dengan badan hancur setelah melompat dari lantai dua rumahnya. Kejadianya tepat pada malam sabtu saat semua perhatian orang lalai padanya. Gadis yang diperkirakan mempunyai gangguan jiwa ini diduga bunuh diri karena depresi berat yang dideritanya. Ibunya, Fatimatuz Zahroh masih belum bisa dimintai keterangan.&lt;br /&gt;“Aku benar-benar tidak tahu kenapa Ana bunuh diri. Jadi saya mohon temen-teman wartawan jangan memberitakan yang tidak-tidak. Saya sebagai sahabatnya sangat sedih mendengar kematian Ana. Ibunya, masih sangat terpukul, jadi maaf kalau belum bisa dimintai keterangan,” terang Neli, sahabat korban.&lt;br /&gt;Kematian Ana yang sangat mengenaskan membuat keluarganya tak mampu menahan kesedihan. Terlebih ibu dan bapaknya, Muhammad Ali. Peristiwa  ini menambah deret jumlah kematian akibat bunuh diri di Indonesia, terlebih di kalangan remaja. Sulitnya mengontrol emosi remaja membuat . . . . . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11 Mei 2009&lt;br /&gt;. . .&lt;br /&gt;Seiring… meredupnya lilin&lt;br /&gt;Mencari tahu akhir jalan ku&lt;br /&gt;Selemah… sinar senja punah&lt;br /&gt;Perlahan sakit hatinya mati&lt;br /&gt;Apa yang kan terjadi pastinya kan terjadi&lt;br /&gt;Biar waktu yang menghakimi&lt;br /&gt;Dan aku…. akan.. terus bertahan&lt;br /&gt;Mengharapkannya…&lt;br /&gt;Manantikannya…&lt;br /&gt;My Dear Dishya, apa yang kau dengar&lt;br /&gt;Saat angin menyentuh hati mu..&lt;br /&gt;Tangan renta Fatimah memutar lagu kesayangan anaknya yang kini tepat sebulan telah tiada. Kerinduannya yang amat mendalam membuatnya sangat sedih. Terkadang ia tak ingin makan. Ia sangat menyayangkan kematian anak semata wayangnya. Entah bagaimana dengan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Selesai -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekalongan, Bendan, 21 April 2009&lt;br /&gt;Pukul 14 : 53 siang&lt;br /&gt;Hari Kartini Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6496540476975415556-4404095206881018220?l=mekar-redaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/4404095206881018220/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/04/jiwa-yang-mati.html#comment-form" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/4404095206881018220?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/4404095206881018220?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/04/jiwa-yang-mati.html" title="Jiwa yang Mati" /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C04HQXs9cCp7ImA9WxVaGUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556.post-1787997936546886257</id><published>2009-04-17T11:17:00.000+07:00</published><updated>2009-04-17T11:18:50.568+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-17T11:18:50.568+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="berita sekolah" /><title>Hantarkan Doa dalam Kebersamaan</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jum’at (17/4), penghuni aula SMK Negeri 2 Pekalongan tertunduk khusyuk mengikuti acara doa bersama guna kelancaran dan kesuksesan Ujian Nasional yang akan diadakan tepat hari Senin, 20 April 2009. Acara yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi tingkat tiga ini dipimpin oleh bapak Salafudin, bapak Burhan dan bapak Ikhwanudin selaku guru agama di SMKN2 Pekalongan. Acara tersebut dimulai pukul 08.30 pagi.&lt;br /&gt;Dengan berbalut mukena yang bersih para siswi tersebut tampak mengikuti seluruh doa yang dibacakan oleh bapak-bapak guru. Para siswa yang tetap dengan seragamnya tak kalah khidmat mengikuti seluruh rangkaian acara doa bersama yang diselenggarakan 3 hari sebelum Ujian Nasional ini. Bapak guru pun sempat memberikan sedikit kisah terdahulu untuk memberikan semangat mental para siswa-siswi dalam menghadapi Ujian Nasional kelak. Harapan dan doa terus dipanjatkan semoga seluruh siswa-siswi SMKN2 Pekalongan bisa lulus 100% dengan nilai-nilai yang sangat membanggakan. Dukungan dan semangat pun terus dihaturkan oleh adik-adik kelas untuk keberhasilan kakak-kakak kelas menjalani Ujian Nasional. “Mudah-mudahan bisa lulus 100%, amien….” ujar Nina, siswi kelas 1TKJ. Begitu banyak harapan dan doa yang dating dari para adik-adik kelas untuk kakak kelas tercinta. “Good luck ya…”, “Sukses…”, bahkan ada yang mengucapkan “Kakak-kakakku pasti lulus semua. Amin..”. Bayangan akan keberhasilan tinggi yang akan dicapai oleh seluruh siswa tingkat tiga semoga akan menjadi kenyataan. Begitu besar perjuangan bapak dan ibu guru membimbing dan menuntun kami semua untuk maju. Semangat kakak-kakak ku!! Jangan menyerah! Banggakan kami semua! Tunjukkan yang terbaik kepada bapak dan ibu guru…cayo…!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6496540476975415556-1787997936546886257?l=mekar-redaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/1787997936546886257/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/04/hantarkan-doa-dalam-kebersamaan.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/1787997936546886257?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/1787997936546886257?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/04/hantarkan-doa-dalam-kebersamaan.html" title="Hantarkan Doa dalam Kebersamaan" /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A08CSX89cSp7ImA9WxVaGU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556.post-309135984424837710</id><published>2009-04-17T10:35:00.002+07:00</published><updated>2009-04-17T10:44:28.169+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-17T10:44:28.169+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="berita" /><title>Menantang Maut, Meniti Lereng Dinding Toba demi Pemilu</title><content type="html">Oleh &lt;strong&gt;KHAERU&lt;/strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ZBaHAg3GhOE/Sef6OurWrAI/AAAAAAAAACo/FBXWk-IiIzA/s1600-h/3276263p.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 202px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZBaHAg3GhOE/Sef6OurWrAI/AAAAAAAAACo/FBXWk-IiIzA/s320/3276263p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325500215343885314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;DIN&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p&gt;&lt;lead&gt;&lt;/lead&gt;Hari masih gelap saat Sahat Manurung (60) mulai beranjak dari rumahnya. Udara di luar dingin menusuk tulang. Sahat pun bergegas setelah mengenakan jaket dan pakaian terbaik yang dimilikinya. Tak lupa ia mengenakan sepatu kulit kusam dengan kaus kaki coklat kesayangannya. &lt;byline&gt;&lt;/byline&gt;Khaerudin&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Layaknya orang Batak ketika menghadiri pesta adat, Sahat pun tak mau penampilannya biasa-biasa saja. Di usianya yang hampir setua republik ini, Sahat berpikir, mungkin inilah pesta rakyat terakhirnya sebelum meninggal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia tak mau menyia-nyiakan itu karena sadar haknya sebagai warga negara pagi itu paling tidak masih bisa memelihara harapan. Dusun Borta, dusunnya yang terpencil di punggung bukit, bakal dialiri listrik suatu hari nanti. Dusun Borta termasuk wilayah Desa Sirungkungon, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atau harapan lain, siapa pun calon anggota legislatif (caleg) yang dipilih tak lagi membuat penduduk dusun khawatir jika berladang atau ke pasar karena harus menuruni lereng yang curam dan terjal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tiga tetangga telah menunggu. Masing-masing memegang kertas undangan memilih di tempat pemungutan suara (TPS), yang harus mereka tempuh dengan berjalan kaki selama hampir dua jam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jalan setapak sempit menuruni lereng bukit dari dusun mereka licin dan terjal. Jika tak berhati-hati, lereng yang curam dan berbatu terjal bisa menghabisi langkah mereka. Apalagi di usianya sekarang, langkah Sahat tak selincah saat masih mampu mengolah tanah dari bukit berbatu di punggung Danau Toba.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beruntung hari itu hujan tak turun. Sahat dan warga Dusun Borta yang punya hak pilih harus punya lebih dari sekadar keberanian untuk menuruni lereng curam. ”Kalau hujan, bisa tergelincir,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tergelincir di lereng tebing berarti nyawa melayang karena jauh di bawah bebatuan telah menunggu. Apalagi saat masih gelap gulita dan penerangan hanya seadanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Curamnya lereng perbukitan yang mengelilingi Borta membuat dusun itu sulit dijangkau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dusun Borta, tempat Sahat tinggal, terletak paling jauh dari pusat Desa Sirungkungon, lokasi TPS didirikan untuk warga satu desa itu. Dari Dusun Borta, mereka menuruni lereng menuju Dusun Tangap. Matahari belum bersinar saat keempat warga Dusun Borta tersebut sampai di Tangap. Senter kecil yang mereka bawa menjadi satu-satunya penerangan jalan. Borta dan Tangap masih belum dialiri listrik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari Tangap, mereka berjumpa dengan beberapa warga yang tengah menunggu perahu untuk membawa mereka ke TPS di Sirungkungon. Butuh waktu 30 menit berperahu ke Sirungkungon.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka yang tak memiliki bekal cukup untuk membayar perahu terpaksa berjalan &lt;line&gt;&lt;/line&gt;kaki dari Tangap menuju Sirungkungon. Berjalan kaki dari Tangap juga berbahaya karena lereng bukit semakin curam menuju ke bawah. ”Kalau sudah hujan, kami tak akan berjalan kaki,” kata Holdin Manurung, warga Tangap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekitar pukul 08.00, Sahat dan rombongan satu perahu merapat di Sirunkungon. TPS di halaman gedung SD negeri di desa itu terletak tak jauh dari pinggiran Danau Toba.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;crosshead&gt;&lt;/crosshead&gt;Di bawah bukit&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sirungkungon adalah satu dari dua desa di Kecamatan Ajibata yang sulit ditempuh. Satu desa lainnya adalah Sigapiton. Kedua desa ini terletak di bawah bukit-bukit batu yang menjadi dinding Danau Toba.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sepeda motor menjadi satu- satunya kendaraan yang bisa mendekati kedua desa itu. Jika perjalanan ditempuh dari Ajibata ke Sirungkungon dengan sepeda motor, warga harus berhenti di puncak bukit berbatu ini. Namun, sepeda motor hanya bisa digunakan saat musim kemarau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika dilihat dari danau, lereng-lereng tersebut memang terlihat memukau. Inilah dinding Toba yang membuat danau ini tampak sangat elok.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Bagi yang tak terbiasa jalan di sini, waktu tempuh bisa sangat lama hanya untuk menuruni lereng menuju desa kami,” ujar Kepala Desa Sirungkungon Gunawan Manurung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itulah, pengiriman logistik pemilu ke Sirungkungon tidak melalui jalan darat. Logistik lebih aman diangkut menggunakan perahu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seminggu sekali, tiap hari Sabtu, ada perahu besar yang biasa menjadi transportasi warga di sekeliling Danau Toba mampir ke Sirungkungon. Dengan perahu, warga Sirungkungon pergi ke pasar untuk berbelanja kebutuhan hidup di Ajibata. Selain itu, ada juga perahu kecil yang digunakan warga untuk menjual hasil tangkapan ikan ke Ajibata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika Sahat dan rombongan sampai di TPS, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Sirungkungon Tolopan Manurung baru selesai memberikan pengarahan kepada warga yang telah berkumpul lebih dulu. Meski tak ikut mendengar pengarahan, Sahat dan warga Borta lain bersyukur bisa sampai dengan selamat ke TPS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keterpencilan Sirungkungon juga membuat hanya 10 parpol yang menghadirkan saksi di TPS. Bahkan, menurut Gunawan, tak satu caleg pun datang selama kampanye.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sirungkungon berpenduduk 402 orang, dengan jumlah pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT) 239 orang. Namun, hingga tepat pukul 12.00, saat Tolopan mengakhiri waktu pemungutan suara, hanya 200 orang yang memilih. Ketua Panitia Pemungutan Suara Sirungkungon Goplas Manurung menambahkan, mereka yang tak memilih sebagian telah meninggal dunia dan pindah ke tempat lain, tetapi masih tercantum dalam DPT.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seusai memilih, Sahat berkumpul bersama warga lainnya tak jauh dari TPS. Sembari tertawa, Sahat menunjukkan kelingkingnya yang telah diwarnai tinta. Ketika ditanya siapa pilihannya, tanpa ragu dia mengatakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Lama kali kucari marga Manurung di daftar caleg DPRD Tobasa, tapi tak ada. Jadi kucontreng sajalah caleg marga Sirait. Masih satu nairasaon (satu kelompok marga) dengan Manurung,” ujar Sahat terkekeh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sahat memilih caleg bermarga Pasaribu untuk DPRD Sumut karena menurut dia, sang istri boru (sebutan marga untuk perempuan) Manik. ”Pasaribu dan Manik kan satu keturunan,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sahat tak ingat siapa yang dicontreng untuk caleg DPR.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan hanya Sahat yang preferensi politiknya sangat tradisional dalam pemilu legislatif. Hampir seluruh warga Sirungkungon masih menggunakan ikatan kekerabatan sebagai preferensi. Itu seperti yang dikatakan Apul Sitorus, nenek yang rela berjalan jauh dari Tangap untuk memilih. Apul memilih calon anggota DPRD Sumut bermarga Sitanggang. ”Istri &lt;line&gt;&lt;/line&gt;anak saya boru Sitanggang,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di dusun yang tak pernah mengenal televisi, apalagi koran, seperti Barto dan Tangap, pengetahuan pemilih tentang caleg sangatlah minim.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa pun dasar pilihan mereka, Sahat, Holdin, dan Apul adalah potret orang-orang kecil yang jauh dari hiruk-pikuk permainan politik warga kota. Walaupun jauh terpencil di sudut Danau Toba, bagi mereka, pemilu tetap menyisakan harapan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://cetak.kompas.com/"&gt;kompas cetak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6496540476975415556-309135984424837710?l=mekar-redaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/309135984424837710/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/04/menantang-maut-meniti-lereng-dinding.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/309135984424837710?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/309135984424837710?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/04/menantang-maut-meniti-lereng-dinding.html" title="Menantang Maut, Meniti Lereng Dinding Toba demi Pemilu" /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_ZBaHAg3GhOE/Sef6OurWrAI/AAAAAAAAACo/FBXWk-IiIzA/s72-c/3276263p.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkMGQX0_fip7ImA9WxVbE00.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556.post-4585216099393400928</id><published>2009-03-29T12:19:00.004+07:00</published><updated>2009-03-29T12:27:00.346+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-29T12:27:00.346+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips dan Trik" /><title>Tips Fotografi</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;p&gt;Berikut ini adalah beberapa tuntunan yang dapat membantu Anda dalam mengembangkan keterampilan fotografi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Selalu Bawa Kamera&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alasan utama mengapa Anda melewatkan momen yang bagus untuk difoto adalah karena Anda tidak membawa kamera. Jadikanlah suatu kebiasaan untuk selalu membawa kamera kemanapun Anda bepergian karena Anda tidak tahu momen-momen atau pemandangan-pemandangan apa yang akan Anda temui nanti. Belilah tas atau tempat untuk kamera Anda karena hal tersebut dapat memudahkan Anda membawa kamera, selain itu juga dapat melindungi kamera Anda dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti goresan maupun benturan dengan benda lain. Tas atau tempat kamera yang memiliki busa dan memiliki lapisan luar yang cukup keras adalah pilihan yang cerdas untuk hal ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Foto Lebih Banyak Lagi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda berfikir bahwa Anda telah cukup banyak mengambil foto, tidak demikian adanya, terutama jika Anda adalah pemilik kamera dijital. Hasil foto kamera dijital disimpan dalam format dijital (berkas), jadi tidak ada kerugian bagi Anda untuk mengambil foto lebih banyak. Memang foto tersebut akan menghabiskan sejumlah &lt;em&gt;space &lt;/em&gt;pada kartu memori Anda, namun nantinya Anda dapat dengan mudah menghapusnya jika Anda tidak puas dengan hasil foto tersebut. Mengapa Anda mengambil sebuah foto jika Anda bisa mengambil banyak foto? Tidak usah ragu, karena mungkin tempat di mana Anda mengambil foto tersebut tidak akan Anda kunjungi lagi. Foto sebebas-bebasnya, karena pemandangan/adegan sehari-hari yang membosankan dapat saja menjadi bersejarah beberapa tahun kemudian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Percaya pada Mata Anda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mempelajari aturan-aturan &lt;em&gt;composition &lt;/em&gt;adalah hal yang baik, namun aturan-aturan tersebut kadangkala tidak berlaku dan ada kalanya Anda harus mempercayai mata Anda. Ketika kita akan memfoto sebuah objek, gerakkan atau pindahkan kamera dan jelajahi pemandangan sekitarnya. Ketika Anda menemukan sudut potret yang menurut Anda bagus, fotolah dengan segera.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Latih Mata Anda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lihat dan perhatikan dengan seksama foto yang Anda ambil. Cobalah untuk menemukan kekurangan-kekurangan dan kritiklah hasil foto tersebut. Apakah foto tersebut sesuai dengan apa yang kita inginkan pada saat kita memfoto? Apakah Anda suka &lt;em&gt;composition&lt;/em&gt;-nya? Aktivitas peninjauan kembali hasil foto oleh Anda sendiri sangat esensial dalam meningkatkan indra fotografi Anda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kenali Kamera Anda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak perlu menghafal setiap fitur pada kamera Anda sesegera mungkin. Akan lebih mudah mengingat fitur-fitur Anda dengan perlahan-lahan mencoba fitur-fitur kamera Anda satu-persatu melalui aktivitas fotografi sehari-hari. Analoginya seperti saat kita belajar mengganti persneling saat mengendarai sepeda motor atau mobil. Jadikan kemampuan mengutak-atik fitur kamera menjadi kebiasaan Anda. Dengan demikian Anda tahu dengan baik fitur-fitur apa yang mesti dipakai pada saat memfoto suatu objek atau pemandangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Selalu Bekerja pada Berkas Salinan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berlaku untuk era baru fotografi yaitu kamera dijital. Perlu Anda ingat bahwa sebelum Anda membuat foto salinan maka foto yang Anda punya adalah foto satu-satunya yang masih asli. Biasakanlah membuat salinan atas berkas foto yang akan Anda utak-atik. Beberapa perangkat pengolahan/pengorganisasi gambar dijital biasanya menyertakan fitur ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://news.bbc.co.uk/"&gt;http://news.bbc.co.uk/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6496540476975415556-4585216099393400928?l=mekar-redaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/4585216099393400928/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/03/tips-fotografi.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/4585216099393400928?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/4585216099393400928?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/03/tips-fotografi.html" title="Tips Fotografi" /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU4ERXY4cCp7ImA9WxVbE00.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556.post-623604752228182898</id><published>2009-03-27T12:27:00.002+07:00</published><updated>2009-03-29T12:18:24.838+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-29T12:18:24.838+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel" /><title>Lembah Bukit Lolipop</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati lembah permen lolipop. Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang beraspal. Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama. Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak permen lolipop yang berwarni-warni dengan aneka rasa. Permen-permen yang terlihat seperti berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan kecil Bob dan Bib untuk mengambil dan menikmati kelezatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bisa diambil. Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut. Ia mempercepat jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat sangat banyak didepannya. Bob mengumpulkan sangat banyak permen lollipop yang ia simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut tapi sepertinya permen-permen tersebut tidak pernah habis maka ia memacu langkahnya supaya bisa mengambil semua permen yang dilihatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. Dia melihat gerbang bertuliskan "Selamat Jalan". Itulah batas akhir lembah permen lolipop. Di ujung jalan, Bob bertemu seorang lelaki penduduk sekitar. Lelaki itu bertanya kepada Bob, "Bagaimana perjalanan kamu di lembah permen lolipop? Apakah permen-permennya lezat? apakah kamu mencoba yang rasa jeruk? Itu rasa yang paling disenangi. Atau kamu lebih menyukai rasa mangga? Itu juga sangat lezat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob terdiam mendengar pertanyaan lelaki tadi. Ia merasa sangat lelah dan kehilangan tenaga. Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa begitu banyak permen lolipop yang terasa berat di dalam tas karungnya. Tapi ada satu hal yang membuatnya merasa terkejut dan ia pun menjawab pertanyaan lelaki itu, "Permennya saya lupa makan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama kemudian, Bib sampai di ujung jalan lembah permen lolipop.&lt;br /&gt;"Hai, Bob! Kamu berjalan cepat sekali. Saya memanggil-manggil kamu tapi kamu sudah sangat jauh di depan saya.."&lt;br /&gt;"Kenapa kamu memanggil saya?" Tanya Bob.&lt;br /&gt;"Saya ingin mengajak kamu duduk dan makan permen anggur bersama. Rasanya lezat sekali. Juga saya menikmati pemandangan lembah, Indah sekali!" Bib bercerita panjang lebar kepada Bob.&lt;br /&gt;"Lalu tadi ada seorang kakek tua yang sangat kelelahan. Saya temani dia berjalan. Saya beri dia beberapa permen yang ada di tas saya. Kami makan bersama dan dia banyak menceritakan hal-hal yang lucu. Kami tertawa bersama."&lt;br /&gt;Bib menambahkan. Mendengar cerita Bib, Bob menyadari betapa banyak hal yang telah ia lewatkan dari lembah permen lolipop yg sangat indah. Ia terlalu sibuk mengumpulkan permen-permen itu. Tapi pun ia sampai lupa memakannya dan tidak punya waktu untuk menikmati kelezatannya karena ia begitu sibuk memasukkan semua permen itum ke dalam tas karungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir perjalanannya di lembah permen lolipop, Bob menyadari suatu hal dan ia bergumam kepada dirinya sendiri, "Perjalanan ini bukan tentang berapa banyak permen yang telah saya kumpulkan. Tapi tentang bagaimana saya menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia." Ia pun berkata dalam hati, "Waktu tidak bisa diputar kembali." Perjalanan di lembah lolipop sudah berlalu dan Bob pun harus melanjutkan kembali perjalanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Dalam kehidupan kita, banyak hal yang ternyata kita lewati begitu saja. Kita lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup. Kita menjadi Bob di lembah permen lolipop yang sibuk mengumpulkan permen tapi lupa untuk menikmatinya dan menjadi bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkan Anda bertanya kapan waktunya untuk merasakan bahagia?&lt;br /&gt; Jika saya tanyakan pertanyaan tersebut kepada para klien saya, biasanya mereka menjawab,&lt;br /&gt; "Saya akan bahagia nanti... nanti pada waktu saya sudah menikah...nanti pada waktu saya memiliki rumah sendiri... nanti pada saat suami saya lebih mencintai saya... nanti pada saat saya telah meraih semua impian saya... nanti pada saat penghasilan sudah sangat besar... "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran ¡tu nanti' itu membuat kita bekerja sangat keras di saat sekarang'. Semuanya itu supaya kita bisa mencapai apa yang kita konsepkan tentang masa nanti' bahagia. Terkadang jika saya renungkan hal tersebut, ternyata kita telah mengorbankan begitu banyak hal dalam hidup ini. untuk masa nanti' bahagia. Ritme kehidupan kita menjadi sangat cepat tapi rasanya tidak pernah sampai di masa yang nanti' bahagia itu. Ritme hidup yang sangat cepat... target-target tinggi yang harus kita capai, yang anehnya kita sendirilah yang membuat semua target itu... tetap semuanya itu tidak pernah terasa memuaskan dan membahagiakan.&lt;br /&gt;Uniknya, pada saat kita memelankan ritme kehidupan kita; pada saat kita duduk menikmati keindahan pohon bonsai di beranda depan, pada saat kita mendengarkan cerita lucu anak-anak kita, pada saat makan malam bersama keluarga, pada saat kita duduk berdiam atau pada saat membagikan beras dalam acara bakti sosial tanggap banjir; terasa hidup menjadi lebih indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja kita mau memelankan ritme hidup kita dengan penuh kesadaran; memelankan ritme makan kita, memelankan ritme jalan kita dan menyadari setiap gerak tubuh kita, berhenti sejenak dan memperhatikan tawa Indah anak-anak bahkan menyadari setiap hembusan nafas maka kita akan menyadari&lt;br /&gt;begitu banyak detil kehidupan yang begitu indah dan bisa disyukuri.&lt;br /&gt; Kita akan merasakan ritme yang berbeda dari kehidupan yang ternyata jauh lebih damai dan tenang.&lt;br /&gt;Dan pada akhirnya akan membawa kita menjadi lebih bahagia dan bersyukur seperti Bib yang melewati perjalanannya di lembah permen lolipop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://djokomukti.blogspot.com"&gt;http://djokomukti.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6496540476975415556-623604752228182898?l=mekar-redaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/623604752228182898/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/03/lembah-bukit-lolipop.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/623604752228182898?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/623604752228182898?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/03/lembah-bukit-lolipop.html" title="Lembah Bukit Lolipop" /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0QBR3k_fyp7ImA9WxVbEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556.post-6425388713645037549</id><published>2009-03-27T12:19:00.003+07:00</published><updated>2009-03-27T12:22:36.747+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-27T12:22:36.747+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Anime" /><title>Spongebob Movie</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ZBaHAg3GhOE/ScxiVpWoxqI/AAAAAAAAACE/jRrIkI9Vi4w/s1600-h/spogebob.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 218px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZBaHAg3GhOE/ScxiVpWoxqI/AAAAAAAAACE/jRrIkI9Vi4w/s320/spogebob.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317733384035288738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;The Story&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa senangnya SpongeBob karena ia akan diangkat menjadi manajer di restoran milik Mr.Krab. Hal ini pun turut dirasakan oleh Patrick Star, sahabatnya. Namun, ternyata Mr. Krab lebih memilih Squidward sebagai manajer. Hal ini tentu saja membuat sedih SpongeBob. Sementara itu, Plankton merasa bahwa restorannya selalu kalah bersaing dengan Mr. Krab, hingga ia menyusun rencana licik yaitu mencuri mahkota King Neptune dan membuat Mr. Krab sebagai tertuduh utama. Memang, King Neptune pun langsung mencak-mencak mengetahui hal ini, hampir saja ia mengeksekusi Mr. Krab kalau saja tak dihalangi oleh Mindy, puterinya. SpongeBob yang merasa iba pada Mr. Krab pun berjanji akan mendapatkan kembali mahkota King Neptune dalam tempo enam hari. Maka, dengan menaiki mobil Sandwich, SpongeBob dan Patrick pun menuju Shell city demi medapatkan kembali mahkota tersebut. Namun, Plankton diam-diam telah mengutus seorang pembunuh bayaran bernama Dennis untuk menghabisi mereka berdua, karena kuatir rencana busuknya terungkap. Memang, semenjak itu restoran Plankton pun menjadi semakin laris, ia pun memberi suvenir berupa helm bagi para pelanggannya. Namun, ternyata Plankton memiliki rencana terselubung, karena helm tersebut adalah bukan helm biasa. Kini, berhasilkah SpongeBob dan Patrick mendapatkan kembali mahkota King Neptune sekaligus mengungkap rencana busuk Plankton?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;IT`S SPONGEBOB, HOORAY!!!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fenomena SpongeBob memang sedang melanda Indonesia. Lihat saja serial tevenya yang diputar beberapa kali dalam sehari oleh salah satu stasiun teve swasta, belum lagi pernak-perniknya yang dijual dimana-mana. Memang, fenomena ini tidak terjadi di Indonesia saja bahkan mungkin di seluruh dunia.  Maka, tak salah apabila Stephen Hillenburg selaku kreator serial kartun ini segera membuat versi layar lebarnya. Para pengisi suaranya sebagian besar tetap sama, seperti Tom Kenn (SpongeBob), Clancy Brown (Mr.Krabs), Bill Fagerbakke (Patrick Star), ditambah tokoh-tokoh baru yang disuarakan oleh aktor aktris ternama seperti, Jeffrey Tambor (King Neptune), Scarlett Johansson (Mindy), Alec Baldwin (Dennis), serta penampilan cameo David Hasselhoff, si bintang Baywatch.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini memang cocok ditonton seluruh keluarga. Humor-humornya begitu segar dan mengalir dengan lancar, kendati ada beberapa humor yang memang rasanya kurang bisa dimengerti oleh anak-anak. Untuk melepaskan kepenatan atau refreshing, film ini memang pas sekali untuk ditonton, dan mungkin saja setelah kita menonton film ini kita bakalan berteriak, "hooray!!!", seperti yang dilakukan oleh SpongeBob :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.exodiac.com/"&gt;http://www.exodiac.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6496540476975415556-6425388713645037549?l=mekar-redaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/6425388713645037549/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/03/spongebob-movie.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/6425388713645037549?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/6425388713645037549?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/03/spongebob-movie.html" title="Spongebob Movie" /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_ZBaHAg3GhOE/ScxiVpWoxqI/AAAAAAAAACE/jRrIkI9Vi4w/s72-c/spogebob.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DE8BQ3g9eSp7ImA9WxVVGUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556.post-2215484715454696496</id><published>2009-03-13T10:08:00.004+07:00</published><updated>2009-03-13T11:00:52.661+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-13T11:00:52.661+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Music" /><title>Menentukan Arah</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sheilaon7.com/"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 319px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZBaHAg3GhOE/SbnSLGPLo8I/AAAAAAAAAB8/4hEl11_hqGw/s320/sheila-on-7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312508323554894786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sheila On 7 sudah 12 tahun berkarir. Anak-anak Jogja ini sudah mempunyai pattern dan basic musik yang kuat. Dengan modal inilah mereka berupaya terus berkarya tanpa harus kehilangan identitas. Dan ini terwujud lewat album teranyarnya yang bertitel Menentukan Arah. Album ini boleh dikata sebagai bentuk dari eksplorasi baru mereka terhadap musik.&lt;br /&gt;“Saat menggarap album ini kita sudah sepakat bahwa karya kita yang sekarang ini lebih chill out, dengan nuansa yang lebih intim dan akrab. Dengan konsep seperti ini kita pun terbawa untuk bermain dengan lebih rileks dan nyaman,” jelas Eross.&lt;br /&gt;Tak hanya pada konsep musik dan melodi, kehangatan terasa dari permainan musiknya. Misalnya pada permainan bass, Adam mengaku menggunakan teknik fretless, dimana teknik ini memberikan ruang lebih bagi dirinya dalam berkreasi. Adapun Brian yang menggawangi posisi drummer, menilai bahwa dengan tidak terlalu berpaku pada not dan dinamika, mereka lebih terfokus untuk menghayati sepenuhnya lagu dan lirik yang dimainkan.&lt;br /&gt;Simak hit single pertamanya yang berjudul Betapa. Lagu yang simple tapi cathcy ini mampu membawa suasana keakraban. Dan memang betul. Dalam waktu relatif singkat, single ini langsung menggeliat di chart dan merangsek ke posisi top chart di lebih dari 150 stasiun radio.&lt;br /&gt;Lagu Betapa bercerita tentang seorang laki-laki yang merasa sok kuat padahal dalam dirinya hancur manakala ditinggalkan oleh sang kekasih. Sebuah tema cinta memang, tapi mengambil sudut pandang yang berbeda dari kebanyakan. Duta menyatakan bahwa ia senang menyanyikan lagu tersebut, karena meskipun liriknya ringan tetapi maknanya dalam.&lt;br /&gt;Peluru kedua yang disiapkan adalah single berjudul Yang Terlewatkan. Single bernuansa ballad ini menggiring pendengar untuk menyimak secara mendalam tentang kedalaman lirik lagunya.&lt;br /&gt;Suatu karya ada tentunya dengan adanya harapan. Bukan harapan yang muluk, tapi lebih mengalir dan realistis. Eross (gitar), Duta (vokal), Adam (bass), dan Brian (drum) berharap masih bisa memberikan kontribusi yang lebih baik pada industri musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PRE SALES CAMPAIGN DAN LAUNCHING DI KERETA WISATA NUSANTARA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Album Menentukan Arah beredar resmi di pasaran pada 23 Oktober 2008. Namun dari bulan Juli 2008 bertepatan dengan rilisnya single Betapa ke radio-radio, telah dilangsungkan event Pre Sales Campaign. Program khusus dimana para SheilaGank (penggemar SO7) dapat memesan terlebih dahulu via online dimana mereka akan mendapatkan paket CD khusus bertanda tangan asli plus merchandise. Program yang berakhir pada pertengahan Oktober 2008 mendapatkan sambutan antusias dari penggemar yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, bahkan di Malaysia dan Singapura. Suatu bukti bahwa Sheila On 7 tetap mendapatkan tempat di hati para penggemarnya yang solid.&lt;br /&gt;Launching albumnya sendiri diadakan pada Jumat, 24 Oktober 2008 bertempat di Kereta Wisata Nusantara jurusan Jakarta – Bandung. Pemilihan tempat yang unik yaitu di kereta dimaksudkan untuk memberikan kesegaran dan membawa keakraban SO7 dengan para media yang selama ini sudah memberikan dukungan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENENTUKAN ARAH – LAGU PER LAGU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;1. Betapa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lagu ini seperti roh di Menentukan Arah: fresh, simple, menarik dan melodius. Semua orang bisa memainkan beat drum lagu ini di tuts kibord hanya dengan dua jari, tapi posisi jari di gitar tidak memungkinkan untuk dimainkan live, jadi Eross harus sedikit improvisasi untuk menyelamatkan permainannya. Brian juga tidak main drum akustik di lagu ini; maka begitu live, lagu ini terasa so rock. Mungkin karena dendam, hehehe.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;2. Yang Terlewatkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Yang Terlewatkan” hampir terlewatkan dan baru masuk di sesi akhir pengumpulan materi album, padahal Brian yakin kalau lagu ini adalah hits SO7 berikutnya sejak pertama kali mendengar demonya dan tak rela kalau dinyanyikan orang lain. Setelah mencoba berbagai bassline, Adam berharap yang akhirnya terpilih tidak mengecewakan dan – yang paling utama – tidak fals, karena memakai bas fretless. Eross kembali menggunakan kata “hebat” dalam lirik, tapi bukan berarti lirik ini biasa. Menurut Duta, Eross sangat jarang menulis lirik yang isinya tentang menyesali sesuatu. Ada apa dengan Eross?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;3. Ibu Linda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terjadilah debat panjang antara Eross dan Brian tentang beat drum di bagian reff, di mana berbagai versi dicoba dan akhirnya versi Brian keluar sebagai pemenang. Brian selalu memperjuangkan beat drum terbaik, walau harus berdebat dengan Eross, dan setiap mendengar lagu ini masih takjub dan heran akan asalnya ide beat ini. Duta yang tak terlalu mempersoalkan beat maupun lirik, merasa tema nada di akhir adalah bagian yang paling enak di lagu ini.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;4. Jalan Keluar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya Adam ragu untuk memasukkan “Jalan Keluar” di album karena terasa begitu ringan di aransemen dan lirik, tapi buntutnya ini satu-satunya lagu ciptaan Adam yang masuk. Adam juga mengisi harmonika, dan Eross tak akan pernah melupakan ekspresinya yang pucat pasi setelah berkali-kali take. Ini termasuk satu dari tiga lagu pertama yang diisi vokalnya oleh Duta (dalam sehari pula!) yang justru menganggap lirik lagu ini berbahasa tingkat tinggi. Brian pun merasa lagu ini tak akan seindah ini kalau bukan Duta yang menyanyikannya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;5. Mudah Saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adam berterima kasih kepada Eross karena diberi kesempatan untuk main gitar di “Mudah Saja.” Duta menyukai bagian bait dan bridge, tapi tidak suka reff-nya. Ketika Duta mengakui hal tersebut ke Eross, ternyata Eross juga sempat merasa kurang percaya diri terhadap lagu ini. Menurut Brian, semua orang yang sedang jatuh cinta akan mencoba mengingat orang yang pernah melukai hatinya saat mendengar lagu ini.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;6. Arah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di lagu ini Adam melakukan kejutan dan terobosan dengan bermain swing, walau mengaku kalau sebenarnya dia tak bisa main swing. Eross juga memberi kejutan dengan lupa mengisi bagian interlude dengan gitar sesuai versi demo, tapi akhirnya itu ditutup dengan brass sampling yang dimainkan Fery Efka. Duta ingin mengimbau Sheila Gank dan teman-teman semua untuk bersama-sama menentukan arah perjalanan Sheila On 7.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;7. Lia Lia Lia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penciptaan lagu ini terpicu oleh lirik “terbakar bahagia.” Anak-anak Duta mampu ikut menyanyikannya karena bapaknya berulang kali mendengar versi demonya di rumah. Teman-teman band Duta pun berlaku seperti anak-anak ketika mengisi vokal latar. Di album-album sebelumnya selalu ada lagu dengan take vokal latar yang bercanda, dan itu kembali terjadi di sini, di mana teknik vokal “The Steelheart Scream” muncul tapi (untungnya) tidak dimasukkan. Bagi orang-orang yang sedang jatuh cinta, silakan ganti “Lia” dengan nama pacarmu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;8. Alasanku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Brian tak berani tertawa di saat Eross take gitar, karena takut merusak mood-nya yang membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi untuk merekamnya. Namun Adam dengan entengnya bertanya, “Apa gitar diubah beda dengan versi demo?” di saat Eross sudah menyelesaikan 30 persen dari take gitar akustik. Alhasil, Eross panik, mengumpat sendiri dan mengulang dari awal. Eross dan Duta (yang sedang flu berat ketika mengisi vokal) berterima kasih kepada Tuhan yang telah memberi kekuatan untuk menyelesaikan tugas masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;9. Segalanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Duta juga flu berat ketika mengisi vokal lagu ini, makanya dia mencurahkan “segalanya” untuk teriak-teriak di sini. (Mudah-mudahan hernianya tidak kumat.) Saat take drum di waktu subuh, sempat ada keheningan tanpa tanda-tanda kehidupan selama beberapa saat di studio, tapi baik Brian maupun Eross (selaku operator) tak ada yang mau mengaku kalau dirinya tertidur. Lain halnya dengan Adam, yang mengaku ketiduran saat mencari bassline yang cocok, padahal ini lagu disko. “Segalanya” dipersembahkan untuk SheilaGank di seluruh dunia dan akhirat, “karena kau ku bisa.”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;10. Sampai Kapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini salah satu lagu favorit Brian yang membuatnya sangat berhati-hati dan merasa tidak percaya diri saat take karena berpikir drum versi demonya lebih bagus. Sebaliknya, entah kenapa Duta kurang suka lagu ini. Adam merasa kalau ada riff gitar yang kelupaan, persis seperti kasus “Alasanku” – dengan kejadian selanjutnya yang juga sama. Bisa jadi itu yang membuat Eross merasa kalau sampai kapanpun lagu ini belum selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LIRIK LAGU&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;1. Betapa (Eross Chandra)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seminggu… setelah kau pergi&lt;br /&gt;Teman silih berganti…. Menghiburku&lt;br /&gt;Ku berkata…. Semua teratasi&lt;br /&gt;Dan terus sembunyi di balik senyum palsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudengar dirimu&lt;br /&gt;Tak sendiri lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Aaaa… betapa hancurnya….&lt;br /&gt;Aaaa… hati dan jiwaku…&lt;br /&gt;Aaaa… betapa… hancurnya… aaaa….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun setelah kau pergi&lt;br /&gt;Ku masih sembunyi di balik senyum palsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudengar dirimu&lt;br /&gt;Tak sendiri lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to Reff.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong bantu aku&lt;br /&gt;Melewati semua…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to Reff.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;2. Yang Terlewatkan (Eross Chandra)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kemana kau s’lama ini&lt;br /&gt;Bidadari yang aku nanti&lt;br /&gt;Kenapa baru sekarang&lt;br /&gt;Kita dipertemukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesal tak kan ada arti&lt;br /&gt;Karna semua t’lah terjadi&lt;br /&gt;Kini kau t’lah menjalani&lt;br /&gt;Sisa hidup dengannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Mungkin salahku, melewatkanmu&lt;br /&gt;Tak mencarimu sepenuh hati… maafkan aku&lt;br /&gt;Kesalahanku&lt;br /&gt;Melewatkanmu&lt;br /&gt;Hingga kau kini dengan yang lain…&lt;br /&gt;Maafkan aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika berulang kembali&lt;br /&gt;Kau tak akan terlewati&lt;br /&gt;Segenap hati kucari&lt;br /&gt;Dimana kau berada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to Reff.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bridge.&lt;br /&gt;Walau ku terlambat… kau tetap yang terhebat&lt;br /&gt;Melihatmu… mendengarmu&lt;br /&gt;Kaulah yang terhebat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;3. Ibu Linda (Eross Chandra)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku mencintainya… kita s’lalu bersama&lt;br /&gt;Mereka memisahkan&lt;br /&gt;Aku t’lah mencarinya… dengan berbagai cara&lt;br /&gt;Mereka menjauhkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha terakhir ku menelpon rumahnya&lt;br /&gt;Berharap titik terang&lt;br /&gt;Ibundanya menerima telponku&lt;br /&gt;Berkata dia tak ingin bertemu&lt;br /&gt;Hidup baru menantinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Ibu Linda tolong sampaikan pesanku ini&lt;br /&gt;Ku hanya ingin mendengar suaranya&lt;br /&gt;Ibu Linda mohon sampaikan pesanku ini&lt;br /&gt;Terakhir saja mendengar orang yang kucinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencintainya… kita s’lalu bersama&lt;br /&gt;Mereka memisahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to Reff.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana kau sekarang… apa yang t’lah terjadi&lt;br /&gt;Dimana kau sekarang… apa yang kau alami&lt;br /&gt;Dimana kau sekarang…&lt;br /&gt;Dimana kau sekarang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;4. Jalan Keluar (Adam M. Subarkah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sepucat bulan purnama&lt;br /&gt;Segelap malam tertekan&lt;br /&gt;Kubiarkan ku mencari&lt;br /&gt;Hatimu yang tak akan pernah kau beri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedalam palung lautan&lt;br /&gt;Sedalam jurang hatimu&lt;br /&gt;Kau biarkan ku jatuh tanpa ujung&lt;br /&gt;Lepaskan sayapku yang terpasung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Jika memang tiada harapan&lt;br /&gt;Tunjukkan jalan keluar dari hatimu&lt;br /&gt;Jika memang tak akan bersanding&lt;br /&gt;Tunjukkan jalan keluar dari hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedalam palung lautan&lt;br /&gt;Sedalam jurang hatimu&lt;br /&gt;Kau biarkan ku jatuh tanpa ujung&lt;br /&gt;Lepaskan sayapku yang terpasung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to Reff.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;5. Mudah Saja (Eross Chandra)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tuhan… aku berjalan… menyusuri malam&lt;br /&gt;Setelah patah hatiku&lt;br /&gt;Aku berdoa… semoga saja&lt;br /&gt;Ini terbaik untuknya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bilang…&lt;br /&gt;Kau harus bisa seperti aku&lt;br /&gt;Yang sudah biarlah sudah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Mudah saja bagimu…&lt;br /&gt;Mudah saja untukmu…&lt;br /&gt;Andai saja…&lt;br /&gt;Cintamu seperti cintaku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang waktu berjalan….&lt;br /&gt;Kau kembali datang….&lt;br /&gt;Tanyakan keadaanku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubilang…&lt;br /&gt;Kau tak berhak tanyakan hidupku&lt;br /&gt;Membuatku s’makin terluka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah saja bagimu…&lt;br /&gt;Mudah saja untukmu…&lt;br /&gt;Coba saja….&lt;br /&gt;Lukamu seperti lukaku….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brigde:&lt;br /&gt;Kau tak berhak tanyakan keadaanku (2x)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to Reff.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;6. Arah (eross Chandra)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oo…&lt;br /&gt;Betapa bodoh diriku&lt;br /&gt;Membiarkanmu pergi dariku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oo…&lt;br /&gt;Betapa gelap hatiku&lt;br /&gt;Jika bukan kau untuk apa&lt;br /&gt;Ku berjuang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oo…&lt;br /&gt;Dimana kan kutemukan&lt;br /&gt;Wanita sepertimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oo…&lt;br /&gt;Tuhan maafkanlah&lt;br /&gt;Sepertinya ku tak lagi mampu&lt;br /&gt;Tanpanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja waktu bisa terulang…&lt;br /&gt;Tak kan pernah aku melepaskanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Aa… aa… aa… kemana aku melangkah&lt;br /&gt;Aa… aa… aa… kau yang menentukan arah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oo…&lt;br /&gt;Betapa bodoh diriku&lt;br /&gt;Membiarkanmu pergi dariku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bridge.&lt;br /&gt;Arah yang kutuju kini…&lt;br /&gt;Menemukan dirimu lagi… ooo… ooo…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to Reff&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;7. Lia Lia Lia (Eross Chandra)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku tergila-gila gaya bicaranya… Lia… Lia… Lia…&lt;br /&gt;Apa kau memikirkan semua yang kuimpikan… Lia… Lia… Lia…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau percayakan masa depan hidupmu&lt;br /&gt;Di kedua kakimu&lt;br /&gt;Tak kan gentar dari semua yang menentangmu&lt;br /&gt;Lia… Lia… Lia…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tergila-gila jalan pikirannya… Lia… Lia… Lia…&lt;br /&gt;Apa kau memikirkan semua yang kutawarkan… Lia… Lia… Lia…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau percayakan masa depan hidupmu&lt;br /&gt;Di kedua kakimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bridge.&lt;br /&gt;Kau dan lingkaran jiwamu&lt;br /&gt;Menarik langkah kakiku&lt;br /&gt;Bermain dengan apimu&lt;br /&gt;Aku terbakar bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tergila-gila jalan pikirannya… Lia… Lia… Lia…&lt;br /&gt;Apa kau memikirkan semua yang kutawarkan… Lia… Lia… Lia…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhlah bunga liar&lt;br /&gt;Di sekitar jejak Tuhan&lt;br /&gt;Tumbuhlah bunga liar&lt;br /&gt;Dan terus berkelana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lia… Lia… Lia…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;8. Alasanku (Eross Chandra)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku telah salah,ragukan niatmu&lt;br /&gt;Akulah lelaki,dengan jiwa bocah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang coba dewasa, yang coba berubah&lt;br /&gt;Mohon dampingilah, jangan tinggalkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terbayangkan… jika kau pergi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Kau alasanku untuk dewasa&lt;br /&gt;Dan aku tak ingin kau terluka&lt;br /&gt;Segenap jiwa akan ku jaga&lt;br /&gt;Keindahanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bridge.&lt;br /&gt;Menepi sejenak denganku&lt;br /&gt;Bahagia s’lamanya denganku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to Reff.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;9. Segalanya (Eross Chandra)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan yang aku alami&lt;br /&gt;Akan terkubur hari demi hari&lt;br /&gt;Aku mencoba untuk bangkit lagi&lt;br /&gt;Dan kujalani hari demi hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam gelap langkahku terhenti&lt;br /&gt;Kau pungut sinar dan menerangiku&lt;br /&gt;Kau tarik tanganku tunjukkan jalan keluar&lt;br /&gt;Dan kujalani hari demi hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah aku… 2x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Karna kau… ku mampu&lt;br /&gt;Karna kau… ku bisa&lt;br /&gt;Menghadapi dunia&lt;br /&gt;Kau segalanya&lt;br /&gt;Kau segalanya… bagiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bridge.&lt;br /&gt;Semua yang kau berikan&lt;br /&gt;Semua yang kau tunjukkan&lt;br /&gt;Semua yang kau berikan&lt;br /&gt;Beruntunglah aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to Reff.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;10. Sampai Kapan (Eross Chandra)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Telah lama aku… lama mengenalmu&lt;br /&gt;Lama menantimu… ikuti arusmu&lt;br /&gt;Berhenti sejenak… dan lihatlah aku&lt;br /&gt;Beri kejelasan… tentang perasaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Maukah kau tahu… di dalam hatiku&lt;br /&gt;Lama menantimu… sampai kapan&lt;br /&gt;Apakah kau tahu… yang lama ku tahu&lt;br /&gt;Lama menantimu… sampai kapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhenti sejenak… dan lihatlah aku&lt;br /&gt;Beri kejelasan… tentang perasaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to Reff.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tahu yang ku mau…&lt;br /&gt;Sampai kapan kau menggantungkan aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm.... Cayo Sheila!!! En hidup SHEILA GANK...&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p  {mso-margin-top-alt:auto;  margin-right:0in;  mso-margin-bottom-alt:auto;  margin-left:0in;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://kertasburam.dagdigdug.com/"&gt;http://kertasburam.dagdigdug.com/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6496540476975415556-2215484715454696496?l=mekar-redaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/2215484715454696496/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/03/menentukan-arah.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/2215484715454696496?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/2215484715454696496?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/03/menentukan-arah.html" title="Menentukan Arah" /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_ZBaHAg3GhOE/SbnSLGPLo8I/AAAAAAAAAB8/4hEl11_hqGw/s72-c/sheila-on-7.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0cCRHk4eCp7ImA9WxVVGUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556.post-849156393104802676</id><published>2009-03-13T07:35:00.002+07:00</published><updated>2009-03-13T10:31:05.730+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-13T10:31:05.730+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Religi" /><title>DIALOG IBLIS DENGAN RASULULLAH S.A.W</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"Arial Narrow";  panose-1:2 11 5 6 2 2 2 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h1  {mso-style-next:Normal;  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  text-align:justify;  mso-pagination:widow-orphan;  page-break-after:avoid;  mso-outline-level:1;  font-size:14.0pt;  mso-bidi-font-size:10.0pt;  font-family:"Arial Narrow";  mso-font-kerning:0pt;  mso-bidi-font-weight:normal;} p.MsoFooter, li.MsoFooter, div.MsoFooter  {margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  tab-stops:center 3.0in right 6.0in;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText  {margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  text-align:justify;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  mso-bidi-font-size:10.0pt;  font-family:"Arial Narrow";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 14.0in;  margin:58.5pt 59.05pt 153.0pt 1.0in;  mso-header-margin:1.0in;  mso-footer-margin:1.0in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia mendatangi Rasulullah SAW untuk memberitahu segala rahasianya; tentang hal - hal yang disukai maupun dibencinya. Maksudnyanya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia. Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, "Hai Iblis! Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar menyuruh engkau menghadap Rasullullah SAW. Hendaklah engkau buka segala rahasia engkau dan apa-apa yang ditanyakan oleh Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, nescaya akan diputuskan semua bagian anggota badanmu, uratmu serta disiksa dengan azab yang amat keras." Demi mendengar kata Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai; panjangnya seperti ekor lembu. Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah SAW. Maka sembah Iblis (laknatullah), "Ya Rasulullah! Mengapa tuan tidak menjawab salam hamba? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Maka jawab Nabi dengan marah,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Hai Aduwullah seteru Allah! Kepada aku engkau menunjuk baikmu? Jangan engkau mencoba menipu aku sebagaimana engkau menipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil disebabkan hasutanmu, Nabi Ayub kau tiup dengan asap racun pada saat ia sedang sujud hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaimanmeninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Nabi dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu. Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla, cuma salammu saja yan tidak aku jawab karena diharamkan Allah. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa maumu hingga menemui aku?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Sembah Iblis,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Ya Nabi Allah! Janganlah tuan marah. karena tuan adalah Khatamul Anbiya maka tuan dapat mengenali hamba. Kedatangan hamba adalah disuruh Allah untuk memberitahu segala tipu daya hamba terhadap umat tuan dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang tuan tanyakan akan hamba terangkan satu persatu dengan sebenarnya, tak satupun hamba berani menyembunyikannya."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;"Ya Rasulullah! Sekiranya hamba berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badan hamba menjadi abu."&lt;br /&gt;Setelah mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah satu peluang untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada sekalian umatku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Pertanyaan Nabi (1): "Hai Iblis! Siapakah musuh engkau yang paling besar dan bagaimana aku terhadap engkau?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: "Ya Nabi Allah! Tuanlah musuh hamba yang paling besar di antara segala musuh hamba di muka bumi ini."Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun mengeletar karena ketakutan. Sambung Iblis, "Ya Khatamul Anbiya! &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pun hamba dapat merupakan diri hamba seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara punsama seperti aslinya, kecuali hanya diri tuan yang tidak dapat hamba tiru karena dicegah oleh Allah. Seandainya hamba menyerupai diri tuan, maka terbakarlah diri hamba menjadi abu. Hamba cabut itikad anak Adam supaya menjadi kafir karena tuan berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam; begitu jugalah hamba berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Hamba akan tarik sekalian umat Islam dari jalan benar kepada jalan yang salah supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersama hamba."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Pertanyaan Nabi (2): "Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu terhadap makhluk Allah?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: "Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang bukan pada tempatnya. Hamba goda segala manusia supaya meninggalkan sembahyang, suka dengan makan minum, berbuat durhaka, hamba lalaikan dengan harta benda seperti emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram. Demikian juga ketika tamasya yang bercampur lelaki perempuan. Di situ hamba lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang rasa malu dan minum arak. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu hamba hulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri. Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau amal ibadat, hamba akan tahan mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras hamba goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong dan menyia -nyiakan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah hamba goda mereka setiap saat."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Pertanyaan Nabi (3): "Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah dan berpenat melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai kutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu ? Siapa yang memanjangkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: "Semua itu adalah anugerah daripada Tuhan Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takabur menjadikan hamba menjadi sejahat - jahatnya. Tuan lebih tahu bahwa hamba telah beribu-ribu tahun menjadi ketua kepada seluruh Malaikat danpangkat hamba telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="IT"&gt;Kemudian hamba tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa lama. Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka hamba pun membantah. Lalu Allah menjadikan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan sekalian Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali hamba yang ingkar. Oleh itu Allah murka kepada hamba dan muka hamba yang cantik molek dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan hodoh. Hamba merasa sakit hati.Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah sekalian bidadari. Hamba bertambah dengki dan dendam kepada mereka. Akhirnya hamba berhasil menipu melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Kedua mereka berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak.Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun hamba masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya hamba lakukan hingga Hari Kiamat.Sebelum tuan lahir ke dunia, hamba serta bala tentera hamba dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian hamba turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya hamba dapat ( dari berita langit ), dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid'ah dan kacau balau. Tetapi pada saat tuan lahir ke dunia ini, maka hamba tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia, karena banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Jika hamba berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tentera hamba yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahan hamba dan tentera hamba untuk menjalankan tugas hasutan."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Pertanyaan Nabi (4): "Hai Iblis! Apakah yang pertama kali engkau tipu pada manusia?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: "Pertama sekali hamba palingkan niatnya, imannya kepada kafir dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, hamba akan tarik dengan cara mengurangkan pahala. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:100%;"&gt;Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalan hamba"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Pertanyaan Nabi (5): "Hai Iblis! Jika umatku sembahyang karena Allah, apa yang terjadi pada dirimu?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: "Sebesar-besar kesusahan kepada hamba. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Gemetarlah badan hamba dan lemah tulang sendi hamba. Maka hamba kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya. Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sembahyang, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, senantiasa hendak cepat habis sholat, hilangkan khusyuknya - matanya senantiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud lama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sembahyang, itu semua membawa kepada kurang pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka hamba sendiri akan menghukum mereka seberat-beratnya."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Pertanyaan Nabi (6): "Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah, apa yang terjadi pada dirimu?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: "Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah, maka rasa terbakarlah tubuh hamba, putus-putus segala urat hamba lalu hamba lari daripadanya."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Pertanyaan Nabi (7): "Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, apa yang terjadi pada dirimu?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: "Binasalah diri hamba, gugurlah daging dan tulang hamba karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Pertanyaan Nabi (8): "Jika umatku berpuasa karena Allah, apa yang terjadi pada dirimu?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: "Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepada hamba. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan sekalian Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa.Yang menghancurkan hati hamba ialah segala isi langit dan bumi; yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan keampunan orang yang berpuasa.Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga.Pada hari umat tuan mula berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnyamenangkap hamba dan tentara hamba; jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;"Setelah habis umat tuan berpuasa barulah hamba dilepaskan dengan amaran agar tidak mengganggu umat tuan. Umat tuan sendiri telah merasa ketenangan berpuasa seperti mana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan dengan bulan biasa."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Pertanyaan Nabi (9): "Hai Iblis! Bagaimana sekalian sahabatku kepada engkau?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: "Sekalian sahabat tuan juga adalah seteru hamba yang paling besar. Tiada upaya hamba melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. karena tuan sendiri telah berkata ,"Sekalian sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikut mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk." Sayidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersama tuan, hamba tidak dapat hampir kepadanya, apalagi setelah berdamping dengan tuan. Beliau begitu percaya atas kebenaran tuan hingga dia menjadi wazirul a'zam. Bahkan tuan sendiri telah mengatakan jika ditimbang sekalian isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Apalagi dia telah menjadi mertua tuan karena tuan kawin dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafaz Hadis tuan. Sayidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani hamba pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan saksama. Jika hamba pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendi hamba karena sangat takut. Ini karena imannya sangat kuat apalagi tuan telah mengatakan,"JIKALAU ada Nabi sesudah aku maka Umar pasti menggantikan aku", karena dia adalah orang harapan tuan serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar 'Al-Faruq'. Sayidina Usman Al-Affan lagi hamba tidak bisa mendekati, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantu tuan sebanyak dua kali. karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga tuan mengatakan,"Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan tinta merah, niscaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid."Sayidina Ali Abi Talib pun itu hamba sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat bersopan, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah budak pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada semua berhala. Digelar 'Ali Karamullahu Wajhahu' - dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga 'Harimau Allah' dan tuan sendiri berkata,"Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya." Tambahan pula dia menjadi menantu tuan menjadikan hamba bertambah takut kepadanya."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Pertanyaan Nabi (10): "Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: "Umat tuan itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibrail a.s, "Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat. "Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan redha dengan kurniaan Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga umat tuan seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka hamba pun sukacita lalu masuk ke dalam badannya, hamba putarkan hatinya ke lautan derhaka dan hamba tarik ke mana saja mengikut kehendak hamba. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat. Lalu hamba goda minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umat tuan terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta,berkelahi sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Pertanyaan Nabi (11): "Siapa yang serupa denganmu?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Jawab Iblis: "Orang yang meringankan syariat tuan hamba dan membenci orang belajar agama Islam."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Pertanyaan Nabi (12): "Siapa yang mencahayakan mukamu?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: "Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Pertanyaan Nabi (13): "Apakah rahasia engkau kepada umatku?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-size:100%;"&gt;Jawab Iblis: "Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan, maka hamba gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sedari."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Pertanyaan Nabi (14): "Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: "Jika umat tuan hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah hamba dari mereka. Jika tidak hamba akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benih hamba dengan benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapanya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, hamba yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah rasa kenyang."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Pertanyaan Nabi (15): "Dengan jalan apa tipu dayamu bisa dilawan manusia?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: "Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis kesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air sembahyang, maka padamlah marahnya."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Pertanyaan Nabi (16): "Siapakah orang yang paling engkau lebih suka?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Jawab Iblis: "Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situ lah hamba mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Pertanyaan Nabi (17): "Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: "Orang yang tidur meniarap, orang yang matanya terjaga di waktu subuh tetapi menyambung tidur semula. Lalu hamba jadikan dia terlena hingga terbit fajar. Demikian juga pada waktu dzuhur, ashar, maghrib dan isya, hamba beratkan hatinya untuk solat."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Pertanyaan Nabi (18): "Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: "Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan solat tengah malam."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Pertanyaan Nabi (19): "Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Jawab Iblis: "Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Pertanyaan Nabi (20): "Apa lagi yang memecahkan mata engkau?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Jawab Iblis: "Orang yang taat kepada kedua ibubapanya, mendengar kata mereka, membantu makan pakai mereka selama mereka hidup, karena tuan telah bersabda, "Syurga itu di bawah tapak kaki ibu "&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;NB : From Abu Farhan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6496540476975415556-849156393104802676?l=mekar-redaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/849156393104802676/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/03/dialog-iblis-dengan-rasulullah-saw.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/849156393104802676?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/849156393104802676?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/03/dialog-iblis-dengan-rasulullah-saw.html" title="DIALOG IBLIS DENGAN RASULULLAH S.A.W" /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUIHQnYzfip7ImA9WxVWFkQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556.post-7135820291112104092</id><published>2009-02-27T08:16:00.001+07:00</published><updated>2009-02-27T08:18:53.886+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-02-27T08:18:53.886+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi" /><title>Api Hati</title><content type="html">Hantam serdadu luapan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepaskan peluru angkara penakluk merpati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan syahadat sehidup semati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantunan basmalah penuh arti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allaahu Akbar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allaahu Akbar!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gema takbir goyahkan bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hempas luapan samudra abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daku berdiri tiada terganti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Islam, ku kobarkan hingga mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlari tuk gapai cahaya nurani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelukan-Mu Allaahu Rabbii..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allaahu Akbar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allaahu Akbar!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada jiwa suci terbang lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuk adukan mereka dalam tangis hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goresan duka tak kan kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kan ku hantar mereka hingga gerbang siksa-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedih amarah sang Maha Raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allaahu Akbar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rintik hujan sembuhkan luka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basahi mata dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hei!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarkah kalian akan semua??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah.. Allah.. Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuhku tak terlihat lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantungku tlah letih berlari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampingi seluruh hasrat suci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau semua menanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daku tak kuasa lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaku terlentang jaga rumah-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa ku seakan menyatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini rahmat-Mu yang ku tunggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayup bola mata ku menari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guncangan nafas tak teratur lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak kan goyah!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum nyawa tak terhitung lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jasad ku tak lagi pijaki bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku gerakkan berat bibir ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gemakan asma-Mu hingga pelosok hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asyhadu’allaa Ilaahailallaah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa Asyhadu’annaa Muhammadarrasulullaah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allaahu Akbar!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB : syaqielha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(untuk saudara kita di tanah Islam sana)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6496540476975415556-7135820291112104092?l=mekar-redaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/7135820291112104092/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/02/api-hati.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/7135820291112104092?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/7135820291112104092?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/02/api-hati.html" title="Api Hati" /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUEBRXczcSp7ImA9WxVWFkQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556.post-6485329258278207229</id><published>2009-02-25T19:19:00.002+07:00</published><updated>2009-02-27T08:20:54.989+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-02-27T08:20:54.989+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips dan Trik" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel" /><title>t=v1+v2, Cara Meningkatkan Traffic &amp; Popularity dengan Cepat serta Alami</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;"Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas...?... Serahkan pada saya..., Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS...!... Klik &lt;a href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/02/tv1v2-cara-meningkatkan-traffic.html" target="_blank"&gt;disini-1&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://agito-mangamaniac.blogspot.com/2009/02/tv1v2-cara-meningkatkan-traffic.html" target="_blank"&gt;disini-2&lt;/a&gt;".&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;Tidak usah bingung dengan judul posting ini di atas ? Rumus itu aku dapetin dari waktu aku lagi berkunjung ke http://digitalbaca.blogspot.com. Setelah menyimak bahasan dari postingan itu, aku berpikir cara ini sangat masuk akal dan caranya pun tidak rumit /sulit tinggal kita ikutin saja instruksi - instruksi yang ada. Penggagas rumus ini sama dengan penggagas "Web Indonesia" (&lt;a href="http://agito-mangamaniac.blogspot.com/2009/02/web-indonesia.html" target="blank"&gt;Baca Postingannya Disini&lt;/a&gt;) yang pelan tapi pasti telah tumbuh menjadi pohon Traffic dan Popularity untuk blog ini dan blog - blog lainnya yang menjalankan konsep tersebut, atas inspirasi itulah muncul gagasan dan rumus itu tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui bagaimana cara bekerjanya, Bacalah dengan cermat serta pahamilah langkah - langkahnya di bawah ini. Selanjutnya Anda tinggal melakukan "copas" (copy paste) postingan ini mulai dari tanda di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;---------------- Copy Mulai Disini------------------&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Mohon baca baik-baik lalu terapkan dengan benar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah filosofi mengatakan "&lt;b&gt;Honesty is The Best Policy (Kejujuran adalah politik / strategi terbaik)&lt;/b&gt;", inilah yang akan kita buktikan..., apakah konsep kejujuran bisa kita olah menghasilkan traffic dan popularity yang lebih hebat dari konsep rumit para expert webmaster atau pakar SEO..?...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin bisa asal konsep ini di jalankan dengan benar...,bila ini di terapkan pada web anda sesuai ketentuan maka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Web anda akan kebanjiran traffic pengunjung secara luar biasa hari demi hari, tanpa perlu repot-repot memikirkan SEO atau capek-capek promosi keberbagai tempat di dunia internet.&lt;br /&gt;* Web anda akan kebanjiran backlink secara luarbiasa hari demi hari, tanpa perlu repot-repot berburu link keberbagai tempat di dunia internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Albert Einstein memakai persamaan e=mc2 untuk menggabungkan potensi masa dan kecepatan cahaya untuk menghasilkan energi nuklir yang luar biasa itu, maka kita akan memakai persamaan t=v1+v2 untuk menggabungkan potensi web saya dan web anda untuk menghasilkan traffic dan popularity yang luar biasa pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Einstein menggunakan atom plutonium dan uranium untuk membuat bom nuklir, maka kita menggunakan kejujuran dan ketepatan untuk membuat bom traffic dan popularity ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu anda lakukan adalah ikuti langkah-langkah berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Buat posting artikel seperti posting saya ini, atau copy-paste posting ini dan juga beri judul : t=v1+v2, Cara meningkatkan traffic dan popularity dengan cepat dan alami.&lt;br /&gt;2. Selanjutnya Copy atau buat KALIMAT SAKTI yang ada di bawah nomor 4 ini lalu pasang di web anda pada bagian yang paling mudah dilihat pengunjung, misalnya di bagian atas sidebar.&lt;br /&gt;3. Pindahkan atau ganti link atau alamat url posting saya (disini-1) menggantikan alamat url rekan saya (disini-2).&lt;br /&gt;4. Untuk mengetahui alamat url posting saya dan posting yang anda buat klik judul/title posting yang kita buat ini.&lt;br /&gt;5. Lalu isi alamat url posting anda pada pada disini-1 tadi. Jadi anda melakukan publish (terbitkan) 2 kali, setelah posting ini selesai anda buat lalu di terbitkan, dan lalu anda klik pada title (judul) posting untuk mengambbil/meng-copy alamat url posting anda dari address bar browser anda, lalu anda edit lagi posting tadi dan masukan pada link disini-1 itu.&lt;br /&gt;6. Berikut tulisan "KALIMAT SAKTI" yang perlu anda pasang di bagian web anda (setelah di ganti link url-nya sesuai ketentuan di atas)&lt;br /&gt;  "Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas...?... Serahkan pada saya..., Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS...!... Klik &lt;a href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/02/tv1v2-cara-meningkatkan-traffic.html" target="_blank"&gt;disini-1&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://agito-mangamaniac.blogspot.com/2009/02/tv1v2-cara-meningkatkan-traffic.html" target="_blank"&gt;disini-2&lt;/a&gt;".&lt;br /&gt;  Jadi setelah KALIMAT SAKTI ini di letakan di web anda maka: jika pengunjung meng-klik link &lt;a href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/02/tv1v2-cara-meningkatkan-traffic.html" target="_blank"&gt;disini-1&lt;/a&gt; akan menuju link posting anda, dan jika meng-klik &lt;a href="http://agito-mangamaniac.blogspot.com/2009/02/tv1v2-cara-meningkatkan-traffic.html" target="_blank"&gt;disini-2&lt;/a&gt; akan menuju link posting saya... dan seterusnya kan terus terjadi mata rantai yang tak terputus seperti itu...&lt;br /&gt;7. Di bawah ini ada 2 link : link anda (link web saya sekarang) dan link saya (link web rekan saya sekarang). Maka ganti (alamatnya) "link anda" dengan "link url web anda" dan "link saya dengan link url web saya" (link rekan saya di hapus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;a href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/02/tv1v2-cara-meningkatkan-traffic.html" target="_blank"&gt;Link Anda&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  &lt;a href="http://agito-mangamaniac.blogspot.com/2009/02/tv1v2-cara-meningkatkan-traffic.html" target="_blank"&gt;Link Saya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Selesai, siapkan counter tracker dan pengecek link misalnya sitemeter dan technorati untuk melihat hasil banjir traffic dan linkback web anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa itu t=v1+t2 ...?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* t = Jumlah traffic yang akan di peroleh web anda dalam suatu hari&lt;br /&gt;* v1 = Jumlah pengunjung web anda dalam suatu hari&lt;br /&gt;* v2 = Jumlah pengunjung yang dimiliki v1 (pengunjung dari pengunjung web anda) dalam suatu hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Traffic :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Misalnya, web saya ini atau web anda dalam sehari memiliki rata-rata pengunjung 50 orang.., dan semuanya menerapkan konsep kita ini (KALIMAT SAKTI) dengan benar, dan dari 50 orang itu masing-masing memiliki 50 orang pula pengunjung dari blog-nya, maka web kita akan berpeluang di kunjungi 50 ditambah 50 x 50 orang pada hari itu = 2550 orang, dan akan berpeluang terus meningkat pula hari demi hari, karena setiap hari selalu ada pengunjung baru di dunia internet, setiap hari juga ada blogger atau web baru di dunia internet ...BUKTIKAN...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Popularity :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Misalnya, web kita memiliki pengunjung 50 orang dalam suatu hari, dan semuannya menerapkan konsep ini, maka dalam hari itu web anda akan mendapatkan 100 linkback ke web anda, yaitu sebuah link pada KALIMAT SAKTI dan sebuah link pada link saya di kalikan 50. dan akan berpeluang meningkat terus hari demi hari....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa perlu di buat link anda dan link saya pada posting...?&lt;br /&gt;...hal ini untuk menjaga keabadian link kita, karena seperti kita tau link pada posting lebih kecil kemungkinannya terhapus....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah kita berbuat tidak fair atau tidak jujur menyabotase konsep ini, misalnya "menghilangkan semua link asal" lalu di isi dengan web/blog kita sendiri...? ....Bisa, dan konsep ini tidak akan menjadi maksimal untuk membuktikan Kejujuran adalah strategi/politik terbaik.... Tapi saya yakin bahwa kita semua tak ingin menjatuhkan kredibilitas diri sendiri dengan melakukan tindakan murahan seperti itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;------------- Selesai -------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naaahhh... Anda boleh membuat posting dengan cara meng-copy dari tanda :&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;"---Copy Mulai Disini---"&lt;/span&gt; sampai tanda &lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;"---Selesai---"&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi silahkan saja kalau kalian mau ber-improvisasi dengan membuat posting dengan pola keseluruhan seperti posting ini, yaitu dengan memberikan sedikit sambutan atau basa-basi seperti posting ini...&lt;br /&gt;Selamat mencoba, semoga konsep ini akan makin meramaikan, memeriahkan, memberi inspirasi dan memicu &lt;b&gt;kreativitas dunia Blogger Indonesia&lt;/b&gt; untuk semakin lebih maju dan memiliki nama baik hari demi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6496540476975415556-6485329258278207229?l=mekar-redaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/6485329258278207229/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/02/tv1v2-cara-meningkatkan-traffic.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/6485329258278207229?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/6485329258278207229?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/02/tv1v2-cara-meningkatkan-traffic.html" title="t=v1+v2, Cara Meningkatkan Traffic &amp; Popularity dengan Cepat serta Alami" /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUAFQXgycSp7ImA9WxVWFkQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556.post-161378377564530972</id><published>2009-02-25T19:17:00.001+07:00</published><updated>2009-02-27T08:21:50.699+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-02-27T08:21:50.699+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips dan Trik" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel" /><title>Web Indonesia</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3g-Y7qtXQqI/SaQIjQRquOI/AAAAAAAAAV8/0fKgxHOGC7o/s1600-h/web-indonesia.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 160px; height: 66px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3g-Y7qtXQqI/SaQIjQRquOI/AAAAAAAAAV8/0fKgxHOGC7o/s320/web-indonesia.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306375662706800866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Membangun Komunitas Link Web Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* FREE-7.NET - &lt;a href="http://free-7.net/" target="_blank"&gt;http://free-7.net&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;* Kolom Tutorial- &lt;a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/" target="_blank"&gt;http://kolom-tutorial.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;* Blogingismylife - &lt;a href="http://blogingismylife.blogspot.com/" target="_blank"&gt;http://blogingismylife.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;* HERBIE - &lt;a href="http://herbied3.blogspot.com/" target="_blank"&gt;http://herbied3.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;* Informasi Komputer &amp;amp; Internet - &lt;a href="http://www.t1to.com/" target="_blank"&gt;http://www.t1to.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;* Berbagi Informasi Sepenuh Hati - &lt;a href="http://digitalbaca.blogspot.com/" target="_blank"&gt;http://digitalbaca.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;* mAnGa MaNiAc N' nEt FrEaKeRs - &lt;a href="http://agito-mangamaniac.blogspot.com/" target="_blank"&gt;http://agito-mangamaniac.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;* Mekar Redaksi Club | SMK N 2 Pekalongan - &lt;a href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/" target="_blank"&gt;http://mekar-redaksi.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah Filosofi politik yang mengatakan "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak ada teman dan tidak ada musuh yang abadi, yang ada adalah kepentingan bersama"&lt;/span&gt;. Mungkin filosofi ini yang meng-ilhami perushaan IBM bekerja sama dengan komunitas open source untuk menghadapi dominasi Microsoft dalam Aplikasi Sever.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ter-inspirasi dari filosofi itu dan dari membaca dan berusaha memahami masalah link building dari posting Darren Rowse di problogger.net-nya (12 Tools and Techniques for Building Relationships with Other Bloggers) juga dari membaca ebook link building secret yg saya temukan, maka saya mencoba menarik kesimpulan intinya dan mencoba membangun ide untuk mengajak para blogger Indonesia bersama-sama menciptakan suatu komunitas online bagi blogger indonesia, untuk saling mengenal dan membangun suatu kerjasama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;win and win&lt;/span&gt; bukan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;win and lose&lt;/span&gt; (menang dan menang bukan menang dan kalah) dalam hal traffic, untuk menghadapi apa? yah boleh kalau di bilang untuk menghadapi web-web full komersil yang memiliki budged cukup untuk membeli segala fasilitas mendatangkan traffic, atau paling tidak ini adalah suatu cara untuk berkenalan dan saling mengenal dengan para blogger Indonesia yang lain dan kelak bisa kita jadikan Katalog Pribadi Web/Blog Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yap, ini bicara promosi blog, yang saya rasa lebih efektif di banding sekedar bertukar link lalu memasangnya di sidebar sebagai blogroll, karena umumnya pengunjung blog kita tidak melirik sama sekali link-link dalam blogroll kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, yang saya maksud di sini adalah menyebarkan posting saya ini secara berantai, karena posting utama akan paling menjadi perhatian pengunjung blog kita. Yap ini ajakan suka-rela, silahkan yang tertarik, dan yang tidak abaikan saja, bagi rekan-rekan senior yang trafficnya sudah tinggi juga silahkan jika ingin berbagi bersama, di bawah ini langkahnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Buat sebuah posting dengan judul &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Web Indonesia&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;2. Copy-paste seluruh isi posting ini untuk isi posting anda.&lt;br /&gt;3. Pada bagian atas kumpulan kode dalam teks area di atas, masukan url-judul web anda di bawah url-judul web saya dan menambahkan nomor urut setelah web saya, jadi angka nomor urut anda adalah setelah no urut web saya... dan seterusnya secara berantai.&lt;br /&gt;4. Setelah itu abadikan link url posting misalnya di letakan di sidebar, supaya kelak gampang di cari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tujuan utama saya adalah dalam rangka menyebarkan budaya ngeblog, saling mengenal dan membantu traffic bagi rekan2 pemula. Anda tidak akan saya curangi untuk memasang anchor text atau link web saya atau web lain-nya, tak ada satu link pun yang menuju alamat web atau blog saya atau lain-nya, tapi hanya sekedar alamat dalam bentuk teks untuk saling mengenal, juga logo web indonesia di atas cuma sekedar logo bersama, tak ada link atau keyword yang saya sisipkan. Dan jika masih ada pemikiran di akali karena web saya ada di urutan atas dari link anda, maka abaikan tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika berjalan lancar, saya rasa cara promosi ini tidak kalah efektif di banding berburu link dan mencari RSS submissions sebanyak banyaknya dengan melelahkan, bahkan RSS atau tukar link banyak kemungkinan link anda akan terhapus karena banyak sebab, tapi posting secara umum akan tetap ada sampai kapanpun, dan ini bisa menjadi acuan untuk pelacakan hubungan link secara berantai melalui dari mana anda mendapatkan posting ini.&lt;br /&gt;Hasil dari copy-paste dan penyebaran posting ini seterusnya adalah persis seperti isi posting ini dengan daftar link di bawah logo &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Web Indonesia&lt;/span&gt; yang semakin bertambah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6496540476975415556-161378377564530972?l=mekar-redaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/161378377564530972/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/02/web-indonesia.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/161378377564530972?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/161378377564530972?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/02/web-indonesia.html" title="Web Indonesia" /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_3g-Y7qtXQqI/SaQIjQRquOI/AAAAAAAAAV8/0fKgxHOGC7o/s72-c/web-indonesia.gif" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUINSX84cSp7ImA9WxVWFkQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556.post-7431873216357746603</id><published>2009-02-21T00:52:00.006+07:00</published><updated>2009-02-27T08:19:58.139+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-02-27T08:19:58.139+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Anime" /><title>The Real Eyeshield 21</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ZBaHAg3GhOE/SaKAIGXpHBI/AAAAAAAAABA/0dyjcXEC0XY/s1600-h/eyeshield_21_151_page_019.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 92px; height: 149px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZBaHAg3GhOE/SaKAIGXpHBI/AAAAAAAAABA/0dyjcXEC0XY/s320/eyeshield_21_151_page_019.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305944187632950290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Eyeshield 21, apakah kau tau siapa sebenarnya eyeshield 21?&lt;br /&gt;Sena Kobayakawa kah, ya memang Sena adalah Eyeshield 21&lt;br /&gt;tapi sebenarnya ada Eyeshield 21 yang asli, siapakah dia akan saya ulas sedikit disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eyeshield 21 yang asli adalah salah satu pemain American Football di team amerika “Notre Dame” dia juga orang jepang, dan yang pernah bertemu dia dalam pertandingan langsung adalah “Kakei” dari team “Poseidon”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Kakei bertanding melawan eyeshield 21 yang asli kakei mengalami kekalahan, tetapi eyeshield 21 yang asli memujinya dan berjanji akan bertanding kembali dengannya, tapi pada saat kakei sudah siap bertanding kembali melawan eyeshield 21 yang asli tiba-tiba dia hilang tanpa kabar. Kakei pun mencarinya disekolah notre dame akan tetapi disekolah tersebut dia tidak menemukan eyeshield 21 yang asli, sampai dia mengetahui bahwa eyeshield 21 kembali ke jepang. Kakei pun memutuskan untuk kembali ke jepang tapi dia tetap belum menemukan Eyeshield 21 yang asli. Sampai saat tibanya tournament ini dia bertemu dengan sena yang disebut-sebut eyeshield 21 dia pun marah karna kakei tahu siapa eyeshield 21 yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZBaHAg3GhOE/SaKBWFp7FeI/AAAAAAAAABI/Ng5ou-S9Cko/s1600-h/eyeshield_21_152_page_001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 250px; height: 223px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZBaHAg3GhOE/SaKBWFp7FeI/AAAAAAAAABI/Ng5ou-S9Cko/s320/eyeshield_21_152_page_001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305945527470986722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saat team Deimon dan team Spider bertemu dalam pertandingan merebutkan juara 3, dalam tournament tersebut akhirnya sena bertemu dengan eyeshield 21 yang asli, dia adalah he he he aku lupa namanya, tapi yang jelas dia dari team spider dengan sebutan “the red-eye ace”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kisah selanjutnya dan siapakah yang akan menjadi Eyeshield 21, nantikan postingan selanjutnya&lt;br /&gt;(low ada...... he hehehe ehhe:D)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sekarang lanjutannya,&lt;br /&gt;Ternyata kesimpulan q yang pertama salah (maklum orbias). Eyeshield 21 yang sebenarnya adalah "Yamato Takeru" Running Back dari team Teikoku ???....!!!!! opo ow(penyakit lama kumat), dah itu pokoknya,&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZBaHAg3GhOE/SaZ2ILpbEpI/AAAAAAAAABU/G1KFPdyvmmg/s1600-h/eyeshield_21_274_page_020.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 221px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZBaHAg3GhOE/SaZ2ILpbEpI/AAAAAAAAABU/G1KFPdyvmmg/s320/eyeshield_21_274_page_020.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307059093840269970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melawan team Dinosaurus dan menang Sena diberitahu oleh Quarter Back team Dinosaurus yaitu "Marco". Dan akhirnya Team Demon Devil Bat memenangkan Kantou Tournament dan berhasil maju ke pertandingan "Christmast Bowl".&lt;br /&gt;Yaa HHaaaaaaaaaaa...............&lt;br /&gt;Bagaimana Selanjutnya, Heee heeeee. biar q baca lanjutannya dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6496540476975415556-7431873216357746603?l=mekar-redaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/7431873216357746603/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/02/real-eyeshield-21.html#comment-form" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/7431873216357746603?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/7431873216357746603?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/02/real-eyeshield-21.html" title="The Real Eyeshield 21" /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_ZBaHAg3GhOE/SaKAIGXpHBI/AAAAAAAAABA/0dyjcXEC0XY/s72-c/eyeshield_21_151_page_019.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkIDSXcyeyp7ImA9WxVWE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556.post-8179558170766985657</id><published>2009-02-19T14:37:00.002+07:00</published><updated>2009-02-23T17:22:58.993+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-02-23T17:22:58.993+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Religi" /><title>Detik-detik Rasulullah SAW Menjelang Sakaratul Maut</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu meski langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan bersama-sama masuk surga bersama aku."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kalaitu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya didunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Bolehkah saya masuk ? " tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,"Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak di kenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata jibril. Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya," kata Jibril.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu."Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat niat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" Dan pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta sepertinya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;NB : From Abu Farhan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6496540476975415556-8179558170766985657?l=mekar-redaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/8179558170766985657/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/02/ada-sebuah-kisah-tentang-totalitas.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/8179558170766985657?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/8179558170766985657?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/02/ada-sebuah-kisah-tentang-totalitas.html" title="Detik-detik Rasulullah SAW Menjelang Sakaratul Maut" /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUADRHk8eSp7ImA9WxVWFkQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556.post-7024682210333780437</id><published>2009-02-19T14:20:00.002+07:00</published><updated>2009-02-27T08:22:55.771+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-02-27T08:22:55.771+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Religi" /><title>1 Waktu Sholat = Siksaan 80.000 Tahun di Neraka</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Assalamu'alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini diceritakan oleh seorang ustadz yang bertugas memandikan mayat orang Islam di hospital. Lebih kurang jam 3.30 pagi, saya menerima panggilan dari Hospital Tengku Ampuan Rahimah, Klang, Selangor untuk menguruskan jenazah lelaki yang sudah seminggu tidak dituntut. Di luar bilik mayat itu cukup dingin dan gelap serta sunyi dan hening. Hanya saya dan seorang penjaga bilik tersebut yang berada dalam bilik berkenaan. Saya membuka dengan hati-hati penutup muka jenazah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulitnya putih, badannya kecil dan berusia awal 20-an. Allah Maha Berkuasa. Tiba-tiba saya lihat muka jenazah itu sedikit demi sedikit bertukar menjadi hitam. Mulanya saya tidak menganggap ia sebagai aneh, namun apabila semakin lama semakin hitam, hati saya mula bertanya-tanya. Saya terus menatap perubahan itu dengan teliti, sambil di hati tidak berhenti-henti membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Detik demi detik berlalu, wajah jenazah semakin hitam. Selepas lima minit berlalu, barulah ia berhenti bertukar warna. Ketika itu wajah mayat berkenaan tidak lagi putih seperti warna asalnya, tetapi hitam seperti terbakar. Saya keluar dari bilik berkenaan dan duduk termenung memikirkan kejadian aneh yang berlaku itu. Pelbagai pertanyaan timbul di kepala saya; Apakah yang sebenarnya telah terjadi? Siapakah pemuda itu? Mengapa wajahnya bertukar hitam? Persoalan demi persoalan muncul di fikiran saya. Sedang saya termenung tiba-tiba saya dapati ada seorang wanita berjalan menuju ke arah saya. Satu lagi pertanyaan timbul, siapa pula wanita ini yang berjalan seorang diri di bilik mayat pada pukul 4.00 pagi? Semakin lama dia semakin hampir, dan tidak lama kemudian berdiri di hadapan saya. Dia berusia 60-an dan memakai baju kurung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ustadz," kata wanita itu. "Saya dengar anak saya meninggal dunia dan sudah seminggu mayatnya tidak dituntut. Jadi saya nak tengok jenazahnya," kata wanita berkenaan dengan lembut. Walaupun hati saya ada sedikit tanda tanya, namun saya membawa juga wanita itu ke tempat jenazah tersebut. Saya tarik laci 313 dan buka kain penutup wajahnya. "Betulkah ini mayat anak mak cik?" tanya saya. "Mak cik rasa betul... tapi kulitnya putih." "Mak cik lihatlah betul-betul." kata saya. Selepas ditelitinya jenazah berkenaan, wanita itu begitu yakin yang mayat itu adalah anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tutup kembali kain penutup mayat dan menolak kembali lacinya ke dalam dan membawa wanita itu keluar dari bilik mayat. Tiba di luar saya bertanya kepadanya. "Mak cik, ceritakanlah kepada saya apa sebenarnya yang berlaku sampai wajah anak mak cik bertukar jadi hitam?" tanya saya. Wanita itu tidak mahu menjawab sebaliknya menangis teresak-esak. Saya ulangi pertanyaan tetapi ia masih enggan menjawab. Jika mak cik tidak mahu beritahu, saya tak mahu uruskan jenazah anak mak cik ini. " kata saya untuk menggertaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila saya berkata demikian, barulah wanita itu membuka mulutnya. Sambil mengesat airmata, dia berkata, "Ustadz, anak saya ni memang baik, patuh dan taat kepada saya. Jika dikejutkan di waktu malam atau pagi supaya buat sesuatu kerja, dia akan bangun dan buat kerja itu tanpa membantah sepatah pun. Dia memang anak yang baik. Tapi..." tambah wanita itu lagi "Apabila mak Cik kejutkan dia untuk bangun sembahyang, Subuh misalnya, dia mengamuk marahkan mak Cik. Kejutlah dia, suruhlah dia pergi ke kedai, dalam hujan lebat pun dia akan pergi, tapi kalau dikejutkan supaya bangun sembahyang, anak mak cik ini akan terus naik angin. Itulah yang mak Cik kesalkan." kata wanita tersebut. Jawabannya itu memeranjatkan saya. Teringat saya kepada hadist nabi bahawa barang siapa yang tidak sembahyang, maka akan ditarik cahaya iman dari wajahnya. Mungkin itulah yang berlaku. Wajah pemuda itu bukan sahaja ditarik cahaya keimanannya, malah diaibkan dengan warna yang hitam. Selepas menceritakan perangai anaknya, wanita tersebut meminta diri untuk pulang. Dia berjalan dengan pantas dan hilang dalam persekitaran yang gelap. Kemudian saya pun memandikan, mengapankan dan menyembahyangkannya. Selesai urusan itu, saya kembali ke rumah semula. Saya perlu balik secepat mungkin kerana perlu bertugas keesokan harinya sebagai imam di Masjid Sultan Sallehuddin Abdul Aziz Shah, Shah Alam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang dua tiga hari kemudian, entah kenapa hati saya begitu tergerak untuk menghubungi waris mayat pemuda tersebut. Melalui nombor telefon yang diberikan oleh Hospital Tengku Ampuan Rahimah, saya hubungi saudara Yarham yang agak jauh pertalian persaudaraannya. Selepas memperkenalkan diri, saya berkata, "Encik, kenapa encik biarkan orang tua itu datang ke hospital seorang diri di pagi-pagi hari. Rasanya lebih elok kalau encik dan keluarga encik yang datang sebab encik tinggal di Kuala Lumpur lebih dekat dengan Klang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan saya itu menyebabkan dia terkejut, "Orang tua mana pula?" katanya. Saya ceritakan tentang wanita berkenaan, tentang bentuk badannya, wajahnya, pertuturannya serta pakaiannya. "Kalau wanita itu yang ustadz katakan, perempuan itu adalah emaknya, tapi.... emaknya dah meninggal lima tahun lalu!" Saya terpaku, tidak tahu apa yang hendak dikatakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi 'apakah' yang datang menemui saya pagi itu? Walau siapa pun wanita itu dalam erti kata sebenarnya, saya yakin ia adalah 'sesuatu' yang Allah turunkan untuk memberitahu kita apa yang sebenarnya telah berlaku hingga menyebabkan wajah pemuda berkenaan bertukar hitam. Peristiwa tersebut telah terjadi lebih setahun lalu, tapi masih segar dalam ingatan saya. Ia mengingatkan saya kepada sebuah hadist nabi, yang bermaksud bahawa jika seseorang itu meninggalkan sembahyang satu waktu dengan sengaja, dia akan ditempatkan di neraka selama 80,000 tahun. Bayangkanlah seksaan yang akan dilalui kerana satu hari di akhirat bersamaan dengan seribu tahun di dunia. Kalau 80,000 tahun di neraka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda percaya atau tidak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1 waktu shalat ditinggalkan = 80.000 tahun siksaan di neraka ingat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 hari di akhirat = 1000 tahun di dunia. maka : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;80.000 tahun x 365 x 1000&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masya Allah betapa lamanya seksaan yang akan kita terima di neraka nanti apabila tidak melaksanakan shalat hanya 1 waktu, bagaimana apabila tidak melaksanakan shalat selama 1 hari, 1 minggu, 1 bulan &amp;amp; 1 tahun,dst...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1 hari = 5(waktu) x 80.000 tahun x 365 x 1000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 minggu = 5 x 7 x 80.000 tahun x 365 x 1000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 bulan = 5 x 7 x 4 x 80.000 tahun x 365 x 1000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 tahun = 5 x 7 x 4 x 12 x 80.000 tahun x 365 x 1000&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berapa umur kita sekarang 20,30,40,dst ... ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudahkah kita melaksanakan shalat selama ini ... ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah kita merasa takut ketika tidak melaksanakan shalat ...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah kematian menunggu kita didepan mata. Makin bertambah umur kita makin dekat pula dengan kematian. Entah kapan datangnya kita mesti siap menghadapinya dan siap mempertanggungjawabkan semua yang kita lakukan di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum.wr.wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;NB : From Abu Farhan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6496540476975415556-7024682210333780437?l=mekar-redaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/7024682210333780437/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/02/1-waktu-sholat-siksaan-80000-tahun-di.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/7024682210333780437?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/7024682210333780437?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/02/1-waktu-sholat-siksaan-80000-tahun-di.html" title="1 Waktu Sholat = Siksaan 80.000 Tahun di Neraka" /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkUMRXgzcSp7ImA9WxVWE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6496540476975415556.post-6164399756070518402</id><published>2009-02-19T14:02:00.001+07:00</published><updated>2009-02-23T17:18:04.689+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-02-23T17:18:04.689+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi" /><title>L.O.V.E</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Love is beautiful word&lt;br /&gt;
Make me fly on my dream&lt;br /&gt;
You come to me for ward&lt;br /&gt;
To say love from him&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The word of it make me mad&lt;br /&gt;
Po point in my heart&lt;br /&gt;
Just your smile make me fine&lt;br /&gt;
Coz your heart to be mine&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh God..?&lt;br /&gt;
Is this Love?&lt;br /&gt;
I can fly, I can hight, I can dream&lt;br /&gt;
Is he come to find me?&lt;br /&gt;
Coz love is tender me&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;NB : From ungu box&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6496540476975415556-6164399756070518402?l=mekar-redaksi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/feeds/6164399756070518402/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/02/love.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/6164399756070518402?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6496540476975415556/posts/default/6164399756070518402?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://mekar-redaksi.blogspot.com/2009/02/love.html" title="L.O.V.E" /><author><name>Mekar Crew</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11930456565750094580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>

