<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774</atom:id><lastBuildDate>Sat, 05 Oct 2024 02:10:26 +0000</lastBuildDate><category>Sejarah Islamic</category><category>Sedekah</category><category>Shalat</category><category>Doa Islam</category><category>Keluarga Islamic</category><category>Masjid</category><category>Tentang Hidup</category><category>Misteri Dunia</category><category>Bisnis Islamic</category><title>Merenung Hidup</title><description></description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>39</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774.post-4440410425217034406</guid><pubDate>Thu, 06 May 2010 13:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-06T06:08:39.646-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tentang Hidup</category><title>Merokok,Halal Atau Haram?(Versi Saya)</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:s9kVCRTxzN5__M:http://www.dabawpinoy.com/wp-content/uploads/2009/11/no_smoking_signsvg.png&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 135px; height: 135px;&quot; src=&quot;http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:s9kVCRTxzN5__M:http://www.dabawpinoy.com/wp-content/uploads/2009/11/no_smoking_signsvg.png&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;KEMBALI rokok menjadi perdebatan dan kontroversi antara dihalalkan atau  diharamkan. Beberapa waktu lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI)  mengeluarkan fatwa haram terhadap rokok.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Tidak diharamkan bagi semua orang memang, namun rokok  diharamkan bagi anak-anak remaja dan wanita hamil. Merokok juga  diharamkan apabila dilakukan di tempat umum.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Masih ingat  dengan Andi Susanto yang terpaksa harus kehilangan lima giginya dan  bibir setelah rokok yang diisapnya meledak? Ternyata Andi mengisap rokok  sembari naik motor.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;“Saya tidak mengatakan setuju atau  tidak, tapi jelas merokok itu menimbulkan penyakit. Apabila rokok itu  diharamkan, maka berdampak pada ribuan petani tembakau yang akan  menyebabkan pengurangan penghasilan dan pemasukan terbesar di negara  kita,” ujar Dosen Fakultas Ekonomi UMSU, GW Clinton, sambil menjepit  sebatang rokok.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Menurut Clinton, merokok itu bisa dilihat  dari fungsinya. Apa merokok karena gaya? Kebiasaan? Pemberi inspirasi?  Dalam sebuah pekerjaan, kita perlu ide-ide cemerlang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Men sana  in corpore sano yang berasal dari bahasa Latin berarti di dalam tubuh  yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Maksudnya jika jiwa seseorang sehat,  maka tubuhnya akan sehat juga. Begitu pula sebaliknya,” ungkap dosen  STIK-P, Prof. Dr H Suwardi Lubis MS kepada Kreasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi  mana pun, tidak ada untungnya merokok apalagi kesehatan “Merokok  merupakan sumber inspirasi? Tidak ada itu, mana mungkin rokok jadi  sumber inspirasi, itu hanya kebiasaan saja. Contoh, sehabis makan saya  biasanya minum teh dan kalau tidak pasti kecarian. Sama dengan orang dan  rokok,” tambah Pak Prof, sapaan akrabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi gimana pendapat  kamu?</description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/2010/05/merokokhalal-atau-haramversi-saya.html</link><author>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774.post-407627984988197186</guid><pubDate>Wed, 28 Apr 2010 11:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-28T04:11:38.413-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keluarga Islamic</category><title>Kewajiban Berjilbab Bagi Muslimah</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:mSyGuZG0j98A_M:http://wiratara.files.wordpress.com/2008/11/jilbab-lukis.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 113px; height: 130px;&quot; src=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:mSyGuZG0j98A_M:http://wiratara.files.wordpress.com/2008/11/jilbab-lukis.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Di jaman sekarang ini, kita lihat semakin banyak  para muslimah yang berjilbab. Semoga ini menjadi bukti kesadaran para  muslimah akan perintah Alloh ta’ala sebagaimana tersebut dalam firmannya  dalam surat An Nur: 31 : &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;em&gt;“Katakanlah kepada wanita beriman, hendaklah  mereka menahan pandangan mereka, memelihara kemaluan mereka dan jangan  menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang biasa nampak. Hendaklah  mereka menutupkan khimar mereka ke dada mereka; dan jangan menampakkan  perhiasan mereka kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami  mereka……”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Firman Alloh ta’ala dalam surat Al Ahzab ayat 59:&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;em&gt;“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu  dan istri orang-orang beriman, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke  seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk  dikenal dan tidak diganggu orang. Alloh Maha Pengampun lagi Maha  Penyayang.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Telah cukup terang bagi kita akan kewajiban bagi  seorang muslimah untuk menutup semua perhiasan. Tidak boleh sedikit pun  perhiasan tadi ditampakkan di hadapan orang-orang ajnabi, yang bukan  mahramnya, kecuali bagian yang biasa nampak tanpa mereka sengaja.&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Pada surat An Nur Alloh ta’ala menjelaskan tentang  hal-hal (maksudnya perhiasan) yang wajib disembunyikan dan yang boleh  ditampakkan oleh kaum wanita di hadapan laki-laki asing, pada ayat yang  lain Alloh memerintahkan kaum wanita agar ketika keluar rumah mereka  menutup pakaian dan khimarnya dengan jilbab, karena dengan itu mereka  akan lebih terutup dan lebih terhomat. (Al Ahzab: 59)&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Tatkala ayat di atas turun, para wanita anshar pun  bila keluar rumah seakan-akan si atas kepala mereka terdapat  burung-burung gagak karena pakaian (jilbab hitam) yang mereka kenakan.  (hadist riwayat Abu Dawud II:182)&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Lalu seperti apakah seharusnya seorang muslimah  berpakaian? Cukupkah dengan hanya berjilbab? Lalu seperti apakah jilbab  yang sesuai tuntunan syari’at?&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Jilbab adalah kain yang dikenakan kaum wanita untuk  menutup tubuhnya di atas pakaian yang dia kenakan. Definisi ini adalah  menurut pendapat yang paling benar (penjelasan jilbab oleh Al Hafizh  Ibnu Hajar, kitab Fathu Al-Bari I:336). Pada hadist lain disebutkan,&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;em&gt;“Rasulullah sholAllohu ‘alaihi wassalam  memerintahkan kami keluar untuk shalat ‘idul fitr dan ‘idul adha, baik  yang masih gadis yang sedang menginjak dewasa, wanita-wanita yang sedang  haidh maupun wanita-wanita yang dipingit. Adapun wanita-wanita yang  sedang haidh mereka tidak ikut mengerjakan shalat, namun mereka  menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum muslimin. Aku berkata, ‘Wahai  Rasulullah, salah seorang di antara kami ada yang tidak mempunyai  jilbab. ‘Beliau menjawab, ‘Hendaklah saudarinya meminjamkan jilbabnya’”.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Dari hadist ini dapat diketahui bahwa jilbab  dituntut untuk dipakai ketika wanita keluar rumah. Jadi seorang wanita  tidak boleh keluar rumah kalau tidak memakai jilbab. Dan yang namanya  jilbab ialah pakaian yang menutupi mulai dari ujung rambut hingga  telapak kaki. Seorang muslimah tidaklah halal dilihat oleh laki-laki  yang bukan mahromnya, kecuali bila dia mengenakan khimar, disamping juga  jilbab, hingga terutup rapat kepala dan lehernya. Khimar, yang dimaksud  disini adalah tutup kepala, Syaikh Albani telah memeriksa pendapat para  ulama salaf maupun khalaf mengenai definisi khimar, beliau mencatat  lebih dari dua puluh nama ulama, yang mereka adalah para imam dan  hafizh. Diantara mereka ada Abul Walid Al-Baji (wafat 474 H) yang  memberikan tambahan keterangan mengenai khimar ini, semoga Alloh  membalas dia dengan kebaikan, dengan perkataannya: &lt;em&gt;“Tidak ada yang  nampak darinya, kecuali lingkaran wajahnya.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Namun justru saat ini, pemakaian sekaligus antara  khimar dan jilbab ini sering dilalaikan oleh kebanyakan kaum wanita  ketika mereka keluar rumah. Kenyataan yang ada mereka hanya memakai  jilbab saja, atau hanya memakai khimar saja; bahkan, terkadang tidak  memenuhi kriteria kedua-duanya. Terlebih lagi masih kita dapati, para  wanita memakai kerudung tetapi masih terbuka bagian tubuh yang  diharamkan oleh Alloh untuk mereka tampakkan, seperti rambut, kepala  bagian depan dan leher. Yang mereka kenakan yaitu jilbab yang mereka  sebut jilbab gaul atau jilbab cantik, yaitu penutup kepala yang banyak  tertempel berbagai hiasan hingga menarik perhatian, dengan desain yang  mengikuti mode paling kini katanya.&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Padahal Alloh ta’ala telah menjelaskan hikmah dari  perintah mengulurkan jilbab ini dengan firmanNya:&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;em&gt;“Hal itu adalah agar mereka lebih mudah untuk  dikenali dan tidak diganggu.”&lt;/em&gt; (QS. Al Ahzab:59)&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Yaitu, bahwa bila seorang wanita itu memakai  jilbab, bisa dimengerti bahwa dia adalah seorang wanita yang bersih,  menjaga diri dan berperilaku baik. Sehingga orang-orang fasik tidak  berani menggodanya dengan perkataan-perkataan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang kurang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;sopan. Berbeda halnya kalau dia keluar dengan membuka auratnya.  Tentu dalam keadaan semacam itu dia akan menjadi incaran dan sasaran  orang-orang fasik, sebagaimana yang kita saksikan dimana-mana. Sehingga  kita sulit membedakan antara wanita muslimah dengan wanita-wanita kafir.&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Demikian, adalah wajib bagi seluruh kaum wanita,  baik yang merdeka, maupun yang budak untuk menutupkan jilbab ke seluruh  tubuhnya ketika mereka keluar rumah. Maka wahai saudariku, kenakanlah  jilbab sebagai bentuk keta’atanmu kepada Alloh dan RasulNya. Sungguh,  perintah Alloh ta’ala akan memuliakanmu, menghindarkan dirimu dari  kerusakan, menahanmu dari maksiat, melindungimu agar tidak tergelincir  kepada kehinaan. &lt;em&gt;Allohu’alam&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;strong&gt;Disarikan dari Kitab Terjemahan, Jilbab  Mar’ah Muslimah (Jilbab Wanita Muslimah), Penulis; Muhammad Nashiruddin  Al Albani, Penerbit; Al Maktabah Al Islamiyah.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;em&gt;—Tambahan dari Muslimah.or.id—&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;strong&gt;Definisi Jilbab &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Secara bahasa, dalam kamus al Mu’jam al Wasith  1/128, disebutkan bahwa jilbab memiliki beberapa makna, yaitu:&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;strong&gt;Qomish &lt;/strong&gt;(sejenis jubah).&lt;br /&gt;Kain yang menutupi seluruh badan.&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;strong&gt;Khimar &lt;/strong&gt;(kerudung).&lt;br /&gt;Pakaian atasan seperti milhafah (selimut).&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Semisal selimut (baca: kerudung) yang dipakai  seorang wanita untuk menutupi tubuhnya.&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Adapun secara istilah, berikut ini perkataan para  ulama’ tentang hal ini.&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;strong&gt;Ibnu Hazm&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;rahimahulloh &lt;/em&gt;mengatakan,  “&lt;em&gt;Jilbab menurut bahasa Arab yang disebutkan oleh Rasulullah  shallAllohu ‘alaihi wa sallam adalah pakaian yang menutupi seluruh  badan, bukan hanya sebagiannya.” Sedangkan Ibnu Katsir mengatakan,  “Jilbab adalah semacam selendang yang dikenakan di atas khimar yang  sekarang ini sama fungsinya seperti izar (kain penutup).&lt;/em&gt;” (Syaikh  Al Bani dalam Jilbab Muslimah).&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;strong&gt;Syaikh bin Baz&lt;/strong&gt; (dari Program  Mausu’ah Fatawa Lajnah wal Imamain) berkata, “&lt;em&gt;Jilbab adalah kain  yang diletakkan di atas kepala dan badan di atas kain (dalaman). Jadi,  jilbab adalah kain yang dipakai perempuan untuk menutupi kepala, wajah  dan seluruh badan. Sedangkan kain untuk menutupi kepala disebut khimar.  Jadi perempuan menutupi dengan jilbab, kepala, wajah dan semua badan di  atas kain (dalaman).” (bin Baz, 289). Beliau juga mengatakan, “Jilbab  adalah rida’ (selendang) yang dipakai di atas khimar (kerudung) seperti  abaya (pakaian wanita Saudi).” (bin Baz, 214). Di tempat yang lain  beliau mengatakan, “Jilbab adalah kain yang diletakkan seorang perempuan  di atas kepala dan badannnya untuk menutupi wajah dan badan, sebagai  pakaian tambahan untuk pakaian yang biasa (dipakai di rumah).” (bin Baz,  746). Beliau juga berkata, “Jilbab adalah semua kain yang dipakai  seorang perempuan untuk menutupi badan. Kain ini dipakai setelah memakai  dar’un (sejenis jubah) dan khimar (kerudung kepala) dengan tujuan  menutupi tempat-tempat perhiasan baik asli (baca: aurat) ataupun buatan  (misal, kalung, anting-anting, dll).&lt;/em&gt;” (bin Baz, 313).&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Dalam artikel sebelumnya, terdapat pertanyaan apa  beda antara jilbab dengan hijab. &lt;strong&gt;Syaikh Al Bani&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;rahimahulloh  &lt;/em&gt;mengatakan, “S&lt;em&gt;etiap jilbab adalah hijab, tetapi tidak semua  hijab itu jilbab, sebagaimana yang tampak.&lt;/em&gt;” Sehingga memang  terkadang kata hijab dimaksudkan untuk makna jilbab. Adapun makna lain  dari hijab adalah sesuatu yang menutupi atau meghalangi dirinya, baik  berupa tembok, sket ataupun yang lainnya. Inilah yang dimaksud dalam  firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala dalam surat al-Ahzab ayat 53,&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;em&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu  memasuki rumah-rumah nabi kecuali bila kamu diberi izin… dan apabila  kamu meminta sesuatu keperluan kepda mereka (para istri Nabi), maka  mintalah dari balik hijab…”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href=&quot;http://www.twitterbuttons.com/&quot;&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/2010/04/kewajiban-berjilbab-bagi-muslimah.html</link><author>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</author><thr:total>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774.post-293127443346527612</guid><pubDate>Mon, 19 Apr 2010 11:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-19T05:16:26.524-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sejarah Islamic</category><title>95%Laki-Laki Masuk Surga Dan 95%Perempuan Masuk Neraka</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:L5ZQTteI06p6-M:https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvAk5H816PVCEeSjYlTxV3WL5lbRZsuhC4va5wWhyphenhyphenkj1r3f-H0Y99WjejOKl3-KhwHG6u8suFfNfeDYhV96vEKtUTyFIucE4TjRLYki5hd5gqtbIWpyr1Sg60uL9ZejmR4xtZ23BZiO-Y/s320/Logo+Timbangan+Hukum.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 110px; height: 111px;&quot; src=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:L5ZQTteI06p6-M:https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvAk5H816PVCEeSjYlTxV3WL5lbRZsuhC4va5wWhyphenhyphenkj1r3f-H0Y99WjejOKl3-KhwHG6u8suFfNfeDYhV96vEKtUTyFIucE4TjRLYki5hd5gqtbIWpyr1Sg60uL9ZejmR4xtZ23BZiO-Y/s320/Logo+Timbangan+Hukum.gif&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Apah 95% Laki-laki masuk surga,mau tahu kenapa karena laki-laki kebanyakan pendiam dan alim,&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Di Artikel ini saya tidak bermaksud untuk menyindir perempuan ato menyinggung saya juga allah&#39;hu alam,&lt;/span&gt;saya dapet dari info ini di suatu buku,saya binggung dengan buku itu mengapa itu buku berani bangat dengan judul itu,Pas saya baca dan merenungkannya owh memang benar sihh hehe,ternyata di buku itu tertulis bahwa wanita itu selama di dunia sering sekali ber-gosip ber-foya foya dengan harta yg bergelimpah dari penghasilan suami,lantas yg dilakukan suami itu hanya ber-diam diri di masjid,dan ada juga kekurangan perempuan saya sempat heran sama perempuan dengan memakai baju ketat dan MINIM sekali saya berfikir kenapa gk sekalian ajah telanjang gitu,memang apa untung nya?keliatan seksi gitu?yang ada kalian itu DOSA karena sudah membikin laki-laki ke bawa dosa dengan pakaian kalian,tapi saya senang sekali jika ada perempuan yang memakai jilbab lebih dari pundak(kurang dari pundak bukan jilbab WARNING !)ditambah lagi memakai gamis + cadal(sunah),kalo gk salah saya pernah dapet info dari suatu guru yg berkata:Bagi perempuan yg tidak memakai jilbab,di neraka nanti kalian di gantung yg di bawahnya api neraka yg bergejolak,lantas maukah kalian seperti itu?,memakai jilbab di islam itu hukumnya wajib,dan kita sangat beruntung bagi kaum pria,Tetapi mengapa kita sebagi kaum pria ada sebagian manusia yg bertingkah seperti perempuan(banci),apakah dia tidak tahu betapa beruntungnya menjadi kaum pria?,Jadi kesimpulannnya pada artikel ini:menjelaskan bagi kaum wanita untuk memakai pakaian yg sopan ato islamic atau kalu mau lebih banyak pahalanya memakai cadal,masikah kalian ngomongin(gosip) orang?masikah kalian berfoya foya di dunia ini?masikah kalian memakai pakaian minim?,Seharusnya Malu kalian yg memakai pakaian minim,karena perempuan sangat di hargai di kaum pria ato islam,tetapi apa yg kaial perbuat hanya dosa-dosa dan dosa,begitu juga dengan sebagian kaum pria yg merokok,mabuk,ber judi,pelecehan sexsual pada kaum wanita,saya pun juga malu menjadi kaum pria dengan keadaan yg seperti ini,... (ARTIKEL INI BUKAN UNTUK MENGHINA DAN MERENDAHKAN PEREMPUAN DAN PRIA,BAGI YG MERASA TERSINGGUNG DENGAN OMONGAN SAYA,SAYA MOHON MAAF,TAPI AMBIL POSITIF NYA SAJA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://twitter.com/boymalik&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.twitterbuttons.com/images/lbn/twitterbutton-0208.png&quot; title=&quot;By: TwitterButtons.com&quot; height=&quot;90&quot; width=&quot;120&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.twitterbuttons.com/&quot;&gt;By TwitterButtons.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/2010/04/95laki-laki-masuk-surga-dan-95perempuan.html</link><author>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</author><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774.post-6991506914160333663</guid><pubDate>Fri, 16 Apr 2010 10:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-16T03:34:37.626-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sedekah</category><title>1.200.000-125.000=3.800.000</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:k_Gaei1bJpwDTM:http://treest.files.wordpress.com/2009/03/uang-niche-adsense.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 97px; height: 124px;&quot; src=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:k_Gaei1bJpwDTM:http://treest.files.wordpress.com/2009/03/uang-niche-adsense.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class=&quot;fontcontent_rata&quot;&gt;assalamualaikum wrwb perkenalkan saya  adalah pegawai swasta dengan gaji 1.200.000 langsung saja dulu dengan  gaji segitu saya selalu kurang untuk mengangsur motor dan memenuhi  kebutuhan keluarga oh ya sebelumnya saya informasikan saya alhamdulillah  sudah berkeluarga dengan dikaruniai 2 orang putra dan putri yang  lucu-lucu. kembali ke persoalan diatas gaji saya hanya bertahan paling  10 hari setelah itu biasa pinjam sana pinjam sini dan setiap gajian  semakin berkurang karena harus membayar hutang bulan kemarinnya, kondisi  ini berlangsung sekitar 3 tahunan yang pada suatu hari saya melihat  tausiah Bp Ustad Yusuf M. di televisi yang mengajarkan tentang sedekah,  yang menurut beliau jika kita bersedekah kita akan diganti oleh Allah 10  x lipatnya .&lt;span class=&quot;potong&quot;&gt; setelah melihat tayangan tsb saya  bertekad mempraktekan kata-kata beliau, pertaman saya menjadi donatur  untuk anak yatim sebesar 75.000 dan subhanallah setelah menjadi donatur  tersebut kebijakan perusahaan memberikan bonus atas kerja saya dari  100,150 dan 500 dan setiap ada bonus tidak lupa saya sedekahkan 10  persen sesuai dengan perkataan ustad Yusuf, yang saya jumlah menjadi  750.000 yang berarti 10 x lipat dari sedekah yang saya keluarkan, bulan  berikutnya saya tambah lagi sedekah jadi 100.000 alhamdulillah bonus  yang saya dapat mencapai 1.100.000 bulan berikutnya saya tambah lagi  jadi 125.000. alhamdulillah bonus selalu bertambah seiring dengan  banyaknya job ke perusahaan saya bekerja dan setelah saya hitung  penghasilan saya dari gaji hingga bonus yang saya terima rata - rata  berkisar 3.800.000 dan itu sudah berlangsung 4 bulan terakhir sampai  sekarang ,makanya saya menulis seperti judul diatas yaitu  1.200.000-125.000=3.800.000 saya mengucapkan banyak terimakasih kepada  Ustad Yusuf Mansur dengan pencerahannya sejak saat itu saya begitu yakin  akan ayat-ayat Allah maha benar Allah dengan segala firmannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://twitter.com/boymalik&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.twitterbuttons.com/images/lbn/twitterbutton-0208.png&quot; title=&quot;By: TwitterButtons.com&quot; height=&quot;90&quot; width=&quot;120&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.twitterbuttons.com/&quot;&gt;By TwitterButtons.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/2010/04/1200000-1250003800000.html</link><author>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</author><thr:total>7</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774.post-8894012904160596728</guid><pubDate>Fri, 16 Apr 2010 10:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-16T03:31:34.172-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sedekah</category><title>Sedekah Itu Harus Ikhlas !</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:fJoifulr8K9GIM:http://ervakurniawan.files.wordpress.com/2009/10/sedekah-1.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 124px; height: 83px;&quot; src=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:fJoifulr8K9GIM:http://ervakurniawan.files.wordpress.com/2009/10/sedekah-1.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Tidak ada satupun hamba-Ku yang  ikhlas kuambil harta yg Kuberikan padanya, kecuali Kuganti dengan yang  lebih baik. Tidak ada satupun hamba-Ku yang ridha dengan bala yang  Kutimpakan padanya, kecuali Kunaikkan derajatnya. Dan tidak satupun  hambaKu yang bersyukur, kecuali Kutambah nikmatKu padanya&quot;. Di hadits qudsi yang lain Allah menyatakan: &quot;Barangsiapa yang tidak bersyukur atas nikmatKu, tidak bersabar atas  bala yang Kutimpakan, dan tidak ridho terhadap keputusanKu, keluarlah  dari langitKu dan carilah Tuhan selain diriKu&quot;. Mudah-mudahan semua jamaah dalam kondisi sebaik-baiknya mental dan fisik  menghadapi Ujian Kenaikan Tingkat Kehidupan. Sebab sejatinya, tidak ada  ujian kecuali buat naik kelas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://twitter.com/boymalik&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.twitterbuttons.com/images/lbn/twitterbutton-0208.png&quot; title=&quot;By: TwitterButtons.com&quot; height=&quot;90&quot; width=&quot;120&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.twitterbuttons.com/&quot;&gt;By TwitterButtons.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/2010/04/sedekah-itu-harus-ikhlas.html</link><author>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</author><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774.post-5522450233535457396</guid><pubDate>Fri, 16 Apr 2010 10:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-16T03:26:36.110-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sedekah</category><title>Dengan Sedekah,Proses KPR Lancar</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:pkF39GgS_0lH7M:http://ayobersedekah.files.wordpress.com/2009/07/141.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 124px; height: 93px;&quot; src=&quot;http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:pkF39GgS_0lH7M:http://ayobersedekah.files.wordpress.com/2009/07/141.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class=&quot;fontcontent_rata&quot;&gt;Kami bercita-cita sekali ingin mempunyai  rumah sendiri, walaupun kecil yang penting rumah sendiri dan dari hasil  jerih payah sendiri, bulan demi bulan kami coba menyisihkan uang baik  dari gaji dan beberapa pinjaman dari teman-teman di kantor untuk uang  mukanya. Di awal tahun 2006 kami mulai mencari rumah di beberapa  perumahan, baik rumah baru maupun rumah bekas dan kami pun mulai mencari  informasi tentang bank-bank yang dapat memberikan KPR dengan bunga  ringan. Berbulan-bulan kami mencari rumah tapi selalu saja gagal ada  saja masalahnya, dari yang masalah uang mukanya yang terlalu tinggi,  cicilan yang besar, lokasi yang terlalu jauh dari kantor sampai  kegagalan di pihak bank karena tidak memenuhi persyaratan-persyaratan  dari bank tersebut. Sampailah akhirnya kami menemukan rumah sederhana di  sebuah perumahan baru di kawasan Pamulang yang menurut kami cocok  dengan kondisi keuangan, dengan harga yang tidak begitu tinggi dan uang  muka yang terjangkau, namun sayang kami harus menemui kendala dalam  pengajuan KPR yaitu soal gaji yang kurang dari yang dipersyaratkan oleh  bank. Pada bulan Ramadhan yang lalu kami sering mendengar ceramah dari  Ust. Yusuf Mansyur di beberapa acara televisi tentang sedekah, bahwa  dengan bersedekah maka segala urusan kita akan diberi kemudahaan oleh  Allah SWT, dan secara kebetulan teman dikantor menginformasikan via  email bahwa ada bayi dari keluarga yang kurang mampu sedang membutuhkan  dana untuk operasi. Kami berkeyakinan bahwa dengan menyedekahkan  sebagian uang tabungan milik kami untuk membantu bayi tersebut maka  proses pengajuan KPR kami akan diterima oleh bank, bismillah... kami  juga berihktiar dengan membuat surat keterangan penghasilan tambahan  dari kantor. Alhamdulillah, selang beberapa hari kemudian kami  diberitahukan dari pihak bank bahwa proses pengajuan KPR kami di terima  dan selang seminggu kami sudah bisa melakukan akad kredit rumah.  Subhanallah... Allah memang Maha Menepati Janji-Nya. Siapa saja yang  mencintai sedekah, Allah akan mengulurkan Tangan-Nya membantu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:http://yusufmansyur.blogspot.com/2009/04/dengan-sedekah-proses-kpr-lancar.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://twitter.com/boymalik&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.twitterbuttons.com/images/lbn/twitterbutton-0208.png&quot; title=&quot;By: TwitterButtons.com&quot; height=&quot;90&quot; width=&quot;120&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.twitterbuttons.com/&quot;&gt;By TwitterButtons.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/2010/04/dengan-sedekahproses-kpr-lancar.html</link><author>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774.post-6659349649127539520</guid><pubDate>Fri, 16 Apr 2010 10:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-16T03:14:36.494-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Shalat</category><title>Gerakan Shalat Bermanfaat Untuk Kesehatan</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:KIScvGDNnuxLGM:http://majelismunajat.com/wp-content/uploads/2009/11/rukuk-sujud.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 118px; height: 103px;&quot; src=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:KIScvGDNnuxLGM:http://majelismunajat.com/wp-content/uploads/2009/11/rukuk-sujud.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Shalat ternyata tidak hanya menjadi amalan  utama di akhirat nanti, tetapi gerakan-gerakan shalat paling  proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, shalat  adalah gudang obat dari berbagai jenis pnyakit.&lt;/span&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Allah, Sang Maha Pencipta, tahu persis apa  yang sangat dibutuhkan oleh ciptaanNya, khususnya manusia. Semua  perintahNya tidak hanya bernilai ketakwaan, tetapi juga mempunyai  manfaat besar bagi tubuh manusia itu sendiri. Misalnya, puasa, perintah  Allah di rukun Islam ketiga ini sangat diakui manfaatnya oleh para medis  dan ilmuwan dunia barat. Mereka pun serta merta ikut berpuasa untuk  kesehatan diri dan pasien mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Begitu pula dengan shalat. Ibadah shalat  merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur tubuh  manusia. Gerakan-gerakan di dalam shalat pun mempunyai manfaat  masing-masing. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Misalnya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Takbiratul Ihram&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan  sejajar tlinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.  Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, getah bening  (limfe), dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak  memungkinkan darah mengalir lancer ke seluruh tubuh. Saat mengangkat  kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen  menjadi lancer. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau  dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan  persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Ruku’&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Ruku’ yang sempurna ditandai tulang belakang  yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung  tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.  Gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi  tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat  saraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal  pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk  merelaksasikan otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah  sarana latihan bagi kemih sehingga gangguan prostate dapat dicegah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;I’tidal&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Bangun dari ruku’, tubuh kembali tegak  setelah mengangkat kedua tangan setinggi telinga. I’tidal merupakan  variasi dari postur setelah ruku’ dan sebelum sujud. Gerakan ini  bermanfaat sebagai latihan yang baik bagi organ-organ pencernaan. Pada  saat I’tidal dilakukan, organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami  pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Tentu memberi efek  melancarkan pencernaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Sujud&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Menungging dengan meletakkan kedua tangan,  lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Posisi sujud berguna untuk  memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posis jantung di atas  otak menyebabkan daerah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak.  Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Oleh karena itu,  sebaiknya lakukan sujud dengan tuma’ninah, tidak tergesa-gesa agar darah  mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi seperti ini menghindarkan  seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik ruku’ maupun  sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ  kewanitaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Duduk di antara sujud&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Duduk setelah sujud terdiri dari dua macam  yaitu iftirosy (tahiyat awal) dan tawarru’ (tahiyat akhir). Perbedaan  terletak pada posisi telapak kaki. pada saat iftirosy, tubuh bertumpu  pada pangkal paha yang terhubung dengan saraf nervus Ischiadius. Posisi  ini mampu menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan  penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarru’ sangat baik bagi pria  sebab tumit menekan aliran kandung kemih (uretra), kelenjar kelamin pria  (prostate) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar,  posisi seperti ini mampu mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki  pada iftirosy dan tawarru’ menyebabkan seluruh otot tungkai turut  meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah  yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Salam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Gerakan memutar kepala ke kanan dank e kiri  secara maksimal. Salam bermanfaat untuk bermanfaat untuk merelaksasikan  otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala  sehingga mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Gerakan sujud&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;tergolong  unik. &lt;strong&gt;Sujud memiliki falsafah bahwa manusia meneundukkan diri  serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari  sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi&lt;/strong&gt; (ilmu mengenai kekebalan  tubuh dari sudut pandang psikologis) yang di dalami Prof. Soleh,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;gerakan  ini mengantarkan manusia pada derajat setinggi-tingginya. &lt;/strong&gt;Mengapa?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin,  pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan oksigen.  Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan  darah mengalir maksimal ke otak. Artinya, otak mendapatkan pasokan darah  kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, &lt;strong&gt;sujud  yang tuma’ninah dan kontinu dapat memicu peningkatan kecerdasan  seseorang.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Setiap inci otak manusia memerlukan darah  yang cukup untuk berfungsi secara normal. Darah tidk akan memasuki urat  saraf di dalam otak melainkan ketika seseorang sujud dalam shalat. Urat  saraf tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini  berarti, darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikuti waktu  shalat, sebagaimana yang telah diwajibkan dalam Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Riset di atas telah mendapat pengakuan dari  Harvard  University, Amerika Serikat. Bahkan seorang dokter  berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan diri masuk Islam  setelah diamdiam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan  sujud. Di samping itu, gerakan-gerakan dalam shalat sekilas mirip  gerakan yoga ataupun peregangan (stretching). Intinya, berguna untuk  melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan shalat  dibandingkan gerakan lainnya adalah di dalam shalat kita lebih banyak  menggerakkan anggota tubuh, termasuk jari-jari kaki dan tangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Sujud &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;adalah latihan kekuatan otot tertentu,  termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada  lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot  dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggan wanita. Payudara tak hanya  menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar  air susu di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Masih dalam posisi sujud, manfaat lain yang  bisa dinikmati kaum hawa adalah otot-otot perut (rectus abdominis dan  obliqus abdominis externus) berkontraksi penuh saat pinggul serta  pinggang terangkat melampaui kepala dan dada. Kondisi ini melatih organ  di sekitar perut untuk &lt;strong&gt;mengejan lebih dalam dan lebih lama&lt;/strong&gt;  &lt;strong&gt;yang membantu dalam proses persalinan. &lt;/strong&gt;Karena di dalam  persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang  mencukupi. Bila otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan  kuat, maka secara alami, otot ini justru menjadi elastis. &lt;strong&gt;Kebiasaan  sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan dan mempertahankan  organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi)&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Setelah melakukan sujud, kita melakukan  gerakan duduk. Dalam shalat terdapat dua jenis duduk: iftirosy (tahiyat  awal) dan tawaru’ (tahiyat akhir). Hal terpenting adalah turut  berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, di daerah ini  terdapat tiga liang yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas  kotoran, dan saluran kemih. Saat tawarru’, tumit kaki kiri harus menekan  daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki  kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi  ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan  lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Pada dasarnya, seluruh gerakan shalat  bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit  sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang  rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung dengan  lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Menuru penelitian Prof. Dr. Muhammad Soleh  dalam desertasinya yang berjudul “Pengaruh Shalat Tahajud terhadap  Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu  Pendekatan Neuroimunologi” dengan desertasi itu, Soleh berhasil meraih  gelar doctor dalam bidang ilmu kedokteran pada program pasca sarjana  Universitas Surabaya yang dipertahankannya beberapa waktu lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Shalat tahajud ternyata bukan hanya sekedar  shalat tambahan (sunah muakkad), tetapi jika dilakukan secara rutin dan  ikhlas akan bisa mengatasi penyakit kanker. Secara medis, shalat tahajud  mampu menumbuhkan respons ketahanan tubuh (imunologi) khususnya pada  imunoglobin M, G, A, dan limfositnya yang berupa persepsi serta motivasi  positif. Selain itu, juga dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk  menanggulangi masalah yang dihadapi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Selama ini, ulama melihat ikhlas hanya  sebagai persoalan mental psikis. Namun, sebetulnya permasalahan ini  dapat dibuktikan dengan teknologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini  dipandang sebagai misteri dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui  sekresi hormon kortisol dengan parameter kondisi tubuh. Pada kondisi  normal, jumlah kortisol pada pagi hari normalnya antra 38-690  nmol/liter. Sedangkan pada malam hari atau setelah pukul 24.00, jumlah  ini meningkat menjadi 69-345 nmol/liter. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;“Kalau jumlah hormone kortisolnya normal,  dapat diindikasikan bahwa orang tersebut tidak ikhlas karena merasa  tertekan. Demikian juga sebaliknya,” ujarnya seraya menegaskan temuannya  ini membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama Islam  semata-mata dogma atau doktrin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Menurut Dr. Soleh, orang stress biasanya  rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan melakukan  tahajud secara rutin dan disertai perasaan ihklas serta tidak terpaksa,  seseorang akan memiliki respon imun yang baik serta besar kemungkinan  terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Berdasarkan perhitungan  medis, shalat tahajud yang demikian menyebabkan seseorang memiliki  ketahanan tubuh yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href=&quot;http://twitter.com/boymalik&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.twitterbuttons.com/images/lbn/twitterbutton-0208.png&quot; title=&quot;By: TwitterButtons.com&quot; height=&quot;90&quot; width=&quot;120&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.twitterbuttons.com/&quot;&gt;By TwitterButtons.com&lt;/a&gt;</description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/2010/04/gerakan-shalat-bermanfaat-untuk.html</link><author>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774.post-2663368396225065798</guid><pubDate>Fri, 16 Apr 2010 10:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-16T03:10:20.361-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Shalat</category><title>Shalat Khusyu Itu Mudah Dan Nikmat</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:wWGEiRehAadS7M:http://azansite.files.wordpress.com/2008/11/sholat.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 123px; height: 127px;&quot; src=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:wWGEiRehAadS7M:http://azansite.files.wordpress.com/2008/11/sholat.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Shalat shubuhku kali ini ternyata berjalan 1 jam tanpa merasa lelah!  Dan sepanjang &lt;span class=&quot;hilite&quot;&gt;shalat&lt;/span&gt; aku menangis. Saya  yakin, yakin sekali, Anda juga akan merasakannya. Seperti juga telah  dirasakan banyak orang yang mengikuti petunjuk sederhana ini.  &lt;p&gt;Kemarin saya ke Gramedia untuk mencari buku-buku kata-kata mutiara  dan buku Marwah Daud yang berjudul HMMD. Buku-buku kata mutiara sudah  didapatkan, buku HMMD nya tidak ada. Sambil melihat-lihat buku best  seller, mata saya menangkap judul yang tengah saya cari. Pelatihan &lt;span class=&quot;hilite&quot;&gt;Shalat&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;hilite&quot;&gt;Khusyu&lt;/span&gt;’. Buku  relatif tipis dengan harga lumayan mahal, 50 ribu. Gambarnya orang  sedang sholat di tepi danau, dengan nuansa sampul putih dan biru air.  Ada cetakan emas tulisan “Best Seller” di sampulnya. Penulisnya Abu  Sangkan, nama yang rasanya pernah dengar, entah  dimana. Mungkin karena kata Sangkan Paraning Dumadi (Yang Dianggap  -Sumber- Datangnya Kejadian), adalah sebutan bagi Allah dalam masyarakat  Jawa. Ternyata nama Abu Sangkan karena dia punya anak dinamai Sangkan  paraning Wisesa (sumber datangnya kebijaksanaan -mungkin begitu).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Buku itu saya baca sehabis Isya’ hingga larut malam. Selesai jam 11  malam. kalimat pertama yang mengesankan saya adalah komentar Marwah  Daud, yang meyakini bahwa karunia terbesar dalam hidup ini bukanlah  kakayaan dan jabatan, tapi adalah diberi karunia &lt;span class=&quot;hilite&quot;&gt;shalat&lt;/span&gt;  yang &lt;span class=&quot;hilite&quot;&gt;khusyu&lt;/span&gt;’. Dia yakini ini berdasar surat  Qur’an Surat Al Mukminun 1-2, &lt;em&gt;“Telah beruntunglah orang-orang  mukmin, yaitu mereka yang &lt;span class=&quot;hilite&quot;&gt;khusyu&lt;/span&gt;’ dalam  sholatnya.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Silahkan baca sendiri isi dan tipsnya, tulisan ini bukan tentang itu,  tapi tentang pengalaman saya ketika &lt;span class=&quot;hilite&quot;&gt;shalat&lt;/span&gt;  subuh tadi pagi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Setiap Ramadhan saya merasa ketinggalan kereta. Demikian pula dengan  kereta I’tikaf 10 hari terakhir. Lagi-lagi luput, tiba-tiba sudah malam  ke 22. Maka saya niatkan untuk tahajud dengan menerapkan metode  sederhana sholat &lt;span class=&quot;hilite&quot;&gt;khusyu&lt;/span&gt;’.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Gagal. Saya bangun dengan malas sehingga sahur selesai saat masuk  imsak. Ketika ambil wudlu, ternyata sudah  masuk subuh. Akhirnya saya  mencoba menerapkannya pada sholat sunnah sebelum saya ke masjid (baru  hari ini pingin ke masjid, biasanya malas). Niat saya &lt;span class=&quot;hilite&quot;&gt;shalat&lt;/span&gt; sunnah di rumah, lalu segera ke masjid.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Gagal juga! Shalat sunnah saya terlalu lama sehingga (sambil masih  shalat) terdengar masjid sudah memulai shubuhnya. Ya sudah saya  lanjutkan terus sunnah saya. Pelan-pelan. Sambil sangat rileks, seperti  tips dalam buku itu. Subhanallah! Shalat sunnah ini begitu enaknya,  hingga lama seperti seakan shalat wajib. Shalatnya terganggu ketika  ponsel berbunyi karena ada SMS masuk. Bunyi terus-menerus mengingatkan  saya bahwa ada message yang belum dibaca. Duh, kesal rasanya hati harus  mempercepat &lt;span class=&quot;hilite&quot;&gt;shalat&lt;/span&gt; hanya untuk mematikan  handphone.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lalu saya mulai shalat shubuh. Dengan sedikit kurang yakin bahwa akan  mendapat kenikmatan seperti &lt;span class=&quot;hilite&quot;&gt;shalat&lt;/span&gt; sunnah  tadi. Saya menyantaikan diri. Rileks. Satu prinsip utama dalam kiat buku  itu adalah, jangan ‘mencari’ khusyu’, cukup siapkan diri untuk  ‘menerima’ khusyu’ itu, karena &lt;span class=&quot;hilite&quot;&gt;khusyu&lt;/span&gt;’ bukan  kita ciptakan tapi ‘diberi langsung’ oleh Allah sebagai hadiah nikmat  kita menemuiNya. Tips yang sangat sederhana, tapi ini bagi saya adalah  lompatan paradigma!&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Maka saya bersikap rileks. Kepala hingga pinggang dikendorkan, jatuh  laksana kain basah yang dipegang ujungnya dari atas. Berat badan  mengumpul di kaki yang kemudian serasa keluar akarnya, mengakar ke bumi.  Berdiri santai, senyaman kita berdiri. Abu Sangkan menggambarkan  laksana pohon cemara, meluruh atasnya, kokoh akarnya sehingga luwes  tertiup angin namun tak roboh.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bersikap rileks menyiapkan diri kita untuk siap ‘menerima’  karunia khusyu’, karena &lt;span class=&quot;hilite&quot;&gt;khusyu&lt;/span&gt;’ itu diberi  bukan kita ciptakan.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lalu saya mulai bertakbir, Allahu Akbar. Dan selanjutnya saya baca  dengan pelan-pelan. Karena bacaan shubuh harus diucapkan agak keras,  maka saya rendahkan suara saya. Pelan sesuai tips buku itu, rendah suara  karena -jujur- saya agak malu kalau suara saya terdengar istri saya  yang sedang tiduran. Rasanya seperti baru belajar sholat lagi. Saya  berdiri lama, banyak berhenti kalau memang sedang tidak ingin baca. Saya  meresapi kesendirian dan berusaha menangkap kehadiran Tuhan yang  sesungguhnya amat dekat dengan kita, namun kita tumpul untuk  merasakannya. Saya sedang menemuiNya sekarang. Saya, ruh saya tepatnya.  Badan fisik ini hanyalah alat yang mengantar ruh ini berjumpa kembali  dengan yang dicintainya, ialah Allah yang meniupkan ruh ini dahulu ke  dalam badan fisik.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Break sebentar. Pernah sholat di belakang imam yang ‘ngebut’  sholatnya? Saya pernah, dan jujur saya kesal. Baru mau selesai Al  Fatihah, eh dia sudah ruku’. Saya mau ruku’ eh dia sudah berdiri  I’tidal. Dan seterusnya. Saya kesal karena irama kecepatan sholat kami  berbeda. Dia - menurut saya- terlalu cepat. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ternyata demikian halnya dengan sholat kita sendiri. Ketika kita  sholat, selain badan fisik kita ini sholat pula ruh kita. Ruh inilah  yang benar-benar ingin sholat -kembali menemui Tuhannya- sementara badan  fisik ini sarana kita mengantarnya dengan gerakan dan bacaan. Ruh kita  ini sesungguhnya ingin sholat dengan tenang, santai, tuma’ninah.  Sayangnya badan kita ‘ngebut’, jadilah ruh kita itu jengkel  sejengkel-jengkelnya karena selalu ketinggalan gerakan badan. Maka tips  sederhana dari buku itu adalah jika ruku’, tunggu, tunggu hingga ruh  ikut mantap dalam ruku’ itu. Saat I’tidal, tunggu, tunggu hingga ruh mu  ikut mantap I’tidal. Demikian pula saat sujud, duduk antara dua sujud,  juga duduk tasyahud. Tunggu, tunggu hingg ruh mu ikut sujud, ikut duduk,  ikut tasyahud.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Berikan kesempatan ruh kita -sebut saja “aku” yang sejati-  untuk mengambil sikap sholatnya. Dia agak lamban, namun sholat ini  utamanya untuk ‘aku” kita itu, bukan untuk badan fisik kita.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Maka saya &lt;span class=&quot;hilite&quot;&gt;shalat&lt;/span&gt; dengan sangat pelan.  Santai. kalau sedang malas baca, saya diam saja. menikmati kepasrahan  saya hadir menemui Tuhan. Saya baca bacaan sholat dengan pelan. Saya  mencoba berdialog, dan itulah memang esensi sholat. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Esensi sholat adalah doa, berdialog dengan Allah secara  langsung.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kita sebenarnya diberi kesempatan untuk mengadu. Kita adukan semua  persoalan kita kepada Allah. Kita adukan semua kebingungan kita,  pekerjaan, rizki, kesehatan, cinta, dan semua apapun. Kita mengadu, dan  kita pasrah menunggu dijawab. Dan pasti Allah menjawabnya langsung. Ruh  bisa merasakannya, namun kalau dia dipaksa tertinggal-tinggal oleh  gerakan badan, maka dia tidak sempat menikmati pertemuan dengan Allah  itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saat ruku’ saya ruku’ lama, sambil menarik regang kaki dan punggung  saya. Nikmati saja seperti menikmati peregangan bila senam. Saat sujud,  saya tumpukan kepala sebagai tumpuan utama. Nikmat rasanya ‘terpijat’  dahi ini oleh gerak sujud. Saat ruh telah ikut sujud, saya baca dengan  penghayatan, “Subhana robbiyal a’laa wa bi hamdih” (Maha Suci Engkau  yang Maha Tinggi dan Maha Terpuji). Rasanya nikmat sekali sujud lama.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lalu, lalu saya duduk setelah sujud. Saya baca sepotong-sepotong  bacaannya, sesuai tips buku itu. Robbighfirlii (Ya Tuhan ampunilah aku).  Lalu saya diam. Tiba-tiba keluar sendiri air mata, saya menangis karena  menyadari betapa dalam makna kalimat pengaduan ini. Kita minta secara  langsung untuk dimaafkan . Ruh kita meminta secara langsung, dan Allah  menjawabnya. Saya menangis. Ruh saya, kita yang sejati, menangis. War  hamnii (dan sayangilah aku), air mata itupun tumpah. Wajburnii. Diam.  War fa’nii. Diam. Saya tak terlalu yakin arti yang saya baca. Tapi saya  makin menangis. Warzuqnii (beri rizki padaku -Ya Allah), air mata saya  tumpah, betul-betul saya tiba-tiba sadar bahwa selama ini saya  mengejar-ngejar rizki tapi tidak serius mengakui itu dariNya, lalu saat  ini saya sedang memintanya langsung! Wahdinii (tunjukilah aku -karena  aku sedang bingung dan tak tahu). Diam, saya menangis. Wa’aafinii (dan  sehatkan aku -aku yang sedang sakit pilek). Wa’fuannii (dan maafkan aku-  yang banyak dosa ini). Saya duduk lama sekali. Sambil mengusap air mata  yang bercucuran.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class=&quot;hilite&quot;&gt;Shalat&lt;/span&gt; shubuh dua rakaat ini panjang.  Ditutup dengan tasyahud yang menggetarkan. Apalagi ketika membaca  “Assalaamu’alainaa wa ‘alaa ibaadillahisshoolihiin” (keselamatan mohon  dikaruniakan kepada kami -para ruh yang sedang menemuiMu- dan atas  ruh-ruh ahli-ahli ibadah yang sholih). Saya menangis terus-menerus,  sehingga berulang kali mengusap lendir yang keluar dari hidung.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Setelah &lt;span class=&quot;hilite&quot;&gt;shalat&lt;/span&gt;, sesuai dengan tips buku  itu, saya mulai berdoa dengan meratap. Saya ucapkan hanya, “Ya Allah… Ya  Allah… Ya Allah…”, sambil mengangkat tangan setinggi wajah seperti  seorang pengemis yang meminta-minta. Berkali-kali, hingga hati saya siap  berdoa.  &lt;em&gt; Saya ingat buku Al Ghazali dulu saya baca, sekitar 15 tahun lalu, yang  berjudul Rahasia &lt;span class=&quot;hilite&quot;&gt;Shalat&lt;/span&gt;. Salah satu poin  yang saya ingat adalah, kalau kita ingin dekat Allah maka kita harus  sungguh-sungguh memanggilnya laksana seorang anak kecil yang ketakutan  karena ada ular atau bahya, lalu memanggil-manggil ayahnya, “Ayah… Ayah…  Ayah…”, maka ayahnya pasti datang dengan seruan itu dan melindungi anak  tersebut. Demikianlah kalau kita ingin bebas dari maksiat, kata Al  Ghazali, maka kita harus panggil dengan betul-betul ketakutan akan  maksiat tersebut, kita panggil pelindung kita dengan sungguh-sungguh  seakan anak kecil memanggil-manggil ayahnya, maka akan dilindungi kita  dari maksiat tersebut.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lalu saya berdoa, dengan masih terus menangis. Saya merasa mengadu  dan masih mengadu di depan Tuhan secara langsung. Saya mengikhlaskan  apapun jawaban dari doa saya tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya bahagia bisa merasakan sholat seperti itu. Tidak akan  tergantikan dengan uang dan kemewahan dunia lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sungguh pengalaman yang menakjubkan. Cerita berhalaman-halaman tidak  akan mampu melukiskan hal itu. Silahkan coba sendiri, rasakan sendiri,  menagislah mengadu kepada Allah sendiri. Saya cuman mau berbagi cerita,  dengan kekahwatiran saya kehilangan rasa yang sama di sholat berikutnya  (insya Allah mudah-mudahan tidak akan hilang).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Problem yang sekarang muncul, tampaknya akan sulit lagi saya  menikmati sholat kilat, di belakang imam yang irama sholatnya lebih  cepat dari saya. Apakah saya perlu sholat sendiri dulu beberapa waktu  ini?&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://twitter.com/boymalik&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.twitterbuttons.com/images/lbn/twitterbutton-0208.png&quot; title=&quot;By: TwitterButtons.com&quot; height=&quot;90&quot; width=&quot;120&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.twitterbuttons.com/&quot;&gt;By TwitterButtons.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/2010/04/shalat-khusyu-itu-mudah-dan-nikmat.html</link><author>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774.post-6426173784968613318</guid><pubDate>Fri, 16 Apr 2010 10:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-16T03:03:04.902-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sejarah Islamic</category><title>Pacaran Menurut Islam</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:461P35N7crVMvM:http://bisabangkit.files.wordpress.com/2009/12/ikhwan-n-akhwat.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 102px; height: 116px;&quot; src=&quot;http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:461P35N7crVMvM:http://bisabangkit.files.wordpress.com/2009/12/ikhwan-n-akhwat.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;color:#000000;&quot;&gt;&lt;h1 style=&quot;margin: auto 0cm; text-align: center;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Times New Roman;&quot;&gt;Islam &lt;i&gt;Kok&lt;/i&gt;                                     Pacaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;                                     &lt;h4 style=&quot;margin: auto 0cm; text-align: center;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Times New Roman;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;                                     &lt;p style=&quot;text-indent: 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Times New Roman;&quot;&gt;&lt;b&gt;Soal &lt;/b&gt;pacaran                                     di zaman sekarang tampaknya menjadi  gejala umum di kalangan kawula muda. Barangkali fenomena ini sebagai  akibat dari pengaruh                                     kisah-kisah percintaan dalam roman,  novel, film dan syair lagu. Sehingga terkesan bahwa hidup di masa remaja  memang harus                                     ditaburi dengan bunga-bunga  percintaan, kisah-kisah &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;asmara&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;,  harus ada pasangan tetap sebagai tempat untuk bertukar cerita dan  berbagi                                     rasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                     &lt;p style=&quot;text-indent: 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Times New Roman;&quot;&gt;Selama ini                                     tempaknya belum ada pengertian &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;baku&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;  tentang pacaran. Namun setidak-tidaknya di                                     dalamnya akan ada suatu bentuk  pergaulan antara laki-laki dan wanita tanpa nikah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                     &lt;p style=&quot;text-indent: 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Times New Roman;&quot;&gt;Kalau ditinjau                                     lebih jauh sebenarnya pacaran  menjadi bagian dari kultur Barat. Sebab biasanya masyarakat Barat  mensahkan adanya fase-fase                                     hubungan &lt;i&gt;hetero seksual&lt;/i&gt; dalam  kehidupan manusia sebelum menikah seperti &lt;i&gt;puppy love&lt;/i&gt; (cinta  monyet), datang (kencan),                                     &lt;i&gt;going steady&lt;/i&gt; (pacaran), dan&lt;i&gt;  engagement&lt;/i&gt; (tunangan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                     &lt;p style=&quot;text-indent: 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Times New Roman;&quot;&gt;Bagaimanapun                                     mereka yang berpacaran, jika  kebebasan seksual da lam pacaran diartikan sebagai hubungan suami-istri,  maka dengan tegas mereka                                     menolak. Namun, tidaklah demikian  jika diartikan sebagai ungkapan rasa kasih sayang dan cinta, sebagai  alat untuk memilih                                     pasangan hidup. Akan tetapi  kenyataannya, orang berpacaran akan sulit segi mudharatnya ketimbang  maslahatnya. Satu contoh                                     : orang berpacaran cenderung  mengenang dianya. Waktu luangnya (misalnya bagi mahasiswa) banyak terisi  hal-hal semacam melamun                                     atau berfantasi. Amanah untuk  belajar terkurangi atau bahkan terbengkalai. Biasanya mahasiswa masih  mendapat kiriman dari                                     orang tua. Apakah uang kiriman untuk  hidup dan membeli buku tidak terserap untuk pacaran itu ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                     &lt;p style=&quot;text-indent: 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Times New Roman;&quot;&gt;Atas dasar                                     itulah ulama memandang, bahwa  pacaran model begini adalah kedhaliman atas amanah orang tua. Secara  sosio kultural di kalangan                                     masyarakat agamis, pacaran akan  mengundang fitnah, bahkan tergolong naif. Mau tidak mau, orang yang  berpacaran sedikit demi                                     sedikit akan terkikis peresapan  ke-Islam-an dalam hatinya, bahkan bisa mengakibatkan kehancuran moral  dan akhlak.&lt;i&gt; Na’udzubillah                                     min dzalik ! &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                     &lt;p style=&quot;text-indent: 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Times New Roman;&quot;&gt;Sudah banyak                                     gambaran kehancuran moral akibat  pacaran, atau pergaulan bebas yang telah terjadi akibat &lt;i&gt;science&lt;/i&gt;  dan peradaban modern                                     &lt;i&gt;(westernisasi).&lt;/i&gt; Islam sendiri  sebagai penyempurnaan &lt;i&gt;dien-dien&lt;/i&gt; tidak kalah canggihnya memberi  penjelasan mengenai                                     berpacaran. Pacaran menurut Islam  diidentikkan sebagai apa yang dilontarkan Rasulullah SAW : &quot;Apabila  seorang di antara kamu                                     meminang seorang wanita, andaikata  dia dapat melihat wanita yang akan dipinangnya, maka lihatlah.&quot; (HR &lt;i&gt;Ahmad&lt;/i&gt;  dan &lt;i&gt;Abu                                     Daud&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                     &lt;p style=&quot;text-indent: 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Times New Roman;&quot;&gt;Namun Islam                                     juga, jelas-jelas menyatakan bahwa  berpacaran bukan jalan yang diridhai Allah, karena banyak segi  mudharatnya. Setiap orang                                     yang berpacaran cenderung untuk  bertemu, duduk, pergi bergaul berdua. Ini jelas pelanggaran syari’at !  Terhadap larangan                                     melihat atau bergaul bukan muhrim  atau bukan istrinya. Sebagaimana yang tercantum dalam HR Bukhari dan  Muslim dari Ibnu Abbas                                     yang artinya: &quot;Janganlah salah  seorang di antara kamu bersepi-sepi (berkhalwat) dengan seorang wanita,  kecuali bersama dengan                                     muhrimnya.&quot;&lt;i&gt; Tabrani&lt;/i&gt; dan&lt;i&gt;  Al-Hakim&lt;/i&gt; dari Hudzaifah juga meriwayatkan dalam hadits yang lain:  &quot;Lirikan mata merupakan                                     anak panah yang beracun dari setan,  barang siapa meninggalkan karena takut kepada-Ku, maka Aku akan  menggantikannya dengan                                     iman sempurna hingga ia dapat  merasakan arti kemanisannya dalam hati.&quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                     &lt;p style=&quot;text-indent: 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Times New Roman;&quot;&gt;Tapi mungkin                                     juga ada di antara mereka yang  mencoba &quot;berdalih&quot; dengan mengemukakan argumen berdasar kepada sebuah  hadits Nabi SAW yang                                     diriwayatkan &lt;i&gt;Imam Abu Daud&lt;/i&gt;  berikut : &quot;Barang siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena  Allah, atawa memberi                                     karena Allah, dan tidak mau memberi  karena Allah, maka sungguh orang itu telah menyempurnakan imannya.&quot; &lt;i&gt;Taroh&lt;/i&gt;lah  mereka                                     itu adalah orang-orang yang  mempunyai tali iman yang kokoh, yang&lt;i&gt; nggak bakalan&lt;/i&gt; terjerumus  (terlalu) jauh dalam mengarungi                                     &quot;dunia berpacaran&quot; mereka. Tapi kita  juga berhak bertanya : sejauh manakah mereka dapat mengendalikan kemudi  &quot;perahu pacaran&quot;                                     itu ? Dan jika kita kembalikan lagi  kepada hadits yang telah mereka kemukakan itu, bahwa barang siapa yang  mencintai karena                                     Allah adalah salah satu aspek  penyempurna keimanan seseorang, lalu benarkah mereka itu mencintai satu  sama lainnya benar-benar                                     karena Allah ? Dan bagaimana mereka  merealisasikan &quot;mencintai karena Allah&quot; tersebut ? Kalau (misalnya) ada  acara bonceng-boncengan,                                     dua-duaan, atau bahkan sampai buka  aurat (dalam arti semestinya selain wajah dan dua tapak tangan) bagi si  cewek, atau yang                                     lain-lainnya, apakah itu bisa  dikategorikan sebagai &quot;mencintai karena Allah ?&quot; Jawabnya jelas tidak !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                     &lt;p style=&quot;text-indent: 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Times New Roman;font-size:100%;color:#000000;&quot;&gt;Dalam kaitan ini peran                                     orang tua sangat penting dalam  mengawasi pergaulan anak-anaknya terutama yang lebih menjurus kepada  pergaulan dengan lain                                     jenis. Adalah suatu keteledoran jika  orang tua membiarkan anak-anaknya bergaul bebas dengan bukan muhrimnya.  Oleh karena itu                                     sikap yang bijak bagi orang tua  kalau melihat anaknya sudah saatnya untuk menikah, adalah segera saja  laksanakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                                                          &lt;h1 style=&quot;margin: auto 0cm;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Times New  Roman;color:#000000;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;                                                                          &lt;h1 style=&quot;margin: auto 0cm; text-align: center;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 16pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Pacaran dalam Islam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;                                     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;&quot;&gt;Gimana sich  sebenernya pacaran itu, enak ngga&#39; ya?                                     Bahaya ngga&#39; ya ? Apa bener pacaran  itu harus kita lakukan kalo mo nyari pasangan hidup kita ? Apa memang  bener ada pacaran                                     yang Islami itu, dan bagaimana kita  menyikapi hal itu? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;&quot;&gt;Memiliki rasa cinta adalah fitrah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;&quot;&gt;Ketika hati  udah terkena panah asmara, terjangkit                                     virus cinta, akibatnya...... dahsyat  man...... yang diinget cuma si dia, pengen selalu berdua, akan makan  inget si dia, waktu                                     tidur mimpi si dia. Bahkan orang  yang lagi fall in love itu rela ngorbanin apa aja demi cinta, rela  ngelakuin apa aja demi                                     cinta, semua dilakukan agar si dia  tambah cinta. Sampe&#39; akhirnya....... pacaran yuk. Cinta pun tambah  terpupuk, hati penuh                                     dengan bunga. Yang gawat lagi,  karena pengen bukti&#39;in cinta, bisa buat perut buncit (hamil). Karena  cinta diputusin bisa minum                                     baygon. Karena cinta ditolak ....  dukun pun ikut bertindak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;&quot;&gt;Sebenarnya manusia secara fitrah diberi  potensi kehidupan yang                                     sama, dimana potensi itu yang  kemudian selalu mendorong manusia melakukan kegiatan dan menuntut  pemuasan. Potensi ini sendiri                                     bisa kita kenal dalam dua bentuk.  Pertama, yang menuntut adanya pemenuhan yang sifatnya pasti, kalo ngga&#39;  terpenuhi manusia                                     bakalan binasa. Inilah yang disebut  kebutuhan jasmani (haajatul &#39;udwiyah), seperti kebutuhan makan, minum,  tidur, bernafas,                                     buang hajat de el el. Kedua, yang  menuntut adanya pemenuhan aja, tapi kalo&#39; kagak terpenuhi manusia ngga&#39;  bakalan mati, cuman                                     bakal gelisah (ngga&#39; tenang) sampe&#39;  terpenuhinya tuntutan tersebut, yang disebut naluri atau keinginan  (gharizah). Kemudian                                     naluri ini di bagi menjadi 3 macam  yang penting yaitu :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gharizatul baqa&#39;&lt;/b&gt; (naluri untuk  mempertahankan diri) misalnya                                     rasa takut, cinta harta, cinta pada  kedudukan, pengen diakui, de el el.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gharizatut tadayyun &lt;/b&gt;(naluri  untuk mensucikan                                     sesuatu/ naluri beragama) yaitu  kecenderungan manusia untuk melakukan penyembahan/ beragama kepada  sesuatu yang layak untuk                                     disembah.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gharizatun nau&#39;&lt;/b&gt;  (naluri untuk mengembangkan dan melestarikan jenisnya) manivestasinya  bisa berupa rasa                                     sayang kita kepada ibu, temen,  sodara, kebutuhan untuk disayangi dan menyayangi kepada lawan jenis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;&quot;&gt;Pacaran dalam perspektif islam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;&quot;&gt;In fact,  pacaran merupakan wadah antara dua insan                                     yang kasmaran, dimana sering  cubit-cubitan, pandang-pandangan, pegang-pegangan, raba-rabaan sampai  pergaulan ilegal (seks).                                     Islam sudah jelas menyatakan:&lt;i&gt;  &quot;Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu  perbuatan yang keji                                     dan suatu jalan yang buruk.&quot;&lt;/i&gt; (Q.  S. Al Isra&#39; : 32)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;&quot;&gt;Seringkali  sewaktu lagi pacaran banyak aktivitas laen                                     yang hukumnya wajib maupun sunnah  jadi terlupakan. Sampe-sampe sewaktu sholat sempat teringat si do&#39;i.  Pokoknya aktivitas                                     pacaran itu dekat banget dengan  zina. So....kesimpulannya &lt;b&gt;PACARAN ITU HARAM HUKUMNYA&lt;/b&gt;, and kagak  ada legitimasi Islam                                     buatnya, adapun beribu atau berjuta  alasan tetep aja pacaran itu haram.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Adapun resep nabi yang  diriwayatkan oleh                                     Abdullah bin Mas&#39;ud: &quot;Wahai generasi  muda, barang siapa di antara kalian telah mampu seta berkeinginan  menikah. Karena sesungguhnya                                     pernikahan itu dapat menundukkan  pandangan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa diantara kalian  belum mampu, maka                                     hendaklah berpuasa, karena puasa itu  dapat menjadi penghalang untuk melawan gejolak nafsu.&quot;&lt;/i&gt;(HR. Bukhari,  Muslim, Ibnu                                     Majjah, dan Tirmidzi).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;&quot;&gt;Jangan suka  mojok atau berduaan ditempat yang sepi,                                     karena yang ketiga adalah syaiton.  Seperti sabda nabi: &lt;i&gt;&quot;Janganlah seorang laki-laki dan wanita  berkhalwat (berduaan di                                     tempat sepi), sebab syaiton  menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan  wanita, kecuali disertai dengan                                     mahramnya.&quot;&lt;/i&gt; (HR. Imam Bukhari  Muslim).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;&quot;&gt;Dan untuk  para muslimah jangan lupa untuk menutup                                     aurotnya agar tidak merangsang para  lelaki. Katakanlah kepada wanita yang beriman: &lt;i&gt;&quot;Hendaklah mereka  menahan pandangannya,                                     dan memelihara kemaluannya, dan  janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak  daripadanya. Dan hendaklah                                     mereka menutupkan kain kudung ke  dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya.&quot;&lt;/i&gt; (Q. S. An Nuur :  31). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;&quot;&gt;Dan juga  sabda Nabi: &lt;i&gt;&quot;Hendaklah kita benar-benar                                     memejakamkan mata dan memelihara  kemaluan, atau benar-benar Allah akan menutup rapat matamu.&quot;&lt;/i&gt;(HR.  Thabrany).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;&quot;&gt;Yang perlu  di ingat bahwa jodoh merupakan QADLA&#39; (ketentuan)                                     Allah, dimana manusia ngga&#39; punya  andil nentuin sama sekali, manusia cuman dapat berusaha mencari jodoh  yang baik menurut                                     Islam. Tercantum dalam Al Qur&#39;an: &lt;i&gt;&quot;Wanita-wanita  yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji  adalah                                     buat wanita-wanita yang keji (pula),  dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan  laki-laki yang baik                                     adalah untuk wanita-wanita yang baik  (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh  mereka (yang menuduh                                     itu). Bagi mereka ampunan dan rezki  yang mulia (surga).&quot;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A&#39;lam bish-Showab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://twitter.com/boymalik&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.twitterbuttons.com/images/lbn/twitterbutton-0208.png&quot; title=&quot;By: TwitterButtons.com&quot; height=&quot;90&quot; width=&quot;120&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.twitterbuttons.com/&quot;&gt;By TwitterButtons.com&lt;/a&gt;</description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/2010/04/pacaran-menurut-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774.post-1208746560507309687</guid><pubDate>Fri, 16 Apr 2010 04:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-15T21:08:37.642-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sejarah Islamic</category><title>VALENTINE DAY-Menurut Islam</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:g4flqdA5m3YsYM:http://i-rara.com/wp-content/uploads/2010/02/valentines_day.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 112px; height: 127px;&quot; src=&quot;http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:g4flqdA5m3YsYM:http://i-rara.com/wp-content/uploads/2010/02/valentines_day.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/bismilah2.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 401px; height: 129px;&quot; src=&quot;http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/bismilah2.gif&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:+1;color:#009900;&quot;&gt;VALENTINE DAY (HARI  BERKASIH SAYANG)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:+1;color:#009900;&quot;&gt;Menurut pandangan  Islam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/linebunga.gif&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;23&quot; width=&quot;448&quot; /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:+1;color:#3333ff;&quot;&gt;&lt;i&gt;Benarkah ia hanya kasih  sayang belaka ?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:+1;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;“&lt;span style=&quot;color:#ff0000;&quot;&gt;Dan jika kamu menuruti kebanyakan  orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.  Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)&lt;/span&gt;.” (Surah Al-An’am : 116)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Hari &#39;kasih sayang&#39; yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada  tahun-tahun terakhir disebut &#39;Valentine Day&#39; amat popular dan merebak di pelusuk  Indonesia bahkan di Malaysia juga. Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan  Februari di mana banyak kita temui jargon-jargon (simbol-simbol atau  iklan-iklan) tidak Islami hanya wujud demi untuk mengekspos (mempromosi) Valentine.  Berbagai tempat hiburan bermula dari diskotik(disko/kelab malam), hotel-hotel, organisasi-organisasi mahupun kelompok-kelompok kecil; ramai yang  berlumba-lumba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan  dukungan(pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio mahupun televisyen; sebagian  besar orang Islam juga turut dicekoki(dihidangkan) dengan iklan-iklan Valentine Day.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color:#0000ff;&quot;&gt;&lt;i&gt; &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:+1;&quot;&gt;SEJARAH VALENTINE:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Sungguh merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya  terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri &#39;terjun&#39; dalam  perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri.  Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut &#39;Syuhada&#39;) yang  kerana kesalahan dan bersifat &#39;dermawan&#39; maka dia diberi gelaran Saint atau  Santo.&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu  iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine),  yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam  menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine  sebagai &#39;upacara keagamaan&#39;.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Tetapi sejak abad 16 M, &#39;upacara keagamaan&#39; tersebut mulai  beransur-ansur hilang dan berubah menjadi &#39;perayaan bukan keagamaan&#39;. Hari Valentine  kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang  disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian),  pesta &#39;supercalis&#39;  kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan  upacara kematian St. Valentine sebagai &#39;hari kasih sayang&#39; juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu &#39;kasih sayang&#39; itu mulai bersemi  &#39;bagai burung jantan dan betina&#39; pada tanggal 14 Februari.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan  terdapat kata “Galentine” yang bererti &#39;galant atau cinta&#39;. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para  pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan  berkembangnya zaman, seorang &#39;martyr&#39; bernama St. Valentino mungkin akan terus  bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman  sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada  zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card,  pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya  tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang  lalu.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa  moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang  berusaha merosak &#39;akidah&#39; muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup  barat  dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih  sayang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:+1;color:#0000ff;&quot;&gt;&lt;i&gt;PANDANGAN ISLAM&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri,  apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari  Islam ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;“ &lt;span style=&quot;color:#ff0000;&quot;&gt;Dan janglah kamu megikuti apa yang  kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan,  dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya&lt;/span&gt;”. (Surah  Al-Isra : 36)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Dalam Islam kata “&lt;span style=&quot;color:#ff0000;&quot;&gt;tahu&lt;/span&gt;” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh  hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat  sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu  sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi  lebih dari itu.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang  membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid. &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color:#3333ff;&quot;&gt;Hadis Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;:“ &lt;span style=&quot;color:#ff0000;&quot;&gt;Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk  kaum (agama) itu&lt;/span&gt;”.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“&lt;span style=&quot;color:#ff0000;&quot;&gt;Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah  diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang  rugi&lt;/span&gt;”.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:+1;color:#0000ff;&quot;&gt;&lt;i&gt;HAL-HAL YANG HARUS DIBERI  PERHATIAN:-&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam  terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari  agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus  difahami di dalam  masalah &#39;Valentine Day&#39;.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size:+1;&quot;&gt;1. PRINSIP / DASAR&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;   Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan &#39;supercalis&#39; bangsa Romawi kuno di  mana setelah mereka masuk Agama  Nasrani (kristian), maka berubah menjadi  &#39;acara keagamaan&#39; yang dikaitkan dengan&lt;/span&gt; kematian St. Valentine.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size:+1;&quot;&gt;2. SUMBER ASASI&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;   Valentine j&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;elas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang  diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional  manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia  akan tertolak. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah  ayat 120 :&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#ff0000;&quot;&gt;Orang-orang Yahudi  dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Katakanlah&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#ff0000;&quot;&gt; : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;”. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#ff0000;&quot;&gt;Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti  kemahuan  mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi  menjadi pelindung dan penolong bagimu&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size:+1;&quot;&gt;3. TUJUAN&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;   Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk  sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepa&lt;/span&gt;da Valentine  seola&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;h-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan      yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. &lt;/span&gt;Bahkan  &lt;span style=&quot;color:#ff0000;&quot;&gt;Rasulullah s.a.w.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#009900;&quot;&gt; &lt;/span&gt;bersabda&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;  :“&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#ff0000;&quot;&gt;Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya  seperti cintanya kepada diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size:+1;&quot;&gt;4. OPERASIONAL&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Pada umumnya acara&lt;/span&gt; Valentine Day &lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Perhatikanlah firman &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#ff0000;&quot;&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#ff0000;&quot;&gt;Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan    syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;”. (Surah Al Isra : 27) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#ff0000;&quot;&gt;…walaupun kamu membelanjakan    semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat    mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati    mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak  dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan  dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan  dalih toleransi dan setia kawan. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:+1;color:#3333ff;&quot;&gt;Kerana  kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan  langkah mengelu-elukan(memuja-muja) &lt;/span&gt;Valentine Day ?&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;  Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai  terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan  bentuk kasih sayang agama lain. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:+1;color:#ff0000;&quot;&gt;Bukankah  Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;  Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi  yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan  Islam itu merupakan &#39;alternatif&#39; terakhir setelah manusia gagal dengan  sistem-sistem lain.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Lihatlah kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan yang ditampilkan oleh peradaban Barat baik dalam  media massa, televisyen dan sebagainya. Karena sebenarnya Barat hanya mengenali  perkara atau urusan yang bersifat materi. Hati mereka kosong dan mereka bagaikan  &#39;robot&#39; yang bernyawa.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size:+1;&quot;&gt;MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Perhatikanlah Firman Allah :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#ff0000;&quot;&gt;…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu,  sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Semoga Allah memberikan kepada kita  hidayah&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#ff0000;&quot;&gt;Nya&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt; dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Tujuan dari semua itu adalah agar diri  kita selalu taat sehingga dengan izin &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#ff0000;&quot;&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt; kita dapat berjumpa dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#ff0000;&quot;&gt;Nabi Muhammad s.a.w.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Firman &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#ff0000;&quot;&gt;Allah  s.w.t.:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#ff0000;&quot;&gt;Barangsiapa yang  taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi  nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin  (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size:+1;&quot;&gt;Berkata Peguam Zulkifli Nordin (peguam di  Malaysia) di dalam kaset &#39;MURTAD&#39; yang mafhumnya :-&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b&gt;&quot;VALENTINE&quot; adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan  Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari  &#39;kasih sayang&#39; kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!!  Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil  Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu  adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Sepanyol..&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/linebunga.gif&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;23&quot; width=&quot;448&quot; /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://twitter.com/boymalik&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.twitterbuttons.com/images/lbn/twitterbutton-0208.png&quot; title=&quot;By: TwitterButtons.com&quot; height=&quot;90&quot; width=&quot;120&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.twitterbuttons.com/&quot;&gt;By TwitterButtons.com&lt;/a&gt;</description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/2010/04/valentine-day-menurut-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774.post-2199562812552502208</guid><pubDate>Fri, 16 Apr 2010 03:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-15T20:56:34.025-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sejarah Islamic</category><title>Cinta Menurut Pandangan Islam</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:mJDWoQ1vNzV1aM:http://pplq.files.wordpress.com/2009/06/love-allah1.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 116px; height: 116px;&quot; src=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:mJDWoQ1vNzV1aM:http://pplq.files.wordpress.com/2009/06/love-allah1.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; color: black;&quot;&gt;“..Ya Allah Engkau Tuhanku.. Tiada tuhan melainkan Engkau..  Engkau cinta agungku.. Nabi Muhammad utusanMu..”&lt;/span&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Muqaddimah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Inilah  Cinta Yang sebenar-benarnya, Cinta yang didasarkan atas keimanan dan  ketaqwaan manusia, Cinta seorang hamba kepada Sang Maha Pencipta, Cinta  tanda syukur dan tiada kuasa selain kuasaNya, &lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal; font-family: Arial;&quot;&gt;C&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;intakan  Allah adalah cinta yang tidak pernah luntur dan abadi. Cinta selainnya  adalah Cinta yang luntur dan berakhir. Janganlah mencintai akan sesuatu  terlalu berlebih lebihan sehingga mengurangi cintamu kepada Allah.  Mencintailah kamu kepadanya dengan makna Kecintaanmu kepada Allah Yang  Maha Pencipta dapat diartikan memandang segala sesuatu karena Allah SWT  semata sehingga apabila kamu mencintai seseorang, cintailah dia dengan  sebenar-benarnya karena Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Berbicara  mengenai cinta, tentunya tidak akan lepas dari perbincangan kita cinta  monyet yang menghiasai dunia muda-mudi sekarang ini. Malah, tidak  keterlaluan untuk dinyatakan, itulah pespektif masyarakat terhadap  cinta. Sedangkan cinta sebeginilah yang sering mendorong pelakunya ke  arah melakukan maksiat kepada Allah SWT. Sekotor itukah cinta?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Apakah  cinta sebenarnya? Cinta sebenarnya adalah fitrah manusia sebagai  makhluk allah yang diciptakan untuk bersujud, bersyukur dan mengagungkan  asma Allah, bahwa tiada tuhan yang patut disembah melainkan Allah SWT,  atas karunia dan hidayahNya pulalah kita bisa hidup seperti sekarang  ini, bagaimana udara yang kita hirup untuk bernapas secara otomatis  keluar dan masuk, bagaimana mata kita bisa melihat keindahan dan alam  dunia, pemberianNya tidak bias dikukur dengan ukuran manusia, yang  kesemuanya itu adalah bukti tanda tanda kekuasanNya sehingga  sepatutnyalah manusia bersyukur dengan melaksanakan perintahNya dan  menjauhi segala laranganNya, mengungkapan rasa cinta dengan memandang  segala sesuatu karena Allah SWT sehingga manusia tidak berlaku sombong  dan jumawa atas harta, pangkat, kedudukannya dan tidak lupa atas  ni’matNya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Kesenian  cinta yang didasari runtutan fitrah tanpa dicabul oleh hawa syahwat  merupakan logo kedamaian, keamanan dan ketenangan. Namun cinta  seringkali diperalatkan untuk melangsai keghairahan nafsu dan kebejatan  iblis laknatullah. Demi kemakmuran manusia sejagat, kita mesti menangani  fenomena cinta dengan nilai fikrah yang suci dan iman yang komited  kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Permasalahan  cinta antara yang dihadapi secara serius oleh umat Islam hari ini.  Pertentangan antara cinta hakiki dan cinta palsu menyebabkan umat Islam  menghadapi dilema perasaan yang kronik. Krisis cinta palsu telah memapah  umat Islam ke medan perpecahan yang memusnahkan etika spritual-membunuh  solidaritas dan menodai moral etika.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Individu  mukmin sewajarnya peka terhadap kehadiran cinta di dalam jiwa. Cinta  yang berlogikkan nafsu dan syahwat semata-mata hanyalah cinta palsu yang  penuh jijik dan dihina.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Menyadari  hakikat ini, Faisal mencoba untuk mengurai makna dan bercerita soal  cinta secara ringkas menurut pandangan Islam. Apalagi dalam lapisan  masyarakat remaja khususnya tertipu dengan propaganda 14 Februari yang  kononnya ialah hari Kekasih. Maka sibuklah dunia berbicara soal cinta  yang lebih menjurus kepada cinta zina yang bertemakan mainan perasaan  yang sama sekali terseleweng dari kehendak Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Semoga  Allah SWT memberikan ganjaran terhadap usaha yang kecil ini dalam  membersihkan jiwa pemuda-pemuda dari doktrin barat yang hanya akan  menyesatkan fikiran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Apakah Kedudukan Cinta Di Dalam Islam?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Adakah  Islam memusuhi cinta? Adakah sebegini kejam sebuah agama yang  disifatkan menepati fitrah? Sebenarnya tidak. Malah Islam memandang  tinggi persoalan cinta yang tentunya merupakan perasaan dan fitrah yang  menjiwai naluri setiap manusia. Namun, cinta di dalam Islam perlulah  melalui pelbagai peringkat keutamaannya yang tersendiri :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;1. Cinta kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Islam  meletakkan cinta yang tertinggi dalam kehiudupan manusia ialah cinta  kepada Allah. Ketinggian nilai taqarrub Al-Abid kepada Khaliq dapat  dikesan melalui cinta murni mereka kepada Pencipta. Tanpa cinta kepada  Allah perlakuan hamba tidak memberi pulangan yang bererti sedangkan apa  yang menjadi tunjang kepada Islam ialah mengenali dan dan menyintai  Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Sinaran  cinta itu jua akan mendorong hamba bertindak ikhlas di mihrab  pengabdian diri kepada Allah serta menghasilkan cahaya iman yang mantap.  Firman Allah SWT :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;“..(Walaupun  demikian), ada juga di antara manusia yang mengambil selain dari Allah  (untuk menjadi) sekutu-sekutu (Allah), mereka mencintainya, (memuja dan  mentaatinya) sebagaimana mereka mencintai Allah; sedang orang-orang yang  beriman itu lebih cinta (taat) kepada Allah…” (Surah Al-Baqarah ayat :  165)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Memiliki  cinta Allah seharusnya menjadi kebanggaan individu mukmin lantaran  keagungan nilai dan ketulusan ihsan-Nya.Namun menjadi suatu kesukaran  untuk meraih cinta Allah tanpa pengabdian yang menjurus tepat  kepada-Nya. Cinta Allah umpama satu anugerah yang tertinggi dan tidak  mungkin sesiapa dapat memilikinya kecuali didahulukan dengan pengorbanan  yang mahal. Cinta Allah adalah syarat yang utama untuk meletakkan diri  di dalam barisan pejuang-pejuang kalimah Allah SWT. Firman Allah SWT  (yang bermaksud) :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;“..Wahai  orang-orang yang beriman! Sesiapa di antara kamu berpaling tadah dari  ugamanya (jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Ia  kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat  lemah-lembut terhadap orang-orang yang beriman dan berlaku tegas gagah  terhadap orang-orang kafir…” (Surah Al-Maidah, ayat 54)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;2. Cinta Kepada Rasulullah SAW dan Para Anbiya’&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Apabila  manusia berada di dalam kegelapan yang begitu kelam,maka diutuskan  pembawa obor yang begitu terang untuk disuluhkan kepada manusia ke arah  jalan kebenaran. Sayang, pembawa obor tersebut terpaksa begelumang  dengan lumpur yang begitu tebal dan menahan cacian yang tidak sedikit  untuk melaksanakan tugas yang begitu mulia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Pembawa  obor tersebut ialah Rasulullah SAW. Maka adalah menjadi satu kewajipan  kepada kepada setiap yang mengaku dirinya sebagai muslim memberikan  cintanya kepada Rasulullah dan para ambiya’. Kerana kecintaan inilah,  para sahabat sanggup bergadai nyawa menjadikan tubuh masing-masing  sebagai perisai demi mempertahankan Rasulullah SAW. Dalam satu hadis  yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim menyebut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Diriwayatkan  daripada Anas r.a katanya: Nabi s.a.w bersabda: Tiga perkara, jika  terdapat di dalam diri seseorang maka dengan perkara itulah dia akan  memperolehi kemanisan iman: Seseorang yang mencintai Allah dan RasulNya  lebih daripada selain keduanya, mencintai seorang hanya kerana Allah,  tidak suka kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya dari  kekafiran itu, sebagaimana dia juga tidak suka dicampakkan ke dalam  Neraka.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;(Bukhari  : no. 15, Muslim : no. 60, Tirmizi : no. 2548 Nasaie : no. 4901)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Namun,  dalam suasana kita sekarang yang begitu jauh dengan Rasulullah SAW dari  segi masa, adakah tidak berpeluang lagi untuk kita memberikan cinta  kepada Rasulullah SAW? Sekalipun Rasulullah SAW telah meninggalkan kita  jauh di belakang, sesungguhnya cinta terhadap baginda boleh dbuktikan  melalui kepatuhan serta kecintaan terhadap sunnahnya. Oleh yang  demikian, orang yang memandang hina malah mengejek-ngejek sunnah  Rasulullah SAW tentunya tidak boleh dianggap sebagai orang yang  menyintai Rasulullah SAW.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;3. Cinta Sesama Mukmin&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Interaksi  kasih sayang sesama mukmin adalah merupakan pembuluh utama untuk  menyalurkan konsep persaudaraan yang begitu utuh. Cinta sesama mukmin  inilah yang mengajar manusia supaya menyintai ibubapanya. Malah  mengherdik ibubapa yang bererti merungkaikan talian cinta kepada keduana  adalah merupakan dosa besar sebagaimana yang disebut di dalam satu  hadis yang diriwayatkan oleh Abu Bakrah r.a katanya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;“Ketika  kami bersama Rasulullah s.a.w, baginda telah bersabda: Mahukah aku  ceritakan kepada kamu sebesar-besar dosa besar: Ianya tiga perkara,  iaitu mensyirikkan Allah, mengherdik kedua ibu bapa dan bersaksi palsu  atau kata-kata palsu..”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;(Hadis  riwayat Bukhari, no. 5519, Muslim : no. 126)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Alangkah  indahnya sebuah agama yang mengajar penganutnya agar menghormati dan  menyintai kedua ibubapanya yang telah melalui susah payah untuk  membesarkan anak-anak mereka. Di manakah lagi keindahan yang lebih  menyerlah selain daripada yang terdapat di dalam Islam yang mengajar  umatnya dengan pesanan :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;“..Dan  hendaklah engkau merendah diri kepada keduanya kerana belas kasihan dan  kasih sayangmu, dan doakanlah (untuk mereka, dengan berkata): “Wahai  Tuhanku! Cucurilah rahmat kepada mereka berdua sebagaimana mereka telah  mencurahkan kasih sayangnya memelihara dan mendidikku semasa kecil.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;(Surah  Israk, ayat 24)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Selain  daripada cinta kepada kedua ibubapa ini, Islam juga meletakkan cinta  sesama mukmin yang berimana sebagai syarat kepada sebuah perkumpulan  atau jemaah yang layak bersama Rasulullah SAW. Hayatilah betapa dalamnya  maksud firman Allah SWT :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;“..Nabi  Muhammad (s.a.w) ialah Rasul Allah; dan orang-orang yang bersama  dengannya bersikap keras dan tegas terhadap orang-orang kafir yang  (memusuhi Islam), dan sebaiknya bersikap kasih sayang serta belas  kasihan kasihan sesama sendiri (umat Islam)…&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;(Surah  Al-Fath, ayat 29)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Malah,  Al-Quran sendiri menukilkan betapa pujian melangit yang diberikan oleh  Allah SWT kepada golongan Ansar yang ternyata menyintai golongan  Muhajirin dengan cinta suci yang berasaskan wahyu Ilahi. Malah dalam  keadaan mereka berhajat sekalipun, keutamaan tetap diberikan kepada  saudara-saudara mereka dari golongn Muhajirin. Firman Allah SWT yang  bermaksud :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;“..Dan  orang-orang (Ansar) yang mendiami negeri (Madinah) serta beriman  sebelum mereka, mengasihi orang-orang yang berhijrah ke negeri mereka,  dan tidak ada pula dalam hati mereka perasaan berhajatkan apa yang telah  diberi kepada orang-orang yang berhijrah itu; dan mereka juga  mengutamakan orang-orang yang berhijrah itu lebih daripada diri mereka  sendiri, sekalipun mereka dalam keadaan kekurangan dan amat berhajat.  ..”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;(Surah  Al-Hasyr, ayat 9)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Bukankah  ini yang telah diajar oleh Islam? Maka di tengah-tengah kecaman  keganasan yang dilemparkan kepada Islam pada hari ini, kenapa tidak  masyarakat antarabangsa malah umat Islam sendiri melihat bahawa betapa  agungnya unsur kasih sayang dan cinta yang terdapat di dalam Islam?  Namun, betapa agungnya cinta di dalam Islam, begitu jualah agungnya  penjagaan Islam sendiri terhadap umatnya agar sama sekali tidak  mencemarkan kesucian cinta dengan kekotoran nafsu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Itulah  cinta di dalam Islam. Ia tidak dapat tidak haruslah diasaskan di atas  dasar keimanan kepada Allah. Alangkah ruginya cinta yang lari dari  landasan iman. Akan hanyutlah jiwa-jiwa yang menyedekahkan dirinya untuk  diperlakukan oleh ‘syaitan cinta’ sewenangnya-wenangnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Cinta Dunia Remaja : Tragedi Yang Menyayat Hati&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Tidak  ada orang yang boleh mendakwa dirinya lari daripada mainan perasaan.  Asal saja ia bernama manusia, maka sekaligus dirinya akan dicuba dengan  mainan nafsu yang bagaikan lautan ganas yang begitu kuat bergelombang.  Salah satu darinya ialah mainan cinta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Tidak  sedikit orang yang terjerumus dalam lembah kenistaan. Dalam berbicara  persoalan peringkat pembinaan ‘cinta hawa nafsu’, As-Syauqi pernah  berkata :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Benar  kata Syauqi, cinta syahwat ini bermula dengan mainan mata yang tidak  mempunyai sempadannya, ia kemudiannya diikuti dengan sahutan suara dan  saling berhubung. Sampai peringkat tersebut, amat sukar sekali bagi  pasangan cinta untuk tidak bertemu dan berdating sekaligus mendekatkan  diri kepada aksi yang lebih hebat. Oleh kerana itulah, Islam dalam  menjaga kesucian cinta dari dicemari oleh unsur-unsur nafsu meletakkan  batasan pandangan seorang muslim dan muslimah. Firman Allah SWT yang  bermaksud :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;“..Katakanlah  (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman supaya mereka  menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan  memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka;  sesungguhnya Allah Amat Mendalam PengetahuanNya tentang apa yang mereka  kerjakan…”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;(Surah  An-Nuur, ayat 30)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Betapa  bahayanya cinta lutong ini boleh dilihat apabila pasangan yang  dhanyutkan olehnya tidak akan berupaya untuk berfikir secara waras lagi.  Setiap detik dan masa yang berlalu tidak akan sunyi dari memikirkan  persoalan cinta mereka. Setiap saat, jiwa sudah tidak mampu lagi untuk  tenteram sekiranya tidak didodoikan dengan suara halus dan lunak yang  berbicara dengan kata-kata yang hanya layak diperdengarkan di dalam  kelambu. Sudah berkubur cita-cita perjuangan dan sudah lebur harapan  masyarakat yang dipikulkan di atas bahu, yang ada hanyalah kehendak  memuaskan hati pasangan masing-masing. Lantas, di saat demikian,  layakkah orang yang hanyut ini diharapkan memikul tanggungjawab  melaksanakan tugas penting membimbing masyarakat?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Apakah  penyelesaian terhadap permasalahan ini? Jalan yang paling baik ialah  perkahwinan. Rasulullah SAW pernah bersabda yang bermaksud :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;“..Wahai  golongan pemuda! Sesiapa di antara kamu yang telah mempunyai keupayaan  iaitu zahir dan batin untuk berkahwin, maka hendaklah dia berkahwin.  Sesungguhnya perkahwinan itu dapat menjaga pandangan mata dan menjaga  kehormatan. Maka sesiapa yang tidak berkemampuan, hendaklah dia berpuasa  kerana puasa itu dapat mengawal iaitu benteng nafsu..”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;(Bukhari  : no. 1772, Muslim : no. 2485)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Selain  daripada perkahwinan yang tentunya merupakan perkara yang hampir  mustahil untuk dilaksanakan dalam dunia seorang penuntut ilmu, maka  Rasulullah SAW mencadangkan puasa sebagai jalan terbaik melepaskan diri  dari kekangan nafsu yang meronta-ronta. Selain daripada itu, Islam  sama-sekali tidak membuka pintu yang lain. Selain daripada perkahwinan,  tidak dapat tidak, hanyalah kawalan terhadap jiwa mampu menyelamatkan  diri sendiri dari turut terjun dalam arus ganas cinta lutong.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Sesungguhnya  cinta sebelum perkahwinan adalah cinta palsu yang walaupun dihiasi  dengan rayuan-rayuan halus namun ia adalah panggilan-panggilan ke lembah  kebinasaan! Dan sekalipun kekosongan jiwa daripada cinta lutong secara  zahirnya adalah penderitaan dan kesunyian yang begitu hebat, namun  itulah hakikat cinta sejati kepada Allah. Andainya hati dihiasi dengan  rayuan-rayuan syaitan yang seringkali mengajak ke arah melayan perasaan,  maka hilanglah di sana cita-cita agung untuk menabur bakti kepada Islam  sebagai medan jihad dan perjuangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Percayalah,  masa muda yang dianugerahkan oleh Allah hanyalah sekali berlalu dalam  hidup. Ia tidak akan berulang lagi untuk kali kedua atau seterusnya.  Meniti usia remaja dengan berhati-hati dan mengenepikan mainan perasaan  adalah merupakan perkara yang amat sukar sekali. Apatah lagi, semakin  dihambat usikan perasaan, semakin ia datang mencengkam dan membara.  Namun, itulah mujahadah melawan perasaan. Sekadar perasaan dan diri  sendiri menjadi musuh, alangkah malunya untuk kita tewas terlalu awal.  Usia emas yang diberikan ini alangkah baiknya andainya digunakan sebaik  mungkin menggali sebanyak mana anugerah di bumi ilmu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Namun,  kita manusia boleh tertewas bila-bila masa sahaja. Tidak kira siapapun  kita. Sekalipun kita arif malah benar-benar mengetahui bahwa yang hadir  hanyalah sekadar tipuan, namun kita bisa rebah dalam ketewasan yang kita  sendiri sebenarnya merelakannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Mengapa  manusia lebih memilih syurga dunia dan bertukar dengan syurga  sebenarnya di akhirat Oleh yang demikian, apakah mereka tidak berfikir  bahwa azab neraka menunggu mereka pada hari pembalasan, dan adakah  penyelamat bagi mereka ? Tidak ada, sesungguhnya yang akan menyelamatkan  Manusia dari azab neraka adalah keimanan, ketakwaan dan ketawadhuan dan  rasa cinta kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Naudzubillah, semoga  kita mendapatkan syafaat dan terhindar dari ganasnya neraka jahanam.  Amin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://twitter.com/boymalik&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.twitterbuttons.com/images/lbn/twitterbutton-0208.png&quot; title=&quot;By: TwitterButtons.com&quot; height=&quot;90&quot; width=&quot;120&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.twitterbuttons.com/&quot;&gt;By TwitterButtons.com&lt;/a&gt;</description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/2010/04/cinta-menurut-pandangan-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774.post-7154052377388328246</guid><pubDate>Fri, 16 Apr 2010 03:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-15T20:52:56.868-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sejarah Islamic</category><title>Apa itu Tasawuf?</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:OfuRPqYFDUUChM:http://naqsya.files.wordpress.com/2007/09/duduk-biru-10r.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 140px; height: 112px;&quot; src=&quot;http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:OfuRPqYFDUUChM:http://naqsya.files.wordpress.com/2007/09/duduk-biru-10r.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;Edwar S.N (31 Th) - Pemilik CV Tiga Warna&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;article-content&quot;&gt;&lt;p&gt;Jalan  Sufi yang dilalui Edwar membuatnya melihat dengan jelas kenyataan hidup  yang sesungguhnya ia hadapi. Pemahaman yang keliru dari sebuah  pengamalan ibadah dan keelokan glamour Ibu Kota hampir saja membuatnya&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; terpesona. Kalau bukan lantaran jalan Sufi yang ditempuhnya, aqidah  dan kefitrahan dirinya nyaris menjadi korban. Maklum, sejak kecil hingga  remaja, Edwar tumbuh dan besar dilingkungan yang meski taat beribadah  tapi sangat anti terhadap sufisme. Ia terlahir dan menamatkan Sekolah  Dasar nya di Padang Sumatera Barat. Setelah itu SMP-SMA nya di Pekan  Baru, Riau. Di Pekan Baru, Edwar bisa dibilang anak surau atau anak  masjid. Ia tak bisa melepas salat lima waktunya tanpa masjid dan  kebiasaan ini terus terbawa ketika hijrah ke Jakarta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sangat  disayangkan, kedekatan Edwar pada masjid malah melahirkan ghurur yang  membutakan mata hatinya. Ghurur ini semula hanya perasaan lebih, namun  lambat laun terbentuk menjadi nyata pada sifat dan perilaku. Perasaan  merasa masjid banget terbentuk menjadi kesombongan tersendiri dalam diri  lelaki kelahiran Sumatera Barat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutaan hati itu semakin  menjadi ketika Edwar, sesampainya di Jakarta, aktif dikegiatan pengajian  yang menstimulus penggunaan nalar dan akal dalam ber-islam. Edward   merasa seakan melebihi dari orang lain dalam banyak hal, terutama  kesalehan dan pemahaman pengetahuan ke-islaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tak memiliki  respek sedikitpun ketika salah seorang karib kerabatnya mengenalkan sisi  esoteris Islam. Malah dalam satu kesempatan pengajian tasawuf, ia tak  mampu menahan kesinisannya pada ilmu tasawuf. “Alah ! Apa itu tasawuf  !!!?,”  gusar suami Lala Sumiati ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan pada satu moment  dimana setiap jamaah diminta untuk menirukan kalimat tahlil yang  dilafalkan oleh seorang guru yang mumpuni di bidang ilmu thareqat, Edwar  menolak keras menirukan oleh karena sepengetahuannya Rasulullah Saw tak  pernah mengajarkan bacaan tahlil seperti yang dicontohkan guru itu.  “Enggak ada greget karena saya menganggap Rasulullah tidak pernah  mengajarkan irama bacaan tahlil seperti itu, Mas,”  jelas Edwar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah,  Edwar tengah tertipu oleh penglihatan mata lahir dan membiarkan diri  dibohongi oleh perasaan merasa “cukup saleh” yang bersemayam dalam  dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas sejak kapan ia menyadari seberapa jauh ia  telah tertipu oleh ghurur? Ketika rahmat Allah yang meliputi setiap  situasi dan segala sesuatu menembus di kedalaman relung kalbunya.  Tepatnya, Pada pengajian tasawuf yang mengambil tema Jalan Panjang  Menuju Allah, yang rutin di selenggarakan Masjid Sunda Kelapa Jakarta  Pusat. Batinnya bergetar. Getaran batin itu melahirkan titik cerah pada  kesempatan lain ketika ia mengikuti kajian yang meninjau tasawuf dari  sudut pandang ilmu nuklir.&lt;br /&gt;Disitu ia mendapatkan paparan penjelasan  tentang halusinatif dunia, sebuah pandangan yang dimiliki oleh para  mistikus dan idealis.  “Saya mulai menemukan landasan ilmiah sufisme  waktu itu,” aku ayah dari Ghevir Azzahra dan Alyandra Khairani ini.&lt;br /&gt;Dari  sana Edwar mulai dapat menerima bahwa Agama (Islam) bukan sekumpulan  aturan dengan ganjarannya. Lebih dari itu agama merupakan wilayah  pengungkapan Ilahi melalui Kalam-Nya dengan menggunakan bahasa  perumpamaan (tamtsil) dan symbol (ayat) yang bisa dicerna oleh pikiran  manusia. Simbol dan perumpamaan itu digunakan Sang Khaliq ketika Ia  memperkenalkan dan menyingkapkan Diri-Nya kepada makhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak  itulah, ia mulai dapat merasakan betapa batinnya meradang haus. Haus  itu hilang setiap kali ia hadir di majelis dzikir yang diselenggarakan  oleh aliran thareqat tertentu. Namun ketajaman dan kehalusan pemahaman  hakikat sufisme menjadi landasan batiniahnya setelah rutin mengikuti  kajian kitab al-hikam dan berbaiat pada thareqat Syadziliyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkahnya  kini mantap dalam menemukan kebenaran sejati yang dicerahi hakikat  melalui tahapan perbaikan-diri, kesadaran-diri, dan kebangunan diri,  dengan mengikuti petunjuk al-quran, sunnah Rasulillah dan arahan  mursyid  yang kaamilmukammil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah memang. Kecakapan ibadah  lahiriah tidak sertamerta melahirkan keelokan batiniah jika tidak  diikuti oleh usaha yang keras ke arah keselarasan dan tindakan batin  yang benar, dan mengikuti orang yang ahli dibidang ruhani.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://twitter.com/boymalik&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.twitterbuttons.com/images/lbn/twitterbutton-0208.png&quot; title=&quot;By: TwitterButtons.com&quot; height=&quot;90&quot; width=&quot;120&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.twitterbuttons.com/&quot;&gt;By TwitterButtons.com&lt;/a&gt;</description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/2010/04/apa-itu-tasawuf.html</link><author>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774.post-221142295005272905</guid><pubDate>Fri, 16 Apr 2010 03:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-15T20:47:47.444-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Misteri Dunia</category><title>Badai Matahari 2012 Bukan KIAMAT !</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:Kuf2WqWahN78-M:http://triy.files.wordpress.com/2008/12/foto-kakibadai-matahari1.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;&quot; src=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:Kuf2WqWahN78-M:http://triy.files.wordpress.com/2008/12/foto-kakibadai-matahari1.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional mengingatkan  masyarakat untuk tetap tenang sehubungan prediksi munculnya badai  matahari tahun 2012-2015, karena tidak akan mengancam keselamatan  manusia dan bukan pertanda kiamat, seperti yang sempat diisukan.          Denpasar, 9/3 (Antara/FINROLL Automotive) - Lembaga Penerbangan dan  Antariksa Nasional mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang sehubungan  prediksi munculnya badai matahari tahun 2012-2015, karena tidak akan  mengancam keselamatan manusia dan bukan pertanda kiamat, seperti yang  sempat diisukan.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Hasil pengamatan kami, badai matahari tidak akan langsung menghancurkan  peradaban dunia. Efek langsungnya akan dirasakan pada teknologi tinggi  seperti satelit dan komunikasi radio. Jadi bukan pertanda kiamat,&quot; kata  Kepala Bidang Aplikasi Geomagnet dan Magnet Antariksa Lapan Clara Yono  Yatini di Universitas Udayana Denpasar, Selasa.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah badai matahari menjadi salah satu bahasan pada &quot;International  Symposium on South East Asia Pacific Environment Problem and Satelite  Remote Sensing&quot; di kampus Pascasarjana Unud yang berlangsung dua hari,  dihadiri sekitar 150 peserta kalangan ahli perikanan dan kelautan dunia.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Clara Yono, sehubungan sempat merebaknya isu kiamat terkait  badai matahari itu, Lapan terus menyebarkan pengetahuan mengenai dampak  aktivitas matahari tersebut kepada masyarakat luas.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian diharapkan masyarakat lebih paham mengenai dampak yang  mungkin ditimbulkan dan bisa diambil langkah antisipasi yang tepat  akibat fenomena cuaca antariksa 2012 hingga 2015 tersebut.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan, aktivitas matahari yang melontarkan miliaran ton partikel,  plasma berenergi tinggi dan radiasi gelombang elektromagnetik,  sebenarnya memiliki siklus atau tidak diam.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ledakan-ledakan matahari bisa sampai ke bumi. Selain itu matahari punya  berbagai aktivitas seperti medan magnet, bintik matahari, flare  (ledakan matahari), lontaran massa korona, angin surya dan partikel  magnetik,&quot; kata alumnus Astronomi ITB 1989 itu.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapan telah memperkirakan puncak aktivitas matahari terjadi pada 2012  hingga 2015. Pada puncak siklus itu aktivitas matahari akan tinggi dan  terjadi badai matahari.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinggung seberapa besar volume partikel berenergi tinggi atau ledakan  yang terjadi, Clara menyatakan belum bisa dipastikan terkait berapa lama  dan kapan terjadinya. &quot;Yang bisa saya katakan di sini, badai matahari  terjadi dalam beberapa menit atau beberapa jam. Sangat variatif dan  tidak bisa dipastikan kapan terjadi. Diprediksi tahun 2012 hingga 2013,&quot;  paparnya.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa belahan dunia, siklus matahari terjadi 11 tahunan dan kini  matahari berada pada siklus ke-24. Hal itu pernah menimbulkan dampak  serius terhadap sistem jaringan listrik seperti terjadi di Kanada dan  Jepang pada tahun 1989 dan di Swedia tahun 2003.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berdampak pada peralatan dan sitem komunikasi, badai matahari  juga berkontribusi terhadap perubahan iklim. Sebab jika terjadi  peningkatan aktivitas matahari maka mengakibatkan matahari akan memanas.  &quot;Suhu bumi akan meningkat tajam dan iklim berubah. Dampak ekstrimnya  menyebabkan kemarau panjang. Namun hal itu masih dalam kajian para  peneliti,&quot; jelasnya.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alumnus Astronomi Tohoko University Jepang itu menegaskan, bahwa tidak  benar akan terjadi kiamat seperti film 2012. &quot;Film itu sepertinya  ilmiah, namun sebenarnya hanya hiburan saja,&quot; ucap Clara.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simposium digelar oleh Center for Remote Sensing dan Ocean Sciences  (Cresos) dihadiri dari kalangan perguruan tinggi dalam dan luar negeri,  seperti dari Jepang dan Rusia, BPPT dan institusi lainnya.     &lt;span class=&quot;article_separator&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://twitter.com/boymalik&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.twitterbuttons.com/images/lbn/twitterbutton-0208.png&quot; title=&quot;By: TwitterButtons.com&quot; height=&quot;90&quot; width=&quot;120&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.twitterbuttons.com/&quot;&gt;By TwitterButtons.com&lt;/a&gt;</description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/2010/04/badai-matahari-2012-bukan-kiamat.html</link><author>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774.post-5652152538841876657</guid><pubDate>Fri, 16 Apr 2010 03:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-15T20:41:50.784-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Misteri Dunia</category><title>NASA Bantah 2012 Kiamat</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrRYU7oCotOXC-HRitdHNwU1QL3Hh3Ms5-PN3Zg4oyRRvvVwqlHZK9HgLUm94qSO0M-HHZnjaeDLRPHLSXT-fWtreBG8z4TpZzeKjFIKAEls18SNWUmguATEFDeIXJDzF51lC0DTuZcFFI/s400/nibiru.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 372px; height: 256px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrRYU7oCotOXC-HRitdHNwU1QL3Hh3Ms5-PN3Zg4oyRRvvVwqlHZK9HgLUm94qSO0M-HHZnjaeDLRPHLSXT-fWtreBG8z4TpZzeKjFIKAEls18SNWUmguATEFDeIXJDzF51lC0DTuZcFFI/s400/nibiru.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Kiamat konon bakal terjadi tanggal 21 Desember 2012. Sebagian anggota  masyarakat sedikit banyak mempercayainya, didukung oleh kisah-kisah di  internet, buku ataupun film yang memperkirakan hal itu memang bakal  terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klaim yang beredar menyebutkan, akhir zaman ini  disebabkan oleh tabrakan antara planet X atau Nibiru dengan bumi.  Peristiwa ini konon akan menciptakan bencana maha dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa  situs internet bahkan mencatut lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA.  Dikatakan bahwa NASA sebenarnya tahu mengenai planet itu, tetapi  merahasiakannya dengan berbagai alasan. Namun kini NASA akhirnya angkat  bicara dan menyatakan semua cerita terkait kiamat 2012 sebagai &#39;hoax  internet&#39;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Tidak ada dasar faktual dalam klaim tersebut,&quot;  demikian pernyataan khusus NASA di website resminya. &quot;Jika tabrakan  bakal terjadi, astronomer sudah akan melacaknya sedikitnya dalam 1  dekade terakhir, dan planet itu akan tampak dengan mata telanjang. Namun  semua itu tidaklah eksis.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkan bahwa para ilmuwan dunia  yang punya kredibilitas menyatakan tidak ada ancaman bagi bumi di tahun  2012. NASA juga menegaskan planet bumi sejak dahulu baik-baik saja,  dalam periode miliaran tahun dan akan tetap seperti itu dalam waktu yang  lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan terkait berakhirnya kalender bangsa Maya, NASA  menyatakan sesungguhnya kalender Maya tidak berakhir pada 21 Desember  2012. Akan tetapi saat itu adalah permulaan untuk periode berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai  isu tentang teori pembalikan magnet bumi yang dinilai bisa berakibat  fatal, NASA juga membantahnya. &quot;Sepengetahuan kami, pembalikan medan  magnet itu tidak membahayakan kehidupan di bumi,&quot; terang NASA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  pihak lain, sesepuh bangsa Maya modern di Guatemala dan Meksiko juga  menyatakan prediksi kiamat itu ngawur. Dinilai, kiamat 2012 sengaja  diciptakan untuk tujuan komersial bangsa barat dengan mengeksploitasi  kebudayaan Maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://twitter.com/boymalik&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.twitterbuttons.com/images/lbn/twitterbutton-0208.png&quot; title=&quot;By: TwitterButtons.com&quot; height=&quot;90&quot; width=&quot;120&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.twitterbuttons.com/&quot;&gt;By TwitterButtons.com&lt;/a&gt;</description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/2010/04/nasa-bantah-2012-kiamat.html</link><author>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrRYU7oCotOXC-HRitdHNwU1QL3Hh3Ms5-PN3Zg4oyRRvvVwqlHZK9HgLUm94qSO0M-HHZnjaeDLRPHLSXT-fWtreBG8z4TpZzeKjFIKAEls18SNWUmguATEFDeIXJDzF51lC0DTuZcFFI/s72-c/nibiru.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774.post-7294664786184146387</guid><pubDate>Fri, 16 Apr 2010 00:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-15T17:25:53.360-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sejarah Islamic</category><title>Zikir Khatam Kwajagan</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5A1tqnP8xAlMtbdSq_r7nyGWWQ1YMgCrWciaagjt11rdU1EVsDQ7mhvRuEKp2fItE3bcaAlq_ov2ZwL8N_q6Kpp6Y9rPFpL1NaDh7ZHHaSDYpx783hJYjqfvQWunxXjyaEIspyn2LlIQ/s150/amalan001.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 103px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5A1tqnP8xAlMtbdSq_r7nyGWWQ1YMgCrWciaagjt11rdU1EVsDQ7mhvRuEKp2fItE3bcaAlq_ov2ZwL8N_q6Kpp6Y9rPFpL1NaDh7ZHHaSDYpx783hJYjqfvQWunxXjyaEIspyn2LlIQ/s150/amalan001.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Dalam Tarekat Naqsybandi, latihan  spiritual harian dan zikir bersama mingguan yang dikenal sebagai &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Khatmu ’l-Khwājagān&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;merupakan praktik yang penting yang tidak  boleh ditinggalkan oleh murid.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Zikir &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Khatmu ’l-Khwājagān&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt; dilakukan dengan posisi duduk bersama  Syekh dalam suatu majelis.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Zikir ini dilakukan  seminggu sekali, khususnya pada Kamis atau Jumat malam, dua jam sebelum  matahari terbenam.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Zikir &lt;i style=&quot;&quot;&gt;Khatmu  ’l-Khwājagān&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;terdiri atas dua kategori, yaitu: &lt;i style=&quot;&quot;&gt;khatm&lt;/i&gt; panjang dan &lt;i style=&quot;&quot;&gt;khatm&lt;/i&gt; pendek.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;       &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=&quot;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Khatmu ’l-Khwājagān Kabir (&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Panjang)&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;108 batu, terdiri atas 100  kerikil kecil, 7 kerikil yang agak besar dan satu batu besar digunakan  untuk menghitung ulangan kalimat zikir.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Bagikan 79 kerikil kecil di  antara yang hadir, termasuk Syekh, masing-masing mendapat jumlah yang  sama sesuai dengan jumlah yang hadir.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Imam  memegang sisa 21 kerikil kecil, 7 kerikil besar dan satu batu besar.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Syekh  lalu memulai &lt;i style=&quot;&quot;&gt;Khatm&lt;/i&gt;, yang dilakukan dengan suara pelan  (dalam hati).&lt;b style=&quot;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;StyleBodytextChar&quot;&gt;&lt;span style=&quot;;font-family:Georgia;color:blue;&quot;  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;;font-family:Georgia;color:blue;&quot;  &gt;Niat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;;font-family:Georgia;color:blue;&quot;  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;StyleBodytextChar&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Niyyatu ādā’ al-khatm ibtighā’ ridhwān  Allāhi ta`ala&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Berniat untuk melakukan &lt;i style=&quot;&quot;&gt;Khatm&lt;/i&gt; untuk mencari  rida Allah SWT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;;font-family:Georgia;color:blue;&quot;  &gt;Syahadat (3 kali)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=&quot;&quot;&gt;&lt;span  lang=&quot;FR&quot; style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Asy-hadu an laa  ilaaha illallaah wa asy-hadu anna Mu&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ammadan ‘abduhu wa rasuuluh &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain  Allah SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;dan aku bersaksi  bahwa Muhammad SAW adalah hamba dan utusan Allah SWT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;;font-family:Georgia;color:blue;&quot;  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Istighfar (70  kali)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Astaghfirullah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Aku memohon ampun kepada Allah SWT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Astaghfirullaah al-Azhiim alladzii laa  ilaaha illaa Huwal &lt;u&gt;H&lt;/u&gt;ayyul Qayyuum wa atuubu ilayh/Innahuu&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;huwa tawwaabur- ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;iim/Min kulli dzanbin wa  ma`shiyyatin, min kulli maa yukhaalifu diinal Islaam, min kulli maa  yukhaalifusy- Syarii’ah, min kulli maa yukhaalifuth-Tharii’qah, min  kulli maa yukhaaliful &lt;u&gt;H&lt;/u&gt;aqiiqah, min kulli maa yukhaaliful  `Azhiimah, min kulli maa yukhaaliful Ma`rifaat, yaa Ar&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;amar Raa&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;imiin  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Aku memohon  ampun kepada Allah SWT Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan kecuali Dia,  Yang Maha Hidup, Yang Mandiri, dan aku bertaubat kepada-Nya, &lt;/span&gt;&lt;span  lang=&quot;FR&quot; style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;atas segala dosa dan  kemaksiatan, Atas segala yang bertentangan dengan agama Islam, atas  segala yang bertentangan dengan syariat (hukum Islam), atas segala yang  bertentangan dengan tarekat (jalan), &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;atas segala yang bertentangan dengan haqiqat (kebenaran), atas  segala sesuatu yang bertentangan dengan azimat (kesungguhan), atas  segala yang bertentangan dengan makrifat (realitas pengetahuan  spiritual), Wahai yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;;font-family:Georgia;color:blue;&quot;  &gt;Syekh lalu membaca doa  berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Allaahumma  yaa musabbibal Asbaab, yaa Mufatti&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;al Abwaab, yaa Muqallibal  Quluubi wal-Abshaar, yaa Dalilal Muta&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ayyiriin, yaa Ghiyaatsal  Mustaghiitsin, yaa &lt;u&gt;H&lt;/u&gt;ayyu, Yaa Qayyuum, yaa Dzal-Jalaali  wal-Ikraam/ Wa ufawwidhu amrii illallaah, inn-Allaha bashiirun  bil-`ibaad/ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang=&quot;FR&quot; style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Ya  man la malja-a minhu illa ilayhi fa la tukhayyib raaja-ana, yaa  Qadiimal-I&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;saan/ Allaahumma a&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;sin ilainaa bi-i&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;saanikal  qadiim yaa Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Wahai  Allah SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Penyebab dari  segala sebab, w&lt;/span&gt;&lt;span  lang=&quot;FR&quot; style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;ahai  Pembuka dari segala Pintu, wahai Yang selalu Membalikkan kalbu serta  penglihatan, w&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;ahai Pembimbing  dari segala ketersesatan, w&lt;/span&gt;&lt;span  lang=&quot;FR&quot; style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;ahai Penolong bagi orang yang mencari pertolongan, wahai  Engkau Yang Maha Hidup dan Mandiri, wahai Engkau Yang Maha memiliki  Kebesaran dan Kemuliaan, &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Kupasrahkan  segala urusanku kepada-Mu, ya Allah SWT.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Sesungguhnya  Allah SWT Maha Memperhatikan semua hamba-Nya, wahai yang tiada tempat  bersandar kecuali Engkau maka janganlah Engkau pupuskan harapan kami,  wahai yang kebaikan-Nya abadi.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Wahai Allah SWT,  berbaiklah kepada kami dengan segala kebaikan-Mu yang abadi. &lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;rtl&quot; style=&quot;&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;;font-family:Georgia;color:blue;&quot;  &gt;Rabithatusy-Syariifah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Hubungkan kalbu Anda dengan kalbu Syekh,  dari beliau kepada kalbu Rasulullah SAW, dari dari Rasulullah SAW kepada  Hadirat Ilahi.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Syekh lalu membagikan 7 kerikil besar: 1 untuk  dirinya sendiri dan 6 kerikil dibagikan pada hadirin di sebelah  kanannya.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Yang mendapat kerikil-kerikil besar ini  membaca &lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;  al-Fatiha.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Kemudian kerikil-kerikil itu  dikembalikan pada Syekh.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;;font-family:Georgia;color:blue;&quot;  &gt;Faati&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;atusy-Syariif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Surat&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt; al-Faati&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;a yang mulia (7 kali)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Syekh lalu meminta hadirin  untuk membaca &lt;i style=&quot;&quot;&gt;Shalawatusy-Syariifah.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Setiap  orang membacanya sekali untuk setiap kerikil kecil yang ada di  tangannya.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Imam melengkapi bacaan selawat dengan  menghitung 21 kerikil kecil yang ada padanya.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;;font-family:Georgia;color:blue;&quot;  &gt;Shalawatusy-Syariifah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Allaahumma shalli ‘alaa Mu&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ammadin  wa ‘alaa aali Mu&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ammadin wa sallim &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Selawat yang Mulia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ya  Allah SWT, limpahkanlah rahmat dan kedamaian bagi kunjungan kami Nabi  Muhammad SAW beserta keluarganya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Syekh lalu meminta hadirin untuk membaca Surat  Al-Insyra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;, dengan cara yang sama.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;;font-family:Georgia;color:blue;&quot;  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Alam Nasyra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;  Lakasy-Syariif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Surat Al-Insyra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt; yang mulia (79 kali)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Syekh lalu membagikan 21  kerikil kecil yang ada padanya kepada hadirin.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Kemudian  Syekh meminta hadirin untuk membaca &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;Surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; al-Ikhlash dengan Basmalah.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Setiap orang membaca sesuai dengan jumlah kerikil  kecil yang ada padanya.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Ini diulangi 10 kali.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Setelah selesai 10 putaran membaca &lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;Surat&lt;/st1:city&gt;  al-Ikhlash, Syekh lalu mengambil batu yang besar dan membaca &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;Surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; al-Ikhlash  padanya, menjadikan jumlahnya 1.001. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;;font-family:Georgia;color:blue;&quot;  &gt;Al-Ikhlashusy-Syariif&lt;span style=&quot;&quot;&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Surat&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt; al-Ikhlash yang mulia (1.001 kali)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Syekh kembali 7 kerikil besar, 1  untuk dirinya dan 6 lainnya kepada hadirin di sebelah kirinya.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Sekali lagi, mereka yang memegang kerikil membaca &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;Surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; al-Fatiha  kemudian kerikil-kerikil besar itu dikembalikan pada Syekh.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;;font-family:Georgia;color:blue;&quot;  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Faati&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;atusy-Syariif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Surat&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt; al-Faati&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;a yang mulia (7 kali)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Syekh kembali meminta hadirin  untuk membaca &lt;i style=&quot;&quot;&gt;Shalawatusy-Syariifah, &lt;/i&gt;setiap orang  membaca sesuai dengan jumlah kerikil kecil yang ada di tangannya.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;;font-family:Georgia;color:blue;&quot;  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Shalawatusy-Syariifah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Allaahumma shalli ‘alaa Mu&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ammadin  wa ‘alaa aali Mu&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ammadin wa sallim (100 kali)&lt;span style=&quot;&quot;&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Selawat yang Mulia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Ya Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;, limpahkanlah  rahmat dan kedamaian bagi kunjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta  keluarganya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Ya  Tuhan, berikan salam dan kedamaian kepada para nabi dan rasul beserta  seluruh keluarga mereka.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Dan segala puji bagi  Allah SWT, Tuhan semesta alam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Syekh, atau seseorang yang ditunjuk olehnya lalu  membaca al-Quran, Surat Yusuf, ayat 101 [QS 12: 101].&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;A’udzubillahi minasy syaythaanir rajiim. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang=&quot;FR&quot; style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Bismillahi ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;maanir ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;iim.  Rabbi qad ataytanii minal mulki wa `allamtanii min ta’wiilil a&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;aadiits/  faathiras-samaawaati wal ardh/ anta waliyyii fiddun-yaa wal  aakhirah/tawaffanii muslimaw wa al-&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;iqnii bish-shaalihiin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang=&quot;FR&quot; style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Amanabillahi  shadaqallahu rabbunal azhim, sub&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ana rabbika rabbil `izzati `amma  yashifuun was-salaamun `alal mursaliina wal &lt;u&gt;h&lt;/u&gt;amdulillahi rabbil  `aalamin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Aku  berlindung dari kepada Allah SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;dari godaan Setan yang terkutuk.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Dengan  nama Allah SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yang Maha  Pengasih lagi Maha Penyayang.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Ya Allah SWT!&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Sesungguhnya Engkau telah memberiku sebagian kerajaan  dan telah mengajariku sebagian tabir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit  dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan akhirat, wafatkanlah aku  dalam keadaan Islam dan persatukan aku dengan orang-orang yang saleh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kami beriman kepada Allah SWT,  Maha Benar Allah SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;dengan  segala firman-Nya, Maha Suci Engkau, Tuhan yang suci dari sifat yang  diberikan oleh orang-orang kafir.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Semoga  kedamaian tetap dilimpahkan kepada para utusan-Nya dan segala puji bagi  Allah SWT, Tuhan semesta alam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Syekh lalu membaca dedikasi (&lt;i style=&quot;&quot;&gt;Ihda&lt;/i&gt;),  mempersembahkan bacaan yang telah dibaca kepada Nabi SAW dan seluruh  Syekh di Tarekat Naqsybandi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Allaahumma  balligh tsawaaba maa qara’naahu wa nuura maa talawnaahu hadīyyatan  waashilatan minnaa ila ruu&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;i Nabiyyinaa Sayyidinaa wa Mawlaanaa  Mu&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ammadin (shall-Allaahu `alayhi wa sallam).&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Wa  ilaa arwaa&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;i ikhwaanihi min al-anbiyaa’i wa ’l-mursaliin wa  khudamaa’i syaraa`ihim wa ila arwaa&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;i ’l-a`immati ’l-arba`ah wa  ila arwaa&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;i masyaayikhinaa fii ’th-thariiqati ’n-naqsybandiiyyati  ’l-`aliyyah khaash-shatan ila ruu&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;i Imaami ’th-thariiqati wa  ghawtsi ’l-khaliiqati Khwaajaa Bahaa’uddīn an-Naqsyband Mu&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ammad  al-Uwaysii ’l-Bukhaarii Wa ‘ilaa &lt;u&gt;h&lt;/u&gt;adhrati Mawlaanaa Sulthaanil  Awliya Syaykh ‘Abdullah Daghistaanii, Wa ‘ilaa Mawlaanaa Sayyidinaa  Syaykh Mu&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ammad Naazhim al-&lt;u&gt;H&lt;/u&gt;aqqaani mu’ayyid-diin wa ilaa  saa-iri saadaatinaa wash-shiddiqiina al-Faati&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;a &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Ya Allah SWT!&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Sampaikanlah  pahala dari apa yang telah kami baca dan cahaya yang telah kami  peroleh, sebagai hadiah dari kami kepada roh Nabi Muhammad SAW dan  kepada seluruh roh anbiya dan rasul dan para awliya, khususnya untuk roh  Imam tarekat, Ghawts Utama dari seluruh makhluk, Khwaja Bahauddin  Naqsyband Muhammad al-Uways al-Bukhari QS dan kepada guru dan mursyid  kami yang mulia, Sultan Awliya Syekh `Abdullah Fa’iz ad Daghestani QS  dan mursyid kami, junjungan kami, Syekh Muhammad Nazhim al-Haqqani  Muayyid-diin QS dan kepada semua guru kami dan para Shiddiqiin, Al-Faati&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ah&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;rtl&quot; style=&quot;&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Syekh lalu melanjutkan dengan &lt;u&gt;bagian  yang dibaca dengan suara keras &lt;/u&gt;berikut ini: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;;font-family:Georgia;color:blue;&quot;  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Fa`lam annahu:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Laa ilaha illallaah (100 kali)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Ketahuilah bahwa tidak ada tuhan selain  Allah SWT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Sayyidinaa  wa nabiyiinaa Mu&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ammadun Rasuulullaah shall-Allaahu ta`aala  `alayhi wa `alaa aalihi wa sha&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;bihi wa sallam&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Junjungan kita dan Nabi kita,  Muhammad Rasulullah SAW semoga Allah SWT memuliakan dan mengagungkan  beliau beserta seluruh keluarga dan sahabat-sahabatnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Syekh kembali membaca dedikasi (&lt;i style=&quot;&quot;&gt;Ihda&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang=&quot;EN-GB&quot; style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Ila &lt;u&gt;h&lt;/u&gt;adhratin-nabiyyi (SAW) wa alihi wa sha&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;bihil  kiraam wa ilaa arwaa&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;i &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;saa-iri saadaatinaa wash-shiddiqiina al-Faati&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;a &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span  lang=&quot;EN-GB&quot; style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ke hadirat  junjungan kami Nabi SAW dan keluarganya dan kepada para sahabatnya yang  terhormat dan kepada arwah guru-guru kami dan para  Shiddiqiin...Al-Faatihah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span  lang=&quot;EN-GB&quot; style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;;font-family:Georgia;color:blue;&quot;  &gt;Dzikir al-Jālāla:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Allāh, Allāh (100 kali)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;asbun-Allaah wa ni`mal-wakīl,  ni`mal-Mawlaa wa ni`man-Nashiir, laa &lt;u&gt;h&lt;/u&gt;awla wa laa quwwata illa  billaahi’l-`Alīyyi ’l-`Azhiim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Cukuplah Allah SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;sebagai Penolong kami dan Allah SWT adalah  sebaik-baik pelindung. &lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Tidak ada daya&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;rtl&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;dan kekuatan kecuali dengan pertolongan  Allah SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yang Maha Luhur  lagi Maha Agung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Huu, Huu…(33 kali)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Dia, Yang Maha Tidak Diketahui&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;asbun-Allaah wa ni`mal-wakīl,  ni`mal-Mawlaa wa ni`man-Nashiir, laa &lt;u&gt;h&lt;/u&gt;awla wa laa quwwata illa  billaahi’l-`Alīyyi ’l-`Azhiim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Cukuplah Allah SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;sebagai Penolong kami dan Allah SWT adalah  sebaik-baik pelindung.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Tidak ada daya&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;rtl&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;dan kekuatan kecuali dengan pertolongan  Allah SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yang Maha Luhur  lagi Maha Agung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;aqq, &lt;u&gt;H&lt;/u&gt;aqq… (33 kali)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yang Maha Benar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;asbun-Allaah wa ni`mal-wakīl,  ni`mal-Mawlaa wa ni`man-Nashiir, laa &lt;u&gt;h&lt;/u&gt;awla wa laa quwwata illa  billaahi’l-`Alīyyi ’l-`Azhiim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Cukuplah Allah SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;sebagai Penolong kami dan Allah SWT adalah  sebaik-baik pelindung.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Tidak ada daya&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;rtl&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;dan kekuatan kecuali dengan pertolongan  Allah SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yang Maha Luhur  lagi Maha Agung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;ayy, &lt;u&gt;H&lt;/u&gt;ayy… (33 kali)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yang Maha Hidup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;asbun-Allaah wa ni`mal-wakīl,  ni`mal-Mawlaa wa ni`man-Nashiir, laa &lt;u&gt;h&lt;/u&gt;awla wa laa quwwata illa  billaahi’l-`Alīyyi ’l-`Azhiim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Cukuplah Allah SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;sebagai Penolong kami dan Allah SWT adalah  sebaik-baik pelindung.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Tidak ada daya&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;rtl&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;dan kekuatan kecuali dengan pertolongan  Allah SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yang Maha Luhur  lagi Maha Agung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Allaah  Huu, Allaah &lt;u&gt;H&lt;/u&gt;aqq… (10-12 kali)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Allah SWT&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;adalah Dia, Yang Maha Tidak Diketahui,  Allah SWT adalah Yang Maha Benar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Allaah Huu, Allaah &lt;u&gt;H&lt;/u&gt;ayy…  (10-12 kali)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Allah SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;adalah  Dia, Yang Maha Tidak Diketahui, Allah SWT adalah Yang Maha Hidup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Allaah &lt;u&gt;H&lt;/u&gt;ayy, Yaa Qayyuum… (10-12  kali)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Allah  SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;adalah Yang Maha Hidup,  Wahai Yang Berdiri Sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;asbun-Allaah wa ni`mal-wakīl,  ni`mal-Mawlaa wa ni`man-Nashiir, laa &lt;u&gt;h&lt;/u&gt;awla wa laa quwwata illa  billaahi’l-`Alīyyi ’l-`Azhiim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Cukuplah Allah SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;sebagai Penolong kami dan Allah SWT adalah  sebaik-baik pelindung.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Tidak ada daya&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;rtl&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;dan kekuatan kecuali dengan pertolongan  Allah SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yang Maha Luhur  lagi Maha Agung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Yaa  Huu, Yaa Huu, Yaa Daa-im… (3 kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai Dia Yang Maha Tidak Diketahui, Wahai  Yang Maha Kekal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Allaah  Yaa Huu, Yaa Daa-im… (3 kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Allah SWT, Wahai Dia Yang Maha Tidak  Diketahui, Wahai Yang Maha Kekal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Yaa Daa-im, Yaa Daa-im, Yaa  Daa-im, Yaa Allaah … (2 kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai Yang Maha Kekal (3 kali), wahai  Allah SWT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yaa  &lt;u&gt;H&lt;/u&gt;aliim, Yaa &lt;u&gt;H&lt;/u&gt;aliim, Yaa &lt;u&gt;H&lt;/u&gt;aliim, Yaa Allaah … (2  kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai  Yang Maha Penyantun (3 kali), wahai Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yaa  &lt;u&gt;H&lt;/u&gt;afiizh, Yaa &lt;u&gt;H&lt;/u&gt;afiizh, Yaa &lt;u&gt;H&lt;/u&gt;afiizh, Yaa Allaah … (2  kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai  Yang Maha Pemelihara (3 kali), wahai Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yaa  Lathiif, Yaa Lathiif, Yaa Lathiif, Yaa Allaah … (2 kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai Yang Maha Lembut (3 kali), wahai  Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yaa Mujiib, Yaa Mujiib, Yaa Mujiib, Yaa  Allaah … (2 kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai Yang Maha Menjawab Doa (3 kali), wahai Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yaa  Mu`iin, Yaa Mu`iin, Yaa Mu`iin, Yaa Allaah … (2 kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai Yang Maha Penolong (3 kali), wahai  Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yaa Mu`iiz, Yaa Mu`iiz, Yaa Mu`iiz, Yaa  Allaah … (2 kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai Yang Maha Membantu (3 kali), wahai Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yaa  Mughits, Yaa Mughits, Yaa Mughits, Yaa Allaah …(2 kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai Yang Maha Menyelamatkan (3 kali),  wahai Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yaa Ghaffar, Yaa Ghaffar, Yaa Ghaffar, Yaa  Allaah … (2 kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai Yang Maha Pengampun (3 kali), wahai Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yaa  Sattar, Yaa Sattar, Yaa Sattar, Yaa Allaah … (2 kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai Yang Maha Menyembunyikan (3 kali),  wahai Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yaa Jabbar, Yaa Jabbar, Yaa Jabbar, Yaa  Allaah … (2 kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai Yang Maha Memaksa (3 kali), wahai Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yaa  Qahhar, Yaa Qahhar, Yaa Qahhar, Yaa Allaah … (2 kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai Yang Maha Menguasai (3 kali), wahai  Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yaa Kariim, Yaa Kariim, Yaa Kariim, Yaa  Allaah … (2 kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai Yang Maha Mulia (3 kali), wahai Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yaa  Ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;iim, Yaa Ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;iim, Yaa Ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;iim, Yaa Allaah … (2  kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai  Yang Maha Penyayang (3 kali), wahai Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yaa  Samii`, Yaa Samii`, Yaa Samii`, Yaa Allaah … (2 kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai Yang Maha Mendengar (3 kali), wahai  Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yaa Wahhab, Yaa Wahhab, Yaa Wahhab, Yaa  Allaah … (2 kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai Yang Maha Pemberi (3 kali), wahai Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yaa  Razzaq, Yaa Razzaq, Yaa Razzaq, Yaa Allaah … (2 kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai Yang Maha Memberi Rezeki (3 kali),  wahai Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yaa Waduud, Yaa Waduud, Yaa Waduud, Yaa  Allaah … (2 kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai Yang Maha Mencintai (3 kali), wahai Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yaa  Ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;maan, Yaa Ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;maan, Yaa Ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;maan, Yaa Allaah …(2  kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt; Yang Maha Pengasih (3 kali), wahai Allah  &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yaa &lt;u&gt;H&lt;/u&gt;annaan, Yaa &lt;u&gt;H&lt;/u&gt;annaan,  Yaa &lt;u&gt;H&lt;/u&gt;annaan, Yaa Allaah … (2 kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai Yang Maha Lembut (3 kali), wahai  Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yaa Mannaan, Yaa Mannaan, Yaa Mannaan, Yaa  Allaah … (2 kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai Yang Maha Mencukupi (3 kali), wahai Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yaa Dayyaan, Yaa Dayyaan, Yaa Dayyaan, Yaa  Allaah … (2 kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai Yang Maha Memberi Pinjaman (3 kali), wahai Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yaa Sub&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;an, Yaa Sub&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;an, Yaa  Sub&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;an, Yaa Allaah … (2 kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai Yang Maha Suci (3 kali), wahai Allah  &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yaa Sulthaan, Yaa Sulthaan, Yaa Sulthaan,  Yaa Allaah … (2 kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai Yang Maha Penguasa (3 kali), wahai  Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yaa Amaan, Yaa Amaan, Yaa Amaan, Yaa  Allaah … (2 kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai Yang Maha Pemberi Keamanan (3 kali), wahai Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yaa Allaah, Yaa Allaah, Yaa Allaah, Yaa  Allaah … (2 kali) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahai Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt; (4 kali)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Syekh bisa saja menambah Nama-Nama Indah Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;yang lain yang terinspirasi oleh  beliau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;asbun-Allaah wa ni`mal-wakīl,  ni`mal-Mawlaa wa ni`man-Nashiir, laa &lt;u&gt;h&lt;/u&gt;awla wa laa quwwata illa  billaahi’l-`Alīyyi ’l-`Azhiim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Cukuplah Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;sebagai  Penolong kami dan Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt; adalah sebaik-baik pelindung.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Tidak ada daya&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;rtl&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;dan kekuatan kecuali dengan pertolongan  Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yang Maha Luhur lagi Maha Agung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Innalaaha wa malaa-ikatahu yushalluuna  `alan-nabiyy, yaa ayyuhal ladziina aamanuu shalluu `alayhi wa sallimuu  tasliimaa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sesungguhnya  Allah SWT dan para malaikat-Nya berselawat atas Nabi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SAW&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Wahai orang-orang yang beriman,  berselawatlah dan ucapkan salam penghormatan baginya. [QS 33:56]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Allaahumma shalli ‘alaa Mu&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ammadin  wa ‘alaa aali Mu&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ammadin wa sallim &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ya Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;, limpahkanlah rahmat dan kedamaian bagi kunjungan kami Nabi  Muhammad &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SAW&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt; beserta keluarganya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Shalli yaa rabbi wa sallim `alaa jamii`il  anbiyaa-i wal mursaliina wa aali kullin ajma`iina wal &lt;u&gt;h&lt;/u&gt;amdulillaahi  rabbil `aalamiin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ya  Tuhanku!&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Berikan selawat dan kedamaian kepada  para nabi dan rasul dan seluruh keluarganya.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Dan  segala puji bagi Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;, Tuhan semesta alam &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;`alaa asyrafil `aalamiina sayyidinaa  Muhammadinish-shalawat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Kepada makhluk yang paling mulia di alam  semesta, Sayyidina Muhammad &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SAW&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt; (selawat)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;`alaa  afdhalil `aalamiina sayyidinaa Muhammadinish-shalawat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Kepada makhluk yang paling baik di alam  semesta, Sayyidina Muhammad &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SAW&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt; (selawat)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;`alaa akmalil `aalamiina sayyidinaa  Muhammadinish-shalawat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kepada makhluk yang paling sempurna di alam semesta,  Sayyidina Muhammad &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SAW &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;(selawat)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Shalaawaatullaahi ta`aalaa wa  malaa-ikatihii wa anbiyaa-ihii wa Rusulihii, wa jamii`i khalkihii `alaa  Mu&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ammadin wa `alaa aali Mu&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ammad, alayhii wa  `alayhimus-salaam wa ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;matullaahi ta`aalaa wa barakaatuh, wa  radhiyallaahu tabaaraka wa ta`aalaa `an saadaatina ash-&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;aabi  Rasuulillaahi ajma`iin.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;    &lt;/span&gt;Wa `anit-taabi`iina  bihim bi i&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;saan, wa `anil a-immatil mujtahidiinal maadhiin wa  `anil `ulamaa-il muttaqiin, wa`anil awliyaa-i shaalihin,&lt;span style=&quot;&quot;&gt;   &lt;/span&gt;wa am-masyaayikhina fii thariqatin Naqsybandiyyatil `aliyyah  Qaddas Allaahu ta`aalaa arwaa&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ahumuz zakiiyah, wanawwarallaahu  ta`aalaa adhri&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;atahumul mubaarakah, wa a`aadallaahu ta`aalaa  `alaynaa min barakaatihim wa fuyuudhaatihim daa`iman wal &lt;u&gt;h&lt;/u&gt;amdullilaahi  rabbil `aalamiin, al-Faati&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Selawat Allah&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt; SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yang Maha  Tinggi dan para malaikat, para nabi dan rasul dan seluruh ciptaan-Nya,  kepada Muhammad &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SAW&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt; dan kepada keluarga Muhammad &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SAW&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;, semoga kedamaian dan rahmat Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;serta berkah-Nya diberikan kepadanya dan kepada mereka.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Semoga Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Yang Maha  Besar dan Maha Tinggi rida dengan semua guru kami, para sahabat  Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SAW&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt; dan kepada mereka semua yang mengikutinya  dengan sempurna. (Semoga Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;rida) terhadap  Imam ijtihad yang terdahulu, para ulama dan orang-orang yang bertakwa  dan awliya dan orang-orang yang saleh, terhadap masyaikh kami di Tarekat  Naqsybandi yang mulia. Semoga Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;mensucikan  roh-roh mereka yang suci dan menerangi makam mereka yang penuh berkah.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Semoga Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;mengembalikan  berkah mereka dan keutamaan yang melimpah kepada kami, selalu.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Segala puji bagi Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Tuhan semesta alam&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;Al-Faatihah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;;font-family:Georgia;color:blue;&quot;  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ihda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Ila hadhratin Nabiyyi &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;(SAW) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;wa ‘aalihi wa sha&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;bihil  kiram, wa ilaa arwaa&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;i ikhwaanihi minal-anbiyaa’i wal mursaliin  wa khudamaa-i syaraa-ihim wa ilaa arwaa&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;il a-immatil arba`ah wa  ilaa arwaa&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;i&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;masyaayikhinaa fii  thariiqatin Naqsybandiyyatil ‘Aliyyah, khaassatan ila ruu&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;i  imamith-thariqati wa Ghawtsil khaliiqati Khwaajaa Ba&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;aauddiin  Naqsyband Mu&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ammad al-Uwaysiyil Bukhaari, Wa ‘ilaa &lt;u&gt;h&lt;/u&gt;adhrati  Mawlaanaa Sulthaanil Awliya Syaykh ‘Abdullah Daghistaanii, wa Mawlaanaa  Syaykh Mu&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ammad Naazhim al-&lt;u&gt;H&lt;/u&gt;aqqaani wa ilaa saa-iri  saadaatinaa wash-shiddiqiina al-Faati&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;a&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ke hadirat junjungan kami Nabi  Muhammad &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SAW&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt; dan keluarganya, dan kepada para  sahabatnya yang terhormat.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Dan kepada arwah para  nabi dan rasul dan kepada arwah imam yang empat dan kepada arwah  masyaikh kami dalam Tarekat Naqsybandi yang mulia, khususnya kepada &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;roh imam tarekat, ghawts utama dari  seluruh makhluk Khwaja Bahauddin Naqsyband Muhammad al-Uways al-Bukhari  QS dan kepada Mursyid kami Sultan awliya, Syekh Abdullah Fa’iz  ad-Daghestani QS dan Mursyid kami Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani QS dan  semua guru kami dan para shiddiqiin, al-Faatiha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang=&quot;EN-GB&quot; style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Sub&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ana rabiyyal  `aliyyil a`lal wahhab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  lang=&quot;EN-GB&quot; style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi, Utama dan  Maha Pemberi.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang=&quot;EN-GB&quot; style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span  lang=&quot;EN-GB&quot; style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Kemudian Syekh membaca doa  sesuai inspirasi dalam kalbunya, seperti doa berikut yang biasa dibaca  oleh Syekh Hisyam al-Qabbani QS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span  lang=&quot;EN-GB&quot; style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;A’udzubillahi minasy syaythaanir rajiim. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Aku berlindung kepada Allah SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;dari godaan setan yang terkutuk.&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;rtl&quot; style=&quot;&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span  lang=&quot;FR&quot; style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang=&quot;FR&quot; style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Bismillahi ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;maanir ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;iim.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  lang=&quot;FR&quot; style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Dengan nama Allah SWT Yang Maha  Pengasih lagi Maha Penyayang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span  lang=&quot;FR&quot; style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Al&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;amdulillaahi rabbil `aalamiin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Segala puji bagi Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Tuhan sekalian alam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wash-shallatu  was-salaamu `alaa asyrafil mursaliina sayyidinaa Mu&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ammadin wa  `alaa aalihi wa sha&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;bihi ajma`iin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Selawat dan salam untuk Rasul  yang paling mulia, junjungan kami, Nabi Muhammad &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SAW&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;, beserta seluruh keluarga dan para sahabatnya yang mulia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Allaahummaj`al awwala majlisinaa hadzaa  shalaa&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;an wa aw sathahu falaa&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;an wa akhirahu najaa&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;an&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Wahai Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;, jadikanlah permulaan majelis kami ini kebaikan dan  pertengahannya kejayaan dan penghabisannya kesuksesan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;rtl&quot; style=&quot;&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Allaahummaj`al awwalahu rahmatan wa aw sathahu ni`matan wa  akhirahu takriimatan wa maghfirah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Wahai Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;, jadikanlah  permulaannya rahmat dan pertengahannya nikmat dan penghabisannya  kemuliaan dan ampunan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Al&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;amdulillaahil-ladzii  tawaadha`a kullu syay-in li`adhamatih wa dzalu kullu syay-in li  `izzatih wa khada`a kullu syay-in li mulkih wastaslama kullu syay-in li  qudratih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Segala  puji milik Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;dan segala sesuatu menjadi rendah di  hadapan keagungan-Nya dan segala sesuatu menjadi hina di hadapan  kemuliaan-Nya dan segala sesuatu menjadi tunduk di hadapan kekuasaan-Nya  dan segala sesuatu berserah atas ketentuan-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Al&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;amdulillaahil-ladzii sakana  kullu syay-in lihaybatih&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;wa ath-tharra kullu  syay-in li&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ikmatih wa tashaaghara kullu syay-in likibriyaa-ih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Segala puji untuk Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;SWT&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;, dan segala sesuatu menjadi mantap dengan kehebatan-Nya dan  segala sesuatu terlahir dengan hikmah-Nya dan segala sesuatu menjadi  kecil di hadapan kebesaran-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;rtl&quot; style=&quot;&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Allaahumma  inkunnaa fii &lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ablisaa `ati ilayka yaa waduud&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ya Allah SWT, bangunkanlan kami  di saat-saat yang paling Engkau sukai, wahai Yang Maha Pencinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Rabbana taqabbal minna waghfirlanaa war&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;amnaa  innaka antal ghafuurur-ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;iim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Ya Tuhan kami, terimalah amal perbuatan  kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wahdinaa ilal &lt;u&gt;h&lt;/u&gt;aqqi wa ilaa  thariiqim mustaqiim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Bimbinglah kami menuju kebenaran, dalam jalan yang lurus.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wanshurnaa `alal qawmil mufsidiin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Tolong kami dalam menghadapi kaum perusak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wanshur imaamanaa imaamal muslimiin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Tolong para pemimpin kami, pemimpin kaum  muslimin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Wanshur  awliyaa Allah, innaka `alaa kulli syay-in qadiir wabil ijaabati jadiir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tolong pula para awliya Allah  SWT, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu dan Maha Mampu  untuk menjawab segala doa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;&quot;&gt;&lt;span  lang=&quot;FR&quot; style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang=&quot;FR&quot; style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Sub&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;ana rabbika rabbil `izzati `amma  yashifuun was-salaamun `alal mursaliina wal &lt;u&gt;h&lt;/u&gt;amdulillahi rabbil  `aalamin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Maha  Suci Engkau, Tuhan yang suci dari sifat yang diberikan oleh orang-orang  kafir.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Semoga kedamaian tetap dilimpahkan kepada  para utusan-Nya dan segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Alhamdulillaah,  wasy-syukrulillaah, astaghfirulaah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Segala puji bagi Allah SWT, Syukur kepada  Allah SWT, aku mohon ampun kepada Allah SWT&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=&quot;;font-family:Georgia;color:black;&quot;  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://twitter.com/boymalik&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.twitterbuttons.com/images/lbn/twitterbutton-0208.png&quot; title=&quot;By: TwitterButtons.com&quot; height=&quot;90&quot; width=&quot;120&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.twitterbuttons.com/&quot;&gt;By TwitterButtons.com&lt;/a&gt;</description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/2010/04/zikir-khatam-kwajagan.html</link><author>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5A1tqnP8xAlMtbdSq_r7nyGWWQ1YMgCrWciaagjt11rdU1EVsDQ7mhvRuEKp2fItE3bcaAlq_ov2ZwL8N_q6Kpp6Y9rPFpL1NaDh7ZHHaSDYpx783hJYjqfvQWunxXjyaEIspyn2LlIQ/s72-c/amalan001.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774.post-8826355921898793365</guid><pubDate>Fri, 16 Apr 2010 00:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-15T17:11:05.243-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Masjid</category><title>Mengenal Masjid Kubah Emas</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ZanwwbwNF3A_FM:http://ariesaksono.files.wordpress.com/2008/05/masjid-kubah-emas-05.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 143px; height: 107px;&quot; src=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ZanwwbwNF3A_FM:http://ariesaksono.files.wordpress.com/2008/05/masjid-kubah-emas-05.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Masjid kubah emas di Meruyung, Limo, Depok ini selain menjadi pusat  peribadatan bagi masyarakat di Depok dan sekitarnya kini juga semakin  populer sebagai tujuan wisata. Para pengunjung berduyun-duyun datang  dari berbagai daerah di Indonesia untuk menikmati kebesaran dan  kemegahannya, apalagi pada akhir pekan dan musim liburan. Tidak salah  memang, karena masjid agung berarsitektur campuran Timur Tengah dan  India ini adalah salah satu masjid termegah di Asia Tenggara dengan  keindahan ornamen dan kelengkapan fasilitas yang mengundang decak kagum  semua orang yang mengunjunginya. &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sejarah Masjid Kubah  Emas&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembangunan masjid kubah emas yang resminya  dinamakan Masjid Dian Al-Mahri ini membutuhkan tujuh tahun penuh,  dimulai Desember 1999 dan baru diresmikan penggunaannya Desember 2006,  bertepatan dengan Idul Adha kedua tahun itu. Hampir seluruh biaya  pembangunannya ditanggung sepenuhnya oleh Hj. Dian Juriah M Al-Rasyid,  seorang pengusaha dari Banten. Perencanaan pembangunan masjidnya sendiri  sudah dilakukan sejak 1996 dengan pembebasan sejumlah lahan yang kini  mencapai 70 hektar itu, sedangkan rancangan arsitekturnya dirampungkan  tahun 1998 oleh tim yang dipimpin oleh Uke G. Setiawan.&lt;/p&gt;   &lt;p align=&quot;left&quot;&gt;&lt;img class=&quot;caption&quot; src=&quot;http://margonda.com/images/margo/menara-utara-masjid-kubah-emas.jpg&quot; alt=&quot;menara-utara-masjid-kubah-emas&quot; title=&quot;menara-utara-masjid-kubah-emas&quot; align=&quot;right&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; width=&quot;180&quot; /&gt;&lt;strong&gt;Arsitektur&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;left&quot;&gt;&lt;strong&gt;Eksterior&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Secara  umum, eksterior masjid mencerminkan arsitektur Timur Tengah yang kental  dengan pembagian ruang berupa ruangan dalam, halaman dalam (plaza),  kubah dan menara-menara yang menjulang. Banyak orang menilai arsitektur  masjid ini sebagai campuran arsitektur masjid Nabawi dan Taj Mahal.  Masjid kubah emas memiliki empat kubah “kecil “ dan satu kubah besar di  tengahnya. Jumlahnya yang lima melambangkan Rukun Islam. Sedangkan  keenam menara (minaret) yang mengitari masjid dalam segi enam  melambangkan Rukun Iman. Keseluruhan kubahnya berbentuk seperti bawang,  menyiratkan nuansa India dan Persia, dan dilapisi emas 18 karat setebal 2  sampai 3 milimeter. Kubah utama berdiameter bawah 16 meter, diameter  tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter. Sementara 4 kubah “kecil”-nya  berdiameter bawah 6 meter, tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter. Keenam  minaret masjid berbentuk segi delapan dengan tinggi masing-masing 40 m,  berlapiskan ornamen batu granit abu-abu di bawahnya dan mozaik emas di  atasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img class=&quot;caption&quot; src=&quot;http://margonda.com/images/margo/kubah-masjid-al-mahri.jpg&quot; alt=&quot;kubah-masjid-al-mahri&quot; title=&quot;kubah-masjid-al-mahri&quot; align=&quot;left&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; hspace=&quot;5&quot; width=&quot;180&quot; /&gt;&lt;strong&gt;Interior&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Interior  dinding dan lantai masjid didominasi warna-warna emas dan monokromatik  seperti hitam, krem dan salem sehingga menciptakan suasana tenang,  hangat dan agung. Di langit-langit kubah terdapat lukisan (mural) langit  dan awan yang warnanya berubah-ubah sesuai kondisi cuaca di luar  masjid. Pada dasar kubah terdapat kuf lampu yang diberi aksen warna  emas, seolah-olah batas cakrawala. Di atasnya terdapat 33 jendela yang  masing-masing diisi kaligrafi tiga nama Allah SWT sehingga seluruhnya  berjumlah 99 (Asmaul Husna). Di bawah kubah utama terdapat lampu kristal  gantung yang sangat indah seberat 2,7 ton yang diimpor langsung dari  Italia. Kaligrafi bergaya kuffi tersebar di sekeliling dinding ruang  salat dan terbuat dari batu marmer putih berlis hitam. Material yang  digunakan adalah marmer dari Turki. Selasar berornamen krawangan gaya  India membatasi tiga sisi halaman dalam dengan ruang utama, dengan  pilar-pilar arcade berbalut granit Brazilia. Satu sisi halaman dalam  lainnya tidak memiliki selasar sehingga langsung berhubungan dengan  ruang shalat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kapasitas&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ruang utama masjid  kubah emas yang berukuran 40m x 60m dapat menampung sekitar 5.000  jamaah. Halaman dalam (plaza) yang berukuran 45m x 57m dapat menampung  sekitar 10.000 jamaah dan dapat digunakan untuk perluasan pada saat  salat Jum’at dan hari raya. Dengan lahan parkir seluas 7.000 meter  persegi, masjid kubah emas dapat menampung kendaraan ratusan bus dan  ribuan kendaraan pribadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Wisata Rohani &amp;amp; Tempat  Pertemuan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;Masjid kubah emas kini menjadi salah satu  kebanggaan warga Depok sebagai sarana wisata spiritual yang menyejukkan  hati semua lapisan masyarakat yang datang mengunjunginya, disamping  sebagai pusat peribadatan dan syiar agama (islamic center). Di halaman  luar sekitar masjid terdapat taman yang luas, indah dan sangat terawat.  Di seberang taman, ada gedung serbaguna yang menjadi tempat istirahat  para pengunjung dan disewakan kepada umum untuk berbagai acara seperti  pesta perkawinan, seminar dan pameran. Beberapa tokoh dan artis terkenal  pernah memanfaatkan  gedung tersebut untuk perayaan perkawinan mereka.  Untuk makan dan minum, terdapat kafetaria di depan gedung pertemuan.  Pengunjung juga dapat membeli berbagai cendera mata khas masjid kubah  emas di toko suvenir di samping kafetaria.&lt;br /&gt;Lokasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid kubah  emas berada di Jalan Raya Meruyung yang menghubungkan Parung dengan  Cinere. Sampai saat ini lokasinya belum terjangkau kendaraan umum. Bila  tidak menggunakan kendaraan pribadi, Anda dapat menaiki angkot nomor 03  dari terminal Depok dan turun di pertigaan Parung Bingung, lalu  disambung dengan ojek menuju lokasi (kurang lebih 2 km dari pertigaan).  Bila Anda mendatanginya dari arah Jakarta, lokasi masjid sekitar 1-2 jam  berkendara dari kawasan Pondok Indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://twitter.com/boymalik&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.twitterbuttons.com/images/lbn/twitterbutton-0208.png&quot; title=&quot;By: TwitterButtons.com&quot; height=&quot;90&quot; width=&quot;120&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.twitterbuttons.com/&quot;&gt;By TwitterButtons.com&lt;/a&gt;</description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/2010/04/mengenal-masjid-kubah-emas.html</link><author>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774.post-7666688587841421166</guid><pubDate>Fri, 16 Apr 2010 00:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-15T17:04:19.972-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Masjid</category><title>9 Masjid Unik Di Dunia</title><description>&lt;code&gt;&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;quote_body&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjedwNAQBva16_6YZdtrV9HsWGG14f9R_TyEqD3n2k5UgkFx1nDk3kI4kDtEh9hfFG22RhLkYGKXe0vbvK6uVtlxYZb85Vp6CDCkHqo0tIUaavsf2fu-2q38KvW9No3h_Qrqffo9II7qb2O/s320/sankore-mosque-timbuktu.jpg&quot; alt=&quot;[Image: sankore-mosque-timbuktu.jpg]&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjFJxdwRwhIovlQdaPufAp53PZMTdW1ZiBbOWZBPD9YZIx_W5hh7yLBofvOQUkR2GqlxL1wrNkvNkthPxGD5HNej2X3yp5gFDqRQ8Kz7UcrTyyNovqrTUYAiu0ueHJnzkoFGT-s8t-1L0P/s320/al-fateh-mosque-bahrain.jpg&quot; alt=&quot;[Image: al-fateh-mosque-bahrain.jpg]&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3ut8J-WPrIeH5vmsgc_bX57ulSQokce5AuKsYBcdtPC2nqe2BXbmzKwEgNX9W_WeQJ7N2zHc4kn8b9TOoZeLIe5hBKfpCBwx9dYVrzp8UvSSyqC07VnI9uRv7ZuxSjcWgJtTg2698GQgj/s320/argentina-bueno-aires-mosque.jpg&quot; alt=&quot;[Image: argentina-bueno-aires-mosque.jpg]&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgF9UniX-YywmlkQpNI0JdZouZ0KJRutAbMRCvgfSdw-FJONXA77k2BVsr2mZVXoU1N9UcAFfG3zyUvsDmalKBKrBvOTHxraUIXewfB1eVkhgFGKGyjsLzw8CR7cXAl5U5_tJbt8hLSzFi8/s320/badshahi-mosque.jpg&quot; alt=&quot;[Image: badshahi-mosque.jpg]&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1Ex-cqBBodzM5zk28jysJjtESpgrZ5qYBzV_HHYze2AQidpw8SaGxg9K2Bwi7zoRfwtFqW2AKrwTh5E9ykOCri3gL8AQuUqjgBACfHoAhnJ6gvoPAKFZI9AnPlirsIkZSkYdGYUFbzYjB/s320/europa-point-gibraltar-mosque.jpg&quot; alt=&quot;[Image: europa-point-gibraltar-mosque.jpg]&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgce2psDcGnITCyvBICITrVbJACWuksD7GhAMb-vmG5OSVYMzn_TF__HxH4TjH9MObPrwsTMBrLAc-L4RgZ_cay5DSQc9nCfDxmMB0twCoDvbzHch0m4f5B2TeK-AaS0y_RwPdUmqwwpbQl/s320/faisal-mosque-pakistan-islamabad.jpg&quot; alt=&quot;[Image: faisal-mosque-pakistan-islamabad.jpg]&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkvZiaJv4CYbZcd1NAVq_lOwuZY93mJH1CZkIr89EAGcWHdjkE_ZLthitMwyLTmVhTAQB2OrxkWgEW5oaPQTk7n0I1PkwirrlGv_mKP6pjcVWr0cRf9oUP_U_0VA8ojTyOzQ1uJ1SSamyR/s320/larabanga-mosque.jpg&quot; alt=&quot;[Image: larabanga-mosque.jpg]&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhf9aPJI_tMRY0F125MH_UtGKENO0SZbW4oZ_2H4yVCTyKX83yS3_JPw3593F8oQblI2qsZQFSyA1LJ-V2jiA1tJckmhvORicaYDJAD2hJM4JNb-TXMjBUixV7PnCLHRWBT4k9J6TkGRpf8/s320/sri-lanka-brilliantly-painted-mosque.jpg&quot; alt=&quot;[Image: sri-lanka-brilliantly-painted-mosque.jpg]&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4w8f_Cwt85P8To1r0fH8Y9uNIWQwO7PeWqjk9PrD0YhN0-Gx39yw15pqNKpN8VDe1xVu9_UwXGwzTr1SAgQ2u0k7-3qolA_YO3a6fvnfnuCxzwWLK3M38_izMsnDyAnbjRPmY9qU0Rol1/s320/mosque-missiri-frejus-djenne.jpg&quot; alt=&quot;[Image: mosque-missiri-frejus-djenne.jpg]&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keterangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Masjid Sangkore, Timbuktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Masjid Al-Fateh, Bahrain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Masjid Bueno Aires, Argentina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Masjid Badshahi, Pakistan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Masjid Europa Point, Gibraltar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Masjid Faisal, Pakistan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Masjid Larabanga, Mali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Masjid Brilliantly Painted, Srilanka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Masjid Missiri Frejus, Mali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://twitter.com/boymalik&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.twitterbuttons.com/images/lbn/twitterbutton-0208.png&quot; title=&quot;By: TwitterButtons.com&quot; height=&quot;90&quot; width=&quot;120&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.twitterbuttons.com/&quot;&gt;By TwitterButtons.com&lt;/a&gt;</description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/2010/04/9-masjid-unik-di-dunia.html</link><author>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjedwNAQBva16_6YZdtrV9HsWGG14f9R_TyEqD3n2k5UgkFx1nDk3kI4kDtEh9hfFG22RhLkYGKXe0vbvK6uVtlxYZb85Vp6CDCkHqo0tIUaavsf2fu-2q38KvW9No3h_Qrqffo9II7qb2O/s72-c/sankore-mosque-timbuktu.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774.post-2039244754406196258</guid><pubDate>Thu, 15 Apr 2010 23:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-15T16:25:01.096-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Masjid</category><title>10 Masjid Terindah Di Dunia</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:MmaHTeBUe2ovFM:http://zainmujahid.files.wordpress.com/2008/12/the-jama-masjid-in-old-delhi-the-largest-mosque-in-india-built-by-shah-jahan-delhi-india-photographic-print-c12893045.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 124px; height: 93px;&quot; src=&quot;http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:MmaHTeBUe2ovFM:http://zainmujahid.files.wordpress.com/2008/12/the-jama-masjid-in-old-delhi-the-largest-mosque-in-india-built-by-shah-jahan-delhi-india-photographic-print-c12893045.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class=&quot;awal&quot;&gt;&lt;/span&gt;nilah 10 masjid terindah di dunia, kriteria  penilaiannya dari luas masjid, sejarah, fasilitas dan kegunaannya, mari  kita lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. masjid Baitul Mukarram, Dhaka, Bangladesh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTyddHoDpO2Iyk372wcB2G__EHO10U8LYJF5hvF6Zf-b4RGIgFe0yvZUiutPm7Cp9vHsjAflR5CXVaIXgLCGy9LHLOk-1aGPO1NtSO5R8EfXaiIzEinLoGaoODNeeIXWEMwpZ9ZaQu5fjD/s1600-h/masjid+dhaka.JPG&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5423258182129643970&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTyddHoDpO2Iyk372wcB2G__EHO10U8LYJF5hvF6Zf-b4RGIgFe0yvZUiutPm7Cp9vHsjAflR5CXVaIXgLCGy9LHLOk-1aGPO1NtSO5R8EfXaiIzEinLoGaoODNeeIXWEMwpZ9ZaQu5fjD/s320/masjid+dhaka.JPG&quot; style=&quot;cursor: pointer; display: block; height: 219px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mesjid ini adalah Mesjid Nasional dari Bangladesh. Terletak di jantung  kota Dhaka, ibukota Bangladesh, masjid ini didirikan tahun 1960-an.&lt;br /&gt;&lt;a name=&quot;more&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Memiliki kapasitas 30.000 orang, menjadi 10 Masjid terbesar di dunia,  namun masih mendapatkan mesjid terlalu penuh dengan setia muslim ibadah.  Karena ini, pemerintah bangladesh telah memutuskan untuk menambahkan  ekstensi (pelebaran) masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Masjid Faisal , Islamabad, Pakistan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiN4G0aoCefzE1FdeFV32wHk7qekxe8paU-yqgkCOLPHZI_OJFJaRi_-b5G1gSEfR00X5IGNT6_wTVuO22CDEpRqDPxVjNxXCgPnGqusQog1CpnPGX-dB_q4PRBDxl7othK1GNzEqZg1Hfi/s1600-h/masjid+faisal.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5423258386429244546&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiN4G0aoCefzE1FdeFV32wHk7qekxe8paU-yqgkCOLPHZI_OJFJaRi_-b5G1gSEfR00X5IGNT6_wTVuO22CDEpRqDPxVjNxXCgPnGqusQog1CpnPGX-dB_q4PRBDxl7othK1GNzEqZg1Hfi/s320/masjid+faisal.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Faisal di Masjid di Islamabad adalah masjid terbesar di Indonesia dan  Asia Selatan dan masjid terbesar keempat di dunia. Itu adalah masjid  terbesar di dunia 1986-1993 ketika di kalahkan ukuran oleh selesainya  Masjid Hassan II di Casablanca, Maroko. Setelah ekspansi dari Masjid  Al-Haram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Grand Mosque) dari Mekkah dan Al-Masjid Al-Nabawi (Mesjid Nabi) di  Madinah, Arab Saudi pada tahun 1990-an,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Masjid Faisal adalah Masjid keempat terbesar di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sultan Mosque, Singapore&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8eZvHY-X3XP4Swix8ImsX_BC5-U2BgGzBQl45eC44gk4NmsP3cMvrtLFi4h9lYOk2ECAwrsGOoy0C5eDZnWjwYOXbT98o1TAtunjix5pDYyqbSIHvGZIrS-Sy94IJnXX9hVtiNM392Ha3/s1600-h/masjid+sultan.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5423258651093976786&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8eZvHY-X3XP4Swix8ImsX_BC5-U2BgGzBQl45eC44gk4NmsP3cMvrtLFi4h9lYOk2ECAwrsGOoy0C5eDZnWjwYOXbT98o1TAtunjix5pDYyqbSIHvGZIrS-Sy94IJnXX9hVtiNM392Ha3/s320/masjid+sultan.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; display: block; height: 229px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masjid Sultan , terletak di Muscat Street and North Bridge Road di  Kampung Glam Kabupaten Rochor Perencanaan Wilayah di Singapura. Masjid  dianggap salah satu yang paling penting masjid di Singapura. Doa aula  dan domes menyorot dari masjid fitur star.&lt;br /&gt;Masjid Sultan telah tinggal dasarnya tidak berubah sejak dibangun, hanya  dengan perbaikan dilakukan untuk ruang utama di tahun 1960 dan lampiran  yang ditambahkan pada tahun 1993 . Ia tetapkan sebagai monumen nasional  pada tanggal 14 Maret 1975.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Baiturrahman, Bandar Aceh, Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfA2oZBNoUxeRHrAazDVqfEdhYD99q17Z6caB8GG0QMgpAIUKvFRyLJXCHVyw3k6jcMA1__ECS4UR6E7Z34psnUM0R0GLGMQaXm3zujgJwXXiQzIeOyTe7KolMl2GEPhkx-l0j4w5k3Gsn/s1600-h/Aceh_Besar-Batur_Rahman.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5423258782445928082&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfA2oZBNoUxeRHrAazDVqfEdhYD99q17Z6caB8GG0QMgpAIUKvFRyLJXCHVyw3k6jcMA1__ECS4UR6E7Z34psnUM0R0GLGMQaXm3zujgJwXXiQzIeOyTe7KolMl2GEPhkx-l0j4w5k3Gsn/s320/Aceh_Besar-Batur_Rahman.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; display: block; height: 231px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masjid Raya Baiturrahman adalah sebuah masjid yang berada di pusat Kota  Banda Aceh. Masjid ini dahulunya merupakan masjid Kesultanan Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu Belanda menyerang kota Banda Aceh pada tahun 1873, masjid ini  dibakar, kemudian pada tahun 1875 Belanda membangun kembali sebuah  masjid sebagai penggantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesjid ini berkubah tunggal dan dapat diselesaikan pada tanggal 27  Desember 1883. Selanjutnya Mesjid ini diperluas menjadi 3 kubah pada  tahun 1935. Terakhir diperluas lagi menjadi 5 kubah (1959-1968).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid ini merupakan salah satu masjid yang terindah di Indonesia yang  memiliki bentuk yang manis, ukiran yang menarik, halaman yang luas dan  terasa sangat sejuk apabila berada di dalam ruangan masjid tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Taj’ul Masjid, Bhopal, India&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhL6w_Ej8WhTUDi0P0mya7DQ_umn2jFrNx_0IS1BO6JqEzaE09OWvx9g0CiNdfj2NT36LnVAnXTJpWXvkNQnQfXvN1fZGHqUD3t83e9wekt47ijCx9QikzwUReKCFQuP_0moFxHODrIARji/s1600-h/Taj_Ul_Masjid_Bhopal.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5423258989620187522&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhL6w_Ej8WhTUDi0P0mya7DQ_umn2jFrNx_0IS1BO6JqEzaE09OWvx9g0CiNdfj2NT36LnVAnXTJpWXvkNQnQfXvN1fZGHqUD3t83e9wekt47ijCx9QikzwUReKCFQuP_0moFxHODrIARji/s320/Taj_Ul_Masjid_Bhopal.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; display: block; height: 217px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Taj-ul-Masajid, adalah sebuah masjid yang terletak di Bhopal, India. Ini  adalah salah satu mesjid terbesar di Asia . Masjid juga digunakan  sebagai sebuah madrasah (sekolah Islam) di siang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Omar Ali Saifuddin, Brunei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCFT50XkpQNG-THm84J4Wdqik6Uq8FGr99oGXdwz5rkm4kqnaqtCy99suzTBwUX4SUeikPUp8UFtYwsVhISVOr-PdROtsDJQ2Qca4jRDWcD2iyYl5VSSzpQUMJUAN7dEoQKBlPUEnjNgLI/s1600-h/asjid+brunei.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5423259183776917170&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCFT50XkpQNG-THm84J4Wdqik6Uq8FGr99oGXdwz5rkm4kqnaqtCy99suzTBwUX4SUeikPUp8UFtYwsVhISVOr-PdROtsDJQ2Qca4jRDWcD2iyYl5VSSzpQUMJUAN7dEoQKBlPUEnjNgLI/s320/asjid+brunei.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; display: block; height: 213px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sultan Omar Ali Saifuddin Mosque adalah masjid kerajaan Islam yang  terletak di Bandar Seri Begawan, ibukota Kesultanan Brunei. Masjid  diklasifikasikan sebagai salah satu masjid paling spektakuler di kawasan  Asia Pasifik dan menjadi daya tarik utama bagi para turis. Sultan Omar  Ali Saifuddin Mosque dianggap di antara orang-orang Brunei sebagai  landmark dari negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Zahir Mosque, Kedah, Malaysia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHVtZ9iTms73Bv2BUV51qUufl9ml9u6zq1Wj6zvHu8XOJ-z8TOIzkGD0ykknVRj8mAXDYd_gXyjEbCiM5W5hzmvecTsqGfyOODe8sbttWI0Sj3dkzV4uZlPQbgLWS0mGAEFp54D61qooBM/s1600-h/kedah+malaysia.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5423259377237907858&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHVtZ9iTms73Bv2BUV51qUufl9ml9u6zq1Wj6zvHu8XOJ-z8TOIzkGD0ykknVRj8mAXDYd_gXyjEbCiM5W5hzmvecTsqGfyOODe8sbttWI0Sj3dkzV4uZlPQbgLWS0mGAEFp54D61qooBM/s320/kedah+malaysia.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; display: block; height: 212px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masjid ini dibangun pada tahun 1912, sebuah usaha yg dibiayakan Tunku  Mahmud Ibni Almarhum Sultan Tajuddin Mukarram Shah. Situs ini masjid  merupakan makam dari Kedah warriors yang telah meninggal sambil  mempertahankan Kedah dari Siam pada 1821. Arsitektur dari masjid ini  terinspirasi oleh AZIZI Masjid di Langkat kota di utara Sumatera. Masjid  ini ditingkatkan dengan lima besar utama domes melambangkan lima  prinsip-prinsip Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Masjid Al Aqsa, Jerusalem, Israel (Palestine)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZwzWt20dHSAS6z6u1lXIktpu0-L2lAEtsL6x61DpmHn-sHzFFMN6RPJG2due_xx73ki1onTA5lc-qJMlV18g5LukOM_8iUZGhYM4y76aU08zi8WvtB1Xdw2XBAB3i9Jfzr5yeuFf8kD_W/s1600-h/the-real-masjid-al-aqsa.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5423259520472719570&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZwzWt20dHSAS6z6u1lXIktpu0-L2lAEtsL6x61DpmHn-sHzFFMN6RPJG2due_xx73ki1onTA5lc-qJMlV18g5LukOM_8iUZGhYM4y76aU08zi8WvtB1Xdw2XBAB3i9Jfzr5yeuFf8kD_W/s320/the-real-masjid-al-aqsa.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masjid Al-Aqsa (Arab: المسجد الاقصى, “Masjid yang terjauh”), juga  dikenal sebagai Al-Aqsa, adalah sebuah tempat suci Islam di Kota Lama  dari Yerusalem. Di masjid itu sendiri merupakan bagian dari Al-Haram  ash-Sharif atau “Sacred Noble Sanctuary” (bersama-sama dengan Dome of  the Rock), sebuah situs yang juga dikenal sebagai Gunung Bait dan situs  tersuci situs dalam Judaisme, karena diyakini menjadi tempat Bait di  Yerusalem sekali berdiri. secara luas dianggap sebagai yang ketiga  tersuci situs dalam Islam, umat Islam percaya bahwa nabi Muhammad itu  diangkut dari Masjidilharam di Mekah ke Al-Aqsa selama Perjalanan Malam.  tradisi Islam menyatakan bahwa Muhammad memimpin doa terhadap situs ini  sampai ketujuhbelas bulan setelah emigrasi, ketika Tuhan memerintahkan  dia untuk berbelok ke arah Ka’aba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Masjid Al-Aqsa pada awalnya kecil doa rumah dibangun oleh Rashidun  kalif Umar, tetapi telah dibangun dan dikembangkan oleh Ummayad kalifat  Abd al-Malik dan selesai oleh anaknya Al-Walid di 705 CE. Setelah gempa  bumi di 746, masjid itu benar-benar hancur dan dibangun oleh Abbasid  kalifat Al-Mansur di 754, dan kembali lagi oleh para penerus al-Mahdi di  780. gempa Lain bumi paling hancur paling al-Aqsa pada 1033, tetapi dua  tahun kemudian Fatimid kalifat Ali az-Zahir lain dibangun masjid yang  telah berdiri hingga saat ini-hari. Selama periodik dilakukan renovasi,  berbagai dynasties memerintah dari Islam kalifat tambahan untuk dibangun  masjid dan daerah sekitar, seperti kubah, penglihatan, dan minbar,  minarets struktur dan interior. Bila Crusaders diambil di Yerusalem  1099, mereka menggunakan masjid sebagai istana dan gereja, tetapi  fungsinya sebagai masjid telah dikembalikan setelah kembali oleh  Saladin. Lagi renovasi, perbaikan dan penambahan dilakukan dalam abad  kemudian oleh Ayyubids, Saat ini, Kota Lama dibawah Israel kontrol,  tetapi masih di bawah masjid administrasi Palestina yang dipimpin-Islam  waqf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Masjid Al Nabawi, Madina, Saudi Arabia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQhdzw1NJHmDG5NUAcw8DWc65yu2OQxCIYe1WVK8tFdXV5gkn4O_gFgVsS8M6z8wQxNmCMye0NpFRk2OuaRG4XKSGZcnExF9N4cGGEUEnd31h7qlOn-Au9WOAudH-9F68sfUmfqL_nCQ1f/s1600-h/masjid+nabawi.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5423259784354174210&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQhdzw1NJHmDG5NUAcw8DWc65yu2OQxCIYe1WVK8tFdXV5gkn4O_gFgVsS8M6z8wQxNmCMye0NpFRk2OuaRG4XKSGZcnExF9N4cGGEUEnd31h7qlOn-Au9WOAudH-9F68sfUmfqL_nCQ1f/s320/masjid+nabawi.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di Masjid Nabi (atau Masjid Nabi) (Arab: المسجد النبوي ), di Madinah,  adalah yang kedua tersuci mesjid dalam Islam dan masjid terbesar kedua  di dunia setelah Masjid Al-Haram di Mekkah . Ini merupakan tempat akhir  dari Islam Nabi Muhammad. Masjid dianggap kedua tersuci masjid oleh  kedua Shia dan Sunni sedangkan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem adalah yang  ketiga tersuci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu fitur yang paling penting dari situs yang Green Dome melalui  bagian tengah masjid, di mana kubur Muhammad berada. Hal ini tidak  benar-benar diketahui saat itu dibangun kubah hijau tetapi manuskrip  dating ke awal abad 12 menjelaskan kubah. Hal ini dikenal sebagai Dome  Nabi atau Green Dome. Islam setelah pemerintah sangat diperluas dan  dihiasi it. Awal Muslim pemimpin Abu Bakr dan Umar yang dimakamkan di  sebuah daerah di sekitar masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs pada awalnya Muhammad rumah, ia menetap di sana setelah Hijra  (emigrasi) ke Madinah, kemudian membangun sebuah masjid di pekarangan.  Ia sendiri bersama berat dalam pekerjaan konstruksi. Asli masjid  merupakan bangunan udara terbuka. Dasar rencana bangunan telah diadopsi  di dalam bangunan masjid yang lainnya di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid juga digunakan sebagai pusat masyarakat, pengadilan, dan sekolah  agama. Ada satu platform untuk membangkitkan orang-orang yang yang  diajarkan Alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Masjid Al Haram, Makkahm, Saudi Arabia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhX50UhMyPwxqJVvzqLkW9Gc20Cj6SRtnNMRD1KWOsOjKsHrgtRe-WktqYS22v-Z-eFXh6UimPk81YeUfllXo893AOxg9juk1f1GshaBG_9RLiSQSV2CsNGJ8IEW1pkSVR919YyJabzrHWf/s1600-h/masjidil+haram.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5423259924694931938&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhX50UhMyPwxqJVvzqLkW9Gc20Cj6SRtnNMRD1KWOsOjKsHrgtRe-WktqYS22v-Z-eFXh6UimPk81YeUfllXo893AOxg9juk1f1GshaBG_9RLiSQSV2CsNGJ8IEW1pkSVR919YyJabzrHWf/s320/masjidil+haram.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; display: block; height: 214px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Al-Masjid Al-Haram (المسجد الحرام ) merupakan masjid terbesar di dunia.  Terletak di kota Mekkah, ia seputar Kaaba, tempat yang muslim sambil  menoleh ke arah yang menawarkan harian doa dan dianggap tempat yang  holiest di Bumi oleh umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid ini juga dikenal sebagai Grand Mosque.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini struktur yang mencakup wilayah 400.800 meter persegi (99,0  acres) termasuk luar dan dalam ruang doa dan dapat menampung sampai 4  juta selama ibadah haji periode, salah satu yang terbesar tahunan  gatherings orang di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah-indah bukan,itulah islam yg selalu indah,bagi ente-ente yg mau nambahin masjid terindah silahkan comment ntar saya taruh di posting ini beserta sumbernya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://twitter.com/boymalik&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.twitterbuttons.com/images/lbn/twitterbutton-0208.png&quot; title=&quot;By: TwitterButtons.com&quot; height=&quot;90&quot; width=&quot;120&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.twitterbuttons.com/&quot;&gt;By TwitterButtons.com&lt;/a&gt;</description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/2010/04/10-masjid-terindah-di-dunia.html</link><author>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTyddHoDpO2Iyk372wcB2G__EHO10U8LYJF5hvF6Zf-b4RGIgFe0yvZUiutPm7Cp9vHsjAflR5CXVaIXgLCGy9LHLOk-1aGPO1NtSO5R8EfXaiIzEinLoGaoODNeeIXWEMwpZ9ZaQu5fjD/s72-c/masjid+dhaka.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774.post-201691973175561438</guid><pubDate>Thu, 15 Apr 2010 11:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-15T04:29:39.535-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sejarah Islamic</category><title>Mengapa Umat Islam Terpecah Belah?</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ofE_zgGA1u5IUM:http://lkipoliban.files.wordpress.com/2008/11/bendera-islam.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 121px; height: 95px;&quot; src=&quot;http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ofE_zgGA1u5IUM:http://lkipoliban.files.wordpress.com/2008/11/bendera-islam.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Perpecahan Umat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Umat Islam Terpecah-Belah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dengar ada sebuah Hadis yang mengatakan bahwa agama kita akan pecah  menjadi 73 golongan. Benarkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila yang anda tanyakan Hadisnya, memang benar ada Hadis yang mengatakan  hal seperti itu, dan perpecahan itu memang sudah terjadi. Tapi bila  bicara soal jumlah pecahan agama kita, seorang teman mengatakan bahwa  menurut data yang ditemukannya di internet, jumlah pecahan agama kita  itu mencapai 3000an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan main! Tapi, mengapa bisa begitu? Maksud saya, mengapa berita Hadis  – perkataan Rasulullah – bisa berbeda dengan kenyataan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ada perbedaan. Justru perkataan Rasulullah itu tepat  sekali, karena menurut para ahli, dalam bahasa Arab angka tujuh itu  sering digunakan untuk menyebut jumlah yang banyak atau sangat banyak.  Jelasnya, angka tujuh ada kalanya dijadikan ungkapan untuk menyebut  jumlah yang banyak atau banyak sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O, begitu! Kemudian soal perpecahan itu, saya pernah mendengar seorang  alim besar mengatakan bahwa perpecahan itu tidak perlu membuat kita  berduka cita, karena walaupun berpecah menjadi banyak aliran, semua  tetap disebut Rasulullah sebagai umatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu pemikiran yang menggelikan. Mungkin orang alim yang anda maksud itu  sedang bercanda. Bila “umat-ku” (ummatï) itu saya umpamakan se-buah  gelas, lalu gelas itu jatuh di lan-tai dan pecah menjadi banyak beling,  apakah anda akan tetap mengatakan beling-beling itu sebagai gelas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu tidak. Paling banter saya akan menyebutnya sebagai mantan gelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya! Bekas gelas berarti bukan gelas lagi. Bila kita gunakan gelas  sebagai contoh, Rasulullah mengata-kan “gelasku” akan pecah menjadi “73”  beling, dan beliau tidak mengatakan bahwa “73 beling” sebagai  “gelasku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, saya kira, perumpamaan gelas itu kurang tepat; karena katanya  dalam hadis itu disebutkan ada satu golongan yang selamat, tidak masuk  neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda benar. Perumpamaan gelas saya gunakan hanya untuk menegaskan bahwa  perpecahan itu adalah sesuatu yang disesali oleh Rasulullah, bukan  sesuatu yang dibenarkan atau dianggap sah-sah saja. Tegasnya, dalam  Hadis itu sebenarnya Rasulullah sedang memberikan peringatan bahwa  menurut sejarah (historis) perpecahan itu sesuatu yang niscaya (hampir  pasti) terjadi, dan beliau tidak bisa mencegah, apalagi setelah beliau  wafat. Jadi, boleh dikatakan bahwa perpecahan itu sesuatu yang bakal  terjadi sebagai perulangan sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Rasulullah menyebutkan bahwa perpecahan itu memang merupakan  perulangan sejarah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Hadis tersebut, beliau memulai dengan menyebutkan Yahudi di urutan  pertama, kemudian Nasrani, setelah itu baru disebutkan umatnya sendiri.  Bila hal itu merupakan perulangan sejarah, berarti Hadis itu hanya  berisi berita, bukan peringatan. Beliau mengatakan bahwa pada saat  umatnya pecah menjadi 73 golongan, ada satu golongan yang selamat.  Selainnya celaka! Di situlah letak peringatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengatakan bahwa ada satu golongan dari 73 pecahan, maka kita  diingatkan oleh Rasulullah agar kita masuk ke dalam golongan yang satu  itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah! Justru di situ sulitnya. Semua golongan, apakah jumlah-nya 73 atau  3000an, masing-masing kan mengaku sebagai pihak yang benar, pihak yang  selamat! Saya jadi bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, jangan bicara masalah pengakuan, atau mengaku-aku. Pengakuan  itu kan kata dasarnya “aku”, atau “ego” dalam bahasa Latin, atau “ana”  dalam bahasa Arab. Pengakuan itu subyektif, yaitu berhubungan dengan  segala gagasan dan perasaan yang ada dalam batin kita (ideas, feelings  that exist in the mind), yang belum tentu ada dalam kenyataan. Selagi  kita bersikap subyektif, maka selama itu kita akan merasa bahwa kitalah  yang benar, orang lain salah semua. Tidak ada yang benar kecuali aku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Rasulullah, dalam Hadis itu, memberikan batasan atau kriteria  untuk pihak yang selamat itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Batasannya begitu jelas; dan saya kira tidak membuka peluang bagi  masuknya “setan aku-aku”, yang suka mengaku-aku bahwa dirinya be-nar dan  orang lain salah. Jelasnya, mari kita perhatikan Hadisnya!  Saya  menemukan beberapa Ha-dis yang berkaitan dengan masalah perpecahan  tersebut. Ini Hadis Abu Daud:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hadis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Camkanlah bahwa orang sebelum kalian dari kalangan Ahli Kitab telah  terpecah menjadi 72 millah dan sungguh millah ini (agama Islam) akan  pecah menjadi 73 golongan. 72 golongan di Neraka dan satu golongan di  Jannah, yaitu Al-Jama’ah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini Hadis Ibnu Majah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hadis2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yahudi telah pecah menjadi 72 firqah (golongan). Satu firqah di Jannah,  dan 70 firqah di Neraka. Nasrani juga pecah menjadi 72 firqah. 71  firqah di Neraka, dan 1 fir-qah di Jannah. Sungguh, demi Dia yang  menguasai diri Muhammad (Allah), umatku ini benar-benar akan pecah  menjadi 73 firqah. Satu firqah di Jannah, dan 72 firqah di Neraka.” Maka  Rasulullah ditanya, “Siapakah mereka (yang di Jannah itu)?” Jawab  Rasulullah, “Al-Jama’ah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah contoh-contoh dari sejumlah Hadis yang bernada sama; yaitu  berbicara tentang perpecahan yang terjadi pada Yahudi dan Nasrani, yang  juga terjadi pada umat Islam. Dalam kedua Hadis yang anda kutipkan itu  disebutkan bahwa yang selamat dari neraka adalah al-jama’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah penegasan dari Rasulullah tentang apa yang disebut dengan istilah  al-jama’ah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah Hadis lain , Rasulullah menggambarkan al-jama’ah itu  sebagai ma ana ‘alaihi wa as-hãbi (ما أنا عليه و أصحابى), yaitu  “sesuatu”, yang di dalamnya terdapat Rasulullah bersama para sahabat  beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O, jadi yang dimaksud adalah jama’ah yang dibentuk oleh Rasulullah  sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya! Itulah jama’ah yang sebenarnya, jama’ah teladan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, identitas jama’ah Rasulullah itu kan sudah tidak jelas lagi,  karena sudah terkubur dalam waktu belasan abad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembangun jama’ah awal, yang selanjutnya harus diteladani itu  memang merupakan umat yang sudah lewat selama belasan abad dari kita.  Tapi, bila anda katakan bahwa identitas mereka sudah tidak jelas lagi,  itu salah besar. Identitas mereka masih ada, dan amat jelas, karena  direkam Allah dalam Al-Qurãn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah? Bisa anda sebutkan ayat-ayat yang merekam identitas jama’ah  Rasulullah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak ayat. Untuk sementara kita ambil salah satunya, yaitu  gambaran yang terdapat dalam surat Al-Fath ayat 29:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alfath-29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad, Rasulullah, serta para pengikutnya, bersikap tegas terhadap  kaum kafir seraya berkasih-sayang dengan sesama mereka. Kamu lihat  mereka rukuk dan sujud mencari ka-runia dan ridha Allah. Ciri mereka  tampak pada penampilan mereka, yang membuktikan bahwa mereka adalah  orang-orang yang patuh (su-jud). Begitulah gambaran mereka dalam Taurat  maupun Injil (yaitu sama dengan gambaran mereka da-lam Al-Qurãn). Mereka  berkembang (menjadi besar dan banyak) seperti halnya tanaman  mengeluarkan tunas-nya, yang kemudian bertambah kuat dan besar; lalu  batangnya pun tegak lurus menjulang, sehingga menakjub-kan para  penanamnya; dan dengan pertumbuhan mereka itu Allah mem-buat dongkol  orang-orang kafir. (de-ngan demikian) Allah menjanjikan kepada  orang-orang beriman, yakni mereka yang berbuat tepat (sesuai ajaran  Allah) bahwa dari mereka pasti muncul perbaikan hidup serta anugerah  yang besar tiada tara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lihat dalam ayat ini ada enam ciri jama’ah Rasulullah. Pertama,  sikap tegas terhadap orang kafir. Tapi harap dicatat bahwa tegas atau  keras di sini lebih dititikberatkan pada ketegasan pendirian yang tidak  kenal kompromi dalam menegakkan kebenaran. Namun dalam pergaulan sebagai  sesama manusia, siapa pun diperlakukan secara ba-ik oleh setiap muslim.  Dengan kata lain, tegas di sini juga berarti adil, baik terhadap diri  sendiri, golongan sendiri, maupun orang dan golongan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bisakah dikatakan baik dan adil bila kita bersikap keras?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi sudah saya katakan bahwa keras yang dimaksud adalah tidak kenal  kompromi dalam menegakkan kebenaran. Harap anda catat bahwa kebenaran  itu, bila ditegakkan, pasti akan menguntungkan semua orang. Sebaliknya,  bila sudah ada kompromi dalam penegakan kebenaran, celakalah semua  orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih belum mengerti maksud anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya adalah pelaksanaan hukum cambuk di Aceh b eberapa yaktu lalu,  yang menimbulkan perdebatan, antara lain karena hukum itu tidak berlaku  bagi semua orang yang terbukti bersalah. Jelasnya, ada sebagian dari  mereka yang bersalah tidak dikenai hukum cambuk karena mereka bisa  membayar denda. Dengan demikian, timbul kesan bahwa hukum itu hanya  berlaku bagi orang-orang miskin. Di sinilah saya melihat ada semacam  kompromi dalam penegakkan kebenaran. Kalau memang ada pilihan antara  dicambuk dan membayar denda, uang dendanya tentu harus mahal, sehingga  benar-benar memberatkan pelaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila contohnya kasus hukum cambuk di Aceh, saya kira itu tidak cocok  dengan karinah (konteks) ayat tersebut, karena yang disebut dalam ayat  itu adalah sikap tegas atau keras terhadap orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah Hadis disebutkan bahwa seseorang tidak akan berzina atau  mencuri bila pada saat ia berbuat itu dia dalam keadaan beriman.  Jelasnya, kekafiran itu pada hakikatnya melekat pada orang yang  melakukan pelanggaran hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, yang disebut kafir itu bukan orang yang menolak da’wah Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, dari sudut pandang Islam, orang kafir adalah mereka yang  menentang atau menolak da’wah Islam. Begitu juga bila anda menggunakan  sudut pandang lain. Dari sudut pandang Kristen, misalnya, tentu saja  orang kafir adalah orang yang menolak agama Kristen. Kemudian, secara  khusus, dalam konteks internal umat Islam itu sendiri, orang Islam yang  melakukan pelanggaran hukum pada hakikatnya telah berperilaku seperti  orang kafir. Dengan demikian, sikap tegas atau keras itu pada hakikatnya  ditujukan pada perilaku kafir itu sendiri, yang kadang justru hinggap  pada orang yang mengaku mu’min.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, barangkali ajaran inilah yang menyebabkan sebagian orang Islam  bersikap garang terhadap orang-orang non-Islam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh! Jangan keliru! Nabi Muhammad memberikan contoh bahwa ketegasan itu  harus diberlakukan secara tidak pandang bulu, tapi juga harus  proporsional (pada tempatnya). Dalam Piagam Madinah, misalnya, beliau  menegaskan bahwa setiap penjahat harus dihukum, walau dia adalah  keluarga sendiri. Karena itulah beliau juga menegaskan bahwa seandainya  putri beliau mencuri, maka beliau akan memotong tangannya (Fathimah). Di  Madinah, beliau memimpin penyerangan dan pengusiran terhadap Yahudi,  karena mereka sebelumnya sudah terikat dalam peraturan yang disepakati  bersama, yaitu Piagam Madinah. Nabi bersikap tegas dan keras terhadap  mereka karena mereka melanggar kesepakatan itu.Saya kira, apa yang  dilakukan Nabi itu pastilah akan dilakukan oleh setiap orang yang  memahami arti penegakan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, orang Islam yang melakukan tindakan teror adalah orang yang tidak  memahami hukum itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Gampangnya begitulah. Tapi, ingat, perkara terorisme bukan masalah  sederhana. Ini sudah menyangkut politik internasional, berkaitan dengan  trik-trik militer, bahkan mungkin tidak terpisahkan dari isu benturan  peradaban yang diungkapkan Samuel Huntington dalam bukunya yang terkenal  itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, jadi melantur nih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Sekarang kita kembali kepada pembicaraan kita tentang ciri-ciri  al-jama’ah yang dibentuk oleh Rasulullah bersama para sahabatnya. Saya  ulangi, ciri pertama, ketegasan terhadap orang orang kafir atau  kekafiran. Itu sudah kita bahas. Ciri kedua adalah berkasih-sayang  dengan sesama muslim. Ini tuntutan mutlak untuk membuktikan iman. Dalam  hal ini Rasulullah sampai harus menegaskan bahwa kita belum berhak  mengaku mu’min sebelum kita mencintai saudara seiman seperti mencintai  diri sendiri. Kemudian, ciri ketiga, ruku’ dan sujud mencari karunia dan  ridha Allah. Ini bukan ruku’ dan sujud dalam shalat ritual, tapi  gambaran sikap keseharian seorang mu’min yang serba penuh kepatuhan  terhadap Allah dalam setiap geraknya, yang di sini dilambangkan dengan  ruku’ dan sujud. Ciri keempat, bekas sujud pada wajah. Ini juga tidak  bisa dipahami dalam pengertian harfiah. Kata wajhun, yang jamaknya,  wujuhun (وجح) tidak selalu berarti paras, tapi bisa juga berarti jalan,  arah, pihak, maksud, segala yang tampak (= segi atau aspek). Bahkan juga  bisa berarti pemimpin kaum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, dalam konteks ayat itu, pengertian mana yang cocok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena yang dibicarakan di sini adalah ciri-ciri al-jama’ah yang  dibentuk Rasulullah bersama para sahabatnya, maka wujuh (jamak dari  wajh) di sini tentu segala segi atau aspek dari ‘tampilan’ mereka secara  keseluruhan, yang merupakan pancaran dari kepatuhan (sujud) mereka  terhadap Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bukan warna hitam pada muka seseorang, sebagai bukti bahwa ia  banyak bersujud?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira, bukan! Sebab, yang begitu sih bisa direkayasa, bisa  dibuat-buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang pernah mengikuti suatu aliran tasauf mengatakan bahwa  tanda itu bisa dibuat dengan cara menggosok dahi dengan buah kelapa.  Cara lainnya, mungkin dengan menekankan kepala agak keras di lantai  ketika bersujud, dan waktunya diperlama dengan mengulang bacaan sujud  puluhan kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hal itu pernah dilakukan Rasulullah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, tidak! Kita belum menemukan Hadis yang menceritakan bahwa di  dahi Rasulullah ada tanda hitam bekas sujud. Selain itu, ciri shalat  Rasulullah adalah berdirinya yang lama, bukan sujudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus, apa ciri yang kelima?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri kelima dari jama’ah Rasulullah adalah bahwa mereka mempunyai  kesamaan dengan jama’ah Musa (Taurat) dan Isa (Injil), dan tentu juga  dengan jama’ah para rasul yang lain. Dengan demikian, jelaslah bagi kita  bahwa jama’ah para rasul Allah itu mempunyai ciri yang sama, meskipun  mereka hidup di zaman-zaman yang berbeda. Terakhir, dan saya kira ini  yang paling penting untuk digaris-bawahi; jama’ah Rasulullah itu, apakah  rasulnya bernama Adam, Idris, Nuh, Hud, Shalih, Ibrahim, dan seterusnya  sampai Muhammad, semua tumbuh dan berkembang seperti tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelasnya bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tanaman tumbuh dan berkembang biak dari satu benih atau biji,  jama’ah Rasulullah juga demikian. Mereka bermula dari satu benih,  menjadi sebatang pohon, yang selanjutnya melahirkan tunas-tunas baru,  yang semakin lama semakin banyak. Ketika dari satu pohon itu telah  berkembang biak menjadi banyak pohon yang menutupi sebidang tanah, maka  tanah itu pun berubah menjadi kebun, yang dalam Al-Qurãn disebut dengan  istilah jannah; dan kita menerjemahkannya menjadi sorga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, saya jadi bingung. Dari uraian anda, saya menangkap gambaran bahwa  sorga itu adalah kumpulan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat! Memang itu yang saya maksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bukankah sorga itu adalah nama sebuah tempat di alam akhirat  nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, itulah konsep yang kita terima selama ini. Dalam kaitan dengan alam  setelah kita mati, mungkin benar bahwa jannah itu adalah sebuah tempat,  yang kita belum tahu di mana letaknya. Tapi dalam konteks kehidupan kita  sekarang, di dunia ini, jannah itu mempunyai dua arti. Pertama, istilah  jannatun atau al-jannatu berasal dari kata kerja janna, yang berarti  menutupi. Kemudian, mengapa jannatun atau al-jannatu belakangan jadi  berarti kebun atau taman? Menurut sahibul hikayat, yang direkam dalam  kamus Al-Munjid, seperti yang saya katakan tadi, yang disebut kebun atau  taman itu pada hakikatnya adalah sebidang tanah yang tertutup berbagai  tumbuhan. (الجنة ج جِنان و جنّات: الحديقة ذات الشجر قيل لها ذلك  لسترهاالأرض بظلالها).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, itu asal-usul istilah kebun atau taman. Tapi, saya tidak  mengerti bila anda menyamakan jama’ah dengan kebun atau taman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda salah tanggap. Saya tidak menyamakan, hanya mengibaratkan.  Pengibarat itu juga bukan berasal dari saya, tapi dari Allah, dari ayat  yang sedang kita bahas. Allah mengibaratkan proses pertumbuhan dan  perkembangan jama’ah Rasulullah seperti proses tumbuh kembangnya  tanaman; yaitu bermula dari benih, jadi sebuah pohon, lalu pohon itu  menghasilkan tunas-tunas, yang selanjutnya tumbuh menjadi pohon-pohon  baru. Setelah menjadi banyak, pohon-pohon itu akhirnya menutup sebidang  tanah. Tanah yang tertutup pepohonan itu kemudian disebut kebun atau  taman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa disebut kebun atau taman? Kenapa tidak disebut hutan, misalnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini ada kaitan dengan urusan rekayasa. Hutan terbentuk semata-mata  karena kehendak Allah; walau sekarang ada juga hutan buatan manusia.  Kebun atau taman adalah hasil rekayasa manusia; walau fasilitasnya  bersal dari Allah juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa hubungannya dengan jama’ah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kebun atau taman berasal dari satu benih. Begitu juga jama’ah.  Kedua, kebun atau taman adalah hasil rekayasa manusia. Begitu juga  jama’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa jama’ah harus diumpamakan seperti kebun atau taman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya kita menyadari bagaimana proses terbentuknya sebuah jama’ah, dan  selanjutnya memahami pula manfaat jama’ah itu. Yaitu, ibarat kebun atau  taman, jama’ah itu harus menghidangkan buah-buahan dan umbi-umbian yang  bisa dimakan dan menyehatkan. Selain itu, ia juga harus menimbulkan  kesejukan, keteduhan, kenyamanan, keserasian, dan keindahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O, begitu ya? Saya baru mengerti di mana letak persamaan jannah dengan  jama’ah. Kemudian, bila benih tanaman berbentuk biji, benih jama’ah  berbentuk apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pertanyaan yang menarik! Benih, dalam bahasa Arab, adalah bazrun.  Dalam percakapan, orang Arab mengucapkannya bazr. Ada kemungkinan kata  bazr inilah yang dipelesetkan orang Indonesia menjadi biji. Tapi Allah  sendiri, dalam Al-Qur-ãn, menyebut benih dengan istilah habbun (حبّ) dan  habbah (حبّة), yang huruf-huruf dasarnya sama dengan hubb (حبّ), yang  berarti cinta. Nah, benih sebuah jama’ah adalah hubb alias cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya! Tepatnya cinta terhadap sebuah konsep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta terhadap sebuah konsep?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya! Cinta terhadap sebuah konseplah yang membuat manusia berhimpun  menjadi sebuah jama’ah. Dan benih jama’ah Rasulullah adalah cinta  Rasulullah dan para sahabatnya terhadap konsep (ajaran) Allah, yakni  Al-Qurãn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah! Bulu kuduk saya merinding!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena selama ini saya tak pernah berpikir bahwa sebuah jama’ah itu  terbentuk dari cinta terhadap sebuah konsep, dan bahwa jama’ah  Rasulullah terbentuk dari cinta Rasulullah serta para sahabatnya  terhadap Al-Qurãn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Al-Baqarah ayat 165 bahkan menegaskan bahwa cinta yang dimaksud  bukanlah sembarang cinta tapi cinta yang luar biasa terhadap ajaran  Allah (اشدّ حبّا لله) , yang mengalahkan segala kecintaan mu’min  terhadap segala sesuatu yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya mengerti apa masalah yang paling inti dari perpecahan umat  Islam itu! Hal itu terjadi karena mereka tidak mencintai Al-Qurãn. Atau  karena kecintaan mereka terhadap Al-Qurãn berbaur dengan cinta terhadap  yang lain. Begitu kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bila kecintaan terhadap Al-Qurãn berbaur dengan kecintaan terhadap  yang lain, apakah itu tidak berarti musyrik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara harfiah, seorang manusia disebut musyrik ketika dia  mencampur-aduk sesuatu dengan sesuatu yang lain. Dengan kata lain,  musyrik itu pada hakikatnya adalah sikap mendua, sikap berbagi cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi semakin mengerti mengapa perpecahan itu bisa terjadi. Tapi  apakah itu terjadi semata-mata karena kecenderungan manusia yang suka  mendua hati, atau karena ada faktor-faktor lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu ada perpaduan antara kecenderungan manusia dan faktor-faktor lain.  Faktor-faktor lain itu, gampangnya adalah kerja syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang anda maksud dengan syetan itu adalah makhluk gaib?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, ya! Selanjutnya, faktor manusia itu sendirilah yang menentukan.  Tepatnya adalah sesuatu yang disebut human error. Kelemahan atau  kelalaian manusia. Nah, kalau bicara peran syetan sebagai makhluk halus  yang merupakan lawan malaikat, maka human error itulah bidang permainan  syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelasnya bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan coba melihatnya secara gamblang. Sebagai alat bantu, mari kita  pelajari dulu dialektika Hegel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu delektika Hegel?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah teori yang bersumber dari Hegel, filsuf sekaligus ahli sejarah,  yang terkenal dengan filsafat sejarahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa inti ajaran Hegel?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hegel mengajarkan bahwa “sejarah bukanlah kejadian tanpa arti, tapi  merupakan sebuah proses yang melibatkan peran otak manusia, tepatnya  merupakan perwujudan dari semangat manusia untuk meraih kebebasan”.  (History is not meaningless chance, but a rational process – the  reali-zation of the spirit of freedom). Nah, harap dicatat, semangat  manusia untuk mencari kebebasan juga adalah bidang permainan syetan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O ya? jelasnya bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia diciptakan untuk mengabdi. Dus, menjadi makhluk yang terikat,  bukan makhluk bebas. Dalam rencana Allah, manusia harus mengabdi  kepadaNya. Ingat ayat wa ma khalaqtul- jinna wal-insa illa liya’buni.  Ketika ia tidak mau menjadi abdi (hamba) Allah, maka otomatis ia menjadi  abdi dari “tuhan-tuhan” lain, meski dalam pemikirannya ia menggap  dirinya bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa bebas dari  aturan Allah, mengabaikan agama Allah, tapi secara  otomatis membudak pada konsep yang lain, di antaranya konsep Hegel,  begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada teori Hegel. Apakah ajarannya mempunyai pengaruh besar bagi  manusia di dunia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh Hegel dalam kajian filsafat dan sejarah mungkin sama besarnya  dengan pengaruh Freud dalam psikologi. Teori Hegel mewarnai pemikiran  semua orang yang memimpikan kebebasan. Tepatnya, teori Hegel amat  digandrungi oleh mereka yang tidak menyukai keterikatan pada suatu  ajaran baku, karena bagi mereka kebakuan itu tidak ada. Yang ada cuma  perubahan dan perubahan. Karena itu mereka selalu mengatakan bahwa di  dunia ini tidak ada yang kekal, kecuali perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelasnya bagaimana teori Hegel itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bilang, segala sesuatu yang ada di alam ini selalu berubah. Segala  sesuatu yang ada itu, disebut Hegel sebagai these. Kata Hegel, dalam  setiap these selalu ada unsur-unsur yang menentangnya, yang disebutnya  antithese. Akibat pertentangan these dan antithese itu, timbullah  synthese. Selanjutnya, synthese menjelma menjadi sebuah these baru yang  di dalamnya terkandung antithese pula, yang selanjutnya akan melahirkan  synthese baru lagi. Begitulah seterusnya. Bagi Hegel, hidup ini pada  dasarnya adalah rangkaian these, antithese, dan synthese yang terus  sambung-menyambung tak ada hentinya. Belakangan, istilah these atau  thesis dalam ejaan Inggris, dibatasi pengertiannya menjadi teori, atau  konsep saja. Jadi, dalam satu teori (thesis), terkandung unsur yang  menjadi lawan teori itu (antithesis). Ketika thesis bertumbukan dengan  antithesis, lahirlah synthesis, yang kemudian menjadi thesis baru lagi,  yang di dalamnya terkandung antithesis pula. Begitulah seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya memang begitu kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Teori Hegel dianut banyak orang justru karena “sesuai dengan  kenyataan”. Tapi perlu dicatat bahwa teori dialektika itu sebenarnya  bukan murni teori Hegel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu sudah ditegaskan Allah dalam Al-Qurãn, dan tentu juga dalam  kitab-kitab Allah sebelumnya. Tapi, karena kita baru mengetahuinya dari  Hegel, kita lantas sepakat mengakui bahwa yang disebut dialektika itu  adalah teori Hegel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah bahwa teori itu memang ada dalam Al-Qurãn?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Pertama, harap dicatat bahwa these atau thesis itu dalam bahasa Arab  disebut risãlah, dan pembawa risalah disebut rasul. Dalam surat  Al-Furqan ayat 30-31, ketika Nabi Muhammad mengeluh karena menyaksikan  kaumnya meninggalkan risalahnya, yaitu Al-Qurãn, Allah menegaskan bahwa  setiap nabi memang mempunyai musuh, yaitu para mujrim, alias penjahat,  pendosa, gajingan, atau pelanggar hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa hubungannya dengan teori Hegel?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul itu dikutus Allah untuk menyampaikan sebuah risalah, yang dalam  bahasa Hegel disebut these atau thesis. Nah, risalah atau thesis Allah  itu pada dasarnya berisi penjelasan tentang al-haqqu (kebenaran) dan al-  bãthilu (kesalahan). Harap diingat bahwa secara harfiah, al-bãthilu itu  adalah pembatal, yaitu pembatal kebenaran (al-haqqu). Dalam bahasa  Hegel, al-bãthilu itu adalah antithesis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Allah harus menjelaskan kebenaran sekaligus juga kesalahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu supaya manusia memilih yang benar dan meninggalkan yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang benar dan salah itu selanjutnya kan menjadi thesis dan  antithesis, yang cenderung berbenturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Itu kan sunnatullah. Segala sesuatu diciptakan Allah mempunyai  pasangan dan atau lawan. Ketika Allah menjelaskan kebenaran dan  kesalahan, tujuanNya tentu supaya manusia memilih kebenaran dan menolak  kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata kebanyakan manusia memilih kesalahan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui penjelasan Allah dalam Al-Qurãn, kita tahu bahwa di situ ada  peran mujrimun. Merekalah yang mengembangkan antithesis dan kemudian  membenturkannya dengan thesis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, begitu! Lantas, bila mujrimun mengembangkan kesalahan (antithesis),  siapa yang mengem-bangkan synthesis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja si mujrimun juga, cuma kelasnya lebih tinggi. Jelasnya,  pengembang kesalahan adalah bajingan kelas teri, yang semata berbuat  jahat secara lugu, tanpa polesan apa pun. Pokoknya dia tidak mau yang  benar, maunya yang salah saja. Maka dia mengambil yang salah dan menolak  yang benar. Sementara pembuat synthesis adalah penjahat berotak,  bajingan yang jenius. Mereka tahu bahwa kebenaran yang diajarkan Allah  itu beranfaat bagi kehidupan manusia, tapi bila dijalankan secara utuh,  apa ada-nya, nafsu jahat tidak bisa bermain di situ. Maka, supaya nafsu  jahatnya bisa bermain, diambillah sebagian kebenaran untuk dijadikan  selubung kejahatan. Dalam Al-Qurãn, tindakan demikian itu disebut dengan  istilah talbisul-haqqa bil-bãthil – meracik al-haqqu dengan al-bãthilu –  dengan teknik tu’minûna bi-ba’dhin wa takfurûna bi-ba’dhin, yaitu  mengambil sebagian kebenaran yang menunjang kepentingannya, dan  mencampakkan bagian lain yang tidak mendukung kepentingannya, yaitu  menciptakan adonan yang bernama synthesis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, synthesis itu adalah kesalahan berselubung kebenaran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Dalam konteks risalah Allah, sintesis adalah kesalahan berselubung  kebenaran. Itulah yang oleh si mujrim dipromosikan sebagai “kebenaran  baru”, yang diajukan sebagai pengganti “kebenaran lama” (risalah Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan kebenaran baru itu diperkenalkan oleh si Mujrim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap saat; kapan saja mereka melihat kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud saya, apakah mereka mengajukan sintesis itu pada saat rasul Allah  masih hidup atau seteah sang rasul tiada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita merujuk pada surat Al-Furqan ayat 30-31 tadi, ternyata Nabi  Muhammad, di masa hidupnya, sudah mengeluhkan (sebagian) kaumnya yang  meninggalkan Al-Qurãn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, para mujrim itu ternyata sudah giat bekerja  menyesatkan orang selagi Rasulullah masih hidup. Dan setelah Rasulullah  wafat, tentu mereka bekerja lebih giat lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Buktinya, sebelum jasad Rasulullah dikuburkan, sebagian umatnya  sudah ribut masalah kekuasaan. Kaum Muhajirin dan Anshar nyaris saling  bunuh, karena masing-masing ingin mengangkangi kekuasaan yang  ditinggalkan Rasulullah. Kemudian, ketika Abu Bakar terpilih sebagai  khalifah pertama, muncullah nabi-nabi palsu dan para pembangkang yang  tidak mau lagi membayar zakat. Lebih lanjut, setelah masa Rasulullah dan  para sahabat berlalu, di tataran konsep, dalam hal ajaran Islam itu  sendiri, muncullah ilmu tauhid dengan berbagai cabangnya, ilmu fiqih  dengan berbagai cabangnya, dan ilmu tasauf dengan berbagai cabangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, bila dilihat melalui dialektika Hegel, semua itu  adalah rangkaian dialektika belaka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Itulah rangkaian perubahan yang sambung-menyambung secara  berkelanjutan dan berkepanjangan. Rangkaian thesis, antitheis,  synthesis; thesis, antitheis, synthesis; thesis, antitheis, synthesis; …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh menakjubkan! Kalau begitu, Islam yang ada di kepala saya  sekarang ini Islam apa sebenarnya? Mungkinkah hanya buyut sintesis  kesekian ratus dari moyang antitesis yang pertama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin! Ha ha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana caranya supaya saya bisa keluar dari lingkaran syetan  ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja anda harus menempuh suatu proses belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dari mana memulainya bila keadaannya sudah seperti benang kusut  begini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda diberi benang kusut, apa yang akan anda lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saya harus berusaha mengurainya dulu, sebelum bisa  menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak. Kalau saya diberi benang kusut, saya akan membuangnya, dan  kemudian saya cari benang lain yang tidak kusut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bila yang anda maksud dengan benang kusut itu adalah ajaran Islam,  apakah anda akan membuangnya, lalu mencari agama lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak. Umat agama lain juga sama kusutnya. Pada Islam saya masih melihat  ada unsur terpentingnya yang tidak tersentuh kekusutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitabnya, Al-Qurãn. Dia tidak tersentuh kekusutan. Bahkan menurut  seorang teman, Al-Qurãn itu masih perawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud dia Al-Qurãn itu belum benar-benar dikaji. Kalau sekarang orang  mengaku mengkaji Al-Qurãn, yang mereka kaji sebenarnya hanya  tafsir-tafsirnya, yang belum tentu mewakili Al-Qurãn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bilang bahwa tafsir-tafsir itu hanya mewakili golongan-golongan  tertentu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar. Tafsir sufi, misalnya, jelas mewakili pemahaman tasuf. Sebagian  dari tafsir-tafsir itu malah mengandung hadis-hadis Israiliyah,  hadis-hadis Yahudi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, saya baru dengar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, berisi hadis Yahudi atau tidak, tafsir-tafsir itulah yang  menjadi sarana tunggangan dialektika Hegel itu. Melalui tafsir-tafsir  itulah manusia menyampaikan apa yang mereka sebut koreksi, pembaruan,  dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu ajaran Islam menjadi kusut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, yang kusut itu bukan ajaran Islam tapi otak manusia yang  mengaku umat Islam. Mereka terperosok ke dalam arus perputaran  dialektika Hegel, yang tadi anda sebut sebagai lingkaran syetan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh! Jadi itu benang kusutnya ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya. Sekarang, coba perhatikan gambar yang saya buat ini! Mudah-mudahan  ini bisa membantu anda keluar dari jerat benang kusut itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda diberi benang kusut, apa yang akan anda lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saya harus berusaha mengurainya dulu, sebelum bisa  menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak. Kalau saya diberi benang kusut, saya akan membuangnya, dan  kemudian saya cari benang lain yang tidak kusut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bila yang anda maksud dengan benang kusut itu adalah ajaran Islam,  apakah anda akan membuangnya, lalu mencari agama lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak. Umat agama lain juga sama kusutnya. Pada Islam saya masih melihat  ada unsur terpentingnya yang tidak tersentuh kekusutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitabnya, Al-Qurãn. Dia tidak tersentuh kekusutan. Bahkan menurut  seorang teman, Al-Qurãn itu masih perawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud dia Al-Qurãn itu belum benar-benar dikaji. Kalau sekarang orang  mengaku mengkaji Al-Qurãn, yang mereka kaji sebenarnya hanya  tafsir-tafsirnya, yang belum tentu mewakili Al-Qurãn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bilang bahwa tafsir-tafsir itu hanya mewakili golongan-golongan  tertentu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar. Tafsir sufi, misalnya, jelas mewakili pemahaman tasuf. Sebagian  dari tafsir-tafsir itu malah mengandung hadis-hadis Israiliyah,  hadis-hadis Yahudi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, saya baru dengar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, berisi hadis Yahudi atau tidak, tafsir-tafsir itulah yang  menjadi sarana tunggangan dialektika Hegel itu. Melalui tafsir-tafsir  itulah manusia menyampaikan apa yang mereka sebut koreksi, pembaruan,  dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu ajaran Islam menjadi kusut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, yang kusut itu bukan ajaran Islam tapi otak manusia yang  mengaku umat Islam. Mereka terperosok ke dalam arus perputaran  dialektika Hegel, yang tadi anda sebut sebagai lingkaran syetan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh! Jadi itu benang kusutnya ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya. Sekarang, coba perhatikan gambar yang saya buat ini! Mudah-mudahan  ini bisa membantu anda keluar dari jerat benang kusut itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://ahmadhaes.files.wordpress.com/2009/04/gmbr1-perpecahan-umat2.jpg?w=300&amp;amp;h=239&quot; rel=&quot;lyteshow[68607]&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ahmadhaes.files.wordpress.com/2009/04/gmbr1-perpecahan-umat2.jpg?w=300&amp;amp;h=239&quot; style=&quot;max-width: 800px; max-height: 400px; cursor: pointer;&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana penjelasan gambar ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menurunkan ajaran melalui Rasul (lingkaran pertama). Warna putih  menggambarkan kemurnian ajaran Allah yang diterima Rasul, dan  lingkarannya adalah gambaran tentang Periode Rasul itu sendiri, yang di  dalamnya Rasul hidup bersama para pengikut awalnya, yang menjalankan  ajaran Allah yang masih murni. Setelah Rasul tiada, ajaran Allah dibawa  Pelanjut 1 memasuki LD (lingkaran kedua). Warna abu-abu tipis  menggambarkan kemurnian ajaran Allah yang sudah terkontaminasi berbagai  ajaran lain melalui Proses Dialektika Hegel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, yang disebut ajaran Allah dalam lingkaran kedua itu sebenarnya  adalah synthesis dari perbenturan antara thesis dengan antithesis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, itulah yang ingin saya katakan melalui gambar ini. Gampangnya,  ajaran Allah sudah mulai kemasukan unsur lain, walau baru sedikit.  Kemudian, setelah Pelanjut 1 tiada, ajaran Allah dibawa Pelanjut 2  memasuki LT (lingkatan ketiga), yang berwarna abu-abu tebal,  menggambarkan bahwa ajaran Allah sudah bercampur-aduk dengan berbagai  ajaran lain yang jumlahnya semakin banyak. Setelah Pelanjut 2 tiada,  ajaran Allah dibawa Pelanjut 3 memasuki LE (lingkaran keempat), yang  berwarna hitam, menggambarkan bahwa ajaran Allah sudah bercampur aduk  sedemikian rupa dengan berbagai ajaran lain, sehingga sudah sangat sulit  untuk mengenali mana yang benar dan mana yang salah, karena parameter  benar-salah itu sendiri pun sudah hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh! Apakah lingkaran hitam itu anda maksudkan sebagai keadaan kita  sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin… iya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa mungkin? Bukankah keadaan kita sekarang memang seperti itu? Yang  benar dan yang salah sudah sulit dibedakan, karena paramater (ukuran)  benar dan salah pun sudah hilang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan saja anda menafsirkan begitu. Saya hanya berusaha menggambarkan  sebuah situasi dan kondisi ketika ajaran Allah sudah ‘berkembang’  sedemikian rupa dalam perjalanannya yang sentrifugal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa, saya melihat sejak diterima oleh rasul, ajaran Allah itu kan  ‘bergerak’ sentrigufal (centrifugal), yaitu semakin menjauh dari pusat.  Bila dilihat dari perluasan wilayah, hal itu tentu bagus, karena berarti  ajaran Allah itu tersebar luas kan? Tapi, dari sisi keutuhan ajaran itu  sendiri, gerak sentrifugal itu memprihatinkan. Mengapa? Ini berkaitan  dengan dialektika Hegel tadi! Dari sisi keutuhannya, gerak sentrifugal  dari ajaran Allah itu adalah gambaran negatif; karena semakin menjauh  dari pusat berarti semakin jauh dari keasliannya, semakin banyak  pencemaran yang masuk ke dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu berhubungan dengan human error para pelanjut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira, iya. Tadi sudah saya katakan bahwa syetan bermain di situ  kan? Syetan bermain pada sisi kelemahan atau kelalaian manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, semakin jauh beredar, melintasi ruang demi ruang dan waktu  demi waktu, tentunya ajaran Allah itu bisa semakin pudar, dan akhirnya  hilang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar sekali! Itulah sebabnya Allah mengutus rasul-rasul dari masa ke  masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, rasul kedua diutus karena ajaran yang dibawa rasul pertama  sudah hilang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Tepatnya sudah tercemar sedemikian rupa, sehingga sulit membedakan  antara putih dan hitam. Tanda yang paling nyata dari lenyapnya kemurnian  ajaran Allah itu adalah lenyapnya kitab Allah itu sendiri. Lenyapnya  kitab Taurat dan Injil yang asli, misalnya, adalah salah satu contoh  kasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ketika Allah mengutus rasul kedua, rasul yang kedua ini tidak  membawa ajaran baru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak. Dia hanya membawa ajaran Allah yang sudah hilang dari kesadaran  manusia, dan sudah tidak ada pula dalam catatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukankah setiap rasul membawa kitab-kitab yang berbe-da-beda? Daud  membawa kitab Zabur, Musa membawa Taurat, dan Isa membawa Injil…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda nama tidak berarti harus beda isi dan beda fungsi. Sekarang orang  membuat televisi, komputer, dan lain-lain dengan berbagai merek, tapi  fungsinya sama. Dalam hal ini, beda nama hanya menunjukkan beda pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana dengan rasul-rasul itu? Apakah beda nama kitab mereka  tidak menandakan bedanya Tuhan yang mengutus mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa begitu memang! Tapi, melalui Al-Qurãn kita tahu bahwa mereka  berasal dari Tuhan yang satu. Ibarat barang elektronik, mereka  dike-luarkan dari pabrik yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mengapa nama kitab mererka harus berbeda-beda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau soal nama, Al-Qurãn sendiri kan disebut dengan puluhan nama, di  antaranya yang terkenal adalah Al-Furqãn, Al-Bayãn, Al-Hudã, dan  lain-lain; bahkan juga Az-Zabûr!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa? Az-Zabûr juga merupakan nama dari Al-Qurãn?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waah, ini benar-benar infor-masi baru bagi saya. Tapi, mengapa pula  Al-Qurãn harus mempunyai banyak nama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap nama mewakili asfek atau fungsi tertentu dari Al-Qurãn. Misalnya,  dia disebut Al-Kitãb karena berisi ketetapan (peraturan) Allah. Dia  dikatakan Al-Furqãn karena berfungsi memilah antara benar dan salah. Dia  dinamai Al-Bayãn karena fungsinya sebagai penjelasan. Dan dia dijuluki  Al-Hudã karena perannya sebagai petunjuk atau pedoman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kenapa namanya yang populer adalah Al-Qurãn?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sejak awal, sejak pertama kali Jibril mewahyukannya kepada Nabi  Muhammad, kata pertama dari wahyu pertama itu adalah iqra! Itu kata  perintah. Bentuk kata kerjanya adalah qara-a, dan bentuk kata bendanya  adalah qur-ãnan. Ketika qur-ãnan ini diubah menjadi kata benda definitif  , atau ma’rifah dalam bahasa Arabnya, maka ia menajdi al-qurãnu.  Selanjutnya “Al-Qurãn” menjadi “nama resmi” dari wahyu yang diterima  Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Al-Qurãn ini menjadi kitab Allah yang terakhir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa? Bagaimana kalau Al-Qurãn juga lenyap seperti kitab-kitab yang  lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mungkin. Allah menjamin bahwa Al-Qurãn tidak akan lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saya sering dengar itu! Tapi, bagaimana cara Allah menjamin? Dan  kalau Allah menjamin bahwa Al-Qurãn tidak akan lenyap, mengapa  kitab-kitab yang terdahulu kok tidak mendapatkan jaminan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ha-ha! Anda cukup kritis. Saya suka sekali pertanyaan yang satu ini.  Pertama, Allah menjamin melalui sunnahNya, yaitu melalui hukumNya yang  berlaku pada alam. Melalui hukum alam. Jelasnya, Al-Qurãn tidak hanya  dihafal banyak orang, tapi juga ditulis. Penulisan atau kodiffikasinya  yang resmi, yang dilakukan pada masa Khalifah Utsman, itu dibuat  sebanyak lima buku yang dinamakan “mushhaf imam”. Kelima buku kemudian  disebarkan ke propinsi-propinsi yang dianggap strategis. Dari mushhaf  imam itulah para penulis lain memperbanyak Al-Qurãn, dengan cara  menyalin atau menyontek. Sampai sekarang, sebuah mush-haf imam itu konon  masih tersimpan dengan utuh, kalau tak salah ada di wilayah Rusia.  Selanjutnya, dengan ditemukannya mesin cetak, penyalinan dan penyebaran  Al-Qurãn menjadi semakin mudah. Apalagi sekarang sudah ada komputer.  Al-Qurãn dalam bentuk tulisan maupun digital, ada di mana-mana. Selain  itu, jangan lupa, orang-orang yang menghafalnya juga masih banyak,  karena di mana-mana selalu ada kegiatan penghafalan, baik secara pribadi  maupun kelompok. Pendeknya, Al-Qurãn turun dalam situasi dan kondisi  yang semakin kondusif (menjamin) untuk membuatnya tidak lenyap. Bahkan  juga tidak bisa dipalsukan. Setiap muncul pemalsuan, umat Islam segera  mengetahuinya. Jangankan memalsukan satu buku, memalsukan satu ayat pun  pasti ketahuan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, wah, luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Tapi jangan bangga dulu! Ingat lagi pernyataan saya tadi. Pernyataan  yang mana? Anda sudah mengeluarkan banyak pernyataan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan bahwa “syetan ber-main di tataran human error”! Syetan  berrmain dalam kelemahan dan kalalaian manusia. Ketika mereka melihat  bahwa teks Al-Qurãn tidak bisa dirusak, tidak bisa dipalsukan, dan tidak  mungkin dilenyapkan, maka mereka tidak perlu melakukan pekerjaan  sia-sia kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Lalu, apa yang mereka la-kukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka main di tataran makna. Main di tataran pengertian. Main di  tataran tafsir! Dengan demikian, yang mengaku umat Islam itu akan  tenggelam dalam keasyikan di dunia penafsiran yang luas tak bertepi dan  panjang tak berujung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke dialektika Hegel ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya! Dengan demikian, untuk apa mereka mengotak-atik teks Al-Qurãn bila  ternyata umat Aslam sendiri sudah meninggalkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bukankah teks Al-Qurãn selalu dibaca umat Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, tapi kebanyakan mereka kan tidak tahu isinya. Keadaan itulah yang  dulu dipesankan Snouck Hurgronje kepada penguasa Belanda di sini. Dia  bilang, “Biarkan umat Islam membaca Al-Qurãn, tapi jangan biarkan mereka  memahami isinya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berati Snouck Hurgronje tahu isi Al-Qurãn ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya laah! Dia kan orientalis yang mendalami bahasa Arab dan bahkan  bermukim di Arab, pura-pura masuk Islam dan menggunakan gelar haji.  Tanpa peran dia, Belanda tidak bisa menaklukkan Aceh kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Belanda menaklukkan Aceh dengan cara melakukan perusakan dari  dalam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa, begitulah. Divide et impera kan? Bikin pecah-belah dulu, baru bisa  dijajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, itu sebabnya sekarang umat Islam terpuruk, terjajah? Karena  terpecah-belah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya laah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waah, saya jadi sedih nih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh saja sedih. Tapi setelah itu anda mau apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin umat Islam bersatu. Tapi bagaimana caranya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya, buang jauh-jauh cara berpikir global. Berpikirlah parsial dan  individualis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho, kok…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bahasa Rasulullah sih ibda’ bi-nafsika! Mulailah dari dirimu  sendiri. Jangan berpikir tentang Khilafah Islamiyah tingkat nasional,  apalagi tingkat dunia.  Terlalu jauh!    Urus saja diri sendiri dulu.  Sudah cinta Al-Qurãn apa belum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, kok seperti nyindir HTI (Hizbut-Tahrir Indonesia)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan nyindir tapi tawashau bil-haqqi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apa yang bisa dilakukan oleh seseorang yang cinta Al-Qurãn?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, dia akan membenahi dirinya. Kepalanya yang penuh dengan  konsep-konsep sampah akan dibersihkan dan diisi Al-Qurãn. Kedua, setelah  dirinya terbenahi, barulah dia bisa melakukan usaha-usaha untuk  melakukan pembenahan di luar dirinya. Dia akan menjadi pejuang dalam  rangka memurnikan ajaran Allah. Perhatikanlah gambar ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://ahmadhaes.files.wordpress.com/2009/04/gbr2-perpecahan-umat-islam.jpg?w=300&amp;amp;h=262&quot; rel=&quot;lyteshow[68607]&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://ahmadhaes.files.wordpress.com/2009/04/gbr2-perpecahan-umat-islam.jpg?w=300&amp;amp;h=262&quot; style=&quot;max-width: 800px; max-height: 400px; cursor: pointer;&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan gambar ini adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap masa Allah mengutus seorang Rasul. Ketika ajaran yang dibawa  oleh Rasul 1 memasuki lingkaran kedua, sehingga ajaran itu menjadi  rusak, Allah mengutus Rasul 2 sebagai Pemurni 1, yang berperan  mengembalikan manusia pada ajaran Allah yang asli. Selanjutnya, ajaran  Allah yang sudah dimurnikan Rasul 2 memasuki Lingkaran ketiga, dan  menjadi rusak lagi, sehingga Allah mengutus Rasul 3 (= Pemurni 2).  Kemudian ajaran yang sudah dimurnikan itu memasuki Lingkatan keempat,  menjadi rusak lagi, sehingga Allah mengutus Rasul 4 (Pemurni 3).  Begitulah seterusnya. Sampai akhirnya Allah mengutus Nabi Muhammad  sebagai Rasul Terakhir. Setelah Nabi Muhammad, Allah tidak mengutus  rasul-rasul baru lagi, karena teks ajaran yang dibawanya (Al-Qurãn)  tidak hilang. Tapi seiring masuknya Al-Qurãn dari lingkaran pertama ke  lingkaran-lingkaran berikutnya, nilai-nilai Al-Qurãn semakin luntur  karena kesalahan memahami. Untuk memurnikan kembali pemahaman, pada  setiap seratus tahun sekali, kata Nabi Muhammad, muncul seorang Mujaddid  (pembaru; pemurni).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah! Saya sering mendengar itu! Tapi, bisakah kita memastikan siapa saja  yang telah muncul sebagai pemurni ajaran Allah dalam setiap seratus  tahun itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu. Mungkin perlu dilakukan pendataan dulu. Tapi apa  gunanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho, memang tidak ada gunanya kalau kita mengetahui siapa mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunanya mungkin ada, tapi hanya sedikit. Hanya mengetahui data mati kan?  Padahal yang dibutuhkan untuk menghidupkan kembali ajaran Allah adalah  ‘data hidup’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang anda maksud data hidup itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa kita ini lah! Manusia-manusia yang hidup; bukan manusia-manusia  seratus atau seribu tahun ke belakang, yang semuanya sudah mati! Kitalah  yang mempunyai potensi dan diberi amanat oleh Allah, kalau kita sadar,  untuk melakukan usaha-usaha pemurnian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, mungkinkah itu? Bisakah kita melakukannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa saja, kalau kita mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, harus optimis ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya optimis, tapi yang terpenting adalah harus menguasai  ilmunya. Harus mengerti betul Al-Qurãn. Setelah mengerti Al-Qurãn, baru  ada jaminan bahwa kita bisa ber-pikir dan bertindak sesuai ilmu Allah.  Kalau sudah berpikir dan bertindak sesuai ilmu Allah, apalagi sudah  mencapai tahap ihsãn (jitu), barulah kita punya hak untuk menuntut  kebenaran janji Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji tentang apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji bahwa orang beriman pasti unggul!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://twitter.com/boymalik&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.twitterbuttons.com/images/lbn/twitterbutton-0208.png&quot; title=&quot;By: TwitterButtons.com&quot; height=&quot;90&quot; width=&quot;120&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.twitterbuttons.com/&quot;&gt;By TwitterButtons.com&lt;/a&gt;</description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/2010/04/mengapa-umat-islam-terpecah-belah.html</link><author>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</author><thr:total>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774.post-7906764424076398917</guid><pubDate>Thu, 15 Apr 2010 10:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-15T03:49:07.900-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sejarah Islamic</category><title>Islam Bukan Teroris</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:T2pLQtvAg45dZM:http://img411.imageshack.us/img411/5824/soloislambukanteroris3.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 92px; height: 110px;&quot; src=&quot;http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:T2pLQtvAg45dZM:http://img411.imageshack.us/img411/5824/soloislambukanteroris3.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Arial;&quot;&gt;Fitnah dan lagi-lagi fitnah. Islamlah yang terkena  Fitnah akibat ulah seseorang  dan kelompok. Mengapa seakan-akan segala bentuk kekerasan selalu  dihubungkan  dengan Islam? bahkan jahatnya lagi Islam disamakan dengan terorisme. Tak  lain  tak bukan fitnah ini bisa terjadi akibat kepentingan individu maupun  kelompok  yang sedang berkuasa dikarenakan keinginannya untuk berkuasa secara  mutlak dan  selama-lamanya tanpa ada yang menandingi.(Al Qur&#39;an surat Al &#39;Alaq ayat  6-7)  baca sendiri. Janganlah pernah menyalahkan Ajaran Islam akibat dari kesalahan  seseorang  apalagi sampai menyamakan ataupun mengindentikan setiap dugaan/prasangka  dengan  sebuah kebenaran, dan janganlah sampai berani menjadikan Islam sebuah  sasaran  Fitnah kekerasan seseorang/kelompok, itu adalah tindakan ataupun sikap  yang  sangat keliru,Pernahkah anda-anda semua menyadari bahwa demi kepentingan   tersebut apa saja bisa menjadi korban. Namun yang tidak saya sangka  Islamlah  yang menjadi korban. Disini saya ingatkan kepada kita semua untuk selalu   berhati-hati dan lebih bijak menanggapi setiap persoalan ataupun  permasalahan  yang sedang melanda dan terjadi diseluruh dunia ini. Dan jangan terlalu  cepat  menghubungkan Islam dengan setiap bentuk tindakan maupun perbuatan yang  mengandung kekerasan seperti pemboman dan peperangan yang terjadi  dibeberapa  negara, cara seperti ini sering terjadi disetiap belahan dunia yang  sedang  dilanda masalah untuk membuat alasan seakan-akan perbuatan teroris(Dasar   Pendusta) Mumpung elu-elu masih diberi peluang hidup oleh Sang Pemilik  Islam itu  sendiri Allah, maka sadarilah dan bertobatlah dari perbuatan yang bisa  menjerumuskanmu kedalam lembah kehidupan yang paling nista (Neraka)  entar di  Akhirat kita akan berurusan dengan Allah sebab Islam adalah Sifat Allah  bukan  kebodohan dan kesalahan seseorang, juga bukan hasil ketidak fahaman  orang yang  mengaku Islam (Muslim) Bila kita masih mengaku manusia/makhluk ciptaan  Nya maka  gunakanlah Qolbu/Hati kita untuk tidak menjelekan Ajaran Nya (Islam)  kalau tidak  bisa juga minimal jagalah mulut itu untuk tidak sembarangan mengeluarkan   kata-kata/komentar, sebab setiap perkataan yang keluar dari mulit ini  akan  dimintai pertanggung jawabannya. andai itu semua tidak juga bisa kita  lakukan  maka sebaiknya kita sudah mulai mempersiapkan diri untuk menerima Azab  dan  balasan dari Allah mulai dari dunia ini hingga ke hadapan Nya kelak.&lt;/span&gt;</description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/2010/04/islam-bukan-teroris.html</link><author>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774.post-8009299911641412543</guid><pubDate>Thu, 15 Apr 2010 10:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-15T03:35:28.633-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keluarga Islamic</category><title>Syarat Menjadi Keluarga Sakinah,Mawaddah,Warohma</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:FBvoRpLV85qcEM:http://dymash.files.wordpress.com/2009/07/keluarga_sakinah.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 134px; height: 133px;&quot; src=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:FBvoRpLV85qcEM:http://dymash.files.wordpress.com/2009/07/keluarga_sakinah.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Bagi Arifin Ilham, keluarga adalah basis terpenting sebuah masyarakat.  Maka,&lt;br /&gt;pembinaan keluarga mestilah menjadi tahap pertama pembinaan  ummat. &quot;Dari&lt;br /&gt;keluarga-keluarga sakinahlah nantinya akan lahir  generasi dambaan umat. Dambaan&lt;br /&gt;bangsa. Allah mengisyaratkan hal ini  dengan menyuruh kita menyelamatkan diri&lt;br /&gt;dan keluarga dari api  neraka.&quot; Jelas Arifin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lima syarat untuk menjadi keluarga  sakinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, cinta pada Allah.&lt;br /&gt;Suami, istri, dan anak  menjadikan cinta pada Allah sebagai titik sentral&lt;br /&gt;kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua,  Saling mencintai karena Allah.&lt;br /&gt;&quot;Aku ingin terbang ke langit dunia  dan akhirat bersamanya,&quot; sambung Arifin&lt;br /&gt;puitis.&lt;br /&gt;&quot;Istri juga teman  dan sahabat saya.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga adalah Mawaddah artinya saling  memuaskan.&lt;br /&gt;&quot;Ya, seperti berusaha memenuhi kebutuhan hidup secara  wajar,&quot; demikian pendapat&lt;br /&gt;Arifin.&lt;br /&gt;&quot;Kadang sehabis tahajud, saya  suka menidurkan istri di paha saya sambil membaca&lt;br /&gt;AlQuran.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat  adalah rahmah yang bersifat ruhiyah.&lt;br /&gt;&quot;Bagaimana kita saling berlomba  untuk menjadi yang terbaik di hadapan Allah.&lt;br /&gt;Semakin dekat hubungan  kita dengan Allah semakin baik hubungan kita dengan&lt;br /&gt;keluarga.  Hubungan kita dengan sesama manusia juga merupakan cermin sejauh mana&lt;br /&gt;kedekatan  hubungan kita dengan Allah.&quot; Tutur Arifin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat kelima  menjadikan keluarga yang sakinah adalah membentuk unit masyarakat&lt;br /&gt;yang  terkecil ini sebagai ulil albab. Keluarga yang cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga  da&#39;wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Keluarga sakinah mempunyai potensi besar untuk  menularkan kesakinahannnya pada&lt;br /&gt;orang lain. Keluarga sakinah itu,  tak hanya ingin keluarganya saja yang&lt;br /&gt;harmonis, tapi juga ingin  keluarga yang lain merasakan hal yang sama.&quot;&lt;br /&gt;&quot;Dari sinilah da&#39;wah  mulai menyebar. Keluarga da&#39;wah itu adalah keluarga yang&lt;br /&gt;saling  membantu satu sama lain dalam kebaikan. Baik untuk dirinya maupun orang&lt;br /&gt;lain&quot;,  tutur Arifin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Namun ada hal lain yang juga perlu diperhatikan,&quot;  kata Arifin.&lt;br /&gt;&quot;Hendaklah keluarga sakinah itu juga menghidupkan 7  sunnah nabi. Dengan&lt;br /&gt;demikian cermin keluarga sakinah menjadi jelas.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa  saja sih, Tujuh Sunnah Nabi itu?&lt;br /&gt;Pertama, Menghidupkan shalat malam.  Setiap malam kalau mungkin, atau sesering&lt;br /&gt;mungkin.&lt;br /&gt;Kedua, selalu  membaca AlQuran.&lt;br /&gt;Ketiga, pergi ke masjid. &quot;Terutama bagi ayah dan  anak laki-laki, diupayakan&lt;br /&gt;untuk setiap hari jangan lewatkan waktu  tanpa pergi ke masjid.&quot;&lt;br /&gt;Keempat adalah shalat dluha.&lt;br /&gt;Kelima adalah  berinfak/bersedekah. Upayakan tiap hari selalu bersedekah, dalam&lt;br /&gt;keadaan  lapang atau sempit.&lt;br /&gt;Keenam, selalu beristighfar di segala  kesempatan. Banyak mengingat dosa yang&lt;br /&gt;telah kita lakukan, baik dosa  dalam kondisi&lt;br /&gt;sadar ataupun tidak.&lt;br /&gt;Ketujuh, selalu menjaga wudhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih  ada lagi pedoman Arifin,&quot; Saya pun berusaha menjadi seorang syaikh bagi &lt;br /&gt;istri dan anak-anak saya, menjadi ustadz yang mengajarkan mereka  ilmu, menjadi&lt;br /&gt;sahabat dan teman bagi istri dan anak-anak saya,&quot;  tutur Arifin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Menikah itu adalah salah satu nikmat Allah dan  setelah menikah, nikmat itu&lt;br /&gt;terus bertambah. Memiliki istri dan  anak-anak shalih dan shalihah adalah surga&lt;br /&gt;di dunia.&quot; Ujar Arifin</description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/2010/04/syarat-menjadi-keluarga.html</link><author>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774.post-5594021031051396112</guid><pubDate>Thu, 15 Apr 2010 10:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-15T03:31:58.335-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keluarga Islamic</category><title>I love my mom</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:IR5dDlv_zoDobM:http://i184.photobucket.com/albums/x75/karmin_09/mommy.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 148px; height: 138px;&quot; src=&quot;http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:IR5dDlv_zoDobM:http://i184.photobucket.com/albums/x75/karmin_09/mommy.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;adakah dari sebagian kalian yg tidak mengenal ibu?pasti semua mengenal ibu,adakah dari kalian yg masih menyakiti?PASTI ada khususnya saya,Saya selalu merasa bersalah dengan ibu saya,masikah dari kalian yang selalu membentak ibu kalian?PASTI ada khususnya saya lagi,aku ulangi lagi,Ibu melahirkan kita sambil menangis kesakitan. Masihkah Kita  menyakitkan-nya? Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaan-nya?  Mencaki maki-nya? Melawan-nya? Memukul-nya? Mengacuhkan-nya?  Meninggalkan-nya? Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita  waktu masih kecil, Memberikan ASI waktu kita bayi, Mencuci celana kotor  kita, Menahan derita, Menggendong kita sendirian. SADARILAH bahwa di  Dunia ini ga da 1 orang pun yang mau mati demi IBU, tetapi….. Beliau  justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita…. ,masikah kalian terus mencaci makinya?masikah?masikah?,jika masih Terus mencaci ibu kalian,berhati hatilah karna doa seorang ibu sangat terkabul dan allah pasti dengar keluhan ibumu,jadi berhati hatilah dengan ibumu,jadikanlah dia sebagai ibu bukan pembantu,Pasti salah satu dari kalian yg di suruh oleh ibumu menjawab ah,ntar,tar dulu,gk ah, khususnya saya saya masih berkata begitu,apakah beliau(ibu)pas melahirkan kalian bilang seperti itu,jawabnya TIDAK SAMA SEKALI dia suka rela menggadai nyawa nya untuk membiarkan KALIAN HIDUP,malu saya dengan ibu saya,ingin menangis saya dan memeluk beliau(ibu),&quot;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Perlu di ingat:BAHAGIANKAN LAH IBUMU SEBELUM AJAL MENJEMPUT IBUMU PERLAKUKAN IBUMU SEPERTI IBU JAGAN SEPERTI PEMBANTU ATAU KALO PERLU SEPERTI PUTRI,CEPAT BAHAGIAKAN IBUMU SEBELUM IBUMU TELAH TIADA&lt;/span&gt;&quot;</description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/2010/04/i-love-my-mom.html</link><author>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774.post-20886007577876740</guid><pubDate>Thu, 15 Apr 2010 10:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-15T03:14:08.548-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bisnis Islamic</category><title>Berbisnis dengan allah</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://www.dinamikaebooks.com/images/images_cover_orig/diva_17-Rukun-Berbisnis-dengan-Allah.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 256px; height: 366px;&quot; src=&quot;http://www.dinamikaebooks.com/images/images_cover_orig/diva_17-Rukun-Berbisnis-dengan-Allah.gif&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Setiap manusia memiliki kecenderungan untuk berusaha atau berbisnis.  Karena berbisnis bukan hanya cara untuk mendapatkan uang atau harta  melimpah. Akan tetapi, bisnis juga di sebagian kalangan masyarakat   adalah status sosial yang dibanggakan. Seorang pebisnis atau pedagang  yang suskses biasanya dihormati dan disegani oleh banyak orang; sejak  dari keluarga, karyawan, teman dan bahkan pejabat pemerintahan. Di  Indonesia dan Negara miskin dan berkembang, pengusaha bisa mengatur  keputusan hukum dan atau lahirnya perundang-undangan yang menguntungkan  mereka dengan membayar para pejabat terkait, baik eksekutif maupun  legislatif. Sebab itu, tak heran jika istilah markus (makelar kasus)  hukum akhir-akhir ini semarak dibicarakan masyarakat. &lt;p&gt;Saking nikmatnya berbisnis itu, banyak dari kalangan kaum Muslimin  sendiri yang tidak lagi peduli dengan halal atau haram. Tidak ingat lagi  kematian dan pertanggung jawaban akhirat bagi semua harta yang  dihasilkan. Risywah (sogok-menyogok), riba, data-data fiktif, sunat  menyunat, spekulasi, monopoli dan berbagai tindakan menyimpang lainnya  sudah menjadi budaya dan kebiasaan. Lebih sedih lagi, nyaris semua  aktivitas dan profesi, termasuk politik, aktivitas keagamaan (dakwah),  pelayanan sosial dan sebagainya sudah pula dijadikan sebagai lahan  bisnis yang paling cepat melahirkan keuntungan harta yang berlipat  ganda. Inilah kenyataan yang amat pahit yang sedang dihadapi oleh umat  Islam Indonesia, khususnya sejak 10 tahun belakangan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Islam sama sekali tidak melarang umatnya berbisnis, dan bahkan  menganjurkannya. Akan tetapi, Islam juga memberikan persyaratan atau  peraturan agar berbisnis itu tidak keluar dari format ketaatan kepada  Allah dan Rasul-Nya. Paling tidak ada lima (5) syarat yang harus  dipenuhi jika kita ingin menjadikan bisnis sebagai profesi untuk meraih  harta dan kekayaan dunia :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Berbisnis itu harus dengan niat mencari ridha Allah. Sedangkan  harta yang diperoleh adalah amanah dari Allah. Sebab itu, pada  hakikatnya, harta itu adalah milik Allah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berbisnis harus sesuai dengan  sistem Allah dan Rasul-Nya Muhammad  Saw. seperti tidak boleh dengan sistem riba, tidak melakukan risywah,  kolusi, nepotisme, monopoli, spekulasi dan sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barang dan jasa yang dibisniskan tidak boleh yang diharamkan Allah  seperti babi, darah, khamar, judi  dan sebagainya serta harus yang  dihalalkan Allah dan Rasul-Nya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semua aktivitas yang terkait dengan ibadah dan pengabdian kepada  Allah, baik yang terkait dengan ibadah individu, sosial kemasyarakatan,  atau apa saja yang terkat dengan kategori dakwah dan jihad, tidak boleh  atau haram hukumnya dibisniskan, yakni melaksanakannya dengan tujuan  mendapatkan keuntungan dunia, baik yang terkait harta, pangkat,  kedudukan, status sosial, pujian dari manusia atau apapun bentuknya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di dalam harta yang diamanahkan Allah itu terdapat jatah kaum  fakir, miskin dan kebutuhan lain di jalan Allah, baik melalui zakat  (wajib), maupun sedekah (infak). Oleh sebab itu, harta bukan untuk  ditumpuk di dunia, akan tetapi untuk dibelanjakan di jalan  Allah. Atau  dengan kata lain, harta adalah jalan terbaik untuk berjihad di jalan  Allah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan  lima (5) syarat tersebut, maka manajemen harta, baik  yang diperoleh melalui bisnis, bekerja, warisan, hibah dan jalan halal  lainnya, pada prinsipnya dapat disimpulkan dengan dua pertanyaan  mendasar berikut :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Apa jenisnya, dari mana dan bagaimana cara memperoleh harta  tersebut? Dari jalan yang halalkah atau yang haram?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemana harta yang diperoleh dengan jalan yang halal itu  dibelanjakan? Untuk kepentingan duniakah atau kepentingan akhirat?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;Orang yang beriman kepada Allah dengan keimanan yang kuat dan  demikian pula iman pada akhirat, tidak akan menghabiskan hidupnya untuk  berbisnis dengan pola dan cara yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya.  Karena ia meyakini dan memahami bahwa hidup ini adalah berbisnis dengan  Allah. Untuk apa lagi ia berbisnis dengan pola hanya mengumpulkan  kenikmatan dunia seperti yang dijelaskan sebelumnya? Karena berbisnis  dengan Allah kenikmatannya, keuntungannya dan kelebihannya tidak mungkin  dapat dibandingkan dengan apa yang dirasakan dan dialami oleh para  pebisnis yang hanya mengejar dunia, kendati dengan jalan yang  dibolehkan. Sebab itu, orang beriman akan memenej hidup ini secara total  untuk berbisnis dengan Allah. Semua potensi harta dan dirinya  dikerahkan di jalan Allah. Di mata manusia bisa saja dinilai rugi,  sulit, berat dan bahkan berbahaya serta nyawanya terancam dan  sebagainya. Namun di mata Allah, itulah pebisnis sejati. Pebisnis yang  menjadikan harta dan jwanya sebagai modal untuk meraih keridhaan dan  syurga Allah Subhanahu Wata’ala.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Para pebisnis dengan Allah semasa hidup di dunia tidak akan pernah  berharap lain kecuali mendapatkan ridha dan syurga Allah. Mereka, semasa  hidup di dunia, berbisnis dengan Allah melalui sebuah transaksi  istimewa dan sangat spesial. Bisnis tersebut  terkait dengan proyek  promosi dan pemasaran &lt;strong&gt;Misi Ibadah&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Visi  Khilafah&lt;/strong&gt; yang Allah percayakan kepada mereka. Bisnis tersebut  sangat unik, menarik dan menantang, khususnya bagi mereka yang  memahaminya dan menyukai tantangan. Di antara faktor yang menyebabkanya  unik, menarik dan menantang itu ialah :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Produk yang dipromosikan dan yang ditawarkan adalah sitem  (software) kehidupan di dunia berkualitas super canggih yang 100 %  menjamin kesuksesan para pemakainya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Owner (Pemilik) dan Pencipta produk tersebut adalah Tuhan Pencipat  alam semesta, yakni Allah Ta’ala dan belum pernah ada  dan tidak akan  ada kompetitor-Nya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sistem bisnis yang diterapkan adalah sistem keagenan atau disebut  dengan sistem &lt;strong&gt;&lt;em&gt;khilafah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;  (representative/perwakilan).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Produk ditawarkan dengan cuma-cuma (secara gratis), di mana para  peminat produk tidak dibebankan biaya apapun. Sebaliknya, biaya  ditanggung oleh Owner (Tuhan Pencipta) yang ditransfer melalui para  agen.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Target pemasaran para agen tidak terkait dengan berapa besarnya  jumlah manusia yang mau menerima produk tersebut dan tidak pula terikat  dengan batas-batas teritorial wilayah sehingga luas pasarnya mencakup  lima benua. Semua daratan dan lautan ciptaan Tuhan Pencipta yang dihuni  oleh manusia adalah menjadi wilayah pemasaran mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Satu hal yang harus diingat oleh para agen ialah bahwa dalam  menawarkan produk sistem hidup di dunia tersebut harus berdasarkan skala  prioritas, yakni ditawarkan dan dipasarkan terlebih dahulu kepada  istri-istri, anak-anak, karib kerabat, teman-teman dekat dan orang-orang  yang berada di bawah kepemimpinan formalnya,  jika mereka sedang  menduduki suatu lembaga, instansi, organisasi, pemerintahan dan   lainnya. Setelah itu baru wilayah pemasarannya meluas ke wilayah lain  sampai tanpa batas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Demikian pula dengan jumlah agen tidak pernah dibatasi, khususnya  setelah Tuhan Pencipta mengutus agen tunggal dan terakhir bernama  Muhammad bin Abdullah sejak 1443 tahun yang lalu. Siapa saja yang  berminat, apa saja suku, bahasa dan warna kulitnya berhak menjadi agen  pemasaran software tersebut, apakah mereka hidup di negara maju,  berkembang atau negara-negara miskin ekonomi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi para peminat produk tersebut dan mau mengaplikasikannya dalam  kehidupan dunia akan dijamin kesuksesannya di dunia dan pasti juga di  Akhirat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Para peminat produk dan mau menerapkannya dalam kehidupan, berhak  mendapatkan keagenan secara otomatis, dengan syarat dan kompensasi yang  sama dengan para agen senior sebelumnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi para agen harus siap membiayai promosi dan pemasaran produk  tersebut dengan harta dan jiwa mereka yang telah ditransfer oleh Pemilik  produk software kehidupan tersebut, yakni Allah Ta’ala. Menariknya,  jumlah dana yang harus digunakan untuk biaya marketing software tersebut  hanya berkisar antara 2.5 % sampai 30 % dari total yang diterima dari  Pemiliknya; Tuhan Pencipta. Sisanya boleh digunakan untuk kepentingan  pribadi para agen sebagai commitioning fee, selama digunakan untuk  hal-hal yang sesuai dengan petunjuk Pemiliknya. Sebab itu, keikhlasan  adalah mutlak adanya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kendati semua biaya pemasaran (marketing cost) ditanggung oleh  Pemilik produk software beserta seluruh biaya hidup para agen, namun  imbalan, kompensasi dan bonus yang akan diperoleh para agen amatlah  besar dan dahsyat, yakni kesuksesan di dunia dan meraih &lt;strong&gt;The  Great Success&lt;/strong&gt; di Akhirat, yakni Syurga ‘Adn.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Agar aktivitas bisnis keagenan tersebut berjalan dengan baik dan  maksimal, Pemilik Produk merumuskan sebuah &lt;strong&gt;Visi Khilafah&lt;/strong&gt;  (perwakilan atau keagenan) dan &lt;strong&gt;Misi Ibadah&lt;/strong&gt; (komitmen  terhadap aturan main) yang sudah ditetapkan-Nya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Itulah sebuah transaksi unik, sangat menarik dan menantang yang  berhasil dijalankan oleh para penghuni Syurga ketika mereka hidup di  dunia. Keunikan transaksi tersebut sesungguhnya terletak pada :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pemilik produk adalah Allah Tuhan Pencipta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembeli sesungguhnya juga Allah Tuhan Pencipta&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harga dan kompensasinya sangat besar dan tak terbatas yakni Syurga,  juga dari Allah Tuhan Pencipta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biaya (cost) yang dikeluarkan oleh para agen berupa harta dan jiwa  mereka, juga anugerah dari Tuhan Pencipta. Berarti para agen itu  berbisnis dengan Allah tanpa modal atau bermodalkan &lt;strong&gt;“ZERO”&lt;/strong&gt;,  atau &lt;strong&gt;no risk&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;high return&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalupun dibutuhkan modal, tidak lebih dari &lt;strong&gt;tiga K&lt;/strong&gt;,  yakni &lt;strong&gt;KEIMANAN&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;KEMAUAN&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;KEIKHLASAN&lt;/strong&gt;,   saat menymbangkan harta dan jiwa di jalan Allah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Sesungguhnya KEIMANAN, KEMAUAN dan KEIKHLASAN adalah modal utama yang  dimiliki orang-orang beriman yang mejalankan transaksi bisnis dengan  Allah ketika menjalani kehidupan di dunia. Dengan modal tersebut insya  Allah mereka mampu meraih ampunan dan Syurga Allah yang merupakan &lt;strong&gt;THE  GREAT SUCCESS&lt;/strong&gt; (Kesuksesan Tanpa Batas) dan tidak akan ada lagi  kesuksesan yang menyamainya, apalagi melebihinya. Allah menjelaskan  dalam firman-Nya :&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;ArabCenter&quot;&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ  عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ (10) تُؤْمِنُونَ  بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ  وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (11)  يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ  تَحْتِهَا الأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ  الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (12)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu  bisnis (perniagaan) yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang  pedih?(10) (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad  di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu  jika kamu mengetahuinya,(11) niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu  dan memasukkan kamu ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya  sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di  dalam Syurga Adn. Itulah &lt;strong&gt;kesuksesan yang amat besar (The Great  Success)&lt;/strong&gt;.(12)”&lt;/em&gt;  (Q.S. As-shof (61) : 10 – 12)&lt;/p&gt;</description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/2010/04/berbisnis-dengan-allah.html</link><author>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774.post-8033768423348305530</guid><pubDate>Thu, 15 Apr 2010 05:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-14T22:46:21.898-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sejarah Islamic</category><title>Sejarah Ka &#39;bah</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://html1155.files.wordpress.com/2009/10/kabah.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 488px; height: 443px;&quot; src=&quot;http://html1155.files.wordpress.com/2009/10/kabah.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Ka&#39;bah&lt;/b&gt; (&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab&quot; title=&quot;Bahasa Arab&quot;&gt;Arab&lt;/a&gt; &lt;span style=&quot;font-size:130%;&quot;&gt;الكعبة&lt;/span&gt;) adalah sebuah  bangunan mendekati bentuk kubus yang terletak di tengah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Masjidil_Haram&quot; title=&quot;Masjidil  Haram&quot;&gt;Masjidil Haram&lt;/a&gt; di Mekah. Bangunan ini adalah monumen suci  bagi kaum muslim (umat Islam). Merupakan bangunan yang dijadikan patokan  arah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Kiblat&quot; title=&quot;Kiblat&quot;&gt;kiblat&lt;/a&gt;  atau arah patokan untuk hal hal yang bersifat ibadah bagi umat &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Islam&quot; title=&quot;Islam&quot;&gt;Islam&lt;/a&gt; di  seluruh dunia seperti &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Sholat&quot; title=&quot;Sholat&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;sholat&lt;/a&gt;. Selain itu, merupakan  bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Haji&quot; title=&quot;Haji&quot;&gt;haji&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Umrah&quot; title=&quot;Umrah&quot;&gt;umrah&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejarahwan, narator dan lainnya memiliki pendapat berbeda tentang  siapa yang telah membangun Ka&#39;bah. Beberapa pendapat itu ada yang  mengatakan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Malaikat&quot; title=&quot;Malaikat&quot;&gt;Malaikat&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Adam&quot; title=&quot;Adam&quot;&gt;Adam&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Seth&quot; title=&quot;Seth&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;Seth&lt;/a&gt;.&lt;sup id=&quot;cite_ref-0&quot; class=&quot;reference&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ka%27bah#cite_note-0&quot;&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  Dimensi struktur bangunan ka&#39;bah lebih kurang berukuran 13,10m tinggi  dengan sisi 11,03m kali 12,62m. Juga disebut dengan nama &lt;i&gt;Baitallah&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Sejarah_perkembangan&quot;&gt;Sejarah  perkembangan&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Ka&#39;bah yang juga dinamakan &lt;b&gt;Bayt al `Atiq&lt;/b&gt; (&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab&quot; title=&quot;Bahasa Arab&quot;&gt;Arab&lt;/a&gt;:&lt;span style=&quot;font-size:130%;&quot;&gt;بيت ال عتيق&lt;/span&gt;, &lt;b&gt;Rumah Tua&lt;/b&gt;) adalah bangunan yang  dipugar pada masa Nabi &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ibrahim&quot; title=&quot;Ibrahim&quot;&gt;Ibrahim&lt;/a&gt; dan Nabi &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ismail&quot; title=&quot;Ismail&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;Ismail&lt;/a&gt; setelah Nabi Ismail berada di Mekkah atas  perintah Allah SWT. Dalam Al-Qur&#39;an, surah 14:37 tersirat bahwa situs  suci Ka&#39;bah telah ada sewaktu Nabi Ibrahim menempatkan Hajar dan bayi  Ismail di lokasi tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada masa &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad&quot; title=&quot;Muhammad&quot;&gt;Nabi Muhammad SAW&lt;/a&gt; berusia 30 tahun (sekitar 600 M  dan belum diangkat menjadi Rasul pada saat itu), bangunan ini direnovasi  kembali akibat banjir bandang yang melanda kota &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah&quot; title=&quot;Mekkah&quot;&gt;Mekkah&lt;/a&gt;  pada saat itu. Sempat terjadi perselisihan antar kepala suku atau  kabilah ketika hendak meletakkan kembali batu &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Hajar_Aswad&quot; title=&quot;Hajar Aswad&quot;&gt;Hajar  Aswad&lt;/a&gt; namun berkat penyelesaian Muhammad SAW perselisihan itu  berhasil diselesaikan tanpa pertumpahan darah dan tanpa ada pihak yang  dirugikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada saat menjelang Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi sampai  kepindahannya ke kota &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Madinah&quot; title=&quot;Madinah&quot;&gt;Madinah&lt;/a&gt;. Lingkungan Ka&#39;bah penuh dengan patung yang  merupakan perwujudan Tuhan bangsa Arab ketika masa kegelapan pemikiran  (jahilliyah) padahal sebagaimana ajaran Nabi Ibrahim yang merupakan  nenek moyang bangsa &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bangsa_Arab&quot; title=&quot;Bangsa Arab&quot;&gt;Arab&lt;/a&gt; dan bangsa &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Yahudi&quot; title=&quot;Yahudi&quot;&gt;Yahudi&lt;/a&gt;  serta ajaran Nabi &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Musa&quot; title=&quot;Musa&quot;&gt;Musa&lt;/a&gt; terhadap kaum &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Yahudi&quot; title=&quot;Yahudi&quot;&gt;Yahudi&lt;/a&gt;,  Tuhan tidak boleh disembah dengan diserupakan dengan benda atau makhluk  apapun dan tidak memiliki perantara untuk menyembahnya serta tunggal  tidak ada yang menyerupainya dan tidak beranak dan tidak diperanakkan (&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Surat_Al_Ikhlas&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1&quot; class=&quot;new&quot; title=&quot;Surat Al Ikhlas (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Surat Al  Ikhlas&lt;/a&gt; dalam &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur%27an&quot; title=&quot;Al-Qur&#39;an&quot;&gt;Al-Qur&#39;an&lt;/a&gt;) . Ka&#39;bah akhirnya dibersihkan dari  patung patung ketika Nabi Muhammad mebebaskan kota Mekkah tanpa  pertumpahan darah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selanjutnya bangunan ini diurus dan dipelihara oleh &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bani_Sya%27ibah&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1&quot; class=&quot;new&quot; title=&quot;Bani Sya&#39;ibah (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Bani  Sya&#39;ibah&lt;/a&gt; sebagai pemegang kunci ka&#39;bah dan administrasi serta  pelayanan haji diatur oleh pemerintahan baik pemerintahan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Khalifah&quot; title=&quot;Khalifah&quot;&gt;khalifah&lt;/a&gt;  &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Bakar&quot; title=&quot;Abu Bakar&quot;&gt;Abu  Bakar&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Umar_bin_Khattab&quot; title=&quot;Umar bin Khattab&quot;&gt;Umar bin Khattab&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Utsman_bin_Affan&quot; title=&quot;Utsman bin  Affan&quot;&gt;Utsman bin Affan&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib&quot; title=&quot;Ali bin  Abi Thalib&quot;&gt;Ali bin Abi Thalib&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Muawwiyah_bin_Abu_Sufyan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1&quot; class=&quot;new&quot; title=&quot;Muawwiyah bin Abu Sufyan (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Muawwiyah  bin Abu Sufyan&lt;/a&gt;, Dinasti &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ummayyah&quot; title=&quot;Ummayyah&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;Ummayyah&lt;/a&gt;, Dinasti &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Abbasiyyah&quot; title=&quot;Abbasiyyah&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;Abbasiyyah&lt;/a&gt;, Dinasti &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Usmaniyah&quot; title=&quot;Usmaniyah&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;Usmaniyah&lt;/a&gt; Turki, sampai saat ini yakni  pemerintah kerajaan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Arab_Saudi&quot; title=&quot;Arab Saudi&quot;&gt;Arab Saudi&lt;/a&gt; yang bertindak sebagai pelayan dua  kota suci, Mekkah dan Madinah.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Bangunan_Ka.27bah&quot;&gt;Bangunan Ka&#39;bah&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;div class=&quot;center&quot;&gt; &lt;div class=&quot;thumb tnone&quot;&gt; &lt;div class=&quot;thumbinner&quot; style=&quot;width: 502px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Kaaba-plan.svg&quot; class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/ba/Kaaba-plan.svg/500px-Kaaba-plan.svg.png&quot; class=&quot;thumbimage&quot; height=&quot;333&quot; width=&quot;500&quot; /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class=&quot;thumbcaption&quot;&gt; &lt;div class=&quot;magnify&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Kaaba-plan.svg&quot; class=&quot;internal&quot; title=&quot;Perbesar&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png&quot; alt=&quot;&quot; height=&quot;11&quot; width=&quot;15&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Gambar Ruang bangun disertai detail ukuran Ka&#39;bah&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;Pada awalnya bangunan Ka&#39;bah terdiri atas dua pintu serta letak pintu  ka&#39;bah terletak diatas tanah , tidak seperti sekarang yang pintunya  terletak agak tinggi sebagaimana pondasi yang dibuat Nabi Ibrahim dan  Nabi Ismail. Namun ketika Renovasi Ka&#39;bah akibat bencana banjir pada  saat Muhammad SAW berusia 30 tahun dan sebelum diangkat menjadi rasul,  karena merenovasi ka&#39;bah sebagai bangunan suci harus menggunakan harta  yang halal dan bersih, sehingga pada saat itu terjadi kekurangan biaya.  Maka bangunan ka&#39;bah dibuat hanya satu pintu serta ada bagian ka&#39;bah  yang tidak dimasukkan ke dalam bangunan ka&#39;bah yang dinamakan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hijir_Ismail&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1&quot; class=&quot;new&quot; title=&quot;Hijir Ismail (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Hijir Ismail&lt;/a&gt;  yang diberi tanda setengah lingkaran pada salah satu sisi ka&#39;bah. Saat  itu pintunya dibuat tinggi letaknya agar hanya pemuka suku &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Quraisy&quot; title=&quot;Quraisy&quot;&gt;Quraisy&lt;/a&gt;  yang bisa memasukinya. Karena suku Quraisy merupakan suku atau kabilah  yang sangat dimuliakan oleh bangsa Arab.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena kaumnya baru saja masuk Islam, maka Nabi Muhammad SAW  mengurungkan niatnya untuk merenovasi kembali ka&#39;bah sehingga ditulis  dalam sebuah hadits perkataan beliau: &quot;Andaikata kaumku bukan baru saja  meninggalkan kekafiran, akan Aku turunkan pintu ka&#39;bah dan dibuat dua  pintunya serta dimasukkan Hijir Ismail kedalam Ka&#39;bah&quot;, sebagaimana  pondasi yang dibangun oleh Nabi Ibrahim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika masa &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Abdurrahman_bin_Zubair&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1&quot; class=&quot;new&quot; title=&quot;Abdurrahman bin Zubair (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Abdurrahman  bin Zubair&lt;/a&gt; memerintah daerah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Hijaz&quot; title=&quot;Hijaz&quot;&gt;Hijaz&lt;/a&gt;,  bangunan itu dibuat sebagaimana perkataan Nabi Muhammad SAW atas pondasi  Nabi Ibrahim. Namun karena terjadi peperangan dengan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Abdul_Malik_bin_Marwan&quot; title=&quot;Abdul  Malik bin Marwan&quot;&gt;Abdul Malik bin Marwan&lt;/a&gt;, penguasa daerah Syam (&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Suriah&quot; title=&quot;Suriah&quot;&gt;Suriah&lt;/a&gt;,&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Yordania&quot; title=&quot;Yordania&quot;&gt;Yordania&lt;/a&gt;  dan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Lebanon&quot; title=&quot;Lebanon&quot;&gt;Lebanon&lt;/a&gt;  sekarang) dan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Palestina&quot; title=&quot;Palestina&quot;&gt;Palestina&lt;/a&gt;, terjadi kebakaran pada Ka&#39;bah akibat  tembakan peluru pelontar (&lt;i&gt;onager&lt;/i&gt;) yang dimiliki pasukan Syam.  Sehingga Abdul Malik bin Marwan yang kemudian menjadi khalifah,  melakukan renovasi kembali Ka&#39;bah berdasarkan bangunan hasil renovasi  Nabi Muhammad SAW pada usia 30 tahun bukan berdasarkan pondasi yang  dibangun Nabi Ibrahim. Dalam sejarahnya Ka&#39;bah beberapa kali mengalami  kerusakan sebagai akibat dari peperangan dan umur bangunan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika masa pemerintahan khalifah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Harun_Al_Rasyid&quot; title=&quot;Harun Al  Rasyid&quot;&gt;Harun Al Rasyid&lt;/a&gt; pada masa kekhalifahan Abbasiyyah, khalifah  berencana untuk merenovasi kembali ka&#39;bah sesuai pondasi Nabi Ibrahim  dan yang diinginkan Nabi Muhammad SAW. namun segera dicegah oleh salah  seorang ulama terkemuka yakni &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Malik&quot; title=&quot;Imam Malik&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;Imam Malik&lt;/a&gt; karena dikhawatirkan nanti bangunan  suci itu dijadikan ajang bongkar pasang para penguasa sesudah beliau.  Sehingga bangunan Ka&#39;bah tetap sesuai masa renovasi khalifah Abdul Malik  bin Marwan sampai sekarang.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Penentuan_Arah_Kiblat_.2F_Ka.27bah&quot;&gt;Penentuan  Arah Kiblat / Ka&#39;bah&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Untuk menentukan arah kiblat dengan cukup presisi dapat dilakukan  dengan merujuk pada kordinat Bujur / Lintang dari lokasi Ka&#39;bah di  Mekkah terhadap masing-masing titik lokasi orientasi dengan menggunakan  perangkat &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/GPS&quot; title=&quot;GPS&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;GPS&lt;/a&gt;. Untuk kebutuhan tersebut dapat digunakan  hasil pengukuran kordinat Ka&#39;bah berikut sebagai referensi penentuan  arah kiblat. Lokasi Ka&#39;bah,&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;21°25‘21.2“ Lintang Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt;039°49‘34.1“ Bujur Timur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Elevasi 304 meter (ASL)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Adapun cara sederhana dapat pula dilakukan untuk melakukan  penyesuaian arah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Kiblat&quot; title=&quot;Kiblat&quot;&gt;kiblat&lt;/a&gt;. Pada saat-saat tertentu dua kali satu &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun&quot; title=&quot;Tahun&quot;&gt;tahun&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;  tepat berada di atas &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah&quot; title=&quot;Mekkah&quot;&gt;Mekkah&lt;/a&gt; (&lt;strong class=&quot;selflink&quot;&gt;Ka&#39;bah&lt;/strong&gt;).  Sehingga jika pengamat pada saat tersebut melihat ke &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;,  dan menarik garis lurus dari &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;  memotong &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ufuk&quot; title=&quot;Ufuk&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;ufuk&lt;/a&gt;/&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Horizon&quot; title=&quot;Horizon&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;horizon&lt;/a&gt; tegak lurus, pengamat akan mendapatkan  posisi tepat arah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Kiblat&quot; title=&quot;Kiblat&quot;&gt;kiblat&lt;/a&gt; tanpa harus melakukan perhitungan sama sekali,  asal pengamat tahu kapan tepatnya &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;  berada di atas &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah&quot; title=&quot;Mekkah&quot;&gt;Mekkah&lt;/a&gt;. Tiap &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun&quot; title=&quot;Tahun&quot;&gt;tahun&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;  berada pada posisi tepat di atas &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah&quot; title=&quot;Mekkah&quot;&gt;Mekkah&lt;/a&gt;  pada &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Tanggal&quot; title=&quot;Tanggal&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;tanggal&lt;/a&gt; &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/28_Mei&quot; title=&quot;28 Mei&quot;&gt;28 Mei&lt;/a&gt;  pukul 16:18 &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/WIB&quot; title=&quot;WIB&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;WIB&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; dan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Tanggal&quot; title=&quot;Tanggal&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;tanggal&lt;/a&gt; &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/16_Juli&quot; title=&quot;16 Juli&quot;&gt;16 Juli&lt;/a&gt;  pukul 16:27 &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/WIB&quot; title=&quot;WIB&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;WIB&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi&quot; title=&quot;Bumi&quot;&gt;Bumi&lt;/a&gt;  berputar pada sumbu &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Rotasi&quot; title=&quot;Rotasi&quot;&gt;rotasinya&lt;/a&gt; dengan periode 24 &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Jam&quot; title=&quot;Jam&quot;&gt;jam&lt;/a&gt;. Bagi  pengamat yang berada di &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi&quot; title=&quot;Bumi&quot;&gt;Bumi&lt;/a&gt;, efek yang diamati dari gerak &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Rotasi&quot; title=&quot;Rotasi&quot;&gt;rotasi&lt;/a&gt;  adalah benda-benda &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Langit&quot; title=&quot;Langit&quot;&gt;langit&lt;/a&gt; terlihat seolah-olah berputar mengelilingi &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi&quot; title=&quot;Bumi&quot;&gt;Bumi&lt;/a&gt; dengan  arah gerak berlawanan dengan arah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Rotasi&quot; title=&quot;Rotasi&quot;&gt;rotasi&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi&quot; title=&quot;Bumi&quot;&gt;Bumi&lt;/a&gt;. &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang&quot; title=&quot;Bintang&quot;&gt;Bintang-bintang&lt;/a&gt;  terlihat bergerak dari &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Timur&quot; title=&quot;Timur&quot;&gt;timur&lt;/a&gt; ke &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Barat&quot; title=&quot;Barat&quot;&gt;barat&lt;/a&gt;. Ini mirip dengan gerak &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Pohon&quot; title=&quot;Pohon&quot;&gt;pohon-pohon&lt;/a&gt;  yang diamati saat mengendarai &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Mobil&quot; title=&quot;Mobil&quot;&gt;mobil&lt;/a&gt;,  seolah-olah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Pohon&quot; title=&quot;Pohon&quot;&gt;pohon-pohon&lt;/a&gt;  itu bergerak berlawanan arah dengan gerak &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Mobil&quot; title=&quot;Mobil&quot;&gt;mobil&lt;/a&gt;. Efek  rotasi ini menyebabkan pengamat mengamati &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Benda&quot; title=&quot;Benda&quot;&gt;benda-benda&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Langit&quot; title=&quot;Langit&quot;&gt;langit&lt;/a&gt;  (termasuk &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;) terbit di &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Timur&quot; title=&quot;Timur&quot;&gt;timur&lt;/a&gt; dan  terbenam di &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Barat&quot; title=&quot;Barat&quot;&gt;barat&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi&quot; title=&quot;Bumi&quot;&gt;Bumi&lt;/a&gt; mengedari &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;  dengan periode 1 &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun&quot; title=&quot;Tahun&quot;&gt;tahun&lt;/a&gt;. Akibatnya, relatif terhadap &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang&quot; title=&quot;Bintang&quot;&gt;bintang-bintang&lt;/a&gt;  pada &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bola&quot; title=&quot;Bola&quot;&gt;bola&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Langit&quot; title=&quot;Langit&quot;&gt;langit&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;  sendiri terlihat berubah posisinya dari &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Hari&quot; title=&quot;Hari&quot;&gt;hari&lt;/a&gt; ke &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Hari&quot; title=&quot;Hari&quot;&gt;hari&lt;/a&gt;, dan  setelah satu &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun&quot; title=&quot;Tahun&quot;&gt;tahun&lt;/a&gt;,  kembali ke posisi semula. &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;  bergerak kurang lebih ke arah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Timur&quot; title=&quot;Timur&quot;&gt;timur&lt;/a&gt;. Namun  karena bidang edar &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi&quot; title=&quot;Bumi&quot;&gt;Bumi&lt;/a&gt; (&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ekliptika&quot; title=&quot;Ekliptika&quot;&gt;ekliptika&lt;/a&gt;) tidak sebidang dengan bidang &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Rotasi&quot; title=&quot;Rotasi&quot;&gt;rotasi&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi&quot; title=&quot;Bumi&quot;&gt;Bumi&lt;/a&gt; (&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ekuator&quot; title=&quot;Ekuator&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;Ekuator&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Langit&quot; title=&quot;Langit&quot;&gt;langit&lt;/a&gt;),  maka gerak &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt; tadi pun tidak tepat ke arah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Timur&quot; title=&quot;Timur&quot;&gt;timur&lt;/a&gt;,  tetapi membentuk &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Sudut_%28geometri%29&quot; title=&quot;Sudut  (geometri)&quot;&gt;sudut&lt;/a&gt; 23,5º, sesuai dengan besar &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Sudut_%28geometri%29&quot; title=&quot;Sudut  (geometri)&quot;&gt;sudut&lt;/a&gt; antara &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ekliptika&quot; title=&quot;Ekliptika&quot;&gt;ekliptika&lt;/a&gt;  dan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ekuator&quot; title=&quot;Ekuator&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;ekuator&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Langit&quot; title=&quot;Langit&quot;&gt;langit&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi&quot; title=&quot;Bumi&quot;&gt;Bumi&lt;/a&gt;,  pengamat melihat seolah-olah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;  mengitari &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi&quot; title=&quot;Bumi&quot;&gt;Bumi&lt;/a&gt;.  Pengamat melihat &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt; mengitari &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi&quot; title=&quot;Bumi&quot;&gt;Bumi&lt;/a&gt; pada  bidang &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ekliptika&quot; title=&quot;Ekliptika&quot;&gt;ekliptika&lt;/a&gt;. Karena Bidang &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ekliptika&quot; title=&quot;Ekliptika&quot;&gt;ekliptika&lt;/a&gt;  membentuk &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Sudut_%28geometri%29&quot; title=&quot;Sudut (geometri)&quot;&gt;sudut&lt;/a&gt; terhadap bidang &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ekuator&quot; title=&quot;Ekuator&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;ekuator&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi&quot; title=&quot;Bumi&quot;&gt;Bumi&lt;/a&gt;, dalam &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Interval&quot; title=&quot;Interval&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;interval&lt;/a&gt; satu &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun&quot; title=&quot;Tahun&quot;&gt;tahun&lt;/a&gt; itu, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;  pada satu saat berada di &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Utara&quot; title=&quot;Utara&quot;&gt;utara&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ekuator&quot; title=&quot;Ekuator&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;ekuator&lt;/a&gt;, dan disaat yang lain  berada di &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Selatan&quot; title=&quot;Selatan&quot;&gt;selatan&lt;/a&gt;  &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ekuator&quot; title=&quot;Ekuator&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;ekuator&lt;/a&gt;. &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;  bisa sampai sejauh 23,5º dari &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ekuator&quot; title=&quot;Ekuator&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;ekuator&lt;/a&gt; ke arah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Utara&quot; title=&quot;Utara&quot;&gt;utara&lt;/a&gt; pada  sekitar &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Tanggal&quot; title=&quot;Tanggal&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;tanggal&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/22_Juni&quot; title=&quot;22 Juni&quot;&gt;22 Juni&lt;/a&gt;.  Enam &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bulan&quot; title=&quot;Bulan&quot;&gt;bulan&lt;/a&gt;  kemudian, sekitar &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Tanggal&quot; title=&quot;Tanggal&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;tanggal&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/22_Desember&quot; title=&quot;22 Desember&quot;&gt;22  Desember&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt; berada 23,5º dari &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ekuator&quot; title=&quot;Ekuator&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;ekuator&lt;/a&gt; ke arah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Selatan&quot; title=&quot;Selatan&quot;&gt;selatan&lt;/a&gt;.  Antara &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/22_Juni&quot; title=&quot;22 Juni&quot;&gt;22  Juni&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/22_Desember&quot; title=&quot;22 Desember&quot;&gt;22 Desember&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;  bergerak ke arah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Selatan&quot; title=&quot;Selatan&quot;&gt;selatan&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ekuator&quot; title=&quot;Ekuator&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;ekuator&lt;/a&gt;, bergerak relatif terhadap &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang&quot; title=&quot;Bintang&quot;&gt;bintang-bintang&lt;/a&gt;.  Sedangkan antara tanggal &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/22_Desember&quot; title=&quot;22 Desember&quot;&gt;22  Desember&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/22_Juni&quot; title=&quot;22 Juni&quot;&gt;22 Juni&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;  bergerak ke arah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Utara&quot; title=&quot;Utara&quot;&gt;utara&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ekuator&quot; title=&quot;Ekuator&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;ekuator&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena gerak tahunannya tersebut dikombinasikan dengan gerak terbit  terbenam &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt; akibat &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Rotasi&quot; title=&quot;Rotasi&quot;&gt;rotasi&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi&quot; title=&quot;Bumi&quot;&gt;Bumi&lt;/a&gt;, maka &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;  menyapu daerah-daerah yang memiliki &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Garis_lintang&quot; title=&quot;Garis lintang&quot;&gt;lintang&lt;/a&gt;  antara 23,5º LU dan 23,5º LS. Pada daerah-daerah di permukaan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi&quot; title=&quot;Bumi&quot;&gt;Bumi&lt;/a&gt; yang  memiliki &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Garis_lintang&quot; title=&quot;Garis lintang&quot;&gt;lintang&lt;/a&gt; dalam rentang tersebut, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;  dua kali setahun akan berada kurang lebih tepat di atas &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Kepala&quot; title=&quot;Kepala&quot;&gt;kepala&lt;/a&gt;.  Karena &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah&quot; title=&quot;Mekkah&quot;&gt;Mekkah&lt;/a&gt;  memiliki &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Garis_lintang&quot; title=&quot;Garis lintang&quot;&gt;lintang&lt;/a&gt; 21º 26&#39; LU, yang berarti berada dalam  daerah yang disebutkan di atas, maka dua kali dalam setahun, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;  akan tepat berada di atas &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Kota&quot; title=&quot;Kota&quot;&gt;kota&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah&quot; title=&quot;Mekkah&quot;&gt;Mekkah&lt;/a&gt;. Kapan hal ini terjadi, bisa dilihat dalam &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Almanak&quot; title=&quot;Almanak&quot;&gt;almanak&lt;/a&gt;,  misalnya &lt;i&gt;Astronomical Almanac&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penentuan arah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Kiblat&quot; title=&quot;Kiblat&quot;&gt;kiblat&lt;/a&gt; dengan cara melihat langsung posisi &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;  seperti yang disebutkan di atas (pada &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Tanggal&quot; title=&quot;Tanggal&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;tanggal-tanggal&lt;/a&gt; tertentu yang disebutkan di  atas), tidaklah bisa dilakukan di semua tempat. Sebabnya karena bentuk &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi&quot; title=&quot;Bumi&quot;&gt;Bumi&lt;/a&gt; yang &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bundar&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1&quot; class=&quot;new&quot; title=&quot;Bundar (halaman belum tersedia)&quot;&gt;bundar&lt;/a&gt;.  Tempat-tempat yang bisa menggunakan cara di atas untuk penentuan arah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Kiblat&quot; title=&quot;Kiblat&quot;&gt;kiblat&lt;/a&gt;  adalah tempat-tempat yang terpisah dengan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah&quot; title=&quot;Mekkah&quot;&gt;Mekkah&lt;/a&gt;  kurang dari 90º. Pada tempat-tempat yang terpisah dari &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah&quot; title=&quot;Mekkah&quot;&gt;Mekkah&lt;/a&gt;  lebih dari 90º, saat &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt; tepat berada di &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah&quot; title=&quot;Mekkah&quot;&gt;Mekkah&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;  (dilihat dari tempat tersebut) telah berada di bawah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Horizon&quot; title=&quot;Horizon&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;horizon&lt;/a&gt;. Misalnya untuk posisi pengamat di &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bandung&quot; title=&quot;Bandung&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;Bandung&lt;/a&gt;, saat &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;  tepat di atas &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah&quot; title=&quot;Mekkah&quot;&gt;Mekkah&lt;/a&gt; (tengah hari), dilihat dari &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bandung&quot; title=&quot;Bandung&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;Bandung&lt;/a&gt;, posisi &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;  sudah cukup rendah, kira-kira 18º di atas &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Horizon&quot; title=&quot;Horizon&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;horizon&lt;/a&gt;. Sedangkan bagi daerah-daerah di  Indonesia Timur, saat itu &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;  telah terbenam, sehingga praktis momen itu tidak bisa digunakan di  sana. Bagi tempat-tempat yang saat &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;  tepat berada di atas &lt;strong class=&quot;selflink&quot;&gt;Ka&#39;bah&lt;/strong&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;  telah berada di bawah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ufuk&quot; title=&quot;Ufuk&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;ufuk&lt;/a&gt;/&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Horizon&quot; title=&quot;Horizon&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;horizon&lt;/a&gt;, bisa menunggu 6 &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bulan&quot; title=&quot;Bulan&quot;&gt;bulan&lt;/a&gt;  kemudian. Pada tiap &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Tanggal&quot; title=&quot;Tanggal&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;tanggal&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/28_November&quot; title=&quot;28 November&quot;&gt;28  November&lt;/a&gt; 21:09 UT (&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/29_November&quot; title=&quot;29 November&quot;&gt;29  November&lt;/a&gt; 04:09 WIB&lt;/b&gt;) dan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/16_Januari&quot; title=&quot;16 Januari&quot;&gt;16  Januari&lt;/a&gt; 21:29 UT (&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/17_Januari&quot; title=&quot;17 Januari&quot;&gt;17  Januari&lt;/a&gt; 04:29 WIB&lt;/b&gt;), &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;  tepat berada di bawah &lt;strong class=&quot;selflink&quot;&gt;Ka&#39;bah&lt;/strong&gt;.  Artinya, pada saat tersebut, jika pengamat tepat menghadap ke arah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari&quot; title=&quot;Matahari&quot;&gt;Matahari&lt;/a&gt;,  pengamat tepat membelakangi arah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Kiblat&quot; title=&quot;Kiblat&quot;&gt;kiblat&lt;/a&gt;.  Jika pengamat memancangkan tongkat tegak lurus, maka arah jatuh &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bayangan&quot; title=&quot;Bayangan&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;bayangan&lt;/a&gt; tepat ke arah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Kiblat&quot; title=&quot;Kiblat&quot;&gt;kiblat&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Ka.27bah_Sebagai_Pusat_Dunia&quot;&gt;Ka&#39;bah  Sebagai Pusat Dunia&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Astronout&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1&quot; class=&quot;new&quot; title=&quot;Astronout (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Astronout&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Neil_Amstrong&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1&quot; class=&quot;new&quot; title=&quot;Neil Amstrong (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Neil  Amstrong&lt;/a&gt; telah membuktikan bahwa kota &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Mekah&quot; title=&quot;Mekah&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;Mekah&lt;/a&gt; adalah pusat dari &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Planet_Bumi&quot; title=&quot;Planet Bumi&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;Planet Bumi&lt;/a&gt;. Fakta ini telah di diteliti melalui  sebuah penelitian Ilmiah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke  luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata : “Planet  Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang  menggantungnya ???”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para Astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan  semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Internet&quot; title=&quot;Internet&quot;&gt;Internet&lt;/a&gt;,  tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang  sepertinya ada masalah tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Radiasi&quot; title=&quot;Radiasi&quot;&gt;radiasi&lt;/a&gt;  tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang  mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung  ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Foto&quot; title=&quot;Foto&quot;&gt;foto&lt;/a&gt; planet &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Mars&quot; title=&quot;Mars&quot;&gt;Mars&lt;/a&gt;, radiasi  tersebut masih berlanjut terus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para peneliti &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Muslim&quot; title=&quot;Muslim&quot;&gt;Muslim&lt;/a&gt; mempercayai bahwa radiasi ini memiliki  karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan  Ka’bah di alam &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Akhirat&quot; title=&quot;Akhirat&quot;&gt;akhirat&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di tengah-tengah antara &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Kutub_utara&quot; title=&quot;Kutub utara&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;kutub utara&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Kutub_selatan&quot; title=&quot;Kutub selatan&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;kutub selatan&lt;/a&gt;, ada suatu area yang bernama ‘Zero  Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di  area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama  sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itulah sebabnya kenapa jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan  hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak  kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah,  maka seakan-akan diri kita di charged ulang oleh suatu energi misterius  dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Hajar_Aswad&quot; title=&quot;Hajar Aswad&quot;&gt;Hajar  Aswad&lt;/a&gt; merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di  air. Di sebuah museum di negara &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris&quot; title=&quot;Inggris&quot;&gt;Inggris&lt;/a&gt;,  ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium  juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari  sistem tata surya kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad itu  diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa  anak cucu &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Adam&quot; title=&quot;Adam&quot;&gt;Adamlah&lt;/a&gt;  yang menjadikannya hitam. ( HR Tirmidzi) “&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Radiasi dari Ka&#39;bah ini tak dapat diketahui tanpa pesawat antariksa  abad 20, membuktikan jika Qur&#39;an ialah berasal dari ALLAH, &amp;amp; bukti  Qur&#39;an mukjizat sepanjang masa. Kerana banyak ayat yang baru dapat  dibuktikan oleh peralatan terakhir, zaman terakhir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka apakah mereka tidak memperhatikan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Al_Quran&quot; title=&quot;Al Quran&quot; class=&quot;mw-redirect&quot;&gt;Al Quran&lt;/a&gt;? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari  sisi &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Allah&quot; title=&quot;Allah&quot;&gt;Allah&lt;/a&gt;,  tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. QS. 4  An-Nisaa&#39;:82&lt;/p&gt;</description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/2010/04/sejarah-ka-bah.html</link><author>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1166740848172427774.post-6561491508053087082</guid><pubDate>Thu, 15 Apr 2010 05:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-14T22:30:48.199-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Doa Islam</category><title>Doa Tolak Bala</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://cetusanminda.files.wordpress.com/2009/04/doa.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 302px;&quot; src=&quot;http://cetusanminda.files.wordpress.com/2009/04/doa.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;ALLAAHUMMADFA&#39; &#39;ANNALGHOLAA-A WALBA LAA-A WALWABAA-A WALFAHSYAA-A  WALMUNKARO WAS SUYUUFALMUKHTALIFATA WASY-SYA DAA-IDA WALMINHANA  MAADHOHARO MINHA WAMAABAATHONA MINBALADINAA KHOSSOTAN WAMIN  BULDAANILMUSLIMIINA &#39;AAMMA TAN INNAKA &#39;ALAA KULLI SYAI-IN QODIIRUN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai  Allah, hindarkanlah dari kami  kekurangan pangan, cobaan hidup,  penyakit2 wabah, perbuata2 keji dan mungkar, ancaman2 yg beraneka ragam,  paceklik2 dan segala ujian, yang lahir, maupun idalam batin, dinegri  kami ini khususnya, dan seluruh negri pada umumnya, karena sesungguhnya  Engkau atas segala sesuatu adalah berkuasa.</description><link>http://merenung-hidup.blogspot.com/2010/04/doa-tolak-bala.html</link><author>noreply@blogger.com (ABSTRAX)</author><thr:total>2</thr:total></item></channel></rss>