<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Seuramoe Liza</title>
	
	<link>http://liza-fathia.com</link>
	<description>Belajar Tentang Hidup dan Kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Feb 2012 04:14:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/LizaFathia" /><feedburner:info uri="lizafathia" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Belajar Tentang Hidup dan Kehidupan</itunes:subtitle><feedburner:emailServiceId>LizaFathia</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Karena Kita Keluarga</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/LizaFathia/~3/qkKWelpOMyA/karena-kita-keluarga.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2012/02/karena-kita-keluarga.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 04:14:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[FLP]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Lingkar Pena]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=1095</guid>
		<description><![CDATA[Ketika seorang menanyakan pada saya apakah ketika kuliah dulu saya adalah tipikal marumpus (mahasiswa rumah kampus) yang setiap hari hanya melanglang buana di rumah dan kampus, ngga ke kampus kalau tidak ada mata kuliah lalu setelah kuliah selesai langsung go home, atau seorang organisatoris? Langsung saja saya jawab kalau saya seorang organisatoris. Ya, ada beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2012/02/AfqjQ7SCQAADzx8.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1096" title="AfqjQ7SCQAADzx8" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2012/02/AfqjQ7SCQAADzx8-280x300.jpg" alt="" width="280" height="300" /></a>Ketika seorang menanyakan pada saya apakah ketika kuliah dulu saya adalah tipikal marumpus (mahasiswa rumah kampus) yang setiap hari hanya melanglang buana di rumah dan kampus, ngga ke kampus kalau tidak ada mata kuliah lalu setelah kuliah selesai langsung <em>go home</em>, atau seorang organisatoris? Langsung saja saya jawab kalau saya seorang organisatoris. Ya, ada beberapa organisasi intra dan ekstra kampus yang saya ikuti sehingga saya ke kampus tidak serta merta untuk kuliah. Lalu ia bertanya di antara semua itu yang mana paling membuat saya berkesan dan masih aktif sampai sekarang? Jawaban saya adalah Forum Lingkar Pena (FLP).</p>
<p style="text-align: justify;">FLP adalah organisasi pertama yang saya ikuti saat menjabat predikat sebagai mahasiswa. FLP pula organisasi yang sampai sekarang masih saya geluti. Sudah lima tahun lebih saya menjadi bagian dari forum yang membuat saya sampai sekarang masih semangat untuk menulis. Walaupun hanya sekadar menulis blog, tetapi itu adalah sebuah pencapaian yang sangat berharga. Karena untuk mencapai kekonsistensian dalam menulis adalah hal yang sangat berat dan sering rasa malas menghinggap. <span id="more-1095"></span>Apalagi kalau menulis sesuatu yang bisa dibilang berat, maka ketika ide <em>stag</em> menghasilkan <em>mood</em> yang tidak stabil untuk kembali memulai menulis. Namun di blog, saya merasa bebas. Bebas mengekspresikan apa yang terlintas dalam benak lalu meramunya menjadi tulisan tanpa dirisaukan oleh perasaan harap-harap cemas seperti saat mengirimkan tulisan ke media.</p>
<p style="text-align: justify;">Bergabung bersama orang-orang yang memiliki hobi yang sama memang sangat mengasyikkan. Berdikusi dan saling berbagi tanpa rasa pamrih membuat ikatan batin antara sesama semakin erat. Itulah yang saya dapatkan di FLP. Semakin lama di dalamnya semakin saya merasakan kalau FLP bukanlah sekadar organisasi bagi saya, tetapi FLP telah menjadi keluarga bagi saya. FLP berbeda dengan organisasi lain yang pernah saya ikuti. Kalau di organisasi lain yang dikejar adalah suksesnya program-program kerja lalu ketika masa jabatan selesai maka selesai pula tanggung jawab, maka di FLP pencapaiannya adalah ketika kita bisa menulis, berbagi, dan berarti bagi orang lain. Dan itu tidak ada batas waktunya. Tidak ada <em>deadline</em>nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dulu saya heran, kenapa ada orang-orang yang rela menghabiskan waktu mudanya, mengorbankan hari <em>weekend</em>nya hanya untuk FLP? Apa yang mereka dapatkan? Materi? Popularitas? Saya rasa itu tidak bisa didapat di FLP. Kalau dari segi materi, mereka sudah memiliki pekerjaan yang layak dengan <em>income</em> yang lumayan. Populer? Ada beberapa diantara mereka adalah orang-orang yang sudah sangat dikenal meski tidak bergabung di FLP. Ingin menjadi penulis hebat? Tidak mesti bergabung di FLP pun kita bisa menjadi penulis asal ada keinginan dan usaha yang kuat. Jangan kira ketika bergabung di FLP seseorang itu akan menjadi penulis, semua itun tergantung pada diri. Lalu apa yang didapatkan di FLP? Itulah dia rasa persaudaraan, kekeluargaan, dan semangat untuk menulis, berbagi, dan berarti bagi semua orang. Karena telah menjadi keluarga, maka tidak mengherankan jika FLP menjadi prioritas.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LizaFathia/~4/qkKWelpOMyA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2012/02/karena-kita-keluarga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://liza-fathia.com/2012/02/karena-kita-keluarga.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>One Blogger One Book</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/LizaFathia/~3/YczXOOc_4tg/one-blogger-one-book.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2012/02/one-blogger-one-book.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Feb 2012 02:20:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Mari menyumbang buku]]></category>
		<category><![CDATA[one blogger one book]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=1092</guid>
		<description><![CDATA[Buku adalah gudang ilmu dan membaca merupakan kuncinya, begitu pepatah mengatakan. Buku adalah jendela dunia dan guru dalam kehidupan. Namun, apa yang hendak dibuka jika gudang ilmunya tidak ada? Bagaimana dunia bisa disaksikan jika jendelanya tidak dibuat? Jika selama ini kita melihat fenomena orang-orang entah itu anak-anak, remaja ataupun dewasa yang sangat minim minatnya untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 214px"><img src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2688/47/48/149427915393/n149427915393_6439720_2540259.jpg" alt="" width="204" height="362" /><p class="wp-caption-text">sumber : google.com</p></div>
<p style="text-align: justify;">Buku adalah gudang ilmu dan membaca merupakan kuncinya, begitu pepatah mengatakan. Buku adalah jendela dunia dan guru dalam kehidupan. Namun, apa yang hendak dibuka jika gudang ilmunya tidak ada? Bagaimana dunia bisa disaksikan jika jendelanya tidak dibuat?</p>
<p style="text-align: justify;">Jika selama ini kita melihat fenomena orang-orang entah itu anak-anak, remaja ataupun dewasa yang sangat minim minatnya untuk membaca. Mereka yang lebih menyukai bermain game atan menonton televisi padahal buku bertebaran dimana-mana. Akan tetapi kenyataan berbeda akan kita dapatkan di pelosok negeri ini. Di sana kita akan menemukan orang-orang yang ingin sekali membuka gudang ilmu tetapi mereka tidak memiliki kuncinya. Ya, karena tak ada buku di sana.</p>
<p style="text-align: justify;">Padahal dalam Alqur’an Allah SWT memerintahkan kita untuk membaca. Perintah ini memberikan motivasi untuk kita agar meningkatkan minat baca. Manfaat yang besar jika kita membiasakan untuk  membaca yaitu mendapatkan pemahaman, wawasan dan ilmu pengetahuan. Namun, bagaimana manfaat itu bisa didapatkan jika buku yang menjadi jendela dunia itu tidak ada?<span id="more-1092"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa waktu silam, saat beberapa anggota Aceh Blogger Community melakukan ekspedisi ke Peusangan Siblah Krueng, sebuah kecamatan yang terisolir di pedalaman Kabupaten Bireuen fenomena itu terpampang jelas di depan mata.  Tepatnya kala mereka mengunjungi<strong> Dayah Nurul Iman, </strong>sebuah lembaga pendidikan terpadu yang berjalan dengan sarana dan prasarana yang tidak lebih baik dari Sekolah Islam yang ada dalam cerita di Film Laskar Pelangi, hanya dengan semangat untuk terus mendidik anak-anak bangsa yang menjadi kader penerus membuat Lembaga pendidikan ini bisa bertahan. <em><strong>(Baca Laporan Ekspedisi yang ditulis Aulia Fitri : <a href="http://aulia87.wordpress.com/2010/10/22/ekspedisi-ke-peusangan-siblah-krueng-bag-iihabis/">Ekpedisi ke Peusangan Siblah Krueng</a>)</strong></em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-JLkDUjmu1N8/TLlopBHo5fI/AAAAAAAAANs/y-u_mXd7Jqc/s640/Photo0165.jpg" alt="" width="640" height="480" /></p>
<p style="text-align: justify;">Terinspirasi dari ekspedisi itu, Aceh Blogger Community tergerak untuk berbagi dengan apa saja yang bisa membuat pengurus dan santri-santri di sekolah tersebut untuk terus bersemangat dan membuktikan bahwa kita selalu ada bersama mereka. Oleh karena itu,marilah kita semua (tidak hanya para blogger) menyumbangkan 1 buku agar kunci gudang ilmu dan jendela dunia bisa dibuka oleh saudara-saudara kita yang memerlukan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1 Blogger 1 Buku untuk Aceh</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Teman-teman pasti punya buku yang bisa disumbangkan, untuk buku paket pelajaran bisa buku-buku bekas adik-adik atau anak-anak kita di rumah yang sudah tidak terpakai lagi. Untuk buku-buku bacaan lainnya, kami menerima jenis buku apa saja dan majalah apa saja yang pantas dibaca oleh adik-adik pelajar di sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk pengumpulan buku teman-teman di Banda Aceh bisa menghubungi pengurus ABC yang teman-teman kenal, atau melalui jejaring sosial:</p>
<p style="text-align: justify;">Liza (YM: rumput_liar008 / @Fatheeya)</p>
<p style="text-align: justify;">Baiquni (YM:</p>
<p style="text-align: justify;">Aulia (YM: aufi87_ra / @hack87 – Jakarta)</p>
<p style="text-align: justify;">Atau bagi Anda yang ingin mengirim buku langsung bisa ke Sekret FLP, Banda Aceh melalui Liza Fathiariani.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumbangan buku teman-teman untuk tahap pertama akan segera kami serahkan langsung ke Dayah Nurul Iman-Peusangan Siblah Krueng, dan juga bila kegiatan terus berlanjut akan menjadi Bank Buku ABC yang siap disalurkan ke sekolah-sekolah yang membutuhkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Terimakasih dan Salam Blogger.</p>
<p style="text-align: justify;">Koordinator Aksi Sosial “1 Blogger 1 Buku untuk Aceh”</p>
<p style="text-align: justify;">Tengku Muda Koord. ABC Reg III Bireuen</p>
<p style="text-align: justify;">YM : tengku_mud4</p>
<p style="text-align: justify;">FB : www.facebook.com/tengkumuda</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LizaFathia/~4/YczXOOc_4tg" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2012/02/one-blogger-one-book.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://liza-fathia.com/2012/02/one-blogger-one-book.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Menulis Itu Ada Batasnya</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/LizaFathia/~3/Ktyt0YPZULU/menulis-itu-ada-batasnya.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2012/02/menulis-itu-ada-batasnya.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 16:37:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[FLP]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Lingkar Pena]]></category>
		<category><![CDATA[Kelas Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[menulis kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=1080</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya mengikuti Kelas Menulis di sekretariat FLP. Sebuah kegiatan dwi mingguan yang memang diselenggarakan oleh kaderisasi FLP untuk mengupgrade para penulis baik baru bergabung maupun yang telah lama berkecimplung. Kedatangan saya di kelas ini bisa dibilang sangatlah telat. Acara yang telah dimulai sejak pukul sepuluh pagi tapi kehadiran saya satu jam setelahnya. Benar-benar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari ini saya mengikuti Kelas Menulis di sekretariat FLP. Sebuah kegiatan dwi mingguan yang memang diselenggarakan oleh kaderisasi FLP untuk mengupgrade para penulis baik baru bergabung maupun yang telah lama berkecimplung. Kedatangan saya di kelas ini bisa dibilang sangatlah telat. Acara yang telah dimulai sejak pukul sepuluh pagi tapi kehadiran saya satu jam setelahnya. Benar-benar ngaret. Maklum saja, hari Minggu adalah harinya anak kos membersihkan kostannya setelah enam hari sibuk beraktifitas. (Alasannya sedikit dimodifikasi <img src='http://liza-fathia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  )</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tiba tepat ketika Ibnu, sang pemateri pada pertemuan kali ini membahas tentang Menentukan Batas dalam Menulis. Memang sebuah ide itu tidak terbatas. Tetapi ketika menulis dan berharap tulisan dibaca orang maka norma-norma berlaku di sana. Norma-norma baik itu kesusilaan, kesopanan, dan apapun itu harus tetap dijunjung tinggi. Saya tidak setuju jika ada orang yang berpendapat bahwa sebuah karya sastra itu bagaimanapun isinya layak diberikan apresiasi. Lantas bagaimana kalau isinya justru membuat tindakan asusila semakin banyak terjadi? Maka di sinilah diperlukan filter. Menulis tetap ada batasannya.<span id="more-1080"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang peserta bertanya bolehkah kita membaca novel dari penulis yang sudah jelas-jelas mendapatkan lampu merah untuk isinya. <em>Unrated</em> istilahnya kalau di film. Tapi di novel saya tidak pernah mendapatkan label itu. Hanya saja ketika berdiskusi dengan teman-teman saya jadi tahu yang mana saja novel-novel yang unrated menurut mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut saya, sebenarnya tidak masalah kita membaca novel yang manapun asalkan diri kita telah terproteksi dengan antivirus yang kuat. Tidak ikut-ikutan membayangkan apa yang ada di dalam novel. Membacanya sebagai perbandingan dengan novel yang lain dan melihat kelebihan dari novel tersebut. Biasanya karya-karya seperti itu mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari berbagai ajang sastra bergengsi di negeri ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi kalau tidak ada filter yang kuat? Maka siap-siaplah virusnya menyerang pertahanan tubuhmu. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika karya seperti itu dibaca oleh anak-anak SMA yang masih dalam masa transisi? Tidakkah itu akan merusak moral?</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian peserta lain bertanya, “Kalau karya yang seperti itu yang selalu mendapat penghargaan, bagaimana dengan karya sastra yang islami? Yang mencoba menulis tanpa mengumbar-ngumbarkan organ XXX. Kapan bisa menangnya?”</p>
<p style="text-align: justify;">Ibnu lalu menjawab bahwa sebenarnya yang kita harapkan dari menulis itu bukanlah penghargaan ini itu. Akan tetapi, manfaat yang kita tulis untuk pembacanya. Ada atau tidak? Apakah tulisan kita itu akan membuat orang menjadi lebih baik atau sebaliknya. Ibarat sedekah jariah, maka seperti itulah sebuah tulisan yang baik. Pahalanya akan terus mengalir bagi si penulis karena tulisannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dimensi perjuangan menulis lainnya adalah kesadaran bahwa menulis adalah sebuah laku moral. Kesadaran bahwa menulis adalah kanal untuk berkomunikasi dengan orang lain, sehingga setiap huruf yang ditulisnya akan membawa pertanggungjawaban. Karenanya, menulis bermakna tak sekadar ekspresi tetapi juga berbagi. Inilah jalan perjuangan para guru dan pemikir yang telah membagi sekaligus mengabadikan ilmu dan ide-idenya dalam tulisan. Mereka lah para pejuang pena. (Tarbawi)</em></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LizaFathia/~4/Ktyt0YPZULU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2012/02/menulis-itu-ada-batasnya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://liza-fathia.com/2012/02/menulis-itu-ada-batasnya.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Milad Mubarak Ya Rasulullah</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/LizaFathia/~3/iOLpiVE5zqk/milad-mubarak-ya-rasulullah.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2012/02/milad-mubarak-ya-rasulullah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 14:51:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[12 rabiul awal]]></category>
		<category><![CDATA[maulid nabi muhammad saw]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=1077</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini adalah hari Minggu. Minggu yang tidak biasa, itu lah adanya. Karena pada hari ini sang Habibullah dilahirkan dari rahim Aminah ke bumi. Bumi yang gelap gulita. Bumi yang fana dan penuh dengan kejahilan. Jahil sejahil jahilnya dimana wanita saat itu sungguh tak bernilai harganya. Wanita menjadi aib dalam keluarga. Wanita dikubur meski nafas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari ini adalah hari Minggu. Minggu yang tidak biasa, itu lah adanya. Karena pada hari ini sang Habibullah dilahirkan dari rahim Aminah ke bumi. Bumi yang gelap gulita. Bumi yang fana dan penuh dengan kejahilan. Jahil sejahil jahilnya dimana wanita saat itu sungguh tak bernilai harganya. Wanita menjadi aib dalam keluarga. Wanita dikubur meski nafas masih berhembus.</p>
<p style="text-align: justify;"> Ia lahir kala itu. Ketika tentara Abraham menyerang Ka’bah. Pada hari Senin 571 Masehi. Dialah Rasululluah, Saiyidina Muhammad Sallalluhualaihi wassallam.</p>
<p style="text-align: justify;">Buah hati Abdullah dan Aminah itu datang membawa cahaya. Cahaya yang sangat terang benderang hingga saat ini pun masih dirasakan oleh seluruh penghuni langit dan bumi. Ia hadir membawa perubahan. Menyempurnakan akhak manusia. Sesungguhnya aku diutuskan untuk menyempurnakan akhlak manusia. Begitu sang Rasul bersabda.<span id="more-1077"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Menyempurnakan akhlak manusia yang sangat tercela menjadi terpuji dan diridhai Allah Swt. Mengangkat harkat dan derajat wanita dari jurang yang sangat terjal menjadi tinggi sejajar dengan kaum Adam. Lantas kenapa sampai sekarang gaung gender, emansipasi masih dibegitu dibesar-besarkan? Padahal sejak kekasih Allah diutus, derajat wanita telah diangkat dan disamaratakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari ini adalah 12 Rabiul Awal 1433 H. Milad Rasullullah dirayakan. Lantas akankah itu hanya menjadi sebuah ritual semata? Semoga tidak. Semoga momen ini menjadikan kita semakin cinta kepada rasulNya, semakin kita menjalankan ajarannya. Mari berselawat untuk baginda kita Nabi Muhammad SAW. Allahumma shalli ala Muhammad ya Rabbi shalli alaihi wa sallim.</p>
<p style="text-align: justify;">Milad mubarak ya Rasulullah.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski wajahmu tak pernah kutatap, tetapi hati ini selalu rindu padamu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ya Rasul,</p>
<p style="text-align: justify;">Meski diri ini hidup ribuan tahun setelahmu, hamba ingin selalu menjalankan sunahmu. Melaksanakan apa yang telah Allah perintahkan melaluimu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ya Muhammad, aku selalu berdoa agar Allah mempertemukan kita di hari akhir kelak. Bertemu denganmu dan mendapatkan syafaatmu.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LizaFathia/~4/iOLpiVE5zqk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2012/02/milad-mubarak-ya-rasulullah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://liza-fathia.com/2012/02/milad-mubarak-ya-rasulullah.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Numpang Eksis di FLP</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/LizaFathia/~3/nUmy385hrIM/numpang-eksis-di-flp.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2012/01/numpang-eksis-di-flp.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 01:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[FLP]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Lingkar Pena]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=1062</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, saya menjadi salah satu instruktur dalam acara inaugurasi (pengukuhan) untuk anggota baru Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh angkatan pertama 2012. Acaranya berlangsung selama dua hari di Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) Lubuk, Aceh Besar. Hari itu tepatnya hari Sabtu dan Minggu (21-22 Januari 2012). Awalnya sempat ciut juga saat ditunjuk menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2012/01/1327293713FLP1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1064" title="1327293713FLP" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2012/01/1327293713FLP1-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Beberapa hari yang lalu, saya menjadi salah satu instruktur dalam acara inaugurasi (pengukuhan) untuk anggota baru Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh angkatan pertama 2012. Acaranya berlangsung selama dua hari di Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) Lubuk, Aceh Besar. Hari itu tepatnya hari Sabtu dan Minggu (21-22 Januari 2012).</p>
<p style="text-align: justify;">Awalnya sempat ciut juga saat ditunjuk menjadi instruktur. Saya? Menjadi instruktur anggota baru FLP? Apa bisa? Apalagi saat disandingkan dengan pesohor FLP seperti Bu Boss Ade, Nuril dan Roby. Serasa mati kutu saja. Belum lagi dengan jadwal yang berubah-ubah. Apa saya bisa ikutan? Soalnya Januari adalah bulan yang padat bagi seorang Liza. Cieee, padat euy! Maklum aja di bulan ini banyak hal yang harus saya persiapkan, kerjakan, dan selesaikan. Walhasil, jadwal yang ditentukan tidak bentrok dengan kegiatan saya yang lain dan sayapun menjadi instruktur.<span id="more-1062"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Jujur. Sebenarnya saya bukanlah anggota FLP yang aktif. Banyak kegiatan yang terpaksa saya lewatkan. Seperti kelas menulis, launching dan bedah buku, serta berbagai program FLP lainnya. Padahal saya adalah anggota kaderisasi FLP. Hmm, sungguh anggota durhaka. *maafkan saya ya FLP. Kalau mau beralasan, selama kurang lebih 2 tahun yang lalu saya memang tidak memiliki banyak waktu luang. Saban hari selalu saya habiskan di RS, kalau pun libur maka saya harus mencuci pakaian, menyetrika,  serta beristirahat. So, terpaksa menangguhkan FLP. Meskipun begitu FLP tetap berada di tempat spesial di hati ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah menyelesaikan tugas di RS, sayapun berkomit pada diri untuk lebih aktif di FLP. Salah satunya denga ikutan inaugurasi ini. Ternyata menjadi instruktur itu ngga semengerikan yang saya bayangkan. Malah saya menjadi salah satu anggota FLP yang lumayan dikenal oleh anggota baru. Habisnya setiap hari berwara wiri di depan mereka sambil bercuap-cuap ini itu selama dua hari. Jadi kalau kamu mau terkenal jadilah instruktur. Peace <img src='http://liza-fathia.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Selain menjadi tukang cuap-cuap, ternyata seorang instruktur itu adalah tempat para anggota baru mengeluarkan uneg-uneg. Dan satu lagi, berhubung salah satu kewajian anggota baru adalah membuat profil panitia acara dan anggota lama FLP, maka otomatis pilihan utama yang mereka pilih adalah para intsruktur. Jangan heran ketika jam ISHOMA para insntruktur dikejar-kejar layaknya artis yang ingin diwawancarai oleh wartawan untuk pembuatan profil.  So, kalo mau seperti itu jadilah instruktur <img src='http://liza-fathia.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Ah, lama-lama tulisan saya kok makin aneh saja. Tips apa-apaan pula yang saya bagikan. Tapi satu hal yang ingin saya ungkapkan. Saya bahagia sekali menjadi bagian dari FLP. FLP itu bagaikan keluarga sendiri. Bahkan ketika bertemu anggota baru yang sebelumnya tidak saya kenal sekalipun. Seolah ada ikatan batin yang kuat. Hingga saya tidak mungkin berpisah dari FLP. Walaupun sering bolos rapat, sering tidak hadir pada kelas menulis, tetapi tak pernah terbesit keinginan untuk meninggalkan FLP. I love you full FLP <img src='http://liza-fathia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Sumber foto : theglobejournal.com</p>
<p style="text-align: justify;">
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LizaFathia/~4/nUmy385hrIM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2012/01/numpang-eksis-di-flp.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://liza-fathia.com/2012/01/numpang-eksis-di-flp.html</feedburner:origLink></item>
	<media:rating>nonadult</media:rating></channel>
</rss>

