<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246</atom:id><lastBuildDate>Wed, 29 Apr 2026 06:30:05 +0000</lastBuildDate><category>Bunga</category><category>Info</category><category>Anggrek</category><category>Aglonema</category><category>Tutorial</category><category>Berkebun</category><category>Euphorbia</category><category>Pupuk</category><category>Vertikal</category><category>perawatan</category><category>Organik</category><category>Anthorium</category><category>Begonia</category><category>Budidaya</category><category>Gelombang Cinta</category><category>Kompos</category><category>Seminar</category><category>Tanaman Hias</category><category>bibit</category><category>media tanam</category><category>pakis</category><category>pasir malang</category><category>sekam</category><title>Malang Kota Bunga</title><description>About tanaman dan bunga. Berkebun Organik.</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Unknown)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-2355543271862699514</guid><pubDate>Tue, 19 Mar 2019 02:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-06-24T06:21:26.636+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Anggrek</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tutorial</category><title>Langkah Teknis Cara Menanam Bunga Anggrek Secara Tepat</title><description>&lt;figure class=&quot;wp-caption aligncenter&quot; id=&quot;attachment_1405&quot; style=&quot;width: 300px;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;gambar cara menanam bunga anggrek dengan media pot image&quot; class=&quot;size-medium wp-image-1405&quot; height=&quot;225&quot; sizes=&quot;(max-width: 300px) 100vw, 300px&quot; src=&quot;https://www.infoagribisnis.com/wp-content/uploads/2015/04/cara-menanam-bunga-anggrek-cara-budidaya-anggrek-cara-menanam-anggrek-pot-cantik-300x225.jpg&quot; srcset=&quot;https://www.infoagribisnis.com/wp-content/uploads/2015/04/cara-menanam-bunga-anggrek-cara-budidaya-anggrek-cara-menanam-anggrek-pot-cantik-300x225.jpg 300w, https://www.infoagribisnis.com/wp-content/uploads/2015/04/cara-menanam-bunga-anggrek-cara-budidaya-anggrek-cara-menanam-anggrek-pot-cantik.jpg 800w&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;figcaption class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;gambar cara menanam bunga anggrek dengan media pot&lt;/figcaption&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bunga anggrek adalah satu satu dari sekian jenis bunga yang ada di dunia yang paling digemari oleh sebagian besar para pecinta tanaman bunga hias. Di Indonesia sendiri, para peminat bunga anggrek semakin banyak dan itu artinya semakin banyak pula permintaan konsumen atas kebutuhan bunga anggrek sebagai bunga hias untuk menambah keindahan pekarangan rumah mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cara menanam bunga anggrek ada beberapa cara, salah satunya adalah cara menanam anggrek dengan menggunakan pot bunga sebagai media tanamnya. Cara budidaya anggrek juga semakin banyak dilakukan di beberapa daerah di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan permintaan akan bunga anggrek itu sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Beberapa pecinta anggrek kerap mengeluhkan bahwa menanam anggrek menggunakan media pot terkadang justru pertumbuhan tanaman tidak maksimal dan bunga cepat layu. Hal tersebut terjadi sesungguhnya karena mereka kurang memahami bagaimana cara menanam bunga anggrek yang baik sehingga menghasilkan bunga anggrek yang sedap dipandang mata.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cara menanam bunga anggrek pada media pot memililiki kelebihan yaitu, pot bunga anggrek tersebut mudah dipindah – pindah, sehingga memungkinkan Anda untuk menempatkan bunga anggrek yang sudah mekar sesuai dengan selera Anda, bisa di depan rumah, halaman belakang, bahkan untuk mempercantik ruang tamu Anda.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dibawah ini akan Kami ulas cara menanam bunga anggrek yang benar yang kami rangkum dari berbagai sumber pecinta tanaman hias di beberapa sentra budidaya anggrek, agar bunga yang dihasilkan tanaman bisa tumbuh optimal serta tidak mudah layu :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Langkah Teknis Cara Menanam Bunga Anggrek Secara Tepat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Menentukan Bibit&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cara menanam bunga anggrek yang pertama adalah menentukan jenis varietas bunga anggrek yang akan Anda tanam, serta mendapatkan bibit bunga anggrek varietas tertentu tersebut yang telah diketahui kualitasnya, memiliki pertumbuhan yang sempurna, serta terbebas dari berbagai macam penyakit tanaman serta hama tanaman.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ada beberapa varietas bunga anggrek yang sering dibudidayakan, diantaranya sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Anggrek&lt;em&gt; Catteleya&lt;/em&gt; yang eksotis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Anggrek &lt;em&gt;Dendrodium&lt;/em&gt;, angrek ini termasuk jenis yang paling popuper di kalangan pecinta anggrek&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Anggrek &lt;em&gt;Grammathopilum&lt;/em&gt;, adalah anggrek raksasa dari Papua&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Anggrek &lt;em&gt;Oncidium&lt;/em&gt;, dari varietas ini yang populer adalah anggrek jenis Golden Shower&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Anggrek &lt;em&gt;Phalaenopsis&lt;/em&gt;, jenis anggrek bulan yang sangat akrab di kalangan para pecinta anggrek adalah dari varietas ini&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Anggrek &lt;em&gt;Vanda&lt;/em&gt; atau anggrek potong&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Anggrek &lt;em&gt;Spathiphyllum&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Jika Anda ingin segera melakukan cara menanam bunga anggrek, berikut gambar jenis-jenis bungga anggrek yang populer dan banyak diminati :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;figure class=&quot;wp-caption aligncenter&quot; id=&quot;attachment_1408&quot; style=&quot;width: 300px;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;gambar jenis-jenis bunga anggrek image&quot; class=&quot;size-medium wp-image-1408&quot; height=&quot;300&quot; sizes=&quot;(max-width: 300px) 100vw, 300px&quot; src=&quot;https://www.infoagribisnis.com/wp-content/uploads/2015/04/cara-menanam-bunga-anggrek-cara-budidaya-anggrek-cara-menanam-anggrek-jenis-anggrek-300x300.jpg&quot; srcset=&quot;https://www.infoagribisnis.com/wp-content/uploads/2015/04/cara-menanam-bunga-anggrek-cara-budidaya-anggrek-cara-menanam-anggrek-jenis-anggrek-300x300.jpg 300w, https://www.infoagribisnis.com/wp-content/uploads/2015/04/cara-menanam-bunga-anggrek-cara-budidaya-anggrek-cara-menanam-anggrek-jenis-anggrek-150x150.jpg 150w, https://www.infoagribisnis.com/wp-content/uploads/2015/04/cara-menanam-bunga-anggrek-cara-budidaya-anggrek-cara-menanam-anggrek-jenis-anggrek.jpg 800w&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;figcaption class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;gambar jenis-jenis bunga anggrek&lt;/figcaption&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah Anda sudah menentukan jenis varietas bunga anggrek yang hendak Anda tanam, langkah selanjutnya dalam cara menanam bunga anggrek adalah mendapatkan bibit unggulan dari varietas pilihan Anda tersebut. Akan lebih baik jika Anda mendapatkan bibit anggrek dari para pengrajin tanaman hias terutama pecinta anggrek agar bibit yang diperoleh benar – benar berkualitas.&lt;/div&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mempersiapkan Media Taman&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah bibit anggrek Anda dapatkan,  cara menanam bunga anggrek tahap selanjutnya adalah mempersiapkan media atau tempat bagi penanaman dan pertumbuhan tanaman angrek. Dalam hal ini akan membahas media tanam dengan menggunakan pot bunga.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sediakan pot bunga dengan ukuran sedang, kemudian isilah pot tersebut dengan media tanam yang terdiri dari beberapa campuran bahan baku diantaranya tanah, pupuk kandang yang sudah difermentasikan, arang, kulit kelapa atau batok, sabut kelapa, serta pecahan genting atau bisa dengan pecahan batubata.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
susunlah kesemua bahan media tanam tersebut dengan formasi pecahan batu bata di bagian terbawah dari pot, lalu batok dan sabut kelapa diatasnya, kemudian baru masukkan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kandang dibagian paling atas dari pot. Tujuan dari batubata tersebut adalah agar pada saat penyiraman dilakukan, air tidak tergenang di dasar pot dan dapat merusak akar tanaman anggrek Anda.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tahapan Cara Menanam Bunga Anggrek&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah media pot dipersiapkan, bibit juga siap, maka cara menanam bunga angrek adalah memindahkan bibit bunga anggrek tersebut kedalam pot yang sudah terisi oleh campuran bahan – bahan tersebut diatas, kemudian tutup dengan abu sampai batas pangkal batang bibit anggrek.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cara menanam bunga anggrek yang baik sebaiknya dimulai pada saat pagi hari sebelum jam 8 agar matahari belum terlalu terik sehingga tanaman anggrek yang baru tersebut tidak mudah layu. Setelah ditanam kemudian langsung disirami dengan air secukupnya untuk menjaga kelembaban tanaman anggrek.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Gambar dibawah adalah cara menanam bunga anggrek dengan mengambil anakan dari anggrek induk&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;figure class=&quot;wp-caption aligncenter&quot; id=&quot;attachment_1404&quot; style=&quot;width: 300px;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;gambar cara menanam bunga anggrek dengan mengambil anakan dari induk anggrek image&quot; class=&quot;size-medium wp-image-1404&quot; height=&quot;188&quot; sizes=&quot;(max-width: 300px) 100vw, 300px&quot; src=&quot;https://www.infoagribisnis.com/wp-content/uploads/2015/04/cara-menanam-bunga-anggrek-cara-budidaya-anggrek-cara-menanam-anggrek-media-pot-300x188.jpg&quot; srcset=&quot;https://www.infoagribisnis.com/wp-content/uploads/2015/04/cara-menanam-bunga-anggrek-cara-budidaya-anggrek-cara-menanam-anggrek-media-pot-300x188.jpg 300w, https://www.infoagribisnis.com/wp-content/uploads/2015/04/cara-menanam-bunga-anggrek-cara-budidaya-anggrek-cara-menanam-anggrek-media-pot.jpg 800w&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;figcaption class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;gambar cara menanam bunga anggrek dengan mengambil anakan dari induk anggrek&lt;/figcaption&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pemeliharaan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Memelihara dan menjaga tanaman adalah cara menanam bunga anggrek tahap berikutnya. Pemeliharaan bunga anggrek dengan media pot jauh lebih mudah dibandingkan dengan media lahan. Hal terpenting dari pemelihaan bunga anggrek adalah masalah penyiraman.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebenarnya bunga angrek lebih menyukai kondisi lingkungan yang lembab namun tidak menghendaki penyiraman atau penyemprotan langsung kepada bunga anggrek itu sendiri. Penyemprotan langsung justru terkadang dapat merusak kuncup bunga anggrek yang belum mekar.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;figure class=&quot;wp-caption aligncenter&quot; id=&quot;attachment_1403&quot; style=&quot;width: 300px;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;gambar keindahan taman dengan cara menanam bunga anggrek media pot di teras rumah image&quot; class=&quot;size-medium wp-image-1403&quot; height=&quot;236&quot; sizes=&quot;(max-width: 300px) 100vw, 300px&quot; src=&quot;https://www.infoagribisnis.com/wp-content/uploads/2015/04/cara-menanam-bunga-anggrek-cara-budidaya-anggrek-cara-menanam-anggrek-300x236.jpeg&quot; srcset=&quot;https://www.infoagribisnis.com/wp-content/uploads/2015/04/cara-menanam-bunga-anggrek-cara-budidaya-anggrek-cara-menanam-anggrek-300x236.jpeg 300w, https://www.infoagribisnis.com/wp-content/uploads/2015/04/cara-menanam-bunga-anggrek-cara-budidaya-anggrek-cara-menanam-anggrek.jpeg 762w&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;figcaption class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;gambar keindahan taman dengan cara menanam bunga anggrek media pot di teras rumah&lt;/figcaption&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cara menjaga kelembaban lingkungan tanaman anggrek Anda bisa dilakukan dengan menyirami sekeliling tanah di dalam pot secukupnya, namun tidak mengenai tanaman anggrek itu sendiri. Penyiraman dilakukan setiap pagi hari agar tanaman anggrek tidak lekas layu dan tercukupi kebutuhan akan air bagi tanaman anggrek.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Demikianlah cara menanam bunga anggrek, percantik rumah Anda, dengan keindahan dari bunga anggrek ini.&lt;/div&gt;
</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/2019/03/langkah-teknis-cara-menanam-bunga.html</link><author>noreply@blogger.com (BroFahroe)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-3874163531325900222</guid><pubDate>Sat, 29 Sep 2018 01:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-06-23T23:20:58.940+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tutorial</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Vertikal</category><title>Cara Menanam Vertikultur dengan Botol Bekas</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;


Dalam menanam vertikultur menggunakan botol bekas, perawatan dan pemeliharaan juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan budidaya. Oleh sebab itu, maka tentu anda harua benar benar mempertimbangkan hal ini.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;
Dalam instalasi vertikultur untuk budifaya tanaman sayuran anda hanya perlu menyiapkan lokasi untuk meletakkan wadah botol bekas yang berisi tanaman seperti &lt;a href=&quot;https://kotabunga.blogspot.com/2012/11/prosedur-membuat-kebun-vertikal-menanam.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;cara menanam tanaman vertikal&lt;/a&gt; . Dalam hal ini anda bisa menggunakan lokasi seperti dinding pada bagian belakang rumah, atau juga pagar rumah.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;
Dalam menanam tanaman menggunakan metode vertikultur tentu yang harus disiapkan adalah botol bekas yang akan digunakan sebagai wadah media Jenis botol bekas yang dapat digunakan adalah yang berbahan dasar plastik, dengan kapasitas minimal 1,1,5-2 liter. Anda bisa menggunakan botol bekas minuman bmineral atau juga minuman bersoda yang mudah di temukan di pasaran.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;alignleft wp-image-5695&quot; height=&quot;150&quot; sizes=&quot;(max-width: 300px) 100vw, 300px&quot; src=&quot;https://ilmubudidaya.com/wp-content/uploads/2018/09/images12-1.jpg&quot; srcset=&quot;https://ilmubudidaya.com/wp-content/uploads/2018/09/images12-1.jpg 290w, https://ilmubudidaya.com/wp-content/uploads/2018/09/images12-1-150x75.jpg 150w&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
Vertikultur merupakan salah satu teknik bercocok tanam hidroponik yang sedang trend dan banyak disukai masyarakat. Sebab teknik ini tidak hanya dapat membudidayakan tanaman terutama tanaman sayuran namun juga mampu menghadirkan keindahan. Nilai estetika inilah yang kemudian membuat budidaya tanaman dengan metode vertikultur banyak diminati masyarakat luas.
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Terutama bagi mereka yang tinggal di peekotaan dimana relatif memiliki lahan sempit dan terbatas. Maka menanam vertikultur dapat menjadi solusi yang tepat agar rumah dan pekarangan tetap dapat nampak terlihat asri dan hijau.&lt;/div&gt;
Jenis tanaman yang dapat ditaman secara vertikultur hanya terbatas kepada tanaman sayuran hijau yang berumur pendek dan berakar pendek. Seperti bayam, kangkung, sawi, pakcoy dan beberapa jenis sayuran lain. Untuk tempat penanaman juga menggunakan botol bekas minuman bersoda atau air mineral sebagaimana &lt;a href=&quot;https://kotabunga.blogspot.com/2012/11/prosedur-membuat-kebun-vertikal.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;cara membuat tanaman vertikultur dengan paralon&lt;/a&gt;.  Sehingga tentunya hal tersebut juga merupakan upaya yang baik dalam rangka mendaur ulang sampah plastik.&lt;br /&gt;
Tentunya hal ini juha menjadi nilai plus dari budidaya tanaman secara vertikultur, selain anda akan mendapatkan produks pertanian yang sehat, organik dan higenis. Tentunya anda juga ikut berupaya melestarikan kembali lingkungan dengan melakukan daur ulang sampah botol plastik.&lt;br /&gt;
Nah, tentunya hal ini menjadi sebuah trend yang patut untuk anda coba. Terutama bagi anda yang tinggal di daerah perkotaan dan kawasan padat penduduk. Pastinya anda akan mendapatkan banyak sekali manfaat dari budidaya secara vertikultur ini. Jika anda tertarik untuk mencobanya, maka dapat dilakukan dengan 6 cara menanam vertikultur dengan botol bekas paling sederhana. Simak selengkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Menyiapkan Botol Bekas dan Media Tanam&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;a href=&quot;https://ilmubudidaya.com/wp-content/uploads/2018/09/images13-2-300x190.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; class=&quot;alignleft size-medium wp-image-5698&quot; height=&quot;190&quot; sizes=&quot;(max-width: 300px) 100vw, 300px&quot; src=&quot;https://ilmubudidaya.com/wp-content/uploads/2018/09/images13-2-300x190.jpg&quot; srcset=&quot;https://ilmubudidaya.com/wp-content/uploads/2018/09/images13-2-300x190.jpg 300w, https://ilmubudidaya.com/wp-content/uploads/2018/09/images13-2-150x95.jpg 150w, https://ilmubudidaya.com/wp-content/uploads/2018/09/images13-2.jpg 500w&quot; style=&quot;cursor: move;&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Atau anda juga bisa menemukannya di tukang rongsokan yang menerima jual barang bekas seperti botol plastik. Tidak hanya sampai disitu, sebab botol yang anda siapkan tadi tidak dapat langsung digunakan, namun harus dibentuk sedemikian rupa agar dapat dijadikan sebagai wadah tanam. Adapun tahapan dan langkah langkahnya, antara lain adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Cuci bersih botol yang anda dapatkan menggunakan air bersih.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemudian, sayat bagian botol dari mulai bagian bawah leher botol hingga bagian dasar botol.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sayatan dibuat dengan bentuk persegi panjang dengan lebar 3-5 cm dan panjang disesuaikan dengan panjang botol.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya kemudian botol diisi dengan media tanam yang dikehendaki.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biasanya dalam budidaya vertikultur media yanh direkomendasikan untuk digunakan seperti pasir atau juga media arang sekam atau bisa juga kombinasi antara keduanya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Isikan media tanam hingga penuh, kemudian letakkan ditempat yang sejuk untuk selanjutnya di lakukan penanaman benih.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
2. Memilih Benih Tanaman&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://ilmubudidaya.com/wp-content/uploads/2018/09/images13-1-300x168.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; class=&quot;alignleft size-medium wp-image-5696&quot; height=&quot;168&quot; sizes=&quot;(max-width: 300px) 100vw, 300px&quot; src=&quot;https://ilmubudidaya.com/wp-content/uploads/2018/09/images13-1-300x168.jpg&quot; srcset=&quot;https://ilmubudidaya.com/wp-content/uploads/2018/09/images13-1-300x168.jpg 300w, https://ilmubudidaya.com/wp-content/uploads/2018/09/images13-1-150x84.jpg 150w, https://ilmubudidaya.com/wp-content/uploads/2018/09/images13-1.jpg 379w&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Benih tanaman yang akan ditanam tentu juga harus dipersiapkan. Untuk jenis sayuran seperti bayam dan kangkung dapat langsung ditanamkan, namun untuk jenis sayuran sawi sawian terlebih dahulu harus di semai. Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal maka tentu harus menggunakan bibit unggul yang berkualitas. Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian, antara lain sebagai berikut ini :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Gunakan benih yang bersertifikat dan resmi serta merupakan bibit unggul.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pilih benih yang berasal dari toko penjualam benih yang sudah terpercaya dan memiliki reputasi yang baik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selalu perhatikan tanggal kadaluwarsa yang tertera pada label kemasan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan menggunakan benih yang masa kadaluwarsanya sudah dekat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pastikan benih disimpan ditempat yang sejuk jika belum akan digunakan dan hindarkan dari paparan cahaya matahari langsung.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebelum digunakan benih terlebih dahulu harus direndam menggunakan air, kemudian diambil bagian yang tenggelam dan buang bagian yang mengambang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk benih yang harus semai, lakukan penyemaian dengan menggunakan media rockwoll.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Anda cukup menyiapkan potongan rockwoll dengan ukuran 3x3cm kemudian direndam menggunakan air terlebih dahulu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;selanjutnya diletakkan kedalam tray semai kemudian dibuatkan lubang tanam sedalam 0,5-1 cm.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tanamkan benih kedalam lubang tanam 1-2 biji benih.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemudian letakkan di tempat gelap untuk merangsang proses perkecambahan yang biasanya akan terjadi setelah 3-5 hari setelah semai.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya kemudian letakkan di tempat yang terkena cahaya matahari agar batang bibit kokoh.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah 10-14 hari kemudian bibit harus segera dipindahkan ke dalam media tanam, agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
3. Pembuatan Instalasi Vertikultur&lt;/div&gt;
Anda hanya cukup menggantungkan botol kebagian tembok. Kemudian wadah botol bekas ditata serapi mungkin agar mendapatkan nilai estetika yanh baik. Pastikan bahwa lokasi anda meletakkan wadah merupakan lokasi yang mampu mendapatkan cahaya matahari penuh. Hal ini tentu sangat dibutuhkan oleh tanaman terutama sayuran hijau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
4. Tahapan Penanaman&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;https://ilmubudidaya.com/wp-content/uploads/2018/09/images14-1-300x194.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; class=&quot;alignleft size-medium wp-image-5699&quot; height=&quot;194&quot; sizes=&quot;(max-width: 300px) 100vw, 300px&quot; src=&quot;https://ilmubudidaya.com/wp-content/uploads/2018/09/images14-1-300x194.jpg&quot; srcset=&quot;https://ilmubudidaya.com/wp-content/uploads/2018/09/images14-1-300x194.jpg 300w, https://ilmubudidaya.com/wp-content/uploads/2018/09/images14-1-150x97.jpg 150w, https://ilmubudidaya.com/wp-content/uploads/2018/09/images14-1.jpg 617w&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Penanaman dilakukan dengan cara menanamkan benih kedalam media tanam. Penanaman dapat dilakukan pada pagi atau sore hari agar tanaman mudah beradaptasi. Dalam satu wadah biasanya dapat ditanami lebih dari 1 bibit tanaman.&lt;br /&gt;
Tergantung luasan permukaan media, semakin luas tentu akan semakin banyak jumlah tanaman. Lakukan penanman jika binit sudah benar benar siap dipindahlan kelapangan. Sebab jika masih belum siap maka bibit amat rawan untuk mengalami kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
5. Perawatan dan Pemeliharaan&lt;/div&gt;
Terdapat beberapa hal yang wajib dilakukan dalam pemeliharaan dan perawatan tanaman veetikultur antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Penyiraman&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
Penyiraman dilakukan minimal setiap 2 kali dalam sehari yakni pada pagi dan sore hari. Gunakan handsprayer dan air bersih agar penyebaran air lebih merata. Pastikan bahwa penyiraman berjalan dengan baik agar pertumbuhan tanaman dapat berjalan dengan baik.&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pemberian Larutan Nutrisi&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
Mengingat media tanam yang di gunakan merupakan media yang tak dapat menyediakan hara alami bagi tanaman. Maka penting untuk memberikan larutan nutrisi sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Larutan nutrisi yang diberikan berupa larutan AB Mix daun yang khusus di peruntukan untuk sayuran daun. Anda dapat dengan mudah mendapatkannya di toko toko pertanian yang ada di kota anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
6. Panen dan Pasca Panen&lt;/div&gt;
Panen dapat dilakukan sesuai dengan umur dan jenis tanaman yang di tanam. Namun biasanya untuk jenis sayuran daun, panen berkisar 21-25 hari setelah tanam. Atau juga dapat menggunakan kriteria tinggi tanaman jika sudah mencapai tinggi maksimal antara 20-25 cm maka dapat langsung di panen. Segera setelah panen diletakkan ditempat yang sejuk agar kesegaran terjaga dan kualitaa tetap baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber copas:&lt;br /&gt;
https://ilmubudidaya.com/cara-menanam-vertikultur-dengan-botol-bekas</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/2018/09/cara-menanam-vertikultur-dengan-botol.html</link><author>noreply@blogger.com (BroFahroe)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-8221815843550182027</guid><pubDate>Fri, 02 Oct 2015 22:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-10-04T21:56:12.272+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Organik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">perawatan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pupuk</category><title>Cara memupuk tanaman</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;
&lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnhP5sylBaCbDdIR7cLPAx_K74lfK_s0LKrZW1uQuk71Z-DPnv4y5v_7FihE3MM4vMiwuLhUSLv7syjbTSnjs2TlDa0wyPG9KsH74RVHtRdxmVF9sTSiJTHICvT-tTHb2DBqQfUZjXktQ/s1600/sebar+pupuk.jpg&quot; /&gt;
&lt;/div&gt;
Pemupukan tanaman atau tanaman hias bisa dilakukan oleh siapa saja. Pemupukan merupakan pekerjaan yang ringan dapat dilakukan oleh kaum perempuan/ibu-ibu yang hobi dengan tanaman hias dirumah. Sebelum kita mengaplikasikan bagaimana cara pemupukan tanaman hias, mari kita pahami pengertian dan tujuan pemberian pupuk pada tanaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemupukan adalah tindakan menambah unsur hara yang diperlukan oleh tanaman. Pemupukan pada umumnya bertujuan memelihara atau memperbaiki kesuburan tanah, dimana secara langsung atau tidak langsung akan dapat menyumbangkan bahan makanan bagi tanaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa pemupukan harus menggunakan pupuk organik? Sebab pupuk organik mempunyai kandungan unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman dengan komposisi yang seimbang serta tidak mengandung bahan kimia sehingga aman digunakan dan tidak merusak tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pupuk organik sangat penting karena dapat :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Memperbaiki struktur tanah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menaikkan daya serap tanah terhadap air&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menaikkan kondisi kehidupan di dalam tanah&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana pemupukan tanaman? Pemupukan melalui akar tanaman yaitu dengan cara :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Disebar&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Ambil pupuk organik secukupnya sebarkan pada permukaan tanah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siram dengan air secukupnya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelelah pemupukan hindari tanaman terkena hujan karena pupuk akan hanyut terbawa air hujan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Waktu pemupukan sebaiknya pagi sebelum jam 10.00 atau sore setelah jam 15.00.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Ditempatkan diantara larikan/barisan&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Ambil pupuk organik secukupnya taburkan diantara larikan tanah dan kemudian ditutup kembali dengan tanah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siram dengan air secukupnya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Waktu pemupukan sebaiknya pagi sebelum jam 10.00 atau sore setelah jam 15.00&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Ditempatkan dalam lubang&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Buatlah lubang dalam tanah disamping batang dapat menggunakan pensil bekas sedalam kurang lebih 8-10 cm, masukkan pupuk organik ke dalam lubang yang sudah kita buat dan kemudian ditutup dengan tanah. Pembuatan lubang dibuat dan diatur secukupnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siram dengan air secukupnya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Waktu pemupukan sebaiknya pagi sebelum jam 10.00 atau sore setelah jam 15.00&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.pupukbokashi.com/p/cara-pemupukan-tanaman.html&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt;</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/2015/10/cara-memupuk-tanaman.html</link><author>noreply@blogger.com (BroFahroe)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnhP5sylBaCbDdIR7cLPAx_K74lfK_s0LKrZW1uQuk71Z-DPnv4y5v_7FihE3MM4vMiwuLhUSLv7syjbTSnjs2TlDa0wyPG9KsH74RVHtRdxmVF9sTSiJTHICvT-tTHb2DBqQfUZjXktQ/s72-c/sebar+pupuk.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-6536562790975915604</guid><pubDate>Thu, 15 Nov 2012 15:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-09-04T22:50:47.505+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kompos</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Organik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pupuk</category><title>Cara membuat kompos</title><description>&lt;div class=&quot;entry&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtT_WRCLsCHSwBQwafilTO9hNZhw5dvnVkaYD_diipR5RRhB35FIUBfThGLPe-qXuc2cmKKJcG6S7EN2hOzo2lKyDcRCy_sRZBM2GRmLb-JLqCmAT0HncFNzNTkqBj49tiFNh-M7Zmtp4/s1600/cara-membuat-pupuk-kompos%255B2%255D.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtT_WRCLsCHSwBQwafilTO9hNZhw5dvnVkaYD_diipR5RRhB35FIUBfThGLPe-qXuc2cmKKJcG6S7EN2hOzo2lKyDcRCy_sRZBM2GRmLb-JLqCmAT0HncFNzNTkqBj49tiFNh-M7Zmtp4/s1600/cara-membuat-pupuk-kompos%255B2%255D.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kompos merupakan pupuk yang dibuat dari sisa-sisa mahluk hidup baik hewan maupun tumbuhan yang dibusukkan oleh organisme pengurai. Organisme pengurai atau dekomposer bisa berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme. Kompos berfungsi sebagai sumber hara dan media tumbuh bagi tanaman.&lt;br&gt;
Dilihat dari proses pembuatannya terdapat dua macam cara membuat kompos, yaitu melalui proses aerob (dengan udara) dan anaerob (tanpa udara). Kedua metode ini menghasilkan kompos yang sama baiknya hanya saja bentuk fisiknya agak sedikit berbeda.&lt;br&gt;
&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://kotabunga.blogspot.com/2012/11/cara-membuat-kompos.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/2012/11/cara-membuat-kompos.html</link><author>noreply@blogger.com (BroFahroe)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtT_WRCLsCHSwBQwafilTO9hNZhw5dvnVkaYD_diipR5RRhB35FIUBfThGLPe-qXuc2cmKKJcG6S7EN2hOzo2lKyDcRCy_sRZBM2GRmLb-JLqCmAT0HncFNzNTkqBj49tiFNh-M7Zmtp4/s72-c/cara-membuat-pupuk-kompos%255B2%255D.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-6450951026570792410</guid><pubDate>Wed, 07 Nov 2012 06:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-09-06T00:05:28.101+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berkebun</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tutorial</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Vertikal</category><title>Prosedur Membuat Kebun Vertikal - Menanam dan Memelihara</title><description>&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;TAHAP MENANAM BENIH DAN PEMELIHARAAN TANAMAN&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;

&lt;br&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah media tanam dipersiap kan, maka kita siap maju ke tahap berikutnya. Pada tahap ini, siapkan benih dan air yang dicampur dengan pupuk cair dan / atau hormon (lihat jenis produk &lt;a href=&quot;http://petani-kota.blogspot.com/p/produk.html&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Pupuk Be-Natural&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;).

Prosedurnya adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://s563.photobucket.com/albums/ss79/parata/?action=view&amp;amp;current=Benihdirendam.png&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Benih direndam di campuran pupuk cair dan hormon&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://i563.photobucket.com/albums/ss79/parata/Benihdirendam.png&quot; height=&quot;162&quot; width=&quot;200&quot;&gt;&lt;/a&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;Siapkan atau beli benih cabai atau sayuran di penjual      bibit seperti Trubus. Anda bisa membuat bibit sendiri, misalnya      dengan membeli cabai yang sudah matang penuh, dan bijinya dijemur atau      dikeringkan.&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;Ambil 1 cc Pupuk Cair atau Hormon (1/10 isi      tutup botol), dan campur dengan 100 ml air (bisa menggunakan gelas Aqua).&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;Rendam benih yang ada ke dalam campuran Pupuk Cair      dengan air tadi selama 1 jam. Benih yang mengapung tidak dipakai alias      dibuang karena tidak baik. Ambil benih yang tenggelam. &lt;b&gt;Lihat gambar&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;Tanam 2 butir benih ke dalam lubang yang telah      dibuat di paralon. Benih yang pertumbuhannya lebih kerdil dicabut, agar benih      yang lebih besar bertumbuh dengan baik. &lt;b&gt;Lihat gambar bagaimana benih      ditanam ke lubang di paralon&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;a href=&quot;http://kotabunga.blogspot.com/2012/11/prosedur-membuat-kebun-vertikal-menanam.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/2012/11/prosedur-membuat-kebun-vertikal-menanam.html</link><author>noreply@blogger.com (BroFahroe)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDWrxXNuVqPkv7Ag6q3Zmg0m07iTXycpGcUDYkTQ0XdjPAckiZOEFg7TrEnz_g2ctlSFeBwI6In8zJkRdSDwTDQrCjvZ10JImy5Ig4YBlEZAWhjHCLJPh32wlKclSkJdG1fA9pS8zF_as/s72-c/Tanamancabaimerahusia1bulan%255B1%255D.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-852971259788323103</guid><pubDate>Wed, 07 Nov 2012 06:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-09-06T00:05:57.942+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berkebun</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tutorial</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Vertikal</category><title>Prosedur Membuat Kebun Vertikal - Persiapan</title><description>&lt;b&gt;&lt;u&gt;TAHAP PERSIAPAN&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;
 Sebelum membangun kebun vertikal, sebaiknya kita persiapkan segala sesuatunya yang berkenaan dengan kebun dimaksud.Barang-barang atau bahan-bahan yang kita persiapkan adalah:

&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQZGR4sNV_p_3WPXQyVT0bUzxzGIF8eC6zvZnnlEWTUABI0Sf59a9XowP620Kw4mjDXrw3tCdbhF4UhcUih_dBfRDfUTEUAvtD_kCClLMCgxbCuELOSfSywb1bAgxo9kOZtfMrA39wbfo/s1600/Tanamancabaimerahusia1bulan%255B1%255D.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;197&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQZGR4sNV_p_3WPXQyVT0bUzxzGIF8eC6zvZnnlEWTUABI0Sf59a9XowP620Kw4mjDXrw3tCdbhF4UhcUih_dBfRDfUTEUAvtD_kCClLMCgxbCuELOSfSywb1bAgxo9kOZtfMrA39wbfo/s320/Tanamancabaimerahusia1bulan%255B1%255D.jpg&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/a&gt;
&lt;li&gt;Paralon (boleh menggunakan bambu)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gergaji&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bor dengan mata 3 - 5 cm&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meteran untuk membuat titik-titik yang akan dilubangi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Spidol untuk menandai lubang yang akan dibuat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ember atau pot bunga dengan lubang dibawahnya untuk dudukan paralon&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Semen 2 kg untuk 4 paralon&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pasir adukan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sendok pengaduk semen&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Dengan alat-alat dan bahan di atas kita siap masuk ke step selanjutnya.

&lt;br&gt;
&lt;a href=&quot;http://kotabunga.blogspot.com/2012/11/prosedur-membuat-kebun-vertikal.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/2012/11/prosedur-membuat-kebun-vertikal.html</link><author>noreply@blogger.com (BroFahroe)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQZGR4sNV_p_3WPXQyVT0bUzxzGIF8eC6zvZnnlEWTUABI0Sf59a9XowP620Kw4mjDXrw3tCdbhF4UhcUih_dBfRDfUTEUAvtD_kCClLMCgxbCuELOSfSywb1bAgxo9kOZtfMrA39wbfo/s72-c/Tanamancabaimerahusia1bulan%255B1%255D.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-77927008312172888</guid><pubDate>Wed, 17 Nov 2010 16:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-09-29T01:44:53.562+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Anggrek</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bunga</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">perawatan</category><title>Tips Merawat Anggrek Bulan</title><description>&lt;br&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik3sA1qtoCVLscAxi8m0lAa57cx26uD7t3zOWXp1zl1j1m35fbmREZ6dTpcZPBhLyzjYLqby50W3r15vX92SXvv46-pE85fXA7xJYg3OM925AnKL_O3HEqObeRWFrfsN_2SFq92FgUEy0/s1600/anggrek-bulan-hybrid%255B1%255D.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;272&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik3sA1qtoCVLscAxi8m0lAa57cx26uD7t3zOWXp1zl1j1m35fbmREZ6dTpcZPBhLyzjYLqby50W3r15vX92SXvv46-pE85fXA7xJYg3OM925AnKL_O3HEqObeRWFrfsN_2SFq92FgUEy0/s320/anggrek-bulan-hybrid%255B1%255D.jpg&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Anggrek bulan adalah anggrek kesukaan saya, mempunyai kelopak bunga yang lebar dan anggun. Termasuk tanaman anggrek yang mudah dirawat dan rajin berbunga. Anggrek bulan termasuk golongan anggrek monopodial. Anggrek yang tumbuh keatas dari satu batang. Bunga dari anggrek bulan tumbuh dari sisi batang dari arah bawah. Dengan perawatan yang sesuai bunga anggrek bulan sangat tahan dan tidak cepat layu. Bahkan batang bunga yang sudah rontok bunganya, dapat tumbuh cabang bunga baru.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;i&gt;Phalaenopsis&lt;/i&gt; atau anggrek bulan spesies, keberadaannya di Indonesia menyebar dihutan tropis Indonesia. Sebagai tanaman hias indoor, anggrek bulan sangat menawan. Sehingga tidak bisa dipungkiri, penggemarnya meluas. Di Taiwan anggrek bulan hybrid sudah diusahakan sekala industri. Dengan tehnik meryclone. Dan produksinya diekspor keseluruh negara, termasuk indonesia. Di Indonesia sendiri nursery anggrek bulan sudah cukup banyak, terutama di Jawa.&lt;br&gt;
&lt;a href=&quot;http://kotabunga.blogspot.com/2010/11/tips-merawat-anggrek-bulan.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/2010/11/tips-merawat-anggrek-bulan.html</link><author>noreply@blogger.com (BroFahroe)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik3sA1qtoCVLscAxi8m0lAa57cx26uD7t3zOWXp1zl1j1m35fbmREZ6dTpcZPBhLyzjYLqby50W3r15vX92SXvv46-pE85fXA7xJYg3OM925AnKL_O3HEqObeRWFrfsN_2SFq92FgUEy0/s72-c/anggrek-bulan-hybrid%255B1%255D.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-2368975590408578294</guid><pubDate>Sun, 14 Nov 2010 16:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-09-29T01:43:54.581+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Anggrek</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bunga</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">perawatan</category><title>Penyiraman pada tanaman Anggrek</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFmpVNJgsEi_v1QfIrK-6zQcT8TOhHXUND9mVxz-MAHUYdIsf9NchLGlR457w_Ki2YR_R4c8hOqObyjLD_IKfP9hzW83vEcRI7VARUSDMuxsrL5HsnQ2TMsLvXVhFJy-mpd2iqqT1yyFM/s1600/anggrek+bulan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFmpVNJgsEi_v1QfIrK-6zQcT8TOhHXUND9mVxz-MAHUYdIsf9NchLGlR457w_Ki2YR_R4c8hOqObyjLD_IKfP9hzW83vEcRI7VARUSDMuxsrL5HsnQ2TMsLvXVhFJy-mpd2iqqT1yyFM/s1600/anggrek+bulan.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Air, sangat dibutuhkan oleh tanaman termasuk anggrek. Sebagai zat pengangkut sari makanan. Air yang baik untuk meyiram anggrek adalah dengan pH 5.6 – 6. Penyiraman pada anggrek adalah masalah terpenting yang kadang diabaikan begitu saja. Banyak kegagalan pemelihara anggrek, karena masalah penyiraman yang salah. Akibatnya tanaman anggrek rusak, bahkan mati semua.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Anggrek, asalnya adalah tanaman yang tumbuh liar dihutan, ada yang menempel dipohon dan ada yang tumbuh ditanah. Anggrek epiphyt, biasa tumbuh menempel pada pohon-pohon di hutan tropis yang lebat. Sehingga kondisi lingkungannya lembab. Dan tanaman ternaungi oleh pohon inangnya. Karena kelembaban yang tinggi, maka air kurang dibutuhkan. Yang termasuk anggrek ini adalah &lt;i&gt;Cattleya, Phalaenopsis, Dendrobium&lt;/i&gt;, Vanda daun. Anggrek terretris, anggrek yang tumbuh ditanah yang banyak humusnya. Anggrek ini banyak membututuhkan air. Yang termasuk jenis ini Vanda terete, &lt;i&gt;Arachnis, Renanthera&lt;/i&gt;.&lt;br&gt;
&lt;a href=&quot;http://kotabunga.blogspot.com/2010/11/penyiraman-pada-tanaman-anggrek.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/2010/11/penyiraman-pada-tanaman-anggrek.html</link><author>noreply@blogger.com (BroFahroe)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFmpVNJgsEi_v1QfIrK-6zQcT8TOhHXUND9mVxz-MAHUYdIsf9NchLGlR457w_Ki2YR_R4c8hOqObyjLD_IKfP9hzW83vEcRI7VARUSDMuxsrL5HsnQ2TMsLvXVhFJy-mpd2iqqT1yyFM/s72-c/anggrek+bulan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-3773614394256531570</guid><pubDate>Sun, 10 Oct 2010 06:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-09-29T01:44:53.365+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Anggrek</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bunga</category><title>Budidaya Anggrek – Tips Menanam dan Merawat Tanaman Anggrek</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9C0mM57Y2vP6GfE6lgx6UXt3721fGCHpfHcJRB8sZU9Wryk0vOGp6zl6_CC9qzIay7aKB_ZkbmpycIjpHyOVMyx2Pk4Dg0cOkM0kr27nZH6KQ7OPme7-VfemCgnAliA9qSmltH0g4k0k/s1600/anggrek-vanda1-201x300%255B1%255D.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9C0mM57Y2vP6GfE6lgx6UXt3721fGCHpfHcJRB8sZU9Wryk0vOGp6zl6_CC9qzIay7aKB_ZkbmpycIjpHyOVMyx2Pk4Dg0cOkM0kr27nZH6KQ7OPme7-VfemCgnAliA9qSmltH0g4k0k/s1600/anggrek-vanda1-201x300%255B1%255D.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
1. Bila Anda seorang pemula, sebaiknya pilih anggrek dewasa yg sudah atau siap berbunga, agar mengurangi resiko gagal&lt;br&gt;
2. Pilih jenis anggrek yg hidupnya optimal sesuai daerah tempat tinggal anda (lihat klasifikasi no.4). Ini agar pertumbuhannya optimal, walaupun anda bisa juga mencoba anggrek jenis yg lain.&lt;br&gt;
3. Perhatikan intensitas cahaya yang disukai oleh masing2 jenis anggrek sbb :&lt;br&gt;
* Phalaenopsis : 10 – 30 %&lt;br&gt;
* Cattleya : 20 – 30 %&lt;br&gt;
* Oncidium : 55 – 65 %&lt;br&gt;
* Dendrobium : 55 – 65 %&lt;br&gt;
* Arachnis : 100 %&lt;br&gt;
* Vanda teret : 100 %&lt;br&gt;
&lt;a href=&quot;http://kotabunga.blogspot.com/2010/10/budidaya-anggrek-tips-menanam-dan.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/2010/10/budidaya-anggrek-tips-menanam-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9C0mM57Y2vP6GfE6lgx6UXt3721fGCHpfHcJRB8sZU9Wryk0vOGp6zl6_CC9qzIay7aKB_ZkbmpycIjpHyOVMyx2Pk4Dg0cOkM0kr27nZH6KQ7OPme7-VfemCgnAliA9qSmltH0g4k0k/s72-c/anggrek-vanda1-201x300%255B1%255D.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-2743115638458893993</guid><pubDate>Sat, 09 Oct 2010 06:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-09-29T01:44:53.236+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Anggrek</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bunga</category><title>Klasifikasi Anggrek, Jenis-Jenis Bunga Anggrek</title><description>Kita bisa mengklasifikasikan anggrek berdasar beberapa kriteria berbeda sbb :&lt;br&gt;
1. Berdasar tempat tumbuh terbagi menjadi : &lt;span id=&quot;more-596&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.ibujempol.com/wp-content/uploads/2009/06/renanthera-monochica-150x150.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Photo Anggrek Renanthera-monochica&quot; border=&quot;0&quot; class=&quot;size-thumbnail wp-image-600&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;http://www.ibujempol.com/wp-content/uploads/2009/06/renanthera-monochica-150x150.jpg&quot; title=&quot;Photo Anggrek Renanthera-monochica&quot; width=&quot;150&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; text-align: -webkit-auto;&quot;&gt;Photo Anggrek&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
* Anggrek&lt;em&gt; Epifit&lt;/em&gt;, hidup menumpang pada batang / cabang tanaman lain.  contoh : &lt;em&gt;Phalaenopsis sp &lt;/em&gt; (anggrek bulan)&lt;em&gt;, Dendrobium sp&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Cattleya sp&lt;/em&gt;&lt;br&gt;
* Anggrek &lt;em&gt;Terestial&lt;/em&gt; atau anggrek tanah – tumbuh di tanah, contoh : &lt;em&gt;Renanthera,Aerides,Rynchostylis, Vanda sp&lt;/em&gt; dan &lt;strong&gt;Arachnis Sp&lt;/strong&gt; (Anggrek Kalajengking / Ketonggeng atau anggrek laba laba)&lt;br&gt;
* Anggrek&lt;em&gt; Litofit&lt;/em&gt; – tumbuh di batu2an, contoh : &lt;em&gt;Cytopdium, Paphiopedilum&lt;/em&gt;&lt;br&gt;
* Anggrek &lt;em&gt;Saprofit&lt;/em&gt; – tumbuh di humus atau kompos, contoh : &lt;em&gt;Calanthe, Goodyera sp.&lt;/em&gt;&lt;br&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption alignleft&quot; id=&quot;attachment_600&quot; style=&quot;width: 160px;&quot;&gt;
&lt;br&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;
&lt;br&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://kotabunga.blogspot.com/2010/10/klasifikasi-anggrek-jenis-jenis-bunga.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/2010/10/klasifikasi-anggrek-jenis-jenis-bunga.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-7229799506134128209</guid><pubDate>Mon, 01 Feb 2010 15:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-09-29T01:44:53.496+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Anggrek</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bunga</category><title>Anggrek Hitam yang makin Langka</title><description>&lt;br&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQTCIM-qSflYgFE_enzUPVWxqe7l3tDhrJVCkM_ba1Z_blBJGFbIjDTmbynn-vECk3He2rVKtb1ZrFM3svZiGftBKz8gPT212HGEUGjjArpvUZpNgdLMKzjkJfwaI-STxq0DdS6mRFpu0/s1600/coelogyne-pandurata-anggrek-hitam%5B1%5D.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Gambar Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQTCIM-qSflYgFE_enzUPVWxqe7l3tDhrJVCkM_ba1Z_blBJGFbIjDTmbynn-vECk3He2rVKtb1ZrFM3svZiGftBKz8gPT212HGEUGjjArpvUZpNgdLMKzjkJfwaI-STxq0DdS6mRFpu0/s320/coelogyne-pandurata-anggrek-hitam%5B1%5D.jpg&quot; title=&quot;Gambar Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)&quot; width=&quot;318&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot;&gt;Gambar Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;Anggrek Hitam &lt;/b&gt;adalah salah satu spesies anggrek yang dilindungi di Indonesia karena terancam kepunahan di habitat aslinya. Anggrek hitam yang dalam bahasa latin disebut Coelogyne pandurata merupakan flora identitas (maskot) propinsi Kalimantan Timur. Populasi anggrek hitam (Coelogyne pandurata) di habitat asli (liar) semakin langka dan mengalami penurunan yang cukup drastis karena menyusutnya luas hutan dan perburuan untuk dijual kepada para kolektor anggrek.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Anggrek hitam (Coelogyne pandurata), sebagaimana namanya, mempunyai ciri khas pada bunganya yang memiliki lidah (labellum) berwarna hitam. Anggrek langka ini dalam bahasa Inggris disebut sebagai “Black Orchid”. Sedangkan di Kalimantan Timur, Anggrek Hitam yang langka ini mempunyai nama lokal “Kersik Luai”.&lt;br&gt;
&lt;a href=&quot;http://kotabunga.blogspot.com/2010/02/anggrek-hitam-yang-makin-langka.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/2010/02/anggrek-hitam-yang-makin-langka.html</link><author>noreply@blogger.com (BroFahroe)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQTCIM-qSflYgFE_enzUPVWxqe7l3tDhrJVCkM_ba1Z_blBJGFbIjDTmbynn-vECk3He2rVKtb1ZrFM3svZiGftBKz8gPT212HGEUGjjArpvUZpNgdLMKzjkJfwaI-STxq0DdS6mRFpu0/s72-c/coelogyne-pandurata-anggrek-hitam%5B1%5D.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-2995828892536729352</guid><pubDate>Mon, 01 Dec 2008 16:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-09-29T01:45:17.896+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Begonia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bunga</category><title>Sisi Lain Begonia</title><description>&lt;div class=&quot;font_content_4&quot; style=&quot;background-color: white; color: #3a3a3a; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 15px;&quot;&gt;
&lt;img align=&quot;left&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;178&quot; hspace=&quot;5&quot; src=&quot;http://default.tabloidnova.com/files/article/photo/33342_begonia%20batik04-dolly_resize.JPG&quot; vspace=&quot;5&quot; width=&quot;228&quot; /&gt;&lt;strong&gt;1.Macam.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Ada dua macam begonia, yaitu begonia daun dan begonia bunga. Begonia bunga, bentuk bunganya sangat beragam dan cantik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;2.Warna.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Warna daun beragam dan tak semua berwarna hijau. Ada yang perak, merah, ungu, dan variegata. Umumnya jenis variegata berharga lebih mahal dari Begonia berdaun normal.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;3.Nama.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Nama Begonia diberikan oleh ahli botani, Charles Plumier. Ekspedisi yang dilakukannya disponsori ahli botani lain, Michel Begon. Plumier lalu menamai tanaman yang ditemukannya dengan nama Begonia.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;4.Obat.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Begonia pun memiliki khasiat obat, sebagai pereda demam dan penyembuh luka seperti bibir pecah-pecah. Cukup remas-remas daunnya dan oleskan ke atas luka. Selain daunnya, umbi Begonia yang sudah dicuci bersih, ditambahkan 300 cc air lalu dihaluskan, dapat digunakan untuk berkumur, dan dipercaya dapat menyembuhkan sakit tenggorokan.&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;strong&gt;FAKTA SINGKAT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Nama latin&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Begonia sp.&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Nama Lokal&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: Begonia&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://default.tabloidnova.com/files/article/photo/33345_gmbr%202_resize.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img align=&quot;right&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;184&quot; hspace=&quot;5&quot; src=&quot;http://default.tabloidnova.com/files/article/photo/33345_gmbr%202_resize.jpg&quot; vspace=&quot;5&quot; width=&quot;267&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Family &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;  : Begoniaceae&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Perbanyakan&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: Pemisahan anakan, stek batang, stek daun, umbi dan biji&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Tekstur daun&lt;/span&gt;&amp;nbsp;: Berlilin dan lembut, atau kasar seperti beludru&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Perawatan&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;
- pemupukan 2 minggu sekali (pupuk organik/non-organik)&lt;br /&gt;
- pemangkasan dilakukan pada daun yang sudah menua dan kering&lt;br /&gt;
- repotting 1 kali/ tahun.&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Fungsi desain&lt;/span&gt; : Tanaman display dalam pot (indoor dan outdoor), penutup tanah di tanam dalam jumlah banyak, atau tanaman gantung.&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Daya tarik&lt;/span&gt; : Daunnya yang unik dan bunganya yang indah&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Tinggi&lt;/span&gt;  : Sekitar 20cm - 60cm , lebar rumpun 40cm - 90 cm&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
http://default.tabloidnova.com/article.php?name=/sisi-lain-begonia&amp;amp;channel=griya%2Ftaman</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/2008/12/sisi-lain-begonia.html</link><author>noreply@blogger.com (BroFahroe)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-4704222305008549178</guid><pubDate>Sun, 28 Sep 2008 09:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-03T01:34:27.786+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">media tanam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pakis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pasir malang</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pupuk</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sekam</category><title>Komponen Media Tanam</title><description>Untuk menghasilkan media tanam yang baik dan sesuai dengan karakter tanaman, maka kebanyakan pekebun dan hobiis meramu beberapa komponen media tanam untuk menciptakan media tanam majemuk sesuai dengan yang diinginkan. Beberapa komponen media tanam yang umum dipakai oleh saat ini adalah :&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
1. Cacahan Pakis&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9V7iHkEjZsGIegBJcLNMroWJj9CYK_6JPpDMYteksjdT4ZaaSl5NAMbPuO4hVDREG0SP5AkWVIAXuwXrrXVXL4_LTTswKBmITPoQc1oRxpSYTSsjYAlmks47qxriAEO3R6pnI0lroYVaF/s1600/PAKIS+CACAH.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9V7iHkEjZsGIegBJcLNMroWJj9CYK_6JPpDMYteksjdT4ZaaSl5NAMbPuO4hVDREG0SP5AkWVIAXuwXrrXVXL4_LTTswKBmITPoQc1oRxpSYTSsjYAlmks47qxriAEO3R6pnI0lroYVaF/s200/PAKIS+CACAH.jpg&quot; width=&quot;175&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Cacahan pakis adalah batang atau akar tanaman pakis yang telah dicacah menjadi cacahan halus. Cacahan pakis yang baik digunakan adalah cacahan pakis matang yang sudah mengalami “fermentasi”. Cacahan pakis matang bersifat porous, mempunyai aerasi yang baik tetapi tetap mampu menyimpan air yang dibutuhkan tanaman dan mampu “memegang” tanaman dengan baik tanpa menimbulkan sifat padat yang berlebihan. Cacahan pakis merupakan komponen media tanam favorit pekebun dan hobiis saat ini.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;a href=&quot;http://kotabunga.blogspot.com/2008/09/komponen-media-tanam.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/2008/09/komponen-media-tanam.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9V7iHkEjZsGIegBJcLNMroWJj9CYK_6JPpDMYteksjdT4ZaaSl5NAMbPuO4hVDREG0SP5AkWVIAXuwXrrXVXL4_LTTswKBmITPoQc1oRxpSYTSsjYAlmks47qxriAEO3R6pnI0lroYVaF/s72-c/PAKIS+CACAH.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-5812708465834489115</guid><pubDate>Sat, 22 Dec 2007 07:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-09-29T01:44:53.431+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Anggrek</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bunga</category><title>Memilih Anggrek</title><description>&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;3&quot; cellspacing=&quot;2&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpading=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitAOEIXATB13x_vIObdwX4BFxlPNsht1yk3-TMCrtt7GcXMAB8d74gnY8p_m7P_8yOE4nVkRALjo63cwyT-1pURn6RforeL8o8jtHCVdYSDrRy2DH1KWnWzkdi6gSJxc_sXyWFkVmL97rf/s1600/991157_img_8780%5B1%5D.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitAOEIXATB13x_vIObdwX4BFxlPNsht1yk3-TMCrtt7GcXMAB8d74gnY8p_m7P_8yOE4nVkRALjo63cwyT-1pURn6RforeL8o8jtHCVdYSDrRy2DH1KWnWzkdi6gSJxc_sXyWFkVmL97rf/s320/991157_img_8780%5B1%5D.jpg&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Anggrek&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span class=&quot;smalltype&quot;&gt;Memilih anggrek yang akan dibeli ternyata tidak mudah. Apa ciri anggrek yang sehat? Bagaimana pula memilih bibit anggrek yang ciamik? Bagaimana agar Phalaenopsis berbunga? Ini ada tips menarik untuk Anda, penggemar anggrek.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tengahtop&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Memilih anggrek yang akan dibeli :&lt;br&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;a href=&quot;http://kotabunga.blogspot.com/2007/12/memilih-anggrek.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/2007/12/memilih-anggrek.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitAOEIXATB13x_vIObdwX4BFxlPNsht1yk3-TMCrtt7GcXMAB8d74gnY8p_m7P_8yOE4nVkRALjo63cwyT-1pURn6RforeL8o8jtHCVdYSDrRy2DH1KWnWzkdi6gSJxc_sXyWFkVmL97rf/s72-c/991157_img_8780%5B1%5D.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-1817535612588401085</guid><pubDate>Sat, 22 Dec 2007 07:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-10-02T20:20:40.182+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aglonema</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bibit</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bunga</category><title>Perbanyak Aglonema dengan penggal Pucuk</title><description>&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;3&quot; cellspacing=&quot;2&quot; style=&quot;width: 100%px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpading=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;width: 90%px;&quot;&gt;    &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span class=&quot;smalltype&quot;&gt;Ada yang mengatakan, di saat pasaran Aglaonema tidak terlalu hiruk-pikuk lagi, &lt;i&gt;enakan&lt;/i&gt; Aglaonema yang sudah jadi indukan dipotong atau dipenggal dalam rangka pengembangbiakan. Ada teknik khusus yang sebetulnya juga tidak susah-susah amat. Baca sejumlah trik yang dilakukan para &#39;selebritis&#39; tanaman hias.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Sosok aglaonema Snow White itu mempesona. Sepuluh daun hijau bertabur bercak putih membuatnya kompak. Namun, dengan pisau tajam, &lt;i&gt;kres...&lt;/i&gt; tangan kanan Prapanpong Tangpit memotong batang si putih salju menjadi 2 bagian. Batang yang tumbuh di pot terdiri atas 4 daun; batang terpotong, 6 daun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prapanpong Tangpit bukan sedang meluapkan marahnya. Memang begitulah cara dia memperbanyak aglaonema. Di depan rumahnya, di bilangan Khet Thawi Watthana, Bangkok, Thailand, menghampar 3.000 aglaonema. Semuanya diperbanyak dengan pemenggalan pucuk. Dengan teknik potong pucuk, At-sapaannya-menghasilkan minimal 5 anakan per tanaman setahun. Bandingkan dengan cara konvensional, cuma 2-3 anakan per tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemotongan pucuk, merangsang induk mengeluarkan tunas baru. &#39;Dari satu bonggol keluar 2-3 anakan,&#39; ujar At. Selang 5- 6 bulan, anakan aglaonema itu dipisahkan dari induk. Setelah dirawat 1-2 bulan atau keluar akar baru, kerabat anthurium itu siap jual. Itu baru anakan dari bonggol, belum dari batang hasil pemotongan. Potongan pucuk menghasilkan sekitar 2-3 anakan dan dapat dipanen setelah berdaun 5-7 helai. Jadi anakan diperoleh dari 2 tanaman, induk dan pucuk yang dipotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sehat &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Karena hasilnya spektakuler, sistem potong pucuk pun ditiru pekebun di Indonesia. Sebut saja Ukay Saputra di Jakarta. Pemilik Anisa Flora nurseri itu mengadopsi teknik itu sejak akhir 2005. Penggal pucuk dapat diterapkan untuk semua jenis aglaonema, tak hanya snow white. Itu yang Trubus saksikan di kebun produksi milik Ukay di Sawangan, Depok. Di lahan 3.000 m2, pria setengah baya itu memenggal heng-heng, legacy, venus, dan pride of sumatera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nun di Sentul, Bogor, Gunawan Widjaja pun melakukan hal sama. Itu terlihat dari puluhan pot di atas rak setinggi 1 m yang sekilas hanya berisi media tanpa tanaman. Begitu didekati, 2-4 tunas berbentuk jarum muncul ke permukaan. Itulah bonggol-bonggol tanaman induk yang telah dipotong pucuknya. Sedangkan pucuk yang telah dipisahkan, diletakkan di bawah rak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agar hasil maksimal, pilih aglaonema dewasa terdiri atas 8-10 daun. Kondisinya sehat: daun segar, kokoh, dan daun muda tak mengecil. Tanaman berakar kuat, putih, gemuk, dan tak busuk. Bila syarat itu terpenuhi, lakukan potong pucuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum pemenggalan, Ukay dan Gunawan memberikan perlakuan khusus. Ukay membenamkan batang aglaonema lebih dalam di pot. Biasanya, panjang batang sri rejeki yang ditanam hanya 5-7 cm yang terendam media. Sebelum dipotong, panjang batang yang tertutup media jadi 8-10 cm. &#39;Prinsipnya seperti cangkok, sehingga akar terangsang keluar,&#39; ujarnya. Selain itu, sri rejeki diberi pupuk lambat urai berkomposisi seimbang setiap 3 atau 6 bulan. Penyemprotan hara mikro setiap satu bulan. Untuk mempercepat akar muncul, Ukay memberikan vitamin B1 seminggu sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan Gunawan meningkatkan frekuensi pemupukan 2-3 minggu sebelum pemotongan. Biasanya pemupukan setiap satu minggu dengan pupuk seimbang berkonsentrasi 2 cc/l air. Sebelum dipenggal, ditingkatkan jadi 2 kali seminggu dengan konsentrasi sama. Tujuannya, meningkatkan jumlah makanan di akar sebelum dipotong. Ketika pucuk dipenggal, makanan dari akar tak lagi didistribusikan ke daun sehingga memacu keluarnya tunas di batang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Potong &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kini saatnya aglaonema dipenggal. Korek media hingga terlihat akar. Sebaiknya pucuk yang akan dipotong memiliki 3 akar untuk mencegah kematian. Potong batang sri rejeki itu dengan menyisakan minimal 1 daun pada tanaman induk. Tujuannya, agar kerabat keladi itu masih bisa berfotosintesis untuk menghasilkan makanan. &#39;Dengan demikian tunas baru yang muncul berdaun besar,&#39; ujar Gunawan. Pemotongan tanpa membongkar media. Artinya aglaonema tak perlu dikeluarkan dari pot agar tidak stres.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Olesi aglaonema terpotong dengan antiseptik atau obat penutup luka. Gunawan memberikan campuran bahan-bahan yang biasa dipakai untuk menyirih. Seperti campuran pinang, kapur sirih, dan gambir yang dihaluskan. Oleskan obat itu di atas luka. Setelah kering angin-sekitar 5 menit-tanam sri rejeki bagian atas dalam media campuran pasir malang, humus andam, pakis, dan sekam. Perbandingannya, 5 : 2 : 2 : 1. Siram potongan pucuk, sedangkan induk 3 hari kemudian untuk menghindari busuk batang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alternatif lain, rendam pucuk aglonema dalam larutan hormon, bakterisida, dan fungisida selama 0,5 jam seperti dilakukan Ukay. Lalu tanam sri rejeki itu dalam media campuran sekam bakar, cocopeat, pasir malang, dan dolomit dengan perbandingan 70 : 12,5 : 12,5 : 5. &#39;Dolomit berfungsi untuk menetralisir pH,&#39; kata Ukay. Selanjutnya siram anggota famili Araceae itu dengan air rendaman sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Letakkan pucuk aglaonema yang memiliki ketahanan tinggi, seperti snow white dan pride of sumatera, di bawah jaring peneduh 65% sebanyak 2 lapis. Sementara jenis yang agak ringkih, seperti legacy dan venus, taruh di bawah jaring dan plastik UV agar terhindar dari hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk merangsang tunas pada bonggol bawah, Ukay menyemprotkan campuran auksin dan sitokinin murni satu minggu sekali. Pemberian cukup 2 kali. Selang 1 bulan, 2-3 tunas muncul dan bisa dipisahkan setelah berdaun 5 helai atau 6 bulan kemudian. Aglonema pun siap jual 1 bulan kemudian. Cepat dan banyak bukan? (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Evy Syriefa)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Langkah2 Pemotongan&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;
1. Siapkan pisau dan alat pengorek &lt;br /&gt;
2. Aglonema dalam kondisi sehat terlihat dari akar yang putih dan gendut &lt;br /&gt;
3. Korek media untuk melihat akar &lt;br /&gt;
4. Potong batang aglaonema dan sisakan minimal satu daun pada bonggol &lt;br /&gt;
5. Oleskan obat penutup luka, seperti betadine atau campuran bahan menyirih pada luka pucuk dan induk &lt;br /&gt;
6. Tanam pucuk aglaonema di media campuran pasir malang, humus andam, pakis, dan sekam dengan perbandingan 5: 2:2:1 &lt;br /&gt;
7. Siram aglaonema lalu letakkan di tempat ternaungi &lt;br /&gt;
8. Tunas muncul 1 bulan kemudian &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;(Dikutip dari majalah TRUBUS 440, dari judul asli: &quot;Demi Anakan, Penggal Leher Ratu&quot;)&lt;/b&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/2007/12/perbanyak-aglonema-dengan-penggal-pucuk.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-12459799199775826</guid><pubDate>Mon, 14 May 2007 14:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-30T22:54:51.834+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info</category><title>Tanaman Tak Lepas dari Hama</title><description>&lt;div&gt; &lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;font size=&quot;4&quot;&gt;&lt;font size=&quot;2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;dari : http://www.kompas.com/kompas-cetak/0308/30/metro/520983.htm&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;br&gt;&lt;/font&gt; &lt;/i&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;SIAPA pun akan mengakui, pertumbuhan tanaman takkan lepas dari serangan hama. Untuk itulah, pedagang bunga Adenium, Chandra Gunawan Hendarto, yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Florikultura Indonesia, berusaha menjelaskan sekilas proses penanaman Adenium untuk menghasilkan tanaman yang berkualitas, sehat, dan indah.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;Tanaman Adenium sangat baik ditanam di tempat terbuka. Tanaman itu membutuhkan sinar matahari langsung. Namun, pertumbuhannya akan lebih sempurna jika dinaungi plastik ultraviolet atau akrilik.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;Untuk penyiraman tanaman  tropis itu dapat dilakukan satu kali sehari, terutama musim kemarau atau panas. Sebaliknya, jika cuaca mendung atau hujan, penyiraman bisa dilakukan 2-3 hari sekali. &quot;Untuk lebih akurat, kita bisa mengecek dengan memasukkan jari kita ke dalam media tanaman itu. Tujuannya, kita bisa memastikan seberapa besar tingkat kelembabannya,&quot; ujar Chandra.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;Media tanaman sangat bervariasi. Kuncinya adalah porositas, sebab Adenium adalah tanaman yang berasal dari daerah bercurah hujan rendah. Berdasarkan percobaan yang dilakukan di Godongijo Nursery, yang terdapat di Jalan Cinangka Raya Km 10, Serua, Sawangan, Depok, campuran media tanaman yang baik adalah komposisi alternatif pertama terdiri atas serbuk sabut kelapa 30 persen, pasir sungai yang kasar atau pasir malang 40 persen, dan sekam (kulit padi) bakar atau arang batok kelapa 30 persen.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot;  size=&quot;2&quot;&gt;Komposisi kedua terdiri atas pasir sungai yang kasar atau pasir malang 40 persen, sekam bakar atau arang batok kelapa 40 persen, dan pupuk kandang (lebih baik yang sudah difermentasi) sebanyak 20 persen.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;Komposisi ketiga terdiri atas pasir sungai yang kasar atau pasir malang 60 persen, dan sekam 40 persen. Adapun komposisi keempat terdiri atas pasir sungai yang kasar atau pasir malang 50 persen, sekam 30 persen, dan pupuk kandang 20 persen.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;Komposisi media tanaman (untuk ukuran pot 15 sentimeter) itu sebaiknya juga ditambah pemupukan secara periodik, dengan memiliki salah satu anjuran, yakni pupuk organik atau kandang setiap dua bulan sekali sebanyak empat sendok makan, pupuk kimia seperti NPK (sebulan sekali) sebanyak satu sendok teh atau dekastar (3-4 bulan sekali) sebanyak satu sendok makan, atau pupuk daun. Untuk  mendapatkan penampilan Adenium yang maksimal, bisa ditambahkan penggunaan pupuk daun (growmore atau bifolan).&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;SELAIN teknik penanaman dan pemupukan, Chandra juga berusaha memaparkan berbagai pedoman mengidentifikasi hama atau penyakit tanaman Adenium itu.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;Secara spesifik, ada tujuh hama atau penyakit yang menyerang Adenium, yakni Spider mite (Tetranynchus cinnacinaborinus/Red spider mite atau Tetranynchus urticae/Twospooted spider mite), Thrips (Thysanoptera-Tripidae), Fungus gnats (Diptera-sciaridae), Mealybug, Root Mealybug, Phomopsis, dan Fusarium (layu pucuk).&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;1. Spider mite (Tetranynchus cinnacinaborinus/Red spider mite atau Tetranynchus urticae/Twospooted spider mite berbentuk seperti tungau berwarna merah, kuning muda, hijau tua, coklat muda, atau  hitam.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;Tempat serangan pada bagian bawah daun dan ketiak daun. Gejalanya, bagian atas daun berwarna kusam (kekuningan) dan terlihat berkerut, bagian bawah terdapat bercak bekas serangan. Pada stadium lanjut, daun menguning dan rontok sebelum waktunya.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;2. Thrips (Thysanoptera-tripidae) berbentuk kecil, seperti kutu berwarna hitam yang bergerak-gerak dengan cepat.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;Tempat serangan pada jaring daun dan bunga. Gejala berupa daun, kuncup bunga akan rontok, dan bentuk daun tidak sempurna.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;3. Fungus gnats (Diptera-sciaridae) berbentuk larva berkepala hitam, bening. Jika dewasa, bentuknya seperti nyamuk.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;Tempat serangan pada kuncup bunga.  Gejalanya, bercak berwarna coklat dikuncup bunga, dan gagal mekar. Jika serangan ringan, kuncup bunga tetap akan mekar tetapi bentuk bunganya tidak sempurna.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;4. Mealybug berbentuk kutu berwarna putih, memiliki semacam tepung di tubuhnya. Tubuhnya dilapisi lapisan lilin yang tampak seperti kapas.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;Tempat serangan pada pucuk tanaman (daun), ketiak daun, dan batang tanaman. Gejalanya, pertumbuhan terhambat dan timbul bercak hitam di sekitar pucuk tanaman yang menyebabkan klorosis/bintik-bintik pada permukaan daun.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;5. Root Mealybug berbentuk kutu rambut berwarna putih.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;Tempat serangan pada akar muda tanaman. Gejalanya, pertumbuhan terhambat, bahkan cenderung terhenti. Pada stadium lanjut, akar tanaman  menjadi busuk.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;6. Phomopsis berbentuk cendawan. Tempat serangan pada permukaan daun cekung. Gejalanya, timbul bintik-bintik coklat di permukaan daun yang semakin melebar dan daun akan rontok.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;7. Fusarium (layu pucuk) berbentuk cendawan. Tempat serangan pada pucuk tanaman. Gejalanya, pucuk tanaman membusuk dan tidak bau jika dicium.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;Penyebaran fusarium cukup cepat sehingga sangat disarankan untuk memotong pemangkasan untuk memotong bagian tanaman yang terkena serangan dan memusnahkannya.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;Banyak atau sedikitnya pemangkasan tergantung seberapa jauh serangan terdeteksi. Pemotongan bagian tanaman sebaiknya dilakukan sampai tanda-tanda serangan tidak tampak di bagian tanaman yang terserang.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;&lt;strong&gt;Peraturan&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;Ternyata kendala usaha tanaman hias bukan hanya soal cara-cara menghadapi serangan hama, melainkan juga bagaimana menghadapi pemasaran baik lokal maupun internasional.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;Secara terpisah, Ketua Umum Asosiasi Bunga Nasional (Asbindo) Karen Sjarief Tambayong menjelaskan, pelaku bisnis hortikultura terhambat peraturan dalam negeri ini. Peraturan pemerintah lebih mengutamakan target penjualan. Pemerintah kurang berpikir, industri bunga hias mampu menciptakan banyak tenaga kerja.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;Pemerintah terkungkung pada penegakan peraturan karantina dan pajak, terutama pada masa pemberlakuan otonomi daerah.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;&quot;Akibatnya, kita tidak bisa  compatible di dunia internasional,&quot; tegas Tambayong.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;Terus terang, kata Tambayong, pemerintah belum mampu melihat bahwa industri Florikultura sebagai industri yang menjanjikan. Di pusat bunga dunia, Sri Lanka mampu menawarkan anyaman pandan dan Kosta Rika menawarkan Nepentes (kantung semar).&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;font face=&quot;Arial, Helvetica, sans-serif&quot; size=&quot;2&quot;&gt;Sudah saatnya, petani-petani menanam bunga yang dibutuhkan pasar di masa depan, termasuk khasiatnya. Bukan sekadar ikut tren pasar. (OSA)&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&amp;#32; 	         &lt;hr size=&quot;1&quot;&gt;&lt;FONT face=Arial size=-1&gt;Kunjungi halaman depan &lt;A href=&quot;http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http://id.yahoo.com/&quot;&gt;Yahoo! Indonesia&lt;/A&gt; yang baru!&lt;/FONT&gt;</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/2007/05/tanaman-tak-lepas-dari-hama.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-3267081721412528651</guid><pubDate>Mon, 14 May 2007 14:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-10-04T21:55:01.075+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aglonema</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bunga</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info</category><title>Bonggol Aglonema</title><description>&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;3&quot; cellspacing=&quot;2&quot; style=&quot;width: 100%px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpading=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;width: 90%px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span class=&quot;smalltype&quot;&gt;Kalau masalah cerita bonggol dan menumbuhkan tunas, sebelum punya Aglo dalam bentuk tanaman utuh dulu saya kuatnya beli bonggol aja. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tengahtop&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tengahtop&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Jadi cuma nyempil dari teman2 yang punya tanaman dengan batang panjang lalu dengan modal nekat saya coba tanam bonggol  itu. Dan alhamdulilah melalui berbagai uji coba media, pupuk, hormon dan doa akhirnya berhasil. Berikut resep yang telah saya coba, mohon maaf kalau tidak terlalu teknis bahasanya, cuma bahasa orang awam saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Media . &lt;br /&gt;
Saya bingung bagaimana membuat media yang steril. Tapi saya mencobanya begini : &lt;br /&gt;
Komposisi media tanam saya : Pakis : Sekam Bakar : Pasir Malang dengan perbandingan 3 : 1 : 1 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persiapan Media : &lt;br /&gt;
- Pakis remuk saya semprot fungisida, saya cuci dan jemur 8 Jam dengan panas maksimum ( full sun) lalu, saya masukkan dalam plastik saya ikat rapat dan simpan selama satu minggu). Saya pernah coba saya oven pakis itu eee...istri saya marah2..heheh &lt;br /&gt;
- Pasir di ayak biar seragam ukurannya, semprot fungisida di cuci dan di jemur, simpan rapat dalam plastik. &lt;br /&gt;
- Sekam Bakar di perlakukan sama seperti pakis &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Persiapan Bonggol. &lt;br /&gt;
Untuk ngomong bahasa teknisnya buat bonggol yang layak tanam susah saya, yang jelas kalau selama  ini saya pilih bonggol yang tidak terlalu kecil ( diameter &amp;gt; 1cm) dan panjang 2cm, dan kelihatan sehat. Itu berlaku untuk bonggol berakar ataupun gundul.Kalau ada akar yang kelihatan loyo dan tidak segar potong saja. Setelah di potong baik yang berakar maupun gundul saya cuci bersih pakai air biasa lalu saya celup larutan bayclean + fungisida ( 1 liter air 1 cc bayclean + 1 cc fungisida) selama 5-15 menit dan bilas dengan air bersih. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Perendaman &lt;br /&gt;
Bonggol yang sudah siap, saya rendam dengan larutan hormon. Untuk ini saya pakai NASA hormonic, yang saya baca di labelnya mengandung hormon auksin, giberelin, sitokinin, yang juga katanya para senior , hormon2 ini penting bagi tanaman. ( di anggap promosi juga gak apa2 dah..hahahha). Komposisi larutan 1 tutup botol hormonic : 1 liter air. &lt;br /&gt;
Masa perendaman 12 Jam. Hati2 perendaman sebaiknya di tutup, saya pernah merendam pagi2nya hilang mungkin di ambil mickey mouse, soalnya air rendamannya juga habis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Penutupan Luka Bekas Potongan &lt;br /&gt;
Setalah perendaman selesai, saya tutup luka bekas potongan dengan gipsum atau semen putih dan salep betadine, dan saya oles dengan rotten secara merata lalu saya angin2kan sebentar biar kering salep &lt;br /&gt;
made in saya tadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Penanaman &lt;br /&gt;
Media tanam yang sudah saya siapkan tadi, saya campur dengan komposisi pakis : Sekam Bakar : Pasir malang = 3 : 1 : 1. Setelah campur, saya semprot media tanam tersebut dengan larutan air + B1 + POWER atau super NASA, hingga lembab ( tidak terlalu basah). Lubang pot saya perbesar dan di tambah, untuk memastikan media itu porous dan bisa &lt;br /&gt;
melewatkan air , saya beri sterofoam didasar potnya. Bonggol saya tanam,dengan keseluruhannya terpendam kira 1 cm di bawah media, jadi bonggol tidak kelihatan.Posisi penanaman bonggol yang gundul adalah agak miring ( 45 derajat) dari bidang horisontal. &lt;br /&gt;
Catatan : &lt;br /&gt;
Untuk bonggol yang berakar, saya taburkan sedikit Dekastar di sekitar &lt;br /&gt;
akarnya  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6 Berdoa &lt;br /&gt;
Silakan berdoa menurut Aglo dan kepercayaan masing2, semoga segera &lt;br /&gt;
muncul tunas.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Penyiraman &lt;br /&gt;
Karena media saya porous, untuk penyiraman, saya waktunya hanya mempergunakan feeling dan pengamatan visual. Jika kira2 sudah agak kering saya siram dengan larutan campuran hormonic : pupuk organic &lt;br /&gt;
cair : air = 2 cc : 8 cc : 1 liter air. Tempatkan bonggol di tempat remang2 dan kering. Setelah bonggol tumbuh tunas, tetap saya siram &lt;br /&gt;
dengan larutan tsb di atas.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari hasil saya mencoba, tahap yang paling penting disamping sterelisasi bonggol dan media adalah perendaman bonggol dengan larutan hormon ( bisa dari produk apa saja, kebetulan saya memakai NASA). Saya sudah membandingkan dari bahan , perlakuan dan persiapan yang berbeda, hasilnya yang saya rendam larutan hormon 2 mingguan sudah tumbuh tunas &lt;br /&gt;
2-4 cm dan muncul di permukaan media dan jumlahnya 2 -3 tunas. Sedangkan yang tanpa perendaman hormon 1 bulan baru  tumbuh dan itu pun maksimal 2 tunas. Saya belum pernah mengalami bonggol yang busuk, &lt;br /&gt;
paling2 baru tumbuh sedikit dah laku...hahah.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang mungkin saya akan mencoba lagi dengan kombinasi di beri Keiki Flicksnya Pak Oy.. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat mencoba semoga bermanfaat..kurang lebihnya mohon maaf. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam &lt;br /&gt;
Yunan Rhedian &lt;br /&gt;
http://groups.yahoo.com/group/Aglaonema/&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/2007/05/bonggol-aglonema.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-5838587337473681692</guid><pubDate>Mon, 14 May 2007 13:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-25T08:24:44.467+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info</category><title>Media Tanam Adenium</title><description>&lt;div style=&quot;line-height: 100%; margin: 0pt; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi36REfCpOC5dheuw5srI2sQTjDJ2l0vq6_edgFPMsH7K4q1ooq8sM7e4NnCiqCv7x1XhG2G1M_WKGp7K6mhqERZGqarnEvG_glyVUbQQr3_p8mlpmvXsyBGghwYWnkZFehQIFRTKgF7zo/s1600/LIAT%5B1%5D.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi36REfCpOC5dheuw5srI2sQTjDJ2l0vq6_edgFPMsH7K4q1ooq8sM7e4NnCiqCv7x1XhG2G1M_WKGp7K6mhqERZGqarnEvG_glyVUbQQr3_p8mlpmvXsyBGghwYWnkZFehQIFRTKgF7zo/s320/LIAT%5B1%5D.jpg&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;Media                                 tanam merupakan salah satu unsur penting dalam                                 merawat adenium anda. Campuran yang tepat                                 didukung unsur hara yang maksimal akan membantu                                 Adenium Anda tumbuh prima.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;line-height: 100%; margin: 0pt; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;line-height: 100%; margin: 0pt; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;Porousitas                                 adalah faktor utama dikarenakan adenium sangat                                 rentan serangan busuk akar jika media yang                                 digunakan terlalu mengikat air.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;line-height: 100%; margin: 0pt; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;line-height: 100%; margin: 0pt; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;Campuran                                 media yang biasa saya gunakan adalah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;line-height: 100%; margin: 0pt; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;line-height: 100%; margin: 0pt; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;1.                                 Pasir malang &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;line-height: 100%; margin: 0pt; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;2.                                 Sekam bakar&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;line-height: 100%; margin: 0pt; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;3.                                 Cocopeat &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;line-height: 100%; margin: 0pt; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;4.                                 Pupuk kandang  matang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;line-height: 100%; margin: 0pt; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;line-height: 100%; margin: 0pt; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;Perbandingan                                 yang biasa saya gunakan adalah 1:3:2:2. Analisa                                 saya adalah pasir malang memiliki bentuk yang                                 kasar dan cenderung melukai akar pada saat                                 pertumbuhan adenium sedang pesat. Hal ini akan                                 melukai akar dan memicu terjadinya busuk akar.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;
&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://kotabunga.blogspot.com/2007/05/media-tanam-adenium.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/2007/05/media-tanam-adenium.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi36REfCpOC5dheuw5srI2sQTjDJ2l0vq6_edgFPMsH7K4q1ooq8sM7e4NnCiqCv7x1XhG2G1M_WKGp7K6mhqERZGqarnEvG_glyVUbQQr3_p8mlpmvXsyBGghwYWnkZFehQIFRTKgF7zo/s72-c/LIAT%5B1%5D.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-7934457677419247477</guid><pubDate>Wed, 09 May 2007 22:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-09-29T01:45:31.090+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Anthorium</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bunga</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gelombang Cinta</category><title>Kota Bunga</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqb7d707LIyQ5_qSUFd5vRyzxfFsiZFu2Oa3wYd9StK_BTfX-S68PnMa8eL_rzfwRgUGmK7XbEiSLO5NX9Xy6_EjypXumx0lAsdif1i-OnTG0KEZZCc230GQC8DQv1TPfDqBeceHIWgks6/s1600-h/100_2935.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqb7d707LIyQ5_qSUFd5vRyzxfFsiZFu2Oa3wYd9StK_BTfX-S68PnMa8eL_rzfwRgUGmK7XbEiSLO5NX9Xy6_EjypXumx0lAsdif1i-OnTG0KEZZCc230GQC8DQv1TPfDqBeceHIWgks6/s320/100_2935.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5064784343203424482&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEic0d0eOm2Y0pWnKJvhWOqUJuKuEpGprUCLh2iQNL2pSsgNs5TS8cEcY9aucx_rT5vkPdgOC4xhfw-5P0iXcrKR2Ulo3PXslF2gxyeLRvoauOH0A2imNqgnbEze4-h-eIVfynBexupJC37p/s1600-h/100_2926.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEic0d0eOm2Y0pWnKJvhWOqUJuKuEpGprUCLh2iQNL2pSsgNs5TS8cEcY9aucx_rT5vkPdgOC4xhfw-5P0iXcrKR2Ulo3PXslF2gxyeLRvoauOH0A2imNqgnbEze4-h-eIVfynBexupJC37p/s320/100_2926.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5064783106252843218&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/2007/05/aa.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqb7d707LIyQ5_qSUFd5vRyzxfFsiZFu2Oa3wYd9StK_BTfX-S68PnMa8eL_rzfwRgUGmK7XbEiSLO5NX9Xy6_EjypXumx0lAsdif1i-OnTG0KEZZCc230GQC8DQv1TPfDqBeceHIWgks6/s72-c/100_2935.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-4614802344103303331</guid><pubDate>Wed, 09 May 2007 20:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-09-29T01:45:03.686+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bunga</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Euphorbia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info</category><title>Agar Euphorbia milii Tumbuh Subur dan Berbunga</title><description>&lt;span style=&quot;font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;&quot;&gt;Tak               kenal maka tak sayang. Jika Anda tahu dan kenal karakter Euphorbia               milii, maka tanaman ini akan tumbuh subur dan rajin berbunga.               Beberapa hal yang harus diketahui:&lt;/span&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;&quot;&gt;&lt;b&gt;PENYIRAMAN:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;              Euphorbia suka air. Meski tidak suka basah, kebutuhan airnya cukup               tinggi. Tapi pemberian air berklebihan, bisa megakibatkan akar               busuk. Akar busuk berwarna coklat, lembek seperti bubur bila               dipegang. Sebaliknya kalau penyiraman jarang dilakukan, tanaman               terkena dehidrasi, kekurangan air. Tandanya, tanaman mengkerut,               daun menguning, mudah rontok dan sosok tanaman menjadi kerdil.               Jika dibiarkan, lambat laun, tanaman Anda akan merana, dan mati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;&quot;&gt;Penyiraman               dilakukan jika media terlihat kering. Tapi jangan percaya pada               pandangan mata saja. Gunakan jari, untuk mengorek medianya sedalam               1-2 cm. Jika terasa tanah masah, ya, Euphorbia Anda tak perlu               disiram. Sebaliknya jika terasa kering, segera lakukan penyiraman.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;              Waktu penyiraman sebaiknya pagi hari, pukul -8.00-09.00 atau sore,               pukul 15.00-16.00&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;&quot;&gt;Jangan menyiram               pada saat siang atau sinar matahari trerlalu terik. Percuma, air               akan mengicap sebelum diserap tanaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;&quot;&gt;Penyiraman               dianggap cukup, kalau air sudah keluar dari lubang bawah pot.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;&quot;&gt;Gunakan sprayer               atau gembor, agar air yang keluar lebih halus dan tidak merusak               tanaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;&quot;&gt;Sebaiknya,               seluruh tanaman ikut disiram agar debu atau kotoran yuang menempel               hilang terbawa air.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;&quot;&gt;&lt;b&gt;PENYIANGAN&lt;br /&gt;              &lt;/b&gt;Di dalam pot, gulma, rumput atau tanaman liar lain, biasanya               ikut tumbuh. Jika dibiarkan, mereka bisa mengambil nutrisi milik               Euphorbia Anda. Maka, cabut saja, gulma-gulma itu, dan bersihkan               pot Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;&quot;&gt;&lt;b&gt;PEMANGKASAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;              Pemangkasan bertujuan untuk mempercantik tajuk tanaman, juga untuk               mengurangi penguapan pada masa vegetasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;&quot;&gt;Cabang-cabang               yang tidak beraturan diopotong. Tunas baru yang muncul pada               tanaman berumur 1 tahun juga dipangkas agar tidak menghambat               pertumbuhan tanaman induk. (&lt;i&gt;Sst... bekas potongannya jangan               dibuat, lho, karena masih bisa dijadikan bibit, baik untuk setek               atau sambung batang&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;&quot;&gt;Bunga tua juga               harus dipangkas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;&quot;&gt;Bunga Euphorbia               bisa tahan selama 2 bulan. Lama-lama, warnanya pudar, kusam               akhirnya layu. Sebaiknya potong agar bunga baru muncul.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;&quot;&gt;&lt;b&gt;PEMUPUKAN:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;              Seperti tanaman lain, Euphorbia milii juga butuh unsur hara untuk               mengeluarkan bunga. Unsur hara diperoleh dari media tanamnya.               Namun kadang tidak cukup, sehingga perlu diberi tambahan beryupa               pupuk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;&quot;&gt;Pemberian pukuk               harus rutin dan tepat dosis. Kalau berlebihan tanaman bisa               terganggu, kalau terlalu sedikit, kondisi tanaman merana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;&quot;&gt;Tanaman yang baru               ditanam sebaiknya jangan dipupuk dulu. Setelah itu baru diberi               pupuk NPK 20:20:20, dosis 1 gr/ liter/ per tanaman. Aplikasi pupuk               seminggu sekali dengan cara mengocorkan ke media tanam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;&quot;&gt;Pupuk lain yang               dapat digunakan, pupuk &lt;i&gt;slow release&lt;/i&gt;, seperti Dekastar,               Megakamp dan Osmocote dengan dosis 5 gr per tanaman. Aplikasi               setiap 3 bulan sekali. Pupuk ini tidak cepat larut, dan menyerap               pelan-pelan.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;              &lt;b&gt;KENALI PENYAKIT EUPHORBIA:&lt;br /&gt;              &lt;/b&gt;Meski jarang terserang penyakit atau hama, tak berarti               Euphorbia bebas penyakit. Berikut penyakit yang harus diwaspadai:&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;              &lt;i&gt;WHITE FLIES.&lt;/i&gt; Penyebabnya kutu putih (Homopteraaleyrodiae),               sering muncul di musim kemarau. Gejala serangannya: daun hitam di               permukaan atas dan bawah, dan terlihat banyak semut di sekitar               daun. Telur dan larva ditempat di bawah daun.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;              Obatnya? Semprotkan Pegasus konsentrasi 05, ml/ liter ditambah 0,5               ml Biosoft. Atau dengan Metindo konsentrasi 1 gr/ liter air. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;&quot;&gt;Penyemprotan               sebaiknya diarahkan ke permukaan bawah daun.&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;&quot;&gt;Hanya,               jika sudah terserang parah, sebaiknya cabut saja, dan dibakar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;&quot;&gt;&lt;i&gt;BACTERIAL SOFT               ROT.&lt;/i&gt; Biang keroknya, bakteri Erwinia carotavora. Serangan               terlihat pada bat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/2007/05/agar-euphorbia-milii-tumbuh-subur-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-2754404831419684233</guid><pubDate>Wed, 09 May 2007 20:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-09-29T01:45:03.553+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bunga</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Euphorbia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info</category><title>Media Tanam Euphorbia milii</title><description>&lt;span style=&quot;font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;&quot;&gt;Euphorbia milii               suka media kering, dan porous (tidak mengikat air terlalu lama).               Drainase yang buruk, akan membuat busuk akar. &lt;/span&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;&quot;&gt;Berdasarkan               pengalaman sejumlah nurseri, media tanam yang akan menghasilkan               Euphorbia mili Anda sehat dan rajin berbunga adalah campuran               serbuk kelapa (cocopeat), sekam bakar, sekam biasa, pasir kasar/               pasir malang dan pupuk kandang. Serbuk kelapa yang digunakan               sebaiknya dipilih yang masih baru. Serbuk kelapa lama, biasanya               banyak menyimpan air.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;&quot;&gt;Bisa juga gunakan               campuran pasir kasar/ malang, sekam biasa dan pupuk kandang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;&quot;&gt;Penting. Sebelum,               digunakan, media sebaiknya disterilkan dulu agar terbebas dari               bibit penyakit. Caranya, serbuk kelapa dikukus selama 1-2 jam.               Sedang pupuk kandang, sebaiknya yang sudah matang dan steril yang               ditandai dengan warna hitam pekat. Hal ini untuk mencegah               munculnya bakteri atau cendawan yang dapat merusak tanaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;span style=&quot;font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000000;&quot;&gt;Jangan gunakan               tanah merah atau tanah liat, karena daya ikat airnya cukup tinggi.&lt;/span&gt;</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/2007/05/media-tanam-euphorbia-milii.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-9093417961590344781</guid><pubDate>Wed, 09 May 2007 20:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-10-02T17:39:03.899+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berkebun</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bunga</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Euphorbia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info</category><title>Teknik Perbanyakan Euphorbia</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsgKxyNX23nbmaEqSsqbFSV5LouuHzwsw6txU-njltDkix8cUrLQepNLrsmLCynqZASeksCzUszXarSdyMZ4b8gup0wlNyGFGAUgWqyhRLtCd9_J-TPgtcNkpNt_rFIgVW-QD1rcwCZEU/s1600/image%255B2%255D%5B1%5D.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsgKxyNX23nbmaEqSsqbFSV5LouuHzwsw6txU-njltDkix8cUrLQepNLrsmLCynqZASeksCzUszXarSdyMZ4b8gup0wlNyGFGAUgWqyhRLtCd9_J-TPgtcNkpNt_rFIgVW-QD1rcwCZEU/s320/image%255B2%255D%5B1%5D.png&quot; width=&quot;252&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;Euphorbia milii&lt;/i&gt; termasuk tanaman yang mudah diperbanyak, baik secara generatif (melalui biji) maupun vegetatif (setek atau sambung). Juga mudah disilangkan, yang memungkinkan mendapat variasi atau jenis baru. &lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Berikut beberapa teknik perbanyakan Euphorbia mili:&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;b&gt;PERBANYAKAN               DENGAN BIJI:&lt;/b&gt;&lt;br&gt;
Biji &lt;i&gt;Euphorbia milii&lt;/i&gt; disemai dengan media penyemaian berupa sekam bakar dan pasir dengan perbandingan 50:50. Langkah2nya:&lt;br&gt;
&lt;a href=&quot;http://kotabunga.blogspot.com/2007/05/teknik-perbanyakan-euphorbia.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/2007/05/teknik-perbanyakan-euphorbia.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsgKxyNX23nbmaEqSsqbFSV5LouuHzwsw6txU-njltDkix8cUrLQepNLrsmLCynqZASeksCzUszXarSdyMZ4b8gup0wlNyGFGAUgWqyhRLtCd9_J-TPgtcNkpNt_rFIgVW-QD1rcwCZEU/s72-c/image%255B2%255D%5B1%5D.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-4045716861088878596</guid><pubDate>Wed, 09 May 2007 06:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-09-29T01:45:18.033+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aglonema</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bunga</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info</category><title>Aglonema, si Anggun yang Kaya Warna</title><description>&lt;i&gt;Setelah sukses disilangkan, banyak orang yang kini melirik tanaman satu ini. Warna daunnya menawan. Harganya pun langsung melejit ke angka jutaan rupiah per tanaman. &lt;/i&gt;&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7AerEMOwKj-pu6lWjOXncwxWemH5z4toM_vDwCPfYrFmsh5fs0JPApVWTpQ9oBRaAo-_VQOVJwMXf67yTZOJUMf7W4UMTaor6Mtok9v_guazcx7GTkTmABPYt552Gu8VEnfMF092C0vzq/s1600/32646_aglonema2%5B1%5D.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7AerEMOwKj-pu6lWjOXncwxWemH5z4toM_vDwCPfYrFmsh5fs0JPApVWTpQ9oBRaAo-_VQOVJwMXf67yTZOJUMf7W4UMTaor6Mtok9v_guazcx7GTkTmABPYt552Gu8VEnfMF092C0vzq/s1600/32646_aglonema2%5B1%5D.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Tanaman aglonema atau akrab disebut sri rejeki ini memiliki ragam spesies yang cukup banyak. Sebut saja &lt;i&gt;Aglaonema Commutatum&lt;/i&gt;, yang bentuk daunnya seperti mata tombak dan berwarna hijau, dengan panjang daun sekitar 20 cm dan lebar 5 cm. Jenis aglonema ini mempunyai beberapa varietas terkenal, antara lain A. commutatum maculatum. Daunnya hijau gelap dengan sirip-sirip keperakan yang temaram. Juga A. commutatum treubi, berdaun hijau kebiru-biruan, lalu A. pseudo bracteatum, yang berdaun hijau dengan sirip kekuningan.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Ada pula Aglaonema costatum, yang bentuk daunnya mirip &amp;quot;hati&amp;quot;, berwarna hijau bersinar dengan bintik-bintik putih. Dikenal pula&lt;i&gt; A. crispum&lt;/i&gt;, warna daun agak kelabu dengan tepi hijau lunak. Yang tak kalah menarik adalah A. rotundum, bernenek moyang dari hutan-hutan di Sumatera, dengan ciri khas daunnya berwarna merah gelap dengan garis-garis merah marun.&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 85%;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;
&lt;a href=&quot;http://kotabunga.blogspot.com/2007/05/aglonema-si-anggun-yang-kaya-warna.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/2007/05/aglonema-si-anggun-yang-kaya-warna.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7AerEMOwKj-pu6lWjOXncwxWemH5z4toM_vDwCPfYrFmsh5fs0JPApVWTpQ9oBRaAo-_VQOVJwMXf67yTZOJUMf7W4UMTaor6Mtok9v_guazcx7GTkTmABPYt552Gu8VEnfMF092C0vzq/s72-c/32646_aglonema2%5B1%5D.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-6479846652167165210</guid><pubDate>Fri, 19 Jan 2007 21:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-05-14T16:04:44.097+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Seminar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tanaman Hias</category><title>Kiat Rawat, Sambung &amp; Bentuk Bonggol Agar Penampilan Prima</title><description>&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;3&quot; cellspacing=&quot;2&quot; width=&quot;100%&quot;&gt;&lt;tbody&gt;      &lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot;&gt;20 Januari 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin menyulap bonggol dan percabangan adenium tampak prima dan semarak bunga? Kenali sifat masing-masing jenis adenium Anda. Ikuti teori dan praktek langsung dengan pakarnya, serta kunjungi ke 2 kebun besar beraneka jenis bunga dan bonggol-bonggol cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya : Rp 750.000/orang&lt;br /&gt;termasuk kit, transpor ke nurseri, dan konsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal sifat dan aneka jenis tanaman&lt;br /&gt;Kiat sukses merawat (meramu media tanam, pemupukan, penyiraman)&lt;br /&gt;Kiat semarakan bunga&lt;br /&gt;Praktek sambung pucuk dan bonggol&lt;br /&gt;Teknik bentuk bonggol&lt;br /&gt;Bonus :&lt;br /&gt;1 pot adenium&lt;br /&gt;2 batang bawah&lt;br /&gt;info kit adenium&lt;br /&gt;Keterangan lebih lanjut hubungi:&lt;br /&gt;Suci atau Eki Telp 021-8729060, 87701748, HP. 081316034009, Faks. 021-8729059.&lt;br /&gt;Pembayaran, transfer ke BCA Cab. Samanhudi a.n. Trubus Swadaya No. rekening 4770100009.&lt;br /&gt;Kirimkan bukti transfer Anda ke 021-8729059 &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/2007/01/kiat-rawat-sambung-bentuk-bonggol-agar.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4957721878432665246.post-5231057953832324602</guid><pubDate>Tue, 22 Mar 2005 20:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-09-29T01:45:18.103+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aglonema</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bunga</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Info</category><title>Aglonema, Dijual per Lembar Daun</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPv6j4E2k84PCgodr_rgAsVY0KXpGFoVh8m5TBXvmprL8xKNZCSGxO-9MBckdmLJUDQsZSfOn2YmCTIblpl7I-2WubgopfKZQM5hue3C0A1xxMmCzgD5kDnSgt-IhdySMnTZBoXVC9atE/s1600/1026348_tiara7jt%5B1%5D.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPv6j4E2k84PCgodr_rgAsVY0KXpGFoVh8m5TBXvmprL8xKNZCSGxO-9MBckdmLJUDQsZSfOn2YmCTIblpl7I-2WubgopfKZQM5hue3C0A1xxMmCzgD5kDnSgt-IhdySMnTZBoXVC9atE/s320/1026348_tiara7jt%5B1%5D.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Tiara&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;eorang&amp;nbsp;ibu tampak terbengong ketika mendengar jawaban karyawan stan Gama Cactus, peserta pameran Flora Fauna 2005 di Sri Ratu Pemuda (15-27 Maret 2005), perihal harga bunga yang diminatinya. Betapa tidak, bunga yang diberi nama Aglonema itu, ternyata dijual per lembar daun. Harga satu lembar daun Rp 750.000. Ya, Aglonema saat ini memang sedang menjadi bunga &quot;primadona&quot; yang diincar para kolektor bunga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;smIsi&quot;&gt;
Menurut Fransiscus Kusdiyanto, pemilik stan, nama bunga ini mulai melambung sejak tahun 2000. Bunga itu merupakan persilangan &lt;i&gt;Comatatum&lt;/i&gt; (berasal dari Filipina) dengan &lt;i&gt;Rotundum&lt;/i&gt; (Aceh). &lt;br /&gt;
&quot;Hasil persilangan ini, pertama kali ditemukan oleh pengusaha bunga dari Bogor, Greg Hambali. Buah persilangan itu diberi nama Aglonema Pride of Sumatera,&#39;&#39; ungkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menjelaskan, di pameran ini ada 3 jenis Aglonema yang ditawarkan yaitu Tiara, Widuri, dan JT 2000. Tiara merupakan hasil persilangan &lt;i&gt;Comatatum&lt;/i&gt; dengan &lt;i&gt;Rotundum&lt;/i&gt;. Ciri-cirinya, memiliki daun yang besar, bagian atas daun berwarna kehitaman, tulang daun berwarna merah menyala dengan dihiasi bintik-bintik kuning, serta bagian bawah daun berwarna merah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Jenis Tiara ini pernah meraih Juara Nasional Flora Fauna 2004 di Jakarta,&quot; tambahnya. Tanaman ini ditawarkan dengan harga Rp 5 juta atau Rp 700.000/lembar daun. Widuri, hasil persilangan &lt;i&gt;Comatatum&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Rotundum&lt;/i&gt;, memiliki ciri hampir sama dengan Tiara. &quot;Perbedaannya dengan Tiara adalah di bagian atas daun memiliki bias warna oranye dan memiliki daun yang lebih tebal,&quot; jelasnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, JT 2000, adalah hasil persilangan Kochin dan &lt;i&gt;Rotundum&lt;/i&gt;. Kochin merupakan hasil beberapa kali persilangan &lt;i&gt;Comatatum&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Rotundum&lt;/i&gt;. Tanaman ini memiliki ciri-ciri daunnya dihiasi bintik-bintik berwarna merah jambu (&lt;i&gt;pink&lt;/i&gt;) dengan panjang daun maksimal 20 cm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;JT 2000 ini merupakan satu-satunya jenis Aglonema yang &quot;bandel&quot; terhadap cuaca. Harga jualnya mencapai Rp 3,5 juta atau Rp 500.000/lembar daun,&quot; tuturnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frans menjelaskan cara perawatan bunga Aglonema, yaitu dengan menempatkannya di suhu sedang (tidak terlalu panas/teduh), penyiraman dilakukan setiap hari (minimal 1 kali sehari), pemupukan menggunakan pupuk daun setiap 1-2 minggu/sekali dengan dosis yang sesuai dengan kemasan (tergantung merek pupuk), dan media tanam menggunakan pasir Malang berwarna hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Pasir Malang digunakan karena memiliki porositas yang tinggi dengan memiliki banyak kandungan mineral dan berongga sehingga dapat membantu kesuburan tanaman,&quot; ungkap dia. (&lt;b&gt;Hernandhono&lt;/b&gt;-84m)&lt;br /&gt;
http://www.suaramerdeka.com/harian/0503/22/kot10.htm&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;</description><link>http://kotabunga.blogspot.com/2007/05/aglonema-dijual-per-lembar-daun.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPv6j4E2k84PCgodr_rgAsVY0KXpGFoVh8m5TBXvmprL8xKNZCSGxO-9MBckdmLJUDQsZSfOn2YmCTIblpl7I-2WubgopfKZQM5hue3C0A1xxMmCzgD5kDnSgt-IhdySMnTZBoXVC9atE/s72-c/1026348_tiara7jt%5B1%5D.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item></channel></rss>