<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" version="2.0">

<channel>
	<title>Generasi Biru</title>
	
	<link>http://kosongempatsembilan.wordpress.com</link>
	<description>I'm not King, Queen, or Gods. I'm Just Slankers</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 May 2013 23:36:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain="kosongempatsembilan.wordpress.com" port="80" path="/?rsscloud=notify" registerProcedure="" protocol="http-post" />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/6695787d22db3e0687f00011650d22e6?s=96&amp;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Generasi Biru</title>
		<link>http://kosongempatsembilan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kosongempatsembilan.wordpress.com/osd.xml" title="Generasi Biru" />
	
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/kosongempatsembilan" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="kosongempatsembilan" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://kosongempatsembilan.wordpress.com/?pushpress=hub" /><item>
		<title>Debu Debu Intan</title>
		<link>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2012/06/13/debu-debu-intan/</link>
		<comments>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2012/06/13/debu-debu-intan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2012 05:06:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fortynine</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Life]]></category>
		<category><![CDATA[Negara]]></category>
		<category><![CDATA[PLN]]></category>
		<category><![CDATA[Salju]]></category>
		<category><![CDATA[Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Batubara]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kosongempatsembilan.wordpress.com/?p=1222</guid>
		<description><![CDATA[Cygnus Hyoga. Dia berlatih dibawah Saint perak Crystal yang juga merupakan murid dari Saint emas Aquarius Camus. Tapi akhirnya dia menjadi Saint Cygnus, setelah kematian sahabatnya Isaac karena mencoba menolong Hyoga yang menyelam untuk mencari mayat ibunya. Clothnya berasal dari konstelasi Cygnus, dan berbentuk angsa. Jurus andalannya adalah: Debu-debu Intan (menembakkan kristal-kristal salju ke arah [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongempatsembilan.wordpress.com&#038;blog=1186065&#038;post=1222&#038;subd=kosongempatsembilan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Cygnus Hyoga. Dia berlatih dibawah Saint perak Crystal yang juga merupakan murid dari Saint emas Aquarius Camus. Tapi akhirnya dia menjadi Saint Cygnus, setelah kematian sahabatnya Isaac karena mencoba menolong Hyoga yang menyelam untuk mencari mayat ibunya. Clothnya berasal dari konstelasi Cygnus, dan berbentuk angsa. Jurus andalannya adalah: Debu-debu Intan (menembakkan kristal-kristal salju ke arah musuh)<sup>[<a name="cite-1" href="#fn-1">1</a>]</sup>.<span id="more-1222"></span></p>
<p>Debu Debu intan sendiri, sebenarnya adalah hasil terjemahan bebas dari istilah yang bernama Diamond Dust<sup>[<a name="cite-2" href="#fn-2">2</a>]</sup>. Secara singkat terjemahan bebasnya adalah;<br />
<blockquote>Debu berlian adalah awan tingkat rendah yang terdiri dari kristal es kecil. Fenomena meteorologi ini juga disebut sebagai kristal es. Debu berlian umumnya terbentuk di bawah langit yang jelas atau hampir jelas, sehingga kadang-kadang disebut sebagai presipitasi langit. Hal ini paling sering diamati di Antartika dan Arktik, tetapi dapat terjadi di mana saja dengan suhu di bawah titik beku.</p></blockquote>
<p>Dalam komik/kartun yang sudah dialihbahasakan, Diamond Dust disebut sebagai Debu Debu Intan. Bagi anda anda yang mungkin lebih tua dari saya, tentu saja pernah mendengar jurus andalannya Hyoga ketika bertempur; DEBU DEBU INTAN!!. Yah, itulah bagian dari sebuah serial kartun televisi yang membuat saya malas sholat magrib ketika kecil, hanya karena tak ingin melewatkan serial Saint Seiya yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta pada masanya.</p>
<p>Tanggal 17 dan 18 Desember 2011, saya melakukan perjalanan darat menggunakan sepeda motor ke Pagatan, sebuah pantai yang termasuk dalam daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Perjalanan dari Banjarbaru menuju Pagatan menempuh jarak lebih dari 200 kilometer. Perjalanan kali ini melewati <a href="http://www.google.co.id/search?q=Tanah+Laut">Kabupaten Tanah Laut</a> lalu masuk kabupaten <a href="http://www.google.co.id/search?q=Tanah+Bumbu">Tanah Bumbu</a>. Berangkat Pada malam hari, pulang pada siang hari. Dalam perjalanan pulang, sepeda motor kesayangan berpenampilan seperti sepeda motor yang baru saja menjalani jalur <a href="http://www.google.co.id/search?q=off+road+definition">off road</a>, atau mungkin jalur <a href="http://www.google.co.id/search?q=Rally+Paris+Dakkar" title="Apa itu Rally Paris Dakar???">Rally Paris Dakkar</a>!</p>
<p>Karena gerimis selama perjalanan pulang, maka debu adalah hasil hadiah daripada truk truk pengangkut batubara yang berseliweran plus debu debu dari tanah tanah yang memadati jalanan aspal menempel dengan bahagianya di hampir seluruh permukaan sepeda motor. Warna sepeda motor ketika pulang apabila dalam kondisi cuaca yang sama saya berkelana menggunakan sepeda motor ke Pendulangan Intan di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru maka akan sama warnanya seperti ketika pulang dari pagatan; kuning kecoklatan karena tempelan debu dan pasir.</p>
<p>Kalimantan Selatan, Sebuah Propinsi yang termasuk dalam wilayah Negara Keparat Republik Indonesia, memiliki Debu Debu Intan. Bukan semacam jurusnya Hyoga atau kami di sini punya musim salju, namun debu yang banyak beterbangan dari hasil angkutan batubara, serta intan tertanam di tanahnya. Pendulangan intan ada di sini, berjuta impian kekayaan dari para pendulang dan pengerajinnya bertumpuk. Silakan anda anda sekalian datang sendiri ke Kalimantan Selatan jikalau ingin melihat penambangan intan hingga pengolahannya. Konon katanya Intan Kalimantan Selatan memiliki kualitas tingkat dunia.</p>
<p>Debu hasil angkutan batubara di jalur yang saya lewati kemaren, hanyalah secuil daripada kekayaan alam yang tak dapat diperbaharukan bernama <b>COAL</b> aka Batu Bara alias Emas Hitam. Benda keparat ini jikalau kecil dan sedikit maka akan tak lebih berharga daripada sebongkah kecil batu gunung, namun kalau sudah bicara jumlah yang ribuan ton, maka emas hitamlah sebutannya.</p>
<p>Tambang batubaranya? Mulai dari yang illegal namun dilegalkan, hingga tambang yang illegal sebenar benarnya ada di sini. Kalau ingin tahu berapa hasil per harinya, silakan hitung dan kira kira sendiri 2500 kali 10 ton per hari<sup>[<a name="cite-3" href="#fn-3">3</a>]</sup>.</p>
<p><em>Baik itu intan yang cuma sedebu, hingga debu yang jikalau terkumpul bisa untuk memborong intan</em> tersebar dan terserak di bumi Kalimantan, Klimantan Selatan khususnya. Mungkin semuanya berbanding lurus dengan darah yang tumpah membasahi tanah hingga mengental dan mengkilap laksana kilauan intan. Atau nyawa yang telah beterbangan tanpa makna laksana debu di Kalimantan Selatan. Nyawa para penambang intan yang mengalami kecelakaan kerja tertimbun tanah, hingga kecelakaan tak terduga lainnya. Darah yang bercucuran dari tubuh tubuh korban tabrakan baik itu antara truk batubara versus sesamanya. Kecelakaan pengendara sepeda motor yang dihajar truk pengangkut batubara, hingga kecelakaan tunggal akibat rusaknya jalan umum yang dijadikan jalur angkutan batubara. Bisa juga kecelakaan akibat minimnya penglihatan dimana jalan raya tertutup debu hasil penambangan batu bara, hingga tergelincir akibat licinnnya jalan ketika aspal berdebu terkena siraman hujan. Serta bagian paling parah adalah mereka mereka yang digusur karena bertempat tinggal di atas lokasi yang menjanjikan sebagai areal tambang.</p>
<p>Dari DUA sumber kekayaan tersebut, apakah warga Kalimantan Selatan tersejahterakan? Apakah Penambang dan pengrajin intan berinternet di rumahnya yang terang benderang? Apakah masyarakat Kalimantan Selatan menikmati terangnya malam lewat cahaya cahaya lampu hasil <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/PLTU_Batubara" title="Apa itu PLTU???">Pembangkit Listrik Tenaga Uap</a> yang sumber tenaganya adalah batu bara? Apakah warga Kalimantan Selatan menikmati hasil pajak tambang batu bara sehingga memiliki tingkat pelayanan publik, utamanya jalan mulus dari pemerintah? <strong>TIDAK!!!</strong></p>
<p>Belum pernah saya temukan dan saya dengar penambang intan yang sukses, apalagi semenjak masuknya perusahaan asal luar negeri yang mengeruk hingga hampir habis intan di Cempaka. Kalaupun ada yang sukses, mereka takkan jadi milyarder. Jangankan milyarder, jutawan sahajapun tidak. Tak pernah sebanding resiko pekerjaan dan impian dengan hasil didapat.</p>
<p>Apakah pengusaha batubara di sini kaya? Iya! Siapa sih orang kalsel yang tak pernah dengar nama Pak Haji<sup>[<a name="cite-4" href="#fn-4">4</a>]</sup> yang begitu terkenal sebagai pengusaha batubara sukses di Kalimantan Selatan? TAPI, it is one man show! Rumah beliau laksana istana dalam kisah dongeng, begitu megah dan luasnya berdiri angkuh di depan jalan utama negara yang jauh dari mulus. Berada tegak dan sombong dikelilingi pemukiman yang jikalau didata mungkin kepala keluarganya berpenghasilan di bawah 500 ribu rupiah per bulan!</p>
<p>Ribuan bahkan jutaan ton emas hitam itu ke mana larinya? ke PLTU kah? Kalau iya, kenapa kami masih harus merayakan earth hour alias nyala listrik bergiliran? Kondisi padamnya listrik di Kalimantan Selatan berlangsung setiap bulan sepanjang tahun. Jutaan ton batubara hasil perut bumi Kalimantan Selatan tak pernah mampu menerangi Kalimantan Selatan sehingga harus dibantu PLTA! Pembangkit Listrik Tenaga Air bendungan Riam Kanan, Kabupaten Banjar. Ironisnya, rakyat rakyat sekitar bendungan justru tak pernah punya aliran listrik sejak jaman Nabi Adam sampai jadi jaman Adam Jordan, padahal mereka telah <strike>dipaksa</strike> menyerahkan kampungnya untuk ditenggelamkan dalam rangka pembuatan bendungan<sup>[<a name="cite-5" href="#fn-5">5</a>]</sup>.</p>
<p>Jutaan ton pajak daerah dari emas hitam apakah berbanding lurus dengan fasilitas umum bernama jalan raya? Apakah banyak warga aseli Kalimantan Selatan yang menjadi jutawan karena bekerja pada tambang batubara? <strong>SEKALI LAGI TIDAK!</strong> Jalanan di sini adalah ladang latihan <a href="http://www.google.co.id/search?q=grass+track+definition" title="Apa itu grass track???">grass track</a> yang mantap. Jalanan umum di sini bisa melatih anda mengalahkan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dominic_Toretto" title="Siapa itu Dominic Toretto???">Dominic Toretto</a> dalam urusan bermanuver menggunakan mobil. Kenapa? Karena anda terlatih mengemudikan mobil oleh kemacetan tak beraturan dan <strike>sumur</strike> lubang lubang yang menganga di jalanan.</p>
<p>Pula, warga asing luar pulau Kalimantanlah yang berharta. Mereka berdansa dan tertawa ceria ketika masyarakat penghuni pinggiran jalan yang dilewati truk angkutan batubara sesak nafas menghirup debunya. Jemari jemari terkutuk mereka menari di atas keypad atau screen gadget gadget mahal, ketika rumah ibadah di dekat tambang batubara harus mengemis di tengah jalan raya guna perbaikan fisik bangunan. Mereka melintas kencang tanpa peduli aturan dengan mobil four wheel drive berAC dan berstrobo ketika pengendara yang tentu saja sekali lagi adalah warga aseli terpelanting karena parahnya kondisi jalanan. Lantas, mereka membawa hasil rampokan mereka ke pulau aseli mereka ketika warga aseli sini terpaksa harus jadi manusia super sakti hanya untuk sekedar bisa bekerja jadi buruh di tambang batubara.</p>
<p>Debu Debu Intan Kalimantan Selatan ternyata hanyalah sumber petaka buat kami para warga aseli. Sebaliknya, sebagian manusia manusia keparat menyebutnya surga. Mereka yang menyebutnya surga adalah para orang asing, para jahanam yang selalu berkata dan berbangga soal nasionalisme, persatuan dan pembangunan negara.</p>
<p>Dalam pada itu, para bedebah penikmat emas hitam nun jauh di sebrang laut sana, mengejek kami kampungan karena banyak protes soal kondisi daerah kami sendiri. Mereka menonton penderitaan kami di televisi atau mengetahui kabar melalui kencangnya koneksi internet tanpa padam lampu, lampu yang dibangkitkan oleh tenaga dari perut bumi Kalimantan. Seperempatnyapun hasil dari perut bumi Kalimantan tak pernah kami nikmati kecuali petaka masa sekarang dan suramnya masa depan yang terus menghantui. Pada akhirnya, ketika kami minta merdeka, mereka semua jadi lebih pandai daripada siapapun, berceramahlah mereka soal pendidikan perjuangan bangsa, negara, dan persatuan Indonesia.</p>
<blockquote><p>___________________________</p></blockquote>
<ul>
<li><a name="fn-1" href="#cite-1">^</a>[1] <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Saint_Seiya">Diambil dari Wikipedia Berbahasa Indonesia</a></li>
<li><a name="fn-2" href="#cite-2">^</a>[2] <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Diamond_dust">Taken from Wikipedia</a></li>
<li><a name="fn-3" href="#cite-3">^</a>[3] Berdasarkan kalkulasi sederhana, ketika tempat tinggal saya masih jadi jalanan angkutan batubara
<li><a name="fn-4" href="#cite-4">^</a>[4] Beliau ini, mungkin orang Kalimantan Selatan Aseli, sayangnya beliau mengimpor isteri dari luar, sehingga akhirnya sang isteri mengimpor lagi keluarga dan kroni kroninya dalam rangka memberdayakan perampokan Kalimantan oleh orang asing</li>
<li><a name="fn-5" href="#cite-5">^</a>[5] Pada kesempatan lain akan saya tuliskan, tentu saja dengan catatan jika saya tidak malas menulisnya</li>
</ul>
<p><!--more--></p>
<br />Filed under: <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/daily-life/'>Daily Life</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/negara/'>Negara</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/pln/'>PLN</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/salju/'>Salju</a> Tagged: <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/tag/banjarbaru/'>Banjarbaru</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/tag/batubara/'>Batubara</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/tag/kalimantan-selatan/'>Kalimantan Selatan</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/tag/tambang/'>Tambang</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kosongempatsembilan.wordpress.com/1222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kosongempatsembilan.wordpress.com/1222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongempatsembilan.wordpress.com&#038;blog=1186065&#038;post=1222&#038;subd=kosongempatsembilan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2012/06/13/debu-debu-intan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c1d5c6aa96db71a65f223a1e05d3d7de?s=96&amp;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&amp;r=X" medium="image">
			<media:title type="html">Fortynine</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tribute to My Carabiner</title>
		<link>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2012/05/03/tribute-to-my-carabiner/</link>
		<comments>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2012/05/03/tribute-to-my-carabiner/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 May 2012 17:23:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fortynine</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Life]]></category>
		<category><![CDATA[Experience]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Memories]]></category>
		<category><![CDATA[Touring]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kosongempatsembilan.wordpress.com/?p=1295</guid>
		<description><![CDATA[Carabiner, adalah salah satu perlengkapan panjat. Meskipun saya tidak menyukai panjat dinding maupun panjat tebing, namun kalau cuma benda sekelas carabiner tentu saja hampir bisa dibilang semua anggota Pecinta Alam mempunyainya, meskipun hanya replika mainan yang tentu saja tidak layak untuk digunakan memanjat. Pertengahan tahun 2009, saya membeli sepasang carabiner srew mainan, yang difungsikan sebagai [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongempatsembilan.wordpress.com&#038;blog=1186065&#038;post=1295&#038;subd=kosongempatsembilan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Carabiner, adalah salah satu perlengkapan panjat. Meskipun saya tidak menyukai panjat dinding maupun panjat tebing, namun kalau cuma benda sekelas carabiner tentu saja hampir bisa dibilang semua anggota Pecinta Alam mempunyainya, meskipun hanya replika mainan yang tentu saja tidak layak untuk digunakan memanjat. Pertengahan tahun 2009, saya membeli sepasang carabiner srew mainan, yang difungsikan sebagai gantungan kunci sepeda motor. Satu dari sepasang carabiner screw tumbang ketika kecelakaan di penghujung 2009, yang satunya lagi masih saya gunakan, hingga akhirnya saya putuskan untuk dipensiunkan karena penguncinya sudah aus, terhitung sejak tulisan ini dirancang (02 Mei 2012). Beikut ini adalah <a href="http://www.flickr.com/photos/kosongempatsembilan/6990022846/in/photostream" title="Carabiner Screw">bendanya</a>.<br />
<span id="more-1295"></span><br />
Dalam rangka memperingati pensiunnya carabiner screw mainan tersebut, maka tulisan ini dilaksanakan guna mengingat kembali kemana saja benda mungil tersebut mengikuti tuannya selama hampir 3 tahun;</p>
<ol>
<li>19-20 Agustus 2009. Kota Balikpapan, dalam rangka solo touring ke acara Pesta Blogger 2009</li>
<li>03-04 Oktober 2009. Kotabaru-Batulicin-Paramasan-Kandangan. Touring santainya BTRC dan klub klub tiger Kalimantan Timur (POWER &amp; UNTIC&#8217;S) ke Kotabaru, pulangnya saya memilih jalan lintas super extrem di kalimantan Selatan yaitu jalan lintas Batulicin-Paramasan-Kandangan</li>
<li>07-09 Oktober 2009. Mandiangin-Kiram. Lagi lagi jalanan super extrem ditempuh, dalam rangka Latdas IMPAS-B</li>
<li>22-27 Oktober 2009. Jakarta. Pertama kali lihat Indon, dan ternyata terkutuklah kau wahai ibukota, ketika daerah menjerit, kau di sana tertawa bangga dengan harta hasil rampokanmu.</li>
<li>18-21 Desember 2009. Kota Balikpapan. Dalam rangka touring BTRC ke Kalimantan Timur untuk menghadiri ulangtahunnya IMTB</li>
<li>13-14 Maret 2010. Tajau Pecah-Banjarmasin-Palangkaraya. <a href="http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2011/03/09/rahasia/">Antar jemput anak anak klub tiger dari Makassar</a></li>
<li>30 April &#8211; 01 Mei 2010. Tanah Grogot. Mengantarkan Klub Tiger Gorontalo, sekalian menghadiri pelantikan anggota baru POWER. Bakti pertama Battlax BT45F 110/70-17 dan Battlax BT45F 130/70-17 yang sekarang terpasang di Fabio</li>
<li>28 Mei 2010. Tambela. Deklarasi klub tetangga</li>
<li>05-06 Juni 2010. Muara Teweh, Kalimantan Tengah. Ngebut keliling BTRC featuring UNTICS! Pada tanggal yang sama pula, Valentino Rossi dan Ketua BTRC saat itu bernasib sama; cidera parah!</li>
<li>18-20 Juni 2010. Tanah Grogot. Pelatihan Manajemen Klub Honda Tiger se-Kalimantan</li>
<li>08 Agustus 2010. Karang Intan, jalan jalan semi off road ke bendungan Riam Kiwa</li>
<li>18 September 2010. Batulicin. Bersama klub Supra Banjarbaru mengantarkan sang Petualang Deny Gempol melakukan perjalanan penyeberangan Batulicin-Makassar, untuk kemudian dilanjutkannya ke Papua. Konon dirinya sampai sekarang masih terjebak di Papua</li>
<li>06-07 November 2010. Bontang. BTRC goes to Anniversary Bigger. Pertama kali ketemu anak anak HTRT (Honda Tiger Rider Tabalong)</li>
<li>01 Januari 2011. Banjarbaru-Batulicin-Tanah Grogot. Touring tahun baru bersama 2 rekan dari BTRC. Testing jalur lintas alternatif Kalsel &#8211; Kaltim selain lewat Gunung Rambutan, ternyata waktu itu jalannya mulus, tikungannya pun mantap. Serasa bertanding di sirkuit bersama dua rekan dari BTRC</li>
<li>19-24 Januari 2011. Mandiangin-kiram-Riam Kanan. Latdas IMPAS-B</li>
<li>27-28 Feruari 2011. Goa Mandala. Acara caving bersama IMPAS-B</li>
<li>Mei 2011. Puncak Kahung! Latihan 3 Divisi IMPAS-B</li>
<li>Juni 2011. Kahung lagi. Pendakian Bersama. Acara Nasional yang diselenggarakan oleh IMPAS-B</li>
<li>Juli 2011. Batu Kembar &#8211; Batu Perahu. Expedisi pencarian peserta yang tersesat</li>
<li>Next, camera rusak, jadi tak sanggup lagi mencatat momen berharga. Yang jelas, itu carabiner juga menemani perjalanan touring gila, dimana dalam waktu 3 hari pasukan berani mati BTRC makan 2 kali! Iya 2 kali dalam 3 hari ketika penasaran bagaimana jalan Banjarmasin-Pangkalanbun (sekitar 700 kilometer). Kemudian beberapa kali ke pantai pantai di Daerah Tanah Laut&#8230;
<li>Last but not least, 06-07-08 April 2012. Sangatta. Akhirnya SATIC juga! Lebih dari 700 kilometer dari Banjarbaru, klub terjauh HTCI Pengda Kalimantan akhirnya berhasil digapai</li>
<li><strike>No need to be count. Amuntai, I do not even know how many times I went there, taking that tiny carabiner with</strike></li>
</ol>
<p>Cukup sekian dahulu Tribute to my Carabiner, semoga tulisan ini bermanfaat sebagai reminder bahwasanya benda mungil tersebut telah menemani saya mengukur jalanan di Kalimantan baik kota maupun hutan dan pegunungannya. Bersamanya, terkecuali Kalimantan Barat dan Kalimantan yang menjadi Bagian Malaysia dan Brunei sahaja yang belum terjamahi&#8230;<!--more--></p>
<br />Filed under: <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/daily-life/'>Daily Life</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/experience/'>Experience</a> Tagged: <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/tag/life/'>Life</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/tag/memories/'>Memories</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/tag/touring/'>Touring</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kosongempatsembilan.wordpress.com/1295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kosongempatsembilan.wordpress.com/1295/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongempatsembilan.wordpress.com&#038;blog=1186065&#038;post=1295&#038;subd=kosongempatsembilan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2012/05/03/tribute-to-my-carabiner/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c1d5c6aa96db71a65f223a1e05d3d7de?s=96&amp;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&amp;r=X" medium="image">
			<media:title type="html">Fortynine</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Negara</title>
		<link>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2012/04/04/negara/</link>
		<comments>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2012/04/04/negara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Apr 2012 16:36:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fortynine</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kosongempatsembilan.wordpress.com/?p=1290</guid>
		<description><![CDATA[Sambil menunggu partai Liga Champion subuh nanti, sempatkan diri memperbaharui blog. Jadi begini, ada yang bilang bahwasanya buat apa mengurusi negara ini? Selama masih bisa makan&#8230; Nah itulah sekarang yang membuat saya ingin sok sok&#8217;an ikut ikutan menyoroti betapa Negara Terkutuk Republik Indonesia sudah benar benar sakit. Dalam waktu dekat ini, alangkah ramainya orang memperbincangkan [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongempatsembilan.wordpress.com&#038;blog=1186065&#038;post=1290&#038;subd=kosongempatsembilan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sambil menunggu partai Liga Champion subuh nanti, sempatkan diri memperbaharui blog. Jadi begini, ada yang bilang bahwasanya buat apa mengurusi negara ini? Selama masih bisa makan&#8230; Nah itulah sekarang yang membuat saya ingin sok sok&#8217;an ikut ikutan menyoroti betapa Negara Terkutuk Republik Indonesia sudah benar benar sakit. Dalam waktu dekat ini, alangkah ramainya orang memperbincangkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak&#8230; Maka menurut saya yang awam ini, ada beberapa hal yang perlu saya utarakan<span id="more-1290"></span></p>
<p>PERTAMA: Saya tidak bisa berhitung dalam jumlah besar, apalagi sampai <a href="http://kwikkiangie.com/v1/2012/03/kontroversi-kenaikan-harga-bbm/">menghitung macam Pak Kwik</a> atau perhitungannya Endonesa terkutuk untuk harga BBM, subsidi dan lain sejenisnya. Yang saya ketahui selama ini adalah; Ada sebuah perusahaan tambang di kota saya, dimana laporan produksi dan keuntungannya berbanding terbalik dengan pajak yang dibayarkannya kepada daerah dan mungkin kepada negara. Jika pada kenyataannya terjadi produksi dan keuntungan yang seharusnya dipajaki sebesar 1 milyar rupiah per bulan, maka pajak yang dibayarkan hanyalah 600 juta rupiah per tahun.</p>
<p>Hubungannya dengan kenaikan dan produksi BBM Indonesia? Jikalau Perusahaan tambang kelas kampung macam di kota saya saja manipulasinya sedemikian hingga, apakah mungkin bahwasanya besaran produk, dan keuntungan dari negara jahanam ini tidak dimanipulasi?</p>
<p>KEDUA: Naiknya harga BBM akan membuat harga semua benda yang pada hakekatnya diperjualbelikan ikut naik. Maka jikalau memang subsidi disalurkan ke pos lain selain BBM, tentu saja subsidi tersebut semakin sia sia saja. Toh harga cabe rawit saja bakalan ikut naik. Bahkan mungkin dengan naiknya harga BBM, harga nyawa akan turun karena yang mati makin banyak, dan harga nafas kebebasan makin mahal.</p>
<p>KETIGA; Naiknya harga BBM juga akan membuat touring terbatasi kilometernya, tapi untuk yang ini lupakansajalah, ini masalah pribadi dan komunitas.</p>
<p>Apakah ada solusi? Oh tentu, jangan hanya membacot tanpa solusi dunk. Jadi solusi versi saya; <strong>KALAU MEMANG BETUL ADA SUBSIDI BBM, MAKA CABUT SAJA!</strong> Kalau perlu PERTAMINA berhenti saja memproduksi premium, bikin saja Pertamax dan produk lain yang lebih mahal daripada Pertamax. Sehingga tak ada lagi anak anak alay yang kebut kebutan sembarangan, beserta efek lainnya. Karena barangsiapa sanggup beli bahan bakar adalah benar mereka yang mampu dan perlu. Lagipula dengan buruknya kualitas transportasi publik di Negara Terkutuk Republik Indon ini, taruh 20.000 rupiah per liter pun, SPBU di Kalimantan Selatan akan tetap penuh dengan antrian kendaraan bermotor!</p>
<p>Akibatnya lainnya? Dengan berhenti memproduksi premium, Negara Terkutuk ini bisa mengeruk keuntungan sebesar besarnya dari rakyatnya sendiri seperti yang dicita citakan oleh mulai dari Pak Presiden, Wakil Rakyat dan tetek bengeknya.</p>
<p>Kalau yang pertama tadi salah, maka tentu ada harapan lainnya, naikkan harga BBM setinggi tingginya supaya negara sialan ini cepat bubar! Tapi&#8230; untuk sekedar bubar oleh karena harga BBM mahal, nampaknya Kalimantan masih jauh. Tenang saja Pak Presiden, warga Kalimantan masih terlalu kaya untuk sekedar beli bensin kok. Meskipun harga BBM naik atau tidak, toh harga bensin sudah 6000 rupiah di eceran. Kalaupun Anda dan wakil rakyat di Pulau Jawa sana juga menaikkan harga BBM, kami warga Kalimantan masih terlalu kaya untuk hanya sekedar beli bensin 1 liter dengan harga 10.000 rupiah di eceran. Tenang saja, meskipun kami sudah dirampok hasil alamnya lantas dibawa ke jawa sana, untuk sekedar beli bensin saja bukan masalah. Pengangguran saja di sini masih bisa duduk di warung tiap hari, apalagi hanya untuk sekedar antri di SPBU atau beli bensin eceran.</p>
<p>Nampaknya tulisan takberaturan ini layak dihentikan, sebelum saya makin tak karuan menulis&#8230;</p>
<blockquote><p>:::</p></blockquote>
<p>Tembusan;<br />
<a href="http://anarkidiri.wordpress.com/2012/04/03/karena-nkri-bukan-cuma-jawa-dan-bali/">Calon Presiden Sumatra</a><br />
<a href="http://almascatie.com/">Calon Presiden Ambon</a><br />
 <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> <!--more--></p>
<br />Filed under: <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/indonesia/'>Indonesia</a> Tagged: <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/tag/bbm/'>BBM</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/tag/pertamina/'>Pertamina</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kosongempatsembilan.wordpress.com/1290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kosongempatsembilan.wordpress.com/1290/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongempatsembilan.wordpress.com&#038;blog=1186065&#038;post=1290&#038;subd=kosongempatsembilan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2012/04/04/negara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c1d5c6aa96db71a65f223a1e05d3d7de?s=96&amp;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&amp;r=X" medium="image">
			<media:title type="html">Fortynine</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>20 Januari 2012 (Memperingati 4 Tahun Komunitas Blogger Kalimantan Selatan)</title>
		<link>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2012/01/20/20-januari-2012-memperingati-4-tahun-komunitas-blogger-kalimantan-selatan/</link>
		<comments>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2012/01/20/20-januari-2012-memperingati-4-tahun-komunitas-blogger-kalimantan-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 16:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fortynine</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Blogflying]]></category>
		<category><![CDATA[Blogwalking]]></category>
		<category><![CDATA[Daily Life]]></category>
		<category><![CDATA[Experience]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[FKIP]]></category>
		<category><![CDATA[IMPAS-B]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Lambung Mangkurat]]></category>
		<category><![CDATA[UNLAM]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Blogger Kalsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kosongempatsembilan.wordpress.com/?p=1278</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 20 Januari 2008 apa yang sedang anda lakukan? Sedang berada di manakah anda? Kalau saya, pada tanggal segitu, saya sedang berada di Desa Belangian, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Dalam rangka acara Latihan Dasar X Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam Seni dan Budaya FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Jika catatan tidak salah, maka tanggal 20 Januari 2008 [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongempatsembilan.wordpress.com&#038;blog=1186065&#038;post=1278&#038;subd=kosongempatsembilan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 20 Januari 2008 apa yang sedang anda lakukan? Sedang berada di manakah anda? Kalau saya, pada tanggal segitu, <a href="http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2008/01/24/catatan-perjalanan-iii/">saya sedang berada di Desa Belangian</a>, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Dalam rangka acara Latihan Dasar X Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam Seni dan Budaya FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Jika catatan  tidak salah, maka tanggal 20 Januari 2008 adalah hari Minggu.</p>
<p><span id="more-1278"></span><br />
Mengapa tanggal 20 Januari 2008 menjadi terasa penting untuk diingat? Karena tanggal 20 Januari 2008 adalah hari lahirnya sebuah organisasi yang konon katanya non-governmental organization dan non-commercial organization, <a href="http://kayuhbaimbai.org/">sebuah wadah berkumpulnya para blogger blogger Kalimantan Selatan, namanya Komunitas Kayuh Baimbai</a>. <a href="http://hariesaja.wordpress.com/2008/01/24/peserta-kopdar-blogger-kalsel-minggu-20-januari-2008/">Pada pertemuan yang dilaksanakan di rumahnya Harie</a>, para blogger Kalsel berkumpul. Saya ingat acara ini karena pada tahun 2008 saya masih menggunakan jasa warnet untuk terhubung dengan dunia maya. Saya liat pengumuman yang ditempel oleh Harie pada warnet warnet di Banjarbaru, sayang acara tersebut tak dapat saya hadiri karena pada tanggal pertemuan saya masih berada di luar Kota Banjarbaru. Maka dengan demikian, lewatlah sudah nama saya sebagai Angkatan Pelopornya Kayuhbaimbai <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Siapa saja yang hadir di acara? Tentu saja Om <a href="http://hariesaja.wordpress.com/tentang/">Harie Insani Putra</a> selaku tuan rumah sekaligus menjabat sebagai ketua seumur hidup <a href="http://kayuhbaimbai.org/">Kayuh Baimbai</a>. Dua orang manusia yang entah kenapa bisa dikirimkan Tuhan menjadi senior saya di zaman sekolah SMP dan Zaman Perkuliahan <a href="http://amed.wordpress.com/about/">Amed</a> dan <a href="http://manusiasuper.wordpress.com/about/">Fadil</a>, <a href="http://mancaracat.blogspot.com/">Om Sapri</a>, <a href="http://sfirly.wordpress.com/">Sandy</a>, dan beberapa orang lainnya. Untuk yang tidak disebut di sini harap maklum, alasan tak menyebutkan beragam, mulai dari blog anda sudah tidak aktif, sampai bermacam alasan lainnya.</p>
<p>Khusus untuk Pak Ketua Komunitas Kayuh Baimbai, seingat saya kita sudah pernah bertemu sebelum KKB terbentuk, tepatnya di Lapangan Murdjani. Untuk Amed, ah sudahlah, tak usah diceritakan bagaimana hubungan saya dengan manusia satu ini. Sementara Fadil? saya sendiri masih bingung kenapa Tuhan mempertemukan saya dengan dirinya. Dengan Sandy dan Sapri saya belum pernah bertemu dengan mereka sebelum KKB terbentuk.</p>
<p><a href="http://rosenqueencompany.wordpress.com/2008/09/13/peleton-2007/">Pleton 2007</a> asal Kalimantan Selatan, adalah kami; <a href="http://kosongempatsembilan.wordpress.com/buku-tamu/generasi-biru-2/">Fortynine</a>, <a href="http://manusiasuper.wordpress.com/">Manusiasuper</a> dan <a href="http://amed.wordpress.com/">Amd</a>. Bertiga berjuang memerangi postingan kaum <strike>tersesat</strike> salafy, <a href="http://amed.wordpress.com/2007/10/15/selamat-datang-di-kalimantan/">memperkenalkan Kalimantan Selatan</a>, dan lain sejenisnya. <strike>Termasuk <a href="http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2007/06/16/cinta-segi-banyak/">saling meng-karakter asinan</a></strike>. Dulu, mungkin kami bertiga, atau lebih sempitnya saya pribadi merasa kesepian dalam memperjuangkan nama daerah. Setelah hadirnya KKB, tentu saja amatlah membahagiakan ketika rekan rekan sedaerah, yang <a href="http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2011/12/21/minum-air-sungai/">minum air sungai</a> yang sama, bisa sama sama memperkenalkan Kalimantan Selatan kepada dunia. Apapun itu bentuknya, bagaimanapun gaya bahasa tulisannya di blog masing masing, semua anggota KKB adalah sama, sama sama warga Kalimantan Selatan yang jelas.</p>
<p>Beberapa bulan setelah terbentuk KKB, blogger blogger asal Kalimantan Selatan bermunculan bak jamur di musim penghujan. Berbagai kegiatan dijalani, salah satunya adalah kegiatan <a href="http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2008/06/10/soal-lomba-kemarin/">ini</a>. <a href="http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2008/06/08/formalitas-sebagai-finalis/">Kegiatan yang berlangsung di Duta Mall Banjarmasin</a> yang menjadi salah satu titik kebangkitan KKB, selain daripada acara lainnya macam <a href="http://www.google.co.id/search?q=aruh+blogger" target="_blank">Aruh Blogger</a> atau Pesta Blogger 2010 di Kalimantan Selatan.</p>
<p>Hari ini, tanggal 20 Januari 2012, empat tahun sudah KKB usianya. Ibarat manusia, sudah bukan merangkak dan menirukan suara lagi tetapi sudah berjalan dan fasih bercakap, semoga kedepannya KKB akan semakin&#8230;nah ini yang saya bingung, harus dibuat semakin apa? Semakin banyak anggota sudah pernah. toh nyatanya anggota tersebut datang dan pergi. Semakin besar, dalam segi apanya? Karena KKB bukan semacam perusahaan obat tentu saja tak perlu menjadi besar. Mungkin yang paling tepat untuk KKB selaku Komunitas Blogger adalah semoga KKB kedepannya semakin naik trefiknya <strike>sehingga uang virtual hasil ngiklannya juga semakin banyak</strike>. <b>Selamat Ulang Tahun Komunitas Kayuh Baimbai.</b></p>
<p>Dalam rangka memperingati Ultah KKB yang keempat ini, maka saya akan mengingat kembali apa yang sudah pernah terjadi antara saya dan KKB selama empat tahun ini. Berikut adalah catatannya:</p>
<ol>
<li>Pada saat <a href="http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2008/01/">KKB didirikan</a>, saya sedang berada di Belangian</li>
<li><a href="http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2008/06/08/formalitas-sebagai-finalis/">Ini tulisan waktu jadi finalis Lomba</a>, dimana jurinya <strike>payah</strike> adalah para anggota KKB</li>
<li><a href="http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2008/08/28/adeknya-pak-erte/">Ini tulisan waktu peraturan dan lain sebagainya utamanya soal penerimaan anggota KKB akan dibentuk</a>, berawal dari itu jualah kemudian terlihat bahwasanya KKB pernah <strike>dan bahkan mungkin masih</strike> <abbr title="nampaknya tak usahlah disebutkan siapa saja, dan tak perlu disebutkan pula link dari mereka">beranggotakan orang orang tolol yang sok pintar dan atau orang orang pintar yang berlaku tolol!</li>
<p></abbr></p>
<li><a href="http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2008/10/24/tips-singkat-buat-kemping-singkat/">Ini tulisan waktu para anggota KKB mau kemping</a></li>
<li>Tulisan <a href="http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2008/11/24/tantangan-terbuka/">ini</a> masuk juga atau tidak ya? Yasudahlah saya masukkan saja sebagai sejarah perbloggeran dan KKB</li>
<li>Ini <a href="http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2008/12/15/analisa-sok-mendalam/">tulisan</a> ketika KKB goes to Kandangan</li>
<li><a href="http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2008/12/29/todays-feeling-and-polling/">Yang ini</a> semacam catatan perjalanan KKB ke Kandangan dan Tanuhi</li>
<li><a href="http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2009/08/22/cuma-10-jam/">Perjuangan 10 jam menuju Kalimantan Timur</a>, menghadiri Pesta Blogger 2009 di Balikpapan</li>
<li><a href="http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2010/03/31/cerpen-anak/">This one</a>, masuk jadi artikel di Buku terbitan KKB Press;Menulis Dalam Gelap</li>
<li>Sayang, tak sempat ikut <a href="http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2010/10/06/lagi-lagi-bingkai-mimpi-kehilangan-satu-sudut/">Pesta Blogger Plus di Banjarbaru</a></li>
</ol>
<p>______________________________________________________________________________________</p>
<blockquote><p>&#8220;Jangan bertanya apa yang KKB bisa berikan untukmu, tetapi tanyakanlah apa yang sudah kamu berikan buat KKB&#8221;</p></blockquote>
<p>Seperti halnya saya, yang ternyata tak memberikan apa apa untuk KKB selain &#8220;umpat kambing tumbur&#8221; di KKB<!--more--></p>
<br />Filed under: <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/blog/'>Blog</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/blogflying/'>Blogflying</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/blogwalking/'>Blogwalking</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/daily-life/'>Daily Life</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/experience/'>Experience</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/fakultas-keguruan-dan-ilmu-pendidikan/'>Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/fkip/'>FKIP</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/impas-b/'>IMPAS-B</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/internet/'>Internet</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/sejarah/'>Sejarah</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/universitas-lambung-mangkurat/'>Universitas Lambung Mangkurat</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/unlam/'>UNLAM</a> Tagged: <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/tag/komunitas-blogger-kalsel/'>Komunitas Blogger Kalsel</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kosongempatsembilan.wordpress.com/1278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kosongempatsembilan.wordpress.com/1278/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongempatsembilan.wordpress.com&#038;blog=1186065&#038;post=1278&#038;subd=kosongempatsembilan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2012/01/20/20-januari-2012-memperingati-4-tahun-komunitas-blogger-kalimantan-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c1d5c6aa96db71a65f223a1e05d3d7de?s=96&amp;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&amp;r=X" medium="image">
			<media:title type="html">Fortynine</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerpen Tahun Baru</title>
		<link>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2012/01/01/cerpen-tahun-baru/</link>
		<comments>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2012/01/01/cerpen-tahun-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 12:12:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fortynine</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apa Yang Terjadi]]></category>
		<category><![CDATA[Contemplation]]></category>
		<category><![CDATA[Critics]]></category>
		<category><![CDATA[Daily Life]]></category>
		<category><![CDATA[Experience]]></category>
		<category><![CDATA[Desibel]]></category>
		<category><![CDATA[Langgar]]></category>
		<category><![CDATA[Pengeras Suara]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kosongempatsembilan.wordpress.com/?p=1258</guid>
		<description><![CDATA[Langgar dalam bahasa indonesia jika itu kata benda adalah satu kata yang memiliki pengertian sebagai sebuah rumah ibadahnya umat Islam. Langgar lebih kecil daripada Masjid, dan biasanya tidak setiap 5 kali sehari dikumandangkan suar adzan. Serta, tidak dilaksanakan sholat Jum&#8217;at di Langgar.[1] The Ballad of Langgar Persis di samping rumah saya, terdapat sebuah langgar, kalau [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongempatsembilan.wordpress.com&#038;blog=1186065&#038;post=1258&#038;subd=kosongempatsembilan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Langgar dalam bahasa indonesia jika itu kata benda adalah satu kata yang memiliki pengertian sebagai sebuah rumah ibadahnya umat Islam. Langgar lebih kecil daripada Masjid, dan biasanya tidak setiap 5 kali sehari dikumandangkan suar adzan. Serta, tidak dilaksanakan sholat Jum&#8217;at di Langgar.<sup>[<a name="cite-1" href="#fn-1">1</a>]</sup><br />
<span id="more-1258"></span></p>
<blockquote><p>The Ballad of Langgar</p></blockquote>
<p>Persis di samping rumah saya, terdapat sebuah langgar, kalau tidak percaya tanya saja dengan <a href="http://amed.wordpress.com/about/" title="Siapa itu Amed???">Amed</a>, <a href="http://carboneus.wordpress.com/about-2/" title="Siapa itu Carbon???">Carbon</a>, atau <a href="http://manusiasuper.wordpress.com/about/" title="Siapa itu Fadil???">Fadil</a> yang pernah datang ke rumah. Pada masa sekarang ini mereka yang saya sebutkan tadi sudah jarang datang ke rumah. Ada salah satu diantara mereka yang mati, ada juga yang hampir mati, dan tentu saja ada yang mati bunuh diri, <a href="http://www.google.co.id/search?q=tapi+itu+cerita+lain+utnuk+saat+ini" title="tapi itu cerita lain untuk saat ini">tapi itu cerita lain untuk saat ini</a>.</p>
<p>Kembali kepada Langgar&#8230; Ketika pertama datang ke sini<sup>[<a name="cite-2" href="#fn-2">2</a>]</sup>, Langgar sebelah ini ramainya luar binasa, setiap masuk waktu sholat, barisan depan selalu penuh sampai sampai barisan belakang tidak kebagian jatah. Jaman berubah, waktu dan musim silih berganti datang dan pergi, namun urusan barisan umat yang sholat di Langgar sebelah tidak pernah berubah, apalagi berjalan mundur, selalu saja mengalami kemajuan. Pula, ada satu kemajuan lagi yang terasa benar benar berbeda; kemajuan tingkat <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Decibel">desibel</a> aka tingkat kebisingan.</p>
<p>Belasan tahun yang lalu, <a href="http://www.google.co.id/search?q=muadzin" title="apa itu muadzin?">muadzin</a> di Langgar sebelah benar benar memiliki rasa perikemanusiaan yang tinggi. Tak seperti para penghobi teriak di rumah ibadah lainnya, muadzin Langgar sebelah pada puluhan tahun yang lalu adalah muadzin yang mampu mengenali tingkat kebisingan. Beliau tak pernah membuat telinga saya mendengung setiap kali beliau mengumandangkan adzan. Pun demikian dengan penggantinya, bahkan ketika beliau sang muadzin pertama kembali lagi, beliau masih tidak berubah, adzannya masih tetap sopan. Sebagai bukti bahwasanya dua muadzin terdahulu sopan adalah:</p>
<ol>
<li>Microphone Langgar beserta pengeras suaranya tak pernah rusak</li>
<li>Telinga saya tidak mendengung ketika mendengar suara adzan dari langgar sebelah, meskipun saya sedang berada di luar rumah sekalipun.</li>
</ol>
<p>Datanglah sang muadzin ke tiga, sebagai muadzin terbarukan beliau yang satu ini mungkin semasa sekolahnya telah diajari olah vokal. Namun sayangnya tidak diajari rasa perikemanusiaan. Setiap kali beliau adzan, telinga saya mendengung. Nyaringnya suara knalpot Fabio ketika dekat dengan telinga saja, rasanya tak lebih menyiksa ketimbang serangan ke telinga yang entah berapa desibel dari hasil kolaborasi antara pengeras suara dengan teriakan dari mulut yang ditempelkan ke microphone.</p>
<p>Coba fikirkan dengan akal sehat dan iman kuat. Namanya sahaja sudah pengeras suara, maka kalau sudah pakai pengeras suara, tak perlu lagi suara Adzan dikeraskan sampai sampai tingkat desibelnya harus menyamai level desibelnya MotoGP<sup>[<a name="cite-3" href="#fn-3">3</a>]</sup>. Sekarang jaman canggih, sudah ada alarm, radio dan berbagai perangkat lainnya yang dapat membuat manusia sadar akan datangnya waktu sholat. Tak perlu lagi pakai tata cara keker matahari dan cara cara yang dianggap kuno dan atau primitif lainnya. Termasuk tak perlu lagi menggunakan kekerasan suara untuk hanya sekedar menyampaikan; <strong>It&#8217;s prayer time!!!</strong></p>
<p>Mudah mudahan kedepannya, sang muadzin sadar akan hal ini, bukan hanya muadzin sebelah saja tapi juga semua manusia yang hobi menyalahfungsikan pengeras suara rumah ibadah. <strike>Kenapa saya tidak menegur soal kebisingan yang dihasilkan? Saya rasa anda anda sekalian sudah tahu saja jawabannya, so keep it for yourself.</strike></p>
<p>NOTE: Sudah tiga kali pengeras suara di Langgar sebelah rusak semenjak datangnya sang muadzin. Entah kenapa hal tersebut belum menyadarkan sang muadzin bahwasanya pengeras suara bukan untuk digunakan menyalurkan hobi teriak, melainkan untuk menghemat tenaga sehingga tak perlu teriak.</p>
<ul>
<li><a name="fn-1" href="#cite-1">^</a>[1] Disarikan dari berbagai sumber</li>
<li><a name="fn-2" href="#cite-2">^</a>[2] <a href="http://www.google.co.id/search?q=kota+banjarbaru" title="kota banjarbaru">Kota Banjarbaru</a></li>
<li><a name="fn-3" href="#cite-3">^</a>[3] Konon bisa bikin tuli</li>
</ul>
<p><!--more--></p>
<br />Filed under: <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/apa-yang-terjadi/'>Apa Yang Terjadi</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/contemplation/'>Contemplation</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/critics/'>Critics</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/daily-life/'>Daily Life</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/experience/'>Experience</a> Tagged: <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/tag/desibel/'>Desibel</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/tag/langgar/'>Langgar</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/tag/pengeras-suara/'>Pengeras Suara</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/tag/rumah-ibadah/'>Rumah Ibadah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kosongempatsembilan.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kosongempatsembilan.wordpress.com/1258/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongempatsembilan.wordpress.com&#038;blog=1186065&#038;post=1258&#038;subd=kosongempatsembilan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2012/01/01/cerpen-tahun-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c1d5c6aa96db71a65f223a1e05d3d7de?s=96&amp;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&amp;r=X" medium="image">
			<media:title type="html">Fortynine</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Minum Air Sungai</title>
		<link>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2011/12/21/minum-air-sungai/</link>
		<comments>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2011/12/21/minum-air-sungai/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 17:16:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fortynine</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktor Intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Critics]]></category>
		<category><![CDATA[Daily Life]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Banjar]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Banjar]]></category>
		<category><![CDATA[Urang Banjar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kosongempatsembilan.wordpress.com/?p=1252</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan besar yang selama ini mengisi sebagian dari memory system otak ini: Pantaskah putra putri Kalimantan Selatan menggunakan kata ganti orang pertama, dan atau kata ganti orang kedua yang tidak mencerminkan budaya kedaerahannya? Buat saya, hal tersebut sangat tidak pantas. Ketika ada makhluk yang konon merupakan ciptaan paling sempurna dari Tuhan bernama manusia yang menulis, [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongempatsembilan.wordpress.com&#038;blog=1186065&#038;post=1252&#038;subd=kosongempatsembilan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan besar yang selama ini mengisi sebagian dari <em>memory system</em> otak ini: Pantaskah putra putri Kalimantan Selatan menggunakan kata ganti orang pertama, dan atau kata ganti orang kedua yang tidak mencerminkan budaya kedaerahannya? <strong>Buat saya, hal tersebut sangat tidak pantas.</strong><span id="more-1252"></span></p>
<p>Ketika ada makhluk yang konon merupakan ciptaan paling sempurna dari Tuhan bernama manusia yang menulis, lantas tulisannya dituangkan dalam media bernama blog, maka disebut bloggerlah adanya. Jikalau makhluk tidak bersayap tadi berasal dari sebuah propinsi yang termasuk dalam jajahan Indonesia bernama Propinsi Kalimantan Selatan, maka blogger Kalsel lah tersebutnya. Definisi ini masih bisa dikembangkan dalam tulisan, <a href="http://www.google.co.id/search?q=tapi+itu+cerita+lain+utnuk+saat+ini&amp;ie=utf-8&amp;oe=utf-8&amp;aq=t&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;client=firefox-a#hl=id&amp;client=firefox-a&amp;hs=H33&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;sa=X&amp;ei=Qr7wTp2OLcLPrQe22PHLDw&amp;ved=0CBUQvwUoAQ&amp;q=tapi+itu+cerita+lain+untuk+saat+ini">tapi itu cerita lain untuk saat ini&#8230;</a></p>
<p><a href="http://www.google.co.id/search?q=Bahasa+Banjar">Bahasa Banjar</a>, memiliki kata ganti orang pertama dan orang kedua yang bahkan sudah ada kelas/tingkatannya. Kalau dalam bahasa Jerman antara kamu sebagai teman, dan kamu sebagai orang yang tidak dikenal dibedakan penyebutannya<sup>[<a name="cite-1" href="#fn-1">1</a>]</sup>, demikian pula halnya dalam bahasa Banjar. Apabila dalam bahasa Jerman kata <em>Du</em> digunakan untuk teman, atau orang yang lebih muda, sementara kata <em>Sie</em> digunakan untuk orang tak dikenal dan atau orang yang dihormati. Maka dalam bahasa Banjar dikenal pula tingkatan yang semcam itu; kata <em>ikam</em>, <em>nyawa</em> dan <em>pian</em> versus kata <em>aku</em>, <em>unda</em>, dan <em>ulun</em> adalah sebuah sistem bertingkat dalam bahasa Banjar. Bukan hanya untuk menunjukkan sopan santun, tapi juga menunjukkan tingkatan budaya.</p>
<p>Saya, bukan seorang yang ahli dalam bahasa Banjar, sudilah kiranya <a href="http://kayuhbaimbai.org/tanya-jawab">blogger blogger Kalimantan Selatan</a> lain yang lebih handal dalam per-bahasa Banjar-an membantu saya soal definisi penggunaan kata ganti orang pertama dan kata ganti orang kedua. Namun dengan modal pengetahuan yang sedikit ini jua lah saya merasa sangat tidak nyaman dengan penggunaan kata ganti orang pertama/kedua yang sering digunakan urang Banjar lainnya.</p>
<p>Pernah pada suatu masa saya bertemu dengan Om Azlan, orang Malaysia keturunan Banjar. Ketika bercakap menggunakan bahasa Banjar, kami justru sangat tersambung dalam komunikasi, lebih tersambung ketimbang harus menggunakan bahasa Indonesia. Beliau ini begitu bangganya bisa menjejak tanah leluhurnya, karena kalau tidak salah dari 7 keturunan sebelum beliau, beliaulah orang pertama yang berhasil menjejak kampung halaman nenek moyang. Kalau beliau begitu bangganya dengan budaya nenek moyang, kenapa kita yang lahir, hidup, tumbuh besar di tanah warisan nenek moyang harus berusaha mengikis warisan nenek moyang yang begitu berharganya?</p>
<p>Masih <em>minum banyu sungai atau banyu sumur</em> saja sudah pakai elu/gue&#8230; Kenapa saya sebut macam itu? karena memang sejatinya kita di sini, di Kalimantan Selatan ini memang <em>minum banyu sungai atau banyu sumur</em>nya Kalimantan Selatan. PDAM kalsel menggunakan air sungai Kalimantan Selatan sebagai bahan olahannya, bukan air laut, apalagi air dari Jakarte sana. Buat yang tidak minum <em>banyu sungai</em>, maka tentunya minumnya <em>banyu sumur</em> yang berasal dari tanah yang juga tanah Kalimantan Selatan, bukan tanah jawa sana. Jadi kalau ada yang merasa bangga pakai kata elu/gue, silakan&#8230; Alasannya mungkin supaya gaul, dan lain sejenisnya, tapi ya itu tadi pertimbangannya, kalau masih <em>minum banyu sungai atau banyu sumur</em>, apa mesti bangga pakai kata elu/gue?</p>
<p>Kemudian, ini yang layak menjadi perhatian serius; BAHASA TULIS. Sejak jaman sekolah masih pakai celana merah, hingga berubah warna jadi macam macam warnanya semua siswa diajarkan menggunakan bahasa yang konon katanya baik dan benar; Bahasa Indonesia. Sementara ini, sementara Kalimantan Selatan masih jadi bagian Indonesia maka anggap saja bahasa Indonesia adalah bahasa terbaik untuk menjadi bahasa pengantar dalam bahasa tulis menulis. Lalu, bagaimana dengan kebebasan berekspresi di blog, media social atau sejenisnya? Apakah masih bisa diterapkan penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar? Tentu saja bisa kalau kita mau.</p>
<p>Apabila sebagian dari anda terinspirasi dan mengagumi daripada blognya dan sekaligus juga gaya bahasanya <a href="http://www.google.co.id/search?q=raditya+dika" title="Siapa itu Raditya Dika???">Raditya Dika&#8230;</a> Bagus! Saya akui dengan sejujur jujurnya bahwasanya dirinya adalah penulis kreatif, saya suka lelucon darinya, saya juga suka membaca buku dan blognya Raditya Dika. Tetapi meskipun suka, bukan berarti saya akan telan bulat bulat <a href="http://radityadika.com/archives/">semua dari Radit</a>. Tak perlulah saya harus pakai kata elu/gue di blog saya pribadi, <strike>toh kalau misalnya semua tulisan blog ini dibukukan bisa saja hasilnya mengalahkan buku kambing jantan dalam hal jumlah pembaca dan penjualan <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  </strike></p>
<p><em>I have my own idea and I have my own style</em>! Tentunya saya tidak akan meninggalkan kebanggan saya sebagai seorang yang lahir, hidup, dan tumbuh di Kalimantan Selatan. Apa buktinya? Silakan baca saja arsip <a href="http://kosongempatsembilan.wordpress.com/buku-tamu/daftar-judul/">arsip blog ini</a>. Kebanggaan saya juga saya wujudkan dengan cara menjelajahi Kalimantan Selatan, baik itu hutannya, gunungnya, goa goanya, bahkan termasuk menjelajah aspal di semua Kabupaten dan Kota yang ada di Kalimantan Selatan<sup>[<a name="cite-2" href="#fn-2">2</a>]</sup>.</p>
<p>Cukuplah sudah kiranya Kalimantan Selatan ini dirampok kekayaan alamnya, tak perlu kekayaan budaya dan bahasanya dirampok pula. Jangan sampai yang berkontribusi memperparah, membuat hancur dan menghilangnya budaya daerah ini adalah putera puteri daerah sendiri. Maka sekali lagi, pertimbangkanlah gaya bahasa anda wahai para urang Banjar yang menjadi blogger, karena dalam blog gaya bahasa adalah identitas. Tak perlulah identitas sebagai urang Banjar dihapus, atau dikaburkan hanya demi kejar kata &#8220;gaul&#8221;, atau kata &#8220;keren&#8221;. Sekian sok tahu kali ini&#8230;</p>
<ul>
<li><a name="fn-1" href="#cite-1">^</a>[1] Sudilah kiranya <a href="http://amed.wordpress.com/2011/06/26/eyd-ejaan-yang-dipaksakan/">Amed</a>, atau kalau bisa dan lebih bagus lagi ibu <a href="http://isez.wordpress.com/about/" title="Siapakah Sez itu???">Sez</a> unntuk membantu saya dan mengoreksi apabila terjadi kesalahan</li>
<li><a name="fn-2" href="#cite-2">^</a>[2] Tidak seluruhnya, tapi sebagian besar aspal yang berada di Kabupaten dan kota Di Kalimantan Selatan</li>
</ul>
<p><!--more--></p>
<br />Filed under: <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/aktor-intelektual/'>Aktor Intelektual</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/bahasa/'>Bahasa</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/banjarbaru/'>Banjarbaru</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/blog/'>Blog</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/critics/'>Critics</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/daily-life/'>Daily Life</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/indonesia/'>Indonesia</a> Tagged: <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/tag/bahasa-banjar/'>Bahasa Banjar</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/tag/budaya-banjar/'>Budaya Banjar</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/tag/urang-banjar/'>Urang Banjar</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kosongempatsembilan.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kosongempatsembilan.wordpress.com/1252/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongempatsembilan.wordpress.com&#038;blog=1186065&#038;post=1252&#038;subd=kosongempatsembilan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2011/12/21/minum-air-sungai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c1d5c6aa96db71a65f223a1e05d3d7de?s=96&amp;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&amp;r=X" medium="image">
			<media:title type="html">Fortynine</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jenuh</title>
		<link>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2011/12/14/jenuh/</link>
		<comments>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2011/12/14/jenuh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 11:37:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fortynine</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Writing]]></category>
		<category><![CDATA[gary lineker]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kosongempatsembilan.wordpress.com/?p=1198</guid>
		<description><![CDATA[Memang unik apa yang dilakukan striker timnas Inggris, Garry Lineker. Lazimnya saat pemain melakukan pemanasan mereka selalu menendang bola. Bahkan memasukannya ke dalam gawang. Tapi tidak dengan Lineker. Sepanjang pemanasan ia tidak mau menendang bahkan memasukan bola ke jala gawang. Alasannya ia hanya akan memasukan bola dalam pertandingan saja. Berdasarkan mitos yang dipercaya oleh Gary [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongempatsembilan.wordpress.com&#038;blog=1186065&#038;post=1198&#038;subd=kosongempatsembilan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Memang unik apa yang dilakukan striker timnas Inggris, Garry Lineker. Lazimnya saat pemain melakukan pemanasan mereka selalu menendang bola. Bahkan memasukannya ke dalam gawang. Tapi tidak dengan Lineker. Sepanjang pemanasan ia tidak mau menendang bahkan memasukan bola ke jala gawang. Alasannya ia hanya akan memasukan bola dalam pertandingan saja.</p></blockquote>
<p><span id="more-1198"></span></p>
<p>Berdasarkan mitos yang dipercaya oleh <a href="http://www.google.co.id/search?q=gary+lineker&amp;ie=utf-8&amp;oe=utf-8&amp;aq=t&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;client=firefox-a" title="siapa itu Gary Lineker sebenarnya?">Gary Lineker</a>, dirinya tak mau menendang bola ke gawang selama terjadi latihan pemanasan, supaya gol nya tidak habis mungkin. Hal itu memang hanyalah sekedar kepercayaan atau takahayul, atau <a href="http://www.google.co.id/search?q=superstition&amp;ie=utf-8&amp;oe=utf-8&amp;aq=t&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;client=firefox-a">superstition</a>. Uniknya secara di luar akal sehat terjadilah yang namanya &#8220;kehabisan&#8221; ide pada <a href="http://kosongempatsembilan.wordpress.com/">Fortynine</a>, <a href="http://amed.wordpress.com/">Amed</a>, <a href="http://anarkidiri.wordpress.com/">Alex</a>, <a href="http://zenosphere.wordpress.com/">Sora</a>, <a href="http://almascatie.wordpress.com/">Almas</a>, <a href="http://wadehel.wordpress.com/">wadehel</a>, <a href="http://rosenqueencompany.wordpress.com/">Difo</a>, <a href="http://fritzterealm.wordpress.com/">Fritz</a>, <a href="http://agenmossad.wordpress.com/">Jensen</a>, dan atau blogger lainnya yang selama ini pernah menjadi tukang tulis blog.</p>
<p>Gara gara kebanyakan menulis di masa masa lampau, maka akhirnya kreatifitas, ide ide nakal dan maupun yang brilian, bahkan minat menjadi terkikis. Selain mungkin disebabkan karena faktor kesibukan dan faktor faktor diluar aspek mistis tersebut, Saya ingin sedikit membahas tentang hal yang mungkin sahaja saya definisikan sebagai KEJENUHAN.</p>
<p>KEJENUHAN datang ketika seorang atau <a href="http://rosenqueencompany.wordpress.com/2008/09/10/death-magnetic/">sekumpulan musisi telah mengkomposisikan banyak lirik dan aransemen</a>. Ketika telah mencapai <i>peak performance</i>, ketika telah membuat lirik lirik dan aransemen spektakuler, kejenuhan datang dengan sendirinya. Ketika kejenuhan itu mulai memudar, maka sang musisi kembali bersemangat, semangat yang berbeda tentunya. Tak lagi menulis setajam dan sekeras dulu, atau tak lagi menulis sebanyak yang pernah dilakukan di masa masa tahun sebelum kejenuhan melanda.</p>
<p>Tak banyak terjadi perubahan mungkin, baik itu dalam gaya bertutur bahasa, gaya memainkan musik, atau pemilihan tema. Namun ketika kejenuhan telah melanda, maka baik itu penulis professional, musisi, atau sekedar penulis sruntulan macam <strike>para blogger</strike> saya, akan terdapat perubahan, tak peduli itu bentuknya perubahan kecil ataupun perubahan besar.</p>
<p>Bagaimana dengan mereka mereka yang berkutat dengan idealismenya dalam berkarya? Yang selama ini saya amati, hal tersebut akan menimbulkan <i>multiple effect</i>. Contoh; ketika musisi masih mempertahankan gaya bermusiknya pada suatu perangkap era tertentu, maka komunitas penggemarnya akan menurun. Ada yang merasa monoton sehingga mencari yang baru. Ada yang merasa sudah bosan, dan yang pasti pertumbuhan peminat dan penikmat telah menyusut. Terjadi juga pada blogger, baik itu antara penulis idealis yang serius beserta pembacanya (pembaca sekalian juga merangkap blogger) maupun sebaliknya. Para pembaca yang dulunya suka baca tulisan yang serius, sekarang tak punya waktu dan atau minat lagi sehingga si penulis serius mulai ditinggalkan pengunjung, rutinitas komentar pun berkurang.</p>
<p>Apakah KEJENUHAN ini adalah hal yang wajar? Tentu saja, sekarang yang tidak wajar adalah kenapa saya menulis macam ini? Apakah karena hujan yang katanya mampu menginspirasi seseorang itu? Entahlah&#8230;<!--more--></p>
<br />Filed under: <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/blog/'>Blog</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/writing/'>Writing</a> Tagged: <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/tag/gary-lineker/'>gary lineker</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/tag/musik/'>Musik</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kosongempatsembilan.wordpress.com/1198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kosongempatsembilan.wordpress.com/1198/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongempatsembilan.wordpress.com&#038;blog=1186065&#038;post=1198&#038;subd=kosongempatsembilan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2011/12/14/jenuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c1d5c6aa96db71a65f223a1e05d3d7de?s=96&amp;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&amp;r=X" medium="image">
			<media:title type="html">Fortynine</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islamic Inventions</title>
		<link>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2011/12/02/islamic-inventions/</link>
		<comments>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2011/12/02/islamic-inventions/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 16:39:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fortynine</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Aktor Intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[Contemplation]]></category>
		<category><![CDATA[Critics]]></category>
		<category><![CDATA[Daily Life]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kosongempatsembilan.wordpress.com/?p=1189</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum bertanya dan merepotkan Tuhan, apalagi hanya sekedar teman, bertanyalah pada google&#8230; Anda pernah mencari di internet tentang penemu beragama Islam? Kalau belum pernah, anda mungkin tertarik untuk googling soal Ibnu Sina, Ibnu Rusdi, dan lain sebagainya. Jadi, mungkin sebagai orang yang beragama Islam aka Muslim tentunya akan bangga dengan mereka, para ilmuwan Muslim. Sebagai [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongempatsembilan.wordpress.com&#038;blog=1186065&#038;post=1189&#038;subd=kosongempatsembilan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum bertanya dan merepotkan Tuhan, apalagi hanya sekedar teman, bertanyalah pada google&#8230;<br />
<span id="more-1189"></span><br />
Anda pernah mencari di internet tentang penemu beragama Islam? Kalau belum pernah, anda mungkin tertarik untuk googling soal  <a href="http://www.google.co.id/search?q=Ibnu+Sina&amp;ie=utf-8&amp;oe=utf-8&amp;aq=t&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;client=firefox-a">Ibnu Sina</a>, <a href="http://www.google.co.id/search?q=ibnu+rushd&amp;ie=utf-8&amp;oe=utf-8&amp;aq=t&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;client=firefox-a#hl=id&amp;client=firefox-a&amp;hs=jZp&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;sa=X&amp;ei=oqbXTrqCMsfNrQep95mBDg&amp;ved=0CCAQBSgA&amp;q=ibnu+rusyd&amp;spell=1&amp;bav=on.2,or.r_gc.r_pw.,cf.osb&amp;fp=97250e5ac55af40b&amp;biw=1360&amp;bih=614">Ibnu Rusdi</a>, dan lain sebagainya. Jadi, mungkin sebagai orang yang beragama Islam aka Muslim tentunya akan bangga dengan mereka, para ilmuwan Muslim.</p>
<p>Sebagai negara Indonesia yang katanya negara <strike>terkutuk</strike> dengan penduduk Muslim terbesar, dan juga Islam sebagai agama yang besar (dalam segi pemeluk). Maka sudah sepantasnyalah muncul kembali penemu penemu Muslim baru. Jangan hanya terlena dan terhanyut pada kejayaan masa lampau soal umat Muslim yang pernah menguasai dunia atau umat Muslim yang punya banyak ilmuwan dan penemu.</p>
<p>Sebagai manusia dimana kolom agama di KTP masih berisikan ISLAM. Maka saya punya saran, khususnya buat para Muslim yang jenius, agar sekiranya menemukan 2 macam alat yang saya rasa sangat sesuai dengan jaman, bahkan mungkin bisa mendapatkan hadiah nobel jika dipatenkan. Apa saja itu, inilah dia;</p>
<blockquote><p>PERTAMA</p></blockquote>
<p><strong>Automatic Microphone&#8217;s Gap Adjuster:</strong> Fungsinya mengatur agar jarak antara microphone dengan mulut selalu dalam jarak standart. Kalau perlu pakai standart international sound sistem. Agar sekiranya para Muslim yang hobi berteriak menggunakan microphone, utamanya mereka yang biasanya menghuni rumah ibadah memiliki standart khusus dalam menegeraskan suaranya.</p>
<p>Tak bakalan ada lagi mereka mereka yang menempelkan microphone ke bibirnya lantas berteriak sekencang kencangnya sehingga seolah olah mencitrakan bahwasanya Tuhan Yang Mahaesa itu tuli, dan masyarakat sekitar itu perlu diteriaki dengan bantuan pengeras suara. Karena pada kenyataannya Tuhan yang Mahaesa tidaklah tuli, dan masyarakat juga tak perlu harus diganggu 5 kali sehari dengan teriakan yang di<i>boost</i> oleh pengeras suara. Berguna juga untuk mereka yang hobi menempelkan microphone pada sound sistem tape recorder ketika menyetel lagu padang pasir.</p>
<blockquote><p>KEDUA</p></blockquote>
<p><strong>Desibel Limiter for Global Sound System:</strong> Apabila alat pertama gagal dalam memfilter, dan menjinakkan kebrutalan para penghobi teriak di rumah ibadah, maka alat kedua ini mungkin bisa mengatur output yang dihasilkan oleh sound sistem. Karena pada kenyataannya masih banyak manusia manusia penghuni rumah ibadah yang belum memahami betul fungsinya pengatur volume, dimana mereka seringkali menyetel volume hingga posisi MAXIMUM, bukan hanya untuk sekedar memutar lagu lagu padang pasir ketika ada pesta pesta keagamaan, namun juga ketika melakukan rutinitas lima kali sehari.</p>
<p>Dengan ditemukannya alat ini, maka semaksimal apapun mereka menyetel volume, desibel adjuster akan mengatur kembali output sound. Kalau perlu bukan hanya sebagai adjuster, namun sekalian berfungsi meng<i>amplify</i> dan sebagai <i>equaliser</i> handal. Sehingga mereka mereka yang hobinya teriak tetap tersalur bakat dan minatnya, sementara suara yang keluar tetap manusiawi buat telinga masyarakat sekitar, utamanya masyarakat sekitar tempat ibadah yang selama ini telah terdzalimi telinganya dengan dahsyatnya suara rumah ibadah.</p>
<p>Oke, itu saja dulu. Semoga minimal satu dari banyak ilmuwan Muslim dari seluruh dunia pada zaman sekarang ini bisa menemukannya, sehingga <i>at least</i> telinga saya tak perlu lagi sampai harus berdengung kencang setiap ada panggilan sholat dan acara pesta keagamaan.<!--more--></p>
<br />Filed under: <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/agama/'>Agama</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/aktor-intelektual/'>Aktor Intelektual</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/contemplation/'>Contemplation</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/critics/'>Critics</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/daily-life/'>Daily Life</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/education/'>Education</a> Tagged: <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/tag/daily-life/'>Daily Life</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/tag/islam/'>Islam</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kosongempatsembilan.wordpress.com/1189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kosongempatsembilan.wordpress.com/1189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongempatsembilan.wordpress.com&#038;blog=1186065&#038;post=1189&#038;subd=kosongempatsembilan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2011/12/02/islamic-inventions/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c1d5c6aa96db71a65f223a1e05d3d7de?s=96&amp;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&amp;r=X" medium="image">
			<media:title type="html">Fortynine</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saya Tidak Tahu Apa Yang Saya Tahu</title>
		<link>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2011/10/21/saya-tidak-tahu-apa-yang-saya-tahu/</link>
		<comments>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2011/10/21/saya-tidak-tahu-apa-yang-saya-tahu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 17:01:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fortynine</dc:creator>
				<category><![CDATA[CPNS]]></category>
		<category><![CDATA[Critics]]></category>
		<category><![CDATA[Daily Life]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Test CPNS]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kosongempatsembilan.wordpress.com/?p=1182</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah sistem keuangan pemerintahan, anggap saja misalnya Pemerintah Kota Banjarbaru, ada sebuah kegiatan yang dinamakan rapat dimana rapat ini memerlukan biaya, diperlukan adanya agar terjadi keseimbangan pada kinerja pemerintahan. Dalam pada rapat ini, bakal diketemukan yang bernama anggaran baik itu teruntuk konsumsi. Semua biaya yang diperlukan tercantum, dianggarkan atau apalah namanya pada daftar perbelanjaan [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongempatsembilan.wordpress.com&#038;blog=1186065&#038;post=1182&#038;subd=kosongempatsembilan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sebuah sistem keuangan pemerintahan, anggap saja misalnya Pemerintah Kota Banjarbaru, ada sebuah kegiatan yang dinamakan rapat dimana rapat ini memerlukan biaya, diperlukan adanya agar terjadi keseimbangan pada kinerja pemerintahan. Dalam pada rapat ini, bakal diketemukan yang bernama anggaran baik itu teruntuk konsumsi. Semua biaya yang diperlukan tercantum, dianggarkan atau apalah namanya pada daftar perbelanjaan pemerintahan. Singkatnya mungkin seperti ini; Pada Anggaran Tahunan Pemerintahan, terdapat dana rapat.<span id="more-1182"></span></p>
<p>Sekarang pertanyaannya, seberapa sering rapat diadakan dan dianggarkan dalam suatu pemerintahan? Entahlah.. Saya tidak tahu. Namun yang saya tahu, yang namanya rapat fiktif seringlah terjadi. Apa dan bagaimana rapat fiktif itu? Rapat fiktif adalah rapat yang sebenarnya tidak pernah dilaksanakan, namun dibuat seolah olah dilaksanakan. Bagaimana cara dan resep resep rapat fiktif?</p>
<p><strong><em>SATU:</em></strong> Buat daftar hadir rapat, daftar hadir ini bisa dicomot dari daftar hadir apel gabungan (jika perlu peserta rapat dalam jumlah yang besar), atau membuat daftar hadir fiktif yang diberi judul dan tanggal fiktif pula, lantas meminta beberapa orang untuk membubuhkan paraf/tanda tangannya. Daftar hadir ini diperlukan dalam laporan pertanggungjawaban penggunaan dana rapat. Dengan daftar hadir, baik fiktif maupun nyata, maka akan menguatkan bukti bahwasanya rapat dilaksanakan</p>
<p><em><strong>DUA:</strong></em> Buat nota/kuitansi pembelian makan dan minum untuk peserta rapat. Senada dengan daftar hadir, jika daftar hadirnya fiktif, maka nota/kuitansi makan minum ini tentunya haruslah fiktif pula. Soal bagaimana detail dan caranya membuat nota/kuitansi untuk peserta rapat, saya rasa anda anda pembaca sekalian sudah terlalu pandai untuk tidak mengerti</p>
<p><strong><em>TIGA:</em></strong> Lampirkan Daftar Hadir Rapat, Nota/Kuitansi makan minum peserta rapat, dan kelengkapan kelengkapan berkas lainnya guna membuat laporan pertanggung jawaban. Laporan ini diperlukan agara supaya tidak membahayakan stabilitas dan keamanan negara</p>
<p>Demikian, maka selesailah sudah satu laporan pertanggung jawaban diantara sekian banyak laporan pertanggung jawaban yang harus dibuat lainnya. Laporan ini biasanya dikelola oleh orang orang yang berkecimpung di pemerintahan, bidang/divisi/bagian keuangan. Jadi, apabila ada orang yang pernah bekerja di pemerintahan, pekerjaannya bidang keuangan, maka jelas dirinya akan tahu bagaimana caranya membuat laporan keuangan di dalam sistem pemerintahan.</p>
<p>Nah, untuk contoh kasus ini, apabila ada orang pemerintahan yang pernah bekerja di keuangan, kita tanya <em>&#8220;bagaimanakah cara membuat laporan keuangan yang baik dan benar&#8221;</em>? Lantas menjawab &#8220;saya tidak tahu&#8221;, atau menjawab &#8220;saya memang pernah bekerja di keuangan, namun saya belum pernah mengerjakan laporan keuangan&#8221;, maka apa asumsi yang terjadi?</p>
<p>Dugaan dari saya: <em>Pertama:</em> Jika ada kasus semacam itu dugaan paling awal dari saya adalah orang tersebut di atas terlalu bego! Terlalu jujur jadi pegawai, sampai sampai mengakui sendiri impotensinya dalam bekerja! <em>Kedua:</em> Orang ini pendusta! Jikalau sudah pernah bekerja di keuangan, lantas tidak tahu bagaimana caranya membuat laporan keuangan, apalagi namanya kalau bukan berdusta dengan memberikan jawaban tidak tahu. <em>Ketiga:</em> inilah yang paling berbahaya sekaligus menjijikkan, orang munafik! Dia tahu bagaimana caranya membuat laporan keuangan, mulai dari laporan keuangan fiktif hingga yang nyata, dan dia menyatakan ketidaktahuannya bukan untuk berdusta, namun untuk pencitraan. Pencitraan bahwasanya dirinya orang yang bersih, jujur dan bertanggung jawab kepada pekerjaan. Kenapa bisa begitu?</p>
<p>Begini, orang itu tahu bahwasanya si penanya tidak akan berhenti sampai disitu jikalau dirinya menjawab &#8220;ya saya tahu&#8221;, maka dengan alasan untuk menjaga kemanan dan stabilitas negara, maka dirinya &#8220;berdiplomasi&#8221; dengan cara menghindar. Cara ini efektif untuk mencitrakan dirinya sebagai pekerja yang mentaati sumpah jabatan dan atau sejenisnya yang meminta pekerja negara untuk setia kepada sumpah jabatan termasuk didalamnya ya itu tadi; menjaga stabilitas dan keamanan negara.</p>
<p>Orang orang bajingan macam ini banyaklah ditemukan dalam dunia nyata. Ketika ditanya bagaimana caranya supaya bisa lulus CPNS misalnya, mereka akan berikan jawaban diplomatis khas pemerintahan. Tidak akan ada penjelasan soal bagaimana titip menitip terlaksana. Mereka bahkan berani sumpah pocong atau mungkin sumpah kafir™ bahwasanya <strong>THEY REALLY KNOW NOTHING!</strong> Padahal dalam kenyataanya turut serta dalam bekerja.</p>
<p>Lantas? Langsung saja pada pokok pemikiran tulisan ini; Sebaiknya mereka mereka para bajingan itu tak perlulah banyak omong dalam pencitraan. Masyarakat sudah terlalu pandai Pak/Bu. Tak perlu anda anda sekalian berdiplomasi melakukan pencitraan bahwasanya anda anda sekalian yang terkutuk adalah orang jujur bersih tak punya dosa. Buat saya, alangkah lebih baiknya anda anda sekalian melakukan pencitraan dengan cara macam para calon pemimpin, yang suka bagi bagi &#8216;zakat&#8217;, ketimbang omong/tulisan soal anda tak pernah tahu, padahal anda banyak tahu<br />
______________________________________________________________</p>
<p>NOTE: Tulisan jahanam ini ternyata teramat asing buat saya sendiri, mungkin karena kehabisan ide, atau karena kurang latihan menulis sehingga seolah olah tak mencerminkan karakter khas penulis <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yang jelas tulisan ini diperuntukkan buat para keparat keparat busuk yang suka melakukan pencitraan dan diplomasi<!--more--></p>
<br />Filed under: <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/cpns/'>CPNS</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/critics/'>Critics</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/daily-life/'>Daily Life</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/indonesia/'>Indonesia</a>, <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/category/test-cpns/'>Test CPNS</a> Tagged: <a href='http://kosongempatsembilan.wordpress.com/tag/pemerintahan/'>Pemerintahan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kosongempatsembilan.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kosongempatsembilan.wordpress.com/1182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kosongempatsembilan.wordpress.com&#038;blog=1186065&#038;post=1182&#038;subd=kosongempatsembilan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2011/10/21/saya-tidak-tahu-apa-yang-saya-tahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c1d5c6aa96db71a65f223a1e05d3d7de?s=96&amp;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&amp;r=X" medium="image">
			<media:title type="html">Fortynine</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
