<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kopicoklat.com</title>
	<atom:link href="https://kopicoklat.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kopicoklat.com</link>
	<description>Blog tentang belajar kehidupan, inovasi dan pemasaran</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Sep 2024 06:53:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kopicoklat.com/wp-content/uploads/2019/11/cropped-kopicoklat-icon-1-2-32x32.jpg</url>
	<title>Kopicoklat.com</title>
	<link>https://kopicoklat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Belajar Dari Kitab Nahum</title>
		<link>https://kopicoklat.com/2024/09/11/belajar-dari-kitab-nahum/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=belajar-dari-kitab-nahum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Agung Prasetyo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2024 06:53:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pelita & Terang Kehidupan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kopicoklat.com/?p=1039</guid>

					<description><![CDATA[<p>PertamaAllah Sumber Keadilan Keadilan dalam arti umum adalah bagi rata atau bagi sesuai dengan kebutuhan (keadilan distributif). Tetapi kitab Nahum tidak bicara keadilan dalam pengertian seperti di atas. Dalam pengertian yang luas keadilan menunjuk pada sikap dan perilaku yang benar terhadap sesama. Orang yang adil adalah orang yang memperlakukan sesamanya dengan benar. Dan diantara berbagai...</p>
<p>The post <a href="https://kopicoklat.com/2024/09/11/belajar-dari-kitab-nahum/">Belajar Dari Kitab Nahum</a> first appeared on <a href="https://kopicoklat.com">Kopicoklat.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertama</strong><br><strong><em>Allah Sumber Keadilan</em></strong></p>



<p>Keadilan dalam arti umum adalah bagi rata atau bagi sesuai dengan kebutuhan (keadilan distributif). Tetapi kitab Nahum tidak bicara keadilan dalam pengertian seperti di atas. Dalam pengertian yang luas keadilan menunjuk pada sikap dan perilaku yang benar terhadap sesama. Orang yang adil adalah orang yang memperlakukan sesamanya dengan benar. Dan diantara berbagai jenis keadilan, ada dua jenis yang dapat dipelajari dari nubuat Nahum, yaitu&nbsp;<strong><em>keadilan vindikatif</em></strong>&nbsp;dan&nbsp;<em><strong>keadilan protektif</strong></em>.<br><br><strong><em>Keadilan vindikatif</em></strong>&nbsp;adalah keadilan yang diwujudkan dengan memberikan hukuman atau denda sesuai dengan pelanggaran atau kejahatan yang dilakukan. Tuhan menunjukkan keadilan dengan menjadi hakim yang adil, yang memberikan hukuman yang setimpal dengan kejahatan (kesalahan) yang sudah dilakukan. TUHAN adalah Hakim seluruh bumi yang menjatuhkan hukuman dengan adil (Kej. 18:25; Mzm. 7:12). Ia menghakimi setiap orang menurut perbuatannya masing-masing (Yeh. 33:20). Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang dan menjatuhkan keputusan menurut kata orang (Yes. 11:3), tetapi menguji batin dan hati (Yer. 11:20). Karena itu, keputusan-Nya adil dan Ia tidak akan menghukum orang benar, seperti menghukum orang fasik (bdk. Kej. 18:25).<br><br>Ia menghakimi dunia dengan keadilan (Mzm. 9:9; 96:13). Amos berbicara tentang TUHAN yang menghukum bangsa-bangsa di sekitar Israel karena kejahatan yang sudah mereka lakukan (Am. 1:2-2:3; lihat juga Yeh. 25-32). Ia akan membakar istana, mematahkan gerbang Damsyik, dan membuang rakyat Aram, karena mereka telah mengirik Gilead dengan eretan pengirik dari besi (Am. 1:2-5). Ia akan menghukum Edom karena sudah mengejar saudaranya dengan pedang tanpa belas kasih (Am. 1:11-12). TUHAN akan menghukum Kerajaan Asyur karena dengan sombongnya mengalahkan bangsa-bangsa untuk memunahkan mereka (Yes. 10:5-11). Karena kejahatan yang sudah mereka lakukan, Ia akan menghukum Babel dengan mengalahkan mereka (Yer. 25:12; 50-51)<br><br><em>Refleksi:</em><br>Ketika kita disakiti atau anak kesayangan kita dijahati oleh orang yang lebih kuat, pernahkah tersimpan di dalam hati atau terucap kalimat “Biarlah Tuhan yang Membalas”? Atau lebih halus dengan mengatakan “Tuhan tidak tidur”? Apa yang anda bayangkan kalau Tuhan tidak tidur &#8230;&#8230;. membalas sakit hati anda?&nbsp;<br>Itulah yang dirasakan oleh Nabi Nahum.<br><br>Nah 1:3<br><em>TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa-Nya,<br>tetapi sekali-kali Ia tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman.<br>TUHAN berjalan dalam puting beliung dan badai,&nbsp;dan awan adalah debu kaki-Nya.<br></em><br>Kenapa TUHAN menghukum Asyur, itu karena Asyur yang jauh lebih kuat sudah melakukan kejahatan yang sewenang-wenang kepada orang Israel. Kalau Asyur salah konsekuensinya ya dihukum. Orang disebut berlaku adil ketika dia memperlakukan sesamanya dengan benar. Kalau melakukan kesalahan harus menanggung hukuman, tetapi sebaliknya kalau ada yang melakukan keutamaan ada ganjarannya.<br><br>Keadilan dalam bentuk lain adalah keadilan dengan memberikan perlindungan terutama kepada mereka yang benar dan lemah dari tindakan sewenang-wenang yang disebut dengan&nbsp;<strong><em>keadilan protektif</em></strong>.<br><br>Bagaimana kalau gambaran Tuhan Yang Maha Kuasa seperti Nah 1:3-5 itu melindungi umat-Nya? Siapa yang akan berani melawan-Nya?<br><br>Nah 1:7-8<br><em>TUHAN itu baik; tempat perlindungan pada waktu kesusahan;<br>Ia memperhatikan orang-orang yang berlindung pada-Nya,&nbsp;bahkan dalam banjir yang melanda.&nbsp;<br>Ia menghabisi sama sekali&nbsp;orang-orang yang bangkit melawan Dia,<br>dan musuh-Nya dihalau-Nya ke dalam gelap.<br></em><br>Dalam Perjanjian Lama TUHAN dikenal sebagai pelindung orang lemah. Dia adalah Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda (Mzm 68:6-7). Orang asing, anak yatim dan janda adalah kelompok orang lemah dan miskin dalam masyarakat Israel kuno, yang sering menjadi kurban kejahatan orang-orang kuat. Ia menyembunyikan orang-orang yang berlindung pada-Nya dan melindungi mereka dari persekongkolan orang-orang yang mau mencelakai mereka (Mzm. 31:20-21).<br><br>Allah yang abadi adalah tempat perlindungan bagi Israel, lengan-Nya yang kekal, melindungi mereka dan mengusir musuh dari hadapan mereka (Ul. 33:27). Ia melindungi Israel sepanjang perjalanan di padang gurun sehingga dapat berjalan dengan aman melalui tanah bangsa-bangsa lain (Yos. 24:17). Dia adalah Yang Mahakuat, yang melindungi Israel dari musuh-musuhnya dan membalas kejahatan mereka kepada umat-Nya (Yes. 1:24). Dia adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya dan benteng bagi Israel (Yl. 3:16). Ia seperti gembala yang melindungi domba-dombanya dari gangguan binatang buas (Yeh. 34:16). Seperti burung yang berkepak-kepak untuk melindungi sarangnya, TUHAN melindungi Yerusalem dan menjauhkannya dari celaka (Yes. 31:5).<br><br><strong>Kedua<br><em>Tentang Kebesaran TUHAN</em></strong><br><br>Nah 1:3-5 memberikan gambaran Tuhan yang Maha Kuasa, Maha Besar dan Maha Dahsyat secara lebih konkret. Gambaran kekuasaan Tuhan yang Maha Besar tersebut juga ditemukan di dalam kitab-kitab Perjanjian Lama yang lain.<br><br>Am 1:2<br><em>Ia berkata,<br>&#8220;TUHAN mengaum dari Sion&nbsp;dan dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya;<br>keringlah padang-padang penggembalaan&nbsp;dan layulah puncak gunung Karmel.&#8221;<br></em><br><strong>Ketiga<br></strong><em><strong>Tentang Hukuman</strong><br></em><br>Kalau Allah menghukum, tidak berarti Allah berlaku kejam. Jika ada orang yang berlaku jahat terhadap sesamanya dibiarkan, ini justru berarti Allah tidak adil karena membiarkan kejahatan terus membelenggu kebenaran. Hukuman merupakan konsekuensi dari kejahatan. Jika tidak mau menanggung hukuman, maka janganlah melakukan kejahatan terhadap sesama. Hukuman kepada mereka yang berbuat jahat akan meringankan beban mereka yang menjadi korban kejahatan. Tuhan akan memulihkan mereka yang mengalami penderitaan dan penindasan dengan menghukum mereka yang berlaku kejam.<br><br>Nah 1:13<br><em>Sekarang, Aku akan mematahkan gandarnya dari bahumu,<br>dan memutus belenggu-belenggumu.&#8221;<br></em><br>Nah 2:1-2<br><em>Pendobrak maju terhadap engkau;<br>jagalah benteng, awasilah&nbsp;jalan,&nbsp;ikatlah pinggangmu kuat-kuat,<br>kumpulkanlah segala kekuatan!<br></em><br><em>Sesungguhnya, TUHAN akan memulihkan kemuliaan Yakub,&nbsp;seperti kemuliaan Israel;<br>sebab para perampas telah merampasnya&nbsp;dan membinasakan carang-carangnya.<br></em><br><em>Refleksi:</em><br>Pernahkah kita meminta untuk dihukum Tuhan? Ketika kita mengaku dosa (menerima Sakramen Tobat) atau mengucapkan Doa Tobat, bukankah kita mengatakan “Allah Yang Maha Rahim, aku menyesal atas dosa-dosaku.&nbsp;<em><strong>Aku sungguh patut Engkau Hukum</strong></em>, terutama karena aku telah tidak setia kepada Engkau &#8230;dst&#8230;<br><br><strong>Keempat<br></strong><em><strong>Tentang Mereka Yang Merasa Diri Kuat<br></strong></em><br>Kitab Nahum memberikan peringatan kepada orang-orang yang merasa diri kuat, supaya tidak berlaku jahat terhadap sesama yang lemah dan berkekurangan, karena bisa jadi mereka harus berhadapan dengan Tuhan yang melindungi mereka yang lemah.<br><br>Nah 1:12<br><em>Beginilah firman TUHAN,<br>&#8220;Sekalipun mereka utuh dan begitu banyak jumlahnya,<br>mereka akan dibabat habis dan binasa. Sekalipun Aku telah merendahkan engkau,<br>Aku tidak akan merendahkan engkau lagi.<br></em><br><strong>Kelima<br><em>Tentang Mereka Yang Lemah</em></strong><br><br>Allah Yang Maha Kuasa melindungi orang-orang yang lemah. Dengan kekuasaannya yang begitu besar Allah menjaga orang-orang yang berlindung kepada-Nya. Allah Yang Maha Pengasih memberikan perhatian kepada orang-orang lemah yang menjadi korban kejahatan dari orang-orang yang kuat.<br><br>Diolah dari: YM Seto Marsunu, M.Th @Fides in Christum Bible Study dan Alkitab Deuterokanonika TB2<br><br><em><strong>PTK.0005</strong></em></p>
<div class="simplesocialbuttons simplesocial-round-txt simplesocialbuttons_inline simplesocialbuttons-align-left post-1039 post  simplesocialbuttons-inline-no-animation">
<div class="fb-like ssb-fb-like" aria-label="Facebook Like" data-href="https://kopicoklat.com/2024/09/11/belajar-dari-kitab-nahum/" data-layout="button_count" data-action="like" data-size="small" data-show-faces="false" data-share="false"></div>
<button class="simplesocial-fb-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="Facebook Share" data-href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https://kopicoklat.com/2024/09/11/belajar-dari-kitab-nahum/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">Facebook </span> </button>
<button class="simplesocial-twt-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="Twitter Share" data-href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Belajar+Dari+Kitab+Nahum&url=https://kopicoklat.com/2024/09/11/belajar-dari-kitab-nahum/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">Twitter</span> </button>
<button  rel="nofollow"  target="_blank"  class="simplesocial-linkedin-share" aria-label="LinkedIn Share" data-href="https://www.linkedin.com/sharing/share-offsite/?url=https://kopicoklat.com/2024/09/11/belajar-dari-kitab-nahum/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">LinkedIn</span></button>
<button onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '_blank' );return false;" class="simplesocial-whatsapp-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="WhatsApp Share" data-href="https://api.whatsapp.com/send?text=https://kopicoklat.com/2024/09/11/belajar-dari-kitab-nahum/"><span class="simplesocialtxt">WhatsApp</span></button>
</div><p>The post <a href="https://kopicoklat.com/2024/09/11/belajar-dari-kitab-nahum/">Belajar Dari Kitab Nahum</a> first appeared on <a href="https://kopicoklat.com">Kopicoklat.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membaca Kitab Nahum</title>
		<link>https://kopicoklat.com/2024/09/09/membaca-kitab-nahum/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=membaca-kitab-nahum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Agung Prasetyo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Sep 2024 01:24:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pelita & Terang Kehidupan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kopicoklat.com/?p=1036</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nah 1:1Penglihatan Nahum tentang NiniweNahum adalah nabi yang berkarya di Kerajaan Yehuda tetapi bernubuat tentang Kota Niniwe ibukota Kerajaan Asyur. Nah 1:2Gambaran TUHAN, Allah Israel yang dipahami pada Perjanjian Lama (Monolatria)Monolatria mengakui adanya banyak ilah tetapi bangsa Israel hanya mengakui satu ilah, yang namanya TUHAN (YHWH), belum dipahami sebagai Allah semua bangsa. Nah 1:3aGambaran Tuhan...</p>
<p>The post <a href="https://kopicoklat.com/2024/09/09/membaca-kitab-nahum/">Membaca Kitab Nahum</a> first appeared on <a href="https://kopicoklat.com">Kopicoklat.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nah 1:1<br><em>Penglihatan Nahum tentang Niniwe</em></strong><br>Nahum adalah nabi yang berkarya di Kerajaan Yehuda tetapi bernubuat tentang Kota Niniwe ibukota Kerajaan Asyur.</p>



<p><br><strong>Nah 1:2<br><em>Gambaran TUHAN, Allah Israel yang dipahami pada Perjanjian Lama (Monolatria)</em></strong><br>Monolatria mengakui adanya banyak ilah tetapi bangsa Israel hanya mengakui satu ilah, yang namanya TUHAN (YHWH), belum dipahami sebagai Allah semua bangsa.<br><br><strong>Nah 1:3a<br><em>Gambaran Tuhan Yang Adil dengan Menghukum Yang Bersalah (Keadilan Vindikatif)</em></strong><br>TUHAN, Allah Israel adalah Tuhan yang akan menghukum bangsa lain yang telah melakukan kejahatan dan menyakiti umat-Nya hingga menderita. Asyur bukan hanya menjajah Yehuda secara militer dan ekonomi tetapi bahkan melenyapkan Israel saudaranya di utara. Keadilan vindikatif adalah keadilan yang diwujudkan dengan memberikan hukuman atau denda sesuai dengan pelanggaran atau kejahatan yang dilakukan.<br><br><strong>Nah 1:3b-6</strong><br><em><strong>Gambaran Tuhan Yang besar kuasa-Nya, besar kekuatan-Nya dan sangat dahsyat<br></strong></em><br><strong>Nah 1:7-8<br><em>Gambaran Tuhan Yang Adil dengan Melindungi Yang Benar dan Lemah (Keadilan Protektif)</em></strong><br>Keadilan protektif adalah keadilan yang dilakukan dengan memberikan perlindungan kepada mereka yang lemah dari tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh pihak lain yang lebih kuat.<br><br><strong>Nah 1:9-15 s/d Nah 2:1-2<br><em>Firman TUHAN kepada Yehuda dan Niniwe</em></strong><br>Firman TUHAN pada perikop ini yaitu mulai Nah 1:9-15 s/d Nah 2:1-2 adalah perikop yang paling sulit sehingga perlu membacanya berulang-ulang. TUHAN berfirman kepada Yehuda dan Niniwe secara bergantian (tidak berurutan), sehingga kita perlu mencermati setiap ayat, TUHAN sedang berfirman kepada siapa atau tentang siapa, Yehuda atau Niniwe? Siapa pendobrak? Siapa engkau? Siapa perusak?<br><br><strong>Nah 1:9<br><em>Melawan TUHAN?</em></strong><br>Nah 1:9 artinya TUHAN sedang berfirman kepada Niniwe. TUHAN akan menghabisi sama sekali Niniwe atau Asyur. Kalau Niniwe atau Asyur sudah musnah, maka dia tidak akan mengalami sengsara lagi. Kesengsaraan tidak akan timbul dua kali ketika nanti sudah dihabisi sama sekali seperti yang telah disebutkan di dalam teks sebelumnya Nah 1:8.<br><br>Lalu apa maksudnya dengan kata melawan TUHAN? Apa maksud Asyur melawan TUHAN jawabannya ada di kitab Yesaya (Yes 10:5-6; Yes 10:7), yaitu TUHAN bermaksud menggunakan Asyur untuk menghukum Israel, tetapi Asyur malah berniat mau membinasakan banyak bangsa. Maka TUHAN akan menghabisi Asyur sama sekali.</p>



<p><strong>Nah 1:10</strong><br><strong>Dimakan habis?</strong><br>Nah 1:10 artinya TUHAN sedang berfirman kepada Niniwe. TUHAN akan menghancurkan Niniwe seperti duri-duri yang <em><strong>dibakar habis</strong></em>, sampai seperti jerami kering.<br><br><strong>Nah 1:11<br><em>Merancang kejahatan dengan nasihat durjana?</em></strong><br>Nah 1:11 artinya TUHAN sedang berfirman kepada Niniwe. Siapa yang merancang kejahatan dengan memberi nasihat durjana? Asyur dengan kesombongannya telah mengalahkan banyak kerajaan yang memiliki banyak patung dewa dewi, apalagi cuman Yehuda yang punya sedikit patung tentu saja akan mudah dikalahkan (<em>Yes 10:7-11: perhatikan kata ganti kepunyaan dengan huruf kecil</em>). Jumlah patung yang banyak menggambarkan kekuatan suatu bangsa, yaitu Niniwe. Asyur memang tidak berniat menghancurkan Yehuda, tetapi secara ekonomi dan militer mereka berhasil menundukkan Yehuda. Ini artinya Asyur telah merancang kejahatan terhadap TUHAN, karena umat-Nya Israel tidak punya banyak patung.</p>



<p><strong>Nah 1:12a</strong><br><strong><em>Mereka utuh dan begitu banyak jumlahnya?</em></strong><br>Nah 1:12 adalah contoh yang paling membingungkan jika tidak memahami latar belakang sejarah di dalam kitab Raja-raja, karena dalam satu ayat TUHAN berbicara secara bergantian kepada Niniwe dan Yehuda. Siapa mereka? Siapa engkau?<br><br>Nah 1:12a artinya TUHAN sedang berfirman kepada Niniwe. kata mereka = Niniwe. Seperti yang pernah kita baca di dalam kitab Raja-raja, Kerajaan Asyur merupakan kerajaan yang melakukan ekspansi ke mana-mana (jauh lebih kuat dibanding Yehuda). Asyur bukan saja menundukkan Yehuda secara militer dan ekonomi, tetapi bahkan telah menghabisi Israel dan mengalahkan Aram atau Siria. Namun meskipun Asyur kuat dan merupakan bangsa yang besar, tetapi kalau melihat gambaran TUHAN yang besar kuasa-Nya di dalam Nah 1:3-5, maka Asyur akan dengan mudah dihabisi TUHAN.<br><br><strong>Nah 1:12b<br><em>Merendahkan engkau lagi?</em></strong><br>Selanjutnya di dalam ayat 12b gantian TUHAN berfirman kepada engkau = Yehuda. Meskipun Yehuda pernah direndahkan untuk tunduk kepada Asyur (membayar upeti dan menyembah ilahnya Asyur), tetapi TUHAN tidak akan merendahkan lagi atau tidak akan menyerahkan Yehuda kepada Asyur. Karena TUHAN akan menggunakan Babel dan Media untuk menyerang Asyur dan menghabisinya.<br><br><strong>Nah 1:13<br><em>Mematahkan gandar dan memutus belenggu?</em></strong><br>Teks di atas artinya TUHAN sedang berfirman kepada Yehuda. Nah 1:13 merupakan gambaran ketika Yehuda dikuasai atau dijajah Asyur dengan dibebani keharusan membayar upeti &amp; perhiasan yang melumpuhkan ekonomi Yehuda. Dan secara militer pasukan Yehuda tidak berkutik karena Asyur juga menempatkan pasukannya di Yehuda. Dengan menghabisi Asyur maka TUHAN bermaksud meringankan beban ekonomi dan memerdekakan Yehuda. Beban yang ditimpakan oleh Asyur kepada Yehuda digambarkan seperti gandar yang membebani dengan sangat berat.<br><br><em>Catatan:<br>Gandar adalah kayu lengkung yang dipasang di tengkuk kerbau atau sapi untuk mengarahkan jalannya hewan tersebut sesuai dengan kehendak pemegang tali pengikatnya.<br></em><br><strong>Nah 1:14<br><em>Tidak akan ada lagi keturunan dengan namamu?</em></strong><br>Teks di atas artinya TUHAN sedang berfirman kepada Asyur. TUHAN mengatakan bahwa tidak akan ada keturunan Asyur lagi ketika nanti sudah musnah atau dilenyapkan. TUHAN akan melenyapkan patung-patung karena keberadaan patung-patung berhala dipandang sebagai sumber kekuatan suatu bangsa. Dan dengan menyediakan kubur artinya Tuhan akan melakukan hukuman mati kepada Asyur.<br><br><strong>Nah 1:15<br></strong><em><strong>Berita damai sejahtera?</strong></em><br>Nah 1:15 jelas ini TUHAN sedang berbicara kepada orang Yehuda, karena Asyur telah dilenyapkan sama sekali. Berita damai sejahtera kepada Yehuda itu sangat penting, yaitu agar agar Yehuda dapat merayakan hari rayanya sendiri untuk membayarkan nazar. Artinya selama dikuasai Asyur mereka tidak dapat merayakan hari raya mereka sendiri. Tidak memiliki kebebasan untuk menyembah TUHAN akibat dampak dari kelakuan raja Ahas (lihat 2 Raj 16:14,18). Dan sekarang adalah saatnya mempersembahkan korban bakaran kepada TUHAN karena Asyur yang disebut sebagai orang dursila tidak akan menyerang lagi karena sudah dilenyapkan TUHAN.</p>



<p><strong>Nah 2:1</strong><br><strong><em>Siapa pendobrak atau pembongkar yang akan menyerang?</em></strong><br>Ketika membaca Nah 2:1 kita akan menemui kesulitan, karena ada perbedaan penafsiran pada teks ini. Ada 2 (dua) pendapat, yang pertama mengatakan bahwa engkau = Yehuda. Artinya Asyur akan mendobrak atau menyerang Yehuda dan Asyur akan dikalahkan di Yehuda. Maka TUHAN meminta Yehuda siap siaga karena Asyur akan menyerang dan TUHAN akan menghabisi Asyur di Yehuda. Tetapi kisah yang sesuai dengan pendapat pertama ini tidak ada di dalam sejarah.<br><br><em>Catatan:<br>Penggunaan istilah pendobrak atau pembongkar menunjuk pada kota-kota jaman kuno yang dikelilingi benteng di atas sebuah bukit, sehingga musuh harus mendobrak atau membongkar tembok kota dan meratakannya untuk melemahkan pertahanannya. Tetapi Niniwe agak berbeda, kotanya dikelilingi benteng tetapi tidak berada di atas bukit melainkan di pinggir sungai dan tembok kotanya dikelilingi sungai yang berfungsi sebagai pertahanan.<br></em><br>Pendapat yang kedua, engkau = Niniwe. TUHAN berfirman kepada Niniwe agar siap siaga, karena TUHAN akan mengerahkan pasukan musuh yaitu Babel dan Media untuk menghancurkan Asyur di Asyur. Asyur diminta TUHAN untuk bersiap menjaga benteng, mengintai di jalan, dan mengikat pinggang dengan teguh untuk mengumpulkan kekuatan. Jadi pendobrak di sini menurut catatan sejarah adalah kerajaan Babel dan Media.<br><br><strong>Nah 2:2<br></strong><em><strong>Apa yang dimaksud kebanggan Yakub?</strong></em><br>Nah 2:2 jelas TUHAN sedang berbicara tentang Yehuda. Nama Yakub di dalam kitab Nabi-Nabi menunjuk pada kerajaan Yehuda. Nama Yakub selalu dipasangkan dengan Israel, dan berdasarkan sejarah Israel memang dulunya Yahuda dan Israel adalah satu kerajaan.<br><br><em>Contoh:<br></em>Yes 43:1<br><em>Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, <strong>hai Yakub</strong>, yang membentuk engkau, <strong>hai Israel</strong>: &#8220;Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.</em><br><br>Yer 2:4<br><em>Dengarlah firman TUHAN, hai kaum <strong>keturunan Yakub</strong>, hai segala kaum keluarga <strong>keturunan Israel</strong>.</em><br><br>Yeh 20:5<br><em>dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Pada hari Aku memilih<strong> Israel</strong>, Aku bersumpah kepada keturunan kaum <strong>Yakub</strong> dan menyatakan diri kepada mereka di tanah Mesir; Aku bersumpah kepada mereka: Akulah TUHAN Allahmu!<br></em><br>Yang menjadi kebanggaan sebuah kerajaan pada jaman kuno ada 2 (dua), yaitu militer dan ekonomi. Harga diri sebuah kerajaan pada waktu itu diukur dari kekuatan militer &amp; ekonomi. Penjajahan Asyur mengakibatkan kebanggaan Yakub = Yehuda telah menjadi rusak atau hilang. Tetapi TUHAN akan memulihkan kebanggaan Yehuda, baik secara militer maupun ekonomi. Yehuda tidak perlu lagi membayar upeti dan pasukannya akan merdeka tidak perlu lagi tunduk kepada Asyur.<br><br></p>



<p><strong><em>Nah 2:3-13 merupakan gambaran penyerangan Babel dibantu Media kepada Niniwe yang disampaikan Nabi Nahum dengan gaya bahasa puisi.</em></strong><br><br><strong><em>Nah 2:5</em></strong><br>Nah 2:5 artinya pasukan Niniwe keluar tembok kota menyambut musuh, tetapi tidak sanggup menghadapinya, hingga tersandung jatuh dan bergegas balik masuk ke dalam kota lagi, padahal musuh sudah menegakkan alat pendobrak untuk mendobrak gerbang tembok kota dan menghancurkannya.<br><br><strong><em>Nah 2:6</em></strong><br>Nah 2:6 merupakan gambaran pintu-pintu jembatan penghubung sungai dengan tembok kota yang berfungsi sebagai pertahanan menjadi terbuka dan melemah.<br><br><strong><em>Nah 2:8</em></strong><br>Nah 2:8 merupakan gambaran penduduk kota yang lari meninggalkan kota untuk menyelamatkan diri seperti kolam air yang airnya mengalir keluar. Ada yang meminta berhenti agar tidak meninggalkan kota, tetapi tidak dihiraukan karena mereka sadar akan bahayanya.<br><br><strong><em>Nah 2:9</em></strong><br>Nah 2:9 merupakan gambaran pasukan musuh menjarah segala harta benda yang sangat berlimpah di kota Niniwe seolah-olah tiada habisnya.<br><br><strong><em>Nah 3:1-19 merupakan gambaran kekalahan dan kehancuran Niniwe dengan gaya bahasa puisi.<br></em></strong><br><strong><em>Nah 3:2</em></strong><br>Nah 3:2 merupakan gambaran ketika pasukan musuh menyerbu datang ke Niniwe.<br><br><strong><em>Nah 3:3</em></strong><br>Nah 3:3 merupakan gambaran pedang dan tombak yang diasah tajam berkilat-kilat untuk berperang dan prajurit asyur banyak yang bergelimpangan saling bertumpuk hingga banyak yang tersandung mayat.<br><br><strong><em>Nah 3:4</em></strong><br>Nah 3:4 menggambarkan banyaknya persundalan di Niniwe atau Asyur yang telah mempengaruhi Israel. Kata sundal atau bersundal di dalam Perjanjian Lama merupakan kiasan untuk menggambarkan penyembahan berhala. Perempuan sundal artinya istri yang berhubungan dengan banyak laki-laki. Israel dilambangkan sebagai istri dari TUHAN (YHWH), maka kalau Israel melakukan penyembahan berhala itu artinya sebagai istri Israel telah berlaku tidak setia kepada TUHAN (YHWH).<br><br>Padahal TUHAN pernah berkata, jangan ada padamu ilah lain dihadapan-Ku, tetapi orang Israel pergi menyembah dewa Baal, dewi Asyera, dewa Molokh, dewa Kamos, dst. Tindakan Israel yang menyembah dewa dewi itulah yang disebut dengan bersundal (menyembah berhala). Asyur telah membuat orang-orang Yehuda menyembah dewa dewi Asyur di jaman Ahas (<em>2 Raj 16:10-14</em>). Jadi di mata TUHAN Asyur telah melakukan kejahatan dengan persundalannya ini. Jadi Niniwe atau Asyur rusak = hancur di <em>Nah 3:7</em> bukan karena banyaknya persundalan / pelacuran tetapi karena banyaknya penyembahan berhala dan telah mempengaruhi Israel untuk mengikuti Asyur.<br><br><em>Contoh lain di kitab Hosea<br></em>Hos 1:2<br><em>Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: &#8220;Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN.&#8221;<br></em><br>Diolah dari: YM Seto Marsunu, M.Th @Fides in Christum Bible Study dan Alkitab Deuterokanonika TB2<br><br><strong><em>PTK.0004</em></strong></p>
<div class="simplesocialbuttons simplesocial-round-txt simplesocialbuttons_inline simplesocialbuttons-align-left post-1036 post  simplesocialbuttons-inline-no-animation">
<div class="fb-like ssb-fb-like" aria-label="Facebook Like" data-href="https://kopicoklat.com/2024/09/09/membaca-kitab-nahum/" data-layout="button_count" data-action="like" data-size="small" data-show-faces="false" data-share="false"></div>
<button class="simplesocial-fb-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="Facebook Share" data-href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https://kopicoklat.com/2024/09/09/membaca-kitab-nahum/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">Facebook </span> </button>
<button class="simplesocial-twt-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="Twitter Share" data-href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Membaca+Kitab+Nahum&url=https://kopicoklat.com/2024/09/09/membaca-kitab-nahum/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">Twitter</span> </button>
<button  rel="nofollow"  target="_blank"  class="simplesocial-linkedin-share" aria-label="LinkedIn Share" data-href="https://www.linkedin.com/sharing/share-offsite/?url=https://kopicoklat.com/2024/09/09/membaca-kitab-nahum/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">LinkedIn</span></button>
<button onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '_blank' );return false;" class="simplesocial-whatsapp-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="WhatsApp Share" data-href="https://api.whatsapp.com/send?text=https://kopicoklat.com/2024/09/09/membaca-kitab-nahum/"><span class="simplesocialtxt">WhatsApp</span></button>
</div><p>The post <a href="https://kopicoklat.com/2024/09/09/membaca-kitab-nahum/">Membaca Kitab Nahum</a> first appeared on <a href="https://kopicoklat.com">Kopicoklat.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menulis: Sedang Mengubah Kelemahan Menjadi Kekuatan dan Menulis Kis 29</title>
		<link>https://kopicoklat.com/2024/09/05/menulis-sedang-mengubah-kelemahan-menjadi-kekuatan-dan-menulis-kis-29/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menulis-sedang-mengubah-kelemahan-menjadi-kekuatan-dan-menulis-kis-29</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Agung Prasetyo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Sep 2024 03:18:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pelita & Terang Kehidupan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kopicoklat.com/?p=1032</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah memiliki kebiasaan menulis tentang Firman Tuhan di halaman web&#160;Pelita dan Terang Kehidupan, ada 2 (dua) perasaan yang meliputi diri penulis yaitu serasa sedang mengubah kelemahan menjadi kekuatan dan sekaligus sedang diliputi perasaan sedang menulis bab 29 yang merupakan kelanjutan dari bab terakhir di dalam Kisah Para Rasul. Mengubah kelemahan menjadi kekuatan. Kemajuan teknologi dan...</p>
<p>The post <a href="https://kopicoklat.com/2024/09/05/menulis-sedang-mengubah-kelemahan-menjadi-kekuatan-dan-menulis-kis-29/">Menulis: Sedang Mengubah Kelemahan Menjadi Kekuatan dan Menulis Kis 29</a> first appeared on <a href="https://kopicoklat.com">Kopicoklat.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah memiliki kebiasaan menulis tentang Firman Tuhan di halaman web&nbsp;<strong><em>Pelita dan Terang Kehidupan</em></strong>, ada 2 (dua) perasaan yang meliputi diri penulis yaitu serasa sedang mengubah kelemahan menjadi kekuatan dan sekaligus sedang diliputi perasaan sedang menulis bab 29 yang merupakan kelanjutan dari bab terakhir di dalam Kisah Para Rasul.</p>



<p><strong>Mengubah kelemahan menjadi kekuatan.</strong></p>



<p>Kemajuan teknologi dan kemajuan media sosial membuat kita banyak mengalami kemudahan dalam banyak hal tetapi kita juga mengalami banyak kerugian karena kita menjadi tidak begitu tangguh dalam menghadapi serangan-serangan tekanan hidup. Tekanan-tekanan hidup itu menyebabkan emosi negatif menjadi berlimpah yang bila dibiarkan akan menimbulkan ancaman berbagai macam penyakit fisik. Emosi negatif itu sifatnya panas, mulai dari prasangka kemudian masuk ke dalam pikiran, dan akhirnya dapat merusak organ-organ tubuh. Secara teori, emosi negatif ini dapat diolah dan kemudian diubah menjadi energi positif untuk masuk ke dalam ketangguhan jiwa melalui terapi menulis.</p>



<p>Maka dengan menulis Firman Tuhan ini penulis memiliki harapan mampu mencegah atau mengurangi dampak buruk dari limpahan emosi negatif yang sangat merugikan dan mengubahnya menjadi energi positif yang dapat mendorong ke level kualitas diri yang lebih tinggi. Menulis mempunyai daya ubah untuk mempengaruhi dan mengubah dari sisi kognitif, sisi perasaan maupun perilaku. Membuat diri sendiri bertumbuh dan berubah ke arah yang lebih baik, lebih tangguh.</p>



<p>Itulah kenapa penulis bukan hanya menulis kisah-kisah di dalam Alkitab dan kisah kasih Allah di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, tetapi kadangkala menyisipkan tulisan tentang kelemahan dirinya sendiri. Karena dengan menulis tentang diri sendiri membuat kita melihat diri kita dengan lebih fokus dan lebih jelas sehingga bisa mengenal diri sendiri. Tidak sibuk menilai kelebihan dan kekurangan orang lain. Dengan melihat kelemahan diri sendiri yang kemudian dicoba dirangkul dengan menulis harapannya adalah agar menjadi lebih kuat, bertumbuh dan berbuah. Jadi luka batin atau emosi negatif itu sebenarnya merupakan potensi diri atau sumber energi untuk berkarya sesuai dengan talenta masing-masing, dan salah satunya adalah dengan menulis.</p>



<p><strong>Menulis Kisah Para Rasul Bab 29.</strong></p>



<p>Alkitab merupakan kumpulan tulisan suci dengan ilham Roh Kudus yang berasal dari waktu penulisan yang berbeda oleh penulis yang berbeda dan lokasi yang berbeda, dimulai sejak Perjanjian Lama. Dan sekarang pada era digital ini penulis melanjutkan menulis tentang Alkitab.Kel 24:4<br><em>Musa&nbsp;<strong>menulis</strong>kan segala firman TUHAN itu. Keesokan paginya ia mendirikan mezbah di kaki gunung itu dan dua belas tugu sesuai dengan kedua belas suku Israel.<br></em><br>Luk 24:27<br><em>Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang&nbsp;<strong>tertulis</strong>&nbsp;tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab Nabi-nabi.</em></p>



<p>2 Tes 3:17<br><em>Salam dari aku, Paulus. Salam ini&nbsp;<strong>kutulis</strong>&nbsp;dengan tanganku sendiri. Inilah tanda dalam setiap surat:&nbsp;<strong>Beginilah tulisanku</strong>.</em></p>



<p>Tulisan kabar gembira&nbsp;<strong><em>Pelita dan Terang Kehidupan</em></strong>&nbsp;pada halaman web ini sebagian besar adalah hal-hal yang sebelumnya tidak pernah masuk ke dalam alam pikiran penulis sehingga menyebabkan penulis pernah tersesat seperti domba yang hilang. Maka melalui tulisan ini penulis berharap dapat menekan jumlah domba yang hilang.</p>



<p>Kisah Para Rasul merupakan kelanjutan dari injil yang dimulai dari penyampaian perintah (janji) turunnya Roh Kudus kepada para para rasul yang dipilih-Nya (Kis 1:2) dan diakhiri pada bab 28 (Kis 28:30-31) ketika Rasul Paulus ditangkap di Yerusalem dan tiba di Roma.Kis 1:2<br><em>sampai pada hari Ia diangkat ke surga. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya melalui Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.</em></p>



<p>Kis 28:30-31<br><em>Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri; ia menerima semua orang yang datang kepadanya.<br><br>Dengan terus terang dan t<strong>anpa rintangan apa-apa</strong>&nbsp;ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.</em></p>



<p>Mengapa Kisah Para Rasul ini tidak ditutup oleh penulis Lukas dengan hukuman mati Paulus, tetapi seolah-olah tidak terjadi apa-apa atau tanpa rintangan apa-apa? Padahal kita tahu setelah Rasul Paulus ditangkap di Yerusalem, dia kemudian dibawa ke Roma dan dihukum mati di Roma. Lalu mengapa Kisah Para Rasul ditutup bukan dengan teks penutup tertutup (hukuman mati Paulus) melainkan ditutup dengan teks penutup terbuka (seolah-olah tidak terjadi apa-apa)?Rasul Paulus mengalami banyak rintangan dalam pelayanannya. Perjalanan misi Paulus memberitakan injil dari Misi Ke-1 sampai Misi Ke-3 dilakukan dengan berjalan kaki berpindah dari satu tempat ke tempat lain diperkirakan total sepanjang 9.000 km (diluar perjalanan laut) dengan penuh rintangan.</p>



<p>2 Kor 6:4-5<br><em>Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dengan penuh ketabahan dalam&nbsp;<strong>penderitaan, kesengsaraan, dan kesukaran</strong>,<br><br>dalam&nbsp;<strong>menanggung pukulan, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga dan kelaparan</strong>;</em></p>



<p>2 Kor 11:23-27<br><em>Apakah mereka pelayan Kristus? — aku berkata seperti orang gila — aku lebih lagi! Aku lebih banyak&nbsp;<strong>berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; menanggung pukulan di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut</strong>.</em></p>



<p><em><br><strong>Lima kali aku menerima cambukan</strong>&nbsp;dari orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan,<br><br><strong>tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal</strong>, sehari semalam aku&nbsp;<strong>terkatung-katung di tengah laut</strong>.<br><br>Dalam perjalananku aku&nbsp;<strong>sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun</strong>, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan&nbsp;<strong>bahaya dari pihak saudara-saudara palsu</strong>.<br><br>Aku&nbsp;<strong>banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian</strong>,<br></em></p>



<p>Menulis pada era digital tentunya relatif lebih mudah, murah dan tanpa rintangan dibanding para nabi dan para rasul yang hidup pada jaman Mesir Kuno sampai dengan peradaban Yunani-Romawi yang harus menulis dengan menggunakan papyrus.</p>



<p>Penutup terbuka pada Kisah Para Rasul dimaknai bahwa keberlangsungan Gereja tidak berhenti atau berakhir ketika Paulus dibunuh di roma, tetapi berakhir di dalam kitab Wahyu sebagai akhir dari sejarah keselamatan yang diyakini sebagai kedatangan Tuhan Yesus yang kedua (parousia). Kapan waktunya dan bagaimana kejadiannya tidak ada seorangpun yang tahu.<em>Why 21:1-27 Langit yang baru dan bumi yang baru</em></p>



<p>Jadi melalui situs ini, tulisan&nbsp;<strong><em>Pelita dan Terang Kehidupan</em></strong>&nbsp;dapat dengan mudah diakses dan dibagikan kepada siapapun tidak dibatasi oleh ruang dan waktu dan tanpa menemui rintangan yang berarti. Penulis berharap dapat mengambil bagian dalam memaknai keberlangsungan Gereja di dalam Kisah Para Rasul dengan melanjutkan Bab Terakhir di dalam Kisah Para Rasul.</p>



<p>Tahap sejarah Gereja adalah tahap sejak Yesus naik ke surga sampai kepenuhan waktu. Itulah mengapa Lukas menulis Kisah Para Rasul dan berakhir pada bab 28 dengan penutup terbuka. Artinya kita semua sebagai anggota Gereja bertanggung jawab dalam mengisi atau menulis ayat (teks) selanjutnya sesuai dengan talenta masing-masing, dimulai dari bab 29 dst sampai kitab Wahyu menjadi kenyataan.</p>



<p>Maka tulisan <strong><em>Pelita dan Terang Kehidupan</em></strong> bertujuan untuk memberitakan kabar gembira Kerajaan Allah dan tentang Tuhan Yesus di dalam era masyarakat digital 5.0 yang relatif tanpa menemui rintangan secara fisik, melanjutkan perjuangan para rasul.</p>



<p>Kis 28:31<br><em>Dengan terus terang dan <strong>tanpa rintangan apa-apa </strong>ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.<br></em><br>Insiprasi dari: Kardinal Ignatius Suharyo, Rm. Yohanes Yupilustanaji Apgrianto, Pr., dan YM Seto Marsunu, M.Th</p>



<p><strong><em>PTK.0003</em></strong></p>
<div class="simplesocialbuttons simplesocial-round-txt simplesocialbuttons_inline simplesocialbuttons-align-left post-1032 post  simplesocialbuttons-inline-no-animation">
<div class="fb-like ssb-fb-like" aria-label="Facebook Like" data-href="https://kopicoklat.com/2024/09/05/menulis-sedang-mengubah-kelemahan-menjadi-kekuatan-dan-menulis-kis-29/" data-layout="button_count" data-action="like" data-size="small" data-show-faces="false" data-share="false"></div>
<button class="simplesocial-fb-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="Facebook Share" data-href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https://kopicoklat.com/2024/09/05/menulis-sedang-mengubah-kelemahan-menjadi-kekuatan-dan-menulis-kis-29/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">Facebook </span> </button>
<button class="simplesocial-twt-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="Twitter Share" data-href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Menulis%3A+Sedang+Mengubah+Kelemahan+Menjadi+Kekuatan+dan+Menulis+Kis+29&url=https://kopicoklat.com/2024/09/05/menulis-sedang-mengubah-kelemahan-menjadi-kekuatan-dan-menulis-kis-29/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">Twitter</span> </button>
<button  rel="nofollow"  target="_blank"  class="simplesocial-linkedin-share" aria-label="LinkedIn Share" data-href="https://www.linkedin.com/sharing/share-offsite/?url=https://kopicoklat.com/2024/09/05/menulis-sedang-mengubah-kelemahan-menjadi-kekuatan-dan-menulis-kis-29/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">LinkedIn</span></button>
<button onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '_blank' );return false;" class="simplesocial-whatsapp-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="WhatsApp Share" data-href="https://api.whatsapp.com/send?text=https://kopicoklat.com/2024/09/05/menulis-sedang-mengubah-kelemahan-menjadi-kekuatan-dan-menulis-kis-29/"><span class="simplesocialtxt">WhatsApp</span></button>
</div><p>The post <a href="https://kopicoklat.com/2024/09/05/menulis-sedang-mengubah-kelemahan-menjadi-kekuatan-dan-menulis-kis-29/">Menulis: Sedang Mengubah Kelemahan Menjadi Kekuatan dan Menulis Kis 29</a> first appeared on <a href="https://kopicoklat.com">Kopicoklat.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sekilas Tentang Teologi</title>
		<link>https://kopicoklat.com/2024/09/03/sekilas-tentang-teologi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sekilas-tentang-teologi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Agung Prasetyo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2024 02:50:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pelita & Terang Kehidupan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kopicoklat.com/?p=1028</guid>

					<description><![CDATA[<p>Teologi adalah ilmu tentang Allah, semua pembicaraan tentang Allah. Setiap atau semua pembicaraan tentang Allah itu tidak berakhir dengan kesimpulan, ooo&#8230; jadi Allah itu begini. Ooo&#8230; Allah itu begitu. Tidak berakhir di situ. Semakin sungguh-sungguh dan semakin lurus teologi maka cara berpikir kita atau cara berbicara kita tentang Allah, ujung-ujungnya bukan suatu kesimpulan. Ujung-ujungnya adalah...</p>
<p>The post <a href="https://kopicoklat.com/2024/09/03/sekilas-tentang-teologi/">Sekilas Tentang Teologi</a> first appeared on <a href="https://kopicoklat.com">Kopicoklat.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Teologi</strong> adalah ilmu tentang Allah, semua pembicaraan tentang Allah. Setiap atau semua pembicaraan tentang Allah itu tidak berakhir dengan kesimpulan, ooo&#8230; jadi Allah itu begini. Ooo&#8230; Allah itu begitu. Tidak berakhir di situ.</p>



<p>Semakin sungguh-sungguh dan semakin lurus teologi maka cara berpikir kita atau cara berbicara kita tentang Allah, ujung-ujungnya bukan suatu kesimpulan. Ujung-ujungnya adalah &#8220;ya&#8230;Tuhanku dan Allahku, aku menyerahkan diriku kepada Mu&#8221;. Itulah ujung dari teologi.</p>



<p>Berbeda dengan ilmu ekonomi misalnya, seseorang yang belajar ekonomi ujung-ujungnya ketika sudah menjadi ahli maka dia akan menguasai dunia ekonomi.</p>



<p>Sedangkan kalau orang belajar teologi maka ujung-ujungnya dia justru menjadi tidak menguasai Allah seperti halnya seorang ahli ekonomi yang menguasai dunia ekonomi. Orang yang belajar teologi atau ilmu tentang Allah akan membiarkan dirinya dikuasai oleh Allah.</p>



<p>Sumber: Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Jakarta &#8211; Mgr. Ignatius Suharyo</p>



<p><strong><em>PTK.0002</em></strong></p>
<div class="simplesocialbuttons simplesocial-round-txt simplesocialbuttons_inline simplesocialbuttons-align-left post-1028 post  simplesocialbuttons-inline-no-animation">
<div class="fb-like ssb-fb-like" aria-label="Facebook Like" data-href="https://kopicoklat.com/2024/09/03/sekilas-tentang-teologi/" data-layout="button_count" data-action="like" data-size="small" data-show-faces="false" data-share="false"></div>
<button class="simplesocial-fb-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="Facebook Share" data-href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https://kopicoklat.com/2024/09/03/sekilas-tentang-teologi/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">Facebook </span> </button>
<button class="simplesocial-twt-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="Twitter Share" data-href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Sekilas+Tentang+Teologi&url=https://kopicoklat.com/2024/09/03/sekilas-tentang-teologi/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">Twitter</span> </button>
<button  rel="nofollow"  target="_blank"  class="simplesocial-linkedin-share" aria-label="LinkedIn Share" data-href="https://www.linkedin.com/sharing/share-offsite/?url=https://kopicoklat.com/2024/09/03/sekilas-tentang-teologi/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">LinkedIn</span></button>
<button onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '_blank' );return false;" class="simplesocial-whatsapp-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="WhatsApp Share" data-href="https://api.whatsapp.com/send?text=https://kopicoklat.com/2024/09/03/sekilas-tentang-teologi/"><span class="simplesocialtxt">WhatsApp</span></button>
</div><p>The post <a href="https://kopicoklat.com/2024/09/03/sekilas-tentang-teologi/">Sekilas Tentang Teologi</a> first appeared on <a href="https://kopicoklat.com">Kopicoklat.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelita dan Terang Kehidupan</title>
		<link>https://kopicoklat.com/2024/09/02/pelita-dan-terang-kehidupan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pelita-dan-terang-kehidupan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Agung Prasetyo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2024 03:19:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pelita & Terang Kehidupan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kopicoklat.com/?p=1025</guid>

					<description><![CDATA[<p>Shalom, ijinkan kami memperkenalkan halaman &#8220;Pelita dan Terang Kehidupan&#8221;. Halaman ini dinamakan &#8220;Pelita dan Terang Kehidupan&#8221; karena membicarakan tentang Firman Tuhan yang merupakan terang bagi hidup dan memberikan pedoman serta arah hidup kita. Halaman ini merupakan seri tulisan tentang renungan dari firman Tuhan, yang merupakan terang bagi hidup dan memberikan pedoman serta arah hidup kita....</p>
<p>The post <a href="https://kopicoklat.com/2024/09/02/pelita-dan-terang-kehidupan/">Pelita dan Terang Kehidupan</a> first appeared on <a href="https://kopicoklat.com">Kopicoklat.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Shalom, ijinkan kami memperkenalkan halaman &#8220;Pelita dan Terang Kehidupan&#8221;. Halaman ini dinamakan “<strong><em>Pelita dan Terang Kehidupan</em></strong>” karena membicarakan tentang Firman Tuhan yang merupakan terang bagi hidup dan memberikan pedoman serta arah hidup kita. Halaman ini merupakan seri tulisan tentang renungan dari firman Tuhan, yang merupakan terang bagi hidup dan memberikan pedoman serta arah hidup kita. Renungan akan disampaikan oleh Agung Prasetyo yang secara khusus akan mengisi dan mengelola halaman ini.</p>



<p>Pemilihan nama judul “<strong><em>Pelita dan Terang Kehidupan</em></strong>” terinspirasi dari halaman pertama setelah halaman sampul (cover) dari Alkitab Deuterokanonika, yaitu kutipan kitab Mazmur 119:105.<br><em>&#8220;Firman-Mu itu pelita bagi kakiku<br>dan terang bagi jalanku.”</em></p>



<p><em><strong>Catatan:</strong></em></p>



<ol class="wp-block-list">
<li><em>Semua tulisan diberi kode PTK, singkatan dari “Pelita dan Terang Kehidupan”.</em></li>



<li><em>PTK.0001 artinya tulisan pertama.</em></li>



<li><em>Teks Alkitab di dalam “Pelita dan Terang Kehidupan” menggunakan Alkitab&nbsp; Deuterokanonika TB2. Maka akan terlihat perbedaannya jika anda menggunakan Alkitab Deuterokanonika TB (Terjemahan Baru). Misalnya di dalam Luk 24:42 TB tertulis “Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong&nbsp;<strong>ikan goreng</strong>.” Sedangkan di dalam Luk 24:42 TB2 tertulis “Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong&nbsp;<strong>ikan bakar</strong>.”</em></li>
</ol>



<p><strong><em>PTK.0001</em></strong></p>
<div class="simplesocialbuttons simplesocial-round-txt simplesocialbuttons_inline simplesocialbuttons-align-left post-1025 post  simplesocialbuttons-inline-no-animation">
<div class="fb-like ssb-fb-like" aria-label="Facebook Like" data-href="https://kopicoklat.com/2024/09/02/pelita-dan-terang-kehidupan/" data-layout="button_count" data-action="like" data-size="small" data-show-faces="false" data-share="false"></div>
<button class="simplesocial-fb-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="Facebook Share" data-href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https://kopicoklat.com/2024/09/02/pelita-dan-terang-kehidupan/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">Facebook </span> </button>
<button class="simplesocial-twt-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="Twitter Share" data-href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Pelita+dan+Terang+Kehidupan&url=https://kopicoklat.com/2024/09/02/pelita-dan-terang-kehidupan/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">Twitter</span> </button>
<button  rel="nofollow"  target="_blank"  class="simplesocial-linkedin-share" aria-label="LinkedIn Share" data-href="https://www.linkedin.com/sharing/share-offsite/?url=https://kopicoklat.com/2024/09/02/pelita-dan-terang-kehidupan/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">LinkedIn</span></button>
<button onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '_blank' );return false;" class="simplesocial-whatsapp-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="WhatsApp Share" data-href="https://api.whatsapp.com/send?text=https://kopicoklat.com/2024/09/02/pelita-dan-terang-kehidupan/"><span class="simplesocialtxt">WhatsApp</span></button>
</div><p>The post <a href="https://kopicoklat.com/2024/09/02/pelita-dan-terang-kehidupan/">Pelita dan Terang Kehidupan</a> first appeared on <a href="https://kopicoklat.com">Kopicoklat.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tautan Cinta Alam Semesta dan Manusia: Renungan Kecil dari Kidung Agung</title>
		<link>https://kopicoklat.com/2023/05/10/kisah-cinta-alam-semesta-dan-manusia-refleksi-kecil-dari-kidung-agung/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kisah-cinta-alam-semesta-dan-manusia-refleksi-kecil-dari-kidung-agung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arifswa]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 May 2023 06:15:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Life Lessons]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[belajar kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kdiung Agung]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan hidup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kopicoklat.com/?p=952</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cinta adalah sesuatu yang suci. Kesucian yang ditunjukkan di dalam taman Eden sebelum kejatuhan manusia ke dalam dosa (Kej 2:25), dan digambarkan dalam kitab Kidung Agung. Semestinya tidak salah jika kesucian cinta dalam Kidung Agung direfleksikan juga dalam menyatakan hubungan antara manusia dan lingkungannya, antara manusia dan alam semesta. Ini adalah refleksi pribadi, yang penuh...</p>
<p>The post <a href="https://kopicoklat.com/2023/05/10/kisah-cinta-alam-semesta-dan-manusia-refleksi-kecil-dari-kidung-agung/">Tautan Cinta Alam Semesta dan Manusia: Renungan Kecil dari Kidung Agung</a> first appeared on <a href="https://kopicoklat.com">Kopicoklat.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Cinta adalah sesuatu yang <strong>suci</strong>. Kesucian yang ditunjukkan di dalam taman Eden sebelum kejatuhan manusia ke dalam dosa (Kej 2:25), dan digambarkan dalam kitab <strong>Kidung Agung</strong>. Semestinya tidak salah jika kesucian cinta dalam Kidung Agung direfleksikan juga dalam menyatakan hubungan antara manusia dan lingkungannya, antara manusia dan alam semesta. Ini adalah refleksi pribadi, yang penuh dengan keterbatasan dan kekurangan, dalam proses mempelajari Kidung Agung. Mohon maaf atas keterbatasan dan kekurangan yang ada.</p>



<p>Kisah cinta di dalam Kidung Agung ditafsirkan secara alegoris, menggambarkan kasih Allah kepada umat-Nya. Kasih Allah yang begitu agung telah dinyatakan di dalam diri Yesus Kristus yang mengorbankan diri-Nya bagi keselamatan manusia. Manusia pun mendapatkan perintah baru untuk saling mengasihi seperti Yesus Kristus telah mengasihi manusia (Yoh 13:34). Kasih kepada sesama manusia, dan semua makhluk (Mrk 16:15).</p>



<p>Ada pelajaran bagus dari kelompok atau gerakan yang membangun kedekatan dengan alam. Mereka sering menamakan dirinya dengan pecinta alam. Istilah tepat untuk menyatakan hubungan seharusnya antara manusia dan alam.</p>



<p>Kekudusan cinta dilukiskan dalam <strong>keindahan yang luar biasa pada Kidung Agung</strong>. Perasaan cinta diungkapkan dan dirasakan menggunakan semua indera. Beberapa ayat-ayat pembuka Kidung Agung sudah mampu membawa kita pada perasaan tersebut. </p>



<p><strong>Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur, harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu!</strong></p>



<p><strong>Memang hitam aku, tetapi cantik, hai puteri-puteri Yerusalem, seperti kemah orang Kedar, seperti tirai-tirai orang Salma (Kid 1:2-3,5).</strong></p>



<p>Semua indera, meliputi peraba, pengecap, pencium, pendengar dan penglihat turut merasakan sukacita. Cinta yang <strong>seutuhnya, total</strong>. Cinta seutuhnya yang alami dan natural, sehingga Kidung Agung banyak menggunakan elemen-elemen dari alam untuk menyampaikan keindahan cinta, seperti minyak, kayu, buah, anggur, bunga.</p>



<p>Cinta dari alam semesta kepada manusia juga bisa dirasakan oleh semua indera. Kelembutan rumput hijau bisa dirasakan, saat beristirahat di rerumputan dengan udara yang sejuk di bawah bayang-bayang pohon rindang. Pohon yang juga menyerap karbondioksida dari udara untuk menjalankan siklus alam untuk kembali menyediakan udara yang kita hirup untuk kelangsungan hidup. Keindahan pemandangan hijau dari sawah di tengah-tengah lebatnya pepohonan yang melingkupi tepiannya. Sawah yang akan memberikan nutrisi melalui kenikmatan makanan yang dihasilkan. Kicau burung, bisikan angin, irama gemericik aliran air sungai dan pemberitahuan datangnya musim kemarau oleh tonggeret berpadu untuk menyajikan harmoni yang indah. Cinta yang berasal dari providensi Ilahi kepada manusia dalam suatu kesisteman atau keteraturan.</p>



<p>Cinta yang seutuhnya dari alam semesta tidak bisa bertepuk sebelah tangan. Alam semesta memerlukan respon cinta yang sama dari manusia agar siklus penyediaan kebutuhan manusia juga mampu berjalan secara seimbang dan berkelanjutan. Udara yang sehat, air bersih, ketahanan pangan hanya mampu terjadi dalam siklus alam yang harus dilestarikan secara seimbang di tengah semua aktivitas manusia di bumi. </p>



<p>Cinta memang harus bersifat <strong>mutual, saling mengasihi </strong>(Kid 2:16). Seperti teladan Tuhan Yesus mengasihi manusia, maka demikian juga manusia harus saling mengasihi. Cinta yang berani berkorban seperti Yesus dan mampu menguasai diri (Kid 2:7). </p>



<p>Tanpa penguasaan diri, maka manusia akan terus menuntut cinta dari alam untuk memenuhi kebutuhannya. Terus melakukan eksploitasi alam untuk melayani keinginan yang sebesar-besarnya. Penambangan dilakukan secara maksimal tanpa memperhatikan dampak lingkungan. Limbah industri dibuang tanpa pengolahan semestinya ke sungai, melebihi kemampuan sungai dan alam untuk menampung dan mengurai limbah. </p>



<p>Relasi tanpa penguasaan diri akan membawa pada bencana. Alam tidak mampu lagi mencurahkan keindahan kasih yang bisa dirasakan semua indera manusia. Kelembutan hamparan rumput semakin langka, indera peraba hanya bisa merasakan kerasnya beton dan aspal. Indera pencium akan menghirup udara yang bercampur dengan berbagai polutan. Keindahan alam akan dipisahkan dengan indera penglihat oleh campuran asap dan kabut (<em>smog</em>) dari pembuangan hasil pembakaran dari industri dan kendaraan bermotor dalam jumlah yang tidak terkendali. <em>Smog</em> dapat berdampak serius pada gangguan kesehatan manusia dan makhluk hidup lain. </p>



<p>Gaya hidup yang berujung pada produksi sampah yang berlebihan, lalu dibuang tanpa pengelolaan yang memadai dan peran serta dari seluruh lapisan masyarakat, membuat alam kewalahan untuk menampung dan mengurainya. Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang bisa digunakan sebagai refleksi. TPST Bantar Gebang adalah tempat pembuangan sampah terbesar di Asia Tenggara. Total luas kawasan pembuangan sampahnya sudah mencapai 110,3 hektar. Akun Instagram Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pernah menyebutkan tinggi &#8220;gunung&#8221; sampah di Bantar Gebang setara dengan gedung 16 lantai atau setinggi 40 meter. </p>



<p>Kemampuan alam dalam menyediakan kebutuhan manusia akan terus berkurang. Siklus alami yang dijalankan tidak akan berjalan secara seimbang dan berkelanjutan. Bencana yang bisa dihindari hanya dengan respon balik, cinta dari manusia kepada alam. </p>



<p>Hidup tidak bisa lepas dari tantangan godaan dan gangguan. Demikian juga cinta kepada alam semesta. Oleh karena itu, Kidung Agung mengajarkan cinta yang <strong>murni, bebas dari gangguan</strong>. Cinta yang mendua tidak akan membawa manusia pada cinta yang sejati (Mat 6:24).</p>



<p><strong>Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga! (Kid 2:15).</strong></p>



<p>Manusia tidak boleh membiarkan adanya gangguan dari keserakahan dalam cintanya kepada alam semesta. Keserakahan yang diberi makan akan terus tumbuh, dan mampu mengganggu keseimbangan alam, bahkan merusak alam yang menuntun kepada maut (Yak 1:15). Keserakahan bagai rubah dalam diri manusia. </p>



<p>Tetapi manusia mempunyai keterbatasan. Mengalahkan rubah-rubah itu tidak mudah. Manusia harus terus berjuang untuk mengalahkannya dan sangat memerlukan pertolongan dari Tuhan, dari waktu ke waktu.</p>



<p>Mari kita murnikan cinta kita agar mampu terus tumbuh, agar bisa terus menyatakan cinta yang seutuhnya kepada alam semesta, dengan pertolongan Tuhan. Mari mulai terus berusaha memperbaiki gaya hidup yang semakin menggambarkan kasih kita kepada alam. Agar semua makhluk terus mempersembahkan puji-pujian kepada Tuhan, sang pencipta dan penguasa alam semesta (Mzm 148:1-14), Cinta yang bertaut. Haleluya. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Temukan tulisan tentang&nbsp;<strong>pelajaran hidup</strong>&nbsp;lainnya di&nbsp;<a href="https://kopicoklat.com/category/life-lessons/">https://kopicoklat.com/category/life-lessons/</a></p>
<div class="simplesocialbuttons simplesocial-round-txt simplesocialbuttons_inline simplesocialbuttons-align-left post-952 post  simplesocialbuttons-inline-no-animation">
<div class="fb-like ssb-fb-like" aria-label="Facebook Like" data-href="https://kopicoklat.com/2023/05/10/kisah-cinta-alam-semesta-dan-manusia-refleksi-kecil-dari-kidung-agung/" data-layout="button_count" data-action="like" data-size="small" data-show-faces="false" data-share="false"></div>
<button class="simplesocial-fb-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="Facebook Share" data-href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https://kopicoklat.com/2023/05/10/kisah-cinta-alam-semesta-dan-manusia-refleksi-kecil-dari-kidung-agung/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">Facebook </span> </button>
<button class="simplesocial-twt-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="Twitter Share" data-href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Tautan+Cinta+Alam+Semesta+dan+Manusia%3A+Renungan+Kecil+dari+Kidung+Agung&url=https://kopicoklat.com/2023/05/10/kisah-cinta-alam-semesta-dan-manusia-refleksi-kecil-dari-kidung-agung/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">Twitter</span> </button>
<button  rel="nofollow"  target="_blank"  class="simplesocial-linkedin-share" aria-label="LinkedIn Share" data-href="https://www.linkedin.com/sharing/share-offsite/?url=https://kopicoklat.com/2023/05/10/kisah-cinta-alam-semesta-dan-manusia-refleksi-kecil-dari-kidung-agung/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">LinkedIn</span></button>
<button onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '_blank' );return false;" class="simplesocial-whatsapp-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="WhatsApp Share" data-href="https://api.whatsapp.com/send?text=https://kopicoklat.com/2023/05/10/kisah-cinta-alam-semesta-dan-manusia-refleksi-kecil-dari-kidung-agung/"><span class="simplesocialtxt">WhatsApp</span></button>
</div><p>The post <a href="https://kopicoklat.com/2023/05/10/kisah-cinta-alam-semesta-dan-manusia-refleksi-kecil-dari-kidung-agung/">Tautan Cinta Alam Semesta dan Manusia: Renungan Kecil dari Kidung Agung</a> first appeared on <a href="https://kopicoklat.com">Kopicoklat.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penguasaan Atas Bumi dan Penguasaan Diri: Sebuah Refleksi Sederhana dari Kitab Amsal</title>
		<link>https://kopicoklat.com/2023/05/04/penguasaan-atas-bumi-dan-penguasaan-diri-sebuah-refleksi-sederhana-dari-kitab-amsal/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=penguasaan-atas-bumi-dan-penguasaan-diri-sebuah-refleksi-sederhana-dari-kitab-amsal</link>
					<comments>https://kopicoklat.com/2023/05/04/penguasaan-atas-bumi-dan-penguasaan-diri-sebuah-refleksi-sederhana-dari-kitab-amsal/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[arifswa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 May 2023 06:35:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Life Lessons]]></category>
		<category><![CDATA[Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Amsal]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kopicoklat.com/?p=930</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Takut akan TUHAN adalah permulaan hikmat&#8221;. Demikianlah, tema utama yang membingkai kitab Amsal. Tema tersebut muncul di awal (Ams 1:7), di tengah (Ams 9:10, 15:33) dan pada akhir kitab (Ams 31:30). Lalu bagaimana tema utama ini bisa memberikan panduan bagi kita untuk bisa menjalani cara hidup yang tepat di bumi yang semakin panas, terutama sebagai...</p>
<p>The post <a href="https://kopicoklat.com/2023/05/04/penguasaan-atas-bumi-dan-penguasaan-diri-sebuah-refleksi-sederhana-dari-kitab-amsal/">Penguasaan Atas Bumi dan Penguasaan Diri: Sebuah Refleksi Sederhana dari Kitab Amsal</a> first appeared on <a href="https://kopicoklat.com">Kopicoklat.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>“Takut akan TUHAN adalah permulaan hikmat”. Demikianlah, tema utama yang membingkai kitab Amsal. Tema tersebut muncul di awal (Ams 1:7), di tengah (Ams 9:10, 15:33) dan pada akhir kitab (Ams 31:30). Lalu bagaimana tema utama ini bisa memberikan panduan bagi kita untuk bisa menjalani cara hidup yang tepat di bumi yang semakin panas, terutama sebagai dampak dari perilaku dan aktivitas manusia selama ini?</p>



<p>Refleksi ini ditulis di tengah luapan berita tentang cuaca ekstrim dan gelombang panas yang terjadi di Asia. Myanmar, Thailand, India, Bangladesh, Laos, Vietnam, Nepal, China mencatatkan suhu tertinggi harian nasional di atas 40<sup>o</sup>C di masing-masing wilayahnya. Menurut Straits Times, suhu harian nasional paling tinggi dirasakan di Myanmar, 45<sup>o</sup>C. Pada bagian lain, Philippines, Singapore dan Indonesia  juga mengalami suhu tinggi, walaupun masih di bawah 40<sup>o</sup>C. Suhu harian tertinggi terjadi di kota Kumarkhali, Bangladesh: 51,2°C pada 17 April 2023. Beberapa tahun sebelumnya, tahun 2016, WMO (<em>World Meteorological Organization</em>) melaporkan suhu tertinggi: 54<sup>o</sup>C, saat terjadi gelombang panas di Mitribah di Kuwait. Rekor tersebut menjadikan Mitribah sebagai tempat paling panas di Asia. Bumi dan alam seperti mencoba kembali berkomunikasi dengan manusia, mengingatkan lagi bahwa cara hidup sebagian besar manusia sudah merusak keseimbangan alam. Pemanasan global bukan hanya dongeng atau khayalan beberapa orang saja.</p>



<p>Kitab Amsal berusaha meyakinkan orang pada suatu cara hidup yang tepat, tidak terkecuali dalam interaksi antara manusia dengan alam. Manusia diberi anugerah dari Allah untuk menaklukkan bumi dan berkuasa atas makhluk hidup lain (Kej 1:28). Tugas manusia adalah mengusahakan dan memeliharanya (Kej 2:15). Mari kita belajar cara yang tepat bagi manusia untuk mengelola dan berinteraksi dengan alam, terutama dari kitab Amsal. Walaupun fokus utama pada kitab Amsal, tentu saja penulis tidak bisa membatasi referensi hanya dari kitab Amsal, tetapi juga akan merujuk pada kitab lain di dalam Alkitab, karena Alkitab adalah satu kesatuan kebenaran dari Allah.</p>



<p>Semoga perjalanan refleksi dan belajar ini menarik, karena kitab Amsal sangat menarik. Pesan untuk melatih kepribadian, membina karakter, memperlihatkan cara hidup yang tepat disampaikan oleh penulis Amsal dalam bentuk yang sangat bervariasi. Mulai dari pepatah, peribahasa, pernyataan, pengalaman, perbandingan, teka-teki dan bahkan celaan.</p>



<p><strong>“Takut akan TUHAN adalah permulaan hikmat” (Ams 1:7)</strong> menyadarkan kita bahwa ilmu pengetahuan manusia tidak harus bertentangan dengan iman kepada TUHAN. Paus Yohanes Paulus II pernah memberikan pesan, <em>Fides et Ratio</em>. Iman dan akal budi seperti dua sayap agar kita bisa terbang tinggi, menuju pada kebenaran.</p>



<p>Saat ini kita bisa dengan mudah menyaksikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang luar biasa yang digunakan manusia untuk mengelola bumi. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan pisau bermata dua. Satu sisi membantu manusia dalam mengelola alam, membuat kualitas hidup manusia yang lebih baik. Sisi yang lain, ada dampak negatif yang sangat mungkin terjadi pada setiap penerapan dari ilmu dan teknologi tersebut. Bahkan, ilmu dan teknologi diterapkan untuk kegiatan yang merusak alam untuk kepentingan pribadi atau golongan, memberikan asupan makanan untuk keserakahan dan kesombongan manusia. Lebih jauh lagi, ilmu dan teknologi digunakan untuk saling menghancurkan.</p>



<p>Teknologi nuklir merupakan teknologi yang sangat efisien dalam menghasilkan sumber daya bagi manusia untuk menjalankan berbagai aktivitas dan kebutuhannya. Teknologi yang sama, yang bisa digunakan untuk menghancurkan kota dan bumi dalam sekejap. <em>Artificial Intelligence</em> (AI) merupakan cara baru untuk membuat sistem dan perangkat yang pintar, dengan penerapan luas untuk mempermudah hidup manusia. AI bisa diterapkan untuk membantu diagnosa atau deteksi awal dari penyakit, mendukung pemasaran yang lebih efektif, otomatisasi berbagai proses produksi dan masih banyak lagi. Teknologi yang sama juga bisa digunakan sebaliknya, untuk hal yang negatif, seperti membangun dan menyebarkan <em>hoax</em>, merusak sistem informasi, terorisme.</p>



<p>Satu sayap tidak akan bisa membuat siapa pun terbang tinggi. Ilmu pengetahuan tanpa iman tidak akan membawa manusia pada kebenaran sejati dan peningkatan kualitas hidup. Kita memerlukan kedua sayap: iman dan akal budi.</p>



<p>Dunia adalah pernyataan dari hikmat Allah (Mzm 19:2). Allah menciptakan alam semesta dari <em>chaos</em> menjadi kosmos, dari ketidakteraturan (Kej 1:2a), menjadi keteraturan (Kej 1:3-25). Setelah proses penciptaan tersebut, Allah pun melihat <strong>semuanya itu baik</strong>. Allah lebih lanjut melihat <strong>semuanya itu</strong> <strong>sangat baik</strong>, setelah menciptakan manusia dari debu tanah, sebagai bagian dari alam semesta (Kej 1:31). </p>



<p>Sehingga manusia harus <strong>belajar dan meneladani Sang Hikmat</strong> dalam mencipta alam semesta, mengubah ketidakteraturan menjadi keteraturan, dalam harmoni, bukan sebaliknya. Orang yang mengabaikan hikmat yang berawal dari takut akan Allah, berarti mempertaruhkan kebahagiaannya (Ams 8:35-36). Kadang-kadang, tantangannya adalah definisi dari kebahagiaan yang bercampur aduk dengan keserakahan.</p>



<p><strong>Keteraturan dan pola di dalam alam yang diciptakan TUHAN menjadi sumber pengetahuan dan hikmat</strong>. Amsal 6:6-11 memberikan contoh bahwa manusia bisa mencontoh dari semut dalam mengambangkan tata laku hidup manusia yang tepat. Pola ini yang menjadi salah satu pendekatan dalam metode ilmiah yang digunakan selama ini dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Pandangan subyektif yang berawal dari pengamatan, dikaji dan dibuktikan secara empiris untuk mencapai kesimpulan yang obyektif dalam suatu siklus yang berulang.</p>



<p>Cerita tentang Sir Isaac Newton yang merumuskan teori gravitasi sebagai salah satu contoh bagaimana manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dari pengamatan terhadap pola-pola di alam semesta.</p>



<p>Jika pola di alam semesta menjadi sumber dari ilmu pengetahuan, maka perilaku manusia yang mengganggu keseimbangan di alam semesta akan sangat membahayakan kehidupan manusia itu sendiri. Gejala pemanasan global yang diceritakan di awal tulisan reflektif ini menjadi salah satu bukti nyata.</p>



<p>Amsal 1:1-7 menyampaikan pentingnya mengetahui hikmat, menerima didikan, kebenaran, keadilan dan kejujuran untuk mendapatkan kecerdasan, pengetahuan dan kebijaksanaan. Amsal mempertentangkan hikmat dengan kebodohan. Selanjutnya mari kita belajar beberapa hikmat cara hidup yang tepat menurut Amsal, terutama dalam peran manusia dalam mengusahakan dan memelihara bumi, air dan kekayaan alam di dalamnya.</p>



<p><strong>Pertama</strong>, yang menjadi dasar yang sangat penting bahwa kecerdasan, pengetahuan dan kebijaksanaan yang diperoleh bukan untuk menjadi manusia super yang sewenang-wenang, terutama dalam menguasai, menaklukkan dan mengelola alam dan makhluk hidup lainnya. Manusia harus mampu <strong>menguasai dirinya</strong>. Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang mampu menguasai diri melebihi orang yang merebut kota (Ams 16:32).</p>



<p><strong>Kedua</strong>, manusia harus sadar bahwa <strong>hikmat manusia terbatas</strong>. Hikmat manusia <strong>tidak akan bisa menandingi Sang Hikmat</strong>, yaitu TUHAN (Ams 21:30-31). Sehingga manusia harus hidup dalam kesadaran dan kerendahan hati. Harapan bagi orang bebal lebih banyak daripada orang yang tinggi hati (Ams 26:12). Pernyataan yang sangat tegas di dalam kitab Amsal.</p>



<p><strong>Ketiga</strong>, seperti teladan Yesus bahwa menjadi pemimpin bukan untuk menguasai dengan tangan besi, bukan menjalankan kuasa dengan keras, tetapi seorang pemimpin harus menjadi pelayan (Mat 20:25-28). Manusia yang diberi anugerah untuk berkuasa atas seluruh bumi dan atas segala binatang (Kej 1:26), harus tetap <strong>murah hati</strong> (Ams 22:9). Mengelola alam dengan tetap memperhatikan kepentingan sesama, segala makhluk dan kelestarian lingkungan hidup.</p>



<p>Sehingga, yang <strong>keempat</strong>, Amsal mengajarkan cara <strong>hidup yang sederhana</strong>, tidak mengedepankan keserakahan dan ego.</p>



<p><strong>“Lebih baik sekerat roti yang kering disertai dengan ketenteraman, dari pada makanan daging serumah disertai dengan perbantahan” (Ams 17:1).</strong></p>



<p>Penguasaan alam bukan sekedar untuk memuaskan kepentingan dan keserakahan diri. Seperti pesan paman Ben kepada Peter Parker dalam film <em>Spiderman, “With great power comes great responsibility”.</em> Wewenang besar yang dianugerahkan Allah kepada manusia tentu saja membawa konsekuensi. Manusia menjadi yang paling bertanggungjawab dalam memelihara alam, menjaga keseimbangan alam. Manusia harus membangun harmoni dalam kehidupannya di alam semesta ini dalam menjalankan amanat agung, memberitakan kabar baik kepada segala makhluk (Mrk 16:15). <strong>Penguasaan </strong><strong>atas bumi (Kej 1:26,28) harus disertai dengan penguasaan diri (Ams 16:32)</strong>.</p>



<p>Berkah Dalem</p>



<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>



<p>Temukan tulisan tentang <strong>pelajaran hidup</strong> lainnya di <a href="https://kopicoklat.com/category/life-lessons/">https://kopicoklat.com/category/life-lessons/</a> </p>
<div class="simplesocialbuttons simplesocial-round-txt simplesocialbuttons_inline simplesocialbuttons-align-left post-930 post  simplesocialbuttons-inline-no-animation">
<div class="fb-like ssb-fb-like" aria-label="Facebook Like" data-href="https://kopicoklat.com/2023/05/04/penguasaan-atas-bumi-dan-penguasaan-diri-sebuah-refleksi-sederhana-dari-kitab-amsal/" data-layout="button_count" data-action="like" data-size="small" data-show-faces="false" data-share="false"></div>
<button class="simplesocial-fb-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="Facebook Share" data-href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https://kopicoklat.com/2023/05/04/penguasaan-atas-bumi-dan-penguasaan-diri-sebuah-refleksi-sederhana-dari-kitab-amsal/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">Facebook </span> </button>
<button class="simplesocial-twt-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="Twitter Share" data-href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Penguasaan+Atas+Bumi+dan+Penguasaan+Diri%3A+Sebuah+Refleksi+Sederhana+dari+Kitab+Amsal&url=https://kopicoklat.com/2023/05/04/penguasaan-atas-bumi-dan-penguasaan-diri-sebuah-refleksi-sederhana-dari-kitab-amsal/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">Twitter</span> </button>
<button  rel="nofollow"  target="_blank"  class="simplesocial-linkedin-share" aria-label="LinkedIn Share" data-href="https://www.linkedin.com/sharing/share-offsite/?url=https://kopicoklat.com/2023/05/04/penguasaan-atas-bumi-dan-penguasaan-diri-sebuah-refleksi-sederhana-dari-kitab-amsal/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">LinkedIn</span></button>
<button onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '_blank' );return false;" class="simplesocial-whatsapp-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="WhatsApp Share" data-href="https://api.whatsapp.com/send?text=https://kopicoklat.com/2023/05/04/penguasaan-atas-bumi-dan-penguasaan-diri-sebuah-refleksi-sederhana-dari-kitab-amsal/"><span class="simplesocialtxt">WhatsApp</span></button>
</div><p>The post <a href="https://kopicoklat.com/2023/05/04/penguasaan-atas-bumi-dan-penguasaan-diri-sebuah-refleksi-sederhana-dari-kitab-amsal/">Penguasaan Atas Bumi dan Penguasaan Diri: Sebuah Refleksi Sederhana dari Kitab Amsal</a> first appeared on <a href="https://kopicoklat.com">Kopicoklat.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kopicoklat.com/2023/05/04/penguasaan-atas-bumi-dan-penguasaan-diri-sebuah-refleksi-sederhana-dari-kitab-amsal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akuarium di Tepi jalan</title>
		<link>https://kopicoklat.com/2022/12/01/akuarium-di-tepi-jalan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=akuarium-di-tepi-jalan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arifswa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2022 09:12:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Life Lessons]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kopicoklat.com/?p=923</guid>

					<description><![CDATA[<p>Masih pagi, warung kopi baru saja buka. Dari luar, tampak bagian dalam warung kopi dari sela&#160;kaca yang bertuliskan nama tempat itu. Beberapa baris meja dan kursi yang masih kosong, diterangi sebaris lampu hias, cahayanya berwarna putih kekuninggan berpendar ke segala arah. Musik pagi mulai terdengar membangkitkan suasana hati. Dua orang tampak sudah sibuk di balik...</p>
<p>The post <a href="https://kopicoklat.com/2022/12/01/akuarium-di-tepi-jalan/">Akuarium di Tepi jalan</a> first appeared on <a href="https://kopicoklat.com">Kopicoklat.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Masih pagi, warung kopi baru saja buka. Dari luar, tampak bagian dalam warung kopi dari sela&nbsp;kaca yang bertuliskan nama tempat itu. Beberapa baris meja dan kursi yang masih kosong, diterangi sebaris lampu hias, cahayanya berwarna putih kekuninggan berpendar ke segala arah. Musik pagi mulai terdengar membangkitkan suasana hati. Dua orang tampak sudah sibuk di balik meja counter layanan. Entah apa yang mereka kerjakan.</p>



<p>Sejenak kemudian, pintu depan dibuka dari luar. Seseorang masuk dengan pelan-pelan. Pakaiannya sederhana, tas ransel lusuh di punggungnya. Topi yang tampak sudah lepas jahitannya di sana-sini, melindungi bagian kepalanya dari panas terik Jakarta. Tangan kanannya memegang erat tumpukan koran dan majalah, barang dagangannya. Maju ragu-ragu, langkahnya tampak terasa berat, mendekati counter layanan dekat mesin kasir.</p>



<p>Lalu, terdengar suaranya menyapa barista di seberang, &#8220;Mas, ada lowongan pekerjaan? Emm&#8230;.. ini untuk anak saya. Dia lulusan SMA, tapi masih nganggur. Sekarang kerjaannya cuma main aja&#8230; sama main hape&#8221;.</p>



<p>Selanjutnya terdengar beberapa baris dialog antaranya dan barista yang berbagi pengalaman mengikuti pelatihan menyeduh kopi dan menjadi karyawan di tempat itu. Sang barista tampak sabar menjelaskan semuanya dan sempat mengarahkan tangan ke arah jalan, &#8220;&#8230;mungkin ada lowongan di seberang jalan, pak&#8221;.</p>



<p>Gurat dan lekuk di wajah bapak penjual koran tidak mampu menahan semangatnya. Seperti akuarium di pinggir jalan, yang mampu membatasi gerak ikan tapi tidak mampu menahan keindahannya, menumbuhkan kekaguman di hati dan pikiran orang-orang yang melintas.</p>



<p>Anaknya itu, seharusnya melihat ini baik-baik, dan menghancurkan akuariumnya sendiri, lalu membebaskan semangat, imajinasi, keringat, darah dan karyanya.</p>



<p>Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? &#8220;Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring&#8221; &#8211;maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata (Amsal 6:9-11).</p>
<div class="simplesocialbuttons simplesocial-round-txt simplesocialbuttons_inline simplesocialbuttons-align-left post-923 post  simplesocialbuttons-inline-no-animation">
<div class="fb-like ssb-fb-like" aria-label="Facebook Like" data-href="https://kopicoklat.com/2022/12/01/akuarium-di-tepi-jalan/" data-layout="button_count" data-action="like" data-size="small" data-show-faces="false" data-share="false"></div>
<button class="simplesocial-fb-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="Facebook Share" data-href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https://kopicoklat.com/2022/12/01/akuarium-di-tepi-jalan/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">Facebook </span> </button>
<button class="simplesocial-twt-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="Twitter Share" data-href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Akuarium+di+Tepi+jalan&url=https://kopicoklat.com/2022/12/01/akuarium-di-tepi-jalan/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">Twitter</span> </button>
<button  rel="nofollow"  target="_blank"  class="simplesocial-linkedin-share" aria-label="LinkedIn Share" data-href="https://www.linkedin.com/sharing/share-offsite/?url=https://kopicoklat.com/2022/12/01/akuarium-di-tepi-jalan/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">LinkedIn</span></button>
<button onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '_blank' );return false;" class="simplesocial-whatsapp-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="WhatsApp Share" data-href="https://api.whatsapp.com/send?text=https://kopicoklat.com/2022/12/01/akuarium-di-tepi-jalan/"><span class="simplesocialtxt">WhatsApp</span></button>
</div><p>The post <a href="https://kopicoklat.com/2022/12/01/akuarium-di-tepi-jalan/">Akuarium di Tepi jalan</a> first appeared on <a href="https://kopicoklat.com">Kopicoklat.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar Inovasi Dari Laron</title>
		<link>https://kopicoklat.com/2020/02/06/belajar-inovasi-dari-laron/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=belajar-inovasi-dari-laron</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arifswa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Feb 2020 12:11:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Marketing and Innovation]]></category>
		<category><![CDATA[belajar inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[belajar marketing]]></category>
		<category><![CDATA[belajar pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[studi kasus marketing]]></category>
		<category><![CDATA[studi kasus pemasaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kopicoklat.com/?p=831</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menolong ternyata tidak cukup dengan niat, perlu pemahaman tentang cara menolong yang baik dan melakukannya dengan efektif. Pertolongan yang efektif dimulai dari pemahaman terhadap akar permasalahan sebenarnya. Menolong tanpa pemahaman terhadap akar permasalahan bagaikan laron tanpa terang lampu. Terang yang memberikan kehangatan yang diperlukan. Laron adalah hewan yang tidak dapat mendengar dan melihat. Mereka perlu...</p>
<p>The post <a href="https://kopicoklat.com/2020/02/06/belajar-inovasi-dari-laron/">Belajar Inovasi Dari Laron</a> first appeared on <a href="https://kopicoklat.com">Kopicoklat.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Menolong ternyata tidak cukup dengan niat, perlu pemahaman tentang cara menolong yang baik dan melakukannya dengan efektif. Pertolongan yang efektif dimulai dari pemahaman terhadap akar permasalahan sebenarnya. Menolong tanpa pemahaman terhadap akar permasalahan bagaikan laron tanpa terang lampu. Terang yang memberikan kehangatan yang diperlukan.</p>



<p>Laron adalah hewan yang tidak dapat mendengar dan melihat. Mereka perlu arah dari terang dan kehangatan lampu untuk mengarahkan mereka untuk bertahan, keluar dari sarangnya di bawah tanah yang menjadi lembab dan dingin karena datangnya hujan.</p>



<p>Bagi yang sudah menonton film “Overcomer” karya Alex dan Stephen Kendrick akan mendapati salah satu contoh pertolongan yang menjadi tidak efektif, walaupun didasari dengan niat baik. Tokoh John dan Amy Harrison yang berusaha menolong seorang ayah dan anaknya: Hannah Scott yang sudah terpisah bertahun-tahun. Tetapi dalam prosesnya justru mendapatkan respon yang kurang baik dari nenek sang anak. Hal ini menyebabkan rencana pertolongan itu tidak berjalan dengan baik, kondisi berbalik menjadi buruk. Tetapi dengan kasih dan pertolongan Tuhan, maka akhirnya pertolongan itu menemui titik terang dan menjadi berkat bagi semuanya. </p>



<p>Sebuah kisah yang juga bisa berlaku dalam memberikan dukungan dan layanan kepada pelanggan. Demikian juga saat perusahaan mencoba mengembangkan produk dengan berbagai fitur yang diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan pelanggan dan meningkatkan kualitas hidup pelanggannya. Identifikasi kebutuhan dan persyaratan pelanggan sangat penting.</p>



<p>Tentu kita masih ingat Yahoo! dengan tampilan dan berbagai fitur yang begitu lengkap, akhirnya harus mengakui keunggulan Google sebagai mesin pencari di internet. Google unggul justru dengan tampilan yang sangat-sangat sederhana, hingga kini. Google berhasil memahami dengan baik kebutuhan dan persyaratan pelanggannya. Kesederhanaan mesin pencari Google menjadi jawaban atas kebutuhan para pengguna internet.</p>



<p>Bukan berarti Google juga selalu sukses dalam memahami pelanggan. Ingat Google Glass? Produk canggih berupa kaca mata tetapi mempunyai fungsi yang mirip dengan ponsel pintar. Tetapi saat ini Google Glass belum mendapatkan respon baik dari pelanggan dan pasar. Mungkin belum saatnya.</p>



<p>Oleh karena itu, konsep agile development menjadi pendekatan yang sekarang dipilih oleh banyak perusahaan. Agile development dipilih karena dianggap paling tepat dalam mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis yang sangat cepat di era digital sekarang ini. </p>



<p>Salah satu langkah utama dalam agile development adalah <em>customer drives innovation</em>. Inovasi yang tepat berawal dari sudut pandang pelanggan. Langkah utama lainnya adalah implementasi iterasi siklus proses pengembangan produk yang dimulai dari mendengarkan suara pelanggan dan memahami berbagai perubahan yang terjadi. </p>



<p>Tanpa terang dan kehangatan lampu, laron akan tetap terjebak dalam kedinginan ruang di bawah tanah. Terang lampu itu dimulai dari kemauan dan kemampuan untuk mendengar. Langkah dan kemampuan yang kelihatannya sederhana, tetapi memberikan kontribusi yang besar.</p>
<div class="simplesocialbuttons simplesocial-round-txt simplesocialbuttons_inline simplesocialbuttons-align-left post-831 post  simplesocialbuttons-inline-no-animation">
<div class="fb-like ssb-fb-like" aria-label="Facebook Like" data-href="https://kopicoklat.com/2020/02/06/belajar-inovasi-dari-laron/" data-layout="button_count" data-action="like" data-size="small" data-show-faces="false" data-share="false"></div>
<button class="simplesocial-fb-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="Facebook Share" data-href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https://kopicoklat.com/2020/02/06/belajar-inovasi-dari-laron/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">Facebook </span> </button>
<button class="simplesocial-twt-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="Twitter Share" data-href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Belajar+Inovasi+Dari+Laron&url=https://kopicoklat.com/2020/02/06/belajar-inovasi-dari-laron/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">Twitter</span> </button>
<button  rel="nofollow"  target="_blank"  class="simplesocial-linkedin-share" aria-label="LinkedIn Share" data-href="https://www.linkedin.com/sharing/share-offsite/?url=https://kopicoklat.com/2020/02/06/belajar-inovasi-dari-laron/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">LinkedIn</span></button>
<button onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '_blank' );return false;" class="simplesocial-whatsapp-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="WhatsApp Share" data-href="https://api.whatsapp.com/send?text=https://kopicoklat.com/2020/02/06/belajar-inovasi-dari-laron/"><span class="simplesocialtxt">WhatsApp</span></button>
</div><p>The post <a href="https://kopicoklat.com/2020/02/06/belajar-inovasi-dari-laron/">Belajar Inovasi Dari Laron</a> first appeared on <a href="https://kopicoklat.com">Kopicoklat.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bila Kekuatan Menjadi Kelemahan</title>
		<link>https://kopicoklat.com/2019/12/17/bila-kekuatan-menjadi-kelemahan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bila-kekuatan-menjadi-kelemahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arifswa]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Dec 2019 11:36:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Marketing and Innovation]]></category>
		<category><![CDATA[belajar inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[belajar marketing]]></category>
		<category><![CDATA[belajar pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[strategic management]]></category>
		<category><![CDATA[studi kasus marketing]]></category>
		<category><![CDATA[studi kasus pemasaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kopicoklat.com/?p=811</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Strength is my weakness. Hey can I &#8212; quick question. How is strength my weakness?&#8221; Pernyataan dan pertanyaan tersebut adalah kutipan dari dialog dalam film Jumanji: Welcome To The Jungle&#8221;. Walaupun konteksnya tidak sama persis, tetapi bisakah kekuatan menjadi kelemahan? Sebelum kita masuk dalam studi kasus marketing, coba kita lihat dalam konteks yang lain, agar...</p>
<p>The post <a href="https://kopicoklat.com/2019/12/17/bila-kekuatan-menjadi-kelemahan/">Bila Kekuatan Menjadi Kelemahan</a> first appeared on <a href="https://kopicoklat.com">Kopicoklat.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Strength is my weakness. Hey can I &#8212; quick question. How is strength my weakness?&#8221; Pernyataan dan pertanyaan tersebut adalah kutipan dari dialog dalam film Jumanji: Welcome To The Jungle&#8221;. Walaupun konteksnya tidak sama persis, tetapi bisakah kekuatan menjadi kelemahan? </p>



<p>Sebelum kita masuk dalam studi kasus marketing, coba kita lihat dalam konteks yang lain, agar lebih mudah memahami.</p>



<p>Pada turnamen
bulu tangkis BWF World Tour Finals 2019, ada fenomena yang menarik. Pasangan ganda
putera ranking pertama dunia, Marcus F. Gideon dan Kevin S. Sukamuljo bertemu
pasangan Jepang, Hiroyuki Endo / Yuta Watanabe sebanyak dua kali. Pertandingan
pertama di babak group dan kedua di semifinal. Dan, hasilnya membuat kita
sedih, Marcus / Kevin dua kali kalah. </p>



<p>Marcus /
Kevin sangat disegani. Kecepatan dan pertahanan yang solid menjadi kekuatan
mereka. Kevin sangat kuat dalam serangan di depan, Marcus menjadi tumpuan
serangan dari belakang dan penguasaan lapangan.</p>



<p>Tetapi
bertemu Endo / Watanabe, kekuatan mereka seperti tidak relevan. Mereka kewalahan
menghadapi pertahanan yang super ketat, mampu meredam smash dan pukulan drive mendatar
yang cepat. Bahkan, pada lima pertemuan terakhir, Marcus / Kevin telah gagal
mengalahkan pasangan Jepang tersebut. Kuncinya adalah pada dua kata pada
kalimat pertama paragraf ini: tidak relevan. </p>



<p>Uniknya, relevansi
kekuatan Endo / Watanabe juga berkurang saat bertemu pasangan kebanggan
Indonesia lainnya, peringkat kedua dunia, Hendra Setiawan / Muhammad Ahsan.
Hendra / Ahsan punya obat penawarnya, pukulan yang sangat variatif, kesabaran
dan kemampuan mengatur tempo pertandingan sehingga pertahanan pasangan Jepang
itu menjadi kocar-kacir. Pada set kedua di final turnamen tersebut, Hendra /
Ahsan sempat ketinggalan 10-16 tapi kemudian terus menyerang bagian depan
pasangan Jepang dan membalikkan keadaan jadi 21-19. Kekuatan pertahanan
Endo/Watanabe dalam menghadapi serangan smash dan drive cepat mendatar menjadi
tidak relevan. Akhirnya Hendra / Ahsan juara BWF World Tour Finals 2019!</p>



<p>Mental
model memegang peranan penting dalam manajemen strategis dan pembelajaran
organisasi. Mental model adalah asumsi yang menjadi dasar bagi individu atau
organisasi yang berperan dalam proses suatu organisasi berpikir dan bertindak.
Mental model biasanya dibentuk dalam proses lama, bisa bertahun-tahun.</p>



<p>Suatu kekuatan yang diyakini oleh suatu organisasi, yang dibentuk selama proses bertahun-tahun bisa menjadi asumsi kuat dalam merespon suatu perubahan lingkungan bisnis. </p>



<p>Misalnya terjadi penurunan penjualan, sebuah organisasi yang mempunyai asumsi dasar adanya kekuatan di sales force, bisa cenderung akan fokus memperkuat atau memperbanyak sales force. Bahkan, mulai tidak lagi mempertimbangkan adanya risiko konflik saluran distribusi bila jumlah sales force diperbanyak. Padahal, akar permasalahan penurunan penjualan bisa berasal dari performansi produk, brand, perubahan perilaku dan kebutuhan pelanggan, adanya disrupsi di industri atau kategori layanan atau hal lainnya. Sehingga kekuatan saluran distribusi menjadi kurang relevan lagi dalam penyelesaian masalah.</p>



<p>Kekuatan
akan berpotensi menjadi tidak relevan bila konteksnya berubah.</p>



<p>Studi kasus marketing klasik yang sering dikisahkan adalah Kodak. Kekuatan Kodak di ekosistem produk kamera film menjadi tidak relevan saat kamera digital semakin populer dan mampu menjawab banyak permasalahan pelanggan. Masalahnya Kodak terlambat beradaptasi, dan mencoba mempertahankan kekuatannya di kamera film. Akhir cerita, kita semua tahu, Kodak tenggelam.</p>



<p>Contoh studi kasus berikutnya adalah maraknya startup digital, di mana valuasinya banyak dihitung berdasarkan jumlah pengguna dan jumlah transaksi. Sehingga muncullah istilah &#8220;bakar uang&#8221; di mana fokus strategi dan sumber daya diarahkan untuk menambah jumlah pelanggan dan meningkatkan transaksi. Cara paling umum adalah dengan sales promo dan iklan, sehingga customer acquisition cost menjadi tinggi. </p>



<p>Pendapatan
dan profit belum menjadi fokus, sehingga kebanyakan startup mencatatkan
kerugian. Kondisi ini dianggap masih relevan, khususnya untuk startup pada
tahap awal. Asumsi ini membentuk fokus penguatan organisasi. Kucuran dana dari
investor menjadi tumpuan. </p>



<p>Tetapi banyak investor adalah perusahaan konvensional besar yang kinerjanya dinilai dari pendapatan dan profit. Contohnya adalah Softbank. Perusahaan Jepang ini sangat agresif berinvestasi di perusahaan dan startup khususnya yang unggul dalam teknologi sejak tahun 2008. Beberapa di antaranya adalah WeWork, Nvidia, Slack, Uber, ARM, OneWeb, Paytm, Plenty dan masih banyak lagi. </p>



<p>Perubahan terjadi saat bulan September 2019, CEO Softbank Group, Masayoshi Son mengumpulkan para pimpinan perusahannya dan menegaskan pentingnya profit dan good corporate governance. Dia mengatakan, &#8220;Profit does matter&#8221;. </p>



<p>Beberapa hari sesudahnya, Softbank memimpin untuk memberhentikan co-founder WeWork, Adam Neumann. WeWork adalah startup penyedia layanan office-sharing atau co-working space terbesar di Amerika Serikat, bahkan di dunia. Sekitar dua bulan kemudian, WeWork memutuskan untuk memberhentikan 2.400 karyawannya. Kejaksaan Amerika Serikat juga mulai melakukan investigasi karena besarnya kerugian WeWork.</p>



<p>OVO adalah
salah satu fintech penyedia layanan dompet digital yang semakin populer di
Indonesia. OVO juga dikenal sangat agresif melakukan sales promo dan iklan
serta kemitraan strategis. Pada bulan November 2019, Mochtar Riady, pendiri dan
chairman Group Lippo melepas sebagian sahamnya di OVO. Pernyataannya senada
dengan Masayoshi Son, &#8220;Terus bakar uang, bagaimana kita kuat?&#8221;.</p>



<p>Kekuatan digital startup dalam melakukan akuisisi pelanggan dan membangun customer base melalui sales promo dan iklan harus beradaptasi sejalan dengan perubahan lingkungan bisnis dan siklus perusahaan. Karena pada akhirnya profit dan good governance adalah sangat penting. Kalau tidak beradaptasi, maka kekuatan akan bisa menjadi kelemahan.</p>



<p>Matriks SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) sering digunakan untuk melakukan analisa terhadap lingkungan eksternal dan internal dalam proses formulasi strategi. Tetapi jangan lupa Strength di sini jangan lagi mengandalkan asumsi, tetapi harus relevan dengan lingkungan bisnisnya. Oleh karena itu banyak yang menyebutnya TOWS. Analisa dimulai dengan lingkungan eksternal (Threat dan Opportunity) terlebih dahulu baru disusul analisa lingkungan internal (Weakness dan Strength). Sehingga saat analisa faktor kekuatan, harus dipastikan relevan dengan lingkungan eksternal.</p>



<p>Jadi bagaimana dengan organisasi Anda? Apakah kekuatan organisasi yang diyakini dan dibangun sudah relevan untuk menyelesaikan permasalahan dan memenuhi kebutuhan pelanggan?</p>
<div class="simplesocialbuttons simplesocial-round-txt simplesocialbuttons_inline simplesocialbuttons-align-left post-811 post  simplesocialbuttons-inline-no-animation">
<div class="fb-like ssb-fb-like" aria-label="Facebook Like" data-href="https://kopicoklat.com/2019/12/17/bila-kekuatan-menjadi-kelemahan/" data-layout="button_count" data-action="like" data-size="small" data-show-faces="false" data-share="false"></div>
<button class="simplesocial-fb-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="Facebook Share" data-href="https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https://kopicoklat.com/2019/12/17/bila-kekuatan-menjadi-kelemahan/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">Facebook </span> </button>
<button class="simplesocial-twt-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="Twitter Share" data-href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Bila+Kekuatan+Menjadi+Kelemahan&url=https://kopicoklat.com/2019/12/17/bila-kekuatan-menjadi-kelemahan/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">Twitter</span> </button>
<button  rel="nofollow"  target="_blank"  class="simplesocial-linkedin-share" aria-label="LinkedIn Share" data-href="https://www.linkedin.com/sharing/share-offsite/?url=https://kopicoklat.com/2019/12/17/bila-kekuatan-menjadi-kelemahan/" onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=600,width=600');return false;"><span class="simplesocialtxt">LinkedIn</span></button>
<button onClick="javascript:window.open(this.dataset.href, '_blank' );return false;" class="simplesocial-whatsapp-share"  rel="nofollow"  target="_blank"  aria-label="WhatsApp Share" data-href="https://api.whatsapp.com/send?text=https://kopicoklat.com/2019/12/17/bila-kekuatan-menjadi-kelemahan/"><span class="simplesocialtxt">WhatsApp</span></button>
</div><p>The post <a href="https://kopicoklat.com/2019/12/17/bila-kekuatan-menjadi-kelemahan/">Bila Kekuatan Menjadi Kelemahan</a> first appeared on <a href="https://kopicoklat.com">Kopicoklat.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
