<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" gd:etag="W/&quot;D04HQns4cSp7ImA9WhBVEkg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8850586912146802121</id><updated>2013-04-17T20:32:13.539-07:00</updated><category term="wikileaks" /><category term="International" /><category term="Corruption" /><category term="media" /><category term="Opini" /><category term="Pendet Dance" /><category term="Corporate" /><category term="Hukum" /><category term="Conspiracy Theories" /><category term="DPR" /><category term="Global Warming" /><category term="Film" /><category term="pertamina" /><category term="Malaysia" /><category term="Kerja Keras Adalah Energi Kita" /><category term="Jawa" /><category term="KPK" /><category term="Military" /><category term="PKI" /><category term="Indonesia" /><category term="Lebaran" /><category term="Mafia Berkeley" /><category term="JEWS" /><category term="Avian Influenza" /><category term="Reform" /><category term="Law" /><category term="swine flu" /><category term="Watergate" /><title>Let's Think Out of The Box</title><subtitle type="html">See things from others perspective and Think out of the box</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://main-conspiracies.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://main-conspiracies.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8850586912146802121/posts/default?start-index=11&amp;max-results=10&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Daniel DPK</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://1.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/SgRhrEu2d9I/AAAAAAAAACM/RnaKHT7aRZM/S220/PIC_2314.JPG" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>80</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>10</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/konspirasibesar" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="konspirasibesar" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">konspirasibesar</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><entry gd:etag="W/&quot;CUEEQnc9fyp7ImA9WhRSFE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8850586912146802121.post-6422819053825086522</id><published>2011-11-16T00:53:00.000-08:00</published><updated>2011-11-16T00:53:23.967-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-16T00:53:23.967-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Corruption" /><title>Buka Mata anda : Kemanakah uang hasil korupsi mengalir ?</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-zJPQig2OCjc/TsN5iLtIcyI/AAAAAAAAAdk/Y8gZn-wcfcE/s1600/koruptor1-320x226.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-zJPQig2OCjc/TsN5iLtIcyI/AAAAAAAAAdk/Y8gZn-wcfcE/s1600/koruptor1-320x226.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;Cerita dibawah adalah cerita sebenarnya (real story).  Saya tidak tahu siapa yang menulis, dan siapa tokoh yang ada disitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ini membuka mata kita, siapa sebenarnya yang memegang kekuasaan  finansial di muka bumi ini ; dan kebodohan apa yang telah dilakukan oleh  orang berpikiran sempit dgn mengutip uang negara (korupsi).  Jadi  sebaiknya kita bekerja / berkarya sebaik2nya demi bangsa dan negara kita  ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
quote:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2004&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan turun rintik rintik. Dari balik jendela mobilnya dia melihat awan  gelap menyelimuti kota. Mungkin sebentar lagi hujan akan turun sangat  deras. Jalanan sudah mulai macet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena semua orang ingin cepat sampai ditujuan. Setidaknya kemacetan ini  didalangi oleh ratusan motor yang saling menyalip. Kota ini memang  menampakan komunitas yang penuh dengan egoistis. Itu nampak sekali di  jalan raya. Baru kali ini dia harus mengendarai sendiri mobilnya tanpa  dibantu oleh supir. Pesan yang diterimanya memang mengharuskan dia  datang sendiri tanpa ada satupun orang yang mendampinginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya dia keberatan untuk datang karena tidak tahu pasti siapa yang  harus ditemuinya. Namun pesan itu menyiratkan bahwa seseorang yang ingin  menemuinya adalah orang yang tahu persis pekerjaan yang sedang  dilakukannnya.Kendaraannya terhalang oleh kemacetan yang tepat didepan  gedung yang hendak ditujunya. Dalam menunggu ,  terdengar suara dering  telp genggamnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
`' Apakah anda akan datang `' terdengar suara diseberang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
`' ya . Saya sudah tepat didepan gedung yang anda tentukan. `'&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
`' Baik. Saya tunggu. Anda sudah tahukan dimana posisi saya `'&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
`' Tentu. ` Jawabnya. Kemudian telp terputus.Selang beberapa menit  kemudian, dia berhasil melewati kemacetan dan langsung masuk pelataran  menuju gedung parkir. Ditempat parkir yang luas itulah dia sudah  dinantikan oleh seseorang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telpnya kembali begetar `' Saya tepat dibelakang anda. Tolong jangan  dimatikan mesinnya. Saya akan segera masuk kedalam mobil anda "  Diliriknya kaca spion. Nampak kendaraan Kijang berhenti tepat  dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang turun dari kendaraan. Usianya diperkirakan tidak lebih empat  puluh Pria itu menghampirinya. Tanpa komando dia membukakan pintu  kendaraannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Lebih baik kita bicara didalan kendaraan ini " Kata pria itu yang terkesan misterius sambil masuk dan duduk disampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Saya tidak punya waktu untuk berlama lama. Tolong katakan apa yang ingin anda sampaikan "&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Saya hanya ingin menyerahkan document ini. Saya harap dokumen ini  dapat membantu usaha anda untuk mendapatkan kembali harta para koruptor  kakap dinegeri ini. `' kata pria itu sambil menyerahkan amplop besar  warna kuning. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian pria itu langsung keluar dan kembali kekendaraanya. Dia tidak  peduli ketika pria itu pergi tanpa mengucapkan salam atau memperkenalkan  namanya. Namun aplop yang ada ditangannya menimbulkan tanda Tanya  besar. Ingin segera dia membuka amplop itu tapi dia urungkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lebih memilih untuk kembali kekantor untuk memeriksa dokumen itu.  Berkali kali dibacanya dokumen itu. Lembar demi lembar ditelitinya.  Semua membuat dia merinding dan membayangkan betapa hebatnya system  layering yang dibuat oleh para koruptor negeri ini untuk menyembunyikan  harta haramnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dokumen ini memberikan informasi cukup untuk dia menyelesaikan tugasnya.  Tapi , dia tidak ingin informasi ini sampai ketangan para anggota team.  Akalnya bekerja cepat untuk menjadikan informasi ini sebagai kekuatan  untuk bargain position dihadapan bosnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menginginkan kekuasaan lebih sebagai orang satu satunya yang  dipercaya oleh bossnya. Bila dia berhasil dengan tugas ini maka diapun  akan mempunyai kemampuan untuk mengendalikan yang dimiliki Bossnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artinya dialah pemegang kekuasaan yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
`' Anda dapat melakukan apa saja yang anda bisa. Saya beri anda mandate  dan selesaikan tugas ini dengan sebaik baiknya " kata bossnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
." saya pak. " jawabnya dengan senyum kemenangan setelah berhasil  meyakinkan Bosnya dengan stumpuk dokumen. " Bagaimana dengan anggota  team lainnya ? Sambungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Anda tidak perlu melibatkan mereka. Anda bekerja langsung dibawah saya " jawab boss nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2007&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah lebih dua tahun upayanya memburu harta para koruptor diluar negeri  ternyata belum juga menampakan hasil. Bahkan dia hampir terjebak dalam  lubang hitam tanpa ujung. Keadaan ini telah menyita emosi dan energinya.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun dia tetap bersemangat untuk membuktikan kebenaran dan keyakinannya  dihadapan bosnya. Salah seorang yang dikenalnya sebagai banker kelas  dunia di New York telah memintanya untuk menghubungi consultant keuangan  di Hong Kong. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang itu meyakinkannya bahwa consultant itu mampu menuntunnya keluar  dari lubang hitam.Ketika awal berjumpa dengan consultant itu, dia hampir  tidak percaya bahwa orang yang ada dihadapannya adalah orang yang  pantas ditemuinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena penampilan dan gaya bicaranya tidak sesuai sebagai seorang  consultant keuangan yang direkomendasi oleh banker kelas dunia. Yang  lebih mengejutkan lagi adalah consultant ini berkewarga negaraan  Indonesia. Pria sederhana dan sangat santun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Saya direkomendasi untuk betemu dengan anda. " Katanya mengawali  pembicaraan disalah satu hotel berbintang. Pembicaraan ini dilakukan di  ruangan penthouse. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat mewah dan memang dia sediakan agar aman dari pantauan pihak lain.  Juga memberikan suasana santai untuk mendapatkan informasi yang dapat  mendukungnya dalam menyelesaikan misi yanag diembannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Ya betul. Saya terima email dari sahabat saya di New York bahwa anda  akan menemui saya. " Kata pria itu sambil tersenyum ramah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Apa yang dapat saya bantu? "&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Apakah anda cinta bangsa anda ?" Tanyanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Mengapa anda menanyakan itu ? "&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Saya ingin memastikan bahwa saya berhadapan dengan orang yang sejalan  dengan misi saya. Karena selama ini saya hanya bertemu dengan orang  orang yang selalu berbicara namun akhirnya meminta sesuatu dari saya.  Bagi mereka tidak ada yang gratis. "&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Saya orang Indonesia. Anda bisa lihat darah saya. Tetap merah putih." Jawab pria itu,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Baiklah. " katanya dengan tersenyum senang " Saya percaya anda. Ini  ada dokumen yang perlu anda baca. Tapi tolong jangan di copy. Cukup baca  saja dihadapan saya. " katanya sambil menyerahkan bebarapa dokumen.  Pria itu membaca sekilas tanpa memperhatikan dengan seksama setiap  informasi yang ada didalam dokumen tersebut. Seakan pria ini sangat  menguasai persoalan yang dihadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Dokumen ini tidak berarti apa apa untuk menyelesaikan misi anda" Kata  pria itu. Membuat dia terkejut. Diucapkan dengan tenang tanpa ekspresi  wajah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Bukankah ini semua bukti yang menyebutkan aliran dana dari rekening  koruptor kebeberapa SPC yang sengaja ditunjuk sebagai vehicle . Juga ada  data jenis investasi yang sudah digunakan dari hasil uang haram  tersebut. Dokumen ini telah saya clarifikasi dengan bebarapa sumber yang  patut dipercaya. Mereka semua mengatakan benar. " Katanya . Tapi pria  itu tetap tanpa reaksi apapun&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Ini ada surat dari beberapa banker di Eropa, singapore, hongkong ,  Amerika yang menyatakan kebenaran dokumen ini. " katanya sambil  menyerahkan salah satu dokumen yang ada didalam tasnya kepada pria itu.  Namun pria itu kembali dengan sikap santainya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa membaca dengan seksama kecuali melihat dengan sekilas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Bagi saya ini hanyalah tumpukan dokumen jurnalistik. " Katanya dengan tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Maksud anda ? Tanyanya dengan tersinggung. Kelihatannya pria yang ada  dihadapannya telah membuat dia kesal. Atau setidaknya pria ini ingin  mematahkan semangatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Untuk anda ketahui bahwa dokumen ini tidak ada satupun secara legal  menyebutkan nama sang koruptor sebagai pemilik dana atau asset. Walau  anda mengetahui aliran dana tersebut berasal dari para koruptor tapi  kenyataanya secara hukum sekarang harta tersebut dimilik perusahaan yang  tidak ada hubungan sama sekali dengan korupsi di Indonesia. "&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Tapi kita dapat melakukan upaya hukum untuk menarik dana tersebut.  Beberapa pengadilan diluar negeri siap mendukung sepanjang peradilan di  Indonesia menyatakan bahwa harta tersebut hak bangsa indonesia dan harus  dikembalikan." Katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Dengan asumsi bahwa pengadilan international maupun dalam negeri  memenangkan gugatan anda lantas apakah ada jaminan bahwa harta itu akan  dapat kembali ke Indonesia ? "&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Tentu.! Kita akan minta surat paksa hukum bagi banker untuk menyerahkan dana tersebut kepemerintah RI.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Bagaimana para banker tersebut mengembalikan dana tersebut ?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"ya kita akan buat berita acara hukum untuk memungkinkan Banker tersebut  mengirim harta itu ke rekening departement keuangan di BI. "&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" yang mau dikirim apa ? Tanya pria itu sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
`' ya, u a n g `' jawabnya ketus. Dia sudah mulai kesal dengan pertanyaan bodoh dari pria ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
`' Untuk anda ketahui bahwa uang itu awalnya tercatat di bank atas nama  offshore company yang terdaftar di wilayah bebas pajak sepeti BVI, Grand  Cayman Island dll. Namun pada waktu bersamaan dana itu sudah berganti  baju dalam bentuk asset berkewalifikasi AAA. " Kata pria sambil memimun  tea yang ada dimeja&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
`' Lantas uang itu ada dimana ?`'&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Uang itu ada di clearstream and euroclear yang terhubung dengan  depository bank diberbagai bank di eropa. Ini adalah lembaga swasta yang  mengendalikan triliun dollar dana dari lebih 15000 pemegang rekening.  Lembaga ini beranggotakan seluruh lembaga keuangan papan atas dunia.  Walau mereka swasta namun keanggotaannya melebihi anggota yang tergabung  dalam Bank international for settlement. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehingga keberadaanya sangat berpengaruh tanpa tersentuh oleh legitimasi  hukum yang dibuat oleh Negara. Selagi asset ditempatkan dalam system  ini maka dia akan tetap aman dari keputusan lembaga peradilan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Kata pria itu yang membuat dia melongo. Sekarang dia baru menyadari  bahwa orang yang dihadapannya tidaklah serendah yang diduganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Lantas bagimana dana itu dapat melalui lintas Negara bila keberadaanya mengabaikan hukum Negara."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Mereka menggunakan teknologi informasi yang sangat rumit. Dalam era  digital sekarang ini , memungkin system pertukaran data dan lalu lintas  asset dapat dilakukan dalam hitungan detik melalui mekanisme  intenational private banking. "&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Ya tapi kan tetap harus melewati bank central sebagai pusat clearing "&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Mereka tidak perlu melewati bank central karena mereka punya system  clearing sendiri secara independence dan dipercaya oleh semua anggota  yang merupakan perbankan kelas dunia."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Tapi setidaknya , Intelligent financial yang dimiliki oleh organisasi  dunia yang tergabung dalam anti money laundry akan mampu mendeteksi  setiap langkah mereka."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Tidak mungkin dapat terlacak. Karena setiap instruksi transfer asset ,  mereka selalu menggunakan code sandi dan setelah transfer selesai  dilaksanakan maka pemilik asset dapat melakukan penghapusan data secara  otomotis melalui system private banking. "&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang dia merasa sangat bodoh dihadapan pria itu. Hingga dia harus  menyudahi dialog ini dengan mengajukan pertanyaan yang berupa kesimpulan  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Baiklah. Saya sekarang dapat memahami penjelasan anda. Tapi tolong jawab pertanyaan saya terakhir"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Silahkan."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Berarti ada dua rekening. Satu rekening resmi di Bank atas nama  offshore company bertindak sebagai SPC dan satu lagi rekening tidak  resmi di clearstream atau lainnya atas nama asset management Betul ?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Betul." Kata pria itu yang kembali meminum tea seraya menatapnya  dengan tersenyum. " anda memang cerdas. Dapat memahami hal yang rumit  dengan cepat." sambung pria itu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Bukankah hanya rekening resmi saja yang bisa melakukan transfer tunai  secara legal. Sementara yang clear-stream dan lainnnya tidak bisa " Dia  mulai dengan kesimpulan yang seakan ingin menyudutkan pria itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Betul. "&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Lantas untuk apa dana ditempatkan diclear stream dan lainnya bila tidak bisa digunakan tunai "&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Pemilik yang sebenarnya tidak perlu repot untuk menjadikan asset yang  ada di clearstream. euroclear menjadi tunai. Dia tinggal perintah fund  manager untuk melakukan pencairan asset itu melalui private placement  atau melalui structure collateralize loan settlement. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini layering namanya. Hasilnya akan mereka gunakan untuk mendukung  pembiayaan project. Setelah project dibiayai maka mereka akan melepas  saham lewat bursa atau melakukan refinancing melalui REPO atau  penerbitan bond. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila sudah begini maka keberadaan aset itu sudah terdistribusi begitu luas sehingga hampir tidak mungkin ditarik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena bila ditarik maka akan begitu banyak pihak yang akan menjadi  korban. Sementara pemegang dana haram sudah aman dengan menikmati uang  clean dari hasil refinancing sambil bersantai di Bermuda atau Nasau.  Atau sedang sibuk menggunakan uang itu untuk mendukung seseorang menjadi  kandidat president lewat pemilu demokratis. "&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terdiam. Baru dia sadari bahwa dibalik terpilihnya pemimpin lewat  sistem demokrasi yang perlu ongkos mahal itu ternyata adalah para  koruptor juga. Lantas bagaimana jadinya dunia ini bila pada akhirnya  pergantian rezim tidak merubah apapun karena tak bisa menghindari  kebutuhan dana besar untuk kampanye dan tentu tak bisa menghindar dari  perlunya koruptor sebagai fund provider.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Bagaimana dengan pemerintah Amerika ?. Bukankah mereka memiliki bank central yang sangat berpengaruh didunia.? "&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Satu dari tiga mata uang amerika ditempatkan didalam clearstream,  eurocelar. GNP Amerika hanya 15% dari total asset yang ada di  clearstream dan 10% dari total GNP British .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi terlalu besar clearstream, euroclear untuk dibandingkan dengan  kekuatan negara manapun, apalagi Indonesia . Jadi berhentilah berharap  lebih dan mulailah untuk realistis. " Kata pria itu yang sekarang nampak  serius. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengantar pria itu sampai didepan loby. Selepas pria itu pergi dia  terhenyak didalam kamar. Benarlah bahwa sudah saatnya dia berpikir  realistis. Tidak ada gunanya mengejar harta yang sudah terlanjur masuk  dalam lingkaran konspirasi kotor lembaga keuangan international. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dokumen yang ada ditangannya memang tidak lebih daripada catatan  jurnalistik. Atau mungkin lebih cocok sebagai catatan gelap dari  kebodohan anak bangsa ini yang telah menguras asset bangsa yang kemudian  menyerahkannya kepada kelompok penyamun agar terhindar dari jeratan  hukum &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebetulnya para koruptor itu tidak mendapatkan lebih kecuali memberikan  darah segar bagi lembaga keuangan international untuk semakin perkasa  mengendalikan keuangan global. Termasuk kepada bangsa ini yang terus  mengemis dana pembangunan kepada pihak asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika pulang ke Jakarta dia menyempatkan singgah untuk berjumpa dengan  pejabat otoritas keuangan disalah satu Negara yang paling banyak dana  haram para koruptor Indonesia ditempatkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pejabat itu berkata " Dokument ini mengingatkan pemerintah anda agar  bersungguh sungguh mengelola Negara untuk kepentingan rakyat. Sudah  saatnya pemerintah berpikir untuk rakyat dan tidak lagi demi kepentingan  golongan atau pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlalu banyak penderitaan yang diakibatkan oleh kejahatan korupsi.  Entah berapa generasi akan merasakan akibat dari perbuatan segelintir  orang ini. " Sebelum dia hendak mengakiri perjumpaan . Pejabat itu  bertanya " tahukah anda siapakah yang telah memberikan dokumen itu  kepada anda ?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" saya tidak tahu. "&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Orang itu adalah utusan saya."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Mengapa ???" Dia terkejut sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Karena tanggung jawab kemanusiaan. Mungkin dalam banyak hal secara  pribadi saya tidak menyukai sikap Negara saya yang menjadi penampungan  dana haram koruptor negeri anda tapi saya tetap bangga karena Negara  saya tidak pernah melakukan kebodohan untuk membuat rakyatnya menderita,  seperti halnya Negara anda. "&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini dia merasa tersudut dengan egonya yang mengharapkan misinya dapat  membuat dia berkuasa. Tapi dia juga menyadari bahwa sebagian besar para  politikus yang berkuasa sekarang mengharapkan dana haram ini dapat  kembali ke Indonesia dengan tujuan untuk memperkuat kekuasaanya. Tidak  untuk kepentingan rakyat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
unquote&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rpc.technorati.com/rpc/ping&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://main-conspiracies.blogspot.com/feeds/6422819053825086522/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8850586912146802121&amp;postID=6422819053825086522&amp;isPopup=true" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8850586912146802121/posts/default/6422819053825086522?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8850586912146802121/posts/default/6422819053825086522?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2011/11/buka-mata-anda-kemanakah-uang-hasil.html" title="Buka Mata anda : Kemanakah uang hasil korupsi mengalir ?" /><author><name>Daniel DPK</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://1.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/SgRhrEu2d9I/AAAAAAAAACM/RnaKHT7aRZM/S220/PIC_2314.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-zJPQig2OCjc/TsN5iLtIcyI/AAAAAAAAAdk/Y8gZn-wcfcE/s72-c/koruptor1-320x226.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>5</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUABSH46eCp7ImA9Wx9SFEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8850586912146802121.post-3302376483321643347</id><published>2010-12-03T23:56:00.000-08:00</published><updated>2010-12-04T12:15:59.010-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-04T12:15:59.010-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="wikileaks" /><title>Link Alternatif untuk Wikileaks.org</title><content type="html">&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1802021833" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="205" src="http://4.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/TPqgyBhuh5I/AAAAAAAAAdU/VZjlJjoZUT4/s320/wikileaks-julian+assange.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2010/12/link-alternatif-untuk-wikileaksorg.html"&gt;Julian Assange&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Siapa yang tidak tau wikileaks pada saat in? sebuah situs menghebohkan yang membuat pemerintah Amerika berang. Bahkan Julian Assenge selaku pendirinya menjadi Most Wanted People number 1 pada saat ini, dan ancamannya tidaklah main-main, Dead or Alive! Tidak kurang beberapa negara besar angkat bicara mengenai kontroversi situs ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wikileaks telah menjadi sorotan dunia. Bahkan situs di &lt;a href="http://wikileaks.org/"&gt;wikileaks&lt;/a&gt; diklaim sudah diserang sehingga sudah tidak bisa diakses lagi. Tapi bukan berarti bahwa situs tersebut hilang. Bagi anda yang masih penasaran bisa di liat &lt;a href="http://213.251.145.96/"&gt;disini&lt;/a&gt; yang sepertinya server ada di Perancis. Meski bukan situs aslinya, namun link tersebut cukup memberi informasi bagi anda yang ingin melihat bagaimana "wujud" asli negara adikuasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi saya pribadi, sosok Julian Assenge adalah seorang yang bernyali tinggi dan bukan tidak mungkin sangat dibutuhkan oleh dunia karena telah membuka babak baru kebebasan pers. Sangat kontroversial memang. Tapi mungkin suatu saat semua orang di dunia akan mengenangnya sebagai seorang pahlawan, bukan sebaliknya dimana pada saat ini ia menjadi penjahat no 1 di dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rpc.technorati.com/rpc/ping&lt;/div&gt;</content><link rel="related" href="http://main-conspiracies.blogspot.com/" title="Link Alternatif untuk Wikileaks.org" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://main-conspiracies.blogspot.com/feeds/3302376483321643347/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8850586912146802121&amp;postID=3302376483321643347&amp;isPopup=true" title="7 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8850586912146802121/posts/default/3302376483321643347?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8850586912146802121/posts/default/3302376483321643347?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2010/12/link-alternatif-untuk-wikileaksorg.html" title="Link Alternatif untuk Wikileaks.org" /><author><name>Daniel DPK</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://1.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/SgRhrEu2d9I/AAAAAAAAACM/RnaKHT7aRZM/S220/PIC_2314.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/TPqgyBhuh5I/AAAAAAAAAdU/VZjlJjoZUT4/s72-c/wikileaks-julian+assange.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>7</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE8ESX47eip7ImA9Wx9TEEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8850586912146802121.post-6066040782276678996</id><published>2010-11-18T07:06:00.000-08:00</published><updated>2010-11-18T07:06:48.002-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-11-18T07:06:48.002-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini" /><title>Sekedar Curahan Hati</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/TOVAw16KCcI/AAAAAAAAAdQ/J3Qh2I4EMJI/s1600/opinion.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/TOVAw16KCcI/AAAAAAAAAdQ/J3Qh2I4EMJI/s200/opinion.jpg" width="176" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sudah cukup lama blog ini tak terurus. Namun masih lumayan banyak juga pengunjung blog ini..he..he..Maaf bukannya meninggalkan dunia blogger,namun lebih karena kesibukan kerja yang tidak ada habis-habisnya. Menjalin komunikasi dan mengembangkan relasi demi  masa depan yang lebih baik. Plus masih galaunya suasana hati yang tidak menentu melihat situasi politik yang cukup memuakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat perkembangan berita politik makin membuat pusing sepuluh keliling. Bukannya sok-sokan, tapi menjadi tanggung jawab kita bersama untuk ikut memperhatikan,mengawasi dan melihat tingkah laku para elite bangsa ini. Bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang masyarakatnya sadar akan politik, bahwa kekuasaan yang diwakilkan oleh rakyet pada penguasa seharusnyalah diawasi oleh pemberi mandat yaitu kita semua. Meskipun kadang kita hanya bisa mengkritik di dalam hati atau hanya pada orang-orang di sekitar kita, namun itu cukup untuk memberikan nuansa bagi bangsa kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika berita semakin membingungkan kita mungkin nurani kita yang akan bisa menentukan mana yang benar. Ketika sebuah bangsa mengaku menjunjung tinggi proses peradilan yang sudah hilang kredibilitasnya oleh masyarakat itu sendiri, lalu hendak kemanakah bangsa ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peran media yang begitu besar semakin terasa dalam kehidupan berbangsa mennjadikannya sebagai sebuah dilematis bagai dua sisi mata uang. Satu sisi,media, baik televisi,koran,atau media onlina begitu perkasa dalam mendidik bangsa ini menjadi lebih dewasa dalam berpolitik. Namun di sisi lain media bisa menjadi senjata yang sangat mengerikan yaitu menggiring opini publik, terlebih apabila sebuah media dimiliki oleh seorang atau beberapa tokoh berkuasa yang pastinya memiliki kepentingan dibalik sebuah berita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampak jelas sekali kita setiap hari diberondong dengan berita-berita yang sepertinya ingin menggiring opini publik untuk mengarah kepada pencitraan sekelompok atau orang tertentu yang pastinya memiliki tendensi atau kepentingan tertentu yang kadang sulit untuk ditebak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jelas sekali bahwa kadang sebuah berita di stasiun televisi kurang mengupas lebih dalam ( atau menyimpang dari esensi permasalahan kalau boleh dibilang) tentang sebuah masalah hanya karena tokoh tertentu yang terlibat dalam kasus yang di-beritakan adalah pemilik dari stasiun televisi tersebut. Tanpa harus menyebut contoh kasusnya, saya pikir masyarakat sudah tahu kasus Mega skandal pajak ( Meskipun saya yakin ada oknum yang kasusnya lebih fenomenal lagi) yang melibatkan sebuah grup perusahaan besar yang sekaligus pemilik stasiun televisi tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disinilah tantangan terbesar dari media massa dalam menyajikan berita yang seharusnya obyektif dan bebas dari segala kepentingan. Sekaligus menjadi pembelajaran bagi masyarakat Indonesia agar selalu berpikir lebih mendalam dalam menyikapi sebuah kasus yang ada di negara ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rpc.technorati.com/rpc/ping&lt;/div&gt;</content><link rel="related" href="http://main-conspiracies.blogspot.com/" title="Sekedar Curahan Hati" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://main-conspiracies.blogspot.com/feeds/6066040782276678996/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8850586912146802121&amp;postID=6066040782276678996&amp;isPopup=true" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8850586912146802121/posts/default/6066040782276678996?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8850586912146802121/posts/default/6066040782276678996?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2010/11/sekedar-curahan-hati.html" title="Sekedar Curahan Hati" /><author><name>Daniel DPK</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://1.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/SgRhrEu2d9I/AAAAAAAAACM/RnaKHT7aRZM/S220/PIC_2314.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/TOVAw16KCcI/AAAAAAAAAdQ/J3Qh2I4EMJI/s72-c/opinion.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkIESHY4cSp7ImA9WxBRFkQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8850586912146802121.post-7600063441135792795</id><published>2010-01-05T03:53:00.000-08:00</published><updated>2010-01-05T04:28:29.839-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-05T04:28:29.839-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini" /><title>The Power of Facebook</title><content type="html">&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/S0Mu4vMC77I/AAAAAAAAAdA/xzD58qiCWys/s1600-h/the+power+of+facebook.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/S0Mu4vMC77I/AAAAAAAAAdA/xzD58qiCWys/s200/the+power+of+facebook.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423229928558751666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Facebook"&gt;Facebook&lt;/a&gt; bukan hal yang asing lagi. Setelah era &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Friendster"&gt;Friendster&lt;/a&gt; berlalu, demam jejaring sosial masyarakat Indonesia kembali semarak. Namun perbedaan era Friendster dan Facebook sangat jelas. Ketika dulu orang menggunakan frindster sebatas memperluas networking atau pertemanan, sekarang funsi jejaring sosial sudah berkembang merambah dunia politik dan bahkan sangat diperhitungkan oleh berbagai elemen di masyarakat kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini adalah era baru bagi bangsa Indonesia dalam berdemokrasi sekaligus mencerminkan bahwa lemahnya keterwakilan suara rakyat di DPR. Didukung kemajuan tehnologi,aspirasi atau suara rakyat beralih ke media elektronik karena dirasa lebih efektif mengena ke sasaran. Jelas fenomena penggalangan dukungan melalui Facebook adalah sebuah fenomena baru di dunia politik dan demokrasi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari dukungan lewat Facebook terhadap Bibit-Chandra dalam konflik &lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/11/klimaxs-cicak-vs-buaya.html"&gt;Cicak Vs Buaya&lt;/a&gt;, kemudian Prita Mulyasari, dan dukungan-dukungan lainnya yang ada banyak di facebook. Jelas Facebook menjadi media baru dalam bersuara. Ketika suara rakyat selalu terpinggirkan oleh kepentingan para politisi semata, maka fenomena facebook mencerminkan kelemahan sistem parlemen kita sekaligus alat baru dalam monitoring kinerja para pejabat pemerintahan.Ketika hukum tidak berpihak kepada yang lemah maka Facebook bisa menjadi harapan untuk mendapatkan keadilan dan sekaligus ini adalah cerminan kebobrokan penegakan hukum di negara kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah seharusnya para pejabat pemerintahan dan penegak hukum merasa malu dengan munculnya fenomena Facebook ini karena menunjukkan ketidakmampuan para aparatur negara dalam menjalankan fungsinya dan sekaligus menunjukkan adanya kebobrokan dalam penegakan hukum di negara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang di era digital dimana opini publik akan berperan besar dalam memainkan peran politik. &lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2010/01/power-of-facebook.html"&gt;The Power of Facebook&lt;/a&gt; bisa menjadi sebuah alat yang sangat hebat dalam menggalang dukungan publik. Sekaligus menjadi alat yang ampuh dalam mengawasi kinerja para pejabat negara. Bahkan bisa menjadi sebuah alat kampanye politis para calon pejabat dan partai yang sangat murah dan efisien sehingga meminimalisir adanya kepentingan politis atau kontrak piolitis yang selalu ada dibalik sebuah dukungan terhadap seorang kontestan dalam sebuah Pemilihan Umum.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rpc.technorati.com/rpc/ping&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://main-conspiracies.blogspot.com/feeds/7600063441135792795/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8850586912146802121&amp;postID=7600063441135792795&amp;isPopup=true" title="18 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8850586912146802121/posts/default/7600063441135792795?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8850586912146802121/posts/default/7600063441135792795?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2010/01/power-of-facebook.html" title="The Power of Facebook" /><author><name>Daniel DPK</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://1.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/SgRhrEu2d9I/AAAAAAAAACM/RnaKHT7aRZM/S220/PIC_2314.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/S0Mu4vMC77I/AAAAAAAAAdA/xzD58qiCWys/s72-c/the+power+of+facebook.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>18</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE4ERHo5cSp7ImA9WxBSF08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8850586912146802121.post-571637815580984359</id><published>2009-12-24T22:32:00.000-08:00</published><updated>2009-12-24T22:35:05.429-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-24T22:35:05.429-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="media" /><title>Opini Publik Vs Opini Media</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/Sy0sib3f33I/AAAAAAAAAcg/isIX5uLr0Ec/s1600-h/opini+publik.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 149px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/Sy0sib3f33I/AAAAAAAAAcg/isIX5uLr0Ec/s200/opini+publik.jpg" border="0" alt="opini publik vs opini media" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417034896904281970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, opini memiliki peran penting dalam menjalankan sebuah pemerintahan. Sebuah negara demokrasi yang menjamin kebebasan berpendapat dan berekspresi, sebuah opini akan mampu mendorong atau bahkan menjatuhkan jalannya sebuah pemerintahan. Berawal dari asas Dari Rakyat,Oleh Rakyat, dan Untuk rakyat, jelas sekali bahwa kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat. Selanjutnya kekuasaan tersebut diwakilkan oleh rakyat kepada DPR. Meskipun DPR sendiri merupakan cerminan dari aspirasi rakyat, namun kadang muncul bias terhadap aspirasi rakyat dan aspirasi personal  atau golongan wakil rakyat tersebut. Akibatnya muncul distorsi antara rakyatdan wakilnya serta pemerintah itu sendiri. Dan hal tersebut nampak sekali di negara kita,Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari satu dasawarsa kitamengalami era reformasi,namun masih banyak sekali keluhan dari rakyat atas tidak terwakil-kannya rakyat itu sendiri atas berbagai kebijakan yang diambil oleh DPR. Seringkali rakyat tidak terpuaskan dengan kinerja wakilnya yang sering dianggap tidak berpihak kepada rakyat itu sendiri. Demo dan protes menjadi sebuah bentuk perlawanan terhadap ketidak puasan wakil rakyat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks saat ini dimana kemajuan tehnologi begitu pesat, bentuk-bentuk protes menjadi lebih beragam. Perkembangan media dan tehnologi internet memungkinkan rakyat bisa berpartisipasi "langsung" atas ketidakpuasan mereka terhadap berbagai masalah yang ada. Jejaring sosial semacam facebook, twitter, blog,dll menjadi sebuah alat yang ampuh dalam menyuarakan aspirasi rakyat sekaligus menjadi sebuah alat untuk mengontrol kinerja para wakilnya. Kemajuan tehnologi sekaligus menjadi babak baru bagi warga untuk ber-opini dan berekspresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai opini muncul ketika ada ketidak puasan warga terhadap pemerintah. Namun yang menjadi pertanyaan besar adalah apakah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;opini publik&lt;/span&gt; tersebut adalah "murni" opini warga ataukah karena peran media yang menggiring warga untuk beropini sesuai dengan yang dikehendaki media?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa media sangat berperan besar dalam membentuk sebuah opini masyarakat. Media memiliki peran sentral dalam mengawasi dan menyuarakan berbagai hal dalam pemerintahan dan berbagai isu-isu sosial,ekonomi,hukum,politik, dan pemerintahan. Seringkali pula media mengundang para pengamat dalam melihat suatu masalah yang ada. Dan harus diakui bahwa peran para pakar dan pengamat tersebut sangat mempengaruhi opini publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat situasi politik bangsa kita yang memanas akhir-akhir ini pasca kasus &lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/11/klimaxs-cicak-vs-buaya.html"&gt;Cicak Vs Buaya&lt;/a&gt; yang kemudian disusul dengan mega-skandal Bank Century,dan yang terhangat adalah gerakan Koin Prita, harus diakui bahwa peran media sangat besar sehingga memungkinkan semua hal itu terjadi. Bukanlah suatu hal yang buruk ketika media berperan penting dalam hal ini. Bahkan peran media sangat positif dalam fungsi pengawasannya terhadap kinerja pemerintahan. Tanpa adanya blow-up media, mungkin pak Bibit-Chandra masih ada di penjara dan Pansus bank Century DPR bisa kerja seenaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui bahwa masyarakat terbawa pada opini media dalam menyikapi berbagai kasus besar diatas. Adalah sebuah kemajuan besar bagi bangsa Indonesia ketika media berani bersuara dan mampu menjalankan fungsinya sebagai media publikasi kinerja pemerintahan yang pada akhirnya bisa diawasi oleh seluruh masyarakat. Namun harus diakui pula bahwa peran media yang sangat besar tersebut juga sangat berbahaya ketika sebuah media tidak lagi berpihak pada rakyat. Ketika media memiliki "kepentingan" dibalikya maka media akan menjadi berbahaya karena akan mampu menggiring opini publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperlukan kecerdasan bagi rakyat Indonesia untuk juga berpikir secara jernih dalam menyikapi pemberitaan media. Kedewasaan berpikir bagi warga akan mampu membuat warga mem-filter pemberitaan media yang sekiranya tidak berpihak pada rakyat. Kedewasaan berpikir pula yang akan membuat sebuah&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; opini publik&lt;/span&gt; bukan merupakan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;opini media&lt;/span&gt;. meskipun sangat tipis perbedaan opini publik dan opini media mengingat semua informasi disediakan oleh media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga masyarakat sangat membutuhkan media mengingat sebuah kekuasaan harus selalu diawasi. Masyarakat menunggu perbaikan pemerintah dalam berbagai hal seperti perbaikan sistem hukum yang kurang berpihak kepada rakyat kecil dan masalah korupsi yang masih sangat kuatdi negarakita. Disinilah peran media untuk membongkardan mewartakan perkembangan kinerja pemerintah terhadap berbagai isu-isu penting di masyarakat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rpc.technorati.com/rpc/ping&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://main-conspiracies.blogspot.com/feeds/571637815580984359/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8850586912146802121&amp;postID=571637815580984359&amp;isPopup=true" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8850586912146802121/posts/default/571637815580984359?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8850586912146802121/posts/default/571637815580984359?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/12/opini-publik-vs-opini-media.html" title="Opini Publik Vs Opini Media" /><author><name>Daniel DPK</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://1.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/SgRhrEu2d9I/AAAAAAAAACM/RnaKHT7aRZM/S220/PIC_2314.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/Sy0sib3f33I/AAAAAAAAAcg/isIX5uLr0Ec/s72-c/opini+publik.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>5</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkcHQXg7cCp7ImA9WxBSEkk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8850586912146802121.post-2454702905196773988</id><published>2009-12-15T09:16:00.001-08:00</published><updated>2009-12-19T10:40:30.608-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-19T10:40:30.608-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hukum" /><title>Koin Prita dan People Power</title><content type="html">&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/Sy0cb2H_Z4I/AAAAAAAAAcY/nloT5TZJR5E/s1600-h/koin+prita.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/Sy0cb2H_Z4I/AAAAAAAAAcY/nloT5TZJR5E/s200/koin+prita.jpg" border="0" alt="koin prita"id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417017191507650434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/"&gt;&lt;strong&gt;Conspiracies&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; atau Konspirasi menjadi sebuah kata yang semakin sering dibicarakan oleh masyarakat akhir-akhir ini. Istilah yang erat hubungannya dengan sebuah intelijen dan berkonotasi negatif menjadi buah bibir para ahli yang hampir setiap hari menghiasi layar TV dan menjadi konsumsi publik. Mengikuti perkembangan hukum dan politik di Indonesia akhir-akhir ini memang sangat mencengangkan. Berawal dari kisah Antasari yang mirip cerita novel hingga kasus Bibit-Hamsah,mbok Minah,dan yang terhangat adalah Prita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti perkembangan berbagai kasus hukum tersebut membuat miris hati kita dan terkesan jelas kebobrokan hukum di negara kita. Rasa keadilan yang terkoyak melihat kasus mbok minah dan Prita yang menunjukkan bahwa peradilan kita hanya memihak pada orang berkuasa dan kaya, kemudian ditambah lagi dengan istilah kriminalisasi KPK atau &lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/11/klimaxs-cicak-vs-buaya.html"&gt;Cicak Vs Buaya&lt;/a&gt; semakin membuat masyarakat muak dengan aparat penegak hukum kita.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sangat menarik melihat kasus ini dimana perkembangan tehnologi informasi sangat berperan terhadap skala kasus-kasus diatas ditambah semakin beraninya masyarakat dan media massa kita dalam menilai sebuah permasalahan. Apabila kita bandingkan dengan jaman dahulu, masyarakat Indonesia mengalami sebuah kemajuan yang sangat besar atau bahkan bisa dibilang mengalami lompatan dalam ber-ekspresi dan berpikir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Koin Prita bukanlah gerakan yang bisa dianggap remeh. Gerakan ini adalah sebuah gerakan "people power",bentuk nyata dari protes masyarakat terhadap &lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/12/arogansi-korporasi-diantara-lemahnya_03.html"&gt;Lemahnya penegakan hukum &lt;/a&gt; di Indonesia. Ditambah dengan peran media yang begitu besar dalam menyorot gerakan ini, fenomena koin Prita bisa menjadi sebuah babak baru bagi bangsa Indonesia. Minimal mulai ada kesadaran kolektif dari masyarakat untuk berani bertindak dan berpikir kritis terhadap segala ketidak adailan dan kesewenang-wenangan para aparat penegak hukum dan para pejabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila pemerintah cukup cerdas dalam menyikapi gerakan koin prita ini,seharusnyalah pemerintah mulai berbenah diri terhadap institusi penegak hukum yang jelas-jelas sudah bobrok. Reformasi sistem terhadap institusi penegak hukum menjadi urgent untuk segera dilaksanakan. Apabila perlu sanksi tegas hingga pemecatan harus diberlakukan terhadap aparat-aparat yang memang bersalah dan tidak credibel. Toh masih banyak SDM indonesia yang jauh lebih berkualitas dan siap menggantikan posisi para aparat penegak hukum dan pejabat tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang berawal dari masalah hukum yang masih semrawut dan tidak berpihak pada yang lemah, namun pada akhirnya akan masuk juga ke ranah politik. Gerakan kekecewaan massa terhadap hukum di Indonesia tidak bisa dianggap remeh. Masyarakat yang marah akan bisa menimbukkan people power. Jadi Pemerintah jangan hanya menyikapi gerakan ini sebagai lips service belaka kalo tidak ingin sejarah terulang kembali.&lt;br /&gt;Akankah sejarah akan terulang seperti tahun 1998?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rpc.technorati.com/rpc/ping&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://main-conspiracies.blogspot.com/feeds/2454702905196773988/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8850586912146802121&amp;postID=2454702905196773988&amp;isPopup=true" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8850586912146802121/posts/default/2454702905196773988?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8850586912146802121/posts/default/2454702905196773988?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/12/koin-prita-dan-people-power.html" title="Koin Prita dan People Power" /><author><name>Daniel DPK</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://1.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/SgRhrEu2d9I/AAAAAAAAACM/RnaKHT7aRZM/S220/PIC_2314.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/Sy0cb2H_Z4I/AAAAAAAAAcY/nloT5TZJR5E/s72-c/koin+prita.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0IFRXo8cCp7ImA9WxNaGU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8850586912146802121.post-284496836423555216</id><published>2009-12-03T22:30:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T02:11:54.478-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-04T02:11:54.478-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Law" /><title>Arogansi Korporasi diantara Lemahnya Hukum</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/SxjLvFvcSrI/AAAAAAAAAb0/pyxkY32nItw/s1600-h/Arogansi+Korporasi+diantara+Lemahnya+Hukum.gif"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 154px; FLOAT: left; HEIGHT: 200px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411298962141104818" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/SxjLvFvcSrI/AAAAAAAAAb0/pyxkY32nItw/s200/Arogansi+Korporasi+diantara+Lemahnya+Hukum.gif" /&gt;&lt;/a&gt;Melihat berbagai kasus hukum yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini cukuplah menarik untuk kita perhatikan dan sekaligus memicu munculnya berbagai "rasa keadilan" yang terkoyak dalam benak mayoritas rakyat Indonesia. Ada apa dengan Sistem Peradilan kita?Masih adakah keadilan bagi mereka yang miskin dan lemah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama masyarakat kita memberikan image negatif kepada aparat hukum kita, kini image tersebut akan semakin gelap. Setelah melihat beberapa kasus yang terjadi seperti &lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/11/klimaxs-cicak-vs-buaya.html"&gt;Cicak vs Buaya&lt;/a&gt;, kemudian perkembangan kasus &lt;a href="http://video.vivanews.com/read/6852-diharuskan_bayar_rp_204_juta__prita_ajukan_kasasi"&gt;Prita Mulyasari&lt;/a&gt; yang akhirnya memvonis denda Rp 204 juta, kasus &lt;a href="http://news.okezone.com/read/2009/11/20/340/277724/340/dituduh-curi-buah-kakao-3-biji-nenek-ditahan-rumah-3-bulan"&gt;Mbok Minah&lt;/a&gt; yang divonis tahanan rumah selama 3 bulan karena mencuri 3 biji Cokelat, kisah &lt;a href="http://video.okezone.com/play/2009/11/27/235/14951/curi-semangka-terancam-pidana-5-tahun-penjara"&gt;Buruh Tani &lt;/a&gt;yang diancam pidana 5 tahun karena curi 3 semangka, Kisah &lt;a href="http://www.detiknews.com/commentpaging/2009/10/26/120338/1228541/10/6/numpang-nge-charge-hp-aguswandi-dipenjara"&gt;Aguswandi&lt;/a&gt; yang dipenjara karena numpang charge HP di mall. Mungkin sangat ironis sekali ketika masih banyak pejabat yang korupsi bermilyar-milyar dan kebal terhadap hukum bahkan masih bisa jalan-jalan ke Singapura, sedangkan banyak orang miskin yang dipenjara dan didakwa bersalah karena mencuri hal-hal yang kecil.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Memang benar bahwa sekecil apapun,perbuatan mencuri itu tidak bisa dibenarkan. Namun ketika melihat motif dibalik perbuatan pencurian tersebut,seharusnyalah kita berpikir ulang. Sangatlah berbeda dengan motif para koruptor yang jelas untuk memperkaya diri, kebanyakan kasus pencurian yang dilakukan oleh orang miskin hanyalah untuk bertahan hidup ataupun motif sepele lainnya. Dan pada dasarnya,bukanlah kesalahan mereka kalo sampai perbuatan pencurian tersebut terjadi. Ketika kemiskinan masih ada,kasus-kasus seperti diatas masih akan sangat banyak terjadi. Kemiskinan adalah masalah terbesar bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi menarik dari berbagai kasus hukum tersebut adalah fenomena munculnya Arogansi Korporasi yang semakin kuat diantara lemahnya hukum di negara kita. Sebagai contoh adalah pengajuan tuntutan RS OMNI International terhadap Prita Mulyasari, pengajuan tuntutan PT Jakarta Sinar Intertrade (pengelola) dan PT Duta Pertiwi Tbk (developer) Apartemen Roxy Mas terhadap Aguswandi, pengajuan tuntutan PT Rumpun Sari Antan (RSA) terhadap mbok Minah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup miris memang, ketika melihat aksi korporasi-korporasi tersebut. Ketika sebuah korporasi yang memiliki sumber dana yang kuat bersinergi dengan aparat hukum yang kiblat moralnya kearah uang, kemudian beraksi melawan rakyat biasa dengan mengatasnamakan hukum. Bisa dipastikan bahwa si miskin pasti akan kalah di mata hukum! Hukum mungkin tidaklah salah, Aparatnyalah yang memungkinkan hukum itu bisa salah!&lt;br /&gt;Ketika aparat hukum menafsirkan hukum secara tekstual maka akan sangat berbahaya aparat tersebut. Mengutip pernyataan mantan Hakim Agung, Bisman Siregar, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;"seharusnyalah para hakim selalu bertindak mengandalkan hati nurani setiap kali mengambil keputusan. Sebab baginya, hati nurani tidak bisa diajak berbohong"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kasus Korporasi terhadap orang biasa bukanlah hal yang baru. Di banyak negara besar kasus-kasus seperti ini juga banyak terjadi. Perbedaannya adalah mekanisme hukum di negara maju sudah berjalan dengan baik sedangkan di Indonesia mekanisme hukum kita masih sangat buruk. Seperti kasus raksasa rokok &lt;a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1117230/"&gt;Brown and Williamson Tobacco&lt;/a&gt; yang sangat fenomenal, bahkan sampai dibuat filmnya dan kasus besar lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kita mengaku sebagai negera demokratis terbesar di dunia,namun dalam sebuah sistem kapitalisme global dan masih berjalannya proses kematangan berdemokrasi, aspek hukum di Indonesia masih sangatlah rentan terhadap netralitas dan keobyektifitasannya. Hukum masih sangat rentan dimana kekuasaan akan sangat mudah masuk dan memanipulasi hukum itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah sistem kapitalisme dimana kekuasaan ditentukan oleh siapa yang memegang sumber-sumber daya yang ada (baca : uang), sangatlah rentan sebuah keadilan di mata hukum akan didasarkan pada Hukum itu sendiri. Kebanyakan yang terjadi adalah dimana keadilan itu sendiri cenderung menjadi bagian dari kekuasaan yang ada,akibatnya hukum akan terjangkau bagi para kapitalis dan mereka yang miskin akan kurang atau tidak akan tersentuh oleh keadilan hukum itu sendiri. Mengutip pernyataan Lord Acton yang sangat terkenal &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely. Great men are almost always bad men."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rpc.technorati.com/rpc/ping&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://main-conspiracies.blogspot.com/feeds/284496836423555216/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8850586912146802121&amp;postID=284496836423555216&amp;isPopup=true" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8850586912146802121/posts/default/284496836423555216?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8850586912146802121/posts/default/284496836423555216?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/12/arogansi-korporasi-diantara-lemahnya_03.html" title="Arogansi Korporasi diantara Lemahnya Hukum" /><author><name>Daniel DPK</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://1.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/SgRhrEu2d9I/AAAAAAAAACM/RnaKHT7aRZM/S220/PIC_2314.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/SxjLvFvcSrI/AAAAAAAAAb0/pyxkY32nItw/s72-c/Arogansi+Korporasi+diantara+Lemahnya+Hukum.gif" height="72" width="72" /><thr:total>5</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEAAQ3Y7cSp7ImA9WxNbFEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8850586912146802121.post-8468850659453399337</id><published>2009-11-17T09:25:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T10:32:22.809-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-17T10:32:22.809-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="KPK" /><title>Epos Mahabharata Modern: Cicak Vs Buaya</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/SwLnLxoSO7I/AAAAAAAAAbE/mN0XvLD_qss/s1600/mega-sinetron-bertajuk-ketika-cicak-bersaksi-saksikan-di-layar-televisi-anda-setiap-hari-acara-ini-didukung-oleh-bank-century.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 197px; FLOAT: left; HEIGHT: 200px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405136692284898226" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/SwLnLxoSO7I/AAAAAAAAAbE/mN0XvLD_qss/s200/mega-sinetron-bertajuk-ketika-cicak-bersaksi-saksikan-di-layar-televisi-anda-setiap-hari-acara-ini-didukung-oleh-bank-century.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; Drama Cicak Vs Buaya sudah memasuki babak baru setelah bisa diprediksi bahwa akan terjadi klimaks-klimaks baru dalam drama ini. Mau disebut apapun kisah ini entah itu sinetron,reality show,drama,film atau apapun juga, memang harus diakui bahwa pertempuran cicak vs buaya ini semakin menghibur untuk dilihat dan semakin membingungkan untuk diikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak menarik ketika kisah ini semakin panas dan akan bertambah panas alur ceritanya. Dan tentunya semakin membingungkan banyak orang ketika mengikuti berbagai fakta dan opini dari berbagai pihak lewat berbagai media yang ada. Terutama berbagai paparan dan saling serang opini melalui konferensi pers baik dari kepolisian,tim 8,komisi 3, maupun KPK sendiri semakin membuat kisah ini menimbulkan interpretasi yang bermacam-macam.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Image menjadi sebuah inti permasalahan dalam kasus ini. Saya jadi teringat kisah Epos Mahabharata apabila melihat perkembangan kasus Cicak Vs Buaya ini.Inti dari cerita tersebut adalah Kebaikan Vs Kejahatan. Dimana KPK menjadi pihak Kebaikan dan lawan-lawannya menjadi pihak kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja image KPK sebagai institusi yang bersih yang menjadi harapan baru bagi seluruh warga Indonesia menjadi representasi dari Pendawa, sedangkan Institusi hukum lainnya seperti Kejaksaan dan Kepolisian termasuk DPR dan Pemerintahan sebagai representasi Kurawa. Dalam hal ini, KPK memang akan melawan sebuah arus besar yang sangat kuat yang masih ditunggu-tunggu siapakah gerangan sutradara dibalik semua rekayasa atau peristiwa kasus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang patut diacungi jempol adalah si "&lt;em&gt;Resi Wiyasa&lt;/em&gt;" modern ini atau sutradara dibalik Epos Mahabharata modern ini. Drama ini telah menjadi box office di Indonesia selama lebih dari 2 bulan ini. Bayangkan kalo si sutradara meminta royalti dari kisah ini? Pasti dia sudah mengalahkan sineas hollywood di negeri seberang sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa perkembangan terakhir memang sangat mencengangkan pasca pengakuan saksi WW dalam persidangan Antazari Ashar. Menyimak kesaksiannya membuat otak kita menjadi berpikir semakin kuatlah rekayasa yang terjadi bagi institusi pembela kebenaran, KPK. Meskipun dalam konferensi pers sehari setelah kesaksian ww, Pak Nanan selaku "tukang ngomong" Kepolisian langsung meng-counter kesaksian WW dengan mempertontonkan adegan suasana penyidikan WW dan AA, namun opini yang berkembang di masyarakat semakin tidak terbendung. Terlebih lagi setelah menyimak hasil rekomendasi Tim 8 yang secara tegas menyatakan dugaan rekayasa terhadap KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus mau dibawa kemana akhir Epos Mahabharata ini?Ya kita, tunggu saja perkembangannya.Yang jelas Epos ini akan semakin menarik ketika dikaitkan dengan skandal Bank Century karena dipastikan akan menguak sesuatu yang lebih besar lagi. Semakin meyakinkan akan adanya sebuah &lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/"&gt;Konspirasi Besar &lt;/a&gt;di negeri ini yang melibatkan orang-orang besar yang notabene sudah anda pilih sendiri di pemilu kemarin. Bagi anda yang tertarik untuk melihat fakta lain dibalik Cerita sang sutradara ini mungkin anda bisa membaca tulisan &lt;em&gt;Rina Dewreight &lt;/em&gt;yang cukup mencengangkan ini dalam &lt;a href="http://faktakriminalisasi.wordpress.com/2009/11/12/fakta-di-balik-kriminalisasi-kpk-dan-keterlibatan-sby/"&gt;Fakta di Balik Kriminalisasi KPK,dan Keterlibatan SBY&lt;/a&gt; atau di situs &lt;a href="http://cicak.or.id/"&gt;cicak.or.id&lt;/a&gt; atau di berbagai forum lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/SwLrrswMaqI/AAAAAAAAAbM/dsz69jt-4-A/s1600/we-need-you.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 141px; DISPLAY: block; HEIGHT: 200px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405141638778219170" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/SwLrrswMaqI/AAAAAAAAAbM/dsz69jt-4-A/s200/we-need-you.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari kebenaran fakta dari berbagai tulisan diatas,harus diakui bahwa posisi KPK saat ini diakui kebersihannya oleh seluruh masyarakat Indonesia sebagai satu-satunya institusi yang menjadi harapan baru bagi bangsa ini dan hal tersebut menjadi Image yang melekat kuat di seluruh masyarakat kita. Melihat tulisan Rina tersebut, sudah dipastikan bahwa KPK membutuhkan dukungan anda semua,masyarakat Indonesia mengingat "&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Kurawa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;" yang dihadapinya sangatlah besar! Dan dukungan kita semua membuat akhir cerita ini tidak akan sama dengan yang diharapkan oleh sang sutradara,aktor intellectual,atau bahasa kerennya "&lt;em&gt;Intellectual Dadder&lt;/em&gt;" akan peng-kerdilan peran KPK! Dukungan seluruh masyarakat Indonesia akan membuat alur cerita ini akan berakhir seperti kisah Epos Mahabharata seperti yang sudah kita ketahui ending-nya bahwa pihak Pandawa-lah yang harus menang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gambar diambil dari : http://cicak.or.id/baca/2009/11/16/mega-sinetron-ketika-cicak-bersaksi.html&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rpc.technorati.com/rpc/ping&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://main-conspiracies.blogspot.com/feeds/8468850659453399337/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8850586912146802121&amp;postID=8468850659453399337&amp;isPopup=true" title="8 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8850586912146802121/posts/default/8468850659453399337?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8850586912146802121/posts/default/8468850659453399337?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/11/epos-mahabharata-modern-cicak-vs-buaya.html" title="Epos Mahabharata Modern: Cicak Vs Buaya" /><author><name>Daniel DPK</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://1.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/SgRhrEu2d9I/AAAAAAAAACM/RnaKHT7aRZM/S220/PIC_2314.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/SwLnLxoSO7I/AAAAAAAAAbE/mN0XvLD_qss/s72-c/mega-sinetron-bertajuk-ketika-cicak-bersaksi-saksikan-di-layar-televisi-anda-setiap-hari-acara-ini-didukung-oleh-bank-century.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>8</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUUAQXk4eCp7ImA9WxNbFEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8850586912146802121.post-7318310001916702991</id><published>2009-11-03T09:20:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T10:40:40.730-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-17T10:40:40.730-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="KPK" /><title>Klimaxs Cicak Vs Buaya</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/SwLt_K4dx2I/AAAAAAAAAbc/7Fwk-GaY5EU/s1600/cicak.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 115px; FLOAT: left; HEIGHT: 81px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405144172306745186" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/SwLt_K4dx2I/AAAAAAAAAbc/7Fwk-GaY5EU/s320/cicak.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Seharian ini masyarakat Indonesia menyaksikan sebuah sejarah baru dalam bidang penegakan hukum. Pembeberan Mahkamah Konstitusi atas transkrip rekaman telepon Anggodo kepada sejumlah pejabat negara, praktis membuat mata masyarakat Indonesia terbelalak,takjub, marah,dan berbagai persaaan emosi lainnya sekaligus membuat instansi penegak hukum terkait yaitu Kepolisian dan Kejaksaan menjadi kelabakan. Bagaimana tidak kalut ketika dengan gamblangnya dan tanpa SENSOR sama sekali, Anggoro melakukan pembicaraan dengan para pejabat penegak hukum untuk melakukan "perencanaan" atau "skenario" atau apalah istilahnya terhadap KPK. Sebuah istilah yang sekarang telah menjadi sebuah opini di publik yaitu "kriminalisasi KPK" sebagai sekuel atau lanjutan dari kisah "&lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/11/klimaxs-cicak-vs-buaya.html"&gt;Cicak Vs Buaya&lt;/a&gt;".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Langkah Mahkamah Konstitusi sendiri dalam membeberkan rekaman Anggodo tersebut juga patut diacungi jempol sekaligus menjadi sebuah milestone atau tonggak sejarah dalam penegakan hukum di Indonesia. Pembeberan rekaman itu sendiri sekaligus menjawab keingintahuan publik atas transparansi seputar kasus &lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/11/klimaxs-cicak-vs-buaya.html"&gt;Cicak Vs Buaya&lt;/a&gt;. Dalam hal ini, MK dan KPK memang layak untuk diacungi jempol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa fakta dari isi rekaman tersebut memang sangat mengejutkan,meskipun sebenarnya sudah bisa ditebak oleh sebagaian masyarakat umum, dan menunjukkan kepada kita betapa bobroknya aparat penegak hukum terkait di Kejaksaan dan Kepolisian. Poin penting yang ditunjukkan dari rekaman tersebut menunjukkan sekaligus menegaskan bahwa Mafia peradilan yang dulu keberadaannya masih diduga-duga, ternyata memang ada! Dan betapa nilai sebuah keadilan di negeri kita ini masih bisa dibeli dengan uang. Mungkin ada benarnya perkataan orang-orang bahwa di negeri ini keadilan itu hanya untuk orang kaya sedangkan orang miskin memang sudah sepantasnya masuk penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah dengan pembeberan rekaman Angodo tersebut akan menjadi Klimaks dari perseteruan KPK dengan institusi penegak hukum lainnya? Kemungkinan besar tidak!&lt;br /&gt;Pembeberan rekaman tersebut bisa jadi adalah sebuah awal dari dimulainya babak baru dalam kisah &lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/11/klimaxs-cicak-vs-buaya.html"&gt;Cicak Vs Buaya&lt;/a&gt;. Kita lihat reaksi orang-orang terhormat pasca pengumuman tersebut. TPF yang baru dibentuk langsung memerintahkan penangguhan tahanan pak Bibit dan pak Chandra. Rumor pergantian pejabat Polri tiba-tiba berkembang. Jaksa Agung belum memutuskan unutk merumahkan pejabatnya di Kejaksaan, dukungan Facebookers meningkat secara fantastis hanya dalam beberapa hari, reaksi yang hampir serupa dari anggota dewan dan pengamat politik atas sikap terhadap Kejaksaan dan Kepolisian. Mungkin hal tersebut diatas baru berupa riak-riak pasca pemebeberan rekaman Angodo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pasti yang paling ditunggu adalah reaksi Presiden SBY sendiri terhadap perkembangan kasus ini mengingat masalah &lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/11/klimaxs-cicak-vs-buaya.html"&gt;Cicak Vs Buaya&lt;/a&gt; ini sudah memasuki dimensi politik,ekonomi dan sosial. Bahkan bisa berkembang menjadi "people power" apabila pemerintah tidak segera mengambil tindakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi masyarakat sangatlah jelas sebagai cermin pengharapan masyarakat terhadap aparat penegak hukum yang benar-benar bersih. Sudah menjadi rahasia umum, kebobrokan yang ada di kepolisian dan kejaksaan. Dan sudah terlalu lama pula masyarakat memendam keinginan akan bersihnya para pejabat dan aparat penegak hukum. Harus diakui bahwa selama ini hanya KPK saja yang mampu menyikapi harapan publik terhadap pemerintahan yang bersih. Image KPK teramat kuat di publik sebagai institusi yang bersih. Maka tidaklah mengherankan ketika kasus &lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/11/klimaxs-cicak-vs-buaya.html"&gt;Cicak Vs Buaya&lt;/a&gt; ini muncul, perhatian masyarakat sangatlah besar. Fenomena munculnya dukungan terhadap pak Chandra dan Pak Bibit ini bukan hanya sebuah dukungan terhadap personal mereka namun lebih kepada dukungan terhadap institusi KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Pencari fakta yang baru dibentuk oleh SBY harus &lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/10/kerja-keras-adalah-energi-kita.html"&gt;kerja keras&lt;/a&gt; dan sangat hati-hati serta harus mampu bersikap obyektif terhadap permasalahan kasus ini. Harus diakui bahwa Tekanan terhadap TPF ini sangatlah besar. Satu pihak tekanan muncul dari para pejabat yang selama ini menjadi "musuh" KPK dan tekanan masyarakat yang sangat besar atas harapan dan transparansi kasus ini. Keterbatasan waktu juga menjadi tantangan tersendiri selain publikasi media massa yang pastinya bisa sangat mempengaruhi penilaian TPF terhadap kasus Pak Bibit dan Pak Chandra. Harus diakui tidaklah mudah memang tugas TPF dalam kondisi seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembeberan rekaman Angodo ini sekaligus menjadi sebuah ujian bagi pemerintahan SBY terhadap proses penegakan hukum dan kampanye yang SBY janjikan akan sebuah pemerintahan yang bersih. Sekaligus menunjukkan semakin matang dan beraninya publik dalam menilai dan menyuarakan aspirasi mereka. Sebuah langkah yang sangat bagus dari sebuah negara yang baru belajar arti Demokrasi. Dan apabila pemerintah tanggap dan mengerti rakyatnya, pastinya presiden juga harus melakukan tindakan tegas terhadap para pejabat bawahannya termasuk Kapolri dan Jaksa Agung apabila institusi mereka benar-benar terbukti bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan apapun yang akan diambil oleh presiden dan penegak hukum dalam kasus ini akan menjadi sebuah pertaruhan penting bagi masyarakat Indonesia. Dan bukan hanya pemerintah dan penegak hukum yang harus &lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/10/kerja-keras-adalah-energi-kita.html"&gt;kerja keras&lt;/a&gt; untuk menuntaskan kasus ini. Masyarakatpun juga harus tetap mengawal proses penuntasan kasus ini.Lalu bagaimana dengan Klimaks-Klimaks lainnya dalam kasus ini? Kita tunggu saja. Pastinya akan ada tsunami hukum dan politik sebagai kelanjutan kisah &lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/11/klimaxs-cicak-vs-buaya.html"&gt;Cicak Vs Buaya&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rpc.technorati.com/rpc/ping&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://main-conspiracies.blogspot.com/feeds/7318310001916702991/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8850586912146802121&amp;postID=7318310001916702991&amp;isPopup=true" title="6 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8850586912146802121/posts/default/7318310001916702991?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8850586912146802121/posts/default/7318310001916702991?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/11/klimaxs-cicak-vs-buaya.html" title="Klimaxs Cicak Vs Buaya" /><author><name>Daniel DPK</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://1.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/SgRhrEu2d9I/AAAAAAAAACM/RnaKHT7aRZM/S220/PIC_2314.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/SwLt_K4dx2I/AAAAAAAAAbc/7Fwk-GaY5EU/s72-c/cicak.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>6</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUEBSHs7cSp7ImA9WxBTEk0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8850586912146802121.post-2575110386116400817</id><published>2009-10-14T10:11:00.000-07:00</published><updated>2009-12-07T08:34:19.509-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-07T08:34:19.509-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kerja Keras Adalah Energi Kita" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pertamina" /><title>Kerja Keras Adalah Energi Kita</title><content type="html">&lt;h2&gt;&lt;a name="Kerja Keras Adalah Energi Kita"&gt;&lt;/a&gt;Kerja Keras Adalah Energi Kita : Visi Pertamina Menjadi World Class Oil Company&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/10/kerja-keras-adalah-energi-kita.html"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; FLOAT: left; HEIGHT: 200px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408809211590260834" border="0" alt="Kerja Keras Adalah Energi Kita" src="http://2.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/Sw_zUiKyuGI/AAAAAAAAAbs/zPrNbLNbHvg/s200/kerja+keras+adalah+energi+kita.png" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="justify"&gt;"&lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/10/kerja-keras-adalah-energi-kita.html"&gt;&lt;strong&gt;Kerja Keras Adalah Energi Kita&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;" merupakan bagian dari kampanye Pertamina untuk memperkenalkan slogan baru mereka. Slogan tersebut sekaligus menunjukkan wajah baru dari &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pertamina"&gt;Pertamina&lt;/a&gt; yang sedang berbenah diri. Di tengah sorotan publik dan pemerintah terhadap kinerja Pertamina saat ini, berbagai upaya harus dilakukan. Terlebih lagi tantangan kedepan bagi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/PT_Pertamina"&gt;Pertamina&lt;/a&gt; bukan lagi sekedar wacana namun sudah mulai menjadi nyata. Visi kedepan untuk menjadi salah satu world class oil company menjadi sebuah tantangan dan jawaban terhadap keraguan publik dan pemerintah. Mungkin terlalu berlebihan visi tersebut, namun dengan semangat "&lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/10/kerja-keras-adalah-energi-kita.html"&gt;&lt;strong&gt;Kerja Keras Adalah Energi Kita&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;" seperti yang dikampanyekan saat ini, sepertinya untuk mewujudkan visi tersebut bukanlah hal yang mustahil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah salah satu negara yang dikenal sangat kaya akan sumber daya alamnya termasuk Minyak bumi dan Gas. Pertamina sebagai satu-satunya perusahaan negara yang mengelola minyak adalah kebanggaan seluruh bangsa Indonesia. Harus diakui bahwa saat ini Pertamina masih belum bisa berbicara banyak di kancah international. Pertamina seringkali dibandingkan dengan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Petronas"&gt;Petronas&lt;/a&gt; Malaysia yang notabene dahulu sekitar tahun 1970-an pernah berguru dengan Pertamina. Namun yang terjadi kini, Petronas melaju pesat menjelma menjadi sebuah perusahaan minyak dunia yang disegani. Petronas memiliki aset jauh diatas Pertamina yang hanya Rp 140 triliun. Bahkan, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Singapore_Petroleum_Company"&gt;Singapore Petroleum Corporation&lt;/a&gt;(SPC) yang negerinya hanya satu pulau kecil yang tidak punya sumur minyak, sudah mengalahkan Pertamina.[&lt;a href="http://www.detikfinance.com/read/2007/01/02/112502/725864/4/menuju-perusahaan-minyak-dunia"&gt;1&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Pertamina Blog Contest" href="http://www.pertamina.com/"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="Pertamina Blog Contest" href="http://www.pertamina.com/"&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img title="Pertamina Blog Contest" alt="Pertamina Blog Contest" src="http://www.pertaminablogcontest.com/images/stories/pertaminablogcontest.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/10/kerja-keras-adalah-energi-kita.html"&gt;&lt;strong&gt;Kerja Keras Adalah Energi Kita&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;" merupakan moment untuk kembali bangkit dan mempercepat proses transformasi di Pertamina. Dan ketika mendengar Visi kedepan Pertamina untuk menjadi salah satu perusahaan minyak kelas dunia, terbayang sebuah kebanggaan sekaligus beratnya &lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/10/kerja-keras-adalah-energi-kita.html"&gt;Kerja Keras&lt;/a&gt; dari Pertamina untuk mencapai visi tersebut. Untuk mencapai visi tersebut bukanlah hal yang mudah sekaligus juga bukan hal yang tidak mungkin diwujudkan. Sebuah tantangan yang mensyaratkan semangat "&lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/10/kerja-keras-adalah-energi-kita.html"&gt;&lt;strong&gt;Kerja Keras Adalah Energi Kita&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;" yang berkesinambungan untuk mewujudkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan ke depan bagi Pertamina sangatlah besar. Selain mewujudkan visi menjadi perusahaan migas kelas dunia,Pertamina juga mengemban fungsi sosialnya kepada rakyat Indonesia yaitu menjamin pasokan energi dan mendistribusikannya ke seluruh daerah di tanah air dengan lancar dan aman dan tepat waktu. Dan mengingat peran strategis yang dimilikinya, Pertamina seharusnya juga bisa menjadi motor penggerak bagi perekonomian Indonesia. Memang bukan bukan hal yang mudah untuk men-sinergi-kan berbagai peran Pertamina tersebut diatas untuk berjalan selaras secara bersamaan namun dengan semangat "&lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/10/kerja-keras-adalah-energi-kita.html"&gt;&lt;strong&gt;Kerja Keras Adalah Energi Kita&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;",niscaya Pertamina bisa menjalankan fungsinya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;a name="Kerja Keras Adalah Energi Kita"&gt;&lt;/a&gt;Semangat Kerja Keras Adalah Energi Kita dalam menentukan arah transformasi&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Perbaikan manajerial juga menjadi hal yang mendesak untuk segera dilakukan oleh Pertamina adalah melalui penerapan Good Corporate Governance (GCG). Prinsip-Prinsip GCG seperti Akuntabilitas (&lt;em&gt;accountability&lt;/em&gt;), Pertanggungan-jawab (&lt;em&gt;responsibility&lt;/em&gt;), Keterbukaan (&lt;em&gt;transparancy&lt;/em&gt;), Kewajaran (&lt;em&gt;fairness&lt;/em&gt;), dan Kemandirian (&lt;em&gt;independency&lt;/em&gt;) harus menjadi &lt;em&gt;culture&lt;/em&gt; atau budaya kerja sehari-hari di lingkup manajemen Pertamina baik di level atas hingga merata di level bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi secara kontinyu, baik investasi dalam pengembangan SDM maupun Investasi dalam Pengembangan Tehnologi Terbaru (&lt;em&gt;cutting edge technologies&lt;/em&gt;) dalam dunia perminyakan juga menjadi syarat mutlak bagi Pertamina untuk bisa mewujudkan visi world class oil company tersebut. Dengan pengalaman Joint Operation yang bertahun-tahun, sudah saatnya Pertamina mengubah platform kerjasamanya menjadi sebuah kerjasama strategic (Strategic Alliance) yang memungkinkan adanya transfer tehnologi dari Partner yang ada kepada Pertamina sehingga Pertamina akan mampu bersaing di kemudian hari dengan Partner-partnernya yang notabene kebanyakan adalah world class oil company.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemetaan dan perhatian terhadap aset strategis yang dimiliki Pertamina harus segera dilakukan. Salah satu contohnya adalah Blok Natuna D-Alpha yang memiliki cadangan pasti gas sebanyak 46 triliun kaki kubik dengan kandungan karbondioksida sebanyak 70 persen dimana Blok D-Alpha merupakan salah satu aset strategis sebagai cadangan gas terbesar di dunia saat ini dengan total potensi gas mencapai 222 triliun kaki kubik (tcf). Proyek ini bisa menjadi sebuah tantangan bagi Pertamina untuk mengembangkan diri. Meskipun Pertamina belum memiliki tehnologi dalam mengatasi kendala tingginya kandungan karbondioksida, namun melalui strategic partnertship, Pertamina bisa mendapatkan transfer tehnologi terhadap permaslahan tersebut sekaligus bisa menjadi sebuah milestone project untuk membawa Pertamina mewujudkan visinya menjadi World class oil company.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/10/kerja-keras-adalah-energi-kita.html"&gt;&lt;strong&gt;Kerja Keras Adalah Energi Kita&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;" juga merefleksikan kesadaran Pertamina terhadap masalah Pemanasan Global dan semakin menipisnya cadangan minyak di tanah air harus menjadi perhatian tersendiri bagi Pertamina. Kesadaran bahwa suatu saat cadangan minyak akan habis harus mampu mendorong Pertamina untuk lebih inovatif,kreatif,dan adaptif. Inovasi dalam pencarian sumber energi terbarukan seperti bio diesel sangat diperlukan untuk tetap bisa bertahan di masa yang akan datang. Sudah seharusnya Pertamina melakukan riset pengembangan akan potensi bio solar mengingat negara kita sangat kaya akan sumber nabati yang bisa dijadikan bahan baku bio energi seperti biji Jarak, jagung, kopra, kelapa sawit,dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan perannya sebagai penggerak ekonomi bangsa, Pertamina juga harus merangkul partner-partner lokal baik akademisi maupun perusahaan dan mendorong mereka dalam pengembangan energi alternatif yang ada. Saat ini berbagai riset pengembangan berbagai sumber energi nabati juga dilakukan oleh akademisi dan perusahaan swasta lokal meskipun hasilnya belum optimal. &lt;a href="http://www.pertamina.com/"&gt;Pertamina&lt;/a&gt; bisa menjadi jembatan untuk mengoptimalkan hasil riset mereka baik dari sisi kualitas maupun sisi ekonomis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;a name="Kerja Keras Adalah Energi Kita"&gt;&lt;/a&gt;Kerja Keras Adalah Energi Kita adalah harapan seluruh rakyat Indonesia&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui bahwa tantangan Pertamina untuk menjadi World Class Oil company sangatlah berat. Motto "&lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/10/kerja-keras-adalah-energi-kita.html"&gt;&lt;strong&gt;Kerja Keras Adalah Energi Kita&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;" sangatlah selaras dengan kesadaran akan terbatasnya cadangan minyak yang ada di Indonesia dan dunia. Dan harus kita akui bahwa Kerja Keras adalah sebuah Sumber Energi yang tidak akan habis dan yang akan mampu membuat Pertamina mentransformasikan dirinya lebih cepat lagi untuk mewujudkan visi sebagai world class oil company. "&lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/10/kerja-keras-adalah-energi-kita.html"&gt;&lt;strong&gt;Kerja Keras Adalah Energi Kita&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;" mengisyaratkan keseriusan Pertamina untuk mewujudkan visi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari berbagai kekurangan yang dimiliki oleh Pertamina, besar harapan rakyat Indonesia terhadap Pertamina untuk mewujudkan visinya menjelma menjadi sebuah perusahaan minyak kelas dunia yang mampu berbicara banyak di kancah international.Besar harapan rakyat Indonesia bahwa "&lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/10/kerja-keras-adalah-energi-kita.html"&gt;&lt;strong&gt;Kerja Keras Adalah Energi Kita&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;" bukan hanya sekedar jargon belaka. Dan pastinya "&lt;a href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/10/kerja-keras-adalah-energi-kita.html"&gt;&lt;strong&gt;Kerja Keras Adalah Energi Kita&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;" harus menjadi sebuah culture atau budaya kerja setiap hari, yang meresap ke dalam diri semua karyawan di Pertamina baik di level atas maupun di level bawah. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://rpc.technorati.com/rpc/ping&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://main-conspiracies.blogspot.com/feeds/2575110386116400817/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8850586912146802121&amp;postID=2575110386116400817&amp;isPopup=true" title="72 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8850586912146802121/posts/default/2575110386116400817?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8850586912146802121/posts/default/2575110386116400817?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://main-conspiracies.blogspot.com/2009/10/kerja-keras-adalah-energi-kita.html" title="Kerja Keras Adalah Energi Kita" /><author><name>Daniel DPK</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://1.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/SgRhrEu2d9I/AAAAAAAAACM/RnaKHT7aRZM/S220/PIC_2314.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/__4DE5EoTCco/Sw_zUiKyuGI/AAAAAAAAAbs/zPrNbLNbHvg/s72-c/kerja+keras+adalah+energi+kita.png" height="72" width="72" /><thr:total>72</thr:total></entry></feed>
