<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852</atom:id><lastBuildDate>Thu, 12 Jan 2012 08:19:48 +0000</lastBuildDate><category>Handphone</category><category>Tips and trick</category><category>Money Online</category><category>Motivation</category><category>Construction</category><category>Video Games</category><category>Tips and trick about Blog</category><category>Anti Virus</category><category>UPN Jatim</category><category>Tutorial</category><category>Movie</category><category>Computer</category><category>Adsense</category><category>Transportation</category><category>Fruits</category><category>True Story</category><category>Virus</category><category>Journal</category><category>Tips and trick about Computer</category><category>Software</category><category>Humor</category><category>Laptop</category><category>Book</category><category>Religion</category><category>Health</category><category>Education</category><category>News</category><title>IBNU Blog</title><description /><link>http://ibnuibnu.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (IBNU)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>127</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/ibnu1609" /><feedburner:info uri="ibnu1609" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Technology/Gadgets</media:category><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Education/Educational Technology</media:category><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Health/Alternative Health</media:category><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Kids &amp; Family</media:category><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">News &amp; Politics</media:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle></itunes:subtitle><itunes:category text="Technology"><itunes:category text="Gadgets" /></itunes:category><itunes:category text="Education"><itunes:category text="Educational Technology" /></itunes:category><itunes:category text="Health"><itunes:category text="Alternative Health" /></itunes:category><itunes:category text="Kids &amp; Family" /><itunes:category text="News &amp; Politics" /><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852.post-975528856169461659</guid><pubDate>Fri, 06 Aug 2010 02:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-05T19:44:58.190-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Humor</category><title>Efek dari redenominasi</title><description>&gt; Aku mau hidup 1 tahun lagi (Chairil Anwar) &lt;br /&gt;&gt; Dongeng 1001 malam menjadi kisah 1 malam dan 10 menit &lt;br /&gt;&gt; Mengucapkan bersatu- satu terimakasih &lt;br /&gt;&gt; IP mahasiswi pintar 0.0038 &lt;br /&gt;&gt; Mati 0.001 tumbuh 1 (peribahasa) &lt;br /&gt;&gt; Kepulauan seribu menjadi kepulauan satu *Pesan salad dressing 'one island' &lt;br /&gt;&gt; Saat orang berteriak maling, ia mengambil langkah satu Halaaah#:-s ... &lt;br /&gt;&gt; Megawati menolak redenominasi karena tak mau namanya menjadi Kilowati. &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4199977647483871852-975528856169461659?l=ibnuibnu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/H0M7trTp_-7dNMhLd3_5xR0EhXk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/H0M7trTp_-7dNMhLd3_5xR0EhXk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/H0M7trTp_-7dNMhLd3_5xR0EhXk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/H0M7trTp_-7dNMhLd3_5xR0EhXk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ibnu1609/~4/EPMWsrZ2trE" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ibnu1609/~3/EPMWsrZ2trE/efek-dari-redenominasi.html</link><author>noreply@blogger.com (IBNU)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://ibnuibnu.blogspot.com/2010/08/efek-dari-redenominasi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852.post-1166244552009623436</guid><pubDate>Wed, 28 Jul 2010 03:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-27T20:01:00.243-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Health</category><title>Pengobatan Batu Empedu</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUR_aG2xuI/AAAAAAAAATw/8d_mpT0KvIg/s1600/applea.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUR_aG2xuI/AAAAAAAAATw/8d_mpT0KvIg/s400/applea.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495818701313066722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Batu empedu tak banyak dirisaukan orang, tetapi sebenarnya semua perlu diketahui karena kita hampir pasti mengidapnya. Apalagi karena batu empedu bisa berakhir dengan penyakit kanker. “Kanker sendiri tidak pernah muncul sebagai penyakit pertama” kata Dr Chiu-Nan. “Umumnya ada penyakit lain yang mendahuluinya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian di Tiongkok, saya menemukan bacaan bahwa orang-orang yang terkena kanker biasanya ada banyak batu empedu dalam tubuhnya. Dalam kantung empedu hampir semua dari kita mengandung batu empedu. Perbedaannya hanya dalam ukuran dan jumlah saja. Gejala adanya batu empedu biasanya adalah perasaan penuh di perut (’nek, busung) sehabis makan. Rasanya kurang tuntas mencernakan makanan. Dalam kondisi parah ada tambahan rasa nyeri pada ginjal. Bila anda menduga ada batu pada empedu anda, cobalah cara yang dianjurkan oleh Dr Chiu-Nan untuk menghilangkannya secara alamiah. Pengobatan ini juga dapat dipakai bila ada keluhan gangguan hati, karena hati dan kandung empedu saling berkaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata-cara pengobatannya adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Selama lima hari berturut-turut minumlah empat (4) gelas sari buah apel segar setiap hari, atau makanlah empat atau lima buah apel segar, tergantung selera anda. Apel berkhasiat melembutkan batu empedu. Selama masa ini anda boleh makan seperti biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pada hari keenam jangan makan malam. Jam 6 sore, telanlah satu sendok teh “Epsom salt” (magnesium sulfat, garam Inggris??) dengan segelas air hangat. Jam 8 malam, lakukan hal yang sama. Magnesium sulfat berkhasiat membuka pembuluh-pembuluh kandung empedu. Jam 10 malam, campurkan setengah cangkir minyak zaitun (atau minyak wijen) dengan setengah cangkir sari jeruk segar. Aduklah hingga rata sebelum diminum. Minyaknya melumasi batu2 untuk melancarkan keluarnya batu empedu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.. Keesokan hari Anda akan menemukan batu-batu berwarna kehijauan dalam limbah air besar anda. “Batu-batu ini biasanya mengambang,” menurut Dr Chiu-Nan. Cobalah hitung jumlahnya. Ada yang jumlahnya 40, 50 sampai 100 batu. Banyak sekali. Tanpa gejala apapun Anda mungkin memiliki ratusan batu yang berhasil dikeluarkan melalui metoda ini, walaupun mungkin tidak semuanya keluar. Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Estimasi biaya pengobatannya adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jenis Apel sebenarnya sama, cuma saya seneng yang manis. Jadi saya makan Apel RRC yang sering diskon kalau di supermarket harga diskon per 100 gram 800-1000 (biasaya 1600)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.. Minum/makan apel selama 1 hari 4 (rata2) lima juga boleh.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.. Sebelumnya saya minum Jus asli apel. Cuma butuh waktu untuk membuatnya. Akhirnya selama 5 hari saya makan apel segar dari kulkas, kulitnya saya buang. Karena apel sekarang banyak yang dikasih lapisan lilin dan terkontaminasi oleh pestisida. Lalu saya potong kecil dan dimasukkan ke kulkas, jadi saat kita mau makan, apelnya masih seger dan dingin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Garam Inggris beli di apotik harga Rp 2.500,-. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Minyak Zaitun kalau kita ke Supermarket namanya Olive Oil, harga 25-30 ribu satu botol. Di Apotek juga ada. Gunakanlah Jeruk agar kita tidak muntah saat minum Minyak Zaitun. Aduk aduk yang rata, karena minyak dan jeruk tidak bersatu atau Berat Jenisnya beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah 3 Dokter yang menyuruh saya untuk melakukan Operasi, namun dengan cara ini, batu empedunya bisa keluar tanpa harus operasi. Terlihat jelas pada saat saya melakukan USG, batu empedunya sudah jauh berkurang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4199977647483871852-1166244552009623436?l=ibnuibnu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5Mkc8nPQO7j1LEtIWAIheDPBCFg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5Mkc8nPQO7j1LEtIWAIheDPBCFg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5Mkc8nPQO7j1LEtIWAIheDPBCFg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5Mkc8nPQO7j1LEtIWAIheDPBCFg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ibnu1609/~4/8wmddIf8m6U" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ibnu1609/~3/8wmddIf8m6U/pengobatan-batu-empedu.html</link><author>noreply@blogger.com (IBNU)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUR_aG2xuI/AAAAAAAAATw/8d_mpT0KvIg/s72-c/applea.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://ibnuibnu.blogspot.com/2010/07/pengobatan-batu-empedu.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852.post-4503363079450983123</guid><pubDate>Mon, 26 Jul 2010 02:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-25T19:57:00.956-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Health</category><title>Khasiat Buah Apel</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEURPWYAFlI/AAAAAAAAATo/3cLmasGgkOM/s1600/applea.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEURPWYAFlI/AAAAAAAAATo/3cLmasGgkOM/s400/applea.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495817875677517394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Indikasi awal kanker &amp;amp; tumor biasanya diawali dengan penuhnya kantung empedu dengan batu. Semua orang cenderung empedunya berisi batu, tetapi pada kondisi tertentu akan jadi penyakit, Artikel paling bawah ini telah memberi saya jalan keluar, dimana 4 dokter memastikan saya harus dioperasi. Karena beberapa minggu lalu, saya terkena hepatitis A dan hasil USG ternyata empedu saya penuh dengan batu. Penuhnya Empedu dengan batu tdk akan kita ketahui dlm keadaan normal, saya baru tahu setelah dokter melakukan USG Hati dan empedu. Menurut Dokter: Operasi kantung empedu dgn mengangkat kantung empedu dengan operasi besar ataupun laparaskopi. Biaya yang akan kita keluarkan untuk operasi tsb berkisar antara 40-60 juta. (Untuk operasi saja) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan baca original artikel paling bawah dari Dr Lai Chiu-Nan, bagaimana mengeluarkan batu empedu tanpa operasi dan biaya sangat murah dan tidak merusak tubuh kita. Saya telah mengikuti saran beliau dan batu empedu ku keluar semua tanpa operasi. (Ini bukan detoxinasi, tapi seperti pembersihan perut). Hasil USG saya empedu telah penuh dengan batu, setelah melakukan treatment ini saya meminta USG kembali sebagai bukti. Ternyata benar… Kantung empedu saya kosong… Entah bagaimana saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Dr Lai Chiu-Nan, tapi saya cuma ingin menyampaikan pengalaman saya sesuai niat dari Dr Lai Chiu-Nan membagi pengalaman kepada saudara2 kita dengan gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang sehat, cobalah, karena saat kita sakit akut ataupun kronis tidak enak rasanya.. Ini adalah salah satu cara menghindari kanker dan tumor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi hati dan empedu adalah menetralisir racun di tubuh, Empedu menetralisir lemak yang kita asup ke dalam tubuh. Keduanya saling berkaitan. Kalau kedua2nya bersih, berarti kita telah menyehatkan tubuh kita agar normal fungsi keduanya. Sehat adalah milik kita semua. Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4199977647483871852-4503363079450983123?l=ibnuibnu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5qYvfnTw321zMrUZjyfDDmgJDqA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5qYvfnTw321zMrUZjyfDDmgJDqA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5qYvfnTw321zMrUZjyfDDmgJDqA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5qYvfnTw321zMrUZjyfDDmgJDqA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ibnu1609/~4/kNc00QHF1NY" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ibnu1609/~3/kNc00QHF1NY/khasiat-buah-apel.html</link><author>noreply@blogger.com (IBNU)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEURPWYAFlI/AAAAAAAAATo/3cLmasGgkOM/s72-c/applea.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://ibnuibnu.blogspot.com/2010/07/khasiat-buah-apel.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852.post-3717391994257312064</guid><pubDate>Sun, 25 Jul 2010 02:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-24T19:34:00.236-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Humor</category><title>Humor for Women</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEULO4HSzlI/AAAAAAAAASo/qBk8phc6CCc/s1600/securedownloada.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 260px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEULO4HSzlI/AAAAAAAAASo/qBk8phc6CCc/s400/securedownloada.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495811270484610642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4199977647483871852-3717391994257312064?l=ibnuibnu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Hpb9qeMlv5eqTd7r6DZYFM3Gua8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Hpb9qeMlv5eqTd7r6DZYFM3Gua8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Hpb9qeMlv5eqTd7r6DZYFM3Gua8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Hpb9qeMlv5eqTd7r6DZYFM3Gua8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ibnu1609/~4/FypB94yzYzw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ibnu1609/~3/FypB94yzYzw/humor-for-women.html</link><author>noreply@blogger.com (IBNU)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEULO4HSzlI/AAAAAAAAASo/qBk8phc6CCc/s72-c/securedownloada.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ibnuibnu.blogspot.com/2010/07/humor-for-women.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852.post-5301274391306332389</guid><pubDate>Sat, 24 Jul 2010 02:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-23T19:28:00.105-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">News</category><title>Swimming In Oil</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUJ_Gfms5I/AAAAAAAAASg/e1HO10mQmDc/s1600/securedownloadq.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUJ_Gfms5I/AAAAAAAAASg/e1HO10mQmDc/s400/securedownloadq.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495809899955139474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUJ-zMaNuI/AAAAAAAAASY/nO4ep0NPu8A/s1600/securedownload.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUJ-zMaNuI/AAAAAAAAASY/nO4ep0NPu8A/s400/securedownload.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495809894774355682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4199977647483871852-5301274391306332389?l=ibnuibnu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Q058BBYHw60IphR3iN3Icy5XvoQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Q058BBYHw60IphR3iN3Icy5XvoQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Q058BBYHw60IphR3iN3Icy5XvoQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Q058BBYHw60IphR3iN3Icy5XvoQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ibnu1609/~4/aV7CR-LSFXM" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ibnu1609/~3/aV7CR-LSFXM/swimming-in-oil.html</link><author>noreply@blogger.com (IBNU)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUJ_Gfms5I/AAAAAAAAASg/e1HO10mQmDc/s72-c/securedownloadq.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ibnuibnu.blogspot.com/2010/07/swimming-in-oil.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852.post-889656885414501862</guid><pubDate>Fri, 23 Jul 2010 02:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-22T19:19:00.123-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Health</category><title>25 Reasons Why You Should Start Drinking Green Tea Right Now</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUJFjw347I/AAAAAAAAASQ/7DYxHG3pWms/s1600/green-tea1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUJFjw347I/AAAAAAAAASQ/7DYxHG3pWms/s400/green-tea1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495808911379784626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Green tea has increasingly become a very popular drink worldwide because of its immensely powerful health benefits.&lt;br /&gt;It is extraordinarily amazing what green tea can do for your health.&lt;br /&gt;And if you're not drinking 3 to 4 cups of green tea todayyou're definitely NOT doing your health a big favor.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Here Are The 25 Reasons Why You Should Start Drinking Green Tea Right Now:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;1. Green Tea and Cancer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Green tea helps reduce the risk of cancer.&lt;br /&gt;The antioxidant in green tea is 100 times more effective than vitamin C and 25 times better than vitamin E.&lt;br /&gt;This helps your body at protecting cells from damage believed to be linked to cancer.&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Green Tea and Heart Disease&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Green tea helps prevent heart disease and stroke by lowering the level of cholesterol.&lt;br /&gt;Even after the heart attackit prevents cell deaths and speeds up the recovery of heart cells.&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Green Tea and Anti-Aging&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Green tea contains antioxidant known as polyphenols which fight against free radicals.&lt;br /&gt;What this means it helps you fight against aging and promotes longevity.&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Green Tea and Weight Loss&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Green tea helps with your body weight loss. Green tea burns fat and boosts your metabolism rate naturally.&lt;br /&gt;It can help you burn up to 70 calories in just one day.&lt;br /&gt;That translates to 7 pounds in one year.&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Green Tea and Skin&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Antioxidant in green tea protects the skin from the harmful effects of free radicalswhich cause wrinkling and skin aging.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Green tea also helps fight against skin cancer.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;p&gt;6. Green Tea and Arthritis&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Green tea can help prevent and reduce the risk of rheumatoid arthritis.&lt;br /&gt;Green tea has benefit for your health as it protects the cartilage by blocking the enzyme that destroys cartilage.&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Green Tea and Bones&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The very key to this is high fluoride content found in green tea.&lt;br /&gt;It helps keep your bones strong.&lt;br /&gt;If you drink green tea every daythis will help you preserve your bone density.&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Green Tea and Cholesterol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Green tea can help lower cholesterol level.&lt;br /&gt;It also improves the ratio of good cholesterol to bad cholesterolby reducing bad cholesterol level.&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Green Tea and Obesity&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Green tea prevents obesity by stopping the movement of glucose in fat cells.&lt;br /&gt;If you are on a healthy dietexercise regularly and drink green teait is unlikely you'll be obese.&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Green Tea and Diabetes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Green tea improves lipid and glucose metabolismsprevents sharp increases in blood sugar leveland balances your metabolism rate.&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Green Tea and Alzheimer's&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Green tea helps boost your memory.&lt;br /&gt;And although there's no cure for Alzheimer'sit helps slow the process of reduced acetylcholine in the brainwhich leads to Alzheimer's.&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Green Tea and Parkinson's&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antioxidants in green tea helps prevent against cell damage in the brainwhich could cause Parkinson's. People drinking green tea also are less likely to progress with Parkinson's.&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Green Tea and Liver Disease&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Green tea helps prevent transplant failure in people with liver failure. Researches showed that green tea destroys harmful free radicals in fatty livers.&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Green Tea and High Blood Pressure&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Green tea helps prevent high blood pressure.&lt;br /&gt;Drinking green tea helps keep your blood pressure down by repressing angiotensinwhich leads to high blood pressure.&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Green Tea and Food Poisoning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catechin found in green tea can kill bacteria which causes food poisoning and kills the toxins produced by those bacteria.&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Green Tea and Blood Sugar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blood sugar tends to increase with agebut polyphenols and polysaccharides in green tea help lower your blood sugar level.&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Green Tea and Immunity&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polyphenols and flavenoids found in green tea help boost your immune systemmaking your health stronger in fighting against infections.&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Green Tea and Cold and Flu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Green tea prevents you from getting a cold or flu.&lt;br /&gt;Vitamin C in green tea helps you treat the flu and the common cold.&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Green Tea and Asthma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Theophylline in green tea relaxes the muscles which support the bronchial tubesreducing the severity of asthma.&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Green Tea and Ear Infection&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Green tea helps with ear infection problem.&lt;br /&gt;For natural ear cleaningsoak a cotton ball in green tea and clean the infected ear.&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Green Tea and Herpes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Green tea increases the effectiveness of topical interferon treatment of herpes.&lt;br /&gt;First green tea compress is appliedand then let the skin dry before the interferon treatment.&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Green Tea and Tooth Decay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Green tea destroys bacteria and viruses that cause many dental diseases.&lt;br /&gt;It also slows the growth of bacteria which leads to bad breath.&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Green Tea and Stress&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L-theaninewhich is a kind of amino acids in green teacan help relieve stress and anxiety.&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Green Tea and Allergies&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EGCG found in green tea relieves allergies.&lt;br /&gt;Soif you have allergiesyou should really consider drinking green tea.&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Green Tea and HIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scientists in Japan have found that EGCG (Epigallocatechin Gallate) in green tea can stop HIV from binding to healthy immune cells.&lt;br /&gt;What this means is that green tea can help stop the HIV virus from spreading.&lt;br /&gt;**********&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4199977647483871852-889656885414501862?l=ibnuibnu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/o-Lr5jNk0mKqOEQM6arT10IHUfk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/o-Lr5jNk0mKqOEQM6arT10IHUfk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/o-Lr5jNk0mKqOEQM6arT10IHUfk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/o-Lr5jNk0mKqOEQM6arT10IHUfk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ibnu1609/~4/Crcxwvi38tQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ibnu1609/~3/Crcxwvi38tQ/25-reasons-why-you-should-start.html</link><author>noreply@blogger.com (IBNU)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUJFjw347I/AAAAAAAAASQ/7DYxHG3pWms/s72-c/green-tea1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ibnuibnu.blogspot.com/2010/07/25-reasons-why-you-should-start.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852.post-1974595828861716363</guid><pubDate>Fri, 23 Jul 2010 02:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-22T19:08:00.524-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Humor</category><title>Humor Pemakaman</title><description>Pada suatu hari, seorang dokter spesialis jantung meninggal dunia. Untuk mengenang jasa-jasanya, teman-teman dokter di RS tempat almarhum bertugas sepakat untuk membuatkan sebuah peti mati berbentuk jantung. Dan, acara penguburan pun berjalan dengan khidmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu bulan berselang, seorang dokter spesialis mata meninggal dunia. Seperti prosesi sebelumnya, teman-teman dokter itu sepakat untuk membuatkan peti mati berbentuk mata. Dan, prosesi penguburan pun berjalan dengan khidmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah prosesi penguburan selesai, seluruh keluarga dan teman almarhum meninggalkan areal pemakaman. Namun, hanya satu orang saja yang masih merenung sendirian di pinggir kuburan yang masih basah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, salah seorang dokter segera menghampirinya, menepuk pundaknya, dan berkata, “Sudahlah, kamu mesti tabah. Saya mengerti, Almarhum merupakan sahabat karibmu di rumah sakit! Pasti kamu sangat kehilangan dengan kepergian beliau!” “Bukan itu… saya hanya memikirkan, bagiamana kelak kalau saya meninggal,” jawab dokter spesialis penyakit kelamin itu sambil berlalu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4199977647483871852-1974595828861716363?l=ibnuibnu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gg8wXJUErq9yCyAfPpjMw5aPJeQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gg8wXJUErq9yCyAfPpjMw5aPJeQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gg8wXJUErq9yCyAfPpjMw5aPJeQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gg8wXJUErq9yCyAfPpjMw5aPJeQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ibnu1609/~4/KOotPPTHQzA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ibnu1609/~3/KOotPPTHQzA/humor-pemakaman.html</link><author>noreply@blogger.com (IBNU)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ibnuibnu.blogspot.com/2010/07/humor-pemakaman.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852.post-6089360385843901112</guid><pubDate>Thu, 22 Jul 2010 01:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-21T18:55:00.156-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Humor</category><title>Batu bata</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUCVRuV9SI/AAAAAAAAASI/wjurFj0qDyo/s1600/bata.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUCVRuV9SI/AAAAAAAAASI/wjurFj0qDyo/s400/bata.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495801484833846562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pak bener batu batanya diturunkan disini?”&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;“Batu bata? siapa yg pesan batu bata?”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4199977647483871852-6089360385843901112?l=ibnuibnu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cDajyPO0DoFQxkFehxFXb-umaaI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cDajyPO0DoFQxkFehxFXb-umaaI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cDajyPO0DoFQxkFehxFXb-umaaI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cDajyPO0DoFQxkFehxFXb-umaaI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ibnu1609/~4/CVOAEGZzWlw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ibnu1609/~3/CVOAEGZzWlw/batu-bata.html</link><author>noreply@blogger.com (IBNU)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUCVRuV9SI/AAAAAAAAASI/wjurFj0qDyo/s72-c/bata.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ibnuibnu.blogspot.com/2010/07/batu-bata.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852.post-7333167803012212246</guid><pubDate>Wed, 21 Jul 2010 02:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-20T19:31:26.843-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">UPN Jatim</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Construction</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Education</category><title>Soal Latihan Mekanika Bahan</title><description>&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEZbtF74FnI/AAAAAAAAAT4/R7Wv6lgVO_M/s1600/Soal+latihan+Mekanika+Bahan+1a.bmp"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 220px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEZbtF74FnI/AAAAAAAAAT4/R7Wv6lgVO_M/s400/Soal+latihan+Mekanika+Bahan+1a.bmp" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496181225497826930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 345px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEZbtqfzpXI/AAAAAAAAAUA/xhh3GUDylUE/s400/Soal+latihan+Mekanika+Bahan+1bb.bmp" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496181235312207218" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4199977647483871852-7333167803012212246?l=ibnuibnu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vu-OeIDg6BiU-Sh_WufbUp0N7EA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vu-OeIDg6BiU-Sh_WufbUp0N7EA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vu-OeIDg6BiU-Sh_WufbUp0N7EA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vu-OeIDg6BiU-Sh_WufbUp0N7EA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ibnu1609/~4/TeNa0lXBdpE" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ibnu1609/~3/TeNa0lXBdpE/soal-latihan-mekanika-bahan.html</link><author>noreply@blogger.com (IBNU)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEZbtF74FnI/AAAAAAAAAT4/R7Wv6lgVO_M/s72-c/Soal+latihan+Mekanika+Bahan+1a.bmp" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ibnuibnu.blogspot.com/2010/07/soal-latihan-mekanika-bahan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852.post-110786732973355027</guid><pubDate>Wed, 21 Jul 2010 01:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-20T18:49:00.229-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Humor</category><title>Prajurit Gagah Berani</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUBmA40ODI/AAAAAAAAASA/SbXVxLcjcmg/s1600/kamu-pasti-aman.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 290px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUBmA40ODI/AAAAAAAAASA/SbXVxLcjcmg/s400/kamu-pasti-aman.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495800672860518450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Prajurit : “Pak apa tidak bisa kayunya ditancapkan ditanah saja?”&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atasan : “Nggak usah, malah kelamaan… kamu pegang saja”&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Prajurit : “Tolong jangan sampai meleset pak ya”&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atasan : “Iya, saya janji”&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Prajurit : “Kalau sampai kena saya??”&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atasan : “Ya… saya akan sampaikan ke istrimu kalau kamu adalah prajurit yang gagah berani…”&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Prajurit : “???????????!!!!!!!!!!…..”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4199977647483871852-110786732973355027?l=ibnuibnu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/eSamff4G7dV091bN9J1is57z4co/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/eSamff4G7dV091bN9J1is57z4co/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/eSamff4G7dV091bN9J1is57z4co/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/eSamff4G7dV091bN9J1is57z4co/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ibnu1609/~4/Ch-A05nygro" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ibnu1609/~3/Ch-A05nygro/prajurit-gagah-berani.html</link><author>noreply@blogger.com (IBNU)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUBmA40ODI/AAAAAAAAASA/SbXVxLcjcmg/s72-c/kamu-pasti-aman.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ibnuibnu.blogspot.com/2010/07/prajurit-gagah-berani.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852.post-4186822242913937155</guid><pubDate>Tue, 20 Jul 2010 02:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-19T19:56:47.975-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Transportation</category><title>Aspal Meleleh</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUQKSvkclI/AAAAAAAAATg/uWZavabCX88/s1600/aspal3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUQKSvkclI/AAAAAAAAATg/uWZavabCX88/s400/aspal3.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495816689291653714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUQKBC-wJI/AAAAAAAAATY/4VXn1Y4uzYw/s1600/aspal2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUQKBC-wJI/AAAAAAAAATY/4VXn1Y4uzYw/s400/aspal2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495816684541231250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUQJxmsxdI/AAAAAAAAATQ/tT3v-21IvOI/s1600/aspal1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUQJxmsxdI/AAAAAAAAATQ/tT3v-21IvOI/s400/aspal1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495816680396080594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Aspal di jalan kota Zhengzhou, Cina, meleleh akibat terkena panas.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ini menyebabkan kekacauan lalu lintas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4199977647483871852-4186822242913937155?l=ibnuibnu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2Y6pwcEuQBPPEQxHfzqjSm_1zA8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2Y6pwcEuQBPPEQxHfzqjSm_1zA8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2Y6pwcEuQBPPEQxHfzqjSm_1zA8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2Y6pwcEuQBPPEQxHfzqjSm_1zA8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ibnu1609/~4/-UkiIHbDl5M" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ibnu1609/~3/-UkiIHbDl5M/aspal-meleleh.html</link><author>noreply@blogger.com (IBNU)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUQKSvkclI/AAAAAAAAATg/uWZavabCX88/s72-c/aspal3.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ibnuibnu.blogspot.com/2010/07/aspal-meleleh.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852.post-3457081078076820830</guid><pubDate>Tue, 20 Jul 2010 02:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-19T19:50:22.182-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips and trick</category><title>Masa Kadaluwarsa Tabung LPG</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUO4uudc_I/AAAAAAAAASw/P-y6YUZkHJw/s1600/tabung-gas.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUO4uudc_I/AAAAAAAAASw/P-y6YUZkHJw/s400/tabung-gas.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495815288053920754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda jika TABUNG nya gas elpiji ada masa kadaluwarsa- nya ?&lt;br /&gt;Jika anda beli gas, harap diperiksa lebih dahulu, kapan TABUNG tersebut &lt;br /&gt;berakhir masa pakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulisan kadaluwarsa berupa "ALFA CODE". Contoh: " A 09 "&lt;br /&gt;A = Januari - Maret&lt;br /&gt;B = April - Juni&lt;br /&gt;C = Juli - September&lt;br /&gt;D = Oktober - Desember&lt;br /&gt;maka A 09 adalah : Jan- Mart tahun 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebarkan pengetahuan ini , barangkali anda bisa menyelamatkan seseorang. &lt;br /&gt;Ini penting karena "Tabung" gas yg sdh kadaluwarsa bisa berbahaya. Jangan &lt;br /&gt;main2 pentinggggg. Thanks untuk yang mau mengerti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4199977647483871852-3457081078076820830?l=ibnuibnu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/13IKFJUiI0uzm3aK-5xHl8tHBs0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/13IKFJUiI0uzm3aK-5xHl8tHBs0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/13IKFJUiI0uzm3aK-5xHl8tHBs0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/13IKFJUiI0uzm3aK-5xHl8tHBs0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ibnu1609/~4/ry7vf7vYAMA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ibnu1609/~3/ry7vf7vYAMA/masa-kadaluwarsa-tabung-lpg.html</link><author>noreply@blogger.com (IBNU)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/__lrc1-pj0LI/TEUO4uudc_I/AAAAAAAAASw/P-y6YUZkHJw/s72-c/tabung-gas.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ibnuibnu.blogspot.com/2010/07/masa-kadaluwarsa-tabung-lpg.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852.post-550136721002503320</guid><pubDate>Tue, 20 Jul 2010 01:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-19T18:45:48.919-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivation</category><title>Kekuatan Berfikir Positif</title><description>Pada suatu hari seorang Ibu dengan kesal mengeluh kepada seorang terapis tentang anaknya. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ibu &lt;/span&gt;        :  Pak saya sudah tobat dengan anak saya semakin hari dia semakin nakal saja kelakuannya. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Terapis  :  Nakal maksudnya seperti apa Bu ? &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ibu        :  Anak saya sangat susah diatur pak, dia mau sesuai dengan kehendaknya saja. Pokoknya nakal pak, setiap hari bangunnya siang dan di sekolah juga suka berkelahi dengan temannya. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Terapis :  Selama ini apa yang sudah Ibu lakukan terhadap anak ibu tersebut ? &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ibu        :  Wah sudah bosan pak setiap hari saya dan suami sudah menasehati bahkan memarahi anak tersebut tapi hasilnya nihil. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Terapis :  Kalau anak Ibu senangnya bangunnya siang, biasanya nasehat apa yang sering Ibu sampaikan kepada anak Ibu ? &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ibu         : Ya nasehat pak supaya dia jangan bangun siang pak karena kami percaya bahwa kalau bangun siang itu identik dengan pemalas. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Terapis  : Kalau seandainya saya adalah anak Ibu kira-kira bagaimana Ibu menasehati saya supaya tidak bangun siang ? &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ibu         : Andi kamu jangan bangun siang karena bangun siang itu sama dengan pemalas. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Terapis   : Baik. Seberapa sering ibu berkata demikian ? &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ibu         : Sudah bosan pak. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Terapis :  Baik. Sekarang kalau masalah Andi suka berkelahi nasehat Ibu seperti apa terhadap dia kalau dia mau berangkat sekolah. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ibu         :  Andi kamu hari ini tidak boleh berkelahi ya dengan teman kamu. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Terapis  :  Seberapa sering nasehat seperti itu Ibu sampaikan kepada andi ? &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ibu        :  Sering pak tapi tetap saja dia sering berkelahi. Saya harus bagaimana pak ? Saya sudah tobat dengan anak saya. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Kemudian dengan tenang Sang Terapis berkata kepada sang Ibu. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Terapis   : Ibu pada dasarnya anak ibu bukanlah seoang yang pemalas dan suka berkelahi. Kemungkinan besar dia menjadi seperti itu karena ada ucapan kita yang keliru, apalagi anak Ibu usianya baru 5 tahun. Sekarang saya mau menasehati ibu sesuatu. Coba ibu jangan bayangkan kucing. Apa yang muncul dalam pikiran ibu ? &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ibu         :  Kucing. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Terapis  : Sekarang Ibu tidak boleh membayangkan wajah suami ibu ya. Apa yang ibu bayangkan ? &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ibu         : Wajah suami saya. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Terapis  :  Ibu tadi nasehat saya adalah jangan bayangkan kucing tapi malah Ibu membayangkan kucing, kemudian ketika saya minta untuk tidak membayangkan wajah suami Ibu malah Ibu membayangkan suami Ibu. Apakah Ibu tahu maksud dari nasehat saya tadi ? &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ibu         : Maksudnya seperti apa Pak ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapis  :  Pada dasarnya pikiran kita tidak mengenal kata TIDAK atau JANGAN. Setiap kali saya memberikan nasehat dengan kata TIDAK atau JANGAN malah kata tersebut hilang dalam pikiran kita. Ketika saya berkata JANGAN membayangkan kucing maka secara otomatis kata JANGAN menjadi hilang dan pikiran Ibu langsung membayangkan kucing. Demikian juga ketika saya berkata TIDAK boleh membayangkan suami ibu, kata TIDAK-nya hilang dan Ibu malah membayangkan wajah suami Ibu. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Terapis :  Hal yang sama sebenarnya terjadi dengan anak Ibu. Ketika Ibu berkata JANGAN bangun siang maka yang  masuk dalam pikirannya adalah bangun siang. Demikian juga TIDAK BOLEH berkelahi maka yang masuk dalam pikirannya adalah berkelahi. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ibu       : Oh iya ya pak. Bisa seperti itu ya Pak, berarti selama ini saya dong yang keliru memberikan nasehat kepada anak saya. Pantas saja semakin sering saya menasehati dia malah semakin jadi buruk hasilnya. Kalau begitu harusnya bagaimana dong pak ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapis :  Ya kurangilah penggunaan kata TIDAK atau JANGAN dalam memberikan nasehat karena kedua kata tersebut kurang produktif. Mengapa Ibu lebih sering menggunakan kata TIDAK atau JANGAN ? Karena ibu terlalu sering berkata apa yang Ibu tidak inginkan. Untuk mengurangi kata TIDAK dan JANGAN adalah dengan cara berkata apa yang Ibu inginkan. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Terapis  : Masalah anak ibu bangunnya siang, sebenarnya apa yang Ibu inginkan dari dia ? &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ibu         : Bangun lebih pagi. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Terapis  : Tentang anak Ibu yang suka berkelahi, sebenarnya hal positif apa yang Ibu inginkan dari dia ? &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ibu         : Dia bisa berteman dengan baik dan tentunya punya banyak teman. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Terapis  : Kalau seperti itu mulai saat ini berkatalah tentang hal positif apa yang Ibu inginkan bukannya hal yang tidak Ibu inginkan. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ibu         :  Jadi akan lebih baik kalau sebelum tidur saya nasehati dia supaya besok bangun lebih pagi dan sebelum berangkat sekolah saya menasehati dia supaya semakin baik dan mencintai teman-temannya. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Terapis  : Persis. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Inilah kehidupan kita, kadang tanpa kita sadari, kita lebih benyak memikirkan dan berkata apa yang tidak kita inginkan daripada berpikir dan berkata apa yang kita inginkan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4199977647483871852-550136721002503320?l=ibnuibnu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/KEAjnHFIqD6NHSB1dcLY4X7oCbg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/KEAjnHFIqD6NHSB1dcLY4X7oCbg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/KEAjnHFIqD6NHSB1dcLY4X7oCbg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/KEAjnHFIqD6NHSB1dcLY4X7oCbg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ibnu1609/~4/aiBtccdTg2Y" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ibnu1609/~3/aiBtccdTg2Y/kekuatan-berfikir-positif.html</link><author>noreply@blogger.com (IBNU)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ibnuibnu.blogspot.com/2010/07/kekuatan-berfikir-positif.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852.post-3968121971660839373</guid><pubDate>Wed, 19 May 2010 02:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-18T19:08:21.672-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivation</category><title>I NOT STUPID</title><description>Ada cerita menarik tentang sebuah film yang sarat dengan nilai bagi hubungan keluarga baik itu anak dan orang tua maupun guru dengan anak muridnya. judulnya I am not stupid 2, dan ini ada tulisan yang berkaitan dengan film tersebut. Mungkin bisa jadi perenungan kita. Lebih lagi dalam mendidik anak-anak kita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Being Mom: Acungkan Jempol Pada Anak Anda &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah presentasi tentang sebuah buku yang sangat menginspirasinya. Buku itu berjudul ‘Appreciating Your Child’ karya Zhou Hong. Zhou Hong berasal dari negeri Cina dan tulisannya diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris di Singapura dan dijual di sana, selain dalam versi aslinya yang berbahasa Mandarin tentunya yang ada di Cina. Zhou Hong sendiri menjadi ‘motivational speaker’ bagi pemerintah Cina dan juga memiliki sesuatu yang dia jalankan secara pribadi sehubungan dengan kegiatan motivasi. Intinya adalah: acungkan jempol pada anak Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zhou Hong memiliki seorang anak perempuan, tuli, bernama Zhou Ting Ting. Ting Ting ini dia bawa ke seluruh sinshe pengobatan akupuntur, dengan harapan Ting Ting bisa mendengar. Ting Ting selalu menangis kesakitan tiap kali dia harus menerima siksaan berupa tusuk jarum. Itu dilakukan dari dia bayi. Sampai suatu ketika, di suatu malam yang hujannya deras bukan kepalang, Zhou Hong membawa Ting Ting ke sebuah sinshe akupuntur lainnya. Ting Ting menangis dan menolak, tetapi Zhou Hong mengeraskan hatinya, sambil juga menangis. Dia tak lagi bisa membedakan mana air matanya dan mana air hujan, saking derasnya. Detik demi detik berlalu di tempat sinshe itu, Ting Ting diam saja. Tidak lagi menangis, tak bereaksi, hanya air matanya yang mengalir di pipinya. Tanpa suara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat itu Zhou Hong berjanji dalam hati, akan menerima Ting Ting apa adanya dan akan berhenti melakukan semua akupuntur yang menyiksa putrinya. Setelah itu, Zhou Hong terus memotivasi Ting Ting yang di usia 3 tahun, masih belum fasih bicara. Perlahan tapi pasti, Zhou Hong terus melakukan pujian pada anaknya, mengacungkan jempol pada Ting Ting dan terbukti itu berhasil. Ting Ting muda ketika kecil meraih penghargaan reinkarnasi Hellen Keller di Asia. Sampai terakhir prestasi gemilang yang digondolnya adalah meraih gelar S3 (Phd) dari satu universitas yang cukup ternama di Amerika Serikat. Di luar berbagai penghargaan dari pemerintah Cina juga seperti 10 wanita muda yang berpengaruh di Cina dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai hari ini saya belum memiliki bukunya dan berharap kalau berkesempatan ke Singapura atau ada teman yang ke Singapura bisa menitipkannya. Sahabat saya itu amat terinspirasi sampai dia pergi ke Cina menemui Zhou Hong sendiri yang amat rendah hati. Zhou Hong diminta pemerintah Cina untuk pergi ke seluruh Cina mewartakan apa yang dia lakukan bagi anaknya. Untuk para guru dan pendidik, untuk para orang tua, seminarnya menjadi lautan air mata. Di Singapura sendiri, Jack Neo, sutradara Singapura disuruh pemerintahnya buat mengikuti seminarnya. Jack menolak karena tak merasa butuh dan memutuskan pergi membawa laptop saja untuk menghindari kebosanan. Tahu-tahunya, baru awal seminar Jack sudah menangis karena amat tersentuh dan hasilnya dia menelurkan film berjudul ‘ I’m Not Stupid’ yang terdiri dari 2 seri (sekuelnya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada orang tua yang berniat jahat terhadap anaknya (kecuali ortu yang di luar normal), hanya mereka tak terbiasa memuji anak-anaknya. Mereka banyak melarang, sehingga mematikan potensi Si Anak. Bukan pula berarti anak boleh seenaknya sendiri, namun dipuji tentunya akan menghasilkan Ting Ting lainnya… Percaya bahwa Si Anak mampu, bukan melabelinya dengan ucapan ‘ Bodoh, Tolol, Bego, Nakal’ dan seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu saya berjanji untuk memperbaiki diri. Mumpung belum terlalu terlambat, anak saya baru berusia tiga tahun. Tentunya bukan pekerjaan mudah… Ketika anak kami mulai sering corat-coret dinding, bagaimana mengacungkan jempol padanya? Atau ketika anak Anda dapat nilai 3 dalam pelajaran Bahasa Inggris, mau diacungi jempol? Begitu tanya Anda… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, walaupun dia dapat nilai 3, coba melihat betulnya daripada salahnya, dan berharap lain kali dia bisa mengerjakan lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana haru memenuhi hati kami saat itu. Sungguh hadiah yang tak ternilai dari Sobat kami, Stella. Ini memang perlu usaha keras guna memperbaiki diri, memperbaiki mulut orang tua yang terbiasa melontarkan kecaman ketimbang pujian. Pelajaran berharga karena kita tak pernah tahu potensi yang ada dalam diri seorang anak, karena kita tak menggalinya secara maksimal… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak bisa menjadi berkat, bisa pula menjadi sumber masalah. Berapa banyak orang tua yang pusing akibat anaknya dan bilang bahwa anaknya adalah ‘Biang Kerok’? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah pilihan kita masing-masing sebetulnya, mau menjadikan mereka sebagai berkat atau masalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk jadi orang tua yang bijaksana, tak pernah mudah. Semoga kita bisa sama-sama belajar guna menjadi orang tua yang semakin melihat kebaikan dalam diri anak-anak kita. Acungkan jempol pada Anak Anda! Semoga kita bisa melihat kebaikan dalam diri mereka yang dipercayakan TUHAN pada kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4199977647483871852-3968121971660839373?l=ibnuibnu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/WlxcULbBbk1urq9rjrIsbQDOUFg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/WlxcULbBbk1urq9rjrIsbQDOUFg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/WlxcULbBbk1urq9rjrIsbQDOUFg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/WlxcULbBbk1urq9rjrIsbQDOUFg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ibnu1609/~4/weFBdzFISjQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ibnu1609/~3/weFBdzFISjQ/i-not-stupid.html</link><author>noreply@blogger.com (IBNU)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ibnuibnu.blogspot.com/2010/05/i-not-stupid.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852.post-1391569180245556136</guid><pubDate>Wed, 17 Mar 2010 02:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-16T19:30:00.242-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Religion</category><title>DIALOG IMAJINER TUHAN DENGAN MANUSIA</title><description>Man : Selamat pagi Tuhan, sekiranya Tuhan punya waktu sedikit aku ingin bertanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GOD : Waktu-Ku adalah KEKEKALAN, tidak ada masalah tentang waktu. Apa pertanyaanmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Man : Terima kasih.... Apa yang PALING MENGHERANKAN bagi-Mu tentang kami "MANUSIA"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GOD : Kalian itu makhluk yang "ANEH"….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Pertama, suka MENCEMASKAN MASA DEPAN , sampai LUPA dengan HARI INI...Sehingga kalian LUPA BERSYUKUR dan BERUSAHA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Kedua, kalian HIDUP di dunia seolah-olah KEKAL TIDAK akan MATI. Kalian LEBIH BANYAK mengumpulkan BEKAL hidup di DUNIA, daripada BEKAL setelah MATI. Padahal hidup di DUNIA hanyalah SEMENTARA, dan hidup SETELAH MATI adalah KEKEKALAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Ketiga, kalian cepat BOSAN sebagai ANAK-ANAK dan TERBURU-BURU ingin DEWASA, namun setelah DEWASA kalian KEKANAK-KANAKAN : suka bertengkar, ngambek, dan ribut karena soal soal sepele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Keempat, kalian RELA KEHILANGAN KESEHATAN demi MENGEJAR UANG, tetapi kemudian membayar dengan UANG untuk mengembalikan KESEHATAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Kelima, kalian lebih TABAH manakala Aku UJI dengan KEMELARATAN dan PENYAKIT dibandingkan saat Aku uji dengan banyak rizki dan kesehatan.&lt;br /&gt;Kala kalian MELARAT dan SAKIT, kalian LEBIH DEKAT kepada-Ku dengan ibadah dan doa.&lt;br /&gt;Padahal Aku SENANG bila kalian MENDEKAT kepada-Ku, tapi kalian tidak suka dengan KEMELARATAN dan PENYAKIT tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal itulah yang membuat hidup kalian SUSAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Man : Lantas apa nasihat Tuhan agar kami bisa hidup BAHAGIA ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GOD : Sebenarnya semua nasihat sudah pernah diberikan.&lt;br /&gt;Inilah satu lagi keanehan kalian : SUKA MELUPAKAN nasihat-Ku.&lt;br /&gt;Baiklah Ku ulangi lagi ya beberapa nasehat yg penting:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kalian harus sadar bahwa MENGEJAR RIZKI adalah sebuah KESALAHAN.&lt;br /&gt;Yang seharusnya kalian lakukan ialah MENATA DIRI agar kalian LAYAK dikucuri rizki.&lt;br /&gt;Ingat, rizki berasal dari-Ku.&lt;br /&gt;Jadi JANGAN MENGEJAR RIZKI, tetapi biarlah RIZKI yang MENGEJAR kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ingat : "SIAPA" yang kalian miliki itu LEBIH BERHARGA dari pada "APA" yang kalian punyai.&lt;br /&gt;Memilik "SIAPA" akan mendatangkan "APA", Kehilangan "SIAPA" akan kehilangan "APA" juga...Tetapi bila kamu kehilangan "APA" masih ada "SIAPA" yang akan membantumu.&lt;br /&gt;Jadi, PERBANYAKLAH teman, JAUHI permusuhan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan bodoh dengan CEMBURU dan membandingkan yang dimiliki orang lain, BERSYUKURLAH dengan apa yang telah kalian terima. Karena semuanya akan ditanya DARIMANA kamu dapatkan dan UNTUK APA dibelanjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ingat orang KAYA bukanlah dia yang berhasil mengumpulkan harta yang paling banyak, tetapi adalah dia yang PALING "SEDIKIT" MEMERLUKAN hartanya, sehingga masih sanggup MEMBERI kepada sesamanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4199977647483871852-1391569180245556136?l=ibnuibnu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/uGmshwy5pAizpH1DD3D4eV4bcO0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/uGmshwy5pAizpH1DD3D4eV4bcO0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/uGmshwy5pAizpH1DD3D4eV4bcO0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/uGmshwy5pAizpH1DD3D4eV4bcO0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ibnu1609/~4/e6rWw5eyrI0" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ibnu1609/~3/e6rWw5eyrI0/dialog-imajiner-tuhan-dengan-manusia.html</link><author>noreply@blogger.com (IBNU)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ibnuibnu.blogspot.com/2010/03/dialog-imajiner-tuhan-dengan-manusia.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852.post-977156888946905162</guid><pubDate>Tue, 16 Mar 2010 02:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-15T19:28:00.171-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips and trick</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivation</category><title>Rahasia Sukses Dalam Berkarier</title><description>” Maka bertanyalah kepada ORANG YANG MEMPUNYAI PENGETAHUAN jika kamu tidak mengetahui ” ( Q.S.An-Nahl : 43 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, sering kali kita dalam beragama ini masih menjalankan aturan dan ajaran Agama berdasarkan ’KATANYA’, kata Ustadz, kata Kyai, Kata ajengan, kata orang tua, kata guru, tanpa ada upaya ’MENCARI’, inilah DOGMA yang sering membuat kualitas ibadah dan beragama kita kurang berkualitas dan kurang berdampak terhadap perilaku kita dan orang-orang disekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dalam berbisnis, kita juga sering kali melaksanakan Wira Usaha menuruti begitu saja APA KATA PAKAR, APA KATA ORANG SUKSES tanpa ada upaya MENCARI dan obsesrvasi pasar sendiri, sebagaimana yang dilakukan oleh Sahabat Abdurrahman bin Auf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah dibawah ini adalah salah satu contoh, bagaimana dua orang anak menerjemahkan Wasiat orang tuanya, yang satu menjadikan Wasiat Sang Ayah sebagai DOGMA dan yang satu lagi menjadikan Wasiat Sang Ayah sebagai PELAJARAN yang harus DICARI korelasinya dengan Karakter Bisnis Sang Ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pengusaha muda yang sukses dan kaya raya terpaksa harus menghadapi ajalnya karena kanker kulit yang parah akibat sensitifitas tidak normal terhadap sinar matahari.&lt;br /&gt;Sebelum meninggal, kepada dua anaknya yang masih belia ia berpesan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayah akan mewarisi seluruh kekayaan dan usaha ini pada kalian berdua. Ayah hanya memberi dua pesan utama agar kalian sukses dan kaya raya seperti ayah tapi bisa menikmatinya lebih lama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertama jangan biarkan sinar matahari menyinari kulitmu secara langsung terlalu lama, karena mungkin gen kanker kulit ini menurun pada kalian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kedua, dalam bisnis, jangan pernah menagih hutang pada pelanggan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memberi pesan tersebut sang ayah meninggal, tanpa sempat memberi penjelasan yang lebih banyak. Kedua anak tersebut berjanji akan memenuhi permintaan ayah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua anak tersebut dibesarkan oleh ibunya. Setelah cukup umur, sang ibu memberi keduanya usaha yang diwariksan ayah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh tahun kemudian, salah satu anak menjadi anak yang sangat kaya raya, sedangkan satu lagi menjadi sangat miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu akhirnya bertanya, kenapa salah satu menjadi miskin sedangkan yang satu menjadi kaya. Padahal keduanya memegang teguh nasehat ayah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang miskin berkata pada ibunya.&lt;br /&gt;"Ibu, bagaimana saya tidak miskin. Ayah berpesan agar selalu menghindari matahari. Jadi setiap pagi aku harus pergi pakai kendaraan, sewa mobil, naik taksi, sekalipun sebenarnya jaraknya dekat dan bisa jalan kaki. Tentu saja hidup saya menjadi boros. Lalu ayah berpesan jangan menagih hutang kepada klien. Tentu saja bisnis saya tidak berjalan baik. Setiap kali ada yang menunggak saya tidak bisa menagih sehingga lama kelamaan modal saya habis. Saya jadi bangrut dan miskin!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sang ibu menengok ke wajah anak yang kaya raya, menunggu jawaban.&lt;br /&gt;Kepada sang ibu anak yang kaya berkata;&lt;br /&gt;"Wahai ibu, saya menjadi kaya raya seperti ini karena mengikuti nasehat akhir ayah. Karena ayah meminta saya menghindar dari matahari, maka saya selalu pergi ke kantor sebelum matahari terbit. Kalau dekat saya bisa jalan kaki tanpa perlu takut sinar matahari karena belum terbit. Karena saya selalu datang pagi pegawai jadi ikut disiplin tidak berani terlambat. Sedangkan ketika pulang, saya selalu menunggu matahari terbenam, jadi jam kerja saya selalu di atas rata-rata orang lain. Lalu ayah berpesan jangan menagih hutang pada klien. Karena itu saya menerapkan sistem cash and carry, sehingga arus kas perusahaan saya sangat maju."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah akhirnya sang ibu tahu bagaimana nasehat yang sama bisa menghasilkan penafsiran yang berbeda dan hasilnya jauh berlawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, Milyaran Kaum Muslimin mempunyai Kitab Suci yang sama yaitu Al-Qur’an tapi mengapa kualitas kaum Muslimin diseluruh Dunia tidak sama ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit Kaum Muslimin memperlakukan Al-Qur’an hanya sebagai BACAAN untuk ibadah&lt;br /&gt;Tidak sedikit Kaum Muslimin yang memahami Al-Qur’an dengan Pemahaman Masa Lalu Saja, terjebak dengan Tafsir-tafsir klasik melupakan Tafsir Kekinian yang yang terhampar luas dalam Al-Qur’an itu sendiri. Dan tidak sedikit pula Kaum Muslimin yang memahami Al-Qur’an berdasarkan ’ KATANYA’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sedikit Kaum Muslimin yang memperlakukan Al-Qur’an sebagai MANUAL BOOK KEHIDUPAN yang harus terus menerus DICARI korelasinya dengan permasalahan kehidupan yang terus berkembang dan semakin komplek. Dan jawaban semua itu ADA DALAM AL-QUR’AN itu sendiri, tugas kita hanya MENCARI dengan dasar Ilmu Pengetahuan yang telah kita miliki dan BERTANYA kepada orang Yang MEMILIKI PENGETAHUAN.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4199977647483871852-977156888946905162?l=ibnuibnu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AcGi_BrEu2tHFVhixAchZioiRek/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AcGi_BrEu2tHFVhixAchZioiRek/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AcGi_BrEu2tHFVhixAchZioiRek/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AcGi_BrEu2tHFVhixAchZioiRek/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ibnu1609/~4/sut9WRjMhMw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ibnu1609/~3/sut9WRjMhMw/rahasia-sukses-dalam-berkarier.html</link><author>noreply@blogger.com (IBNU)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ibnuibnu.blogspot.com/2010/03/rahasia-sukses-dalam-berkarier.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852.post-3425077659974178194</guid><pubDate>Mon, 15 Mar 2010 02:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-14T19:27:15.728-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Religion</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivation</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Education</category><title>Sedekah Cinta</title><description>Sahabatku, apabila ada ajakan untuk berbagi, apa yang ada di pikiran anda? Boleh jadi anda akan berpikir tentang berbagi dana, pakaian layak pakai, sembako, susu, makanan atau bentuk material lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagi atau sedekah materi adalah hal yang wajar karena memang sudah menjadi kebutuhan kita, tetapi berbagi tidak harus selamanya berupa materi CINTA-pun bisa kita bagi. wah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman nyata dari ayah saya mungkin bisa menjadi pelajaran bahwa berbagi tidaklah mesti berbentuk material.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahun, ayah saya punya kebiasan berkeliling ke berbagai panti asuhan dan rumah anak yatim. Kunjungan biasanya dilakukan dua kali. Awal bulan Ramadhan dan akhir bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;Kunjungan pertama adalah survey untuk mengetahui kebutuhan panti asuhan atau rumah yatim. Kunjungan kedua membawa bantuan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berkunjung ke salah satu rumah yatim, ayah angkat saya bertemu dengan seorang bocah bernama Nina. &lt;br /&gt;"Nina, apa yang anakku mau sayang" begitu ayah saya membuka percakapan. "Nina mau baju baru?, sepatu baru?, tas baru? Atau apa nak? tambah ayah saya. &lt;br /&gt;"Nggak ah… ntar om marah" jawab Nina. &lt;br /&gt;"nggak sayang, om tidak akan marah" ayah saya menimpali. &lt;br /&gt;"Nggak ah... ntar om marah" Nina mengulang jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah saya berpikir, pasti yang diminta Nina adalah sesuatu yang mahal. Rasa keingintahuan orang tua saya semakin menjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dia dekati lagi Nina sambil berkata, "ayo nak katakan apa yang kamu minta sayang" &lt;br /&gt;"Tapi janji ya om tidak marah" jawab Nina manja. &lt;br /&gt;"Om janji tidak akan marah sayang" tegas ayah saya. &lt;br /&gt;"Bener om tidak akan marah" sahut Nina agak ragu. &lt;br /&gt;Ayah saya menganggukkan kepala pertanda bahwa ia setuju untuk tidak marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nina menatap tajam wajah ayah saya. Sementara ayah saya berpikir, apa gerangan yang diminta oleh Nina. "Seberapa mahal sich yang bocah kecil ini minta sampai dia harus meyakinkan bahwa saya tidak akan marah' pikir ayah saya. Sambil tersenyum orang tua saya mengatakan "ayo nak, katakan, jangan takut, om tidak akan marah nak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terus menatap wajah ayah saya, Nina berkata; "bener ya om tidak marah." Sekali lagi ayah saya mengganggukan kepala. Dengan wajah berharap-harap cemas, Nina mengajukan permintaanya "om, boleh nggak saya memanggil ayah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban itu, tak kuasa ayah saya membendung air matanya. Segera dia peluk Nina dan mengatakan " tentu anakku.. tentu anakku...mulai hari ini Nina boleh memanggil ayah, bukan om"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil memeluk erat ayah saya, dengan terisak Nina berkata "terima kasih ayah... terima kasih ayah..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, adalah hari yang tak akan terlupakan buat ayah saya. Dia habiskan waktu beberapa saat untuk bermain dan bercengkrama dengan Nina. Karena merasa belum memberikan sesuatu yang berbentuk material kepada Nina maka sebelum pulang, ayah saya berkata kepada Nina :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"anakku, sebelum lebaran nanti ayah akan datang lagi kemari bersama ibu, apa yang kamu minta nak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Khan udah tadi, Nina sudah boleh memanggil ayah" sergah Nina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nina masih boleh minta lagi sama ayah. Nina boleh minta sepeda, otoped atau yang lain, pasti akan ayah kasih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil memegang tangan ayah saya, Nina memohon "nanti kalau ayah datang sama ibu ke sini, saya minta kita foto bareng ayah, ibu dan kakak-kakak, boleh khan ayah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba kaki orang tua saya lunglai, dia terduduk, bersimpuh di depan Nina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia peluk lagi Nina sambil bertanya; "buat apa foto itu nak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ragu Nina menjawab "Nina ingin tunjukkan sama temen-temen Nina di sekolah, ini foto ayah Nina, ini ibu Nina, ini kakak-kakak Nina."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah saya memeluk Nina semakin erat, seolah ia tak mau berpisah dengan seorang bocah yang menjadi guru kehidupan di hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Nina, walau usiamu masih belia kau telah mengajarkan kepada kami tentang makna berbagi cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, sudahkah kita berbagi cinta dengan anak-anak kita ? istri atau suami kita ? atau orang-orang yang terdekat dengan kita dan orang-orang disekitar kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai anak kita merasa tidak punya ayah karena sedikitnya waktu dan cinta kita yang tidak maksimal kita berikan padahal kita masih hidup satu atap bersama mereka&lt;br /&gt;Jangan sampai anak kita merasa tidak punya ibu karena saking sibuknya acara dan pekerjaan di luar rumah sehingga cinta kita tidak terasakan oleh anak-anak kita&lt;br /&gt;Jangan sampai adik kita merasa tidak punya kakak karena padatnya jadwal kuliah dan kerja sehingga kita lupa bahwa adik kita masih membutuhkan cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relakah kita kalau anak-anak kita mencari cinta di jalanan, di cafe-cafe, di discotik, di mal-mal, karena di rumah tidak menemukan cinta, jika ini terjadi mereka akan menemukan Cinta Gombal yang akan menjerumuskan anak-anak kita di lembah hitam dan merenggut kehormatan dan kesucian anak kita yang tak ternilai harganya ?!, na’udzubillahi min dzaalik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relakah kalau Suami atau Istri kita mencari Cinta lagi di luar rumah karena diantara kita tidak ada yang mau mengalah ? sibuk dengan urusan masing-masing. Data dan Paparan dibawah ini semoga dapat melanggengkan cinta diantara kita .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di buku rekor Guinness 2005, Percy Arrowsmith dan Florence tercatat sebagai suami istri tertua di dunia. Mereka telah menikah selama 80 tahun. Percy berusia 105 tahun, sedangkan istrinya 100 tahun. Namun, keduanya masih saling mencintai. Apa rahasianya? “Sederhana!” kata mereka. “Kami tidak akan pergi tidur sebelum menyelesaikan konflik. Tidak enak tidur membawa kemarahan. Jika bertengkar, kami berusaha saling mengampuni sebelum larut malam, supaya hari itu bisa ditutup dengan ciuman dan genggaman tangan.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yoichi Chida, MD, Ph.D dari Departemen Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat, University College, London mengemukakan bahwa marah dan sikap permusuhan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner sebesar 19% pada orang sehat. Pada mereka yang sudah punya riwayat penyakit jantung sebelumnya, peningkatan ini mencapai 24%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dengan penyakit jantung, marah dan sikap permusuhan juga berkaitan dengan kematian, asma, dan paru-paru. Tingkat sikap permusuhan yang tinggi semakin mempercepat terjadinya penurunan alami fungsi paru-paru. Kesimpulan tersebut merupakan hasil analisis terhadap penelitian US Normative Aging Study kepada 670 laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang lelaki telah berkata kepada nabi SAW : "Berwasiatlah kepada ku." Sabda Rasulullah SAW: "Jangan kamu marah." Maka lelaki itu mengulangi kata-katanya berulang kali. Sabda Rasulullah SAW: "Jangan kamu marah". (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Marah itu dari setan, maka apabila salah seorang di antaramu marah dalam keadaan berdiri duduklah, dan apabila dalam keadaan duduk maka berbaringlah." (HR Asy-Syaikhany).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagilah cinta, karena itu lebih bermakna dibandingkan dengan sesuatu yang kasat mata.&lt;br /&gt;Berbagilah cinta, maka kehidupan anda akan lebih bermakna.&lt;br /&gt;Berbagilah cinta agar orang lain merasakan keberadaan kita di dunia ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4199977647483871852-3425077659974178194?l=ibnuibnu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/iB5GxAVX9aoe07RFpMc-H9-GOZ4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/iB5GxAVX9aoe07RFpMc-H9-GOZ4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/iB5GxAVX9aoe07RFpMc-H9-GOZ4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/iB5GxAVX9aoe07RFpMc-H9-GOZ4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ibnu1609/~4/KOyusQrqmvc" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ibnu1609/~3/KOyusQrqmvc/sedekah-cinta_4885.html</link><author>noreply@blogger.com (IBNU)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ibnuibnu.blogspot.com/2010/03/sedekah-cinta_4885.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852.post-7414570082214378889</guid><pubDate>Fri, 12 Feb 2010 03:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-11T19:35:00.677-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Religion</category><title>Kunci Masuk Kesuksesan adalah Ujian</title><description>Sahabat yang dicintai Allah, Kami ucapkan banyak terima kasih atas segala ucapan selamat, comment yang positif, partisipasi aktifnya serta saran dan kritik yang membangun, semoga segala kebajikan yang telah kita ukir di tahun 2009 menjadi berkah menuju tahun 2010 dan semoga segala khilaf dan dosa yang pernah kita lakukan dihapus oleh Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih karena komitmen kita untuk tidak mengulang kembali segala bentuk perbuatan syetan yang akan mengantar kita kepada kesesatan dan keterpurukan di tahun 2010, amin Ya Robbal ‘alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore terlihat seorang pemuda datang ke seorang kyai. Raut mukanya kusut, pandangannya loyo. Baju bermerk yang ia kenakan tidak bisa menutupi kegelisahan yang ada di kening kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pusing saya, kyai ....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kenapa harus pusing ? ” tanya sang kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Menurut saya, saya tidak pernah berbuat yang aneh-aneh. Saya sholat seperti biasa, shalat malam juga saya amalkan. Baca Al Qur’an rutin saya amalkan. Namun.......... mengapa bisnis saya tertipu, saya tertipu rekan bisnis saya. Saya percayai ia...namun apa balasannya ? Ia bawa kabur ratusan juta rupiah uang saya ..”&lt;br /&gt;”Ya...kamu tetap lakukan seperti biasanya, bahkan tingkatkan lagi...lebih dekatkan lagi sama Gusti Allah...apa yang terjadi padamu saat ini..merupakan tanda-tanda kamu lagi disayang gusti Allah” jawab sang kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban sang kyai, pemuda itupun tambah bengong dan bingung. Logika berfikirnya tidak masuk, namun untuk menanyakan lebih lanjut iapun tidak berani. Dengan kegelisahan yang masih menggelayut di kepalanya iapun pamitan pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di rumah, ia pandangi dirinya sendiri di depan cermin, iapun berkata dalam hati...”menyedihkan....”. Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Kalau dulu sisa uang masih bisa ia pergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, lambat laun semakin menipis, hingga pada suatu hari iapun terpaksa memecah celengan, tempat ia kumpulkan koin lima ratus dan seratus rupiah. Dengan tersayat – sayat hatinya iapun terpaksa memecah celengan itu, padahal semula celengan itu hanya sebagai tempat penyimpanan uang recehan yang menurutnya pada saat itu, tidak ada manfaatnya selain sebagai pemberian kepada ”polisi cepe” saat melintas di jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun berganti tahun pemuda ini ia lalui, dalam hari – harinya dalam kesulitan ia selalu terngiang-ngiang kata – kata sang kyai, ” ...lebih dekatkan lagi sama Gusti Allah...apa yang terjadi padamu saat ini..merupakan tanda-tanda kamu lagi disayang gusti Allah”, iapun terus mengevaluasi diri tentang kekurangan ibadahnya kepada Allah, tidak hanya ibadah lahiriah namun lebih ke aspek batiniah ia sedikit – demi sedikit diperbaiki. Tanpa terasa lambat laun keadaan ekonominya berubah. Uang yang dulu tertipu rekan bisnisnya, telah kembali berlipat – lipat dari kemajuan usahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat iapun bersilaturahim kepada kyai yang dulu ia temui. Setelah berbincang sejenak, si pemuda itupun berkata kepada kyai.&lt;br /&gt;”Alhamdulillah kyai, dari pengalaman saya tertipu rekan bisnis saya yang dulu saya bisa belajar tentang bersyukur rama kyai ....”&lt;br /&gt;” O...begitu, alhamdulillah...” jawab kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Coba kalau saya tidak tertipu, saya tidak bisa merasakan arti sejumlah recehan yang dulu saya remehkan...rama kyai. Saat dalam kekurangan...uang recehan itu ternyata begitu berarti...., saya bisa merasakan betapa sesuatu yang sangat remeh menurut anggapan kita...ternyata berharga sekali...dan saya yakin, masih banyak rekan – rekan saya yang bernasib dibawah saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” alhamdulillah...berarti kamu sudah bisa merasakan arti syukur....terus, kamu kesini kok, pakai mobil butut...padahal duit kamu kan sudah banyak...jangan – jangan kamu malah ngga bersyukur ”, tanya kyai dengan senyuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bukan begitu rama kyai, insya allah saya bisa beli mobil yang jauh lebih mewah....tapi saya takut rama kyai.... saya selalu berdo’a, ”Ya Allah, jadikanlah dunia di tangan kami, tetapi jangan Engkau menjadikannya dalam hati kami....”, makanya saya berusaha lebih sederhana rama kyai..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban pemuda, kyaipun tersenyum agak lebar, kemudian berkata, ”alhamdulillah...semoga banyak pemuda yang berprinsip sama seperti kamu.....namun, kamu juga harus hati – hati, tanyakan dalam hatimu....sikapmu itu...karena tulus, atau karena ”ingin dianggap sederhana.....ingin dianggap zuhud....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendengar uraian sang kyai yang terakhir, ”...ingin dianggap sederhana.....ingin dianggap zuhud....”, hati pemuda itupun bergetar...., iapun lantas menunduk, lantas berkata, ”ya...rama kyai...saya masih harus belajar ....”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses tidak ada hubungan dengan menjadi kaya raya,&lt;br /&gt;Sukses itu tidak serumit/serahasia seperti kata para pakar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUKSES adalah KITA!&lt;br /&gt;Karena kesuksesan terbesar ADA pada DIRI KITA SENDIRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Kita tercipta dari pertarungan jutaan sperma untuk membuahi 1 ovum, itulah sukses pertama Kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Kita bisa lahir dengan anggota tubuh sempurna tanpa cacat, itulah kesuksesan Kita kedua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Kita ke sekolah bahkan bisa menikmati studi sarjana, di saat tiap menit ada 10 siswa drop out karena tidak mampu bayar SPP, itulah sukses Kita ketiga....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Kita mempunyai pekerjaan, di saat 46 juta orang menjadi pengangguran, itulah sukses Kita keempat....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Kita masih bisa makan tiga kali sehari, di saat ada 3 juta orang mati kelaparan setiap bulannya, itulah kesuksesan Kita yang kelima...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses terjadi setiap hari, namun Kita tidak pernah menyadarinya. ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat tersentuh ketika menonton film "Click!" yg dibintangi Adam Sandler, "Family comes first" (dahulukan keluarga) , begitu kata2 terakhir kepada anaknya sebelum dia meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking sibuknya Si Adam Sandler ini mengejar kesuksesan, ia sampai tidak sempat meluangkan waktu untuk anak &amp;amp; istrinya, bahkan tidak sempat menghadiri hari pemakaman ayahnya sendiri, keluarga nya pun berantakan, istrinya yang cantik menceraikannya, anaknya jadi ngga kenal siapa ayahnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses selalu dibiaskan oleh penulis buku laris supaya bukunya bisa terus2an jadi best seller dengan membuat sukses menjadi hal yg rumit dan sukar didapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses tidak melulu soal harta, rumah mewah, mobil sport, jam Rolex, pensiun muda, menjadi pengusaha, punya kolam renang/helikopter, punya istri cantik seperti Donald Trump &amp;amp; resort mewah di Karibia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses sejati adalah hidup dengan penuh syukur atas segala rahmat Tuhan, sukses yang sejati adalah menikmati &amp;amp; bersyukur atas setiap detik kehidupan Kita,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Kita gembira, Kita gembira sepenuhnya, sedangkan pada saat Kita sedih, Kita sedih sepenuhnya, setelah itu Kita sudah harus bersiap lagi menghadapi episode baru lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses sejati adalah hidup benar di jalan Allah, hidup baik, tidak menipu, saleh &amp;amp; selalu rendah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses itu tidak lagi menginginkan kekayaan ketimbang kemiskinan, tidak lagi menginginkan kesembuhan ketimbang sakit, sukses sejati adalah bisa menerima sepenuhnya kelebihan, keadaan dan kekurangan Kita apa adanya dengan penuh syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Kita menyadari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebenarnya tidak membeli suatu barang dengan uang. Uang hanyalah alat tukar, Kita sebenarnya membeli rumah dari waktu Kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Kita mungkin harus kerja siang malam utk bayar KPR selama 15 tahun atau beli mobil/motor kredit selama 3 tahun. Itu semua sebenarnya Kita dapatkan dari membarter waktu Kita, Kita menjual waktu Kita dari pagi hingga malam kepada penawar tertinggi untuk mendapatkan uang supaya bisa beli makanan, pulsa telepon dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aset terbesar Kita bukanlah rumah/mobil Kita, tapi diri Kita sendiri, Itu sebabnya mengapa orang pintar bisa digaji puluhan kali lipat dari orang bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin berharga diri Kita, semakin mahal orang mau membeli waktu Kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya kenapa harga 2 jam-nya Kiyosaki bicara ngalor ngidul di seminar bisa dibayar 200 juta atau harga 2 jam seminar Pak Tung Desem Waringin bisa mencapai 100 juta!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya kenapa Nike berani membayar Tiger Woods &amp;amp; Michael Jordan sebesar 200 juta dollar, hanya untuk memakai produk Nike. Suatu produk bermerk menjadi mahal/berharga bukan karena merk-nya, tapi karena produk tsb dipakai oleh siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya bola basket bekas dipakai Michael Jordan diperebutkan, bisa terjual 80 juta dollar, sedangkan bola basket bekas dengan merk sama, bila kita jual harganya justru malah turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah hidup di Dunia yang sejenak ini, kita seperti mengejar fatamorgana, bila dilihat dari jauh, mungkin kita melihat air/emas di kejauhan, namun ketika kita kejar dng segenap tenaga kita &amp;amp; akhirnya kita sampai, yang kita lihat yah cuman pantulan sinar matahari/corn flakes saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga sudah sadar semuanya tentang hidup ini namun masih lebih suka mengejar fatamorgana tsb ketimbang menghabiskan waktu Kita yg sangat berharga bersama dengan orangtua yg begitu mencintai Kita, memeluk hangat suami / istri / kekasih Kita, mengatakan "I love you" kepada org2 yang Kita cintai: orang tua, istri, suami, anak, sahabat2 Kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4199977647483871852-7414570082214378889?l=ibnuibnu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/131GXSGdjKh5m9QJnkxJOf4B4H0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/131GXSGdjKh5m9QJnkxJOf4B4H0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/131GXSGdjKh5m9QJnkxJOf4B4H0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/131GXSGdjKh5m9QJnkxJOf4B4H0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ibnu1609/~4/6jBSUu0GvVU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ibnu1609/~3/6jBSUu0GvVU/kunci-masuk-kesuksesan-adalah-ujian.html</link><author>noreply@blogger.com (IBNU)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ibnuibnu.blogspot.com/2010/02/kunci-masuk-kesuksesan-adalah-ujian.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852.post-9013696376057643857</guid><pubDate>Thu, 11 Feb 2010 03:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-10T19:24:00.640-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Education</category><title>KIAT-KIAT SUKSES</title><description>Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan seorang hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung . Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan "tidur". Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, "Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ada empat hal yang harus Anda perhatikan," begitu beliau memulai penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHASIA PERTAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertama. Jangan lupakan orang tua kita, khususnya ibu kita. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih sampai melahirkan kita itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu.. Ibu bagaikan pangeran katon (Tuhan yang kelihatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu... baru kemudian ayahmu dan gurumu.&lt;br /&gt;Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibu kita jauh lebih mustajabah." Beliau mengambil napas sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHASIA KEDUA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian yang kedua," beliau melanjutkan. "Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepada kita. Karena saat itulah sebenarnya Kita dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat) . Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, 'Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.' Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan kita dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya. ( bersambung…………….)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHASIA KETIGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka, " begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. "Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga" , (QS Ath Thalaq 2-3). saya menimpali &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga? ," tanya beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, bagaimana caranya?" jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!" jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. "Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri," saya bertanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu," jawab beliau. "Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHASIA KEEMPAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang keempat nih, Mas," beliau memulai. "Jangan mempermainkan wanita, sayangi mereka, berdayakan dan carikan jalan keluar atas segala permasalahannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm... ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut bersama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu?" saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu cari selingkuhan. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara diam-diam, atau terang-tarangan tanpa ridho dari istri Anda itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya tanpa keikhlasan darinya atau bahkan tanpa sepengetahuannya. " &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh... pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya," beliau melanjutkan. &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4199977647483871852-9013696376057643857?l=ibnuibnu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CpRbS4exuCIOMG1uaZ6bw780cNA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CpRbS4exuCIOMG1uaZ6bw780cNA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CpRbS4exuCIOMG1uaZ6bw780cNA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CpRbS4exuCIOMG1uaZ6bw780cNA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ibnu1609/~4/85goeMDFpUA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ibnu1609/~3/85goeMDFpUA/kiat-kiat-sukses.html</link><author>noreply@blogger.com (IBNU)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ibnuibnu.blogspot.com/2010/02/kiat-kiat-sukses.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852.post-7091841114157807791</guid><pubDate>Wed, 10 Feb 2010 03:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-09T19:11:00.184-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Religion</category><title>Berteriak = Membunuh Karakter ! Mau Bukti ?</title><description>Kali ini, saya ingin bercerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan. Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa? Kebisaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang mereka lakukan, dengan tujuannya supaya pohon itu mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu. Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari. Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga mulai rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan mudah ditumbangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau diperhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya. Akibatnya, dalam waktu singkat, makhluk hidup itu akan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang, Yang jelas dan perlu diingat bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda? orang dikeliling anda atau siapapun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo cepat ! cepetaaaaaan !&lt;br /&gt;Dasar lelet ! Kayak keong aja lu !&lt;br /&gt;Bego banget sih ! Begitu aja nggak bisa dikerjakan ?&lt;br /&gt;Jangan main-main disini ! &lt;br /&gt;Berisiiiiiiiiiik ! diem, diem,diem ! aaaaah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, mungkin Anda pun berteriak balik kepada pasangan hidup Anda karena Anda merasa sakit hati ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suami/istri seperti kamu nggak tahu diri ! ngaca dong ngaca !&lt;br /&gt;Bodoh banget jadi laki/bini nggak bisa apa-apa ! bisanya Cuma minta,minta dan minta ! &lt;br /&gt;Aduuuuh, perempuan / laki kampungan banget siiiih !? gak makan sekolahan apa ?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goblok, soal mudah begitu aja nggak bisa ngerkain ! Kapan kamu jadi pinter ?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau seorang atasan berteriak pada bawahannya saat merasa kesal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Eh tahu nggak ?! Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku nggak bakal nyesel !&lt;br /&gt;Ada banyak yang bisa gantiin kamu !&lt;br /&gt;Sial ! Kerja gini nggak becus ? Ngapain gue gaji elu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah! Setiap kali Anda berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita cintai. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan -lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan Kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari. Teriakan, hanya di berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, mengapa orang yang marah dan emosional mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak mereka dekat bahkan hanya bisa dihitung dalam centimeter ? &lt;br /&gt;Pada realitanya, meskipun secara fisik dekat tapi sebenarnya hati begitu jauh. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak! Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai serta mematikan roh orang yang dimarahi karena perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mulai sekarang Jika Kita tetap ingin roh pada orang yang Kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan teriakan-teriakan. Dengan berteriak kepada orang lain ada dua kemungkinan balasan yang Kita akan terima. Kita akan dijauhi atau Kita akan mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : Catatan Rumah Yatim Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oOo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas r.a., “Aku telah melayani Rasulullah SAW selama 10 tahun. Demi Allah beliau tidak pernah mengeluarkan kata-kata hardikan kepadaku, tidak pernah menanyakan : ‘Mengapa engkau lakukan?’ dan pula tidak pernah mengatakan: ‘Mengapa tidak engkau lakukan?’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR Bukhari, Kitabul Adab 5578, Muslim, Kitabul Fadhail 4269 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jarir bin Abdullah r.a.: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang tidak dikaruniai sifat lemah-lembut, maka ia tidak dikarunia segala macam kebaikan." (HR. Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ath-Thabrani, dengan sanad dari Abu Darda’ ra, meriwayatkan bahwa seorang laki-laki telah datang kepada Rasulullah saw mengadukan hatinya yang keras, maka beliau saw bersabda, “Apakah kamu suka jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi? Sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah ia makan dari makananmu niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhamu terpenuhi.” (HR. Ath-Thabrani. Lihat Al-Matjar Ar-Rabih Al-Hafizh Ad-Dimyathi No.1509)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4199977647483871852-7091841114157807791?l=ibnuibnu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YF1z4l1-ypgVQXTm1qzNRCvEUuA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YF1z4l1-ypgVQXTm1qzNRCvEUuA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YF1z4l1-ypgVQXTm1qzNRCvEUuA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YF1z4l1-ypgVQXTm1qzNRCvEUuA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ibnu1609/~4/Slvb8xo3BjA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ibnu1609/~3/Slvb8xo3BjA/berteriak-membunuh-karakter-mau-bukti.html</link><author>noreply@blogger.com (IBNU)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ibnuibnu.blogspot.com/2010/02/berteriak-membunuh-karakter-mau-bukti.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852.post-1163932791176127967</guid><pubDate>Tue, 09 Feb 2010 03:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-08T19:03:00.242-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Religion</category><title>Mencari Kebahagiaan Hidup</title><description>Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air. Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, “Berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini?”&lt;br /&gt;Wanita itu menjawab, “Kamu tidak perlu membayar apapun”. “Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan”, kata wanita itu menambahkan.&lt;br /&gt;Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata, “Dari dalam hatiku aku berterima kasih pada anda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter dikota itu sudah tidak sanggup menanganinya. Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut. Dr. Horward Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju kamar si wanita tersebut. Dan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu. Ia langsung mengenali itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali keruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu. Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan.. ..Wanita itu sembuh!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan. Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien.&lt;br /&gt;Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa Ia tak akan mampu menbayar tagihan tesebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya. Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihantersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi..”Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu!!” tertanda, Dr Horward Kelly.&lt;br /&gt;Air mata kebahagian membanjiri matanya. Ia berdoa: “Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sodaqoh) sebutir kurma. (Mutafaq’alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4199977647483871852-1163932791176127967?l=ibnuibnu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qBSZ2B16A-YMjjDGEWNvluYCjGY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qBSZ2B16A-YMjjDGEWNvluYCjGY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qBSZ2B16A-YMjjDGEWNvluYCjGY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qBSZ2B16A-YMjjDGEWNvluYCjGY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ibnu1609/~4/mz8Zcoq1umo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ibnu1609/~3/mz8Zcoq1umo/mencari-kebahagiaan-hidup.html</link><author>noreply@blogger.com (IBNU)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://ibnuibnu.blogspot.com/2010/02/mencari-kebahagiaan-hidup.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852.post-6190857153437690534</guid><pubDate>Tue, 09 Feb 2010 02:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-08T18:57:00.203-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Religion</category><title>Mencari Kebahagiaan</title><description>Ada sesseorang yang selalu resah dan gelisah dalam hidupnya menemui seorang bijak dan berkata:"Guru, saya tidak pernah mendapatkan KEBAHAGIAAN dalam hidupku....&lt;br /&gt;Tolong ajarkan saya agar HIDUPKU SELALU BAHAGIA !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bijak itu menjawab:&lt;br /&gt;" Kebahagiaan itu sebenarnya tidak perlu kau cari....Kebahagiaan itu ada pada dirimu sendiri. Tapi kamu dapat belajar untuk menemukannya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Berapa lamakah waktu yang saya butuhkan untuk memperoleh kebahagiaan ?''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bijak itu memandang si anak muda kemudian menjawab,&lt;br /&gt;''Kira-kira sepuluh tahun.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar hal itu anak muda tadi terkejut,&lt;br /&gt;''Begitu lama?'' tanyanya tak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Tidak,'' kata si orang bijak,&lt;br /&gt;''Saya keliru. Engkau membutuhkan 20 tahun.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak muda itu bertambah bingung.&lt;br /&gt;''Mengapa Guru lipatkan dua,?'' tanyanya keheranan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bijak kemudian berkata,&lt;br /&gt;''Coba pikirkan, dalam hal ini mungkin engkau membutuhkan waktu 30 tahun.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terlintas dalam pikiran Kita ketika membaca cerita di atas?&lt;br /&gt;Tahukah Kita mengapa semakin banyak orang muda itu bertanya,&lt;br /&gt;semakin lama pula waktu yang diperlukannya untuk mencapai kebahagiaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas,&lt;br /&gt;bagaimana cara kita mendapatkan kebahagiaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang telah banyak disampaikan,&lt;br /&gt;kebahagiaan hanya akan dicapai&lt;br /&gt;kalau kita mau melakukan perjalanan KE DALAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,&lt;br /&gt;itu semua tidak dapat Kita peroleh dengan cuma-cuma.&lt;br /&gt;Kita harus mau MEMBAYAR HARGANYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar lebih mudah kita gunakan analogi sebuah toko.&lt;br /&gt;Nama toko itu adalah ''TOKO KEBAHAGIAAN''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana tidak ada barang yang bernama 'Kebahagiaan'' karena&lt;br /&gt;''Kebahagiaan'' itu sendiri TIDAK DIJUAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, toko ini menjual semua barang yang merupakan unsur-unsur pembangun kebahagiaan, antara lain: KESABARAN, KEIKHLASAN, RASA SYUKUR, KASIH SAYANG, KEJUJURAN, KEPASRAHAN KEPADA TUHAN dan RELA MEMAAFKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah ''barang-barang'' yang Kita perlukan untuk mencapai kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, berbeda dari toko biasa, toko ini tidak menjual produk jadi.&lt;br /&gt;Yang dijual di sini adalah BENIH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau Kita tertarik untuk Membeli ''Kesabaran'' Kita hanya bisa mendapatkan ''Benih Kesabaran.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, segera setelah Kita pulang ke rumah Kita harus Berusaha Keras untuk Menumbuhkan dan memelihara Benih tersebut Sampai ia Menghasilkan BUAH KESABARAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap Benih yang Kita beli di toko tersebut Mengandung Sejumlah Persoalan yang Harus Kita Pecahkan. Hanya bila Kita MAMPU Memecahkan Persoalan tersebut,&lt;br /&gt;Kita akan Menuai Buahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benih yang dijual di toko itu juga bermacam-macam tingkatannya.&lt;br /&gt;''Kesabaran Tingkat 1,'' misalnya, berarti menghadapi kemacetan lalu lintas atau&lt;br /&gt;pengemudi bus yang ugal-ugalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Kesabaran Tingkat 2'' berarti menghadapi orang yang sewenang-wenang atau&lt;br /&gt;orang yang suka memfitnah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Kesabaran Tingkat 3'',misalnya, adalah menghadapi keluarga Kita yang sendiri. Seperti menghadapi Istri yang cerewet atau suami yang nyebelin,malas dan kurang perhatian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk yang lain misalnya ''BERSYUKUR''&lt;br /&gt;''Bersyukur Tingkat 1'' adalah bersyukur di kala SENANG siap bersedekah kala kantong tebal, sementara ''Bersyukur Tingkat 2'' adalah bersyukur di kala SUSAH sedang defisitpun tetap bersedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''KEJUJURAN Tingkat 1,''misalnya, kejujuran dalam Kondisi Biasa, sementara&lt;br /&gt;''Kejujuran Tingkat 2'' adalah kejujuran dalam Kondisi TERANCAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebagian produk yang dapat dibeli di ''Toko Kebahagiaan''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap produk yang dijual di toko tersebut Berbeda-beda Harganya&lt;br /&gt;sesuai dengan KUALITAS KARAKTER yang Ditimbulkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang TERMAHAL ternyata adalah ''KESABARAN'' karena&lt;br /&gt;kesabaran ini merupakan Bahan Baku dari Segala Macam Produk yang Dijual di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang filsuf pernah mengatakan,&lt;br /&gt;''Apa yang Kita Peroleh dengan TERLALU MUDAH PASTI KURANG Kita HARGAI.&lt;br /&gt;Hanya Harga yang MAHAL-lah yang Memberi NILAI kepada SEGALANYA.&lt;br /&gt;Tuhan Tahu Bagaimana MEMASANG Harga yang Tepat pada Barang-barangnya.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika kita Menyambut Setiap Masalah dengan Penuh KEGEMBIRAAN akan memperoleh ''OBAT dan VITAMIN'' yang terkandung disetap Masalah yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian Kita akan BERTERIMA KASIH kepada Orang-orang yang Telah Menyusahkan Kita karena Mereka Memang ''diutus'' untuk Membantu Kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengemudi yang ugal-ugalan, orang yang jahat, orang yang sewenang-wenang adalah&lt;br /&gt;Peluang untuk MEMBENTUK Kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasilan yang Pas-pasan adalah peluang untuk MENUMBUHKAN RASA SYUKUR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana yang Ribut dan Gaduh adalah Peluang untuk MENUMBUHKAN KONSENTRASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemu dengan Orang-orang yang TAK TAHU BERTERIMA KASIH adalah&lt;br /&gt;Peluang untuk Menumbuhkan PERASAAN KASIH Tanpa Syarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang MENYAKITI Kita adalah Peluang untuk MENUMBUHKAN Kualitas RELA MEMAAFKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup Marilah kita Renungkan ungkapan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Aku memohon Kekuatan dan&lt;br /&gt;Tuhan memberiku Kesulitan-kesulitan untuk Membuatku KUAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memohon Kebijaksanaan dan&lt;br /&gt;Tuhan memberiku Masalah untuk Diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memohon Kemakmuran dan&lt;br /&gt;Tuhan memberiku TUBUH dan OTAK untuk Bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memohon Keberanian dan&lt;br /&gt;Tuhan memberiku berbagai BAHAYA untuk aku Atasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memohon Cinta dan&lt;br /&gt;Tuhan memberiku Orang-orang yang Bermasalah untuk Aku Bantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mohon Berkah dan Tuhan memberiku berbagai Kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku Tidak Memperoleh Apapun yang Aku Inginkan,&lt;br /&gt;tetapi Aku MENDAPATKAN Apapun yang Aku BUTUHKAN.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman bahwa Kita semua dilarang merasa terhina tidak boleh pula terus menerus larut dalam kesedihan karena kita adalah orang-orang yang akan senantiasa ditinggikan derajatnya jika kita adalah orang-orang yang senantiasa menjaga keimanan kita “ ( Walaa tahunuu walaa tahzanuu wa antumul a’launa in kuntum mu’miniin )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4199977647483871852-6190857153437690534?l=ibnuibnu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9YReuoalgvbQH2FDumb5reM4hMI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9YReuoalgvbQH2FDumb5reM4hMI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9YReuoalgvbQH2FDumb5reM4hMI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9YReuoalgvbQH2FDumb5reM4hMI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ibnu1609/~4/EhMecUyZ6qQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ibnu1609/~3/EhMecUyZ6qQ/mencari-kebahagiaan.html</link><author>noreply@blogger.com (IBNU)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ibnuibnu.blogspot.com/2010/02/mencari-kebahagiaan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852.post-5540463659303219008</guid><pubDate>Mon, 08 Feb 2010 02:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-07T18:50:00.463-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Religion</category><title>Tempe Oh Tempe</title><description> Di Karangayu, sebuah desa di Kendal, Jawa Tengah, hiduplah seorang ibu penjual tempe. &lt;br /&gt;Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lalukan sebagai penyambung hidup.&lt;br /&gt;Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang. "Jika tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya. .." demikian dia selalu memaknai hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi, setelah salat subuh, dia pun berkemas. Mengambil keranjang bambu tempat tempe, dia berjalan ke dapur. Diambilnya tempe-tempe yang dia letakkan di atas meja panjang. Tapi, deg! dadanya gemuruh.Tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa kacang kedelai, sebagian berderai, belum disatukan ikatan-ikatan putih kapas dari peragian.&lt;br /&gt;Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk jadi. Tubuhnya lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti dia tidak akan mendapatkan uang, untuk makan, dan modal membeli kacang kedelai, yang akan dia olah kembali menjadi tempe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah putus asa,terbersit harapan di dadanya. Dia tahu, jika meminta kepada Allah,&lt;br /&gt;pasti tak akan ada yang mustahil. Maka, di tengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia baca doa. "Ya Allah, Engkau tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. &lt;br /&gt;Bantulah aku ya Allah, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe. Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku..." Dalam hati, dia yakin, Allah akan mengabulkan doanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe. Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung. Dadanya gemuruh. Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe. Dan... dia kecewa. Tempe itu masih belum juga berubah. Kacang kedelainya belum semua menyatu oleh kapas-kapas ragi putih. Tapi, dengan memaksa senyum, dia berdiri. Diayakin, Allah pasti sedang "memproses" doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia yakin, Allah tidak akan menyengsarakan hambanya yang setia beribadah. Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang,dia berdoa lagi. "Ya Allah, aku tahu tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu. Engkau Maha Tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe. Karena itu ya Allah, jadikanlah.Bantulah aku, kabulkan doaku..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe.Pasti telah jadi sekarang, batinnya. Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan... belum jadi. &lt;br /&gt;Kacang kedelai itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang kedelai tersebut. "Keajaiban Tuhan akan datang... pasti," yakinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun berjalan ke pasar. Di sepanjang perjalanan itu, dia yakin, "tangan" Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe-tempenya. Berkali-kali dia dia memanjatkan doa... berkali-kali dia yakinkan diri, Allah pasti mengabulkan doanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di pasar, di tempat dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang-keranjang itu. "Pasti sekarang telah jadi tempe!" batinnya. Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan-pelan. Dan... dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. Masih sama seperti ketika pertama kali dia buka di dapur tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata menitiki keriput pipinya. Kenapa doaku tidak dikabulkan? Kenapa tempe ini tidak jadi? Apakah Tuhan ingin aku menderita? Apa salahku? Demikian batinnya berkecamuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lemas, dia gelar tempe-tempe setengah jadi itu di atas plastik yang telah dia sediakan. Tangannya lemas, tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu. Dan dia tiba-tiba merasa lapar... merasa sendirian. Tuhan telah meninggalkan aku, batinnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Airmatanya kian menitik. Terbayang esok dia tak dapat berjualan... esok dia pun tak akan dapat makan. Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan "teman-temannya" sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas. Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku. Kesedihannya mulai memuncak. Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini. Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras. Dia merasa cobaan itu terasa berat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya. Dia memalingkan wajah, seorang perempuan cantik, paro baya, tengah tersenyum, memandangnya. "Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi? Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjual tempe itu bengong. Terkesima. Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan tangan. "Ya Allah, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi. Jangan engkau kabulkan doaku yang tadi. Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe..." Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. "jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana Bu? Apa ibu menjual tempe setengah jadi?" tanya perempuan itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepanikan melandanya lagi. "Duh Gusti... bagaimana ini? Tolonglah ya Allah, jangan jadikan tempe ya?" ucapnya berkali-kali. Dan dengan gemetar, dia buka pelan-pelan daun pembungkus tempe itu. Dan apa yang dia lihat, sahabat?? Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama. Belum jadi! "Alhamdulillah!" pekiknya, tanpa sadar. Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu cantik itu. "Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang belum jadi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oohh, bukan begitu, Bu. Anak saya, si Shalauddin, yang kuliah S2 di Australia&lt;br /&gt;ingin sekali makan tempe, asli buatan sini. Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya pun mencari tempe yang belum jadi. Jadi, saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Oh ya, jadi semuanya berapa, Bu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Sahabat……Dalam kehidupan sehari-hari, kita acap berdoa, dan "memaksakan" Allah memberikan apa yang menurut kita paling cocok untuk kita. Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita merasa diabaikan, merasa kecewa dan merasa ditinggalkan Padahal, Allah paling tahu apa yang paling cocok untuk kita. Bahwa semua rencananya adalah SEMPURNA.&lt;br /&gt;Banyak orang yang merasa frustasi karena kenyataan mereka tidak sesuai&lt;br /&gt;dengan impian. Sebagai contoh, ada seorang anak yang ingin kuliah di Universitas A, tapi&lt;br /&gt;nyatanya biaya tidak mencukupi. Atau, mereka yg merantau ke kota besar, bermimpi ingin mendapatkan pekerjaan berkelas nasional bahkan internasional, tapi nyatanya yang didapatkan hanyalah pekerjaan biasa-biasa saja &amp;amp; apa adanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4199977647483871852-5540463659303219008?l=ibnuibnu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xNJZFx7ZJu5uEo76DnEbkjkBGoc/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xNJZFx7ZJu5uEo76DnEbkjkBGoc/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xNJZFx7ZJu5uEo76DnEbkjkBGoc/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xNJZFx7ZJu5uEo76DnEbkjkBGoc/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ibnu1609/~4/pwqa8VgkmfE" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ibnu1609/~3/pwqa8VgkmfE/tempe-oh-tempe.html</link><author>noreply@blogger.com (IBNU)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://ibnuibnu.blogspot.com/2010/02/tempe-oh-tempe.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852.post-6762528649546703640</guid><pubDate>Sun, 07 Feb 2010 06:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-06T22:41:00.430-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Education</category><title>BELAJAR DENGAN ADIK KECIL</title><description>Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Perbanyaklah kenalan orang-orang fakir miskin dan berbudilah kepada mereka karena mereka kelak akan mendapat kekuasaan." Sahabat bertanya: "Apakah kekuasaan mereka, ya Rasulullah?" Jawab Nabi Muhammad s.a.w.: "Bila tiba hari kiamat maka dikatakan kepada mereka: "Perhatikan siapa yang dahulu pernah memberimu makanan atau minuman seteguk atau sehelai baju, maka peganglah tangannya dan tuntunlah ke surga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu sore hari pada saat aku pulang kantor dengan mengendarai sepeda motor, aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat menarik, seorang anak kecil berumur lebih kurang sepuluh tahun dengan sangat sigapnya menyalip disela-sela kepadatan kendaraan di sebuah lampu merah perempatan jalan di Jakarta .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak diayunkannya sepeda berwarna biru muda, sambil membagikan bungkusan tersebut ,ia menyapa akrab setiap orang, dari tukang koran , penyapu jalan, tuna wisma sampai Pak Polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan ini membuatku tertarik, pikiran ku langsung melayang membayangkan apa yang diberikan si anak kecil tersebut dengan bungkusannya, apakah dia berjualan ? “Kalau dia berjualan apa mungkin seorang tuna wisma menjadi langganan tetapnya atau…??, untuk membunuh rasa penasaran ku, aku pun membuntuti si anak kecil tersebut sampai di sebrang jalan , setelah itu aku langsung menyapa anak tersebut untuk aku ajak berbincang-bincang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dek, boleh kakak bertanya ?” tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Silahkan kak.” Jawab adik kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau boleh tahu yang barusan Adik bagikan ketukang koran, tukang sapu, peminta-minta bahkan pak polisi, itu apa ?” tanyaku dengan heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh… itu bungkusan nasi dan sedikit lauk kak… memang kenapa kak?” dengan sedikit heran , sambil ia balik bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh... tidak! Kakak Cuma tertarik cara kamu membagikan bungkusan itu, kelihatan kamu sudah terbiasa dan cukup akrab dengan mereka. Apa kamu sudah lama kenal dengan mereka?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ,Adik kecil ini mulai bercerita, “Dulu … aku dan ibuku sama seperti mereka hanya seorang tuna wisma, setiap hari bekerja hanya mengharapkan belaskasihan banyak orang, dan seperti kakak ketahui hidup di Jakarta begitu sulit, sampai kami sering tidak makan, waktu siang hari kami kepanasan dan waktu malam hari kami kedinginan ditambah lagi pada musim hujan kami sering kehujanan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila kami mengingat waktu dulu… kami sangat-sangat sedih , namun setelah ibuku membuka warung nasi, kehidupan keluarga kami mulai membaik. Maka dari itu ibu selalu mengingatkanku, bahwa masih banyak orang yang susah seperti kita dulu , jadi kalau saat ini kita diberi rejeki yang cukup , kenapa kita tidak dapat berbagi kepada mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yang ibu ku selalu katakan ‘hidup harus berarti buat banyak orang ‘, karena pada saat kita kembali kepada Sang Pencipta tidak ada yang kita bawa, hanya satu yang kita bawa yaitu Kasih kepada sesama serta Amal dan Perbuatan baik kita , kalau hari ini kita bisa mengamalkan sesuatu yang baik buat banyak orang , kenapa kita harus tunda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Karena menurut ibuku umur manusia terlalu singkat , hari ini kita memiliki segalanya, namun satu jam kemudian atau besok kita dipanggil Sang Pencipta, apa yang kita bawa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata adik kecil ini sangat menusuk hatiku, saat itu juga aku merasa menjadi orang yang tidak berguna, bahkan aku merasa tidak lebih dari seonggok sampah yang tidak ada gunanya,dibandingkan adik kecil ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang selama ini merasa menjadi orang hebat dengan pendidikan dan jabatan tinggi, namun untuk hal seperti ini, aku merasa lebih bodoh dari anak kecil ini, aku malu dan sangat malu. Ya.. Tuhan, Ampuni aku, ternyata kekayaan, kehebatan dan jabatan tidak mengantarku kepada Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Kasih yang sempurna serta Iman dan Pengharapan kepada-Mu lah yang dapat mengiringiku masuk ke Surga. Terima kasih adik kecil, kamu adalah malaikat ku yang menyadarkan aku dari tidur nyenyakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;....Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu.&lt;br /&gt;Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.&lt;br /&gt;Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.&lt;br /&gt;Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.&lt;br /&gt;Ia tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.&lt;br /&gt;Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.&lt;br /&gt;Kasih tidak berkesudahan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah ragu , mulailah dari sekarang membiasakan diri berbagi dan memberi walaupun itu untuk perkara-perkara kecil ....&lt;br /&gt;MALULAH kita kepada ALLAH , berapa besar rizki yang DIA berikan untuk kita dan BERAPA BANYAK yang kita berikan untuk NYA ....?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4199977647483871852-6762528649546703640?l=ibnuibnu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/J9CNsCy6HQAoaOSylkHP1gGCgmc/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/J9CNsCy6HQAoaOSylkHP1gGCgmc/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/J9CNsCy6HQAoaOSylkHP1gGCgmc/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/J9CNsCy6HQAoaOSylkHP1gGCgmc/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ibnu1609/~4/T6Mlq1I4CGY" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ibnu1609/~3/T6Mlq1I4CGY/belajar-dengan-adik-kecil.html</link><author>noreply@blogger.com (IBNU)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ibnuibnu.blogspot.com/2010/02/belajar-dengan-adik-kecil.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4199977647483871852.post-2153803103867372793</guid><pubDate>Sat, 06 Feb 2010 06:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-05T22:35:00.191-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Education</category><title>SAAT INI adalah MASA DEPAN</title><description>Di suatu sore ada seorang anak kecil sedang berjalan-jalan di taman. Di saat sedang asyik-asyiknya menikmati indahnya keasrian rimbunnya pepohonan dan semilirnya angina sepoi-sepoi, langkahnya terhenti karena matanya tertangkap tingkah seorang bapak-bapak yang sedang melamun dengan tatapan mata yang kosong. Hati anak kecil itu pun treusik untuk mencari tahu apa yang membuat bapak tersebut melamun seolah-olah dunia ini sudah tidak punya harapan lagi untuk hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Apa yang terjadi dengan bapak, sepertinya bapak sangat sedih ?” Tanya anak kecil itu dengan polos.&lt;br /&gt;“ Anak kecil, kamu tidak akan mengerti masalah orang tua seperti saya “Jawab bapak tadi dengan malas-malasan.&lt;br /&gt;“ Tapi saya ingin tahu, bapak ?” Anak kecil tadi mendesak.&lt;br /&gt;“ Baiklah, saya akan beritahu kamu. Bapak sedang menyesali masa lalu. Mengapa dulu bapak tidak berusaha keras untuk saat ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan jawaban, anak kecilpun berlalu dan meneruskan perjalanan sorenya. Namun belum lama berjalan, lagi-lagi jiwanya kembali terusik dengan sikap bapak-bapak yang lain. Kali ini yang dilihat olehnya adalah seorang bapak yang mondar mandir tidak karuan. Anak kecil itu pun menghampiri bapak tersebut dan mencari tahu apa yang sedang menimpanya.&lt;br /&gt;“ Apa yang terjadi dengan bapak, sepertinya bapak sangat gelisah?”&lt;br /&gt;“ Anak kecil, jika kamu nanti sudah sebesar saya, kamu akan mengerti” Jawab bapak itu&lt;br /&gt;“ Tapi saya ingin tahu sekarang, bapak ? “&lt;br /&gt;“ Baiklah, bapak akan memberitahu kamu. Bapak sedang memikirkan masa depan bapak. Bapak takut masa depan bapak suram karena sampai saat ini bapak masih belum punya bekal apa-apa “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu anak kecil tersebut meninggalkan bapak yang sedang mencemaskan masa depannya. Tidak jauh dari situ, anak kecil kembali menemukan seorang bapak-bapak yang sedang sibuk bekerja. Tapi wajahnya terlihat sangat senang, tidak ada kesedihan maupun kegelisahan seperti kedua bapak yang ia jumpai tadi. Kembali pikiran anak kecil itu berkecamuk untuk mendapatkan sebuah jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mengapa bapak begitu gembira, padahal bapak sedang berkerja keras ? “ Anak kecil tersebut semakin penasaran. Hanya dalam sekejap dirinya menemukan tiga bapak-bapak yang mempunyai sikap yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;“ Anakku, ketahuilah bapak tidak sedang bekerja keras tetapi bapak hanya berkerja. Dan yang membuat bapak gembira adalah karena apa yang bapak kerjakan sesuai dengan keinginan hati bapak “&lt;br /&gt;“ Sebelumnya saya telah menemui seorang bapak-bapak yang sedang menyesali masa lalunya dan seorang lagi sedang mencemaskan masa depannya. Apakah bapak tidak mempunyai masa lalu dan masa depan ? “&lt;br /&gt;Bapak tadi tertawa sejenak kemudian baru menjawab pertanyaan anak kecil yang memiliki rasa keingintahuan yang luar biasa.&lt;br /&gt;“ Anakku, Detik Ini Akan Menjadi Masa Lalu Bagi Detik Berikutnya, Dan Detik Berikutnya Adalah Masa Depan Detik Ini. Maka Jalani Detik Ini Dengan Sebaik-Baiknya “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pun mulai malam dan anak kecil itu pun kembali keperindukan dengan segudang falsafah hidup yang ia dapatkan hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ MENYESALI MASA LALU ADALAH KESEDIHAN, MENCEMASKAN MASA DEPAN ADALAH KEGELISAHAN&lt;br /&gt;BERBUAT YANG TERBAIK UNTUK SAAT INI ADALAH KEGEMBIRAAN “&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4199977647483871852-2153803103867372793?l=ibnuibnu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hs9fpQBIclP898W-S2Iyhiy67mw/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hs9fpQBIclP898W-S2Iyhiy67mw/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hs9fpQBIclP898W-S2Iyhiy67mw/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hs9fpQBIclP898W-S2Iyhiy67mw/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ibnu1609/~4/WDW0wTVPjyg" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/ibnu1609/~3/WDW0wTVPjyg/saat-ini-adalah-masa-depan.html</link><author>noreply@blogger.com (IBNU)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://ibnuibnu.blogspot.com/2010/02/saat-ini-adalah-masa-depan.html</feedburner:origLink></item><language>en-us</language><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

