<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-11076757</atom:id><lastBuildDate>Thu, 23 May 2013 07:35:26 +0000</lastBuildDate><category>Islam</category><category>Psikologi</category><category>Pedagogis</category><category>Sejarah</category><category>Template</category><category>ESQ</category><category>Tafsir</category><category>Akreditasi</category><category>Fikih</category><category>Bisnis</category><category>Keluarga</category><category>Info Tekno</category><category>Profile</category><category>Pendidikan</category><category>Humor</category><category>Motivasi</category><category>Tips</category><category>Ensiklopedia</category><category>Otomotif</category><category>Tsaqofah</category><category>Sastra</category><category>Celoteh</category><title>Hendriono Online</title><description>Hendriono Online | Catatan tentang apa yang kulihat, yang aku rasakan, yang aku baca, yang aku dengar, dan yang aku pikirkan...</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>128</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-11076757.post-5507336988249154123</guid><pubDate>Sat, 29 Dec 2012 01:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-29T08:37:26.713+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Islam</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Motivasi</category><title>Diagnosis Kemuduran Umat Islam</title><description>&lt;img border="0" height="210" width="535" src="http://1.bp.blogspot.com/-v7CmAf0LLrA/UN5JBDGQ_-I/AAAAAAAAHm0/ftm1FGfG4j4/s400/kemunduran-umat.jpg" alt="Diagnosis Kemuduran Umat Islam"/&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artikel "&lt;a href="https://www.facebook.com/notes/fahmi-amhar/diagnosis-kemunduran-ummat/10151180267906921" target="_blank" title="Diagnosis Kemuduran Umat Islam"&gt;Diagnosis Kemuduran Umat Islam&lt;/a&gt;" ditulis oleh Prof. Dr. Fahmi Amhar, dengan ulasan yang singkat, padat dan jelas, pola pikir kita digiring untuk memahami berbagai hal yang menyebabkan umat Islam mengalami kemunduran pada berbagai sisi. Hal ini sangatlah penting untuk diketahui oleh umat Islam, agar jangan sampai kita terlena dengan kesalahan-kesalahan yang kita buat sendiri yang sebenarnya mengarah pada kemuduran umat Islam itu sendiri. Banyak hal yang tidak kita sadari sebenarnya mengarah kepada kemunduran umat Islam. Mari kita simak dengan seksama apa yang telah ditulis oleh Prof. Dr. Fahmi Amhar.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Diagnosis Kemuduran Umat Islam&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Ditulis oleh Prof. Dr. Fahmi Amhar&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;i&gt;Seorang dokter yang salah diagnosa, akan salah pula memberi therapi. Bila ummat Islam salah memahami proses kemundurannya, maka mereka akan salah pula dalam mencari cara-cara menuju kebangkitannya&lt;/i&gt;" &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau kita mencoba melakukan analisis atas kualitas suatu ummat, tak terkecuali ummat Islam, maka kita harus menetapkan dulu tolok ukurnya, agar tak salah bila kita katakan suatu ummat itu maju atau mundur, dan bila mundur, kita juga tahu bagaimana seharusnya, atau ke mana langkah menuju. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Qualitas ummat terbaik adalah ditemui pada generasi Nabi, generasi  sesudahnya (Tabiin) dan generasi sesudahnya lagi (Tabiit-Tabiin). (HR Bukhari, dll).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Qualitas itu diukur dengan kriteria yang uniq, yakni pada aktivitasnya  dalam menyuruh yang ma'ruf dan mencegah yang mungkar (QS 3:110). Tugas ini memerlukan type-type manusia muttaqin, mereka yang hanya takut  kepada Allah saja, dan tidak bisa dipungkiri, bahwa jumlah "muttaqin per kapita" yang terbanyak adalah di zaman Nabi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di zaman sesudahnya, jumlah ini makin menurun secara berangsur-angsur, meskipun wilayah Islam dan populasi muslim terus membesar, dan karya-karya peradaban baik dalam ilmu-ilmu agama maupun dalam iptek dan kesenian terasa menuju "masa keemasan"-nya.  Dalam konteks materialisme seperti pada budaya Barat, memang qualitas suatu bangsa biasa diukur dari produk peradaban (iptek, kesenian, arsitektur, etc).   Namun dalam konteks Islam, ukuran yang standard adalah kontribusi bangsa itu dalam amar ma'ruf nahi munkar.  Jadi peradaban sesungguhnya hanyalah alat semata.  Motivasi amar ma'ruf nahi munkar-lah yang pernah membawa ummat Islam untuk menciptakan peradaban yang maju, karena berlaku prinsip: "APA YANG DIPERLUKAN UNTUK MEMENUHI YANG FARDH, HUKUMNYA JUGA FARDH".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Bila kita analisis, maka proses kemunduran ummat Islam itu secara singkat bisa dibagi dalam tiga tahapan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kekaburan Fikrah Islamiyah (=ide atau fikiran)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kekaburan Thariqah Islamiyah (=methode mewujudkan ide)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kekaburan Relasi antara Fikrah dan Thariqah&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1 Kekaburan Fikrah Islamiyah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;u&gt;1.1 Merebaknya Mitos&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kekaburan fikrah mulai terjadi sejak dini (abad 2 H), saat derap perluasan wilayah Islam kurang terimbangi dengan derap pewarisan fikrah Islam.  Akibatnya, berbagai bangsa yang tadinya hidup dalam mitos dan filsafat serta mistik Yunani/Mesir, Persia atau India, tidak segera membuang mitos/filsafat/mistik itu dari alam fikirnya, melainkan mencoba "mengawinkannya dengan Islam" atau dengan kata lain: "mengislamkan mitos" dan "memitoskan Islam".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh dari mitos ini banyak sekali.  Kita tahu, dalam semua ajaran lain, keyakinan dasarnya selalu berasal dari mitos, atau suatu aksioma dasar yang tidak bisa dilacak secara rasional.  Bangsa yang tadinya penganut mitos itu, ketika beralih ke Islam, pun memandang aqidah Islam sebagai mitos.  Person Rasul berubah dari sosok manusia yang bisa ditiru setiap muslim (sebagai uswatun hasanah) menjadi sosok keramat yang supranatural.  Bahkan belakangan, seorang 'alim yang aslinya hanyalah ilmuwan atau pakar, yang dalam ijtihadnya bisa benar maupun salah, tiba-tiba dipandang sebagai "orang suci" yang tidak mungkin salah, sebagaimana orang-orang Kristen memandang Paus, atau orang-orang Hindu memandang Sri Bhagawan.&lt;/div&gt;Ketika seseorang bisa menjadi "kult-figur" karena mitos, maka orang-orang yang ada penyakit di hatinya berlomba untuk juga memiliki posisi di sana.  Mereka melegitimasi diri di depan orang-orang yang tidak tahu dengan ayat-ayat Qur'an yang diselewengkan tafsirnya, atau dengan hadits-hadits yang dhaif atau palsu.  Maka muncullah bid'ah di mana-mana. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;u&gt;1.2 Pengabaian Bahasa Arab&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kekaburan fikrah ini makin dipercepat tatkala bahasa Arab tidak lagi dipelihara.  Hingga berakhirnya masa khilafah Abbasiyah, islamisasi selalu dilakukan bersama-sama dengan "arabisasi".  Dengan itulah, maka orang-orang yang berpotensi dari seluruh dunia Islam, meskipun berasal dari etnis bukan Arab, bisa memberikan kontribusinya yang besar pada Islam.  Bahasa Arab klasik sebagai bahasa Qur'an, yang memang paling  kaya di antara bahasa-bahasa di dunia, menjadi bahasa internasional, bahasa silaturahmi ummat Islam, dan bahasa ilmu pengetahuan Islam.  Tak ada suatu kata yang tidak bisa diungkapkan dalam bahasa Arab.&lt;/div&gt;Adalah keputusan yang fatal dari suatu masa khilafah Utsmaniyah, ketika mereka memutuskan untuk meninggalkan tradisi tersebut, dengan alasan, agar Islam lebih mudah "diserap" tanpa barier bahasa Arab.  Namun akibatnya, di negeri-negeri yang belum berbahasa Arab, bahasa Arab menjadi "hak istimewa" selapis kecil kaum terpelajar saja, sedangkan bagi ummat, khasanah ilmu yang luar biasa, yang selama itu hanya ada dalam bahasa Arab, menjadi tertutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;u&gt;1.3 Surutnya Ijtihad&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akibatnya, ketika faktor bahasa Arab menjadi barier, maka ijtihad tidak lagi dikerjakan dengan cukup.  Padahal ummat Islam hanya bisa terus menerus menghadapi zaman, bila mereka terus menerus berijtihad.  Sedangkan ijtihad hanya bisa dikerjakan dalam bahasa Arab klasik.  Ketika sebagian orang nekad berijtihad tanpa bekal yang memadai, timbullah berbagai "fatwa nyleneh", sehingga beberapa penguasa pada zaman itu merasa perlu untuk "menutup pintu ijtihad".  Suatu keputusan berniat baik namun gegabah dan justru memperburuk suasana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena ijtihad tidak lagi dikerjakan, maka persoalan baru tampak menjadi muskil dipecahkan dengan Islam.  Maka ummat Islam pun mulai mengambil solusi dari luar Islam.  Mulai abad 17 (abad 11 H) sejalan dengan invasi Barat ke negeri-negeri muslim, ummat Islam mengambil sistem ekonomi kapitalis dan sistem hukum &amp;amp; politik sekuler, meskipun mereka masih "menguji" agar "tidak bertentangan dengan Islam".  Namun kekaburan ini sudah terlanjur menjadi, dan ummat Islam tidak lagi kritis, bahwa sistem asing yang diimpornya itu didasarkan pada mitos.  Bahkan lambat laun mereka cukup fanatik pada sistem asing itu, karena  telah ada seseorang yang juga sudah dimitoskan yang melegitimasinya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2 Kekaburan Thariqah Islamiyah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Islam bukanlah ajaran yang memberikan sekedar ide, melainkan juga menunjukkan metode untuk mewujudkan ide tersebut, yang dikenal dengan term "thariqah".  Bila kita selidiki, semua perintah-perintah ilahi selalu termasuk fikrah (=ide) atau thariqah (=metode), dan tak ada perintah fikrah tanpa thariqah, atau thariqah tanpa fikrah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai contoh, "Berimanlah" adalah perintah fikrah.  Perintah thariqah yang berkaitan dengan ini adalah hal-hal yang menyangkut mengamati alam serta melakukan pemikiran rasional yang menjadi landasan iman, dan perlindungan iman termasuk jihad serta hukuman mati bagi orang-orang yang murtad.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh lain, "Jiwamu, Hartamu dan Kehormatanmu adalah suci" adalah perintah fikrah.  Perintah thariqah yang berkaitan adalah perlindungan atas kesucian itu, seperti fasilitas kesehatan, polisi, pengawas pasar, peradilan keluarga, dan juga termasuk hukuman bagi pelanggaran atas tindak pidana yang terkait.&lt;/div&gt;Kekaburan atas thariqah Islamiyah bisa dibagi dalam tiga tahap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;u&gt;2.1 Kendurnya Jihad&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada awalnya ummat Islam sadar bahwa hidup mereka dipersembahkan untuk Islam serta untuk memanggul dakwah Islam, dan ini berarti termasuk jihad al-qital (perang fisabilillah), agar tak ada lagi fitnah di muka bumi sehingga agama itu hanya untuk Allah belaka (QS 2:193).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan karena jihad memerlukan persiapan yang matang, maka otomatis kaum muslimin menyiapkan tubuh yang sehat dan kuat, keluarga yang intakt, negara yang adil, ekonomi yang mapan, IPTEK yang maju dan ibadah yang khusyu'.  Jihad sebagai alat dakwah sekaligus menjaga kaum muslimin agar selalu menjadi ummat terbaik di muka bumi (khairu ummat) agar ummat lain yakin, bahwa ajakan kepada Islam memang akan membawa mereka menjadi maju, adil, makmur dan diridhoi Allah.  Bila mereka perlu contoh, maka silakan melihat sendiri fakta di Daarul Islam. Saat itu, adakah negara yang lebih baik dari Daarul Islam? Inilah dakwah yang sangat meyakinkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun lambat laun, bersamaan dengan kekaburan fikrah, maka orientasi ummat Islam mulai bergeser.  Di satu sisi, sebagian ummat lebih cenderung untuk "meresapi kehidupan religi" yang disalahtafsirkan sebagai "Jihad Qubra", sebagaimana tampak dalam ribuan sekte-sekte "sufi" yang menjauhi jihad serta amar ma'ruf nahi munkar.  Di sisi lain, sebagian ummat lebih cenderung "menikmati rejeki Allah" dengan hidup lux, walaupun dari rejeki yang halal.  Yang jelas, jihad mulai redup.  Dan dakwah mulai dikerjakan "sambil lalu".  Ini yang menjelaskan, mengapa dakwah ke Asia Tenggara praktis tanpa jihad, walau tetap pantas dikagumi, bahwa "dakwah sambil lalu" dari para pedagang itu toh masih memiliki kemampuan yang tinggi untuk mendesak suatu ajaran lama.  Namun fikrah yang masuk sudah tidak sejernih dakwah pada generasi awal Islam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;u&gt;2.2 Lenyapnya Daulah Khilafah&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika qualitas ummat semakin redup, maka semakin turun pulalah kontrol atas kekuasaan sesuai pepatah Arab ("Pemimpinmu itu sebagaimana kamu").  Daulah khilafah, meski saat itu masih ada dan diakui ummat Islam di seluruh dunia, namun kekuasannya mulai terbatas sekedar sebagai simbol persatuan spiritual, sedangkan di mana-mana mulai tampil raja-raja monarki, yang meskipun masih memerintah dengan Islam, namun tak lagi sepenuhnya menyemangatkan "Jama'atul Islamiyah" (=negara dunia Islam) melainkan "Jama'atul Qaumiyah" (=negara kebangsaan).  Akibatnya, potensi ummat Islam mulai tidak menyatu menjadi sinergi yang luar biasa.  "Take care" ummat Islam di suatu wilayah atas penderitaan ummat Islam di wilayah lain tinggal sebatas pada doa dan sedekah yang tidak seberapa, karena khilafah tidak lagi kuat untuk menjalankan fungsi baik komando maupun koordinasinya.  Di samping itu, bahasa Arab sebagai bahasa pemersatu mulai kurang dipahami oleh ummat Islam sendiri, karena kurang dipelihara.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;u&gt;2.3 Lepasnya Bumi Islam&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika khilafah mulai lemah, sementara fikrah sudah sangat kabur, maka relatif mudah bagi bangsa Barat untuk invasi dengan menggunakan politik devide et impera.  Antar raja-raja muslim karena semangat qaumiyahnya mulai gampang dihasut dan diadu domba.  Maka Barat menjanjikan bantuan pada salah satu pihak, dengan imbalan wilayah.  Para penguasa muslim tidak lagi sadar, bahwa adalah haram hukumnya meminta perlindungan pada orang-orang kafir, dan perselisihan antar kaum muslimin harus dicarikan penengah yakni dari khalifah.  Namun apa daya ketika khilafah sendiri mulai lemah?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka satu demi satu bumi Islam mulai lepas ke tangan penjajah.  Dan mulailah, sedikit demi sedikit penjajah memasukkan sistem kufur dalam kehidupan, dan menggeser sistem Islam.  Proses ini makin  dipercepat ketika kalangan elit muslim juga terpengaruh fikrahnya, apalagi melihat Barat secara material/fisik berada di atas angin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika di abad-20 bumi Islam diberi kemerdekaan kembali - karena desakan politik (pseudo) anti imperialisme dari Uni Soviet maupun Amerika Serikat,  sehingga kolonialisme gaya lama menjadi tidak "in" lagi, sistem yang berlaku pada mereka, serta fikrah yang lazim pada mereka, sudah sangat terkontaminasi dengan produk-produk mitos Barat.   Sementara khilafah, sebagai simbol persatuan ummat Islam, pun sejak 1924 secara formal sudah tidak ada lagi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3 Kekaburan Relasi Fikrah-Thariqah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila di kesempatan yang lalu kita sama-sama melihat secara terpisah bahwa bidang fikrah maupun thariqah sama-sama terserang "penyakit", maka lepasnya kaitan antara fikrah dan thariqah lebih mempercepat lagi proses tersebut, atau setidaknya, menyulitkan proses penyembuhannya.  Ibarat seorang pasien penyakit jiwa yang juga mengalami penyakit jasmani,  maka mestinya penanganannya dilakukan secara holistis ("menyeluruh"), dan tidak sepotong-sepotong, karena kestabilan jiwa juga tergantung pada kesehatan jasmani, dan demikian pula sebaliknya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;u&gt;3.1 Disintegrasi Studi Islam&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada awalnya, kaum muslimin mempelajari Islam secara menyeluruh.  Prioritas mempelajari ilmu tidak tergantung dari subyeknya, namun semata dari hukm syar'i amal/prakteknya (fardh-mustahab-mubah).  Suatu amalan yang fardh, maka semua ilmu yang terkait pun fardh.  Maka ketika jihad fardh, iptek pendukung jihad pun fardh.  Demikianlah, ketika studi Islam dikerjakan dengan benar, tak ada dikotomi antara so called "ilmu agama" dengan "ilmu dunia", tidak ada pemisahan antara hukum waris dengan aljabar, atau ilmu sholat dengan astronomi, dll.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun lambat laun, sejalan dengan merebaknya mitos dan melemahnya ijtihad, kaum muslimin lebih berkonsentrasi pada ilmu-ilmu "ide" namun mengabaikan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan metode pelaksanaan ide-ide tersebut.  Maka mereka memusatkan diri pada peraturan ibadat ritual (sholat/puasa) atau tentang nikah dan cerai; namun mengabaikan misalnya peraturan tentang jihad, khilafat, lembaga peradilan dan sistem ekonomi Islam.  Belakangan, sistem peradilan bahkan dipisah menjadi peradilan sistem (al-qadhi an-Nizhami) yang menjalankan hukum positif (non Islam) yang berkaitan dengan pidana, ekonomi, tata negara dsb; dan peradilan agama (al-qadhi as-Syar'i) yang cuma mengurusi keluarga (nikah, cerai, waris).  Hukum Islam tidak lagi dijadikan pegangan untuk semua jenis peradilan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka mempelajari Islam berlawanan dengan metode yang diperlukannya.  Sebelumnya, fiqh selalu dipelajari secara praktis, yang sesuai masalahnya akan dijalankan oleh individu, keluarga atau negara sebagai organ exekutif.  Pada awalnya, fiqh berkembang di tangan para mujtahid yang diikuti oleh qadhi (=hakim), sehingga masalah yang dibahasnya selalu relevan dengan realita.  Maka ketika syari'ah tidak lagi dijadikan pegangan dalam menetapkan hukum positif, mulailah ia jauh dari realita.  Fiqh Islam didegradasi menjadi aspek teoretis-moral saja.  Ia tidak lagi menjadi alat untuk memberikan solusi bagi permasalahan sehari-hari ummat, dan para ahlinya diturunkan jabatannya menjadi sekedar penceramah atau missionaris yang membosankan masyarakat dengan khutbahnya yang selalu diulang-ulang, tanpa bisa melahirkan suatu energi yang produktif.   Ujung-ujungnya, studi Islam dianggap "melangit" dan tidak "membumi".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akibatnya, pemuda-pemuda yang cerdas dari ummat Islam pada umumnya akan lebih condong pada studi yang lebih praktis seperti teknologi, kedokteran, ataupun "ilmu-ilmu sistem" yang dipakai, seperti ekonomi atau hukum positif, meskipun tidak berasal dari Islam.  Dan sebaliknya, studi Islam tinggal ditekuni oleh mereka yang secara umum "second class", walaupun tetap ada satu dua orang yang gemilang, sebagai perkecualian.  Sementara itu, secara keseluruhan, ummat menganggap studi Islam sebagai fardhu kifayah, dan gugurlah kewajiban mereka bila telah ada orang yang mengerjakannya.  Padahal mestinya, setiap muslim yang dewasa dan berakal sehat, fardhu ain untuk mengetahui segenap peraturan Islam yang diperlukan dalam hidupnya sehari-hari, karena ia diwajibkan untuk senantiasa beriorientasi pada perintah dan larangan Allah.  Hanya ijtihad untuk menurunkan hukm syar'i dari Qur'an dan Sunnah yang fardhu kifayah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akibatnya, sprial kemunduran studi Islam makin menjadi-jadi.  Mereka yang akhirnya secara formal dianggap "pakar" dalam studi Islam, sering tidak lagi kompeten untuk mengajukan Islam sebagai solusi permasalahan aktual.  Bahkan tidak jarang, orang yang hanya mengenal Islam sepotong-sepotong, dengan mudah dijadikan masyarakat sebagai "tokoh Islam", yang didengar ucapannya, dan diikuti pendapatnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;u&gt;3.2 Evolusi Islam&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akibat "the wrong man on the wrong place" ini, yang sering ada bukannya "Islam meluruskan masyarakat" namun "Islam disesuaikan dengan masyarakat".  Karena ummat tidak mengetahui lagi metode menjalankan ide-ide asli Islam, maka Islam dicoba ditafsirkan kembali agar konform dengan "semangat zaman".  Yang dimasuki tidak cuma aspek-aspek hukum parsial, namun bahkan ushul fiqh yang fundamental.  Maka timbullah prinsip-prinsip nyeleneh seperti "Fiqh itu mengikuti tempat dan waktu", atau "Tradisi itu boleh menjadi sumber hukum", atau "Hukum boleh dihapus demi kemaslahatan", dsb. Bahkan tidak jarang, mimpi ataupun contoh kehidupan / pengalaman pribadi seorang tokoh muslim kontemporer dijadikan hujjah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka mulai menghalalkan bunga dengan alasan itu perlu untuk uang yang mengalami inflasi atau untuk mengisi kas anak yatim (=ada maslahat).  Pelacuran, judi atau konsumsi khamr mulai tidak dijauhi habis-habisan namun justru ditolerir secara terbatas dengan istilah "lokalisasi".  Kerjasama dengan negara perampok (Israel) dikatakan halal dengan alasan tidak ada mimpi yang melarangnya.  Dan muslimah difatwakan tidak usah berjilbab karena istri sang tokoh juga tidak berjilbab. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan karena "semangat zaman", maka semua hukum Islam yang lain pun disesuaikan agar cocok dengan ideologi modern, entah itu kapitalisme, marxisme, sekulerisme/demokrasi, dsb.  Bahkan mereka menganggap "ada demokrasi dalam Islam" atau "ada kapitalisme dalam Islam".  Mereka tidak lagi mampu melihat mitos-mitos yang ada di balik isme-isme modern itu, sehingga menganggap asas musyawarah sebagai demokrasi, pasar bebas sebagai kapitalisme, dan toleransi mazhab sebagai sekularisme.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan mereka anggap, syi'ar Islam bisa "ditinggikan" atau "disempurnakan" dengan slogan-slogan nasionalisme, demokrasi, hak asasi manusia, dsb. Mereka berpikir, dengan itu, Islam bisa ditampilkan dengan wajah yang lebih "ramah".  Namun pada hakekatnya, Islam justru semakin jauh dari kehidupan.  Andaipun nama Islam tampil, ia tak lebih sekedar sebagai "agama yang diakui negara", "agama negara" atau sekedar kenyataan bahwa "kekuasaan ada di tangan mereka yang mengaku muslim".   Dan ummat umumnya tanpa sadar sudah puas, bahwa kini mereka tidak lagi diperhamba oleh penjajah kafir, namun oleh "penjajah muslim".  Maka mereka menghentikan usaha untuk hanya diperhamba oleh Allah atau oleh hukum-hukum Allah saja.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;u&gt;3.3 Terpojok di Sudut Defensif&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika fikrah Islam sudah sangat redup, mitos sudah merajalela, orang menjadi mukmin tidak karena berpikir tetapi karena ikut-ikutan lingkungan, khilafah sebagai methode menerapkan Islam di masyarakat  tidak exist lagi, bahkan masyarakat semakin asing dari ajaran Islam yang murni karena studi Islam ditangani oleh orang-orang yang bukan ahlinya, yang tidak meluruskan masyarakat namun justru merubah Islam, di saat yang sama datang serangan yang telak dari orang-orang kafir: MENYUDUTKAN ISLAM.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Musuh-musuh Islam sadar, bahwa tidak mungkin menghancurkan Islam dan ummat Islam dengan kekuatan senjata.  Karena itu, mereka berupaya  terus menerus tanpa henti, untuk minimal membuat Islam dan ummat Islam tidak lagi berbahaya bagi kepentingan mereka.  Andaikata ummat Islam masih tegar seperti pohon yang sehat dan berakar dalam, maka niscaya badai topan sebesar apapun akan dengan tatag dihadapinya.  Namun kini, ketika akar sang pohon sudah lapuk, maka terpaan angin sepoi-sepoi saja bisa membuatnya rubuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka ummat Islam dewasa ini umumnya kelimpungan, ketika dikonfrontasikan dengan berbagai ajaran Islam yang ada dalam Qur'an atau Sunnah sendiri.   Mereka tidak bisa menerangkan, mengapa Islam memerintahkan memotong tangan pencuri, atau membagi warisan bagi lelaki 2x wanita, atau bahwa seorang lelaki boleh menikahi sampai 4 istri, atau bahwa dalam Islam ada perintah jihad, dsb.  Ketika orang-orang kafir mengkritik hal itu sebagai barbarik, bertentangan dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia, atau Islam itu fanatik dan agresif, ummat Islam umumnya hanya bisa dengan terbata-bata membela diri.  Mereka mencoba menafsirkan kembali Islam, sekedar musuh-musuhnya puas, dan kritikan mereda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka katakan, perintah memotong tangan pencuri itu hanya metaforis.  Mereka katakan juga, bahwa sekarang ini warisan harus dibagi sama, karena wanita muslim sekarang sudah sama derajatnya.  Tentang polygami,  mereka katakan, sebenarnya di Qur'an diharamkan, karena manusia tidak  mungkin berlaku adil.  Dan tentang jihad, mereka katakan jihad itu hanya dilakukan bila ummat Islam diserang (defensif).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Amboi, betapa jauhnya tafsiran-tafsiran "modern" ini dengan ajaran Islam yang murni.  Karena dalam Sunnah-nya, Rasulullah telah menunjukkan sendiri bahwa ia memotong tangan pencuri, bahwa ia menikahi banyak istri, dan bahwa jihad yang dilakukan ummat Islam melawan Persia atau Romawi, sama sekali bukan jihad ketika ummat Islam diserang.  Dan ajaran Islam merupakan risalah terakhir yang diturunkan Allah di muka bumi, sehingga tetap berlaku hingga hari kiamat.  Maka betapa anehnya tafsiran-tafsiran baru, yang mungkin dilakukan dengan "niat baik", namun hasilnya malah justru memporak-porandakan ajaran Islam yang murni.  Kesalahan tafsir yang fatal ini terjadi, karena ummat Islam memisahkan antara fikrah dan thariqah, karena semua hukum yang dihujjat tadi, memang tak bisa jalan sendiri-sendiri, melainkan hanya berfungsi dalam rangkaian metode yang tepat, dalam suatu negara yang islami, dalam suatu daulah khilafah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Spiral kemunduran berputar semakin cepat.  Orang-orang yang ditokohkan berlomba mencari pembenaran atas perilakunya, sehingga banyak rakyat jelata yang karena kebingungan akhirnya memutuskan untuk beramai-ramai melepaskan kepercayaannya pada para ulama - termasuk ulama yang shaleh.  Bahkan mereka yang semula gembira dengan type ulama ini, karena merasa bisa "ngerti bahasanya", lambat laun akan dihadapkan dengan sejumlah besar kontradiksi.  Dan akhirnya sama saja: makin jauh dengan ulama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ummat yang masih tersisa ghirahnya pada Islam mencoba langsung mempelajari Islam dari sumbernya: Qur'an dan Sunnah.  Namun mereka lupa, bahwa untuk itu diperlukan seperangkat bekal, baik ilmu bahasa Quran (bahasa Arab klasik) maupun ilmu Fiqh dan Ushul Fiqh.  Karena mereka maju tanpa bekal ini, mereka akan terbentur ke sana ke mari.  Akhirnya kalau tidak terjerumus ke extremitas yang satu (menganggap yang hukum Islam itu cuma fardh semua dan yang lain haram semua), akan terpuruk ke extremitas lainnya (menolak memakai hadits, karena terlalu was-was dengan hadits yang "tidak jelas", dan ujung-ujungnya meragukan Qur'an, karena tanpa penjelasan dari hadits, Qur'an mustahil dipahami dengan benar).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka tak heran, ummat Islam sekarang hanya sensitif bila sisa-sisa rasa agamanya diganggu.  Mereka menjadi bersikap menunggu (re-aktif) dan tidak berani memulai (pro-aktif).  Mereka justru menghindari untuk dikenal sebagai muslim, karena ini berarti harus menghadapi berbagai pertanyaan yang tidak bisa dijawabnya.  Dan di masyarakat di mana muslim mayoritas, mereka hanya sensitif bila ada kristenisasi, namun "cuek" bila hukum-hukum kafir diberlakukan di atasnya.  Bahkan mereka marah, bila ada orang yang berbeda madzhab sholat agak lain dengan mereka (misalnya tidak baca qunut), namun tenang-tenang saja, ketika harus bermuamalah dengan riba, atau harus mendidik anak dengan pola pendidikan dan kurikulum sekuler.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ummat Islam jadi tersudut di pojok defensif.  Jarang dari mereka yang berani mengambil inisiatif untuk menelanjangi berbagai ideologi kafir yang didasarkan pada mitos, entah mitos demokrasi (dalam politik), mitos pertumbuhan (dalam ekonomi), maupun mitos HAM (dalam sosial).  Tidak ada lagi dakwah offensif  sebagaimana yang dilakukan Rasulullah dan para pengikutnya terdahulu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Hasilnya memang tepat seperti yang diinginkan musuh-musuh Islam.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Islam kini tinggal ahlaq - tanpa jihad,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Islam kini tinggal ibadah (ritual) - tanpa syari'ah,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Islam kini boleh menyinari rumah, tapi bukan pasar, pabrik atau bank,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Islam kini boleh menguasai masjid, tapi tidak menguasai kantor,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Islam kini boleh bicara tentang akherat, tapi tidak tentang negara,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Islam yang boleh disanjung adalah Islamnya para pertapa shufi, dan bukan Islamnya umara' yang zuhud, ulama faqih yang zuhud, aghniya' yang zuhud atau mujahidin yang zuhud.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Islam yang tidak mampu menolong ummatnya sendiri, baik di Bosnia, Palestina, Chechnya atau Sudan, apalagi menolong dunia dari disorientasi kehidupan, dari AIDS, dari kerusakan lingkungan, dari kesewenang-wenangan para kapitalis di era globalisasi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;dan Qur'an boleh didendangkan di MTQ, dan bukan di Pengadilan,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;dan Qur'an boleh dibacakan pada orang mati, bukan pada orang hidup,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;dan Qur'an boleh diajarkan di pesantren, dan bukan di universitas,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;dan Qur'an boleh untuk menghitung pembagian zakat, namun bukan untuk membagi kekayaan alam dengan adil,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;dsb.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah, Islam semakin jauh dari kehidupan, dan Ummat Islam semakin mundur, meskipun kadang mereka merasa "ada kebangkitan", ketika melihat masjid penuh, MTQ semarak, dan para pejabat berlomba naik haji.  Namun mereka bingung, ketika ketidakadilan tetap saja langgeng, dan korupsi, kolusi serta manipulasi malah justru makin menjadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibarat orang yang sudah sakit parah, Ummat Islam tidak disembuhkan, tidak dioperasi atau dikasih antibiotik, namun hanya dikasih valium.  "Valium Islam".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan inilah realita yang sangat pahit.  Adakah obatnya?  Pasti, untuk setiap penyakit, Allah telah menyiapkan obatnya.  Masalahnya hanya apakah kita cukup tekun berikhtiar serta belajar dari ayat-ayat baik kauni maupun qur'ani, sehingga penyelidikan kita akhirnya sampai ke sana.&lt;/div&gt;</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/2012/12/diagnosis-kemuduran-umat-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-v7CmAf0LLrA/UN5JBDGQ_-I/AAAAAAAAHm0/ftm1FGfG4j4/s72-c/kemunduran-umat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-11076757.post-1239734343386359720</guid><pubDate>Mon, 17 Sep 2012 17:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-09-18T00:05:37.052+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Islam</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Tsaqofah</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Pendidikan</category><title>Ilmu Dan Tsaqâfah</title><description>&lt;img border="0" height="210" width="535" src="http://1.bp.blogspot.com/-xnYfOwzpETw/UFdYDFy_oHI/AAAAAAAAHKo/ReWynxOFc_g/s800/Ilmu-Tsaqafah.jpg" alt="Ilmu Dan Tsaqâfah"/&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya tidaklah mengherankan kalau umat Islam terkecoh menganggap ilmu-ilmu alam seperti fisika sama universalnya dengan ilmu-ilmu sosial seperti politik dan ekonomi. Mengapa? Sebab, pandangan tersebut juga dominan di negara-negara Barat, setelah kuatnya pengaruh Positivisme yang dirintis oleh August Comte (1798-1857). Sistem pendidikan di Dunia Islam yang didasarkan pada paradigma sekularisme akhirnya mengimbaskan pandangan yang sama itu kepada umat Islam (Butt, 1996: 17 &amp;amp; 42).&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Positivisme adalah anggapan bahwa yang dapat diselidiki atau dipelajari hanyalah "data-data yang nyata/empirik", atau yang mereka namakan 'positif'. Positivisme merupakan tradisi berpikir dalam ilmu-ilmu sosial Barat yang sebenarnya dipinjam dari pandangan, metode, dan teknik ilmu-ilmu alam dalam memahami dan menyelidiki fenomena alam. Karena itu, Positivisme mempercayai universalisme dan generalisasi yang diperoleh dari prosedur metode ilmiah (scientific method) sehingga kesimpulan-kesimpulan yang dihasilkan dianggap bersifat universal atau cocok (appropriate) untuk semua, kapan saja, dan di mana saja (Fakih, 2001: 24).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walhasil, dominasi Positivisme dan metode ilmiah yang diterapkan dalam lapangan ilmu-ilmu sosial itulah yang mengakibatkan umat Islam menganggap ilmu-ilmu sosial bersifat universal, sebagaimana halnya ilmu-ilmu alam. Maka dari itu, tidak mengherankan kalau ide demokrasi, kapitalisme, dan liberalisme dianggap sama universalnya dengan fisika atau kimia. Demikian pula sosiologi dan psikologi; juga dianggap universal seperti halnya astronomi dan biologi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenyataan itulah yang membuat Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani prihatin. Dari sinilah lalu beliau merumuskan gagasannya tentang klasifikasi pengetahuan menjadi ilmu dan tsaqâfah, termasuk gagasan tentang metode berpikir untuk menghasilkan masing-masing pengetahuan itu. An-Nabhani menegaskan, ilmu-ilmu sosial bukanlah pemikiran universal, melainkan pemikiran khas yang dipengaruhi oleh pandangan hidup Barat. Dengan kata lain, karakter ilmu sosial adalah terikat atau mengandung nilai (value-bound), berbeda dengan fisika atau kimia yang bebas nilai (value-free) (Agus, 1999: 58). An-Nabhani memandang pula, ada perbedaan metodologi antara ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial. Metode ilmiah, menurut beliau, hanya valid (sah) diterapkan dalam ilmu-ilmu alam, tidak berlaku secara universal untuk bidang ilmu-ilmu sosial seperti politik dan ekonomi (An-Nabhani, 1973: 32-34).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;Pengertian Ilmu dan Tsaqâfah&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ilmu, menurut An-Nabhani, adalah pengetahuan (knowledge, ma'rifah) yang diperoleh melalui metode pengamatan (observation), percobaan (experiment), dan penarikan kesimpulan dari fakta empiris (inference). Contohnya adalah fisika, kimia, dan ilmu-ilmu eksperimental lainnya. Adapun tsaqâfah adalah pengetahuan yang diperoleh melalui metode pemberitahuan (al-ikhbâr), penyampaian transmisional (at-talaqqi), dan penyimpulan dari pemikiran (istinbâth). Contohnya adalah sejarah, bahasa, hukum, filsafat, dan segala pengetahuan non-eksperimental lainnya (An-Nabhani, 1994: 262-263).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Dalam khazanah pengetahuan kontemporer, istilah ilmu dalam klasifikasi An-Nabhani di atas identik dengan ilmu-ilmu alam (natural sciences), yang sering disingkat 'sains', sedangkan tsaqâfah kurang lebih identik dengan ilmu-ilmu sosial (social sciences).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian intelektual, seperti Jujun S. Suriasumantri (Kompas, 27/4/1983), mengklasifikasikan pengetahuan menjadi dua cabang besar, yaitu ilmu (science), (yang mencakup ilmu-ilmu alam dan sosial), dan humaniora (humanities). Humaniora, menurut Elwood (1975) adalah seperangkat sikap dan perilaku moral manusia terhadap sesamanya (L. Wilardjo dalam Suriasumantri, 1992: 237), yang meliputi filsafat, moral, seni, sejarah, dan bahasa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istilah lain dikemukakan oleh S. Waqar Ahmed Husaini dalam bukunya Islamic Sciences (2002: 34-57), yang mengklasifikasikan pengetahuan menjadi dua, yaitu ilmu-ilmu alam (natural sicencies) dan ilmu-ilmu sosial-humaniora (humanistic-social sciences). Yang terakhir ini adalah gabungan ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Istilah tsaqâfah menurut An-Nabhani tampaknya lebih tepat diterjemahkan sebagai humanistic-social sciences (ilmu-ilmu sosial-humaniora), daripada sekadar social sciences.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari definisi ilmu dan tsaqâfah An-Nabhani di atas, dapat dianalisis bahwa kriteria dasar klasifikasinya adalah metode yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan, atau aspek epistemologisnya. Ilmu diperoleh melalui metode ilmiah yang asumsi dasarnya adalah netral atau bebas nilai. Sebaliknya, tsaqâfah tidak diperoleh melalui metode ilmiah, melainkan metode rasional (rational method), yaitu metode berpikir terhadap suatu fakta empiris dengan cara mengindera fakta tersebut lalu mentransfernya ke dalam otak melalui pancaindera, serta memberikan penafsiran atau keputusan (judgement) terhadap fakta tersebut dengan seperangkat informasi sebelumnya yang telah ada dalam memori otak (An-Nabhani, At-Tafkir, 1973: 28). Kesimpulan yang diperoleh dari metode atau pendekatan rasional ini, dengan sendirinya, tidaklah universal, karena bergantung pada jenis informasi yang dikaitkan dengan fakta yang ada. Riba (baik disebut interest atau usury) sebagai suatu fakta akan ditafsirkan secara berbeda oleh seorang Muslim dan orang sekular. Orang Muslim akan menilai riba haram; orang kapitalis sekular akan menganggapnya baik, menguntungkan, dan bahkan menjadi tulang punggung sistem ekonomi Barat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesimpulannya, dasar klasifikasi An-Nabhani sesungguhnya ada 2 (dua): Pertama, aspek epistemologisnya, yaitu metode berpikir yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan. Ilmu diperoleh melalui metode ilmiah, sedangkan tsaqâfah melalui metode rasional. Kedua, aspek nilainya, yaitu keterkaitan pengetahuan dengan pandangan hidup (wijhah an-nazhar, world-view, weltanschauung) atau apa yang sering disebut nilai (value), yang didefinisikan sebagai sesuatu yang mempunyai harga dan karenanya dianggap baik atau benar, atau sesuatu yang diharapkan atau ingin dimiliki oleh manusia (Miriam Budiardjo, Dasar-Dasar Ilmu Politik, 1992:13).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, ilmu adalah pengetahuan yang bebas nilai (value-free), sedangkan tsaqâfah adalah pengetahuan yang mengandung nilai (value-bound). Namun, patut dicatat, bahwa karakter bebas-nilai pada ilmu hanya ada pada dataran epistemologinya. Dalam dataran aksiologi, yaitu studi mengenai bagaimana menerapkan suatu pengetahuan, karakter ilmu tidaklah netral, tetapi bergantung pada pandangan hidup penggunanya. Internet sebagai contohnya, dapat dimanfaatkan sebagai sarana dakwah, tetapi juga dapat digunakan sebagai sarana penyebaran pornografi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan memahami dasar klasifikasi An-Nabhani di atas, kita akan dapat memahami mengapa An-Nabhani membuat beberapa pengecualian untuk beberapa cabang pengetahuan ketika diklasifikasikan, apakah masuk kategori ilmu atau tsaqâfah. Ada pengetahuan yang aslinya merupakan tsaqâfah, karena tidak eksperimental, namun kemudian digolongkan sebagai ilmu, karena tidak terkait dengan pandangan hidup dan bersifat universal. Contoh yang dikemukakan An-Nabhani, misalnya ilmu hisab (astronomi), perdagangan, pelayaran (al-milâhah), dan kerajinan tangan atau keahlian produksi barang (ash-shinâ'ât).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengenai astronomi, dalam sejarah Islam diketahui banyak dilakukan penerjemahan buku-buku astronomi berbahasa India dan Yunani. Muhammad A. Fajari (w. 161 H), seorang astronom Muslim, menerjemahkan buku astronomi berbahasa India, Shiddhanta Barahmagupta (ilmu bintang), ke dalam bahasa Arab. Astronom Muslim lainnya, Yakub Ibn Thariq (w. 162 H) menerjemahkan Shiddanta Aryabhrata dari bahasa Sansekerta ke dalam bahasa Arab. Hunain Ibn Ishaq menerjemahkan Almagest (karya Ptolomeus) dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Arab (Sriyatin Shadiq, 1995: 61). Jadi, walaupun astronomi asalnya adalah tsaqâfah, karena dimiliki bangsa non-Muslim dan diperoleh secara non-eksperimental, namun kemudian dimasukkan ke dalam kategori ilmu, karena sifatnya yang universal dan bebas nilai.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;Perbedaan dan Implikasi&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari penjelasan di atas, paling tidak ada 3 (tiga) aspek yang membedakan ilmu dengan tsaqâfah. Pertama, aspek epistemologinya (metode memperoleh pengetahuan). Ilmu diperoleh dari metode ilmiah yaitu melalui observasi, eksperimen ilmiah, dan inferensi terhadap benda-benda material dalam laboratorium. Sebaliknya, tsaqâfah diperoleh bukan dari metode ilmiah, melainkan metode rasional berupa penyampaian informasi (misalnya dalam akidah Islam), penyampaian trasmisional (misalnya ilmu tarikh, riwayat hadis), dan penyimpulan dari pemikiran (misalnya fikih Islam). Kedua, aspek nilainya (kaitannya dengan nilai kehidupan). Ilmu bersifat bebas nilai dan universal, sedangkan tsaqâfah tidak bebas nilai dan juga tidak universal. Ketiga, aspek adopsi. Ilmu dapat diadopsi oleh umat Islam dari manapun sumbernya, walaupun dari bangsa non-Muslim. Sebaliknya, tsaqâfah tidak boleh diadopsi dari bangsa non-Muslim karena pasti mengandung pandangan hidup yang bertentangan dengan akidah dan syariat Islam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Implikasi perbedaan ini sangat radikal dan fundamental, khususnya yang menyangkut tsaqâfah. Dalam hal ilmu, masyarakat Islam pada masa datang masih dapat memanfaatkan kemajuan sains dan teknologi semaksimal mungkin. Sebab, sains dan teknologi terkategori ilmu yang bersifat universal dan dapat diadopsi dari mana saja sumbernya. Namun, dalam hal tsaqâfah, masyarakat Islam tidak boleh mengadopsi tsaqâfah Barat, yaitu segala konsep atau pengetahuan non-eksperimental yang lahir dari paradigma sekularisme, seperti sekularisme itu sendiri, sistem demokrasi, sistem ekonomi kapitalisme, HAM, feminisme, nasionalisme, pasar bebas, dan sebagainya. Tidak boleh pula umat Islam mengadopsi segala cabang ilmu-ilmu sosial dan humaniora Barat yang ada saat ini seperti ilmu politik, ekonomi, sosiologi, antropologi, psikologi, hukum, kriminologi, seni, dan sejarah. Sebab semuanya telah dipengaruhi oleh pandangan hidup dan nilai-nilai ideologi Kapitalisme yang kufur sehingga tidak boleh diadopsi, dipraktikkan, dan disebarluaskan. Namun, dalam jenjang pendidikan tinggi, berbagai ide dan ideologi asing seperti itu tetap boleh dipelajari dalam rangka untuk dikritisi, bukan diadopsi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, tatanan masyarakat Islam akan dapat dibayangkan, yaitu maju secara sains dan teknologi, namun tetap Islami dalam pemikiran, perasaan, dan peraturannya. Tidak seperti sekarang, penguasaan sains dan teknologi umat Islam payah, sementara masyarakatnya rusak berat karena didominasi oleh paham sekular yang kufur, meski mereka adalah individu-individu Muslim. Ini tentu sangat menyedihkan dan menyakitkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;Daftar Pustaka&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Agus, Bustanudin. 1999. Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial Studi Banding Antara Pandangan Ilmiah dan Ajaran Islam. Jakarta: Gema Insani Press&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Al-'Alwani, Thaha Jabir. 1995. Identifikasi Terhadap Krisis Pemikiran Modern dan Alternatif Pemecahannya (Al-Azmah Al-Fikriyah Al-Mu'ashirah). Terjemahan oleh A. Zarkasyi Khumaidi. Bandung: Sinar Baru Algesindo.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Al-Attas, Syed M. Naquib. 1995. Islam dan Filsafat Sains. Bandung: Mizan.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;An-Nabhani, Taqiyuddin. 1973. At-Tafkîr. T.tp. : Hizbut Tahrir.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;----------. 1994. Asy-Syakhshiyah Al-Islâmiyyah. Juz I. Beirut: Darul Ummah.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;An-Najjar, Abdul Majid. 1994. "Klasifikasi Ilmu-Ilmu Dalam Pemikiran Islam Antara Pandangan Konvensional dan Pandangan Orisinal", dalam Abdul Hamid Abu Sulaiman dkk, Metodologi Islam dan Ilmu-Ilmu Tingkah Laku Serta Pendidikan (Al-Minhajiyah al-Islâmiyyah wa al-'Ulûm as-Sulûkiyyah wa at-Tarbawiyyah). Terjemahan oleh Rifyal Ka'bah. Jakarta: DDII-IIIT.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Budiardjo, Miriam. 1992. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Cetakan XIV. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Butt, Nasim. 1996. Sains dan Masyarakat Islam (Science and Muslim Society). Terjemahan oleh Masdar Hilmy. Bandung: Pustaka Hidayah.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Campbell, Norman. 1989. Ilmu Pengetahuan Alam Tantangan Akal-Budi Manusia (What is Science). Terjemahan oleh Sony Keraf. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Fakih, Mansour. 2003. Sesat Pikir Teori Pembangunan dan Globalisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Garishah, Ali. 1992. Metode Pemikiran Islam (Manhaj at-Tafkîr al-Islâmî). Terjemahan oleh Salim Basyarahil. Jakarta: Gema Insani Press.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Husain, Syed Sajjad &amp;amp; S. Ali Asharaf (Ed). 1994. Menyongsong Keruntuhan Pendidikan Islam (The Crisis of Muslim Education). Terjemahan oleh Rahmani Astuti. Bandung: CV Gema Risalah Press.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Husaini, S. Waqar Ahmed. 2002. Islamic Sciences: An Introduction to Islamic Ethics, Law, Education, Politics, Economics, Sociology, and System Planning. New Delhi: Goodword Books.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Shadiq, Sriyatin.1995. "Perkembangan Hisab, Rukyat, dan Penetapan Awal Bulan Qamariyah", dalam Muammal Hamidy (Ed.), Menuju Kesatuan Hari Raya, Surabaya: PT Bina Ilmu.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Suriasumantri, Jujun S. 1986. Ilmu dalam Perspektif Moral, Sosial, dan Politik. Jakarta: PT Gramedia.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;----------. 1992. Ilmu dalam Perspektif: Sebuah Kumpulan Karangan Tentang Hakekat Ilmu. Cetakan X. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artikel ini diambil dari &lt;a href="http://khilafah1924.org/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=387&amp;amp;Itemid=47" rel="nofollow" target="_blank"&gt;House of Khilafah&lt;/a&gt;, ditulis oleh M. Shiddiq Al-Jawi, diterbitkan pada hari Selasa, 29 Mei 2007. Diakses pada hari Selasa, 17 September 2012</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/2012/09/ilmu-dan-tsaqafah.html</link><author>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-xnYfOwzpETw/UFdYDFy_oHI/AAAAAAAAHKo/ReWynxOFc_g/s72-c/Ilmu-Tsaqafah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-11076757.post-5132140552366783542</guid><pubDate>Mon, 27 Aug 2012 16:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-27T23:57:17.178+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Islam</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Pendidikan</category><title>Syariat Islam Menghilangkan Politik Uang</title><description>&lt;img border="0" height="210" width="535" src="http://1.bp.blogspot.com/-L_kMLeQiCOA/UDulAu4pc7I/AAAAAAAAHHs/X2bxY3rndq0/s800/Money-Politic-Politik-Uang.jpg" alt="Syariat Islam Menghilangkan Politik Uang"/&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artikel yang ditulis oleh &lt;a href="http://pasarkhilafah.com/web/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=50%3Asyariat-islam-menghilangkan-money-politic&amp;amp;catid=34%3Apolitik&amp;amp;Itemid=67" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Hafidz Abdurrahman&lt;/a&gt; secara gamblang membeberkan tentang bagaimana Islam menghapuskan politik uang (money politic) dalam bingkai ad-Daulah al-Islamiyyah (Khilafah). Kajian yang sangat menarik bagi anda yang masih bingung tentang Khilafah dan atau bagi para juru dakwah. Sempatkan beberapa menit untuk menyimak artikel menarik ini untuk menambah wawasan anda dalam menjalankan tugas mulia sebagai seorang muslim yaitu dakwah. Ubah paradigma masyarakat tentang betapa pentingnya mendirikan khilafah dan bagaimana bobroknya demokrasi, biarkan analisis pemikiran mereka mencari kebenaran hingga tumbuh dalam pola pikir mereka sendiri betapa pentingnya konstitusi Khilafah. Selamat menyimak...&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Praktik politik uang (money politic) berkembang dan marak dalam sistem politik oportunistis. Sistem politik yang jauh dari pondasi agama, alias sekuler. Sistem politik yang lahir dari cara pandang benefit (asas manfaat), di mana untung dan rugi merupakan satu-satunya standar dalam berpolitik. Untuk meraih benefit (keuntungan), segala cara pun dihalalkan, asal tujuan tercapai.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam landscape politik seperti itu, para politikus tidak pernah berpikir bagaimana mengurus urusan umat. Karena itu, mereka tidak pernah hadir di tengah-tengah umat, ketika mereka dibutuhkan. Mereka pun jauh dari umat. Mereka baru mendekat, atau tepatnya mendekati umat, ketika mereka membutuhkan umat untuk kepentingan politik mereka. Karenanya, aceptabilitas (penerimaan) mereka di tengah-tengah umat pun rendah. Demikian juga elektabilitas (keterpilihan) mereka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, alih-alih mereka memerhatikan dan mengurus kepentingan umat dengan tulus, yang dengan begitu aceptabilitas dan elektabilitas mereka bisa naik, justru mereka lebih memilih jalan pintas. Pada saat seperti itu, mereka pun menyogok umat dan siapapun yang bisa disogok dengan uang najis para politikus oportunistis itu. Umat yang hidup dalam kultur politik yang korup dan kesulitan ekonomi pun tidak jarang yang akhirnya ikut menikmati uang najis itu. Karenanya, terjadilah patgulipat, alias simbiosis mutualisme.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Landscape dan kultur politik seperti inilah yang berkembang dalam sistem politik kapitalis. Selama pondasi, standar dan cara pandang politiknya masih dibangun berdasarkan sekularisme dan asas manfaat, selama itu pula landscape dan kultur politik seperti ini akan terus hidup dan tumbuh subur. Untuk menghentikan praktik politik seperti ini, yang dibutuhkan bukan hanya sekadar reformasi, tetapi perubahan mendasar. Akidah sekuralisme, yang menjadi pondasi politik oportunistis harus dibuang, diganti dengan Islam. Demikian pula, standar dan cara pandang benefit, harus dibuang jauh-jauh, diganti dengan halal-haram. Praktik menghalalkan segala cara untuk meraih tujuan juga harus dihilangkan, diganti dengan keterikatan pada hukum syariah. Inilah perubahan mendasar yang dibutuhkan dan harus dilakukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaannya kemudian, apa jaminannya jika Islam diterapkan, landscape dan kultur politik yang korup, termasuk politik uang (money politic) bisa dihilangkan? Jawabannya, pertama, jaminan itu ada pada akidah Islam yang menjadi pondasi kehidupan, termasuk sistem politik. Akidah Islam menjadikan setiap pemeluknya mempunyai ketakwaan kepada Allah dalam seluruh aspek kehidupan, sehingga muncul self control (control pribadi) di dalam diri mereka. Dengan ketakwaan yang sama, masyarakat juga memiliki social control, sehingga kewajiban amar makruf dan nahi munkar bisa berjalan dengan baik dan efektif di tengah-tengah masyarakat. Dengan akidah Islam pula, tidak ada satu pun hukum yang dijalankan oleh negara, kecuali hukum Islam. Negara pun tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum terhadap seluruh rakyat. Karena itu, dengan ketiga faktor ini, yaitu ketakwaan individu, kontrol masyarakat dan negara yang konsisten menegakkan hukum Islam, maka satu-satunya kultur yang tumbuh dan berkembang adalah kultur yang baik dan sehat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Abu Hurairah diutus oleh Nabi SAW selaku kepala negara untuk mengambil jizyah dan kharaj dari warga Yahudi, mereka pun berusaha menyuap utusan Nabi tersebut dengan mengumpulkan perhiasan istri-istri dan anak-anak mereka. Mereka mengatakan, “Kami telah mengumpulkan perhiasan ini dari istri-istri dan anak-anak perempuan kami untuk Anda, agar Anda bisa mengurangi jumlah pungutan yang Anda ambil dari kami.” Dengan tegas, Abu Hurairah pun menolak, seraya berkata, “Celakah kalian wahai bangsa Yahudi. Karena tindakan kalian, Allah telah melaknat kalian melalui lisan Nabi Dawud.” Ketika mendengar jawaban Abu Hurairah itu, mereka menyatakan, “Andai saja para pejabat negara seperti Anda, niscaya langit dan bumi ini akan tetap tegak selamanya.” Abu Hurairah bisa seperti itu karena ketakwaan pribadinya, sehingga self control-nya begitu kuat, dan tidak mempan disuap.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Khalifah Mu’awiyah melaknat Imam ‘Ali di mimbar-mimbar masjid, Asma’ binti Abu Bakar, mendatanginya dan menasihatinya agar tidak melakukan tindakan tidak etis itu. Bukan hanya Asma’, jamaah pun meninggalkannya agar tidak mendengarkannya melaknat ‘Ali (al-Ya’qubi, Tarikh al-Ya’qubi, 155). Ketika Khalifah Ja’far bin al-Manshur berangkat haji dari Baghdad ke tanah suci dengan menyertakan rombongan, maka seorang ulama berdiri menasihatinya seraya mempertanyakan dana yang digunakan sang  khalifah untuk memberangkatkan mereka. Ulama itu adalah Sufyan as-Tsauri (Ibn Qutaibah ad-Dainuri, al-Imamah wa as-Siyasah, Juz II/172). Seorang raja ulama sekelas Izzuddin bin Abdussalam, ketika melihat kesalahan penguasa dalam kebijakan politik mereka, tidak segan-segan untuk membeberkan dan mengoreksi kesalahan tersebut di mimbar-mimbar khutbah. Ketika ditanya oleh muridnya, apakah ia tidak khawatir dengan tindakannya? Dengan tegas ia menyatakan, “Ketika Allah telah aku hadirkan dalam diriku, maka penguasa itu di mataku, ibarat seekor kucing.” (Fauzi Sinnuqarth, Taqarrub Ila-Llah,  hal. 161) Sekali lagi, ketakwaanlah yang membentuk social control dalam diri Asma’, Sufyan as-Tsauri dan Izzuddin Abdussalam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini hanya sekelumit contoh, bahwa Islam merupakan jaminan tumbuh dan berkembangnya landscape dan kultur politik yang bersih di tengah-tengah masyarakat. Selain ketiga faktor di atas, Islam juga mempunyai mekanisme yang jelas sehingga praktik-praktik politik yang kotor dan korup itu bisa dibersihkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Islam, misalnya, dengan tegas mengharamkan praktik suap, penyuap (ar-rasyi), penerima suap (al-murtasyi) dan perantara/broker (ar-ra’is bainahuma). Bukan hanya suap yang diharamkan, tetapi hadiah yang diberikan kepada penguasa juga diharamkan. Selain mengharamkan praktik suap dan hadiah, Islam juga menutup celah tumbuh dan berkembangnya praktik kotor seperti ini. Karena umumnya praktik suap dan hadiah ini terkait dengan kepentingan (kemaslahatan) penyuap yang hendak dipenuhi, sementara aspek ini terkait dengan urusan administrasi dan birokrasi, maka Islam pun membangun administrasi dan birokrasinya dengan tiga prinsip dasar: (1) birokasi yang sederhana (basathah fi an-nidzam); (2) cepat proses dan penyelesaiannya (sur’ah fi injaz); (3) ditangani oleh orang cakap dan bertakwa (‘Abd al-Qadim Zallum, Nidzam al-Hukm fi al-Islam, hal. 211-213).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain ketiga ciri di atas, birokrasi dan administrasi negara juga tidak bersifat sentralistik, tetapi desentralistik. Di tiap kota kecil atau besar ada biro administrasi, yang memungkinkan penduduk setempat untuk menyelesaikan urusan administrasi cukup di tempatnya, tidak perlu harus merujuk ke pusat. Manajemennya pun berkembang mengikuti perkembangan sarana dan prasarana, atau teknologi mutakhir. Tidak hanya itu, biro-biro ini juga dikepalai oleh ahli di bidangnya, serta memiliki sifat amanah, ikhlas, bertakwa kepada Allah dan cakap (Muhammad Husain ‘Abdullah, Dirasat fi al-Fikr al-Islam, hal. 86).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan sistem seperti itu, celah dan peluang terjadinya praktik suap dan korupsi bisa ditutup rapat-rapat. Jika seluruh celah dan peluang tersebut tidak ditutup, tetapi masih nekat melakukan korupsi, maka hukum akan ditegakkan dengan tegas, tanpa pandang bulu. Islam pun menetapkan ta’zir, sebagai bentuk sanksi yang diberlakukan kepada mereka, di mana kadar dan beratnya akan ditetapkan oleh hakim.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan semuanya itu, maka masyarakat pun bersih dari landscape dan kultur politik yang korup dan kotor, yang bukan saja membahayakan pelakunya, tetapi juga sendi-sendiri kehidupan masyarakat, bisa dibersihkan sebersih-bersihnya. Namun, semuanya itu hanya bisa diwujudkan dalam sebuah negara yang bernama Khilafah Rasyidah ‘ala Minhaj an-Nubuwwah. Itulah negara yang diidam-idamkan oleh setiap orang Mukmin. Wallahu a’lam.&lt;/div&gt;</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/2012/08/syariat-islam-menghilangkan-politik-uang.html</link><author>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-L_kMLeQiCOA/UDulAu4pc7I/AAAAAAAAHHs/X2bxY3rndq0/s72-c/Money-Politic-Politik-Uang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-11076757.post-7925827998613471430</guid><pubDate>Fri, 27 Jul 2012 10:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-07-27T17:38:42.302+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Keluarga</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Pendidikan</category><title>Dibalik Film Kartun</title><description>&lt;img border="0" height="210" width="535" src="http://4.bp.blogspot.com/-GO9a_Dpq2AY/UBJvWnYpv0I/AAAAAAAAHF4/UcdyWqTNqSI/s800/Kartun-Non-Islam.jpg" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bismillahirrohmanirrohim. Tak seperti biasanya, pagi ini agak malas untuk keluar dari rumah sehingga televisi yang lama tidak dinyalakan pun jadi sasaran. Dicari-cari channel stasiun yang menurut saya cocok dan bermanfaat untuk ditonton. Dalam pencarian channel tiba-tiba tertuju pada sebuah film kartun yang menceritakan seorang khalifah. Entah apa judul film tersebut karena ketika ditonton film tersebut sudah diputar setengahnya, jadi hanya bisa nonton setengahnya. Dalam cerita film kartun tersebut ada sebuah alur cerita yang sangat tidak cocok bahkan saya secara pribadi menyebutnya sebagai media propaganda untuk menjelekan Islam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diceritakan ada seorang pemuda yang besar mulut sedang mengumbar janji-janji disebuah warung (namun gambaran visual kartun tersebut lebih mengarah ke sebuah kafe dengan meja-meja yang berisi gelas-gelas berisi minuman). Pemuda ini pada intinya berjanji jika seandainya dia diberi kesempatan untuk menjadi seorang amir maka ia akan memimpin sesuka hatinya dan yakin bahwa negerinya akan lebih baik dari keadaan sekarang, kehidupan yang lebih sejahtera, makanan melimpah, dan hal-hal menarik lainnya tentang kebahagiaan hidup versi pemuda ini. Tanpa disadari bahwa pemuda ini sedang duduk satu meja dengan seorang khalifah negeri tersebut. Khalifah pun mendengar berbagai orasi pemuda ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tengah malam, saat pemuda ini tertidur sang khalifah mengutus orang untuk menculik pemuda malas tersebut, hingga akhirnya dipagi itu sang pemuda terbangun didalam kamar istana sang khalifah. Tanpa diduga sang khalifah menyerahkan tahta kepemimpinan kepada pemuda malas ini, dan khalifah meminta pemuda malas ini untuk merealisasikan apa yang diucapkannya saat berada di warung. Sang pemuda terkejut dan meminta ma'af atas kelancangannya berucap saat di warung. Namun khalifah memaksa pemuda ini untuk tetap menjalankan roda pemerintahan dan memerintah negeri tersebut sesuai dengan apa yang diucapkan pemuda malas ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Singkat cerita, kehidupan sang pemuda ini berubah total, dari tidak ada menjadi serba ada. Makanan, minuman, pelayan dan hal-hal lainnya yang divisualkan sangat indah. Disinilah terjadi visualisasi aneh dalam film kartun tersebut. Sang pemuda yang diangkat sebagai amir diberikan pelayanan dalam gambaran versi barat. Disediakannya hiburan-hiburan versi barat, seperti halnya dayang-dayang cantik dengan baju seksi, para penari yang sangat menonjolkan kemolekan tubuhnya. Walau hanya sebatas visual kartun namun disini sepertinya sang pembuat film ingin menunjukan bahwa seorang pemimpin Islam (khalifah) menikmati kehidupannya layaknya raja-raja versi pemerintah monokrasi dan seperti ingin menyampaikan pada penonton bahwa pemimpin Islam menjalani kehidupan yang tidak lebih baik dari para raja yang bergelimang harta, mengumbar syahwat dan hidup berhura-hura.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika film ini dikonsumsi oleh anak maka akan tertanam dalam pola pikir mereka bahwa menjadi seorang pemimpin atau raja akan memiliki kehidupan yang indah, bahagia dan semua tersedia sesuai dengan keinginannya. Jika pola pikir ini tertanam kuat pada anak, maka mental sang anak tentunya akan di isi imajinasi yang salah tentang seorang pemimpin Islam. Hal ini akan membentuk mental malas pada sang anak dan ujung-ujungnya sang anak menjadi manusia yang penuh dengan imajinasi negatif tentang Islam, pemimpin dan kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka dari itu, orang tua anak harus pula ikut andil dalam memilihkan film kartun untuk anaknya, jangan sampai sang anak mengkonsumsi film-film kartun yang alur cerita dan visualisasinya sebenarnya lebih cocok untuk orang dewasa. Anak memiliki pola pikir yang masih polos dan masih sulit untuk bisa mencerna mana yang baik dan mana yang jelek untuk ditonton, karena mereka belum memiliki pembanding atau belum mengetahui landasan kehidupan. Menghindarkan film kartun dengan muatan jelek itu lebih baik dari pada kita membiarkan sang anak untuk mencerna film tersebut sesuai dengan imajinasi mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka bagi orang tua, lebih berhati-hatilah dengan media-media propaganda barat yang bisa menghancurkan pola pikir generasi berikutnya. Anak adalah pewaris dan penerus Islam maka selayaknya mereka diberikan pemahaman tentang Islam yang sebenarnya agar terbentuk kepribadian yang Islami pula. Kepribadian Islam adalah cikal bakal kebangkitan Islam, karena runtuhnya Islam ketika umat Islam meninggalkan kehidupan dan aturan-aturan Islam, dan bangkitnya Islam ketika umat Islam memegang teguh dan menegakan aturan-aturan Islam. Saatnya khilafah memimpin dunia dan sejahtera dibawah naungan khilafah.&lt;/div&gt;</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/2012/07/dibalik-film-kartun.html</link><author>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-GO9a_Dpq2AY/UBJvWnYpv0I/AAAAAAAAHF4/UcdyWqTNqSI/s72-c/Kartun-Non-Islam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-11076757.post-3281648707433249919</guid><pubDate>Fri, 15 Jun 2012 15:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-07-09T03:19:37.173+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Islam</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Pendidikan</category><title>Tidurnya Seorang Muslim</title><description>&lt;img border="0" height="210" width="535" src="http://2.bp.blogspot.com/-BsXDfmtmDnc/T9tVM5Xpw3I/AAAAAAAAGno/BMfquTDDjQ8/s800/tidur-seorang-muslim.jpg" alt="Tidurnya Seorang Muslim"/&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;YFKZ5RRX9E4F Tidak tidur terlalu malam setelah sholat isya kecuali dalam keadaan darurat seperti untuk mengulang (muroja'ah) ilmu atau adanya tamu atau menemani keluarga, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Barzah radhiyallahu 'anhu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘allaihi wasallam membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya." [Hadist Riwayat Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235)]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hendaknya tidur dalam keadaan sudah berwudhu, sebagaimana hadits: "Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat." (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710).&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hendaknya mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa apabila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri sebagai tumpuan). Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: "Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu." (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya." (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak dibenarkan telungkup dengan posisi perut sebagai tumpuannya baik ketika tidur malam atau pun tidur siang. "Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla." (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membaca ayat-ayat Al-Qur'an, antara lain:&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Membaca ayat kursi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqoroh.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengatupkan dua telapak tangan lalu ditiup dan dibacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas kemudian dengan dua telapak tangan mengusap dua bagian tubuh yang dapat dijangkau dengannya dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan, hal ini diulangi sebanyak 3 kali (HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari XI/277 No. 4439, 5016 (cet. Daar Abi Hayan) Muslim No. 2192, Abu Dawud No. 3902, At-Tirmidzi)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hendaknya mengakhiri berbagai doa tidur dengan doa berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Bismikarabbii wa dho'tu jambii wa bika arfa'uhu in amsakta nafsii farhamhaa wa in arsaltahaa fahfazhhaa bimaa tahfazha bihi ‘ibaadakasshaalihiin."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dengan Nama-Mu, ya Rabb-ku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan Nama-Mu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih." (HR. Al-Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, Abu Dawud No. 5050 dan At-Tirmidzi No. 3401)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disunnahkan apabila hendak membalikkan tubuh (dari satu sisi ke sisi yang lain) ketika tidur malam untuk mengucapkan doa:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"laa ilaha illallahu waahidulqahhaaru rabbussamaawaati wal ardhi wa maa baynahumaa ‘aziizulghaffaru."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Tidak ada Illah yang berhak diibadahi kecuali Alloh yang Maha Esa, Maha Perkasa, Rabb yang menguasai langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya, Yang Maha Mulia lagi Maha Pengampun." (HR. Al-Hakim I/540 disepakati dan dishohihkan oleh Imam adz-Dzahabi)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila merasa gelisah, risau, merasa takut ketika tidur malam atau merasa kesepian maka dianjurkan sekali baginya untuk berdoa sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"A'udzu bikalimaatillahi attammati min ghadhabihi wa ‘iqaabihi wa syarri ‘ibaadihi wa min hamazaatisysyayaathiin wa ayyahdhuruun."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan para syaitan dan dari kedatangan mereka kepadaku." (HR. Abu Dawud No. 3893, At-Tirmidzi No. 3528 dan lainnya)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memakai celak mata ketika hendak tidur, berdasarkan hadits Ibnu Umar: "Bahwasanya Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa memakai celak dengan batu celak setiap malam sebelum beliau hendak tidur malam, beliau sholallahu ‘alaihi wassalam memakai celak pada kedua matanya sebanyak 3 kali goresan." (HR. Ibnu Majah No. 3497)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hendaknya mengibaskan tempat tidur (membersihkan tempat tidur dari kotoran) ketika hendak tidur. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: "Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah', karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi." (HR. Al Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, At-Tirmidzi No. 3401 dan Abu Dawud No. 5050)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika sudah bangun tidur hendaknya membaca do'a sebelum berdiri dari tempat pembaringan, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Alhamdulillahilladzii ahyaanaa ba'damaa amaatanaa wa ilayhinnusyuur."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah ditidurkan-Nya dan kepada-Nya kami dibangkitkan." (HR. Al-Bukhari No. 6312 dan Muslim No. 2711)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hendaknya menyucikan hati dari setiap dengki yang (mungkin timbul) pada saudaranya sesama muslim dan membersihkan dada dari kemarahannya kepada manusia lainnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hendaknya senantiasa menghisab (mengevaluasi) diri dan melihat (merenungkan) kembali amalan-amalan dan perkataan-perkataan yang pernah diucapkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hendaknya segera bertaubat dari seluruh dosa yang dilakukan dan memohon ampun kepada Alloh dari setiap dosa yang dilakukan pada hari itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah bangun tidur, disunnahkan mengusap bekas tidur yang ada di wajah maupun tangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Maka bangunlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari tidurnya kemudian duduk sambil mengusap wajah dengan tangannya." [HR. Muslim No. 763 (182)]&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bersiwak."Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak." (HR. Al Bukhari No. 245 dan Muslim No. 255)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beristinsyaq dan beristintsaar (menghirup kemudian mengeluarkan atau menyemburkan air dari hidung). "Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka beristintsaarlah tiga kali karena sesunggguhnya syaitan bermalam di rongga hidungnya." (HR. Bukhari No. 3295 dan Muslim No. 238)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mencuci kedua tangan tiga kali, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: "Apabila salah seorang di antara kamu bangun tidur, janganlah ia memasukkan tangannya ke dalam bejana, sebelum ia mencucinya tiga kali." (HR. Al-Bukhari No. 162 dan Muslim No.278)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak laki-laki dan perempuan hendaknya dipisahkan tempat tidurnya setelah berumur 6 tahun. (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak diperbolehkan tidur hanya dengan memakai selimut, tanpa memakai busana apa-apa. (HR. Muslim)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika bermimpi buruk, jangan sekali-kali menceritakannya pada siapapun kemudian meludah ke kiri tiga kali (diriwayatkan Muslim IV/1772), dan memohon perlindungan kepada Alloh dari godaan syaitan yang terkutuk dan dari keburukan mimpi yang dilihat. (Itu dilakukan sebanyak tiga kali) (diriwayatkan Muslim IV/1772-1773). Hendaknya berpindah posisi tidurnya dari sisi sebelumnya. (diriwayatkan Muslim IV/1773). Atau bangun dan shalat bila mau. (diriwayatkan Muslim IV/1773).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak diperbolehkan bagi laki-laki tidur berdua begitu juga dalam satu selimut. (HR. Muslim)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber : &lt;a href="https://www.facebook.com/fii.ainamukhbita/posts/432692226751719" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Fie Aina&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/2012/06/tidurnya-seorang-muslim.html</link><author>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-BsXDfmtmDnc/T9tVM5Xpw3I/AAAAAAAAGno/BMfquTDDjQ8/s72-c/tidur-seorang-muslim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-11076757.post-8283845448371537534</guid><pubDate>Mon, 04 Jun 2012 11:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-06-04T18:22:42.924+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Islam</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Pendidikan</category><title>Cara Efektif Membaca Buku Islami</title><description>&lt;img border="0" height="210" width="535" src="http://2.bp.blogspot.com/-4A1g-KYqhuQ/T8yaO-pIEZI/AAAAAAAAGlY/i_Rb_qbfDJA/s800/membaca.jpg" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artikel ini ditulis oleh Wajahat Hussain dan diterjemahkan dengan rapi dan menarik oleh sahabat &lt;a href="http://ejajufri.wordpress.com/2012/05/06/langkah-efektif-membaca-buku-islami/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Ali Reza Aljufri&lt;/a&gt;. Artikel ini sangat bermanfaat sekali bagi kita-kita yang suka membaca namun kadang tidak memperhatikan hal-hal penting dalam membaca. Artikel ini memberikan gambaran cara efektif untuk membaca koleksi buku-buku Islami yang kita miliki. Terima kasih untuk sahabatku Ali Reza Aljufri yang telah menerjemahkan artikel yang sangat bagus ini. Secara pribadi, artikel ini sangat memberikan pengaruh besar kepada saya, dan mudah-mudahan juga berpengaruh kepada anda yang kebetulan nyasar untuk membaca artikel ini. Selamat menyimak....&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Langkah Efektif Membaca Buku Islami&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ditulis oleh : Wajahat Hussain&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Diterjemahkan oleh : &lt;a href="http://ejajufri.wordpress.com/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Ali Reza Aljufri&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak dari kita memiliki koleksi buku-buku islami yang mencakup beragam topik pengetahuan. Tapi jika setiap kali kita melihat buku itu lalu tidak bisa mengingat perubahan dalam hidup karena buku itu, berarti kita telah berbuat tidak adil terhadap pengetahuan yang ada di dalamnya. Banyak dari kita membaca buku hanya untuk mengoleksi, tapi tidak mendapatkan banyak (manfaat) darinya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal ini sangat disayangkan karena karya penulis seperti Ayatullah Muthahhari dan Allamah Thabathabai tidak dapat dipahami sepenuhnya hanya dengan sekali baca. Banyak dari ulama seperti ini telah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk mempelajari tema tertentu, sehingga kita seharusnya membutuhkan waktu yang sama. Artikel ini akan menjelaskan langkah sederhana yang dapat diterapkan oleh setiap pembaca untuk mendapatkan hasil maksimal dari buku-buku islami pilihan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Luangkan Waktu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buku-buku yang ditulis oleh ulama terkemuka harus dinikmati. Membaca dengan cepat buku seperti Keadilan Ilahi karya Muthahhari berarti telah berbuat tidak adil terhadap buku tersebut, malah dapat membuat pembaca semakin bertambah bingung. Jika kita hanya dapat benar-benar mencerna 10 halaman dalam sekali duduk sebelum kemudian terganggu, maka itu sudah cukup. Insya Allah kita akan dikarunia kemampuan oleh Allah untuk belajar dan memahami lebih cepat, meski kita harus menyadari bahwa setiap orang memiliki tingkatan yang berbeda.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Ciptakan Lingkungan yang Tepat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menikmati bacaan filsafat atau etika sementara keluarga sedang berjalan di sekitar dan suara-suara dari dunia sekitar, biasanya bukanlah lingkungan yang baik untuk belajar. Setiap orang memang berbeda, tapi tetap saja penting untuk menciptakan sebuah lingkungan yang kondusif untuk belajar dan memahami. Beberapa orang butuh suasana yang benar-benar hening sementara lainnya bisa mencerna lebih baik jika ada sedikit kebisingan. Temukan apa yang tepat untuk Anda dan tetaplah seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Baca Ulang jika Diperlukan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seringkali saya telah membaca sejumlah halaman dalam buku, hanya untuk menyadari bahwa saya belum benar-benar memahami apa yang telah dibaca. Dalam kasus seperti ini, mudah saja untuk melanjutkannya. Tapi kalau kita ingin serius untuk memperoleh pengetahuan, kita hanya harus membaca ulang apa yang sudah terlewat, tapi harus lebih fokus.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Buat Catatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak pelajar membuat catatan sewaktu kuliah atau sekolah, tapi tidak secara serius ketika mempelajari studi keislaman dan sekedar membaca tanpa mengulangnya. Membuat catatan atau menandai fakta-fakta penting adalah cara baik untuk mengingat dan penanda yang bagus kalau ingin kembali ke buku. Jika timbul pertanyaan spesifik, Anda bisa mencatatnya dan menanyakan kepada ulama setempat. Diriwayatkan ketika nabi Muhammad saw. biasa berbicara, sahabat seperti Jabir bin Abdullah akan mencatat, daripada berusaha menghapal semuanya. Kita semua harus melanjutkan praktik ini ketika membaca tentang keislaman.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Membuka Kembali Buku yang Telah Selesai&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pandangan dan opini berubah. Kita akan sulit menemukan seseorang yang memiliki tingkat pengetahuan, opini, dan sudut pandang yang sama persis tentang tema kontroversial sebagaimana lima tahu sebelumnya. Terkadang, membaca ulang sebuah buku yang sudah kita baca beberapa tahun yang lalu akan membuka ide dan cara berpikir yang baru. Bahkan seperti membaca buku yang benar-benar berbeda! Membaca ulang sebuah buku yang bagus akan selalu baik karena dapat menjadi pengingat hal-hal yang mungkin telah kita lupakan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Obat terbaik yang tersedia untuk menyembuhkan penyakit seseorang tidak akan berguna jika hanya diam dalam botol dan tidak digunakan untuk menyembuhkan pasien. Demikian juga, memperoleh pengetahuan dan menyimpannya di kepala tanpa menggunakannya dalam praktik sama berbahayanya, bahkan lebih. Maka penting, bersamaan dengan memperoleh pengetahuan, kita juga aktif menerapkan pengetahuan ke dalam kehidupan dan mengajarkannya kepada orang lain ketika siap. Membaca sebuah buku islami secara efektif akan menghasilkan berbagai macam manfaat. Sebagaimana yang Imam Shadiq a.s. katakan, ada dua jenis manusia: guru dan murid. Dengan guru-guru besar seperti ahlulbait a.s., tidak ada batas pengetahuan yang dapat diperoleh.&lt;/div&gt;</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/2012/06/cara-efektif-membaca-buku-islami.html</link><author>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-4A1g-KYqhuQ/T8yaO-pIEZI/AAAAAAAAGlY/i_Rb_qbfDJA/s72-c/membaca.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-11076757.post-6700641663592862084</guid><pubDate>Mon, 30 Apr 2012 13:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-09-18T00:19:41.615+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Motivasi</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>ESQ</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Ensiklopedia</category><title>Tuhan Dan Tukang Cukur</title><description>&lt;img border="0" height="210" width="535" src="http://4.bp.blogspot.com/-V3TT2fHQyJU/T56NDXhWuQI/AAAAAAAAGbk/IyIi8fTFQMc/s800/Tuhan-Dan-Tukang-Cukur.jpg" alt="Tuhan Dan Tukang Cukur"/&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih ingatkah anda tentang cerita perdebatan antar Albert Einstein dengan Dosennya mengenai "&lt;a href="http://dedehendriono.blogspot.com/2011/05/pertanyaan-agama-adalah-sebuah-mitos.html" target="_blank" title="Pertanyaan Agama adalah Sebuah Mitos Terjawab"&gt;Agama adalah sebuah mitos&lt;/a&gt;"?. Cerita kali ini sangat inspiratif dengan bahasan hampir sama, yaitu tentang "Tuhan". Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang hangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat kemudian topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
"Saya tidak percaya Tuhan itu ada." Ucap si tukang cukur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit?? Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi." papar si tukang cukur.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur. Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar, kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat. Si konsumen kemudian kembali ke tempat tukang cukur dan berkata.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
"Kamu tahu, sebenarnya tidak ada tukang cukur." bantah si konsumen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kamu kok bisa bilang begitu ?? Saya disini dan saya tukang cukur... Dan barusan saya mencukurmu!" sanggah si tukang cukur.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
"Tidak!" elak si konsumen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana" si konsumen menambahkan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!" sanggah si tukang cukur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya" jawab si tukang cukur membela diri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
"Cocok!" kata si konsumen menyetujui. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Itulah point utamanya... ! Sama dengan Tuhan, Tuhan itu juga ada! Tapi apa yang terjadi? Orang-orang tidak mau datang kepada-Nya, dan tidak mau mencari-Nya. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini." Si konsumen menegaskan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Si tukang cukur terdiam seribu bahasa, logikanya tercabik dan tak mampu lagi menyangkal. Dalam hatinya ia membenarkan apa yang disampaikan si konsumen.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber cerita tidak diketahui. Gambar di ambil dari koleksi photo Aditya Nugraha dengan tema "&lt;a class="external" href="http://kfk.kompas.com/kfk/view/117964" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Tukang Cukur&lt;/a&gt;"&lt;/div&gt;</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/2012/04/tuhan-dan-tukang-cukur.html</link><author>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-V3TT2fHQyJU/T56NDXhWuQI/AAAAAAAAGbk/IyIi8fTFQMc/s72-c/Tuhan-Dan-Tukang-Cukur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-11076757.post-1724649645369273833</guid><pubDate>Thu, 19 Apr 2012 10:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-19T17:09:00.411+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Islam</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Profile</category><title>Zahid Aswad - Calon Suami Idaman</title><description>&lt;img border="0" height="210" width="535" src="http://1.bp.blogspot.com/-6wy9giAaUqA/T4_kD8vkM0I/AAAAAAAAGZU/YCpkN1ZF4vE/s800/Zahid-Aswad.jpg" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada zaman Rasulullah SAW hiduplah seorang pemuda yang bernama Zahid, berumur 35 tahun namun belum juga menikah. Dia tinggal di Suffah masjid Madinah. Ketika sedang mengasah pedangnya tiba-tiba Rasulullah SAW datang dan mengucapkan salam. Zahid kaget dan menjawabnya agak gugup.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Wahai saudaraku Zahid, selama ini engkau sendiri saja," Rasulullah SAW menyapa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Allah bersamaku ya Rasulullah," kata Zahid.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Maksudku kenapa selama ini engkau membujang saja, apakah engkau tidak ingin menikah?," kata Rasulullah SAW.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Zahid menjawab, "Ya Rasulullah, aku ini seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku jelek, siapa yang mau denganku ya Rasulullah?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Asal engkau mau, itu urusan yang mudah!" kata Rasulullah SAW.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan sekretarisnya untuk membuat surat yang isinya adalah melamar kepada wanita yang bernama Zulfah binti Said, anak seorang bangsawan Madinah yang terkenal kaya raya dan terkenal sangat cantik jelita. Akhirnya, surat itu dibawah ke rumah Zahid dan oleh Zahid dibawa kerumah Said. Karena di rumah Said sedang ada tamu, maka Zahid setelah memberikan salam kemudian memberikan surat tersebut dan diterima di depan rumah Said.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Wahai saudaraku Said, aku membawa surat dari Rasul yang mulia diberikan untukmu saudaraku."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Said menjawab, "Adalah suatu kehormatan buatku."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu surat itu dibuka dan dibacanya. Ketika membaca surat tersebut, Said agak terperanjat karena tradisi Arab perkawinan yang selama ini biasanya seorang bangsawan harus kawin dengan keturunan bangsawan dan yang kaya harus kawin dengan orang kaya, itulah yang dinamakan SEKUFU.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya Said bertanya kepada Zahid, "Wahai saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullah?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Zahid menjawab, "Apakah engkau pernah melihat aku berbohong?."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam suasana yang seperti itu Zulfah datang dan berkata, "Wahai ayah, kenapa sedikit tegang terhadap tamu ini? Bukankah lebih baik disuruh masuk?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Wahai anakku, ini adalah seorang pemuda yang sedang melamar engkau supaya engkau menjadi istrinya," kata ayahnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disaat itulah Zulfah melihat Zahid sambil menangis sejadi-jadinya dan berkata, "Wahai ayah, banyak pemuda yang tampan dan kaya raya, semuanya menginginkan aku, aku tak mau ayah!" dan Zulfah merasa dirinya terhina.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka Said berkata kepada Zahid, "Wahai saudaraku, engkau tahu sendiri kalau anakku tidak mau, bukan aku menghalanginya dan sampaikan kepada Rasulullah bahwa lamaranmu ditolak."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendengar nama Rasul disebut ayahnya, Zulfah berhenti menangis dan bertanya kepada ayahnya, "Wahai ayah, mengapa membawa-bawa nama rasul?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya Said berkata, "Orang yang melamarmu adalah perintah Rasulullah."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka Zulfah istighfar beberapa kali dan menyesal atas kelancangan perbuatannya itu dan berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah, kenapa sejak tadi ayah tidak berkata bahwa yang melamar ini Rasulullah, kalau begitu segera aku harus dikawinkan dengan pemuda ini. Karena ingat firman Allah dalam Al-Qur’an surat 24 : 51. "&lt;i&gt;Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.&lt;/i&gt;" (QS. 24:51)"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Zahid pada hari itu merasa jiwanya melayang ke angkasa dan baru kali ini merasakan bahagia yang tiada tara dan segera pamit pulang. Sampai di masjid ia bersujud syukur. Rasul yang mulia tersenyum melihat gerak-gerik Zahid yang berbeda dari biasanya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Bagaimana Zahid?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Alhamdulillah diterima ya rasul," jawab Zahid.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sudah ada persiapan?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Zahid menundukkan kepala sambil berkata, "Ya Rasul, kami tidak memiliki apa-apa."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya Rasulullah menyuruhnya pergi ke Abu Bakar, Ustman, dan Abdurrahman bin Auf. Setelah mendapatkan uang yang cukup banyak, Zahid pergi ke pasar untuk membeli persiapan perkawinan. Pada saat itu Rasulullah SAW menyerukan umat Islam untuk menghadapi kaum kafir yang akan menghancurkan Islam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Zahid sampai di masjid, dia melihat kaum Muslimin sudah siap-siap dengan perlengkapan senjata, Zahid bertanya, "Ada apa ini?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sahabat menjawab, "Wahai Zahid, hari ini orang kafir akan menghancurkan kita, maka apakah engkau tidak mengerti?".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Zahid istighfar beberapa kali sambil berkata, "Wah kalau begitu perlengkapan kawin ini akan aku jual dan akan kubelikan kuda yang terbagus."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para sahabat menasehatinya, "Wahai Zahid, nanti malam kamu berbulan madu, tetapi engkau hendak berperang?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Zahid menjawab dengan tegas, "Itu tidak mungkin!"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu Zahid menyitir ayat sebagai berikut, "&lt;i&gt;Katakanlah: jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.&lt;/i&gt;" (QS. 9:24).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya Zahid (Aswad) maju ke medan pertempuran dan mati syahid di jalan Allah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah berkata, "Hari ini Zahid sedang berbulan madu dengan bidadari yang lebih cantik daripada Zulfah."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu Rasulullah membacakan Al-Qur’an surat 3 : 169-170 dan 2:154 &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;i&gt;Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.&lt;/i&gt;" (QS 3: 169-170).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;i&gt;Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.&lt;/i&gt;" (QS. 2:154).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada saat itulah para sahabat meneteskan air mata dan Zulfah pun berkata, "&lt;i&gt;Ya Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu, jika aku tidak bisa mendampinginya di dunia izinkanlah aku mendampinginya di akhirat.&lt;/i&gt;"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Sejarah ini tidak membuatku bosan walau di baca berulang-ulang dan selalu membuat mataku berlinang... Begitu cintanya pemuda ini kepada Allah dan Rasulullah...)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Raihan - Ya Rasulullah &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="393" src="http://www.youtube.com/embed/8PJrWZYSmes?rel=0" width="535"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a class="external" href="https://www.google.co.id/search?q=Zahid+Aswad" rel="nofollow" target="_blank" title="Zahid Aswad"&gt;Zahid Aswad&lt;/a&gt;</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/2012/04/zahid-aswad-calon-suami-idaman.html</link><author>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-6wy9giAaUqA/T4_kD8vkM0I/AAAAAAAAGZU/YCpkN1ZF4vE/s72-c/Zahid-Aswad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-11076757.post-5887353717201360974</guid><pubDate>Mon, 16 Apr 2012 10:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-16T17:32:43.619+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Islam</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Pendidikan</category><title>Pendidikan Islam Bermutu dan Melahirkan Manusia Unggul</title><description>&lt;img border="0" height="210" width="535" src="http://1.bp.blogspot.com/-zJTS5o-qsQU/T4v1EQL2q3I/AAAAAAAAGY0/eGhlEzwpDbQ/s800/Pendidikan-Islam.jpg" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ideologi yang dianut oleh suatu negara akan menjadi basis kebijakan bagi sistem pendidikannya. Kebijakan tersebut khususnya terkait dengan dua hal pokok: (a) tujuan pendidikan yang diwujudkan dalam format kurikulum dan (b) peran negara dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan masyarakatnya. Sistem pendidikan yang diterapkan oleh Khilafah Islam adalah sitem yang secara keseluruhan terpancar dari ideologi atau aqidah Islam. Dalam Khilafah Islam, tujuan pendidikan, struktur kurikulum dan peran negara di bidang pendidikan diformulasikan sesuai dengan tuntunan syariah Islam. Tujuan pendidikan yang diselenggarakaan oleh Khilafah Islam adalah untuk membentuk kepribadian Islami (Syakhshiyah Islamiyah) setiap Muslim serta membekali dirinya dengan berbagai ilmu dan pengetahuan yang berhubungan dengan kehidupan. Pendidikan dalam Islam merupakan kebutuhan dasar sebagaimana kebutuhan terhadap makan, minum, pakaian, rumah, kesehatan, dan sebagainya. Negara wajib menjamin pendidikan yang bermutu bagi seluruh warga negara secara gratis hingga perguruan tinggi dengan fasilitas sebaik mungkin (An-Nabhani, Ad-Dawlah al-Islamiyah, hlm. 283-284).&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Secara struktural, kurikulum pendidikan dalam Khilafah Islam dijabarkan ke dalam tiga komponen materi pokok:&lt;br /&gt;
&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pembentukan kepribadian Islam;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penguasaan tsaqafah Islam;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penguasaan ilmu kehidupan (iptek, keahlian dan keterampilan).&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kurikulum ini diikuti dengan berbagai kebijakan negara yang ditujukan untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Salah satu kebijakan penting dalam hal ini adalah terkait biaya pendidikan yang murah bahkan gratis. Dalam Islam, negara wajib menyediakan pendidikan murah atau bebas biaya kepada warga negaranya, baik Muslim maupun Non-Muslim, agar mereka bisa menjalankan kewajibannya atau memenuhi kebutuhan primer mereka, yaitu pendidikan. Rasulullah SAW. bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Imam (Khalifah) adalah pengurus rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas urusan rakyatnya &lt;/i&gt;(HR al-Bukhari dan Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syariah Islam dalam masalah pendidikan ini tentu tidak dapat dipisahkan dari syariah Islam secara keseluruhan, khususnya dalam masalah pengelolaan sumber daya alam. Dalam pandangan syariah, air (kekayaan sungai, laut), padang rumput (hutan), migas dan barang tambang yang jumlahnya sangat banyak merupakan milik umum atau rakyat. Khalifah bertugas untuk mengkoordinasi pengeloaan sumber daya alam ini dan mendistribusikannya kepada rakyat untuk pembiayaan pendidikan, pelayanan kesehatan, dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Sejarah Emas Pendidikan Islam&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kejayaan pendidikan Islam pada masa Khilafah Islam telah ditorehkan dengan tinta emas dalam sejarah. Sejarawan Barat, Jacques C. Reister, mengakui secara obyektif bahwa selama lima ratus tahun Islam telah menguasai dunia dengan kekuatannya, ilmu pengetahuan dan peradabannya yang tinggi. Menurut Montgomery Watt dalam bukunya, &lt;i&gt;The Influence of Islam on Medieval Europe&lt;/i&gt; (1994), peradaban Eropa tidak dibangun oleh proses regenerasi mereka sendiri. Tanpa dukungan peradaban Islam yang menjadi motornya, kondisi Barat tidak akan ada artinya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Kejayaan pendidikan pada masa keemasan Khilafah Islam dapat digambarkan sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;: Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang bermutu oleh Khilafah hingga memungkinkan ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat. Negara memberikan jaminan pendidikan secara gratis bagi seluruh warganya. Negara juga memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke tahapan yang lebih tinggi. Semua fasilitas sarana dan prasarana disediakan oleh negara. Pada masa lalu ada Madrasah al-Muntashiriah, misalnya, yang didirikan oleh Khalifah al-Muntashir Billah di Kota Baghdad. Di sekolah ini setiap siswa menerima beasiswa berupa emas seharga satu dinar (4,25 gram emas) perbulan. Kehidupan keseharian mereka juga dijamin sepenuhnya oleh negara. Ada pula Madrasah an-Nuriah di Damaskus yang didirikan pada abad 6 H oleh Khalifah Sultan Nuruddin Muhammad Zanky. Di sekolah ini terdapat fasilitas lain seperti asrama siswa, perumahan staf pengajar, tempat peristirahatan, para pelayan serta ruangan besar untuk ceramah dan diskusi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Khilafah Islam membangun banyak perpustakaan dengan koleksi buku yang sangat melimpah yang menunjukkan tingginya peradaban Islam saat itu. Dalam catatan sejarah, pada abad ke-10, di Andalusia saja terdapat 20 perpustakaan umum. Di antaranya yang terkenal adalah Perpustakaan Umum Cordova, yang saat itu memiliki tidak kurang dari 400 ribu judul buku. Perpustakaan Darul Hikmah di Kairo mengoleksi tidak kurang dari 2 juta judul buku. Perpustakaan Umum Tripoli di Syam, yang pernah dibakar oleh Pasukan Salib Eropa, mengoleksi lebih dari 3 juta judul buku, termasuk 50 ribu eksemplar al-Quran dan tafsirnya. Jumlah koleksi buku di perpustakaan-perpustakaan ini termasuk yang terbesar pada zaman itu. Bandingkan dengan Perpustakaan Gereja &lt;i&gt;Canterbury&lt;/i&gt; yang berdiri empat abad setelahnya, yang dalam catatan Chatolique Encyclopedia, perpustakaan tersebut memiliki tidak lebih dari 2 ribu judul buku saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada masa Kekhilafahan Islam yang cukup panjang, khususnya masa Kekhalifahan Abbasiyah, perpustakaan-perpustakaan semacam itu tersebar luas di berbagai wilayah Kekhilafahan, antara lain di Baghdad, Ram Hurmuz, Rayy (Raghes), Merv (daerah Khurasan), Bulkh, Bukhara, Ghazni, dan sebagainya. Bahkan suatu hal yang lazim saat itu, di setiap masjid pasti terdapat perpustakaan yang terbuka untuk umum. Karena itu, menurut Bloom dan Blair, rata-rata tingkat kemampuan literasi (membaca dan menulis) di dunia Islam pada Abad Pertengahan lebih tinggi daripada Byzantium dan Eropa (Jonathan Bloom dan Sheila Blair, Islam : A Thousand Years of Faith and Power, Yale University Press, London, 2002).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;: Kurikulum pendidikan dan peran negara Khilafah yang sangat baik dalam penyediaan pendidikan telah melahirkan para cendekiawan Muslim terdepan di dunia. Karya monumental mereka di bidang agama, filsafat, sains dan teknologi tidak hanya diakui secara internasional; namun juga menjadi dasar pengembangan ilmu dan pengetahuan hingga saat ini. Di antaranya adalah Imam Syafi'i yang menurut al-Marwadi, karyanya mencapai 113 kitab tentang tafsir, fikih, adab, dan lain-lain. Yaqut al-Hamawi bahkan mengatakan jumlahnya mencapai 174 kitab yang judul-judulnya disebutkan oleh Ibnu an-Nadim dalam Al-Fahrasat. Kitabnya yang paling terkenal adalah Al-Umm yang terdiri dari 4 jilid berisi 128 masalah dan ar-Risalah al-Jadidah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian ada Imam Ahmad bin Hanbal yang terkenal dengan kitabnya, Al-Musnad. Beliau juga menyusun kitab tentang tafsir, an-nasikh wa al-mansukh, tarikh, dan sebagainya. Imam Ahmad juga menyusun kitab Al-Manasik ash-Shagir dan Al-Kabir, kitab Ash-Shalah, kitab As-Sunnah, kitab al-Wara‘ wa al-Iman, kitab al-‘Ilal wa ar-Rijal, kitab al-Asyribah, satu juz tentang Ushul as-Sittah, dan Fadha’il ash-Shahabah. Kitab-kitab Imam Syafii dan Imam Ahmad bin Hanbal menjadi rujukan ulama hingga saat ini dan menjadi bahan kajian di berbagai perguruan tinggi Islam di dunia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kejayaan pendidikan pada masa Khilafah tidak hanya menghasilkan cendekiawan di bidang agama namun juga cendekiawan di bidang sains. Di antaranya adalah Ibnu Sina yang dikenal di kalangan ilmuwan Barat sebagai Avicenna. Karyanya yang sangat terkenal, Al-Qanun fi ath-Thibb, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, &lt;i&gt;The Canon of Medicine,&lt;/i&gt; merupakan rujukan di bidang kedokteran dunia selama berabad-abad. Di dalam kitabnya itu, ia menulis ensiklopedia jutaan item tentang pengobatan dan obat-obatan. Dialah yang mencatat dan menggambarkan anatomi tubuh manusia secara lengkap untuk pertama kalinya. Dari sana ia berkesimpulan bahwa setiap bagian tubuh manusia, dari ujung rambut hingga ujung kuku pada kaki saling berhubungan. Karya lainnya adalah kitab Asy-Syifa yang terdiri dari 18 jilid dan dikenal di dunia sebagai ensiklopedia filosofi kedokteran.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian al-Biruni, yang oleh saintis Barat, George Sarton (&lt;i&gt;Introduction to the History of Science&lt;/i&gt;, 1927), dikategorikan sebagai ilmuwan terhebat sepanjang zaman. John J O’Connor dan Edmund F Robertson dalam bukunya, &lt;i&gt;History of Mathematics&lt;/i&gt;, menyebutkan bahwa al-Biruni telah berkonstribusi penting dalam geodesi dan geografi karena dialah yang pertama kali memperkenalkan teknik mengukur jarak di bumi menggunakan metode triangulasi. Dalam kitabnya, Al-Jawahir atau &lt;i&gt;Book of Precious Stones&lt;/i&gt;, al-Biruni menjelaskan beragam mineral dan mengklasifikasikannya berdasarkan warna, bau, kekerasan, kepadatan serta beratnya. Al-Biruni merupakan ilmuwan pertama yang mengemukakan bahwa kecepatan cahaya lebih cepat daripada kecepatan suara.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teori relativitas merupakan revolusi dari ilmu matematika dan fisika. Menurut catatan sejarah, 1000 tahun sebelum Einstein mencetuskan teori relativitas, seorang ilmuwan Muslim pada abad ke-9 M telah meletakkan dasar-dasar teori relativitas tersebut, yaitu al-Kindi. Dalam kitabnya, Al-Falsafah al-Ula, al-Kindi mengemukakan bahwa fisik bumi dan seluruh fenomena fisik (waktu, ruang, gerakan dan benda) semuanya relatif dan tidak absolut. Ia berbeda dengan Galileo, Descartes dan Newton yang menganggap semua fenomena itu sebagai sesuatu yang absolut. Teori Einstein tentang relativitas yang dipublikasikan dalam La Relativite disinyalir banyak dipengaruhi oleh pendapat al-Kindi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ilmuwan Muslim lainnya adalah al-Khawarizmi yang terkenal dengan kitab monumentalnya, Al-Maqalah fi Hisab al-Jabr wa al-Muqabilah, yang versi terjemahan bahasa Inggrisnya adalah &lt;i&gt;The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing&lt;/i&gt;. Melalui kitabnya ini, al-Khawarizmi telah meletakkan dasar cabang matematika modern, yakni Aljabar atau Algebra. Carl B. Boyer (&lt;i&gt;The Arabic Hegemony: A History of Mathematics&lt;/i&gt;), mengungkapkan bahwa kitab Al-Jabr karya al-Khawarizmi itu telah menguraikan perhitungan yang lengkap dalam memecahkan akar positif polynomial persamaan sampai dengan derajat kedua.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkembangan dunia sains juga dipelopori oleh al-Haitham atau Alhazen. Penelitiannya mengenai cahaya telah memberikan dasar penting kepada saintis Barat yaitu Boger, Bacon dan Kepler dalam penciptaan mikroskop serta teleskop. Al-Haitham juga telah menguraikan tentang adanya gaya gravitasi bumi sebelum Issac Newton mengemukakannya. Adapun Jabir Ibnu Hayyan atau di Barat dikenal dengan nama Geber merupakan peletak dasar ilmu kimia modern. Sepuluh abad sebelum ahli kimia Barat John Dalton (1766-1844) mencetuskan teori molekul kimia, Jabir Ibnu Hayyan (721M-815 M) telah menemukannya pada abad ke-8 M. Kitabnya yang berjudul Al-Kimya, atau versi terjemahannya &lt;i&gt;The Book of Composition of Alchemy&lt;/i&gt;, telah menjadi rujukan di berbagai universitas Eropa selama ratusan tahun. Berkat jasa Jabir, ilmu pengetahuan modern bisa mengenal asam klorida, asam nitrat, asam sitrat, asam asetat, tehnik distilasi dan tehnik kristalisasi. Tidak hanya itu, masih ada ratusan ilmuwan Muslim lainnya seperti al-Farabi, al-Battani, ar-Razi, Abu Nasr Mansur, dan sebagainya yang tercatat sebagai saintis dunia yang paling berpengaruh (Lihat: &lt;i&gt;Biography in Dictionary of Scientific Biography&lt;/i&gt;, New York 1970-1990).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keberhasilan umat Islam dalam memimpin dunia melalui kejayaan pendidikan seperti yang dipaparkan di atas tentu tidak dapat dipisahkan dari institusi yang memayunginya saat itu, yakni Khilafah Islam. Tidak mungkin lahir sejarah emas pendidikan dan keilmuan sebagaimana terpapar di atas tanpa adanya dukungan sarana dan prasarana yang disediakan oleh negara Khilafah saat itu. Semua catatan emas kejayaan pendidikan di atas semakin membuktikan bahwa kunci kejayaan umat Islam adalah penerapan syariah secara kaffah di bawah naungan &lt;b&gt;Khilafah Islam&lt;/b&gt;. &lt;i&gt;Wallahu a’lam bi ash-shawab&lt;/i&gt;. []&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Sumber : Al-Wa'ie edisi Juni 2011</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/2012/04/pendidikan-islam-bermutu-dan-melahirkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-zJTS5o-qsQU/T4v1EQL2q3I/AAAAAAAAGY0/eGhlEzwpDbQ/s72-c/Pendidikan-Islam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-11076757.post-6854180218774990316</guid><pubDate>Fri, 30 Mar 2012 01:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-30T08:49:33.555+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Bisnis</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Pendidikan</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Ensiklopedia</category><title>Asing Dibalik Kenaikan BBM?</title><description>&lt;img border="0" height="210" width="535" src="http://3.bp.blogspot.com/-4qEEj7LRfuM/T3UQK1NMsvI/AAAAAAAAGQc/CGw2LFDGntY/s800/Asing-Dibalik-Kenaikan-BBM.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh: &lt;b&gt;Harits Abu Ulya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Direktur CIIA (The Community Of Ideological Islamic Analyst)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah &lt;i&gt;keukeh&lt;/i&gt; dengan opsi kenaikan harga BBM. Dari rapat maraton Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat dengan pemerintah (senin,26/3) akhirnya juga sepakat dengan postur RAPBN-P (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan) dan condong mengurangi subsidi BBM. Terkait kenaikan harga BBM, implikasi legislasinya DPR harus meng-anulir Pasal 7 Ayat 6 UU Nomer 11 Tahun 2012, karena  didalam pasal 7 termaktub larangan kenaikan harga BBM di tahun 2012.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Opsi menaikkan harga BBM, pemerintah mendasari alasan yang kesannya logis tapi hakikatnya sangat &lt;i&gt;debatable&lt;/i&gt;. Diantaranya, kenaikan harga minyak dunia mengharuskan perlunya revisi RAPBN, agar pemerintah tidak bangkrut dan ekonomi tidak kolaps. Alasan lain dari Menteri Keuangan Agus Martowardojo saat rapat dengan Banggar DPR (26/3), harga bahan bakar minyak (BBM) harus naik karena ada lonjakkan konsumsi. Lonjakan tersebut ini disebabkan harga BBM bersubsidi di Indonesia yang terbilang murah.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak pelak keputusan pemerintah menuai reaksi, mulai dari kalangan politisi parlemen juga masyarakat luas. Dari survei LSI terekam 86% lebih masyarakat menolak kenaikan harga BBM. Dan bahkan meningkatkan keresehan publik yang sangat signifikan. Sekalipun pemerintah sudah menyiapkan kebijakan antisipasi kenaikan harga BBM diantaranya program  BLSM selama 9 bulan dengan besaran @ Rp 150.000/bulan dan raskin dalam 14 bulan juga tidak otomatis bisa meredam gejolak penolakan. Bahkan sebagian pejabat (Bupati) daerah juga ikut menolak, tercatat Wakil Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Wali Kota Probolinggo HM Buchori, Bupati Bangkalan Jawa Timur Fuad Amin Imron, dan tidak mau ketinggalan Bupati Ponorogo Amin dan Wakil Bupatinya Yuni Widyaningsih bergabung dengan masyarakat dalam aksi penolakan kenaikan BBM. Akhirnya pemerintahan SBY menyiapkan aparat TNI siap &lt;i&gt;on calling&lt;/i&gt; membantu Polri mengamankan titik-titik vital dan antisipasi dampak demo yang tidak terduga.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada point penting alasan masyarakat &lt;i&gt;resisten&lt;/i&gt; atas kenaikan harga BBM, yaitu pemerintah dianggap berbohong dalam beberapa persoalan, diantaranya: &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;APBN terbebani dengan subsidi BBM. Asumsi pemerintah, kosumsi BBM didalam negeri melebihi kuota yang akhirnya subsidi BBM membengkak menjadi Rp 160 trilyun dari Rp 129,7 trilyun. Dan ini mengharuskan penyesuaian dengan harga pasar internasional.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Subsidi selama ini dianggap tidak tepat sasaran, artinya premium selama ini lebih banyak digunakan oleh orang-orang kaya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Terjadinya penurunan produksi secara alamiah tiap tahunnya sekitar 12%. Karenanya pemerintah mengubah target &lt;i&gt;lifting&lt;/i&gt; dalam APBN-P 2012 menjadi 930 ribu barel perhari dari sebelumnya 950 ribu barel perhari (bph).&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
Sementara point diatas berhadapan dengan sisi paradok dari kenaikan BBM, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Menekan daya beli masyarakat sehingga mereka akan semakin sengsara dan orang msikin akan semakin banyak. Kenaikan BBM dipastikan akan meningkatkan inflasi sekitar 7 % , Kenaikan harga bahan Pokok antara 5 - 10 %, kenaikan biaya transportasi dan distribusi produksi barang anatar 30- 35 %.  Bahkan sebelum pemerintah menetapkan kenaikan harga tersebut harga-harga saat ini khususnya kebutuhan pokok telah mengalami lonjakan. Selain itu, kegiatan bisnis khususnya pada UMKM juga akan terpukul akibat membengkaknya biaya produksi sehingga akan mendorong pemangkasan tenaga kerja yang berujung pada peningkatan jumlah penggangguran. Dengan demikian, jumlah penduduk miskin dipastikan akan semakin bertambah karena daya beli mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka akan terpangkas akibat inflasi yang dipicu oleh kenaikan BBM  tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;BBM selama ini sebagian besar dikonsumsi oleh masyarakat menengah ke bawah. Hal ini dapat ditunjukkan beberapa indikator antara lain: dari total jumlah kendaraan di Indonesia yang mencapai 53,4 juta (2010), sebanyak 82% merupakan kendaraan roda dua yang nota bene kebanyakan dimiliki oleh kelas menengah bawah. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kebijakan kenaikan BBM sangat tidak adil. Hal ini anggaran subsidi BBM tanpa skenario kenaikan harga, pada 1 April 2012 akan mencapai Rp178,62 triliun itu dinikmati oleh 230 juta orang. Sementara Pemerintah dengan mudahnya menggelotorkan dana untuk membail-out sektor keuangan dan perbankan yang hanya dinikmati oleh segelintir orang. Pemerintah misalnya setiap tahunnya harus membayar bunga obligasi rekap BLBI sebesar 13,2 - 14,3 persen yang menyedot anggaran sekitar  Rp 60 triliun pada tahun 2008. Padahal obligasi yang baru jatuh tempo pada 2033 tersebut  hanya dinikmati oleh sejumlah perbankan pemerintah dan swasta yang sebagian sahamnya kini dikuasai asing. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyebab membengkaknya subsidi akibat kegagalan pemerintah dalam mengelola energi nasional. Anehnya kegagalan tersebut kemudian ditimpakan kepada rakyat dengan menaikkan harga BBM.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kenaikan harga BBM bersubsidi hanya akan menguntungkan Perusahaan Minyak Asing yang bergerak di sektor hilir  dan merugikan Pertamina sebagai BUMN miliki negara.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mayoritas pengelolaan migas saat ini dikuasai oleh swasta khususnya pihak asing sehingga pendapatan negara dari migas sangat minim. Dari total produksi minyak mentah di Indonesia  pada 2010 hanya 16% yang diproduksi oleh Pertamina. Sisanya dibagi-bagi oleh investor asing dan swasta domestik seperti Chevron (42%) dan Total (10%). Konsekuensinya, dari total produksi minyak mentah yang mencapai 300 juta barel, sebanyak 121 juta atau 40 persen diekpor ke mancanegara. Padahal di saat yang sama Indonesia harus mengimpor 101 juta minyak mentah dari berbagai negara untuk memproduksi BBM dalam negeri. Belum lagi, pemerintah melalui BP Migas justru lebih memprioritaskan untuk memperpanjang kontrak-kontrak pengelolaan ladang minyak kepada pihak swasta ketimbang menyerahkannnya kepada Pertamina.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Asing bermain?&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada sisi yang seolah terlewatkan oleh publik, kebijakan politik ekonomi pemerintah Indonesia tidak bisa dilepaskan dari unsur politik global. Jika di runut &lt;i&gt;political-historis&lt;/i&gt;-nya terbuka tabir &lt;i&gt;interpendensi&lt;/i&gt; Indonesia dalam pengelolaan energi. Di mana alur liberalisasi menjadi hulu persoalan yang muncul sekarang. Jika keputusan pemerintah tidak populis dengan menaikkan harga BBM, ini ditengarai karena &lt;i&gt;road map&lt;/i&gt; liberalisasi disektor energi harus berjalan sebagaimana keinginan pihak asing melalui beberapa protokoler. Permainan asing yang kemudian terabsorsi dalam regulasi yang memayungi kebijakan energi Indonesia bisa terlihat dalam banyak indikasi. Dalam sebuah dokumen tertera peran IMF; ”Pada sektor migas, Pemerintah berkomitmen: mengganti UU yang ada dengan kerangka yang lebih modern, melakukan restrukturisasi dan reformasi di tubuh Pertamina, menjamin bahwa kebijakan fiskal dan berbagai regulasi untuk eksplorasi dan produksi tetap kompetitif secara internasional, membiarkan harga domestik mencerminkan harga internasional”. Memorandum of Economic and Financial Policies (LoI IMF, Jan. 2000).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu juga dalam sebuah dokumen termaktub; ..Pemerintah [Indonesia] berkomitmen penuh untuk mereformasi sektor energi yang dicantumkan pada MEFP 2000. Secara khusus pada bulan September, UU Listrik dan Migas yang baru akan diajukan ke DPR. Menteri Pertambangan &amp;amp; Energi telah menyiapkan rencana jangka menengah untuk menghapus  secara bertahap subsidi BBM dan mengubah tarif listrik sesuai dengan tarif komersil.” Memorandum of Economic and Financial Policies (LoI IMF, July 2001)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bank Dunia juga menggarisbawahi; (Utang-utang untuk reformasi kebijakan memang merekomendasikan sejumlah langkah seperti privatisasi dan pengurangan subsidi yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi belanja publik…Banyak subsidi khususnya pada BBM cenderung &lt;i&gt;regresif&lt;/i&gt; dan merugikan orang miskin ketika subsidi tersebut jatuh  ke tangan orang kaya). Indonesia Country Assistance Strategy (World Bank, 2001)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih tegas bagaimana peran Amerika Serikat melalui USAID dalam sebuah dokumen Energy Sector Governance Strengthened (USAID, 2000); USAID intends to obligate a total of $4 million in DA in FY 2001 to strengthen energy sector governance and help create a more efficient and transparent energy sector. USAID advisors play a catalytic role in helping the Government of Indonesia develop and implement key policy, legal and regulatory reforms. …(Pada tahun 2001 USAID bermaksud memberikan bantuan senilai US$ 4juta [Rp 40 miliar] untuk memperkuat pengelolaan sektor energi dan membantu menciptakan sektor energi yang lebih efisien dan transparan. Para penasehat USAID memainkan peran penting dalam membantu pemerintah Indonesia mengembangkan dan menerapkan  kebijakan kunci, perubahan UU dan peraturan);&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;USAID helped draft new oil and gas policy legislation submitted to Parliament in October 2000. The legislation will increase competition and efficiency by reducing the role of the state-owned oil company in exploration and production. (USAID telah membantu pembuatan draft UU MIgas yang diajukan ke DPR pada Oktober 2000. UU tersebut akan meningkatkan kompetisi dan  efisiensi dengan mengurangi peran BUMN dalam melakukan eksplorasi dan produksi);&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dampaknya secara politik adalah lahirnya regulasi Migas yang identik dengan keinginan asing, masyarakat bisa melihat dalam UU Migas Nomer 22 tahun 2001 (Pasal 9: Kegiatan Usaha Hulu dan Kegiatan Usaha Hilir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 angka 1 dan angka 2 dapat dilaksanakan oleh: Badan Usaha Milik Negara; Badan Usaha Milik Daerah; Koperasi; Usaha Kecil; Badan Usaha Swasta .Pasal 10: Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap yang melakukan Kegiatan Usaha Hulu dilarang melakukan Kegiatan Usaha Hilir. Badan Usaha yang melakukan Kegiatan Usaha Hilir tidak dapat melakukan Kegiatan Usaha Hulu.Pasal 13: Kepada setiap Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap hanya diberikan 1 (satu) Wilayah Kerja. Dalam hal Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap mengusahakan beberapa Wilayah Kerja, harus dibentuk badan hukum yang terpisah untuk setiap Wilayah Kerja.)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Berdampak&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor-faktor kebijakan hulu yang liberal melahirkan dampak yang sistemik dan menjangkau banyak sektor kehidupan masyarakat. Paling tidak, dengan regulasi liberal disektor hulu akan muncul kondisi; Pertamina tidak lagi sebagai &lt;i&gt;Single Player&lt;/i&gt; dalam pengelolaan migas sektor hulu. Hilangnya kedaulatan energi migas, tidak ada lagi  monopoli hulu–hilir oleh negara, ladang minyak dan gas bumi makin banyak yang dikuasi oleh perusahaan asing. Hasil migas lebih banyak dinikmati oleh pihak asing, dan akhirnya rakyatlah yang  dirugikan menjadi korban kebijakan yang tidak proporsional.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara di sektor hilir, upaya liberalisasi seperti yang tertera dalam beberapa dokumen seperti;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;UU Migas No. 22 tahun 2001: menjamin  efektivitas  pelaksanaan  dan  pengendalian  usaha  Pengolahan,  Pengangkutan, Penyimpanan,   dan   Niaga   secara   akuntabel   yang   diselenggarakan   melalui   mekanisme persaingan usaha yang wajar, sehat, dan transparan (Pasal 2).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PP No. 31/2003 tentang Pengalihan Bentuk Pertamina Menjadi Persero.  Tujuan utama persero adalah mendapatkan keuntungan (Pasal 2) dan keputusan tertinggi ada pada RUPS.  (Tahun 2011 anak Perusahaan Pertamina PT Pertamina Hulu Energy direncanakan akan melakukan Initial Public Offering [IPO] di Bursa Saham)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perpres No. 5 2006 Tentang Kebijakan Energi Nasional Pasal 3c: “Penetapan   kebijakan   harga   energi   ke   arah   harga keekonomian,     dengan     tetap     mempertimbangkan bantuan bagi rumah tangga miskin dalam jangka waktu tertentu.”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Regulasi diatas akan melahirkan dampak-dampak riil seperti; Pertamina tidak lagi sebagai &lt;i&gt;Single Seller&lt;/i&gt; dalam kegiatan distribusi dan niaga migas. Hilangnya kedaulatan energi migas di  sektor hilir. Migas menjadi komoditas komersial semata-mata. Hilangnya hak rakyat menikmati migas miliknya, Asing diuntungkan, menguasai pasar Indonesia, rakyat dirugikan, harga BBM menjadi mahal.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka tujuan utama pemerintah menaikkan harga BBM disinyalir kuat bukan karena untuk mengurangi beban APBN, karena yang membebani adalah pembayaran utang dan  bunganya. Juga bukan karena subsidi tidak tepat, karena penerima subsidi kebanyakan adalah menengah ke bawah. Tapi untuk memuluskan liberalisasi Migas di sektor hilir. Dan inilah alasan sebenarnya yang kurang tersingkap dihadapan publik selama ini. Dari sini terlihat aroma kepentingan asing lebih dominan dan hanya meuntungkan asing bukan untuk rakyat. Namun beribu sayang, pemerintahan SBY terkesan membisu dan menutup telinga atas kritikan rakyat yang mereka ekspresikan dalam berbagai aksi. Tidak salah jika sebagian mahasiswa dengan heroisme-nya melawan dengan jargon “ganti rezim komprador” dan “tolak penguasa neolib!".&lt;/div&gt;[hau/Diolah dari berbagai sumber]</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/2012/03/asing-dibalik-kenaikan-bbm.html</link><author>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-4qEEj7LRfuM/T3UQK1NMsvI/AAAAAAAAGQc/CGw2LFDGntY/s72-c/Asing-Dibalik-Kenaikan-BBM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-11076757.post-4506603282226142559</guid><pubDate>Mon, 20 Feb 2012 11:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-20T18:09:38.889+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Islam</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Ensiklopedia</category><title>Wajah Demokrasi Dimata Penganutnya</title><description>&lt;img border="0" height="210" width="535" src="http://2.bp.blogspot.com/-jlTmYCDJX9M/T0IplZ_cHRI/AAAAAAAAGJY/pXpjLTfw1wU/s800/wajah-demokrasi.jpg" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Carut marutnya negara ini berawal dari kesalahan para penguasa menerapkan sistem pemerintahan yang digunakan dalam memimpin masyarakatnya. Kita mengenal bahwa Indonesia menggunakan sistem pemerintahan demokrasi yang jelas-jelas merupakan hasil rekayasa manusia. Hukum demokrasi terlahir dari hasil pola pikir manusia yang kita sendiri tahu bahwa manusia adalah makhluk terbatas. Hukum yang dibuat sebatas pengetahuan sang pembuatnya, dan jelas kekuatan hukum tersebut hanya berlaku saat itu dalam wilayah tertentu. Satu hukum demokrasi yang dibuat tidak akan berlaku pada wilayah lain dalam kondisi lain pula. Dan itulah selemah-lemannya hukum demokrasi. Kita tahu bahwa demokrasi terlahir dari para pemikir barat dan itu pasti atas kepentingan barat. Terlahir dari ideologi kapitalis liberal dengan benteng nasionalisme.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika demokrasi yang kafir menyerang negeri kita dan disambut gembira oleh para intelektual yang rusak pemikirannya lagi tak bermoral, dan ketika demokrasi begitu dipuji oleh orang-orang yang sesat dan takluk dihadapan peradaban Barat, justru Anda akan melihat bahwa para ahli politik Eropa telah melancarkan kritik yang tajam terhadap demokrasi, sebagaimana yang telah dilakukana sebelumnya oleh Plato dan Aristoteles. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Aristoteles&lt;/b&gt;&lt;/u&gt; (348-322 SM) menyebut demokrasi sebagai &lt;i&gt;Mobocracy&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;the rule of the mob&lt;/i&gt;. Ia menggambarkan demokrasi sebagai sebuah sistem yang bobrok, karena sebagai pemerintahan yang dilakukan oleh massa, demokrasi rentan akan anarkhisme. Menurut Aristoteles bila negara dipegang oleh banyak orang (lewat perwakilan legislatif) akan berbuah petaka. Dalam bukunya “Politics”, Aristoteles menyebut demokrasi sebagai bentuk negara yang buruk (&lt;i&gt;bad state&lt;/i&gt;). Menurutnya pemerintahan yang dilakukan oleh sekelompok minoritas di dewan perwakilan yang mewakili kelompok mayoritas penduduk itu akan mudah berubah menjadi pemerintahan anarkhis, menjadi ajang pertempuran konflik kepentingan berbagai kelompok sosial dan pertarungan elit kekuasaan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Plato&lt;/b&gt;&lt;/u&gt; (472-347 SM) mengatakan bahwa liberalisasi adalah akar demokrasi, sekaligus biang petaka mengapa negara demokrasi akan gagal selama-lamanya. Dalam pemerintahan demokratis, kepentingan rakyat diperhatikan sedemikian rupa dan kebebasan pun dijamin oleh pemerintah. Orang-orang akan mengejar kemerdekaan dan kebebasan yang tidak terbatas. Akibatnya bencana bagi negara dan warganya. Setiap orang ingin mengatur diri sendiri dan berbuat sesuka hatinya sehingga timbullah berbagai kerusuhan yang disebabkan berbagai tindakan kekerasan (&lt;i&gt;violence&lt;/i&gt;), ketidaktertiban atau kekacauan (&lt;i&gt;anarchy&lt;/i&gt;), kejangakkan/ tidak bermoral (&lt;i&gt;licentiousness&lt;/i&gt;) dan ketidaksopanan (&lt;i&gt;immodesty&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Michael Stewart&lt;/b&gt;&lt;/u&gt; dalam bukunya Sistem-Sistem Pemerintahan Modern halaman 459 mengatakan :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kaum komunis bersikeras bahwa hukum demokrasi yang tegak di atas dasar kebebasan berkreasi, berpendapat, bertingkah laku dan berkepribadian, hanyalah sebuah prinsip yang kotor dan rusak. Mereka berargumentasi bahwa demokrasi kapitalisme telah mentolelir pengrusakan masyarakat –khususnya para pemudanya– melalui film-film dan bioskop-bioskop serta penyebaran kemungkaran serta kekejian."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemikir Liberal dari Perancis, &lt;u&gt;&lt;b&gt;Benjamin Constan&lt;/b&gt;&lt;/u&gt; (1767-1830) berkata :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Demokrasi membawa kita menuju jalan yang menakutkan, yaitu kediktatoran parlemen."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Barchmi&lt;/b&gt;&lt;/u&gt; berkata :&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Prinsip kedaulatan di tangan rakyat sebenarnya tidak pernah ada, yaitu bahwa kedaulatan rakyat dianggap selalu mewujudkan kebenaran dan keadilan. Paham ini mengklaim bahwa kekuasaan menjadi legal dengan melihat sumbernya. Atas dasar ini maka setiap aspirasi yang muncul dari kehendak rakyat, dianggap telah memenuhi parameter kebenaran dan keadilan. Aspirasi rakyat itu juga dianggap tak perlu diragukan dan diperdebatkan lagi dari segi ini (memenuhi kebenaran dan keadilan-penerj.), bukan karena argumentasinya kuat, melainkan karena ia muncul dari kehendak rakyat. Jadi prinsip kedaulatan rakyat ini memberikan sifat maksum (mustahil keliru/dosa) kepada rakyat. Oleh karena itu, prinsip kedaulatan rakyat akan membawa rakyat (atau para wakilnya) berpeluang melahirkan kekuasaan absolut, yaitu kesewenang-wenangan (kediktatoran). Karena apabila kehendak rakyat dianggap kehendak yang legal hanya karena muncul dari rakyat, maka dengan demikian dari segi legislasi undang-undang, rakyat akan dapat berbuat apa saja. Jadi rakyat pada dasarnya tidak perlu lagi mendatangkan justifikasi-justifikasi terhadap apa yang diinginkannya."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Dougey&lt;/b&gt;&lt;/u&gt; berkata :&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sesungguhnya teori kedaulatan rakyat, meskipun ia adalah teori buatan, ia telah menjadi teori yang layak didukung andai kata ia dapat menafsirkan hakikat-hakikat dan fakta-fakta politik pada masa modern, dan andaikata hasil-hasil praktisnya cukup baik. Akan tetapi kenyataannya ternyata bertolak belakang dengan apa yang kita ramalkan."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Orientalis Polandia bernama &lt;u&gt;&lt;b&gt;Boogena Giyanah Stchijfska&lt;/b&gt;&lt;/u&gt; mengatakan :&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Hukum-hukum positif buatan manusia yang lahir dari konsensus-konsensus demokratis tidaklah bersifat tetap. Teks-teksnya tidak membolehkan/melarang sesuatu secara mutlak, khususnya yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban-kewajiban individu dan tanggung jawab pribadi. Semua itu didasarkan pada kepentingan dan kebutuhan yang selalu berkembang. Padahal sudah diketahui bahwa kepentingan dan kebutuhan itu selalu berganti dan berubah sesuai dengan situasi dan kondisi. Bukan suatu hal yang aneh dalam sejarah hukum-hukum positif buatan manusia, bahwa hukum yang terakhir akan bertentangan dengan hukum yang pertama dalam rincian-rinciannya. Demikian pula yang dibenci dapat berubah menjadi disukai, yang dilarang dapat berubah menjadi boleh, dan yang ganjil dapat berubah menjadi wajar."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ulama-ulama Islam yang mengkritik demokrasi yang kafir antara lain adalah &lt;u&gt;&lt;b&gt;Dr. Fathi Ad Darini&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;, salah seorang ulama besar dalam fiqih siyasah. Dalam kitabnya &lt;i&gt;Khasha`ish At Tasyri' Al Islami fi As Siyasah wa Al Hukm&lt;/i&gt; halaman 370 Dr. Fathi Ad Darini mengatakan :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya sistem-sistem demokrasi Barat, dalam substansinya hanyalah merupakan ungkapan dari politik tersebut (sekularisme –penerj.) dan sudah diketahui bahwa demokrasi –pada asalnya– bersifat individualistis dan etnosentris.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Bahwa demokrasi bersifat individualistis&lt;/i&gt;, dikarenakan tujuan tertinggi demokrasi adalah individu dan pengutamaan kepentingan individu di atas kepentingan masyarakat. Sudah banyak koreksi-koreksi yang diberikan pada prinsip ini pada abad XX M.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Bahwa demokrasi bersifat etnosentris&lt;/i&gt;, dikarenakan demokrasi itu sendirilah yang telah melakukan penjajahan politik dan ekonomi dalam berbagai bentuknya sejak abad XV M sampai abad XX M. Dahulu Inggris misalnya mempunyai departemen yang bernama Departemen Wilayah Jajahan dan mempunyai pula menteri yang mengelola urusan-urusan penjajahan, yaitu Menteri Wilayah Jajahan. Hal ini masih ada hingga beberapa waktu yang lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah. Politik ini didasarkan pada prinsip-prinsip yang ringkasnya adalah sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Memisahkan politik dari moral dan agama, dan menegakkan politik di atas dasar prinsip-prinsip khusus.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Etnosentrisme, yaitu paham bahwa manusia Eropa adalah manusia yang terunggul.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menjadikan sistem perwakilan sebagai cara dalam mengatur pemerintahan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menerapkan prinsip "kebebasan umum/masyarakat" dalam pengertiannya yang individualistis, tradisional, dan absolut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kebebasan ekonomi, sebagai cabang dari kecenderungan prinsip individualisme yang ekstrem.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sesungguhnya demokrasi politik adalah sistem yang membiarkan, bukan sistem yang meluruskan. Artinya demokrasi mendekati mayoritas rakyat dengan membiarkan mereka dalam keadaan apa adanya dan memperlakukan mereka mengikuti asas ini atas nama kebebasan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Syaikh Abul A'la Al Maududi&lt;/b&gt;&lt;/u&gt; dalam kitabnya &lt;i&gt;Al Islam wa Al Madaniyah Al Haditsah&lt;/i&gt; halaman 36 mengatakan :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Telah saya katakan sebelumnya bahwa pengertian demokrasi dalam peradaban modern adalah memberikan wewenang membuat hukum kepada mayoritas rakyat (hakimiyah al jamahir). Artinya, individu-individu suatu negeri dapat secara bebas mewujudkan kepentingan-kepentingan masyarakat dan bahwa undang-undang negeri ini mengikuti hawa nafsu mereka. Demikian juga tujuan dari pembentukan pemerintahan –dengan bantuan struktur organisasinya dan potensi-potensi materilnya– bukanlah untuk mewujudkan kepentingan-kepentingan masyarakat, berkebalikan dengan apa yang seharusnya diwujudkan… Maka dari itu, kita menentang sistem sekuler yang nasionalistis-demokratis baik yang ditegakkan oleh orang-orang Barat maupun Timur, muslim ataupun non muslim. Setiap kali bencana ini turun dan dimana pun dia ada, maka kita akan mencoba untuk menyadarkan hamba-hamba Allah akan bahayanya yang besar dan akan mengajak mereka untuk memeranginya."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Muhammad Yusuf Musa&lt;/b&gt;&lt;/u&gt; dalam kitabnya &lt;i&gt;Nizham Al Hukm fi Al Islam&lt;/i&gt; halaman 245 berkata :&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sesungguhnya sistem pemerintahan Islam bukanlah sistem demokrasi, baik dalam pengertiannya menurut kaum Yunani kuno maupun dalam pengertiannya yang modern."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Muhammad Asad&lt;/b&gt;&lt;/u&gt; dalam kitabnya &lt;i&gt;Minhaj Al Islam fi Al Hukm&lt;/i&gt; halaman 52 mengatakan : &lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Adalah merupakan penyesatan yang sangat luar biasa, jika ada orang yang mencoba menerapkan istilah-istilah yang tidak ada hubungannya dengan Islam pada pemikiran dan peraturan/sistem Islam."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Utsman Khalil&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;, meskipun telah menulis kitab yang diberinya judul Ad Dimuqrathiyah Al Islamiyah (Demokrasi Islami), namun sebenarnya dia sendiri menentang demokrasi. Utsman Khalil berkata dalam kitab &lt;i&gt;Ad Dimuqrathiyah Al Islamiyah&lt;/i&gt; halaman 8 :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sesungguhnya sistem-sistem demokrasi modern yang diimpor dari Barat, di negara-negara Barat sendiri dianggap sebagai hal baru yang diada-adakan pada abad ke-20 ini."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Ali Benhaj&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;, seorang tokoh FIS Aljazair menyatakan bahwa demokrasi merupakan ilusi, ide dan monster yang diciptakan Barat sebagai alat untuk misi imperialisme-nya atas dunia Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masihkah kita mempertahankan demokrasi yang jelas-jelas dibuat untuk kepentingan segelintir orang dengan berlindung dibelakang kebohongan atas nama masyarakat? Mari sama-sama berjuang menegakan Khilafah di bumi Allah... &lt;/div&gt;</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/2012/02/wajah-demokrasi-dimata-penganutnya.html</link><author>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-jlTmYCDJX9M/T0IplZ_cHRI/AAAAAAAAGJY/pXpjLTfw1wU/s72-c/wajah-demokrasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-11076757.post-6606175910293233444</guid><pubDate>Fri, 10 Feb 2012 04:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-10T11:41:18.666+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Islam</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Pedagogis</category><title>Menimbang Ideologi dengan Nalar dan Fitrah Kemanusiaan</title><description>&lt;img border="0" height="210" width="535" src="http://2.bp.blogspot.com/-XQDs73ehStM/TzSfxWECH_I/AAAAAAAAGI0/TMNN1idQRmw/s800/menimbang_ideologi.jpg" alt="Menimbang Ideologi dengan Nalar dan Fitrah Kemanusiaan" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara fitrah, manusia adalah makhluk yang serba terbatas (relativismus uber alles). Keserbaterbatasan manusia ini telah cukup mengantarkan manusia pada situasi dimana ia senantiasa membutuhkan (dan bergantung pada) Zat Yang Tak Terbatas alias Yang Maha Mutlak (Absolutismus uber alles); Dialah Tuhan sebagai The Ultimate Reality (Realitas Tertinggi, &lt;i&gt;Wâjib al-Wujûd&lt;/i&gt;); Dialah Allah SWT. Secara fitrah pula, manusia dianugerahi oleh Allah SWT. naluri untuk beragama atau religiusitas (&lt;i&gt;gharîzah at-tadayyun&lt;/i&gt;), yang merupakan sesuatu yang sudah built-in dalam dirinya, bahkan sejak sebelum kelahirannya ke alam dunia. Naluri ini telah cukup mendorong manusia untuk melakukan pemujaan terhadap apa yang dianggapnya sebagai The Ultimate Reality (Realitas Tertinggi) itu.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayang, dua kenyataan primordial (fitri) ini tidak serta-merta menjadikan manusia "tahu diri"; entah karena mereka tidak berpikir rasional (tidak menggunakan akal) atau karena mereka terlalu percaya diri akibat hegemoni hawa nafsu yang ada dalam dirinya. Pada saat ini, ketidaktahudirian manusia itu tercermin dalam dua sikap: &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pengingkaran secara total (sepenuh hati) terhadap eksistensi Tuhan sang Pencipta (ateisme). Ini tergambar pada manusia yang berpaham materialisme. Materialisme ini kemudian menjadi dasar pijakan ideologi Sosialisme-komunis. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengingkaran secara "setengah hati" terhadap eksistensi Tuhan. Ini tergambar pada manusia yang berpaham sekularisme, yakni yang mengakui keberadaan Tuhan, tetapi tidak otoritas-Nya untuk mengatur manusia, karena yang dianggap punya otoritas untuk mengatur manusia adalah manusia sendiri. Sekularisme ini kemudian menjadi landasan ideologi Kapitalisme-sekular.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Padahal, alhamdulillah, dengan kasih-sayang-Nya, Allah SWT. telah lama (jauh sebelum kelahiran ideologi Sosialisme-komunis dan Kapitalisme-sekular) menurunkan wahyu-Nya kepada manusia untuk membimbing manusia kembali pada fitrahnya, kembali pada jatidirinya yang asli, yakni sebagai makhluk yang serba terbatas dan memiliki (secara built-in) religiusitas dalam dirinya. Wahyu itu tidak lain adalah Islam, yang akidahnya mengajari manusia untuk meyakini secara total dan sepenuh hati eksistensi Tuhan sekaligus otoritas-Nya untuk mengatur kehidupan manusia. Akidah inilah yang kemudian menjadi basis ideologi Islam sebagai satu-satunya ideologi yang rasional dan sesuai dengan fitrah manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tulisan berikut tidak lain ingin membuktikan kembali "klaim" di atas (yakni bahwa hanya Islamlah satu-satunya ideologi rasional dan sesuai dengan fitrah manusia) dengan cara membandingkan ketiga ideologi di atas, yakni Sosialisme-komunis, Kapitalisme-sekular, dan Islam; melalui perspektif yang paling mendasar: akidah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Realitas Ideologi&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara umum, ideologi (Arab: mabda') adalah pemikiran paling asasi yang melahirkan (sekaligus menjadi landasan bagi) pemikiran-pemikiran lain yang menjadi turunannya. (M. Muhammad Ismail, 1958). Pemikiran mendasar dari ideologi ini dapat disebut sebagai akidah ('aqîdah), yang dalam konteks modern terdiri dari: (1) materialisme; (2)  sekularisme; (3) Islam. Akidah ini berisi pemikiran mondial dan global mengenai manusia, alam semesta, dan kehidupan dunia; tentang apa yang ada sebelum dan sesudah kehidupan dunia; berikut kerterkaitan ketiganya dengan kehidupan sebelum dan setelah dunia ini. (M. Husain Abdullah, 1990). Akidah ini kemudian melahirkan pemikiran-pemikiran cabang yang berisi seperangkat aturan (nizhâm) untuk mengatur sekaligus mengelola kehidupan manusia dalam berbagai aspeknya (politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan sebagainya). Akidah dan seluruh cabang pemikiran yang lahir dari akidah itulah yang disebut dengan ideologi. Dengan ungkapan yang lebih spesifik, ideologi (mabda') dapat didefinisikan sebagai keyakinan rasional (yang bersifat mendasar, pen.) yang melahirkan sistem atau seperangkat peraturan tentang kehidupan (An-Nabhani, 1953: 22).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada kenyataannya, di dunia saat ini hanya ada tiga ideologi: (1) Sosialisme-komunis, yang lahir dari akidah materialisme; (2) Kapitalisme-sekular, yang lahir dari akidah sekularisme; (3) Islam, yang lahir dari akidah Islam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Realitas Akidah Materialisme, Sekularisme, dan Islam&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;[1] Materialisme&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Materialisme adalah akidah yang memandang bahwa alam semesta, manusia, dan kehidupan merupakan materi belaka; materi ini mengalami evolusi dengan sendirinya secara subtansial sehingga tidak ada Pencipta (Khalik) dan yang dicipta (makhluk). Dalam perspektif  Karl Marx, peletak dasar ideologi Sosialisme-komunis, alam mengalami evolusi mengikuti hukum gerak materi; alam tidak membutuhkan Akal Holistik (Pencipta) (Ghanim Abduh, 2003: 3). Senada dengan Marx, Lenin, ideolog sekaligus realisator Marxisme, dengan mengutip filosof Heraclitus (540-480 SM), menyatakan, "Alam adalah wujud tunggal yang tidak pernah diciptakan oleh Tuhan atau manusia manapun. Ia telah ada, selalu ada, dan akan selalu ada sebagai api yang terus menyala selama-lamanya." (Vladimir Ilich, 1870-1924). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu, penganut akidah materialisme pada dasarnya adalah ateis (mengingkari Tuhan). Bahkan, penganut akidah ini memandang bahwa keyakinan terhadap Tuhan (agama) adalah berbahaya bagi kehidupan. Dalam bahasa Lenin, keyakinan terhadap agama adalah "candu" masyarakat dan "minuman keras" spiritual. Dalam manifesto politiknya, Lenin secara ekstrem menyebut agama sebagai salah satu bentuk penindasan spiritual yang, dimana pun ia berada, amat membebani masyarakat (Lenin, 1972:  83-87).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengingkaran terhadap eksistensi Tuhan ini kemudian melahirkan sebuah keyakinan, bahwa dunia ini harus diatur berdasarkan prinsip dialektika materialisme yang melibatkan semua unsur materi, yakni: manusia, alam, dan sarana kehidupan (alat-alat produksi). Dari sini muncullah ideologi Sosialisme-komunis, yang didasarkan pada akidah materialisme, yang berisi seperangkat aturan yang khas, yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia; tentu di luar aspek religiusitas dan spiritualitas manusia yang telah diingkarinya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;[2] Sekularisme&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekularisme pada dasarnya adalah akidah yang mengakui eksistensi Tuhan, tetapi tidak otoritas-Nya untuk mengatur manusia. Dengan kata lain, akidah ini mengakui keberadaan agama tetapi tidak otoritasnya untuk mengatur kehidupan. Singkatnya, sekularisme adalah akidah yang menetralkan (baca: memisahkan) agama dari kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara historis, sekularisme merupakan akidah "jalan tengah" yang lahir pada Abad Pertengahan, sebagai bentuk kompromi para pemuka agama yang menghendaki kehidupan manusia harus tunduk pada otoritas mereka (dengan mengatasnamakan agama), dengan  para filosof dan cendekiawan yang menolak otoritas agama dan dominasi para pemuka agama dalam kehidupan. Dengan demikian, para penganut sekularisme sebetulnya tidak mengingkari Tuhan (agama) secara mutlak; mereka hanya menginginkan agar Tuhan (agama) tidak mengatur kehidupan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengingkaran terhadap otoritas Tuhan ini selanjutnya melahirkan sebuah pandangan bahwa manusialah (melalui mekanisme demokrasi) yang berwenang secara mutlak untuk mengatur kehidupannya sendiri secara bebas, tanpa campur tangan Tuhan (agama). Dari sini lahirlah ideologi Kapitalisme-sekular, yang berisi seperangkat aturan yang khas, yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia;  tentu di luar aspek agama yang telah mereka singkirkan dari kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;[3] Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Islam adalah akidah yang meyakini eksistensi Tuhan sebagai Pencipta alam, manusia, dan kehidupan ini; sekaligus mengakui bahwa Dialah satu-satunya yang memiliki otoritas untuk mengatur kehidupan manusia. Singkatnya, akidah Islam mengajari manusia tentang keyakinan dan kepasrahan total kepada Tuhan sang Pencipta, yakni Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keyakinan terhadap eksistensi sekaligus otoritas Tuhan inilah yang kemudian melahirkan keyakinan bahwa Tuhanlah satu-satunya Yang mutlak dan berhak membuat hukum, sementara manusia hanya sekadar pelaksananya saja. Dari sini lahirlah ideologi Islam, yang juga berisi seperangkat aturan dalam berbagai aspek kehidupan manusia; termasuk yang menyangkut aspek religiusitas dan spiritualitas manusia, atau yang menyangkut agama.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Menimbang Ideologi Sosialisme, Kapitalisme, dan Islam&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari paparan di atas, manakah akidah/ideologi yang masuk akal (rasional) dan sesuai dengan fitrah manusia? Jawabannya adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;b&gt;[1] Sosialisme-Komunis &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam perspektif rasio, dengan mengingkari eksistensi sang Pencipta, ideologi ini jelas tidak rasional. Alasannya: (a) Seluruh materi yang ada di dunia ini, termasuk manusia, memiliki keterbatasan dan bergantung pada yang lain. Akal kita yang jujur akan mengakui, bahwa segala yang terbatas ini pasti membutuhkan Zat Yang Tak Terbatas. Itulah Pencipta, Tuhan. (b) Manusia dan alam semesta memiliki keseimbangan, keteraturan, harmoni, dan keindahan yang luar biasa; yang semua itu tidak mungkin terjadi serba kebetulan tanpa ada Zat Yang menciptakan dan mengendalikannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun secara fitrah, ideologi ini jelas bertentangan dengan kenyataan bahwa dalam diri manusia ada naluri beragama (religiusitas), yang mendorongnya selalu cenderung untuk melakukan pengagungan/pemujaan kepada Zat Yang lebih tinggi dari dirinya; baik mereka akui atau tidak; baik yang mereka agungkan itu Tuhan Yang sebenarnya atau "Tuhan" palsu. Pada faktanya, orang-orang ateis hanya mengalihkan pengagungan itu (yang seharusnya kepada Tuhan) menjadi kepada manusia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;[2] Kapitalisme-Sekular&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam tinjauan nalar, pengakuan terhadap eksistensi Tuhan tetapi tidak otoritasnya untuk mengatur manusia adalah juga tidak rasional. Alasannya: (a) Pengingkaran atas otoritas itu telah melahirkan sikap manusia untuk membuat sendiri aturan bagi kehidupannya. Padahal manusia, sebagai makhluk, pada faktanya tidak bisa memahami hakikat dirinya sendiri. Yang tahu hakikat manusia adalah Pencipta-Nya, yakni Allah SWT. Apabila manusia tidak memahami hakikat dirinya sendiri, apalagi membuat aturan yang terbaik bagi dirinya. (b) Tuhan (dalam hal ini Allah SWT.) telah menurunkan wahyu-Nya, yakni al-Quran, melalui utusan (Rasul)-Nya untuk mengatur kehidupan manusia. Secara rasional, al-Quran dapat dibuktikan kebenarannya sebagai wahyu Allah. Karena itu, menjauhkan otoritas Tuhan Yang Mahatahu untuk mengatur kehidupan manusia adalah tidak rasional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun secara fitrah, manusia, ketika dibiarkan bebas membuat sendiri peraturan bagi kehidupannya, terbukti melahirkan banyak perbedaan, pertentangan, bahkan konflik. Peraturan yang dibuat juga sering berubah-ubah sesuai dengan kecenderungan dan hawa nafsu manusia. Lebih dari itu, fakta telah membuktikan bahwa peratuan–peraturan yang dibuat manusia (karena lebih didasarkan pada kecenderungan dan hawa nafsunya) telah melahirkan banyak ekses negatif, menciptakan banyak kerusakan, dan menimbulkan banyak kekacauan. Itulah yang terjadi seperti saat ini ketika hak membuat aturan/hukum diberikan kepada rakyat melalui mekanisme demokrasi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;[3] Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam perspektif akal, pengakuan terhadap eksistensi Tuhan sekaligus otoritas-Nya untuk mengatur kehidupan manusia adalah rasional. Alasannya: (a) Pada faktanya, di samping akal dapat membuktikan secara benar bahwa Tuhan sang Pencipta, yakni Allah SWT. itu ada, akal pun dapat membuktikan bahwa  Dia telah menurunkan wahyu-Nya berupa al-Quran kepada Rasul-Nya, yang kebenarannya sebagai wahyu bisa dibuktikan secara rasional. Di dalam al-Quran sendiri tidak akan ditemukan adanya pertentangan antar satu ayat dengan ayat lain, atau antar satu aturan dengan aturan lain, yang menunjukkan bahwa ia berasal dari Zat Yang Mahakuasa. (b) Sepanjang aturan-aturan al-Quran diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan manusia, terbukti bahwa ia mendatangkan rahmat bagi umat manusia seluruhnya. Ini adalah fakta sejarah yang pernah terjadi dan berjalan selama-berabad-abad sejak zaman Nabi saw. mendirikan Daulah Islamiyah di Madinah hingga keruntuhan Kekhilafahan Islam terakhir di Turki, yang diawali oleh banyaknya penyimpangan terhadap al-Quran yang dilakukan penguasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun secara fitrah, pengakuan atas eksistensi Tuhan sekaligus otoritas-Nya untuk mengatur manusia sesuai dengan fitrah manusia yang serba terbatas, serba kurang, dan serba lemah; yang menjadikannya butuh pada yang lain. Keserbaterbatasan, keserbakurangan, dan keserbalemahan manusia ini pada faktanya membuktikan bahwa manusia membutuhkan berbagai peraturan bagi kehidupannya yang tidak berasal dari dirinya, tetapi bersumber dari  al-Khalik, Tuhan Pencipta alam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Kesimpulan&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walhasil, dari paparan di atas, secara nalar (rasio, akal) maupun fitrah, juga berdasarkan realitas sejarah manusia, terbukti bahwa hanya Islamlah satu-satunya ideologi yang rasional dan sesuai dengan fitrah manusia. Sebaliknya, Sosialisme-komunis dan Kapitalisme-sekular adalah ideologi yang tidak rasional dan bertentangan dengan fitrah manusia; di samping terbukti dalam sejarah telah menimbulkan banyak ekses negatif, kerusakan, dan kekacauan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena itu, dalam momentum Idul Fitri ini, yang berarti kembali ke fitrah, sudah selayaknya kaum  Muslim segera kembali menerapkan semua aturan-aturan Islam (syariah), yang memang telah sesuai dengan fitrah manusia, dalam semua aspek kehidupan. Sebaliknya, sudah selayaknya kaum Muslim segera meninggalkan berbagai aturan yang berasal dari ideologi Sosialisme-komunis maupun Kapitalisme-sekular, yang nyata-nyata bertentangan dengan fitrah manusia, dan terbukti banyak menyengsarakan kehidupan umat manusia. Keengganan manusia untuk diatur dengan aturan-aturan Allah hanyalah merupakan bukti kesombongan, kelancangan, dan kekurangajaran dirinya  di hadapan Penciptanya, Allah SWT., Zat Yang Mahatahu atas segala sesuatu. Jika kita tetap bertahan untuk berkubang dalam  aturan-aturan buatan manusia dan tetap enggan diatur dengan aturan-aturan Allah, layaklah kita merenungkan kembali firman Allah SWT. berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="arabic" style="text-align: right;"&gt;أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki. Siapakah yang lebih baik hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang yakin?!" (QS al-Maidah [5]: 50).  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya, sekali ini kita patut merenungkan: Adakah hukum/aturan yang lebih baik dibandingkan dengan hukum/aturan-aturan Allah?! Apakah hukum/aturan-aturan yang berasal dari ideologi Sosialisme-komunis dan Kapitalisme-sekular (yang notabene buatan manusia yang serba terbatas, serba kurang, dan serba lemah) yang lebih baik ataukah hukum/aturan-aturan Islam yang notabene buatan Allah Pencipta manusia Yang Mahatahu atas segala sesuatu?!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu mengapa kita tetap betah berkubang dalam sistem/aturan yang berasal dari Kapitalisme-sekular yang terbukti buruk ini dan tidak segera beranjak menuju sistem/aturan yang bersumber dari ideologi Islam sebagai ideologi penebar rahmat?! Telah butakah mata dan kalbu kita?! Na‘ûdzu billah mindzâlik!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Artikel ini ditulis oleh &lt;u&gt;Arief B. Iskandar&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Daftar Bacaan:&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;‘Abduh, Ghanim, 1963, Naqd al-Isytirâkiyah al-Marksiyah, t.p., Al-Quds.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Abdullah, Muhammad Husain, 1990, Dirâsât fî al-Fikr al-Islâmi, Darul Bayariq, Beirut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;An-Nabhani, Taqiyuddin, 1953, Nizhâm al-Islâm, t.p., al-Quds.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ismail, Muhammad Muhammad,. 1958, Al-Fikr al- Islâmi, t.p, Kairo.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lenin, Collected Works, Progress Publishers, Moscow, 1972. Cet. ke-3.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/2012/02/menimbang-ideologi-dengan-nalar-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-XQDs73ehStM/TzSfxWECH_I/AAAAAAAAGI0/TMNN1idQRmw/s72-c/menimbang_ideologi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-11076757.post-6001341777018535601</guid><pubDate>Fri, 09 Dec 2011 14:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-09T21:35:45.898+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Islam</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Motivasi</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>ESQ</category><title>Ihsan dan Itqan</title><description>&lt;img alt="Ihsan dan Itqan-lah dalam Mengemban Tugas" border="0" height="210" src="http://1.bp.blogspot.com/-Rp94F_O9K8M/TuIaW9AFnaI/AAAAAAAAFyM/S2I6ptNMzgU/s400/ihsan_itqan.jpg" width="535" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ihsan dan itqan adalah dua istilah yang terdapat dalam Alquran dan sunah yang berkaitan dengan amal perbuatan seorang Muslim yang harus dilakukannya dalam hidup dan kehidupannya di dunia ini. Ihsan berarti optimalisasi dalam kebaikan. Artinya, kebaikan apa pun yang dilakukan seorang Muslim harus selalu optimal dalam persiapan dan pelaksanaannya, agar hasilnya didapat secara optimal pula.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Allah SWT berfirman dalam QS al-Mulk [67]: 2: &lt;br /&gt;
&lt;div class="arabic" style="text-align: right;"&gt;ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًۭا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"(Dia) Yang menjadikan mati dan hidup supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya (optimal). Dan, Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun."(QS Al-Mulk:2)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika seorang Muslim sedang melakukan ibadah maka dipersiapkan dan dilakukan dengan baik, baik ilmu pengetahuan yang berkaitan dengannya maupun teknis pelaksanaannya. Ketika melaksanakan ibadah haji, misalnya, ilmunya dipersiapkan, tata cara pelaksanaannya disempurnakan, juga menjaga kesehatan jasmani rohani, sehingga betul-betul predikat haji mabrur dapat diraih, termasuk menjaga dan mempertahankannya ketika ia sudah kembali ke kampung halamannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang Muslim yang sedang mendapatkan amanah jabatan publik di wilayah eksekutif, legislatif, ataupun yudikatif, ia penuhi amanah tersebut dengan semaksimal mungkin agar betul-betul mampu mempersembahkan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat dan bangsa di wilayah pekerjaannya tersebut. Amanah dan profesionalitas merupakan ciri utama dari pejabat Muslim tersebut. Karena disadarinya, semuanya akan dipertanggungjawabkan kepada konstituennya di dunia ini dan terutama kepada Allah SWT kelak kemudian hari, dan selalu berusaha menjauhi sifat khianat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Allah SWT berfirman dalam QS al-Anfal [8]: 27:&lt;br /&gt;
&lt;div class="arabic" style="text-align: right;"&gt;يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَخُونُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ وَتَخُونُوٓا۟ أَمَٰنَٰتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad), dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu sedang kamu mengetahui."(QS Al-Anfal:27)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan, itqan berarti kesungguhan dan kemantapan dalam melaksanakan suatu tugas, sehingga dikerjakannya secara maksimal, tidak asal-asalan, sampai dengan pekerjaan tersebut tuntas dan selesai dengan baik. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang yang jika melaksanakan suatu pekerjaan, maka pekerjaaan tersebut dilakukannya dengan itqan." (HR Thabrani).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena itu, ihsan dan itqan harus selalu menjadi ruh dan spirit bagi setiap Muslim dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya, baik yang berhubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia, sehingga pekerjaannya itu akan selalu bernilai ibadah dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Wallahu a'lam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Ditulis oleh &lt;a class="external" href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/11/05/06/lkrbfx-ihsan-dan-itqanlah-dalam-mengemban-tugas" target="_blank" title="Ihsan dan Itqan-lah dalam Mengemban Tugas"&gt;Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin MSc.&lt;/a&gt;</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/2011/12/ihsan-dan-itqan.html</link><author>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Rp94F_O9K8M/TuIaW9AFnaI/AAAAAAAAFyM/S2I6ptNMzgU/s72-c/ihsan_itqan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-11076757.post-557478245296151617</guid><pubDate>Fri, 07 Oct 2011 03:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-10T16:34:34.455+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Profile</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Motivasi</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Ensiklopedia</category><title>Selamat Jalan Steve Jobs</title><description>&lt;img border="0" height="210" src="http://4.bp.blogspot.com/-qrbqw-9v1lc/To52Gnop49I/AAAAAAAAFpY/_zLUfnQbNgk/s800/RIP_Steve_Jobs.jpg" width="535" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari Rabu 5 Oktober 2011 Trending Topic di Twitter berubah, seluruh dunia membicarakan Steve Jobs. Dunia berkabung atas wafatnya Steve Jobs sebagai seorang inovator teknologi dunia yang mampu menggabungkan sains, teknologi dan seni menjadi satu bagian utuh yang siapapun akan terkagum-kagum dengan kehebatan produk Apple ini. Steve Jobs wafat di usia 56 tahun, setelah bertahun-tahun berjuang mengatasi kanker pankreas yang dideritanya. Kematian Jobs diumumkan oleh perusahaan Apple pada Rabu malam, 5 Oktober 2011. Jika berkunjung ke situs Apple.com hari ini maka kita akan disuguhi photo hitam putih Steve Jobs bertuliskan "Steve Jobs 1955 - 2011". Kematian Jobs diumumkan oleh perusahaan Apple pada Rabu malam, 5 Oktober 2011. Berikut adalah isi pengumuman tersebut:&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kami dengan sangat sedih mengumumkan bahwa Steve Jobs telah meninggal dunia hari ini. Dengan energi, semangat dan kecerdasan yang briliannya, Steve adalah sumber dari berbagai inovasi yang memperkaya hidup kita. Dunia menjadi lebih baik karena Steve. Cinta terbesarnya adalah istrinya, Laurene, dan keluarganya. Duka cita mendalam kami kepada mereka dan semua orang yang tersentuh dengan hadiah luar biasa yang diberikan Steve." (sumber : vivanews.com)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perjalanan semasa hidup Steve Jobs sangat menarik untuk ditelusuri, beliau benar-benar seorang inovator sekaligus motivator teknologi dunia. Dunia benar-benar kehilangan seorang sosok yang sangat kharismatik, ditangan emasnya sebuah perusahaan yang hampir bangkrut, yaitu Apple kembali lagi menjadi raksasan perusahaan dunia yang paling inovatif. Sampai-sampai sebuah buku yang menceritakan kehidupan Steve Jobs yang ditulis oleh majalah Fortune mulai tahun 1983 dan 2011, dirilis dalam format eBook. Buku yang berjudul "All About Steve: The Story of Steve Jobs and Apple from the Pages of Fortune" kini sudah tersedia di Amazon dengan harga USD8,79.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buku tersebut ditulis oleh beberapa jurnalis antara lain Brent Schlender, Peter Elkind, dan Adam Lashinsky. Buku tersebut memperlihatkan beberapa moment penting sejarah Apple, termasuk pembuatan iPod, iTunes, iPhone, iPad dan Apple Store. Selain itu, eBook tersebut juga berisi wawancara bersama dengan Steve Jobs dan Bill Gates pada tahun 1991.&lt;/div&gt;&lt;img border="0" height="210" src="http://3.bp.blogspot.com/-Vhw6ICwaDmc/To52G4C3fJI/AAAAAAAAFpg/P0-dbwQeiXA/s800/apple_products.jpg" width="535" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Warisan Steve Jobs sudah jelas, dia merupakan salah satu pimpinan bisnis yang paling inovatif di masa kita. Buku ini menjelaskan seorang ikon yang merevolusi teknologi momputasi, telefon, film, musik, ritel dan desain produk," tulis deskripsi buku tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Buku ini menjelaskan detil dari karir seorang pria dengan semangatnya mampu menjelaskan visinya ke dunia melalui teknologi. Dari banyaknya hasil wawancara antara Fortune dengan Jobs, semunya digabungkan menjadi satu bundel jurnalistik yang komprehensif," tambahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu, buku biografi resmi Steve Jobs yang berjudul "iSteve: The Book of Jobs" akan diluncurkan awal tahun 2012. Sebelumnya juga sudah beredar beberapa buku biografi 'bajakan' mengenai mantan CEO Apple tersebut. (sumber : okezone.com)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah sempat terdepak, Jobs kembali ke Apple pada 1997 dan akhirnya menyelamatkan perusahaan itu dari ancaman kebangkrutan. Sebelum kembali ke Apple, dia juga sukses mendirikan perusahaan sinema kartun, Pixar Studio. Jobs adalah satu-satunya pemimpin perusahaan di dunia yang digaji sebesar US$1 per bulan. Di bawah Steve Jobs, Apple berhasil menjadi salah satu perusahaan terkemuka dunia dengan sejumlah produk inovatif, seperti iPhone, Macbook, dan kini iPad.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Apple, Jobs merupakan arbiter tertinggi pada produk. Sebagai contoh, tiga prototipe iPhone diselesaikan selama satu tahun. Dua yang pertama gagal memenuhi standar versi Jobs. Prototipe ketiga mendapat anggukan dan iPhone dikapalkan pada bulan Juni 2007. Menurut Jobs, keputusan desain dibentuk oleh pemahaman tentang teknologi dan budaya populer. Studi sendiri dan intuisi, fokus bukan kelompok, yang memandunya. Ketika seorang reporter bertanya apa dia melakukan riset pasar untuk masuk ke iPad, Jobs menjawab, "Tidak ada. Ini bukan tugas konsumen untuk mengetahui apa yang mereka inginkan." (sumber : tempointeraktif.com)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;Apa kata mereka tentang Steve Jobs?&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berita wafatnya sang inovator sekaligus visioner teknologi sekaligus seniman teknologi ini mengundang reaksi dari berbagai pihak dari mulai keluarga, Apple, sahabat, mitra hingga ke kompetitor bisnisnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Apple&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apple telah kehilangan seorang visioner dan jenius kreatif, dan dunia telah kehilangan manusia yang menakjubkan. Jobs meninggalkan sebuah perusahaan besar yang telah dibangunnya, dan semangatnya akan selamanya menjadi pondasi Apple. Selamat tinggal Steve.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Steve Wozniak, Co-Founder Apple&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku sangat terkejut dan kacau. Anda juga pasti terkejut ketika orang yang Anda kenal meninggal. Dan ini lebih menyesakan dengan saat John Lennon meninggal, atau JFK atau Martin Luther King.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bill Gates, Microsoft&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya bertemu Steve hampir 30 tahun lalu. Kami telah menjadi kolega sekaligus kompetitor berikut sahabat hingga lebih dari separuh usia kami. Dunia jarang sekali memiliki sosok dengan pengaruh begitu besar seperti yang dimiliki oleh Steve sehingga akan tetap dikenang turun-temurun dalam beberapa generasi mendatang. Mereka yang beruntung karena berkesempatan untuk bekerja dengannya tentu mengenang kesempatan itu sebagai penghormatan yang sangat besar. Saya sangat kehilangan Steve.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Choi Sung Gee, Chief Executive Officer Samsung Electronics Co.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Semangat inovatif dan prestasinya yang luar biasa itu selamanya akan dikenang di seluruh dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sergey Brin, Co-Founder Google Inc&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak hari-hari pertama Google, ketika Larry dan saya mencari inspirasi tentang visi dan kepemimpinan, kami selalu melihat tak jauh-jauh dari Cupertino (Cupertino adalah tempat kantor pusat Apple berdiri di California, AS)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Larry Page, Co-Founder Google Inc&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya sangat-sangat sedih mendengar kabar mengenai Steve. Ia adalah tokoh besar dengan prestasi luar biasa dan sangat brilian. Steve Jobs adalah sosok yang menginspirasi hidupku, terutama kemampuannya untuk fokus menyajikan pengalaman terbaik kepada konsumen&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mark Zuckerberg, CEO Facebook &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Steve, terima kasih telah menjadi mentor dan sekaligus teman. Terima kasih telah menunjukkan bahwa apa yang Anda kembangkan dapat mengubah dunia. Saya akan merindukan Anda.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Yuanqing Yuan, Chief Executive Lenovo Group Ltd.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini dunia kehilangan salah satu inovator terbesar dan visioner dengan meninggalnya Steve Jobs. Prestasi yang tak tertandingi di zaman kita. Kami mengagumi semangat, kreativitas, dan gairahnya. Dia tidak hanya mengubah industri teknologi, ia juga mengubah dunia dan membuatnya lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara kita semua akan merasakan kehilangan yang sangat besar ini, saya yakin bahwa industri ini akan mengambil ke inti pelajaran dari Steve yang mengajari kami tentang inovasi. Steve memimpin industri ini seperti sebuah mercusuar dalam dekade terakhir. Sebagai pesaing, ia membantu memastikan semua dari kita mendorong lebih keras  dan saya yakin warisannya akan terus memberikan energi industri selama bertahun-tahun yang akan datang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Roh-nya akan membawa kita dan akan menginspirasi kita semua untuk pencapaian yang lebih baik. Kami ingin menyampaikan simpati dari seluruh karyawan Lenovo yang berjumlah 27 ribu orang di seluruh dunia untuk keluarga dan teman-teman dan kami bergabung dengan dunia dalam berkabung atas meninggal dan mengenang hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Randall Stephenson Chairman dan CEO AT&amp;amp;T&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami sedih dengan meninggalnya Steve Jobs. Steve penemu ikonik, visioner, dan pengusaha, dan kami mendapat kehormatan untuk mengenalnya sebagai mitra dan teman. Semua dari kita di AT&amp;amp;T menyampaikan belasungkawa dan berdoa, kepada istri Steve, keluarga, dan keluarganya di Apple.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Rupert Murdoch, Chairman dan CEO dari News Corp&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini, kita kehilangan salah satu pemikir paling berpengaruh, pencipta dan pengusaha dari semua waktu. Steve Jobs selalu berfikir simple ketika menjadi CEO terbesar dari generasinya. Sementara saya sangat sedih dengan kematiannya, aku teringat dampak menakjubkan dari dia dalam merevolusi cara orang mengkonsumsi media dan hiburan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;Kumpulan Kalimat Motivasi dari Steve Jobs&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa saat yang lalu Hendriono Online pernah menuliskan terjemahan bebas pidato Steve Jobs pada saat menghadiri wisuda mahasiswa Universitas Stanford pada tahun 2005 dengan judul pidato "&lt;a href="http://www.hendriono.web.id/2011/08/steve-jobs-stay-hungry-stay-foolish.html" target="_blank" title="Stay Hungry Stay Foolish"&gt;Stay Hungry Stay Foolish&lt;/a&gt;". Beberapa kalimat dari pidato tersebut mengandung pesan motivasi yang sangat kuat dan menunjukan betapa berjiwa besarnya seorang Steve Jobs. Dibawah ini kemudian dirangkum beberapa kalimat motivasi yang diambil dari berbagai media.&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Sangat sulit membuat desain sebuah produk. Kerap kali orang-orang tidak mengetahui apa yang mereka inginkan, sampai kita menunjukkannya pada mereka. (BussinessWeek, 1998).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ini adalah salah satu mantra saya - fokus dan kesederhanaan. Kamu harus berkerja lebih keras untuk menjernihkan pikiran dan menghasilkan kesederhanaan. Pada akhirnya hal ini akan setimpal. Saat kamu tiba di sana, kamu bisa memindahkan gunung. (BusinessWeek, 1998).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menjadi orang terkaya di pemakaman tidak berarti bagi saya...Pergi ke tempat tidur dan mengatakan bahwa kami telah melakukan sesuatu yang luar biasa...Itulah yang berarti bagi saya. (The Wall Street Journal, 1993).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Saya akan selalu terhubung dengan Apple. Mungkin ada saat-saat atau tahun-tahun di mana saya tidak di sini, namun saya akan selalu kembali. (Playboy, 1985).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kami tidak pernah khawatir terhadap angka-angka. Apple selalu mencoba berfokus pada produk karena sebuah produk benar-benar akan membuat perbedaan. (Playboy, 1985).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kamu harus memiliki keyakinan terhadap sesuatu - keinginan, takdir, hidup, karma, apapun itu. (Stanford commencement speech, 2005).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pekerjaanmu akan menjadi bagian penting dari kehidupanmu. Satu-satunya cara untuk mencapai kepuasan adalah dengan percaya bahwa apa yang kamu kerjakan adalah pekerjaan yang hebat. Cintai apa yang kamu kerjakan. Jika kamu belum menemukannya, tetaplah cari. Jangan berhenti. (Stanford commencement speech, 2005).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak ada seorang pun yang ingin mati. Meski mereka yang ingin pergi ke surga, tidak ingin mati. Namun kematian adalah tujuan kita bersama, tidak ada yang bisa lolos darinya. Kematian adalah penemuan terbaik dalam kehidupan. Ia membersihkan yang lama dan membuat jalan untuk yang baru. Sekarang yang baru adalah kamu, namun suatu saat nanti kamu akan menjadi tua dan 'dibersihkan'. Maaf terlalu dramatik, namun ini benar. (Stanford commencement speech, 2005).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Panutan saya untuk bisnis adalah The Beatles. Mereka saling mengimbangi satu sama lain. Beginilah cara saya memandang suatu bisnis, bisnis yang hebat bukan dilakukan oleh satu orang, melainkan oleh tim. (Interview with 60 Minutes, 2003).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika kamu melakukan sesuatu yang bagus, maka selanjutnya kamu harus melakukan hal lain yang luar biasa. Jangan tinggal terlalu lama, pikirkan apa yang harus kamu buat selanjutnya. (NBC Nightly News, May 2006).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buatlah sesuatu yang memberikan kontribusi besar bagi masyarakat, sesuatu yang bisa ’membuat lekukan di alam semesta’. Saat itu tercapai, keuntungan materi akan mengikuti dengan sendirinya. (Fortune, 2009)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Itu diawali dengan berkata tidak pada 1.000 hal untuk memastikan kami tak masuk ke jalur yang salah atau berusaha melakukan terlalu banyak hal. Kami selalu berpikir tentang pasar baru yang bisa kami masuki, tetapi hanya dengan berkata tidak, kami bisa berkonsentrasi pada hal-hal terpenting. Jangan biarkan opini orang-orang mengubah suara batin Anda. Yakin dan ikutilah suara hati dan intuisimu. Hal-hal lain hanyalah faktor sekunder. (BusinessWeek, 2004)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apabila ada yang bertanya kepada saya tentang pendapat saya terhadap keberhasilan Bill Gates karena menyingkirkan inovasi yang kami miliki... inilah yang saya akan katakan, tujuan hidup saya bukanlah menjadi orang terkaya di liang lahat. Itu sama sekali bukan tujuan hidup saya. (Rolling Stone, 1994)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;10 Karya Terhebat Steve Jobs&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski tidak pernah mengenyam pendidikan formal di bidang &lt;i&gt;engineering&lt;/i&gt;, Steve Jobs tercatat sebagai pemegang lebih dari 300 hak paten hardware dan software. Berikut ini sepuluh produk yang dibidani oleh Steve Jobs (sumber : kompas.com) :&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Apple I (1976)&lt;/b&gt; - Komputer yang ditujukan untuk para pehobi dan engineer ini merupakan produk Apple pertama, tetapi hanya diproduksi sangat terbatas. Produk ini dirancang oleh Steve Wozniak, dan Jobs bertugas mencari pendanaan sekaligus mengatur pemasarannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Apple II (1977)&lt;/b&gt; - Merupakan salah satu produk personal computer pertama yang sukses. Apple II dirancang untuk diproduksi secara massal, tidak hanya ditujukan untuk engineer atau pehobi (enthusiast). Gaya desain Steve Wozniak masih kental untuk produk ini. Apple II terus diproduksi hingga tahun 1993 dan kemampuannya terus ditingkatkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Komputer Next (1989)&lt;/b&gt; - Setelah sempat "ditendang" dari Apple, Jobs mendirikan sebuah perusahaan yang memproduksi komputer workstation berkekuatan hebat. Perusahaan ini gagal menjualnya dalam jumlah besar, tetapi Next selalu dikenang karena merupakan komputer pertama di dunia yang memiliki web browser. Perangkat lunaknya menjadi basis web browser yang ada di sistem operasi Macintosh dan iPhone hingga saat ini.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Lisa (1993)&lt;/b&gt; - Kunjungan ke pusat riset Xerox Corp di Palo Alto menginspirasi Job untuk memulai proyek komputer komersial pertama dengan user interface grafis, yang menggunakan simbol ikon, Windows, dan kursor yang dikendalikan oleh mouse. Inilah yang menjadi dasar dari antarmuka komputer saat ini. Akan tetapi, Lisa masih terlalu mahal untuk sukses di pasaran.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Macintosh (1994)&lt;/b&gt; - Macintosh memiliki antarmuka yang sama dengan Lisa. Namun, Macintosh lebih murah dan cepat serta didukung promosi penjualan yang sangat gencar. Atas kemunculan Macintosh, pengguna baru tersadar mudahnya penggunaan komputer dengan adanya antarmuka grafis. Inilah yang mengawali era desktop publishing, yaitu dengan memadupadankan mesin Mac dan printer laser.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;iMac (1998)&lt;/b&gt; - Saat Jobs kembali pada tahun 1996, Apple sedang "tenggelam" seiring dengan menurunnya pangsa pasar PC. Desain radikal iMac menjadi langkah pertama yang mengangkat Apple dari keterpurukan. Perangkat ini didesain sedemikian rupa mirip sebuah gelembung (bubble) dengan bahan plastik berwarna biru yang di dalamnya terdapat monitor dan komputer dalam satu kesatuan. iMac sangat mudah digunakan dan menyadarkan orang betapa bergunanya teknologi internet. Tak hanya itu, iMac membuat banyak orang menginginkannya sebagai komputer rumah pertama mereka.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;iPod (2001)&lt;/b&gt; - Perangkat ini bukan pemutar musik digital pertama yang dilengkapi hard drive, tetapi ini merupakan pertama sebagai yang tersukses. Ekspansi Apple ke ranah perangkat elektronik portabel membawa pengaruh yang sangat luas. Kesuksesan iPod membuka jalan untuk mempersiapkan music store iTunes dan iPhone.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;iTunes Store (2003)&lt;/b&gt; - Sebelum iTunes Store ada, untuk membeli musik digital merupakan hal yang sangat menjengkelkan. Orang lebih memilih melakukan pembajakan karena lebih mudah. Toko musik digital Apple hadir dengan membawa segala kemudahan dan koleksi album musik dari berbagai label. Pada tahun 2008, iTunes menjadi retailer musik terbesar di Amerika Serikat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;iPhone (2007)&lt;/b&gt; - Smartphone milik Apple ini menghadirkan pengalaman yang sama dengan apa yang ada di Macintosh untuk personal computing dengan kelebihan, yaitu sebuah smartphone yang sangat mudah digunakan. Saat ini Apple telah menjelma menjadi vendor pembuat telepon paling untung di seluruh dunia. Tak hanya itu, iPhone menjadi patokan/dasar dari semua smartphone yang ada saat ini.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;iPad (2010)&lt;/b&gt; - Sebelum iPad hadir, banyak perusahaan termasuk Apple telah membuat komputer tablet, tetapi tak satu pun yang sukses. Akhirnya iPad yang menjadi pendobrak dan mengubah perspektif sebuah komputer tablet serta menambah sebuah kategori baru dalam penggunaan komputer.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pranala Luar :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a class="external" href="http://dunia.vivanews.com/news/read/253087-ini-pengumuman-apple-soal-kematian-steve-jobs" target="_blank"&gt;Ini Pengumuman Apple Soal Kematian Steve Jobs&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class="external" href="http://techno.okezone.com/read/2011/10/03/57/510073/kisah-steve-jobs-diangkat-ke-ebook" target="_blank"&gt;Kisah Steve Jobs Diangkat ke eBook&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class="external" href="http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2011/10/06/brk,20111006-360133,id.html" target="_blank"&gt;Steve Jobs dan Konduktor Orkestra&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class="external" href="http://www.detikinet.com/read/2011/10/06/110613/1738102/398/10-kalimat-inspiratif-sang-jenius?" target="_blank"&gt;10 Kalimat Inspiratif Sang Jenius&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class="external" href="http://internasional.kompas.com/read/2011/10/06/12530927/Steve.Jobs.Saya.Bukan.Hamba.Uang" target="_blank"&gt;Steve Jobs: Saya Bukan Hamba Uang&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class="external" href="http://techno.okezone.com/read/2011/10/06/57/511547/steve-jobs-di-mata-mitra-kompetitor-apple" target="_blank"&gt;Steve Jobs di Mata Mitra &amp;amp; Kompetitor Apple&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class="external" href="http://internasional.kompas.com/read/2011/10/06/14583412/Inilah.Sepuluh.Karya.Terpenting.Steve.Jobs." target="_blank"&gt;Inilah Sepuluh Karya Terpenting Steve Jobs&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/2011/10/selamat-jalan-steve-jobs.html</link><author>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-qrbqw-9v1lc/To52Gnop49I/AAAAAAAAFpY/_zLUfnQbNgk/s72-c/RIP_Steve_Jobs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-11076757.post-7056111465505901686</guid><pubDate>Mon, 12 Sep 2011 16:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-13T00:02:09.582+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Tips</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Pendidikan</category><title>Mari Membuat Multimedia Pembelajaran (1)</title><description>&lt;img border="0" height="210" src="http://2.bp.blogspot.com/-NLn8NJIpxvk/Tm45g09iCgI/AAAAAAAAFpM/P4FwgSr598o/s800/Mari-Membuat-Multimedia-Pembelajaran.jpg" width="535" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkembangan teknologi semakin hari semakin memudahkan kehidupan manusia, waktu dan jarak seperti tidak lagi menjadi penghalang seseorang untuk belajar. Tetapi pemanfaatan perkembangan teknologi ini sepertinya belum begitu maksimal terutama bagi para guru. Dewasa ini komputer sejenis desktop atau pun laptop sudah semakin banyak bertebaran dihampir setiap sekolah dan hampir setiap guru dapat mengoperasikan komputer. Media pembelajaran adalah salah satu cara yang dapat digunakan guru untuk menyampaikan materi-materi pelajarannya dikelas dengan memanfaatkan komputer yang ada. Berikut ini langkah-langkah yang dapat dibuat acuan untuk membuat multimedia pembelajaran di kelas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1) Menentukan Tema Materi Pelajaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentukan dan pilihlah materi pembelajaran yang cocok disampaikan dengan menggunakan bantuan multimedia pembalajaran. Hal ini karena tidak semua materi pembelajaran itu bisa (cocok) disampaikan dengan multimedia pembelajaran. Bagi guru yang terbiasa membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) sendiri hal ini akan mempermudah untuk menentukan tema materi pelajaran yang akan disampaikan dengan menggunakan bantuan multimedia pembelajaran. Yakinkan terlebih dahulu bahwa siswa dapat lebih mudah untuk memahami pelajaran tersebut jika dibantu dengan multimedia pembelajaran sehingga proses belajar mengajar akan lebih menarik dan hidup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;b&gt;2) Menentukan Jenis Multimedia Pembelajaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika tema pelajaran sudah ditemukan dan sudah disesuaikan dengan RPP yang dibuat maka langkah selanjutnya adalah memilih jenis multimedia yang akan digunakan untuk mempermudah penyampaian materi dikelas. Ada beberapa jenis multimedia pembelajaran yang dapat dipilih diantaranya:&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Multimedia Pembelajaran Presentasi; Jenis ini lebih menitik beratkan pada poin-poin penting yang dianggap mewakili suatu poin materi yang akan disampaikan. Hal ini karena sifatnya yang tersajikan dalam lembaran-lembaran presentasi dan bisa pula ditambahkan gambar, animasi atau video untuk memperkuat materi yang akan disampaikan sehingga siswa akan lebih mudah untuk mencerna materi. Tetapi harus diingat bahwa ini tidaklah menggantikan guru secara keseluruhan, multimedia pembelajaran presentasi dibuat sebagai alat bantu penyampaian materi sehingga tetap yang menyampaikan materi secara penuh adalah guru. Software yang bisa digunakan untuk membuat multimedia pembelajaran presentasi misal; &lt;i&gt;OpenOffice Impress&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Microsoft PowerPoint&lt;/i&gt; dan sebagainya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Multimedia Pembelajaran Mandiri; Jenis ini lebih kompleks dari jenis sebelumnya karena posisinya secara total dapat mengantikan guru dalam penyampaian suatu materi. Didalamnya tersusun dengan rapi berbagai materi-materi yang harus disampaikan kepada siswa dan siswa pun dengan sendiri menggalinya melalui multimedia pembelajaran mandiri yang disediakan. Munculnya berbagai pertanyaan atau masalah mengenai materi tersebut dengan sendiri dapat terjawab dalam multimedia jenis ini. Untuk membuat multimedia pembelajaran mandiri diperlukan pemahaman yang luas tentang penggunaan software multimedia kompleks dan kemampuan menggabungkan pengertian tertulis yang ada pada buku, artikel atau tulisan jenis lainnya (&lt;b&gt;explicit knowledge&lt;/b&gt;) dengan &lt;b&gt;tacit knowledge&lt;/b&gt; (pengalaman guru, &lt;i&gt;know how&lt;/i&gt;). Selain itu karena sifatnya mandiri maka didalamnya juga harus terkandung fasilitas-fasilitas yang bersifat penilaian/memotret daya serap siswa terhadap materi seperti simulasi, latihan, ujian dan fasilitas lain yang mampu memecahkan berbagai permasalahan atau pertanyaan dari siswa itu sendiri. Software yang dapat digunakan untuk membuat multimedia pembelajaran mandiri misal; &lt;i&gt;Adobe Director&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Adobe Flash&lt;/i&gt; dan lain sebagainya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3) Menyusun Alur Cerita&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Susunlah alur cerita sesuai dengan materi yang akan diajarkan, dari mulai suatu teori sederhana yang sekedar untuk mengingatkan, pertanyaan ringan yang memancing siswa untuk mengulang kembali materi yang pernah disampaikan sampai dengan materi yang ingin disampaikan. Menyusun alur cerita tidaklah harus mendetail sepertinya halnya menyusun skenario suatu film. Cukup kita menentukan titik-titik utama penekanan suatu materi yang tersusun rapi dari awal hingga akhir materi yang akan diajarkan sehingga pada akhirnya akan tersusun suatu desain besar dari materi yang akan disampaikan. Penyisipan materi lain yang dianggap perlu sebagai pelengkap pada alur cerita juga perlu, misalnya cerita yang mampu memotivasi siswa atau sekedar cerita ringan untuk menarik perhatian siswa agar terfokus pada materi yang disampaikan. Untuk membuat alur cerita tidaklah memerlukan software-software rumit, cukuplah dengan menggunakan software pengolah kata ringan yang umum digunakan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;b&gt;4) Mulailah Membuat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah tahap persiapan selesai (menentukan tema, menentukan jenis multimedia, menyusun alur cerita) maka mulailah mencoba untuk membuat suatu multimedia pembelajaran sederhana. Jangan pesimis dengan hasil akhir yang tidak bagus, karena semua berawal dari kemauan untuk memulai. Perhatikan, baca ulang, dan perbaiki tampilan-tampilan multimedia pembelajaran hasil buatan sendiri. Jika dirasa ada yang kurang atau terlalu rumit bagi siswa lakukan perbaikan, baik dari sisi tampilan, isi materi atau pelengkap materi yang akan digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Bersambung...) &lt;/div&gt;</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/2011/09/mari-membuat-multimedia-pembelajaran-1.html</link><author>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-NLn8NJIpxvk/Tm45g09iCgI/AAAAAAAAFpM/P4FwgSr598o/s72-c/Mari-Membuat-Multimedia-Pembelajaran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-11076757.post-8352424503559816618</guid><pubDate>Sat, 10 Sep 2011 14:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-10T16:35:01.199+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Islam</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Motivasi</category><title>Kisah Suami Alim Melawan Iblis</title><description>&lt;img border="0" height="210" src="http://3.bp.blogspot.com/-VlyL7jlMWpE/TmtzZVSkQNI/AAAAAAAAFo8/RYVmtW4eFhw/s800/Kisah-Suami-Alim-Melawan-Iblis.jpg" width="535" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada mulanya suami isteri itu hidup tenteram. Meskipun miskin, mereka tetap taat kepada perintah Allah. Segala hal yang dilarang Allah dihindari, dan ibadah mereka tekun sekali. Si Suami adalah seorang yang alim, taqwa dan tawakkal. Tetapi beberap hari ini isterinya mengeluh terhadap kemiskinan yang tiada habis-habisnya itu. Ia memaksa suaminya agar mencari jalan keluar. Ia membayangkan alangkah senangnya hidup jika segalanya serba cukup. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari, lelaki yang alim itu berangkat ke ibu kota, mau mencari pekerjaan. Di tengah perjalanan ia melihat sebatang pohon besar yang tengah dikerumuni orang. Ia mendekat. Ternyata orang-orang itu sedang memuja-muja pohon yang konon keramat dan sakti itu. Banyak juga kaum wanita dan pedagang-pedagang yang meminta-minta agar suami mereka setia atau dagangnya laris. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ini syirik!" dalam pikiran lelaki yang alim tadi. "Ini harus dibanteras habis. Masyarakat tidak boleh dibiarkan menyembah serta meminta selain kepada Allah." Maka cepat-cepat dia pulang. Isterinya heran, mengapa secepat itu suaminya pulang. Lebih heran lagi ketika dilihat suaminya mengambil sebilah kapak yang diasahnya tajam. Lantas lelaki alim tadi bergegas keluar. Isterinya bertanya tetapi ia tidak menjawab. Segera dinaiki keledainya dan dipacu cepat-cepat ke pohon itu. Sebelum sampai di tempat pohon itu berdiri, tiba-tiba melompat sesusuk tubuh tinggi besar dan hitam. Dia adalah iblis yang menyerupai manusia. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Hai, mau ke mana kamu?" tanya si iblis. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang alim tersebut menjawab, "Saya mau menuju ke pohon yang disembah-sembah orang bagaikan menyembah Allah. Saya sudah berjanji kepada Allah akan menebang pohon syirik itu." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kamu tidak ada hubungan apa-apa dengan pohon itu. Yang penting kamu tidak ikut-ikutan syirik seperti mereka. Sudah pulang saja." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Tidak boleh, kemungkaran mesti dibanteras," jawab si alim bersikap tegas. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Berhenti, jangan teruskan!" bentak iblis marah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Akan saya teruskan!" &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena masing-masing tegas pada pendirian, akhirnya terjadilah perkelahian antara orang alim tadi dengan iblis. Kalau melihat perbedaan badannya, seharusnya orang alim itu dengan mudah dapat dikalahkan. Namun ternyata iblis menyerah kalah, meminta-minta ampun. Kemudian dengan berdiri menahan kesakitan dia berkata, "Tuan, maafkanlah kekasaran saya. Saya tak akan berani lagi mengganggu tuan. Sekarang pulanglah. Saya berjanji, setiap pagi, apabila Tuan selesai menunaikan sholat Subuh, di bawah sajadah sholat Tuan saya sediakan uang emas empat dinar. Pulang saja sekarang, jangan teruskan niat Tuan itu." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendengar janji iblis dengan uang emas empat dinar itu, lunturlah kekerasan tekad si alim tadi. Ia teringat keinginan isterinya yang berharap hidup berkecukupan. Ia teringat akan keluuhan istrinya setiap hati. Setiap pagi empat dinar, dalam sebulan saja dia sudah boleh menjadi orang kaya. Mengingatkan desakan-desakan isterinya itu maka pulanglah dia. Hilanglah niat semula untuk memberantas kemungkaran. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah, semenjak pagi itu isterinya tidak pernah marah lagi. Hari pertama, ketika si alim selesai sholat, dibukanya sajadah sholatnya. Betul di situ tergolek empat benda berkilat, empat dinar uang emas. Dia meloncat riang, isterinya gembira. Begitu juga hari kedua. Empat dinar emas. Ketika pada hari yang ketiga, matahari mulai terbit dan dia membuka sajadah sholat, masih didapatinya uang itu. Tapi pada hari keempat dia mulai kecewa. Di bawah sajadah sholatnya tidak ada apa-apa lagi kecuali tikar pandan yang rapuh. Isterinya mulai marah karena uang yang kemarin sudah dihabiskan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Si alim dengan lesu menjawab, "Jangan khawatir, besok mungkin kita akan mendapatkan delapan dinar sekaligus." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keesokkan harinya, harap-harap cemas suami-isteri itu bangun pagi-pagi. Selesai sholat dibuka sajadahnya dan ternyata kosong. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kurang ajar. Penipu!" teriak si isteri. "Ambil kapak, tebanglah pohon itu." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ya, memang dia telah menipuku. Akan aku habiskan pohon itu semuanya hingga ke ranting dan daun-daunnya," sahut si alim itu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka segera ia mengeluarkan keledainya. Sambil membawa kapak yang tajam dia memacu keledainya menuju ke arah pohon yang syirik itu. Di tengah jalan iblis yang berbadan tinggi besar tersebut sudah menghalang. Matanya menyorot tajam, "Mau ke mana kamu?" hardiknya mengagetkan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Mau menebang pohon" jawab si alim dengan gagah berani. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Berhenti, jangan lanjutkan." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Bagaimanapun juga tidak boleh, sebelum pohon itu tumbang." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka terjadilah kembali perkelahian yang hebat. Tetapi kali ini bukan iblis yang kalah, tapi si alim yang terkulai. Dalam kesakitan, si alim tadi bertanya penuh heran, "Dengan kekuatan apa engkau dapat mengalahkan saya, padahal dulu engkau tidak berdaya sama sekali?" &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Iblis itu dengan angkuh menjawab, "Tentu saja engkau dahulu boleh menang, karena waktu itu engkau keluar rumah untuk Allah, demi Allah. Andai kata kukumpulkan seluruh tentaraku menyerangmu sekalipun, aku takkan mampu mengalahkanmu. Sekarang kamu keluar dari rumah hanya karena tidak ada uang di bawah sajadahmu. Maka biarpun kau keluarkan seluruh kekuatanmu, tidak mungkin kamu mampu mengalahkan aku. Pulang saja. Kalau tidak, kupatahkan nanti batang lehermu." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendengar penjelasan iblis ini si alim tadi termangu-mangu. Ia merasa bersalah, dan niatnya memang sudah tidak ikhlas karena Allah lagi. Dengan terhuyung-hayang ia pulang ke rumahnya. Dibatalkan niat semula untuk menebang pohon itu. Ia sadar bahwa perjuangannya yang sekarang adalah tanpa keikhlasan karena Allah, dan ia sadar perjuangan yang semacam itu tidak akan menghasilkan apa-apa selain kesia-siaan. Sebab tujuannya adalah karena harta benda, tidak karena Allah dan agama. Bukankah berarti ia menyalahgunakan agama untuk kepentingan hawa nafsu semata-mata? &lt;/div&gt;&lt;div class="arabic"&gt;مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran maka hendaklah dia rubah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman."[HR. Muslim dalam Al-Iman (49)]&lt;/div&gt;</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/2011/09/kisah-suami-alim-melawan-iblis.html</link><author>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-VlyL7jlMWpE/TmtzZVSkQNI/AAAAAAAAFo8/RYVmtW4eFhw/s72-c/Kisah-Suami-Alim-Melawan-Iblis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-11076757.post-4052319567070526546</guid><pubDate>Fri, 09 Sep 2011 10:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-10T11:59:30.398+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Islam</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Fikih</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Ensiklopedia</category><title>Berobat Dalam Perspektif Islam</title><description>&lt;img border="0" height="210" src="http://3.bp.blogspot.com/-IUt0YK013No/TmnqGPCbcKI/AAAAAAAAFo0/hF4izrMaeVY/s800/Berobat-Dalam-Perspektif-Islam.jpg" width="535" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap penyakit ada obatnya. Menurut Nabi Muhammad, jika sakit telah di obati, penyakit tersebut akan sembuh dengan izin Allah SWT. Dalam pernyataan lainnya, ia menegaskan, Allah tidak menurunkan penyakit melainkan juga menurunkan obatnya. Oleh karena itu, setiap orang yang menderita penyakit mesti berobat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Berobatlah, karena tiada satu penyakit yang diturunkan Allah, kecuali diturunkan pula obat penangkalnya, selain dari satu penyakit, yaitu ketuaan." (&lt;i&gt;HR Abu Daud dan At-Tirmidzi dari sahabat Nabi Usamah bin Syuraik&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Sayyid Sabiq dalam Fiqqih Sunnah dan Syaikh Kamil Muhammad Uwaidah melalui bukunya, Fiqih Wanita, laki-laki boleh mengobati perempuan dan sebaliknya perempuan pun boleh mengobati laki-laki jika dalam keadaan darurat. Bahkan kala keadaan terpaksa, dokter laki-laki tak mengapa melihat aurat perempuan yang menjadi pasiennya. Rubayyi binti Muawwidz bin Afra meriwayatkan apa yang pernah dialaminya. "Kami ikut berperang bersama Rasulullah dan bertugas melayani dan memberi minum tentara serta mengantarkan jenazh ke Kota Madinah." Keterangan ini dijadikan dasar praktik pengobatan yang melibatkan dokter dan pasien yang berlawanan jenis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al Hafiz dalam Al-Fatah memandang boleh mengobati orang-orang yang berbeda jenis kelamin dalam keadaan darurat. Ibnu Muflih, yang dikutiip Sabiq, menyampaikan pendapat senada. Menurut dia, bila suatu saat ada seorang perempuan jatuh sakit dan tak ada dokter yang mengobatinya kecuali laki-laki, tak ada masalah dokter itu melihat anggota tubuh perempuan, termasuk bagian kemaluan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sisi lain, seorang Muslimah dapat berobat kepada dokter perempuan yang non-Muslim. Tentu saja, dokter itu memang ahli dan dapat dipercaya serta tidak ada dokter Muslimah yang menguasai spesialisasi ilmu yang dikuasai dokter non-Muslim itu. Syekh Taqiyyuddin menyatakan, seorang Nasrani atau Yahudi yang ahli dalam ilmu kedokteran dan bisa dipercaya boleh diangkat menjadi dokter.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana mereka memperoleh kepercayaan untuk dititipi harta atau menjalin hubungan perdagangan. Ada sejumlah peristiwa yang dijadikan landasan. Sewaktu hijrah, Muhammad mengupah seorang penunjuk jalan bukan Muslim yang sarat pengalaman. Orang-orang dari suku Khuza'ah, baik yang telah memeluk Islam maupun belum, digunakan sebagai mata-mata. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayyid Sabiq menuturkan, Rasulullah pernah menyuruh berobat ke Harits bin Kaldah sedangkan dia adalah kafir. Hanya saja, sepanjang masih ada dokter Muslim baik perempuan maupun laki-laki berobatlah kepadanya. Sama halnya dengan menitipkan harta dan menjalin hubungan erat dalam perniagaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada ketentuan yang sebaiknya diketahui oleh Muslimah saat sakit. Sabiq mengungkapkan, barang yang dipakai sebagai obat bukanlah yang berstatus haram. Ulama bersepakat, pengobatan dengan khamar dan barang terlarang lainnya, tidak boleh. Thariq bin Suwaid pernah bertanya kepada Nabi soal khamar yang digunakan sebagai obat. Lantas Nabi menjawab, "Itu bukan obat, tetapi penyakit."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih lanjut, Sabiq mengatakan, beberapa tetes yang tidak banyak, tidak kelihatan, serta tidak memabukan kalau dicampurkan dengan adonan obat hukumnya tidak haram. Sama kasusnya dengan sedikit sutra yang tercampur dengan kain. Bukan itu saja, Rasulullah melarang jampi dan jimat dalam pengobatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapa saja yang menggantungkan tamimah, Allah tak akan menyelamatkannya dan siapa yang menggantungkan wadiah, Allah tidak akan memeliharanya. Tamimah merupakan secarik kain yang biasa digantungkan pada bagian tubuh anak-anak dengan tujuan menurut yang mempercayainya, akan mampu mengusir setan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Praktik semacam ini dibatalkan oleh Islam. Rasul mendo'akan agar orang yang meyakininya tidak akan diselamatkan dan dilindungi Allah. Beliau pernah melihat di pergelangan tangan seorang laki-laki terdapat rantai dari tembaga. Nabi bertanya, "Apa ini?" Laki-laki itu menjelaskan, rantai itu adalah penangkal wahinah atau lemah syaraf yang biasanya menyerang di bahu dan seluruh tangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian orang menyatakan, wahinah ini penyakit yang menyerang pergelangan tangan. Maka itu, ada dari mereka mengikatkan rantai di pergelangan tangan karena percaya rantai tersebut menjaga dari rasa sakit. Dengan kenyataan itu, Rasulullah melarang perilaku itu dan menganggapnya sebagai salah satu bentuk jimat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Daftar Isi dan Pranala Luar&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kisihandi, Ferry. Jum'at, 09 September 2011. "Fikih Muslimah - Berobat". Republika : Dialog Umat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class="external" href="http://media.isnet.org/islam/Quraish/Wawasan/Kesehatan1.html" target="_blank" title="Wawasan Al-Qur'an - Kesehehatan (Bagian 1)"&gt;Wawasan Al-Qur'an - Kesehatan (Bagian 1)&lt;/a&gt; oleh Dr. M. Quraish Shihab, M.A.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class="external" href="http://media.isnet.org/islam/Quraish/Wawasan/Kesehatan2.html" target="_blank" title="Wawasan Al-Qur'an - Kesehehatan (Bagian 2)"&gt;Wawasan Al-Qur'an - Kesehatan (Bagian 2)&lt;/a&gt; oleh Dr. M. Quraish Shihab, M.A.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/2011/09/berobat-dalam-perspektif-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-IUt0YK013No/TmnqGPCbcKI/AAAAAAAAFo0/hF4izrMaeVY/s72-c/Berobat-Dalam-Perspektif-Islam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-11076757.post-2453970142926668781</guid><pubDate>Tue, 06 Sep 2011 07:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-06T15:45:15.950+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Info Tekno</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Tips</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Ensiklopedia</category><title>Alur Sistematika Kerja Intelijen Di Dunia Maya</title><description>&lt;img style="display:block; margin:5px auto; text-align:center;" border="0" height="210" src="http://2.bp.blogspot.com/-Xbwp6UMS1Qw/TmXScy4XQFI/AAAAAAAAFks/bWS5gjRYTlM/s800/Alur-Sistematika-Kerja-Intelijen.jpg" width="525" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artikel ini saya ambil (dengan sedikit editan yang tidak terlalu penting) dari catatan mas &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1005666222" target="_blank" title="Facebook Fahmi Amhar"&gt;Fahmi Amhar&lt;/a&gt; dengan harapan memberikan sedikit gambaran bagaimana Intelijen itu bekerja, terutama intelijen internasional. Dengan memahami bagaimana intelijen bekerja kita akan tahu bagaimana memperlakukan diri kita di dunia maya, karena memang kebanyakan orang masih merasa takut ketika identitas dirinya di buka di dunia maya. Simak artikel berikut dan tarik kesimpulan "apa yang perlu anda lakukan dengan profile anda di dunia maya?". Saya ucapkan terima kasih untuk mas Fahmi Amhar atas dimuatnya artikel ini dan semoga bisa memberi manfaat untuk kita. Selamat menyimak.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Ini Lho Cara Kerja Intelijen&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh : Fahmi Amhar&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tulisan ini saya buat untuk orang-orang yang "semi-paranoid", penakut sekali, karena menyangka Facebook ini alat intelijen sehingga menolak untuk menggunakan nama sebenarnya maupun mengisi data di Facebook dengan selengkapnya, apalagi ditambah foto diri.  Mereka minta ditambahkan (add), tetapi tidak equal (setara). Mereka mengenal kita (yang alhamdulillah profile-nya lengkap), tetapi kita tidak mengenal mereka. &lt;i&gt;Wah, jadi rupanya kita diajak berteman dengan hantu...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya tahu sedikit-sedikit tentang cara kerja intelijen.  Kalau anda ingin tahu lebih mendalam, banyak buku tentang itu, misalnya yang favorit saya adalah "&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/By_Way_of_Deception" target="_blank" title="By Way of Deception"&gt;By Way of Deception&lt;/a&gt;" karya &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Victor_Ostrovsky" target="_blank" title="Victor Ostrovsky"&gt;Victor Ostrovsky&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Bagaimana intelijen bekerja melalui dunia maya?&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlu kita ketahui, di dunia maya bersliweran triliyun-an informasi setiap hari, baik melalui email, web, facebook, twitter, dan sebagainya.  Sekalipun intelijen bisa menyadap semua jalur internet, tetapi terlalu banyak data untuk dibaca semua oleh suatu dinas intelijen, sekalipun disana bekerja ribuan orang. Oleh karena itu, mereka tidak akan bekerja acak, tetapi dengan alur sistematika tertentu. Dibawah ini sedikit informasi tentang bagaimana intelijen bekerja di dunia maya:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Membidik Tokoh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka hanya akan memonitor orang-orang yang dibidik dulu. Misalnya tokoh-tokoh politik. Mereka tidak akan buang waktu untuk menguntit anda yang hanya seorang mahasiswa/pemula, kecuali mereka tahu anda dekat dengan tokoh yang sedang dibidik. Orang-orang yang sudah biasa tampil di depan publik sebagai wakil dari suatu gerakan politik pastilah ada file-nya di kalangan intelijen. Kalau di Muhammadiyah misal tokoh seperti Dien Syamsuddin, atau di HTI misal tokoh seperti Ismail Yusanto, pasti ada filenya yang cukup tebal di intelijen. Saya pun, karena beberapa kali tampil sebagai pembicara di acara-acara yang berbau politik, meskipun sebagai akademisi, pastilah ada filenya di intelijen sana, bahkan saya yakin, file itu tidak hanya di Indonesia, tetapi juga dibagikan di komunitas intelijen internasional.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Memonitor Arus Informasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka akan memonitor arus informasi dari dan ke tokoh-tokoh yang dibidik itu, untuk melihat pola. Ini ada teori dalam ilmu sosiometri, yaitu mengukur tingkat kedekatan antar manusia. Orang-orang yang memiliki kedekatan pastilah lebih tinggi frekuensi komunikasinya dibanding yang tidak. Jadi, kalau anda lebih sering membuka dinding saya, mengirim respon (komentar, jempol) atau pesan ke saya, atau bahkan mengirim e-mail ke saya, maka secara umum anda dianggap memiliki kedekatan dengan saya, sekalipun anda menggunakan nama palsu. Mereka tidak perlu tahu isi pesan kita, tetapi mereka tahu kita ini "dekat".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Meneliti Jejak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sulitkah melacak orang sebenarnya yang menggunakan nama palsu? Sama sekali tidak. Ada teknologi yang disebut "&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Computer_forensics" target="_blank" title="Computer-Forensic"&gt;Computer-Forensic&lt;/a&gt;". Setiap kita menggunakan komputer, kita pasti meninggalkan jejak.  Jejak itu berasal dari IP-Address dan CPU-ID komputer yang kita pakai. Karena itu, polisi bisa melokalisir posisi teroris, sekalipun mereka login dari warnet, kecuali kalau mereka setiap saat pindah warnet, dan memakainya tidak lebih dari 15 menit. Lima belas menit adalah waktu yang dibutuhkan polisi untuk bergerak menuju warnet tersebut, kecuali warnet itu diam-diam sudah dikepung. Demikian juga bila kita mengakses dari handphone. Sekalipun kita setiap saat berganti SIM-Card, dan registrasi dengan nama palsu, kalau kita memakainya agak lama, kita tidak terlalu sulit untuk dilokalisir.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, menggunakan nama palsu tidak banyak menolong kalau anda sudah dibidik oleh intelijen. Tokoh-tokoh yang menyadari dirinya menjadi target, tidak akan menggunakan trik itu. Trik yang tepat adalah menggunakan teknologi &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Encryption" target="_blank" title="Encryption"&gt;enkripsi (persandian)&lt;/a&gt; setiap mereka mengirim pesan rahasia ke tokoh lain. Itu jika isi pesan itu memang rahasia. Kadang-kadang mereka menggunakan clear-text, tetapi menyamarkan beberapa kata tertentu, sehingga kalau disaring oleh mesin pencari, akan didapat terlalu banyak hasil sehingga tetap tidak menolong si intel itu. Bayangkan anda mencari kata "000" dengan Google, anda akan mendapat 2,5 Milyar hasil, yang sebagian besar jelas tidak relevan dengan yang anda cari.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adanya Google, Yahoo, Facebook, Twitter dan sebagainya memang memudahkan intelijen untuk mendapatkan gambaran profil seseorang yang pernah "go public". Tapi itu memang resiko bagi orang yang akan memunculkan gagasannya di ruang publik, dan menggunakan internet. Andai kata tidak ingin di profil dengan mudah oleh intelijen caranya gampang juga: &lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jangan pernah memunculkan gagasan di ruang publik dalam bentuk apapun;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan pakai internet.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini biasanya yang digambarkan di cerita-cerita pada tokoh-tokoh kunci sebuah Konspirasi Dunia, mereka yang menjadi otak intelektual justru tidak pernah dikenal orang dan tidak pernah pakai internet. Konon maximum hanya 3 orang yang mengenal sang Big-Boss ini secara langsung; Dan 3 orang itu harus siap untuk dibunuh kalau sampai tertangkap, untuk tetap menutup jalur ke Big-Boss... Apakah anda berpikir anda sudah pantas jadi Big-Boss konspirasi dunia? Sehingga anda keberatan memberikan nama dan profile sebenarnya di Facebook? &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi kalau anda bukan seperti itu, maka anda hanya seorang pengecut, yang sekali-sekali mungkin akan memunculkan komentar yang tidak bertanggungjawab melalui media ini...&lt;/div&gt;</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/2011/09/alur-sistematika-kerja-intelijen-di.html</link><author>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Xbwp6UMS1Qw/TmXScy4XQFI/AAAAAAAAFks/bWS5gjRYTlM/s72-c/Alur-Sistematika-Kerja-Intelijen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-11076757.post-8009296573008252861</guid><pubDate>Fri, 02 Sep 2011 09:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-02T17:00:36.893+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Tips</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Motivasi</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Pendidikan</category><title>Manfaatkan Internet Untuk Melatih Kemampuan Menulis</title><description>&lt;img style="display:block; margin:5px auto; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 525px; height: 210px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Pnnn_pTDQkI/TmCor71lcdI/AAAAAAAAFj8/GvirzGTcw_s/s800/Melatih-Kemampuan-Menulis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647699405472887250" border="0" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam masa sekarang ini dapat dipastikan hampir semua guru memiliki buku pegangan sebagai dasar untuk menyampaikan materi. Bahkan tidak sedikit guru yang memusatkan dan menjadikan buku sebagai sumber utama untuk materi yang disampaikan kepada siswanya di kelas. Hal ini tidaklah melanggar aturan dan undang-undang guru namun alangkah lebih baik jika seorang guru menempatkan buku yang dimilikinya sebagai referensi terhadap materi yang akan disampaikan pada siswanya. Referensi disini dimaksudkan agar guru mampu memposisikan buku yang dimilikinya bukan sebagai sumber dari segala sumber pembelajaran namun lebih berfungsi sebagai bagian-bagian pelengkap dalam menyampaikan materi dikelas. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sehingga proses pembelajaran yang terjadi di kelas bukanlah sampai hanya pada tahap CBSA (Catat Buku Sampai Abis) namun lebih bermakna karena materi yang disampaikan oleh seorang guru merupakan hasil pemikiran sendiri yang merupakan gabungan dari berbagai sumber yang dimilikinya baik dari buku maupun dari pengalaman yang diperolehnya. Ketika seorang guru mampu menyampaikan materi pembelajaran yang merupakan gabungan hasil pemikiran dari apa yang diperolehnya dari buku dan dari pengalamannya sendiri maka dapat dipastikan bahwa guru tersebut menguasai betul materi yang disampaikan. Guru seperti ini jelaslah profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pendidik dan pengajar, namun hal ini tidaklah mudah. Selain kemampuan mengorganisasikan materi-materi yang diperolehnya dari berbagai sumber baik itu dari buku maupun pengalaman sendiri, kemampuan yang tak kalah pentingnya adalah kemampuan menulis.&lt;br /&gt;Guru menulis buku sendiri untuk menyampaikan materinya dikelas saat ini merupakan hal yang sangat langka. Hal ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor terutama faktor internal dari dalam diri sendiri, baik itu berupa rasa malas atau memang karena ketidakmampuannya dalam mengelola materi dan ketidakmampuannya dalam membuat tulisan. Kemampuan mengelola materi dan kemampuan menulis adalah hal yang saling terkait satu sama lain, karena guru yang mampu mengelola materi akan dengan mudah untuk menuangkan materinya dalam bentuk tulisan. Pengelolaan materi yang akan diajarkan dikelas merupakan suatu kerangka tulisan yang bisa digunakan sebagai tema tentang tulisan yang akan dibuat oleh seorang guru. Namun ada pula guru yang mampu mengelola materi yang diajarkannya dikelas tapi tidak mampu menuangkan hasil pengelolaan materi tersebut dalam bentuk tulisan.&lt;br /&gt;Internet merupakan salah satu media yang dapat digunakan oleh guru untuk belajar menulis tentang hasil pengelolaan materinya. Mulailah dari materi-materi pendek dengan menuliskannya sebagai status pada situs jejaring sosial, ini bertujuan untuk memancing komentar teman-teman tentang materi dalam status yang telah dituliskan. Komentar-komentar yang ditulis oleh teman-teman dalam situs jejaring tersebut bisa dimanfaatkan oleh guru untuk memperbaiki kualitas tulisannya atau untuk memperluas pembahasan materi. Hal yang sangat sederhana namun memiliki manfaat besar untuk mengasah kemampuan menulis sehingga hari demi hari kemampuan menulisnya akan lebih baik. Hal ini lebih baik dari pada memanfaat situs jejaring sosial hanya untuk menghabiskan waktu yang tidak bermanfaat.&lt;br /&gt;Bayangkanlah jika guru menulis materi dalam bentuk status di jejaring sosial sebanyak dua paragraf pendek dalam sehari, jika dikumpulkan status-status tersebut dalam satu bulan maka bisa saja itu sudah menjadi beberapa halaman materi. Kemudian analisis dan baca kembali sekumpulan status-status tersebut, perbaiki kalimat-kalimat yang ada sehingga terbentuk hubungan yang terkait satu status dengan status lainnya. Kumpulan status yang sudah menjadi materi tersebut tentu saja telah mampu digunakan sebagai indikator untuk menilai kualitas tulisan. Jika guru merasa telah mampu untuk membuat tulisan yang lebih kompleks dan lebih panjang maka beralihlah media tulisan yang digunakan. Guru bisa memanfaatkan Blog, Forum, Milis untuk melatih kemampuan dalam membuat tulisan yang lebih kompleks dan panjang. Sangat disarankan untuk menuangkan hasil tulisan dalam media blog, karena media blog lebih mudah dalam pengelolaannya. Artikel-artikel yang telah dibuat bisa dimasukan dalam kategori tertentu sehingga ketika membutuhkan arsip-arsip lama maka akan lebih mudah untuk mencari dan menemukannya.&lt;br /&gt;Jika dalam sehari guru menulis satu artikel tentang materi pembelajaran yang diajarkannya dikelasnya maka dalam satu bulan kurang lebih sudah tertulis minimal 25 halaman. Berapa halaman dalam satu tahun? Sudah menjadi minimal satu buah buku bukan? Dan buku yang terbentuk dari tulisan-tulisan sediri pada blog merupakan buku yang dikuasai secara total baik dari segi isi materi maupun target yang ingin dicapai dari materi-materi yang tertuang setiap hari dalam artikel blog. Jika guru setiap hari belajar menulis maka kian hari kemampuan dan kualitas tulisannya akan semakin baik, bak pepatah "ala bisa karena biasa". Guru profesional bukan hal yang datang tiba-tiba, namun dimulai dari hal sederhana dan kemampuan memanfaatkan media yang tersedia. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semua orang (mungkin) bisa membaca, namun tidak semua orang mampu menulis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/2011/09/manfaatkan-internet-untuk-melatih.html</link><author>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Pnnn_pTDQkI/TmCor71lcdI/AAAAAAAAFj8/GvirzGTcw_s/s72-c/Melatih-Kemampuan-Menulis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-11076757.post-4965289841305454783</guid><pubDate>Thu, 01 Sep 2011 16:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-01T23:38:59.661+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Islam</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Tsaqofah</category><title>Siapa Ulil Amri dan Siapa Mulkan Jabriyyan</title><description>&lt;img style="display:block; margin:5px auto; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 525px; height: 210px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-uAlEZj1KdzQ/Tl-zkO6PviI/AAAAAAAAFj0/omgJWD3_ra4/s800/Siapa-Ulil-Amri.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647429892804951586" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artikel kali ini merupakan pencerahan bagi siapa saja yang masih bingung dengan "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siapa sebenarnya Ulil Amri?&lt;/span&gt;". Ulil Amri sempat mencuat baru-baru ini dengan kejadian perbedaan penentuan 1 Syawal 1432 Hijriah versi pemerintah dengan versi rukyat yang syar'i. Kata Ulil Amri memang tercantum dalam Surat An-Nisa ayat 59, namun Ulil Amri yang seperti apa sebenarnya yang sesuai dengan firman Allah SWT. tersebut? Mari kita telusuri artikel yang dibuat oleh Badrul Tamam, S.PdI dan diterbitkan pada &lt;a href="http://www.voa-islam.com/islamia/tsaqofah/2011/09/01/15991/pemimpin-tak-berhukum-islam-bukan-ulil-amri-tapi-mulkan-jabriyyan/" title="Pemimpin Tak Berhukum Islam, Bukan Ulil Amri Tapi Mulkan Jabriyyan" target="_blank"&gt;Voice of Al-Islam&lt;/a&gt;. Artikel di bawah ini dimuat ulang oleh Hendriono Online tanpa dilakukan proses editing sedikitpun dan digunakan sebagai arsip pribadi pada mulanya dan semoga memberikan gambaran yang sesungguhnya tentang Ulil Amri dan Mulkan Jabriyyan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemimpin Tak Berhukum Islam, Bukan Ulil Amri Tapi Mulkan Jabriyyan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Badrul Tamam, S.PdI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peran pemimpin di dalam Islam begitu sangat urgen. Dan bahkan, Islam sangat menganjurkan adanya kepemimpinan. Terlebih lagi, Islam tidak mungkin bisa diterapkan secara total kecuali dengan adanya kepemipinan. Begitulah Islam yang telah dipraktekkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dilanjutkan para khulafaur rasyidin, dan diteruskan oleh generasi sesudah mereka dalam bentuk khilafah dan daulah Islamiyah.&lt;br /&gt;Sedangkan tuntutan dari adanya kepemimpinan adalah ketaatan.  Di dalam al-Qur'an ada sebuah ayat yang memerintahkan taat kepada pemimpin. Biasanya ayat ini sering dikutip oleh para politisi partai Islam, bahkan partai non Islam seperti partai nasionalis, terutama di musim kampanye menjelang Pemilu. Ayat ini juga dijadikan dalil para pendukung pemimpin thaghut. Yaitu pemimpin yang menolak syariat Islam sebagai undang-undangnya.&lt;br /&gt;Namun yang sangat disayangkan ialah umumnya mereka mengutip ayat tersebut secara tidak lengkap alias sepotong saja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;" class="arabic"&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ  فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (QS. An-Nisa: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini disebutkan oleh ulama sebagai hak para pemimpin yang menjadi kewajiban rakyat. Sedangkan pada ayat sebelumnya QS. An-Nisa': 58, sebagai hak rakyat yang menjadi kewajiban para pemimpin. Yaitu agar para pemimpin menunaikan amanat kepemimpinan dengan sebaik-baiknya. Memberikan hak kepada yang berhak menerimanya, dan memutuskan hukum di antara rakyatnya dengan seadil-adilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ustadz Ihsan Tanjung, ayat ini begitu populer dikumandangkan para jurkam di musim kampanye. Dan oleh para pemimpin negeri ini ayat ini juga sering disitir ketika mereka berpidato dihadapan alim ulama, ustadz, santri dan aktifis islam. tidak ketinggalan juga, para pendukung thaghut (pemimpin yang tidak memberlakukan hukum Islam) menjadikannya sebagai dalil untuk melegitimasi loyalitas dan ketaatan pada mereka. Kenapa bisa demikian? karena di dalamnya terkandung perintah Allah agar ummat taat kepada Ulil Amri Minkum (para pemimpin di antara kalian atau para pemimpin di antara orang-orang beriman).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;" class="arabic"&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُم&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu." (QS. An-Nisa: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka biasanya hanya membacakan ayat tersebut hingga kata-kata Ulil Amri Minkum. Bagian sesudahnya jarang dikutip. Padahal justru bagian selanjutnya yang sangat penting. Mengapa? Karena justru bagian itulah yang menjelaskan ciri-ciri utama Ulil Amri Minkum. Bagian itulah yang menjadikan kita memahami siapa yang sebenarnya Ulil Amri Minkum dan siapa yang bukan. Bagian itulah yang akan menentukan apakah fulan-fulan yang berkampanye tersebut pantas atau tidak memperoleh ketaatan ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bagian selanjutnya Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;" class="arabic"&gt;&lt;br /&gt;فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (QS. An-Nisa: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menjelaskan bahwa ciri-ciri utama Ulil Amri Minkum yang sebenarnya ialah komitmen untuk selalu mengembalikan segenap urusan yang diperselisihkan kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya). Para pemimpin sejati di antara orang-orang beriman tidak mungkin akan rela menyelesaikan berbagai urusan kepada selain Al-Qur’an dan Sunnah Ar-Rasul. Sebab mereka sangat faham dan meyakini pesan Allah:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;" class="arabic"&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Hujuraat: 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga kita jumpai dalam catatan sejarah bagaimana seorang Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu di masa paceklik mengeluarkan sebuah kebijakan ijtihadi berupa larangan bagi kaum wanita beriman untuk meminta mahar yang memberatkan kaum pria beriman yang mau menikah. Tiba-tiba seorang wanita beriman mengangkat suaranya mengkritik kebijakan Khalifah seraya mengutip firman Allah yang mengizinkan kaum mu’minat untuk menentukan mahar sesuka hati mereka. Maka Amirul Mu’minin langsung ber-istighfar dan berkata: "Wanita itu benar dan Umar salah. Maka dengan ini kebijakan tersebut saya cabut kembali...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, demikianlah komitmen para pendahulu kita dalam hal mentaati Allah dan Rasul-Nya dalam segenap perkara yang diperselisihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalam kehidupan kita dewasa ini segenap sistem hidup yang diberlakukan di berbagai negara –baik negara mayoritas penduduknya Muslim maupun Kafir- ialah mengembalikan segenap urusan yang diperselisihkan kepada selain Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya). Tidak kita jumpai satupun tatanan kehidupan modern yang jelas-jelas menyebutkan bahwa ideologi yang diberlakukan ialah ideologi Islam yang intinya ialah mendahulukan berbagai ketetapan Allah dan Rasul-Nya sebelum yang lainnya. Malah sebaliknya, kita temukan semua negara modern yang eksis dewasa ini memiliki konstitusi buatan manusia, selain Al-Qur’an dan As-Sunnah An-Nabawiyyah, yang menjadi rujukan utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Seolah manusia mampu merumuskan konstitusi yang lebih baik dan lebih benar daripada sumber utama konstitusi yang datang dari Allah subhaanahu wa ta’aala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila demikian keadaannya, berarti tidak ada satupun pemimpin negeri di negara manapun yang ada dewasa ini layak disebut sebagai Ulil Amri Minkum yang sebenarnya. Pantaslah bilamana mereka dijuluki sebagai Mulkan Jabriyyan sebagaimana Nabi shallallahu ’alaih wa sallam sebutkan dalam hadits beliau. Mulkan Jabbriyyan artinya para penguasa yang memaksakan kehendaknya seraya tentunya mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun masyarakat luas yang mentaati mereka berarti telah menjadikan para pemimpin tersebut sebagai para Thoghut, yaitu pihak selain Allah yang memiliki sedikit otoritas namun berlaku melampaui batas sehingga menuntut ketaatan ummat sebagaimana layaknya mentaati Allah. Na’udzubillahi min dzaalika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan ini mengingatkan kita akan peringatan Allah mengenai kaum munafik yang mengaku beriman namun tidak kunjung meninggalkan ketaatan kepada Thoghut. Padahal Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk meninggalkan para Thoghut bila benar imannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;" class="arabic"&gt;&lt;br /&gt;أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آَمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ  وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ  وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya." (QS. An-Nisa: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh dalam kelak nanti di neraka penyesalan mereka yang telah mentaati para pembesar dan pemimpin yang tidak menjadikan Allah dan Rasul-Nya sebagai tempat kembali dalam menyelesaikan segenap perkara kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;" class="arabic"&gt;&lt;br /&gt;يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا  وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا  رَبَّنَا آَتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيرًا&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: "Alangkah baiknya, andaikata kami ta`at kepada Allah dan ta`at (pula) kepada Rasul". Dan mereka berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menta`ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar". (QS. Al-Ahzab: 66-68).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita diwajibkan untuk taat kepada orang dalam perkara yang ma'ruf. Dan tidak ada ketaatan dalam hal yang munkar. Tidak ketaatan kepada makhluk dalam masalah kemaksiatan kepada Khaliq (Allah). Begitu sabda Nabi shallallahu 'alihi wasallam menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya kepada kemungkaran kita diwajibkan untuk mengingkarinya dengan tangan, jika tidak mampu dengan lisan, dan jika tidak mampu wajib ingkar dengan hati. Itulah selemah-lemahnya iman. Bukan malah mendukung dan membelanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya di antara macam syirik adalah syirik dalam ketaatan. Yaitu taat kepada makhluk dalam masalah penetapan syariat (aturan) yang bertentangan dengan syariat Allah, di antaranya halal dan haram. Zina diharamkan oleh Allah. Siapa yang membolehkannya dengan dilokalisasi berarti telah menghalalkan yang diharamkan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak menetapkan syariat hanya milik Allah. Syariat yang Allah tetapkan untuk diberlakukan adalah Islam. Maka menerapkan syariat Islam adalah wajib hukumnya. Sedangkan menolak hukum Islam dan mengambil aturan selain Islam, walau itu disepakati rakyat, adalah bagian dari memberikan hak tasyri' kepada selain Allah. Itu kesyirikan dan kekufuran.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;" class="arabic"&gt;&lt;br /&gt;وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"...dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik." (QS. Al-An'am: 121)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam as-Sudi dalam menafsiri ayat ini menjelaskan, "Sesungguhnya orang-orang musyrik berkata kepada kaum mukminin, 'bagaimana bisa kalian mengaku mengikuti keridhaan Allah, sedangkan apa yang Allah sembelih (matikan) kalian tidak mau memakannya, namun yang kalian sembelih sendiri kalian mau memakannya? Maka Allah berfirman, (artinya): "Jika kalian menaati mereka" lalu kalian memakan bangkai, "sungguh kalian telah menjadi musyrik."  (lihat Tafsir Ibnu Katsir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka siapa yang mentaati pemimpin yang menolak syariat Islam, telah menjadikan pemimpin tadi sebagai tandingan bagi Allah dalam ketaatan. Siapa melakukannya telah menjadi musyrik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;" class="arabic"&gt;&lt;br /&gt;فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus." (QS. Al-Baqarah: 256)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thaghut adalah setiap yang diibadahi selain Allah dan dia ridha, di antaranya ibadah dalam bentuk ketaatan. Dia ridha, bahkan memaksa ditaati, dalam masalah yang bertentangan dengan syariat Islam. Terlebih menolak syariat Islam sebagai undang-undang. Maka berlepas diri darinya adalah syarat syahnya keimanan. Wallahu A'lam bi ash-Shawab!!!&lt;/div&gt;</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/2011/09/siapa-ulil-amri-dan-siapa-mulkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-uAlEZj1KdzQ/Tl-zkO6PviI/AAAAAAAAFj0/omgJWD3_ra4/s72-c/Siapa-Ulil-Amri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-11076757.post-8253955740368988010</guid><pubDate>Tue, 30 Aug 2011 08:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-30T16:38:27.902+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Islam</category><title>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah</title><description>&lt;img style="display:block; margin:5px auto; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 525px; height: 210px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-LFPbqsIWq8o/TlyuYHEex2I/AAAAAAAAFjs/f170Y9-J9qQ/s800/Idul_Fitri_1432_H.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5646579762053695330" border="0" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ramadhan telah berlalu mengiringi waktu yang terus berjalan. Tanpa terasa kita di penghujung bulan yang penuh berkah, bulan yang siapapun tak ingin meninggalkannya. Bulan yang penuh dengan ampunan, namun... waktulah yang tak bisa kita kendalikan. Semua telah berlalu dan takkan pernah bisa kembali dan &lt;a href="http://www.hendriono.web.id/2009/10/syawal.html" title="Syawal"&gt;Syawal&lt;/a&gt; pun tiba menandakan kemenangan bagi mereka yang menjalankan ibadah shaum. Sedih kita meninggalkan Ramadhan namun suka cita di hari kemenangan. Harapan dan impian yang selama satu tahun kita tunggu akhirnya sampai juga di hari kemenangan nan fitri. Kita hanya selalu berharap bahwa Ramadhan masih menghampiri di tahun yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu bulan penuh kita berjibaku menahan hawa nafsu, menahan lapar dan dahaga. Detik demi detik, waktu demi waktu semua di lalui dengan penuh kesabaran dan kesadaran. Kini semua dibayar dengan kemenangan, dimana hari seperti dilahirkan kembali (fitri). Saya Hendriono Online mengucapkan :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arabic" align="center"&gt;تَقَبَلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ وَكُلُّ عَامٍِ بِخَيْرٍ مِنَ العَائِدَيْنِ وَالفَائِزِيْن&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;(Taqabbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum wa kullu 'aamin bikhair minal 'aidin wal faizin)&lt;br /&gt;Semoga Allah menerima amalan-amalan yang telah aku dan kalian lakukan, puasaku dan puasa kalian, setiap tahun semoga ada dalam kebaikan dan semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah dan mendapat kemenangan&lt;/div&gt;</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/2011/08/selamat-hari-raya-idul-fitri-1-syawal.html</link><author>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-LFPbqsIWq8o/TlyuYHEex2I/AAAAAAAAFjs/f170Y9-J9qQ/s72-c/Idul_Fitri_1432_H.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-11076757.post-720803152764885501</guid><pubDate>Thu, 11 Aug 2011 16:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-12T00:04:40.841+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Motivasi</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Pendidikan</category><title>Steve Jobs - Stay Hungry Stay Foolish</title><description>&lt;img style="display:block; margin:5px auto; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 525px; height: 210px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-WXqzxUm4SCo/TkQIuQHx6bI/AAAAAAAAFiM/YO4JNQBxswc/s800/Stay-Hungry-Stay-Foolish-steve-job.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639642224069306802" border="0" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terima kasih. Saya bangga berada ditengah-tengah anda hari ini yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik didunia. Sejujurnya, saya belum pernah lulus dari perguruan tinggi dan tidak pernah menjadi seorang lulusan perguruan tinggi. Hari ini saya ingin berbagi 3 cerita dari kehidupan saya. Itu bukanlah perkara besar. Hanya 3 cerita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Menghubungkan Titik-Titik&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya Drop Out (DO) dari Reed College setelah enam bulan, tetapi saya tetap bertahan disana sampai sekitar 18 bulan, sebelum betul-betul berhenti kuliah. Mengapa saya Drop Out? Kisahnya dimulai dari sebelum saya lahir. Ibu kandung saya masih muda, mahasiswi yang belum menikah, dia memutuskan agar saya diadopsi. Dia sangat berharap bahwa saya sebaiknya diadopsi oleh keluarga sarjana. Segala sesuatunya telah disiapkan dalam proses pengadopsian saya dengan seorang pengacara dan istrinya, tetapi ketika saya lahir, beberapa menit kemudian mereka menolak mengadopsi saya dengan alasan bahwa mereka menginginkan anak perempuan. Kemudian orang tua saya mencari siapa yang ada dalam daftar tunggu pengadopsi, kemudian dia meneleponnya larut malam. "Klien kami membatalkan adopsi anak laki-laki. Apakah anda berminat?" Mereka menjawab "Oh tentu". Ibu kandung saya kemudian mencari dan menemukannya, namun diketahui bahwa calon ibu saya bukanlah sarjana dan calon ayah saya tidak pernah lulus SMA. Dia menolak menandatangani surat perjanjian adopsi. Dia baru bisa menerima setelah beberapa bulan kemudian ketika calon orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai sarjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah awal perjalan hidup saya. Dan 17 tahun kemudian, saya kuliah, namun saya telah memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, dan seluruh tabungan orang tua saya habis digunakan untuk membiayai kuliah saya. Setelah enam bulan, saya tidak memperoleh nilai apapun. Saya tidak memiliki rencana apapun yang akan saya lakukan dalam hidup saya, dan tidak terpikirkan bagaimana pihak universitas akan membantu saya, semua bayangan itu keluar, dan disini saya telah menghabiskan seluruh uang orang tua saya yang telah ditabungnya selama hidup mereka. Kemudian saya memutuskan untuk berhenti kuliah dan saya yakin bahwa semua itu rencana yang terbaik. Itu merupakan hal yang sangat menakutkan waktu itu, tapi jika dilihat kebelakang, itulah salah satu keputusan yang terbaik yang pernah saya buat. Beberapa saat kemudian saya berhenti kuliah, saya berhenti kuliah pada kelas yang diwajibkan dan itu adalah kelas yang tidak saya minati dan mulai memilih salah satu perkuliahan yang lebih saya minati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu tidaklah menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos, saya tidur dilantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol-botol soda dan memperoleh 5 sen uang kembalian untuk membeli makanan, dan saya berjalan 7 mil melintas kota setiap malam minggu untuk memperoleh makanan enak setiap minggu didekat Kuil Hare Khrisna. Aku menikmatinya. Dan banyak lagi hambatan saya dalam mengikuti keingintahuanku dan intuisi yang keluar dan ternyata sangat berharga dikemudian hari. Saya beri anda salah satu contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang. Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak keajaiban dalam kehidupan saya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Cinta dan Kehilangan&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz (Steve Wozniak) dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami --Macintosh-- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Kemudian saya dipecat. Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama, semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak pada mereka. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya, saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali, saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar tumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama semakin mesra antara Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Kematian&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika saya berumur 17 tahun, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: "Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar." Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: "Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?" Bila jawabannya selalu "tidak" dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu, semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal, tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar setahun yang lalu saya di diagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal. Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna "Tidak ada orang yang ingin mati". Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Ma'af bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Kesimpulan&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma, yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Whole Earth Catalog&lt;/span&gt;", yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi "The Whole Earth Catalog", dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Stay Hungry Stay Foolish&lt;/span&gt;" (Jangan Pernah Merasa Puas Selalu Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. Stay Hungry. Stay Foolish.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Video Pidato Steve Job Tahun 2005 di Universitas Stanford&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/UF8uR6Z6KLc" allowfullscreen="" frameborder="0" height="431" width="535"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan bebas dari "Transcript of Steve Jobs' 2005 Stanford Commencement Speech"</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/2011/08/steve-jobs-stay-hungry-stay-foolish.html</link><author>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-WXqzxUm4SCo/TkQIuQHx6bI/AAAAAAAAFiM/YO4JNQBxswc/s72-c/Stay-Hungry-Stay-Foolish-steve-job.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-11076757.post-5678484760149681091</guid><pubDate>Sun, 07 Aug 2011 20:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-12T23:19:06.373+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Islam</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Tafsir</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Pendidikan</category><title>Tafsir Ar Ra'du 11</title><description>&lt;img style="display:block; margin:5px auto; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 525px; height: 210px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-hU57TTh5Jms/Tj7-tE5WqMI/AAAAAAAAFiE/hWVeO1UbmjM/s800/tafsir_quran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5638223833876310210" /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;(Muhammad Hafidz, berdasarkan tafsir Jami'u li Ahkam il-Qur'an Imam al Qurthubiy)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arabic" align="right"&gt;إن الله لا يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sebuah kaum hingga mereka mengubah apapun yang ada pada diri mereka." (QS. Ar Ra’du:11)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian umat Islam menggunakan ayat ini sebagai pembenaran untuk tidak berusaha menegakkan syari’at Allah di atas bumi dengan membangkitkan umat secara bersama. Sebaliknya, mereka mengatakan bahwa seorang muslim harus menyempurnakan diri mereka terlebih dahulu, kemudian barulah seorang muslim memperhatikan kerusakan di tengah masyarakatnya. Karenanya mereka menekankan penyempurnaan individu, sebagaimana Allah SWT berfirman bahwa Dia tidak akan mengubah kondisi masyarakat hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri setiap individu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanpa bermaksud mengabaikan pentingnya tazkiyyat un-nafs (pembersihan jiwa individu), penting untuk menghapuskan pemahaman yang salah di atas, terutama pemikiran bahwa dengan tazkiyyat un-nafs saja seorang muslim bisa membangkitkan umat secara keseluruhan. Tafsir berikut akan menjelaskan makna sesungguhnya dengan penjelasan kata per kata dengan tujuan membuka makna Dakwah Islam yang seharusnya, yaitu Dakwah yang Jama'iy. Selain itu, tafsir ini akan membuktikan kesalahan penafsiran yang sangat dipengaruhi oleh individualisme Barat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Bentuk Ayat&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayat yang menjadi pembahasan berbentuk ikhbariyyah (informatif), karenanya ayat tersebut menginformasikan tentang kapan Allah SWT akan mengubah kondisi sebuah masyarakat. Ayat tersebut tidak memberikan secara detail tata cara untuk kebangkitan dan tidak bisa digunakan untuk mendapatkan pemahaman tentang tata cara tersebut, sebagaimana tidak ada satupun mufasirin yang menggunakan secara demikian.&lt;br /&gt;Imam ul-Qurthubi dalam tafsir beliau al Jaami'u li Ahkam il-Qur'an mengatakan "akhbara Allahu" (yang artinya, "Allah mengabarkan") yang berarti ayat Ar Ra'du:11 adalah ayat ikhbariyyah karena ayat tersebut menginformasikan kepada kita tentang hukum Allah terkait dengan perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;Bagi Siapa Perubahan Terjadi ?&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata kerja (fi'il) yang dibahas adalah tentang perubahan (yughoyyiru) dan yang melakukan (faa'il) perubahan adalah Allah SWT. Kemudian, siapa yang menjadi obyek dari kata kerja tersebut (al maf'uul)? Dengan pertanyaan lain, siapakah yang akan diubah oleh Allah? Allah berfirman, "...ma bi qoumin..." yang artinya, "...apa yang ada pada sebuah kaum..."&lt;br /&gt;Jadi jelas bahwa perubahan terjadi atas sebuah kaum. Apa arti kata kaum dan bagaimanakah kondisi perubahan tersebut? Kata maa adalah 'aam (maa al-'umuum), jadi apapun yang ada pada sebuah kaum. Lebih jauh, kata kaum berbentuk mutlaq (tidak dibatasi) dan karenanya bisa juga diterapkan atas kaum kafir. Sehingga, makna yang lebih tepat untuk Innallaha laa yughoyyiru maa bi qoumin adalah bahwa sesungguhnya Allah SWT tidak akan mengubah apapun yang ada pada sebuah kaum.&lt;br /&gt;Perhatikan bahwa kata yang digunakan adalah kata Qoum, yang berarti pokok pembahasannya adalah perubahan yang kolektif bukan perubahan yang individual. Qoum, dalam bahasa Arab, berarti bangsa atau syu'ub (masyarakat) dan bisa juga berarti umat. Semua makna tersebut tidaklah menunjukkan pengertian individual atau kumpulan individu. Fard atau syakhs bermakna individual atau seseorang dan afraad atau syakhshiyyun adalah jamak yang berarti kumpulan individu atau orang banyak. Kata-kata ini bisa digunakan untuk menunjukkan aktivitas yang mengikuti perubahan individual. Namun, Allah tidak menggunakan kata-kata tersebut dalam ayat ini.&lt;br /&gt;Bahkan, Allah SWT menggunakan Qoum yang bermakna bangsa atau umat. Bangsa memiliki konotasi yag spesifik. Bangsa berarti tidak sekedar kumpulan manusia, lebih daripada sekedar afraad. Perbedaannya terletak pada kebersamaannya, yaitu Qoum yang diikat oleh sebuah identitas yang sama, yaitu adanya sebuah pendorong bagi persatuannya. Karena itulah, sebuah qoum bisa digunakan untuk menjelaskan kata bangsa yang dipersatukan oleh ras, sehingga muncullah kata qoumiyyah (nasionalisme). Akan tetapi, kata qoum tidak dibatasi untuk menjelaskan makna kelompok etnik tertentu, seperti muslimin. Juga, kata qoum tidak dibatasi pengertiannya pada lingkungan ideologis tertentu. Karena itu, kata qoum dalam ayat ini bisa digunakan untuk segala bangsa, tidak terikat dengan ras atau ideologinya, sehingga bentuknya mutlaq (tidak dibatasi) dan bisa diterapkan bagi semua kelompok bersama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;Apa yang harus dilakukan oleh sebuah Qoum ?&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah menambahkan, "...hattaa yughayyiruu..." yang berati "...hingga mereka mengubah...". Kata-kata ini menunjukkan shighaat as syurth (bentuk pensyaratan), yaitu digunakannya lafadz "hatta" (hingga). Sehingga makna yang dihasilkan oleh ayat adalah "Allah tidak mengubah...hingga mereka mengubah...". Penggunaan syarat di sini menunjukkan bisa dimbilnya mafhum mukholafah (pengertian sebaliknya), yaitu jika sebuah qoum tidak mengubah diri mereka secara bersama-sama, maka Allah tidak akan mengubah keadaan qoum tersebut. Jadi, syarat perubahan keadaan sebuah qoum adalah berawal dari tindakan dari qoum tersebut dan itu berarti proaktif tidak secara pasif menunggu datangnya pertolongan Allah. Ingat, kata yang digunakan adalah yughoyyiruu dalam bentuk kerja aktif (bukan yughoyyaru, kata kerja pasif) dan ini berarti bahwa qoum harus bertindak aktif dan tanpa tindakan aktif maka perubahan keadaan tidak akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;Apa yang harus diubah ?&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"...Maa bi anfusihim..."&lt;br /&gt;"...Apapun yang ada pada diri mereka..."&lt;br /&gt;Lafadz maa yang digunakan adalah maa al ‘umum, yang berarti segala aspek kehidupan harus diubah. Isim nafs juga digunakan dalam bentuk jamak anfus. Nafs mencakup segala hal yang ada pada diri manusia tidak sekedar masalah ibadah ritual semata atau aspek-aspek tertentu saja. Karena itu, Allah telah mengabarkan bahwa Dia SWT tidak akan mengubah keadaan sebuah qoum hingga mereka secara bersama-sama mengubah apa pun yang ada pada diri mereka dalam segala aspeknya. Sekali lagi, mereka adalah sebuah qoum bukan sekedar kumpulan individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;Apa bentuk perubahan tersebut ?&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata qoum dalam bentuk mutlaq (tak-dibatasi) yang berarti kabar dari Allah bahwa Dia SWT tidak menghendaki perubahan hanya terjadi pada diri kaum muslimin saja, tetapi untuk umat manapun termasuk kaum kuffar. Ini adalah sunatullah. Ini berarti kaum muslimin tidak boleh mencukupkan diri hanya dengan sholat, puasa, zakat dan haji dalam merintis kebangkitan kaum muslimin. Sunatullah telah menentukan bahwa perubahan qoum juga terjadi pada diri kaum kafirin, yang jelas-jelas mereka tidak pernah sholat, puasa, zakat dan haji. Negeri-negeri kafir telah mengalami kemajuan luar biasa dalam ekonomi, teknologi dan politik. Jelaslah, bentuk perubahan yang dituntut oleh ayat tersebut pun juga tidak dibatasi pada sekedar aspek ibadah ritual, akhlak dan pakaian atau bahkan sekedar berpredikat muslim.&lt;br /&gt;Perubahan yang dituntut oleh ayat adalah perubahan yang kaffah, sebuah perubahan yang sempurna dan menyeluruh. Perubahan tersebut haruslah yang ideologis, yaitu perubahan yang berawal dari pandangan hidup yang dari pandangan hidup itu kemudian terpancarlah semua aturan kehidupan. Perhatikanlah kebangkitan Islam yang pertama dibawah pimpinan Rasulullah dengan tegaknya Daulah Khilafah Islamiyyah pertama di Madinah al Munawaroh. Namun, ketika kaum muslimin lemah dalam berpegang kepada ideologi Islamnya, maka runtuhlah Daulah Khilafah Islamiyyah Utsmaniyyah. Perhatikan pula tegaknya negara komunis Uni Sovyet dalam masa 50 tahun setelah ditulisnya ideologi komunisme (buku Das Capital) oleh Karl Marx. Namun, Uni Sovyet runtuh ketika rakyat tidak lagi mempercayai ideologi komunisme. Juga perhatikan kebangkitan Eropa, dengan pandangan hidup sekulerisme mereka di masa sebelum Revolusi Industri terjadi. Mereka temukan sebab kemunduran mereka, yaitu gereja mengekang kebebasan mereka sehingga muncullah pemikiran agama hanya sebatas kehidupan ritual dan kehidupan keseharian berdasarkan aturan manusia. Begitu pula Amerika Serikat ketika berusaha merdeka dari kungkungan Inggris, bahkan mulai Perang Dunia II Amerika Serikat menguasai dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah, ketika sebuah kaum bersatu dan hidup berlandaskan sebuah pandangan hidup yang satu dan produktif, tampak dalam kehidupan kaum tersebut aturan-aturan hidup yang muncul dari pandangan hidupnya, maka niscaya Allah akan mengubah kaum tersebut. Artinya, mereka total dalam memeluk ideologi yang menjadi pandangan hidup beserta aturan-aturan yang terpancar dari pandangan hidup tersebut.&lt;br /&gt;Kaum muslimin pasti akan bangkit dan memimpin kembali dunia , jika mereka kembali kepada pandangan hidup mereka, bahwa mereka mengimani Allah sebagai Pencipta dan Pengatur kehidupan mereka, mereka menjalani kehidupan berdasarkan aturan Allah dan kemudian mereka akan mempartanggungjawabkan setiap langkah hidupnya di akhirat nanti. Konsekuensi dari pandangan hidup tersebut sangat jelas, mereka harus hidup dibawah aturan Allah. Jika kaum muslimin hanya menjadikan kemusliman mereka sebagai label tanpa benar-benar tunduk kepada aturan Allah, maka tampak jelas kemunduran kaum muslimin. Mereka terpecah belah dalam lebih dari 50 nation state (negara bangsa) dan ini pun membuktikan bahwa kaum muslimin belum hidup berlandaskan hukum Allah, sebagaimana Islam telah menggariskan bahwa tidak boleh ada dua kepemimpinan dalam tubuh kaum muslimin. Perhatikanlah Amerika Serikat, sebuah perserikatan negara-negara bagian yang satu ideologi. Begitu pula Eropa yang mulai bangkit kembali dengan membentuk perjanjian Maastricht dengan cita-cita menjadikan Eropa satu negara, bahkan mereka sekarang mulai menyatukan mata uang mereka.&lt;br /&gt;Kaum muslimin memiliki ideologi terbaik, sebuah ideologi yang mengatur kebutuhan hidup manusia, tidak melepaskannya secara liar dan tidak mengekangnya bahkan tidak menghapuskan kebutuhan hidup manusia. Kaum muslimin memiliki ideologi Islam yang secara kaffah mengatur kehidupan manusia secara tuntas dan menyeluruh. Sistem pemerintahan dalam ideologi Islam adalah terbaik, sistem ekonominya membuat manusia sejahtera, sistem sosial dimana interaksi pria-wanita terjadi menjadikan manusia memiliki kehormatan sebagai manusia, sistem pendidikannya menjadikan manusia memiliki pemikiran cemerlang, dinamis dan produktif. Dan semua aturan kehidupannya pasti sesuai dengan fitrah manusia.&lt;br /&gt;Mari kita kembali kepada fitrah manusia yang membutuhkan rasul, fitrah bahwa diri kita lemah, sehingga kita membutuhkan tuntunan dari Dzat yang menciptakan kita. Dialah Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://lembagadakwahkampus.wordpress.com/2009/06/18/tafsir-ar-ra%E2%80%99du-11/" title="Tafsir Ar Ra’du 11" target="_blank"&gt;Tafsir Ar Ra’du 11&lt;/a&gt;</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/2011/08/tafsir-ar-radu-11.html</link><author>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-hU57TTh5Jms/Tj7-tE5WqMI/AAAAAAAAFiE/hWVeO1UbmjM/s72-c/tafsir_quran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-11076757.post-5780680923649098292</guid><pubDate>Sun, 07 Aug 2011 19:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-08T03:17:35.727+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Islam</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Motivasi</category><title>Meluruskan Kiblatku</title><description>&lt;img style="display:block; margin:5px auto; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 525px; height: 210px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-kEP0d5rT_Rc/Tj7uVLxVtcI/AAAAAAAAFh8/bFS7g1hSNuU/s800/Meluruskan-Kiblatku.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5638205831218836930" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dulu... Ketika aku belum banyak belajar aku hanya mengenal Islam dalam pembelajaranku. Dulu... Ketika aku belum mengenal apa itu kehidupan aku hanya tahu bahwa semua kehidupan harus sesuai dengan Islam. Dulu... Ketika aku belum bersinggungan dengan cinta aku hanya mengenal bahwa cinta ini hanya untuk Allah dan cinta itu hanya milik Allah. Namun, seiring waktu yang terus beranjak membuat umurku bertambah dan semakin banyak yang ku serap dari kehidupan. Pola pikirku berkembang seiring pembelajaranku tentang hidup dan cinta. Aku mulai memiliki kesenangan, aku mulai mencintai kehidupan, aku mulai belajar bagaimana hidup dan mempertahankan hidup. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ilmuku bertambah dan bertambah sehingga mengubah pola pikirku dan bahkan jauh meninggalkan apa yang dulu ada dalam hati dan otakku. Aku mulai mengenal cinta ke lawan jenis, aku mulai mengenal cinta harta, aku mulai mengenal cinta pada pekerjaan dan jabatan. Islam seakan tertinggal di mesjid dan di rumah. Islam bahkan sudah tidak mempengaruhi cara berfikirku tentang apa yang sedang kuhadapi. Ilmu yang telah kumiliki seakan menjauhkan ku dengan Islam. Islam hanya berlaku di mesjid, di rumah, di majlis, di diskusi, dan bahkan Islam hanya ada ketika aku menjalankan kewajibanku sebagai seorang muslim yaitu sholat dan puasa. Islam tidak ada dalam pekerjaanku, Islam tidak ada dalam bisnisku, Islam tidak ada ketika aku berkumpul dengan teman dipinggir jalan, yang ada dalam otakku hanya bagaimana menciptakan kesenangan dan kebahagiaan. Ku cari dimana cinta berada yang kata para pujangga bisa membuat orang bahagia. Ku cari dimana kesenangan yang katanya bisa membuat orang lupa akan segala permasalahan. Ku cari kebahagiaan diatas kesengsaraan dan kesakithatian orang di sekitar ku. Aku hanya tahu bagaimana mempertahankan diri dalam hidup dan bagaimana menciptakan kesenangan dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kiblat kehidupanku sudah bergeser kearah sekuler dimana kesenangan dan kebahagiaan hanya terletak pada materi, pada kekuasaan, pada uang, pada jabatan. Dan ternyata hal ini benar-benar membuatku lupa akan Islam. Aku telah jauh meninggalkan kiblat ku yang sesungguhnya, aku lupa bahwa hidup ini sudah jauh meninggalkan kebahagiaan yang sebenarnya. Dalam otakku hanya ada bagaimana mengumpulkan materi sebanyak-banyaknya demi kebahagiaan hidupku dimasa datang. Aku tidak sadar bahwa masa datang adalah hari ini ketika aku melihat matahari. Aku tidak sadar bahwa masa datang itu adalah detik ini ketika aku masih bisa bernafas. Aku bermimpi suatu hari yang entah apakah hari esok masih miliku. Aku bermimpi bahwa suatu hari aku memiliki kehidupan yang lebih baik dari hari ini. Aku hanya terus berusaha dan berusaha agar kehidupanku menjadi lebih baik dari sisi materi. Hidupku tertutup oleh materi yang katanya bisa membahagiakan dan memberi kesenangan. Tanpa materi maka aku adalah miskin bahkan melarat. Itulah kata-kata yang sampai hari ini aku sering dengar dari mereka pencari materi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu sederhana kehidupan yang kujalani, begitu membosankan kehidupan yang kujalani ketika materi tak kunjung datang, begitu jenuh kehidupanku ketika materi tidak juga terkumpul. Kiblatku adalah materi, kiblatku adalah jabatan, kiblatku adalah uang, kiblatku adalah kesenangan. Kiblat yang entah dimana, yang tidak pernah aku temukan, yang tidak pernah aku sentuh, yang tidak pernah kunjung datang. Ketika aku sholat aku tahu bahwa arahku harus kekiblat dimana Baitullah berada. Namun ketika aku menghadapi kehidupan, bekerja, beraktifitas kiblatku bukanlah ke Baitullah namun ke arah yang tidak pernah memiliki nama dan tujuan pasti.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku merasa benar dengan kiblatku dalam kehidupan namun ternyata salah dalam Islam. Islam mengajarkan aku selalu menghadap kiblat bukan hanya dalam masalah ibadah, namun dalam semua aspek kehidupan yang aku jalani. Ketika aku belajar maka aku harus menghadap kiblat, ketika aku bekerja maka bekerjalah menghadap kiblat, jika aku mencintai maka menghadaplah kekiblat. Arah kiblat inilah yang akan selalu mendekatkan diri ku kepada sang Maha Pencipta, hanya kepada Allah semua yang aku lakukan bermuara. Disanalah kebahagiaan hakiki kehidupanku. Sungguh aku tersesat selama ini dengan banyak kiblat yang ku hadapi hingga membuatku bingung kearah mana diri ini menghadap kiblat. Kiblat hanya ada satu arah yaitu Baitullah maka kesanalah seharusnya aku menghadap, hanya karena Allah-lah seharusnya aku melakukan dan menjalani kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arabic" align="right"&gt;إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَ إِذَا اسْتَعِنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila engkau meminta, maka mintalah kepada Allah dan apabila engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah (&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Hadist Riwayat at-Trimidzi&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka mulai hari ini arah kiblat aku hadapkan hanya kepada satu arah yaitu Baitullah. Hanya karena Allah-lah semua yang akan aku lakukan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arabic" align="center"&gt;أشهد أن لا إله إلا الله و أشهد أن محمد رسول الله&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;"Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah"</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/2011/08/meluruskan-kiblatku.html</link><author>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-kEP0d5rT_Rc/Tj7uVLxVtcI/AAAAAAAAFh8/bFS7g1hSNuU/s72-c/Meluruskan-Kiblatku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-11076757.post-4901629833492229291</guid><pubDate>Tue, 02 Aug 2011 21:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-03T04:57:31.583+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Islam</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Keluarga</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Pendidikan</category><title>Hedonisme Saur dan Buka Puasa</title><description>&lt;img style="display:block; margin:5px auto; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 535px; height: 220px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-bE66av2aiPQ/Tjhybh3ozJI/AAAAAAAAFhE/6fwzIb7KXhA/s800/Hedonisme-Saur-dan-Buka-Puasa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636380750927940754" border="0" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bismillah. Alhamdulillah... Ramadhan telah tiba, sungguh berbahagia umat Islam yang masih bisa bertemu dengan bulan yang penuh berkah dan ampunan. Bulan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat manusia, karena dibulan ini Allah SWT membukakan banyak sekali pintu ampunan dan pintu amalan. Selayaknya umat manusia berlomba-lomba dalam kebaikan sebagai bekal nanti di akhirat. Namun, kadang kita salah mempersepsikan bulan Ramadhan ini, bahkan kita terjebak dalam budaya yang sudah mengakar dalam kehidupan kita sehari-hari yaitu hedonisme saur dan buka puasa. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Hidangan buka puasa dan makan sahur yang berlebihan menjadikan makna puasa ini jauh dari apa yang telah dicontohkan Rasulullah SAW, bahkan kita cenderung menjadikan buka puasa sebagai acara hura-hura. Walau disiang hari kita menahan lapar dan dahaga namun sayang begitu tiba magrib yang merupakan waktu kemenangan bagi yang berpuasa berubah suasana menjadi acara balas dendam makan-makan. Berbagai hidangan lezat yang tidak pernah kita hidangkan pada hari-hari biasa justru kita ada-adakan di bulan ramadhan. Kita sepertinya lupa bahwa Rasulullah dan para sahabat tidak pernah mencontohkan hal seperti itu.&lt;br /&gt;Adalah Rasulullah SAW berbuka dengan korma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan korma kering (tamr), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air. (HR. Ahmad, Abu Daud, Baihaqi, Hakim, Ibn Sunni, Nasai, Daruquthni dan lainnya)&lt;br /&gt;Hadist diatas menunjukan kesederhanaan Rasulullah SAW dalam melakukan buka puasa, namun mengapa kita sebagai umatnya terjebak dalam hedonisme buka puasa dan sahur?&lt;br /&gt;Sungguh sangat ironis sekali ketika umat Islam menjalankan ibadah puasa namun pengeluaran belanja pada saat bulan Ramadhan lebih besar dari pada bulan biasa, ini hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa kita masuk dalam kategori hedonis. Lalu apa hedonisme? Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dalam tindakan manusia. Jelaslah bahwa selama satu hari kita menahan lapar dan dahaga yang kemudian diikuti acara makan-makan dengan hidangan berlebihan, apakah ini bukan termasuk gaya hidup hedonis?&lt;br /&gt;Buka puasa merupakan saat kemenangan bagi mereka yang berpuasa dengan menahan lapar dan dahaga dalam sehari penuh namun alangkah lebih baik jika kita tidak merusak makna puasa tersebut dengan hidangan yang berlebihan, marilah kita maknai puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga namun lebih jauh lagi untuk sama-sama bisa merasakan yang terjadi pada sahabat kita yang tidak bisa menikmati hidangan nikmat atau bahkan yang sedang kekuarangan makanan. Dengan begitu kita akan mampu merasakan betapa besarnya nikmat yang telah Allah berikan kepada kita sehingga membuat kita semakin mendekatkan diri kepada Allah.&lt;br /&gt;Hedonisme merupakan salah satu ajaran yang disebarluaskan oleh para penganut kapitalisme liberal, dan itu mengancam setiap apa yang kita lakukan dari mulai cara berpakaian, makanan dan kesenangan. Namun kita tidak menyadari akan hal itu sehingga menganggap apa yang kita lakukan adalah wajar dan lumrah. Hedonisme telah merubah pola pikir kita tentang segala hal termasuk makan dalam berbuka puasa dan sahur. Ketika kita menganggap bahwa menyediakan makanan lezat dan berlebihan pada saat berbuka adalah hal wajar dan lumrah, maka kita sudah termasuk golongan hedonisme yang lebih mengutamakan kenikmatan diatas &lt;a href="http://www.hendriono.web.id/2009/08/setetes-hikmah-ramadhan.html" title="Setetes Hikmah Ramadhan"&gt;hikmah puasa&lt;/a&gt; yang telah diajarkan Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;Harga kebutuhan pokok meningkat drastis menunjukan bahwa kebutuhan pasar juga meningkat, namun mengapa itu terjadi di bulan Ramadhan? Ini salah satu bukti bahwa masyarakat pada umumnya telah memandang lumrah dan wajar terhadap cara berbuka puasa dan sahur. Hidangan berbuka puasa dan sahur harus enak dan lezat dengan jumlah yang berlebihan, acara buka puasa bersama yang juga terlalu berlebihan dan masih banyak lagi hal-hal lain yang menunjukan bahwa masyarakat pada umumnya sudah terserang penyakit hedonis.&lt;br /&gt;Marilah kita sama-sama belajar menahan hawa nafsu akan makanan yang lezat dan nikmat dalam jumlah berlebihan di bulan Ramadhan sembari kita menyelami makna Ramadhan yang telah diajarkan Rasulullah SAW sehingga kita mampu terlepas dari gaya hidup hedonis. Terbebas dari cengkeraman kapitalisme liberal yang telah banyak merubah gaya hidup dan pola pikir kita terhadap kehidupan. Pola pikir yang salah akan menghasilkan gaya hidup yang salah pula yang kemudian hari akan menjadi sesuatu yang lumrah namun menyesatkan. &lt;/div&gt;</description><link>http://dedehendriono.blogspot.com/2011/08/hedonisme-saur-dan-buka-puasa.html</link><author>noreply@blogger.com (Hendriono Dede)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-bE66av2aiPQ/Tjhybh3ozJI/AAAAAAAAFhE/6fwzIb7KXhA/s72-c/Hedonisme-Saur-dan-Buka-Puasa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></item></channel></rss>