<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:idx="urn:atom-extension:indexing" xmlns:gr="http://www.google.com/schemas/reader/atom/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" idx:index="no"><!--
Content-type: Preventing XSRF in IE.

--><generator uri="http://www.google.com/reader">Google Reader</generator><id>tag:google.com,2005:reader/user/09020842228361243024/label/guhpraset</id><link rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><title>"guhpraset" via Guh in Google Reader</title><gr:continuation>CIX-vd_lkZsC</gr:continuation><author><name>Guh</name></author><updated>2009-11-10T05:25:30Z</updated><link rel="license" type="text/html" href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/" /><link rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/guhpraset" type="application/atom+xml" /><feedburner:emailServiceId>guhpraset</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><entry gr:crawl-timestamp-msec="1257830730041"><id gr:original-id="http://guhpraset.co.cc/?p=770">tag:google.com,2005:reader/item/9ea5101ae3db78a6</id><category term="Kebinekaan" /><category term="Opini" /><category term="ilusi" /><category term="knalpot" /><category term="pikiran" /><category term="polusi" /><category term="rasa" /><title type="html">Yang Penting Rasanya</title><published>2009-11-10T05:00:23Z</published><updated>2009-11-10T05:00:23Z</updated><link rel="alternate" href="http://feedproxy.google.com/~r/guhpraset/~3/KgevituSNcA/" type="text/html" /><content xml:base="http://guhpraset.co.cc/" type="html">&lt;p&gt;Dulu waktu saya masih &lt;em&gt;abege&lt;/em&gt;…&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kemana-mana pakai kenalpot berisik. Persetan dengan serapah para ibu dan om yang saya lewati, yang penting saya asik. Tidak peduli suaranya akan menyakiti telinga setiap mahluk dalam radius 10m sepanjang rute 50km, dikali dua, nyaris setiap hari.&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Konon knalpot begitu menguatkan tenaga mesin, walau tak terasa banyak bedanya, tapi sugestinya sudah menyenangkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Katanya itu membuat diri tampak &lt;em&gt;gawl&lt;/em&gt; (baca: gaul), sebagai kuper yang ingin dianggap gawl saya sangat menikmati naiknya harga diri.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Para teman (yang ternyata sama nggak beresnya) selalu bilang itu membuat motor jadi keren dan racing. Sebagai &lt;em&gt;sembalap wannabe&lt;/em&gt; yang haus perhatian saya mengamininya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Satu hal yang terbukti benar adalah saya tak perlu memijat klakson lagi selamanya. Bahkan tanpa memainkan gas pun setiap mahluk yang akan disalip sudah sadar bahwa dalam sepersekian detik akan ada anak gawl dengan motor yang racing banget akan melejit mendahului. Secara suara knalpot memang sudah lebih keras dari apapun yang ada dilangit dan dibumi *tidak hiperbol*. Begitu kerasnya hingga melesat duluan jauh mendahului si motornya sendiri.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p&gt;Tidak peduli dengan kagetnya jantung orang lain, persetan dengan organ pendengaran yang menempel di kepala mahluk lain. Yang penting adalah rasanya untuk diri saya. Demi rekor &lt;em&gt;time attack&lt;/em&gt; yang makin hari makin sulit dipecahkan. Demi segala alasan yang cuma saya seorang yang bisa mengerti. Yang penting rasanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mungkin ini sama dengan prilaku para bapak dan om-om bepenampilan “lebih suci dari kamu” yang gemar meneriakkan doa dengan pengeras suara dari bangunan-bangunan yang dianggap suci.&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Konon lantunan doa itu menghasilkan pahala. Akan bagus untuk mengklaim kapling di surga kelak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Konon yang mendengar juga dapat pahala. Jadi ini sama saja kegiatan bagi-bagi pahala. Dan hanya orang bodoh yang menolak saat dibagi-bagi pahala.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Konon Tuhan/Allah/Elohim/Siapapun sebutannya, suka sekali mendengar orang yang berdoa dengan sangat nyaring lewat penguat suara seperti itu. Menyenangkan Tuhan, tentunya adalah hak setiap hati yang penuh iman.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p&gt;Persetan dengan pemilik telinga yang terganggu. Tak peduli waktunya manusia normal tidur. Tak peduli sakit gigi seorang tetangga dekat jadi semakin nyeri. Karena yang penting hanyalah keyakinan si pemekik pada doa; Pada pahala yang dihasilkannya dan pada Tuhan yang dia teriaki dengan sepenuh hati. Yang penting ego religius terpuaskan dengan pekik-pekik relijius. Yang penting rasanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sama juga dengan para perokok yang klepas-klepus di area publik. Mengasapi seluruh penumpang angkot, bus atau kereta. Mengasapi anak istrinya sendiri. Mengasapi siapapun yang bisa diasapi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Persetan dengan peringatan pemerintah. Persetan dengan kemungkinan gangguan kesehatan yang mereka timpakan pada diri orang sekitarnya. Persetan ada anak istri yang teracuni. Yang penting &lt;em&gt;sakaw&lt;/em&gt; nikotin terpuaskan. Yang penting rasanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;. . .&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kemudian saya berubah. Sejak tahu betapa tidak nyamannya berdekatan/dilewati/berpapasan dengan jahanam berknalpot najis; Betapa kagetnya saat tidur siang tiba-tiba seorang sembalap wannabe melesat dengan knalpot terkutuk; Betapa susahnya mendengarkan TV/HP saat ada sembalap wannabe mendekat dan masturbasi dengan knalpot.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sekarang saya pakai knalpot standar pabrik dan memilih yang bunyinya sangat jauuuuuuh lebih sopan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya sudah berubah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi para om dan &lt;em&gt;aki&lt;/em&gt; desa yangs suci belum juga berubah. Mereka masih konsisten. Tetap tekun meneriakkan doa dengan pengeras suara. Teman-teman yang perokok juga banyak yang belum berubah, banyak yang semakin parah, sampai menemukan pembenaran bahwa asap pun ternyata juga menyehatkan badan selain menyehatkan perekonomian bangsa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya berubah. Standar kepantasan saya berubah. Empati dan iman saya berubah. Mereka tidak berubah, tetap konsisten dengan cara-cara dan keyakinan lama.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya nyaman dengan perubahan ini.&lt;br&gt;
Mereka nyaman tanpa perubahan.&lt;br&gt;
Karena yang penting rasanya.&lt;br&gt;
Masing-masing selalu punya alasan dan pembenaran sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan menuliskan seperti ini, saya menciptakan ilusi, setidaknya untuk diri sendiri, seolah sudah lebih baik dari pada mereka. Mungkin saja mereka (yang saya sebut demi mendapatkan rasa lebih baik ini) sebenarnya malah jauh lebih baik. Walau ilusi, tapi rasa yang dihasilkan itu cukup real. Benar-benar terasa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ya, itu tadi. Yang penting kan rasanya. :)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;- – -&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Apakah ada yang aneh?&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=KgevituSNcA:ScnWWMQx8H4:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=KgevituSNcA:ScnWWMQx8H4:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=KgevituSNcA:ScnWWMQx8H4:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=KgevituSNcA:ScnWWMQx8H4:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=KgevituSNcA:ScnWWMQx8H4:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=KgevituSNcA:ScnWWMQx8H4:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhpraset/~4/KgevituSNcA" height="1" width="1"/&gt;</content><author><name>Guh</name></author><source gr:stream-id="feed/http://guhpraset.co.cc/feed/"><id>tag:google.com,2005:reader/feed/http://guhpraset.co.cc/feed/</id><title type="html">guhpraset.co.cc</title><link rel="alternate" href="http://guhpraset.co.cc" type="text/html" /></source><feedburner:origLink>http://guhpraset.co.cc/2009/11/10/yang-penting-rasanya/</feedburner:origLink></entry><entry gr:crawl-timestamp-msec="1256632137445"><id gr:original-id="http://guhpraset.co.cc/?p=753">tag:google.com,2005:reader/item/4b766cd1c01600bd</id><category term="Cerita" /><category term="FB" /><category term="Kebinekaan" /><category term="Opini" /><category term="miyabi" /><category term="MUI" /><title type="html">Miyabi dan prasangka Saya yang hampir secanggih Ulama</title><published>2009-10-27T08:15:36Z</published><updated>2009-10-27T08:15:36Z</updated><link rel="alternate" href="http://feedproxy.google.com/~r/guhpraset/~3/jO6cSq7pfa8/" type="text/html" /><content xml:base="http://guhpraset.co.cc/" type="html">&lt;p&gt;Suatu siang, Bu &lt;a href="http://pitopoenya.blogspot.com/"&gt;Pito&lt;/a&gt; meng-email saya sebuah link menuju artikel yang ditulis seorang asing. Tentang rasa heran yang timbul atas prilaku MUI dan teman-temannya (yang dengan mengatasnamakan umat Islam menolak kedatangan Miyabi). Disana Bu Pito berusaha memberi pengertian bahwa Indonesia sebenarnya sangat majemuk. Kemajemukan itu juga terjadi dalam umat yang Islam, hingga tidak semua orang Islam Indonesia berpikir seperti MUI, apalagi mendukung mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Karena link itu beliau berikan secara utuh, tanpa dikemas dengan penyingkat URL (macam tinyurl.com atau bit.ly), maka saya dapat membaca nama situsnya. Ternyata nama situs itu mengandung kata *miyabi*.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Begitu melihat nama itu, saya langsung memutuskan untuk tidak segera membuka link tersebut. Saya pun beralasan sibuk dan akan membukanya nanti malam saja dari tempat yang lebih pribadi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Beberapa saat setelah kejadian itu, saya baru sadar bahwa telah terjadi sesuatu yang HEBAT!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tahukah anda itu artinya apa?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Itu berarti saya sudah memiliki cara berpikir yang hampir sehebat pak Syapaitu, yang &lt;a href="http://bit.ly/1gIsgu"&gt;menolak Miyabi datang karena bermuka mesum&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Coba perhatikan, hanya karena namanya mengandung kata Miyabi, tanpa membuka situsnya, tanpa peduli apa yang dibahas disana, saya langsung menghakimi bahwa situs itu terlalu mesum untuk dibuka di area publik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam pikiran saya, kata “Miyabi” itu sudah terkait erat dengan video-video begituan, tentang hubungan seks tak relijius yang dipenuhi rintihan palsu murahan dan menyebalkan. Karena itulah setiap kali membaca atau mendengar kata “Miyabi”, maka segala data yang tercantol tadi secara otomatis ikut dipanggil dari ingatan. Semuanya terbayang-bayang dan mempengaruhi pengambilan keputusan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kemungkinan, hal yang sama pernah terjadi juga dalam kepala Ulama Syapaitu. Segala bayangan yang muncul membuat beliau menganggap muka Miyabi begitu mesum hingga pantas dicegah kedatangannya di Indonesia. Tidak penting lagi alasan kedatangan Miyabi untuk apa, jika mukanya saja sudah membuat pikiran beliau jadi mesum, apalagi orang lain. Maka pantaslah Miyabi ditolak kehadirannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebenarnya cara berpikir seperti ini terasa cukup religius. Maksud saya lumayan berbau-bau agama gitu. Untuk apa bersulit-sulit mengawasi keliaran pikiran dan mengendalikan birahi? Lebih praktis jika kita singkirkan saja pemicu-pemicu yang tak berdaya itu. Lagi pula, semua aturan suci itu kan dibuat buat untuk memudahkan umat, bukan malah mempersulitnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi….&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Walau merasa punya cara berpikir yang hampir sehebat Ulama… Tapi kok ada rasa tidak nyaman ya. Rasanya masih ada yang mengganjal…. Eits… Bukan itu! Yang ngganjel itu bukan sesuatu di dalam celana kok, tapi di dalam pikiran. Sesuatu yang bikin gelisah. Apa ya?&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=jO6cSq7pfa8:OcATpV_Tb18:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=jO6cSq7pfa8:OcATpV_Tb18:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=jO6cSq7pfa8:OcATpV_Tb18:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=jO6cSq7pfa8:OcATpV_Tb18:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=jO6cSq7pfa8:OcATpV_Tb18:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=jO6cSq7pfa8:OcATpV_Tb18:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhpraset/~4/jO6cSq7pfa8" height="1" width="1"/&gt;</content><author><name>Guh</name></author><source gr:stream-id="feed/http://guhpraset.co.cc/feed/"><id>tag:google.com,2005:reader/feed/http://guhpraset.co.cc/feed/</id><title type="html">guhpraset.co.cc</title><link rel="alternate" href="http://guhpraset.co.cc" type="text/html" /></source><feedburner:origLink>http://guhpraset.co.cc/2009/10/27/miyabi-dan-prasangka-saya-yang-hampir-secanggih-ulama/</feedburner:origLink></entry><entry gr:crawl-timestamp-msec="1255764345931"><id gr:original-id="http://guhpraset.co.cc/?p=747">tag:google.com,2005:reader/item/f3e516c6d3271721</id><category term="FB" /><category term="Opini" /><category term="cinta" /><title type="html">Cinta Sejati! Inikah itu?</title><published>2009-10-17T07:00:13Z</published><updated>2009-10-17T07:00:13Z</updated><link rel="alternate" href="http://feedproxy.google.com/~r/guhpraset/~3/u0KYz5awnxc/" type="text/html" /><content xml:base="http://guhpraset.co.cc/" type="html">&lt;p&gt;Update ini untuk berbagi dugaan yang muncul sebagai hasil bersenang-senang selama beberapa hari.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;. . .&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sepertinya, hampir setiap orang dengan mudah memberikan cintanya jika standar kualitas yang diharapkan terpenuh.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Contohnya begini, untuk mendapatkan sebongkah cinta dari Nona/Tuan X, anda cukup meningkatkan kualitas diri anda hingga melampaui standar yang beliau harapkan. Beda orang tentu beda kualitas yang dia hargai, ini memang harus dicari tahu dulu. Tapi kebanyakan orang selalu menilai dari penampilan dan kelihaian bicara dulu. Setelah itu mungkin tebalnya uang, baru kemudian menilai kualitas yang lain.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lain orang, lain pula kualitas yang dihargai. Mungkin kesehatan, ketajaman pikiran, keberanian,  keuangan, kemapanan, kharisma, kelihaian bicara, penampilan, kepemimpinan, pengabdian, kekuatan, kemampuan memberi perhatian dan lain-lain. Apapun. Malah tak terbatas pada kualitas yang dianggap baik masyarakat. Kadang, kadar anarki yang agak pekat juga dapat mempesona mereka yang menghargai kualitas seperti itu. Saya tidak sedang menuduh abege tertentu lho.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;. . .&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan memiliki berbagai kualitas yang berharga, anda bisa dapatkan cinta dari hampir semua orang, siapapun yang bisa anda penuhi standarnya. Tidak hanya cinta dari orang biasa, tapi juga dari raja dan ratu, guru dan mahaguru, hingga dewa maupun dewi dan tuhan-tuhan sekalipun!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Siapapun dan apapun yang menjual cintanya, dapat anda beli asal anda mampu bayar sesuai harga.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bahkan mereka-mereka yang sudah punya pasangan dan terikat dalam janji sucisumuci sekalipun. Dengan harga yang sesuai, anda bisa beli cintanya. Anda bisa buat mereka meninggalkan (atau setidaknya diam-diam menghianati) pasangannya demi anda. Tentunya yang terakhir ini agak tergantung pada seberapa banyak waktu yang anda rela bayarkan demi mengikis kesetiaan sang penjual pada kontrak imajiner yang dia teken sebelumnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;. . . . . . . . .&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lantas sebenarnya, yang dicintai itu siapa? Anda, atau segala kualitas yang menghiasi sekujur eksistensi anda? Jika segala kualitas yang sekarang menghiasi anda dipindahkan seluruhnya pada seseorang/sesuatu yang lain, akankah sang pecinta tetap mencintai anda?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;. . . . . . . . .&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya tidak tahu. Anda tahu?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;. . . . . . . . .&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Apapun jawaban dari pertanyaan menyebalkan itu, sebaiknya kita selalu menjaga kesehatan lahir maupun batin. Kenapa? Karena gangguan kesehatan macam stroke, atau apapun yang mengganggu daya pikir/ingat/konak, bisa menghilangkan kualitas-kualitas yang selama ini kita tumbuhkembangkan dan memperindah keberadaan kita. Bisa melenyapkan segala kualitas-kualitas yang membuat kita dicintai oleh Dia yang cintanya kita beli.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lenyapnya kualitas-kualitas yang kepadanya cinta Sang Pecinta bersebab, tentu akan membuat beliau depresi. Setiap saat, setiap waktu harus berjuang untuk memilih, tetap setia atau mencari yang lebih berkualitas. Hidup dalam ketersiksaan bodoh yang menyedihkan itu neraka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tuh kan… Saya mulai tergoda untuk menakut-nakuti anda… Maaf, sampai disini saja kalau begitu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;. . . . . . . . .&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selamat meningkatkan kualitas diri,&lt;br&gt;
selamat menikmati daya beli,&lt;br&gt;
selamat menjaga kesehatan,&lt;br&gt;
selamat bercinta!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam Cinta!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;*Sedikit tambahan, siapa tahu lupa terpikir, sebenarnya sudut pandang bisa diubah fleksibel. Setiap kepala bisa jadi pembeli maupun penjual, juga bisa jadi keduanya sekaligus. Setiap penis, vagina, hati dan kepala bisa sibuk bertransaksi. Kalau mau.&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=u0KYz5awnxc:je1JflLK1Ts:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=u0KYz5awnxc:je1JflLK1Ts:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=u0KYz5awnxc:je1JflLK1Ts:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=u0KYz5awnxc:je1JflLK1Ts:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=u0KYz5awnxc:je1JflLK1Ts:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=u0KYz5awnxc:je1JflLK1Ts:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhpraset/~4/u0KYz5awnxc" height="1" width="1"/&gt;</content><author><name>Guh</name></author><source gr:stream-id="feed/http://guhpraset.co.cc/feed/"><id>tag:google.com,2005:reader/feed/http://guhpraset.co.cc/feed/</id><title type="html">guhpraset.co.cc</title><link rel="alternate" href="http://guhpraset.co.cc" type="text/html" /></source><feedburner:origLink>http://guhpraset.co.cc/2009/10/17/cinta-sejati-inikah-itu/</feedburner:origLink></entry><entry gr:crawl-timestamp-msec="1254686747105"><id gr:original-id="http://guhpraset.co.cc/?p=740">tag:google.com,2005:reader/item/251b12a9eda0675d</id><category term="Ngeblog" /><category term="Opini" /><category term="domain" /><category term="gratisan" /><category term="hosting" /><category term="pembenaran" /><title type="html">Kenapa ngeblog pakai layanan gratisan?</title><published>2009-10-04T20:00:31Z</published><updated>2009-10-04T20:00:31Z</updated><link rel="alternate" href="http://feedproxy.google.com/~r/guhpraset/~3/Q883amTwFeA/" type="text/html" /><content xml:base="http://guhpraset.co.cc/" type="html">&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Karena gratis. Ngapain bayar kalau bisa gratis dan tetap legal?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sepirituwal Bianged! Penjelasannya gini. Dengan layanan hosting/domain gratisan kita tidak punya hak untuk menuntut apapun pada pihak hosting jika ternyata terjadi sesuatu pada konten kita. Ini persis seperti hubungan kita dengan semesta. Tiba-tiba kita eksis di alam ini, bebas untuk melakukan perubahan sebesar dan segila apapun yang kita mampu. Kita juga berhak menyebutnya karya kita. Kemudian suatu ketika tiba-tiba semuanya lenyap, bahkan kita sendiri pun ikut lenyap. Zap! Hilang. Dan kita tak bisa menuntut siapapun.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melatih diri untuk bebas dari keterikatan. Jika anda pernah punya kekasih yang kepadanya anda serahkan seluruh hati, kemudian dia membuang anda begitu saja seperti sampah dan langsung menggandeng pasangan yang lebih bermanfaat, anda pasti sadar bahwa ‘mengharapkan sesuatu akan kekal’ adalah aksi yang luar biasa tolol. Seringkali walaupun anda sudah sadar bahwa itu aksi tolol, dan agak menyakitkan, tetap juga anda lupa dan berulang kali tergoda melakukannya. Nah, kehilangan konten berulang kali adalah terapi yang membuat anda selalu sadar bahwa tak ada yang akan kekal. Tapi untuk ini anda perlu memilih hosting yang stabilitasnya cukup buruk.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyadarkan diri bahwa tak ada yang sempurna. Hosting stabil, full support php mutahir, mysql versi oke, benwit guwede, support curl, support bla blah dsb dan semuanya bisa didapat dengan gratis. Tentu sangat menggiurkan. Dan setelah anda register dan menjalaninya, ternyata ada saja masalah. Ada saja script yang tak bisa jalan karena ada limitasi terkutuk. Atau mungkin ban tanpa alasan. Akan terjadi segala hal menyebalkan yang bisa menyadarkan anda bahwa tak ada yang sempurna. Semoga kesadaran ini bisa terbawa saat anda menjerumuskan diri terlalu dalam dalam sebuah romansa dengan manusia romantis bertubuh erotis. Semoga anda bisa tetap sadar bahwa mahadewi/dewa dalam pelukan anda  juga ada cacatnya. Semoga saja cacatnya bukan dalam kemampuannya untuk setia, ha.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apalagi?&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=Q883amTwFeA:zYNCUZpQ2D8:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=Q883amTwFeA:zYNCUZpQ2D8:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=Q883amTwFeA:zYNCUZpQ2D8:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=Q883amTwFeA:zYNCUZpQ2D8:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=Q883amTwFeA:zYNCUZpQ2D8:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=Q883amTwFeA:zYNCUZpQ2D8:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhpraset/~4/Q883amTwFeA" height="1" width="1"/&gt;</content><author><name>Guh</name></author><source gr:stream-id="feed/http://guhpraset.co.cc/feed/"><id>tag:google.com,2005:reader/feed/http://guhpraset.co.cc/feed/</id><title type="html">guhpraset.co.cc</title><link rel="alternate" href="http://guhpraset.co.cc" type="text/html" /></source><feedburner:origLink>http://guhpraset.co.cc/2009/10/05/kenapa-ngeblog-pakai-layanan-gratisan/</feedburner:origLink></entry><entry gr:crawl-timestamp-msec="1253533117785"><id gr:original-id="http://guhpraset.co.cc/?p=730">tag:google.com,2005:reader/item/12b59852bc5ff035</id><category term="Ngeblog" /><category term="Opini" /><category term="blogging" /><category term="domain" /><category term="hosting" /><category term="pembenaran" /><title type="html">Kenapa ngeblog dengan layanan berbayar?</title><published>2009-09-21T11:00:51Z</published><updated>2009-09-21T11:00:51Z</updated><link rel="alternate" href="http://feedproxy.google.com/~r/guhpraset/~3/eRNrXDVv0mI/" type="text/html" /><content xml:base="http://guhpraset.co.cc/" type="html">&lt;p&gt;Harga hosting dan domain sudah terjangkau. Paling harganya berapa sih? Bahkan penghasilan seorang pengemis dalam sehari, apalagi di bulan suci kemarin pun cukup untuk sewa tempat dan alamat lebih dari setahun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan menggunakan dot com sendiri, anda bisa tampil lebih berwibawa. Kelihatan modal. Tampak ngeblog lebih niat. Apa yang dituliskan juga tampak jadi lebih kredibel, hingga kemungkinan disimak dan dipikirkan oleh pembaca lebih besar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Aksesibilitas blog anda juga lebih terjamin. Server hosting berbayar hampir selalu lebih cepat dan stabil. Bandingkan dengan gratisan yang bisa off line kapan saja dengan alasan apapun. Pembaca mungkin akan memaki blog anda yang eksistensinya tak dapat diandalkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dan yang paling penting, ada jaminan konten kita tidak lenyap begitu saja. Karena kita sudah membayar, maka kita berhak mendapatkan jaminan keamanan. Ada yang bertanggung jawab menjaga karya kita. Bandingkan dengan tempat gratisan, saat terjadi apa-apa, anda tak akan bisa menuntut siapapun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ada lagi?&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=eRNrXDVv0mI:LrpXJa3s1y4:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=eRNrXDVv0mI:LrpXJa3s1y4:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=eRNrXDVv0mI:LrpXJa3s1y4:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=eRNrXDVv0mI:LrpXJa3s1y4:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=eRNrXDVv0mI:LrpXJa3s1y4:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=eRNrXDVv0mI:LrpXJa3s1y4:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhpraset/~4/eRNrXDVv0mI" height="1" width="1"/&gt;</content><author><name>Guh</name></author><source gr:stream-id="feed/http://guhpraset.co.cc/feed/"><id>tag:google.com,2005:reader/feed/http://guhpraset.co.cc/feed/</id><title type="html">guhpraset.co.cc</title><link rel="alternate" href="http://guhpraset.co.cc" type="text/html" /></source><feedburner:origLink>http://guhpraset.co.cc/2009/09/21/kenapa-ngeblog-dengan-layanan-berbayar/</feedburner:origLink></entry><entry gr:crawl-timestamp-msec="1253235817732"><id gr:original-id="http://guhpraset.co.cc/?p=667">tag:google.com,2005:reader/item/e2bf488f4510c16b</id><category term="Cerita" /><category term="Kebinekaan" /><category term="Opini" /><category term="agama" /><category term="indonesia" /><category term="islam" /><category term="konspirasi" /><category term="nasionalisme" /><category term="terrorisme" /><title type="html">Ingin Belajar Melihat Lebih Dalam</title><published>2009-09-17T16:33:22Z</published><updated>2009-09-17T16:33:22Z</updated><link rel="alternate" href="http://feedproxy.google.com/~r/guhpraset/~3/M7HcpKEgYrs/" type="text/html" /><content xml:base="http://guhpraset.co.cc/" type="html">&lt;p&gt;Suatu sore, sambil fesbukan dan browsing tak tentu arah, saya sekilas memperhatikan debat antara mereka yang membela dan menghujat kriminal religius (para peledak bom). Sebagai hasil dari membelanjakan waktu untuk itu, saya menangkap beberapa poin sebagai berikut:&lt;/p&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Ada pembiaran yang sengaja berlarut-larut. Dipermukaan ada drama-drama dimana kriminal religius diburu dan dibunuhi. Dibalik itu, para pemuka agama yang mendukung paham kebencian dibiarkan terus merekrut murid baru.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Aksi memburu penjahat religius selalu menyita perhatian rakyat. Bom, kekerasan dan kebencian atas nama agama segera memenuhi seluruh slot berita. Kadang hingga berhari-hari TV isinya itu-itu saja. Penonton pun lupa sama yang lain sebelum kembali sadar untuk melanjutkan nonton sinetron.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ada masalah ekonomi. Disebabkan antara lain oleh kebijakan-kebijakan yang memiskinkan, korupsi dan obral berbagai aset negara yang dilakukan dengan semena-mena demi kesejahteraan orang-orang tertentu saja.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ada pembodohan sistematis dimana sejak kecil manusia Indonesia dikotak-kotakan berdasarkan agama, dipersiapkan untuk jadi agen disintegrasi. Sebagian terpilih diajarkan pengkafiran dan rasa paling benar sendiri, hingga lebih mudah diajak membunuh golongan liyan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ada orang-orang yang merasa agamanya terus saja dizalimi. Rasa terzalimi terus ini dipupuk sedemikian rupa sampai tahap dimana mereka bisa mencari pembenaran atas terbunuhnya pihak-pihak yang bahkan tidak ada kaitannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ada orang-orang yang terus diam, tidak peduli pada apapun yang terjadi. Selama kenyamanan mereka tidak terusik secara langsung, mereka tak ambil pusing.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ada import budaya, doktrin dan cara pikir tanpa filter. Dari Arab. Dari USA. Dari India. Juga dari mana-mana termasuk Cina.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ada masalah lain yang sebenarnya cukup serius. Tapi tak mendapat perhatian layak. Mulai dari satwa yang hampir punah, pembalakan hutan demi kekayaan keluarga tertentu, penambangan gila-gilaan yang uangnya entah kemana, lenyapnya bibit petani, mahal dan berbahayanya produk pendukung pertanian, buah impor yang mengandung zat mengerikan, pembungkaman dan penghilangan semena-mena, aksi dumping membunuhi industri lokal, pejabat yang bekerja untuk kepentingan asing, dll yang semuanya lenyap tak terbahas oleh media yang kompak sibuk membahas  mampusnya penjahat dalam toilet.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ada ajaran tentang kenikmatan luar biasa dibalik kematian, yang bisa didapat sebagai imbalan dari memperjuangkan kelangsungan hidup dan kejayaan ajaran agama.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;p&gt;Baru dapat poin segitu saja, pikiran saya langsung tergoda mengarang teori konspirasi…&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi kok ternyata masih bingung. Mungkin karena jarang dilatih berpikir, jadi sulit membuat keterkaitan antara poin-poin diatas. Mungkinkah ada poin yang tak tercatat? Mungkin anda punya tambahan fakta supaya gambarnya jadi lebih jelas? Jika anda sudah melihat keterkaitannya, sudikah anda berbagi dan mengajari saya untuk melihat lebih dalam?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Kalau anda terlalu malu atau kurang percaya diri ya tidak usah diungkapkan pun tak apa. Terpikir saja itu sudah cukup. Berarti tujuan tulisan ini hampir tercapai ;)&lt;br&gt;
&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terimakasih.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam Indonesia!&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=M7HcpKEgYrs:_Bdgtqdp7IM:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=M7HcpKEgYrs:_Bdgtqdp7IM:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=M7HcpKEgYrs:_Bdgtqdp7IM:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=M7HcpKEgYrs:_Bdgtqdp7IM:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=M7HcpKEgYrs:_Bdgtqdp7IM:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=M7HcpKEgYrs:_Bdgtqdp7IM:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhpraset/~4/M7HcpKEgYrs" height="1" width="1"/&gt;</content><author><name>Guh</name></author><source gr:stream-id="feed/http://guhpraset.co.cc/feed/"><id>tag:google.com,2005:reader/feed/http://guhpraset.co.cc/feed/</id><title type="html">guhpraset.co.cc</title><link rel="alternate" href="http://guhpraset.co.cc" type="text/html" /></source><feedburner:origLink>http://guhpraset.co.cc/2009/09/17/ingin-belajar-melihat-lebih-dalam/</feedburner:origLink></entry><entry gr:crawl-timestamp-msec="1252513608263"><id gr:original-id="http://guhpraset.wordpress.com/?p=1388">tag:google.com,2005:reader/item/d75d10bf50c8cfac</id><category term="kegilaan" /><category term="candu" /><category term="terapi" /><title type="html">Melepaskan Candu</title><published>2009-09-09T14:30:34Z</published><updated>2009-09-09T14:30:34Z</updated><link rel="alternate" href="http://feedproxy.google.com/~r/guhpraset/~3/ASGqSyV6Kws/" type="text/html" /><media:group><media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7604fc5fbb1fe14c398df51eb601a95?s=96&amp;d=monsterid&amp;r=G" /></media:group><content xml:base="http://guhpraset.wordpress.com/" type="html">&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;p&gt;Salah satu cara melepaskan diri dari kecanduan agama adalah sengaja membatalkan puasa 15 menit sebelum azan. Dari situ bisa dilihat sebesar apa ketakutan kita pada doktrin dosa-pahala, surga-neraka dan angkara tuhan. Akan tampak juga pamrih apa saja yang menyertai puasa kita.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagaimana melepaskan diri dari candu internet? Puasa internet.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bukan berhenti sama sekali, tapi cukup (sangat) membatasi diri dalam mengaksesnya. Hanya sebatas untuk hal-hal darurat (macam transfer duit). Lihat, sebesar apa ketakutan anda akan hilangnya informasi.. dan eksistensi ;)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Puasa internet sampai lebaran sepertinya menarik. Saya akan mencobanya. Mohon maaf kalau hal ini membuat saya jadi (lebih) tidak responsif pada pesan-pesan anda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terimakasih.&lt;/p&gt;
 Tagged: candu, terapi &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guhpraset.wordpress.com/1388/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guhpraset.wordpress.com/1388/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/guhpraset.wordpress.com/1388/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/guhpraset.wordpress.com/1388/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/guhpraset.wordpress.com/1388/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/guhpraset.wordpress.com/1388/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/guhpraset.wordpress.com/1388/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/guhpraset.wordpress.com/1388/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/guhpraset.wordpress.com/1388/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/guhpraset.wordpress.com/1388/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&amp;amp;blog=1165404&amp;amp;post=1388&amp;amp;subd=guhpraset&amp;amp;ref=&amp;amp;feed=1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=ASGqSyV6Kws:sK_DGJpfgHI:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=ASGqSyV6Kws:sK_DGJpfgHI:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=ASGqSyV6Kws:sK_DGJpfgHI:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=ASGqSyV6Kws:sK_DGJpfgHI:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=ASGqSyV6Kws:sK_DGJpfgHI:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=ASGqSyV6Kws:sK_DGJpfgHI:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhpraset/~4/ASGqSyV6Kws" height="1" width="1"/&gt;</content><author><name>Guh</name></author><source gr:stream-id="feed/http://guhpraset.wordpress.com/feed/"><id>tag:google.com,2005:reader/feed/http://guhpraset.wordpress.com/feed/</id><title type="html">Guh</title><link rel="alternate" href="http://guhpraset.wordpress.com" type="text/html" /></source><feedburner:origLink>http://guhpraset.wordpress.com/2009/09/09/melepaskan-candu/</feedburner:origLink></entry><entry gr:crawl-timestamp-msec="1252240443742"><id gr:original-id="http://guhpraset.wordpress.com/?p=1375">tag:google.com,2005:reader/item/aabd5b0913768886</id><category term="bebas" /><category term="kegilaan" /><category term="anak haram" /><category term="doktrin" /><category term="kekuasaan" /><category term="kenyamanan" /><category term="manipulasi" /><category term="seks" /><title type="html">Dewan Mesum, CD Kresek sampai Mukjizat Pola Pikir Biner</title><published>2009-09-06T11:00:46Z</published><updated>2009-09-06T11:00:46Z</updated><link rel="alternate" href="http://feedproxy.google.com/~r/guhpraset/~3/PuEvO15rQHU/" type="text/html" /><media:group><media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7604fc5fbb1fe14c398df51eb601a95?s=96&amp;d=monsterid&amp;r=G" /></media:group><content xml:base="http://guhpraset.wordpress.com/" type="html">&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;p&gt;Suatu ketika di negeri antah berantah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Untuk menyambut sebuah bulan yang sangat tidak suci, sebuah Peraturan Dusun (Perdu) yang baru diusulkan oleh beberapa oknum  Dewan Perwakilan Dusun (DPDu). Mereka adalah anggota terhormat yang merasa lebih suci dari yang lain, karena kedekatan dan ketaatan mereka pada Dukun setempat. Tujuan Perdu baru ini adalah untuk mencegah perzinahan (interaksi seksual yang dilakukan tanpa restu Dukun).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di dusun ini, seks yang dilakukan tanpa restu Dukun memang dianggap zinah dan sangat amat terlarang. Seks macam itu jelas dilakukan oleh orang-orang yang kadar ketakutannya pada Dukun kurang pekat. Bayi-bayi yang lahir dari aksi mereka, mungkin sekali akan mengikuti kekafiran orang tuanya. Anak-anak mereka akan lebih sulit didoktrin untuk takut dan nurut pada sang maha Dukun. Jika itu dibiarkan, suplai kader baru bisa terganggu. Jika regenerasi terus terganggu, lama-kelamaan sang Dukun bisa kehabisan umat. Ini ancaman mengerikan bagi eksistensi sang Dukun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Maka itulah, dengan cara apapun, sang Dukun memanipulasi pengikut setianya untuk meregulasi setiap aksi seksual agar hanya melahirkan kader baru yang mudah didoktrin, dalam jumlah sebanyak-banyaknya, kalau perlu dari beberapa rahim. Tentu saja dari rahim-rahim yang dihamili dibawah restu Dukun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;Untuk memastikan segalanya dilakukan dibawah restu si maha Dukun, sanksi horor pun  ditimpakan pada setiap pelanggar. Si terhukum akan disiksa, dicambuki layaknya binatang jalang di depan ribuan penonton di alun-alun. Ini untuk memberikan efek psikologis yang sebesar-besarnya pada terhukum maupun penonton, agar tidak ada yang berani mengulang kesalahan yang sama. Selain itu, bayi-bayi yang terlanjur lahir tanpa restu Dukun juga hidupnya harus selalu dipersulit. Pemberian cap haram atas eksistensi si bayi tidak cukup, harus ditambah dengan berbagai penjegalan dan penyulitan dalam setiap tahap birokrasi yang dilalui seumur hidupnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Perdu yang diusulkan ini pun sebenarnya sebuah inovasi baru untuk memastikan kelanggengan kuasa Dukun. Perda ini mewajibkan setiap perempuan untuk mengenakan celana dalam dari bahan plastik kresek. Berikut ini adalah penjelasan jenius dari seorang nara sumber yang wajahnya memancarkan cahaya surgawi:&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Plastik kresek dipilih berdasarkan penelitian bertahun-tahun yang dilakukan oleh para ilmuwan kita yang beriman. Plastik merupakan materi yang kedap air maupun udara. Kekedapan ini  mampu mencegah tersebarnya aroma iblis bernama pheromon, sebuah zat yang konon keluar dari alat kelamin perempuan, mengotori udara dan mempengaruhi limbik para lelaki yang tanpa sadar menghirupnya. Limbik yang terpengaruh pheromon akan membuat lelaki terangsang, jatuh dalam godaan syaitanirojim, terjerumus kedalam perzinahan terkutuk, lalu di akhirat akan disiksa di neraka, disatai dan dibakar dengan keji oleh Tuhan selama 666 tahun dalam panas yang tidak terbayangkan oleh manusia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain sifatnya yang kedap, bunyinya yang kresek-kresek akan memudahkan aparat kita dalam memeriksa apakah seorang perempuan sudah mengenakan celana dalam. Jadi tidak perlu memelorotkan celana atau menyingkap rok setiap perempuan, cukup mendekatkan telinga untuk menyimak apakah ada bunyi kresek-kresek saat mereka bergerak.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Saat pertamakali peraturan ini diajukan dalam rapat, banyak dari peserta rapat yang terjungkal dari kursinya karena gagal mengendalikan ledakan tawa. Beberapa malah diangkut ke rumah sakit tanpa sempat membawa draftnya untuk dipelajari bersama suster seksi di bangsal VIP.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Walau awalnya banyak penolakan, namun berkat rahmat Dukun yang sejak dulu telah mengajarkan cara berpikir biner, akhirnya para pengusung perdu cd kresek berhasil memaksa seluruh anggota untuk mengatakan setuju. Mukjizat pola pikir biner ini membuat tak ada satupun anggota dewan yang berani mengatakan tidak. Sederhana saja, perda ini diusulkan untuk mencegah perzinahan, jadi siapapun yang menolak, bahkan abstain sekalipun, akan dianggap mendukung perzinahan. Dan anggota dewan yang mendukung perzinahan tentu pantas dicopot dari jabatannya. Itu artinya akan kehilangan segala kenyamanan dari tunjangan dan gaji yang luar biasa besar. Singkatnya, tak ada satupun yang berani menolak. Daripada kenyamanan pribadinya terancam, lebih baik cari aman dan bersetuju.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Begitulah, sejak disyahkannya perdu itu, setiap wanita di dusun tersebut mematuhi Dukun yang maha kuasa, mengenakan cd kresek kemana-mana. Semua warga semakin yakin akan masuk surga sehingga hidup lumayan berbahagia selama sisa hidupnya. Sedangkan beberapa oknum yang baru menyadari mukjizat dari pola pikir biner semakin kreatif dalam mencipta berbagai perdu lain  yang makin hari isinya semakin ajaib.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;- – - – - – - – -&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Begitulah. Mohon maaf kalau masih kurang fiktif, maunya sih bikin cerpen, kok jadinya malah gituan. Terimakasih sudah membaca.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam Indonesia.&lt;/p&gt;
 Tagged: anak haram, doktrin, kekuasaan, kenyamanan, manipulasi, seks &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guhpraset.wordpress.com/1375/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guhpraset.wordpress.com/1375/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/guhpraset.wordpress.com/1375/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/guhpraset.wordpress.com/1375/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/guhpraset.wordpress.com/1375/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/guhpraset.wordpress.com/1375/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/guhpraset.wordpress.com/1375/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/guhpraset.wordpress.com/1375/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/guhpraset.wordpress.com/1375/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/guhpraset.wordpress.com/1375/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&amp;amp;blog=1165404&amp;amp;post=1375&amp;amp;subd=guhpraset&amp;amp;ref=&amp;amp;feed=1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=PuEvO15rQHU:Dr5v8mkPrw0:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=PuEvO15rQHU:Dr5v8mkPrw0:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=PuEvO15rQHU:Dr5v8mkPrw0:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=PuEvO15rQHU:Dr5v8mkPrw0:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=PuEvO15rQHU:Dr5v8mkPrw0:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=PuEvO15rQHU:Dr5v8mkPrw0:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhpraset/~4/PuEvO15rQHU" height="1" width="1"/&gt;</content><author><name>Guh</name></author><source gr:stream-id="feed/http://guhpraset.wordpress.com/feed/"><id>tag:google.com,2005:reader/feed/http://guhpraset.wordpress.com/feed/</id><title type="html">Guh</title><link rel="alternate" href="http://guhpraset.wordpress.com" type="text/html" /></source><feedburner:origLink>http://guhpraset.wordpress.com/2009/09/06/dewan-mesum-cd-kresek-sampai-mukjizat-pola-pikir-biner/</feedburner:origLink></entry><entry gr:crawl-timestamp-msec="1252064360810"><id gr:original-id="http://guhpraset.wordpress.com/?p=1364">tag:google.com,2005:reader/item/69f4dd7aa3e05607</id><category term="bebas" /><category term="kegilaan" /><category term="biker" /><category term="helm" /><category term="safety riding" /><title type="html">Si Seksi Bukan Bagasi</title><published>2009-09-04T11:00:38Z</published><updated>2009-09-04T11:00:38Z</updated><link rel="alternate" href="http://feedproxy.google.com/~r/guhpraset/~3/VgLbk8p72Zo/" type="text/html" /><media:group><media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7604fc5fbb1fe14c398df51eb601a95?s=96&amp;d=monsterid&amp;r=G" /></media:group><media:group><media:content url="http://guhpraset.files.wordpress.com/2009/09/cintatanpahelm.jpg?w=238" /></media:group><content xml:base="http://guhpraset.wordpress.com/" type="html">&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://guhpraset.files.wordpress.com/2009/09/cintatanpahelm.jpg"&gt;&lt;img title="cintaTanpaHelm" src="http://guhpraset.files.wordpress.com/2009/09/cintatanpahelm.jpg?w=238&amp;amp;h=300" alt="cintaTanpaHelm" width="238" height="300"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align:center"&gt;&lt;strong&gt;Wahai pejantan nan gagah perkasa,&lt;br&gt;
Dindamu itu bukan sekedar bagasi,&lt;br&gt;
Wujud seksi itu adalah manusia.&lt;br&gt;
Seperti dirimu, diapun layak dihormati.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align:center"&gt;&lt;strong&gt;Wahai betina seksi nan mengundang berahi,&lt;br&gt;
selaput daramu bukan satu-satunya yang berharga,&lt;br&gt;
kepalamu yang konon isinya otak pun pantas dilindungi.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align:center"&gt;&lt;strong&gt;Tak perlu ancaman tilang dari aparat gila,&lt;br&gt;
cinta menyediakan helm ter-aman yang bisa terbeli.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style="text-align:center"&gt;&lt;strong&gt;Pria yang punya selera, punya hormat untuk setiap kepala.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;- – - – - – - – -&lt;br&gt;
Agustus 2009&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dari seseorang yang belum menemukan &lt;span style="text-decoration:line-through"&gt;cinta&lt;/span&gt; partner untuk seks&lt;br&gt;
Ditulis setelah berjuang menyingkirkan iri dengki keki&lt;br&gt;
Untuk para keparat yang bermesraan di atas motor, tanpa helm.&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;p&gt;Direvisi 6 September setelah membaca &lt;a title="Dont call again please" href="http://bangaip.org/2009/09/dont-call-again-please/"&gt;sebuah pencerahan&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
 Tagged: biker, helm, safety riding &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guhpraset.wordpress.com/1364/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guhpraset.wordpress.com/1364/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/guhpraset.wordpress.com/1364/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/guhpraset.wordpress.com/1364/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/guhpraset.wordpress.com/1364/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/guhpraset.wordpress.com/1364/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/guhpraset.wordpress.com/1364/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/guhpraset.wordpress.com/1364/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/guhpraset.wordpress.com/1364/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/guhpraset.wordpress.com/1364/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&amp;amp;blog=1165404&amp;amp;post=1364&amp;amp;subd=guhpraset&amp;amp;ref=&amp;amp;feed=1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=VgLbk8p72Zo:tcCmyy7WY6k:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=VgLbk8p72Zo:tcCmyy7WY6k:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=VgLbk8p72Zo:tcCmyy7WY6k:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=VgLbk8p72Zo:tcCmyy7WY6k:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=VgLbk8p72Zo:tcCmyy7WY6k:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=VgLbk8p72Zo:tcCmyy7WY6k:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhpraset/~4/VgLbk8p72Zo" height="1" width="1"/&gt;</content><author><name>Guh</name></author><source gr:stream-id="feed/http://guhpraset.wordpress.com/feed/"><id>tag:google.com,2005:reader/feed/http://guhpraset.wordpress.com/feed/</id><title type="html">Guh</title><link rel="alternate" href="http://guhpraset.wordpress.com" type="text/html" /></source><feedburner:origLink>http://guhpraset.wordpress.com/2009/09/04/si-seksi-bukan-bagasi/</feedburner:origLink></entry><entry gr:crawl-timestamp-msec="1251456426556"><id gr:original-id="http://guhpraset.wordpress.com/?p=1348">tag:google.com,2005:reader/item/dd3719b745f0250d</id><category term="bebas" /><category term="kegilaan" /><category term="indonesia" /><category term="malaysia" /><category term="pembajakan" /><title type="html">Manfaat konflik Indonesia-Malaysia</title><published>2009-08-28T10:00:56Z</published><updated>2009-08-28T10:00:56Z</updated><link rel="alternate" href="http://feedproxy.google.com/~r/guhpraset/~3/ypIbd1wdPh8/" type="text/html" /><media:group><media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7604fc5fbb1fe14c398df51eb601a95?s=96&amp;d=monsterid&amp;r=G" /></media:group><content xml:base="http://guhpraset.wordpress.com/" type="html">&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;p&gt;Kemarin dulu, kawan yang adalah warga negara Indonesia, menulis banyak hujatan untuk lawannya menggunakan komputer ber-Windows bajakan. Jendela hujat-messenger-nya terbuka diantara jendela MS Office dan Photo Shop cracked (bajakan). Semua dilakukan sambil mendengarkan MP3 yang disalin dari CD beli 10 ribuan rupiah (bajakan). Mungkin, di Malaysia sana, pihak yang sedang dihujat juga melakukan pembelaan diri dari komputer yang dipenuhi barang bajakan. Sambil mendengarkan senandung artis yang korban pembajakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hebatnya, mereka ini saling hujat karena meributkan “aksi pembajakan” yang didukung pemerintah Malaysia :)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bukan, kali ini saya bukan mau sok suci menghakimi aksi para munafik yang ribut tentang Hak Kekayaan Imajiner. Kali ini justru sedang berusaha melihat manfaat-manfaat yang mungkin lupa disyukuri.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Manfaat bagi Indonesia:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Konflik dengan negara tetangga ini membakar semangat kebersamaan. Membuat rasa nasionalisme berkobar. Tiba-tiba kita punya musuh bersama, untuk kita maki bersama-sama.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bagi sebagian yang berpikir, bisa membayangkan rasa tak nyaman yang timbul saat sebuah karya komersil dibajak tanpa ijin untuk tujuan komersil.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Media massa tiba-tiba penuh dengan berita yang itu-itu saja. Para penguasa yang ingin menyembunyikan sesuatu dari ekspos media bisa rileks dan menurunkan tekanan darahnya. Masalah syariat Aceh, freeportnya papua, keinginan natuna untuk merdeka dan entah mana lagi bisa dilupakan sementara.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika dibakar lebih lanjut, mungkin bisa dijadikan alasan untuk ‘praktek kerja lapangan’ bagi para tentara kita. Sekali-kali perang betulan bisa untuk menguji hasil latihan dan promosi barang-barang pindad.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p&gt;Manfaat untuk Malaysia:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Membuka mata generasi muda Malaysia, ternyata bangsanya (terutama generasi tuanya) tak mampu berkreasi lagi hingga terpaksa mengklaim karya tetangga.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memicu pertanyaan generasi mudanya, ada apa dengan budaya negerinya? Kenapa kreatifitas bangsanya demikian menyedihkan? Apa karena terlalu banyak memikirkan agama? Apa karena terlalu banyak impor budaya arabia? Ups. Maaf.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Andai Indonesia memutuskan menyerang, Malaysia akan diuntungkan. Perang bisa membangkitkan lagi semangat kebersamaan dan persatuan Rakyat Malaysia yang selama ini terus dikoyak-koyak agama dan isu bumi putera.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p&gt;Manfaat untuk saya?&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Jadi bahan untuk menulis dengan semena-mena, demi menghindari rasa bersalah akibat lama tak update blog.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p&gt;Manfaat untuk anda?&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Hehe, anda bisa coba memikirkan (dengan liar) apa saja terjadi dibalik semua yang terlihat dan berbagi respon yang inspiratif.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p&gt;-&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam Indonesia&lt;/p&gt;
 Tagged: indonesia, malaysia, pembajakan &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guhpraset.wordpress.com/1348/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guhpraset.wordpress.com/1348/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/guhpraset.wordpress.com/1348/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/guhpraset.wordpress.com/1348/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/guhpraset.wordpress.com/1348/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/guhpraset.wordpress.com/1348/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/guhpraset.wordpress.com/1348/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/guhpraset.wordpress.com/1348/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/guhpraset.wordpress.com/1348/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/guhpraset.wordpress.com/1348/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&amp;amp;blog=1165404&amp;amp;post=1348&amp;amp;subd=guhpraset&amp;amp;ref=&amp;amp;feed=1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=ypIbd1wdPh8:8bKEOwLRWKg:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=ypIbd1wdPh8:8bKEOwLRWKg:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=ypIbd1wdPh8:8bKEOwLRWKg:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=ypIbd1wdPh8:8bKEOwLRWKg:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=ypIbd1wdPh8:8bKEOwLRWKg:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=ypIbd1wdPh8:8bKEOwLRWKg:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhpraset/~4/ypIbd1wdPh8" height="1" width="1"/&gt;</content><author><name>Guh</name></author><source gr:stream-id="feed/http://guhpraset.wordpress.com/feed/"><id>tag:google.com,2005:reader/feed/http://guhpraset.wordpress.com/feed/</id><title type="html">Guh</title><link rel="alternate" href="http://guhpraset.wordpress.com" type="text/html" /></source><feedburner:origLink>http://guhpraset.wordpress.com/2009/08/28/manfaat-konflik-indonesia-malaysia/</feedburner:origLink></entry><entry gr:crawl-timestamp-msec="1250660798553"><id gr:original-id="http://guhpraset.wordpress.com/?p=1302">tag:google.com,2005:reader/item/29640671a8052139</id><category term="bebas" /><category term="kegilaan" /><category term="agama" /><category term="belenggu" /><category term="harga mati" /><category term="ideologi" /><category term="marketing" /><title type="html">Menelan Buntelan Suci</title><published>2009-08-19T05:00:14Z</published><updated>2009-08-19T05:00:14Z</updated><link rel="alternate" href="http://feedproxy.google.com/~r/guhpraset/~3/gi072qREpPI/" type="text/html" /><media:group><media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7604fc5fbb1fe14c398df51eb601a95?s=96&amp;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&amp;r=G" /></media:group><content xml:base="http://guhpraset.wordpress.com/" type="html">&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;p&gt;Suatu hari di sebuah Gerai alat telekomunikasi ragawi:&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;“Mbak, kalau saya beli modemnya aja boleh ndak?” Tanya Mas Ganteng pada Mbak Seksi diseberang meja kaca tembus pandang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Maaf Bapak, tidak bisa. Modem ini bisa diperoleh jika bapak beli paket XXX unlimited” Jawab Mbak Seksi seraya sibuk merapikan rok mininya yang memang dirancang amat pendek.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sambil berjuang untuk tidak menonton aksi &lt;em&gt;upskirt&lt;/em&gt;, Mas Ganteng berkata lagi “Oooh… kalau saya beli paket XXX unlimitednya saja tanpa modem, gimana?”&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Tidak bisa juga, Bapak. Ini sudah paket, kalau ambil XXX unlimited, maka bapak dapat modemnya dengan harga khusus, kala….” Belum sempat mbak seksi melanjutkan, Mas Ganteng memotong “Kalau saya minta nomor HP anda, supaya nanti malam bisa telpon minta penjelasan lebih lengkap, boleh?” Si Mas Bertanya dengan suara yang tiba-tiba jadi bariton menenangkan.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;Ok, cukup, cukup…&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sekarang kita perhatikan latar fragmen diatas: Trik penjualan dengan bundel, atau buntel…? Aduh maaf, karena saya bukan orang marketing, jadi boleh ignoran+sok tahu dikit soal ini, ya? Ok, apapun itu namanya, intinya adalah menggabung beberapa item sekaligus dalam satu buntelan, biasanya buntelan itu akan diberi label menarik seperti  paket “Huwemat Bwangedz”, lalu dijual per-buntel. Pembeli hanya bisa mendapatkannya sebagai satu buntelan utuh, tidak boleh per item.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Satu contoh lagi, sebuah &lt;em&gt;vendor&lt;/em&gt; menjual paket berisi selusin Kondom bergerigi, satu Vibrator merk Jannah, Pelumas Derox, 2 batre AAA asli dumping RRC, dan secuil Bangkai Tikus Piti. Mereka namai buntelan itu sebagai “Paket sBulan sokSuci”. Anda sebagai pembeli tidak boleh beli vibratornya saja atau kondomnya saja. Walau anda tahu batrenya tak lebih dari sampah merkuri, dan cuilan bangkai tikusnya juga tak berguna, tetap saja anda harus membayar semuanya sebagai “Paket sBulan sokSuci”.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Walau tidak selalu, kadang-kadang tujuan pembuntelan macam itu memang untuk menjual barang-barang yang sulit dijual. Produk-produk yang jika berdiri sendiri tak bakal laku, setelah dimasukkan bundel bisa laris manis dipasaran.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;. . . _ _ _ . . .&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Trik yang sama terbukti bermanfaat dalam memasarkan produk-produk rohani dan sejenisnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Misalnya, produk yang ingin dipasarkan adalah pembodohan, terror dan kebencian. Maka siapkan saja sebuntel pasal sebagai berikut:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Jangan engkau mencuri, sebagaimana kaum sebelum kamu juga dilarang mencuri&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan makan daging manusia, pada hari ini, aku resmikan saran ini sebagai harga mati&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan meludah kearah datangnya angin, merugilah orang-orang yang tak menggunakan akalnya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan kau menusuk dari belakang, karena rasanya sakit, sakit minta ampyun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Patuhi rambu-rambu lalu lintas saat ada polisi, sungguh beruntung orang-orang yang berpikir&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dan beberapa ratus pasal lain yang isinya dapat saja berupa anjuran logis sederhana. Yang penting disampaikan secara berbelit dan puitis sedemikian rupa hingga terasa surgawi dan multitafsir.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p&gt;Kemudian sekian ratus pasal itu di buntel dan dilabeli sebagai “666 Perintah Dewi Pengulum Pedang(DPP)”, atau “Kitab Berkhasiat Si Maha Jenggot (SMJ)”, atau apapun. Yang penting kaitkan paket itu dengan siapapun yang sudah punya branding oke. Sesuatu yang diyakini punya kekuatan luar biasa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di pasar, para pembelinya akan menerima buntelan itu sebagai satu kesatuan yang utuh yang tak terpisahkan. Kenapa? Karena buntelan ini sudah dikaitkan erat dengan tokoh hebat yang punya branding luar biasa (DPP/SMJ), yang begitu hebatnya hingga tidak boleh dibantah apalagi diragukan keluarbiasaannya. Pokoknya, buntelan ini tidak boleh dibongkar untuk dikritisi isinya satu-persatu. Apalagi dipreteli dan disaring mana yang baik dan mana yang sampah. Dosa itu. Dosa banget.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Karena yang namanya buntelan (terutama buntelan suci) harus selalu ditelan bulat-bulat, maka terbukalah kesempatan untuk menyelipkan “inti sari” dari buntelan itu, yang tak lain adalah produk yang ingin dipasarkan, dalam contoh ini adalah kebencian, pembodohan dan terror.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tentu perlu diselipkan juga beberapa pasal untuk kepentingan pemasaran (bonus bagi yang merekrut konsumen baru), menyerang kompetitor (cap sesat bagi jidat liyan) maupun untuk memastikan loyalitas pelanggan (eksekusi mati pembelot yang beralih ke produk lain) dan apapun apapun yang dianggap perlu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Diantara sekian banyak pasal yang menganjurkan kebaikan-kebaikan praktis dan gampang dinalar, sisipan beberapa pasal ajaran keji tentu sulit disadari. Apalagi jika produk pembodohannya sudah dihayati.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Walau suatu ketika ada pembeli menyadari pasal-pasal mencurigakan, itupun tidak jadi masalah. Kan semuanya harus tetap ditelan. Menerima buntelan suci memang harus kaffah. Menolak satu saja dari isi buntelan, maka si penolak dianggap bukan umat yang baik, bukan konsumen yang loyal. Siapapun yang mengkritisi, apalagi menolak satupun pasal, akan didaulat sebagai pendosa yang sudah membangkang terhadap sabda DPP, atau SMJ. Jika para konsumen setia tidak berhasil menyakiti dia di dunia, maka siksa pedih menunggunya di neraka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;. . . _ _ _ . . .&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Akhir kata, tulisan saya tutup dengan kesimpulan semena-mena: Buntelan tak hanya meningkatkan daya jual ‘produk sampah’ yang susah laku, tapi juga melindungi seluruh isi buntelan dari ancaman pikiran manusia yang sok kritis, liar dan kurang iman.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sekarang, sadarkah anda apa saja isi dari buntelan yang terakhir anda telan?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam Indonesia!&lt;/p&gt;
 Tagged: agama, belenggu, harga mati, ideologi, marketing &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guhpraset.wordpress.com/1302/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guhpraset.wordpress.com/1302/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/guhpraset.wordpress.com/1302/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/guhpraset.wordpress.com/1302/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/guhpraset.wordpress.com/1302/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/guhpraset.wordpress.com/1302/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/guhpraset.wordpress.com/1302/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/guhpraset.wordpress.com/1302/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/guhpraset.wordpress.com/1302/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/guhpraset.wordpress.com/1302/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&amp;amp;blog=1165404&amp;amp;post=1302&amp;amp;subd=guhpraset&amp;amp;ref=&amp;amp;feed=1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=gi072qREpPI:s3pttQ31Ll4:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=gi072qREpPI:s3pttQ31Ll4:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=gi072qREpPI:s3pttQ31Ll4:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=gi072qREpPI:s3pttQ31Ll4:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=gi072qREpPI:s3pttQ31Ll4:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=gi072qREpPI:s3pttQ31Ll4:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhpraset/~4/gi072qREpPI" height="1" width="1"/&gt;</content><author><name>Guh</name></author><source gr:stream-id="feed/http://guhpraset.wordpress.com/feed/"><id>tag:google.com,2005:reader/feed/http://guhpraset.wordpress.com/feed/</id><title type="html">Guh</title><link rel="alternate" href="http://guhpraset.wordpress.com" type="text/html" /></source><feedburner:origLink>http://guhpraset.wordpress.com/2009/08/19/menelan-buntelan-suci/</feedburner:origLink></entry><entry gr:crawl-timestamp-msec="1250488023906"><id gr:original-id="http://guhpraset.wordpress.com/?p=1313">tag:google.com,2005:reader/item/e2bdc100fe84baee</id><category term="kegilaan" /><category term="spiritual" /><category term="gotong royong" /><category term="indonesia" /><category term="kooperasi" /><category term="koperasi" /><title type="html">Ulang Tahun, lepas Kompetisi ayo Kooperasi</title><published>2009-08-17T05:00:54Z</published><updated>2009-08-17T05:00:54Z</updated><link rel="alternate" href="http://feedproxy.google.com/~r/guhpraset/~3/PcfKniABlR4/" type="text/html" /><media:group><media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7604fc5fbb1fe14c398df51eb601a95?s=96&amp;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&amp;r=G" /></media:group><content xml:base="http://guhpraset.wordpress.com/" type="html">&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;p&gt;Salam, Indonesia,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selamat ulang tahun yang ke sekian,&lt;br&gt;
semoga semakin dewasa dalam menyikapi perbedaan,&lt;br&gt;
semoga semakin tegas dalam menindak kezaliman,&lt;br&gt;
semoga semakin sadar akan arti kemerdekaan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sekedar saran, gimana kalau acara ulang tahunnya diisi dengan lebih banyak lomba bertema kooperasi. Bukan korporasi loh ya. Maksudnya kooperasi itu ya bekerjasama, gotong royong gitu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selama ini kan perayaan selalu diisi dengan lomba-lomba kompetitif, salah satu efeknya adalah mengajarkan kita saling sikut, saling injak, saling bersaing dengan saudara sendiri demi menjadi yang paling apalah. Memang sudah ada kerjasama, tapi masih fokus demi mengalahkan kelompok lain, demi kebanggaan golongan atau kelompoknya sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada hari-hari biasa sudah saling sikut, masa iya pada hari yang spesial masih harus saling injak?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Semangat kompetitif ini kalau terlalu dipupuk dan mendarah daging, ya wajar kalau membuat anak-anak bangsa, setelah berkuasa jadi terlalu mementingkan dirinya sendiri, kelompoknya sendiri, agamanya sendiri, partainya sendiri. Bukan berkarya demi bangsa, demi dunia, demi kebaikan semesta, tapi malah terjebak untuk kepentingan golongan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kooperasi, gotong royong. Sudah waktunya manusia mulai melirik kearah situ. Bisa dimulai melalui perayaan yang semangatnya full gotong royong. Event yang menghargai setiap individu yang terlibat, apapun latar belakangnya, persetan apa agamanya, tak peduli apa partainya, kaya atau miskin, cantik maupun buruk. Tidak ada menang kalah, tidak ada kompetisi, yang ada hanya semangat kerjasama untuk tujuan bersama.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Misalnya… gimana…?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hehe…&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya persilahkan anda untuk memikirkannya. Sadarilah, anda sudah nyangkut baca tulisan ini, di blog terlantar yang lama sekali tidak pernah update ini, jelas bukan karena kebetulan semata. Mungkin Tuhan (atau apapun itu) merasa anda bukanlah orang sembarangan, lalu menyeret anda untuk kembali memikirkan ide ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tak harus komentar, dipikirkan saja dulu :)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam Indonesia!&lt;/p&gt;
 Tagged: gotong royong, indonesia, kooperasi, koperasi &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/guhpraset.wordpress.com/1313/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/guhpraset.wordpress.com/1313/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/guhpraset.wordpress.com/1313/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/guhpraset.wordpress.com/1313/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/guhpraset.wordpress.com/1313/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/guhpraset.wordpress.com/1313/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/guhpraset.wordpress.com/1313/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/guhpraset.wordpress.com/1313/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/guhpraset.wordpress.com/1313/"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/guhpraset.wordpress.com/1313/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=guhpraset.wordpress.com&amp;amp;blog=1165404&amp;amp;post=1313&amp;amp;subd=guhpraset&amp;amp;ref=&amp;amp;feed=1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=PcfKniABlR4:yXW08boSNCk:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=PcfKniABlR4:yXW08boSNCk:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=PcfKniABlR4:yXW08boSNCk:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=PcfKniABlR4:yXW08boSNCk:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=PcfKniABlR4:yXW08boSNCk:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=PcfKniABlR4:yXW08boSNCk:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhpraset/~4/PcfKniABlR4" height="1" width="1"/&gt;</content><author><name>Guh</name></author><source gr:stream-id="feed/http://guhpraset.wordpress.com/feed/"><id>tag:google.com,2005:reader/feed/http://guhpraset.wordpress.com/feed/</id><title type="html">Guh</title><link rel="alternate" href="http://guhpraset.wordpress.com" type="text/html" /></source><feedburner:origLink>http://guhpraset.wordpress.com/2009/08/17/ulang-tahun-lepas-kompetisi-ayo-kooperasi/</feedburner:origLink></entry><entry gr:crawl-timestamp-msec="1249943967411"><id gr:original-id="http://guhpraset.co.cc/?p=648">tag:google.com,2005:reader/item/d1dba1d3a2c5e673</id><category term="Buku" /><category term="Kebinekaan" /><category term="Opini" /><category term="Review" /><category term="agama" /><category term="hadits" /><category term="islam" /><category term="konspirasi" /><category term="manipulasi" /><category term="quran" /><title type="html">Perjalananku dari Kristiani Ahlul Sunnah Wal Jamaah menuju Islam yang dibawa Nabi</title><published>2009-08-10T11:00:22Z</published><updated>2009-08-10T11:00:22Z</updated><link rel="alternate" href="http://feedproxy.google.com/~r/guhpraset/~3/Ko88Na6ZCbQ/" type="text/html" /><content xml:base="http://guhpraset.co.cc/" type="html">&lt;p&gt;Post kali ini tentang sebuah buku religius yang saya dapatkan dari &lt;a href="http://iyb.blogspot.com/"&gt;Ibu Tanty&lt;/a&gt;. Sepertinya ini buku lama, tapi saya memang baru tahu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam kata pengantarnya, &lt;a href="http://biblical-islam.blogspot.com/"&gt;Saim Bakar&lt;/a&gt; sang penulis mempersembahkan buku ini untuk:&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;my Christian brothers &lt;strong&gt;Osama bin Laden&lt;/strong&gt;, the very Christian Imam of the Grand Mosque at Mecca, the Christian Shiah &lt;strong&gt;Ayatollahs of Iran&lt;/strong&gt;, the very Christian &lt;strong&gt;Aga Khan&lt;/strong&gt; and the &lt;strong&gt;Ismailis&lt;/strong&gt;, the Christian &lt;strong&gt;Qadiani&lt;/strong&gt; brothers and the Christian &lt;strong&gt;Ahmadiya&lt;/strong&gt; brothers, the very Christian &lt;strong&gt;Tareqah&lt;/strong&gt; and Christian &lt;strong&gt;Sufi&lt;/strong&gt; brothers, the perfectly Christian &lt;strong&gt;Tablighi&lt;/strong&gt; and the almost one billion other &lt;strong&gt;Ahlus Sunnah Wal Jamaah&lt;/strong&gt; and &lt;strong&gt;Shiah&lt;/strong&gt; people throughout the world who have been &lt;span style="text-decoration:underline"&gt;duped&lt;/span&gt; into being Christians. &lt;span style="text-decoration:underline"&gt;They think they are Muslim but for over a thousand years they have actually been practising Christianity.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Sebuah pernyataan yang sekaligus tuduhan bahwa mereka semua dia anggap telah menjalankan ajaran kristiani. Dan buku ini memang dia buat untuk menjelaskan tuduhan-tuduhannya tersebut.  Baru membaca kata pengantarnya, jika anda orang yang Indonesia banget, yang lama tinggal disini yang terbiasa dengan kebinekaan pasti langsung risih dengan gaya bahasa yang arogan dan terkesan merendahkan keyakinan orang lain.  Saya juga langsung menghakimi Pak Saim ini sebagai “ga cocok tinggal di Indonesia”. Arogansinya tampak mirip sekali dengan para tukang dakwah yang sering &lt;em&gt;nangkring &lt;/em&gt;di mimbar sambil melemparkan julukan kafir pada pihak-pihak yang beda keyakinan. Kehadiran orang macam Saim di RI hanya akan menambah varian baru virus pemecah belah bangsa.  Tapi rasa penasaran saya ternyata lebih kuat. Provokasinya untuk “jangan membabibuta mengikuti warisan tradisi leluhur” memang membuat penasaran, apalagi dia selalu menyertakan ayat Qur’an tanpa mutilasi sebagai pembenaran. Jadi sebelum melemparnya ke &lt;em&gt;recycle bin&lt;/em&gt;, saya pikir tak ada salahnya membaca argumen Pak Saim.  Poin-poin menarik yang saya temukan:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Ide tentang &lt;strong&gt;Akidah&lt;/strong&gt;, yang sering dipakai sebagai pembakar semangat “saya lebih suci dan lebih dari kamu”, menurutnya tidak ada dalam Quran, tapi diambil dari ajaran YAHUDI. Bisa disimak di Bab 2.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Hukuman mati bagi orang Murtad&lt;/strong&gt;, diambil dari &lt;span style="text-decoration:line-through"&gt;Injil&lt;/span&gt; Leviticus 24:16, Deuteronomy 13:5 dan Deuteronomy 13:6-10. Ini bertentangan dengan Quran 4:137 yang secara implisit menyatakan bahwa manusia bisa bolak-balik keluar-masuk iman. Saya lihat di 4:140, Tuhan sendiri yang akan mengumpulkan para hipokrit dan &lt;em&gt;disbeliever&lt;/em&gt; di neraka. Ini dibahas di BAB 3.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Hukuman lempar batu sampai mampus bagi pelaku zinah&lt;/strong&gt; adalah ajaran &lt;span style="text-decoration:line-through"&gt;Injil&lt;/span&gt; Deuteronomy 22:23-24 dan Leviticus 20:10. Itu cukup bertentangan dengan Quran&lt;span style="text-decoration:line-through"&gt; yang ternyata tidak sesadis Injil&lt;/span&gt;. Di surat 24:2, para pezinah cukup &lt;span style="text-decoration:underline"&gt;dicambuki&lt;/span&gt; saja 100 kali sambil ditonton satu grup orang beriman.Menurut pak Saim, aksi lempar batu memang tercatat ada 5 kali dalam Quran, tapi semuanya dilakukan oleh orang-orang kafir. Ada sih hujan batu, tapi itu dilakukan Allah dan Dia kan tidak termasuk orang beriman.  Pak Saim mengklaim bahwa Quran memang TIDAK mengajarkan muslim untuk melempari sesama manusia dengan batu. Dari BAB 4.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Kenapa ajaran Muhammad tidak sejalan dengan beberapa ajaran &lt;span style="text-decoration:line-through"&gt;dari Injil &lt;/span&gt; sadis dari kitab-kitab sebelumnya?&lt;/strong&gt; Ini dijelaskan di BAB 5. Beberapa dari opini di akhir post terinpirasi oleh BAB ini.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ulama mengajarkan prostitusi, pedofilia, perzinahan dan prilaku seksual tak bermoral.&lt;/strong&gt; Ini memang pemilihan judul bab yang agak sadis. Dalam BAB 6 ini pak saim berargumen menentang nikah mutaa, poligami dan hadis-hadis yang membuat nabi tampak seperti pedofil dan maniak seks. Di bab ini saya terpingkal saat pak Saim saat menggunakan Quran 5:60 sebagai pembenaran. Sebelumnya saya agak bingung membayangkan bagaimana jadinya jika Allah mengutuk orang jadi monyet dan babi trus melayani setan, sekarang saya jadi bisa membayangkan… dan mungkin akan sering sekali terbayang-bayang. Sebaiknya anda tidak usah baca bagian itu agar tidak senyum-senyum sendiri saat berinteraksi dengan oknum-oknum termaksud. Sepertinya bisa berbahaya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ibrabim yang mengorbankan anak itu cerita palsu&lt;/strong&gt;. Argumen menarik, mendukung kecurigaan saya yang sulit percaya bahwa Ibrahim bisa bertindak sadis hanya disebabkan sebuah mimpi. BAB 7.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Tentang cap halal dan haramisasi&lt;/strong&gt;, juga &lt;strong&gt;kebencian terhadap anjing&lt;/strong&gt; yang ternyata tidak sejalan dengan Qur’an, BAB 8.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;BAB 9 ini menarik: &lt;strong&gt;SUNAT/KHITAN itu &lt;span style="text-decoration:line-through"&gt;ajaran Injil&lt;/span&gt; BUKAN ajaran Quran.&lt;/strong&gt; Quran TIDAK memerintahkan orang beriman untuk merusak alat kelamin, justru dalam surat 64:24 Allah mengklaim bahwa &lt;span style="text-decoration:underline"&gt;desain penciptaan manusia sudah sempurna&lt;/span&gt;. Logika saya juga begitu, apa mungkin Allah melupakan sesuatu saat dia mendesain alat kelamin? Tapi bagi anda yang tidak percaya pada klaim Allah dalam Quran, mungkin karena curiga Allah bohong, maka anda dapat mengikuti &lt;span style="text-decoration:line-through"&gt;Injil&lt;/span&gt; kitab-kitab yang mengajarkan sadisme seperti itu. &lt;a href="http://guhpraset.co.cc/2009/07/23/khitan-putra-putri-anda-sedini-mungkin/"&gt;Mencacat alat kelamin&lt;/a&gt; memang sesuai ayat Gen 17:14.13, Gen 17:24.16, Gen 17:25.18 dan Exod 4:25.11. Malah kata pak Saim, dalam Bukhari Volume 4, Buku 55, Nomor 575 diceritakan bahwa Ibrahim menyunat dirinya sendiri pada usia 80 tahun dengan KAMPAK. Rrrr… 80 tahun… kampak… hmm…&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;BAB 10 dan 11 isinya fokus menyerang hadis, khususnya buatan Bukhari. Banyak banget argumennya. Saya yang memang lebih percaya pada Quran daripada hadis agak malas membacanya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Quran menentang perbudakan&lt;/strong&gt;. Jika teman anda menyangka Quran mendukung perbudakan, anda bisa baca paparan Pak Saim di bab 12 ini, sebelum menjelaskan pada teman yang sudah salah sangka pada Quran itu.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p&gt;Uhh.. Anda pasti mulai lelah membacanya, saya juga mulai lelah untuk terus mengetik. Sebenarnya masih banyak hal menarik yang menurut Saim tak diajarkan (sering malah bertentangan dengan) Quran tapi diambil dari &lt;span style="text-decoration:line-through"&gt;Injil&lt;/span&gt; kitab-kitab lain dan dipaksakan pada umat. Mulai dari sentimen negatif terhadap wanita yang sedang mens, soal patung, memelihara jenggot, kata-kata amin, kebiasaan menggantung tulisan suci, zakat yang jadi pungutan mengatasnamakan agama, ahlul bayt, sampai palsunya perang Jamal dan Siffin. Oh iya, JILBAB!! Soal jilbab/hijaab itu juga dibahas di bab terakhir (BAB 23), dikatakan sebagai ajaran dari &lt;span style="text-decoration:line-through"&gt;Injil&lt;/span&gt; Corinthians. Tapi silakan anda baca sendiri saja jika memang punya waktu. Link download ada di akhir tulisan ini.  &lt;strong&gt;Sekarang, HIKMAH apa yang saya dapat dari baca buku itu?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Ajaran Muhammad itu memang revolusioner. Tuduhan bahwa ajaran beliau hanya copy paste dari kitab-kitab sebelumnya ternyata tidak benar. Setidaknya dalam beberapa topik yang disajikan dalam buku Saim Bakar ini, tergambar bagaimana Quran ternyata jauh lebih manusiawi dari ajaran-ajaran sadis sebelumnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seorang revolusioner akan mengajak umat manusia untuk semakin beradab dan meninggalkan ajaran-ajaran yang telah usang, tapi begitu sang pemberontak mati, pihak-pihak ingin yang ingin membuat manusia kembali pada ajaran-ajaran kadaluarsa akan menggunakan segala cara. Termasuk menyusup dan melakukan “pembusukan dari dalam”. Hal ini sudah diperingatkan dalam Quran ayat… euh, lupa. Maklum saya jarang pakai Quran sebagai pembenaran, silakan cari sendiri saja yaa. Sekalian biar anda baca Quran :P&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyampaikan pesan sebaiknya dengan cara yang santun. Jika ditulis dengan nada melecehkan, yang baca males, yang dikritisi apalagi, mungkin malah sakit hati. Pesan pun bisa gagal tersampaikan. Cara menulis pak Saim ini rentan memicu permusuhan daripada pencerahan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ternyata banyak faham berbeda, bahkan dalam satu label agama yang sama. Memaksakan agama pada orang lain adalah aksi konyol dan hanya menimbulkan perselisihan. Sampaikan apa yang menurut kita benar, jelaskan, tapi tak perlu memaksa. Aksi nyata terhadap sasaran sebaiknya hanya dilakukan jika dia sudah melanggar hukum negara.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p&gt;Akhirnya, buku ini tidak jadi saya lempar ke recycle bin. Tapi justru masuk box.net agar bisa anda download dan simak sendiri.  Saya rekomendasikan buku ini untuk dibaca. Ini bisa jadi bekal anda berargumen, siapa tahu suatu saat ada orang yang berusaha memaksa anda untuk mengikuti ajarannya yang katanya ajaran Islam, padahal yang dia paksakan itu adalah ajaran &lt;span style="text-decoration:line-through"&gt;dari Injil&lt;/span&gt; YAHUDI, dan bertentangan pula dengan Quran.  Saya jadi ingat pada seorang teman yang dengan jumawa mengatakan bahwa “orang Islam yang baik itu HARUS disunat, yang tidak disunat berarti BUKAN orang Islam yang baik!” Baca buku ini saya baru sadar bahwa si teman itu sedang memanipulasi orang-orang untuk melaksanakan ajaran &lt;span style="text-decoration:line-through"&gt;Injil&lt;/span&gt; YAHUDI dengan mengatasnamakan Islam.  Sialnya, orang tua saya pernah jadi korban  manipulasi seperti itu, hasilnya hidup kali ini harus saya jalani dengan penis terkupas… haha.  Ok, sebelum jadi semakin vulgar, mari kita akhiri tulisan ini.  Yang berani baca silakan download… Mungkin setelahnya anda bisa berbagi opini/link untuk pendapat yang kontra maupun mendukung Pak Saim.  Download gratis PDF versi Inggris:  &lt;a href="http://www.box.net/shared/e1dfl2m4vq"&gt;MY JOURNEY FROM THE CHRISTIANITY OF AHLUL SUNNAH WAL JAMAAH TO THE ISLAM OF THE PROPHET &lt;/a&gt; Download gratis PDF versi Indonesia:  &lt;a href="http://www.box.net/shared/nxg61iyir8"&gt;PERJALANANKU DARI KRISTIANI AHLUL SUNNAH WAL JAMAAH MENUJU ISLAM YANG DIBAWA OLEH NABI&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;SARAN SERIUS:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt; Sebelum membaca buku ini sebaiknya baca dulu &lt;a href="http://rosenqueencompany.wordpress.com/2007/04/15/distortion-and-conformity/"&gt;Distortion and Conformity&lt;/a&gt;-nya Geddoe. Pendek dan berbahasa indonesia kok. Selain sebagai pemanasan dan pembuka wawasan, juga bisa memberi anda gambaran bagaimana caranya menyampaikan sesuatu dengan sopan :)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membaca apapun, selalu gunakan otak dan kritis. Ikutilah anjuran Quran untuk tidak mengikuti kata orang begitu saja, jangan beriman buta dan selalu gunakan akal dan berpikir.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;hr&gt;&lt;strong&gt;UPDATE &lt;/strong&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;090814:&lt;/strong&gt; Berdasarkan penjelasan Mas Dewo &lt;a href="http://guhpraset.co.cc/2009/08/10/perjalananku-dari-kristiani-ahlul-sunnah-wal-jamaah-menuju-islam-yang-dibawa-nabi/#comment-496"&gt;disini&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://guhpraset.co.cc/2009/08/10/perjalananku-dari-kristiani-ahlul-sunnah-wal-jamaah-menuju-islam-yang-dibawa-nabi/#comment-497"&gt;disini&lt;/a&gt;, maka kata “Injil” saya coret semua. Katanya, bahkan umat Kristen pun sudah meninggalkan ajaran-ajaran dari kitab-kitab Yahudi itu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;091027&lt;/strong&gt;: Melengkapi info update sebelumnya, menurut Mas Dewo, bukan hanya Kristen yang sudah meninggalkan ajaran-ajaran suci tapi bengis itu, tapi Yahudi juga sudah :) Sekalian menambahkan link ke arah blog Pak Saim yang ternyata sudi &lt;a href="http://guhpraset.co.cc/2009/08/10/perjalananku-dari-kristiani-ahlul-sunnah-wal-jamaah-menuju-islam-yang-dibawa-nabi/#comment-591"&gt;tersummon&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=Ko88Na6ZCbQ:Ea6DuxOGadE:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=Ko88Na6ZCbQ:Ea6DuxOGadE:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=Ko88Na6ZCbQ:Ea6DuxOGadE:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=Ko88Na6ZCbQ:Ea6DuxOGadE:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=Ko88Na6ZCbQ:Ea6DuxOGadE:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=Ko88Na6ZCbQ:Ea6DuxOGadE:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhpraset/~4/Ko88Na6ZCbQ" height="1" width="1"/&gt;</content><author><name>Guh</name></author><source gr:stream-id="feed/http://guhpraset.co.cc/feed/"><id>tag:google.com,2005:reader/feed/http://guhpraset.co.cc/feed/</id><title type="html">guhpraset.co.cc</title><link rel="alternate" href="http://guhpraset.co.cc" type="text/html" /></source><feedburner:origLink>http://guhpraset.co.cc/2009/08/10/perjalananku-dari-kristiani-ahlul-sunnah-wal-jamaah-menuju-islam-yang-dibawa-nabi/</feedburner:origLink></entry><entry gr:crawl-timestamp-msec="1249089759423"><id gr:original-id="http://guhpraset.co.cc/?p=628">tag:google.com,2005:reader/item/6a01d01eaf18faf9</id><category term="FB" /><category term="Kebinekaan" /><category term="Opini" /><category term="Review" /><category term="indonesia" /><category term="kebangsaan" /><category term="pancasila" /><title type="html">Memahami Pancasila</title><published>2009-07-31T23:00:54Z</published><updated>2009-07-31T23:00:54Z</updated><link rel="alternate" href="http://feedproxy.google.com/~r/guhpraset/~3/x2j2NLcLSg4/" type="text/html" /><content xml:base="http://guhpraset.co.cc/" type="html">&lt;h3&gt;1. Ketuhanan yang Maha Esa&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Sila ini menyatakan bahwa Tuhan itu esa, tunggal, satu. Seakan kurang puas, masih ditambahkan kata ‘Maha’ untuk menjelaskan kata ‘Esa’. Mungkin agar benar-benar jelas bahwa kebersamaan kita dalam Indonesia ini didasari keyakinan yang amat sangat bahwa Tuhan itu hanya ada satu. Maha tunggal.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tuhan yang Maha Satu, Yang Maha Buwesar itu, yang dengan rahmatNya negara Indonesia ini bisa berdiri, adalah Tuhannya semua orang di seluruh negeri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mengapa ke-Tauhid-an dianggap Maha penting sampai-sampai dijadikan sila pertama dalam Pancasila? Saya rasa itu untuk menyadarkan dan menghindarkan kita dari bertengkar soal Tuhan siapa yang paling benar. Agar tak berdebat soal Tuhan siapa yang paling hebat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Apapun agamanya, Tuhannya sama, itu-itu juga. Jadi tidak perlu ribut, tak perlu saling paksa dalam urusan itu. Urusan ritual bertuhan, urusan agama biar dalam ranah pribadi masing-masing. Negara  menjamin dan melindungi kebebasan kita untuk itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terhindar dari pertengkaran tentang konsep ke-Tuhan-an, maka kita semua, termasuk yang politheis, agnostik sampai yang atheis, bisa lebih fokus gotong royong untuk mewujudkan hal-hal yang lebih bermanfaat, yang sebenarnya juga sesuai dengan esensi perintah-perintah Tuhan, yaitu:&lt;/p&gt;
&lt;h3&gt;2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Adil dan Beradabnya kemanusiaan ini seperti apa? Menurut saya adalah keadilan dan keberadaban yang sesuai dengan perkembangan jaman. Tidak mematok harga mati. Tapi selalu membuka diri dan berkembang sejalan dengan berkembangnya manusia. Tidak menutup diri dari nilai-nilai keadilan dan keberadaban yang baru.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sedikit contoh,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dulu jika ada perempuan diperkosa, korban tidak akan bisa menuntut sang biadab yang melakukannya jika tidak mampu menghadirkan empat orang terpercaya yang menonton perkosaan tersebut. Dulu hal begitu sudah dianggap adil banget. Sekarang? Jelas dianggap tak adil dan biadab, karena akal manusia jaman sekarang sudah tercerahkan. Ternyata perempuan tidak sekedar barang jajahan. Ternyata dia juga manusia yang punya hak hidup yang sama. Perkembangan teknologipun menghadirkan cara-cara baru, visum sampai tes DNA bisa dilakukan sebagai pembuktian.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dulu pelaku pencurian dipotong tangannya. Bayi perempuan dimutilasi klitorisnya. Bayi lelaki dikupas penisnya. Saat itu, prilaku macam itu dianggap beradab, sehat dan &lt;em&gt;relijiyus&lt;/em&gt;. Sekarang? Makin banyak yang menganggapnya biadab. Manusia sekarang mulai menyadari akibat buruk dari mutilasi organ tubuh. Mulai menghargai ciptaan Tuhan. Kemajuan teknologi memudahkan manusia untuk meluaskan wawasan, membantu manusia terbebas dari iman yang membabi buta terhadap tradisi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berprikemanusiaan yang Adil dan Beradab disini tidak terbatas pada sesama orang Indonesia saja, tapi juga terhadap manusia manapun tanpa peduli latar belakangnya. Juga tak terbatas pada mahluk jenis manusia saja, tapi juga terhadap alam dan semua mahluk yang ada didalamnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tentu banyak contoh lain yang lebih relevan. Yang jelas, dengan menghayati dan mengamalkan sila ini, siapapun bisa jadi rahmat untuk semesta.&lt;/p&gt;
&lt;h3&gt;3. Persatuan Indonesia&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Siapapun yang merumuskan sila 3 ini pasti sangat menyadari bahwa Indonesia punya keberagaman yang luar biasa parah. Di negeri ini terdapat banyak sekali perbedaan budaya, bahasa, agama dan dalam begitu banyak hal lain. Mengedepankan ego masing-masing, kita bisa saja terus ribut dan berperang mempermasalahkan perbedaan-perbedaan itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sila 3 ini jadi bukti, ternyata kita memilih untuk bersatu. Ternyata kita sudah cukup cerdas untuk memahami bahwa keberagaman adalah hal tak terhindarkan, lalu memilih untuk menjadikan perbedaan itu sebagai berkah, bukan serapah. Memilih untuk saling mengapresiasi perbedaan, bersatu dalam gotong royong mewujudkan ideal-ideal bersama yang dirangkum dalam Pancasila.&lt;/p&gt;
&lt;h3&gt;4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Dalam setiap organisasi, apalagi organisasi yang akan melakukan perjuangan bersama, selalu dibutuhkan pemimpin. Sejak sebelum jaman nabi pun sepertinya manusia telah menyadari ini. Sila ini mengisyaratkan kepemimpinan perwakilan. Demokrasi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Demokrasi macam apa? Apakah Ala Amerika? Ala Soeharto? Ala Neolib? Ala Saudi? Eh.. yang terakhir itu bukan termasuk demokrasi ya :)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Harusnya demokrasi yang kita pakai adalah demokrasi Pancasila. Dimana gerak setiap perwakilan, setiap pertimbangan, setiap keputusan, semuanya sejalan dengan Pancasila.&lt;/p&gt;
&lt;h3&gt;5. Keadilan Sosial bagi SELURUH Rakyat Indonesia&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Jika setiap warga melaksanakan 4 sila diatas, jika setiap pilihan hidupnya dijiwai Pancasila, pasti negara ini segera mencapai sebuah keadaan yang disebut dalam sila terakhir ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dimana yang menikmati keadilan sosial tidak sebatas rakyat yang dekat penguasa atau rakyat segelintir penguasa modal saja, tapi seluruh warga. Seluruh rakyat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;- – -&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Poin-poin diatas dibuat berdasarkan pemahaman saya pada saat saya menulisnya. Sambil melirik &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pancasila_(politics)"&gt;wiki&lt;/a&gt;. Walau begitu, saya tetap membuka diri terhadap pemahan baru, yang mungkin saja, sebagian akan berasal dari pemikiran anda. Ehm, memangnya pemahaman anda tentang Pancasila bagaimana?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menurut anda, apakah prilaku pemerintah selama ini sudah sejalan dengan Pancasila, atau malah berlawanan? Adakah yang akan anda lakukan terkait hal itu?&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/help.php?page=818"&gt;Diimpor&lt;/a&gt; secara otomatis dari &lt;a href="http://guhpraset.co.cc/"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=x2j2NLcLSg4:tRkkLKW53m0:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=x2j2NLcLSg4:tRkkLKW53m0:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=x2j2NLcLSg4:tRkkLKW53m0:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=x2j2NLcLSg4:tRkkLKW53m0:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=x2j2NLcLSg4:tRkkLKW53m0:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=x2j2NLcLSg4:tRkkLKW53m0:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhpraset/~4/x2j2NLcLSg4" height="1" width="1"/&gt;</content><author><name>Guh</name></author><source gr:stream-id="feed/http://guhpraset.co.cc/feed/"><id>tag:google.com,2005:reader/feed/http://guhpraset.co.cc/feed/</id><title type="html">guhpraset.co.cc</title><link rel="alternate" href="http://guhpraset.co.cc" type="text/html" /></source><feedburner:origLink>http://guhpraset.co.cc/2009/08/01/memahami-pancasila/</feedburner:origLink></entry><entry gr:crawl-timestamp-msec="1248807845388"><id gr:original-id="http://guhpraset.co.cc/?p=621">tag:google.com,2005:reader/item/1b5d40a6a7706517</id><category term="Cerita" /><category term="agama" /><category term="atheis" /><category term="theis" /><title type="html">Membungkam Seorang Atheis</title><published>2009-07-28T18:00:12Z</published><updated>2009-07-28T18:00:12Z</updated><link rel="alternate" href="http://feedproxy.google.com/~r/guhpraset/~3/1lDgHg1mA2A/" type="text/html" /><content xml:base="http://guhpraset.co.cc/" type="html">&lt;p&gt;Biasanya, yang terjadi mirip seperti ini…&lt;/p&gt;
&lt;p style="padding-left:30px"&gt;Kang Atheis (KA): Hey Theis, ngapain apa kamu nungging lima kali sehari demi menyenangkan tuhan? Capek-capek nungging, jidat item, padahal tuhan tidak pernah ada. Benar-benar sia-sia. Haha!&lt;/p&gt;
&lt;p style="padding-left:30px"&gt;Bang Theis (BT): Ah, dasar kafir. Jika tuhan memang tidak ada, aku hanya rugi sebanyak 5x nungging tiap. Tapi kalau tuhan ada? Dengan 5x nungging saya masuk surga, sedangkan kamu hei kafir, seluruh hidupmu akan sia-sia, dan setelah mati nanti kau akan terbakar dalam neraka selamanya. Hahahaha!!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Skenario seperti diatas mungkin efektif untuk membungkam Kang Atheis. Jawaban sejenius itu akan membuat dia kehilangan selera untuk berdebat lebih lanjut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mungkin sambil menyingkir, Kang Atheis bingung, karena ternyata Bang Theis beribadah seperti orang berjudi. Atau mungkin, malah terinspirasi untuk ikut membuat agama baru yang mengganti ritual nungging dengan “harus transfer uang sekian persen dari pendapatan atau digoreng di neraka selamanya.”&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ini terlalu beresiko. Cara membungkam seperti itu tidak hanya membuat aksi Bang Theis jadi tampak kurang suci (karena seperti sedang berjudi), tapi juga bisa menciptakan ancaman dari agama baru, jika ternyata si Atheis terinpirasi untuk membuat agama yang lebih komersil, dan berhasil mencari umat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berikut ini skenario lain yang saya rasa lebih aman untuk mengatasi pertanyaan/pelecehan dari Kang Atheis.&lt;/p&gt;
&lt;p style="padding-left:30px"&gt;Kang Atheis (KA) : …..(pembukaan penuh pelecehan)… Tuhan itu tidak ada! Haha!&lt;/p&gt;
&lt;p style="padding-left:30px"&gt;Bang Theis (BT) : Ah, saudaraku Kang Atheis. Apa maksudmu? Tuhan seperti apa yang kau maksud?&lt;/p&gt;
&lt;p style="padding-left:30px"&gt;KA : Ya Tuhan yang sedang kau sembah itu! Yang Maha ini itu, bla bla blah … (menjelaskan konsepnya tentang sifat-sifat tuhan).&lt;/p&gt;
&lt;p style="padding-left:30px"&gt;BT: Oooh… Sekarang tutup matamu. Saat kau menceritakan Tuhan seperti yang barusan itu, pasti sambil membayangkanNya kan? Darimana bayangan yang sedang kau ceritakan itu berasal? Dari dalam kepalamu kan? Dari pikiranmu kan?&lt;/p&gt;
&lt;p style="padding-left:30px"&gt;KA: Eh… Iya sih.. Trus kenapa?&lt;/p&gt;
&lt;p style="padding-left:30px"&gt;BT: Welcome to the club! Tuhan itu ADA. Mungkin kamu tidak mengakuinya. Tapi jelas Dia ada dalam kepalamu, dalam pikiranmu. Hahaha!&lt;/p&gt;
&lt;p style="padding-left:30px"&gt;KA: Hei, tunggu dulu…!&lt;/p&gt;
&lt;p style="padding-left:30px"&gt;BT: Biarkan saya selesai bicara. Dengarkan. Sebenarnya kamu sama saja dengan kami. Sama-sama mengakui adanya Tuhan. Malah kamu justru jauh lebih sopan dibanding sebagian dari kami.&lt;/p&gt;
&lt;p style="padding-left:30px"&gt;KA: Lho, maksudnya?&lt;/p&gt;
&lt;p style="padding-left:30px"&gt;BT: Coba perhatikan, diantara kami yang meyakini adanya Tuhan, sebenarnya juga belum sepakat dimana dan bagaimana dia sesungguhnya. Ada yang sekadar menganggapnya begitu jauh, lalu berdoa dengan tengadah menghadap langit, bahkan saat berada dalam ruangan. Ada pula menganggapnya tuli, jadi berdoapun harus dengan pengeras suara yang volumenya distel maksimal sampai tetangga sekitar terancam tuli. Ada yang menganggapnya hanya bisa dijangkau melalui calo, lalu mulai komunikasi (satu arah) melalui calo-calo yang tidak gratis. Ada pula yang menganggapnya sekedar tukang cuci dosa, mereka berdoa disaat merasa perlu mencuci dosa, lalu setelahnya langsung kembali berbuat jahat. Yang mengerikan, banyak juga yang menganggapnya Maha Bengis dan menyukai aksi peledakan diri, lalu menjadi teroris dan membunuhi orang-orang.&lt;/p&gt;
&lt;p style="padding-left:30px"&gt;KA: *garuk-garuk* Arahnya kemana ini pembicaraan?&lt;/p&gt;
&lt;p style="padding-left:30px"&gt;BT: Nah, dibandingkan sekian banyak anggapan para Theis terhadap Tuhan, bisa-bisanya kau bangga dengan hanya mengatakannya TIDAK ADA diluar sana, tapi ADA dalam kepalamu? Hahahaha… Itu masih terlalu sopan bung! Sangat-sangat terlalu sopan. Sudah, pergi sana, tidak usah meributkan hal-hal yang tidak penting.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Silakan bayangkan apa yang akan terjadi dengan Kang Atheis. Tidak hanya terbungkam dan menyingkir. Mungkin dia juga akan gelisah dan berkeringat dingin, karena Tuhan yang selama ini disangkalnya dengan jumawa, ternyata telah lama nongkrong dan bersarang dalam kepalanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Begitulah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ada skenario yang lain lagi? Mungkin yang lebih mendamaikan suasana. Dan lebih efektif untuk membungkam para atheis lain yang mungkin agak lebih kritis.&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=1lDgHg1mA2A:k0g3K4gv1Ss:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=1lDgHg1mA2A:k0g3K4gv1Ss:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=1lDgHg1mA2A:k0g3K4gv1Ss:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=1lDgHg1mA2A:k0g3K4gv1Ss:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=1lDgHg1mA2A:k0g3K4gv1Ss:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=1lDgHg1mA2A:k0g3K4gv1Ss:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhpraset/~4/1lDgHg1mA2A" height="1" width="1"/&gt;</content><author><name>Guh</name></author><source gr:stream-id="feed/http://guhpraset.co.cc/feed/"><id>tag:google.com,2005:reader/feed/http://guhpraset.co.cc/feed/</id><title type="html">guhpraset.co.cc</title><link rel="alternate" href="http://guhpraset.co.cc" type="text/html" /></source><feedburner:origLink>http://guhpraset.co.cc/2009/07/29/membungkam-seorang-atheis/</feedburner:origLink></entry><entry gr:crawl-timestamp-msec="1248607730964"><id gr:original-id="http://guhpraset.co.cc/?p=612">tag:google.com,2005:reader/item/f158cb6c9b417ae1</id><category term="Opini" /><category term="demokrasi" /><category term="iman" /><category term="khalifah" /><category term="khilafah" /><category term="makar" /><title type="html">IMAN</title><published>2009-07-26T06:00:46Z</published><updated>2009-07-26T06:00:46Z</updated><link rel="alternate" href="http://feedproxy.google.com/~r/guhpraset/~3/Wdvoj1IF_mU/" type="text/html" /><content xml:base="http://guhpraset.co.cc/" type="html">&lt;p&gt;&lt;em&gt;Iman adalah percaya sebelum melihat. Meyakini sesuatu tanpa mengalami sendiri. Lalu menganggapnya sebagai kebenaran mutlak. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pemahaman diatas saya dapat dari membaca blog Dee yang &lt;a href="http://www.diigo.com/06onv"&gt;meragukan keyakinan kita pada esa-nya Tuhan&lt;/a&gt;. Berdasarkan pengalaman saya, definisi iman seperti itu memang benar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam hal beragama, kita sama-sama tahu bagaimana orang berani meyakini sesuatu hanya berdasarkan “katanya”. Tanpa mengkritisi, tanpa berpikir lagi, menelan mentah-mentah. Sialnya, ke-iman-an seperti diatas juga terjadi dalam agama yang isi kitabnya sering menganjurkan (dengan tegas) untuk “berpikir” dan “memperhatikan”.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tidak sebatas soal agama. Aksi ber-iman juga kita terapkan dalam mimpi politik. Misal, saat meyakini bahwa khilafah akan menyelesaikan segala masalah kemiskinan lahir batin akibat penjajahan yang dilakukan oleh para penindas. Banyak dari kita percaya dan mendukung begitu saja, bahkan tanpa mau tahu hal-hal mendasar seperti: Calon khalifahnya siapa? Asalnya dari mana? Prilakunya seperti Nabi, atau Nazi? Bagaimana caranya bisa solutif? Potong tangan?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tetap percaya bahkan saat yang mengajukan ide khilafah adalah orang-orang yang gemar memaksakan iman. Gemar menjajah mental, spiritual dan nalar. Entah kenapa, banyak dari kita tetap meng-iman-i,  meyakini bahwa idenya untuk meraih kekuasaan dengan menunggangi agama itu akan membawa kebaikan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ok, biar fair. Demokrasi juga hanya iman. Iman yang agak sedikit parah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kita sama-sama tahu bahwa kedaulatan rakyat yang dijanjikan oleh sistem demokrasi (manapun) sebenarnya cuma ilusi. Rakyat yang katanya berdaulat lebih sering (dipastikan) tidak terlibat dalam setiap pengambilan keputusan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah memilih presiden &lt;span style="text-decoration:line-through"&gt;mie instan dibawah pengaruh hipnotis “neuro advertising”&lt;/span&gt;, sebenarnya rakyat yang katanya berdaulat ini sudah tidak lagi punya kekuatan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sang terpilih bisa mengangkat sales agama untuk jadi menteri pendidikan tanpa melibatkan rakyat. Bebas memutuskan untuk menenggelamkan negara dalam hutang tanpa melibatkan rakyat. Bebas menandatangani perjanjian-perjanjian gila untuk mengobral kekayaan alam ke pihak asing tanpa melibatkan rakyat. Bebas untuk memenjarakan mahasiswa yang membakar foto presiden tapi membiarkan &lt;a href="http://www.diigo.com/06okl"&gt;ulama-ulama makar&lt;/a&gt; yang ingin mengganti konstitusi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kabinet? DPR? Ah, masihkah anda yakin beliau-beliau itu berpihak pada rakyat? Tapi ya saya membuka diri terhadap kemungkinan adanya orang-orang di DPR yang seperti itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Demokrasi memang masih sebatas iman. Tapi itu pilihan terbaik saat ini. Dalam sistem bernegara seperti ini saya bisa menulis begini tanpa dipenjara. Segelintir ulama bisa bebas kumpul teriak ngajak makar tanpa kuatir presiden yang peragu bakal berani melakukan sesuatu. Dalam sistem seperti ini, mahasiswa yang ditangkapi juga punya kemungkinan lebih besar untuk dilepas lagi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mungkinkah kebebasan seperti ini bisa terjadi dalam sistem khilafah, komunis, teokrasi atau apapun yang tidak demokratis?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Agama sudah, politik sudah, dalam hal apalagi kita bisa ber-iman? Dalam hal apalagi saya bisa ber-sok tahu dan mengaitkannya dengan Iman?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ah, Cinta. Tentu saja. Tapi silakan anda saja pikirkan saja sendiri. Saya tidak tertarik membahas hal yang menyebalkan itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Eh… sebelum melanjutkan aktivitas, ada yang perlu dipertanyakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jika iman adalah &lt;em&gt;mempercayai bahwa sesuatu sebagai benar tanpa bukti&lt;/em&gt;. Lantas apa namanya jika &lt;em&gt;tetap mempercayai bahwa sesuatu adalah benar walau kenyataan membuktikan sebaliknya&lt;/em&gt;?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jika membaca teliti sampai sini, mustinya sekarang anda sudah tergoda untuk menghakimi tulisan ini, mungkin sekalian sama penulisnya juga. &lt;em&gt;Monggo.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=Wdvoj1IF_mU:L2NhyyPhkL4:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=Wdvoj1IF_mU:L2NhyyPhkL4:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=Wdvoj1IF_mU:L2NhyyPhkL4:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=Wdvoj1IF_mU:L2NhyyPhkL4:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=Wdvoj1IF_mU:L2NhyyPhkL4:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=Wdvoj1IF_mU:L2NhyyPhkL4:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhpraset/~4/Wdvoj1IF_mU" height="1" width="1"/&gt;</content><author><name>Guh</name></author><source gr:stream-id="feed/http://guhpraset.co.cc/feed/"><id>tag:google.com,2005:reader/feed/http://guhpraset.co.cc/feed/</id><title type="html">guhpraset.co.cc</title><link rel="alternate" href="http://guhpraset.co.cc" type="text/html" /></source><feedburner:origLink>http://guhpraset.co.cc/2009/07/26/iman/</feedburner:origLink></entry><entry gr:crawl-timestamp-msec="1248356938016"><id gr:original-id="http://guhpraset.co.cc/?p=599">tag:google.com,2005:reader/item/3ec0626a4704cd86</id><category term="Opini" /><category term="agama" /><category term="kesehatan" /><category term="khitan" /><category term="satir" /><category term="sunat" /><category term="sunat perempuan" /><category term="tradisi" /><title type="html">Khitan putra-putri anda sedini mungkin</title><published>2009-07-23T01:00:45Z</published><updated>2009-07-23T01:00:45Z</updated><link rel="alternate" href="http://feedproxy.google.com/~r/guhpraset/~3/5Dw-8fAhMKA/" type="text/html" /><content xml:base="http://guhpraset.co.cc/" type="html">&lt;p&gt;&lt;a rel="attachment wp-att-609" href="http://guhpraset.co.cc/2009/07/23/khitan-putra-putri-anda-sedini-mungkin/circumcision/"&gt;&lt;img style="margin:2px" title="circumcision" src="http://guhpraset.co.cc/wp-content/uploads/circumcision.png" alt="circumcision" width="150" height="150"&gt;&lt;/a&gt;Khitan atau sunat atau dalam bahasa Inggris tidak disebut circumstition tapi &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Circumcision"&gt;circumcision&lt;/a&gt;, adalah tindakan mengupas ujung penis, memotong dan membuang sebagian kulitnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Itu jika anda lelaki berpenis.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jika anda adalah perempuan yang bervagina, maka ‘&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Female_genital_cutting"&gt;khitan perempuan&lt;/a&gt;‘ yang anda alami mungkin akan sedikit lebih bervariasi. Mulai dari sekedar menyayat sampai pada pemotongan atau mutilasi klitoris. Tergantung pada keyakinan yang dianut oleh orang tua dan orang-orang yang punya akses pada kelamin anda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jaman dulu, orang tua kita bisa bebas melestarikan tradisi ini. Bebas memaksakan tradisi itu pada kelamin-kelamin kita.  Jaman itu tak ada seorangpun yang ribut dan usil saat anda memotongi dan memutilasi alat kelamin anak-anak. Perintah agama, atau tradisi yang agung dan mulia bisa terus dilestarikan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi sialnya jaman terus berubah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sekarang, semakin banyak orang yang merasa dirinya beradab meributkan hal itu. Dan internet, media terkutuk hasil kemajuan peradaban, telah memberi mereka kemampuan untuk bebas menyuarakan pendapatnya. Memberi mereka kebebasan untuk menulis dan mempublikasikan argumen-argumennya untuk menentang khitan.&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.cirp.org/"&gt;CIRP&lt;/a&gt;, mengumpulkan artikel tentang segala aspek sunat menyunat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gerombolan para dokter yang menentang sunat, bergabung dan menulis argumen mereka di &lt;a href="http://www.doctorsopposingcircumcision.org/"&gt;doctorsopposingcircumcision.org&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.nocirc.org/"&gt;NOCIRC&lt;/a&gt;, sebuah NGO yang ingin membuat dunia jadi lebih aman bagi anak-anak sempat menyebut bahwa “Amerika adalah negara yang menyunat bayi-bayi baru lahir tanpa didasari alasan medis maupun agama”&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Para aktivis yang memperjuangkan keutuhan genital dan menentang modifikasi paksa pada alat kelamin anak, mendirikan situs &lt;a href="http://www.circumstitions.com/"&gt;Circumstition&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Temuan-temuan medis terbaru yang menentang sunat, yang sebenarnya sudah tidak terlalu baru, bisa diakses di &lt;a href="http://www.circumcision.org/studies.htm"&gt;circumcision.org&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketidaksetujuan Qur’an pada aksi khitan, sebagaimana dipahami oleh &lt;a href="http://www.quranicpath.com/verses/circumcision.html"&gt;QuranicPath&lt;/a&gt; juga dipajang dan bisa diakses secara bebas.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p&gt;Untungnya artikel-artikel diatas itu ditulis dalam bahasa Inggris. Bersyukurlah anda yang tidak paham bahasa Inggris, iman anda akan sedikit lebih aman. Untuk jaga-jaga,  jangan biarkan anak anda yang belum dikhitan mempelajari bahasa inggris.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Walau demikian, jika anda terus menunda-nunda aksi mutilasi atas klitoris putri anda, atau pengupasan penis putra anda, ada kemungkinan mereka keburu membaca artikel-artikel semacam itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah membacanya, mungkin putra-putri anda akan tergoda untuk percaya bahwa Tuhan memang menciptakan tubuh manusia dalam keadaan sempurna. Mungkin akan terhasut untuk percaya bahwa tidak ada kulit penis yang harus dibuang dan tidak ada klitoris yang harus dimutilasi hanya untuk membahagiakan Tuhan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mungkin mereka akan tergoda untuk percaya pada informasi yang disampaikan Qur’an dan mulai  menentang hadist dan dongeng yang mempromosikan khitan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Itu mengerikan. Bahkan seorang teman Facebook saya yang tampaknya sangat beragama (Islam) mengatakan bahwa anak yang tidak dikhitan bukanlah orang Muslim yang baik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tentunya anda sangat ingin diri anda dan anak anda dianggap sebagai orang beragama  yang baik oleh orang-orang seperti teman saya itu, kan?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Karena itulah, sebagai orang tua yang ingin memaksakan tradisi; sebagai orang tua yang lebih percaya hadist daripada Qur’an (kalau KTP anda Islam); sebagai orang tua yang tak peduli pada hak anak atas tubuh yang utuh, sebaiknya anda khitan putra-putri anda sesegera mungkin! Kalau bisa selagi mereka masih bayi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selamat memutilasi, selamat mengupas…. Selamat merampas hak anak atas tubuh yang utuh.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;-&lt;br&gt;
&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;BGM: Jerit tangis para bayi yang tubuhnya dicabik-cabik tradisi tak manusiawi, yang mungkin saja terjadi tanpa cukup anastesi.&lt;br&gt;
&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=5Dw-8fAhMKA:x1vXxC3eWLg:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=5Dw-8fAhMKA:x1vXxC3eWLg:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=5Dw-8fAhMKA:x1vXxC3eWLg:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=5Dw-8fAhMKA:x1vXxC3eWLg:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=5Dw-8fAhMKA:x1vXxC3eWLg:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=5Dw-8fAhMKA:x1vXxC3eWLg:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhpraset/~4/5Dw-8fAhMKA" height="1" width="1"/&gt;</content><author><name>Guh</name></author><source gr:stream-id="feed/http://guhpraset.co.cc/feed/"><id>tag:google.com,2005:reader/feed/http://guhpraset.co.cc/feed/</id><title type="html">guhpraset.co.cc</title><link rel="alternate" href="http://guhpraset.co.cc" type="text/html" /></source><feedburner:origLink>http://guhpraset.co.cc/2009/07/23/khitan-putra-putri-anda-sedini-mungkin/</feedburner:origLink></entry><entry gr:crawl-timestamp-msec="1246663303259"><id gr:original-id="http://guhpraset.co.cc/?p=547">tag:google.com,2005:reader/item/cb5917a4357b8cd6</id><category term="Buku" /><category term="FB" /><category term="Review" /><category term="cinta" /><category term="kawin" /><category term="pernikahan" /><category term="poligami" /><category term="seks" /><category term="senggama" /><title type="html">7 Langkah Menuju Keluarga Bahagia</title><published>2009-07-03T21:00:13Z</published><updated>2009-07-03T21:00:13Z</updated><link rel="alternate" href="http://feedproxy.google.com/~r/guhpraset/~3/Oyj_tUq0y_c/" type="text/html" /><content xml:base="http://guhpraset.co.cc/" type="html">&lt;p&gt;Anda yang sudah kawin, belum kawin, atau terpikir kawin sebaiknya baca ini. Sedikit saja kok.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ini quickie saja, setelah 3 hari terkapar demam dan sekarang malah batuk (Yes, I have the luxuries to get sick), akhirnya saya tertarik update juga. Untuk berbagi sesuatu yang saya rasa penting.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img style="margin:3px" title="Saptapadi" src="http://guhpraset.co.cc/wp-content/uploads/Saptapadi-188x300.jpg" alt="Saptapadi" width="188" height="300"&gt;Ada sebuah buku yang bagus sekali, Judulnya Saptapadi, membahas tentang 7 langkah penting yang disarankan, dan menurut saya memang tepat banget, untuk mencapai pernikahan yang bahagia. Sore tadi saya membacanya tanpa ingin berhenti, sambil terbatuk-batuk, sampai selesai.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tadinya saya mau coba tulis sedikit review, ternyata cari di google malah sudah ada resensinya yang bagus sekali dari Nugroho Persada. Syukurlah, jadi saya bisa langsung tidur lagi, hoho.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Buku ini sangat saya sarankan untuk&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Mereka yang masih pacaran akan bagus sekali membaca buku ini dan membahasnya bersama-sama sebelum terlanjur menikah.  Membahas pesan-pesan dari buku ini, anda bisa rasakan sejauh apa anda sejalan dengan pasangan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk para jomblo bahagia &lt;span style="text-decoration:line-through"&gt;seperti saya&lt;/span&gt;, bakal punya gambaran lebih jelas, kualitas-kualitas seperti apa, dan hubungan macam apa yang diharapkan dari sebuah relasi cinta. Mengerti apa saja yang perlu dikoreksi, dan dicari.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk yang sudah menikah pasti juga bagus. Tapi karena saya belum pernah menikah, sebaiknya saya tidak komentar macam-macam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk semua yang sedang mencari “partner”.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p&gt;Isi buku ini jelas jauh lebih berharga dari harga jualnya, tapi bagi para pengangguran atau pelajar yang belum mandiri secara finansial (dan karena itu belum layak kawin) pastilah harga segitu agak menyebalkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jangan kuatir, karena sebagian isi buku ini pernah dibahas di &lt;a href="http://www.dradio1034fm.or.id/"&gt;Radio DFM&lt;/a&gt; dengan menghadirkan penulisnya, Anand Krishna. Nah, rekaman acara itu bisa anda download secara GRATIS dari &lt;a href="http://oneearthradio.podbean.com/2009/06/30/1-juli-2009-happy-marriage-saptapadi/"&gt;OneEarthRadio&lt;/a&gt;. Jika koneksi anda cukup cepat juga bisa langsung didengarkan tanpa harus mengunduh dulu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jangan lupa baca juga resensi oleh Nugroho Persada di &lt;a href="http://local-wisdom.blogspot.com/2008/01/menuju-keluarga-bahagia.html"&gt;Local Wisdom&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bukunya bisa anda dapatkan di Gramedia terdekat. Jika kehabisan saya juga bisa bantu membelikannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terimakasih sudah membaca, semoga anda sekeluarga selalu berbahagia :)&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=Oyj_tUq0y_c:o0JB-9dTHAw:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=Oyj_tUq0y_c:o0JB-9dTHAw:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=Oyj_tUq0y_c:o0JB-9dTHAw:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=Oyj_tUq0y_c:o0JB-9dTHAw:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=Oyj_tUq0y_c:o0JB-9dTHAw:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=Oyj_tUq0y_c:o0JB-9dTHAw:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhpraset/~4/Oyj_tUq0y_c" height="1" width="1"/&gt;</content><author><name>Guh</name></author><source gr:stream-id="feed/http://guhpraset.co.cc/feed/"><id>tag:google.com,2005:reader/feed/http://guhpraset.co.cc/feed/</id><title type="html">guhpraset.co.cc</title><link rel="alternate" href="http://guhpraset.co.cc" type="text/html" /></source><feedburner:origLink>http://guhpraset.co.cc/2009/07/04/7-langkah-menuju-keluarga-bahagia/</feedburner:origLink></entry><entry gr:crawl-timestamp-msec="1245884102264"><id gr:original-id="http://guhpraset.co.cc/?p=529">tag:google.com,2005:reader/item/cec656ef6dd75352</id><category term="FB" /><category term="Opini" /><category term="ramalan" /><category term="takdir" /><category term="weton" /><title type="html">Weton</title><published>2009-06-24T18:03:18Z</published><updated>2009-06-24T18:03:18Z</updated><link rel="alternate" href="http://feedproxy.google.com/~r/guhpraset/~3/XeUIUDtYbmE/" type="text/html" /><content xml:base="http://guhpraset.co.cc/" type="html">&lt;p&gt;Dulu saya pernah main game jenis RPG. Judulnya &lt;a href="http://www.google.co.id/search?q=fallout+2&amp;amp;pov=107400904927326360508&amp;amp;usg=__BBSAqWcUkz5bCYYHacarxZTrYp4="&gt;Fall Out&lt;/a&gt;. Di awal permainan, sebelum mulai menjelajahi dunia penuh petualangan, terlebih dahulu kita harus merancang sebuah karakter yang akan mewakili kita dalam permainan itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kita mulai dengan memilih bakat yang akan dimiliki karakter kita. Bakat itu bisa berupa kekuatan fisik (berguna untuk daya angkut dan daya rusak), kemampuan diplomasi (mendapatkan apapun tanpa kekerasan), kemampuan teknis (memperbaiki peralatan, bobol kunci sampai menjinakkan bom), ketepatan (menembak, melempar, mengarahkan dengan lebih jitu), penyembuh (mengobati dengan lebih baik), sex appeal (daya tarik seks), luck (keberuntungan) dan masih banyak sekali yang lain.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mirip seperti manusia di awal kehidupannya, dalam game itu tidak dimungkinkan membuat karakter yang sejak awal hebat dalam semua hal. Dengan poin yang terbatas, kita harus memilih, dalam bidang mana saja dia akan berbakat. Tak bisa memilih semua, hanya dua atau tiga  bakat saja.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sepanjang petualangannya, si karakter yang kita mainkan itu akan mendapatkan &lt;em&gt;experience points&lt;/em&gt; untuk setiap tantangan yang sudah dia lalui. Dengan itu dia bisa mengembangkan kemampuannya. Terserah kita, apakah XP itu mau dipakai untuk mendapatkan skill baru, atau untuk mengembangkan skill sesuai bakat. Tentunya jika mengembangkan sesuai bakat, makan pertumbuhan skill akan lebih dahsyat dan spesialisasi dalam bidang tertentu itu akan membuat tingkat keberhasilan jauh lebih baik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tidak perlu kuatir menjadi lemah dalam hal-hal lain akibat memperjuangkan spesialisasi  dalam bidang tertentu, karena dalam permainan ini karakter kita tidak sendirian. Ada karakter-karakter lain yang menemaninya. Dibawah kendali kita, pertumbuhan skill masing-masing karakter bisa diarahkan untuk menjadi sebuah &lt;em&gt;team&lt;/em&gt; yang saling melengkapi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;-&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Manusia, dalam setiap awal kelahirannya juga membawa bakat-bakat tertentu. Anak yang suka membongkar mainannya, mungkin punya bakat bidang teknis atau penelitian. Yang suka coret-coret, mungkin bakatnya melukis atau mendesain. Yang suka nyanyi, ya mungkin di bidang betot suara. Anak pembantah &lt;em&gt;ngeyelan&lt;/em&gt;, mungkin bakatnya diplomasi. Tentunya tak semua potensi bisa dengan mudah dideteksi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jika di &lt;em&gt;Fall Out&lt;/em&gt; bakat ditentukan oleh kita sendiri pada awal permainan, maka dalam kehidupan nyata bakat-bakat ditentukan oleh…? Bagi yang percaya reinkarnasi, bakat ini timbul sebagai akibat prilaku kita dalam kehidupan sebelumnya. Bagi yang tidak percaya reinkarnasi, cukup menuding Tuhan sebagai biang apapun. Bagi yang tidak percaya keduanya, bisa menganggap semuanya kebetulan saja. Oh, ahli genetik mungkin juga punya penjelasannya sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yang jelas, bakat bawaan ini ada. Agar mudah dimaknai lebih luas dari sekedar bakat, sebutlah sebagai potensi. Potensi-potensi yang dimiliki bayi manusia sejak lahir.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;- -&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sekarang mulailah kesoktahuan saya tentang weton.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Para bijak jadul leluhur kita itu percaya bahwa dalam alam ini tidak ada yang namanya kebetulan. Semuanya saling terkait dan saling mempengaruhi. Demi meningkatkan kualitas hidup, merekapun berusaha menandai dan memperhitungkan banyak hal. Termasuk dalam menandai potensi apa yang dibawa seorang bayi bersama kehadirannya di dunia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan penelitian yang entah bagaimana caranya, mereka berhasil menandai apa saja potensi seorang bayi manusia &lt;span style="text-decoration:underline"&gt;berdasarkan waktu&lt;/span&gt; kelahirannya. Salah satunya kita kenal sekarang sebagai weton.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan pengetahuan mereka masa itu, mereka juga memperhitungkan berbagai kemungkinan yang &lt;span style="text-decoration:underline"&gt;dapat&lt;/span&gt; terjadi jika seorang dengan kombinasi potensi tertentu bekerjasama dengan orang lain yang punya kombinasi potensi berbeda. Kerjasama yang diperhitungkan tentu saja termasuk juga team work yang bernama ‘mahligai pernikahan’.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;- – -&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nah, gara-gara weton inilah, sekarang, di luar sana, kawan seorang teman jadi gundah gulana karena &lt;a href="http://scouteng.wordpress.com/2009/06/24/sedikit-rahasia-dari-tuhan/"&gt;pernikahannya terancam gagal gara-gara  weton&lt;/a&gt;. Mungkin sekarang malah sudah putus dengan pacarnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya, dengan penuh penghakiman dan tanpa empati, tentu saja dengan ringan mengecap (dalam hati): Cinta yang bisa kandas gara-gara weton, memang pantas masuk tong sampah. Kalau baru membaca ramalan badai saja kapalnya sudah karam, lalu untuk apa ngotot berlayar hah? Hah? HAH?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Beberapa menit setelahnya, saya baru sedikit tersadar. Manusia memang harus responsif, jangan reaktif. Menghadapi tantangan tentu saja petualangan membahagiakan, tapi harus dilakukan dengan menyadari kemampuan diri. Kalau sudah sadar kapalnya rongsok, layarnya penuh lubang pamrih, motornya berbahan bakar nafsu, maka nekat menerjang badai adalah aksi bunuh diri yang keji. Yang masih waras bakal pergi dengan skoci atau loncat keluar cari selamat. Tak perlu lah cari mati bersama si kapten nekat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi kalau yakin kapalnya kuat, kapten dan seluruh kru sehat wal afiat, boleh lah kita nekat. Petualangan bersama Dia yang tercinta tentu membawa kebahagiaan tersendiri. Kebahagiaan yang mungkin jauh lebih agung dari sekedar kenyamanan bengong di dermaga tua, atau pelayaran-pelayaran mulus yang membosankan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;- – - -&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Potensi, bagaimanapun hanya potensi. Seperti bibit. Bisa berkembang menjadi pohon besar yang rindang, angker dan mengerikan. Atau mati karena tempat pertumbuhannya tidak menunjang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Weton, sejitu dan setepat apapun, yang disajikan hanyalah pembacaan potensi. Jika hidup diibaratkan sebuah perjalanan berbekal &lt;a href="http://www.google.co.id/search?q=GPS&amp;amp;pov=107400904927326360508&amp;amp;usg=__mUupF6j2hQ1HaPbIic-zrGPtnoU=&amp;amp;hl=en"&gt;GPS&lt;/a&gt;, maka weton hanyalah track hasil auto routing dengan kelahiran sebagai titik start. Lha anda sekarang kan sudah berdiri sangat jauh dari titik start. Ubah lagi setting fastest/nearest,  ijinkan jalanan tak beraspal, pasang&lt;a title="Peta GPS Wilayah Indonesia" href="http://navigasi.net/goptd.php"&gt; peta terbaru dari navigasi.net&lt;/a&gt;, lalu klik recalculate, maka hasil jalur yang disarankan pun bisa berubah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Track bukan harga mati. Weton bukan harga mati. Takdirpun hanya disebut takdir kalau sudah terjadi. Semua yang masih berupa ramalan, memang benar-benar masih ramalan. Kita yang memilih. Mau memanfaatkannya untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengevaluasi kesiapan diri, atau menggunakannya untuk meningkatkan ketakutan dan menaikkan tensi?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;- – - – -&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pernikahan, cinta, atau apapun itu yang anda yakini, kalau memang pantas diperjuangkan, dan menurut anda resikonya sebanding dengan kebahagiaan yang didapatkan, ya silakan dilanjutkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ibu Dewi adalah salah satu contoh pasangan yang &lt;a href="http://coratcoretkuaja.blogspot.com/2009/02/7-tahun-yang-lalu.html"&gt;sukses walaupun weton tidak cocok&lt;/a&gt; dengan suaminya. Mungkin anda yang punya ketakutan akibat weton bisa konsultasi pada beliau, hehe.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terimakasih sudah membaca blog ini, sudahkah anda tahu apa &lt;a title="Kalender Weton" href="http://ki-demang.com/php_files/02%20kalender%20weton%20on%20line.php"&gt;weton&lt;/a&gt; anda?&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=XeUIUDtYbmE:PMf8O8LPBm8:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=XeUIUDtYbmE:PMf8O8LPBm8:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=XeUIUDtYbmE:PMf8O8LPBm8:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=XeUIUDtYbmE:PMf8O8LPBm8:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=XeUIUDtYbmE:PMf8O8LPBm8:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=XeUIUDtYbmE:PMf8O8LPBm8:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhpraset/~4/XeUIUDtYbmE" height="1" width="1"/&gt;</content><author><name>Guh</name></author><source gr:stream-id="feed/http://guhpraset.co.cc/feed/"><id>tag:google.com,2005:reader/feed/http://guhpraset.co.cc/feed/</id><title type="html">guhpraset.co.cc</title><link rel="alternate" href="http://guhpraset.co.cc" type="text/html" /></source><feedburner:origLink>http://guhpraset.co.cc/2009/06/25/weton/</feedburner:origLink></entry><entry gr:crawl-timestamp-msec="1245604780551"><id gr:original-id="http://guhpraset.co.cc/?p=502">tag:google.com,2005:reader/item/6eb17617b97c85a5</id><category term="FB" /><category term="Kebinekaan" /><category term="Opini" /><title type="html">Masih tentang Ora Ilok</title><published>2009-06-21T17:00:47Z</published><updated>2009-06-21T17:00:47Z</updated><link rel="alternate" href="http://feedproxy.google.com/~r/guhpraset/~3/hL7H0DgasyA/" type="text/html" /><content xml:base="http://guhpraset.co.cc/" type="html">&lt;p&gt;Masih ingat &lt;a href="http://guhpraset.co.cc/2009/06/17/pokoknya-pokoknya-harus-begitu/"&gt;kisah yang kemarin&lt;/a&gt;?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ibu dan anak bertengkar soal tradisi. Si ibu ngotot memaksakan “ora ilok”nya. Si anak menyangkal dengan logikanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dari puluhan yang membaca, rasanya belum ada yang serius berbagi solusi untuk mereka. Jadi terpaksa, sekarang saya sendiri yang harus melakukannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terlebih dahulu, coba memahami keadaan si Ibu. Fenomena “Ora ilok” yang beliau paksakan ini sebenarnya umum sekali. Orang tua jadul sering mentabukan banyak hal tanpa mampu menjelaskan alasannya. Mereka sendiri mungkin benar-benar tidak tahu, karena pada saat mereka menerima ajaran itu, mungkin dalam keadaan kurang kritis. Hanya ditakut-takuti dengan “awas pamali” atau “ora ilok” sudah langsung patuh, nurut lahir batin. Tidak ada pertanyaan kenapa begini kenapa begitu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Generasi jadul memang suka sekali memanfaatkan rasa takut untuk memaksakan keinginannya. Mereka bahkan menciptakan lagu intimidatif untuk menteror anak-anak kecil yang sulit tidur. Kalau tidak salah liriknya begini: “Hwoooo Niina Boboooo, Kalau tidak bobo digigit nyamuk!!!” Anak-anak diancam, jika tidak tidur akan dimangsa sesuatu yang jahat. Nyamuk.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Diancam sedikit. Ditakut-takuti sedikit langsung manut. Keadaan seperti ini justru membuat banyak hal kehilangan esensinya. Tujuannya yang sebenarnya baik jadi terlupakan. Lupa diajarkan karena si pengajar jadi lebih suka menakut-nakuti daripada repot menjelaskan alasan sesungguhnya. Ini mirip seperti pewarisan tradisi-tradisi dalam agama. Akhirnya yang tersisa hanya ritual tak bermakna yg dipaksakan turun temurun, dipatuhi karena rasa takut.  Nah, sang Ibu adalah produk pendidikan seperti itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;–&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sekarang si Perawan. Ini anak produk jaman sekarang. Sehancur apapun dunia pendidikan kita, kadang-kadang bisa juga mencetak anak-anak yang nalarnya berkembang. Lumayan kritis. Tak mau menerima sesuatu begitu saja. Selalu saja minta penjelasan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sayangnya pendidikan yang sama tidak terlalu sukses dalam mencetak anak-anak yang apresiatif terhadap perbedaan. Sejak kecil, lewat pendidikan agama, kebanyakan dari kita diajar untuk merasa paling benar sambil melecehkan kebenaran yang diyakini oleh orang lain. Kalau bisa malah memaksa  orang-orang yang berbeda agar meyakini kebenaran kita. Ajaran macam ini mempengaruhi anda, saya dan semua anak-anak yang pernah sekolah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Baru mulai belajar logis tapi disaat yang sama juga semakin tidak apresiatif. Semakin kaku. Ajaran-ajaran yang tampak tolol dan tak masuk akal, tidak hanya ditolak, mungkin juga akan dilecehkan dan diolok-olok. Nah, saya sendiri kadang terjebak mengamalkan pola pikir seperti ini :”) Dan saya menuduh, si gadis dalam cerita juga sama seperti saya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;—&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saat sang Ibu gagal menjelaskan alasannya. Hanya mampu berkata “POKOKNYA!…” Maka si anak justru tergerak untuk membangkang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bayangkan, betapa durhakanya ini anak dimata sang Ibu. Dengan kurang ajar menolak tradisi yang dihormati dan diwariskan turun-temurun, walau tanpa penjelasan yang tidak masuk akal.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lalu siapa yang salah? Ah, daripada mencari siapa yang salah, lebih baik memikirkan apa yang dapat dilakukan agar suasana dapur jadi harmonis.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;—-&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Apakah yang dapat dilakukan? Membuka diri. Melenturkan hati. Berusaha memahami pihak yang berseberangan pendapat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kalau di posisi sang Ibu, saya akan berusaha memahami penolakan sang anak. Berusaha membuka diri pada pendapat dan cara berpikir baru. Membuka diri pada perubahan. Sekian puluh tahun usia yang sudah saya lalui tentu menyadarkan saya bahwa tidak ada sesuatupun yang terjadi tanpa sebab. Termasuk timbulnya sebuah anjuran. Pasti ada alasan. Dan alasan itu tentu tidak hanya rasa takut pamali atau dosa. Saya akan bertanya sendiri, apa esensi dari tradisi ini?  Nah, itulah yang perlu diwariskan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sedangkan kalau saya di posisi sang tuan puteri, saya berusaha memahami kenapa sang ibu memaksakan pendapatnya. Memahami betapa takutnya dia jika anaknya melanggar pamali. Memahami kasih sayang yang melatarbelakangi ketakutan itu. Memahami bahwa semakin tua, otak manusia semakin renta, hatinya juga semakin alot. Orang jadi semakin kaku, semakin sulit belajar hal baru. Belum lagi masalah ego. Jadi wajar sekali kalau yang muda harus mensyukuri kelenturan yang dimilikinya. Yang penting pertanyaan dan penolakan sudah disampaikan dengan jelas, kalau setelah itu tetap dipaksa, lakukan saja sambil menjelaskan bahwa itu hanya untuk menyenangkan sang Ibu tersayang. Siapa tahu, dalam beberapa hari, otak renta sang ibu berhasil memproses pertanyaan kita. Siapa tahu beliau jadi muda lagi karena otaknya diputar lagi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;—–&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Cukup sekian beropini hari ini. Diatas barusan hanya teori belaka. Jika nanti saya mengalaminya sendiri, tentu saya akan bertindak sesuai kesadaran saya saat itu, kalau lagi cukup ya syukur.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Silakan jika anda ingin berbagi kebijaksanaan. Semoga hati dan pikiran kita semakin lembut dan apresiatif terhadap perbedaan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terimakasih sudah membaca dan ikut memikirkan.&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=hL7H0DgasyA:ssyXdNkTkYY:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=hL7H0DgasyA:ssyXdNkTkYY:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=hL7H0DgasyA:ssyXdNkTkYY:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=hL7H0DgasyA:ssyXdNkTkYY:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?a=hL7H0DgasyA:ssyXdNkTkYY:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/guhpraset?i=hL7H0DgasyA:ssyXdNkTkYY:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/guhpraset/~4/hL7H0DgasyA" height="1" width="1"/&gt;</content><author><name>Guh</name></author><source gr:stream-id="feed/http://guhpraset.co.cc/feed/"><id>tag:google.com,2005:reader/feed/http://guhpraset.co.cc/feed/</id><title type="html">guhpraset.co.cc</title><link rel="alternate" href="http://guhpraset.co.cc" type="text/html" /></source><feedburner:origLink>http://guhpraset.co.cc/2009/06/22/masih-tentang-ora-ilok-pamali/</feedburner:origLink></entry></feed>
