<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639</atom:id><lastBuildDate>Fri, 08 Nov 2024 15:39:29 +0000</lastBuildDate><category>bastard</category><title>Bongkar Tirani</title><description></description><link>http://dianozkys.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>138</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:category text="Society &amp; Culture"><itunes:category text="History"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639.post-6854744788086728014</guid><pubDate>Fri, 28 May 2010 03:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-27T20:24:28.751-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bastard</category><title>My Life is Death</title><description>Mati kini terasa setengah mati, antara hidup dan tidak hidup lalu mengapa kekalahan selalu terjadi terhadap kehidupanku, seperti pecundang kini entah harus bagaimana lagi, harus kemana lagi dimana tempat sudah menjadi tidak aman, nyaman bahkan ditanah kelahiran selalu menimbulkan prahara, ditanah anakku menimbulkan kebencian orang-orang disekitar tak melihatkah mereka apa yang dirasakan olehku, istriku, ibu mertuaku, bahkan kedua orang tuaku semuanya kini telah hilang dalam kehidupanku, hilang semuanya setelah anakku kini semuanya direnggut oleh orang-orang yang rakus akan kehidupan ini, bagaimana tidak? yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin, yang pinter semakin terus pinter yang bodoh terus dibodohkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang terjadi di tahun 2010 terhadap kehidupanku, rasanya pecah hancur lebur menjadi butiran debu yang terbang entah kemana, seperti terkena bom, tetap masih ada bekas-bekasnya namun kemana orang-orang disekitarku pergi? apakah mati terkena bom? atau mati kutu? apa mungkin mati penglihatan, mati rasa dan mati kepedulian terhadap sesamanya? entah aku tak pernah tahu itu hanya ungkapan praduga-praduga kebencian terhadap sistem ini, ingin berontak tak punya kekuatan, ingin melawan hanya sendirian yang aku mampu kini berteriak sekencang-kencangnya bagi siapapun yang mendengarnya mereka mungkin yang melakukan penindasan ini ataupun mungkin mereka yang mempunyai kepedulian terhadap kaum seperti kami? Gila, kini aku gila menjadi anti sosial habis, menolak bertemu dengan siapapun menolak membuat perjanjian apapun jika tidak dibawah pengaruh aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku tak percaya terhadap orang-orang hidup yang ada disekitar kami, kami hanya percaya terhadap pemberontakkan kami. kami menolak melakukan negosiasi, menolak berjalan bersama jika tidak dibawah pimpinan kami. Kini kami menjadi orang-orang yang semakin menggila terhadap kehidupan benih-benih kebencian ditanamkan akibat kaum kami dijadikan para pecundang oleh sebelum ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini bentuk perlawanan atau bentuk yang dihasilakan atas sistem yang ada? tak mampu akau menilainya, biarlah dunia yang menentukan siapakah kami? hasil perbuatan siapakah kami? namun kami menilai bahwa kami terlahir hasil dari perkosaan massal sistem terhadap kehidupan kami yang sebelumnya sehingga beginilah kami jadinya, anti sosial, anti negosiasi anti kerjasama menebar kebencian terhadap sistem yang ada secara terus menerus, memberikan doktrin perlawanan dan pengkhianatan terhadap anak-anak yang ada sama kami!!!&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://dianozkys.blogspot.com/2010/05/my-life-is-death.html</link><author>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639.post-6965651639458980464</guid><pubDate>Sun, 07 Mar 2010 08:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-07T00:37:41.196-08:00</atom:updated><title>1 Kelompok Perempuan VS 1 lembaga</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivVQw7oHTJf9HBiQbSlN2nlrZyIxKF_nSQ43lsKKkKhyCTKpDJ_ALKaOzmopiZrPo4An0jY4VWatz_JxEOd3lbrhKBAbvoOeynfF5MaKJbIPObqE2oYUmV6_IgILDQ5RO5DeB2JveGviBw/s1600-h/untitled2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivVQw7oHTJf9HBiQbSlN2nlrZyIxKF_nSQ43lsKKkKhyCTKpDJ_ALKaOzmopiZrPo4An0jY4VWatz_JxEOd3lbrhKBAbvoOeynfF5MaKJbIPObqE2oYUmV6_IgILDQ5RO5DeB2JveGviBw/s400/untitled2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445808303636398642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ketika Perempuan mau maju didalam kelompoknya khususnya yang ada di Yogyakarta Kelompok yang bernama Diadjeng awalnya bergerak di dukungan sebaya untuk perempuan yang terinfeksi HIV dan AIDS, seing dengan waktu Diadjeng membuat program dengan atas dasar kebutuhan yaitu progam utamanya adalah Gender dan HAM, lalu mereka tuangkan dalam bentuk proposal dan mereka ajukan kepada lembaga donor yang bernama HIVOS, secara hukum dan Administrasi kelompok Diadjeng belum terdaftar secara hukum dan juga tidak mempunyai account Bank atas nama kelompok, ketika proposal mereka ditanggapi dan kemungkinan besar mendapatkan dana program dari Hivos, Diadjeng meminta bantuan kepada kelompok payungnya yang selama ini memayungi Diadjeng didalam program dukungan sebaya yang didanai oleh lembaga dari jakarta yaitu Spiritia, namun dalam program Gender dsn HAM Diadjeng pun menggunakn Legalitasnya lembaga payung Victory Plus untk sebagai salah satu prasyarat mengajukan proposal ke Hivos, seiring dengan waktu proposal mereka diterima, namun masalah datang tetapi bukan datang dari pemberi dana melainkan datang dasro lembaga payungnya mereka, Diadjeng merasa selama ini selalu di kontrol oleh lembaga payung Victory Plus, didalam hal apapun termasuk didalam proposal mereka yang diterima oleh Hivos, ternya Victory menginginkan Budgeting program Gender dan HAM yang didanai oleh Hivos dikelola oleh Victory, yang dimana Victory juga ikut mengirimkan proposal ke Hivos namun proposal Victory tidak diterima, yang bikin teman-teman Diadjeng dan komunitas marah mengapa Victory ingin sekali meguasai hasil dari kerja keras Kelompok Diadjeng, sudah jelas-jelas Diadjeng akan memberikan kompensasi dari bantuan Victory didalm memudahkan prasyarat mengajukan proposal Diadjeng yaitu memaki legalitasnya Victory, Kelompojk Diadjeng ini mempertanyakan Victory itu lembaga sosial atau lembaga yang sengaja mencari uang diatas nama orang yang terinfeksi HIV dan AIDS? jelas-jelas Victory selalu ingin memegang uang dari kelompok-kelompok Marginal, teringat waktu itu ketika saya mendirikan kelompok dukungan sebaya untuk pengguna napza yaitu Contrast dan kelompok ini mau mengajukan dukungan Dana dari Spiritia, sangat berbeda sekali dari pengalamanku mengelola kelompok di Jakarta dengan di Yogyakarta, Di Jakarta kami diberikan dana kegiatan oleh Spiritia unyuk kami kelola sendiri, namun dYogyakarta kami harus memintanya ke Victory setiap kali mau berkegiatan, berarti kami tidak pernah diberikan kesempatan untuk mengelola, lalu perlawananpun dimulai, kami meminta uang kami agar kami  dapat belajar mengelola dana kegiatan karena kami mempunyai struktur organisasi yang harus belajar bekerja, karena kami tidak mau dana kami dipegang oleh Victroy karena bisa saja mereka mngubah permintaan dana kebutuhan kami. Hal ini pun kembali terulang ketika Diadjeng mendapatkan dana program dari Hivos, Victory hanya mau menguasai kelompok-kelompok kecil ini,dan juga maksudnya apa dari semua ini, bukankah terlihat jelas bahwa kontrol dan kekuasaan juga ingin merampok idealis dan anggaran kelompok Diadjeng ini, jika memang Victory lembaga sosial biarkanlah kelompok ini berkembang dan belajar mengelola hasil jerih payah yang selama ini mereka lakukan untuk komunitasnya, ternyata menurut kami lembaga payung Victory Plus hanyalah lembaga yang menjual belikan orang yang terinfeksi HIv dan AIDS, Perempuan bahkan akta notarisnya pun harus bisa menghasilkan uang, pertanyaannya untuk apakah dana-dana nya? karena tidak hanya dapat dana dari hasil jual beli haram tersebut, tetapi juga mendapatkan uang dari ahsil orang-orang yang bekerja dilembaga lain namun atas dasar refernsi Victory harus dipotong 25% fdari hasil gajinya tak peduli di Gaji berapaun tak peduli juga cukup untuk kebutuhan hidup atau tidak?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pantaskah lembaga itu ada didalam negeri ini, pantaskah lembaga itu untuk tetap terlibat diposisi penting? menurut kami dibubarkan adalah yang paling sangat pentas untuk Victory Plus. Agar tidak ada lgi jual beli komunitas, jual beli program dan pemerasan dari para pekerjanya... Kelompok Melaqan lembaga Victory Plus yang Tirani, Melanggar segala aspek hak asasi manusia.&lt;/p&gt;</description><link>http://dianozkys.blogspot.com/2010/03/1-kelompok-perempuan-vs-1-lembaga.html</link><author>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivVQw7oHTJf9HBiQbSlN2nlrZyIxKF_nSQ43lsKKkKhyCTKpDJ_ALKaOzmopiZrPo4An0jY4VWatz_JxEOd3lbrhKBAbvoOeynfF5MaKJbIPObqE2oYUmV6_IgILDQ5RO5DeB2JveGviBw/s72-c/untitled2.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639.post-4709438155665490443</guid><pubDate>Sun, 21 Feb 2010 13:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-21T05:28:45.077-08:00</atom:updated><title>Kemiskinan dan Kegelapan...</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIx7T_LOnL1BXVQbu_K5zVln7bm7hBzhLfskTwQWVEj4-0lBHvqn1KuETDHkjVgIbVFxXmytDCWaNrsizPtR82kAGTTs2vr8pm6Sxqg6_K_KN7FnETHkQPOAVmhT69kBPtYnkh5ihEoCqF/s1600-h/sayap.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 97px; height: 130px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIx7T_LOnL1BXVQbu_K5zVln7bm7hBzhLfskTwQWVEj4-0lBHvqn1KuETDHkjVgIbVFxXmytDCWaNrsizPtR82kAGTTs2vr8pm6Sxqg6_K_KN7FnETHkQPOAVmhT69kBPtYnkh5ihEoCqF/s400/sayap.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440688065109349858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kemiskinanku Membuat Mata Hati ku Menjadi Gelap, Semuanya tak bisa lagi dilihat, Siapa lagi yang harus ditikam dan direbut kesejahteraan kita walau terkadang orang-orang yang kita kenal menjadi korban kemiskinan kita, demi bertahan hidup diatas sebuah negara yang kaya raya mencari bnafkah dengan segala resikonya, entah itu penjara, amukan massa, ataupun putusn tali perteman kita, sebab perteman tidak mengenal miskin dan kaya, namun yang terjadi kekayaan tetap saja menindas kemiskinan, melecehkan orang-orang yang tak pernah mendapatkan kesempatan untuk mencapai kesejahteraan, tapi apa daya teriakan ingin bertahan hidup lebih kuat dibanding kekuatan tali pertemanan kita, sebab makan adalah kehidupan agar tetap bisa bernafas di gelapnya dunia yang aku jalani sekarang, Kegelapan sistem yang memiskinkan sebagian rakyat membuat kaum miskin berontak dengan caranya masing-masing, namun tetap saja minta-minta bukanlah yang lebih baik dari pada melakukan kriminalitas kepada siapapun dengan tanpa pandang bulu, kekejaman profesional kriminalitas lebih berharga dari pada melakukan kegiatan meminta-minta dipinggir jalan, tapi menurutku terserah apapun yang dilakukan oleh kaum miskin aku tidak peduli terserah caranya masing-masing untuk bertahan hidup, karena  yang aku tahu aku sedang memikirkan bagaimana besok aku dan keluargaku bisa makan agar tetap bisa menikmati hidup, pendidikan, kesehatan maupun tempat untuk kami merebahkan diri ini?&lt;br /&gt;Masih berapa abad lamanya lagi kegelapan menghantui kaum miskin negeri ini, ketidakadilan yang tak berhenti melingkarinya, yang kaya tetap akan terus menjadi kaya raya yang miskin akankah tetap miskin? Miskin harta dan jiwa sehingga kegelapan semakin menjadi Tirani melalui sistem yang dibuatnya para penguasa terus mengorbankan rakyatnya sendiri, hukum yang belum berpihak, kesehatan yang menjadi komoditas, pendidikan menjadi barang yang sangat mahal, lalu? pantaskah semua orang mempunyai mimpi dan cita-cita? Tak tahu lah, jika semuanya seperti ini itu adalah uang dan uang, kita tetap tak bisa bermimpi mempunyai teman yang baik, tak bisa bercita-cita menjadi seperti yang kita inginkan, tak bisa mengontrol agar tak melanggar hukum dan yang terjadi tetaplah kita berad dilingkaran kegelapan yang kita sendiri tak tahu berapa lama lagi Cahaya Keadilan dan Kesejahteraan dialami oleh garis keturunan kita nanti, dan kita juga tak bisa diam, tak lagi harus bertengkar diantara suami yang tak mampu kasih uang kepada istrinya untuk masak , dan seorang istri masih harus menunda mimpi dan harapanya untuk tampil cantik karena Make Up dihadapan suami tercintanya. Karena saat sekarang turun ke Jalan untuk meneriakan ketidakadilan ini, untuk merebut hak-hak yang telah dirampas karena tak seharusnya kita menjadi miskin, tak seharusnya kita tak bisa makan, tak seharusnya kita tak bisa sekolah, juga tak seharusnya kita tak bisa berobat ke rumah sakit, kita seharusnya bisa dan mendapatkan semua itu, kita semua bisa kembali bermimpi, bercita-cita, memakan masakan istri kita yang kita makan bersama anak-anak kita dan Setiap Wanita bisa tampil cantik untuk suami-suaminya, dan Juga tak ada lagi pengkhianatan pertemanan. Itulah diantaranya yang harus kita rebut kembali sebab masih banyak seharus yang menjadi hak kita, jika negeri ini mencintai keadilan dan kesejahteraan rakyatnya mungkin kita tak akan berteriak dimana-mana dan tak juga turun kejalan hanya untuk menunjukkan bahwa kita kecewa kepadanya, Namun disini dinegeri ini kita harus merebutnya kembali, Janganlah Diam saatnya kita satukan suara, satukan tujuan agar c\mimpi dan cita-cita kita bisa kita rebut kembali, karena kita juga tidak ingin terus-menerus melakukan kegiatan meminta-minta dipinggir dan lampu merah jalan, juga tidak ingin kriminalitas menjadi cara-cara kita untuk bertahan hidup sebab kami juga mencintai manusia lainnya, jangan lagi ajarkan kami untuk merampas hak orang lain sebab penguasa dan kaum miskin sama-sama miskin, sama-sama melakukan kegiatan meminta-minta dan kriminalitas, kami miskin harta namun penguasa miskin jiwa, pelaku kriminal secara sistematis dan melindungi dirinya dari hukum karena mereka berkuasa, kita hanyalah pelaku kriminal jalanan yang tak lepas dari segala ancaman hukum.&lt;br /&gt;Inilah Kegelapan dan Kemiskinan ada dimana-mana bahkan menjadi lingkaran yang gelap!!!&lt;br /&gt;Kita Tunggu Perubahan untuk lepas dari lingkaran Setan ini, hanya satu yaitu melalui perlawanan membongkar tirani para penguasa negeri ini....</description><link>http://dianozkys.blogspot.com/2010/02/kemiskinan-dan-kegelapan.html</link><author>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIx7T_LOnL1BXVQbu_K5zVln7bm7hBzhLfskTwQWVEj4-0lBHvqn1KuETDHkjVgIbVFxXmytDCWaNrsizPtR82kAGTTs2vr8pm6Sxqg6_K_KN7FnETHkQPOAVmhT69kBPtYnkh5ihEoCqF/s72-c/sayap.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639.post-2395282730616320384</guid><pubDate>Sun, 14 Feb 2010 03:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-13T20:01:30.972-08:00</atom:updated><title>Pengkhianatan Versus Diri Sendiri</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJ3VEom7rXEYQPBTtcDym7K5ZSZvpKVrL7LAzEJ2EJGfi_mW4PSZGAA8C65yZe3vIhCRaLqI30rDYkiwkV-GTW02ghoHIz6oAX4W1gmKhb6xuenK0cnRgFuV03afGr7_QrgCZBCOeRfyqa/s1600-h/pkni.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 282px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJ3VEom7rXEYQPBTtcDym7K5ZSZvpKVrL7LAzEJ2EJGfi_mW4PSZGAA8C65yZe3vIhCRaLqI30rDYkiwkV-GTW02ghoHIz6oAX4W1gmKhb6xuenK0cnRgFuV03afGr7_QrgCZBCOeRfyqa/s400/pkni.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437939608891880162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak pernah tahu kapan datangnya pengkhianatan itu, hanya disaat tiba waktunya kita sadar siapakah yang telah terlihat jiwa dan karakter orang-orang yang pernah bersama kita.&lt;br /&gt;Terlihat sekali dengan jelas orang-orang tersebut yang digapai hanyalah segenggam perbedaan kondisi ekonominya, ketika dia telah mendapatkannya dia seolah-olah merasa berkuasa dan lebih mampu diantara kita, namun tak pernah disadari bahwa ada kendaraannya dia menggapai perubahan itu yaitu sebuah kebersamaan kelompok kita, seiring dengan waktu terlihat jelasmotivasi orang-orang yang disekitar kita, hanyalah pemanfaatan untuk kepentingan pribadi bukan lagi untuk perjuangan yang pernah kita gaung dan cita-citakan bersama didalam sebuah kongres.&lt;br /&gt;Inilah yang terjadi terhadap manusia-manusia yang ada didaerah kami, orang-orangnya hanya mempunyai motivasi pribadi yang rakus, tergambar olehku prilaku orang-orang tersebut, yang pertama dia tak mengerti apa-apa dan tak tahu informasi apapun karena memang ditutup informasi untuknya lalu aku membawanya dan mengenalkan kepada sebuah kelompok yang lebih besar dan memberinya informasi yang banyak hingga dia mampu mencari, berdiskusi, beragumentasi dan membuat programnya, namun kami masih mempercayainya karena masih menggunakan asas kebersamaan, sekali lagi seiring waktu berjalan dia mengkambing hitamkan didalam sebuah forum pemilihan seorang pemimpin baru dan penggantinya adalah orang yang tak pernah mengerti apa-apa mengenai perjuangan selain harta dan kekuasaan, ternyata dugaan kami terbukti pemimpin yang baru hanyalah orientasi pada kuasa dan uang dari hasil kegiatan yang diadakan oleh lembaga lain, tidak kegiatan yang dilakukan oleh pemimpin baru tersebut untuk menggapai perjuangan, kami menilainya inilah akibat melakukan stigma terhadap seorang pemimpin pecandu napza, stigma dan menjadi korban kambing hitam oleh komunitas sendiri, hingga kini tak ada perjuangan yang diperjuangkan olehnya. Ditambah lagi orang-orang yang mengikuti kami kini merasa lebih hebat dari pada berjuang dengan bersama-sama, sebab dia sudah mendapatkan tugas dari lembaga lain sehingga melupakan perjuangan diri kita. Inilah gambaran-gambaran pengkhianatan versus diri sendiri yang terjadi pada komunitas-komunitas yang ada disekitar kami, belum lagi orang-orang dan musuh-musuh sedang melakukan bombardir terhadap kami. Dan perjuangan ini berakhir karena banyaknya orang-orang bermuka dua didalam perjuangan ini.</description><link>http://dianozkys.blogspot.com/2010/02/pengkhianatan-versus-diri-sendiri.html</link><author>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJ3VEom7rXEYQPBTtcDym7K5ZSZvpKVrL7LAzEJ2EJGfi_mW4PSZGAA8C65yZe3vIhCRaLqI30rDYkiwkV-GTW02ghoHIz6oAX4W1gmKhb6xuenK0cnRgFuV03afGr7_QrgCZBCOeRfyqa/s72-c/pkni.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639.post-1839045706379627325</guid><pubDate>Mon, 28 Dec 2009 08:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-02T23:56:17.029-08:00</atom:updated><title>Kemiskinan negeri Surga Mimpi</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZoxRb9-vk6FmrOqfzcGNxlS_woxRjNua1iS0ZFyFXFMoGTyeP3_qMvRtEsreXwjVvcqfzdgqPfXFmoJA3UHFnFchSCBriLtxIFel-Ef-DYg3IWcppRteMKrnj93msEcWisL9zj3bBm353/s1600-h/dianozky.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZoxRb9-vk6FmrOqfzcGNxlS_woxRjNua1iS0ZFyFXFMoGTyeP3_qMvRtEsreXwjVvcqfzdgqPfXFmoJA3UHFnFchSCBriLtxIFel-Ef-DYg3IWcppRteMKrnj93msEcWisL9zj3bBm353/s400/dianozky.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420594220628317474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;blik&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Aku lahir diatas negeri pertiwi yang katanya kaya raya akan potensi alamnya, yang juga katanya negeri dongeng, negeri seperti kita berada di surga mimpi.&lt;br /&gt;Hingga aku mampu menjalani kehidupanku sendiri, tak satupun kudapatkan kekayaan negeri ini, tak juga mempunyai istana seperti di Surga-surga istananya tergambar megah meski didalam mimpi ini. Tak juga kudapatkan ladang untuk memberi tenaga tubuh ini, agar cacing-cacing dalam perut kami tak berteriak kelaparan, namun nyatanya cacing dalam perut terus berteriak hingga memberontak sampai-sampai tubuh ini terjatuh karena pemberontakan cacing dalam perut, Tak juga kami dapatkan obat-obatan dan perawatannya, Katanya aku tak bisa dapat tempat untuk dirawat karena tak ada yang berani menjamin pembiayaannya. Lalu dimanakah tanggung jawab negeri ini? Dimanakah Kekayaan tanah air ini? yang seharusnya kekayaan negeri ini menjadi penjamin agar kami mendapatkan perawatan dan pengobatan kerika kami diharuskan sakit karena kelaparankah, kemiskinankah? Sebenarnya negeri kita kaya raya atau tidak Kakek? Kakek sudah tak lagi bisa menjawab, karena kini beliau berada didalam kubur yang sebentar lagi tanah kuburannya diratakan untuk dijadikan gedung-gedung bertingkat. Kakekku ketika aku kecil bercerita betapa kaya rayanya negeri kita ini, lalu siapakah yang membohongi kami? kakeku atau siapa? Kata Kakekku Negeri ini kaya raya namun nyatanya kami tak pernah mendapatkan hasil kekayaan negeri ini, tempat untuk berteduhpun kami berada dikolong-kolong tempat mobil-mobil melintas diatas jembatan ini. Ternyata Kakeku hanya bercerita Negeri Surga yang kaya Raya itu hanyalah mimpinya ataupun khayalan kaum miskin. Sebab kekayaan Negeri ini sudah habis di rampok oleh para Penguasa Negeri ini oleh orang-orang yangf katanya selalu berjuang untuk rakyat. Biarkan saja kriminalitas, pembodohan publik, kebohongan, perampokan dan pemerkosaan hak-hak selalu diajarkan oleh mereka yang memegang kekuasaan negeri kita yang katanya Kaya Raya. Kakekku tidak bohong Penguasalah yang merampok kekayaan Tanah Air ini.!!!&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://dianozkys.blogspot.com/2009/12/kemiskinan-negeri-surga-mimpi.html</link><author>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZoxRb9-vk6FmrOqfzcGNxlS_woxRjNua1iS0ZFyFXFMoGTyeP3_qMvRtEsreXwjVvcqfzdgqPfXFmoJA3UHFnFchSCBriLtxIFel-Ef-DYg3IWcppRteMKrnj93msEcWisL9zj3bBm353/s72-c/dianozky.JPG" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639.post-5712036765309174062</guid><pubDate>Tue, 22 Dec 2009 13:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-02T23:59:17.129-08:00</atom:updated><title>Stop kekerasan, Stigma dan Diskriminasi terhadap Korban Napza</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSuW8W4ZFh6m9Jj84ShIm2998v32Nv_wsYlRxoKBALaD0odQDnTTQtVE1U_eOdwEfUcle7m_GotF4cJgEA3BBtDfXxGeJ1Yt9AptjA9IIH3x1PmZ-D4I_9P4dTCD-WC1Dwl8U5_MgdmSqC/s1600-h/ham1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSuW8W4ZFh6m9Jj84ShIm2998v32Nv_wsYlRxoKBALaD0odQDnTTQtVE1U_eOdwEfUcle7m_GotF4cJgEA3BBtDfXxGeJ1Yt9AptjA9IIH3x1PmZ-D4I_9P4dTCD-WC1Dwl8U5_MgdmSqC/s400/ham1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418049966390494306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Penyiksaan dan perlakuan semena-mena aparat negara telah banyak dilakukan terhadap tersangka pelanggar hukum maupun mereka yang divonis hukuman oleh pengadilan. Memang belum banyak yang berani mengungkap dan memproses pelanggaran HAM ini secara hukum. Ketertindasan dan rasa tidak aman akibat stigma sebagai pelaku tindak kejahatan masih melekat pada diri korban untuk mengatasi ketidakadilan yang dialami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Penggunaan napza merupakan suatu tindakan yang ditetapkan sebagai kejahatan di Indonesia. Dalam lima tahun terakhir setidaknya dari 110.000 orang telah dipenjarakan atas tuduhan kasus napza dimana 70 persennya adalah pengguna napza. Prosentase pelanggaran kasus napza terus naik dari 10,6% pada 2002 menjadi 28,4% pada 2006.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Meningkatnya besaran kasus tersebut turut pula meningkatkan peluang penyiksaan dan perlakuan semena-mena aparat terhadap para pengguna napza. Tak hanya penyiksaan fisik yang dialami, namun juga tindakan menjebak dan memeras mantan pelanggar kasus napza marak terjadi dengan memanfaatkannya untuk menjerat pengguna napza lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;blik&gt;“Pengguna napza itu sebenarnya korban. Tapi selama ini yang terjadi, masyarakat dan aparat melihat kita sebagai pelaku kriminal,”&lt;/blink&gt; kata Dianozky dari Persaudaraan Korban Napza Indonesia (PKNI) Dewan Pengurus Nasional DIY yang ditemui di Kamis (10/12).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Atas dasar itulah, bertepatan dengan peringatan Hari Hak Azasi Manusia Sedunia (10 Desember) PKNI secara serentak di 14 propinsi di Indonesia menyatakan sikap:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Menuntut pemerintah dan wakil rakyat agar mengkaji ulang penerapan UU Narkotika dan Psikotropika khususnya mengenai dampak-dampak buruk yang diakibatkannya selama ini di tengah masyarakat;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Akan berasa bersama dan mendukung wakil rakyat agar berani memebebaskan diri dari tekanan internasional yang ditunggangi kepentingan politik ekonomi negara-negara adikuasa dalam menetapkan kebijakan napza nasional;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Menuntut penghapusan kriminalisasi dan penetapan pengguna napza sebagai korban dalam UU Pengendalian Napza yang sedang direvisi;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Mengutuk penyiksaan dan perlakuan semena-mena aparat terhadap seluruh warga negara yang berhadapan dengan hukum dan akan terus menindaklanjuti kasus-kasus yang terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;</description><link>http://dianozkys.blogspot.com/2009/12/stop-kekerasan-stigma-dan-diskriminasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSuW8W4ZFh6m9Jj84ShIm2998v32Nv_wsYlRxoKBALaD0odQDnTTQtVE1U_eOdwEfUcle7m_GotF4cJgEA3BBtDfXxGeJ1Yt9AptjA9IIH3x1PmZ-D4I_9P4dTCD-WC1Dwl8U5_MgdmSqC/s72-c/ham1.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639.post-3092317189154082164</guid><pubDate>Fri, 18 Dec 2009 16:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-18T08:50:23.606-08:00</atom:updated><title>Kebencian Menghampiri...!!!</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVf487s4g7rq3nRpz_aqd5E3rAQDbhf3acwCdDb-0LMedBWpfZ3bG47b7aT3LvZLx4UBTi4oElylr4aErC6sS_4MvP3jdLy3F_Bn0pXNn9Ch4ZzFCdXWtCDYhOJWo6mOTDSUtR8Wf5E8S0/s1600-h/a6240ca9cb09607f952e659b3be8417a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 300px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVf487s4g7rq3nRpz_aqd5E3rAQDbhf3acwCdDb-0LMedBWpfZ3bG47b7aT3LvZLx4UBTi4oElylr4aErC6sS_4MvP3jdLy3F_Bn0pXNn9Ch4ZzFCdXWtCDYhOJWo6mOTDSUtR8Wf5E8S0/s400/a6240ca9cb09607f952e659b3be8417a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416619433562504146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Anjing terus menggongong diantara kehidupanku membuat telinga dan hati tak kuasa menahan amarah... Ingin kuteriakan dirimu bersama kemunafikan-kemunafikan yang kaumiliki, keluargamu seperti manusia biadab yang tak pernah tahu rasa kemanusiaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika semua ini hanyalh kepura-pura an untuk menutupi keslahan yang pernah kita buat, kini semuanya kembali membenci tanpa rasa pedulisatu sama lain, meski kita terhitung sebagai orang-orang terdekat diantara kalian namun yang kalian tunjukkan hanyalah kebencian kepada anak manusia yang selalu bersama sang kekalahan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanakah hati nurani sang saudara? tidak ada tanpa rasa kau ungkapkan kata-kata kotor melalui ancaman-ancaman yang sangat bodoh dan mudah diketahui oleh diriku, tak perlu lagi ada kepura-puraan diwajahmu yang harus ditunjukkan hanyalah keberanian ke;uargamu mengungkapkan kepada seorang penumpang hidup orang-orang seperti aku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun kini mulai depresi hidup bersama dirimu kini tak pernah berarti apa-apa lagi, sebab tak ada yang kau utamakan lagi selain dirimu dan kelompokmu, darahmu yang telah menyatu dengan tubuh dan cinta kau lupakan, kau biarkan untuk kau khianati...&lt;br /&gt;Tak ada lagi bermain-main diantara kita sebab kita bukan lah manusia permainan atau mainan yang mudah kau apakan saja, layaknya boneka tak mampu berbuat apa-apa sebab yang berbuat apa-apa si Tuan yang memiliki boneka tersebut...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebencian apa lagi kini yang menghampiri kehidupanku, tak pernah aku rasakan kedamaian airmata terharu bahagia bukannya airmata sakit hati karena jiwa yang tersayat-sayat oleh para penguasa... Harta dan kekuasaan memang sangat menggoda seperti anggur merah yang dituangkan para Raja didalam Istana, dikelilingi dayang-dayang cantik, mau apa saja tinggal tunjuk sana-tunjuk sini, merampas harta kehidupan orang-orang yang lemah. kebencianpun semakin gila, darah didalam tubuh mendidih menjadi panas menggelora, hanya amarah dan perlawanan yang mampu meredam rasa kebencian ini, sebab diam terinjak-njak diatas kaki sang penguasa...</description><link>http://dianozkys.blogspot.com/2009/12/kebencian-menghampiri.html</link><author>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVf487s4g7rq3nRpz_aqd5E3rAQDbhf3acwCdDb-0LMedBWpfZ3bG47b7aT3LvZLx4UBTi4oElylr4aErC6sS_4MvP3jdLy3F_Bn0pXNn9Ch4ZzFCdXWtCDYhOJWo6mOTDSUtR8Wf5E8S0/s72-c/a6240ca9cb09607f952e659b3be8417a.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639.post-8103734465348269063</guid><pubDate>Tue, 01 Dec 2009 13:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-05T04:33:38.483-08:00</atom:updated><title>Aksi di Hari AIDS, Hak Asasi dan Akses Untuk Semua</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUhHeP8-r3rT13BxHMT4MaQLFavEfHib5_AyH0fOGOBbbG6x8xJmjvBcyEIdC9Dq8bzjbGwXvD47eO4tqOCH5Da4qK1Q5DztsxJm9wCUBhtI_4cL9sk2qvySjndcYtpUfDgOnQ-B-lLO8E/s1600/PKNii2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUhHeP8-r3rT13BxHMT4MaQLFavEfHib5_AyH0fOGOBbbG6x8xJmjvBcyEIdC9Dq8bzjbGwXvD47eO4tqOCH5Da4qK1Q5DztsxJm9wCUBhtI_4cL9sk2qvySjndcYtpUfDgOnQ-B-lLO8E/s400/PKNii2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410253459013620962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Aksi Damai dalam memperingati Hari AIDS Sedunia, Tanggal 1 Desember 2009 di tengah-tengah Jalan Kantor Pos Malioboro Yogyakarta pada Pukul 9.00 pagi.&lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 0, 0); text-align: justify;"&gt;Kepanitian Hari AIDS Sedunia adalah Solidaritas Peduli AIDS Yogyakarta (SPAY) Yang dimana Organisasi teersebut adalah Gabungan Organisasi Yang bergerak Di issue HIV/AIDS, HAM, Perempuan, Gender, Napza dan Anak Jalanan. PKNI sendiri adalah bagian dari SPAY. Pada Pukul 9 pagi kami semua telah berkumpul di Kantor POS Malioboro, Yogyakarta, Aksi ini dihadiri sekitar 5o Orang Aktivis, namun ada yang lain pada aksi kali ini, yaitu kami semua berdiri di tengah-tengah perempatan jalan diantara lampu merah dikanan, kiri, depan dan belakang kami dengan membentuk sebuah kotak, ditengah-tengah kotak setiap lembaga menyampaikan tuntutannya kepada pemerintah, PKNI Yogyakarta Sendiri dengan diwakili salah satu anggotanya PKNI Yogyakarta juga menyampaikan tuntutannya kepada pemerintah Yogyakarta, diantaranya adalah :&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;1). STOP KRIMINALISASI TERHADAP KORBAN NAPZA &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;2). REHABILTASI YANG KAMI BUTUHKAN, PENJARA BUKANLAH SOLUSI BAGI                         PENGGUNA NAPZA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;3). TERSEDIANYA INFRASTRUKTUR REHABILiTASI MEDIS DAN SOSIAL BAGI KORBAN         NAPZA YOGYAKARTA.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;4). ATAS DASAR KEMANUSIAAN PENGADILAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA HARUS BERNI MENERAPKAN/ MENETAPKAN SURAT EDARAN MAHKAMAH AGUNG NO. 7 TAHUN 2009, YANG MENGHARUSKAN PENGGUNA NAPZA DIREHABILITASI BUKAN DIPENJARA&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Setelah masing-masing lembaga membacakan tuntutannya, kami semua membaca press realese bersama dengan di iringi nyanyian-nyanyian perlawanan peserta aksi. setelah membacakan tuntutan bersama kami dari PKNI dihampiri beberapa Media Lokal baik Cetak maupun elektronik untuk dilakukan wawancara mengenai isi tuntutan kami. menurut kami ini adalah kesempatan untuk menyampaikan issue-issue yang merugikan terhadap korban napza kepada media, seperti kita ketahui Media mampu merubah pandangan masyarakat kita terhadap informasi yang mereka tayangkan maupun yang mereka cetak, tak lupa juga kami menyampaikan kepada Media mengenai kontraproduktifnya Undanng-Undang Narkotika Tahun 2009, yang dimana isinya sangat tidak memanusiakan korban napza dan mengkriminalkan korban napza. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Setelah itu tepat pukul 11.00 wib kami semua membubarkan diri, untuk mempersiapkan untuk aksi Carnaval yang akan dilaksanakan pada pukul 14.00, dengan peserta lebih banyak lebih dari 500 orang terlibat didalam Carnaval tersebut Carnaval termasuk PKNI meskipun massa PKNI lebih sedikit dibanding dari peserta-peserta lainnya tapi kami semua tetap meneriakan segala tuntutan yang menurut kami melanggar hak asasi kami sebagai manusia. Carnaval ini dihadiri semua unsur masyarakat, LSM, Dinas-dinas, Pelajar dan Komunitas-komunitas dari berbagai latar belakang, Carnaval ini sangat menarik, mungkin juga ini adalah Memperingati Hari AIDS Sedunia yang Paling baik dibanding sebelumnya karena dihadiri lebih dari 500 orang dari hampir semua unsur masyarakat terlibat dan yang lebih menariknya lagi Carnaval ini banyak sekali aksi-aksi yang menghibur dari peserta Carnaval, namun tidak lupa juga tetap memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada masyarakat yang banyak meyaksikan peserta Carnaval dipinggir jalan Malioboro, karena Carnavalnya dilakukan dengan Long March Start Dari Jl. Abu Bakar Ali sampai Alun-Alun Utara Malioboro Yogyakarta.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Demikian sedikit cerita dari yogyakarta meskipun dibacanya tidak menarik (karena saya kurang pandai menulis seperti para penulis lainnya), tapi menurut kami ini adalah sesuatu yang bisa kami lakukan untuk menuntut apa yang telah/ seharusnya menjadi hak-hak kami sebagai korban Napza dan Orang yang Terinfeksi HIV.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Salam Perjuangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://dianozkys.blogspot.com/2009/12/aksi-di-hari-aids-hak-asasi-dan-akses.html</link><author>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUhHeP8-r3rT13BxHMT4MaQLFavEfHib5_AyH0fOGOBbbG6x8xJmjvBcyEIdC9Dq8bzjbGwXvD47eO4tqOCH5Da4qK1Q5DztsxJm9wCUBhtI_4cL9sk2qvySjndcYtpUfDgOnQ-B-lLO8E/s72-c/PKNii2.JPG" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639.post-6848245939469478752</guid><pubDate>Sun, 29 Nov 2009 04:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-28T20:48:49.977-08:00</atom:updated><title>Mimpi-Mimpi Yang tak Pernah Terlihat, Artikel 129#</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJCTMdj4Da0nicVhGTbyTsmeo7VX7tS3OsnL0-8r34lxRemkHKAlGrEHsJJMTItz_QNrMXJ7GITZgIcbzm4WPWrkSFHTn20ThOIs6ti7iEbsaEpAUQYBgKMB10Q9pKMiPxt8m9pzCixFyf/s1600/dianozkys212.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 180px; height: 135px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJCTMdj4Da0nicVhGTbyTsmeo7VX7tS3OsnL0-8r34lxRemkHKAlGrEHsJJMTItz_QNrMXJ7GITZgIcbzm4WPWrkSFHTn20ThOIs6ti7iEbsaEpAUQYBgKMB10Q9pKMiPxt8m9pzCixFyf/s400/dianozkys212.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409382552339738226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAzwhct3n2obaateFciU6BXnANmwkKGB61_nS9biBJNH5O5VwwopQBnAl8Pgfb2ArT2N8PkpqN3kkQn7PcWMJri74O0HgY0i9tW1N4vtJGzcXYMR9SUwxz7ubtSwjQf-5kUwKwLop8YyzR/s1600/Dianozky.jpg"&gt; &lt;/a&gt;Angin malam semakin menusuk sendi-sendi tulangku hingga aku gemetar kedinginan, padahal siang hari tadi panasnya juga sampai membakar emosi hingga mencapai ke ubun-ubun ayang akhirnya amarahlah yang keluar dari mulutku ini...!!!nKeringat yang keluar dan air dahaga yang aku minum tak sebanding dengan derasnya air keringat yang keluar, karena hanya setetes air yang hanya dapat aku minum. Ini adalah sesuatu ketidak seimbangan bagi kehidupanku, maka yang terjadi gemetar tubuh ini dimalam hari. Orang-orang yang berada didalam gedung megah membuang literan air dahaga, tidak lagi air putih menjadi air pelepas dahaga mereka melainkan air-air yang penuh dengan warna-warna. Begitu membencinyakah alam pembangunan terhadap kaum miskin seperti kami? sehingga kami terbuang diantara tanah kelahiran kami sendiri. Milik siapakan kehidupan dan mimpi-mimpi ini? Mengapa kami semua sulit menggapai mimpi? sehingga bermimpipun kami harus sembunyi-sembunyi dibawah besarnya gedung-gedung yang dihuni kaum munafik, orang-orang yang penuh dengan jiwa binatang membunuh hanya untuk mendapatkan kepentingan individu ataupu satu kelompok saja.  Lalu apa peran negara ini bagi rakyatnya? tak pernahkah negara mempunyai hati yang tulus untuk menjaga rakyatnya? mengapa masalah kami selalu diputar-putarkan diantara kebenaran dan pertolongan yang selalu di ungkapkan? namun tak pernah kami semua merasakan apa yang namanya kesejahteraan. &lt;p&gt;Aku bingung dan semakin bingung, seorang rakyat yang sedang mencoba memikirkan sesuatu tak ada tempat untuk menuangkannya, tak ada lagi ruang publik untuk kami yang selalu tersingkirkan diantara pembangunan. Dan kearifan lokal goting royong bangsa kita patut dipertanyakan, milik bangsa manakah gotong royong itu? sedangkan bangsa kita sudah tidak lagi memerankan gotong royongnya melainkan berubah menjadi individu-individu yang saling menikam,  individu-individu yang mulai dijadikan budaya oleh pembangunan agar diantara kita satu sama lainnya saling membunuh untuk terpenuhinya perut-perut yang kosong, untuk terpenuhinya temnpat tidur dibawah modernnya jembatan-jembatan layang, jembatan-jembatan sungai dan dibawah tingginya gedung yang bisa saja menguburkan kita ketika alam mulai marah mengguncangkan tempat kita berpijak ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka mimpi-mimpi kita sebenarnya tak pernah terlihat oleh siapapun, tak pernah menjadi nyata untuk dinikmati bersama yang dilindungi adalah orang-orang yang mempunyai harta untuk mndapatkan mimpi-mimpinya menguasai jiwa-jiwa seperti kita, jiwa-jiwa yang dibodohkan jiwa-jiwa yang dimiskinkan dan jiwa-jiwa yang disakitkan, hidup kita dipegang oleh orang-orang yang tadinya hanya berkuasa terhadap tanah kita kini telah berkembang lebih kejam lagi yaitu menguasai kehidupan kita, mati dan hidup kita berada ditangannya, meskipun dengan perlawanan mimpi-mimpi kita tetap tak pernah terlihat...!!!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://dianozkys.blogspot.com/2009/11/mimpi-mimpi-yang-tak-pernah-terlihat.html</link><author>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJCTMdj4Da0nicVhGTbyTsmeo7VX7tS3OsnL0-8r34lxRemkHKAlGrEHsJJMTItz_QNrMXJ7GITZgIcbzm4WPWrkSFHTn20ThOIs6ti7iEbsaEpAUQYBgKMB10Q9pKMiPxt8m9pzCixFyf/s72-c/dianozkys212.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639.post-7006518748686732801</guid><pubDate>Wed, 11 Nov 2009 12:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-05T04:36:46.765-08:00</atom:updated><title>HUKUM DINEGERI PERMAINAN, Artikel 128#</title><description>&lt;div class="Section0" style="" align="center"&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku disanalah aku berdiri jadi pandu ibuku,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;sekilas bait-bait kebangsaan negeri kita yang terkadang membuat kita terharu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;ketika kita megumandangkannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;Dan ketika budaya, seni dan tanah pulau kita di ganggu gugat oleh negara yang lebih kecil&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;dari kebanyakan pulau-pulau Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;membuat rasa nasionalisme kita bangkit dengan menggelorakan perlawanan dengan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;bahasa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt; ganyang"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;Namun yang lebih mengironikannya adalah ketika tiga institusi hukum &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;negeri kita dipermainkan saling diadu dombakan bagaikan permainan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;yang mudah ditentukan siapa yang harus dihukum dan siapa membeli hukum, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;saking tenarnya issue ini sampai-sampai mengalahkan ketenaran gosip-gosip para artis, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;karena dibuktikan acara gosip di televisi juga menayangkan gosip hukum kita, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;bahkan juga situs jejaring sosial ikut meramaikannya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;sehingga semuanya dikalahkannya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;oleh hukum yang sedang bermain-main di acara gosip menggantikan posisi artis &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;dan situs jejaring sosial menggantikan para manusia yang biasanya sibuk&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;mencari teman-teman lamanya dan teman-teman yang baru dikenalnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;mungkin juga para kekasihnya dan juga mencari kekasih baru, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;namanya juga tempat gosip dan situs jejaring sosial hanyalah sebuah permainan, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;bisa dibayangkan mengapa hukum kita berada diantaranya? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;Seperti sedang bermain dan juga seperti yang tertulis diatas tulisan ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;Satu manusia menghebohkankan seluruh Indonesia, tidakkah hebat manusia itu? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;Atau terlalu rakuskah hukum-hukum kita akan kekayaan? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;Jelas ini membuat dunia tertawa melihat perilaku hukum dinegeri kita,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;karena yang sebenarnya berkuasa bukanlah suara rakyat &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;melainkan uang para orang kaya dan para koruptor...!!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:130%;"  &gt;Yogyakarta, 11 November 2009&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://dianozkys.blogspot.com/2009/11/hukum-dinegeri-permainan-artikel-128.html</link><author>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639.post-5308140144011971142</guid><pubDate>Thu, 17 Sep 2009 05:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-16T22:58:50.752-07:00</atom:updated><title>Orang-Orang Biasa, Kehidupan Yang Tak Biasa</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9yv_MlE0zLwB10opjEDRn0sqMWL0gWvxbsOOu1b4d53u2WBuRPX8vG01oWn5QHo8BFgHGbATEqPDyDD_V_1hgMjcAzYdUYyfxhhLdCZIlLPYtD-xvy59Pub0HAh9rswsRC-bUA7uhMojl/s1600-h/kakek.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 180px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9yv_MlE0zLwB10opjEDRn0sqMWL0gWvxbsOOu1b4d53u2WBuRPX8vG01oWn5QHo8BFgHGbATEqPDyDD_V_1hgMjcAzYdUYyfxhhLdCZIlLPYtD-xvy59Pub0HAh9rswsRC-bUA7uhMojl/s400/kakek.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5382311734781871170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Orang Bias&lt;b style=""&gt;a, &lt;/b&gt;mereka yang menjalani hidup dengan tak biasa. Yang menjadi benang merah dialam negeri ini, yakni kehidupan, lingkungan, dan kebudayaan, perspektif kami saat ini juga bertolak dari upaya untuk menelaah, dan memarpakan hal-ihwal realitas disekitar kita. Orang-orang biasa, sebagaimana sesuatu yang biasa lainnya, seringkali luput dari perhatian, tidak masuk dalam perhitungan, dan lebih banyak dilupakan. Siapakah mereka, Mengapa mereka diabaikan?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Orang biasa, rakyat kebanyakan, kaum awam. Mereka lebih banyak disebut untuk kepentingan luar mereka sendiri. Lebih-lebih dimasa sekarang ini setelah pemilu dan menjelang akhir pemerintah periode 2004-2009. kelompok elite yang menyebutkan diri wakil rakyat dan pemimpin bangsa datang dan mengaku-aku sebagai pengayom, menebarkan pesona, berlomba-lomba membunuh rakyat dengan Undang-Undang yang kejar target. Setelah luput, selesai juga semuanya masyarakat terbunuh oleh sistemnya namun mereka kembali meraih kekuasaan dan kekayaannnya. Dan orang-orang biasa kembali menjadi mereka yang luput dari perhatian siapa saja. Juga kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Orang-orang biasa inilah yang sesungguhnya pemilik sah kehidupan. Mereka menjalani kehidupan nyata dan apa adanya diri mereka. Dan, sungguh, ada banyak hal luar biasa yang bisa kita pertik dai kehidupan mereka. Alangkah banyak realitas kehidupan orang biasa yang sungguh luar biasa, ketika kita sungguh-sungguh menyimaknya. Mereka yang hidup dengan penghasilan jauh dibawah standar minimum, bayi-bayi yang tidak mendapatkan asupan gizi memadai, orang-orang yang tertawa menghadapi benteng untuk merebut hak asasinya, korban napza yang selalu menghadapi pelanggaran hak asasi yang terus datang setiap waktu setiap Undang-undang disahkan, rakyat yang berkali-kali digusur dari satu tempat ketempat lain. Siapakah mereka yang begitu tegar melewati dunia tak biasa itu?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Juga mereka yang keras kepala menata lingkungan, mereka yanng suntuk menghidupi seni-seni tradisi, mereka yang terus mengabdi untuk kehidupan tanpa harus mengundang para wartawan, tak mengaharapkan kedudukan dan lencana penghargaan. Mereka para laskar mandiri yang tidak pernah mendapat donasi, anak-anak kampung yang harus berjalan berkilometer menuju sekolah yang bobrok, kaum muda yang yang berkarya untuk sesama. Alangkah banyak orang-orang biasa yang memiliki kehidupan tak biasa. Kepada mereka kita belajar menjalani kehidupan dengan apa adanya…&lt;/p&gt;</description><link>http://dianozkys.blogspot.com/2009/09/orang-orang-biasa-kehidupan-yang-tak.html</link><author>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9yv_MlE0zLwB10opjEDRn0sqMWL0gWvxbsOOu1b4d53u2WBuRPX8vG01oWn5QHo8BFgHGbATEqPDyDD_V_1hgMjcAzYdUYyfxhhLdCZIlLPYtD-xvy59Pub0HAh9rswsRC-bUA7uhMojl/s72-c/kakek.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639.post-159935203230166204</guid><pubDate>Tue, 15 Sep 2009 16:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-15T09:28:57.350-07:00</atom:updated><title>Terjebak, Artikel 127#</title><description>Kini masyarakat terjebak dengan berbagai aturan perundang-undangan negeri ini, pemerintah pun terjebak oleh suara mayoritas hanya untuk mensah sebuah undang-undang tanpa melihat dan mengkaji lebih dalam lagi siapa yang akan kena dampak dari perundangan-undangan yang ada khususnya Undang-undang narkotika yang baru-baru saja disahkan.&lt;br /&gt;Kami sebagai masyarakat yang pernah menjadi korban dari peredaran gelap napza semakin dibuat sebagai masyarakat kriminal, bahkan keluarga kamipun diperlakukan sebagai pelaku kriminal bila diantara keluarganya ada yang bermasalah dengan napza dan keluargaa tidak melapor akan dikurung penjara, undang-undang narkotika yang baru ini semakin parah dan tidak mencantumkan klausul mengenai Undang-undang HAM, bahkan ada pasal yang mengatur dengan hukuman mati!!! ini bukan saja  membuat kami dan seluruh keluarga pecandu maupun mantan pecandu semakin tersingkirkan untuk mendapatkan hak asasinya sebagai warga negara, dan menurut kami undang-undang ini akan semakin melanggengkan budaya pelanggaran HAM dari pihak militer untuk melakukan tindakan korupsi, pemerasan, pelecehan sekssual, dan juga pelanggaran HAM secara sistematis oleh pemerintah maupun lembaga pemerintah yang menangani permasalahan Napza, karena Undang-undang narkotika sebelumnya sudah terbukti bahwa perederan gelap narkotika semakin merajarela, warga negara kita didalam penjara melebihi kapasitas lapasnya, yang lebih ironinya lagi hanya 2% produsen berada diadalam jeruji besi tersebut, angka kematian pecandu didalam penjara sangat tinggi karena tidak medapatkan haknya, yang seharusnya direhabilitasi, mereka harus menjalani kehidupan didalam penjara dengan virus HIV, AIDS dan Hepatitis C tanpa mendapatkan hak kesehatan, lalu mengapa perederan gelap masih menggurita dinegeri ini?? terkadang kita terjebak oleh segala opini yang menggaungkan anti napza, dengan segala perangnya melawan narkoba ternyata tidak dapat menyelesaikan permasalahan bangsa yang satu ini, lalu dimana hati dan pikiran jerni pemerintah kita didalam mensahkan Undang-undang narkotika ini tanpa adanya perwakilan dari masyarakat sipil yang pernah mengalami dan sedang mengalami kecanduan.&lt;br /&gt;Apakah sengaja Undang-undang Narkotika ini dibuat hanya untuk kejar target pemerintah yang masa baktinya telah dan akan habis?? atau Undang-undang ini dibuat secara sengaja hanya untuk memperebutkan kekuasaan dan melanggengkan peredaran gelap napza dinegeri, tak dapat dipungkiri permasalahan napza adalah lahan subur untuk mendapatkan kekayaan dan kekuasaan meskipun harus terus meracuni anak bangsa dengan produk yang sangat berbahaya?&lt;br /&gt;Apakah pemerintah telah terjebak oleh mafia napza? karena uang semuanya bisa dilakukan termasuk mensah Undang-Undang Narkotika walaupun dengan menjadi masyarakat yang peduli terhadap pecandu dijadikan sebagai pelaku kriminal??&lt;br /&gt;Terjebak, terjebak oleh uang? Oleh Mafia Napza? kekuasaan?, kekayaan?</description><link>http://dianozkys.blogspot.com/2009/09/terjebak-artikel-127.html</link><author>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639.post-6090927623631192032</guid><pubDate>Fri, 21 Aug 2009 04:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-20T21:11:30.499-07:00</atom:updated><title>Ribut dan ribut terus..., artikel 126</title><description>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hari-hari telah dikuasai iblis, yang ada hanya keributan diantara kita...&lt;br /&gt;Tak pernah lagi terselesaikan dengan diam, sebab berkata-kata hanya akan melahirkan kesakitan jiwa...&lt;br /&gt;Aku harus mengerti, memaksa menjali hari dengan keterpaksaan, mengikuti budaya dan norma-norma yang tak pernah seimbang dengan prilaku kemanusiaan...&lt;br /&gt;Hanya melahirkan dendam-dendam baru dalam jiwa, manusia yang terkekang oleh kebebasannya...&lt;br /&gt;Hari-hari hanya ada bentrokan diantara kita, tak pernah selesai didalam mengendalikan emosi manusia yang tersingkir...&lt;br /&gt;Kini aku hanya bisa berlari..., menghindar dari terjangan senjata...&lt;br /&gt;Para penguasa telah membunuh diantara kami melalui sistem yang tidak adil, mengorbankan diantara kami, menggusur tempat tidur kami, melenyapkan ladang makan kami, melakukan teror terhadap kelemahan diantara kami dan yang terjadi selalu dengan pertumpahan darah...&lt;br /&gt;Ribut dan ribut terus, senangnya diantara kita, penguasa dan kami selalu bertengkar didalam menyelesaikan permasalahan kehidupan bangsa.&lt;br /&gt;Kini aku terus berlari, menyingkir dari penculikan anak bangsa, hari-hari terus dihantui dengan perselisihan yang tiada henti, kami hanya ingin bermimpi dan bertahan hidup ditanah yang kami miliki sekarang ini, dan jangan terus-menerus melakukan perampasan hidup jiwa-jiwa kami...!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://dianozkys.blogspot.com/2009/08/ribut-dan-ribut-terus-artikel-126.html</link><author>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639.post-1544531964297242653</guid><pubDate>Sat, 15 Aug 2009 06:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-14T23:07:42.499-07:00</atom:updated><title>Melukai hari, Artikel 125#</title><description>Melukai hari-hari dengan segala tindak-tanduk para pejabat negeri ini, sebuah event yang mengakhiri masa jabatan para anggota DPRD dengan pesta dangdutan didalam gedung DPRD dan parahnya lagi itu semua disetujui oleh ketua DPRD, padahal itu adalah gedung rakyat yang nota bene seharusnya membuat peraturan-peraturan daerah demi kepentingan rakyat. Namun gedung rakyat tersebut dijadikan tempat maksiat oleh para wakil rakyat, bukankah itu melukai hati rakyat? bbelum lagi ketika para pejabat itu masih menjabat terus melukai rakyat setiap harinya, dimana penggusuran rumah, penggusuran pedagang kaki lima dan bahkan mengkriminalkan para kelompok minoritas yang hidup didalam pekerjaannya, seperti menjadi pekerja seks komersil dan membunuh kelompok pengguna napza dengan gembar-gembornya "perang melawan narkoba" hari-hari rakyat dilukai oleh penguasanya sendiri, sebab para penguasa hanya memntingkan para pelaku kapitalis meskipun harus mengorbankan rakyat dengan barang dagangan yang sangat membahayakannya.&lt;br /&gt;Penguasa yang dipilih rakyat tak pernah lagi memntingkan kepentingan rakyat terutama kelompok-kelompok minoritas yang sangat rentan dari ketidakadilan, mereka selalu membangun opini bahwa kelompok minoritas tak pernah bermoral, pertanyaannya adalah, apakah para pengambil kebijakan mensejahterakan rakyat melindungi kelompok-kelompok minoritas? lalu siapakah yang  tidak bermoral kenapa selalu kami yang dikait-kaitkan dengan moral???&lt;br /&gt;ketika kesejehateraan tidak merata banyak diantara kami melakukan apapun demi bertahan hidup tapi ada juga diantara kami melakukan perlawanan untuk merebut kembali hak-haknya yang telah dirampas, dirampok demi kepentingan para penguasa dan pelaku kapitalis.&lt;br /&gt;Ini sangat ironi sekali tanah kami yang subur, lautnya yang kaya raya namun hanya dapat dinikmati oleh orang-orang yang sudah kaya-raya, tapi mengapa kami tak pernah dapat menikmatinya?&lt;br /&gt;Kesenjangan antara miskin dan kaya semakin tinngi, ketidak adilan dan pelanggaran hak azasi manusia terus terjadi terhadap kelompok-kelompok minoritas, sebuah ironi dan bahkan dijadikan budaya oleh para penguasa negeri ini agar kami sebagai anak bangsa pasrah dengan keadaan, padahal diantara kami tahu bahwa ini semua tak akan terjadi bila sistem perundang-undangan berpihak kepada kami.&lt;br /&gt;Bagi siapa saja yang tahu, yang melihat jangan hanya diam sebab diam adalah mati, kita harus melawan membongkar tirani dan budaya yang telah ciptakan yang semakin tidak menghargai hak azasi manusia, yang kita lawan adalah kebijakan-kebijakan negeri ini harus dirubah, diamandemen agar setiap kebijakan yang dikeluarkan tidak lagi melukai hari-hari rakyat dan kaum minoritas yang sama-sama hidup dibumi pertiwi ini, jangan hanya mengikuti hanya karena dapat ikut menikmati kue-kue yang dibuat dengan cara melukai hati kami!!!</description><link>http://dianozkys.blogspot.com/2009/08/melukai-hari-artikel-125.html</link><author>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639.post-3423777486816778842</guid><pubDate>Mon, 10 Aug 2009 11:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-10T04:50:45.090-07:00</atom:updated><title>kehidupanku untuk hidup, Artikel 124#</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEig2GCyIOqcTKX4gSzl6M4FfxtoDZyzVnhzghXp3LkD_vfmEi-yiCql9ztiShGXcIFEndPVzzhCgBMsCLlEL5P5IF5fQw5pqKbHU1qialAj_u-p8tW0eK3ZSwXc7p9igbfnOpeY1cKpGqzx/s1600-h/dian1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEig2GCyIOqcTKX4gSzl6M4FfxtoDZyzVnhzghXp3LkD_vfmEi-yiCql9ztiShGXcIFEndPVzzhCgBMsCLlEL5P5IF5fQw5pqKbHU1qialAj_u-p8tW0eK3ZSwXc7p9igbfnOpeY1cKpGqzx/s400/dian1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368301111861072338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupanku yang aku jalani memang penuh dengan kontroversial dengan norma-norma masyarakat kita dan selalu bersentuhan dengan hukum, setiap tindakan yang aku lakukan adalah semata-mata aku hanya untuk bertahan hidup dari sistem negeri ini yang tak pernah berpihak terhadap kelompok-kelompok minoritas, hari-hariku dengan kriminalitas berhadapan dengan hukum massa yang siap membunuh kehidupan orang-orang sepertiku...&lt;br /&gt;Kesjahteraan jauh dari harapan, mimpi-mimpi tak pernah tercapai karena terkekang dan dibungkam secara paksa oleh sistem perundang-undangan yang tak pernah mensejahterakan, bahkan semakin mengkriminalkan masyarakat yang hidup selalu bersama dunia kegelapan.&lt;br /&gt;Aku menolak mengikuti sosial dan budaya yang ada di negeri ini, bahkan aku melawwan dengan cara-caraku meskipun aku akan berhadapan dengan kematian dengan hukum  yang siap membunuhku...&lt;br /&gt;Aku menjalaninya hanya untuk bertahan agar aku tetap survive dari kejamnya kehidupan ini, maka wajarlah diantara kamipun melakukan kekejam sebagai bentuk perlawanan. Anarkisme tak pernah jauh dariku.&lt;br /&gt;Kami akan berubah ketika hak-hak kehidupan kami dan hak-hak yang melekat kepada kami tak pernah dirampas oleh para penguasa. Bila tidak pernah terjadi perubahan maka kamipun akan melakukan perlawanan dengan cara-cara kami meskipun cara-cara kami bertahan hidup bertentangan dengan budaya yang ada dinegeri ini.&lt;br /&gt;Lalu apa yang kami inginkan? yang kami inginkan adalah jangan pernah lagi merampas hak-hak yang sudah melekat terhadap kehidupan kami.&lt;br /&gt;Harus berapa ribu orang lagi yang terbunuh karena tak pernah mendapatkan haknya?&lt;br /&gt;Kami menuntut... kami melawan sebab kami juga ingin hidup seperti kalian yang bisa menikmati semua kehidupan... kami tak pernah minta lebih kami hanya ingin sejahtera dan damai, hidup berdampingan dengan kesataraan yang sama, tidak ada lagi yang timpang diantara kita, mari kita nikmati bersama segala potensi alam yang ada dinegeri ini dan jangan lagi hanya kalian saja dapat menikmati sementara diantara kami kekurangan, maka diantara kami banyak yang melakukan tindakan-tindakan anarkisme dan kriminalitas. Kehidupanku hanya untuk bertahan hidup dan juga sebagai bentuk perlawanan dari ketidakadilan ini.!!!</description><link>http://dianozkys.blogspot.com/2009/08/kehidupanku-untuk-hidup-artikel-124.html</link><author>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEig2GCyIOqcTKX4gSzl6M4FfxtoDZyzVnhzghXp3LkD_vfmEi-yiCql9ztiShGXcIFEndPVzzhCgBMsCLlEL5P5IF5fQw5pqKbHU1qialAj_u-p8tW0eK3ZSwXc7p9igbfnOpeY1cKpGqzx/s72-c/dian1.JPG" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639.post-2212749383726281726</guid><pubDate>Tue, 04 Aug 2009 16:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-04T09:37:37.032-07:00</atom:updated><title>Takut dan gelisah, Artikel 123#</title><description>Tadi aku merasa gelisah dan takut, entah kenapa perasaanku selalu dihantui ketakutan-ketakutan yang tidak pasti, padahal ketakutan yang membuat aku gelisah hanya ada dialam pikiranku saja.&lt;br /&gt;Mengapa aku selalu berkutat dengan perasaan-perasaan yang tidak nyaman?&lt;br /&gt;Kehidupan membuatku terbebani oleh semua yang tak pasti, mau dibawa kemanakah diri ini?&lt;br /&gt;Mantra-mantra maupun kata-kata suci telah aku ucapakan berulang kali, namun tetap saja aku merasakan perasaan yang terus berubah dan selalu berujung ke sebuah rasa takut.&lt;br /&gt;Itulah yang terjadi, mimpi-mimpi kaum miskin adalah mimpi-mimpi rasa takut, mimpi-mimpi yang tak pernah berujung dengan kesejahteraan dan kedamaian, melihat situasi yang tiada henti penuh dengan penindasan, sehingga aku berubah menjalani sebuah profesi yang bertentangan dengan hukum negara ini, dengan norma-norma sosial masyarakat kita.&lt;br /&gt;Aku mencuri, merampas, menipu bahkan juga aku merampok orang-orang yang mempunyai kesejahteraan lebih, demi memenuhi kebutuhan hidup sebab hidup sederhana apalagi miskin sudah tak mungkin bisa hidup di dalam gencarnya pembangunan zaman yang terus mengarah kepada nilai-nilai kapitalisme individualistik.&lt;br /&gt;Tidak ada lagi tempat bagi orang-orang minoritas, sebab tanah air kami selalu dirampas, hak kami pun dirampok tak lagi melekat dalam diri seorang manusia.&lt;br /&gt;Mimpi apa negara ini? karena yang terjadi selalu ketimpangan...&lt;br /&gt;Aku gelisah berkutat diantara ingin melawan atau terbawa arus perkembangan modernisasi. Dan modernisasi yang ada sekarang ini semakin menjerumuskan kami sebagai rakyat miskin. Aku takut ketika aksi Robin Hood kujalani ketahuan oleh para penguasa tanah rampasan nenek moyangku sebab aku berjalannya sendiri, tidak ada orang yang mau melawan ketidak adilan ini, tidak ada teman untuk melakukan aksi, sebab semua orang kini telah diracuni oleh rasa keserakahan, bahkan anak-anak kita pun diajarkan untuk melakukan penindasan terhadapa sesamanya.&lt;br /&gt;Apa yang terjadi terhadap situasi sosial ini? Apa yang telah dilakukan negara kita ini? mengapa bumi pertiwi ini menciptakan rasa takut?&lt;br /&gt;Sekolah-sekolah diganti dengan tempat penginapan berbintang 5, anak sekolah kita dirundung rasa takut dan gelisah akan masa depannya, sebab negara ini masih menerapkan Ijazah sebagai acuan seseorang menjadi pintar, gedung dan Mall terus dibangun tak ada lapak untuk mencari uang dan tak tempat untuk bersekolah, maka tak ada tempat untuk hidup bagi kita!!!</description><link>http://dianozkys.blogspot.com/2009/08/takut-dan-gelisah-artikel-123.html</link><author>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639.post-1094549032104214223</guid><pubDate>Tue, 04 Aug 2009 08:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-04T01:37:10.101-07:00</atom:updated><title>Renungan Pagi Membuatku Terdiam merenungnya, Artikel 122#</title><description>Jam 7.00 Pagi aku sudah terbangun, tak terbiasa sebenarnya aku terbangun sepagi ini jika tidak menggunakan obat penenang sekali gus obat tidur yang aku aku gunakan dimalam hari, aku tak tahu apakah tidurku berkualitas atau tidak yang pasti aku hari ini terbagung pagi. Namun Aku terdiam merenung melihatnya pikiranku melayang-layang memikirkan sesuatu yang pernah aku lihat situasi dan kejadian dihari kemarin, tak mampu berbuat apa-apa lagi... bahkan aku tak tahu bahwa aku telah berada diruangan alam yang penuh dengan kesegaran pagi namun aku tak bisa menikmati sebab aku masih merasakan efek heroin yang masih mengalir didarahku. untuk menghilangkan rasa tidak nyamanku dipagi hari ini aku langsung minum obat Alfrazolamku agar tubuh dan pikiran menjadi tenang kembali ditambah dengan secankir cofee moccacino dan sebatang rokok. Sebab bila aku tak menggunakan obat penenangku aku menjadi tidak stabil seluruh emosiku ( Mood Altering ) bahkan aku menjadi anarkis memaki dan mencaci tidak pasti terutama orang-orang terdekat yang selalu mendapatkan luapan emosiku...&lt;br /&gt;Dan dipagi ini aku juga merenungkan hal lain mengenai situasi sosial yang terjadi terhadap korban napza yang ada di Yogyakarta, yang keluar pertama dipikiranku adalah mengapa korban Napza tidak pernah mendapatkan hak kesejahteraan sosial yang selalu dapat justru Orang terinfeksi HIV terus dan yang lebih parahnya lagi korban Napza yang terinfeksi HIV pun tak mendapatkannya bukankah ini suatu ketimpangan sosial? bagaimana kita semua mau menurunkan laju epidemi HIV dikalangan pengguna napza jika hak kesejahteraan sosialnya tidak pernah diberikan? Bukankah itu membuat para korban napza semakin mengisolasi diri? karena pengguna napza selalu diperangi oleh semua lapisan masyarakat dan pemerintah dengan slogannya yang sering kita dengar " Perang melawan Narkoba", perku diingat disetiap peperang pasti ada korban, ada yang menang dan ada yang kalah, pertanyaanya siapa yang menang?, siapa Yang kalah? kalau korban sudah jelas yaitu pengguna napzanya itu sendiri. Meskipun di Yogyakarta sudah ada layanan Pengurangan Dampak buruk narkorba Suntik&lt;br /&gt;( HARM REDUCTION ), tapi tetap saja itu hanya sebuah proyek lembaga asing, agar pengguna napza mengakses layanan tersebut, pertanyaannya bagaimana mungkin seorang pengguna napza mengakses layanan Jarum suntik steril maupun Methadon jika tidak ada perlindungan hukum dari pemerintah, jika perang melawan narkoba masih digaungkan? Seharusnya janganlah menggiring komunitas pengguna napza kesebuah proyek melainkan juga harus memperjuangkan hak azasi manusianya, karena setiap waktunya seorang pengguna napza selalu berhadapan dengan hukum, belum lagi perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi terhadap pengguna napza yang biasa terjadi ketika berurusan dengan hukum.</description><link>http://dianozkys.blogspot.com/2009/08/renungan-pagi-membuatku-terdiam.html</link><author>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639.post-7211904255227595560</guid><pubDate>Wed, 22 Jul 2009 06:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-22T09:07:16.495-07:00</atom:updated><title>Dilarang berteriak, Artikel 121#</title><description>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;Jangan berkoar-koar lagi memperjuangkan pengguna napza suntik??? sms itu yang aku dapat dari salah seorang pelaku project harm reduction di Yogyakarta ditambah lagi dengan sms yang aku membacanya seperti memaki aku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt; Pertanyaannya pantaskah orang tersebut memaki-maki sesorang tanpa dasar yang lazim untuk memaki orang? diadalam pandangaku orang tersebut tidak pantas memaki-maki orang tanpa dasar yang lazim, dikarenakan bukan hanya merusak hubungan kerjasama dengan komunitas pengguna napza melainkan juga merendahkan kemanusiaan pengguna napza itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt; Pantaskah orang tersebut berada diruang harm reduction? menurutku bukan hanya tidak pantas tapi juga prilakunya melebihi seorang pecandu. Seseorang yang ambisius agar proyeknya berjalan menggiring pengguna napza didalam ruang kerjanya dengan alasan melibatkan dan keterlibatan pengguna napza, namun menurut pandanganku sendiri dia tidak mampu mengakomodir kebutuhan sebenarnya dan fakta-fakta yang terjadi terhadap pengguna napza di yogyakarta, dia hanya menggunakan ke senioritasannya untuk dapat melaksanakan programnya penuh dengan paksaan dan tanpa bahasa yang nyaman untuk seorang pengguna napza itu sendiri, bagaimana mungkin kami mengikuti kemauan kalian, dengan merubah prilakumu tetap tidak mungkin kami menjadi ekor kamu, karena konsep dikepalamu hanyalah program ataupun proyek yang harus terlaksana pasti demi kemauan donor???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt; Jangan lah kau jadikan kami seperti orang bodoh, kami memang pengguna napza tapi kau tak pantas memperjuangkan kami dengan memprioritaskan proyekmu terlebih dahulu. Sudah terlalu lama kami tertindas bahkan oleh orang-orang yang berada didalam satu jalur, kami hanya ingin memperjuangkan hak-hak kami bukan mengikuti pekerjaan kamu kawan... walaupun sendiri kami akan tetap berjuang, walaupun diantara kami, seperti dirimu melarang kami berteriak kami akan tetap berteriak bila kami terus digigit, tak pernah diam diadalm gelombang perlawanan, kami tak akan merapat dengan kamu selama perjuangan kami tak pernah sepenuhnya diserahkan kepada kami, kami akan merapat dengan orang-orang yang mempunyai satu visi dengan kepentingan kami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt; Jangan melarang-larang orang berteriak sebab itu akan menumbuhkan kembali rezim yang penuh dengan pembungkaman!!!&lt;/span&gt;</description><link>http://dianozkys.blogspot.com/2009/07/dilrang-berteriak-artikel-121.html</link><author>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639.post-5860219128372537372</guid><pubDate>Sat, 18 Jul 2009 06:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-17T23:21:56.162-07:00</atom:updated><title>Khayalku diruang gerakku..., Artikel 120#</title><description>&lt;span style="font-family: courier new; font-weight: bold;"&gt;Khayalku... berada di khayangan... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-weight: bold;"&gt; berlarian Entah Kemana...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-weight: bold;"&gt; Hanya kesenangan yang tergambar didalam jiwa...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-weight: bold;"&gt; Tak terganggu oleh orang-orang gila...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-weight: bold;"&gt; Sebab orang Gila adalah kita...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-weight: bold;"&gt; Berada dikhayalan di dalam ruang kenyataan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-weight: bold;"&gt; Apakah waras kita berada diadalamnya???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-weight: bold;"&gt; hanya kegilaanlah yang pantas kita berada...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-weight: bold;"&gt; Khanyangan kini berada di khayalku...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-weight: bold;"&gt; terdiam merenung kebingungan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-weight: bold;"&gt; kesenangan menjadi kesedihan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-weight: bold;"&gt; sebab air mata orang gila diperjual belikan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-weight: bold;"&gt; Kini khyalan bukan lagi dikenyataan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-weight: bold;"&gt; melainkan pindah kedalam kenyataan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-weight: bold;"&gt; Para penguasa telah memindahkanya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-weight: bold;"&gt; Mimpi-mimpi orang gila disiang hari...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-weight: bold;"&gt; Kini bukan lagi air mata orang gila yang diperjual belikan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-weight: bold;"&gt; Melainkan sudah meluas kepasar-pasar rakyat...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-weight: bold;"&gt; Air mata rakyat dijadikan ladang uang...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new; font-weight: bold;"&gt; Bagai Pasar dikuasai sang Preman...!!!&lt;/span&gt;</description><link>http://dianozkys.blogspot.com/2009/07/khayalku-diruang-gerakku-artikel-120.html</link><author>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639.post-3723490684392958479</guid><pubDate>Thu, 09 Jul 2009 08:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-09T01:26:10.488-07:00</atom:updated><title>Maafkan Aku kawan, Artikel 119#</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRtJRz72IoXNZNwxr-lZ0pUhdHaSjxIaW6qQs2SYpqtLT-NSljfz_UVkMmSXw9ydUU6z0Ic_KjTR31ntTC7wSouSws__2_9HSkQWAklNzNQxHAFlCdBzXPsf6yzzIoxK-XpI6cPnDBn8Of/s1600-h/dianozky.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRtJRz72IoXNZNwxr-lZ0pUhdHaSjxIaW6qQs2SYpqtLT-NSljfz_UVkMmSXw9ydUU6z0Ic_KjTR31ntTC7wSouSws__2_9HSkQWAklNzNQxHAFlCdBzXPsf6yzzIoxK-XpI6cPnDBn8Of/s400/dianozky.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356373733138509186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku kawan..., Seperti kau ketahui ketika aku mengalami tekanan yang sangat dalam dan tak bisa lagi aku ucapkan kepadamu, sehingga yang terjadi aku harus berbuat tindakkan kriminalitas ditempatmu, tapi yang pasti aku tak pernah melakukakannya terhadapamu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tahulah situasi yang terjadi terhadap hidupku, tekanan dan tuntutan akan zaman yang terus perubah kearah kapilatis sehingga orang yang kau cintai terbawa oleh arus tuntutan zaman tersebut...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita ketahui bersama telah lama kita hidup didunia kegelapan dan dunia kriminalitas apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan kebutuhan hidup dan bertahan untuk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi negeri ini membuat kaum minoritas tersingkirkan, sehingga tindakan anarkisme maupun tindakkan kriminalitas wajar dilakukannya karena tidak ada tempat untuk kami mensejahterakan diri dinegeri kami sendiri lalu yang terjadi adalah diantar kita saling menikam untuk demi kebutuhan dan tuntutan zaman yang sudah nejadi pemilik para kapitalis dan para penguasa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku kawan, maafkan aku dari hati nuraniku kau telah banyak membantu diadalm perjuangan ini demi Tuhan dan demi persahabatan tak akan lagi terjadi apa yang pernah terjadi dilingkungan kehidupanmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tahu lagi harus bagaimana membalas budimu kau telah banyak memberikan semngat kehidupan dan semangat berjuang untuk terus bersama, aku berjanji dan akan ada lagi yang terjadi disekitarmu yang mengangganggu kehidupanmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya kata maaf yang mampu aku ucapkan kepadamu saat ini... Terima kasih kawan kau telah melindungiku didalam tindakan anarkisme aku diadalam tindakan kriminalitasku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya sebagai manusia akupun tak mau melakukan itu kepada siapapun....&lt;br /&gt;Maka dari itu maafkan aku... maafkan aku dan maffkan aku!!!</description><link>http://dianozkys.blogspot.com/2009/07/maafkan-aku-kawan-artikel-119.html</link><author>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRtJRz72IoXNZNwxr-lZ0pUhdHaSjxIaW6qQs2SYpqtLT-NSljfz_UVkMmSXw9ydUU6z0Ic_KjTR31ntTC7wSouSws__2_9HSkQWAklNzNQxHAFlCdBzXPsf6yzzIoxK-XpI6cPnDBn8Of/s72-c/dianozky.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639.post-5153604456614171809</guid><pubDate>Tue, 07 Jul 2009 15:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-07T08:10:18.448-07:00</atom:updated><title>Devil, Artikel 118#</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUh-ondGf-uxw7OoipOXfBuoqOc_-3ed0jGJSuenLzV5k2lL82Yb2uroibBiyarlDgxUiMRgW5O1ct618gsNps5mwDTjW2Y9CGXfMU0MLO2PGboT13PwmZ9G9JRIg6_pImDzPCX2XVN1Tc/s1600-h/app_full_proxy.php.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 118px; height: 140px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUh-ondGf-uxw7OoipOXfBuoqOc_-3ed0jGJSuenLzV5k2lL82Yb2uroibBiyarlDgxUiMRgW5O1ct618gsNps5mwDTjW2Y9CGXfMU0MLO2PGboT13PwmZ9G9JRIg6_pImDzPCX2XVN1Tc/s400/app_full_proxy.php.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355735753953883074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Devil... itulah yang muncul ketika aku melihat bayang-bayang didalam ketiduranku yang sangat panjang karena kelebihan dosis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kematian... itu pula yang muncul ketika terbangun ke alam sadar, lalu apa artinya kenikmatan ini? Karena para hantu bergentayangan disetiap ruangan kehidupanku bukan lagi didalam tidur panjangku disaat aku kelebihan dosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sebenarnya yang terjadi? apa pula para hantu itu menghakimiku dimeja hijau untuk kenaikan pangkat kekuasaannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebebasan sama rasa sama rata, tak ada lagi ruang gerak, ruang untuk eksperesi kebebasan bermimpi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ada hanyalah ketakutan-ketakutan kita pada manusia yang berkuasa bukan lagi ketakutan terhadap Devil...&lt;br /&gt;Sebab Devil hanyalah ada disetiap film-film horor disetiap mimpi buruk kita disaat tidur, kini Devil itu hadir diruang kehidupan kita sehari-hari, saling membunuh, memperkosa, merampas hak-hak kebebasan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Devil itu?&lt;br /&gt;Dia adalah para perenggut kebahagiaan manusia yang minoritas menakut-nakuti kita di bumi pertiwi ini...&lt;br /&gt;lawanlah para penguasa yang berwatak Devil... Lawanlah ketakutan-ketakutan untuk mencapai harapan dan mimpi indah lagi...</description><link>http://dianozkys.blogspot.com/2009/07/devil-artikel-118.html</link><author>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUh-ondGf-uxw7OoipOXfBuoqOc_-3ed0jGJSuenLzV5k2lL82Yb2uroibBiyarlDgxUiMRgW5O1ct618gsNps5mwDTjW2Y9CGXfMU0MLO2PGboT13PwmZ9G9JRIg6_pImDzPCX2XVN1Tc/s72-c/app_full_proxy.php.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639.post-6565747783899351559</guid><pubDate>Sun, 05 Jul 2009 13:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-05T06:42:29.005-07:00</atom:updated><title>Bosan dengan kenyataan, Artikel 117#</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7NA1KI8Bmk49MYCyr8mbd6WCQB6-ChnFaRefksGsxbQTZgKEJnfb4tZaRY155-ejWOYxeaBVKSw50w_HcbQg6tTv6Y5DdzMu5u3aw51txy7S0hCGF7yJrtaW_9sH_AePcPeDm7bFxVogH/s1600-h/dian3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 97px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7NA1KI8Bmk49MYCyr8mbd6WCQB6-ChnFaRefksGsxbQTZgKEJnfb4tZaRY155-ejWOYxeaBVKSw50w_HcbQg6tTv6Y5DdzMu5u3aw51txy7S0hCGF7yJrtaW_9sH_AePcPeDm7bFxVogH/s400/dian3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354970986527363138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku sedang bosan... bosan dengan kenyataan, maka kini aku berlari menghindari fakta-fakta yang membuatku terbunuh dengan rasa sakit lebih parah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya alam halusinasi yang tak pernah membuat aku bosan, dengan memasukan cairan kedalam darah lalu aku terbang tinggi jauh bisa melihat wajah-wajah kalian yang penuh dengan kemunafikan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diatas alamku bisa menertawakanmu dan semua aktivitas kehidupanmu dimata kami tak pernah berarti, selain yang kau perjuangkan hanya untuk kekuasaanmu saja dan juga kerakusanmu diadalm mengambil hak-hak kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku bosan melihat ulahmu yang tak layak hidup sebagai manusia, dimanakah jargonmu yang kau gaung-gaungkan saat kita bersama mengalami penindasan, satu suarakah? atau pengkhianatankah? kau pikirkan saja sendiri, karena disini aku sedang melihatmu diadalam kebosanan kenyataan hidup yang ternyata diantara kita saling menikam, lalu siapakah yang layak disebut pengkhianat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau telah duduk dikenyamanan materi apapun kau punya namun kami disini menderita tertindas oleh penguasa-penguasa baru, lalu apa yang kalian lakukan sebenarnya? tak pernah kah kau hidup dijalanan? untuk mendapatkan semuanya dijalanan apakah kau penah mengalami itu? banyak diantara kami mengalami itu? makan, tidur, mabuk cari uang semua dijalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu kau berteriak dengan kencang memperjuangkan atas nama kami, atas nama orang-orang yang tersingkirkan lalu kau kemanakan nama-nama tersebut? dijualkah? aku tak tahu karena yang aku tahu kini kau diam setelah popularitas dan jabatan kau dapatkan setelah kau ikut menikmati rasanya uang yang bukan hak kamu, bosan aku sebenarnya mengingatkan dirimu kawan, bosan juga aku melawan propagandamu, mengapa yang kau lawan kami? musuh kita ada di pengambil kebijakan jangan lagi kau mengkritisi teman-teman seperjuanganmu tapi tak penah kau berikan solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kini engkau telah menjadi antek-antek para penikmat uang luar negeri, uang-uang yang bukan hak kamu, sehingga kau menjadi pesuruh utnuk mengadu domba diantara kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bosan aku menanggapi propagandamu yang menjerumuskan dan mengadu domba kelompok yang tersingkirkan dan aku bosan dengan kenyataan yang penuh dengan Tirani ini!!!</description><link>http://dianozkys.blogspot.com/2009/07/bosan-dengan-kenyataan-artikel-117.html</link><author>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7NA1KI8Bmk49MYCyr8mbd6WCQB6-ChnFaRefksGsxbQTZgKEJnfb4tZaRY155-ejWOYxeaBVKSw50w_HcbQg6tTv6Y5DdzMu5u3aw51txy7S0hCGF7yJrtaW_9sH_AePcPeDm7bFxVogH/s72-c/dian3.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639.post-1826592163027739853</guid><pubDate>Sun, 05 Jul 2009 13:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-05T06:23:02.276-07:00</atom:updated><title>Takut, Artikel 116#</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEtulVuSzdc8ttUe_eFZXuax68M6hVRA26KsEc_hD7CJ2b0JhJUEnwkeI9Rc__8tAck-BxwF5OdR1Pq90_6PVzV5XkOW4xBAjVh9PnS2S0iDXGFWsVGeR5g7J4PSgblI9ok1URwvhcpe_l/s1600-h/dian2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 97px; height: 130px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEtulVuSzdc8ttUe_eFZXuax68M6hVRA26KsEc_hD7CJ2b0JhJUEnwkeI9Rc__8tAck-BxwF5OdR1Pq90_6PVzV5XkOW4xBAjVh9PnS2S0iDXGFWsVGeR5g7J4PSgblI9ok1URwvhcpe_l/s400/dian2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354965960261300386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Takut...., itulah yang keluar diadalam pikiran dan perasaanku. Takut akan apa aku tak pernah lagi menjadi tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada jiwaku yang hilang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti aku takut akan harapan yang tak kunjung mampu tercapai...., semua menghilang dari hidupku, semua mencaci-maki prilaku aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang aku tahu aku hanya berteriak ketika semua orang mengigit aku, karena aku kesakitan dengan gigitan orang-orang tersebut. Tapi mengapa orang menjadi apatis terhadap aku... hanya karena aku berteriak sehingga mereka merasakan kebenaran dan kemunafikan muncul dihadapannya sehingga telinga dan hatinya menjadi terhina, melebihi gigitan yang mereka lakukan kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang apakah aku ini? berjalan dimanakah aku? semua terlihat sepi, mimpi-mimpi hanya menjadi traumatik kehidupanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku takut, sebab kini aku sendirian disini sendiri didalam teriakan-teriakan yang tak penah lagi didengar, sehingga aku semakin takut bangsa ini tak melakukan perubahan-perubahan agar kami tidak takut lagi keluar dari kesendirian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku takut... sahabat seperjuangan mengkhianati lagi cita-cita perjuangan dan aku semakin takut ketika aku berubah menjadi anti sosial terhadap para pengkhianat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuduhan-tuduhan tanpa bukti selalu dilontarkan kepadaku, melecehkan dengan kata-kata terhadapku membuat jiwa ini menjadi takut untuk keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah karena aku seorang pecandu? sebab tuduhan-tuduhan tersebut mengarah kemasalah kecanduan seorang pecandu yang tak ingin berhenti menggunakan drugs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedang takut... meskipun sebenarnya aku sedang tidak menggunakan zat adiktif lagi, teman-teman selalu melontarkan kata-kata yang melecehkan aku, Apakah karena aku berteriak untuk para pecandu? mengapa? apakah salah memperjuangkan teman-teman senasibku yang masih berkutat dengan kecanduannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku takut..., Aku takut..., tidak hanya negara yang menghilangkan harapan para pecandu tapi para aktivis itu sendiri yang tak pernah mau ada pecandu yang masih menggunakan drugs berada disekitar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tahu siapa mereka? sebab mereka hanya menginginkan kesejahteraannya sendiri setelah didapatkan lupalah siapa sebenar engkau kawanku yang menganggap aku sebagai lawan!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun aku sedang takut, aku akan tetap berteriak dan berteriak, melawan dan terus melawan, walau tertawan, walau tertekan dengan ketakutan yang kini semakin mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah kau pantas mencampuri kehidupan pribadiku??? memangnya engkau siapa aku? engkau bukanlah siapa-siapa, engkau hanyalah orang-orang yang memanfaatkan aku, jadi engkau tak ada bedanya dengan para politisi tersebut.&lt;br /&gt;Memang sekarang aku sedang Takut!!!</description><link>http://dianozkys.blogspot.com/2009/07/takut-artikel-116.html</link><author>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEtulVuSzdc8ttUe_eFZXuax68M6hVRA26KsEc_hD7CJ2b0JhJUEnwkeI9Rc__8tAck-BxwF5OdR1Pq90_6PVzV5XkOW4xBAjVh9PnS2S0iDXGFWsVGeR5g7J4PSgblI9ok1URwvhcpe_l/s72-c/dian2.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639.post-7366134259362393543</guid><pubDate>Sun, 05 Jul 2009 08:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-05T01:21:09.566-07:00</atom:updated><title>Malaikat Perang, Artikel 115#</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1E-5lyt8ET4wn-HIHNbO_2kTPtPKW80f1fIjAIZinUeRGDGgatpzDzEmAYYBF-8KsJrmtynRTR7arJKOoiz5dGMBlO_-MZH-NmgmeFxX-9Ew5t4DEiylfcXMm-RmaBiTviMY3x7RBWKVB/s1600-h/app_full_proxy.php.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 162px; height: 200px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1E-5lyt8ET4wn-HIHNbO_2kTPtPKW80f1fIjAIZinUeRGDGgatpzDzEmAYYBF-8KsJrmtynRTR7arJKOoiz5dGMBlO_-MZH-NmgmeFxX-9Ew5t4DEiylfcXMm-RmaBiTviMY3x7RBWKVB/s400/app_full_proxy.php.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354888164451136418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Malaikat Perang dimanakah engkau???&lt;br /&gt;Kami menantimu untuk melawan segala Tirani yang sudah menggurita...&lt;br /&gt;Kunantikan engkau untuk berjuang bersama kami membongkar Tirani yang telah banyak menguasai dan membunuh diantara kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah engkau akan diam melihat semua yang terjadi??? hanya orang-orang yang mempunyai jiwa melawan, meskipun perang harus terjadi sebab tanah kita harus dipertahankan, tanah yang pernah melahirkan jiwa-jiwa yang tertindas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;engkau datang kami maju dibarisan paling depan, bangun stretegi untuk menuju suatu keadilan dan kesejahteraa semua lapisan masyarakat negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malaikat perang keluarlah dari khayangan... jangan tersu sembunyi hanya karena kita dibuat terisolasi olehnya, sebab tak ada satupun yang mampu melunturkan semangat juang kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya karena kami bodoh dengan sengaja dibodohkan sehingga perjuangan kami selalu kalah dan telah banyak korban diantara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita tidak menyatukan untuk perlawanan maka akan habis manusia-manusia yang disingkirkan oleh para penguasa yang tidak pernah peduli dengan nasib kaum-kaum minoritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini kami hanya bisa berharap dan berharap kepada sesuatu yang mengawang-ngawang yang tak pernah pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua mengingkan perubahan agar harapan dan semangat kami tak pernah luntur, gerilya dan militnasi yang kami lakukan telah banyak memakan korban, mari malaikat perang kita kudeta sistem demi menuju negeri yang penuh keadilan, kesejahteraan dan kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua harus merasakan hasil bumi kita ini horisantal sama rasa satu suara menuju negeri yang menikmati kekayaan alamnya. Bukan untuk sebagian orang, bukan untuk sebagian kelompok tapi untuk semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab kami mencintai negeri ini Indonesia tanah airku, tanah yang harus dikelola bersama untuk kepentingan semua bangsa indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;datanglah malaikat perangku....</description><link>http://dianozkys.blogspot.com/2009/07/malaikat-perang-artikel-115.html</link><author>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1E-5lyt8ET4wn-HIHNbO_2kTPtPKW80f1fIjAIZinUeRGDGgatpzDzEmAYYBF-8KsJrmtynRTR7arJKOoiz5dGMBlO_-MZH-NmgmeFxX-9Ew5t4DEiylfcXMm-RmaBiTviMY3x7RBWKVB/s72-c/app_full_proxy.php.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2381005197624142639.post-5452843713620032239</guid><pubDate>Sun, 05 Jul 2009 08:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-05T01:03:24.293-07:00</atom:updated><title>Kematian karena kegilaan Negara, Artikel 114#</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXPVe9c2ShlzjcQyN0QPnhSQInshdkxriOkMwSD3tN73aWeoYwV6UYjYEksABfdrRjWlyX3xav_vNyh6MKy91GvmqbuGjYH3kQppBTRfIrzsI0Popj7-MB76yuPr_1X1XSkpqhxpkubPCJ/s1600-h/psko.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 111px; height: 200px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXPVe9c2ShlzjcQyN0QPnhSQInshdkxriOkMwSD3tN73aWeoYwV6UYjYEksABfdrRjWlyX3xav_vNyh6MKy91GvmqbuGjYH3kQppBTRfIrzsI0Popj7-MB76yuPr_1X1XSkpqhxpkubPCJ/s400/psko.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354883597808225938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pembunuhan terjadi dimana-mana... kepada kelompok-kelompok yang tersingkirkan di negeri ini.&lt;br /&gt;Melalui kebijakan, peraturan-peraturan maupun konspirasi yang tersistematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat dikorbankan demi kekuasaan dan kemenangan para kapitalis yang selalu terlindungi oleh negara ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang aku bosan hidup dengan semua sistem yang tak pernah memihak terhadap kelompok-kelompok minoritas,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika air mata tak bisa lagi mengeluarkan tetesan airnya dan ketika perjuangan selalu mengeluarkan darah yang mengalir deras... Mereka tetap tidak peduli... Mereka tetap menutup kenyataan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat kita hidup didalam ketakutan-ketakutan akan kebebasan dinegerinya sendiri. Air mata kami telah direnggut demi kekuasaan yang tak pernah habis-habisnya diperebutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus berapa banyak lagi jiwa-jiwa yang hilang demi pembangunan negara yang mengorbankan tanah kelahiran setiap manusia???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya negara mendengarkan suara Tuhan dari suara-suara manusia yang tertindas di buminya sendiri, Sebab suara Tuhan ada pada diantara orang-orang yang teraniaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantaskah negeri ini menjadi sebuah negara? bila disatu sisi kehidupan dikorbankan oleh para penguasa?&lt;br /&gt;berbenah dalam bentuk apakah negeri ini? menuju alam demokrasi yang tak kunjung tercapai, menuju keadilan kesejahteraan yang tak pernah dirasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelanggaran HAM terjadi dimana-dimana, baik secara sistematis maupun secara sengaja dilakukan oleh para mereka yang memepunyai kekuatan dan kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bukan pengemis, kami rakyat yang sama hidup di Tanah air yang sama, lalu mengapa Tirani selalu terjadi di bumi pertiwi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam renunganku, didalam penglihatanku diadalam perasaanku ternyata bukan aku saja yang mengalami ketertindasan ditanah air ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah kalian sudah gila? gila melebihi binatang buas yang kanibal? memangsa, membunuh rakyatnya sendiri!!!</description><link>http://dianozkys.blogspot.com/2009/07/kematian-karena-kegilaan-negara-artikel.html</link><author>noreply@blogger.com (Keadilan digapai dengan Perjuangan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXPVe9c2ShlzjcQyN0QPnhSQInshdkxriOkMwSD3tN73aWeoYwV6UYjYEksABfdrRjWlyX3xav_vNyh6MKy91GvmqbuGjYH3kQppBTRfIrzsI0Popj7-MB76yuPr_1X1XSkpqhxpkubPCJ/s72-c/psko.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>