<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028</atom:id><lastBuildDate>Sun, 22 Nov 2009 03:53:45 +0000</lastBuildDate><title>EkoNurhuda.com</title><description>Write and Earn Money, That's What I'm Doing Online. What About You?</description><link>http://www.ekonurhuda.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>248</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Write and Earn Money, That's What I'm Doing Online. What About You?</itunes:subtitle><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/ekonurhuda" type="application/rss+xml" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">ekonurhuda</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028.post-5047762967161821029</guid><pubDate>Sat, 31 Oct 2009 23:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-01T06:00:00.136+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Indonesiana</category><title>Koran-koran Berguguran...</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SuozW1if95I/AAAAAAAABnI/5PXpohdsmdc/s1600-h/koran-merapi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 211px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SuozW1if95I/AAAAAAAABnI/5PXpohdsmdc/s320/koran-merapi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398183570778879890" /&gt;&lt;/a&gt;Pertama kali ke Pemalang, saya ingat ada dua koran daerah yang secara khusus mengambil segmen pembaca di wilayah eks Karesidenan Pekalongan. Yang pertama Radar Tegal milik Jawa Pos Group, dan yang kedua Nirmala Post milik seorang pengusaha ternama di Tegal. Eh, waktu saya menikah bulan Agustus lalu, Nirmala Post sudah lenyap dari peredaran. Tinggallah Radar Tegal sendirian sebagai koran lokal di wilayah eks Karesidenan Pekalongan.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;'Mati'-nya Nirmala Post ini menjadi kabar buruk bagi saya. Pasalnya saya sempat berencana magang di koran tersebut, dan syukur-syukur bisa kecantol jadi wartawan tetap. Tapi apa daya, koran yang memang dimaksudkan untuk menyaingi Radar Tegal itu harus mundur dari persaingan di tahun ketiganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menikah dan berbulan madu (*halah*), saya kembali mendapati berita tentang menghilangnya satu koran di Jogja. Ya, Koran Merapi, koran kuning alias koran yang banyak memuat berita kriminal dan mistis itu diberhentikan peredarannya oleh Kedaulatan Rakyat Group sejak 1 September 2009. Sebagai gantinya, PT BP Kedaulatan Rakyat menerbitkan koran baru; KR Bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum berhenti-beredarnya Koran Merapi, mingguan Malioboro Ekspres tempat saya pertama kali mengawali jalan sebagai jurnalis sudah lebih dulu gulung tikar. Tidak berlanjutnya Malioboro Ekspres jadi semakin tragis karena koran ini terbit mingguan dan baru berusia kurang dari enam bulan. Saya di sana sekitar 3 bulan, lalu pindah untuk magang di Harian Jogja selama dua bulan satu minggu. Sekeluarnya saya dari Harian Jogja, Pemred Malioboro Ekspres memberi kabar kalau koran itu tidak lagi terbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjatuhannya media cetak sebenarnya sudah diprediksi oleh banyak pengamat. Kian mahalnya harga kertas serta semakin majunya dunia Teknologi Informasi membuat media cetak susah bersaing dengan media elektronik, dan belakangan dengan media internet. Dengan segala keterbatasannya, media cetak tidak bisa mengejar kecepatan gerak media internet dan juga media elektronik. Bagaimana bisa bersaing? Media cetak menyajikan berita kemarin, sedangkan media elektronik menyajikan berita-berita yang terjadi hari ini juga. Media internet bahkan selalu di-update setiap saat dengan berita-berita terbaru. Alhasil, hanya media cetak yang benar-benar memiliki konsumen loyal dalam jumlah besar saja yang mampu bersaing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena ini sebenarnya juga pernah disampaikan seorang rekan yang jurnalis senior dalam beberapa kesempatan berbincang dengan saya. Waktu itu saya masih getol-getolnya ingin jadi jurnalis media cetak dan mengabaikan ajakannya untuk mengembangkan sebuah situs berita lokal. Tapi setelah melihat dengan mata kepala sendiri keambrukan Nirmala Post dan Koran Merapi, saya jadi berubah pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm, jadi merancang-rancang nih, kira-kira daerah mana ya yang punya potensi besar untuk saya garap jadi situs berita lokal? Teman-teman bisa memberi masukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;NB:&lt;/b&gt; Gambar dari &lt;a href="http://playyess.blogspot.com/2008/09/bermain-kembali-bareng-koran-merapi.html" target="_blank"&gt;http://playyess.blogspot.com/2008/09/bermain-kembali-bareng-koran-merapi.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171599919856911028-5047762967161821029?l=www.ekonurhuda.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ekonurhuda.com/2009/09/koran-koran-berguguran.html</link><author>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SuozW1if95I/AAAAAAAABnI/5PXpohdsmdc/s72-c/koran-merapi.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">15</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028.post-7726763542705701993</guid><pubDate>Thu, 29 Oct 2009 23:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-30T07:05:15.317+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Intermezzo</category><title>Yasinan Koq Dibayar Sih?</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/Suotq9K7PcI/AAAAAAAABnA/WFD5Km5TkjQ/s1600-h/yasinan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/Suotq9K7PcI/AAAAAAAABnA/WFD5Km5TkjQ/s320/yasinan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398177319355104706" /&gt;&lt;/a&gt;Tetangga depan kos saya meninggal. Berhubung rumah duka terletak di tengah-tengah ruko, alhasil tak ada tetangga di kanan-kirinya. Rumah itu juga jauh dari kampung. Di depannya jalan raya plus deretan ruko, di samping timurnya jalan besar yang disambung dengan kampus Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa, sementara di belakangnya kompleks perkantoran walikota Jogja.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karena posisinya yang jauh dari kampung itu tuan rumah bingung waktu mau membacakan tahlil dan yasin untuk almarhum. Alhasil, mereka minta bantuan pengurus kos tempat saya tinggal untuk mencarikan orang yang mau membacakan yasin. Pilihan tepat. Kos saya berisi lebih dari 50 orang, so separuh saja penghuni kos yang berangkat rasanya sudah lebih dari cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pucuk di cinta ulam tiba, teman-teman kos tidak keberatan membantu. Sebagian benar-benar ikhlas demi amal baik, tapi tak dipungkiri ada juga yang berorientasi perut. Maklum, anak kos. Hehehe... Dan berangkatlah rombongan Asrama al-Asyhar ke rumah duka. Malam pertama, yang berangkat hanya beberapa orang. Kebetulan saya juga tidak ikut karena "asyik" meng-install ulang komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, malam kedua saya baru bisa ikut karena kebetulan tidak ke mana-mana. So, berangkatlah saya dengan rombongan. Menurut teman-teman yang berangkat di malam pertama, jumlah peserta yasinan di malam kedua ini lebih banyak dari malam pertama. Saya tidak menanggapinya. Saya pikir kemarin teman-teman juga tidak bisa ikut karena ada kesibukan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyeberang Jl. Kusumanegara yang selalu ramai kendaraan, sampailah kami di rumah duka. Di luar dugaan saya, ternyata benar-benar hanya anak-anak kos kami saya yang membaca yasin. Awalnya saya pikir ada satu-dua orang kampung atau tetangga kanan-kiri si tuan rumah. Nyatanya, dari sekitar 16 orang yang ada malam itu, semuanya dari kos tempat saya tinggal. Hmmm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yasinan dan tahlil hanya memakan waktu kurang dari 30 menit. Kemudian, seperti biasa, dilanjutkan dengan acara makan-makan sambil ngobrol. Nah, menjelang waktu pulang terjadi keanehan, setidaknya menurut saya ini aneh karena belum pernah saya temui sebelumnya. Apa yang aneh? Salah seorang anggota rumah keluar lalu membagikan bingkisan berupa roti kotak berukuran besar. Ah, ini sih masih belum aneh. Yang bikin kening saya berkerut adalah sewaktu kami juga diberi amplop satu-satu. Tanpa perlu dijelaskan tentu teman-teman tahu apa isinya, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, sesuai dugaan, ternyata isinya uang. Walah, koq begitu sih? Masa iya orang yasinan dibayar? Padahal saya yakin teman-teman tidak mengharapkan uang. Kalau mengharapkan makan gratis sih saya yakin iya. Hehehe... Nah, karena tahu yang ikut yasinan dapat makan gratis plus uang plus bingkisan, di malam ketiga yang datang jauh lebih banyak lagi. Perkiraan saya sih sekitar 25 orang. Edan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jadi pertanyaan saya sampai saat ini adalah, koq ada ya orang yasinan dikasih duit? Apa memang di Jogja hal seperti ini umum dilakukan? Bagaimana dengan daerah lain? Mungkin teman-teman bisa berbagi pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;NB:&lt;/b&gt; Foto ilustrasi diambil dari &lt;a href="http://flickr.com/photos/27371861@N02/2552396735" target="_blank"&gt;http://flickr.com/photos/27371861@N02/2552396735&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171599919856911028-7726763542705701993?l=www.ekonurhuda.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ekonurhuda.com/2009/10/yasinan-koq-dibayar-sih.html</link><author>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/Suotq9K7PcI/AAAAAAAABnA/WFD5Km5TkjQ/s72-c/yasinan.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">21</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028.post-3232309402866832180</guid><pubDate>Wed, 30 Sep 2009 08:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-30T16:15:05.156+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Indonesiana</category><title>Miyabi, Oh, Miyabi...</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SsMeUspobZI/AAAAAAAABgs/o2bhfMAfeJE/s1600-h/maria-ozawa-miyabi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 285px; height: 260px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SsMeUspobZI/AAAAAAAABgs/o2bhfMAfeJE/s320/maria-ozawa-miyabi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387182920197238162" /&gt;&lt;/a&gt;Sedang asyik berputar-putar &lt;b&gt;Desa Banjardawa&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Cibelok&lt;/b&gt; dalam rangka silaturahim ke rumah saudara-saudara dari pihak istri di &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.pemalangpost.com" target="_blank"&gt;Pemalang&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, sebuah SMS masuk ke HP saya. Isinya singkat saja, tapi membuat saya jadi tercengang. "Miyabi mau datang ke Indonesia..!" Demikian tulis Hamidi, teman saya yang mengirim SMS tersebut.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya pikir SMS itu hanya kelakar saja. Tapi setelah membuka-buka detikHot, ternyata kabar itu betul. Walah, bakal jadi seru nih ceritanya. Dan memang rencana kedatangan Miyabi untuk bermain film di Indonesia itu menuai pro-kontra. MUI sudah terang-terangan &lt;a href="http://movie.detikhot.com/read/2009/09/18/093932/1206299/229/mui-tolak-miyabi-main-film-di-indonesia" title="MUI Tolak Miyabi Main Film di Indonesia" target="_blank"&gt;menolak kedatangan bintang film porno asal Jepang tersebut&lt;/a&gt;. Alasannya, kedatangan Miyabi dianggap bisa merusak citra Indonesia sebagai negara dengan penganut agama Islam terbanyak di dunia. Ratna Sarumpaet bahkan berkata &lt;a href="http://www.detikhot.com/read/2009/09/29/143741/1211099/230/ratna-sarumpaet-siap-usir-miyabi-dari-indonesia" title="Ratna Sarumpaet Siap Usir Miyabi dari Indonesia" target="_blank"&gt;siap mengusir Miyabi&lt;/a&gt; jika benar-benar datang ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cuma MUI, sejumlah artis juga terkesan enggan menanggapi kedatangan Miyabi. Salah satunya Tyas Mirasih. Pacar vokalis The Changcuters ini mengaku &lt;a href="http://movie.detikhot.com/read/2009/09/29/201223/1211378/229/tyas-mirasih-pikir-pikir-main-film-bareng-miyabi" target="_blank" title="Tyas Mirasih Pikir-pikir Main Film Bareng Miyabi"&gt;bakal berpikir panjang bila ditawari main film bareng Miyabi&lt;/a&gt;. Cewek berbibir menggairahkan ini beralasan, ia khawatir imejnya bakal jadi negatif karena bermain film dengan bintang film xxx. Hmmm....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menolak tentu ada pula yang menyambut kedatangan Miyabi dengan gembira, terutama para penggemar si cantik blasteran Jepang-Kanada tersebut (hayo, pada ngaku..!). Salah satunya Hengky Kurniawan, yang bahkan mengatakan kalau &lt;a href="http://movie.detikhot.com/read/2009/09/29/081040/1210701/229/akting-bareng-miyabi-hengky-kurniawan-siap-tak-dibayar" target="_blank" title="Akting Bareng Miyabi, Hengky Kurniawan Siap Tak Dibayar"&gt;ia rela tidak dibayar asalkan bisa bermain film bersama Miyabi&lt;/a&gt;. Weleh-weleh... Hal senada diucapkan Deswita Maharani yang mengaku &lt;a href="http://www.detikhot.com/read/2009/09/30/121430/1211759/230/deswita-maharani-siapa-tahu-miyabi-jadi-alim" title="Deswita Maharani: Siapa Tahu Miyabi Jadi Alim" target="_blank"&gt;bermain bersama Miyabi merupakan sebuah kebanggan&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap agak netral diperlihatkan oleh Cathy Sharon. Meski tahu kalau Miyabi adalah bintang film panas, namun kakak kandung Julie Estelle ini mengaku &lt;a href="" title="Ogah Seperti Malaysia, Cathy Sharon Dukung Miyabi ke Jakarta" target="_blank"&gt;tidak keberatan dengan kedatangan Miyabi&lt;/a&gt; sepanjang bukan dalam rangka membuat film porno. Sikap serupa juga dikemukakan Pinkang Mambo. Mantan personel duo Ratu ini &lt;a href="http://www.detikhot.com/read/2009/09/28/190507/1210582/230/pinkan-mambo-persilakan-miyabi-ke-indonesia" title="Pinkan Mambo Persilakan Miyabi ke Indonesia" target="_blank"&gt;mempersilakan Miyabi datang ke Indonesia&lt;/a&gt; asalkan, "nggak main film blue."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat senada disampaikan oleh budayawan kondang Butet Kertaredjasa. Katanya, sepanjang Miyabi tidak terlibat pembuatan film porno, maka kedatangannya tidak bisa dilarang-larang. Alasan MUI bahwa kehadiran Miyabi bakal merusak moral bangsa ditampiknya. "Toh, &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2009/09/28/164241/1210500/159/tanpa-miyabi-pun-praktek-amoral-sudah-marak" title="Tanpa Miyabi pun Praktek Amoral Sudah Marak" target="_blank"&gt;tanpa Miyabi pun praktek amoral sudah marak&lt;/a&gt;," begitu katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong, bagaimana pendapat pemerintah yang mempunyai kuasa untuk mencekal seseorang masuk ke wilayah hukum NKRI? Yang menarik, &lt;a href="http://www.detikhot.com/read/2009/09/26/172229/1209508/230/menkominfo-dukung-miyabi-ke-jakarta-asal" title="Menkominfo Dukung Miyabi ke Jakarta, Asal.." target="_blank"&gt;Menkominfo Muhammad Nuh mendukung kedatangan Miyabi ke Jakarta&lt;/a&gt;. Tapi sama dengan apa yang disampaikan Cathy Sharon, Pinkan Mambo, dan Butet Kertaradjasa, Menkominfo menekankan, "Kalau dia di Indonesia tidak melakukan kegiatan-kegiatan porno, secara legal tidak bisa dilarang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, di antara semua pendapat tersebut, yang paling menarik mungkin komentarnya Bedu. Pelawak yang satu ini berkata ringan, "&lt;a href="http://www.detikhot.com/read/2009/09/28/204947/1210600/230/bedu-semua-cowok-pernah-nonton-miyabi" title="Bedu: Semua Cowok Pernah Nonton Miyabi" target="_blank"&gt;Semua cowok pasti pernah nonton filmnya&lt;/a&gt;." Hayo, para cowok, apakah kalian sependapat dengan pendapat Bedu itu? Tentu pendapat teman-teman blogger tak kalah menarik. So, silakan berkomentar. ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171599919856911028-3232309402866832180?l=www.ekonurhuda.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ekonurhuda.com/2009/09/miyabi-oh-miyabi.html</link><author>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SsMeUspobZI/AAAAAAAABgs/o2bhfMAfeJE/s72-c/maria-ozawa-miyabi.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">59</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028.post-596795164024984984</guid><pubDate>Sat, 19 Sep 2009 16:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-29T11:20:03.110+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Greetings</category><title>Met Lebaran, Blogger!</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SsGIPTEf8EI/AAAAAAAABgk/3gpqkS3t6Rk/s1600-h/ketupat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 288px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SsGIPTEf8EI/AAAAAAAABgk/3gpqkS3t6Rk/s320/ketupat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386736425710383170" /&gt;&lt;/a&gt;Alhamdulillah, setelah berpuasa selama 30 hari dan &lt;a href="http://www.ekonurhuda.com/2008/09/tak-hanya-menahan-lapar-dan-haus.html" title="Bukan sekedar menahan lapar dan haus lho..."&gt;berjuang melawan segala bentuk hawa nafsu&lt;/a&gt;, sampailah kita di hari kemenangan yang dinanti-nantikan. Alhamdulillah, tahun ini akhirnya bisa juga saya puasa 30 hari penuh (saya mulai puasa hari Jumat, lebih cepat dari kalender pemerintah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, ijinkanlah saya untuk ikut merayakan hari nan fitri ini. Perkenankan saya ikut merayakan hari di mana semua kesalahan dilebur dan manusia-manusia beriman kembali suci seperti bayi. Tanpa berpanjang kata lagi saya ucapkan: &lt;b&gt;&lt;u&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H. Minal Aidzin wal Faidzin, Mohon Maaf lahir Batin&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Foto diambil dari &lt;a href="http://iceywicey.files.wordpress.com/2009/09/ketupat.jpg" target="_blank"&gt;http://iceywicey.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171599919856911028-596795164024984984?l=www.ekonurhuda.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ekonurhuda.com/2008/09/met-lebaran-blogger.html</link><author>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SsGIPTEf8EI/AAAAAAAABgk/3gpqkS3t6Rk/s72-c/ketupat.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">40</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028.post-432277145470971267</guid><pubDate>Sat, 05 Sep 2009 16:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-06T01:15:00.298+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Curhat</category><title>Sebulan Pertama</title><description>SEBENARNYA posting ini mau saya tulis tanggal 4 kemarin. Berhubung IM2 Broom ngadat 2 hari, jadilah baru bisa saya tulis dan diposting sekarang. Telat sih, tapi masih belum terlalu lama koq. Jadi tidak apa-apa kan ya? ^_^&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Btw, ada apa dengan tanggal 4? Hari istimewakah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SqKn9KjMtMI/AAAAAAAABfk/0WMdYZTEcHk/s1600-h/Pemalang+069.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 291px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SqKn9KjMtMI/AAAAAAAABfk/0WMdYZTEcHk/s320/Pemalang+069.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378045574279640258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kalau tanggal 4 September kemarin sih tidak ada yang istimewa. Hari istimewanya justru tepat sebulan sebelumnya, alias tanggal 4 Agustus. Ya, pada hari itu saya memasuki satu babak baru dalam kehidupan saya. Dengan hati mantap saya mengucapkan akad nikah di hadapan Bapak Penghulu, petugas KUA, orang tua, mertua, dan seluruh sanak-saudara yang berkumpul di Masjid al-Munawaroh, Taman, Pemalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kejadian menarik waktu itu. Sejak malam sebelum akad saya sudah menghapal ucapan qobul yang akan saya ucapkan pada saat akad. Malah saya juga diam-diam masih menghapal sambil menunggu bapak-bapak dari KUA datang. Eh, begitu ijab-qobul mau diucapkan, lha koq penghulunya malah ngasih kepekan alias contekan ke saya. So, cuma sekali saja selesai sudah ijab-qobulnya, para hadirin pun berdecak kagum. Saya sama istri cuma bisa tertawa geli. ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadiannya singkat sekali. Mengucapkan ijab-qobul rasa-rasanya tak sampai 10 menit. Tapi tahukah teman-teman, berapa lama saya (dan istri) harus menunggu momen itu? 3 tahun! Karenanya kami berdua langsung tersenyum lebar begitu pengucapan akad nikah selesai. Akhirnya....&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SqKpHDr2h6I/AAAAAAAABfs/5IwiybN_qnk/s1600-h/eko-dewi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 237px; height: 232px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SqKpHDr2h6I/AAAAAAAABfs/5IwiybN_qnk/s400/eko-dewi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378046843747207074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eits, saya sadar ini bukan akhir. Justru ini merupakan satu langkah awal bagi kehidupan saya yang sebenarnya. Satu titik yang menentukan akan menjadi manusia seperti apa saya nanti. Kini saya sudah punya amanah bernama keluarga, meskipun dalam keluarga itu baru ada saya dan istri. Bila amanah ini dapat saya jaga dengan baik, maka saya boleh berbangga hati disebut sebagai "suami yang baik". Tapi jika sebaliknya, &lt;i&gt;naudzubillah min dzalik&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak terasa sebulan pertama sudah saya lalui. Baru sebentar memang. Karenanya masih belum terasa benar halang-rintangnya. Terlebih saya dan istri masih SLJJ, saya di Jogja &amp;amp; istri tetap di Pemalang karena terikat mengajar di dua SD negeri di sana. Nanti kalau sudah jadi satu dengan istri, mungkin itulah saatnya saya benar-benar merasa punya keluarga, amanah yang menentukan di mana tempat saya di hari akhir kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, teman-teman. Pada peringatan sebulan pernikahan ini saya mohon doa dari teman-teman, semoga saya dan istri awet sampai akhir hayat. Semoga kami dapat membangun sebuah keluarga yang &lt;i&gt;sakinah, mawaddah, wa rohmah&lt;/i&gt;. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Catatan:&lt;/b&gt; Foto-foto bisa &lt;a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=2036027&amp;id=1206181363&amp;l=9c53049da2" title="Foto pernikahan Eko Nurhuda &amp; Ratna Dewi di Facebook" target="_blank"&gt;dilihat di sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171599919856911028-432277145470971267?l=www.ekonurhuda.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ekonurhuda.com/2009/09/sebulan-pertama.html</link><author>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SqKn9KjMtMI/AAAAAAAABfk/0WMdYZTEcHk/s72-c/Pemalang+069.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">44</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028.post-9193558410705086042</guid><pubDate>Wed, 02 Sep 2009 18:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-03T01:13:56.094+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bedah Peluang</category><title>Menanti Kiprah Sponsored Tweets</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/Sp6s_NWMeOI/AAAAAAAABe0/lk5u4HEh6vM/s1600-h/sponsored-tweets-logo.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 117px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/Sp6s_NWMeOI/AAAAAAAABe0/lk5u4HEh6vM/s320/sponsored-tweets-logo.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376925207041439970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;LAMA tak merambah blogosphere, rupanya ada banyak perkembangan yang luput saya ikuti. Seperti hadirnya beberapa program &lt;i&gt;online earning&lt;/i&gt; baru, berita-berita seputar blogger senior, dan lainnya. Di antara seliweran kabar-kabar yang saya tangkap setelah &lt;i&gt;comeback&lt;/i&gt;, kemunculan program bernama &lt;a href="http://www.sponsoredtweets.com" target="_blank"&gt;Sponsored Tweets&lt;/a&gt; yang paling menyita perhatian.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sesuai namanya, Sponsored Tweets adalah sebuah program &lt;i&gt;online earning&lt;/i&gt; berbasis situs mikro blogging &lt;a href="http://www.twitter.com" target="_blank"&gt;Twitter&lt;/a&gt;. Anda pasti sudah bisa menebak, situs ini membayar kita untuk menampilkan tweet berbayar alias &lt;i&gt;pay per tweet&lt;/i&gt;. Namanya tweet berbayar, tentu saja ada link iklan yang disisipkan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai blogger matre, program &lt;i&gt;online earning&lt;/i&gt; baru seperti ini tentu wajib ditelisik. So, mendaftarlah saya ke Sponsored Tweets segera setelah membaca &lt;a href="http://www.blogguebo.com/2009/08/sponsoredtweets-mau-menghasilkan-uang.html" title="SponsoredTweets: Mau Menghasilkan Uang Lewat Twitter?" target="_blank"&gt;penjelasan Mas Medhy&lt;/a&gt; dan juga &lt;a href="http://www.johnchow.com/make-money-online-with-sponsored-tweets/" title="Make Money Online with Sponsored Tweets" target="_blank"&gt;pengakuan John Chow&lt;/a&gt; kalau dia sudah dapat $250 hanya dari 2 tweet saja. Wow..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/Sp6vBtZNgLI/AAAAAAAABe8/WDSuTV4f-BU/s1600-h/sponsored-tweets7.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 186px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/Sp6vBtZNgLI/AAAAAAAABe8/WDSuTV4f-BU/s320/sponsored-tweets7.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376927449027018930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Well, sistem Sponsored Tweets secara gampang bisa dibilang sangat mirip dengan &lt;i&gt;sponsored reviews&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;paid review&lt;/i&gt;. Cuma kalau di sponsored reviews kita dibayar untuk menulis review produk, maka di Sponsored Tweets kita dibayar untuk men-tweet pesan sponsor. Bayarannya? Tergantung jumlah &lt;i&gt;follower&lt;/i&gt; yang dimiliki. Sponsored Tweets punya hitungan khusus di mana kita akan dibayar untuk setiap tweet dan setiap klik yang dilakukan atas tweet promosi tersebut. Saya sendiri dihargai $1/tweet, tapi sampai sekarang belum juga dapat &lt;i&gt;opportunity&lt;/i&gt;. Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membicarakan Sponsored Tweets, saya jadi ingat satu program &lt;i&gt;make money tweeting&lt;/i&gt; alias program mencari uang dengan Twitter yang sudah muncul sebelumnya. Ya, yang saya maksud adalah &lt;a href="http://www.ekonurhuda.com/2008/11/siapa-mau-coba-be-magpie.html" title="Siapa Mau Coba Be a Magpie?"&gt;Be a Magpie&lt;/a&gt;. Sistem Be a Magpie sangat mirip dengan Sponsored Tweets. Bedanya hanya pada mata uang yang digunakan untuk membayar komisi member, di mana Sponsored Tweets memakai dollar (US $) dan Be a Magpie memakai euro (€). Lalu Be a Magpie memberlakukan rasio 5:1 antara tweet nonkomersil dan tweet berbayar, sementara Sponsored Tweets tidak. Selebihnya sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Sponsored Tweets dan Be a Magpie, ada satu program &lt;i&gt;make money tweeting&lt;/i&gt; lain. Namanya &lt;a href="http://www.twittad.com" target="_blank"&gt;Twittad&lt;/a&gt;. Bedanya, di Twittad seorang pengguna Twitter dibayar untuk menampilkan iklan di halaman profilnya. Mas Medhy menjadi blogger Indonesia pertama yang mengumumkan &lt;a href="http://www.blogguebo.com/2008/09/ternyata-twitter-benar-benar-bisa.html" target="_blank" title="Ternyata Twitter Benar-Benar Bisa Menghasilkan Uang"&gt;sudah merasakan manisnya earning dari Twittad&lt;/a&gt;. Tapi sekarang sudah tak terdengar lagi bagaimana kelanjutan program ini. Begitu juga dengan be a Magpie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat perjalanan dua situs &lt;i&gt;make money tweeting&lt;/i&gt; pendahulunya, apa yang bisa ditawarkan oleh Sponsored Tweets jadi menarik ditunggu. Terlebih program ini digagas oleh &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.izea.com" target="_blank"&gt;IZEA, Inc.&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; yang bisa dibilang telah meraup sukses besar dengan &lt;a href="http://www.payperpost.com/" target="_blank" rel="nofollow"&gt;PayPerPost&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.socialspark.com/" target="_blank" rel="nofollow"&gt;SocialSpark&lt;/a&gt;. Akankah Sponsored Tweets bernasib seperti Be a Magpie? Atau justru mampu mendobrak krisis dengan program lama tapi baru ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pendapat Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171599919856911028-9193558410705086042?l=www.ekonurhuda.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ekonurhuda.com/2009/09/menanti-kiprah-sponsored-tweets.html</link><author>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/Sp6s_NWMeOI/AAAAAAAABe0/lk5u4HEh6vM/s72-c/sponsored-tweets-logo.png" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">25</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028.post-6022716349939984413</guid><pubDate>Tue, 01 Sep 2009 23:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-02T06:27:14.516+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Curhat</category><title>Lagi-lagi Ganti Template (Repost)</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/Spyq7otTfHI/AAAAAAAABes/rKQFjJ4JpA4/s1600-h/screenshot.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 173px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/Spyq7otTfHI/AAAAAAAABes/rKQFjJ4JpA4/s320/screenshot.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376359996689972338" /&gt;&lt;/a&gt;MUNGKIN saya adalah satu-satunya blogger yang paling sering gonta-ganti template. Waktu blog ini belum genap berusia setahun saja terhitung sudah sekitar 6-7 template silih berganti dipakai. Bila diambil rata-rata, maka blog ini berganti template hampir setiap bulan! Di bulan ramadhan tahun lalu saya sudah ganti template 2 kali. Dan Ramadhan kali ini diganti lagi. Gila ya?&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada yang bertanya kenapa sesering itu saya berganti-ganti template, maka jawabannya hanya satu: mungkin saya ini orangnya terlalu perfeksionis. Saya bilang “mungkin” lho. Bisa jadi juga jawabannya adalah: saya ini &lt;i&gt;ledha-ledhe&lt;/i&gt; alias plin-plan. Hehehe… Tapi yang jelas apa yang saya cari adalah paduan terbaik antara tampilan blog, tata halaman, sistem navigasi, dan juga waktu loading-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Template yang saya pakai sebelum ini sebenarnya sudah bagus tampilannya. Fresh dan sejuk. Waktu loadingnya juga termasuk cepat. Apalagi headernya sudah saya ganti dengan ditambahkan logo sendiri. Tapi satu yang membuat saya kurang sreg adalah, kalau sedang dalam kondisi 'home' tampilannya kurang enak dilihat (bagi saya lho). Apalagi kalau beberapa posting pakai gambar sedangkan yang lain tidak. Kacau deh pokoknya. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu sebenarnya bisa dibilang bukan gangguan. LHa wong semua template ya begitu itu tampilannya kalau sedang menampilkan blog dalam kondisi 'home' alias halaman depan. Tapi dasar saya tukang komplain, akhirnya terulang lagi deh kejadian saat &lt;a href="http://www.ekonurhuda.com/2008/09/template-baru-menyambut-ramadhan.html"&gt;Ramadhan tahun lalu&lt;/a&gt;: ganti template (lagi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan template yang sekarang? Untuk sementara ini saya merasa puas. Dari sekian banyak template yang pernah saya pakai, baru template inilah yang memenuhi keinginan saya. Pertama, desainnya simple tapi menarik. Tata halamannya rapi, mirip dengan yang biasa dipakai majalah-majalah online. Minimnya gambar yang dipakai (hanya di header, itupun ukurannya kecil) semoga saja membuat loading-nya tidak lambat. Eits, ini penilaian (subjektif) saya lho. Anda tentu punya penilaian sendiri kan? So, jangan malu-malu untuk mengungkapkannya di kolom komentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, saya sebenarnya sudah kangen sekali ngeblog. Tapi hampir 3 bulan tidak ngeblog rupanya cukup membuat otak beku dan tangan kaku. Maka jadilah untuk pertama kalinya saya cuma repost saja. Mudah-mudahan setelah ini saya bisa aktif lagi menulis posting-posting baru yang segar. ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171599919856911028-6022716349939984413?l=www.ekonurhuda.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ekonurhuda.com/2008/09/lagi-lagi-ganti-template.html</link><author>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/Spyq7otTfHI/AAAAAAAABes/rKQFjJ4JpA4/s72-c/screenshot.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">57</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028.post-4924275705847217208</guid><pubDate>Tue, 01 Sep 2009 02:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-01T11:39:16.681+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kisah Teladan</category><title>Tak Hanya Menahan Lapar dan Haus</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/Spyk2MI235I/AAAAAAAABek/Tbd3YaHUqto/s1600-h/Sir-Edmund-Hillary.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 314px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/Spyk2MI235I/AAAAAAAABek/Tbd3YaHUqto/s320/Sir-Edmund-Hillary.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376353306051796882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ANDA tahu &lt;b&gt;Edmund Hillary&lt;/b&gt;? Bagi para pecinta alam terlebih yang hobi mendaki gunung lewati lembah seperti Ninja Hattori, nama tersebut sudah tidak asing lagi. Ya, sosok satu ini adalah pendaki gunung terpopuler sedunia. Ia adalah inspirasi bagi pendaki gunung lainnya. Memang ia belum pernah mendaki Gunung Salak atau Gunung Gamalama (maksud saya, memang ia tidak mendaki semua gunung di dunia), namun prestasinya dalam dunia pendakian benar-benar patut diacungi jempol. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pegunungan_Alpen" title="Di Swiss"&gt;Pegunungan Alpen&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pegunungan_Himalaya" title="Terletak di Nepal"&gt;Pegunungan Himalaya&lt;/a&gt; dan puncak &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Everest" title="gunung tertinggi di dunia"&gt;Gunung Everest&lt;/a&gt; adalah tempat-tempat tertinggi dunia yang pernah ditaklukkannya. Tidak hanya sekali, tapi berulang kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa rahasia &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sir_Edmund_Hillary" title="Pendaki gunung hebat"&gt;Edmund Hillary&lt;/a&gt; sehingga mampu menaklukkan puncak-puncak tertinggi dunia? Dalam satu kesempatan ia berkata bahwa kuncinya terletak pada penguasaan diri sendiri. Katanya (kurang lebih), "&lt;i&gt;Not the mountain that I conquered, but myself.&lt;/i&gt;" Sebuah ucapan yang sederhana namun tegas dan berisi. Kunci keberhasilannya menaklukkan gunung-gunung tertinggi di dunia ternyata adalah karena ia mampu menaklukkan dirinya sendiri terlebih dahulu. Ia menegaskan bahwa ia tidak akan pernah bisa melakukannya kalau tidak dapat menaklukkan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hari ini umat Muslim &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Kapan ya makmurnya negara ini?"&gt;Indonesia&lt;/a&gt; mulai melaksanakan ibadah puasa di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ramadhan" title="Sebentar lagi lebaran, euy!"&gt;bulan Ramadhan&lt;/a&gt;. Sebuah ibadah yang bertujuan mengasah jiwa manusia agar lebih bertaqwa kepada Tuhan-nya. Ibadah yang datang setahun sekali dan disambut dengan penuh suka cita karena datangnya Ramadhan menandakan lebaran sudah dekat. Namun sayangnya banyak yang terjebak pada rutinitas ibadah semata dan melupakan esensi puasa yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa adalah menahan diri dari segala hawa nafsu. Tidak hanya nafsu makan, minum, amarah dan syahwat saja, namun lebih dari itu. Hawa nafsu meliputi sikap sombong, tamak, kikir, dan termasuk juga malas. Intinya, hawa nafsu adalah segala sesuatu yang ingin kita lakukan hanya berdasarkan kepentingan kita semata. Oleh karena itu malas juga termasuk hawa nafsu karena orang yang malas pada hakikatnya hanya ingin enaknya saja. Tidak mau berusaha lebih keras lagi karena ia tidak ingin begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita bisa memaknai puasa dengan baik, maka kita akan tahu bahwa puasa ternyata juga melatih kita untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. Bukan hanya lebih tahan lapar dan haus, tapi juga baik dari segi ibadah dan mental. Sekali lagi, masih banyak saudara kita yang terjebak pada rutinitas. Bagi mereka puasa tak lain hanyalah sekedar menahan lapar dan haus di siang hari. Selebihnya mereka tetap bersikap semaunya. Merugikan orang lain, bermalas-malasan, dan tindakan-tindakan yang hanya memuaskan hawa nafsu mereka saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kita ingat kunci keberhasilan Edmund Hillary menaklukkan gunung-gunung tertinggi dunia. Ia katakan bahwa kemampuan menaklukkan dan mengendalikan diri sendiri adalah modal awalnya dalam mencapai keberhasilan. Puasa hakikatnya adalah ajang untuk berlatih menaklukkan serta mengendalikan diri sendiri. Dan selepas Ramadhan bukan berarti selesai. Kita harus tetap berusaha menaklukkan dan mengendalikan diri sepanjang hidup agar dapat mencapai tujuan demi tujuan yang telah ditetapkan. Jangan biarkan diri kita terjebak dalam kesenangan sesaat yang melenakan. Kita harus tegas pada diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, saya ingin kita merenungkan sebuah kalimat bijak dari &lt;a href="http://www.andriewongso.com/" title="Motivator di balik kesuksesan tim Thomas 2002"&gt;Andrie Wongso&lt;/a&gt; (as seen on TV) berikut ini. "Kalau kita lemah terhadap diri sendiri, kehidupan akan sangat keras kita rasakan. Tapi kalau kita keras terhadap diri sendiri, maka kehidupan akan terasa ringan." Anda setuju?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marhaban ya Ramadhan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;&lt;b&gt;Foto dari:&lt;/b&gt; &lt;a href="http://www.climbing.com" target="_blank"&gt;www.climbing.com&lt;/a&gt;&lt;/small&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171599919856911028-4924275705847217208?l=www.ekonurhuda.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ekonurhuda.com/2008/09/tak-hanya-menahan-lapar-dan-haus.html</link><author>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/Spyk2MI235I/AAAAAAAABek/Tbd3YaHUqto/s72-c/Sir-Edmund-Hillary.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">34</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028.post-4573463329080475169</guid><pubDate>Sun, 31 May 2009 10:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-31T17:25:14.346+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Curhat</category><title>Rehat...</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SiJaY7nibsI/AAAAAAAAA_g/2qnmNN97XPs/s1600-h/goodbye.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SiJaY7nibsI/AAAAAAAAA_g/2qnmNN97XPs/s200/goodbye.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341931492381716162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini, tepat di akhir bulan Mei 2009, masa magang saya di Harian Jogja berakhir sudah. Setelah selama 10 pekan atau 70 hari sejak tanggal 13 Maret 2009, akhirnya berakhir juga status saya sebagai reporter magang. Sungguh tidak terasa, terlebih karena saya mendapat jatah di mingguan yang praktis kerjanya jauh lebih santai dibanding yang harian. But, it's ok. Saya tidak mungkin memperpanjang masa magang karena ada satu alasan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak pengalaman menarik yang saya dapati dari magang ini. Sejumlah narasumber yang sempat saya temui telah memperkaya saya dengan wacana, pemikiran, pengetahuan, pelajaran, bahkan juga kekonyolan. Dan rasanya inilah hal paling berharga yang saya dapatkan selama magang ini. Tentu saja selain kesempatan untuk menampangkan tulisan-tulisan saya di Harian Jogja edisi Minggu selama masa magang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah magang ke mana lagi? Planning terdekat adalah menyelsaikan kuliah. Setelah magang seharusnya saya tinggal menggarap Laporan Kerja Praktek (LKP) saja. Tapi karena masih punya tanggungan beberapa mata kuliah, mungkin saya mesti bernegoisasi dulu dengan pihak kampus mengenai hal ini. Magang saya juga sebenarnya di luar kelaziman. Soalnya, sebenarnya yang boleh magang hanyalah mahasiswa yang sudah menghabiskan teorinya. :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai Juni sampai Agustus saya akan disibukkan dengan beberapa kegiatan dan sekaligus kewajiban. Ya, selain mengejar ketertinggalan di kampus tentunya. So, mungkin &lt;b&gt;saya akan mengurangi aktivitas blogging selama dua-tiga bulan&lt;/b&gt; itu. Untuk itu &lt;b&gt;saya mohon pamit&lt;/b&gt; pada teman-teman yang biasa berkunjung kemari. Saya juga mohon maaf jika selama Juni-Agustus tidak bisa berkunjung balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu saja. Dan saya mohon pamit untuk sejenak menghilang dari blogosphere. Terima kasih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171599919856911028-4573463329080475169?l=www.ekonurhuda.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ekonurhuda.com/2009/05/rehat.html</link><author>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SiJaY7nibsI/AAAAAAAAA_g/2qnmNN97XPs/s72-c/goodbye.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">86</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028.post-3329419006198601387</guid><pubDate>Thu, 28 May 2009 14:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-28T22:02:57.070+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Curhat</category><title>Lebih Cepat (Tidak Selalu) Lebih Baik</title><description>Lebih cepat lebih baik. Itulah jargon yang diusung pasangan capres-cawapres Jusuf Kalla-Wiranto. Pasangan yang populer disebut JK-Win ini seolah ingin menyentil Presiden SBY yang sering bersikap lamban dan cenderung bingung menentukan sikap kala menghadapi suatu persoalan. Contoh kecil, &lt;a href="http://www.detiksport.com/read/2009/05/27/183047/1138244/421/jk-dukung-yang-cepat-sby-tak-berpihak" title="JK Dukung yang Cepat, SBY Tak Berpihak"&gt;SBY tak menentukan pilihan&lt;/a&gt; waktu ditanya siapa jagoannya dalam final Liga Champions kemarin malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih cepat memang lebih baik, tapi tidak selalu lebih baik. Semua tergantung bagaimana persepsi kita mengenai kata "cepat". Terkadang terlalu cepat justru menjadi tidak baik dan kontraproduktif. Contohnya terlalu cepat berkomentar tanpa membaca keseluruhan isi posting terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Posting saya yang berjudul "&lt;a href="http://www.ekonurhuda.com/2009/05/nothing-is-impossible.html"&gt;Nothing Is Impossible&lt;/a&gt;" bisa diambil sebagai contoh. Karena pembuka dan penutup posting tersebut bercerita mengenai kesuksesan Yunani memenangi Piala Eropa 2004 (plus gambar), sejumlah pengunjung yang "bertindak cepat" jadi meninggalkan komentar tidak nyambung. Bahkan ada yang dengan pedenya mengomentari kisah sukses Yunani. Padahal inti dari posting tersebut bukan di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain adalah serial posting "&lt;a href="http://www.ekonurhuda.com/2008/09/skenario-curang-meningkatkan-earning.html"&gt;Skenario (Curang) Meningkatkan Earning AdSense&lt;/a&gt;" yang saya buat September tahun lalu. Ada 6 tulisan dalam serial tersebut, di mana masing-masing artikel membahas satu trik curang untuk meningkatkan earning AdSense. Nah, di &lt;a href="http://www.ekonurhuda.com/2008/09/skenario-curang-meningkatkan-earning_77.html"&gt;tulisan terakhir&lt;/a&gt; (artikel ke-6) saya membuat satu kesimpulan yang sangat antiklimaks dan saya yakin tidak diduga-duga para pembaca. Namun kebanyakan pembaca ternyata bertindak "terlalu cepat" dan langsung mengambil kesimpulan tanpa mau membaca keseluruhan seri tersebut, terutama &lt;a href="http://www.ekonurhuda.com/2008/09/skenario-curang-meningkatkan-earning_77.html"&gt;bagian terakhir&lt;/a&gt; yang menjadi kesimpulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah fenomena dunia blogging  di Indonesia. Ketika trafik menjadi tujuan utama, maka makna paling penting dan termulia dari blogging jadi terlupakan. Blog tak lagi berfungsi sebagai media menuangkan ide-ide untuk didiskusikan dengan pengunjung, bukan lagi media untuk saling berbagi, bukan pula untuk menjalin persahabatan antar blogger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi justru kebalikannya. Demi mengejar trafik, seorang blogger rela melakukan blogwalking dari satu blog ke blog lain. Karena tujuan utamanya hanya kunjungan balik yang berarti menambah trafik blognya, maka iapun selalu "bertindak cepat". Cukup baca judul, lihat gambar (kalau ada), dan baca sekilas paragraf pembuka dan penutup, lalu tinggalkan komentar. Jangan harapkan komentar panjang-lebar, diberi satu-dua kalimat pendek saja pemilik blog sudah sangat bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, blogwalking hanya menjadi satu wahana (maaf) setor wajah semata. Asal namanya tercatat mengunjungi blog lain dengan harapan dikunjungi balik. Tak ada diskusi, tak ada tukar-pikiran. Maka jangan heran kalau blog-blog yang bertema agak serius dan berat jarang pengunjungnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, hanya sekedar uneg-uneg. Tolong jangan diambil hati (emosi), tapi diambil pikiran (logika) saja. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171599919856911028-3329419006198601387?l=www.ekonurhuda.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ekonurhuda.com/2009/05/lebih-cepat-tidak-selalu-lebih-baik.html</link><author>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">54</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028.post-2079662951689447548</guid><pubDate>Mon, 25 May 2009 22:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-01T11:44:15.300+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Intermezzo</category><title>Baceman Puyuh Nesu Mulih Notoprajan</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/Shuychm8nQI/AAAAAAAAA-4/DevMIxcNbcg/s1600-h/IMG_0229.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 154px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/Shuychm8nQI/AAAAAAAAA-4/DevMIxcNbcg/s200/IMG_0229.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340057986305662210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sudah hampir genap 9 tahun di Jogja, saya baru tahu kalau Jogja punya satu warung khas yang menjual baceman puyuh. Letaknya tepat di depan &lt;b&gt;nDalem Notoprajan&lt;/b&gt;, di daerah njeron beteng yang masih masuk wilayah Ngupasan. Kebetulan harian tempat saya magang memberi tugas liputan ke sana untuk edisi Minggu (31/5) besok. Ya sudah, saya sambangi saja warung tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya cukup aneh, &lt;b&gt;warung makan Nesu Mulih Pak PM&lt;/b&gt;. Waktu saya tanya pada pemiliknya, nama tersebut dipakai karena dulu pembeli warung tersebut sangat banyak. Karena antri terlalu lama, beberapa pembeli yang tak sabar memilih pulang sambil marah-marah. Nah, dari sanalah nama Nesu Mulih diambil. &lt;i&gt;Nesu&lt;/i&gt; = marah, dan &lt;i&gt;mulih&lt;/i&gt; = pulang.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/ShurzdmAzeI/AAAAAAAAA-g/BpFV20eSNjM/s1600-h/IMG_0224.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/ShurzdmAzeI/AAAAAAAAA-g/BpFV20eSNjM/s200/IMG_0224.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340050683783597538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seperti warung-warung tenar lain di Jogja, Nesu Mulih juga tampak biasa. Saya bahkan sampai tidak tahu kalau warung itulah yang saya cari. Dua kali bolak-balik lewat di depannya, saya sama sekali tidak menyangka warung tersebut yang saya cari. Sampai akhirnya saya turun dan bertanya pada... pemiliknya! Tentu saja langsung dijawab, "Ya ini, Mas." Walah..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/ShupjFUS0yI/AAAAAAAAA-Y/knJooB88xsk/s1600-h/Nesu+Mulih.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 110px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/ShupjFUS0yI/AAAAAAAAA-Y/knJooB88xsk/s200/Nesu+Mulih.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340048203365667618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Apa keistimewaan Nesu Mulih? Menurut beberapa pembeli yang saya tanyai, kekhasan Nesu Mulih terletak pada bumbu dan sambalnya. Bumbunya terasa meresap di daging puyuh yang tersaji empuk, sedangkan sambalnya pas di lidah. Terlalu pedas tidak, terlalu manis juga tidak (sambal di Jogja manis-manis lho). Sayangnya, ketika saya coba mengorek resepnya, Bu Nani si pemilik Nesu Mulih tak mau buka rahasia. :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya mencobai sendiri, rasanya saya sependapat dengan beberapa pembeli yang saya tanyai. Daging puyuhnya sangat empuk. Berbeda sekali dengan baceman puyuh yang dijual di lesehan Malioboro tempat saya pertama kali mencicipi baceman puyuh. Sambalnya juga maknyus. Dan rupanya Ali Hamidi, teman kos yang menemani saya malam itu, juga sependapat. Lihatlah bagaimana dia begitu lahap menikmati menunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/Shut2OusH0I/AAAAAAAAA-o/na4xNSMjRyQ/s1600-h/Hamidi.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/Shut2OusH0I/AAAAAAAAA-o/na4xNSMjRyQ/s320/Hamidi.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340052930356322114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/ShuwOeNqW7I/AAAAAAAAA-w/VxjlqgPn5xM/s1600-h/Baceman+Puyuh.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 238px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/ShuwOeNqW7I/AAAAAAAAA-w/VxjlqgPn5xM/s320/Baceman+Puyuh.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340055545852877746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berapa harganya? Sialnya, saya sendiri lupa bertanya. Saya dan Hamidi pesan dua baceman puyuh plus dua es jeruk, total habis Rp26.000. Berarti seorang Rp13.000. Kalau harga es jeruknya Rp1.500 segelas, berarti baceman puyuhnya Rp11.500 seporsi. Kurang-lebih segitulah. Mahal atau tidaknya baru bisa Anda simpulkan setelah merasakannya sendiri. :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran ingin mencoba? Rugi rasanya kalau Anda tidak mencicipi menu warung yang &lt;b&gt;resepnya sempat ditawar &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Rp125 juta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171599919856911028-2079662951689447548?l=www.ekonurhuda.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ekonurhuda.com/2009/05/baceman-puyuh-nesu-mulih-notoprajan.html</link><author>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/Shuychm8nQI/AAAAAAAAA-4/DevMIxcNbcg/s72-c/IMG_0229.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">36</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028.post-4292340108438090179</guid><pubDate>Sat, 23 May 2009 09:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-23T17:59:08.762+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kisah Teladan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Curhat</category><title>Nothing Is Impossible</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/ShfE4jOWFBI/AAAAAAAAA9k/x-n1hj8w79k/s1600-h/Greece-Euro-2004-celebration.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/ShfE4jOWFBI/AAAAAAAAA9k/x-n1hj8w79k/s200/Greece-Euro-2004-celebration.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338952359078138898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Masih ingat gambar di sebelah? Ya, ini momen saat Yunani merebut gelar juara Piala Eropa 2004 di Portugal. Sebuah momen bersejarah yang rasanya bakal melekat lama di ingatan para pecinta bola. Kenapa? Karena kemenangan Yunani sangat di luar dugaan. Masuk sebagai underdog, tapi Yunani justru keluar sebagai juara. From zero to hero.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nothing is impossible. Adidas selaku sponsor apparel Yunani langsung memanfaatkan momen tersebut untuk lebih mempopulerkan jargonnya. Segera saja kalimat 'nothing is impossible' terlihat di mana-mana bersama foto timnas Yunani sedang merayakan kemenangan di Euro 2004. Ya, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Bahkan Pablo Picasso, pelukis tersohor Spanyol pernah mengatakan 'Everything you can imagine is real'.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, saya chat dengan seorang rekan blogger. Sebut saja namanya Popo. Karena sudah sangat akrab, saya tak sungkan-sungkan menceritakan sebuah rencana padanya. Bukan rencana saya, tapi rencana seorang rekan lain di mana saya diajak terlibat menggarapnya. Apa rencananya? Tak muluk-muluk koq, mendirikan sebuah portal berita khusus Jogja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika rencana tersebut saya ceritakan pada Popo, dia bertanya "Mau menyaingi Detik?". Saya jawab enteng, "Who knows?". Eh, koq dia mengirim gambar orang tertawa dan menambahinya dengan kalimat, "Susah, Ko. Orang Okezone saja masih belum bisa menyamai Detik." Lagi-lagi saya jawab enteng, "Itu kan Okezone." Lalu pembicaraan jadi mengambang, jadi serba tidak enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, mungkin Popo benar tentang tak mungkin kami menyaingi Detik. Menyamainya pun mungkin susah. Tapi vonis ini terlalu dini dan sangat tidak adil. Bagaimana tidak? Detik sudah beroperasi sebagai situs berita sejak 1 Juli 1998, sementara kami baru sekedar rencana. Bahkan membandingkan Detik dengan Okezone juga tidak adil karena Okezone baru berjalan beberapa tahun belakangan. Tentu sebuah pembandingan yang tidak tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus soal rencana pembuatan situs berita lokal Jogja, rekan saya sudah membeberkan konsepnya kepada saya saat kami bertemu beberapa bulan lalu. Sebuah konsep cerdas yang bila itu dijalankan bakal sangat luar biasa hasilnya. Dan rencana itu sudah mulai direalisasikan oleh rekan tersebut. Ia pun sudah meminta saya untuk mencarikan beberapa &lt;a href="http://www.aky-babarsari.com/"&gt;anak AKY&lt;/a&gt; yang mau menjadi reporter di situsnya tersebut. Saya sendiri ditawari dua posisi: jadi reporter atau redaktur. :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, mungkin Popo benar saat mengatakan kami tak mungkin menyaingi Detik. Tapi pernyataan ini masih butuh kata tambahan. Ya, kami tidak mungkin menyaingi detik &lt;b&gt;sekarang&lt;/b&gt;, tapi 5-10 tahun lagi siapa tahu? Apalagi saya tahu persis rekan yang punya ide membuat situs berita lokal Jogja tersebut punya jaringan sangat luas. Maklum, ia pernah jadi wartawan di Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, Solopos, dan terakhir menjadi manajer di beberapa radio swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/ShfVOObe4TI/AAAAAAAAA9s/IH8bW0pwXak/s1600-h/Greece-national-team.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 152px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/ShfVOObe4TI/AAAAAAAAA9s/IH8bW0pwXak/s200/Greece-national-team.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338970323639263538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kembali ke cerita Yunani. Saat Euro 2004 dimulai, tak satupun pengamat berani memprediksi Yunani bakal jadi juara. Pasalnya, rekor internasional Yunani teramat buruk. Lebih sering absen di turnamen antarnegara dan tidak pernah menang di ajang internasional yang diikutinya membuat Yunani diposisikan hanya sebagai pelengkap Euro 2004. Apalagi Yunani tergabung di Grup A bersama Portugal, Spanyol dan Rusia yang peringkat FIFA-nya jauh lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Publik mulai tercengang ketika tuan rumah Portugal berhasil mereka tundukkan di partai pembuka. Lalu satu demi satu raksasa Eropa mereka gilas. Rep. Ceska, Prancis, dan Portugal untuk kedua kalinya di partai final. So, nothing is impossible.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Catatan:&lt;/b&gt; Foto dari &lt;a href="http://img.skysports.com/08/05/800x600/Greece-Euro-2004-celeb_907251.jpg" target="_blank"&gt;SkySport.com&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.freewebs.com/vickitriantis/GREECE%2520GROUP.gif" target="_blank"&gt;Freewebs.com&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171599919856911028-4292340108438090179?l=www.ekonurhuda.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ekonurhuda.com/2009/05/nothing-is-impossible.html</link><author>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/ShfE4jOWFBI/AAAAAAAAA9k/x-n1hj8w79k/s72-c/Greece-Euro-2004-celebration.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">35</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028.post-8707419852920123050</guid><pubDate>Thu, 21 May 2009 14:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-01T13:08:55.712+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Intermezzo</category><title>Bakso Pak Bawor Samirono</title><description>SETELAH dapat jatah &lt;a href="http://www.ekonurhuda.com/2009/04/steak-gratis-mau.html" title="Steak Gratis, Mau?"&gt;liputan steak&lt;/a&gt; di pekan kedua masa magang, lama sekali saya tidak liputan untuk rubrik kuliner. Mungkin tepatnya bukan "tidak liputan", soalnya saya sempat dapat dua tugas liputan kuliner. Yang pertama mencari &lt;b&gt;soto tangkar&lt;/b&gt; tapi tidak ketemu sampai deadline, dan kedua mencari satu angkringan super duper laris di daerah Deresan tapi luput dari amatan saya sehingga tidak tertangkap. :))&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/ShV9wMM91tI/AAAAAAAAA9E/d83XafKJXZI/s1600-h/Bakso+Pak+Bawor+Samirono.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/ShV9wMM91tI/AAAAAAAAA9E/d83XafKJXZI/s320/Bakso+Pak+Bawor+Samirono.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338311200180393682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nah, untuk edisi Minggu besok saya kebagian jatah meliput &lt;b&gt;Bakso Pak Bawor&lt;/b&gt; di daerah Samirono. Ceritanya seluruh bakso terenak dan terlegendaris di Jogja akan diangkat. So, seluruh kru dibagi untuk meliput 6 warung bakso yang dianggap ter dan ter tadi. Dan saya kebagian jatah mencicipi baksonya Pak Bawor di Samirono. Kebetulan sekali bakso merupakan menu jajan favorit saya selain mie ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asyik, akhirnya makan-makan juga..! Sorak saya dalam hati sewaktu diberi tugas itu. Tanpa tunggu lebih lama lagi, saya segera menggarapnya. Langkah pertama browsing di internet untuk mencari tahu lokasi warung Bakso Pak Bawor. Hehehe, soalnya saya belum tahu sih. Tujuan kedua adalah untuk mencari tahu tanggapan orang-orang yang pernah makan di sana. Syukurlah kedua-duanya saya dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hasil browsing, warung bakso Pak Bawor Samirono terletak tepat di tengah-tengah kampung Samirono. Jadi, dari Jl. Kolombo masuk terus ke selatan ke kampung Samirono. Ancer-ancernya di selatan GOR UNY. Masuknya dari jalan yang terletak tepat di selatan jalan yang ke arah GOR UNY. Dari pinggir Jl. Kolombo jauhnya sekitar 300 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/ShV_1hi32ZI/AAAAAAAAA9M/Ru91Zs59D0g/s1600-h/Warung+Bakso+Pak+Bawor.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/ShV_1hi32ZI/AAAAAAAAA9M/Ru91Zs59D0g/s320/Warung+Bakso+Pak+Bawor.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338313490832021906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sangat tidak disarankan mendatangi warung bakso Pak Bawor dengan kendaraan umum. Pasalnya bis kota ataupun angkot hanya akan menurunkan Anda di Jl. Kolombo. Naik transJogja lebih tidak disarankan karena letak shelternya jauh dari jalan masuk ke kampung Samirono. So, minimal naik sepeda deh. Hehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke laptop. Setelah tanya sana, sini, situ, akhirnya sampai juga saya dan &lt;a href="http://aryhadi.wordpress.com/" target="_blank&amp;quot;"&gt;Ari&lt;/a&gt; (junior di &lt;a href="http://www.aky-babarsari.com/" title="AKY Babarsari"&gt;AKY&lt;/a&gt; yang menemani saya) di warung bakso Pak Bawor yang kondang itu. Penampilan warungnya sangat biasa. Tapi melihat jumlah pengunjungnya, saya tahu ada yang istimewa di sini. Terlebih setelah beberapa pengamen datang menjajakan suaranya di sana. Bukankah pengamen itu paling tahu di mana lokasi yang paling banyak orang? :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakso pun dipesan. Alamak, ternyata lama juga menunggunya. Pesanan baru datang setelah es jeruk di hadapan saya tinggal setengah gelas. Tapi saya beruntung datang saat tanggal merah. Konon kalau hari kerja kita bahkan harus berjuang keras untuk sekedar mendapatkan tempat duduk. Gila!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/ShWCjWrbBfI/AAAAAAAAA9U/mUWyhuLFrok/s1600-h/Meracik+Bakso+Pak+Bawor.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/ShWCjWrbBfI/AAAAAAAAA9U/mUWyhuLFrok/s320/Meracik+Bakso+Pak+Bawor.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338316477212329458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagaimana rasa baksonya? Jujur saja saya tidak tahu itu termasuk bakso enak atau biasa saja. Yang jelas pentol baksonya termasuk hebat karena kentara sekali rasa dagingnya. Begitu dibelah tekstur bagian dalamnya tidak rata, menandakan kalau adonannya lebih dominan daging dibanding kanji. Waktu saya tanya ke Mas Bowo, salah satu karyawan di sana, perbandingan adonannya adalah 5:1. Oo, pantas saja kalau begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertarik mencoba? Harganya tidak mahal koq. Mungkin sekitar Rp6000-an. Soalnya tadi bakso dua plus es jeruk dua totalnya Rp15.000. Jadi harga baksonya ya kira-kira Rp6000 semangkuk, terus es jeruknya Rp1.500. Masih termasuk murah untuk ukuran bakso sekondang itu. :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171599919856911028-8707419852920123050?l=www.ekonurhuda.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ekonurhuda.com/2009/05/bakso-pak-bawor-samirono.html</link><author>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/ShV9wMM91tI/AAAAAAAAA9E/d83XafKJXZI/s72-c/Bakso+Pak+Bawor+Samirono.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">35</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028.post-4465299623139575698</guid><pubDate>Tue, 19 May 2009 05:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-01T11:44:57.951+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Curhat</category><title>Bertemu Pangeran</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/ShJbjzn3ryI/AAAAAAAAA88/wBsFUZzP30g/s1600-h/KPH-Wironegoro-GKR-Pembayun.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 251px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/ShJbjzn3ryI/AAAAAAAAA88/wBsFUZzP30g/s320/KPH-Wironegoro-GKR-Pembayun.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337429179098443554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Namanya &lt;b&gt;Nieko Messa Yudha&lt;/b&gt;, seorang pebisnis yang cukup mapan. Tapi semenjak menikahi putri sulung Sri Sultan Hamengku Buwono X, ia mendapat gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) dan punya nama baru Wironegoro. Nah, saya menemuinya dalam kapasitasnya sebagai pengelola &lt;a href="http://www.jogjanationalmuseum.org" target="_blank"&gt;Jogja National Museum (JNM)&lt;/a&gt;. Apalagi kalau bukan tugas liputan jurnalistik di tempat saya magang. Ceritanya saya disuruh mewawancarai sang Pangeran mengenai JNM.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali dapat tugas tersebut, seperti biasa saya santai-santai saja. Tapi begitu tahu kalau yang harus ditemui adalah seorang Pangeran bergelar KPH, walah koq saya tiba-tiba saja jadi grogi. Dua minggu lebih tugas tersebut tidak saya garap. Meskipun nomor HP sudah di tangan dan alamat JNM sudah dikantongi, tapi saya tak kunjung turun ke lapangan. Grogi abisss..! :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lama kemudian, karena terdorong rasa tidak enak sama redaktur yang mengasuh saya, akhirnya nekat juga saya mengontak sang Pangeran. Sebelumnya saya sempat browsing di internet mengenai JNM dan juga KPH Wironegoro. Dapat beberapa referensi yang memberi bocoran sedikit, dan ini membuat saya bisa sedikit rileks. So, saya pun menelepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu telepon diangkat jadi kikuk juga. Mau pakai panggilan apa nih? Masa iya mau memanggil lengkap KPH Wironegoro? Rasanya tidak mungkin deh. Akhirnya nekat saya sok akrab saja dan panggil Mas Nico yang memang jadi panggilan akrabnya. Hehehe. Tahu tidak, ternyata kemudian KPH Wironegoro menyebut dirinya sebagai Wiro. Tentu saja saya jadi salting karena merasa salah panggil. :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya semua berjalan lancar. Kami membuat janji dan bertemu keesokan harinya di JNM. Ugh, betapa senangnya bisa bertemu dengan kerabat dekat Kraton Yogyakarta. Bayangkan, istri KPH Wironegoro merupakan calon penerus tahta Kraton Yogyakarta karena merupakan anak sulung Sri Sultan Hamengku Buwono X. Itu artinya, kalau boleh GR, saya sedang berhadapan dengan suami calon Ratu Yogyakarta. Hehehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari wawancara di JNM itu, benak saya berbisik nakal. Untung saja saya bertemu Pangeran di jaman modern seperti sekarang. Kalau saja bertemunya di jaman monarki jadul kala, tentu saya harus terlebih dahulu menyembah sang Pangeran. Bicaranya pun harus dengan bahasa Jawa kromo inggil yang saya sama sekali tidak tahu. Hihihi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Catatan:&lt;/b&gt; Foto dari &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/berita/0205/27/sh03.html" target="_blank"&gt;sinarharapan.co.id&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171599919856911028-4465299623139575698?l=www.ekonurhuda.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ekonurhuda.com/2009/05/bertemu-pangeran.html</link><author>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/ShJbjzn3ryI/AAAAAAAAA88/wBsFUZzP30g/s72-c/KPH-Wironegoro-GKR-Pembayun.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">28</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028.post-8277003949501667888</guid><pubDate>Fri, 15 May 2009 22:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-17T10:57:23.756+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Curhat</category><title>Kritik Keras untuk Blogger Jambi</title><description>Jum'at kemarin rupanya bukan hari baik saya. Beberapa kejadian tidak menyenangkan saya alami di hari itu. Mulai dari pembatalan kuliah secara sepihak dari dosen (padahal sudah jauh-jauh datang), reaksi tidak enak atas kinerja saya dari seorang rekan di tempat magang, dan malamnya saya secara tidak langsung mendapat kritik keras dari salah seorang kontributor &lt;a href="http://www.bloggerjambi.com/"&gt;BloggerJambi.com&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua kejadian tidak enak tersebut, kritik dalam blog BloggerJambi.com menjadi yang paling tidak enak. Saya benar-benar 'tertampar' sekali. Apalagi kritik tersebut diberi judul pedas pula, "&lt;a href="http://www.bloggerjambi.com/2009/05/hangat-hangat-tahi-ayam.html"&gt;Hangat-hangat Tahi Ayam&lt;/a&gt;". Tapi saya tidak marah ataupun tersinggung. Saya justru berterima kasih sekali atas kritik tersebut. Dan saya sadar, saya memang pantas mendapat kritik seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal yang saya garis bawahi dalam kritik yang dibuat oleh rekan &lt;a href="http://www.bujangrimbo.com/" target="_blank"&gt;BuJang&lt;/a&gt; itu. Pertama, &lt;u&gt;kelalaian saya mengurusi blog BloggerJambi.com&lt;/u&gt;, dan kedua adalah &lt;u&gt;kebiasaan jelek saya yang jarang berkunjung balik ke blog rekan-rekan yang sudah berkunjung kemari&lt;/u&gt;. Kedua-duanya saya akui sebagai kesalahan saya, dan untuk itu saya meminta maaf sebesar-besarnya pada rekan-rekan sekalian. Namun ijinkanlah saya untuk memberi sedikit penjelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai BloggerJambi.com yang tidak pernah di-update, saya tidak mau disalahkan sepenuhnya. Blog tersebut saya buat bukan untuk saya pribadi. Saya membuatnya dengan tujuan sebagai ajang silaturahim antar blogger Jambi, baik yang berdomisili di Jambi maupun di luar Jambi. Formatnya, para blogger Jambi tersebut menjadi kontributor dan menyumbang posting. Kenyataannya, yang berminat hanya segelintir orang. Dan yang benar-benar berkontribusi hanya satu orang saja, yakni rekan BuJang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama tidak di-update, rupanya banyak blogger Jambi yang merasa gerah. Sebelum rekan BuJang menuliskan kritiknya, sebenarnya sudah banyak kritik yang saya terima lewat kolom komentar blog tersebut. Rata-rata menanyakan kenapa koq tidak sering di-update. Ketika saya jelaskan bahwa blog itu berformat partisipasi dan menerima sumbangan tulisan dari rekan-rekan blogger Jambi yang peduli, hampir semuanya berkilah "&lt;b&gt;untuk blog sendiri saja susah, apalagi untuk blog lain.&lt;/b&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula yang mengatakan kalau keberadaan BloggerJambi.com seolah hendak menyaingi blog komunitas blogger Jambi yang sudah lebih dulu eksis, yakni &lt;a href="http://bloggerjambi.blogspot.com/" target="_blank"&gt;bloggerjambi.blogspot.com&lt;/a&gt;. Hal ini perlu diluruskan. Saya bahkan pernah menawarkan pada pengelola blog tersebut untuk memakai nama domain bloggerjambi.com, tapi sampai sekarang tidak ada respon. Beberapa rekan blogger Jambi yang saya tahu akrab dengan blog dan blogosphere juga sudah saya beri tawaran untuk menjadi admin blog tersebut, tapi semuanya angkat tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, solusi bagi BloggerJambi.com mungkin hanya dua: (1) diteruskan dengan keterlibatan dan kepedulian rekan-rekan blogger Jambi yang lain, atau (2) ditutup saja selama-lamanya. Pilihannya bukan pada saya karena sejak awal saya tidak memosisikan diri sebagai pemilik blog tersebut. Keputusan dan masa depan BloggerJambi.com tergantung pada sikap teman-teman blogger Jambi yang merasa ikut memiliki dan peduli pada blog tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, soal jarangnya saya berkunjung balik, untuk ini saya harus memohon pengertian teman-teman semua. Seperti &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=3171599919856911028&amp;amp;postID=8277003949501667888" title=""&gt;pernah saya ceritakan sebelumnya&lt;/a&gt;, sejak magang di &lt;a href="http://www.harianjogja.com/" target="_blank"&gt;Harian Jogja&lt;/a&gt; waktu online saya sudah sangat jauh berkurang. Selain magang, saya juga masih harus menempuh beberapa mata kuliah lho. Jadi, dari biasanya bisa online sampai 4-5 jam sehari, sekarang paling banter hanya 1-2 jam saja. Itupun lebih banyak saya habiskan untuk mencari referensi tambahan demi memperkaya hasil liputan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa magang saya hanya sampai 31 Mei 2009, dan kuliah saya juga akan selesai dalam waktu tak lama kemudian. Setelah itu saya baru bisa punya banyak waktu luang lagi untuk online. Apalagi jika ternyata setelah lulus tak ada media massa yang tertarik memakai tenaga saya sebagai reporter. Soalnya, mau tak mau saya harus bekerja keras mencari nafkah di internet. :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu saja dari saya. Harap maklum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171599919856911028-8277003949501667888?l=www.ekonurhuda.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ekonurhuda.com/2009/05/kritik-keras-untuk-blogger-jambi.html</link><author>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">44</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028.post-3389980437482586302</guid><pubDate>Mon, 11 May 2009 03:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-11T10:54:42.272+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Curhat</category><title>Keok Seminggu</title><description>Bukan karena &lt;a href="http://www.ekonurhuda.com/2009/05/ekonurhudacom-digebuk-google.html" title="EkoNurhuda.com Digebuk Google"&gt;digebuk Google&lt;/a&gt; kalau kemudian saya jatuh sakit dan ambruk selama satu minggu. Ya, mulai malam Senin pekan lalu badan saya panas-dingin, disusul pusing-pusing, dan kemudian juga dilengkapi dengan (maaf) buang air besar yang terlalu sering. Wah, benar-benar serangan yang komplit. Semua jenis penyakit menyerang dalam waktu bersamaan. Tak heran kalau sayapun jadi tergolek lesu tanpa daya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama itu badan saya terasa lemas bukan main. Hal ini diperparah dengan lidah yang jadi pahit, sehingga untuk makan rasanya jadi tak karuan. Alhasil, apapun makanannya selalu saja terasa tidak enak di mulut. Sampai-sampai sate kambing langganan pun rasanya jadi aneh. Walah... :((&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karena kondisi fisik yang begitu pula saya meminta ijin tidak masuk pada redaktur yang membimbing saya selama magang di Harian Jogja. Untungnya beliau bisa mengerti kondisi saya dan menyarankan untuk istirahat sampai benar-benar sembuh. Tapi saya sendiri tidak mau libur lama-lama. Sayang betul rasanya kalau waktu magang yang hanya tinggal 3 minggu ini saya sia-siakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah penderitaan itu cepat berakhir. Mulai kemarin badan saya terasa lebih enak. Pusing-pusingnya sudah hilang, panasnya sudah jauh menurun, dan perut tak lagi rewel. Tapi rupanya saya belum diberi kesembuhan total. Pasalnya, kini gantian flu dan batuk yang menghinggapi saya. Hmmmm....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada teman-teman yang telah memberikan support selama saya sakit. Saya juga mohon maaf karena belum bisa menjawab komentar teman-teman di dua posting terakhir. Asal tahu saja, dua posting itu adalah posting terjadwal yang saya buat sebelum saya jatuh sakit. :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171599919856911028-3389980437482586302?l=www.ekonurhuda.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ekonurhuda.com/2009/05/keok-seminggu.html</link><author>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">40</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028.post-1426857116147760895</guid><pubDate>Thu, 07 May 2009 22:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-08T05:30:00.280+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Blogging</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sumber Duit</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Curhat</category><title>Kapan Dapat Bayaran dari BuyBlogReviews?</title><description>Selain &lt;a href="http://www.ekonurhuda.com/search/label/Google%20AdSense"&gt;Google AdSense&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.buyblogreviews.com/welcome.php?id=22001"&gt;Buy Blog Reviews&lt;/a&gt; menjadi program lain yang membingungkan saya. Kalau di Google AdSense saya masih &lt;a href="http://www.ekonurhuda.com/2008/08/6-bulan-lebih-koq-cuma-20.html" title="6 Bulan Lebih Koq Cuma $20?"&gt;belum bisa mendongkrak pendapatan&lt;/a&gt; sekaligus &lt;u&gt;belum pernah menerima cek&lt;/u&gt; sejak pertama kali mendaftar hampir 2 tahun lalu, maka di BBB (&lt;a href="http://www.buyblogreviews.com/welcome.php?id=22001"&gt;Buy Blog Reviews&lt;/a&gt; maksudnya) saya juga belum pernah terima bayaran. Padahal saya sudah join program paid review ini selama setahun lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir kali melongok ke member area, catatan earning saya baru menyentuh angka &lt;u&gt;&lt;b&gt;$2.85&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;. Koq kecil sekali? Jelas saja kecil, lha wong saya cuma dapat bonus referensi dari sekitar 30-an referal yang saya punya. Tentu ceritanya bakal lain kalau saya juga dapat job menulis review. Tapi persoalannya saya belum pernah sekalipun memperoleh job review dari &lt;a href="http://www.buyblogreviews.com/welcome.php?id=22001"&gt;Buy Blog Reviews&lt;/a&gt;. Hebat!&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SfSZXCtTIFI/AAAAAAAAA8U/zRWCLRpPr50/s1600-h/buy-blog-reviews.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 158px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SfSZXCtTIFI/AAAAAAAAA8U/zRWCLRpPr50/s320/buy-blog-reviews.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329052880229048402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang salah. Padahal setiap ada email pemberitahuan kalau di &lt;a href="http://www.buyblogreviews.com/welcome.php?id=22001"&gt;Buy Blog Reviews&lt;/a&gt; terdapat opportunity baru saya langsung login dan melakukan penawaran (bidding). Tapi ritual itu berhenti hanya sampai di sana saja. Belum pernah sekalipun saya menerima email pemberitahuan kalau penawaran (bid) saya menang. Alhasil, saya pun tidak pernah menggarap job review dari broker paid review yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya saya masih bisa mengandalkan &lt;a href="http://www.blogsvertise.com/?rid=b9318"&gt;Blogsvertise&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.sponsoredreviews.com/?aid=13819"&gt;SponsoredReviews&lt;/a&gt;. Dari kedua broker inilah saya memperoleh job-job review yang terkadang saya publish di &lt;a href="http://www.ekonurhuda.com/"&gt;blog ini&lt;/a&gt; (maaf ya...). Dan praktis hanya dari dua broker inilah penghasilan paid review saya berasal. Selain &lt;a href="http://www.buyblogreviews.com/welcome.php?id=22001"&gt;Buy Blog Reviews&lt;/a&gt; yang masih sulit saya pahami, &lt;b&gt;ReviewMe dan PayPerPost&lt;/b&gt; sampai sekarang juga tidak mau meng-approve blog-blog yang saya daftarkan. Padahal stats-nya jauh lebih baik dari saat saya daftarkan pertama kali beberapa bulan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sudahlah, mungkin saya memang tidak berjodoh dengan &lt;a href="http://www.buyblogreviews.com/welcome.php?id=22001"&gt;Buy Blog Reviews&lt;/a&gt;. Lagipula kalau diperhatikan nilai bayarannya juga kecil-kecil. Bahkan ada beberapa advertiser yang tega memberi harga di bawah $5/review. Tak heran bila broker satu ini terlihat kurang peminat. Indikasinya, earning saya dari referal lama sekali naiknya. Padahal 30-an referal seharusnya sudah cukup lumayan untuk mendongkrak penghasilan pasif dari situs ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, Anda punya pengalaman lain dengan &lt;a href="http://www.buyblogreviews.com/welcome.php?id=22001"&gt;Buy Blog Reviews&lt;/a&gt;? Bagi-bagi ceritanya dunks...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171599919856911028-1426857116147760895?l=www.ekonurhuda.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ekonurhuda.com/2009/05/kapan-dapat-bayaran-dari-buyblogreviews.html</link><author>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SfSZXCtTIFI/AAAAAAAAA8U/zRWCLRpPr50/s72-c/buy-blog-reviews.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">59</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028.post-7746681372926944959</guid><pubDate>Tue, 05 May 2009 22:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-06T05:30:00.829+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bedah Peluang</category><title>PTC Lokal Kian Menjamur</title><description>Entah siapa yang memulai, di saat PTC luar negeri banyak yang ditengarai sebagai SCAM, di Indonesia justru sedang terjadi 'demam PTC'. Ya, kita biasa menyebutnya sebagai PTC lokal karena situs-situs tersebut memang dioperasikan oleh orang Indonesia, berbahasa Indonesia (ya iyalah..!), serta menampilkan link-link iklan Indonesia pula. Intinya, benar-benar PTC yang Indonesia banget pokoknya. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui PTC alias paid to click merupakan cara termudah memperoleh uang di internet. Tak perlu blog tak harus beli nama domain, cukup berbekal alamat imel saja kita sudah bisa mengumpulkan uang. Per klik rata-rata dihargai Rp 100, plus komisi referal yang berkisar antara Rp 25 - Rp 50 per klik. Kecil memang, tapi seperti kata pepatah, asalkan tekun lama-lama uang yang besar bakal bisa diraih juga. Tapi saya punya satu pertanyaan pada pengelola situs PTC: bagaimana mereka mendapatkan untung dan terus bertahan?&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa saya mengajukan pertanyaan tersebut? Logika sederhana saja. Saya berangkat dari angka-angka yang dilontarkan oleh pengelola PTC itu sendiri. Saya hanya ingin membandingkan angka komisi per klik yang diberikan pengelola pada membernya, dengan harga jual iklan yang mereka tawarkan pada advertiser alias pemasang iklan yang iklannya bakal diklik oleh member PTC bersangkutan. Berangkat dari perhitungan angka-angka inilah kita bisa tahu bagaimana sisi bisnis situs PTC. Lebih jauh lagi, dengan perhitungan ini saya hanya ingin tahu sebenarnya program PTC masih layak tidak sih dipertahankan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ambil contoh situs &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;duitasyik.com&lt;/span&gt;. Situs PTC yang baru launching ini 'berjanji' akan memberikan komisi Rp 100/klik plus Rp 50 untuk tiap klik yang dilakukan oleh referal. Sekarang kita bandingkan dengan harga jual space iklan. Dalam pasang iklannya saya temukan kalau harga iklan di duitasyik.com adalah Rp 25.000 per 500 member kunjungan. Ini artinya, advertiser hanya dibebani Rp 50 untuk tiap klik yang dilakukan member PTC ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda yang kritis tentu cepat paham kalau hasil perhitungan sederhana di atas dari kacamata bisnis adalah sesuatu yang tidak mungkin. Dengan kata lain, duitasyik.com seharusnya merugi bila benar-benar menggunakan angka-angka tersebut. Bayangkan saja, duitasyik.com harus membayar Rp 100 untuk tiap klik yang dilakukan membernya, sementara pengelola hanya menerima Rp 50/klik dari advertiser. Dihitung sampai di sini saja seharusnya PTC ini sudah tekor. Belum lagi kalau kita sertakan komisi referal Rp 50/klik. Jadi tekor dua kali deh PTC ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitung-hitungan 'hampir masuk akal' dilakukan oleh &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;klikptc.com &lt;/span&gt;dan &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;klik-uang.com&lt;/span&gt;. Saya bilang hampir masuk akal karena harga iklan yang dipatok pengelola lebih besar dari jumlah komisi yang dijanjikan pada member. Kedua situs PTC ini mematok harga Rp 20.000/100 klik. Itu sama dengan Rp 200/klik, lebih besar dari komisi untuk member yang bernilai Rp 100/klik. Tapi hitung-hitungan jadi sedikit membingungkan kalau faktor komisi referal dimasukkan. Kalaupun keduanya bisa meraup untung, maka jumlahnya pasti sedikit sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitung-hitungan jadi semakin membingungkan saat kita melihat harga pemasangan iklan untuk jumlah klik yang lebih besar. &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Klikptc.com &lt;/span&gt;mematok harga Rp 700.000 untuk 5000 klik, ini berarti per klik berharga Rp 140. Padahal untuk satu klik yang dilakukan oleh member dengan satu referal, pengelola harus membayar Rp 150/klik. Artinya, rugi Rp 10/klik. Sedangkan &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;klik-uang.com &lt;/span&gt;lebih gila lagi. Situs ini mematok harga Rp 575.000 untuk 5.000 klik, yang berarti tiap klik cuma bernilai Rp 115. Padahal situs ini menjanjikan komisi Rp 100/klik plus Rp 50/klik referal pada membernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal penting yang harus dicatat, pengeluaran pengelola untuk membayar komisi member bisa jadi sebesar Rp 250/klik. Dari mana asal angka itu? Kita contohkan saja si A adalah member PTC lokal. Si A punya referal/downline bernama B. Nah, jika A dan B sama-sama melakukan klik ke satu link iklan, maka pengelola PTC harus membayar Rp 100 untuk klik yang dilakukan A, Rp 100 untuk klik yang dilakukan B, dan Rp 50 untuk komisi referal A karena B sudah mengklik iklan. So, totalnya adalah Rp 250/klik. Kalau ada pengelola PTC yang memasang harga iklan di bawah angka tersebut (Rp 250/klik), seharusnya mereka akan rugi besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu apakah para pengelola PTC-PTC lokal memiliki hitung-hitungan lain yang membuat mereka dapat terus bertahan dan eksis. Anda mungkin lebih tahu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171599919856911028-7746681372926944959?l=www.ekonurhuda.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ekonurhuda.com/2009/05/ptc-lokal-kian-menjamur.html</link><author>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">40</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028.post-9084515794673057607</guid><pubDate>Sun, 03 May 2009 22:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-04T09:19:49.915+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Blogging</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Curhat</category><title>EkoNurhuda.com Digebuk Google</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SfwwyHMTzOI/AAAAAAAAA8s/5Y7moDG9i00/s1600-h/pagerankgoogle.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 210px; height: 210px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SfwwyHMTzOI/AAAAAAAAA8s/5Y7moDG9i00/s320/pagerankgoogle.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331189696382094562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah sekian lama dinanungi keberuntungan, akhirnya saya kena 'getah' juga dari hobi bermain paid review. Ya, apalagi kalau bukan digebuk Google alias pagerank blog ini dipangkas. Berapa? Tidak tanggung-tanggung, dari PR3 langsung dibabat habis jadi PR0. Gila! Kaget betul saya waktu melihat banner mypagerank.net yang terletak di footer. Awalnya saya tidak percaya. Tapi setelah cross-check ke &lt;a href="http://digpagerank.com/index.php?url=www.ekonurhuda.com&amp;amp;dc=18" target="_blank"&gt;DigPagerank.com&lt;/a&gt; koq ternyata memang benar-benar sudah jadi 0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sadar, terlalu banyak memasukkan &lt;a href="http://www.ekonurhuda.com/search/label/Paid%20Review"&gt;paid review&lt;/a&gt; di blog ini memang sangat besar resikonya. Masih beruntung saya baru dibabat sekarang. Artinya, saya masih sempat menuai hasil paid review dari blog ini. Setelah hampir 2,5 tahun berjalan, akhirnya kena juga saya digebuk. Dasar nasib. :)&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau dipikir-pikir sayang juga dari PR3 langsung turun jadi PR0. Dengan begini tentu saja &lt;a href="http://www.ekonurhuda.com/search/label/Penghasilan%20Saya"&gt;penghasilan saya&lt;/a&gt; dari paid review akan sangat berkurang. Sebab selama ini blog inilah yang jadi andalan saya dan paling sering menerima job review. Kalau PR-nya 0, siapa yang mau menerima blog ini? Saya yakin tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu baru dari paid review. Efek lain, 'proyek' jualan link juga jadi terhambat. Padahal baru kemarin saya menerima &lt;a href="http://www.ekonurhuda.com/2009/04/earning-pertama-dari-jualan-link.html" title="Earning Pertama dari Jualan Link Underground"&gt;earning pertama dari jualan link underground&lt;/a&gt;. Banyaknya backlink, hits, dan trafik natural dari search engine menjadi nilai plus blog ini. Tapi setelah PR-nya anjlok, saya tidak yakin masih ada advertiser yang mau memasang iklan dalam bentuk link di sini. Apalah arti backlink dan trafik kalau PR-nya 0?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sudahlah, saya tidak boleh bersedih hati hanya karena pagerank anjlok. Kalau mau mengambil sisi positif, dengan anjloknya PR saya tidak lagi menyisipi paid review di blog ini. Artinya, para pelanggan RSS feed blog ini tidak lagi merasa terganggu. Jadi yang akan diterima pelanggan hanya benar-benar posting dari saya untuk pembaca, bukan untuk advertiser. Harapannya, mudah-mudahan tanpa sisipan paid review pelanggan RSS feed blog ini bisa melonjak. Tidak perlu sampai &lt;b&gt;1000 pelanggan&lt;/b&gt; seperti punya &lt;a href="http://www.blogguebo.com/2009/05/1017-rss-subscribers-akhirnya-tercapai.html" title="1017 RSS Subscribers Akhirnya Tercapai" target="_blank"&gt;Mas Medhy&lt;/a&gt;. Bisa menembus angka &lt;b&gt;500 pelanggan&lt;/b&gt; saja di akhir tahun ini sudah merupakan sebuah berkah bagi saya. Amin. :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;* Gambar ilustrasi saya ambil dari Google Image. Entah siapa pemilik aslinya, soalnya saya pertama kali melihat gambar tersebut jadi cover ebooknya Denny Ardian. Lha, tadi di Google Image ada beberapa situs lain yang memajang gambar itu.&lt;/small&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171599919856911028-9084515794673057607?l=www.ekonurhuda.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ekonurhuda.com/2009/05/ekonurhudacom-digebuk-google.html</link><author>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SfwwyHMTzOI/AAAAAAAAA8s/5Y7moDG9i00/s72-c/pagerankgoogle.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">56</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028.post-2223194492658088074</guid><pubDate>Fri, 01 May 2009 22:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-02T05:30:00.455+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Indonesiana</category><title>Pepsi dan Coca Cola Mengandung  Ekstrak Babi?</title><description>Kian santernya pemberitaan tentang &lt;b&gt;virus flu babi&lt;/b&gt; rupanya menimbulkan keresahan banyak kalangan. Lihat saja bagaimana pemerintah dan masyarakat sama-sama kelabakan menanggapi berita ini. Jadi ingat waktu isu flu burung sedang hangat-hangatnya beberapa waktu lalu. Namun kali ini persoalan menjadi lain karena yang 'terlibat' adalah babi, hewan yang oleh penganut agama Islam (dan Yahudi?) tidak boleh dikonsumsi dalam bentuk apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbarengan dengan santernya pemberitaan tentang flu babi, beberapa isu terkait dengan babi pun bermunculan ke permukaan. Salah satunya kabar yang saya peroleh dari seorang kenalan melalui imel. Dan tampaknya imel tersebut ia peroleh dari orang lain pula karena berkode Trs alias forward. Isinya? Dari judulnya saja Anda pasti sudah tahu apa isinya. Ya, judul itulah yang saya pakai untuk judul posting kali ini. Mau tahu isinya seperti apa? Silakan teruskan membaca!&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Pepsi dan Coca Cola Mengandung  Ekstrak Babi - TERBUKTI!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca dan Sebarkan ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita Buruk / Mengejutkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepsi dan Coca Cola mengandung ekstrak babi.&lt;br /&gt;Kebanyakan orang2 tidak mengkonsumsi Pepsi dan Coca-Cola karena kandungan unsur kimia didalamnya yang sangat membahayakan tubuh seperti excessive carbonates, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sekarang, tidak ada alasan yang lebih berbahaya lagi selain informasi berikut. Para ilmuwan dan peneliti di bidang kesehatan menyatakan bahwa mengkonsumsi Pepsi &amp; Cola dapat mengakibatkan kanker dikarenakan bahan dasar pembuatannya berasal dari daging babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Babi adalah satu-satunya binatang yang mengkonsumsi sampah, kotoran hewan, dan urine. Pola makan babi ini menghasilkan tumbuhnya bakteri dan kuman yang sangat mematikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan laporan yang ditulis dalam Jordanian magazine, Rektor Delhi University Science and Technology , Dr. Mangoshada, secara ilmiah telah membuktikan bahwa bahan dasar pembuatan Pepsi  dan Cola mengandung ekstrak yang berasal dari isi perut babi yang dapat mengakibatkan kanker dan penyakit mematikan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indian university menyelenggarakan  uji terhadap dampak pengkonsumsian Pepsi dan Coca Cola. Hasil uji ini membuktikan bahwa pengkonsumsian Pepsi dan Coca memicu pada peningkatan kecepatan denyut jantung dan tekanan darah rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga, pengkonsumsian 6 botol Pepsi atau Cola sekaligus dapat mengakibatkan kematian. Pepsi dan Coca Cola mengandung unsur2 kimia seperti: carbonic and phosphoric acids, citric acid yang dapat merusak gigi dan mengakibatkan kerapuhan pada tulang. Jika tulang (tulang disini adalah tulang yang berasal dari kerangka2 mayat yang telah dikuburkan selama 30 tahun) diletakkan dalam segelas Pepsi, maka tulang tersebut akan lumer selama 1 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini menetapkan bahwa calsium dapat larut dalam Pepsi dan Pepsi juga dapat melemahkan kandung kemih, ginjal, dan 'membunuh' pankreas dimana hal ini dapat mengakibatkan penyakit diabetes dan infeksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggemar Pepsi atau Coca-Cola, anda tidak perlu cemas karna masih banyak minuman-minuman lain di bumi ini, dan kita juga punya banyak alternatif minuman kesehatan seperti: jus buah, air kelapa, berbagai macam susu, dll, dan minuman2 ini juga sangat mudah didapatkan, bahkan di toko2 kecil skalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MOHON SEBARKAN PESAN INI KEPADA SELURUH TEMAN DAN KONTAK YANG ADA DI MAIL ADDRESS ANDA &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sudah tahu kan isinya bagaimana? Meskipun dalam imel tersebut disertakan hasil penelitian dari sejumlah universitas, namun saya pribadi belum bisa mempercayai kebenaran berita ini karena hanya disebarkan via imel. So, meskipun ada pesan untuk menyebarkan kabar ini, saya tidak menyarankan Anda untuk menyebar-luaskannya sebelum ada bukti otentik dan ilmiah mengenai hal ini. Tapi pilihan tentu saja di tangan Anda. :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171599919856911028-2223194492658088074?l=www.ekonurhuda.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ekonurhuda.com/2009/05/pepsi-dan-coca-cola-mengandung-ekstrak.html</link><author>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">32</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028.post-1178394584951710046</guid><pubDate>Thu, 30 Apr 2009 17:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-01T01:44:58.888+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Blog Spesial</category><title>Gugling.com, si Blog Gado-gado</title><description>Orang Indonesia memang kreatif. Dan Gugling.com nosa jadi salah satu contoh kekreatifan tersebut. Bagaimana tidak? Frasa "gugling" yang digunakan adalah plesetan dari istilah "googling" alias kegiatan menelusuri suatu informasi via Google. Alih-alih memakai nama Googling.com yang bernuansa british, si pemilik situs ini (identitasnya disembunyikan) memakai ejaan yang lebih mengindonesia, yakni Gugling.com. Coba-coba peruntungan dari orang-orang yang salah ketik? Bisa jadi. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah blog, Gugling tampak berada dalam kebimbangan. Sepintas lalu ia tampak ingin menjadi situs &lt;a href="http://www.gugling.com" target="_blank"&gt;berita online&lt;/a&gt; dengan menyajikan berita-berita yang sedang hangat. Seperti berita puting beliung yang melanda Jakarta beberapa waktu lalu. Namun di sisi lain ia juga menampilkan posting-posting ala infotainment yang terkesan hanya &lt;a href="http://www.ekonurhuda.com/2008/08/sedikit-mengenai-nembak-keyword.html" title="Sedikit Mengenai Nembak Keyword"&gt;menembak keyword&lt;/a&gt; demi mendatangkan trafik.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut bisa dipahami, mengingat di blog tersebut tersebar iklan dari program PPC lokal. Berharap earning banyak dari PPC tentu harus pintar-pintar mendatangkan trafik. Terutama sekali trafik natural dari search engine. Karena itu bisa dipahami mengapa kebanyakan posting di blog tersebut sangat kaya akan keyword. Lihat saja pemilihan judulnya yang selalu 'nembak'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, &lt;a href="http://www.gugling.com" target="_blank"&gt;Gugling.com&lt;/a&gt; bisa dikategorikan sebagai penembak keyword yang baik. Kenapa saya sebut begitu? Lihat saja, blog ini tidak asal menembak keyword. Saat menembak keyword &lt;b&gt;ciri-ciri flu babi&lt;/b&gt; misalnya, maka dalam artikel yang diberi judul "Waspadai Ciri-ciri Virus Flu Babi" benar-benar dijabarkan beberapa hal yang menjadi ciri-ciri virus tersebut. Atau ketika mengincar keyword &lt;b&gt;tips membeli laptop bekas&lt;/b&gt;, maka blog ini benar-benar memberikan sejumlah tips dimaksud dalam artikel berjudul "Tips Membeli Laptop Bekas yang Masih Bagus (Second)". Ini yang saya sebut sebagai penembak keyword yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi kebaikan Gugling, blog ini menyediakan satu halaman khusus bagi Anda yang ingin &lt;a href="http://gugling.com/iklan-baris-gratis" target="_blank"&gt;pasang iklan baris gratis&lt;/a&gt;. Iklan baris tersebut hanya untuk 50 orang saja. Syaratnya terbilang mudah. Sepanjang iklan tidak mengandung muatan SARA dan SARU (= jorok alias parno), maka iklan dapat terpajang indah di halaman iklan baris Gugling. Berminat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171599919856911028-1178394584951710046?l=www.ekonurhuda.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ekonurhuda.com/2009/05/guglingcom-si-blog-gado-gado.html</link><author>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">34</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028.post-8928253469233728455</guid><pubDate>Wed, 29 Apr 2009 22:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-30T05:30:00.709+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sumber Duit</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Penghasilan Saya</category><title>Earning Pertama dari Jualan Link Underground</title><description>Ini yang saya suka dari berjualan link lewat jalur bawah tanah: pembayarannya cepat! Tanggal 24 April saya terima email dari broker yang memberitahukan kalau dua blog saya dipilih advertiser untuk dipasangi link iklan. Keesokan harinya saya pasang link iklan itu di blog dan mengabari si broker. Eh, tanggal 28 April saya sudah terima kabar kalau si advertiser telah melakukan pembayaran ke akun PayPal saya. Hmmmm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sudah &lt;a href="http://www.ekonurhuda.com"&gt;saya&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.ekonurhuda.com/2009/04/text-link-ad-pertama-dari-broker.html" title="Text Link Ad Pertama dari Broker Underground"&gt;ceritakan sebelumnya&lt;/a&gt;, broker itu saya kenal dari Mas Tony Jauhari. Hebatnya, si advertiser mau membayar $30/pagerank. Berhubung dua blog saya masing-masing ber-PR3 dan PR1 (total 4), jadi total bayaran yang saya terima dari advertiser itu sebanyak $120. Lumayanlah, rasanya cukup untuk tambah-tambah modal menempuh hidup baru nanti. :)&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SfaecVYosvI/AAAAAAAAA8c/73ENbmA3qVk/s1600-h/payment-jualan-link-underground.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 282px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SfaecVYosvI/AAAAAAAAA8c/73ENbmA3qVk/s320/payment-jualan-link-underground.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329621418653561586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecepatan pembayaran memang jadi poin plus lain dari jualan link lewat broker bawah tanah. Bila di Ask2Link saya mesti menunggu payment sampai bulan berikutnya, maka dengan broker ini cukup menunggu 4 hari saja. Tapi namanya juga pakai broker, tentu saja saya mesti membayar sejumlah komisi kepada si broker. Berapa? Tidak terlalu banyak koq, hanya 10% saja dari total payment yang saya terima dari advertiser. Komisi ini saya transfer sendiri kepada si broker lewat PayPal. So, kuncinya adalah kejujuran antara kita dan si broker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SfafgkxbsJI/AAAAAAAAA8k/b1JP7hfULas/s1600-h/paypal-payment.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 93px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SfafgkxbsJI/AAAAAAAAA8k/b1JP7hfULas/s320/paypal-payment.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329622591015202962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan saya sih, semoga saja bakal lebih banyak lagi link iklan yang diberikan oleh si broker ini. Amin. :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171599919856911028-8928253469233728455?l=www.ekonurhuda.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ekonurhuda.com/2009/04/earning-pertama-dari-jualan-link.html</link><author>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_tMKheo93qf8/SfaecVYosvI/AAAAAAAAA8c/73ENbmA3qVk/s72-c/payment-jualan-link-underground.bmp" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">27</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028.post-7441986805020533297</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 22:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-28T05:30:00.588+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sumber Duit</category><title>Text Link Ad Pertama dari Broker Underground</title><description>Jujur saja saya bingung mau kasih judul apa. Tapi yang jelas kali ini saya mau bercerita tentang pengalaman pertama saya memperoleh tawaran (baca: dolar) dari salah satu broker jual-beli link underground. Sudah lama saya mendaftarkan diri pada si broker, tapi baru sekarang ada advertiser yang berminat pada blog-blog yang saya ajukan pada si broker alternatif ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sebelumnya saya sudah beberapa kali &lt;a href="http://www.ekonurhuda.com/2008/12/payment-pertama-dari-ask2link.html" title="Payment Pertama dari Ask2Link"&gt;memperoleh bayaran dari jual-beli link via&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.ask2link.com/refer/ekonurhuda"&gt;Ask2Link&lt;/a&gt;, maka kali ini saya memperolehnya dari broker underground. Disebut underground karena si broker ini bukan perusahaan atau situs yang membuka jasa secara terang-terangan, serta cara kerjanya juga invisible alias tidak tampak di permukaan. Ia hanya berhubungan via email dengan orang-orang yang sudah dikenalnya dari hasil rekomendasi.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya kenal si broker ini atas rekomendasi &lt;a href="http://www.inspirasiblog.com/" target="_blank"&gt;Mas Tony Jauhari&lt;/a&gt;. Kebetulan sekali waktu itu si broker sedang mencari banyak blog baru untuk ditawarkan pada advertiser yang ia kenal. Sayapun mendaftarkan beberapa blog yang sekiranya layak dijual. Tidak semuanya ber-PR tinggi koq. Ada salah satu blog yang malah cuma ber-PR1. Tapi saya pede saja mendaftarkannya pada si broker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, setelah beberapa bulan menunggu akhirnya ada juga tawaran untuk salah dua blog saya (ya, blog yang dapat tawaran dua). Si broker mengirim sebuah imel pendek saja. Isinya, "Hi, Congrats! Your blogs are chosen and here are your links:" plus dua buah link untuk masing-masing blog. Beda dengan situs broker jual-beli link macam &lt;a href="http://www.ask2link.com/refer/ekonurhuda"&gt;Ask2Link&lt;/a&gt;, untuk jual-beli link bawah tanah macam ini link dari advertiser mesti kita pasang secara manual di bagian blog yang diinginkan oleh si advertiser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, kalau di situs-situs jual-beli link kita hanya memajang link dengan anchor text tertentu yang pendek, maka kalau dalam transaksi dengan broker bawah tanah ini saya mesti memasang satu kalimat panjang. Nah, anchor text dan link-nya diselipkan di dalam kalimat tersebut sehingga tidak terlalu terlihat sebagai sebuah iklan link. Pesan dari si broker: &lt;b&gt;Please copy and paste the whole sentence to your sidebar.&lt;/b&gt; So, seluruh kalimat mesti dikopi deh. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian di bawah instruksi dari broker, biasanya advertiser juga memberikan aturan-aturan ketat pada kita. Contohnya seperti yang saya dapat berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Below is the instruction from the advertiser. Please read it carefully and do as instructed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. I need all the links to stay on sidebar for at least one year,&lt;br /&gt;2. And I don't want any of the links to appear under a heading that says ads, sponsored links, sponsors, etc.  I don't want anything that marks the links as an ad.&lt;br /&gt;3. DO NOT add no-follow.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kesannya memang jauh lebih rumit dan lebih 'menakutkan' dibanding situs-situs jual-beli link. Jauh dari kata otomatis dan efisien, kita mesti melakukan semuanya secara manual. Cuma ada satu sisi baik yang menjadi kelebihan transaksi jual-beli link underground ini. Apa itu? Harganya tinggi-tinggi, Bro! Kalau di &lt;a href="http://www.ask2link.com/refer/ekonurhuda"&gt;Ask2Link&lt;/a&gt; paling tinggi saya cuma dapat $8/blog sebulan untuk satu link, maka dari si broker ini saya dapat $30/PR. Gila, bukan? Kalau blog saya PR3, maka dari 1 blog tersebut saya bisa dapat $90. Itu baru 1 link lho. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Once done, please send me your paypal email address and please allow 5 working days for payment. The advertiser is paying &lt;u&gt;&lt;b&gt;$30 per PR&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;...&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana? Asyik, bukan? Sayangnya, saya tidak berani memberikan alamat email si broker tadi di sini. Bukannya pelit, tapi saya juga dapatnya dari blogger lain dan tidak ada ijin untuk menyebar-luaskannya. So, mohon maaf ya. Tapi Anda bisa koq mencari broker-broker sejenis di forum-forum. Coba deh tanya sama Om Google yang serba tahu. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171599919856911028-7441986805020533297?l=www.ekonurhuda.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ekonurhuda.com/2009/04/text-link-ad-pertama-dari-broker.html</link><author>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">41</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028.post-767998672479771984</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 16:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-28T01:23:47.368+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Stupid SEO</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Blogging</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Serba Gratis</category><title>Promosi Gratis di Iklanz.com</title><description>Lama tidak bogwalking ke blognya &lt;a href="http://www.izandi.com" target="_blank"&gt;Bro Izandi&lt;/a&gt;, ternyata dia baru saja meluncurkan satu proyek baru bulan kemarin. Proyek apa? Situs &lt;a href="http://iklanz.com" target="_blank"&gt;iklan baris gratis&lt;/a&gt;. Nama situsnya cukup unik, Iklanz.com. Menurut si empunya, pemilihan nama ini dikarenakan sudah tidak ada lagi stok yang tersisa buat nama domain ber-keyword "iklan baris", "iklan baris gratis", "iklan gratis", dll. So, daripada bingung diapun memilih nama domain Iklanz.com. Gabungan dari kata "iklan" dan "izandi". Maksa banget kali ye? :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan situs-situs sejenis yang sudah ada sebelumnya, di Iklanz.com kita bisa pasang iklan baris dengan mudah dan murah. Cara memasangnya sangat simpel. Cari saja menu "Pasang Iklan" di deretan menu yang ada di atas halaman. Dari sana kita akan dihantarkan pada halaman pemasangan iklan. Tinggal pilih, mau pasang iklan premium atau iklan gratis. Buat yang suka gratisan, tinggal isi form yang ada di halaman tersebut dan klik tombol "Pasang Iklan", maka iklan akan langsung terpasang.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Eits, jangan bingung ya kalau ternyata iklannya tidak kelihatan di bagian atas halaman. Karena iklannya gratisan, tempatnya berada di bagian bawah halaman. Kita harus menggulung halaman ke bawah untuk dapat melihat iklan yang baru dipasang tadi. Ribet? Tidak efektif? Iya juga sih. Kalau mau iklan Anda tampil di posisi atas halaman dan terlihat tanpa harus menggulung halaman, pasang saja ilan premium. Berhubung masih baru, harga yang dipatok cukup murah. Berapa? Rp 30ribu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang hebat, dengan memasang iklan premium Anda dapat menentukan sendiri lama tayang iklannya. Hal ini melengkapi keunggulan lain dari iklan premium di Iklanz.com, yakni tampil di halaman awal dan bisa ditambahi gambar. Hmmm, ini baru pertama kali saya temui. Benar-benar satu metode promosi yang kreatif dan berani dari seorang Izandi. :) Tentu saja ini bisa jadi poin penting untuk menarik minat para pemasar internet atau blogger yang ingin &lt;a href="http://iklanz.com/Pasang_Iklan_iklan_main.html" target="_blank"&gt;pasang iklan baris&lt;/a&gt; demi kepentingan &lt;a href="http://iklanz.com" target="_blank"&gt;promosi online&lt;/a&gt; mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berminat mencoba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;&lt;b&gt;Catatan:&lt;/b&gt; Selamat buat Bro Izandi atas peluncuran situs iklan baris gratisnya. Semoga situs tersebut tidak cepat mati seperti punya rekan-rekan yang lain. :D&lt;/small&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171599919856911028-767998672479771984?l=www.ekonurhuda.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ekonurhuda.com/2009/04/promosi-gratis-di-iklanzcom.html</link><author>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">9</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3171599919856911028.post-5800247817084265999</guid><pubDate>Sat, 25 Apr 2009 22:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-26T23:36:17.486+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Curhat</category><title>Wartawan Otomotif atau Wartawan Amplop?</title><description>Saya sama sekali tidak tahu masalah motor. Jangankan mengotak-atik, bisa naik motor dengan baik dan benar saja baru beberapa tahun ini. Tepatnya setelah dapat failitas motor dari orang tua dan kemudian membeli motor sendiri beberapa saat sesudahnya. Artinya, saya ini awam sekali dalam dunia permotoran. Tapi 3 minggu terakhir magang di Harian Jogja, saya sudah seperti wartawan otomotif saja. Lho, koq bisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya begini. Entah kebetulan atau tidak, selama 2 edisi terakhir Harian Jogja Minggu saya kebagian tugas liputan sepeda motor terus. Minggu tanggal 12 April 2009 saya menurunkan tulisan tentang Kawasaki KLX 150S di rubrik 'Otomotif' halaman 21. Lalu seminggu setelahnya saya menulis tentang Honda Absolute Revo 110cc di halaman yang sama. Nah, dalam rapat hari Kamis pekan lalu saya kebagian meliput Suzuki SkyDrive Dynamatic 125cc yang rencananya akan dimuat hari Minggu (26/4) ini.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dasar tidak tahu-menahu masalah motor, saat bertemu narasumber saya jadi orang super blo'on. Semua hal saya tanyakan meskipun sebenarnya ada di brosur. :) Terkadang juga keluar pertanyaan-pertanyaan tidak penting yang setelah saya utarakan membuat wajah saya jadi merah padam karena malu. Hehehe... Untung, meskipun menjadi penjual ternyata tidak semua narasumber yang saya temui di kantor agen-agen motor Jogja mengerti seluk-beluk dagangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti salah seorang narasumber yang saya temui saat liputan motor Honda Absolute Revo 110cc. Jabatannya lumayan tinggi di struktur organisasi kantor itu. Namun ternyata ia sempat 'berkeringat' juga waktu saya tanya yang agak aneh-aneh, seperti 1 liter bensin bisa untuk berapa kilometer? Si narasumber ini selama wawancara hanya membacakan brosur. Jadi saya agak bingung juga mau mengorek-korek lebih dalam (padahal aslinya saya yang bingung mau tanya apa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih 'aneh' lagi ya waktu menemui seorang manajer di kantor pemasaran salah satu merek motor pabrikan Jepang yang terletak di Jl. Magelang (maaf, identitasnya harus saya sembunyikan rapat-rapat). Pas saya wawancara dia hanya menunjukkan brosur dan manual guide produk. Begitu saya ajukan pertanyaan, dia bilang sudah ada di manual guide dan brosur. Terus, begitu saya tanya hal-hal teknis dia bilang tidak perlu ditulis. Dia malah terkesan mendikte saya untuk menulis beberapa hal yang menjadi kelebihan produknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang tidak beres? Jelas! Begitu pamit pulang saya disuruh menemui salah seorang stafnya. Saya menurut karena pikir saya mungkin  si staf itu akan memberikan keterangan tambahan. Ternyata, eh, ternyata dugaan saya salah, Saudara-saudara. Begitu saya ketemu staf tersebut dia senyum-senyum sambil basa-basi sebentar. Kemudian tanpa banyak kata dia menyalami saya. Bukan salaman biasa karena di tangannya terselip amplop untuk saya. Walah...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja saya jadi serba salah. Refleks saya tarik tangan saya sehingga kami tidak jadi salaman. Kemudian saya memundurkan badan. Tapi staf itu mengejar dan akhirnya berhasil memasukkan amplop ke kantong kemeja saya. Duh, jadi beban nih. Tak mau menarik perhatian orang-orang yang ada di ruangan itu, sayapun membiarkan amplop tersebut di kantong dan pamit pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi wartawan amplop? Maaf, meski baru berstatus wartawan magang saya tahu etika profesi ini. Amplop adalah hal tabu bagi wartawan yang punya hati nurani. Karena sedikit-banyak amplop dapat mempengaruhi obyektifitas si wartawan. Tapi koq saya terima? Tenang. Saya hanya menahan amplop itu untuk sementara waktu koq. Bila sudah tiba saatnya saya akan mengembalikannya pada si pemberi, plus beberapa 'hadiah' tambahan dari saya. Apa rencananya? Biar jadi rahasia saya. Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setinggi-tingginya nilai uang dalam amplop seperti itu, sepengetahuan saya dari hasil ngobrol-ngobrol dengan teman kampus &lt;a href="http://www.aky-babarsari.com"&gt;AKY Babarsari&lt;/a&gt; yang sudah kerja di media, paling-paling cuma Rp 50.000. Duh, koq cuma segitu? Padahal sekali menulis review saya bisa dapat $10 alias Rp 100.000. So, itulah sebabnya saya justru akan memberikan sejumlah hadiah saat mengembalikan amplop tersebut ke pemberinya. :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3171599919856911028-5800247817084265999?l=www.ekonurhuda.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ekonurhuda.com/2009/04/wartawan-otomotif-atau-wartawan-amplop.html</link><author>noreply@blogger.com (Eko Nh.)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">15</thr:total></item><language>en-us</language><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>
