<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5640628212257390264</id><updated>2024-12-19T10:21:22.765+07:00</updated><category term="01-Cerita Seks Terpanas"/><title type='text'>Download JAV Gratis, Video Bokep Jepang, Hentai, Japan Schoolgirl N Foto / Video Bugil 3gp</title><subtitle type='html'>Tempat Download JAV Gratis, Video Bokep Jepang, Hentai, Japan Schoolgirls, Foto N Video Bugil 3gp, Artis/Model/Cewek SMU Telanjang, Daftar No HP Cewek Bispak / Ayam Kampus DLL.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dljav.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dljav.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><blogger:adultContent>true</blogger:adultContent><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5640628212257390264.post-7394030701789020228</id><published>2009-08-02T17:20:00.002+07:00</published><updated>2009-08-02T17:20:00.487+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="01-Cerita Seks Terpanas"/><title type='text'>Pemuas Nafsu Birahi sang Bos</title><content type='html'>Aku cepat-cepat memakai celana dan merapikan bajuku, ketika kudengar ketukan di pintu. Demikian pula Sheila. Dia merapikan rambut dan bajunya. Awalnya blus yang dipakai sudah terbuka seluruh kancingnya, sehingga &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;dadanya yang putih dan indah&lt;/span&gt; itu terlihat. Sheila lalu duduk di meja kerjanya dan menyuruhku membukakan pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya Rosita yang datang dengan map ditangan. Dia melihatku dengan pandangan aneh. Entah apa yang dipikirkannya. Aku melihat jam ditangan hampir pukul 14.30. Waktu makan siang sudah habis. Pantas saja Rosita, sekretaris Sheila, sudah kembali mengerjakan tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheila tengah membaca proposal yang dibawa Rosita, sementara aku hanya diam saja di sofa ruangan Sheila. “Mungkin cukup untuk siang ini, Wim. Lakukan tugas yang kuberikan tadi dengan baik”, kata Sheila memecah kesunyian di antara kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya mengangguk, lalu keluar dari ruangan itu. Sheila adalah bosku langsung. Usianya 34 tahun. Tetapi dia belum menikah. Padahal, menurutku, dia sudah memiliki segalanya. Rumah, mobil dan penghasilan besar. Entah kurang apalagi dia, sehingga sampai sekarang masih melajang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara aku dengan Sheila bukan hanya sebatas hubungan atasan bawahan lagi, melainkan lebih dari itu. Sebab, Sheila selalu menuntut &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://dljav.blogspot.com&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;aktivitas seksual&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, jika kami hanya berduaan. Padahal aku sendiri sudah menikah. Wina, istriku, termasuk tipe wanita yang setia. Dia memang bukan wanita karier. Namun dia mencoba mengerti pekerjaanku. Kami sudah menikah tiga tahun, dan belum juga dikaruniai anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku tak pernah punya niat untuk berselingkuh. Di dalam hatiku juga tidak ada niatan untuk menggantikan Wina dengan wanita lain. Tetapi godaan dari Sheila sungguh membuatku tak mampu untuk menolak. Kecantikan Sheila sebenarnya bukan hal utama yang menarik lelaki, termasuk diriku. Tetapi justru dengan wajahnya yang biasa-biasa saja, dia berkesan sensual dengan kulit putih dan tubuh ramping tanpa lemak. Ditambah lagi dengan kegesitan dan kedinamisan geraknya, membuat laki-laki banyak mengaguminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kantorku saja, beberapa manajer dan direktur tertarik padanya. Tetapi anehnya, dia tetap dingin menanggapinya. Entah apa sebabnya dia justru memilihku untuk melayaninya di tempat tidur. Pada awal mulanya aku selalu hormat padanya. Lebih-lebih karena aku termasuk pegawai baru di kantor ini. Itu sebabnya aku berusaha menunjukkan kesungguhanku dalam bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu siang aku dipanggil keruangannya. “Wim, perusahaan mengirimku untuk menemui klien di Bandung. Aku ingin kamu ikut agar suatu saat kalau aku berhalangan datang kamu bisa menggantikan tugasku”, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku senang sekali mendengar hal itu. Berarti Sheila percaya kepadaku. Aku mengabarkan hal ini kepada Wina. Dia sama sekali tidak curiga, meskipun aku bilang hendak menginap di hotel bersama bos wanitaku. “Aku percaya kepadamu. Ini juga demi kemajuan kariermu”, katanya memberi semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berangkat dengan kereta. Sepanjang perjalanan, kami banyak mengobrol tentang hal-hal pribadi. Termasuk perkawinanku dan harapanku. Tetapi aku susah sekali mengorek tentang pribadinya, karena ia hanya tertawa saja ketika kutanya mengenai pria idamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 22.00, kami tiba di salah satu hotel berbintang di Bandung. Agaknya perusahaan kami hanya menyediakan sebuah kamar untuk Sheila. “Tidak mengapa Win, kita bisa menggunakan bed ekstra untuk kamu. Hitung-hitung pengiritan”, katanya membaca kebingunganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku canggung sekali harus tidur sekamar dengan wanita lain. Lebih-lebih wanita itu adalah bosku. Namun aku tidak kuasa menolak perintahnya. Lagipula aku tidak punya uang untuk itu. Kulihat Sheila tidak canggung berada sekamar denganku. Dia malah seenaknya membuka blazer, dan hanya menggunakan kamisol dan celana pendek, lalu masuk ke kamar mandi Aku hanya duduk terdiam saja. Rasa sungkanku ternyata lebih banyak mempengaruhiku, sehingga aku tidak bisa bersantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian Sheila keluar dengan hanya menggunakan mantel handuk, rambutnya yang sebahu basah.&lt;br /&gt;“Wim, kamu gak mau mandi?, sekalian kamu mandi kan saya bisa bertukar pakaian”, katanya.&lt;br /&gt;“Baik Bu, saya juga mau mandi sekarang ini”, kataku.&lt;br /&gt;“Kalau tidak sedang di kantor, atau menemui klien, kamu panggil aku dengan Sheila aja, Bukankah usia kamu lebih tua ketimbang saya?”.&lt;br /&gt;“Baiklah, Sheila”, jawabku sambil segera masuk ke kamar mandi. Saat mandi aku kembali membayangkan istriku yang ada di rumah, kelembutannya, tak terasa aku seperti dekat dengannya, ada letupan-letupan kecil dari gariahku yang membuat alat kelaki-lakianku menggeliat-geliat dan mengeras. Dan aku memain-mainkan beberapa saat lamanya dengan menggunakan sabun seperti biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku membuka pintu kamar mandi dan keluar, aku melihat Sheila masih sedang mengeringkan rambut dengan menggunakan hair-dryernya. Tetapi Sheila sudah mengenakan gaun tidur putih yang amat tipis. Saking tipisnya sehingga aku bisa melihat bahwa tidak ada pelindung yang menutupi keindahan payudaranya, hanya terlihat Sheila menggunakan CD warna putih saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinar lampu kamar yang remang-remang ditambah dengan lampu dari meja rias membuat baju tipisnya menerawang. Sebagai lelaki normal aku menelan ludah melihat pemandangan ini. Aku bisa melihat &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;lekuk-lekuk tubuhnya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; yang indah. Pinggangnya yang ramping membuatku berdecak kagum dalam hati. Tetapi aku tidak berani memandangnya dengan lama-lama.&lt;br /&gt;“Wim, Saya sudah menelepon ke bagian house keeping, ternyata Ekstra Bed sudah habis”, katanya.&lt;br /&gt;“Ah tidak kenapa-napa kog Sheila, Saya bisa tidur di bangku saja”, jawabku.&lt;br /&gt;“Jangan Wim, malam ini kamu harus beristirahat penuh, sebab besok kamu harus menjalankan tugas pertama kamu dengan sebaik-baiknya, sayapun tidak keberatan kamu tidur di ranjang” jawab Sheila sambil mematikan lampu ruangan, dan kami pun berusaha tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu jam telah berlalu, namun mataku tidak bisa terpejam. Kulihat Sheila sepertinya sudah tidur. Akupun berusaha memejamkan mataku supaya bisa cepat tidur. Tiba-tiba aku merasakan adanya dekapan halus di dadaku. Aku mengintip dari sebelah mataku, ternyata sheila masih tertidur mungkin aku dianggapnya sebagai guling. Aku tidak berani membangunkannya, kudiamkan saja dan aku kembali berusaha tidur. Kira-kira beberapa menit kemudian kurasakan tangan Sheila berpindah tempat dari dadaku tiba-tiba berpindah menempel di atas celanaku, tepatnya di atas kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun tetap membiarkannya, dan tetap berusaha untuk tidur, tapi tetap aja gagal. Adanya tangan lembut menempel di atas penisku, membuat jantungku berdegup kencang. Tanpa bisa kukendalikan lagi, darah-darah di dalam pembuluh tubuhku bergerak dengan cepatnya kearah kemaluanku. Dan kurasakan aku tidak mampu lagi menahan aliran tersebut, hingga kurasakan kemaluanku mulai mengeras secara perlahan-lahan sampai akhirnya menegang dan sangat keras, sedangkan tangan Sheila tetap saja bertengger di atas kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba aku merasakan adanya gerakan halus yang datangnya dari jari-jari Sheila, seperti gerakan mengelus-elus kecil ke seluruh batang penisku. Aku tetap diam saja tidak berani memberikan reaksi, namun tetap aku merasakan seluruh elusan-elusan tangannya yang lembut, membuat penisku kini menjadi ereksi dengan sempurna. Dan aku sangat menyesalkan ketika tiba-tiba tangan Sheila berpindah tempat menuju ke perutku. Ah kenapa harus berpindah tempat, pikirku dengan kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kekesalanku tampaknya tidak berlangsung lama, karena aku merasakan perlahan-lahan tangan Sheila kembali turun ke arah bawah, namun sampai di perbatasan celanaku tangan Sheila kembali diam. Ah Sheila jangan menyiksaku seperti ini doaku memohon. Seperti bisa membaca seluruh pikiranku, tangan Sheila kembali mulai bergerak-gerak kecil, dan astaga! kini tangan Sheila tidak bergerak di atas celanaku, tetapi secara perlahan tetapi pasti tangannya masuk ke dalam celanaku dan mencengkeram dengan lembut &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;batang penisku&lt;/span&gt; yang sangat ‘tegang’. Dan beberapa saat kurasakan tangannya bergerak turun naik, batang kemaluanku dikocok-kocok dengan lambut, napasku sudah tidak beraturan lagi, dan tiba-tiba wajah Sheila mendekat ke wajahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wim, kamu belum tidur kan?” tanyanya lembut. Aku membuka mataku dan kulihat Sheila sudah dekat sekali dengan wajahku.&lt;br /&gt;“Belum Sheila”, jawabku.&lt;br /&gt;“Ehm.., Wim, maukah kamu menggangap aku sekarang ini sebagai istrimu, aku membutuhkan kasih sayang dan kehangatanmu malam ini”, pintanya. Seperti terhipnotis saja aku mengangguk kecil setelah menyaksikan dadanya yang &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;putih mulus&lt;/span&gt; dan masih kencang tidak tertutup karena belahan baju tidurnya yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWUwjPluFS_e4qfcfX3YnJdSNaYBb9ysWurFzAl96655k-3n_5DYnQJPaIhCNxC8gcfKW1xNAlxHpcWkwjtsgjPVz5grOvlO2J27UvRO-7e2dhzghiX7g11atQPzw12xLcgeMETaSvd8A/s1600-h/Yui-Komine.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 300px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWUwjPluFS_e4qfcfX3YnJdSNaYBb9ysWurFzAl96655k-3n_5DYnQJPaIhCNxC8gcfKW1xNAlxHpcWkwjtsgjPVz5grOvlO2J27UvRO-7e2dhzghiX7g11atQPzw12xLcgeMETaSvd8A/s320/Yui-Komine.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;Cerita Seks Terpnas&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5351215597699031634&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Begitu mendapatkan signal setuju dariku, Sheila tanpa sungkan-sungkan lagi kini mencumbuku dengan panasnya, Ciumannya yang dahsyat membuatku mengikuti seluruh kegairahan yang tertumpah dari Sheila. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Dalam gairah&lt;/span&gt; yang menggebu-gebu tanpa terasa pakaian yang kami gunakan satu persatu terlepas dan akhirnya kami bergelut tanpa menggunakan apa-apa lagi. Sheila memang luar biasa, aku hanya bisa menahan napas ketika Sheila memain-mainkan lidahnya dan mengulum seluruh batang penisku dengan lincahnya. Dan akupun membalas dengan hebatnya dengan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;merangsang&lt;/span&gt; seluruh bagian-bagian payudaranya apalagi ketika aku melumat habis clitoris yang terdapat di vaginanya, tampak tubuh Sheila menggelinjang-gelinjang tak kuasa menahan nikmat. Malam itu kami lalui berdua dengan penuh kepuasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya aku baru sadar dan bahkan setengah tidak percaya mengingat kejadian tadi malam yang begitu mengesankan. Aku masih melihat Sheila tertidur pulas tanpa busana di sampingku. Aku baru saja hendak bangun, ketika Sheila menggeliat bangun dan tersenyum kepadaku.&lt;br /&gt;“Kamu hebat, Wim. Aku sampai kewalahan loh”, katanya. Kemudian dia naik ke atas perutku, lantas mendekatkan kepalanya ke wajahku. Dalam keadaan itu, dua benda lembut menyentuh dadaku. Agaknya dia ingin membuatku terangsang. Dan, kami berdua seperti lupa diri lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu hubunganku dengan Sheila berubah. Kami sering melakukan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;hubungan seksual&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, pada waktu senggang di kantor. Ini memang sangat memungkinkan pada waktu jam makan siang. Agar tidak mencolok, kami berangkat dengan kendaraan masing-masing. Kemudian bertemu di tempat yang telah ditentukan. Menjelang sore kami kembali ke kantor, dengan kendaraan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah hampir enam bulan ini aku melayani gairah Sheila di ranjang. Selama ini hampir setiap hari aku harus mencumbunya agar &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;hasrat seksnya&lt;/span&gt; terpuaskan. Aku juga tak tahu, apa yang membuatku begitu mudah berpaling kepadanya. Sebenarnya aku tak sepenuhnya melupakan Wina, Sheila hanya menuntut pelayananku pada jam kamtor saja. Pada malam hari dia tak pernah menghubungiku. Apa sebenarnya yang dinginkan Sheila?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sepertinya tidak menginginkan hubungan yang serius denganku. Keinginannya bertemu denganku hanya karena dia tidak mampu menahan hasrat seksualnya. Dia tak pernah menanyakan, bagaimana hubunganku dengan Wina. Terus-terang, kadang-kadang aku merasa kredibilitas pekerjaanku tidak terlepas dari pengaruhnya sebagai atasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang aku berniat untuk menolak ajakannya bermain seks. Namun, aku takut karierku akan macet total lantaran tidak mengikuti keinginannya. Selama ini aku merasakan karierku mengalami sedikit kemajuan, setelah aku selalu mengikuti seluruh perintah-perintah ‘lainnya’. Sheila banyak membuka order buatku sehingga penghasilanku dapat bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kami sudah jarang berkencan di hotel. Tetapi itu bukan berarti aktivitasku melayaninya juga berhenti. Tempat kencan kami berpindah ke ruang kerjanya. Ketika jam makan siang, Sheila memanggilku di ruangannya, Dari gerak-geriknya, aku tahu pasti dia meminta ‘jatahnya’ siang ini.&lt;br /&gt;“Aku lapar Sheila, Aku ingin makan siang dulu”, elakku.&lt;br /&gt;Tetapi Sheila justru tersenyum, “Nih aku telah menyiapkan makanan untukmu” katanya sambil menyodorkan sepiring nasi siap saji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya dia menyiapkan segalanya. Aku tidak punya alasan lagi untuk menghindarinya. Dengan lambat kuhabiskan makan siangku karena aku tahu aku akan membutuhkan tenaga yang banyak untuk melayani Sheila. Dan begitu makan siangku selesai, Sheila tidak mau membuang waktunya. Aku duduk di sofa hitam, sementar Sheila duduk di atas pangkuanku. Wajahnya dihadapkan persis di wajahku, lantas dia mulai menciumiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheila membuka kancing bajuku satu persatu, sembari terus mencumbuiku. Sampai pada kancing terakhir, tangannya dengan lincah bergerak ke celanaku. Dan cerita selanjutnya akan panjang kalau diceritakan, yang jelas aku dan penisku berusaha setengah mati supaya tidak ‘kalah’ selagi tangan-tangan Sheila mengocok-ngocok penisku dengan bernafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkah Sheila tidak hanya berhenti di situ saja. Dengan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;gaya erotis&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; dia mulai membuka bajunya satu persatu sampai tak tersisa sehelai benangpun. Kemudian membaringkan tubuhnya yang telanjang itu dikarpet dan menarik tanganku untuk mendekat. Melihat tubuhnya dalam posisi ini membuat darah kelaki-lakianku menggelekak. Sejurus kemudian aku sudah &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;menindih tubuhnya&lt;/span&gt; dan melakukan ‘tugas siangku’ sampai dia mengerang karena klimaks yang dirasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kemampuanku memberikan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;klimaks&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; kepada Sheila di dalam setiap memenuhi &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://dljav.blogspot.com&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;hasrat seksual&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;nya itulah, maka hampir setiap hari Sheila memintaku untuk datang ke ruangan kerjanya untuk ‘melaksanakan tugas’. Harus kuakui akupun mendapatkan pengalaman bercinta yang hebat, setelah mengenal Sheila.</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/7394030701789020228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/7394030701789020228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dljav.blogspot.com/2009/08/pemuas-nafsu-birahi-sang-bos.html' title='Pemuas Nafsu Birahi sang Bos'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWUwjPluFS_e4qfcfX3YnJdSNaYBb9ysWurFzAl96655k-3n_5DYnQJPaIhCNxC8gcfKW1xNAlxHpcWkwjtsgjPVz5grOvlO2J27UvRO-7e2dhzghiX7g11atQPzw12xLcgeMETaSvd8A/s72-c/Yui-Komine.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5640628212257390264.post-567979702096170314</id><published>2009-07-25T15:56:00.001+07:00</published><updated>2009-07-25T15:56:00.450+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="01-Cerita Seks Terpanas"/><title type='text'>2 Hari Bersama Keponakanku, Cici</title><content type='html'>Cici (aku biasa memanggilnya CC) adalah keponakan yang ketemu beberapa bulan yang lalu (sekitar September 2001) di Mataram. Sebagai mahasiswi salah satu Akademi Pariwisata terkenal di Jakarta, dia harus menjalani studi praktek di salah satu hotel berbintang di Lombok. Umurnya baru 19 tahun, beda jauh dengan umurku yang sudah 35 tahun dan sudah menikah dengan dua anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku menjalani hidup pisah ranjang dengan istriku, sejak dia menyeleweng dengan rekan bisnisnya. Aku membutuhkan kawan wanita, tapi tidak suka ganti-ganti atau jajan. One women at a time, lah. Hubungan kami berlangsung biasa saja, karena kami hanya bertemu satu atau dua kali sebulan, pada saat aku melakukan kunjungan kerja ke kota S. Rasanya senang punya saudara di tempat jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, lama kelamaan senyumnya itu lho yang membuatku mabok kepayang. Ukuran tubuhnya yang relatif (tingginya hanya 155 cm) kecil pun merupakan impianku, karena aku juga tidak terlalu tinggi (167 cm). Hubungan kami sebenarnya mulai sebagai layaknya saudara, sampai suatu hari saya telpon dan menyatakan keinginan saya untuk berhubungan lebih serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kapan Cici ke Jakarta? Aku udah pengin banget nih ketemu sama kamu.” tanyaku ketika meneleponnya pada awal bulan yang lalu.&lt;br /&gt;“Wah aku nggak bias bolos, kecuali kalau hanya untuk satu atau dua hari. Aku baru pulang nanti bulan Januari tahun depan. Jatah tiket aku untuk bulan-bulan itu.” jawabnya, “Kecuali kalau ada yang mau kasih tiket pesawat, hehehe.”&lt;br /&gt;Kesempatan nih, pikirku.&lt;br /&gt;“Gimana kalau aku kirim tiket? Mau kan? Tanggal berapa?” tanyaku penuh harap.&lt;br /&gt;“Gimana kalau akhir minggu ini? Tapi jangan bilang sama orang rumah kalau aku bolos lho!” pintanya mengingatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja, pada hari Jumat sepulang kantor kujemput dia di Cengkareng. Wow.., beda sekali! Dia pakai celana jeans biru ketat, dengan kaos ketat menggantung, sehingga pusarnya kelihatan. Dan, ya ampuun.., dengan kaos yang ketat itu, terlihat dengan jelas betapa besar &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://dljav.blogspot.com&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;buah dadanya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; yang terlihat terlalu besar dibanding dengan badannya yang mungil. Kutaksir berukuran 36 lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya dia pakai baju agak longgar, jadi tidak begitu kelihatan. Batang &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;penisku langsung bereaksi&lt;/span&gt;, tapi lalu kutenang-tenangkan agar cepat kendor. Belum waktunya.&lt;br /&gt;“Gimana Ci, kita makan dulu ya..?”&lt;br /&gt;Kami langsung ke Plasa Senayan, makan sambil ngobrol di Spageti House. Setelah itu, kami langsung menuju di Horison Ancol untuk menikmati waktu berdua kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ngobrol panjang lebar, kulihat dia berjalan mendekati jendela yang menghadap ke laut. Kuanggap ini sebagai undangan dan lalu aku mendekati dan memeluknya dari belakang. Kurasakan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;buah dadanya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; menjadi lebih kencang dan dipejamkan matanya. Kuciumi lehernya dengan penuh &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;gelora nafsu&lt;/span&gt;. Kulepas kaitan BH-nya sehingga dengan leluasa dapat &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;kuraba dan kuremas&lt;/span&gt;. Ooh besar sekali buah dada ini. Kubalik badannya, kuangkat kaos mininya dan kucium dan kulumat penuh gelora buah dada itu. Sepertinya ia baru pertama kali pacaran seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Haarhhh.. malu nich..!” katanya, tanpa memintaku berhenti.&lt;br /&gt;Aku menjadi semakin berani. Celananya kubuka. Cici memberontak sedikit, tapi tidak terlalu berarti. Kulepas semua pakaiannya sehingga dia telanjang bulat, sementara diriku masih berpakaian. Putih mulus tubuhnya kunikmati, karena kami tidak mematikan lampu. Kucium seluruh tubuhnya yang berdiri tegak di depanku. Seperti cacing kepanasan, Cici menggeliat dan mengerang. Seluruh badannya merinding dan menggigil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ciuman dan jilatanku sampai ke daerah kemaluannya, Cici mengerang hebat sambil meremasi rambutku.&lt;br /&gt;“Hegh.. Harrch… Enak sekali. Kaki saya lemes Harch.. tolong akhhu heh..!” erangan yang terdengar sangat merangsang bagiku.&lt;br /&gt;Sekali-sekali &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;kuraba dan kuremas&lt;/span&gt; lembut buah dadanya yang menggunung itu, sangatlah seksi dan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;merangsang birahiku&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;“Harch heehh please..! Aku lemas sekali nich.. auch..!” lenguhnya semakin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera mengangkatnya ke tempat tidur dan melanjutkan jilatan-jilatanku di daerah surganya. Tidak terasa, sudah lebih dari 10 menit aku memberinya pengantar kenikmatan, seolah ia sudah sangat pengalaman. Sampai akhirnya, aku terkejut karena ia menjadi seperti kejang, meremas kepalaku dan menekannya ke vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Harchh.. aku mau.. augh..!” lenguhnya meninggi.&lt;br /&gt;Wow.., dia sudah orgasme. Ada sedikit cairan kental keluar dari vaginanya, hangat dan nikmat. Dalam keadaan terengah-engah masih kujilat bibir vaginanya. Lenguhan-lenguhannya seperti tidak mau berhenti. Terkulailah gadisku lunglai seperti tanpa daya. Kupeluk dan kucium bibirnya dengan mesra dan cinta. Aku sengaja menahan diri, untuk memberinya kesempatan lebih dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gimana Ci, enak..?” tanyaku, “Kamu pernah seperti ini sebelumnya..?”&lt;br /&gt;“Aku nggak tahu pasti bayanganmu tentang diriku, Har. Mungkin kamu menganggap aku perempuan murahan. Tapi sungguh, ini pertama kali aku merasakan kenikmatan yang tak terlukiskan. Biasanya, aku hanya masturbasi saja. Aku mau mempersembahkan keperawananku pada orang yang kucintai.” jawabnya.&lt;br /&gt;“Jadi kamu masih perawan..?” tanyaku dengan heran.&lt;br /&gt;“Ya, aku masih perawan. Dan aku akan mempersembahkannya untukmu. Aku sangat mencintaimu, Har.”&lt;br /&gt;Jawaban ini membuat hatiku runtuh, sebab biasanya aku berpacaran dengan wanita-wanita yang sudah tidak perawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cici aku minta maaf, tapi sepertinya aku tidak sanggup melanjutkan. Aku belum mengatakan, gimana latar belakang dan keadaanku sebenarnya.” keinginanku untuk menjelaskan dipotong Cici.&lt;br /&gt;“Har, aku sudah tahu kok. Aku tanya sama teman-temanmu di sana. Dan mereka memberi tahu apa adanya. Jadi, aku sudah tahu dan siap untuk menjadi madumu.” jawabnya dengan centil sambil mencubitku.&lt;br /&gt;“Yang bener nih..?” tanyaku sambil tertawa, bahagia sekali rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutengok arlojiku, sudah jam 11 malam.&lt;br /&gt;“Kamu nggak mau pulang nengok Papa-Mama Ci..?”&lt;br /&gt;“Kan sudah saya bilang, saya bolos dan kamu harus merahasiakannya, Oke..!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia membalikkan badannya sehingga menghadapku, kulonggarkan pelukanku dan dia seperti tersadar. “Lho.., jadi kamu tuh masih berpakaian to..? Ya ampun, malu nih..! Payah kamu. Ayo dong, kamu juga buka baju..!”&lt;br /&gt;Aku segera membuka baju. Cici memandang dengan penuh rasa ingin tahu. Tanpa sadar, burungku yang tegang sekali ternyata telah mengeluarkan cairan bening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5R7OlCpinhssuCL5ZWnpLM6_-RA0LlPKOWD7Se4z2UfB8HKabr0jAEedlzZaNGQP9bSt21a4AyYa8LOFuMhrlQ0nB4Jub6Ii-k-pxvCc-TicrsVClMGZce3UKxsa4UBF9mFArW3GojU4/s1600-h/Minami-Yoshizawa.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 300px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5R7OlCpinhssuCL5ZWnpLM6_-RA0LlPKOWD7Se4z2UfB8HKabr0jAEedlzZaNGQP9bSt21a4AyYa8LOFuMhrlQ0nB4Jub6Ii-k-pxvCc-TicrsVClMGZce3UKxsa4UBF9mFArW3GojU4/s320/Minami-Yoshizawa.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;Cerita seks Terpanas&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5351196988752292674&quot; /&gt;&lt;/a&gt;“Har, burungmu besar sekali. Muat nggak ya..?” tanyanya sambil memandangi penisku yang coklat kehitaman.&lt;br /&gt;Ukurannya sebenarnya tidak lah besar, tergolong kecil lah karena hanya sekitar 14 cm.&lt;br /&gt;“Kok ada cairan beningnya sih..?”&lt;br /&gt;“Ya iya, aku kan juga merasakan kenikmatan dengan memberimu yang tadi itu.”&lt;br /&gt;“Har, kasih tahu dong gimana aku bisa memberimu kenikmatan seperti yang kurakakan tadi..!” pintanya.&lt;br /&gt;“Learning by doing aja ya.” jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memberi tahu cara-caranya, aku lalu rebahan. Masih dengan agak canggung, Cici mulai memegang, &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;menggosok dan memijat penisku&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, juga buah pelirnya.&lt;br /&gt;“Ooh.. Cici, enak sekali..!” gumanku menikmatinya.&lt;br /&gt;“Mulai dikemut dong Sayang..!” pintaku.&lt;br /&gt;Cici dengan agak ragu memasukkan penisku ke dalam mulut mungilnya. Pada awalnya agak sakit, karena sesekali terkena giginya, tapi kemudian Cici menjadi lebih pintar. Kuluman atas penisku menjadi lebih lembut dan nikmat sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemut, jilat dan raba semuah.. Ci..!” pintaku karena mulai menanjaklah kenikmatan itu.&lt;br /&gt;Karena sering kali tidak tahan, aku menggoyangkan pantatku. Sehingga, jilatan bagian bawah buah pelir seringkali salah ke daerah sekitar anus. Dia memejamkan mata, jadi dia tidak tahu, tapi aku dapat merasakan kenikmatannya.&lt;br /&gt;“Oougghh.., enak sekali Ci..!” erangku tiap kali daerah duburku terjilat.&lt;br /&gt;Pada awalnya aku memang tidak sengaja, tapi kemudian sesekali kupelesetkan karena nikmatnya. Aku belum pernah mengalami kenikmatan ini dari wanita mana pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenikmatan mulai memuncak dan aku meminta Cici untuk &lt;a href=&quot;&quot;&gt;mengulum penisku&lt;/a&gt;, karena aku sudah mendekati puncak. Cici mengulum sambil menggerakkan kepalanya ke atas-bawah dan kadang memutar. Dan sampailah puncak kenikmatan itu.&lt;br /&gt;“Aauugghhrhh.. aku keluarhh..!” erangku sambil meremas rambut Cici dan memegangnya erat agar tidak lepas.&lt;br /&gt;Cici terkejut karena semprotan spermaku yang kusemburkan air nikmat itu ke dalam mulutnya, yang membuatnya menelan sambil gelagapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisa spermaku menetes dari mulutnya.&lt;br /&gt;“Kenapa dikeluarkan di mulutku Har..?” Cici memprotes.&lt;br /&gt;“Sama saja Sayang, kamu tadi kan begitu juga. Enak kan..?” aku menimpali sekenanya.&lt;br /&gt;Semula ia terlihat jengkel tapi kemudian tersenyum, paham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 12 malam sudah. Satu sama. Cici melihat ke penisku dan heran.&lt;br /&gt;“Lho kok jadi kecil dan pendek. Tadi besar sekali sampai mulutku nggak muat..?”&lt;br /&gt;“Ya iya dong Sayang, kalau lagi bobok yang cuma 3 cm, tapi kalau bangun jadi tambah besar, hebat ya..!”&lt;br /&gt;“Trus kalau mau bikin besar lagi, caranya gimana..?” Cici tanya sambil meremas-remas penisku.&lt;br /&gt;“Kalau mau agak lama, ya gitu, diremas, diraba. Kalau mau cepet ya dikemut lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tanpa diminta, Cici segera mengemut batang penisku, yang kemudian memang langsung membesar pada ukuran penuhnya. Aku tidak mau ketinggalan, kubalikkan badanku sehingga kami mempraktekkan posisi 69. Cici sepertinya menjadi bangkit gairah dan melenguh-lenguh sambil mengulum batang penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kami sama-sama penuh gelora dan napas kami telah tersengal-sengal penuh kenikmatan, Cici bertanya, “Gimana lanjutnya Har..?”&lt;br /&gt;“Kamu bener udah siap..? Kamu nggak nyesel nanti..?” kutanya Cici karena aku sebenarnya mendua, ingin menjaganya sekaligus ingin menuntaskan hubungan asmara kami.&lt;br /&gt;“Aku kan sudah bilang. Aku siap untuk mempersembahkan keperawananku buat kamu. Jadi mulailah, gimana..?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban ini, akal sehatku padam. Segera aku berlutut di antara selangkangannya. Kutempelkan batang &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;penisku ke vaginanya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Menggesekkannya dan sedikit menekannya.&lt;br /&gt;“Ouuch Har.., enak sekali..! Terusin Har..! Aahh..!” lenguhnya mulai merasakan kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cici, yang pertama ini agak sakit, tapi hanya sebentar. Kamu akan terbiasa dan mulai merasakan nikmatnya. Tahan ya..!” sambil kutelungkupi badannya yang mungil itu.&lt;br /&gt;Kucium bibirnya dengan penuh nafsu dan kusedot kuat-kuat. Kucium dan kugigit-kecil puting susunya. Cici &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;mendesah nikmat&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Kucium lagi bibirnya kuat-kuat. Dan ketika itulah kutekan batang penisku masuk ke liang senggamanya. Cici memelukku erat terhenyak. Pastilah dia menahan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah batang penisku masuk sepenuhnya, kubiarkan ia di dalam, diam. Terus kucium bibirnya sambil kubuat kedutan-kedutan kecil di kemaluanku. Cici ternyata melakukan refleks yang sama. Otot vaginanya juga membuat kedutan-kedutan kecil, yang semakin lama terasa seperti tarikan-tarikan halus, menyedot batang penisku, seolah meminta lebih dalam. Aku mulai mengayun-ayun pelan dan mulai kurasakan ujung kamaluanku menyentuh liang rahimnya. Oooh nikmat sekali. Inilah alasanku, mengapa aku selalu lebih senang dengan wanita bertubuh mungil. Tubuh yang dapat memberiku kenikmatan lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayunanku mulai lebih lancar dan berirama. Cici sepertinya sudah tidak sakit lagi. Atau barangkali kenikmatan ini telah mengalahkan rasa sakitnya.&lt;br /&gt;“Gimana Sayang, enak..?”&lt;br /&gt;“Oouuh Har.., terusin..! Lebih keras.., lebih cepat.. hegh.. ooh.. Har nikmat sekali Sayang..!”&lt;br /&gt;“Cici, nanti aku semprotkan maniku di dalam atau di luar..?”&lt;br /&gt;“Terserah, apa pun yang membuat kita nikmath hegh..!”&lt;br /&gt;“Kalau nanti kamu hamil gimana..?”&lt;br /&gt;“Biarin, biarin, aauchh..!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bicara sambil menggoyang badan kami. Dengan refleknya Cici mengimbangi setiap sodokan dan goyanganku. Kalau aku cepat, dia pun mempercepat. Kalau aku melambat, dia pun begitu. Sambil menggoyang, &lt;a href=&quot;&quot;&gt;kulumat bibirnya&lt;/a&gt;, kusedot dan kugigit-gigit kecil buah dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lima menit kami mendayung lautan kenikmatan, Cici kelihatan mulai lebih liar. Goyangan pinggulnya menjadi lebih cepat dan tidak terkendali. Pelukannya menjadi lebih erat. Dan dia melenguh dengan hebat dan aku merasakan denyutan-denyutan otot vaginanya. Ayunan batang kemaluanku kubuat menjadi lebih kuat tapi tetap pelan untuk memberikan kenikmatan yang lebih. Dua, satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooch.., Har aku capek sekali, tapi kamu belum ya..?”&lt;br /&gt;“Kita istirahat dulu deh, nanti lagi..!”&lt;br /&gt;“Jangan Har, jangan lepaskan, kita teruskan, kupuaskan kamu, gimana pun..!”&lt;br /&gt;Cici mulai menggerakkan pinggulnya. Ayunan batang kemaluanku kuteruskan. Agak tidak tega aku sebenarnya. Tapi Cici sepertinya agak memaksa. Jadi, sambil berpeluk dan berguling kami terus mengayun, mendayung kenikmantan. Orgasmeku yang kedua biasanya memang agak lama, kadang aku harus menunggu 10-20 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan begitulah, Cici mulai melenguh kenikmatan, dia mulai mempercepat dayungan perahu mungilnya. Aku mengimbangi. Betapa nikmatnya. Dan rasa nikmat ini menjadi berlebih-lebih lagi, karena aku memberikan kenikmatan pada gadisku yang mungil, &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;cantik dan menggairahkan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; ini.&lt;br /&gt;“Hhegh.. Har.. Har.. oh Sayang, aku mau sampai lagi..! Oooh cepat.. cepat.. lebih keras..!” lenguhannya datang lagi bersamaan dengan urutan-urutan lembut pada batang penisku.&lt;br /&gt;Aku menjadi semakin bernafsu. Cici mulai lemas. Benar-benar lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Har, kamu belum juga ya Sayang..? Ayo dong Say..! Kasihanilah aku, sudah lemes banget nich..!” Cici mengiba dan memuncakkan birahiku.&lt;br /&gt;Kogoyang dengan liar penisku dalam vaginanya, terus dan terus sampai akhirnya, “Cici, ough.. ach.. terimalah air maniku Say, nikmatilah siraman kenikmatanku.. Hegh..!”&lt;br /&gt;Dan aku pun sampai pada pelabuhan kenikmatan yang kudambakan. Kusemprotkan maniku sejadinya. Walaupun maniku sudah habis, tapi kedutan kenikmatan terus kurasakan pada penisku, apalagi vagina Cici terus mengurutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun sudah orgasme, batang kemaluanku masih tetap tegang penuh. Tidak seperti ini biasanya. Kami berpelukan, berciuman. Kuelus dan kukemut susunya yang besar menantang itu. Beberapa saat sampai akhirnya kami benar-benar terkulai lemas. Habis tenaga kami. Basah kuyup badan kami oleh peluh kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutengok TV yang masih menyala tanpa ditonton dan tanpa suara. Buletin Malam RCTI. Waahh, berati sudah jam satu lebih. Lama sekali kami bercinta penuh gairah, nafsu dan sayang. Cici merebahkan kepalanya di dadaku. Sesaat kemudian, kami ke kamar mandi bersama-sama. Saling memandikan di bawah siraman air hangat yang membuat kami segar kembali. Kadang kami saling berpelukan sambil menggesekkan tubuh kami. Oohh.., nikmatnya dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami kembali mengobrol dengan tubuh hanya berbalut handuk. Dari cara duduknya, Cici secara tidak sengaja mempertontonkan bukit surganya padaku, membuat batang penisku tetap tegak berdiri. Aku memesan makanan ringan, teh panas untuknya dan susu untukku sendiri. Cici menggoda, berjalan mendekatiku menyodorkan buah dadanya, memasukkan puting susunya ke mulutku. Tepat memang, karena aku duduk di tempat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Susuku yang dua ini sudah kupersembahkan padamu, nggak cukup ya..? Kok masih pesan susu ke Room Service. Susu siapa sih yang dipesan..?” godaan ini membuat Cici dan aku tertawa terbahak-bahak.&lt;br /&gt;Kami bergulingan sambil berpelukan. Bahagia sekali rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesanan kami telah sampai dan kami menikmati dengan saling menyuapi. Ketika Cici mau berdiri, dia menyenggol gelas susu. Sehingga ada sedikit yang terciprat ke dadanya. Untung susu itu hangat saja. Cici mencari tissue, tapi kucegah. Kurebahkan dia di tempat tidur, kujilat susu yang ada di atas dadanya sambil kujilat puting susunya. Cici mengerang kenikmatan.&lt;br /&gt;“Nakal kamu ya..!” katanya sambil bangkit dan mencubitku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Har, kok burungnya bangun terus sih..? Aku sudah capek sekali, kamu masih mau lagi ya..?”&lt;br /&gt;“Ya masih dong, tapi nanti saja. Kita bobok dulu yuk..!”&lt;br /&gt;Akhirnya kami rebahan. Kubalikkan badannya membelakangiku. Mau tidak mau, batang penisku masuk juga ke selangkangannya. Tapi aku diam saja. Sesekali Cici mengurut batang penisku dengan vaginanya. Berkedut-kedut. Tanganku mengelus-elus buah dadanya. Kami mungkin sudah sangat lelah, sehingga tanpa terasa kami tertidur, dengan penisku berada dalam vaginanya. Tidur yang sangat nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Sabtu, hari libur, hari malas. Aku biasa bangun jam 10 pagi. Tapi hari ini molor sampai jam 12. Kami bangun mandi berbenah sedikit untuk siap-siap jalan-jalan. Penisku tetap tegap dari tadi pagi, karena aku sangat menikmati asmara ini. Di depan Cici, kutelepon anak-anakku. Mereka bersama dengan baby sitter dan nenek mereka. Kami mengobrol kurang lebih 30 menit. Aku senang, mereka pun senang. Aku bilang bahwa aku akan pulan hari Minggu siang, setelah mengantar Cici ke bandara, tentunya. Cici pun mengirim salam untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketulusan Cici mengirim salam pada anak-anakku &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;membangkitkan gairahku&lt;/span&gt; yang tidak tertahankan. Kubuka celananya jeans-nya dan tanpa pemanasan kusenggamai Cici dari belakang sambil berdiri. Cici menanggapi dengan gelora membara pula. Vaginanya yang semula kering segera membasah membuat gesekan-gesekan kenikmatan kami menjadi menggila. Napas Cici tersengal-sengal. Goyangannya menjadi lebih liar, kadang maju mundur kadang memutar. Sekehendaknya Cici mencari kenikmatan di liang senggamanya. Goyanganku pun menjadi lebih cepat dan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Cici membalikkan wajahnya, “Cium, Harr..!”&lt;br /&gt;Langsung kucium bibirnya sambil &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;kuremas-remas gemas buah dadanya&lt;/span&gt; yang besar itu. Ternyata ini adalah saat-saat puncak orgasmenya. Vaginanya meremas-remas batang penisku, berdenyut-denyut. Ini membuatku kesetanan. Kegenjot vaginanya keras-keras sampai tubuh Cici berguncang-guncang. Tidak lebih dari 5 menit, kusemburkan maniku dalam vaginanya. Luar biasa, cepat sekali. Setiap semprotan mani kusiramkan dengan sodokan-sodokan keras penuh kenikmatan. Banjirlah vaginanya dengan siraman air maniku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cici dan aku ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sekeluar dari kamar mandi, dia memelukku erat sekali, menciumku mesra sekali.&lt;br /&gt;“Har, aku terima kamu apa adanya, rela aku jadi pendampingmu, apapun statusku. Itu tidak terlalu penting, aku sangat mencintaimu, juga sayang dan kasihan pada anak-anakmu. Tapi aku sadar, bagaimanapun aku tidak akan jadi ibu mereka. Udah deh, yuk kita jalan-jalan dulu..!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami jalan-jalan di Ancol, mengunjungi semua tempat hiburan sampai malam hari. Malam Minggu yang melelahkan tapi juga sangat membahagiakan. Sampai akhirnya, kami mojok di pantai dekat kuburan Belanda, yang paling sepi.&lt;br /&gt;“Waktu cepat sekali berlalu ya Harr..!” Cici membuka pembicaraan setelah beberapa saat kami berdiam dan lamunan kami berjalan entah kemana.&lt;br /&gt;Yang jelas, aku hanya membayang-bayangkan, gimana kelanjutan hubungan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begitulah Say.. Gimana kalau kamu menunda sehari lagi..?” tanyaku tanpa harap, sebab aku tahu ini tidak mungkin.&lt;br /&gt;Cici hanya terdiam. Aku pindah ke jok belakangan diikuti Cici. Direbahkannya kepalanya di pangkuanku. Batang kemaluanku pun langsung menegang keras. Cici merasakannya dan langsung membuka celanaku.&lt;br /&gt;“Harh, si Adik bangun lagi.” sambil tangannya mengelus-elus batang dan lidahnya mulai menari di ujung penisku.&lt;br /&gt;Aku tidak mau kalah, celananya kulepas sehingga aku dapat secara leluasa meraba, mengelus bulu-bulu halus di vaginanya.&lt;br /&gt;“Heeggh, terusin Harr.. yang dalam..!” pintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jari tengahku pun mulai kumasukkan dalam liang senggamanya yang sudah sangat basah. Cici berkelojotan lebih liar, semantara aku sendiri merasakan penisku sudah waktunya mendapat perlakuan lanjutan.&lt;br /&gt;“Cici, aku sudah nggak tahan..!” kataku sambil membimbingnya agar duduk di pangkuanku, menghadapku, sehingga kakinya dapat bertumpu di jok.&lt;br /&gt;Dikocok-kocoknya penisku sambil kami berciuman dan kemudian dibimbingnya kemaluanku itu masuk pada liang kenikmatannya. Pelan tapi pasti, amblaslah seluruh batang penisku. Aku dan Cici sama-sama tertahan ketika ujung penisku menyentuh pintu rahimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cici menggerakkan pinggulnya maju mundur, meskipun kami saling berpagutan. Merangsang sekali. Tidak tahan lagi aku untuk tidak &lt;a href=&quot;http://dljav.blogspot.com&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;melumat buah dadanya&lt;/a&gt; yang besar berayun-ayun ketika Cici bergerak ke atas-bawah. Cici menjadi lebih liar dan gerakannya menjadi lebih dahsyat.&lt;br /&gt;“Har, remas susuku sekeras-kerasnya, aku sangat menikmatinya..! Please Har..!” pintanya.&lt;br /&gt;“Ntar sakit dong Ci, aku nggak..” jawabanku dipotongnya.&lt;br /&gt;“Biarin, biarin.., aku sangat menikmatinya..! Siksalah aku dengan nikmatmu Har..! Membuatku lebih nikmat hegh..!”&lt;br /&gt;Aku baru sadar bahwa Cici tampaknya agak senang dengan sadism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuremas keras susunya, kugigit agak keras karena takut menyakitinya. Cici menjadi lebih liar dan melenguh agak keras.&lt;br /&gt;“Say, ough.. ough.. nikmatnya Say, aku keluar lagi, ouch ach.. ini nikmat sekali..!” dan Cici pun mengejang hebat.&lt;br /&gt;Tidak pernah kubayangkan sebelumnya, bahwa Cici dapat seperti ini. Entah mengapa, aku justru menjadi sangat sulit untuk mencapai orgasme. Cici tampaknya menyadari hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Say, nggak apa-apa kok, aku sungguh menikmatinya, gemasilah diriku sesukamu..!”&lt;br /&gt;“Kita kembali ke hotel yuk Ci, malam sudah mulai larut..!”&lt;br /&gt;Cici kelihatan agak bingung, karena aku tidak menyelesaikan puncak-puncak pendakian kenikmatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Say, kulayani kamu semalaman ini, kita nggak usah tidur, ya..?” pinta Cici ketika kami memasuki pintu kamar.&lt;br /&gt;Aku mengiyakan saja. Cici memesan berbagai makanan kecil dan biasa, susu kesukaanku yang dipesan Cici sampai 3 gelas. Room Service mungkin heran, ya..? Kami sempat ngobrol sebentar sampai Cici memintaku untuk melanjutkan puncak-puncak pendakian kenikmatan yang sempat teputus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cici langsung membuka seluruh pakaiannya dan tubuh mungil indah itu berdiri tegak di hadapanku.&lt;br /&gt;“Har, kamu diam saja. Aku akan melayanimu habis-habisan..!”&lt;br /&gt;Dan sambil berkata begitu, Cici membuka bajuku pelan-pelan sambil mencium dan menjilati dadaku. Ooh nikmat sekali. Lalu giliran celanaku dibukanya, sambil menjilati dan menciumi penisku yang sudah tegang memerah. Aku seperti majikan yang dilayani oleh seorang dayang. Pahaku, kakiku, pantatku, semua dielus, dicium dan dijilat. Aku tidak tahu Cici belajar dari mana, atau barangkali naluri saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan posisiku masih duduk di kursi, Cici membalikkan badan, duduk di pangkuanku dan memasukkan penisku ke vaginanya. Gerakan-gerakan lembut dilakukannya. Tubuhnya menggeliat-geliat karena kuremas lembut &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;buah dadanya&lt;/span&gt; sambil kuciumi dan kujilat punggungnya. Beberapa saat kemudian, Cici melenguh dan mengejang lagi. Dan lagi denyutan-denyutan itu kurasakan.&lt;br /&gt;“Hugh Say, kenapa jadi aku yang sampai duluan..? Nikmat sekali rasanya, kamu mau kuapakan supaya sampai..?” semua ini dikatakan Cici sambil terus menggoyang pinggulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengajaknya naik ke ranjang. Kuarahkan dia sehingga dia siap dengan posisi doggy style. Cici menurut saja. Kutusukkan batang penisku amblas dalam vaginanya dan kogoyang dengan keras dan cepat. Lama sekali kunikmati posisi ini, karena dari belakang aku dapat menikmat kemolekan tubuhnya dan meremasi buah dadanya. Akhirnya, aku tidak kuasa lagi menahan tekanan hebat dalam penisku, karena remasan-remasan vagina yang tidak kunjung habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ci.., aku mau keluar niich..! Tahan ya Sayang, jangan sampai lepash..!” dan kogoyang pantatku keras-keras sampai akhirnya, “Aachh..!” teriakku dengan keras menyertai semprotan-semprotan maniku yang membajiri liang vagina Cici.&lt;br /&gt;“Say, goyang terus jangan berhenti..! Aku juga mau sampai lagi, ooh..!” pinta Cici.&lt;br /&gt;Aku yang sebelumnya mulai melemas kembali menggoyang kemaluanku dengan lebih cepat dan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cici akhirnya menjerit, “Saych..!” dan denyut-denyut kenikmatan itu kembali mengurut-urut penisku. Kami rebah kehabisan tenaga. Badan kami basah oleh peluh. Pendakian kami akhirnya sampai juga pada puncak kenikmatan bersama-sama. Sambil masih berpelukan, kami saling meraba daerah-daerah kenikmatan kami. Sampai akhirnya kami betul-betul lemas. Tidak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yuk berendam yuk..! Biar nggak capek..” kuajak Cici ke kamar mandi untuk berendam air hangat.&lt;br /&gt;Setelah air penuh. Kami pun berendam, di ujung bath tub saling berhadapan. Kakiku kadang-kadang usil untuk mempermainkan selangkangan Cici, yang membuatnya sesekali memejamkan mata. Pastilah nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Har, tadi waktu kamu dari belakang, jari dan burungmu sesekali menyentuh lubang duburku, kok enak yach..?” Cici membuka pembicaraan yang mengejutkanku.&lt;br /&gt;Mungkin secara tidak sadar aku telah menyentuh duburnya tadi, karena gerakanku yang liar penisku seringkali lepas. Dan aku pun seringkali sambil terpejam meremas-remas pantatnya yang aduhai, indah dan merangsang.&lt;br /&gt;“Kamu mau nggak melakukannya lagi..?” tanya Cici.&lt;br /&gt;Aku mengiyakan, karena aku terbayang adegan-adegan yang pernah kutonton di BF. Mungkin Cici tipe wanita yang suka coba-coba, meski kadang itu menyakitkan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mandi dan beristirahat entah berapa lama, kami memulai akivitas lagi. Seperti janjiku, aku meminta Cici untuk menungging agar pantatnya lebih terbuka. Kuelus lembut pelan-pelan lubang pantatnya. Kuciumi dan lalu kujilati. Entah apa yang kulakukan ini, karena aku belum pernah melakukannya. Terpikir olehku, mungkin ini akan menjadi anal seks yang pertama. Cici sudah memberikan keperawanannya padaku, sebanarnya itu sudah luar biasa bagiku. Tapi ini, tampaknya akan menjadi lebih dahsyat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cici tampak sangat menikmati perlakuanku. Desahannya &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;sangat merangsang&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, membangkitkan gairahku yang makin membara. Batang penisku sudah menjadi sangat tegang. Cici memegangnya dan, ya ampun.., dia mengarahkan batang kemaluanku ke anusnya. Seperti sudah tidak dapat mengendalikan diri lagi, kugesek-gesekkan penisku ke anusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooch Har, enak sekali Say..! Aach..!” kata Cici sambil menggerakkan pantatnya, seolah menginginkan kenikmatan di seluruh permukaannya.&lt;br /&gt;Bayanganku pada adegan-adegan BF menguasai pikiran dan nafsuku.&lt;br /&gt;“Ci, boleh nggak kumasukkan kontolku ke duburmu..?”&lt;br /&gt;Cici tampak terkejut, tentu dia tidak mengira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memangnya nggak jijik..?”&lt;br /&gt;“Nggak tahu deh, aku hanya ingin mencobanya.” jawabku sedikit bohong.&lt;br /&gt;Padahal aku sangat ingin mencobanya karena adegan BF itu. Cici mengatakan terserah saja. Akhirnya kucoba juga. Sangat sulit, karena Cici kesakitan dan selalu menghindarkan lubang pantatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ci, jangan bergoyang terus..! Susah nih, pasrahlah..!” pintaku padanya.&lt;br /&gt;Entah dapat ilham dari mana. Akhirnya kupaksa Cici telungkup dan kutindih pantatnya, sehingga ia tidak akan dapat banyak bergerak. Kululuri penisku dengan ludahku sehingga menjadi lebih licin, seperti di BF. Dengan agak memaksa dan penuh nafsu, kutekan batang penisku masuk ke anusnya.&lt;br /&gt;“Har, sakit..! Stop..! Ach..!” Cici memekik kesakitan.&lt;br /&gt;Tapi panisku sudah amblas dalam anusnya. Aku terdiam. Cici kadang mengejangkan lubang anusnya, sehingga memberiku kenikmatan. Cici masih telungkup menutup wajahnya dengan bantal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau memang enak, terusin..! Tapi pelan-pelan..!” katanya kemudian.&lt;br /&gt;Aku pun segera mengayun sepelan mungkin. Ooh, nikmat sekali rasanya. Belum pernah kunikmati kenikmatan seperti ini. Mungkin karena Cici menjadi lebih rileks, sodokanku pun menjadi lebih lancar. Kuangkat pantat Cici sehingga aku dapat menyusupkan tanganku, agar dapat meraba vaginanya. Cici mengeliat-geliat. Tampaknya dia sudah mulai menikmati. Vaginanya menjadi lebih basah. Desahannya pun terus terdengar. Aku menjadi semakin menikmati pengalaman baru ini. Kenikmatan puncak yang diberikan oleh gadisku, yang sangat mencintaiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jari tengahku kumasukkan dalam &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;lubang vaginanya&lt;/span&gt;. Cici sangat menikmatinya dan vaginanya pun menjadi basah sekali.&lt;br /&gt;“Har, dua jari supaya lebih terasa..!”&lt;br /&gt;Maka kumasukkan jari telunjukku dalam lubang nikmat itu. Cici menjadi lebih gila. Goyangannya menjadi semakin hebat, sehingga aku tidak perlu menggoyang, karena tanganku harus menjangkau lubang nikmatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Harh.. har.. aku mau sampai Har..! Ochh Har.. Aach..!” tinggi lenguhannya dan banjirlah vaginanya.&lt;br /&gt;Aku menjadi lebih bersemangat menggenjot anusnya dan aku pun tidak dapat menahan laju air maniku. Cret.. cret.. cret.. kutumpahkan air nikmatku dalam anusnya dengan denyut-denyut kenikmatan yang tiada taranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah itu. Cici mencegahku untuk mencuci penisku sendiri. Cici memandikanku dengan gosokan-gosokan yang lembut. Aku sungguh seperti seorang majikan yang dilayani seorang dayang. Belum pernah aku mengalami seperti ini. Tidak terasa, hari sudah pagi. Kami harus bersiap-siap karena jam 10:00 Cici harus ke bandara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kuantar Cici ke bandara. Air mata Cici membasahi pipinya. Kami berpelukan. Ciuman kami pun tidak tertahankan. Pandangan orang-orang di sekitar kami pun terarah pada sepasang manusia. Kami tidak menghiraukannya. Cici harus kembali ke M. Sesak rasanya dada ini. Tapi kami saling berjanji akan menjaga cinta kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua malam yang sangat melelahkan dan membahagiakan telah lewat. Kami akan bertemu kembali. Cici pasti akan pulang ke Jakarta lagi.</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/567979702096170314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/567979702096170314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dljav.blogspot.com/2009/07/2-hari-bersama-keponakanku-cici.html' title='2 Hari Bersama Keponakanku, Cici'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5R7OlCpinhssuCL5ZWnpLM6_-RA0LlPKOWD7Se4z2UfB8HKabr0jAEedlzZaNGQP9bSt21a4AyYa8LOFuMhrlQ0nB4Jub6Ii-k-pxvCc-TicrsVClMGZce3UKxsa4UBF9mFArW3GojU4/s72-c/Minami-Yoshizawa.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5640628212257390264.post-799949789557653420</id><published>2009-07-23T15:35:00.001+07:00</published><updated>2009-07-23T15:35:00.283+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="01-Cerita Seks Terpanas"/><title type='text'>ABG tetangga</title><content type='html'>Minggu sore hampir pukul empat. Setelah menonton CD porno sejak pagi penisku tak mau diajak kompromi. Si adik kecil ini kepingin segera &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;disarungkan ke vagina&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Masalahnya, rumah sedang kosong melompong. Istriku pulang kampung sejak kemarin sampai dua hari mendatang, karena ada kerabat punya hajat menikahkan anaknya. Anak tunggalku ikut ibunya. Aku mencoba menenangkan diri dengan mandi, lalu berbaring di ranjang. Tetapi penisku tetap tak berkurang ereksinya. Malah sekarang terasa berdenyut-denyut bagian pucuknya.&lt;br /&gt;“Wah gawat gawat nih. Nggak ada sasaran lagi. Salahku sendiri nonton CD porno seharian”, gumamku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bangkit dari tiduran menuju ruang tengah. Mengambil segelas air es lalu menghidupkan tape deck. Lumayan, tegangan agak mereda. Tetapi ketika ada video klip musik barat agak seronok, penisku kembali berdenyut-denyut. Nah, belingsatan sendiri jadinya. Sempat terpikir untuk jajan saja. Tapi cepat kuurungkan. Takut kena penyakit kelamin. Salah-salah bisa ketularan HIV yang belum ada obatnya sampai sekarang. Kuingat-ingat kapan terakhir kali barangku terpakai &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;untuk menyetubuhi&lt;/span&gt; istriku. Ya, tiga hari lalu. Pantas kini adik kecilku uring-uringan tak karuan. Soalnya dua hari sekali harus nancap. “Sekarang minta jatah..”. Sambil terus berusaha menenangkan diri, aku duduk-duduk di teras depan membaca surat kabar pagi yang belum tersentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba pintu pagar berbunyi dibuka orang. Refleks aku mengalihkan pandangan ke arah suara. Renny anak tetangga mendekat.&lt;br /&gt;“Selamat sore Om. Tante ada?”&lt;br /&gt;“Sore.. Ooo Tantemu pulang kampung sampai lusa. Ada apa?”&lt;br /&gt;“Wah gimana ya..”&lt;br /&gt;“Silakan duduk dulu. Baru ngomong ada keperluan apa”, kataku ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABG berusia sekitar lima belas tahun itu menurut. Dia duduk di kursi kosong sebelahku.&lt;br /&gt;“Nah, ada perlu apa dengan Tantemu? Mungkin Om bisa bantu”, tuturku sambil menelusuri badan gadis yang mulai mekar itu.&lt;br /&gt;“Anu Om, Tante janji mau minjemi majalah terbaru..”&lt;br /&gt;“Majalah apa sich?”, tanyaku. Mataku tak lepas dari dadanya yang tampak mulai menonjol. Wah, sudah sebesar bola tenis nih.&lt;br /&gt;“Apa saja. Pokoknya yang terbaru”.&lt;br /&gt;“Oke silakan masuk dan pilih sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuletakkan surat kabar dan masuk ruang dalam. Dia agak ragu-ragu mengikuti. Di ruang tengah aku berhenti.&lt;br /&gt;“Cari sendiri di rak bawah televisi itu”, kataku, kemudian membanting pantat di sofa.&lt;br /&gt;Renny segera jongkok di depan televisi membongkar-bongkar tumpukan majalah di situ. Pikiranku mulai usil. Kulihati dengan leluasa tubuhnya dari belakang. Bentuknya sangat bagus untuk ABG seusianya. Pinggulnya padat berisi. Bra-nya membayang di baju kaosnya. Kulitnya putih bersih. Ah betapa asyiknya kalau saja bisa menikmati tubuh yang mulai berkembang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak ada Om. Ini lama semua”, katanya menyentak lamunan nakalku.&lt;br /&gt;“Nggg.. mungkin ada di kamar Tantemu. Cari saja di sana”&lt;br /&gt;Selama ini aku tak begitu memperhatikan anak itu meski sering main ke rumahku. Tetapi sekarang, ketika penisku uring-uringan tiba-tiba baru kusadari anak tetanggaku itu ibarat buah mangga telah mulai mengkal. Mataku mengikuti Renny yang tanpa sungkan-sungkan masuk ke kamar tidurku. Setan berbisik di telingaku, “inilah kesempatan bagi penismu agar berhenti berdenyut-denyut. Tapi dia masih kecil dan anak tetanggaku sendiri? Persetan dengan itu semua, yang penting birahimu terlampiaskan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku bangkit menyusul Renny. Di dalam kamar kulihat anak itu berjongkok membongkar majalah di sudut. Pintu kututup dan kukunci pelan-pelan.&lt;br /&gt;“Sudah ketemu Ren?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Belum Om”, jawabnya tanpa menoleh.&lt;br /&gt;“Mau lihat CD bagus nggak?”&lt;br /&gt;“CD apa Om?”&lt;br /&gt;“Filmnya bagus kok. Ayo duduk di sini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu tanpa curiga segera berdiri dan duduk pinggir ranjang. Aku memasukkan CD ke VCD dan menghidupkan televisi kamar.&lt;br /&gt;“Film apa sih Om?”&lt;br /&gt;“Lihat saja. Pokoknya bagus”, kataku sambil duduk di sampingnya. Dia tetap tenang-tenang tak menaruh curiga.&lt;br /&gt;“Ihh..”, jeritnya begitu melihat intro berisi potongan-potongan adegan orang bersetubuh.&lt;br /&gt;“Bagus kan?”&lt;br /&gt;“Ini kan film porno Om?!”&lt;br /&gt;“Iya. Kamu suka kan?”&lt;br /&gt;Dia terus ber-ih.. ih ketika adegan syur berlangsung, tetapi tak berusaha memalingkan pandangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki adegan kedua aku tak tahan lagi. Aku memeluk gadis itu dari belakang.&lt;br /&gt;“Kamu ingin begituan nggak?”, bisikku di telinganya.&lt;br /&gt;“Jangan Om”, katanya tapi tak berusaha mengurai tanganku yang melingkari lehernya.&lt;br /&gt;Kucium sekilas tengkuknya. Dia menggelinjang.&lt;br /&gt;“Mau nggak gituan sama Om? Kamu belum pernah kan? Enak lo..”&lt;br /&gt;“Tapi.. tapi.. ah jangan Om.” Dia menggeliat berusaha lepas dari belitanku. Namun aku tak peduli. Tanganku segera &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;meremas dadanya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Dia melenguh dan hendak memberontak.&lt;br /&gt;“Tenang.. tenang.. Nggak sakit kok. Om sudah pengalaman..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan kananku &lt;a href=&quot;&quot;&gt;menyibak roknya&lt;/a&gt; dan menelusupi pangkal pahanya. Saat jari-jariku mulai bermain di sekitar vaginanya, dia mengerang. Tampak birahinya sudah terangsang. Pelan-pelan badannya kurebahkan di ranjang tetapi kakinya tetap menjuntai. Mulutku tak sabar lagi segera mencercah pangkal pahanya yang masih dibalut celana warna hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ohh.. ahh.. jangan Om”, erangnya sambil berusaha merapatkan kedua kakinya. Tetapi aku tak peduli. Malah celana dalamnya kemudian kupelorotkan dan kulepas. Aku terpana melihat pemandangan itu. Pangkal kenikmatan itu begitu mungil, berwarna merah di tengah, dan dihiasi bulu-bulu lembut di atasnya. Klitorisnya juga mungil. Tak menunggu lebih lama lagi, bibirku segera menyerbu vaginanya. Kuhisap-hisap dan lidahku mengaduk-aduk liangnya yang sempit. Wah masih perawan dia. Renny terus menggelinjang sambil melenguh dan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;mengerang keenakan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Bahkan kemudian kakinya menjepit kepalaku, seolah-olah meminta dikerjai lebih dalam dan lebih keras lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEike6tyZV-mYwVpgtYWkiel7yCHCTFOJljsyyZIZFAJ5i1iDM0FJNFp7Uy-IOGtI1LG8I7eIAhec7184931p8P_t7sx9bNefFL2KYCUF0ZQYp_U_S66xqvsrzQO_MAgmGKeE8hY4z7zUWA/s1600-h/ABG-Tetangga.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 300px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEike6tyZV-mYwVpgtYWkiel7yCHCTFOJljsyyZIZFAJ5i1iDM0FJNFp7Uy-IOGtI1LG8I7eIAhec7184931p8P_t7sx9bNefFL2KYCUF0ZQYp_U_S66xqvsrzQO_MAgmGKeE8hY4z7zUWA/s320/ABG-Tetangga.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;Cerita Seks Terpanas&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5351185813033702562&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Oke Non. Maka lidahku pun makin dalam menggerayangi &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;dinding vaginanya&lt;/span&gt; yang mulai basah. Lima menit lebih barang kenikmatan milik ABG itu kuhajar dengan mulutku. Kuhitung paling tidak dia dua kali orgasme. Lalu aku merangkak naik. Kaosnya kulepas pelan-pelan. Menyusul kemudian BH hitamnya berukuran 32. Setelah kuremas-remas buah dadanya yang masih keras itu beberapa saat, ganti mulutku bekerja. Menjilat, memilin, dan mencium putingnya yang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahh..” keluh gadis itu. Tangannya meremas-remas rambutku menahan kenikmatan tiada tara yang mungkin baru sekarang dia rasakan.&lt;br /&gt;“Enak kan beginian?” tanyaku sambil menatap wajahnya.&lt;br /&gt;“Iii.. iya Om. Tapi..”&lt;br /&gt;“Kamu pengin lebih enak lagi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa menunggu jawabannya aku segera mengatur posisi badannya. Kedua kakinya kuangkat ke ranjang. Kini dia tampak telentang pasrah. Penisku pun sudah tak sabar lagi mendarat di sasaran. Namun aku harus hati-hati. Dia masih perawan sehingga harus sabar agar tidak kesakitan. Mulutku kembali bermain-main di vaginanya. Setelah kebasahannya kuanggap cukup, penisku yang telah tegak kutempelkan ke &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;bibir vaginanya&lt;/span&gt;. Beberapa saat kugesek-gesekkan sampai Renny makin terangsang. Kemudian kucoba masuk perlahan-lahan ke celah yang masih sempit itu. Sedikit demi sedikit kumaju-mundurkan sehingga makin melesak ke dalam. Butuh waktu lima menit lebih agar kepala penisku masuk seluruhnya. Nah istirahat sebentar karena dia tampak menahan nyeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau sakit bilang ya”, kataku sambil mencium bibirnya sekilas.&lt;br /&gt;Dia mengerang. Kurang sedikit lagi aku akan menjebol perawannya. Genjotan kutingkatkan meski tetap kuusahakan pelan dan lembut. Nah ada kemajuan. Leher penisku mulai masuk.&lt;br /&gt;“Auw.. sakit Om..” Renny menjerit tertahan.&lt;br /&gt;Aku berhenti sejenak menunggu liang vaginanya terbiasa menerima penisku yang berukuran sedang. Satu menit kemudian aku maju lagi. Begitu seterusnya. Selangkah demi selangkah aku maju. Sampai akhirnya.. “Ouuu..”, dia menjerit lagi. Aku merasa penisku menembus sesuatu. Wah aku telah memerawani dia. Kulihat ada sepercik darah membasahi sprei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;meremas-remas payudaranya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; dan menciumi bibirnya untuk menenangkan. Setelah agak tenang aku mulai menggenjot anak itu.&lt;br /&gt;“Ahh.. ohh.. asshh…”, dia mengerang dan melenguh ketika aku mulai turun naik di atas tubuhnya. Genjotan kutingkatkan dan erangannya pun makin keras. Mendengar itu aku &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;makin bernafsu&lt;/span&gt; menyetubuhi gadis itu. Berkali-kali dia orgasme. Tandanya adalah ketika kakinya dijepitkan ke pinggangku dan mulutnya menggigit lengan atau pundakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak sakit lagi kan? Sekarang terasa enak kan?”&lt;br /&gt;“Ouuu enak sekali Om…”&lt;br /&gt;Sebenarnya aku ingin mempraktekkan berbagai posisi senggama. Tapi kupikir untuk kali pertama tak perlu macam-macam dulu. Terpenting dia mulai bisa menikmati. Lain kali kan itu masih bisa dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar satu jam aku menggoyang tubuhnya habis-habisan sebelum spermaku muncrat membasahi perut dan payudaranya. Betapa nikmatnya menyetubuhi perawan. Sungguh-sungguh beruntung aku ini.&lt;br /&gt;“Gimana? Betul enak seperti kata Om kan?” tanyaku sambil memeluk tubuhnya yang lunglai setelah sama-sama mencapai klimaks.&lt;br /&gt;“Tapi takut Om..”&lt;br /&gt;“Nggak usah takut. Takut apa sih?”&lt;br /&gt;“Hamil”&lt;br /&gt;Aku ketawa. “Kan sperma Om nyemprot di luar vaginamu. Nggak mungkin hamil dong”&lt;br /&gt;Kuelus-elus rambutnya dan kuciumi wajahnya. Aku tersenyum puas bisa meredakan adik kecilku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau pengin enak lagi bilang Om ya? Nanti kita belajar berbagai gaya lewat CD”.&lt;br /&gt;“Kalau ketahuan Tante gimana?”&lt;br /&gt;“Ya jangan sampai ketahuan dong”&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian &lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;birahiku bangkit&lt;/a&gt; lagi. Kali ini Renny kugenjot dalam posisi menungging. Dia sudah tak menjerit kesakitan lagi. Penisku leluasa keluar masuk diiringi erangan, lenguhan, dan jeritannya. Betapa &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;nikmatnya memerawani&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; ABG tetangga.</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/799949789557653420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/799949789557653420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dljav.blogspot.com/2009/07/abg-tetangga.html' title='ABG tetangga'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEike6tyZV-mYwVpgtYWkiel7yCHCTFOJljsyyZIZFAJ5i1iDM0FJNFp7Uy-IOGtI1LG8I7eIAhec7184931p8P_t7sx9bNefFL2KYCUF0ZQYp_U_S66xqvsrzQO_MAgmGKeE8hY4z7zUWA/s72-c/ABG-Tetangga.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5640628212257390264.post-3497503438004918313</id><published>2009-07-19T15:12:00.003+07:00</published><updated>2009-07-19T15:12:00.680+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="01-Cerita Seks Terpanas"/><title type='text'>Ngeseks Via Handphone</title><content type='html'>Aku memasuki kamarku dan langsung kukunci dari dalam, kulepas T Shirt tanpa lengan yang kupakai dan kulemparkan begitu saja di tempat tidur. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;Payudaraku&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; yang ranum berwarna sedikit merah muda di puting dan sekitarnya tampak menggairahkan. Aku memang sejak kecil tidak suka memakai bra hingga kini aku jadi tidak memiliki BH barang satupun, hingga begitu T Shirt kutanggalkan maka payudaraku pun langsung mencuat, ukurannya memang sedang-sedang saja namun bentuknya padat dan menggairahkan hingga dapat membuat setiap lelaki menelan ludah bila memandangnya, apa lagi ditunjang postur tubuhku yang sexy dengan tinggi 170 centimeter, yang cukup tinggi untuk ukuran seorang wanita. Kuperosotkan dan kulepas hot pantsku yang mini model longgar di bagian bawah, hingga tampak jelas CD model G String warna merah yang saat ini kupakai. Bentuknya sangat mini dengan seutas tali nylon yang melilit di pinggangku dan ada ikatan di kiri dan kanan pinggangku yang ramping. Bulu-bulu halus kemaluanku tampak menyibak keluar dari sela sela secarik kain model segi tiga kecil yang tipis ukurannya, tidak lebih dari ukuran dua jari hanya mampu menutupi lubang vaginaku. Bentuk G String yang kupakai memang &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;sangat sexy&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; dan aku sangat suka memakainya, ditambah seutas tali nylon yang melingkar melewati selangkanganku tepat mengikuti belahan pantatku ke atas bagian belakang dan tersambung dengan tali nylon yang melingkar di pinggangku. Dengan sekali tarik ikatan di kanan kiri pinggangku, maka tak sehelai benang pun kini menutupi tubuhku, CD kubiarkan tergeletak di lantai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;telanjang bulat&lt;/span&gt; aku berjalan menuju lemari mengambil sebuah celana pendek mini yang longgar di bagian bawahnya yang terbuat dari bahan sutera tipis tembus pandang dan ada celah di bagian kiri dan kanannya dan tanpa kancing, hanya menggunakan karet elastis saja. Segera kukenakan sambil menyalakan komputer dan mengakses internet. Celana ini memang enak sekali dipakai di rumah saat tidur, dan aku biasa tidur dalam keadaan seperti ini, tanpa busana lainnya menutupi tubuhku, hanya ada celana pendek seperti yang kukenakan saat ini. Namun tak jarang juga aku tidur tanpa berbusana sama sekali dan langsung menyusup ke dalam selimut. Seperti biasa, email yang masuk ke mail box-ku sangat banyak. Kubuka satu persatu, bagi pengirim yang belum pernah mengirim email kepadaku langsung kujawab emailnya dan kucantumkan persyaratanku bila ingin berkenalan dan mengobrol lebih lanjut denganku, sedangkan bagi yang sudah pernah kujawab emailnya namun tidak memenuhi persyaratanku tetapi tetap ngotot berkirim email ingin berkenalan lebih lanjut dan ber email ria, langsung saja kuhapus emailnya dengan tanpa memberikan reply. Demikian pula bagi yang mengirimkan pesan dengan menggunakan nomor HP-nya melalui SMS langsung saja kuhapus tanpa perlu membukanya terlebih dahulu. Aku malas membukanya karena membuang-buang waktu dan biaya, toh aku juga tidak bisa membalas pesannya kecuali dengan juga menggunakan SMS, untuk apa aku harus bersusah payah membuang-buang pulsa segala, pikirku. Setelah selesai membuka dan membalas semua email yang masuk, kuputus akses dengan internet, namun komputerku tetap kunyalakan karena rencananya nanti selesai mandi aku akan mengaksesnya lagi, karena biasanya akan banyak lagi email yang masuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulepas celana yang kupakai dan aku memasuki kamar mandi yang ada dalam kamarku. Kunyalakan air hangat mengisi bathtub kamar mandiku. Sore ini aku ingin berendam sejenak sambil menghilangkan pegal-pegal yang ada di tubuhku. Kutorehkan bath foam secukupnya dalam air hingga berbusa. Saat aku menunggu penuhnya air, tiba-tiba handphoneku berbunyi. Kalau kudengar dari deringnya, aku yakin ini datangnya dari salah seorang pembacaku, karena memang bagi pembaca yang sudah memenuhi persyaratanku, nomor handphonenya segera kumasukkan memory dan kukumpulkan dalam satu nada dering khusus. Kuambil hand phoneku yang tergolek di atas meja computer, dari layarnya tampil namanya Amin (nama samaran). “Yaa..! Halloo..!”, sapaku setelah menekan tombol Yes. “Hallo..! Hai Lia..! Apa kabar..? Lagi ngapain nich?”, sahut Amin dari seberang. “Aku sedang mau mandi nich! Emangnya kenapa dan ada apa menelepon? Entar aja deh kamu telepon aku lagi ya, aku sudah &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;telanjang bulat&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; nich, sudah siap-siap mau berendam”, belum selesai aku berkata, Amin langsung memotong pembicaraanku.. “Eee.. Eeh! Tunggu dulu dong! Biar saja kamu berendam sambil tetap ngobrol denganku”, pinta Amin. “Baiklah”, jawabku menyetujui sambil meraih hands free kemudian aku masuk kembali ke kamar mandi. Hand phone kuletakkan di meja wastafel dan kabel hands free menjulur ke arah telingaku, aku pun akhirnya berendam sambil mengobrol dengan Amin menggunakan hands free. “Lia! Aku sekarang juga berjalan ke kamar mandi, sekarang di kamar mandi aku melepaskan celana dan CD-ku, kondisiku sekarang juga sudah bugil nich!”, Amin mencoba menjelaskan keadaannya saat itu padaku. “Emangnya gue pikirin, lagian ngapain kamu ikutan bugil di sana?”, ujarku. “Lia! Aku ingin melakukan onani sambil ngobrol denganmu, kamu tidak keberatan kan? Please! Sekarang penisku sudah selesai kubasahi dan kuoles dengan shampoo, sekarang mulai kuusap-usap sambil mengocok-ngocoknya, kamu juga cerita dong apa yang kamu kerjakan saat ini sambil memberiku rangsangan”, pinta Amin lagi dengan memelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi73YgNwz0Er_kvhnhgjO-ZJBIRF2RSPuRGAzOw7XSdfKLSbtUPbexfvENmQaPl3lavPeEmq__Bx2umU2xztrqQG2m4100hw20FbM2o3k8QbvZL5G0CLlViDv2zqvM-mCylbtI5t_DvHTE/s1600-h/Juliet.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 300px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi73YgNwz0Er_kvhnhgjO-ZJBIRF2RSPuRGAzOw7XSdfKLSbtUPbexfvENmQaPl3lavPeEmq__Bx2umU2xztrqQG2m4100hw20FbM2o3k8QbvZL5G0CLlViDv2zqvM-mCylbtI5t_DvHTE/s320/Juliet.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;Cerita seks terpanas&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5351179460369007378&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Mendengar penuturan Amin tadi, terus terang aku sempat membayangkan sejenak dan sedikit mulai terangsang hingga tanpa kusadari aku juga sudah mulai &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;meremas-remas payudaraku&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Karena aku memakai hands free, maka aku tetap masih bisa mengobrol dengan kedua tanganku tetap bebas bisa beraktifitas. Kuceritakan pada Amin kalau saat ini aku sedang meremas-remas kedua payudaraku yang juga sudah mulai mengeras, puting susuku mendongak ke atas dan mulai kujilati sendiri bergantian kiri kanan, aku merasakan ada aliran yang mengalir keluar dari &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;liang senggamaku&lt;/span&gt;, pertanda aku sudah mengalami rangsangan hebat. Sementara tangan kiriku tetap meremas-remas payudaraku, tangan kananku mulai turun ke bawah meraba dadaku, mengelus-elus sendiri pusarku, ke bawah lagi ke arah vaginaku sambil mengangkat kedua buah kakiku dan meletakkannya ke samping bathtub hingga posisiku sekarang terkangkang lebar hingga memudahkan tangan kananku mengelus bagian luar vaginaku yang sekitarnya ditumbuhi bulu-bulu halus. Jari-jariku turun sedikit mengusap-usap bibir vaginaku sambil &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;menggesek-gesekkan klitorisku&lt;/span&gt;. Aku mulai melenguh menikmati fantasiku, gesekannya kubuat seirama mungkin sesuai dengan keinginanku. Tiba-tiba kudengar suara teriakan Amin dari seberang sana.. “Ooo.. Oocch! Liaa..! Aku orgasme nich!”, suaranya makin lirih, rupanya di seberang sana Amin sudah berhasil mencapai puncaknya, gila! Dia sepertinya sangat menikmati penuturanku melalui telepon sambil terus melakukan aktifitasnya sendiri, mendengar suara itu aku menjadi semakin terangsang saja jadinya, jari tengah dan jari manis tangan kananku mulai kumasukkan ke dalam liang vaginaku yang sudah semakin berlendir, sementara jari telunjuk kupakai menggesek-gesek klitorisku. Rasanya benar-benar membuat darahku mengalir ke atas kepalaku. Pertama agak sulit masuk, namun lama-lama setelah melalui beberapa kali gesekan, &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://dljav.blogspot.com&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;bibir vaginaku&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; pun semakin merekah sehingga memudahkan jari-jariku masuk menembus liang vaginaku. Kumainkan jari-jariku di dalam vagina, kuputar-putar di dalam hingga menyentuh dinding-dinding bagian dalam vaginaku, rasanya tidak kalah dengan batang kemaluan yang pernah masuk dan bersarang dalam liang vaginaku, bahkan lebih hidup rasanya karena bisa kukontrol sesuai dengan keinginanku. Kugaruk-garukkan lembut pada dinding dalam vaginaku, ada kalanya kusentuhkan pada tonjolan sebesar ibu jari yang ada dan tersembul di dalam vaginaku, nikmat sekali rasanya. Aku juga sepertinya akan segera mencapai puncak kenikmatan. Sekarang tiga jariku yaitu jari telunjuk, jari tengah dan jari manis tangan kananku kumasukkan seluruhnya ke dalam liang vaginaku, kutarik keluar masuk, kukocok-kocokkan makin cepat, sementara tangan kiriku juga mulai ikut aktif membantu, jari manis dan jari telunjuk tangan kiri kupakai menyibakkan bibir vaginaku, sementara jari tengahnya mengorek-ngorek klitorisku. Kocokan jari-jari tangan kananku semakin cepat. Aku terus melenguh. “Ooh.. Oocch! Aa.. Aacch!”, badanku berguncang keras sehingga air dalam bathtub banyak yang tumpah keluar membasahi lantai kamar mandiku. Badanku menggigil hebat, sekali lagi aku melenguh panjang, dan aku pun &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;mencapai orgasme&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Badanku kini lemas tersandar di punggung bathtub. Dari seberang sana kudengar suara Amin menanyakanku.. “Gimana Lia, enak enggak?”, Setan.., umpatku dalam hati, masa masih ditanya enak atau enggak? “Lia..! Aku sekarang ke rumahmu ya? Kau kujemput dan kita check in terus melakukan hal yang sesungguhnya yuk”, ajak Amin. Aku menolak dengan halus ajakan Amin. Setelah berbincang sejenak aku pamit untuk mematikan telepon dengan alasan akan melakukan sesuatu. Akhirnya dengan berat hati Amin pun bersedia mematikan teleponnya, entah berapa banyak pulsa sudah yang dia habiskan untuk melakukan sex by phone denganku sambil beronani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang saja walau sudah agak sering kontak dengan Amin dan kami juga sudah dua kali bertatap muka, aku sedikit pun tidak berminat berhubungan badan dengannya. Tingginya sekitar 165 centimeter, lebih pendek sedikit dariku, badannya agak sedikit gendut, usianya 32 tahun, sudah beristri dan beranak tiga. Wajahnya menurut ukuranku juga tidak ganteng, jadi biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa bagiku. Aku memang juga membutuhkan sarana menyalurkan libidoku namun tidak berarti aku bisa melakukannya dengan siapa saja. Dalam permainan sex, aku benar-benar ingin menikmatinya, maka aku juga harus memilih pasangan yang benar-benar bisa &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;menaikkan gairahku&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Sudah berkali-kali Amin mengajakku make love (ML) tapi selalu kutolak dengan seribu satu macam alasan, namun aku tetap tidak mengutarakan alasan penolakanku, karena aku yakin dia akan langsung merasa malu dan tersinggung. Maka lewat tulisanku ini, buat seorang pembaca yang kuberi nama samaran Amin, aku mohon maaf dan aku harap kamu juga membaca tulisanku ini dan dapat mengerti.</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/3497503438004918313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/3497503438004918313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dljav.blogspot.com/2009/07/ngeseks-via-handphone.html' title='Ngeseks Via Handphone'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi73YgNwz0Er_kvhnhgjO-ZJBIRF2RSPuRGAzOw7XSdfKLSbtUPbexfvENmQaPl3lavPeEmq__Bx2umU2xztrqQG2m4100hw20FbM2o3k8QbvZL5G0CLlViDv2zqvM-mCylbtI5t_DvHTE/s72-c/Juliet.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5640628212257390264.post-6628935453659373976</id><published>2009-07-14T13:48:00.000+07:00</published><updated>2009-07-14T13:48:00.264+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="01-Cerita Seks Terpanas"/><title type='text'>Hilangnya Mahkota Keperawananku</title><content type='html'>Waktu sudah menunjukkan pukul dua siang ketika kami berdua sampai di perumahan tempat kakak laki-laki mas Ari, cowok yang sedang mendekati aku, yang sedang kosong itu. Dia ganteng dan badannya keker, aku suka dia mendekatiku walaupun beda umurnya jauh denganku. Setelah menutup pagar depan, segera dia mengajakku untuk masuk ke dalam rumah. Dia segera &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;memeluk tubuhku&lt;/span&gt; dan dengan sedikit &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;bernafsu&lt;/span&gt; segera disosornya pipiku dengan bibirnya. Aku sangat terkejut melihat ulahnya, “Eeeh Mas, kok gitu sih ” kataku memandangnya sambil melotot. Namun dia dapat segera mengendalikan diri, sambil tersenyum dia segera meraih tanganku dan ditariknya masuk ke dalam rumah. Setelah menutup pintu terasa sekali di dalam suasana agak remang-remang karena gorden masih tertutup. Sambil tetap memegang tanganku erat-erat, dia menatap wajahku, wajahku masih cemberut dan kelihatan marah. Sambil tetap tersenyum dia berkata “Nes, itu tadi berarti aku sayaang sama kamu, apa nggak boleh aku ngasih sun sayang?” rayunya. “Mas gitu sih”,aku tetap merajuk kepadanya, aku menarik lepas tanganku dari genggamannya dan berjalan menuju ke sofa ruang tamu. Saat itu aku mengenakan celana ketat dari kain yang cukup tipis berwarna putih sehingga &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;bentuk bokongku&lt;/span&gt; yang bulat padat begitu kentara, dan bahkan saking ketatnya CDku sampai kelihatan sekali berbentuk segitiga. Atasannya aku mengenakan baju kaos putih ketat dan polos sehingga &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;bentuk toketku&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; yang membulat terlihat jelas, kaosku yang cukup tipis membuat braku yang berwarna putih terpampang jelas sekali. Aku menghempaskan pantatku di sofa, dia menyusulku segera dan duduk rapat di sampingku, “Ines sayang” rayunya. “Aku boleh kan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;cium bibir kamu&lt;/span&gt;, say” Aku semakin merajuk. “Ines sayang, terus terang, hari ini aku kepingin bersama kamu, aku ingin memberikan rasa kasih sayang ke kamu, asal kamu mau memberikan apa yang aku inginkan, mau kan sayang?” rayunya lebih lanjut. Aku membelalak kaget ke arahnya, “Maasss” Hanya kata itu yang kuucapkan, selanjutnya aku hanya memandangnya lama tanpa sepatah katapun. Dia mengambil inisiatif dengan menggenggam erat dan mesra kedua belah tanganku. “Ines sayang, percayalah apapun yang kukatakan, itu bentuk rasa cinta dan kasih sayang aku sama kamu say, percayalah. Aku menginginkan bukti cintamu sekarang”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai berkata begitu dia mendekatkan mukanya ke wajahku, dengan cepat dia mengecup bibirku dengan lembut. Hidung kami bersentuhan lembut, aku kaget sehingga sama sekali tak memberontak. Dia &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;mengulum bibir&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; bawahku, disedot sedikit. Lima detik kemudian, dia melepaskan kecupan bibirnya dari bibirku. Aku saat dikecup tadi memejamkan mata, “Bagaimana sayang, kau bersediakah?”, rayunya lebih lanjut. Dia berusaha mengecup bibirku lagi, namun dengan cepat aku melepaskan tangan kananku dari remasannya, dadanya kutahan dengan lembut. “Mass” bisikku lirih. “Ines sayang, percayalah sama aku”, rayunya lagi. “Tapi mass, Ines takut Mas”, jawabku. “Takut apa sayang, katakanlah”, bisiknya kembali sambil meraih tanganku. “Anu, Ines takut Mas nanti meninggalkan Ines”, bisikku. Dia menggenggam kuat kedua tanganku lalu secepat kilat dia mengecup bibirku. “Ines sayangku, aku terus terang tidak bisa menjanjikan apa-apa sama kamu tapi percayalah aku akan membuktikannya kepadamu, aku akan selalu sayang sama kamu”, bujuknya untuk lebih meyakinkanku. “Tapi Mas” bisikku masih ragu. “Ines, percayalah, apa aku perlu bersumpah sayang, kita memang masih baru beberapa hari kenal sayang tapi percayalah yakinlah sayang kalau Tuhan menghendaki kita pasti selalu bersama sayang”, rayunya lagi. “Lalu kalau Ines sampai hamil gimana mass?” ujarku sembari menatapnya.”Aah, jangan khawatir sayang, aku akan bertanggung jawab semuanya kalau kamu sampai hamil, yah aku pasti mengawini kamu secepatnya, bagaimana sayang?” bisiknya. Tangannya bergerak semakin berani, yang tadinya hanya meremas jemari tangan kini mulai meraba ke atas menelusuri dari pergelangan tangan terus ke lengan sampai ke bahu lalu diremasnya dengan lembut. Dia memandangi toketku dari balik baju kaosku yang ketat, “Mas harus janji dulu sebelum…” aku tak melanjutkan ucapanku. “Sebelum apa sayang, katakanlah”, bisiknya tak sabar. Kini jemari tangan kanannya mulai semakin nekat &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;menggerayangi pinggulku&lt;/span&gt;, ketika jemarinya merayap ke belakang diusapnya belahan pantatku lalu diremasnya dengan gemas. “aaahh… Mas”, aku merintih pelan. “Mas.. Ines rela menyerahkan semuanya asal Mas mau bertanggung jawab nantinya”, aku berbisik semakin lemah, saat itu jemari tangan kanannya bergerak semakin menggila, menelusup ke pangkal pahaku, dan mulai mengelus gundukan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;bukit memekku&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diusapnya perlahan dari balik celanaku yang amat ketat, dua detik kemudian dia memaksa masuk jemari tangannya di selangkanganku &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;dan bukit memekku&lt;/span&gt; itu telah berada dalam genggaman tangannya. Aku menggelinjang kecil, saat jemari tangannya mulai meremas perlahan. Dia mendekatkan mulutnya kembali ke bibirku hendak mencium, namun aku menahan dadanya dengan tangan kananku, “eeehh Mas.. berjanjilah dulu Mas”, bisikku di antara desahan nafasnya yang mulai sedikit memburu. “Oooh Ines sayang, aku berjanji untuk bertanggung jawab, aahh aku &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;menginginkan keperawananmu&lt;/span&gt; sayang”, ucapnya. Sementara jemari tangannya yang sedang berada di sela-sela selangkangan pahaku itu meremas &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;gundukan memekku&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; lagi. “Ba.. baiklah Mas, Ines percaya sama Mas”, bisikku. “Jadi?” tanyanya. “hh. lakukanlah mass, Ines milik Mas seutuhnya.. hh..” jawabku. “Benarkah? ooh.. Ines sayanggg.” Secepat kilat bibirku kembali dikecup dan dikulumnya, digigit lembut, disedot. Hidung kami bersentuhan lembut. Dengus nafasku terdengar memburu saat dia mengecup dan mengulum bibirku cukup lama. DIa mempermainkan lidahnya di dalam mulutku, aku mulai berani membalas cumbuannya dengan menggigit lembut dan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;mengulum lidahnya&lt;/span&gt; dengan bibirku. Lidah kami bersentuhan, lalu dia mengecup dan mengulum bibir atas dan bawahku secara bergantian. Terdengar suara kecapan-kecapan kecil saat bibir kami saling mengecup. “aah Ines sayang, kamu pintar sekali, kamu pernah punya pacar yaach?” tanyanya curiga. “Mm Ines belum pernah punya pacar Mas, ini ciuman Ines yang pertama kok Mas”, sahutku. “Kok ciumanmu pintar sekali, jangan-jangan Ines sering nonton &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://dljav.blogspot.com&quot; title=&quot;Download Video Bokep - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;film porno&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; yaa?” godanya. Aku tersenyum malu, dan wajahku pun tiba-tiba bersemu merah, aku menundukkan mukaku, malu. “I…iya Mas, beberapa kali”, sahutku terus terang sambil tetap menundukkan muka. “Ines sayang, kamu nggak kecewa khan karena aku benar-benar sangat menginginkan keperawananmu sayang?” tanyanya. “Ines serahkan apa yang bisa Ines persembahkan buat Mas, Ines ikhlas, lakukanlah Mas kalau Mas benar-benar menginginkannya”, sahutku lirih. Jemari tangan kanannya yang masih berada di selangkanganku mulai bergerak menekan ke gundukan memekku yang masih perawan, lalu diusap-usap ke atas dan ke bawah dengan gemas. Aku memekik kecil dan mengeluh lirih, kupejamkan mataku rapat-rapat &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;menahan nikmat&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, sementara wajahku nampak sedikit berkeringat. Dia meraih kepalaku dalam pelukannya dengan tangan kiri dan dia mencium rambutku. “Ooouuuh masss”, erangku lirih. “Enaak sayang diusap-usap begini”, tanyanya. “hh… iiyyaa mass ooouuuhhh”, bisikku polos. Jemarinya kini bukan cuma mengusap tapi mulai &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;meremas bukit memekku&lt;/span&gt; dengan sangat gemas. “sakit Mas aawww” aku memekik kecil dan pinggulku menggelinjang keras. Kedua pahaku yang tadi menjepit pergelangan tangan kanannya kurenggangkan. Dia mengangkat wajah dan daguku kearahnya, sambil merengkuh tubuhku agarlebih merapat ke badannya lalu kembali dia mengecup dan mencumbu bibirku dengan bernafsu. Puas mengusap-usap bukit memekku, kini jemari tangan kanannya bergerak merayap ke atas, mulai dari pangkal paha terus ke atas menelusuri pinggang sampai ujung jemarinya berada di bagian bawah toketku yang sebelah kiri. Dia mengelus perlahan di situ lalu mulai mendaki perlahan, akhirnya jemari tangannya seketika meremas kuat toketku dengan gemasnya. Seketika itu pula aku melepaskan bibirku dari kuluman bibirnya, “aawww… Mas sakitt, jangan keras-keras dong meremasnya”, protesku. Kini secara bergantian jemari tangannya &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;meremas kedua toketku&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; dengan lebih lembut. Aku menatapnya dan membiarkan tangannya menjamah dan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;meremas-remas kedua toketku&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Auuggghh..” tiba2 dia menjerit lumayan keras dan meloncat berdiri. Aku yang tadinya sedang menikmati remasannya pada toketku jadi ikutan kaget. “Eeehh kenapa Mas?” “Aahh anu sayang… kontolku sakit nih”, sahutnya sambil buru-buru membuka celana panjangnya di hadapanku. Aku tak menyangka dia berbuat demikian dan aku hanya memandangnya dengan terbelalak kaget. Dia membuka sekalian CDnya dan “Tooiiing”, kontolnya yang sudah tegang itu langsung mencuat dan mengacung keluar mengangguk-anggukan kepalanya naik turun . “aawww… Mas jorok”, aku menjerit kecil sambil memalingkan mukaku ke samping dan menutup mukaku dengan tangan. “He… he…” dia terkekeh geli, batang kontolnya sudah kelihatan tegang berat, urat-urat di permukaan kontolnya sampai menonjol keluar semua. Batang kontolnya bentuknya montok, berurat, dan besar. Sementara aku masih menutup muka tanpa bersuara, dia mengocok kontolnya dengan tangan kanannya, “Uuuaahh…nikmatnya”. “nes sebentar yaa… aku mau cuci kontolku dulu yaa… bau nih soalnya”, katanya sambil ngibrit ke belakang, kontolnya yang sedang “ON” tegang itu jadi terpontang-panting sambil mengangguk-anggukkan kepalanya ke sana ke mari ketika dia berlari. Aku masih terduduk di atas sofa dan begitu melihatnya keluar berlari tanpa pakai celana jadi terkejut lagi melihat kontolnya yang sedang tegang bergerak manggut-manggut naik turun. “aawww…” teriakku kembali sembari menutup mukaku dengan kedua jemari tanganku. “Iiihh… Ines… takut apa sih, kok mukanya ditutup begitu”, tanyanya geli. “Itu Mas, kontol Mas”, sahutku lirih. “Lhoo… katanya sudah sering nonton BF kok masih takut, kamu kan pasti sudah lihat di film itu kalau kontol cowok itu bentuknya gini”, sahutnya geli. “Iya…m..Mas, tapi kontol Mas mm besar sekalii”, sahutku masih sambil menutup muka. “Yaach… ini sih kecil dibanding di film nggak ada apa-apanya, itu khan film barat, kontol mereka jauh lebih gueedhee… kalau kontolku kan ukuran orang Indonesia sayang, ayo sini dong kontolku kamu pegang sayang, ini kan milik kamu juga”, sahutnya nakal. “Iiih… malu aah Mas, jorok.” “Alaa.. malu-malu sih sayang, aku yang telanjang saja nggak malu sama kamu, masa kamu yang masih pakaian lengkap malu, ayo dong sayang kontol Mas dipegang biar kamu bisa merasakan milik kamu sendiri”, sahutnya sembari meraih kedua tanganku yang masih menutupi mukaku. pada mulanya aku menolak sambil memalingkan wajahku ke samping, namun setelah dirayu-rayu akhirnya aku mau juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedua tanganku dibimbingnya ke arah selangkangannya, namun kedua mataku masih kupejamkan rapat. Jemari kedua tanganku mulai menyentuh kepala kontolnya yang sedang ngaceng. Mulanya jemari tanganku hendak kutarik lagi saat menyentuh kontolnya yang ngaceng namun karena dia memegang kedua tanganku dengan kuat, dan memaksanya untuk memegang kontolnya itu, akhirnya aku hanya menurut saja. Pertama kali aku hanya mau memegang dengan kedua jemarinya. “Aah… terus sayang pegang erat dengan kedua tanganmu”, rayunya penuh nafsu. “Iiih… keras sekali Mas”, bisikku sambil tetap memejamkan mata. “Iya sayang, itu tandanya aku sedang ngaceng sayang, ayo dong digenggam dengan kedua tanganmu, aahh…” dia mengerang nikmat saat tiba-tiba saja aku bukannya menggenggam tapi malah meremas kuat. Aku terpekik kaget, “Iiih sakit mass…” tanyaku. Aku menatapnya gugup. “Ooouhh jangan dilepas sayang, remas seperti tadi lekas sayang oohh…” erangnya lirih. Aku yang semula agak gugup, menjadi mengerti lalu jemari kedua tanganku yang tadi sedikit merenggang kini bergerak dan meremas kontolnya seperti tadi. Dia &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;melenguh nikmat&lt;/span&gt;. Aku kini sudah berani menatap kontolnya yang kini sedang kuremas, jemari kedua tanganku itu secara bergantian meremas batang dan kepala kontolnya. Jemari kiri berada di atas kepala kontolnya sedang jemari yang kanan meremas kontolnya. .dia hanya bisa melenguh panjang pendek. “.sshh…nes… terusss sayang, yaahh… ohh… ssshh”, lenguhnya keenakan. Aku memandangnya sambil tersenyum dan mulai mengusap-usap maju mundur, setelah itu kugenggam dan kuremas seperti semula tetapi kemudian aku mulai memompa dan &lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;mengocok kontolnya&lt;/a&gt; itu maju mundur. “Aakkkhh… ssshh” dia menggelinjang menahan nikmat. Aku semakin bersemangat melihatnya merasakan kenikmatan, kedua tanganku bergerak makin cepat maju mundur mengocok kontolnya. Dia semakin tak terkendali, “nes… aahhgghh… sshh… awas pejuku mau keluarr” teriaknya keras. aku meloncat berdiri begitu dia mengatakan kalimat itu, aku melepaskan remasan tanganku dan berdiri ke sebelahnya, sementara pandangan mataku tetap ke arah kontolnya yang baru kukocok. “Kamu kok lari sih…” bisiknya lirih disisiku. “Tadi pejunya mau keluar mass… kok nggak jadi?” tanyaku polos. Rupanya dia gak mau ngecret karena aku kocok makanya dia bilang pejunya mau keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKoHb5Mjir_pxBe2xpGXEtAFJPuHaVHCWhP6JjFy6cFG5_4x_mHkA92PjmyMaU3HJOBVn6E0YWjvVGHqWIhOdfHisfJ1mSxISX5PxlIDa45y9bSxbgOT2yLosNlA95BqR5VZbxtwLjTgM/s1600-h/Yukari-Morimoto.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKoHb5Mjir_pxBe2xpGXEtAFJPuHaVHCWhP6JjFy6cFG5_4x_mHkA92PjmyMaU3HJOBVn6E0YWjvVGHqWIhOdfHisfJ1mSxISX5PxlIDa45y9bSxbgOT2yLosNlA95BqR5VZbxtwLjTgM/s200/Yukari-Morimoto.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;Cerita seks Terpanas&quot;  title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5351174470715730434&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Dia meraih tubuhku yang berada di sampingnya dan dipeluknya dengan gemas, aku menggelinjang saat dia merapatkan badannya ke tubuhku sehingga toketku yang bundar montok menekan dadanya yang bidang. Aku merangkulkan kedua lenganku ke lehernya, dan tiba-tiba ia pun mengecup bibirku dengan mesra, kemudian dilumatnya bibirku sampai aku megap-megap kehabisan napas. Terasa kontolnya yang masih full ngaceng itu menekan kuat bagian pusarku, karena memang tubuhnya lebih tinggi dariku. Sementara bibir kami bertautan mesra, jemari tangannya mulai menggerayangi bagian bawah tubuhku, dua detik kemudian jemari kedua tangannya telah berada di atas bulatan kedua belah bokongku. Diremasnya dengan gemas, jemarinya bergerak memutar di bokongku. Aku merintih dan mengerang kecil dalam cumbuannya. Lalu dia merapatkan bagian bawah tubuhnya ke depan sehingga mau tak mau kontolnya yang tetap tegang itu jadi terdesak perutku lalu menghadap ke atas. Aku tak memberontak dan diam saja. Sementara itu dia mulai menggesek-gesekkan kontolnya yang tegang itu di perutku. Namun baru juga 10 detik aku melepaskan ciuman dan pelukannya dan tertawa-tawa kecil, “Kamu apaan sih kok ketawa”, tanyanya heran. “Abisnya… Mas sih, kan Ines geli digesekin kaya gitu”, sahutku sambil terus tertawa kecil. Dia segera merengkuh tubuhku kembali ke dalam pelukannya, dan aku tak menolak saat dia menyuruhku untuk meremas kontolnya seperti tadi. Segera jemari tangan kananku mengusap dan mengelus-elus kontolnya dan sesekali kuremas. Dia menggelinjang nikmat. “aagghh… nes… terus sayang…” bisiknya mesra. Wajah kami saling berdekatan dan aku memandang wajahnya yang sedang meringis menahan rasa nikmat. “Enaak ya mass…” bisikku mesra. Jemari tanganku semakin gemas saja mempermainkan kontolnya bahkan mulai kukocok seperti tadi. Dia melepaskan kecupan dan pelukanku. “Gerah nih sayang, aku buka baju dulu yaah sayang”, katanya sambil terus mencopot kancing kemejanya satu persatu lalu dilemparkan sekenanya ke samping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini dia benar-benar polos dan telanjang bulat di hadapanku. Aku masih tetap mengocok kontolnya maju mundur. “Sayang… kau suka yaa sama kontolku”, katanya. Sambil tetap mengocok kontolnya aku menjawab dengan polos. “suka sih Mas… habis kontol Mas lucu juga, keras banget Mas kayak kayu”, ujarku tanpa malu-malu lagi. “Lucu apanya sih?” tanyanya. Aku memandangnya sambil tersenyum “pokoknya lucu saja”, bisikku lirih tanpa penjelasan. “Gitu yaa… kalau memek kamu seperti apa yaa… aku pengen liat dong”, katanya. Aku mendelik sambil melepaskan tanganku dari kontolnya. “Mas jorok ahh…” sahutku malu-malu. “Ayo, aku sudah kepengen ngerasain nih… aku buka ya celana kamu”, katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan cepat dia berjongkok di depanku, kedua tangannya meraih pinggulku dan didekatkan ke arahnya. Pada mulanya aku agak memberontak dan menolak tangannya namun begitu aku memandang wajahnya yang tersenyum padaku akhirnya aku hanya pasrah dan mandah saat jemari kedua tangannya mulai gerilya mencari ritsluiting celana ketatku yang berwarna putih itu. Mukanya persis di depan selangkanganku sehingga dia dapat melihat gundukan bukit memekku dari balik celana ketatku. Dia semakin tak sabar, dan begitu menemukan tali ritsluitingku segera ditariknya ke bawah sampai terbuka, kebetulan aku tak memakai sabuk sehingga dengan mudah dia meloloskan dan memplorotkan celanaku sampai ke bawah. Sementara pandangannya tak pernah lepas dari selangkanganku, dan kini terpampanglah di depannya CDku yang berwarna putih bersih itu tampak sedikit menonjol di tengahnya. Terlihat dari CDku yang cukup tipis itu ada warna kehitaman, jembutku. Waahh… dia memandang ke atas dan aku menatapnya sambil tetap tersenyum. “Aku buka ya.. CDnya”, tanyanya. Aku hanya menganggukan kepala perlahan. Dengan gemetar jemari kedua tangannya kembali merayap ke atas menelusuri dari kedua betisku terus ke atas sampai kedua belah paha, dia mengusap perlahan dan mulai meremas. “Oooh…Masss” aku merintih kecil. kemudian jemari kedua tangannya merayap ke belakang kebelahan bokongku yang bulat. Dia meremas gemas disitu. Ketika jemari tangannya menyentuh tali karet CDku yang bagian atas, sreeet… secepat kilat ditariknya ke bawah CDku itu dengan gemas dan kini terpampanglah sudah daerah ‘forbidden’ ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggembung membentuk seperti sebuah gundukan bukit kecil mulai dari bawah pusarku sampai ke bawah di antara kedua belah pangkal pahaku, sementara di bagian tengah gundukan bukit memekku terbelah membentuk sebuah bibir tebal yang mengarah ke bawah dan masih tertutup rapat menutupi celah &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;liang memekku&lt;/span&gt;. Dan di sekitar situ ada jembut yang cukup lebat. “Oohh.. nes, indahnya…” Hanya kalimat itu yang sanggup diucapkan saat itu. Dia mendongak ketika aku sedang membuka baju kaosku, setelah melemparkan kaos sekenanya kedua tanganku lalu menekuk ke belakang punggungnya hendak membuka braku dan tesss… bra itupun terlepas jatuh di mukanya. Selanjutnya aku melepas juga celana dan CDku yang masih tersangkut di mata kakiku, lalu sambil tetap berdiri di depannya, aku tersenyum manis kepadanya, walaupun wajahku sedikit memerah karena malu. Toketku berbentuk bulat seperti buah apel, besarnya kira-kira sebesar dua kali bola tenis, warnanya putih bersih hanya pentil kecilnya saja yang tampak berwarna merah muda kecoklatan. “kamu cantik sekali sayang”, bisiknya lirih. Aku mengulurkan kedua tanganku kepadanya mengajaknya berdiri lagi. “Mass… Ines sudah siap, Ines sayang sama Mas, Ines akan serahkan semuanya seperti yang Mas inginkan”, bisikku mesra. Dia merangkul tubuhku yang telanjang. Badanku seperti kesetrum saat kulitku menyentuh kulit nya, kedua toketku yang bulat menekan lembut dadanya yang bidang. Jemari tangannya tergetar saat mengusap punggungku yang telanjang, “Aahh.. nes kita ngentot di kamar yuk, aku sudah &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://dljav.blogspot.com&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;kepingin ngentot&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; sayang”, bisiknya tanpa malu-malu lagi. Aku hanya tersenyum dalam pelukannya. “Terserah Mas saja, mau ngentotnya dimana”, sahutku mesra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh nafsu dia segera meraih tubuhku dan digendongnya ke dalam kamar. Direbahkannya tubuhku yang telanjang bulat itu di atas kasur busa di dalam kamar tengah, tempat tidur itu tak terlalu besar, untuk 2 orang pun harus berdempetan. Suasana dalam kamar kelihatan gelap karena semua gorden tertutup agar tak kentara dari luar, walaupun gorden yang berada dalam kamar ini sama sekali tidak menghadap ke jalan umum namun menghadap ke kebun di belakang, jadi sebenarnya sangat aman. Dia segera membuka gorden agar sinar matahari sore dapat masuk, dan benar saja begitu disibakkan sinar matahari dari arah barat langsung menerangi seluruh isi kamar. Dia memandangi tubuhku yang telanjang bulat di ranjang. Segera dia menaiki ranjang, aku memandangnya sambil tersenyum. Dia merayap ke atas tubuhku yang bugil dan menindihnya, sepertinya dia sudah tak sabar ingin segera memasuki memekku. “Buka pahamu sayang, aku ingin mengentotimu sekarang”, bisiknya bernafsu. “Mass…” aku hanya melenguh pasrah saat dia setengah menindih tubuhku dan kontolku yang tegang itu mulai &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;menusuk celah memekku&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, tangannya tergetar saat membimbing kontolnya mengelus memekku lalu menelusup di antara kedua bibir memekku. “Sayang, aku masukkan yaah… kalau sakit bilang sayang.. kamu kan masih perawan.” “Pelan-pelan Mas”, bisikku pasrah. Lalu dengan jemari tangan kanannya diarahkannya kepala kontolnya ke memekku. Aku memeluk pinggangnya mesra, sementara dia mencari liang memekku di antara belahan bukit memekku. Dia mencoba untuk menelusup celah bibir memekku bagian atas namun setelah ditekan ternyata jalan buntu. “Agak ke bawah Mas, aahh kurang ke bawah lagi Mas… mm.. yah tekan di situ Mas… aawww pelan-pelan Mas sakiiit”, aku memekik kecil dan menggeliat kesakitan. Akhirnya dia berhasil menemukan celah memekku itu setelah aku menuntunnya, diapun mulai menekan ke bawah, kepala kontolnya dipaksanya untuk menelusup ke dalam liang memekku yang sempit. Dia mengecup bibir ku sekilas lalu berkonsentrasi kembali untuk segera dapat membenamkan kontolnya seluruhnya ke dalam liang memekku. Aku mulai merintih dan memekik-mekik kecil ketika kepala kontolnya yang besar mulai berhasil menerobos liang memekku yang sangat-sangat sempit sekali. “Tahan sayang… aku masukkan lagi, sempit sekali sayang aahh”, erangnya mulai merasakan kenikmatan dan kurasakan kepala kontolnya berhasil masuk dan terjepit ketat sekali dalam liang memekku. “aawwww…. masss sakiit…” teriakku memelas, tubuhku menggeliat kesakitan. Dia berusaha menentramkan aku sambil mengecup mesra bibirku dan dilumat dengan perlahan. Lalu, “tahan sayang, baru kepalanya yang masuk sayang, aku tekan lagi yaah”, bisiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba2 dia mencabut kembali kontolnya yang baru masuk kepalanya saja itu dengan perlahan. “Ah… sayang, aku masukin nanti saja deh, liang memekmu masih sangat sempit dan kering sayang.” “memekku sakit Mas”, erangku lirih. “Yahh… aku tahu sayang kamu kan masih perawan, kita bercumbu dulu sayang, aku kepingin melihat Ines nyampe”, bisiknya bernafsu. Segera dia merebahkan badannya di atas tubuhku dan dipeluknya dengan kasih sayang, “Ines… hh.. bagaimana perasaanmu sayang”, bisiknya mesra. Aku memandangnya dan tertawa renyah. “mm… Ines bahagia sekali bersama Mas seperti ini, rasanya nikmat ya Mas berpelukan sambil telanjang kaya gini”, ujarku polos. “Iyaa sayang, anggaplah aku suamimu saat ini sayang”, bisiknya nakal. “Iih.. Mas, Mas cumbui isterimu dong, beri istrimu kenik…mmbhh”, belum sempat aku selesai ngomong, dia sudah melumat bibirku. Aku membalas ciumannya dan melumat bibirnya dengan mesra.Dia menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku dan aku langsung mengulumnya hangat, begitu sebaliknya. Jemari tangan kirinya merayap ke bawah menelusuri sambil mengusap tubuhku mulai pundak terus ke bawah sampai ke pinggul dan diremasnya dengan gemas. Ketika tangannya bergerak kebelakang ke bulatan bokongku, dia mulai menggoyangkan seluruh badannya menggesek tubuhku yang bugil terutama pada bagian selangkangan dimana kontolnya yang sedang tegang-tegangnya menekan gundukan bukit memekku. Dia menggerakkan pinggulnya secara memutar sambil menggesek-gesekkan batang&lt;br /&gt;kontolnya di permukaan bibir memekku sambil sesekali ditekan-tekan. Aku ikut-ikutan menggelinjang kegelian, beberapa kali kepala kontolnya yang tegang salah sasaran memasuki belahan bibir memekku seolah akan menembus liang memekku lagi. Akua hanya merintih kesakitan dan memekik kecil, “Aawwww… Mas saakiit”, erangku. “Aahh.. nes… memekmu empuk sekali sayang, ssshh”, dia melenguh keenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian setelah kami puas bercumbu bibir, dia menggeser tubuhnya kebawah sampai mukanya tepat berada di atas kedua bulatan toketku, kini ganti perutnya yang menekan memekku. Jemari kedua tangannya secara bersamaan mulai menggerayangi gunung “Fujiyama” milikku, dia mulai menggesekkan ujung-ujung jemarinya mulai dari bawah toketku di atas perut terus menuju gumpalan kedua toketku yang kenyal dan montok. Aku merintih dan menggelinjang antara geli dan nikmat. “Mass, geli”, erangku lirih. Beberapa saat dia mempermainkan kedua pentilku yang kemerahan dengan ujung jemarinya. Aku menggelinjang lagi, dipuntirnya sedikit pentilku dengan lembut. ” Mas…” aku &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;semakin mendesah&lt;/span&gt; tak karuan. Secara bersamaan akhirnya dia meremas-remas gemas kedua toketku dengan sepenuh nafsu. “Aawww… Mas”, aku mengerang dan kedua tanganku memegangi kain sprei dengan kuat. Dia semakin menggila tak puas meremas lalu mulutnya mulai menjilati kedua toketku secara bergantian. Lidahnya menjilati seluruh permukaan toketku itu sampai basah, mulai dari toket yang kiri lalu berpindah ke toket yang kanan, digigit-gigitnya pentilku secara bergantian sambil diremas-remas dengan gemas sampai aku berteriak-teriak kesakitan. Lima menit kemudian lidahnya bukan saja menjilati kini mulutnya mulai beraksi menghisap kedua pentilku sekuat-kuatnya. Dia tak peduli aku menjerit dan menggeliat kesana-kemari, sesekali kedua jemari tanganku memegang dan meremasi rambutnya, sementara kedua tangannya tetap mencengkeram dan meremasi kedua&lt;br /&gt;toketku bergantian sambil menghisap-hisap pentilnya. Bibir dan lidahnya dengan sangat rakus mengecup, mengulum dan menghisap kedua toketku. Di dalam mulutnya pentilku dipilin dengan lidahnya sambil terus dihisap. Aku hanya bisa mendesis, mengerang, dan beberapa kali memekik kuat ketika giginya menggigiti pentilku dengan gemas, hingga tak heran kalau di beberapa tempat di kedua bulatan toketku itu nampak berwarna kemerahan bekas hisapan dan garis-garis kecil bekas gigitannya. Cukup lama dia mengemut toketku, setelah itu bibir dan lidahnya kini merayap menurun ke bawah. Ketika lidahnya bermain di atas pusarku, aku mulai mengerang-erang kecil keenakan, dia mengecup dan membasahi seluruh perutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia bergeser ke bawah lagi dengan cepat lidah dan bibirnya telah berada di atas gundukan bukit memekku. “Buka pahamu Nes..” teriaknya tak sabar, posisi pahaku yang kurang membuka itu membuatnya kurang leluasa untuk mencumbu memekku itu. “Oooh… masss”, aku hanya merintih lirih. Dia membetulkan posisinya di atas selangkangan ku. Aku membuka ke dua belah pahaku lebar-lebar, aku sudah sangat terangsang sekali. Kedua tanganku masih tetap memegangi kain sprei, aku kelihatan tegang sekali. “Sayang… jangan tegang begitu dong sayang”, katanya mesra. “Lampiaskan saja perasaanmu, jangan takut kalau Ines merasa nikmat, teriak saja sayang biar puass….” katanya selanjutnya. Sambil memejamkan mata aku berkata lirih. “Iya mass eenaak sih mass”, kataku polos. Dia memandangi memekku yang sudah ditumbuhi jembut namun kulit dimemekku dan sekitarnya itu tidak tampak keriput sedikitpun, masih kelihatan halus dan kencang. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;Bibir memekku&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; kelihatan gemuk dan padat berwarna putih sedikit kecoklatan, sedangkan celah sempit yang berada di antara kedua bibir memekku itu tertutup rapat. “MAs… ngapain sih kok ngelamun, bau yaa Mas?” tanyaku sambil tersenyum. Wajahku sedikit kusut dan berkeringat.”abisnya memekmu lucu sih, bau lagi”, balasnya nakal. “Iiihh… jahat”, Belum habis berkata begitu aku memegang kepalanya dan mengucek-ucek rambutnya. Dia tertawa geli. Selanjutnya aku menekan kepalanya ke bawah, sontak mukanya terutama hidung dan bibirnya langsung nyosor menekan memekku, hidungnya menyelip di antara kedua bibir memekku. Bibirnya mengecup bagian bawah bibir memekku dengan bernafsu, sementara jemari kedua tangannya merayap ke balik pahaku dan meremas bokongku yang bundar dengan gemas. Dia mulai mencumbui bibir memekku yang tebal itu secara bergantian seperti kalau dia mencium bibirku. Puas mengecup dan mengulum bibir bagian atas, dia berpindah untuk mengecup dan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;mengulum bibir memekku&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; bagian bawah. Karena ulahnya aku sampai menjerit-jerit karena nikmatnya, tubuhku menggeliat hebat dan terkadang meregang kencang, beberapa kali kedua pahaku sampai menjepit kepalanya yang lagi asyik masyuk bercumbu dengan bibir memekku. Dia memegangi kedua belah bokongku yang sudah berkeringat agar tidak bergerak terlalu banyak, sepertinya dia tak rela melepaskan pagutan bibirnya pada bibir memekku. aku mengerang-erang dan tak jarang memekik cukup kuat &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;saking nikmatnya&lt;/span&gt;. Kedua tanganku meremasi rambutnya sampai kacau, sambil menggoyang-goyangkan pinggulku. Kadang pantat kunaikkan sambil mengejan nikmat atau kadang kugoyangkan memutar seirama dengan jilatan lidahnya pada seluruh permukaan memekku. aku berteriak makin keras, dan terkadang seperti orang menangis saking tak kuatnya menahan kenikmatan yang diciptakannya pada memekku. Tubuhku menggeliat hebat, kepalaku bergerak ke kiri dan ke kanan dengan cepat, sambil mengerang tak karuan. Dia semakin bersemangat melihat tingkahku, mulutnya semakin buas, dengan nafas setengah memburu disibakkannya bibir memekku dengan jemari tangan kanannya, terlihat daging berwarna merah muda yang basah oleh air liurnya bercampur dengan cairan lendirku, agak sebelah bawah terlihat celah liang memekku yang amat sangat kecil dan berwarna kemerahan pula. Dia mencoba untuk membuka bibir memekku agak lebar, namun aku memekik kecil karena sakit. “aawww mass.. sakiit”, pekikku kesakitan. “maaf sayang, sakit yaa…” bisiknya khawatir. Dia mengusap dengan lembut bibir memekku agar sakitnya hilang, sebentar kemudian lalu disibakkan kembali pelan-pelan bibir memekku, celah merahnya kembali terlihat, agak ke atas dari liang memekku yang sempit itu ada tonjolan daging kecil sebesar kacang hijau yang juga berwarna kemerahan, inilah itil, bagian paling sensitif dari memek wanita. Lalu secepat kilat dengan rakus lidahnya dijulurkan sekuatnya keluar dan mulai menyentil-nyentil daging itilku. Aku memekik sangat keras sambil menyentak-nyentakkan kedua kakiku ke bawah. Aku mengejang hebat, pinggulku bergerak liar dan kaku, sehingga jilatannya pada itilku jadi luput. Dengan gemas dia memegang kuat-kuat kedua belah pahaku lalu kembali menempelkan bibir dan hidungnya di atas celah kedua bibir memekku, dia menjulurkan lidahnya keluar sepanjang mungkin lalu ditelusupkannya lidahnya menembus jepitan bibir memekku dan kembali &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;menyentil nikmat&lt;/span&gt; itilku dan, aku memekik tertahan dan tubuhku kembali mengejan sambil menghentak-hentakkan kedua kakiku, pantat ku angkat ke atas sehingga lidahnya memasuki celah bibir memekku lebih dalam dan menyentil-nyentil itilku. Begitu singkat karena tak sampai 1 menit aku terisak menangis dan ada semburan lemah dari dalam liang memekku berupa cairan hangat agak kental banyak sekali. Dia masih menyentil itilku beberapa saat sampai tubuhku terkulai lemah dan akhirnya pantatku pun jatuh kembali ke kasur. Aku melenguh panjang pendek &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;meresapi kenikmatan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; yang baru kurasakan, sementara dia masih menyedot sisa-sisa lendir yang keluar ketika aku nyampe. Seluruh selangkanganku tampak basah penuh air liur bercampur lendir yang kental. Dia menjilati seluruh permukaan memekku sampai agak kering, “Sayaang… puas kan…” bisiknya lembut namun aku sama sekali tak menjawab, mataku terpejam rapat namun mulutku tersenyum bahagia. “Giliranku sayang, aku mau masuk nih… tahan sakitnya sayang”, bisiknya lagi tanpa menunggu jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia segera bangkit dan duduk setengah berlutut di atas tubuhku yang telanjang berkeringat. Toketku penuh lukisan hasil karyanya. Dengan agak kasar dia menarik kakiku ke atas dan ditumpangkannya kedua pahaku pada pangkal pahanya sehingga kini selangkanganku menjadi terbuka lebar. Dia menarik bokongku ke arahnya sehingga kontolnya langsung menempel di atas memekku yang masih basah. Dia mengusap-usapkan kepala kontolnya pada kedua belah bibir memekku dan lalu beberapa saat kemudian dengan nakal kontolnya ditepuk-tepukkan dengan gemas ke memekku. Aku menggeliat manja dan tertawa kecil, “Mas… iiih.. gelii.. aah”, jeritku manja. “Sayaang, kontolku mau masuk nih… tahan yaa sakitnya”, bisiknya nakal penuh nafsu. “Iiihh… jangan kasar ya mass… pelan-pelan saja masukinnya, Ines takut sakiit”, sahutku polos penuh kepasrahan. Sedikit disibakkannya bibir memekku dengan jemari kirinya, lalu diarahkannya kepala kontolnya yang besar ke liang memekku yang sempit. Dia mulai menekan dan aku pun meringis, dia tekan lagi… akhirnya perlahan-lahan mili demi mili liang memekku itu membesar dan mulai menerima kehadiran kepala kontolnya. Aku menggigit bibir. Dia melepaskan jemari tangannya dari bibir memekku dan plekk… bibir memekku langsung menjepit nikmat kepala kontolnya. “Tahan sayang…” bisiknya bernafsu. Aku hanya mengangguk pelan, mata lalu kupejamkan rapat-rapat dan kedua tanganku kembali memegangi kain sprei. Dia Agak membungkukkan badannya ke depan agar pantatnya bisa lebih leluasa untuk menekan ke bawah. Dia memajukan pinggulnya dan akhirnya kepala kontolnya mulai tenggelam di dalam liang memekku. Dia kembali menekan, dan aku mulai menjerit kesakitan. Dia tak peduli, mili demi mili kontolnya secara pasti terus melesak ke dalam liang memekku dan tiba-tiba setelah masuk sekitar 4 centi seperti ada selaput lunak yang menghalangi kepala kontolnya untuk terus masuk, dia terus menekan dan aku melengking keras sekali lalu menangis terisak-isak. selaput daraku robek. Dia terus menekan kontolnya, ngotot terus memaksa memasuki liang memekku yang luar biasa sempit itu. Dia memegang pinggulku, dan ditariknya kearahnya kontolnya masuk makin ke dalam, Aku terus menangis terisak-isak kesakitan, sementara dia sendiri malah merem melek keenakan. Dan dia menghentak keras ke bawah, dengan cepat kontolnya mendesak masuk liang memekku. dia mengerang nikmat. Dihentakkan lagi pantatnya ke bawah dan akhirnya kontolnya secara sempurna telah tenggelam sampai kandas terjepit di antara &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;bibir memekku&lt;/span&gt;. dia berteriak keras saking nikmatnya, matanya mendelik menahan jepitan ketat memekku yang luar biasa. Sementara aku hanya memekik kecil lalu memandangnya sayu.&lt;br /&gt;“Mass… Ines sudah nggak perawan lagi sekarang”, bisikku lirih. “Ines sayang, Mas sekarang juga nggak perjaka lagi”, balasnya mesra. Kami sama-sama tersenyum. Direbahkannya badannya di atas tubuhku yang telanjang, aku memeluknya penuh kasih sayang, toketku kembali menekan dadanya. Memekku menjepit meremas kuat kontolnya yang sudah amblas semuanya. Kami saling berpandangan mesra,dia mengusap mesra wajahku yang masih menahan sakit menerima tusukan kontolnya. “Mas… bagaimana rasanya”, bisikku mulai mesra kembali, walaupun sesekali kadang aku menggigit bibir menahan sakit. “Enaak sayang.. dan nikmaat… oouhh aku nggak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata sayang… selangit pokoknya”, bisiknya. “MAs, bagaimana kalau Ines sampai hamil?” bisikku sambil tetap tersenyum.”Oke…nanti setelah ngentot kita cari obat di apotik, obat anti hamil”, bisiknya gemas. “Iihh… nakal…” sahutku sambil kembali mencubit pipinya. “Biariin…” “Maasss…” aku agak berteriak. “Apaan sih…” tanyanya kaget. Lalu sambil agak bersemu merah dipipi aku berkata lirih. “dienjot dong…” bisikku hampir tak terdengar. “Iiih Ines kebanyakan nonton film porno, kan memeknya masih sakiit”, jawabnya. “Pokoknya, dienjot dong Mas…” sahutku manja. Dia mencium bibirku dengan bernafsu, dan akupun membalas dengan tak kalah bernafsu. Kami saling berpagutan lama sekali, lalu sambil tetap begitu dia mulai menggoyang pinggul naik turun. kontolnya mulai menggesek liang memekku dengan kasar, pinggulnya menghunjam-hunjam dengan cepat mengeluar masukkan kontolnya yang tegang. Aku memeluk punggungnya dengan kuat, ujung jemari tanganku menekan punggungnya dengan keras. Kukuku terasa menembus kulitnya. Tapi dia tak peduli, dia sedang mengentoti dan menikmati tubuhku. Aku merintih dan memekik kesakitan dalam cumbuannya. Beberapa kali aku sempat menggigit bibirnya, namun itupun dia tak peduli. Dia hanya merasakan betapa liang memekku yang hangat dan lembut itu menjepit sangat ketat kontolnya. Ketika ditarik keluar terasa daging memekku seolah mencengkeram kuat kontolnya, sehingga terasa ikut keluar. Aku melepaskan ciumannya dan mencubit pinggangnya. “Awww… aduuh Mass… sakit … . ngilu Mas” aku berteriak kesakitan. “Maaf sayang… aku mainnya kasar yaah? aku nggak tahan lagi sayang aahhgghghh”, bisiknya. “pejuku mau keluar, desahnya sambil menyemprotkan peju yang banyak di liang memekku. Kami pun berpelukan puas atas kejadian tersebut. Dan tanpa terasa kami ketiduran sambil berpelukan telanjang bulat karena kecapaian dalam permainan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidur dua jam lamanya lalu kami berdua mandi bersama. Di dalam kamar mandi kami saling membersihkan dan berciuman. Dia minta aku jongkok. Dia mengajariku untuk menjilati serta mengulum kontolnya yang sudah tegak berdiri. Kontolnya kukulum sambil mengocoknya pelan-pelan naik turun. “Enak banget yang, kamu cepet ya belajarnya. Terus diemut yang”, erangnya. Kemudian giliran dia, aku disuruhnya berdiri sambil kaki satunya ditumpangkan di bibir bathtub agar siap mendapat serangan oralnya. Dia menyerang selangkanganku dengan lidah yang menari-nari kesana kemari pada itilku sehingga aku mengerang sambil memegang kepalanya untuk menenggelamkannya lebih dalam ke memekku. Dia tahu apa yang kumau, lalu dijulurkannya lidahnya lebih dalam ke memekku sambil mengorek-korek itilku dengan jari manisnya. Semakin hebat rangsangan yang aku rasakan sampai aku nyampe, dengan derasnya lendirku keluar tanpa bisa dibendung. Dia menjilati dan menelan semua lendirku itu tanpa merasa jijik. “Mas, nikmat banget deh, Ines sampe lemes”, kataku. “Ya udah kamu istirahat aja, aku mau cari makanan dulu ya”, katanya sambil berpakaian dan meninggalkan ku sendiri di rumah itu. Aku&lt;br /&gt;berbaring di ranjang, ngantuk sampe ketiduran lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIa membangunkanku dan mengajakku makan nasi padang yang sudah dibelinya. “Nes, malem ini kita tidur disini aja ya, aku masih pengen ngerasain &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;peretnya memekmu&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; lagi. Kamu mau kan kita ngentot lagi”, katanya sambil membelai pipiku. “Ines nurut aja apa yang mas mau, Ines kan udah punyanya mas”, jawabku pasrah. Sehabis makan langsung Aku dibawanya lagi keranjang, dan direbahkan. Kami langsung berpagutan lagi, aku sangat bernapsu meladeni ciumannya. Dia mencium bibirku, kemudian lidahnya menjalar menuju ke toketku dan dikulumnya pentilku. Terus menuju keperut dan dia menjilati pusarku hingga aku menggelepar menerima rangsangan itu yang terasa nikmat. “Mas enak sekali..” nafasku terengah2. Lumatannya terus dilanjutkannya pada itilku. Itilku dijilatinya, dikulum2, sehingga aku semakin terangsang hebat. Pantatku kuangkat supaya lebih dekat lagi kemulutnya. Diapun merespons hal itu dengan memainkan lidahnya ke dalam memekku yang sudah dibukanya sedikit dengan jari. Ketika responsku sudah hampir mencapai puncak, dia menghentikannya. Dia ganti dengan posisi 69.Dia telentang dan minta aku telungkup diatas tubuhnya tapi kepalaku ke arah kontolnya. Dia minta aku untuk kembali menjilati kepala kontolnya lalu &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;mengulum kontolnya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; keluar masuk mulutku dari atas. Setelah aku lancar melakukannya, dia menjilati memek dan itilku lagi dari bawah. Selang beberapa lama kami melakukan pemanasan maka dia berinisiatif untuk menancapkan kontolnya di memekku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ditelentangkannya, pahaku dikangkangkannya, pantatku diganjal dengan bantal. “buat apa mas, kok diganjel bantal segala”, tanyaku. “biar masuknya dalem banget yang, nanti kamu juga ngerasa enaknya”, jawabnya sambil menelungkup diatasku. Kontolnya digesek2kan di memekku yang sudah banyak lendirnya lagi karena itilku dijilati barusan. “Ayo Mas cepat, aku sudah tidak tahan lagi” pintaku dengan bernafsu. “Wah kamu sudah napsu ya Nes, aku suka kalo kita ngentot setelah kamu napsu banget sehingga gak sakit ketika kontolku masuk ke memek kamu”, jawabnya. Dengan pelan tapi pasti dia masukan kontolnya ke memekku. “Pelan2 ya mas, biar&lt;br /&gt;gak sakit”, lenguhku sambil merasakan kontolnya yang besar menerobos memekku yang masih sempit. Dia terus menekan2 kontolnya dengan pelan sehingga akhirnya masuk semua. Lalu dia tarik pelan-pelan juga dan dimasukkan lagi sampai mendalam, terasa kontolnya nancep dalem sekali. “Mas enjot yang cepat, Mas, Ines udah mau nyampe ach.. Uch.. Enak Mas, lebih enak katimbang dijilat mas tadi”, lenguhku. “Aku juga mau keluar, yang”, jawabnya.Dengan hitungan detik kami berdua nyampe bersama sambil merapatkan pelukan, terasa memekku berkedutan meremes2 kontolnya. Lemas dan capai kami berbaring sebentar untuk memulihkan tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah satu jam kami beristirahat, lalu dia minta aku mengemut kontolnya lagi. “Aku belum puas yang, mau lagi, boleh kan?” yanyanya. “Boleh mas, Ines juga pengen ngerasain lagi nyampe seperti tadi”, jawabku sambil mulai menjilati kepala kontolnya yang langsung ngaceng dengan kerasnya. Kemudian kepalaku mulai mengangguk2 mengeluar masukkan kontolnya dimulutku. Dia mengerang kenikmatan, “Enak banget Nes emutanmu. Tadi memekmu juga ngempot kontolku ketika kamu nyampe. Nikmat banget deh malam ini, boleh diulang ya sayang kapan2″. Aku diam tidak menjawab karena ada kontolnya dalam mulutku. “NEs, aku udah mau ngecret nih, aku masukkin lagi ya ke memek kamu”, katanya sambil minta aku nungging. “MAu ngapain mas, kok Ines disuru nungging segala”, jawabku tidak mengerti. “udah kamu nungging aja, mas mau ngentotin kamu dari belakang”, jawabnya. Sambil nungging aku bertanya lagi, “Mau dimasukkin di pantat ya mas, aku gak mau ah”. “Ya gak lah yang, ngapain di pantat, di memek kamu udah nikmat banget kok”, jawabnya. dengan pelan diumasukkannya kontolnya ke memekku, ditekan2nya sampe amblas semua, terasa kontolnya masuk dalem sekali, seperti tadi ketika pantatku diganjel bantal. Kontolnya mulai dikeluar masukkan dengan irama lembut. Tanpa sadar aku mengikuti iramanya dengan menggoyangkan pantatku. Tangan kirinya menjalar ke &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;toketku dan diremas-remas&lt;/span&gt; kecil, sambil mulai memompa dengan semakin cepat. Aku mulai merasakan nikmatnya dientot, sakit sudah tidak terasa lagi. “Mas, Ines udah ngerasa enaknya dientot, terus yang cepet ngenjotnya mas, rasanya Ines udah mau nyampe lagi”, erangku. Dia tidak menjawab, enjotan kontolnya makin lama makin cepet dan keras, nikmat banget deh rasanya. Akhirnya dengan satu enjotan yang keras dia melenguh, “Nes aku ngecret, aah”, erangnya. “Mas, Ines nyampe juga mas, ssh”, bersamaan dengan ngecretnya pejunya aku juga nyampe.Kembali aku terkapar kelelahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku terbangun, hari udah terang. Aku nggeletak telanjang bulat di ranjang dengan Satu kaki terbujur lurus dan yang sebelah lagi menekuk setengah terbuka mengangkang. Dia yang sudah bangun lebih dulu, menaiki ranjang dan menjatuhkan dadanya diantara kedua belah paha ku. Lalu dengan gemas, diciumnya pusarku. ” Mass, geli!” aku menggeliat manja. Dia tersenyum sambil terus saja menciumi pusarku berulang2 hingga aku menggelinjang beberapa kali. Dengan menggunakan ke2 siku dan lututnya ia merangkak sehingga wajahnya terbenam diantara ke2 toketku. Lidahnya sedikut menjulur ketika dia mengecup pentilku sebelah kiri, kemudian pindah ke pentil kanan. Diulangnya beberapa kali, kemudian dia berhenti melakukan jilatannya. Tangan kirinya bergerak keatas sambil meremes dengan lembut toketku.Remasannya membuat pentilku makin mengeras, dengan cepat dikecupnya pentilku dan dikulum2nya sambil mengusap punggungku dengan tangan kanannya. “Kamu cantik sekali,” katanya sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku hanya tersenyum, aku senang mendengar pujiannya. Kurangkul lehernya, kemudian kucium bibirnya. Lidahnya yang nyelip masuk mulutku kuhisap2. Aku segera meraba kontolnya lagi, kugenggam dan kugesek2kan ke memekku yang mulai berlendir. Lendir memekku melumuri kepala kontolnya, kontolnya menjadi makin keras. Urat2 berwarna hijau di kulit batang kontolnya makin membengkak. Dia menekan pinggulnya sehingga kepala kontolnya nyelip di bibir memekku. Terasa bibir memekku menjepit kontolnya yang besar itu. Dia menciumi leherku, dadanya direndahkan sehingga menekan toketku. “Oh…mas”, lenguhku ketika ia menciumi telingaku. “Kakimu dibelitkan di pinggangku Nes”, pintanya sambil terus mencium bibirku. Tangan kirinya terus meremas toketku sedang tangan satunya mengelus pahaku yang sudah kulingkarkan di pinggangnya. Lalu dia mendorong kontolnya lebih dalam. Sesak rasanya memekku. Pelan2 dia menarik sedikit kontolnya, kemudian didorongnya. Hal ini dia lakukan beberapa kali sehingga &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;lendir memekku&lt;/span&gt; makin banyak keluarnya, mengolesi kepala kontolnya. Sambil menghembuskan napas, dia menekan lagi kontolnya masuk lebih dalam. Dia menahan gerakan pinggulnya ketika melihat aku meringis. “Sakit yang”, tanyanya. “Tahan sedikit ya”. Dia kembali menarik kontolnya hingga tinggal kepalanya yang terselip di bibir luar memekku, lalu didorongnya kembali pelan2. Dia terus mengamati wajahku, aku setengah memejamkan mata tapi sudah tidak merasa sakit. “NEs, nanti dorong pinggul kamu keatas ya”, katanya sambil menarik kembali kontolnya. Dia mencium bibirku dengan lahap dan mendorong kontolnya masuk kontolnya. Pentilku diremesnya dengan jempol dan telunjuknya. Aku tersentak karena enjotan kontolnya dan secara reflex aku mendorong pinggulku ke atas sehingga kontolnya nancap lebih dalam. Aku menghisap lidahnya yang dijulurkan masuk ke mulutku. Sementara itu dia terus menekan kontolnya masuk lebih dalam lagi. Dia menahan gerakan pinggulnya, rambutku dibelai2nya dan terus mengecup bibirku. Kontolnya kembali ditariknya keluar lagi dan dibenamkan lagi pelan2, begitu dilakukannya beberapa kali sehingga seluruh kontolnya sudah &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;nancap di memekku&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Aku merangkul lehernya dan kakiku makin erat membelit pinggangnya.”Akh mas”, lenguhku ketika terasa kontolnya sudah masuk semua, terasa memekku berdenyut meremes2 kontolnya. “Masih sakit Nes”, tanyanya. “Enak mas”, jawabku sambil mencakari punggungnya, terasa biji pelernya memukul2 pantatku. Dia mulai mengenjotkan kontolnya keluar masuk memekku. Entah bagaimana dia mengenjotkan kontolnya, itilku tergesek kontolnya ketika dia mengenjotkan kontolnya masuk. Aku menjadi terengah2 karena nikmatnya. Dia juga mendesah setiap kali mendorong kontolnya masuk semua, “Nes, &lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;memekmu peret&lt;/a&gt; sekali, terasa lagi empotannya, enak banget sayang ngentot dengan kamu”.Tangannya menyusup ke punggungku sambil tersu mengenjotkan kontolnya. Terasa &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;bibir memekku&lt;/span&gt; ikut terbenam setiap kali kontolnya dienjot masuk. “Mas”, erangku. Terdengar bunyi “plak” setiap kali dia menghunjamkan kontolnya. Bunyi itu berasal dari beradunya pangkal pahanya dengan pangkal pahaku karena aku mengangkat pinggulku setiap dia mengenjot kontolnya masuk. “Nes, aku udah mau ngecret”, erangnya lagi.Dia menghunjamkan kontolnya dalam2 di memekku dan terasalah pejunya nyembur2 di dalam memekku. Bersamaan dengan itu, “Mas, Ines nyampe juga mas”, aku mengejang karena ikutan nyampe. Nikmat banget bersama dia, walaupun perawanku hilang aku tidak nyesel karena ternyata dientot itu mendatangkan kenikmatan luar biasa.</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/6628935453659373976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/6628935453659373976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dljav.blogspot.com/2009/07/hilangnya-mahkota-keperawananku.html' title='Hilangnya Mahkota Keperawananku'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKoHb5Mjir_pxBe2xpGXEtAFJPuHaVHCWhP6JjFy6cFG5_4x_mHkA92PjmyMaU3HJOBVn6E0YWjvVGHqWIhOdfHisfJ1mSxISX5PxlIDa45y9bSxbgOT2yLosNlA95BqR5VZbxtwLjTgM/s72-c/Yukari-Morimoto.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5640628212257390264.post-4494641910943732858</id><published>2009-07-09T13:31:00.002+07:00</published><updated>2009-07-09T13:31:00.529+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="01-Cerita Seks Terpanas"/><title type='text'>Tante Mirsha Yang Bahenol</title><content type='html'>Namaku Rei, saat kejadian ini usiaku baru 17 tahun. Kisah ini berawal 2tahun lalu, karena kepindahan orangtuaku ke Bandung . Aku yang masih SMU juga harus ikut pindah ke Bandung . Sebagai warga baru seperti biasanya kami sekeluarga memperkenalkan diri dulu kepada tetangga-tetangga didaerah rumahku yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu tetangga yang membuat aku sangat tertarik, selain ramah dan baik &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;aku juga terangsang&lt;/span&gt; dengan wajahnya yang cantik meskipun dari segi body tante mirsha ini kurang menarik. Tante Mirsha berkulit putih, berwajah cantik dengan rambut sebahu dan berumur 35 tahun. Tante mirsha baru mempunyai anak satu, dan masih TK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perkenalan itu ibu dan ayahku terbilang dekat dengan om dan tante mirsha ( mirsha adalah nama suaminya ). Karena kedua orangtuaku bekerja aku, sering sekali aku dikirimkan makanan-makanan dari tante mirsha, dan kupikir ini kesempatan.&lt;br /&gt;Suatu hari, didaerahku hujan lebat. Tiba-tiba tante mirsha datang dengan keadaan basah kuyup, memberitahukan bahwa rumahnya bocor dan aku disuruhnya melihat dan membetulkan genteng rumahnya. Aku yang sedang dalam &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;gairah tinggi&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; melihat ini adalah kesempatan besar. Aku masuk ke dalam rumah tante mirsha, dan baru saja masuk aku langsung memeluk tante mirsha. Tante Mirsha berontak tapi aku dengan kuat terus memeluknya dari belakang, kudorong tante mirsha ke sofa dan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;kulucuti pakaiannya&lt;/span&gt; satu persatu. ” Rei, kamu mau apa jangan macam-macam rei!”bentak tante mirsha, tapi aku yang &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;sudah nafsu&lt;/span&gt; terus saja melucuti pakaian tante yang basah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjb_uucYfPTRyk0LEzO5FrBHbHU7sxH5lL6GXUyxjUfBtMmxb1yuBIWq0vnq4UbS5Il4xCWibTAM4y9dG2CE8Ok_N47VK-SvHxeVTzSMtue_EmKO57rlWPKj0BTBPVdleDq8vfmNX5JKkw/s1600-h/Tante-Mirsha.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 200px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjb_uucYfPTRyk0LEzO5FrBHbHU7sxH5lL6GXUyxjUfBtMmxb1yuBIWq0vnq4UbS5Il4xCWibTAM4y9dG2CE8Ok_N47VK-SvHxeVTzSMtue_EmKO57rlWPKj0BTBPVdleDq8vfmNX5JKkw/s200/Tante-Mirsha.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;Cerite Seks Terpanas&quot;  title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5351152930560567906&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Dengan cepat aku melucuti pakaian tante, dan terpampang jelas tubuhnya yang indah. Kuhisap langsung &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;memeknya&lt;/span&gt; yang merah dan minta disuntik dengan segera.” Rei, mmmmhhhhh, geli rei. Jangan diteruskan rei, mmmmmhhhh” keluhnya dan aku masih tetap saja &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;kujilati memek&lt;/span&gt; tante mirsha. 5 menit aku &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;jilati memek tante&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; mirsha, setelah itu kupaksa tante mirsha melayani kontolku dengan mulutnya sampai tante mirsha muntah-muntah karena sepertinya memang baru sekali ini saja. Dan 5 menit berikutnya aku paksa kembali tante mirsha melayani kontolku dengan memeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Ah, tante &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;memeknya keset&lt;/span&gt; banget sih. Kan susah masukinnya !”, Kontolku baru masuk seperempat.&lt;br /&gt;” Rei jangan rei, mmmmmmhhhhhhhhhhhhh .”&lt;br /&gt;” Pokoknya tante harus melayani saya sampai sore “&lt;br /&gt;” Jangan Rei, aduhhhh sakit rei” kontolku sudah tenggelam di kenikmatan yang tiada tara.&lt;br /&gt;kupercepat tempo sodokanku, dan tante mirsha menggeliat dengan keringatnya yang menetes.&lt;br /&gt;” Ayo tante, mmhhhhhh”&lt;br /&gt;“Mmmmmmmmmhhhhhhhhh hhhhh, reeeeeeiiii, reeeeeeeeeeeei” dihempaskannya tubuhku, kontolku mengayun saja setelah lepas dari memek tante mirsha. Tante mirsha bangun dan berdiri dalam keadaan bugil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rei kamu harus tanggung jawab, tante gak terima kalo kamu yang main diatas”&lt;br /&gt;Dipegangnya kontolku, dimasukkannya lagi ke dalam memeknya. Tante mirsha merem melek &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;menahan kenikmatan kontolku&lt;/span&gt; yang lumayan besar.&lt;br /&gt;” Rei kontol kamu enak banget sih, tante genjot yah! “&lt;br /&gt;” Iya tante, yang cepet ya tante “&lt;br /&gt;Tante mirsha terus menggenjot kontolku, dan sekarang aku yang merem melek.&lt;br /&gt;” uhhh. rei sayang tante mau keluar “&lt;br /&gt;” keluarin aja tante “&lt;br /&gt;” gantian dong sayang, tante capek nih “&lt;br /&gt;” tante nunging yah, biar sama-sama enak”. Tante Mirsha menurut yang aku bilang.&lt;br /&gt;Kucari lubang anus tante Mirsha, karena aku belum sama sekali merasa mau keluar. Kucoba &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://dljav.blogspot.com&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;tusukkan kontolku&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; ke anusnya dengan pelan,&lt;br /&gt;” rei jangan disitu sayang, tante belum pernah sayang”&lt;br /&gt;” tenang aja tante dijamin enak deh!”&lt;br /&gt;” rei sakit rei, ahhhhhhhhhhhhhhhhhh hh. sakit rei udah rei” jerit tante mirsha setelah kontolku sudah masuk setengah anus tante mirsha.&lt;br /&gt;” enakkan tan, kontolku”&lt;br /&gt;” heeh enak banget, tapi jangan cepet2 yah rei “&lt;br /&gt;lima menit sudah kusodok lubang anus tante mirsha, tiba-tiba terdengar suara mobil jemputan anak tante mirsa sudah kembali dari sekolahnya. Aku yang belum keluar mempercepat sodokanku sedang tante mirsha sudah 2 kali.&lt;br /&gt;“sayang udahan dulu yah!,dona udah pulang tuh!”. tante mirsha melepaskan kontolku yang masih tegang.&lt;br /&gt;“tan, saya belum keluar nih”&lt;br /&gt;“masak sih rei,kuat amat sih,. Ya udah tunggu tante dikamar nanti tante nyusul.”&lt;br /&gt;” gak mau ah” kutarik lagi tante mirsa dan ……sekarang memeknya yang kujadikan sasaran keberanganku.&lt;br /&gt;” ahhhhhhhhhhhh. terus sayang.terus. jangan dilepasin dulu ya”.&lt;br /&gt;tiba-tiba donna anak tante mirsa membuka pintu.&lt;br /&gt;“mama, eh mama lagi ngapain sama om rei”.donna yang ketawa melihatku dengan mamanya dalam keadaan ngentot.&lt;br /&gt;“dona kekamar dulu ya, ganti baju dulu ya. mama lagi main dulu sama om rei”&lt;br /&gt;“iya sana dona masuk dulu, ntar om rei beliin coklat deh”&lt;br /&gt;donna yang belum tahu apa-apa langsung lari kekamar dengan senangnya karena aku janji belikan cokelat.&lt;br /&gt;“terusin lagi dong rei, tanggung nih”&lt;br /&gt;kuteruskan lagi permainanku, sekitar sepuluh menit kemudian aku merasakan ada yang mau keluar dari kontolku.&lt;br /&gt;“tante, rei mau keluar nih. mo bareng gak?”&lt;br /&gt;“mmmmmmmmhhhhhhhhhh hhhhhh, terusin aja sayang kontol kamu enak banget sih, “ante juga mau keluar nih. mmmmmmmmmmhhhhhhhhh hhh”&lt;br /&gt;“tante mirsha mmmmmmmmhhhhhhhhhhh aaaaaaahhh enak banget tante”&lt;br /&gt;tak lama kemudian dikontolku terasa ada rasa hangat yang luar biasa.&lt;br /&gt;“tante juga keluar rei, kontol kamu enak banget ya!”&lt;br /&gt;“&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;memek tante&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; juga luar biasa”&lt;br /&gt;aku memeluk tante mirsha dengan erat sambil tiduran disebelahnya tanpa melepas &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;kontolku didalam memek&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; tante mirsha.&lt;br /&gt;“rei kamu udah merawanin 2 lubang tante. Kontol kamu tuh yang baru pertama kali ngerasain pantat sama mulut tante. Ternyata kamu hebat banget deh”&lt;br /&gt;“tante, kapan-kapan boleh minta lagi ya!”&lt;br /&gt;“diatur ajalah,yang penting waktunya enak”&lt;br /&gt;“makasih ya tante”&lt;br /&gt;aku dan tante mirsha berciuman sebelum pulang. dan keesokan paginya kami melakukan lagi, dan terus melakukan setelah dona dan om mirsha berangkat. kadang kalo ortuku mudik atau menengok kakakku yang kuliah dijakarta, tante mirsha datang kerumahku walaupun om mirsha ada dirumah. dengan alasan mengantar makanan, kami sempat melakukan walau kilat saja, tapi aku puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini terus kulakukan sampai pada saat tante mirsha hamil, dan menurutnya itu adalah benihku. aku sempat melihat anak pertamaku, sebelum aku harus kuliah di jakarta menyusul kakakku disana. tapi kalo aku pulang ke Bandung, aku masih melakukannya dengan tante mirsa. mungkin aku jatuh cinta pada &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;memek tante mirsa&lt;/span&gt;, dan sepertinya aku mengidap odipus complex. Karena di jakarta pun aku juga sering melakukannuya dengan tante-tante sebaya tante mirsha walaupun tak seenak memek tante mirsha tak apalah untuk selingan aja kok.&lt;br /&gt;tapi tetap saja kontolku buat &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;memek tante&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; mirsha. love u tante mirsha..</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/4494641910943732858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/4494641910943732858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dljav.blogspot.com/2009/07/tante-mirsha-yang-bahenol.html' title='Tante Mirsha Yang Bahenol'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjb_uucYfPTRyk0LEzO5FrBHbHU7sxH5lL6GXUyxjUfBtMmxb1yuBIWq0vnq4UbS5Il4xCWibTAM4y9dG2CE8Ok_N47VK-SvHxeVTzSMtue_EmKO57rlWPKj0BTBPVdleDq8vfmNX5JKkw/s72-c/Tante-Mirsha.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5640628212257390264.post-8571805333279742670</id><published>2009-07-05T10:39:00.004+07:00</published><updated>2009-07-05T10:39:00.684+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="01-Cerita Seks Terpanas"/><title type='text'>Mbak Dina Atasanku, bagian 2</title><content type='html'>Untuk lebih mengakrabkan hubungan kerja di kantor, teman-teman kantor mengadakan acara pergi bersama ke tempat santai, yaitu di daerah pegunungan yang berhawa dingin. Semua teman-teman kantor pada ikut, tidak terkecuali Mbak Dina. Namun aturannya, bahwa semua karyawan dan karyawati harus ikut dan tidak boleh bawa pacar, biar lebih bebas (pada saat itu kami semua belum berkeluarga, kecuali Mbak Dina tentunya). Hanya Mbak Dina saja yang diperkecualikan untuk membawa keluarga (dalam hati aku sangat kecewa, karena tidak bisa bebas mendekati Mbak Dina, karena takut ada suaminya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Jum’at sore, setelah selesai tutup kantor, kita semua sudah berkumpul di kantor untuk berangkat ke Puncak (bukan Puncak di Cipanas lho). Semua yang berangkat ada 17 orang cowok-cewek termasuk aku, dan Mbak Dina bersama suaminya dengan membawa 2 anak kecil, yang ternyata keponakan Mbak Dina. Dalam hatiku kejengkelan bertumpuk, karena Mbak Dina sudah bawa suami, tambah keponakan lagi, wuaahh repot, pikirku saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membawa ke Puncak, sudah dipersiapkan tiga mobil Panther yang dipakai oleh karyawan dan satu Kijang yang dipakai oleh keluarga Mbak Dina, masing-masing mobil sudah disediakan supir.&lt;br /&gt;“Kalau 3 mobil nggak cukup, satu orang boleh dech ikut saya, atau biar Dik Anton saja yang ikut mobil saya”, kata Mbak Dina kepada teman-teman, matanya sambil melihatku.&lt;br /&gt;“Cerdik juga boss yang satu ini”, pikirku, dan sangat halus sekali triknya.&lt;br /&gt;Agar Mbak Dina tetap dekat denganku, tapi tidak terlalu mencolok, makanya pura-pura menawarkan tetapi langsung menutup penawaran kepadaku.&lt;br /&gt;“Ayo siapa yang ikut mobil Mbak Dina, biar aku yang di Panther aja”, kataku pura-pura menawarkan kepada teman-teman, karena aku tahu, pada tidak ada yang berani satu mobil dengan Mbak Dina, rata-rata mereka pada sungkan.&lt;br /&gt;“Udah dech, biar Anton aja yang ikut, sekali-kali kita kerjain, biar tahu rasa, gimana rasanya satu mobil dengan Mbak Dina, mungkin sampai di tempatnya Anton sudah tegang nggak bisa bergerak”, kata Nita temanku sambil tertawa kecil mau mengerjai aku.&lt;br /&gt;“Ya bener, sampai di tempat aku bisa tegang, tapi bukan tegang karena sungkan, tapi tegang karena nggak tahan aja berdekatan dengan Mbak Dina”, kataku dalam hati, dan yang tegang hanya tertentu saja, tidak seluruh badan.&lt;br /&gt;“Jangan aku dong, yang cewek aja”, pintaku berpura-pura.&lt;br /&gt;Tapi teman-temanku langsung lari berebut mobil masing-masing, dan akhirnya aku jalan juga ke mobil Mbak Dina, dan sekali lagi pura-pura mengumpat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami Mbak Dina hanya senyum-senyum melihat kelakuan kami. Oh ya, aku belum kenalin sama suami Mbak Dina. Namanya sebut saja Mas Joko, orangnya besar, gagah dan ganteng (kata teman-teman cewek) dan agak pendiam. Wajahnya mirip dengan Rahmat Kartolo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Joko duduk di jok depan dengan supir. Sedangkan Mbak Dina, kedua keponakan yang masih kecil dan aku duduk di jok tengah. Jok belakang penuh dengan perbekalan. Begitu aku duduk di mobil, pertama yang kulakukan adalah mempelajari situasi mobil. Posisi kaca spion, dan posisi duduk supir dan posisi duduk Mas Joko. Sekiranya memungkinkan untuk melakukan serangan awal terhadap Mbak Dina. Dan ternyata masih memungkinkan kalau hanya sekedar serangan-serangan ringan. Sorry agak norak sedikit melakukan serangan ringan di mobil, habis kukira siapa pun akan sayang membiarkan tangan ini tidak bersinggungan dengan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;kemulusan tubuh&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; Mbak Dina yang memang &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;sintal, padat dan berisi&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perjalanan, Mas Joko banyak membaca buku, jadi tidak banyak pembicaraan kami dengan Mas Joko. Mbak Dina duduk di sebelah kanan, aku duduk di sebelah kiri, dan kedua keponakan duduk di antara kami. Sehingga kami cukup leluasa kalau hanya melakukan cubitan-cubitan kecil di pinggang Mbak Dina, kadang sedikit elusan di pantatnya, maupun pinggangnya. Tapi sebaliknya, tangan Mbak Dina terkadang juga memberikan cubitan halus di pinggangku. Dan setiap kali aku dicubit, rudalku langsung sudah siap mencari sasaran (maklum usia masih dalam taraf pandangan Hidup).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali kusentuh pinggang atau pantatnya, kelihatan Mbak Dina agak menghela nafas, dan wajahnya menunjukkan sedikit tegang. Memang kuakui kalau Mbak Dina itu tegangan tinggi juga. Tidak ada yang istimewa yang perlu diceritakan dalam perjalanan, karena jarak kantor kami dengan Puncak tidak lebih dari 50 km, sehingga perjalanan cukup ditempuh tidak lebih dari 40 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang Maghrib kami semua sudah sampai di Hotel, setelah mandi dan istirahat sebentar, malam kita gunakan untuk bercanda ria dan menikmati santap malam Kambing Guling. Kami semua menikmati acara tersebut, kecuali Mas Joko. Dengan alasan mengantuk, maka Mas Joko tidak ikut bersama-sama dengan kami. Mas Joko lebih suka makan di kamar dan akhirnya tertidur. Tinggallah kami semua dan Mbak Dina bercanda ria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai makan, kami berpencar berkelompok-kelompok. Ada yang bercerita berkelompok, ada yang jalan-jalan menikmati malam, dan ada yang sekedar memainkan gitar, dengan lagu-lagu tahun 70-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Dina memberi kode ke aku untuk mendekat, dan dia berbisik,&lt;br /&gt;“Dik Anton, anterin Mbak Dina jalan ya.”&lt;br /&gt;“Lha Mas Joko?” tanyaku terkejut.&lt;br /&gt;“Udah dech, nggak usah pikirin Mas Joko, Mas Joko sudah tidur.”&lt;br /&gt;“Mbak, Mas Joko bener sudah tidur?” tanyaku menyelidik.&lt;br /&gt;“Ya begitulah Mas Joko, dia lebih suka menyendiri dan pasti dia sudah tidur”, kata Mbak Dina.&lt;br /&gt;Kami berjalan berdua, dan kami saling membisu. Aku masih diliputi perasaan takut kalau Mas Joko tahu, dan pikiranku terus berputar, kuajak kemana Mbak Dina ini.&lt;br /&gt;“Kalau tahu kita berdua gini, gimana Mbak”, tanyaku memecah kebisuan.&lt;br /&gt;“Dik Anton nggak usah takut, dia percaya kok sama Dik Anton, dikirain Dik Anton kan masih kecil, masak mau ngapa-ngapain sama aku.”&lt;br /&gt;“Ya masih kecil, tapi si kecil ini kan sudah bisa gede, dan bisa membuat anak kecil”, jawabku menggoda.&lt;br /&gt;Mbak Dina hanya terseyum dan mencubit pinggangku. Kutangkap tangannya dan kutarik badannya, sehingga kami jalan berdekapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berjalan di sebelah kiri Mbak Dina, sehingga tangan kananku dengan leluasa mendekap pundak Mbak Dina, untuk melindungi dari hawa malam yang cukup dingin. Kami berdua berjalan, aku tahu betul liku-liku jalan di Puncak ini, maka kubawa Mbak Dina di tempat yang sangat aman. Kudekap badannya, kubelai-belai punggungnya, sambil sesekali &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;kucium telinganya&lt;/span&gt;. Mbak Dina &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;mendesah&lt;/span&gt; mengeratkan dekapannya ke tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUOfuejDZ0DyUVL062BdaHkjxUkjJ6yP9Nk8AXS17oARBYvH2ktjobry74fB1X3csjP-pkxqVUVWApscPM1lkOwxoKRUiMcTxptQQbYlNgb6k37KNTnLe2fb-xuLqPDfecgnf0ePJzUCA/s1600-h/Asahi-Miura.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 300px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUOfuejDZ0DyUVL062BdaHkjxUkjJ6yP9Nk8AXS17oARBYvH2ktjobry74fB1X3csjP-pkxqVUVWApscPM1lkOwxoKRUiMcTxptQQbYlNgb6k37KNTnLe2fb-xuLqPDfecgnf0ePJzUCA/s320/Asahi-Miura.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;Cerita Seks terpanas&quot;  title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5351147896692466898&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Tangan kiriku &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;mengusap-usap buah dadanya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; yang kenyal dan padat di balik baju sweaternya, dan sedikit kuremas, sedangkan tangan kananku untuk &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;meremas pantatnya&lt;/span&gt; yang bundar dan padat. Ciumanku berkali-kali kudaratkan pada tengkuk dan belakang telinganya. Turun ke pipi, dan akhirnya kami saling berhadapan dan berdekapan. Kuciumi dengan halus pipinya, turun ke bibirnya. Kukulum lidahnya, dan bibir kami saling berpadu. Nafas kami berdua sudah mulai tidak beraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua tanganku kudekapkan erat di punggung Mbak Dina, tangan kiriku kugunakan untuk mendekap pantat Mbak Dina dan sedikit kutekan, sehingga kekenyalan batang kemaluanku dapat dirasakan oleh kewanitaannya, dan aku mulai geser-geserkan kemaluanku di kewanitaannya. Sedangkan tangan kananku kutelusupkan di bawah sweaternya, untuk mengusap kulit punggungnya yang halus, lembut dan sudah mulai hangat oleh birahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara malam semakin dingin, tetapi badan kami berdua sudah semakin panas. Kami berdua sudah tidak tahan untuk tidak menyelesaikan permainan ini, karena serangan-serangan awal sudah dimulai sejak tadi sore, ketika dalam perjalanan.&lt;br /&gt;“Dik Anton kita cari tempat yang enak aja Dik”, bisik Mbak Dina sambil mendesah &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;menahan birahi&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;“Nanti kelamaan, Mbak? gimana kalau Mas Joko bangun?”&lt;br /&gt;“Dik Anton tenang saja, Mas joko itu kalau tidur lama kok, dan nggak pernah bangun, dan nanti seandainya bangun, gampang kok aku cari alasan.”&lt;br /&gt;“Oke dech Mbak, yuk kita jalan.”&lt;br /&gt;Aku bimbing Mbak Dina ke arah hotel yang dekat. Aku tahu persis tempat di sini yang nyaman buat Mbak Dina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya lima menit perjalanan kaki kami sudah sampai di hotel yang mungil, tapi sangat bersih dan aman. Kami memesan kamar yang nyaman. Petugas receptionist sepertinya mengerti benar kebutuhan kami. Tidak banyak pertanyaan dan langsung mengantar ke kamar yang kami maksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kamar, setelah pintu kami kunci, Mbak Dina langsung melepaskan baju sweaternya. Sehingga tinggallah kaus singlet yang tipis dengan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;belahan dada&lt;/span&gt; agak lebar. Dipadu dengan celana jeans ketat di bawah lutut, sehingga pinggulnya kelihatan sangat bundar dan padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua langsung berdekapan. Nafas kami berdua sudah memburu. Wajah Mbak Dina agak menengadah, menunggu ciuman. Matanya sedikit terpejam dan bibirnya yang tipis sedikit terbuka. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;  title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;Kulumat bibir tipis&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; yang sedikit terbuka. Kuhisap lidahnya, kumainkan lidahnya dengan lidahku dan kueratkan dekapanku di punggungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kami menikmati ciuman itu. Baru setelah aku puas menikmati bibir yang tipis, kugeserkan mulutku turun ke lehernya. Aku sangat menikmati ciuman di leher ini. Karena menurutku leher Mbak Dina itu sangat seksi. Lehernya agak tinggi, dengan kulit yang mulus, dan padat berisi. Sehingga lidahku menari-nari di lehernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uhf.. uuhh.. sstt, Diikk Aanntoonn, awaas hati-hatii, janggann sampai membekas..”&lt;br /&gt;Nafas Mbak Dina mulai tidak teratur. Mbak Dina ini kalau penampilan luar sangat anggun dan tenang, tetapi kalau birahinya sudah mulai naik, Mbak Dina bisa sangat liar, meskipun tidak sampai teriak-teriak. Dan Mbak Dina ini memiliki tegangan sangat tinggi. Baru disentuh sedikit saja, nafasnya sudah tidak karuan.&lt;br /&gt;“Mmeemm, jangan khawatirr.. Mmmbakk”, jawabku menenangkan.&lt;br /&gt;Ciumanku sudah mulai turun ke sebelah atas dari buah dadanya. Kuciumi ke dua &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://dljav.blogspot.com&quot;  title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;buah dadanya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; yang ranum, meskipun masih terhalang kaos dan BH. Mbak Dina semakin menengadah, dan kepalanya mendongak ke belakang, dengan mata terpejam, dan mulut masih bergumam.&lt;br /&gt;“Emm.. uugghh.. Diikk Aaantoon.. uugghh..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelihatannya Mbak Dina sudah mulai tak sabar, dia lepaskan sendiri singletnya, kemudian BH-nya juga dilepaskan sendiri. Sehingga dengan jelas kedua bukit bundar, kencang, dengan kedua putingnya yang bulat kecil berwarna coklat yang sudah tegak. Kedua susunya bergoyang-goyang sebagai akibat goyangan badan Mbak Dina yang &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;mulai terangsang hebat&lt;/span&gt;. Tiba-tiba tangan kanan Mbak Dina memegang kemaluanku yang dari tadi sudah tegak, dan meremasnya karena sudah gemes.&lt;br /&gt;“Uuhh, mm.. janngan kenceng.. kenceng dong Mmbak.. umm, Sakiitt.. mm”, teriakku masih sambil menciumi perutnya.&lt;br /&gt;“Sstt.. ggeemess kok.. Diik.. ugghh..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Mbak Dina sering menggerak-gerakkan badannya ke belakang, dan sering mendongak, maka susunya terlihat bergoyang-goyang, tapi aku harus menahan badan Mbak Dina dengan kuat supaya tidak jatuh ke belakang. Kupondong Mbak Dina dengan kedua tanganku, dan Mbak Dina mendekapkan kedua tangannya di leherku, Mbak Dina tersenyum menggoda, &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;kucium susunya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, dan sekali lagi Mbak Dina menggelinjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutidurkan Mbak Dina dengan perlahan di atas ranjang. Mbak Dina masih memejamkan matanya. Kucium sekali lagi bibirnya, sambil kuusap pipinya dengan tangan kananku. Aku masih menikmati bibirnya, tapi tanganku sudah mulai bergeser ke lehernya, turun ke bawah, melingkari lingkaran luar susunya. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://dljav.blogspot.com&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;Kuremas-remas susunya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; dengan lembut. Mbak Dina semakin menggelinjang. Tangan kirinya mendekap leherku, dan tangan kanannya menjambak-jambak rambutku. Kedua kakinya bergerak-gerak tidak karuan di atas ranjang, membuat spreinya sudah tidak beraturan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciumanku kugeser ke leher, dan terus turun ke bawah, kulingkari kedua payudaranya dengan ciumanku. Aku cium payudara kiri, sedangkan payudara yang sebelah kanan tetap kuremas-remas dengan tangan kananku.&lt;br /&gt;“Uuughh.. hh.. sstt..” desis Mbak Dina &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;menahan rangsangan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Kuhentikan ciumanku sebentar, karena aku mau melepaskan jeans Mbak Dina. Waaoo, sepasang kaki indah di balik celana jeans mulai kelihatan. Kuturunkan perlahan-lahan celana jeans-nya, dan akhrinya CD-nya juga kuturunkan sekalian. Nampaklah kemaluan Mbak Dina yang padat berisi dengan belahan indah di tengahnya. Rambut halus dan hitam pekat menghiasi kemaluannya, kontras dengan warna kulit kemaluannya yang kuning langsat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali menciumi sekeliling pusar Mbak Dina, dan kumainkan pusarnya dengan lidahku, sementara tangan kananku membelai kedua pahanya, yang padat dan mulus. Kuusap-usapkan dengan lembut kedua pahanya, dan selangkangannya. Selangkangan yang kanan dengan jari manis, dan selangkangan kiri dengan telunjuk, kuusapkan secara bersama-sama. Kulingkari sekitar kemaluannya dengan jari-jariku. Aku selalu menghindari untuk menyentuh klitorisnya sampai menunggu waktu yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua kaki Mbak Dina bergoyang-goyang tidak karuan, pinggulnya juga bergoyang-goyang naik turun, minta klitorisnya disentuh, tapi aku tetap hanya menyentuh tepian dari kemaluannya dengan lembut. Setelah puas menciumi pusarnya, kunaikkan bibirku kembali menciumi lingkaran susunya, baru setelah puas, bibirku kusentuhkan dengan pentilnya, bersamaan dengan jari tengahku &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;  title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;menyentuh klitorisnya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Menerima perlakuanku seperti itu, Mbak Dina langsung menarik nafasnya lega, seakan terpenuhi apa yang diharapkan selama ini, sampai melenguh,&lt;br /&gt;“Uuugh nikmat Dikk Anntoon.. uughh.. ennaakkgghhk sseekalii.. uhhnn sstt..”&lt;br /&gt;Bersamaan dengan lenguhan tersebut, Mbak Dina mengeratkan dekapannya di leherku, dan tanganku dicepitnya dengan kedua kakinya. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Liang kemaluannya&lt;/span&gt; telah sangat basah dan sudah sangat merekah, seakan-akan sudah menunggu pisang yang akan dilahapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih mengulum pentilnya bergantian kiri dan kanan, sementara ujung jari tengah tangan kananku masih &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;membelai-belai kitorisnya&lt;/span&gt; dengan lembut. Dalam mengusap klitoris ini harus hati-hati, jangan sampai penuh dengan tekanan, hal ini sangat disukai oleh Mbak Dina. Kedua kaki Mbak Dina sudah tidak menjepit tangan kananku lagi, tetapi sudah telentang, sehingga liang kemaluannya merekah dengan lebar, dan tanganku dengan leluasa mengusap klitorisnya dan bibir kemaluannya.&lt;br /&gt;“Uuughhff.. uugghh eff.. Diikk.. Anntt.. oonn.. eennaakk.. sekalii.. Diikk.. uugghff..”&lt;br /&gt;Lenguhan Mbak Dina yang manja, dan merengek-rengek semakin menambah &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;naiknya birahiku&lt;/span&gt;. Aku terus mempermainkan ujung jari tengahku di klitorisnya, dan kurasakan kewanitaannya semakin basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diik.. Aaantoonn.. uugghff masukiin, Dik.. akuu sudaah tiidakk tahaan.. uugghhff..” Rengek Mbak Dina dengan memelas, kuhentikan ciumanku dan kuhentikan juga usapan di klitorisnya. Aku berdiri dengan kedua lututku di antara selangkangannya, kuletakkan kedua kaki Mbak Dina di pundakku, dengan perlahan-lahan kuusapkan kepala kemaluanku dengan bibir kemaluannya Mbak Dina. Kelihatannya Mbak Dina sudah tidak sabar untuk menerima &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;batang kemaluanku&lt;/span&gt; di liang kemaluannya, karena kedua tangannya memegang pantatku dan menekan pantatku masuk ke lubang kemaluannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumasukkan perlahan-lahan batang kemaluanku memasuki laing kewanitaannya. Mulai dari kepala terus perlahan akhirnya sampai mentok habis ke pangkalnya. Mbak Dina sangat menikmati masukan pertama batang kemaluanku. Pada saat batang kemaluanku memasuki lubang kewanitaannya dengan perlahan, Mbak Dina sangat menikmati dan mengerang dengan lenguhan yang tak berarti.&lt;br /&gt;“Uuugghh.. uuhhgghh”, seakan-akan merasa sangat lega, bagaikan orang haus di padang pasir, diberi air es yang sangat dingin.&lt;br /&gt;“Uugghh.. eehh..”&lt;br /&gt;Kugeser-geserkan batang kemaluanku ke seluruh permukaan liang kemaluannya ke kiri dan ke kanan. Tetap dengan gaya yang khusus buat Mbak Dina, yaitu 5:1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat 5 tusukan pertama, di mana hanya setengah batang kemaluan yang masuk ke liang kemaluan, Mbak Dina menikmati rangsangan yang ada sekeliling permukaan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;liang kemaluan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, maka dia hanya bergumam, “Eeemm eemm.. sstt.. eemm..” namun pada saat 1 tusukan terakhir, di mana seluruh batang kemaluan masuk ke dalam dan menyentuh dasar liang kemaluan Mbak Dina yang menikmatinya dan mengencangkan jepitan luabang kemaluannya ke batang kemaluanku, kedua kakinya menjepit leherku, dan kedua tangan Mbak Dina meremas sprei dengan kencang, dan semua badannya kelihatan mengejang, dan keluar lenguhan berat dari mulutnya “Uughh.. uugghh.. eennaggk Diikk.. Aannttoonn.. eennakgg..” Kami terus gunakan gaya 5:1 ini berulang-ulang sampai akhirnya..&lt;br /&gt;“Diikk.. Aanntoonn.. akuu suudahh tiidaak kuatt.. akuu mauu.. keeluuarr..”&lt;br /&gt;“Seebenntarr.. Mmbakk, aakuu.. juggaa mauu keleuaarr..” jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk menjaga agar kami tetap keluar bersama, maka aku sedikit kencangkan genjotanku ke liang kemaluan Mbak Dina, dan tiba-tiba.. liang kemaluan Mbak Dina bergerak-gerak, menghisap batang kemaluanku. Nah ini yang kutunggu, hisapan dan sedotan liang kemaluannya sangat kuat di btang kemaluanku, dan tiba -tiba..&lt;br /&gt;“Diikk.. Aaanntoon.. aakuu keluuarr..” dan dalam waktu yang bersamaan, batang kemaluanku juga terasa mau jebol dan..&lt;br /&gt;“Aauughh.. crreett.. creett.. creet, tumpah semua cairan di tubuhku di liang kemaluannya, dan liang kemaluan Mbak Dina masih bergerak-gerak &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;  title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;menghisap batang kemaluanku&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; dan memberikan sensasi yang tidak dapat terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan kami berdua lemas sekali dan berkeringat. Aku suka sekali melihat badan Mbak Dina basah oleh keringat, menambah &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;keseksian tubuhnya&lt;/span&gt;. Kami berdua berdekapan sebentar, dan akhirnya bersiap-siap kembali ke teman-teman.</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/8571805333279742670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/8571805333279742670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dljav.blogspot.com/2009/07/mbak-dina-atasanku-bagian-2.html' title='Mbak Dina Atasanku, bagian 2'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUOfuejDZ0DyUVL062BdaHkjxUkjJ6yP9Nk8AXS17oARBYvH2ktjobry74fB1X3csjP-pkxqVUVWApscPM1lkOwxoKRUiMcTxptQQbYlNgb6k37KNTnLe2fb-xuLqPDfecgnf0ePJzUCA/s72-c/Asahi-Miura.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5640628212257390264.post-6517606581327206562</id><published>2009-07-04T09:58:00.004+07:00</published><updated>2009-07-04T09:58:00.694+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="01-Cerita Seks Terpanas"/><title type='text'>Mbak Dina Atasanku, bagian 1</title><content type='html'>Sebelum saya bercerita, saya akan memperkenalkan diri, nama saya Anton, tinggi sekitar 170 cm dengan berat badan 75 kg, cukup seimbang dari segi body. Kulit saya coklat kehitaman dan wajah biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa. Saat ini usia saya 34 tahun. Karena ini kisah nyata, maka nama-nama para pelakunya saya samarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini terjadi sekitar bulan Mei tahun 2000, ketika aku baru pertama kali bekerja di sebuah cabang lembaga keuangan yang baru buka di Kota B. Sebagai kantor baru, maka teman-temanku pun juga masih baru, namun keakraban diantara kami sudah sangat terbina dengan baik, karena sebelum buka kantor, kami sama-sama mengikuti training di kantor pusat. Oleh karena itu, keakraban kami terjalin sejak kami mengikuti training di kantor pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tiga bulan kantor kami beroperasi, datanglah seorang karyawati baru, dengan penampilan sebagai seorang yang sudah profesional dan kelihatan berpengalaman. Dia mengenakan blazer kuning gading, serasi dengan rok bawahan yang juga kuning gading. Tas kantor hitam tertenteng di tangannya, sehingga menambah kewibawaanya sebagai seorang wanita karir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambut disisir rapi ke belakang dengan gaya aristokrat, kulitnya kuning langsat dan sangat bersih dan terawat, dan pada saat itu saya perkirakan berusia sekitar 36 tahun, jauh diatas usiaku pada saat itu yang masih 24 tahun. Saya berpikir bahwa wanita ini cukup cantik dan berwibawa, meskipun usianya jauh di atas saya, tapi saya sempat &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;berpikir ngeres&lt;/span&gt; kepadanya. Wanita tersebut masuk ke ruang pimpinan saya, mereka berbicara dengan pimpinan saya, dan akhirnya keluar dari ruangan dan menuju meja saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan saya memperkenalkan wanita tersebut kepada saya dan ternyata namanya Dina, dan aku dipersilakan memanggilnya Mbak Dina. Mbak Dina bakal menjadi atasan saya dalam menangani keuangan. “Asyik” pikirku dalam hati, lumayan buat cuci mata kalau pas lagi lembur pulang malam. Hari itu kami basa-basi sebentar dan saling memperkenalkan diri dan akhirnya kami sudah menjadi team yang akrab, meskipun gaya Mbak Dina dalam bekerjasama dengan saya cukup menjaga jarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perkenalan awal, saya tahu bahwa dia masih keturunan bangsawan. Mbak Dina juga cerita bahwa dia menikah lima tahun yang lalu dan belum punya anak, sedangkan suaminya seorang pejabat Pemda. Usia suaminya adalah sepuluh tahun di atas usia Mbak Dina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bekerja sama dengan Mbak Dina cukup baik, karena dia sudah lama bekerja dan sudah berpengalaman, maka saya banyak belajar dari dia. Setiap hari kami pulang larut malam, karena kami diminta oleh Mbak Dina untuk bekerja lembur setiap hari. Dan anehnya, semakin malam bertambah larut, maka stamina kerja Mbak Dina semakin meningkat. Rata-rata kami pulang kerja jam 10 malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mobil dinas Mbak Dina belum diberi oleh perusahaan, maka setiap hari saya harus antar pulang Mbak Dina sampai ke rumah, dengan mengendarai sepeda motor saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan kami semakin lama semakin akrab, meskipun saya mengagumi kecantikan Mbak Dina, tetapi saya sangat menaruh hormat dan tidak berani bertindak kurang ajar. Paling-paling hanya mencuri kesempatan untuk memandang betisnya yang mulus, &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;&quot;&gt;pantatnya yang bulat dan indah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, atau memandang leher atau sedikit dada bagian atas ketika Mbak Dina sedang membungkuk. Tidak lebih dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tanpa kuduga, suatu malam ketika kami habis istirahat makan malam berdua di ruang kerja Mbak Dina, sebelum kami melanjutkan kerja lagi, kami masih terlibat pembicaraan santai tentang keluarganya Mbak Dina. Mbak Dina juga bercerita bahwa sebenarnya memiliki penyakit kulit yang terkadang muncul dengan tiba-tiba dan katanya terasa gatal di sekujur tubuh. Dengan tiba-tiba Mbak Dina meminta saya untuk menggaruk punggungnya yang mulai terasa gatal.&lt;br /&gt;“Dik Anton, tolong ya garukkan punggung saya, agak gatal nich, mungkin kumat kali penyakit saya.”&lt;br /&gt;Meskipun agak terkejut, tetapi saya langsung jawab,&lt;br /&gt;“Baik Mbak, sebelah mana yang perlu saya garuk?” saya langsung spontan berdiri untuk menggaruk punggungnya dan sambil berpikir “Cihuii rejeki nomplok, kenapa baru sekarang? tidak kemarin-kemarin” pikirku mulai nakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya garuk pelan-pelan, tapi lebih tepatnya hanya mengusap-usap punggungnya saja, takut kalau Mbak Dina kesakitan.&lt;br /&gt;“Dik Anton, agak keras dikit, masih gatal lho Dik”, pinta Mbak watik.&lt;br /&gt;Dan saya agak sedikit memantapkan tangan saya di pungungnya.&lt;br /&gt;“Dik Anton, masih belum terasa, sebentar saya buka dulu blazer saya.”&lt;br /&gt;Mbak Dina langsung membuka blazernya, sehingga tinggal blouse-nya yang putih dan transparan. Waduh semakin tidak tahan nich saya, karena kulit tengkuknya yang mulus dengan sedikit rambut lembut yang tergerai di tengkuknya (Mbak Dina kalau ke kantor selalu rambutnya disanggul di atas), semakin menambah feminin, dan semakin membikin &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;saya langsung terangsang&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menggaruknya tetap tidak mau keras dan masih cenderung mengusap atau membelai punggungnya, karena saya menikmati kehalusan kulit seorang bangsawan yang berada dibalik bajunya yang tipis. Saya usap seluruh punggungnya dengan pelan, ke atas dan ke bawah, ke kiri dan ke kanan, terkadang tangan saya, saya telusupkan di bawah ketiaknya, untuk menggapai payudara yang di depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqoIhla04ZVjiVnyxlZ-9YSI8iHj-k7H9kwBdjrFmdSIr5TzTJ5RHrWdbucuEd0kHPlhNX4w8lX0w7facnQ7fa_jNoU8W80vdOArDOwVU8BGLrSwUo6NBvUpvDjN277t3hpg6ldEHy9JY/s1600-h/Cerita-Seks-Terpanas.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqoIhla04ZVjiVnyxlZ-9YSI8iHj-k7H9kwBdjrFmdSIr5TzTJ5RHrWdbucuEd0kHPlhNX4w8lX0w7facnQ7fa_jNoU8W80vdOArDOwVU8BGLrSwUo6NBvUpvDjN277t3hpg6ldEHy9JY/s200/Cerita-Seks-Terpanas.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;Cerita seks terpanas&quot; title=&quot;Cerita Seks Terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5351104111361513522&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Mbak Dina menengadahkan kepalanya, dan menggeleng-gelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, sambil &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;suaranya mendesah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, “Uuhh enak Dik Anton.. enaakk.. uuhh..” Mendengar &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;desahannya yang merangsang&lt;/span&gt;, rudalku langsung tegak bak tugu Monas. Sekujur tubuhku mulai menggigil dan seperti dialiri setrum listrik yang halus merambat di sekujur tubuh dan terpusat di kemaluanku. Tenggorokanku terasa kering, dan susah bicara, karena nafsuku yang langsung menggebu. Baru kali ini saya bisa &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;menikmati tubuh&lt;/span&gt; seorang bangsawan yang bersih, terhormat dan sangat terjaga dari tangan laki-laki lain, selain suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Mbak Dina duduk membelakangiku yang berdiri sambil memijit-mijit punggungnya, batang kemaluanku langsung kutempelkan di punggungnya yang lembut seperti sutera. Kugesek-gesekkan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;batang kemaluanku&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; ke punggungnya dengan pelan. Dan Mbak Dina berkali-kali melenguh, “Uughh, enachh Dik, enaak, terus Dik.” Dia membimbing tanganku untuk &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;mengusap dua gunung kembar&lt;/span&gt; yang kencang dan kenyal. Kuusap payudaranya dengan lembut, kucium tengkuknya dengan lembut, dan kugesekkan batang kemaluanku ke pungungnya dengan lembut. Aku sangat tahu, kalau melayani tipe wanita seperti Mbak Dina ini harus dengan lembut dan dengan menggunakan perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucium tengkuknya dengan lembut, Mbak Dina sekali lagi menengadahkan kepalanya ke atas, matanya sambil terpejam, dan bibirnya yang tipis terbuka sedikit, dan mulutnya hanya bergumam, “Emm.” Aku tahu itu artinya dia sangat menikmati. Tanganku, kuusapkan dengan lembut di &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;sekeliling payudaranya&lt;/span&gt;, dan kulingkari masing-masing payudaranya dengan kedua tanganku, sengaja aku tidak sentuhkan tanganku ke pentilnya, untuk memberikan sensasi yang sangat halus dan perlahan. Beberapa kali tanganku mengitari sekeliling payudaranya, kemudian perlahan-lahan tanganku kutarik untuk mengusap pipinya. Kutengadahkan wajahnya, dan kucium keningnya dengat lembut sekali. Aku bisa rasakan kelembutan nafasnya di wajahku, bibirnya yang tipis masih mengeluarkan gumaman yang lembut, “Dik Anton.. emm.. eemm..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perlahan aku membalikkan badan Mbak Dina ke arahku, dengan cara memutar kursinya, dan saya membimbing dia untuk berdiri dengan perlahan, kini aku dan Mbak Dina sudah berhadapan, sama-sama berdiri, dadaku menempel ke dadanya, dan aku bisa merasakan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;kekenyalan susunya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, dan saya membayangkan betapa indah bukit kembarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanganku kudekapkan ke pinggangnya, dan telapak tanganku kuusapkan ke pantatnya yang juga sangat indah dan kencang. Tangan Mbak Dina memegang pundakku dengan lembut, kepalanya sudah menengadah ke atas, dan tatapan matanya.. waduh, jernih dan indah menatap mataku tanpa berkedip. Kusentuh bibirnya dengan lembut, kuusapkan perlahan bibirku ke bibirnya. Mbak Dina memberikan reaksi dengan mengencangkan dekapannya ke pundakku dan dadanya ditempelkan lekat ke dadaku, tanganku kudekapkan semakin erat ke pantatnya dan agak kutarik ke atas pantatnya, sehingga kakinya agak diangkat ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduh ciumannya sangat lembut, perlahan-lahan kuusapkan lidahku ke lidahnya, dia memberikan reaksi yang sama, menyapukan lidahnya ke seluruh mulutku. Tanganku mulai mengusap-usap punggungnya naik turun dengan lembut. Aku menikmati sekali kehalusan kulit punggungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku puas &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;menciumi bibir&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, wajah dan pipinya, ciumanku perlahan-lahan kuarahkan ke lehernya. Mbak Dina menggeleng-gelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, matanya masih terpejam menikmati, nafasnya agak memburu, dan mulutnya masih bergumam, “Mmm.. uhh..” Ciumanku mulai bergeser ke bawah, ke belahan dadanya. Kancing blousenya yang di depan dengan mudah kubuka satu persatu, sehingga tersingkap sudah BH hitam yang menyangga dua buah &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;payudaranya yang padat&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, bulat, kenyal, bersih dan ranum. Kuciumi lehernya dengan sangat lembut, ke pundaknya, bergesar turun ke sebelah atas payudara yang tidak ditutup BH. Mbak Dina semakin menengadahkan kepalanya, punggungnya juga semakin melengkung ke belakang, kedua tangannya memegang kepala saya dan sedikit meremas rambut saya, tandanya semakin menikmati gaya permainanku. Kedua tanganku memegangi dibawah kedua ketiaknya, biar Mbak Dina tidak terjerembab ke belakang, tapi bibirku masih mengusap daerah leher dan di atas payudara. Aku sengaja memperlama untuk menyentuh payudaranya, apalagi pentilnya. “Diik.. Aannton.. uugghh.. sstt”, sambil mulutnya berdesis kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blousenya yang masih menempel di pundaknya perlahan-lahan kulepaskan, sehingga pemandangan kemulusan dan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;kemolekan tubuh&lt;/span&gt; Mbak Dina terpampang jelas di hadapanku, dan terkena sinar lampu down light kekuningan yang berada di langit-langit tepat di atas kami berdua, menambah romantisnya suasana malam itu yang tidak akan pernah kulupakan. Sekali lagi tanganku kugunakan meremas sebelah pinggir dari payudaranya, dan tampak bahwa payudaranya sudah mulai mengeras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanganku mengusap punggungnya dengan perlahan sambil membuka tali BH yang ada di punggungnya. “Tik” sekali jentik langsung terbuka pengait BH-nya. dengan pelan kuturunkan tali BH yang ada di pundaknya, akhirnya BH-nya kulepas. Woow, terlihat pemandangan indah sekali, &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;dua gunung kembar&lt;/span&gt; yang kuning dan bersih dengan puncaknya yang kecil yang sudah berdiri tegak. Aku sudah sangat terangsang tapi aku tidak boleh gegabah. Kuusap payudaranya dari sebeleh bawah dengan tangan kananku, tangan kiriku masih mendekap punggungnya untuk menjaga agar Mbak Dina tidak terjatuh, dan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;kucium payudaranya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, berkeliling mengitari pentilnya, dan tangan kananku masih mengusap-usap sebelah luar payudara, tapi dengan gaya agak memeras. Kedua tangan Mbak Dina memegang erat pundakku tanda sudah semakin gemes, untuk dicium pentilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku sudah merasa waktunya tepat, maka dengan lembut kukulum pentilnya. Dan reaksinya, “Aaaughh, uuhh.. ss.. uuhh”, Mbak Dina melenguh-lenguh dan mendesis-desis keenakan, seakan-akan yang dinantikannya telah tiba. Meskipun kondisinya &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;sangat terangsang&lt;/span&gt;, tapi lenguhan itu tetap lembut dan terdengar lirih. Kukulum pentilnya, kugesek-gesek &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;pentilnya dengan lidahku&lt;/span&gt;, dan kugigit lembut pentilnya, tanganku tetap meremas-remas lembut payudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku puas mempermainkan pentilnya kiri dan kanan bergantian, kulepaskan bibirku dari susunya, dan kugeserkan mulutku ke bawah ke seputar perutnya yang datar dan mengeluarkan aroma parfum yang lembut dan semerbak. Ketika mulutku terlepas dari susunya, Mbak Dina kelihatan menghela napas lega dan baru bisa bernafas dengan tenang. Aku menciumi perutnya dengan agak sedikit jongkok. Kucium pusarnya, dan kujilati pusarnya dengan lidahku. Mbak Dina menggelinjang kegelian. Karena terlalu lama berdiri atau karena &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;sudah sangat terangsang&lt;/span&gt;, Mbak Dina sudah tidak kuat berdiri dan dia bergeser ke belakang duduk di meja kerjanya. Aku berdiri dengan kedua lututku dan aku tetap jilati pusarnya dan perutnya. Mbak Dina kegelian, dan mengusap-usap rambut kepalaku dengan tidak beraturan, terkadang meremas, menjambak dan mengusap rambutku. Sehingga rambutku sangat kacau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas dengan permainan perut, Mbak Dina kurebahkan di meja kerjanya. Untungya meja kerja Mbak Dina cukup besar. Kupelorotkan rok bawahannya, sekaligus dengan CD-nya. Sekarang tampak di hadapanku seorang putri yang kuning, bersih, dengan kaki dan betis yang aduhai indah, terbujur pasrah di hadapanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunikmati tubuh Mbak Dina sebentar, karena selama ini aku hanya bisa membayangkan keindahan tubuhnya, tanpa berharap untuk dapat memandangnya. Tapi ternyata malam ini apa yang kudapatkan jauh dari yang kubayangkan. Seorang wanita dengan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://dljav.blogspot.com&quot;title=&quot;Cerita seks Terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;tubuh montok dan kuning mulus&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, dengan kaki dan betis ramping. Dua buah dada yang tidak terlalu besar, tapi bulat, padat dan kencang, sehingga cocok dengan kesan payudara seorang putri. Bentuk lengan dan bahu yang padat bulat dan berisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Dina telentang di atas meja di hadapanku, aku masih berdiri. Aku mencium pipinya sekali lagi dengan lembut, kuusap payudaranya dengan lembut. Kedua tangan Mbak Dina merangkul leherku dengan erat. Kedua kakinya bergerak-gerak dengan halus pertanda sangat terangsang. Perlahan-lahan tanganku kugerakan dari susunya turun ke perutnya. Kuusap sebentar perutnya dan bergerak turun ke bawah mengusap pahanya. Paha yang selama ini hanya bisa kupandang. Aku usap pahanya naik turun dengan tetap mulut kami masih saling memagut. Erangan-erangan kecil keluar dari mulut Mbak Dina, “Ugh.. ugh.. emm.. emm..” Tanganku bergerak dari sekitar pahanya terus mengusap sekitar bibir kemaluannya. Dengan perlahan kedua kaki Mbak Dina mengembang, memberi kesempatan tanganku untuk &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;mengelus kemaluannya&lt;/span&gt;. Tetapi kemaluannya belum kuelus, hanya kedua selangkangan saja yang aku belai dengan kedua jari telunjuk dan jari manis bersama-sama. Kuelus selangkangannya naik turun, dan Mbak Dina menambah kecepatan gerakan kakinya. Dengan pelan Mbak Dina mengangkat pantatnya, sehingga kemaluannya juga ikut naik. Aku tahu ini pertanda agar aku dapat segera mengelus kemaluannya. Kuusap pelan dan dengan jarak sentuhan yang kubuat serenggang mungkin antara bibir kemaluannya dan telapak tanganku, membuat gelinjang Mbak Dina menaikkan kemaluannya untuk menyentuh tanganku semakin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubelai rambut kemaluannya yang lembut, tipis dan tertata rapi. Setelah puas memainkan sekitar kemaluannya, dan liang kemaluan Mbak Dina sudah semakin terbuka dan semakin basah. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Kusentuh klitorisnya&lt;/span&gt; dengan sedikit ujung dari jari tengahku dengan lembut dan.. “Uuhhgh”, lenguhan Mbak Dina kenikmatan. Gerakan kakinya sudah semakin tidak teratur. Tiba-tiba tanganku dijepit dengan kedua pahanya. “Diik Aaanntoon.. aakkuu.. nggakk.. taahhaaaan..” kemudian tangannya menarik punggungku sebagai bertanda agar aku segera &lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;menaiki tubuhnya&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutarik kedua kakinya ke arah pinggir meja, sehingga kedua kakinya terjuntai, kemudian Mbak Dina membuka kedua selangkangannya dengan tidak sabar. Aku sempat memandangi kemaluannya, dan seakan liang kemaluannya merah seperti bibir gadis yang memakai lipstik yang sedang merengek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kugesekkan batang kemaluanku pelan-pelan ke &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;bibir kemaluannya&lt;/span&gt;, dan Mbak Dina mengerang lagi, “Uugghh.. uughhg..” Kumasukkan dengan pelan batang kemaluanku ke &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;liang kemaluannya&lt;/span&gt;. Belum sampai habis masuk semua, kutarik kembali dan kumasukkan kembali. Dengan gesekan-gesekan yang pelan tersebut membuat erangan Mbak Dina semakin tidak beraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melayani tipe seperti Mbak Dina ini, kugunakan gaya gesekan 5:1, artinya lima kali keluar masuk setengah batang kemaluan, baru sekali masuk seluruh batang kemaluan. Dan pada saat masuk yang seluruh batang kemaluan, erangan Mbak Dina semakin hebat. Dengan gaya lembut dan 5:1 ini kami bisa saling menikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uuugghh.. acchh.. Diikk.. Anntonn.. ucchh.. sstt.. uhh..”&lt;br /&gt;Erangan erangan yang tidak beraturan tetapi artinya hanya satu yaitu Enak. Sambil kugenjot pelan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;batang kemaluanku&lt;/span&gt;, kedua tanganku dengan leluasa &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;meremas kedua susunya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, yang bergerak-gerak naik turun tergantung sodokanku. Kadang-kadang tanganku mengusap wajah dan pipinya, kadang-kadang mengusap perutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah cukup lama aku melakukan genjotan 5:1, tiba tiba kedua paha Mbak Dina diangkat dan dililitkan ke pinggangku. Kedua tangannya mendekap diriku, mulutnya sedikit menganga dan mendesis.. “Diikk Ann.. toon.. saa.. yaa ssaampa.. aaii.. uuhhff. Aaaaaaaaaaaaaahhhh” Kupegangi pinggangnya untuk menekan liang kemaluannya ke batang kemaluanku. Setelah Mbak Dina selesai mengejang dan nafasnya tersengal-sengal, aku mulai lagi dengan genjotan, tetap dengan gaya 5:1. Mbak Dina melenguh,&lt;br /&gt;“Uuff.. uff.. uuff.. Dik Anton beluumm yaa. Ayo donk.. uff.. uff jangan ditahaan.. uuff.. ugh..”&lt;br /&gt;“Sebentar Mbak!” kataku.&lt;br /&gt;“Dik.. uhff, ceepetan dikit.. Dik.. ughf.. uhfgg.. aa.. ku mau uhgf uff uff.. keeluar.. laa.. ggii..”&lt;br /&gt;“Sebentar Mbak, aku juga sudah.. mma.. uu.. saammpai..”&lt;br /&gt;Tiba-tiba ada aliran listrik menjalar dari ubun-ubun turun ke arah kemaluanku dan semakin-lama semakin mengencang. Batang kemaluanku seakan balon yang ditiup dan mau pecah.&lt;br /&gt;“Aachghh.. accghh.. Mmmbakk.... aku mmau keluarr..” Mbak Dina memegang erat tubuhku dan “Crret.. crrett..” keluar semua cairan yang ada di seluruh tubuhku dan “Aaachh..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua terkulai lemas dengan badan penuh keringat dan nafas terengah-engah.&lt;br /&gt;“Dik Anton, makasih ya Dik, kamu telah memberi saluran yang selama ini tersumbat.” Aku sangat puas malam itu, karena aku tidak dapat membayangkan, ternyata aku bisa &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;menikmati tubuh&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; seorang wanita terhormat, yang selama ini orang luar sangat menghormatinya, tapi ternyata malam ini dia begitu pasrah &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;menyerahkan tubuhnya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam telah menujukkan pukul 22.00 ketika permainan kami usai, dan kami berdua segera masuk ke toilet untuk membersihkan dan merapikan badan kami masing-masing. Dan sebelum pulang aku mendapat tugas baru dari Mbak Dina, yaitu membantu membersihkan cairan yang membasahi meja kerja Mbak Dina, dan membantu merapikannya. Sambil merapikan mejanya aku berbisik ke telinga Mbak Dina, “Mbak meja ini dirapikan ya.. karena besok malam mau dipakai lagi”, Mbak Dina hanya tersenyum dan mencubit mesra lenganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut kuulangi setiap ada kesempatan, baik di kantor ataupun di hotel, tapi rahasia tersebut tidak terbongkar dan kami saling menjaga rahasia. Dan kalau pagi hari, Mbak Dina kembali memerankan perannya sebagai atasan yang berwibawa, profesional, tetapi kalau malam, melenguh-lenguh dan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;menggelinjang-gelinjang&lt;/span&gt; di bawah selangkanganku.</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/6517606581327206562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/6517606581327206562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dljav.blogspot.com/2009/07/mbak-dina-atasanku-bagian-1.html' title='Mbak Dina Atasanku, bagian 1'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqoIhla04ZVjiVnyxlZ-9YSI8iHj-k7H9kwBdjrFmdSIr5TzTJ5RHrWdbucuEd0kHPlhNX4w8lX0w7facnQ7fa_jNoU8W80vdOArDOwVU8BGLrSwUo6NBvUpvDjN277t3hpg6ldEHy9JY/s72-c/Cerita-Seks-Terpanas.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5640628212257390264.post-7455658698350618</id><published>2009-07-01T09:27:00.001+07:00</published><updated>2009-07-01T09:27:00.857+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="01-Cerita Seks Terpanas"/><title type='text'>Mbak Risa Kenalanku</title><content type='html'>Namaku Krisna, umurku 26 tahun. Kejadian ini kira-kira setahun yang lalu, ketika aku menelepon ternyata salah sambung. Saat itu aku menelepon temanku tapi ternyata di seberang sana tersambung ke salah satu kantor. Sebut saja yang menjawab namanya Mbak Risa, umurnya 33 tahun. Karena suaranya yang bagus, merdu dan agak ngebas, aku mencoba untuk mencari bahan pembicaraan lain supaya jangan diputus, ternyata dia menanggapi. Aku tanyakan dengan agak nekad apakah dia sudah punya pacar, “Belum” dia jawab baru ditinggal pacarnya. Ketika lama bicara akhirnya kami mencatat nomor telepon masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya aku menelpon dia lagi, kali ini pembicaraan ngalor-ngidul, tanpa disadari ketika bicara tentang pengalaman pacaran, dia bilang, “Kalau udah nikah hubungan tidak terlalu intens karena agak bosan..” wah ternyata dia berbohong, akhirnya dia mengaku kalau dia sudah menikah dan punya anak 1 yang berumur 4 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku jadi makin berani lalu kutanyakan bagaimana rasanya bulan madu karena aku sama sekali belum pernah merasakan berdekatan dengan wanita (walaupun itu yang namanya ciuman, swear belum pernah). Dia bilang, “Itu sih alamiah..” kali ini dia mulai tidak malu-malu lagi.&lt;br /&gt;Lalu kutanya lagi, “Gaya apa yang biasanya dilakukan.”&lt;br /&gt;Mak Risa menjawab, “Kalau Masku pada awal permainan sangat menyukai menciumi leherku kemudian baru &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks Terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;menghisap-hisap payudara&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;..”&lt;br /&gt;Lalu kutanya lagi, “Kalau Mbak senangnya gimana..?&lt;br /&gt;“Aku sih biasanya paling senang di atas.. cepet nyampe..!” balasnya manja.&lt;br /&gt;Masih dipercakapan telepon juga kutanyakan, “Tolong dong Mbak ajarin aku.. Nggak ada bekasnya ini kan.. Mbak ikut KB kan..?”&lt;br /&gt;“Enak aja.. cari aja perempuan yang masih single kemudian nikahi.. bereskan..” balasnya dengan nada sedikit genit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah ternyata Mbak Risa ini jinak-jinak merpati.. aku menjadi semakin tertantang. Lalu kucoba pancing kembali.&lt;br /&gt;“Iyah deh.. enggak usah yang berat-berat.. ciuman ajah..”&lt;br /&gt;Ternyata dia mulai memberi angin dengan memberi jawaban, “Lihat aja belum udah mau cium-cium.. entar kalau udah liat malah lari..?&lt;br /&gt;Aku menimpali kembali, “Siapa yang lari saya atau Mbak..?&lt;br /&gt;Dia jawab, “Udah ketemu aja deh.. di mana..?&lt;br /&gt;Langsung kujawab, “Di KFC aja terus langsung nonton.. filmnya bagus.. The Entrapment? Mbak enggak usah balik ke kantor aja”&lt;br /&gt;Akhirnya di akhir percakapan kami janjian untuk ketemu besok jam 12 siang di KFC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok harinya jam setengah dua belas aku sudah nongkrong di KFC, tepat jam 12 ada seorang wanita setengah baya dengan rambut panjang disemir agak merah, memakai jas dengan dalaman serta celana panjang. Waduh, &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Mbak Risa kenalanku&quot;&gt;seksi sekali&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, tingginya kira-kira 170 cm, berat 65 kg. “&lt;a href=&quot;&quot;&gt;Waduh montok cing&lt;/a&gt;..” pikiranku langsung tambah ngeres, aku bersumpah bahwa aku harus dapat menyetubuhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sebentar di KFC kemudian kami meluncur ke 21, kebetulan film baru akan mulai. Kami duduk di tengah pinggir, kebetulan karena hari Senin yang nonton cuma sedikit. Setelah film dimulai, ’senjata rahasiaku’ mulai berdiri kencang. Kemudian kuberanikan untuk memegang tangannya, ternyata dia diam saja.&lt;br /&gt;Aku berbisik, “Mbak bohong katanya ditelepon bilang sudah nenek-nenek tapi nyatanya masih seperti umur 20 tahun, beruntung yah suami Mbak.”&lt;br /&gt;Lalu aku berbisik lagi, “Mana janjinya Mbak.. katanya boleh cium kalau enggak lari..”&lt;br /&gt;Kemudian dia melihat ke sekeliling, “Malu.. ntar ketahuan orang..”&lt;br /&gt;Saya bilang kembali, “Sepi kok Mbak..!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keremangan aku melihat dia merapat-rapatkan kedua bibirnya untuk membersihkan lipstiknya. Aku mulai menempelkan bibirku pada pipinya. Busyet, wangi sekali. Kemudian tanpa ba.. bi.. Bu lagi &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;kulumat bibirnya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Ternyata dia melawan lumatanku &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Mbak Risa kenalanku&quot;&gt;dengan penuh gairah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Tanganku tak dapat diam lagi, kemudian menggerayang ke lehernya terus ke buah dadanya. Waduh, besar sekali. Langsung &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;kuremas dan pelintir puting susunya&lt;/span&gt;. Nafas Mbak Risa mulai ngos-ngosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitR9gfOwaf4wryPwDAaMOYygjI4PyF0mNFT8apR35px3fVO9h2woryU326CmVFhehPh3lNgc7k4XPFRZrYBGABZzVi2SaKayTtaXD187w4h4pDpQLrVsDiKmrISNckgFLeBs5of0Z06xw/s1600-h/Yukino_Dljav.Blogspot.Com.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 300px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitR9gfOwaf4wryPwDAaMOYygjI4PyF0mNFT8apR35px3fVO9h2woryU326CmVFhehPh3lNgc7k4XPFRZrYBGABZzVi2SaKayTtaXD187w4h4pDpQLrVsDiKmrISNckgFLeBs5of0Z06xw/s320/Yukino_Dljav.Blogspot.Com.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;Cerita Seks Terpanas&quot; title=&quot;Cerita Seks Terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5351091884753932546&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Tiba-tiba tanganku disentakkan dan ciumanku dihentikan. Dia bilang, “Sudah Kris, jangan terlalu jauh.. aku sudah nikah..!”&lt;br /&gt;Tapi aku tidak mau menyerah, dengan penuh trik kupegang tangannya lalu kubimbing ke arah kemaluanku (kupikir pasti aku ditampar karena kurang ajar). Ternyata dia diam saja. Lalu &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;kukeluarkan kemaluanku&lt;/span&gt;, kutempelkan tanganya di kemaluanku. Mbak Risa terhenyak, “Nekad kamu Kris..”&lt;br /&gt;“Biarin Mbak..” balasku nakal.&lt;br /&gt;“Gede dan panjang juga yah barang kamu..” bisik Mbak Risa genit.&lt;br /&gt;“Iya Mbak aku udah enggak tahan lagi nih..” balasku mesra.&lt;br /&gt;“Nanti aja keluarin di kamar mandi..!” goda Mbak Risa.&lt;br /&gt;“Enggak mau.. pengen sama tangan Mbak..!” bisikku manja.&lt;br /&gt;“Pusing ya..” Mbak Risa terus menggodaku.&lt;br /&gt;“Iyah..” balasku mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Mbak Risa mengeluarkan lotion dari tasnya kemudian mengocok barangku. “Oooh.. syhhkk.. nikmatnya..” Tangan Mbak Risa yang super halus dan penuh pengalaman &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;mengocok barangku&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Selang beberapa saat, “Sreet.. srett” keluar sudah spermaku akibat kocokan mesra tangan Mbak Risa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika film selesai kami keluar dan jalan-jalan. Aku membelikan dia baju untuk anaknya, jalan-jalan kembali, makan hingga jam menunjukkan pukul 8 malam.&lt;br /&gt;“Mbak Risa, enggak dimarahin sama Mas.. pulang lambat..?&lt;br /&gt;“Tadi udah bilang ada temen ulang tahun jadi pulang agak lambat..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengantarnya pulang. Di tengah perjalanan terlihat plang hotel. Pikiranku mulai nakal. Wah bawa saja ke sini. Aku memasukkan mobilku ke hotel.&lt;br /&gt;Mbak Risa protes, “Mau ngapain ke sini..?&lt;br /&gt;“Kita ngobrol.. untuk saling kenal lagi Mbak.. Aku enggak akan nakal kok Mbak”, balasku mesra, Mbak Risa diam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika telah di dalam, Mbak Risa tampak kikuk. Kucoba menenangkannya, “Santai Mbak..” lalu dia membuka sepatunya, aku menghampirinya. “Wah saya kalah tinggi MBak yah..” tapi enggak ada pengaruh kalau udah ditempat tidur. “Mbak aku pengen cium bibir Mbak lagi..” lalu aku menghampirinya, dia diam saja. Kemudian &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;kulumat bibirnya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Dengan setengah paksa kubuka bajunya lalu celana panjangnya, dia berontak lalu kujepit badannya walaupun badannya besar dan montok tapi tenaganya tetap kalah. “Kris.. jangan Kris.. jangan maksa dong..” Aku tidak peduli, dengan cepat kubuka celanaku dan bajuku kemudian dengan sigap kumasukkan barangku yang besar dan panjang ke &lt;a href=&quot;&quot;&gt;liang senggamanya&lt;/a&gt; yang ternyata sudah basah. Mbak Risa melenguh, dengan cepat kugerakkan turun naik. Masih barangku menancap di dalam &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;liang kewanitaannya&lt;/span&gt;, kuguling-gulingkan badannya sehingga kadang dia di atas kadang dia di bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama-lama dia terangsang juga, akhirnya sama-sama kami mencapai orgasme. Kemudian dengan cepat &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Mbak Risa Kenalanku&quot;&gt;kujilati bibir kemaluanny&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;a sampai kemudian dia orgasme kembali. Akhirnya impianku terwujud untuk menyetubuhi tubuh Mbak Risa yang montok, tinggi, agak gemuk dan punya anak 1. Ooooooh nikmat sekali.</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/7455658698350618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/7455658698350618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dljav.blogspot.com/2009/07/mbak-risa-kenalanku.html' title='Mbak Risa Kenalanku'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitR9gfOwaf4wryPwDAaMOYygjI4PyF0mNFT8apR35px3fVO9h2woryU326CmVFhehPh3lNgc7k4XPFRZrYBGABZzVi2SaKayTtaXD187w4h4pDpQLrVsDiKmrISNckgFLeBs5of0Z06xw/s72-c/Yukino_Dljav.Blogspot.Com.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5640628212257390264.post-4531863210096623446</id><published>2009-06-29T09:04:00.001+07:00</published><updated>2009-06-29T09:04:01.111+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="01-Cerita Seks Terpanas"/><title type='text'>Nyonya dan tukang kebunnya</title><content type='html'>Siang itu entah kenapa, Adhi suami Memes membawa seorang laki-laki yang agak sedikit tua ke rumahnya. Rupanya Adhi menerangkan bahwa dia tadi telah ditolong oleh laki-laki yang bernama Udin ini di saat ia hampir saja menjadi korban perampokan. Tetapi karena adanya bantuan dari Udin, ia berhasil terhindar dari upaya para perampok itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udin adalah seorang bekas narapidana yang telah lama malang melintang di dalam dunia kejahatan. Setelah ia keluar dari Nusa Kambangan, ia mencoba untuk sadar dan kesana kemari mencari pekerjaan yang tidak bertentangan dengan hukum. Namun dalam usahanya mencari pekerjaan itu, tanpa diduga ia melihat adanya upaya perampokan yang menimpa Adhi, yang nota bene suami Memes yang juga merupakan seorang artis penyanyi. Atas jasanya itu, Adhi mengajak Udin untuk bekerja dengannya sebagai penjaga rumahnya yang tergolong mentereng itu. Udin hanya bertugas menjaga lingkungan kebun dan memberi makan anjing kesayangan Adhi. Udin dipersilakan tinggal di kamar belakang yang khusus buat para pembantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah Adhi hanya ada seorang pembantu yang sudah tua yang bertugas sebagai tukang masak dan mencuci. Sekian lama tinggal di rumah itu, Udin merasa kerasan dan telah menganggap seluruh anggota rumah itu sebagai keluarganya juga. Ia amat suka bekerja, dan dengan itu ia sedikit demi sedikit dapat kembali ke lingkungan yang baik-baik. Namun sebagai seorang laki-laki yang hidup seorang diri tanpa keluarga, ia merasakan hampa, apalagi seumurnya sudah pantas memiliki seorang cucu. Namun karena Udin waktu mudanya terkenal dengan kejahatannya, maka ia tidak sempat untuk hidup layak beristri. Saat itu ia hanya &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Nyonya Memes dan tukang kebunnya&quot;&gt;melampiaskan nafsunya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; kepada para pelacur. Dan jika ada korbannya yang cantik, maka ia tidak segan-segan untuk memperkosanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai laki-laki, ia sudah terlambat untuk memulai kehidupan normal, apalagi masa lalunya yang amat kelam. Suatu saat ia sangat ingin sekali merasakan kehangatan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;tubuh seorang wanita&lt;/span&gt;, apalagi ia setiap hari melihat majikan wanitanya amat cantik dan menggiurkan, namun ia masih merasa sungkan kepada Adhi, yang telah berjasa kepadanya. Dalam lamunannya ia sering berkhayal untuk dapat tidur dengan Memes yang ia rasa sangat menggiurkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama, ia berusaha menyembunyikan perasaan hatinya, namun kedua anak Memes itu telah amat dekat dengan Udin. Udin pun dengan cara itu berusaha untuk mencuri pandang ke kamar Memes dengan pura-pura mengajak bermain kedua anaknya. Namun saat itu hanya ada Tristan si pembantu tua satunya. Suatu hari saat Adhi tidak ada di rumah karena adanya acara konser di luar negeri (Memes tidak ikut), saat itulah yang paling ditunggu-tunggu Udin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu hujan sangat lebat dan di rumah hanya ada Memes dan kedua anaknya, sedang Udin dari siang tadi hanya mencoba upaya bagaimana menaklukan Memes. Akhirnya ia ingat tentang ilmu yang diajarkan sesama narapidana di Nusa Kambangan dulu dalam mempengaruhi &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://dljav.blogspot.com&quot; title=&quot;Cerita Seks Terpanas&quot;&gt;naluri sex wanita&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu tepat malam Jumat kliwon, Udin di kamarnya melafazkan mantera-mantera untuk membangkitkan naluri sex Memes dari kamarnya dengan membakar kemenyan. Saat yang bersamaan, di kamar, Memes tidur dengan gelisah dan ia bermimpi telah mengadakan hubungan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;sex yang mengebu-gebu&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; dengan seseorang yang ia tidak kenal jelas. Di luar rumah, cuaca hujan dengan derasnya membuat ia terbangun, dan ia keluar kamar melihat kamar anak-anaknya. Ia melihat mereka telah tidur semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia berjalan ke belakang dan sampailah ia di dapurnya. Di situ ia duduk sambl merenungan arti mimpinya.&lt;br /&gt;“Aneh.. kok aku mimpi sedang bercinta dengan Udin..? Ehh ada apa ini..? Gila..” gumannya.&lt;br /&gt;Lalu ia meminum segelas air yang ia ambil dari lemari es, kemudian ia berjalan ke kamar belakang. Ia merasa khawatir, sebab saat itu di luar hujan dan diiringi suara halilintar yang keras. Ada perasaan takut di dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat yang bersamaan, Udin keluar dari kamarnya untuk melihat bagaimana pengaruh dari materanya itu. Dengan kaget ia melihat Memes yang menggunakan pakaian tidur sutranya masih duduk di dapur sambil minum air dingin. Saat itu Memes juga menoleh ke arah Udin.&lt;br /&gt;“Ooo.. ada apa kok Mang Udin blon tidur..?” Memes bertanya.&lt;br /&gt;“Ooo.. saya mau buang air kecil dulu, Bu..” jawab Udin.&lt;br /&gt;“Nanti setelah dari WC ke sini dulu ya Mang.., bicara dulu ya..? Soalnya mata saya tidak mau tidur nich..” kata Memes ke arah Udin.&lt;br /&gt;“Ya.. Bu..” jawab Udin sambil berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam WC Udin merasa senang, sebab sebentar lagi ia akan dapat merasakan kehangatan tubuh nyonya majikannya yang putih mulus itu, sebab manteranya telah berpengaruh kepada Memes. Tidak lupa ia melafazkan mantera yang lain untuk membuat Memes lebih pasrah kepadanya. Sebagai laki-laki yang telah berumur 69 tahun, ia amat antusias untuk menguji seberapa kuatnya ia dalam melakukan &lt;a href=&quot;&quot;&gt;penetrasi saat bercinta&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di ruang tengah yang hanya dibatasi meja kecil, Memes telah menunggu Udin di situ.&lt;br /&gt;“Ada apa Ibu memanggil saya..?” tanya Udin pura-pura tidak mengerti.&lt;br /&gt;“Begini, saya amat takut dari tadi, perasaan saya tidak enak dan di luar juga badai seperti ini..” jawab Memes.&lt;br /&gt;“Ooo cuma itu nggak usah kawatir deh Bu.. kan di rumah ada saya, dan saya pasti bisa menjaga Ibu..” jawab Udin menerangkan.&lt;br /&gt;Sambil berdiri ke arah jendela, Memes mengintip ke luar halaman rumahnya, di luar tampak angin disertai hujan deras mengguyur bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0SJpFcKKYdyXxvCDzeYAk4nQHEGmGgOGk97mVdYKyWncfrrCtIOrqbKNUinOQvwUrU0WlwBJfP9XK8vIvb58pmKGgTQYGGhckZA9mZhxx2kiSfREgbWwy8OzP1Y6Pkq83zaIrKh9KVOU/s1600-h/Rika+Sonohara.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 300px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0SJpFcKKYdyXxvCDzeYAk4nQHEGmGgOGk97mVdYKyWncfrrCtIOrqbKNUinOQvwUrU0WlwBJfP9XK8vIvb58pmKGgTQYGGhckZA9mZhxx2kiSfREgbWwy8OzP1Y6Pkq83zaIrKh9KVOU/s320/Rika+Sonohara.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;Cerita Seks Terpanas&quot; title=&quot;Cerita seks Terpanas - Dljav.Blogspot.Com&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5351084206595628002&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Dengan ekor matanya, Udin sejurus melihat tubuh dan batang paha Memes yang aduhai itu. Dilapisi baju tidur yang memperlihatkan lekuk tubuh Memes, mengundang nafsu Udin. Kemudian Memes duduk kembali ke sofanya, dan saat itu kembali Udin melihat sosok tubuh mulus di depannya amat mengundang birahinya sebagai laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mang Udin.. bagaimana jika malam ini Mang Udin tidur di atas saja di kamar saya, karena saya amat takut..” kata Memes, “Begini maksud saya, jika tidak akan mengganggu Mang Udin tidur..?” lanjutnya.&lt;br /&gt;“Nah begini saja Bu.., saya tidak ingin nanti suami Ibu berburuk sangka pada saya, bagaimana jika Ibu saja tidur di kamar saya, dan saya di bawah dipan saja..” jawab Udin pura-pura tidak ingin membuat curiga Memes.&lt;br /&gt;“Yah.. kalau begitu baiklah..” jawab Memes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu Memes masuk kamar Udin, lalu Memes langsung merebahkan tubuhnya di dipan Udin, sedang Udin sambil berdecak nafsu mengambil tikar. Ia ingin tidur di bawah ranjang saja. Ia lalu mementangkan tikarnya, lalu ia tiduran di bawah ranjang itu, sedang Memes tidur di atas ranjang Udin. Lalu Udin tidak merasa nyaman, ia pindah ke atas ranjangnya karena bagaimanapun udara di luar amat dingin, dan di dalam dirinya sedang berkecamuk nafsu yang ingin dituntaskan ke tubuh Memes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memes mencoba untuk tidak membuat Udin merasa dipunggungi.&lt;br /&gt;Lalu ia menghadap Udin dan berkata, “Mang.. apa Mang Udin terganggu sama saya..?”&lt;br /&gt;“Ooo.. tidak..” jawab Udin.&lt;br /&gt;“Bu, saya rasa apa Ibu tidak canggung tidur seranjang dengan saya, sebab saya biasa tidur buka baju Bu..” kata Udin.&lt;br /&gt;“Ooo.. tidak.. silakan.. kalau itu kebiasaan Mang Udin..” jawab Memes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Udin membuka bajunya, dan ia hanya memakai celana pendek dan ditubuhnya tercantum berbagai macam tato saat ia di penjara dulu. Kemudian Udin merebahkan badannya di samping Memes. Saat itu Memes belum juga dapat memejamkan matanya. Dengan posisi berhadap-hadapan dengan Udin, secara tidak sengaja tangan Udin &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Cerita seks Terpanas&quot;&gt;menyentuh payudara&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; Memes yang montok itu, dan Memes hanya membiarkan saja kejadian itu. Udin yang telah tanggung itu lalu mencoba meremasnya, namun Memes hanya memejamkan matanya. Dengan tindakan itu, Udin merasa mendapatkan kesempatan untuk bertindak lebih jauh lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikulumnya bibir merah Memes dengan cara yang buas, maklum ia sudah lama tidak merasakan wanita. Lalu tangannya terus bergerilya di sekitar daerah terlarang tubuh Memes. Lalu ia buka penutup dari baju tidur sutra Memes itu, dan terpampanglah bahu putih mulus. Lalu mulut Udin turun ke daerah payudara Memes, sambil dijilat ia gigit ujung payudara montok itu. Memes hanya diam menikmati tindakan Udin itu. Meskipun Udin telah mendekati usia uzur, namun dalam soal foreplay ia amat mahir. Lalu seluruh pakaian yang melekat di tubuh Memes ia tanggalkan semuanya, dan terlihatlah sebatang &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;cerita seks trpanas - Http://Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;tubuh mulus&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; yang siap untuk dinikmati oleh Udin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hati-hati Udin lalu meremas dan memanaskan nafsu Memes dengan mengorek-ngorek lubang sorgawi Memes. Lalu ia jilat klitoris yang ada di antara belahan vagina Memes dengan lidahnya. Memes histeris. Sampai saat ia telah berputra dua, belum pernah suaminya Adhi bertindak seperti itu, dan baru Udin lah laki-laki lain yang dapat menjamah daerah terlarangnya. Lalu Udin memasukkan penisnya yang dari tadi tegak menantang di balik celana dalamnya. Ia keluarkan dan masukkan ke dalam mulut Memes untuk dimainkan Memes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memes amat takjud, seumur Udin masih ada penis yang dapat tegak berdiri seperti itu. Lalu dikulum dan dikocok seluruhnya, dengan telaten ia jilat mulai dari kepala helm itu sampai batangnya habis di dalam mulutnya. Kira-kira 20 menit permainan itu berlangsung, masing-masing belum ada yang terkalahkan, sedang di luar hujan semakin deras dan diiringgi angin keras, namun permainan belum juga berkesudahan. Akhirnya mereka bersama-sama menyemburkan air sorgawinya di mulut masing-masing, sebab saat itu mereka masih dalam posisi 69.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Memes yang telah merasa letih itu masih &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;dibangkitkan birahinya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; oleh Udin. Memes awalnya memohon untuk menundanya sampai esok, namun Udin tidak mau dan kembali penisnya tegak berdiri. Lalu ia buka batang paha Memes yang putih mulus itu. Dimasukkan penisnya yang cukup panjang itu ke &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;dalam vagina&lt;/span&gt; yang telah basah itu. Memes tidak mempunyai cukup waktu untuk menolak, ia hanya pasrah, dan dengan buasnya Udin memaju-mundurkan penisnya di dalam vagina Memes berulang-ulang. Diakuinya meskipun sudah mempunyai dua anak, vagina Memes masih sangat rapat dan menjepit jika penisnya masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih 15 menit ia berulang-ulang maju mundur dalam vagina Memes. Lalu Udin memuncratkan air maninya ke dalam vagina itu sambil mengangkang. Ia tindih terus Memes, dan akhirnya ia rebah di sebelah &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;tubuh mulus&lt;/span&gt; milik Memes yang telah basah oleh &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Nyonya dan tukang kebunnya&quot;&gt;keringat birahi&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; mereka berdua. Permainan itu terus berlanjut sampai pagi, dan Memes merasa benar-benar puas atas permainan Udin yang meskipun sudah tua tapi dalam bercinta patut diacungkan jempol, tidak seperti suaminya Adhi yang cepat loyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kejadian itu, hubungan Memes dengan Mang Udin tukang kebunnya terus berlanjut saat Adhi tidak ada atau sedang ada acara. Sebagai seorang laki-laki yang telah bebas dari rasa takut, Udin tidak terlalu khawatir, sebab ia memiliki bermacam cara untuk menundukkan Memes. Apalagi Adhi, majikannya yang amat percaya padanya.</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/4531863210096623446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/4531863210096623446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dljav.blogspot.com/2009/06/nyonya-dan-tukang-kebunnya.html' title='Nyonya dan tukang kebunnya'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0SJpFcKKYdyXxvCDzeYAk4nQHEGmGgOGk97mVdYKyWncfrrCtIOrqbKNUinOQvwUrU0WlwBJfP9XK8vIvb58pmKGgTQYGGhckZA9mZhxx2kiSfREgbWwy8OzP1Y6Pkq83zaIrKh9KVOU/s72-c/Rika+Sonohara.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5640628212257390264.post-9150737315309564626</id><published>2009-06-27T08:24:00.000+07:00</published><updated>2009-06-27T08:24:00.583+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="01-Cerita Seks Terpanas"/><title type='text'>Mbak Susi yang Sexy !!</title><content type='html'>Seperti sebagian besar teman senasib, saat menjadi mahasiswa saya menjadi anak kos dengan segala suka dan dukanya. Mengenang masa-masa sekitar lima belas tahun lalu itu saya sering tertawa geli. Misalnya, karena jatah kiriman dari kampung terlambat, padahal perut keroncongan tak bisa diajak kompromi, saya terpaksa mencuri nasi lengkap dengan lauknya milik keluarga tempat saya kos. Masih banyak lagi kisah-kisah konyol yang saya alami. Namun sebenarnya ada satu kisah yang saya simpan rapat-rapat, karena bagi saya merupakan rahasia pribadi. Kisah rahasia yang sangat menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga tempat kos saya memiliki anak tunggal perempuan yang sudah menikah dan tinggal di rumah orang tuanya. Mbak Sus, demikian kami anak-anak kos memanggil, berumur sekitar 35 tahun. Tidak begitu cantik tetapi &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;memiliki tubuh bagus dan bersih&lt;/span&gt;. Menurut ibu kos, anaknya itu pernah melahirkan tetapi kemudian bayinya meninggal dunia. Jadi tak mengherankan kalau bentuk badannya masih menggiurkan. Kami berlima anak-anak kos yang tinggal di rumah bagian samping sering iseng-iseng memperbincangkan Mbak Sus. Perempuan yang kalau di rumah tak pernah &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;memakai bra&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; itu menjadi sasaran ngobrol miring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu tahu nggak, kenapa Mbak Sus sampai sekarang nggak hamil-hamil?” tanya Robin yang kuliah di teknik sipil suatu saat.&lt;br /&gt;“Aku tahu. Suaminya letoi. Nggak bisa ngacung” jawab Krus, anak teknik mesin dengan tangkas.&lt;br /&gt;“Apanya yang nggak bisa ngacung?” tanya saya pura-pura tidak tahu.&lt;br /&gt;“Bego! Ya penisnya dong”, kata Krus.&lt;br /&gt;“Kok tahu kalau dia susah ngacung?” saya mengejar lagi.&lt;br /&gt;“Lihat saja. Gayanya klemar-klemer kaya perempuan. Tahu nggak? Mbak Sus sering membentak-bentak suaminya?” tutur Krus.&lt;br /&gt;“Kalian saja yang nggak tanggap. Dia sebenarnya kan mengundang salah satu, dua, atau tiga di antara kita, mungkin malah semua, untuk membantu”, kata Robin.&lt;br /&gt;“Membantu? Apa maksudmu?” tanyaku tak paham ucapannya.&lt;br /&gt;Robin tertawa sebelum berkata, “Ya membantu dia agar segera hamil. Dia mengundang secara tidak langsung. Lihat saja, dia sering &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;memamerkan payudaranya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; kepada kita dengan mengenakan kaus ketat. Kemudian setiap usai mandi dengan hanya melilitkan handuk di badannya lalu-lalang di depan kita”&lt;br /&gt;“Ah kamu saja yang GR. Mungkin Mbak Sus nggak bermaksud begitu”, sergah Heri yang sejak tadi diam.&lt;br /&gt;“Nggak percaya ya? Ayo siapa yang berani masuk kamarnya saat suaminya dinas malam, aku jamin dia tak akan menolak. Pasti”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam-diam ucapan Robin itu mengganggu pikiranku. Benarkah apa yang dia katakan tentang Mbak Sus? Benarkah perempuan itu sengaja mengundang birahi kami agar ada yang masuk perangkapnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama setahun kos diam-diam aku memang suka menikmati pemandangan yang tanpa tersadari sering membuat penisku tegak berdiri. Terutama payudaranya yang seperti sengaja dipamerkan dengan lebih banyak berkaus sehingga putingnya yang kehitam-hitaman tampak menonjol. Selain payudaranya yang kuperkirakan berukuran 36, pinggulnya yang besar sering &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;membuatku terangsang&lt;/span&gt;. Ah betapa menyenangkan dan menggairahkan kalau saja aku bisa memasukkan penisku ke selangkangannya sambil meremas-remas payudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perbincangan iseng itu aku menjadi lebih memperhatikan gerak-gerik Mbak Sus. Bahkan aku kini sengaja lebih sering mengobrol dengan dia. Kulihat perempuan itu tenang-tenang saja meski mengetahui aku sering mencuri pandang ke arah dadanya sambil menelan air liur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu waktu ketika berjalan berpapasan tanganku tanpa sengaja menyentuh pinggulnya.&lt;br /&gt;“Wah.. maaf, Mbak. Nggak sengaja..” kataku sambil tersipu malu.&lt;br /&gt;“Sengaja juga nggak apa-apa kok dik”, jawabnya sambil mengerlingkan matanya.&lt;br /&gt;Dari situ aku mulai menyimpulkan apa yang dikatakan Robin mendekati kebenaran. Mbak Sus memang berusaha memancing, mungkin tak puas dengan kehidupan seksualnya bersama suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin lama aku bertambah berani. Beberapa kali aku sengaja menyenggol pinggulnya. Eh dia cuma tersenyum-senyum. Aksi nakal pun kutingkatkan. Bukan menyenggol lagi tetapi meremas. Sialan, reaksinya sama saja. Tak salah kalau aku mulai berangan-angan suatu saat ingin menyetubuhi dia. Peluang itu sebenarnya cukup banyak. Seminggu tiga kali suaminya dinas malam. Dia sendiri telah memberikan tanda-tanda welcome. Cuma aku masih takut. Siapa tahu dia punya kelainan, yakni suka memamerkan perangkat tubuhnya yang indah tanpa ada niat lain. Namun birahiku rasanya tak tertahankan lagi. Setiap malam yang ada dalam bayanganku adalah menyusup diam-diam ke kamarnya, &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Mbak Susi yang Sexy !!&quot;&gt;menciumi dan menjilati seluruh tubuhnya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, meremas payudara dan pinggulnya, kemudian melesakkan penis ke vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ketika rumah sepi. Empat temanku masuk kuliah atau punya kegiatan keluar, bapak dan ibu kosku menghadiri pesta pernikahan kerabatnya di luar kota, sedangkan suami Mbak Sus ke kantor. Aku mengobrol dengan dia di ruang tamu sambil menonton televisi. Semula perbincangan hanya soal-soal umum dan biasa. Entah mendapat dorongan dari mana kemudian aku mulai ngomong agak menyerempet-nyerempet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya sebenarnya sangat mengagumi Mbak Sus lo”, kataku.&lt;br /&gt;“Kamu ini ada-ada saja. Memangnya aku ini bintang sinetron atau model.”&lt;br /&gt;“Sungguh kok. Tahu nggak apa yang kukagumi pada Mbak?”&lt;br /&gt;“Coba apa..”&lt;br /&gt;“Itu..”&lt;br /&gt;“Mana?”&lt;br /&gt;Tanpa ragu-ragu lagi aku menyentuhkan telunjukku ke payudaranya yang seperti biasa hanya dibungkus kaus.&lt;br /&gt;“Ah.. kamu ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksinya makin membuatku berani. Aku mendekat. Mencium pipinya dari belakang kursi tempat duduknya. Mbak Sus diam. Lalu ganti kucium lehernya yang putih. Dia menggelinjang kegelian, tetapi tak berusaha menolak. Wah, kesempatan nih. Kini sambil menciumi lehernya tanganku bergerilya di bagian dadanya. Dia berusaha menepis tanganku yang ngawur, tetapi aku tak mau kalah. Remasanku terus kulanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dik.. malu ah dilihat orang”, katanya pelan. Tepisannya melemah.&lt;br /&gt;“Kalau begitu kita ke kamar?”&lt;br /&gt;“Kamu ini nakal”, ujarnya tanpa berusaha lagi menghentikan serbuan tangan dan bibirku.&lt;br /&gt;“Mbak..”&lt;br /&gt;“Hmm..”&lt;br /&gt;“Bolehkah mm.., bolehkah kalau saya..”&lt;br /&gt;“Apa hh..”&lt;br /&gt;“Bolehkah saya &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;memegang susu Mbak&lt;/span&gt; yang gede itu?”&lt;br /&gt;“Hmm..” Dia mendesah ketika kujilat telinganya.&lt;br /&gt;Tanpa menunggu jawabannya tanganku segera menelusup ke balik kausnya. Merasakan betapa empuknya daging yang membukit itu. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;Kuremas dua payudaranya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; dari belakang dengan kedua tanganku. Desahannya makin kuat. Lalu kepalanya disandarkan ke dadaku. Aduh mak, berarti dia oke. Tanganku makin bersemangat. Kini &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;kedua putingnya&lt;/span&gt; ganti kupermainkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dik, tutup pintunya dulu dong”, bisiknya dengan suara agak bergetar, mungkin &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;menahan birahinya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; yang juga mulai naik.&lt;br /&gt;Tanpa disuruh dua kali secepat kilat aku segera menutup pintu depan. Tentu agar keadaan aman dan terkendali. Setelah itu aku kembali ke Mbak Sus. Kini aku jongkok di depannya. Menyibak rok bawahnya dan merenggangkan kedua kakinya. Wuih, betapa mulus kedua pahanya. Pangkalnya tampak menggunduk dibungkus celana dalam warna krem. Sambil menciumi pahanya tanganku menelusup di pangkal pahanya, &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://dljav.blogspot.com&quot; title=&quot;Cerita Seks Terpanas&quot;&gt;meremas-remas vagina dan klitorisnya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; yang juga besar. Lidahku makin naik ke atas. Mbak Sus menggelinjang kegelian sambil mendesah halus. Akhirnya jilatanku sampai di pangkal pahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau apa kau sshh.. sshh”, tanyanya lirih sambil memegangi kapalaku erat-erat.&lt;br /&gt;“Mbak belum pernah dioral ya?”&lt;br /&gt;“Apa itu?”&lt;br /&gt;“Vagina Mbak akan kujilati.”&lt;br /&gt;“Lo itu kan tempat kotor..”&lt;br /&gt;“Siapa bilang?”&lt;br /&gt;“Ooo.. oh.. oh ..”, desis Mbak Sus keenakan ketika lidahku mulai bermain-main di gundukan vaginanya. Tampak dia keenakan meski masih dibatasi celana dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidree7_lq4TYGa1TNjUcsOyLlYQUhG2O9QfQ_gBUAaU2sncyxj6zA1ch_hdMBAAMj6vHroqzc386lxnu8zJ9mVfQGFUbI3vWL47ZqjdtInDoPhNerjpLiAKQKPyBFtKIiIMfdlsA3OZyE/s1600-h/Manami-Kodama.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidree7_lq4TYGa1TNjUcsOyLlYQUhG2O9QfQ_gBUAaU2sncyxj6zA1ch_hdMBAAMj6vHroqzc386lxnu8zJ9mVfQGFUbI3vWL47ZqjdtInDoPhNerjpLiAKQKPyBFtKIiIMfdlsA3OZyE/s200/Manami-Kodama.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;Mbak susi yang Sexy - Cerita Seks Terpanas&quot; title=&quot;Cerita Seks Terpanas - Dljav.blogspot.Com&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5351077485761506914&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Serangan pun kutingkatkan. Celananya kepelorotkan. Sekarang perangkat rahasia miliknya berada di depan mataku. Kemerahan dengan klitoris yang besar sesuai dengan dugaanku. Di sekelilingnya ditumbuhi rambut tak begitu lebat. Lidahku kemudian bermain di bibir vaginanya. Pelan-pelan mulai masuk ke dalam dengan gerakan-gerakan melingkar yang membuat Mbak Sus kian keenakan, sampai harus mengangkat-angkat pinggulnya.&lt;br /&gt;“Aahh.. Kau pintar sekali. Belajar dari mana hh..”&lt;br /&gt;“mm film biru dan bacaan porno kan banyak mm..” jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, tok.. tok.. tok. Pintu depan ada yang mengetuk. Wah berabe nih. Aksi liarku pun terhenti mendadak.&lt;br /&gt;“Sst ada tamu Mbak”, bisikku.&lt;br /&gt;“Cepat kau sembunyi ke dalam”, kata Mbak Sus sambil membenahi pakaiannya yang agak berantakan.&lt;br /&gt;Aku segera masuk ke dalam kamar Mbak Sus. Untung kaca jendela depan yang lebar-lebar rayban semua, sehingga dari luar tak melihat ke dalam. Sampai di kamar berbau harum itu aku duduk di tepi ranjang. Penisku tegak mendesak celana pendekku yang kukenakan. Sialan, baru asyik ada yang mengganggu. Kudengar suara pintu dibuka. Mbak Sus bicara beberapa patah kata dengan seorang tamu bersuara laki-laki. Tidak sampai dua menit Mbak Sus menyusul masuk kamar setelah menutup pintu depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa Mbak?”&lt;br /&gt;“Tukang koran menagih rekening.”&lt;br /&gt;“Wah mengganggu saja itu orang. Baru nikmat-nikmat..”&lt;br /&gt;“Sudahlah”, katanya sambil mendekati aku.&lt;br /&gt;Tanpa sungkan-sungkan Mbak Sus mencium bibirku. Lalu tangannya menyentuh celanaku yang menonjol akibat penisku yang ereksi maksimal, &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;meremas-remasnya&lt;/span&gt; beberapa saat. Betapa lembut ciumannya, meski masih polos. Aku segera menjulurkan lidahku, memainkan di rongga mulutnya. Lidahnya kubelit sampai dia seperti hendak tersedak. Semula Mbak Sus seperti akan memberontak dan melepaskan diri, tapi tak kubiarkan. Mulutku seperti melekat di mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama-lama dia akhirnya dia bisa menikmati dan mulai menirukan gaya permainan ciuman yang secara tak sadar baru saja kuajarkan.&lt;br /&gt;“Uh kamu pengalaman sekali ya. Sama siapa? Pacarmu?” tanyanya di antara kecipak ciuman yang membara dan mulai liar.&lt;br /&gt;Aku tak menjawab. Tanganku mulai &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;mempermainkan kedua payudaranya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; yang tampak menggairahkan itu. Biar tak merepotkan, kausnya kulepas. Kini dia telanjang dada. Tak puas, segera kupelorotkan rok bawahnya. Nah kini dia &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;telanjang bulat&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Betapa bagus tubuhnya. Padat, kencang, dan putih mulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak adil. Kamu juga harus telanjang.” Mbak Sus pun melucuti kaus, celana pendek, dan terakhir celana dalamku. Penisku yang tegak penuh segera diremas-remasnya. Tanpa dikomando kami rebah ke ranjang, berguling-guling, saling menindih.&lt;br /&gt;“Mbak mau saya oral lagi?” tanyaku.&lt;br /&gt;Mbak Sus hanya tersenyum. Aku menunduk ke selangkangannya mencari-cari pangkal kenikmatan miliknya. Tanpa ampun lagi mulut dan lidahku menyerang daerah itu dengan liar. Mbak Sus mulai mengeluarkan jeritan-jeritan tertahan menahan nikmat. Kelihatan dia menemukan pengalaman baru yang membius gairahnya. Hampir lima menit kami menikmati permainan itu. Selanjutnya aku merangkak naik. Menyorongkan penisku ke mulutnya.&lt;br /&gt;“Gantian dong, Mbak”&lt;br /&gt;“Apa muat segede itu..”&lt;br /&gt;Tanpa menunggu jawabannya segera kumasukkan penisku ke mulutnya yang mungil. Semula agak kesulitan, tetapi lama-lama dia bisa menyesuaikan diri sehingga tak lama penisku masuk rongga mulutnya. Melihat Mbak Sus agak tersiksa oleh gaya permainan baru itu, aku pun segera mencabut penisku. Pikirku, nanti lama-lama pasti bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sorry ya Mbak”&lt;br /&gt;“Ah kau ini mainnya aneh-aneh.”&lt;br /&gt;“Justru di situ nikmatnya, Mbak. Selama ini Mbak sama suami main seksnya gimana?” tanyaku sambil menciumi payudaranya.&lt;br /&gt;“Ah malu. Kami main konvensional saja kok.”&lt;br /&gt;“Langsung tusuk begitu maksudnya..”&lt;br /&gt;“Nakal kau ini”, katanya sambil tangannya mengelus-elus penisku yang masih tetap tegak berdiri.&lt;br /&gt;“Suami Mbak mainnya lama nggak?”&lt;br /&gt;“Ah..” dia tersipu-sipu. Mungkin malu untuk mengungkapkan.&lt;br /&gt;“Pasti Mbak tak pernah puas ya?”&lt;br /&gt;Mbak Sus tak menjawab. Dia malah menciumi bibirku &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;dengan penuh gairah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Tanganku pun ganti-berganti memainkan kedua payudaranya yang kenyal atau selangkangannya yang mulai berair. Aku tahu, perempuan itu sudah kepengin disetubuhi. Namun aku sengaja membiarkan dia menjadi penasaran sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi lama-lama aku tak tahan juga. Penisku pun sudah ingin segera &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Mbak Susi yang Sexy !!&quot;&gt;menggenjot vaginanya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Pelan-pelan aku mengarahkan barangku yang kaku dan keras itu ke arah selangkangannya. Ketika mulai menembus vaginanya, kurasakan tubuh Mbak Sus agak gemetar.&lt;br /&gt;“Ohh..” desahnya ketika sedikit demi sedikit batang &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;penisku masuk vaginanya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Setelah seluruh barangku masuk, aku segera bergoyang naik turun di atas tubuhnya. Aku makin terangsang oleh jeritan-jeritan kecil, lenguhan, dan kedua payudaranya yang ikut bergoyang-goyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga menit setelah kugenjot Mbak Sus menjepitkan kedua kakinya ke pinggangku. Pinggulnya dinaikkan. Tampaknya dia akan orgasme. Genjotan penisku kutingkatkan.&lt;br /&gt;“Ooo.. ahh.. hmm.. sshh..” desahnya dengan tubuh menggelinjang menahan kenikmatan puncak yang diperolehnya.&lt;br /&gt;Kubiarkan dia menikmati orgasmenya beberapa saat. Kuciumi pipi, dahi, dan seluruh wajahnya yang berkeringat.&lt;br /&gt;“Enak Mbak?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Emmhh..”&lt;br /&gt;“Puas Mbak?”&lt;br /&gt;“Ahh..” desahnya.&lt;br /&gt;“Sekarang Mbak berbalik. Menungging.”&lt;br /&gt;Aku mengatur badannya dan Mbak Sus menurut. Dia kini bertumpu pada siku dan kakinya.&lt;br /&gt;“Gaya apa lagi ini?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Ini gaya anjing. Senggama lewat belakang. Pasti Mbak belum pernah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah siap aku pun mulai menggenjot dan menggoyang dari belakang. Mbak Sus kembali menjerit dan mendesah merasakan kenikmatan tiada tara yang mungkin selama ini belum pernah dia dapatkan dari suaminya. Setelah dia orgasme sampai dua kali, kami istirahat.&lt;br /&gt;“Capek?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Kamu ini aneh-aneh saja. Sampai mau remuk tulang-tulangku.”&lt;br /&gt;“Tapi kan nikmat Mbak”, jawabku sambil kembali meremas payudaranya yang menggemaskan.&lt;br /&gt;“Kita lanjutkan nanti malam saja ya.”&lt;br /&gt;“Ya deh kalau capek. Tapi tolong sekali lagi, aku pengin masuk agar spermaku keluar. Nih sudah nggak tahan lagi penisku. Sekarang Mbak yang di atas”, kataku sambil mengatur posisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terletang dan dia menduduki pinggangku. Tangannya kubimbing agar memegang penisku masuk ke selangkangannya. Setelah masuk tubuhnya kunaikturunkan seirama genjotanku dari bawah. Mbak Sus tersentak-sentak mengikuti irama goyanganku yang makin lama kian cepat. Payudaranya yang ikut bergoyang-goyang menambah gairah nafsuku. Apalagi ditingkah lenguhan dan jeritannya menjelang sampai puncak. Ketika dia mencapai orgasme aku belum apa-apa. Posisinya segera kuubah ke gaya konvensional. Mbak Sus kurebahkan dan aku menembaknya dari atas. Mendekati klimaks aku meningkatkan frekuensi dan kecepatan genjotan penisku.&lt;br /&gt;“Oh Mbak.. aku mau keluar nih ahh..”&lt;br /&gt;Tak lama kemudian spermaku muncrat di dalam vaginanya. Mbak Sus kemudian menyusul mencapai klimaks. Kami berpelukan erat. Kurasakan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;vaginanya begitu hangat&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; menjepit penisku. Lima menit lebih kami dalam posisi relaksasi seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Vaginamu masik nikmat Mbak”, bisikku sambil mencium bibir mungilnya.&lt;br /&gt;“Penismu juga nikmat, Dik.”&lt;br /&gt;“Nanti kita main dengan macam-macam gaya lagi.”&lt;br /&gt;“Ah Mbak memang kalah pintar dibanding kamu.”&lt;br /&gt;Kami berpelukan, berciuman, dan saling meremas lagi. Seperti tak puas-puas merasakan kenikmatan beruntun yang baru saja kami rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbak kalau pengin bilang aja ya.”&lt;br /&gt;“Kamu juga. Kalau ingin ya langsung masuk ke kamar Mbak. Tetapi sst.. kalau pas aman lo.”&lt;br /&gt;“Mbak mau nggak main ramai-ramai?”&lt;br /&gt;“Maksudmu gimana?”&lt;br /&gt;“Ya misalnya aku mengajak salah satu teman dan kita main bertiga. Dua lawan satu. Soalnya Mbak tak cukup kalau cuma dilayani satu cowok.”&lt;br /&gt;“Ah kamu ini ada-ada saja. Malu ah..”&lt;br /&gt;“Tapi mau mencoba kan?”&lt;br /&gt;Mbak Sus tidak menjawab. Dia malah kemudian &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Mbak Susi yang Sexy !&quot;&gt;menciumi dan menggumuli&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; aku habis-habisan. Ya aku terangsang lagi jadinya. Ya &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;penisku tegak lagi. &lt;/span&gt;Ya akhirnya aku mesti menggenjot dan menembaknya sampai dia orgasme beberapa kali. Aaaaah Mbak Sus,,.</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/9150737315309564626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/9150737315309564626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dljav.blogspot.com/2009/06/mbak-susi-yang-sexy.html' title='Mbak Susi yang Sexy !!'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidree7_lq4TYGa1TNjUcsOyLlYQUhG2O9QfQ_gBUAaU2sncyxj6zA1ch_hdMBAAMj6vHroqzc386lxnu8zJ9mVfQGFUbI3vWL47ZqjdtInDoPhNerjpLiAKQKPyBFtKIiIMfdlsA3OZyE/s72-c/Manami-Kodama.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5640628212257390264.post-4259729556897464746</id><published>2009-06-25T07:57:00.004+07:00</published><updated>2009-06-25T08:24:01.097+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="01-Cerita Seks Terpanas"/><title type='text'>Hanya Karena Salah Sambung</title><content type='html'>Untuk menyelesaikan tugas kuliah, aku harus meminjam buku dari teman. Tapi, sayang bukunya sedang dipinjam oleh teman ceweknya. Dia menyarankan untuk menelepon temannya, siapa tahu sudah selesai. Dia lalu memberi nomor telepon, kucatat dan langsung aku menelponnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telepon diangkat, suara cewek menyapa dari seberang sana. Waktu kutanya nama teman tersebut, dijawab tidak ada. Rupanya salah sambung. Entah temanku yang salah memberi nomor, atau aku yang salah catat. Yang pasti, karena aku merasa cewek penerima telepon itu tidak mau terburu-buru memutuskan hubungan, aku juga tidak langsung menutup telepon. Pendek kata, terjadilah perkenalan dan dialog yang cukup panjang. Aku jadi tahu dia tinggal di daerah Lebak Bulus bersama pembantu, adik perempuan dan anak ceweknya. Erni, begitu namanya, berumur 36 tahun, dan sudah lama menjanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telepon salah sambung itu berlanjut dengan pertemuan. Sebab, Erni bilang lebih nikmat kalau kita ngobrol langsung, jadi dia memintaku datang ke rumahnya, saat itu juga. Tidak peduli dengan tugas kuliah, buru-buru aku tancap gas ke Lebak Bulus. Sampai di sana Erni sudah menyambutku, cuma memakai daster, seperti yang tadi dia bilang di telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkenalan, Erni mengajakku masuk ke ruang tamu. Dia bertanya, aku mau minum apa?, Seperti biasa, aku minta kopi. Sambil menunggu Erni membuat kopi, aku memperhatikan suasana rumah. Di ruang tengah yang bersebelahan dengan ruang tamu cuma ada pembantunya sedang asyik nonton TV bersama adik perempuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4IA3HO609KpkcuJgDQqHruX2b2qC3AdHa-0QryxUKawl0GESq1MgXh3HGKc_xoK6geKZG-5vk4jsVLby8zp8WDT9E0yFVp08koDMgzu6xCUMJi_uEnPeZTjeoD9ebgtYQk8CIJA188Kc/s1600-h/Kana-Namiki.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4IA3HO609KpkcuJgDQqHruX2b2qC3AdHa-0QryxUKawl0GESq1MgXh3HGKc_xoK6geKZG-5vk4jsVLby8zp8WDT9E0yFVp08koDMgzu6xCUMJi_uEnPeZTjeoD9ebgtYQk8CIJA188Kc/s200/Kana-Namiki.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;Cerita Seks Terpanas&quot; title=&quot;Cerita Seks Terpanas - Dljav.blogspot.Com&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5351068925944198226&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Tidak lama Erni keluar membawa secangkir kopi panas. Waktu meletakkan cangkir kopi di meja, badannya membungkuk, dan karena dia tidak memakai BH, tanpa tedeng aling-aling aku menyaksikan dua gunung putih indah tergantung di dadanya, seperti mau jatuh ke lantai. Tapi tidak lama, karena dia segera berdiri dan langsung duduk. Kami lalu ngobrol akrab meneruskan omongan di telepon tadi. Di tengah pembicaraan, aku memintanya untuk mengambilkan segelas air putih karena leherku terasa kering. Mungkin karena selama ngobrol aku terus-terusan membayangkan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Hanya Karena Salah Sambung - dljav.blogspot.com&quot;&gt;payudaranya yang indah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Apalagi, pembicaraan mulai mengarah kesana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, waktu meletakkan gelas di meja, aku menyaksikan keindahan “buah menggelantung” di dadanya. Kali ini aku tidak tahan lagi.&lt;br /&gt;“Sebenernya sih sekarang yang paling nikmat minum susu, tapi adanya cuma air putih..”, kataku.&lt;br /&gt;Dia langsung sadar apa yang terjadi. Refleks tangannya menutupi dasternya. Sambil senyum dia berkata, “Susunya ada, tapi cuma buat Ingrid (nama anaknya)..”&lt;br /&gt;Aku makin berani, “Kalo gitu, aku mau pinjem sama Ingrid, pasti diberi, Mana dia?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya si gadis cilik sudah tidur. Aku makin nekat dan memaksa, “Tolong bangunin deh, aku ngomong sebentar mau pinjem botol susunya, nanti dia juga tidur lagi..”&lt;br /&gt;Erni tertawa, tapi tampaknya tahu kalau aku &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Hanya Karena Salah Sambung - dljav.blogspot.com&quot;&gt;sudah bernafsu kepadanya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Tidak lama kemudian, dia pindah duduk ke sampingku.&lt;br /&gt;Lalu bicara pelan seperti berbisik, “Beneran mau pinjem sama Ingrid?”.&lt;br /&gt;Aku menggangguk dan langsung berdiri. Dia juga berdiri dan mengajakku masuk. Di ruang tengah cuma ada adik perempuannya sendirian asyik nonton TV sambil tiduran di karpet. Pembantunya rupanya sudah tidur duluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erna, begitu nama adik Erni, sudah menikah, belum mempunyai anak, tapi sedang pisah ranjang dengan suaminya. Dia &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;lebih cantik dan seksi&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; dibanding Erni. Apalagi dengan busananya malam itu, singlet tipis tanpa BH memperlihatkan putingnya dan short super pendek yang memamerkan keputihan, &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;kemulusan, dan kepadatan pahanya&lt;/span&gt;. Erna tidak kelihatan risih, atau berusaha menutupi bagian tubuhnya yang terbuka, waktu diperkenalkan kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erni kemudian menarik lenganku untuk mengikutinya sambil bicara kepada Erna, “Pintunya jangan lupa dikunci ya..”. Yang menakjubkan, Erni bukannya mengajakku ke kamar Ingrid, anaknya, tapi malah masuk ke kamarnya yang agak berantakan. Sebuah ranjang ukuran king size seperti menanti kedatangan kita. Tanpa basa-basi lagi, aku cium Erni. aku jilatin kuping dan lehernya. Sementara tanganku memeluk pantatnya keras-keras sambil ngeremas-remas. Tanganku yang satu lagi langsung menelusup ke balik dasternya untuk &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Hanya Karena Salah Sambung - dljav.blogspot.com&quot;&gt;meremas-remas payudaranya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Erni tertawa kecil melihatku sudah begitu bernafsu. Dia segera mencopot daster dan CD-nya, lalu membantuku melepaskan pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sama-sama polos, dia menarikku ke atas ranjang. Tanpa memberi kesempatan sedikit juga, dia langsung menindihku. Dengan gerakan yang sangat agresif dan berpengalaman dia mencium habis bibirku, menjilati badanku, sementara liang kewanitaannya digesek-gesek naik-turun di atas penisku. Asyik benar. Apalagi jilatannya benar-benar yahud. Dari leher, dada, terus turun sampai ke selangkangan. Bijiku dijilatin, terus ditelen dan disedotnya dengan lembutnya. Lubang pantatku juga dijilatin habis. Dan tentu saja, penisku jadi santapan utamanya. Mula-mula dijilatin bagian bawahnya, terutama pada lipatan di bawah kepala penis. Setelah itu dia masukkan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;penisku ke dalam mulutnya&lt;/span&gt;, mula-mula cuma kepalanya, batangnya, terus dimasukkan lagi sampai mentok di kerongkongannya. Lalu dia kulumnya penisku seperti anak kecil makan es lilin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diservis begitu rupa, aku tidak cuma tinggal diam. Tanganku gerayangan ke sana kemari, melakukan serangan balik. Mula-mula cuma mengelus-elus punggung dan pahanya. Terus &lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Hanya Karena Salah Sambung - dljav.blogspot.com&quot;&gt;ngeremas-remas payudaranya&lt;/a&gt;. Pindah lagi ke liang kewanitaannya. Sampai-sampai dia yang awalnya seperti ‘mau menang sendiri’ menjadi pasrah, membiarkan posisi badannya kuputar. Sambil terus menjilati dan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot;&gt;menyedot penisku&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, kaki Erni sekarang seperti menjepit kepalaku. Berarti, kemaluannya yang berbulu agak jarang tapi kelihatan sangat tebal itu menantang di depan mataku. Tanpa buang-buang waktu, kujilat lubang kenikmatan itu. Dan itulah rupanya titik terakhir pertahanan Erni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum terlalu lama aku &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://dljav.blogspot.com&quot; title=&quot;Download Video Bokep - dljav.blogspot.com&quot;&gt;&lt;/span&gt;melahap bibir kewanitaannya&lt;/a&gt;, Erni tiba-tiba berubah menjadi seperti kuda liar nan ganas. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Dengan penuh birahi&lt;/span&gt; dia memberikan kenikmatan seks yang luar biasa. Dia begitu ganas memberi rangsangan di sekujur badanku. Dia juga begitu agresif menancapkan lubang senggamanya ke penisku. Dan dia sungguh liar ketika menggoyang-goyangkan pantatnya turun-naik, diputar ke kiri ke kanan, turun-naik.., penisku terasa dikucek-dikucek, dibilas dan diperas–seperti (mungkin) kalau dimasukkan ke dalam lubang mesin cuci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan seks yang betul-betul heboh itu berakhir dengan semprotan spermaku di dalam mulut Erni. Setelah istirahat sebentar, ronde kedua dimulai. Kali ini berlangsung jauh lebih liar lagi, sampai badanku dan dia penuh bekas gigitan dan cakaran. Setelah ronde kedua berakhir, Erni keluar kamar dan masuk lagi diikuti Erna adiknya yang rupanya sudah ketiduran di depan TV. Dengan wajah tidak peduli, seperti tidak ada sesuatu yang luar biasa, Erna merebahkan diri di atas ranjang, persis di sampingku yang masih bugil dan salah tingkah karena tidak tahu mesti berbuat apa. Erna cuma tersenyum melihatku, kemudian membalikkan badan sambil memeluk guling yang dibawanya, dan meneruskan tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, diam-diam, aku sebenarnya pingin benar &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;&quot; title=&quot;Hanya Karena Salah Sambung - dljav.blogspot.com&quot;&gt;menyetubuhi Erna&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Tapi bagaimana dengan Erni yang tanpa sepotong benang di badannya mendekatiku, &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;langsung menindih&lt;/span&gt;, memeluk dan mencium leherku?</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/4259729556897464746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/4259729556897464746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dljav.blogspot.com/2009/06/hanya-karena-salah-sambung.html' title='Hanya Karena Salah Sambung'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4IA3HO609KpkcuJgDQqHruX2b2qC3AdHa-0QryxUKawl0GESq1MgXh3HGKc_xoK6geKZG-5vk4jsVLby8zp8WDT9E0yFVp08koDMgzu6xCUMJi_uEnPeZTjeoD9ebgtYQk8CIJA188Kc/s72-c/Kana-Namiki.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5640628212257390264.post-8222054504735935927</id><published>2009-06-21T06:30:00.005+07:00</published><updated>2009-06-21T07:58:42.689+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="01-Cerita Seks Terpanas"/><title type='text'>Kenangan Perpisahan</title><content type='html'>Aku baru saja lulus kuliah dan mendapatkan gelar sarjana S1 untuk bidang Teknik Mesin. Berkat bantuan orang tuaku, aku berhasil mendapatkan panggilan untuk bekerja di sebuah perusahaan mesin di Norwegia karena rekan orang tuaku mempunyai bagian saham di perusahaan tersebut. Aku ingat saat kelulusanku, ternyata Winnie, salah seorang temanku dari Fakultas Hukum juga telah menyelesaikan studinya. Usia Winnie terpaut satu tahun dibawahku dan aku berkenalan dengannya sejak masih tahun pertama dia masuk kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Winnie seorang gadis yang menarik dengan kulit bersih dan &lt;a href=&quot;&quot;&gt;wajah yang cantik mulus&lt;/a&gt;. Rambutnya bergelombang dan indah. Tubuhnya langsing dengan pinggang yang ramping. &lt;a href=&quot;&quot;&gt;Payudaranya montok, padat dan penuh&lt;/a&gt;. Sangat proporsional dengan tubuhnya sehingga sangat menggiurkan bagi banyak lelaki. Entah mengapa, Winnie tampaknya sangat memujaku. Aku sendiri kurang menyukai sifatnya karena menurutku Winnie terlalu lincah dan aktif, dan lagi dia bukan tipe gadis yang kusukai. Tapi harus kuakui kalau secara fisik Winnie benar-benar membuatku terpesona. Teman-temanku berkata bahwa aku bodoh karena tidak menanggapi Winnie. Menurut mereka aku cukup tampan, apalagi orang tuaku tergolong berharta. Winnie pun berasal dari keluarga yang berkecukupan. Namun aku biasanya mengabaikan mereka untuk hal yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam hari sebelum berangkat ke Norwegia, aku berjalan-jalan dengan motorku untuk melepas stres. Sampai lewat jam 11 malam aku berada di suatu taman kota, yang kebetulan sekali berada di dekat tempat tinggal Winnie. Dan anehnya, saat itu Winnie sendirian melintas di depan taman tersebut, seorang diri saja. Dia hanya memakai T-Shirt dan celana pendek. Dan begitu melihatku, dia langsung menegur dengan riangnya, “Hei, Zal! ngapain lo di sini malem-malem gini? mau ngerampok ya?”&lt;br /&gt;Aku cuma tersenyum sekilas, lalu menjawab, “Nggak.. Lagi ngilangin pusing. Lo sendiri ngapain?”&lt;br /&gt;“Gue baru dari warung di sana, beli handyplast. Tangan gue luka. Nih, liat aja! Cuma luka kecil sih…” katanya sambil menunjukkan luka di tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa, aku merasa senang melihat luka di tangannya itu. Dan saat itu terlintas suatu pikiran di kepalaku. “Win, temenin gue jalan-jalan yuk, keliling-keliling aja…” Dia tertawa dan langsung setuju! Luar biasa, dia sama sekali tidak takut dan tidak curiga kalau aku punya niat jahat! Lalu dia naik ke motorku, dan aku pun tancap gas membawa dia pergi dari situ. Aku membawanya ke sebuah kawasan industri yang letaknya cukup jauh dari situ dan tempat ini memang sepi sekali. Maklum, tidak ada perumahan di sini, yang ada hanya bangunan pabrik dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia nampak mulai curiga dan bertanya, “Zal, kita mau kemana nih? Anterin gue balik aja deh, ya?”&lt;br /&gt;Aku berhenti di sebuah bangunan tua di dekat situ dan menjawab, “Anterin pulang? Gue masih pengen sesuatu nih! Gue sebenernya suka ama lo, Win. Gue pusing, soalnya besok gue mau pergi ke luar negri!” (Aku tidak pernah menceritakan tentang rencana kepergianku pada teman-temanku, bahkan teman terdekatku sekalipun).&lt;br /&gt;Winnie tampak kaget, “Ke luar negri? Ngapain Zal?”&lt;br /&gt;“Ada urusan. Makanya, gue bilang ke lo supaya gue nggak penasaran.” jawabku munafik, padahal saat itu aku sangat menginginkan bisa menikmati tubuh Winnie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan benar saja, nampaknya Winnie terjerat. Tidak lama setelah aku menebarkan jeratku, Winnie mulai terpengaruh dan dia menurut saja ketika kuajak dia ke samping bangunan tua itu. Bahkan bangunan itu pada siang hari hampir tidak pernah dikunjungi orang. Hanya lampu jalan saja yang menerangi tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku nekat &lt;a href=&quot;&quot;&gt;memeluk dan mencium bibirnya&lt;/a&gt;. Saat itu aku merasakan Winnie berusaha menolak, tapi aku terus memaksa sehingga akhirnya Winnie pun membalas pelukanku. Aku dapat mencium harum tubuh Winnie yang semakin merangsangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun dapat merasakan &lt;a href=&quot;&quot;&gt;payudara Winnie yang kenyal&lt;/a&gt; dan hangat menekan dadaku dan benar-benar terasa nikmat. Winnie yang sudah terpengaruh nafsu bahkan diam saja ketika tangan kiriku meraba dan meremas pantatnya sementara tangan kananku menurunkan celana pendek yang dipakainya. Sementara lidahku beraksi di dalam mulutnya. Winnie ternyata masih kurang pengalaman dalam berciuman, dapat kurasakan caranya membalas ciumanku. Namun, apa peduliku? Aku hanya menginginkan tubuhnya. Besok aku akan pergi ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJc1uVXwFhEolGga0b0At_oVlTEzAAE8qfXFtc4ZvaDRRUHJ5VF8Q6_SgQIHbpab7BrsUhuc17Wc0WnofzoJDmvCceeaJyfF-7OFfh_KBHkVVbeLCGY-vHkQAkQt1AVc_elWho1UeRqkY/s1600-h/Maya+Sakamoto.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 300px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJc1uVXwFhEolGga0b0At_oVlTEzAAE8qfXFtc4ZvaDRRUHJ5VF8Q6_SgQIHbpab7BrsUhuc17Wc0WnofzoJDmvCceeaJyfF-7OFfh_KBHkVVbeLCGY-vHkQAkQt1AVc_elWho1UeRqkY/s320/Maya+Sakamoto.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;Maya Skakmoto - Cerita Seks Terpanas&quot; title=&quot;Maya Skakmoto - Cerita Seks Terpanas&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5349577128361406210&quot; /&gt;&lt;/a&gt; Aku melepaskan ciumanku, dan kemudian membuka T-Shirtnya. Seiring dengan itu, &lt;a href=&quot;&quot;&gt;kedua payudaranya yang kencang&lt;/a&gt; dan memenuhi BH putihnya (bahkan sangat penuh!) berguncang. Aku bertanya kepadanya sambil meremas gumpalan daging miliknya yang kiri, yang masih tertutup BH.&lt;br /&gt;“Win, tetek lo gede banget! Lo pake ukuran berapa sih?”&lt;br /&gt;“Mhh.. gue… pake.. 34C, Zal..” jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya aku membaringkannya dan &lt;a href=&quot;&quot;&gt;membuka celananya&lt;/a&gt;, dan dia memakai celana dalam putih tipis! Dapat kulihat bayangan bulu kemaluannya. Tidak lebat, memang. Aku sangat penasaran, maka aku pun melepaskan celana dalamnya. Winnie merapatkan kedua kakinya, untuk menutupi lubang rahasianya. Semakin penasaran akan keindahan tubuhnya, aku terakhir kali membuka BH-nya. Kedua daging kembar yang kenyal tersebut seperti melompat ketika BH-nya benar-benar terlepas. Besar dan indah sekali. Akan sangat nikmat bila tanganku meremas, mencengkram dan menggenggam gumpalan daging itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum aku beraksi lebih jauh, Winnie memotong, “Lo juga buka dong, Zal! Masa gue aja nih…”Aku turuti permintaannya. Dalam sekejap aku pun &lt;a href=&quot;&quot;&gt;bertelanjang bulat&lt;/a&gt; di hadapannya. Batang penisku sudah menegang keras sejak tadi. Ukuranku tidaklah panjang, kurang lebih 15 cm. Tapi diameternya cukup besar jika dibandingkan dengan milik teman-temanku. Winnie menyeletuk, “Baru kali ini gue liat punya cowok langsung lho, Zal”.&lt;br /&gt;Aku bertanya, “Lo belum penah main sama orang?”&lt;br /&gt;“Belum.. Gue biasanya onani aja kok”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak bertanya lebih lanjut. Langsung saja kuraih Winnie dalam pelukanku, dan kuelus sebelah payudaranya dengan tangan kananku. Oh.. Nikmat sekali. Kenyal, padat dan aku bisa merasakan dagingnya yang begitu empuk! Sementara Winnie mengeluarkan suara desahan pelan. Aku mengambil posisi duduk, sementara kupangku Winnie berhadapan denganku. Tangan kananku masih mengelus-elus sebelah payudaranya, sementara mulutku meraih puting yang menonjol dari payudara lainnya. Putingnya berwarna merah, sedikit tua. Kusedot dengan sangat kuat sehingga Winnie terpekik kecil. “Uhhh… Zal, Lo nyusu ganas banget sihh.. Lo sedot sampe semua isi tetek gue keluar juga, nggak bakal ada air susunya…” komentar Winnie sambil meringis. Di bawah, &lt;a href=&quot;&quot;&gt;penisku bersentuhan dengan bibir vaginanya&lt;/a&gt;. Hangat dan basah di sana. Aku bisa merasakan pula bulu kemaluannya pada penisku. Sedikit demi sedikit kugerakkan tubuhku agar alat sanggama kami saling bergesek. “Ah… enak sekali rasanya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang kemudian Winnie lepas kontrol, sehingga dia berbisik di telingaku, “Uh.. Zal, jangan dielus aja dong, &lt;a href=&quot;&quot;&gt;remes tetek gue&lt;/a&gt;… gue nggak tahan kalo cuma digituin doang!”&lt;br /&gt;“Ah, Lo isep dulu kontol gue deh, Win. Mau kan?”&lt;br /&gt;Winnie mengangguk dan kepalanya menunduk di antara selangkanganku. Kemudian tak lama kurasakan hangat, basah dan geli luar biasa pada penisku. Winnie telah &lt;a href=&quot;&quot;&gt;mengulum penisku&lt;/a&gt;. Rasanya luar biasa. Aku hanya bisa memegang rambutnya dan merasakan sejuta nikmat pada penisku. Terkadang Winnie menjilat atau menggigit dengan lembut batang penisku sehingga tubuhku bergetar keenakan. Sementara tangannya memijat halus kedua biji penisku. Tak hanya itu, bahkan Winnie juga mengulum kedua biji penisku itu. Dia menyedot dan memainkan lidahnya, membuatku seperti terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya merasakan penisku berdenyut-denyut, sehingga aku menghentikan Winnie dan membaringkannya. Aku di atas dan dia di bawah. Tanganku memegang tangannya. Kugesek-gesekkan batang penisku dengan &lt;a href=&quot;&quot;&gt;bibir vagina dan klirotisnya&lt;/a&gt; sehingga Winnie mengerang merasakan nikmat. Kedua payudaranya berguncang-guncang pelan seirama dengan gerakanku. Gerakanku semakin cepat, dan kurasakan vagina Winnie sangat basah serta mengeluarkan banyak cairan. Winnie bahkan menjerit pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Win, gue masukin ya?”&lt;br /&gt;Winnie diam saja. Diam artinya setuju kan? Maka aku pun siap tancap, aku mengambil posisi kesukaanku. Aku duduk di bawah sementara dia kupangku, &lt;a href=&quot;&quot;&gt;kubuka liang vaginanya&lt;/a&gt; dengan kedua jariku, dan kududukkan dia di atasku. Perlahan penisku masuk ke dalam vaginanya. Sebelum selesai, kupaksa dia turun sehingga Winnie mengerang. Penisku seluruhnya berada dalam &lt;a href=&quot;http://dljav.blogspot.com&quot; title=&quot;Cerita Seks Terpanas - Http://Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;kehangatan genggaman vaginanya&lt;/a&gt;. Ohh.. enak luar biasa di dalamnya. Panas, sempit, dan berdenyut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Winnie mulai bergerak naik turun di hadapanku. Akh… penisku geli luar biasa. Winnie pun merintih-rintih sambil bergerak. Kedua tangannya bertopang pada bahuku, sementara kedua payudaranya tepat berada di depan wajahku. Bayangkan, kedua daging kenikmatan tersebut melonjak-lonjak di hadapanku. Aku tidak dapat menahan diri, kemudian tangan kananku meraup miliknya yang kiri, kucubit dan kupuntir puting susunya dengan telunjuk dan jempolku. Sementara lidahku menjilati puting susu, areola dan permukaan payudaranya yang lain. Cairan dari vagina Winnie menimbulkan bunyi berkecipak pada persenggamaan kami. Sekali lagi aku mengulum puting susunya dan menyedot sekuat yang kubisa. Kali ini membuat puting susu Winnie tertarik kencang karena gerakan Winnie yang naik turun sementara aku menarik puting susunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Winnie mengaduh, “Aduuh… kalo gini ca..caranya, ukh… isi tetek gue… ekh.. bisa brojol.. ah… keluar… ekh… ah… nanti puting gue.. ukh.. ah bisa putussh..”&lt;br /&gt;Mendengar perkataan Winnie tersebut semakin memompa nafsuku. Bahkan saat itu juga terlintas di kepalaku untuk melakukan sesuatu yang luar biasa. Aku tiba-tiba saja mengambil kendali persenggamaan tersebut. Kugenggam, kuremas dan kutarik kedua payudara Winnie ke arahku sehingga posisiku terlentang dan Winnie menindihku! Sekali lagi Winnie mengaduh-aduh dengan kekasaranku tadi. Selanjutnya, dengan masih menggunakan &lt;a href=&quot;&quot;&gt;kedua payudaranya&lt;/a&gt; sebagai peganganku, aku mendorong Winnie sehingga dia terlentang dengan keras. Kali ini aku yang menindihnya. Pinggangku kugerakkan naik turun dengan kasar dan keras sehingga seakan-akan penisku berusaha mendobrak &lt;a href=&quot;&quot;&gt;jebol vaginanya&lt;/a&gt;. Kali ini Winnie menjerit cukup keras! Tak sampai disitu, kuraih tubuh Winnie dan kupeluk dengan tangan kiriku. Tangan kananku menggenggam dan memeras payudara kirinya dengan kuat, seperti memeras santan. Aku bisa merasakan isi dari payudaranya di genggamanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adduhh, Zal! Lo bisa hancurin tetek gue… aduh.. aduh… lepasin dong!”&lt;br /&gt;Aku tidak mempedulikannya. Bahkan aku menggigit bagian bawah payudaranya yang sebelah lagi. Aku berusaha menggigit setiap inci dari payudara tersebut. Tangan kananku pun semakin buas. Bukan hanya memeras, tapi juga menarik dan seakan berusaha mencabut daging kenyal tersebut dari tubuh Winnie. Aku semakin kasar sehingga Winnie menjerit-jerit, dan akhirnya pingsan. Hanya beberapa saat setelah Winnie pingsan, penisku berdenyut-denyut dan memuntahkan cairan nikmat ke dalam rahim Winnie. Aku terkulai lemas dan &lt;a href=&quot;&quot;&gt;menindih tubuh Winnie&lt;/a&gt; yang telah pingsan. Pinggangku terasa amat pegal dan selangkanganku sedikit ngilu. Tapi aku merasa puas karena tanganku terasa enak. Tanganku telah beroperasi sebebasnya dan sepuasnya pada payudara Winnie. Penisku masih berada di dalam rahimnya, terasa panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kucabut penisku dan aku memakai bajuku. Kutinggalkan Winnie yang pingsan dalam keadaan telanjang bulat. Sebelum pergi, aku menyentil puting susunya. Besok pagi aku akan berangkat ke Norwegia. Biar saja Winnie menyesali apa yang terjadi. Toh, aku tidak peduli. Hanya saja aku akan terus mengingat kenikmatan yang kuperoleh saat itu.</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/8222054504735935927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/8222054504735935927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dljav.blogspot.com/2009/06/kenangan-perpisahan.html' title='Kenangan Perpisahan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJc1uVXwFhEolGga0b0At_oVlTEzAAE8qfXFtc4ZvaDRRUHJ5VF8Q6_SgQIHbpab7BrsUhuc17Wc0WnofzoJDmvCceeaJyfF-7OFfh_KBHkVVbeLCGY-vHkQAkQt1AVc_elWho1UeRqkY/s72-c/Maya+Sakamoto.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5640628212257390264.post-232474822270048781</id><published>2009-06-21T03:26:00.001+07:00</published><updated>2009-06-22T04:53:32.759+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="01-Cerita Seks Terpanas"/><title type='text'>Hilangnya Keperawanan Calon Istriku</title><content type='html'>Venny gadis cantik , berkulit putih putih . &lt;a href=&quot;&quot;&gt;Tubuhnya langsing&lt;/a&gt; , dengan betis yang ramping . &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://dljav.blogspot.com&quot; title=&quot;Cerita Seks Terpanas - Http://Dljav.Blogspot.Com&quot;&gt;Dada Venny tak terlalu besar&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; , tapi sesuai dengan bentuk tubuhnya yang ramping . Dengan rambut sebahu yang selalu di biarkan terurai lurus .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan depan kami akan menikah , umur Venny 23 tahun dan Aku 25 tahun , yah kita memenag masih muda , tapi papa Venny sudah mau cepat punya cucu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku tiba di rumah Venny , rumahnya sepi . Karena papa dan mamanya sedang ke bogor , dan si embok pun di bawa , buat membersihkan Villanya di bogor&lt;br /&gt;Itulah sebabnya aku harus datang ke sini , lebih cepat , dan aku berencana untuk menginap . Aku sudah beberapa kali menginap di rumah Venny . Tentu saja tidak tidur sekamar .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Venny cukup besar , ada beberapa kamar kosong . yah Venny adalah anak tunggal . Jadi ada banyak kamar kosong . Rencananya pun , papa Venny memintaku untuk tinggal di sini , setelah Aku menikah nanti . Dia takut tambah kesepian kalau Venny ku bawa pergi nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertemu tunanganKu itu , &lt;a href=&quot;&quot;&gt;aku memeluknya&lt;/a&gt; , dan mencium keningnya Mesra “ kamu lama amat sih , aku kan takut sendirian ..” kata Venny manja . Aku tersenyum lalu duduk di sofa kulit yang mewah , di ruang tengah . Aku mencium bibir Venny dan berkata “ takut apa sih , banyak satpam di depan .. mana mungkin ada perampok berani ke sini…” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sungguh nasib jelek, ketika saya baru saja menyelesaikan perkataan saya, tiba tiba masuklah 5 pemuda berwajah sangar ,ke rumah Venny secara mendadak. Dua orang di antaranya mendekati saya. “ wah , ada Sancai dan Taumingse lagi pacaran.. “ kata seorang yang berperut buncit . Temannya yang gondrong , tertawa “ ha..ha..haa.. Sancainya sexy sekali….” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Hei mau apa kalian… “ kataKu . “ RAMPOK .. RAMPOKKK…” aku menjerit keras keras .. Tapi mereka segera mengeroyokKu . Dengan lingis mereka memukulku . Dan ketika satu pukulan keras , di pelipisKu aku terjungkal tak berdaya . Dengan kepala ku yang kunang kunang , lalu mereka mengikatku . dan menyumpal mulutku pakai lap meja .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu orang yang botak dari &lt;a href=&quot;&quot;&gt;mereka memeluk Venny&lt;/a&gt; dari belakang , memegang tangan Venny dan membekap mulutnya . Botak berkata “ eh , si Sancai ini boleh juga , giman kalau kita entot dulu…” . Dia mengoyang pantatnya di belakang pantat Venny yang memakai rok mini .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku meronta berusaha melepaskan ikatan tanganKu , tapi apa daya , Aku hanya bisa melihat calon istriku di lecehkan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu gendut berkata “ yah .. boleh juga , Sancai ini nafsuin banget yah .. “ .&lt;br /&gt;Tangannya &lt;a href=&quot;&quot;&gt;meraba paha mulus&lt;/a&gt; Venny , dan mengangkat rok mininya hingga celana dalamnya , terlihat . Venny meronta , tapi si botak menjambak rambut Venny . Air mata Venny mulai berderai .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lain tertawa tawa . dan bersorak “ yah , mainkan .. mainkan…” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ufffhhhh….enggg…ehuufff…” tedengar erangan Venny , yang mulutnya di bekap Botak . Lalu Gendut , melepas tangan Botak , dari mulut Venny . Nafas Venny tersengal sengal . “ tolong.. jangan.. perkosa saya .. ambil semuanya harta saya.. tapi jangan perkosa saya..tolong…” mohon Venny .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gendut tertawa “ ha.. ha… ha.. gua pasti ambil semua harta eloe , tapi gua juga mau memek eloe .. mau tau gak eloe , gua &lt;a href=&quot;&quot;&gt;paling doyan memek amoy&lt;/a&gt; amoy..kayak eloe…” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venny merinding mendengar kata kata gendut . “ ampun Bang.. jangan.. kasihan saya..” . Lalu gendut mengeluarkan celuritnya , di dekatkan ke lehernya . “ elo pilih di entot atau di bunuh..” kata gendut . Venny pucat pasi . Wajah putihnya makin menjadi putih .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ jangan ..jangan bunuh saya ..tolong Bang ampun…” kata Venny . Gendut tertawa , dan yang lain pun ikut tertawa . “ baiklah , eloe gua gak bunuh , tapi eloe turutin guah aja ..eleo gua entot..” kata gendut . Venny menangis tersedu sedu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Gendut lalu jongkok , dan &lt;a href=&quot;&quot;&gt;mengangkat rok mini&lt;/a&gt; Venny . Lalu dia menciumi selangkangan celana dalam Venny . Venny meronta , tapi Gondrong segera memempelkan belatinya ke leher Venny .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belati mengkilap itu terasa sangat dingin di leher Venny , menyebarkan rasa takut di diri Venny , yang tanpa sadar membuat Venny pipis karena ketakutan . Air pipisnya yang kekuningan merembes keluar melalui celana dalam putihnya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ wah belom di apa apain udah keluar nih amoy.. bikin peler gua mengkeret..” kata Gendut . Yang lain pun tertawa . Tanpa merasa jijik dengan pipis Venny , Gendut segera menciumi selangkangan celana dalam Venny yang basah oleh pipisnya . Lidah gendut juga terlihat menyapu selangkanan celana dalam Venny .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman temannya melihatnya , dengan sorot mata yang &lt;a href=&quot;&quot;&gt;sangat bernafsu&lt;/a&gt; . Lalu Gendut berdiri lagi . “ eh Botak lepasin dia , sana elo duduk di sofa , gua mau entot elo di sofa..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu Botak melepaskannya , Venny lalu berusaha lari , ke arah pintu . Tapi seorang yang bertampang Ambon , langsung mencegatnya , dan menapar pipinya . Venny terjengkang jatuh . Si Ambon langsung menariknya dan mendudukan di sofa .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ eh .. siapa suruh elo lari..” bentak si Ambon . dan “Plak..” sebuah tamparan di terima Venny lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ammpunn.. jangan pukul..jangan…” jerit Venny sambil memegang pipi mulusnya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Botak , berdiri di belakang sofa , menjaga Venny supaya tak macam macam . Dan Si Ambon menyusul berdiri di belakang .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gendut tertawa “ ha.. ha.. ha.. makanya elo jangan nakal..moy.. “ . Dan Gendut membuka paksa t-shritnya . Venny diam pasrah . lalu dengan karas melepas Bh yang di gunakan Venny . Venny segera menutup &lt;a href=&quot;&quot;&gt;buah dadanya&lt;/a&gt; dengan tangannya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kembali Gendut , menjambak rambutnya dan menarikanya “ siapa suruh eleo tutupin tete eloe..” bentaknya . Venny mengeram sakit , dan mau tak mau , pasrah melepas tangannya dan mempertontonkan buah dadanya itu . “ wah , bagus sekali tete elo , pentilnya juga kecil…” lalu Gendut itu dengan nafsu melalap buah dada Venny .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti seorang bayi kelaparan , Gendut menyedot putingnya keras keras . Tubuh Venny mengejang . Dari mulutnya merintih kesakitan “ ahhhhgg…..aghhhh……” . Sebelaha tangan gendut juga &lt;a href=&quot;&quot;&gt;meremas remas buah dada&lt;/a&gt; Venny dengan nafsu dan kasar . Menambah rasa sakit di tubuh Venny .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara binatang binatang yang lain menontonnya dengan nafsu . sambil mengelus ngelus selangkannya masing masing .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah si gendut puas memainakan buah dada Venny , Dia melepas Rok Venny . dan juga menarik paksa celana dalamnya . Lalu mencium celana dalamnya yang basah oleh pipisnya tadi . “ Ohh.. wangi sekali .. eh elo masih perawan engak..” tanyanya . Venny tak menjawab . dia membuang muka .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gendut lalu menatap memek Venny . Memek yang kecil , dengan bulu bulu yang sedikit dan halus . Lalu dengan jarinya di kuakan memeknya . Lalu gendut menjilati Vagina perawan Venny .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh Venny mengejang lagi . “ ahh..jangann .bang.. ampun…” . Gendut terus menjilati vagina Venny , dan juga menyedot nyedot klitorisnya . Venny makin menjerit . dia merasa sakit di klitorisnya karena di sedot begitu keras .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Gendut berkata “ eh .. seret cowoknya kemari , biar dia lihat waktu &lt;a href=&quot;&quot;&gt;gua entot pacarnya&lt;/a&gt;..” . Dan Aku di seret mendekat ke sofa itu , tanpa bisa melawan sedikit pun . Dan gendut pun mulai melepas pakaiannya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Botak protes “ eh koq abang dulu sih.. saya dulu dong..kan ide saya ” kata botak .&lt;br /&gt;Gendut tertawa “ eh ,kan biasa urutannya , ****** gua paling kecil , jadi gua dulu , terus di gondrong , baru eloe , si Tatto ,dan terakhir si Ambon …” . Aku geram sekali , tapi tak berdaya , Aku harus menyaksikan calon istriku di gilir lima binatang binatang ini .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penis Gendut mendekati wajah Venny . Venny membuang muka . Tapi si botak dari belakang memutar kepala Venny ,dan menahannya . “ayo buka mulut elo sayang!” perintah Gendut . Venny Diam saja . Lalu penisnya di sodok sodok di mulut Venny .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mau tak mau bibir Venny terbuka paksa , lalu Penis itu masuk kemulutnya . Dan si gendut mulai mengoyang penisnya di mulut Venny . Venny memejamkan mata . Dia pasrah . Dan gendut terus mengocok penisnya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ eh..payah elo , ngak bisa ngisep .. jagoan cewek kali jodo..” katanya . lalu dia mencabut penisnya dari mulut Venny . Dan Venny pun meludah berkali kali . Gendut tertawa .” ha..ha..ha.. kenapa ****** gua bau yah…” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venny terlihat pasrah , dengan air mata menetes membasahi pipinya , Dan si Gendut yang sudah nafsu sekali ,mulai &lt;a href=&quot;&quot;&gt;mengesekan penisnya di vagina&lt;/a&gt; Venny . Venny gemetar . Si gendut mendesah desah “ ohh.. memeknya licin…” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat penis gendut , yang dia bilang kecil . Tapi aku rasa penisnya tak kecil benar , besarnya hampir sama dengan penisKu . kira kira 15 cm . Aku tak bisa membayangkan berapa besar penis si Ambon .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba tiba Venny menjerit lirih “ ahhggggg…. Sakittttt…. Stop…ampun…. “ . Rupanya si gendut sudah menusukkan penisnya ke liang vagina Venny . Dan lalu memperkosanya dengan kasar . Tubuh Venny mengejang , dia menahan sakit . Perawannya yang selama ini di jaga , untuk &lt;a href=&quot;&quot;&gt;malam pertama&lt;/a&gt; bersamaku telah hilang Perih di vaginanya , dan perih di hatinya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gendut terus &lt;a href=&quot;&quot;&gt;memperkosanya dengan sadis&lt;/a&gt; , dan tak mempedulikan jerit kesakitan Venny . Gendut menghentak keras keras . Dan Venny pun menjerit jerit “ aghhh…sakit…ampun….stop…sudah…sakit…” . Jeritan Venny malah membuat Gendut tambah nafsu . dan terus dengan bengis memeperkosanya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai gendut , mengejang , dan menekan penisnya dalam dalam , di liang vagina Venny “ ahh.. memek eloe memang enak…” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Gendut menatap Vagina Venny . Banyak cairan putih di liangnya yang membengkak , juga darah perawan Venny . “ wah .. gua untung besar nih , dapat perawan china..” katanya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venny menangis sesugukkan . Hilang sudah kesuciannya . Aku benar benar geram melihatnya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Eh , bang Gendut , sono istirahat , gantian gua..” kata Gondrong . Dia sudah bugil total . penisnya mengacung , penisnya lebih besar sedikit dari si gendut . Dan Si gondrong yang sudah nafsu ,dan tak tahan lagi langsung mengarahkan penisnya ke vagina Venny .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali Venny menjerit lirih “ aggghhhh…perihhhh… ahhh…” . Vaginanya yang memar di hajar lagi oleh penis Gondrong . Gondrong terlihat benar benar nafsu . Sambil memeperkosa Venny , dia menyedot nyedot buah dada Venny . Tubuh Venny mengeliat , dan gemetar , karena rasa sakit yang di deranya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venny terus merintih rintih “ aghhh..perih…. sudah..ampun…… stop…sudah…” . Gondrong pun tanpa peduli menghentak hentak keras . Tapi untung karena dia sangat bernafsu , tak lama Gondrong menengang dan dia ejakulasi . Kembali vagina Venny di sembur cairan kental dari penis Gondrong .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venny terus menangis terisak isak . Tubuhnya di masuki penis cowok , tanpa bisa dia menikmatinya . Tubuhnya terkadang mengejet ,menahan sakit .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari Gondrong , si Botak sudah siap menerkam . Tubuh botak sudah bugil dengan penis yang mengacung sepanjang kira kira 20 cm . Lalu penis itu di dekatkan ke muka Venny “ jilati …cepat…” katanya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venny mengeram dan menolak . Botak , menarik rambutnya . Venny menjerit “ ahhhggg…” . pada saat itu penis Botak masuk di mulutnya . Venny meronta , dan tangan kasar Botak segera &lt;a href=&quot;&quot;&gt;meremas buah dada&lt;/a&gt; Venny sekerasnya . “ aggguuuhuuh…. Uffffff…” jerit Venny tertahan penis Botak “ .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Botak terus bergoyang , dan memeprkossa mulut Venny . Venny tak bisa berbuat apa apa . Kedua tangan Botak memegang kepalanya . Lalu kepala Venny di goyang maju mundur . Sambil mengeram , seperti macan kelaparan yang ingin memecahkan kepala mangsanya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venny hanya pasrah , dengan mata terpejam , kepalanya terus di goyang oleh Botak Kaki Venny tang terlunjur terbuka terkadang mengejang .&lt;br /&gt;Setelah cukup lama , akhirnya , Botak menekan penisnya dalam mulut Venny ,dan mendiamkannya sesaat . “ aghhh…..gua keluarrr…” dia mengeram .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venny kemudian memuntahkan cairan sperma Botak . “ ha..ha..ha.. kenapa ..peju gua pahit yah…” kata Botak . Lalu Botak , mengambil sisa sisa spermanya yang di muntahkan Venny , lalu memeperkan di wajahnya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venny mengeliat meronta “ cukup…cukup… tolong..hentikan..kalian.*******tt…” pekiknya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Plaak .. plaak..” Botak menamparnya keras . Venny terhuyung , Dan menjerit “ aduhhh…aduhh…. “ dan kembali Venny menangis keras .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ eh udah Botak , nanti aja elo mampusin dia , sekarang giliran gua..” kata Tatto . Penjahat dengan tubuh penuh Tatto .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ gak bisa , gua belum entotin Dia..” kata Botak . “ tapi pan eloe udah keluar.. giliran gua dong..” balas Tatto . Mereka berdua ribut .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Gendut buka suara “ eh , Tatto biarin aja dulu , entar juga giliran elo .. “ .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya Gendut itu pimpinan mereka , lalu Tatto mengalah . dan membiarkan Botak .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Botak tersenyum puas . Lalu Dia mulai &lt;a href=&quot;&quot;&gt;memainkan vagina Venny&lt;/a&gt; . Dangan dua jarinya liang vaginanya di colok colok . Venny mengjang dan menjerit “ aghhh..sakit…perih..sudah..sudahh…” . Tapi Botak terus saja , mencolok dan mengorek ngorek liang Venny . Liang vagina Venny yang memer terluka .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venny terus mengeliat , dan menjerit lirih . Sampai nafsu Botak bangkit lagi , dan dia mulai memperkosa liang vagina Venny . Tanpa ada aba aba , Botak menyodok penisnya ,di liang vagina Venny . “ AGGHHHHH….. sakittt…. Bajingan.. …aghhh….” Jarit Venny . Botak makin menghentak keras keras , tanpa peduli .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venny terus di perkosa , Tubuhnya bergetar menahan rasa sakit . Botak pun tak hanya menghajar vaginanya . Buah dadanya juga di remas remas dengan keras . Jerit tangis Venny , hanya music indah , pembangkit birahi bagi Botak . Botak terus menekan penisnya dalam dalam . Dan Jerit Venny makin berubah manjadi jerit parau . Venny mulai kehabisan suara dan tenaga .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Botak cukup lama memperkosa , Venny . Sampai Botak melepaskan spermanya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatto sudah siap , dangan penis yang hampir sama dengan Botak besar . Dia menatap Vagina Venny , yang memar . “ Wah ,botak elo gila juga yah .. memeknya jadi brantakan gara gara elo..” katanya . Botak cengar cengir .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venny menatap lirih sama Tatto “ ampun Bang.. saya gak kuat sakit.. jangan perkosa saya lagi…” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatto tersenyum “ tenang aja , saya pelan pelan koq.. “ katanya . Lalu penisnya di gesek di klitoris Venny yang bengkak ,kerena memar . Venny mengigit bibirnya . Dan “ AGGHHH…sakitt… ampun… sudah..Bang…. kasihaniin..saya..agghh…” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatto mulai memeperkosanya , penisnya maju mundur pelan pelan . “ Wah , memek elo udah di entot rame rame ,masih enak juga …” katanya . Penis itu seperti mengisi penuh ruang ruang di dalam vagina Venny . Dan Tatto sangat menikmati gesekan dindin liang vagina Venny .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venny mengigit bibirnya dia diam , menahan sakit . Dan Tatto terus memeprkosanya pelan , tapi menyakitkan . Venny mengeliat ,dan kadang kakinya yang terbuka lebar terlihat mengejang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama mulutnya mulai merintih lagi , tatkala Tatto mulai bergerak cepat . “ aghhh…. Perihhh….aghhh…” . Tatto terus menghujamkan penis dalam dalam . Tubuh Venny mengejang . Tatto mempercepat gerakan penis . Nafasnya mendengus . “gila memeknya panas ..enak sekaliii…” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Tatto membenamkan penisnya dalam dalam . nafasnya tersengal sengal , seperti habis lari maraton . “ ohhh…. Enak sekali..” geramnya . Lalu Tatto terduduk lemas di depan Venny . penisnya tampak mengecil .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memek Venny terlihat semakin memar . dan sperma Tatto yang banyak membasahi liang sagamanya . Itu menambah rasa pedih di liang vaginanya . Venny terisak tubuh nya lemas ,lunglai .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ He minggir loe..” kata Ambon . “ Ini cewek milik gua sekarang” kata Ambon lagi . Dan si Tatto beringsut pergi . Si Ambon memuka kolornya . Dan terlihat penisnya . Hitam sepanjang 25 cm . Penis itu sangat besar . Venny memejamkan matanya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambon &lt;a href=&quot;&quot;&gt;mengusap usap penisnya&lt;/a&gt; . lalu penisnya itu , di arahkan tepat di depan liang vagina Venny . Tubuh Venny bergidik , Dia pasrah . Dan perlahan penis itu di dorong masuk . pertama kepala penisnya . Venny menjerit lirih “ AGHHHH…..sakit..” . Venny merasa vagina mau pecah . Dan Ambon terus mendorong , diserati jeritan Venny “ AHGGGG…. SAKIT…… “ .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfIZPIGhz8Ga6JGqcvmc0qdmXzN9NwLoanYStwn0gxoiL7nwBR0QuSB3U5J09NYZHJD5p-0exElRjUILorZx8mlk7KFbX-Dqu9bTtnpKmrlNnq0R5w1DUYwPFnkyNNCibroLgq5-sEqz4/s1600-h/Hiyori+Shiraishi.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 300px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfIZPIGhz8Ga6JGqcvmc0qdmXzN9NwLoanYStwn0gxoiL7nwBR0QuSB3U5J09NYZHJD5p-0exElRjUILorZx8mlk7KFbX-Dqu9bTtnpKmrlNnq0R5w1DUYwPFnkyNNCibroLgq5-sEqz4/s320/Hiyori+Shiraishi.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;Hiyori Shiraishi - Cerita seks Terpanas&quot; title=&quot;Hiyori Shiraishi - Cerita seks Terpanas&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5349570424863706194&quot; /&gt;&lt;/a&gt; Dan Akhirnya penis Ambon terbenam seluruhnya . Liang vagina Venny di terobos penis Ambon sepanjang 25 cm . Venny diam , nafasnya terengah engah . “ sakitt.. sudah..ampun…..” rintihnya lemah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambom mengoyang ,menarik penisnya , dan mendorong masuk dengan cepat . Venny menjerit lagi . begitu terus , sampai Venny tak bersuara . Dia tak sadarkan diri . Ambon terus memperkosanya . Memperkosanya terus walau Venny tak bergerak dan menjerit. Sampai Ambon mengelijing ,dan menyemprotkan spermanya di liang vagina Venny .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima orang penjahat , berhati binatang itu sudah melampiaskan nafsu bejatnya , tapi penderitaan Venny belum berakhir .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Air dingin dari kulkas , mereka menyiram muka Venny . Venny gelagapan . “ tolongg… rampok..” begitu jerit Venny , ketika tersadar . Gendut berkata “ hei.. tenang …” . Venny kembali lunglai .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gendut mengambil es batu yang berbentuk persegi itu . lalu di masukkan ke &lt;a href=&quot;&quot;&gt;liang vagina Venny&lt;/a&gt; . Venny mendesis “ aghh..perihh…. “ . Es itu di biarkan mencair , dan menetes keluar . Satu demi satu es itu masuk ke liang vagina Venny . Tubuh Venny agak mengigil . Entah apa tujuannya Gendut melakukan itu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu gendut memerintahkan , si Ambon menyeret saya mendekati Venny . Dan membuka ikatan tangan saya . Kesempatan itu saya gunakan untuk melawan . Saya bergulat dengan Si Ambon . yang lain bersorak “ hajar ..hajar..” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana mungkin seorang manager , bisa menang dengan penjahat seperti si Ambon . Mata sebelah kiri saya membiru , dan hidung saya berdarah . Saya terkapar . Dan dua tendangan di perut saya membuat saya ingin muntah . Saya menyerah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Gendut memerintahkan &lt;a href=&quot;&quot;&gt;saya menyetubuhi Venny&lt;/a&gt;. Saya tidak mengerti maksud dari permainan mereka dan saya menolak. Tetapi tolakan saya ini berakibat saya mendapatkan tendangan dan pukulan di tubuh saya lagi sehingga mau tidak mau saya menuruti kemauan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mendekati tubuh Venny yang telanjang dan saya menagis dan meminta maaf kepada Venny karena saya tidak dapat berbuat apa apa. Venny terisak “ jangan melawan mereka , lakukan saja.. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai melepaskan baju dan celana saya dan penjahat itu mulai tertawa dan meledek saya “ ha..ha.. ******nya kecil sekalii…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencium leher dan bibir Venny dengan penuh rasa takut dan di saat saya mencium leher Venny. Venny tak bergeming sama sekali , dia dinggin sama sekali tak membalas ciuman saya . Tapi lain dengan saya , bagaimanapun jiwa lelaki saya tetap bangkit , &lt;a href=&quot;&quot;&gt;birahi saya meningkat&lt;/a&gt; , membuat penis saya yang masih lemas menjadi mengeras dan seakan-akan meminta segera dimasukkan ke dalam liang kewanitaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian mendekati vagina Venny, saya dapat melihat bahwa ada darah yang bercampur dengan sperma dari penjahat itu tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat bengong untuk beberapa saat dan seorang pemuda memukul kepala belakang saya dan memerintahkan saya untuk menjilati vagina Venny. Terus terang saya menjadi agak jijik terhadap tubuh Venny setelah di perkosa massal oleh perampok perampok itu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada rasa kasihan dan ada juga rasa jijik. Apa saya bisa menerima Venny untuk menjadi istri saya sekarang .. pikiran itu berkecamuk dalam hati saya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan “ plakk “ pukulan lagi di kepala saya . “ cepat jilatin memek pacar eloe..” kata si Ambon . Mau tidak mau menjilat vagina Venny. Saat saya menjilat vagina Venny, para pemuda itu saling memandang sambil tertawa-tawa .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vaginanya terasa dinggin sekali , karena es batu tadi . Saya menjilat , tanpa peduli , di vaginanya banyak sperma dari perampok perampok jahanam itu . Bau Vagina Venny sangat menyengat , amis dan busuk .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak peduli , saat itu aku juga mulai bernafsu . Biarlah , aku juga menikmati tubuh Venny walaupun hanya sisa sisa pikirKu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lidahku terus menjilati vaginanya . Selama pacaran dengannya tak sekalipun aku melakukan hal ini . Marabanya saja aku tak pernah ,apalagi menjilatnya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venny tetap diam membisu , sesekali aku menatap , wajahnya bengong , matanya menerawang ke langit langit ,entah apa yang di pikirnya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba tiba Gendut memukul kepalaku lagi dan berkata “ eh udah , entot cewek eloe..”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diam menatap Venny . Dan Venny pun kembali menangis mungkin dia merasa malu sudah tak suci lagi , atau apalah perasaanya saat itu dan aku juga mengerti perasaannya , sehingga aku menjadi terdiam tetapi saya terus mendapat pukulan dan tendangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjadi geram sekali dan berusaha melawan mereka, tetapi apa daya saya di pukuli dan di ancam akan di bunuh , saya mau tidak mau harus menuruti kemauan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai mengarahkan penis saya ke dalam kewanitaan Venny dan mulai memasukkan penisKu . Penisku masuk dengan mudah . Tak ada rasa gesekan . liang vaginanya terasa longar . Aku merasa kecewa sekali . Tapi karena nafsu aku tak memikirkan apa apa . Aku hanya mendorong masuk seluruh penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuknya keseluruhan penisku ke dalam vagina Venny membuat kenikmatan sendiri di batinku ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venny diam , dia memejamkan mata , tak ada tanda tanda kesakitan , saya mendiamkan penis saya di dalam vagina Venny. Saya merasakan dinding vaginanya. Setelah itu, saya mulai menggosok gosokkan penis saya di dalam vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih terus memainkan penis saya di &lt;a href=&quot;&quot;&gt;dalam vaginanya&lt;/a&gt; sementara Si Gondrong mendekati payudara Venny dan menjilatinya . Venny mendesah desah “ ahhh..ahh..ahh…” . Si Botakpun ikutan lagi,dan Venny dan memaksa Venny mengulum penisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venny hanya pasrah .Dan &lt;a href=&quot;&quot;&gt;mengulum penisnya&lt;/a&gt; .Aku tak bisa berhenti , dan terus menyetubuhi Venny . Venny sekarang bermain langsung dengan tiga cowok . Satu di mulut , satu di vagina ,dan satu &lt;a href=&quot;&quot;&gt;menjilati buah dada&lt;/a&gt;nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama ,Kuluman bibir Venny membuat pria itu menyemprotkan seluruh spermanya di dalam mulut Venny sehingga membuat Venny menjadi mual kembali, Tapi si Botak , cepat membekap mulut Venny “ jangan di muntahin .. telan..”katanya. Mau tak mau Venny menelan sperma Botak .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih terus memainkan penis saya hingga membuat sensasi tersendiri di dalam tubuh saya. Saya tidak dapat membohongi diri saya sendiri bahwa sebenarnya saya pun nafsu juga .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan nikmat dan rasa kasihan bercampur aduk di dalam diriku, Pikiran ku hanya nafsu, sehingga penis saya tidak sanggup lagi menahan rasa nikmat ini untuk seterusnya. Akhirnya saya berteriak dengan penuh rasa nikmat dan mengeluarkan seluruh air mani saya kedalam liang kewanitaan Venny .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terduduk lemas . Tak dapat berkata kata .Tiga perampok itu , si gondrong , si botak , dan si Tatto ,langsung menguras isi rumah . Barang yang diambilnya , barang elektronik yang mahal ,uang , perhiasan emas dan berlian , serta uang dolar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara tiga temannya menguras isi rumah , si Gendut kembali menikmati tubuh lemah Venny .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gendut langsung menhujamkan &lt;a href=&quot;&quot;&gt;penisnya di vagina&lt;/a&gt; Venny . Dan mengoyang . “sial memek elo udah kendor , lebih parah dari cabo kali jodoh..” umpatnya . Venny terenyuh hatinya. Lalu dengan sisa spermaku Gendut mengarahkan penisnya ke Anusnya . “ AGHHHH… SAKIT….” Jerit Venny . &lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLLe5oj419-q5J7LoRssbEeWoKd3QUMSRol8VpF7hb5zA0bhhJYKESqyTTT1KWxycB0Wvb-UlSXwnBzexQ8cV_zpyQHXZlb-MxK-M2FsEakMXelDPs6w9CjJSAYoaiYkMhknmBubVma4c/s1600-h/Aimi+Shirase+.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 300px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLLe5oj419-q5J7LoRssbEeWoKd3QUMSRol8VpF7hb5zA0bhhJYKESqyTTT1KWxycB0Wvb-UlSXwnBzexQ8cV_zpyQHXZlb-MxK-M2FsEakMXelDPs6w9CjJSAYoaiYkMhknmBubVma4c/s320/Aimi+Shirase+.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;Aimi Shirase - Cerita Seks Terpanas&quot; title=&quot;Aimi Shirase - Cerita Seks Terpanas&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5349571064579334914&quot; /&gt;&lt;/a&gt;“ Nah.. ini baru sempit…” kata Gendut sambil tertawa . Lalu dia memperkosa Venny di lobang anusnya . Venny menjerit jerit “ AGHH..sakittt.. tolong…hentikan.. ahh.. jangan..di situ…ahh…” . Gendut tak peduli .. Dia terus mengoyang penisnya keluar masuk anus Venny . Tubuh Venny mengejang . kakinya gemetar menahan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gendut terus memperkosanya . Venny tak mampu lagi menjerit keras , dia merintih rintih pelan , memohon kasihan dari Gendut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah cukup lama Gendut mengeluarkan spermanya . Venny mengejang . Dari anusnya keluar cairan putih , kuning ,dan darah .. Kini Anusnya pun luka . Venny terisak tangis .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambon yang melihat itu segera membuka kolornya lagi . Penis besarnya itu di arahkan ke anusnya juga . Venny menjerit “ Jangan.. oh..tolong..Bang….ampun..jangan…” . Ambon tersenyum dan “ AGGGHHHHHHH….”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penis si Ambon menembus anus Venny . Venny tak bergerak , tubuhnya kejang , dia mengigit bibirnya . Si Ambon &lt;a href=&quot;&quot;&gt;menarik penis keluar sebagian&lt;/a&gt; , Lalu mendorong masuk dengan cepat . Venny menjerit “ AGGGHHHHHH……” . Jeritan Venny terputus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venny tak sadarkan diri lagi . Si Ambon &lt;a href=&quot;&quot;&gt;terus memperkosanya&lt;/a&gt; . Tanpa belas kasihan&lt;br /&gt;Sampai si Ambon puas . Dan meninggalkan Venny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua perampok itu pergi dengan barang jarahan . Tinggal aku dan Venny yang masih pingsan . Darah segar mengalir dari anus Venny .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tertatih tatih , menahan sakit di kakiKu , aku mencapai telepon ,dan menelpon mencari pertolongan .</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/232474822270048781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5640628212257390264/posts/default/232474822270048781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dljav.blogspot.com/2009/06/hilangnya-keperawanan-calon-istriku.html' title='Hilangnya Keperawanan Calon Istriku'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfIZPIGhz8Ga6JGqcvmc0qdmXzN9NwLoanYStwn0gxoiL7nwBR0QuSB3U5J09NYZHJD5p-0exElRjUILorZx8mlk7KFbX-Dqu9bTtnpKmrlNnq0R5w1DUYwPFnkyNNCibroLgq5-sEqz4/s72-c/Hiyori+Shiraishi.jpg" height="72" width="72"/></entry></feed>