<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" gd:etag="W/&quot;AkAERnc9cCp7ImA9WhBbGE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154</id><updated>2013-05-17T23:38:27.968+07:00</updated><category term="Ragam" /><category term="Sejarah" /><category term="Informasi" /><category term="Lingkungan" /><category term="Celotehan" /><category term="Bisnis" /><title>demak - ku</title><subtitle type="html">Informasi, Catatan dan Opini Seorang Warga Demak Tentang Daerahnya</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>78</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/demak-ku" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="demak-ku" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><link rel="license" type="text/html" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/3.0/" /><logo>http://creativecommons.org/images/public/somerights20.gif</logo><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">demak-ku</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><entry gd:etag="W/&quot;DEECQ38zfyp7ImA9WhJTEkQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-3826926401993072278</id><published>2012-06-18T21:08:00.000+07:00</published><updated>2012-06-21T23:37:42.187+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-06-21T23:37:42.187+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bisnis" /><title>Menanam Semangka 2 Bulan Untungnya Di Atas 100%</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_P7I8IYxBfKw/TKsuM-d1YvI/AAAAAAAAAUA/KNkzCK0yFTo/s1600/semangka.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://3.bp.blogspot.com/_P7I8IYxBfKw/TKsuM-d1YvI/AAAAAAAAAUA/KNkzCK0yFTo/s200/semangka.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Terdorong oleh cerita Hermas E Prabowo tentang&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2012/06/tren-baru-pertanian-hamparan-hijau-yang.html" target="_blank"&gt; tren baru pertanian &lt;/a&gt;pada
 postingan sebelumnya, kemarin sore dalam perjalanan pulang ke rumah 
saya mampir ke sawah bertemu Pak Wagimin (41 tahun) petani semangka di 
Trengguli Kecamataan Wonosalam Kabupaten Demak dan Munawar Santoso warga Wonoketingal Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak. Kami ngobrol mengenai tanaman semangka.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Dari cerita Pak Wagimin saya 
dapati, ternyata keuntungan menanam semangka begitu luar biasa, 
keuntungannya lebih dari 100%, dengan modal Rp12&amp;nbsp; - 15 Juta bisa
 memperoleh hasil panen sekitar Rp 30 - 35 juta. Sehingga keuntungan 
bersihnya sekitar Rp 15 - Rp 23 Juta. Dan menariknya bagi anda yang 
tidak punya sawah sekalipun punya peluang seperti Pak Wagimin 
ber-agrobisnis. Bagaimanakah ceritanya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pak Wagimin musim ini menanami sawahnya dengan semangka, hal ini karena keuntungan yang diperoleh dari semangka sangat tinggi. Musim lalu semangkanya di lahan seluas 1 bahu (0.6 Hektar) ditebas (dijual hasil buminya dimana si pembeli memanen sendiri buahnya) mencapai harga Rp 31 juta. Sementara Pak Santoso baru mulai menanam semangka pada musim ini, dimana pada musim-musim sebelumnya beliau menanam kacang hijau. Pak Santoso beralih menanam semangka karena keuntungan yang tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menanami semangka dilahan seluas 1 bahu dibutuhkan modal kebesar Rp 12 - 15 Juta. Uang tersebut digunakan untuk membeli bibit, pupuk, pestisida, dan plastik untuk menutup media tanam, membayar tenaga kerja pengolah lahan, penyiram, pemupuk dan menyiangi hama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu yang dibutuhkan, dari pengolahan tanah, pembibitan, penyemaian, dan pembesaran, sampai semangka bisa dipanen kurang lebih 2 bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi anda yang ingin berinvestasi menanam semangka namun tidak memiliki lahan, anda bisa menyewa lahan dari para petani yang sawahnya di-&lt;i&gt;bera&lt;/i&gt;-kan (dibiarkan tidak ditanami). Menurut PakWagimin harga sewa yang dikenakan adalah dengan sistem bagi hasil. Besaran bagi hasil beliau menyebutkan &lt;i&gt;maro limo&lt;/i&gt; (bagi lima) artinya seperlima keuntungan diberikan kepada pemilik lahan, sisanya milik investor. Yang perlu diperhatikan oleh para investor/penyewa adalah sawah yang mau di sewa suplai airnya harus mudah. Sebab tiap seminggu sekali tanaman semangka harus di siram air.&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;


Cara Menanam Semangka:&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pembibitan:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Beli biji bibit semangka di toko pertanian, satu bahu dibutuhkan kurang lebih 11 bungkus @ harganya&amp;nbsp; Rp 50 -75 ribu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Rendam biji bibit semangka dengan air bersih selama semalam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biji yang sudah direndam selama semalam, tiriskan dan bungkus dengan kain kemudian digantung selama sehari semalam, sehingga tumbuh tunas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siapkan polibek kecil berisi pupuk kandang atau pupuk organik, masukkan satu biji bibit semangka yang sudah tumbuh tunas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah seminggu bibit sudah siap di semai.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk menghemat dan praktisnya, anda tidak perlu membuat polibek dari plastik, cukup pupuk kandang/organik dikepal-kepal hingga padat dan jangan lupa masukkan bijinya d&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Penyiapan Lahan&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Buat kanal air, yang akan digunakan sebagai pengairan, lebarnya kurang lebih 30 - 50 cm tergantung kondisi air.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sisi kanan kiri kanal air digunakan sebagai arena tanam atau disebut pot.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;Taburkan 3 kwintal pupuk ponskha dan 1 kwintal TS di area tanam (mungkin akan lebih baik jika pakai pupuk organik)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tutup area tanam dengan plastik dan lubangi setiap 50 - 60 cm untuk ditanami biji yang sudah bertunas&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-BHMRwgTle0M/T-NJ7f7a5YI/AAAAAAAAA2w/XZiwhgzUMWY/s1600/area+lahan+penanaman+semangka.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-BHMRwgTle0M/T-NJ7f7a5YI/AAAAAAAAA2w/XZiwhgzUMWY/s320/area+lahan+penanaman+semangka.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Penanaman&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;Setelah biji berumur seminggu, sobek dan buanglah plastik polibek, bibit dan tanahnya yang berasal dari pupuk organik diatas dipindahkan ke pot / area tanam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jarak tanam berkisar 50 - 60 cm. cukupi kebutuhan airnya&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Perawatan&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Siram tanaman semangka seminggu sekali&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada minggu pertama semprot pestisida anti hama penggerek dan semprot dengan pupuk daun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah dua minggu dipupuk dengan pupuk penyubur (Pak Santoso menyebutnya pupuk KNO sebanyak 20 Kg/ Bahu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk pengendalian serangan hama penyakit, semprotlah pestisida jika mulai muncul gejala serangan. Anda bisa bertanya pada petani tetangga sawah yang anda garap. mereka sengan sekali berbagi info&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;Jika semangka sudah mulai berbunga dan muncul bakal buah, maka petiklah bunga dan bakal buah.Dalam satu pohon tinggalkan satu atau dua bakal buah saja. Ingat, kontrol dengan ketat setiap satu batang pohon semangka hanya ada 1 atau 2 buah saja (tergantung jenis semangkanya, Pak Wagimin 1 buah dalam satu pohon, sementara pak Santoso 2 buah dalam satu pohon)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah umur satu bulan pupuk semangka dengan pupuk yang sama dengan poin 3.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Panen&lt;/b&gt;, Setelah 2 bulan saatnya anda memanen investasi anda.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3&gt;


Risiko Agrobisnis Semangka &lt;/h3&gt;
Setiap bisnis ada risikonya, jangan sampai karena anda tergiur dengan keuntungan yang besar anda jadi buta dengan risiko agrobisnis semangka. Risiko yang mungkin terjadi adalah serangan hama penyakit, serangan tikus, air tidak memadai, dll. bagaimana cara mengatasinya? anda bisa mengorek info cara mengatasi hama dari petani dilapangan, atau tenaga penyuluh dilapangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah anda tertarik menanam semangka? jika anda ingin belajar lebih lanjut anda bisa langsung terjun ke sawah menemui para petani. mereka sangat terbuka dan senang sekali berbagi info.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Image courtesy: &lt;a href="http://eemoo-esprit.blogspot.com/2010/10/ikhtisar-gizi-semangka-watermelon.html" target="_blank"&gt;http://eemoo-esprit.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=yFopPxaAfl4:YGNVf-lPwnQ:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=yFopPxaAfl4:YGNVf-lPwnQ:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=yFopPxaAfl4:YGNVf-lPwnQ:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=yFopPxaAfl4:YGNVf-lPwnQ:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=yFopPxaAfl4:YGNVf-lPwnQ:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=yFopPxaAfl4:YGNVf-lPwnQ:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=yFopPxaAfl4:YGNVf-lPwnQ:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=yFopPxaAfl4:YGNVf-lPwnQ:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/3826926401993072278/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2012/06/menanam-semangka-dalam-2-bulan.html#comment-form" title="13 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/3826926401993072278?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/3826926401993072278?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2012/06/menanam-semangka-dalam-2-bulan.html" title="Menanam Semangka 2 Bulan Untungnya Di Atas 100%" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_P7I8IYxBfKw/TKsuM-d1YvI/AAAAAAAAAUA/KNkzCK0yFTo/s72-c/semangka.gif" height="72" width="72" /><thr:total>13</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0cCSXY6fCp7ImA9WhJTEU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-3846839014052997797</id><published>2012-06-11T07:00:00.000+07:00</published><updated>2012-06-19T17:17:48.814+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-06-19T17:17:48.814+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bisnis" /><title>Tren Baru Pertanian, Hamparan Hijau Yang Menjanjikan.</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-p3sM79tpgGk/T-Ajkak1KkI/AAAAAAAAA2k/xuQDK6zukxw/s1600/IMG_0762.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Petani menyemprot pembasmi hama pada tanaman kacang hijau" border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-p3sM79tpgGk/T-Ajkak1KkI/AAAAAAAAA2k/xuQDK6zukxw/s320/IMG_0762.JPG" title="Petani menyemprot pestisida pembasmi hama pada tanaman kacang hijau" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Susahnya menjadi seorang petani membuat para pemuda anak para petani tidak melirik potensi pertanian. Dengan lahan garapan yang dimiliki makin sempit karena pembagian waris, membuat lahan sawah tak menjanjikan hasil banyak. Sejak kecil mereka diajari agar tidak meneruskan profesi orang tuanya. Kondisi yang susah memaksa mereka lebih memilih kerja kantoran, menjadi pegawai negeri, buruk industri pabrik atau merantau keluar daerah bahkan luar negeri.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Namun dibalik semua itu jika jeli melihatnya, ada peluang besar di dunia pertanian. Adalah Hermas E Prabowo seorang kolumis kompas menceritakan pertemuannya dengan pemuda petani-pengusaha. Saat banyak anak muda meninggalkan sawah, petani-pengusaha yang masih muda ini justru kembali ke sawah. Dia memang tidak punya sawah sendiri, kalaupun ada, luasnya kurang dari setengah hektar warisan orang tuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendekatan baru dia lakukan. Tidak tanggung tanggung-tanggung, dia menyewa 24 Hektar sawah di Kabupaten Batang Jawa Tengah. Dia meminjam uang dari bank Rp 1 Milyar. Dari uang itu, Rp 500 Juta dipakai untuk investasi mesin penggilingan dengan lantai jemur. Sebesaar Rp 300 juta untuk sewa lahan dan modal budi daya. Selebihnya untuk menebas gabah petani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhitungan bisnisnya serderhana . Produksi padi tiap hektar sawahnya ditargertkan 6 ton gabah kering giling (GKG). Setahun dia paksa menanam padi tiga kali. Dengan begitu, produksi perhektarnya 18 ton GKG.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena mesin penggilingannya baru dan modern, rendemen gabah ke beras bisa 65 persen. dengan kata lain untuk 18 ton GKG bisa diolah menjadi 11,7 ton beras. Dari jumlah itu, dia targetkan memproduksi beras premium 60 persen dan sisanya medium. Dengan harga beras rata-rata Rp 7.000 per kilogram, untuk 11,7 ton akan menghasilkan uang Rp 81,9 Juta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena dia mengusahakan lahan 24 Hektar, pendapatan kotor setahun Rp, 1,9 milyar. Dengan memperhitungkan biaya produksi maksimal 40 persen, keuntungan bersih masih di atas Rp 1 milyar. Belum lagi mesin penggilingannya masih menghasilkan katul yang dijual Rp 2.000 per kilogram. Juga pendapatan dari jawa penggilingan dan pengolahan gabah. hasil tebasan petani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisnis memang ada risiko, termasuk kalau gagal panen. Namun resiko itu bisa diperkecil, dan dia tidak mau terhambat berbisnis hanya karena ada risiko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usaha tani padi sekarang mengalami pergeseran, anak-anak&amp;nbsp; muda berpikiran bisnis mulai masuk ke sawah, tetapi mereka datang tidak sebagai buruh tani. Pendekatan usaha tani tradisional disingkirkan jauh-jauh. Mereka murni berbisnis. Apalagi kebutuhan pangan dan harganya terus-menerus meningkat tiap tahun. Ini dipandang sebagai bisnis yang prospek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Timbul kesadaran di kalangan anak muda yang melek bisnis, bahwa jika dikelola dengan baik pertanian akan menjadi hamparan hijau yang menjanjikan tumpukan rupiah. Ditangan mereka tanpa disuruh produktivitas padi akan digenjot setinggi-tingginya, sentuhan teknologi digunakan, prinsip-prinsip ekonomi juga mereka kembangkan secara maksimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kawan saya yang berasal dari pati, dimana dia sudah mapan di kota. kembali ke kampung mencoba peruntungan agrobisnis. Apakah anda tergugah pulang kampung terjun ke sawah??&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Referensi: Prabowo, E Hermas. &lt;a href="http://www.kompas.com/" target="_blank"&gt;Kompas&lt;/a&gt; Edisi 8&amp;nbsp; Juni 2012&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=Xxq1MM2KyVk:es5Cync_Kdc:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=Xxq1MM2KyVk:es5Cync_Kdc:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=Xxq1MM2KyVk:es5Cync_Kdc:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=Xxq1MM2KyVk:es5Cync_Kdc:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=Xxq1MM2KyVk:es5Cync_Kdc:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=Xxq1MM2KyVk:es5Cync_Kdc:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=Xxq1MM2KyVk:es5Cync_Kdc:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=Xxq1MM2KyVk:es5Cync_Kdc:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/3846839014052997797/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2012/06/tren-baru-pertanian-hamparan-hijau-yang.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/3846839014052997797?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/3846839014052997797?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2012/06/tren-baru-pertanian-hamparan-hijau-yang.html" title="Tren Baru Pertanian, Hamparan Hijau Yang Menjanjikan." /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-p3sM79tpgGk/T-Ajkak1KkI/AAAAAAAAA2k/xuQDK6zukxw/s72-c/IMG_0762.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkIDQXg9cCp7ImA9WhJTEEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-240844182247184545</id><published>2012-06-08T10:55:00.000+07:00</published><updated>2012-06-19T13:49:30.668+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-06-19T13:49:30.668+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Informasi" /><title>Penerimaan Siswa Baru Madrasah Aliyah Nahdlotus Syibyan (MANS)</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-gVt-Eqs88wQ/T9Vkp31tiZI/AAAAAAAAA2A/bDQxw8r1tCs/s1600/579468_387887514588325_100001012399831_1091674_1464036836_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://3.bp.blogspot.com/-gVt-Eqs88wQ/T9Vkp31tiZI/AAAAAAAAA2A/bDQxw8r1tCs/s640/579468_387887514588325_100001012399831_1091674_1464036836_n.jpg" width="428" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Madrasah Aliyah Nahdlotus Syibyan menerima calon peserta didik baru tahun ajaran 2012/2013.&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;GRATIS BIAYA PENDAFTARAN &amp;amp; UANG GEDUNG &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Syarat Pendartaran:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Mengisi formulir pendaftaran&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyerahkan pas foto 3x4 (4 lembar)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Usia calon peserta didik sampai tahun 2012 tidak lebih dari 20 tahun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Semua berkas pendaftaran dimasukkan dalam stop map warna hijau (putra), atau stop map warna merah (putri)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;Waktu &amp;amp; Tempat Pendaftaran:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tanggal : Mulai 21 Juni s/d 5 Juli 2012&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jam : 08.00 - 13.00 WIB&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tempat : MA Nahdlotus Syibyan (Desa Wonoketingal Kec. Karanganyar Kab. Demak)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;Ekstrakurikuler:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pramuka&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pencaksilat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Otomotif&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Komputer&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menjahit&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;PMR&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Design Grafis&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;Fasilitas:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Lab. IPA&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lab. Komputer&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Area Hotspot&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ruang Keterampilan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;Prestasi:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Juara 1 Rebana Yamaha Religi tingkat Umum 2011&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Runner up Rebana IPNU - IPPNU PAC Kec. Karanganyar 2011&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Juara 3 pencak silat POPDA Demak 2011 &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Juara 1 pencak silat Bangau Ruyung Cup tingkat eks Karisidenan Pati Tahun 2012&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=SKDpVI1bSKg:VSzv03Ic2wg:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=SKDpVI1bSKg:VSzv03Ic2wg:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=SKDpVI1bSKg:VSzv03Ic2wg:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=SKDpVI1bSKg:VSzv03Ic2wg:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=SKDpVI1bSKg:VSzv03Ic2wg:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=SKDpVI1bSKg:VSzv03Ic2wg:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=SKDpVI1bSKg:VSzv03Ic2wg:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=SKDpVI1bSKg:VSzv03Ic2wg:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/240844182247184545/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2012/06/penerimaan-siswa-baru-madrasah-aliyah.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/240844182247184545?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/240844182247184545?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2012/06/penerimaan-siswa-baru-madrasah-aliyah.html" title="Penerimaan Siswa Baru Madrasah Aliyah Nahdlotus Syibyan (MANS)" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-gVt-Eqs88wQ/T9Vkp31tiZI/AAAAAAAAA2A/bDQxw8r1tCs/s72-c/579468_387887514588325_100001012399831_1091674_1464036836_n.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0EAQHc7eSp7ImA9WhVaEkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-3693280473088963309</id><published>2012-06-04T07:30:00.000+07:00</published><updated>2012-06-10T07:54:01.901+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-06-10T07:54:01.901+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bisnis" /><title>Mencetak Rupiah Dengan Usaha Las</title><content type="html">&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-FEFuslYk5QM/T9I3wWNnHGI/AAAAAAAAA1U/KmIMx6IomOc/s1600/demak-ku-hadi-usaha-las-stainless-steel-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-FEFuslYk5QM/T9I3wWNnHGI/AAAAAAAAA1U/KmIMx6IomOc/s320/demak-ku-hadi-usaha-las-stainless-steel-1.jpg" width="246" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Hadi sedang menggarap pesanan pelanggan&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Hadi bisa dikatakan telah sukses menjalani wirausaha las besi dan stainless steel. Bengkel las yang didirikan di rumahnya setahun yang lalu telah melayani banyak pesanan. Bahkan dia kewalahan melayani order las yang membludak.Saat ini ada 10 pesanan beraneka ragam jenis seperti tralis, pagar, pintu dan lainnya yang telah menanti dikerjakan. Satu pesanan bisa dikerjakan selama seminggu sampai dengan tiga minggu,&amp;nbsp; dengan nilai bervariasi mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah. Dia telah mengkaryakan 2 saudaranya untuk membantu usahanya dan menularkan ilmunya kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bengkel las milik Hadi berada di rumahnya yang terletak di Desa Wonoketingal RT 5 RW 6 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak. Bengkelnya melayani pembuatan acessoris atau perlengkapan rumah dari besi dan stainless steel seperti pagar tralis, pintu gerbang, kanopi, tralis jendela, dan lain-lain. &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Hadi membuktikan bahwa untuk sukses bisa di raih di tanah kelahirannya sendiri. Mencari sesuap nasi dan segenggam berlian, tidak perlu dia lakukan dengan merantau ke ibu kota atau luar negeri seperti kebanyakan orang Demak lainya. Bagaimanakah perjalanan Hadi hingga bisa sukses memiliki bengkel las sendiri?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awal karir bisnis las Hadi diawali dengan menjadi karyawan di bengkel las di Kota Kudus selama 11 tahun. Hadi tidak bertahan di satu bengkel las, tetapi dia berpindah-pindah dari bengkel satu ke bengkel yang lain. Selama jadi karyawan, Hadi belajar banyak tetanga dunia las, mulai dari keterampilan mengelas, pengadaan bahan baku, membangun jaringan, menetapkan harga pokok produksi, hingga cara melakukan penawaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski tidak memiliki darah pebisnis, jiwa bisnis Hadi tersulut karena bergaul dengan teman-teman kerjanya yang telah memiliki bengkel sendiri. Teman-teman dia selalu memotivasi dia. Temannya pernah berkata padanya "Saya &lt;i&gt;kenek&lt;/i&gt;(pembantu) kamu, yang belajar dari kamu, sudah punya enam bengkel sendiri, kamu pasti bisa mempunyai bengkel sendiri".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang tidak mudah untuk memulai bisnis. Namun berbekal keahlian teknik dan jaringan yang selama ini dia bangun, dia bertekat menjalankan bengkel milik sendiri. Dia berani meninggalkan kenyamaan menjadi karyawan dengan memilih berpusing-pusing memikirkan urusan usaha mulai dari modal, cari orderan, mengestimasi nilai proyek dan keuntungannya, dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Modal keahlian teknis ternyata tidak cukup, dia butuh belajar ilmu bisnis. Dia mengaku selain dari dunia las, dia juga berlajar banyak ilmu bisnis dari bidang usaha kain, properti, bahan bangunan, dll. Dia mencontohkan bagaimana dia belajar cara menetapkan harga penawaran dari pengusaha bata di Jepara. Hadi menekankan untuk sukses orang harus mau belajar dan sukses tidak dicapai dengan cara instan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mendirikan bengkel dia membutuhkan uang Rp 10 juta yang diguna untuk membeli peralatan seperti las, gerindra, amplas, mesin potong dll. Uang itu dia peroleh dari hasil menyisihkan gaji yang dia terima selama jadi karyawan. Dia memiliki pemikiran jangka panjang dengan melakukan &lt;i&gt;saving&lt;/i&gt; (menabung) untuk investasi masa depan. Dia tidak ikut-ikutan gaya hidup pemuda sebayanya yang cenderung konsumtif dan hedonis. Kendaraan yang dia miliki cukup motor bekas keluaran tahun 90an. Keuntungan proyek/orderan selalu dia investasikan kembali dalam bentuk bahan baku atau dia tabung. Gaya hidup yang memikirkan jangka panjang ini dinilai turut menyumbang keberhasilan usahanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-gEEmS9WRZog/T9I3xz5MWsI/AAAAAAAAA1c/BZsCQgr2SzQ/s400/demak-ku-hadi-usaha-las-stainless-steel-2.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="400" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Pagar Sebuah Musholla Buatan Hadi&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;b&gt;Kualitas dan Harga Bersaing.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
Salah satu faktor membanjirnya orderan las adalah karena kualitas garapan Hadi yang bagus dan rapi. Semua pelangganya merasa puas. Orang yang melihat dan tertarik pada produk kreasi Hadi yang terpasang di rumah orang, bertanya "siapakah yang telah membuatnya"? sang pemilik rumah dengan senang hati menyebut nama Hadi. Dari sini terjadi marketing "&lt;i&gt;word to mouth&lt;/i&gt;" atau orang jawa bilang "&lt;i&gt;gethok tular&lt;/i&gt;" pemasaran dari mulut ke mulut. Pelanggan yang puas akan merekomendasikan orang lain untuk memakai jasa las Hadi.&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
Selain faktor kualitas, harga yang ditawarkan Hadi juga bersaing. Kepandaian dia mengestimasi biaya pembuatan dengan tepat, dan keterampilan las yang baik sehingga pengerjaan efisien, membuat harga yang ditawarkan jadi lebih murah. Dia dengan senang hati menyarankan pelanggannya untuk mensurvei dan membandingkan dulu harga di bengkel lain, untuk meyakinkan pelanggan bahwa harga yang ditawarkan Hadi memang &lt;i&gt;Best Price&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
Prospek usaha las ini kedepan tampaknya cerah, Hal ini terlihat dengan tren meningkatnya jumlah orang-orang kelas menengah di Demak yang membangun rumah dengan model modern. Dimana unsur logam seperti pagar, tralis besi / stainless steel kerap digunakan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
Demikian sekelumit kisah sukses salah satu usaha wiraswasta di Demak. Andapun bisa mengikuti jejak suksesnya. Tidak harus terjun di bidang las, tapi anda bisa mulai berbisnis wirausaha dari hobi anda, bakat anda, atau potensi yang ada di sekitar anda. Selamat mencoba berbisnis dan semoga sukses. &lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=4Ui1B_P8Z88:anUlhNpg-cc:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=4Ui1B_P8Z88:anUlhNpg-cc:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=4Ui1B_P8Z88:anUlhNpg-cc:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=4Ui1B_P8Z88:anUlhNpg-cc:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=4Ui1B_P8Z88:anUlhNpg-cc:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=4Ui1B_P8Z88:anUlhNpg-cc:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=4Ui1B_P8Z88:anUlhNpg-cc:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=4Ui1B_P8Z88:anUlhNpg-cc:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/3693280473088963309/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2012/06/mencetak-rupiah-dengan-usaha-las.html#comment-form" title="7 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/3693280473088963309?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/3693280473088963309?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2012/06/mencetak-rupiah-dengan-usaha-las.html" title="Mencetak Rupiah Dengan Usaha Las" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-FEFuslYk5QM/T9I3wWNnHGI/AAAAAAAAA1U/KmIMx6IomOc/s72-c/demak-ku-hadi-usaha-las-stainless-steel-1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>7</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0MCSXw6cSp7ImA9WhVaEkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-8903635896166445806</id><published>2012-06-02T23:48:00.000+07:00</published><updated>2012-06-10T06:44:28.219+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-06-10T06:44:28.219+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah" /><title>Manaqib / Sejarah Singkat Sultan Fatah</title><content type="html">Pada tanggal 4 Mei 2012 bertepatan tanggal 13 Jumadil Akhir 1433 H diadakan Haul Akbar Sultan Fatah yang ke 509H. Pada kesempatan itu dibacakan &lt;i&gt;manaqib&lt;/i&gt;(sejarah) singkat beliau. Pembacaan sejarah ini dilakukan oleh KH. Drs. M. Asyik ketua MUI Demak, beliau juga Wakil Bupati Demak periode 2006 - 2010. Di bawah ini adalah teks bacaan sejarah singkat Sultan Fatah. Adapun rekaman suaranya dapat diunduh &lt;a href="http://www.4shared.com/mp3/9SfOTPuf/Manaqib_Sejarah__Sultan_Fatah_.html" target="_blank"&gt;di sini (host di 4shared.com)&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.mediafire.com/?au6bdcdtk6skcsx" rel="nofollow" target="_blank"&gt;di sini (mediafire.com)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Raden Fatah lahir pada tahun 1448 M bertepatan dengan 1570 Saka. Ibunya lebih senang memanggil dengan nama Yusuf. Raden Fatah adalah seorang trah bangsawan dari raja Majapahit yang ke 11 yaitu Raden Kerta Bumi atau Prabu Brawijaya ke 5. Nama ibunya Putri Campa. Nama kecil Raden Fatah adalah Pangeran Jimbun, dan oleh Adipati Ario Jamas atau Sapu Alam di Palembang diberi nama baru Raden Hasan, Pada saat usia 14 tahun dia berkelana merantau ke Pulau Jawa dan bertemu seorang, serta berguru dengan para wali khususnya Kanjeng Sunan Ampel di Surabaya sehingga dia diberi nama Raden Fatah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atas petunjuk dan bimbingan para wali, Raden Fatah bersama santri serta masyarakat membangun sebuah masjid yang sekaligus menjadi pesantren di wilayah Glagah Wangi Bintoro. Sehingga menjadi cikal bakal berdirinya Masjid Agung Demak dengan ditandai &lt;i&gt;Candra Sengkala&lt;/i&gt; atau prasasti yang bermakna tahun 1475 M. Pada saat itu pula Raden Fatah ditunjuk sebagai mubaligh menggantikan Syaikh Maulana Jumadil Kubra yang wafat dan dimakamkan di Trowulan Mojokerto Jawa Timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prabu Brawijaya ke 5 dari kerajaan Majapahit yang berkuasa pada saat itu memberi anugrah jabatan kepada Raden Fatah sebagai &lt;i&gt;Adipati&lt;/i&gt; dengan gelar &lt;i&gt;Adipati&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Nata Praja&lt;/i&gt; yang berkedudukan di Glagah Wangi Bintoro tahun 1477 M.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raden Fatah selaku &lt;i&gt;Adipati&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Nata Praja&lt;/i&gt; di Glagah Wangi Bintoro oleh para wali dinilai sangat berhasil dalam membangun pemerintahan dan menjadi panutan dan abdi seorang satria yang tampan cerdas santun serta bersahaja dan halus budi pekertinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping dengan cepat dapat menguasai berbagai disiplin ilmu yang diajarkan para wali. Oleh karena itu Majlis wali 9 secara bulat mengambil fatwa dan memutuskan untuk mengangkat Raden Fatah serta mengijinkan menduduki tahta kerajaan Islam di Pulau Jawa, yang berkedudukan di Bintoro Demak pada tahun 1478 M dengan gelar atau sebutan Sultan Raden Abdul Fatah Al Akbar Sayyidin Pranotogomo. Tahta kerajaan Islam ini berjalan dengan lancar dan tidak menimbulkan reaksi dari Kerajaan Majapahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1479 M setelah setahun menduduki kerajaan Islam di Jawa, beliau membersihkan Purnapugar Kesultanan Bintoro yang sekarang diberi nama Masjid Agung Demak dengan ditandai prasasti bergambar bulus. Ini merupakan &lt;i&gt;Candra Sengkolo Memet&lt;/i&gt; “&lt;i&gt;Sariro Sunyi Kiblating Gusti&lt;/i&gt;”, bermakna tahun 1401 Saka atau 1479 M .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sultan Raden Abdul Fatah Sayyidin Pranotogomo adalah Amirul Mukminin yang alim, adil serta bijaksana. Beliau memegang pemerintahan selama 40 tahun mulai 1478 sampai 1518 M . Setelah wafat dilanjutkan Pangeran Patiunus putra pertama Raden Fatah pada tahun 1518 - 1521 M atau selama 3 tahun .Selanjutnya pemerintahan dilanjutkan oleh adiknya yaitu Raden Trenggono yang memerintah selama 25 tahun terhitung dari tahun 1521 - 1546 M.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian setelah selama 14 tahun Kesultanan Bintoro terjadi kekosongan kepemimpinan krn terjadi perselisihan kerluarga, yang akhirnya Raden Hadiwijaya memegang tampuk pemerintahan mulai 1560 sampai 1582 M. Atas dasar nasehat wali songo guna mengakhiri konflik keluarga disarankan agar pusat pemerintahan dipindah di Pajang.maka oleh Sultan Hadi Wijaya, pemerintahan atau Kerjaan Demak akhirnya dipindahkan ke daerah Pajang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun keturunan Raden Fatah: 1. Pangeran Patiunus 2. Pangeran Purwa Wiyata biasa disebut Pangeran Sekar Sido Lepen, 3. Ratu Emas Panembahan Banten 4. Istri Raden Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. 5. Pangeran Trenggono, yang menjabat Sultan Demak ke tiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah sejarah singkat Sultan Abdul Fatah Al Akbar Sayyidin Pranotogomo berserta keluarganya, semoga Allah swt memberikan Rahmat Taufik serta hidayahnya kepada beliau. Dan kita sebagai generasi penerus dapat melanjutkan dan mempertahankan nilai sejarah yang beliau tinggalkan / wariskan sehingga Demak sebagai kota wali menjadi sentral kemajuan bangsa Indonesia amin ya robbal alamin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
NB: Jika ada kesalahan penulisan ulang dari suara rekaman, mohon dikoreksi karena saya terkadang kurang jelas mendengar pada bagian-bagian tertentu. Terima kasih&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=NBV4wm91LnM:HBVh4u9NuPU:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=NBV4wm91LnM:HBVh4u9NuPU:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=NBV4wm91LnM:HBVh4u9NuPU:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=NBV4wm91LnM:HBVh4u9NuPU:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=NBV4wm91LnM:HBVh4u9NuPU:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=NBV4wm91LnM:HBVh4u9NuPU:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=NBV4wm91LnM:HBVh4u9NuPU:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=NBV4wm91LnM:HBVh4u9NuPU:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/8903635896166445806/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2012/06/manaqib-sejarah-singkat-sultan-fatah.html#comment-form" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/8903635896166445806?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/8903635896166445806?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2012/06/manaqib-sejarah-singkat-sultan-fatah.html" title="Manaqib / Sejarah Singkat Sultan Fatah" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D08BQX4ycCp7ImA9WhVbEE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-8287828588371748546</id><published>2012-05-26T11:57:00.000+07:00</published><updated>2012-05-26T19:37:30.098+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-05-26T19:37:30.098+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Celotehan" /><title>Pameran Buku, Oase Bagi Minat Baca Buku Yang Mengering</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hasil penelitian Program for Internasional Student Assessment (PISA) 2009 sebagaimana dikutip Editorial &lt;a href="http://www.kompasiana.com/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt; (Kompas 24 Mei 2012) menunjukkan bahwa minat masyarakat Indonesia dalam membaca buku masih rendah. Indonesia berada di posisi sembilan terbawah, atau peringkat 57 dari 65 negara yang berpartisipasi dalam penelitian.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di Demak hal itu bisa kita buktikan dalam kehidupan sehari-hari, jarang kita temui aktivitas orang membaca buku di ruang publik, saat menunggu, atau dalam perjalanan. Bahkan yang berseragam sekolah atau mahasiswa sekalipun jarang kedapatan membaca buku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="text-align: justify;"&gt;Sedikitnya jumlah dan ragam buku berkualitas yang &lt;/span&gt;&lt;i style="text-align: justify;"&gt;up to date&lt;/i&gt;&lt;span style="text-align: justify;"&gt;, serta akses buku yang sulit dan mahal, kerap menjadi kendala yang ditemui di daerah. Tradisi bertutur lisan dalam menyebarkan dan menggali informasi, ditambah maraknya budaya komunikasi non-lisan melalui &lt;/span&gt;&lt;i style="text-align: justify;"&gt;gadget&lt;/i&gt;&lt;span style="text-align: justify;"&gt; (sms, &lt;/span&gt;&lt;i style="text-align: justify;"&gt;googling&lt;/i&gt;&lt;span style="text-align: justify;"&gt;, media sosial) semakin sirnalah kebiasaan membaca buku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk itu perlu upaya menumbuhkan budaya membaca buku di masyarakat. Salah satunya adalah menghadirkan beragam jenis buku berkualitas dengan harga murah dalam jumlah banyak. Pemkab Demak pada tanggal 21 - 27 Mei 2012 menyelenggarakan Pesta Sejuta Buku guna menghadirkan buku-buku murah dan berkualitas. Pameran buku ini diharapkan menjadi oase bagi minat baca yang selama ini mengering. Beragam jenis buku berkualitas menjadi sumber penawar yang mengobati dahaga kebutuhan informasi warga. Kebutuhan informasi dan ilmu pengetahuan dalam mengatasi permasalahan kehidupan yang makin rumit, diharapkan dapat dipenuhi dari buku-buku tersebut. Sehingga masyarakat menjadi tertarik menggali ilmu dari buku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Upaya meningkatkan tradisi membaca buku lewat pameran buku tersebut ternyata tidak mudah, hal ini terlihat dari animo berkunjung masyarakat yang kurang memuaskan. Hingga hari kelima, pameran yang diselenggarakan oleh pemkab Demak di gedung KONI ini jumlah pengunjungnya masih sedikit. Kalah ramai dari pengunjung pasar malam, gerebek besar, atau bazar sembako. Juga jika dibandingkan dengan pameran-pameran buku di kota - kota lainnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kondisi demikian perlu dievaluasi agar penyelenggaraan event berikutnya bisa lebih memuaskan. Sebagai saran bagi penyelengara: acara pendudung perlu dikemas lebih menghibur, menambahkan unsur-unsur lokal, menggabungkan konsep pasar malam gerebek besar dan pameran2 lainnya yang telah sukses dihelat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Publikasi yang kurang greget pada acara ini perlu mendapat perhatian agar acara berikutnya gaungnya lebih terdengar meriah. Konsep publikasi yang dilakukan penyelenggara pasar malam gerebek besar bisa diadaptasi, seperti memenuhi titik-titik ramai dan dijalan-jalan utama dengan spanduk/baliho, menggandeng radio suara kota wali atau media masa, serta menyelenggarakan event pendahuluan atau saat pameran yang menyedot perhatian masa sangat banyak seperti acara jalan sehat berhadiah motor, hadiah itu tiap hari diarak keliling dari kampung ke kampung. Jika publikasi dirasa mahal dan menyedot anggaran besar panitia bisa menggandeng sponsor atau donasi dari CSR &amp;nbsp;perusahaan yang selama ini peduli terhadap pendidikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilihan tanggal penyelenggaraan dirasa penting, penyelenggaran pameran di tanggal tua bisa menyebabkan &amp;nbsp;masyarakat malas mengunjungi pameran. Hal ini sangat dimaklumi karena mayoritas masyarakat yang berpenghasilan bulanan, anggaran belanja nya (termasuk anggaran beli buku) telah ditunaikan jauh-jauh hari di tanggal muda. Sehingga pada tanggal tua, menyisakan uang yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, dan sedikit untuk ditabung. Oleh karena itu penyelenggaraan pameran sebaiknya diselenggarakan antara tanggal 28 hingga tanggal 4 bulan berikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-iQOZONW88X4/T8Bf62JMUxI/AAAAAAAAA1E/K9yEIrZbbHs/s1600/gramedia.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Stan Gramedia Group" border="0" height="305" src="http://3.bp.blogspot.com/-iQOZONW88X4/T8Bf62JMUxI/AAAAAAAAA1E/K9yEIrZbbHs/s400/gramedia.jpg" title="Stan Gramedia Group" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Stand Gramedia dalam Pameran Pesta Sejuta Buku 21 - 27 Mei 2012&lt;br /&gt;
di Gedung Koni Demak&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Peran Penerbit dan Toko Buku&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain pemerintah yang wajib mendorong masyarakat untuk meningkatkan budaya membaca buku, penerbit dan toko buku juga dituntut turut serta melakukan peran yang sama. Mereka perlu mengedukasi masyarakat dan mengambil perhatian masyarakat terhadap buku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jika kita melihat produsen rokok, barang elektronik, &lt;i&gt;consumer goods&lt;/i&gt;, dan industri perbankan gencar melakukan promo dan iklan, baik melalui &lt;i&gt;above the line&lt;/i&gt; maupun &lt;i&gt;bellow the line&lt;/i&gt; &amp;nbsp;guna mencuci otak masyarakat agar berminat terhadap produk mereka, maka sudah seharusnya penerbit dan toko buku melakukan usaha yang sama, bahkan lebih, untuk mengambil hati masyarakat agar tertarik pada buku. Terlebih upaya ini punya sisi yang mulia yaitu mencerdaskan masyarakat. Kesediaan penerbit dan Toko buku menjemput bola, berpartisipasi dalam Pesta Sejuta Buku patut diacungi jempol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita sebagai masyarakat, seberapa besar 'budaya membaca buku' kita? Kita berharap upaya mentradisikan membaca buku mendapat dukungan dari berbagai pihak dan bisa sukses.&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=OG_hPpbGm0s:YLoZR2v3wB4:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=OG_hPpbGm0s:YLoZR2v3wB4:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=OG_hPpbGm0s:YLoZR2v3wB4:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=OG_hPpbGm0s:YLoZR2v3wB4:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=OG_hPpbGm0s:YLoZR2v3wB4:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=OG_hPpbGm0s:YLoZR2v3wB4:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=OG_hPpbGm0s:YLoZR2v3wB4:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=OG_hPpbGm0s:YLoZR2v3wB4:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/8287828588371748546/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2012/05/pameran-buku-oase-bagi-minat-baca-yang.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/8287828588371748546?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/8287828588371748546?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2012/05/pameran-buku-oase-bagi-minat-baca-yang.html" title="Pameran Buku, Oase Bagi Minat Baca Buku Yang Mengering" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-iQOZONW88X4/T8Bf62JMUxI/AAAAAAAAA1E/K9yEIrZbbHs/s72-c/gramedia.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU4GQ347fCp7ImA9WhVaE0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-19881586092909974</id><published>2012-05-23T06:04:00.000+07:00</published><updated>2012-06-11T12:52:02.004+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-06-11T12:52:02.004+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Informasi" /><title>Lowongan Kerja di Demak dan Sekitar</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.facebook.com/lokerdemak" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Lowongan Kerja Demak" border="0" height="260" src="http://3.bp.blogspot.com/-U8FsCidFveE/T7wazkjk15I/AAAAAAAAA00/7-vW0BjGUZw/s400/lokerdemak.jpg" title="Lowongan Kerja Demak" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Bagi anda yang mencari kerja di Demak dan Sekitar, kami mencoba membagi info lowongan kerja untuk anda melalui &lt;a href="http://www.facebook.com/"&gt;facebook&lt;/a&gt; di&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/lokerdemak"&gt;www.facebook.com/lokerdemak&lt;/a&gt;. Fan page ini berisi info lowongan kerja di Demak dan Sekitar (Semarang, Kudus, Jepara, Purwodadi, dll) yang diambil dari berbagai sumber terpercaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lowongan kerja yang kami posting berupa lowongan kerja yang proses rekruitmennya atau penempatannya berada di wilayah lokal (tidak di ibu kota/ kota - kota yang jauh), sehingga warga Demak dan sekitar mudah mengaksesnya dan tidak memerlukan biaya melamar dan akomodasi yg tinggi selama seleksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lowongan kerja yang kami postingkan berupa semua posisi dan jenis lowongan kerja dan untuk semua kalangan latar belakang pendidikan dan bidang, baik fresh graduate maupun berpengalaman. Mulai dari SMA/MA/SMK/Sederajat / D3 / S1 / S2 Segala Jurusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Silahkan like &lt;a href="http://www.facebook.com/lokerdemak"&gt;fanpage ini&lt;/a&gt; untuk mendapatkan update info lowongan kerja.&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=fUR-sY6DFKA:f1yPM2m8A-c:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=fUR-sY6DFKA:f1yPM2m8A-c:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=fUR-sY6DFKA:f1yPM2m8A-c:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=fUR-sY6DFKA:f1yPM2m8A-c:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=fUR-sY6DFKA:f1yPM2m8A-c:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=fUR-sY6DFKA:f1yPM2m8A-c:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=fUR-sY6DFKA:f1yPM2m8A-c:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=fUR-sY6DFKA:f1yPM2m8A-c:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/19881586092909974/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2012/05/lowongan-kerja-di-demak-dan-sekitar.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/19881586092909974?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/19881586092909974?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2012/05/lowongan-kerja-di-demak-dan-sekitar.html" title="Lowongan Kerja di Demak dan Sekitar" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-U8FsCidFveE/T7wazkjk15I/AAAAAAAAA00/7-vW0BjGUZw/s72-c/lokerdemak.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkcDQ3g9fip7ImA9WhVaE0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-1358930649134286717</id><published>2010-10-24T12:57:00.002+07:00</published><updated>2012-06-11T12:54:32.666+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-06-11T12:54:32.666+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Celotehan" /><title>Grebeg Besar, Tradisi Sakral Jadi Komersial</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TMPITpPg3-I/AAAAAAAAAtA/SOvazzIrstI/s1600/barisan+barongan+dalam+grebeg+besar.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="152" src="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TMPITpPg3-I/AAAAAAAAAtA/SOvazzIrstI/s200/barisan+barongan+dalam+grebeg+besar.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Saya tidak tahu sejak kapan motif ekonomi menyusup ke seluruh  sendi-sendi kehidupan masyarakat, hampir-hampir tak ada ruang yang tak  diisi dengan motif ekonomi,bahkan sampai ke ranah yang motif ekonomi  seharusnya taboo memasukinya. Setelah pendidikan dan kesehatan, kini  bidang sosial dan budaya menjadi ranah yang tak luput dari godaan manis  kapitalis. &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Gencarnya pemerintah menggenjot sektor pariwisata akhir-akhir  ini  turut membuka sedikit demi sedikit ruang-ruang yang tadinya haram  bagi motif ekonomi untuk bisa dimasuki agenda agenda kapitalis. Hal ini  juga di-&lt;i&gt;makmum&lt;/i&gt;-i oleh masyarakat dengan wacana-wacana peningkatan  ekonomi dan pengentasan kemiskinan di mana salah satu ide kreatifnya  dengan cara bagaimana me-&lt;i&gt;monetize&lt;/i&gt; kebudayaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lilitan  dan jerat kesulitan ekonomi memberi stempel sah atas tindakan tersebut.  Dan masyarakat yang tertekan ekonominya merasa mendapat angin segar  karena beban berat di pundaknya bisa terangkat. Sehingga hal ini menjadi  &lt;i&gt;mafhum&lt;/i&gt; dan wajar - wajar saja bagi masyarakat serta tidak ada yang  salah. Ya tidak ada yang salah sepanjang itu untuk kepentingan dan  kebaikan masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam istilah biologi  jaman SMP dulu saya pernah mendengar istilah "simbiosis mutualisme",  saya mengartikannya "kerjasama saling menguntungkan". Itu istilah  yang saya pakai untuk menggambarkan komersialisasi budaya. Jika anda  punya istilah yang tepat, kasih tahu saya ya... kenapa saya katakan  simbiosis mutualisme? Kita tentu sering mendengar bahwa banyak hasil  seni budaya dan tradisi yang ada di masyarakat kian terkubur. Banyak  yang dilupakan dan ditinggalkan oleh masyarakat. Beruntung ada kapitalis  dengan motif ekonominya menjadi dewa penyelamat agar tradisi, seni, dan  budaya itu tetap hidup. Ya ... budaya menjadi tetap hidup karena motif  ekonomi bisa masuk di dalamnya. Dan ketika tradisi, seni dan budaya  dipandang tak bisa bermanfaat secara ekonomi, ya tamatlah..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benarkah  hal itu akan selalu menjadi "simbiosis mutualisme"? menurut saya itu  tergantung sejauh dan sekuat apa masyarakat mengawalnya. Sebab  kecenderungan rakus yang dimiliki oleh kapitalis dan potensi nafsu yang  ada pada masyarakat bisa mendorong ke arah yang buruk bagi masyarakat.  Tradisi, seni, dan budaya identik dengan pemenuhan kebutuhan psiko  sosial dan spiritual. sementara ekonomi cenderung ke arah materialistik.  Dimana mengawinkan keduanya adalah hal yang sulit, satu sama lain  saling mengendalikan. Celakanya akhir akhir ini motif ekonomi cenderung  menguasai. Tak jarang demi mendongkrak keuntungan ekonomi, mengorbankan  pakem-pakem pokok dan tujuan mulia sebuah tradis dan budaya sehingga kebutuhan masyarakat dalam aspek psikososial dan spiritual terabaikan. Caranya  dengan apa yang disebut improvisasi, kreatifitas, dan inovasi. Hal itu  bisa kita lihat di sekitar kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Gerebeg Besar&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2009/08/grebeg-besar-eksotika-budaya-demak.html"&gt;Gerebeg Besar&lt;/a&gt; salah  satu tradisi yang selalu dibangga - banggakan oleh masyarakat Demak,  sepertinya tidak luput dari "komersialisasi"."&lt;i&gt;Pihak EO harus setor  sekian ratus juta ke pemerintah kalo mau mengelola pasar rakyat grebeg  besar&lt;/i&gt;". Begitu inti berita yang saya dengar dari sebuah media masa dan &lt;a href="http://www.demakkab.go.id/"&gt;situs resmi  Pemkab Demak&lt;/a&gt;. Kabar itu kok tercium di hidung saya berbau  bau komersialisasi  ya.. Tapi entah dengan hidung anda, apakah juga mencium bau yang sama?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah itu salah? Saya nggak akan bilang salah atau benar. Toh uangnya juga ke kas negara sebagai pos penerimaan PAD Kabupaten Demak. Nanti manfaatnya kembali ke masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi tidak ada kata salah atau benar. Hanya saja ketika motif ekonomi &lt;i&gt;mengankangi&lt;/i&gt; sebuah &lt;i&gt;event&lt;/i&gt; budaya perlu di&lt;i&gt;wanti-wanti&lt;/i&gt; saja. Jangan sampai sisi kerakusan kapitalis menggerogoti sedikit demi sedikit ke sakralan sebuah event budaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo kita lihat sejarah tradisi &lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2009/08/grebeg-besar-eksotika-budaya-demak.html"&gt;Grebeg besar &lt;/a&gt;di Demak, Tradisi ini merupakan tradisi yang ada pada zaman wali songo di mana pada waktu itu, di lingkungan Masjid Agung Demak di selenggarakan keramaian yang disisipi dengan syiar-syiar keagamaan, sebagai upaya  penyebarluasaan agama Islam oleh Wali Sanga. Keramaian itu kini dikemas dalam suatu even yang di sebut dengan &lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2009/08/grebeg-besar-eksotika-budaya-demak.html"&gt;Gerebeg Besar&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya ingin menggaris bawahi kalimat "&lt;u&gt;disisipi dengan syiar-syiar keagamaan, sebagai upaya  penyebarluasaan agama Islam oleh Wali Sanga&lt;/u&gt;". Kalimat ini menurut saya sebagai pakem pokok yang harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar dalam penyelenggaraan even &lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2009/08/grebeg-besar-eksotika-budaya-demak.html"&gt;Gerebeg Besar&lt;/a&gt;. Jika dilanggar, bukan &lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2009/08/grebeg-besar-eksotika-budaya-demak.html"&gt;Gerebeg Besar&lt;/a&gt; lagi namanya, dan seharusnya penyelenggara malu menisbatkan atau mengakui kalo tradisi ini warisan wali songo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Demak Bergoyang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari dalam perjalanan berangkat kerja perhatian saya tersita ke sebuah sepanduk iklan event &lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2009/08/grebeg-besar-eksotika-budaya-demak.html"&gt;Grebeg Besar&lt;/a&gt;. salah satu isi yang membuat saya mengernyitkan dahi adalah untuk memeriahkan event tersebut pihak EO akan menghadirkan sejumlah Group Hiburan yang menurut saya penampilannya selama ini 180 derajat bertolak belakang dengan syiar-syiar keagamaan yang di bawa oleh wali songo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya Pihak EO dan pemerintah malu menampilkan group hiburan tersebut di event yang membawa label syiar islam. Pembiaran dan tindakan tutup mata oleh pemerintah dapat diartikan pemerintah merestui pertunjukan hiburan itu. Dan tidak menutup kemungkinan pada penyelenggaraan di tahun-tahun mendatang pihak EO akan selalu menampilkannya karena dipandang bisa mendongkrak pendapatan. Dan pada akhirnya akan menjadi ciri khas event &lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2009/08/grebeg-besar-eksotika-budaya-demak.html"&gt;Gerebeg Besar&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa saya tidak heran ketika saya berkunjung ke &lt;a href="http://www.youtube.com/"&gt;Youtube&lt;/a&gt; dan mengetik kata kunci "&lt;a href="http://www.youtube.com/results?search_query=demak&amp;amp;aq=f"&gt;demak&lt;/a&gt;" yang muncul bukannya syiar - syiar keagamaan seperti yang di bawa oleh wali songo, akan tetapi pertunjukan demak bergoyang. Ke-&lt;i&gt;wali&lt;/i&gt;-an Kota Wali menjadi dipertanyakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui tulisan ini saya memohon pada pemerintah selaku &lt;i&gt;ulil amri&lt;/i&gt; agar syiar - syiar keagamaan yang ada dalam event Gerebeg besar agar dijaga dan tidak dikotori dengan acara-acara yang bertolak belakang dengan syiar-syiar agama yang dibawa oleh wali songo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Refensi:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2009/08/grebeg-besar-eksotika-budaya-demak.html"&gt;http://demak-ku.blogspot.com/2009/08/grebeg-besar-eksotika-budaya-demak.html&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demakkab.go.id/ekobis/964-minggu-17-oktober-2010-kelola-pasar-rakyat-grebeg-besar-harus-setor-rp-286-juta.html"&gt;http://demakkab.go.id/ekobis/964-minggu-17-oktober-2010-kelola-pasar-rakyat-grebeg-besar-harus-setor-rp-286-juta.html&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demakkab.go.id/component/content/article/153.html"&gt;http://demakkab.go.id/component/content/article/153.html&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=GOisy83_gpU:G_GE4Li58bw:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=GOisy83_gpU:G_GE4Li58bw:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=GOisy83_gpU:G_GE4Li58bw:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=GOisy83_gpU:G_GE4Li58bw:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=GOisy83_gpU:G_GE4Li58bw:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=GOisy83_gpU:G_GE4Li58bw:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=GOisy83_gpU:G_GE4Li58bw:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=GOisy83_gpU:G_GE4Li58bw:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/1358930649134286717/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/10/grebeg-besar-tradisi-sakral-jadi.html#comment-form" title="18 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/1358930649134286717?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/1358930649134286717?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/10/grebeg-besar-tradisi-sakral-jadi.html" title="Grebeg Besar, Tradisi Sakral Jadi Komersial" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TMPITpPg3-I/AAAAAAAAAtA/SOvazzIrstI/s72-c/barisan+barongan+dalam+grebeg+besar.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>18</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU4CQXs8fip7ImA9WhVaE0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-4941109024789789060</id><published>2010-10-19T08:09:00.002+07:00</published><updated>2012-06-11T12:52:40.576+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-06-11T12:52:40.576+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Celotehan" /><title>Melayani Orang Lain, Oh Indahnya</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TLzz-e52CkI/AAAAAAAAAsk/GkqXyDkvllk/s1600/Pelayanan2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TLzz-e52CkI/AAAAAAAAAsk/GkqXyDkvllk/s200/Pelayanan2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Dalam sebuah perbincangan ringan di sela-sela kerja, seorang teman melontarkan pernyataan "sak ini kabeh wong golek jabatan mung kanggo golek duit numpuk bondo gak ono sing niyate kanggo nglayani masyarakat" (sekarang semua orang mencari jabatan hanya untuk mencari uang menumpuk kekayaan, tidak ada yang berniat untuk mengabdikan diri untuk melayani masyarakat/hidup membantu orang lain). Dan diapun memberikan contoh dan fakta-fakta kerakusan para pejabat dalam menumpuk kekayaan. Tak cukup dalam ranah pemerintahan, para pekerja, eksekutif perusahaan, pengusaha, &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;bahkan abdi masyarakat seperti guru, kyai, dan lainnya setali tiga uang tidak ada bedanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernyataan itu seolah meniadakan kenyataan bahwa masih ada orang-orang yang memiliki jiwa sosial dan pengabdian dalam menjalankan profesi pekejaannya, serta peduli terhadap orang lain seperti Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu hal yang menjadi kesepakan semua orang, bahwa setiap orang hidup di dunia ini adalah mencari kebahagiaan. Mereka ingin hidup bahagia. Akan tetapi setiap orang mempunyai keyakinan dan cara tersendiri dalam memperoleh kebahagiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu cara yang diyakini bisa mendatangkan kebahagiaan adalah dengan mengumpulkan sebanyak mungkin harta, bahkan dengan cara apapun. Dengan semakin banyaknya kekayaan yang dimiliki orang akan semakin bahagia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keyakinan di atas yang bertolak dari faham materialisme ini belakang makin subur dan mengakar kuat di hati masyarakat lantaran gencarnya kapitalis melakukan doktrin kepada masyarakat lewat berbagai media. Lihat saja iklan kartu kredit yang menjajikan kebahagiaan kesenangan dengan cara menikmati belanja di Mall ternama, berlibur di tempat terkenal dengan layanan hotel bintang 5. Iklan kendaraan yang menyuguhkan gengsi mengendarai kendaraan terkini, Hunian mewah dengan berbagai macam fasilitas yang lux.Bahkan film dan sinetron yang tampil di jam-jam utama tak kalah menyajikan gaya hidup materialis. Tak ayal apa yang dikonsumsi otak masyarakat sekarang menjadi patokan gaya hidup mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena keyakinan inilah, apa yang dikatakann temen saya di atas itu benar. Orang bekerja hanya menumpuk kekayaan ansih. Apa yang dianggapnya bisa menjadi uang, mereka akan meng-uang-kannya. Mulai dari pungli berdalih uang administrasi, uang terima kasih, hingga dilegalkan melalui Surat Keputusan. Pekerjaan yang tadinya hanya satu jam selesai, karena tidak ada uang "terima kasih"nya menjadi molor hingga satu minggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ingin menumpuk uang, seorang karyawan untuk naik jabatan dan dipromosikan ia tega menyikut rekan kerja, menginjak-injak bawahannya dan tak punya malu menjilat atasannya. Sehingga suasana kerja yang nyaman tidak bisa didapati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ketika bekerja dengan tujuan dan cara seperti diatas akan mendatangkan kebahagiaan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disini saya tak hendak menggurui para pembaca atau siapapun, karena anda pasti punya konsep tersendiri tentang bagaimana mencapai kebahagiaan. Tapi izinkan saya untuk mengingatkan anda tentang sesuatu yang mungkin anda pernah mendengarnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Semangat Berbagi dan Melayani Orang Lain&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di zaman dengan faham materialisme dewasa ini, spirit untuk berbagi dan melayani orang lain seperti oase di tengah padang pasir yang gersang dan panas. spirit berbagi dan melayani inilah oleh para motivator, penceramah, penasehat spiritual dirumuskan menjadi salah satu cara untuk meraih kebahagiaan. Mungkin anda pernah mendengarnya dari Mario Teguh dalam Golden Ways-nya, atau anda dapati dari Ustadz Yusuf Mansur dengan indahnya bersedekah dan buku-buku beliau, atau guru-guru yang anda kagumi menasehati untuk anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara individu maupun institusi spirit berbagi dan melayani orang lain telah banyak dipraktekkan. Sebut saja Irwan Hidayat pemilik sido muncul, dia baik secara individu maupun melalui perusahaan melakukan program Corporate Social Responsibility (CSR). Individu-individu dan institusi-institusi lain juga melakukan hal yang sama. Apa hasilnya? terlepas dari motif apapun, dari berbagai penelitian perusahaan yang melakukan program CSR terbukti kesehatan perusahaanya berbanding lurus dengan program CSRnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu bagaimana dengan kita yang tidak sekaya Irwan Hidayat dan tidak memiliki perusahaan? apakah menunggu hingga jadi milyader dulu? Tentu anda tahu jawabannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernahkah anda ditanya oleh seseorang tentang alamat suatu tempat? Ketika anda memberi jawaban dengan jelas dan ramah. kemudian si penanya merasa terbantu dengan jawaban anda dan dengan senyum penuh rasa terima kasih mengatakan "Terima kasih pak, anda sangat membantu sekali". Apa yang anda rasakan ketika mendengar ucapan itu? Kita akan merasakan senang dan bahagia manakala orang lain bisa merasakan senang berkat bantuan kita. Sekecil apapun yang bisa kita berikan saya yakin itu tidak kalah dengan apa yang para milyader berikan pada masyarakat. Karena nilainya bukan besarnya bantuan itu, tapi besarnya niat dan usaha yang kita berikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam dunia kerja spirit berbagi dan melayani orang lain ini bisa kita aplikasikan, seperti melayani customer dengan sepenuh hati, memberi layanan dengan prima kepada masyarakat apabila kita kerja di institusi layanan publik. menyelesaikan tanggung jawab kita sehingga tidak membebani teman kerja sekaligus membantu meringankan pekerjaan teman, tidak mempersulit proses dan prosedur layanan dengan memungut uang yang tidak sah, dan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan apa yang kita praktekan di dunia kerja seperti diatas akan membuat kita puas dan bahagia. kenapa saya bisa mengatakan seperti itu? karena saya telah membuktikannya, dan telah banyak orang yang membuktikannya. Lalu bagaimana dengan Anda??&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semangat melayani orang lain ini akan lebih terasa dampaknya membuat seseorang merasa puas dan bahagia manakala diterapkan oleh orang yang bekerja di layanan publik seperti Rumah sakit, Birokrasi pemerintah, Layanan Telekomunikasi dsb. Sebab karyawan atau pegawai di institusi layanan publik akan membantu banyak orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
image coutesy: &lt;a href="http://warintek.slemankab.go.id/?mod=detail_berita&amp;amp;id=100"&gt;http://warintek.slemankab.go.id&lt;/a&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=3b-AIqkEE08:ZFaNWEWZPK8:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=3b-AIqkEE08:ZFaNWEWZPK8:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=3b-AIqkEE08:ZFaNWEWZPK8:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=3b-AIqkEE08:ZFaNWEWZPK8:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=3b-AIqkEE08:ZFaNWEWZPK8:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=3b-AIqkEE08:ZFaNWEWZPK8:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=3b-AIqkEE08:ZFaNWEWZPK8:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=3b-AIqkEE08:ZFaNWEWZPK8:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/4941109024789789060/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/10/melayani-orang-lain-oh-indahnya.html#comment-form" title="13 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/4941109024789789060?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/4941109024789789060?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/10/melayani-orang-lain-oh-indahnya.html" title="Melayani Orang Lain, Oh Indahnya" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TLzz-e52CkI/AAAAAAAAAsk/GkqXyDkvllk/s72-c/Pelayanan2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>13</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkcAQHo4fCp7ImA9WhVaE0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-7840000557486956720</id><published>2010-10-11T07:30:00.001+07:00</published><updated>2012-06-11T12:54:01.434+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-06-11T12:54:01.434+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Informasi" /><title>Kalo Mau Informasi Tentang Demak Dimana Ya??</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TLJaRueGEKI/AAAAAAAAArU/TIZM4c2OGoM/s1600/prabumulih-informasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="130" src="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TLJaRueGEKI/AAAAAAAAArU/TIZM4c2OGoM/s200/prabumulih-informasi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Saat fesbuk-an kemaren, saya dapet kesempatan chatting dengan salah seorang warga demak di perantauan. Salah satu topiknya, dia menanyakan kondisi demak saat ini gimana. Pertanyaan ini muncul dari beliau mungkin karena saya menulis blog demak-ku ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari chattingan tersebut saya berkeyakinan bahwa beberapa warga demak diperantauan ingin sekali tahu informasi terkini tentang demak. Akan tetapi tak hanya yang diperantauan, yang di demak sendiri &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;benernya juga pengen tahu sejauh mana sih perkembangan kabupaten yang dia cintai ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada satu isu pokok yang melatarbelakangi kenapa informasi ini penting dan mereka sangat mencarinya. Hal itu bermuara pada kondisi ekonomi. Masyarakat sangat membutuhkan berita yang bisa memberikan informasi bagaimana bisa mensejahterakan mereka. Mulai dari peluang usaha, akses layanan publik yang mudah, permodalan, cara pengembangan usaha yang berbasis pada potensi lokal demak, hingga bagaimana kehidupan sosial dan budaya di demak untuk menunjang kesejahteraan masyarakat demak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi warga yang berada di demak, informasi diatas sangat penting. Bagi pelaku usaha lokal misalnya, dia ingin tahu dimana dan bagaimana bisa mengakses permodalan, bagaimana cara mengembangkan pasar, juga bagaimana cara bersaing dengan produk-produk luar negeri. Sementara bagi para pemuda, mereka butuh informasi pekerjaan, peluang usaha, dan pengembangan diri. Bila informasi tersebut tidak mereka dapati sedangkan mereka tidak tahu bagaimana bertahan hidup di Demak, yang terjadi adalah mereka akan merantau ke luar daerah mengikuti saudara, tetangga atau kenalan yang dikabarkan sukses di perantauan. Akibatnya sumber daya manusia yang potensial yang dimiliki oleh Kabupaten Demak banyak yang memilih keluar deerah. Tentu saja ini suatu kerugian besar bagi Kabupaten Demak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, bagi warga Demak yang diperantauan, inforamasi tentang daerah asalnya sangat mereka butuhkan kerena untuk pertimbangan bagaimana agar bisa hidup kembali menetap di tengah-tengah masyarakat Demak dengan sukses. Meskipun telah sukses di perantauan, sebagai seorang Jawa yang memiliki ikatan kekerabatan yang kuat sampai-sampai ada adagium "&lt;i&gt;mangan ra mangan sing penting ngumpul&lt;/i&gt;", keinginan kembali ke daerah hidup menetap dengan sanak saudara dikampung pasti ada di hati kecil mereka. Di samping itu sebagai putra daerah, keinginan untuk berkontribusi bagi daerahnya tentu saja akan muncul. Lebih - lebih ketika dia telah sukses, kesuksesas mereka rasanya tiada artinya kalo tidak bisa membantu saudaranya di kampung. Semangat &lt;i&gt;bali ndeso mbangun deso&lt;/i&gt; (mengutip slogan Gubernur Jateng Bibit Waluyo) tersemat di sanubari pada setiap perantau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, apakah keinginan kembali ke daerah, semangat bali ndeso mbangun deso itu cukup membuat para warga perantuan mau kembali? rasanya tidak. Mereka yang ingin kembali menetap di demak, butuh informasi dan bisa memastikan bahwa ketika dia kembali ke demak bisa sesukses di luar daerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Bagaimana informasi - infomasi itu bisa diperoleh dan disebar luaskan? Bagi warga yang di Demak, informasi itu bisa disebarluaskan melalui jaringan-jaringan informal yang selama ini telah terbentuk di masyarakat, seperti kelompok tani, kelompok nelayan, PKK, jamiyyah-jamiyyah atau perkumpulan-perkumpulan. Meskipun kurang merata, jaringan-jaringan ini terbukti ampuh untuk mensosialisaikan program-program pengembangan dan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. Oleh karena itu jaringan ini perlu ditingkatkan hingga seluruh lapisan masyarakat bisa memperoleh informasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara bagi warga diperantauan, informasi bisa diperoleh melalui beberapa paguyuban yang telah terbentuk atau dari mulut ke mulut antara warga perantauan dengan saudara mereka yang masih di demak. Silaturahim halal bihalal yang diadakan oleh para warga perantau dan dihadiri oleh pemerintah daerah adalah kegiatan positif guna mengembangkan informasi pengembangan Demak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Memanfaatkan Teknologi Informasi&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di era kemajuan teknologi informasi, segala macam informsai akan sangat mudah diakses tanpa terkendala ruang dan waktu. Orang di Jakarta di luar jawa bahkan di luar negeri sekalipun akan sangat mudah mengakses informasi tentang Demak dari layar komputer atau HP mereka yang terkoneksi dengan internet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun sarana teknologi telah mempermudah seseorang untuk mengakses informasi. tapi masih ada kendala yang dihadapi. Yaitu "Adakah yang mau menyediakan informasi? Sejauh mana informasi itu dibuka? dan dimana informasi itu bisa diakses?" Alhamdulillah meskipun dirasa masih kurang, beberapa informasi mengenai demak makin banyak dan mudah diakses lewat internet. Beberapa pihak mau membuka diri untuk menyediakan informasi, termasuk warga yang melalui "citizen journalistic" ikut menyumbang kabar lewat berbagai media. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui ini saya mengajak para pemangku kepentinga publik, abdi negara, pelayan masyarakat yang terhormat, untuk menyediakan informasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Undang - Undang No. 14 tahun 2008, tentang &lt;i&gt;Keterbukaan Informasi Publik&lt;/i&gt; yang berlaku efektif mulai awal tahun ini, mengamanatkan para pemangku kepentingan publik untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Hal ini berarti menjadi kewajiban yang harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah alamat-alamat url yang menyediakan informasi tentang demak:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.demakkab.go.id/"&gt;www.demakkab.go.id&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Situs ini adalah situs resmi pemerintah kabupaten demak, banyak informasi yang tentang demak di sini terutama berita-berita yang berhubungan dengan pemerintahan dan pembangungan kota wali. namun yang disayang sebagian informasi ini masih ada yang CoPas dari media masa, sehingga ini mengurangi keragaman informasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak_cat/2/Semarang-Metro"&gt;Suara Merdeka kolom Semarang dan sekitarnya&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Di sini koran suara meredeka menyajikan berita sebagaimana yang dimuat di versi cetak. setidaknya ada minimal 3 berita yang tampil tiap harinya. Karena ini kolom Semarang dan sekitar, berita yang ditampilkan tidak hanya demak. Jadi jika dihalaman pertama tidak muncul berita dari demak, silahkan klik halaman selanjutnya sampai anda dapati berita yang berkaitan dengan demak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=blogcategory&amp;amp;id=37&amp;amp;Itemid=54"&gt;Wawasan Kolom demak dan Grobogan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Berbeda dengan Suara Merdeka, Wawasan menempatkan demak pada kolom yang lebih sempit yaitu Demak-grobogan. jadi dikolom ini lebih banyak tentang demaknya. akan tetapi kelemahannya update beritanya lebih sedikit dibandingkan dengan Suara merdeka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://dinkes.demakkab.go.id/v2010/index.php"&gt;Dinkes Demak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Jika anda ingin informasi soal kondisi kesehatan di demak, silahkan kunjungi situs ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.for-mass.blogspot.com/"&gt;http://www.for-mass.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Ini adalah salah satu blog citizen journalistic yang berisi liputan tentang demak dan jepara.. blog ini menyediakan banyak informasi kegiatan masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/p/daftar-blogger-demak.html"&gt;Blogger Demak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Ini adalah daftar para blogger yang memiliki ikatan dengan demak baik emosioal, demografi, maupun konten. Disini Anda bisa menyelami pemikiran para blogger dari demak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
image courtesy : &lt;a href="http://dusunlaman.net/?p=43"&gt;http://dusunlaman.net/?p=43&lt;/a&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=pXylbfdjVbA:Ebs-xi_u-Ow:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=pXylbfdjVbA:Ebs-xi_u-Ow:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=pXylbfdjVbA:Ebs-xi_u-Ow:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=pXylbfdjVbA:Ebs-xi_u-Ow:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=pXylbfdjVbA:Ebs-xi_u-Ow:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=pXylbfdjVbA:Ebs-xi_u-Ow:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=pXylbfdjVbA:Ebs-xi_u-Ow:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=pXylbfdjVbA:Ebs-xi_u-Ow:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/7840000557486956720/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/10/kalo-mau-informasi-tentang-demak-dimana.html#comment-form" title="17 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/7840000557486956720?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/7840000557486956720?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/10/kalo-mau-informasi-tentang-demak-dimana.html" title="Kalo Mau Informasi Tentang Demak Dimana Ya??" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TLJaRueGEKI/AAAAAAAAArU/TIZM4c2OGoM/s72-c/prabumulih-informasi.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>17</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU4MSXc9fCp7ImA9WhVaE0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-2760787345404468251</id><published>2010-10-03T08:03:00.002+07:00</published><updated>2012-06-11T12:53:08.964+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-06-11T12:53:08.964+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Informasi" /><title>M Fadoli Butuh Uluran Tangan Anda</title><content type="html">M Fadholi (15) warga RT 06 RW 02 Kampung Kauman Desa/ Kecamatan Wedung, mungkin tidak berharap bakal mengalami sakit yang begitu berat, dia terserang penyakit kanker ganas dibagian mulut dan gusi tujuh bulan terakhir. Kanker ini membuat anak dari pasangan Mustakim (42) dan Rubiah (39) hanya bisa tergolek lemas di tempat tidur dengan mulut tak bisa bicara dan tak mampu dimasuki secuil makanan apapun serta tubuh yang semakin kurus. Karena kondisi ekonomi keluarga, Bapak Mustaqim sangat berharap ada dermawan yang mau membantu anaknya melewati cobaan ini.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Kondisi M Fadholi yang memprihatinkan ini, sempat dikabarkan oleh&lt;a href="http://www.suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&amp;amp;id_beritacetak=123754"&gt; surat kabar lokal pada tanggal 18 September lalu.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prihatin dengan kondisi yang dialami oleh M Fadholi ini, Para wartawan yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Demak membentuk Posko Peduli M Fadholi dengan tujuan untuk mempermudah apabila ada pihak-pihak yang ingin menyampaikan bantuan.. (&lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/09/30/125110/Dandim-Tinjau-Lokasi-Penghijauan"&gt;Suara Merdeka 30 September 201&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pembentukan posko, alhamdulillah sejauh ini (5 Oktober 2010) KWD  telah menyalurkan bantuan para donatur sebesar 15 Juta. Meskipun  demikian keluarga Mustakim masih perlu uluran tangan para donatur. "&lt;b&gt;Sejauh  ini, keluarga Fadholi juga masih menanggung utang biaya perawatan  di  RS sebanyak Rp 21 juta untuk penyembuhan tahap pertama. Utang biaya   perawatan itu harus dilunasi agar penderita bisa kembali dioperasi untuk   penyembuhan tahap berikutnya.&lt;/b&gt; Lantaran lama tidak mendapat  pengobatan  selayaknya, kondisi remaja putus sekolah itu makin  memprihatinkan.  Penyakit kanker mulai menyebar ke organ tubuh lainnya" (&lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/06/125714/Bantuan-untuk-Penderita-Tumor" rel="nofollow" target="_blank" title="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/06/125714/Bantuan-untuk-Penderita-Tumor"&gt;Suara Merdeka 6 Oktober 2010&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Melalui kesempatan ini saya mengajak diri saya, masyarakat, dan berbagai pihak untuk membantu M Fadholi. Bantuan anda insya allah sangat membantu keluarganya. Mohon sampaikan berita ini kepada teman, saudara, atau orang dekat Anda, karena mungkin teman, saudara, atau orang dekat anda memiliki kepudulian yang sama dengan anda.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: #073763;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Apa bila anda ingin memberikan bantukan kepad M Fadholi silahkan hubungi posko KWD peduli di nomor 085211177123 atau 08883453106.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(235, 239, 249); border: 2px dashed rgb(194, 207, 241); margin: 0pt 20px; padding: 10px;"&gt;
&lt;a href="http://www.suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&amp;amp;id_beritacetak=123754"&gt;&lt;b&gt;Penderita Kanker Gigi Butuh Bantuan (Suara Merdeka 18 September 2010)&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DEMAK&lt;/span&gt;- M Fadholi (15) warga RT  06 RW 02 Kampung Kauman Desa/ Kecamatan Wedung terserang penyakit kanker  ganas tujuh bulan terakhir. Anak pasangan Mustaqim (42) dan Rubiah (39)  ini juga terbaring lemas di tempat tidur lantaran digerogoti penyakit  di bagian gusi dan mulut.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mustaqim menyatakan sangat membutuhkan bantuan dermawan untuk  menyembuhkan penderitaan anaknya itu. ’’Dia sudah menjalani operasi di  RS Kariadi Semarang April lalu namun tetap belum sembuh. Kondisinya kini  terus memburuk sampai-sampai tak mampu menyantap makanan lagi,’’  tuturnya, kemarin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak pertamanya itu sekaligus sulit bicara lantaran penyakitnya  tersebut. Kanker yang awalnya menyerang gusi dan gigi kini menyebar  hingga ke bibir bagian bawah. ’’Jangankan bicara, untuk memasukkan  cairan pengganti makanan ke dalam mulut sulitnya bukan main. Kalau pun  masuk banyak yang menetes keluar hingga tak bisa masuk ke tenggorokan,’’  tambah ibunya, Rubiah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berat badan remaja berkulit putih itu menurun. Hingga kemarin, remaja  bertinggi badan 160 sentimeter itu memiliki berat tak lebih dari 40 kg.  Fadholi hanya mampu tiduran di tikar dalam kamarnya. &lt;br /&gt;
Untuk mengalihkan rasa sakitnya keluarganya menyediakan televisi di  kamarnya. Dia juga terpaksa putus sekolah lantaran penyakitnya itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;nbsp;Pasien Miskin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mustaqim menuturkan keluarganya tergolong kurang mampu. Dia bekerja  sebagai penjahit berpenghasilan tak lebih Rp 30 ribu sehari. Adapun  istrinya ibu rumah tangga biasa. Herannya, Fadholi justru tidak  terdaftar pemegang kartu Jamkesmas meski berasal dari warga miskin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
’’Jamkesmas itu saya urus ketika Fadholi akan dioperasi di Semarang  meski tetap tak bisa diperoleh. Akhirnya saya diberi Jamkesda oleh  Pemprov Jateng sebagai pengganti Jamkesmas. Operasi menghilangkan tumor  di rongga mulut anak saya itu menghabiskan biaya Rp 31 juta. Dana dari  Jamkesda hanya Rp 8 juta dan sisanya ditanggung sendiri,’’ jelasnya.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(235, 239, 249); border: 2px dashed rgb(194, 207, 241); margin: 0pt 20px; padding: 10px;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/09/30/125110/Dandim-Tinjau-Lokasi-Penghijauan"&gt;Komunitas Wartawan Demak (KWD) Bentuk Posko Peduli&lt;/a&gt; (Suara Merdeka 30 September 2010)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DEMAK - Komunitas Wartawan Demak (KWD) membentuk forum peduli terhadap  penderitaan M Fadholi (15), warga Kampung Kauman Desa/ Kecamatan Wedung  yang terserang kanker mulut. Menurut pengurus KWD Wahib Pribadi SAg MSi,  posko itu menumpang di Radio Suara Kota Wali (RSKW) untuk memudahkan  apabila ada pihak yang menyampaikan bantuan.&amp;nbsp; Disebutkan, penderita  kanker ganas yang kini putus sekolah itu membutuhkan perhatian. Orang  tuanya, Mustakim dan Rubiah tak mampu membiayai pengobatan putra  sulungnya itu. Info 085211177123/08883453106.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Referensi:&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&amp;amp;id_beritacetak=123754"&gt;Penderita Kanker Gigi Butuh Bantuan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/09/30/125110/Dandim-Tinjau-Lokasi-Penghijauan"&gt;Komunitas Wartawan Demak (KWD) Bentuk Posko Peduli&lt;/a&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=g9HOcyUTgvg:CwuKILCHsIo:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=g9HOcyUTgvg:CwuKILCHsIo:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=g9HOcyUTgvg:CwuKILCHsIo:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=g9HOcyUTgvg:CwuKILCHsIo:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=g9HOcyUTgvg:CwuKILCHsIo:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=g9HOcyUTgvg:CwuKILCHsIo:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=g9HOcyUTgvg:CwuKILCHsIo:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=g9HOcyUTgvg:CwuKILCHsIo:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/2760787345404468251/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/10/m-fadoli-butuh-uluran-tangan-anda.html#comment-form" title="9 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/2760787345404468251?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/2760787345404468251?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/10/m-fadoli-butuh-uluran-tangan-anda.html" title="M Fadoli Butuh Uluran Tangan Anda" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkcGQXkzeip7ImA9WhVaE0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-8664416752604625645</id><published>2010-09-30T16:49:00.004+07:00</published><updated>2012-06-11T12:53:40.782+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-06-11T12:53:40.782+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Celotehan" /><title>Trembesi Di Sepanjang Jalan Kudus - Semarang</title><content type="html">Setiap kali saya pergi dan pulang kerja atau kuliah di Semarang, perhatianku sedikit atau banyak selalu tersita oleh pohon trembesi yang ada di pinggir jalan. Sejak awal tahun ini, pohon trembersi yang berjumlah 2.767 pohon mulai menghiasi pinggir kanan dan kiri jalan sepanjang jalan Kudus hingga Semarang. Pohon itu kini tingginya sudah dua kali lipat dari tinggi pohon tersebut saat ditanam. Kalo dulu cuma setinggi badanku, kini rata2 tingginya dua kali tinggi badanku. Dan hampir dipastikan pohon yang ditanam bisa hidup semua.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Sebenarnya sebelum pohon trembesi tersebut ditanam oleh sebuah perusahaan rokok terbesar di kota kretek melalui program CSRnya, terlebih dahulu telah ada beberapa mahoni yang tumbuh di sepanjang jalan yang sama. Akan tetapi tak semua bisa tumbuh dan berkembang hingga besar. banyak tanaman yang menjadi kerdil bahkan mati karena kalah oleh tanaman liar di sekitarnya. Dan beberapa lenyap tertebas oleh parang petugas kebersihan, karena tanaman tersebut bercampur dengan tanaman liar dan alang-alang sehingga tak teridentifikasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TKXRmYwh1fI/AAAAAAAAAq4/pvCoSVMOPB0/s1600/giring+nidji+menanam+pohon+di+demak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TKXRmYwh1fI/AAAAAAAAAq4/pvCoSVMOPB0/s320/giring+nidji+menanam+pohon+di+demak.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Program penanaman pohon oleh perusahaan swasta itu mengingatkan saya pada program yang sama yang dilakukan oleh pemerintah beberapa tahun yang lalu bersamaan dengan Gerakan tanam sejuta pohon yang dimotori oleh pemerintah pusat. Jumlah pohon yang ditanam sangat banyak, tidak cuma 2000an, bahkan mungkin puluhan ribu. Setiap desa diberi jatah ratusan hingga ribuan pohon. Desa saya termasuk mendapat jatah pohon yang sangat banyak, hingga pada waktu itu aparat desa bingung mau nanam dimana. Di jalan depan desa, jalan-jalan setapak menuju sawah telah tertanami, pinggir lapangan desa, hingga beberapa lahan kosong ditanami.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Namun apa yang terjadi? Dari ribuan pohon yang ditanaman hanya sedikit yang bisa bertahan sampai sekarang. Bahkan di beberapa jalan setapak, tak satupun yang nampak batangnya apalagi pucuk daunya. Berbeda sekali dengan program CSR penanaman pohon trembesi oleh instansi swasta di atas. Jika Pohon trembesi yang ditanam melalui program CSR instansi swasta, 99.9 persen pohonnya bisa tumbuh dan hidup, Namun sebaliknya program penanaman sejuta pohon yang dilakukan pemerintah 99 persen pohonnya justru tak menyisakan akar dan batang.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa bisa begitu? Satu yang membedakan, "Perawatan". Tak hanya menanam, program CSR perusahaan swasta tersebut juga diikuti program perawatan. Perawatan dilakukan terus menerus hingga pohon trembesi benar-benar hidup. Saya sering menjumpai para petugas pemelihara tanaman sedang merawat pohon trembesi yang telah ditanam. Mereka memberi pupuk, menyiangi rumput, memastikan tiang penyangganya tetap berdiri, hingga mengganti tanaman yang mati dengan yang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
Sementara itu, program penanaman sejuta pohon yang dilakukan instansi lain yang pernah saya dengar dari media maupun saya saksikan sendiri,&amp;nbsp; hanya sekedar menanam tanpa ada tindak lanjut. Program itu sebatas memenuhi agenda. Sehabis itu tak peduli tanaman mengering mati atau habis dimakan kambing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya... merawat emang lebih susah. Dari sini kini bisa kita ambil pelajaran betapa merewat itu sangat penting,&amp;nbsp; butuh kesabaran dan sikap konsisten. Ini yang membedakan mana yang bener-bener peduli terhadap lingkungan dan mana yang hanya sekedar latah ikut tren sesaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Image courtesy: &lt;a href="http://www.djarum.com/treesforlife/"&gt;&lt;span class="f"&gt;&lt;cite&gt;www.&lt;b&gt;djarum&lt;/b&gt;.com/&lt;b&gt;treesforlife&lt;/b&gt;/&lt;/cite&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=hyO_J5fysb4:-xEF3G68GoQ:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=hyO_J5fysb4:-xEF3G68GoQ:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=hyO_J5fysb4:-xEF3G68GoQ:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=hyO_J5fysb4:-xEF3G68GoQ:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=hyO_J5fysb4:-xEF3G68GoQ:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=hyO_J5fysb4:-xEF3G68GoQ:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=hyO_J5fysb4:-xEF3G68GoQ:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=hyO_J5fysb4:-xEF3G68GoQ:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/8664416752604625645/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/trembesi-di-sepanjang-jalan-kudus.html#comment-form" title="9 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/8664416752604625645?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/8664416752604625645?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/trembesi-di-sepanjang-jalan-kudus.html" title="Trembesi Di Sepanjang Jalan Kudus - Semarang" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TKXRmYwh1fI/AAAAAAAAAq4/pvCoSVMOPB0/s72-c/giring+nidji+menanam+pohon+di+demak.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>9</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEYNSH46eyp7ImA9WhVaFUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-8883362965008728294</id><published>2010-09-27T07:16:00.001+07:00</published><updated>2012-06-13T18:16:39.013+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-06-13T18:16:39.013+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Informasi" /><title>Happy Birthday Google Yang Ke 12</title><content type="html">&lt;div class="" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
Sudah dua tahun lamanya google telah memperkenalkan blog ini ke halayak maya. Mulai dari tidak dikenal, sampai selalu nongol di halaman pertama untuk beberapa kata kunci yang berhubungan dengan kabupaten Demak.&amp;nbsp; Hampir sebagian besar pengunjung blog ini dibawa oleh google yang pada akhirnya menjadi beberapa di antara pengujung menjadi pembaca setia dengan berlangganan artikel, baik melalui email maupun feed agregrator.&lt;/div&gt;
&lt;div class="" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJ_eQmVm_MI/AAAAAAAAAqw/OJMI8EOsui0/s1600/googbday10-hp.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="241" src="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJ_eQmVm_MI/AAAAAAAAAqw/OJMI8EOsui0/s400/googbday10-hp.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&amp;nbsp; &lt;/div&gt;
&lt;div class="" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Selamat Ulang Tahun Google yang ke 12.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
Kepada para pengunjung saya memohon maaf apabila tulisan di blog ini tidak sesuai dengan hasil pencarian google yang anda inginkan. Meskipun ada beberapa ketidaksesuaian antara hasil pencaraian dengan hasil yang anda inginkan, yakinlah saya menulis untuk pengunjung bukan untuk mengakali algoritma mesing pencari.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
__________________________&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Image Courtesy: &lt;a href="http://google.com/"&gt;Google&lt;/a&gt; didesain oleh  &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wayne_Thiebaud"&gt;Wayne Thiebaud  &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=iM9O_xjGvaM:d-bTeCWSlRM:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=iM9O_xjGvaM:d-bTeCWSlRM:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=iM9O_xjGvaM:d-bTeCWSlRM:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=iM9O_xjGvaM:d-bTeCWSlRM:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=iM9O_xjGvaM:d-bTeCWSlRM:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=iM9O_xjGvaM:d-bTeCWSlRM:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=iM9O_xjGvaM:d-bTeCWSlRM:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=iM9O_xjGvaM:d-bTeCWSlRM:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/8883362965008728294/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/happy-birtday-google-yang-ke-12.html#comment-form" title="16 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/8883362965008728294?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/8883362965008728294?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/happy-birtday-google-yang-ke-12.html" title="Happy Birthday Google Yang Ke 12" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJ_eQmVm_MI/AAAAAAAAAqw/OJMI8EOsui0/s72-c/googbday10-hp.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>16</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkYAQnk4eyp7ImA9WhVaE0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-2409151386425299251</id><published>2010-09-24T05:00:00.007+07:00</published><updated>2012-06-11T12:55:43.733+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-06-11T12:55:43.733+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Informasi" /><title>Demak Berbenah Mengatasi Ketertinggalan</title><content type="html">Secara Geografis, Letak wilayah Demak berada di jalur perlintasan utama pantura Jateng. Kabupaten dengan sebutan Kota Wali berbatasan dengan ibu kota Jateng, yakni Kota Semarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan posisi yang strategis, kabupaten berpenduduk 1.058.938 (hasil sensus BPS 2010) seharusnya warganya makmur dan sejahtera. Namun ternyata hal itu tak serta merta membuat Demak sejajar dengan wilayah lain, baik di bidang ekonomi, sarana prasarana, hingga sember daya manusia. Bahkan beberapa tahun yang lalu termasuk sebagai daerah tertinggal.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Sumber daya alam yang dimiliki Demak cukup melimpah. Dengan 14 kecamatan, luas wilayah mencapai 897,43 km2 sebagian besar merupakan lahan produktif. “Potensi sumber daya alam itulah kemudian kami garap secara optimal dengan memrioritaskan pembangunan pada sektor pertanian, pariwisata, UMKM, serta kelautan dan perikanan. Keempat sektor itu disinergikan, dengan harapan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat danmenekan jumlah warga miskin”, kata Bupati Tafta Zani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut dia, optimalisasi empat sektor tersebut juga diimbangi dengan pelaksanaan pembangunan di sejumlah bidang yang menjadi  kebutuhan pokok masyarakat, seperti bidang pendidikan dan KB (kesehatan). “Pemkab juga menggalakkan pembangunan infrastruktur. Alhamdulillah dalam empat tahun terakhir ini, jumlah warga miskin berhasil kami kurangi. Di tahun 2006 yang jumlahnya mencapai 263.500 jiwa (26,03%), pada 2010 tinggal menjadi 202.240 jiwa (19.7%). Itupun belum membuat kami puas, dan akan terus bekerja keras demi terwujudnya masyarakatdalam kondisi wareg waras dan wasis,” ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJuwSGsJJkI/AAAAAAAAAqc/Wiz32iBURtI/s1600/21_09_2010_019_003_008.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="pembangunan jalan" border="0" height="236" src="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJuwSGsJJkI/AAAAAAAAAqc/Wiz32iBURtI/s320/21_09_2010_019_003_008.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Indikasi keberhasilan pembangunan di Demak juga terlihat dari meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP). Pada 2009 NTP Demak mencapai 99.75 persen. Angka tersebut merupakan yang tertinggi selama ini. Selain itu juga terlihat dari membaiknya stabilitas  perekonomian yang dibuktikan dengan meningkatnya nilai produk domestik regional bruto (PDRB).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PDRB atas dasar harga berlaku pada tahun 2008 hanya RP 4,9 Triliun, meningkat menjadi Rp 5,3 Triliun pada 2009 (109,07%). Sementara PDRB atas dasar harga konstan, pada tahun 2008 tercatat sebesar Rp 2,7 Triliun, di tahun 2009 meningkat menjadi Rp 2,9 Triliun (104,14%). Sementara PDRB per kapita pada tahun 2008 sebesar Rp 4,6 juta, di tahun 2009 meningkat menjadi Rp 4,9 juta (107,7%).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penghargaan Nasional&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tafta mengaku dengan kerja keras masyarakat dan seluruh jajarannya selama ini telah memperoleh penghargaan dari Presiden Susilo Bamabang Yudoyono. Penghargaan yang dimaksud di antaranya Manggala Kaya Kencana pada tahun 2008, dan Satyalancana Wira Karya di tahun 2010.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya merupakan penghargaan untuk kabupaten/kota yang peduli dan berhasil mengoptimalkan program KB. Selain itu juga penghargaan atas tercapainya peningkatan produksi padi yang berhasil diterima selama dua tahun berturut – turut, yakni pada tahun 2009 dan 2010. Menurut Tafta, penghargaan tersebut tidak untuk pribadi, melainkan untuk seluruh warga Demak. “Manggala Karya Kencana dan Satyalanca kaya Satya diberikan karena laju pertumbuhan penduduk di Demak terkendali. Itu semua terwujud berkat pemahaman penuh masyarakat tentang pentingnya KB”, katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disebutkan untuk menggalakkan program KB, pemkab bahkan memberi pelayanan implan (susuk) gratis kepada masyarakat. Pemkab mengalokasikan anggaran mencapai Rp 1,2 miliyar untuk pengadaan implan gratis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai peningkatan produksi padi yang dicapai kabupaten ini, memang selaras dengan gerakan Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN). P2BN lebih diarahkan untuk meningkatkan produksi tanaman pangan khususnya padi, dalam rangka mencukupi kebutuhan pangan nasional. “Makanya, presiden menaruh  perhatian besar terhadap gerakan itu, dan memberi penghargaan bagi kabupaten yang mampu menjalankannya secara optimal dengan peningkatan produksi padi sebagai tolok ukurnya”, pungkasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(235, 239, 249); border: 2px dashed rgb(194, 207, 241); margin: 0pt 20px; padding: 10px;"&gt;
Tulisan ini merupakan bagian dari liputan khusus &lt;a href="http://suaramerdeka.com/"&gt;Suara Merdeka&lt;/a&gt; &lt;a href="http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2010/09/21/INDEX.SHTML"&gt;Edisi 21 September 2010&lt;/a&gt; yang ditulis oleh Wartawan Suara Merdeka &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1500504387"&gt;&lt;b&gt;Hari Santoso&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.facebook.com/Hasan.Hidir"&gt;&lt;b&gt;Hasan Hamid&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dengan tema : &lt;b&gt;Demak Berbenah Mengatasi Ketertinggalan&lt;/b&gt;. Liputan ini memuat lima tulisan yang mengangkat 3 Sektor pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Demak dalam mensejahterakan masyarakat. 3 sektor yang disorot yaitu infrastruktur, pertanian dan kependudukan. Sektor ini merupakan sektor - sektor yang dianggap berhasil mengangkat kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;
Baca juga empat tulisan berikut yang termuat dalam liputan khusus Suara Merdeka :  &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/betonisasi-infrastruktur-dipacu.html"&gt;Betonisasi Infrastruktur Dipacu &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/terobosan-untuk-garap-pertanian.html"&gt;Terobosan untuk Garap Pertanian&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/benahi-sarana-pertanian.html"&gt;Benahi Sarana Pertanian&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/berhasil-hindari-ledakan-penduduk.html"&gt;Berhasil Hindari Ledakan Penduduk&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
________________________&lt;br /&gt;
Sumber dan image courtesy : &lt;a href="http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2010/09/21/INDEX.SHTML"&gt;Suara Medeka Edisi 21 September 2010&lt;/a&gt; Halaman 19 kolom Gerbang&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=JlBpQSUV_G4:s4wDRwmqZpM:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=JlBpQSUV_G4:s4wDRwmqZpM:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=JlBpQSUV_G4:s4wDRwmqZpM:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=JlBpQSUV_G4:s4wDRwmqZpM:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=JlBpQSUV_G4:s4wDRwmqZpM:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=JlBpQSUV_G4:s4wDRwmqZpM:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=JlBpQSUV_G4:s4wDRwmqZpM:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=JlBpQSUV_G4:s4wDRwmqZpM:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/2409151386425299251/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/demak-berbenah-mengatasi-ketertinggalan.html#comment-form" title="10 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/2409151386425299251?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/2409151386425299251?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/demak-berbenah-mengatasi-ketertinggalan.html" title="Demak Berbenah Mengatasi Ketertinggalan" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJuwSGsJJkI/AAAAAAAAAqc/Wiz32iBURtI/s72-c/21_09_2010_019_003_008.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>10</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEUAQn0yfCp7ImA9WhVaFUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-6436963519763762392</id><published>2010-09-24T04:55:00.002+07:00</published><updated>2012-06-13T18:17:23.394+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-06-13T18:17:23.394+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Informasi" /><title>Betonisasi Infrastruktur Dipacu</title><content type="html">UNTUK mengejar ketertinggalan dari daerah lain, lima tahun terakhir ini Demak menggalakkan pembangunan berbagai sarana infrastruktur. Pemkab meyakini, dengan sarana infrastruktur yang memadai, masyarakat akan menjadi lebih mudah menjalankan berbagai usaha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Supaya kami tidak tertinggal, maka infrastruktur yang ada harus dibenahi. Keberadaan jalan, jembatan dan berbagai sarana publik lainnya harus diwujudkan dalam kondisi layak,"kata Tafta.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJu54AKZUfI/AAAAAAAAAqk/_kBOt7YvVik/s1600/21_09_2010_019_0261.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="data infrastruktur jalan di demak" border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJu54AKZUfI/AAAAAAAAAqk/_kBOt7YvVik/s320/21_09_2010_019_0261.jpg" width="254" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Menurut dia, sarana infrastruktur yang paling diprioritaskan adalah jalan. Maka, jalan-jalan antar kecamatan hingga jalan di desa-desa, semuanya diperbaiki. Perbaikan dilakukan&amp;nbsp; menggunakan konstruksi cor beton, aspal, hotmix dan makadam.&lt;br /&gt;
"Khusus ruas jalan yang berada di wilayah bertekstur labil, kami bangun dengan cor beton. Dengan konstruksi ini, jalan menjadi awet, sehingga perawatannya lebih mudah," terangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk pembangunan jalan beton, lanjut dia, hingga tahun 2010 telah terealisasi sepanjang 142.337 meter, sedangkan yang menggunakan aspal mencapai 101.494 meter, dan hotmix sepanjang 65.995 meter. "Tahun 2010 betonisasi kami laksanakan di 43 ruas jalan. Ruas jalan yang padat lalu lintas menjadi prioritas. Misalnya ruas jalan Buyaran - Guntur, Gajah - Dempet, Demak - Bonang, Dempet - Mintreng dan Bonang - Wedung. Alhamdulillah, ruas jalan Onggorawe Mranggen yang tergolong paling padat, tahun ini sudah mulus total."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Potensi Warga&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menjelaskan, potensi masyarakat di setiap ruas jalan kabupaten memang berlainan. Misalnya di ruas jalan Dempet Mintreng, selain potensi pertanian yang menonjol, juga terdapat potensi UMKM. Desa Prigi, Kebonagung berada di ruas jalan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di desa itu terdapat sejumlah perajin sepatu olahraga. Keberadaan jalan yang mulus, sangat membantu mereka dalam melakukan pemasaran. Ruas jalan Dempet Mintreng memiliki panjang 6.810 meter. Sejak 2006, betonisasi di ruas ini dilakukan berkelanjutan. Tahun 2010 ini, betonisasi telah mencapai 4.534 meter. Selain itu juga dilakukan pembangunan menggunakan sistem hotmik sepanjang 1.110 meter, dan aspal sepanjang 1.176 meter. "Ruas jalan ini memang termasuk prioritas," ungkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Demak, Ir Endang Tri Wahyuningsih, mengakui membaiknya infrastruktur di wilayah ini sangat berpengaruh terhadap upaya pengentasan kemiskinan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petani yang sebelumnya mendominasi sebagai Rumah Tangga Sasaran (RTS), kini telah mengalami perbaikan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut dia, infrastruktur yang mulus sangat menguntungkan petani, terutama pada masa-masa pascapanen. Sebab, biaya transportasi untuk mengangkut hasil panen menjadi lebih murah. Imbasnya, hasil panen bisa terjual dengan harga yang relatif tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(235, 239, 249); border: 2px dashed rgb(194, 207, 241); margin: 0pt 20px; padding: 10px;"&gt;
Tulisan ini merupakan bagian dari liputan khusus &lt;a href="http://suaramerdeka.com/"&gt;Suara Merdeka&lt;/a&gt; &lt;a href="http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2010/09/21/INDEX.SHTML"&gt;Edisi 21 September 2010&lt;/a&gt;&amp;nbsp; yang ditulis oleh Wartawan Suara Merdeka &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1500504387"&gt;&lt;b&gt;Hari Santoso&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.facebook.com/Hasan.Hidir"&gt;&lt;b&gt;Hasan Hamid&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dengan tema : &lt;b&gt;Demak Berbenah Mengatasi Ketertinggalan&lt;/b&gt;. Liputan ini memuat lima tulisan yang mengangkat 3 Sektor pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Demak dalam mensejahterakan masyarakat. 3 sektor yang disorot yaitu infrastruktur, pertanian dan kependudukan. Sektor ini merupakan sektor - sektor yang dianggap berhasil mengangkat kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;
Baca juga empat tulisan berikut yang termuat dalam liputan khusus Suara Merdeka :  &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/demak-berbenah-mengatasi-ketertinggalan.html"&gt;Demak Berbenah Mengatasi Ketertinggalan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/terobosan-untuk-garap-pertanian.html"&gt;Terobosan untuk Garap Pertanian&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/benahi-sarana-pertanian.html"&gt;Benahi Sarana Pertanian&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/berhasil-hindari-ledakan-penduduk.html"&gt;Berhasil Hindari Ledakan Penduduk&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
________________________&lt;br /&gt;
Sumber dan image courtesy : &lt;a href="http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2010/09/21/INDEX.SHTML"&gt;Suara Medeka Edisi 21 September 2010&lt;/a&gt; Halaman 19 kolom Gerbang&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=RCL63OU56SY:8sGH0ceaVYM:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=RCL63OU56SY:8sGH0ceaVYM:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=RCL63OU56SY:8sGH0ceaVYM:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=RCL63OU56SY:8sGH0ceaVYM:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=RCL63OU56SY:8sGH0ceaVYM:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=RCL63OU56SY:8sGH0ceaVYM:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=RCL63OU56SY:8sGH0ceaVYM:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=RCL63OU56SY:8sGH0ceaVYM:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/6436963519763762392/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/betonisasi-infrastruktur-dipacu.html#comment-form" title="6 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/6436963519763762392?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/6436963519763762392?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/betonisasi-infrastruktur-dipacu.html" title="Betonisasi Infrastruktur Dipacu" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJu54AKZUfI/AAAAAAAAAqk/_kBOt7YvVik/s72-c/21_09_2010_019_0261.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>6</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEUCRX4zeSp7ImA9WhVaFUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-930128590364670828</id><published>2010-09-24T04:50:00.002+07:00</published><updated>2012-06-13T18:17:44.081+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-06-13T18:17:44.081+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Informasi" /><title>Terobosan untuk Garap Pertanian</title><content type="html">ASISTEN II Sekda Demak, Drs Eko Pringgolaksito MM menegaskan, keberhasilan menggarap sektor pertanian menjadikan ekonomi Demak stabil. Stabilitas perekonomian terlihat dari adanya peningkatan nilai produk domestik regional bruto (PDRB).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disebutkan, guna lebih memajukan sektor pertanian, pemkab juga melakukan berbagai terobosan. Misalnya melaksanakan upaya peningkatan produktivitas dan kualitas produksi pertanian, pengembangan hortikultura, pengembangan agrobisnis yang &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;berwawasan lingkungan, serta peningkatan produksi komoditas yang memiliki nilai tambah. Pemkab Demak juga menyalurkan bantuan benih kepada petani, serta giat memberikan penyuluhan agar petani mampu menjalankan usaha diversifikasi pertanian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Aman Pestisida&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJvMcipiaGI/AAAAAAAAAqs/3Aax-IzxXG4/s1600/21_09_2010_019_038_007.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="297" src="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJvMcipiaGI/AAAAAAAAAqs/3Aax-IzxXG4/s320/21_09_2010_019_038_007.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Sementara Kepala Kantor Ketahanan Pangan Demak, Ir Wahyudi menambahkan, pemkab kini juga tengah melakukan upayaupaya yang mampu mengarahkan petani semakin profesional. Misalnya dengan memfasilitasi petani jambu delima dalam program sertifikasi. Sertifikat bermanfaat mendongkrak harga jual hasil tanaman. Sertifikasi juga merupakan upaya awal untuk dapat melakukan ekspor buah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut dia, sejauh ini sertifikasi telah dilakukan petani jambu di Kelurahan Betokan Demak Kota yang tergabung dalam kelompok Sido Lancar. Mereka telah memperoleh nomor register dari Otoritas Kompetensi Keamanan Pangan (OKKP) Jawa Tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk dapat mengajukan sertifikasi ke OKKP, kelompok Sido Lancar sebelumnya sudah memenuhi berbagai persyaratan. "Sertifikasi untuk kelompok Sido Lancar masuk dalam kategori Prima III. Kategori ini memberikan jaminan bahwa buah yang dihasilkan kelompok tersebut aman pestisida," terangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam waktu dekat pihaknya juga akan mengajukan sertifikasi semangka tanpa biji yang dibudidayakan petani Desa Sidomulyo, Dempet. Sejauh ini, budidaya semangka di area seluas 60 hektare tersebut menghasilkan buah berkualitas super. "Per buah, rata-rata memiliki berat 10 kilogram. Rasanya sangat manis,"ungkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kabag Humas Setda Demak, Rudi Santosa SH menegaskan, keberhasilan pembangunan di sektor pertanian patut dilanjutkan. Pemkab akan terus menetapkan berbagai kebijakan yang propetani. "Berbagai langkah dan strategi percepatan pertanian yang dilakukan pada tahun 2010 telah disusun,"ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(235, 239, 249); border: 2px dashed rgb(194, 207, 241); margin: 0pt 20px; padding: 10px;"&gt;
Tulisan ini merupakan bagian dari liputan khusus &lt;a href="http://suaramerdeka.com/"&gt;Suara Merdeka&lt;/a&gt; &lt;a href="http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2010/09/21/INDEX.SHTML"&gt;Edisi 21 September 2010&lt;/a&gt; yang ditulis oleh Wartawan Suara Merdeka &lt;a href="http://www.facebook.com/Hasan.Hidir"&gt;&lt;b&gt;Hari Santoso&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1500504387"&gt;&lt;b&gt;Hasan Hamid&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dengan tema : &lt;b&gt;Demak Berbenah Mengatasi Ketertinggalan&lt;/b&gt;. Liputan ini memuat lima tulisan yang mengangkat 3 Sektor pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Demak dalam mensejahterakan masyarakat. 3 sektor yang disorot yaitu infrastruktur, pertanian dan kependudukan. Sektor ini merupakan sektor - sektor yang dianggap berhasil mengangkat kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;
Baca juga empat tulisan berikut yang termuat dalam liputan khusus Suara Merdeka :  &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/demak-berbenah-mengatasi-ketertinggalan.html"&gt;Demak Berbenah Mengatasi Ketertinggalan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/betonisasi-infrastruktur-dipacu.html"&gt;Betonisasi Infrastruktur Dipacu&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/benahi-sarana-pertanian.html"&gt;Benahi Sarana Pertanian &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/berhasil-hindari-ledakan-penduduk.html"&gt;Berhasil Hindari Ledakan Penduduk&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
________________________&lt;br /&gt;
Sumber dan image courtesy : &lt;a href="http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2010/09/21/INDEX.SHTML"&gt;Suara Medeka Edisi 21 September 2010&lt;/a&gt; Halaman 19 kolom Gerbang&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=DGe_QxpYX5Q:g-u8yaFsz3g:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=DGe_QxpYX5Q:g-u8yaFsz3g:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=DGe_QxpYX5Q:g-u8yaFsz3g:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=DGe_QxpYX5Q:g-u8yaFsz3g:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=DGe_QxpYX5Q:g-u8yaFsz3g:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=DGe_QxpYX5Q:g-u8yaFsz3g:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=DGe_QxpYX5Q:g-u8yaFsz3g:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=DGe_QxpYX5Q:g-u8yaFsz3g:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/930128590364670828/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/terobosan-untuk-garap-pertanian.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/930128590364670828?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/930128590364670828?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/terobosan-untuk-garap-pertanian.html" title="Terobosan untuk Garap Pertanian" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJvMcipiaGI/AAAAAAAAAqs/3Aax-IzxXG4/s72-c/21_09_2010_019_038_007.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEUMQn89fip7ImA9WhVaFUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-5406593940822561434</id><published>2010-09-24T04:45:00.004+07:00</published><updated>2012-06-13T18:18:03.166+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-06-13T18:18:03.166+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Informasi" /><title>Benahi Sarana Pertanian</title><content type="html">DALAM membangun sektor pertanian, langkah kongkrit yang sudah ditempuh Pemkab Demak meliputi rehabilitasi berbagai infrastruktur pertanian, seperti jalan usaha tani (JUT), jaringan irigasi teknis usaha tani (JITUT), sumur dangkal maupun embung. Kemudian juga upaya penumbuhan desa percontohan, membentuk desa mandiri pangan, pembibitan sapi dan domba, serta pengembangan komoditas unggulan.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJvAzCYWIMI/AAAAAAAAAqo/KClHyTuh5Gk/s1600/21_09_2010_019_026_003.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJvAzCYWIMI/AAAAAAAAAqo/KClHyTuh5Gk/s1600/21_09_2010_019_026_003.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="253" src="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJvAzCYWIMI/AAAAAAAAAqo/KClHyTuh5Gk/s320/21_09_2010_019_026_003.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Kepala Dispertan, Ir Wibowo MM, untuk jalan usaha tani, pada tahun 2006 telah dibangun sepanjang 0,57 kilometer. Kemudian 2007 sepanjang 2,62 kilometer, 2008 (14,6 km), dan 2009 (17,0 km). Sementara JITUT, pada tahun 2006 dibangun sepanjang 3,25 kilometer, 2007 (4,90 km), 2008 (17,1 km) dan 2009 (5,00 km).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Untuk sumur dangkal, tahun 2007 kami membuat 20 unit, tahun 2008 sebanyak 24 unit dan di tahun 2009 ada 52 unit,"katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk pembibitan sapi dan domba, pada tahun 2007 sebanyak 110 ekor sapi menghasilkan anakan 60 ekor, tahun 2008 sebanyak 100 ekor sapi menghasilkan anakan 86 ekor, dan di tahun 2006 - 2009 sebanyak 380 ekor domba menghasilkan anakan 130 ekor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai upaya itu telah membuahkan hasil. Selain jumlah penduduk miskin mengalami penurunan, nilai tukar petani (NTP) Demak pada tahun 2009 meningkat mencapai 99,75 persen. Angka tersebut merupakan yang tertinggi selama ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(235, 239, 249); border: 2px dashed rgb(194, 207, 241); margin: 0pt 20px; padding: 10px;"&gt;
Tulisan ini merupakan bagian dari liputan khusus &lt;a href="http://suaramerdeka.com/"&gt;Suara Merdeka&lt;/a&gt; &lt;a href="http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2010/09/21/INDEX.SHTML"&gt;Edisi 21 September 2010&lt;/a&gt; yang ditulis oleh Wartawan Suara Merdeka &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1500504387"&gt;&lt;b&gt;Hari Santoso&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.facebook.com/Hasan.Hidir"&gt;&lt;b&gt;Hasan Hamid&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dengan tema : &lt;b&gt;Demak Berbenah Mengatasi Ketertinggalan&lt;/b&gt;. Liputan ini memuat lima tulisan yang mengangkat 3 Sektor pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Demak dalam mensejahterakan masyarakat. 3 sektor yang disorot yaitu infrastruktur, pertanian dan kependudukan. Sektor ini merupakan sektor - sektor yang dianggap berhasil mengangkat kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;
Baca juga empat tulisan berikut yang termuat dalam liputan khusus Suara Merdeka :  &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/demak-berbenah-mengatasi-ketertinggalan.html"&gt;Demak Berbenah Mengatasi Ketertinggalan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/betonisasi-infrastruktur-dipacu.html"&gt;Betonisasi Infrastruktur Dipacu&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/terobosan-untuk-garap-pertanian.html"&gt;Terobosan untuk Garap Pertanian&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/berhasil-hindari-ledakan-penduduk.html"&gt;Berhasil Hindari Ledakan Penduduk&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
________________________&lt;br /&gt;
Sumber dan image courtesy : &lt;a href="http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2010/09/21/INDEX.SHTML"&gt;Suara Medeka Edisi 21 September 2010&lt;/a&gt; Halaman 19 kolom Gerbang&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=M6olrjfjWpw:miPM3_Wie0s:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=M6olrjfjWpw:miPM3_Wie0s:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=M6olrjfjWpw:miPM3_Wie0s:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=M6olrjfjWpw:miPM3_Wie0s:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=M6olrjfjWpw:miPM3_Wie0s:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=M6olrjfjWpw:miPM3_Wie0s:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=M6olrjfjWpw:miPM3_Wie0s:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=M6olrjfjWpw:miPM3_Wie0s:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/5406593940822561434/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/benahi-sarana-pertanian.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/5406593940822561434?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/5406593940822561434?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/benahi-sarana-pertanian.html" title="Benahi Sarana Pertanian" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJvAzCYWIMI/AAAAAAAAAqo/KClHyTuh5Gk/s72-c/21_09_2010_019_026_003.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEQERX8-fSp7ImA9WhVaFUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-6175112130671348993</id><published>2010-09-24T04:24:00.002+07:00</published><updated>2012-06-13T18:18:24.155+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-06-13T18:18:24.155+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ragam" /><title>Berhasil Hindari Ledakan Penduduk</title><content type="html">EMPAT tahun terakhir Pemkab Demak kembali menggalakkan program keluarga berencana (KB). Upaya itu untuk menekan jumlah warga miskin yang berpotensi meningkat, jika terjadi ledakan penduduk. "Target kami jumlah penduduk harus tetap terkendali.&lt;br /&gt;
Maka kami kembali menggalakkan program KB,"kata Kepala Bappermas KB Kabupaten, Bambang Susetyarto SIP.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Menurut dia, angka kemiskinan di daerah ini mengalami penurunan dalam empat tahun terakhir, setelah intensifikasi program KB dan pemberdayaan masyarakat. Dalam upaya menggiatkan gerakan KB, pada APBD 2010 telah disediakan anggaran Rp1,2 miliar untuk pengadaan 4.000 set implan. Sedangkan untuk pengentasan kemiskinan, tahun anggaran 2009 telah tersalurkan dana sebesar Rp 29,350 miliar melalui PNPM Mandiri Pedesaan di 13 kecamatan, serta PNPM Mandiri Perkotaan yang dipusatkan di satu kecamatan yakni Demak Kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai alokasi anggaran pengentasan kemiskinan,dia menyebutkan,ada dana sebesar Rp 22,5 miliar bersumber dari APBN dan Rp 4,8 miliar lagi dari APBD kabupaten. Alokasi anggaran tersebut untuk menunjang upaya perbaikan sarpras, kesehatan, serta bantuan permodalan usaha yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dana tersebut digunakan kegiatan fisik dan nonfisik. Kegiatan fisik meliputi pembangunan sarana prasarana infrastruktur di bidang kesehatan dan bidang pendidikan. Bidang kesehatan disalurkan melalui posyandu dan PKK, sedangkan bidang pendidikan diwujudkan dalam bentuk pemberian beasiswa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bambang menjelaskan, dalam melaksanakan PNPM Mandiri Perdesaan dan Perkotaan, pihaknya menggunakan sistem kompetisi. Desa maupun kelurahan yang memperoleh dana tersebut harus memiliki dana pendampingan. Pemkab juga memberikan reward berupa modal kerja sebesar Rp 100 juta kepada tiga UPK PNPM Mandiri Perdesaan berprestasi. Tahun 2009 lalu, PPK Wonosalam meraih peringkat III Jateng, terkait keberhasilannya mengembangkan program pemberdayaan masyarakat. Pihaknya juga memberi bantuan perbaikan rumah sehingga layak huni atau dikenal dengan program bedah rumah. Tahun 2009 terealisasi sebanyak 410 unit. Dengan per incian, 300 unit dibiayai APBD Kabupaten, 50 unit lagi dibantu Kementerian Negara Perumahan Rakyat, dan 60 unit sisanya menggunakan dana dari Cipta Karya. Setiap rumah mendapatkan batuan senilai Rp 5 juta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan Penduduk Dalam rangka menggalakkan program KB, Pemkab Demak menganggarkan Rp 1,2 miliar untuk pengadaan 4.000 set implan padaAPBD 2010. Alat kontrasepsi itu diberikan gratis kepada ibu-ibu usia subur sebagai upaya mengendalikan pertumbuhan penduduk. Bambang menjelaskan, pelayanan KB implant yang berfungsi mencegah kehamilan lewat proses hormonal tersebut. Dalam pelaksanaannya berkoordinasi dengan lembaga/instansi terkait, di antaranya PKK, Dinkes, serta TNI/Polri lewat kegiatan KB Kes, dan organisasi kemasyarakatan lainnya seperti Muslimat NU.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena keberhasilan menekan pertumbuhan jumlah penduduk dari 1,09 persen pada 2006 menjadi 0,63 persen pada 2007, Bupati Demak Drs H Tafta Zani MM menerima penghargaan Manggala Karya Kencana. Penghargaan tertinggi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk tokoh yang peduli dan berhasil mengoptimalkan program KB.&lt;br /&gt;
Sekarang ini di Demak tercatat ada 240.673 pasangan usia subur (PUS). Dari jumlah itu, sekitar 75 persen merupakan asektor KB aktif, sedangkan sisanya adalah PUS yang masih menghendaki kelahiran anak. (16) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(235, 239, 249); border: 2px dashed rgb(194, 207, 241); margin: 0pt 20px; padding: 10px;"&gt;
Tulisan ini merupakan bagian dari liputan khusus &lt;a href="http://suaramerdeka.com/"&gt;Suara Merdeka&lt;/a&gt; &lt;a href="http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2010/09/21/INDEX.SHTML"&gt;Edisi 21 September 2010&lt;/a&gt; yang ditulis oleh Wartawan Suara Merdeka &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1500504387"&gt;&lt;b&gt;Hari Santoso&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.facebook.com/Hasan.Hidir"&gt;&lt;b&gt;Hasan Hamid&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dengan tema : &lt;b&gt;Demak Berbenah Mengatasi Ketertinggalan&lt;/b&gt;. Liputan ini memuat lima tulisan yang mengangkat 3 Sektor pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Demak dalam mensejahterakan masyarakat. 3 sektor yang disorot yaitu infrastruktur, pertanian dan kependudukan. Sektor ini merupakan sektor - sektor yang dianggap berhasil mengangkat kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;
Baca juga empat tulisan berikut yang termuat dalam liputan khusus Suara Merdeka :  &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/demak-berbenah-mengatasi-ketertinggalan.html"&gt;Demak Berbenah Mengatasi Ketertinggalan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/betonisasi-infrastruktur-dipacu.html"&gt;Betonisasi Infrastruktur Dipacu&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/terobosan-untuk-garap-pertanian.html"&gt;Terobosan untuk Garap Pertanian&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/benahi-sarana-pertanian.html"&gt;Benahi Sarana Pertanian&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=PhUYe3uvQ0s:Giiu13ysMoQ:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=PhUYe3uvQ0s:Giiu13ysMoQ:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=PhUYe3uvQ0s:Giiu13ysMoQ:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=PhUYe3uvQ0s:Giiu13ysMoQ:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=PhUYe3uvQ0s:Giiu13ysMoQ:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=PhUYe3uvQ0s:Giiu13ysMoQ:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=PhUYe3uvQ0s:Giiu13ysMoQ:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=PhUYe3uvQ0s:Giiu13ysMoQ:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/6175112130671348993/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/berhasil-hindari-ledakan-penduduk.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/6175112130671348993?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/6175112130671348993?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/berhasil-hindari-ledakan-penduduk.html" title="Berhasil Hindari Ledakan Penduduk" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEQFSH0_eyp7ImA9WhVaFUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-5126470863131626916</id><published>2010-09-22T02:47:00.004+07:00</published><updated>2012-06-13T18:18:39.343+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-06-13T18:18:39.343+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Celotehan" /><title>Pak dan Bu Guru, Yuk Update Websitenya</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJkLYcgzyyI/AAAAAAAAAqM/pCnBt45z12k/s1600/update.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="update" border="0" height="144" src="http://4.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJkLYcgzyyI/AAAAAAAAAqM/pCnBt45z12k/s200/update.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ketika &lt;a href="http://sawali.info/"&gt;Pak Sawali&lt;/a&gt; seorang guru di Kendal &lt;a href="http://sawali.info/2010/09/04/peluncuran-website-sekolah/"&gt;meluncurkan website sekolah&lt;/a&gt; &lt;a href="http://smp2pegandon.net/"&gt;SMPN 2 Pegandon&lt;/a&gt;, saya berkomentar yang salah satunya bahwa kebanyakan website-website sekolah yang bercokol di dunia maya itu hangat-hangat tai ayam. Semangat sekali di awal, namun lama lama jadi mlempen. Hal itu bisa dilihat dari kuantitas dan kualitas kontennya. Pada saat peluncuran website, pengelola produktif sekali menelorkan konten. Sehari bisa update lebih dari dua kali. Namun dua tiga bulan ke depan? Apakah ada tulisan baru? &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;kalo ada tulisan baru, apakah itu original dan berkualitas? ataukah hanya tulisan-tulisan yang tak lebih dari sekedar &lt;i&gt;repost&lt;/i&gt; menyalin isi website lain. Demikian kira-kira gambaran saya setelah mengujungi beberapa website sekolah di Demak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi demikian sebenarnya tak hanya terjadi di website sekolah, tapi juga di banyak website, blog atau portal-portal lainnya. Mood, motivasi dan kondisi pengelola yang fluktuatif menjadi penyebab kenapa website bisa mandek. Tak usah jauh-jauh melihat semut di sebrang lautan, sebagai contoh adalah blog &lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/"&gt;demak-ku&lt;/a&gt; ini juga sama setali tiga uang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karenanya tulisan ini sebagai otokritik untuk diri saya pribadi dan masukan bagi para pengelola website sekolah, agar di tengah-tengah banjirnya informasi di dunia maya, nantinya akan ada informasi yang berkualitas dan mutakhir dari dunia pendidikan . Di mana konten yang disediakan menjadi alternatif sekaligus penyeimbang informasi-informasi yang cenderung destruktif terhadap generasi muda terutama usia sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mari Kita Perbaiki&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sini saya tidak bermaksud untuk menggurui para guru atau siapapun. Pengalaman susahnya ketika dulu mengelola website &lt;a href="http://kseiundip.blogspot.com/"&gt;KSEI UNDIP&lt;/a&gt; yang pada waktu itu berdomain &lt;a href="http://www.kseiundip.org/"&gt;www.kseiundip.org&lt;/a&gt; mendorong saya sharing masalah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti mengelola blog atau website pribadi, mengelola website sekolah memiliki tantangan relatif lebih banyak dan lebih sulit. Dalam kesempatan ini saya hanya akan membahas dua hal saja, mudah mudahan ini yang paling penting dan memperi impact konstruktif. Yang pertama adalah Pengelola dan yang kedua adalah konsep website.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pengelola Website&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang saya katakan, mengelola website sekolah memiliki tantangan yang lebih besar dibandingkan mengurusi blog pribadi. Akan tetapi pengelolaannya tidak dilakukan secara serius dan profesional. Sebagian besar website sekolah tidak memiliki organisasi atau tim pengelola. Website hanya dikerjakan oleh seorang diri yang dianggap menguasai IT walaupun hanya sedikit-sedikit. Seseorang itu memborong habis lini-lini pekerjaan pembuatan dan pengelolaan website bak seorang webmaster, mulai dari konsep, design, program, hingga administrasi konten website. Tak ayal hasilnya amburadul. Tersedianya &lt;i&gt;Content Management System &lt;/i&gt;(CMS) sebagai &lt;i&gt;engine&lt;/i&gt; website, ribuan design&lt;i&gt; template/theme&lt;/i&gt; website di pasaran, beragam tutorial pembuatan website, bukan berarti pekerjaan bisa ditangani seorang diri secara amatiran. Butuh seseorang yang bisa meng-&lt;i&gt;custom &lt;/i&gt;bahan-bahan tersebut agar bisa diracik menjadi website yang menarik dikunjungi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah hanya dilakukan oleh seorang diri, e.... dilakukan pula di sisa tenaga dan pikiran.  Umumnya pekerjaan mengurus website ditugaskan kepada mereka yang dianggap memiliki waktu kosong di sekolah, baik itu petugas TU, atau guru yang kebetulan hanya sedikit mengampu mata pelajaran. Mereka tidak punya waktu khusus untuk update website kecuali di sisa waktu kerja mereka, itupun kalo moodnya sedang bagus. Dengan demikian apakah ada jaminan website akan &lt;i&gt;update&lt;/i&gt; secara konsisten?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beranjak dari kondisi diatas, adalah menjadi keniscayaan apabila website sekolah tidak ditangani dengan cara &lt;i&gt;oneman show&lt;/i&gt;, tapi ditangani oleh sebuah tim profesional yang terdiri dari administrator dan &lt;i&gt;publisher&lt;/i&gt; atau penulis. Administrator memiliki tanggung jawab dan wewenang mengutak atik konten dan tampilan website agar tampak hidup, melakukan tanggapan dan respon atas &lt;i&gt;feedback&lt;/i&gt; dari pengunjung dan memastikan website selalu &lt;i&gt;update&lt;/i&gt; secara berkala dan berkesinambungan. Untuk tugas ini, ada baiknya dilakukan oleh lebih dari satu orang terutama yang melek teknologi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara publisher atau penulis menjadi penentu ada tidaknya tulisan baru muncul. Konten website berupa tulisan baik yang bersifat berita, opini, feature, karya sastra, atau sebuah gambar ilustrasi merupakan ruh dari sebuah website. Website akan hidup apabila selalu ada konten yang &lt;i&gt;update&lt;/i&gt;. Dan website akan tampak mati dan ditinggalkan oleh pengujung apabila tak ada konten baru yang menarik. Untuk itu butuh seseorang atau tim yang memastikan ada tulisan baru secara berkala, apakah itu harian atau mingguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tugas tulis menulis konten bisa saja dilakukan dan dirangkap oleh seorang &lt;i&gt;administrator&lt;/i&gt;,  tapi dengan banyaknya tugas yang diemban &lt;i&gt;administrator&lt;/i&gt; terutama tugas utamanya di sekolah apakah mereka akan sanggup untuk konsisten menelurkan tulisan secara berkala? Sebaiknya tugas &lt;i&gt;publisher&lt;/i&gt; ini diamahkan kepada para guru baik sesuai dengan bidang ilmu yang di miliki maupun lintas bidang ilmu yang ampu. Sebagai contoh tulisan bersifat motivasi belajar dilakukan oleh Guru Bimbingan dan Konseling (BK), tulisan bertema agama dan akhlaq diserahkan kepada para guru agama, liputan kegiatan sekolah oleh tim jurnalis sekolah atau oleh siswa. Tak menutup kemungkinan para guru menulis dengan tema bebas tanpa terikat bidang ajar yang diembannya, karena kita tahu guru tak hanya membaca dan memiliki pengetahuan di bidang yang diajarkannya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melibatkan para guru dan siswa dalam mengisi website tak hanya bermanfaat bagi perkembangan website saja, tetapi bisa menjadi media penyalur kreativitas para guru dan siswa. Sehingga para guru dan siswa terdorong untuk selalu mengembangkan kreativitasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelibatan guru mengisi website tentu saja jangan sampai, mengganggu tugas utama mereka mendidik siswa. Agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar perlu ada pengaturan jadwal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun demikian, sebenarnya mengisi tulisan di website bisa dikatakan menjadi alternatif bagi para guru dalam mendidik dan mengajar siswanya. Jika selama ini para guru mengajar di dalam kelas yang hanya didengarkan oleh siswanya yang berada di kelas, dengan membuat tulisan di website, pemikiran para guru bisa ditangkap oleh peserta didik yang lebih luas tidak terbatas yang berada di dalam kelas. Di era teknologi informasi saat ini, di mana para pelajar menjadi terbiasa &lt;i&gt;surfing &lt;/i&gt;di internet, para pelajar menjadi kebanjiran informasi yang tak jarang memberi dampak buruk terhadap pelajar. Di sini kehadiran karya para guru di dunia internet sangat dibutuhkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan adanya tim pengelola website yang terdiri dari administrator dan publisher, diharapkan website bisa hidup dan selalu &lt;i&gt;update&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;Pak dan Bu Guru, mari kita &lt;i&gt;update&lt;/i&gt; websitenya&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tulisan ini saya rasa dah terlalu banyak, dan akan sangat membosankan bila saya lanjutkan, maka hal kedua yaitu "konsep website", akan saya bahas dilain kesempatan. Semoga tulisan ini bermanfaat. Terima kasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
__________________________&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah daftar website dan blog sekolah - sekolah yang ada di Demak, bila ada yang belum tercantum mohon informasikan kepada saya di alamat email mumunto et gmail dot com:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://tpqsultanfatah.com/"&gt;TPQ Sultan Fatah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://sit-permatabunda.blogspot.com/"&gt;TKIT SDIT Permata Bunda&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://mtsalirsyad.blogspot.com/"&gt;MTs Al Irsyad Gajah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://mtsfutuhiyyah2.wordpress.com/"&gt;MTs Futuhiyyah 2 Mranggen Demak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://mts-itm.webnode.com/"&gt;MTs I'anatuth Thulab&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.mtsnudemak.co.cc/"&gt;MTs NU Demak &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://mtsmafa.blogspot.com/"&gt;MTs Matholi'ul Falah Bonang Demak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://mtsmungemplak.wordpress.com/"&gt;MTs Miftahul Ulum Ngemplak Mranggen Demak &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://mtskunir.co.cc/index.php"&gt;MTs Riyadhotul Ulum Dempet Demak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.mtsngajah.co.cc/"&gt;MTsN Gajah Demak &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://mtsnkarangawen.blogspot.com/"&gt;MTsN Karangawen Demak &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smpnegeri1demak.wordpress.com/"&gt;SMPN 1 Demak &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smpn1gjdmk.indosatschool.com/index.php"&gt;SMPN 1 Gajah Demak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smp1karangawen.blogspot.com/"&gt;SMPN 1 Karangawen Demak &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smpn1mranggen.blogspot.com/"&gt;SMPN 1 Mranggen Demak &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smpn1wedung.blogspot.com/"&gt;SMPN 1 Wedung Demak &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smp2demak.sch.id/"&gt;SMPN 2 Demak&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smpn2mranggen.blogspot.com/"&gt;SMPN 2 Mranggen Demak&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smp3bonang.wordpress.com/"&gt;SMPN 3 Bonang Demak&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smpn3mranggen.sch.id/"&gt;SMPN 3 Mranggen Demak&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smp3demak.wordpress.com/"&gt;SMPN 3 Demak&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smp5demak.blogspot.com/"&gt;SMPN 5 Demak &lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://alirsyadgajah.blogspot.com/"&gt;MA Al Irsyad Gajah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://maibrohimiyyah.com/"&gt;MA Ibrohimiyyah Brumbung Mranggen Demak&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://mamazroatulhudakaranganyar.blogspot.com/"&gt;MA Mazda Karanganyar Demak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://ww2.mandemak.sch.id/html/index.php"&gt;MAN Demak&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://sman1-demak.sch.id/"&gt;SMAN 1 Demak&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smansagudemak.blogspot.com/"&gt;SMAN 1 Guntur Demak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://sma1karanganyardemak.com/"&gt;SMAN 1 Karanganyar Demak &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.sman1karangtengah-demak.sch.id/"&gt;SMAN 1 Karangtengah Demak&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://sman2-demak.sch.id/"&gt;SMAN 2 Demak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://sman2-mrg.blogspot.com/"&gt;SMAN 2 Mranggen Demak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smkn1demak.byethost11.com/smk/index.php"&gt;SMKN 1 Demak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.smk2demak.dikti.net/index.htm"&gt;SMKN 2 Demak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://ypinurululum.com/"&gt;Yayasan Nurul Ulum Mranggen&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://futuhiyyah.net/"&gt;Yayasan Futuhiyyah Mranggen&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Image Courtesy: &lt;a href="http://www.christian-pics.com/wallpaper.php?id=misc"&gt;http://www.christian-pics.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Modified by &lt;a href="http://gallerico.blogspot.com/"&gt;Gallerico&lt;/a&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=m-5lNJ4En7A:pGs-PUzyTqo:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=m-5lNJ4En7A:pGs-PUzyTqo:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=m-5lNJ4En7A:pGs-PUzyTqo:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=m-5lNJ4En7A:pGs-PUzyTqo:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=m-5lNJ4En7A:pGs-PUzyTqo:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=m-5lNJ4En7A:pGs-PUzyTqo:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=m-5lNJ4En7A:pGs-PUzyTqo:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/5126470863131626916/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/pak-dan-bu-guru-yuk-update-websitenya.html#comment-form" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/5126470863131626916?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/5126470863131626916?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/pak-dan-bu-guru-yuk-update-websitenya.html" title="Pak dan Bu Guru, Yuk Update Websitenya" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJkLYcgzyyI/AAAAAAAAAqM/pCnBt45z12k/s72-c/update.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEQAQXsycSp7ImA9WhVaFUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-452924217258687493</id><published>2010-09-17T11:41:00.007+07:00</published><updated>2012-06-13T18:19:00.599+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-06-13T18:19:00.599+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Celotehan" /><title>Asyiknya Lebaran Ketupat</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJLxPw8ByvI/AAAAAAAAAp8/DByc77b_6wE/s1600/ketupat02-300x224.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJLxPw8ByvI/AAAAAAAAAp8/DByc77b_6wE/s200/ketupat02-300x224.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
"&lt;i&gt;Kowe iso gawe kupat mesjid ra?&lt;/i&gt;" (Kamu bisa bikin ketupan bentuknya masjid nggak?) begitu kata-kata yang pernah saya ingat waktu kecil menjelang Lebaran Ketupat yang dilaksanakan pada hari ketujuh setelah Idul Fitri. Pertanyaan itu langsung disahut oleh anak-anak lainnya dengan jawaban yang agak sok, khas anak-anak dengan nada meyakinkan "&lt;i&gt;yo iso&lt;/i&gt;". Mereka langsung menunjukkan kebolehannya menganyam lembaran janur menjadi sebuah bentuk yang menyerupai masjid, bahkan mereka sering beradu skill kecepatan membuat ketupat.Saat merangkai janur mimik mukanya nampak &lt;i&gt;spaneng&lt;/i&gt; (serius) dengan mata menatap jari-jari mungilnya yang memainkan &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;sisi dalam dan luar serja ujung janur. Sesekali nampak senyum-senyum sendiri kelihatan optimis dan yakin bahwa ia akan cepat menyelesaikan anyaman. Tapi ada yang nampak gusar karena salah langkah dalam menganyam janur, sehingga harus merangkai dari awal. Bahkan ada yang jengkel merobek-merobek dan memotong janur gara selalu salah langkah dan kalah cepat dalam membuat ketupat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketupat yang dibuat, bentuknya tidak cuma satu seperti yang sering dijual di pasar-pasar dalam bentuk jadi saat menjelang lebaran ketupat. Oleh karena itu pemandangan di atas akan semakin menarik apabila masing-masing anak pamer skill mana yang bisa membuat paling banyak jenis ketupat. Ada beragam jenis ketupat yang dikenal di kampung saya, ada ketupat biasa yaitu ketupat yang biasa dijual di pasar, ada ketupat luar yang bentuknya seperti jajaran genjang, ketupat kupung yang bagian bawahnya pendek dan besar, ada ketupat masjid yang bentuknya mirip masjid, ketupat ikan yang bentuknya tipis besar menyerupai ikan bawal, ada ketupat bentuk ular yang memanjang, dan ada&amp;nbsp; ketupat bentuk burung yang punya paruh sayap dan ekor. Terus tak ketinggalan adalah lepet. bentuknya lonjong dengan isi beras ketan dan kacang merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak-anak akan menjajal semua bentuk di atas satu per satu. Bagi mereka yang belum bisa, biasanya akan belajar dari teman-temannya, atau dari orang tua mereka. Mereka juga tidak pelit menularkan ilmu cara membuat ketupat. Tidak seperti yang diajarkan sinetron-sinetron sekarang, dikit-dikit pakai uang. Mereka punya jiwa sosial, keakraban dan saling berbagai sangat tinggi khas anak kampung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai sekarang, keasyikan yang dilakukan oleh anak-anak masih bisa ditemui, Meskipun tidak seramai zaman dulu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari H lebaran ketupat, orang sekampung biasanya akan pesta ketupat. Mereka dalam sehari akan makan ketupat dari sarapan pagi makan siang hingga &lt;i&gt;dinner&lt;/i&gt; bahkan di sela-sela waktu makan utama, juga akan makan ketupat. Sudah menjadi tradisi setiap keluarga akan membuat ketupat dalam jumlah banyak. Ketupat-ketupat tersebut akan dibagi-bagikan kepada para tetangga kerabat. Jadi pada hari itu&amp;nbsp; berlimpah ruah makanan yang bernama ketupat. Dalam sehari anak-anak bisa makan ketupat lebih dari lima kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pagi hari setelah shalat subuh, para warga akan berkumpul di masjid atau mushola mushola membawa ketupat dengan berbagai macam sayur dan lauk pauk. Mulai dari opor, lodeh, gudeg, soto, tahu campur, sambal goreng, hingga masakan khas demak seperti sop kerbau dan pindang kerbau. Mereka berkumpul melakukan doa meminta kepada Allah agar dikabulkan hajat dan harapannya. Selain itu juga mendoakan untuk para orang tua dan kerabat dan seluruh kaum muslimin baik yang sudah meninggal maupun yang belum agar diampuni dan diberi rahmat oleh Allah swt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melakukan doa, para warga akan makan ketupat dan sayur yang telah mereka bawa. Mereka tentu saja tidak akan memakan ketupat dan sayur yang mereka bawa sendiri. Akan tetapi mereka akan memakan ketupat yang dibawa oleh orang lain. Karena ketupat yang dibawa diniatkan untuk sedekah untuk orang lain, jadi ya nggak dinikmati sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah acara di atas, para warga pulang dan pada hari itu akan membagi-bagikan ketupat kepada tetangga dan kerabat, terutama kepada mereka yang lebih tua dan kelihatannya tidak membuat ketupat. Sehingga pemberian dan bagi-bagi ketupat ini menjadi berkah bagi para warga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian suasan perayaan lebaran ketupat yang biasa dilakukan di beberapa kampung di Demak. Perayaan lebaran ketupat ini memiliki arti dan falsafah bagi masyarakat, salah satunya yang terkenal di daerah saya adalah, bahwa ketupat dalam bahasa jawa di sebut &lt;i&gt;kupat&lt;/i&gt; merupakan akronim dari &lt;i&gt;ngaku lepat&lt;/i&gt; yang artinya mengakui kesalahan. Dengan saling memberi dan menerima ketupat berarti seseorang mengakui kesalahannya dan meminta maaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara makan ketupat, harus dibelah atau dipotong, tidak boleh melepas anyaman dengan cara &lt;i&gt;diudari&lt;/i&gt; ( seperti melepas ikatan tali ditarik satu per satu hingga anyaman terurai). hal ini mengandung arti setelah mengakui kesalahan, seseorang tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Adapun filosofi atau makna dalam ketupat sendiri di setiap masyarakat sangat beragam. Anda bisa mendalami filosofi ketupat di sini: &lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/09/14/123465/Kedalaman-Filosofi-Tradisi-Kupatan" rel="nofollow"&gt;Kedalaman Filosofi Tradisi Kupatan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baca juga liputan menarik dari blog sesama daerah: &lt;a href="http://for-mass.blogspot.com/2010/09/slametan-ketupat-lepet-di-hari-badha.html"&gt;Selametan Ketupat lepet di Hari Badha Kupat&lt;/a&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Image Courtesy : &lt;a href="http://ant.web.id/ketupat-lebaran-budaya-kuliner-di-hari-yang-fitri.html"&gt;http://ant.web.id/ketupat-lebaran-budaya-kuliner-di-hari-yang-fitri.html&lt;/a&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=xY3BstddeOY:bPr-7ZWu8bY:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=xY3BstddeOY:bPr-7ZWu8bY:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=xY3BstddeOY:bPr-7ZWu8bY:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=xY3BstddeOY:bPr-7ZWu8bY:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=xY3BstddeOY:bPr-7ZWu8bY:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=xY3BstddeOY:bPr-7ZWu8bY:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=xY3BstddeOY:bPr-7ZWu8bY:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/452924217258687493/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/asyiknya-lebaran-ketupat.html#comment-form" title="9 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/452924217258687493?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/452924217258687493?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/asyiknya-lebaran-ketupat.html" title="Asyiknya Lebaran Ketupat" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJLxPw8ByvI/AAAAAAAAAp8/DByc77b_6wE/s72-c/ketupat02-300x224.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>9</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEQBRnwzeSp7ImA9WhVaFUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-7621091317456187842</id><published>2010-09-14T10:00:00.006+07:00</published><updated>2012-06-13T18:19:17.281+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-06-13T18:19:17.281+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Informasi" /><title>Komunitas Blogger Demak</title><content type="html">&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TI7lFYpaRQI/AAAAAAAAApg/8Vwrwu3IbnA/s1600/Community_Connection.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="198" src="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TI7lFYpaRQI/AAAAAAAAApg/8Vwrwu3IbnA/s200/Community_Connection.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Seperti falsafah lidi, satu lidi mudah dipatahkan seikat lidi tak mudah dipatahkan, begitu gambaran saya mengenai sebuah komunitas. Sebuah komunitas memiliki kekuatan yang luar biasa dibandingkan keberadaan seorang diri. Komunitas &lt;i&gt;Facebooker&lt;/i&gt; Dukung Koin Peduli Prita sering kali menjadi contoh dimana suara banyak orang akan lebih didengar dan diperhatikan dari pada gembar-gembor seorang diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberadaan seorang blogger nampaknya juga tak ubahnya sebuah lidi. Blogger yang hanya seorang diri akan lemah dan akan patah menghadapi berbagai rintangan, Sedangkan blogger yang tergabung &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;dalam sebuah komunitas akan lebih kuat kala berhadapan dengan rintangan. Seberapa kuat seorang blogger mengatasi kendala yang dihadapai? Secara internal dapat diukur dari kreativitas, produktivitas dan konsistensi seorang blogger. Sedangkan secara eksternal bisa dilihat sebarapa besar pengaruh blogger terhadap perubahan dan kemajuan lingkungannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Blogger Tak Bisa Berdiri Sendiri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam diri seorang blogger acap kali timbul rasa bosan, jenuh, dan buntu mendapatkan ide. Kondisi ini akan bisa kita lihat dari konsistensi seorang blogger melakukan posting. Sering kita jumpai dalam bulan-bulan tertentu ada seorang blogger produktif sekali mengeluarkan tulisan, tapi dalam bulan-bulan berikutnya tak satupun postingan ter-&lt;i&gt;update&lt;/i&gt;. Dari sisi kualitas juga demikian, terkadang kita jumpai sebuah tulisan yang sangat bagus, bahkan mengalahkan penulis terkenal yang buku-bukunya best seller, Tapi di lain waktu kualias tulisan sangat tidak layak dilirik, bahkan tulisan asal copas aja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kondisi yang demikian di mana mood dan ide seorang blogger begitu fluktuatif, butuh dukungan dari banyak blogger lain, terutama yang memiliki kesamaan. Di sinilah keberadaan komunitas sangat dibutuhkan untuk menjaga konsistensi seorang blogger. Sebagai contoh di saat seorang blogger tidak memiliki ide, dengan blog walking, comment, dan chatting antar sesama blogger, mungkin dia akan memperoleh sebuah bohlam 100 Watt yang menyala terang. Sehingga dia bisa menelurkan idenya itu dalam tulisan yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Satu Suara Akan Di Telan Bumi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, ketika seorang blogger melontarkan sebuah ide, seberapa kuatkah ide itu akan didengar dan diperhatikan? juga memberi perubahan? Di dunia maya di mana informasi begitu banyak dan deras mengalir, tulisan seorang blogger mungkin hanya akan dianggap sebagai sebutir pasir di padang yang luas. Orang tak mungkin memperhatikan. Suara seorang blogger hanya akan hilang ditelan bumi tanpa ada gaungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kondisi seperti ini, blogger-blogger lain sangat dibutuhkan untuk mem-&lt;i&gt;blowup&lt;/i&gt; ide-ide perubahan konstruktif yang dilontarkan salah seorang blogger. bahkan hanya sekedar dukungan komentar, kunjungan, dan share membuat ide seorang blogger akan banyak diperhatikan dan didengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak Otak Lebih Baik dari Pada Satu Otak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang seorang blogger akan menganggap postingannya sudah sangat baik dan berkualitas. padahal kalo dilihat dari sudut pandang yang lain postingannya jauh dari layak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi-lagi, dalam kondisi demikian komunitas sangat dibutuhkan, seorang blogger butuh blogger-blogger lain untuk mematangkan idenya. Kritik, saran dan pemikiran blogger lain akan membuat tulisan seorang blogger makin berkualitas. Di samping itu, ketika ide itu dimatangkan oleh banyak orang, maka akan banyak orang yang merasa memiliki dan bersedia menyuarakannya. Sehingga kemungkinan ide itu akan didengar dan diperhatikan akan lebih besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan ini saya tulis sebagai tanggapan atas dialog singkat saya dengan &lt;a href="http://www.for-mass.blogspot.com/"&gt;Pak Muin&lt;/a&gt; sebelum lebaran di facebook tentang apakah sudah ada &lt;b&gt;komunitas blogger demak&lt;/b&gt; apa belum? Juga tanggapan atas beberapa search engine yang mengarah ke blog ini dengan kata kunci "&lt;b&gt;blogger demak&lt;/b&gt;".Harapan saya, semoga akan cepat terbentuk komunitas blogger demak, sehingga mutiara-mutiara ide tentang demak yang tercecer di jagad maya bisa terkumpul dan terangkai menjadi perhiasan indah, sehingga akan diperhatikan dan memberi perubahan ke arah yang lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai tulisan ini saya publish saya belum memiliki konsep yang tepat tentang komunitas blogger demak, untuk sementara saya hanya bisa meng-list beberapa blogger demak &lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/p/daftar-blogger-demak.html"&gt;di sini&lt;/a&gt;. Bagi pengunjung yang merasa blogger demak dan belum tercantum di list, silahkan informasikan ke email saya mumunto(et)gmail.com atau tulis di form komentar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga tulisan ini menjadi inspirasi bagi para blogger untuk membentuk komunitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Image courtesy: &lt;a href="http://www.barumenarik.co.cc/2009/11/komunitas-blogger.html" rel="nofollow"&gt;www.barumenarik.co.cc&lt;/a&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=SQsQl8Fj7Io:I2Rat1hEJoM:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=SQsQl8Fj7Io:I2Rat1hEJoM:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=SQsQl8Fj7Io:I2Rat1hEJoM:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=SQsQl8Fj7Io:I2Rat1hEJoM:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=SQsQl8Fj7Io:I2Rat1hEJoM:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=SQsQl8Fj7Io:I2Rat1hEJoM:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=SQsQl8Fj7Io:I2Rat1hEJoM:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/7621091317456187842/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/komunitas-blogger-demak.html#comment-form" title="26 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/7621091317456187842?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/7621091317456187842?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/komunitas-blogger-demak.html" title="Komunitas Blogger Demak" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TI7lFYpaRQI/AAAAAAAAApg/8Vwrwu3IbnA/s72-c/Community_Connection.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>26</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEQNQXs7fCp7ImA9WhVaFUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-2430547953238119359</id><published>2010-09-09T10:30:00.001+07:00</published><updated>2012-06-13T18:19:50.504+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-06-13T18:19:50.504+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Informasi" /><title>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H</title><content type="html">&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TIhQiCjMyvI/AAAAAAAAAoc/JvzX0HBr1KU/s1600/greeting-card-ied-ul-fitr-1431-H.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="292" src="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TIhQiCjMyvI/AAAAAAAAAoc/JvzX0HBr1KU/s400/greeting-card-ied-ul-fitr-1431-H.jpg" title="greeting card ied ul fitr 1431 H" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;Seluruh pengujung yang telah berbagi dan bersilaturohim melalui blog ini, saya ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H. Semoga seluruh amal ibadah kita diterima oleh Allah Subhanallohu Wata'ala dan mendapatkan ampunan-Nya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;----------------------------------&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;NB: Bagi pengunjung yang ingin membuat greeting card dengan background di atas, silahkan download &lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/EdAAQESAKVyOMKAGrQ8_sg?feat=directlink"&gt;di sini&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=NiKiaf0h8Zc:HFf6Cj1kkbQ:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=NiKiaf0h8Zc:HFf6Cj1kkbQ:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=NiKiaf0h8Zc:HFf6Cj1kkbQ:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=NiKiaf0h8Zc:HFf6Cj1kkbQ:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=NiKiaf0h8Zc:HFf6Cj1kkbQ:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=NiKiaf0h8Zc:HFf6Cj1kkbQ:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=NiKiaf0h8Zc:HFf6Cj1kkbQ:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/2430547953238119359/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1431-h.html#comment-form" title="6 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/2430547953238119359?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/2430547953238119359?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1431-h.html" title="Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TIhQiCjMyvI/AAAAAAAAAoc/JvzX0HBr1KU/s72-c/greeting-card-ied-ul-fitr-1431-H.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>6</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEMESXk6cCp7ImA9WhVaFUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-5397444754281183909</id><published>2010-09-08T00:34:00.003+07:00</published><updated>2012-06-13T18:20:08.718+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-06-13T18:20:08.718+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Celotehan" /><title>Masjid Agung Demak, Yuk Sambut Tamu</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TIZ3W-csXSI/AAAAAAAAAoY/L3PUVHZuBzU/s1600/demak_masjid.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TIZ3W-csXSI/AAAAAAAAAoY/L3PUVHZuBzU/s200/demak_masjid.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Musim mudik lebaran 2010 telah berlangsung, setidaknya sejak 3 hari yang lalu telah telihat lalu lalang kendaraan keluarga bernopol luar kota, terutama dari Jakarta. Masjid Agung Demak yang letaknya sangat strategis dan menyimpan nilai sejarah serta spiritual, tentu saja mengundang minat para pelancong untuk mampir ke Masjid peninggalan wali songo ini. Baik untuk sekedar istirahat, makan dan sholat. Atau mengobati rasa penasaran dan kangen pada Masjid yang mungkin sebelumnya hanya dikenal dalam pelajaran sejarah atau film dokumenter sejarah islam di nusantara. Atau ada tujuan khusus &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;yang diniatkan saat mampir Masjid Agung Demak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai tuan rumah, sudah menjadi keharusan &lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/demak-siap-sambut-pemudik.html"&gt;siap menyambut para pemudik&lt;/a&gt; yang bertamu di Masjid Agung Demak. Apa yang menjadi kebutuhan para peziarah perlu disediakan secara memadai, dan apa yang menjadi keluhan para pengunjung semaksimal mungkin di atasi. Hal ini perlu dilakukan mengingat para pengunjung datang tidak sekedar berwisata layaknya orang berekreasi ke tempat-tempat wisata biasa, tapi ada nilai-nilai transendental di dalamnya. Oleh karena itu kekhusukan dan keikhlasan hati pengunjung jangan sampai terusik oleh hal hal yang mengganjal di hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehubungan dengan hal itu, saya mencoba menghadirkan beberapa saran dan kritik dari seorang pengunjung Masjid Agung Demak, yang semoga menjadi perhatian para pengelola. Dimana kritik ini ditujukan untuk kebaikan dan kemajuan bersama. Apabila dalam penyampaian postingan ini ada kesalahan saya mohon maaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah tulisan seorang pengunjung yang saya ambil dari kolom sebuah harian nasional Kompas, dari tanggal postingan, sepertinya tulisan ini tulis setelah penulis melakukan kunjungan pada musim liburan Bulan Juli kemaren.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
Kalau ditanya ini musim apa, jawabannya bukan musim durian atau  rambutan, tapi musim liburan dan wisata. Musim liburan sekolah memang  sebentar lagi selesai. Namun tempat-tempat wisata tampaknya masih  dipenuhi dengan wisatawan dari berbagai daerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini juga terjadi di Demak. Masjid Agung Demak juga ramai tiga  hari kemarin. Banyak bus dan mobil terparkir rapi di halaman parkir  masjid. Kebanyakan adalah rombongan ziarah walisongo yang sering  memenuhi tempat ini pada periode menjelang bulan puasa tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masjid Agung Demak adalah masjid bersejarah yang berada di pusat kota  Demak. Masjid ini dibangun oleh walisongo dari susunan tatal (serpihan  kayu) yang diikat menjadi tiang penyangga masjid. Atap masjid yang  berupa limasan merupakan gabungan kebudayaan Islam dan Hindu-Jawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari sisi historisnya, saya ingin menyoroti sisi marketing  dari masjid ini. Dengan kesohorannya dalam bidang sejarah, dan untuk  periode tertentu sebelum bulan puasa tiba, masjid ini menjadi primadona  wisata sejarah. Namun ada beberapa hal yang tampaknya wajib dibenahi  pihak pengelola masjid ini yang notabene masih dipegang para abdidalem  masjid untuk menambah sisi jual (daya tarik) masjid ini, antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Kebersihan kamar mandi dan tempat wudu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh ironi, masjid yang menjadi tempat ibadah memiliki fasilitas  kamar mandi yang kurang memadai. Aroma pesing dan bau-bau lain yang  tidak mengenakkan tercium saat kita menggunakan fasilitas ini. Belum  lagi kebersihannya. Seringkali lantai kamar mandi dan tempat wudu licin  sehingga membahayakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Pengemis musiman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang sangat mengganggu ketika memasuki area masjid adalah dengan  sambutan dari para penengadah tangan yang mengharapkan belas kasihan  dari pelancong. Saya pernah membawa tamu dari Sumatra, dan malu sendiri  ketika mereka menyambut dengan riangnya. Terkadang memaksa dan  mengerubuti wisatawan seperti nyamuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Kebersihan tempat parkir dan lokasi berjualan souvenir&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lokasi tempat parkir bus dan mobil cukup kurang bersih. Terutama jika  hujan tiba, sering terlihat dimana-mana terdapat air menggenang.  Begitupun dengan toko-toko tempat penjualan souvenir berikut dengan sang  pedagang, kurang terlihat menarik dan terkesan ala kadarnya. Sekiranya  ditata lebih baik lagi, ditambah dengan pemakaian seragam yang unik bagi  para pedagang, maka mungkin akan lebih menarik lagi.&lt;br /&gt;
Tulisan ini tidak dibuat untuk mendiskreditkan pihak tertentu, namun  sebagai masukan untuk perbaikan mutu wisata Indonesia guna mendukung  program Visit Indonesia Year 2010. Jika kita saja sebagai wisatawan  domestik masih kompalin dengan keadaan tempat wisata kita bagaimana  dengan wisatawan asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam,&lt;br /&gt;
PB&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Referensi : &lt;a href="http://wisata.kompasiana.com/group/jalan-jalan/2010/07/07/masjid-agung-demak-ayok-berbenah/"&gt;http://wisata.kompasiana.com/group/jalan-jalan/2010/07/07/masjid-agung-demak-ayok-berbenah/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Image Courtesy : &lt;a href="http://inayofa.blogspot.com/2009/11/masjid-agung-demak.html"&gt;http://inayofa.blogspot.com/2009/11/masjid-agung-demak.html&lt;/a&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=8X3BGgcNLYQ:8qotum0yI1U:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=8X3BGgcNLYQ:8qotum0yI1U:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=8X3BGgcNLYQ:8qotum0yI1U:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=8X3BGgcNLYQ:8qotum0yI1U:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=8X3BGgcNLYQ:8qotum0yI1U:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=8X3BGgcNLYQ:8qotum0yI1U:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=8X3BGgcNLYQ:8qotum0yI1U:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/5397444754281183909/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/masjid-agung-demak-yuk-sambut-tamu.html#comment-form" title="7 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/5397444754281183909?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/5397444754281183909?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/masjid-agung-demak-yuk-sambut-tamu.html" title="Masjid Agung Demak, Yuk Sambut Tamu" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TIZ3W-csXSI/AAAAAAAAAoY/L3PUVHZuBzU/s72-c/demak_masjid.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>7</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEMGSHo4fCp7ImA9WhVaFUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-1792305947947870333</id><published>2010-09-04T11:01:00.005+07:00</published><updated>2012-06-13T18:20:29.434+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-06-13T18:20:29.434+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Informasi" /><title>Demak Siap Sambut Pemudik</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TH8xWuSBtEI/AAAAAAAAAoU/VTatUcB4RKU/s1600/mudik.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="135" src="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TH8xWuSBtEI/AAAAAAAAAoU/VTatUcB4RKU/s200/mudik.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Hajatan besar pulang kampung yang dilakukan sebagian besar masyarakat Indonesia akan segera dimulai. Sebagai daerah yang dilalui jalur mudik, Demak jauh-jauh hari telah menyiapkan diri menyambut para pemudik. Seluruh aspek yang menunjang kelancaran dan keselamatan para pemudik telah disiapkan oleh pihak dan instansi terkait. Sehingga masyarakat bisa merayakan Idul Fitri 1432 H dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Tidak seperti tahun - tahun sebelumnya, jalur pantura yang melewati Demak saat ini terdiri dari empat lajur, sehingga kemungkinan macet tidak akan terjadi. Kondisi jalan juga mulus tidak ada lubang, hanya di beberapa titik jalan sedikit bergelombang tepatnya dari SPBU Trengguli (titik GPS: -6.876637,110.694636)&amp;nbsp; hingga Pasar Gajah (titik GPS: -6.870422,110.733465), pengendara terutama sepeda motor yang melewati daerah ini diharapkan lebih&amp;nbsp; berhati-hati. Sementara itu kemacetan yang sering terjadi di Pasar Bintoro, dapat diatasi dengan mengalihkan jalur melalui Jalur Lingkar Demak. Kemacetan di Pasar Bintoro (titik GPS: -6.890722,110.641174) biasanya terjadi pada waktu pagi hingga menjelang pukul tiga sore, sebaiknya pada jam - jam tersebut pemudik tidak melalui jalur ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mendukung kelancaran mudik lebaran, sejumlah petugas gabungan dari elemen Kepolisian, TNI, Tenaga Medis, dan Satpol PP, telah dikerahkan dengan mendirikan Posko Lebaran. Posko lebaran di jalur pantura Demak tersebar di tiga titik yaitu di Sayung, Demak kota (alun-alun), dan Karanganyar. Di posko ini para pemudik bisa istirahat, dan memeriksa kondisi kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk pemudik yang berombongan dengan sepeda motor, bisa meminta petugas untuk mengawal. “Kalau ada pemudik bersepeda motor yang bergerombol, maka kita siap mengawal mereka hingga ke perbatasan. Pengawalan kita berikan agar mereka terarah dalam berkendara,” Kata Kapolres Demak AKBP Wawan Ridwan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain Posko Lebaran, di sepanjang Jalur pantura demak, terdapat sejumlah tempat yang dapat digunakan oleh para pemudik untuk istirahat, sholat dan MCK seperti masjid-masjid besar yang memiliki area parkir yang luas. Juga sejumlah SPBU besar yang memiliki fasilitas lengkap yang mendukung para pemudik saat transit beristirahat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika mobil atau ponsel anda telah dilengkap fitur GPS, &lt;b&gt;berikut ini adalah kordinat GPS tempat-tempat yang bisa membantu kenyamanan mudik anda&lt;/b&gt; yang saya ambil dari &lt;a href="http://maps.google.com/"&gt;google map&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Posko Lebaran :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Posko Lebaran Sayung : -6.931695,110.539042&lt;br /&gt;
Posko Lebaran Alun-alun Demak : -6.894057,110.638873&lt;br /&gt;
Posko Lebaran Karanganyar: -6.860583,110.779955&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Masjid dan SPBU dengan fasilitas yang memadai&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;
Masjid Sayung : -6.941835,110.506291&lt;br /&gt;
Masjid Agung Demak : -6.894654,110.637441&lt;br /&gt;
Masjid Gajah : -6.870499,110.734835&lt;br /&gt;
Masjid Al Hidayah Wonoketingal : -6.865355,110.758956&lt;br /&gt;
Mushola Karanganyar : -6.847749,110.807692&lt;br /&gt;
SPBU Jalan Lingkar : -6.896518,110.656238&lt;br /&gt;
SPBU Wonoketingal : -6.864228,110.766145&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Titik Rawan Kemacetan&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;
Pasar Bintoro (Biasa terjadi dari pagi sampai pukul 3 siang) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Jangan Lupa Mampir Masjid Agung Demak&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anda melewati Demak, sangat disayangkan jika anda tidak mampir di Masjid Agung Demak. Ada sejumlah alasan kenapa anda musti mengunjungi Masjid Agung Demak. Masjid tertua di Pulau Jawa ini menyimpan nilai sejarah dan spiritual yang tinggi. Anda bisa menyaksikan secara langsung bukti sejarah perkembangan islam di Indonesia, anda juga bisa melihat barang-barang bersejarah peninggalan kerajaan islam pertama di Jawa yang terdapat di Museum Masjid Agung Demak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara sepiritual, anda bisa belajar banyak bagaimanan para wali, pemimpin islam mejalani ajaran agama di tanah jawa secara arif dan bijaksana. Ada sejumlah cerita yang mengkisahkan tentang Masjid agung demak dan para pemimpin kerajaan demak yang hanya akan anda dapat di sana. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anda mampir di Masjid Agung Demak, jangan lupa bawakan buah tangan khas dari Demak untuk keluarga anda di Kampung. Oleh-oleh yang tak boleh ketinggalan adalah Jambu citra dan merah delima serta Belimbing Demak. Kedua Buah ini adalah ikon daerah demak. Anda belum bisa dikatakan berkunjung ke Demak kalo belum membeli buah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Referensi: &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demakkab.go.id/component/content/article/34-berita/895-sabtu-28-agustus-2010-polres-siap-amankan-lebaran.html"&gt;Polres Siap Amankan Lebaran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Image courtesy: &lt;a href="http://zonamobilindo.blogspot.com/2009/09/tips-mudik-naik-motor.html"&gt;http://zonamobilindo.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=rp381k-udx4:Zw3vript9uE:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=rp381k-udx4:Zw3vript9uE:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=rp381k-udx4:Zw3vript9uE:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=rp381k-udx4:Zw3vript9uE:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=rp381k-udx4:Zw3vript9uE:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=rp381k-udx4:Zw3vript9uE:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=rp381k-udx4:Zw3vript9uE:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/1792305947947870333/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/demak-siap-sambut-pemudik.html#comment-form" title="9 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/1792305947947870333?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/1792305947947870333?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/demak-siap-sambut-pemudik.html" title="Demak Siap Sambut Pemudik" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TH8xWuSBtEI/AAAAAAAAAoU/VTatUcB4RKU/s72-c/mudik.gif" height="72" width="72" /><thr:total>9</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEMARXo6fyp7ImA9WhVaFUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-7456807497089046128</id><published>2010-08-30T19:10:00.008+07:00</published><updated>2012-06-13T18:20:44.417+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-06-13T18:20:44.417+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Informasi" /><title>Update Terbaru Informasi  CPNS DEMAK 2010</title><content type="html">&lt;span style="font-size: large;"&gt;Sehubungan banyaknya pengunjung yang kesasar ke Blog &lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/"&gt;Demak-ku&lt;/a&gt; ini dengan keyword "CPNS DEMAK 2010" atau "CPNSD Demak" maka saya ingin  sampaikan bahwa berdasarkan berita resmi terkini yang saya terima,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;"&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Pemerintah Kabupaten demak tidak akan membuka rekruitmen CPNS pada tahun 2010" Berita lengkapnya &lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/08/02/118932/Demak-Tak-Buka-PNS-Jalur-Umum" style="color: blue;"&gt;klik di sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: large;"&gt;Meskipun demikian, bisa saja Pemkab  Demak mengubah rencananya. Bila memang tahun ini pemkab jadi mengadakan  rekruitmen, biasanya akan diumumkan secara resmi lewat website resmi  Pemkab Demak di &lt;a href="http://www.demakkab.go.id/"&gt;www.demakkab.go.id&lt;/a&gt;. Bila anda memang tertarik untuk menjadi PNS kabupaten Demak, silahkan selalu cek &lt;a href="http://demakkab.go.id/"&gt;website tersebut&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=YYbq3CF__Yc:ib_5gKVz8t4:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=YYbq3CF__Yc:ib_5gKVz8t4:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=YYbq3CF__Yc:ib_5gKVz8t4:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=YYbq3CF__Yc:ib_5gKVz8t4:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=YYbq3CF__Yc:ib_5gKVz8t4:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=YYbq3CF__Yc:ib_5gKVz8t4:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=YYbq3CF__Yc:ib_5gKVz8t4:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/7456807497089046128/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/08/update-terbaru-informasi-cpns-demak.html#comment-form" title="11 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/7456807497089046128?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/7456807497089046128?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/08/update-terbaru-informasi-cpns-demak.html" title="Update Terbaru Informasi  CPNS DEMAK 2010" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>11</thr:total></entry></feed>
