<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" ><channel><title>Chem-Is-Try.Org &#124; Situs Kimia Indonesia &#124;</title> <atom:link href="http://www.chem-is-try.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://www.chem-is-try.org</link> <description>Situs Kimia Indonesia</description> <lastBuildDate>Sun, 26 Apr 2015 03:50:14 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator> <item><title>Produksi Listrik dari Grafena dan Air Garam</title><link>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/produksi-listrik-dari-grafena-dan-air-garam/</link> <comments>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/produksi-listrik-dari-grafena-dan-air-garam/#comments</comments> <pubDate>Tue, 29 Jul 2014 03:36:42 +0000</pubDate> <dc:creator>Abi Sofyan Ghifari</dc:creator> <category><![CDATA[Artikel]]></category> <category><![CDATA[Kimia Fisika]]></category> <category><![CDATA[Kimia Material]]></category> <category><![CDATA[alotrop]]></category> <category><![CDATA[elektron]]></category> <category><![CDATA[energi alternatif]]></category> <category><![CDATA[grafena]]></category> <category><![CDATA[graphene]]></category> <category><![CDATA[karbon]]></category> <category><![CDATA[konduktor]]></category> <category><![CDATA[listrik]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.chem-is-try.org/?p=16851</guid> <description><![CDATA[<p><a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/produksi-listrik-dari-grafena-dan-air-garam/" title="Produksi Listrik dari Grafena dan Air Garam"><img src=http://news.bbcimg.co.uk/media/images/65268000/jpg/_65268862_graph.jpg alt="image" class="attachment-thumbnail" title="Produksi Listrik dari Grafena dan Air Garam" /></a></p><p>Penemuan mengejutkan dan terdengar tak masuk akal datang dari China. Sebuah tim riset menghasilkan listrik hanya dengan menggerakkan air garam melewati lapisan-lapisan grafena (graphene). Melalui penemuan tersebut, mereka berhasil menciptakan energi ramah lingkungan yang bebas limbah, tanpa gas rumah kaca, dan tanpa reaksi pembakaran maupun ledakan dengan menggunakan salah satu material kimia yang paling melimpah [...]</p>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://news.bbcimg.co.uk/media/images/65268000/jpg/_65268862_graph.jpg" alt="" width="418" height="235" />Penemuan mengejutkan dan terdengar tak masuk akal datang dari China.  Sebuah tim riset menghasilkan listrik hanya dengan menggerakkan <a style="color:#333" href="http://www.rightsneaker.com/nike-air-max-90-c-4.html">air</a> garam melewati lapisan-lapisan grafena (<em>graphene</em><em><em>). </em></em>Melalui  penemuan tersebut, mereka berhasil menciptakan energi ramah lingkungan  yang bebas limbah, tanpa gas rumah kaca, dan tanpa reaksi pembakaran  maupun ledakan dengan menggunakan salah satu material kimia yang paling  melimpah di Bumi.</p><p>Secara kimiawi, grafena merupakan salah satu  alotrop karbon yang terdiri atas susunan atom-atom karbon yang terikat  membentuk pola heksagonal dalam sebuah lapisan dua-dimensi. Lapisan ini  secara teknis memiliki ketebalan sama dengan ukuran atom karbon itu  sendiri. Karena ketipisannya inilah grafena berinteraksi secara aneh  dengan cahaya dan material lainnya.</p><p>Meskipun tipis grafena cukup  dikenal akan kekuatannya untuk menahan beban pada satuan massa yang  relatif rendah. Kekuatannya ini bahkan melebihi baja. Grafena juga  merupakan alotrop dasar pembentuk alotrop karbon lainnya seperti grafit, <em>nanotube</em> karbon, dan fulleren. Dikarenakan sifat dasar karbon  dan strukturnya yang terdiri atas lapisan, grafena merupakan material  yang sangat konduktif sehingga digunakan secara luas dalam eksperimen  produksi listrik.</p><p>Landasan ilmiah di balik fenomena tersebut  sebenarnya cukup sederhana. Ketika tetesan air garam tidak bergerak pada  sebuah lapisan grafena, muatan listrik terdistribusi secara merata dan  seimbang pada kedua sisi grafena. Namun ketika tetesan tersebut bergerak  melalui permukaan grafena, elektron-elektron pada air garam keluar dari  satu lapisan grafena dan kemudian diserap oleh permukaan grafena lain  di bawahnya. Pergerakan elektron-elektron sepanjang lapisan ini  menghasilkan tegangan listrik yang dapat diukur. Semakin cepat air garam  bergerak, semakin tinggi pula tegangan listrik yang dapat dihasilkan –  meski total voltase yang dihasilkan masih cukup rendah yaitu sekitar 30  milivolt. Sebagai perbandingan, baterei standar ukuran AA dapat  memproduksi listrik sebesar 1,5 volt.</p><p>Meski hanya menghasilkan  tegangan dan daya listrik yang kecil, penelitian ini tetap memberikan  suatu terobosan penting terhadap ilmu pengetahuan, terutama dalam  memanfaatkan material dan energi melimpah yang belum dimanfaatkan secara  maksimal, yaitu karbon, air garam, dan gravitasi.</p><p>Bukan tidak  mungkin dalam beberapa tahun ke depan, penelitian ini akan semakin  berkembang dengan digunakannya material maupun metode terbaru.  Penelitian ini juga memiliki potensi untuk dikembangkan dalam skala yang  lebih besar seperti halnya pembangkit listrik tenaga air, agar dapat  menghasilkan listrik yang dapat dinikmati seluruh penduduk Bumi.</p><p>Diolah dari berbagai sumber.</p><h4>Kata Pencarian Artikel ini:</h4><a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/produksi-listrik-dari-grafena-dan-air-garam/" title="Listrik dari air garam">Listrik dari air garam</a>, <a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/produksi-listrik-dari-grafena-dan-air-garam/" title="listrik tenaga air garam">listrik tenaga air garam</a>, <a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/produksi-listrik-dari-grafena-dan-air-garam/" title="penjelasan garam dapat energi listrik com">penjelasan garam dapat energi listrik com</a>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/produksi-listrik-dari-grafena-dan-air-garam/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Optimasi Nanopartikel untuk Aplikasi Komersial</title><link>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/optimasi-nanopartikel-untuk-aplikasi-komersial/</link> <comments>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/optimasi-nanopartikel-untuk-aplikasi-komersial/#comments</comments> <pubDate>Sat, 04 May 2013 03:13:31 +0000</pubDate> <dc:creator>Abi Sofyan Ghifari</dc:creator> <category><![CDATA[Artikel]]></category> <category><![CDATA[Kimia Material]]></category> <category><![CDATA[aplikasi]]></category> <category><![CDATA[industri]]></category> <category><![CDATA[nanokatalis]]></category> <category><![CDATA[nanopartikel]]></category> <category><![CDATA[optimasi]]></category> <category><![CDATA[sintesis]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.chem-is-try.org/?p=16844</guid> <description><![CDATA[<p><a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/optimasi-nanopartikel-untuk-aplikasi-komersial/" title="Optimasi Nanopartikel untuk Aplikasi Komersial"><img src=http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2013/05/130428144955-225x300.jpg alt="image" class="attachment-thumbnail" title="Optimasi Nanopartikel untuk Aplikasi Komersial" /></a></p><p>Nanopartikel saat ini banyak digunakan pada beragam produk komersial mulai dari katalis, media cat dan cairan magnetik, hingga kosmetik dan tabir surya. Suatu review terbaru dari peneliti di Swedia dan Spanyol mendeskripsikan hasil kerja terkini untuk optimasi sintesis, dispersi, dan fungsionalisasi permukaan titania (titanium dioksida), seng oksida, dan seria (serium oksida) &#8212; tiga nanopartikel utama [...]</p>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2013/05/130428144955.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-16845" title="130428144955" src="http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2013/05/130428144955-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a> Nanopartikel saat ini banyak digunakan pada beragam produk komersial  mulai dari katalis, media cat dan cairan magnetik, hingga kosmetik dan  tabir surya. Suatu <em>review</em> terbaru dari peneliti di Swedia dan  Spanyol mendeskripsikan hasil kerja terkini untuk optimasi sintesis,  dispersi, dan fungsionalisasi permukaan titania (titanium dioksida),  seng oksida, dan seria (serium oksida) &#8212; tiga nanopartikel utama yang  digunakan pada fotokatalis, penghalau sinar UV (ultraviolet), dan tabir  surya. <em>Review</em> mereka dipublikasikan pada 26 April 2013 di jurnal <em>Science and Technology of Advanced Materials</em>.</p><p>Dengan keberhasilan aplikasi komersial nanopartikel titania untuk kaca  swabersih pada jendela di gedung-gedung bertingkat tinggi, kini  ketertarikan untuk mengaplikasikan sistem fotokatalisis dan pelapis  titania swabersih pada beragam material konstruksi semakin meningkat.  Pelapisan ini tidak hanya melindungi permukaan gedung untuk tetap bersih  tetapi juga dapat mengurangi konsentrasi polutan berbahaya di udara.  Sifat anti-bakteri dari pelapis fotokatalis juga menjadi solusi untuk  mengendalikan bakteria berbahaya yang persisten, yang merupakan karakter  yang sangat berguna terutama bila digunakan di rumah sakit.</p><p>Sementara itu, pelapis yang memiliki karakter menyerap atau menangkal  sinar UV saat ini memiliki dua pemanfaatan utama: sebagai pernis  pelindung pada permukaan kayu, dan sebagai pelapis penghalang sinar UV  pada permukaan produk maupun peralatan berbasis polimer untuk mencegah  pelapukan.</p><p>Studi <em>review</em> tersebut menjelaskan secara struktural dan kimiawi  apa saja yang diperlukan dan beragam rute yang dapat digunakan untuk  memproduksi fotokatalis transparan serta pelapis dan tabir surya  penghalau sinar UV berbasis nanopartikel. Penulis artikel tersebut  mengulas metode utama untuk sintesis nanopartikel titania, seng oksida,  dan seria, dengan berfokus pada riset terkini mengenai pembuatan serbuk  nanopartikel yang tidak teraglomerasi (tidak menggumpal). Penulis juga  mengidentifikasi senyawa aditif organik yang merupakan dispersan yang  efektif dan mampu meningkatkan kecocokan antara nanopartikel anorganik  dengan matriks organik.</p><p>Selanjutnya artikel ini mendiskusikan lebih jauh mengenai performa  teknis dari nanopartikel, terutama kaitannya dengan keberadaannya di  lingkungan. Mereka menyimpulkannya dengan menjelaskan prospek masa depan  dari nanopartikel dan mengidentifikasi material terbaru yang  menjanjikan, seperti pelapis yang multifungsi dan lembaran film hibrid.</p><h4>Kata Pencarian Artikel ini:</h4><a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/optimasi-nanopartikel-untuk-aplikasi-komersial/" title="materi nanopartikel">materi nanopartikel</a>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/optimasi-nanopartikel-untuk-aplikasi-komersial/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>4</slash:comments> </item> <item><title>Mikroskop &#8220;Resolusi-Super&#8221; untuk Deteksi Struktur Nano</title><link>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/mikroskop-resolusi-super-untuk-deteksi-struktur-nano/</link> <comments>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/mikroskop-resolusi-super-untuk-deteksi-struktur-nano/#comments</comments> <pubDate>Thu, 02 May 2013 05:00:49 +0000</pubDate> <dc:creator>Abi Sofyan Ghifari</dc:creator> <category><![CDATA[Artikel]]></category> <category><![CDATA[Biokimia]]></category> <category><![CDATA[biomolekul]]></category> <category><![CDATA[mikroskop]]></category> <category><![CDATA[nanostruktur]]></category> <category><![CDATA[nanoteknologi]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.chem-is-try.org/?p=16840</guid> <description><![CDATA[<p><a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/mikroskop-resolusi-super-untuk-deteksi-struktur-nano/" title="Mikroskop &#8220;Resolusi-Super&#8221; untuk Deteksi Struktur Nano"><img src=http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2013/05/130429154221.jpg alt="image" class="attachment-thumbnail" title="Mikroskop &#8220;Resolusi-Super&#8221; untuk Deteksi Struktur Nano" /></a></p><p>Para peneliti telah menemukan suatu cara untuk melihat struktur nano sintetik dan molekul menggunakan mikroskop optik resolusi-super tipe baru yang tidak membutuhkan zat warna fluoresen, menjadikannya alat yang praktis untuk digunakan pada riset biomedis dan nanoteknologi. &#8220;Mikroskop optik resolusi-super ini telah membuka jendela baru pada dunia nanoskop,&#8221; ujar Ji-Xin Cheng, seorang associate professor teknik dan [...]</p>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2013/05/130429154221.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-16841" title="130429154221" src="http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2013/05/130429154221.jpg" alt="" width="300" height="172" /></a></p><p>Para peneliti telah menemukan suatu  cara untuk melihat struktur nano sintetik dan molekul menggunakan  mikroskop optik resolusi-super tipe baru yang tidak membutuhkan zat  warna fluoresen, menjadikannya alat yang praktis untuk digunakan pada  riset biomedis dan nanoteknologi.</p><div><p>&#8220;Mikroskop optik resolusi-super ini telah membuka jendela baru pada dunia nanoskop,&#8221; ujar Ji-Xin Cheng, seorang <em>associate professor</em> teknik dan kimia biomedis dari Purdue University. Mikroskop optik  konvensional dapat melihat objek berukuran tidak lebih kecil dari 300  nanometer (1 nanometer sama dengan sepermiliar meter), yang merupakan  batasan yang disebut sebagai &#8220;limit difraksi&#8221;. Limit difraksi  didefinisikan sebagai setengah dari panjang gelombang cahaya yang  digunakan untuk melihat spesimen pada mikroskop. Bagaimanapun, peneliti  berharap mikroskop dapat digunakan untuk melihat struktur molekul  seperti protein dan lipid, dan juga struktur nano sintetik seperti  nanotabung yang memiliki diameter beberapa nanometer.</p></div><div><p>&#8220;Limit difraksi  merepresentasikan batasan fundamental dari resolusi pencitraan optik,&#8221;  ujar Cheng. &#8220;Stefan Hell dari Max Planck Institute dan lainnya telah  mengembangkan suatu metode pencitraan resolusi-super yang membutuhkan  penandaan fluoresens. Di sini, kami mendemonstrasikan suatu skema baru  yang mendobrak limit difraksi pada pencitraan optik pada spesimen  non-fluoresens. Karena bebas penanda, maka sinyal gelombang dari objek  dapat langsung dideteksi sehingga kami dapat mempelajari lebih jauh  struktur nano tersebut.&#8221;</p></div><div><p>Penjelasan mengenai penemuan  ini secara detail dibahas pada makalah riset yang tampil sejak hari  Minggu (28 April 2013) di jurnal <em>Nature Photonics</em>. Sistem pencitraan ini, yang disebut <em>saturated transient absorption microscopy</em> (STAM) menggunakan trio pancaran laser, termasuk pancaran laser yang  berbentuk seperti donat yang hanya memendarkan beberapa molekul tertentu  secara selektif. Elektron pada atom dari molekul yang berpendar keluar  sesaat menuju tingkat energi yang lebih tinggi atau disebut juga sebagai  proses eksitasi, sementara elektron lain tetap berada pada keadaan  dasar. Citra objek dibentuk menggunakan laser yang mampu membandingkan  perbedaan antara molekul dalam keadaan tereksitasi dan keadaan dasar.</p></div><div><p>Para peneliti mendemonstrasikan  sistem mikroskop tersebut dengan mengambil citra dari kepingan nano  grafit yang memiliki lebar 100 nanometer. Sistem ini berpotensi besar  pada studi nanomaterial, baik alami maupun sintetik. Riset selanjutnya  di masa mendatang kemungkinan akan menyertakan laser dengan panjang  gelombang yang lebih pendek. Ketika panjang gelombang cahaya memendek,  peneliti dimungkinkan untuk meneliti objek yang lebih kecil secara lebih  fokus.</p></div><div></div><h4>Kata Pencarian Artikel ini:</h4><a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/mikroskop-resolusi-super-untuk-deteksi-struktur-nano/" title="deteksi molekuler dalam biomedis">deteksi molekuler dalam biomedis</a>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/mikroskop-resolusi-super-untuk-deteksi-struktur-nano/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Cinta Terlarang Elektron</title><link>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/tips_dan_opini/cinta-terlarang-elektron/</link> <comments>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/tips_dan_opini/cinta-terlarang-elektron/#comments</comments> <pubDate>Sat, 03 Nov 2012 01:17:24 +0000</pubDate> <dc:creator>Dewi siswanto</dc:creator> <category><![CDATA[Tips dan Opini]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.chem-is-try.org/?p=16832</guid> <description><![CDATA[<p><a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/tips_dan_opini/cinta-terlarang-elektron/" title="Cinta Terlarang Elektron"><img src=http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2012/11/cinta-terlarang-300x194.jpg alt="image" class="attachment-thumbnail" title="Cinta Terlarang Elektron" /></a></p><p>Elektron duduk termenung, sesekali ia kayuhkan kedua kakinya agar ayunan bergerak perlahan. Ayunan yang sering disebut orbital merupakan tempat yang paling Elektron sukai. Jadi siapapun orang yang ingin menemukannya langsung saja menuju orbital. Walau demikian, tidaklah mudah untuk bertemu Elektron di sana. Tapi setidaknya orbitallah tempat kemungkinan Elektron melepaskan penatnya ketika ia berada di rumah [...]</p>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2012/11/cinta-terlarang.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-16833" title="cinta-terlarang" src="http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2012/11/cinta-terlarang-300x194.jpg" alt="" width="300" height="194" /></a>Elektron duduk termenung, sesekali ia kayuhkan kedua kakinya agar ayunan bergerak perlahan. Ayunan yang sering disebut orbital merupakan tempat yang paling Elektron sukai. Jadi siapapun orang yang ingin menemukannya langsung saja menuju orbital. Walau demikian, tidaklah mudah untuk bertemu Elektron di sana. Tapi setidaknya orbitallah tempat kemungkinan Elektron melepaskan penatnya ketika ia berada di rumah atom.</p><p>“Mengapa aku selalu ingat Proton?” keluh Elektron seraya menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.</p><p>“Apa yang salah dengan perasaan ini, tidak bolehkah aku tertarik padanya?” pertanyaan yang kesekian kalinya namun tak juga Elektron mengetahui jawabannya.</p><p>Elektron menatap jauh ke depan dan terhenti pada sebuah kamar yang biasa disebut nukleous. Tatapannya sarat dengan beban namun begitu tajam seakan ingin menembus dinding kamar dimana Proton berada.</p><p>“Seandainya aku adalah Neutron, pastilah hatiku sangat senang karena aku akan selalu dekat dengan Proton” gumannya lagi.</p><p>~ *** ~</p><p><strong>Elektron</strong> tinggal di sebuah rumah mungil bersama dua saudara angkatnya. Para tetangga memanggil rumah mungil itu dengan sebutan <strong>atom</strong>. Elektron adalah anak tertua. Kelahirannya dibantu oleh om <strong>J.J Thomson</strong> pada tahun <strong>1897</strong>. Semenjak dalam kandungan dia sering dipanggil dengan nama <strong>sinar katoda</strong> karena Elektron merupakan anak yang diperoleh melalui <strong>tabung sinar katoda</strong> dan perkembangannya selalu dipantau oleh om <strong>William Crookes</strong>. Setelah lahir, ia diberi nama <strong>Elektron</strong> seperti yang diinginkan om <strong>G.J Stoney</strong>. Beratnya ditimbang oleh om <strong>Robert Milikan</strong> ternyata hanya <strong>9,11 x 10<sup>-28</sup> gram</strong>.</p><p>Adiknya yang pertama bernama <strong>Proton</strong>. Kelahirannya dibantu oleh om  <strong>E. Rutherford</strong> pada tahun <strong>1906</strong>. Dia lebih gendut dibandingkan Elektron karena massanya <strong>1837</strong> kali dari massa Elektron yaitu <strong>1,673 x 10<sup>-24</sup> gram</strong>.</p><p>Pada tahun 1932, Elektron mempunyai adik kedua yang diberi nama <strong>Neutron</strong>. Om <strong>James Chadwick</strong> yang membantu kelahirannya. Dia hampir sama gendutnya dengan Proton karena massanya adalah <strong>1,675 x 10<sup>-24</sup> gram</strong>.</p><p>Walaupun mereka bersaudara dan tinggal bersama dalam rumah atom tetapi karakter ketiganya berbeda. Elektron paling tidak suka berada di dalam rumah. Baginya dunia terasa sempit jika hanya memandang tembok-tembok yang memisahkannya dengan dunia luar. Berkeliling di halaman rumah lebih mengasyikkan, Elektron dapat berjalan-jalan di taman, memandang bunga-bunga yang berkembang dan menghirup keharumannya. Saat pagi tiba, mentari akan menyusupkan kehangatannya sehingga Elektron semakin bersemangat untuk terus beraktifitas. Biasanya, Elektron akan bersepeda melalui lintasan yang disebutnya sebagai orbit. jika dia merasa lelah maka Elektron beristirahat dalam orbital. Keaktifan Elektron dianggap perilaku yang <strong>negatif</strong> oleh keluarganya.</p><p>Lain lagi dengan kedua adiknya, mereka lebih suka di dalam kamar. Kamar itu mereka sebut dengan <strong>nucleus</strong> karena itulah mereka berdua dinamakan <strong>nucleon</strong>. Walaupun begitu, Elektron tahu jika Proton terkadang tertarik dengan aktifitasnya. Sehingga mereka sering mencoba bertemu untuk saling berbagi hati. Sedangkan Neutron dia sangat cuek. Apapun yang terjadi di dalam rumah atom, dia  <strong>netral-netral</strong> saja.</p><p>Bagi keluarga atom, sifat pendiam Proton merupakan sifat yang dianggap <strong>positif. </strong>Namun bagi Elektron, Proton mempunyai karisma yang membuatnya  terlihat sempurna dibandingkan Neutron. Adanya perbedaan karakter antara Elektron dan Proton membuat mereka saling tertarik. ketertarikan inilah yang membuat beban bagi keduanya karena semestinya itu tidak ada.</p><p>~ *** ~</p><p>“Aku mohon Proton, cobalah kamu mengerti perasaanku” kata Elektron.</p><p>“Maaf Elektron, tanpa kau katakanpun aku tahu perasaanmu karena akupun merasa demikian, tapi itu tak mungkin” jawab Proton setengah tersedu menahan tangisnya.</p><p>“Jikalau kita bersatu, maka takkan ada rumah atom lagi” lanjut Proton lirih.</p><p>Elektron terdiam, dia paham sekali tak mungkin Proton meninggalkan nukleous. tapi ia juga tak mungkin menghapus ketertarikannya pada Proton dengan mudah, Mengacuhkannya saja membuat rasa menjadi gundah. Apalagi harus jauh darinya, pastilah rindu itu ada. Rindu pada perhatiannya, rindu pada cerita manjanya, rindu dengan tatapan penuh rasa rahasia yang dalam.</p><p>“Ya sudahlah, biarkanlah perasaan ini tetap ada, toch aku masih bisa memandangmu meski tak mampu bersamamu” ujar Elektron kemudian.</p><p>“Kamu tahu Proton, hanya kaulah yang sering datang dalam mimpiku dan memang hanya menjadi mimpiku….” lanjut Elektron menegaskan apa yang dirasakannya selama ini.</p><p>Keduanya kini terdiam, diam oleh ketidakberdayaan akan sebuah perasaan yang entah kapan hadir diantara keduanya. Namun mereka paham, kebahagiaan tidak selalu harus menjadi satu tetapi saling mengingatkan ketika salah, memotivasi ketika lelah, memberikan nasehat bijak ketika gundah, semoga semuanya menjadi ajang untuk ibadah. Dari perbedaan inilah yang akan menjadikan mereka dalam satu-kesatuan di rumah atom sehingga mereka dapat menempati posisi, tugas dan fungsinya masing-masing demi berputarnya dunia yang indah.</p><h4>Kata Pencarian Artikel ini:</h4><a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/tips_dan_opini/cinta-terlarang-elektron/" title="cinta terlarang">cinta terlarang</a>, <a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/tips_dan_opini/cinta-terlarang-elektron/" title="cinta terlarang elektron">cinta terlarang elektron</a>, <a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/tips_dan_opini/cinta-terlarang-elektron/" title="kata mutiara kimia">kata mutiara kimia</a>, <a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/tips_dan_opini/cinta-terlarang-elektron/" title="kata bijak kimia">kata bijak kimia</a>, <a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/tips_dan_opini/cinta-terlarang-elektron/" title="keaktifan elektron">keaktifan elektron</a>, <a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/tips_dan_opini/cinta-terlarang-elektron/" title="Kata bijak dalam materi kimia">Kata bijak dalam materi kimia</a>, <a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/tips_dan_opini/cinta-terlarang-elektron/" title="rumus cinta dalam kimia">rumus cinta dalam kimia</a>, <a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/tips_dan_opini/cinta-terlarang-elektron/" title="cerita cinta kimia">cerita cinta kimia</a>, <a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/tips_dan_opini/cinta-terlarang-elektron/" title="kata-kata kimia">kata-kata kimia</a>, <a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/tips_dan_opini/cinta-terlarang-elektron/" title="kata mutiara cinta dalam kimia">kata mutiara cinta dalam kimia</a>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/tips_dan_opini/cinta-terlarang-elektron/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>28</slash:comments> </item> <item><title>Bukti adanya Progesterone</title><link>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/bukti-adanya-progesterone-2/</link> <comments>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/bukti-adanya-progesterone-2/#comments</comments> <pubDate>Tue, 25 Sep 2012 07:28:18 +0000</pubDate> <dc:creator>Awan Ukaya</dc:creator> <category><![CDATA[Berita]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.chem-is-try.org/?p=13650</guid> <description><![CDATA[<p><a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/bukti-adanya-progesterone-2/" title="Bukti adanya Progesterone"><img src=http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2010/03/Bukti-adanya-Progesterone-150x150.gif alt="image" class="attachment-thumbnail" title="Bukti adanya Progesterone" /></a></p><p>Untuk kali pertama, para peneliti telah menghasilkan bukti nyata bahwa, suatu hormone steroid mammalian, diketemukan pada tanaman (J. Nat. Prod., DOI: 10.1021/np9007415). Banyak sekali kelompok – kelompok telah menunjukkan bahwa adanya progesterone pada tanaman—persenyawaan yang dapat dibuat dari pendahulunya yang ditemukan pada tanaman seperti ubi rambat Meksiko. Sementara sedang mencari adanya entitas  cytotoxic pada daun [...]</p>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<h3><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-13651" src="http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2010/03/Bukti-adanya-Progesterone-150x150.gif" alt="Bukti adanya Progesterone" width="150" height="150" /><span style="font-weight: normal;">Untuk kali pertama, para peneliti telah menghasilkan bukti nyata bahwa, suatu hormone steroid mammalian, diketemukan pada tanaman (<em>J. Nat. Prod.,</em> DOI: <a title="Occurrence of Progesterone and Related Animal Steroids in Two Higher Plants" href="http://pubs.acs.org/doi/abs/10.1021/np9007415" target="_blank">10.1021/np9007415</a>).</span></h3><h3><span style="font-weight: normal;">Banyak sekali kelompok – kelompok telah menunjukkan bahwa adanya progesterone pada tanaman—persenyawaan yang dapat dibuat dari pendahulunya yang ditemukan pada tanaman seperti ubi rambat Meksiko. Sementara sedang mencari adanya entitas  <em>cytotoxic</em> pada daun pohon walnut, <a href="http://www.uic.edu/%7Egfp" target="_blank">Guido F. Pauli</a> dari University of Illinois, Chicago, dan para koleganya mengisolasi kuantitas progesterone dan melaporkan keberadaan hormone tersebut berdasarkan kombinasi spektrometri massa dan teknik resonansi magnetic nuklir. Pada tumbuhan lainnya, tim ini telah menemukan sulfat baru dari persenyawaan yang seperti  progesterone.</span></h3><h3><span style="font-weight: normal;">&#8220;Hal ini memunculkan pertanyaan fundamental mengenai biosintesis steroid—dapatkah semua tumbuhan membuat progesterone?&#8221; tanya Pauli. Pada mamalia, progesterone mempunyai beberapa peranan, seperti menyiapkan lapisan uterine bagi potensi kehamilan, namun peranan biokimiawi dari progesterone pada tanaman tidaklah jelas, yang menjamin penelitian selanjutnya, katanya.</span></h3><h3><span style="font-weight: normal;">&#8220;Meskipun kita mungkin berpikir bahwa kita mengetahui  dimana tanaman tersebut mengandung progesterone, Pauli dan para koleganya telah membuktikan dengan pasti hal ini sebagai suatu kasus,&#8221; kata <a href="http://www.ars.usda.gov/pandp/people/people.htm?personid=36215" target="_blank">Charles L. Cantrell</a>, seorang peneliti ahli kimia pada U.S. Department of Agriculture.</span></h3><h3><span style="font-weight: normal;">&#8220;Saya menganggap hal ini seperti suatu kontribusi yang besar terhadap ilmu pengetahuan kita mengenai biosintesis metabolite tanaman sekunder,&#8221; kata <a href="http://www.life.illinois.edu/plantbio/People/Faculty/Seigler.htm" target="_blank">David S. Seigler</a>, yang memelajari bioaktifitas dari tanaman yang menghaslkan persenyawaan pada University of Illinois, Urbana-Champaign.</span></h3> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/bukti-adanya-progesterone-2/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>4</slash:comments> </item> <item><title>Penetasan nanopartikel emas</title><link>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/penetasan-nanopartikel-emas/</link> <comments>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/penetasan-nanopartikel-emas/#comments</comments> <pubDate>Thu, 20 Sep 2012 05:19:33 +0000</pubDate> <dc:creator>Awan Ukaya</dc:creator> <category><![CDATA[Berita]]></category> <category><![CDATA[emas]]></category> <category><![CDATA[morfologi]]></category> <category><![CDATA[nanopartikel]]></category> <category><![CDATA[varietas]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.chem-is-try.org/?p=13881</guid> <description><![CDATA[<p><a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/penetasan-nanopartikel-emas/" title="Penetasan nanopartikel emas"><img src=http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2010/04/Serbuk-Emas-Memperluas-Cakupan-Raman1-150x150.jpg alt="image" class="attachment-thumbnail" title="Penetasan nanopartikel emas" /></a></p><p>Penetasan nanopartikel emas yang dilapisi dengan kerangka tipis oksida memungkinkan surface-enhanced Raman scattering (SERS) untuk menguji varietas sample yang lebih luas, termasuk dengan yang menggunakan morfologi tak beraturan. SERS biasanya meliputi penempatan suatu sample pada suatu permukaan metal yang kasar, yang memperkuat sinyal Raman dari suatu sample tersebut. Zhong Qun Tian dari Xiamen University, di [...]</p>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2010/04/Serbuk-Emas-Memperluas-Cakupan-Raman1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-13880" src="http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2010/04/Serbuk-Emas-Memperluas-Cakupan-Raman1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Penetasan nanopartikel emas yang dilapisi dengan kerangka tipis oksida memungkinkan<em> surface-enhanced Raman scattering</em> (SERS) untuk menguji varietas sample yang lebih luas, termasuk dengan yang menggunakan morfologi tak beraturan.</p><p>SERS biasanya meliputi penempatan suatu sample pada suatu permukaan metal yang kasar, yang memperkuat sinyal Raman dari suatu sample tersebut. <a href="http://pcss.xmu.edu.cn/users/zqtian/1_2_18.html">Zhong Qun Tian</a> dari Xiamen University, di Cina; <a href="http://www.nanoscience.gatech.edu/zlwang/wang.html">Zhong Lin Wang</a> dari Georgia Tech; beserta para rekan kerjanya mengubah konfigurasi biasa ini secara terbalik.</p><p>Para peneliti menetasakan suatu sample dengan silica &#8211; atau alumina-yang dilapisi dengan nanopartikel emas dan kemudian mengumpulkan spectra Raman (<em>Nature</em> <strong>2010,</strong> <em>464,</em> 392). Mereka menyebut menamainya dengan metode baru kerangka –nanopartikel terisolasi –yang memperkuat spektroskopi Raman, atau SHINERS.</p><p>“Smart dust” meliputi nanopartikel emas berukuran 55-nm yang dibungkus dengan suatu kerangka silica atau alumina. Kerangka ini, yang ketebalannya berukuran 2 nm, mengisolasi beberapa partikel dari suatu sample dan dari tiap-tiapnya, namun masih memungkinkan peningkatan sinyal Raman. “Tiap-tiap partikel seperti lubang yang mandiri, tetapi lapisannya cukup tipis guna memungkinkan emas tersebut secara efektif meningkatkan sinyal Raman pada permukaan molekul yang akan dideteksi,” kata Wang.</p><p>“Pelapisan dialektris merupakan suatu ide yang bagus, karena hal ini mengubah kelembaman partikel,” kata <a href="http://www.zenobi.ethz.ch/">Renato Zenobi</a> dari Swiss Federal Institute of Technology, Zurich, penemu metode terkait yang dinamakan <em>tip-enhanced Raman spectroscopy</em> (TERS).</p><p>Debu tersebut meningkatkan tingkat sensitifitas relative SHINERS dan TERS. Dibandingkan dengan TERS, SHINERS mempunyai sedikit resolusi spasial namun memiliki intensitas sinyal yang lebih tinggi dari sejumlah besar nanopartikel pada sampelnya, kata Zenobi.</p><p>Dengan menggunakan SHINERS, Tian, Wang, beserta para rekan kerjanya menganalisa suatu jangkauan luas dari suatu sampel. Mereka mengukur adsorpsi hidrogen pada permukaan datar kristal tunggal yang terbuat dari platinum dan silicon. Mereka juga memperoleh spectra protein pada dinding sel ragi. Bahkan mereka mampu untuk mendeteksi residu peptisida pada buah-buahan segar.</p><p>Wang mengharapkan penggunaan teknik ini pada alat portable tangan yang dapat “membuat Raman ini berpindah dari laboratorium ke keseharian orang-orang.”</p><h4>Kata Pencarian Artikel ini:</h4><a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/penetasan-nanopartikel-emas/" title="nanopartikel emas">nanopartikel emas</a>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/penetasan-nanopartikel-emas/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Meminum air murni dari pancaran sinar matahari dan air laut</title><link>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/meminum-air-murni-dari-pancaran-sinar-matahari-dan-air-laut/</link> <comments>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/meminum-air-murni-dari-pancaran-sinar-matahari-dan-air-laut/#comments</comments> <pubDate>Wed, 19 Sep 2012 05:39:08 +0000</pubDate> <dc:creator>Awan Ukaya</dc:creator> <category><![CDATA[Berita]]></category> <category><![CDATA[air]]></category> <category><![CDATA[air murni]]></category> <category><![CDATA[mata]]></category> <category><![CDATA[sinar mata]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.chem-is-try.org/?p=13898</guid> <description><![CDATA[<p><a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/meminum-air-murni-dari-pancaran-sinar-matahari-dan-air-laut/" title="Meminum air murni dari pancaran sinar matahari dan air laut"><img src=http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2010/04/Meminum-air-murni-dari-pancaran-sinar-matahari-dan-air-laut-150x150.jpg alt="image" class="attachment-thumbnail" title="Meminum air murni dari pancaran sinar matahari dan air laut" /></a></p><p>Suatu alat yang dapat &#8216;mendorong&#8217; garam keluar dari air laut telah dikembangkan oleh para peneliti Amerika Serikat. Yang cukup efisien dengan bertenaga sinar matahari, proses ini dapat mengarahkan pada skala kecil atau alat desalinasi portabel yang dapat menyediakan air minum yang vital pada daerah bencana atau daerah yang dilanda kekeringan parah. Dengan menggunakan memberan semi-yang [...]</p>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2010/04/Meminum-air-murni-dari-pancaran-sinar-matahari-dan-air-laut.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-13897" src="http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2010/04/Meminum-air-murni-dari-pancaran-sinar-matahari-dan-air-laut-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Suatu alat yang dapat &#8216;mendorong&#8217; garam keluar dari air laut telah dikembangkan oleh para peneliti Amerika Serikat. Yang cukup efisien dengan bertenaga sinar matahari, proses ini dapat mengarahkan pada skala kecil atau alat desalinasi portabel yang dapat menyediakan air minum yang vital pada daerah bencana atau daerah yang dilanda kekeringan parah.</p><p>Dengan menggunakan memberan semi-yang dapat menyerap modern guna mengubah air laut menjadi air tawar sangat populer sebagai suatu solusi pada kekurangan sumber air secara global. Dua teknik umum adalah osmosis terbalik, dimana air laut didorong melalui suatu saringan seperti memberan untuk menyaring keluar garamnya – dan elektrodialisis, yang menggunakan aliran listrik untuk mendorong keluar ion-ion garam melalui suatu memberan.</p><p>Namun pada kedua kasus tersebut, bahan organis dan garam mengakumulasi beberapa memberan dan menyumbat sistemnya. Sekarang ini, suatu teknik alternatif telah dikembangkan, dimana dapat mengatasi permasalahan ini namun masih enrginya sangat efisien.</p><p>&#8216;Kita mengunakan suatu fenomena yang disebut dengan konsentrasi polarisasi ion untuk &#8220;mendorong&#8221; garam keluar dari kandungan air laut,&#8217; kata Jongyoon Han, yang memimpin penelitian pada Massachusetts Institute of Technology. &#8216;Ketika suatu voltase diterapkan sepanjang memberan kecil yang terbuat dari bahan ion selektif seperti Nafion, sesuatu yang tidak biasa akan terjadi. Pada salah satu sisi memberan, partikel-partikel yang bermuatan dikeluarkan – dan pada satu sisi yang lainnya, mereka dikumpulkan.&#8217;</p><p>Tim Han mengembangkan suatu alat berukuran microchip yang menyalurkan suatu arus air menuju bawah pada garpu dan membelah kedalam dua saluran. Pintu masuk pada salah satu salurannya dilapisi dengan memberan Nafion bermuatan, yang melindungi air yang mengalir kebawah dan mendorong garam kebawah pada saluran yang berbeda. Secara susah payah, pelindung ini juga mengeluarkan partikel bermuatan lainnya, keduanya bermuatan positif dan negatif, yang meliputi kebanyakan bahan organis dan mikroorganisme, seperti bakteri, virus dan zat pencemar lainnya.</p><p>Namun untuk memfungsikan secara efektif, proses ini memerlukan saluran air yang kecil dan hal tersebut hanya dapat menghasilkan sejumlah kecil air pada diri mereka sendiri. &#8216;Arah kami di masa mendatang nantinya serupa dengan bagaimana industri semikonduktor membuat microchip ini,&#8217; jelas Han. &#8216;Kita mengharapkan beratus-ratus saluran air pada chip tunggal – tujuannya adalah membaut system ini yang dapat menghasilkan  sekitar satu liter air murni setiap sepuluh menit.&#8217;</p><p>Meskipun begitu Han mengakui hal ini secara relative sangatlah tidak memngkinkan, hal ini mungkin saja untuk menjalankan alat ini secara terus-menerus bagi penggunaan tenaga sinar matahari dengan waktu yang lama, yang akan sangat berharga sekali pada berbagai area kritis yang kekurangan air.</p><p>Adel Sharif, seorang ahli pada penanganan air dan desalinasi pada University of Surrey, Inggris, tertarik dengan proses baru ini, namun berpikir bahwa pekerjaan yang lebih masih diperlukan. &#8216;Ada beberapa permasalahan yang harus diselesaikan,&#8217; kata dia pada <em>Chemistry World</em>. &#8216;Elektroda emasa dan titanium akhir-akhir ini digunakan, jadi penemuan yang sangat murah atau bahan alternatif diperlukan untuk menskalakan teknologi ini kedalam suatu alat. Serta, beberapa partikl yang tidak bermuatan mungkin saja menyebabkan kekacauan pada memberan – jadi suatu sistem para-perlakuan mungkin saja diperlukan terlebih dulu.&#8217;</p><p><em>Lewis Brindley </em></p><p>Referensi</p><p>S J Kim <em>et al, Nature Nanotechnology</em>, DOI: 10.1038/NNANO.2010.34</p><h4>Kata Pencarian Artikel ini:</h4><a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/meminum-air-murni-dari-pancaran-sinar-matahari-dan-air-laut/" title="pancaran air yang keluar">pancaran air yang keluar</a>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/meminum-air-murni-dari-pancaran-sinar-matahari-dan-air-laut/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>3</slash:comments> </item> <item><title>Semprotan sensing ganda untuk membersihkan cat</title><link>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/semprotan-sensing-ganda-untuk-membersihkan-cat/</link> <comments>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/semprotan-sensing-ganda-untuk-membersihkan-cat/#comments</comments> <pubDate>Tue, 18 Sep 2012 11:56:05 +0000</pubDate> <dc:creator>Awan Ukaya</dc:creator> <category><![CDATA[Berita]]></category> <category><![CDATA[distribusi tekanan]]></category> <category><![CDATA[larutan organis beracun]]></category> <category><![CDATA[semprotan sansing]]></category> <category><![CDATA[suhu]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.chem-is-try.org/?p=13912</guid> <description><![CDATA[<p><a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/semprotan-sensing-ganda-untuk-membersihkan-cat/" title="Semprotan sensing ganda untuk membersihkan cat"><img src=http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2010/04/Semprotan-sensing-ganda-untuk-membersihkan-cat-150x150.jpg alt="image" class="attachment-thumbnail" title="Semprotan sensing ganda untuk membersihkan cat" /></a></p><p>Para peneliti di Jerman telah mengembangkan air berbasis cat fluorescent yang dapat digunakan untuk mencitrakan secara simultan pendistribusian tekanan dan suhu pada pesawat terbang dan mobil. Cat ini ramah lingkungan dan mudah untuk dibersihkan. Dengan memvisualisasikan pendistribusian tekanan dan suhu pada pesawat terbang yang menggunakan uji terowongan angin merupakan bagian yang sangat penting pada penelitian [...]</p>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2010/04/Semprotan-sensing-ganda-untuk-membersihkan-cat.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-13911" src="http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2010/04/Semprotan-sensing-ganda-untuk-membersihkan-cat-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Para peneliti di Jerman telah mengembangkan air berbasis cat fluorescent yang dapat digunakan untuk mencitrakan secara simultan pendistribusian tekanan dan suhu pada pesawat terbang dan mobil. Cat ini ramah lingkungan dan mudah untuk dibersihkan.</p><p>Dengan memvisualisasikan pendistribusian tekanan dan suhu pada pesawat terbang yang menggunakan uji terowongan angin merupakan bagian yang sangat penting pada penelitian aerodinamika. Tekanan atau cat yang sensitif terhadap suhu yang menghasilkan sinyal digunakan, namun mereka berdasar pada kemudahan menguapnya dan larutan organis beracun yang membutuhkan pembersihan ekstensif dan pakaian pelindung khusus. Sekarang ini, Otto Wolfbeis pada University of Regensberg, Jerman, dan para koleganya telah mengembagkan air luminescent yang dapat melarutkan cat dimana memperhitungkan tekanan dan suhu secara simultan.</p><p>Wolfbeis melakukan penyelidikan terhadap fluorescent platinum(II)porphyrin, yang mendeteksi tekana oksigen parsial dan kemudian tekanan barometric, serta membuat mereka dapat terlarut di air dengan mengimpregnasi mereka terlarut dalam air, inti kerangka nanopartikel polymer yang dapat menyerap oksigen. Beberapa nanopartikel tersebut bertindak sebagai pengikat mikropartikel polymer yang tidak dapat menyerap suhu dan sensitifitas oksigen  temperature-sensitive oxygen impermeable polymer microparticles dicelupkan dengan kompleks luminescent iridium(II) yang bertindak sebagai penyelidikan bagi suhunya, tetapi ini tidak dipengaruhi oleh tekanan saat oksigen tidak mencapainya melalui polymer.</p><p>Dengan menyemprotkan lapisan polymer luminescent diatas permukaan aluminium menciptakan lapisan datar dengan adhesi bermekanisme tinggi dan tingkat stabilitas yang bagus. Kekuatan adhesi yang mengejutkan ini berarti bahwa tidak adanya penambahan pengikat polymer dan larutan beracun diperlukan, jelas Wolfbeis.</p><p>Kedua penyelidikan mengenai pengikat pada cat tersebut dapat dibangkitkan denagn menggunakan LEDs atau memancarkan laser dioda pada panjang gelombang sekitar 405 nm dan dua sinyal bebas diperoleh yang memungkinkan pencitraan tekanan barometric dan suhu. Sensor cat yang dihasilkan bersifat ramah lingkungan, aman untuk dikerjakan dan mudah dicuci sama baiknya memiliki jangkauan sensing dan tanggapan yang luar biasa, tambah Wolfbeis.</p><p>Robert Crutchley, seorang ahli pada lapisan tipis sensing oksigen pada Carleton University di Ottawa, Kanada, mengatakan bahwa, &#8216;teknolohi sensing ganda sudah ada sebelumnya, namun belum seorang pun yang menyelesaikan seperti ini sebelumnya  - ini merupakan cara yang sangat inovatif dalam pembuatan tekanan cat sensitif.&#8217;</p><p>Di masa mendatang Wolfbeis merencanakan untuk mengembangkan penyelidikan yang merespon terhadap waktunya, yang akhir-akhir ini dibatasi oleh tingkat difusi oksigen melalui lapisan polymer terhadap penyelidikannya. &#8216;Industri permobilan menginginkan sensor dengan respon waktu sepermilidetik,&#8217; katanya, &#8216;baru-abru ini kita dapat memperoleh respon waktu hanya dibawah satu detik saja.&#8217;</p><p><em>Catherine Bacon</em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/semprotan-sensing-ganda-untuk-membersihkan-cat/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Aksi ganda terapi kanker</title><link>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/aksi-ganda-terapi-kanker-2/</link> <comments>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/aksi-ganda-terapi-kanker-2/#comments</comments> <pubDate>Mon, 17 Sep 2012 11:07:20 +0000</pubDate> <dc:creator>Awan Ukaya</dc:creator> <category><![CDATA[Berita]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.chem-is-try.org/?p=13935</guid> <description><![CDATA[<p><a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/aksi-ganda-terapi-kanker-2/" title="Aksi ganda terapi kanker"><img src=http://www.chem-is-try.org/wp-content/themes/guzel-pro/image/img_default.gif alt="image" class="attachment-thumbnail" title="Aksi ganda terapi kanker" /></a></p><p>Para ilmuwan di Taiwan telah mendemonstrasikan suatu pendekatan yang lebih efektif untuk menyembuhkan kanker dengan menggunakan nanopartikel multifungsi. Beberapa partikel tersebut secara simultan menyerang tumor dengan kemoterapi dan terapi photothermal sama serta memungkinkan posisi mereka dan ukuranya untuk dipastikan. Sementara nanopartikel metal telah ditunjukkan untuk membunuk sel tumor saat disinari dengan sinar dari laser, titik [...]</p>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Para ilmuwan di Taiwan telah mendemonstrasikan suatu pendekatan yang lebih efektif untuk menyembuhkan kanker dengan menggunakan nanopartikel multifungsi. Beberapa partikel tersebut secara simultan menyerang tumor dengan kemoterapi dan terapi photothermal sama serta memungkinkan posisi mereka dan ukuranya untuk dipastikan.</p><p>Sementara nanopartikel metal telah ditunjukkan untuk membunuk sel tumor saat disinari dengan sinar dari laser, titik sinar laser yang ukurannya terbatas dapat berarti bahwa beberapa sel yang bersifat kanker dapat terlewatkan. Mengkombinasikan kemoterapi dengan phototerapi dapat menjadi pendekatan yang menjanjikan untuk mengatasi kerugian ini. Sekaranga, Chen-Sheng Yeh pada National Cheng Kung University, Tainan, dan para koleganya telah membuat nanopartikel yang mengantarkan obat antikanker Taxol dan juga berisi emas bagi phototerapi.</p><p>Beberapa nanopartikel yang mengandung Taxol (paclitaxel) bermuatan poly(lactic-co-asam glycolic) (PLGA) dikonjugasikan dengan nanopartikel besi oksida dan titik-titik  kuantum yang memungkinkan pencitraan resonansi optikal dan magnetis nanopartikel in vivo. Nanopartikel dilapisi dengan nanorods emas yang menyerap dekat sinar infra merah dan mengubahnya menjadi panas guna meningkatkan phototerapi dan menghancurkan nanopartikel PLGA untuk melepaskan obat antikanker kapsul.</p><p>&#8216;Nanopartikel polymeric multifungsi ini secara simultan menyediakan pendeteksian, diagnosa, dan terapi pada nanopartikel tunggal untuk menigkatkan penyembuhan terapis,&#8217; kata Yeh. Tikus yang disembuhkan dengan kemoterapi dan pengjancuran photothermal melalui nanopartikel tetap hidup setelah dua bulan dan tumor mereka baik menurun sepenuhnya atau menunjukkan tidak adanya tanda pertumbuhan kembali setelah terapi, tambahnya. Dengan hanya melepaskan obat antikanker pada lokasi tumor, efek samping kemoterapi yang tidak mengenakkan dapat juga dikurangi.</p><p>&#8216;Dengan mengkombinasikan kedua teknik pembunuhan sel tersebut nanopartikel jauh lebih efektif pada pembunuhan sel kanker,&#8217; kata Richard Tilley, seorang ahli dalam nanomaterial pada Victoria University of Wellington, New Zealand.</p><p>&#8216;Multifunngsionalitasnya merupakan pendekatan yang sangat baru dan unik yang akan mengantarkan pada suatu cara yang paling cerdik untuk mengobati kanker ini,&#8217; tambahnya.</p><p>Nanopartikel tersebut dapat menyediakan suatu landasan medis yang menyeluruh, tambah Yeh dan mengatakan bahwa dia berharap yang dapat mengarahkan pada &#8216;operasi penyerbuan pada pasien yang akan dihindari pada masa mendatang.&#8217;</p><p><em>Leanne Marle</em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/aksi-ganda-terapi-kanker-2/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>1</slash:comments> </item> <item><title>When Cells Talk to Each Other…</title><link>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/when-cells-talk-to-each-other%e2%80%a6/</link> <comments>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/when-cells-talk-to-each-other%e2%80%a6/#comments</comments> <pubDate>Fri, 27 Jul 2012 13:46:05 +0000</pubDate> <dc:creator>Hosea Saputro Handoyo</dc:creator> <category><![CDATA[Artikel]]></category> <category><![CDATA[Biokimia]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.chem-is-try.org/?p=16792</guid> <description><![CDATA[<p><a href="http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/when-cells-talk-to-each-other%e2%80%a6/" title="When Cells Talk to Each Other…"><img src=http://www.chem-is-try.org/wp-content/themes/guzel-pro/image/img_default.gif alt="image" class="attachment-thumbnail" title="When Cells Talk to Each Other…" /></a></p><p>In the 21st century, internet and mobile phones have revolutionized the way we communicate. We use text messages or e-mails to send our birthday wishes, MSN to chat, and even Facebook in sharing our lives openly.  I still remember some of my friends ‘tweet-ing’ (sending a quick message on Twitter) me about Michael Jackson’s death a couple [...]</p>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>In the 21st century, internet and mobile phones have revolutionized the way we communicate. We use text messages or e-mails to send our birthday wishes, MSN to chat, and even Facebook in sharing our lives openly.  I still remember some of my friends ‘tweet-ing’ (sending a quick message on Twitter) me about Michael Jackson’s death a couple of days ago. We all know that we still could misunderstand each other even with those sophisticated tools. It might seem surprising but tiny molecules inside our cells constantly chit-chat with their own ‘internet’ and ‘mobile phones’ without any information being misinterpreted. Scientists call this communication ‘cell signalling’.</p><p>Inside our body, cells talk to each other constantly. They send signals as responses from different stimuli. Without these responses, no one could survive as the body would not function properly. Immune cells, act as generals, command their soldiers to attack invaders by sending ‘text messages’ or signals called cytokines.</p><p>How, then, can cells emit and control the signals traffic? Protein kinases are small molecules inside cells that pass on the signals to other molecules. There are more than 500 distinct protein kinases; each of them has its own specific task. No doubt, faulty kinases, which result in muddled signalling, can cause various diseases. By understanding how these kinases control the signals inside our body, we can also try to manipulate the signals, just like adjusting the volume of our telephone. Many different big pharmaceuticals companies are racing to design drugs that target these kinases.</p><p>For example, one of the most understood cell signalling mechanism is TLR signalling which senses the bacterial infection. Our body amazingly can sense different types of bacteria using different &#8216;antennae&#8217;. An &#8216;antenna&#8217; called TLR 4 is specifically sensitive to gram negative while different &#8216;antenna&#8217; called TLR2 is sensitive to gram positive bacteria. Both TLR2 and TLR4 will activate distinct responses which lead to the elimination of these harmful bacteria.</p><p>There are hundreds of cell signalling events taken place in one second in one organ. When we examine cell signalling inside us, it is countless in just a blink of an eye. It&#8217;s impressive, isn&#8217;t it?</p><p>Image from: Gut 2005;54:718-725 doi:10.1136/gut.2004.038679</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/when-cells-talk-to-each-other%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (enhanced)
Database Caching using disk
Object Caching 1288/1469 objects using disk

Served from: www.chem-is-try.org @ 2017-06-19 12:10:11 -->