<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Tiada Yang Lain</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Wed, 18 Dec 2024 19:13:52 -0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">189</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Sebuah Asa</title><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/2017/11/sebuah-asa.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 6 Nov 2017 14:36:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8465267014366224173.post-7831137403029459255</guid><description>Aku terlahir dari keluarga yang sangat sederhana dan tak mempunyai banyak materi, sedari kecil orang tuaku selalu mengajarkan kepadaku apa arti bersyukur, dan dari situlah aku selalu berusaha menghargai apa yang telah aku miliki dan aku selalu mencoba selalu mengucap syukur meskipun terkadang aku sulit untuk mengatakannya.
Sekitar umur 8 tahun aku yang seharusnya menjadi anak bungsu akhirnya </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Wiro sableng #129 : Tahta Janda Berdarah</title><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/2017/11/wiro-sableng-129-tahta-janda-berdarah.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 1 Nov 2017 21:45:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8465267014366224173.post-4535258392583230088</guid><description>WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : BADIK SUMPAH DARAH

SEORANG diri di puncak Bukit Menoreh pada malam bulan purnama. Setelah ditinggal Kakek Segala Tahu yang memberi petunjuk padanya cara menyelamatkan Bunga dari sekapan guci tembaga Iblis Kepala Batu, Pendekar 212 sebenarnya tengah menunggu kedatangan tiga gadis cantik. Mereka bukan lain adalah Ratu </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Wiro Sableng #173 : Roh Jemputan</title><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/2017/10/wiro-sableng-173-roh-jemputan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 31 Oct 2017 15:27:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8465267014366224173.post-5779891713524414254</guid><description>WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : MALAM JAHANAM DI MATARAM

SESUAI petunjuk Para Dewa yang diterima melalui Satria Lonceng Dewa Mimba Purana, Sri Maharaja Mataram Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala berhasil menemui Empat Mayat Aneh yang terbujur dalam sebuah peti mati hitam besar. Peti mati ini muncul dari dalam sebuah kuburan raksasa yang datang dari </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Wiro Sableng #34 : Munculnya Sinto Gendeng</title><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/2017/10/wiro-sableng-34-munculnya-sinto-gendeng.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 24 Oct 2017 00:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8465267014366224173.post-1253169635345170046</guid><description>WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

BAB 1

Malam rimba belantara luar biasa lebat dan sunyinya itu Sri Baginda duduk di atas batangan pohon yang sengaja ditebang untuk dijadikan tempat duduk. Di sebelahnya duduk Patih Kerajaan.Permaisuri tegak bersandar ke tiang bangunan yang baru saja selesai dibuat secara darurat.

Bangunan itu tanpa dinding sama sekali. </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mawar Terakhir Dari Bunda</title><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/2017/10/mawar-terakhir-dari-bunda.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 15 Oct 2017 17:45:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8465267014366224173.post-3883816987815153393</guid><description>Dari kecil mawar tak pernah melihat sosok seorang ayah karena saat bundanya sedang mengandung sembilan bulan ayah dan bundanya berpisah dan ayahnya membawa anak pertamanya yaitu bernama melati dia kakak dari mawar, namun mawar sama sekali tidak mengetahui bahwa mawar punya seorang kakak, dan wajah ayahnyapun sama sekali tak tahu bagaimana.
Tapi mawar bangga punya bunda yang sangat baik, punya </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Empat Obat Mujarab</title><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/2017/10/empat-obat-mujarab.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 14 Oct 2017 07:18:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8465267014366224173.post-1444581850191865501</guid><description>Seorang anak muda. Ia telah berusaha memberikan dasar yang kokoh bagi keluarganya. Namun ia menemukan kekosongan di dasar sanubarinya. Ia dilanda kecemasan dan kehilangan arah hidup. Semakin hari situasinya semakin parah. Ia memutuskan untuk pergi ke dokter sebelum menjadi amat terlambat.

Setelah mendengarkan keluhannya, dokter memberikan empat bungkus obat sambil berpesan; ?Besok pagi sebelum </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Wiro Sableng #112 : Rahasia Mawar Beracun</title><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/2017/10/wiro-sableng-112-rahasia-mawar-beracun.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 4 Oct 2017 16:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8465267014366224173.post-4035176373750287191</guid><description>WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : PETUALANGAN WIRO DI LATANAHSILAM

"MAWAR KUNING..." DESIS PERI ANGSA PUTIH. "BUNGA INI HANYA TUMBUH DI TAMAN LARANGAN. MENGAPA BISA BERADA DI SINI? APAKAH PERI BUNDA TAHU KALAU DUA KUNTUM MAWAR KUNING INI TERSELIP DI ANTARA BUNGA-BUNGA LAIN DALAM JAMBANGAN?" TIBA-TIBA PERI ANGSA PUTIH INGAT. TANGANNYA BERGETAR. "MAWAR</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cahaya Untuk Icha</title><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/2017/10/cahaya-untuk-icha.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 2 Oct 2017 04:36:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8465267014366224173.post-8471731015031376003</guid><description>“ aah Riki, basah tahu.. aah udah..” rengekku ketika bermain pistol air bersama Riki sahabat kecilku. Tawa kami bisa jadi tawa paling istimewa di kompleks ini. Rumahku dengan rumah Riki bersebelahan, bahkan jendela kamarku dengan jendela kamarnya pun saling berhadapan. “ Icha…!!! iiih lengket nih.. malu tahu belepotan ” jerit Riki saat kulempari dia dengan kue tart ulang tahunnya yang ke-10. </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Lebay</title><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/2017/08/lebay.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 18 Aug 2017 09:54:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8465267014366224173.post-6439309554156832635</guid><description>“Camkanlah ini: siapa binasa dengan tidak bersalah? Dan di manakah orang yang jujur dipunahkan? Yang kulihat ialah bahwa orang yang membajak kejahatan dan menabur kesusahan, ia menuainya juga,” kata Elifas kepada sahabatnya yang sedang dirundung malang tak berkesudahan.
Elifas, tokoh yang hidup lima ratusan tahun sebelum Masehi, percaya hukum tabur-tuai, hukum sebab-akibat, hukum daya tarik, law </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Wiro Sableng #161 : Perjodohan Berdarah</title><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/2017/07/wiro-sableng-161-perjodohan-berdarah.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 31 Jul 2017 01:19:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8465267014366224173.post-1183035613294319</guid><description>WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : SI CANTIK GILA DARI GUNUNG GEDE

Dalam gelap wajah cantik di gadis pancarkan amarah keberingasan. Hati berucap. "Wiro, kalau boleh memberi sejuta nama pada gadis berwarna biru itu. Tapi akhir dari segalanya adalah kematian! Tidak ada seorangpun boleh dan bisa merebut dirimu dari tanganku!"Perlahan-lahan orang ini </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Wiro Sableng #175 : Sepasang Arwah Bisu</title><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/2017/07/wiro-sableng-175-sepasang-arwah-bisu.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 12 Jul 2017 11:01:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8465267014366224173.post-6339383663025790965</guid><description>WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : MALAM JAHANAM DI MATARAM

PADA MALAM menjelang dini hari itu beberapa orang mendatangi Bukit Batu Hangus dimana Sri Maharaja Mataram berada bersama ratusan orang pengungsi, menyelamatkan diri dari Kotaraja yang tengah dilanda malapetaka.Selagi Raja menunggu kedatangan Pendekar 212 Wiro Sableng yang di kalangan </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kebiasaan</title><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/2017/06/kebiasaan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 30 Jun 2017 22:36:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8465267014366224173.post-7806064174897098763</guid><description>Suatu hari ketika saya dalam bus hendak berangkat ke kantor, tanpa sengaja mendengar percakapan seorang yang duduk di samping saya melalui telepon selulernya (tentu ini bukan perbuatan sopan mendengar pembicaraan orang yang tidak ada hubungannya dengan saya) dengan nada sedikit tinggi dia berkata “Itu sudah kebiasaan, tidak bisa dirubah. Jadi terima saja apa adanya!” Saya sedikit kaget lalu </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kenalilah Karakter Tubuh Anda (Mengenal Ayurveda Bagian Kedua)</title><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/2017/06/kenalilah-karakter-tubuh-anda-mengenal.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 20 Jun 2017 05:36:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8465267014366224173.post-919441703062122917</guid><description>
Apakah  Anda mengalami masalah dengan berat badan yang mudah naik walaupun  hanya makan sedikit, atau Anda mudah terserang batuk atau masuk angin dan  sering bersin di pagi hari, atau Anda mudah mengantuk dan merasa capai…….? Bila jawabannya ‘YA’, maka dalam ‘Ayurveda’, Anda  masuk  dalam kelompok karakter tubuh ‘kapha’. Bila Anda mengenal karakter tubuh Anda atau dalam istilah Ayurveda disebut </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Nasib Seekor Burung</title><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/2017/06/nasib-seekor-burung.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 19 Jun 2017 07:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8465267014366224173.post-6963235040273375217</guid><description>Sambil menggenggam seekor burung kecil dalam kepakan tangannya, seorang anak datang menghadap seorang kakek. Kakek ini amat terkenal tidak hanya di daerahnya, tetapi bahkan pula di seluruh pelosok negri. Ia tidak hanya dikenal sebagai seorang yang baik dan cerdas, namun lebih dari itu ia dipandang sebagai seorang yang amat bijaksana. Setiap kali berhadapan dengan persoalan yang paling rumit </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hidup Adalah Anugerah</title><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/2017/06/hidup-adalah-anugerah.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 16 Jun 2017 08:18:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8465267014366224173.post-774514076848229302</guid><description>Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.

Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>DBLA</title><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/2017/01/dbla.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 28 Jan 2017 04:54:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8465267014366224173.post-859462577502053602</guid><description>Dream big, berpikir besar. Itulah ramuan klasik warisan tokoh-tokoh kaliber dunia. Karena hidup hanya sekali, bermimpilah yang besar. Gantungkanlah cita-citanya setinggi bintang di langit. Kalau pada zaman baheula anak-anak Indonesia yang bermimpi besar menyusun cita-cita menjadi dokter atau insinyur, maka di zaman sekarang mestinya impian anak-anak itu jauh lebih maju.
Misalnya, menjadi dokter </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hypnotic Dream Restructuring</title><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/2017/01/hypnotic-dream-restructuring.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 18 Jan 2017 20:09:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8465267014366224173.post-4417263200065559422</guid><description>“Aduh kasihan ya si Budi. Tadi malam masih sehat. Pagi ini bangun tidur lumpuh karena kena stroke” ujar Anto.
“Tapi yang aneh, barusan saya dapat kabar dari istrinya, Budi sudah di-MRI dan CT Scan. Kata dokter hasil scanning-nya bagus. Tidak ada yang bermasalah dengan otak atau saraf Budi. Dokter menyimpulkan Budi tidak kena stroke” jelas Mia.
“Kalau bukan stroke lalu kena apa ya dia? Tubuhnya </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Demi Hari yang Menanti di Ujung Harapan</title><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/2017/01/demi-hari-yang-menanti-di-ujung-harapan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 17 Jan 2017 15:18:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8465267014366224173.post-2402168247488805941</guid><description>Pagi itu, ketika udara terasa basah oleh embun pagi, aku memulai rutinitas mingguanku menjelajahi kota. Dengan berbekal sepatu sport, aku pun melesat menyusuri jalan setapak sekitar rumahku. Belum 100 meter aku berlari, lagi-lagi hal yang sama seperti minggu lalu kembali terulang. Aku melihat seorang gadis muda sedang menyusuri gang sempit yang ada di pertigaan jalan besar. Hal itu menjadi hal </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>My Dream Comes True</title><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/2017/01/my-dream-comes-true.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 2 Jan 2017 06:55:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8465267014366224173.post-1341908515407935474</guid><description>Teeeeng!!! Bel berbunyi 3 kali, tanda istirahat kedua. Aku mulai menyiapkan buku peminjam, buku pengembalian dan bolpoin di mejaku. Ku hentikan sejenak koneksi internetku, agar pekerjaanku tidak terganggu. Tak lama kemudian mejaku dipenuhi hiruk pikuk suara anak-anak berebut layananku.
“Mba, aku mau pinjam bengkel facebook, yang dipinjem ana kemarin” teriak Budi
Sebelum sempat ku jawab, setumpuk </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>LOGIKA DAN KEBAHAGIAAN</title><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/2016/12/logika-dan-kebahagiaan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 28 Dec 2016 07:27:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8465267014366224173.post-530363309738713824</guid><description>Sambil bercengkerama di atas rumput di lapangan di depan mesjid, beberapa orang jamaah memperhatikan layang-layang yang berwarna-warni terbang ke angkasa berlatar belakang langit biru lazuardi. Dari jauh terlihat Mat Kacong mendekati mereka. Mereka menyambut Mat Kacong dengan gembira.
Setelah semua duduk beralaskan rumput hijau, mereka berbicara tentang perbaikan taman di depan mesjid Agung yang </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Luka Tak Berdarah</title><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/2016/12/luka-tak-berdarah.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 28 Dec 2016 04:27:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8465267014366224173.post-1588180413056736782</guid><description>Selasa malam membawa secangkir racun di hatiku, membuatku lumpuh tak berdaya. Awalnya aku sudah cukup bahagia. Karena OVJ yang menemani malamku, serta mulai membuka kehidupan baruku. Namun Dedy mengahancurkan semangat hidupku, Dia patahkan sayapku lagi, dia membuatku trauma kembali. Apakah ini sifat aslimu? Satu tahun lebih aku mengenalmu, tak pernah kamu separah itu melontarkan kata-kata kasar </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>You Get What You Are!</title><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/2016/12/you-get-what-you-are.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 23 Dec 2016 12:54:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8465267014366224173.post-7312483062221289184</guid><description>
Einstein mengatakan, “Learning is not a product of schooling but the lifelong attempt to acquire it.“ Jadi, proses pembelajaran mestinya tidak berhenti saat lulus sekolah, tetapi perlu terus diupayakan sepanjang hayat.
Nah, kalau kegiatan “membaca” kita anggap sebagai salah satu tolok ukur pembelajaran, kira-kira bagaimana faktanya di Indonesia? Saya ambil data hasil survey.
Riset Roy Morgan </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Menjadi Diri Anda Sendiri</title><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/2016/12/menjadi-diri-anda-sendiri.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 22 Dec 2016 20:27:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8465267014366224173.post-5352498477309607725</guid><description>
Oleh: Rudy Lim
Kebanyakan orang yang gagal tidak suka melihat dirinya sendiri sebagaimana adanya seperti yang ditampilkan di cermin. Anak-anak muda khususnya, dipengaruhi oleh reaksi emosional semacam ini ketika menghadapi masalah yang sulit ditemukan solusinya. Ingatlah bahwa ketika Anda melakukan kesalahan, secara alamiah Anda tidak akan suka pada diri Anda sendiri, kesalahan itu tidak sama </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengejar Kebanggaan</title><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/2016/12/mengejar-kebanggaan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 18 Dec 2016 03:02:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8465267014366224173.post-399474988401776267</guid><description>“Pride is personal commitment. It is an attitude which separates excellence from mediocrity. – Kebanggaan merupakan komitmen personal. Itu merupakan sikap yang memisahkan antara yang sempurna dan tidak.”
Paul Bryan
Mempunyai sesuatu yang dapat dibanggakan merupakan dambaan semua orang. Tak jarang mereka mengerahkan segala daya dan upaya demi mewujudkan sesuatu yang dapat dibanggakan. Sehingga </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hati Nurani Sang Pencuri</title><link>http://tiadayanglain.blogspot.com/2016/12/hati-nurani-sang-pencuri.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 17 Dec 2016 10:46:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8465267014366224173.post-1757944214812016957</guid><description>Pada suatu malam, seorang pencuri menyelinap ke sebuah rumah yang di huni oleh seorang nyonya tua, yang saat itu sedang duduk di samping meja. Sungguh beruntung sekali, pikir si pencuri. Tiba-tiba terdengar tangisan nyonya tua itu dengan tersedu-sedu, lalu mengambil sebuah gunting dan mengarahkannya ke leher.

"Ah.....! tidak boleh!" teriak si pencuri. Tanpa sadar ia berlaku sebagai pencuri, dia </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>