<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963</id><updated>2024-11-01T03:37:19.855-07:00</updated><title type='text'>Freedom</title><subtitle type='html'>Selamat datang di blog Freedom...&#xa;Mohon maaf bila ada kesalahan dalam postingan-postingan saya, berarti kesalahan tersebut mutlak dari saya sendiri, karna manusia adalah tempatnya salah dan lupa, dan kebenaran mutlak milik Alloh SWT...&#xa;Semoga bermanfaat untuk anda...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963.post-3627699321742786017</id><published>2013-12-19T19:13:00.002-08:00</published><updated>2013-12-19T19:16:20.173-08:00</updated><title type='text'>Rahasia Mengumpulkan Kekayaan Lewat KomisiVirtual - Ratusan Ribu tiap hari langsung masuk rekening...!! </title><content type='html'>&lt;span class=&quot;style44&quot;&gt;&lt;b&gt;Tanpa perlu melakukan instalasi 
script/software, Tanpa membuat website, Tanpa ebook bahkan TANPA Menyewa
 Hosting &amp;amp; Membeli Domain, Anda TETAP bisa menghasilkan uang ratusan
 ribu bahkan jutaan rupiah dari Internet!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
                                        &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;style44&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&quot; Sangat direkomendasikan bagi PEMULA/NEWBIE atau GAPTEK sekalipun &quot;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;style44&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
                                          Salah satu kelebihan dari BISNIS&lt;span class=&quot;style4&quot;&gt;&lt;/span&gt; adalah Anda tidak perlu memiliki atau membuat produk sendiri untuk menjalankan bisnis online. Karena semuanya sudah disediakan.&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;style44&quot;&gt;
&lt;b&gt; Manfaat Bergabung :&lt;br /&gt;
                                          - Anda akan mendapat sebuah 
website penghasil uang atas nama Anda yang akan bekerja untuk Anda 
selama 24 jam non stop dalam mengalirkan uang ke rekening Anda.&lt;br /&gt;
                                          - Anda akan mendapat 
Produk-Produk Digital Super Dahsyat beserta bonus-bonus Dahsyat lainnya 
yang bisa Anda DOWNLOAD di &lt;span class=&quot;ptfe66l62tl&quot; id=&quot;ptfe66l62tl_1&quot;&gt;Member Area&lt;/span&gt; setelah keanggotaan Anda Diaktifkan.&lt;br /&gt;
                                          - Gratis Update Produk Dan 
Bonus, Jika nantinya ada update produk dan bonus, maka Anda bisa 
mendapatkan updatenya secara Gratis.&lt;br /&gt;
                                          - Ilmu Berpromosi. Karena 
Rahasia Sukses Bisnis Online adalah promosi, jadi bisnis ini memang 
benar- benar sangat cocok untuk latihan promosi. Anda hanya perlu 
mengikuti panduan/ belajar promosi, promosi dan promosi. Karena semuanya
 sudah disediakan oleh&lt;span class=&quot;style4&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://vzturl.com/qv91&quot;&gt;&lt;span class=&quot;style4&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/null&quot; rel=&quot;nofollow me&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://vzturl.com/&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class=&quot;word_break&quot;&gt;&lt;/span&gt;qv91&lt;/a&gt;. Jika Anda tidak pintar dalam berpromosi, dapat saya pastikan, bisnis online apapun yang Anda coba akan GAGAL. &lt;br /&gt;
                                        &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;style44&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kelebihan :&lt;br /&gt;
                                          - Komisi 60.000 Akan di 
transfer langsung ke rekening bank Anda oleh para member yang bergabung 
melalui Website Anda. Komisi tergolong cukup besar, ini bagus sekali 
untuk menarik calon member.&lt;br /&gt;
                                          - Biaya administrasi yang 
murah sebesar 35.000 untuk Admin. Ini menAndakan Admin tidak serakah dan
 berharap mendapat kepercayaan member agar bisnisnya bertahan lama.&lt;br /&gt;
                                          - Garansi 100 % Uang Kembali, 
Jika selama 1 tahun Anda tidak bisa menghasilkan uang sama sekali dari 
bisnis ini.&lt;br /&gt;
                                          - Menggunakan System Lock 
Sponsor dimana sistem ini akan MENGUNCI POSISI Calon Member dengan 
Sponsornya ( orang yg mereferensikan bisnis ini kepada Anda ). Sistem 
ini bertujuan untuk menghargai JASA para Sponsor yang telah Berusaha 
Giat untuk mendatangkan prospek. Dan menjamin para Sponsor agar tidak 
kehilangan prospek.&lt;br /&gt;
                                          - Admin kooperatif dan respon 
cepat. Anda dapat menghubungi Admin jika Anda membutuhkan bantuan 
apapun/ belajar apapun.&lt;br /&gt;
                                      - Langsung Bisa Dapet Duit. Ya 
benar, Anda dapat langsung mendapat uang direkening Anda sesaat setelah 
daftar bukan besok atau lusa. Karena semua sudah disiapkan dan 
disediakan oleh &lt;span class=&quot;style4&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;style4&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fvzturl.com%2Fqv91&amp;amp;h=qAQGF8zrR&quot; rel=&quot;nofollow me&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://vzturl.com/&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class=&quot;word_break&quot;&gt;&lt;/span&gt;qv91&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;style4&quot;&gt;&lt;/span&gt;, maka tugas Anda menjadi sangat ringan.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;style44&quot;&gt;
&lt;b&gt;Buruan JOIN&lt;span class=&quot;style4&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://vzturl.com/qv91&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;KLIK DISINI &lt;/a&gt;!!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;SAYA SUDAH BUKTIKAN.....!!!! &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;http://www.freewebs.com/arabindo/isi.htm&quot; height=500 scrolling=auto width=530&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/3627699321742786017/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2013/12/rahasia-mengumpulkan-kekayaan-lewat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/3627699321742786017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/3627699321742786017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2013/12/rahasia-mengumpulkan-kekayaan-lewat.html' title='Rahasia Mengumpulkan Kekayaan Lewat KomisiVirtual - Ratusan Ribu tiap hari langsung masuk rekening...!! '/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963.post-2074397050097585460</id><published>2011-12-17T21:06:00.000-08:00</published><updated>2011-12-17T21:06:27.532-08:00</updated><title type='text'>As - Syuro Hari Solidaritas Umat Beragama</title><content type='html'>Bulan Muharram adalah bulan yang istimewa, menyimpan banyak makna yang 
patut ditafakkuri dan ditadabburi. Muharram tidak saja menandai awal 
tahun menurut penanggalan Islam, namun di dalamnya juga tersimpan hari 
mulia &quot;Asyura&quot; yang mencatat sejarah penting dan senantiasa dikenang dan
 diperingati oleh umat beragama samawi.

&lt;br /&gt;
Bulan Muharram adalah bulan yang istimewa, menyimpan banyak makna 
yang patut ditafakkuri dan ditadabburi. Muharram tidak saja menandai 
awal tahun menurut penanggalan Islam, namun di dalamnya juga tersimpan 
hari mulia &quot;Asyura&quot; yang mencatat sejarah penting dan senantiasa 
dikenang dan diperingati oleh umat beragama samawi.  Hari Asyura 
dikenang sebagai hari dimana Allah menyelamatkan Nabi Nuh a.s. dari 
bencana banjir dan menenggelamkan musuh-musuh-Nya. &lt;br /&gt;
Asyura juga 
dikenang sebagai hari Allah menyelamatkan Musa a.s. dari kejaran Fir&#39;aun
 dan tentaranya. Itulah sebabnya umat Yahudi dan umat Nasrani 
mengagungkan hari ini. Nabi Nuh dan Musa diriwayatkan melakukan puasa 
pada hari ini sebagai ekpresi syukur kepada Allah atas kemenangan yang 
diberikan kepadanya. &lt;br /&gt;
Umat Yahudi melakukan puasa pada hari Asyura
 dan menjadikannya sebagai hari raya. Konon kaum Quraish di masa 
jahiliyah juga melakukan puasa pada hari Asyura dan mereka menjadikannya
 hari keramat dimana pada hari itu mereka menjalankan tradisi mengganti 
kiswah Ka&#39;bah.  &lt;br /&gt;
Ketika Rasulullah berhijrah, beliau mendapati 
penduduk kota Madinah melakukan puasa pada hari Asyura. Seorang Yahudi 
mengatakan kepada Rasulullah bahwa Asyura adalah hari agung dimana Allah
 menyelamatkan Bani Israil dari ancaman musuhnya, sehingga Musa berpuasa
 pada hari itu, Rasulullah pun menjawab &quot;Aku lebih berhak atas Musa dari
 kalian&quot;(Sahihain), lalu beliau berpuasa dan memerintahkan umatnya 
berpuasa.  &lt;br /&gt;
Pada masa awal Islam, puasa Asyura adalah wajib bagi 
setiap muslim hingga turun ayat yang mewajibkan puasa bulan Ramadhan. Di
 mata Rasulullah s.a.w. hari Asyura begitu istimewa, beliau senantiasa 
melaksanakan puasa pada hari ini dan memerintahkan umatnya berpuasa demi
 rasa solidaritasnya kepada saudara seperjuangannya Nuh dan Musa a.s., 
bahkan pada tahun terakhir kehidupan Rasulullah beliau bersabda &quot;Insya 
Allah tahun depan saya juga akan berpuasa&quot; (Ashab Sunan) namun ajal 
telah menjemput beliau sebelum sempat menyempurnakan tahun itu.  &lt;br /&gt;
Asyura
 bagi umat Islam juga menampilkan kilas balik tragedi Karbala yang telah
 merenggut kedua cucu tercinta Rasulullah s.a.w, Hasan r.a. dan Husain 
r.a.. Lebih dari itu Karbala adalah tragedi yang menyadarkan kita betapa
 anarkisme, kekerasan dan tindakan tidak berperikemanusiaan telah 
menjadi noktah hitam sejarah umat Islam yang tidak akan pernah layak 
untuk terulang kembali.  &lt;br /&gt;
Masyarakat kita juga banyak menjalankan 
beberapa tradisi beragam berkaitan dengan hari Asyura. Ini menandakan 
betapa mengakarnya hari Asyura dalam tradisi dan budaya sebagian 
masyarakat kita.  Di atas makna dan peristiwa yang terjadi bersamaan 
dengan hari Asyura ini, kita disunnahkan untuk mendirikan ritual puasa. &lt;br /&gt;
Ada
 yang mengatakan puasa dilakukan pada tanggal 9 dan 10 Muharram karena 
keduanya pernah dilakukan Rasulullah dan sahabatnya. Namun ada yang 
mengatakan bahwa Asyura hanya tanggal 10 Muharram. Puasa yang kita 
lakukan, tentunya mempunyai kandungan makna yang cukup mendalam dalam 
kehidupan beragama dan bermasyarakat, karena menanamkan kepada kita 
nilai-nilai pengorbanan, perjuangan, solidaritas antar umat beragama, 
tenggang rasa dan yang terpenting semangat anti kekerasan dan anti 
anarkisme dalam setiap langkah upaya dan perjuangan kita. &lt;br /&gt;
Semoga puasa Asyura kita diterima Allah dan mampu mencerminkan makna yang terkandung di dalamnya.  Wassalam&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;http://www.freewebs.com/arabindo/isi.htm&quot; height=500 scrolling=auto width=530&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/2074397050097585460/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/12/as-syuro-hari-solidaritas-umat-beragama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/2074397050097585460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/2074397050097585460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/12/as-syuro-hari-solidaritas-umat-beragama.html' title='As - Syuro Hari Solidaritas Umat Beragama'/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963.post-4041888305140721789</id><published>2011-11-21T19:59:00.001-08:00</published><updated>2011-11-21T19:59:54.265-08:00</updated><title type='text'>Fadlilah Bulan Dzul Hijjah</title><content type='html'>Hari-hari ini kita telah memasuki bulan yang mulia yaitu bulan Dzul 
hijjah. Di mana pada bulan ini Allah Swt memberikan karunia bagi 
hambaNya untuk&amp;nbsp; memberbanyak amal shaleh. Allah s.w.t. berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 18pt; font-weight: normal;&quot;&gt;وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ (إبراهيم&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14pt; font-weight: normal;&quot;&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 18pt;&quot;&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&quot;Dan
 (ingat juga) ketika Tuhanmu memaklumkan” sesungguhnya jika kamu 
bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu 
mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”&lt;br /&gt;


Telah banyak dalil tentang keutamaan sepuluh hari pertama di bulan 
Dzulhijjah ini, baik dari Kitab maupun Sunnah. Diantara amalan yang di 
anjurkan dalam hari-hari ini adalah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a.Shalat &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Disunnahkan
 bersegera mengerjakan shalat fardhu dan memperbanyak shalat-shalat&amp;nbsp; 
sunnah, karena semua itu merupakan ibadah yang paling utama.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;b.Shoum(Puasa) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Karena
 dia termasuk perbuatan amal shaleh. Dari Hunaidah bin Kholid dari 
istrinya dari sebagian istri-istri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi 
wassalam, dia berkata: &quot;Adalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam 
berpuasa pada tanggal sembilan Dzul Hijjah, sepuluh Muharram dan tiga 
hari setiap bulan&quot; (Riwayat Imam Ahmad, Abu Daud dan Nasa’i). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;c.Takbir, Tahlil dan Tahmid&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari
 Ibnu Umar radiallahuanhu dia berkata: Rasulullah bersabda: Tidak ada 
hari-hari yang lebih besar di sisi Allah Ta’ala dan tidak ada amal 
perbuatan yang lebih dicintai selain pada sepuluh hari itu. Maka 
perbanyaklah pada hari-hari tersebut Tahlil, Takbir dan Tahmid “ 
(Riwayat Tabrani dalam Mu’jam Al Kabir)&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;d.Puasa hari Arafah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Puasa
 Arafah sangat dianjurkan bagi mereka yang tidak pergi haji, sebagaimana
 riwayat dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bahwa beliau 
berkata tentang puasa Arafah (yang artinya): &quot;Saya berharap kepada Allah
 agar dihapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya&quot; 
(Riwayat Muslim).&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;e.Berkurban pada tanggal 10 Dzulhijjah dan hari Tasyrieq&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
 &amp;nbsp;Berkurban merupakan ibadah yang di syariatkan dalam agama Islam, 
sebagai ibadah untuk mendekatkan diri bagi seorang hamba kepada Allah 
Swt. Firman Allah Swt dalam surat Al Kautsar ayat 1-3:&lt;br /&gt;إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (3) &lt;br /&gt;&quot;Sesungguhnya
 Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak(1) Maka dirikanlah 
shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah(2) Sesungguhnya orang-orang yang
 membenci kamu dialah yang terputus&quot; (QS:Al Kautsar[108]:1-3)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 
&amp;nbsp;Setiap hamba akan menemui ujian pengorbanan sesuai dengan bobot dan 
kadar keimanannya. Kita selalu dalam saringan dan ujian Allah Swt. 
Babak-babak penyaringan itu akan terus dan berjalan melalui peristiwa 
demi peristiwa. Semua itu pada hakikatnya Allah Swt hendak menguji 
kualitas keimanan setiap hambaNya. Apakah termasuk kualitas keimanan 
sungguhan apa tidak, manakah yang lebih dominan antara iman dan rasa 
eman. Firman Allah Swt: &lt;br /&gt;وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ(محمد31)&lt;br /&gt;&quot;Dan
 sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui 
orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu&quot;(QS: 
Muhammad[47]:31)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Ibadah kurban hukumnya adalah sunnah muakadah
 (sangat dianjurkan) bagi mereka yang mampu secara materi. Ini seperti 
dijelaskan oleh Rasulullah Saw, &quot;Barang siapa memiliki kelapangan rizki 
(keuangan), lalu ia tidak berkurban, maka janganlah ia datang ke tempat 
shalat kami,&quot;(HR.Ahmad). Maka&amp;nbsp; bagi kaum muslimin yang telah mampu atau 
kuasa menyembelih hewan kurban, hendaklah melaksanakannya tanpa&amp;nbsp; 
ragu-ragu sebagai usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah melaksanakan ibadah kurban mempunyai beberapa keutamaan, diantaranya sebagai berikut:&lt;br /&gt;
Pertama:Pengampunan
 dari Allah Swt. Rasulullah Saw telah bersabda kepada anaknya, Fatimah, 
ketika beliau ingin menyembelih hewan qurban.”Ya Fatimah, berdirilah dan
 saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu diampuni pada saat 
awal tetesan darah itu dari dosa-dosa yang kamu lakukan. Dan bacalah : 
Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk 
Allah Swt, Rabb alam semesta (HR. Abu Daud dan At-Tirmizi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Kedua: Mengharap keridhaan dari Allah Swt. Allah Swt telah berfirman: &lt;br /&gt;لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ (الحج37)&lt;br /&gt;&quot;Daging-daging
 unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) 
Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya&quot;( QS:Al 
Hajj[22]:37)&lt;br /&gt;
Ketiga: Ibadah kurban merupakan amalan yang paling 
dicintai Allah pada hari Raya Idul Adha. “Tidak ada suatu amalan yang 
paling dicintai Allah dari bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain 
menyembelih hewan kurban”. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan hakim)&lt;br /&gt;
Keempat:
 Hewan kurban sebagai saksi di hari kiamat. “Sesungguhnya hewan kurban 
itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, 
dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban telah terletak disuatu 
tempat disisi Allah sebelum mengalir ditanah. Karena itu, bahagiakan 
dirimu dengannya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan hakim)&lt;br /&gt;
Kelima: 
Mendapatkan pahala yang besar. Pahala yang amat besar, yakni diumpamakan
 seperti banyaknya bulu dari binatang yang disembelih, ini merupakan 
penggambaran saja tentang betapa besarnya pahala itu, hal ini dinyatakan
 oleh Rasulullah SAW. &quot;Pada tiap-tiap lembar bulunya itu kita memperoleh
 satu kebaikan&quot;. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;
Idul Adha bukanlah 
hari raya biasa. Untuk merayakannya tidak sekedar bertakbir, tahlil, 
tahmid serta bertasbih. Yang dilanjutkan dengan shalat ied dan 
menyembelih hewan kurban. Tapi lebih dari itu, idul adha melalui syariat
 kurban mengingatkan kita untuk merenung, berpijak , dari keagunanan 
sejarah yang melatar belakanginya tentang pengorbanan Nabiyallah Ibrahim
 dan putra tercinta Ismail, anak yang sangat disayangi dan menjadi buah 
hati selama ini ternyata harus di sembelih sebagai perintah Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah,
 semoga kita termasuk yang dapat berkurban pada tahun ini, insya Allah 
dengan rezekim yang berkah dan rahmat dari Allah Swt kita dapat&amp;nbsp; 
mengeluarkan kurban di tahun mendatang, amin.&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;http://www.freewebs.com/arabindo/isi.htm&quot; height=500 scrolling=auto width=530&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/4041888305140721789/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/11/fadlilah-bulan-dzul-hijjah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/4041888305140721789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/4041888305140721789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/11/fadlilah-bulan-dzul-hijjah.html' title='Fadlilah Bulan Dzul Hijjah'/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963.post-6417514651806220147</id><published>2011-07-01T07:39:00.005-07:00</published><updated>2011-07-01T07:39:50.446-07:00</updated><title type='text'>Siapkan Diri Menyongsong Bulan Ramadlan</title><content type='html'>Dalam kitab “Baina Yadai Ramadlan” disebutkan, bahwa di bulan Sya’ban inilah, -tepatnya tahun ke dua hijriyah-, penentuan arah Qiblat itu ditetapkan. Dimana sebelumnya, selama tujuh belas bulan berada di Madinah, Nabi SAW ketika sholat menghadap Al-Quds (Baitul Maqdis di Palestina), tetapi kemudian Allah SWT mengabulkan keinginan hati Nabi SAW, sehingga menghadap Qiblatnya berpindah ke arah Ka’bah (Masjidil Haram di Makkah Al-Mukarramah). Sebagaimana sebab turunnya surat al-Baqarah, ayat 144: “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke Qiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram”. Itu di antara nilai sejarah yang ada di bulan Sya’ban. Berikut ini adalah pembicaraan berkenaan dengan bulan Sya’ban, serta fadlilah (keutaman)nya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bulan yang sangat digemari Nabi untuk berpuasa.&lt;br /&gt;
Diriwayatkan dari Aisyah RA, berkata; “Saya tidak melihat Rasulullah SAW berpuasa lengkap sebulan penuh kecuali di bulan Ramadlan. Dan saya tidak melihat yang banyak dipuasani Rasulullah SAW kecuali di bulan Sya’ban”. HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shahabat Anas bin Malik RA juga meriwayatkan, bahwa “Rasulullah SAW itu puasanya sedang-sedang aja, antara puasa dan tidaknya secara berimbang, di sepanjang tahunnya. Namun, ketika masuk bulan Sya’ban beliau tampak kelihatan rajin dalam menekuni puasanya”. HR Imam Ahmad dan Thabrani.&lt;br /&gt;
Dalam hal ini, Imam Ibnu Hajar menjelaskan hadits yang disebutkan di atas, bahwa hampir hari-hari di bulan Sya’ban ini dipuasani oleh Rasulullah.[1]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merangkaikannya dengan Ramadlan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Aisyah RA berkata bahwa; “Di antara bulan-bulan yang sangat dicintai Nabi dalam melakukan puasa adalah di bulan Sya’ban, lalu menyambungkannya dengan bulan Ramadlan”. HR. Abu Dawud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah SWT telah memproklamirkan Pengampunan-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal RA bahwa Rasulullah SWT bersabda; “Pada malam Nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban), Allah SWT akan mengumumkan kepada sekalian manusia, bahwa Ia akan mengampuni orang-orang yang mau beristighfar (minta ampunan-Nya), kecuali kepada orang-orang yang menyekutukan-Nya, juga orang-orang yang suka mengadu domba (menciptakan api permusuhan) terhadap saudara muslim”. HR. Al-Thabrani dan Ibnu Hibban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam riwayat lain dari Aisyah RA, disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda; “Malaikat Jibril telah datang kepadaku, seraya berkata (memberikan informasi): Malam ini adalah malam Nisfu Sya’ban. Dan pada malam ini pula Allah akan membebaskan hamba-hamba-Nya dari api neraka. Namun Allah SWT akan membiarkan enam kelompok manusia tetap dalam neraka, karena telah melakukan dosa-dosa besar, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. orang yang menyekutukannya (syirik),&lt;br /&gt;
2. orang yang suka mengadu domba (menciptakan api permusuhan) terhadap saudara muslim.&lt;br /&gt;
3. orang yang memutuskan tali shilaturrahmi (hubungan kekerabatan).&lt;br /&gt;
4. orang yang sombong, yang berjalan dengan penuh keangkuhan.&lt;br /&gt;
5. orang yang durhaka terhadap kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;
6. orang yang kecanduan minuman keras”. HR. Baihaqy.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Amal Perbuatan manusia akan dilaporkan ke hadiran Allah SWT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid RA berkata, “Wahai Rasulullah, saya lihat anda lebih bersemangat (lebih rajin) berpuasa di bulan Sya’ban ini, dibanding bulan-bulan lainnya. Mengapa (ada apa gerangan)?”. Nabi menjawab; “Karena Sya’ban ini bulan agung, yang banyak dilupakan orang. Padahal, di bulan inilah amal perbuatan manusia akan dinaikkan (dilaporkan) ke hadirat Allah. Kerena itu, saya ingin (lebih senang) bila di saat amalan-amalan itu diangkat (dihadirkan) kepada Allah, kondisi saya dalam keadaan puasa”. HR Nasa’i.[2]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkaitan dengan ini, para ulama menjelaskan akan perhatian dan begitu antusiasnya Nabi di bulan Sya’ban, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadlan. Diantaranya, bila digambarkan adalah sbb:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhatian dan sayang Nabi SAW terhadap isteri-isterinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Ibnu Hajar menyebutkan, bahwa di antara hikmah (rahasia, mengapa) Rasulullah SAW memperbanyak puasanya di bulan Sya’ban adalah karena isteri-isterinya banyak yang menuntaskan tanggungan (menjalankan qadla puasa Ramadlan, karena berhalangan, haidl dan sebab-sebab lain) di bulan Sya’ban ini. Jadi, Nabi SAW tidak ingin terlalu merepotkan isteri-isterinya, kecuali menghormati dan bahkan menemani aktifitas ritual yang sedang dijalankan isteri-isterinya. Luar bisa, sikap dan cara Nabi SAW dalam memberikan semangat atau support terhadap isteri-isterinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu yang sangat tepat untuk mengevaluasi diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adalah pesan shahabat Umar RA, agar kita selalu berintropeksi terlebih dahulu. Beliau mengingatkan, “Hasibu Anfusakum Qabla An-Tuhasabu, Wa-Zinu A’malakum Qabla An-Tuzanu ‘Alaikum”. Makanya, alangkah baiknya bila kesempatan di bulan Sya’ban ini kita bisa mengevaluasi diri, bisa berintropeksi apa yang telah perbuat sepanjang tahun ini. Kita telah melalui dengan bagaimana, apa yang telah kita kerjakan, serta dengan aktifitas apa saja selama ini. Sudahkah kita mengindahkan antara hak dan kewajiban kita. Bukankah kita telah banyak alpa kepada Allah, ataupun khilaf kita kepada sesama manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlalu banyak, -dan kita tidak pernah akan sanggup menghitung- kasih sayang, nikmat dan anugerah yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya. Kita ini telah banyak dikaruniai kesehatan, ketenangan, rasa aman dan hidup nyaman. Namun, sering lengah terhadap kehadiran Allah SWT. Berapa banyak dosa yang telah kita perbuat. Apakah selama ini, kita telah menjalankan perintah-Nya dengan baik dan benar. Sadarkah, bahwa kita sering “bolang-bolong”, menyepelekan ibadah, menggampangkan sholat lima fardlu, dsb. Sudah sebanding/berimbangkah antara kenakalan dan ampunan yang kita harapkan. Apakah sudah diimbangi dengan ketundukan kita kepada-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Repotnya, mengapa kita ini hanya selalu Nasta’iin (minta pertolongan, minta ini-itu, dst), tanpa diimbangi dengan Na’budu (beribadah yang baik dan benar)”. Mestinya, kita tahu diri dan malu ketika hanya “Nasto’an-Nasta’in” melulu, tanpa pernah mau meningkatkan “Na’bud”nya. Maka dari itu, pada bulan inilah sangat layak untuk merenungkan, apakah kita telah memenuhi wajiban kita sebagai hamba yang baik, dan pandai bersyukur?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, terhadap manusia dan sesama saudara muslim, apakah juga telah penuhi hak-haknya? Bukankah kita pernah menyakitinya, menaruh curiga terhadapnya, mengumpat dan menggunjingya, dst? Baik yang disengaja, ataupun tidak. Kesemuanya perlu dibersihkan, untuk menghadap Allah SWT dengan kondisi yang suci, sehingga kita bisa lebih dapat meraih Ramadlan yang berkwalitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadikannya sebagai tahap persiapan mental (pemanasan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disamping itu, bulan Sya’ban juga sangat baik dijadikan sebagai tahap persiapan, sehingga ketika masuk bulan suci Ramadlan telah siap dan terbiasa untuk memaksimalkan sajian, fadlilah dan kemurahan Allah SWT, dan lebih meningkatkan kwalitasnya di bulan suci Ramadlan nantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, pada masa persiapan ini, kita mestinya –sebisa mungkin- mampu menghadirkan hati yang suci, lisan yang tidak henti-hentinya berdzikir, juga jiwa yang siap “berharap” pada ridla Allah SWT. Sehingga dengan persiapan yang cukup matang ini, -yang telah dimulai sejak di bulan Sya’ban, sebagaimana Nabi SAW dalam mempersiapkan dirinya- kita akan lebih bisa menjalani puasa ini dengan penuh berisi dan berkwalitas, dan nantinya kita bisa berharap lebih optimis untuk mendapatkan ridla-Nya. Bagaimana tidak, karena kita telah puasa dengan yang sebenar-benarnya. Puasa yang tidak hanya sekedar meninggalkan makan dan minum, tetapi juga mampu mengendalikan godaan nafsu dan syahwat selama berpuasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga, dengan persiapan yang lebih matang ini, kwalitas puasa Ramadlan kita serta ibadah dan amal sholeh kita di bulan suci Ramdlan nanti akan terdapat peningkatan, baik kwantitas maupun kwalitasnya. Amien, Ya Rabbal ‘Alamin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
****************************************************&lt;br /&gt;
[1]- “Fathu al-Bary, Maktabah al-Halaby- Mesir, Juz 5 hlm. 117.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[2]- Disusun berdasarkan beberapa hadits yang termuat dalam kitab “Al-Targhib Wal-Tarhib”, Imam Mundziri, Juz 2, hlm. 116, Dar al-Fikr, tahun 1014H-1981M.&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;http://www.freewebs.com/arabindo/isi.htm&quot; height=500 scrolling=auto width=530&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/6417514651806220147/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/07/siapkan-diri-menyongsong-bulan-ramadlan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/6417514651806220147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/6417514651806220147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/07/siapkan-diri-menyongsong-bulan-ramadlan.html' title='Siapkan Diri Menyongsong Bulan Ramadlan'/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963.post-8807006724713630354</id><published>2011-06-26T22:42:00.001-07:00</published><updated>2011-06-26T22:42:30.793-07:00</updated><title type='text'>Menumpuk Rasa Malu</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Bangsa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt; adalah bangsa yang&lt;/span&gt;&lt;span&gt;  beradab dan mempunyai norma dan etika yang tinggi. Bahkan bangsa ini  termasuk ke dalam katagori bangsa yang mempunyai peradaban tinggi,  terlihat dari muamalah yang dilakukan masyarakatnya yang mempunyai  tradisi dan kebudayaan daerah yang berbeda-beda. Mereka mampu hidup  rukun, damai, penuh rasa saling menghargai dan toleransi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Namun dibalik itu,&lt;/span&gt;&lt;span&gt; harus jujur kita akui  bahwa bangsa Indonesia termasuk kategori bangsa yang memiliki kecakapan  luarbiasa untuk melupakan hal-hal yang sebenarnya sangat signifikan  mempengaruhi kehidupan kita. Orang menyebut kita bangsa yang mengalami  amnesia dengan stadium yang sangat merisaukan. Kalau harus diukur dengan  bentangan angka-angka, maka sudah tak berbilang berapa jumlah peristiwa  bersejarah lalu-lalang di hadapan kita begitu saja. Peristiwa yang  membanggakan atau peristiwa tragis yang meluluhlantakkan perikehidupan  manusia. Kini mari bersikap jujur, benarkah peristiwa-peristiwa ini  telah menanam kesan yang kuat dalam diri dan hati sehingga mampu  mengubah prilaku buruk kita?&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Kalau terjadi peristiwa dan tragedi alam, seperti bencana alam Tsunami  di Aceh dan gempa bumi di Balakot dan Mudzafarabad bisa jadi kita akan  berkilah, itu semata kodrat dan takdir Allah. Tetapi bagaimana dengan  tindakan-tindakan destruktif akibat &lt;em&gt;negative behavior&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Su-ul Khuluq&lt;/em&gt;)  yang dilakukan sebagian anak bangsa. Kini, pilar-pilar demokrasi,  politik, hukum serta sosial akan segera runtuh karena kian derasnya  tindak pidana korupsi yang dilakukan secara terang-benderang. Tindakan  korupsi ini, begitu kuat tertanam, sehingga untuk --jangankan  memberantasnya-- mencegah pun akan kesulitan dilakukan oleh siapa pun,  apalagi kalau kita hanya berpangku tangan dan cuma mengandalkan  tangan-tangan pemerintahan.&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Lantas, alat penakut semacam apa yang bisa membuat para koruptor jera?  Rasanya akan sulit menemukan alat paling tepat untuk mengembalikan para  koruptor ke jalan yang benar. Sebab, sedari awal Baginda Rasul sudah  mewanti-wanti umatnya soal bahaya korupsi bagi tegaknya pilar-pilar  kehidupan. Dari &lt;em&gt;saking&lt;/em&gt; bahayanya, Rasulullah mengancam para  koruptor --salah satu bentuk tindakannya adalah menyuap dan menerima  suap-- ini dengan jilatan api neraka. &lt;em&gt;Ar-Roosyi Wal Murtasyii Finnaar&lt;/em&gt;; pemberi suap dan penerima suap sama-sama di neraka. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Kalau neraka saja, bukan alat penakut buat mereka, lantas alat apa yang  pantas kita siapkan? Rasanya sulit menemukan jalan paling tepat kecuali  kita berharap lahirnya kecerdasan spiritual bagi bangsa tercinta kita.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Asal muasal tindakan korupsi sebenarnya berawal dari rasa iri, dengki,  dan hasad terhadap sesama manusia serta adanya rasa &lt;em&gt;hubud dunya&lt;/em&gt;  (cinta dunia). Seorang pendengki tidak akan bisa hidup tenang kalau  menyaksikan tetangganya bergelimang karunia. Hitungan detik dalam  hidupnya, hanya memikirkan tetangganya dengan hati yang mendongkol,  sementara tetangga yang menjadi objek sifat irinya dapat tidur nyenyak.  Masih bagus kalau dia berharap nikmat serupa tanpa mengusik ketenangan  tetangganya. Bila sifat dengki, iri, hasad dan &lt;em&gt;hubud dunya&lt;/em&gt;  sudah jauh merasuk ke dalam jiwa, maka harapannya cuma satu; bagaimana  caranya nikmat itu bisa hilang atau tetangganya pergi jauh dari  lingkungannya. Kalau rasa iri begitu dalam menghunjam dalam dirinya,  maka ia akan mengambil cara apa pun agar bisa memperoleh kakayaan. Maka  lahirlah tindakan suap, sogok, dan akhirnya melakukan tindak korupsi.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pantaslah kalau Al-Quran menyebut perbuatan korupsi ini sebagai &lt;em&gt;al-fasad&lt;/em&gt;  (yang merusak dan menghancurkan), yang layak dihukum dengan hukuman  yang seberat-beratnya; seperti dihukum mati, disalib, dipotong tangan  dan kakinya dengan timbal balik, atau dibuang dari negeri tempat  kediamannya, sebagaimana dikemukakan dalam al-Qur’an Surat al-Maidah  ayat 33-34:&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;إِنَّمَا جَزَاءُ  الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ  فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ  وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنفَوْا مِنْ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ  خِزْيٌ فِي الدُّنيَا وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ (المائدة33)  إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَقْدِرُوا عَلَيْهِمْ  فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (المائدة34)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&quot;Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan &lt;em&gt;(al-fasad)&lt;/em&gt;  di muka bumi, hanyalah mereka dihukum mati atau disalib, dipotong  tangan dan kakinya secara menyilang, atau dibuang dari negeri (tempat  kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka  di dunia, dan di akhirat nanti mereka memperoleh siksaan yang besar.  Kecuali orang-orang yang taubat (di antara mereka) sebelum kamu dapat  menguasai (menangkap) mereka; maka ketahuilah bahwasanya Allah Maha  Pengampun dan Maha Penyayang.&quot;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Adalah wajar dan sah-sah saja apabila setiap manusia (apa pun posisi,  jabatan, pekerjaan, dan keahliannya) mencintai harta. Ini karena ia  merupakan hal yang bersifat fitrah dan naluriah, bahkan menjadi  sunnatullah dalam kehidupan manusia, sebagaimana dinyatakan dalam  al-Qur’an Surat Ali Imron ayat 14: &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;زُيِّنَ  لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنْ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ  وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنْ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ  الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ  الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ (آل عمران14)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&quot;Dijadikan  indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini,  yaitu: wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda  pilihan (kendaraan mewah), binatang-binatang ternak, dan sawah ladang,  dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik.&quot;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Akan tetapi, hal tersebut akan menjadi sangat berbahaya bagi kehidupan manusia, apabila berubah menjadi &lt;em&gt;hubbud dunya&lt;/em&gt;  (kecintaan yang berlebih-lebihan kepada harta dunia), yang menjadikan  dunia sebagai tujuan akhir dan menghalalkan segala macam cara untuk  mendapatkannya. Rasulullah SAW menyebutkan &lt;em&gt;hubbud dunya&lt;/em&gt; itu  sebagai fitnah terbesar bagi umatnya, sebagaimana dinyatakan dalam  sebuah hadits riwayat Imam Muslim, Beliau bersabda: &quot;Setiap umat  memiliki fitnah dan ujian, dan fitnah terbesar bagi umatku adalah harta  dunia.&quot;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jika tidak dikendalikan dengan keimanan yang kuat, &lt;em&gt;hubbud dunya&lt;/em&gt;  ini akan selalu menimpa pada setiap orang, karena memang dunia itu  adalah sesuatu yang indah, lezat, dan menggiurkan. Dalam hadits lain  riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda pula: &quot;Sesungguhnya harta  dunia ini adalah ibarat tanaman yang hijau (yang sangat menarik) dan  terasa manis. Harta dunia akan menjadi sebaik-baiknya sahabat bagi  kehidupan seorang Muslim, jika mendapatkannya dengan cara yang benar dan  memanfaatkannya dengan cara yang benar pula, seperti untuk menegakkan  agama Allah, menolong dan membantu anak-anak yatim, orang-orang miskin  dan ibnu sabil (orang yang kehabisan bekal dalam perjalanannya). Dan  barangsiapa yang mendapatkannya dengan cara yang tidak benar, maka  ibarat orang yang makan tetapi tidak pernah merasa kenyang, dan kelak  akan menjadi saksi pada hari kiamat (yang memberatkan).&quot;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Banyaknya kalangan yang jatuh dan bertekuk lutut pada pelukan &lt;em&gt;hubbud dunya&lt;/em&gt;,  di samping karena indah, manis, dan lezatnya, juga karena ada anggapan  bahwa fitnah dan ujian itu hanyalah dengan sesuatu yang dianggap  menyakitkan, seperti kelaparan, kemiskinan, kekurangan dan menderita  sakit. Sedangkan, pangkat, jabatan, kedudukan harta, ilmu pengetahuan,  kesehatan, dan popularitas bukan dianggap ujian dan cobaan, tetapi  adalah semata-mata kenikmatan dan karunia. Oleh karena itu banyak orang  yang tidak hati-hati ketika mendapatkannya, bahkan cenderung lupa  daratan. Padahal Allah SWT sudah mengingatkan hal ini dengan firman-Nya  pada al-Qur’an Surat Al-Anbiya ayat 35: &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ (الأنبياء35)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&quot;Tiap-tiap  yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan  keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya  kepada Kamilah kamu dikembalikan.&quot;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Ketika mengomentari ayat tersebut (QS Al Anbiya: 35), Sayyid Quthb  dalam Tafsir Fi Dzilalil Qur&#39;an, menyatakan adalah tidak perlu  penjelasan yang rinci jika fitnah dan ujian dalam bentuk hal-hal yang  menyakitkan, karena hampir setiap orang pasti memahami dan menyadarinya.  Tetapi, terhadap bentuk ujian dengan hal-hal yang dianggap baik dan  menyenangkan perlu terus menerus dikumandangkan dan disosialisasikan,  karena banyak orang yang tidak menyadarinya. Banyak orang yang &lt;em&gt;kufrun ni&#39;mah&lt;/em&gt;  (tidak memanfaatkan anugerah Allah untuk kemaslahatan bersama) dan  kemudian memanfaatkannya untuk kepentingan diri sendiri. Akibatnya,  orang tersebut menderita selama-lamanya (di dunia maupun di akhirat),  walaupun pada mulanya seolah-olah mendapatkan kesuksesan dan  kebahagiaan.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kapankah sifat iri, dengki, hasad, &lt;em&gt;hubud dunya&lt;/em&gt;  mengantarkan seseorang kepada tindakan durjana ini? Kalau rasa malu  sudah merasa malu tinggal dalam diri seseorang yang memiliki sifat-sifat  rendah tersebut. Ia sudah tidak mamiliki rasa malu untuk berbuat apa  saja asal harapannya tercapai. Kalau rasa malu sudah hilang tak tersisa,  maka semua jalan yang telah disyariatkan agama pun akan ia langgar.  Hatinya tak akan pernah luluh meski berpanjang-pancang tiang firman  Allah dihunjamkan ke hatinya. Kalau rasa malu sudah hilang tandas, maka  Tuhan juga akan dengan cepat ia tanggalkan. Semua kisi-kisi hatinya  dipenuhi kegandrungan terhadap dunia, harta didapat dengan cara-cara  yang tidak halal. Ia berani menentang Tuhan, seakan-akan Dia tidak  pernah ada. Jangan merasa malu terhadap Tuhan, Dzat yang dia tak mampu  mencerna kehadiran-Nya, terhadap keluarganya pun ia tak akan sanggup  mengundang rasa malu bertengger di hatinya.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Di sinilah, ketika alat penakut sudah sulit kita temukan, mendatangkan  rasa malu menjadi sebuah awal yang bagus untuk menghindarkan seseorang  dari tindak pidana korupsi. &lt;em&gt;Al-Hayaa-u Minal Iman&lt;/em&gt;; (Malu sebagian dari iman). Bagaimana konsep malu menurut versi Rasulullah? &lt;em&gt;&quot;Orang  yang ingin malu dengan sebenar-benarnya di hadapan Allah SWT, hendaklah  menjaga pikiran dan hatinya. Hendaklah ia menjaga perutnya dan apa yang  dimakannya. Hendaklah ia mengingat mati dan fitnah kubur.&quot;&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Para cerdik pandai selalu mengingatkan kita untuk mampu menjaga rasa  malu agar tetap hidup dalam hati kita dengan cara selalu berlapang dada  untuk berteman dengan orang yang terbiasa dipermalukan. Seorang sufi  besar, Yahya Bin Mu&#39;adz pernah menyitir rasa malu ini dengan begitu  indahnya. Katanya, &lt;em&gt;&quot;Bagi manusia yang malu di hadapan Allah SWT ketika taat, maka Allah akan malu ketika ia berbuat dosa.&quot;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Mengundang rasa malu yang sudah terlanjur jauh meninggalkan kita,  memang tidaklah mudah. Betapa dahsyatnya rasa malu ini, sampai-sampai  Tuhan Yang Maha Perkasa sekalipun memiliki sifat tersebut. Menurut Muadz  Bin Jabal ra, sebuah Hadits Qudsi meriwayatkan soal rasa malu Tuhan  ini. &lt;em&gt;&quot;Hamba-Ku telah berlaku tidak adil terhadap diri-Ku. Ia meminta  kepada-Ku, tetapi Aku malu untuk tidak mengabulkan keinginannya.  Padahal ia tidak pernah malu bermaksiat kepada-Ku.&quot;&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Sifat malu sesungguhnya merupakan kunci paling fundamental untuk  menakar tingkat kedekatan seorang hamba kepada Tuhannya. Bila seseorang  sudah tidak punya rasa malu, maka ia akan berbuat apa saja. Serba tegas  untuk menindas, serba sampai hati memeras bawahannya, serba mungkin  memindahkan angka-angka kemiskinan menjadi lembar-lembar dolar ke dalam  rekening pribadi.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tak adakah  rasa malu kepada Allah SWT saat kita sodorkan lembaran-lembaran mata  uang kepada istri kita untuk dibelikan bahan makanan, tetapi uang  tersebut hasil memeras atau hasil korupsi yang akan segera menjadi darah  daging dalam tubuh anak-anak kita? Masihkah tersisa rasa malu terhadap  Allah SWT ketika makanan sudah tersaji, tetapi itu jelas-jelas hak orang  lain? Di tengah-tengah kita, rasa malu tak tersisa lagi. Kalau masih  sadar, malu rasanya kita mengundang kembali rasa malu untuk secara suka  rela bersemayam dalam hati kita karena ia terlanjur malu menghuni rumah  yang menolak kehadiran rasa malu. &lt;em&gt;&quot;Allah malu menyerahkan Buku Induk Akhirat kepada hamba-Nya secara berhadap-hadapan karena isinya cuma daftar dosa-dosa,&quot;&lt;/em&gt; kata Imam al-Qusyairy an-Naishabury dalam bukunya &lt;em&gt;Ar-Risalah al-Qusyairiyah&lt;/em&gt; mengutip sebuah Hadits Qudsi.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Apa keuntungan yang bakal kita dapat kalau kita meneguhkan rasa malu?  Abu Sulaiman Ad-Darany berkata, &quot;Allah SWT berfirman: Wahai hamba-Ku,  selama engkau malu di hadapan-Ku, Aku akan membuat manusia lupa  kekuranganmu. Aku akan membuat muka bumi lupa akan dosa-dosamu. Aku akan  menghapuskan dosa-dosamu dari Buku Catatan Induk dan Aku tidak akan  meneliti amalanmu pada Hari Kebangkitan.&quot; Para koruptor adalah saudara  kita juga. Mari kita ingatkan mereka bahwa Tuhan Maha Melihat.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;http://www.freewebs.com/arabindo/isi.htm&quot; height=500 scrolling=auto width=530&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/8807006724713630354/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/menumpuk-rasa-malu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/8807006724713630354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/8807006724713630354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/menumpuk-rasa-malu.html' title='Menumpuk Rasa Malu'/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963.post-7714520259081859497</id><published>2011-06-26T22:30:00.001-07:00</published><updated>2011-06-26T22:30:10.072-07:00</updated><title type='text'>Keutamaan Istighfar dan Tata Caranya</title><content type='html'>Manusia adalah makhluk yang lemah, adakalanya ia sering&lt;br /&gt;
berbuat khilaf dan dosa tanpa disadarinya,namun sebaik baiknya orang&lt;br /&gt;
yang berbuat dosa adalah yang selalu memohon ampunan atas segala&lt;br /&gt;
dosa yang ia lakukan.Istighfar merupakan salah satu jalan tuk&lt;br /&gt;
memohon ampunan_NYA. Istighfar mempunyai kedudukan yang tinggi&lt;br /&gt;
dalam diri seorang hamba, bahkan allah memadukannya dengan iman&lt;br /&gt;
ketika berbicara tentang kaum kuffar Mekah Al-Kahf 55:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَمَا مَنَعَ النَّاسَ أَنْ يُؤْمِنُوا إِذْ جَاءَهُمْ الْهُدَى وَيَسْتَغْفِرُوا&lt;br /&gt;
رَبَّهُمْ إِلَّا أَنْ تَأْتِيَهُمْ&lt;br /&gt;
سُنَّةُ الْأَوَّلِينَ أَوْ يَأْتِيَهُمْ الْعَذَابُ قُبُلًا (الكهف55َ(&lt;br /&gt;
&quot;Dan tidak ada sesuatupun yang menghalangi manusia dari beriman,&lt;br /&gt;
ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan dari memohon ampun&lt;br /&gt;
kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah&lt;br /&gt;
yang telah berlalu pada) umat-umat yang dahulu atau datangnya azab&lt;br /&gt;
atas mereka dengan nyata&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MAKNA ISTIGHFAR&lt;br /&gt;
Istighfar dalam pengertian bahasa adalah memohon ampunan&lt;br /&gt;
atas segala dosa yang dilakukan oleh seorang hamba dengan upaya&lt;br /&gt;
untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.Hal ini dapat dilakukan&lt;br /&gt;
baik dengan perkataan maupun perbuatan, beberapa ulama mengungkapkan&lt;br /&gt;
istighfar berasal dari kata &quot;alghafar&quot; yang berarti &quot;as-&lt;br /&gt;
satr /menutup&quot; untuk itu dinamakan istighfar karena mengandung ma&#39;na&lt;br /&gt;
menutupi sebagaimana firman Allah :&lt;br /&gt;
وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ&lt;br /&gt;
(التغابن14)&lt;br /&gt;
&quot;Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni&lt;br /&gt;
(mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&quot;&lt;br /&gt;
At-taghabun 14.&lt;br /&gt;
Sedangkan dalam alqur&#39;an istighfar mempunyai beberapa pengertian&lt;br /&gt;
diantaranya:&lt;br /&gt;
1. Al-Islam: Para Ahli Tafsir seperti Mujahid dan `Akramah&lt;br /&gt;
mengartikannya demikian berdasarkan pada ayat yang berbunyi:&lt;br /&gt;
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ&lt;br /&gt;
مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ&lt;br /&gt;
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada&lt;br /&gt;
di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka,&lt;br /&gt;
sedang mereka meminta ampun&quot; Al-Anfal 33.&lt;br /&gt;
2. Doa: Ulama yang lain mengartikannya dengan do&#39;a, setiap do&#39;a&lt;br /&gt;
yang berisikan permohonan ampunan disebut istigfar,antara do&#39;a dan&lt;br /&gt;
istighfar mempunyai kekhususan dan keumuman, Istighfar menjadi&lt;br /&gt;
khusus jika dilakukan dengan perbuatan (al-istighfar bil a&#39;maal)&lt;br /&gt;
sebagaimana do&#39;a menjadi khusus jika berisikan bukan permohonan&lt;br /&gt;
ampunan.&lt;br /&gt;
3. Taubat: Banyak diantara kita mengartikan Istighfar dengan&lt;br /&gt;
taubat,sperti diatas keduanya mempunyai kekhususan dan&lt;br /&gt;
keumuman.Istighfar : Memohon ampunan dan perlindungan dari perbuatan&lt;br /&gt;
dosa dimasa lampau. Taubat : Kembali dan memohan perlidungan dari&lt;br /&gt;
perbuatan dosa yang sama dimasa yang akan datang.Ibnul Qoyyim&lt;br /&gt;
berpendapat Istighfar dua bagian, Istighfar mufrad dan Istighfar&lt;br /&gt;
yang diiringi dangan Taubat(maqrun). Pertama seperti ungkapan Nabi&lt;br /&gt;
Nuh terhadap kaumnya,&lt;br /&gt;
َفقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (نوح10 )&lt;br /&gt;
maka aku katakan kepada mereka: &#39;Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -&lt;br /&gt;
sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun&quot;, Nuh:10. Yang kedua seperti&lt;br /&gt;
firman Allah:&lt;br /&gt;
&quot; وَأَنْ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا&lt;br /&gt;
حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى&lt;br /&gt;
وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ&lt;br /&gt;
عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ&lt;br /&gt;
&quot;Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat&lt;br /&gt;
kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan&lt;br /&gt;
memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada&lt;br /&gt;
waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap&lt;br /&gt;
orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu&lt;br /&gt;
berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari&lt;br /&gt;
kiamat&quot;, Hud: 3.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
HUKUM ISTIGHFAR&lt;br /&gt;
Istighfar merupakan suatu ibadah yang mulia dan salah satu&lt;br /&gt;
cara untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt,baik hal tersebut untuk&lt;br /&gt;
dirinya sendiri maupun untuk orang lain.Bagaimakah kedudukan hukum&lt;br /&gt;
Istighfar itu sendiri?&lt;br /&gt;
1. Mandub. Hukum istighfar pada asalnya adalah mandub/sunnah,&lt;br /&gt;
berdasarkan dalil al-Qur&#39;an dalam surat Al-Muzammil 20.&lt;br /&gt;
وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ&lt;br /&gt;
&quot;Dalam ayat tersebut terkandung makna mandub/sunnah,karena seseorang&lt;br /&gt;
beristighfar bukan hanya karena ia melakukan maksiat/dosa,namun bisa&lt;br /&gt;
jadi beristighfar untuk dirinya sendiri,kedua orangtuanya,anak-&lt;br /&gt;
anaknya ataupun untuk kaum muslimin baik yang sudah meninggal maupun&lt;br /&gt;
yang masih hidup.&quot;&lt;br /&gt;
2. Wajib. Istighfar yang dilakuan setelah berbuat dosa,seorang&lt;br /&gt;
hamba diwajibkan untuk segera beristighfar jika ia berbuat hal yang&lt;br /&gt;
dilarang oleh Allah Swt.&lt;br /&gt;
3. Makruh, Seperti beristighfar dibelakang jenazah,karena&lt;br /&gt;
memang tidak ada sanadnya dan Rasulullah tidak menganjurkannya,Yang&lt;br /&gt;
dianjurkannya adalah beristighfar bagi mayit ketika sholat jenazah&lt;br /&gt;
dan setelah pemakamannya.&lt;br /&gt;
4. Haram, Seperti beristighfar untuk orang kafir, Istighfar&lt;br /&gt;
bagi mereka tidak ada manfaatnya sama sekali,disebabkan oleh&lt;br /&gt;
kekufuran dan kefasikannya,walaupun ia saudara dekat kita,&lt;br /&gt;
berdasarkan dalil dalam alqur&#39;an yang berbunyi:&lt;br /&gt;
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ&lt;br /&gt;
وَلَوْ كَانُوا أُوْلِي قُرْبَى&lt;br /&gt;
مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ (التوبة113)&lt;br /&gt;
وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ&lt;br /&gt;
إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا&lt;br /&gt;
تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ&lt;br /&gt;
مِنْهُ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَأَوَّاهٌ حَلِيمٌ (التوبة114) &quot;&lt;br /&gt;
&quot;Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman&lt;br /&gt;
memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun&lt;br /&gt;
orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas&lt;br /&gt;
bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni&lt;br /&gt;
neraka jahanam. Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah)&lt;br /&gt;
untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah&lt;br /&gt;
diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim&lt;br /&gt;
bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri&lt;br /&gt;
dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut&lt;br /&gt;
hatinya lagi penyantun&quot;.At-Taubah 113-114 dan juga dalil lain yang&lt;br /&gt;
berbunyi:&lt;br /&gt;
سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَاسْتَغْفَرْتَ لَهُمْ أَمْ لَمْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ لَنْ&lt;br /&gt;
يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ&lt;br /&gt;
لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ (المنافقون6)&lt;br /&gt;
&quot;Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu&lt;br /&gt;
mintakan ampunan bagi mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi&lt;br /&gt;
petunjuk kepada orang-orang yang fasik&quot;. al-Munaafiqun 6.&lt;br /&gt;
Istighfar merupakan amalan yang mulia dan senantiasa dilakukan oleh&lt;br /&gt;
para rasul dan waliyullah,berikut beberapa kemulian istighfar :&lt;br /&gt;
1. Pujian Allah terhadap Al-Mustaghfirin (mereka yg selalu&lt;br /&gt;
beristighfar), Allah Swt memuji mereka sebagaimana termaktub dalam&lt;br /&gt;
firmannya:&lt;br /&gt;
الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ&lt;br /&gt;
وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ (آل عمران&lt;br /&gt;
17)&lt;br /&gt;
(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang&lt;br /&gt;
menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di&lt;br /&gt;
waktu sahur&quot;Ali-`Imron 17, dan&lt;br /&gt;
وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (الذاريات18)&lt;br /&gt;
&quot;Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar&quot;Adz&lt;br /&gt;
Dzariyaat 18. &quot;Ashar&quot; adalah bentuk plural &quot;Sahr&quot; yang berarti&lt;br /&gt;
sepertiga malam,waktu ini dikhususkan dengan istighfar, karena&lt;br /&gt;
berdo&#39;a diwaktu tersebut amat sangat mustajab.&lt;br /&gt;
2. Nabi Muhammad Saw selalu melakukannya, Sebagaimana yang&lt;br /&gt;
kita ketahui dari sirahnya Rasulullah selalu melakukan perbuatan&lt;br /&gt;
yang terbaik(afdhal) sekaligus juga selalu mudawamah (kontinuitas)&lt;br /&gt;
dalam mengerjakannya, Istighfar salah satu amalan yang selalu&lt;br /&gt;
dilakukan oleh Rasullullah, Dalam hadist Rasullullah bersabda: Demi&lt;br /&gt;
Allah Aku beristighfar dan bertaubat kepada-NYA seratus kali dalam&lt;br /&gt;
sehari. HR. Bukhari. Jika Rasullulah Saw yang ma&#39;shum dan dosanya&lt;br /&gt;
sudah diampuni baik dimasa lalu maupun di masa akan datang selalu&lt;br /&gt;
beristighfar seratus kali dalam sehari, bagaimana dengan kita….?&lt;br /&gt;
3. Istighfar merupakan syiar para Anbiyaullah,tidak ada&lt;br /&gt;
seorang nabipun yang tidak beristighfar dan selalu mengajak umatnya&lt;br /&gt;
untuk beristighfar, Nabi Adam As dan Siti Hawa beristighfar atas&lt;br /&gt;
dosa yang telah mereka perbuat, Firman Allah Surat Al-`Araf 23:&lt;br /&gt;
Keduanya berkata:&lt;br /&gt;
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا&lt;br /&gt;
لَنَكُونَنَّ مِنْ الْخَاسِرِينَ&lt;br /&gt;
(الأعراف23)&lt;br /&gt;
&quot;Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika&lt;br /&gt;
Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya&lt;br /&gt;
pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi&quot;.&lt;br /&gt;
4. Istighfar merupakan asas ubudiyah,Ketika seorang hamba&lt;br /&gt;
beristighfar ia akan merasakan betapa hina dan rendah dirinya, akan&lt;br /&gt;
selalu merasakan bahwasanya ia tidaklah ada apa-apanya disbanding&lt;br /&gt;
Sang Khalik dan amat sangat membutuhkan-NYA dalam mengarungi bahtera&lt;br /&gt;
kehidupan. Maka dianjurkan dalam beristighfar untuk merendahkan&lt;br /&gt;
diri, ikhlas kepada-NYA dan tentunya istighfar tersebut tidak hanya&lt;br /&gt;
sekedar terucap dengan bibir saja namun hatipun harus digerakkan.&lt;br /&gt;
5. Dalam Istighfar ada maslahah yang tidak diketahui oleh&lt;br /&gt;
seorang hamba,para ulama salaf berkata, dosa seorang hamba bisa&lt;br /&gt;
membawanya kesurga,dan amal seorang hamba bisa membawanya ke neraka,&lt;br /&gt;
mereka berkata: Bagaimana hal ini bisa terjadi?ketika seorang hamba&lt;br /&gt;
berbuat dosa,setiapkali mengingatnya ia menangis,menyesal dan&lt;br /&gt;
akhirnya bertobat dan beristighfar,tunduk kepada-NYA berusaha&lt;br /&gt;
melakukan perbuatan baik tanpa mengulangi lagi dosa tersebut,maka ia&lt;br /&gt;
akan mendapatkan rahmat-NYA dan masuk surga,sebaliknya ketika ia&lt;br /&gt;
berbuat baik,kemudian riya&#39;,sombong,ta&#39;jub atas pujian orang&lt;br /&gt;
kepadanya,maka ia akan mendapat kemurkaan Allah dan akhirnya masuk&lt;br /&gt;
neraka. Tanda-tanda kebahagian adlah menjadikan perbuatan baik&lt;br /&gt;
berada dibelkang punggungya dan perbuatan dosa didepan pelupuk mata&lt;br /&gt;
sebaliknya tanda-tanda kesengsaraan adalah menjadikan perbuatan baik&lt;br /&gt;
dipelupuk mata dan kejelekannya dibelakang punggungnya. Alangkah&lt;br /&gt;
beruntungnya seseorang yang sibuk dengan aibnya sendiri dan&lt;br /&gt;
memperbaikinya serta melupakan aib orang lain&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BENTUK ISTIGHFAR&lt;br /&gt;
Istighfar mempunyai beberapa shighah/bentuk,setiap shighah&lt;br /&gt;
yang dipakai akan mendapatkan pahala,shighah tersebut diantaranya&lt;br /&gt;
adalah:&lt;br /&gt;
1. اللهم أنت ربي لاإله إلا أنت خلقتني, وأنا عبدك,وأنا علي عهدك&lt;br /&gt;
ووعدك مااستطعت, أعوذبك من شر ماصنعت,أبوء بنعمتك علي, وأبوء&lt;br /&gt;
بذنبي,فاغفرلي, فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت&lt;br /&gt;
2. أستغفرالله الذي لاإله إلا هو وأتوب إليه&lt;br /&gt;
3. رب اغفرلي وتب علي إنك أنت التواب الرحيم&lt;br /&gt;
4. سبحان الله و بحمده و أتوب إليه&lt;br /&gt;
5. أستغفرالله, أستغفرالله&lt;br /&gt;
6. اللهم اغفرلي&lt;br /&gt;
7. غفرانك,غفرانك&lt;br /&gt;
8. أستغفرالله الذي لاإله إلاهو الحي القيوم, وأتوب إليه&lt;br /&gt;
Jika diperuntukkan untuk orang lain :&lt;br /&gt;
9. رب اغفرلي ولوالدي, ربنااغفرلنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان&lt;br /&gt;
ولا تجعل في قلوبناغلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيم&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
FAEDAH ISTIGHFAR&lt;br /&gt;
Istighfar mempunyai banyak faedah baik didunia maupun&lt;br /&gt;
diakahirat,faedah tersebut ada yang memanag langsung kita rasakan&lt;br /&gt;
dan ada juga yang diakhirkan oleh Allah SWT sampai hari kiamat,&lt;br /&gt;
diantaranya:&lt;br /&gt;
1. Menghapus dosa,Istighfar menghapus dosa sebagimana api&lt;br /&gt;
membakar kayu baker,yang dimaksud disini adalah istighfar dalam&lt;br /&gt;
artian taubat.Allah berfirman: &quot;Dan barangsiapa yang mengerjakan&lt;br /&gt;
kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada&lt;br /&gt;
Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha&lt;br /&gt;
Penyayang&quot;An-Nisa 110&lt;br /&gt;
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرْ اللَّهَ يَجِدْ&lt;br /&gt;
اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا&lt;br /&gt;
(النساء110)&lt;br /&gt;
Dalam hadist qudsi allah berfirman : &quot;Wahai Hamba-hamba-&lt;br /&gt;
KU,Sesungguhnya kalian selalu berbuat dosa mala dan siang , dan AKU&lt;br /&gt;
mengampuni semuanya,jika kalian mohon ampunan kepada-KU,Aku akan&lt;br /&gt;
mengampuni&quot;&lt;br /&gt;
2. Akan mendapatkan rasa aman dari azab baik secar khusus&lt;br /&gt;
maupun umum,Istighfar mengangkat azab bagi umat baik individu maupun&lt;br /&gt;
kolektif,yang disebakan oleh dosa yang dilakukan,jika beristighfar&lt;br /&gt;
dan beriman, Allah akan mengnampuninya, sesuai firman Allah SWT:&lt;br /&gt;
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ&lt;br /&gt;
مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ&lt;br /&gt;
(الأنفال33)&lt;br /&gt;
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada&lt;br /&gt;
di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka,&lt;br /&gt;
sedang mereka meminta ampun &quot;, al-Anfal:33&lt;br /&gt;
3. Kenikmatan yang baik, Allah akan memberikan kehidupan yang&lt;br /&gt;
lebih baik bagi mereka yang selalu beristighfar,mereka mendapatkan&lt;br /&gt;
rasa aman, damai dan ketenangan jiwa,Allah berfirman:&lt;br /&gt;
وَأَنْ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا&lt;br /&gt;
حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ&lt;br /&gt;
كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ&lt;br /&gt;
يَوْمٍ كَبِيرٍ (هود3)&lt;br /&gt;
&quot;Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat&lt;br /&gt;
kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan&lt;br /&gt;
memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada&lt;br /&gt;
waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap&lt;br /&gt;
orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu&lt;br /&gt;
berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari&lt;br /&gt;
kiamat&quot;. Huud:3&lt;br /&gt;
4. Istighfar sebab turunnya hujan,salah satu sebab turunnya&lt;br /&gt;
hujan adalah banyaknya kita beristighfar, Allah berfirman:&lt;br /&gt;
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (نوح10) يُرْسِلْ&lt;br /&gt;
السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا&lt;br /&gt;
(نوح11)&lt;br /&gt;
maka aku katakan kepada mereka: &#39;Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -&lt;br /&gt;
sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan&lt;br /&gt;
hujan kepadamu dengan lebat&quot;, Nuh:10-11&lt;br /&gt;
5. Istighfar sebab bertambahnya kekuatan,Istighfar mampu&lt;br /&gt;
menyuntikkan kekuatan bagi jasmani dan rohani,dan dengannya mampu&lt;br /&gt;
menanggung beban,Allah berfirman:&lt;br /&gt;
وَيَاقَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلْ السَّمَاءَ&lt;br /&gt;
عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ&lt;br /&gt;
قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ (هود52)&lt;br /&gt;
Dan (dia berkata): &quot;Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu&lt;br /&gt;
bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat&lt;br /&gt;
deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu,&lt;br /&gt;
dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.&quot; Hud :52&lt;br /&gt;
6. Menghilangkan kesusahan dan memudahkan rezeki,dengan&lt;br /&gt;
istighfar segala keluh kesah akan sirna dan rezeki akan datang&lt;br /&gt;
secara tak terduga,sebagaimana Sabda Rasulullah: Barang siapa yang&lt;br /&gt;
selalu beristighfar,maka Allah akan menjadikan keluhkesah&lt;br /&gt;
kegembiaran,kesempitan menjadi keleluasaan HR.Ahmad &amp;amp; Abu Daud.&lt;br /&gt;
Banyak faedah yang didapatkan dari istighfar, tentunya semakin&lt;br /&gt;
sering kita beristighfar semakin dekat kita kepada Sang Khalik,hal&lt;br /&gt;
tersebut hendaknya dilakukan secara mudawamah terus menerus tanpa&lt;br /&gt;
henti.Sesungguhnya kita adalah makhluk yang lemah kita membutuhkan&lt;br /&gt;
istighfar sebagaimana makan dan minum.Istighfar melepaskan hamba&lt;br /&gt;
dari perbuatan yang makruh menjadi mahbub (yang dicintai),yang&lt;br /&gt;
kurang menjadi lebih sempurna,mengangkatnya ke derajat yang lebih&lt;br /&gt;
tinggi/sempurna. Wallahu a&#39;lam&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;http://www.freewebs.com/arabindo/isi.htm&quot; height=500 scrolling=auto width=530&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/7714520259081859497/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/keutamaan-istighfar-dan-tata-caranya_26.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/7714520259081859497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/7714520259081859497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/keutamaan-istighfar-dan-tata-caranya_26.html' title='Keutamaan Istighfar dan Tata Caranya'/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963.post-2114130127583950692</id><published>2011-06-26T22:29:00.003-07:00</published><updated>2011-06-26T22:29:29.772-07:00</updated><title type='text'>Keutamaan Istighfar dan Tata Caranya</title><content type='html'>Manusia adalah makhluk yang lemah, adakalanya ia sering&lt;br /&gt;
berbuat khilaf dan dosa tanpa disadarinya,namun sebaik baiknya orang&lt;br /&gt;
yang berbuat dosa adalah yang selalu memohon ampunan atas segala&lt;br /&gt;
dosa yang ia lakukan.Istighfar merupakan salah satu jalan tuk&lt;br /&gt;
memohon ampunan_NYA. Istighfar mempunyai kedudukan yang tinggi&lt;br /&gt;
dalam diri seorang hamba, bahkan allah memadukannya dengan iman&lt;br /&gt;
ketika berbicara tentang kaum kuffar Mekah Al-Kahf 55:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَمَا مَنَعَ النَّاسَ أَنْ يُؤْمِنُوا إِذْ جَاءَهُمْ الْهُدَى وَيَسْتَغْفِرُوا&lt;br /&gt;
رَبَّهُمْ إِلَّا أَنْ تَأْتِيَهُمْ&lt;br /&gt;
سُنَّةُ الْأَوَّلِينَ أَوْ يَأْتِيَهُمْ الْعَذَابُ قُبُلًا (الكهف55َ(&lt;br /&gt;
&quot;Dan tidak ada sesuatupun yang menghalangi manusia dari beriman,&lt;br /&gt;
ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan dari memohon ampun&lt;br /&gt;
kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah&lt;br /&gt;
yang telah berlalu pada) umat-umat yang dahulu atau datangnya azab&lt;br /&gt;
atas mereka dengan nyata&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MAKNA ISTIGHFAR&lt;br /&gt;
Istighfar dalam pengertian bahasa adalah memohon ampunan&lt;br /&gt;
atas segala dosa yang dilakukan oleh seorang hamba dengan upaya&lt;br /&gt;
untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.Hal ini dapat dilakukan&lt;br /&gt;
baik dengan perkataan maupun perbuatan, beberapa ulama mengungkapkan&lt;br /&gt;
istighfar berasal dari kata &quot;alghafar&quot; yang berarti &quot;as-&lt;br /&gt;
satr /menutup&quot; untuk itu dinamakan istighfar karena mengandung ma&#39;na&lt;br /&gt;
menutupi sebagaimana firman Allah :&lt;br /&gt;
وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ&lt;br /&gt;
(التغابن14)&lt;br /&gt;
&quot;Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni&lt;br /&gt;
(mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&quot;&lt;br /&gt;
At-taghabun 14.&lt;br /&gt;
Sedangkan dalam alqur&#39;an istighfar mempunyai beberapa pengertian&lt;br /&gt;
diantaranya:&lt;br /&gt;
1. Al-Islam: Para Ahli Tafsir seperti Mujahid dan `Akramah&lt;br /&gt;
mengartikannya demikian berdasarkan pada ayat yang berbunyi:&lt;br /&gt;
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ&lt;br /&gt;
مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ&lt;br /&gt;
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada&lt;br /&gt;
di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka,&lt;br /&gt;
sedang mereka meminta ampun&quot; Al-Anfal 33.&lt;br /&gt;
2. Doa: Ulama yang lain mengartikannya dengan do&#39;a, setiap do&#39;a&lt;br /&gt;
yang berisikan permohonan ampunan disebut istigfar,antara do&#39;a dan&lt;br /&gt;
istighfar mempunyai kekhususan dan keumuman, Istighfar menjadi&lt;br /&gt;
khusus jika dilakukan dengan perbuatan (al-istighfar bil a&#39;maal)&lt;br /&gt;
sebagaimana do&#39;a menjadi khusus jika berisikan bukan permohonan&lt;br /&gt;
ampunan.&lt;br /&gt;
3. Taubat: Banyak diantara kita mengartikan Istighfar dengan&lt;br /&gt;
taubat,sperti diatas keduanya mempunyai kekhususan dan&lt;br /&gt;
keumuman.Istighfar : Memohon ampunan dan perlindungan dari perbuatan&lt;br /&gt;
dosa dimasa lampau. Taubat : Kembali dan memohan perlidungan dari&lt;br /&gt;
perbuatan dosa yang sama dimasa yang akan datang.Ibnul Qoyyim&lt;br /&gt;
berpendapat Istighfar dua bagian, Istighfar mufrad dan Istighfar&lt;br /&gt;
yang diiringi dangan Taubat(maqrun). Pertama seperti ungkapan Nabi&lt;br /&gt;
Nuh terhadap kaumnya,&lt;br /&gt;
َفقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (نوح10 )&lt;br /&gt;
maka aku katakan kepada mereka: &#39;Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -&lt;br /&gt;
sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun&quot;, Nuh:10. Yang kedua seperti&lt;br /&gt;
firman Allah:&lt;br /&gt;
&quot; وَأَنْ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا&lt;br /&gt;
حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى&lt;br /&gt;
وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ&lt;br /&gt;
عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ&lt;br /&gt;
&quot;Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat&lt;br /&gt;
kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan&lt;br /&gt;
memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada&lt;br /&gt;
waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap&lt;br /&gt;
orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu&lt;br /&gt;
berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari&lt;br /&gt;
kiamat&quot;, Hud: 3.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
HUKUM ISTIGHFAR&lt;br /&gt;
Istighfar merupakan suatu ibadah yang mulia dan salah satu&lt;br /&gt;
cara untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt,baik hal tersebut untuk&lt;br /&gt;
dirinya sendiri maupun untuk orang lain.Bagaimakah kedudukan hukum&lt;br /&gt;
Istighfar itu sendiri?&lt;br /&gt;
1. Mandub. Hukum istighfar pada asalnya adalah mandub/sunnah,&lt;br /&gt;
berdasarkan dalil al-Qur&#39;an dalam surat Al-Muzammil 20.&lt;br /&gt;
وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ&lt;br /&gt;
&quot;Dalam ayat tersebut terkandung makna mandub/sunnah,karena seseorang&lt;br /&gt;
beristighfar bukan hanya karena ia melakukan maksiat/dosa,namun bisa&lt;br /&gt;
jadi beristighfar untuk dirinya sendiri,kedua orangtuanya,anak-&lt;br /&gt;
anaknya ataupun untuk kaum muslimin baik yang sudah meninggal maupun&lt;br /&gt;
yang masih hidup.&quot;&lt;br /&gt;
2. Wajib. Istighfar yang dilakuan setelah berbuat dosa,seorang&lt;br /&gt;
hamba diwajibkan untuk segera beristighfar jika ia berbuat hal yang&lt;br /&gt;
dilarang oleh Allah Swt.&lt;br /&gt;
3. Makruh, Seperti beristighfar dibelakang jenazah,karena&lt;br /&gt;
memang tidak ada sanadnya dan Rasulullah tidak menganjurkannya,Yang&lt;br /&gt;
dianjurkannya adalah beristighfar bagi mayit ketika sholat jenazah&lt;br /&gt;
dan setelah pemakamannya.&lt;br /&gt;
4. Haram, Seperti beristighfar untuk orang kafir, Istighfar&lt;br /&gt;
bagi mereka tidak ada manfaatnya sama sekali,disebabkan oleh&lt;br /&gt;
kekufuran dan kefasikannya,walaupun ia saudara dekat kita,&lt;br /&gt;
berdasarkan dalil dalam alqur&#39;an yang berbunyi:&lt;br /&gt;
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ&lt;br /&gt;
وَلَوْ كَانُوا أُوْلِي قُرْبَى&lt;br /&gt;
مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ (التوبة113)&lt;br /&gt;
وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ&lt;br /&gt;
إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا&lt;br /&gt;
تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ&lt;br /&gt;
مِنْهُ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَأَوَّاهٌ حَلِيمٌ (التوبة114) &quot;&lt;br /&gt;
&quot;Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman&lt;br /&gt;
memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun&lt;br /&gt;
orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas&lt;br /&gt;
bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni&lt;br /&gt;
neraka jahanam. Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah)&lt;br /&gt;
untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah&lt;br /&gt;
diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim&lt;br /&gt;
bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri&lt;br /&gt;
dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut&lt;br /&gt;
hatinya lagi penyantun&quot;.At-Taubah 113-114 dan juga dalil lain yang&lt;br /&gt;
berbunyi:&lt;br /&gt;
سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَاسْتَغْفَرْتَ لَهُمْ أَمْ لَمْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ لَنْ&lt;br /&gt;
يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ&lt;br /&gt;
لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ (المنافقون6)&lt;br /&gt;
&quot;Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu&lt;br /&gt;
mintakan ampunan bagi mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi&lt;br /&gt;
petunjuk kepada orang-orang yang fasik&quot;. al-Munaafiqun 6.&lt;br /&gt;
Istighfar merupakan amalan yang mulia dan senantiasa dilakukan oleh&lt;br /&gt;
para rasul dan waliyullah,berikut beberapa kemulian istighfar :&lt;br /&gt;
1. Pujian Allah terhadap Al-Mustaghfirin (mereka yg selalu&lt;br /&gt;
beristighfar), Allah Swt memuji mereka sebagaimana termaktub dalam&lt;br /&gt;
firmannya:&lt;br /&gt;
الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ&lt;br /&gt;
وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ (آل عمران&lt;br /&gt;
17)&lt;br /&gt;
(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang&lt;br /&gt;
menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di&lt;br /&gt;
waktu sahur&quot;Ali-`Imron 17, dan&lt;br /&gt;
وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (الذاريات18)&lt;br /&gt;
&quot;Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar&quot;Adz&lt;br /&gt;
Dzariyaat 18. &quot;Ashar&quot; adalah bentuk plural &quot;Sahr&quot; yang berarti&lt;br /&gt;
sepertiga malam,waktu ini dikhususkan dengan istighfar, karena&lt;br /&gt;
berdo&#39;a diwaktu tersebut amat sangat mustajab.&lt;br /&gt;
2. Nabi Muhammad Saw selalu melakukannya, Sebagaimana yang&lt;br /&gt;
kita ketahui dari sirahnya Rasulullah selalu melakukan perbuatan&lt;br /&gt;
yang terbaik(afdhal) sekaligus juga selalu mudawamah (kontinuitas)&lt;br /&gt;
dalam mengerjakannya, Istighfar salah satu amalan yang selalu&lt;br /&gt;
dilakukan oleh Rasullullah, Dalam hadist Rasullullah bersabda: Demi&lt;br /&gt;
Allah Aku beristighfar dan bertaubat kepada-NYA seratus kali dalam&lt;br /&gt;
sehari. HR. Bukhari. Jika Rasullulah Saw yang ma&#39;shum dan dosanya&lt;br /&gt;
sudah diampuni baik dimasa lalu maupun di masa akan datang selalu&lt;br /&gt;
beristighfar seratus kali dalam sehari, bagaimana dengan kita….?&lt;br /&gt;
3. Istighfar merupakan syiar para Anbiyaullah,tidak ada&lt;br /&gt;
seorang nabipun yang tidak beristighfar dan selalu mengajak umatnya&lt;br /&gt;
untuk beristighfar, Nabi Adam As dan Siti Hawa beristighfar atas&lt;br /&gt;
dosa yang telah mereka perbuat, Firman Allah Surat Al-`Araf 23:&lt;br /&gt;
Keduanya berkata:&lt;br /&gt;
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا&lt;br /&gt;
لَنَكُونَنَّ مِنْ الْخَاسِرِينَ&lt;br /&gt;
(الأعراف23)&lt;br /&gt;
&quot;Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika&lt;br /&gt;
Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya&lt;br /&gt;
pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi&quot;.&lt;br /&gt;
4. Istighfar merupakan asas ubudiyah,Ketika seorang hamba&lt;br /&gt;
beristighfar ia akan merasakan betapa hina dan rendah dirinya, akan&lt;br /&gt;
selalu merasakan bahwasanya ia tidaklah ada apa-apanya disbanding&lt;br /&gt;
Sang Khalik dan amat sangat membutuhkan-NYA dalam mengarungi bahtera&lt;br /&gt;
kehidupan. Maka dianjurkan dalam beristighfar untuk merendahkan&lt;br /&gt;
diri, ikhlas kepada-NYA dan tentunya istighfar tersebut tidak hanya&lt;br /&gt;
sekedar terucap dengan bibir saja namun hatipun harus digerakkan.&lt;br /&gt;
5. Dalam Istighfar ada maslahah yang tidak diketahui oleh&lt;br /&gt;
seorang hamba,para ulama salaf berkata, dosa seorang hamba bisa&lt;br /&gt;
membawanya kesurga,dan amal seorang hamba bisa membawanya ke neraka,&lt;br /&gt;
mereka berkata: Bagaimana hal ini bisa terjadi?ketika seorang hamba&lt;br /&gt;
berbuat dosa,setiapkali mengingatnya ia menangis,menyesal dan&lt;br /&gt;
akhirnya bertobat dan beristighfar,tunduk kepada-NYA berusaha&lt;br /&gt;
melakukan perbuatan baik tanpa mengulangi lagi dosa tersebut,maka ia&lt;br /&gt;
akan mendapatkan rahmat-NYA dan masuk surga,sebaliknya ketika ia&lt;br /&gt;
berbuat baik,kemudian riya&#39;,sombong,ta&#39;jub atas pujian orang&lt;br /&gt;
kepadanya,maka ia akan mendapat kemurkaan Allah dan akhirnya masuk&lt;br /&gt;
neraka. Tanda-tanda kebahagian adlah menjadikan perbuatan baik&lt;br /&gt;
berada dibelkang punggungya dan perbuatan dosa didepan pelupuk mata&lt;br /&gt;
sebaliknya tanda-tanda kesengsaraan adalah menjadikan perbuatan baik&lt;br /&gt;
dipelupuk mata dan kejelekannya dibelakang punggungnya. Alangkah&lt;br /&gt;
beruntungnya seseorang yang sibuk dengan aibnya sendiri dan&lt;br /&gt;
memperbaikinya serta melupakan aib orang lain&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BENTUK ISTIGHFAR&lt;br /&gt;
Istighfar mempunyai beberapa shighah/bentuk,setiap shighah&lt;br /&gt;
yang dipakai akan mendapatkan pahala,shighah tersebut diantaranya&lt;br /&gt;
adalah:&lt;br /&gt;
1. اللهم أنت ربي لاإله إلا أنت خلقتني, وأنا عبدك,وأنا علي عهدك&lt;br /&gt;
ووعدك مااستطعت, أعوذبك من شر ماصنعت,أبوء بنعمتك علي, وأبوء&lt;br /&gt;
بذنبي,فاغفرلي, فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت&lt;br /&gt;
2. أستغفرالله الذي لاإله إلا هو وأتوب إليه&lt;br /&gt;
3. رب اغفرلي وتب علي إنك أنت التواب الرحيم&lt;br /&gt;
4. سبحان الله و بحمده و أتوب إليه&lt;br /&gt;
5. أستغفرالله, أستغفرالله&lt;br /&gt;
6. اللهم اغفرلي&lt;br /&gt;
7. غفرانك,غفرانك&lt;br /&gt;
8. أستغفرالله الذي لاإله إلاهو الحي القيوم, وأتوب إليه&lt;br /&gt;
Jika diperuntukkan untuk orang lain :&lt;br /&gt;
9. رب اغفرلي ولوالدي, ربنااغفرلنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان&lt;br /&gt;
ولا تجعل في قلوبناغلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيم&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
FAEDAH ISTIGHFAR&lt;br /&gt;
Istighfar mempunyai banyak faedah baik didunia maupun&lt;br /&gt;
diakahirat,faedah tersebut ada yang memanag langsung kita rasakan&lt;br /&gt;
dan ada juga yang diakhirkan oleh Allah SWT sampai hari kiamat,&lt;br /&gt;
diantaranya:&lt;br /&gt;
1. Menghapus dosa,Istighfar menghapus dosa sebagimana api&lt;br /&gt;
membakar kayu baker,yang dimaksud disini adalah istighfar dalam&lt;br /&gt;
artian taubat.Allah berfirman: &quot;Dan barangsiapa yang mengerjakan&lt;br /&gt;
kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada&lt;br /&gt;
Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha&lt;br /&gt;
Penyayang&quot;An-Nisa 110&lt;br /&gt;
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرْ اللَّهَ يَجِدْ&lt;br /&gt;
اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا&lt;br /&gt;
(النساء110)&lt;br /&gt;
Dalam hadist qudsi allah berfirman : &quot;Wahai Hamba-hamba-&lt;br /&gt;
KU,Sesungguhnya kalian selalu berbuat dosa mala dan siang , dan AKU&lt;br /&gt;
mengampuni semuanya,jika kalian mohon ampunan kepada-KU,Aku akan&lt;br /&gt;
mengampuni&quot;&lt;br /&gt;
2. Akan mendapatkan rasa aman dari azab baik secar khusus&lt;br /&gt;
maupun umum,Istighfar mengangkat azab bagi umat baik individu maupun&lt;br /&gt;
kolektif,yang disebakan oleh dosa yang dilakukan,jika beristighfar&lt;br /&gt;
dan beriman, Allah akan mengnampuninya, sesuai firman Allah SWT:&lt;br /&gt;
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ&lt;br /&gt;
مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ&lt;br /&gt;
(الأنفال33)&lt;br /&gt;
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada&lt;br /&gt;
di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka,&lt;br /&gt;
sedang mereka meminta ampun &quot;, al-Anfal:33&lt;br /&gt;
3. Kenikmatan yang baik, Allah akan memberikan kehidupan yang&lt;br /&gt;
lebih baik bagi mereka yang selalu beristighfar,mereka mendapatkan&lt;br /&gt;
rasa aman, damai dan ketenangan jiwa,Allah berfirman:&lt;br /&gt;
وَأَنْ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا&lt;br /&gt;
حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ&lt;br /&gt;
كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ&lt;br /&gt;
يَوْمٍ كَبِيرٍ (هود3)&lt;br /&gt;
&quot;Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat&lt;br /&gt;
kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan&lt;br /&gt;
memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada&lt;br /&gt;
waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap&lt;br /&gt;
orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu&lt;br /&gt;
berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari&lt;br /&gt;
kiamat&quot;. Huud:3&lt;br /&gt;
4. Istighfar sebab turunnya hujan,salah satu sebab turunnya&lt;br /&gt;
hujan adalah banyaknya kita beristighfar, Allah berfirman:&lt;br /&gt;
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (نوح10) يُرْسِلْ&lt;br /&gt;
السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا&lt;br /&gt;
(نوح11)&lt;br /&gt;
maka aku katakan kepada mereka: &#39;Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -&lt;br /&gt;
sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan&lt;br /&gt;
hujan kepadamu dengan lebat&quot;, Nuh:10-11&lt;br /&gt;
5. Istighfar sebab bertambahnya kekuatan,Istighfar mampu&lt;br /&gt;
menyuntikkan kekuatan bagi jasmani dan rohani,dan dengannya mampu&lt;br /&gt;
menanggung beban,Allah berfirman:&lt;br /&gt;
وَيَاقَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلْ السَّمَاءَ&lt;br /&gt;
عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ&lt;br /&gt;
قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ (هود52)&lt;br /&gt;
Dan (dia berkata): &quot;Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu&lt;br /&gt;
bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat&lt;br /&gt;
deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu,&lt;br /&gt;
dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.&quot; Hud :52&lt;br /&gt;
6. Menghilangkan kesusahan dan memudahkan rezeki,dengan&lt;br /&gt;
istighfar segala keluh kesah akan sirna dan rezeki akan datang&lt;br /&gt;
secara tak terduga,sebagaimana Sabda Rasulullah: Barang siapa yang&lt;br /&gt;
selalu beristighfar,maka Allah akan menjadikan keluhkesah&lt;br /&gt;
kegembiaran,kesempitan menjadi keleluasaan HR.Ahmad &amp;amp; Abu Daud.&lt;br /&gt;
Banyak faedah yang didapatkan dari istighfar, tentunya semakin&lt;br /&gt;
sering kita beristighfar semakin dekat kita kepada Sang Khalik,hal&lt;br /&gt;
tersebut hendaknya dilakukan secara mudawamah terus menerus tanpa&lt;br /&gt;
henti.Sesungguhnya kita adalah makhluk yang lemah kita membutuhkan&lt;br /&gt;
istighfar sebagaimana makan dan minum.Istighfar melepaskan hamba&lt;br /&gt;
dari perbuatan yang makruh menjadi mahbub (yang dicintai),yang&lt;br /&gt;
kurang menjadi lebih sempurna,mengangkatnya ke derajat yang lebih&lt;br /&gt;
tinggi/sempurna. Wallahu a&#39;lam&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;http://www.freewebs.com/arabindo/isi.htm&quot; height=500 scrolling=auto width=530&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/2114130127583950692/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/keutamaan-istighfar-dan-tata-caranya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/2114130127583950692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/2114130127583950692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/keutamaan-istighfar-dan-tata-caranya.html' title='Keutamaan Istighfar dan Tata Caranya'/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963.post-3944401936095047749</id><published>2011-06-26T22:29:00.001-07:00</published><updated>2011-11-21T20:01:15.984-08:00</updated><title type='text'>Istighfar</title><content type='html'>Manusia adalah makhluk yang lemah, adakalanya ia sering&lt;br /&gt;
berbuat khilaf dan dosa tanpa disadarinya,namun sebaik baiknya orang&lt;br /&gt;
yang berbuat dosa adalah yang selalu memohon ampunan atas segala&lt;br /&gt;
dosa yang ia lakukan.Istighfar merupakan salah satu jalan tuk&lt;br /&gt;
memohon ampunan_NYA. Istighfar mempunyai kedudukan yang tinggi&lt;br /&gt;
dalam diri seorang hamba, bahkan allah memadukannya dengan iman&lt;br /&gt;
ketika berbicara tentang kaum kuffar Mekah Al-Kahf 55:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَمَا مَنَعَ النَّاسَ أَنْ يُؤْمِنُوا إِذْ جَاءَهُمْ الْهُدَى وَيَسْتَغْفِرُوا&lt;br /&gt;
رَبَّهُمْ إِلَّا أَنْ تَأْتِيَهُمْ&lt;br /&gt;
سُنَّةُ الْأَوَّلِينَ أَوْ يَأْتِيَهُمْ الْعَذَابُ قُبُلًا (الكهف55َ(&lt;br /&gt;
&quot;Dan tidak ada sesuatupun yang menghalangi manusia dari beriman,&lt;br /&gt;
ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan dari memohon ampun&lt;br /&gt;
kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah&lt;br /&gt;
yang telah berlalu pada) umat-umat yang dahulu atau datangnya azab&lt;br /&gt;
atas mereka dengan nyata&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MAKNA ISTIGHFAR&lt;br /&gt;
Istighfar dalam pengertian bahasa adalah memohon ampunan&lt;br /&gt;
atas segala dosa yang dilakukan oleh seorang hamba dengan upaya&lt;br /&gt;
untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.Hal ini dapat dilakukan&lt;br /&gt;
baik dengan perkataan maupun perbuatan, beberapa ulama mengungkapkan&lt;br /&gt;
istighfar berasal dari kata &quot;alghafar&quot; yang berarti &quot;as-&lt;br /&gt;
satr /menutup&quot; untuk itu dinamakan istighfar karena mengandung ma&#39;na&lt;br /&gt;
menutupi sebagaimana firman Allah :&lt;br /&gt;
وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ&lt;br /&gt;
(التغابن14)&lt;br /&gt;
&quot;Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni&lt;br /&gt;
(mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&quot;&lt;br /&gt;
At-taghabun 14.&lt;br /&gt;
Sedangkan dalam alqur&#39;an istighfar mempunyai beberapa pengertian&lt;br /&gt;
diantaranya:&lt;br /&gt;
1. Al-Islam: Para Ahli Tafsir seperti Mujahid dan `Akramah&lt;br /&gt;
mengartikannya demikian berdasarkan pada ayat yang berbunyi:&lt;br /&gt;
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ&lt;br /&gt;
مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ&lt;br /&gt;
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada&lt;br /&gt;
di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka,&lt;br /&gt;
sedang mereka meminta ampun&quot; Al-Anfal 33.&lt;br /&gt;
2. Doa: Ulama yang lain mengartikannya dengan do&#39;a, setiap do&#39;a&lt;br /&gt;
yang berisikan permohonan ampunan disebut istigfar,antara do&#39;a dan&lt;br /&gt;
istighfar mempunyai kekhususan dan keumuman, Istighfar menjadi&lt;br /&gt;
khusus jika dilakukan dengan perbuatan (al-istighfar bil a&#39;maal)&lt;br /&gt;
sebagaimana do&#39;a menjadi khusus jika berisikan bukan permohonan&lt;br /&gt;
ampunan.&lt;br /&gt;
3. Taubat: Banyak diantara kita mengartikan Istighfar dengan&lt;br /&gt;
taubat,sperti diatas keduanya mempunyai kekhususan dan&lt;br /&gt;
keumuman.Istighfar : Memohon ampunan dan perlindungan dari perbuatan&lt;br /&gt;
dosa dimasa lampau. Taubat : Kembali dan memohan perlidungan dari&lt;br /&gt;
perbuatan dosa yang sama dimasa yang akan datang.Ibnul Qoyyim&lt;br /&gt;
berpendapat Istighfar dua bagian, Istighfar mufrad dan Istighfar&lt;br /&gt;
yang diiringi dangan Taubat(maqrun). Pertama seperti ungkapan Nabi&lt;br /&gt;
Nuh terhadap kaumnya,&lt;br /&gt;
َفقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (نوح10 )&lt;br /&gt;
maka aku katakan kepada mereka: &#39;Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -&lt;br /&gt;
sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun&quot;, Nuh:10. Yang kedua seperti&lt;br /&gt;
firman Allah:&lt;br /&gt;
&quot; وَأَنْ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا&lt;br /&gt;
حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى&lt;br /&gt;
وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ&lt;br /&gt;
عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ&lt;br /&gt;
&quot;Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat&lt;br /&gt;
kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan&lt;br /&gt;
memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada&lt;br /&gt;
waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap&lt;br /&gt;
orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu&lt;br /&gt;
berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari&lt;br /&gt;
kiamat&quot;, Hud: 3.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
HUKUM ISTIGHFAR&lt;br /&gt;
Istighfar merupakan suatu ibadah yang mulia dan salah satu&lt;br /&gt;
cara untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt,baik hal tersebut untuk&lt;br /&gt;
dirinya sendiri maupun untuk orang lain.Bagaimakah kedudukan hukum&lt;br /&gt;
Istighfar itu sendiri?&lt;br /&gt;
1. Mandub. Hukum istighfar pada asalnya adalah mandub/sunnah,&lt;br /&gt;
berdasarkan dalil al-Qur&#39;an dalam surat Al-Muzammil 20.&lt;br /&gt;
وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ&lt;br /&gt;
&quot;Dalam ayat tersebut terkandung makna mandub/sunnah,karena seseorang&lt;br /&gt;
beristighfar bukan hanya karena ia melakukan maksiat/dosa,namun bisa&lt;br /&gt;
jadi beristighfar untuk dirinya sendiri,kedua orangtuanya,anak-&lt;br /&gt;
anaknya ataupun untuk kaum muslimin baik yang sudah meninggal maupun&lt;br /&gt;
yang masih hidup.&quot;&lt;br /&gt;
2. Wajib. Istighfar yang dilakuan setelah berbuat dosa,seorang&lt;br /&gt;
hamba diwajibkan untuk segera beristighfar jika ia berbuat hal yang&lt;br /&gt;
dilarang oleh Allah Swt.&lt;br /&gt;
3. Makruh, Seperti beristighfar dibelakang jenazah,karena&lt;br /&gt;
memang tidak ada sanadnya dan Rasulullah tidak menganjurkannya,Yang&lt;br /&gt;
dianjurkannya adalah beristighfar bagi mayit ketika sholat jenazah&lt;br /&gt;
dan setelah pemakamannya.&lt;br /&gt;
4. Haram, Seperti beristighfar untuk orang kafir, Istighfar&lt;br /&gt;
bagi mereka tidak ada manfaatnya sama sekali,disebabkan oleh&lt;br /&gt;
kekufuran dan kefasikannya,walaupun ia saudara dekat kita,&lt;br /&gt;
berdasarkan dalil dalam alqur&#39;an yang berbunyi:&lt;br /&gt;
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ&lt;br /&gt;
وَلَوْ كَانُوا أُوْلِي قُرْبَى&lt;br /&gt;
مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ (التوبة113)&lt;br /&gt;
وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ&lt;br /&gt;
إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا&lt;br /&gt;
تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ&lt;br /&gt;
مِنْهُ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَأَوَّاهٌ حَلِيمٌ (التوبة114) &quot;&lt;br /&gt;
&quot;Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman&lt;br /&gt;
memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun&lt;br /&gt;
orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas&lt;br /&gt;
bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni&lt;br /&gt;
neraka jahanam. Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah)&lt;br /&gt;
untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah&lt;br /&gt;
diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim&lt;br /&gt;
bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri&lt;br /&gt;
dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut&lt;br /&gt;
hatinya lagi penyantun&quot;.At-Taubah 113-114 dan juga dalil lain yang&lt;br /&gt;
berbunyi:&lt;br /&gt;
سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَاسْتَغْفَرْتَ لَهُمْ أَمْ لَمْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ لَنْ&lt;br /&gt;
يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ&lt;br /&gt;
لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ (المنافقون6)&lt;br /&gt;
&quot;Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu&lt;br /&gt;
mintakan ampunan bagi mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi&lt;br /&gt;
petunjuk kepada orang-orang yang fasik&quot;. al-Munaafiqun 6.&lt;br /&gt;
Istighfar merupakan amalan yang mulia dan senantiasa dilakukan oleh&lt;br /&gt;
para rasul dan waliyullah,berikut beberapa kemulian istighfar :&lt;br /&gt;
1. Pujian Allah terhadap Al-Mustaghfirin (mereka yg selalu&lt;br /&gt;
beristighfar), Allah Swt memuji mereka sebagaimana termaktub dalam&lt;br /&gt;
firmannya:&lt;br /&gt;
الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ&lt;br /&gt;
وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ (آل عمران&lt;br /&gt;
17)&lt;br /&gt;
(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang&lt;br /&gt;
menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di&lt;br /&gt;
waktu sahur&quot;Ali-`Imron 17, dan&lt;br /&gt;
وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (الذاريات18)&lt;br /&gt;
&quot;Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar&quot;Adz&lt;br /&gt;
Dzariyaat 18. &quot;Ashar&quot; adalah bentuk plural &quot;Sahr&quot; yang berarti&lt;br /&gt;
sepertiga malam,waktu ini dikhususkan dengan istighfar, karena&lt;br /&gt;
berdo&#39;a diwaktu tersebut amat sangat mustajab.&lt;br /&gt;
2. Nabi Muhammad Saw selalu melakukannya, Sebagaimana yang&lt;br /&gt;
kita ketahui dari sirahnya Rasulullah selalu melakukan perbuatan&lt;br /&gt;
yang terbaik(afdhal) sekaligus juga selalu mudawamah (kontinuitas)&lt;br /&gt;
dalam mengerjakannya, Istighfar salah satu amalan yang selalu&lt;br /&gt;
dilakukan oleh Rasullullah, Dalam hadist Rasullullah bersabda: Demi&lt;br /&gt;
Allah Aku beristighfar dan bertaubat kepada-NYA seratus kali dalam&lt;br /&gt;
sehari. HR. Bukhari. Jika Rasullulah Saw yang ma&#39;shum dan dosanya&lt;br /&gt;
sudah diampuni baik dimasa lalu maupun di masa akan datang selalu&lt;br /&gt;
beristighfar seratus kali dalam sehari, bagaimana dengan kita….?&lt;br /&gt;
3. Istighfar merupakan syiar para Anbiyaullah,tidak ada&lt;br /&gt;
seorang nabipun yang tidak beristighfar dan selalu mengajak umatnya&lt;br /&gt;
untuk beristighfar, Nabi Adam As dan Siti Hawa beristighfar atas&lt;br /&gt;
dosa yang telah mereka perbuat, Firman Allah Surat Al-`Araf 23:&lt;br /&gt;
Keduanya berkata:&lt;br /&gt;
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا&lt;br /&gt;
لَنَكُونَنَّ مِنْ الْخَاسِرِينَ&lt;br /&gt;
(الأعراف23)&lt;br /&gt;
&quot;Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika&lt;br /&gt;
Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya&lt;br /&gt;
pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi&quot;.&lt;br /&gt;
4. Istighfar merupakan asas ubudiyah,Ketika seorang hamba&lt;br /&gt;
beristighfar ia akan merasakan betapa hina dan rendah dirinya, akan&lt;br /&gt;
selalu merasakan bahwasanya ia tidaklah ada apa-apanya disbanding&lt;br /&gt;
Sang Khalik dan amat sangat membutuhkan-NYA dalam mengarungi bahtera&lt;br /&gt;
kehidupan. Maka dianjurkan dalam beristighfar untuk merendahkan&lt;br /&gt;
diri, ikhlas kepada-NYA dan tentunya istighfar tersebut tidak hanya&lt;br /&gt;
sekedar terucap dengan bibir saja namun hatipun harus digerakkan.&lt;br /&gt;
5. Dalam Istighfar ada maslahah yang tidak diketahui oleh&lt;br /&gt;
seorang hamba,para ulama salaf berkata, dosa seorang hamba bisa&lt;br /&gt;
membawanya kesurga,dan amal seorang hamba bisa membawanya ke neraka,&lt;br /&gt;
mereka berkata: Bagaimana hal ini bisa terjadi?ketika seorang hamba&lt;br /&gt;
berbuat dosa,setiapkali mengingatnya ia menangis,menyesal dan&lt;br /&gt;
akhirnya bertobat dan beristighfar,tunduk kepada-NYA berusaha&lt;br /&gt;
melakukan perbuatan baik tanpa mengulangi lagi dosa tersebut,maka ia&lt;br /&gt;
akan mendapatkan rahmat-NYA dan masuk surga,sebaliknya ketika ia&lt;br /&gt;
berbuat baik,kemudian riya&#39;,sombong,ta&#39;jub atas pujian orang&lt;br /&gt;
kepadanya,maka ia akan mendapat kemurkaan Allah dan akhirnya masuk&lt;br /&gt;
neraka. Tanda-tanda kebahagian adlah menjadikan perbuatan baik&lt;br /&gt;
berada dibelkang punggungya dan perbuatan dosa didepan pelupuk mata&lt;br /&gt;
sebaliknya tanda-tanda kesengsaraan adalah menjadikan perbuatan baik&lt;br /&gt;
dipelupuk mata dan kejelekannya dibelakang punggungnya. Alangkah&lt;br /&gt;
beruntungnya seseorang yang sibuk dengan aibnya sendiri dan&lt;br /&gt;
memperbaikinya serta melupakan aib orang lain&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BENTUK ISTIGHFAR&lt;br /&gt;
Istighfar mempunyai beberapa shighah/bentuk,setiap shighah&lt;br /&gt;
yang dipakai akan mendapatkan pahala,shighah tersebut diantaranya&lt;br /&gt;
adalah:&lt;br /&gt;
1. اللهم أنت ربي لاإله إلا أنت خلقتني, وأنا عبدك,وأنا علي عهدك&lt;br /&gt;
ووعدك مااستطعت, أعوذبك من شر ماصنعت,أبوء بنعمتك علي, وأبوء&lt;br /&gt;
بذنبي,فاغفرلي, فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت&lt;br /&gt;
2. أستغفرالله الذي لاإله إلا هو وأتوب إليه&lt;br /&gt;
3. رب اغفرلي وتب علي إنك أنت التواب الرحيم&lt;br /&gt;
4. سبحان الله و بحمده و أتوب إليه&lt;br /&gt;
5. أستغفرالله, أستغفرالله&lt;br /&gt;
6. اللهم اغفرلي&lt;br /&gt;
7. غفرانك,غفرانك&lt;br /&gt;
8. أستغفرالله الذي لاإله إلاهو الحي القيوم, وأتوب إليه&lt;br /&gt;
Jika diperuntukkan untuk orang lain :&lt;br /&gt;
9. رب اغفرلي ولوالدي, ربنااغفرلنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان&lt;br /&gt;
ولا تجعل في قلوبناغلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيم&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
FAEDAH ISTIGHFAR&lt;br /&gt;
Istighfar mempunyai banyak faedah baik didunia maupun&lt;br /&gt;
diakahirat,faedah tersebut ada yang memanag langsung kita rasakan&lt;br /&gt;
dan ada juga yang diakhirkan oleh Allah SWT sampai hari kiamat,&lt;br /&gt;
diantaranya:&lt;br /&gt;
1. Menghapus dosa,Istighfar menghapus dosa sebagimana api&lt;br /&gt;
membakar kayu baker,yang dimaksud disini adalah istighfar dalam&lt;br /&gt;
artian taubat.Allah berfirman: &quot;Dan barangsiapa yang mengerjakan&lt;br /&gt;
kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada&lt;br /&gt;
Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha&lt;br /&gt;
Penyayang&quot;An-Nisa 110&lt;br /&gt;
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرْ اللَّهَ يَجِدْ&lt;br /&gt;
اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا&lt;br /&gt;
(النساء110)&lt;br /&gt;
Dalam hadist qudsi allah berfirman : &quot;Wahai Hamba-hamba-&lt;br /&gt;
KU,Sesungguhnya kalian selalu berbuat dosa mala dan siang , dan AKU&lt;br /&gt;
mengampuni semuanya,jika kalian mohon ampunan kepada-KU,Aku akan&lt;br /&gt;
mengampuni&quot;&lt;br /&gt;
2. Akan mendapatkan rasa aman dari azab baik secar khusus&lt;br /&gt;
maupun umum,Istighfar mengangkat azab bagi umat baik individu maupun&lt;br /&gt;
kolektif,yang disebakan oleh dosa yang dilakukan,jika beristighfar&lt;br /&gt;
dan beriman, Allah akan mengnampuninya, sesuai firman Allah SWT:&lt;br /&gt;
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ&lt;br /&gt;
مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ&lt;br /&gt;
(الأنفال33)&lt;br /&gt;
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada&lt;br /&gt;
di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka,&lt;br /&gt;
sedang mereka meminta ampun &quot;, al-Anfal:33&lt;br /&gt;
3. Kenikmatan yang baik, Allah akan memberikan kehidupan yang&lt;br /&gt;
lebih baik bagi mereka yang selalu beristighfar,mereka mendapatkan&lt;br /&gt;
rasa aman, damai dan ketenangan jiwa,Allah berfirman:&lt;br /&gt;
وَأَنْ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا&lt;br /&gt;
حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ&lt;br /&gt;
كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ&lt;br /&gt;
يَوْمٍ كَبِيرٍ (هود3)&lt;br /&gt;
&quot;Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat&lt;br /&gt;
kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan&lt;br /&gt;
memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada&lt;br /&gt;
waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap&lt;br /&gt;
orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu&lt;br /&gt;
berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari&lt;br /&gt;
kiamat&quot;. Huud:3&lt;br /&gt;
4. Istighfar sebab turunnya hujan,salah satu sebab turunnya&lt;br /&gt;
hujan adalah banyaknya kita beristighfar, Allah berfirman:&lt;br /&gt;
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (نوح10) يُرْسِلْ&lt;br /&gt;
السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا&lt;br /&gt;
(نوح11)&lt;br /&gt;
maka aku katakan kepada mereka: &#39;Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -&lt;br /&gt;
sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan&lt;br /&gt;
hujan kepadamu dengan lebat&quot;, Nuh:10-11&lt;br /&gt;
5. Istighfar sebab bertambahnya kekuatan,Istighfar mampu&lt;br /&gt;
menyuntikkan kekuatan bagi jasmani dan rohani,dan dengannya mampu&lt;br /&gt;
menanggung beban,Allah berfirman:&lt;br /&gt;
وَيَاقَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلْ السَّمَاءَ&lt;br /&gt;
عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ&lt;br /&gt;
قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ (هود52)&lt;br /&gt;
Dan (dia berkata): &quot;Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu&lt;br /&gt;
bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat&lt;br /&gt;
deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu,&lt;br /&gt;
dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.&quot; Hud :52&lt;br /&gt;
6. Menghilangkan kesusahan dan memudahkan rezeki,dengan&lt;br /&gt;
istighfar segala keluh kesah akan sirna dan rezeki akan datang&lt;br /&gt;
secara tak terduga,sebagaimana Sabda Rasulullah: Barang siapa yang&lt;br /&gt;
selalu beristighfar,maka Allah akan menjadikan keluhkesah&lt;br /&gt;
kegembiaran,kesempitan menjadi keleluasaan HR.Ahmad &amp;amp; Abu Daud.&lt;br /&gt;
Banyak faedah yang didapatkan dari istighfar, tentunya semakin&lt;br /&gt;
sering kita beristighfar semakin dekat kita kepada Sang Khalik,hal&lt;br /&gt;
tersebut hendaknya dilakukan secara mudawamah terus menerus tanpa&lt;br /&gt;
henti.Sesungguhnya kita adalah makhluk yang lemah kita membutuhkan&lt;br /&gt;
istighfar sebagaimana makan dan minum.Istighfar melepaskan hamba&lt;br /&gt;
dari perbuatan yang makruh menjadi mahbub (yang dicintai),yang&lt;br /&gt;
kurang menjadi lebih sempurna,mengangkatnya ke derajat yang lebih&lt;br /&gt;
tinggi/sempurna. Wallahu a&#39;lam&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;http://www.freewebs.com/arabindo/isi.htm&quot; height=500 scrolling=auto width=530&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/3944401936095047749/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/istighfar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/3944401936095047749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/3944401936095047749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/istighfar.html' title='Istighfar'/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963.post-2884963028495149112</id><published>2011-06-24T03:43:00.000-07:00</published><updated>2011-06-26T22:26:06.274-07:00</updated><title type='text'>Taubat</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;Tidak sedikit orang-orang saleh awalnya adalah orang-orang yang sangat  jahat saat mudanya. Setelah bertaubat, ia beristiqomah dalam berbuat  baik dan pengabdian kepada Allah. Beberapa di antara mereka, pada  akhirnya, menjadi tokoh panutan karena kesucian dan perilaku-perilaku  yang membebaskan. &lt;br /&gt;
Konon, Sunan Kalijaga adalah salah satu contoh  beberapa orang-orang saleh yang berhasil tercerahkan, dan selanjutnya  menjadi tokoh pemberi pencerahan pada masyarakat pada zamannya. &lt;br /&gt;
Hidup suci dalam Islam bisa diraih oleh siapa saja. Kesucian hidup,  bukanlah hak istimewa seseorang. Jalan tersebut terbuka bagi siapa saja,  tidak hanya milik para ulama. Bahkan orang jahat sekalipun, ia bisa  menapak cara hidup suci, asal dia bersedia untuk bertaubat dan  bersungguh-sungguh. Bagi Allah, kesalehan bukan karena sama sekali tidak  berbuat dosa, akan tetapi orang yang saleh adalah orang yang setiap  kali berbuat dosa dia menyesali dan selanjutnya tak mengulangi perbuatan  tadi.&lt;br /&gt;
Pepatah Arab menegaskan : &quot;Manusia adalah tempat salah dan  lupa&quot;. Pepatah di atas bukan berarti manusia dibiarkan untuk selalu  berbuat salah dan dosa, akan tetapi kesalahan pada diri manusia harus  ditebus dengan tobat, penyesalan dan penghentian. Rasulullah bersabda :  Setiap anak Adam adalah sering berbuat salah. Dan, sebaik-baik orang  yang berbuat salah adalah orang-orang yang bertaubat.? (H.R. Tirmidzi) &lt;br /&gt;
Taubat  yang sungguh-sungguh di mata Allah adalah pembersihan diri yang sangat  dicintai. Dalam Islam, pertaubatan bukan melalui orang lain, sebut saja  orang saleh, tetapi dari diri sendiri secara langsung kepada Allah.  Apalagi, Islam tidak mengenal penebusan dosa dengan sejumlah uang. Islam  sungguh sangat berbeda dengan cara-cara pertaubatan dibanding  agama-agama lain. Islam memandang, pertaubatan adalah persoalan yang  sangat personal antara seorang hamba dengan Tuhannya. Dan, Tuhan dalam  Islam adalah Tuhan yang bisa didekati sedekat mungkin, bukan tuhan yang  berada di atas langit, tak terjangkau. &lt;br /&gt;
Sabda Rasulullah (saw) :  &quot;Sesungguhnya Allah lebih suka menerima tobat hamba-Nya melebihi dari  kesenangan seseorang yang menemukan kembali ontanya yang hilang di  tengah hutan.&quot; (H.R. Bukhori dan Muslim) &lt;br /&gt;
Islam tidak menganggap  taubat sebagai langkah terlambat kapanpun kesadaran itu muncul. Hisab  (perhitungan) akan amal-amal jelek kita di mata Allah akan terhapus  dengan taubat kita. Lembaran baru hidup terbuka lebar. Langkah anyar  terbentang. Sabda Nabi (saw) : Siapa yang bertobat sebelum matahari  terbit dari barat, maka Allah akan menerima taubat dan memaafkannya.?  (H.R. Muslim) &lt;br /&gt;
Bertaubat, demikian halnya, dijadikan amalan dzikir  oleh Rasulullah (saw) setiap hari. Beliau beristighfar kendati  sedikitpun beliau tidak melakukan dosa. Karena lewat istighfar, Nabi  memohon ampun dan mengungkapkan kerendahan hati yang sangat dalam di  hadapan yang Maha Agung. Sabda Nabi (saw) : Hai sekalian manusia,  bertaubatlah kamu kepada Allah dan mintalah ampun kepada-Nya, maka  sesungguhnya saya bertaubat dan beristighfar tiap hari 100 kali.? (H.R.  Muslim) &lt;br /&gt;
Firman Allah : Katakanlah ! Hai hamba-hamba-Ku yang berdosa  terhadap jiwanya sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.  Sesungguhnya Allah mengampuni segala dosa. Sesungguhnya Dia Maha  Pengampun lagi Maha Penyayang.? (Q.S. al-Zumar : 53) &lt;br /&gt;
Hai orang-orang  yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan seikhlas-ikhlas taubat,  semoga Tuhan mu akan menghapuskan dari kamu akibat kejahatan  perbuatan-perbuatanmu, dan akan memasukkan kamu ke dalam surga yang  dibawahnya mengalir sungai-sungai.? (Q.S. al Thalaq : 8) &lt;br /&gt;
Dalam  memperbaiki kesalahan dan membersihkan diri dari dosa, ada dua hal yang  perlu diperhatikan, yaitu hak Allah dan hak bani Adam. Apabila kesalahan  atau dosa berhubungan dengan hak Allah, maka ada tiga syarat yang harus  dipenuhi, yaitu : &lt;br /&gt;
1.Harus menghentikan tindakan maksiat. &lt;br /&gt;
2.Harus dengan sungguh-sungguh menyesali perilaku dosa yang telah dikerjakan. &lt;br /&gt;
3.Berniat dengan tulus untuk tidak mengulangi kembali perbuatan tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan,  apabila kesalahan itu berhubungan dengan bani Adam, maka syarat  bertambah satu, yaitu harus menyelesaikan urusannya dengan orang yang  berhak dengan meminta maaf atau halalnya, atau mengembalikan apa yang  harus dikembalikan. &lt;br /&gt;
Sabda Nabi (saw) : Orang yang bertaubat dari  dosa seperti orang yang tidak berdosa. Dan orang yang minta ampunan dari  dosanya, sedangkan dirinya tetap mengerjakan dosa, seperti orang yang  mempermainkan Tuhannya.? (H.R. Baihaqi) &lt;br /&gt;
Tidak sedikit orang-orang  saleh awalnya adalah orang-orang yang sangat jahat saat mudanya. Setelah  bertaubat, ia beristiqomah dalam berbuat baik dan pengabdian kepada  Allah. Beberapa di antara mereka, pada akhirnya, menjadi tokoh panutan  karena kesucian dan perilaku-perilaku yang membebaskan. Konon, Sunan  Kalijaga adalah salah satu contoh beberapa orang-orang saleh yang  berhasil tercerahkan, dan selanjutnya menjadi tokoh pemberi pencerahan  pada masyarakat pada zamannya. &lt;br /&gt;
Wallahu a&#39;lam&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;http://www.freewebs.com/arabindo/isi.htm&quot; height=500 scrolling=auto width=530&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/2884963028495149112/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/taubat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/2884963028495149112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/2884963028495149112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/taubat.html' title='Taubat'/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963.post-3260047759105448150</id><published>2011-06-22T08:44:00.001-07:00</published><updated>2011-06-22T08:44:55.783-07:00</updated><title type='text'>Pesantren dan Rekonstruksi Akhlak</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Dr. Alexis Carrel,&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dalam bukunya&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Man  The Unknown, Ia mengatakan, bahwa dunia telah dilanda dekadensi moral.  Realitas kehancuran akhlak yang telah lama “kronis” dan semakin gencar  melanda bangsa Indonesia ini, kiranya tidaklah berlebihan bila Indonesia  dinominasikan sebagai salah satu sudut bagian dari sektor atau wilayah  yang dimaksud oleh salah satu ilmuwan kenamaan asal Perancis itu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;Innalillah(ungkapan terjadi bencana kecil), bahkan innalillahi wa inna  ilaihi roji’un (ungkapan terjadi bencana besar) !!!, bangsa kita telah  dilanda bencana atau musibah kehancuran akhlak. Musibah besar itu  semakin gencarnya menghantam tanah air kita. Realitasnya, untuk sekarang  ini, tidak satu pun ahli pendidikan yang tidak mengatakan, “bahwa  kondisi dunia, di antaranya Indonesia sekarang telah benar-benar  mengalami dekadensi akhlak yang luar biasa –dalam standar umum  sekalipun, apalagi yang benar-benar akhlakulkarimah--“.  &lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Ironisnya,  hal itu juga telah menjangkit dan akrab bergumul dengan komunitas  berpendidikan. Bahkan naifnya lagi, musibah itu, mereka umumnya menyebut  hal biasa. Misalnya, biasa jaman modern, generasi muda-mudinya bergaul  bebas dan jauh dari akhlakulkarimah. Sungguh naif dan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;memilukan, bukan ?.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Kita  menyaksikan, utamanya fenomena yang sangat memprihatinkan, adalah dunia  lingkup tunas-tunas bangsa dalam gejolak “pemelesetan” dari globalisasi  dan rekayasanya ini.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Padahal generasi muda adalah mahkota  dari suatu bangsa. “Jika putra-putri bangsa itu baik, maka suatu negara  menjadi harum, dan justeru sebaliknya, bila generasi mudanya telah  rusak akhlaknya, maka busuklah suatu negara”. Demikian komunitas  terdidik sering berujar.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Sekali lagi, musibah  besar itu semakin gencarnya menyerang. Di mana berstatusnya putra-putri  bangsa sebagai siswa-siswi, atau bahkan mahasiswa-mahasiswi alias bukan  siswa-siswi biasa lagi. Bukanlah sebuah jaminan atau “asuransi”&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;meningkat  dan terjaganya intelektualitas mereka(kita), baik pemikiran maupun  segala sikapnya. Padahal, merekalah yang dipastikan akan mengemudi  bangsa di masa mendatang, meskipun pada level atau lahan yang berbeda.  Namun, ’’bibit nahkoda ‘’ bangsa ini sangat naif dan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;memperihatinkan.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;*****&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Peran Pesantren Dalam Rekonstruksi Akhlak&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;KH. Abdurrahman Wahid dalam bukunya(Menggerakkan Tradisi: Esai-Esai Pesantren h, 171). Ia&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berpendapat, bahwa pondok pesantren seperti akademi militer atau biara (monastery, convent) dalam arti bahwa mereka yang&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berada di sana mengalami suatu kondisi totalitas.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Sehingga,  dengan faktor tersebut, penulis berpendapat, di tengah-tengah terus  rusaknya akhlak dari “atap langit” sampai “akar bumi” bangsa kita ini.  Pondok pesantren akan sangat tetap memungkinkan untuk tetap survive  sebagai&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;‘’transmisi atau agen akhlakulkarimah’’. untuk  “memfilter” keluar-masuknya budaya. Demi terimplementasinya  akhlakulkarimah dalam berbagi aspek kehidupan masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Hal  tersebut, sesuai pendapat Clifford Geertz yang dituangkan dalam bukunya  (‘The Javanese Kyai: The Changing Role of a Cultural Broker’, vol, 2,  h, 228-249), bahwa kiai pesantren punya peran besar sebagai “makelar  budaya” (Cultural Broker).&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Tetapi, mentelaah pendapat Geertz itu. Penulis tetap&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berpendapat:  “memfilter budaya”, adalah dalam konteks menuju terimplementasinya  akhlakulkarimah dalam kehidupan manusia. Namun, pesantren akan bisa  tetap berfungsi sebagai &quot;fiter budaya&quot; juga, bila di masing-masing  pondok pesantren, pendidikan akhlak masih dominan dan dimaksimalkan.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Sebab,  dengan optimalnya akhlakulkarimah(minimalnya pendidikan) di  masing-masing pesantren itulah, maka pesantren akan tetap mampu untuk  berperan aktif dalam “memfilter budaya”, karena dengan adanya  akhlakulkarimah itu pula, dari sekian banyak gelombang budaya yang terus  kencang mengalir dan membanjiri manusia, tapi komunitas pesantren  (utamanya santri di masing-masing persantren) mudah menerima terhadap  hasil &quot;penyaringan budaya”&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang dipimpin oleh kiyai dan  kemudian para santri langsung melaksanakan dan dengan sendirinya  mengalirkannya budaya baru yang telah &quot;disaring&quot; itu, kepada  publik(lingkungan) setelah mereka(para santri) kembali ke kampung  masing-masing. Untuk menerapkan budaya dalam kehidupan masyarakat yang  tidak bertabrakan dengan akhlakulkarimah.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Namun sebaliknya, bila akhlakulkarimah(akhlak terpuji)&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;telah  pias di dalam kehidupan pesantren, dan dikalahkan oleh  akhlakussayyi’ah(akhlak tercaci) maka pesantren dalam konteks &quot;makelar  budaya&quot; tidak akan begitu banyak berperan, atau bahkan sama sekali tidak  akan bisa berperan.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Hal itu, bisa dilihat dan  dibuktikan dalam komunitas akademisi yang free _expression, baik di  dalam, utamanya di luar kampus(kost-kostan). Dengan sendirinya tidak  memungkinkan dunia kampus untuk bisa berfungsi sebagai “medium budaya”,  tetapi lebih tepat dan lebih empuk sebagai &quot;obyek atau mangsa budaya&quot;.  Kecuali, secara individual komunitas akademisi punya kemampuan untuk  melakukannya, dan tentunya, dengan lingkungan(kost) yang tidak mendukung  itu, hal itu minim sekali. Karenanya, sangatlah tepat sekarang-sekarang  ini, banyak bermunculan pesantren sebagai asrama mahasiswa. Sehingga  merupakan salah satu faktor yang cukup signifikan untuk mengusung(moral)  generasi yang berakhlakulkarimah(mengenai hal ini, bisa&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lihat tulisan saya “mengkaji Ulang Pondok Pesantren Mahasiswa”, di www.pesantrenvirtual.com, awal publikasi tgl. 2/11/2004 ).&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Pendapat  yang penulis ungkapkan di atas tersebut, sesuai dengan statement Albert  Schweitzer, dalam bukunya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab  (Falsafah al-Hadhoroh, h. 5-6), bahwa pembentukan budaya manusia harus  didasari dengan pendidikan akhlak.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Dan memang, di tengah runtuhnya akhlak bangsa kita ini. Seiring dengan memuncaknya gejolak hedonisme ini,&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pondok  pesantren yang selama ini dianggap sebagai markas religius(Islam),  dalam kafabilitasnya sebagai ‘’agen’’ akhlakulkarimah, jelas harus eksis  dan survive mengajarkan dan menuntun para santri(masyarakat) untuk  secara perlahan menerapkan akhlakulkarimah dalam hidup dan kehidupan,  baik horisontal maupun vertikal&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dalam berbagai segi dan  sendinya. Sesuai sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam  Malik: “Aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak”(Musnad al-Imam  Ahmad, vol, 1, h, 381).&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Hal itu, sesuai  kondisi awal hadirnya pesantren, ketika itu bangsa Indonesia dalam  kondisi hewani atau Jahiliah(sebelum datangnya Islam), dan pesantren  (dengan agama Islam) hadir untuk mengusung manusia ke arah yang bermoral  atau manusiawi.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Termasuk  ketika para elite pesantren “menyelewengkan” institusi pesantren untuk  “dimanfaatkan sebagai alat” di dalam gelanggang politik, komunitas  pesantren harus tetap menjadikan akhlakulkarimah sebagai salah satu  “senjata peperangan” di dalam gelanggang yang semestinya “harus”  demokratis itu, demi untuk menjaga identitas pesantren, dan menanamkan  “benih demokrasi”&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang berawal dari kebersihan. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Meski  pun dewasa ini, pendidikan akhlak itu, oleh sebagian golongan kadang  hanya dianggap sebuah “konservatisme” demi untuk mengkultuskan sang  kiyai, katanya. Misalnya saja, karya syeikh Ibrohim bin Ismail, sebuah  syarah dari kitab Ta’lim al-Muta’allim; thoriq at-ta’alum&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;karya syeikh al-Zarnujy , atau Akhlaq al-Banin&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(ibtida’iyyah)  karya Umar Bin Ahmad Baradja, dan pelajaran-pelajaran akhlak lainya,  yang masih eksis diajarkan di berbagai pesantren, utamanya pesantren  tradisional.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Namun, asumsi sebagian orang  tersebut, oleh kalangan elite pesantren biasa dianggap hanya sebagai  faktor ---yang mungkin— bisa menunjang terhadap arus perdebatan Islam  yang semakin gencar sekarang-sekarang ini. Dan hal itu, sama sekali  tidak bisa “menggoyang” terhadap eksistensi pendidikan akhlak yang masih  dan harus dominan dilaksanakan oleh masing-masing pesantren. Karena  dengan tertanamnya akhlakulkarimah&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;itu, akan turut melancarkan peredaran ilmiah, di antaranya&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;anak  manusia akan mengetahui ‘’di mana’’ posisinya dalam siklus ilmiah,  sebagai guru, atau murid, atau pendengar, dan atau hanya berposisi  sebagai pecinta saja !! ?. Dan berbagai fungsi lainya.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Dan memang, dalam konteks pendidikan, pesantren tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi sekaligus&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mendidik  (akhlak). Yang mana akhlakulkarimah itu, sekarang ini dalam  liberalisasi atau sekularisasi dunia akademisi semakin terpuruk,  utamanya “iklim pergaulan” antara laki-laki dan perempuan, dan yang  paling memprihatinkan adalah di luar kampus(tempat-tempat kost), dalam  komunitas akademisi perguruan tinggi Islam sekali pun. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Alasan  mereka singkat saja: “Kita ingin jadi Muslim moderat”. Meskipun di  antara mereka banyak kedapatan yang “tidak jelas” landasan hukum yang  dipegang, dan juga dalam ketidak tauan terhadap pegangan hukum, dan  kurang siapnya untuk melakukan kewajiban agama itu. Ironinsnya, mereka  banyak yang mengatakan: “kita ini manusia biasa, bukan Nabi yang  ma’shum(terjaga dari maksiat)”. Sungguh menggelikan sekaligus  memprihatinkan, bukan ! ? . &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Memang benar hal tersebut. Tapi persoalannya, kenapa kita tidak berfikir dan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengatakan  : ‘’Mari kita sama-sama untuk terus berusaha meningkatkan ketakwaan  kita, dengan cara yang menunjangnya, misalnya menjauhi tempat-tempat  yang dikenal sangat jauh dari akhlak terpuji, dan berpotensi dengan  akhlak tercaci(kemaksiatan), seperti tempat kost yang umumnya dan  dikenal sebagai tempat yang&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;rusak dan kotor itu. Karena dalam hukum Aqli(hukum logika), berada di tengah kobaran api, kita akan terbakar, di&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tengah lautan &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;akan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tenggelam’’. Bukankah berfikir demikian itu, kita lebih ilmiah ?.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Ironinya  lagi, telah terjadi “pemelesetan agama” dalam budaya bahasa, sehingga  sering terlontar dari mereka, agama adalah fanatisme belaka. Tetapi,  mereka tidak pernah menyadari bahwa dirinya berada dalam fanatisme  kesalahannya.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Sungguh menggelikan, selama ini, kalimat fanatik hanya sering dilontarkan kepada&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;agama.  Padahal, aspek etimologi, kalimat fanatik bisa diterapkan dan dirangkai  dengan berbagai kalimat lainnya. Misalnya fanatik dengan kesalahan,  fanatik dengan seni, fanatik dengan berdagang, dan lain-lainnya. Inilah,  kiranya salah satu bukti penyelewengan budaya bahasa dewasa ini,  utamanya dalam komunitas muda. Dan mungkin juga diakibatkan karena  kurang memahaminya terhadap&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ilmu&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bahasa.  Sekali lagi, “Sungguh menggelikan dan memprihatinkan, bukan ?”. Agama  dianggap fanatisme, tetapi kesalahan didewa-kannya !!!.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Fenomena  dan argumentasi di atas tersebut, lagi populer di kalangan  “terpelajar”, baik pelajar umum utamanya pelajar perguruan tinggi agama  Islam saat ini yang syok berwawasan ilmiah. Dan dari situ, dapat  disimpulkan, betapa para pelajar Indonesia saat ini, ingin membuat  argumentasi berdasar agama, tetapi miskin nuqtoh(nilai)&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ilmiah. ‘’Mungkin inilah, ‘hasil’ dari ‘madzhab Ulil Abshor Abdulloh(demikian eja’an Arabnya)&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;cs’,  atau yang biasa ditulis Ulil Absar Abdalah, yang di tengah-tengah  semakin terpuruknya bangsa Indonesia dalam amaliah  agama(akhlakulkarimah), Ia ’memproklamasikan group lawak’&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bernama  JIL(Jaringan Islam Liberal), yang katanya madzhab masa depan itu’’.  Meskipun, sampai sekarang belum jelas, ada yang mengikuti atau tidak,  kecuali sedikit orang yang punya kepentingan(pribadi) yang sama  dengannya ?.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Terlepas  dari ’’group lawak atau banyolan’’ Ulil cs. Tapi, harus diakui, gejala  semacam itu, kini telah menjangkit dan merayap di berbagai lingkungan  pesantren, yang umumnya diberi label pesantren modern, atau pesantren  terpadu, yang lagi marak sekarang-sekarang ini. Banyak terdapat  pesantren, yang digagas oleh orang-orang “tidak kenal” dengan pesantren,  kondisi di dalamnya antara santri putra-santri putri, tidak beda dengan  SLTP/SMU di luar pesantren, yang siswa-siswinya siang malam terbiasa  dengan “iklim pergaulan” kost-kostan itu, ditambah lagi santri  putra-putri, tinggal dalam satu lingkup asrama. ”Sekedar untuk  diketahui, di sini penulis tidak memposisikan diri sebagai komunitas  tradisionalis atau modernis,&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tetapi memaparkan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di antara profil pondok pesantren yang ada sekarang ini”.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Maka,  dapat diambil kepahaman, bahwa betapalah fenomena kehancuran akhlak  itu, terus mengalir dan menyerang masuk ke berbagai “saluran, ruangan,  atau rongga-rongga, dan sel-sel” komunitas terpelajar. Kiranya,  diakibatkan oleh satu hal, yaitu “pemelesetan dan penyelewengan” dari  eksistensi globalisasi dan demokrasi.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Fungsi Rekonstruksi Akhlak&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Kita  telah lama menanggung dukacita dan atau derita, dengan terjadinya  berbagai &quot;ganjalan&quot;, dalam berbagai sektor atau bidang hidup dan  kehidupan. Mulai ekonomi, pendidikan, politik dan lainnya, baik  individual, golongan, bahkan sampai tatanan berbangsa dan bernegara.  Yang diakibatkan oleh, mulai kriminalitas para gepeng di pasar, preman  di terminal maupun kriminalitas para pembantu rakyat(pejabat) dari level  RT/RW sampai tingkat republik. Dapat diyakini, itu semua merupakan di  antara bukti dari ambruknya akhlakulkarimah, atau&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;merosotnya&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;moralitas bangsa Indonesia dari posisi &quot;akar bumi&quot; sampai&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&quot;atap langit&quot;.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Hal  tersebut, sesuai pandangan Imam Abu al-Hasan al-Mawardi dalam kitabnya  (Adab ad-dunya wa-addin, h. 115), dengan tegas berpendapat, bahwa  dekadensi akhlak merupakan hal paling cepat untuk menghancurkan seluruh  bumi dan sendi-sendinya. Pendapat tersebut cukup logis dan realistis,  karena dengan ambruknya akhlak, maka lahirlah korupsi, pencurian, dan  berbagai kriminalitas atau penyelewengan lainnya yang merugikan bangsa  dan negara, baik tatanan bermasyarakat maupun pemerintahan.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Karenanya,  sangatlah tepat Dr. Gustave Le Bon dalam konteks pendidikan, dalam  bukunya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab (Ruh&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;at-Tarbiyah,  h. 337). Ia berpendapat, bahwa pendidikan akhlak adalah bagian dari  permasalahan-permasalah utama yang tidak bisa disepelekan.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Sebab,  penulis berpendapat, dengan kemuliaan akhlak, suatu bangsa akan menjadi  terhormat, sebaliknya citra suatu bangsa akan ambruk dengan sendirinya  bila rusak akhlaknya. Karena, menurut Dr. Gustave Lebon dalam buku  lainnya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab (as-sunan  an-Nafsiah Li tathowwur al-Umam. h.,172). Bahwa kehancuran suatu bangsa  adalah akibat dari rusaknya akhlak bangsa itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Sehingga,  menurut Umar ibnu Ahmad Baroja, dalam bukunya (ibtida’iyyah: al-Akhlaq  lilbanin; littulabi al-madaris al-Islamiyah bi Indunisia, vol, 1 h, 4),  bahwa untuk melekatkan akhlakulkhasanah(akhlak baik) pada pribadi  manusia, maka semenjak dini pendidikan akhlak sangat penting, dan harus  ditanamkan pada setiap anak-anak manusia, agar ia tumbuh-berkembang  bersama akhlak yang terpuji, karena pada setiap pribadi manusia terdapat  potensi akhlak terpuji (akhlakulkarimah) dan akhlak  tercaci(akhlakussayyi’ah).&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Jadi, untuk  membangun suatu bangsa, memang terdapat banyak aspek yang perlu  dilakukan, di antaranya meningkatkan pendidikan, menghidupkan gerak  ekononmi, kedewasaan berpolitik dan lain sebagainya. Namun, yang paling  esensial adalah&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;reorientasi moral, baik komunitas tua,  utamanya tunas-tunas bangsa, sebagai generasi yang jelas sangat  dibutuhkan untuk menentukan maju-mundurnya suatu bangsa, dan sekarang  akhlaknya sudah&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sangat &quot;tercemar atau terkena volusi&quot; itu.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Hal tersebut di atas, sesuai hasil penelitian&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sejarahwan  terkenal Edward Gippon terhadap runtuhnya emperium Romania, dalam  bukunya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab (Ambarathur ar-Rumaniah  wa Suqhutuha, Vol,1, h. 230-259). Ia berpendapat, faktor utama yang  menyebabkan hancurnya Romania, adalah karena pada waktu itu  manusia-manusianya telah sangat jauh dari nilai-nilai moral, di  antaranya mereka terlena dengan kemewahan yang berlebih-lebihan, dan  para pemimpinnya terjebak dengan pertikaian dalam&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;memperebutkan jabatan dengan mengakses energi machiavellianisme atau politik menghalalkan segala cara,&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;serta berbagai&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sikap-sikap dan tindakan amoral lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Fenomena  tersebut, kini sangat kentara melanda bangsa kita. Ditambah lagi, kita  mengalami estafeta musibah bencana alam yang terus menghunjam tanah air  kita, kiranya hal itu, sebagai bukti adanya warning&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari  Sang Maha Kuasa, kepada makhluknya(bangsa kita khususnya), yang tak jua  kunjung insaf atau bertaubat. Sebagaimana yang banyak ditegaskan oleh  ayat-ayat al-Quran, dan sunnah Rasulullah SAW(tidak untuk dibahas di  sini).&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Kiranya hal-hal tersebut, cukup sebagai  bukti harus adanya ‘’rekonstruksi moral individual’’, baik dalam  konteks etika sosial sesama manusia(horisontal), maupun vertikal(kepada  sang pencipta). Mulai ‘’atap langit’’ sampai ‘’akar bumi’’ warga negara  Indonesia. Utamanya yang mengenakan seragam(pejabat) sebagai tanda bahwa  Ia terkait pengabdian dengan masyarakat, namun selalu menghianati dan  menyusahkan rakyat yang menitipkan amanat padanya. Sehingga, akibat&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;‘’prestasi mereka’’, bangsa kita mendapat&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;honoris causa sebagai negara yang mendapat ‘’rangking’’ kedua terkorup di dunia ini.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;****&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Penutup&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;TERLEPAS dari corak tradisionalisme, atau modernisme, atau sekularisme, atau liberalisme dan seterusnya. Tetapi&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sebagai  cermin tentang maju-mundurnya totalitas pesantren, dengan adanya  akhlakulkarimah sebagai proyek (garapan utama) sekaligus&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;identitas  pesantren itu. Dan karena pesantren punya faktor penunjang untuk  memudahkan ‘menggarap’ hal tersebut(akhlak), sebagaimana telah dibahas  di atas tadi.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Di  sini muncul pertanyaan penting untuk langsung dijawab oleh kalangan  pesantren, sebagai tolok-ukur atau barometer dari  keberhasilan-kemerosotan pendidikan(akhlak) yang merupakan bagian dari  dakwah itu, &quot;masih eksis dan sudah maksimalkah, pendidikan dan amaliah  akhlakulkarimah di setiap pondok pesantren, dan berbagai komunitas yang&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;punya&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&#39;hubungan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;darah&#39; dengan pesantren&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;? &quot;.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Bila  pertanyaan ini tidak bisa segera dijawab dengan bukti, maka akan  mendapat resiko nyata, secara perlahan dengan sendirinya pondok  pesantren akan bergeser ke poros yang kurang menguntungkan, atau  minimalnya kehilangan ‘’identitasnya’’ sebagai pesantren, dan(dalam  konteks pendidikan) berubah menjadi sekolah berasrama.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Juga,&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tentu  kredibilitas dan kafabilitas pesantren akan “pias” dengan sendirinya,  serta pondok pesantren tidak lagi akan bisa ikut berperan dalam  membangun bangsa, dengan cara mengusung generasi yang berakhlak “sehat” ,&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bila di dalam pesantren akhlakulkarimah yang merupakan modal utama untuk membangun bangsa itu, telah “menipis”.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;http://www.freewebs.com/arabindo/isi.htm&quot; height=500 scrolling=auto width=530&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/3260047759105448150/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/pesantren-dan-rekonstruksi-akhlak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/3260047759105448150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/3260047759105448150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/pesantren-dan-rekonstruksi-akhlak.html' title='Pesantren dan Rekonstruksi Akhlak'/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963.post-4130029974947199615</id><published>2011-06-22T08:30:00.001-07:00</published><updated>2011-06-22T08:30:32.417-07:00</updated><title type='text'>Mengkaji Ulang Pondok Pesantren Mahasiswa</title><content type='html'>Dengan terus maraknya pesantren mahasiswa ini, penulis dapat  menyimpulkan, ada dua bentuk pesantren mahasiswa. Pertama, &quot;menawarkan&quot;  kepada para mahasiswa untuk jadi santri, atau para santri yang  berdomisili di pesantren untuk jadi mahasiswa. Sehingga pesantren  mahasiswa berfungsi sebagai wahana kajian dan pengembangan imliah.  Kedua, &quot;menekan&quot; para mahasiswa untuk jadi santri, sehingga lebih  menitik beratkan pesantren mahasiswa tersebut berfungsi sebagai benteng  moral.  Apapun alasannya. Sungguh menarik, fenomena baru dikalangan akademisi  saat ini, yang biasa &quot;lantang&quot; cenderung kepada perubahan atau  pembaharuan, namun tiba-tiba mereka &quot;mengangkat&quot; pesantren yang selama  ini oleh sebagian orang dianggap orthodox dan beku, ditariknya masuk  kedalam tatanan akademisi. Dengan terus maraknya pesantren mahasiswa  ini, penulis dapat menyimpulkan, ada dua bentuk pesantren mahasiswa.  Pertama, &quot;menawarkan&quot; kepada para mahasiswa untuk jadi santri, atau para  santri yang berdomisili di pesantren untuk jadi mahasiswa. Sehingga  pesantren mahasiswa berfungsi sebagai wahana kajian dan pengembangan  imliah. Kedua, &quot;menekan&quot; para mahasiswa untuk jadi santri, sehingga  lebih menitik beratkan pesantren mahasiswa tersebut berfungsi sebagai  benteng moral. Hal pertama yang perlu dikaji adalah, kita harus  membedakan definisi pondok pesantren. Baik antara pesantren dengan  majlis Ta&#39;lim atau masjid yang di dalamnya sering diadakan pengajian,  atau SLTP/SLTA Islam, dan perguruan tinggi Islam yang pelajaran agamanya  lebih banyak dari sekolah dan universitas yang lebelnya bukan Islam.  Termasuk di UNISBA (Universitas Islam Bandung), sejak tahun 1987 membuka  program studi yang dinamakan program pesantren, yaitu pada awal kuliah,  akhir semester dua dan menjelang sarjana, serta perbedaan pesantren  dengan berbagai sekolah atau universitas negeri misalnya, yang jelas  pelajaran agamanya kurang. Nah, dari sini kita akan mengambil kepahaman,  apakan setiap pengajian atau pendidikan agama Islam itu, adalah  pesantren ?. Dengan melihat pada definisi pesantren yang telah kita  bahas diawal tadi, jawaban untuk pertanyaan itu, tentu adalah tidak.  Sama halnya dengan adanya pengajian di berbagai majlis Ta&#39;lim, Masjid,  atau pelajaran agama di berbagai sekolah Islam, mulai SD( Sekolah Dasar)  sampai Perguruan Tinggi. Sebab, untuk kegiatan pendidikan agama yang  biasa disebut dengan nama &quot;pesantren kilat&quot;, maupun &quot;pesantren kampus&quot;  universitas itu. Pengambilan nama tersebut, hanya sebagai pengkiasan  terhadap pesantren. Karena selama ini pendidikan ilmu agama Islam  identik dengan kondisi pesantren. Maka kegiatan-kegiatan pendidikan  agama tersebut diberi nama &quot;pesantren&quot;, ada pesantren kilat, juga ada  pesantren kampus bahkan sampai pesantren eksekutif, sebagaiman banyak  terdapat di Jakarta setiap bulan suci Ramadhan, dengan para tutor  kenama&#39;an. Sekarang ini, ditengah-tengah santernya persaingan global,  dimana sudah tidak ada bedanya antara Ijazah sarjana (universitas negeri  apalagi swasta) dengan Ijazah pesantren swasta, sebab dua bentuk ijazah  itu, tidak menjamin kesuksesan atau masa depan cerah pemiiknya. Namun  realitas zaman, dimana para orang tua yang malas hanya sekedar ingin tau  apa itu pesantren, apalagi memasukkan anaknya untuk belajar di  pesantren, bahkan banyak terdapat para orang tua yang merasa malu bila  anaknya &quot;bersahabat&quot; dengan santri pesantren. Dan dengan bangga merestui  putra-putrinya siang malam jauh dari sanak-keluarga berada di tempat  kost, yang bukan rahasia lagi, tempat tersebut rawan dari serangan  &quot;virus&quot; pergaulan bebas dengan berbagai seginya, mulai VCD Forno,  Narkoba dan merambat Free Sex dengan berbagai ragamnya, di tempat yang  biasa disebut kost itu, sudah bukan hal baru lagi [10]. Ironinya, para  orang tua dengan legowo dan nafas lega merelakan anaknya berada di  tempat tersebut, &quot;demi untuk meraih gelar sarjana&quot; meskipun tidak  menjamin prosfek cerah dihari depannya. Bahkan, semasa saya belajar di  pesantren dulu, telinga ini &quot;terasa bising&quot; atas berbagai kritik pedas  bahkan komentar minor terhadap pesantren dari sahabat-sahabat yang  berada di kampus-kampus universitas, baik yang berstatus mahasiswa  maupun mahadosen termasuk para orang tua yang merasa bangga putra-putri  mereka menempuh studi pada perguruan tinggi. Namun di tengah-tengah  memuncaknya fenomena demikian dalam tatanan masyarakat. Tetapi terus  banyak bermunculan berbagai lembaga atau institusi yang menamakan diri  pesantren mahasiswa. Termasuk di berbagai kota pelajar, ramai  bermunculan tempat-tempat kost, merubah diri dengan menamakan diri  &quot;pesantren&quot; mahasiswa-mahasiswi, cukup menggelikan fenomena demikian.  Dengan berkembangnya fenomena demikian ini, kita dapat membagi kepada  dua bentuk pesantren mahasiswa: Bentuk Pertama: Pondok pesantren  mahasiswa-mahasiswi yang fungsi utamanya sebagai media pengembangan  ilmiah. Yakni sebuah lembaga yang dengan sengaja didirakan bertujuan  untuk mengembangkan dan melestarikan kualitas ilmiah. Diantaranya  seperti Al-Hikam di Malang, yang di bawah pimpinan KH. Hasyim Muzadi.  Juga di komplek elit NU Ciganjur, yang berada di bawah pimpinan KH.  Prof. DR. Said Aqiel Siradj (bukan yang berada disamping masjid  Ciganjur, tapi yang berada persis di depan kediaman beliau). Dua bentuk  pesantren tersebut, sejak awal berdirinya, bukan &quot;menekan&quot; para  mahasiswa untuk menjadi santri. Tetapi lembaga tersebut &quot;menawarkan&quot;  kepada para mahasiswa atau sarjana, untuk menjadi santri. Sehingga  hadirnya para calon sarjana, ataupun yang sudah jadi sarjana kedalam  tatanan lembaga tersebut, adalah berdasar kesadaran nurani ilmiah. Serta  yang menjadi santri pada pesantren tersebut, mayoritas para calon  sarjana atau sarjana yang telah menyelesaikan studinya baik didalam  maupun luar negeri, adalah mereka yang pernah mengenyam pendidikan  pesantren, atau juga mereka yang punya &quot;ruh&quot; pendidikan pesantren.  Sehingga &quot;greget mereka untuk menjadi santri&quot; cukup serius. Yang tentu  hal itu akan mempengaruhi terhadap kualitas gerak ilmiah yang diterapkan  dan digulirkan di dalam pesantren tersebut. Jadi, di pesantren  mahasiswa yang demikian ini, akan terus memacu untuk berkembangnya pola  ilmiah, dan tentu hal itu sangat menjembatani terhadap para calon  cendikiawan muslim kampus, maupun calon kiyai pesantren. Utamanya para  mahasiswa yang beckgron pendidikannya dari pesantren salafiyah, yang  selama ini secara umum masih lamban dalam &quot;menghidupkan gerak ilmiah&quot;.  Dan hal tersebut, satu sisi, sama posisinya dengan Ma&#39;had Ali yang lagi  marak diberbagai pesantren saat ini. Yakni berfungsi sebagai jenjang  pendidikan tinggi bagi para santri. Dan bentuk pesantren mahasiswa yang  demikian ini. Sama halnya dengan menciptakan universitas di dalam  pesantren. Sebab, kalau tadi &quot;menawarkan&quot; kepada para mahasiswa untuk  jadi santri. Sedangkan yang ini, &quot;menawarkan&quot; kepada para santri untuk  jadi mahasiswa. Yakni tanpa adanya unsur penekanan. Kita mengambil  contoh pesantren Sukorejo Situbondo misalnya. Sebagai pesantren warisan  KHR. Asy&#39;ad Syamsyul Arifin itu, didalam pesantren tersebut, pada  tanggal 14 Maret 1968 telah berdiri universitas dengan nama Ibrahimy.  Yang kemudian dalam perkembangannya universitas Ibrahimy pada 25 Juli  1988, berubah menjadi Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII). Yang sampai  saat ini institut agama Islam Ibrahimy telah memiliki tiga fakultas;  Fakultas Syariâ€™ah, Fakultas Tarbiyah, dan Fakultas Dakwah. Kemudian  pada tahun Akademik 2001-2002 membuka dua akademi yaitu akademi  manajemen informatika dan komputer Ibrahimy (AMIKI) dan akademi  Perikanan dan kelautan ibrahimy (APERIKI). Ditambah dengan membuka  cabang sekolah tinggi ilmu Tarbiyah (STIT) Ibrahimy di Genteng  Banyuwangi dan Sekolah Tinggi Agama Islam Ibrahimy (STAII) di Bagu  Lombok Tengah NTB. Ditambah lagi, telah membuka program Pasca Sarjana  Magister Agama Islam Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII) Sukorejo  Situbondo memiliki Visi Menjadi program study terkemuka yang  menghasilkan tenaga akhli di bidang hukum Islam dan pendidikan Islam  yang unggul dan mampu bersaing di era global Jadi, dalam hal ini, jelas  terdapat perbedaan jauh. Antara pesantren di dalam kampus, dengan  universitas didalam pesantren. Sebab pesantren dalam kampus hanya  sebagai formalitas saja disela-sela kegiatan ilmiah kampus, yang mana  para mahasiswa &quot;ditekan atau terpaksa&quot; untuk menjadi santri. Sedangkan  universitas didalam pesantren, sebagaimana di Situbondo itu, dengan  &quot;menawarkan&quot; kepada para santri untuk jadi mahasiswa, adalah sebagai  faktor pengembangan sumber daya Ilmiah para santri di pesantran. Bentuk  kedua: Bentuk kedua dari pondok pesantren mahasiswa, adalah pesantren  mahasiswa yang &quot;menekan&quot; para mahasiswa untuk jadi santri. Sehingga  fungsi utamanya lebih cenderung sebagai benteng moral. Sedangkan gerak  ilmiahnya ilmiahnya indolen dan statis. Dan pesantren bentuk kedua,  dengan fenomena demikian ini, efektifitas pesantrennya sangat kurang.  Sebab, dalam pergumulan pemikiran kampus, dengan berbagai karakter dan  pola pemikiran manusia. Yang juga tidak sedikit para mahasiswa yang  &quot;alergi&quot; pesantren. Kiranya hal itu merupakan salah satu faktor yang  dapat diyakini akan terus mengganjal kelancaran lajunya &quot;pesantren&quot; itu.  &quot;Jika pesantren dijadikan sebagai lembaga pendidikan&quot;. Namun hal  demikian, satu sisi cukup bagus dan sangat maslahat, sebab berstatusnya  putra-putri bangsa bukan sebagai siswa biasa lagi, tetapi sebagai  &quot;mahasiswa&quot;, bukanlah merupakan suatu jaminan, mereka akan terbebas dan  mampu mengantisipasi berbagai jenis serangan &quot;virus ganas&quot; pergaulan  bebas yang terus semakin gencar menyerang kehidupan putra-putri bangsa.  Maka dengan program yang dicanangkan oleh pihak kampus, yakni  menciptakan pesantren didalam asrama kampus, adalah sangat tepat. Sebab,  meskipun sebagai &quot;universitas Islam&quot;, namun banyak sekali mahasiswa  yang sebelumnya, belum tahu banyak tentang Islam, atau bahkan sama  sekali belum bersentuhan dengan pendidikan ilmu agama Islam, misalnya  mahasiswa yang terlahir dari keluarga yang kurang religius dan hidup di  ibu kota, sebelum masuk ke universitas tersebut, mereka menempuh studi  pada SLTP/SLTA yang kurang pelajaran agamanya. Apalagi kadang faktor  masuknya mereka keperguruan tinggi Islam itu, karena tidak diterima pada  salah satu universitas negeri yang didambakannya. Jadi, untuk kegiatan  demikian ini, yakni sebuah &quot;pesantren&quot; didalam kampus, dari sisi  efektifitas &quot;pesantren&quot; jelas minim. Dan sebab itu pula, kurang tepat  bila dinamakan pesantren, dan juga bisa dikatakan menyalahi eksistensi  pesantren. Sebab para mahasiswa yang tinggal di asrama tersebut,  mengikuti program-program yang &quot;dinamakan pesantren&quot; itu, hanyalah  &quot;berdasar tekanan&quot;, untuk mengisi waktu kosong, diluar jam kuliah yang  menjadi tujuan utamanya itu. Sedangkan jelas, tujuan utama pesantren  dalam hal pendidikan, adalah para santri bagian besar waktunya dituntut  untuk memahami dan mengkaji ulumu Ad-diniyah. Beda halnya, kampus-kampus  universitas Islam di negara-negara Arab, seperti Al-azhar Mesir,  Al-Qurawiyien Maroko, Um Al-Quro Makkah. Yang memang benar-benar menitik  beratkan untuk mengkaji ulumuddiniyah[11], dan tidaklah akan bisa  meraih gelar sarjana pada universitas tersebut, dengan tanpa adanya  kemampuan ilmiah, yang diraih dengan usaha sungguh-sungguh. Adapun  suasana religius yang diciptakan didalam kampus di berbagai perguruan  tinggi Islam di Indodesia, maupun asramanya, itu merupakan &quot;kewajiban  moral dan ilmiah&quot; mereka sebagai &quot;mahasiswa&quot;, apalagi mahasiswa  perguruan tinggi Islam. Dan kiranya hal itulah yang membedakan antara  para mahasiswa perguruan tinggi Islam, dengan para mahasiswa perguruan  tingi yang tidak berbeckgron Islam. Juga hal itu, untuk membedakan  antara &quot;mahasiswa&quot; dengan &quot;siswa&quot; biasa, (maaf) siswa SD, atau siswa  SLTP misalnya. Yang belum bisa banyak bersikap ilmiah sosial maupun  ilmiah Islamiah itu. Dan kegiatan religius di kampus itu, bukankah lebih  tepat bila dikatakan dengan nama lembaga da&#39;wah kampus atau sejenisnya,  dengan menerapkan berbagai pendidikan agama. Dan ataukah, betapa  berpotensinya lembaga pendidikan yang bernama pesantren, sehingga banyak  bermunculan lembaga pendidikan yang menamakan diri pesantren ? Kiranya,  untuk hal ini, lebih cocok dimasukkan kedalam ekstra kurikuler. Namun,  karena pendidikan dan suasana religius itu identik dengan pesantren,  maka di lingkungan kampuspun corak religiusnya disebut: menciptakan  pesantren di dalam kampus. Kita mengambil contoh UIS(Universitas Islam  Sudan) yang berada dijalan Gajayana Malang itu, yang dulunya bernama  STAIN(Sekolah Tinggi Islam Negeri). Juga UNISSULA(universitas sultan  agung) Semarang yang pada tahun 1998, dan berbagai sekolah tinggi Islam  lainnya, yang menggagas pesantren di dalam kampus, dengan kegiatan  religius didalamnya. Jadi, menggagas pesantren dalam kampus itu, sama  halnya sebuah lembaga pendidikan Islam, seperti yang banyak terdapat di  mana-mana, yang sejak awal dibangunnya, para pendirinya menamakan diri  &quot;sekolah SLTP/SLTA Islam berasrama&quot;, cuman para pengelola lembaga  pendidikan tersebut ingin menciptakan suasana Islami, sehingga mereka  meniru peraturan yang dijalankan oleh setiap pesantren, utamanya dalam  pergaulan antara siswa-siswinya di kasih jarak sebagaimana para para  santri di berbagai pesantren &quot;yang benar-benar pesantren&quot;. Sehingga  &quot;suasana&quot; dilingkungan sekolah Islam tersebut, hampir mirip dengan  pesantren. Dan kiranya, dari pesantren mahasiswa bentuk kedua ini, kelak  para alumninyapun, kurang tepat bila menulis biodata pribadinya,  sebagai &quot;alumni pesantren&quot;, dalam kondisi dan untuk tujuan apapun.  Sebagaimana yang banyak terjadi sekarang-sekarang ini, yang dilakukan  oleh orang-orang anti pesantren, ketika mereka membutuhkan nama  pesantren. Dan Fenomena demikian itu, juga sama halnya yang lagi marak  akhir-akhir ini, banyaknya kost-kostan mahasiwi-mahasiswa di berbagai  kota pelajar, yang menerapkan suasana religius, dan merubah nama  kost-kostan menjadi pesantren. Serta bagi ummat akademisi yang dulu  selalu komentar negatif terhadap pesantren. Bukankah gelar mahasiswa  atau sarjana, itu lebih keren dari gelar santri atau ustadz ?.  Sebagaimana dalam anggapan orang-orang tanggung(orang kota bukan, orang  kampung juga tidak, atau berpengalaman tidak, orang bodoh juga bukan)  itu. Namun faktor yang lebih tepat adalah: kenyataan zaman kiranya telah  memberi jawaban kepada orang-orang &quot;tanggung&quot; itu. Dan ataukah kaum  akademisi (utamanya perguruan tinggi Islam) baru terbangun dari tidurnya  yang penuh dengan mimpi buruk, karena sibuk mencari kelemahan berbagai  pondok pesantren, dengan maksud mencari ide pemikiran, sehingga lupa  untuk mengitrospeksi diri ?.  --------------------------------------------------------------------------------  [1] Lihat Taswirul Afkar, edisi 9, 2000, hal. 12 [2] Lahir pada tahun  1230 H atau 1813 M. Desa Tenara Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang  Jawa Barat. Wafat di Makkah tahun 1314 H atau 1897 M. [3] Yang lahir  pada tahun 1901 H. [4] Al-shahwah Al-islamiyah baina al-Ikhtilaf  Al-masyru&#39; wa Al-Tafarruq Al-madzmum, Mu&#39;assah Ar-risalah, Beirut.  Halaman 34-35. [5] Untuk meyakinkan pembaca, kalau penulis sering ketemu  dengannya. Ketika ke Indonesia menghadiri acara International  Conference of Islamic Scholars (konferensi Internasional cendikiawan  Islam sedunia. Yang diselenggarakan oleh PBNU bekerja sama dengan DEPLU  RI pada tanggal 23-26 Pebruari 2004 di Jakarta. Beliau berkenan  silaturrahim dengan keluarga penulis di pesantren Asy-syafi&#39;iyyah  Kedungwungu Krangkeng Indramayu. [6] Lingkungan tempat fatimah Mernisi  dilahirkan, memang sebuah lingkungan intelektual, mungkin hal itu  merupakan salah satu faktor yang mendukung cemerlangnya pemikiran wanita  yang melajang sampai usia senja itu. Ia lahir berada di kota tempat  pertama kali di bangunnya universitas Al-qurawiyien sebagai universitas  Islam tertua di dunia, oleh Fatimah Fihriyah, wanita asal Tunisia, pada  tahun 245/859 M, atau pertengahan abad sembilan Miladi. Gedung yang  dindingnya kayu penuh berukir kaligrafi Arab itu, kini sudah dimusiumkan  dan ramai dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai negara. Berdekatan  dengan makam Syekh Abu Abdulloh Muhammad bin Muhammad bin Daud  Ash-shonhaji, yang dikenal dengan nama Ibnu Ajurrumi, pengarang kitab  Al-jurumiyah/Nahwu (672â€”723 H), persis berdampingan dengan makam syekh  Aba Al-abbas Ahmad At-tijani(penggagas toriqoh at-tihaniyah). Juga  tidak jauh dari makam Qodi Abu Bakar Muhammad bin Abdulloh bin Muhammad  bin Abdulloh Al-ma&#39;afiri (468-543 H) yang dikenal dengan Qodi Abu Bakar  Ibnu Al-a&#39;robi Al-fasi Al-maghribi / Maroko itu. Dan berbagai ulama  kenamaan lainnya. [7] Lihat bulettin la â€“Meditrane, PPI(Perhimpunan  Pelar Indonesia) Maroko, edisi Desember 2002 [8] Lihat buku: DR.  Abdulloh Syarif, &quot;Abid Al-jabiri wa Fatimah Mernissi&quot;(maktabah  Al-qurawiyien 2003). Yang memberikan kritik tajam kepada dua pemikir  itu. [9] Nongkrong di cafÃ©, merupakan salah satu hobi orang-orang  Maroko, yang tergolong cendikiawan maupun ulama sekalipun. Yang dimaksud  cafÃ© disini adalah, semacam rumah makan, bukan cafÃ© tempat hiburan.  Biasa mereka nongkrong berjam-jam lamanya. [10] Maaf, hanya sebagai  kilasan, dan tidak untuk di bahas disini. Sebab penulis tidak tertarik  untuk mengkaji sisi tersebut. [11] Meskipun disana juga terdapat  fakultas kedokteran dan sejenisnya.&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;http://www.freewebs.com/arabindo/isi.htm&quot; height=500 scrolling=auto width=530&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/4130029974947199615/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/mengkaji-ulang-pondok-pesantren.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/4130029974947199615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/4130029974947199615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/mengkaji-ulang-pondok-pesantren.html' title='Mengkaji Ulang Pondok Pesantren Mahasiswa'/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963.post-2046507282841919481</id><published>2011-06-19T07:24:00.000-07:00</published><updated>2011-06-19T07:24:11.994-07:00</updated><title type='text'>Dzikir setelah sholat dan tata caranya, dari sahih Bukhari Muslim</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;  &lt;span style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;Dzikir  setelah sholat merupakan ibadah yang sangat disunnahkan dan salah satu  kebiasaan Rasulullah s.a.w. Beliau juga melakukannya dengan suara keras.  Dalam sahih Bukhari dan Muslim disebutkan pada Bab Dzikir setelah  sholat dari Ibnu Abbas beliau berkata &quot;sesungguhnya mengeraskan suara  dengan dzikir ketika orang-orang usai melaksanakan sholat wajib  merupakan kebiasaan yang berlaku pada zaman Rasulullah s.a.w.. Ibnu  Abbas menambahkan, aku mengetahui bahwa mereka selesai sholat karena aku  mendengarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;direction: ltr; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 11pt; margin-top: 12pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;Riwayat lain dari Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas mengatakan:&quot;Aku mengetahui selesainya sholat Rasulullah dengan takbir&quot;.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;direction: ltr; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 11pt; margin-top: 12pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;Bagi  imam ketika usai sholat disunnahkan membalikkan muka ke arah makmum.  Demikian disebutkan riwayat sahih Bukhari dari Samurah bin  Jundub:&quot;Rasulullah s.aw. ketika selesai sholat beliau membalikkan  mukanya ke arah kami&quot;. Hadist serupa dari rawi-rawi lain juga  diriwayatkan oleh imam Muslim dalam kitab sahihnya, Ahmad, Tirmidzi,  Nasai, Abu dawud dll.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;direction: ltr; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 11pt; margin-top: 12pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;Adapun bacaan-bacaan dzikir yang disunnahkan dibaca setelah sholat sesuai riwayat Bukhari dan Muslim adalah sbb.:&lt;/div&gt;&lt;h1&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;سُبْحَانَ اللَّهِ&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt; x 33&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;2. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;الْحَمْدُ لِلَّهِ&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt; x 33&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;3. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;اللَّهُ أَكْبَرُ&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt; x 33 &lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;color: black; direction: ltr; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 11pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;Dari  Abu Hurairah: Suatu hari datanglah rombongan orang-orang fakir ke  hadapan Rasulullah s.a.w. mereka mengeluh: &quot;Wahai Rasulullah,  orang-orang kaya telah mendapatkan kemuliaan dan sorga dengan harta  mereka. Mereka sholat seperti sholat kita,&amp;nbsp; mereka puasa seperti puasa  kita, mereka bersedekah tapi kami tidak, mereka memerdekakan budak dan  kami tidak&quot;. Rasulullah s.a.w. pun menjawab: Maukah kalian ku ajari  sesuatu yang dengan itu kalian bisa mengejar orang yang mendahului  kalian dan meninggalkan orang-orang yang di belakang kalian dan tidak  ada orang yang lebih utama dari kalian kecuali yang melakukan hal yang  sama? &lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;color: black; direction: ltr; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 11pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&quot;Tentu Mau wahai Rasulullah&quot;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;color: black; direction: ltr; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 11pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&quot;Kalian  membaca tasbih, takbir dan tahmid sebanyak 33 kali setiap selesai  sholat&quot;. (H.R. Bukhari Muslim dll). Riwayat lain dari Abu Hurairah  menyebutkan 10 kali.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;color: black; direction: ltr; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 11pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;h1 align=&quot;right&quot;&gt;&lt;span&gt;لَا  إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ  الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا  أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ  مِنْكَ الْجَدُّ.&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt; x 3 lalu dilanjutkan dengan mambaca:&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 align=&quot;right&quot;&gt;&lt;span&gt;اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ.&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;(hadist riwayat Thauban dan A&#39;isah r.a. menyebutkan dua redaksi tersebut&quot;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;direction: ltr; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 11pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;h1 align=&quot;right&quot;&gt;&lt;span&gt;لَا  إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ  الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ  إِلَّا بِاللَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا  إِيَّاهُ لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ  لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ  الْكَافِرُونَ.&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;color: black; direction: ltr; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 11pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;Selain  dzikir, setelah sholat juga disunnahkan berdoa. Imam Bukhari bahkan  membuat satu bab dalam kitab sahihnya dengan judul &quot;Berdoa setelah  sholat&quot;.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;direction: ltr; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 11pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;Text-text hadist Bukhari Muslim Tentang Dzikir Setelah Sholat dan &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Tata Caranya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;صحيح ا لبخاري&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;بَاب الذِّكْرِ &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;بَعْدَ الصَّلَاة&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;ِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;796 -&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;  حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ  قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو أَنَّ أَبَا  مَعْبَدٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ  اللَّهُ عَنْهُمَا أَخْبَرَهُ أَنَّ رَفْعَ الصَّوْتِ بِالذِّكْرِ حِينَ  يَنْصَرِفُ النَّاسُ مِنْ الْمَكْتُوبَةِ كَانَ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ  صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ كُنْتُ أَعْلَمُ  إِذَا انْصَرَفُوا بِذَلِكَ إِذَا سَمِعْتُهُ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;797 -&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;  حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ  حَدَّثَنَا عَمْرٌو قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو مَعْبَدٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ  رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كُنْتُ أَعْرِفُ انْقِضَاءَ صَلَاةِ  النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالتَّكْبِيرِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;قَالَ  عَلِيٌّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو قَالَ كَانَ أَبُو مَعْبَدٍ  أَصْدَقَ مَوَالِي ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ عَلِيٌّ وَاسْمُهُ نَافِذٌ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;798 -&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;  حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ عَنْ  عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ  رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ الْفُقَرَاءُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى  اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ مِنْ  الْأَمْوَالِ بِالدَّرَجَاتِ الْعُلَا وَالنَّعِيمِ الْمُقِيمِ يُصَلُّونَ  كَمَا نُصَلِّي وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَلَهُمْ فَضْلٌ مِنْ أَمْوَالٍ  يَحُجُّونَ بِهَا وَيَعْتَمِرُونَ وَيُجَاهِدُونَ وَيَتَصَدَّقُونَ قَالَ  أَلَا أُحَدِّثُكُمْ إِنْ أَخَذْتُمْ أَدْرَكْتُمْ مَنْ سَبَقَكُمْ وَلَمْ  يُدْرِكْكُمْ أَحَدٌ بَعْدَكُمْ وَكُنْتُمْ خَيْرَ مَنْ أَنْتُمْ بَيْنَ  ظَهْرَانَيْهِ إِلَّا مَنْ عَمِلَ مِثْلَهُ تُسَبِّحُونَ وَتَحْمَدُونَ  وَتُكَبِّرُونَ خَلْفَ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَاخْتَلَفْنَا  بَيْنَنَا فَقَالَ بَعْضُنَا نُسَبِّحُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَنَحْمَدُ  ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَنُكَبِّرُ أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ فَرَجَعْتُ  إِلَيْهِ فَقَالَ تَقُولُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَاللَّهُ  أَكْبَرُ حَتَّى يَكُونَ مِنْهُنَّ كُلِّهِنَّ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;799 -&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;  حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ  عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ وَرَّادٍ كَاتِبِ الْمُغِيرَةِ بْنِ  شُعْبَةَ قَالَ أَمْلَى عَلَيَّ الْمُغِيرَةُ بْنُ شُعْبَةَ فِي كِتَابٍ  إِلَى مُعَاوِيَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  كَانَ يَقُولُ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَا إِلَهَ إِلَّا  اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ  عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ  وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ  الْجَدُّ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;وَقَالَ  شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ بِهَذَا وَعَنْ الْحَكَمِ  عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ مُخَيْمِرَةَ عَنْ وَرَّادٍ بِهَذَا وَقَالَ  الْحَسَنُ الْجَدُّ غِنًى &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;بَاب يَسْتَقْبِلُ الْإِمَامُ النَّاسَ إِذَا سَلَّمَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;800 -&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;  حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ قَالَ حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ  حَازِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو رَجَاءٍ عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ قَالَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى صَلَاةً أَقْبَلَ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;801 -&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;  حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ صَالِحِ  بْنِ كَيْسَانَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ  بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ أَنَّهُ قَالَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;صَلَّى  لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ  الصُّبْحِ بِالْحُدَيْبِيَةِ عَلَى إِثْرِ سَمَاءٍ كَانَتْ مِنْ  اللَّيْلَةِ فَلَمَّا انْصَرَفَ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ هَلْ  تَدْرُونَ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ  قَالَ أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِي مُؤْمِنٌ بِي وَكَافِرٌ فَأَمَّا مَنْ قَالَ  مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِي وَكَافِرٌ  بِالْكَوْكَبِ وَأَمَّا مَنْ قَالَ بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا فَذَلِكَ  كَافِرٌ بِي وَمُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;802 -&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt; حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُنِيرٍ سَمِعَ يَزِيدَ بْنَ هَارُونَ قَالَ أَخْبَرَنَا حُمَيْدٌ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;أَخَّرَ  رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلَاةَ ذَاتَ  لَيْلَةٍ إِلَى شَطْرِ اللَّيْلِ ثُمَّ خَرَجَ عَلَيْنَا فَلَمَّا صَلَّى  أَقْبَلَ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ فَقَالَ إِنَّ النَّاسَ قَدْ صَلَّوْا  وَرَقَدُوا وَإِنَّكُمْ لَنْ تَزَالُوا فِي صَلَاةٍ مَا انْتَظَرْتُمْ  الصَّلَاةَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;5854 -&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt; حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ أَخْبَرَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا وَرْقَاءُ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;قَالُوا  يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالدَّرَجَاتِ  وَالنَّعِيمِ الْمُقِيمِ قَالَ كَيْفَ ذَاكَ قَالُوا صَلَّوْا كَمَا  صَلَّيْنَا وَجَاهَدُوا كَمَا جَاهَدْنَا وَأَنْفَقُوا مِنْ فُضُولِ  أَمْوَالِهِمْ وَلَيْسَتْ لَنَا أَمْوَالٌ قَالَ أَفَلَا أُخْبِرُكُمْ  بِأَمْرٍ تُدْرِكُونَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ وَتَسْبِقُونَ مَنْ جَاءَ  بَعْدَكُمْ وَلَا يَأْتِي أَحَدٌ بِمِثْلِ مَا جِئْتُمْ بِهِ إِلَّا مَنْ  جَاءَ بِمِثْلِهِ تُسَبِّحُونَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ عَشْرًا  وَتَحْمَدُونَ عَشْرًا وَتُكَبِّرُونَ عَشْرًا تَابَعَهُ عُبَيْدُ اللَّهِ  بْنُ عُمَرَ عَنْ سُمَيٍّ وَرَوَاهُ ابْنُ عَجْلَانَ عَنْ سُمَيٍّ  وَرَجَاءِ بْنِ حَيْوَةَ وَرَوَاهُ جَرِيرٌ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ  رُفَيْعٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ وَرَوَاهُ سُهَيْلٌ  عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;صحيح مسلم&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;بَاب الذِّكْرِ &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;بَعْدَ الصَّلَاة&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;ِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;917 -&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;  حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ  عَنْ عَمْرٍو قَالَ أَخْبَرَنِي بِذَا أَبُو مَعْبَدٍ ثُمَّ أَنْكَرَهُ  بَعْدُ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كُنَّا نَعْرِفُ انْقِضَاءَ صَلَاةِ  رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالتَّكْبِيرِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;918 -&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;  حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ  عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي مَعْبَدٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ  أَنَّهُ سَمِعَهُ يُخْبِرُ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَا كُنَّا نَعْرِفُ  انْقِضَاءَ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  إِلَّا بِالتَّكْبِيرِ قَالَ عَمْرٌو فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِأَبِي مَعْبَدٍ  فَأَنْكَرَهُ وَقَالَ لَمْ أُحَدِّثْكَ بِهَذَا قَالَ عَمْرٌو وَقَدْ  أَخْبَرَنِيهِ قَبْلَ ذَلِكَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;919 -&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;  حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ  أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ ح و حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ  وَاللَّفْظُ لَهُ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا ابْنُ  جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ أَنَّ أَبَا مَعْبَدٍ مَوْلَى  ابْنِ عَبَّاسٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ رَفْعَ  الصَّوْتِ بِالذِّكْرِ حِينَ يَنْصَرِفُ النَّاسُ مِنْ الْمَكْتُوبَةِ  كَانَ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  وَأَنَّهُ قَالَ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ كُنْتُ أَعْلَمُ إِذَا انْصَرَفُوا  بِذَلِكَ إِذَا سَمِعْتُهُ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;بَاب اسْتِحْبَابِ الذِّكْرِ &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;بَعْدَ الصَّلَاة&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;ِ وَبَيَانِ صِفَتِهِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;931 -&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;  حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ رُشَيْدٍ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ عَنْ  الْأَوْزَاعِيِّ عَنْ أَبِي عَمَّارٍ اسْمُهُ شَدَّادُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ  عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى  اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ  ثَلَاثًا وَقَالَ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ  تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ. قَالَ الْوَلِيدُ فَقُلْتُ  لِلْأَوْزَاعِيِّ كَيْفَ الْاسْتِغْفَارُ قَالَ تَقُولُ أَسْتَغْفِرُ  اللَّهَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;932 -&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;  حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَابْنُ نُمَيْرٍ قَالَا  حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ  الْحَارِثِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَلَّمَ لَمْ يَقْعُدْ إِلَّا مِقْدَارَ مَا  يَقُولُ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ ذَا  الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَفِي رِوَايَةِ ابْنِ نُمَيْرٍ يَا ذَا  الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ و حَدَّثَنَاه ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبُو  خَالِدٍ يَعْنِي الْأَحْمَرَ عَنْ عَاصِمٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَقَالَ  يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ و حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ بْنُ  عَبْدِ الصَّمَدِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ  عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ وَخَالِدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ  الْحَارِثِ كِلَاهُمَا عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بِمِثْلِهِ غَيْرَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ يَا ذَا  الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;933 -&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;  حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ عَنْ  مَنْصُورٍ عَنْ الْمُسَيَّبِ بْنِ رَافِعٍ عَنْ وَرَّادٍ مَوْلَى  الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ كَتَبَ الْمُغِيرَةُ بْنُ شُعْبَةَ إِلَى  مُعَاوِيَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  كَانَ إِذَا فَرَغَ مِنْ الصَّلَاةِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا  اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ  عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ  وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ  الْجَدُّ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;و  حَدَّثَنَاه أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ  وَأَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ قَالُوا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ  الْأَعْمَشِ عَنْ الْمُسَيَّبِ بْنِ رَافِعٍ عَنْ وَرَّادٍ مَوْلَى  الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ الْمُغِيرَةِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى  اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ قَالَ أَبُو بَكْرٍ وَأَبُو كُرَيْبٍ  فِي رِوَايَتِهِمَا قَالَ فَأَمْلَاهَا عَلَيَّ الْمُغِيرَةُ وَكَتَبْتُ  بِهَا إِلَى مُعَاوِيَةَ و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا  مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي عَبْدَةُ  بْنُ أَبِي لُبَابَةَ أَنَّ وَرَّادًا مَوْلَى الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ  قَالَ كَتَبَ الْمُغِيرَةُ بْنُ شُعْبَةَ إِلَى مُعَاوِيَةَ كَتَبَ ذَلِكَ  الْكِتَابَ لَهُ وَرَّادٌ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ حِينَ سَلَّمَ بِمِثْلِ حَدِيثِهِمَا إِلَّا  قَوْلَهُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ فَإِنَّهُ لَمْ يَذْكُرْ و  حَدَّثَنَا حَامِدُ بْنُ عُمَرَ الْبَكْرَاوِيُّ حَدَّثَنَا بِشْرٌ يَعْنِي  ابْنَ الْمُفَضَّلِ قَالَ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى  حَدَّثَنِي أَزْهَرُ جَمِيعًا عَنْ ابْنِ عَوْنٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ  وَرَّادٍ كَاتِبِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ كَتَبَ مُعَاوِيَةُ  إِلَى الْمُغِيرَةِ بِمِثْلِ حَدِيثِ مَنْصُورٍ وَالْأَعْمَشِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;934 -&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;  و حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ الْمَكِّيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ  حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ أَبِي لُبَابَةَ وَعَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ  عُمَيْرٍ سَمِعَا وَرَّادًا كَاتِبَ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ يَقُولُا  كَتَبَ مُعَاوِيَةُ إِلَى الْمُغِيرَةِ اكْتُبْ إِلَيَّ بِشَيْءٍ  سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ  فَكَتَبَ إِلَيْهِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا قَضَى الصَّلَاةَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ  وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى  كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا  مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;935 -&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt; و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ قَالَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;كَانَ  ابْنُ الزُّبَيْرِ يَقُولُ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ حِينَ يُسَلِّمُ لَا  إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ  الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ  إِلَّا بِاللَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا  إِيَّاهُ لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ  لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ  الْكَافِرُونَ وَقَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ يُهَلِّلُ بِهِنَّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;و  حَدَّثَنَاه أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ  سُلَيْمَانَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ مَوْلًى  لَهُمْ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ كَانَ يُهَلِّلُ دُبُرَ  كُلِّ صَلَاةٍ بِمِثْلِ حَدِيثِ ابْنِ نُمَيْرٍ وَقَالَ فِي آخِرِهِ ثُمَّ  يَقُولُ ابْنُ الزُّبَيْرِ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ يُهَلِّلُ بِهِنَّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ و حَدَّثَنِي يَعْقُوبُ  بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ حَدَّثَنَا  الْحَجَّاجُ بْنُ أَبِي عُثْمَانَ حَدَّثَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ قَالَ  سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ يَخْطُبُ عَلَى هَذَا  الْمِنْبَرِ وَهُوَ يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا سَلَّمَ فِي دُبُرِ الصَّلَاةِ أَوْ الصَّلَوَاتِ  فَذَكَرَ بِمِثْلِ حَدِيثِ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ  بْنُ سَلَمَةَ الْمُرَادِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ عَنْ  يَحْيَى بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَالِمٍ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ أَنَّ  أَبَا الزُّبَيْرِ الْمَكِّيَّ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ  بْنَ الزُّبَيْرِ وَهُوَ يَقُولُ فِي إِثْرِ الصَّلَاةِ إِذَا سَلَّمَ  بِمِثْلِ حَدِيثِهِمَا وَقَالَ فِي آخِرِهِ وَكَانَ يَذْكُرُ ذَلِكَ عَنْ  رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;936 -&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;  حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ النَّضْرِ التَّيْمِيُّ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ  حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ قَالَ ح و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ  سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ كِلَاهُمَا عَنْ سُمَيٍّ  عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَهَذَا حَدِيثُ قُتَيْبَةَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;أَنَّ  فُقَرَاءَ الْمُهَاجِرِينَ أَتَوْا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالدَّرَجَاتِ  الْعُلَى وَالنَّعِيمِ الْمُقِيمِ فَقَالَ وَمَا ذَاكَ قَالُوا يُصَلُّونَ  كَمَا نُصَلِّي وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَيَتَصَدَّقُونَ وَلَا  نَتَصَدَّقُ وَيُعْتِقُونَ وَلَا نُعْتِقُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى  اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفَلَا أُعَلِّمُكُمْ شَيْئًا تُدْرِكُونَ  بِهِ مَنْ سَبَقَكُمْ وَتَسْبِقُونَ بِهِ مَنْ بَعْدَكُمْ وَلَا يَكُونُ  أَحَدٌ أَفْضَلَ مِنْكُمْ إِلَّا مَنْ صَنَعَ مِثْلَ مَا صَنَعْتُمْ  قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ تُسَبِّحُونَ وَتُكَبِّرُونَ  وَتَحْمَدُونَ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ مَرَّةً&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;قَالَ  أَبُو صَالِحٍ فَرَجَعَ فُقَرَاءُ الْمُهَاجِرِينَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ  صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا سَمِعَ إِخْوَانُنَا أَهْلُ  الْأَمْوَالِ بِمَا فَعَلْنَا فَفَعَلُوا مِثْلَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ  صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِهِ مَنْ  يَشَاءُ وَزَادَ غَيْرُ قُتَيْبَةَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ عَنْ اللَّيْثِ  عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ قَالَ سُمَيٌّ فَحَدَّثْتُ بَعْضَ أَهْلِي هَذَا  الْحَدِيثَ فَقَالَ وَهِمْتَ إِنَّمَا قَالَ تُسَبِّحُ اللَّهَ ثَلَاثًا  وَثَلَاثِينَ وَتَحْمَدُ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَتُكَبِّرُ  اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَرَجَعْتُ إِلَى أَبِي صَالِحٍ فَقُلْتُ  لَهُ ذَلِكَ فَأَخَذَ بِيَدِي فَقَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ وَسُبْحَانَ  اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ اللَّهُ أَكْبَرُ وَسُبْحَانَ اللَّهِ  وَالْحَمْدُ لِلَّهِ حَتَّى تَبْلُغَ مِنْ جَمِيعِهِنَّ ثَلَاثَةً  وَثَلَاثِينَ قَالَ ابْنُ عَجْلَانَ فَحَدَّثْتُ بِهَذَا الْحَدِيثِ  رَجَاءَ بْنَ حَيْوَةَ فَحَدَّثَنِي بِمِثْلِهِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ  أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ و  حَدَّثَنِي أُمَيَّةُ بْنُ بِسْطَامَ الْعَيْشِيُّ حَدَّثَنَا يَزِيدُ  بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا رَوْحٌ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي  هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  أَنَّهُمْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ  بِالدَّرَجَاتِ الْعُلَى وَالنَّعِيمِ الْمُقِيمِ بِمِثْلِ حَدِيثِ  قُتَيْبَةَ عَنْ اللَّيْثِ إِلَّا أَنَّهُ أَدْرَجَ فِي حَدِيثِ أَبِي  هُرَيْرَةَ قَوْلَ أَبِي صَالِحٍ ثُمَّ رَجَعَ فُقَرَاءُ الْمُهَاجِرِينَ  إِلَى آخِرِ الْحَدِيثِ وَزَادَ فِي الْحَدِيثِ يَقُولُ سُهَيْلٌ إِحْدَى  عَشْرَةَ إِحْدَى عَشْرَةَ فَجَمِيعُ ذَلِكَ كُلِّهِ ثَلَاثَةٌ  وَثَلَاثُونَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;937 -&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;  و حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عِيسَى أَخْبَرَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ  أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ مِغْوَلٍ قَالَ سَمِعْتُ الْحَكَمَ بْنَ  عُتَيْبَةَ يُحَدِّثُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ  كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ قَالَ مُعَقِّبَاتٌ لَا يَخِيبُ قَائِلُهُنَّ أَوْ فَاعِلُهُنَّ  دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ ثَلَاثٌ وَثَلَاثُونَ تَسْبِيحَةً  وَثَلَاثٌ وَثَلَاثُونَ تَحْمِيدَةً وَأَرْبَعٌ وَثَلَاثُونَ تَكْبِيرَةً&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;938 -&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;  حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ  حَدَّثَنَا حَمْزَةُ الزَّيَّاتُ عَنْ الْحَكَمِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ  بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى  اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مُعَقِّبَاتٌ لَا يَخِيبُ قَائِلُهُنَّ  أَوْ فَاعِلُهُنَّ ثَلَاثٌ وَثَلَاثُونَ تَسْبِيحَةً وَثَلَاثٌ  وَثَلَاثُونَ تَحْمِيدَةً وَأَرْبَعٌ وَثَلَاثُونَ تَكْبِيرَةً فِي دُبُرِ  كُلِّ صَلَاةٍ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا أَسْبَاطُ  بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ قَيْسٍ الْمُلَائِيُّ عَنْ  الْحَكَمِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;939 -&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;  حَدَّثَنِي عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ بَيَانٍ الْوَاسِطِيُّ أَخْبَرَنَا  خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ  الْمَذْحِجِيِّ قَالَ مُسْلِم أَبُو عُبَيْدٍ مَوْلَى سُلَيْمَانَ بْنِ  عَبْدِ الْمَلِكِ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ اللَّيْثِيِّ عَنْ أَبِي  هُرَيْرَةَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;عَنْ  رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ  فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا  وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ  وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ  وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى  كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ  الْبَحْرِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;rtl&quot;&gt;&lt;strong style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 16pt;&quot;&gt;&lt;span&gt;و  حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ  زَكَرِيَّاءَ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ أَبِي  هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  بِمِثْلِهِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;http://www.freewebs.com/arabindo/isi.htm&quot; height=500 scrolling=auto width=530&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/2046507282841919481/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/dzikir-setelah-sholat-dan-tata-caranya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/2046507282841919481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/2046507282841919481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/dzikir-setelah-sholat-dan-tata-caranya.html' title='Dzikir setelah sholat dan tata caranya, dari sahih Bukhari Muslim'/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963.post-3761500997143042652</id><published>2011-06-18T00:55:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T00:55:29.401-07:00</updated><title type='text'>Jualan makanan untuk orang berjudi</title><content type='html'>----- Tanya -----  Assalaamu&#39;alaikum wr.wb.  Kemarin saya ada sebuah pertanyaan dari seorang ibu yang mempunyai sebuah warung makan di komplek perusahaan saya. Ibu tsb. mengaku kalau seringkali ada orang beli makanan dari hasil main judi. kalau dia tidak mau melayani, pembeli tersebut akan marah dan mengamuk (maklum orang berjudi biasanya juga mabuk).  Yang dia tanyakan adalah bagaimana &quot;status&quot; uang yang dia terima dari orang berjudi tsb. Apakah tidak haram ?? Soalnya kata hadist uang yang dari sumber yang haram akan menghasilkan barang (makanan/keturunan) haram juga ?? benarkah itu ?   Wassalam&lt;br /&gt;
------ Jawab: ------  Wassalamu &#39;alaikum wr. wb.  Benda haram, sebagaimana dijelaskan Ibnu Taymiyah, ada dua macam. Pertama haram karena sifat yang terkadung di dalam benda itu sendiri seperti bangkai, babi dll. Dan kedua haram karena cara mendapatkannya, sebagaimana benda yang diperoleh dari mencuri, berjudi atau cara lainnya yang tidak benar.  Yang bersangkutan dengan pertanyaan saudara adalah benda kategori kedua. Dalam hal ini, bila benda tsb bercampur dengan benda lainnya yang halal, maka tidak semuanya menjadi haram. Akan tetapi benda2 yang bencampur itu dapat dipisahkan antara yang halal dan yang haram sesuai dengan jumlah semula. Sebagian ulama shufi memang tidak mau menggunakan benda atau uang yang telah bercampur dengan benda lainnya yang haram, akan tetapi ini tidak didasarkan pada fikih yang benar, namun lebih didasarkan kepada nilai-nilai kusufian. Dan apabila jumlah uang yang bercampur sangat banyak, maka tidak ada lagi alasan untuk mengharamkan kesemuanya, akan tetapi harta yang haram dapat dipisahkan dari yang halal sesuai dengan jumlahnya masing-masing.  Adapun harta benda haram [seperti hasil dari judi] yang tidak bercampur dengan lainnya, maka statusnya adalah haram; tidak diperkenankan menggunakannya dalam bentuk apapun, tidak untuk jual beli atau dihibahkan. Orang lain yang mengetahuinya tidak diperkenankan melakukan transaksi dengan penggunanya. Akan tetapi jika harta benda ini telah bercampur dengan harta lainnya yang halal, semisal bercampur dengan harta benda yang didapat dari cara yang benar, maka masing-masing jumlah harta benda, yang halal dan yang haram, memiliki hukumnya tersendiri, sebagaiman keterangan di atas.  Namun begitu, sebagian ulama melarang melakukan transaksi dengan seseorang yang mayoritas harta bendanya didapat dari cara yang tidak benar.  Jadi, Ibu tsb. dapat melakukan transaksi dengan sang penjudi selama ia tidak yakin bahwa semua uang yang ia miliki diperoleh dari hasil judi.  Wassalam&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;http://www.freewebs.com/arabindo/isi.htm&quot; height=500 scrolling=auto width=530&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/3761500997143042652/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/jualan-makanan-untuk-orang-berjudi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/3761500997143042652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/3761500997143042652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/jualan-makanan-untuk-orang-berjudi.html' title='Jualan makanan untuk orang berjudi'/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963.post-8681690364430548262</id><published>2011-06-18T00:46:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T00:46:03.923-07:00</updated><title type='text'>Ikhlash Jalan Kebahagiaan</title><content type='html'>Saudaraku, Kita harus senantiasa menyadari, bahwa kita hidup di dunia  ini untuk semata mengabdi kepada Allah SWT. Mengumpulkan amal saleh dari  detik ke detik, dari hari ke hari, sebagai bekal untuk mencapai  ridhaNya. Tidak ada artinya hidup kita, bila kita kerahkan untuk semata  kenikmatan dunia. Kerena dunia ini hanya sementara. Kita pasti akan  meninggalkannya cepat atau lambat. Pun tidak ada gunanya bila kita  bekerja keras hanya untuk memenuhi keinginan hawa nafsu. Karena hawa  nafsu hanya panggilan sesaat, setelah itu ia akan hilang, meniggalkan  dosa-dosa dan menodai harga diri kita.  &lt;br /&gt;
IKHLASH JALAN KEBAHAGIAAN  &lt;br /&gt;
Saudaraku, Kita harus senantiasa  menyadari, bahwa kita hidup di dunia ini untuk semata mengabdi kepada  Allah SWT. Mengumpulkan amal saleh dari detik ke detik, dari hari ke  hari, sebagai bekal untuk mencapai ridhaNya. Tidak ada artinya hidup  kita, bila kita kerahkan untuk semata kenikmatan dunia. Kerena dunia ini  hanya sementara. Kita pasti akan meninggalkannya cepat atau lambat. Pun  tidak ada gunanya bila kita bekerja keras hanya untuk memenuhi  keinginan hawa nafsu. Karena hawa nafsu hanya panggilan sesaat, setelah  itu ia akan hilang, meniggalkan dosa-dosa dan menodai harga diri kita.   Allah SWT. dalam rangka ini mengajarkan kepada kita keikhlsan. &lt;br /&gt;
Ikhlash  dalam arti bahwa kita bekerja apa pun hanya dengan niat untuk meraih  ridha Allah semata. Karena hanya dari ikhlash inilah kebahagiaan abadi  akan kita raih. Segala bentuk amal, yang besar sekalipun nilainya di  mata mansuia, tidak ada artinya di mata Allah bila tidak dibarengi  dengan keihklasan. Namun sekecil apapun perbuatan kita, di mata mansuia,  bila dibarengi dengan niatan ikhlash, ia sangat besar nilainya di mata  Allah, dan akan menjadi mercusuar bagi kebahagiaan kita di dunia dan di  akhirat.   &lt;br /&gt;
Dalam kesempatan ini akan saya kutipkan beberapa  ayat-ayat Al-Qur&#39;an yang menekankan hakikat keikhlasan ini : Dalam  (QS:6:162) Allah berfirman :      &quot;Katakanlah : Sesungguhnya shalatku,  ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah , Tuhan semesta alam  &quot;.  Dalam (QS:18:110) ditegaskan bahwa amal saleh itu bukan yang di mata  orang banyak nampak baik, melainkan yang yang dikerjakan semata untuk  Allah : &quot;Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah  ia mengerjakan amal yangsaleh dan janganlah ia mempersekutukan  seseorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya &quot;.  &lt;br /&gt;
Dalam (QS:98:5)  Allah mengaskan bahwa umat-umat terdahulu  (para ahlulkitab) juga  diajarkan untuk berbuat ikhlash dalam buku-buku mereka, karena  keikhlasan inilah inti dari agama yang benar : &quot;Padahal mereka  (ahlulkitab) tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan  mengikhlashkan ketaatan kepadaNya, dalam (menjalankan) agama dengan  lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat, dan menunaikan zakat dan  yang demikian itulah agama yang lurus&quot;. Kepada Rasulullah SAW, dalam  (QS:39:2-3) Allah menegaskan : &quot; Sesunguhnya Kami menurunkan Al-Qur&#39;an  kepadamu (Muhammad), kitab (Al-Qur&#39;an), dengan (membawa) kebenaran. Maka  sembahlah Allah dengan mengikhlashkan keta&#39;atan kepadaNya. Ingatlah,  hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih dari (syirk dan riya&#39;) &quot;  alkhalish &quot;. Kemudian dalam surat yang sama (QS:39:11), Allah  memerintahkan RasulNya SAW, agar mendeklarasaikan hakikat keihklsan ini  kepada umatnya : &quot;Katakanlah (Muhammad) Sesungguhnya aku diperintahkan  supaya menyembah Allah dengan mengikhlashkan ketaatan kepadaNya dalam  (menjalankan) agama &quot;.  &lt;br /&gt;
Dalam hadits Rasulullah SAW, banyak  sekali contoh-contoh yang menggambarkan makna keikhlasan ini. Sebuah  hadits yang sangat masyhur, diriwayatkan oleh Imam Bukhari Muslim : dari  Umar Bing Khattab, Rasulullah bersabda : &quot;Bahwa segala amal perbuatan  tergantung pada niat, dan bahwa bagi tiap-tiap orang adalah apa yang ia  niatkan. Maka barangsiapa yang hijrah dengan niat menuju ridha Allah,  dan RasulNya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya. Barangsiapa  yang hijrah karena dunia (harta atau kenegahan duni), atau karena  seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu akan kearah  yang ditujunya&quot;. Oleh para ulama dalam buku-buku hadits yang mereka  susun,  hadits ini selalu diletakkan pada bab pertama &quot;Bab Niat&quot;.  Maksudnya apa? Untuk mengingatkan diri mereka, bahwa segala perbuatan  yang mereka lakukan harus tidak keluar dari rel keikhlashan ini.  &lt;br /&gt;
Imam  Muslim dan Imam Ibn majah, meriwayatakan hadits Rasulullah yang  berbunyi : &quot;Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada penampilan dan harta  kamu sekalian, melainkan melihat kepada hati dan perbuatan kalian&quot;.  &lt;br /&gt;
Dalam  hadits yang lain Imam Muslim meriwayatkan : bahwa yang pertama kali  kelak di hari kiamat akan dihakimi adalah : Pertama, seorang  yang mati  di jalan perang. Ketika ditanya ia menjawab bahwa ia berperang sampai  mati syahid. Dikatakan kepadanya: &quot;Kamu bohong. Kamu berperang dengan  niat supaya kamu dikatakan pemberani. Dan orang-orang sudah menyebut  itu&quot;. Kemudian diperintahkan supaya ia dimasukkan kedalam api neraka.  Kedua, Seorang yang mencari ilmu agama dan mengajarkannya,  ia  mengajarkan Al-Qur&#39;an. Ketika ditanya, ia menjawab bahwa saya mecari  ilmu dan mengajarkannya, saya juga mengajarkan Al-Qur&#39;an. Lalu dikatakan  kepadanya : &quot;Kamu bohong. Kamu belajar mencari ilmu dengan niat supaya  kamu dikatakan alim, dan orang-orang sudah mengatakan itu&quot;. Kemudian  diperintahkan agar orang tersebut dimasukkan ke dalam neraka. Ketiga,  seorang yang dikaruniai limpahan harta kekayaan. Ketika ditanya, kemana  harta itu dipergunakan, ia menjawab bahwa ia telah menginfakkannya ke  jalan-jalan kebaikan. Lalu dikatakan kepadanya: &quot;Kamu bohong, kamu  lakukan itu dengan niat supaya dikatakan kamu dermawan dan orang-orang  sudah mengatakan itu&quot;. Lalu diperintahkan supaya orang tersebut diseret  ke dalam api neraka.  &lt;br /&gt;
Bagaimana pentingnya keikhlasan sebagai ruh  dari sekecil apa pun perbuatan kita, dan ikhlash merupakan kunci menuju  kebahagaiaan kita. Berapa banyak perbuatan yang menelan keringat dan  darah, tapi kemudian sia-sia karena tidak dibarengi keikhlshan yang  jujur. Karenanya, mari kita selalu hati-hati dalam mengarahkan niat yang  bergelora dalam hati kita. Jangan takut bila perbuatan kita tidak  diketahui orang atau tidak dipuji orang. Karena pujian orang banyak  tidak ada artinya bila Allah menolaknya.  Tapi takutlah bila perbutan  kita ditolak oleh Allah karena tidak adanya keikhlasan di dalamya. &lt;br /&gt;
Renungkan  hadits Rasulullah berikut ini : &quot;Seandainya sesorang di antara kalian  melakukan suatu kebaikan di tengah padang sahara yang sangat sepi, dalam  ruangan tertutup tanpa pintu, amal itu suatu saat pasti akan ketahuan  juga &quot;.   &lt;br /&gt;
Wallahu a&#39;lam bisshawab.&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;http://www.freewebs.com/arabindo/isi.htm&quot; height=500 scrolling=auto width=530&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/8681690364430548262/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/ikhlash-jalan-kebahagiaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/8681690364430548262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/8681690364430548262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/ikhlash-jalan-kebahagiaan.html' title='Ikhlash Jalan Kebahagiaan'/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963.post-3336979897174097867</id><published>2011-06-17T22:22:00.000-07:00</published><updated>2011-06-17T22:22:11.402-07:00</updated><title type='text'>Etika Bisnis dalam Perpektif Islam</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Wacana Etika dalam Bisnis&lt;/strong&gt;Perbincangan tentang&amp;nbsp;  &quot;etika bisnis&quot; di sebagian besar paradigma pemikiran pebisnis terasa  kontradiksi interminis (bertentangan dalam dirinya sendiri) atau  oxymoron ; mana mungkin ada bisnis yang bersih, bukankah setiap orang  yang berani memasuki wilayah bisnis berarti ia harus berani (paling  tidak) &quot;bertangan kotor&quot;.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
Apalagi ada satu pandangan bahwa masalah etika bisnis seringkali  muncul berkaitan dengan hidup matinya bisnis tertentu, yang apabila  &quot;beretika&quot; maka bisnisnya terancam pailit. Disebagian masyarakat yang  nir normative dan hedonistik materialistk, pandangan ini tampkanya bukan  merupakan rahasia lagi karena dalam banyak hal ada konotasi yang  melekat bahwa dunia bisnis dengan berbagai lingkupnya dipenuhi dengan  praktik-praktik yang tidak sejalan dengan etika itu sendiri.&lt;br /&gt;
Begitu  kuatnya oxymoron itu, muncul istilah business ethics atau ethics in  business. Sekitar dasawarsa 1960-an, istilah itu di Amerika Serikat  menjadi bahan controversial. Orang boleh saja berbeda pendapat mengenai  kondisi moral lingkungan bisnis tertentu dari waktu ke waktu. Tetapi  agaknya kontroversi ini bukanya berkembang ke arah yang produktif, tapi  malah semakin menjurus ke suasana debat kusir.&lt;br /&gt;
Wacana tentang&amp;nbsp;  nilai-nilai moral (keagamaan) tertentu ikut berperan dalam kehidupan  sosial ekonomi masyarakat tertentu, telah banyak digulirkan dalam  masyarakat ekonomi sejak memasauki abad modern, sebut saja Misalnya, Max  weber&amp;nbsp; dalam karyanya yang terkenal, The Religion Ethic and the Spirit  Capitaism, meneliti tentang bagaimana nilai-nilai protestan telah  menjadi kekuatan pendorong bagi tumbuhnya kapitalisme di dunia Eropa  barat dan kemudian Amerika. Walaupun&amp;nbsp; di kawasan Asia (terutama Cina)  justru terjadi sebaliknya sebagaimana yang ditulis Weber. Dalam karyanya  The Religion Of China: Confucianism and Taoism, Weber mengatakan bahwa  etika konfusius adalah salah satu faktor yang menghambat tumbuhnya  kapitalisme nasional yang tumbuh di China. Atau yang lebih menarik  barangkali adalah Studi Wang Gung Wu, dalam bukunya China and The  Chinese Overseas, yang merupakan revisi terbaik bagi tesisnya weber yang  terakhir.&lt;br /&gt;
Di sisi lain dalam tingkatan praktis tertentu, studi  empiris tentang etika usaha (bisnis) itu akan banyak membawa manfaat:  yang bisa dijadikan faktor pendorong bagi tumbuhnya ekonomi, taruhlah  dalam hal ini di masyarakat Islam. Tetapi studi empiris ini bukannya  sama sekali tak bermasalah, terkadang, karena etika dalam ilmu ini  mengambil posisi netral (bertolak dalam pijakan metodologi  positivistis), maka temuan hasil setudi netral itu sepertinya kebal  terhadap penilaian-penilaian etis.&lt;br /&gt;
Menarik untuk di soroti adalah  bagaimana dan adakah konsep Islam menawarkan etika bisnis bagi pendorong  bangkitnya roda ekonomi. Filosofi dasar yang menjadi catatan penting  bagi bisnis Islami adalah bahwa, dalam setiap gerak langkah kehidupan  manusia adalah konsepi hubungan manusia dengan mansuia, lingkungannya  serta manusai dengan Tuhan (Hablum minallah dan hablum minannas). Dengan  kata lain bisnis dalam Islam tidak semata mata merupakan manifestasi  hubungan sesama manusia yang bersifat pragmatis, akan tetapi lebih jauh  adalah manifestasi dari ibadah secara total kepada sang Pencipta. &lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Etika Islam Tentang Bisnis&lt;/strong&gt;Dalam  kaitannya dengan paradigma Islam tetntang etika bisnis, maka landasan  filosofis yang harus dibangun dalam pribadi Muslim adalah adanya  konsepsi hubungan manusia dengan manusia dan lingkungannya, serta  hubungan manusia dengan Tuhannya, yang dalam bahasa agama dikenal dengan  istilah (hablum minallah wa hablumminannas). Dengan berpegang pada  landasan ini maka setiap muslim yang berbisnis atau beraktifitas apapun  akan merasa ada kehadiran &quot;pihak ketiga&quot;&amp;nbsp; (Tuhan) di setiap aspek  hidupnya. Keyakinan ini harus menjadi bagian integral dari setiap muslim  dalam berbisnis. Hal ini karena Bisnis dalam Islam tisak semata mata  orientasi dunia tetapi harus punya visi akhirat yang jelas. Dengan  kerangka pemikiran seperti itulah maka persoalan etika dalam bisnis  menjadi sorotan penting dalam ekonomi Islam.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Dalam ekonomi Islam,  bisnis dan etika tidak&amp;nbsp; harus dipandang sebagai dua hal yang  bertentangan, sebab, bisnis yang merupakan symbol dari urusan duniawi  juga dianggap sebagai bagian integral dari hal-hal yang bersifat  investasi akherat. Artinya, jika&amp;nbsp; oreientasi bisnis dan upaya investasi&amp;nbsp;  akhirat (diniatkan sebagai ibadah dan merupakan totalitas kepatuhan  kepada Tuhan), maka bisnis dengan sendirinya harus sejalan dengan  kaidah-kaidah moral yang berlandaskan keimanan kepada akhirat. Bahkan  dalam Islam, pengertian bisnis itu sendiri tidak dibatasi urusan dunia,  tetapi mencakup pula seluruh kegiatan kita didunia yang &quot;dibisniskan&quot;  (diniatkan sebagai ibadah) untuk meraih keuntungan atau pahala akhirat.  Stetemen ini secara tegas di sebut dalam salah satu ayat Al-Qur&#39;an.&lt;br /&gt;
Wahai  Orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan pada suatu  perniagaan (bisnis) yang dapat menyelamatkan kamu dari adzab pedih ?  yaitu beriman kepada allah &amp;amp; Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah  dengan jiwa dan hartamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu  mengetahui&lt;br /&gt;
Di sebagian masyarakat kita, seringkali terjadi  interpretasi yang keluru terhadap teks al-Qur&#39;an tersebut, sekilas nilai  Islam ini seolah menundukkan urusan duniawi kepada akhirat sehingga  mendorong komunitas muslim untuk berorientasi akhirat dan mengabaikan  jatah dunianya, pandangan ini tentu saja keliru. Dalam konsep Islam,  sebenarnya Allah telah menjamin bahwa orang yang bekerja keras mencari  jatah dunianya dengan tetap mengindahkan kaidah-kaidah akhirat untuk  memperoleh kemenangan duniawi, maka ia tercatat sebagai hamba Tuhan  dengan memiliki keseimbangan tinggi. Sinyalemen ini pernah menjadi  kajian serius dari salah seorang tokoh Islam seperti Ibnu Arabi, dalam  sebuah pernyataannya.&lt;br /&gt;
&quot;Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh  menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan Al-Qur&#39;an yang diterapkan kepada  mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makna dari atas  mereka (akhirat) dan dari bawah kaki mereka (dunia).&quot;&lt;br /&gt;
Logika Ibn Arabi itu, setidaknya mendapatkan penguatan baik dari hadits maupun duinia ekonomi, sebagaimana Nabi SAW bersabda : &lt;br /&gt;
Barangsiapa  yang menginginkan dunia, maka hendaknya dia berilmu, dan barangsiapa  yang menginginkan akhirat maka hendaknya dia berilmu, dan barangsiapa  yang menghendaki keduanya maka hendaknya dia berilmu.&quot;&lt;br /&gt;
Pernyataan  Nabi tersebut mengisaratkan dan mengafirmasikan bahwa dismping persoalan  etika yang menjadi tumpuan kesuksesan dalam bisnis juga ada faktor lain  yang tidak kalah pentingnya, yaitu skill dan pengetahuantentang etika  itu sendiri. Gagal mengetahui pengetahuan tentang etika maupun prosedur  bisnis yang benar secara Islam maka akan gagal memperoleh tujuan. Jika  ilmu yang dibangun untuk mendapat kebehagiaan akhirat juga harus  berbasis etika, maka dengan sendirinya ilmu yang dibangun untuk duniapun  harus berbasis etika. Ilmu dan etika yang dimiliki oleh sipapun dalam  melakukakan aktifitas apapun ( termasuk bisnis) maka ia akan mendapatkan  kebahagian dunia dan akhirat sekaligus. &lt;br /&gt;
Dari sudut pandang dunia  bisnis kasus Jepang setidaknya telah membuktikan keyakinan ini, bahwa  motivasi prilaku ekonomi yang memiliki tujuan lebih besar dan tinggi  (kesetiaan pada norma dan nilai etika yang baik) ketimbang bisnis  semata, ternyata telah mampu mengungguli pencapaian ekonomi Barat  (seperti Amerika) yang hampir semata-mata didasarkan pada kepentingan  diri dan materialisme serta menafikan aspek spiritulualisme. Jika fakta  empiris ini masih bisa diperdebatkan dalam penafsirannya, kita bisa  mendapatkan bukti lain dari logika ekonomi lain di negara China, dalam  sebuah penelitian yang dilakukan pengamat Islam,&amp;nbsp; bahwa tidak semua  pengusaha China perantauan mempunyai hubungan pribadi dengan pejabat  pemerintah yang berpeluang KKN, pada kenyataannya ini malah mendorong  mereka untuk bekerja lebih keras lagi untuk menjalankan bisnisnya secara  professional dan etis, sebab tak ada yang bisa diharapkan kecuali  dengan itu, itulah sebabnya barangkali kenapa perusahaan-perusahaan  besar yang dahulunya tidak punya skil khusus, kini memiliki kekuatan  manajemen dan prospek yang lebih tangguh dengan dasar komitmen pada akar  etika yang dibangunnya&lt;br /&gt;
Demikianlah, satu ilustrasi komperatif  tentang prinsip moral Islam yang didasarkan pada keimanan kepada  akhirat, yang diharapkan dapat mendorong prilaku positif di dunia,  anggaplah ini sebagai prinsip atau filsafah moral Islam yang bersifat  eskatologis, lalu pertanyaan lebih lanjut apakah ada&amp;nbsp; falsafah moral  Islam yang diharapkan dapat mencegah prilaku curang muslim, jelas ada,  Al-Qur&#39;an sebagaimana Adam Smith mengkaitkan system ekonomi pasar bebas  dengan &quot;hukum Kodrat tentang tatanan kosmis yang harmonis&quot;. Mengaitkan  kecurangan mengurangi timbangan dengan kerusakan tatanan kosmis,  Firman-Nya : &quot;Kami telah menciptakan langit dan bumi dengan  keseimbangan, maka janganlah mengurangi timbangan tadi.&quot; Jadi bagi  Al-Qur&#39;an curang dalam hal timbangan saja sudah dianggap sama dengan  merusak keseimbangan tatanan kosmis, Apalagi dengan mendzhalimi atau  membunuh orang lain merampas hak kemanusiaan orang lain dalam sektor  ekonomi) &lt;br /&gt;
Firman Allah : &quot;janganlah kamu membunuh jiwa, barangsiapa  membunuh satu jiwa maka seolah dia membunuh semua manusia (kemanusiaan)&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi&amp;nbsp; anggaplah ini sebagai falsafah moral Islam jenis kedua yang didasarkan pada tatanan kosmis alam.&lt;br /&gt;
Mungkin  kata hukum kodrat atau tatanan kosmis itu terkesan bersifat metafisik,  suatu yang sifatnya debatable, tapi bukankah logika ilmu ekonomi tentang  teori keseimbanganpun sebenarnya mengimplikasikan akan niscayanya  sebuah &quot;keseimbangan&quot; (apapun bentuknya bagi kehidupan ini), Seringkali  ada anggapan bahwa jika sekedar berlaku curang dipasar tidak turut  merusak keseimbangan alam, karena hal itu dianggap sepele, tetapi jika  itu telah berlaku umum dan lumrah dimana-mana dan lama kelamaan berubah  menjadi semacam norma juga, maka jelas kelumrahan perilaku orang itu  akan merusak alam, apalagi jika yang terlibat adalah orang-orang yang  punya peran tanggung jawab yang amat luas menyangkut nasib hidup banyak  orang dan juga alam keseluruhan.&lt;br /&gt;
Akhirnya, saya ingin mengatakan  bahwa dalam kehidupan ini setiap manusia memang seringkali mengalami  ketegangan atau dilema etis antara harus memilih keputusan etis dan  keputusan bisnis sempit semata sesuai dengan lingkup dan peran tanggung  jawabnya, tetapi jika kita percaya Sabda Nabi SAW, atau logika ekonomi  diatas, maka percayalah, jika kita memilih keputusan etis maka pada  hakikatnya kita juga sedang meraih bisnis. &lt;br /&gt;
Wallahu &#39;A&#39;lam.&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;http://www.freewebs.com/arabindo/isi.htm&quot; height=500 scrolling=auto width=530&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/3336979897174097867/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/etika-bisnis-dalam-perpektif-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/3336979897174097867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/3336979897174097867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/etika-bisnis-dalam-perpektif-islam.html' title='Etika Bisnis dalam Perpektif Islam'/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963.post-4983580088705138843</id><published>2011-06-16T06:26:00.000-07:00</published><updated>2011-06-16T06:26:43.249-07:00</updated><title type='text'>Melihat Calon Isteri Sebelum Khitbah</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;mainpage&quot; style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;Dalam sebuah  hadist yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Jabir bin Abdullah r.a. beliau  berkata: Aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:&quot;Ketika salah satu  dari kalian melakukan khitbah terhadap seorang perempuan, kemudian  memungkinkan baginya untuk melihat apa yang menjadi alasan baginya untuk  menikahinya, maka lakukanlah&quot;. Hadist ini sahih dan mempunyai riwayat  lain yang menguatkannya.&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;Ulama empat madzhab dan mayoritas ulama menyatakan bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Seorang  lelaki yang berkhitbah kepada seorang perempuan disunnahkan untuk  melihatnya atau menemuinya sebelum melakukan khitbah secara resmi.  Rasulullah telah mengizinkan itu dan menyarankannya dan tidak  disyaratkan untuk meminta izin kepada perempuan yang bersangkutan.  Landasan untuk itu adalah hadist sahih riwayat Muslim dari Abu Hurairah  r.a. berkata: Aku pernah bersama Rasulullah r.a. lalu datanglah seorang  lelaki, menceritakan bahwa ia menikahi seorang perempuan dari kaum  anshar, lalu Rasulullah menanyakan &quot;Sudahkan anda melihatnya?&quot; lelaki  itu menjawab &quot;Belum&quot;. &quot;Pergilah dan lihatlah dia&quot; kata Rasulullah  &quot;Karena pada mata kaum anshar (terkadang ) ada sesuatunya&quot;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Para  Ulama sepakat bahwa melihat perempuan dengan tujuan khitbah tidak harus  mendapatkan izin perempuan tersebut, bahkan diperbolehkan tanpa  sepengetahuan perempuan yang bersangkutan. Bahkan diperboleh  berulang-ulang untuk meyakinkan diri sebelum melangkah berkhitbah. Ini  karena Rasulullah s.a.w. dalam hadist di atas memberikan izin secara  mutlak dan tidak memberikan batasan. selain itu, perempuan juga  kebanyakan malu kalau diberitahu bahwa dirinya akan dikhitbah oleh  seseorang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Begitu juga  kalau diberitahu terkadang bisa menyebabkan kekecewaan di pihak  perempuan, misalnya pihak lelaki telah melihat perempuan yang  bersangkutan dan memebritahunya akan niat menikahinya, namun karena satu  dan lain hal pihak lelaki membatalkan, padahal pihak perempuan sudah  mengharapkan.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Maka para ulama  mengatakan, sebaiknya melihat calon isteri dilakukan sebelum khitbah  resmi, sehingga kalau ada pembatalan tidak ada yang merasa dirugikan.  Lain halnya membatalkan setelah khitbah kadang menimbulkan sesuatu yang  tidak diinginkan.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Persyaratan  diperbolehkan melihat adalah dengan tanpa khalwat (berduaan saja) dan  tanpa bersentuhan karena itu tidak diperlukan. Bagi perempuan juga  diperbolehkan melihat lelaki yang mengkhitbahinya sebelum memutuskan  menerima atau menolak&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;  ulama berbeda pendapat mengenai batasan diperbolehkan lelaki melihat  perempuan yang ditaksir sebelum khitbah. Sebagian besar ulama mengatakan  boleh melihat wajah dan telapak tangan. Sebagian ulama mengatakan boleh  melihat kepala, yaitu rambut, leher dan betis. Dalil pendapat ini  adalah hadist di atas, bahwa Rasulullah telah mengizinkan melihat  perempuan sebelum khitbah, artinya ada keringanan di sana. Kalau hanya  wajah dan telapak tangan tentu tidak perlu mendapatkan keringanan dari  Rasulullah karena aslinya diperbolehkan. Yang wajar dari melihat  perempuan adalah batas aurat keluarga, yaitu kepala, leher dan betis.  Dari Umar bin Khattab ketika berkhitbah kepada Umi Kultsum binti Ali bin  Abi Thalib melakukan demikian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Dawud  Al-Dhahiri, seorang ulama tekstualis punya pendapat nyentrik, bahwa  boleh melihat semua anggota badan perempuan kecuali alat kelaminnya,&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bahkan  tanpa baju sekalipun. Pendapat ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Aqil  dari Imam Ahmad. Alasannya hadist yang memperbolehkan melihat calon  isteri tidak membatasi sampai dimana diperbolehkan melihat. Tentu saja  pendapat ini mendapat tentangan para ulama. Imam AUza&#39;I mengatakan boleh  melihat anggota badan tempat-tempat daging. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;direction: ltr; margin: 6pt 0in; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Bagi  perempuan yang akan menerima khitbah disunnahkan untuk menghias dirinya  agar kelihatan cantik. Imam Ahmad berkata:&quot;Ketika seorang lelaki  berkhitbah kepada seorang perempuan, maka hendaklah ia bertanya tentang  kecantikannya dulu, kalau dipuji baru tanyakan tentang agamanya,  sehingga kalau ia membatalkan karena alasan agama. Kalau ia menanyakan  agamanya dulu, lalu kecantikannya maka ketika ia membatalkan adalah  karena kecantikannya dan bukan agamanya. (Ini kurang bijak).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;http://www.freewebs.com/arabindo/isi.htm&quot; height=500 scrolling=auto width=530&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/4983580088705138843/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/melihat-calon-isteri-sebelum-khitbah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/4983580088705138843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/4983580088705138843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/melihat-calon-isteri-sebelum-khitbah.html' title='Melihat Calon Isteri Sebelum Khitbah'/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963.post-3835929752771031272</id><published>2011-06-15T08:32:00.001-07:00</published><updated>2011-06-15T08:32:23.198-07:00</updated><title type='text'>Beragama Islam Secara Kaaffah</title><content type='html'>(1). Bagaimana kecenderungan mufassirin (mutaqaddi-min – mutaakhirin)  dalam menyimpulkan perintah memasuki Islam secara kaffah sesuai teks  ayat : أدْخـُلوُا فِى السِّـلْمِ كَافَّةً (QS. al-Baqarah : 208)?&lt;br /&gt;
Jawaban :&lt;br /&gt;
Kecenderungan Mufassirin dalam menafsirkan perintah masuk Islam secara kaffah ada dua golongan yaitu :&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Perintah masuk Islam bagi seluruh umat manusia.&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Perintah terhadap umat Islam agar menerapkan syari’at secara penuh dengan segala kemampuannya.&lt;br /&gt;
المراجع:&lt;br /&gt;
التفسير الكبير للإمام فخر الدين محمد بن عمر الرازى {ط.دار الكتب العلمية}&lt;br /&gt;
(يَاأيُّهَا  الذِيْنَ آمَنُوا) بِِالألْسِنَةِ (أدْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَافَّةً) أى  دُومُوا عَلَى الإِسْلاَمِ فِيمَا يَسْتَأنِفُوْنَهُ مِنَ العُمْرِ وَلاَ  تَخْرُجُوا عَنْهُ وَلاَ عَنْ شَرَائِعِهِ .... الى أن قال ... قَالَ  القَفَّالُ (كافة) يَصِحُّ أنْ يُرْجَعَ الَى المَأمُورِينَ بِالدُّخُولِ  اى أُدْخُلُوا بِأجْمَعِكُمْ فِى السِّلمِ وَلاَ تَفَرَّقُوا وَلاَ  تَخْتَلِفُوا - الى ان قال-&amp;nbsp; وَيَصْلُحُ أنْ يُرْجَعَ اِلَى الإِسْلاَمِ  كُلُّهُ اى فِى كُلِّ شَرَائِعِهِ، قالَ الوَاحِدِى رَحِمَهُ الله: هَذَا  ألْيَقُ بِظَاهِرِ التَّفْسِيرِ لأنَّهُمْ أُمِرُوا بِالقِيَامِ كُلِهَا&lt;br /&gt;
Terjemah :&lt;br /&gt;
Firman  Allah (artinya) : “Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian dalam  Islam secara keseluruhan”. Maksudnya tetaplah kalian semua diatas agama  Islam sejak awal permulaan dan janganlah kalian keluar dar Islam dan  syariat Islam&amp;nbsp; -sampai perkataan mufassir-&amp;nbsp; Imam Qaffal berkata : kata  “kaaffah = keseluruhan” bisa kembalikan kepada mereka yang diperintah  masuk Islam, sehingga maksudnya : masuklah kalian kesemuanya dalam agama  Islam dan janganlah berpisah-pisah dan jangan pula berbeda-beda,&amp;nbsp;  -sampai perkataan mufassir-&amp;nbsp; dan pastas pula kata “kaaffah =  keseluruhan” dikembalikan kepada Islam, yakni seluruh syariat Islam. Al  Wahidi ra berkata : pendapat ini lebih layak dengan dhahirnya tafsir  karena mereka (orang-orang mukmin) diperintah melaksanakan keseluruhan  syariat Islam.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
تفسير النسفى الجزء الأول ص. 104-105 &lt;br /&gt;
يا أيها  الذين آمنواادخلوا فى السلم وبفتح السين حجازى وهو الاستسلام والطاعة أي  استسلموا لله وأطيعوه أو الإسلام والخطاب لأهل الكتاب لأنهم آمنوا بنبيهم  وكتابهم أو للمنافقين لأنهم آمنوا بألسنتهم كافة لا يخرج أحدمنكم يده عن  طاعته حال من الضمير فى ادخلوا أى جميعا أو من السلم لانها تؤنث كأنهم  أمروا أن يدخلوا فى الطاعات كلها أو فى شعب الإسلام وشرائعه كلها وكافة من  الكف كأنهم كفوا أن يخرج منهم أحد باجتماعهم&lt;br /&gt;
Terjemah :&lt;br /&gt;
“Hai  orang-orang yang beriman masuklah kalian semua didalam keselamatan” ,  salmi dengan dibaca fathah sinnya itu menurut Ahli Hijaz yang artinya  menyerah dan taat. Maksudnya menyerahlah kalian kehadirat Alloh dan  taatlah kepada-Nya. Atau Islam dan berarti pembicaraan ini ditujukan  kepada Ahli Kitab, karena mereka Iman kepada Nabi-Nya dan Kitab-Nya,atau  pembicaraan ditujukan kepada orang-orang munafik karena mereka beriman  hanya dengan lisannya. Kata kaaffah (secara keseluruhan) artinya tak  satupun dari kalian yang keluar dari taat kepada Alloh, sehingga lafadz  Kaffah itu menjadi Haal dari dhomir yang ada pada&amp;nbsp; Udkhuluu yang semakna  denga jami’an yang artinya&amp;nbsp; semua atau kaaffah menjadi haal dari  Assilmi karena ia muannats. Seakan-akan mereka diperintah untuk  melakukan seluruh ketaatan atau cabang-cabang Islam dan  syariat-syariatnya. Lafadz Kaaffah dari kata Al Kaffa, seakan-akan  mereka mencegah jangan sampai seorangpun dari mereka&amp;nbsp; keluar  sebabmereka&amp;nbsp; telah berkumpul.&lt;br /&gt;
التفسير المنير للدكتور وهبة الزحيلي جز 2 ص 340 ط : دار الفكر المعاصر&lt;br /&gt;
الاسلام  كل لايتجزء فمن امن به وجب عليه الأخذ به كله فلا يختار منه مايرضيه ويترك  مالايرضيه او يجمع بينه وبين غيره من الأديان لأن الله تعالى امر باتباع  جميع تعاليمه وتطبيق كل فرائضه واحترام مجموع نظامه بالحل او الإباحة  والحظر او الحرمة &lt;br /&gt;
Terjemah:&lt;br /&gt;
Agama Islam sesuatu yang utuh yang tak  boleh dipecah-pecah, maka barang siapa beriman kepada islam maka ia  wajib mengambil keseluruhannya. Jadi dia tidak boleh memilih hukum Islam  yang ia senangi dan meninggalkan hukum Islam yang tidak ia sukai atau  mengumpulkan antara Islam dan agama-agama yang lain, karna Allah Ta’ala  memerintahkan mengikuti seluruh ajaran-ajaran Islam,&amp;nbsp; menerapkan semua  kewajiban-kewajibannya dan memulyakan semua aturan-aturannya tentang  halal dan haram.&lt;br /&gt;
)2(. Apakah manifestasi berislam secara kaffah  mengharuskan pemberlakuan syari’at Islam dalam kehidupan bernegara  (konstitusional) dan kehidupan bermasyarakat (kultural) di Indonesia ?&lt;br /&gt;
Jawaban :&lt;br /&gt;
Penerapan  syari&#39;at Islam dalam kehidupan bernegara (konstitusi) dan dalam  kehidupan bermasyarakat (kultur) adalah tanggung jawab bersama setiap  muslim. Usaha menerapkan hukum Islam dalam konstitusi negara harus  dilaksanakan dengan cara-cara yang jauh dari kekerasan. Tahapan amar  ma&#39;ruf nahy munkar adalah satu-satunya cara yang dapat ditempuh dalam  memperjuangkan berlakunya hukum Islam dalam negara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
بغية المسترشدين&amp;nbsp; ص : 271&lt;br /&gt;
وَالاسْلاَمُ  لاَيَسْمَحُ المُسْلِمَ اَنْ يَتَّخِذَ مِنْ غَيْرِ شَرِيْعَةٍ الله  قَانُونًا وَكُلُّ مَا يَخْرُجُ عَنْ نُصُوصِ الشَّرِيعَةِ اوْ مَبَادئِهَا  العَلِيَّةِ اَو رُوْحِهَا التَشْرِيْعِيَّةِ مُحَرَّمٌ تَحْرِيْمًا&amp;nbsp;  قَاطِعًا عَلَى المُسْلِمِ بِنَصِّ القُرْانِ الصَّرِيْحِ &lt;br /&gt;
Terjemah :&lt;br /&gt;
Islam  tidak memberi toleransi kepada orang Islam untuk menjadikan  undang-unfang dari selain syariat Allah. Dan setiap sesuatu yang keluar  dari nash syariat atau dasar-dasar syariat yang luhur atau (ruh) jiwa  tasyri’iyyah adalah diharamkan secara pasti atas orang muslim  berdasarkan dalil nash al Qur’an yang jelas. &lt;br /&gt;
بغية المسترشدين:271 دار الفكر&lt;br /&gt;
(فائدة)  –الى ان قال- وَمِنْهَا تَجِبُ أنْ تكُونَ الأحْكَامُ كُلُهَا بِوَجْهِ  الشَّرْعِ الشَّرِيْفِ وَأمَّا أحْكَامُ السِّيَاسَةِ فَمَا هِىَ إلاَّ  ظُنُونٌ.&lt;br /&gt;
Terjemah :&lt;br /&gt;
(Faidah) sampai perkataan mushannif : Sebagian  diantaranya, semua hukum harus memakai syariat yang mulia, sedangkan  hukum siyasah (politik) tiada lain hanyalah menggunakan  prasangka-prasangka.&lt;br /&gt;
تفسير ابن كثير جز 2 ص : 16 &lt;br /&gt;
وقال علي بن ابى  طلحة عن ابن عباس قوله ومن لم يحكم بما انزل الله فاؤلئك هم الكافرون قال  ومن جحد ما انزل الله فقد كفر ومن اقر به ولم يحكم به فهو ظالم فاسق&lt;br /&gt;
Terjemah :&lt;br /&gt;
Berkata  Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas tentang firman Allah (artinya) : “  Barang siapa tidak menghukumi dengan hukum yang diturunkan Allah, maka  mereka itu orang-orang kafir”, bahwa barang siapa mengingkari hukum yang  ditutrunkah Allah maka dia kafir dan barang siapa mengakui hukum Allah  namun dia tidak menghukumi dengannya dia itulah orang dhalim dan fasik. &lt;br /&gt;
غاية&amp;nbsp; تلخيص المراد ص : 263 &lt;br /&gt;
يجب  على الحاكم الوقوف على احكام الشريعة التى اقيم لها ولا يتعداه الى احكام  السياسة بل يجب عليه قصر من تعدى ذلك وزجره وتعزيره وتعريفه ان الحق كذا&lt;br /&gt;
Terjemah :&lt;br /&gt;
Wajib  atas seorang hakim tetap konsisten pada hukum-hukum syariat sesuai  tujuan dinobatkannya hakim itu dan jangan sampai melampaui sampai pada  hukum-hukum siyasah (politik), bahkan ia wajib membatasi orang yang  melanggarnya, mencegahnya, menta’zirnya dan memberitahu bahwa hukum yang  benar adalah begini.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
)3(. Berdosakah orang Islam di Indonesia  karena membiarkan tidak diamalkannya ajaran syari’at Islam oleh negara  tempat ia menetap tinggal ?&lt;br /&gt;
Jawaban :&lt;br /&gt;
Bagi yang mampu dan  mempunyai akses untuk perjuangan berlakunya hukum Islam maka harus  benar-benar melaksanakan tanggung jawabnya, sehingga pabila mereka (yang  mampu) tidak ada usaha untuk berlakunya syariat Islam di Indonesia maka  berdosa. Bagi masarakat umum&amp;nbsp; berkewajiban memberi dukungan penuh demi  berlakunya hukum Islam. &lt;br /&gt;
عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ قالَ سَمِعتُ رَسو  لَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ مَن رَأى مِنكُمْ مُنكَرًا  فَليُغَيِّرْهُ بِيَدِه فَاِن لَم يَسْتطِعْ فَبِلِسانِه فَانْ لَمْ  يَسْتطِعْ فَبِقَلبِهِ وَذَلِكَ اَضْعَفُ الايْمَانِ&amp;nbsp; (رواه البخارى )&lt;br /&gt;
Terjemah :&lt;br /&gt;
Diriwayatkan  dari Thariq bin Syihab dia berkata : aku mendengan Rasulullah saw  bersabda : “Barang siapa diantara kalian melihat kemungkaran, maka  hendaknya ia memberantasnya dengan tangan (kekuasaan) nya, lalu jika ia  tidak mampu maka memberantasnya dengan lisannya, lalu jika tidak mampu  maka memberantasnya dengan hatinya dan demikian itu peling lemahnya  iman. (HR: Bukhari)&lt;br /&gt;
الغنية لطالب طريق الحق جز 1 ص : 51&lt;br /&gt;
وَقالَ  الشَيْخُ عَبدُ القَادِرِ الجَيلانِى رضِيَ الله عَنهُ فَالمُنْكِرونَ  ثلاثةُ اَقسَامٍ قِسْمٌ يَكُونُ اِنْكارُهُ بِاليَدِ وَهُمُ الأئِمَّةُ  وَالسَّلاطِينُ وَالقِسْمُ الثانِى اِنْكارُهُم بِاللِسَانِ دُونَ اليَدِ  وَهُم العُلمَاءُ وَالقِسمُ الثالِثُ اِنْكارُهُم بِالقَلْبِ وَهُم  العَامَّةُ&lt;br /&gt;
Terjemah :&lt;br /&gt;
Syaikh Abdul Qodir Jailani berkata : &lt;br /&gt;
Orang-orang yang menginkari (menentang) itu ada tiga macam :&lt;br /&gt;
-&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ingkar dengan kekuatan yaitu ingkarnya para pemimpin dan penguasa.&lt;br /&gt;
-&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Yang kedua ingkar dengan lisan bukan dengan kekuatan yaitu ingkarnya para ulama’&lt;br /&gt;
-&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Yang ketiga ingkar dengan hati yaitu ingkarnya orang-orang umum.&lt;br /&gt;
حاشية الجمل شرح المنهج جز: 5&amp;nbsp; ص : 182 – 183 &lt;br /&gt;
وبأمر بمعروف ونهى عن المنكر اى الامر بواجبات الشرع والنهي عن محرماته اذا لم يخف على نفسه او ماله او على غيره مقسدة المنكر الواقع&lt;br /&gt;
Terjemah :&lt;br /&gt;
Perintah  kebagusan mencegah kemungkaran artinya perintah dengan  kewajiban-kewajiban syara’ dan mencegah dari perkara yang diharamkan  syara’. kalau memang dia tidak takut pada kerusakan yang terjadi pada  dirinya, hartanya atau yang lain, dengan kerusakan yang nyata.&lt;br /&gt;
تفسير البيضاوي ج: 2 ص: 328&lt;br /&gt;
ومن&amp;nbsp;&amp;nbsp;  لم يحكم&amp;nbsp;&amp;nbsp; بما أنزل الله مستهينا به منكراله فأولئك هم الكافرون  لاستهانتهم به وتمردهم بأن حكموا بغيره ولذلك وصفهم بقوله الكافرون و  الظالمون و الفاسقون فكفرهم لإنكاره وظلمهم بالحكم على خلافه وفسقهم  بالخروج عنه &lt;br /&gt;
Terjemah :&lt;br /&gt;
Barang siapa menghukumi tidak sesuai hukum  yang diturunkan Alloh bahkan dia malah menghinanya, dan menginkarinya,  maka dihukumi Kafir. Karena dia menghina terhadap hukum dan menolaknya  dengan gambaran dia menghukumi tanpa memakai hukumnya Alloh, karena itu  Alloh mensifati mereka dengan predikat kafirun, dholimun, dan fasiqun.  Sifat kafir karena mereka inkar dan&amp;nbsp; aniaya&amp;nbsp; dengan menghukumi dengan  selain huku Alloh dan kefasikan mereka karena mereka keluar dari  hukum-hukum-Nya. &lt;br /&gt;
)4(. Bolehkah masing-masing WNI yang beragama Islam  atau kelompok mereka menerapkan secara sepihak hukum publik yang  menjadi bagian dari syari’at Islam (seperti hukum jinayat( ? &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Jawaban :&lt;br /&gt;
Penerapan  syariat Islam di bidang pemberlakuan hudud (hukuman mati, potong  tangan, cambuk&amp;nbsp; dan lain-lain) adalah hak prerogratif negara. Masyarakat  umum tidak boleh melaksanakan sendiri-sendiri atau pada kelompok  masing-masing.&lt;br /&gt;
Tambahan:&lt;br /&gt;
Bagi organisasi-organisasi Islam seperti  NU, diharapkan memberikan masukan-masukan kepada pemerintah untuk  berlakunya hukum Islam dalam konstitusi negara.&lt;br /&gt;
الفقه الإسلامى وادلته الجزء السادس ص:58&lt;br /&gt;
ثَانِيًا  لا يُقِيمُ الحُدُودُ إلاَّ الإمَامُ اَو مَنْ فَوَّضَ اِلَيهِ إلإِمَامُ  بِاتِّفَاقِ الفُقَهَاءِ لأَنَّهُ لَمْ يَقُمْ حَدٌّ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ  الله صلى الله عليه وَسَلمَ إلاَّ بِإذْنِهِ وَلا فِى أيَّامِ الخُلفَاءِ  إلاَّ بِإذْنِهِمْ وَلأَنَّ الحَدَّ حَقُّ اللهِ تعَالى يَفْتقِرُ اِلى  الإِجْتِهَادِ وَلا يُؤْمَنُ فِيه الحَيفُ فَلَمْ يَجُزْ بِغَيرِ إذْنِ  الإمَامِ&lt;br /&gt;
Terjemah :&lt;br /&gt;
Kedua: tidak boleh menegakkan hukuman kecuali  seorang imam atau orang yang dikasih kepercayaan (mandat) oleh imam.  bitthifaqil fuqoha’ (sesuai kesepakatan ahli fiqih), karena had  (hukuman) tidak ditegakkan pada masa hidupnya Nabi SAW, kecuali dapat  izin dari beliau dan pada masa Khulafaur rasyidin kecuali dapat izin  dari beliau-beliau. Karena hukuman (had) itu haqqulloh yang membutuhkan  ijtihad&amp;nbsp; (kesungguhan yang maksimal), dan padahal tak ada jaminan aman  dari penyelewengan, karenanya maka&amp;nbsp; tidak boleh (menghukum) kecuali  dengan izin imam.&lt;br /&gt;
الموسوعة الفقهية 3:167 &lt;br /&gt;
اَلإسْتِبْدَادُ  المُفْضِى اِلىَ الضَّرَرِ اَوِ الظُّلْمِ مَمْنُوْعٌ كَالإسْتِبْدَادِ فِى  احْتِكَارِ الاَقْوَاتِ وَاسْتِبْدَادِ اَحَدِ الرَّعِيَّةِ فِيمَا هُوَ  مِنَ اخْتِصَاصِ الاِمَامِ مِثلَ الْجِهَادِ وَالاِسْتِبْدَادِ فِى  إقَامَةِ الحُدُودِ بِغَيْرِ إذْنِ الإمَامِ.&lt;br /&gt;
Terjemah :&lt;br /&gt;
Sewenang-wenang  yang dapat menimbulkan terhadap dhoror (bahaya) atau dzolim itu  dilarang, seperti sewenang-wenang menimbun makanan pokok, dan  sewenang-wenangnya salah satu rakyat dalam urusan yang merupakan hak  khusus imam, seperti&amp;nbsp; jihad (berperang) dan sewenang-wenang menegakkan  hukuman (had) dengan tanpa izinnya imam.&lt;br /&gt;
الموسوعة الفقهية 17/240-242&lt;br /&gt;
الشرط  السادس: الإذن من الإمام:16 – اشترط فريق من العلماء فى المحتسب أن يكون  مأذونا من جهة الإمام أو الوالي،وقالوا: ليس للآحاد من الرعية الحسبة  والجمهور على خلافه الا فيما كان محتاجا فيه الى الاستعانة وجمع الاعوان  وما كان خاصا بالائمة او نوابهم كاقامة الحدود وحفظ البيضة وسد الثغور اما  ما ليس كذلك فان لآحاد الناس القيام به لان الادلة وردت فى الامر والنهي  والدع عاماة&amp;nbsp; - الى ان قال -&amp;nbsp; واما جمع الاعوان وشهر الاسلحة قد يجر الى  قتنة عامة ففيه نظر وقد ذهب الى اشتراط الاذن فى هذه الحالة جماهر العلماء  لانه يؤدي الى الفتن وهيجان الفساد وكذلك ما كان مختصا بالأئمة والولاة فلا  يستقل بها الآحاد كالقصاص، فإنه لا يستوفى إلا بحضرة الإمام ،لأن الإنفراد  باستيفائه محرك للفتن&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjemah :&lt;br /&gt;
Syarat No. 6 : Dapat izin  dari imam. Sebagian Ulama’ mensyaratkan untuk relawan harus mendapat  izin&amp;nbsp; dari imam atau dari penguasa (wali). Para Ulama berkata: Bagi  individu rakyat tidak boleh menjadi relawan ) eksekutor hukuman ).  Kebanyakan ulama’ tidak sependapat dengan syarat diatas kecuali dalam  urusan yang memerlukan bantuan dan mengumpulkan banyak pembantu dan  urusan yang khusus bagi imam atau penggantinya seperti menegakkan  hukuman, menjaga keutuhan/persatuan&amp;nbsp;&amp;nbsp; memperkuat benteng pertahanan dan  mengirikan pasukan. Adapun hal-hal yang tidak seperti diatas bagi  individu-individu manusia boleh melakukannya karena dalil-dalil tentang  perintah, larangan dan pencegahan berlaku umum -sampai perkataan  mushannif- adapun mengumpulkan pembantu-pembantu dan menghunus pedang  itu bisa jadi menimbulkan fitnah yang merata, maka dalam hal ini  terdapat perbedaan pendapat. Kebanyakan para ulama’ dalam hal yang  seperti ini berpendapat harus mendapat izin dari imam karna bisa  menimbulkan fitnah dan gejolaknya kerusakan. Dan demikian pula sesuatu  yang khusus bagi imam dan penguasa, maka perorangan tidak boleh  melakukan sendiri, seperti qishos (hukuman balasan sepadan) .  Sesungguhnya seseorang tidak boleh melaksanakan (hukuman) kecuali adanya  persetujuan dari imam, karena kesendirian dalam malaksanakan hukuman,  akan dapat menimbulkan fitnah.&lt;br /&gt;
)5(. Sesuaikah dengan prinsip ahkam  sulthaniyah bila secara diam-diam sekelompok umat Islam di Indonesia  membaiat dan mengesahkan amir/pemimpin Islam guna menjadi landasan  legitimasi ibadah atau pengamalan agama kelompok tersebut ?&lt;br /&gt;
Jawaban:&lt;br /&gt;
Membaiat  dan mengesahkan amir/pemimpin Islam dengan tidak mengakui terhadap  keabsahan kepemimpinan yang sudah ada tidak sesuai dengan prinsip hukum  bernegara menurut Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
المراجع:&lt;br /&gt;
كشاف القناع للبهوتى الحنبلى الجزء السادس ص:205 &lt;br /&gt;
الرَّابِعُ  قَوْمٌ مِنْ أهْلِ الحَقِّ&amp;nbsp; بَايَنُوا الإمَامَ وَرَامَوْا خَلْعَهُ أي  عَزْلَهُ أوْ مُخَالَفتَهُ بِتَأوِيْلٍ سَائِغٍ بِصَوَابٍ أوْ خَطَأٍ  وَلهُمْ مَنْعَةٌ وَشَوْكَةٌ بِحَيثُ يَحْتاجُ فِي كَفِّهِمْ إلَى جَمْعِ  جَيْشٍ وَهُم البُغَاةُ المَقصُودُونَ بِالتَّرْجَمَةِ فَمَن خَرجَ عَلَى  إمَامٍ عَدْلٍ بِأحَدِ هَذهِ الوُجُوهِ الأرْبَعةِ بَاغِيًا وَجَبَ  قِتالُهُ لِمَا تَقَدَّمَ أوَّلَ البَابِ &lt;br /&gt;
Terjemah :&lt;br /&gt;
Yang ke-empat:  suatu kaum dari ahli haq (kebenaran) melawan terhadap imam dan menuduh  bahwa ia telah terpecat/menentangnya dengan ta’wil yang benar/salah, dan  mereka itu memiliki kekuatan dan kekuasaan, sekira imam butuh terhadap  pasukan untuk mencegah mereka , maka kaum itu dikatakan AL Bughoh  (penentang Imam) sebagaimana yang dikehendaki dalam terjemah/judul  barang siapa memberontak terhadap Imam yang ‘adil dengan sebab satu  diantara empat macam dengan jelas-jelas membangkang maka orang tersebut  wajib diperangi karna adanya keterangan yang sudah dijelaskan diawal  bab. &lt;br /&gt;
التشريع الجنانى الإسلامى لعبد القادر عودة الجزء الثانى ص:675&lt;br /&gt;
يشترط  لوجود جريمة البغى الخروج على الإمام والخروج المقصود هو مخالفة الإمام  والعمل لخلعه أو الإمتناع عما وجب على الخارجين من حقوق ويستوى أن تكون هذه  الحقوق لله اى مقررة لمصلحة الجماعة او للأشخاص اى مقررة لمصلحة الأفراد  فيدخل تحتها كل حق تفرضه الشريعة للحاكم على المحكوم وكل حق للحماعة على  الأفراد وكل حق للفرد على الفرد فمن امتنع عن أداء الزكات فقد امتنع عن حق  وجب عليهم ومن امتنع عن تنفيذ حكم متعلق بحكم الله كحد الزنا أو متعلق بحق  الأفراد كالقصاص فقد امتنع عن حق وجب عليه ومن امتنع عن طاعة الإمام فقد  امتنع عن الحق الذى وجب عليه وهكذا ولكم من المتفق عليه&amp;nbsp; أن الإمتناع عن  الطاعة فى معصية ليس بغيا وإنما هو واجب على كل مسلم لأن الطاعة لم تفرض  إلا فى معروف ولا تجوز فى معصية. &lt;br /&gt;
Terjemah :&lt;br /&gt;
Disyaratkan wujudnya  kejahatan makar adalah membangkang terhadap Imam. Pembangkangan dimaksud  yaitu menentang imam dan melakukan yang mengarah kepada pemecatan imam  atau menolak hak-hak yang wajib atas para pembangkang. Dan sama hak-hak  ini bagi Allah ya’ni yang ditetapkan demi kemaslahatan orang banyak atau  perorangan maksudnya ditetapkan demi kemaslahatan perorangan. Termasuk  didalam hak-hak ini setiap hak yang diwajibkan syari’at bagi hakim atas  orang yang dihukumi, setiap hak bagi golongan atas perorangan dan setiap  hak bagi perorangan atas perorangan. Jadi barang siapa mencegah  membayar zakat maka berarti dia mencegah hak yang wajib atas mereka dan  barang siapa &lt;br /&gt;
mencegah menegakkan hukum yang behubungan dengan hukum  Allah seperti hukuman zina atau yang berhubungan dengan hak perorangan  seperti Qishos maka ia mencegah haq yang wajib atas dia.&lt;br /&gt;
Dan barang  siapa menolak ta’at kepada imam&amp;nbsp; maka berarti ia menolak hak yang wajib  atas dia&amp;nbsp; dan seterusnya. Bagi kalian dari hal yang disepakati  ulama’bahwa sesungguhnya menolak taat didalam maksiat bukanlah  pembangkangan akan tetapi suatu kewajiban atas setiap orang Islam,  karena taat itu tidak wajib kecuali dalam kebaikan dan&amp;nbsp; taat&amp;nbsp; pada  kemaksiatan tidak diperbolehkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
البيان في فقه الامام الشافعي جز 12 ص 9 ط: دار الكتب العلمية&lt;br /&gt;
قال  القفال وسواء كان الامام عادلا او جائرا فان الخارج عليهم باغ اذالإمام  لاينعزل بالجور وسواء كان الخارج عليه عادلا او جائرا فان خروجه على الامام  جور &lt;br /&gt;
Terjemah :&lt;br /&gt;
Imam Qaffal berkata : baik imam itu adil atau  menyeleweng, maka membangkang kepadanya adalah bughat, karena imam tidak  bisa terpecat sebab menyeleweng baik pihak pembangkang itu adil atau  menyeleweng. Sebab membangkang kepada imam adalah perbuatan makar.&lt;br /&gt;
)6(.  Sebagai konsekuensi Islam kaffah haruskah dilakukan jihad guna  menangkal praktek kemungkaran oleh WNI non-muslim, seperti lokalisasi  PSK, penjualan/ konsumsi minuman keras, budidaya hewan babi, arena  hiburan yang penuh ma’shiyat, dan lain sebagainya ? &lt;br /&gt;
Jawaban:&lt;br /&gt;
Sebagai  konsekwensi Islam kaffah dalam rangka menangkal praktek kemunkaran  wajib dilakukan jihad dalam pengertian&amp;nbsp; أمر معروف نهى منكر sesuai dengan  tahapan-tahapannya, dan harus berupaya untuk tidak menimbulkan  kemunkaran yang lebih besar atau fitnah.&lt;br /&gt;
المراجع:&lt;br /&gt;
أحكام القرأن لإبن العربي ج : 1 ص : 382 ، مانصه :&lt;br /&gt;
(وَلْتكُنْ مِنْكُم أمَّةٌ) دَليلٌ عَلى اَنَّ الأمْرَ بِالمَعْرُوفِ وَالنَّهْيَ عَن المُنكَرِ فَرْضٌ &lt;br /&gt;
Terjemah :&lt;br /&gt;
Firman  Allah (artinya) : “Hendaklah diantara kalian terdapat ummat, yang  mengajak kebaikan”. Ayat ini sebagai dasar perintah berbuat baik dan  mencegah melakukan kemungkaran.&lt;br /&gt;
التشريع الجنائ الاسلامى جز 2 ص :677 , ف : الشيخ عبد القادر عودة&amp;nbsp; , ط : مؤسسة الرسالة &lt;br /&gt;
ومع  ان العدالة شرط من شروط الامامة الا ان الرأي الراجح في المذاهب الاربعة  ومذهب الشيعة الزيدية هو تحريم الخروج على الامام الفاسق الفاجر ولو كان  الخروج للامر بالمعروف والنهي عن المنكر لان الخروج على الامام يؤدي عادة  الى هو انكر مما فيه وبهذا يمتنع النهي عن المنكر لان منشروطه لايؤدي  الانكار الى ماهو انكر من ذلك الى الفتن وسفك الدماء وبث الفساد واضطراب  البلاد واضلال العباد وتوهين الامن وهدم النظام&lt;br /&gt;
Terjemah :&lt;br /&gt;
Sifat  adil itu menjadi syarat untuk menjadi imam kecuali pendapat yang unggul,  itu menurut empat Madzhab, dan menurut madzhab Syi’ah Zaidiyah. Haram  keluar dari imam yang fasiq, lacut itu haram, walaupun adanya kelauar  itu untuk perintah kebaikan dan mencegah kemungkaran. Karena keluar dari  imam bisa mendatangkan kebiasaan ingkar dari perkara tersebut. Dengan  demikian terlarang mencegah kemungkaran. Karena yang disyaratkannya iru  tidak akan mendatangkan keinkaran lain yang lebih darinya. Sampai  menimbulkan fitnah, pertumpahan darah, meratanya kerusakan, kacaunya  negara, menyesatkan masyarakat, merapuhkan keamanan dan merusak tatanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
بغية المسترشدين ، ص : 251، مانصه :&lt;br /&gt;
وَلَهُ  دَرَجَتَانِ . التَعْرِيفُ ثُمَّ الوَعْظُ بِالكَلامِ اللَّطِيفِ ثُمَّ  السَّبُّ وَالتَعْنِيفُ ثمَّ المَنْعُ بِالقَهْرِ ، وَالأوَّلانِ  يَعُمَّانِ سَائِرَ المُسْلِمِينَ وَالأخِيرَانِ مَخْصُوصَانِ بِوُلاةِ  الأمُورِ اهـ.&lt;br /&gt;
Terjemah :&lt;br /&gt;
Baginya dua tingkatan, diperingatkan,  dinasehati dengan ucapan yang halus, dicaci maki dan kekerasan kemudian  dicegah dengan paksa.&lt;br /&gt;
Sedangkan dua kewajiban yang pertama berlaku  umum untuk semua orang Islam dan yang dua kewajiban yang akhir khusus  bagi penguasa.&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;http://www.freewebs.com/arabindo/isi.htm&quot; height=500 scrolling=auto width=530&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/3835929752771031272/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/beragama-islam-secara-kaaffah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/3835929752771031272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/3835929752771031272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/beragama-islam-secara-kaaffah.html' title='Beragama Islam Secara Kaaffah'/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963.post-1379051741876067663</id><published>2011-06-12T11:39:00.001-07:00</published><updated>2011-06-12T14:41:19.827-07:00</updated><title type='text'>Malam &quot;Nisfu Sya&#39;ban&quot;</title><content type='html'>Suatu malam rasulullah salat, kemudian beliau bersujud panjang, sehingga  aku menyangka bahwa Rasulullah telah diambil, karena curiga maka aku  gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Rasulullah  usai salat beliau berkata: &quot;Hai A&#39;isyah engkau tidak dapat bagian?&quot;.  Lalu aku menjawab: &quot;Tidak ya Rasulullah, aku hanya berfikiran yang  tidak-tidak (menyangka Rasulullah telah tiada) karena engkau bersujud  begitu lama&quot;. Lalu beliau bertanya: &quot;Tahukah engkau, malam apa sekarang  ini&quot;. &quot;Rasulullah yang lebih tahu&quot;, jawabku. &quot;Malam ini adalah malam  nisfu Sya&#39;ban, Allah mengawasi hambanya pada malam ini, maka Ia  memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang  meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki&quot; (H.R.  Baihaqi)  &lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Seri ke-227, Kamis, 25 Oktober 2001 &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Tanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya  ingin menanyakan mengenai Nisfu Sya&#39;ban apakah artinya dan apa yang  sepatutnya kita lakukan pada malam Nisfu Sya&#39;ban tersebut apakah ada  hadisnya? Jazakumullah... &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Dewi - Batam &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Jawab: &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Berkenaan  dengan malam Nisfu (pertengahan) Sya&#39;ban ada beberapa permasalahan yang  patut diketahui: Tentang keutamaan malam ini, terdapat beberapa hadis  yang menurut sebagian ulama sahih. Diantaranya hadis A&#39;isyah: &quot;Suatu  malam rasulullah salat, kemudian beliau bersujud panjang, sehingga aku  menyangka bahwa Rasulullah telah diambil, karena curiga maka aku  gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Rasulullah  usai salat beliau berkata: &quot;Hai A&#39;isyah engkau tidak dapat bagian?&quot;.  Lalu aku menjawab: &quot;Tidak ya Rasulullah, aku hanya berfikiran yang  tidak-tidak (menyangka Rasulullah telah tiada) karena engkau bersujud  begitu lama&quot;. Lalu beliau bertanya: &quot;Tahukah engkau, malam apa sekarang  ini&quot;. &quot;Rasulullah yang lebih tahu&quot;, jawabku. &quot;Malam ini adalah malam  nisfu Sya&#39;ban, Allah mengawasi hambanya pada malam ini, maka Ia  memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang  meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki&quot; (H.R.  Baihaqi) Menurut perawinya hadis ini mursal (ada rawi yang tidak sambung  ke Sahabat), namun cukup kuat. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Dalam hadis Ali,  Rasulullah bersabda: &quot;Malam nisfu Sya&#39;ban, maka hidupkanlah dengan salat  dan puasalah pada siang harinya, sesungguhnya Allah turun ke langit  dunia pada malam itu, lalu Allah bersabda: &quot;Orang yang meminta ampunan  akan Aku ampuni, orang yang meminta rizqi akan Aku beri dia rizqi,  orang-orang yang mendapatkan cobaan maka aku bebaskan, hingga fajar  menyingsing.&quot; (H.R. Ibnu Majah dengan sanad lemah). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Ulama  berpendapat bahwa hadis lemah dapat digunakan untuk Fadlail A&#39;mal  (keutamaan amal). Walaupun hadis-hadis tersebut tidak sahih, namun  melihat dari hadis-hadis lain yang menunjukkan kautamaan bulan Sya&#39;ban,  dapat diambil kesimpulan bahwa malam Nisfu Sya&#39;ban jelas mempunyai  keuatamana dibandingkan dengan malam-malam lainnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Bagaimana  merayakan malam Nisfu Sya&#39;ban? Adalah dengan memperbanyak ibadah dan  salat malam dan dengan puasa, namun sebagaimana yang dilakukan  Rasulullah, yaitu dengan secara sendiri-sendiri. Adapun meramaikan malam  Nisfu Sya&#39;ban dengan berlebih-lebihan seperti dengan salat malam  berjamaah, Rasulullah tidak pernah melakukannya. Sebagian umat Islam  juga mengenang malam ini sebagai malam diubahnya kiblat dari masjidil  Aqsa ke arah Ka&#39;bah. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Adapun apa yang sering dilakukan  oleh sebagian umat Islam, yaitu Salat Malam Nisfu Sya&#39;ban sebanyak 100  rakaat, ini tidak ada landasannya dan termasuk bid&#39;ah. Syeikh  Abdurrahman bin Ismail al-Muqaddisi telah mentahqiq masalah ini.  Demikian juga tidak ada do&#39;a khusus untuk malam nisfu Sya&#39;ban, namun  cukup dengan do&#39;a-do&#39;a umum terutama do&#39;a yang pernah dilakukan  Rasulullah. Jadi sangat dianjurkan untuk meramaikan malam Nisfu Sya&#39;ban  dengan cara memperbanyak ibadah, salat, zikir membaca al-Qur&#39;an, berdo&#39;a  dan amal-amal salih lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;http://www.freewebs.com/arabindo/isi.htm&quot; height=500 scrolling=auto width=530&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/1379051741876067663/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/malam-nisfu-syaban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/1379051741876067663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/1379051741876067663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/malam-nisfu-syaban.html' title='Malam &quot;Nisfu Sya&#39;ban&quot;'/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963.post-2685381264148778541</id><published>2011-06-12T11:38:00.000-07:00</published><updated>2011-06-12T11:38:06.572-07:00</updated><title type='text'>Menyambut Ramadhan (1) Amalan bulan Sya&#39;ban</title><content type='html'>Saudara-saudara seiman !!!&lt;br /&gt;
Mari kita sambut bulan Ramadhan yang  penuh berkah mulai bulan Sya&#39;ban ini. Kita persiapkan diri kita baik  fisik dan rohani untuk bulan yang penuh karunia tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mempersiapkan  rohani kita adalah dengan mulai mempelajari hal-hal penting yang perlu  kita amalkan selama bulan tersebut. Kita buka kembali pelajaran  fiqhus-syiyam kita, yaitu&amp;nbsp; fikih berpuasa yang benar dan sesuai ajaran.  Kita sadarkan diri dan kesadaran kita akan pentingnya bulan tersebut  bagi agama dan keimanan kita.&lt;br /&gt;
Secara fisik, kita juga harus mempersiapkan diri di bulan ini dengan  melatih diri memperbanyak ibadah dan khususnya puasa. Itulah salah satu  hikmah kita dianjurkan memperbanyak puasa pada bulan Sya&#39;ban ini. Dan di  bulan Sya&#39;ban ini juga ada malam nisfu sya&#39;ban, yaitu malam pertengahan  bulan Sya&#39;ban. Lepas dari kuat tidaknya dalil mengenai amalam pada  malam tersebut, namun malam itu bisa kita jadikan waktu pengingat  kembali akan persiapan-persiapan kita dalam menyambut bulan Ramadhan  yang penuh maghfirah. Berikut ini hadist-hadist seputar keutamaan bulan  Sys&#39;ban semoga bisa kita baca dan amalkan:&lt;br /&gt;
Dari Aisyah r.a. beliau  berkata:&quot;Rasulullah s.a.w. berpuasa hingga kita mengatakan tidak pernah  tidak puasa, dan beliau berbuka (tidak puasa) hingga kita mengatakan  tidak puasa, tapi aku tidak pernah melihat beliau menyempurnakan puasa  satu bulan penuh kecuali bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat  beliau memperbanyak puasa selain bulan Ramadhan kecuali pada bulan  Sya&#39;ban&quot;. (h.r. Bukhari). Beliau juga bersabda:&quot;Kerjakanlah ibadah apa  yang engkau mampu, sesungguhnya Allah tidak pernah bosan hingga kalian  bosan&quot;.&lt;br /&gt;
Usamah bin Zaid bertanya kepada Rasulullah  s.a.w.:&#39;Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu memperbanyak  berpuasa&amp;nbsp; (selain Ramadhan) kecuali pada bulan Sya&#39;ban? Rasulullah  s.a.w. menjawab:&quot;Itu bulan dimana manusia banyak melupakannya antara  Rajab dan Ramadhan, di bulan itu perbuatan dan amal baik diangkat ke  Tuhan semesta alam, maka aku ingin ketika amalku diangkat, aku dalam  keadaan puasa&quot;. (h.r. Abu Dawud dan Nasa&#39;i). &lt;br /&gt;
Dari A&#39;isyah: &quot;Suatu  malam rasulullah salat, kemudian beliau bersujud panjang, sehingga aku  menyangka bahwa Rasulullah telah diambil, karena curiga maka aku  gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Rasulullah  usai salat beliau berkata: &quot;Hai A&#39;isyah engkau tidak dapat bagian?&quot;.  Lalu aku menjawab: &quot;Tidak ya Rasulullah, aku hanya berfikiran yang  tidak-tidak (menyangka Rasulullah telah tiada) karena engkau bersujud  begitu lama&quot;. Lalu beliau bertanya: &quot;Tahukah engkau, malam apa sekarang  ini&quot;. &quot;Rasulullah yang lebih tahu&quot;, jawabku. &quot;Malam ini adalah malam  nisfu Sya&#39;ban, Allah mengawasi hambanya pada malam ini, maka Ia  memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang  meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki&quot; (H.R.  Baihaqi) Menurut perawinya hadis ini mursal (ada rawi yang tidak sambung  ke Sahabat), namun cukup kuat. &lt;br /&gt;
Dalam hadis Ali, Rasulullah  bersabda: &quot;Malam nisfu Sya&#39;ban, maka hidupkanlah dengan salat dan  puasalah pada siang harinya, sesungguhnya Allah turun ke langit dunia  pada malam itu, lalu Allah bersabda: &quot;Orang yang meminta ampunan akan  Aku ampuni, orang yang meminta rizqi akan Aku beri dia rizqi,  orang-orang yang mendapatkan cobaan maka aku bebaskan, hingga fajar  menyingsing.&quot; (H.R. Ibnu Majah dengan sanad lemah). &lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4HxdC1Q8kAFO5yuMcXQNXCg87-lgBKm6lTq96eTXD-tha1Bjsk_BnRJ7Zmmv5IQ9UHLR7VoNLI27L_fCWNSv6_mKBUgP5yW9oWlSXkPYsIJI47IcP3pYOhPYC6FYNCCnYlDmhxj7dFw/s1600/052711060209.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4HxdC1Q8kAFO5yuMcXQNXCg87-lgBKm6lTq96eTXD-tha1Bjsk_BnRJ7Zmmv5IQ9UHLR7VoNLI27L_fCWNSv6_mKBUgP5yW9oWlSXkPYsIJI47IcP3pYOhPYC6FYNCCnYlDmhxj7dFw/s320/052711060209.jpg&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ulama  berpendapat bahwa hadis lemah dapat digunakan untuk Fadlail A&#39;mal  (keutamaan amal). Walaupun hadis-hadis tersebut tidak sahih, namun  melihat dari hadis-hadis lain yang menunjukkan kautamaan bulan Sya&#39;ban,  dapat diambil kesimpulan bahwa malam Nisfu Sya&#39;ban jelas mempunyai  keuatamana dibandingkan dengan malam-malam lainnya. &lt;br /&gt;
Bagaimana  merayakan malam Nisfu Sya&#39;ban? Adalah dengan memperbanyak ibadah dan  salat malam dan dengan puasa. Adapun meramaikan malam Nisfu Sya&#39;ban  dengan berlebih-lebihan seperti dengan salat malam berjamaah, Rasulullah  tidak pernah melakukannya. Sebagian umat Islam juga mengenang malam ini  sebagai malam diubahnya kiblat dari masjidil Aqsa ke arah Ka&#39;bah. &lt;br /&gt;
Jadi  sangat dianjurkan untuk meramaikan malam Nisfu Sya&#39;ban dengan cara  memperbanyak ibadah, salat, zikir membaca al-Qur&#39;an, berdo&#39;a dan  amal-amal salih lainnya. Wallahu a&#39;lam&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;http://www.freewebs.com/arabindo/isi.htm&quot; height=500 scrolling=auto width=530&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/2685381264148778541/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/menyambut-ramadhan-1-amalan-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/2685381264148778541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/2685381264148778541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/menyambut-ramadhan-1-amalan-bulan.html' title='Menyambut Ramadhan (1) Amalan bulan Sya&#39;ban'/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4HxdC1Q8kAFO5yuMcXQNXCg87-lgBKm6lTq96eTXD-tha1Bjsk_BnRJ7Zmmv5IQ9UHLR7VoNLI27L_fCWNSv6_mKBUgP5yW9oWlSXkPYsIJI47IcP3pYOhPYC6FYNCCnYlDmhxj7dFw/s72-c/052711060209.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963.post-9089541307258171436</id><published>2011-06-12T11:30:00.001-07:00</published><updated>2011-06-12T11:30:34.301-07:00</updated><title type='text'>Puasa Sya&#39;ban</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;Saya ingin menanyakan tentang puasa  Sya&#39;ban. Berapa harikah yang disunahkan oleh Rasulullah? Apakah baik  jika kita puasa sebulan penuh? Atas perhatiannya saya ucapkan terima  kasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Indra-jkt&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bulan Sya&#39;ban adalah bulan di saat  Nabi Muhammad saw melakukan puasa sunnahnya yang terbanyak. Di  bulan-bulan lain, Nabi tidak melakukan puasa (sunnah) sebanyak di bulan  Sya&#39;ban. Namun tak ada kejelasan, tepatnya berapa hari yang disunnahkan  berpuasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persoalan boleh atau tidak melakukan puasa sebulan  penuh di bulan Sya&#39;ban, itu boleh-boleh saja. Tidak ada dalil yang  mengharamkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya perlu diketahui ada perbedaan pendapat,  antara yang memakruhkan puasa pada paruh kedua (setelah tanggal 15)  Sya&#39;ban, ada yang tidak. Perbedaan ini terjadi dikarenakan adanya 2  hadis yang berbeda. Kelompok yang memakruhkan menggunakan hadis: &quot;Tiada  puasa setelah separuh dari Sya&#39;ban hingga masuk Ramadan.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara yang tidak memakruhkan mendasarkan pada beberapa hadis (di antaranya):&lt;br /&gt;
Diriwayatkan  dari Umi Salmah: &quot;Saya tak pernah melihat Rasulullah puasa dua bulan  berturut-turut kecuali di bulan Sya&#39;ban dan Ramadan.&quot; Dalam redaksi  lain: &quot;Tidak pernah Rasulullah melakukan puasa sunnah sebulan penuh  kecuali di bulan Sya&#39;ban.&quot; (Riwayat Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa&#39;i,  Ibnu Majah). Dan dalam redaksinya Ibnu Majah: &quot;Nabi pernah puasa (penuh)  di bulan Sya&#39;ban dan Ramadan.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah perbedaan itu muncul.  Perlu diketahui juga, ada ulama yang menganggap dhaif hadis yang  memakruhkan puasa di paruh kedua Sya&#39;ban. Karena ada hadis lain lagi  yang melarang puasa sehari-dua hari sebelum Ramadan. Ini tujuannya untuk  menghindari hari &quot;syak&quot; (hari yang mendekati Ramadan, belum diketahui  dengan jelas kapan akhir Sya&#39;ban dan awal Ramadan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali ke  persoalan semula, boleh-tidaknya berpuasa sebulan penuh di bulan  Sya&#39;ban, pendapat yang membolehkan lebih cocok diikuti. Ini dengan  alasan: &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ada hadis yang menunjukkan bolehnya puasa Sya&#39;ban sebulan penuh (seperti tersebut di atas). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bahwasanya  larangan puasa sehari-dua hari sebelum Ramadan itu untuk menghindari  keragua-raguan. Karena pada hari-hari itu sudah dekat awal Ramadan.  Padahal puasa Ramadan itu harus jelas niatnya: niat puasa Ramadan. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masa sekarang ini tidak ada kesulitan lagi untuk mengetahui awal bulan (atau akhir bulan) karena kecanggihan teknologi. &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Jadi  pada aslinya puasa sebulan penuh di Sya&#39;ban itu tetap disunnahkan.  Kalaupun sehari-dua hari di akhir Sya&#39;ban itu tidak diperbolehkan, itu  karena untuk menghindari ketidakjelasan. Dengan demikian, jika sudah  tahu kapan awal Ramadan, maka tidak apa-apa melakukan puasa sampai akhir  Sya&#39;ban.&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;http://www.freewebs.com/arabindo/isi.htm&quot; height=500 scrolling=auto width=530&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/9089541307258171436/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/puasa-syaban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/9089541307258171436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/9089541307258171436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/puasa-syaban.html' title='Puasa Sya&#39;ban'/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963.post-2738103469425544075</id><published>2011-06-12T11:16:00.000-07:00</published><updated>2011-06-12T11:16:39.388-07:00</updated><title type='text'>Tafsir Surat Al-Fatihah</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnkLxH6YT2skz_fbiAwNmDFssVghXh8sFR70Fr2dYGtu7Geah2U2ZBstmWFLEyb9-h082MC3QSGy5lLfGoPUgq-LTwsGap7CBjcEC7WpUCu1ntayagbnIB_YJoTF5Zyshv8iUjENZ_pQ/s1600/052711054303.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnkLxH6YT2skz_fbiAwNmDFssVghXh8sFR70Fr2dYGtu7Geah2U2ZBstmWFLEyb9-h082MC3QSGy5lLfGoPUgq-LTwsGap7CBjcEC7WpUCu1ntayagbnIB_YJoTF5Zyshv8iUjENZ_pQ/s320/052711054303.jpg&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;DALAM AL-QUR’AN, surat Al-Fatihah tercatat sebagai surat ke 1, yang  terdiri dari 7 ayat. Secara umum, ayat demi ayat serta surat demi surat  yang ada dalam al-Qur’an memanglah penting. Ia tetap menjadi landasan  spiritual yang urgen bagi setiap muslim. Keseluruhan huruf demi huruf  yang ada dalam al-Qur’an menjadi pegangan teologis kaum muslimin yang  tidak bisa ditawar lagi. Namun, secara spesifik, surat al-Fatihah  memiliki banyak “kelebihan” dibanding dengan surat-surat lain. Atau,  setidaknya, ia memiliki keistimewaan berbeda dibandingkan dengan  keistimewaan surat lain. &lt;br /&gt;
Sekedar menyebut salah satu keistimewaan surat al-Fatihah adalah bahwa  ia merupakan satu-satunya surat yang wajib dibaca saat seorang muslim  melakukan shalat — dan shalat sendiri merupakan satu-satunya format  ibadah vertikal yang tidak bisa digantikan dengan apapun. Nabi Muhammad  Saw bahkan bersabda bahwa shalat seorang muslim tidak sah jika tidak  membaca surat al-Fatihah (Lâ sholâta liman lam yaqra’ bi-fâtihatil  Kitâbi). Dalam kesempatan lain, Nabi Saw juga menyatakan bahwa  al-Fatihah merupakan induk al-Qur’an (Ummul-Qur’ân). Masih banyak lagi  maqôlah atau dedhawuhan Nabi Muhammad Saw yang, intinya, menegaskan  kelebihan surat al-Fatihah dibanding surat-surat lain dalam al-Qur’an. &lt;br /&gt;
*** &lt;br /&gt;
Mengapa  surat al-Fatihah begitu urgen dan exclusive? Jika ditinjau dari sisi  contains, materi yang dibicarakan — atau tepatnya dinasehatkan — dalam  surat al-Fatihah ternyata sangatlah penting, khususnya bagi proses  rekonstruksi teologi kaum muslimin atau bahkan manusia keseluruhannya.  Berikut ini sedikit keterangan materi surat al-Fatihah dari ayat per  ayat. &lt;br /&gt;
[1] Bismillâhirrahmânirrahîm. “Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”.&lt;br /&gt;
Ayat  pertama ini menegaskan pentingnya penyebutan atau tepatnya pengakuan  manusia atas kuasa Tuhan, atas keesaan-Nya dan atas segala  kebesarann-Nya. Manusia diajarkan — dan diharuskan — mengakui ke-Maha  Pemurah-an Tuhan dan ke-Maha Penyayang-an-Nya. Di sini,  pengakuan-pengakuan itu merupakan harga mati atas setiap manusia. Jadi,  ayat ini bukan sekedar mengajarkan ‘penyebutan’ unsich atas [nama]  Tuhan, melainkan deklarasi atas kebesaran-Nya, yang pada ayat itu  direpresentasikan melalui lafadz&amp;nbsp; ar-rahmân dan ar-rahîm. &lt;br /&gt;
[2] Alhamdulillâhi Rabbil ‘Âlamîn. “Segala puji bagi Tuhan, [yaitu] Tuhan bagi semesta alam”. &lt;br /&gt;
Setelah  manusia mengakui segala kebesaran Tuhan, maka pada ayat kedua ini Tuhan  melalui surat al-Fatihah menasehatkan manusia supaya melakukan  pendekatan pribadi kepada-Nya, yaitu dengan cara memuji-Nya. Ini adalah  langkah pertama yang harus dilakukan manusia setelah ia menegaskan  pengakuan tadi. Sebenarnya, kebesaran Tuhan tidaklah berkurang tanpa  pujian manusia dan segenap makhluk, dan kebesaran-Nya pun tidak pula  bertambah dengan adanya pujian-pujian itu. Dengan demikian, ayat ini  sebenarnya lebih menekankan kepada pengajaran [at-Ta’lîm] dan pendidikan  [at-Tarbiyah] kepada manusia bagaimana dia berkomunikasi dengan Tuhan  yang telah dikenalnya tadi. &lt;br /&gt;
Pujian kepada Tuhan bukan tanpa sebab.  Ia adalah pujian atas seluruh kenikmatan yang telah diterima manusia.  Kenikmatan terbesar dari Tuhan kepada manusia, pada titik ini, adalah  kenikmatan berupa pengetahuan manusia atas Tuhannya. Ia bukan kenikmatan  dalam arti sempit seperti limpahan rezeki material dan semacamnya. Pada  saat seorang hamba membaca ayat ini, sebagaimana disabdakan oleh Nabi  Saw, maka Allah Swt mengikutinya dengan ucapan hamida-nî ‘abdî, hambaku  telah memujiku. Masih menurut Nabi Muhammad Saw, pada saat hamba  mengucapkan ayat ini, maka itu berarti hamba tersebut bersyukur kepada  Tuhan, sehingga Tuhan pun akan menambahi rezeki. &lt;br /&gt;
[3] Arrahmânirrahîm. “[Tuhan] Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”. &lt;br /&gt;
Pengulangan  pujian ini untuk sebuah penegasan. Ar-Rahmân bermakna [Tuhan] yang Maha  Pemurah, atau Pengasih. Dia mengasihi seluruh makhluk yang ada di  dunia, baik yang beriman atau yang bukan. Sedangkan ar-Rahîm bermakna  mengasihi seluruh orang-orang yang beriman kelak di akhirat. &lt;br /&gt;
Pada  saat seorang hamba membaca ayat ini, sebagaimana disabdakan oleh Nabi  Saw, maka Allah Swt mengikutinya dengan ucapan atsnâ ‘alayya ‘abdî,  hambaku telah memuji kepadaku. &lt;br /&gt;
[4] Mâliki Yawmiddîn. “[Tuhan] Yang menguasai hari kiamat”. &lt;br /&gt;
Pengakuan  sekaligus juga pujian, bahwa hanya Tuhanlah yang berkuasa pada hari  kiamat. Ini merupakan pujian ketiga berturut-turut, dan begitulah  pendidikan dari Tuhan kepada manusia. &lt;br /&gt;
Pada saat seorang hamba  membaca ayat ini, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Saw, maka Allah Swt  mengikutinya dengan ucapan majida-nî ‘abdî, hambaku telah memujiku. &lt;br /&gt;
[5] Iyyâka Na’budu... “Hanya Engkaulah yang kami sembah”...&lt;br /&gt;
Setelah  Tuhan mengajarkan manusia untuk melakukan pendekatan dengan memuji-Nya,  maka pada ayat kelima ini Tuhan memberikan pendidikan baru : yaitu,  setelah manusia melakukan puja dan puji kepada Tuhan, manusia meneguhkan  diri dengan melakukan deklarasi untuk secara konsisten menyembah  kepada-Nya. &lt;br /&gt;
Pada ayat di atas, Tuhan menggunakan kalimat Iyyâka  Na’budu, yang berarti Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan bukan  kalimat Na’budu-Ka, yang berarti Kami menyembah kepada-Mu. Pada kalimat  pertama secara jelas menegasikan seluruh hal dan hanya menyembah Tuhan,  sedangkan kalimat kedua bisa bermakna Kami menyembah kepada-Mu, tapi  juga mengagungkan yang lain. &lt;br /&gt;
[5] wa Iyyâka Nasta’în. “…dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan”. &lt;br /&gt;
Setelah  mengajari manusia tentang metode pendekatan terhadap Tuhan, beberapa  pujian serta penegasan tentang sesembahan, barulah Tuhan mengajarkan  bahwa setelah manusia melakukan hal itu semua, maka manusia diberi  “kesempatan” untuk meminta pertolongan dan perlindungan. Dan pertolongan  serta permintaan itu dilakukan manusia hanya ditujukan kepada Tuhan,  bukan yang lain. Maka tepatlah kalau Tuhan menggunakan kalimat wa Iyyâka  Nasta’în, yang berarti dan hanya kepada Engkaulah kami mohon  pertolongan. &lt;br /&gt;
Pada saat seorang hamba membaca ayat kelima ini,  sebagaimana disabdakan oleh Nabi Saw, maka Allah Swt mengikutinya dengan  ucapan hadza baynî wa bayna ‘abdî, wa li-‘abdî mâ sa-ala, ini adalah  [urusan] antara Aku dan hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku, [kuberikan] apapun  yang dia minta. &lt;br /&gt;
Sampai pada ayat ini, kita sebenarnya sudah bisa  menangkap sebagian falsafah dari surat al-Fatihah. Ringkasnya, hingga  ayat ke 5 ini, adalah sebagai berikut : &lt;br /&gt;
[i] manusia hendaklah mengenal Tuhannya, dan menjadikan Tuhannya sebagai satu-satunya elemen penting dalam melakukan sesuatu. &lt;br /&gt;
[ii]  manusia hendaklah melakukan pujian-pujian terhadap Tuhannya. Ia tentu  bukan bermakna sekedar pujian secara oral, melainkan meliputi juga  pengakuan penuh dari lubuk qalbu manusia atas segala kebesaran dan  keagungan Tuhan. Pujian-pujian itu merupakan alat untuk melakukan  pendekatan-pendekatan. &lt;br /&gt;
[iii] setelah melakukan pujian-pujian,  manusia meneguhkan diri bahwa kepada Tuhan-lah ia menyembah, dan sama  sekali tidak melakukan sesembahan atau pengagungan kepada yang lain. &lt;br /&gt;
[iv]  setelah mengenal Tuhannya, melakukan pujian dan pendekatan-pendekatan,  serta peneguhan ketuhanan sang Tuhan, maka manusia menyatakan diri bahwa  hanya kepada-Nya pula para manusia melakukan permintaan dan  pertolongan. &lt;br /&gt;
[6] Ihdinas-Shirâthal Mustaqîm. “Tunjukilah kami jalan yang lurus”,&lt;br /&gt;
Pengajaran  Tuhan selanjutnya ; manusia tidak bisa berbuat sombong, oleh karenanya  ia diajarkan untuk selalu memohon dan meminta, yang dalam hal ini adalah  permintaan untuk sebuah kebenaran. Dan hanya kepada Tuhan sajalah  manusia itu memohon kebenaran. Makna kebenaran atau jalan yang lurus di  sini tentulah tidak sederhana, namun ia disimplifikasi pada ayat  berikutnya. &lt;br /&gt;
[7] Shirâthalladzîna An’amta ‘Alayhim Ghoyril-Maghdhûbi  ‘Alayhim walâdh-Dhôllîn. “(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau  anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan  bukan (pula jalan) mereka yang sesat”. &lt;br /&gt;
Kenikmatan Tuhan hanyalah  diberikan kepada orang-orang yang Dia kehendaki, dan itu bukanlah kepada  orang-orang yang dimurkai dan yang memilih jalan sendiri. Abdullah ibn  Abbas menyebutkan bahwa orang-orang yang telah dianugerahi kenikmatan  oleh Tuhan, di antaranya, adalah para nabi dan orang-orang yang saleh,  orang yang bersih jiwanya. &lt;br /&gt;
Pada saat seorang hamba membaca ayat  keenam dan ketujuh, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Saw, maka Allah Swt  mengikutinya dengan ucapan — sama dengan pada ayat kelima — hadza baynî  wa bayna ‘abdî, wa li-‘abdî mâ sa-ala, ini adalah [urusan] antara Aku  dan hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku, [kuberikan] apapun yang dia minta.&lt;br /&gt;
*** &lt;br /&gt;
Demikianlah sekilas keterangan dari surat al-Fatihah. Semoga bermanfaat&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;http://www.freewebs.com/arabindo/isi.htm&quot; height=500 scrolling=auto width=530&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/2738103469425544075/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/tafsir-surat-al-fatihah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/2738103469425544075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/2738103469425544075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/tafsir-surat-al-fatihah.html' title='Tafsir Surat Al-Fatihah'/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnkLxH6YT2skz_fbiAwNmDFssVghXh8sFR70Fr2dYGtu7Geah2U2ZBstmWFLEyb9-h082MC3QSGy5lLfGoPUgq-LTwsGap7CBjcEC7WpUCu1ntayagbnIB_YJoTF5Zyshv8iUjENZ_pQ/s72-c/052711054303.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963.post-259692023860589227</id><published>2011-06-12T02:40:00.000-07:00</published><updated>2011-06-12T02:40:50.227-07:00</updated><title type='text'>Mulianya Sikap Memaafkan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiATuHXFYVSi3voOE3QFaPLYLuahTQFRzO5LiATtxG3hRCw1dxCuxIkZAZDgc0HmgbGYA6oItZnISQh_kI2ieggScN7rY4ly9eRHdkWi9UpgRXVQe0En17N0juzi7IMdy01AdqQtCttDQ/s1600/69433_155041264532606_100000802013590_241433_4841104_n.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiATuHXFYVSi3voOE3QFaPLYLuahTQFRzO5LiATtxG3hRCw1dxCuxIkZAZDgc0HmgbGYA6oItZnISQh_kI2ieggScN7rY4ly9eRHdkWi9UpgRXVQe0En17N0juzi7IMdy01AdqQtCttDQ/s320/69433_155041264532606_100000802013590_241433_4841104_n.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan:&lt;br /&gt;
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ&lt;br /&gt;
Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al-A&#39;raf 7:199)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam ayat lain Allah berfirman: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;...dan  hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka  bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.&quot;  (QS. An Nuur, 24:22)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al  Qur&#39;an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah  terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah  menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
يَا  أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ  عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا  فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... dan jika kamu maafkan dan  kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun,  Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berlandaskan hal  tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan,  pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur&#39;an : &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
الَّذِينَ  يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ  وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Yaitu  orang2 yang menginfakkan hartanya ketika lapang dan sempit dan menahan  amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain.&quot; (QS. Ali ‘Imraan,  3:134)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Harun Yahya Para peneliti percaya bahwa  pelepasan hormon stres, kebutuhan oksigen yang meningkat oleh sel-sel  otot jantung, dan kekentalan yang bertambah dari keping-keping darah,  yang memicu pembekuan darah menjelaskan bagaimana kemarahan meningkatkan  peluang terjadinya serangan jantung. Ketika marah, detak jantung  meningkat melebihi batas wajar, dan menyebabkan naiknya tekanan darah  pada pembuluh nadi, dan oleh karenanya memperbesar kemungkinan terkena  serangan jantung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemahaman orang-orang beriman tentang sikap  memaafkan sangatlah berbeda dari mereka yang tidak menjalani hidup  sesuai ajaran Al Qur&#39;an. Meskipun banyak orang mungkin berkata mereka  telah memaafkan seseorang yang menyakiti mereka, namun perlu waktu lama  untuk membebaskan diri dari rasa benci dan marah dalam hati mereka.  Sikap mereka cenderung menampakkan rasa marah itu. Di lain pihak, sikap  memaafkan orang-orang beriman adalah tulus. Karena mereka tahu bahwa  manusia diuji di dunia ini, dan belajar dari kesalahan mereka, mereka  berlapang dada dan bersifat pengasih. Lebih dari itu, orang-orang  beriman juga mampu memaafkan walau sebenarnya mereka benar dan orang  lain salah. Ketika memaafkan, mereka tidak membedakan antara kesalahan  besar dan kecil. Seseorang dapat saja sangat menyakiti mereka tanpa  sengaja. Akan tetapi, orang-orang beriman tahu bahwa segala sesuatu  terjadi menurut kehendak Allah, dan berjalan sesuai takdir tertentu, dan  karena itu, mereka berserah diri dengan peristiwa ini, tidak pernah  terbelenggu oleh amarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut penelitian terakhir, para  ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah  lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan  bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang  menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang  belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun  juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan  penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung  akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah  berkurang pada orang-orang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memaafkan, adalah salah satu  perilaku yang membuat orang tetap sehat, dan sebuah sikap mulia yang  seharusnya diamalkan setiap orang &lt;br /&gt;
Dalam bukunya, Forgive for Good  [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf  sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku  tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan  baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan  mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres. Menurut Dr.  Luskin, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak ragawi yang dapat  teramati pada diri seseorang. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permasalahan  tentang kemarahan jangka panjang atau yang tak berkesudahan adalah kita  telah melihatnya menyetel ulang sistem pengatur suhu di dalam tubuh.  Ketika Anda terbiasa dengan kemarahan tingkat rendah sepanjang waktu,  Anda tidak menyadari seperti apa normal itu. Hal tersebut menyebabkan  semacam aliran adrenalin yang membuat orang terbiasa. Hal itu membakar  tubuh dan menjadikannya sulit berpikir jernih – memperburuk keadaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah  tulisan berjudul &quot;Forgiveness&quot; [Memaafkan], yang diterbitkan Healing  Current Magazine [Majalah Penyembuhan Masa Kini] edisi bulan  September-Oktober 1996, menyebutkan bahwa kemarahan terhadap seseorang  atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan  merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani mereka. Artikel  tersebut juga menyebutkan bahwa orang menyadari setelah beberapa saat  bahwa kemarahan itu mengganggu mereka, dan kemudian berkeinginan  memperbaiki kerusakan hubungan. Jadi, mereka mengambil langkah-langkah  untuk memaafkan. Disebutkan pula bahwa, meskipun mereka tahan dengan  segala hal itu, orang tidak ingin menghabiskan waktu-waktu berharga dari  hidup mereka dalam kemarahan dan kegelisahan, dan lebih suka memaafkan  diri mereka sendiri dan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua penelitian yang ada  menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat  merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa  berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang  menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang  tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin.  Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan –sebagaimana segala sesuatu  lainnya – haruslah untuk mendapatkan ridha Allah. Kenyataan bahwa  sifat-sifat akhlak seperti ini, dan bahwa manfaatnya telah dibuktikan  secara ilmiah, telah dinyatakan dalam banyak ayat Al Qur’an, adalah satu  saja dari banyak sumber kearifan yang dikandungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulai saat  inilah tidak ada kata terlambat bagi kita untuk selalu introspeksi diri,  sejauh mana dada dan hati kita memaafkan kesalahan orang lain atau  meminta maaf atas segala kesalahan kita. Hindari sikap egoisme dalam  diri yang membuat setiap manusia lupa akan hakikat jati dirinya. Karena  manusia yang besar adalah manusia yang dapat mengendalikan hawa  nafsunya, tidak mudah marah, lapang dada dan hatinya serta selalu  mementingkan kemaslahatan ummah.&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;http://www.freewebs.com/arabindo/isi.htm&quot; height=500 scrolling=auto width=530&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/259692023860589227/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/mulianya-sikap-memaafkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/259692023860589227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/259692023860589227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/mulianya-sikap-memaafkan.html' title='Mulianya Sikap Memaafkan'/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiATuHXFYVSi3voOE3QFaPLYLuahTQFRzO5LiATtxG3hRCw1dxCuxIkZAZDgc0HmgbGYA6oItZnISQh_kI2ieggScN7rY4ly9eRHdkWi9UpgRXVQe0En17N0juzi7IMdy01AdqQtCttDQ/s72-c/69433_155041264532606_100000802013590_241433_4841104_n.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963.post-5926281644687385538</id><published>2011-06-11T23:13:00.000-07:00</published><updated>2011-06-11T23:13:51.375-07:00</updated><title type='text'>Dahsyatnya Sholawat</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtCt30sNiYrlxpNxv627o8O56hXNVhluSRmmddMdqoneHwamYJUOwhzjXH7SCsbd3G_oTU5DeKvzUiww_qQlVpTC1qLJ3mf_woP4ckVdjsBjpATAm-2h7sCZ3sUZn1i2-P5wzj19ti9A/s1600/052611070155.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtCt30sNiYrlxpNxv627o8O56hXNVhluSRmmddMdqoneHwamYJUOwhzjXH7SCsbd3G_oTU5DeKvzUiww_qQlVpTC1qLJ3mf_woP4ckVdjsBjpATAm-2h7sCZ3sUZn1i2-P5wzj19ti9A/s1600/052611070155.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Shalawat dan salam marilah kita sanjungkan kepada junjungan kita Nabi  Muhammad saw dan keluarga, sahabat-sahabat serta para pengikutnya.&lt;br /&gt;
Ada empat perbuatan ringan yang apabila kita lakukan, maka kita termasuk golongan orang yang tidak terpuji.&lt;br /&gt;
1.  Seseorang yang membuang air kecil sambil berdiri, 2. Seseorang yang  mengusap dahinya sebelum selesai dari shalat, 3. Seseorang yang  mendengar adzan tetapi ia tidak menirukan seperti apa yang diucapkan  muadzin, 4. seseorang yang apabila mendengar nama Nabi Muhammad Saw  disebut, tetapi tidak membacakan shalawat atasnya. &lt;br /&gt;
Sabda Nabi Muhammad Saw:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
أربع من الجَفَاءِ أن يبول الرجل وهو  قائم، وأن يمسح جبهته قبل أن يفرغ من الصلاة، وأن يسمع النداء فلا يشهد مثل  ما يشهد المؤذّن، وأن أذكر عنده فلا يصلي عليّ. (رواه البزار والطبراني)&lt;br /&gt;
Artinya: &lt;br /&gt;
“Empat  perbuatan termasuk perbuatan yang tidak terpuji, yaitu (1) bila  seseorang buang air kecil sambil berdiri, (2) seseorang yang mengusap  dahinya sebelum selesai dari shalat, (3). Seseorang yang mendengar adzan  tetapi ia tidak menirukan seperti yang diucapkan muadzin, (4) seseorang  yang apabila mendengar namaku disebut, tetapi ia tidak membacakan  shalawat atasku. (HR. Bazzar dan Tabhrani)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Dalam ibadah  sehari-hari, sebenarnya ada sebuah perbuatan ringan yang apabila kita  lakukan mendatangkan akibat yang maha dahsyat, dan apabila kita  tinggalkan maka kita termasuk golongan orang yang tidak berbalas budi. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &amp;nbsp;Pada saat kita telah diberi bantuan oleh orang lain, sudahlah pasti  akan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atau mungkin  mengucapkan doa untuk kebaikannya. Begitu pula dengan Rasulullah Saw  yang telah mengeluarkan kita dari lembah kegelapan menuju alam terang  benderang, maka sudahlah pantas bagi kita untuk selalu mengucapkan  sholawat dan salam atas beliau, sebagai ungkapan rasa terima kasih dan  kecintaan kita atas segala jasa dan perjuangan yang tak tertandingi di  alam jagad ini.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Dalam ibadah-ibadah lain, Allah Swt memerintahkan  kepada hamba-hambaNya untuk mengerjakannya, namun khusus dalam perintah  membaca shalawat, Allah Swt menyebutkan bahwa Allah sendiri bershalawat  atasnya, kemudian memerintahkan kepada malaikatNya, baru kemudian pada  orang-orang yang beriman untuk bershalawat atasnya. Dengan hal ini  semakin menunjukkan bahwasanya melakukan shalawat atas Nabi muhammad  saw, tidak cuma sekedar ungkapan terima kasih, tetapi ia juga menjadi  ibadah yang utama. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bila kita ingin mengetahui bahwa shalawat  termasuk ibadah yang utama, maka perhatikan dan renungkan firman Allah  Swt dalam al-Quran: &lt;br /&gt;
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى  النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا  تَسْلِيمًا &lt;br /&gt;
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya,  bershalawat atas Nabi, wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah  kamu untuk nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya”. (QS. Al-Ahzab  56).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Dari ayat tersebut kita mengetahui, Allah Swt saja sang  Pencipta jagad raya dan mahkluk seluruh dunia termasuk diri kita yang  kecil ini, mau bershalawat terhadap Nabi Muhammad Saw, dan juga para  malaikat yang telah dijamin tak akan berbuat kesalahan turut bershalawat  terhadap nabi, mengapa diri kita yang telah diselamatkan beliau masih  melupakan ibadah yang teramat mulia ini. Sesungguhnya perbuatan  seseorang menunjukkan pada perangai dirinya.&lt;br /&gt;
سيرة المرء تنبأ عن سريرته&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &amp;nbsp;Shalawat adalah sebuah ibadah yang tidak berbatas alam, jarak ataupun  waktu. Artinya bila diucapkan maka akan menembus alam langit yang sangat  jauh, didengar para malaikat, lalu turut menyampaikan doa bagi manusia  yang mengucapkannya, dan menembus Alam kubur menyampaikan salam yang  diucapkan manusia kepada Nabi Muhammad Saw.&lt;br /&gt;
Nabi Saw bersabda: &lt;br /&gt;
ما  منكم من أحدٍ سلّم علي إذا متُّ إلا جاءني جبريل فقال جبريل يا محمد هذا  فلان ابن فلان يُقرئك السلام، فأقول وعليه السلام ورحمة الله وبركاته.  (رواه أبو داود).&lt;br /&gt;
Artinya: &lt;br /&gt;
“Tidak ada salah seorang di antara kamu  yang mengucapkan salam kepadaku sesudah aku mati melainkan malaikat  jibril datang kepadaku seraya mengucapkan: ‘wahai Muhammad, ini Fulan  bin Fulan mengucapkan salam untukmu, maka aku menjawab: “dan atasnya  salam dan rahmat serta berkah dari Allah”. (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;
Lalu apa fadhilah mengucapkan shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw? &lt;br /&gt;
Ada  beberapa riwayat dari hadist Rasulullah Saw, Atsar sahabat Radiallahu  anhum dan pengalaman beberapa ulama yang mengisyaratkan imbalan bagi  mereka yang mau bershalawat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1). Shalawat membersihkan dosa&lt;br /&gt;
Sabda Nabi Saw:&lt;br /&gt;
صلّو  عليّ فإن الصلاة علي زكاةٌ لكم واسألوا الله لي الوسيلة، قالوا وما  الوسيلة يا رسول الله؟ قال: أعلى درجةٍ في الجنة لا ينالها إلا رجلٌ واحدٌ  وأنا ارجو أن يكون أنا هو. (رواه أحمد في مسنده)&lt;br /&gt;
“bacalah shalawat  atasku karena sesungguhnya shalawat atasku membersihkan dosa-dosamu, dan  mintalah kepada Allah untukku wasilah”. Para sahabat bertanya: “apakah  wasilah itu?” beliau menjawab: “derajat yang paling tinggi di sorga yang  hanya seorang saja yang akan memperolehnya dan aku berharap semoga  akulah orang yang memperolehnya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2). Shalawat berpahala sepuluh rahmat Allah dan menghapus sepuluh kesalahan&lt;br /&gt;
Sabda Nabi Saw:&lt;br /&gt;
من صلّى علي صلاةً واحدة صلى الله عليه عشر صلوات وحطّ عنه عشر خطيآت (رواه النسائي)&lt;br /&gt;
“barangsiapa  yang membaca shalawat atasku satu shalawat maka Allah akan menurunkan  sepuluh rahmat kepadanya dan menghapus sepuluh kesalahannya” (HR. Nasai)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3). Dikabulkan hajat di dunia dan akhirat&lt;br /&gt;
Sabda beliau Saw:&lt;br /&gt;
من صلى علي في اليوم مائةَ مرّةٍ قضى الله له مائةَ حاجةٍ، سبعين منها في الآخرة وثلاثين في الدنيا&lt;br /&gt;
“barangsiapa  yang membacakan shalawat untukku pada suatu hari seratus kali, maka  Allah akan memenuhi seratus hajatnya, 70 di antaranya nanti di akhirat  dan 30 di dunia. (Kitab Jam’ul Jawami’, Hal: 796)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4). Terangkatnya derajat manusia&lt;br /&gt;
Sabda beliau Saw:&lt;br /&gt;
من صلى عليّ من أمتي مخلصاًَ من قَلبِه صلاةً واحدةً صلّى اللهُ عليه عشر صلواتٍ ورفع عشر درجاتٍ ومحا عنه عشر سيئاتٍ. (رواه النسائ)&lt;br /&gt;
“barangsiapa  di antara umatku yang membacakan shalawat atasku satu kali dengan  ikhlas dari lubuk hatinya, maka Allah menurunkan sepuluh rahmat  kepadanya, mengangkat sepuluh derajat kepadanya, dan menghapus sepuluh  kesalahan”. (HR. Nasai)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5). Menjadikan doa cepat terkabul&lt;br /&gt;
Bahwasanya  Umar bin Khattab Ra berkata: “Saya mendengar bahwa doa itu ditahan  diantara langit dan bumi, tidak akan dapat naik, sehingga dibacakan  shalawat atas nabi Muhammad Saw”. (Atsar Hasan, Riwayat Tirmidzi)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saudara-saudara kaum muslimin sidang jum’ah yang berbahagia. &lt;br /&gt;
Ada  sebuah cerita, bahwasanya ulama besar Sufyan ats Tsauri sedang thawaf  mengelilingi ka’bah dan melihat seseorang yang setiap kali mengangkat  kaki dan menurunkannya senantiasa membaca shalawat atas nabi. Sufyan  bertanya: “Sesungguhnya engkau telah telah tinggalkan tasbih dan tahlil,  sedang engkau hanya melakukan shalawat atas Nabi. Apakah ada bagimu  landasan yang khusus? Orang itu menjawab: “Siapakah engkau? Semoga Allah  mengampunimu. Sufyan menjawab: “Saya adalah sufyan ats tsauri”. Orang  itu berkata: “seandainya kamu bukanlah orang yang istimewa di masamu ini  niscaya saya tidak akan memberitahukan masalah ini dan menunjukkan  rahasiaku ini”. &lt;br /&gt;
Kemudian orang itu berkata kepada sufyan: “sewaktu  saya mengerjakan haji bersama ayahku, dan ketika berada di dekat  kepalanya ayahku meninggal dan mukanya tampak hitam, lalu saya  mengucapkan “innalillah wa inna ilahi rajiun” dan saya menutup mukanya  dengan kain. Kemudian saya tertidur dan bermimpi, dimana saya melihat  ada orang yang sangat tampan, sangat bersih dan mengusap muka ayahku,  lalu muka ayahku itu langsung berubah menjadi putih. Saat orang yang  tampan itu akan pergi, lantas saya pegang pakaiannya sambil bertanya:  “wahai hamba Allah siapakah engkau? Bagaimana lantaran kamu Allah  menjadikan muka ayahku itu langsung berubah menjadi putih di tempat yang  istimewa ini?. Orang itu menjawab: “apakah kamu tidak mengenal aku? Aku  adalah Muhammad bin Abdullah yang membawa al-Quran. Sesungguhnya ayahmu  itu termasuk orang yang melampaui batas (banyak dosanya) akan tetapi ia  banyak membaca shalawat atasku. Ketika ia berada dalam suasana yang  demikian, ia meminta pertolongan kepadaku, maka akupun memberi  pertolongan kepadanya, karena aku suka memberi pertolongan kepada orang  yang banyak memperbanyak shalawat atasku”. Setelah itu saya terbangun  dari tidur, dan saya lihat muka ayahku berubah menjadi putih. (Dari  Kitab: Tanbihun Ghofilin, as-Samarqhondi, hal: 261)&lt;br /&gt;
Begitu dahsyatnya  balasan shawalat terhadap Nabi Saw. sehingga bagi siapapun yang  mengucapkannya akan melibatkan Allah, para malaikat dan Nabi Muhammad  Saw langsung membalasnya, tidak cuma balasan pahala, imbalan atau  keselamatan di akhirat, tetapi juga mendapat syafaat dari Nabi Muhammad  Saw. &lt;br /&gt;
Orang yang mendengar shalawat atas nabi, tetapi tidak  menjawabnya lalu ia meninggal dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan  dari RahmatNya. &lt;br /&gt;
Sabda Nabi: &lt;br /&gt;
“Jibril datang kepadaku dan berkata:  “wahai Muhammad, barangsiapa yang mendapatkan bulan ramadhan namun ia  tidak diampuni dosanya, lalu ia mati dan masuk neraka, maka Allah akan  menjauhkan dari RahmatNya. Aku menjawab: “amin”. Jibril berkata lagi:  “barangsiapa yang masih bertemu dengan kedua orangtuanya atau salah satu  diantaranya kemudian tidak berbuat baik pada orang tuanya, lalu mati  dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan dari rahmatNya. Aku menjawab:  “Amin”. Jibril berkata lagi: “barangsiapa yang disebutkan namamu  (muhammad) namun ia tidak membacakan shalawat lalu ia mati dan masuk  neraka, maka Allah menjauhkan dari rahmatNya. Aku mengucapkan “Amin”.  (HR. Ibnu Hibban).&lt;br /&gt;
Ucapkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad Saw,  disaat kita senggang, disaat akan menggubah posisi kegiatan kita, disaat  kapanpun, dimanapun selagi kita mampu. Dan bila ada yang mengucapkan  shalawat:&lt;br /&gt;
اللهم صلى على محمد وعلى آل محمد &lt;br /&gt;
Maka kita menjawab: &lt;br /&gt;
اللهم صلى وسلم وبارك على محمد&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan  lupakan shalawat, karena bila kita lupa berarti kita telah melupakan  seseorang yang telah menunjukkan kita kejalan yang lurus yaitu Nabi  Muhammad Saw. bila kita telah melupakan shalawat berarti kita telah  melupakan dan keliru dari jalan yang seharusnya kita tempuh menuju  sorga. &lt;br /&gt;
“barangsiapa yang lupa membaca shawalat atasku, berarti ia telah keliru dari jalan ke sorga” (HR. Ibnu majah).&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;http://www.freewebs.com/arabindo/isi.htm&quot; height=500 scrolling=auto width=530&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/5926281644687385538/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/dahsyatnya-sholawat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/5926281644687385538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/5926281644687385538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/dahsyatnya-sholawat.html' title='Dahsyatnya Sholawat'/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtCt30sNiYrlxpNxv627o8O56hXNVhluSRmmddMdqoneHwamYJUOwhzjXH7SCsbd3G_oTU5DeKvzUiww_qQlVpTC1qLJ3mf_woP4ckVdjsBjpATAm-2h7sCZ3sUZn1i2-P5wzj19ti9A/s72-c/052611070155.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963.post-3096214567163711938</id><published>2011-06-11T12:48:00.000-07:00</published><updated>2011-06-11T12:48:01.055-07:00</updated><title type='text'>Tubuh Sebagai Perekam Perbuatan Kita</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Salah satu hal yang sangat berperan  dalam upaya kita meningkatkan takwa pada Allah SWT adalah mengingat mati  dan kehidupan di akhirat. Bahwa semua makhluk tanpa kecuali akan  meninggalkan dunia yang sementara ini. Entah nanti, atau besok,  seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan, kita semua pasti akan mati.  &amp;nbsp;كل نفس ذائقة الموت &amp;nbsp;(Setiap makhluk hidup pasti akan mati). Dan kita,  sebagai umat Islam memang diperintahkan untuk sering-sering ingat mati  agar hidup kita menjadi baik. Nabi bersabda: أكثروا ذكر هاذم اللذات  (Perbanyaklah mengingat pemutus keenakan duniawi).    &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selanjutnya, berkaitan dengan kehidupan  di akhirat, ada dua hal utama yang harus selalu menjadi peringatan bagi  kita. Pertama, bahwa hidup di dunia ini teramat sangat sementara, dan  hidup di akhirat itu tiada batasnya. Andaikan saja kita dikaruniai umur  panjang sampai 100 tahun, maka sebenarnya itu hanyalah sepersepuluh hari  akhirat. Sebab 1 hari di akhirat sama dengan 1000 tahun di dunia. Ini  didasarkan pada ayat ke-7 surat As-Sajdah yang berarti:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;em&gt;Dia mengatur urusan dari langit ke  bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNYA dalam satu hari yang kadarnya  seribu tahun menurut perhitunganmu.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi, secara matematis masa 100 tahun di  dunia = 2 jam 24 menit (menurut perhitungan akhirat). Lebih detil lagi,  1 jam akhirat = 41,66 tahun, 1 menit = sekitar 255 hari, dan 1 detik =  4,25 hari.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kedua, bahwa semua perbuatan yang kita  lakukan di dunia terekam oleh tubuh kita. Kita harus tahu bahwa agama  kita tidak mengajarkan apa yang sering diungkapkan orang “&lt;em&gt;surgo nunut neroko katut&lt;/em&gt;”&lt;em&gt; &lt;/em&gt;(ke  surga numpang, ke neraka ikut). Karena yang benar adalah, orang masuk  surga karena amal baiknya, dan yang masuk neraka karena kesalahannya  sendiri. Sehingga ada sebuah ilustrasi (penggambaran) di dalam al-Quran  surat al-Anam ayat 94. Seolah-olah ketika nanti di hari Kiamat dan kita  berbondong-bondong menuju pengadilan Allah, terpampang sebuah sepanduk  besar yang artinya:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;em&gt;Dan sungguh kalian telah datang  kepada kami sendiri-sendiri sebagaimana Kami ciptakan kalian pada  mulanya. Dan kalian tinggalkan di dunia apa yang telah Kami karuniakan  pada kalian. dan Kami tiada melihat bersama kalian pemberi syafa&#39;at yang  kalian anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu. Sungguh telah terputus  hubungan-hubungan di antara kalian dan lenyaplah apa yang dahulu (di  dunia) kalian anggap (sebagai sekutu Allah).&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kita lahir di dunia dari dua garba ibu  sebagai pribadi-pribadi. Tetapi kemudian kita dituntut untuk hidup yang  baik. Dan kebaikan kita di dunia ini selalu diukur secara sosial.  Perbuatan baik adalah perbuatan baik dalam konteks sosial. Itulah  makanya manusia disebut makhluk sosial. Makhluk yang harus selalu  memikirkan sesamanya. Seperti dilambangkan dalam ucapan terakhir setiap  kali kita salat, yaitu &lt;em&gt;assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh &lt;/em&gt;(semoga  keselamatan dan keberkahan dari Allah senantiasa tercurah untuk kalian)  sambil menengok ke kanan dan kiri. Seakan ini adalah peringatan dari  Allah SWT, “Kalau kamu sudah melaksanakan salat untuk mengingatku, maka  sekarang buktikan bahwa kamu mempunyai tekad baik untuk memperhatikan  sesama makhluk di sekitarmu. Tengoklah kanan-kirimu karena masih banyak  yang membutuhkan bantuan.”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi kita menjadi makhluk sosial di  dunia ini. Tapi ketika kita mati nanti, dan memasuki alam kubur, kita  menjadi makhluk pribadi kembali. Seluruh perbuata kita di dunia, baik  dan buruk, hanya kita sendiri yang menanggung. Allah telah  memperingatkan dalam surat Luqman ayat 33 yang artinya:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;em&gt;Hai manusia, bertakwalah kepada  Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak  tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula)  menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar.  Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia menipu kalian, dan jangan  (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kalian.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pengadilan Allah sama sekali tidak  menerima tebusan. Tebusan (عدل) dalam sistem hukum negara kita tidak  dikenal. Makanya orang yang sedang menjalani hukuman di penjara, kalau  dia mau keluar untuk sementara dia harus menyuap petugas. Istilahnya  menyuap tidak menebus. Tapi di negara Inggris, sistem hukumnya mengakui  adanya tebusan, atau dikenal dengan istilah &lt;em&gt;bail&lt;/em&gt;. Di akhirat  kelak, sama sekali tidak ada tebusan apalagi suap. Semuanya harus  berhadapan dengan Allah sendiri-sendiri. Praktek pengadilan Ilahi di  hari akhirat kelak telah dijelaskan dengan gamblang dalam surat Yasin  ayat 65 yang artinya:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;em&gt;Pada hari itu Kami bungkam  mulut-mulut mereka; dan berkatalah kepada kami tangan mereka, sedankan  kaki-kaki mereka memberikan kesaksian atas apa yang telah mereka  kerjakan di dunia.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi, badan kita ini akan menjadi saksi.  Jika mulut mencoba mengingkari suatu tuduhan dalam pengadilan Allah  nanti, maka yang akan membantah adalah tangan kita sendiri, dan kaki  kita akan menjadi saksi. Ini adalah peringatan yang sangat kuat yang  harus selalu kita renungkan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Secara ilmiah kita bisa mengatakan bahwa  badan kita ini memang bisa menjadi saksi dari seluruh perbuatan kita.  Sebuah teori mengatakan bahwa sebenarnya segala kejadian di alam raya  ini tidak ada yang hilang tanpa terekam. Kejadian-kejadian itu terekam  di angkasa juga di dalam diri kita sendiri. Sebagai contoh dari proses  perekaman ini adalah fungsi DNA (deoxyribonucleic acid) dan gen. DNA dan  gen berfungsi sebagai perekam semua bentuk dan karakter/watak kita. DNA  terdapat di dalam gen, gen ada di dalam kromosom, dan kromosom terdapat  di dalam sel. Dan perlu kita tahu bahwa semua makhluk hidup memiliki  sel. Baik DNA, gen, kromosom, dan sel, semuanya adalah benda-benda  mikroskopis (yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop). Tetapi justru di  dalam DNA itulah terekam seluruh informasi mengenai diri kita. Apakah  rambut kita ikal atau lurus, hidung kita pesek atau mancung, watak kita  penggembira atau gampang sedih, watak kita supel atau tertutup, semuanya  ada di dalam benda-benda yang tak terlihat oleh mata telanjang kita.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Oleh karenanya, jika al-Quran mengatakan  bahwa badan kita menjadi perekam dari seluruh perbuatan kita, adalah  suatu hal yang benar adanya. Karena di dalam tubuh kita ini terdapat  milyaran DNA dan gen. Dan semuanya itu kelak akan berbicara pada Allah  SWT melalui tangan dan kaki kita seperti dilukiskan di dalam surat Yasin  ayat 65 tsb.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Maka dari itu, semua ini harus menjadi  peringatan bagi kita. Hidup di dunia hanya satu kali. Setiap kejadian  yang kita alami hanya terjadi sekali. Bahkan setiap detik, menit, dan  jam, tidak mungkin terulang lagi. Maka hendaknya kita terus berupaya  meningkatkan kulaitas hidup kita secara serius. Demikian semoga  bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;http://www.freewebs.com/arabindo/isi.htm&quot; height=500 scrolling=auto width=530&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/3096214567163711938/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/tubuh-sebagai-perekam-perbuatan-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/3096214567163711938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/3096214567163711938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/tubuh-sebagai-perekam-perbuatan-kita.html' title='Tubuh Sebagai Perekam Perbuatan Kita'/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-38904063421218963.post-4775148780866990910</id><published>2011-06-11T10:55:00.003-07:00</published><updated>2011-06-11T11:59:55.630-07:00</updated><title type='text'>JADWAL IBADAH RAMADHAN  UNTUK WANITA HAID</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;background-color: white; color: black;&quot;&gt;&lt;m:smallfrac m:val=&quot;off&quot;&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:rmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:defjc m:val=&quot;centerGroup&quot;&gt;    &lt;m:wrapindent m:val=&quot;1440&quot;&gt;    &lt;m:intlim m:val=&quot;subSup&quot;&gt;    &lt;m:narylim m:val=&quot;undOvr&quot;&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: white; color: black;&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;  &lt;/div&gt;&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;MsoTableGrid&quot; style=&quot;background-color: white; border-collapse: collapse; border: medium none; color: black;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr style=&quot;height: 26.5pt;&quot;&gt;   &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;-moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-size: auto auto; background-attachment: scroll; background-image: none; background-position: 0% 0%; background-repeat: repeat; border: 1pt solid windowtext; height: 26.5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 6.15in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;590&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12pt; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;SETELAH   TERBITNYA FAJAR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 2.2in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;211&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Menjawab   adzan untuk shalat fajar(subuh)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 3.95in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;379&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-BH&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot;&gt;&lt;/span&gt;&quot;   &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;اللهم رب هذه الدعوة التامة والصلاة   القائمة آت محمدا الوسيلة والفضيلة وابعثه مقاما محمودا الذي وعدته &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-BH&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&quot; . &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;“Ya Allah Tuhan   Pemilik seruan yang sempurna ini, dan shalat yang akan didirikan,   karuniakanlah kepada nabi Muhammad Saw. wasilah dan keutamaan dan   tempatkanlah ia di tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 2.2in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;211&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Isilah   waktu antara adzan dan iqamat ini dengan berdo’a dan membaca dzikir-dzikir   pagi hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 3.95in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;379&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;قال صلى الله عليه وسلم :   &quot; الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة   &quot; رواه أحمد والترمذي وأبو داوود&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Do’a itu tidak akan&amp;nbsp; tertolak   diantara adzan dan iqamah”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Penjelasan: Do’a   yang dilakukan pada waktu antara adzan dan iqamah itu terkabulkan. Dalam   artian, waktu ini adalah salah satu waktu yang mustajabah untuk berdo’a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 6.15in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;590&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Membangunkan   anggota keluarga untuk menunaikan shalat Subuh &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 2.2in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;211&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Mengingatkan   suami dan anak-anak lelaki untuk shalat Subuh berjamaah di masjid, dengan   berangkat lebih awal sebelum iqamah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 3.95in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;379&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;قال صلى الله عليه وسلم : &quot; ولو يعلمون ما في العتمة والصبح لأتوهما ولو حبوًا   &quot;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;b&gt;متفق عليه&lt;/b&gt; &lt;b&gt;, &quot;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;بشر المشائين في الظلم إلى المساجد بالنور التام يوم القيامة&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &quot;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;b&gt;رواه   الترمذي وابن ماجه&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Rasul Saw. bersabda:&lt;i&gt; “Dan jikalau   mereka mengetahui apa-apa yang ada dalam sholat Isya’ dan shubuh niscaya   mereka mendatangi keduanya bahkan mereka akan mencintainya.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;“berikanlah kabar gembira kepada   orang-orang yang berjalan bersama-sama ke masjid di kegelapan dengan cahaya   yang sempurna pada hari akhir nanti.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;H.R Tirmidzi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;-moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-size: auto auto; background-attachment: scroll; background-image: none; background-position: 0% 0%; background-repeat: repeat; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 6.15in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;590&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12pt; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;KEGIATAN   SETELAH KELUAR DARI MASJID/MUSHOLA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 2.2in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;211&quot;&gt;&lt;ul style=&quot;margin-top: 0in;&quot; type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Membantu        suami berangkat ketempat kerja dengan niat ibadah. Mengingatkan agar        suaminya mencari rizki untuk keluarganya secara halal dan menyempatkan        diri mengabdi kepada masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Menyiapkan anak-anak        berangkat ke sekolah, dan menasehatkan mereka untuk mencari pahala        sambil belajar demi masa depan dunia dan akherat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Menasehatkan        seluruh anggota keluarga untuk mengingat Allah ta’ala sepanjang hari.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 3.95in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;379&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&quot;ما أكل أحد طعاما خيرا من أن يأكل من عمل يده وأن نبي الله   داود عليه السلام كان يأكل من عمل يده&quot; رواه   البخاري&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; .&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Rasulullah Saw. bersabda: &lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;“&lt;span style=&quot;background: none repeat scroll 0% 0% yellow;&quot;&gt;Tidaklah seseorang itu memakan makanan yang&lt;/span&gt;   lebih baik daripada memakan dari hasil jerih&amp;nbsp;   payahnya dan sesungguhnya nabi Allah, Dawud As. makan dari hasil   tangannya(jerih payah) sendiri.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;H.R. Bukhori&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&quot; من سلك طريقا يلتمس فيها علما سهل الله له به طرقا إلى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;الجنة &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&quot;رواه مسلم &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Rasulullah Saw. bersabda: &lt;i&gt;“Barangsiapa berjalan   diatas jalan yang didalamnya ada ilmu, Allah akan memudahkan jalan baginya   menuju surga.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;H.R. Muslim&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;قال تعالى: (أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُِ)   [الرعد:28&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-BH&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; .&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: center; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;“Bukankah dengan mengingat Allah menentramkan   bathin”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;(Ar-Ra’du 28)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;قال صلى الله عليه وسلم : &quot; أحب الأعمال إلى الله أن تموت ولسانك رطب من ذكر الله   &quot; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Rasulullah   Saw. bersabda: &lt;i&gt;“Amal yang paling disukai Allah adalah apabila lisanmu   senantiasa basah dengan dzikrullah hingga mati”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 2.2in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;211&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Mengingatkan   setiap anggota keluarga untuk menunaikan shalat Dhuha meskipun Cuma dua   rakaat sebelum keluar rumah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 3.95in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;379&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&quot;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;يصبح على كل سلامى من أحدكم صدقة، فكل تسبيحة صدقة، وكل تحميده   صدقة، وكل تهليلة&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;صدقة، وكل تكبيرة صدقة، وأمر   بالمعروف صدقة، ونهي عن المنكر صدقة، ويجزئ من ذلك&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;ركعتان   يركعهما من الضحى &quot;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;رواه مسلم .&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Rasulullah Saw. bersabda:&lt;i&gt; “&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;“Jadilah setiap   gerak-gerik kalian sedekah, setiap tasbih sedekah, setiap tahil sedekah,   setiap takbir sedekah, perintah kepada kebaikan sedekah, melarang kemungkaran   sedekah, dan semuanya bisa dicukupi dengan dua rakaat Dhuha”&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; H.R. Muslim&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 2.2in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;211&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Tidur   dan istirahat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 3.95in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;379&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;قال معاذ بن جبل رضي الله عنه :   &quot; إني لأحتسب في نومتي كما أحتسب في قومتي &quot;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-BH&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Mu’adz bin Jabal   R.a berkata: &lt;i&gt;Sesungguhnya aku diminta untuk memperhitungkan pahala dalam   tidurku sebagaimana aku memperhitungkannya dalam bangunku.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 2.2in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;211&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Menyibukkan   diri dengan berdzikir kepada Allah sepanjang hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 3.95in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;379&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;قال   تعالى: (أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ   الْقُلُوبُِ) [الرعد:28&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-BH&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; .&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;“Bukankah dengan mengingat Allah menentramkan   bathin”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;(Ar-Ra’du 28)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;قال صلى الله عليه وسلم: &quot; أحب الأعمال إلى الله أن تموت ولسانك رطب من ذكر الله   &quot; حسنه الألباني رقم: 165 في صحيح الجامع.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;“Amal   yang paling disukai Allah adalah matimu, sedang lisanmu senantiasa basah   dengan dzikrullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;Contoh Dari Macam-macam Dzikir:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-BH&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;- &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;سبحان   الله وبحمده أستغفر الله وأتوب إليه&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir=&quot;RTL&quot; lang=&quot;AR-BH&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;Subhanallah wa bihamdihi, astaghfirullah wa atuubu ilaih&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;Rasulullah   Shallalahu alaihi wasallam memperbanyak bacaan &lt;b&gt;“Subhanallah wa bihamdihi   astaghfirullah wa atuubu ilaih”. &lt;/b&gt;Katanya, dan aku berkata: Ya   Rasulullah!Saya melihatmu memperbanyak bacaan “&lt;b&gt;”Subhanallah wabihamdihi,   astaghfirullah wa atuubu ilaih?” &lt;/b&gt;dan beliau bersabda”Tuhanku telah   mengabarkan kepadaku bahwa aku akan melihat tanda-tanda pada umatku. Maka   ketika aku melihatnya, aku memperbanyak bacaan : &lt;b&gt;Subhanallah wabihamdihi   astaghfirullah wa atuubu ilaih.&lt;/b&gt; Dan aku telah melihatnya. Jika telah   datang pertolongan Allah dan kemenangan. Maka dibukalah Makkah. Dan kulihat   manusia masuk kedalam agama Allah berbondong-bondong. Maka bertasbihlah   dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunannya, sesungguhnya Dia maha penerima   taubat. (H.R. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin-right: 0.5in; text-align: center; text-indent: -0.25in; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang=&quot;AR-BH&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;استغفر الله العظيم من جميع الذنوب وأتوب   إليه&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang=&quot;AR-BH&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt; .&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;Astaghfirullah al-adhim min jamii’i-dzunubi wa atuubu ilaih&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin-right: 0.25in; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin-right: 0.25in; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : &quot; يا أيها الناس توبوا إلى الله فإني أتوب في اليوم إليه مائة   مرةً &quot; رواه مسلم&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;Nabi Shallalahu alaihi wasallam bersabda:&lt;i&gt;   “Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat dalam   sehari seratus kali”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;H.R. Muslim&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: center; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: center; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang=&quot;AR-BH&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;- &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;سبحان   الله وبحمده سبحان الله العظيم&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang=&quot;AR-BH&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt; .&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;Subhanallah wa bihamdihi subhanallah-al-adhim&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin-right: 0.25in; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin-right: 0.25in; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : &quot; كلمتان خفيفتان على اللسان ، ثقيلتان في الميزان حبيبتان إلى   الرحمن : سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم &quot; رواه البخاري ومسلم   .&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;Rasulullah Saw. bersabda:&lt;i&gt;”Dua kata yang   ringan diucapkan, namun berat pada timbangan, disukai oleh Sang Maha   Pengasih:&lt;b&gt;Subhanalah wabihamdihi subhanallah-al-adhim”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;H.R. Bukhari &amp;amp; Muslim&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: center; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang=&quot;AR-BH&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;- لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت   من الظالمين&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang=&quot;AR-BH&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt; .&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: center; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin-right: 0.25in; text-align: center; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;Laa ilaha illa Anta subhanaka inni kuntu mina-dholimin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin-right: 0.25in; text-align: center; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: center; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;قال رسول الله صلى   الله عليه وسلم : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;&quot; دعوة ذي النون إذ دعا وهو في بطن الحوت لا إله إلا أنت   سبحانك إني كنت من الظالمين فإنه لم يدع بها رجل&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;مسلم في شيء قط إلا استجاب الله له&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;&quot;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt; صحيح &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;الترمذي .&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background: none repeat scroll 0% 0% yellow; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;Rasulullah Saw. bersabda&lt;i&gt;: Doa dzu nun (gelar nabi   Yunus As) ketika berada dalam perut paus&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt; “ Tiada   Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku telah termasuk orang-orang   yang dhalim”, maka sesungguhnya tidak berdoa seorang laki-laki muslim dengan   (doa ini) dalam segala perkara melainkan Allah Swt mengabulkan baginya (doa).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;سبحان الله ، والحمد لله ، ولا إله إلا الله ، والله أكبر &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang=&quot;AR-BH&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin-right: 0.5in; text-align: center; text-indent: -0.25in; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang=&quot;AR-BH&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illalahu wallahu akbar&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : &quot; لأن أقول سبحان الله ، والحمد لله ،ولا إله إلا الله ، والله   أكبر ،أحب إلى مما طلعت عليه الشمس &quot; رواه مسلم , قال رسول الله صلى   الله عليه وسلم : &quot; أحب الكلام إلى الله أربعٌ :   سبحان الله، والحمد لله، ولا إله إلا الله، والله أكبر، لا يضرك بأيهنَّ بدأت &quot;   رواه مسلم .&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;Rasulullah Saw. bersabda: ”&lt;i&gt;Aku   dianjurkan membaca subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu   akbar, lebih disukai &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;background: none repeat scroll 0% 0% yellow;&quot;&gt;dari   apa-apa yang matahari terbit di atasnya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;” &lt;/i&gt;H.R. Muslim&lt;i&gt;, &lt;/i&gt;Nabi   Saw. bersabda: &lt;i&gt;”Kata-kata yang paling disukai oleh Allah ada empat:   Subhanallah, walhamdulillah, wa laailaha illa-Allah, wa-Allahu akbar,   yang&amp;nbsp; &lt;span style=&quot;background: none repeat scroll 0% 0% yellow;&quot;&gt;tiada akan mencelakaimu&amp;nbsp;   dengan mana saja kamu bisa memulainya.&lt;/span&gt;”H.R. Muslim&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;لا حول ولا قوة إلا بالله&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang=&quot;AR-BH&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt; .&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;Laa haula wa laa   quwwata illa billah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: center; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: center; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : &quot; يا عبد الله بن قيس ألا أدلك على كنز من كنوز الجنة ؟&quot; فقلت: بلى يا رسول الله ، قال :&quot; قل لا حول ولا قوة إلا بالله &quot; رواه البخاري   ومسلم .&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;Rasulullah Saw. bersabda: &lt;i&gt;”Wahai   Abdullah ibnu Qais, bukankah aku tunjukkan kepadamu harta karun dari   harta-harta surga?”&lt;/i&gt;Maka aku berkata:&lt;i&gt;Benar ya Rasulallah, &lt;/i&gt;lalu   beliau bersabda:&lt;i&gt;”Ucapkanlah &lt;b&gt;laa haula wa laa quwwata illa billah”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;H.R.   Bukhari &amp;amp; Muslim&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: center; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; margin-right: 0.5in; text-align: center; text-indent: -0.25in; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;سبحان الله العظيم وبحمده&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang=&quot;AR-BH&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt; .&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;Subhanallah   al-adhim wa bihamdihi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;قال   رسول الله صلى الله عليه وسلم : &quot; من قال سبحان   الله العظيم وبحمده غرست له نخلة في الجنة &quot; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;رواه الألباني رقم: 1540 في صحيح الترغيب &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;Rasulullah   Saw. bersabda:&lt;i&gt;”Barangsiapa berkata &lt;b&gt;subhanallah al adhim wa bihamdihi &lt;/b&gt;maka   akan ditanamkan baginya pohon kurma disurga”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: center; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;اللهم   صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللهم بارك&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;على محمد وعلى آل محمد كما   باركت على آل إبراهيم إنك حميد مجيد &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-BH&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;Allahumma Shalli   ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kama shallaita ‘ala aali Ibrahim innaka   hamiidum majiid, Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kama   baarakta ‘ala aali Ibrahim innaka hamiidum majiid&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: center; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: center; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;قال تعالى: (إِنَّ   اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواصَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا   تَسْلِيماً&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;) [الأحزاب:56&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-BH&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;Allah berfirman: &lt;i&gt;Sesungguhnya   Allah beserta malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi,&amp;nbsp; wahai orang-orang yang beriman,   bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;QS. al-Ahzab: 56&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;قال   رسول الله صلى الله عليه وسلم : &quot; من صلى علي   صلاة صلى الله عليه بها عشرا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;&quot; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;رواه مسلم&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt; .&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;Rasulullah Saw. bersabda:&lt;i&gt;”Barangsiapa   bershalawat keatasku sekali, Allah bershalawat kepadanya(dengan shalawat   tersebut)sepuluh kali”&lt;/i&gt;H.R Muslim&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;وقال   صلى الله عليه وسلم : &quot; لا تجعلوا بيوتكم قبورا ،   و&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;لا تجعلوا قبري&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;عيدا ، و صلوا علي ، فإن صلاتكم تبلغني حيث كنتم&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;&quot; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;Dan Rasulullah   Saw. bersabda: &lt;i&gt;“Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian kuburan, dan   janganlah kalian jadikan kuburanku sebagai hari ied (hari dimana orang-orang   bersuka cita karena pada hari itu kaum muslimin kembali kepada fitrah) , dan   bershalawatlah kepadaku, sesungguhnya shalawat kalian sampai kepadaku   dimanapun kalian berada”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;-moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-size: auto auto; background-attachment: scroll; background-image: none; background-position: 0% 0%; background-repeat: repeat; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 6.15in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;590&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12pt; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;KEGIATAN SETELAH DZUHUR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 6.15in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;590&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Menjawab adzan untuk shalat dzuhur, memanfaatkan   waktu diantara adzan dan iqamah untuk berdo’a&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 2.2in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;211&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Masuk ke dapur dan mempersiapkan buka puasa bagi   orang-orang yang berpuasa dan dihitunglah pahala dari pekerjaan mulia ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 3.95in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;379&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;فعن أنس رضي الله تعالى عنه قال   : كنا مع النبي صلى الله عليه و سلم في السفر فمنا الصائم ومنا المفطر قال :   فنزلنا&amp;nbsp; منزلاً في يوم حار وأكثرنا ظلاً   صاحب الكساء , ومنا من يتق الشمس بيده&amp;nbsp;   قال فسقط الصوّام وقام المفطرون فضربوا الأبنية فقام المفطرون وهذا هو   الشاهد فقام المفطرون و ضربوا الأبنية و سقوا الركاب فقال رسول الله صلى الله   عليه وآله و سلم : &quot; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;ذهب المفطرون اليوم&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;بالأجر&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &quot; رواه البخاري ومسلم .&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dan   dari Anas Ra. berkata:&lt;i&gt;Kami sedang bersama nabi Saw. dalam sebuah   perjalanan dan ada diantara kami&amp;nbsp; yang   berpuasa dan ada pula yang berbuka(tidak puasa), berkatalah Anas Ra: maka   berhentilah kami pada suatu tempat yang pada hari itu merupakan hari yang   panas dan kebanyakan dari kami berteduh&amp;nbsp;   dengan pakaian yang kami miliki&amp;nbsp;   (dari panasnya matahari) dan sebagian yang lain melindungi dirinya dengan   tangan mereka. Berkatalah Anas Ra: maka berbukalah orang-orang yang berpuasa   (membatalkan puasanya), bangkitlah mereka lalu mendirikan bangunan ( untuk   beristirahat) dan berdirilah orang-orang yang telah membatalkan puasanya   tadi, dan orang yang berpuasa tidak mampu apa-apa, ini merupakan&amp;nbsp; saksi (pada hari akhir nanti). Maka   berdirilah orang-orang yang berbuka tadi dan mendirikan bangunan (untuk   tempat beristirahat) dan mereka memberi minum kepada para&amp;nbsp; musafir maka bersabdalah Rosul Saw: Hari   ini orang-orang yang berbuka dari puasanya pergi dengan membawa pahala.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;H.R.   Bukhori &amp;amp; Muslim&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 2.2in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;211&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Menghabiskan   saat-saat yang dikerjakan didapur menikmati hidangan sejuk dari Allah berupa:   Banyak berdzikir dan bertasbih, beristighfar dan berdo`a, mendengarkan bacaan   Qur’an atau ceramah-ceramah melalui radio atau tv di sela - sela   mempersiapkan hidangan buka puasa di dapur. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 3.95in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;379&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;قال تعالى: (أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُِ)   [الرعد: 28&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-BH&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;“Bukankah dengan mengingat Allah menentramkan   hati”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;أن أعرابياً قال لرسول الله صلى الله عليه و سلم: إن   شرائع الإسلام قد كثرت علي فأنبئني بشيء أتشبث به , فقال : &quot; لا يزال لسانك رطباً من ذكر الله &quot; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-BH&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;حديث صحيح صححه الألباني&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; .&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Seorang Baduwi berkata kepada rasulullah   Saw: Sesungguhnya syari’at-syari’at&amp;nbsp;   Islam telah banyak bagiku, maka beritahukan kepadaku dengan sesuatu   yang aku bisa berteguh padanya, maka berkatalah Rosul Saw :”Senantiasa   basahilah lisanmu dengan berdzikir kepada Allah”&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 6.15in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;590&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Mengingatkan anak-anak untuk menunaikan shalat   dzuhur dan sunnah rawatibnya(Jika belum mengerjakannya di sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 6.15in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;590&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Menasehatkan   anak-anak untuk mengambil waktu sejenak untuk beristirahat supaya kuat   melaksanakan ibadah puasa, mengajarkan mereka akan pahala dari tidur mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;-moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-size: auto auto; background-attachment: scroll; background-image: none; background-position: 0% 0%; background-repeat: repeat; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 6.15in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;590&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12pt; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;KEGIATAN SETELAH ASHAR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 6.15in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;590&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Menjawab adzan   shalat Ashar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 2.2in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;211&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Mengingatkan   suami dan anak-anak untuk shalat ashar di masjid secara jamaah dan   mendengarkan pengajian di masjid setelah shalat dan tilawah al-Qur`an, dan   menasehatkan kepada para wanita untuk menunaikan shalat ashar berjamaah di   rumah jika memungkinkan untuk itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Ibu dan anak-anak   perempuannya supaya shalat Ashar berjamaah di rumah jika memungkinkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 3.95in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;379&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;قال رسول الله صلى الله عليه   وسلم : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&quot;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;من غدا إلى المسجد لا يريد إلا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;b&gt;أن يتعلم خيرا أو يعلمه كان له كأجر   حاج تاما حجته &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&quot; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;رواه   الطبراني حسن صحيح .&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Rasulullah Saw. bersabda: &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;“Barang siapa pergi   ke masjid hanya bertujuan untuk belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka   baginya pahala haji sempurna”&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;H.R. Thabrani.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 6.15in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;590&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Sang   ibu menasehatkan kepada angota keluarga untuk membantunya di dapur, dan mengingatkan   mereka akan pahala mentaati kedu orangtua dan usaha untuk mendapatkan ridho   merek&lt;span style=&quot;background: none repeat scroll 0% 0% yellow;&quot;&gt;a dalam bentuk &lt;/span&gt;membantu   orang-orang yang puasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 2.2in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;211&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Menghindari   hidangan yang bersifat boros dan berlebih-lebihan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 3.95in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;379&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وقال   تعالى: (وَكُلُوا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وَاشْرَبُوا   وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;)   [الأعراف:31&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-BH&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; .&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Allah Swt.   bersabda: “…makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya   Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;QS. Al-A’raf: 31.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;-moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-size: auto auto; background-attachment: scroll; background-image: none; background-position: 0% 0%; background-repeat: repeat; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 6.15in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;590&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12pt; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;KEGIATAN MENJELANG MAGHRIB&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 2.2in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;211&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Memperbanyak   do’a dan istighfar pada waktu ini di sambil mempersiapkan buka puasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 3.95in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;379&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;قال رسول الله صلى الله عليه   وسلم : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&quot;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;الدعاء هو العبادة &quot; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-BH&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;صححه الألباني رقم: 3407 في صحيح الجامع&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Rasulullah Saw. bersabda: &lt;i&gt;“Do’a itu adalah   ibadah”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 2.2in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;211&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Mencari pahala   degan mengantarkan buka puasa untuk tetangga dan yang membutuhkan yaitu   dengan menyenangkan mereka dan untuk mempererat hubungan antar tetangga dan   memberikan bantuan bagi mereka, serta memetik pahala dari memberikan buka   puasa bagi yang berpuasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 3.95in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;379&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;قال صلى الله عليه   وسلم&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&quot; من فطر&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;صائماً   كان له مثل أجره غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيئاً&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &quot;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;رواه&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;الترمذي   وابن ماجه&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وغيرهما،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;وصححه&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;الألباني   رقم: 6415 في صحيح الجامع &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Rasulullah Saw. bersabda: &lt;i&gt;“Barangsiapa   memberikan buka puasa bagi yang berpuasa, maka baginya pahala sebagaimana   pahala yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut   sedikitpun.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;H.R Tirmidzi &amp;amp;   ibnu Majah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;ثبت في الصحيحين   أنه صلى الله عليه وسلم&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;:   &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;كان أجود&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;الناس، وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل، وكان يلقاه في   كل ليلة من&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;رمضان فيدارسه القرآن، فلرسول   الله صلى الله عليه وسلم أجود بالخير من الريح&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;المرسلة   &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Ditetapkan dalam kitab sahihaini bahwa   Rasulullah Saw.: &lt;i&gt;“ adalah manusia yang palin gdermawan dan beliau adalah sebaik-baik   orang dermawan di&amp;nbsp;&amp;nbsp; bulan Ramadhan&amp;nbsp; ketika Jibril datang menemuinya dan iapun   (Jibril) mendatanginya setiap malam pada bulan Ramadhan dan mengajarinya   al-Qur`an, Rasul Saw. Saat itu lebih dermawan daripada angin yang berhembus(membawa   kebaikan maupun manfaat&amp;nbsp; bagi manusia).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;-moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-size: auto auto; background-attachment: scroll; background-image: none; background-position: 0% 0%; background-repeat: repeat; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 6.15in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;590&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;KEGIATAN SETELAH TERBENAMNYA MATAHARI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 6.15in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;590&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Menjawab adzan   untuk shalat Maghrib&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 2.2in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;211&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Menasehatkan keluarga untuk berbuka puasa dengan   kurma atau kurma ruthob (dengan bilangan ganjil) atau dengan air serta   mengajarkan mereka mencari pahala dengan mengikuti sunnah nabi Saw. dengan   membaca do’a berbuka puasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 3.95in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;379&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;عن&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;أنس&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;قال&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;كان رسول الله&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; يفطر على رطبات قبل أن يصلي فإن لم تكن رطبات فعلى تمرات فإن   لم تكن حسا حسوات من ماء&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dari Anas R.a berkata:&lt;i&gt;”Bahwa rasulullah   Saw. berbuka puasa dengan kurma sebelum shalat dan jika tidak ada kurma maka   dengan kurma kering dan jika tidak ada, dengan beberapa teguk air.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;كان رسول الله صلى الله عليه   وسلم&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;إذا أفطر قال&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;background: none repeat scroll 0% 0% yellow; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&quot;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;background: none repeat scroll 0% 0% yellow; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;background: none repeat scroll 0% 0% yellow; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;ن شاء   الله&quot; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Bahwa Rasulullah Saw. ketika berbuka   membaca: Telah hilanglah dahaga dan ketika keringat telah membasahi badannya   (selama puasa)&lt;i&gt; &lt;/i&gt;serta telah tetaplah pahala(puasa) jika Allah   menghendaki.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 6.15in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;590&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Mengingatkan suami dan anak-anak serta   saudara-saudara laki-laki agar menunaikan shalat maghrib di masjid, dan bagi   wanita untuk menjalankan shalat jamaah di rumah jika memungkinkan untuk itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 6.15in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;590&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Berkumpul dengan keluarga di meja makan berbuka   puasa dengan bersyukur pada Allah atas nikmat sempurnanya puasa hari ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 6.15in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;590&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Membaca   dzikir-dzikir sore, dan menasehatkan seluruh anggota keluarga untuk   beriltizam (membiasakan diri) dengan dzikir-dzikir ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 2.2in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;211&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Mengingatkan   keluarga agar bersiap-siap melaksanakan shalat Isya’ dan Tarawih di masjid.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 3.95in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;379&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&quot; أيما امرأة استعطرت ‏ثم   خرجت، فمرت على قوم ليجدوا ريحها فهي زانية &quot; رواه أبو داود، الترمذي والنسائي ‏وغيرهم و صححه   الألباني رقم: 2701 في صحيح الجامع .&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Rasulullah   Saw. bersabda: &lt;i&gt;“Siapapun dari seorang wanita berparfum lalu keluar rumah   dan berjalan didepan suatu kaum untuk dicium baunya maka dia telah berzina”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;H.R. Abi   Daud, Tirmidzi dan Nasa’i.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&quot; أيما امرأة أصابت بخوراً   فلا تشهد ‏معنا العشاء الآخرة &quot; أي   صلاة العشاء رواه مسلم&amp;nbsp; .&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background: none repeat scroll 0% 0% aqua; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Rasulullah Saw. bersabda: &lt;i&gt;“Siapapun&amp;nbsp; dari seorang wanita berparfum maka   janganlah ia duduk bersama kami dalam tasyahud Isya terakhir” yaitu shalat   isya.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&quot; لا تمنعوا إماء الله مساجد   الله ، وليخرجن تفلات &quot; أي غير   متطيبات رواه أحمد وأبو داود &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Rasulullah   Saw. bersabda: &lt;i&gt;&lt;span style=&quot;background: none repeat scroll 0% 0% aqua;&quot;&gt;“Janganlah   menghalangi perempuan dari masjid Allah, dan supaya mereka ke masjid dengan tidak   berparfum. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;background: none repeat scroll 0% 0% aqua;&quot;&gt;H.R.   Ahmad, Abu Daud.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&quot; من تطهر في بيته ثم مشى   إلى بيت من بيوت الله ليقضي فريضة من فرائض الله كانت&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;خطوتاه إحداهما تحط خطيئة والأخرى ترفع درجة&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &quot; رواه مسلم .&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Rasulullah   Saw. bersabda: &lt;i&gt;“&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Barangsiapa   bersuci di rumahnya lalu ia pergi ke rumah Allah untuk menjalan sholat   fardlu, maka langkahnya satunya mengurangi dosanya dan langkah lainnya   menambah pahalanya&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;”.   &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;H.R.   Muslim.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;-moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-size: auto auto; background-attachment: scroll; background-image: none; background-position: 0% 0%; background-repeat: repeat; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 6.15in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;590&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12pt; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;KEGIATAN SETELAH SHALAT ISYA’&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 6.15in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;590&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Menasehatkan   anak-anak untuk belajar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Membantu   anak-anak dan menasehatkan mereka untuk membaca/menghafal al-Qur`an&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Menyelesaikan pekerjaan dapur dengan niat ibadah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 6.15in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;590&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Tidur   dengan niat mencari pahala dan menjadikan tidur ini agar dapat bangun untuk tahajud&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;-moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-size: auto auto; background-attachment: scroll; background-image: none; background-position: 0% 0%; background-repeat: repeat; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 6.15in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;590&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-top: 12pt; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;KEGIATAN AKHIR PERTIGA MALAM&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 6.15in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;590&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Membangunkan anggota keluarga dan menyarankan   mereka agar mengerjakan shalat Tahajud, dengan menasehatkan mereka untuk   memperpanjang sujud dan ruku’ dalam shalat tahajud, dan supaya shalat   berjamaah di masjid pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 6.15in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;590&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Mencari Pahala dengan menyiapkan makan sahur   dengan memperbanyak do’a dan dzikir serta istighfar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 2.2in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;211&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Mengajak   keluarga untuk bersahur bersama-sama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 3.95in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;379&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;قال رسول الله صلى الله عليه   وسلم : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&quot;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;تسحروا فإن في السحور بركة&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &quot; متفق عليه .&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Rasulullah   Saw. bersabda: &lt;i&gt;“Bersahurlah sesungguhnya dalam sahur itu barokah”&lt;/i&gt;   Muttafaq ‘alaih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 2.2in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;211&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Duduk   untuk berdo’a dan istighfar sampai adzan subuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style=&quot;border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 3.95in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;379&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-EG&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;قال رسول الله صلى الله عليه   وسلم : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&quot;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;ينزل ربنا تبارك وتعالى في كل ليلة إلى السماء الدنيا حين يبقى ثلث   الليل الآخر،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;فيقول: من يدعوني فأستجيب له،   ومن يسألني فأعطيه، ومن يستغفرني فأغفر له&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; &quot; رواه البخاري والمسلم .&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Rasulullah Saw. Bersabda: &lt;i&gt;“&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Setiap hari Allah   turun ke langit dunia ketika sepertiga malam terakhir, lalu Ia berkaka:”Siapa   yang berdoa akan Aku kabulkan, siapa yang meminta akan Aku beri dan siapa   yang memohon ampunan akan AKu ampuni&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; H.R. Bukhari &amp;amp; Muslim.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;http://www.freewebs.com/arabindo/isi.htm&quot; height=500 scrolling=auto width=530&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/feeds/4775148780866990910/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/jadwal-ibadah-ramadhan-untuk-wanita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/4775148780866990910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/38904063421218963/posts/default/4775148780866990910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahim-freedom.blogspot.com/2011/06/jadwal-ibadah-ramadhan-untuk-wanita.html' title='JADWAL IBADAH RAMADHAN  UNTUK WANITA HAID'/><author><name>Fahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13602293345187232485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyykZx18DOhPT4R628rAXJxynkGIReyfyfhIS1ppDK62bdDCBOTSzKRBQUZSarwCtelIMKyoSpTqRm2B04t45gXdYrs6HKy0b4dPxRQphIe2wUVyWxo_Fss5FudvLxRpw/s220/052711054710.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>