<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Sang Adhie</title><description>Sejarah Tidak Bergerak Secara Linier</description><managingEditor>noreply@blogger.com (")</managingEditor><pubDate>Fri, 1 Nov 2024 15:50:11 +0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://sang-adhie.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Sejarah Tidak Bergerak Secara Linier</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><xhtml:meta content="noindex" name="robots" xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml"/><item><title>Kaltim Pasca Migas</title><link>http://sang-adhie.blogspot.com/2007/04/opiniku.html</link><category>Kaltim</category><author>noreply@blogger.com (")</author><pubDate>Tue, 2 Nov 2010 13:28:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3731672770278942407.post-6032189654089113556</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5qq_Y3o9MBMvcOt0RGvb2mtKEmRCeEt-VGWXYegAFNzYnF2_I2ywFaNDrh_W7gYEdJw6BOpQ5gF0DE5ZSjMRi6FK3i2JKOJp-z8B6L0PXy0GwewhBsWEbaLV9WxsahEtusTwcJuJklD8/s1600-h/tampano+8+bulan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 153px; height: 200px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5qq_Y3o9MBMvcOt0RGvb2mtKEmRCeEt-VGWXYegAFNzYnF2_I2ywFaNDrh_W7gYEdJw6BOpQ5gF0DE5ZSjMRi6FK3i2JKOJp-z8B6L0PXy0GwewhBsWEbaLV9WxsahEtusTwcJuJklD8/s200/tampano+8+bulan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437260033454389698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kalimantan Timur&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; adalah surga bumi.  Kekayaan alam yang dikandungnya melimpah ruah, mulai dari daratan sampai lautan. Dengan luas wilayah 20.867.774 Ha atau 1,5 lebih luas dari pulau Jawa ditambah pulau Madura, Provinsi benua etam ini menjadi sangat seksi baik secara ekonomi maupun secara politik.  Secara Ekonomi, dengan potensi sumberdaya alam yang dimilikinya, khususnya potensi minyak dan gas (migas) serta batubara, Kalimantan timur menjadi harta karun yang senantiasa dikejar-kejar oleh para pemilik modal.  Secara politik, provinsi ini menjadi lahan sengketa khususnya oleh elite-elite pusat untuk dijadikan pundit-pundi dalam rangka membiaya aktifitas politiknya.  Kolusi atau kerja sama yang “harmonis” antara elite Jakarta  dan elite politik local  dalam praksisnya ternyata hanya meninggalkan luka di hati masyarakat Kaltim.&lt;br /&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Berdasarkan data Bappeda Kaltim, potensi sumberdaya alam yang dikandung oleh bumi etam, diantaranya, potensi cadangan minyak bumi mencapai 1,78 Milyar barel atau 13 % dari total cadangan nasional.  Diperkirakan potensi minyak bumi ini masih bisa dieksploitasi sampai 15 tahun kedepan. Cadangan gas alam tercatat sekitar 51,3 trilyun kaki kubik atau setara 30% cadangan gas alam nasional.  Produksi gas alam tercatat sekitar 1,134 milyar kaki kubik pada tahun 1998 dan pada tahun 2002 mencapai 1.648 milyar kaki kubik.  Diperkirakan potensi gas alam tersebut masih bisa dikelolah 20-30 tahun kedepan.  Potensi batubara mencapai 22 milyar ton dan yang baru dieksploitasi baru sekitar 400 juta ton.  Diperkirakan cadangan emas hitam ini masih bisa dikelolah 40-50 tahun kedepan.  Potensi disektor kehutanan yang luasnya mencapai 14.805.582 Ha, terdiri atas hutan lindung sekitar 2,9 juta Ha, hutan produksi sekitar 9,6 juta Ha dan hutan konservasi sekitar 2,1 juta Ha.  Potensi lainnya adalah emas yang mencapai 60,50 juta ton.&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Disamping potensi tersebut diatas, yang selama ini menjadi primadona, Kalimantan Timur juga masih menyimpan potensi di sektor Kelautan-Perikanan, sektor Pertanian dan sektor perkebunan.  Luas wilayah perairan laut yang membentang dari kab. Nunukan di Utara sampai Kab. Paser mencapai 98.000 km2 dan  Perairan umum (danau, sungai, rawa) mencapai  2.773.937 Ha.&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;IRONI  KALTIM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dengan potensi kekayaan alam yang melimpah dan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang tinggi, bukan berarati Kaltim tidak memiliki permasalahan krusial, seperti halnya menyangkut kemiskinan yang tinggi, pengangguran, pelayanan publik yang buruk, Sumberdaya manusia (SDM) yang rendah, infrastruktur.pembangunan yang memprihatinkan. APBD Kaltim tahun 2007 diperkirakan mencapai 5 trilyun lebih, meningkat dibandingkan APBD tahun sebelumnya sekitar 3,588 Trilyun.  Sedangkan  13 Kab/kota di Kaltim rata-rata memiliki APBD diatas 750 Milyar, bahkan Kab. Kutai Kartanegara, APBDnya mencapai 3,2 Trilyun, APBD tertinggi tingkat kabupaten di Indonesia.  Anehnya, dengan APBD sebesar itu ternyata, kab. Kutai Kartanegara pun menempatkan dirinya sebagai kabupaten tertinggi angka kemiskinan dan putus sekolahnya di Kaltim.  Sungguh ironis!&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Untuk Provinsi kaltim sendiri, berdasarkan data statistik tahun 2005, dari jumlah penduduk Kaltim yang mencapai 2.957.465 orang, 561.287 orang di antaranya tergolong warga miskin.&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Artinya, tingkat kemiskinan di Kaltim mencapai 18,98 persen.  Angka kemiskinan ini rata-rata meningkat 3,9 persen tiap tahunnya.  Pihak pemerintah senantiasa menuding bahwasanya pendatang dari luar Kaltim yang membebani dan menambah angka kemiskinan.  Kenyataan ini mungkin perlu diklarifikasi lebih jauh, mengingat senantiasa kita mendengar keluhan dari para investor atau perusahaan tentang rendahnya kualitas SDM masyarakat Kaltim.&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pada sektor pelayanan publik, hampir semua kab/kota di Kaltim mengalami kasus yang sama, mengalami krisis air bersih dan listrik.  Ini juga ironi!.  Kaltim yang memiliki banyak Daerah Aliran Sungai (DAS), dengan dukungan anggaran yang lebih dari cukup tidak mampu menyediakan kebutuhan dasar masyarakat.  Hampir setiap tahun, masyarakat mengalami krisis air bersih.  Anehnya, sampai hari ini pun tidak ada langkah-langkah yang significant dari pihak pemerintah Kaltim maupun pemerintah kab/kota yang secara serius untuk mencari solusi dari permasalahan yang cukup akut ini.&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Akan halnya dengan krisis listrik.  Kaltim yang terkenal sebagai lumbung migas dan batubara ternyata mengalami krisis listrik.  Hampir setiap hari terjadi pemadaman listrik. entah berapa banyak kerugian masyarakat, cost produksi perusahaan meningkat akibat penggunaan genset.  Tapi, anehnya, walaupun krisis listrik ini sudah bertahun-tahun, sampai hari ini hanya menjadi wacana pinggiran, tidak dianggap sebagai masalah krusial yang membutuhkan penanganan serius. Aneh bin ajaib!.&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pada aspek pembangunan manusia, Kaltim juga masih terseok-seok, diakibatkan tidak adanya grand design dalam menata dan mengembangkan pendidikan yang berkualitas. Berdasarkan data tahun 2005 di semua jenjang pendidikan, jumlah anak yang putus sekolah se-Kaltim masih mencapai 2.656 orang.  Angka ini diperkirakan semakin meningkat, mengingat sampai sekarang belum ada tanda-tanda perbaikan.  Yang ada hanyalah slogan, seperti anggaran pendidikan 20 % dari APBD.  Asumsinya, dengan anggaran sebesar itu SDM Kaltim bisa ditingkatkan.  Logika yang sangat keliru, mengingat Pendidikan bukan hanya menyangkut pendanaan, tetapi sebuah sistem, dimana berhubungan dengan aspek kelembagaan, kurikulum, metodologi pengajaran, dan infrastruktur pendidikan.  Artinya, untuk membenahi kondisi pendidikan di Kaltim mesti dilakukan secara menyeluruh, terpola dan integratif.  Dan ini bukan hanya menyangkut anggaran yang memadai, tetapi membutuhkan visi kedepan dan komitemen khususnya dari pemerintah daerah untuk menjaga agar kebijakan yang diambil bisa berjalan secara konsekuen.&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Rendahnya kualitas pendidikan berimplikasi pada meningkatnya angka pengangguran yang sekarang ini mencapai 9,4 %, tertinggi di bandingkan dengan provinsi di Kalimantan.  Perusahaan-perusahaan senantiasa mengeluhkan rendahnya kualitas SDM dari masyarakat Kaltim, sehingga demi menjaga produkstifitas, perusahaan tidak memiliki pilihan lain kecuali mendatangkan tenaga kerja dari luar Kaltim.&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Degradasi  lingkungan, akibat dari eksploitasi sumberdaya alam secara serampangan (pembabatan hutan) menjadi ancaman bagi suistinabilitas pembangunan.   Setiap tahun banjir menjadi momok dan menghantui masyarakat.  Jika diamulasi, ratusan Milyar rupiah sudah dikeluarkan untuk penanggulangannya, tetapi sampai hari ini pun persoalan banjir belum selesai.  Bahkan kota Balikpapan yang secara geografis adalah daerah perbukitan, dan memiliki beberapa daerah aliran sungai (DAS) telah menjadi langganan banjir setiap musim hujan.  Ironi Pembangunan!&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bukan bermaksud untuk melakukan simplifikasi terhadap persoalan yang dihadapi oleh Kaltim, tetapi realitas menunjukkan bahwa berbagai persoalan tersebut diatas akan bertambah parah jika tidak ada upaya serius untuk menyelesaikannya.  Bahwa dengan dukungan finansial yang ada semestinya bisa digunakan atau diinvestasikan untuk kepentingan Kaltim pasca migas, mengingat migas tergolong sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui.&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;Pasca Migas, apa?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pertanyaan ini, bukanlah pertanyaan sederhana.  Kompleksitas persoalan membutuhkan kepekaan dan kerja keras khusunya dari aparat penyelenggara pemerintahan Kaltim.  Ketergantungan Perekonomian Kaltim pada sektor migas dan sumber daya mineral lainnya begitu tinggi.  Data BPS Kaltim, menunjukkan nilai ekspor Kaltim tahun 2006 mencapai USD 16,26 miliar atau mengalami kenaikan 13,90 persen dibanding ekspor tahun 2005. Kenaikan ekspor tahun 2006 disebabkan kenaikan ekspor migas sebesar 7,23 persen yaitu dari USD 10.822 juta menjadi USD 11.604,9 juta. Sementara ekspor non migas mengalami peningkatan 34,78 persen dari USD 3.455,5 juta menjadi 4.657,3 juta. Selama kurun waktu tujuh tahun terakhir, sektor migas masih merupakan primadona ekspor ke berbagai negara di dunia. Hal ini dapat dilihat dari besarnya peranan sektor migas terhadap pembentukan nilai ekspor dari tahun ke tahun, selalu di atas 70 persen, dan pada tahun 2006 sebesar 71,36 persen dari total ekspor.&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Berdasarkan data BPS Kaltim, Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim sebagai salah satu indikator perekonomian menunjukkan selama triwulan 1 tahun 2006 perkembangannya cukup stabil. Besar PDRB atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan, baik migas maupun nonmigas masih mengalami peningkatan. PDRB triwulan I (Januari-Maret) 2006 atas dasar harga berlaku mencapai Rp40,4 triliun, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama triwulan 1, yang mencapai Rp37,7 triliun.&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bila dilihat dari harga konstan 2000, PDRB triwulan I 2006 sebesar Rp23,6 triliun, sedangkan PDRB triwulan IV 2005 mencapai Rp23,3 triliun, ini bisa disebutkan pertumbuhan PDRB triwulan I terhadap triwulan IV tahun 2005 sebesar 1,05 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Kaltim triwulan I tahun 2006 masih positif mencapai 0,01 persen.&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Meski naik, namun pertumbuhan ini bisa disebutkan melambat. Hal ini disebabkan menurunnya pertumbuhan sektor industri pengolahan sebesar negatif 6,98 persen, dibanding triwulan I tahun 2005 yang tumbuh 6,90 persen. Menurunnya sektor industri pengolahan di triwulan I ini akibat dampak dari menurunnya pertumbuhan subsektor industri pengolahan migas yang triwulan I tahun 2006 negatif 7,37 persen, lebih rendah bila dibandingkan triwulan I tahun 2005 yang 7,34 persen.&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Selain itu, industri tanpa migas, yaitu perkayuan menurun sangat tajam. Pada triwulan I ini penurunan mencapai negatif 35,15 persen. Padahal komponen ini jadi primadona Kaltim. Tak ketinggalan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan juga menurun negatif 6,35 persen. Sama halnya dengan sektor perdagangan, hotel dan restoran yang mengalami pertumbuhan yang lamban namun positif mencapai 0,54 persen. Belum lagi sektor listrik yang pertumbuhannya turun mencapai 6,81 persen.&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pertumbuhan ekonomi yang lambat, sebenarnya merupakan signal bagi lesuhnya perekonomian Kaltim.  Walaupun terjadi kenaikan nilai ekspor khususnya dari sektor migas, tetapi secara keseluruhan kinerja perekonomian Kaltim cukup memprihatinkan.&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Apalagi jika melihat Kondisi perekonomian 13 Kab/Kota Di Kaltim yang penggerak utamanya adalah konsumsi pemerintah lewat APBD.  Keterlambatan DPRD mengetuk palu APBD, mengakibatkan perekonomian tidak jalan.  Kondisi ini bisa dilihat dari sepinya pasar dan tempat-tempat keramaian dimana terjadinya transaksi seperti terminal atau pelabuhan penyeberangan.  Kondisi perekonomian seperti ini diperparah dengan kurangnya sensitifitas dari anggota legislatif daerah untuk mempercepat proses pembahasan dan penetapan APBD.&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;SAATNYA BERBENAH DIRI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;Pelan tapi pasti, perekonomian Kaltim kedepan akan semakin suram, jika masih tetap mengandalkan pertumbuhannya pada sektor migas.  Sehingga mau tidak mau, Kaltim mesti berbenah diri untuk menghadapi pasca migas. Dalam konteks ini, beberapa langkah yang perlu diambil, diantaranya : &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;Pertama,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt; Menghadirkan kesadaran kolektif dalam alam bawah sadar seluruh komponen masyarakat khususnya para elite-elite Kaltim (perumus dan pengambil kebijakan) bahwa, migas adalah sumberdaya yang tidak bisa diperbarui.  Hal ini penting, mengingat tanpa adanya kesadaran seperti itu, Kaltim akan senantiasa terlena dan terbuai oleh manisnya migas.  Kaltim mesti bangun dari mimpi indahnya.  Kaltim mesti beranjak dari alam surga,  membuka mata dan melihat realitas sesungguhnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; menggerakkan sektor potensial lainnya diluar Migas.  Sektor Partanian, Perkebunan dan Perikanan merupakan sektor yang memiliki potensi yang cerah untuk dikembangkan dan bisa diharapkan untuk menggantikan posisi migas dalam menunjang perekonomian Kaltim kedepan.&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sektor Pertanian misalnya, dari luas areal 2,60 juta Ha yang terdiri atas lahan sawah seluas 856.194 Ha dan lahan kering seluas 1.743.885 Ha,  yang telah dimanfaatkan baru mencapai 27% untuk lahan persawahan dan 23% lahan kering.   Jika sector peratanian ini bisa ditingkatkan produktifitasnya dengan memanfaatkan luas lahan yang ada, maka kaltim tidak perlu lagi mendatangkan beras dari luar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.  Mengingat selama ini, sekitar 30 % kebutuhan beras Kaltim masih dipenuhi oleh daerah luar seperti Jawa dan sulawesi selatan.  Bahkan sangat mungkin, jika ada optimaslisasi produktifitas, daerah ini bisa menjadi salah satu lumbung pangan nasional.&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Akan halnya dengan sector perkebunan. Kawasan Budidaya Non Kehutanan (KBNK) yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan pembangunan termasuk usaha perkebunan yakni seluas 5,32 juta ha. Dari luasan itu, yang telah dimanfaatkan, khususnya untuk perkebunan sawit, mencapai 3,146 juta Ha.  Artinya masih ada sekitar 2 juta Ha lebih lahan yang bisa digunakan untuk mengembangkan sektor ini.  Selain tanaman sawit, tanaman lain yang potensial untuk dikembangkan adalah karet, kelapa, kopi, lada, cengkeh, coklat, panili dll.&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Demikian juga dengan sector perikanan Kaltim.  Wilayah pesisir dan laut Propinsi Kalimantan Timur mempunyai potensi sumber daya alam hayati dan non-hayati yang yang cukup beragam dan berlimpah sehingga merupakan salah satu sektor yang berpeluang untuk dikembangkan. Kegiatan perikanan merupakan kegiatan budidaya teperbaharui dan menghasilkan komoditi yang berskala luas. Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Kaltim, hingga kini tingkat pemanfaatan sumberdaya perikanan laut diprakirakan masih berkisar 40% dari potensi yang ada, sedang perikanan di perairan umum sekitar 20,40%; budidaya tambak sekitar 36%; dan budidaya air tawar sekitar 2,64% dari potensi yang ada. Sedangkan potensi sektor perikanan Kaltim diprakirakan sebesar 339.998 ton; dimana perikanan laut diprakirakan sebesar 139.200 ton; perairan umum sebesar 69.348 ton; budidaya tambak sekitar 122.450 ton; dan budidaya air tawar sekitar 9.000 ton.  Dengan jumlah nelayan dan pembudidaya ikan sekitar 200 ribu orang, maka sector ini bisa dijadikan sector andalan pembangunan pasca migas.&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Selain ketiga sector tersebut diatas, sector parawisata kaltim juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan.  Beberapa obejek wisata baik wisata budaya maupun wisata bahari, seperti kepulauan derawan di Berau, adalah harta karun yang menunggu tangan-tangan kreatif untuk menjamahnya.&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; Adanya regulasi kebijakan yang konsekuen untuk mendukung pengembangan sector-sektor potensial tersebut. Hanya saja, jangan sampai kasus perkebunan sawit sejuta hektar terjadi lagi, sehingga kebijakan yang awalnya ideal, berubah menjadi musibah politik.&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;Pepatah bijak mengatakan &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;Tidak ada kata  terlambat untuk memulai sesuatu yang mulia, Sebelum daerah ini menangis darah”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ayo Kaltim, Semangat!.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/blogspot/sangadhie&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5qq_Y3o9MBMvcOt0RGvb2mtKEmRCeEt-VGWXYegAFNzYnF2_I2ywFaNDrh_W7gYEdJw6BOpQ5gF0DE5ZSjMRi6FK3i2JKOJp-z8B6L0PXy0GwewhBsWEbaLV9WxsahEtusTwcJuJklD8/s72-c/tampano+8+bulan.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Penajam Paser Utara Merajut Hari Esok</title><link>http://sang-adhie.blogspot.com/2008/04/penajam-paser-utara-merajut-hari-esok.html</link><category>Politik</category><author>noreply@blogger.com (")</author><pubDate>Sat, 2 Oct 2010 18:11:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3731672770278942407.post-8982072602454469984</guid><description>&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfQiuWIFf-pO8zGOPn78PxAuH8LKnN3bJZ3RC5U5PtyubtQYYtaoLg9erb9KsIMFivTE1MyaOxKAiM-0Cz6zcsU3pCG_j_a-q_w7moBj7E_DADBRpdBK2P_sPiHY-BlKqSp2P5sY-TSUo/s1600-h/tamapan.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfQiuWIFf-pO8zGOPn78PxAuH8LKnN3bJZ3RC5U5PtyubtQYYtaoLg9erb9KsIMFivTE1MyaOxKAiM-0Cz6zcsU3pCG_j_a-q_w7moBj7E_DADBRpdBK2P_sPiHY-BlKqSp2P5sY-TSUo/s320/tamapan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5188374553172792434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pada tahun 2008, Kab. Penajam Paser Utara akan melaksanakan pesta demokrasi dalam memilih dan menentukan Bupati/Pemimpin Baru untuk periode 2008-2013.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Momentum tersebut sangat strategis karena berkaitan dengan eksistensi kabupaten &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Benua Taka&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; ini 5 (&lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;) tahun yang akan datang.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kedepan, daerah dengan luas &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;3.333,06 km&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;  &lt;/span&gt;dan penduduk 127,477 jiwa ini akan ditentukan nasibnya.&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;  &lt;/span&gt;Jika masyarakat Penajam Paser Utara menginginkan kehidupan yang lebih baik, maka akan memilih pemimpin yang amanah, sederhana , bermoral dan yang terpenting tidak pernah terlibat kasus korupsi.&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Hal ini penting, mengingat Kabupaten ke-13 di Provins&lt;/span&gt;i &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Benua Etam &lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;ini sedang mengalami krisis kepemimpinan, akibat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;dari tidak amanahnya sebagian elite politik dalam menjalankan tugas utamanya sebagai pelayan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Beberapa permasalahan mendasar yang dihadapi oleh Penajam Paser Utara, seperti persoalan pendidikan, kesehatan, pengangguran, kemiskinan dan ketidakpercayaan public terhadap pejabat korup dan nepotis, harus diletakkan dalam kerangka perubahan sistemik yang bersifat solutif.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Perubahan tersebut harus menjiwai segala aspek kehidupan pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Hal ini berarti, mesti ada langkah dan upaya serius serta &lt;/span&gt;&lt;i&gt;politicall will&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; untuk menyelami kebutuhan dan aspirasi masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Oleh karena itu, dengan hati yang tulus ikhlas dan restu dari Tuhan Yang Maha Esa, kami mengajak kepada seluruh komponen masyarakat Penajam Paser Utara untuk Menyatukan hati, menyatukan komitmen, dan menyatukan pilihan, demi Kehidupan yang Lebih Baik.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Broadway;font-size:14px;"  &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PETA PERMASALAHAN KAB.PENAJAM PASER UTARA&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;I. SEKTOR KEPENDUDUKAN&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Jumlah penduduk Kab. Penajam Paser Utara pada tahun 2006 berjumlah 127.477 jiwa dengan komposisi 66.258 laki-laki dan 61.219 perempuan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Angka penduduk ini mengalami peningkatan bila dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pada tahun 2002 berjumlah 11.420 jiwa, tahun 2003 berjumlah 118.466 jiwa, pada tahun 2004 berjumlah 120.240 jiwa dan pada tahun 2005 berjumlah 124.209 jiwa.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pertambahan penduduk terbesar terjadi pada tahun 2003 dengan persentase 6,30 %.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sedangkan pada tahun 2006 pertumbuhan penduduk mencapai 2,63 %&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sementara berdasarkan lapangan usaha, penduduk Kab. Penajam Paser Utara yang bekerja pada sector pertanian mendominasi jenis pekerjaan penduduk,mencapai 45, 22 %.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Disusul sector industri 16,61 %, perdagangan 11,28 %, jasa 10,32 %, angkutan dan komunikasi 7,43 %, konstruksi 6,73 %, pertambangan dan penggalian 1,48 % dan usaha lainnya 0,93 %. Sedangkan berdasarkan jenis pekerjaan, sektor pertanian juga menempati urutan pertama dengan jumlah 14.847 orang disusul Pegawai Negeri Sipil 1.515 orang (lihat tabel pada &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Lampiran&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Bila melihat angka pengangguran atau pencari kerja di Kab. Penajam Paser Utara pada tahun 2006 mencapai 15,63 % atau 10,941 orang (lihat tabel pada &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Lampiran)&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Angka tersebut tergolong tinggi, yang jika dibiarkan terus menganggur atau tidak bekerja akan mendatangkan berbagai penyakit social.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kondisi tersebut, ditambah dengan angka kemiskinan yang masih di atas 15 % turut menambah beban daerah, dan akan mengakibatkan disharmoni social.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Lemahnya perencanaan pembangunan, serta kurangnya stimulus ekonomi, mengakibatkan roda perekonomian belum berjalan secara optimal, sehingga daya serap tenaga kerja rendah.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Dan lazimnya, kecenderungan masyarakat untuk melakukan hal-hal negative yang menganggu ketertiban social, akan meningkat.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Data yang dikeluarkan oleh Polres Kab. Penajam Paser Utara, menunjukkan gangguan kamtibmas mengalami peningkatan setiap tahunnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pada tahun 2006, gangguan kamtibmas mencapai 202 kasus, atau meningkat 46 kasus pada tahun 2005. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2. SEKTOR PENDIDIKAN&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kemajuan sebuah daerah, tidak terlepas dari kondisi sector pendidikannya. Semakin baik kualitas dan kuantitas pendidikan sebuah daerah, maka akan semakin cerah masa depan daerah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Apalagi untuk konteks Kab. Penajam Paser Utara yang masih berusia muda.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Perbaikan sector pendidikan adalah mutlak untuk diwujudkan karena hal itu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;berkaitan dengan eksistensi kab.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Benua taka &lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;ini dimasa yang akan datang.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sektor Pendidikan di Kab.Penajam Paser Utara, secara kuantitatif menunjukkan perbaikan atau peningkatan, baik dilihat dari infrastruktur pendidikan maupun jumlah anak yang mengenyam pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Untuk tingkat SD, jumlah sekolah negeri mencapai 95 buah dan swasta mencapai 4 buah, dengan jumlah ruang belajar 586 kelas.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Adapun jumlah murid SD/MI mencapai 18.257 orang dan tenaga pengajar mencapai 1.077 atau rata-rata 8 orang murid untuk tiap guru, (lihat tabel pada &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Lampiran&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Untuk sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP), juga megalami peningkatan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Jumlah sekolah untuk negeri 15 buah dan swasta 12 buah dengan masing-masing jumlah murid 2.141 orang untuk SLTP negeri dan 1.294 untuk SLTP swasta.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sedangkan jumlah guru 132 untuk sekolah negeri dan 79 orang guru untuk sekolah swasta, (lihat table pada lampiran).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sedangkan untuk sekolah lanjutan tingkat atas SMU/SMK negeri dan swasta, jumlah sekolah 8 buah untuk negeri dan 8 buah swasta dengan masing-masing jumlah murid 2.066 untuk negeri dan 1.390 untuk swasta.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Dan tenaga pengajarnya, 133 orang guru untuk sekolah negeri dan 69 guru swasta.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3. SEKTOR KESEHATAN&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;“TRAGIS DAN MEMILUKAN”&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Dua kata tersebut, adalah kata yang mungkin tepat untuk menggambarkan kondisi sector kesehatan Kab. Penajam Paser Utara.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Bagaimana tidak, dengan Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) yang besar dengan jumlah penduduk yang tidak terlalu besar, kondisi kesehatan masyarakat sangat memprihatinkan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Berdasarkan data Kab. Penajam Paser Utara Dalam Angka 2007, menunjukkan bahwa berbagai penyakit yang diderita oleh masyarakat dan memeriksakan kesehatannya di puskesmas, secara umum mengalami peningkatan., seperti yang ditunjukkan oleh tabel di bawah ini. Pada tahun&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;2006, masyarakat yang mengalami berbagai jenis penyakit berjumlah 93.22 orang dengan infeksi saluran pernafasan sebagai penyakit yang paling banyak diderita.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Angka ini mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya seperti pada tahun 2002 berjumlah 76.681 orang, tahun 2003 berjumlah 89.871 orang, tahun 2004 berjumlah 96.335 orang, dan tahun 2005 berjumlah 87.062 orang.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kondisi yang lebih “mengenaskan”, bila melihat kondisi atau status gizi balita di Kab.Penajam Paser Utara.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Berdasarkan data Kab. Penajam Paser Utara Dalam Angka 2007 seperti yang ditunjukkan pada tabel di bawah ini, pada tahun 2006, dengan jumlah balita yang&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;berumur 1 - 4 tahun sekitar 14.168 orang yang memiliki kecukupan energi protein (KEP) Total, hanya 200 orang atau 10,1 %.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Artinya ada 89,9 % bayi yang mengalami kekurangan gizi.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Bisa dibayangkan nasib kab. Penajam Paser Utara 20-30 tahun yang akan datang dengan kondisi gizi buruk seperti sekarang ini.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sebenarnya bila melihat infrastruktur kesehatan, menunjukkan perningkatan setiap tahunnya, sebagaimana yang ditunjukkan. pada tahun 2006 jumlah puskesmas mencapai 11 buah, ditambah dengan rumah sakit umum yang telah dioperasikan pada Oktober 2007, puskesmas pembantu 43 buah dan puskesmas keliling 11 buah.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Angka ini meningkat bila dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya, seperti pada tahun 2002 jumlah puskesmas hanya berjumlah 8 buah, puskesmas pembantu 40 buah dan puskesmas keliling 8 buah. Jumlah puskesmas tersebut, sebenarnya cukup dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;hanya saja, tenaga paramedic yang terbatas mengakibatkan pelayanan kesehatan juga kurang optimal.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-size:130%;" &gt;4&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;PEREKONOMIAN&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Struktur perekonomian Kab. Penajam paser Utara pada tahun 2006 masih didominasi oleh 4 sector utama yakni pertambangan dan Penggalian dengan persentase 46,14 %, disusul sector industri pengolahan dengan persentase 15,30 % dan sector pertanian dengan persentase 14,97 % serta sector Perdagangan, Hotel dan Restoran dengan persentase 13,00 %.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Struktur perekonomian ini tidak mengalami perubahan komposisi dalam 5 (&lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;) tahun terakhir, walaupun tingkat pertumbuhannya mengalami perubahan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Secara umum tingkat pertumbuhan ekonomi Kab. Penajam Paser Utara pada tahun 2006 dengan migas sebesar 1,63 %,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;atau mengalami penurunan, bila dibandingkan pada tahun 2005 yang pertumbuhannya sebesar 4,16 %.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pertumbuhan ekonomi 1,63 % tersebut juga merupakan yang terendah dalam 5 (&lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;) tahun terakhir.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Turunnya pertumbuhan ekonomi tersebut, diakibatkan oleh menurunnya produksi minyak bumi dan gas.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sedangkan Pertumbuhan ekonomi tanpa migas justru mengalami peningkatan, yang pada tahun 2006 sebesar 7,97 % atau tertinggi selama 5 tahun terakhir.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pertumbuhan ini berasal dari sector jasa dan sector pertanian yang mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi, masing-masing sebesar 16,87 % untuk sector jasa dan 14,52 % sector pertanian.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Dari kenyataan tersebut, perekonomian Kab. Penajam Paser Utara sekarang ini masih bergantung pada sector Migas dan Pertambangan yang notabenenya adalah sumberdaya yang tidak dapat diperbarui.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sehingga penurunan produksi migas akan berdampak secara langsung atau mengganggu struktur perkonomian.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Dalam konteks tersebut berbagai potensi, khususnya sumberdaya yang&lt;/span&gt;&lt;i&gt; re-newable&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;, membutuhkan pemikiran, perencanaan, dan pengembangan yang komprehensif, sehingga kedepan dapat menggantikan posisi migas sebagai penopang utama peronomian.&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Beberapa sector tersebut, seperti sector pertanian, sector Perkebunan, sector Perikanan dan Sektor Peternakan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Sektor pertanian misalnya, dengan luas areal persawahan pada tahun 2006 yang mencapai 12.906 Ha, mampu menghasilkan padi sebesar 66.117 ton atau mengalami peningkatan 15,78 % dari produksi sawah tahun 2005.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Sehingga Kab. Penajam Paser Utara kedepan dapat dijadikan sebagai daerah lumbung pangan Kaltim. Akan halnya dengan sector Pertanian, keberadaan sektor Perkebunan, Peternakan dan Sektor Perikanan,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;juga memperlihatkan grafik peningkatan produksi setiap tahunnya.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;5. INFRASTRUKTUR DASAR&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;A. JALAN&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Pembangunan ekonomi meniscayakan adanya berbagai fasilitas dasar atau infrastruktur dalam menunjang bergeraknya roda perekonomian. Terbatasnya atau buruknya berbagai fasilitas tersebut, secara langsung berdampak pada lambannya aktifitas ekonomi masyarakat yang pada gilirannya akan menghambat mobilitas social.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Berdasarkan data dinas Permukiman dan Prasarana wilayah Kab. PPU, menunjukkan bahwa total&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;panjang jalan kabupaten pada tahun 2006 mencapai 476.439 km dengan kondisi baik mencapai, 353.487 km, kondisi sedang mencapai 48.461 km, kondisi rusak mencapai 43.622 km dan kondisi rusak berat mencapai 30.869 km.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Sedangkan jika melihat jenis pemukaan jalan, yang diaspal mencapai 102.120 km, kerikil mencapai 246.717 km dan jalan tanah mencapai 109.602 km. (lihat tabel pada &lt;/span&gt;&lt;i&gt;lampiran&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Berdasarkan data tersebut, dapat kita lihat bahwa selama 5 tahun terakhir terjadi peningkatan panjang jalan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Hanya saja melihat data mengenai kondisi jalan tersebut, masih jauh dari yang diharapkan untuk menggerakkan perekonomian daerah, karena hampir setengah dari panjang jalan yang ada, kondisinya belum diaspal.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;B. Air Bersih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Infrastruktur air bersih di Kab. Penajam Paser Utara dilayani oleh PDAM dengan jumlah pelanggan 2.863 dimana rumah tempat tinggal sebagai pelanggan terbesar dengan jumlah 2.716.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Jumlah rumah tempat tinggal yang dilayani oleh PDAM tersebut, hanya kurang lebih 7,1 % dari seluruh rumah tempat tinggal yang ada di Kab. PPU.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Artinya, sebagian besar rumah tempat tinggal, masih menggantungkan penyediaan air bersihnya bukan pada PDAM, tetapi pada air tanah atau air hujan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Sedangkan untuk industri, sebagian besar menggunakan instalasi air minum sendiri, karena keterbatasan PDAM dalam memberikan pelayanan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Terbatasnya sarana dan fasilitas air bersih merupakan salah satu factor dari buruknya kesehatan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Hasilnya dapat dilihat pada buruknya kesehatan masyarakat Penajam Paser Utara, seperti&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;yang ditunjukkan di atas. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;C. Listrik&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;Akan halnya dengan infrastruktur listrik yang juga masih terbatas.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Berdasarkan data kantor PLN ranting Petung, kapasitas terpasang listrik PLN hanya memiliki 13.144 kw dan daya mampunya hanya 7.960 kw.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan daya sebesar itu, PLN&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;hanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mampu melayani 14.601 pelanggan, sedangkan yang lainnya menggunakan genset atau lampu petromaks sebagai sumber penerangan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bahkan kantor pemkab sendiri mesti mengeluarkan milyaran rupiah pertahunnya untuk membangkitkan genset.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Kurangnya masyarakat yang bisa menikmati listrik, dan besarnya biaya yang dikeluarkan oleh industri atau kantor yang menggunakan genset sendiri merupakan ironi bagi PPU, sebagai kabupaten yang penghasil migas dan batu bara.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Kurangnya pasokan lisrtik tersebut pada gilirannya akan mengganggu iklim investasi &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;yang artinya pembangunan akan berjalan lambat.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;6. PEMERINTAHAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Roda pemerintahan Kab. Penajam Paser Utara dalam 5 tahun terakhir banyak diwarnai oleh dinamika politik yang cukup intensif, baik dilingkungan internal eksekutif maupun hubungannya dengan legislative.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Dinamika politik tersebut adalah bagian dari kehidupan demokrasi yang memang telah dijadikan sebagai system atau pijakan dalam mengatur system kehidupan politik.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Akan tetapi demokrasi membutuhkan kedewasaan berpolitik sehingga tidak mengganggu jalannya pemerintahan, yang pada akhirnya konflik pada tingkatan elite tersebut akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Terlambatnya penyusunan, pembahasan dan penetapan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) setiap tahun, harus dibayar mahal dengan rendahnya daya serap anggaran yang rata-rata hanya mencapai 30-40 % dari total anggaran.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Sehingga APBD yang nilainya rata-rata 700 Milyar&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;rupiah &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;tidak memiliki dampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, bahkan sebaliknya berdasarkan data-data yang disebutkan diatas, kondisi masyarakat Penajam Paser Utara khususnya yang menyangkut pelayanan dasar sangat memprihatinkan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Tata pemerintahan yang transparan dan akuntabel juga belum berjalan secara optimal.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Indikatornya dapat dilihat dari banyaknya kasus korupsi, birokrasi yang lamban dan tidak kretaif dalam menyikapi permasalahan dan kebutuhan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Oleh karena itu, situasi dan kondisi kab. Penajam Paser Utara membutuhkan keprihatinan bersama dan mesti segera diambil langkah-langkah strategis untuk menykapi dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Sehingga jangan sampai kemudian, kita semua menyesal, jika Depdagri melakukan evaluasi terhadap kinerja daerah hasil pemekaran yang hasilnya menghruskan daerah ini dikembalikan kepada Kab. Paser sebagai kab. Induknya. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);font-family:Arial;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Broadway;font-size:15px;"  &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;GAGASAN UTAMA&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Sebagai kabupaten yang masih berusia muda dan terus bergerak, Kab. Penajam Paser Utara harus mampu meletakkan pondasi pembangunan yang kuat.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Peletakan pondasi ini menuntut adanya komitmen, keberanian dan disiplin dari seluruh komponen masyarakat, khususnya dari penyelenggara pemerintahan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Oleh karena itu, pembangunan sumber daya manusia dengan mengedepankan sector pendidikan menjadi pondasi bagi tegaknya dan terlaksananya pembangunan yang berkelanjutan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Hal ini berarti, bukan hanya menyangkut anggaran pendidikan yang cukup, tetapi berkaitan dengan perencanaan , kelembagaan, dan infrastruktur pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pembangunan sumberdaya manusia ini juga harus mampu ditopang dengan kondisi masyarakat yang sehat dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;dukungan infrastruktur dalam menggerakkan investasi dan perekonomian, sehingga akan tercipta sebuah masyarakat yang cerdas, sehat dan sejahtera serta Bermoral.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Tatanan masyarakat seperti itu bukanlah utopia, tetapi sebuah &lt;/span&gt;&lt;i&gt;goals, &lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;yang sangat mungkin untuk diwujudkan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Dengan perencanaan yang matang dengan mendasarkan pada potensi dan karakteristik wilayah Kab. Penajam Paser Utara, serta keinginan untuk terus belajar akan melahirkan sebuah lompatan demi mensejajarkan diri dengan daerah-daerah lain. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pengalaman 5 (&lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;) tahun terakhir, menunjukkan bahwa program-program strategis tidak mampu diimplementasikan secara efektif dan tepat sasaran.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Hal ini disebabkan oleh tidak adanya support politik dan kapasitas aparat penyelenggara pemerintahan yang rendah.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Oleh karena itu dibutuhkan, adanya perombakan birokrasi secara sistematis, yang disertai dengan peningkatan kapasitas aparat, sehingga budaya birokrasi yang korup dan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;lamban dapat dipangkas dan ditertibkan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Dalam konteks tersebut, diperlukan adanya &lt;/span&gt;&lt;i&gt;check &amp;amp; balance&lt;/i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; antara masyarakat politik dan masyarakat sipil, sehingga roda pemerintahan dapat berjalan secara transparan dan akuntabel, sesuai dengan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang Baik. Selain itu percepatan penyusunan, pembahasan dan penetapan APBD akan sangat membantu menggerakkan perekonomian. Artinya, ini membutuhkan adanya kesadaran dan komitmen untuk mengedapankan kepentingan public diatas kepentingan pribadi atau kelompok.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif daerah juga mesti dioptimalkan,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;dengan cara, mengembangkan sentra-sentra produksi dan sentra pengolahan, serta adanya fasilitasi pemasaran produk.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Dengan cara seperti itu, para pelaku ekonomi akan mendapatkan nilai lebih dari produk-produk yang dihasilkan. Pengembangan potensi ini, harus diletakkan pada kerangka pemberdayaan masyarakat, yang berarti dibutuhkan dukungan penuh pemerintah untuk menggerakan potensi daerah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Hal ini bisa diwujudkan dengan memberikan support penuh, seperti membentuk lembaga Penjamin Kredit atau memberikan berbagai insentif dan bantuan untuk memacu produktifitas.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;L&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;okus pembangunan ekonomi mesti digeser, dengan menjadikan desa sebagai wilayah utama untuk memicu produktifitas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Hal ini dimaksudkan, agar desa dengan segenap potensi yang dimiliki mampu berkembang dan menciptakan pemerataan pembangunan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pada posisi ini, Penajam sebagai Ibukota Kabupaten akan menjadi supporting dalam melayani pengembangan desa.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;font-size:16px;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;font-size:16px;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;font-size:16px;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;font-size:16px;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;font-size:16px;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;font-size:20px;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;font-size:20px;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Broadway;font-size:20px;"  &gt;&lt;span style=""&gt;                                &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(59, 40, 37);font-family:Arial;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/blogspot/sangadhie&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfQiuWIFf-pO8zGOPn78PxAuH8LKnN3bJZ3RC5U5PtyubtQYYtaoLg9erb9KsIMFivTE1MyaOxKAiM-0Cz6zcsU3pCG_j_a-q_w7moBj7E_DADBRpdBK2P_sPiHY-BlKqSp2P5sY-TSUo/s72-c/tamapan.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>MENGAPA REKLAMASI PANTAI BALIKPAPAN MESTI DITOLAK?</title><link>http://sang-adhie.blogspot.com/2007/04/mengapa-reklamasi-pantai-balikpapan_09.html</link><category>Politik</category><author>noreply@blogger.com (")</author><pubDate>Sat, 2 Oct 2010 13:46:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3731672770278942407.post-6770967991372868741</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAQA9kv3LkNxXPWidYzP_YPkiW3-kxAyuXx3ue4meL4xMQeiXzp03LZ7RF3ROug9-RK5VBpWDv1y1oFTzhvAf2a4maXZKXuFtguV5Mtsj2suGKFKg6uFJ6wxmmP9d2-c0ByCZRhdCvWjY/s1600-h/Balikpapan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 143px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAQA9kv3LkNxXPWidYzP_YPkiW3-kxAyuXx3ue4meL4xMQeiXzp03LZ7RF3ROug9-RK5VBpWDv1y1oFTzhvAf2a4maXZKXuFtguV5Mtsj2suGKFKg6uFJ6wxmmP9d2-c0ByCZRhdCvWjY/s200/Balikpapan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283718069782937906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;By : Adhie Supriadi*&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;         Mengawali Tulisan ini, akan dijelaskan beberapa istilah yang sering diproduksi dan diwacanakan oleh pemeritah Kota Balikpapan maupun pihak-pihak yang menyetujui Reklamasi Pantai. Mengingat ada upaya terselubung untuk mengaburkan dan memutarbalikkan fakta lewat penggunaan beberapa istilah yang satu dan lainnya berbeda secara subtantif. Dalam The Arceology of knowledgenya Michel Foucoult ditegaskan bahwa ada relasi antara pengetahuan dan kekuasaan.  Bahwa dibalik sebuah teks ada kekuasaan yang bermain demi kepentingan tertentu.  Selubung Kekuasaan dan kepentingan  ini mesti dibongkar demi meluruskan dan menghadirkan fakta-fakta otentik. Setidaknya ada tiga istilah yang mengemuka dan sering dipergunakan oleh Pemerintah Kota Balikpapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;1. Reklamasi.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Istilah ini ditujukan terhadap kegiatan yang dilakukan oleh manusia dalam rangka meningkatkan manfaat sumberdaya lahan ditinjau dari sudut lingkungan dan sosial ekonomi dengan cara pengurungan atau pengeringan lahan yang pada kenyataannya, diadakan untuk menambah luas wilayah demi menunjang “pembangunan”  yang sedang dan akan berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;2. Coastal Road.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara etimologi istilah ini didefinisikan sebagai jalan Pesisir. jalan ini berhadapan langsung dengan pantai atau bibir pantai yang dibuat bisa dengan cara langsung membangun badan jalan diatas tanah daratan atau diatas tanah hasil reklamasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;3. Penataan Kawasan Pesisir zona 1.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini upaya untuk menata kawasan pesisir pantai Kota Balikpapan yang bentuk dan metode penataannya disesuaikan dengan karakteristik pantai itu sendiri.  Dalam arti kata penataan mengandung makna rekonstruksi wajah pesisir pantai sehingga sesuai dengan cita rasa yang dinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Kota Balikpapan dalam pemakaian istilah cenderung tidak konsisten sehingga membingunkan publik.  Ketidakkonsitenan ini menimbulkan pertanyaan besar ada apa dengan semua ini?, awalnya wacana yang dikembangkan adalah reklamasi pantai, menyusul coastal Road dan sekarang penataan kawasan zona I. Ketiga istilah ini memiliki konotasi yang berbeda dan secara politik wacana mengandung kekuasaan yang berbeda pula. Reklamasi pantai mengacu pada kegiatan untuk menambah lahan baru yang pengalaman membuktikan bahwa kegiatan ini memberikan tekanan atau dampak yang sangat besar terhadap ekosistem perairan maupun sosial ekonomi bagi masyarakat pesisir.  Sedangkan coastal Road mengarah pada pembuatan jalan baru yang “abstrak” apakah dibuat diatas daratan dengan jalan menggusur semua bangunan di pinggir pantai mulai pelabuhan semayang sampai Bandara Sepinggan atau diatas lahan hasil reklamasi pantai.  Alternatif pertama cenderung imposible untuk dilakukan, dan yang paling memungkinkan adalah membangun jalan tersebut di lahan hasil reklamasi sesuai dengan pemaparan Sarjono (Kepala Bappeda Kota Balikpapan) yang mengatakan pembangunan coastal Road merupakan salah satu bagian dari Reklamasi kawasan Pesisir Kota Balikpapan. Dan terakhir Penataan Kawasan Zona I;  Istilah ini sangat kabur, mengkooptasi serta menggiring kesadaran masyarakat untuk menerima rencana pemkot.  Konotasi dari instilah ini adalah keindahan, kenyamanan dan  ketentraman. Pertanyaan adalah siapa yang akan menikmati keindahan itu, kenyamanan dan ketentraman itu?&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rencana Pemerintah kota Balikpapan Mereklamasi kawasan pesisir kota mulai Pelabuhan Semayang-Airport Sepinggan (kawasan Zona I) didasari oleh beberapa pertimbangan :&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;1. Kebutuhan Ruang pengembangan Kota.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Luas wilayah Kota balikpapan 503,3 km2 dengan luas kawasan terbangun 61,89 km2 (12,53 %). Sedangkan jumlah penduduk tahun 2003 sebesar 521.338 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 1,64 % per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;2. Pengendalian Ruang Kota&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. Kota Balikpapan memerlukan jalur alternatif untuk mengatasi kemacetan jalan jend. Sudirman (Jalan Utama).&lt;br /&gt;b.  Pembatas dan mengontrol wajah kota Balikpapan dari sisi Laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;3. Estetika Kota&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. Memperbaiki wajah kota&lt;br /&gt;b. Mengeliminasi kekumuhan kota&lt;br /&gt;4. Kontelasi dengan Urban System dan Struktur Ruang Kota Balikpapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sarjono (kepala Bappeda Balikpapan), Kawasan Pantai yang akan direklamasi adalah sepanjang 8 Km (pelabuhan Semayang-Airport Sepinggan) dengan Lebar 500 m ke arah laut.  Adapun peruntukan Kawasan hasil reklamasi tersebut adalah rekreasi pantai, perhotelan, water themepark, civic center, Pusat perdagangan modern, perkantoran, Seefood center, club house, grosir, shopping mall dan coastal road.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Pertanyaan Kritisnya adalah :&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;1) PERLUKAH MENATA RUANG KAWASAN PESISIR KOTA DENGAN MEREKLAMASI PANTAI?&lt;br /&gt;2) LALU MAU DIKEMANAKAN MASYARAKAT KECIL YANG ADA DISEPANJANG PESISIR?&lt;br /&gt;3) MENGAPA PEMBAGUNAN HANYA SELALU BERPIHAK KEPADA INVESTOR DAN PENGUSAHA YANG SENANTIASA MERUSAK LINGKUNGAN PESISIR?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangan untuk melaksanakan penataan Kawasan pantai Balikpapan dengan cara Reklamasi seperti yang disebutkan diatas memiliki kelemahan baik secara subtantif maupun secara tekhnis. Secara substantif alasan yang dikemukakan pemerintah Kota Balikpapan untuk melaksanakan reklamasi Pantai  sangat lemah mengingat : &lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Pertama,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; Luas lahan terbangun untuk pembangunan kota Balikpapan baru sekitar 12,5 % dari luas wilayah kota Balikpapan 503,3 km2.  Artinya Kota Balikpapan masih memiliki lahan yang cukup luas untuk melaksanakan pembangunan.  Dan ini bisa di lihat di Kec. Balikpapan Timur maupun Kec. Balikpapan Utara . &lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; Persoalan kemacetan di sepanjang jalan jend. Sudirman diakibatkan oleh terkonsentrasinya aktifitas ekonomi kota (75 % aktifitas ekonomi kota terpusat di sepanjang jalan Jend. Sudirman). Dan Persoalan kemacetan bisa diatasi tanpa mesti Mereklamasi Pantai.  Solusinya adalah dengan membuat kebijakan tentang ; 1) Pemerataan pembangunan di lima kecamatan yang ada dikota Balikpapan 2) Pengaturan kepemilikan dan umur kendaraan atau pembuatan jalan layang.  Solusi ini adalah solusi terbaik karena tidak akan menimbulkan dampak ekologis ataupun dampak sosial-Ekonomi-Politik. &lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; Persoalan Estetika Kota (kekumuhan Kota) itu menyangkut kebijakan dan strategi pembangunan kota yang ekonomic oriented serta masyarakat miskin kota yang kurang mendapatkan sentuhan pembangunan sehingga pemukiman mereka kelihatan kumuh. Keempat, Dampak ekologis maupun Sosial-Eekonomi-Politik dari reklamasi tersebut sangat besar terutama akan dirasakan oleh masyarakat pesisir/nelayan dan kaum miskin kota. Salah satu contoh Reklamasi yang pernah dilaksanakan adalah Perluasan Bandara Sepinggan dengan jalan menimbun laut (Reklamsi). Kegiatan Reklamasi tersebut mengakibatkan abrasi pantai sepanjang 7 (tujuh) km mulai Tanjung Kelor sampai Lamaru yang sampai sekarang ini belum terpecahkan dan senantiasa mengancam masyarakat pesisir/nelayan setiap tahun khususnya pada musim selatan.  Belum lagi pendangkalan muara sungai akibat proses sedimentasi yang telah menghancurkan 20 kapal nelayan dalam 2 tahun terkhir. &lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Keempat,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; Areal hasil Reklamasi yang diperuntukkan murni 100 % untuk kepentingan bisnis  hanya akan menguntungkan kaum pemilik modal (orang-orang Kaya) karena hanya mereka yang memiliki akses untuk itu.  Sedangkan kaum marginal (Nelayan dan kaum miskin kota lainnya) hanya akan menjadi penonton bahkan dikorbankan untuk melayani keserakahan pemerintah dan pemilik modal (kapitalis), &lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Kelima,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; Reklamasi pantai akan mengubah bentang alam pesisir. Perubahan bentang alam ini akan mengakibatkan perubahan iklim terutama suhu, arus dan gelombang laut yang tentunya akan menjadi ancaman besar bagi beberapa wilayah pesisir kota. Kesepuluh, Hilangnya potensi sumberdaya hayati pesisir terutama beberapa biota laut yang selama ini dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan, yang secara langsung juga akan mengakibatkan kurangnya hasil tangkapan nelayan. Sehingga dikhawatirkan 6000 Nelayan Balikpapan akan kehilangan Mata Pencaharian.  &lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Keenam,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; Reklamasi akan mengakibatkan perubahan dan perpindahan suplai sedimen yang sebelumnya tertampung pada wilayah reklamasi. pengerukan dan pengurungan dalam proses reklamasi pantai dapat menyebabkan perubahan arus laut disekitarnya. &lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Ketujuh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;, Reklamasi memberikan dampak atas rusaknya ekosistem mangrove dan terumbu karang yang selanjutnya dapat mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan dan sumberdaya ikan serta erosi pantai. &lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Kedeapan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;, Secara geografis Kota Balikpapan berhadapan langsung dengan laut terbuka selat Makassar, dimana reklamasi diwilayah pesisir akan mengakibatkan perubahan pola arus yang berdampak langsung terhadap eksistensi ekosistem perairan di wilayah Timur dan Barat Kota Balikpapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tekhnis Rencana pemerintah Kota tersebut tidak disertai oleh pengalaman didalam merencanakan dan melaksanakan proyek pembangunan sehingga dampak yang ditimbukan sangat besar dan cost yang harus ditanggung oleh APBD (Uang Rakyat) berkali-kali lipat dibandingkan dengan PAD yang dihasilkan. Kasus Banjir di daerah aliran sungai Ampal akibat pembangunan Real Estate di Kawasan Balikpapan Baru menjadi salah satu contoh.  Uang Rakyat (APBD) yang dihabiskan untuk mengatasi banjir telah mencapai 75 Milyar sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan hanya sekitar 3 Milyar. Dan ini diakui sendiri oleh Walikota Balikpapan bahwa cost yang mesti dikeluarkan untuk mengatasi dampak lingkungan dan sosial-ekonomi sangat besar dibandingkan dengan PAD yang dihasilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya, Pemerintah Kota Balikpapan lebih arif dan bijaksana melihat persoalan ini serta tidak hanya melayani keserakahan para pengusaha-pengusaha (kaum kapitalis). Karena masih terdapat sekitar 10 % orang miskin yang membutuhkan perhatian dan layanan dasar dari pemerintah Kota.  Dan jika sekiranya pemerintah Kota tetap bersikeras untuk melaksanakn rencananya, maka Wiji Tukul akan menjawab, hanya ada satu kata untuk para Penindas, &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;LAWAN!!!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/blogspot/sangadhie&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAQA9kv3LkNxXPWidYzP_YPkiW3-kxAyuXx3ue4meL4xMQeiXzp03LZ7RF3ROug9-RK5VBpWDv1y1oFTzhvAf2a4maXZKXuFtguV5Mtsj2suGKFKg6uFJ6wxmmP9d2-c0ByCZRhdCvWjY/s72-c/Balikpapan.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ketentuan Program Google Adsense</title><link>http://sang-adhie.blogspot.com/2009/01/ketentuan-program-google-adsense.html</link><category>Tutorial Adsense</category><author>noreply@blogger.com (")</author><pubDate>Thu, 1 Jan 2009 07:08:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3731672770278942407.post-423229572239755665</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sang Adhie@&lt;/span&gt;. Banyak publisher pemula yang karena alasan ingin mendapatkan penghasilan nan melimpah dari program periklanan mbah google, terjebak pada beberapa kesalahan fatal. Sebabnya, karena mereka tidak membaca dan menyibak secara seksama (proklamasi kaleeee),ketentuan atau policy dari program adsense. Berikut sekilas penjelasan dari guru &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://id.wikipedia.org/wiki/AdSense"&gt;wikipedia&lt;/a&gt; tentang policy adsense.&lt;br /&gt;Meski program AdSense memberikan keuntungan yang besar, Google menetapkan aturan ketat untuk melindungi kepentingan semua pihak yang terlibat, termasuk pemasang iklan yang sering dirugikan oleh tindakan tidak terpuji pemilik situs anggota program AdSense. Beberapa larangan Google yang harus ditaati pemilik situs web atau blog peserta program AdSense adalah:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;    Mengklik iklan yang ditampilkan situs milik sendiri, baik dengan cara manual atau dengan bantuan perangkat lunak khusus&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan sengaja mendorong pengunjung situs untuk mengklik iklan yang ditampilkan, misalnya dengan kata-kata “klik iklan ini” atau “kunjungi halaman ini”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengubah bentuk dan ukuran unit iklan yang telah ditentukan Google&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membuat pranala langsung menuju halaman hasil pencarian AdSense untuk pencarian&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengisi secara otomatis kotak pencarian AdSense dengan katakunci tertentu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memanipulasi target iklan dengan katakunci tersembunyi atau dengan IFRAME&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kode unit iklan AdSense harus ditempatkan langsung pada kode html Situs web tanpa perubahan. Pemilik situs tidak diperbolehkan mengubah kode AdSense dengan alasan apapun, misalnya dengan tujuan menampilkan hasil klik di jendela pop up atau mengalihkan target iklan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Dalam situs resmi google dijelaskan tentang ketentuan adsense :&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:courier new;" &gt;Invalid Clicks and Impressions&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;"Clicks on Google ads must result from genuine user interest. Any method that artificially generates clicks or impressions on your Google ads is strictly prohibited.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;These prohibited methods include but are not limited to repeated manual clicks or impressions, using robots, automated click and impression generating tools, third-party services that generate clicks or impressions such as paid-to-click, paid-to-surf, autosurf, and click-exchange programs, or any deceptive software. Please note that clicking on your own ads for any reason is prohibited. Failure to comply with this policy may lead to your account being disabled".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Lebih jelasnya silahkan baca ketentuan program &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="https://www.google.com/adsense/support/bin/answer.py?answer=48182&amp;amp;sourceid=aso&amp;amp;subid=ww-ww-et-asui&amp;amp;medium=link"&gt;google adsense&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Mudah2an kita semua pengguna dan pecinta google adsense terhindar dari marah bahaya di banned oleh mbah. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Amiiieeeeeennnnnnn.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/blogspot/sangadhie&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total></item><item><title>Dibanned oleh Google Adsense</title><link>http://sang-adhie.blogspot.com/2009/01/dibanned-oleh-google-adsense.html</link><category>Tutorial Adsense</category><author>noreply@blogger.com (")</author><pubDate>Thu, 1 Jan 2009 06:24:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3731672770278942407.post-4332701442258277084</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini pengalaman dari &lt;a href="http://www.ateonsoft.com/2008/12/google-adsense-disabled-to-ateonsoftcom.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;ateonsoft&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang dibanned oleh google adsense. saya sarikan disini untuk menjadi pelajaran bersama para blogger yang menayankan adsense di blognya.&lt;br /&gt;Dibanned oleh Google AdSense sudah banyak dialami oleh publisher Indonesia, dan ini juga dialami oleh &lt;a href="http://podosari.blogspot.com/" target="_blank"&gt;mas Alifahru&lt;/a&gt; beberapa waktu lalu. Siapa sangka dalam waktu dekat kemudian kawannya, yaitu saya juga menyusul hehehe... Hanya bedanya yang di-&lt;em&gt;disabled&lt;/em&gt; bukan account Google AdSense saya, tapi &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://ateonsoft.com/" title="belajar ikhlas"&gt;ateonsoft.com&lt;/a&gt; yang di-&lt;em&gt;blacklist&lt;/em&gt; dari program iklan &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" rel="nofollow" href="http://google.com/adsense" target="_blank"&gt;AdSense&lt;/a&gt;.  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untunglah sejak awal saya sudah &lt;a href="http://www.ateonsoft.com/2008/09/saran-bagi-publisher-adsense-yang-nakal.html" title="saran bagi publhiser adsense yang curang" target="_blank"&gt;siap-siap&lt;/a&gt; mengalami kejadian ini, sehingga tidak terlalu kaget. Yang membuat sedih justru bukan karena account saya didisabled, karena account adsense saya masih aktif dan uang yang dikumpulkan tidak hilang, tapi yang membuat sedih adalah karena &lt;em&gt;ateonsoft.com&lt;/em&gt; dan anak-anaknya (&lt;em&gt;subdomain&lt;/em&gt;) tidak bisa dipasangi iklan dari Google AdSense lagi, padahal blog saya lainnya yang menggunakan subdomain ateonsoft.com ada juga yang memakai bahasa Inggris. Telah saya coba memasang dengan kode iklan adsense dari &lt;em&gt;no-PUB&lt;/em&gt; yang berbeda, tapi kenyataannya iklan tidak keluar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalau sudah begini maka &lt;em&gt;penghasilan adsense&lt;/em&gt; jadi menurun drastis karena hanya dari blog saya yang mengunakan &lt;a href="http://www.ateonsoft.com/2008/11/cocc-oh-cocc.html" title="domain co.cc" target="_blank"&gt;domain co.cc&lt;/a&gt; yang masih menyumbang. Ini sebagai peringatan bagi kawan-kawan lain sebaiknya jangan memasang iklan AdSense di blog bahasa Indonesia dengan penyisipan kode &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:Courier New,Courier,monospace;" &gt;google_language = "en";&lt;/span&gt;, karena berisiko seperti saya. Bagi saya sebenarnya lebih baik account adsense-nya di-disabled tapi jangan ateonsoft.com yang di-&lt;em&gt;blacklist&lt;/em&gt;, karena mati juga blog sub-domainnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kejadian ini sedikit banyak membuat saya agak malas ngeblog, karena selain &lt;a href="http://www.ateonsoft.com/2008/10/bisnis-didunia-nyata-ah.html" target="_blank"&gt;sibuk&lt;/a&gt;, habis sakit, trus harus bongkar-bongkar template membuang semua kode adsense. Kalaupun ada semangat ngeblog itu adalah semangat untuk membangun blog bahasa Inggris, jadi malas menulis untuk ateonsoft.com, untungnya &lt;a href="http://www.ateonsoft.com/2008/12/artikel-terjadwal-ditunda.html" target="_blank"&gt;simpanan artikel&lt;/a&gt; cukup banyak. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Itu sebabnya juga bagian header blog ini mengalami perubahan, karena sebenarnya saya membuat template dulu menyesuaikan untuk AdSense, kalau sudah tidak ada iklannya maka template menjadi tidak sesuai lagi, mana harus bongkar-bongkar blog lainnya lagi, huh! males!. Tapi lega juga kelihatannya kalau blog bersih tanpa iklan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Dibawah ini surat yang saya terima dari team google AdSense:&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-family:Courier New,Courier,monospace;"&gt;   &lt;p&gt;Hello,&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;We've found that the AdSense ad code placed on your site(s) was modified to override our language targeting on pages such as http://ateonsoft.com/. As stated in the AdSense program policies, publishers are not allowed to alter the AdSense code. Once you've generated the ad code in your AdSense account, you may not alter any portion of the code or manually change the layout of the ads.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;As a result, we have disabled ad serving to ateonsoft.com.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Your AdSense account remains active. However, we strongly suggest that you take the time to review our program policies (https://www.google.com/adsense/policies ) to ensure that all of your remaining pages are in compliance.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Please note that we may disable your account if further violations are found in the future.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Sincerely,&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;The Google AdSense Team&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Google Inc.&lt;br /&gt;  1600 Amphitheatre Parkway&lt;br /&gt;  Mountain View, CA 94043   &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;This is associated with the account ca-pub-xxxxxxxxxxxxxxxx.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt; &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/blogspot/sangadhie&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Mendaftar di Search Engine</title><link>http://sang-adhie.blogspot.com/2008/12/cara-mendaftar-di-search-engine.html</link><category>Tutorial SEO</category><author>noreply@blogger.com (")</author><pubDate>Sat, 27 Dec 2008 16:02:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3731672770278942407.post-3044566739079776134</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah anda mengetahui apa itu Search engine dan SEO, sekarang pertanyaan berikutnya adalah gimana caranya mendaftarkan blog pada search engine.  Berikut cara dan langkah2nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://google.com/"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 153px; height: 61px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJDFYghkRqCZE7H9c_gGkoGVSoZArlMyFL4BUDG7tFBF6yyNoH5Zqj-_aVpzhRgilAertNvpTKHyAOJeq9KiblCpBhlQgI0Fv1_7k7F6W89k4FoebctIpQXBmVeT5akwBozct6VJX1_Sw/s200/logo.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284371039042343570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: normal;"&gt;Silahkan kunjungi &lt;a href="http://google.com/addurl"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;http://www.google.com/addurl/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, atau &lt;a href="http://google.co.id/addurl"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;http://www.google.co.id/addurl&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: normal;"&gt;Isi form yang di sediakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: normal;"&gt;URL –&gt; Isi dengan URL blog anda&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: normal;"&gt;Comments –&gt; Isi dengan keyword atau kata kunci yang berhubungan dengan blog anda&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: normal;"&gt;Isi kotak kosong dengan huruf Verifikasi yang tersedia&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: normal;"&gt;Klik tombol Add URL&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;=====SELESAI=====&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: normal;"&gt;Catatan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: normal;"&gt; Setelah anda melakukan pendaftaran ke Google, maka tidak serta merta blog anda terindeks pada mesin pencarinya, akan tetapi memerlukan 3 sampai 4 minggu baru blog sanda bisa terindeks. Jika sudah 3 sampai 4 minggu, maka cobalah ketik alamat blog sobat pada mesin pencari google, apakah sudah terindeks atau belum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://yahoo.com/"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 186px; height: 36px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC-bxM8RsiytSx1Dyk5Ab1mI7YmhvYoLpbm0DuKNjgXpHV65YfT7YPEAGjAFVkCuvD40h4hlyneNX_dlko59_CVHwHuK0YG_P_HaER4mU5ONSHJWAKFPPgnvnFtTeJmqcTtyrsLDACOK8/s200/yahoo.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284371366237702546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: normal;"&gt;Silahkan kunjungi &lt;a href="http://siteexplorer.search.yahoo.com/submit"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;http://siteexplorer.search.yahoo.com/submit&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Akan tetapi untuk mendaftar ke    yahoo, anda harus  mempunyai account yahoo, &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: normal;"&gt;Login account yahoo anda&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: normal;"&gt;Silahkan isi kolom tersebut dengan URL anda&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: normal;"&gt;Klik tombol Add URL&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: normal;"&gt;Jika ingin memasukan alamat feed sekalian, anda bisa memasukannya. dengan cara tinggal menambahkan atom.xml di belakang URL blog anda contoh : untuk blog saya ini mempunyai alamat feed sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: normal;"&gt;http://sang-adhie.blogspot.com/atom.xml&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;=====SELESAI=====&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://msn.com/"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 139px; height: 41px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNX2IDnNL9p6JCkucc5Uw4xANJVnzSaFbdDSwmbg4BXTGroXnCor1oe8UBSWuKz2Ab4nv8y3-lomvxxZ_dkihhCpcDvrtNSxZxEIQyhxLnTJVjiJX-jSMbayCM2iM4uLnsLCzcafVuutQ/s200/msn.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284373641410246498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: normal;"&gt;Silahkan junjungi &lt;a href="http://search.msn.com/docs/submit.aspx?FORM=WSDD2"&gt;http://search.msn.com/docs/submit.aspx?FORM=WSDD2&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: normal;"&gt;Silahkan sobat isi huruf verifikasi &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: normal;"&gt;Silahkan isi URL anda&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: normal;"&gt;Klik tombol Submit URL&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:130%;" &gt;====Good luck====&lt;span style="font-family: arial; font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/blogspot/sangadhie&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJDFYghkRqCZE7H9c_gGkoGVSoZArlMyFL4BUDG7tFBF6yyNoH5Zqj-_aVpzhRgilAertNvpTKHyAOJeq9KiblCpBhlQgI0Fv1_7k7F6W89k4FoebctIpQXBmVeT5akwBozct6VJX1_Sw/s72-c/logo.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Pengantar Search Engine</title><link>http://sang-adhie.blogspot.com/2008/12/pengantar-search-engine.html</link><category>Tutorial SEO</category><author>noreply@blogger.com (")</author><pubDate>Sat, 27 Dec 2008 15:25:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3731672770278942407.post-3584811907325413029</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://google.com/"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 153px; height: 61px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJDFYghkRqCZE7H9c_gGkoGVSoZArlMyFL4BUDG7tFBF6yyNoH5Zqj-_aVpzhRgilAertNvpTKHyAOJeq9KiblCpBhlQgI0Fv1_7k7F6W89k4FoebctIpQXBmVeT5akwBozct6VJX1_Sw/s200/logo.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284371039042343570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://yahoo.com/"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 186px; height: 36px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC-bxM8RsiytSx1Dyk5Ab1mI7YmhvYoLpbm0DuKNjgXpHV65YfT7YPEAGjAFVkCuvD40h4hlyneNX_dlko59_CVHwHuK0YG_P_HaER4mU5ONSHJWAKFPPgnvnFtTeJmqcTtyrsLDACOK8/s200/yahoo.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284371366237702546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://msn.com/"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 118px; height: 35px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNX2IDnNL9p6JCkucc5Uw4xANJVnzSaFbdDSwmbg4BXTGroXnCor1oe8UBSWuKz2Ab4nv8y3-lomvxxZ_dkihhCpcDvrtNSxZxEIQyhxLnTJVjiJX-jSMbayCM2iM4uLnsLCzcafVuutQ/s200/msn.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284373641410246498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;
&lt;br /&gt;Search Engine Optimazation&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;Banyak Blogger kebingungan, sudah punya blog (cantik dan sexy lagi tampilannya), kontennya menarik, tp ketika dicari di mesin pencari belum terdaftar.  Padahal yang namanya bog, saya yakin bukan untuk dikonsumsi atau dibaca sendiri, tetapi diharapkan seantero dunia bisa membacanya (kalau bisa, he...he).  Nah, persoalan tersebut dikarenakan blog tersebut mungkin belum didaftarkan pada mesin pencari atau belum melakukan SEO.  Tapi ngemeng-ngemeng (meminjam istilah Tukul), SEO, makhluk apaan tuh???? Bingung2 ku memikirkan....
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:130%;" &gt;Definisi SEO&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;Search Engine Optimazation atau biasa disingkat SEO adalah cara atau langkah-langkah yang dilakukan untuk mengoptimalkan web atau blog agar mesin pencari dapat mengindeks secara lebih baik isi dari web.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Lebih jelasnya, saya kutipkan penjelasan dari &lt;a href="http://wikipedia.com/"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;wikipedia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; :
&lt;br /&gt;Mesin pencari web bekerja dengan cara menyimpan informasi tentang banyak &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Halaman_web&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Halaman web (belum dibuat)"&gt;halaman web&lt;/a&gt;, yang diambil langsung dari WWW. Halaman-halaman ini diambil dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Web_crawler&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Web crawler (belum dibuat)"&gt;web crawler&lt;/a&gt; — &lt;i&gt;browser&lt;/i&gt; web otomatis yang mengikuti setiap pranala yang dilihatnya. Isi setiap halaman lalu dianalisis untuk menentukan cara mengindeksnya (misalnya, kata-kata diambil dari judul, subjudul, atau &lt;i&gt;field&lt;/i&gt; khusus yang disebut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Meta_tag&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Meta tag (belum dibuat)"&gt;meta tag&lt;/a&gt;). Data tentang halaman web disimpan dalam sebuah database indeks untuk digunakan dalam pencarian selanjutnya. Sebagian mesin pencari, seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Google" title="Google"&gt;Google&lt;/a&gt;, menyimpan seluruh atau sebagian &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Halaman_sumber&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Halaman sumber (belum dibuat)"&gt;halaman sumber&lt;/a&gt; (yang disebut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cache" title="Cache" class="mw-redirect"&gt;cache&lt;/a&gt;) maupun informasi tentang halaman web itu sendiri.
&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Manfaat&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Manfaat (belum dibuat)"&gt;Manfaat&lt;/a&gt; mesin pencari bergantung pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Relevansi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Relevansi (belum dibuat)"&gt;relevansi&lt;/a&gt; hasil-hasil yang diberikannya. Meskipun mungkin ada jutaan halaman web yang mengandung suatu kata atau frase, sebagian halaman mungkin lebih relevan, populer, atau autoritatif daripada yang lain. Kebanyakan mesin pencari menggunakan berbagai metode untuk menentukan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Peringkat&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Peringkat (belum dibuat)"&gt;peringkat&lt;/a&gt; hasil pencarian agar mampu memberikan hasil "terbaik" lebih dahulu. Cara mesin menentukan halaman mana yang paling sesuai, dan urutan halaman-halaman itu diperlihatkan, sangat bervariasi. Metode-metodenya juga berubah seiring waktu dengan berubahnya penggunaan internet dan berevolusinya teknik-teknik baru.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Beberapa Mesin Pencari yang Populer kita kenal, diantaranya :
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://yahoo.com/"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 153px; height: 61px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJDFYghkRqCZE7H9c_gGkoGVSoZArlMyFL4BUDG7tFBF6yyNoH5Zqj-_aVpzhRgilAertNvpTKHyAOJeq9KiblCpBhlQgI0Fv1_7k7F6W89k4FoebctIpQXBmVeT5akwBozct6VJX1_Sw/s200/logo.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284371039042343570" border="0" /&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 186px; height: 36px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC-bxM8RsiytSx1Dyk5Ab1mI7YmhvYoLpbm0DuKNjgXpHV65YfT7YPEAGjAFVkCuvD40h4hlyneNX_dlko59_CVHwHuK0YG_P_HaER4mU5ONSHJWAKFPPgnvnFtTeJmqcTtyrsLDACOK8/s200/yahoo.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284371366237702546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://msn.com/"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 118px; height: 35px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNX2IDnNL9p6JCkucc5Uw4xANJVnzSaFbdDSwmbg4BXTGroXnCor1oe8UBSWuKz2Ab4nv8y3-lomvxxZ_dkihhCpcDvrtNSxZxEIQyhxLnTJVjiJX-jSMbayCM2iM4uLnsLCzcafVuutQ/s200/msn.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284373641410246498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/blogspot/sangadhie&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJDFYghkRqCZE7H9c_gGkoGVSoZArlMyFL4BUDG7tFBF6yyNoH5Zqj-_aVpzhRgilAertNvpTKHyAOJeq9KiblCpBhlQgI0Fv1_7k7F6W89k4FoebctIpQXBmVeT5akwBozct6VJX1_Sw/s72-c/logo.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Cara Menempatkan kode adsense pada Blog</title><link>http://sang-adhie.blogspot.com/2008/12/cara-menempatkan-kode-adsense-pada-blog.html</link><category>Tutorial Adsense</category><author>noreply@blogger.com (")</author><pubDate>Fri, 26 Dec 2008 13:41:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3731672770278942407.post-1613162189416701892</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian &lt;a href="http://movietimesx.com/"&gt;Blogger&lt;/a&gt; pemula menanyakan bagaimana caranya menempatkan kode adsense pada blog atau web.  Untungnya &lt;a href="http://movietimesx.com/"&gt;Mba Google&lt;/a&gt; tidak pelit dan baik hati mau berbagi.  Berikut saya sarikan dari &lt;a href="http://google.com/" style="color: #3366ff;"&gt;www.google.com&lt;/a&gt; , petunjuk cara menempatkan kode adsense pada blog : &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CFreedom%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CFreedom%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;style&gt;
 &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Courier; 	panose-1:2 7 4 9 2 2 5 2 4 4; 	mso-font-alt:"Courier New"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:modern; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; 
&lt;/style&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. Menyalin kode AdSense&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;hr color="#336699" noshade="noshade" size="1" style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;" width="100%" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama-tama, Anda harus mendapatkan kode AdSense Anda. Anda dapat memperoleh kode tersebut dengan sign in ke &lt;a href="http://movietimesx.com/"&gt;account &lt;/a&gt;Anda, membuka tab &lt;b&gt;Konfigurasi AdSense&lt;/b&gt;, lalu mengikuti langkah-langkah panduan untuk mendapatkan kode tersebut. Setelah menyesuaikan unit AdSense dengan pengaturan yang dikehendaki, Anda akan mendapatkan kode yang telah disesuaikan dalam kotak &lt;b&gt;Kode AdSense Anda&lt;/b&gt;. Salin dan sisipkan kode tersebut ke kode sumber HTML situs Anda. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWqqZ-k5KrVVx6T3OWmxjQi7QYIUKR5iR-IruceIkqnMGUKDRfOLor4VOjRsIM3TUWeLQkyEamDYN9_A5eBzcECxnTgpx2nCzysPQ2EIL2uopsceRoB1Rb6OlrGEb2y7nomgyGIPO4n5o/s1600-h/kode+adsense.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283974776963719122" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWqqZ-k5KrVVx6T3OWmxjQi7QYIUKR5iR-IruceIkqnMGUKDRfOLor4VOjRsIM3TUWeLQkyEamDYN9_A5eBzcECxnTgpx2nCzysPQ2EIL2uopsceRoB1Rb6OlrGEb2y7nomgyGIPO4n5o/s200/kode+adsense.gif" style="cursor: pointer; height: 141px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk menyalin kode, sorot seluruh konten dalam kotak &lt;b&gt;Kode AdSense Anda&lt;/b&gt; dengan mengklik di manapun dalam kotak tersebut menggunakan mouse. Anda akan mengetahui bahwa kode tersebut telah dipilih bila seluruh konten dalam kotak disorot dengan warna biru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya, dari browser &lt;b&gt;Menu edit&lt;/b&gt; Anda, pilih&lt;b&gt;Salin&lt;/b&gt; untuk menyalin area yang disorot. Jika tidak ingin menyisipkan kode secara langsung ke kode sumber HTML situs, Anda dapat menyisipkannya ke aplikasi lain, seperti Notepad, sewaktu mengakses kode sumber Anda pada bagian berikutnya.&lt;/div&gt;&lt;b&gt; &lt;span style="color: green;"&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.do" name="2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b style="color: black;"&gt;2. Menyisipkan kode AdSense&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;hr color="#336699" noshade="noshade" size="1" style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;" width="100%" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Bagian ini berisi cara menyisipkan kode ke kode sumber HTML halaman Anda. Jika Anda tidak terbiasa dengan HTML, lihat&lt;/span&gt; &lt;a href="https://www.google.com/adsense/support/bin/answer.py?answer=44511&amp;amp;topic=1165#3"&gt;langkah 3&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;Untuk menampilkan iklan Google di situs Web, Anda harus menyalin kode iklan persis seperti yang ditampilkan dalam tab Konfigurasi AdSense account Anda, lalu menyisipkannya secara langsung ke kode sumber HTML halaman Web, tanpa modifikasi apapun. Memodifikasi kode iklan melanggar kebijakan program kami dan dapat mengakibatkan kesahan pada halaman Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;Setelah menyalin kode AdSense, kembali ke desktop Anda, lalu buka editor HTML. Setelah mengakses kode sumber HTML, klik posisi yang dikehendaki untuk menempatkan kode iklan Anda, lalu pilih Sisipkan dari menu Edit.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;Setelah selesai menyisipkan kode ke halaman Web, Anda harus menyimpan perubahan dan meng-upload atau mempublikasikan halaman yang telah diperbarui ke server Anda. Jika Anda mengalami kesulitan saat meng-upload ke server, hubungi host Web Anda. Perlu diketahui bahwa setelah menyisipkan kode iklan ke sumber HTML halaman, kode iklan harus terlihat sama persis dengan yang ditampilkan dalam account AdSense Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;Jika telah diterapkan dengan benar, iklan Google akan segera muncul di layar.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;&lt;a href="https://www.google.com/adsense/support/bin/answer.py?answer=44511&amp;amp;topic=1165#top"&gt;Kembali ke atas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.do" name="3"&gt;&lt;/a&gt;3. Dasar-dasar HTML&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;hr color="#336699" noshade="noshade" size="1" style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;" width="100%" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;Jika Anda tidak terbiasa dengan HTML, kami akan memberikan sedikit penjelasan. HTML (Hyper Text Markup Language) adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk menulis halaman Web. Bahasa pengkodean ini digunakan di World Wide Web. &lt;a href="http://movietimesx.com/"&gt;Browser &lt;/a&gt;Web membaca HTML untuk menampilkan konten halaman. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.do" name="3a"&gt;&lt;/a&gt;3a. Cara melihat kode sumber&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;Jika Anda ingin melihat dokumen HTML (disebut juga 'kode sumber'), pertama-tama buka browser Web. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;Setelah itu, buka halaman yang sumbernya akan Anda lihat, kemudian klik View pada panel menu di bagian atas layar. Selanjutnya, pilih Source jika Anda menggunakan Internet Explorer&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiE1_Qs_VLEKxh-KX_V_6eJR74If2sKxmNDTDM4XmhNaKTei9kSC3SX_JVzFClQgcTBUFzISZLB3GJNt5PWWsXArfDimDDV21yvggnDsi-p9HYHYPaHNO9UPWIIqoI8mH76gPDo7ZqVaIU/s1600-h/kode+adsense2.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283975564670836770" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiE1_Qs_VLEKxh-KX_V_6eJR74If2sKxmNDTDM4XmhNaKTei9kSC3SX_JVzFClQgcTBUFzISZLB3GJNt5PWWsXArfDimDDV21yvggnDsi-p9HYHYPaHNO9UPWIIqoI8mH76gPDo7ZqVaIU/s200/kode+adsense2.gif" style="cursor: pointer; height: 121px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;Dokumen HTML yang berisi kode sumber halaman tersebut akan muncul di layar.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.do" name="3b"&gt;&lt;/a&gt;3b. Hal yang harus dicari dalam kode sumber HTML&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;Setiap dokumen HTML terdiri dari tag dalam tanda kurung yang akan memberitahukan browser Web tentang cara menampilkan elemen HTML. Semua elemen HTML dimulai dengan tag pembuka (&amp;lt; &amp;gt;) dan diakhiri dengan tag penutup (). Semua dokumen HTML memiliki struktur dasar sebagai berikut (berwarna &lt;span style="color: #3366ff;"&gt;biru&lt;/span&gt;):&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CFreedom%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;
 &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Courier; 	panose-1:2 7 4 9 2 2 5 2 4 4; 	mso-font-alt:"Courier New"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:modern; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; 
&lt;/style&gt;  &lt;/div&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CFreedom%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" style="color: black; font-weight: normal;"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;
 &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Courier; 	panose-1:2 7 4 9 2 2 5 2 4 4; 	mso-font-alt:"Courier New"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:modern; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; 
&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Courier;"&gt;( &amp;gt; ) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(   ) &lt;br /&gt;
(  ) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(  ) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(  ) &lt;br /&gt;
( &lt;/span&gt;  )&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Courier;"&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;Tag pembuka  &lt;meta content="text/html; charset=utf-8" equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CFreedom%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;
 &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; 
&lt;/style&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 12;"&gt;(  )&lt;/span&gt;akan memberitahukan browser bahwa ini adalah bagian awal dokumen HTML Anda. Tag pembuka &lt;meta content="text/html; charset=utf-8" equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CFreedom%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;
 &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; 
&lt;/style&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 12;"&gt;(  ) &lt;/span&gt;  berisi informasi kepala dan tidak terlihat saat Anda melihat halaman dalam browser Anda. Teks apapun yang ditampilkan di antara beberapa tag BODY &lt;meta content="text/html; charset=utf-8" equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CFreedom%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;
 &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; 
&lt;/style&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 12;"&gt;(  and ) &lt;/span&gt; akan muncul dalam browser Anda. Tag penutup ( &lt;meta content="text/html; charset=utf-8" equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CFreedom%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;
 &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; 
&lt;/style&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 12;"&gt; )&lt;/span&gt; akan memberitahukan browser bahwa ini adalah bagian akhir dokumen HTML Anda. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;Agar iklan ditampilkan sebagaimana mestinya, Anda harus menempatkan kode iklan di antara tag pembuka  dan tag penutup kode sumber Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;Jika Anda sulit dalam menemukan tag , coba tekan tombol 'CTRL' dan 'F' pada PC, atau tombol 'COMMAND' dan 'F' pada Mac untuk membuka kotak Find text. Setelah itu, ketik '&lt;body' atau="" mencari="" pembuka="" tag="" tanda="" tanpa="" untuk=""&gt;&lt;/body'&gt;Find next.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;&lt;a href="https://www.google.com/adsense/support/bin/answer.py?answer=44511&amp;amp;topic=1165#top"&gt;Kembali ke atas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.do" name="4"&gt;&lt;/a&gt;4. Menyisipkan menggunakan editor WYSIWYG&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;hr color="#336699" noshade="noshade" size="1" style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;" width="100%" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;Jika Anda menggunakan editor HTML dengan rancangan yang disempurnakan, sering kali disebut sebagai WYSIWYG (Apa yang Anda Lihat Adalah yang Anda Dapatkan), mungkin akan menggunakan fitur Tampilan Kode yang berisi tampilan HTML, Desain/Normal, dan Pratinjau. Editor Anda mungkin juga menggunakan fitur Penyisipan HTML yang memanfaatkan tab menu 'Sisipkan'. Jika Anda tidak dapat menemukan kode sumber HTML halaman Web dalam editor WYSYWIG, hubungi tim dukungan perangkat lunak pengeditan HTML untuk mendapatkan petunjuk khusus tentang cara menemukan tampilan ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;Pada bagian berikut, kami akan menunjukkan beberapa contoh penyisipan kode AdSense menggunakan Tampilan Kode dan Penyisipan HTML. Karena setiap editor berbeda dan hanya Anda yang mengetahui tampilan halaman Web yang akan dibuat, maka kami tidak dapat memberikan petunjuk pasti tentang cara menyisipkan kode iklan Anda. Namun, kami harap beberapa contoh berikut akan bermanfaat bagi Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;Anda juga dapat melihat penerapan AdSense oleh penayang lain menggunakan editor HTML Anda yang spesifik di &lt;a href="http://groups.google.com/group/adsense-help?sourceid=asos&amp;amp;subid=ww-en-et-homepage&amp;amp;medium=link"&gt;Forum Bantuan AdSense&lt;/a&gt; (hanya dalam bahasa Inggris).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.do" name="4a"&gt;&lt;/a&gt;4a. Menggunakan Tampilan Kode&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;Jika editor Web Anda menggunakan fitur Tampilan Kode, ikuti petunjuk ini untuk menyisipkan kode AdSense Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;Dengan menggunakan editor, buka halaman Web yang diinginkan untuk menampilkan AdSense. Pada tampilan &lt;st1:place st="on"&gt;Normal&lt;/st1:place&gt; atau Desain, pilih lokasi dalam dokumen yang Anda inginkan untuk menempatkan AdSense. Dalam contoh ini, kami akan menempatkan unit iklan leaderboard di bagian bawah judul.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpP2FdX4WHNnIPIIdq_CMlzAmQYCHo4pPW9ragE5_Nx9SU8MzTMe57bqXplUQvL9Ez1_IaePMUHWclPyBT2vYKEy4qa3WKPD5ks4zwNDRih1CiTFmoMYVyCesvjpVS4w-mfArIf2PZ1-Q/s1600-h/adsense3.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283978053744608226" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpP2FdX4WHNnIPIIdq_CMlzAmQYCHo4pPW9ragE5_Nx9SU8MzTMe57bqXplUQvL9Ez1_IaePMUHWclPyBT2vYKEy4qa3WKPD5ks4zwNDRih1CiTFmoMYVyCesvjpVS4w-mfArIf2PZ1-Q/s200/adsense3.gif" style="cursor: pointer; height: 146px; width: 165px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;Salin kode iklan dari kotak teks Kode AdSense Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjr1but1IebINKPn6PXbApTrNB7mnXZhBEHF_f82BKw8CB_940dDo7vpuif0xVyWPk70rUcRRs_AMU1u1MKDHkpmPpAe-ExCxpoPRoGqclBf603YXbDiMmH7fj0CwbYttyffgck-ptyl2U/s1600-h/adsense4.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283979425434337042" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjr1but1IebINKPn6PXbApTrNB7mnXZhBEHF_f82BKw8CB_940dDo7vpuif0xVyWPk70rUcRRs_AMU1u1MKDHkpmPpAe-ExCxpoPRoGqclBf603YXbDiMmH7fj0CwbYttyffgck-ptyl2U/s200/adsense4.gif" style="cursor: pointer; height: 104px; width: 172px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;Pada editor, ubah ke tampilan HTML. Sisipkan kode iklan antara tag &lt;meta content="text/html; charset=utf-8" equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CFreedom%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;
 &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; 
&lt;/style&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 12;"&gt;( &lt;span style="color: #3366ff;"&gt; and &lt;/span&gt; )&lt;/span&gt; tempat kursor berkedip. Menyisipkan kode iklan di luar tag &lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 12;"&gt;(  )&lt;/span&gt;  akan membuat iklan tidak ditampilkan dengan benar.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEtxUHww6ublsuMsb9GsLdCYnqGlqhGvkqbqq9VoXS737WFCBJ2qfTRFg4UUuCO24zMPt1qsczil-hyRvnHWv64qpIhw4-A_BzhwmkSbpNsh4mdiKtJ5GdEEiBsUSOZiDVlZhSCYl0GBA/s1600-h/adsense5.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283980490701729378" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEtxUHww6ublsuMsb9GsLdCYnqGlqhGvkqbqq9VoXS737WFCBJ2qfTRFg4UUuCO24zMPt1qsczil-hyRvnHWv64qpIhw4-A_BzhwmkSbpNsh4mdiKtJ5GdEEiBsUSOZiDVlZhSCYl0GBA/s200/adsense5.gif" style="cursor: pointer; height: 157px; width: 155px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;Buka tab Pratinjau editor untuk mengkonfirmasikan bahwa kode iklan telah disisipkan dengan benar. Jika telah dilakukan dengan benar, iklan tersebut akan terlihat. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8QFB_b_-SA0UImhq0x4sYu4bdiNZ3EGr2q6xzFx8NKd6oMp9s_iuC_k79Cf80yQqteuteZjshX8ECN3-I7kJhh1fUGRTo6jhyHPlv7B9uYJOfFRjBLr0MIOXVggHLdWBa50Vrh6wng50/s1600-h/adsense6.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283980750481780866" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8QFB_b_-SA0UImhq0x4sYu4bdiNZ3EGr2q6xzFx8NKd6oMp9s_iuC_k79Cf80yQqteuteZjshX8ECN3-I7kJhh1fUGRTo6jhyHPlv7B9uYJOfFRjBLr0MIOXVggHLdWBa50Vrh6wng50/s200/adsense6.gif" style="cursor: pointer; height: 120px; width: 138px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal;"&gt;&lt;a href="http://www.google.com/images/adsense/en_us/support/CodeImpGuide/ci_07_preview_large_en.gif"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Jika Anda menyukai hasilnya, buka File dalam menu, kemudian klik Publikasikan Web.... Tindakan ini akan meng-upload situs Web Anda ke Web dengan menampilkan iklan Google.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHIYrgFPbSoxvNzc7iKAPZWJDqm37eXfyEPXk2MU473Mh4V-BX_BdJBw5lW6ERJfT7NGWRCczRhqW3SLCjlG5Gf7_6NbIWtUgpi45rSVQ0ZD9qJrN2TYd70goJsUHSTfrCmqPPgpKlQI8/s1600-h/adsense7.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283981544205311474" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHIYrgFPbSoxvNzc7iKAPZWJDqm37eXfyEPXk2MU473Mh4V-BX_BdJBw5lW6ERJfT7NGWRCczRhqW3SLCjlG5Gf7_6NbIWtUgpi45rSVQ0ZD9qJrN2TYd70goJsUHSTfrCmqPPgpKlQI8/s200/adsense7.gif" style="cursor: pointer; height: 144px; width: 147px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal;"&gt;&lt;a href="http://www.google.com/images/adsense/en_us/support/CodeImpGuide/ci_08_publish_large_en.gif"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-weight: normal;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.do" name="4b"&gt;&lt;/a&gt;4b. Menggunakan Penyisipan HTML &lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Jika editor Web Anda menggunakan fitur Penyisipan HTML, ikuti petunjuk ini untuk menyisipkan kode AdSense Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Pertama-tama, salin kode AdSense dari kotak Kode AdSense Anda dalam account&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjr1but1IebINKPn6PXbApTrNB7mnXZhBEHF_f82BKw8CB_940dDo7vpuif0xVyWPk70rUcRRs_AMU1u1MKDHkpmPpAe-ExCxpoPRoGqclBf603YXbDiMmH7fj0CwbYttyffgck-ptyl2U/s1600-h/adsense4.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283979425434337042" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjr1but1IebINKPn6PXbApTrNB7mnXZhBEHF_f82BKw8CB_940dDo7vpuif0xVyWPk70rUcRRs_AMU1u1MKDHkpmPpAe-ExCxpoPRoGqclBf603YXbDiMmH7fj0CwbYttyffgck-ptyl2U/s200/adsense4.gif" style="cursor: pointer; height: 104px; width: 172px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Selanjutnya, dengan menggunakan editor, buka halaman Web yang Anda inginkan untuk menampilkan AdSense. Klik pilihan Sisipkan pada toolbar, kemudian tarik ke bawah, kemudian klik HTML.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjncPpIx9WkvblOVwNeuieQzHFVc53TzKRMozsZ4BOq2hAlVn3C2-bXEXlvKR0aiHRq386XmDuHmJcL5_aF7bKZAWi-FDP935F2ARxtwexN5dzLy0ABFRsSdbnLvPStzYIlIo3kU7lMfCk/s1600-h/adsense9.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283981854365721842" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjncPpIx9WkvblOVwNeuieQzHFVc53TzKRMozsZ4BOq2hAlVn3C2-bXEXlvKR0aiHRq386XmDuHmJcL5_aF7bKZAWi-FDP935F2ARxtwexN5dzLy0ABFRsSdbnLvPStzYIlIo3kU7lMfCk/s200/adsense9.gif" style="cursor: pointer; height: 121px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Kini kotak Kode HTML akan muncul di layar. Sisipkan kode AdSense Anda ke kotak, kemudian klik OK.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcMW63ogWA4zJdptRTvgUgqkSup-u5SAUdMvvQdZKsrlukLESmn1vVy1yNy1scYffgjbBHdmtexCbEooKWMn2EhssN1eP2tZdiofepC-UCNGUGCi-5nf9zgJdEtcJOFgsZVgJiHEAsnFU/s1600-h/adsese10.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283982084651301906" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcMW63ogWA4zJdptRTvgUgqkSup-u5SAUdMvvQdZKsrlukLESmn1vVy1yNy1scYffgjbBHdmtexCbEooKWMn2EhssN1eP2tZdiofepC-UCNGUGCi-5nf9zgJdEtcJOFgsZVgJiHEAsnFU/s200/adsese10.gif" style="cursor: pointer; height: 178px; width: 178px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Setelah melakukannya, kotak HTML baru akan muncul di layar. Anda dapat memindahkan kotak ini ke salah satu lokasi di situs Web, namun Anda tidak dapat menumpuk kotak HTML pada kotak teks atau grafis lainnya di situs Web. Penumpukan akan mengakibatkan iklan Anda tidak muncul atau terjadi kesalahan saat Anda meng-upload situs Web. Perlu diketahui juga bahwa Anda dapat menyesuaikan ukuran kotak HTML dengan tata letak Anda. Dalam contoh ini, kami telah mengubah ukuran kotak HTML agar kode iklan syscraper sesuai dengan ukuran sidebar halaman Web ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJuy0LET_uXnjSa2hZ6_FIaHSmFDhPYEEO0KNLy9927p4ULI7CfGfnyL4WMdTAp2w-AsYATaIuTc2f5NJgdhTZIE6JRBUFslzzk1nTZoBGstT9XDQUk0u4AvQF390zXtttCLo7ZKZIZ_s/s1600-h/adsense11.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283982319588700930" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJuy0LET_uXnjSa2hZ6_FIaHSmFDhPYEEO0KNLy9927p4ULI7CfGfnyL4WMdTAp2w-AsYATaIuTc2f5NJgdhTZIE6JRBUFslzzk1nTZoBGstT9XDQUk0u4AvQF390zXtttCLo7ZKZIZ_s/s200/adsense11.gif" style="cursor: pointer; height: 126px; width: 123px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh69H0TSXc8_6noCDcdhSn9ew3HbTd4gMT047P-wAOC8hHC_z8ilwMvakOY0E1n5BZ6QPkF5nvSpJkCA-7LgwEKUTCFICBbSswyecqLFJJN71AloS5N_ENuAgR-5zH9dvXwg7XOb3gU2Yw/s1600-h/adsense12.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Pada kondisi ini, Anda dapat melihat unit iklan skyscraper ditampilkan di sisi kanan halaman. Pastikan Anda memilih format iklan yang sesuai dengan ruang kosong di situs Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrGSwzqlR_uSAF4OPEhG7wt61S0g7RslidHdrQhgIq_NSljtbBkAF3g-M-QewAjLGyalt9RVK1wlA_SzkUg67Ola4DlFVUcVJIUPEVXf7nPhwpqoP9mS-UgMI3PRtNLHv7XSI_MZTH254/s1600-h/adsense13.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283982866525922322" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrGSwzqlR_uSAF4OPEhG7wt61S0g7RslidHdrQhgIq_NSljtbBkAF3g-M-QewAjLGyalt9RVK1wlA_SzkUg67Ola4DlFVUcVJIUPEVXf7nPhwpqoP9mS-UgMI3PRtNLHv7XSI_MZTH254/s200/adsense13.gif" style="cursor: pointer; height: 129px; width: 123px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Jika Anda telah menyukai penempatan iklan tersebut, buka File, kemudian klik Publikasikan. Jika telah diterapkan dengan benar, iklan Google akan segera muncul di layar.&lt;/div&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrGSwzqlR_uSAF4OPEhG7wt61S0g7RslidHdrQhgIq_NSljtbBkAF3g-M-QewAjLGyalt9RVK1wlA_SzkUg67Ola4DlFVUcVJIUPEVXf7nPhwpqoP9mS-UgMI3PRtNLHv7XSI_MZTH254/s1600-h/adsense13.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh69H0TSXc8_6noCDcdhSn9ew3HbTd4gMT047P-wAOC8hHC_z8ilwMvakOY0E1n5BZ6QPkF5nvSpJkCA-7LgwEKUTCFICBbSswyecqLFJJN71AloS5N_ENuAgR-5zH9dvXwg7XOb3gU2Yw/s1600-h/adsense12.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283982583393137090" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh69H0TSXc8_6noCDcdhSn9ew3HbTd4gMT047P-wAOC8hHC_z8ilwMvakOY0E1n5BZ6QPkF5nvSpJkCA-7LgwEKUTCFICBbSswyecqLFJJN71AloS5N_ENuAgR-5zH9dvXwg7XOb3gU2Yw/s200/adsense12.gif" style="cursor: pointer; height: 109px; width: 160px;" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;*&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #3366ff; font-size: 180%;"&gt;SELAMAT MENCOBA &amp;amp; GOOD LUCK&lt;/span&gt; &lt;span style="color: red;"&gt;*&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/blogspot/sangadhie&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWqqZ-k5KrVVx6T3OWmxjQi7QYIUKR5iR-IruceIkqnMGUKDRfOLor4VOjRsIM3TUWeLQkyEamDYN9_A5eBzcECxnTgpx2nCzysPQ2EIL2uopsceRoB1Rb6OlrGEb2y7nomgyGIPO4n5o/s72-c/kode+adsense.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total></item><item><title>Daftar Istilah Adsense</title><link>http://sang-adhie.blogspot.com/2008/12/daftar-istilah-adsense.html</link><category>Tutorial Adsense</category><author>noreply@blogger.com (")</author><pubDate>Fri, 26 Dec 2008 13:07:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3731672770278942407.post-3972727731196186153</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CFreedom%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h2 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:2; 	font-size:18.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	font-weight:bold;} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:34238913; 	mso-list-template-ids:2079492322;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	font-family:Symbol;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Berikut daftar istilah Adsense yang sering digunakan oleh Mbah Google :&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Orkut&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.orkut.com/"&gt;Orkut&lt;/a&gt; adalah jaringan sosial dan situs diskusi yang dijalankan oleh Google.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;API&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;API atau antarmuka pemrograman aplikasi merupakan antarmuka yang dapat digunakan aplikasi atau sistem komputer untuk mengakses kumpulan fungsi atau program dari pihak ketiga. Lebih khusus, &lt;a href="http://code.google.com/apis/adsense/index.html"&gt;AdSense API&lt;/a&gt; adalah layanan beta gratis yang dapat digunakan pengembang situs Web untuk mengintegrasikan AdSense ke penawaran situs Web.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat ini, AdSense API hanya didukung dalam bahasa Inggris. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi &lt;a href="http://code.google.com/apis/adsense/"&gt;http://code.google.com/apis/adsense/&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;BPT (biaya per tindakan)&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;BPT (biaya per tindakan) adalah jumlah yang akan dibayarkan pengiklan bila pengguna menyelesaikan tindakan tertentu. Misalnya, sebuah maskapai penerbangan dapat membayar BPT tertentu setiap kali pengguna mengklik iklan dan membeli tiket pesawat mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;BPT Efektif&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagi penayang, BPTe (biaya per seribu tayang efektif) adalah cara yang bermanfaat untuk membandingkan penghasilan di berbagai saluran dan program iklan. BPTe dihitung dengan membagi penghasilan total terhadap jumlah tayangan dalam ribuan. Misalnya, jika penayang memperoleh $180 (atau yang setara dengan mata uang domestik) dari 45.000 tayangan, maka nilai BPTe adalah $180/45, yakni sebesar $4,00 (atau yang setara dengan mata uang domestik). Namun, perlu diketahui bahwa BPTe adalah fitur laporan yang tidak menunjukkan jumlah pembayaran sebenarnya kepada penayang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Crawler&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Crawler, yang disebut juga spider atau bot, adalah perangkat lunak yang digunakan Google untuk memproses dan mengindeks konten halaman Web. Crawler AdSense akan mengunjungi situs Anda untuk menentukan kontennya agar dapat menyediakan iklan yang relevan.&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Lpaoran yang dapat dikirim melalui email&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Laporan yang dapat dikirim melalui email adalah template laporan tersimpan yang dapat dijadwalkan untuk dikirim melalui email kepada Anda menggunakan halaman &lt;b&gt;Manajer Laporan&lt;/b&gt; dalam account Anda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Pembayaran&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kolom Pembayaran pada halaman Riwayat Pembayaran akan menampilkan pembayaran yang telah dikirimkan kepada Anda melalui cek atau Transfer Dana Elektronik. Anda dapat mengklik link rincian yang terkait dengan pembayaran untuk mendapatkan rincian tambahan tentang tanggal dan jumlah pembayaran serta informasi pelacakan dan kurs, jika sesuai.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Penargetan penempatan&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pengiklan menggunakan fitur ini untuk menargetkan iklan ke penempatan terpisah di jaringan AdSense yang akan menjalankan iklan mereka. Iklan dapat ditempatkan di seluruh situs Web atau subkumpulan unit iklan tertentu dalam situs tersebut, misalnya hanya unit iklan pada halaman olahraga atau semua unit iklan di bagian atas halaman.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Penyesuaian&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Penghasilan Anda dapat mencakup debet atau kredit untuk berbagai alasan yang semuanya terdapat pada halaman Riwayat Pembayaran. Kemungkinan penyesuaian mencakup:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Biaya AdSense untuk      pencarian&lt;/b&gt;: sebagaimana tercantum dalam &lt;a href="https://www.google.com/adsense/terms"&gt;Persyaratan dan Ketentuan      Google AdSense&lt;/a&gt;, penghasilan AdSense untuk pencarian Anda mungkin sama      dengan biayanya. Hal ini hanya berlaku untuk sejumlah kecil penayang.      Untuk informasi lebih lanjut, telusuri &lt;a href="https://www.google.com/adsense/support/bin/answer.py?answer=9890"&gt;Dukungan      AdSense&lt;/a&gt;. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Biaya cek&lt;/b&gt;: biaya      yang dikaitkan dengan pengiriman cek khusus, atau permintaan penghentian      pembayaran &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Klik yang tidak valid&lt;/b&gt;:      penayang tidak akan menerima pembayaran untuk klik yang ternyata tidak      valid. Jika klik yang saat ini ditampilkan dalam laporan Anda dianggap      tidak valid, maka penghasilan akan disesuaikan dan dana pengiklan akan      dikembalikan. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Lainnya&lt;/b&gt;: mencakup      debet atau kredit yang tidak disertakan dalam kategori lainnya, seperti      yang dikaitkan dengan transfer penghasilan atau biaya yang terkait dengan      pengiriman cepat aman. Kategori ini juga mencakup pengurangan penghasilan      tidak rutin yang diperoleh dari pengiklan yang tidak membayar, seperti      tercantum dalam bagian Pembayaran pada &lt;a href="https://www.google.com/adsense/localized-terms"&gt;Persyaratan dan      Ketentuan&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Performa jaringan&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Untuk membantu Anda memutuskan produk pilihan, kami menyediakan informasi tentang setiap produk yang menunjukkan performa yang kami harapkan dibandingkan produk lain yang mungkin Anda pilih.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;Penghasilan/Klik yang Diharapkan&lt;/i&gt; menunjukkan penghasilan rata-rata yang diperoleh per klik selama tujuh hari terakhir untuk produk tertentu. Semakin banyak bintang berarti semakin banyak penghasilan yang diharapkan per klik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;Tingkat konversi rata-rata&lt;/i&gt; menunjukkan tingkat konversi rata-rata (jumlah konversi dibagi dengan jumlah klik iklan) selama tujuh hari terakhir untuk produk tertentu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Perlu diketahui bahwa prediksi ini tidak selalu tepat dan bahwa performa akan bervariasi, tergantung pada berbagai faktor, termasuk cara penerapan iklan di situs Anda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Saldo akhir bulan&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Halaman Riwayat Pembayaran akan menunjukkan saldo dalam account AdSense Anda pada akhir setiap bulan. Jumlah ini mencerminkan verifikasi penghasilan pada akhir bulan tersebut. Jika saldo account Anda pada akhir bulan melebihi US$100 (atau yang setara dengan mata uang domestik) dan tidak ada &lt;a href="https://www.google.com/adsense/support/bin/answer.py?answer=29077"&gt;penangguhan pembayaran&lt;/a&gt; dalam account, maka Anda akan dijadwalkan untuk menerima pembayaran tersebut pada bulan berikutnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Template laporan&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Template laporan adalah laporan lanjutan dengan pengaturan yang telah Anda berikan nama dan simpan untuk akses cepat di waktu mendatang. Template laporan tersimpan akan muncul pada halaman Ikhtisar dan dapat diakses dengan sekali klik. Template laporan dapat dikirim kepada Anda melalui email.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Unit AdSense&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Unit AdSense adalah unit iklan yang disimpan dengan kumpulan pengaturan iklan tertentu yang telah disesuaikan dalam account Anda. Bila Anda membuat unit AdSense, kemudian menyisipkan kode bagi unit tersebut pada halaman, Anda dapat memperbarui pengaturan unit AdSense dalam account untuk melihat perubahan pada semua halaman yang menampilkan kode unit AdSense tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber : &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://google.com/"&gt;www.google.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/blogspot/sangadhie&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Apa Itu Google Adsense</title><link>http://sang-adhie.blogspot.com/2008/12/apa-itu-google-adsense.html</link><category>Tutorial Adsense</category><author>noreply@blogger.com (")</author><pubDate>Fri, 26 Dec 2008 02:25:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3731672770278942407.post-1418816083723377599</guid><description>&lt;div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kini tak sedikit orang percaya bahwa Internet dapat menjadi tempat mencari penghasilan tambahan yang menjanjikan. Bahkan di banyak negara maju -yang transaksi online sudah menjadi &lt;em&gt;bussiness trend&lt;/em&gt;- tak sedikit pula yang berani melepaskan kerja reguler-formalnya untuk terjun penuh waktu mencari penghasilan lewat Internet.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apa benar kita bisa cari uang lewat Internet? Ya, asal tahu caranya!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3ndJ9o4kxaUCVMNpuKh2Kg7rKfDwFUKQfy1Ef4SnxKuneG9vDpfofTfSLN75XOgrCqOHnNQetF5YdAAhyphenhyphenhE0WAT7-YXYVWh52_WB5xgn-KP57_tLMBhmnj6KX9WE2SdLyAQoA4IVTWZQ/s1600-h/adsense.gif"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 379px; height: 64px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3ndJ9o4kxaUCVMNpuKh2Kg7rKfDwFUKQfy1Ef4SnxKuneG9vDpfofTfSLN75XOgrCqOHnNQetF5YdAAhyphenhyphenhE0WAT7-YXYVWh52_WB5xgn-KP57_tLMBhmnj6KX9WE2SdLyAQoA4IVTWZQ/s200/adsense.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283800522022456162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Google Adsense adalah program periklanan Google. Penjelasan singkatnya, jika kita memasang kode iklan Google, iklan tersebut akan muncul setiap pengunjung mengunjungi website / blog kita. Jika pengunjung melakukan klik pada salah satu iklan yang ada, kita bisa mendapatkan fee dari Google, mulai dari sekian sen dollar hingga beberapa dollar per klik. Iklan bisa muncul dalam bentuk teks, gambar, gabungan teks dan gambar, video maupun penggunaan software tertentu (browser Firefox misalnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah semudah demikian ? Ya dan tidak. Google Adsense adalah seni menarik perhatian pengunjung. Kemudahan dan nilai lebih Google Adsense terletak pada relevansi iklan yang muncul. Tanpa harus menipu pengunjung, iklan tersebut muncul secara relevan sesuai dengan isi dan tema posting website / blog. Pengunjung yang tertarik dengan iklan tersebut bisa saja melakukan klik pada iklan tanpa merasakan hal yang aneh, karena iklan yang muncul masih terkait dengan materi yang dibaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitannya, ada banyak faktor yang mendukung kesuksesan hal ini. Mulai dari penempatan iklan, isi posting hingga ketertarikan pengunjung terhadap iklan yang muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Google Adsense adalah salah satu cara mendapatkan uang dari internet yang sifatnya real dan bisa dibuktikan. Berbeda dengan model uang internet lainnya, tidak ada cara by pass untuk bisa sukses dengan Google Adsense. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Cara kerja google Adsense.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda hanya menempatkan iklan-iklan google di situs Anda, dan Anda akan di bayar per klik iklan. rata-rata google membayar setiap iklan yang di klik adalah sebesar $0.01 dan $5.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin akan tertawa jika mendengar betapa "kecilnya" google membayar. Tapi coba anda pikirkan , jika ada 50.000 klik x 0.01  ? = $500 itu dalam hitungan tarif iklan yang paling  kecil yakni $0.01&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini Saya kutip Penjelasan adsense yang sudah di bikin oleh Rekan Saya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Muhammad Rivai Andargini, &lt;/span&gt;dari situs &lt;a target="_blank" href="http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/247-Uang-dari-Internet,-Mulai-dari-yang-Real-hingga-sekedar-Money-Game-dan-Arisan-Berantai.html"&gt;Vavai.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berikut adalah beberapa saran saya kepada para blogger yang tertarik pada Google Adsense :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Jangan berpikir muluk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang bergabung dengan Google Adsense-biasa disebut Publisher Adsense-dan berpikir bisa mendapat gaji bulanan dalam jumlah besar. Hal ini membuat mereka cenderung mengambil jalan pintas dengan melakukan berbagai hal yang melanggar TOS (Term of Service) Google Adsense.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai uang yang didapat dari iklan yang diklik besarnya bervariasi. Bisa saja hanya satu hingga sepuluh sen US$ Dollar. Bisa juga satu hingga beberapa dollar per klik. Dalam satu hari, bisa saja tidak ada yang melakukan klik pada iklan (apalagi jika pengunjung hanya sedikit). Bagi orang yang ingin hasil besar tanpa kerja keras, tentu saja hal ini cukup menjengkelkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berpikir muluk soal Adsense. Memang ada banyak publisher Adsense yang sukses, tapi banyak juga yang gagal. Berpikirlah secara sederhana. Jika ingin bergabung dengan Google Adsense, niatkan untuk menjadikannya sebagai sebuah tantangan. Jangan berpikir soal uang terlebih dahulu. Tantangan Google Adsense adalah, bagaimana kita mengemas iklan, menempatkannya pada posisi dan lay-out yang sesuai serta menarik pengunjung dalam jumlah yang besar. Jadikan Google Adsense sebagai media untuk terus mengisi artikel bagus pada blog dan sebagai media melatih kedisiplinan dalam menulis. Semakin banyak artikel, semakin banyak peluang peningkatan pengunjung blog. Semakin banyak pengunjung blog, semakin besar peluang iklan di klik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mendapat hasil dari Google Adsense, anggaplah itu sebagai pengganti biaya surfing, hosting, domain dan sebagai bayaran atas artikel yang dibuat. Cek Google Adsense dikirim dalam kelipatan 100 US$, jadi, setelah dikurangi biaya transfer maupun pencairan cek, nilainya masih cukup untuk sekedar membayar biaya domain dan hosting selama 1 tahun. &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Menarik bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Segera daftar di &lt;a style="color: rgb(51, 102, 255);" href="http://googe.com/adsense"&gt;www.google.com/adsense&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/blogspot/sangadhie&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3ndJ9o4kxaUCVMNpuKh2Kg7rKfDwFUKQfy1Ef4SnxKuneG9vDpfofTfSLN75XOgrCqOHnNQetF5YdAAhyphenhyphenhE0WAT7-YXYVWh52_WB5xgn-KP57_tLMBhmnj6KX9WE2SdLyAQoA4IVTWZQ/s72-c/adsense.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Sitemeter</title><link>http://sang-adhie.blogspot.com/2008/12/sitemeter.html</link><category>Tutorial Blog</category><author>noreply@blogger.com (")</author><pubDate>Thu, 25 Dec 2008 22:13:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3731672770278942407.post-8238497169356176285</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ingin mengetahui traffic blog atau web anda, coba gunakan perangkat yang satu ini&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjC-XN8cOQ-FlLJjQb9XZUZSFDSSm6RmEU9ixGasfJwl_FPshR07w_u85cejxmLUlweck84eeQqMJC4lWhv328atsCunx8qU1hpL3sq3Qd-mIxoWIfO0lcYOc5DBU6XBHmCyslEA0WgCI/s1600-h/sitemeter.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 181px; height: 59px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjC-XN8cOQ-FlLJjQb9XZUZSFDSSm6RmEU9ixGasfJwl_FPshR07w_u85cejxmLUlweck84eeQqMJC4lWhv328atsCunx8qU1hpL3sq3Qd-mIxoWIfO0lcYOc5DBU6XBHmCyslEA0WgCI/s200/sitemeter.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283731313321440530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sitemeter banyak digunakan oleh blogger2 di internet, baik komunitas maupun personal blog dan anda dapat memilih berbagai macam tampilan yang akan di pasang di blog/web anda. Mengapa dikakan webcounter dimanis, karena Design nya dan tampilannya simple, tapi memiliki banyak fitur,manfaat, dan layanan. Dan yang paling terpenting adalah tersedia gratis untuk anda.&lt;br /&gt;selain itu kamu akan di kirim di email mu secara periodik per hari dalam statistik pengunjung di blog kamu seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3n6dVLqOdFTbqiCmsN2TPZ0jx4yxkVgl4-V-3hxNsB1rkHm15_GaGMFvoUBktyZEqIQT6Zjne6D6nTWLifp3WNWZw98B0yw90fvmBf1mGQU0Ter0FIzS1_GSnktfh3b4Cy79ltaoa-uQ/s1600-h/sitemeter-300x130.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 300px; height: 130px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3n6dVLqOdFTbqiCmsN2TPZ0jx4yxkVgl4-V-3hxNsB1rkHm15_GaGMFvoUBktyZEqIQT6Zjne6D6nTWLifp3WNWZw98B0yw90fvmBf1mGQU0Ter0FIzS1_GSnktfh3b4Cy79ltaoa-uQ/s200/sitemeter-300x130.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283732080878797394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tertarik, silahkan sing up di &lt;a href="http://sitemeter.com"&gt;www.sitemeter.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/blogspot/sangadhie&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjC-XN8cOQ-FlLJjQb9XZUZSFDSSm6RmEU9ixGasfJwl_FPshR07w_u85cejxmLUlweck84eeQqMJC4lWhv328atsCunx8qU1hpL3sq3Qd-mIxoWIfO0lcYOc5DBU6XBHmCyslEA0WgCI/s72-c/sitemeter.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Daftar situs Penyedia Free Templates</title><link>http://sang-adhie.blogspot.com/2008/12/daftar-situs-penyedia-free-templates.html</link><category>Tutorial Blog</category><author>noreply@blogger.com (")</author><pubDate>Thu, 25 Dec 2008 18:00:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3731672770278942407.post-1600094620917172307</guid><description>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;BOSAN dgn TEMPLATES KLASIK.Ini nih  daftar situs penyedia templates &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;GRATIS...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://freetemplates.blogspot.com/"&gt;http://freetemplates.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.eblogtemplates.com/"&gt;http://www.eblogtemplates.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.finalsense.com/"&gt;http://www.finalsense.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.blogspottemplate.com/"&gt;http://www.blogspottemplate.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.geckoandfly.com/"&gt;http://www.geckoandfly.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://freshbloggertemplates.blogspot.com/"&gt;http://freshbloggertemplates.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.gosublogger.com/"&gt;http://www.gosublogger.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.giselejaquenod.com/"&gt;http://www.giselejaquenod.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://template-unik.blogspot.com/"&gt;http://template-unik.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.suckmylolly.com/"&gt;http://www.suckmylolly.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://k2modify.blogspot.com/"&gt;http://k2modify.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.blogcrowds.com/"&gt;http://www.blogcrowds.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://webbietips.blogspot.com/"&gt;http://webbietips.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://btemplates.com/"&gt;http://btemplates.com/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://blogandweb.com/"&gt;http://blogandweb.com/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://freeskins.blogspot.com/"&gt;http://freeskins.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.template-godown.com/"&gt;http://www.template-godown.com/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ourblogtemplates.com/"&gt;http://www.ourblogtemplates.com/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://layout4all.blogspot.com/"&gt;http://layout4all.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;a href="http://x-template.blogspot.com/"&gt;http://x-template.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://butikkita.com/"&gt;http://butikkita.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://templatepanic.com/"&gt;templatepanic.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://goblogtemplate.com/"&gt;goblogtemplate.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://sushidating.com/"&gt;sushidating.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://mashable.com/"&gt;mashable.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://bloggerbuster/"&gt;bloggerbuster&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://wishix.com/"&gt;wishix.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://bloggero.com/"&gt;bloggero.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://blogspottutorial.com/"&gt;Blogspottutorial&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://blogtemplate4u.com/"&gt;blogtemplate4u.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;*Selamat Mencoba&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &amp;amp; Good Luck*&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/blogspot/sangadhie&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bagaimana Memilih Model Baru</title><link>http://sang-adhie.blogspot.com/2008/12/bagaimana-memilih-model-baru.html</link><category>Tutorial Blog</category><author>noreply@blogger.com (")</author><pubDate>Thu, 25 Dec 2008 16:49:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3731672770278942407.post-2932222033587621988</guid><description>&lt;p&gt;&lt;at&gt;B&lt;/at&gt;anyak sekali bentuk dan model tampilan menu yang dapat dipasang di  &lt;a target="_blank" href="http://www.blogger.com/"&gt;Blogspot&lt;/a&gt;,  Mulai model sederhana dan sampai model mewah, mulai warna dop sampai tampak  seperti cristal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu bagaimana sebenarnya kita harus memilih menu yang akan kita pasang di  blog kita??? Mungkin beberapa pertimbangan dibawah ini dapat dijadikan  pertimbangan :&lt;/p&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;Perhatikan model template yang saat ini dipakai. Jika tampilannya    sederhana, maka jangan pakai menu yang model mewah. &lt;font color="#FF0000"&gt;Seperti    gembel pakai jam    tangan Rolex kalau dipandang&lt;/font&gt;.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Sesuaikan warna menu dengan warna dominan template kamu. Tidak perlu    selaras, kadang walau kontras, tapi jika warna tersebut cocok, enak juga    dipandang. Disini diperlukan kejelian dalam memilih warna. Jika kamu termasuk    orang yang pandai memilih warna-warna pakaian biasanya tidak akan sulit    memilih warna. Atau jangan-jangan kamu sering pakai &lt;b&gt;&lt;font color="#FF0000"&gt;baju warna merah terang&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;    dipadu dengan &lt;b&gt;&lt;font color="#9900CC"&gt;celana ungu&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;??? &lt;i&gt;pasti tampilan blog-mu juga payah kayaknya.....&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Jika template yang kamu pakai saat ini menggunakan warna-warna mengkilap,    maka menu model glass cocok untuk menu kamu, tentu saja pilih warna yang    sesuai. Perlu diperhatikan bahwa tidak semua yang mengkilap jadi kelihatan    bagus. Terlalu mengkilap semua juga &lt;font color="#00FF00"&gt;&lt;b&gt;NDESO...!!&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Vertical menu lebih sering cocok untuk semua model blog (&lt;i&gt;baca: template&lt;/i&gt;)    Gunakan menu ini jika kamu kesulitan memilih horizontal menu. Horizontal menu    kadang tidak cocok bukan karena warnanya saja tetapi juga sering tidak cocok    dengan desain utama dari template. Template yang tidak simetris / oval sering tidak cocok    dengan menu model horizontal. Kalau kamu mau pakai horizontal menu juga sebaiknya ganti    template dulu aja.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Jika kamu termasuk yang mementingkan performa saat blogmu diakses    pengunjung, hindari pemakaian menu dengan image (&lt;i&gt;baca: gambar&lt;/i&gt;)    berlebihan. Gunakan menu yang menggunakan pengaturan warna background dan    garis saja. Jika ingin yang menggunakan image pilih menu yang    menggunakan image kecil-kecil (ukuran semua image tidak melebihi 5 kilobyte).    Lihat menu di blog ini (&lt;a href="http://www.ateonsoft.co.cc/"&gt;ateonsoft&lt;/a&gt;),    walaupun menggunakan image, total image yang digunakan tidak lebih dari 3    kilobyte. Dengan manipulasi CSS (&lt;i&gt;Cascading Style Sheet&lt;/i&gt;) untuk mengulang    (&lt;i&gt;repeat&lt;/i&gt;) image maka menu bisa tampil mengkilat.&lt;li&gt;Kalau kurang    menguasai HTML hindari pemasangan menu yang entry-nya ribet. Gunakan yang    simple aja.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Jika mengerti HTML edit bagian-bagian menu yang kamu anggap kurang cocok    bagi template kamu, seperti warna, ukuran, dll.&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Bagaimana sudah dapat inspirasi dari point-point diatas?? &lt;b&gt;Happy Blogging&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt; &lt;hr size="1"&gt; &lt;p&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;sumber: &lt;a href="http://www.ateonsoft.co.cc/2008/08/tips-memilih-model-menu.html"&gt; www.ateonsoft.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;small&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;/small&gt;&lt;/small&gt;&lt;!-- End fullpost class --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/blogspot/sangadhie&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tips Buat Blogger Pemula</title><link>http://sang-adhie.blogspot.com/2008/12/tips-buat-blogger-pemula.html</link><category>Tutorial Blog</category><author>noreply@blogger.com (")</author><pubDate>Thu, 25 Dec 2008 16:26:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3731672770278942407.post-6856681354345159969</guid><description>&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:130%;" &gt;Tips Buat Blogger Pemula&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;1) Pilih topik yang betul-betul anda kuasai, anda sukai, dan topik yang membuat anda selalu bersemangat. Dengan cara ini membuat anda tidak akan bosan dan akan membuat pembaca anda selalu tertarik dan terus menerus bertanya.&lt;br /&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" alt="Rata Penuh" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2) Pilih topik yang tidak banyak persaingannya. Jika topik anda terlalu umum, coba fokus untuk membahas secara lebih spesifik. Sebagai contoh, banyak situs yang membahas tentang mobil, tetapi sedikit sekali yang mengkhususkan pada satu merek, dan bahkan lebih sedikit yang mengkhususkan pada satu model saja. Kunci untuk sukses adalah menemukan suatu topik yang cukup spesifik tapi dengan pembaca/peminat yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Daftar di www.blogger.com, Gratis dan mudah untuk digunakan. Untuk cara-cara mendaftar di www.blogger.com anda bisa lihat disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Gunakan template yang sederhana, lebih disukai dengan latar belakang putih. Format ini lebih mudah dibaca dan lebih enak di pandang mata ketika dikombinasikan dengan gambar berwarna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Gunakan gambar untuk memperindah blog anda dan memberi penampilan yang lebih profesional. Anda dapat melihat gambar yang bagus dengan biaya yang sangat murah di www.istockphoto.com, atau bahkan gambar gratis di www.flickr.com, jangan lupa permisi pada pemilik gambar tersebut sebelum menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Pada sidebar, buat minimal 10 link situs-situs yang berhubungan dengan topik bahasan anda. Ketika robot mesin pencari mengunjungi blog anda, mesin pencari akan menemukan link-link ini dan blog anda akan memperoleh manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Tulislah dengan bahasa yang sederhana, dengan paragrap yang pendek-pendek jangan terlalu panjang karena akan membuat pembaca anda merasa bosan bahkan membuat mereka tidak jadi membacanya. Ini merupakan petunjuk yang penting untuk penulisan dalam web, dan akan membuat postingan anda mudah dibaca dan dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8) Selalu membuat link pada sumber-sumber yang anda gunakan untuk potingan anda. Ini bukan hanya etika yang baik tapi juga suatu cara untuk mempromosikan blog anda dan mendapatkan link, ketika orang yang anda link menemukan bahwa situs mereka sudah dilink, hampir bisa dipastikan bahwa mereka akan melinkkan kepostingan anda dari situs atau blog mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9) Periksa kesalahan ejaan dan tatabahasa, ini akan membuat blog anda terlihat lebih profesional dan akan memungkinkan meningkatnya orang untuk melink blog anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10) Buat penggolangan untuk postingan anda dan jaga agar blog anda terorganisasi dengan rapi. Blogger baru-baru ini telah memodifikasi sofwarenya untuk mengijinkan penggunaan label.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11) Berpartisipasi aktif di forum-forum dan kelompok diskusi yang berhubungan dengan topik anda. Temukan apa pertanyaan yang paling umum dan sediakan solusinya di blog anda. Kemudian, arahkan para pembaca forum untuk mengunjungi blog anda. Coba juga untuk mengarahkan pembaca forum untuk membaca postingan anda yang lain, atau menjawab dengan tetap menyediakan link ke blog anda. Jika tidak, mungkin anda hanya sekedar untuk mempromosikan blog/situs anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12) Kasi kebebasan bagi pembaca blog anda untuk meng-email-kan postingan anda ke teman-teman mereka, keluarga, rekan bisnis, atau ke orang lain. Juga, berikan mereka pilihan untuk mem-bookmark postingan anda menggunakan del.icio.us, furl, atau beberapa “bookmarking service” yang lain. Anda bisa melihatnya di AddThis untuk mendownload sebuah “smart button” yang membuat “bookmark post” anda jadi mudah. Kamu dapat menemukan instruksi bagaimana cara menambahkan tombol itu ke Blogger disini. Cara termudah untuk men-sharing-kan postingan blog anda dan mendapatkan relevan traffic ke blog anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13) Gunakan Technorati tag pada akhir dari postingan blog anda. Technorati tag adalah salah satu cara untuk menggolongkan postingan anda dan mempromosikannya kepada pengunjung internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://lbsfighter.blogspot.com &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/blogspot/sangadhie&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Karena Kami Nelayan!!!</title><link>http://sang-adhie.blogspot.com/2008/12/karena-kami-nelayan.html</link><category>Sosial Ekonomi</category><author>noreply@blogger.com (")</author><pubDate>Thu, 18 Dec 2008 19:29:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3731672770278942407.post-3577008586918794728</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_qXlJa7KuHHls1Nd48NdhwmNFS8EbXs1uGgEM8HE0_JS2ET6iVZOS9VvDL-LlDfgXMuG_V30Z-D6_v3Dvo2GF2MI5Sot9u91UT-tlrLVk99-18CSjV94rz7qofNtoRTi3HcipgjVzBaA/s1600-h/246696.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 184px; height: 132px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_qXlJa7KuHHls1Nd48NdhwmNFS8EbXs1uGgEM8HE0_JS2ET6iVZOS9VvDL-LlDfgXMuG_V30Z-D6_v3Dvo2GF2MI5Sot9u91UT-tlrLVk99-18CSjV94rz7qofNtoRTi3HcipgjVzBaA/s320/246696.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281092392952709810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nasib…nasib….!  Entah ini sudah  menjadi suratan takdir dari-Nya. Entah ini sudah menjadi garis tangan nelayan. Hidup miskin, gizi rendah, tingkat pendidikan rendah, marginal, dan jarang mendapatkan perhatian.  Adakah kesalahan yang pernah mereka perbuat, dosa apakah yang pernah mereka lakukan sehingga nasib dan kehidupan mereka sangat memiriskan. Ataukah ini kesalahan sejarah? Sesuatu yang dikonstruk atas nama pembangunan?&lt;br /&gt;Mengapa engkau tidak pernah diperhatikan?, mengapa engkau selalu dimarginalkan?.  Apakah engkau tidak punya potensi untuk memainkan peran dalam sebuah lakon, sehingga posisimu selalu menjadi anak tiri dari keluarga yang bernama pembangunan?&lt;br /&gt;Jangan-jangan engkau memang tidak punya potensi!  Bukankah komunitasmu tingkat pendidikannya sangat terkebelakang, hidup dalam lingkungan yang kumuh?.  Bicara skill, engkau juga tidak miliki.  Lantas mengapa kamu menuntut?  Bukankah dalam era pasar bebas dan globalisasi sekarang ini yang dibutuhkan adalah pengetahuan dan skill?&lt;br /&gt;Tapi engkau menjawab.  Kalau kami miskin, bodoh, tidak punya skill dan lain sebagainya, itu karena kami memang tidak pernah mendapatkan perhatian.  Jangankan perhatian, malah kami semakin dibebani oleh kebijakan-kebijakan pembangunan yang economics oriented yang justru implikasinya merusak ekosistem perairan yang notabenenya adalah tempat kami mencari sesuap nasi.  Data yang ada menunjukkan, Indonesia memiliki cadangan hutan mangrove tropis terluas di dunia dengan luas sekitar 3,8 juta ha atau sekitar 30 – 40 % dari jumlah seluruh hutan mangrove dunia Hutan mangrove di Indonesia terpusat di Irian Jaya dan Maluku (71%), Sumatra (16 %), Kalimantan (9 %) dan Sulawesi ( 2,5 %).  Namun akibat dari aktivitas manusia (pembangunan), pada tahun 1970 – 1980, luas hutan mangrove Indonesia berkurang sekitar 700.000 ha untuk penggunaan lahan lainnya .&lt;br /&gt;Ekosistem lainnya yang mengalami kerusakan cukup parah di negara kita adalah ekosistem terumbu karang.  Dari berbagai hasil penelitian menggambarkan bahwa dari 24 lokasi terumbu karang yang ada di Indoneisia, 60 % berada dalam kondisi sangat baik, 22 % baik, 33,5 % sedang dan 39 % dalam keadaan rusak.  Menurut Kantor Menteri Lingkungan Hidup (1993) bahwa 14 % ekosistem terumbu karang di Indonesia sudah mencapai tingkat mengkhawatirkan, 46 % telah mengalami kerusakan, 33 % dalam keadaan baik, dan 7 % dalam keadaan sangat baik.&lt;br /&gt;Belum lagi maraknya pencurian ikan di bumi Indonesia tercinta yang dilakukan oleh nelayan asing.  Praktek-praktek tersebut malah justru ”dilindungi” oleh negara lewat institusi angkatan laut.   Mengapa tentara-tentara angkatan laut yang hidup karena digaji oleh rakyat justru lembut dengan nelayan asing dan sangar terhadap nelayan sendiri.  Apakah integritas, moralitas dan hati nurani mereka sudah sedemikian krisis, sehingga tidak pernah mendengar jeritan nelayan yang membutuhkan bantuan mereka.&lt;br /&gt;Kami juga heran dengan logika yang digunakan oleh pemerintah.  Indonesia  ini khan negara kepulauan, negara yang wilayah laut dan pesisirnya lebih luas dibandingkan dengan daratan.  ”Kok.. orientasi pembangunan lebih diarahkan ke daratan”.  Bukankah seandainya potensi itu dimanfaatkan dan dikelolah secara optimal akan mendatangkan devisa yang sangat besar.  Jepang misalnya, panjang pantainya atau luas wilayah pesisir dan lautnya tidak seberapa dibandingkan dengan Indonesia, mampu memberikan pendapatan yang besar bagi negaranya dan kesejahteraan bagi rakyatnya.&lt;br /&gt;Yang lebih mengherankan lagi, upaya pemerintah untuk membebaskan kami dari belenggu kemiskinan hanya slogan-slogan yang artifisil untuk meninabobokan kami, agar  tidak melakukan perlawanan untuk menuntut hak-hak kami yang selama ini dirampas. Kemiskinan yang kami alami direduksi pada wilayah-wilayah yang sifatnya tekhnis. Kekurangan modal, lemahnya sumber daya  manusia (SDM), padahal  kemiskinan itu bersumber karena persoalan akses pada sumber daya, struktur yang timpang dan kebijakan yang tidak pernah memihak kepada kami.  Lihatlah, bagaimana sektor perikanan harus mengalah  pada sektor pertambangan atau parawisata. Atau perbankan yang hanya mau mengucurkan kredit bagi pengusaha atau konglomerat yang berusaha pada sektor non-perikanan.&lt;br /&gt;Kami tidak terlalu banyak menuntut, kami hanya butuh keadilan. Berikan hak-hak kami sebagai nelayan, karena kami juga adalah warga negara yang sah di republik ini &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/blogspot/sangadhie&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_qXlJa7KuHHls1Nd48NdhwmNFS8EbXs1uGgEM8HE0_JS2ET6iVZOS9VvDL-LlDfgXMuG_V30Z-D6_v3Dvo2GF2MI5Sot9u91UT-tlrLVk99-18CSjV94rz7qofNtoRTi3HcipgjVzBaA/s72-c/246696.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Laporan Proses Kongres Pemuda Kaltim 2008</title><link>http://sang-adhie.blogspot.com/2008/11/laporan-proses-kongres-pemuda-kaltim.html</link><author>noreply@blogger.com (")</author><pubDate>Tue, 18 Nov 2008 21:50:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3731672770278942407.post-5808841863814154884</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5IpY3KSVBOqc6Em5UWxWKDyknmi1Sb2iY_6bdT2HjwngrpdtuZQy6Ep5yXd1Xr48Mpe8T8INh4OOWigPZcqyZoEHypClNcyE2VkXcsEIfwoe832HVQqNe93m1C6gqaydc1zRq-ziFjwg/s1600-h/20081028WIK144_TRIBUN+KALTIM.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5IpY3KSVBOqc6Em5UWxWKDyknmi1Sb2iY_6bdT2HjwngrpdtuZQy6Ep5yXd1Xr48Mpe8T8INh4OOWigPZcqyZoEHypClNcyE2VkXcsEIfwoe832HVQqNe93m1C6gqaydc1zRq-ziFjwg/s400/20081028WIK144_TRIBUN+KALTIM.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269997089373287522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;HARI I, Senin, 27 Oktober 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama Kongres Pemuda Kaltim “Resolusi untuk Bangsa” ditandai dengan pembukaan acara pada pukul 09.00-10.00. Secara resmi, Pj Gubernur Kalimantan timur,Tarmizi  A. Karim, membuka acara dengan melepaskan burung merpati sebagai simbol dari semangat generasi muda yang memiliki semangat dan visi kedepan dalam membangun dan memajukan bangsa dan Negara.  Dalam sambutannya, Pj Gubernur Kaltim mengingatkan dan “membakar” semangat dan tanggung jawab generasi muda selaku anak bangsa dalam mengembang tanggung jawab sejarah  masa depan bangsa Indonesia.  Tanggung jawab tersebut hanya dapat dilaksanakan jika generasi muda khususnya genarasi muda Kalimantan Timur memiliki “ Logos, Pathos dan Ethos”. Tiga hal tersebut adalah modal dasar atau social capital dalam mengembangkan dan mengaktualkan potensi serta mencari terobosan dalam menjawab kompleksitas persoalan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, ketua Panitia Kongres Pemuda Kaltim, Fitriah Alaydrus, melaporkan bahwa pelasaksanaan kongres berlangsung selama 2 (dua) hari dari tanggal 27-28 Oktober 2008 bertempat di Sekolah Polisi Negara (SPN) Bumi Turangga, Balikpapan. Peserta kongres berasal dari berbagai elemen bangsa yang terdapat di Kalimantan Timur, mulai dari pelajar, Organisasi kemahasiswaan/kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, jurnalis, PNS, Polisi, dan berbagai organisasi profesi.  Sedangkan utusan dari kab/kota di Kaltim berasal dari Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Bontang, Kutai Timur, Berau, dan Kutai Barat.  Ketua Panitia juga melaporkan bahwa pelaksanaan Kongres mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, seperti Gubernur Kaltim, Kapolda Kaltim, Ketua DPRD Balikpapan, Kepala SPN Balikpapan, serta beberapa tokoh-tokoh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan Orientasi Kongres yang difasilitasi oleh Dewan Pengarah. Dalam orientasi ini, dipaparkan tentang latar belakang pelaksanaan kegiatan, tujuan, dan hasil yang diharapkan selama pelaksanaan kongres.  Kegiatan orientasi dilaksanakan di auditorium/ruang pertemuan utama SPN.  Tahapan berikutnya adalah pembagian komisi yang terdiri atas 6 (enam) komisi yakni komisi cinta, komisi adil, komisi etis, komisi baik hati, komisi rendah hati dan komisi professional.  Masing- masing komisi terdiri atas 10 orang peserta dan didampingi oleh 2 orang fasilitator.  Sebelum rapat komisi dilaksanakan, fasilitator menjelaskan metodologi yang digunakan.  Metodologi tersebut menggunakan metode scenario building, dengan titik berat pada 2  (dua) aspek yakni, penggalian keinginan peserta dan  bagaimana/apa  langkah yang harus dilakukan dalam rangka pencapaian keinginan tersebut.  Rapat komisi sendiri dimulai pada pukul 13.00 - pukul17.00 Wita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pukul 20.00 Wita, setelah istirahat dan makan malam, peserta berkumpul di pendopo SPN dalam rangka pagelaran pentas seni.  Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyegarkan pikiran peserta termasuk panitia. Acara tersebut diisi dengan pembacaan puisi, monolog, lawak, yang diorganisir oleh Jaringan Seniman Independent Balikpapan dan berlangsung sampai pukul 22.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pukul 22.15 Wita, kegiatan kongres dilanjutkan dengan sidang Pleno yang difasilitasi oleh dewan pengarah (Nur Ihsan Sahabuddin). Rapat pleno ini dimaksudkan untuk mempertemukan berbagai gagasan dan keinginan peserta, sehingga menghasilkan pokok-pokok pikiran atau  rumusan bersama yang akan menjadi ikrar bersama pemuda Kaltim 2008. Pelaksanaan sidang pleno berlangsung sampai pukul 24.00.  Pada pukul 24.15, dilaksanakan pemutaran film “Naga Bonar jadi 2”.  Pemutaran film ini dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme secara visual kepada para peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Hari II, 28 Oktober 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari, sekitar pukul 08.00, peserta kongres pemuda Kaltim 2008, bergerak menuju  Taman Makam Pahlawan (TMP) Dharma Agung Balikpapan dalam rangka melaksanakan upacara peringatan Sumpah Pemuda. Pemilihan TMP sebagai tempat upacara dimaksudkan agar para peserta dapat  menumbuhkan kesadaran sejarah bahwa para pahlawan tersebut telah berjuang demi bangsa dan Negara.  Oleh karena itu, sebagai generasi muda, pelanjut tongkat estafet harus mampu berbuat yang konstruktif dalam memajukan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada upacara tersebut, juga diikrarkan janji generasi muda Indonesia; pertama, Kami Generasi Muda Indonesia Berjanji Menjaga Keutuhan Bangsa Indonesia. Kedua, Kami Generasi Muda Indonesia Berbakti Sepenuh Hati kepada Bangsa Indonesia. Ketiga, Kami Generasi Muda Indonesia dengan Segenap Jiwa Mempertahankan Martabat Bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Orasinya, Nur Ihsan S, selaku Pembina upacara, mengatakan bahwa peringatan Sumpah Pemuda yang dilaksanakan di TMP merupakan simbol dari ikatan sejarah sekaligus penyambung tali generasi dan spirit perjuangan dari generasi lalu dengan generasi masa kini.  Bahwa, tanggung jawab perjuangan bukan hanya milik mereka yang hidup di masa lalu, akan tetapi generasi muda sekarang juga memiliki tanggung jawab yang tidak kalah berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah upacara. Para peserta selanjutnya melakukan tabur bunga di makam para pahlawan bangsa sebagai simbol dari  penghormatan terhadap jasa-jasa dan pengorbanan yang telah dilakukan demi tegaknya panji-panji kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pukul 10.30 Wita, para peserta kembali ke SPN, guna mengikuti seminar kebangsaan.  Seminar ini menghadirkan berbagai narasumber diantaranya, Kristanto (Pemred Sinar Harapan), Ivan Haris (GM News Current Affairs ANTV, Benny Joewono (Redaktur Pelaksana Kompas TV), Cyrilus Kerong (Bisnis Indonesia), Amanda Putri Widarmono (Putri Pendidikan Indonesia) dan pembicara local, Sofyan (mantan pesiden mahasiswa se-Kaltim).   Sementara moderator seminar oleh AM Putut Prabantoro, ketua pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa)- Jaringan Wartawan Lintas Media Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan tersebut, para narasmber berbicara dengan berbagai perspketif tentang nasionalisme, peran kesejarahan pemuda dalam memajukan bangsa dan Negara. Bahwa pemuda merupakan insan bersejarah, yang tentunya menciptakan sejarah.  Bahwa kaum muda harus selalu menjadi bagian dalam setiap perubahan yang terjadi.  Bahwa, kaum muda harus bangkit, dengan menanggalkan karakter-karakter negative dan destruktif serta menggantinya dengan pikiran positif-konstruktif, Oleh karena itu generasi muda harus mempu dan senantiasa melakukan terobosan serta kreasi progresif, agar kaum muda menjadi tulang punggung bangsa dan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminar Kebangsaan berlangsung sampai pukul 15.00 dan ditutup dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri sebagai simbol, apresiasi, komitmen dan semangat baru generasi muda Kaltim dalam memangku tanggung jawab kesejarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 16.00 Wita, seluruh rangkaian Pelaksanaan Kongres Pemuda Kaltim 2008 ditutup secara resmi oleh Walikota Balikpapan, Imdaad Hamid, SE, atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.  Dalam sambutannya, Walikota Balikpapan, memberikan apresiasi kepada penggagas Kongres.  Beliau juga mengatakan Kongres Pemuda Kaltim merupakan tonggak sejarah bagi lahirnya generasi baru bangsa.  Tak lupa beliau mengingatkan agar kaum muda Kaltim agar tetap memegang amanah dengan baik dan melaksanakan seluruh aktifitas dengan pola pikir yang konstruktif dan inovatif.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/blogspot/sangadhie&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5IpY3KSVBOqc6Em5UWxWKDyknmi1Sb2iY_6bdT2HjwngrpdtuZQy6Ep5yXd1Xr48Mpe8T8INh4OOWigPZcqyZoEHypClNcyE2VkXcsEIfwoe832HVQqNe93m1C6gqaydc1zRq-ziFjwg/s72-c/20081028WIK144_TRIBUN+KALTIM.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kongres Pemuda Kaltim 2008</title><link>http://sang-adhie.blogspot.com/2008/10/kongres-pemuda-kaltim-2008.html</link><author>noreply@blogger.com (")</author><pubDate>Thu, 16 Oct 2008 04:56:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3731672770278942407.post-4811930781402496649</guid><description>VISI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membentuk dan menumbuhkan rasa cinta, adil, baik hati, rendah hati dan beretika serta profesional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara guna kembali kepada identitas diri bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MISI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Mengangkat kembali jiwa atau spirit dari sumpah pemuda untuk membesarkan dan mengharumkan nama baik Indonesia di mata masyarakat Indonesia dan dunia internasional.&lt;br /&gt;2.  Menjadikan spirit Sumpah Pemuda 1928 dan Kongres Pemuda Kaltim 2008 sebagai batu pijakan pemuda agar lebih siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.&lt;br /&gt;3.  Menggelorakan spirit nasionalisme baru kepada seluruh komponen bangsa. &lt;br /&gt;4.  Melakukan gerakan penyadaran kepada semua kekuatan bangsa agar kembali berperan dengan menggunakan jiwa, hati dan pikiran yang bersih serta lebih mengedepankan kepentingan bangsa di atas segala-galanya. &lt;br /&gt;5.  Menggali dan menggerakan seluruh potensi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.&lt;br /&gt;6. Menyatukan kekuatan pemuda agar berperan aktif memikirkan dan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUMUSAN MASALAH &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Hilangnya krisis kepercayaan dan harga diri sebagai bangsa&lt;br /&gt;b) Menurunnya spirit dalam membesarkan dan mengharumkan nama baik Indonesia&lt;br /&gt;c) Menurunnya semangat nasionalisme kebangsaan&lt;br /&gt;d) Hilangnya etika dalam berdemokrasi, berbangsa dan bernegara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FILOSOFI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Menggali kembali spirit atau ruh Sumpah Pemuda 1928 / nilai-nilai kebangsaan&lt;br /&gt;b) Memulihkan dan membentuk kesadaran dan rasa percaya diri sebagai bangsa.&lt;br /&gt;c) Sebagai perekat dan pemersatu bangsa dalam menjawab berbagai macam tantangan.&lt;br /&gt;d) Mengangkat, melindungi dan memulihkan harkat dan martabat bangsa&lt;br /&gt;e) Menyatukan komitmen dan mengimplementasikan visi dan misi kebangsaan&lt;br /&gt;f) Membantu memberikan solusi terhadap masalah-masalah bangsa&lt;br /&gt;g) Sebagai pintu masuk atau prakondisi menuju Kongres Pemuda Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORIENTASI ACARA KONGRES PEMUDA KALTIM 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menyamakan persepsi terhadap kondisi bangsa&lt;br /&gt;2. Mengembalikan kesadaran dan pandangan baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI&lt;br /&gt;3. Membantu memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan bangsa.&lt;br /&gt;4. Menumbuhkan rasa cinta, adil, etis, professional,  baik hati dan rendah hati.&lt;br /&gt;5. Menggunakan mata hati, kata hati, mata-mata dan hati-hati serta fokus dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.&lt;br /&gt;6. Kegiatan ini bukan untuk membentuk aliansi-aliansi pergerakan (dalam bentuk ormas baru) serta bukan mengoposisi negara. &lt;br /&gt;7. Menciptakan kader-kader bangsa yang memiliki kecerdasan intelektual dan spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TARGET JANGKA PANJANG 2018 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Melahirkan semangat baru dalam menjaga harga diri bangsa dan negara&lt;br /&gt;2. Meningkatnya kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (generasi muda) di seluruh Indonesia&lt;br /&gt;3. Meningkatnya kecintaan terhadap bangsa dan negara&lt;br /&gt;4. Meningkatnya rasa tanggung jawab untuk memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara agar lebih baik dan bermartabat&lt;br /&gt;5. Memberdayakan kekuatan dan segenap potensi generasi muda&lt;br /&gt;6. Melahirkan kader-kader bangsa berkualitas sebagai calon pemimpin bangsa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/blogspot/sangadhie&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Optimalisasi Manajemen Utang Luar Negeri Pemerintah</title><link>http://sang-adhie.blogspot.com/2008/05/optimalisasi-manajemen-utang-luar.html</link><author>noreply@blogger.com (")</author><pubDate>Sat, 17 May 2008 17:45:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3731672770278942407.post-2047543831739268119</guid><description>&lt;b style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;By :Dradjad Wibowo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 204, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini utang luar negeri (LN) pemerintah (public foreign debt) sudah menjadi salah satu sumber ancaman bagi stabilitas ekonomi makro kita, baik melalui tekanan defisit fiskal, ketimpangan distribusi sosial dalam APBN maupun tekanan atas cadangan devisa. Sayangnya, manajemen utang Indonesia tetap tidak berubah. Keberhasilan meyakinkan kreditor untuk mengucurkan ataupun menjadwal-ulangkan utang seolah-olah menjadi tolok ukur “keberhasilan” tim ekonomi. Tidak ada upaya total untuk mengurangi tingkat utang (debt stock). Padahal, tingkat utang yang terlalu besar adalah pertanda negeri ini mempunyai beban yang berat di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan mendasar yang perlu dijawab adalah, apakah upaya yang harus ditempuh agar manajemen utang luar negeri (LN) pemerintah bisa lebih optimal? Optimal di sini dilihat dari tiga tolok ukur utama. Pertama adalah dari sisi tingkat utang. Tolok ukurnya, apakah tingkat utang sudah dikurangi sedemikian rupa, sehingga utang LN Indonesia menjadi lebih terkendali (sustainable)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dari sisi distribusi manfaat dan biaya ekonomi APBN. Maksudnya, apakah tingkat utang dan term pembayarannya sudah diupayakan sedemikian rupa sehingga beban pembayaran utang (debt service) tidak menimbulkan ketimpangan distribusi sosial dalam APBN?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, dari sisi efektifitas pemanfaatan utang. Artinya, apakah utang luar negeri memang benar-benar dimanfaatkan untuk pembangunan sektor-sektor yang mempunyai multiplier output, pendapatan dan kesempatan kerja yang terbesar? Dan, apakah kebocoran utang sudah ditekan semaksimal mungkin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I BEBAN UTANG LUAR NEGERI PEMERINTAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengkaji ketiga butir di atas secara obyektif, mari kita lihat fakta-fakta berikut. Pertama, pembayaran utang luar negeri pemerintah ternyata memakan porsi yang besar dari APBN. Pada tahun 2000, sekitar 15,4% penerimaan dalam negeri pemerintah dipakai untuk membayar pokok dan bunga utang luar negeri, setelah dikurangi dengan nilai utang yang dijadwal ulang. Pada periode 2001-2003, rasio ini tidak mengalami penurunan yang signifikan, berkisar 13-15%. Sementara itu, sebagai porsi dari total penerimaan pajak penghasilan (PPh) dan pajak pertambahan nilai (PPN), foreign debt service tetap berada pada level 20-26%., atau sekitar 1/5 hingga ¼ dari PPh dan PPN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu dicatat, sejak 2003 semakin banyak utang-utang yang dijadwal ulang melalui Paris Club 1 (September 1998) dan Paris Club 2 (April 2000) yang habis masa jeda bayar utangnya (grace period). Pada tahun 2005, utang yang dijadwal ulang melalui Paris Club 3 juga mulai habis masa grace period nya. Konsekwensinya, beban pembayaran pokok utang pada tahun-tahun mendatang akan meningkat. Dengan demikian, tanpa perubahan manajemen utang LN secara radikal, sulit mengharapkan rasio di atas akan membaik secara signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TABEL 1 BEBAN PEMBAYARAN UTANG (DEBT SERVICE)&lt;br /&gt;SEBAGAI RASIO TERHADAP PENERIMAAN&lt;br /&gt;DALAM NEGERI, 2001-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2001 2002 2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Bunga utang LN 28.9 29.0 25.8&lt;br /&gt;B. Pembayaran Netto 10.2 16.7 16.7&lt;br /&gt;C. Total A+B 39.1 45.7 42.5&lt;br /&gt;D. Penerimaan DN 300.5 301.9 327.8&lt;br /&gt;E. PPh + PPN 176.0 174.6 206.8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasio C/D 13.0% 15.1% 13.0%&lt;br /&gt;Rasio C/E 22.2% 26.2% 20.5%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: pembayaran netto adalah selisih antara utang jatuh tempo&lt;br /&gt;Dengan nilai yang dijadwal ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, karena besarnya utang dalam negeri, di masa mendatang kemampuan pemerintah membayar utang-utangnya cenderung menurun, atau pemerintah semakin tergantung kepada penjadwalan ulang melalui Paris Club.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2003, misalnya, pemerintah merencanakan alokasi Rp 116,3 triliun untuk membayar pokok dan bunga utang luar negeri, ditambah dengan bunga utang dalam negeri (termasuk obligasi rekap), pembayaran pokok dan pembelian kembali (buy back). Ini setara dengan 56,2% dari penerimaan PPh dan PPN. Dengan kata lain, lebih dari separuh PPh dan PPn yang susah payah dibebankan kepada masyarakat harus dihabiskan hanya untuk membayar utang pemerintah. Padahal, hasil London Club, Paris Club 1-3, dan reprofiling obligasi rekap sudah dimasukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pemerintah mengandalkan penjadwalan ulang terus menerus, gambaran di atas tampaknya akan terus dirasakan Indonesia hingga beberapa tahun mendatang. Bahkan dengan reprofiling, kondisi di atas akan terjadi hingga tahun 2018. Ini berarti, ketimpangan distribusi sosial dalam APBN akan terus dialami Indonesia hingga 15 tahun ke depan. Kesalahan manajemen utang pada masa sekarang membuat dua generasi bangsa Indonesia harus menanggungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita dapat mengandalkan pertumbuhan PDB untuk mengurangi beban rasio debt service di atas. Namun, yang sering dilupakan adalah, dengan beban rasio debt service yang tinggi, APBN tidak lagi optimal sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi. Bahkan, tingkat penyedotan dana (withdrawals) yang besar dari masyarakat, baik melalui kenaikan pajak maupun pengurangan subsidi, justru ikut menekan potensi eprtumbuhan ekonomi. Akibatnya, kuat dugaan bahwa beban debt service justru telah memperbesar kesenjangan PDB (GDP gap) antara PDB potensial dan aktual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, tingkat utang luar negeri jangka panjang Indonesia ternyata sudah melampaui batas aman. Angka psikologis aman adalah 30-40% PDB. Sebelum krisis, tahun 1996 kondisi kita sudah buruk (57%), lalu naik menjadi 113%, dan turun menjadi sekitar 71% pada tahun 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai perbandingan, utang jangka panjang negara-negara Amerika Latin pada saat puncak krisis "hanya"lah 43% PDB (1983-85). Padahal mereka tertolong oleh FDI yang positip 5,5%- 11,3% PDB. Sementara Indonesia justru mengalami defisit FDI, yang mungkin mencapai sekitar 1.5-2% PDB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Indonesia perlu waktu puluhan tahun untuk melunasi utang luar negeri pemerintahnya. Saat ini tingkat utang sekitar US$­­ 67 milyar, atau kurang lebih Rp 600 trilyun. Kemampuan pemerintah membayar cicilan utang LN antara Rp 15-20 triliun per tahun. Artinya, diperlukan 30-40 tahun lagi agar seluruh utang tersebut lunas. Ini pun dengan asumsi yang "muskil", yaitu pemerintah tidak wajib membayar bunga dan tidak menambah utang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, utang luar negeri pemerintah memakan porsi yang besar dari cadangan devisa. Setiap tahun, tanpa penjadwalan ulang, utang LN pemerintah yang jatuh tempo mencapai sekitar US$­­ 4-5 milyar. Ditambah dengan beban utang swasta, total kewajiban LN jangka pendek Indonesia diperkirakan US$­­ 7-9 milyar per tahun. Ini setara dengan 1/3-1/4 cadangan devisa Indonesia. Akibatnya, terdapat potensi tekanan permintaan valas yang cukup kuat. Ini membuat rentan stabilitas makro Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, selama 1995-97 (sebelum krisis), sebenarnya utang LN sudah menjadi net capital drain out. Artinya, nilai utang yang diterima sudah di bawah pembayaran pokok dan bunganya. Ini tercermin dari negatifnya lalu lintas modal publik sebesar USD 200-800 juta/ tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tingkat utang LN pemerintah Indonesia memang sudah pada tingkat yang sulit dikelola. Lalu apakah strategi penjadwalan ulang cukup memadai untuk mengatasinya? Jelas tidak. Penjadwalan ulang hanya memindahkan persoalan ke waktu yang lebih lama. Tapi bebannya tetap saja sama. Sebagai misal, Jepang setuju menjadwal ulang utang senilai US$­­ 2.8 milyar, hingga setidaknya tahun 2016. Padahal, selama 2016-2018 terdapat beban utang dalam negeri sekitar Rp 140 triliun/tahun. Jelas ini membuat beban hutang APBN tahun tersebut akan membengkak. Oleh sebab itu, selain penjadwalan ulang, diperlukan strategi lain yang lebih radikal agar manajemen utang LN pemerintah bisa lebih optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II MANAJEMEN UTANG KLASIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teoretis, ekonomi makro klasik mengenal konsep yang disebut Ricardian Equivalence (RE). Premis dasarnya, utang pemerintah bersifat netral, tidak mempunyai efek terhadap suku bunga, investasi, perdagangan, inflasi dan Produk Domestik Bruto (PDB). Konsekwensinya, tidak terdapat efek redistribusi pendapatan. Ini memunculkan pameo "there is no burden of the national debt".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks utang LN, teori ini berpandangan, kalau pembangunan tidak dibiayai dengan utang LN, maka sumber dana diambil dari dalam negeri. Artinya, masyarakat harus membayar pajak yang lebih tinggi, sehingga pendapatan disposabel merosot. Akibatnya, konsumsi domestik berkurang. Karena konsumsi menyumbang 50-70% pertumbuhan, maka pertumbuhan pun terhambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teori argumen di atas dibantah oleh analisis "there is a burden of the national debt". Maksudnya, utang pemerintah mencerminkan pengeluaran yang dibiayai defisit anggaran, sehingga konsumsi domestik naik berlebihan. Ketika konsumsi domestik melebihi tingkat lestari, suku bunga dan inflasi jangka panjang naik. Selain itu, investasi lebih rendah, defisit perdagangan meningkat dan potensi PDB lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena good governance tidak berjalan, sementara para kreditor, terutama Bank Dunia, gagal menerapkan prinsip prudensial, tingkat kebocoran pun tinggi. Akibatnya, untuk negara miskin seperti Indonesia, RE cenderung tidak cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen Utang LN a la IMF dan Bank Dunia. Kepercayaan terhadap RE melahirkan manajemen utang klasik a la IMF dan Bank Dunia. Secara ringkas, manajemen klasik ini mengandung beberapa butir kunci, yaitu:&lt;br /&gt;a. Percepatan pertumbuhan ekonomi, baik melalui penambahan utang baru, penjagaan stabilitas makro (tanpa memperhatikan efek sosialnya), dan perbaikan iklim investasi. Dengan pertumbuhan ekonomi, debt ratio (rasio utang terhadap PDB) diharapkan turun, dan utang menjadi lebih sustainable.&lt;br /&gt;b. Peningkatan surplus primer. Ini ditempuh melalui peningkatan penerimaan pajak, pengurangan subsidi besar-besaran, dan perbaikan efisiensi dalam pengeluaran pembangunan. Dengan kata lain, terdapat net withdrawal dari masyarakat.&lt;br /&gt;c. Maksimisasi pembiayaan di luar utang (non-debt financing). Ini meliputi sumber pembiayaan dari privatisasi dan penjualan aset-aset lainnya, termasuk aset BPPN dalam kasus Indonesia.&lt;br /&gt;d. Pengelolaan profil pembayaran utang, melalui terutama penjadawalan ulang dan reprofiling.&lt;br /&gt;e. Pengelolaan resiko fiskal, terutama yang bersumber dari sisi pengeluaran seperti kewajiban non-bujeter dan Dana Alokasi Umum dan Khusus dalam rangka desentralisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam manajemen klasik, tolok ukur yang dipakai pun klasik, yaitu debt ratio. Intinya, jika debt ratio terlalu tinggi, maka utang lama dijadwal ulang. Tapi untuk menutup defisit fiskal, dibuat utang baru lewat forum CGI. Prakondisinya, stabilitas makro harus dijamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya manajemen di atas diklaim Menteri Keuangan, IMF dan Bank Dunia berhasil menurunkan debt ratio menjadi 71%. Jadi, klaim mereka, utang pemerintah lebih sustainable, sehingga manajemen utang pemerintah sudah benar. Bahasa teorinya, sudah optimal dan memenuhi RE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klaim di atas sangat tidak sahih karena beberapa alasan. Pertama, bukan manajemen utang yang berperan besar menurunkan debt ratio, tapi apresiasi Rupiah terhadap US dolar. Ini adalah resultante dari stabilitas politik dan depresiasi US dolar terhadap mata uang lain selama 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, “prestasi” di atas dicapai dengan biaya sosial yang tinggi. Ini merupakan konsekwensi intrinsik dari manajemen utang klasik. Sebagai contoh, agar peningkatan surplus primer tercapa, anggaran untuk sektor sosial (pendidikan dan kesehatan), sektor stratejik (pertahanan dan keamanan) dan sektor produksi riil (pertanian, kehutanan dan sebagainya) harus dijadikan korban. Ini terlihat dari jumlah pembayaran pokok dan bunga utang yang hampir dua kali lipat anggaran pembangunan, dan memakan lebih dari separuh penerimaan pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain, “prestasi” di atas juga dicapai dengan menjual obral saham BUMN dan aset BPPN, yang sangat merusak future earnings Indonesia dan mengganggu kepentingan stratejik. Ini cerminan dari butir “c”, yaitu memaksimumkan non-debt financing. Selain itu, pengurangan subsidi dilakukan besar-besaran, dengan resiko merusak modal utama berupa stabilitas politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III OPTIMALISASI MANAJEMEN UTANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen utang klasik sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Yang salah adalah, fokus yang berlebihan terhadap komponen-komponen manajemen utang klasik tersebut, tanpa memperhatikan efek distribusi sosialnya. Ini diperburuk oleh kecenderungan pendukungnya untuk menafikan alternatif lain, yang dianggap seolah-olah “tidak mempunyai landasan teori”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah letak kesalahan utamanya. Fanatisme terhadap manajemen utang klasik membutakan pundukungnya terhadap kreatifitas alternatif. Padahal, kreatifitas tersebut bukannya tanpa preseden empirik, karena bentuk dasar dari kreatifitas itu sudah pernah diterapkan di negara lain dan/atau di dalam kasus utang swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fanatisme di atas juga membuat pendukungnya memmpunyai spektrum yang sempit dalam renegosiasi utang dengan para kreditor. Ini karena mereka hanya mengandalkan argumen- argumen teknis ekonomis saja. Padahal dalam praktek, negara-negara yang memperoleh keringanan utang LN yang sangat besar justru mereka yang menggunakan argumen geopolitik dan stratejik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan argumen di atas, agar manajemen utang LN pemerintah lebih optimal, beberapa butir berikut perlu dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Indikator Tambahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen klasik biasanya menggunakan rasio dari outstanding utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), atau debt ratio, sebagai indikator utamanya. Ini berlaku bagi utang jangka pendek, jangka panjang, domestik maupun luar negeri. Untuk peubah “kemampuan membayar utang”, dipakai debt service ratio yang membandingkan kewajiban pembayaran utang, baik pokok dan bunganya, dengan penerimaan ekspor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan di atas mengabaikan fakta bahwa pembayaran utang pemerintah mempunyai konsekwensi keadilan sosial, baik antar kelompok masyarakat dalam satu generasi (intra- generational equity) maupun antar generasi sekarang dengan generasi mendatang (inter- generational equity). Setiap Rupiah yang dialokasikan untuk membayar pokok dan bunga utang mempunyai biaya oportunitas sosial (social opportunity costs). Ini karena setiap Rupiah tersebut bisa direalokasikan untuk program padat karya, kesehatan, pendidikan, investasi infrastruktur, pengurangan pajak dan berbagai alternatif pos penerimaan dan pengeluaran fiskal lainnya. Trade off atau efek distribusi dari pembayaran utang ini sama sekali diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, sejak Desember 2001 penulis mulai menggunakan sebuah indikator tambahan, yaitu rasio antara kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang (debt services) terhadap penerimaan pajak atau penerimaan APBN. Ini merupakan debt service ratio to fiscal revenues (DSRFR). Kalau rasio ini dibandingkan dengan proprosi pos penerimaan dan/atau pengeluaran fiskal lainnya, maka diperoleh gambaran mengenai seberapa terakomodasinya aspek keadilan sosial dalam manajemen utang. Untuk kasus Indonesia, rasio ini juga semakin menunjukkan perlunya reorientasi manajemen utang pemerintah, dengan re-fokus kepada pengurangan debt stock, bukan pengalihan utang ke generasi mendatang dan/atau penambahan utang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga membawa konsekwensi tambahan, yaitu utang baru seyognyanya tidak digunakan untuk sisi konsumsi dalam APBN. Tapi justru lebih difokuskan untuk pembangunan infrastruktur seperti listrik, jalan dan komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Pengurangan Pokok Utang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Penghapusan utang melalui kombinasi rekayasa keuangan dan renegosiasi komersial dengan kreditor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara yang bisa dipakai adalah melalui berbagai bentuk rekayasa keuangan seperti debt to equity swap. Sebagai contoh, sebuah perusahaan asing akan menanam modal senilai US$­­ 70 juta. Melalui renegosiasi komersial, utang pemerintah bisa diperdagangkan di pasar sekunder dengan diskon, katakanlah, 30%. Broker perusahaan tersebut akan membeli utang pemerintah senilai US$­­ 100 juta dengan harga US$­­ 70 juta (diskon 30%). Pemerintah setuju membayar Rupiah senilai, katakanlah, US$­­ 80 juta, kepada perusahaan. Bisa juga hanya senilai US$­­ 70 juta, tapi dikompensasi dengan kemudahan pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, utang senilai US$­­ 100 juta terbayar, FDI masuk senilai US$­­ 70-80 juta, sementara utang pemerintah terhapus 20-30%. Memang ada resiko inflatoir, terutama kalau dana pemerintah diperoleh dari pencetakan uang. Makanya, kita perlu BI yang independen sehingga hal ini tidak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi di atas memang perlu renegosiasi yang ruwet. Tapi, ada baiknya kita belajar dari kriris utang Meksiko Agustus 1982. Solusi awal yang diusulkan mirip dengan strategi IMF di Indonesia. Yaitu, percepatan pertumbuhan ekonomi melalui penyesuaian struktural dan reformasi ekonomi. Kue PDB yang membesar diharapkan menurunkan rasio utang/PDB, sehingga debitor lebih layak kredit dan bisa memperoleh kucuran utang lagi. Konsep yang dikenal dengan “Rencana Baker 1985" ini gagal total karena gagalnya reformasi ekonomi, serta adanya time lag antara reformasi dengan pertumbuhan PDB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana Baker diganti dengan “Rencana Brady”, di mana kreditor AS dapat menghapus utang, ditukar obligasi Brady. Teknik swap ini membuat Meksiko bisa menghapus utang US$­­ 29,4 milyar, dan menghemat pembayaran utang US$­­ 3,8 milyar per tahun. Tentunya, selain dengan obligasi, utang bisa ditukar dengan ekuitas, likuiditas mata uang domestik, atau konservasi sumber daya alam (debt-for-nature swap). Konversi utang menjadi ekuitas bisa dilakukan dalam kerangka privatisasi, sehingga diperoleh sinergi yang mampu mendongkrak harga pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu usulan Tim Independen tentang Obligasi Rekap adalah tukar guling antara utang luar negeri dengan obligasi rekap. Dalam kasus ini, utang luar negeri tetap tidak berkurang, hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur. Namun, pemerintah memperoleh keuntungan berupa berkurangnya public domestic debt stocks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pengurangan debt stock melalui arbitrase internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi ini memerlukan sinerji dan pembangunan jaringan yang kuat dengan NGOs di negara- negara maju. Ide dasarnya, pihak kreditor multilateral (Bank Dunia dll) dan bilateral ikut bertanggungjawab atas kegagalan mereka menjamin tercapainya good governance dalam manajemen utang para debitor. Sehingga, muncullah wacana mengenai odious debt, atau utang najis, di mana kreditor memberikan kemudahan dan hair cut untuk mengkompensasi utang najis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan NGOs dalam dan luar negeri sangat antusias dengan alternatif ini. Walaupun belum ada preseden yang signifikan, tidak ada salahnya negara-nagara debitor seperti Indonesia mencoba alternatif ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Negosiasi utang LN pemerintah pada level geopolitik dan stratejik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide dasar alternatif ini sudah disampaikan dalam Laporan Tim Indonesia Bangkit, di mana saya adalah salah satu penulisnya. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat hasil Paris Club.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah dan Bank Dunia mengklaim, Indonesia memperoleh terms yang semakin baik dalam Paris Club (PC) 3, dibandingkan PC1. Masa jatuh tempo misalnya, naik dari 11 tahun ke 18 tahun untuk utang non-ODA. Masa tenggang (grace period) naik dari 5 tahun ke 10 tahun untuk ODA, dan ada penjadwalan ulang terhadap bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, berdasarkan laporan European Network on Debt and Development (EURODAD), terms yang diperoleh Indonesia lebih jelek dari negara lain. Indonesia hanya diberikan Houston Term. Padahal kalau memperoleh Naples Term, Indonesia bisa meminta pengampunan hingga 67% dari total utang non-ODA. Untuk utang ODA, bahkan bisa memperoleh masa tenggang 16 tahun, dengan tingkat bunga yang didiskon selama 40 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bandingan, Pakistan memperoleh pemotongan 30% dari net present value (NPV) utang ODA dan non-ODA. Sisa utang ODA dijadwal ulang 38 tahun, dengan masa tenggang 15 tahun. Yugoslavia memperoleh potongan 66,7% dari NPV utangnya, sementara Polandia dikurangi 50% dari total utang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa demikian? Alasan utamanya, Indonesia terjebak dalam argumen teknis ekonomis, sementara negara-negara di atas menggunakan argumen geopolitik dan stratejik. Jadi, kita harus mengubah strategi negosiasi utang, dengan memanfaatkan berbagai faktor non-teknis ekonomis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Renegosiasi bilateral, terutama dengan Jepang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 1/3 dari debt outstanding Indonesia adalah dengan Jepang. Kepentingan stratejik Jepang, baik dalam membendung ambisi geopolitik China, dalam restrukturisasi multinasionalnya hingga keinginan menahan serbuan produk China ke pasar domestik Indonesia, merupakan potensi negosiasi. Jepang bahkan berpotensi untuk berperan seperti AS terhadap Meksiko kalau skema serupa Brady Bonds diterapkan bagi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan Indonesia adalah belum apa-apa sudah meminta hair cut. Ini dilakukan tanpa terlebih dulu mengembangkan skema-skema rekayasa keuangan yang mengkombinasikan berbagai bentuk swap dengan kepentingan geopolitik, stratejik, dan ekonomi Jepang di kawasan Asia Tenggara. Padahal, kita semestinya bisa mendesain skema penyelesaian utang bilateral yang dikaitkan dengan, katakanlah, insentif investasi dan pasar bagi multinasional Jepang relatif terhadap China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengendalian debt service sebagai rasio penerimaan negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ini merupakan bagian dari tulisan saya bulan Desember 2001). Dalam era globalisasi saat ini, tidak sedikit negara yang berlindung di balik Undang-Undang dalam negeri untuk melindungi kepentingannya. Sebagai misal, AS tidak jarang mengancam penggunaan Undang-Undang yang dikenal sebagai Super 301 untuk membatasi impor dari negara-negara yang dianggap merugikan kepentingan AS. UU Bioterorisme adalah contoh yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara Eropa juga sering berlindung di balik Undang-Undang tentang lingkungan, misalnya tentang produk transgenetik, untuk memproteksi produk-produk pertaniannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tingkat utang yang sangat tinggi, sementara di lain pihak terdapat pasar domestik yang sangat besar, tingkat upah yang kompetitif dan sumber daya alam yang besar, Indonesia sebenarnya memiliki potensi posisi tawar yang tinggi. Tingkat utang yang terlalu besar membuat credit exposure dan default risks kreditor utama Indonesia sangat tinggi. Ini sangat relevan bagi Jepang, yang merupakan kreditor terbesar Indonesia dengan tingkat piutang USD 45 milyar, dan kepentingan ekonomi regional yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberlakuan batas maksimum bagi pembayaran utang pemerintah, terutama hutang luar negeri, jelas akan membuat sumber daya dan dana yang tersedia bagi perekonomian domestik makin besar. Seandainya pembayaran utang luar negeri pemerintah dipatok maksimum 10% dari total penerimaan negara, maka pada tahun 2002 setidaknya terdapat Rp 42,94 triliun dana RAPBN 2002 yang belum dipakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan dana tersebut harus dilakukan dengan transparansi maksimum, dan diawasi oleh sebuah Forum Multi-Stakeholder yang melibatkan publik secara luas. Dana tersebut bisa tetap menjadi bagian dari APBN, atau dimasukkan ke dalam sebuah Trust Fund, yang tidak boleh digunakan untuk berinvestasi di pasar modal dan pasar uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana tersebut seyogyanya diprioritaskan untuk (antara lain):&lt;br /&gt;1. program padat karya di pedesaan,&lt;br /&gt;2. subsidi kredit program bagi pemulihan sektor riil yang berbasis pada UKM dan sektor- sektor prioritas, terutama infrastruktur, pertanian dan industri dengan multiplier tinggi dan/ atau yang meningkatkan kapasitas teknologi bangsa.&lt;br /&gt;3. Pembiayaan sektor sosial, terutama pendidikan dan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetapan batas maksimum di atas perlu didasarkan pada sebuah Undang-Undang, sehingga pemerintah bisa menggunakannya sebagai dasar hukum dan sekaligus alat negosiasi dengan para kreditor. Butir-butir utamanya antara lain:&lt;br /&gt;1. Pembatasan jumlah maksimum pembayaran utang LN pemerintah dalam setiap tahun anggaran, misalnya 10% dari total penerimaan negara yang berasal dari pajak dan non-pajak. Hal yang sama bisa diberlakukan bagi utang domestik.&lt;br /&gt;2. Pengaturan terms yang harus digunakan pemerintah dalam negosiasi dengan para kreditor.&lt;br /&gt;3. Pengaturan mengenai pengelolaan dana yang semestinya dipakai untuk membayar hutang luar negeri, baik dalam APBN maupun trust fund. Transparansi maksimum dan Forum Multi- Stakeholder menjadi bagian tak terpisahkan dari pengelolaan dana ini.&lt;br /&gt;4. Pengaturan mengenai prioritas penggunaan dana tersebut&lt;br /&gt;5. Pengaturan mengenai pembatasan jumlah utang baru yang boleh diambil pemerintah, dikaitkan dengan cash flow pemerintah pada saat utang jatuh tempo.&lt;br /&gt;6. Pengaturan mengenai tingkat maksimum kenaikan pajak dan penurunan subsidi, sehingga total penerimaan negara benar-benar dihitung secara reasonable. Ini memperkecil peluang bagi IMF dan Bank Dunia untuk menekan pemerintah agar memperbesar jumlah pembayaran utang dengan jalan memperbesar target penerimaan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide alternatif di atas bukannya tanpa resiko dan potensi dampak negatif. Komunikasi dan negosiasi intensif dengan kreditor utama, khususnya Jepang, diharapkan dapat memperkecil resiko dan dampak negatif tersebut. Karena itu, pemerintah perlu lebih pro-aktif dalam melakukan negosiasi ekonomi, tapi dengan tujuan yang berbeda dengan pada masa lalu. Di masa lalu, tujuannya adalah memperoleh utang baru. Dengan UU ini, tujuannya adalah membatasi pembayaran utang, sehingga utang baru dari CGI mungkin tidak dibutuhkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alternatif di atas sebenarnya masih bisa dikembangkan dengan berbagai variasi. Sayangnya, UU Keuangan Negara yang baru disetujui DPR kembali menggunakan paradigma klasik dalam manajemen utang. Di sini, indikator yang digunakan hanya debt ratio yang dibatasi 60% PDB. Padahal, UU ini semestinya bisa memasukkan pembatasan debt service sebesar masing-masing 10% penerimaan negara untuk utang luar dan dalam negeri, dengan konsep yang diuraikan di atas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/blogspot/sangadhie&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pilkadal and the Death of Democracy</title><link>http://sang-adhie.blogspot.com/2007/04/pilkadal-and-death-of-democracy.html</link><category>Politik</category><author>noreply@blogger.com (")</author><pubDate>Wed, 11 Apr 2007 20:40:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3731672770278942407.post-346781711420612928</guid><description>&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;By : &lt;i&gt;Adhie Supriadi&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;The Death of Democracy diperkenalkan oleh Noreene Hertz yang ditujukan pada gejala ketidakberdayaan seorang pemipin sebuah Negara atau daerah atas hegemoni kapitalisme global.  Hegemonisasi kapitalisme global khususnya dinegara-negara dunia ketiga telah menghancurkan pranata-pranata social dan membatasi kreatifitas bahkan mengekang ruang gerak seorang pemimpin untuk menyediakan layanan dasar bagi rakyatnya.  Cengkraman kapitalisme global ini berafiliasi dengan kapitalisme local untuk mengatur dan mengendalikan setiap kebijakan pemerintah. Lihatlah UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang melegalisasi system kerja outsourcing dan mempermudah proses pemecatan buruh, UU Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air yang mengharuskan petani meminta izin pemerintah local jika ingin menggunakan air bagi usahanya.  Atau yang hangat jadi sorotan public sekarang ini, Perpres Nomor 36 Tahun 2005 Tentang penyediaan Tanah bagi kepentingan Umum yang menghilangkan hak-hak individual rakyat atas asset pribadi..  Seperangkat aturan hukum tersebut pada dasarnya di buat utuk melayani kepentingan para kapitalis atas nama pembangunan.  Dalih klasik, bahwa untuk menggerakkan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dibutuhkan capital,  menjadi justifikasi atas keluaarnya undang-undang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Bagaimana dengan Pemilihan Kepala Daerah Langsung (PILKADAL) ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Indra J. Piliang, Peneliti CSIS, mengemukakan ada empat tekanan yang akan dihadapi oleh pemimin yang terpilih dalam PILKADAL. &lt;i&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Pertama,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; Tekanan dari Jakarta. Tekanan dari pusat ini merupakan implikasi dari UU 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, dimana substansi dari Undang-Undang pengganti UU Nomor 22 Tahun 1999 ini adalah resentralisasi kewenangan, sehingga praktis daerah tidak memiliki kewenangan untuk mengatur daerahnya sendiri.  &lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; Tekanan dari Legislatif sebagai lembaga pengawas atas kinerja eksekutif. &lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; Tekanan dari parpol yang mengusungnya.  Tidak adanya mekanisme yang demokratis dan transparan dalam penyaringan calon kandidat, menumbuhkan adanya deal-deal antara pengurus parpol dengan calon kandidat. Deal-deal ini lebih cenderung bersifat pragmatis-ekonomis  ketimbang program real untuk menyejahterakan rakyat. &lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Keempat,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; Tekanan dari masyarakat atau konstituen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain keempat tekanan seperti analisis Indra J Piliang diatas, pemimpin yang terpilih dalam pilkadal juga  akan menghadapi tekanan dari kekuatan modal dari para kapitalis global dan kapitalis local. Para kapitalis itu memiliki bargaining politik yang sangat besar terhadap setiap kebijakan pembangunan.   Hal ini terjadi akibat proses perputaran modal yang tidak mengenal batas wilayah, sehingga kapital tersebut dapat dipindahtempatkan kemana saja.  Ideologinya adalah profit, sehingga daerah-daerah strategis untuk mengakumulasi kapital menjadi incaran para kapitalis untuk menanamkan modalnya. Pada posisi inilah, pemerintah daerah (gubernur/walikota/bupati) di tuntut untuk menciptakan software dan hardware pembangunan demi menarik investor.  Dalam bahasa salah seorang walikota di Kalimantan Timur, kalau perlu cium tangannya para investor itu, karena merekalah yang akan  menopang dan menggerakkan  pembangangunan.   Tanpa mereka daerah tersebut akan mengalami stagnasi pembangunan, dan itu berarti angka pengangguran akan meningkat, kemiskinan dan keterbelakangan akan bertambah. Hilangnya otoritas pemerintah dibawah hegemoni kapital pada akhirnya akan memarginalkan publik service yang merupakan tugas utama seorang pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan kepala daerah secara langsung memang diharapkan akan mendorong demokratisasi di daerah.   Partisipasi langsung masyarakat dalam memilih pemimpinnya akan mengukuhkan legitimasi politik dan akuntabilitas seorang pemimpin.  Disisi yang lain masyarakat diharapkan dapat berpartsipasi aktif dalam mengontrol jalannya pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problemnya menjadi kompleks dan cenderung mengaburkan serta meminggirkan substansi demokrasi jika  prasyarat-prasyarat berlangsungnya demokrasi tidak terpenuhi.  Demokrasi tidak hanya mencakup mengenai berfungsinya lembaga-lembaga demokrasi secara prosedural tetapi juga membutuhkan adanya substansi demokrasi.   Adanya civil society yang solid, keterbukaan dan aspiratifnya partai-partai politik serta terlembaganya aturan dan mekanisme partisipasi masyarakat merupakan prasyarat berjalannya demokrasi.  Ketika itu tidak terpenuhi, maka yang terjadi adalah munculnya oligarkhi politik.   Dan pada titik inilah, demokrasi hanya berfungsi sebagai lips service  untuk meninabobokan masyarakat dan memuaskan dahaga kerakusan para kapitalis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/blogspot/sangadhie&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kapitalisme Perkoncoan dan Nasib Rakyat Kecil</title><link>http://sang-adhie.blogspot.com/2007/04/opini-2.html</link><category>Ekonomi Politik</category><author>noreply@blogger.com (")</author><pubDate>Mon, 9 Apr 2007 14:28:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3731672770278942407.post-8608546093706654525</guid><description>&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiE683p9vaoRQWuYx-fhW-CQYA5LaXY4-HKfLZthr1OmwYa5eIU32QXQjRumdOtJd_GVzVXP9o7oz888GyciVFbOBtMWOpt0PEw0uMEyg2RE9guxhlccN097UVdvS70fb91cTtYN5WxRM8/s1600-h/tamapan.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiE683p9vaoRQWuYx-fhW-CQYA5LaXY4-HKfLZthr1OmwYa5eIU32QXQjRumdOtJd_GVzVXP9o7oz888GyciVFbOBtMWOpt0PEw0uMEyg2RE9guxhlccN097UVdvS70fb91cTtYN5WxRM8/s320/tamapan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5188373724244104274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 0);" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;By : Adhie Supriadi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="color: rgb(0, 0, 0);" align="right"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;“Wahai Orang-orang Tertindas, Bersatulah&lt;br /&gt;dan Rebutlah Hak-Hakmu dari&lt;br /&gt;tangan-tangan Penindas”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;“Ayatullah Khomeini”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="color: rgb(0, 0, 0);" align="justify"&gt;Kalimantan Timur adalah surga bagi para kapitalis.  Dengan kekayaan alam yang dimiliki (minyak, gas, emas, batu bara, hutan, laut dll), daerah ini menyimpan sejuta pesona untuk dinikmati.  Investasi terus digalakkan untuk mengelola kekayaan tersebut.  Berbagai sarana prasarana pendukung dan kemudahan-kemudahan investasi lainnya senantiasa dibenahi dalam rangka mempertahankan iklim investasi sekaligus menarik investor untuk menanamkan modalnya di bumi Etam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan Ratusan triliyun dihasilkan setiap tahun baik dari investasi legal maupun investasi illegal dari daerah ini.  Dari nilai tersebut  daerah ini hanya menerima sekitar 15-20 % dari dana perimbangan.  Ini jugalah yang sering menjadi alasan klasik pemerintah provinsi, dan kab/kota di Kaltim tidak maksimal dalam menjalankan pembangunan karena keterbatasan anggaran. Dilihat dari perspektif keadilan ekonomi antara pusat dan daerah angka tersebut memang sangat diskriminatif, tetapi persoalannya isu ini menjadi senjata andalan pemerintah daerah ketika berbicara mengenai kinerja pembangunan yang tidak menunjukkan adanya perbaikan yang significant terhadap nasib masyarakat khususnya masyarakat kecil.  Beberapa indicator yang bisa kita ajukan, pertama, data tahun 2000 saja, 28,66 % warga Kaltim tidak mampu melanjutkan pendidikannya ke tingkat SLTP (Tribun, 5 januari 2004).  Kedua, angka kemiskinan mencapai 20 % dari sekitar 2,7 juta penduduk kaltim.  Ketiga, Penyediaan air bersih setiap tahun masih menjadi masalah krusial dan belum ada sulosi untuk mengatasinya.  Keempat, Pencemaran air dan kerusakan lingkungan juga belum terpecahkan malah setiap tahun semakin parah (banjir, abrasi, rusaknya ekosistem perairan dan laut).  Kelima, pelaku ekonomi sector informal, masih terus dihantui  “Penertiban” oleh satpol PP yang setiap saat menimpa mereka.  Keenam¸ Masih merajalelanya praktek-praktek korupsi di instiitusi-institusi Negara (eksekutif, legislative dan yudikatif) yang sampai hari ini hanya kedengaran sayup-sayup untuk memberantasnya.  Ketujuh, Tidak adanya master  plan pembangunan yang berbasis kebutuhan masyarakat  baik di tingkat propinsi maupun  tingkat kab/kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deretan permasalahan diatas berjalan seiring dengan semakin ekstensifnya investasi.  Kenyataan ini sangat ironis mengingat asumsi pemerintah ketika menggalakkkan investasi adalah untuk  meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berarti terciptanya lapangan kerja baru bagi masyarakat Kaltim.  Pertanyaannya, ada apa dengan pembangunanisme?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;KETIDAKBERDAYAAN PEMERINTAH TERHADAP DOMINASI PASAR&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Probelem yang menyertai gerak investasi dan pembangunan di Kaltim, bisa di lacak dengan menggunakan teori strukturasinya Anthony Giddens yang diurai secara sederhana oleh Herry Priyono dalam “Strukturasi Kondisi Modernitas”.  Teori strukturasi membantu dalam menganalisis secara tajam akar “sejuta” permasalahan yang ditimbulkan  sebagai dampak dari kebijakan yang tidak terumuskan secara matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga gugus struktur, &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;pertama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;,&lt;/span&gt; struktur signifikasi, berhubungan dengan kerangka symbol, dan praktek wacana.&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;  &lt;i&gt;&lt;span&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; Sturktur dominasi, yang mencakup kerangka penguasaan atas orang (politik) dan barang/jasa (ekonomi). &lt;i&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; Struktur legitimasi, yang menyangkut kerangka peraturan normative yang terangkum dalam serangkaian tata hukum.  Ketiga gugus struktur ini merupakan satu rangkaian yang tidak terpisahkan dalam praktek kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi sebagai satu wacana dalam pembangunan menjadi idiom yang senantiasa dibahasakan oleh pemerintah dan kalangan swasta, dengan pertimbangan bahwa investasi adalah sokoguru pertumbuhan ekonomi.  Logika ini meniscayakan adanya komitmen dari semua pihak untuk mendukung gerak dan proses investasi. Bagi kalangan swasta (pemilik modal), wacana ini membuka ruang bagi mereka untuk mengeruk kekayaan sebanyak mungkin dalam rangka akumulasi capital.  Dipihak lain, terjadinya hegemonisasi wacana di tingkat masyarakat, sehingga menimbulkan beban psikologis untuk melakukan gerakan social dalam rangka memperjuangkan hak-haknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada level dominasi, praktek kekuasaan terjadi pada penguasaan di bidang politik dan aset-aset ekonomi.  Jabatan politis  dan relasinya dengan kekuatan modal, berkoalisi untuk menekan potensi-potensi perlawanan dari masyarakat tertindas. Contohnya, bisa dilihat dengan penggunaan kekuatan militer dalam memproteksi proses produksi kapitalis.  Dan praktek kekuasaan ini disempurnakan dan dilegitimasi dengan seperangkat peraturan (UU,PERDA dll) untuk melindungi dan melanggengkan kekuasaan. Banyaknya PERDA-PERDA ekonomi dibandingkan PERDA perlindungan dan pelayanan public menjadi contoh riil dari praktek kekuasaan yang korup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenichi Omahe, menggambarkan dalam the End of Nation State, bahwa state ( pemerintah) bukan lagi sebagai sentra kekuasaan tunggal dalam masyarakat, melainkan telah digantikan oleh kekutan modal.  Dan pada posisi inilah pemerintah kehilangan integritas dan kredibilitasnya bahkan berubah menjadi pelayan yang manis bagi kapitalisme. Pada perspektif ini juga memperlihatkan bahwa kekuasaan itu jamak, dan terdistribusi pada lokus-lokus ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai permasalahan di Kaltim, memperlihatkan bagaimana tidak berdayanya pemerintah dibawah bayang-bayang kekuasaan modal.  Disatu sisi “kepala” pemerintah telah direcoki pemikiran bahwa pembangunan ekonomi tidak bisa berjalan tanpa adanya investasi, disisi yang lain pemerintah tidak berdaya dengan berbagai tekanan-tekanan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan untuk memuluskan proyek kapitalisasinya.  Apalagi jika hal itu menyangkut konflik antara perusahaan dengan buruh dan atau masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlarut-larutnya kasus seismic bungur yang melibatkan PT.Unocal dan masyarakat nelayan Balikpapan menunjukkan betapa tidak berdayanya pemerintah kota dan DPRD balikpapan untuk menfasilitasi kasus tersebut, walaupun telah ada kesepakatan yang dibuat bersama antar berbagai pihak yang berkepentingan dengan kasus tersebut.  Atau nasib buruh PT kalimanis yang “dipermainkan” oleh pihak manajemen  perusahaan, menjadi sisi lain dari praktek kekuasaan modal dalam menghegemoni dan mendominasi masyarakat politik terlebih masyarakat kecil.  Dan sekali lagi, pemerintah “tidak berdaya” dalam menyelesaikan kasus-kasus tersebut, bahkan ada kecendrungan untuk “berselingkuh” dengan kaum kapitalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;Dimana posisi masyarakat kecil?,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, praktek kekuasaan dan perselingkuhan penguasa politik dan penguasa ekonomi pasti akan memakan korban, diskriminasi dan marginalisasi masyarakat kecil serta penindasan akan dilanggengkan dengan model relasi kekuasaan yang tidak melibatkan masyarakat secara aktif dalam seluruh rangkaian proses perubahan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds2.feedburner.com/blogspot/sangadhie&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiE683p9vaoRQWuYx-fhW-CQYA5LaXY4-HKfLZthr1OmwYa5eIU32QXQjRumdOtJd_GVzVXP9o7oz888GyciVFbOBtMWOpt0PEw0uMEyg2RE9guxhlccN097UVdvS70fb91cTtYN5WxRM8/s72-c/tamapan.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>