<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780</atom:id><lastBuildDate>Sat, 05 Oct 2024 03:57:08 +0000</lastBuildDate><title>Polisi Masa Depan</title><description>Polisi Juga Hanya Manusia Biasa.</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Polisi Juga Hanya Manusia Biasa.</itunes:subtitle><itunes:category text="Games &amp; Hobbies"><itunes:category text="Hobbies"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780.post-6403365504018362553</guid><pubDate>Wed, 28 Jul 2010 02:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-28T09:42:52.736+07:00</atom:updated><title>Video Polisi Tabrak Mahasiswa</title><description>Adegan video berdurasi 15 detik yang meramaikan Twitter dan aneka situs jejaring lain itu cukup heboh. Terlihat sebuah mobil patroli polisi dengan nomor lambung 3024 melarikan diri usai menyeruduk seorang mahasiswa pria yang mengenakan jaket almamater warna biru sampai terpental. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diduga adegan itu berlangsung dalam unjuk rasa menolak kenaikan BBM yang berlangsung di depan Kampus UNIKA Atma Jaya, Jl Sudirman, Jakarta. Aksi pada 24 Juni 2008 silam itu berlangsung anarkis dan sebuah mobil dinas sebuah instansi pemerintah dibakar oleh massa pengunjuk rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan diketahui korban bernama Arpianto (22), mahasiswa IAIN asal Jambi. Arpianto lalu dilarikan ke RS Jakarta kemudian dirujuk ke RS UKI Cawang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut hingga kondisinya membaik.&lt;br /&gt;Untuk lebih lanjut bisa buka di http://m.detik.com/read/2010/07/27/125709/1407645/10/polisi-cari-pengunggah-video-mobil-patroli-seruduk-mahasiswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah siapa yg mengedit dan mengunduh video ini serta apa motifnya? Saya yakin polisi bisa mengungkapnya agar bisa diketahui apa yg menjadi motifnya.</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/2010/07/video-polisi-tabrak-mahasiswa.html</link><author>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780.post-5976814044132489082</guid><pubDate>Mon, 12 Jul 2010 04:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-12T11:34:51.808+07:00</atom:updated><title>Akan dijadikan apa Polri ini?</title><description>Disaat Polri dituntut untuk lebih "SIPIL" setelah keluar dari ABRI disertai tuntutan perubahan kehidupan masyarakat dan terakhir muncul wacana Kapolri bisa dari luar Polri sendiri. Sedangkan instansi lain malah menambah senjata sebagai barang inventarisnya dan makin banyak instansi yg ingin punya kewenangan sendiri. Semakin membuat aturan di negara ini tumpang tindih.</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/2010/07/akan-dijadikan-apa-polri-ini.html</link><author>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780.post-4008678979387121948</guid><pubDate>Sun, 04 Jul 2010 03:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-04T10:59:58.181+07:00</atom:updated><title>HATI INI</title><description>Diambil dr lirik lagu Kahitna :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku memang manusia biasa, tidak sempurna dan kadang salah, namun di hatiku hanya satu, cinta untukmu luar biasa..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirik lagu ini menggambarkan betapa kami, khususnya saya, sering menerima hujatan dan caci maki, tdk menyurutkan tekad kami untuk memberikan yg terbaik bagi masyarakat dlm berikan pelayanan, pengayoman dan perlindungan atas dasar kecintaan kami kpd bangsa dan negara ini.</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/2010/07/hati-ini.html</link><author>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780.post-7010434428025574492</guid><pubDate>Sat, 20 Mar 2010 07:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-20T14:39:09.828+07:00</atom:updated><title>Polisi Jujur</title><description>Copas dari milis TB Community:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingatkah pada Jenderal Pol (Purn) Drs. Hoegeng Iman Santosa (Alm)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau merupakan mantan Kapolri yang mendedikasikan dirinya demi sebuah arti kejujuran namun disingkirkan karena kejujuran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah klasik dari bangsa sebesar Indonesia. Kisah dimana setiap tokoh baik tidak akan menang melawan tokoh jahat dalam sebuah pentas. Menggelikan bukan. Tapi itulah realita yang terjadi dalam Negara ini, Hoegeng Iman Santosa adalah salah satu contoh Tokoh baik yang “mati” dalam cengkraman penguasa jahat yang tak menginginkan kekuasaannya terganggu oleh sifat jujur dari sang Kapolri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hoegeng yang lahir sebagai sulung dari pasangan Soekaryo Karyohatmodjo dan Oemi Kalsum di kota Pekalongan pada 14 Oktober 1921, sangat terkenal sebagai tokoh yang meneladani arti kejujuran. Sikap yang pada masa sekarang ini sangat sulit untuk ditemukan dalam system pemerintahan kita. Hoegeng lahir dalam latar belakang keluarga yang menekankan kedisiplinan dan ketaatan dalam beribadah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau kemudian tumbuh menjadi pribadi yang taat beribadah, disiplin, tegas dan menjunjung tinggi kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1968, Hoegeng dipercaya menjadi Kepala Kepolisian RI (1968-1971). Sebagai seorang Kapolri, Hoegeng semakin menunjukkan keteguhan prinsip hidupnya dengan tidak bisa ”dibeli” oleh siapapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau bahkan melarang anggota keluarganya untuk menggunakan fasilitas Negara atau menerima hadiah dari orang lain dengan alasan apapun. Tak segan-segan Ia akan menyuruh hadiah tersebut untuk dikirimkan kembali kepada pengirimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kisah dari Hoegeng yang selalu menjadi inspirasi bagi saya adalah kisah ketika Hoegeng sedang naik Mobil Polri 1 dan jalanan sedang macet. Dengan tidak memperdulikan statusnya sebagai seorang Kapolri, Hoegeng langsung turun dari mobilnya dan bergegas berjalan ke perempatan untuk membantu petugas polantas yang sedang berusaha melancarkan kembali jalanan yang macet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau tidak hanya bersemboyan dan memberikan perintah namun juga senantiasa menjadi motivasi dan contoh langsung bagaimana menjadi polisi yang sebenarnya, yang setia pada dharma-nya membantu dan melayani masyarakat. Masih ada pejabat yang mau berbuat seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh Tapi Nyata, Happy Ending dari sebuah sikap mulia ternyata tak selamanya terjadi dalam kehidupan manusia. Justru karena sikapnya yang selalu menjunjung tinggi kejujuran, Hoegeng kemudian dilengserkan dari jabatan Kapolri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia yang relative muda, 49 tahun, Hoegeng dipensiunkan sebelum waktunya. Ternyata banyak orang yang tidak senang dengan sikap “mulia” seorang Hoegeng. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau bahkan pernah dituduh berkolusi dan nepotisme karena menggagas penggunaan Helm bagi pengendara sepeda motor. Gagasan yang kemudian terpakai hingga saat ini, namun orang-orang menganggapnya punya bisnis Helm pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari jabatan Kapolri, secara otomatis Hoegeng kembali pada kehidupan sederhana. Beliau hanya memiliki rumah dinas, jasa dan prinsip kejujuran, tanpa harta yang cukup seperti layaknya seorang mantan Kapolri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu saja, kisah sedih Hoegeng terus berlanjut dengan keluarnya larangan bagi Hoegeng untuk menghadiri setiap acara yang dihadiri oleh Presiden Soeharto, baik itu peringatan hari kepolisian, dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hoegeng merasa sangat terpukul dengan kenyataan tersebut sehingga mungkin menjadi salah satu penyebab beliau kemudian terkena stroke dan menghadap Yang Kuasa pada tanggal 14 Juli 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hoegeng, sebuah permata indah yang berusaha bersinar dalam kegelapan. Namun tak kuasa melawan hingga akhirnya harus redup dan meninggalkan kegelapan merajalela di bumi Indonesia. Kisah hidup Hoegeng adalah contoh bahwa masih ada kejujuran dalam hati setiap bangsa Indonesia. Jangan takut untuk menjadi pribadi yang jujur, meskipun kita harus terbuang dan tersingkir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah satu Hoegeng dapat membangkitkan jutaan Hoegeng lagi, demi bangsa yang menjunjung tinggi kejujuran.</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/2010/03/polisi-jujur.html</link><author>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780.post-3558745648012211935</guid><pubDate>Tue, 16 Feb 2010 14:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-16T21:42:48.685+07:00</atom:updated><title>Tri Brata Community</title><description>Milis TRIBRATA COMMUNITY (TB COM) 'dibuat' karena adanya kecintaan terhadap Polri.&lt;br /&gt;Pada dasarnya milis ini bersifat terbuka bagi seluruh insan Polri dan Masyarakat yang mempunyai kepedulian terhadap kemajuan dan perbaikan Polri di masa 'men'datang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Milis 'mengenai' Polri 'sebenarnya' sudah banyak, 'seperti' : &lt;br /&gt;polisi-masyarakat@yahoogroups.com &lt;mailto:&lt;br /&gt;polisi-masyarakat@yahoogroups.com&gt; , &lt;br /&gt;police_thumbers@yahoogroups.com &lt;mailto:&lt;br /&gt;police_thumbers@yahoogroups.com&gt; , dan lain-lain. 'Namun milis tersebut lebih banyak' bersifat chit chat dan out of topic.&lt;br /&gt;'Untuk itu kami' mencoba mengkonsep'kan' sebuah milis yang lebih tegas 'untuk' aturannya, demi kebaikan 'P'olri itu sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam milis ini diusahakan untuk menghilangkan rasa segan 'dan' sungkan dari masyarakat terhadap insan Polri juga Pejabat Polri, yang mana dari 'hasil' berbagai survey ternyata perasaan segan dan sungkan ini yang menjadi 'penghambat' informasi dari masyarakat terhadap Polri, 's'ehingga perubahan/reformasi 'untuk' Polri masih seperti jalan ditempat.&lt;br /&gt;Hal ini 'di'karena'kan' informasi-informasi dan inovasi-inovasi yang sudah dikembangkan oleh Polri masih mengacu pada teori-teori tanpa melibatkan masyarakat pada umumnya, sementara yang menilai Polri adalah masyarakat umum.&lt;br /&gt;'Dan' karena tidak mengadopsi usulan-usulan ataupun keperluan masyarakat, maka 'perlu' dirasakan 'adanya' perubahan-perubahan tersebut walaupun sudah banyak yang berubah di tubuh Polri, 'namun ternyata' masih belum sanggup mengadopsi keinginan masyarakat banyak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berpijak pada 'hal tersebut dimana' saat saya mengikuti milis ISAT BB, para pelanggan Indosat bisa langsung berkomunikasi dengan para petinggi Isat, 'dan' ternyata hal ini banyak mempengaruhi bagi kemajuan Isat terhadap pelayanan 'mereka' kepada para konsumennya.&lt;br /&gt;Dengan adanya keluhan maupun kritikan dari para member milis isatbb sebagai konsumen ISAT serta brainstorming yang sering muncul dalam postingan member, serta ide-ide gila yang muncul secara spontan dan di respon oleh para petinggi Isat, ternyata sangat berpengaruh terhadap arah kebijakan dan program-program isat bagi pelanggannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adanya ketanggap segeraan dari para petinggi isat terhadap keluhan pelayanan bagi membernya dengan disertai tindakan nyata di lapangan, mampu menimbulkan rasa kecintaan dan fanatisme tersendiri bagi pelanggan isat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Melihat kenyataan tersebut, 'kami' mempunyai harapan, apabila hal ini bisa diterapkan di tubuh Polri, niscaya akan sangat membantu bagi pimpinan Polri dalam pengambilan kebijakan dan membuat sebuah inovasi yang muncul dari para member komunitas TB COM, yang 'nantinya' akan bisa membuat Polri makin dicintai dan disayangi 'oleh' masya'ra'kat.&lt;br /&gt;Hal ini sejalan dengan tugas pokok Polri sebagai Pelayan, Pelindung, dan Pengayom masyarakat.(RS)</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/2010/02/tri-brata-community.html</link><author>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780.post-3632521514956367435</guid><pubDate>Fri, 08 Jan 2010 04:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-08T11:07:49.624+07:00</atom:updated><title>Surat Kapolri No Pol : B/3022/XII/2009/SDEOPS, tanggal 14 Desember 2009 tentang Penanganan Kasus Melalui Alternatif Dispute Resolusion (ADR)</title><description>Sehubungan dengan rujukan tersebut di atas, dengan hormat dijelaskan kembali bahwa salah satu bentuk penyelesaian masalah dalam penerapan Polmas adalah penerapan konsep Alternatif Dispute Resolution (ADR), yakni pola penyelesaian masalah sosial melalui jalur alternatif selain proses hukum atau non litigasi antara lain melalui upaya perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini banyak proses penegakkan hukum terhadap kasus tindak pidana dengan kerugian sangat kecil menjadi sorotan media massa dan masyarakat, terkesan aparat CJS terlalu kaku dalam penegakan hukum, berkaitan dengan hal tersebut di atas, agar di ambil langkah-langkah sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengupayakan penanganan kasus pidana yang mempunyai kerugian materi kecil, penyelesaiannya dapat diarahkan melalui konsep ADR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penyelesaian kasus pidana dengan menggunakan ADR harus disepakati oleh pihak-pihak yg berperkara namun apabila tidak terdapat kesepakatan baru diselesaikan sesuai dengan prosedur hukum yg berlaku secara profesional dan proporsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penyelesaian kasus pidana yg menggunakan ADR harus berprinsip pada musyawarah mufakat dan harus diketahui oleh masyarakat sekitar dengan menyertakan RT RW setempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Penyelesaian kasus pidana dengan menggunakan ADR harus menghormati norma hukum sosial / adat serta memenuhi azas keadilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memberdayakan anggota Polmas dan memerankan FKPM yang ada di wilayah masing2 utk mampu mengidentifikasi kasus-kasus pidana yang mempunyai kerugian materiil kecil dan memungkinkan untuk diselesaikan melalui konsep ADR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Untuk kasus yang telah dapat diselesaikan melalui konsep ADR agar tidak lagi di sentuh oleh tindakan hukum lain yang kontra produktif dengan tujuan Polmas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian untuk menjadi maklum.</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/2010/01/surat-kapolri-no-pol-b3022xii2009sdeops.html</link><author>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780.post-3076781290982771825</guid><pubDate>Tue, 29 Dec 2009 06:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-29T13:40:50.014+07:00</atom:updated><title>Sekolah Inspektur Polisi</title><description>menjawab pertanyaan sdr. cristian soal apa itu Sekolah Inspektur Polisi, saya berusaha menjawab sesuai pengetahuan saya yang terbatas ini berhubung tugas saya di Akpol hanyalah sebagai Pembina/Pengasuh Taruna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepengetahuan saya, SIP adalah wadah bagi para lulusan Sarjana yang berminat untuk melanjutkan studinya di Kepolisian. sebenernya ini nama lain dari PPSS (Perwira Polri Sumber Sarjana) yang slama ini berjalan. perbedaannya adalah semenjak Polri mengambil kebijakan untuk penerimaan Taruna Akpol diambil dari 2 sumber (SMU dan Sarjana), PPSS mengambil siswanya dari sumber Sarjana khusus (kedokteran,penerbang). sedangkan SIP mengambil siswa dari sumber sarjana pada umumnya (SH,SSos dll).&lt;br /&gt;bila PPSS penyebutannya adalah Siswa, sedangkan SIP adalah Taruna. akan tetapi masa pendidikannya lebih cepat dari Taruna sumber SMU ( kalo tidak salah 1 tahun 4 bln).&lt;br /&gt;namun sepertinya program SIP ini tidak akan berlanjut, seiring munculnya kebijakan Kapolri agar Akpol setara dgn S1. dgn kata lain murni hanya menerima dari sumber SMU dengan masa pendidikan selama 4 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mudah-mudahan ini bisa menjawab. mohon maaf bila ada kekurangan informasi yang saya sampaikan di atas.</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/2009/12/sekolah-inspektur-polisi.html</link><author>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780.post-7635133607997035386</guid><pubDate>Tue, 29 Dec 2009 06:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-29T13:12:55.583+07:00</atom:updated><title>Sejarah Kepolisian</title><description>Suatu negara tanpa adanya aparat yang melaksanakan fungsi kepolisian, niscaya negara tersebut tidak akan mampu bertahan lama, karena pelanggaran hukum akan leluasa dan akhirnya negara tersebut runtuh. Oleh karenanya fungsi kepolisian pasti ada di setiap  negara, termasuk negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;Di Nusantara ini, sudah mulai sejak zaman kerajaan-kerajaan, baik Majapahit, Mataram, maupun  kerajaan-kerajaan lain, juga telah melaksanakan fungsi kepolisiannya. Walaupun dengan  nama yang beragam. Pada zaman  kerajaan  Majapahit, fungsi kepolisian telah dilaksanakan oleh satuan yang dinamakan Bhayangkara. Kesat¬uan ini mempunyai tugas : Satya haprabu,  Hanyakan  musuh, Gi¬neung  Pratidina, Tansatrisna. Tugas  tersebut kini menjadi Catur Prasetia, yang merupakan landasan  kerja anggota Polri di lapan¬gan. Begitu juga pada kerajaan Mataram, fungsi kepolisian dilaksanakan oleh badan yang bernama Kabupaten Gunung Polisi, yang mempunyai tugas menjaga  tata  tertib  dan  ketenteraman  di  daerah-daerah kerajaan dan juga membantu mengurusi soal-soal pemerintahan.&lt;br /&gt;Pada waktu Nusantara di jajah oleh Belanda, fungsi kepoli¬sian juga ada dengan bermacam-macam badan yang melaksanakannya antara  lain  :  Algemene  Politie  (Polisi Umum),  Gewapende Politie (Polisi Bersenjata), Veld  Politie (Polisi   Lapangan),  Cultuur  Politie  (Polisi   Lapangan), Bestuur Politie (Polisi Pamong Praja).&lt;br /&gt;Mengingat mulai pentingnya tugas Polisi maka pemerintah Belanda mulai mengadakan pendidikan Polisi. Pendidikan  yang pertama  untuk  Agen  Polisi  (Politie  Agent)  di  Batavia, Semarang  dan  Surabaya  pada tahun  1911.  Kemudian  dengan berkembangnya  tugas  kepolisian  dengan  proses  pendidikan serta keadaan daerah pendidikan pindah ke Bogor kemudian  di Sukabumi (tahun 1925).&lt;br /&gt;Yang  menarik untuk dipelajari adalah kepolisian pada zaman penjajahan Jepang. Pemerintahan kolonial Jepang  saat itu memben¬tuk kepolisian secara nasional tidak seperti zaman Pemerintahan Hindia  Belanda, yang terdiri  dari  berjenis-jenis  kepolisian. Sedangkan organisasi tersusun secara regional dengan masing-masing mempunyai pusat-pusatnya, seperti :&lt;br /&gt;1. Kepolisian untuk Jawa dan Madura berpusat di Jakarta.&lt;br /&gt;2.  Kepolisian untuk Sumatera berpusat di Bukittinggi.&lt;br /&gt;3.  Kepolisian Timur Besar berpusat di Makasar.&lt;br /&gt;4.  Untuk Kepolisian di kalimantan berpusat di Banjarmasin.&lt;br /&gt;Dengan demikian, pada waktu itu telah ada jalur Komando yang jelas dan pusatnya masing-masing sampai ke Distrik. Di samping itu jumlah polisi yang diserah terimakan Pemerintah Belanda kepada Pemerintah Jepang, sebanyak 31.620 orang  yang  terdiri dari 10  Hopkommisaris,  117  Komisaris Polisi,  13  Wedana  Polisi,  63  &lt;br /&gt;Hopinspektur  Polisi, 88 Assisten  Wedana Polisi, 545 Inspektur Polisi, 1463 Mantri Polisi, 513 Hopagen, 154 Hopposhis komando, 2.582 Poshis komandan/ Reserse dan 26.073 Agen Polisi.&lt;br /&gt;Kemudian setelah kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, pada &lt;br /&gt;sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan hari kedua tanggal 19 Agustus 1945, ditetapkan Kepolisian Negara RI berada  di bawah Kementerian Dalam Negeri, dengan bentuk organisasinya adalah Jawatan kepolisian Negara RI. Setelah  terbentuknya Kepolisian RI ini, dengan kegiatan yang menonjol pada waktu itu  adalah ikut membela tanah air, atau ikut  peran  serta dalam melawan penjajahan (Jepang). Dan pada tanggal 1 Juli 1946  setelah  Polri  di bawah langsung Perdana Menteri, dijadikan  hari Bhayangkara (hari ulang tahun  Polri).  Pada tahun 1945-1950 peran kepolisian dalam mempertahankan negara cukup  menonjol,  termasuk  tanggal  10 November 1945 di Surabaya  perlawanan terhadap tentara Sekutu yang dimotori Inggris. Dalam peristiwa tersbeut perlawanan yang mempelopori pasukan istimewa mampu melumpuhkan tentara Sekutu.  dari peristiwa tersebut sekarang hari Pahlawan dan A.H.  Nasution  mengatakan bahwa tanpa adanya keberanian polisi istimewa terse¬but, tidak akan ada hari Pahlawan.&lt;br /&gt;Pada kurun waktu 1950-1959 dimana diperlakukan UUDS tahun 1950 sebagai UU dasar yang bersifat Perlementer, kedudukan Polisi tetap di bawah Perdana Menteri. Pada kurun ini  kejadian  penting adalah lahirnya Pol Air (5 Desember 1950). Dinas telekomunikasi pada jawatan kepolisian  negara (27 Oktober 1951), Pasukan Polisi Perintis (11 Maret  1952), Persatuan  Istri  Polri  yang diberi nama Bhayangkari (19 Oktober  1952),  Tri Brata sebagai  pengikat disiplin bagi Mahasiswa PTIK (3 Mei 1954) yang selanjutnya sebagai landasan moral anggota Polri. Penetapan hari Kepolisian yang pertama  kali (1 Juli 1955), Polisi Lalu Lintas (22  Agustus 1955), Polisi Udara (1Desember 1955), Labkrim (5 Juli 1955), NCB (16 Agustus 1956). Pada kurun inilah banyak tonggak sejarah yang merupakan perkembangan organisasi  Polri  yang cukup baik, yang kemudian berkembang menjadi kesatuan  Polri yang berkembang mengikuti zamannya.&lt;br /&gt;Untuk kurun waktu tahun 1950-1966 telah banyak tonggak sejarah yang sangat mewarnai kondisi Polri dewasa ini, yaitu Polri menjadi anggota ABRI, keluarnya UU Pokok Kepolisian No. 13  tahun 1961, Kepolisian tidak lagi di bawah Pimpinan Negara, tetapi di bawah Men Hankam/Pangab. Pada kurun  waktu ini  pula telah dibentuk atau diresmikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Kepolisian (Seskoak). Setelah Polri menjadi bagian ABRI, maka pembinaan dan operasionalnya  dikendalikan oleh Pangak, dengan demikian perkembangan kepolisian berikutnya  banyak  dipengaruhi oleh ABRI tersebut. Dari tonggak  sejarah  ini perkembangan Polri mulai tahun 1966-1998, banyak kritik dilontarkan tentang efekti¬fitas Polri dalam ABRI. &lt;br /&gt;PERLUNYA MEMAHAMI SEJARAH POLRI &lt;br /&gt;Dengan melihat perkembangan kepolisian di Indonesia yang  telah memberikan catatan sejarah untuk pertumbuhan negara Indone¬sia, khususnya penegakan hukum dan pembina kamtibmas, baik keber¬hasilan maupun kekurangannya, maka perlu  sejarah kepolisian ini untuk dipelajari bagi  anggota Polri, terutama bagi para siswa di lembaga pendidikan Polri di Indonesia. Keberhasilan yang pernah diraih dapat digunakan untuk dicontoh dan dikembangkan lagi guna pelaksanaan tugas yang akan datang. Sedangkan kekurangan atau kegagalannya dapat dipelajari penyebab kekurangan atau kegaga¬lannya, agar tidak akan terulang kembali kegagalan yang serupa.&lt;br /&gt;Disamping itu para pelaku sejarah kepolisian di Indonesia perlu diketahui, siapa yang perlu untuk dijadikan sebagai suri teladannya, yang dapat memberi motivasi kerja bagi  yang menela¬dani tokoh Polri pilihannya. Sangat ironis kalau  sebagai anggota Polri mengidolakan tokoh sejarah non Polri, karena ketidak kakuannya.&lt;br /&gt;Namun demikian buku sejarah ini masih bersifat pokok-pokokn¬ya saja, dan masih perlu dipelajari lagi buku-buku sejarah ten¬tang peristiwa-peristiwa khusus, tokoh khusus atau otobiografi tokoh kepolisian. Misalnya sejarah tentang: Otobiografi RS. Soe¬kanto, Awaloedin Djamin, Hoegeng Imam Santoso, dan lain sebagainya.</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/2009/12/sejarah-kepolisian.html</link><author>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780.post-7306533814137306643</guid><pubDate>Fri, 20 Nov 2009 10:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-20T17:54:05.678+07:00</atom:updated><title>Polri vs KPK</title><description>sebenernya udah lama pengen nulis lagi tp beberapa waktu ini susah bener buka blognya. pengen buka di warnet, males rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang ini lagi rame2nya masalah Polri vs KPK. semua media membahasnya. rakyat pun memberikan opininya ampe turun ke jalan untuk berdemo/berorasi. facebook dan twitter pun gak ketinggalan dijadikan sarana untuk beropini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingin juga saya berkomentar tentang masalah ini tp mengingat saya adalah bagian dari permasalahan ini saya memilih untuk diam agar tidak semakin memperkeruh suasana. tidak berusaha seperti Evan Brimob yang tanpa pikir panjang berkomentar di akun facebooknya. saya hanya berusaha berpikir lebih jauh lagi untuk kemajuan diri pribadi dan institusi saya kelak dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam hidup pasti kita akan hadapi kesulitan dan kesulitan itu akan menjadi hikmah yang baik bila mampu dilewati. apa yg terjadi sekarang kelak dikemudian hari akan menjadi pelajaran yang berguna bagi generasi selanjutnya agar tidak terulang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setiap institusi pasti punya sisi kelemahan dan kekurangan namun saya yakin setiap institusi pasti punya keinginan untuk memperbaikinya. rasanya tidak pas judulnya Polri vs KPK krn dua2nya saling bekerjasama dalam menumpas korupsi di negeri kita tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sama seperti judul blog ini, saya berusaha menjadi polisi masa depan yg harus lebih baik dari pendahulu2 saya sebelumnya.</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/2009/11/polri-vs-kpk.html</link><author>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780.post-2392286654911677841</guid><pubDate>Wed, 21 Oct 2009 05:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-21T12:55:33.950+07:00</atom:updated><title>Intelijen gagap (repost)</title><description>Orang Indonesia sering masih tergagap mendengar kata "intelijen". Entah krn itu memang berasal dr kata serapan, atau krn ada latar belakang historis-kultural ttg makna kata2 itu. Intelijen memang jadi laga utama dalam perang dingin, dmn saat itu intelijen jg mengalami stigmatisasi internal di dalam perjalanan sejarah bangsa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, intelijen memang harfiahnya adalah kodrat manusia. "Cogito ergo sum". Pemikiranku yang membuat eksistensiku diakui. Meski tak sepenuhnya tepat, hal ini bisa diterima dalam kasus orang yang gila dan anak2 kecil/balita. Mereka dianggap tidak lebih dr sekedar obyek penderita krn tak memiliki "cogito". Intelijen dan intelijensia bahkan mjd unsur utama berpikir, dan berpikir adalah yang mengangkat derajat manusia dr makhluk lainnya. Berpikir, menimbang, menerima informasi dan mempengaruhi orang lain dengan informasi itu, sejatinya telah berkembang dengan pesatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Publik Indonesia masih kerap mengidentifikasi intelijen sebagai "alat" perang. Militeristik, tertutup, dan ekstra kolot. Padahal, zaman telah mengalami revolusi informasi, dimana open source sudah merajalela. Militer dan kelompok strategis masih menjaga feodalisme kekolotannya, padahal pada saat yang sama hampir seluruh masyarakat melakukan pekerjaan itu. Entah itu meneliti, mengamati, melakukan survei pasar, melakukan unras, mendidik siswa, menggosipkan sesuatu, dan banyak lagi kegiatan lain adalah bagian2 dr apa yg bs diberi label : pekerjaan intelijen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang membedakan intelijen "induk" yg militeristik dengan anaknya yang "open sourced"? Apa bedanya intelijen yg organized dan sporadic? Yang kovensional dan kontemporer. Yang membedakan adalah manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan akademis justru sudah lebih dahulu maju dengan memahami manajemen sistem informatika. Didalamnya, sangat kental dengan nuansa penyelidikan intelijen konvensional, bahkan lebih jauh dan lebih detail. Sampai menyentuh estimasi strategis yang merupakan inti organisasi intelijen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal pengamanan dan kontra intelijen, intelijen konvensional juga tergagap melawan kemajuan ilmu-ilmu sosial spt psikologi, antropologi, sosiologi, yang terus mengembangkan sayapnya menjadi kriminologi, manajemen bencana, dsb. Satu2nya kemajuan intelijen adalah perangkat khusus yang terkesan canggih padahal itu hasil rekayasa teknologi yang sudah berumur 5 tahunan. Di zaman perang dingin, 5 tahun adalah masa yang sebentar bagi kemajuan teknologi, tapi utk zaman ini, 5 tahun bisa menghasilkan puluhan jenjang teknologi. Bisa jadi Radio anda yang berumur 5 tahun, mgkn hrs masuk keranjang sampah jika rusak krn komponennya sudah tak diproduksi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kelebihan apa yang dimiliki insan intelijen konvensional-militeristik? Ya itu tadi, sikap OSS (oh so secret) dan pongah ditengah kepungan gajah; tetap optimis dengan apa yang ia hadapi padahal setiap saat ia bisa mati tergencet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Weits, tunggu dulu. Ada titik cerah bagi mereka yang beragama. Masa depan tak bisa dideteksi spt jadwal kereta api, tak bisa ditolak seperti kuman. Tapi masa depan itu bisa dirangkai melalui tanda-tanda. Siapa yang bisa merangkai tanda-tanda itu, yang membaca tanda itu, lalu memahaminya, dialah yang mampu menguasai masa depan. Disanalah hati berperan: untuk apa dan mau apa, niat dari diri kita akan mempengaruhinya. Ketamakan, keserakahan, dan arogansi akan mengalahkan kecermatan dan keuletan; dan kita akan terjerumus dalam sebuah kehancuran. Sebaliknya semangat kebenaran, prioritas kepada keadilan, akan menuntun kita kepada keberhasilan. Dan semangat kebenaran serta keadilan ada pada agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayolah, bukan saatnya lagi mencetak uang sendiri. Bukan saatnya lagi membuang energi untuk suatu yang tak perlu. Insan intelijen adalah orang2 yang terbiasa membersihkan hati dari kepentingan, dan merangkai tanda-tanda dalam otaknya. Bukan moneymaker, bukan troubleshooter, bukan juga cape crusader. Siapapun bisa dilatih jadi jago tembak, ribuan orang rela berjibaku melakukan aksi penyelamatan spektakuler, gampang menjadi topeng yang gagah berani dan peran pahlawan yang bisa diandalkan. Tapi topeng itu takkan cukup kuat untuk mengingkari wajah lain yang berada dibaliknya, yang hanya diwakili sepasang mata yang menatap orang2 yang tak bisa melihat wajah dibalik topeng itu. Ia bisa segalanya karena ia adalah Descartes : "cogito ergo sum". "Aku berpikir, karenanya aku ada". Bukannya karena aku terlihat.</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/2009/10/intelijen-gagap-repost.html</link><author>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780.post-1484724106368789276</guid><pubDate>Mon, 28 Sep 2009 01:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-28T08:33:23.140+07:00</atom:updated><title>Oknum Polisi di Sumsel</title><description>udah denger berita kejadian di SUMSEL blum? miris dengernya. oknum polisi, lulusan Akpol lagi, tega membunuh orang gara2 barang haram yg namanya narkoba.&lt;br /&gt;klo bicara tentang harapan masyarakat yang begitu tinggi terhadap polisi, baik itu kinerjanya maupun tingkah lakunya, rasanya kejadian seperti ini sudah pasti menjatuhkan kewibawaan Polri secara keseluruhan. baru saja kita sukses menggulung Noordin M Top, nama kita udah tercoreng oleh ulah satu orang oknum perwira.&lt;br /&gt;dalam kenyataannya, polisi memang tetap manusia biasa yang punya sisi rapuh yang bisa direcoki hal-hal negatif. klo gak ditunjang keimanan yang kuat, sudah pasti sisi yang rapuh itu mudah diobrak-abrik. sehingga muncul oknum-oknum polisi yang tidak mampu menjaga amanah tugasnya.&lt;br /&gt;bagi saya ini menjadi pembelajaran penting. jangan berani-berani menyentuh yang namanya narkoba walaupun itu hanya sekedar coba-coba. bila sudah terkuasai, sulit bagi kita untuk keluar dari jeratnya. pikiran kita jadi gak waras. apapun dilakukan, gak liat lagi siapa dirinya dan apa jabatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SO, JAUH-JAUH YA DARI NARKOBA!!</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/2009/09/oknum-polisi-di-sumsel.html</link><author>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780.post-6601668843868001671</guid><pubDate>Fri, 25 Sep 2009 14:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-25T21:13:38.968+07:00</atom:updated><title>Giat Pelatihan di ILEA Bangkok</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhddbMYygdFnBrMPILRlJ29f53GwZVw3yu3eaW9bQA9tUvwuGSngROdCuK218XnSOX0roeQWEhKifPAVFqAe1nbGrBcuLj32bxGgWHBzCmbgYs_F2eptmHzwBHTARJb86J03hhbY0QLphM/s1600-h/giat+di+ilea.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 400px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhddbMYygdFnBrMPILRlJ29f53GwZVw3yu3eaW9bQA9tUvwuGSngROdCuK218XnSOX0roeQWEhKifPAVFqAe1nbGrBcuLj32bxGgWHBzCmbgYs_F2eptmHzwBHTARJb86J03hhbY0QLphM/s400/giat+di+ilea.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385407137681720834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Personnel and Facility Security Course di ILEA Bangkok selama 2 minggu lamanya. diikuti sekitar 47 peserta dari 10 negara. lumayan nambah wawasan dan teman polisi2 dari negara2 lain. juga sekalian wisata di kota Bangkok.</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/2009/09/giat-pelatihan-di-ilea-bangkok.html</link><author>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhddbMYygdFnBrMPILRlJ29f53GwZVw3yu3eaW9bQA9tUvwuGSngROdCuK218XnSOX0roeQWEhKifPAVFqAe1nbGrBcuLj32bxGgWHBzCmbgYs_F2eptmHzwBHTARJb86J03hhbY0QLphM/s72-c/giat+di+ilea.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780.post-7853185403298842310</guid><pubDate>Tue, 08 Sep 2009 14:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-25T21:03:12.277+07:00</atom:updated><title>WANITA (repost)</title><description>Kepada Wanita Cantik ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak laki-laki kecil bertanya&lt;br /&gt;kepada ibunya "Mengapa engkau menangis?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena aku seorang wanita", kata&lt;br /&gt;sang ibu kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku&lt;br /&gt;tidak mengerti", kata anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya hanya memeluknya dan berkata,&lt;br /&gt;"Dan kau tak akan pernah mengerti"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian anak laki-laki itu bertanya&lt;br /&gt;kepada ayahnya, "Mengapa ibu suka menangis tanpa&lt;br /&gt;alasan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua&lt;br /&gt;wanita menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat dikatakan oleh&lt;br /&gt;ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak laki-laki kecil itu pun lalu&lt;br /&gt;tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita&lt;br /&gt;menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya&lt;br /&gt;ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya, "Tuhan, mengapa wanita begitu mudah&lt;br /&gt;menangis?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika Aku&lt;br /&gt;menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang&lt;br /&gt;istimewa.. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun,&lt;br /&gt;harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan "&lt;br /&gt;"Aku&lt;br /&gt;memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima&lt;br /&gt;penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya "&lt;br /&gt;"Aku&lt;br /&gt;memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain&lt;br /&gt;menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa&lt;br /&gt;mengeluh "&lt;br /&gt;"Aku&lt;br /&gt;memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan,&lt;br /&gt;bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya "&lt;br /&gt;"Aku&lt;br /&gt;memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan&lt;br /&gt;melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya&lt;br /&gt;"&lt;br /&gt;"Aku&lt;br /&gt;memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik&lt;br /&gt;takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan&lt;br /&gt;ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu&lt;br /&gt;"&lt;br /&gt;"Dan&lt;br /&gt;akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan.&lt;br /&gt;Ini adalah&lt;br /&gt;khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau tahu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecantikan&lt;br /&gt;seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia&lt;br /&gt;tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya."&lt;br /&gt;"Kecantikan&lt;br /&gt;seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya -&lt;br /&gt;tempat dimana cinta itu ada."</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/2009/09/wanita-repost.html</link><author>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780.post-8745788453889862120</guid><pubDate>Tue, 08 Sep 2009 14:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-08T21:14:53.450+07:00</atom:updated><title>3 HAL (repost)</title><description>3 Hal yang membuat kita kuat: &lt;br /&gt;              • IMAN&lt;br /&gt;              • PENGHARAPAN &lt;br /&gt;              • KASIH&lt;br /&gt;3 Hal yang tidak akan dilupakan: &lt;br /&gt;              • CINTA&lt;br /&gt;              • KEJUJURAN &lt;br /&gt;              • PERSAHABATAN&lt;br /&gt;3 hal yg tidak pernah kembali: &lt;br /&gt;              • WAKTU &lt;br /&gt;              • PERKATAAN  &lt;br /&gt;              • KESEMPATAN               &lt;br /&gt;3 hal yg menghancurkan: &lt;br /&gt;              • KEMARAHAN&lt;br /&gt;              • KESOMBONGAN&lt;br /&gt;              • KESERAKAHAN  &lt;br /&gt;3 hal tidak boleh hilang: &lt;br /&gt;              • KASIH&lt;br /&gt;              • SUKA CITA&lt;br /&gt;              • DAMAI SEJAHTERA                       &lt;br /&gt;3 Hal yang membuat kita dewasa: &lt;br /&gt;              • KESABARAN&lt;br /&gt;              • KETULUSAN&lt;br /&gt;              • RASA SYUKUR&lt;br /&gt;3 hal tidak pernah kekal: &lt;br /&gt;              • HARTA &lt;br /&gt;              • JABATAN&lt;br /&gt;              • CINTA MANUSIA&lt;br /&gt;3 hal membuat kita berharga:  &lt;br /&gt;              • KOMITMEN &lt;br /&gt;              • KERENDAHAN HATI &lt;br /&gt;              • KEJUJURAN</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/2009/09/3-hal-repost.html</link><author>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780.post-383652054675348452</guid><pubDate>Tue, 25 Aug 2009 04:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-25T11:31:06.581+07:00</atom:updated><title>POLMAS</title><description>POLISI DI ONTARIO, KANADA ( ONTARIO PROVINCIAL POLICE ) MERUMUSKAN  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ COMMUNITY POLICING IS THE DELIVERY OF POLICING SERVICES, RESULTING FROM A COMMUNITY AND POLICE PARTNERSHIP THAT IDENTIFIES  AND RESOLVES  ISSUES IN ORDER TO MAINTAIN SOCIAL ORDER.  “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(COMMUNITY POLICING ADALAH PEMBERIAN JASA PEMOLISIAN, YANG BERASAL DARI KEMITRAAN MASYARAKAT DAN POLISI YANG MENGIDENTIFIKASI DAN MEMECAHKAN BERBAGAI ISUE DALAM RANGKA MEMPERTAHANKAN TERTIB SOSIAL)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMENTARA ITU, PASANGAN SUSAN TROJANOWICZ DAN ROBERT TROJANOWICZ :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“  …… ANY METHOD OF POLICING THAT INCLUDES A POLICE OFFICER ASSIGNED TO THE SAME AREA, MEETING AND WORKING WITH THE RESIDENTS AND BUSINESS PEOPLE WHO LIVE AND WORK IN THE BEAT AREA. THE CITIZENS AND POLICE WORK TOGETHER TO IDENTIFY PROBLEMS OF THE AREA AND TO COLLABORATE IN WORKABLE RESOLUTIONS OF THE PROBLEMS.   THE POLICE OFFICER IS A CATALYST, MOVING NEIGHBOR-HOODS AND COMMUNITIES TOWARD SOLVING THEIR OWN PROBLEMS, AND ENCOURAGING CITIZENS TO HELP AND LOOK OUT FOR EACH OTHER.  “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( ….. METODE PEMOLISIAN APAPUN YANG MENCAKUP PENUGASAN SEORANG POLISI KE WILAYAH YANG SAMA, BERTEMU DAN BEKERJA BERSAMA DENGAN PENDUDUK SETEMPAT DAN PENGUSAHA YANG TINGGAL DAN BEKERJA DI WILAYAH TERSEBUT.   WARGA DAN POLISI BEKERJASAMA UNTUK MENGIDENTIFIKASI  MASALAH-MASALAH DI WILAYAH TERSEBUT DAN SECARA BERSAMA-SAMA MENYELESAIKANNYA.   PETUGAS POLISI BERFUNGSI SEBAGAI KATALISATOR KETETANGGAAN DALAM MEMECAHKAN MASALAH-MASALAH MEREKA SENDIRI, SERTA MENDORONG WARGA UNTUK SALING MENOLONG DAN MEMBANTU SATU SAMA LAIN )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEFINISI PELAYANAN PEMOLISIAN YANG BERORIENTASI KOMUNITAS, DEPARTEMEN KEHAKIMAN AS     ( COMMUNITY ORIENTED POLICING SERVIECES [ COPS ], US DEPARTEMENT OF JUSTICE ) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“  A POLICING PHILOSOPHY THAT PROMOTES AND SUPPORTS ORGANIZATIONAL STRATEGIES TO ADDRESS THE CAUSES AND REDUCE THE FEAR OF CRIME AND SOCIAL DISORDER THROUGH PROBLEM-SOLVNG TACTIC AND POLICE-COMMUNITY PARTNERSHIPS. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( SUATU FALSAFAH PEMOLISIAN YANG MENDORONG DAN MENDUKUNG STRATEGI ORGANISASI UNTUK MENGATASI SEBAB-SEBAB DAN MENGURANGI KETAKUTAN TERHADAP KEJAHATAN SERTA KETIDAK-TERTIBAN SOSIAL MELALUI TAKTIK-TAKTIK PEMECAHAN MASALAH DAN KEMITRAAN POLISI-KOMUNITAS )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDEKATAN  KEPOLISIAN  KONTEMPORER  MENEKANKAN  UNSUR  MASY SEBAGAI “ PEMILIK SAHAM “ ( STAKEHOLDER ) DALAM HAL KEAMANAN MASYARAKAT ITU SENDIRI.   INI BERARTI, POLISI BERSAMA-SAMA MASYARAKAT BERUSAHA MENGENALI DAN MEMECAHKAN PERSOALAN-PERSOALAN KEAMANAN MASYARAKAT .   NAMUN, HARUS DITEKANKAN DISINI, BAHWA METODE KONVENSIONAL – SEPERTI  “ MENUNGGU BOLA “ – JUGA TETAP DIGUNAKAN DALAM METODE KONTEMPORER.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERDASARKAN BERBAGAI DEFINISI SERTA RUMUSAN TERSEBUT, MAKA TERDAPAT BERBAGAI KOMPONEN ATAU UNSUR COMMUNITY POLICING YANG DISEPAKATI.   COMMUNITY POLICING PADA UMUMNYA DIRUJUK SEBAGAI PENDEKATAN KONTEMPORER DALAM PEMOLISIAN.   PENDEKATAN INI BERBEDA DARI METODE KEPOLISIAN KONVENSIONAL.   DALAM METODE KONVENSIONAL, METODE POLISI UTAMANYA BERSIFAT REAKSIONER.   MISALNYA, MENUNGGU LAPORAN MASUK MELALUI TELEPON ATAU SARANA LAIN.   JADI, SEMACAM METODE  MENUNGGU BOLA.    SEBALIKNYA, METODE KONTEMPORER KEPOLISIAN ADALAH “ MENJEMPUT BOLA “.</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/2009/08/polmas.html</link><author>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780.post-7086712085510836253</guid><pubDate>Thu, 20 Aug 2009 11:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-20T18:51:06.030+07:00</atom:updated><title>Mohon Maaf</title><description>Pergi ke daik membeli rambutan,rambutan dibawa dgn skoci,,bulan baik bulan ramadhan,mari kita sambut dgn hati yg suci.Dengan hadirnya ramadhan ini,kami sekeluarga  memohon maaf lahir batin</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/2009/08/mohon-maaf.html</link><author>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780.post-5190424594389406414</guid><pubDate>Fri, 17 Jul 2009 15:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-17T22:18:00.031+07:00</atom:updated><title>akhirnya bisa liburan</title><description>Sebenernya terlalu berlebihan jg sich..krn sering jg libur. Dines di akpol emang beda dgn di wilayah. Walaupun tetap siap bekerja 1x24 jam tp klo tarunanya tidur, pesiar, ibl ato cuti ya kita para pengasuh bisa libur bentar ilangin penat. &lt;br /&gt;Libur kali ini emang agak spesial krn udah beberapa minggu kita disuruh ikut siaga 1 juga, ampe taruna jg gak dpt ijin pesiar. Ditambah lg pagi ini ada kejadian ledakan bom di jakarta, tp ibl tetap dilaksanakan jadi ya cukup menyenangkan bagi kita semua di akpol. Tapi ini khusus pengasuh ama taruna lho. &lt;br /&gt;Ok dech ceritanya berlanjut setelah pulang dari liburan ya...</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/2009/07/akhirnya-bisa-liburan.html</link><author>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780.post-8783863781796648778</guid><pubDate>Mon, 13 Jul 2009 04:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-13T11:32:12.269+07:00</atom:updated><title>Doa Untuk Sahabat</title><description>Seringkali kita dimintai doa oleh sahabat-sahabat kita. Ada yang berharap agar lulus dari ujian, ingin segera mendapatkan jodoh, dapat membina keluarga sakinah, atau yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang doa itu kita panjatkan dan banyak di antaranya malas atau lupa kita melafazkannya. Kita hanya berujar kepada mereka, “Saya hanya bisa mendoakan kamu.” Tetapi kita tidak benar-benar mendoakannya. Kita hanya bisa menyenangkan hatinya dengan kata-kata yang singkat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kita sadari bahwa, orang-orang yang membutuhkan doa dari kita pasti sangat ingin mendapatkan apa yang diinginkannya itu? Namun seringkali kita tidak menindaklanjuti permintaan itu dengan tengadah tangan menghadap Allah. Ketika akhirnya sahabat kita gagal mendapatkan apa yang diinginkannya, kita hanya bisa mengatakan, “Sabar ya, Insya Allah semua ini ada hikmahnya.” Kita mengatakan itu seolah-olah kita telah membantunya secara maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku, sesungguhnya dengan cara seperti itu kita belum termasuk orang-orang yang membahagiakan sahabat kita. Atau mungkin kita termasuk orang-orang yang iri dan dengki ketika melihat sahabat kita bahagia dan berhasil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai, betapa celakanya kita disebabkan oleh kedustaan kita. Mulut kita mengatakan, “Saya akan mendoakanmu.” Namun ucapan itu tidak pernah terealisasi nyata. Bukankah hal itu tidak ada bedanya dengan mulut-mulut para pendusta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku, orang yg baik akan mendoakan sahabat-sahabatnya sekalipun tidak diminta. Mereka menyebut satu persatu nama sahabatnya dalam doa-doa panjang mereka. Mereka ingin melihat kebahagiaan sahabatnya di dunia maupun akhirat. Mereka ingin sama-sama masuk surga. Jika mereka melihat sahabatnya bahagia, mereka turut bahagia tanpa ada iri dan dengki di dalamnya. Jika melihat sahabatnya sedih, mereka segera membahagiakannya dan mendoakannya dikeheningan malam dengan linangan airmata, agar Allah memberinya kesabaran dan meringankan beban penderitaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah menurunkan rahmat untuk sahabatnya itu, ia sama sekali tidak mengatakan kesana kemari, “Aku yang mendoakan kamu sehingga kamu begini.” Ia hanya mengatakan, “Alhamdulillah, saya sangat senang melihat engkau kini bahagia.” Ia mengucapkannya dengan setulus hati dan merasakan betapa dekat pertolongan Allah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai sahabatku, sudahkah Anda membahagiakan orangtua Anda, sahabat-sahabat Anda, yang membutuhkan pertolongan Anda, walaupun hanya dengan bait-bait doa yang khusyu dikeheningan malam?</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/2009/07/d.html</link><author>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780.post-7920816419193650257</guid><pubDate>Mon, 06 Jul 2009 03:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-06T10:35:19.201+07:00</atom:updated><title>Selamat Ulang Tahun Bagi Polriku</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiWlPlqygIMJwFqHaSmCVfjf4MnvOCp2N_-DGFfbIOzr2d8KLk9x9Bokm7TC-HcTz_I3rVnKzeM-L9r-pdW0GKC2_NvsuMu4WwRfl5oVau-Gq1N665B3Z79JBFtf4AJSMMYcK_V13bDFk/s1600-h/dirgahayu+polri.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 130px; height: 86px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiWlPlqygIMJwFqHaSmCVfjf4MnvOCp2N_-DGFfbIOzr2d8KLk9x9Bokm7TC-HcTz_I3rVnKzeM-L9r-pdW0GKC2_NvsuMu4WwRfl5oVau-Gq1N665B3Z79JBFtf4AJSMMYcK_V13bDFk/s400/dirgahayu+polri.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355185467058501250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;agak terlamabat memang. tp lebih baik terlamabat daripada tidak sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/NICOA%7E1.SET/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/2009/07/selamat-ulang-tahun-bagi-polriku.html</link><author>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiWlPlqygIMJwFqHaSmCVfjf4MnvOCp2N_-DGFfbIOzr2d8KLk9x9Bokm7TC-HcTz_I3rVnKzeM-L9r-pdW0GKC2_NvsuMu4WwRfl5oVau-Gq1N665B3Z79JBFtf4AJSMMYcK_V13bDFk/s72-c/dirgahayu+polri.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780.post-1937628224016522570</guid><pubDate>Sun, 14 Jun 2009 07:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-14T14:21:58.671+07:00</atom:updated><title>Biaya Pendaftaran</title><description>setiap bertemu dengan kawan, keluarga maupun kenalan yang kebetulan salah satu keluarganya ingin mendaftar masuk menjadi anggota polisi, ntah itu secaba, Akpol, PPSS maupun sekarang ada STI selalu saja pertanyaannya adalah "Habis berapa sich biayanya?"&lt;br /&gt;terus terang sebagai anggota polisi saya merasa sedikit tersinggung tapi bila ditelaah lebih lanjut maka ketersinggungan itu berubah menjadi ketersunggingan (he..he..). ya memang harus diakui bahwa jaman dahulu (ntah kapan), budaya suap/uang pelicin itu sudah sering terjadi dan akhirnya berlanjut hingga sekarang walaupun Polri sudah mengumumkan bahwa penerimaan anggota polisi menganut sistem transparan yang artinya smakin sempit peluang penggunaan uang pelicin untuk bisa masuk menjadi anggota polisi.&lt;br /&gt;saya hanya ingin menyampaikan bahwa janganlah kita diperbudak oleh budaya itu. yakinlah klo kita memang bagus pasti akan diterima dan salah satu modalnya adalah persiapkan diri dari sekarang bila memang berniat menjadi anggota polisi (bukan uang lho..). yakinlah bila masyarakatnya bersih maka polisipun akan bersih pula dan yakinlah bila masyarakat tetap menerapkan budaya uang pelicin maka akan ada oknum2 polisi dan yang lainnya yang siap memangsanya.</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/2009/06/biaya-pendaftaran.html</link><author>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</author><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780.post-1781896727490475193</guid><pubDate>Mon, 08 Jun 2009 22:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-09T05:55:42.055+07:00</atom:updated><title>Memulai Perjuangan</title><description>diluar sana sedang ada perdebatan panjang kapan renumerasi bagi Polri dicairkan/direalisasikan seiring perubahan pola kerja yang mengarah kepada pelayanan terhadap masyarakat. kita berharap renumerasi ini dapat mendongkrak semangat kerja rekan-rekan anggota Polri di seluruh Indonesia. semangat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. namun tetap ada ketakutan renumerasi ini hanya jadi formalitas saja tanpa perubahan perilaku anggota Polri itu sendiri yang diluar sana masih dianggap miring oleh sebagian masyarakat. karena kita harus sadar sebagai manusia punya sisi kelemahan selalu merasa kurang terhadap sesuatu apalagi bicara tentang uang. mudah-mudahan ini tidak terjadi. kalau itu sampai terjadi, sungguh Polisi yang kurang ajar.&lt;br /&gt;didalam sini sedang terjadi peperangan batin, ketegangan yang memuncak untuk memberikan yang terbaik bagi lembaga Akpol. ya, adek2 kita sedang bersiap diri menghadapi pertandingan pertama pekan Piktar menghadapi Akademi TNI. betapa berat tekanan yang kita hadapi disini karena kita tidak berhadapan dengan Akmil saja sebagai tuan rumah tapi sekaligus tiga dengan AAU dan AAL. sepertinya mereka berusaha sekali mengalahkan Akpol walaupun sebenarnya Akpol bukanlah yang terbaik. namun sepertinya Akpol menjadi tolak ukur keberhasilan, bila berhasil mengalahkan Akpol berarti merekalah yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;marilah kita mulai perjuangan ini berikan yang terbaik bagi Polri baik itu lewat kerja nyata di lapangan maupun perestasi olah raga di lapangan. bukan hanya sekedar menuntut gaji yang besar atau mendapat pengakuan dari Akademi TNI tapi semata-mata sebagai bukti bahwa kita siap berikan jiwa dan raga ini bagi Polri dan negara ini.</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/2009/06/memulai-perjuangan.html</link><author>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780.post-6752402787299163039</guid><pubDate>Thu, 04 Jun 2009 22:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-05T06:10:49.962+07:00</atom:updated><title>Perjalanan di Kota Solo</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ini mungkin lebih tepat judulnya perjalanan di kota Solo dan kota-kota disekitarnya. berawal mendampingi Taruna melaksanakan kegiatan penelitian sosial di wilayah hukum Poltabes Surakarta, saya mulai menjelajah daerah Karang anyar, Sukoharjo, Klaten dan Boyolali.&lt;br /&gt;tujuannya sich sebenarnya untuk mencari sepatu basket untuk Taruna yang sedang persiapan menghadapi kegiatan Piktar (Pekan Intergrasi Taruna) di Akmil. tapi seperti kata pepatah "sambil menyelam minum air", saya bisa tahu kota-kota yang selama ini serasa "dekat dimata jauh dihati" alias dekat dengan kota Semarang tapi gak pernah saya kunjungi.&lt;br /&gt;jalan-jalan di kota Solo pun sekarang serasa mudah untuk dilalui setelah sempat beberapa kali salah jalan akibat banyaknya jalan-jalan kecil yang sebelumnya saya perkirakan gak bisa dilewati ternyata bisa. pepatah "tak kenal maka tak sayang" memang pas menggambarkan hal ini. sudah 4 hari saya di Solo dan saya merasa sudah cukup kenal dengan suasana kotanya, padat dan rapat, mungkin itu yang bisa saya lihat bila menilai kondisi bangunan-bangunannya. namun demikian saya cukup menikmati suasana kotanya yang saya rasa lebih menyenangkan bila dibandingkan kota Semarang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/2009/06/perjalanan-di-kota-solo.html</link><author>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780.post-1796104740293479439</guid><pubDate>Mon, 25 May 2009 06:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-25T13:58:05.660+07:00</atom:updated><title>Penerimaan Taruna Akpol</title><description>Hayo buruan daftar jd taruna akpol. bagi yg berminat silahkan baca persyaratannya di bawah ini. smoga berhasil....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.polri.go.id/images/dat_penerimaan/20090426013154.jpg"&gt;&lt;br /&gt;download syarat pendaftaran taruna akpol&lt;/a&gt;</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/2009/05/penerimaan-taruna-akpol_25.html</link><author>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780.post-8283544297394974661</guid><pubDate>Thu, 21 May 2009 15:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-21T23:08:46.626+07:00</atom:updated><title>Apakah Polisi Indonesia Adalah Penjahat yang Berseragam?</title><description>&lt;p&gt;Hukuman yang dijatuhkan kepada lima orang polisi dari Kepolisian Sektor Banjarsari, yang dinyatakan bersalah atas tindak penyiksaan terhadap Roni Ronaldo hingga menyebabkan kematian, yang dilakukan pada tanggal 20 November 2006, memberi bukti betapa tidak sempurnanya legislasi Indonesia mengenai penyiksaan. Bahkan, kenyataannya penyiksaan masih bukan merupakan tindak pidana, dan tidak ada penghukuman yang setimpal berdasarkan hukum Indonesia. Jika seorang warga biasa melakukan ‘penganiayaan’ terhadap seseorang hingga menyebabkan mati, dia dapat didakwa atas pembunuhan berencana dan ancaman pidananya bisa seberat hukuman mati, penjara seumur hidup atau dua puluh tahun penjara. Namun, ketika kejahatan yang sama dilakukan oleh aparat negara, pengadilan akan menjatuhkan hukuman yang ringan. Dalam satu kasus, sanksi disiplin yang sederhana telah dijatuhkan; dalam kasus meninggalnya Roni Ronaldo, majelis hakim menjatuhkan pidana penjara mulai dari satu hingga dua tahun. Pertanyaan yang muncul dalam benak orang biasa adalah atas dasar apa pembunuhan terhadap seseorang oleh petugas berseragam berbeda dengan yang dilakukan oleh warga biasa? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah penuntutan ditentukan untuk membawa pulang sesat pikir yang begitu menggelikan, bahwa ketika aparat penegak hukum melakukan pembunuhan, maka hal tersebut bukanlah pembunuhan melainkan “penganiayaan menyebabkan kematian” dan mereka layak mendapatkan hukuman yang ringan? Jika filosofi seperti itu yang diterima, maka para petugas tersebut seharusnya dianggap sebagai penjahat yang disewa negara saja. Apa yang harus dilakukan untuk mencegah petugas kepolisian menjadi penjahat berseragam? Apakah pembenaran tersebut datang dari fakta bahwa pembunuhan terjadi di dalam proses penyidikan yang pokok?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dua contoh berikut menggambarkan adanya ancaman serius terhadap prinsip Aturan Hukum dan runtuhnya rasa etis antar pejabat pemerintahan. Contoh pertama adalah kasus pembunuhan brutal terhadap Tuan Suherman yang diduga dilakukan oleh polisi dan ‘penggeledahan’ kediamannya. Tuan Suherman telah ditangkap secara melawan hukum oleh Kepolisian Wilayah Kota Besar Medan, dan diduga disiksa serta ditembak mati. Kasus kedua adalah pembunuhan terhadap Tuan Marsudi Tri Wijaya, yang melibatkan pihak kepolisian yang sama dengan kasus pertama. Dalam kedua kasus tersebut, korban telah disiksa, ditembak mati dan diserahkan kepada anggota keluarga untuk dimakamkan. Sebelum penangkapan melawan hukum terhadap mereka dilakukan, kediaman mereka digeledah, dirampok, dan anggota keluarga mereka diancam, diculik,  dan diduga dibunuh. Hingga hari ini kasus tersebut tidak terdengar lagi di permukaan. Pertanyaan yang muncul adalah apakah pemerintah Indonesia akan memilih sekelompok penjahat yang mendikte hukum atau sebaliknya, seperangkat aparat penegak hukum yang berkomitmen pada penghormatan terhadap Aturan Hukum dan penguatan institusi demokrasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan standar internasional, penyiksaan adalah kejahatan berat, dan kenyataannya bahwa tindakan seperti itu yang dilakukan oleh aparat mewakili pemerintah sangatlah tidak dapat diterima dan merupakan kebiadaban moral yang serius. Tingginya derajat yang melekat pada kejahatan itu berasal dari penyalahgunaan kekuasaan oleh aparat pemerintahan untuk menekan tersangka, yang seharusnya dianggap tidak bersalah hingga dinyatakan demikian. Dalam sebuah negara yang menghormati Aturan Hukum, penghukuman seharusnya didasarkan pada hukum, setelah melalui proses peradilan yang adil dan tidak sebaliknya. Jika pemerintah memperbolehkan aparatnya untuk menegakkan hukum menurut mereka sendiri dan menyakiti masyarakat, kemudian apa kegunaan memiliki sistem peradilan dimana seorang tersangka dianggap tidak bersalah hingga terbukti bersalah?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penyebaran “kegunaan” penyiksaan di Indonesia sungguh di luar yang dapat dibayangkan. Namun, pertanyaan yang menarik adalah apakah ada mekanisme yang memungkinkan korban memperoleh sedikit saja keadilan. Sayangnya, walaupun pada kenyataannya Indonesia telah meratifikasi Konvensi Menentang Penyiksaan, tetap saja masih belum ada hukum yang melarang penyiksaan atau memberikan jalan hukum untuk menebus kesalahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasus Teguh Uripno adalah contoh lain yang menceritakan mengenai penyalahgunaan kekuasaan oleh aparat pemerintah dan sebuah ilustrasi tentang tragisnya ketidakberdayaan korban untuk mendapatkan pemulihan melalui proses hukum. Menyusul penangkapan terhadap Teguh Uripno sekitar pukul 11.00 WIB pada tanggal 20 April, keluarganya segera menuju Kepolisian Sektor Serpong. Ketika mereka meminta bertemu dengan Teguh Uripno, petugas kepolisian tidak memperbolehkan mereka untuk saling bertemu. Keesokan paginya, tanggal 21 April, keluarga Uripno kembali lagi, tetapi sekali lagi petugas kepolisian mencegah mereka untuk bertemu dia, tanpa memberikan penjelasan yang berarti. Sekitar pukul 15.30 WIB tanggal 21 April, perwakilan kepolisian mendatangi kediaman keluarga korban dan memberitahukan bahwa Teguh Uripno telah meninggal dunia ketika sedang dibawa ke rumah sakit. Saat di rumah sakit, pihak keluarga meminta untuk melihat jenazahnya dan menemukan sejumlah bekas luka pukul dan memar. Berdasarkan rekam medis, lengan korban telah patah dan tengkoraknya mengalami keretakan. Penyebab kematian adalah pemukulan benda tumpul pada bagian tengkorak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dilaporkan bahwa dua petugas kepolisian bernama Brigadir Satu Polisi Syarifudin dan Brigadir Satu Polisi Arifin, melakukan pemukulan sehingga menimbulkan luka serius terhadap korban ketika dia sedang berada dalam tahanan. Tujuh polisi lainnya, yang namanya masih dirahasiakan, dituduh atas kejahatan serupa karena mendiamkan terjadinya peristiwa tersebut. Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Resort Tangerang menyatakan bahwa mereka telah memulai penyidikan, namun hingga sejauh ini perkembangannya masih belum memuaskan. Sementara itu, keluarga Uripno telah memasukkan pengaduan secara resmi ke Komnas HAM, yang kemudian meminta agar penyidikan dilakukan atas kasus ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasus ini mengilustrasikan tragedi yang berulang. Faktanya, baik korban dan keluarganya harus pergi ke institusi yang sama, yakni kepolisian untuk memasukkan pengaduan mereka, dengan mengetahui bahwa tidak ada hukum yang mendukung pengaduan mereka. Mereka tahu benar bahwa para pelaku tersebut akan dapat melepaskan diri dan bahkan mendapatkan dukungan dan simpati dari sesama koleganya dari kepolisian. Dalam hal ketiadaan mekanisme untuk secara efektif menghukum tindak penyiksaan, korban dan keluarga korban hanya dapat mengajukan pengaduan ke Komnas HAM. Tetapi yang menjadi masalah adalah Komnas HAM hanya memiliki mandat untuk melakukan penyelidikan dalam kasus “pelanggaran HAM berat”. Kasus penyiksaan individual tidak masuk ke dalam kategori tersebut dan tidak dapat diselidiki. Akibatnya, sulit bagi para korban penyiksaan untuk menemukan cara mendapatkan pemulihan kembali, termasuk kompensasi, rehabilitasi dan penghukuman terhadap para pelaku. Satu kesimpulan yang setidaknya pasti bisa diambil adalah Indonesia merupakan sebuah negara yang memperbolehkan aparatnya melakukan penyiksaan terhadap orang lain dan menyangkal hak korban untuk mendapatkan pemulihan kembali untuk kejahatan seperti itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tanggal 26 Juni, Asian Human Rights Commission ingin mengambil kesempatan pada Hari Internasional untuk mendukung korban penyiksaan, untuk mengingatkan Indonesia atas kewajiban yang dimilikinya, sebagai anggota Dewan HAM PBB, untuk mengamandemen peraturan yang ada dan menjadikan penyiksaan sebagai tindak pidana. Adalah hal yang mendesak bagi Indonesia untuk menyediakan pemulihan kembali yang layak bagi para korban, dan menghukum para pelaku sesuai dengan tingginya derajat kejahatan tersebut. Di samping itu, Komnas HAM harus diberikan kewenangan untuk melakukan penyidikan kasus-kasus penyiksaan individual dan langsung menyerahkan temuannya ke Kejaksaan Agung untuk dilakukan penuntutan. Hanya hal itulah kebijakan yang paling nyata yang dapat memberikan kontribusi untuk menghilangkan perasaan yang diterima secara umum bahwa “polisi adalah penjahat yang berseragam” dan pemerintah tidak serius berkomitmen untuk menjaga dan melindungi martabat setiap orang. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;ini tulisan gw baca di internet. ya menurut gw emang msh banyak oknum2 polisi yg masih saja mlakukan kekerasan dlm upaya penyidikan. namun seiring tuntutan masyarakat agar polisi berbenah dlm hal pelayanannya, bentuk2 kekerasan dlm penyidikan mulai berkurang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;salah satu upaya agar polisi lbh manusiawi adalah dengan dihilangkannya budaya kekerasan dlm proses pembinaan taruna AKPOL. ya memang blm spenuhnya hilang tp saya yakin pasti bisa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/2009/05/apakah-polisi-indonesia-adalah-penjahat.html</link><author>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21228727729819780.post-2317863694360789234</guid><pubDate>Wed, 20 May 2009 14:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-20T21:58:46.738+07:00</atom:updated><title>Seminar Migrasi Gelap</title><description>beres sdh seminar tentang migrasi gelap dari IOM di Hotel Novotel. banyak ilmu yg didapat smoga menjadi bermanfaat di masa2 yg akan datang. sebelumnya gw udah ikutan seminar di JCLEC tentang People Smuggling slama 4 hari, ya itung2 ngelanjutin karena temanya masih seputar migrasi. tema ini emang lg naek daun karena makin banyak orang2 asing yg masuk negara kita sebagai transit sebelum menuju negara australia. celakanya, masyarakat kita, termasuk aparatnya masih banyak yg belum paham tentang masalah ini. ya..pada dasarnya bangsa kita nich bangsa yg ramah kepada orang asing jd welcome2 aje waktu ketemu dgn warga asing yg sebenernya adalah para imigran, apalagi klo ternyata mrk tdk didukung dokumen yg jelas alias imigran gelap. so, segera laporkan klo kamu2 ketemu ama warga asing yg aktifitasnya agak mencurigakan OK!!</description><link>http://polisimasadepan.blogspot.com/2009/05/seminar-migrasi-gelap.html</link><author>noreply@blogger.com (Nico Setiawan)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>