<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-776583559293505863</atom:id><lastBuildDate>Wed, 16 Oct 2024 06:26:19 +0000</lastBuildDate><title>INI SEMUA BUAT ANDA</title><description>blog ini ku usahakan untuk semua yang membutuhkan wawasan jadi silahkan masuk ke dalamnya dan bergabunglah dalam komunitas blog ini</description><link>http://usaha-kehidupan.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Rhicko)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:image href="http://media.photobucket.com/30dd594f30906150.jpg"/><itunes:keywords>education,technology,business,money,fun</itunes:keywords><itunes:summary>I like you all</itunes:summary><itunes:subtitle>usaha</itunes:subtitle><itunes:category text="Education"><itunes:category text="Educational Technology"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>el_ahcam@yahoo.com</itunes:email></itunes:owner><xhtml:meta content="noindex" name="robots" xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml"/><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-776583559293505863.post-5539507477829535314</guid><pubDate>Sat, 11 Apr 2009 15:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-06T03:18:52.249-07:00</atom:updated><title>PENDEKATAN PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF</title><description>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;PENDEKATAN PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;A. Pengertian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Pendekatan kualitatif menekankan pada makna, penalaran, definisi suatu situasi tertentu (dalam konteks tertentu), lebih banyak meneliti hal-hal yang berhubungan dengan  kehidupan sehari-hari. Pendekatan kualitatif, lebih lanjut, mementingkan pada proses dibandingkan dengan hasil akhir; oleh karena itu urut-urutan kegiatan dapat berubah-ubah tergantung pada kondisi dan banyaknya gejala-gejala yang ditemukan. Tujuan penelitian biasanya berkaitan dengan hal-hal yang bersifat praktis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Sedangkan pendekatan kuantitatif mementingkan adanya variabel-variabel sebagai obyek penelitian dan variabel-variabel tersebut harus didefenisikan dalam bentuk operasionalisasi variable masing-masing.  Reliabilitas dan validitas merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam menggunakan pendekatan ini karena kedua elemen tersebut akan menentukan kualitas hasil penelitian dan kemampuan replikasi serta generalisasi penggunaan model penelitian sejenis. Selanjutnya, penelitian kuantitatif memerlukan adanya hipotesa dan pengujiannya yang kemudian akan menentukan tahapan-tahapan berikutnya, seperti penentuan teknik analisa dan formula statistik yang akan digunakan. Juga, pendekatan ini lebih memberikan makna dalam hubungannya dengan penafsiran angka statistik bukan makna secara kebahasaan dan kulturalnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Jika kita menggunakan pendekatan kualitatif, maka dasar teori sebagai pijakan ialah adanya interaksi simbolik dari suatu gejala dengan gejala lain yang ditafsir berdasarkan pada budaya yang bersangkutan dengan cara mencari makna semantis universal dari gejala yang sedang diteliti. Pada mulanya teori-teori kualitatif muncul dari penelitian-penelitian antropologi, etnologi, serta aliran fenomenologi dan aliran idealisme. Karena teori-teori ini bersifat umum dan terbuka maka ilmu social lainnya mengadopsi sebagai sarana penelitiannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Lain halnya dengan pendekatan kuantitatif, pendekatan ini berpijak pada apa yang disebut dengan fungsionalisme struktural, realisme, positivisme, behaviourisme dan empirisme yang intinya menekankan pada hal-hal yang bersifat kongkrit, uji empiris dan fakta-fakta yang nyata.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Tujuan utama penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif ialah mengembangkan pengertian, konsep-konsep, yang pada akhirnya menjadi teori, tahap ini dikenal sebagai “grounded theory research”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Sebaliknya pendekatan kuantitatif bertujuan untuk menguji teori, membangun fakta, menunjukkan hubungan antar variable, memberikan deskripsi statistik, menaksir dan meramalkan  hasilnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;B. Sifat Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Melihat sifatnya, pendekatan kualitatif desainnya bersifat umum, dan berubah-ubah / berkembang sesuai dengan situasi di lapangan. Kesimpulannya, desain hanya digunakan sebagai asumsi untuk melakukan penelitan, oleh karena itu desain harus bersifat fleksibel dan terbuka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Lain halnya dengan desain penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif, desainnya harus terstruktur, baku, formal dan dirancang sematang mungkin sebelumnya. Desainnya bersifat spesifik dan detil karena desain merupakan suatu rancangan penelitian yang akan dilaksanakan sebenarnya. Oleh karena itu, jika desainnya salah, hasilnya akan menyesatkan. Contoh desain kuantitatif: ex post facto dan desain experimental yang mencakup diantaranya one short case study, one group pretest, posttest design, Solomon four group design dll.nya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Pada pendekatan kualitatif, data bersifat deskriptif, maksudnya data dapat berupa gejala-gejala yang dikategorikan ataupun dalam bentuk lainnya, seperti foto, dokumen, artefak dan catatan-catatan lapangan pada saat penelitian dilakukan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Sebaliknya penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif datanya bersifat kuantitatif / angka-angka statistik ataupun koding-koding yang dapat dikuantifikasi. Data tersebut berbentuk variable-variabel dan operasionalisasinya dengan skala ukuran tertentu, misalnya skala nominal, ordinal, interval dan ratio.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;C. Sampel&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Sampel kecil merupakan ciri pendekatan kualitatif karena pada pendekatan kualitatif penekanan pemilihan sample didasarkan pada kualitasnya bukan jumlahnya. Oleh karena itu, ketepatan dalam memilih sample merupakan salah satu kunci keberhasilan utama untuk menghasilkan penelitian yang baik. Sampel juga dipandang sebagai sample  teoritis dan tidak representatif&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Sedang pada pendekatan kuantitatif, jumlah sample  besar, karena aturan statistik mengatakan bahwa semakin sample besar akan semakin merepresentasikan kondisi riil. Karena pada umumnya pendekatan kuantitatif membutuhkan sample yang besar, maka stratafikasi sample diperlukan . Sampel biasanya diseleksi secara random. Dalam melakukan penelitian, bila perlu diadakan kelompok pengontrol untuk pembanding sample yang sedang diteliti. Ciri lain ialah penentuan jenis variable yang akan diteliti, contoh, penentuan variable yang mana yang ditentukan sebagai variable bebas, variable tergantung, varaibel moderat, variable antara, dan varaibel kontrol. Hal ini dilakukan agar peneliti dapat melakukan pengontrolan  terhadap variable pengganggu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;D. Teknik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Jika peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, maka yang bersangkutan kan menggunakan teknik observasi atau dengan melakukan observasi terlibat langsung, seperti yang dilakukan oleh para peneliti bidang antropologi dan etnologi sehingga peneliti terlibat langsung dengan yang diteliti. Dalam praktiknya, peneliti akan melakukan review terhadap berbagai dokumen, foto-foto dan artefak yang ada. Interview yang digunakan ialah interview tertutup.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Jika pendekatan kuantitatif digunakan maka teknik yang dipakai akan berbentuk observasi terstruktur, survei dengan menggunakan kuesioner, eksperimen dan eksperimen semu. Dalam melakukan interview, biasanya diberlakukan interview terstruktur untuk mendapatkan seperangkat data yang dibutuhkan. Teknik mengacu pada tujuan penelitian dan jenis data yang diperlukan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Kedua pendekatan tersebut masing-masing mempunyai keunggulan dan kelemahan. Pendekatan kualitatif banyak memakan waktu, reliabiltasnya dipertanyakan, prosedurnya tidak baku, desainnya tidak terstruktur dan tidak dapat dipakai untuk penelitian yang berskala besar dan pada akhirnya hasil penelitian dapat terkontaminasi dengan subyektifitas peneliti. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Pendekatan kuantitaif memunculkan kesulitan dalam mengontrol variable-variabel lain yang dapat berpengaruh terhadap proses penelitian baik secara langsung ataupun tidak langsung. Untuk menciptakan validitas yang tinggi juga diperlukan kecermatan dalam proses penentuan sample, pengambilan data dan penentuan alat analisanya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;sebelum itu aku da hadiah buat kalian silah kan dowload &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4631287/RabbaniIntifada-Intifada.mp3.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;Daftar Kepustakaan&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sarwono, Jonathan. 1995. &lt;b&gt;Penuntun Penelitian Praktis&lt;/b&gt;, Bandung: Lembaga &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Suriasumantri, Yuyun. 1990. &lt;b&gt;Filsafat Ilmu&lt;/b&gt;. Jakarta: Sinar Harapan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Arikunto, Suharsini. 1992. &lt;b&gt;Prosedur Penelitian. &lt;/b&gt;Jakarta: Rineka Cipta&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Faisal, Singgih. 1990. &lt;b&gt;Penelitian  Kualitatif&lt;/b&gt;. Malang:YA3&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://usaha-kehidupan.blogspot.com/2009/04/pendekatan-penelitian-kualitatif-dan.html</link><thr:total>0</thr:total><author>el_ahcam@yahoo.com (Rhicko)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-776583559293505863.post-4192960900722691788</guid><pubDate>Mon, 06 Apr 2009 11:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-06T04:12:11.238-07:00</atom:updated><title/><description>&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;Sejarah Islam Di Negara Tirai Bambu Cina&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;i&gt;Tuntutlah Ilmu sampai ke negeri Cina&lt;/i&gt;," begitu kata petuah Arab. Jauh sebelum ajaran Islam diturunkan Allah SWT, bangsa Cina memang telah mencapai peradaban yang amat tinggi. Kala itu, masyarakat Negeri Tirai Bambu sudah menguasai beragam khazanah kekayaan ilmu pengetahuan dan peradaban.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Tak bisa dipungkiri bahwa umat Islam juga banyak menyerap ilmu pengetahuan serta peradaban dari negeri ini. Beberapa contohnya antara lain, ilmu ketabiban, kertas, serta bubuk mesiu. Kehebatan dan tingginya peradaban masyarakat Cina ternyata sudah terdengar di negeri Arab sebelum tahun 500 M. &lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Sejak itu, para saudagar dan pelaut dari Arab membina hubungan dagang dengan `Middle Kingdom' - julukan Cina. Untuk bisa berkongsi dengan para saudagar Cina, para pelaut dan saudagar Arab dengan gagah berani mengarungi ganasnya samudera. Mereka `angkat layar' dari Basra di Teluk Arab dan kota Siraf di Teluk Persia menuju lautan Samudera Hindia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Sebelum sampai ke daratan Cina, para pelaut dan saudagar Arab melintasi Srilanka dan mengarahkan kapalnya ke Selat Malaka. Setelah itu, mereka berlego jangkar di pelabuhan Guangzhou atau orang Arab menyebutnya Khanfu. Guangzhou merupakan pusat perdagangan dan pelabuhan tertua di Cina. Sejak itu banyak orang Arab yang menetap di Cina.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Ketika Islam sudah berkembang dan Rasulullah SAW mendirikan pemerintahan di Madinah, di seberang lautan Cina tengah memasuki periode penyatuan dan pertahanan. Menurut catatan sejarah awal Cina, masyarakat Tiongkok pun sudah mengetahui adanya agama Islam di Timur Tengah. Mereka menyebut pemerintahan Rasulullah SAW sebagai Al-Madinah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Orang Cina mengenal Islam dengan sebutan Yisilan Jiao yang berarti 'agama yang murni'. Masyarakat Tiongkok menyebut Makkah sebagai tempat kelahiran 'Buddha Ma-hia-wu' (Nabi Muhammad SAW). Terdapat beberapa versi hikayat tentang awal mula Islam bersemi di dataran Cina. Versi pertama menyebutkan, ajaran Islam pertama kali tiba di Cina dibawa para sahabat Rasul yang hijrah ke al-Habasha Abyssinia (Ethopia). Sahabat Nabi hijrah ke Ethopia untuk menghindari kemarahan dan amuk massa kaum Quraish jahiliyah. Mereka antara lain; Ruqayyah, anak perempuan Nabi; Usman bin Affan, suami Ruqayyah; Sa'ad bin Abi Waqqas, paman Rasulullah SAW; dan sejumlah sahabat lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Para sahabat yang hijrah ke Etopia itu mendapat perlindungan dari Raja Atsmaha Negus di kota Axum. Banyak sahabat yang memilih menetap dan tak kembali ke tanah Arab. Konon, mereka inilah yang kemudian berlayar dan tiba di daratan Cina pada saat Dinasti Sui berkuasa (581 M - 618 M).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Sumber lainnya menyebutkan, ajaran Islam pertama kali tiba di Cina ketika Sa'ad Abi Waqqas dan tiga sahabatnya berlayar ke Cina dari Ethopia pada tahun 616 M. Setelah sampai di Cina, Sa'ad kembali ke Arab dan 21 tahun kemudian kembali lagi ke Guangzhou membawa kitab suci Alquran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Ada pula yang menyebutkan, ajaran Islam pertama kali tiba di Cina pada 615 M - kurang lebih 20 tahun setelah Rasulullah SAW tutup usia. Adalah Khalifah Utsman bin Affan yang menugaskan Sa'ad bin Abi Waqqas untuk membawa ajaran Illahi ke daratan Cina. Konon, Sa'ad meninggal dunia di Cina pada tahun 635 M. Kuburannya dikenal sebagai Geys' Mazars.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Utusan khalifah itu diterima secara terbuka oleh Kaisar Yung Wei dari Dinasti Tang. Kaisar pun lalu memerintahkan pembangunan Masjid Huaisheng atau masjid Memorial di Canton - masjid pertama yang berdiri di daratan Cina. Ketika Dinasti Tang berkuasa, Cina tengah mencapai masa keemasan dan menjadi kosmopolitan budaya. Sehingga, dengan mudah ajaran Islam tersebar dan dikenal masyarakat Tiongkok.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Pada awalnya, pemeluk agama Islam terbanyak di Cina adalah para saudagar dari Arab dan Persia. Orang Cina yang pertama kali memeluk Islam adalah suku Hui Chi. Sejak saat itu, pemeluk Islam di Cina kian bertambah banyak. Ketika Dinasti Song bertahta, umat Muslim telah menguasai industri ekspor dan impor. Bahkan, pada periode itu jabatan direktur jenderal pelayaran secara konsisten dijabat orang Muslim.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Pada tahun 1070 M, Kaisar Shenzong dari Dinasti Song mengundang 5.300 pria Muslim dari Bukhara untuk tinggal di Cina. Tujuannya untuk membangun zona penyangga antara Cina dengan Kekaisaran Liao di wilayah Timur Laut. Orang Bukhara itu lalu menetap di di antara Kaifeng dan Yenching (Beijing). Mereka dipimpin Pangeran Amir Sayyid alias 'So-Fei Er'. Dia bergelar `bapak' komunitas Muslim di Cina.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Ketika Dinasti Mongol Yuan (1274 M -1368 M) berkuasa, jumlah pemeluk Islam di Cina semakin besar. Mongol, sebagai minoritas di Cina, memberi kesempatan kepada imigran Muslim untuk naik status menjadi Cina Han. Sehingga pengaruh umat Islam di Cina semakin kuat. Ratusan ribu imigran Muslim di wilayah Barat dan Asia Tengah direkrut Dinasti Mongol untuk membantu perluasan wilayah dan pengaruh kekaisaran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Bangsa Mongol menggunakan jasa orang Persia, Arab dan Uyghur untuk mengurus pajak dan keuangan. Pada waktu itu, banyak Muslim yang memimpin korporasi di awal periode Dinasti Yuan. Para sarjana Muslim mengkaji astronomi dan menyusun kalender. Selain itu, para arsitek Muslim juga membantu mendesain ibu kota Dinasti Yuan, Khanbaliq.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Pada masa kekuasaan Dinasti Ming, Muslim masih memiliki pengaruh yang kuat di lingkaran pemerintahan. Pendiri Dinasti Ming, Zhu Yuanzhang adalah jenderal Muslim terkemuka, termasuk Lan Yu Who. Pada 1388, Lan memimpin pasukan Dinasti Ming dan menundukkan Mongolia. Tak lama setelah itu muncul Laksamana Cheng Ho - seorang pelaut Muslim andal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Saat Dinasti Ming berkuasa, imigran dari negara-negara Muslim mulai dilarang dan dibatasi. Cina pun berubah menjadi negara yang mengisolasi diri. Muslim di Cina pun mulai menggunakan dialek bahasa Cina. Arsitektur Masjid pun mulai mengikuti tradisi Cina. Pada era ini Nanjing menjadi pusat studi Islam yang penting. Setelah itu hubungan penguasa Cina dengan Islam mulai memburuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Masa Surut Islam di Daratan Cina&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;The Niujie Mosque in Beijing&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Hubungan antara Muslim dengan penguasa Cina mulai memburuk sejak Dinasti Qing (1644-1911) berkuasa. Tak cuma dengan penguasa, relasi Muslim dengan masyarakat Cina lainnya menjadi makin sulit. Dinasti Qing melarang berbagai kegiatan Keislaman.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Menyembelih hewan qurban pada setiap Idul Adha dilarang. Umat Islam tak boleh lagi membangun masjid. Bahkan, penguasa dari Dinasti Qing juga tak membolehkan umat Islam menunaikan rukun Islam kelima - menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Taktik adu domba pun diterapkan penguasa untuk memecah belah umat Islam yang terdiri dari bangsa Han, Tibet dan Mogol. Akibatnya ketiga suku penganut Islam itu saling bermusuhan. Tindakan represif Dinasti Qing itu memicu pemberontakan Panthay yang terjadi di provinsi Yunan dari 1855 M hingga 1873 M.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Setelah jatuhnya Dinasti Qing, Sun Yat Sen akhirnya mendirikan Republik Cina. Rakyat Han, Hui (Muslim), Meng (Mongol) dan Tsang (Tibet) berada di bawah Republik Cina. Pada 1911, Provinsi Qinhai, Gansu dan Ningxia berada dalam kekuasaan Muslim yakni keluarga Ma.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Kondisi umat Islam di Cina makin memburuk ketika terjadi Revolusi Budaya. Pemerintah mulai mengendorkan kebijakannya kepada Muslim pada 1978. Kini Islam kembali menggeliat di Cina. Hal itu ditandai dengan banyaknya masjid serta aktivitas Muslim antaretnis di Cina.&lt;/p&gt;</description><link>http://usaha-kehidupan.blogspot.com/2009/04/sejarah-islam-di-negara-tirai-bambu.html</link><thr:total>0</thr:total><author>el_ahcam@yahoo.com (Rhicko)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-776583559293505863.post-2380590101904077727</guid><pubDate>Fri, 03 Apr 2009 15:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-03T08:28:54.946-07:00</atom:updated><title/><description>&lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;DAKWAH PADA MASA KHULAFAURRASYIDIN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Khilafah Rasyidah merupakan pemimpin umat Islam setelah Nabi Muhammad SAW wafat, yaitu pada masa pemerintahan Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib, dimana sistem pemerintahan yang diterapkan adalah pemerintahan yang demokratis. &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Nabi Muhammad SAW tidak meninggalkan wasiat tentang siapa yang akan menggantikan beliau sebagai pemimpin politik umat Islam setelah beliau wafat. Beliau nampaknya menyerahkan persoalan tersebut kepada kaum muslimin sendiri untuk menentukannya. Karena itulah, tidak lama setelah beliau wafat; belum lagi jenazahnya dimakamkan, sejumlah tokoh Muhajirin dan Anshar berkumpul di balai kota Bani Sa’idah, Madinah. Mereka memusyawarahkan siapa yang akan dipilih menjadi pemimpin. Musyawarah itu berjalan cukup alot karena masing-masing pihak, baik Muhajirin maupun Anshar, sama-sama merasa berhak menjadi pemimpin umat Islam. Namun, dengan semangat ukhuwah Islamiyah yang tinggi, akhirnya, Abu Bakar terpilih. Rupanya, semangat keagamaan Abu Bakar mendapat penghargaan yang tinggi dari umat Islam, sehingga masing-masing pihak menerima dan membaiatnya.&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;strong&gt;Masa Abu Bakar ra. ( 11-13 H / 632-634 M)&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Sebagai pemimpin umat Islam setelah Rasul, Abu Bakar disebut Khalifah Rasulillah (Pengganti Rasul) yang dalam perkembangan selanjutnya disebut khalifah saja. Khalifah adalah pemimpin yang diangkat sesudah Nabi wafat untuk menggantikan beliau melanjutkan tugas-tugas sebagai pemimpin agama dan kepala pemerintahan.&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Abu Bakar menjadi khalifah hanya dua tahun. Pada tahun 634 M ia meninggal dunia. Masa sesingkat itu habis untuk menyelesaikan persoalan dalam negeri terutama tantangan yang ditimbulkan oleh suku-suku bangsa Arab yang tidak mau tunduk lagi kepada pemerintah Madinah. Mereka menganggap bahwa perjanjian yang dibuat dengan Nabi Muhammad SAW, dengan sendirinya batal setelah Nabi wafat. Karena itu mereka menentang Abu Bakar. Karena sikap keras kepala dan penentangan mereka yang dapat membahayakan agama dan pemerintahan, Abu Bakar menyelesaikan persoalan ini dengan apa yang disebut Perang Riddah (perang melawan kemurtadan). Khalid ibn Al-Walid adalah jenderal yang banyak berjasa dalam Perang Riddah ini.&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Nampaknya, kekuasaan yang dijalankan pada masa Khalifah Abu Bakar, sebagaimana pada masa Rasulullah, bersifat sentral; kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif terpusat di tangan khalifah. Selain menjalankan roda pemerintahan, Khalifah juga melaksanakan hukum. Meskipun demikian, seperti juga Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar selalu mengajak sahabat-sahabat besarnya bermusyawarah.&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Setelah menyelesaikan urusan perang dalam negeri, barulah Abu Bakar mengirim kekuatan ke luar Arabia. Khalid ibn Walid dikirim ke Iraq dan dapat menguasai al-Hirah di tahun 634 M. Ke Syria dikirim ekspedisi di bawah pimpinan empat jenderal yaitu Abu Ubaidah, Amr ibn ‘Ash, Yazid ibn Abi Sufyan dan Syurahbil. Sebelumnya pasukan dipimpin oleh Usamah yang masih berusia 18 tahun. Untuk memperkuat tentara ini, Khalid ibn Walid diperintahkan meninggalkan Irak, dan melalui gurun pasir yang jarang dijalani, ia sampai ke Syria.&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Salah satu hal monumental pada era Abu Bakar ra adalah pengumpulan mushaf al Quran dari para sahabat-sahabat yang lain, yang dipimpin oleh Zaid bin Tsabit ra.&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;strong&gt;Masa Umar Ibn Khatab ra. (13-23 H / 634-644 M)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Abu Bakar meninggal dunia, sementara barisan depan pasukan Islam sedang mengancam Palestina, Irak, dan kerajaan Hirah. Ia diganti oleh “tangan kanan”nya, Umar ibn Khattab. Ketika Abu Bakar sakit dan merasa ajalnya sudah dekat, ia bermusyawarah dengan para pemuka sahabat, kemudian mengangkat Umar sebagai penggantinya dengan maksud untuk mencegah kemungkinan terjadinya perselisihan dan perpecahan di kalangan umat Islam. Kebijaksanaan Abu Bakar tersebut ternyata diterima masyarakat yang segera secara beramai-ramai membaiat Umar. Umar menyebut dirinya Khalifah Rasulillah (pengganti dari Rasulullah). Ia juga memperkenalkan istilah Amir al-Mu’minin (Komandan orang-orang yang beriman).&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Di zaman Umar gelombang ekspansi (perluasan daerah kekuasaan) pertama terjadi; ibu kota Syria, Damaskus, jatuh tahun 635 M dan setahun kemudian, setelah tentara Bizantium kalah di pertempuran Yarmuk, seluruh daerah Syria jatuh ke bawah kekuasaan Islam. Dengan memakai Syria sebagai basis, ekspansi diteruskan ke Mesir di bawah pimpinan ‘Amr ibn ‘Ash dan ke Irak di bawah pimpinan Sa’ad ibn Abi Waqqash. Iskandaria, ibu kota Mesir, ditaklukkan tahun 641 M. Dengan demikian, Mesir jatuh ke bawah kekuasaan Islam. Al-Qadisiyah, sebuah kota dekat Hirah di Iraq, jatuh tahun 637 M. Dari sana serangan dilanjutkan ke ibu kota Persia, al-Madain yang jatuh pada tahun itu juga. Pada tahun 641 M, Mosul dapat dikuasai. Dengan demikian, pada masa kepemimpinan Umar, wilayah kekuasaan Islam sudah meliputi Jazirah Arabia, Palestina, Syria, sebagian besar wilayah Persia, dan Mesir.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Karena perluasan daerah terjadi dengan cepat, Umar segera mengatur administrasi negara dengan mencontoh administrasi yang sudah berkembang terutama di Persia. Administrasi pemerintahan diatur menjadi delapan wilayah propinsi: Makkah, Madinah, Syria, Jazirah Basrah, Kufah, Palestina, dan Mesir. Beberapa departemen yang dipandang perlu didirikan. Pada masanya mulai diatur dan ditertibkan sistem pembayaran gaji dan pajak tanah. Pengadilan didirikan dalam rangka memisahkan lembaga yudikatif dengan lembaga eksekutif. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, jawatan kepolisian dibentuk. Demikian pula jawatan pekerjaan umum. Umar juga mendirikan Bait al-Mal, menempa mata uang, dan menciptakan tahun hijrah.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Salah satu hal yang monumental pada era sayidina Umar ra adalah mengenai sholat tarawih. Berikut salah satu riwayatnya, yang menjadi pegangan umat islam di seluruh dunia sampai saat ini.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Diriwayatkan oleh Yazid Ibn Khusayfah dari Sâib Ibn Yazîd bahwa semua orang mengerjakan sholat tarawih 20 rakaat dalam bulan ramadlan pada masa khalifah Umar Ibn Khatab ra. (Baihaqi dalam As Sunaul Kubra, vol.2 hal 496)&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Umar ra memerintah selama sepuluh tahun (13-23 H/634-644 M). Masa jabatannya berakhir dengan kematian. Dia dibunuh oleh seorang budak dari Persia bernama Abu Lu’lu’ah. Untuk menentukan penggantinya, Umar tidak menempuh jalan yang dilakukan Abu Bakar. Dia menunjuk enam orang sahabat dan meminta kepada mereka untuk memilih salah seorang diantaranya menjadi khalifah. Enam orang tersebut adalah Usman, Ali, Thalhah, Zubair, Sa’ad ibn Abi Waqqash, Abdurrahman ibn ‘Auf. Setelah Umar wafat, tim ini bermusyawarah dan berhasil menunjuk Utsman sebagai khalifah, melalui persaingan yang agak ketat dengan Ali ibn Abi Thalib.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;C.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;strong&gt;Masa Utsman Ibn ‘Afan ra. ( 23-35 H / 644-655 M)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Di masa pemerintahan Utsman (644-655 M), Armenia, Tunisia, Cyprus, Rhodes, dan bagian yang tersisa dari Persia, Transoxania, dan Tabaristall berhasil direbut. Ekspansi Islam pertama berhenti sampai di sini.&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Pemerintahan Usman berlangsung selama 12 tahun, pada paruh terakhir masa kekhalifahannya muncul perasaan tidak puas dan kecewa di kalangan umat Islam terhadapnya. Kepemimpinan Usman memang sangat berbeda dengan kepemimpinan Umar. Ini mungkin karena umumnya yang lanjut (diangkat dalam usia 70 tahun) dan sifatnya yang lemah lembut. Akhirnya pada tahun 35 H 1655 M, Usman dibunuh oleh kaum pemberontak yang terdiri dari orang-orang yang kecewa itu.&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Salah satu faktor yang menyebabkan banyak rakyat kecewa terhadap kepemimpinan Usman adalah kebijaksanaannya mengangkat keluarga dalam kedudukan tinggi. Yang terpenting diantaranya adalah Marwan ibn Hakam. Dialah pada dasarnya yang menjalankan pemerintahan, sedangkan Usman hanya menyandang gelar Khalifah. Setelah banyak anggota keluarganya yang duduk dalam jabatan-jabatan penting, Usman laksana boneka di hadapan kerabatnya itu. Dia tidak dapat berbuat banyak dan terlalu lemah terhadap keluarganya. Dia juga tidak tegas terhadap kesalahan bawahan. Harta kekayaan negara, oleh karabatnya dibagi-bagikan tanpa terkontrol oleh Usman sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Meskipun demikian, tidak berarti bahwa pada masanya tidak ada kegiatan-kegjatan yang penting. Usman berjasa membangun bendungan untuk menjaga arus banjir yang besar dan mengatur pembagian air ke kota-kota. Dia juga membangun jalan-jalan, jembatan-jembatan, masjid-masjid dan memperluas masjid Nabi di Madinah. Penulisan Al Quran dilakukan kembali pada masa sayidina Utsman ra. Ini terjadi pada tahun 25 H. Dan al Quran yang kita pegang saat ini adalah mushaf Utsman.&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.15pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;D.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;strong&gt;Masa Ali Ibn Abi Thalib. ( 35-40 H / 655-660 M)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Setelah Utsman wafat, masyarakat beramai-ramai membaiat Ali ibn Abi Thalib sebagai khalifah. Ali memerintah hanya enam tahun. Selama masa pemerintahannya, ia menghadapi berbagai pergolakan. Tidak ada masa sedikit pun dalam pemerintahannya yang dapat dikatakan stabil. Setelah menduduki jabatan khalifah, Ali memecat para gubernur yang diangkat oleh Utsman. Dia yakin bahwa pemberontakan-pemberontakan terjadi karena keteledoran mereka. Dia juga menarik kembali tanah yang dihadiahkan Utsman kepada penduduk dengan menyerahkan hasil pendapatannya kepada negara, dan memakai kembali sistem distribusi pajak tahunan diantara orang-orang Islam sebagaimana pernah diterapkan Umar.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Tidak lama setelah itu, Ali ibn Abi Thalib menghadapi pemberontakan Thalhah, Zubair dan Aisyah. Alasan mereka, Ali tidak mau menghukum para pembunuh Utsman, dan mereka menuntut bela terhadap darah Utsman yang telah ditumpahkan secara zalim. Ali sebenarnya ingin sekali menghindari perang. Dia mengirim surat kepada Thalhah dan Zubair agar keduanya mau berunding untuk menyelesaikan perkara itu secara damai. Namun ajakan tersebut ditolak. Akhirnya, pertempuran yang dahsyat pun berkobar. Perang ini dikenal dengan nama Perang Jamal (Unta), karena Aisyah dalam pertempuran itu menunggang unta, dan berhasil mengalahkan lawannya. Zubair dan Thalhah terbunuh ketika hendak melarikan diri, sedangkan Aisyah ditawan dan dikirim kembali ke Madinah.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Bersamaan dengan itu, kebijaksanaan-kebijaksanaan Ali juga mengakibatkan timbulnya perlawanan dari gubernur di Damaskus, Mu’awiyah, yang didukung oleh sejumlah bekas pejabat tinggi yang merasa kehilangan kedudukan dan kejayaan. Setelah berhasil memadamkan pemberontakan Zubair, Thalhah dan Aisyah, Ali bergerak dari Kufah menuju Damaskus dengan sejumlah besar tentara. Pasukannya bertemu dengan pasukan Mu’awiyah di Shiffin. Pertempuran terjadi di sini yang dikenal dengan nama perang shiffin. Perang ini diakhiri dengan tahkim (arbitrase), tapi tahkim ternyata tidak menyelesaikan masalah, bahkan menyebabkan timbulnya golongan ketiga, al-Khawarij, orang-orang yang keluar dari barisan Ali. Akibatnya, di ujung masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib umat Islam terpecah menjadi tiga kekuatan politik, yaitu Mu’awiyah, Syi’ah (pengikut) Ali, dan al-Khawarij (oran-orang yang keluar dari barisan Ali). Keadaan ini tidak menguntungkan Ali. Munculnya kelompok al-khawarij menyebabkan tentaranya semakin lemah, sementara posisi Mu’awiyah semakin kuat. Pada tanggal 20 ramadhan 40 H (660 M), Ali terbunuh oleh salah seorang anggota Khawarij.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Kedudukan Ali sebagai khalifah kemudian dijabat oleh anaknya Hasan selama beberapa bulan. Namun, karena Hasan tentaranya lemah, sementara Mu’awiyah semakin kuat, maka Hasan membuat perjanjian damai. Perjanjian ini dapat mempersatukan umat Islam kembali dalam satu kepemimpinan politik, di bawah Mu’awiyah ibn Abi Sufyan. Di sisi lain, perjanjian itu juga menyebabkan Mu’awiyah menjadi penguasa absolut dalam Islam. Tahun 41 H (661 M), tahun persatuan itu, dikenal dalam sejarah sebagai tahun jama’ah (’am jama’ah)! Dengan demikian berakhirlah masa yang disebut dengan masa Khulafa’ur Rasyidin, dan dimulailah kekuasaan Bani Umayyah dalam sejarah politik Islam.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Ketika itu wilayah kekuasaan Islam sangat luas. Ekspansi ke negeri-negeri yang sangat jauh dari pusat kekuasaannya dalam waktu tidak lebih dari setengah abad, merupakan kemenangan menakjubkan dari suatu bangsa yang sebelumnya tidak pernah mempunyai pengalaman politik yang memadai. Faktor-faktor yang menyebabkan ekspansi itu demikian cepat antara lain adalah:&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Islam, disamping merupakan ajaran yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, juga agama yang mementingkan soal pembentukan masyarakat.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Dalam dada para sahabat, tertanam keyakinan tebal tentang kewajiban menyerukan ajaran-ajaran Islam (dakwah) ke seluruh penjuru dunia. Disamping itu, suku-suku bangsa Arab gemar berperang. Semangat dakwah dan kegemaran berperang tersebut membentuk satu kesatuan yang padu dalam diri umat Islam.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Bizantium dan Persia, dua kekuatan yang menguasai Timur Tengah pada waktu itu, mulai memasuki masa kemunduran dan kelemahan, baik karena sering terjadi peperangan antara keduanya maupun karena persoalan-persoalan dalam negeri masing-masing.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Pertentangan aliran agama di wilayah Bizantium mengakibatkan hilangnya kemerdekaan beragama bagi rakyat. Rakyat tidak senang karena pihak kerajaan memaksakan aliran yang dianutnya. Mereka juga tidak senang karena pajak yang tinggi untuk biaya peperangan melawan Persia.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Islam datang ke daerah-daerah yang dimasukinya dengan sikap simpatik dan toleran, tidak memaksa rakyat untuk mengubah agamanya dan masuk Islam.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Bangsa Sami di Syria dan Palestina dan bangsa Hami di Mesir memandang bangsa Arab lebih dekat kepada mereka daripada bangsa Eropa, Bizantium, yang memerintah mereka.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Mesir, Syria dan Irak adalah daerah-daerah yang kaya. Kekayaan itu membantu penguasa Islam untuk membiayai ekspansi ke daerah yang lebih jauh&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Mulai dari masa Abu Bakar sampai kepada Ali dinamakan periode Khilafah Rasyidah. Para khalifahnya disebut al-Khulafa’ al-Rasyidun, (khalifah-khalifah yang mendapat petunjuk). Ciri masa ini adalah para khalifah betul-betul menurut teladan Nabi. Mereka dipilih melalui proses musyawarah, yang dalam istilah sekarang disebut demokratis. Setelah periode ini, pemerintahan Islam berbentuk kerajaan. Kekuasaan diwariskan secara turun temurun. Selain itu, seorang khalifah pada masa khilafah Rasyidah, tidak pernah bertindak sendiri ketika negara menghadapi kesulitan; Mereka selalu bermusyawarah dengan pembesar-pembesar yang lain. Sedangkan khalifah-khalifah sesudahnya sering bertindak otoriter. &lt;/p&gt;</description><link>http://usaha-kehidupan.blogspot.com/2009/04/dakwah-pada-masa-khulafaurrasyidin.html</link><thr:total>0</thr:total><author>el_ahcam@yahoo.com (Rhicko)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-776583559293505863.post-8089309012036396052</guid><pubDate>Sun, 29 Mar 2009 14:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-29T07:52:51.869-07:00</atom:updated><title>Awal Imperialisme Barat di Mesir</title><description>&lt;p style="margin-bottom: 12pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:14;"  &gt;Awal Imperialisme Barat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:14;"  &gt;di Mesir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Imperialisme mulai merambah Mesir tatkala Prancis, melalui Napoleon Bonaparte, mulai pertama kali menjejaki tanah Mesir. Prancis selanjutnya sedikit demi sedikit berusaha menancapkan pengaruhnya di tanah tersebut. Usaha yang terlihat nyata adalah tatkala menempatkan Muhammad ‘Ali Pasya memegang tampuk pemerintahan di negeri tersebut. Muhammad ‘Ali Pasya (1805-1917) kemudian direkayasa oLeh Prancis seolah-olah sebagai orang yang sangat berjasa pada kemajuan Mesir. Dia diopinikan sebagai pembaru yang membawa kemajuan Mesir dari kegelapan yang ditimbulkan oleh Islam. Tahun 1840, Muhammad ‘Ali Pasha diasingkan oleh Sultan Utsmani atas desakan Prancis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Muhammad ‘Ali mempunyal andil yang sangat besar bagi kemerosotan Islam. Dia menelorkan program ‘pencucian otak’ dengan dalih alih ilmu pengetahuan dan teknologi dari Barat ke Dunia Islam melalul Mesir. Untuk merealisasikan program ml, Ia mengirim mahasiswa Mesir untuk belajar ke Prancis. Setelah kembali ke Mesir, tentu dengan berbagai ragam dan corak pemikirannya, mereka menjadi guru di berbagai universitas. Yang lebih parah, para lulusan tersebut ditempatkan terutama di Universitas al-Azhar, tempat ribuan mahasiswa dan berbagai negara Islam menimba ilmu pengetahuan. Dengan demikian, penyebaran ide-ide sesat dari Barat menjadi demikian efektif dan efisien; bukan hanya di Mesir saja, namun lebih jauh dari itu. Ide-ide sesat itu menyebar ke berbagai negeri Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pada masa selanjutnya, Prancis mulai meniupkan ‘gagasan-gagasan besar dan revolusioner’ kepada para pemikir dan pemimpin umat Islam di Mesir, yaitu ide nasionalisme dan patriotisme. Patriotisme Mesir dipelopori oleh at-Tahtawi (1801-1873)yang berpendirian bahwa Mesir dan negara lain baru bisa maju bila berada di bawah penguasa sendiri, bukan di bawah tangan orang asing. Maksudnya, Mesir, yang selama ini di bawah perlindungan Kekhilafahan lslamiyah, oleh Prancis melalui kaki tangannya harus segera melepaskan diri agar cepat maju dan berkembang. Sedangkan, nasionalisme Mesir dipelopori oleh Mustafa Kamil (1874) yang mendirikan Hizb al-Wathan untuk— seolah-olah—memperjuangkan kemerdekaan Mesir dari kekuasaan Perancis. Dari Mesir inilah lahir ide nasionalisme Arab yang dipelopori oleh Gamal Abdul Nasser.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Imperialisme Perancis semakin tak terbendung tatkala dia berhasil ikut campur tangan dalam pemerintahan Mesir pada tahun 1882 walaupun secara &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;de facto &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;tetap tunduk pada Kekhilafahan Utsmani hingga tahun 1914. Atas desakan dan rekayasa Perancis, antara 1914-1922 Mesir menjadi protektorat Perancis. Mesir mendapatkan kemerdekaan dari Perancis tahun 1922. Negara ini mengambil bentuk pemerintahan monarki konstitusional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Untuk semakin menancapkan pengaruhnya, Perancis melalui Napoleon menerbitkan majalah &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Le Courtier d’Egypte &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;La Degade Egyptienne &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;sebagai media publikasi ide-ide mereka yang berkedok majalah yang memberitakan perkembangan ilmu pengetahuan. Muhammad ‘Ali sendiri menerbitkan surat kabar &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;aI-Waqâ’i al-Misriyah &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;(Peristiwa-peristiwa Mesir). Media tesebut menjadi alat propaganda untuk menjelek-jelekkan Islam dan mengagung-agungkan imperialisme Perancis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Serentetan rezim sekular selanjutnya silih berganti menguasai Mesir. Sesudah Muhammad ‘Ali Pasha, Mesir diperintah oleh Abbas I (1848- 1854) dan Abbas II (1854-1863). Pemimpin selanjutnya adalah Khedive Ismail (1863-1879). Ia memperbaiki kembali kehidupan sosial politik di Mesir. Ismail lalu digantikan oleh anaknya, Taufiq. Pemerintahan Taufiq bisa dikatakan sangat dekat dengan Inggris Oleh sebab itu, terjadilah peristiwa penting, yaitu revolusi yang dipimpin oleh Ahmad Orabi yang berkeinginan memberikan ‘tausiah’ kepada Taufiq agar jangan menjadi kaki tangan Perancis. Karena situasi yang terjadi pada waktu revolusi tersebut sangat tidak menguntungkan Perancis, Inggris menggunakan kesempatan tersebut untuk melakukan agresi militernya dan berhasil menduduki Kairo 14 Desember1882.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Seusai Perang Dunia I, pada November 1918, di Mesir muncul pemimpin yang bernama Sa’ad - Zaghlul. Ia berusaha menuntut kemerdekaan dari Inggris. lalu Inggris menangkap dan mengasingkannya. Hal ini menimbulkan kemarahan rakyat Mesir. Akibatnya, pada 9 Maret 1919 terjadilah tuntutan besar menentang Inggris di Kairo dan seluruh penjuru Mesir yang menyebabkan Inggris mengubah pola politiknya dan membebaskan Sa’ad ZagLul.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Campur Tangan &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;AS&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bersamaan dengan mulai melemahnya Inggris sebagai adidaya dunia, Amerika Serikat berambisi untuk menguasai Timur Tengah yang memang strategis terutama pasca perang dunia kedua. Untuk itu AS harus menggeser Inggris yang sebelumnya berkuasa di Timur Tengah, antara lain dengan mengobarkan semangat kemerdekaan dan anti penjajahan dan anti feodalisme di negeri Timur Tengah. Lewat beberapa perwira militer Mesir, AS mulai menanamkan pengaruhnya saat terjadi kudeta militer terhadap Raja Farouk yang merupakan boneka Inggris. Di bawah pimpinan Gamel Abdul Nasser, Gerakan Perwira Bebas (organisasi rahasia yang dibentuk tahun 1947), menggulingkan raja Farouk pada tahun 1952. Jenderal Muhammad Najib (orang suruhan Nasser) menjadi presiden dan perdana menteri Mesir. Dalam pernyataannya, Jenderal Najib dan rekan-rekannya berupaya menarik simpati masyarakat bahwa kudeta yang mereka lakukan bertujuan untuk membebaskan mesir dan imperiaLisme dan feodalisme serta agar rakyat dilayani oleh pemerintahan yang jujur yang membawa pada kesejahteraan rakyat. Untuk menguatkan kedudukannya, Najib pada bulan Juni 1953 mendeklarasikan Mesir menjadi negara Republik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bahwa AS menjadikan rezim baru ini untuk menguasai Mesir mulai tampak saat dihapuskannya perjanjian Inggris-Mesir pada tahun 1936 dengan membuat perjanjian baru yang ditandatangani 24 Juli 1954. Perjanjian baru ini membuat Mesir bisa mendapat bantuan ekonomi dan militer dari AS (Lihat George Lenczowski, &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Timur Tengah di Tengah Kancah Dunia, terjemahan dari The Middle East in World Affairs, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;hlm 324). Peran AS semakin tertancap saat AS menawarkan pinjaman hutang 56 juta dollar kepada rezim Mesir untuk proyek pembangunan bendungan Aswan. Sudah merupakan strategi umum AS untuk menjadikan hutang luar negeri ini menjadi kekuatan penjerat negara yang berutang. Terbukti kemudian, hingga saat ini Mesir, sangat bergantung dan dikendalikan oleh AS karena hutang-hutangnya yang menumpuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dominasi AS pun semakin kentara di Timur Tengah termasuk Mesir. Lewat krisis Suez yang muncul akibat masuknya pasukan Israel ke wilayah Mesir, AS pun mengambil peran sebagai mediator. Tentu saja dalam posisinya sebagai mediator , pengaruh AS di Timur Tengah akan semakin kuat. AS pun menggunakan organ kolonialnya, yakni PBB, untuk mengadakan sidang darurat dewan keamanan. Semua negara besar pada waktu itu, memanfaatkan krisis Suez mi untuk menanamkan pengaruhnya di Mesir. AS dan Soviet , mengingatkan Inggris agar tidak membantu Mesir untuk melawan Israel. Sementara AS mengusulkan media perdamaian lewat PBB untuk menyelesaikan masalah ini. Hal ini tentu saja menguntungkan Israel, karena dengan demikian secara de facto keberadaan Israel sebagai sebuah negara, dan sekaligus juga menguntungkan AS karena akan menggeser peran Inggris di Timur Tengah. Dan itu berlangsung hingga kini, AS senantiasa menggunakan krisis Timur Tengah terutama Palestina untuk tetap menanamkan pengaruhnya di Timur Tengah.&lt;br /&gt;AS kemudian menggunakan Mesir untuk menanamkan pengaruhnya di TimurTengah. Tidaklah mengherankan kemudian peran Mesir demikian besar dalam berbagai perjanjian perdamaian Israel-Palestina. Mesir juga kemudian sering menjadi mediator konflik intern negara-negara Arab , termasuk dalam krisis Irak. Peran Mesir ini, merupakan perpanjangan tangan Amerika Serikat. &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Penguasa Sekular yang Repressif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Keberadaan Mesir sebagai &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;miftahul alam al Islam &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;(kunci dunia Islam),tidak mengherankan, kalau dari Mesir bermunculan gerakan-gerakan Islam yang kemudian menjadi barometer dunia pergerakan Islam. Sebut saja Ikhwanul Muslimin, sebuah gerakan Islam yang lahir di Mesir. Saat ini, hampir di seluruh negeri Islam, pengaruh ide maupun gerak Ikhwanul Muslimin cukup besar. Di samping Ikhwanul Muslimin yang mengambil jalan moderat, ada pula Tanzimul Jihad, Jama’ah Islamiyah, dan beberapa nama lain yang memilih jalan kekeraasan. Sementara itu, Hizbut Tahrir, yang baru-baru ini beberapa anggotanya ditahan oleh penguasa Mesir, karena perbedaan pandangan politik, tampil dengan pola gerakan yang bersifat pemikiran &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;(fikriyyah), &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;politik &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;(siyasi), &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;namun tanpa kekerasan (la &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;mâdiyah). &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Berbeda dengan yang lain, Hizbut Tahrir tidak berkompromi dengan sistem yang ada dan berjuang secara &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;inqilâbiyah &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;(revoLusioner).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Mesir, juga tidak hanya ‘ramai’ dengan gerakan-gerakan Islam. Gerakan sekular maupun sosialis, bahkan komunisme, juga berkembang di Mesir. Apalagi pada masa Nasser, Mesir menjadi penggerak nasionalisme Arab yang cukup berpengaruh di Dunia Arab. Tidak mengherankan pula, kalau dari Mesir juga lahir intelektual sekular, sosialis, atau yang memahami Islam secara liberal (seperti Jaringan Islam Liberal di Indonesia). Dari Mesir pula lahir tokoh-tokoh kontroversial seperti Ali Abdul Raziq yang mengatakan tidak ada kewajiban menegakkan Daulah Khilafah Islamiyah. ‘Ali AbduL Raziq kemudian secara tidak hormat dikeluarkan dari al-Azhar. Namun demikian, bukunya, &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;al-islam wa Ushul al Ahkâm, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;yang menggugat sistem politik Islam sebagai kewajiban syariat, banyak menjadi rujukan intelektual sekular atau yang terbaratkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kondisi Mesir sebagai tempat tumbuh  suburnya gerakan Islam, tentu sangat dirisaukan oleh penguasa Mesir yang notabene kaki tangan Barat. Opini mengenai kesatuan seluruh umat Islam di seluruh dunia di bawah naungan Khilafah Islamiyah tentu menjadi poin tersendiri dalam benak para penguasa tersebut. Jelas, adanya Khilafah akan menjadi magnet dan ideologi tersendiri bagi manusia untuk memilih kehidupan yang layak. Khilafah akan menjadi &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;super power &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;yang akan menggulung kebengisan dan kebobrokan ideologi Barat dan seluruh turunannya. Setelah sosialis hancur dan sekarang kehancuran kapitalis ditunjukkan oleh beribu kebobrokan yang ad, tentu akan memalingkan umat untuk kembali lagi pada keagungan Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Jika semangat penerapan syariat Islam semakin mengkristal, secara otomatis hal itu akan mengancam eksistensi para penguasa dan seluruh kepentingan Barat. Kondisi ini tentu tidak menyenangkan mereka. Untuk mencegah hal yang demikian, para penguasa sekular akhirnya menerapkan strategi tangan besi dan diktaktor. Usaha-usaha memberangus gerakan-gerakan Islam adalah cara yang jitu. Gerakan-gerakan Islam selanjutnya dikebiri dan dipersempit ruang geraknya dalam melakukan pembinaan kepada masyarakat dan dalam upayanya memotong interaksi antara pemerintah sekular dan masyarakat. Bahkan, para penguasa tersebut sampai metakukan tindakan membubarkan dan menangkapi para aktivis untuk selanjutnya ditahan dan dihukum tanpa ada tuntutan yang jelas terhadapnya. Yang jelas, mereka dituduh ingin menggulingkan konstitusi yang sah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Selain itu, ide demokrasi dijadikan obat pembius umat. Demokrasi dibungkus dan direkayasa sehingga tampak oleh rakyat Mesir seolah-olah merupakan sistem yang sesuai dan layak untuk diperjuangkan. Dengan demokrasi, seolah-olah kebebasan berpendapat dan menentukan nasib bangsa sendiri bisa terpenuhi. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Dengan dalih demokrasi, para aktivis gerakan Islam yang secara konsekuen memperjuangkan Islam dituduh bertindak sektarian dan tidak memberikan penghormatan kepada yang Lain. Demokrasi, yang mengejawantah menjadi diktator, akhirnya muncul ke permukaan. Mesir menjadi ‘neraka’ tersendiri bagi para aktivis Islam untuk menyemai pemikiran Islam.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://usaha-kehidupan.blogspot.com/2009/03/awal-imperialisme-barat-di-mesir.html</link><thr:total>0</thr:total><author>el_ahcam@yahoo.com (Rhicko)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-776583559293505863.post-5653281236666260592</guid><pubDate>Sat, 28 Mar 2009 14:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-29T07:51:40.409-07:00</atom:updated><title>Kebangkitan Islam Asia Tenggara</title><description>&lt;h1 dir="ltr" style="text-align: center;" align="center"&gt;Kebangkitan Islam Asia Tenggara&lt;/h1&gt;  &lt;p dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Pada dasarnya kebangkitan Islam di abad ke-19 hingga 21 adalah sebuah fenomena global. Seiring dengan adanya interaksi dengan peradaban Barat di abad ke-18, umat Islam menyadari keterbelakangan peradabannya. Interaksi tersebut berlanjut menjadi media refleksi dan digunakan sebagai kesempatan untuk mempelajari peradaban Barat. Kehendak baik itu tecermin dari kemauan mendialogkan doktrin agama dengan modernitas Barat. Dialog tidak mengandung arti bahwa umat Islam tengah “memaksakan” doktrin agamanya untuk menerima modernitas, melainkan membaca ulang doktrin agama dengan pisau analisa modernitaas… &lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dengan begitu penerimaan terhadap demokrasi atau modernisasi politik umpamanya, bukanlah “pemerkosaan semiotik” terhadap kitab suci, yang mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok yang bersifat pragmatis.  Modernitas diterima sebagai milik sendiri lantaran dalam doktrin Islam banyak ayat-ayat al-Quran yang sejalan dan selaras dengan nilai-nilai modern. Dapat disimpulkan bahwa kebangkitan Islam terkait dengan proses take and give dengan peradaban Barat.  &lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Empat Model Gerakan&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Satu hal yang harus diingat, kebangkitan Islam tidak semata-mata terinspirasi oleh kemajuan peradaban Barat. Hans-Dieter Evers dan Sharon Siddique mencatat ada empat model gerakan yang melatarbelakangi kebangkitan Islam. Pertama, gerakan penolakan atas rasionalisasi, yaitu penolakan atas demistifikasi dunia. Kedua, gerakan sebagai sebuah usaha untuk mengatasi tekanan-tekanan modernisasi. Ketiga, gerakan anti imperialis dan hegemoni. Keempat, gerakan pembaruan yang merupakan doktrin agama itu sendiri (1993). &lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kebangkitan Islam yang dilatari oleh faktor pertama hingga ketiga bisa dikatakan sebagai respon negatif terhadap modernitas Barat. Kebangkitan Islam dimaknai sebagai resistensi identitas, dimana Barat yang diasumsikan sebagai pemilik modernitas terlalu mendominasi dan memonopoli kebenaran. Oleh sebab itu, kebangkitan Islam dalam konteks semacam ini adalah sikap yang reaktif. Sebab resistensi tersebut dilakukan dengan menyertakan sentimen identitas, sehingga subjektivitasnya lebih memainkan peran, ketimbang sebagai sebuah representasi objektif. &lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Berbeda dengan ketiga model gerakan yang sudah dijelaskan di awal, model yang keempat lebih merupakan determinasi doktrinal dan sejarah. Senada dengan hal ini John L Esposito mencatat, bahwa kebangkitan Islam di Asia Tenggara dewasa ini bukan sebagai reaksi terhadap modernitas Barat, melainkan sebagai bagian tak terpisahkan dari proses pembaruan yang selalu muncul, yang menunjukkan keberlangsungan tradisi Islam dalam sejarah (1983). Hal itu menjelaskan bahwa kebangkitan Islam adalah sebuah dorongan dan dinamika internal. Dari kerangka berpikir ini, kebangkitan Islam di Asia Tenggara dapat dilihat sebagai sebuah wacana alternatif dunia Islam, ketimbang sebagai ancaman bagi Barat—juga bukan sebagai ancaman bagi umat Islam sendiri, sebab kebangkitan itu berlandas pada tradisi Islam. &lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Penjelasan yang senada dengan Esposito disampaikan oleh Azyumardi Azra, cendekiawan muslim yang banyak diundang ke negara-negara Barat untuk menjelaskan tentang “Islam moderat”. Menurut Azyumardi salah satu sumber optimisme kalangan pengamat luar tentang kebangkitan Islam di Asia Tenggara pada umumnya didasarkan pada pengamatan mereka tentang “watak” atau “karakteristik” Islam di kawasan ini. Mereka melihat Islam di Asia Tenggara mempunyai watak atau karakteristik yang khas, yang berbeda dengan Islam di kawasan lain, khususnya di Timur Tengah. Karakteristik terpenting Islam di Asia tenggara itu, misalnya, memiliki watak yang lebih damai, ramah, dan toleran (2000).  &lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Berlangsung Damai&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Watak Islam seperti itu diakui banyak pengamat, diantaranya Thomas W Arnold. Dalam bukunya, The Preaching of Islam—sebagaimana dikutip oleh Azyumardi—Arnold menyimpulkan bahwa penyebaran dan perkembangan historis Islam di Asia Tenggara berlangsung secara damai (2000). Berbeda halnya dengan penyebaran Islam di sebagian besar wilayah Timur Tengah, Asia Selatan, dan Afrika yang biasa disebut sebagai fath atau futuh, yakni pembebasan, yang dalam praktiknya sering melibatkan kekuatan militer. Meskipun futuh di kawasan-kawasan yang disebutkan tadi tidak selamanya berupa pemaksaan penduduk setempat untuk memeluk Islam. Sebaliknya, menurut Azyumardi, penyebaran Islam di Asia Tenggara tidak pernah disebut sebagai futuh yang disertai kekuatan militer (2000).  &lt;/p&gt;  &lt;p dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Karakter yang toleran inilah yang membuat Islam di Asia Tenggara tidak memusuhi peradaban Barat. Kolonialisme dan imperialisme Barat terhadap masyarakat Asia Tenggara tidak membuat umat Islam menutup diri untuk berdialog dengan peradaban Barat. Imperialisme adalah sisi jahat peradaban Barat yang tidak bisa ditolerir, sedangkan demokrasi adalah sisi “cantik” peradaban Barat yang layak diapresiasi. Oleh karena itu bagi Esposito, Islam di Asia Tenggara memang cukup prospektif dan diperkirakan akan muncul menjadi kawasan alternatif bagi kebangkitan Islam (1997). Pada masa dimana Islam telah diidentikkan dengan radikalisme dan dianggap tidak cocok dengan demokrasi, Indonesia dan Malaysia telah mampu menepis stereotip semacam itu. Meskipun penilaian Esposito ini diungkapkan sebelum munculnya dugaan kuat adanya jaringan Jamaah Islamiyah (JI) di Indonesia, dan terlepas dari kontrovesi ada-tidaknya JI, namun penilaian Esposito ini mencerminkan keterpesonaan pengamat Barat terhadap kemampuan umat Islam di Asia Tenggara dalam mendialogkan doktrin Islam dengan masalah modernitas.(&lt;strong&gt;CMM&lt;/strong&gt;) &lt;/p&gt;</description><link>http://usaha-kehidupan.blogspot.com/2009/03/kebangkitan-islam-asia-tenggara-pada.html</link><thr:total>1</thr:total><author>el_ahcam@yahoo.com (Rhicko)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-776583559293505863.post-6282427430701455197</guid><pubDate>Fri, 27 Mar 2009 14:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-27T08:39:35.059-07:00</atom:updated><title>Mustahiq, Pola Distribusi Zakat</title><description>&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h1  {mso-style-next:Normal;  margin-top:12.0pt;  margin-right:0in;  margin-bottom:3.0pt;  margin-left:0in;  mso-pagination:widow-orphan;  page-break-after:avoid;  mso-outline-level:1;  font-size:16.0pt;  font-family:Arial;  mso-font-kerning:16.0pt;} p.MsoBodyTextIndent2, li.MsoBodyTextIndent2, div.MsoBodyTextIndent2  {margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  text-align:justify;  text-indent:27.0pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:Arial;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1027"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;h1&gt;MUSTAHIQ, POLA DISTRIBUSI ZAKAT&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;A.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;b&gt;Definisi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;" wrapcoords="-44 0 -44 21357 21600 21357 21600 0 -44 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\user\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.gif" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: -1; left: 0px; margin-left: 24px; margin-top: 78px; width: 495px; height: 89px;"&gt;&lt;/span&gt;Mustahiq yaitu orang-orang yang berhak menerima zakat yang terbagi atas delapan golongan. Sebagaimana yang telah diterangkan Allah swt dalam Al-Qur’an dengan firmannya :&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height: 150%;"&gt; &gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Wingdings;  panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;  mso-font-charset:2;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face  {font-family:"Traditional Arabic";  panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;  mso-font-alt:"Times New Roman";  mso-font-charset:178;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-format:other;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:8193 0 0 0 64 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h2  {mso-style-next:Normal;  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  text-align:justify;  line-height:150%;  mso-pagination:widow-orphan;  page-break-after:avoid;  mso-outline-level:2;  font-size:12.0pt;  font-family:Arial;} h4  {mso-style-next:Normal;  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  text-align:justify;  line-height:150%;  mso-pagination:widow-orphan;  page-break-after:avoid;  mso-outline-level:4;  font-size:20.0pt;  font-family:Arial;  font-weight:normal;} p.MsoBodyTextIndent2, li.MsoBodyTextIndent2, div.MsoBodyTextIndent2  {margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  text-align:justify;  text-indent:27.0pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:Arial;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyTextIndent3, li.MsoBodyTextIndent3, div.MsoBodyTextIndent3  {margin-top:0in;  margin-right:0in;  margin-bottom:0in;  margin-left:45.0pt;  margin-bottom:.0001pt;  text-align:justify;  text-indent:13.5pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:Arial;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:271327197;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-209945920 226514186 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:45.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:45.0pt;  text-indent:-.25in;  font-family:"Times New Roman";} @list l0:level2  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:81.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:81.0pt;  text-indent:-.25in;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level3  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:117.0pt;  mso-level-number-position:right;  margin-left:117.0pt;  text-indent:-9.0pt;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level4  {mso-level-tab-stop:153.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:153.0pt;  text-indent:-.25in;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level5  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:189.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:189.0pt;  text-indent:-.25in;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level6  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:225.0pt;  mso-level-number-position:right;  margin-left:225.0pt;  text-indent:-9.0pt;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level7  {mso-level-tab-stop:261.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:261.0pt;  text-indent:-.25in;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level8  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:297.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:297.0pt;  text-indent:-.25in;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level9  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:333.0pt;  mso-level-number-position:right;  margin-left:333.0pt;  text-indent:-9.0pt;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l1  {mso-list-id:504781676;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:1850234414 1541864256 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1  {mso-level-start-at:7;  mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:45.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:45.0pt;  text-indent:-.25in;  font-family:"Times New Roman";} @list l1:level2  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:81.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:81.0pt;  text-indent:-.25in;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l1:level3  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:117.0pt;  mso-level-number-position:right;  margin-left:117.0pt;  text-indent:-9.0pt;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l1:level4  {mso-level-tab-stop:153.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:153.0pt;  text-indent:-.25in;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l1:level5  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:189.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:189.0pt;  text-indent:-.25in;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l1:level6  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:225.0pt;  mso-level-number-position:right;  margin-left:225.0pt;  text-indent:-9.0pt;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l1:level7  {mso-level-tab-stop:261.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:261.0pt;  text-indent:-.25in;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l1:level8  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:297.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:297.0pt;  text-indent:-.25in;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l1:level9  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:333.0pt;  mso-level-number-position:right;  margin-left:333.0pt;  text-indent:-9.0pt;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l2  {mso-list-id:612321411;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:432334068 834957986 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l2:level1  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:63.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:63.0pt;  text-indent:-.25in;  font-family:"Times New Roman";} @list l2:level2  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:99.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:99.0pt;  text-indent:-.25in;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l2:level3  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:135.0pt;  mso-level-number-position:right;  margin-left:135.0pt;  text-indent:-9.0pt;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l2:level4  {mso-level-tab-stop:171.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:171.0pt;  text-indent:-.25in;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l2:level5  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:207.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:207.0pt;  text-indent:-.25in;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l2:level6  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:243.0pt;  mso-level-number-position:right;  margin-left:243.0pt;  text-indent:-9.0pt;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l2:level7  {mso-level-tab-stop:279.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:279.0pt;  text-indent:-.25in;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l2:level8  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:315.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:315.0pt;  text-indent:-.25in;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l2:level9  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:351.0pt;  mso-level-number-position:right;  margin-left:351.0pt;  text-indent:-9.0pt;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l3  {mso-list-id:862746090;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:1525610618 -1076487450 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l3:level1  {mso-level-tab-stop:63.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:63.0pt;  text-indent:-.25in;  font-family:"Times New Roman";} @list l3:level2  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:99.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:99.0pt;  text-indent:-.25in;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l3:level3  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:135.0pt;  mso-level-number-position:right;  margin-left:135.0pt;  text-indent:-9.0pt;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l3:level4  {mso-level-tab-stop:171.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:171.0pt;  text-indent:-.25in;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l3:level5  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:207.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:207.0pt;  text-indent:-.25in;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l3:level6  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:243.0pt;  mso-level-number-position:right;  margin-left:243.0pt;  text-indent:-9.0pt;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l3:level7  {mso-level-tab-stop:279.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:279.0pt;  text-indent:-.25in;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l3:level8  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:315.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:315.0pt;  text-indent:-.25in;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l3:level9  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:351.0pt;  mso-level-number-position:right;  margin-left:351.0pt;  text-indent:-9.0pt;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l4  {mso-list-id:1559436738;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-731998038 1239682542 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l4:level1  {mso-level-start-at:6;  mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:-;  mso-level-tab-stop:1.25in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:1.25in;  text-indent:-.25in;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @list l4:level2  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:o;  mso-level-tab-stop:1.75in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:1.75in;  text-indent:-.25in;  font-family:"Courier New";} @list l4:level3  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:2.25in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:2.25in;  text-indent:-.25in;  font-family:Wingdings;  mso-bidi-font-family:Wingdings;} @list l4:level4  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:2.75in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:2.75in;  text-indent:-.25in;  font-family:Symbol;  mso-bidi-font-family:Symbol;} @list l4:level5  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:o;  mso-level-tab-stop:3.25in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:3.25in;  text-indent:-.25in;  font-family:"Courier New";} @list l4:level6  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:3.75in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:3.75in;  text-indent:-.25in;  font-family:Wingdings;  mso-bidi-font-family:Wingdings;} @list l4:level7  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:4.25in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:4.25in;  text-indent:-.25in;  font-family:Symbol;  mso-bidi-font-family:Symbol;} @list l4:level8  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:o;  mso-level-tab-stop:4.75in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:4.75in;  text-indent:-.25in;  font-family:"Courier New";} @list l4:level9  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:5.25in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:5.25in;  text-indent:-.25in;  font-family:Wingdings;  mso-bidi-font-family:Wingdings;} @list l5  {mso-list-id:1648123459;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:1559364446 -218885128 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l5:level1  {mso-level-tab-stop:76.5pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:76.5pt;  text-indent:-.25in;  font-family:"Times New Roman";} @list l5:level2  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:112.5pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:112.5pt;  text-indent:-.25in;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l5:level3  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:148.5pt;  mso-level-number-position:right;  margin-left:148.5pt;  text-indent:-9.0pt;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l5:level4  {mso-level-tab-stop:184.5pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:184.5pt;  text-indent:-.25in;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l5:level5  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:220.5pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:220.5pt;  text-indent:-.25in;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l5:level6  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:256.5pt;  mso-level-number-position:right;  margin-left:256.5pt;  text-indent:-9.0pt;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l5:level7  {mso-level-tab-stop:292.5pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:292.5pt;  text-indent:-.25in;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l5:level8  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:328.5pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:328.5pt;  text-indent:-.25in;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l5:level9  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:364.5pt;  mso-level-number-position:right;  margin-left:364.5pt;  text-indent:-9.0pt;  mso-ascii-font-family:"Times New Roman";  mso-hansi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} ol  {margin-bottom:0in;} ul  {margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 1in; text-indent: -45pt; line-height: 150%;"&gt;Artinya: “&lt;i&gt;Dan diantara mereka adea orang yang mencelamu tentang (pembagian) sedekah-sedekah, jika mereka diberi sebagian daripadanya, mereka bersenang hati dan jika mereka tidak diberi sebagian daripadanya (maka) dengan serta merta mereka menjadi marah. Jika mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan RasulNya kepada mereka, dan berkata: “Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberi kepada kami sebagian dari karuniaNya, dan dengan demikian (pula) RasulNya, sesungguhnya adalah orang-orang yang berharap kepada Allah,” (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka). Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah bagi orang-orang fakir , orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana&lt;/i&gt;.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dengan turunnya ayat tersebut maka sasaran zakat menjadi jelas dan masing-masing mengetahui haknya. Abu Daud meriwayatkan dari Ziad Ibnul-Harist as-Shuda’I yang mengatakan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;أَنتَيْنُ رَسُوْلَاللهِ فَبَايَعْتُهُ-وَدَكَرَحَدِيْثًاطَوِيْلاً-فَأَتَهُرَجْلٌ فَقَلَ: أَعْطِنِيْ مِنَ الصَدَقَةِ, فَقَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ: إِنَ اللهَ لَمْ يَرْضَ بِحُكْمِ تَيِيٍ وَلاَغَيْرِهِ فيِْ الصَدَقَةِ, حَتَى حَكَمَ هُوَ فِيْهَا, فَجَزَأَهَاثَمَانِيَةَ أَجْزَاءٍ فَإِنْ كُنْتَ مِنْ تِلْكَ اْلأَ جْزَاءِ أَعْطَيْتُكَ حَفَكَ.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Artinya: “&lt;i&gt;Aku telah menemui rasulullah s.a.w untuk memba’iatnya. Ia menyebutkan sebuah hadist panjang. Ketika itu dating seorang laki-laki yang mengatakan :”berilah aku sedekah !” maka Rasulullah s.a.w berkata kepada orang itu: “Allah tidak menyukai ketentuan nabi atau orang lain mengenai sedekah, selain ketentuanNya sendiri, maka sedekah itu dibagi ke dalam delapan bagian, kalau engkau termasuk ke dalam bagian itu kuberikan hakmu&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;B. Sasaran Zakat&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Seperti sudah disebutkan, sasaran zakat sudah ditentukan dalam &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; at-taubat yaitu 8 golongan diantaranya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Yang pertama dan yang kedua, fakir dan miskin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: 13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Fakir yaitu mereka yang tidak mempunyai harta atau penghasilan layak dalam memenuhi keperluannya baik untuk sendiri maupun bagi orang yang menjadi tanggungannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: 13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Miskin yaitu mereka yang mempunyai harta atau penghasilan layak dalam memenuhi keperluannya dan orang yang menjadi tanggungannya, tapi tidak sepenuhnya tercukupi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: 13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Mereka itulah yang pertama diberi saham harta zakat oleh Allah swt. Ini menunjukan bahwa sasaran pertama zakat ialah hendak menghapuskan kemiskinan dan kemelaratan dalam masyarakat islam. Dalam beberapa hadist Rasululllah s.a.w telah mengatakan kepada Mu’az tatkala ia ditugaskan ke yaman :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;أَعْلِمْهُمْ أَنَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً تَؤْخَدُ مِنْ أَغْتِيَائِهِمْ وَتُرَدُ عَلىَ فُقَرَ ائِهِمْ.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 94.5pt; text-align: justify; text-indent: -49.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Artinya: “&lt;i&gt;Ajarkan kepada mereka bahwa mereka dikenakan zakat, yang akan diambil dari orang kaya dan diberikan kepada golongan miskin&lt;/i&gt;.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -49.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dalam menentukan besarnya zakat yang harus diberikan kepada fakir miskinterjadi perbedaan pendat para mazhab fiqh. Pendapat mazhab itu dapat disimpulkan dengan dua pandangan yang pokok :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Mengatakan bahwa fakir miskin itu diberi zakat secukupnya dan tidak ditentukan menurut besarnya harta zakat yang diperoleh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Mengatakan bahwa fakir miskin itu diberi dalam jumlah tertentu dan besar kecilnya disesuaikan dengan bagian mustahik lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pendapat yang pertama diatas nash dan tujuannya sesuai dalam soal zakat dan ini pun terbagi dalam 2 mazhab :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;a). Mazhab yang mengatakan bahwa zakat itu diberikan untuk mencukupi selama hidup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: 22.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pemberian zakat hendaknya dapat mencukupi untuk hidup selama-lamanya. Inilah nash pendapat syafi’i. pengikut syuafi’I memberi alas an dengan hadis Qabishan bin al-Mukharik al-Hilali r.a :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;أَنَ رَسُوْلَ اللهِ ص.م قَالَ: لاَتَحِلُ اْلمَسْأَلَةُ إِلاَلأَِ حَدِثَلاَثَةٍ: رَجُلٌ تَحَمَلَ حَمَالَةً فَحَلَتْ لَهُ اْلمَسْاَلَةُ حَتَى يُصِيْبَهَاثَمَ يُمْسِكَ, وَرَجُلٌ أَصَابَتْهُ جَائِحَةٌ. اِجْتَاحَتْ مَالَهُ فَحَلَتْ لَهُ اْلمَسْأَلَةُ حَتَى يُصِيْبَ قِوَامًامِنْ عَيْشٍ- أَوْقَالَ سَدَتدًا مِنْ عَيْشٍ-ةَرَجُلٌ أَصَابَتْهُ فَاقَةٌ حَتَى يَقُوْلَ ثَلاَثَةٌ مِنْ دَوِيْ الْحِجَامِنْ قَوْمِهِ: قَدْ أَصَابَتْ فُلاَنًافَاقَةٌ فَحَلَتْ لَهُ اْلمَسَأَلَةُ حَتَى يُصِيْبَ قِوَامًامِنْ عَيْشٍ, أَوْقَالَ سَدَتدًا مِنْ عَيْشٍ. فَمَاسِوَاهُنَ مِنَ اِامَسْأَلَةِ يَاقَبِيْصَةُ سُخْتٌ يَأْ كُلُهَاصَاحِبُهَاسُحْتًا. (رواه مسلم فىِ صحيحه)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 103.5pt; text-align: justify; text-indent: -45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Artinya: &lt;i&gt;Bahwa Rasulullah s.a.w mengatakan :”tidak halal minta-minta kecuali salah seoerang diantara tiga. Pertama orang yang menanggung beban berat, maka baginya halal meminta. Kedua, orang yang ditimpa musibah, maka baginya halal pula meminta. Ketga, orang yang dirundung kemiskinan, maka baginya pun halal meminta agar kembali tegak dan hidup wajar. “ adapun selain yang tersebut diatas haram baginya makan dari hasil minta-minta&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 76.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 76.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;b).&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Mazhab yang membatasi pemberian zakat itu cukup untuk setahun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 76.5pt; text-align: justify; text-indent: 22.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pengikut maliki dan kebanyakan pengikut hambali dan ahli fiqh lain dalam mazhab kedua ini mengatakan :”orang fakir dan miskin diberi zakat yang dapat mencukupi dirinya dan orang yang menjadi tanggungannya untuk masa setahun.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Yang ketiga adalah para amil zakat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: 13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Yang dimaksud dengan amil zakat ialah mereka yang melaksanakan segala kegiatan urusan zakat, mulai dari pengumpul sampai kepada bendahara dan para penjaganya, juga mulai dari pencatat sampai kepada penghitung yang mencatat keluar masuk zakat dan membagi kepada para mustahiqnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: 13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Allah menyediakan upah bagi mereka dari harta zakat sebagai imbalan dan tidak diambil dari selain harta zakat. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kaidah dan tuntutan dalam masalah ini yang telah diistinbat oleh para ahli fiqh dari hadis Nabi s.a.w. Pandangan mereka utnuk menyatakan pemberian hak bagi para mustahiq zakat telah dikemukakan, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Syarat pemberian hak saham fakir miskin ialah mereka tidak punya harta atau usaha untuk mencukupi kebutuhannya dan keluarganya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Usaha yang di maksud ialah usaha yang layak dengan maratabat dan kehormatannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Mereka yang mampu mencari nafkah tetapi sedang mencari ilmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Apabila punya usaha, tapi hasilnya tidak cukup untuk kehidupannya. Ia pun disebut juga fakir miskin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Bila seseorang diketahui punya harta lalu mengaku miskinmaka pengakuannya tidak dapat diterima kecuali ada bukti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Adapaun orang yang dikaenal tidak punya kekayaan lalu mengaku miskin maka pengakuannya diterima&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;g.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Seseorang mengaku tidak punya usaha kalau kenyataannya memang benar seperti orant tua, pemuda berbadan lemah, dsb, maka pengakuannya diterima tanpa disumpah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;h.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Bila seorang fakir atau miskin mengaku mempunyai tanggungan keluarga dan minta diberi bagian maka kata-katanya jangan begitu saja diterima kecuali menunjukan bukti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;i.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Bila mengaku berutang, kata-katanya jangan diterima tanpa ada bukti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;j.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Bukti yang dikehendaki dalam masalah zakat bukan dalam bentuk pendengaran hakim, pengajuan tuntutan, dsb tapi buti itu ialah kata-kata yang diperoleh dari 2 0rang yang dianggap adil atas kebenaran pengakuan seseorang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Syarat seseorang dikatakan amil zakat adalah sbb :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;hendaklah dia seorang muslim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;hendaklah seorang petugas zakat itu seorang mukallaf&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;petugas zakat itu hendaklah orang yang jujur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;memahami hukum-hukum zakat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;adanya kemampuan untuk melaksanakan tugas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;disyaratkan laki-laki&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sabda Nabi s.a.w :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;لَنْ يُفْلِحَ قَوْ مٌ وَلَوْا أَمْرَهُمْ امْرَأَةً&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -49.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Artinya : “&lt;i&gt;Tidak akan berhasil suatu kaum bila urusan mereka diserahkan kepada perempuan&lt;/i&gt;”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -49.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: 13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Amil itu adalah pegawai, maka hendaklah ia diberi upah sesuai dengan pekerjaannya, tidak terlalu kecil dan tidak juga berlebihan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: 13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Menurut riwayat dari Syafi’i disebutkan, amilin diberi zakat sebesar bagian kelompok lainnya, karena didasarkan pada pendapatnya yang menyamakan bagian semua golongan mustahiq zakat, kalau upah itu lebih besar dari bagian tersebut haruslah diambilkan dari harta di luar zakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: 13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Jumhur ulama berpendapat, bahwa amilin itu diberi dari zakat sesuai dengan haknya, seperti terdapat dalam nash Qur’an, meskipun lebih besar dari batas yang ditentukan dan tiupun riwayat dari Syafi’i. karena pendapat syafi’i disini dianggap sebagai pendapat yang relevan dengan pemeliharaan kepentingan kaum fakir miskin dan para mustahiq lainnya dan juga pendapat itu sejalan dengan jangkauan hadis mengenai pajak yang menghendaki berlaku ekonomis dalam pembiayaan para petugas penagih pajak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: 13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Amil tetap diberi zakat meskipun ia kayak arena yang diberikan kepadanya adalah imbalan kerjanya bukan berupa pertolongan bagi yang membutuhkan. Abu Daud meriwayatkan hadis dari Nabi s.a.w yang mengatakan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Artinya: “&lt;i&gt;Tidak halal sedekah bagi orang kaya kecuali dalam &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; hal. Pertama, orang berperang di jalan Allah. Kedua, karena jadi amil zakat. Ketiga, orang berutang. Keempat, orang yang membeli barang sedekah dengan hartanya. Kelima, orang yang tetangganya seorang miskin, lalu ia bersedekah kepada orang miskin itu, maka dihadiahkannya kembali kepada orang kaya itu pula&lt;/i&gt;.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Yang ketiga adalah golongan muallaf (orang yang dilunakkan hatinya)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: 13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Mereka adalah orang-orang yang diinginkan tunduk hatinya menerima islam atau memantapkan hatinya diatas islam karena lemahnya iman dia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: 13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Muallaf itu ada dua golongan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dari kalangan muslimin ada 4 :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Golongan yang terdiri atas pemuka dan pemimpin muslimin yang berhadapan dengan orang-orang kafir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Para pemuka muslimin yang beriman lemah, tetapi ditaati oleh anak buah mereka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kelompok kaum muslimin yang berada di benteng-benteng dan perbatasan dengan negara musuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Segolongan kaum muslimin yang diperlukan untuk memungut pajak dan zakat, dan menariknya dari orang-orang yang tidak mau menyerahkannya kecuali dengan pengaruh dan wibawa mereka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;2. Dari kalangan kafir ada 2 :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dengan diberikan zakat, diharapkan mereka beriman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Orang yang dikhawatirkan akan berbuat bencana. Dengan memberinya zakat diharapkan hal itu dapat dihindari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Yang kelima adalah dalam memerdekakan budak belian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="line-height: 150%;"&gt;Ayat yang menerangkan tentang mustahik zakat yang mencakup 8 golongan ternyata membedakan antara 4 sasaran yang pertama dengan 4 sasaran yang terakhir.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: 13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Bagi 4 golongan yanag pertama, zakat merupakan hak &lt;i&gt;mereka/lahum &lt;/i&gt;(sesungguhnya sedekah-sedekah itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, petugas zakat dan golongan muallaf). Sedang bagi empat golongan terakhir , sedekah pada/di mereka/&lt;i&gt;fihim&lt;/i&gt; (dan dalam memerdekakan budak belian, orang-orang yang berutang, dalam keperluan agama Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: 13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pada ayat tentang sasaran zakat, Allah berfirman : “dan dalam memerdekakan budak belian.” Artinya, bahwa zakat itu antara lain harus dipergunakan untuk membebaskan budak belian dan menghilangkan segala bentuk perbudakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Yang keenam adalah gharimin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: 13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Gharimin ialah mereka yang mempunyai utang, tak dapat lagi membayar hutangnya, karena telah jatuh fakir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: 13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Mereka yang berhutang untuk kemaslahatan sendiri, untuk kemaslahatan umum dan kemaslahatan bersama yang lain boleh meminta haknya paza pembagian zakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;f.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Yang ketujuh adalah sabilullah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: 13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sabilullah ialah jalan baik berupa kepercayaan maupun berupa amal yang menyampaikan kita pada keridhaan Allah s.w.t.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: 13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Jumhur ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan sabilillah ialah berperang dan bagiannya itu diberikan kepada tentara sukarelawan yang tidak mendapatkan gaji dari pemerintah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;g.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Yang kedelapan adalah Ibnu Sabil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="line-height: 150%;"&gt;Ibnu Sabil menurut jumhur ulama yaitu orang yang melintas dari satu daerah ke daerah lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: 13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Menurut imam tabari telah meriwayatkan dari mujahid. Ia berkata: ibnu sabil mempunyai hak dari zakat, walaupun ia kaya, apabila ia terputus bekalnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Syarat memberikan zakat kepada ibnu sabil :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 58.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Hendaknya ia dalam keadaan membutuhkan pada sesuatu yang dapat menyampaikan ke negerinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 58.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Hendaknya perjalanannya bukan perjalanan maksiat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 58.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pada saat itu ia tidak mendapatkan orang yang mau memberikan pinjaman kepadanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Besar bagian yang diberikan kepada ibnu sabil :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 58.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Berhak diberi biaya dan pakaian hingga mencukupi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 58.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Persiapkan untuk kendaraan, apabila perjalanannya jauh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 58.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Diberi semua biaya perjalanan dan tidak boleh lebih dari itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 58.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dia diberi dari harta zakat, apakah ia sanggup berusaha atau tidak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 58.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dia diberi sesuatu yang mencukupi untuk pergi dan pulang, apabila ia bermaksud pulang, sedangkan di tempat yang dituju ia tidak memiliki harta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Apabila ibnu sabil telah pulang dan ia mempunyai kelebihan sesuatu, menurut ulama mazhab syafi’I harus dikembalikan tapi menurut pendapat lain tidak peril dikembalikan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://usaha-kehidupan.blogspot.com/2009/03/hreffilec5cdocume7e15cuser5clocals7e15c.html</link><thr:total>0</thr:total><author>el_ahcam@yahoo.com (Rhicko)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-776583559293505863.post-3955913877482901464</guid><pubDate>Sun, 22 Feb 2009 04:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-15T07:47:42.267-07:00</atom:updated><title>Usaha Untuk Hidup Mandiri</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGSOVutz-G9Zh90USuSUUbMbFsTDuu2GqZrFIt8UDbjVFrNPA4val4ZOapNXIxgRqcRPhIemnvs9W_Sh0FWC-E864KwMp9v7XQrcYmctMl06OJ85f2h4y_sV_6-2sMXop4L2qZ9JGjTIAc/s1600-h/pemandangan+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 290px; height: 210px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGSOVutz-G9Zh90USuSUUbMbFsTDuu2GqZrFIt8UDbjVFrNPA4val4ZOapNXIxgRqcRPhIemnvs9W_Sh0FWC-E864KwMp9v7XQrcYmctMl06OJ85f2h4y_sV_6-2sMXop4L2qZ9JGjTIAc/s400/pemandangan+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305478111177602434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:180%;"  &gt;Selamat Datang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:100%;"  &gt;I&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:100%;"  &gt;ni adalah blog kedua ku setelah blog kemaren..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ya sich belum ada isi yang mungkin kalian baca, tapi setidaknya aku sudah mempunyai usaha untuk lebih mengetahui tentang blog ini, oleh karena itu aku beri judul usaha untuk hidup mandiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seperti yang aku baca di buku-buku, bahwa mempunyai blog itu banyak keuntungannya seperti :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul  style="text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;mengekspesikan diri&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;berkreasi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;berhubungan dengan banyak orang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;menghilangkan stress&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bisnis yang otomatis manghasilkan uang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;dll&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:100%;"  &gt;Dengan blog kita bisa melakukan semuanya..&lt;br /&gt;Memang sich aku belum membuktikan banyak hal yang aku sebutin tadi, tapi selagi kita berusaha semua itu pasti kita dapatkan&lt;br /&gt;Mungkin sedikit ini dulu yang bisa aku isi nich..&lt;br /&gt;Selamat Bergabung...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><enclosure length="0" type="" url="http://usaha-kehidupan.blogspot.com"/><link>http://usaha-kehidupan.blogspot.com/2009/02/usaha-untuk-hidup-mandiri.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGSOVutz-G9Zh90USuSUUbMbFsTDuu2GqZrFIt8UDbjVFrNPA4val4ZOapNXIxgRqcRPhIemnvs9W_Sh0FWC-E864KwMp9v7XQrcYmctMl06OJ85f2h4y_sV_6-2sMXop4L2qZ9JGjTIAc/s72-c/pemandangan+2.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total><author>el_ahcam@yahoo.com (Rhicko)</author><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Selamat Datang Ini adalah blog kedua ku setelah blog kemaren.. Ya sich belum ada isi yang mungkin kalian baca, tapi setidaknya aku sudah mempunyai usaha untuk lebih mengetahui tentang blog ini, oleh karena itu aku beri judul usaha untuk hidup mandiri. Seperti yang aku baca di buku-buku, bahwa mempunyai blog itu banyak keuntungannya seperti : mengekspesikan diriberkreasi berhubungan dengan banyak orangmenghilangkan stressbisnis yang otomatis manghasilkan uangdllDengan blog kita bisa melakukan semuanya.. Memang sich aku belum membuktikan banyak hal yang aku sebutin tadi, tapi selagi kita berusaha semua itu pasti kita dapatkan Mungkin sedikit ini dulu yang bisa aku isi nich.. Selamat Bergabung...</itunes:subtitle><itunes:author>el_ahcam@yahoo.com (Rhicko)</itunes:author><itunes:summary>Selamat Datang Ini adalah blog kedua ku setelah blog kemaren.. Ya sich belum ada isi yang mungkin kalian baca, tapi setidaknya aku sudah mempunyai usaha untuk lebih mengetahui tentang blog ini, oleh karena itu aku beri judul usaha untuk hidup mandiri. Seperti yang aku baca di buku-buku, bahwa mempunyai blog itu banyak keuntungannya seperti : mengekspesikan diriberkreasi berhubungan dengan banyak orangmenghilangkan stressbisnis yang otomatis manghasilkan uangdllDengan blog kita bisa melakukan semuanya.. Memang sich aku belum membuktikan banyak hal yang aku sebutin tadi, tapi selagi kita berusaha semua itu pasti kita dapatkan Mungkin sedikit ini dulu yang bisa aku isi nich.. Selamat Bergabung...</itunes:summary><itunes:keywords>education,technology,business,money,fun</itunes:keywords></item></channel></rss>