<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915</id><updated>2024-08-28T07:20:12.207-07:00</updated><category term="ME"/><category term="RENUNGAN"/><category term="Lain²"/><title type="text">NARSIS BLOG.......PE DE AJA</title><subtitle type="html">Blog narsis numpang beken</subtitle><link href="http://tasrifah.blogspot.com/feeds/posts/default" rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default?redirect=false" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/" rel="alternate" type="text/html"/><link href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" rel="hub"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false" rel="next" type="application/atom+xml"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><generator uri="http://www.blogger.com" version="7.00">Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915.post-4202868690665994018</id><published>2017-02-15T19:57:00.002-08:00</published><updated>2017-02-15T20:36:13.568-08:00</updated><title type="text">Ath Thaifah Al Manshurah</title><content type="html">Dalam berbagai hadits shahih dijelaskan, akan senantiasa ada sekelompok umat Islam yang berpegang teguh di atas kebenaran. Mereka akan melaksanakan perintah Al Qur’an dan As Sunnah dengan konsekuen dan akan selalu meraih kemenangan dalam memperjuangkan Islam.
Kelompok Islam ini disebut Ath Thaifah Al Manshurah, atau kelompok yang mendapat kemenangan. Kelompok ini akan senantiasa ada sampai saat bertiupnya angin lembut yang mewafatkan seluruh kaum beriman menjelang hari kiamat kelak.&lt;br /&gt;
Kelompok ini diawali dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta segenap sahabat, berlanjut dengan generasi-generasi Islam selanjutnya, sampai pada generasi Islam yang menyertai Al Mahdi dan Nabi Isa ‘alaihis salam dalam memerangi Dajjal laknatullah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadits-hadits tentang Ath Thaifah Al Manshurah diriwayatkan dari banyak jalur dan menurut penelitian sejumlah ulama hadits, hadits-hadits tentang Ath Thaifah Al Manshurah telah mencapai derajat mutawatir. Kelompok ini adalah kelompok elit umat Islam. Mereka adalah sekelompok kecil kaum yang sering disebut sebagai fundamentalis Islam, di tengah mayoritas umat Islam yang lalai dari kewajiban berpegang teguh dengan Al Qur’an dan As Sunnah. 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menamakan kelompok ini Ath Thaifah Al Manshurah, kelompok yang mendapatkan kemenangan. Penamaan ini merupakan sebuah janji kemenangan bagi mereka, baik dalam waktu yang cepat atapun lambat, baik kemenangan materi maupun spiritual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di antara hadits-hadits tentang Ath Thaifah Al Manshurah tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
“Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang meraih kemenangan (karena berada) di atas kebenaran, orang-orang yang menelantarkan mereka tidak akan mampu menimbulkan bahaya kepada mereka, sampai datangnya urusan Allah sementara keadaan mereka tetap seperti itu.” [HR. Muslim no. 3544 dan Tirmidzi no. 2155]&lt;br /&gt;
“Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang berperang di atas kebenaran. Mereka meraih kemenangan atas orang-orang yang memerangi mereka, sampai akhirnya kelompok terakhir mereka memerangi Dajjal.” [HR. Abu Daud no. 2125]&lt;br /&gt;
Riwayat tersebut menjelaskan bahwa di akhir zaman, kelompok Ath Thaifah Al Manshurah adalah mereka yang bergabung dengan Al Mahdi untuk memerangi musuh-musuh Islam, dimana Dajjal laknatullah adalah salah satu yang akan dikalahkan oleh kelompok ini. Parameter kebenaran saat itu adalah mereka yang bersama Al Mahdi, sedang mereka yang menolak Al Mahdi adalah munafik. Kelompok Ath Thaifah Al Manshurah yang memberikan dukungan kepada Al Mahdi telah dijelaskan ciri-ciri mereka dalam beberapa riwayat yang kemudian dikenal dengan nama Ashabu Rayati Suud (The Black Banner), Pasukan Panji Hitam dari Khurasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Siapakah sebenarnya Ashabu Rayati Suud yang kelak menjadi pendukung Al Mahdi?&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ada beberapa riwayat yang menjelaskan keberadaan kelompok ini, di antaranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
"Akan keluar sebuah kaum dari arah Timur, mereka akan memudahkan kekuasaan bagi Al Mahdi.”&lt;br /&gt;
“Dari Khurasan akan keluar beberapa bendera hitam, tak sesuatupun bisa menahannya sampai akhirnya bendera-bendera itu ditegakkan di Iliya (Baitul Maqdis).”&lt;br /&gt;
Berdasarkan riwayat di atas, kemunculan Ashabu Rayati Suud adalah di saat kemunculan Al Mahdi –Allahu a’lam-. Ini berarti keberadaan Ashabu rayati Suud dan embrionya bisa jadi sudah muncul jauh-jauh hari sebelum kemunculan Al Mahdi. Sebab, kemunculan sebuah kelompok yang kelak mewakili satu-satunya kelompok paling haq di antara kelompok umat Islam yang ada jelas tidak mungkin muncul dengan sekejap. 
Mereka adalah para Mujahidin yang terlatih dalam seni berperang, yang senantiasa menegakkan kebenaran dan bibirnya selalu basah oleh Takbir dan Tahmid. Bisa saja mereka itu berasal dari satu induk kekuatan Mujahidin yang terbagi menjadi beberapa faksi.&lt;br /&gt;
Namun perlu diketahui bahwa dari sejumlah pemahaman hadits tentang pasukan panji hitam (Ashabu Rayati Suud), maka pasukan panji hitam dalam hadits-hadits di atas &lt;b&gt;bukanlah pasukan ISIS&lt;/b&gt; seperti yang diklaim oleh sebagian mereka, karena pasukan ISIS telah dikabarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang keberadaan mereka sebagai khawarij. Adapun pasukan panji hitam yang haq yang akan mendukung Al Mahdi adalah yang datang dari Khurasan, yang kini sebagiannya mewujud menjadi sosok Mujahidin. Allahu a’lam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Menjadi Bagian Ath Thaifah Al Manshurah&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika ingin menjadi bagian kelompok elit Islam ini, sebenarnya kita sudah harus menyiapkan diri sedini mungkin. Belumlah terlambat, sepatutnya kita segera dan semaksimal mungkin belajar hidup sebagaimana dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Hidup mereka untuk Allah, dari Allah, kepada Allah. Berbuat hanya karena Allah Ta’ala semata. Hati mereka tidak pernah lalai dari mengingat dan memuji Allah. Adakah kita semua sedang mengamalkannya? Atau sebaliknya, kita malah lebih sibuk mengikuti tren-tren ciptaan the hiddenhand seperti LGBT, seks bebas, narkoba dan banyak lagi lainnya? Dari segi tahap, mereka terlalu jauh di depan. Mereka dekat kepada Allah dengan kedekatan yang sebenar-benarnya. Jika kita tidak tegas membentengi diri dengan iman dan takwa, kita pasti akan terseret masuk ke dalam pusaran gelap ciptaan Dajjal Laknatullah. 
Jika kita (terutama para pemuda) lebih sibuk mengikuti tren-tren yang cenderung merusak moral tersebut, maka kita akan kehilangan fokus untuk mengenali sosok Al Mahdi. Bahkan bukan tidak mungkin malah menjadi pengikut Dajjal. Na’udzubillahi mindzalik. Ingatlah bahwa fitnah Dajjal sangatlah dahsyat.&lt;br /&gt;
Memang sulit bagi kita untuk melepaskan diri dari perangkap yang telah mereka (hiddenhand) pasang. Untuk itu, kembalilah kepada Islam dan berusahalah menjadi Muslim sejati. Bukan tidak mungkin kita akan diberikan jalan untuk mengenal manusia terpilih ini beserta sahabatnya. Insya Allah. Bersama Al Mahdi dan Ashhabu Rayati Suud menuju Al Malhamah al Kubra. Perang terbesar yang tercatat dalam semua kitab agama langit.&lt;br /&gt;
Wallahu a’lam bishshawab.&lt;br /&gt;
*EraMuslim, dengan suntingan dan tambahan*
</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/4202868690665994018" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/4202868690665994018" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/2017/02/ath-thaifah-al-manshurah.html" rel="alternate" title="Ath Thaifah Al Manshurah" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915.post-252281502362430294</id><published>2017-02-13T23:17:00.003-08:00</published><updated>2017-02-13T23:31:13.827-08:00</updated><title type="text">Kisah Jassasah</title><content type="html">Dari Fathimah binti Qais, saudari Adh Dhahhak bin Qais, salah satu wanita yang turut serta dalam hijrah pertama, ia berkata:&lt;br /&gt;
Aku
 mendengar penyeru Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam menyerukan 
shalat jamaah. Aku keluar ke Masjid lalu shalat bersama Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa Salam. Aku berada di shaf kaum wanita yang berada 
di belakang kaum. Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam 
menyelesaikan shalat, Beliau duduk di atas mimbar dan Beliau tertawa.&lt;br /&gt;
Beliau bersabda: "Hendaklah setiap orang tetap berada di tempatnya."&lt;br /&gt;
Setelah itu Beliau bertanya: "Tahukah kalian, kenapa aku mengumpulkan kalian?" mereka menjawab: Allah dan rasulNya lebih tahu.&lt;br /&gt;
Beliau
 bersabda: Demi Allah, sesungguhnya aku tidak mengumpulkanmu karena 
harapan atau rasa takut, tapi aku mengumpulkan kalian karena Tamim Ad 
Dari dulunya orang Nasrani lalu ia datang, berbaiat lalu masuk Islam. Ia
 menceritakan suatu hadits padaku, sama seperti hadits yang aku 
ceritakan kepada kalian tentang Al Masih Dajjal. 
Ia menceritakan kepadaku bahwa ia naik perahu bersama tigapuluh orang 
dari Lakham dan Judzam. Gelombang mempermainkan mereka di laut selama 
sebulan lalu mereka menepi ke suatu pulau di lautan hingga matahari 
tenggelam. Mereka duduk di dekat perahu lalu masuk ke pulau. Seekor 
binatang menemui mereka, banyak bulunya, mereka tidak tahu mana 
kemaluannya dan mana duburnya karena banyak bulunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bertanya: Celakalah kau, apa kau ini? ia menjawab: Aku adalah jassaasah.&lt;br /&gt;
Mereka
 bertanya: Apa itu jassaasah? Ia berkata: Wahai kaum, pergilah ke orang 
itu di ujung kampung, dia merindukan kabar kalian.&lt;br /&gt;
Adh Dhahhak 
berkata: Saat ia menyebut nama seseorang pada kami, kami takut 
jangan-jangan ia setan. Kami segera pergi hingga memasuki perkampungan, 
ternyata di sana ada orang terbesar yang pernah kami lihat, paling kuat 
dan tangannya terbelenggu di leher, antara lutut dan mata kakinya 
terbelenggu besi.&lt;br /&gt;
Kami berkata: Celakalah kamu, apa kau ini? ia 
menjawab: Kalian telah mengetahuiku, maka beritahukan siapa kalian? 
Mereka menjawab: Kami dari Arab, kami naik perahu. Saat gelombang 
menghebat, kami dipermainkan selama sebulan kemudian kami menepi ke 
pulaumu ini. Kami duduk di dekat perahu lalu kami masuk ke pulau. Seekor 
hewan menemui kami, bulunya lebat, tidak jelas mana kemaluannya dan mana
 duburnya karena banyaknya bulu. Kami bertanya: Celakalah kau, apa kau 
ini? ia menjawab: Aku adalah jassaasah. Kami bertanya: Apa itu 
jassaasah? Ia berkata: Wahai kaum, pergilah ke orang itu di ujung 
kampung, dia merindukan kabar kalian. Lalu kami segera menujumu dan 
kami takut padanya, kami tidak aman jangan-jangan ia setan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia
 berkata: Beritahukan padaku tentang kurma Baisan. Kami bertanya: 
Tentang apanya yang kau tanyakan? Ia berkata: Aku bertanya pada kalian 
tentang kurmanya, apakah sudah berbuah? Kami menjawab: Ya. Ia berkata: 
Ingat, ia hampir tidak membuahkan lagi.&lt;br /&gt;
Ia berkata: Beritahukan 
padaku tentang danau Thabari. Kami bertanya: Tentang apanya yang kau 
tanyakan? Ia menjawab: Apakah ada airnya? Mereka menjawab: Airnya 
banyak. Ia berkata: Ingat, airnya hampir akan habis.&lt;br /&gt;
Ia berkata: 
Beritahukan padaku tentang mata air Zughar. Mereka bertanya: Tentang 
apanya yang kau tanyakan? Ia berkata: Apakah disana ada airnya dan 
apakah penduduknya bercocok tanam dengan air itu? Kami menjawab: Ya, 
airnya banyak dan penduduknya bercocok tanam dengan air itu.&lt;br /&gt;
Ia 
berkata: Beritahukan padaku tentang Nabi orang-orang buta huruf, 
bagaimana keadaannya? Mereka menjawab: Ia telah muncul dari Makkah dan 
tinggal di Yatsrib. Ia bertanya: Apakah orang-orang Arab memeranginya? 
Kami menjawab: Ya. Ia bertanya: Apa yang mereka lakukan terhadapnya? 
Lalu kami memberitahunya bahwa beliau menang atas bangsa Arab di 
sebelahnya dan mereka menaatinya. Ia bertanya pada mereka: Itu sudah 
terjadi? Kami menjawab: Ya. Ia berkata: Ingat, sesungguhnya itu baik 
bagi mereka untuk menaatinya. Aku akan beritahukan pada kalian siapa 
aku. Aku adalah Al Masih Dajjal dan aku sudah hampir diizinkan untuk 
keluar lalu aku akan keluar. Aku melintasi bumi, aku tidak membiarkan 
satu perkampungan pun kecuali aku singgahi selama empatpuluh hari 
kecuali Makkah dan Thaibah (Madinah), keduanya diharamkan bagiku. Setiap
 kali aku hendak memasuki salah satunya, Malaikat membawa pedang kuat 
menghadangku menghalangiku dari tempat itu dan disetiap jalannya 
terdapat Malaikat-malaikat penjaga."&lt;br /&gt;
Fathimah berkata: Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda seraya memukulkan tongkat pendek Beliau ke mimbar: "Inilah Thaibah, inilah Thaibah, inilah Thaibah 
-maksud Beliau Madinah-. Ingat, apakah aku sudah menceritakannya pada 
kalian?" mereka menjawab: Ya. "Hadits Tamim membuatku heran, ceritanya 
sama seperti yang aku ceritakan pada kalian tentang Dajjal, Madinah dan 
Makkah. Ingat, sesungguhnya Dajjal ada di lautan Syam atau Yaman. Tidak,
 tapi dari arah timur. Ia tidak berada di arah timur, ia tidak berada di
 arah timur. Ia menunjukkan tangannya ke timur."&lt;br /&gt;
Fathimah berkata: Aku menghafal ini dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam.&lt;br /&gt;
(Shahih: HR. Muslim no. 5235, versi Syarh Muslim no. 2942)
</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/252281502362430294" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/252281502362430294" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/2017/02/kisah-jassasah.html" rel="alternate" title="Kisah Jassasah" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915.post-8111707945774595322</id><published>2017-01-13T19:08:00.000-08:00</published><updated>2017-01-13T20:00:28.023-08:00</updated><title type="text">Pancasila, Bhineka, Al Qur'an dan Hadits</title><content type="html">&lt;b&gt;Sila Pertama:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu." (QS. Al Ikhlas: 1-2)&lt;br /&gt;
“… Padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa…” (QS. Al Maidah: 73)&lt;br /&gt;
Dan masih banyak ayat-ayat lainnya…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sila Kedua:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Point Kemanusiaan:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
“Maka terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardiknya.” (QS. Adh Dhuha: 9-10)&lt;br /&gt;
“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang mereka infakkan. Jawablah, ‘Harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapakmu, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebajikan yang kamu perbuat sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 215)&lt;br /&gt;
“Katakan, ‘Marilah kubacakan apa yang diharamkan Tuhanmu atasmu, janganlah kamu  mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya, berbuat baiklah terhadap kedua orang tua, dan  janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin, Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka, dan jangan kamu mendekati perbuatan keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala mengharamkannya (membunuhnya) kecuali dengan sebab yang benar. Demikianlah Dia telah mewasiatkan kepadamu mengenai hal itu supaya kamu memahami.” (QS. Al An’am: 151)&lt;br /&gt;
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” (QS. Al Insan: 8-9)&lt;br /&gt;
“Ialah, orang-orang yang membelanjakan (menyedekahkan) harta di waktu lapang dan di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarah dan yang memaafkan (kesalahan) manusia. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran: 134)&lt;br /&gt;
“…Janganlah kamu menyembah sesuatu selain Allah Subhanahu wa Ta’ala dan berbuatlah kebaikan terhadap ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, dan ucapkanlah kata-kata baik kepada manusia…” (QS. Al Baqarah: 83)&lt;br /&gt;
“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…” (QS. Al Maidah: 2)&lt;br /&gt;
“Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: ‘Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu.” (QS. Al Baqarah: 220)&lt;br /&gt;
Iyadh bin Himar Al Mujasyi’I Radhiyallahu ‘anhu berkata: Saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Penghuni  surga itu ada tiga: pemilik kekuasaan yang sederhana, derma dan penolong; seorang yang berbelas kasih, berhati lunak pada sanak kerabat; dan orang Muslim yang sangat menjaga diri meski memiliki tanggungan.” (HR. Muslim no. 5109)&lt;br /&gt;
Dan masih banyak ayat-ayat dan hadits-hadits lainnya…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sila Kedua:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Point Adil:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
“Katakanlah: ‘Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan…" (QS. Al A’raf: 29)&lt;br /&gt;
“…Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.” (QS. Al Maidah: 42)&lt;br /&gt;
“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.” (QS. An Nisa: 135)&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala menyuruh berlaku adil dan berbuat kebaikan dan memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi kamu nasihat supaya kamu mengambil pelajaran." (QS. An Nahl: 90)&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat adil ,di mata Allah berada di atas mimbar yang terbuat dari cahaya, berada di sebelah kanan Ar-Rahman Azza wa Jalla. Yaitu mereka yang berbuat adil dalam hukum, adil dalam keluarga dan adil dalam menjalankan tugas yang dibebankan kepada mereka.” (HR. Nasai no. 5284, Ahmad no. 6204 dan Muslim no. 3406)&lt;br /&gt;
Dan masih banyak ayat-ayat dan hadits-hadits lainnya…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sila Kedua:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Point Beradab:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
“Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” (QS. Al Isra’: 23-24)&lt;br /&gt;
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman: 18)&lt;br /&gt;
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. Dan jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu, ’Kembalilah!’ Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An Nur: 27-28)&lt;br /&gt;
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan…” (QS. Al Hujurat: 11)&lt;br /&gt;
”Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun, ia berdo’a ‘Ya Rabb-ku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridhai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al Ahqaf: 15)&lt;br /&gt;
Dari Salman al-Farisi Radhiyallahu 'anhu, beliau berkata, “Orang-orang musyrik telah bertanya kepada kami, ‘Sesungguhnya Nabi kalian sudah mengajarkan kalian segala sesuatu hingga diajarkan pula adab buang air besar!’ Maka, Salman Radhiyallahu 'anhu menjawab, ‘Ya!” (HR. Muslim no. 385, Abu Dawud no. 6, Tirmidzi no. 16, Nasai no. 41, Ahmad no. 22604 dan Ibnu Majah no. 316)&lt;br /&gt;
Dan masih banyak ayat-ayat lainnya dan bahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan adab-adab dalam kegiatan sehari-hari (adab berkaitan tidur, makan, minum, kentut, bersin, menguap, buang air kecil, (maaf) buang air besar, belajar/mencari ilmu, berdagang, bekerja, bertamu, menerima tamu, menengok orang sakit, mengunjungi kerabat yang berduka, mandi, bertetangga, memimpin, berperang, adab ketika dijalan, dan banyak lagi) dalam banyak hadits.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sila Ketiga:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat: 13)&lt;br /&gt;
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al Hujurat: 10)&lt;br /&gt;
“Jangahlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan mengadakan ishlah (damai) di antara manusia. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 224)&lt;br /&gt;
“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan.Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang sebaik-baiknya, maka tiba-tiba orang yang di antara engkau dan dirinya ada permusuhan, akan menjadi seperti seorang teman yang setia.” (QS. Fushshilat: 34)&lt;br /&gt;
Dan masih banyak ayat-ayat lainnya…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sila Keempat:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS. Ali Imran: 159)&lt;br /&gt;
“Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka, dan mereka menafkahkan (sedekah) sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS. Asy Syura: 38)&lt;br /&gt;
“Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: ‘Berlapang-lapanglah dalam majelis’, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu…” (QS. Al Mujadilah: 11)&lt;br /&gt;
Dan masih banyak ayat-ayat lainnya…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sila Kelima:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala menyuruh berlaku adil dan berbuat kebaikan dan memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi kamu nasihat supaya kamu mengambil pelajaran.” (QS. An Nahl: 90)&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat.” (QS. An Nisa: 58)&lt;br /&gt;
“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.“ (QS. Al Maa’uun: 1-3)&lt;br /&gt;
“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. “ (QS. Adz Dzariyat: 19)&lt;br /&gt;
“Dan, apabila hadir pada waktu pembagian warisan itu kaum kerabat yang lain  dan anak-anak yatim dan orang-orang miskin, maka berikanlah kepada mereka sesuatu darinya, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.” (QS. An Nisa: 8)&lt;br /&gt;
"…Yang sebenarnya kebaikan ialah yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hari kemudian dan malaikat-malaikat dan kitab dan nabi-nabi, dan memberikan harta atas kecintaan kepada-Nya kepada kaum kerabat, dan anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, dan orang musafir (yang memerlukan pertolongan), dan mereka yang meminta sedekah dan untuk memerdekakan hamba sahaya… (QS. Al Baqarah: 177)&lt;br /&gt;
“…Dan berbuat  baiklah terhadap kedua orang tua, dan kaum kerabat, dan anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, dan tetangga yang sesanak-saudara dan tetangga yang bukan kerabat, dan teman sejawat, dan orang musafir, dan yang dimiliki oleh tangan kananmu. Sesungguhnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menyukai orang sombong dan membanggakan diri. (Yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir…” (QS. An Nisa: 36-37)&lt;br /&gt;
‘Aidz bin Amru Radhiyallahu ‘anhu, ketika ia masuk kepada ‘Ubaidillah bin Ziyad berkata; Wahai anakku, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya seburuk-buruk penguasa adalah yang berlaku zhalim (kejam), maka janganlah kamu tergolong daripada mereka.” (HR. Ahmad no. 19719 dan Muslim no. 3411)&lt;br /&gt;
Amr bin Murrah berkata kepada Mu'awiyah; Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Tidaklah seorang pemimpin yang menutup pintu rumahnya karena tidak mau melayani orang yang memerlukan, fakir miskin dan sangat membutuhkan, kecuali Allah akan menutup pintu langit karena kefakiran, kesulitan dan kemiskinannya." (HR. Tirmidzi no. 1253, Ahmad 1734)&lt;br /&gt;
Dan masih banyak ayat-ayat dan hadits-hadits lainnya…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kebhinekaan:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat: 13)&lt;br /&gt;
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.” (QS. Ar Ruum: 22)&lt;br /&gt;
Dan masih banyak ayat-ayat lainnya…&lt;br /&gt;
☺ </content><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/8111707945774595322" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/8111707945774595322" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/2017/01/pancasila-bhineka-al-quran-dan-hadits.html" rel="alternate" title="Pancasila, Bhineka, Al Qur'an dan Hadits" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915.post-2529231449722773520</id><published>2016-11-10T22:53:00.002-08:00</published><updated>2016-11-11T21:23:37.769-08:00</updated><title type="text">Surat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Dari Abu Sufyan, ia berkata, pada saat berlangsungnya perjanjian damai antara aku dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, aku pergi berniaga ke negeri Syam. Ketika aku berada di sana, ada seseorang yang mengirim sepucuk surat dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepada kaisar Heraclius, penguasa Rumawi, yang membawa surat itu adalah Dihyah Al Kalbi kepada pembesar Bushra, kemudian pembesar Bushra menyampaikannya kepada Heraclius.&lt;br /&gt;
Heraclius lantas bertanya, "Siapakah di antara kalian, yang dekat pertalian darahnya dengan orang yang mendakwakan dirinya sebagai Nabi itu?"&lt;br /&gt;
Abu Sufyan berkata, "Lalu aku menjawab, "Aku." Lalu aku dipanggil untuk menghadap Heraclius bersama beberapa kawanku dari suku Quraisy, kami masuk dan duduk menghadap Heraclius. Lalu aku duduk di depan, sedangkan kawan-kawanku duduk di belakangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian dia memanggil penerjemahnya, lalu dia berkata kepada penerjemahnya, "Katakanlah kepada kawan-kawannya, bahwa aku menanyakan kepadanya perihal laki-laki yang mendakwakan dirinya sebagai Nabi, jika dia berdusta, katakan dia telah berdusta."&lt;br /&gt;
Abu Sufyan berkata, "Demi Allah, kalaulah aku tidak takut dicap sebagai pendusta, sungguh akan ku dustai mereka."&lt;br /&gt;
Kemudian Heraclius berkata kepada penerjemahnya, tanyakan kepadanya, "Apa hubunganmu dengannya?". Abu Sufyan berkata; Aku menjawab; "Dia adalah anak pamanku."&lt;br /&gt;
Abu Suyfan berkata, "Tidak ada seorang pun yang ikut dalam kafilah saat itu, yang berasal dari Bani Abdu Manaf selain diriku."&lt;br /&gt;
Kemudian Heraclius bertanya, "Bagaimana kedudukan nasabnya di tengah-tengah kalian." Abu Sufyan berkata, "Jawabku, "Dia adalah orang yang mulia nasabnya (dari keturunan baik-baik)."&lt;br /&gt;
Dia bertanya, "Apakah dia keturunan raja?". Aku menjawab, "Tidak."&lt;br /&gt;
Dia bertanya, "Pernahkah kalian mendapatinya berdusta sebelum dia menyampaikan bahwa ia seorang Nabi?". Jawabku, "Tidak."&lt;br /&gt;
Dia bertanya, "Apakah orang-orang yang mengikutinya dari kalangan pembesar ataukah hanya rakyat kecil?". Jawabku, "Bahkan yang mengikutinya hanya rakyat kecil."&lt;br /&gt;
Dia bertanya, "Apakah bertambah pengikutnya atau berkurang?". Jawabku, "Mereka selalu bertambah."&lt;br /&gt;
Dia bertanya, "Adakah ada pengikutnya yang murtad karena benci terhadap agama yang dikembangkannya?". Jawabku, "Tidak."&lt;br /&gt;
Dia bertanya, "Apakah kalian memeranginya?". Jawabku, "Ya."&lt;br /&gt;
Dia bertanya, "Bagaimana kesudahan peperanganmu terhadapnya?". Jawabku, "Peperangan kami berjalan silih berganti antara menang dan kalah. Kadang-kadang kamilah yang menang dan dia yang kalah, dan terkadang pula kami yang kalah dan dia yang menang."&lt;br /&gt;
Dia bertanya, "Apakah dia pernah ingkar janji?". Jawabku, "Tidak pernah, ketika kami bergaul dengannya, dia tidak pernah melakukan itu, bahkan kami sedang dalam masa perjanjian damai, yaitu tidak akan serang menyerang dengannya. Aku tidak tahu apa yang akan dibuatnya terhadap perjanjian tersebut."&lt;br /&gt;
Kata Abu Sufyan selanjutnya, "Demi Allah, aku tidak mungkin menyampaikan selain ucapan seperti ini."&lt;br /&gt;
Dia bertanya lagi, "Apakah ada orang lain sebelum dia, yang mendakwakan dirinya sebagai Nabi seperti dia?". Jawabku, "Tidak."&lt;br /&gt;
Dia bertanya, "Apa yang diperintahkannya kepada kalian?". Aku jawab, "Dia menyuruh kami 'Sembahlah Allah dengan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun, dan tinggalkan apa yang disembah oleh nenek moyang kalian.' Dia juga memerintahkan kami untuk menegakkan shalat, menunaikan zakat, berkata jujur, menjaga kehormatan, menepati janji, menunaikan amanah, saling memaafkan dan menyambung silaturrahim".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian dia berkata kepada penerjemahnya, "Katakan kepadanya, "Kutanyakan kepadamu tentang nasabnya (status sosialnya), maka kalian katakan dia termasuk dari bangsawan. Memang demikianlah halnya para Rasul, mereka diutus (dari keluarga) yang mempunyai nasab luhur di antara kaumnya. Kutanyakan pula kepadamu, apakah dia dari keturunan para raja? Jawabmu 'tidak', kalau sekiranya bapak dan kakeknya dari keturunan raja, tentu ada sangkaan orang ini hanya ingin mengembalikan kekuasaan nenek moyangnya. Kutanyakan pula tentang pengikutnya, apakah terdiri dari rakyat kecil atau dari orang-orang besar? Kamu menjawab 'hanya terdiri dari rakyat kecil', memang merekalah pengikut para Rasul. Aku tanyakan juga kepadamu apakah kalian pernah mendapatkan dia berdusta sebelum dia menyampaikan apa yang dikatakannya, kamu menjawabnya tidak, sungguh aku memahami, kalau kepada manusia saja dia tidak berani berdusta apalagi berdusta kepada Allah. Aku tanyakan kepadamu, adakah pengikutnya yang murtad atau mereka membenci agama baru setelah memeluknya? Jawabmu 'tidak', memang begitulah halnya apabila iman telah tertanam dalam hati seseorang. Aku bertanya kepadamu, apakah pengikutnya berkurang? Jawabmu 'bahkan mereka selalu bertambah', memang seperti itulah iman hingga ia tumbuh sempurna. Kutanya pula, apakah kamu memeranginya? Jawabmu 'ya kami memerangi, dan peperangan silih berganti, terkadang menang dan terkadang kalah'. Memang demikianlah halnya, para Rasul itu selalu mendapati berbagai ujian, namun demikian, kemenangan terakhir selalu dipihak mereka. Kutanyakan pula, pernahkah dia ingkar janji? Jawabmu 'tidak pernah', memang demikian para Rasul tidak mungkin ingkar janji. Kutanyakan pula kepadamu, adakah orang lain sebelum dia yang mengaku sebagai Nabi seperti dia? Jawabmu 'tidak', seandainya dikatakan ada orang sebelumnya yang mengatakannya tentu kuanggap orang ini hanya meniru orang sebelumnya yang pernah mengatakan hal serupa. Dan aku juga sudah bertanya kepadamu apa yang diperintahkannya kepada kalian, kamu jawab dia memerintahkan kalian untuk menyembah Allah dengan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun, dan melarang kalian menyembah berhala, dia juga memerintahkan kalian untuk menegakkan shalat, menunaikan zakat, berkata jujur, saling memaafkan dan menyambung silaturrahim. Ini adalah sifat Nabi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Heraclius berkata, "Jika yang kamu katakan itu semua benar, maka tak salah lagi bahwa lelaki tersebut adalah seorang Nabi, aku tahu bahwa dia akan diutus, tapi aku tidak menyangka bahwa dia dari (bangsa) kalian, sekiranya aku tahu jalan untuk bisa menemuinya, tentu aku akan berusaha keras menemuinya hingga bila aku sudah berada di sisinya maka sungguh aku akan membasuh kedua kakinya (sebagai bentuk penghormatan). Kelak daerah kekuasaannya hingga ke kerajaan yang ada di bawah kakiku ini."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Sufyan berkata, "Kemudian Heraclius meminta surat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang dibawa oleh Dihyah untuk para penguasa Negeri Bashrah. Maka diberikannya surat itu kepada Heraclius, maka dibacanya dan isinya berbunyi: "Bismillahir rahmanir rahim. Dari Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya untuk Heraclius penguasa Rumawi, Keselamatan bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Kemudian daripada itu, aku mengajakmu dengan seruan Islam, masuk Islamlah kamu, maka kamu akan selamat, Allah akan memberi pahala kepadamu berlipat ganda. Namun jika kamu berpaling, maka kamu menanggung dosa rakyat kamu, dan: "&lt;i&gt;Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa kita tidak akan menyembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling, maka Katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)&lt;/i&gt; (QS. Ali Imran: 64)."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Sufyan menuturkan: "Setelah Heraclius menyampaikan apa yang dikatakannya dan selesai membaca surat tersebut, terjadilah hiruk pikuk dan suara-suara ribut, hingga mereka memerintahkan kami keluar. Sesampainya di luar, aku berkata kepada kawan-kawanku; "Sungguh luar biasa urusan Ibnu Abu Kabsyah (maksudnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) telah menjadikan ia ditakuti oleh raja-raja Bani Al Ashfar (bangsa berkulit kuning), Heraclius mengkhawatirkan kerajaan Rumawi." 
Pada masa itupun aku juga khawatir bahwa Muhammad akan berjaya, sampai akhirnya (perasaan itu hilang setelah) Allah memasukkan aku ke dalam Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan adalah Ibnu An Nazhur, seorang Pembesar Iliya' dan Heraclius, adalah seorang uskup agama Nashrani, dia menceritakan bahwa pada suatu hari ketika Heraclius mengunjungi Iliya' dia sangat gelisah, berkata sebagian komandan perangnya: "Sungguh kami mengingkari keadaanmu". Selanjutnya kata Ibnu Nazhhur, "Heraclius adalah seorang ahli nujum yang selalu memperhatikan perjalanan bintang-bintang. Dia pernah menjawab pertanyaan para pendeta yang bertanya kepadanya; "Pada suatu malam ketika saya mengamati perjalanan bintang-bintang, saya melihat raja Khitan telah lahir, siapakah di antara ummat ini yang di khitan?" Jawab para pendeta; "Yang berkhitan hanyalah orang-orang Yahudi, janganlah anda risau karena orang-orang Yahudi itu. Perintahkan saja ke seluruh negeri dalam kerajaan anda, supaya orang-orang Yahudi di negeri tersebut dibunuh." 
Ketika itu dihadapkan kepada Heraclius seorang utusan raja Bani Ghassan untuk menceritakan perihal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, setelah orang itu selesai bercerita, lalu Heraclius memerintahkan agar dia diperiksa, apakah dia berkhitan ataukah tidak. Seusai diperiksa, ternyata memang dia berkhitan. Lalu diberitahukan orang kepada Heraclius. Heraclius bertanya kepada orang tersebut tentang orang-orang Arab yang lainnya, dikhitankah mereka ataukah tidak?" Dia menjawab; "Orang Arab itu dikhitan semuanya." Heraclius berkata; "Inilah raja ummat, sesungguhnya dia telah terlahir." 

Kemudian heraclius berkirim surat kepada seorang sahabatnya di Roma yang ilmunya setaraf dengan Heraclius (untuk menceritakan perihal kelahiran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam). Sementara itu, ia meneruskan perjalanannya ke negeri Himsha, tetapi sebelum tiba di Himsha, balasan surat dari sahabatnya itu telah tiba terlebih dahulu. Sahabatnya itu menyetujui pendapat Heraclius bahwa Muhammad telah lahir dan bahwa beliau memang seorang Nabi. Heraclius lalu mengundang para pembesar Roma supaya datang ke tempatnya di Himsha, setelah semuanya hadir dalam majlisnya, Heraclius memerintahkan supaya mengunci semua pintu. Kemudian dia berkata; "Wahai bangsa Rum, maukah anda semua beroleh kemenangan dan kemajuan yang gilang gemilang, sedangkan kerajaan tetap utuh di tangan kita? Kalau mau, akuilah Muhammad sebagai Nabi!." Mendengar ucapan itu, mereka lari bagaikan keledai liar, padahal semua pintu telah terkunci. Melihat keadaan yang demikian, Heraclius jadi putus harapan bahwa mereka akan beriman (percaya kepada kenabian Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam). Lalu diperintahkannya semuanya untuk kembali ke tempatnya masing-masing seraya berkata; "Sesungguhnya saya mengucapkan perkataan saya tadi hanyalah sekedar menguji keteguhan hati anda semua. Kini saya telah melihat keteguhan itu." Demikianlah akhir kisah Heraclius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kisah ini menjadi salah satu bukti kebenaran firman Allah, "&lt;i&gt;Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.&lt;/i&gt;" (QS. Al Baqarah: 146)&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman (kepada Allah).&lt;/i&gt;" (QS. Al An’am: 20).&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;Musnad Ahmad, versi Al Alamiyah no. 2252, Kitab “Dari Musnad Bani Hasyim”&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Telah menceritakan kepada kami Ya'qub berkata; telah menceritakan kepada kami putera saudaraku Ibnu Syihab dari pamannya yakni Muhammad bin Muslim, berkata; telah mengabarkan kepadaku Ubaidullah bin Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud bahwa Abdullah bin Abbas telah mengabarkannya dari Abu Sufyan bin Harb.&lt;br /&gt;
Telah menceritakan kepada kami Ya'qub telah menceritakan kepada kami Bapakku dari Shalih bin Kaisan, ia berkata; Ibnu Syihab berkata; telah mengabarkan kepada kami Ubaidullah bin Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud bahwa Abdullah bin Abbas telah mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menulis surat, dan ia menyebutkan hadits di atas.&lt;br /&gt;
Telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq dari Ma'mar, lalu menyebutkan hadits di atas.

&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Shahih Bukhari, versi Al Alamiyah no. 6 (versi Fathul Bari no. 7), Kitab “Permulaan Wahyu”, Shahih menurut Ijma’ Ulama
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman Al Hakam bin Nafi' dia berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri telah mengabarkan kepadaku Ubaidullah bin Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud bahwa Abdullah bin 'Abbas telah mengabarkan kepadanya dari Abu Sufyan bin Harb.&lt;br /&gt;
Telah diriwayatkan oleh Shalih bin Kaisan dan Yunus dan Ma'mar dari Az Zuhri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Shahih Muslim, versi Al Alamiyah no. 3322 (versi Syarh Shahih Muslim no. 1773), Kitab “Jihad dan Ekspedisi”, Shahih menurut Ijma’ Ulama
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim Al Hanzhali dan Ibnu Abu Umar serta Muhammad bin Rafi' dan Abd bin Humaid sedangkan lafadznya dari Ibnu Rafi', Ibnu Rafi' dan Ibnu Abu Umar mengatakan; telah menceritakan kepada kami, sedangkan yang dua mengatakan; telah mengabarkan kepada kami Abdurrazaq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari Ubaidullah bin Abdullah bin 'Utbah dari Ibnu Abbas dari Abu Sufyan.&lt;br /&gt;
Telah menceritakan kepada kami Hasan Al Khulwani dan Abd bin Humaid keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Ya'qub -yaitu Ibnu Ibrahim bin Sa'd- telah menceritakan kepada kami Ayahku dari Shalih dari Ibnu Syihab dengan isnad ini.&lt;/div&gt;
</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/2529231449722773520" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/2529231449722773520" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/2016/11/surat-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html" rel="alternate" title="Surat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915.post-1335350482630982187</id><published>2012-03-20T22:53:00.006-07:00</published><updated>2016-11-09T23:29:00.794-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="RENUNGAN"/><title type="text">TUHAN ITU MAHA ESA</title><content type="html">&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;
   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;
   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;
   &lt;w:CachedColBalance/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;
   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;Para ulama mengatakan
Islam adalah berserah diri pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan mentauhidkanNya, patuh kepadaNya
dengan melakukan ketaatan dan berlepas diri dari syirik dan pelaku syirik. Berserah
diri pada Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;Subhanahu Wa Ta'ala &lt;/span&gt;dengan bertauhid maksudnya adalah beribadah murni kepada Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;Ta'ala &lt;/span&gt;semata, tidak pada yang lainnya. Siapa yang tidak berserah diri kepada Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;Ta'ala&lt;/span&gt;,
maka ia termasuk orang-orang yang sombong. Begitu pula orang yang berserah diri
pada Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;Ta'ala &lt;/span&gt;juga pada selainNya (menduakan Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;Ta'ala &lt;/span&gt;dalam ibadah), maka ia disebut
musyrik. Yang berserah diri pada Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;Subhanahu Wa Ta'ala &lt;/span&gt;semata, itulah yang disebut muwahhid
(ahli tauhid).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;Tauhid adalah mengesakan
Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;Subhanahu Wa Ta'ala &lt;/span&gt;dalam ibadah. Sesembahan itu beraneka ragam, namun orang yang bertauhid
hanya menjadikan Allah Ta'ala sebagai satu-satunya sesembahan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;Allah Ta’ala berfirman,
"...&lt;i&gt;Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada
Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka
persekutukan.&lt;/i&gt;” (QS. At Taubah: 31).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;Dalam ayat lain Allah
Ta'ala berfirman, "&lt;i&gt;Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya
menyembah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya dalam (menjalankan) agama
yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang
demikian itulah agama yang lurus.&lt;/i&gt;” (QS. Al Bayyinah: 5).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;Subhanahu Wa Ta'ala &lt;/span&gt;juga menyebutkan
bahwa Islam adalah agama yang lurus dalam firmanNya, &lt;i&gt;“Hukum itu hanyalah
kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia.
Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”&lt;/i&gt; (QS.
Yusuf: 40).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;Inilah yang disebut Islam.
Sedangkan yang berbuat syirik dan inginnya melestarikan syirik atas nama
tradisi, tentu saja tidak berprinsip seperti ajaran Islam yang dituntunkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;Orang yang bertauhid
berarti berprinsip pula menjalankan perintah Allah Ta'ala dan menjauhi laranganNya.
Ketaatan berarti menjalankan perintah dan menjauhi larangan. Jadi tidak cukup
menjadi seorang muwahhid (meyakini Allah Ta'ala itu diesakan dalam ibadah) tanpa ada
amal. Tidak cukup ia hanya beribadah kepada Allah Ta'ala saja, ia juga harus berlepas
diri dari syirik dan pelaku syirik. Jadi prinsip seorang Muslim adalah ia
meyakini batilnya kesyirikan dan ia pun mengkafirkan orang-orang musyrik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;Demikianlah dicontohkan
oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis salam di mana Beliau 'alaihis salam dan orang-orang yang bersama Beliau 'alaihis salam (*) berlepas diri dari orang-orang musyrik. Saksikan pada ayat, &lt;i&gt;“Sesungguhnya
telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang
bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya
kami berlepas diri daripada kamu dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami
ingkari (kekafiran)mu...”&lt;/i&gt; (QS. Al Mumtahanah: 4).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;Nabi Ibrahim ‘alaihis
salam berlepas diri dari orang musyrik dan sesembahan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;Dalam ayat lain disebutkan
pula, "&lt;i&gt;Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan
saudara-saudaramu menjadi wali(mu), jika mereka lebih mengutamakan kekafiran
atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka
itulah orang-orang yang zalim.&lt;/i&gt;” (QS. At Taubah: 23).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;“Hai orang-orang yang
beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman
setia...&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;” (QS. Al Mumtahanah: 1).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;Demikianlah pedoman agar
menjadi Muslim sejati, yaitu bertauhid, melakukan ketaatan dan berlepas diri
dari syirik dan pelaku syirik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;Wallahu a'lam...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;
&lt;span style="font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;
(*) Ada yang berpendapat bahwa orang-orang yang bersama Beliau 'alaihis salam
adalah para Nabi, ada juga &amp;nbsp;yang memaknai sebagai orang-orang yang
beriman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0cm;
 mso-para-margin-right:0cm;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0cm;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:"Calibri","sans-serif";
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
 mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/1335350482630982187" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/1335350482630982187" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/2009/08/tuhan-itu-esa.html" rel="alternate" title="TUHAN ITU MAHA ESA" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915.post-1223763146907442132</id><published>2012-03-19T07:21:00.010-07:00</published><updated>2012-03-22T09:21:18.066-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ME"/><title type="text">Ada Apa Denganmu?</title><content type="html">Akhir-akhir ini aku sedang tidak mood melakukan apapun. Dari hal yang besar apalagi hal yang kecil. Hari-hari ku lewati dengan kerja, pulang, tidur, itu saja. Mengupdate status di fb atau twitter juga rasanya malas sekali. Banyak teman yang menanyakan menghilangnya aku dari dunia-dunia maya itu. Mereka bilang aku "ngelaba" ke tempat lain. Email pun jarang aku buka kecuali email kantor karena ini menyangkut pekerjaan yang tidak bisa ditunda. Juga gtalk yang selau on agar bisa berkomunikasi dengan bosku.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu pasti penyebab hilangnya moodku. Tidak bisa kuperjelas satu per satu disini karena memang aku tidak ingin banyak orang tahu. Bagiku cukup aku sendiri dan beberapa sahabat saja yang tahu. Tentunya setiap orang ingin memiliki privasi kan. Jangankan orang lain, keluargaku saja tidak tahu menahu tentang bad moodku. Bukan apa-apa, aku hanya tidak ingin mereka terbebani oleh masalahku. Oleh sebab itu setiap pulang ke rumah, darimanapun, selalu akan tampak wajah ceriaku. Tapi ini bukanlah sesuatu yang dibuat-buat. Tulus, karena memang nyaman sekali rasanya ketika berada di rumah, ditengah keluarga yang kita sayangi dan menyayangi kita. Karena keceriaan itu pula tidak ada orang di rumahku yang menangkap "sinyal jelekku". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa sahabatku pun tidak seratus persen kuceritakan tiap detail masalah yang kuhadapi. Inilah pilihanku. Dan aku merasa nyaman pun baik-baik saja dengan pilihanku. Terserah orang lain mau berkata apa aku tidak peduli. Yang penting aku melakukannya dengan cara terbaikku dan dengan tujuan yang terbaik pula. Yang penting aku tidak munafik, tidak bermuka dua apalagi dasa muka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada seseorang yang merasa bingung dengan apa yang aku lakukan. Anggap saja ini sebuah pengorbananku. Meski sebenarnya aku tidak perlu berkorban apapun untuk seseorang yang tidak tahu apa arti sebuah pengorbanan. Tak mengapa. Beruntung aku memiliki ibu yang dengan sabar terus menerus mengingatkanku untuk selalu ikhlas dan memaafkan. Tanpa kau minta aku ikhlas menerima semua perlakuanmu. Tanpa kau ucapkan aku telah memaafkanmu. Namun perlu kutegaskan padamu, itulah hidupmu, dan inilah hidupku. Jadi jangan pernah lagi kau pertanyakan "ada apa denganmu?"&lt;/span&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/1223763146907442132" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/1223763146907442132" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/2012/03/ada-apa-denganmu.html" rel="alternate" title="Ada Apa Denganmu?" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915.post-6106743170022809745</id><published>2009-09-10T23:51:00.001-07:00</published><updated>2016-11-09T20:31:27.001-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ME"/><title type="text">Di Malam Tarawih Ke Dua Puluh Satu</title><content type="html">Aku melihatnya menangis. Ini malam ke-dua puluh satu Ramadhan. Namun ini bukan kali pertama aku melihatnya menangis. Aku tahu betul kalau ia memang sangat mudah menitikkan airmata. Bukan karena ia cengeng, tapi karena ia memang amat mudah tersentuh hatinya. Bahkan untuk hal-hal yang menurut sebagian orang adalah sepele, melihat penjual es keliling dengan gerobaknya yang masih penuh misalnya, itu bisa membuat airmatanya meleleh.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan aku pernah pula melihatnya menangis terisak-isak saat menonton film yang berkisah tentang penyaliban Yesus. Agak kontras memang mengingat ia seorang muslim yang aku sebut taat. Tapi aku segera tahu bahwa yang membuatnya menangis karena perlakuan yang tidak manusiawi yang diterima Yesus sebagai manusia, bukan karena keyakinannya terhadap Yesus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini untuk kesekian kalinya aku melihatnya menangis. Yang berbeda adalah tempat dan waktunya. Ini untuk pertama kalinya aku melihatnya menangis di tempat umum, di mushola, saat kami tengah shalat tarawih berjamaah. Ketika kami berangkat menuju mushola ia tampak biasa saja. Tak ada gurat sedih sedikitpun di wajahnya. Bahkan ketika sholat Isya' berakhir pun ia terlihat baik-baik saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba terdengar pelan isakannya. Aku baru sadar ketika rakaat kedua shalat tarawih kami selesai. Dari sudut mataku terlihat ia mengusap airmatanya. Aku menoleh. Ketika kutanya ia hanya diam saja. Sampai pada rakaat-rakaat berikut pun ia masih menangis. Kami berdiri di shaf pertama dan kebetulan ia berada paling ujung shaf sehingga isakannya tak mengundang perhatian orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa menduga tanpa tahu apa yang sebenarnya membuatnya menangis. Beberapa tahun terakhir ini ia merasakan sakit di salah satu organ tubuhnya, hampir tiap hari, begitu ia bercerita. Dan setahuku memang tiap hari pula ia minum obat. Hidupnya seperti bergantung pada obat. Aku berkali-kali menyarankan agar memeriksakan penyakitnya ke dokter. Meski bukan hal yang sangat kuharapkan, akan tetapi itu untuk mencegah sesuatu yang lebih parah lagi terjadi. Aku bisa membayangkan ketika ia tengah puasa dalam kondisi menahan rasa sakit yang ia sebut minta ampun. Tapi tetap saja ia puasa. Ia merasa bahwa ada banyak orang lain yang mengalami sakit yang lebih parah darinya namun tetap puasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, ia tahu betul apa yang ia mau dan ia mampu lakukan. Tak mudah goyah pendiriannya dan kadang cenderung keras kepala juga. Ya, mungkin karena rasa sakit itu yang membuat ia menangis malam ini. Ia bahkan hampir tidak pernah mengeluh terhadap apapun di rumah. Ia tak mau ibunya yang menjadi satu²nya orang tuanya yang masih hidup menjadi cemas. Itu sebabnya ia berusaha ceria di rumahnya, tidak mengeluh dan selalu menerima. Itu pula yang membuat ibunya sangat sayang padanya, memperlakukannya bak gadis kecil yang polos. Tapi tak terlihat olehku ia menjadi manja. Ia bahkan sangat mandiri. Pasti karena didikan ibunya pula ( ayahnya sudah meninggal sejak ia kecil ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi beberapa minggu yang lalu ia sempat cerita padaku tentang satu hal. Bukan tentang penyakitnya. Berulang-ulang ia mengucapkan kalimat yang sama. Wajahnya tanpa ekspresi sedikitpun. Sepertinya ia menyesali sesuatu. Sesuatu yang ia lakukan dengan niat baik namun ternyata justru berbalik mengkhianatinya. Saat itu pun ia hampir menitikkan airmata. Namun tampaknya ia mampu membendungnya. Dan malam ini ia benar² tak mampu menahan air matanya. Di malam tarawih ke-dua puluh satu, ia menangis. Adakah ia menahan rasa sakitnya? Mungkinkah ia tengah menyesali sesuatu? Ataukah ia menangis untuk hal lain yang belum sempat kuketahui?  &lt;br /&gt; &lt;/span&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/6106743170022809745" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/6106743170022809745" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/2009/09/di-malam-tarawih-ke-dua-puluh-satu.html" rel="alternate" title="Di Malam Tarawih Ke Dua Puluh Satu" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915.post-1073098212302409407</id><published>2009-07-28T19:56:00.000-07:00</published><updated>2009-07-28T20:04:18.834-07:00</updated><title type="text">PERJUANGAN</title><content type="html">Perjuangan yang gigih merupakan tangga menuju puncak&lt;br /&gt;Sudah pasti aku lebih suka dapat segera mencapai puncak dengan terbang&lt;br /&gt;Tapi hidup tak mengajari sayapku mengepak dan membumbung &lt;br /&gt;Lalu apa yang harus aku lakukan&lt;br /&gt;Sesungguhnya aku lebih memilih kebenaran yang tersembunyi daripada sesuatu yang menerawang&lt;br /&gt;Aku menghargai segala sesuatu dalam hidup kecuali kebingungan&lt;br /&gt;Karena seandainya ada manfaat yang tersisip dalam kebingungan&lt;br /&gt;Aku akan memejam dan berkata dalam hati&lt;br /&gt;“ Ini tambahan beban penderitaan bagi seratus beban penderitaan yang sudah kusandang “&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/1073098212302409407" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/1073098212302409407" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/2009/07/perjuangan.html" rel="alternate" title="PERJUANGAN" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915.post-8225607536670089364</id><published>2009-06-20T23:22:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T00:04:05.197-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ME"/><title type="text">TERUNTUK DAUNKU</title><content type="html">Tiap pohon pasti akan mencintai,&lt;br /&gt;dan mempertahankan tiap helai daun yang ia punya&lt;br /&gt;Namun bila salah satu daun itu terlalu bersedih dan putus asa&lt;br /&gt;Sang pohon tak akan dapat mempertahankannya untuk tinggal,&lt;br /&gt;kala sang angin merenggut dia darinya&lt;br /&gt;Karena sang daun sendiri begitu pasrah dan tak mau bertahan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga pohon hanyalah sebuah pohon&lt;br /&gt;Dengan segala keterbatasannya,&lt;br /&gt;ia berusaha menjangkau dan merengkuh daun-daunnya &lt;br /&gt;Bahkan ketika angin dengan kuat menggoyahkannya&lt;br /&gt;Pun ia tetap teguh pada pendiriannya&lt;br /&gt;Pohon sadar bahwa daun-daun itu begitu mencintainya&lt;br /&gt;Karena sekalipun mereka telah terlepas darinya&lt;br /&gt;Daun-daun itu tetap memilih untuk berada dekat dengannya&lt;br /&gt;Menumbuhkan semangatnya, membuatnya tetap tegak berdiri&lt;br /&gt;Tanpa keberadaan daun, pohon bukanlah apa-apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu tak seharusnya pula sang daun begitu egois,&lt;br /&gt;Menginginkan dan mencintai sang pohon hanya untuk dirinya sendiri&lt;br /&gt;Ia harus tetap bersemangat, belajar besar hati&lt;br /&gt;Mau berbagi dengan daun-daun yang lain &lt;br /&gt;Untuk bersama-sama memiliki dan mencintai sang pohon&lt;br /&gt;Hingga kelak tiba saatnya ia layu&lt;br /&gt;Dan benar-benar tak mampu lagi bertahan untuk tetap tinggal....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini tertuang setelah untuk kedua kalinya aku membaca &lt;a target="new" href="http://esn.or.id/2009-03-11-daun-terbang-karena-tiupan-angin-atau-karena-pohon-tidak-memintanya-untuk-tinggal.html"&gt;sebuah blog&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/8225607536670089364" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/8225607536670089364" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/2009/06/teruntuk-daunku.html" rel="alternate" title="&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;TERUNTUK DAUNKU&lt;/span&gt;" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915.post-8818008536185662224</id><published>2009-06-03T06:14:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T18:12:08.985-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ME"/><title type="text">MERPATI KEKASIH</title><content type="html">Hari ini dua merpati tengah bercengkrama di atas dahan sebuah pohon. Rupanya mereka adalah sepasang kekasih. Pantaslah mereka tampak begitu bahagia. Ketika yang satu berceloteh maka yang lain mendengarkan dengan setia dan penuh perhatian. Tersenyum simpul, tersipu malu, tertawa ceria. Begitulah mereka, emmm siapa pula yang tak bahagia bila bersanding dengan sang kekasih tercinta. Bahkan kebersamaan mereka sering membuat cemburu merpati² yang lain. Bisa jadi mereka adalah sepasang merpati yang paling diidam-idamkan, paling serasi, menurut ukuran mereka tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Merpati gadis merasa sangat beruntung karena kekasihnya sangat setia padanya. Sebelumnya dia pernah menjalin hubungan dengan kekasihnya yang lain. Kala itu dia pun menjaga dengan sangat baik hubungan itu. Namun tidak dengan kekasihnya dulu. Karena ternyata kekasihnya berkhianat di belakangnya namun terang-terangan di depan sahabatnya. Sahabat² merpati gadis berusaha menyembunyikan pengkhianatan itu demi menjaga hati merpati gadis. Namun karena rasa sayang yang begitu besar pada sahabatnya, mereka pun menceritakan pengkhianatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun itu dulu. Merpati gadis kini telah bahagia dengan kekasih barunya. Dan ia tidak peduli dengan apapun tentang si pengkhianat. Dan belakangan ia dengar kabar bahwa pengkhianatnya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan satu sayap dan satu kakinya patah. Karma, pikir merpati gadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hari ini kabar angin berhembus. Rupanya yang membuat mereka tertawa ceria adalah karena sang kekasih dalam beberapa hari ini akan berulang tahun. Dan merpati gadis memberikan kado ultah beberapa hari lebih awal namun ia meminta sang kekasih untuk membukanya tepat di hari ultahnya. Sang kekasih setuju dengan permintaan merpati gadis. Sang kekasih terlihat senang sekali menerima kado spesial itu. Mereka bercengkrama hingga senja mulai menampakkan diri dan memaksa mereka untuk berpisah ke sangkar masing².&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini rupanya mentari enggan sekali menampakkan diri. Langit murung. Angin lambat berhembus. Sunyi. Alam seperti tengah berduka. Bahkan teman² pun belum terdengar kicauannya. Mungkin teman² belum terjaga dari tidurnya, atau aku yang bangun lebih awal, atau memang fajar yang belum terbit, pikir merpati gadis. Apapun itu, biarlah, acuhnya. Yang dia ingat dan pedulikan hanya bahwa hari ultah kekasihnya telah tiba. Rasanya tak sabar untuk melihat reaksi kekasihnya ketika membuka kado darinya. Lalu dia mulai mengepakkan sayapnya, terbang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakinya hampir saja hinggap di dahan pohon dekat sangkar kekasihnya ketika dilihatnya di bawah pohon ramai sekali. Wah, rupanya teman² memang sudah lebih dulu bangun, pikirnya. Lalu ia terbang ke bawah menuju kerumunan teman²nya. Ketika ia sampai di bawah semua mata tertuju padanya. Tiba² hatinya tercekat. Ia menitikkan airmata. Sang kekasih baru saja menghembuskan nafas terakhirnya. Dadanya bersimabh darah. Seseorang telah menembaknya. Mata sayunya menatap merpati gadis lalu perlahan terpejam. Kedua sayapnya memegang erat kado yang masih terbungkus rapi. Bahkan ia belum sempat membukanya. Andai saja kubiarkan dia membukanya hari itu juga....... &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/8818008536185662224" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/8818008536185662224" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/2009/06/merpati-kekasih.html" rel="alternate" title="&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;MERPATI KEKASIH&lt;/span&gt;" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915.post-2711790236729087117</id><published>2009-06-03T05:03:00.000-07:00</published><updated>2009-07-12T20:08:09.943-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lain²"/><title type="text">OH…….THREE CUPS OF TEA</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" target="new" href="http://tasrifah.wordpress.com/files/2009/07/tcot.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 200px;" src="http://tasrifah.wordpress.com/files/2009/07/tcot.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali aku dengar tentang &lt;a target="new" href="http://www.threecupsoftea.com/"&gt;Three Cups Of Tea&lt;/a&gt; (TCOT) tepatnya ketika Andy Noya mengulas buku tersebut di programnya. Sayangnya aku tak berhasil menang kuis yang berhadiah buku tersebut. Sejak saat itu buku tersebut jadi satu²nya yang sangat ingin aku baca. Berbulan-bulan aku ‘setengah mati’ mencari, tapi tak pernah ketemu. Akhirnya aku menyerah seraya berpikir barangkali berjodoh untuk tau (sekelumit) ceritanya tapi tak berjodoh untuk memiliki bukunya. Atau tak berjodoh untuk memiliki, dan tak berjodoh untuk pinjam dari teman pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku berangkat kerja di jalan aku lihat selebaran iklan tentang pameran buku murah yang bersamaan dengan diadakannya hajatan besar Pekan Batik Internasional II. Jauh² hari aku sudah menyiapkan segudang rencana termasuk mencari TCOT tentunya.&lt;br /&gt;Hari minggu (hari kelima pameran) pergilah aku ke pameran tersebut dengan kedua (di antara sekian,,,cie) sahabatku, yaitu Mba I’in dan Mba Yuli. Asal tau aja, Mba I’in sudah dapat tiga buku dengan harga masing² cuma lima ribu rupiah padahal harga sebenarnya jauh diatasnya. Jadi makin semangatlah aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai mencari TCOT di stan paling luar (aku lupa nama penerbitnya), tidak ada. Pindah dari satu stan ke stan yang lain ngga ketemu. Di Gramedia petugasnya malah balik nanya, “Three Cups Of Tea? Penerbitnya mana? Bukan Gramedia kali mba”.&lt;br /&gt;Haaaaa…aku baru sadar kalau aku cuma tau judul dan penulisnya tanpa tau penerbitnya.&lt;br /&gt;Aku melesak lagi ke dalam, ke stan Mizan, Elex Media (aku agak ragu waktu di sini), dan beberapa stan lain, tapi masih juga belum berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar semangat pun turun. Ikhlas saja deh. Aku sudah memutuskan untuk berhenti mencari dan berencana mencari tau penerbitnya untuk kemudian pesan langsung ke sana. Aku lihat Mba Yuli sedang di kasir stan Hikmah. Ketika mataku tertuju ke satu tumpukan buku di rak display, tiba²…ada seseorang yang menepuk bahuku. Ketika aku menoleh ternyata kakak iparku. Suka buku pula dia rupanya. Setelah ngobrol sebentar dan dia pergi, aku kembali bengong di tempatku berdiri semula sembari kembali menatap Mba Yuli yang juga masih mengantri. Tiba²…,haaaaaa itu kan TCOT, buku yang sedari tadi dan bahkan berbulan-bulan yang lalu aku cari. Setengah berlari (takut keburu diambil orang) aku ambil buku tersebut. Hhaahhhhh, lega banget. Rasanya campur aduk, pokoknya puas banget. Alhamdulillah, semua ‘pengorbanan’ rasanya lunas saat itu juga. Sepele, tapi itu lebih dari cukup sebagai bukti bahwa sabar dan ikhlas memang berbuah manis. Amin, Insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/2711790236729087117" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/2711790236729087117" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/2009/06/ohthree-cups-of-tea.html" rel="alternate" title="&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;OH…….THREE CUPS OF TEA&lt;/span&gt;" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915.post-5606187961753846920</id><published>2009-04-04T01:39:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T21:06:49.284-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ME"/><title type="text">Aku dan Sang Waktu</title><content type="html">Tanpa kusadari di sudut hatiku masih terus tersimpan&lt;br /&gt;Harapan tipis pada sang waktu&lt;br /&gt;Namun ketika sang waktu telah tiba&lt;br /&gt;"Ia" menyatakan akan menghapus perasaannya&lt;br /&gt;Maka aku pun memutuskan&lt;br /&gt;Menggali kenangan itu sendiri&lt;br /&gt;Bukankah itu berarti aku telah bertekad,&lt;br /&gt;Mencerminkan waktu pada perasaanku sendiri?&lt;br /&gt;Karena aku sadar ada suatu titik mati&lt;br /&gt;Yang membuatku harus menyerah&lt;br /&gt;Aku memiliki kenangan dan diriku yang sekarang&lt;br /&gt;Selamanya</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/5606187961753846920" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/5606187961753846920" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/2009/04/aku-dan-sang-waktu.html" rel="alternate" title="Aku dan Sang Waktu" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915.post-6387145746363767477</id><published>2009-03-05T20:54:00.000-08:00</published><updated>2009-06-19T19:04:11.915-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ME"/><title type="text">SAHABAT</title><content type="html">Sahabat&lt;br /&gt;Malam ini aku menangis&lt;br /&gt;Merenungi perjalanan pesahabatan kita&lt;br /&gt;Entah apa dan lantaran apa tiba-tiba aku menangis sejadinya&lt;br /&gt;Aku hanya ingin menangis, itu saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sahabat&lt;br /&gt;Aku mohon keikhlasan dan ketulusanmu untuk memaafkanku&lt;br /&gt;Tanpa kau sadari aku telah menyakitimu&lt;br /&gt;Dan khilafku pula, tanpa sadar aku telah menyakiti orang terdekatmu, orang terkasihmu&lt;br /&gt;Yang pasti pula membuatmu sedih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat&lt;br /&gt;Ketika aku dalam masalah kau selalu ada untukku&lt;br /&gt;Bahkan tanpa kuminta&lt;br /&gt;Ketika aku berkeluh kesah&lt;br /&gt;Kau pun selalu dengan arif mendengarku bersamaNYA&lt;br /&gt;Kau pun dengan bijak memberi cahaya lewat tuturmu&lt;br /&gt;Lewat semua inderamu&lt;br /&gt;Namun apa yang telah kuperbuat padamu&lt;br /&gt;Bahkan ketika aku belum melakukan apa-apa untukmu, aku meninggalkanmu&lt;br /&gt;Saat kau dalam masalah aku tak mampu memberimu cahaya&lt;br /&gt;Saat kau sendiri aku tak kunjung menemanimu&lt;br /&gt;Aku tak pernah ada waktu untukmu&lt;br /&gt;Aku larut dalam hidupku&lt;br /&gt;Terlupa akan sosok dan keberadaanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat&lt;br /&gt;Aku sadar kita berbeda&lt;br /&gt;Tapi kau telah membuatku lupa akan perbedaan itu&lt;br /&gt;Dan kau pula yang mengubah perbedaan itu menjadi indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat&lt;br /&gt;Perkenankan aku mohon maaf padamu&lt;br /&gt;Perkenankan aku membuka lembaran persahabatan baru denganmu&lt;br /&gt;Bagiku kau lebih dari sahabat&lt;br /&gt;Kau juga hadir sebagai sosok kakak bagiku&lt;br /&gt;Terima kasih sahabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat my best (vivi, mbin, mb yuli &amp; niken)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/6387145746363767477" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/6387145746363767477" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/2009/03/sahabat.html" rel="alternate" title="SAHABAT" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915.post-9000640464026424930</id><published>2009-02-19T18:18:00.001-08:00</published><updated>2016-11-09T20:28:35.630-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ME"/><title type="text">PERJALANAN MALAM</title><content type="html">Para Pejalan malam selalu menjadi&lt;br /&gt;
Seolah bahwa mereka&lt;br /&gt;
Menjelma bayang-bayang hitam&lt;br /&gt;
Nan tak tertafsirkan&lt;br /&gt;
Seperti negeri ini, katamu&lt;br /&gt;
Bukankah mulai makin tak berbudi?&lt;br /&gt;
Angin dari hutan yang mulai tinggal kenangan&lt;br /&gt;
Para pencinta takut tidur&lt;br /&gt;
Bercengkrama diseling isak tawa&lt;br /&gt;
Dan memperdaya kantuk&lt;br /&gt;
Dengan ratapan rindu terhadap fajar&lt;br /&gt;
Seperti kita, kasihku&lt;br /&gt;
Harap pertiwi kapan kembali berbudi&lt;br /&gt;
Harap hari kapan punya padi dan nyanyi</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/9000640464026424930" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/9000640464026424930" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/2009/02/perjalanan-malam.html" rel="alternate" title="PERJALANAN MALAM" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915.post-8818043829119071662</id><published>2009-02-19T18:17:00.000-08:00</published><updated>2009-04-29T04:49:46.055-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ME"/><title type="text">ANGIN PANAS</title><content type="html">Angin panas bulan Agustus tahun-tahun silam&lt;br /&gt;Masih juga mengekas santer&lt;br /&gt;Masih juga selalu kemudian meruabkan debu&lt;br /&gt;Ke bendera yang kita kibar setiang penuh!&lt;br /&gt;Oleh lekapan debu&lt;br /&gt;Merah menampak kecoklatan&lt;br /&gt;Putih kelihatan abu-abu&lt;br /&gt;Merah putih katamu&lt;br /&gt;Kehitaman di kalbu&lt;br /&gt;Sendiri, lama&lt;br /&gt;Patah-patah oleh sedu sedan&lt;br /&gt;Siapa masih menyanyikan Indonesia Raya&lt;br /&gt;Dengan sepasang mata&lt;br /&gt;Tetap memancarkan cintanya?&lt;br /&gt;Di sini, di dalam dan bersama&lt;br /&gt;Angin panas bulan Agustus tahun-tahun silam&lt;br /&gt;Siapa masih menaruh percaya&lt;br /&gt;Terhadap harapan&lt;br /&gt;Yang kau kata makin menjadi kian fana saja?&lt;br /&gt;Bunda, bunda di mana ia?&lt;br /&gt;Bunda! Tak kau lihatkah betapa semua menestapa?</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/8818043829119071662" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/8818043829119071662" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/2009/02/angin-panas.html" rel="alternate" title="ANGIN PANAS" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915.post-7744300863000657338</id><published>2009-02-19T18:12:00.000-08:00</published><updated>2009-04-29T04:49:46.056-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ME"/><title type="text">PERHENTIAN</title><content type="html">Benar bukan?&lt;br /&gt;Kita mulai rindu pada kapan tiba waktu&lt;br /&gt;Bisa sampai di perhentian itu&lt;br /&gt;Yang kau kata tak tertera di peta mana saja&lt;br /&gt;Kekasihku,&lt;br /&gt;Perhentian untukku sudah lama kubiar mendebu di kalbu&lt;br /&gt;Jadi beginilah aku&lt;br /&gt;Berangkat selalu ke menemu di segala rindu&lt;br /&gt;Negeri yang entah siapa telah menyorongkannya &lt;br /&gt;Ke pertaruhan yang tak berpengharapan &lt;br /&gt;Atas kemungkinan menang &lt;br /&gt;Untuk negeri yang telah dipalangi hati</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/7744300863000657338" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/7744300863000657338" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/2009/02/perhentian.html" rel="alternate" title="PERHENTIAN" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915.post-7492752412809971206</id><published>2009-01-10T20:40:00.001-08:00</published><updated>2009-04-29T04:49:46.056-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ME"/><title type="text">BUNGA</title><content type="html">Pernah ada bunga warni warna&lt;br /&gt;Berumah dalam jiwa dan membayang &lt;br /&gt;Di berpasang mata menjelmakan senyum,&lt;br /&gt;Tegur sapa, cinta dan hampir segala jenis rasa percaya&lt;br /&gt;Yang termungkinkan dikenal umat manusia&lt;br /&gt;Lalu, begitulah&lt;br /&gt;Datang yang kau kata kemarau menahun&lt;br /&gt;Jaman debu, menggebalau di kalbu&lt;br /&gt;Cinta, untuk kali yang pertama merepih sia jiwa,&lt;br /&gt;Mungkin untuk selamanya tak lagi di rumahi bunga&lt;br /&gt;Dan hidup, katamu meredup!&lt;br /&gt;“Merdeka!” teriak bunga yang entah siapa memekarkannya&lt;br /&gt;Di luar biasa banyak pusara tempat segala memula yang tak terbata</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/7492752412809971206" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/7492752412809971206" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/2009/01/bunga.html" rel="alternate" title="BUNGA" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915.post-1255116333206316680</id><published>2009-01-10T20:39:00.000-08:00</published><updated>2016-11-09T20:10:55.421-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ME"/><title type="text">Berharap Kembali Ada Angin</title><content type="html">Berharap kembali ada angin&lt;br /&gt;
Orang-orang menderas doa-doa&lt;br /&gt;
Mantra, tirakat, dan berpuasa senin kamis&lt;br /&gt;
Tapi udara lumpuh bahkan mati&lt;br /&gt;
Tidak bergerak kemana atau siapa&lt;br /&gt;
Cemas, sebab tak ada angin&lt;br /&gt;
Gerah, sebab tak ada angin&lt;br /&gt;
Sumpek, sebab menerus cemas dan gerah&lt;br /&gt;
Orang-orang mengutuki diri sendiri&lt;br /&gt;
Dan segala yang melintas&lt;br /&gt;
Dalam pikiran masing-masing yang sering kosong dan goyang&lt;br /&gt;
(seperti bohlam lima watt di satu-satunya ruang pada rumah petak yang bertahun tak berpenghuni)&lt;br /&gt;
Terlanjur menjadi layang-layang&lt;br /&gt;
Orang-orang berharap kembali ada angin!</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/1255116333206316680" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/1255116333206316680" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/2009/01/berharap-kembali-ada-angin.html" rel="alternate" title="Berharap Kembali Ada Angin" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915.post-1235146468257758868</id><published>2008-12-27T20:04:00.000-08:00</published><updated>2016-11-09T21:43:20.543-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lain²"/><title type="text">SIAPA GERANGAN DIA ???</title><content type="html">Suatu hari ketika aku berangkat kerja (tempat kerja baru setelah kepindahanku), mataku menangkap sesosok tubuh berjalan di sekitar jalan pemuda. Seorang perempuan renta mendorong klethek (bahasa jawa, semacam grobak tapi lebih kecil, karena aku bingung menemukan kosakata yang tepat dalam bahasa indonesianya). &lt;br /&gt;
Ekor mataku melirik sejenak ke arah barang yang ada dalam kletheknya. Aku tertegun. Di dalamnya ada sekitar sepuluh buah kelapa utuh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Esok dan seterusnya pun aku selalu melihatnya berjalan dari jalan pemuda sampai jalan gajah mada yang sebenarnya jauh jaraknya, apalagi ditempuh dengan jalan kaki untuk ukuran seorang yang sudah renta.&lt;br /&gt;Aku menitikkan airmata. Betapa tidak. Perempuan renta yang sudah bungkuk jalannya itu masih harus bekerja mencari nafkah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana keluarganya? Aku sempat berpikir betapa tega sang anak membiarkan ibunya yang sudah jompo bekerja. Padahal dia pun harus melalui jalan raya yang sangat tidak ramah penghuninya, karena pemakai jalan yang tidak toleran, saling kebut, saling salib, dan saling mengklakson keras (yang bikin kaget pemakai jalan lain). Atau dia hanya hidup sendiri, (suami dan anak-anaknya sudah meninggal, ataukah mungkin tidak punya anak?) Toh pasti dia masih punya saudara lain kan? Lantas kemana mereka? Tertutupkah mata, telinga, rasa dan hati mereka? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tadi pagi aku kembali melihatnya setelah hampir satu bulan aku kehilangan sosoknya. Aku kembali menitikkan airmata. Aku tak tahu harus mengucap apa padaNya. Kadang aku mengucap subhanallah karena ketegaran perempuan renta itu menjalani kerasnya hidup. Pun kadang aku mengucap alhamdulillah karena aku masih punya pekerjaan sehingga aku bisa menafkahi keluarga dan ibuku pun tidak perlu bekerja sepertinya. Tapi sering pula aku mengucap astaghfirullah karena ketidakmampuanku untuk melindungiya dari kerasnya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun mengutuk diri sendiri karena aku masih saja mementingkan diri sendiri setiap kali melihatnya, tanpa mempedulikannya (meski hanya sekedar menyapa) dengan tameng “mau berangkat kerja, takut terlambat” . Aku hanya berdoa agar suatu saat aku bisa menjadi “tanganMu” untuk “mengulurkan” karuniaMu padanya. Dan aku berdoa agar dia menjadi makhluk terkasihMu kelak di surga (bersama denganku, Aamiin).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekalongan, 20 November 2008&lt;br /&gt;Fah’s&lt;/span&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/1235146468257758868" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/1235146468257758868" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/2008/12/siapa-gerangan-dia.html" rel="alternate" title="SIAPA GERANGAN DIA ???" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915.post-3863318111568506072</id><published>2008-10-28T23:31:00.000-07:00</published><updated>2016-11-09T21:09:30.814-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="RENUNGAN"/><title type="text">Dunia Bukan Panggung Sandiwara</title><content type="html">Saat kita terlahir akankah kita langsung berdrama, latihan gerak, mimik, menghafalkan skenario, enggan memberontak pada peran yang memuakkan atau sekedar menerima apa adanya. Lalu untuk apa kita       “ manggung “ di dunia ? Apakah hanya untuk dianggap baik meski kita berperan dengan karakter yang paling jahat, paling tirani, atau pun paling brengsek ?Apakah kita juga bisa dianggap sebagai tokoh roman tebal dengan beribu – ribu halaman padahal watak, perilaku dan semua  “ takdir “ ditentukan oleh pencipta roman tersebut. Dia ingin kita jadi psikopat, ya kita jadi psikopat yang paling menyeramkan. Dia ingin kita jadi setan, ya kita jadi setan yang paling iblis. Sebuah sandiwara yang mengekang nafas, karakter kehidupan yang mati, naskah yang menyalib segala gerak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Dunia ini bukan panggung sandiwara. Tapi tempat memegang peranan yang sebenarnya. Setelah kita pantas dan sanggup dijadikan makhluk bernama manusia, oleh Tuhan kita dianugerahi kemerdekaan. Kita adalah sutradara bagi diri kita sendiri. Tapi bukan berarti Tuhan tidur dan diam.Tuhan adalah Ar Rabb yang menguasai semesta alam. Namun Dia bukan tiran yang memasung kita. Kita adalah roman yang bergerak bebas, bergerak lurus atau berkilas balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pun bukan pengembara tanpa tujuan atau pertapa yang bermeditasi hampa hanya karena takut melakonkan apa yang seharusnya mampu ia lakukan. Kita bisa juga memegang tidak hanya satu peran. Peran yang nyata atau pura – pura, terserah. Sebab di dunia ini belum saatnya kita memfinalkan tujuan atau menyelesaikan sebuah sandiwara, lantas menunggu upah, atau malah dilempari penonton akibat bermain jelek dan diteriaki dengan kata – kata :&lt;br /&gt;“ Turun …… Turun …… Goblok …… ! “&lt;/span&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/3863318111568506072" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/3863318111568506072" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/2008/10/dunia-bukan-panggung-sandiwara.html" rel="alternate" title="Dunia Bukan Panggung Sandiwara" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915.post-6193793064257655487</id><published>2008-10-28T23:29:00.000-07:00</published><updated>2016-11-09T22:44:52.925-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="RENUNGAN"/><title type="text">Sholat, Kewajiban atau Kebutuhan?</title><content type="html">Seringkali kita dengar pernyataan bahwa sholat adalah kewajiban. Memang benar dan tidak salah jika sholat diartikan sebagai kewajiban setiap Muslim. Tapi jika dikaji lebih dalam dan lebih jauh, masalahnya tidak sesederhana itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Bagi kita (dan aku) yang awam dan minim pengetahuan agamanya, pendapat bahwa sholat adalah kewajiban adalah “ wajar “ dan benar. Mengapa ? Karena sholat adalah rukun Islam yang kedua setelah syahadat. Dan sebagai seorang Islam berarti kita harus menjalankan rukun tersebut (kecuali haji yang hanya diwajibkan bagi Muslim yang mampu secara fisik, mental dan material).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang “ rasional “ sebagai orang awam jika kita menganggap sholat sebagai kewajiban, karena mungkin kita belum pernah merasakan bagaimana nikmatnya sholat, bagaimana perasaan kita jika meninggalkan sholat, atau mungkin sholat atau tidak sholat hampir tak ada bedanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagi mereka yang sudah merasakan nikmatnya sholat dan merasa tidak nyaman jika meninggalkan sholat, tentu kurang setuju jika sholat dikatakan sebagai kewajiban. Mereka lebih “ sreg “ mengatakan sholat itu sebagai kebutuhan. Argumen pertama, sebab Allah Subhanahu Wa Ta'ala&amp;nbsp; tidak butuh sesembahan kita dan sebaliknya kita lah yang butuh menyembahNya. Argumen kedua, Allah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Subhanahu Wa Ta'ala&lt;/span&gt; tidak akan berhenti menjadi Tuhan meski seluruh manusia di bumi ini tidak menyembahNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sholat itu kewajiban atau kebutuhan ? Untuk pertanyaan tersebut maka jawabannya bisa dua. Disebut sebagai kewajiban adalah betul, disebut sebagai kebutuhan adalah benar. Karena secara tidak langsung terbentuk stratifikasi bagi orang yang menjalankan ibadah sholat. Ada yang jika menjalankan sholat merasa biasa – biasa saja, ada yang jika menjalankan sholat merasa tentram dan nikmat. Ada yang jika meninggalkan sholat merasa biasa – biasa saja, ada pula yang jika meninggalkan sholat merasa tidak tentram dan merasa berdosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari uraian tersebut masuk golongan yang manakah kita ???&lt;/span&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/6193793064257655487" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/6193793064257655487" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/2008/10/sholat-kewajiban-atau-kebutuhan.html" rel="alternate" title="Sholat, Kewajiban atau Kebutuhan?" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915.post-426591300944342225</id><published>2008-10-24T00:35:00.000-07:00</published><updated>2009-04-29T04:50:39.848-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ME"/><title type="text">Yang Masih Terbayangkan</title><content type="html">Menikmati kekalahan demi kekalahan&lt;br /&gt;Seperti memandang masa lalu yang indah&lt;br /&gt;Nikmatnya segala kenikmatan hidup&lt;br /&gt;Berpasrah aku tak ingin mengejar lagi&lt;br /&gt;Meskipun hasrat makin memacu diri&lt;br /&gt;Tergoda impian yang hendak menjerumuskan&lt;br /&gt;D dalam hati, di dalam jiwa, telah kutetapkan&lt;br /&gt;Diam sendiri di kegelapan malam&lt;br /&gt;Sendiri bertahan terhadap perlambang cinta&lt;br /&gt;Sendiri bertahan terhadap misteri impian&lt;br /&gt;Tak perlu lagi kau tawarkan segelas anggur&lt;br /&gt;Dan biarlah kucoba bertahan sendiri&lt;br /&gt;Sampai suara gegap gempita tak terdengar lagi&lt;br /&gt;Sebagaimana dahulu duka belum menyapa hidupku&lt;br /&gt;Sebelum angin berhembus menggugurkan segala bebungaan&lt;br /&gt;Yang tumbuh dan berkembang di hati</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/426591300944342225" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/426591300944342225" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/2008/10/yang-masih-terbayangkan.html" rel="alternate" title="Yang Masih Terbayangkan" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915.post-6267152073485444344</id><published>2008-10-24T00:33:00.000-07:00</published><updated>2009-04-29T04:50:39.848-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ME"/><title type="text">Kenapa Tak Kau Eja Masa Lalu ?</title><content type="html">Hampir kukubur rindu pada laut jawa &lt;br /&gt;dan lembar catatan harian&lt;br /&gt;Tapi aku tak lihat matamu merah dan basah&lt;br /&gt;Cuma isak gemetar&lt;br /&gt;Jangan kau benci Tuhan&lt;br /&gt;Cinta slalu tertera di tiap sabdaNya&lt;br /&gt;Kalau pun kau harus menangis&lt;br /&gt;Biarkan airmatamu bening menjelma dzikir&lt;br /&gt;Aku bukan Gibran yang terus membawamu&lt;br /&gt;hanyut terbuai mimpi dan teka – teki&lt;br /&gt;Tapi aku hanya puisi&lt;br /&gt;Siap terjemahkan kelopak mata dan galau nuranimu&lt;br /&gt;Kenapa tak kau eja masa lalu ?</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/6267152073485444344" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/6267152073485444344" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/2008/10/kenapa-tak-kau-eja-masa-lalu.html" rel="alternate" title="Kenapa Tak Kau Eja Masa Lalu ?" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915.post-2185817402657686533</id><published>2008-10-20T23:37:00.000-07:00</published><updated>2016-11-09T20:28:01.446-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ME"/><title type="text">Patah Hati</title><content type="html">Aku tak melihat apa – apa&lt;br /&gt;
Kecuali langit yang seolah kaca&lt;br /&gt;
Dan kini pecah menggemuruh&lt;br /&gt;
Aku hampir tak mengenali apa – apa&lt;br /&gt;
Kecuali teringat semua yang kini serpih&lt;br /&gt;
Yang dulu pernah utuh&lt;br /&gt;
Di sekitar kaki melangkah&lt;br /&gt;
Di sekitar aku mengaduh&lt;br /&gt;
Di sekitar almanak dan hari – hari hujan dalam potret&lt;br /&gt;
Tinggal sesuatu yang pecah, berhamburan&lt;br /&gt;
Aku memungut kepingan – kepingannya&lt;br /&gt;
Menyimpannya, Setelah sia – sia menyatukannya&lt;br /&gt;
Aku mengusap darah yang mengalir&lt;br /&gt;
Aku manahan kenangan yang membanjir&lt;br /&gt;
Aku meraba sebuah peta yang luntur&lt;br /&gt;
Seluruh jalan di dalamnya hancur&lt;br /&gt;
Aku tak melihat sesuatu pun&lt;br /&gt;
Kecuali luka yang berkilau&lt;br /&gt;
Ingin kulukis mata angin baru&lt;br /&gt;
Agar tak ada lagi barat, selatan, utara dan timur&lt;br /&gt;
Yang mengingatkanku pada masa lalu</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/2185817402657686533" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/2185817402657686533" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/2008/10/patah-hati.html" rel="alternate" title="Patah Hati" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2068555705400922915.post-9034267123229053706</id><published>2008-10-20T23:36:00.000-07:00</published><updated>2016-11-08T19:45:03.179-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ME"/><title type="text">Sang Nabi</title><content type="html">Ia penjelmaan kembali dan penghayatan yang pertama&lt;br /&gt;
Satu – satunya pandanganku&lt;br /&gt;
Yang membuatku merasa berharga berada di bawah sinar matahari&lt;br /&gt;
Nabi ini sudah tertulis, sebelum aku berusaha menulisnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dengan diam – diam mengajakku pergi mengikutinya&lt;br /&gt;
Sebelum ia muncul di depanku dan menyatakan keinginannya&lt;br /&gt;
Bertanyalah pada pendamping dan penolongku&lt;br /&gt;
Tentang nabi ini selagi ia mengisahkan ceritanya&lt;br /&gt;
Bertanyalah pada unsur kekuatan yang suci murni itu&lt;br /&gt;
Bertanyalah dalam keheningan malam,&lt;br /&gt;
Selagi jiwa terbebas dari belenggunya dan menanggalkan bajunya&lt;br /&gt;
Maka kepadamu akan diungkapkan misteri nabi ini&lt;br /&gt;
Dan misteri semua nabi pendahulunya</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/9034267123229053706" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/2068555705400922915/posts/default/9034267123229053706" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://tasrifah.blogspot.com/2008/10/sang-nabi.html" rel="alternate" title="Sang Nabi" type="text/html"/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author></entry></feed>