<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-6889765251587414052</atom:id><lastBuildDate>Tue, 10 Sep 2024 03:21:00 +0000</lastBuildDate><category>Tanya jawab Agama Islam</category><title>JAGOER  BLOGSPOT</title><description>Sedikit pengenalan tentang persoalan ubudiyah islam, yang tercakup dalam rukun islam meliputi tauhid dan syariat dan ditambahkan sedikit masalah akhlak islam ,dll.</description><link>http://jagoer-dlia.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (jagoer d&#39;lia.blogspot.com)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6889765251587414052.post-7372731765594699593</guid><pubDate>Sat, 19 Apr 2014 16:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-19T23:19:31.139+07:00</atom:updated><title>Aurat</title><description>Bahwasanya Aurat itu ada 4 bagian : 
&lt;b&gt;1&lt;/b&gt;. Aurat orang laki-laki secara mutlak (baik waktu sholat atau tidak) antara pusar dan lutut.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
&lt;b&gt;2&lt;/b&gt;. Aurat seorang perempuan merdeka didalam sholat yaitu seluruh tubuhnya, selain muka dan telapak tangannya.
&lt;b&gt;3&lt;/b&gt;. Aurat seorang perempuan merdeka dan perempuan budak ketika dihadapan seorang laki-laki lain yaitu seluruh tubuhnya.
&lt;b&gt;4&lt;/b&gt;. Dan ketika berada dihadapan muhrimnya dan ketika berada dihadapan seorang wanita yaitu antara pusar dan lututnya.
&lt;/span&gt;</description><link>http://jagoer-dlia.blogspot.com/2014/04/aurat.html</link><author>noreply@blogger.com (jagoer d&#39;lia.blogspot.com)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6889765251587414052.post-3627057896603653933</guid><pubDate>Sat, 19 Apr 2014 15:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-19T23:03:08.366+07:00</atom:updated><title>Tanda Baligh</title><description>TANDA - TANDA BALIGH 
Bahwasanya tanda-tanda baligh itu ada 3 :
&lt;b&gt;1&lt;/b&gt;. Umurnya sudah 15 tahun bagi laki-laki dan perempuan.
&lt;b&gt;2&lt;/b&gt;. Sudah mimpi keluar mani/sperma bagi laki-laki dan bagi perempuan berumur 9 tahun.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
&lt;b&gt;3&lt;/b&gt;. Sudah haid bagi wanita yang berumur 9 tahun.
&lt;/span&gt;</description><link>http://jagoer-dlia.blogspot.com/2014/04/tanda-tanda-baligh-bahwasanya-tanda.html</link><author>noreply@blogger.com (jagoer d&#39;lia.blogspot.com)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6889765251587414052.post-6287555492716683610</guid><pubDate>Sat, 25 Feb 2012 16:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-26T00:19:40.432+07:00</atom:updated><title>Adab</title><description>ADAB SEORANG MURID TERHADAP GURU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara adab yang harus dimiliki oleh seorang murid adalah murid tidak diperkenankan berbicara di depan guru kecuali seperlunya, dan tidak menampakkkan sedikit pun keadaan dirinya di depan guru. Dia juga tidak sepatutnya menggelar sajadahnya di depan guru kecuali pada waktu melakukan shalat. Jika telah selesai shalat, hendaknya dia segera melipat kembali sajadahnya. Murid harus selalu siap melayani gurunya dan orang yang duduk diruangannya dengan senang hati, ringan dan cekatan. Seorang murid harus bersunguh-sungguh jangan sampai menggelar sajadahnya sedang di atasnya ada orang yang lebih tinggi tingkatannya. Dia juga tidak boleh mendekatkan sajadahnya kepada sajadah orang yang lebih tinggi itu kecuali dengan izinnnya. Karena hal demikian dianggap kurang beradab bagi mereka.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Bila menemukan kemusykilan gurunya, seorang murid hendaknya diam meskipun memiliki penjelasan dan jawaban mengenainya. Akan tetapi, dia boleh mengambil apa yang telah Allah SWT bukakan baginya melalui lisan gurunya, kemudian menerima dan mengamalkannya. Jika melihat ada kekurangan dalam jawaban gurunya, seorang murdi tidak boleh membantah atau menolaknya. Bahkan, dia harus bersyukur kepada Allah SWT atas apa yang telah diberikan kepadanya berupa keutamaan, ilmu, dan nur yang disembunyikan dalam dirinya. Dia tidak boleh memperpanjang perbincangannya dan tidak boleh mengatakan mengatakan,”Guru telah salah dalam masalah ini.” Dia tidak boleh membantah ucapannya kecuali terjadi secara spontan dan tidak sengaja. Jika demikian, dia harus segera menghantikan ucapannya dan menggantikan dengan diam, dan taubat serta bertekad tidak akan mengulanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid juga tidak sepatutnya banyak bergerak seaktu mendengar di depan guru kecuali karena mendapat isyarat darinya. Dia juga tidak sepatutnya melihat pada dirinya memiliki suatu keadaan kecuali terjadi padanya suatu hal yang memaksanya untuk membedakan dan memilih. Apabila hal itu telah reda, hendaknya dia kembali kepada keadaan semula, diam penuh adab, tawadhu’ dan menyembunyikan rahasia yang telah Allah SWT berikan kepadanya. Sungguh, kami telah menyebutkan hal ini, yakni tentang sikap, perbuatan atau ucapan yang tidak baik bagi seorang murid, tetapi kini justru kadang terjadi di madrasah atau pondok mereka. Memang tidak dipungkiri, murid yang dapat melakukan adab yang demikian sempurna itu termasuk murid yang benar dan bersungguh-sungguh. Sehingga makna sesuatu yang telah dia dengar itu menyalakan cahaya kebenaran dan menguatkannya. Kemudian dia akan sibuk di dalam cahaya itu dan tenggelam di dalamnya. Anggota badannya bergerak di tengah kaum, namun sebenarnya dia berada di sebuah batas yang penuh dengan kelezatan watak dan keinginan. Tiap orang akan membayangkan dekat orang yang merindukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid yang bersungguh-sungguh, api kerinduannya tidak akan padam dan pancarannya tidak akan pernah redup. Kekasihnya tidak pernah ghaib dan penghiburnya tidak akan pernah jauh. Murid seperti ini akan senantiasa bertambah dalam kedekatan, kelezatan, dan kenikmatan. Tidak ada yang dapat mengguncangkan atau merubah keadaannya selain ucapan Dzat Yang dikehendakinya dan pembicaraan Dzat Yang Menolongnya. Meskipun pada saat itu, didekatnya banyak syair. Nyanyian, suara-suara teman-teman syetan, para pengikut hawa nafsu, dan para pengejar kesenangan. Seorang murid hendaknya tidak menentang seseorang pada saat ia mendengarkan dan tidak menolak seseorang dalam menuntut sesuatu yang diinginkan dan dirindukannya, berupa surga dan bidadari serta melihat Allah SWT di akhirat, yang mana ia telah zuhud terhadap dunia, kelezatan dan kesenangannya, anak-anak dan wanitanya. Ia telah berani bersabar atau keburukan, ujian dan cobaan di dunia serta berpaling kepada anak-anak di akhirat. Hendaknya dia menyerahkan semua itu kepada para guru yang ada. Sesungguhnya mereka itu dalam kekuasaan guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila belajar pada seseorang guru, dia harus percaya bahwa dikampung itu tidak ada orang yang lebih utama dari gurunya, sehingga dia akan berhasil mendapatkan apa yang dia cita-citakan, dan sang guru akan dapat menghadapkan kepada Allah SWT. Murid harus menjaga rahasianya ketika berkhidmat bersama Allah SWT dalam mencapai kehendaknya. Dia harus menganggap bahwa apa yang dikatakan oleh gurunya adalah sesuatu yang sesuai dengan keadaannnya. Sesungguhnya melawan guru adalah racun yang sangat berbahaya. Jadi, jangan sampai murid menentang guru, baik secara terang-terangan maupun secara tersembunyi. Dia tidak boleh menyembunyikan sedikitpun keadaan dan rahasianya terhadap guru, dan tidak memperlihatkan kepada orang lain apa yang telah diperintahkan kepadanya. Tidak sepatutnya bagi seorang murid bertekad meminta kemurahan atau meminta kembali kepada apa yang telah ditinggalkannya karena Allah SWT. Sesungguhnya hal itu merupakan kesalahan besar sekaligus kerusakan kehendak bagi ahli tharekat. Disebutkan dalam hadist Rasulullah SAW,”Orang yang kembali kepada keadaannya seperti anjing yang muntah lalu memakannya lagi”. Dia harus bersungguh-sungguh berpegang pada adab yang telah diperintahkan oleh gurunya, jangan sampai menjadi kurang beradab. Jika terjadi kekurangan dalam melaksanakan apa yang telah diisyararatkan gurunya, maka murid harus memberitahukan hal itu kepada gurunya sehingga guru akan memberikan arahan yang sesuai dengannya dan mendoakan agar mendapatkan taufik, kemudahan dan keberhasilan.&lt;/span&gt;</description><link>http://jagoer-dlia.blogspot.com/2012/02/adab.html</link><author>noreply@blogger.com (jagoer d&#39;lia.blogspot.com)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6889765251587414052.post-7016424727036363910</guid><pubDate>Fri, 08 May 2009 19:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-09T02:15:32.551+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tanya jawab Agama Islam</category><title>Kitab</title><description>&lt;strong&gt;1. Kitab suci apa saja yang wajib diimani ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kitab suci (kitab Allah) yang wajib diimani ada empat, yaitu :&lt;br /&gt;- 1. Kitab Taurat.&lt;br /&gt;- 2. Kitab Zabur.&lt;br /&gt;- 3. Kitab Injil.&lt;br /&gt;- 4. Kitab Alqur&#39;an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Kepada siapa kitab-kitab tersebut diturunkan &lt;/strong&gt;?&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;- 1. Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa as.&lt;br /&gt;- 2. Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Dawud as.&lt;br /&gt;- 3. Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa as.&lt;br /&gt;- 4. Kitab Alqur&#39;an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. &lt;/span&gt;</description><link>http://jagoer-dlia.blogspot.com/2009/05/kitab.html</link><author>noreply@blogger.com (jagoer d&#39;lia.blogspot.com)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6889765251587414052.post-4747790264733398344</guid><pubDate>Sun, 03 May 2009 19:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-09T01:53:02.054+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tanya jawab Agama Islam</category><title>Malaikat</title><description>&lt;strong&gt;1. Apa itu Malaikat, dan berapa jumlahnya ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Malaikat itu adalah makhluk Allah yang diciptakan dari nur (cahaya), Jumlahnya tidak diketahui.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Ada berapa Malaikat yang wajib diimani (diketahui) dan sebutkan tugas masing-masing Malaikat tersebut ?&lt;/strong&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Malaikat yang wajib diketahui ada sepuluh, yaitu :&lt;br /&gt;1. &lt;strong&gt;Malaikat Jibril&lt;/strong&gt;, tugasnya menyampaikan wahyu dari Allah SWT kepada para Nabi dan Rasul.&lt;br /&gt;2. &lt;strong&gt;Malaikat Mikail&lt;/strong&gt;, tugasnya mengurus hujan dan membagi-bagikan rizki kepada seluruh makhluk Allah SWT.&lt;br /&gt;3. &lt;strong&gt;Malaikat Israfil&lt;/strong&gt;, tugasnya meniup sangkakala (terompet yang maha besar) pada saat tiba hari kiamat dan ketika akan dibangkitkannya manusia dari alam kubur. Tiupan pertama mematikan semua makhluk, dan tiupan kedua menghidupkan kembali semua makhluk yang telah mati.&lt;br /&gt;4. &lt;strong&gt;Malaikat izrail&lt;/strong&gt;, tugasnya mencabut ruh (nyawa) semua makhluk yang bernyawa.&lt;br /&gt;5. &lt;strong&gt;Malaikat Raqib&lt;/strong&gt;, tugasnya mencatat segala amal perbuatan baik dari jin dan manusia.&lt;br /&gt;6. &lt;strong&gt;Malaikat Atid&lt;/strong&gt;, tugasnya mencatat segala amal perbuatan buruk jin dan manusia.&lt;br /&gt;7. &lt;strong&gt;Malaikat Munkar&lt;/strong&gt;, tugasnya mengadili manusia di alam kubur.&lt;br /&gt;8. &lt;strong&gt;Malaikat Nakir&lt;/strong&gt;, tugasnya mengadili manusia di alam kubur.&lt;br /&gt;9. &lt;strong&gt;Malaikat Ridwan&lt;/strong&gt;, tugasnya menjaga pintu surga.&lt;br /&gt;10. &lt;strong&gt;Malaikat Malik&lt;/strong&gt;, tugasnya, menjaga pintu neraka.&lt;/span&gt;</description><link>http://jagoer-dlia.blogspot.com/2009/05/malaikat.html</link><author>noreply@blogger.com (jagoer d&#39;lia.blogspot.com)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6889765251587414052.post-8176454916561688667</guid><pubDate>Fri, 17 Apr 2009 12:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-09T01:52:39.075+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tanya jawab Agama Islam</category><title>Asmaaul Husna</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1. Apa arti Al Asmaaul Husna itu ?&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Al Asmaaul Husna berasal dari kata &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;ism&lt;/span&gt; ( nama ) dan &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;hasan&lt;/span&gt; ( indah ).&lt;br /&gt;Artinya, nama-nama yang indah yang hanya dimiliki dan disandang oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;- &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Ada berapa jumlah Asmaaul Husna itu ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jumlah Asmaaul Husna adalah 99 ( sembilan puluh sembilan ), yaitu :&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Ar Rahman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Pemurah kepada seluruh makhluknya.&lt;br /&gt;2. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Ar Rahiim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Penyayang kepada hambanya.&lt;br /&gt;3. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Al Malik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Kuasa atas alam semesta.&lt;br /&gt;4. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Al Qudduus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Suci dari segala kekurangan.&lt;br /&gt;5. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;As Salam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Sejahtera. Dialah yang mensejahterakan makhlik-Nya.&lt;br /&gt;6.&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt; Al Mu&#39;min&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang mengaruniakan Keamanan.&lt;br /&gt;7.&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt; Al Muhaimin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha memelihara.&lt;br /&gt;8. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Al Aziiz&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Perkasa.&lt;br /&gt;9. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Al Jabbar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang kehendak-Nya tidak dapat diingkari.&lt;br /&gt;10. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Al Mutakabbir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Memelihara Kebesaran.&lt;br /&gt;11. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Al Khaaliq&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Pencipta.&lt;br /&gt;12. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Al Baari&#39;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Melepaskan. Zat yang dapat menghasilkan suatu benda dari benda yang lain jenisnya dan menjaga keseimbangan dari segala sesuatu.&lt;br /&gt;13.&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Al Mushawwir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang menciptakan rupa makhluk.&lt;br /&gt;14. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Al Ghaffar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Pengampun.&lt;br /&gt;15. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Al Qahhar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Perkasa. Mampu memaksa makhluk-Nya untuk menjalankan kehendak-Nya.&lt;br /&gt;16. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Al Wahhaab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Pemberi Karunia.&lt;br /&gt;17. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Ar Razzaaq&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Pemberi Rizki.&lt;br /&gt;18.&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt; Al Fattaah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Pembuka ( pintu rahmat )&lt;br /&gt;19. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Al &#39;aliim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Mengetahui segalanya.&lt;br /&gt;20. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Al Qaabidh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Mahah Menyempitkan kenikmatan.&lt;br /&gt;21. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Al Baasith&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Melapangkan rizki dan kemudahan.&lt;br /&gt;22.&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt; Al Khaafidh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Merendahkan matrabat makhluk-Nya.&lt;br /&gt;23. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Ar Raafi&#39;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang meninggikan martabat makhluk-Nya.&lt;br /&gt;24. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Al Mui&#39;izz&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Mahah Memuliakan makhluk-Nya.&lt;br /&gt;25.&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt; Al Mudziill&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Menghinakan makhluk-Nya&lt;br /&gt;26.&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt; As Samii&#39;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Mendengar segala suara, tak terkecuali suara hati. Bahkan yang lebih halus dari itu.&lt;br /&gt;27. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Al Bashiir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Melihat.&lt;br /&gt;28. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Al Hakam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Menetapkan.&lt;br /&gt;29. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Al &#39;Adl&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Adil.&lt;br /&gt;30. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Al Lathiif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Penyantun.&lt;br /&gt;31.&lt;strong&gt; Al Khabiir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Mengetahui segala rahasia.&lt;br /&gt;32. &lt;strong&gt;Al Haliim&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Penyantun. Tidak cepat menjatuhkan hukuman kepada orang-orang berdosa. &lt;br /&gt;33.&lt;strong&gt; Al &#39;Azhiim&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Agung dari segalanya.&lt;br /&gt;34. &lt;strong&gt;Al Ghafuur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yamng Maha Pengampun.&lt;br /&gt;35. &lt;strong&gt;Asy Syakuur&lt;/strong&gt;Yang Maha Pembalas Jasa perbuatan-perbuatan baik hamba-Nya.&lt;br /&gt;36.&lt;strong&gt; Al &#39;Aliyy&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Tinggi.&lt;br /&gt;37. &lt;strong&gt;Al Kabiir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Besar.&lt;br /&gt;38. &lt;strong&gt;Al Hafiizh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Penjaga.&lt;br /&gt;39. &lt;strong&gt;Al Muqiit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Memelihara.&lt;br /&gt;40. &lt;strong&gt;Al Hasiib&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Pembuat Perhitungan.&lt;br /&gt;41. &lt;strong&gt;Al Jaliil&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Mempunyai Keagungan.&lt;br /&gt;42. &lt;strong&gt;Al Kariim&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Mulia.&lt;br /&gt;43. &lt;strong&gt;Ar Raqiib&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Mengawasi.&lt;br /&gt;44. &lt;strong&gt;Al Mujiib&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Mengabulkan.&lt;br /&gt;45.&lt;strong&gt; Al Waasi&#39;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Luas.&lt;br /&gt;46. &lt;strong&gt;Al Hakiim&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Bijaksana.&lt;br /&gt;47. &lt;strong&gt;Al Waduud&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Pengasih.&lt;br /&gt;48. &lt;strong&gt;Al Majiid&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Mulia.&lt;br /&gt;49. &lt;strong&gt;Al Baa&#39;its&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Membangkitkan.&lt;br /&gt;50. &lt;strong&gt;Asy Syahiid&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Menyaksikan.&lt;br /&gt;51. &lt;strong&gt;Al Haqqu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Benar.&lt;br /&gt;52. &lt;strong&gt;Al Wakiil&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Pemelihara.&lt;br /&gt;53. &lt;strong&gt;Al Qawiyyu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Kuat.&lt;br /&gt;54. &lt;strong&gt;Al Matiin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Kokoh.&lt;br /&gt;55. &lt;strong&gt;Al Waliyy&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Melindungi.&lt;br /&gt;56. &lt;strong&gt;Al Hamiid&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Terpuji.&lt;br /&gt;57. &lt;strong&gt;Al Muhshil&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Menghitung, mengetahui jumlah dan ukuran segala apapun.&lt;br /&gt;58. &lt;strong&gt;Al Mubdi&#39;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Memulai.&lt;br /&gt;59. &lt;strong&gt;Al Mu&#39;iid&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Mengembalikan kehidupan makhluk-Nya.&lt;br /&gt;60. &lt;strong&gt;Al Muhyii&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Menghidupkan.&lt;br /&gt;61. &lt;strong&gt;Al Mumiitu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Mematikan.&lt;br /&gt;62. &lt;strong&gt;Al Hayyu &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Hidup.&lt;br /&gt;63. &lt;strong&gt;Al Qayyuum&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Mandiri.&lt;br /&gt;64. &lt;strong&gt;Al Waa&lt;/strong&gt;jid&lt;br /&gt;Yang Maha Menemukan apa yang dikehendaki-Nya.&lt;br /&gt;65. &lt;strong&gt;Al Maajid&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Mulia.&lt;br /&gt;66. &lt;strong&gt;Al Waahid&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Tunggal/Esa.&lt;br /&gt;67. &lt;strong&gt;Al Ahad&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;68. &lt;strong&gt;Ash Shamad&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha dibutuhkan.&lt;br /&gt;69. &lt;strong&gt;Al Qaadir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;70. &lt;strong&gt;Al Muqtadir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Berkuasa.&lt;br /&gt;71. &lt;strong&gt;Al Muqaddim&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Mendahulukan.&lt;br /&gt;72. &lt;strong&gt;Al Mu&#39;akhkhir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Mengahirkan.&lt;br /&gt;73. &lt;strong&gt;Al Awwal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Permulaan.&lt;br /&gt;74. &lt;strong&gt;Al Aakhir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha akhir.&lt;br /&gt;75. &lt;strong&gt;Azh Zhaahir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Nyata.&lt;br /&gt;76. &lt;strong&gt;Al Baathin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Ghaib.&lt;br /&gt;77. &lt;strong&gt;Al Waliyy&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Memerintah.&lt;br /&gt;78. &lt;strong&gt;Al Muta&#39;aalii&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Tinggi.&lt;br /&gt;79. &lt;strong&gt;Al Barr&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Dermawan.&lt;br /&gt;80. &lt;strong&gt;At Tawwaab&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Penerima Taubat.&lt;br /&gt;81. &lt;strong&gt;Al Muntaqim&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Penyiksa.&lt;br /&gt;82. &lt;strong&gt;Al &#39;Afuww&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Pemaaf.&lt;br /&gt;83. &lt;strong&gt;Ar Ra&#39;uuf&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Pengasih.&lt;br /&gt;84. &lt;strong&gt;Maalikul Mulk&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Menguasai Semua Kerajaan.&lt;br /&gt;85. &lt;strong&gt;Dzul Jalaali Wal Ikraam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Memiliki Kebesaran serta Kemuliaan.&lt;br /&gt;86. &lt;strong&gt;Al Muqsith&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Adil.&lt;br /&gt;87. &lt;strong&gt;Al Jaami&#39;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Pengumpul.&lt;br /&gt;88. &lt;strong&gt;Al Ghaniyy&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Berkecukupan.&lt;br /&gt;89. &lt;strong&gt;Al Mughnii&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Pemberi Kekayaan.&lt;br /&gt;90. &lt;strong&gt;Al Maani&#39;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Mencegah.&lt;br /&gt;91. &lt;strong&gt;Adh Dhaarr&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Pemberi Derita.&lt;br /&gt;92. &lt;strong&gt;An Naafi&#39;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Pemberi Manfaat.&lt;br /&gt;93. &lt;strong&gt;An Nuur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Bercahaya.&lt;br /&gt;94. &lt;strong&gt;Al Haadii&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Pemberi petunjuk.&lt;br /&gt;95. &lt;strong&gt;Al Badii&#39;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang maha Pencipta.&lt;br /&gt;96. &lt;strong&gt;Al baaqii&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Kekal.&lt;br /&gt;97. &lt;strong&gt;Al Waarits&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Pewaris&lt;br /&gt;98. &lt;strong&gt;Ar Rasyiid&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Pandai.&lt;br /&gt;99. &lt;strong&gt;As Shabuur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Sabar.&lt;/span&gt;</description><link>http://jagoer-dlia.blogspot.com/2009/04/asmaaul-husna.html</link><author>noreply@blogger.com (jagoer d&#39;lia.blogspot.com)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6889765251587414052.post-915451874746204241</guid><pubDate>Fri, 17 Apr 2009 12:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-09T01:52:09.341+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tanya jawab Agama Islam</category><title>Sifat jaiz bagi Allah</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1. Selain sifat wajib dan mustahil, apakah ada sifat jaiz bagi Allah ?&lt;/span&gt; Ya, Allah mempunyai sifat jaiz atau mungkin. Sifat jaiz Allah adalah &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Fi&#39;lu kulli mumkinin autarkuhu&lt;/span&gt;, artinya Allah itu mungkin berbuat segala sesuatu atau mungkin pula meninggalkannya ( tidak berbuat ). Dengan kata lain Allah mempunyai kebebasan berbuat dan meninggalkan tanpa ada yang memaksa.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Berikan contoh sifat jaiz Allah&lt;/span&gt; !&lt;br /&gt;Misalnya Allah berhak menjadikan orang rendah menjadi terhormat jika dikehendaki, sebaliknya Allah berhak menjatuhkan orang terhormat menjadi hina jika dikehendaki pula. Atau Allah berhak membuat orang yang sehat tiba-tiba sakit jika di kehendaki, sebaliknya Allah berhak menyembuhkan dengan tiba-tiba orang yang diperkirakan tidak tertolong lagi, jika dikehendaki. Kehendak Allah yang mungkin terjadi itu tanpa ada yang mengetahui dan tanpa ada yang dapat mencegah.&lt;/span&gt;</description><link>http://jagoer-dlia.blogspot.com/2009/04/1.html</link><author>noreply@blogger.com (jagoer d&#39;lia.blogspot.com)</author><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6889765251587414052.post-5918986535798539638</guid><pubDate>Mon, 13 Apr 2009 16:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-09T01:51:42.746+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tanya jawab Agama Islam</category><title>Sifat mustahil Allah</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Kalau Allah mempunyai sifat wajib, disebut apa kebalikan dari sifat wajib Allah itu, Jelaskan satu persatu ?&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&#39;Adam&lt;/span&gt;, tidak ada. Allah mustahil tidak ada. Mustahil Allah tidak wujud. Wujud Allah itu terbukti dengan adanya alam ini.&lt;br /&gt;2. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Huduts&lt;/span&gt;, baru. Artinya mustahil Allah bersifat baru seperti alam yang diciptakan-Nya. Kalau Allah bersifat Huduts atau baru, berarti Allah bersifat lemah, karena tidak dapat mewujudkan diri-Nya sendiri. Maka sifat itu mustahil bagi Allah. &lt;br /&gt;3. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Fana&#39;&lt;/span&gt;, musnah atau binasa. Artinya mustahil Allah akan mengalami kemusnahan dan kebinasaan. Jika Allah mengalami kemusnahan dan kebinasaan, maka tidak akan ada yang mengatur alam ini, karena semua mengalami kemusnahan dan kebinasaan.&lt;br /&gt;4. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Mumatsalatu lilhawadits&lt;/span&gt; atau disamai oleh perkara yang baru. Artinya mustahil Allah disamai oleh perkara yang bersifat  baru. Tidak ada satu makhluk pun yang menyamai Allah, karena semua makhluk adalah ciptaan-Nya. Yang diciptakan tentu tidak sama dengan yang menciptakan.&lt;br /&gt;5.&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Ihtiyaju ilaa ghairihi&lt;/span&gt;, membutuhkan bantuan dari hamba-Nya. Artinya mustahil Allah membutuhkan bantuan hamba-Nya. Allah yang bersifat Maha Kuasa mustahil membutuhkan bantuan dari hamba atau makhluk-Nya yang bersifat serba kekurangan. Karena apa saja yang mempunyai sifat lemah tidak dapat berdiri sendiri. Mustahil itu terjadi pada Allah.&lt;br /&gt;6. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Ta&#39;addud&lt;/span&gt;, terbilang. Artinya mustahil wujud Allah terbilang atau lebih dari satu. Karena kalau Allah lebih dari satu maka pasti terjadi kekacauan  dalam mengatur alam, dan hal itu tentunya tidak akan mewujudkan alam seisinya. Sebab antara satu Tuhan yang lain sama-sama mempunyai kepentingan yang berbeda, dan itu mustahil terjadi.&lt;br /&gt;7. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&#39;Ajzun&lt;/span&gt;, lemah. Artinya mustahil Allah bersifat lemah. Kalau Allah bersifat lemah, maka mustahil Ia kuasa menciptakan alam, karena apa saja yang bersifat lemah tidak mampu membentuk dirinya sendiri. Padahal Allah mampu membentuk diri-Nya sendiri, karena itu Allah mustahil bersifat lemah.&lt;br /&gt;8&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;.Karahatun&lt;/span&gt;, terpaksa. Artinya Allah mustahil terpaksa dalam segala perbuatan-Nya. Tidak ada yang dapat memaksa Allah untuk berbuat. Segala perbuatan Allah terjadi karena kehendak-Nya sendiri, bukan karena terpaksa.&lt;br /&gt;9. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Jahlun&lt;/span&gt;, bodoh. Artinya mustahil Allah bersifat bodoh, bersifat terbatas pengetahuan-Nya. Sifat bodoh menunjukkan kekurangan akan kesempurnaan-Nya. Maka apa saja yang disifati bodoh tidak memiliki kesempurnaan untuk mengetahui segalanya. Karena itu mustahil Allah bersifat demikian. Allah Maha Mengetahui apa saja, yang besar dan yang kecil.   &lt;br /&gt;10. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Mautan&lt;/span&gt;, mati atau mengalami kematian. Artinya mustahil Allah mengalami batas akhir kehidupan-Nya. Allah hidup selama-lamanya. Kalau Allah mengalami kematian sebagaimana yang dialami makhluk-Nya, maka berarti Allah lemah dan ada yang mengatur. Yang dapat menentukan kematian-Nya berarti lebih berkuasa, sehingga Ia tentu tidak dapat disebut Tuhan. Karena itu Allah mustahil mengalami kematian, mustahil mengalami batas akhir hidup.&lt;br /&gt;11. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Shamamun&lt;/span&gt;, tuli. Artinya mustahil Allah bersifat tuli, karena sifat tuli menunjukkan ketidaksempurnaan. Tuli menunjukkan pula sifat lemah, dan itu bertentangan dengan kesempurnaan Allah. Mustahil Allah bersifat tuli, bahkan Allah senantiasa mendengar apa saja yang keluar dari hamba-Nya, baik yang terang maupun yang tersembunyi dalam hati.&lt;br /&gt;12. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&#39;Amaa&lt;/span&gt;, buta, Artinya mustahil Allah bersifat buta, Karena sifat buta menunjukkan kekurangan dan ketidaksempurnaan. Kebutaan juga menunjukkan sifat lemah yang berarti membutuhkan pertolongan. Karena itu sifat ini mustahil bagi Allah.&lt;br /&gt;13&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Bakamun&lt;/span&gt;, bisu. Artinya mustahil Allah bersifat bisu, tidak dapat berkata-kata. Sifat bisu menunjukkan pula kelemahan dan membutuhkan bantuan. Mustahil Allah bersifat bisu, karena Allah berkata-kata kepada Rasul-Nya. Misalnya Ia berkata-kata dengan Nabi Musa as ketika beliau berada di bukit Thur, atau Ia berkata-kata dengan Nabi Muhammad Saw ketika beliau mi&#39;raj untuk menerima tugas shalat lima waktu.&lt;br /&gt;14. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&#39;Aajizun&lt;/span&gt;,lemah. Artinya mustahil Allah bersifat lemah. Bukti terciptanya alam seisinya ini menunjukkan bahwa Allah tidak lemah, bahkan Maha Kuasa atas segalanya. Allah Kuasa menciptakan suatu makhluk yang paling kecil, paling rumit atau yang paling besar dan paling berat. Karena itu mustahil Allah bersifat lemah, sebab sifat ini menunjukkan kekurangan, sedangkan Allah Maha Sempurna.&lt;br /&gt;15. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Kaarihun&lt;/span&gt;, terpaksa. Artinya mustahil Allah terpaksa dalam berbuat. Karena tidak satupun makhluk dan hamba-Nya dapat memaksa Allah untuk berbuat. Perbuatan Allah sejalan dengan kehendak-Nya sendiri. Kehandak Allah tidak berdasarukuran. Apa saja yang dikehendaki Allah, itulah yang diperbuat. Maka mustahil Allah bersifat terpaksa, sebab keterpaksaan menunjukkan adanya kelemahan dan kelebihan bagi yang memaksa, dan itu bertentangan dengan kesempurnaan dan kebebasan Allah.&lt;br /&gt;16.&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt; Jaahilun&lt;/span&gt;, yang bodoh. Artinya mustahil Allah mempunyai sifat yang membodohkan diri-Nya. Mustahil Allah diperbodohkan makhluk-Nya sehingga tidak mengetahui sebagian perkara yang diperbuat makhluk. Sifat bodoh berarti menunjukkan kelemahan dan kekurangan. Hal ini bertentangan dengan kemahatahuan Allah, karena itu mustahil bagi Allah.&lt;br /&gt;17.&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt; Mayyitun&lt;/span&gt;, yang mati. Artinya mustahil Allah mengalami kematian karena dimatikan. Apa saja yang mengalami kematian menunjukkankelemahan, karena kedudukannya lebih rendah daripada yang mematikan. Kalau Allah dapat dimatikan, siapa yang mematikan Allah ? Karena itu sifat ini mustahil bagi Allah, sebab kemahasempurnaan Allah menolak semua yang bersifat nisbi(tidak mutlak).&lt;br /&gt;18. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Ashammu&lt;/span&gt;, yang tuli. Artinya mustahil Allah mengalami ketulian karena suatu sebab. Sifat ketulian menunjukkan pula ketidaksempurnaan sifat, sebaliknya membuktikan adanya kelemahan. Apa saja dan siapa saja yang dapat dipertulikan berarti dapat diperlakukan lebih rendah. Mustahil Allah bisa diperlakukan seperti itu, kemahasempurnaan Allah menggugurkan semua sifat yang mengurangi kebesaran-Nya, karena itu menerima sifat tuli mustahil bagi Allah.&lt;br /&gt;19.&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt; A&#39;maa&lt;/span&gt;, yang buta, Artinya mustahil Allah mengalami buta karena dibutakan. Kekuasaan Allah atas segala hamba dan makhluk ciptaan-Nya menggugurkan semua perbuatan yang mengurangi sifat kesempurnaan Allah. Karena itu mustahil Allah mengalami kebutaan.&lt;br /&gt;20. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Abkamu&lt;/span&gt;, yang bisu. Artinya mustahil Allah tidak dapat berkata-kata karena dibisukan. Sebagaimana dijelaskan dimuka, bisu merupakan salah satu sifat kekurangan dan kelemahan, maka mustahil Allah mengalami sifat itu. Hal itu brtentangan dengan kesempurnaan Allah dan keagungan-Nya. Allah dengan sifat-sifat kesempurnaan-NYa kuasa melakukan dan berbuat apa saja sesuai kehendak-Nya, termasuk berkata-kata dengan semua makhluk-Nya yang dikehendaki. Karena itu mustahil Allah bersifat bisu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://jagoer-dlia.blogspot.com/2009/04/sifat-mustahil-allah.html</link><author>noreply@blogger.com (jagoer d&#39;lia.blogspot.com)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6889765251587414052.post-9068123212840332480</guid><pubDate>Wed, 08 Apr 2009 18:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-09T01:51:15.540+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tanya jawab Agama Islam</category><title>Sifat wajib Allah</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1. Apa yang dimaksud Iman kepad Allah ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud Iman kepad Allah adalah mengetahui dan meyakini secara utuh perkara-perkara yang wajib adanya bagi Allah, berupa sifat-sifat wajib dan sifat-sifat mustahil serta hak-hak lain yang ada pada Allah SWT.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;2. Apa yang dimaksud sifat wajib Allah ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud sifat wajib Allah adalah yang wajib ada pada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;3. Ada berapa sifat wajib Allah itu dan jelaskan ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sifat wajib Allah ada 20, yaitu :&lt;br /&gt;1. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Wujud&lt;/span&gt; artinya bahwa Allah pasti ada. Bukti wujud Allah adalah adanya alam ini.&lt;br /&gt;2. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Qidam&lt;/span&gt; artinya bahwa Allah zat yang terdahulu, tidak bermula dan tidak ada yang lebih mendahului wujud Allah.&lt;br /&gt;3. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Baqa&#39; &lt;/span&gt;artinya bahwa Allah bersifat kekal. Tidak ada masa akhir bagi Allah. Allah wujud selama-lamanya, tetap langgeng (kekal).&lt;br /&gt;4. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Mukhalafatu Lilhawaditsi &lt;/span&gt;artinya bahwa Allah tidak sama denga semua perkara yang bersifat baru (makhluk).&lt;br /&gt;5. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Qiyamuhu Binafsihi&lt;/span&gt; artinya bahawa Allah wujud (ada) dengan diri-Nya sendiri, tidak membutuhkan bantuan yag lain.&lt;br /&gt;6. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Wahdaniyah&lt;/span&gt; artinya bahwa Allah itu tunggal, Esa atau Satu, tidak ada sekutu bagi-Nya.&lt;br /&gt;7. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Qudrah&lt;/span&gt; artinya bahwa Allah itu Zat yang kuasa. Kekuasaan Allah tidak terbatas, meliputi semua alam dan apa saja yang ada di alam-Nya.&lt;br /&gt;8. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Iradah&lt;/span&gt; artinya bahwa Allah itu zat yang berkehendak, dan kehendak Allah tidak terbatas, karena tidak ada yang mampu membatasi.&lt;br /&gt;9. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Ilmu &lt;/span&gt;artinya bahwa Allah itu Zat yang tahu. Ilmu Allah meliputi semuanya, dari perkara yang paling besar hingga terkecil, yang termudah hingga yang paling rumit.&lt;br /&gt;10. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Hayat&lt;/span&gt; artinya bahwa Allah itu Zat yang Hidup, Kehidupan Allah tidak terbatas dan tidak pula seperti kehidupan hamba-Nya yang tergantung pada materi.&lt;br /&gt;11.&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt; Sama&#39; &lt;/span&gt;artinya bahwa Allah itu Zat yang mendengar. Allah mendengar apa saja yang dilakukan hamba-Nya . Mendengar bisikan yang tersembunyi dalam hati atau yang terucap.&lt;br /&gt;12.&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt; Bashar&lt;/span&gt; artinya bahwa Allah itu Zat yang melihat. Penglihatan Allah tidak samar, meliputi yang besar hingga yang terkecil, semua berada dalam penglihatan Allah.&lt;br /&gt;13. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Kalam &lt;/span&gt;artinya bahwa Allah itu Zat yang berbicara. Bicara Allah tidak sama dengan bicaranya makhluk, karena itu tidak dapat dijelaskan seperti yang dilakukan makhluk.&lt;br /&gt;14. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Qaadiran &lt;/span&gt;artinya bahaw Allah itu Zat yang mempunyai kekuasaan. Allah berkuasa, maka Allah mempunyai kekuasaan . Artinya, dari &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;qudrah&lt;/span&gt; menjadi &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;qaadiran&lt;/span&gt;, dari yang berkuasa menuju arti yang menguasai. Allah yang menguasai semua makluk-Nya, tanpa kesulitan untuk menciptakan mereka.&lt;br /&gt;15. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Muriidan&lt;/span&gt; artinya bahwa Allah itu zat yang Menghendaki. Allah menghendaki apa saja yang menjadi kehendaki-Nya tanpa terhalang. Dari yang berkehendak (&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;iradah&lt;/span&gt;) menjadi yang menghendaki (&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;muriidan&lt;/span&gt;). Artinya karena Allah bersifat berkehendak maka tentu ada yang dikehendaki.&lt;br /&gt;16. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&#39;Aaliman&lt;/span&gt; artinya bahwa Allah itu Zat yang Maha Mengetahui. Dari sifta tahu menjadi yang mengetahui. Karena Allah Maha tahu, maka Allah Zat yang mengetahui apa saja.&lt;br /&gt;17. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Hayyan&lt;/span&gt; artinya bahwa Allah itu Zat yang Menghidupkan. Dari sifat Hayat (&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;hidup&lt;/span&gt;) menjadi yang &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Menghidupkan&lt;/span&gt; . Karena Allah itu Zat yang hidup, Maka Allah Zat yang menghidupkan, yakni menghidupkan segala yang dikehendaki.&lt;br /&gt;18. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Samii&#39;an&lt;/span&gt; artinya bahwa Allah itu Zat yang Maha Mendengar. Dari sifat &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Sama&#39;&lt;/span&gt; (mendengar) menjadi &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Samii&#39;an&lt;/span&gt; (mendengarkan), yakni mendengarkan apa saja yang terjadi (keluar) dari hamba-Nya.&lt;br /&gt;19. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Bashiiran&lt;/span&gt; artinya bahwa Allah itu Zat yang Mengawasi. Sifat &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Bashiiran&lt;/span&gt; adalah dari sifat&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt; Bashar&lt;/span&gt; (melihat). Karena Allah Zat yang melihat, maka Allah melihat (mengawasi) apa saja yang dilakukan hamba-Nya, baik perbuatan yang terang maupun yang tersembunyi.&lt;br /&gt;20.&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt; Mutakalliman&lt;/span&gt; artinya bahwa Allah itu Zat yang Melakukan Pembicaraan. Sifat &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Mutakalliman&lt;/span&gt; adalah dari sifat &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Kalam&lt;/span&gt; (berbicara), maka Allah melakukan pembicaraan, Misalnya dengan Nabi Musa as dan Nabi Muhammad SAW.&lt;/span&gt;</description><link>http://jagoer-dlia.blogspot.com/2009/04/sifat-wajib-allah.html</link><author>noreply@blogger.com (jagoer d&#39;lia.blogspot.com)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6889765251587414052.post-4750649984539768886</guid><pubDate>Wed, 08 Apr 2009 17:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-09T01:50:46.651+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tanya jawab Agama Islam</category><title>Iman</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1. Apa arti iman ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut bahasa, arti Iman adalah membenarkan atau &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;tashdiiq&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Menurut syariat, Iman artinya mengakui dengan lisan, membenarkan dengan hati dan mengerjakan dengan anggota tubuh.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;2. Apa yang dimaksud mengakui dengan lisan, membenarkan dengan hati dan mengerjakan dengan anggota tubuh ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud mengakui dengan lisan dan membenarkan dengan hati ialah mengakui keutuhan Allah dan kerasulan Nabi Muhammad SAW. Adapun yang dimaksud mengerjakan dengan anggota tubuh adalah, mengerjakan segala perintah ibadah yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ada berapa rukun Iman ?&lt;br /&gt;Rukun Iman ada enam, yaitu :&lt;br /&gt;1. Iman kepad Allah&lt;br /&gt;2. Iman kepada para Malaikat.&lt;br /&gt;3. Iman kepada kitab-kitab Allah.&lt;br /&gt;4. Iman kepada para Rasul Allah.&lt;br /&gt;5. Iman kepada hari akhir (kiamat).&lt;br /&gt;6. Iman kepada Qadar Allah yang baik atau yang buruk.&lt;/span&gt;</description><link>http://jagoer-dlia.blogspot.com/2009/04/iman.html</link><author>noreply@blogger.com (jagoer d&#39;lia.blogspot.com)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6889765251587414052.post-7951432292638106610</guid><pubDate>Wed, 08 Apr 2009 17:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-09T01:47:13.503+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tanya jawab Agama Islam</category><title>Syahadat</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1. Apa arti syahadat ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut bahasa, arti syahadat adalah persaksian (pengakuan). Sedangkan menurut syariat, syahadat adalah persaksian (pengakuan) bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ada berapa syahadat itu ?&lt;br /&gt;Syahadat ada dua, yaitu :&lt;br /&gt;1. Syahadat Tauhid, yang lafalnya :&lt;br /&gt;        ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAAH&lt;br /&gt;&quot;Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah&quot;&lt;br /&gt;2. Syahadat Rasul, yang lafalnya :&lt;br /&gt;         WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH&lt;br /&gt;&quot;Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah&quot;&lt;/span&gt;</description><link>http://jagoer-dlia.blogspot.com/2009/04/syahadat.html</link><author>noreply@blogger.com (jagoer d&#39;lia.blogspot.com)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6889765251587414052.post-4895757498036756127</guid><pubDate>Wed, 08 Apr 2009 16:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-09T01:47:58.062+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tanya jawab Agama Islam</category><title>Islam</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1. Apa arti Islam ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Arti Islam menurut lughat (bahasa) adalah tunduk atau penyerahan diri. Sedangkan menurut syariat, Islam adalah ketundukkan atau penyerahan diri secara utuh kepada Allah SWT disertai dengan mengesakan-Nya dan diperkuat dengan ketaatan kepad-Nya serta mengimani segala ajaran yang dibawa oleh Rasul-Nya, Muhammad SAW.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;2. Bagaimana Islam sampai kepada kita ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Islam sampai kepada kita melalui :&lt;br /&gt;1. Rasulullah&lt;br /&gt;2. Sahabat beliau&lt;br /&gt;3. Tabi&#39;in&lt;br /&gt;4. Tabi&#39;it Taabi&#39;in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ada berapa rukun (pokok/dasar utama) Islam ?&lt;br /&gt;Rukun (pokok/dasar utama) Islam ada lima, yaitu :&lt;br /&gt;1. Syahadat&lt;br /&gt;2. Sholat&lt;br /&gt;3. Zakat&lt;br /&gt;4. Puasa&lt;br /&gt;5. Haji.&lt;/span&gt;</description><link>http://jagoer-dlia.blogspot.com/2009/04/islam.html</link><author>noreply@blogger.com (jagoer d&#39;lia.blogspot.com)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6889765251587414052.post-6518164845427887416</guid><pubDate>Tue, 07 Apr 2009 15:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-09T01:50:03.744+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tanya jawab Agama Islam</category><title>Tauhid</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1. Apa yang dimaksud tauhid dan ilmu tauhid ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud tauhid menurut bahasa adalah mengesakan. Sedangkan menurut syariat, tauhid adalah mengesakan Allah.&lt;br /&gt;Adapun yang disebut ilmu tauhid adalah ilmu yang membicarakan tentang akidah atau k epercayaan kepada Allah dengan didasarkan pada dalil-dalil yang benar.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;2. Bagaimana hukum mempelajari ilmu tauhid ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mempelajari ilmu tauhid &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;fardhu ain&lt;/span&gt; atau kewajiban individual (perorangan). Kewajiban itu dimaksudkan untuk memantapkan keimanan sehingga tidak mudah goyah karena adanya kepercayaan-kepercayaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;3. Apakah keimanan dapat rusak atau batal ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ya, keimanan dapat rusak dan batal disebabkan perbuatan atau keyakinan tertentu. Misalnya, tidak beriman kepada salah satu diantara rukun iman yang berjumlah enam, seperti tidak mempercayai salah satu Kitab Allah, tidak mempercayai qadar Allah, menghina islam dengan menyembah patung, menghina Rasul, tidak mempercayai kewajiban-kewajiban yang ditetapkan syariat Islam atas dirinya dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;4. Apa saja dalil yang digunakan dalam membicarakan ilmu tauhid ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalil-dalil yang digunakan dalam membicarakan ilmu tauhid ada dua macam, yaitu :&lt;br /&gt;1. Dalil naqli&lt;br /&gt;2. Dalil aqli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;5. Apa arti dalil naqli dan dalil aqli ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Dalil naqli&lt;/span&gt;, yaitu dalil-dalil tauhid yang didasarkan pada ayat Al qur&#39;an dan Hadits-hadits Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;2. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Dalil aqli&lt;/span&gt;, yaitu dalil-dalil tauhid yang didasarkan pada akal (pemikiran).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;6. Ada berapa bagian tauhid itu ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tauhid dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :&lt;br /&gt;1. Tauhid Uluhiyah.&lt;br /&gt;2. Tauhid Rububiyah.&lt;br /&gt;3. Tauhid Asma&#39;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;7. Apa yang dimaksud dengan tauhid-tauhid tersebut ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Tauhid Uluhiyah&lt;/span&gt; lengkapnya adalah Tauhid Uluhiyah dan Ibad, artinya pengesaan  kepada Allah dan sekaligus beribadah  kepada-Nya. Dengan kata lain hanya Allah saja yang disembah manusia dan dijadikan tempat beribadah.&lt;br /&gt;2. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Tauhid Rububiyah &lt;/span&gt;adalah mengesakan Allah yang berhubungan dengan perbuatan-Nya. Dengan kata lain bahwa semua perbuatan Allah hanya dikerjakan sendiri, tidak dibantu yang lain.&lt;br /&gt;3.&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt; Tauhid Asma&#39;&lt;/span&gt; dan sifat maksudnya adalah beriman kepada nama-nama Allah yang ditetapkan dalam Alqur&#39;an dan sunnah secara utuh.&lt;/span&gt;</description><link>http://jagoer-dlia.blogspot.com/2009/04/apa-yang-dimaksud-tauhid-dan-ilmu_07.html</link><author>noreply@blogger.com (jagoer d&#39;lia.blogspot.com)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>