<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><title>Blog on Media Physics</title><link>http://bugishq.blogspot.com/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/gtZb" /><description></description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</managingEditor><lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 22:09:27 PST</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">133</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><feedburner:info uri="blogspot/gtzb" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle></itunes:subtitle><feedburner:emailServiceId>blogspot/gtZb</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><title>Bugishq Blog dengan Tampilan Baru</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/gtZb/~3/j-2C4RzQ-sc/bugishq-blog-dengan-tampilan-baru.html</link><category>tutorial-blog</category><category>Catatan</category><author>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</author><pubDate>Fri, 10 Feb 2012 03:13:03 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-824420421101314889.post-2164954178077906926</guid><description>Entah sudah berapa kali Bugishq blog mengalami perubahan tampilan (Baca Template), perubahan tampilan Bugishq blog sampai saat ini bertujuan untuk mengambangkan diri admin-nya untuk lebih jauh memahami kode-kode HTML, selain itu tampilan itu lebih bertujuan untuk merefresh bentuk tampilan itu sendiri.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-K74leXa4VTk/TzT7llq4LmI/AAAAAAAACDk/J7mtVviI87c/s1600/Bug+copy.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="215" src="http://2.bp.blogspot.com/-K74leXa4VTk/TzT7llq4LmI/AAAAAAAACDk/J7mtVviI87c/s320/Bug+copy.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Perubahan tampilan, dalam hal ini bentuk tata letak, warna, dan komposisi gadget. Jika sebelumnya Bugishq blog lebih didominasi dengan warna gelap, hitam. Maka, perubahan kali ini lebih dominan dengan warna putih. Selain itu, jika pada template sebelumnya hampir semua gadget dipenuhi dengan daftar tulisan maka perubahan ini sedikit ditumpuk pada sidebar sebelah kanan dengan memanfaatkan fungsi klik untuk melihat daftar tulisan tersebut. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan, pada halaman utama Bugishq blog juga muncul dengan tampilan baru, jika sebelumnya postingan-postingan terbaru maksimal dapat dimunculkan hanya 2 sampai 3 ini dilakukan dengan mempertimbangkan tinggi beberapa gadget. Artinya, jika postingan terbaru yang dimunculkan pada halaman utama melebih dari 3 postingan maka tinggi ketiga postingan tersebut jauh melebihi tinggi beberapa fitur (gadget) yang tersusun ke bawah, jelas ini memperlihatkan pengaturan tata letak yang tidak proporsional. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan, pada template baru ini maka pada halaman muka ditampilkan 6 tulisan terbaru, dengan 3 tulisan terbaru pada tiap baris. Dengan jumlah postingan terbaru yang banyak dan halaman yang tidak terlalu tinggi, maka jadilah Bugishq blog sedikit lebih efisien dalam memanfaatkan luas halaman. (Versi admin).
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada bagian lainnya, semisal slide show. Jika sebelumnya tidak ditemukan pada tampilan lama, maka dengan tampilan baru ini slide show ada dan pada bagian footer dipilih 4 kolom. Inilah sedikit informasi mengenai template Bugishq blog yang baru, bagi Anda yang ingin memiliki template dasarnya Anda dapat mencarinya pada alamat www.premiumbloggertemplates.com, dengan nama NewsForce.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/824420421101314889-2164954178077906926?l=bugishq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-10T19:13:03.626+08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-K74leXa4VTk/TzT7llq4LmI/AAAAAAAACDk/J7mtVviI87c/s72-c/Bug+copy.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bugishq.blogspot.com/2012/02/bugishq-blog-dengan-tampilan-baru.html</feedburner:origLink></item><item><title>Bercita-cita Jadi Hacker</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/gtZb/~3/PA1Qmr0CmCU/bercita-cita-jadi-hacker.html</link><category>berita pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</author><pubDate>Tue, 07 Feb 2012 04:42:35 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-824420421101314889.post-4835390450142182456</guid><description>Menjadi hacker sepertinya banyak didambakan oleh mahasiswa IT. Sekitar 60% mahasiswa IT mengaku ingin menjadi hacker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian diungkapkan oleh Menkominfo Tifatul Sembiring saat berbincang dengan detikINET di sela-sela acara e-Indonesia Initiative (eII) Forum ke VII di Aula Barat ITB, Selasa (14/6/2011).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Kita pernah tanyakan ke mahasiswa-mahasiswa IT. Ternyata 60 persen mahasiswa IT ingin menjadi hacker," katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tifatul menambahkan bahwa tren kejahatan cyber berbanding lurus kenaikannya dengan perkembangan teknologi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Serangan hacker terhadap situs merupakan hal biasa. Yang nggak biasa jika kita nggak siapkan perangkat-perangkan pengamannya. Data kami menunjukan bahwa situs pemerintah itu diserang 3 juta kali. Tapi kami punya tim yang melindunginya. Kalau tidak dilindungi itu situs udah ngga tau deh. Intinya kita akan minimalisir," paparnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan-serangan tersebut, sambungnya, merupakan keisengan dari hacker-hacker. Tifatul mencontohkan salah satu serangan hacker Rusia yang melumpuhkan sebuah negara di Eropa beberapa waktu silam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Yang diserang adalah pusat kontrol listrik di negara tersebut. Masyarakat disana tidak bisa bertransaksi dan melakukan aktifitas. Akibatnya selama satu bulan lumpuh. Ini karena keisengan hacker," katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat disinggung mengenai tingkat kejahatan cyber di Indonesia, Tifatul mengaku tidak mengetahui secara detail.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Tanya ke polisi deh kalau berapa banyaknya. Tapi yang jelas kita lakukan langkah-langkah pencegahan. Kemarin kan polisi baru saja meringkus jaringan penjahat cyber. Ini satu bukti bahwa kita serius menangani hal ini," tukasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Sumber: detik.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div class="fullpost" style="text-align: right;"&gt;
&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php" name="fb_share" type="button_count"&gt;Bagi!&lt;/a&gt;&lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/824420421101314889-4835390450142182456?l=bugishq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-07T20:42:35.283+08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://bugishq.blogspot.com/2011/06/bercita-cita-jadi-hacker.html</feedburner:origLink></item><item><title>Merancang Template PowerPoint</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/gtZb/~3/dJOj7pq6pHY/merancang-template-powerpoint.html</link><category>powerpoint</category><author>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</author><pubDate>Tue, 07 Feb 2012 04:42:45 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-824420421101314889.post-2172064679815510802</guid><description>Apakah Anda bosan dengan template PowerPoint yang digunakan sekarang ini? Kalau TIDAK maka tidak perlu membaca tulisan berikutnya....hmmmmm, tapi kalau YA maka seharusnya Anda membaca dan mengikuti tutorial berikut ini, biar faham apa yang dituliskan heheheh......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-KHUwTksChRE/TfNf8ushM1I/AAAAAAAABtQ/D5b8SKd9mLY/s1600/T.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-KHUwTksChRE/TfNf8ushM1I/AAAAAAAABtQ/D5b8SKd9mLY/s320/T.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Tips ini mungkin sudah jadul karena menjadi santapan empuk para blogger lainnya untuk dibahas, tapi jujur tulisan ini baru beberapa hari yang lalu saya ketahui cara &lt;a href="http://bugishq.blogspot.com/2011/06/merancang-template-powerpoint.html" style="color: red;" target="_blank"&gt;Merancang Template PowerPoint&lt;/a&gt; untuk kepentingan diri sendiri, tapi kalo berniat membagi hasil rancangan tersebut..no problem.....:)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut langkah-langkah &lt;a href="http://bugishq.blogspot.com/2011/06/merancang-template-powerpoint.html" style="color: red;" target="_blank"&gt;Merancang Template PowerPoint&lt;/a&gt;:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Buka &lt;b&gt;PowerPoint&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pilih &lt;b&gt;View&lt;/b&gt; pada menu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik &lt;b&gt;Slide Master&lt;/b&gt;, maka akan muncul beberapa halaman slide beserta format penulisannya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pilihlah sebuah gambar atau Anda bisa membuat gambar sendiri (Manfaatkan Insert-Shapes), dan sbg. Misalkan Gambar backgroundnya adalah foto Anda maka klik &lt;b&gt;Insert&lt;/b&gt; lalu pilih &lt;b&gt;Picture&lt;/b&gt; dan temukan lokasi gambar tersebut lalu &lt;b&gt;Ok&lt;/b&gt; (insert)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gambar masih aktif, silahkan pilih format lalu klik &lt;b&gt;Send to Back&lt;/b&gt; (gambar tersebut posisinya paling belakang)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lepaskan ke-aktifan gambar dengan mengklik di luar posisi gambar&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada menu &lt;b&gt;Slide Master&lt;/b&gt; (posisinya paling awal diantara menu) klik &lt;b&gt;Close Master View&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Maka kumpulan slide akan menghilang secara otomatis tinggal satu slide&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Template atau background sudah jadi, hal ini dibuktikan ketika gambar yang dimasukkan tidak dapat di edit atau bergerak &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Agar supaya template tersebut juga digunakan untuk slide-selide selanjutnya maka cukup &lt;b&gt;duplikate slide&lt;/b&gt; tersebut&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;Menyimpan Template&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Menyimpan template cukup mudah, asalkan desain tersebut sudah sesuai dengan keinginan Anda, dengan cara:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Klik &lt;b&gt;Office Button&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pilih &lt;b&gt;Save As&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pilih &lt;b&gt;Other Formats&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketikkan Nama lalu pilih type file pada &lt;b&gt;Save as type&lt;/b&gt;: &lt;b&gt;PowerPoint Template&lt;/b&gt; (perhatikan lokasi penyimpanan Anda) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Akhiri klik &lt;b&gt;Save&lt;/b&gt;, maka template akan tersimpan&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;Menggunakan Template&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Buka &lt;b&gt;PowerPoint&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pilih menu &lt;b&gt;Design&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lihat semua background pada &lt;b&gt;Theme&lt;/b&gt; dengan mengklik &lt;b&gt;More&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik &lt;b&gt;Browse for Themes&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pilih template yang telah tersimpan oleh Anda, setelah ketemu aktifkan dan klik &lt;b&gt;Aply&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Walaupun dengan menambahkan new slide, secara otomatis template yang sudah ada akan menjadi template slide-slide selanjutnya &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sekian, &lt;b&gt;ok&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div class="fullpost" style="text-align: right;"&gt;
&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php" name="fb_share" type="button_count"&gt;Bagi!&lt;/a&gt;&lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/824420421101314889-2172064679815510802?l=bugishq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-07T20:42:45.639+08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-KHUwTksChRE/TfNf8ushM1I/AAAAAAAABtQ/D5b8SKd9mLY/s72-c/T.png" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://bugishq.blogspot.com/2011/06/merancang-template-powerpoint.html</feedburner:origLink></item><item><title>Demi Cita-Cita Rela Menembus Hutan</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/gtZb/~3/PIJUrkw1LQI/demi-cita-cita-rela-menembus-hutan.html</link><category>berita pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</author><pubDate>Tue, 07 Feb 2012 04:43:05 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-824420421101314889.post-2277683689736669144</guid><description>Mince Ariesta Tefa (9), siswi kelas 5 Sekolah Dasar Tuamolo Desa Oetalus, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, telanjang kaki, berjalan sendirian di tengah hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski panas terik, hujan, dan badai mendera tubuh bocah cilik itu, ia terus berjuang maju, menembus hutan rimba, melewati bukit dan sungai demi cita-cita di masa depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semangat membaja yang dimiliki putri pasangan Alfons Tefa (46) dan Ny Mery Tefa (40) ini, dijalani sejak masuk kelas 1 SD itu. Ia tidak pernah diantar ke sekolah oleh orangtua, kecuali pendaftaran masuk. Terkadang ia berjalan bersama teman-teman, terkadang berjalan sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mince yang ditemui di tengah hutan di KM 12 Kefamenanu, Senin (4/4/2011), mengaku, sudah terbiasa berjalan sendiri. Di jalan tanah berlumpur itu terkadang ia harus melepas alas kaki (sepatu dan sandal) karena lumpur atau becek. Ia pun bersedia basah kuyup dengan seragam di badan sampai usai sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah biasa. Mince ingin sekolah sampai jauh. Hanya orangtua tidak mampu karena mereka hanya petani biasa, dengan penghasilan tidak tetap. Selama mereka masih sanggup, saya sekolah terus. Cita-citaku mau jadi dokter di desa,” kata Mince sambil menutupi wajah dengan buku tulis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mince adalah salah satu dari ribuan anak dari desa terpencil di Nusa Tenggara Timur yang memiliki cita-cita tinggi, tetapi selalu terkandas pada persoalan biaya pendidikan dan dukungan keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemiskinan substansial yang melilit kehidupan warga miskin menyebabkan ribuan anak putus sekolah atau hanya sampai di tingkat sekolah dasar dan menengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Data NTT dalam angka 2010 menyebutkan, 372.635 anak usia sekolah tidak mengenyam pendidikan secara layak di tingkat sekolah dasar dan menengah. Dari jumlah ini, 219.054 anak tidak pernah duduk di bangku pendidikan atau buta huruf, 119.054 anak putus sekolah dasar, dan  34.527 putus sekolah menengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Program bantuan operasional dan wajib belajar sembilan tahun belum menyentuh kepentingan pendidikan anak. Pungutan liar masih terjadi, dengan alasan sebagai bentuk pembelajaran dan tanggung jawab pihak orangtua terhadap anak dan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Antonia Taena (43), ibu guru SD Tuamolo, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara, mengatakan, ada ratusan siswa SD di sekolah itu memiliki semangat, disiplin, dan kerajinan belajar yang tidak diragukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daya pikir dan menganalisa soal cukup cerdas, tetapi mereka selalu gagal ke jenjang pendidikan lebih jauh karena kesulitan ekonomi keluarga dan kurangnya dukungan orangtua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siswa di pedesaan, ke sekolah tidak sarapan, apalagi uang jajan. Di sekolah juga tidak ada kios atau makanan ringan yang dijual seperti sekolah lain. Sekolah ini ada di tengah hutan, antara beberapa desa yang mengapit. Posisi gedung sekolah seperti ini dengan pertimbangan, semua anak usia SD di desa itu bisa menikmati pendidikan dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumah tinggal siswa jauh dari sekolah, di desa-desa sekitar Tuamolo atau di ladang-ladang bersama orangtua. Terkadang mereka takut bila berjalan sendirian ke sekolah, terutama anak-anak putri. Sering ada orang mabuk atau pria dewasa yang mengganggu mereka di jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, akhir-akhir ini banyak anak SD bolos sekolah. Satu rombongan belajar antara 20-30 siswa, tetapi yang datang secara rutin di kelas antara 5-20 siswa. Masa bolos terbanyak pada musim hujan dan berburu batu mangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siswa kehujanan saat berjalan kaki ke sekolah, buku-buku dan seluruh pakaian basah kuyup termasuk para guru yang tinggal jauh dari sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka ikut orangtua mencari batu mangan di hutan. Orangtua bawa mereka dengan alasan hasil jual batu mangan untuk beli seragam, buku tulis, sepatu sekolah atau pakaian ibadah. Anak-anak pun senang dengan janji orangtua itu,” kata Taena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang guru harus mencari siswa bersangkutan di rumah. Tetapi sampai di rumah, mereka sedang berada di ladang, gali batu mangan, ikut pesta di desa tetangga, atau membantu orangtua di dapur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi ekonomi keluarga seperti ini mendorong anak-anak sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan sekitar. Banyak di antara mereka ikut dalam komplotan pencurian, minum mabuk, dan menjadi anak gelandangan di dalam kota.&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Sumber: Edukasi Kompas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div class="fullpost" style="text-align: right;"&gt;
&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php" name="fb_share" type="button_count"&gt;Bagi!&lt;/a&gt;&lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/824420421101314889-2277683689736669144?l=bugishq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-07T20:43:05.321+08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bugishq.blogspot.com/2011/06/demi-cita-cita-rela-menembus-hutan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Pemikiran Habibie Tentang Pancasila</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/gtZb/~3/mzg09V1vS9M/pemikiran-habibie-tentang-pancasila.html</link><category>opini</category><author>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</author><pubDate>Tue, 07 Feb 2012 04:43:25 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-824420421101314889.post-2041848633563778982</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-GII12cTD8yY/TeZG5ZCk3DI/AAAAAAAABqY/o8a3KOokLDc/s1600/habibie.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="170" src="http://2.bp.blogspot.com/-GII12cTD8yY/TeZG5ZCk3DI/AAAAAAAABqY/o8a3KOokLDc/s200/habibie.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Assalamu ‘alaikum wr wb, salam sejahtera untuk kita semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini tanggal 1 Juni 2011, enam puluh enam tahun lalu, tepatnya 1 Juni 1945, di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Bung Karno menyampaikan&amp;nbsp;pandangannya tentang fondasi dasar Indonesia Merdeka yang beliau sebut dengan istilah Pancasila sebagai philosofische grondslag (dasar filosofis) atau sebagai weltanschauung (pandangan hidup) bagi Indonesia Merdeka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama enam puluh enam tahun perjalanan bangsa, Pancasila telah mengalami berbagai batu ujian dan dinamika sejarah sistem politik, sejak jaman demokrasi parlementer, demokrasi terpimpin, era Orde Baru hingga demokrasi multipartai di era reformasi saat ini. Di setiap jaman, Pancasila harus melewati alur dialektika peradaban yang menguji ketangguhannya sebagai dasar filosofis bangsa Indonesia yang terus berkembang dan tak pernah berhenti di satu titik terminal sejarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak 1998, kita memasuki era reformasi. Di satu sisi, kita menyambut gembira munculnya fajar reformasi yang diikuti gelombang demokratisasi di berbagai bidang. Namun bersamaan dengan kemajuan kehidupan demokrasi tersebut, ada sebuah pertanyaan mendasar yang perlu kita renungkan bersama: Di manakah Pancasila kini berada?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan ini penting dikemukakan karena sejak reformasi 1998, Pancasila seolah-olah tenggelam dalam pusaran sejarah masa lalu yang tak lagi relevan untuk disertakan dalam dialektika reformasi. Pancasila seolah hilang dari memori kolektif bangsa. Pancasila semakin jarang diucapkan, dikutip, dan dibahas baik dalam konteks kehidupan ketatanegaraan, kebangsaan maupun kemasyarakatan. Pancasila seperti tersandar di sebuah lorong sunyi justru di tengah denyut kehidupan bangsa Indonesia yang semakin hiruk-pikuk dengan demokrasi dan kebebasan berpolitik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa hal itu terjadi? Mengapa seolah kita melupakan Pancasila?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para hadirin yang berbahagia,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sejumlah penjelasan, mengapa Pancasila seolah "lenyap" dari kehidupan kita. Pertama, situasi dan lingkungan kehidupan bangsa yang telah berubah baik di tingkat domestik, regional maupun global. Situasi dan lingkungan kehidupan bangsa pada tahun 1945 -- 66 tahun yang lalu -- telah mengalami perubahan yang amat nyata pada saat ini, dan akan terus berubah pada masa yang akan datang. Beberapa perubahan yang kita alami antara lain: &lt;br /&gt;
(1) terjadinya proses globalisasi dalam segala aspeknya; &lt;br /&gt;
(2) perkembangan gagasan hak asasi manusia (HAM) yang tidak diimbagi dengan kewajiban asasi manusia (KAM); &lt;br /&gt;
(3) lonjakan pemanfaatan teknologi informasi oleh masyarakat, di mana informasi menjadi kekuatan yang amat berpengaruh dalam berbagai aspek kehidupan, tapi juga yang rentan terhadap "manipulasi" informasi dengan segala dampaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga perubahan tersebut telah mendorong terjadinya pergeseran nilai yang dialami bangsa Indonesia, sebagaimana terlihat dalam pola hidup masyarakat pada umumnya, termasuk dalam corak perilaku kehidupan politik dan ekonomi yang terjadi saat ini. Dengan terjadinya perubahan tersebut diperlukan reaktualisasi nilai-nilai pancasila agar dapat dijadikan acuan bagi bangsa Indonesia dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi saat ini dan yang akan datang, baik persoalan yang datang dari dalam maupun dari luar. Kebelum-berhasilan kita melakukan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila tersebut menyebabkan keterasingan Pancasila dari kehidupan nyata bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, terjadinya euphoria reformasi sebagai akibat dari traumatisnya masyarakat terhadap penyalahgunaan kekuasaan di masa lalu yang mengatasnamakan Pancasila. Semangat generasi reformasi untuk menanggalkan segala hal yang dipahaminya sebagai bagian dari masa lalu dan menggantinya dengan sesuatu yang baru, berimplikasi pada munculnya ‘amnesia nasional' tentang pentingnya kehadiran Pancasila sebagai grundnorm (norma dasar) yang mampu menjadi payung kebangsaan yang menaungi seluruh warga yang beragam suku bangsa, adat istiadat, budaya, bahasa, agama dan afiliasi politik. Memang, secara formal Pancasila diakui sebagai dasar negara, tetapi tidak dijadikan pilar dalam membangun bangsa yang penuh problematika saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai ilustrasi misalnya, penolakan terhadap segala hal yang berhubungan dengan Orde Baru, menjadi penyebab mengapa Pancasila kini absen dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Harus diakui, di masa lalu memang terjadi mistifikasi dan ideologisasi Pancasila secara sistematis, terstruktur dan massif yang tidak jarang kemudian menjadi senjata ideologis untuk mengelompokkan mereka yang tak sepaham dengan pemerintah sebagai "tidak Pancasilais" atau "anti Pancasila" . Pancasila diposisikan sebagai alat penguasa melalui monopoli pemaknaan dan penafsiran Pancasila yang digunakan untuk kepentingan melanggengkan kekuasaan. Akibatnya, ketika terjadi pergantian rezim di era reformasi, muncullah demistifikasi dan dekonstruksi Pancasila yang dianggapnya sebagai simbol, sebagai ikon dan instrumen politik rezim sebelumnya. Pancasila ikut dipersalahkan karena dianggap menjadi ornamen sistem politik yang represif dan bersifat monolitik sehingga membekas sebagai trauma sejarah yang harus dilupakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengaitan Pancasila dengan sebuah rezim pemerintahan tententu, menurut saya, merupakan kesalahan mendasar. Pancasila bukan milik sebuah era atau ornamen kekuasaan pemerintahan pada masa tertentu. Pancasila juga bukan representasi sekelompok orang, golongan atau orde tertentu. Pancasila adalah dasar negara yang akan menjadi pilar penyangga bangunan arsitektural yang bernama Indonesia. Sepanjang Indonesia masih ada, Pancasila akan menyertai perjalanannya. Rezim pemerintahan akan berganti setiap waktu dan akan pergi menjadi masa lalu, akan tetapi dasar negara akan tetap ada dan tak akan menyertai kepergian sebuah era pemerintahan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para hadirin yang berbahagia,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada refleksi Pancasila 1 Juni 2011 saat ini, saya ingin menggarisbawahi apa yang sudah dikemukakan banyak kalangan yakni perlunya kita melakukan reaktualisasi, restorasi atau revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam rangka menghadapi berbagai permasalahan bangsa masa kini dan masa datang. Problema kebangsaan yang kita hadapi semakin kompleks, baik dalam skala nasional, regional maupun global, memerlukan solusi yang tepat, terencana dan terarah dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pemandu arah menuju hari esok Indonesia yang lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena Pancasila tak terkait dengan sebuah era pemerintahan, termasuk Orde Lama, Orde Baru dan orde manapun, maka Pancasila seharusnya terus menerus diaktualisasikan dan menjadi jati diri bangsa yang akan mengilhami setiap perilaku kebangsaan dan kenegaraan, dari waktu ke waktu. Tanpa aktualisasi nilai-nilai dasar negara, kita akan kehilangan arah perjalanan bangsa dalam memasuki era globalisasi di berbagai bidang yang kian kompleks dan rumit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reformasi dan demokratisasi di segala bidang akan menemukan arah yang tepat manakala kita menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam praksis kehidupan berbangsa dan bernegara yang penuh toleransi di tengah keberagaman bangsa yang majemuk ini. Reaktualisasi Pancasila semakin menemukan relevansinya di tengah menguatnya paham radikalisme, fanatisme kelompok dan kekerasan yang mengatasnamakan agama yang kembali marak beberapa waktu terakhir ini. Saat infrastruktur demokrasi terus dikonsolidasikan, sikap intoleransi dan kecenderungan mempergunakan kekerasan dalam menyelesaikan perbedaan, apalagi mengatasnamakan agama, menjadi kontraproduktif bagi perjalanan bangsa yang multikultural ini. Fenomena fanatisme kelompok, penolakan terhadap kemajemukan dan tindakan teror kekerasan tersebut menunjukkan bahwa obsesi membangun budaya demokrasi yang beradab, etis dan eksotis serta menjunjung tinggi keberagaman dan menghargai perbedaan masih jauh dari kenyataan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Krisis ini terjadi karena luruhnya kesadaran akan keragaman dan hilangnya ruang publik sebagai ajang negosiasi dan ruang pertukaran komunikasi bersama atas dasar solidaritas warganegara. Demokrasi kemudian hanya menjadi jalur antara bagi hadirnya pengukuhan egoisme kelompok dan partisipasi politik atas nama pengedepanan politik komunal dan pengabaian terhadap hak-hak sipil warganegara serta pelecehan terhadap supremasi hukum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perspektif itulah, reaktualisasi Pancasila diperlukan untuk memperkuat paham kebangsaan kita yang majemuk dan memberikan jawaban atas sebuah pertanyaan akan dibawa ke mana biduk peradaban bangsa ini berlayar di tengah lautan zaman yang penuh tantangan dan ketidakpastian? Untuk menjawab pertanyaan itu, kita perlu menyegarkan kembali pemahaman kita terhadap Pancasila dan dalam waktu yang bersamaan, kita melepaskan Pancasila dari stigma lama yang penuh mistis bahwa Pancasila itu sakti, keramat dan sakral, yang justru membuatnya teraleinasi dari keseharian hidup warga dalam berbangsa dan bernegara. Sebagai sebuah tata nilai luhur (noble values), Pancasila perlu diaktualisasikan dalam tataran praksis yang lebih ‘membumi' sehingga mudah diimplementasikan dalam berbagai bidang kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para hadirin yang berbahagia,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai ilustrasi misalnya, kalau sila kelima Pancasila mengamanatkan terpenuhinya "keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia", bagaimana implementasinya pada kehidupan ekonomi yang sudah menggobal sekarang ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita tahu bahwa fenomena globalisasi mempunyai berbagai bentuk, tergantung pada pandangan dan sikap suatu Negara dalam merespon fenomena tersebut. Salah satu manifestasi globalisasi dalam bidang ekonomi, misalnya, adalah pengalihan kekayaan alam suatu Negara ke Negara lain, yang setelah diolah dengan nilai tambah yang tinggi, kemudian menjual produk-produk ke Negara asal, sedemikian rupa sehingga rakyat harus "membeli jam kerja" bangsa lain. Ini adalah penjajahan dalam bentuk baru, neo-colonialism, atau dalam pengertian sejarah kita, suatu "VOC (Verenigte Oostindische Companie) dengan baju baru".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Implementasi sila ke-5 untuk menghadapi globalisasi dalam makna neo-colnialism atau "VOC-baju baru" itu adalah bagaimana kita memperhatikan dan memperjuangkan "jam kerja" bagi rakyat Indonesia sendiri, dengan cara meningkatkan kesempatan kerja melalui berbagai kebijakan dan strategi yang berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Sejalan dengan usaha meningkatkan "Neraca Jam Kerja" tersebut, kita juga harus mampu meningkatkan "nilai tambah" berbagai produk kita agar menjadi lebih tinggi dari "biaya tambah"; dengan ungkapan lain, "value added" harus lebih besar dari "added cost". Hal itu dapat dicapai dengan peningkatan produktivitas dan kualitas sumberdaya manusia dengan mengembangkan, menerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam forum yang terhormat ini, saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para tokoh dan cendekiawan di kampus-kampus serta di lembaga-lembaga kajian lain untuk secara serius merumuskan implementasi nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam lima silanya dalam berbagai aspek kehidupan bangsa dalam konteks masa kini dan masa depan. Yang juga tidak kalah penting adalah peran para penyelenggara Negara dan pemerintahan untuk secara cerdas dan konsekuen serta konsisten menjabarkan implementasi nilai-nilai Pancasila tersebut dalam berbagai kebijakan yang dirumuskan dan program yang dilaksanakan. Hanya dengan cara demikian sajalah, Pancasila sebagai dasar Negara dan sebagai pandangan hidup akan dapat ‘diaktualisasikan' lagi dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, reaktualisasi Pancasila juga mencakup upaya yang serius dari seluruh komponen bangsa untuk menjadikan Pancasila sebagai sebuah visi yang menuntun perjalanan bangsa di masa datang sehingga memposisikan Pancasila menjadi solusi atas berbagai macam persoalan bangsa. Melalui reaktualisasi Pancasila, dasar negara itu akan ditempatkan dalam kesadaran baru, semangat baru dan paradigma baru dalam dinamika perubahan sosial politik masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para hadirin yang saya hormati,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu saya menyambut gembira upaya Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akhir-akhir ini gencar menyosialisasikan kembali empat pilar kebangsaan yang fundamental: Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Keempat pilar itu sebenarnya telah lama dipancangkan ke dalam bumi pertiwi oleh para founding fathers kita di masa lalu. Akan tetapi, karena jaman terus berubah yang kadang berdampak pada terjadinya diskotinuitas memori sejarah, maka menyegarkan kembali empat pilar tersebut, sangat relevan dengan problematika bangsa saat ini. Sejalan dengan itu, upaya penyegaran kembali juga perlu dilengkapi dengan upaya mengaktualisasikan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam keempat pilar kebangsaan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Marilah kita jadikan momentum untuk memperkuat empat pilar kebangsaan itu melalui aktualisasi nilai-nilai Pancasila sebagai weltanschauung, yang dapat menjadi fondasi, perekat sekaligus payung kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan membumikan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian kita, seperti nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai permusyawaratan dan keadilan sosial, saya yakin bangsa ini akan dapat meraih kejayaan di masa depan. Nilai-nilai itu harus diinternalisasikan dalam sanubari bangsa sehingga Pancasila hidup dan berkembang di seluruh pelosok nusantara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aktualisasi nilai-nilai Pancasila harus menjadi gerakan nasional yang terencana dengan baik sehingga tidak menjadi slogan politik yang tidak ada implementasinya. Saya yakin, meskipun kita berbeda suku, agama, adat istiadat dan afiliasi politik, kalau kita mau bekerja keras kita akan menjadi bangsa besar yang kuat dan maju di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui gerakan nasional reaktualisasi nilai-nilai Pancasila, bukan saja akan menghidupkan kembali memori publik tentang dasar negaranya tetapi juga akan menjadi inspirasi bagi para penyelenggara negara di tingkat pusat sampai di daerah dalam menjalankan roda pemerintahan yang telah diamanahkan rakyat melalui proses pemilihan langsung yang demokratis. Saya percaya, demokratisasi yang saat ini sedang bergulir dan proses reformasi di berbagai bidang yang sedang berlangsung akan lebih terarah manakala nilai-nilai Pancasila diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian yang bisa saya sampaikan. Terimakasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wassalamu ‘alaikum wr wb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Pidato BJ. Habibie (Presiden ke-3 RI) dalam rangka memperingati Pancasila 1 Juni 2011.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div class="fullpost" style="text-align: right;"&gt;
&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php" name="fb_share" type="button_count"&gt;Bagi!&lt;/a&gt;&lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/824420421101314889-2041848633563778982?l=bugishq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-07T20:43:25.755+08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-GII12cTD8yY/TeZG5ZCk3DI/AAAAAAAABqY/o8a3KOokLDc/s72-c/habibie.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://bugishq.blogspot.com/2011/06/pemikiran-habibie-tentang-pancasila.html</feedburner:origLink></item><item><title>10 Planet Baru di Galaksi Bima Sakti</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/gtZb/~3/hWoJp2l_HkI/10-planet-baru-di-galaksi-bima-sakti.html</link><category>berita pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</author><pubDate>Tue, 07 Feb 2012 04:43:41 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-824420421101314889.post-2614982024531252890</guid><description>Tim astronom internasional yang dipimpin ilmuwan Selandia Baru  menemukan sepuluh planet baru "mengambang" melalui galaksi.  Proses penemuan ini menggunakan perangkat lunak yang dikembangkan ilmuwan komputer Universitas Massey, Wellington, Australia. Planet baru hasil penemuan Tim astronom internasional  berukuran Jupiter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-vA_0BtOkjVM/TdX30wWpz2I/AAAAAAAABo4/pWUTaZUXUcY/s1600/Newplanet.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-vA_0BtOkjVM/TdX30wWpz2I/AAAAAAAABo4/pWUTaZUXUcY/s320/Newplanet.jpg" width="256" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ilustrasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Penemuan ini merupakan sejarah baru Galaksi Bima Sakti.  "Mereka planet raksasa di galaksi kita, sekitar ukuran Jupiter. Ternyata selam ini kesepuluh planet tersebut berada di suatu tempat di antara kita dan bintang-bintang," kata Ian Bond, seorang Astro Fisika, belum lama ini. Planet-planet itu diyakini berjarak sekitar dua-pertiga dari pusat galaksi, berjarak sekitar 25.000 tahun cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika mereka terlihat dengan mata telanjang, planet-planet itu akan menjadi gelap gulita, karena mereka tidak memancarkan cahaya. Planet baru ini bisa saja dikeluarkan dari sistem surya karena pertemuan gravitasi dekat dengan planet lain atau bintang. Kemungkinan besar planet baru tumbuh dari keruntuhan bola gas dan debu, tapi tak memiliki massa untuk menyalakan bahan bakar dan menghasilkan cahaya bintang sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Temuan itu menyebabkan para peneliti beraharap planet mengambang bebas seukuran Bumi yang dapat mendukung kehidupan. Meskipun hingga saat ini kemungkinan itu kecil, planet semacam itu belum terdeteksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sumber: Liputan 6&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div class="fullpost" style="text-align: right;"&gt;
&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php" name="fb_share" type="button_count"&gt;Bagi!&lt;/a&gt;&lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/824420421101314889-2614982024531252890?l=bugishq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-07T20:43:41.933+08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-vA_0BtOkjVM/TdX30wWpz2I/AAAAAAAABo4/pWUTaZUXUcY/s72-c/Newplanet.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bugishq.blogspot.com/2011/05/10-planet-baru-di-galaksi-bima-sakti.html</feedburner:origLink></item><item><title>UN 2011 Semakin Parah</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/gtZb/~3/7kil6-MK1Hk/un-2011-semakin-parah.html</link><category>berita pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</author><pubDate>Tue, 07 Feb 2012 04:44:07 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-824420421101314889.post-3617060642265040523</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-V-IJkDACESk/TbyrksfeOAI/AAAAAAAABn0/Cvhs60G_TWw/s1600/logo-diknas.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="197" src="http://2.bp.blogspot.com/-V-IJkDACESk/TbyrksfeOAI/AAAAAAAABn0/Cvhs60G_TWw/s200/logo-diknas.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) membeberkan temuannya terkait kecurangan pada pelaksanaan ujian nasional tingkat sekolah menengah atas yang digelar pekan lalu. Kecurangan tersebut umumnya terjadi di daerah, seperti DI Yogyakarta, Aceh Utara, Bekasi, Probolinggo, Bengkulu, dan Lampung Tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Slamet Nur Achmad Effendy kepada Kompas.com, Senin (25/4/2011), mengatakan, beberapa sekolah yang secara jelas melakukan kecurangan itu adalah SMAN 2 Bekasi; SMA Muhammadiyah 1 Kali Rejo, Lampung Tengah; SMAN 1 Sewon, Bantul; dan SMAN 2 Yogyakarta. Menurut Slamet, kecurangan terjadi sangat sistematis dan terorganisasi. Hal itu terbukti dari pengakuan beberapa siswa di beberapa daerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Informasi tentang pelanggaran UN itu kami dapatkan dari siswa. Pertama siswa diharuskan memakai celana dobel agar leluasa membawa telepon genggam saat ujian dan berfungsi untuk distribusi kunci jawaban dari para guru," kata Slamet, Senin (25/4/2011) di Cikini, Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Slamet melanjutkan, awalnya ia khawatir dengan akurasi informasi tersebut. Karena itu, ia bersama tim IPM melakukan verifikasi dan validasi terhadap beredarnya kunci jawaban tersebut. Hasilnya mencengangkan, karena sebagian besar kunci jawaban tersebut benar-benar sesuai dengan soal dalam UN.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Awalnya kami khawatir itu hanya laporan yang dibuat-buat karena posko kami ada di seluruh daerah. Kami sudah lakukan verifikasi kepada teman-teman di sana," lanjut Slamet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, kecurangan lainnya adalah mengatur pengacakan soal sedemikian rupa sehingga memungkinkan siswa mendapatkan paket soal yang sama sehingga berguna untuk memberikan kemudahan saat mencontek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Banyak pelanggaran, termasuk mengatur pengacakan soal. Hal itu diatur sedemikian rupa. Bisa jadi dalam lima baris, siswa mendapat paket soal yang sama," ungkap Slamet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai bukti pendukung, Slamet akan menghadirkan beberapa siswa yang melaporkan kecurangan tersebut. Ia bahkan siap mempertanggungjawabkan kebenaran informasi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sebenarnya para siswa tersebut siap diwawancarai. Saat ini sedang kami koordinasikan dengan posko di daerah," tutur Slamet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya, sambung Slamet, semakin canggih sistem, semakin canggih juga kecurangannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: Edukasi Kompas&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div class="fullpost" style="text-align: right;"&gt;
&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php" name="fb_share" type="button_count"&gt;Bagi!&lt;/a&gt;&lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/824420421101314889-3617060642265040523?l=bugishq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-07T20:44:07.464+08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-V-IJkDACESk/TbyrksfeOAI/AAAAAAAABn0/Cvhs60G_TWw/s72-c/logo-diknas.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bugishq.blogspot.com/2011/05/un-2011-semakin-parah.html</feedburner:origLink></item><item><title>Juara Kelas, Tiga Tahun Tak Lulus UN</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/gtZb/~3/nkaChUAJsAc/juara-kelas-tiga-tahun-tak-lulus-un.html</link><category>berita pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</author><pubDate>Tue, 07 Feb 2012 04:44:22 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-824420421101314889.post-2058163601099541194</guid><description>Seorang siswa di SMA Muhammadiyah 1 Kali Rejo, Kabupaten Lampung Tengah, tiga kali tidak lulus ujian nasional (UN). Padahal, siswa tersebut, Nur Hidayatusholihah, selalu menjadi juara kelas di setiap tahunnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nur Hidayatusholihah, yang akrab disapa Nunung, sampai dengan tahun 2011 telah mengikuti UN untuk keempat kalinya. Ia terpaksa berkali-kali mengikuti UN karena nilainya pada pelajaran Matematika kurang. Sebaliknya, Nunung enggan menggunakan kunci jawaban yang selalu diberikan guru satu hari menjelang UN.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-P9KBJq64-qM/TbwrKWFXeGI/AAAAAAAABnw/AfUlVwz0ORk/s1600/3UN.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="164" src="http://3.bp.blogspot.com/-P9KBJq64-qM/TbwrKWFXeGI/AAAAAAAABnw/AfUlVwz0ORk/s320/3UN.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
"Tiga kali tidak lulus UN, padahal dia selalu menjadi juara kelas. Dia ingin membuktikan, dirinya bisa lulus dengan rasa kejujurannya. Dia menolak menggunakan jawaban yang diberikan guru beberapa hari sebelum UN," kata ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah Slamet Nur Achmad Effendy kepada Kompas.com, Senin (25/4/2011) di Jakarta.&lt;br /&gt;
Slamet melanjutkan, orangtua Nunung sempat beberapa kali menyarankan agar anaknya mengikuti ujian paket C. Namun, Nunung menolak.&lt;br /&gt;
"Kadang Nunung mengaku kesal, yetapi memang sengaja, dia ingin lulus dengan jujur," lanjut Slamet.&lt;br /&gt;
Menurut Slamet, para guru di SMA Muhammdadiyah 1 Kali Rejo, Lampung Tengah, sengaja membagikan kunci jawaban demi memudahkan kelulusan siswa. Mereka ingin menjaga nama baik sekolah. Ironisnya, Nunung selalu menjadi satu-satunya siswa yang tidak lulus UN, setidaknya dalam tiga tahun terakhir ini.&lt;br /&gt;
"Kunci jawaban diberikan oleh guru, oleh tim, dan terorganisasi. Setelah ditanya, para guru beranggapan jika ada siswa yang tidak lulus, akan mencoreng nama baik sekolah. Nunung menjadi satu-satunya siswa yang tak lulus," ungkap Slamet.&lt;br /&gt;
Terkait hal itu, kata Slamet, pihaknya ingin melakukan investigasi ke beberapa dinas pendidikan. Kecurangan tersebut dinilainya sangat sistematis, yang membuat siswa merasa sangat santai karena belajar ataupun tidak, mereka tetap akan lulus.&lt;br /&gt;
"Jawaban sudah diberikan sebelum UN. Kami mendapat informasi, semua itu berdasarkan instruksi dari Dinas Pendidikan Lampung Tengah," tuturnya.&lt;br /&gt;
Slamet mengungkapkan, data tersebut akan disampaikan ke sejumlah media, termasuk kepada Menteri Pendidikan Nasional.&lt;br /&gt;
"Ini hanya contoh kecil, dan saya kira ini terjadi di banyak sekolah. Saya juga kaget, SMA Muhammadiyah seperti itu," ungkap Slamet. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div class="fullpost" style="text-align: right;"&gt;
&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php" name="fb_share" type="button_count"&gt;Bagi!&lt;/a&gt;&lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/824420421101314889-2058163601099541194?l=bugishq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-07T20:44:22.737+08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-P9KBJq64-qM/TbwrKWFXeGI/AAAAAAAABnw/AfUlVwz0ORk/s72-c/3UN.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bugishq.blogspot.com/2011/04/juara-kelas-tiga-tahun-tak-lulus-un.html</feedburner:origLink></item><item><title>Control Your Solvent Cost</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/gtZb/~3/5sFBdXXLFGA/control-your-solvent-cost.html</link><category>All You Need</category><author>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</author><pubDate>Tue, 07 Feb 2012 04:44:47 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-824420421101314889.post-1735931628053741055</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.nexgenenviro.com/category/472/solvent_distillation.html" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-BjoHMzNcH0E/Tbf7jc_LIDI/AAAAAAAABmI/TsN-IV59pfo/s1600/NexGenEnviro-1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
In the manufacturing or production site, take control about the solvent cost can give more opportunity to decrease the cost that needed. So to make it true, using the right equipment is needed to realize it. Even there are so many choices that offer in the internet, make sure to get the right information before you decide to order one of them. In here you will get the right stuff that you need and will solve your solvent problem.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Visit to this website and you will be offered with the nice equipment that can help you for &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.nexgenenviro.com/category/472/solvent_distillation.html"&gt;Solvent Distillation&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;. This is the nice opportunity and also can help you to reduce the cost about solvent. If you want to find the &lt;a href="http://www.nexgenenviro.com/category/472/solvent_distillation.html"&gt;solvent solution&lt;/a&gt;, this place is the right place to get it. With the nice product that provide in here, you will solve your problem with the right way.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
This company providing you a  &lt;a href="http://www.nexgenenviro.com/category/472/solvent_distillation.html"&gt;cleaning system&lt;/a&gt; that you need to solve the solvent problem. The nice solution is in front of you and the best offer has offered. If you want to solve your problem immediately, this product is the right solution to finish your problem. If you want to know more about it, you can visit to the website and order it immediately. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.nexgenenviro.com/category/472/solvent_distillation.html" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-BfTQDKesdYU/Tbf7qgIG8BI/AAAAAAAABmM/dDe9Vnr88ZM/s1600/NexGenEnviro-2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div class="fullpost" style="text-align: right;"&gt;
&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php" name="fb_share" type="button_count"&gt;Share&lt;/a&gt;&lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/824420421101314889-1735931628053741055?l=bugishq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-07T20:44:47.150+08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-BjoHMzNcH0E/Tbf7jc_LIDI/AAAAAAAABmI/TsN-IV59pfo/s72-c/NexGenEnviro-1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bugishq.blogspot.com/2011/04/control-your-solvent-cost.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kembali Update?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/gtZb/~3/s29OETjmeog/kembali-update.html</link><category>Catatan</category><author>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</author><pubDate>Tue, 07 Feb 2012 04:45:04 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-824420421101314889.post-5105149152297233742</guid><description>Membaca judul di atas, memberikan gambaran tentang betapa lamanya &lt;a href="http://bugishq.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Bugishq blog!&lt;/a&gt; tidak memumculkan tulisan-tulisan baru, khususnya tulisan tentang pendidikan dan pemikiran-pemikiran lainnya. Tercatat sejak 10 Januari 2011 blog ini sudah terupdate, waktu yang sangat lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak kasus copy vaste tulisan &lt;a href="http://bugishq.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Bugishq blog!&lt;/a&gt; terdeteksi pada blog lain (salah satu sekolah di Jambi) yang seakan-akan mengobrak-abrik perasaan saya tentang bagaimana saling mengharagai sesama "pendidik". Tapi apapun itu, sebuah masalah tidak perlu diperpanjang dan berusaha untuk kembali menata apa yang terbaik bagi kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kesempatan lain saya mengungkapkan bahwa kadang semangat muncul tenggelam bagai riak gelombang yang datang silih berganti, semangat menulispun begitu dan munculnya semangat itu disertai atau dilandasi suatu alasan yang menurut kita benar. Semoga.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div class="fullpost" style="text-align: right;"&gt;
&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php" name="fb_share" type="button_count"&gt;Share&lt;/a&gt;&lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/824420421101314889-5105149152297233742?l=bugishq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-07T20:45:04.253+08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bugishq.blogspot.com/2011/04/kembali-update.html</feedburner:origLink></item><item><title>Saya Tidak Butuh Pengakuan, Bukan Berarti Anda Mengakuinya</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/gtZb/~3/WVU_JOeN6xM/saya-tidak-butuh-pengakuan-bukan.html</link><category>Catatan</category><author>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</author><pubDate>Wed, 08 Feb 2012 21:08:49 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-824420421101314889.post-8509189834351533439</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_6tsiCxfAJSM/TSneovdnmzI/AAAAAAAABcc/G0SQtn7FEVA/s1600/Picture6+copy.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_6tsiCxfAJSM/TSneovdnmzI/AAAAAAAABcc/G0SQtn7FEVA/s1600/Picture6+copy.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Sebuah pengetahuan apakah itu teori, postulat, paradigma, pandangan, pendapat dan sebagainya, tidak semuanya berasal dari kesempurnaan pengetahuan yang terbentuk dari dalam diri seorang manusia. Ada saja sumber lain, baik disadari ataupun tidak menjadi sumber inspirasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Kalau itu menjadi sumber inspirasi maka sangat sepantasnya pendapat atau teori tersebut untuk dijadikan referensi, khususnya dalam dunia pendidikan. Jika tidak maka persoalan  plagiarism adalah persoalan yang menurunkan derajat pengetahuan itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam dunia blogger, persoalan ini sempat mencuat ketika diawali ungkapan seorang pakar telematika "Roy Suryo" yang menyebutkan bahwa "blogger itu adalah hacker" dengan pernyataan itu hampir ribuan blogger menantang dan meminta Roy Suryo membuktikan ucapannya. Pandangan Roy Surya saat itu bahwa seorang blogger diidentikkan dengan seorang hacker, yang mengarah kebiasaan blogger untuk menjiplak karya-karya (termasuk postingan) atau tindak kriminal lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pendapat di atas, sepertinya saya agak membenarkan pernyataan tersebut [walaupun sebelumnya sangat menantang], hal itu berubah setelah beberapa waktu lalu saya ketahui beberapa tutorial tentang PowerPoint dan artikel saya yang berjudul Perkembangan TIK Mulai Menggeser Sistem Pembelajaran Konvensional yang di blog ini  dicopy vaste pada blog lain dan mengganti nama saya  dan itu dilakukan atau pada blog yang mengatasnamakan sebuah institusi pendidikan (sebuah sekolah menengah atas) dan terpampang seorang guru dan kebetulannya lagi terkait dengan pengajaran fisika. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa bukti dan [nyaris mengatakan] sebuah fakta, dan sangat boleh dikatakan ada kemiripan hasil plagiat, diantaranya:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Tulisan di bugishq blog dengan judul: &lt;a blank="" href="http://bugishq.blogspot.com/2009/01/insert-flash-ke-powerpoint-standart.html" target="_"&gt;Insert file Flash di PowerPoint (standart PowerPoint)&lt;/a&gt;  dan tulisan yang mirip di blog SMA Negeri 4 Jambi, dengan judul yang sama &lt;a blank="" href="http://sman4jambi.blogspot.com/2010/12/insert-flash-ke-powerpoint-standart.html" target="_"&gt;Insert file Flash di PowerPoint (standart PowerPoint)&lt;/a&gt;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulisan di bugishq blog dengan judul: &lt;a blank="" href="http://bugishq.blogspot.com/2010/04/membuat-tombol-play-di-powerpoint.html" target="_"&gt;Membuat Tombol "PLAY" di PowerPoint&lt;/a&gt; dan tulisan yang mirip di blog SMA Negeri 4 Jambi, dengan judul yang sama &lt;a blank="" href="http://sman4jambi.blogspot.com/2010/12/membuat-tombol-play-di-powerpoint.html" target="_"&gt;Membuat Tombol "PLAY" di PowerPoint&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulisan di bugishq blog dengan judul: &lt;a blank="" href="http://bugishq.blogspot.com/2008/08/animasi-dan-konsep-pembelajaran-melalui.html" target="_"&gt;Pertimbangkan animasi di PowerPoint!&lt;/a&gt;  dan tulisan yang mirip di blog SMA Negeri 4 Jambi, dengan judul yang sama &lt;a blank="" href="http://sman4jambi.blogspot.com/2010/12/pertimbangkan-animasi-pada-powerpoint.html" target="_"&gt;Pertimbangkan animasi pada PowerPoint!&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tulisan di bugishq blog dengan judul: &lt;a blank="" href="http://bugishq.blogspot.com/2009/02/media-interaktif-dengan-vba-powerpoint.html" target="_"&gt;Media Interaktif Dengan VBA Powerpoint 2007&lt;/a&gt;  dan tulisan yang mirip di blog SMA Negeri 4 Jambi, dengan judul yang sama &lt;a blank="" href="http://sman4jambi.blogspot.com/2010/12/media-interaktif-dengan-vba-powerpoint.html" target="_"&gt;Media Interaktif Dengan VBA Powerpoint 2007&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Ada perbedaan waktu postingan antara di blog saya dengan tulisan yang ada di blog SMA Negeri 4 Jambi. Selain itu beberapa fungsi link yang dimiliki juga tidak berfungsi terutama contoh-contoh file PowerPoint yang mengarahkan ke tempat penyimpanan online [contoh: tidak dapat di download], serta posisi peletakan gambar dan gambarnya sendiri hanya berasal dari satu alamat penyimpana yang sama.   sebagai informasi tambahan dari 21 artikel PowerPoint yang ada di blog SMA Negeri 4 Jambi, semuanya memiliki judul, gambar yang sama dengan apa yang saya tutorialkan tentang PowerPoint.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang lebih mencengankan dan sedikit membuat saya miris adalah tulisan (opini) yang saya masukkan di blog pada tanggal 28 [Kamis] Jan. 2010 tentang Perkembangan TIK Mulai Menggeser Sistem Pembelajaran Konvensional, tulisan yang saya susun sebagai hasil pengamatan dan pengalaman setelah melakukan penelitian dengan judul "Desain Pengembangan Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada Mata Kuliah Aplikasi Komputer, tulisan tersebut saya posting di blog ini tepat 2 (dua) hari sebelum saya melaksanakan ujian tutup tesis. Tanpa pernah saya tahu [sebelumnya] tulisan yang mirip  tulisan saya [tidak ada perbedaan] muncul di blog SMA Negeri 4 Jambi pada tanggal 24 [Jum'at] Des. 2010 (muncul setelah 11 bulan dari tulisan saya). Perbedaan yang mencolok lainnya  dan itu sebuah pengakuan terletak pada penulisnya, pada blog saya langsung menyebutkan nama [Ishaq Madeamin, berdasarkan pengalaman dan pengamatan] dan di blog SMA Negeri 4 Jambi diganti menjadi oleh Casroni. Bagi Anda yang tertarik untuk melihat kemiripannya silahkan &lt;a blank="" href="http://bugishq.blogspot.com/2010/01/perkembangan-tik-mulai-menggeser-sistem.html" target="_"&gt;baca tulisan saya&lt;/a&gt;  dan  baca juga tulisan yang ada di blog SMA Negeri 4 Jambi &lt;a blank="" href="http://sman4jambi.blogspot.com/2010/12/perkembangan-tik-mulai-menggeser-sistem.html" target="_"&gt;di sini&lt;/a&gt;. (Silahkan bandingkan!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebetulnya hal ini tidak perlu menjadi persoalan bagi saya selama itu digunakan untuk pengetahuan, bukankah berbagi itu sebuah berkah yang indah bagi kita?, selama itu benar prosesnya. Tetapi, jika cara-caranya dilakukan diluar koridor keilmuan dan pendidikan maka itu patut untuk kita perdebatkan dan permasalahkan [lewat media online, seperti ini saja].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intinya, saya lebih senang berbagi tentang pengetahuan yang saya miliki daripada menyimpannya untuk kepentingan diri sendiri dan tidak tahu kapan harus menggunakannya dan saya tidak butuh pengakuan tentang pengetahuan tersebut, tapi bukan berarti Anda yang harus mengakuinya tanpa pernah tahu cara dan proses mendapatkan pengetahuan tersebut. Wallahu 'Alam.  &lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost" style="text-align: right;"&gt;
&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php" name="fb_share" type="button_count"&gt;Bagi Tulisan Ini&lt;/a&gt;&lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;script&gt;
/**  **/
var sitti_pub_id = "BC0002526";
var sitti_ad_width = "520";
var sitti_ad_height = "70";
var sitti_ad_type = "8";
var sitti_ad_number = "2";
var sitti_ad_name = "";
var sitti_dep_id = "3061";
&lt;/script&gt; &lt;script src="http://202.52.131.5/delivery/sittiad.b1.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/824420421101314889-8509189834351533439?l=bugishq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-09T13:08:49.837+08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_6tsiCxfAJSM/TSneovdnmzI/AAAAAAAABcc/G0SQtn7FEVA/s72-c/Picture6+copy.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">11</thr:total><feedburner:origLink>http://bugishq.blogspot.com/2011/01/saya-tidak-butuh-pengakuan-bukan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Peluncuran AK-Ishaq dot com</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/gtZb/~3/Z0v2je_Ynp0/peluncuran-ak-ishaq-dot-com.html</link><category>iptek</category><author>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</author><pubDate>Wed, 08 Feb 2012 21:14:13 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-824420421101314889.post-690985645341073729</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://ak-ishaq.com/" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="1" height="75" src="http://3.bp.blogspot.com/_6tsiCxfAJSM/TR7WKy97xUI/AAAAAAAABYw/y79_Q3_Nm7M/s1600/banner-ak.gif" with="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Bagi ummat Islam, insyaAllah termasuk saya. Maka ungkapan &lt;i&gt;Bismillahirrahmanirrahim&lt;/i&gt; yang memiliki arti &lt;i&gt;dengan menyebut nama Allah SWT yang maha penyayang dan lagi maha pelindung&lt;/i&gt; memiliki makna yang luarbiasa selain sebagai ungkapan pertama yang selalu terucap tiap kali memulai sebuah pekerjaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ungkapan inipun mengawali peluncuran &lt;a href="http://www.ak-ishaq.com/"&gt;AK Ishaq blog&lt;/a&gt; untuk menjadi salah satu "serpihan" media dan ruang saya untuk berbagi pengetahuan tentang apa yang saya miliki. Karena pengetahuan yang dimiliki seseorang bukanlah hanya untuk dinikmati sendiri tentunya perlu cara untuk selalu berbagi kepada setiap orang yang memerlukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
InsyaAllah serpihan media dan ruang ini akan saya isi dengan berbagai informasi tentang pendidikan dan teknologi, beberapa artikel, selain itu sebagai pusat informasi mata kuliah terhadap mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar pada program studi Pendidikan Fisika (FKIP) yang selama ini saya bimbing dalam beberapa mata kuliah serta program studi lainnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.ak-ishaq.com/"&gt;AK Ishaq blog&lt;/a&gt; merupakan blog kedua yang secara aktif saya akan update. Blog ini mungkin suatu waktu akan mengganti posisi &lt;a href="http://bugishq.blogspot.com/"&gt;Bugishq blog&lt;/a&gt; sebagai media dan ruang saya untuk menulis tanpa kertas, dengan harapan menjadi bermanfaat bagi semua pembaca. Khususnya bagi dunia pendidikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepada para pembaca blog ini, saya ucapkan terimakasih atas kunjungan Anda, saran dan komentar Anda, semoga &lt;a href="http://www.ak-ishaq.com/"&gt;Ak-Ishaq blog&lt;/a&gt; bermanfaat untuk kita semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhir, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Bismillahirrahmanirrahim&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost" style="text-align: right;"&gt;
&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php" name="fb_share" type="button_count"&gt;Bagi Tulisan Ini&lt;/a&gt;&lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;/div&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;script&gt;
/**  **/
var sitti_pub_id = "BC0002526";
var sitti_ad_width = "520";
var sitti_ad_height = "70";
var sitti_ad_type = "8";
var sitti_ad_number = "2";
var sitti_ad_name = "";
var sitti_dep_id = "3061";
&lt;/script&gt; &lt;script src="http://202.52.131.5/delivery/sittiad.b1.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/824420421101314889-690985645341073729?l=bugishq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-09T13:14:13.374+08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_6tsiCxfAJSM/TR7WKy97xUI/AAAAAAAABYw/y79_Q3_Nm7M/s72-c/banner-ak.gif" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://bugishq.blogspot.com/2011/01/peluncuran-ak-ishaq-dot-com.html</feedburner:origLink></item><item><title>Pengumuman CPNS Lingkup Prov. Sulawesi Selatan 2010</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/gtZb/~3/5lHrkBBVlwU/pengumuman-cpns-lingkup-prov-sulawesi.html</link><category>berita pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</author><pubDate>Wed, 08 Feb 2012 21:18:08 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-824420421101314889.post-8234581898154212690</guid><description>&lt;div class="fullpost" style="text-align: right;"&gt;
&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php" name="fb_share" type="button_count"&gt;Bagi Tulisan Ini&lt;/a&gt;&lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Malam ini saya coba akses blog BKD Sulsel untuk memastikan ada tidaknya pengumuman CPNS lingkup Pemprov Sulawesi Selatan, ternyata sudah diposting dalam bentuk file download (PDF)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Anda yang tertarik untuk mendownloadnya silahkan klik &lt;a blank="" href="http://www.ziddu.com/download/13042387/pengumuman.pdf.html" target="_"&gt;Download Pengumuman CPNS 2010 Pemprov Sulsel&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;script&gt;
/**  **/
var sitti_pub_id = "BC0002526";
var sitti_ad_width = "520";
var sitti_ad_height = "70";
var sitti_ad_type = "8";
var sitti_ad_number = "2";
var sitti_ad_name = "";
var sitti_dep_id = "3061";
&lt;/script&gt; &lt;script src="http://202.52.131.5/delivery/sittiad.b1.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/824420421101314889-8234581898154212690?l=bugishq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-09T13:18:08.704+08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bugishq.blogspot.com/2010/12/pengumuman-cpns-lingkup-prov-sulawesi.html</feedburner:origLink></item><item><title>Garuda, Kelebihan Ekspektasi?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/gtZb/~3/sBXs9v5Dfhw/garuda-kelebihan-ekspektasi.html</link><category>opini</category><author>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</author><pubDate>Wed, 08 Feb 2012 21:28:03 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-824420421101314889.post-5294023103090564556</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;
Saya mengawali catatan ini dengan ungkapan putri saya "I......doo..esiaaa" (ungkapan secara terbatah-batah) putri yang baru berumur 2 tahun tepat pada tanggal 24 Desember 2010, ungkapan itu muncul ketika saya menonton piala AFF antara Indonesia dengan Thailand, tanpa sengaja saya berteriak Indo...ne..sia, lalu dia juga mengikuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_6tsiCxfAJSM/TQ3p5VeraMI/AAAAAAAABWg/SpqRIKuJzcM/s1600/IndonesiaR.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_6tsiCxfAJSM/TQ3p5VeraMI/AAAAAAAABWg/SpqRIKuJzcM/s1600/IndonesiaR.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
19 tahun timnas sepakbola Indonesia gagal unjuk gigi, itu artinya waktu "berpuasa" yang berlebihan dari tim Garuda. Kali terakhir 'Merah Putih' menjadi kampiun di sebuah turnamen resmi adalah kala timnas sukses meraih medali emas di SEA Games Manila 1991, saat itu tim Merah Putih menaklukkan Thailand dengan skor  4–3 lewat adu jor-joran di kotak putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu kisah muram lebih banyak menghiasi lembaran cerita tim Garuda. Prestasi juara di Manila 1991 sampai saat ini belum bisa diulangi. Prestasi terbaik di ajang SEA Games adalah medali perak di SEA Games 1997, kala Indonesia jadi tuan rumah. Sementara di ajang Piala AFF, Indonesia hanya 'nyaris' juara tiga kali, yakni saat jadi runner up pada tahun 2000, 2002, dan 2004. Di level yang lebih tinggi, Piala Asia, Indonesia baru bisa konsisten lolos ke putaran final mulai tahun 1996 hingga 2007, meski selalu langsung tersingkir di penyisihan grup. Di Piala Asia 2011 pun Indonesia malah tak lolos ke putaran final.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Piala AFF kali ini memang akan menghadirkan juara baru, setelah 3 tim yang selalu juara sudah tersingkir, Thailand dan Singapura tersingkir di babak penyisihan, sedangkan Vietnam tersingkir kemarin malam oleh Malingsial dengan agrerat 2-0. Untuk  satu tempat final lagi diperebutkan antara Fhlipina dan Indonesia, dimana untuk saat ini Indonesia unggul dengan agregat 1-0. Jika malam ini Indonesia minimal bermain seri saja maka sudah dapat dipastikan Indonesia akan saling berhadapan lagi dengan Malingsial, yang sudah pernah dibabat 5-0.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana harapan penggila bola indonesia? Menurut hasil polling pembaca detikSport pun mencerminkan betapa besar ekspektasi, dan juga keyakinan, publik Indonesia terhadap kans timnas mengangkat trofi Piala AFF tahun ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari total 16748 suara yang masuk hingga pukul 12.15 WIB, Minggu (19/12/2010), mayoritas pembaca berharap timnas bisa juara. Ada 14.532, atau 86,7%, yang menyuarakannya. Sementara itu hanya 4,97% saja yang meyakini timnas cuma akan jadi runner up. Sisanya pesimistis timnas bisa melewati babak semifinal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkaca dari hasil di atas dan tentunya harapan seluruh masyarakat Indonesia, memang benar pundak si Garuda" kelebihan ekspekatasi, yang bisa membuat beban kepada pemain semakin berat, tidak bisa bermain lepas dan santai. Apalagi didepan 80-an ribu pendukung di Stadion GBK semuanya menuntut kemenangan Indonesia, jika ini tidak terwujud maka akan ada kemungkinan menggemparkan dunia persebolaan sejagat raya. [Wallahu a'lam]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Indo...ne..sia                            "I......doo..esiaaa"  &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;script&gt;
/**  **/
var sitti_pub_id = "BC0002526";
var sitti_ad_width = "520";
var sitti_ad_height = "70";
var sitti_ad_type = "8";
var sitti_ad_number = "2";
var sitti_ad_name = "";
var sitti_dep_id = "3061";
&lt;/script&gt; &lt;script src="http://202.52.131.5/delivery/sittiad.b1.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/824420421101314889-5294023103090564556?l=bugishq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-09T13:28:03.068+08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_6tsiCxfAJSM/TQ3p5VeraMI/AAAAAAAABWg/SpqRIKuJzcM/s72-c/IndonesiaR.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://bugishq.blogspot.com/2010/12/garuda-kelebihan-ekspektasi.html</feedburner:origLink></item><item><title>Mimpi "PeringatanMU" yang Terindah</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/gtZb/~3/QCSKWMujBLk/mimpi-peringatanmu-yang-terindah.html</link><category>opini</category><author>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</author><pubDate>Wed, 08 Feb 2012 21:28:22 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-824420421101314889.post-6760570755624421065</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;
"Eeee......... alangnga dolo doimu na'."&lt;br /&gt;
(sesaat kemudian saya membalik badan) Namun, belum sempat saya menyahut  komentarnya beliau kembali berbicara&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;"engka melo kuwelli, sibawa engkato pura wala na' deppa pura uwajai"&lt;br /&gt;
Tanpa pikir panjang saya kemudia merogoh sesuatu dalam kantong depan saya yang memang ada lembaran-lembaran didalamnya, sambil menghitung jumlah yang mesti saya berikan dan bisa pas untuk keperluannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu...... saya tidak tau apalagi yang terjadi, apakah uang yang dimintanya sudah saya berikan atau belum? Karena ini hanyalah sebuah mimpi yang saya alami dan baru saat ini (16.30) menyadarinya. Mimpi yang membuatku merindukannya, sosok yang saya patuhi, sosok yang selalu membuatku merasa kehillangan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang terjadi dalam mimpi itu, sebetulnya kejadian yang sering saya lakoni bersamanya beberapa tahun lalu semenjak saya menyelesaikan kuliah S1 dan kemudian menjadi tenaga honorer dibeberapa sekolah menengah atas di Bulukumba, itu mungkin hanyalah sebagian balas jasa saya (istilah ini mungkin lebih tepat kalau dinyatakan sebagai sebuah kewajiban anak pada orangtuanya). Ada uang atau tidak ada, maka saya akan berusaha untuk memberikannya, tidak perlu apakah saya yang berutang pada orang lain atau tidak, yang jelas saya harus memutar otak untuk membahagiakannya.   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun itu sebuah mimpi, saya menganggapnya sebuah yang nyata dan ingin kembali melakoninya. Tapi, jujur dari mimpi ini saya sangat berbahagia karena kembali dipertemukan oleh sosok yang saya kagumi dan hormati yang sudah berada pada tempat yang juga saya akan datangi. Membuatku kembali untuk mengenanganya, mendoakannya (hal yang sudah jarang saya jalankan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terimakasih atas peringataMU yang terindah ya Allah [Alfatiha]&lt;/div&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;script&gt;
/**  **/
var sitti_pub_id = "BC0002526";
var sitti_ad_width = "520";
var sitti_ad_height = "70";
var sitti_ad_type = "8";
var sitti_ad_number = "2";
var sitti_ad_name = "";
var sitti_dep_id = "3061";
&lt;/script&gt; &lt;script src="http://202.52.131.5/delivery/sittiad.b1.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/824420421101314889-6760570755624421065?l=bugishq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-09T13:28:22.100+08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bugishq.blogspot.com/2010/12/mimpi-peringatanmu-yang-terindah.html</feedburner:origLink></item><item><title>Model PTK (5): Model McKernan</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/gtZb/~3/UmD_icpy4G4/model-ptk-5-model-mckernan.html</link><category>penelitian-tindakan-kelas</category><author>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</author><pubDate>Wed, 08 Feb 2012 21:28:37 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-824420421101314889.post-4528328305934071881</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;
Model McKernan (Modifikasi dari Hopkins), model PTK lebih detail dalam pelaksanaan tahap-tahap PTK.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut gambar model PTK McKernan (modifikasi dari Hopkins)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_6tsiCxfAJSM/TPWyNyRzGxI/AAAAAAAABTQ/JUN4hnkahkk/s1600/M-PTK-5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_6tsiCxfAJSM/TPWyNyRzGxI/AAAAAAAABTQ/JUN4hnkahkk/s1600/M-PTK-5.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Tindakan yang membutuhkan tindakan merupakan fokus permasalahan yang teridentifikasi kemudian dilanjutkan dengan assesmen kebutuhan, yaitu langkah dilakukan untuk mencari akar permasalahan yang dihadapi. Pada langkah selanjutnya dilakukan pengajuan gagasan dalam bentuk hipotesis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari langkah-langkah di atas, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan (implementasi) dalam bentuk tindakan pada proses pembelajaran. Sedangkan, evaluasi dilaksanakan sebelum mengambil keputusan terhadap pelaksanaan siklus yang telah berlangsung. Dari pengambilan keputusan yang dilakukan dapat menjurus pada kesimpulan “apakah melanjutkan pada pelaksanaan siklus selanjutnya? Atau, kembali untuk mengevaluasi kegiatan awal siklus yang dilakukan yaitu mendefinisikan masalah?” Kegiatan ini mungkin disebabkan pelaksanaan siklus yang telah dilalui tidak terlaksana sebagaimana yang telah direncanakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari model PTK oleh McKernan, dia lebih menekankan  model penelitian  dengan “proses waktu”, dalam arti bahwa dalam penelitian tindakan yang penting janganlah dilakukan  dengan terlalu kaku dalam soal waktu. Hal ini mencakup menentukan fokus permasalahan, penyelesaian masalah yang rasional, dan kepemilikian penelitian yang demokratis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;script&gt;
/**  **/
var sitti_pub_id = "BC0002526";
var sitti_ad_width = "520";
var sitti_ad_height = "70";
var sitti_ad_type = "8";
var sitti_ad_number = "2";
var sitti_ad_name = "";
var sitti_dep_id = "3061";
&lt;/script&gt; &lt;script src="http://202.52.131.5/delivery/sittiad.b1.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/824420421101314889-4528328305934071881?l=bugishq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-09T13:28:37.737+08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_6tsiCxfAJSM/TPWyNyRzGxI/AAAAAAAABTQ/JUN4hnkahkk/s72-c/M-PTK-5.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://bugishq.blogspot.com/2010/12/model-ptk-5-model-mckernan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Model PTK (4): Model Ebbut</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/gtZb/~3/sarQy7bkvf8/bagi-tulisan-ini-var-sittipubid.html</link><category>penelitian-tindakan-kelas</category><author>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</author><pubDate>Fri, 17 Dec 2010 20:55:53 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-824420421101314889.post-915448819312018899</guid><description>&lt;div class="fullpost" style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php" name="fb_share" type="button_count"&gt;Bagi Tulisan Ini&lt;/a&gt;&lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ebbutt menilai bahwa reconnaissance atau pengawasan dalam proses PTK bukan hanya masalah penemuan fakta saja, lebih dari itu.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Berikut model PTK yang digambarkan oleh Ebbutt (Hopkins)&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_6tsiCxfAJSM/TPW1Wqn2e9I/AAAAAAAABTc/1ff5xFTTuEk/s1600/M-PTK-4.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="410" src="http://1.bp.blogspot.com/_6tsiCxfAJSM/TPW1Wqn2e9I/AAAAAAAABTc/1ff5xFTTuEk/s1600/M-PTK-4.jpg" width="580" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Model ini menunjukkan bentuk alur kegiatan penelitian. Dimulai dengan pemikiran awal penelitian yang berupa pemikiran tentang masalah yang dihadapi di dalam kelas, penentuan fokus permasalahan berada pada bagian ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pemikiran awal dilanjutkan dengan reconnaissance (pemantauan), pada bagian reconnaissance ini Ebbutt berpendapat berbeda dengan penafsiran Elliot mengenai reconnaissance-nya Kemmis, yang seakan-akan hanya berkaitan dengan penemuan fakta saja (fact finding only). Padahal, menurut Ebbutt reconnaissance mencakup kegiatan-kegiatan diskusi, negosiasi, menyelidiki kesempatan, mengakses kemungkinan dan kendala atau mencakup secara keseluruhan analisis yang dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan pemikiran awal dan reconnaissance kemudian dilanjutkan dengan menyusun perencanaan dan berturut-turut dengan kegiatan pelaksanaan tindakan yang pertama, pengawasan dan pelaksanaan reconnaissance, dan melanjutkan pelaksanaan tindakan kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada siklus yang digambarkan oleh Ebbutt, dia memberikan pemikiran bahwa jika dalam pelaksanaan dan reconnaissance setelah tindakan ada masalah mendasar yang dialami, maka perlu perubahan perencanaan dan kembali melaksanakan  bagian siklus tertentu yang telah dijalani. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan tidak menutup kemungkinan pada pelaksanaan pengawasan dan reconnaissance dilakukan perubahan pemikiran yang mengakibatkan seorang peneliti kembali mengevaluasi pemikiran awal dan fokus penelitian yang dijalankan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Ebbutt, cara yang tepat untuk memahami proses penelitian tindakan ialah dengan memikirkannya  sebagai suatu seri dari siklus yang berturut-turut, dengan setiap siklus mencakup kemungkinan masukan balik informasi di dalam dan di antara siklus. Deskripsi ini mungkin tidak begitu rapih dibandingkan dengan membayangkan proses itu sebagai spiral, atau dengan bagan representasi. Bagaimana pun menurut Ebbutt proses penelitian tindakan pendidikan yang ideal adalah seperti yang digambarkannya di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;&lt;script&gt;
/**  **/
var sitti_pub_id = "BC0002526";
var sitti_ad_width = "520";
var sitti_ad_height = "70";
var sitti_ad_type = "8";
var sitti_ad_number = "2";
var sitti_ad_name = "";
var sitti_dep_id = "3061";
&lt;/script&gt; &lt;script src="http://202.52.131.5/delivery/sittiad.b1.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/824420421101314889-915448819312018899?l=bugishq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-18T12:55:53.250+08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_6tsiCxfAJSM/TPW1Wqn2e9I/AAAAAAAABTc/1ff5xFTTuEk/s72-c/M-PTK-4.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bugishq.blogspot.com/2010/12/bagi-tulisan-ini-var-sittipubid.html</feedburner:origLink></item><item><title>Model PTK (3): Model Spiral dari Kemmis &amp; Taggart</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/gtZb/~3/nllUZmrE98o/model-ptk-3-model-sprila-dari-kemmis.html</link><category>penelitian-tindakan-kelas</category><author>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</author><pubDate>Thu, 16 Dec 2010 17:41:51 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-824420421101314889.post-3119112362956106724</guid><description>&lt;div class="fullpost" style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php" name="fb_share" type="button_count"&gt;Bagi Tulisan Ini&lt;/a&gt;&lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Model PTK berikut ini merupakan model yang paling diminati oleh para peneliti tindakan kelas, model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart merupakan model yang bagannya menggambarkan kegiatan spiral.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Perhatikan bagan model PTK yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_6tsiCxfAJSM/TPWzuF1MzeI/AAAAAAAABTY/cau3bXoCibA/s1600/M-PTK-3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="278" src="http://4.bp.blogspot.com/_6tsiCxfAJSM/TPWzuF1MzeI/AAAAAAAABTY/cau3bXoCibA/s320/M-PTK-3.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Secara mendetail Kemmis dan Taggart  menjelaskan tahap-tahap penelitian tindakan kelas yang dilakukannya. Pada bagian awal yaitu identifikasi masalah, permasalahan penelitian difokuskan kepada strategi bertanya kepada siswa dalam pembelajaran sains. Keputusan ini timbul dari pengamatan tahap awal yang menunjukkan bahwa siswa belajar sains dengan cara menghafal dan bukan dalam proses inkuiri. Dalam diskusi dipikirkan cara untuk mendorong inkuiri siswa, apakah dengan mengubah kurikulum atau mengubah cara bertanya kepada siswa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lanjut pada tahap perencanaan,  fokus permasalahan diputuskan untuk menyusun strategi bertanya untuk mendorong siswa untuk menjawab pertanyaan sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kotak tindakan (action), mulai diajukan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa untuk mendorong mereka mengatakan apa yang mereka pahami, dan apa yang mereka minati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kotak pengamatan (observe), pertanyaan-pertanyaan dan jawaban-jawaban siswa dicatat atau direkam untuk melihat apa yang sedang terjadi. Pengamat juga membuat catatan dalam lembar-lembar observasi yang telah mereka sediakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kotak refleksi (reflect), ternyata kontrol kelas yang terlalu ketak menyebabkan tanya jawab kurang lancar dilaksanakan sehingga tidak mencapai hasil yang baik, dan perlu diperbaiki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada siklus berikutnya, perencanaan direvisi dengan modifikasi dalam bentuk mengurangi pernyataan-pernyataan guru yang bersifat mengontrol siswa, agar strategi bertanya dapat berlangsung dengan baik. Pada tahap tindakan siklus kedua hal itu dilakukan. Pelaksanaannya dicatat dan direkam untuk melihat pengaruhnya terhadap perilaku siswa. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;script&gt;
/**  **/
var sitti_pub_id = "BC0002526";
var sitti_ad_width = "520";
var sitti_ad_height = "70";
var sitti_ad_type = "8";
var sitti_ad_number = "2";
var sitti_ad_name = "";
var sitti_dep_id = "3061";
&lt;/script&gt; &lt;script src="http://202.52.131.5/delivery/sittiad.b1.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/824420421101314889-3119112362956106724?l=bugishq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-17T09:41:51.728+08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_6tsiCxfAJSM/TPWzuF1MzeI/AAAAAAAABTY/cau3bXoCibA/s72-c/M-PTK-3.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://bugishq.blogspot.com/2010/12/model-ptk-3-model-sprila-dari-kemmis.html</feedburner:origLink></item><item><title>Model PTK (2): Model Lewin Menurut Elliot</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/gtZb/~3/qNQ6a1g16Yk/model-ptk-2-model-lewin-menurut-elliot.html</link><category>penelitian-tindakan-kelas</category><author>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</author><pubDate>Wed, 15 Dec 2010 17:58:42 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-824420421101314889.post-3323921022525724872</guid><description>&lt;div class="fullpost" style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php" name="fb_share" type="button_count"&gt;Bagi Tulisan Ini&lt;/a&gt;&lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tulisan sebelumnya dijelaskan&amp;nbsp;&lt;a blank="" href="http://bugishq.blogspot.com/2010/12/model-ptk-1-model-lewin-tafsiran-kemmis.html" target="_"&gt;Model PTK (1): Model Lewin tafsiran Kemmis&lt;/a&gt;, maka pada tulisan keduan tentang model-model PTK, saya ingin menyampaikan model Lewin yang ditafsirkan oleh Elliot.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Berikut ini gambar model pelaksanaan PTK yang dikemukakan oleh Lewin yang kemudian ditafsirkan oleh Elliot&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_6tsiCxfAJSM/TPWy8QLJ8ZI/AAAAAAAABTU/6KMyA_I9NL8/s1600/M-PTK-2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_6tsiCxfAJSM/TPWy8QLJ8ZI/AAAAAAAABTU/6KMyA_I9NL8/s1600/M-PTK-2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Menurut Elliot tentang model PTK yang diajukan oleh Lewin bahwa apapun masalah yang akan diangkat dalam penelitian hendaknya tetap berada dalam lingkup permasalahan yang dihadapi oleh guru didalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari di kelas dan itu merupakan sesuatu yang ingin diperbaiki atau diubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penafsiran Elliot terhadap model PTK yang dikembangkan oleh Lewin, bahwa kegiatan awal dalam bentuk identifikasi masalah pada hakikatnya adalah pernyataan yang menghubungkan gagasan dengan ide dengan tindakan.&amp;nbsp;Sedangkan penafsiran Elliot pada bagian Reconnaissance adalah pemahaman tentang situasi kelas yang ingin diubah atau diperbaiki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari bagan di atas (tafsiran Elliot) dibandingkan dengan bagan PTK oleh Lewin yang ditafsirkan sama Lewis ada perbedaan mendasar, tetapi pada dasarnya tetap membentuk sebuah kegiatan berulang (siklus).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;script&gt;
/**  **/
var sitti_pub_id = "BC0002526";
var sitti_ad_width = "520";
var sitti_ad_height = "70";
var sitti_ad_type = "8";
var sitti_ad_number = "2";
var sitti_ad_name = "";
var sitti_dep_id = "3061";
&lt;/script&gt; &lt;script src="http://202.52.131.5/delivery/sittiad.b1.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/824420421101314889-3323921022525724872?l=bugishq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-16T09:58:42.722+08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_6tsiCxfAJSM/TPWy8QLJ8ZI/AAAAAAAABTU/6KMyA_I9NL8/s72-c/M-PTK-2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bugishq.blogspot.com/2010/12/model-ptk-2-model-lewin-menurut-elliot.html</feedburner:origLink></item><item><title>Model PTK (1): Model Lewin Tafsiran Kemmis</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/gtZb/~3/RXTnxWtQ2po/model-ptk-1-model-lewin-tafsiran-kemmis.html</link><category>penelitian-tindakan-kelas</category><author>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</author><pubDate>Tue, 14 Dec 2010 16:03:34 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-824420421101314889.post-2450771665992837127</guid><description>&lt;div class="fullpost" style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php" name="fb_share" type="button_count"&gt;Bagi Tulisan Ini&lt;/a&gt;&lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini gambar model pelaksanaan PTK yang dikemukakan oleh Lewin yang kemudian ditafsirkan oleh Kemmis&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_6tsiCxfAJSM/TPWuQTG6peI/AAAAAAAABTE/kIVbcK-yGFw/s1600/M-PTK-1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_6tsiCxfAJSM/TPWuQTG6peI/AAAAAAAABTE/kIVbcK-yGFw/s1600/M-PTK-1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Model Lewis yang kemudian ditafsirkan oleh Kemmis (seperti pada gambar di atas) adalah model yang menggambarkan sebuah spiral dari beberapa siklus kegiatan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada siklus dasar pada gambar bagan tersebut melukiskan kegiatan  yang terdiri dari mengindentifikasi gagasan umum, melakukan reconnaissance, menyusun rencana umum, mengembangkan langkah untuk tindakan pertama dan kemudian mengimplementasikan langkah tindakan pertama. Pada akhir siklus pertama diadakan evaluasi  dan memperbaiki rancangan umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Kemmis, penyusunan gagasan awal dapat dilakukan jauh sebelumnya, reconnaissance adalah bukan hanya kegiatan menemukan fakta di lapangan akan tetapi juga mencakup analisis dan kegiatan reconnaissance bukan hanya dilakukan pada siklus awal atau kegiatan awal saja. Sedangkan, kegiatan implementasi tindakan  perlu dimonitor untuk mengetahui bahwa kegiatan implementasi sudah terlaksana secara optimal sebelum masuk pada kegiatan evaluasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari siklus dasar ini (siklus pertama), apabila seorang peneliti pelaksana menilai adanya kesalahan atau kekurangan maka diperlukan perbaikan atau modifikasi dengan mengembangkannya dalam spiral ke perancanaan langkah tindakan kedua. Apabila, dalam implementasinya dan evaluasinya masih terdapat kesalahan atau kekurangan maka masih diperbaiki  atau dimodifikasi dan dilanjutkan dengan perencanaan tindakan ketiga, dan seterusnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;script&gt;
/**  **/
var sitti_pub_id = "BC0002526";
var sitti_ad_width = "520";
var sitti_ad_height = "70";
var sitti_ad_type = "8";
var sitti_ad_number = "2";
var sitti_ad_name = "";
var sitti_dep_id = "3061";
&lt;/script&gt; &lt;script src="http://202.52.131.5/delivery/sittiad.b1.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/824420421101314889-2450771665992837127?l=bugishq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-15T08:03:34.537+08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_6tsiCxfAJSM/TPWuQTG6peI/AAAAAAAABTE/kIVbcK-yGFw/s72-c/M-PTK-1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://bugishq.blogspot.com/2010/12/model-ptk-1-model-lewin-tafsiran-kemmis.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kualitas Pendidikan di Indonesia Masih Persoalan Utama</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/gtZb/~3/RNa6yUeUiZU/kualitas-pendidikan-di-indonesia-masih.html</link><category>opini</category><author>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</author><pubDate>Sun, 12 Dec 2010 20:49:09 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-824420421101314889.post-5338043403894502132</guid><description>&lt;div class="fullpost" style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php" name="fb_share" type="button_count"&gt;Bagi Tulisan Ini&lt;/a&gt;&lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akses terhadap pendidikan yang kian luas tidak serta-merta disertai dengan mutu pendidikan yang baik. Dari segi akses, menurut Indeks Pembangunan Manusia 2010, Indonesia masuk dalam peringkat 10 besar negara yang&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;mengalami kemajuan pesat selama 40 tahun dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Ke-10 negara itu adalah Oman, China, Nepal, Indonesia, Arab Saudi, Laos, Tunisia, Korea Selatan, Aljazair, dan Maroko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal, Sabtu (11/12/2010), mengingatkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hanya menggunakan akses sebagai indikator utama keberhasilan. Dalam data IPM, rata-rata lama bersekolah di Indonesia 5,7 tahun, sementara lama bersekolah yang diharapkan 12,7 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Kalau dilihat lama sekolah tentu pendidikan Indonesia maju. Apalagi banyak daerah yang tidak lagi hanya mematok wajib belajar sembilan tahun, tetapi sudah 12-15 tahun, seperti di Pangkal Pinang,” kata Fasli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, jika dilihat dari mutu pendidikan, Indonesia kalah jauh dibandingkan negara lain. Jika indikator mutu ikut dihitung dalam IPM, menurut Fasli, hasilnya akan variatif karena tak ada satu patokan yang pasti. Apalagi mengingat kesenjangan mutu pendidikan antardaerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) Country Director Beate Trankmann mengakui, data IPM tidak bisa spesifik melihat setiap indikator hingga dapat diketahui adanya kesenjangan pada akses atau mutu pendidikan dan kesehatan setiap daerah. Yang terpenting, menurut dia, adalah bagaimana mengolah data IPM agar bisa menjadi dasar penyusunan kebijakan dan perencanaan anggaran pemerintah pusat dan daerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Tantangannya, bagaimana membawa semua daerah pada tingkatan yang sama. Sama seperti pendekatan kita pada Tujuan Pembangunan Milenium,” ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski hanya melihat rata-rata nasional, penulis laporan IPM, Jeni Klugman, mengingatkan, pada IPM kali ada penemuan penting bahwa beberapa tahun belakangan ini pertumbuhan ekonomi ternyata tidak otomatis meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di Afganistan, Banglades, India, Iran, Nepal, dan Pakistan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;Sumber: Tribun Timur Online&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;script&gt;
/**  **/
var sitti_pub_id = "BC0002526";
var sitti_ad_width = "520";
var sitti_ad_height = "70";
var sitti_ad_type = "8";
var sitti_ad_number = "2";
var sitti_ad_name = "";
var sitti_dep_id = "3061";
&lt;/script&gt; &lt;script src="http://202.52.131.5/delivery/sittiad.b1.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/824420421101314889-5338043403894502132?l=bugishq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-13T12:49:09.444+08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bugishq.blogspot.com/2010/12/kualitas-pendidikan-di-indonesia-masih.html</feedburner:origLink></item><item><title>Langkah-langkah PTK</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/gtZb/~3/bsxlBZqSgzs/langkah-langkah-ptk.html</link><category>penelitian-tindakan-kelas</category><author>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</author><pubDate>Sun, 12 Dec 2010 19:41:42 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-824420421101314889.post-5563449692415660184</guid><description>&lt;div class="fullpost" style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php" name="fb_share" type="button_count"&gt;Bagi Tulisan Ini&lt;/a&gt;&lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;A. Fokus Masalah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan PTK sebelum pelaksanaan penyusunan rencana PTK merupakan kegiatan yang mendasari pelaksanaan PTK, yang berupa kegiatan-kegiatan sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Identifikasi masalah&lt;/li&gt;
Kegiatan diawali dengan langkah mengidentifikasi bidang fokus masalah yang akan diteliti, bidang masalah diteliti dan dikembangkan. Dalam pendidikan dan kurikulum, bidang masalah yang dipilih adalah bidang masalah yang memiliki sumbangan paling besar terhadap mutu hasil pendidikan, khususnya mutu kemampuan dan pribadi siswa, misalnya implementasi kurikulum. Bidang tersebut masih mencakup secara luas, cakupannya dapat terdiri dari berbagai sub bidang atau segi, misalnya segi pembelajaran, segi praktik, pengelolaan kurikulum, kegiatan ekstra kurikuler, penggunaan media, evaluasi, dll.  Dalam segi pembelajaran masih terdapat lagi masalah-masalah yang bisa diidentifikasi dan dipilih sebagai fokus masalah, seperti pembelajaran pemecahan masalah, pembelajaran konstektual, eksprensial, pembelajaran inkuiri-diskaveri, pembelajaran kooperatif dll. Dalam pemilihan fokus masalah atau kegiatan yang ingin dipilih didasarkan  atau urgensi  dan mafaatnya, serta kemampuan diri dalam melaksanakan kegiatan pemecahan masalah tersebut.
&lt;li&gt;Pengumpulan data&lt;/li&gt;
Langkah kedua ini merupakan langkah dengan melakukan kegiatan pengumpulan data berkenaan dengan pelaksanaan kegiatan yang menjadi fokus masalah. Sebagai contoh masalah yang menjadi dasar adalah pembelajaran kooperatif (pembelajaran yang menekankan aktivitas siswa dalam pembelajaran). Dalam langkah ini seorang guru mengidentifikasi, menghimpun dokumen-dokumen, mengingat-ingat kegiatan pembelajaran, serta hasil pembelajaran yang berkenan dengan pemecahan masalah yang pernah dilakukannya. Topik-topik apa yang dibahas, bagaimana langkah-langkahnya, bagaimana kegiatan guru dan siswa, buku media, dan sumber belajar, keberhasilan yang dicapai, dll.
&lt;li&gt;Analisis dan interpretasi data&lt;/li&gt;
Hasil pengumpulan data kemudian dianalisis secara kualitatif , diuraikan, dibandingkan, dikategorikan, disintesiskan, lalu diurutkan secara sistematis. Hasil analisis diinterpretasikan dalam arti diberi makna, baik makna umum maupun makna atau sendiri-sendiri.
&lt;li&gt;Solusi permasalahan&lt;/li&gt;
Hasil masalah-masalah yang telah dijabarkan, kemudian dicarikan solusi untuk mencari/mengembangkan cara perbaikan, yang dapat dilakukan dengan mengkaji teori dan hasil-hasil penelitian yang relevan, berdiskusi dengan teman (guru lain) atau dengan pakar, serta guru dapat menggali pengalaman sendiri. Pengembangan cara perbaikan atau tindakan  harus sesuai dengan kemampuan dan komitmen guru sebagai peneliti pelaksana, kemampuan siswa, fasilitas yang tersedia, serta iklim belajar dan iklim kerja di sekolah.&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;B. Pelaksanaan PTK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Berdasarkan empat kegiatan awal, yaitu identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis dan interpretasi data, dan solusi permasalahan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan langkah-langkah umum PTK yang merupakan satu daur atau siklus, yang terdiri dari kegiatan:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Perencanaan&lt;/li&gt;
Pelaksanaan tindakan dimulai dengan mempersiapkan rencana pembelajaran dan skenario tindakan, termasuk bahan pelajaran dan tugas-tugas, menyiapkan alat pendukung atau sarana lain yang diperlukan, mempersiapkan cara merekam dan menganalisis data, dan melakukan simulasi pelaksanaan jika diperlukan.
&lt;li&gt;Pelaksanaan (Tindakan)&lt;/li&gt;
Fase tindakan merupakan tahapan pelaksanaan tindakan-tindakan (intervensi) yang telah direncanakan. Pada fase ini peneliti peneliti sudah harus benar-benar menguasai skenario pengajaran sebelum menerapkannya. Fokus perhatian peneliti pada fase bukan pada bagaimana mengimplementasikan rencana atau pada proses peningkatan keterampilan mengajar guru, tetapi pada proses menggunakan strategi yang direncanakan untuk melihat seberapa jauh strategi itu mengatasi masalah yang ingin diatasi. Peneliti disarankan untuk berkolaborasi dengan satu atau lebih kolega yang mengampu mata pelajaran yang sama. Kolaborator tersebut bertugas mengamati implementasi perencanaan dan melihat seberapa jauh strategi itu memecahkan masalah.
&lt;li&gt;Observasi&lt;/li&gt;
Observasi merupakan proses pengumpulan data mengenai tingkat keberhasilan strategi yang digunakan untuk memecahkan masalah. Observasi difokuskan pada data yang berhubungan dengan kriteria keberhasilan yang telah ditentukan. Pertanyaan-pertanyaan yang lazim diajukan pada fase observasi adalah: Seberapa efektif strategi yang digunakan memecahkan masalah?, bukan, seberapa baik pengajaran guru?. Atau, seberapa baik strategi pengajaran itu diimplementasikan oleh guru?. Kedua pertanyaan terakhir adalah pertanyaan untuk observasi ketika mahasiswa melakukan praktik mengajar, bukan dalam observasi PTK. Pada fase observasi ini, peneliti dan kolaborator juga menyepakati sumber dan jenis data yang akan dikumpulkan serta teknik dan instrument yang akan digunakan untuk mengumpulkan data tersebut. Proses penjaringan data sesuai dengan kesepakatan yang diambil juga dilakukan pada fase observasi ini.
&lt;li&gt;Refleksi&lt;/li&gt;
Refleksi merupakan proses analisis data dan diskusi (keduanya selalu berlangsung tumpang tindih) untuk menentukan sejauh mana data yang dijaring menunjukkan keberhasilan strategi mengatasi masalah. Refleksi juga menunjukkan faktor-faktor apa saja yang mendukung keberhasilan strategi atau persoalan-persoalan tambahan apa yang muncul selama proses implementasi strategi.  Analisis terhadap hasil observasi dilakukan dengan membandingkan data yang terjaring dengan kriteria keberhasilan yang telah ditargetkan. Sebagai contoh, sebuah strategi yang diarahkan untuk meningkatkan kemahiran para guru di sebuah Sekolah Dasar dalam pembelajaran melalui metode pembelajaran kooperatif tipe STAD, pembelajaran kooperatif dianggap berhasil bila (1) para guru tersebut menyenangi pembelajaran kooperatif tipe STAD, (2) peneliti merasa nyaman menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD, (3) para guru semakin aktif dalam pembelajaran, (4) kemahiran guru menjalankan pembelajaran kooperatif tipe STAD TIK dalam aktivitas pembelajaran, seperti terungkap melalui penilaian siswa yang memberikan nilai rata-rata 4,6 (dalam skala 5) kepada guru melalui angket.  Refleksi yang dilakukan melalui proses analisis data dan diskusi ini berfungsi untuk menilai kriteria keberhasilan yang mana yang sudah tercapai, mana yang belum tercapai dan apa yang menyebabkan kriteria itu belum tercapai. Hasil penilaian ini akan memperlihatkan unsur strategi yang perlu diperbaiki. Dengan demikian peneliti dan kolaborator dapat memperbaiki strategi tersebut secara optimal sehingga pengimplementasian strategi revisi ini nantinya dapat mencapai semua target keberhasilan.   &lt;/ol&gt;Strategi yang sudah diperbaiki (revised strategy) inilah yang menjadi fase perencanaan (plan) pada siklus kedua, yang nantinya diimplemetasikan, diobservasi, dan direfleksi kembali. Siklus tersebut dapat diulang beberapa kali hingga seluruh kriteria keberhasilan tercapai. Jumlah siklus tidak dapat diprediksi pada awal penelitian. Jika setelah siklus pertama semua kriteria keberhasilan dapat dicapai maka penelitian dapat dihentikan. Namun selama kriteria-kriteria keberhasilan itu belum tercapai, revisi terhadap strategi perlu dilakukan dan siklus berikutnya dilaksanakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam melaksanakan tindakan atau perbaikan, observasi dan interpretasi dilakukan secara simultan. Aktor utama adalah guru. Namun, guru dapat dibantu oleh alat perekam data atau teman sejawat sebagai pengamat. Agar pelaksanaan tindakan sesuai dengan kaidah PTK, perlu diterapkan enam kriteria, sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Metodologi penelitian  jangan sampai mengganggu komitmen guru sebagai pengajar&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengumpulan data jangan sampai menyita waktu guru terlampau banyak&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Metodologi harus reliabel (handal) hingga guru dapat menerapkan strategi yang sesuai dengan situasi kelasnya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masalah yang ditangani guru harus sesuai dengan kemampuan dan komitmennya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Guru harus memperhatikan berbagai aturan (etika) yang berkaitan dengan tugasnya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;PTK harus mendapat dukungan dari masyarakat sekolah.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;Diolah dari berbagai buku dan media online.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;&lt;script&gt;
/**  **/
var sitti_pub_id = "BC0002526";
var sitti_ad_width = "520";
var sitti_ad_height = "70";
var sitti_ad_type = "8";
var sitti_ad_number = "2";
var sitti_ad_name = "";
var sitti_dep_id = "3061";
&lt;/script&gt; &lt;script src="http://202.52.131.5/delivery/sittiad.b1.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/824420421101314889-5563449692415660184?l=bugishq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-13T11:41:42.657+08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bugishq.blogspot.com/2010/12/langkah-langkah-ptk.html</feedburner:origLink></item><item><title>Membuat Tabel pada Postingan Blog</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/gtZb/~3/X58rW7YG0s0/membuat-tabel-pada-postingan-blog.html</link><category>tutorial-blog</category><author>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</author><pubDate>Sat, 04 Dec 2010 17:47:52 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-824420421101314889.post-8896413528005666106</guid><description>&lt;div class="fullpost" style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php" name="fb_share" type="button_count"&gt;Bagi Tulisan Ini&lt;/a&gt;&lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Tabel pada sebuah blog tidaklah banyak ditemukan, selain karena intensitas yang kurang untuk dibuat juga disebabkan beberapa diantara kita tidak mengetahui cara membuatnya. Bagaimana caranya?&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misalkan kita ingin membuat tabel dengan 2 kolom dan 2 baris mulai pada posisi kiri layar komputer, seperti model di bawah ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table border="1" style="width: 300px;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Kolom 1 &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Kolom 2 &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;Isi baris 2 kolom 1 &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Isi baris 2 kolom 2 &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
maka kodenya seperti di bawah ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;textarea cols="60" name="code" rows="8"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table border="1" style="width: 300px;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Kolom 1 &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Kolom 2 &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Isi baris 2 kolom 1 &lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Isi baris 2 kolom 2 &lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3 kolom dan 3 baris dengan posisi tengah dengan menambahkan nama tabel, seperti model di bawah ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt; Tabel 2. 3 kolom 3 baris.&lt;br /&gt;
&lt;table border="1" style="width: 400px;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Kolom 1 &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Kolom 2 &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Kolom 3 &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;Isi baris 2 kolom 1 &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Isi baris 2 kolom 2 &lt;/td&gt;  &lt;td&gt;Isi baris 2 kolom 3 &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;Isi baris 3 kolom 1 &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Isi baris 3 kolom 2 &lt;/td&gt;  &lt;td&gt;Isi baris 3 kolom 3 &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
maka kodenya seperti di bawah ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;textarea cols="60" name="code" rows="10"&gt;&lt;center&gt; Tabel 2. 3 kolom 3 baris.&lt;br /&gt;
&lt;table border="1" style="width: 400px;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Kolom 1 &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Kolom 2 &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Kolom 3 &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Isi baris 2 kolom 1 &lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Isi baris 2 kolom 2 &lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Isi baris 2 kolom 3 &lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Isi baris 3 kolom 1 &lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Isi baris 3 kolom 2 &lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Isi baris 3 kolom 3 &lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/center&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ada penambahan kolom atau baris, maka penempatan baris dan kolom tersebut disesuaikan posisinya (silahkan pelajari kode-kode tersebut di atas). Sedangkan, terkait dengan lebar kolom dapat di lihat pada kodel &lt;b&gt;width&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Catatan: Judul kolom sudah dimodifikasi dengan model huruf tebal (&lt;b&gt;bold&lt;/b&gt;) dan posisinya di tengah (center)&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;script&gt;
/**  **/
var sitti_pub_id = "BC0002526";
var sitti_ad_width = "520";
var sitti_ad_height = "70";
var sitti_ad_type = "8";
var sitti_ad_number = "2";
var sitti_ad_name = "";
var sitti_dep_id = "3061";
&lt;/script&gt; &lt;script src="http://202.52.131.5/delivery/sittiad.b1.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/824420421101314889-8896413528005666106?l=bugishq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-05T09:47:52.004+08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bugishq.blogspot.com/2010/12/membuat-tabel-pada-postingan-blog.html</feedburner:origLink></item><item><title>Karakteristik PTK</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/gtZb/~3/wAl5QmwqDp0/karakteristik-ptk.html</link><category>penelitian-tindakan-kelas</category><author>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</author><pubDate>Sat, 04 Dec 2010 17:33:50 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-824420421101314889.post-4231076678647513729</guid><description>&lt;div class="fullpost" style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php" name="fb_share" type="button_count"&gt;Bagi Tulisan Ini&lt;/a&gt;&lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa ahli telah memberikan kombinasi dari berbagai definisi tentang PTK yang pada hakikatnya memunculkan empat karakteristik utama, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dilakukan oleh praktisi (guru kelas), dengan dilandasi dari kerisauan guru terhadap kinerjanya dan kemudian memprakarsai diri melakukan perbaikan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Metode utamanya adalah refleksi diri dalam mengumpulkan data&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Fokus penelitian berupa kegiatan pembelajaran, yaitu interaksi guru dengan siswa dalam kelas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ditujukan untuk mengubah sesuatu yang terkait dengan pembelajaran.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Secara lebih terperinci, Creswell  menjelaskan enam karakteristik.&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;PTK terfokus pada tujuan praktis, dalam pengertian diarahkan untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah aktual yang spesifik. Dengan demikian, PTK digunakan peneliti untuk memperoleh manfaat langsung bagi dirinya dan pihak lain yang terlibat dalam penelitian tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;PTK merupakan penelitian yang reflektif-mandiri (self-reflektive) atau kolaboratif. Dalam konteks ini, peneliti (atau kelompok peneliti) mengkaji praktik yang dia/mereka lakukan (bukan praktik orang lain), untuk melihat apa yang harus dilakukan dalam rangka memperbaiki praktik tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;PTK bersifat kolaboratif karena dilaksanakan oleh individu dengan bantuan orang lain (minimal sebagai observer) atau oleh sekelompok kolega, praktisi (guru) atau peneliti.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;PTK merupakan sebuah proses yang dinamis dan fleksibel yang melibatkan pengulangan-pengulangan aktivitas (sehingga membentuk pola spiral) yang maju-mundur diantara refleksi, penjaringan data, dan tindakan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;PTK merupakan suatu rencana tindakan. Meskipun merupakan proses yg dinamis dan fleksibel, sebagai sebuah metode penelitian, PTK harus dirancang secara sistematis yang memenuhi pola umum prosedur PTK.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;PTK merupakan penelitian kebersamaan (sharing research). Berbeda dengan hasil penelitian tradisional yang biasanya langsung dipublikasikan dalam jurnal atau buku, peneliti PTK biasanya mendistribusikan laporan penelitiannya kepada teman sejawat yang mungkin dapat memakai temuan tersebut. Meskipun saat ini laporan PTK juga sudah dipublikasikan melalui jurnal, biasanya para peneliti PTK lebih cenderung untuk membagikan informasi tersebut dengan berbagai rekan sejawat untuk dipraktikkan atau dikaji ulang di sekolah/kelas masing-masing.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Berdasarkan karakteristik tersebut dapat dibandingkan ciri-ciri PTK dengan penelitian kelas dan penelitian formal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tabel 1. Perbandingan PTK dan penelitian kelas non PTK&lt;/div&gt;&lt;center&gt;&lt;table border="1" style="width: 580px;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Aspek &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PTK &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Non PTK&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;Peneliti &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Guru &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Orang luar &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;Rencana Penelitian &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Oleh guru (memungkinkan dibantu orang luar) &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Oleh peneliti &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;Munculnya masalah&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Dirasakan oleh guru (mungkin dorongan orang luar)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Dirasakan oleh orang luar&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;Ciri utama&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Ada tindakan untuk perbaikan yang berulang&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Belum tentu ada tindakan perbaikan&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;Peran guru&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Sebagai guru dan peneliti&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Sebagai guru (subjek penelitian)&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;Tempat penelitian&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Kelas&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Kelas&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;Proses pengumpulan data&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Oleh guru dan bantuan orang luar&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Oleh peneliti&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;Hasil penelitian&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Langsung dimafaatkan oleh guru dan dirasakan oleh siswa&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Menjadi milik peneliti dan belum tentu dimanfaatkan oleh guru&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan perbedaan karakteristik PTK dengan penelitian non PTK dilihat dari beberapa sudut pandang, antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tabel 2. Perbedaan karakteristik PTK dan penelitian kelas non PTK&lt;/div&gt;&lt;center&gt;&lt;table border="1" style="width: 580px;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Dimensi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;PTK &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Penelitian Non PTK&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;Motivas&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Tindakan&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Kebenaran&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;Sumber masalah&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Diagnosis status&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Induktif - deduktif&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;Tujuan&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Memperbaiki praktik, sekarang dan di ini&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Verifikasi dan menemukan pengetahuan yang dapat digeneralisasi&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;Peneliti yang terlibat&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Pelaku dari dalam (guru)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Orang yang berminat&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;Sampel&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Kasus khusus&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Sampel yang refresentatif&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;Metedologi&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Longgar tetapi berusaha objektif, jujur, dan tidak memihak&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Baku dengan objektivitas dan ketidakmemihakan yang terintergrasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;Sampel&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Kasus khusus&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Sampel yang refresentatif&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;Metedologi&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Longgar tetapi berusaha objektif, jujur, dan tidak memihak&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Baku dengan objektivitas dan ketidakmemihakan yang terintergrasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;Penafsiran hasil penelitian&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Untuk memahami praktik melalui refleksi oleh praktisi yang membangun&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Mendiskripsikan, mengabstraksikan, penyimpulan dan pembentukan teori oleh ilmuwan&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;Hasil akhir&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Siswa belajar lebih baik (proses dan produk)&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Pengetahuan, prosedur atau materi yang diuji&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;script&gt;
/**  **/
var sitti_pub_id = "BC0002526";
var sitti_ad_width = "520";
var sitti_ad_height = "70";
var sitti_ad_type = "8";
var sitti_ad_number = "2";
var sitti_ad_name = "";
var sitti_dep_id = "3061";
&lt;/script&gt; &lt;script src="http://202.52.131.5/delivery/sittiad.b1.js"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/824420421101314889-4231076678647513729?l=bugishq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-05T09:33:50.070+08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://bugishq.blogspot.com/2010/12/karakteristik-ptk.html</feedburner:origLink></item><item><title>Konsep Penelitian Tindakan Kelas</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/gtZb/~3/LoVKr6d4ajc/konsep-penelitian-tindakan-kelas.html</link><category>penelitian-tindakan-kelas</category><author>noreply@blogger.com (ishaq madeamin)</author><pubDate>Wed, 01 Dec 2010 18:48:24 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-824420421101314889.post-8515316281146745381</guid><description>&lt;div class="fullpost" style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php" name="fb_share" type="button_count"&gt;Bagi Tulisan Ini&lt;/a&gt;&lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencarian sistematik yang dilaksanakan oleh para pelaksana program dalam kegiatannya sendiri (dalam dunia pendidikan dilakukan oleh&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;guru, dosen, kepala sekolah, konselor), dalam mengumpulkan data tentang pelaksanaan kegiatan, keberhasilan dan hambatan yang dihadapi. Hasil ini kemudian digunakan untuk menyusun rencana dan melakukan kegiatan-kegiatan penyempurnaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penelitian tindakan kelas menggabungkan kegiatan penelitian atau pengumpulan data dengan penggunaan hasil penelitian atau pengumpulan data. Kegiatan ini dilakukan secara timbal balik membentuk spiral: rencana – tindakan – pengamatan – dan refleksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asumsi yang mendasari pelaksanaan penelitian tindakan kelas  adalah bahwa orang akan belajar dan mengembangkan pengetahuan:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pengalaman sendiri yang konkrit&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melalui pengamatan dan refleksi dalam pengalaman tersebut&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melalui pembentukan konsep abstrak dan generalisasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dengan menguji impilkasi konsep dalam situasi baru&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Menurut pandangan &lt;i&gt;Pascamodern&lt;/i&gt; penelitian-penelitian biasa kurang memberikan sumbangan terhadap perbaikan praktik. Penelitian biasa memberikan saran-saran bagi perbaikan praktik pelaksanaan kurikulum dan pengajaran. Sedangkan, penelitian tindakan secara alamiah memberikan perbaikan-perbaikan langsung sesuai dengan kondisi dan situasi nyata. Lebih dari itu penelitian tindakan, mempunyai fungsi pengembangan nilai-nilai yang lebih luas.  Menurut Stringer, ada empat nilai dasar yang dikembangkan melalaui penelitian tindakan, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Democratic, enabling participation of people&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;Equitable, acknowledging people equality of worth&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;Liberating, providing freedom from oppressive, debilitating conditions&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;Enchancing, enabling the expression of peoples full human potential&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Sedangkan menurut E. Mils, penelitian tindakan memiliki empat konsep, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Penelitian tindakan bersifat parsipatif dan demokrasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penelitian tindakan responsif terhadap masalah-masalah sosial dan berlangsung dalam suatu konteks&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penelitian tindakan membantu peneliti pelaksana (guru, dosen, dll) untuk menguji dan menjamin cara-cara pelaksanaan pekerjaan profesional sehari-hari&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian tindakan (dalam pendidikan) dapat memberikan kebebasan kepada siswa, guru, administrator, dan meningkatkan proses belajar, pengajaran dan penentuan kebijakan&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Penelitian tindakan kelas lebih menekankan pada pendekatan bagimana proses penelitian tindakan, dan kurang menekankan pada pandangan segi-segi filosofis. Penelitian ini bertolak dari beberapa asumsi, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Secara individual peneliti pelaksana memiliki otonomi dan dapat menentukan sifat penelitian yang akan dilakukan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peneliti pelaksana memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kemampuan profesional&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peneliti pelaksana akan terus menyempurnakan program yang direalisasikan pada pelaksanaan kegiatan sehari-hari&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peneliti pelaksana sebagai penentu kebijakan akan memilih bidang fokus yang diteliti dan teknik pengumpulan data&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peneliti pelaksana mengembangkan programnya berdasarkan temuan-temuan mereka sendiri.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Walaupun penelitian tindakan dalam dunia pendidikan diarahkan pada perbaikan program, desain, pelaksanaan program, metode, alat, bahan, dll. Akan tetapi, tujuan akhirnya adalah untuk kepentingan peserta didik, peserta didik yang berkualitas, lebih cakap, lebih terampil, lebih bermoral, dsb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;&lt;script&gt;
/**  **/
var sitti_pub_id = "BC0002526";
var sitti_ad_width = "520";
var sitti_ad_height = "70";
var sitti_ad_type = "8";
var sitti_ad_number = "2";
var sitti_ad_name = "";
var sitti_dep_id = "3061";
&lt;/script&gt; &lt;script src="http://202.52.131.5/delivery/sittiad.b1.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/824420421101314889-8515316281146745381?l=bugishq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-02T10:48:24.534+08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://bugishq.blogspot.com/2010/12/konsep-penelitian-tindakan-kelas.html</feedburner:origLink></item><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

