<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>The Power of Dream</title><link>http://rizky165.blogspot.com/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/eVqR" /><description>Orang yang tidak mempunyai keberanian bermimpi tidak akan pernah merasakan dahsyatnya saat dimana sebuah mimpi terwujud</description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (Rizky)</managingEditor><lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 21:04:56 PST</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1478</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="blogspot/evqr" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Orang yang tidak mempunyai keberanian bermimpi tidak akan pernah merasakan dahsyatnya saat dimana sebuah mimpi terwujud</itunes:subtitle><item><title>Hukum untuk AS</title><link>http://rizky165.blogspot.com/2012/02/hukum-untuk-as.html</link><author>noreply@blogger.com (Rizky)</author><pubDate>Thu, 09 Feb 2012 21:04:56 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4907242525845181587.post-2362982361057195816</guid><description>TV kemarin2 dan smpai hari ini heboh AS, alias Angelina Sondakh. Apalagi tvone yang sepertinya aji mumpung banget si biru kena masalah... Nah, ini dia, yang aneh menurutku, kl ada maling kokoa, maling kelapa, maling piring, maling sandal, belum ditetapkan tersangka saja sudah dimasukkan sel tahanan. Tapi kalo Anggelina Sondakh, sampai sudah ditetapkan tersangka saja cuma dicekal keluar negeri.&lt;p&gt;Kalau perlakuan hukum seperti itu, belum ke kasus2 yg lebih besar dan super besar, apa masih perlu dibanggakan kita punya negara disebut negara hukum? Apa masih perlu ada fakultas hukum?&lt;p&gt;Jadi mempertanyakan legitimasi hukum, yang selama ini oleh banyak orang begitu dibangga2kan..&lt;p&gt;Sent using Nokia mobile phone&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907242525845181587-2362982361057195816?l=rizky165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-10T12:04:56.841+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Umang</title><link>http://rizky165.blogspot.com/2012/02/umang.html</link><author>noreply@blogger.com (Rizky)</author><pubDate>Thu, 09 Feb 2012 06:59:47 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4907242525845181587.post-5860865645274730383</guid><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-eSk9dfsAJHw/TzPcuiRzqgI/AAAAAAAABXA/1cHLklYO1Vo/s1600/umang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="230" src="http://4.bp.blogspot.com/-eSk9dfsAJHw/TzPcuiRzqgI/AAAAAAAABXA/1cHLklYO1Vo/s400/umang.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Umang Island, Pandeglang, Banten&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907242525845181587-5860865645274730383?l=rizky165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-09T21:59:47.484+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-eSk9dfsAJHw/TzPcuiRzqgI/AAAAAAAABXA/1cHLklYO1Vo/s72-c/umang.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>DIS</title><link>http://rizky165.blogspot.com/2012/02/dis.html</link><author>noreply@blogger.com (Rizky)</author><pubDate>Wed, 08 Feb 2012 05:48:50 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4907242525845181587.post-2015093677450025879</guid><description>Mau pamer ah sama yang lagi di Malang... Barusan dapat email, katanya sabtu pagi Pak Menteri BUMN mau ngajak olahraga pagi bersama kita-kita.. Asyeek....&amp;nbsp; hihii...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907242525845181587-2015093677450025879?l=rizky165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-08T20:48:50.733+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tidak Aku Buru-Burui dengan Apapun</title><link>http://rizky165.blogspot.com/2012/02/tidak-aku-buru-burui-dengan-apapun.html</link><author>noreply@blogger.com (Rizky)</author><pubDate>Tue, 07 Feb 2012 08:52:46 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4907242525845181587.post-559828434581746319</guid><description>Aku lahir dan besar di lingkungan pendidik. Bapakku, Ibuku, Pakdeku sampai bulikku kebanyakan guru. Sepupu-sepupuku, juga pada jadi guru. Aku saja yang nyeleneh, lagaknya kepengin jadi juragan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku juga tumbuh dan besar terbiasa mendidik. Dari jaman baru masuk SD sampai lulus SMP aku terbiasa sinau bareng &amp;amp; nyinaoni adik pertamaku yang umurnya nyaris sebayaan, Si Aan selisih 2 tahun saja. Dari gubug-gubugan, masak-masakan, monopoli, ular tangga sampai cerdas cermat cerdas cermatan, aku punya sekian banyak metode mendidik waktu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai menjelang masuk SMP adik keduaku, Si Ifa yang selisih sepuluh tahun lahir. Metode mendidikku beda lagi, mulai dari jalan-jalan, berpetualang, ngobrol tentang pesantren. Sampai sekarang masuk SMP 8 juga karena pengaruhku, syukurlah bisa juara 1,2,3 paralel terus, dan bukan cuma itu, aktif di organisasi pula, dan bukan cuma itu, kepengin masuk pesantren nanti SMA, tapi kakak yang baik, enggak boleh memaksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, pas masuk SMA, adik ketigaku lahir, Si Yiyi. Nalarnya jalan, otak kanannya aktif, ini anak ngeyelan sekali, tapi nyandakkan dalam memecahkan persoalan. Tidak beda dengan adik-adikku yang lain, kalau diajari nyandakkan, walau beda-beda spesialisasinya, kalau adik pertamaku pinter jualan, keduaku pinter hafalan, ketigaku pinter pecicilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari semua materi yang aku didikkan, hitung2an, karakter tokoh dunia, peta eropa, yang paling aku tekankan adalah bahasa inggris. iya benar, karena trend ketika dia besar nanti, sudah tidak bisa bicara lokal, bicaranya internasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi arahnya kemana ini posting? Menyindir yang punya banyak adik angkat? Atau menyindir yang jadi guru cuma buat cari gaji? Oh tidak tidak tidak, maaf, kali ini aku sedang ogah urusan dengan begituan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku cuma sedang terpikir, kalau ada laki-laki yang mau tunangan dengan perempuan yang perempuan itu mau diajak menginap di rumah kontrakannya (seperti tetanggaku di kompleks), materi seperti apa yang akan dididikkan si perempuan itu bagi anak-anaknya yang notabenenya adalah anak-anak si laki-laki itu juga?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga, apa yang akan dididikkan oleh perempuan yang mau diajak telpon2an berlama-lama, berjam-jam, berkali-kali setiap hari untuk urusan yang &lt;strike&gt;tidak&lt;/strike&gt; penting dengan seorang yang bukan siapa-siapanya kepada anak-anakku, bila dia aku peristri dan melahirkan anak-anakku? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Orang-orang mungkin tahunya studyku berantakan, tapi orang-orang dekatku pasti tau kalau aku adalah orang yang sangat serius soal pendidikan&lt;/b&gt;. Maka, aku ikhlaskan penantianku untuk tidak aku buru-burui dengan apapun, karena yang sedang aku jemput itu adalah partnerku dalam mendidik anak-anakku nanti...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Segerakan Ya Allah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907242525845181587-559828434581746319?l=rizky165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-07T23:52:46.651+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Di Dalam Misteri Salah &amp; Benar</title><link>http://rizky165.blogspot.com/2012/02/di-dalam-misteri-salah-benar.html</link><author>noreply@blogger.com (Rizky)</author><pubDate>Mon, 06 Feb 2012 17:19:07 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4907242525845181587.post-6389533585383988353</guid><description>Kalau ngintip grup kampus di FB, infonya itu itu melulu : lowongan pekerjaan. Pekerjaan seolah-olah -dan memang diyakini- sebagai Juru Slamat kita dalam kehidupan. Setidaknya itu yang ada di benak sebagian anak muda dan hampir seluruh mertua di negeri ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membangun usaha memang tidak mudah. Tidak mudah kalau inginnya jalannya benaaar terus, tidak mudah kalau inginnya untung terus, tidak mudah kalau inginnnya dipuji orang teruuus.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kalau tidak mengejar seperti itu, sesungguhnya menjadi pengusaha banyak &lt;i&gt;privilege-&lt;/i&gt;nya. Apa saja itu?&lt;br /&gt;
1. Tidur jam 10 siang, enggak ada orang yang berhak negur. Begitu juga kerja sampai jam 11 malam, enggak ada orang yang berhak protes.&lt;br /&gt;
2. Berbuat salah itu wajar, gagal itu biasa, bangkrut itu sah-sah saja. Beda sama pekerja, masa misalnya gaji minus = bangkrut, lah ya kerja rodi namanya&lt;br /&gt;
3. Kalau punya mobil, punya property banyak, wajar, tidak dihitung2 orang : lama kerja berapa, pendapatan bulanan berapa, kok bisa beli ya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lepas dari semua itu, janganlah mudah merasa bersalah, jangan sedikit-sedikit "nanti kalau salah gimana"? Memang kita hidup di dunia ini didalam misteri salah dan benar kok, kalau kita sudah tahu apa yang kita lakukan PASTI benar, berarti kita tidak belajar. Itu weling Nyai Walidah kepada Al Mukarom KH Ahmad Dahlan suaminya di film Sang Pencerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lepas dari semua itu, mau jadi pekerja atau pengusaha, pastikan yang penting, kamu berada di tempat yang membesarkan jiwamu, expertmu, nilai-dirimu. Kalau tidak, kamu hanya buang-buang umur saja, sekalipun gajimu besar!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatlah, umurmu paling lama berapa si? 60 tahun? Iya kalau sehat terus... sangat sayang kalau kamu lewatkan hari ini di tempat yang hanya untuk menuggu sore, melewatkan hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907242525845181587-6389533585383988353?l=rizky165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-07T08:19:07.729+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sekat 5 cm</title><link>http://rizky165.blogspot.com/2012/02/sekat-5-cm.html</link><author>noreply@blogger.com (Rizky)</author><pubDate>Sat, 04 Feb 2012 06:57:09 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4907242525845181587.post-5741984904203033454</guid><description>Katanya buku adalah teman sejati:bohong. Mana bukti kesetiaannya, orang hari-hari ini benar-benar membuatku bosan &amp;amp; tidak bergairah aku menggaulinya. Katanya cewe yang baca buku itu sexy, ah, masa si? Sexy itu kalau dikasih kaos jalan sehat terus sebelum dipakai lengan &amp;amp; lehernya digunting dulu lebar-lebar..Ah, apa unggulnya cewe banyak baca buku kalau enggak bisa bersikap &lt;i&gt;njawani&lt;/i&gt;...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hari ini mau mengucapkan terima kasih untuk Pa &lt;a href="http://www.facebook.com/wahyupamungkas"&gt;Wahyu Pamungkas&lt;/a&gt; atas tautan tulisan Renald Khasali di Jawa Pos tentang &lt;a href="http://www.facebook.com/groups/akademitelkompurwokerto/permalink/10150580282704450/"&gt;belajar itu bukan cukup 5 cm&lt;/a&gt;. Belajar itu bukan cuma soal membaca buku dan memamerkannya:ini aku sudah baca buku ini loh. Belajar itu bukan cuma soal memulai bisnis dan tidak mengembangkannya.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku, seminar dan seabreg &lt;i&gt;tools &lt;/i&gt;pembelajaran lainnya seringkali malah menjadi sekat yang membatasi belajar jadi tidak bisa lebih dari 5 cm ke bawah (untuk yang mulainya dari otak, baca:akademisi) dan 5 cm ke atas (untuk yang mulainya dari kaki, baca:praktisi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah yang membutuhkan waktu, membuat endapan teori mengalir sari-sarinya tidak cuma terhenti di otak, tapi sampai ke jantung, paru-paru, tangan juga kaki. Dan ini pulalah yang menguras energi, menaikkan gumpalan upaya agar tidak terhenti di dengkul, tapi naik ke lengan, dada, pikiran hingga ke hati. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan untuk ini, buku hanya bisa mengawali, tidak bisa memfasilitasi sepenuhnya. Begitu juga seminar-seminar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907242525845181587-5741984904203033454?l=rizky165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-04T21:57:09.632+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>TK Mahal</title><link>http://rizky165.blogspot.com/2012/02/tk-mahal.html</link><author>noreply@blogger.com (Rizky)</author><pubDate>Sat, 04 Feb 2012 01:01:39 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4907242525845181587.post-1032769281286577485</guid><description>Kenapa TK mahal? Karena biaya pendiriannya mahal. Kenapa biaya pendiriannya mahal? Karena beli franchise yang mahal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nanti pengen bikin TK, namanya TK Nusa Madani, bukan franchise, tapi pake konsultan ahli TK, jadi tetep bonafit tapi tidak mahal. Kalaupun mahal, advantage yang diterima siswa optimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daripada buat beli franchise kan mending bayar konsultan, lebih murah, lebih expert.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907242525845181587-1032769281286577485?l=rizky165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-04T16:01:39.267+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Apresiasi Nomor Satu, Order Nomor Dua</title><link>http://rizky165.blogspot.com/2012/02/apresiasi-nomor-satu-order-nomor-dua.html</link><author>noreply@blogger.com (Rizky)</author><pubDate>Fri, 03 Feb 2012 19:02:12 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4907242525845181587.post-3797194946086134339</guid><description>Ngomong-ngomong soal kepekaan, aku punya cerita. Ceritanya aku mengirim pesan ke seorang kawan lama yang sudah lama sekali tidak berkomunikasi, singkat, tapi jleb : "kalau nikah nanti pesan undangannya ke aku ya".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agak kurang enak di hati ketika aku baca jawabannya : "nggak janji ya, soalnya nanti pasti banyak pertimbangan".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebegitu matrenyakah aku, sebegitunyakah aku artikan jaringan pertemanan hanya sebatas jaringan market? Ya, ini zaman memang zaman dimana kepekaan sudah sedemikian tipis, apalagi semakin dipertipis oleh bercokolnya fakultas-fakultas yang kian bertambah jumlah, ragam dan biayanya setiap tahun. Sampai-sampai orang lebih bangga dikenal sebagai apa disiplin ilmunya, ketimbang sebagai namanya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Twit untuk kawan lamaku itu sejatinya bukan twit penawaran, sekalipun ada efek samping yang aku harapkan adalah bisa dapat order nantinya. Tapi esensinya, twit itu adalah sebuah metafor saja. Sama seperti kalimat "matahari mulai tergelincir, pertanda senja telah datang". &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Kalau memang metafor, apa isi substansialnya memang di twitmu itu ki?". Isinya, pertama : &lt;br /&gt;
1. Pengharapan berlapis doa semoga segera dimudahkan menuju pernikahan&lt;br /&gt;
2. Memperkenalkan diri, bahwa sekarang ini loh usaha yang sedang aku jalani&lt;br /&gt;
3. Kalau ada respect untuk meng-order, misalnya dijawab "oh, usaha percetakan sekarang kamu? wah boleh-boleh, bisa diatur nanti.." itu tandanya masih diakui &amp;amp; dianggep sebagai teman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya yang berharga dari order yang diberikan oleh teman sendiri adalah apresiasinya, bukan nominal margin keuntungannya. Hal ini juga yang dilakukan Ibu dan Bapakku, seringkali memberi order, tanda mengapresiasi apa yang sedang aku kerjakan walau masih kecil. Dan akupun senang hati mengerjakannya, walau cuma untung lima ribu perak saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haha, aku kalo menulis di blog tidak tedeng aling-aling. Mudah2an, &lt;i&gt;base of story&lt;/i&gt; yang aku angkat di postingan ini tidak mampir kesini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907242525845181587-3797194946086134339?l=rizky165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-04T10:02:12.289+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bulan Mulud</title><link>http://rizky165.blogspot.com/2012/02/bulan-mulud.html</link><author>noreply@blogger.com (Rizky)</author><pubDate>Mon, 06 Feb 2012 17:33:58 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4907242525845181587.post-6176035820452287622</guid><description>Apa yang menipis keberadaannya saat ini adalah "kepekaan". ESQ Training hadir di zaman dimana orang begitu rasional, nyaris merobot, karena terkikis kepekaannya secara sistemik baik secara individu maupun komunal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karenanya, terserah apa kata orang tentang ESQ, bagi saya Ary Ginanjar dengan ESQ nya tetaplah seorang muasis, pioner, pahlawan yang mengingatkan jutaan orang di Indonesia tentang pentingnya menghidupkan kepekaan, mulai dari kepekaan menjaga kebersihan wastafel umum melalui kisah "Rudi &amp;amp; Sikat Gigi", sampai kepekaan mencintai Rasulullah karena cinta Rasul SAW kepada kita sungguh tiada tara yang diilustrasikan dalam segmen "Leadership Principle" dalam training itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Assalamu'alaika Yaa Rasalullah, Assalamu'alaika Yaa Habiballah... Ini bulan kelahiranmu, dimana orang ramai menghujat peringatan muludan sambil asyik menikmati barongsai Imlek&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907242525845181587-6176035820452287622?l=rizky165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-07T08:33:58.578+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kalah Lebih Indah</title><link>http://rizky165.blogspot.com/2012/02/kalah-lebih-indah.html</link><author>noreply@blogger.com (Rizky)</author><pubDate>Fri, 03 Feb 2012 15:57:20 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4907242525845181587.post-473232199716914157</guid><description>Sewaktu kecil aku suka sekali bermain petak umpet tradisional yang dibeberapa daerah termasuk di daerahku dikenal dengan permainan "Lithongan". Tutorial permainannya kira-kira begini : beberapa orang berkumpul di halaman sekolahan atau lapangan lalu melakukan hompimpah. Satu orang menjaga sebuah kaleng yang diisi batu, istilahnya "jaga lithong" sedangkan anak-anak lainnya pergi bersembunyi. Sambil menjaga kaleng itu, dia berkewajiban mencari teman-temannya yang sedang bersembunyi satu persatu sampai ketemu semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi jangan pergi jauh-jauh dari kaleng, karena kalau pada saat pergi agak jauh, tiba-tiba ada anak yang bersembunyi mengendap-endap mendekati kaleng, kemudian berlari, kemudian menendang itu kaleng sampai berbunyi. Maka semua akan keluar dari persembunyian dan dia harus berjaga lagi : permainan diulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau pas kebagian jaga lithong, aduh rasanya sedih. Apalagi kalau sudah menemukan beberapa orang, eh kaleng ditendang, aduh mengulang lagi deh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sedihnya jaga lithong itu lebih ringan, ketimbang kesedihan yang dirasakan ketika kita menang hompimpah, dan teman lain yang jaga. Sementara dia berulang kali menemukan, berulang kali ditendang kalengnya, jadi permainan reset lagi reset lagi... aduh kasihan ya, batinku. Terlebih kalau aku dalam posisi dilematis, disatu sisi kasihan dia sudah jaga lithong begitu lama, tapi disisi lain lithong dalam jangkauanku untuk aku tendang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah, kalah bisa jadi sedih, tapi kesedihan itu tidak seberapa dibanding kesedihan kita melihat orang lain kita kalahkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pola itu terbawa sampai dewasa. Ketika aku belum bisa membeli mobil, rumah &amp;amp; tanah seperti teman-teman se-liftingku. Aku sedih. Tapi kesedihan itu belum seberapa, ketimbang rasa sedih melihat teman-teman lain terlilih hutang, sedangkan aku tidak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agak susah diceritakan tentang indahnya kekalahan ini. Tapi, silahkan rasakan sendiri. Saat kau kalah, saat kau menang, saat temanmu mengalahkanmu, saat kau mengalahkan temanmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907242525845181587-473232199716914157?l=rizky165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-04T06:57:20.641+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tidak Mengambil Hak</title><link>http://rizky165.blogspot.com/2012/02/tidak-mengambil-hak.html</link><author>noreply@blogger.com (Rizky)</author><pubDate>Wed, 01 Feb 2012 16:47:43 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4907242525845181587.post-4664243539410562261</guid><description>Bukan cuma galau, tapi juga nyesek, sakit dan seterusnya. Selalu saja ada peristiwa dimana kita harus menanggung hal yang bukan kesalahan kita. Harus ditimpa kewajiban yang bukan urusan kita. Diperlakukan orang tidak enak, padahal kita tidak berbuat ke orang itu demikian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekalipun kondisi galau, nyesek dan sakit menimpa, orang tetap boleh memilih untuk tidak mengambil haknya. Hak merasa galau, hak merasa nyesek hak merasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarkan saja lah, anggap ini tebusan untuk semua minus-minus yang kamu lakukan selama ini yang belum terbalas oleh azab. Atau kalau minus-minusmu itu sudah terbalas semua, biarkan ini jadi tabungan yang bisa dicairkan setiap kali kamu butuh. Butuh keselamatan keluarga, butuh kecukupan rejeki, butuh keriangan disaat sendiri dan butuh-butuh lainnya termasuk butuh tiket kereta api saat mau ke Bekasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907242525845181587-4664243539410562261?l=rizky165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-02T07:47:43.514+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Arti Passion</title><link>http://rizky165.blogspot.com/2012/02/arti-passion.html</link><author>noreply@blogger.com (Rizky)</author><pubDate>Tue, 31 Jan 2012 12:32:21 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4907242525845181587.post-6838575176644078380</guid><description>Arti passion adalah : Manja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang menuntut bekerja harus sesuai passion adalah orang yang jiwanya manja. Kenapa, karena jiwanya haus akan kesenangan. istilahnya Dahlan Iskan lagi nih "Masih ada jiwa ingin dilayani". &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pokoknya aku mau kerja bagus kalau aku senang, kalau aku tidak senang jangan salahkan aku pekerjaanku jelek, apa malah aku tidak bekerja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gajah Mada, entah apa passion dia. Tapi sumpah terkenalnya bunyinya begini : Aku tidak akan menikmati buah kesenangan dunia sebelum aku menaklukan Nusantara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan itu ia pegang terus sampai tahun ke-7 menjelang akhir hayatnya, setelah gagal menaklukan Sunda, ia memilih mengakhiri sumpahnya. Gajah Mada hanya menikmati kesenangan dunia 6 tahun saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah loh, pekerjaannya tidak ada hubungannya dengan kesenangan dirinya. Jadi, perlukan menemukan passion? jawabannya : Perlu. Tapi kalau belum ketemu, tidak usah jadi alasan untuk tidak pool memberikan kualitas terbaik pekerjaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907242525845181587-6838575176644078380?l=rizky165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-01T03:32:21.250+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Arti Jatuh</title><link>http://rizky165.blogspot.com/2012/02/arti-jatuh.html</link><author>noreply@blogger.com (Rizky)</author><pubDate>Tue, 31 Jan 2012 12:28:09 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4907242525845181587.post-5765047599220482720</guid><description>Dahlan Iskan memang figur pemimpin sejati. Aku agak sedikit cemas, kalau-kalau ada yang mengincar mempistol dia. Ya, karena orang macam beliau itu yang mahal adalah aset jiwanya, bukan aset rumah, mobil, tanah dan simpanan emasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarin keren itu Pak Menteri berperformance, sampai-sampai saat membuka sesi tanya jawab, setiap penanya dia antari microfon sendiri dengan berlari. "Jiwa melayani!", itu kata dia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata dia lagi begini "Bisnis pasti akan mengalami jatuh, jadi tidak perlu saya doakan untuk Anda-anda ini jatuh, karena itu sudah pasti terjadi. Tapi pesan saya, segeralah jatuh, karena jatuh di waktu dini itu lebih mudah dikelola kejatuhannya, ketimbang jatuh ketika sudah besar nanti.", kira-kira begitu kalimatnya, tidak persis si.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, dari pemaparan pak Dahlan, menteri yang mantan pengusaha ini (kalau Nabi Muhammad SAW adalah Nabi yang mantan pengusaha), jadi insyaallah Pak Dahlan adalah Ahlus Sunnah (meski celananya tidak cungklang, tidak pula berjenggot) arah yang aku tangkap tentang arti jatuh adalah keadaan dimana kita mengalami kerugian, dimana bukan kita penyebabnya. Misalnya, ditipu oleh konsumen, dipaksa membayar utang padahal bukan kita yang menggunakan uangnya, dikhianati partner bisnis, keuntungan kita dirakusi orang, dll. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah pernah mengalami yang begituan, belum?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907242525845181587-5765047599220482720?l=rizky165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-01T03:28:09.357+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Arti Bebas</title><link>http://rizky165.blogspot.com/2012/02/arti-bebas.html</link><author>noreply@blogger.com (Rizky)</author><pubDate>Tue, 31 Jan 2012 12:20:48 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4907242525845181587.post-5977543026623361757</guid><description>Jadi pengusaha itu bebas. Iya, bebas. Bebas itu termasuk bebas untuk bekerja melebihi jam kerja karyawan. Bebas untuk menjadikan pesiarpun adalah bagian dari pekerjaan untuk membesarkan usaha. Bebas untuk memilih tidak malas-malasan. Bebas untuk tidak istirahat di jam istirahat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terkesan dengan yang disampaikan oleh Kang Agus-Aster Disc, "Milyarder Bos Rokok itu fokus mas, fokus membesarkan usaha rokok. Kalaupun dia membuka usaha property, atau usaha ini dan itu lainnya, itu adalah untuk memutarkan uang rokoknya. Karena kalau semuanya diputar di rokok, keseimbangan pasar rokok akan terganggu".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaannya apakah yang kita jadwalkan hingga 29 hari kedepan di bulan Februari ini, itu untuk sesuatu yang fokus apa, atau untuk memenuhi kesenangan diri saja? atau untuk gaya-gayaan menuh-menuhin agenda saja? atau blank, no plan, no design activity? Oh ya pantes belum jadi milyarder macam bos rokok.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907242525845181587-5977543026623361757?l=rizky165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-01T03:20:48.554+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Februari:Upgrade</title><link>http://rizky165.blogspot.com/2012/02/februariupgrade.html</link><author>noreply@blogger.com (Rizky)</author><pubDate>Mon, 06 Feb 2012 17:36:18 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4907242525845181587.post-4584352698821845845</guid><description>&lt;br /&gt;
Bulan sudah berganti, tagihan-tagihan baru sebentar lagi datang menghampiri. Tapi, tidak usah terlalu diambil hati, yang penting usaha &amp;amp; berbagi tidak berhenti, insyaallah rejeki baru akan selalu datang mengiringi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Januari kemarin slogannya "harumkan jejakmu", bulan ini beda lagi. Alhamdulillah, bulan kemarin sukses sudah berlalu aku jalani, tidak ada order yang tidak terselesaikan, tidak ada tagihan yang tidak terbayarkan. Jejak-jejak di time planner baruku 2012 juga lumayan bagus:full:penuh, tidak ada satu haripun yang kosong, nganggur, layah-leyeh. Bahkan ada lebih dari 15 pertemuan ilmiah dalam bentuk forum, konferensi, rapat konsultansi, rapat kerja, dll terjadi di bulan kemarin. Bagiku, jejak-jejak di bulan kemarin sudah cukup harumlah, harum menurut ukuranku sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang ganti bulan, ganti motto lagi, sekarang mottonya adalah:Upgrade. Pilihan motto ini didasarkan dari pertemuan dengan Happy Trenggono kemarin di perhelatan Pesta Wirausaha TDA, forum pengusaha pemula terbesar di Indonesia yang diisi oleh lebih dari 15 tokoh besar mulai dari Dahlan Iskan, Jokowi, Yusuf Mansyur, Chairul Tanjung, Happy Trenggono, Sandiaga Uno, Merry Riana, dll.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Happy Trenggono, pengusaha sukses yang terkenal dengan jargonnya "BELI INDONESIA" itu singkatnya begini : "ubah cara bermainmu!". Nah lo, karena aku percaya setiap pembaca memiliki keleluasaan tafsir dan improvisasinya masing-masing, jadi tidak usahlah aku jelaskan maksud dari kalimat itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga, motto bulan ini sukses lagi terlaksana. Sekalipun aku tinggal di kandang ayam, aku bukan ayam:upgrade. Kalaupun aku sehari-hari bersama itik, aku bukan itik:upgrade.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-6K2Zdoeq4AM/TzB_889-1_I/AAAAAAAABW4/s3uR4r7hWW0/s1600/februari+12.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-6K2Zdoeq4AM/TzB_889-1_I/AAAAAAAABW4/s3uR4r7hWW0/s320/februari+12.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907242525845181587-4584352698821845845?l=rizky165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-07T08:36:18.914+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-6K2Zdoeq4AM/TzB_889-1_I/AAAAAAAABW4/s3uR4r7hWW0/s72-c/februari+12.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Student of The Year Candidate</title><link>http://rizky165.blogspot.com/2012/01/student-of-year-candidate.html</link><author>noreply@blogger.com (Rizky)</author><pubDate>Tue, 31 Jan 2012 04:20:48 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4907242525845181587.post-1403283690702224097</guid><description>Gini-gini pernah jadi kandidat "Student of The Year" loh, hhee.... nggak percaya? ini kutipannya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
----&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;bapak/ibu sekalian.......&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;sebagai seksi acara, saya meminta masukan untuk memilih student of the year
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;yang akan di wisuda tahun ini (desember 2011)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;...bisa memberikan daftar peserta wisuda sebanyak 133 mahasiswa itu siapa 
saja ya?...kalau kandidat dari p eka katanya adalah rizky dwi rahmawan, 
dan hilmy...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada 18 November 2011 14:27 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
----&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber dari &lt;a href="http://finance.groups.yahoo.com/group/kepegawaian/message/493"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907242525845181587-1403283690702224097?l=rizky165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-31T19:20:48.355+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Makelar Jengkol &amp; Makelar Sedekah</title><link>http://rizky165.blogspot.com/2012/01/makelar-jengkol-makelar-sedekah.html</link><author>noreply@blogger.com (Rizky)</author><pubDate>Mon, 30 Jan 2012 16:30:44 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4907242525845181587.post-5369961641006840420</guid><description>Menjadi makelar jengkol itu enggak mudah, karena sudah banyak pelaku-pelaku senior yang berkecimpung disini. Walau tidak mudah, tetapi mungkin, tetapi tidak mudah, tetapi mungkin, tetapi tidak mudah, tetapi mungkin. Tapi intinya sederhana, siapkan saja sejumlah uang, beli jengkol-jengkol dari petani, lalu cari pembeli, dan kita akan dapat selilsih harga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konsep ini begitu sederhana, berbeda dengan makelar sedekah. Jelas, peluang mendapatkan kemuliaan jauh terbuka lebar dengan menjadi makelar sedekah. Betapa tidak, dikala kita hidup di masyarakat dan bangsa yang mereka begitu taat pada pajak karena ingin disebut orang bijak, tetapi mereka masih begitu kikir dalam persoalan zakat, infak dan sedekah. Maka, ketika kita berperan menjadi pelumas yang melumerkan kekikiran komunal masyarakat, insyaallah ganjaran &amp;amp; "simpatik" dari Allah mengiringi setiap perjalanan hidup kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun begitu, memakelari sedekah tidak semudah mengumpulkan uang dari orang, kemudian membagikannya. Mengapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Akan ada tantangan riya dari dalam diri yang begitu besar, sadar atau tidak sadar ketika terbesit rasa nyaman dipandang orang dengan status makelar sedekah yang kita sandang bisa-bisa kita tidak jadi mendapat kebaikan ukhrowi dari aksi kita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Kalau keikhlasan dalam bersedekah adalah dimensi 'quantum', maka pengurutan skala prioritas adalah dimensi 'klasik' nya. Ya, karena sepaket dengan perburuan kita terhadap ridho dan balasan Tuhan, dalam menyalurkan sedekah, ada amanat buat kita sebagai makelar untuk menyampaikan uang sedekahan itu untuk sebesar-besar &lt;i&gt;social-impact&lt;/i&gt;.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini menurutku rumit dan sangat menantang tanggung jawab kita. Bagaimana membeli karpet masjid apakah lebih tinggi kemanfaatannya dibanding memodali pedagang asongan yang hidup di kolong jembatan. Apakah memberi makanan buka puasa bersama lebih urgen kebutuhannya ketimbang menyantuni kaum fakir yang sedang sakit dan tidak punya biaya berobat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya pernah menulis dulu, bahwa sedekahers yang hanya mengharap balasan 10x lipat atau hanya mengharap ridho dari Tuhan itu adalah sedekahers yang egois. Sekehers yang TOP BGT adalah yang dia sudah meyakini tentang balasan pelipatgandaan dan penganugerahan ridho dari Tuhan, sehingga tidak lagi memikirikan itu, tetapi sebagai ungkapan syukur akan adanya pelipatgandaan dan ridho dari Tuhan itu dia berhati-hati betul memberikan sedekahnya untuk manfaat sosial yang paling optimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, kalau makelar sedekah tidak punya skala prioritas penyaluran, sedekahers mah bisa aja menyedekahkan sendiri, enggak perlu lewat makelar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Adanya keuntungan terselubung. Misalnya, karena kita menggalakkan makelar sedekah, brand bisnis kita jadi naik. Karena kita berkampanye makelar sedekah, maka order tidak perlu tender, langsung dikerjakan oleh bisnis kita. Karena dikerjakan oleh bisnis kita, sekalipun dengan harga yang super khusus, kita masih diuntungkan adanya promo melalui kemasan produk kita yang tersebar luas dalam program makelar sedekah. Nah, adanya keuntungan terselubung seperti itu yang sekalipun tidak ada dalam siasat atau rencana, tetapi itu baik atau tidak si? Itu karena berkah dari Tuhan, atau itu efek samping marketing yang diupayakan atau tidak diupayakan menjadi keuntungan yang kita terima atas program sosial yang kita jalankan? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907242525845181587-5369961641006840420?l=rizky165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-31T07:30:44.486+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bukan Cuma Terpaksa Makan Lumpia Boom</title><link>http://rizky165.blogspot.com/2012/01/bukan-cuma-terpaksa-makan-lumpia-boom.html</link><author>noreply@blogger.com (Rizky)</author><pubDate>Wed, 01 Feb 2012 04:16:36 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4907242525845181587.post-1303521216137998630</guid><description>Coba kalau kita di ujung genteng misalnya, kemudian disana kita berada di satu wilayah yang adanya satu menu makanan saja, nasi campur, gitu katakanlah. Pasti, kita tidak akan bingung-bingung. Beda dengan keadaan kita yang dinasibkan tinggal di Purwokerto, mau makan aja diskusinya panjaaang...... sampai saking capeknya mikir &amp;amp; mengimajinasikan citarasa sekian banyak kafe, ah sudahlah, putuskan saja yang penting cepet : Lumpia boom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betul juga kata Merry Riana kemarin, berada di tempat yang banyak kesempatan itu enak, ketimbambang di tempat yang sedikit kesempatan. Tapi kenapa dia di Singapore yang notabenennya kesempatan memulai usaha tidak sebagus di Indonesia justru malah sukses? Itu karena disana kesempatan sedikit, jadi konsisten dan fokus. Samahalnya dengan kasus makan itu tadi, kalau kita ada di satu kota yang adanya makanan ituuu tok, maka tidak perlu kita &lt;i&gt;spare&lt;/i&gt; kan waktu untuk bingung &amp;amp; diskusi berkepanjangan menentukan warung pilihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kira-kira begitulah, akhirnya makan lumpia boom lagi, padahal baru juga 
kemarin makan. Bukan cuma itu, tadi juga terpaksa minum es teh dobel, 
karena sudah &lt;i&gt;kadung &lt;/i&gt;pesan es teh, eh dapat bonus 2 es teh lagi karena makan berlima &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-6w1c3veIHn0/TykpLmgOIBI/AAAAAAAABWk/WifhHMJJHnY/s1600/300120122641.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-6w1c3veIHn0/TykpLmgOIBI/AAAAAAAABWk/WifhHMJJHnY/s320/300120122641.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Photo Captured by : Rizky&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-MKPxbqQtr_k/TykpTulTx3I/AAAAAAAABWs/zTJbjCDgmY8/s1600/300120122642.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-MKPxbqQtr_k/TykpTulTx3I/AAAAAAAABWs/zTJbjCDgmY8/s320/300120122642.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Photo Captured by : Uswah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907242525845181587-1303521216137998630?l=rizky165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-01T19:16:36.748+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-6w1c3veIHn0/TykpLmgOIBI/AAAAAAAABWk/WifhHMJJHnY/s72-c/300120122641.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Foto Indonesian Changemakers</title><link>http://rizky165.blogspot.com/2012/01/foto-indonesian-changemakers.html</link><author>noreply@blogger.com (Rizky)</author><pubDate>Mon, 30 Jan 2012 08:57:19 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4907242525845181587.post-5945084209455575303</guid><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-sADsnksiak0/TyImGIkO7pI/AAAAAAAABVk/8EHFJgb5G8w/s1600/Banyumas+-+Sekelompok+muda-mudi+melestarikan+upacara+minta+hujan+cowongan%252C+karya+seninya+yang+dilestarikan%252C+bukan+ritusnya.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-sADsnksiak0/TyImGIkO7pI/AAAAAAAABVk/8EHFJgb5G8w/s320/Banyumas+-+Sekelompok+muda-mudi+melestarikan+upacara+minta+hujan+cowongan%252C+karya+seninya+yang+dilestarikan%252C+bukan+ritusnya.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}" style="font-weight: normal;"&gt;

&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;Banyumas
 - Sekelompok muda-mudi melestarikan upacara minta hujan khas Banyumas 
yang disebut "Upacara Cowongan". Setelah ditelusuri, Cowongan dan 
tradisional karya cipta nenek moyang kita ternyata memiliki ketinggian 
dan keluhuran seni sastra, art of rythm terlebih kedalaman pesan moral. 
Yang dilestarikan di foto ini adalah karya seninya bukan ritus dan 
mistisismenya #Photo Captured by &lt;a data-hovercard="/ajax/hovercard/user.php?id=1336041918" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1336041918"&gt;Rizky Dwi Rahmawan&lt;/a&gt; 28/11/2011&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-h2cruFrEO_M/TyImJao4-nI/AAAAAAAABVs/LZnBYxGXTwg/s1600/Cilacap+-+kertas+draft%252C+buku+agenda%252C+to+do+list%252C+map+berkas+%2526+novel+amunisi+perubahan+pemuda+tergeletak+di+atas+meja.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-h2cruFrEO_M/TyImJao4-nI/AAAAAAAABVs/LZnBYxGXTwg/s320/Cilacap+-+kertas+draft%252C+buku+agenda%252C+to+do+list%252C+map+berkas+%2526+novel+amunisi+perubahan+pemuda+tergeletak+di+atas+meja.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;Cilacap
 - Kertas draft, buku agenda, to do list, map berkas dan novel menjadi 
teman setiap keseharianku, saat berperjalanan kemanapun. Itu bekal 
sekaligus amunisi membuat perubahan #Photo Captured by &lt;a data-hovercard="/ajax/hovercard/user.php?id=1336041918" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1336041918"&gt;Rizky Dwi Rahmawan&lt;/a&gt; 11/01/2012&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-aqrJf8nM5rQ/TyImMIdOr8I/AAAAAAAABV0/kOPfYvMWF8M/s1600/Yogyakarta+-+forum+diskusi+maiyah+bersama+Cak+Nun%252C+perubahan+tidak+harus+digagas+dari+tempat+nan+mewah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-aqrJf8nM5rQ/TyImMIdOr8I/AAAAAAAABV0/kOPfYvMWF8M/s320/Yogyakarta+-+forum+diskusi+maiyah+bersama+Cak+Nun%252C+perubahan+tidak+harus+digagas+dari+tempat+nan+mewah.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;Yogyakarta
 - Membangun KESADARAN KOLEKTIF melalui forum diskusi maiyah bersama 
Emha Ainun Najib (Cak Nun), seorang budayawan dan negarawan yang membuat
 forum diskusi bulanan di beberapa kota di Indonesia. Tempatnya 
sederhana, karpet lusuh bukan permadani, tarub hajatan bukan ballroom 
hotel mewah. Tapi masih ingatkan Mahatma Gandhi? KESADARAN KOLEKTIF yang
 berhasil ia bangun jauh dari modal kemewahan #Photo Captured by &lt;a data-hovercard="/ajax/hovercard/user.php?id=1336041918" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1336041918"&gt;Rizky Dwi Rahmawan&lt;/a&gt; 18/01/2012&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-NM5mz5VJGAg/TyImUCX_ZjI/AAAAAAAABV8/M-2IsEWt8wA/s1600/Yogyakarta+-+Noe+Letto+bermain+rebana%252C+pop+bukan+superior%252C+kasidah+bukan+inferior.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-NM5mz5VJGAg/TyImUCX_ZjI/AAAAAAAABV8/M-2IsEWt8wA/s320/Yogyakarta+-+Noe+Letto+bermain+rebana%252C+pop+bukan+superior%252C+kasidah+bukan+inferior.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;Yogyakarta
 - Noe Letto bermain rebana. Pop bukan superior, kasidah bukan inferior.
 Pemuda yang akan membawa perubahan adalah dia yang punya prinsip, bukan
 yang melulu terjebak mainstream, pop, boyband, gadget, fashion... 
#Photo Captured by &lt;a data-hovercard="/ajax/hovercard/user.php?id=1336041918" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1336041918"&gt;Rizky Dwi Rahmawan&lt;/a&gt; 17/01/2012&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-yoQc0C4Z2qc/TyImXBpUVKI/AAAAAAAABWE/d5nMudodMlM/s1600/Surabaya+-+Pemuda+jualan+krupuk+siapa+takut.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-yoQc0C4Z2qc/TyImXBpUVKI/AAAAAAAABWE/d5nMudodMlM/s320/Surabaya+-+Pemuda+jualan+krupuk+siapa+takut.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}" style="font-weight: normal;"&gt;

&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;Surabaya
 - Pemuda jualan krupuk, siapa takut? Jangan dipikir memulai menjadi 
seorang entrepeneur itu harus dengan modal besar, kantor bagus dan 
aktivitas prestisius. Key of entrepreneurship are selling : ya, jualan, 
jualan dan jualan. #Photo Captured by &lt;a data-hovercard="/ajax/hovercard/user.php?id=1336041918" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1336041918"&gt;Rizky Dwi Rahmawan&lt;/a&gt; 24/01/2012&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-yeKUIofs2RI/TyImdCIBigI/AAAAAAAABWM/uvtszwI_fg4/s1600/Kediri+-+kalau+bisa+maksimal%252C+kenapa+puas+dengan+lumayan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-yeKUIofs2RI/TyImdCIBigI/AAAAAAAABWM/uvtszwI_fg4/s320/Kediri+-+kalau+bisa+maksimal%252C+kenapa+puas+dengan+lumayan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;Kediri
 - Sebuah warung tenda berdiri dengan bersahaja dengan brand tunggalnya 
"warung lumayan". Hm, tapi saya yakin si empunya warung lebih senang 
dapat penghasilan MAKSIMAL, ketimbang hanya pendapatan LUMAYAN #Photo 
Captured by &lt;a data-hovercard="/ajax/hovercard/user.php?id=1336041918" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1336041918"&gt;Rizky Dwi Rahmawan&lt;/a&gt; 25/01/2012&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-f1gqCZoNHq0/TyImki3lRAI/AAAAAAAABWU/fnFXE01bn10/s1600/Purwokerto+-++Si+Doggy+saja+bisa+kok+wisuda%252C+sadarilah+wisuda+hanya+sekedar+upacara%252C+kapabilitas+diri+kitalah+kebanggaan+hakikinya.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-f1gqCZoNHq0/TyImki3lRAI/AAAAAAAABWU/fnFXE01bn10/s320/Purwokerto+-++Si+Doggy+saja+bisa+kok+wisuda%252C+sadarilah+wisuda+hanya+sekedar+upacara%252C+kapabilitas+diri+kitalah+kebanggaan+hakikinya.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}" style="font-weight: normal;"&gt;

&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;Purwokerto
 - Si 'boneka anjing' Doggy ternyata bisa memakai toga wisuda juga. Hai 
kawan, janganlah berlebihan mengagung-agungkan wisuda, sadarilah kalau 
itu hanya sekedar upacara. Kapabilitas diri yang kita milikilah 
kebanggaan yang hakiki #Photo Captured by &lt;a data-hovercard="/ajax/hovercard/user.php?id=1336041918" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1336041918"&gt;Rizky Dwi Rahmawan&lt;/a&gt; 25/01/2012&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907242525845181587-5945084209455575303?l=rizky165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-30T23:57:19.350+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-sADsnksiak0/TyImGIkO7pI/AAAAAAAABVk/8EHFJgb5G8w/s72-c/Banyumas+-+Sekelompok+muda-mudi+melestarikan+upacara+minta+hujan+cowongan%252C+karya+seninya+yang+dilestarikan%252C+bukan+ritusnya.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Laku Tirakat</title><link>http://rizky165.blogspot.com/2012/01/laku-tirakat.html</link><author>noreply@blogger.com (Rizky)</author><pubDate>Wed, 25 Jan 2012 21:00:31 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4907242525845181587.post-6943836096838382758</guid><description>Sing penting obah. Atau bahasa Qurannya : faidza faroghta fanshob, waila robbika farghob memang betul adanya. Setelah bulan lalu gagal janjian dgn pak anugerah di jombang, kesorean, kehujanan, enggak ada taksi, enggak dapat angkutan, jalan kaki dari pertigaan tirtawisata sampai masjid agung, dibawah gerimis, pulang dgn tangan kosong.&lt;br&gt;dibayar kemarin. Ketemu pak anugerah, dan dengan design pertemuan yg memang pas bgt, lebih cantik dari yang direncanakan. &lt;p&gt;Ya, anggap saja jalan kaki berkilo2 meter itu sebuah laku tirakat. Dan kesabaran, selalu dapat gantinya, ya kemarin itu.... Maturnuwun Gusti Allah, atas mekanismeMu. Mudahkan jalan ke depan ya...&lt;p&gt;&lt;br&gt;Sent using Nokia mobile phone&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907242525845181587-6943836096838382758?l=rizky165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-26T12:00:31.954+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Libur Bingung?</title><link>http://rizky165.blogspot.com/2012/01/libur-bingung.html</link><author>noreply@blogger.com (Rizky)</author><pubDate>Mon, 23 Jan 2012 13:30:12 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4907242525845181587.post-6475902079649222112</guid><description>Kamu pelajar atau mahasiswa? Datang libur sampai sebulan lalu bingung? Selamat...kamu sudah sukses dibredel otaknya oleh sekolahan dan kini sudah menjadi manusia instruksional.&lt;p&gt;Hidupnya tergantung pada instruksi, ketika bebas, ketika libur malah blank. Ketika lulus dan nganggur gusar kesana kemari mencari orang yang mau menyuruh.&lt;p&gt;Bermuhasabahlah.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Sent using Nokia mobile phone&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907242525845181587-6475902079649222112?l=rizky165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-24T04:30:12.062+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Lama</title><link>http://rizky165.blogspot.com/2012/01/lama.html</link><author>noreply@blogger.com (Rizky)</author><pubDate>Sat, 21 Jan 2012 19:19:32 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4907242525845181587.post-8150028052836541178</guid><description>"Kamu kok lama nggak posting blog mas?"&lt;br /&gt;
"iya po?mosok si?"&lt;br /&gt;
"Lagi sibuk ya?have a nice activity aja dah..."&lt;br /&gt;
"haha, ga juga. makasih :D ya udah deh ini posting"&lt;br /&gt;
"..." &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#Asli lagi blank mau posting apa &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907242525845181587-8150028052836541178?l=rizky165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-22T10:19:32.147+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kepanjangan</title><link>http://rizky165.blogspot.com/2012/01/kepanjangan.html</link><author>noreply@blogger.com (Rizky)</author><pubDate>Thu, 12 Jan 2012 04:04:49 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4907242525845181587.post-5139248924066125265</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-EFle3c1xPRs/Tw7Lnm3xepI/AAAAAAAABVc/HsgOb7wSreM/s1600/profpict.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-EFle3c1xPRs/Tw7Lnm3xepI/AAAAAAAABVc/HsgOb7wSreM/s400/profpict.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Dua kalimat, seperti di atas mungkin kepanjangan, sehingga susah mempraktekannya. Baiklah, mari kita singkat jadi dua frasa saja, mungkin akan tidak menjadi omong kosong belaka&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. yang menampung sampah&lt;br /&gt;
2. makin memahami orang lain&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907242525845181587-5139248924066125265?l=rizky165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-12T19:04:49.187+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-EFle3c1xPRs/Tw7Lnm3xepI/AAAAAAAABVc/HsgOb7wSreM/s72-c/profpict.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Asinkron</title><link>http://rizky165.blogspot.com/2012/01/asinkron.html</link><author>noreply@blogger.com (Rizky)</author><pubDate>Wed, 11 Jan 2012 19:03:57 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4907242525845181587.post-7057163905568353935</guid><description>Chainist &amp;amp; Arab menduduki kasta sosial yg lebih tiggi di nusantara ini. Pribumi seperti mbok-mbok pemilik kost yang pekerjaanya adang (menanak nasi), ngumbaih (mencuci pakaian) dan mepeni (menjemur) di belakang rumah. Sementara orang2 bangsa lain, mereka nge kost, tp pake jas, bawa ipad dan yah high lah pokoknya.&lt;p&gt;Ternyata kondisi seperti ini bukan terjadi akhir2 ini saja, tp sudah terjadi sejak zaman sebelum tjokroaminoto lahir. &lt;p&gt;OKI, tjokro mengawali perjuangan dengan platform yg sangat sederhana : mengajak warga pribumi merasa setara.&lt;p&gt;Hm, dan platform perjuangan tjokro ini bukanlah platform yang rapuh di zaman ini. Okelah tidak ada penjajah yg membawa bedil datang ke rumah kita. Tapi coba, merasa kah, betapa inferiornya kita dihadapan bombardir iklan sabun yang harganya setara tarif wc umum dan katanya memiliki kandungan perlindungan mutakhir? Dan ratusan iklan2 lainnya. Kita inferior dihadapan pengiklan.&lt;p&gt;Kita juga merasa inferior dihadapan birokrat. Padahal, mereka itu rewang (pelayan) kita, bukan sesembahn dan junjungan kita. Hahah, jangan2 mulut kita lantang ngomong demokrasi, tp di otak kita NKRI ini kerajaan.... Cara berpiki sebagian kita kian asinkron saja...&lt;p&gt;Sent using Nokia mobile phone from Masjid Muhammad Cheng Ho, Purbalingga&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907242525845181587-7057163905568353935?l=rizky165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-12T10:03:57.893+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Teror Gempa</title><link>http://rizky165.blogspot.com/2012/01/teror-gempa.html</link><author>noreply@blogger.com (Rizky)</author><pubDate>Wed, 11 Jan 2012 17:35:48 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4907242525845181587.post-4458835760478168227</guid><description>Aceh kemarin siang gempa, adikku ada disana. Adik yang walaupun dia adik kandung, tapi kita enggak pernah saling memanggil &amp;#39;sayang-sayangan&amp;#39;. Gempa menjadi teror tersendiri, karena sewaktu2 bisa terjadi. Tak bisa diprediksi besaran skalanya, berpotensi tsunami pun mungkin.&lt;p&gt;Hm, apakah Aceh lebih aman dari Jawa? Karena disini sudah lama sekali tidak gempa? Yah, aman aman tidak aman lah. &lt;p&gt;Yang terbaik adalah kita tetap ngotot beramal dunia, tapi juga mesti pasrah kalau sewaktu2 bencana terjadi.&lt;p&gt;Terlebuh pejabat2 kita makin getol memancing datangnya MAHAPRALAYA, ketua dpr dalam forum resmi enak sekali menyalahkan pemerintag daerah, ketua golkar begitu narsis ngaku2 mmbantu ukm dari aceh sampai papua, presiden ya begitu2 saja, tambang dan mineral terus disedot utk keperluan korporasi global. Hueheheh, untung di negeri ini masih ada orang baik, yg membuat Tuhan simpatik.&lt;p&gt;Ya allah, lindungilah aku dan keluargaku dari petaka dunia dan api neraka. Amin..&lt;p&gt;Sent using Nokia mobile phone from Banjarnegara&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4907242525845181587-4458835760478168227?l=rizky165.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-12T08:35:48.779+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

