<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8502604912834788540</atom:id><lastBuildDate>Sat, 04 Apr 2009 14:36:31 +0000</lastBuildDate><title>Come to revolution</title><description></description><link>http://kharismawidya-haris.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (haris)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8502604912834788540.post-5411088650779393833</guid><pubDate>Sat, 04 Apr 2009 14:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-04T07:21:55.211-07:00</atom:updated><title>INDEKS OBLIGASI PEMERINTAH</title><description>&lt;p&gt;Indeks Obligasi Pemerintah pertama kali diluncurkan pada tanggal 01 Juli 2004, sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat pasar modal dalam memperoleh data sehubungan dengan informasi perdagangan obligasi pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Indeks Obligasi memberikan nilai lebih, antara lain:&lt;br /&gt;• Sebagai barometer dalam melihat perubahan yang terjadi di pasar obligasi.&lt;br /&gt;• Sebagai alat analisa teknikal untuk pasar obligasi pemerintah&lt;br /&gt;• Benchmark dalam mengukur kinerja portofolio obligasi&lt;br /&gt;• Analisa pengembangan instrumen obligasi pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Formula yang digunakan dalam pengembangan informasi Indeks Obligasi Pemerintah:&lt;br /&gt;1. Price (Performance) Index&lt;br /&gt;2. Yield Index&lt;br /&gt;3. Total Return Index&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kami mengharapkan dengan adanya Indeks Obligasi Pemerintah ini akan memenuhi kebutuhan Pasar Modal di Indonesia, khususnya Pasar Obligasi dalam pembentukan transparansi harga di Pasar, sehingga terwujud harga wajar obligasi dan pasar&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="title1"&gt;Mengenal Reksa dana&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Reksa dana merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka. Reksa Dana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas. Selain itu Reksa Dana juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, Reksa Dana diartikan sebagai Wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya di investasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengacu kepada Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27)  didefinisikan bahwa Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.&lt;br /&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tiga hal yang terkait dari definisi tersebut yaitu, Pertama, adanya dana dari masyarakat pemodal. Kedua, dana tersebut diinvestasikan dalam portofolio efek, dan Ketiga, dana tersebut dikelola oleh manajer investasi.&lt;br /&gt;Dengan demikian, dana yang ada dalam Reksa Dana merupakan dana bersama para pemodal, sedangkan manajer investasi adalah pihak yang dipercaya untuk mengelola dana tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat yang diperoleh pemodal jika melakukan investasi dalam Reksa Dana, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, pemodal walaupun tidak memiliki dana yang cukup besar dapat melakukan diversifikasi investasi dalam Efek, sehingga dapat memperkecil risiko. Sebagai contoh, seorang pemodal dengan dana terbatas dapat memiliki portfolio obligasi, yang tidak mungkin dilakukan jika tidak tidak memiliki dana besar. Dengan Reksa Dana, maka akan terkumpul dana dalam jumlah yang besar sehingga akan memudahkan diversifikasi baik untuk instrumen di pasar modal maupun pasar uang, artinya investasi dilakukan pada berbagai jenis instrumen seperti deposito, saham, obligasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Reksa Dana mempermudah pemodal untuk melakukan investasi di pasar modal. Menentukan saham-saham yang baik untuk dibeli bukanlah pekerjaan yang mudah, namun memerlukan pengetahuan dan keahlian tersendiri, dimana tidak semua pemodal memiliki pengetahuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Efisiensi waktu. Dengan melakukan investasi pada Reksa Dana dimana dana tersebut dikelola oleh manajer investasi profesional, maka pemodal tidak perlu repot-repot untuk memantau kinerja investasinya karena hal tersebut telah dialihkan kepada manajer investasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya wahana investasi lainnya, disamping mendatangkan berbagai peluang keuntungan, Reksa Dana pun mengandung berbagai peluang risiko, antara lain:&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l1 level1 lfo1;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Risko Berkurangnya Nilai      Unit Penyertaan.&lt;br /&gt;     Risiko ini dipengaruhi oleh turunnya harga dari Efek (saham, obligasi, dan      &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;      berharga lainnya) yang masuk dalam portfolio Reksa Dana tersebut.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l1 level1 lfo1;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Risiko Likuiditas&lt;br /&gt;     Risiko ini menyangkut kesulitan yang dihadapi oleh Manajer Investasi jika      sebagian besar pemegang unit melakukan penjualan kembali (redemption) atas      unit-unit yang dipegangnya. Manajer Investasi kesulitan dalam menyediakan      uang tunai atas redemption tersebut.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l1 level1 lfo1;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Risiko Wanprestasi&lt;br /&gt;     Risiko ini merupakan risiko terburuk, dimana risiko ini dapat timbul      ketika perusahaan asuransi yang mengasuransikan kekayaan Reksa Dana tidak      segera membayar ganti rugi atau membayar lebih rendah dari nilai      pertanggungan saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti      wanprestasi dari pihak-pihak yang terkait dengan Reksa Dana, pialang, bank      kustodian, agen pembayaran, atau bencana alam, yang dapat menyebabkan      penurunan NAB (Nilai Aktiva Bersih) Reksa Dana.&lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari portfolio investasinya, Reksa Dana dapat dibedakan menjadi:&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l0 level1 lfo2;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Reksa Dana Pasar Uang      (Moner Market Funds). Reksa Dana jenis ini hanya melakukan investasi pada      Efek bersifat Utang dengan jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun.      Tujuannya adalah untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l0 level1 lfo2;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Reksa Dana Pendapatan Tetap      (Fixed Income Funds). Reksa Dana jenis ini melakukan investasi      sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk Efek bersifat Utang.      Reksa Dana ini memiliki risiko yang relatif lebih besar dari Reksa Dana      Pasar Uang. Tujuannya adalah untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang      stabil.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l0 level1 lfo2;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Reksa Dana Saham (Equity      Funds). Reksa dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari      aktivanya dalam bentuk Efek bersifat Ekuitas. Karena investasinya      dilakukan pada saham, maka risikonya lebih tinggi dari dua jenis Reksa      Dana sebelumnya namun menghasilkan tingkat pengembalian yang tinggi.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l0 level1 lfo2;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Reksa Dana Campuran      (Discretionary Funds). Reksa Dana jenis ini melakukan investasi dalam Efek      bersifat Ekuitas dan Efek bersifat Utang.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8502604912834788540-5411088650779393833?l=kharismawidya-haris.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://kharismawidya-haris.blogspot.com/2009/04/indeks-obligasi-pemerintah.html</link><author>noreply@blogger.com (haris)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8502604912834788540.post-6508787704444267820</guid><pubDate>Sat, 04 Apr 2009 14:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-04T07:20:52.784-07:00</atom:updated><title>INDEKS HARGA SAHAM</title><description>&lt;p&gt;Indeks harga saham adalah suatu indikator yang menunjukkan pergerakan harga saham. Indeks berfungsi sebagai indikator trend pasar, artinya pergerakan indeks menggambarkan kondisi pasar pada suatu saat, apakah pasar sedang aktif atau lesu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dengan adanya indeks, kita dapat mengetahui trend pergerakan harga saham saat ini; apakah sedang naik, stabil atau turun. Misal, jika di awal bulan nilai indeks 300 dan saat ini di akhir bulan menjadi 360, maka kita dapat mengatakan bahwa secara rata-rata harga saham mengalami peningkatan sebesar 20%.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pergerakan indeks menjadi indikator penting bagi para investor untuk menentukan apakah mereka akan menjual, menahan atau membeli suatu atau beberapa saham. Karena harga-harga saham bergerak dalam hitungan detik dan menit, maka nilai indeks pun bergerak turun naik dalam hitungan waktu yang cepat pula.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di Bursa Efek &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; terdapat 6 (enam) jenis indeks, antara lain:&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Indeks Individual,      menggunakan indeks harga masing-masing saham terhadap harga dasarnya, atau      indeks masing-masing saham yang tercatat di BEI.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Indeks Harga Saham      Sektoral, menggunakan semua saham yang termasuk dalam masing-masing      sektor, misalnya sektor keuangan, pertambangan, dan lain-lain. Di BEI      indeks sektoral terbagi atas sembilan sektor yaitu: pertanian,      pertambangan, industri dasar, aneka industri, konsumsi, properti,      infrastruktur, keuangan, perdagangan dan jasa, dan manufaktur.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Indeks Harga Saham Gabungan      atau IHSG (Composite Stock Price Index), menggunakan semua saham yang      tercatat sebagai komponen penghitungan indeks.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Indeks LQ 45, yaitu indeks      yang terdiri 45 saham pilihan dengan mengacu kepada 2 variabel yaitu      likuiditas perdagangan dan kapitalisasi pasar. Setiap 6 bulan terdapat      saham-saham baru yang masuk kedalam LQ 45 tersebut.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Indeks Syariah atau JII      (Jakarta Islamic Index). JII merupakan indeks yang terdiri 30 saham      mengakomodasi syariat investasi dalam Islam atau Indeks yang berdasarkan      syariah Islam. Dengan kata lain, dalam Indeks ini dimasukkan saham-saham      yang memenuhi kriteria investasi dalam syariat Islam. Saham-saham yang      masuk dalam Indeks Syariah adalah emiten yang kegiatan usahanya tidak bertentangan      dengan syariah seperti: &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l3 level1 lfo2;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Usaha perjudian dan      permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l3 level1 lfo2;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Usaha lembaga keuangan      konvensional (ribawi) termasuk perbankan dan asuransi konvensional.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l3 level1 lfo2;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Usaha yang memproduksi,      mendistribusi serta memperdagangkan makanan dan minuman yang tergolong      haram&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l3 level1 lfo2;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Usaha yang memproduksi,      mendistribusi dan/atau menyediakan barang-barang ataupun jasa yang merusak      moral dan bersifat mudarat&lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;ol start="6" type="1"&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l1 level1 lfo3;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Indeks Papan Utama dan      Papan Pengembangan. Yaitu indeks harga saham yang secara khusus didasarkan      pada kelompok saham yang tercatat di BEI yaitu kelompok Papan Utama dan      Papan Pengembangan.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l1 level1 lfo3;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Indeks KOMPAS 100.      merupakan Indeks Harga Saham hasil kerjasama Bursa Efek &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dengan harian      KOMPAS. Indeks ini meliputi 100 saham dengan proses penentuan sebagai      berikut :&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;ol start="1" type="a"&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l2 level1 lfo4;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Telah tercatat di BEJ      minimal 3 bulan.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l2 level1 lfo4;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Saham tersebut masuk dalam      perhitungan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan).&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l2 level1 lfo4;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Berdasarkan pertimbangan      faktor fundamental perusahaan dan pola perdagangan di bursa, BEI dapat      menetapkan untuk mengeluarkan saham tersebut dalam proses perhitungan      indeks harga 100 saham.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l2 level1 lfo4;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Masuk dalam 150 saham      dengan nilai transaksi dan frekwensi transaksi serta kapitalisasi pasar      terbesar di Pasar Reguler, selama 12 bulan terakhir.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l2 level1 lfo4;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Dari sebanyak 150 saham tersebut,      kemudian diperkecil jumlahnya menjadi 60 saham dengan mempertimbangkan      nilai transaksi terbesar.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l2 level1 lfo4;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Dari sebanyak 90 saham yang      tersisa, kemudian dipilih sebnyak 40 saham dengan mempertimbangkan      kinerja: hari transaksi dan frekwensi transaksi serta nilai kapitalisasi      pasar di pasar reguler, dengan proses sebagai berikut : &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;     i. Dari 90 sisanya, akan dipilih 75 saham berdasarkan hari transaksi      di pasar reguler.&lt;br /&gt;     ii. Dari 75 saham tersebut akan dipilih 60 saham berdasarkan      frekuensi transaksi di pasar reguler.&lt;br /&gt;     iii. Dari 60 saham tersebut akan dipilih 40 saham berdasarkan      Kapitalisasi Pasar.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l2 level1 lfo4;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Daftar 100 saham diperoleh      dengan menambahkan daftar saham dari hasil perhitungan butir (e) ditambah      dengan daftar saham hasil perhitungan butir&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p style="margin-left:36.0pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l2 level1 lfo4; tab-stops:list 36.0pt"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;h.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Daftar saham yang masuk dalam KOMPAS 100 akan diperbaharui sekali dalam 6 bulan, atau tepatnya pada bulan Februari dan pada bulan Agustus.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8502604912834788540-6508787704444267820?l=kharismawidya-haris.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://kharismawidya-haris.blogspot.com/2009/04/indeks-harga-saham.html</link><author>noreply@blogger.com (haris)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8502604912834788540.post-9028158145645276485</guid><pubDate>Sat, 04 Apr 2009 14:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-04T07:19:25.345-07:00</atom:updated><title>Proses Go Public</title><description>&lt;p&gt;Perusahaan memiliki berbagai alternatif sumber pendanaan, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar perusahaan. Alternatif pendanaan dari dalam perusahaan, umumnya dengan menggunakan laba yang ditahan perusahaan. Sedangkan alternatif pendanaan dari luar perusahaan dapat berasal dari kreditur berupa hutang, pembiayaan bentuk lain atau dengan penerbitan surat-surat utang, maupun pendanaan yang bersifat penyertaan dalam bentuk saham (equity). Pendanaan melalui mekanisme penyertaan umumnya dilakukan dengan menjual saham perusahaan kepada masyarakat atau sering dikenal dengan go publik.&lt;br /&gt;Untuk go publik, perusahaan perlu melakukan persiapan internal dan penyiapan dokumentasi sesuai dengan persyaratan untuk go publik atau penawaran umum, serta memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan BAPEPAM-LK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penawaran Umum atau sering pula disebut Go Public adalah kegiatan penawaran saham atau Efek lainnya yang dilakukan oleh Emiten (perusahaan yang akan go public) untuk menjual saham atau Efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur oleh UU Pasar Modal dan Peraturan Pelaksanaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penawaran Umum mencakup kegiatan-kegiatan berikut:&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Periode Pasar Perdana yaitu      ketika Efek ditawarkan kepada pemodal oleh Penjamin Emisi melalui para      Agen Penjual yang ditunjuk&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Penjatahan Saham yaitu      pengalokasian Efek pesanan para pemodal sesuai dengan jumlah Efek yang      tersedia;&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Pencatatan Efek di Bursa,      yaitu saat Efek tersebut mulai diperdagangkan di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bursa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Proses Penawaran Umum saham dapat dikelompokkan menjadi 4 tahapan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tahap Persiapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan ini merupakan tahapan awal dalam rangka mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses Penawaran Umum. Pada tahap yang paling awal perusahaan yang akan menerbitkan saham terlebih dahulu melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk meminta persetujuan para pemegang saham dalam rangka Penawaran Umum saham. Setelah mendapat persetujuan, selanjutnya emiten melakukan penunjukan penjamin emisi serta lembaga dan profesi penunjang pasar  yaitu:&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l1 level1 lfo2;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Penjamin Emisi      (underwriter). Merupakan pihak yang paling banyak keterlibatannya dalam membantu      emiten dalam rangka penerbitan saham. Kegiatan yang dilakukan penjamin      emisi antara lain: menyiapkan berbagai dokumen, membantu menyiapkan      prospektus, dan memberikan penjaminan atas penerbitan.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l1 level1 lfo2;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Akuntan Publik (Auditor      Independen). Bertugas melakukan audit atau pemeriksaan atas laporan      keuangan calon emiten.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l1 level1 lfo2;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Penilai untuk melakukan      penilaian terhadap aktiva tetap perusahaan dan menentukan nilai wajar dari      aktiva tetap tersebut;&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l1 level1 lfo2;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Konsultan Hukum untuk      memberikan pendapat dari segi hukum (legal opinion).&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l1 level1 lfo2;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Notaris untuk membuat      akta-akta perubahan Anggaran Dasar, akta perjanjian-perjanjian dalam      rangka penawaran umum dan juga notulen-notulen rapat. &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;2. Tahap Pengajuan Pernyataan Pendaftaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini, dilengkapi dengan dokumen-dokumen pendukung calon emiten menyampaikan pendaftaran kepada BAPEPAM-LK hingga BAPEPAM-LK menyatakan Pernyataan Pendaftaran menjadi Efektif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tahap Penawaran Saham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan ini merupakan tahapan utama, karena pada waktu inilah emiten menawarkan saham kepada masyarakat investor. Investor dapat membeli saham tersebut melalui agen-agen penjual yang telah ditunjuk. Masa Penawaran sekurang-kurangnya tiga hari kerja.  Perlu diingat pula bahwa tidak seluruh keinginan investor terpenuhi dalam tahapan ini. Misal, saham yang dilepas ke pasar perdana sebanyak 100 juta saham sementara yang ingin dibeli seluruh investor berjumlah 150 juta saham. Jika investor tidak mendapatkan saham pada pasar perdana, maka investor tersebut dapat membeli di pasar sekunder yaitu setelah saham dicatatkan di Bursa Efek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tahap Pencatatan saham di Bursa Efek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai penjualan saham di pasar perdana, selanjutnya saham tersebut dicatatkan di Bursa Efek &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="title1"&gt;Pencatatan di BEI&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saham yang dicatatkan di BEI dibagi atas dua papan pencatatan yaitu Papan Utama dan Papan Pengembangan dimana penempatan dari emiten dan calon emiten yang disetujui pencatatannya di dasarkan pada pemenuhan persyaratan pencatatan awal pada masing-masing papan pencatatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papan Utama ditujukan untuk calon emiten atau emiten yang mempunyai ukuran (size) besar dan mempunyai track record yang baik. Sementara Papan Pengembangan dimaksudkan untuk perusahaan-perusahaan yang belum dapat memenuhi persyaratan pencatatan di Papan Utama, termasuk perusahaan yang prospektif namun belum menghasilkan keuntungan, dan merupakan sarana bagi perusahaan yang sedang dalam penyehatan sehingga diharapkan pemulihan ekonomi nasional dapat terlaksana lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan Umum pencatatan di BEI&lt;br /&gt;Calon emiten bisa mencatatkan sahamnya di Bursa, apabila telah memenuhi syarat berikut:&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l3 level1 lfo3;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Pernyataan Pendaftaran      Emisi telah dinyatakan Efektif oleh BAPEPAM-LK.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l3 level1 lfo3;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Calon emiten tidak sedang      dalam sengketa hukum yang diperkirakan dapat mempengaruhi kelangsungan      perusahaan.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l3 level1 lfo3;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Bidang usaha baik langsung      atau tidak langsung tidak dilarang oleh Undang-Undang yang berlaku di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l3 level1 lfo3;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Khusus calon emiten      pabrikan, tidak dalam masalah pencemaran lingkungan (hal tersebut      dibuktikan dengan sertifikat AMDAL) dan calon emiten industri kehutanan      harus memiliki sertifikat ecolabelling (ramah lingkungan).&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l3 level1 lfo3;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Khusus calon emiten bidang      pertambangan harus memiliki ijin pengelolaan yang masih berlaku minimal 15      tahun; memiliki minimal 1 Kontrak Karya atau Kuasa Penambangan atau Surat      Ijin Penambangan Daerah; minimal salah satu Anggota Direksinya memiliki      kemampuan teknis dan pengalaman di bidang pertambangan; calon emiten sudah      memiliki cadangan terbukti (proven deposit) atau yang setara.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l3 level1 lfo3;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Khusus calon emiten yang      bidang usahanya memerlukan ijin pengelolaan (seperti jalan tol, penguasaan      hutan) harus memiliki ijin tersebut minimal 15 tahun.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l3 level1 lfo3;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Calon emiten yang merupakan      anak perusahaan dan/atau induk perusahaan dari emiten yang sudah tercatat      (listing) di BEI dimana calon emiten memberikan kontribusi pendapatan      kepada emiten yang listing tersebut lebih dari 50% dari pendapatan      konsolidasi, tidak diperkenankan tercatat di Bursa.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l3 level1 lfo3;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Persyaratan pencatatan awal      yang berkaitan dengan hal finansial didasarkan pada laporan keuangan      Auditan terakhir sebelum mengajukan permohonan pencatatan.&lt;br /&gt;     Persyaratan Pencatatan Awal di Papan Utama&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;Calon Perusahaan Tercatat akan dicatatkan untuk pertama kalinya di Papan Utama apabila memenuhi persyaratan berikut:&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" style="margin-left:19.6pt;border-collapse:collapse;mso-padding-alt:0cm 0cm 0cm 0cm"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow:0;mso-yfti-firstrow:yes"&gt;   &lt;td width="38" valign="top" style="width:1.0cm;border:solid #99CCFF 1.0pt;   border-right:solid white 1.0pt;background:#99CCFF;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:center"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;No&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="471" valign="top" style="width:353.45pt;border:solid #99CCFF 1.0pt;   border-left:none;background:#99CCFF;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:center"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;Kriteria&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:1;height:17.0pt"&gt;   &lt;td width="38" valign="top" style="width:1.0cm;border:solid #99CCFF 1.0pt;   border-top:none;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:17.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;color:black"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="471" valign="top" style="width:353.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid #99CCFF 1.0pt;border-right:solid #99CCFF 1.0pt;   padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:17.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;Telah memenuhi persyaratan umum   pencatatan saham&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:2;height:44.0pt"&gt;   &lt;td width="38" valign="top" style="width:1.0cm;border:solid #99CCFF 1.0pt;   border-top:none;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:44.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;color:black"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="471" valign="top" style="width:353.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid #99CCFF 1.0pt;border-right:solid #99CCFF 1.0pt;   padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:44.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;color:black"&gt;Sampai dengan diajukannya permohonan   pencatatan, telah melakukan kegiatan operasional dalam usaha utama (&lt;em&gt;core   business&lt;/em&gt;) yang sama minimal 36 bulan berturut-turut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:3;height:53.0pt"&gt;   &lt;td width="38" valign="top" style="width:1.0cm;border:solid #99CCFF 1.0pt;   border-top:none;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:53.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;color:black"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="471" valign="top" style="width:353.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid #99CCFF 1.0pt;border-right:solid #99CCFF 1.0pt;   padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:53.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;color:black"&gt;Laporan Keuangan telah diaudit 3 tahun   buku terakhir, dengan ketentuan Laporan Keuangan Auditan 2 tahun buku   terakhir dan Laporan Keuangan Auditan interim terakhir (jika ada) memperoleh   pendapat Wajar Tanpa Pengecualian(WTP).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:4;height:44.0pt"&gt;   &lt;td width="38" valign="top" style="width:1.0cm;border:solid #99CCFF 1.0pt;   border-top:none;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:44.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;color:black"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="471" valign="top" style="width:353.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid #99CCFF 1.0pt;border-right:solid #99CCFF 1.0pt;   padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:44.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;color:black"&gt;Berdasarkan Laporan Keuangan Auditan   terakhir memiliki Aktiva Berwujud Bersih (&lt;em&gt;Net Tangible Asset&lt;/em&gt;)   minimal Rp 100.000.000.000,- (seratus miliar rupiah)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:5;height:89.0pt"&gt;   &lt;td width="38" valign="top" style="width:1.0cm;border:solid #99CCFF 1.0pt;   border-top:none;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:89.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;color:black"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="471" valign="top" style="width:353.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid #99CCFF 1.0pt;border-right:solid #99CCFF 1.0pt;   padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:89.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;color:black"&gt;Jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang   saham yang bukan merupakan Pemegang Saham Pengendali (&lt;em&gt;minority   shareholders&lt;/em&gt;) setelah Penawaran Umum atau perusahaan yang sudah tercatat   di Bursa Efek lain atau bagi Perusahaa Publik yang belum tercatat di Bursa   Efek lain dalam periode 5 (lima) hari bursa sebelum permohonan pencatatan,   sekurang-kurangnya 100.000.000 (seratus juta) saham atau 35% dari modal   disetor (mana yang lebih kecil).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:6;mso-yfti-lastrow:yes"&gt;   &lt;td width="38" valign="top" style="width:1.0cm;border:solid #99CCFF 1.0pt;   border-top:none;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;color:black"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="471" valign="top" style="width:353.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid #99CCFF 1.0pt;border-right:solid #99CCFF 1.0pt;   padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;color:black"&gt;Jumlah pemegang saham paling sedikit   1.000 (seribu) pemegang saham yang memiliki rekening Efek di Anggota &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bursa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Efek, dengan   ketentuan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;color:black"&gt;-     Bagi   Calon Perusahaan Tercatat yang melakukan penawaran umum, maka jumlah   pemegang saham tersebut adalah pemegang saham setelah penawaran umum perdana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;color:black"&gt;-     Bagi   Calon Perusahaan Tercatat yang berasal dari perusahaan publik, maka jumlah   pemegang saham tersebut adalah jumlah pemegang saham terakhir   selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum mengajukan permohonan pencatatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;color:black"&gt;-     Bagi   Calon Perusahaan Tercatat yang tercatat di Bursa Efek lain, maka jumlah   pemegang saham tersebut adalah dihitung berdasarkan rata-rata per bulan   selama 6 (enam) bulan terakhir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p&gt;Persyaratan Pencatatan di Papan Pengembangan&lt;br /&gt;Calon Perusahaan Tercatat akan dicatatkan untuk pertama kalinya di Papan Pengembangan apabila memenuhi persyaratan berikut:&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="548" style="width:411.0pt;margin-left:19.6pt;border-collapse:collapse;mso-padding-alt:  0cm 0cm 0cm 0cm"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow:0;mso-yfti-firstrow:yes"&gt;   &lt;td width="38" valign="top" style="width:1.0cm;border:solid #99CCFF 1.0pt;   border-right:solid white 1.0pt;background:#99CCFF;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;No&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="471" valign="top" style="width:353.45pt;border:solid #99CCFF 1.0pt;   border-left:none;background:#99CCFF;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;Kriteria&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:1;height:19.25pt"&gt;   &lt;td width="38" valign="top" style="width:1.0cm;border:solid #99CCFF 1.0pt;   border-top:none;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:19.25pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="471" valign="top" style="width:353.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid #99CCFF 1.0pt;border-right:solid #99CCFF 1.0pt;   padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:19.25pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;Telah memenuhi persyaratan umum   pencatatan saham&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:2;height:44.0pt"&gt;   &lt;td width="38" valign="top" style="width:1.0cm;border:solid #99CCFF 1.0pt;   border-top:none;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:44.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="471" valign="top" style="width:353.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid #99CCFF 1.0pt;border-right:solid #99CCFF 1.0pt;   padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:44.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;Sampai dengan diajukannya permohonan   pencatatan, telah melakukan kegiatan operasional dalam usaha utama (&lt;em&gt;core   business&lt;/em&gt;) yang sama minimal 12 bulan berturut-turut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:3;height:44.0pt"&gt;   &lt;td width="38" valign="top" style="width:1.0cm;border:solid #99CCFF 1.0pt;   border-top:none;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:44.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="471" valign="top" style="width:353.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid #99CCFF 1.0pt;border-right:solid #99CCFF 1.0pt;   padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:44.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;Laporan Keuangan Auditan tahun buku   terakhir yang mencakup minimal 12 bulan dan Laporan Keuangan Auditan interim   terakhir (jika ada) memperoleh pendapat Wajar Tanpa Pengecualian(WTP).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:4;height:26.0pt"&gt;   &lt;td width="38" valign="top" style="width:1.0cm;border:solid #99CCFF 1.0pt;   border-top:none;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:26.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="471" valign="top" style="width:353.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid #99CCFF 1.0pt;border-right:solid #99CCFF 1.0pt;   padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:26.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;Memiliki Aktiva Berwujud Bersih (net   tangible asset) minimal Rp 5.000.000.000,- (&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; miliar rupiah)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:5;height:197.0pt"&gt;   &lt;td width="38" valign="top" style="width:1.0cm;border:solid #99CCFF 1.0pt;   border-top:none;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:197.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="471" valign="top" style="width:353.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid #99CCFF 1.0pt;border-right:solid #99CCFF 1.0pt;   padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:197.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;Jika calon emiten mengalami rugi usaha   atau belum membukukan keuantungan atau beroperasi kurang dari 2 tahun, wajib:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;-      selambat-lambatnya pada akhir tahun buku ke-2 sejak tercatat sudah memperoleh   laba usaha dan laba bersih berasarkan proyeksi keuangan yang akan diumumkan   di Bursa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;-      Khusus bagi calon emiten yang bergerak dalam bidang yang sesuai dengan   sifatnya usahanya memerlukan waktu yang cukup lama untuk mencapai titik impas   (seperti: infrastruktur, perkebunan tanaman keras, konsesi Hak Pengelolaan   Hutan (HPH) atau Hutan Tanaman Industri (HTI) atau bidang usaha lain yang   berkaitan dengan pelayanan umum, maka berdasarkan proyeksi keuangan calon   perusahaan tercatat tsb selambat-lambatnya pada akhir tahun buku ke-6 sejak   tercatat sudah memperoleh laba usaha dan laba bersih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:6;height:98.0pt"&gt;   &lt;td width="38" valign="top" style="width:1.0cm;border:solid #99CCFF 1.0pt;   border-top:none;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:98.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="471" valign="top" style="width:353.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid #99CCFF 1.0pt;border-right:solid #99CCFF 1.0pt;   padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:98.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;Jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang   saham yang bukan merupakan Pemegang Saham Pengendali (&lt;em&gt;minority   shareholders&lt;/em&gt;) setelah Penawaran Umum atau perusahaan yang sudah tercatat   di Bursa Efek lain atau bagi Perusahaa Publik yang belum tercatat di Bursa   Efek lain dalam periode 5 (lima) hari bursa sebelum permohonan pencatatan,   sekurang-kurangnya 50.000.000 (limka puluh juta) saham atau 35% dari modal   disetor (mana yang lebih kecil).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:7;height:71.0pt"&gt;   &lt;td width="38" valign="top" style="width:1.0cm;border:solid #99CCFF 1.0pt;   border-top:none;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:71.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;7.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="471" valign="top" style="width:353.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid #99CCFF 1.0pt;border-right:solid #99CCFF 1.0pt;   padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:71.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;Jumlah pemegang saham paling sedikit 500   (&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt; ratus) pemegang saham yang memiliki   rekening Efek di Anggota &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bursa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;   Efek, dengan ketentuan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;-    Bagi   Calon Perusahaan Tercatat yang melakukan penawaran umum, maka jumlah   pemegang saham tersebut adalah pemegang saham setelah penawaran umum perdana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;-    Bagi   Calon Perusahaan Tercatat yang berasal dari perusahaan publik, maka jumlah   pemegang saham tersebut adalah jumlah pemegang saham terakhir   selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum mengajukan permohonan pencatatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;-    Bagi   Calon Perusahaan Tercatat yang tercatat di Bursa Efek lain, maka jumlah   pemegang saham tersebut adalah dihitung berdasarkan rata-rata per bulan   selama 6 (enam) bulan terakhir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:8;mso-yfti-lastrow:yes;height:44.0pt"&gt;   &lt;td width="38" valign="top" style="width:1.0cm;border:solid #99CCFF 1.0pt;   border-top:none;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:44.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;8.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="471" valign="top" style="width:353.45pt;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid #99CCFF 1.0pt;border-right:solid #99CCFF 1.0pt;   padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;height:44.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;color:black"&gt;Khusus calon emiten yang ingin melakukan   IPO, perjanjian penjaminan emisinya harus menggunakan prinsip kesanggupan   penuh (&lt;em&gt;full commitment&lt;/em&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="title1"&gt;Mekanisme Perdagangan&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebelum dapat melakukan transaksi, terlebih dahulu investor harus menjadi nasabah di perusahaan Efek atau kantor broker. Di BEI terdapat sekitar 120 perusahaan Efek yang menjadi anggota BEI.  Pertama kali investor melakukan pembukaan rekening dengan mengisi dokumen pembukaan rekening. Di dalam dokumen pembukaan rekening tersebut memuat identitas nasabah lengkap (termasuk tujuan investasi dan keadaan keuangan) serta keterangan tentang investasi yang akan dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasabah atau investor dapat melakukan order jual atau beli setelah investor disetujui untuk menjadi nasabah di perusahaan Efek yang bersangkutan. Umumnya setiap perusahaan Efek mewajibkan kepada nasabahnya untuk mendepositkan sejumlah uang tertentu sebagai jaminan bahwa nasabah tersebut layak melakukan jual beli saham. Jumlah deposit yang diwajibkan bervariasi; misalnya ada yang mewajibkan sebesar Rp 25 juta, sementara yang lain mewajibkan sebesar Rp 15 juta dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya tidak ada batasan minimal dan jumlah dana untuk membeli saham. Dalam perdagangan saham, jumlah saham yang dijual-belikan dilakukan dalam satuan perdagangan yang disebut dengan lot. Di Bursa Efek &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, satu lot berarti 500 saham dan itulah batas minimal pembelian saham. Lalu dana yang dibutuhkan menjadi bervariasi karena beragamnya harga saham yang tercatat di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bursa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Misalnya harga saham XYZ Rp 1.000, maka dana minimal yang dibutuhkan untuk membeli satu lot saham tersebut menjadi ( 500 dikali Rp 1.000) sejumlah Rp 500.000. Sebagai ilustrasi lain, jika saham ABC harga per sahamnya Rp 2.500 maka dana minimal untuk membeli saham tersebut berarti ( 500 dikali Rp 2.500) sebesar Rp 1.250.000,-.&lt;br /&gt;Di BEI, transaksi dilakukan pada hari-hari tertentu yang disebut Hari Bursa, yaitu:&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="387" style="width:290.25pt;border-collapse:collapse;mso-padding-alt:0cm 0cm 0cm 0cm"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow:0;mso-yfti-firstrow:yes"&gt;   &lt;td width="15%" nowrap="" valign="top" style="width:15.94%;border:solid white 1.0pt;   border-bottom:solid white 3.0pt;background:#4F81BD;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="mso-margin-top-alt:auto;text-align:   center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:white"&gt;Hari Bursa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="17%" style="width:17.76%;border-top:solid windowtext 1.0pt;   border-left:none;border-bottom:solid windowtext 3.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   background:#4F81BD;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="mso-margin-top-alt:auto;text-align:   center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:white"&gt;Sesi Perdagangan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="66%" valign="top" style="width:66.3%;border-top:solid windowtext 1.0pt;   border-left:none;border-bottom:solid windowtext 3.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   background:#4F81BD;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="mso-margin-top-alt:auto;text-align:   center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:white"&gt;Waktu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:1"&gt;   &lt;td width="15%" nowrap="" valign="top" style="width:15.94%;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;background:#D3DFEE;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto"&gt;&lt;span class="normal"&gt;Senin   s/d Kamis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="17%" valign="top" style="width:17.76%;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   background:#D3DFEE;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto"&gt; &lt;br /&gt;  Sesi I&lt;br /&gt;  Sesi II&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="66%" valign="top" style="width:66.3%;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   background:#D3DFEE;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto"&gt; &lt;br /&gt;  Jam 09.30 – 12.00 WIB&lt;br /&gt;  Jam 13.30 – 16.00 WIB&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:2;mso-yfti-lastrow:yes"&gt;   &lt;td width="15%" nowrap="" valign="top" style="width:15.94%;border:solid windowtext 1.0pt;   border-top:none;background:#D3DFEE;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto"&gt;&lt;span class="normal"&gt;Jum’at&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="17%" valign="top" style="width:17.76%;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   background:#D3DFEE;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="decimalaligned" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:justify"&gt; &lt;br /&gt;  Sesi I&lt;br /&gt;  Sesi II&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="66%" valign="top" style="width:66.3%;border-top:none;border-left:   none;border-bottom:solid windowtext 1.0pt;border-right:solid windowtext 1.0pt;   background:#D3DFEE;padding:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt"&gt;   &lt;p class="decimalaligned" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;   text-align:justify"&gt; &lt;br /&gt;  Jam 09.30 – 11.30 WIB&lt;br /&gt;  Jam 14.00 – 16.00 WIB&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p&gt; Dilihat dari prosesnya, maka urutan perdagangan saham atau Efek lainnya dapat dijelaskan sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l2 level1 lfo4;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Menjadi Nasabah di      Perusahaan Efek.&lt;br /&gt;     Pada bagian ini, seseorang yang akan menjadi investor terlebih dahulu      menjadi nasabah atau membuka rekening di salah satu broker atau Perusahaan      Efek. Setelah resmi terdaftar menjadi nasabah, maka investor dapat      melakuka kegiatan transaksi.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l2 level1 lfo4;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Order dari nasabah.&lt;br /&gt;     Kegiatan jual beli saham diawali dengan instruksi yang disampaikan      investor kepada broker. Pada tahap ini, perintah atau order dapat      dilakukan secara langsung dimana investor datang ke kantor broker atau      order disampaikan melalui sarana komunikasi seperti telpon atau sarana      komunikasi lainnya.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l2 level1 lfo4;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Diteruskan ke Floor Trader.&lt;br /&gt;     Setiap order yang masuk ke broker selanjutnya akan diteruskan ke petugas      broker tersebut yang berada di lantai bursa atau yang sering disebut floor      trader.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l2 level1 lfo4;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Masukkan order ke JATS&lt;br /&gt;     Floor trader akan memasukkan (entry) semua order yang diterimanya kedalam      sistem komputer JATS. Di lantai bursa, terdapat ratusan terminal JATS yang      menjadi sarana entry order-order dari nasabah. Seluruh order yang masuk ke      sistem JATS dapat dipantau baik oleh floor trader, petugas di kantor      broker dan investor. Dalam tahap ini, terdapat komunikasi antara pihak broker      dengan investor agar dapat terpenuhi tujuan order yang disampaikan      investor baik untuk beli maupun jual. Termasuk pada tahap ini, berdasarkan      perintah investor, floor trader melakukan beberapa perubahan order,      seperti perubahan harga penawaran, dan beberapa perubahan lainnya.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l2 level1 lfo4;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Transaksi Terjadi      (matched).&lt;br /&gt;     Pada tahap ini order yang dimasukkan ke sistem JATS bertemu dengan harga      yang sesuai dan tercatat di sistem JATS sebagai transaksi yang telah      terjadi (done), dalam arti sebuah order beli atau jual telah bertemu      dengan harga yang cocok. Pada tahap ini pihak floor trader atau petugas di      kantor broker akan memberikan informasi kepada investor bahwa order yang      disampaikan telah terpenuhi.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      mso-list:l2 level1 lfo4;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Penyelesaian Transaksi      (settlement)&lt;br /&gt;     Tahap akhir dari sebuah siklus transaksi adalah penyelesaian transaksi      atau sering disebut settlement. Investor tidak otomatis mendapatkan      hak-haknya karena pada tahap ini dibutuhkan beberapa proses seperti      kliring, pemindahbukuan, dan lain-lain hingga akhirnya hak-hak investor      terpenuhi, seperti investor yang menjual saham akan mendapatkan uang,      sementara investor yang melakukan pembelian saham akan mendapatkan saham.      Di BEI, proses penyelesaian transaksi berlangsung selama 3 hari bursa.      Artinya jika melakukan transaksi hari ini (T), maka hak-hak kita akan      dipenuhi selama 3 hari bursa berikutnya, atau dikenal dengan istilah T +      3.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8502604912834788540-9028158145645276485?l=kharismawidya-haris.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://kharismawidya-haris.blogspot.com/2009/04/proses-go-public.html</link><author>noreply@blogger.com (haris)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8502604912834788540.post-7753504024082586697</guid><pubDate>Sat, 04 Apr 2009 14:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-04T07:18:19.847-07:00</atom:updated><title>Mengenal Obligasi</title><description>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Obligasi merupakan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; utang jangka menengah-panjang yang dapat dipindahtangankan yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut.   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Jenis Obligasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Obligasi memiliki beberapa jenis yang berbeda, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Dilihat dari sisi penerbit :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;a)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Corporate Bonds : obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan, baik yang berbentuk badan usaha milik negara (BUMN), atau badan usaha swasta. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;b)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Government Bonds : obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;c)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Municipal Bond : obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk membiayai proyek-proyek yang berkaitan dengan kepentingan publik (public utility).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Dilihat dari sistem pembayaran bunga :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;a)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Zero Coupon Bonds : obligasi yang tidak melakukan pembayaran bunga secara periodik. Namun, bunga dan pokok dibayarkan sekaligus pada saat jatuh tempo.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;b)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Coupon Bonds : obligasi dengan kupon yang dapat diuangkan secara periodik sesuai dengan ketentuan penerbitnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;c)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Fixed Coupon Bonds : obligasi dengan tingkat kupon bunga yang telah ditetapkan sebelum masa penawaran di pasar perdana dan akan dibayarkan secara periodik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;d)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Floating Coupon Bonds : obligasi dengan tingkat kupon bunga yang ditentukan sebelum jangka waktu tersebut, berdasarkan suatu acuan (benchmark) tertentu seperti average time deposit (ATD) yaitu rata-rata tertimbang tingkat suku bunga deposito dari bank pemerintah dan swasta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Dilihat dari hak penukaran / opsi :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;a)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Convertible Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk mengkonversikan obligasi tersebut ke dalam sejumlah saham milik penerbitnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;b)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Exchangeable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk menukar saham perusahaan ke dalam sejumlah saham perusahaan afiliasi milik penerbitnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;c)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Callable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;d)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Putable Bonds : obligasi yang memberikan hak kepada investor  yang mengharuskan emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;4)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Dilihat dari segi jaminan atau kolateralnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;a)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Secured Bonds : obligasi yang dijamin dengan kekayaan tertentu dari penerbitnya atau dengan jaminan lain dari pihak ketiga. Dalam kelompok ini, termasuk didalamnya adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Guaranteed Bonds : Obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin denan penangguangan dari pihak ketiga&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Mortgage Bonds : obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin dengan agunan hipotik atas properti atau asset tetap.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Collateral Trust Bonds : obligasi yang dijamin dengan efek yang dimiliki penerbit dalam portofolionya, misalnya saham-saham anak perusahaan yang dimilikinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;b)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Unsecured Bonds : obligasi yang tidak dijaminkan dengan kekayaan tertentu tetapi dijamin dengan kekayaan penerbitnya secara umum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;5)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Dilihat dari segi nilai nominal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Konvensional Bonds : obligasi yang lazim diperjualbelikan dalam satu nominal, Rp 1 miliar per satu lot.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Retail Bonds : obligasi yang diperjual belikan dalam satuan nilai nominal yang kecil, baik &lt;em&gt;corporate bonds&lt;/em&gt; maupun &lt;em&gt;government bonds&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;6)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Dilihat dari segi perhitungan imbal hasil :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Konvensional Bonds : obligasi yang diperhitungan dengan menggunakan sistem kupon bunga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Syariah Bonds : obligasi yang perhitungan imbal hasil dengan menggunakan perhitungan bagi hasil. Dalam perhitungan ini dikenal dua macam obligasi syariah, yaitu: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Obligasi Syariah Mudharabah merupakan obligasi syariah yang menggunakan akad bagi hasil sedemikian sehingga pendapatan yang diperoleh investor atas obligasi tersebut diperoleh setelah mengetahui pendapatan emiten.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7.0pt"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Obligasi Syariah Ijarah merupakan obligasi syariah yang menggunakan akad sewa sedemikian sehingga kupon (fee ijarah) bersifat tetap, dan bisa diketahui/diperhitungkan sejak awal obligasi diterbitkan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Karakteristik Obligasi :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top:0cm" type="disc"&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l1 level1 lfo1;      tab-stops:list 36.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Nilai Nominal (Face      Value) adalah nilai pokok dari suatu obligasi yang akan diterima oleh      pemegang obligasi pada saat obligasi tersebut jatuh tempo. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l1 level1 lfo1;      tab-stops:list 36.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Kupon (the Interest      Rate) adalah nilai bunga yang diterima pemegang obligasi secara berkala      (kelaziman pembayaran kupon obligasi adalah setiap 3 atau 6 bulanan) Kupon      obligasi dinyatakan dalam annual prosentase. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l1 level1 lfo1;      tab-stops:list 36.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Jatuh Tempo      (Maturity) adalah tanggal dimana pemegang obligasi akan mendapatkan      pembayaran kembali pokok atau Nilai Nominal obligasi yang dimilikinya.      Periode jatuh tempo obligasi bervariasi mulai dari 365 hari sampai dengan      diatas 5 tahun. Obligasi yang akan jatuh tempo dalam waktu 1 tahun akan      lebih mudah untuk di prediksi, sehingga memilki resiko yang lebih kecil      dibandingkan dengan obligasi yang memiliki periode jatuh tempo dalam waktu      5 tahun. Secara umum, semakin panjang jatuh tempo suatu obligasi, semakin      tinggi Kupon / bunga nya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l1 level1 lfo1;      tab-stops:list 36.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Penerbit / Emiten      (Issuer) Mengetahui dan mengenal penerbit obligasi merupakan faktor sangat      penting dalam melakukan investasi Obligasi Ritel. Mengukur resiko /      kemungkinan dari penerbit obigasi tidak dapat melakukan pembayaran kupon      dan atau pokok obligasi tepat waktu (disebut default risk) dapat dilihat      dari peringkat (rating) obligasi yang dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat      seperti PEFINDO atau Kasnic &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/span&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Harga Obligasi :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan harga saham yang dinyatakan dalam bentuk mata uang, harga obligasi dinyatakan dalam persentase (%), yaitu persentase dari nilai nominal.&lt;br /&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; 3 (tiga) kemungkinan harga pasar dari obligasi yang ditawarkan, yaitu: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top:0cm" type="disc"&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l2 level1 lfo2;      tab-stops:list 36.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Par (nilai Pari) :      Harga Obligasi sama dengan nilai nominal Misal: Obligasi dengan nilai      nominal Rp 50 juta dijual pada harga 100%, maka nilai obligasi tersebut      adalah 100% x Rp 50 juta = Rp 50 juta. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l2 level1 lfo2;      tab-stops:list 36.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;at premium (dengan      Premi) : Harga Obligasi lebih besar dari nilai nominal Misal: Obligasi      dengan nilai nominal RP 50 juta dijual dengan harga 102%, maka nilai      obligasi adalah 102% x Rp 50 juta = Rp 51 juta &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-list:l2 level1 lfo2;      tab-stops:list 36.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;at discount (dengan      Discount) : Harga Obligasi lebih kecil dari nilai nominal Misal: Obligasi      dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual dengan harga 98%, maka nilai dari      obligasi adalah 98% x Rp 50 juta = Rp 49 juta.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Yield Obligasi :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Pendapatan atau imbal hasil atau &lt;em&gt;&lt;b&gt;return&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;yang akan diperoleh dari investasi obligasi dinyatakan sebagai &lt;em&gt;&lt;b&gt;yield&lt;/b&gt;, &lt;/em&gt;yaitu hasil yang akan diperoleh investor apabila menempatkan dananya untuk dibelikan obligasi. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi obligasi, investor harus mempertimbangkan besarnya &lt;em&gt;yield&lt;/em&gt; obligasi, sebagai faktor pengukur tingkat pengembalian tahunan yang akan diterima. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt; 2 (dua) istilah dalam penentuan &lt;em&gt;yield &lt;/em&gt;yaitu&lt;em&gt; current yield &lt;/em&gt;dan&lt;em&gt; yield to maturity.&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;      text-align:justify;mso-list:l3 level1 lfo3;tab-stops:list 36.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Currrent yield adalah &lt;em&gt;yield&lt;/em&gt; yang dihitung      berdasrkan jumlah kupon yang diterima selama satu tahun terhadap harga      obligasi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Current yield = &lt;u&gt;bunga tahunan&lt;/u&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;                       harga obligasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Contoh:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Jika obligasi PT XYZ memberikan kupon kepada pemegangnya sebesar 17% per tahun sedangkan harga obligasi tersebut adalah 98% untuk nilai nominal Rp 1.000.000.000, maka:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Current Yield     = &lt;u&gt;Rp 170.000.000&lt;/u&gt; atau &lt;u&gt;17%&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;                           Rp 980.000.000         98%&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent:36.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;= 17.34%&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top:0cm" type="disc"&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="mso-list:l0 level1 lfo4;tab-stops:list 36.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Sementara itu &lt;em&gt;yiled to maturity (YTM)&lt;/em&gt;      adalah tingkat pengembalian atau pendapatan yang akan diperoleh investor      apabila memiliki obligasi sampai jatuh tempo. Formula &lt;em&gt;YTM&lt;/em&gt; yang      seringkali digunakan oleh para pelaku adalah &lt;em&gt;YTM approximation&lt;/em&gt;      atau pendekatan nilai &lt;em&gt;YTM&lt;/em&gt;, sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;YTM approximation =       C + &lt;u&gt;  R – P &lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;                                       &lt;u&gt;                 n         &lt;/u&gt;  x 100%&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;                                             &lt;u&gt;  R + P     &lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;                                                   2&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Keterangan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;C = kupon&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;n = periode waktu yang tersisa (tahun)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;R = redemption value&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;P = harga pemeblian (purchase value)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Contoh:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;Obligasi XYZ dibeli pada 5 September 2003 dengan harga 94.25% memiliki kupon sebesar 16% dibayar setiap 3 bulan sekali dan jatuh tempo pada 12 juli 2007. Berapakah besar YTM approximationnya ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;C = 16%&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;n = 3 tahun 10 bulan 7 hari = 3.853 tahun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;R = 94.25%&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;P = 100%&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;YTM approximation         = 16 + &lt;u&gt; 100 – 94.25 &lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;                                                    3.853&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;                                    =&lt;u&gt; 100 + 94.25 &lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;                                                2&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt"&gt;                                    = 18.01 %&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8502604912834788540-7753504024082586697?l=kharismawidya-haris.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://kharismawidya-haris.blogspot.com/2009/04/mengenal-obligasi.html</link><author>noreply@blogger.com (haris)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8502604912834788540.post-2989857624429643973</guid><pubDate>Sat, 04 Apr 2009 14:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-04T07:17:28.704-07:00</atom:updated><title>Mengenal Saham</title><description>&lt;p&gt;Saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling popular. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Pada sisi yang lain, saham merupakan instrument investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik.&lt;br /&gt;Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki saham:&lt;br /&gt;1.    Dividen&lt;br /&gt;Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama yaitu hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen.&lt;br /&gt;Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai – artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham - atau dapat pula berupa dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Capital Gain&lt;br /&gt;Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya Investor membeli saham ABC dengan harga per saham Rp 3.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 3.500 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap saham yang dijualnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai instrument investasi, saham memiliki risiko, antara lain:&lt;br /&gt;1.    Capital Loss&lt;br /&gt;Merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya saham PT. XYZ yang di beli dengan harga Rp 2.000,- per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 1.400,- per saham.&lt;br /&gt;Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp 1.400,- tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 600,- per saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Risiko Likuidasi&lt;br /&gt;Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham.&lt;br /&gt;Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut. Kondisi ini merupakan risiko yang terberat dari pemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pasar sekunder atau dalam aktivitas perdagangan saham sehari-hari, harga-harga saham mengalami fluktuasi baik berupa kenaikan maupun penurunan. Pembentukan harga saham terjadi karena adanya permintaan dan penawaran atas saham tersebut. Dengan kata lain harga saham terbentuk oleh supply dan demand atas saham tersebut. Supply dan demand tersebut terjadi karena adanya banyak faktor, baik yang sifatnya spesifik atas saham tersebut (kinerja perusahaan dan industri dimana perusahaan tersebut bergerak) maupun faktor yang sifatnya makro seperti tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar dan faktor-faktor non ekonomi seperti kondisi sosial dan politik, dan faktor lainnya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8502604912834788540-2989857624429643973?l=kharismawidya-haris.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://kharismawidya-haris.blogspot.com/2009/04/mengenal-saham.html</link><author>noreply@blogger.com (haris)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8502604912834788540.post-6279542815702750242</guid><pubDate>Sat, 04 Apr 2009 14:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-04T07:16:29.298-07:00</atom:updated><title>Mengenal Pasar Modal</title><description>&lt;p&gt;Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa dana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain (misalnya pemerintah), dan sebagai sarana bagi kegiatan berinvestasi. Dengan demikian, pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar modal merupakan instrumen jangka panjang (jangka waktu lebih dari 1 tahun) seperti saham, obligasi, waran, right, reksa dana, dan berbagai instrumen derivatif seperti option, futures, dan lain-lain.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Undang-Undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal mendefinisikan pasar modal sebagai “kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek”.&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US;mso-fareast-language:EN-US; mso-bidi-language:AR-SA"&gt;Pasar Modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu pertama sebagai sarana bagi pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-lain, kedua pasar modal menjadi sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrument keuangan seperti saham, obligasi, reksa dana, dan lain-lain. Dengan demikian, masyarakat dapat menempatkan dana yang dimilikinya sesuai dengan karakteristik keuntungan dan risiko masing-masing instrument&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8502604912834788540-6279542815702750242?l=kharismawidya-haris.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://kharismawidya-haris.blogspot.com/2009/04/mengenal-pasar-modal.html</link><author>noreply@blogger.com (haris)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8502604912834788540.post-3062572354106042469</guid><pubDate>Sat, 04 Apr 2009 14:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-04T07:13:14.630-07:00</atom:updated><title>Manajemen Keuangan</title><description>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Manajemen keuangan&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; adalah manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Fungsi - fungsi manajemen keuangan :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;1. Investment decision : keputusan penggunaan dana atau pengalokasian dana.&lt;br /&gt;- Jangka pendek : penggunaan dana untuk pengoperasian perusahaan.&lt;br /&gt;- Jangka panjang : investasi dalam aktiva tetap.&lt;br /&gt;2. Ficancial decision : keputusan dengan pemilihan sumber dana.&lt;br /&gt;- Melalui penerbitan saham&lt;br /&gt;- Melalui hutang saham.&lt;br /&gt;3. Deviden decison : untuk menentukan apakah dana yang diperoleh dan dihasilkan operasi&lt;br /&gt;akan dibagikan kepada pemegang saham atau investasi kembali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Tujuan manajemen keuangan :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Manfaat manajemen keuangan&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; adalah untuk memahami tentang apa yang terjadi sekeliling kita untuk menyelesaikan masalah-masalah praktis dan juga menjelaskan berbagai fakta dan informasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Fungsi seorang manajer keuangan adalah :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;1. Menganalisa dan merencanakan pembelanjaan perusahaan.&lt;br /&gt;2. Mengelola penanaman modal dalam aktiva.&lt;br /&gt;3. Mengatur struktur finansial dan struktur modal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Modal Kerja&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Modal kerja adalah modal yang digunakan oleh perusahaan sebagai biaya operasi perusahaan yang perputaran kasnya kurang sari satu tahun melalui hasil penjualan produksinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Konsep modal kerja :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;1. Konsep kuantitatif (modal kerja bruto) : merupakan jumlah keseluruhan aktiva lancar.&lt;br /&gt;2. Konsep kualitatif (modal kerja netto) : merupakan kelebihan aktiva lancar atas hutang lancar.&lt;br /&gt;3. Konsep fungsional : merupakan fungsi aktiva pada dana dalam menghasilkan pendapatan.&lt;br /&gt;Potential working capital adalah dana yang nantinya dapat diuangkan dengan mudah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Jenis modal kerja&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Modal kerja permanen (permanen working capital) : adalah modal kerja yang harus terus ada pada perusahaan untuk dapat terus menjalankan fungsinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Modal kerja permanen dibedakan menjadi :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;a. Modal kerja primer : modal kerja minimum yang harus ada pada perusahaan untuk menjamin&lt;br /&gt;kontinuitas perusahaan.&lt;br /&gt;b. Modal kerja normal : modal kerja yang diperlukan untuk menyelenggarakan luas produksi.&lt;br /&gt;2. Modal kerja variabel : modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan perubahan keadaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Modal kerja variabel dibedakan menjadi :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;a. Modal kerja musiman : modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah yang disebabkan fluktuasi&lt;br /&gt;musim.&lt;br /&gt;b. Modal kerja siklis : modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah karena fluktuasi konjungtur.&lt;br /&gt;c. Modal kerja darurat : modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah karena keadaan darurat yang tidak diketahui sebelumnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Penentuan besarnya kebutuhan modal kerja tergantung pada besar kecilnya :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;1. Periode perputaran/periode terikatnya modal kerja : merupakan keseluruhan atau jumlah dari periode yang meliputi jangka waktu pemberian kredit, pembelian, penyimpanan bahan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;baku&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dan jangka waktu penerimaan piutang.&lt;br /&gt;2. Pengeluaran kas rata-rata tiap hari : merupakan pengeluaran kas rata-rata setiap harinya untuk keperluan pembelian bahan mentah, bahan pembantu, membayar upah dan biaya lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya investasi dalam hutang :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;1. Volume penjualan kredit&lt;br /&gt;2. Syarat pembayaran kredit&lt;br /&gt;3. Ketentuan pembebasan kredit&lt;br /&gt;4. Kebijaksanaan dalam pengumpulan piutang&lt;br /&gt;5. Kebiasan membayar para langganan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Likuiditas&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; adalah kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansilnya yang segera harus dibayar (hutang jangka pendek).&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Solvabilitas&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; adalah kemampuan perusahaan untuk membayar semua hutangnya, baik hutang jangka pendek maupun hutang jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Rentabilitas&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; adalah mengukur kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba yang efektif.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Rentabilitas ekonomi&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; adalah membandingkan antara laba usaha dengan modal sendiri&lt;br /&gt;dan modal asing.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Cara mempertinggi rentabilitas :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;1. Memperbesar profit margin :&lt;br /&gt;a. Menambah biaya operasi sampai tingkat tertentu dengan mendapatkan tambahan&lt;br /&gt;penjualan sebesar-besarnya.&lt;br /&gt;b. Mengurangi penghasilan dari penjualan sampai tingkat tertentu dengan mengurangi biaya&lt;br /&gt;operasi sebesar-besarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;2. Memperbesar Turn Over of Assets :&lt;br /&gt;a. Menambah modal usaha sampai tingkat tertentu dengan tambahan penjualan yang sebesar-besarnya.&lt;br /&gt;b. Mengurangi penjualan sampai tingkat tertentu dengan mengurangi modal usaha sebesar-&lt;br /&gt;besarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Rentabilitas modal sendiri&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; adalah kemampuan perusahaan dengan modal sendiri yang bekerja untuk menghasilkan keuntungan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Penilaian resiko (5C)&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; :&lt;br /&gt;1. Character&lt;br /&gt;2. Capacity&lt;br /&gt;3. Capital&lt;br /&gt;4. Collateral&lt;br /&gt;5. Condition&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya persediaan kas minimal :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;1. Perimbangan antara kas masuk dengan kas keluar.&lt;br /&gt;2. Penyimpangan atas aliran kas yang diperkirakan.&lt;br /&gt;3. Adanya hubungan baik dengan bank.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Budget kas&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; adalah estimasi terhadap posisi kas untuk suatu periode tertentu yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Tujuan penyusunan budget kas&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; adalah untuk mengetahui :&lt;br /&gt;1. Posisi kas sebagai hasil rencana perusahaan.&lt;br /&gt;2. Kemungkinan adanya surplus/defisit karena operasi perusahaan.&lt;br /&gt;3. Besarnya dana serta kapan saat dana dibutuhkan untuk menutup defisit kas.&lt;br /&gt;4. Saat kapan kredit harus kembali&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Capital budgeting&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; adalah proses perencanaan dan pengambilan keputusan mengenai pengeluaran dana, dimana jangka kembalinya melebihi satu tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Arti penting capital budgeting :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;1. Dana yang dikeluarkan terikat untuk jangka waktu panjang.&lt;br /&gt;2. Investasi dalam aktiva tetap menyangkut harapan terhadap hasil penjualan dimasa yang akan&lt;br /&gt;datang.&lt;br /&gt;3. Pengeluaran dana tersebut meliputi jumlah besar.&lt;br /&gt;4. Kesalahan dalam pengambilan keputusan tentang pengeluaran modal tersebut mempunyai akibatpanjang dan berat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Metode Penilaian Investasi&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;1. Payback Period adalah suatu periode yang diperlukan untuk dapat menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan proced atau aliran kas netto (net cash flow)&lt;br /&gt;2. Net Present Value (NPV) adalah menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang.&lt;br /&gt;3. Internal Rate of Return (IRR) adalah menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang.&lt;br /&gt;4. Profitability Index (PI) adalah menghitung perbandingan antara nilai sekarang penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang dengan nilai sekarang investasi.&lt;br /&gt;5. Cost of Capital (COC) adalah untuk mendapatkan besarnya biaya yang secara riil harus ditanggung perusahaan untuk memperoleh dana dari berbagai sumber.&lt;br /&gt;6. Portfolio adalah sekumpulan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; berharga dalam berbagai kesempatan investasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Asumsi Portfolio :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;1. Tersedianya informasi mengenai pasar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; berharga.&lt;br /&gt;2. Investasi tidak menyukai resiko.&lt;br /&gt;3. Pengukuran resiko keuntungan dalam bentuk kurva normal distribusi probabilitas&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Bentuk Efek (Surat-surat berharga ) :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;1. Obligasi : adalah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pengakuan hutang yang dikeluarkan oleh pemerintah atau lembaga sebagai pihak berhutang yang mempunyai nilai nominal tertentu dan kesanggupan untuk&lt;br /&gt;membayar bunga secara periodik atas dasar prosentasi tertentu.&lt;br /&gt;2. Saham Preferen : adalah saham yang disertai dengan preferensi tertentu diatas saham biasa&lt;br /&gt;dalam hal pembagian deviden dan pembagian kekayaan dalam pembubaran perusahaan.&lt;br /&gt;3. Saham Biasa : adalah pemegang saham akan mendapatkan deviden pada akhir tahun pembukuan hanya jika perusahaan mendapat laba.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Struktur Modal&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; adalah perbandingan antara modal asing dengan modal sendiri.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Struktur Modal Optimal&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; adalah struktur modal yang dapat meminimumkan biaya modal rata-rata.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;1. Tingkat bunga&lt;br /&gt;2. Stabilitas pendapatan&lt;br /&gt;3. Susunan aktiva&lt;br /&gt;4. Kadar resiko dari aktiva&lt;br /&gt;5. Besarnya modal yang dibutuhkan&lt;br /&gt;6. Keadaan pasar modal&lt;br /&gt;7. Sifat manajemen&lt;br /&gt;8. Besarnya luas perusahaan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Sumber Penawaran Modal Menurut Asalnya :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;1. Sumber interen : adalah modal yang dibentuk atau dihasilkan dalam perusahaan, seperti laba yang ditahan dan akumulasi penyusutan.&lt;br /&gt;2. Sumber eksteren : adalah modal yang berasal dari kreditur, pemilik dan stakeholder lain. Dari&lt;br /&gt;kreditur disebut modal asing dan dari pemilik disebut modal sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Sumber-Sumber Dana Eksteren :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;1. Supplier : adalah penjualan kredit dengan jangka waktu pembayaran kurang dari sati tahun.&lt;br /&gt;2. Bank : adalah lembaga yang memberikan kredit.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Sumber Penawaran Modal Dengan Cara Terjadinya :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;1. Tabungan dari subyek ekonomi&lt;br /&gt;2. Pencipta uang atau kredit bank&lt;br /&gt;3. Intensifikasi dari penggunaan uang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Penilaian Penggunaan Kredit Oleh Bank (3R) :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;1. Return : adalah menunjukan hasil yang diharapkan dpat diperoleh dari penggunaan kredit.&lt;br /&gt;2. Repayment Capasity : adalah menilai kemampuan perusahaan pemohon kredit untuk membayar kembali pinjaman pada saat harus dilunasi.&lt;br /&gt;3. Risk Bearing Ability : adalah menilai apakah perusahaan pemohon kredit cukup mampu menanggung resiko kegagalan dalam penggunaan kredit.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;strong&gt;Pasar Modal&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Pasar modal&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; adalah pertemuan dua kelompok yang saling mengisi yaitu calon investor dan para pengusaha yang membutuhkan dana jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Fungsi Pasar Modal&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; : adalah mengalokasikan secara efisien arus dana dari unit ekonomi yang mempunyai surplus kepada unit yang mempunyai defisit tabungan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Modal Asing :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; adalah modal yang berasal dari luar perusahaan merupakan hutang yang suatu saat dibayar kembali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Jenis-Jenis Modal Asing :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;em&gt;&lt;b&gt;Hutang jangka pendek &lt;/b&gt;&lt;/em&gt;: adalah hutang yang jangka waktunya paling lama satu tahun.&lt;br /&gt;a. Kredit rekening koran&lt;br /&gt;b. Kredit dari pinjaman&lt;br /&gt;c. Kredit dari pembelian&lt;br /&gt;d. Kredir &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;wesel&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;em&gt;&lt;b&gt;Hutang jangka menengah :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; adalah hutang yang jangka waktunya lebih dari satu tahun dan kurang dari 10 tahun :&lt;br /&gt;a. Term loan&lt;br /&gt;b. Leasing&lt;br /&gt;3. &lt;em&gt;&lt;b&gt;Hutang jangka panjang :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; adalah hutang yang umumnya berjangka waktu sekitar 10 tahun yang digunakan untuk membiayai perluasan, modernisasi perusahaan yang memerlukan&lt;br /&gt;modal besar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Jenis-Jenis Hutang Jangka Panjang :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;1. Pinjaman obligasi&lt;br /&gt;2. Pinjaman hipotik&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Pertimbangan Jangka Waktu Obligasi :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;1. Jangka waktu pinjaman disesuaikan dengan waktu penggunaannya dalam perusahaan.&lt;br /&gt;2. Jumlah angsuran sesuai dengan jumlah penyusutan dari aktiva tetap yang dibiayai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Pelunasan Obligasi Dapat Diambil Dari&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; :&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;1. Penyusutan aktiva tetap yang dibiayai.&lt;br /&gt;Jenis-jenis obligasi :&lt;br /&gt;a. Obligasi biasa&lt;br /&gt;b. Obligasi pendapatan&lt;br /&gt;c. Obligasi yang dapat ditukarkan&lt;br /&gt;2. Cadangan&lt;br /&gt;a. Cadangan modal sendiri&lt;br /&gt;- cadangan ekspansi&lt;br /&gt;- cadangan mocal kerja&lt;br /&gt;- cadangan selisih kurs&lt;br /&gt;- cadangan hal tak terduga&lt;br /&gt;b. Cadangan modal asing&lt;br /&gt;- cadangan depresiasi&lt;br /&gt;- cadangan piutang ragu-ragu&lt;br /&gt;- cadangan yang bersifat piutang&lt;br /&gt;3. Laba yang ditahan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Deviden Perusahaan :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;1. Posisi likuiditas&lt;br /&gt;2. Kebutuhan dana untuk membayar hutang&lt;br /&gt;3. Pengawasan terhadap perusahaan&lt;br /&gt;4. Politik deviden yang stabil&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Stock Splits&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; adalah pemecahan jumlah saham menjadi jumlah yang lebih banyak dengan mengurangi harga nominal per lembar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Pembelian Saham Kembali Bisa Ditempuh Melalui :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;1. Melalui pasar modal biasa&lt;br /&gt;2. Melalui tender over&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Analisa Ratio Financial Dapat Dilakukan Dengan :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;1. Membandingkan rasio sekarang dengan ratio yang diperkirakan untuk waktu yang akan datang dari perusahaan yang sama.&lt;br /&gt;2. Membandingkan ratio suatu perusahaan dengan ratio perusahan lain dalam waktu yang sama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Macam-Macam Ratio Financial :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;1. Ratio Neraca (Financial ratio)&lt;br /&gt;2. Ratio rugi laba (Operating ratio)&lt;br /&gt;3. Ratio antar laporan (Financial operating ratio)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Macam-Macam Rasio Keuangan :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;1. Ratio likuiditas&lt;br /&gt;2. Rasio leverage&lt;br /&gt;3. Rasio aktivitas&lt;br /&gt;4. Rasio profitabilitas&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Macam-Macam Ratio Likuiditas :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;1. Current Ratio&lt;br /&gt;2. Cash Ratio&lt;br /&gt;3. Quick Ratio&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Break Event Point (BEP)&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;BEP&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; adalah suatu teknik analisa untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variabel, keuntungan dan volume kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Titik BEP&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; adalah volume penjualan dimana penghasilan tepat sama besarnya dengan biaya total sehingga tidak untung tidak rugi (TR = TC).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Asumsi BEP :&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;1. Biaya terdiri atas biaya tetap dan biaya variabel&lt;br /&gt;2. Biaya berubah secara proporsional dengan volume produksi dan penjualan&lt;br /&gt;3. Biaya tetap totalitas tidak berubah meskipun ada perubahan volume produksi/penjualan&lt;br /&gt;4. Harga jual per unit tidak berubah selama periode dianalisis&lt;br /&gt;5. Perusahaan hanya memproduksi satu macam produk&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Dalam BEP jika Biaya Tetap Berubah&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;, Maka :&lt;br /&gt;1. Bertambahnya jumlah biaya tetap akan menaikkan BEP&lt;br /&gt;2. Berkurangnya jumlah biaya tetap akan menurunkan BEP&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Operating Leverage&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; adalah kemampuan perusahaan menggunakan biaya operasi tetap untuk memperbesar pengaruh volume penjualan terhadap EBIT.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Financial Reverange&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; adalah kemampuan perusahaan menggunakan kewajiban finansialnya untuk memperbesar perubahan EBIT terhadap EPS. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='http://res1.blogblog.com/tracker/8502604912834788540-3062572354106042469?l=kharismawidya-haris.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://kharismawidya-haris.blogspot.com/2009/04/manajemen-keuangan.html</link><author>noreply@blogger.com (haris)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item></channel></rss>