<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173</atom:id><lastBuildDate>Fri, 08 Jul 2011 01:12:34 +0000</lastBuildDate><title>My blog</title><description>Inspiring Words. 

Saya tidak akan menyombongkan diri sebagai orang bijak atau orang baik. Yang pasti, saya sudah berusaha maksimal sebatas kemampuan saya...
Saya tidak dilahirkan sebagai orang bijak. Saya belajar banyak dari pendahulu saya dan berupaya untuk mengamalkan apa yang saya pelajari.(Kung Fu Tze)</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/ayusanti" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="blogspot/ayusanti" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173.post-5833875170719466872</guid><pubDate>Thu, 15 Oct 2009 02:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-15T10:11:35.749+08:00</atom:updated><title>Integritas Diri</title><description>Saya mendapat tugas melakukan interview, dan dari seorang yang saya interview saya mendapat dia berkata saya memiliki, integritas, karena siap menjadi auditor yang handal, dan saya tertarik dengan kata integritas, sdikit pemahaman saya tentang integritas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua pasti memiliki kelemahan. Persoalannya, tidak semua orang mampu menyadarinya. Malahan kelemahan pribadi seperti sulit menerima kekalahan dan gampang tersinggung acapkali ditutupi dengan pola pembelaan diri atau pola konfrontasi baik secara kasat mata maupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, selain memiliki kelemahan, kita semua pasti memiliki kekuatan, keunggulan atau kelebihan dibandingkan dengan orang lain. Kekuatan tersebut merupakan "modal" yang patut dibanggakan dan disumbangkan bagi orang lain dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik pemahaman ini, apakah kita benar-benar sudah memiliki integritas diri. Apakah kita sudah secara hakiki menjadi pribadi yang utuh? Makna integritas diri perlu kita tegaskan lagi. Pribadi yang utuh niscaya mampu mencintai orang lain dengan cinta agape , karena orang lain adalah sesama makhluk Tuhan. Ia pasti tegas pada nilai atau prinsip sebagai insan beriman.&lt;br /&gt;Juga, ia berani mengakui kelemahan dan kelebihan yang dimilikinya. Jika dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa mencintai sesama manusia namun tidak tegas menolak ajakan melakukan kesalahan atau penyimpangan, berarti diri kita tidak berfungsi secara utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula sebaliknya, kita tegas terhadap nilai, namun kehilangan cinta, semuanya akan sia-sia. Jika kita bisa mengakui keunggulan kita dan orang lain, tetapi tidak berani mengakui kelemahan kita, akan terjadi ketimpangan dan "cacat" pribadi yaitu tidak seimbang. Maka yang terpenting adalah mencoba menyadari apakah diri kita sudah berjalan secara utuh. Kita seyogiyanya mengkondisikan hati untuk melakukan penyadaran diri dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, hakikat pribadi yang utuh mempunyai makna yaitu penyadaran (conscientization) akan keberadaan cinta, ketegasan, kelemahan dan kekuatan yang niscaya diungkapkan, dialami dan dijalani dalam kehidupan bersama.Penyadaran akan unsur-unsur dalam diri kita berarti: kita dengan suasana hati yang tenang menyadari cinta sebagai pusat diri kita, sebagai perekat dalam berrelasi dengan orang lain. Cinta memampukan kita untuk tertarik, bersimpati dan berbela rasa pada orang lain. Dengan cinta kita tidak akan tega Melakukan penyimpangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan hidup ini dan apa yg berada di sekiling kita haruslah berkah. Berkah ialah tersebarnya kebaikan ilahiah ( ketuhanan ) dalam apa yg kita lakukan, dalam apa yg berada di sekitar kita. Kalau sudah penuh dengan kebaikan.¡Ä. Seorang yg telah memiliki integritas diri, memiliki visi hidup yg jelas, akan bisa menapaki jalan hidup ini dengan baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran akan ketegasan bermaknakan tegas terhadap nilai yang kita pegang sebagai orang beriman. Ketegasan tersebut mendorong kita untuk setia pada kebenaran yang kita yakini sebagai insan beriman. Ketegasan berarti mengatakan tidak terhadap kezaliman, kekerasan dan ketidakadilan yang diperlakukan pada dirinya dan orang lain yang ada di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa tips yang harus dijaga dalam membangun integritas diri Untuk membangun integritas dan karakter yang kokoh, diperlukan 7 kebiasaan yang harus dilakukan secara sadar dan konsisten :&lt;br /&gt;1. Selalu menepati janji&lt;br /&gt;2. Taat asas, tidak plin-plan&lt;br /&gt;3. Komitmen dipegang teguh dan bertanggungjawab&lt;br /&gt;4. satu kata, satu perbuatan&lt;br /&gt;5. Jujur dan terbuka&lt;br /&gt;6. Menghargai waktu&lt;br /&gt;7. Menjaga prinsip dan nilai-nilai yang diyakini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran akan kelemahan dan kekuatan mendorong kita untuk berani mengakui kelemahan dan kekuatan kita. Kelemahan kita perbaiki dan kekuatan menjadi sumbangan indah bagi sesama yang lain. Dengan penyadaran integritas diri tersebut, kita akan berani mengakui diri sebagai pribadi utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Integritas diri tidak akan terbentuk kalau dirinya tertarik/tarik- menarik ke segala-arah akibat ingin membentuk jati diri/integritas diri dari suatu konsep yang sudah ada. Pelanggaran atas apa yang diperintahkan hati nurani, berarti pelanggaran terhadap integritas diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;Best Regard&lt;br /&gt;Erwin Arianto,SE&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1816534715933052173-5833875170719466872?l=ayusanti-myblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/2009/10/integritas-diri.html</link><author>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173.post-2099979331417611342</guid><pubDate>Thu, 15 Oct 2009 02:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-15T10:10:17.747+08:00</atom:updated><title>Mengukur Integritas: Bukan Lagi Mission Impossible</title><description>Tuntutan organisasi untuk senantiasa berbenah dalam upaya mewujudkan visi semakin memperketat proses seleksi karyawan. Pengalaman, kemampuan teknikal, kompetensi, hingga personal atribute menjadi basis keputusan apakah seseorang cocok menduduki satu jabatan dalam organisasi atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu elemen kunci yang dilihat organisasi terhadap kandidatnya adalah integritas. Berbeda dengan kompetensi yang lain, integritas ini memiliki keunikan tersendiri. Yang menjadi tantangan adalah, bagaimana organisasi mengukur integritas yang dimiliki kandidatnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanannya, Daya Dimensi Indonesia (DDI), sering dihadapkan dengan ’requirement’ dari organisasi yang ingin mendapatkan karyawan dengan integritas tinggi. “Integritas adalah kriteria nomor satu yang diminta oleh organisasi dalam proses seleksi,” jelas Novi Laurina, Senior Consultant DDI yang ditemui Human Capital. ”Setiap kali datang ke pimpinan perusahaan dan bertanya karyawan seperti apa yang dibutuhkan perusahaan saat ini, pasti jawaban yang langsung dikeluarkan pimpinan tersebut adalah, karyawan yang jujur dan berintegritas tinggi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa organisasi cenderung sangat sensitif terhadap faktor integritas seseorang? Novi menjelaskan bahwa hampir semua organisasi yang pernah ditemuinya menempatkan integritas sebagai salah satu value. Situasi ini dipicu oleh meningkatnya tuntutan bisnis yang membuka peluang bagi seorang karyawan untuk mengelola jaringan yang lebih luas, bertemu dengan lebih banyak vendor, maupun memanage budget yang lebih signifikan. Persaingan bisnis juga menuntut organisasi untuk memastikan kerahasiaan organisasinya tidak jatuh ke tangan pesaing. Oleh sebab itulah organisasi me’mutlak’ kan integritas sebagai salah satu nilai yang harus dimiliki karyawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Terutama untuk strategic level, integritas sudah pasti menjadi keharusan,” tambahnya lagi. Melihat integritas kandidat. Sebelum berbicara lebih jauh, Novi menjelaskan apa yang dimaksud dengan integritas. Menurutnya, DDI menerjemahkan integritas menjadi tiga komponen besar yaitu honesty, consistency, dan commitment. ”Ketiga hal tersebut kami pakai sebagai basis dalam melihat integritas seseorang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Novi, integritas merupakan hal yang tidak mudah diukur karena melibatkan variabel yang cukup banyak. Menurutnya ada beberapa cara/tools yang dapat digunakan sebagai alat ukur seperti; referensi, multi- rater survey (360 degree), assessment centre dan wawancara. ”Masing-masing tools tentunya memiliki kegunaan dan tantangan yang berbeda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk posisi-posisi strategis, referensi atau assessment center bisa sangat membantu dalam melihat integritas seseorang. Referensi merupakan salah satu cara yang cukup komprehensif untuk mengukur integritas karena saat seleksi melalui proses checking terlebih dahulu. “Untuk high level position candidate, penting dilakukan cross check terhadap track record di tempat bekerja sebelumnya. Track record yang dilihat tentunya sesederhana apakah yang bersangkutan pernah melanggar peraturan apapun dalam perusahaan tersebut,” jelas Novi. Metode ini tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk melihat integritas kandidat di high/strategic level karena dalam proses cross checking, pertanyaan dapat dilakukan secara mendetail. Namun Novi tidak menyarankan metode ini digunakan pada seleksi massal karena akan melibatkan tenaga dan waktu yang tidak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assessment Center, menurut Novi, memiliki realibilitas yang paling baik. Metode ini memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki metode lain. Pertama, assessment center menggunakan banyak alat atau multi tools. Kedua, assessment juga menggunakan multi assessor dimana satu kandidat dinilai lebih dari satu assessor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu dalam assessment center ada proses integrasi data yang memungkinkan semua data yang telah terkumpul dari setiap assessor didiskusikan dalam upaya memperoleh penilaian akhir terhadap kandidat. Tapi sekali lagi Novi berpendapat bahwa assessment center tidak cocok untuk mengukur integritas dalam seleksi yang sifatnya masal. “Assessment center membutuhkan investasi yang cukup besar, jadi akan sangat tidak efisien jika digunakan dalam proses seleksi tahap awal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode lain yang biasa dipakai untuk mengukur integritas adalah multi-rater survey (360 degree). Metode ini digunakan untuk mengukur kompetensi-kompetensi termasuk integritas seseorang yang sudah berada di dalam suatu organisasi. Metode ini memungkinkan seseorang dinilai oleh orang-orang di lingkungan kerjanya seperti atasan, bawahan dan rekan kerjanya. Walaupun demikian metode ini tidak bisa digunakan dalam seleksi awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, metode apa yang efektif untuk digunakan dalam proses seleksi awal yang sifatnya masal? Novi memilih metode wawancara terarah berbasis perilaku yang memungkinkan interviewer mendapatkan beberapa contoh perilaku kandidat di masa lalu untuk memrediksi perilakunya di masa mendatang. Sekarang persoalannya, wawancara terarah seperti apa yang dapat memastikan organisasi mendapatkan informasi akurat seputar integritas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kandidat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan mendefinisikan standar perilaku integritas yang menjadi acuan dalam proses wawancara terarah ini. Hal berikutnya adalah standar pertanyaan yang akan diajukan dalam proses wawancara. Pertanyaan tersebut haruslah dibuat senetral mungkin tanpa menimbulkan tendensi tertentu, sehingga kandidat dapat merespon dengan lugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk metode wawancara terarah ini, Novi memperkirakan reliabilitasnya mencapai 45% sampai 55%. Angka ini cukup besar mengingat banyaknya variabel yang mesti dinilai. Tapi bagaimanapun juga Novi mengingatkan bahwa berhasil tidaknya interview tergantung dari interviewernya juga. Biasanya semakin tinggi jam terbangnya, semakin valid informasi yang bisa digali oleh interviewer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Novi menambahkan bahwa integritas seseorang bisa dijaga dengan sistem organisasi yang mapan. “Bagaimanapun peluang seseorang untuk berbuat curang akan selalu ada, peluang inilah yang harus diminimumkan dengan sistem. Contohnya di industri bank, mereka selalu menerapkan dual control dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memberikan persetujuan transaksi.” Sistem prosedur organisasi yang tertata rapi menurutnya dapat membentengi karyawan dari perbuatan melenceng.” (adt)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1816534715933052173-2099979331417611342?l=ayusanti-myblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/2009/10/mengukur-integritas-bukan-lagi-mission.html</link><author>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173.post-1651037376958201968</guid><pubDate>Thu, 15 Oct 2009 02:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-15T10:08:14.417+08:00</atom:updated><title>Mengukur Integritas</title><description>Pertanyaan-pertanyaan berikut akan membantu Anda dalam mengukur integritas Anda. Janganlah terlalu cepat menjawab setiap pertanyaan yang ada. Jika pengembangan karakter merupakan bidang kebutuhan yang serius dalam kehidupan Anda, mungkin kecenderungan Anda adalah membaca pertanyaan-pertanyaan itu sambil lalu, memberikan jawaban-jawaban yang menggambarkan bagaimana yang Anda angankan mengenai siapa Anda sesungguhnya. Luangkan waktu untuk merenungkan masing-masing pertanyaan itu dan mempertimbangkannya dengan jujur sebelum menjawab. Lalu upayakanlah bidang-bidang di mana Anda paling susah.&lt;br /&gt;1. Seberapa baikkah saya memperlakukan sesama, andaikata saya tidak mendapatkan apa-apa? &lt;br /&gt;2. Apakah saya transparan terhadap sesama? &lt;br /&gt;3. Apakah saya mengganti peran sesuai dengan lawan bicara saya? &lt;br /&gt;4. Apakah saya ketika di bawah sorotan dan ketika sendirian adalah orang yang sama? &lt;br /&gt;5. Apakah saya segera mengakui kesalahan saya tanpa ditekan? &lt;br /&gt;6. Apakah saya mendahulukan sesama daripada agenda pribadi saya? &lt;br /&gt;7. Apakah saya mempunyai standar yang tetap untuk keputusan-keputusan moral, atau apakah keadaan yang menentukan pilihan-pilihan saya? &lt;br /&gt;8. Apakah saya mengambil keputusan-keputusan sulit, seandainya pun itu mengandung pengorbanan pribadi? &lt;br /&gt;9. Ketika ada sesuatu yang ingin saya bicarakan tentang sesama saya, apakah saya bicara langsung kepada yang bersangkutan, atau membicarakan tentang yang bersangkutan? &lt;br /&gt;10. Apakah saya pertanggungjawabkan setidaknya kepada satu orang apa yang saya pikirkan, katakan, dan perbuat?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1816534715933052173-1651037376958201968?l=ayusanti-myblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/2009/10/mengukur-integritas.html</link><author>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173.post-5035265355893884698</guid><pubDate>Thu, 15 Oct 2009 02:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-15T10:07:13.116+08:00</atom:updated><title>Integritas, dapatkah diukur dan diramalkan?</title><description>Sangat menarik untuk membahas apakah integritas dapat diukur dan diramalkan. Di bawah ini ada beberapa panduan untuk mengukur “integrity in action“, yang lebih bersifat konkrit operasional, yang mudah diikuti sebagai panduan wawancara. Masalahnya, sampai seberapa jauh indikator tersebut dapat diterapkan, terutama pada posisi di bawah upper middle management. Karena, indikator di bawah ini bisa berjalan, jika memang banyak past experiences dari calon yang dinilai, banyak critical incidents dalam pengalaman hidupnya yang terkait dengan aspek tersebut. Misal, pernah mengalami peristiwa yang mengundang conflict of interest, pernah menjalani suatu tanggung jawab yang sulit, pernah harus mengambil keputusan yang tidak populer. Kalau sample nya terbatas, otomatis agak “sulit’ melakukan penilaian berkaitan dengan hal ini. Mengukur integrity, banyak terkait dengan moralitas seseorang. Namun demikian, banyak sekali perusahaan yang mencantumkan integrity sebagai aspek yang harus dimiliki oleh calon karyawan dan pimpinannya.&lt;br /&gt;Walaupun sulit, dari hasil korespondensi dengan psikolog yang telah menamatkan PhD nya di UQ (University of Queensland), diilhami artikel ibu Eileen Rachman yang pernah dimuat di Kompas, serta pengalaman menilai sikap dan perilaku (termasuk integritas) bawahan di suatu perusahaan, saya akan mencoba merangkai apa, bagaimana serta mungkinkah integritas dapat diukur serta diramalkan.&lt;br /&gt;1. Definisi integritas menurut kamus kompetensi&lt;br /&gt;Integritas kerja adalah bertindak konsisten sesuai dengan kebijakan dan kode etik perusahaan. Memiliki pemahaman dan keinginan untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan dan etika tersebut, dan bertindak secara konsisten walaupun sulit untuk melakukannya.&lt;br /&gt;2. Bagaimana menilai integritas bawahan/calon pimpinan?&lt;br /&gt;a. Apakah kode etik telah dilaksanakan?&lt;br /&gt;Setiap profesi mempunyai kode etik profesional yang harus dipatuhi. Etika ini harus tercantum dalam peraturan perusahaan dan dapat diobservasi dalam penilaian perilaku. Sebagai contoh: Pada salah satu perusahaan, tingkat kedalaman perilaku integritas bertingkat, dari 1 sampai 3 , disesuaikan dengan dimensi tingkat risiko yang harus dihadapi karena bertindak konsisten sesuai kode etik dan kebijakan.&lt;br /&gt;Seseorang bisa saja pandai berkomunikasi dan menunjukkan bahwa integritasnya tinggi, namun dapat diuji dan dilakukan probing, aspek apa yang paling dijunjung tinggi dalam kode etiknya. Misalkan dengan menanyakan, apakah pernah mengalami kasus seputar etika, dan seberapa jauh keterlibatannya dalam kasus tersebut? Apabila tak terkait, bagaimana cara menyelesaikan kasus tersebut, jika yang terlibat adalah anak buahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Bagaimana mengatasi conflict of interest&lt;br /&gt;Setiap orang perlu menyesuaikan perilakunya dilapangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pada situasi ini, seorang individu ada kemungkinan berhadapan dengan conflict of interest, bagaimana cara memecahkan masalahnya, yang dalam pemecahannya akan terkandung kadar integritasnya. Bagaimana dia menggunakan wewenangnya dalam menyelesaikan persoalan, sebaik apakah wewenang tersebut dimanfaatkan? Integritas pimpinan dapat diukur, bagaimana pimpinan memanfaatkan wewenangnya, dan mengambil risiko melakukan putusan dari yang populer maupun yang sama sekali tak populer.&lt;br /&gt;c. Apakah seseorang bersifat sebagai risk taker atau risk avoider?&lt;br /&gt;Apakah seorang akan lari dari tanggung jawab? Atau berani pasang badan untuk mempertanggung jawabkan ?&lt;br /&gt;Untuk level operasional/first level management, kriteria kedisiplinan dan cooperative behaviour (yang bisa diterjemahkan sebagai ketaatan pada peraturan dan kesediaan bekerjasama untuk memenuhi tuntutan organisasi) sudah cukup mewakili perilaku kerja yang diinginkan melalui apa yang dinamakan “integrity” itu.&lt;br /&gt;Untuk level upper middle management memang perlu ada interview yang mendalam, untuk melihat seberapa jauh kecenderungan seseorang untuk berperilaku yang merugikan organisasi dan masyarakat luas, terutama untuk wewenang besar yang mereka miliki. Yang terkadang sulit diukur adalah keberanian mengambil risiko (dalam pengertian positif), yang terkadang dekat sekali artinya dengan mengambil keputusan diluar prosedur yang ada. Sebaliknya, pimpinan yang terlalu prosedural (cenderung cari aman dan berlindung dibalik prosedur) juga tidak akan efektif mendorong kemajuan organisasi.&lt;br /&gt;d. Komitmen terhadap organisasi&lt;br /&gt;Sejauh mana seorang pimpinan akan melakukan perubahan, mengembangkan anak buahnya untuk memajukan perusahaan? Bagaimana komitmennya terhadap organisasi, apakah seseorang berani melakukan hal sulit untuk kemajuan organisasi? Seorang pimpinan yang baik juga akan menjadi mentor bagi bawahannya, serta menyiapkan kaderisasi sebagai penggantinya kelak.&lt;br /&gt;e. Perhatian terhadap sesama&lt;br /&gt;Dalam menilai pendekatan ke manusia, diperlukan suatu data dan fakta, untuk mengetahui gambaran integritas seseorang. Hal ini memerlukan kepekaan dan kemampuan penilai/pewawancara, untuk melihat konteks dan framework seputar fakta yang dibicarakan dalam tanya jawab intensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apakah mungkin dilakukan training untuk meningkatkan integrity?&lt;br /&gt;Melakukan observasi perilaku seperti bahasan di atas akan lebih mudah bila orang tersebut belum bergabung dengan perusahaan. Namun bagaimana apabila yang dinilai adalah seseorang yang akan mendapat kesempatan untuk menjadi pimpinan yang lebih tinggi? Pada umumnya penilaian dilakukan dengan metoda tertentu, dan melalui assessment center. Permasalahan yang sering muncul, adalah kekurangan orang sesuai yang dibutuhkan, ataupun kalau ada masih terdapat “gap” yang harus diperbaiki. Persoalan yang muncul adalah, bagaimana cara training yang tepat untuk menutup gap tersebut? Di satu sisi, integritas merupakan kunci kemajuan perusahaan, karena maju mundurnya perusahaan ditentukan oleh SDM nya, yang diharapkan menjunjung integritas tinggi. Disadari, bahwa perusahaan lebih mudah membuat orang pandai dengan meningkatkan skill nya, tetapi yang sulit adalah meningkatkan soft kompetensinya.&lt;br /&gt;Jika training untuk soft kompetensi begitu sulit, perlu dipikirkan membuat sistem manajemen dan budaya organisasi sedemikian rupa, sehingga tidak ada peluang bagi anggotanya untuk berperilaku “menyimpang”. Sistem yang terbuka, record yang lengkap, pertanggung jawaban yang jelas, reward dan sanksi yang tegas untuk perilaku kerja tertentu, akan dapat membantu terbentuknya “integrity in action” tersebut. Tumbuhnya sense of belonging dan komitmen yang tinggi terhadap organisasi juga kondusif dampaknya untuk mengurangi perilaku yang menyimpang. Kalau seseorang sudah merasakan bahwa organisasi tempat dia bekerja adalah bagian penting dari dirinya sendiri, maka dia tidak akan berperilaku merugikan bagi perusahaannya, karena berarti akan merugikan diri sendiri. Jadi situasi kerja demikian yang harus dibentuk, untuk meningkatkan integrity di tempat kerja, dibanding dengan pendidikan khusus tentang hal ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1816534715933052173-5035265355893884698?l=ayusanti-myblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/2009/10/integritas-dapatkah-diukur-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173.post-2751040360127892174</guid><pubDate>Mon, 10 Aug 2009 03:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-10T11:13:34.952+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>MANAJEMEN BATIN</title><description>&lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Tahoma size=2&gt;&lt;BR&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;&lt;BR&gt; &lt;H2&gt;&lt;SPAN lang=IN&gt;MANAJEMEN &lt;/SPAN&gt;BATIN&lt;/H2&gt; &lt;H2 style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;&lt;SPAN lang=IN style="FONT-SIZE: 14pt"&gt;Eileen  Rachman &amp;amp; Sylvina Savitri&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 14pt"&gt;&lt;O:P&gt;&lt;/O:P&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/H2&gt; &lt;H2 style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 14pt"&gt;EXPERD&lt;O:P&gt;&lt;/O:P&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/H2&gt; &lt;H2 style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;&lt;SPAN lang=IN style="FONT-SIZE: 14pt"&gt;One-day  Assessment Centre&lt;O:P&gt;&lt;/O:P&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/H2&gt; &lt;P class=MsoNormal  style="MARGIN-BOTTOM: 0pt; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;SPAN  lang=IN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;Ditayangkan di  Kompas, 1 Agustus 2009&lt;O:P&gt;&lt;/O:P&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal  style="MARGIN-BOTTOM: 0pt; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;SPAN  lang=IN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;Mencetak  pemimpin handal adalah tantangan di setiap organisasi, bahkan di tingkat negara.  Begitu besar harapan dan kompleksnya tuntutan yang diletakkan di bahu seorang  pemimpin, sehingga program pengembangan kepemimpinan yang didesain paling  canggih pun mustahil digarap secara instan. Ya, mau tidak mau, pemimpin memang  harus siap dan terbuka untuk dipoles dan memoles dirinya 'luar –dalam'. Harus  siap untuk berkeringat. Seperti halnya para calon perwira yang musti selalu siap  menjalani "kawah candradimuka" satu ke yang lainnya, diterjunkan ke berbagai  'medan' dan tantangan, dalam kurun waktu berbulan-bulan, bahkan  tahunan.&lt;O:P&gt;&lt;/O:P&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal  style="MARGIN-BOTTOM: 0pt; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;SPAN  lang=IN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;Dalam suatu  latihan kepemimpinan, saya memperhatikan seseorang yang tampak tidak segera  mendapatkan manfaatnya. Teman kita ini, cepat memahami aturan main, patuh pada  instruksi dan sepintas lalu tidak terlihat menonjol, baik pemberontakannya  maupun perubahannya. Namun, dalam dirinya tampak tidak terlihat upaya untuk  mempertanyakan, mengolah pertentangan, menggarap dilema kerja tim maupun  mencerap doktrin. Sementara teman-temannya 'menikmati' refleksi diri dan secara  serius mengolah berbagai proses batin yang terasa, baginya semua ini hanya  bagaikan angin lewat saja. Tentu saja ini adalah 'waste' besar, bila sebuah  pelatihan yang dijalani tidak dipandang dan diolah dengan sungguh-sungguh.  Bagaimana mungkin individu bisa jadi pemimpin handal tanpa upaya untuk  betul-betul menggarap aspek-aspek batin dalam dirinya? Bukankah tantangan  terbesar pemimpin bukan ujian terhadap pengetahuan atau knowledge-nya, namun  justru datang dari kehebatannya dalam mengelola aspek emosi dan psikologi diri  dan timnya?&lt;O:P&gt;&lt;/O:P&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal  style="MARGIN-BOTTOM: 0pt; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN  lang=IN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;Kembali Pada  Diri Sendiri&lt;O:P&gt;&lt;/O:P&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal  style="MARGIN-BOTTOM: 0pt; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;SPAN  lang=SV style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;Kita lihat  banyak &lt;SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;pemimpin yang cepat &lt;SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;naik darah,  tidak bisa menahan emosi. Kita juga bisa memahami betapa situasi &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  lang=IN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;terjepit ataupun  krisis &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;seperti yang kita hadapi  ini membutuhkan ketahanan &lt;SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;dan ketekunan. Hanya orang orang  yang optimis yang mampu menghadapi turbulensi politik, ekonomi dan sosial di  masa sekarang ini. Di lain pihak, penyeimbangan antara optimisme dan realitas  ini memang bukan hal yang mudah. Tidak selamanya seorang pemimpin berani  &lt;SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;membuka &lt;I&gt;'brutal facts'&lt;/I&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt; dan&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt; realitas&lt;SPAN&gt;&amp;nbsp;  &lt;/SPAN&gt;buruk kepada anak buah&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;nya karena &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  lang=SV style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;tidak ingin anak  buah merasa pesimis dan turun semangat&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;,&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt; bahkan balik badan  meninggalkan dirinya yang sedang kepayahan. &lt;O:P&gt;&lt;/O:P&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal  style="MARGIN-BOTTOM: 0pt; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;SPAN  lang=SV style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;Seorang  pemimpin&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt; memang teruji dan  diujinya dari situasi yang menempatkannya pada &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;posisi maju kena mundur  kena, terjepit antara manajemen dan bawahan, &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;terdesak &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  lang=SV style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;antara  kesempatan dan keterbatasan. Inilah sebabnya banyak &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;juga &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  lang=SV style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;kita temui  pemimpin yang plin&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;-&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;plan, tidak bisa  mengambil keputusan atau menentukan arah yang jelas, bahkan tidak jarang seolah  terkesan pengecut. Pertanyaannya, dalam menghadapi situasi sulit&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  lang=IN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt; ini&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  lang=SV style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;, pada siapa  seorang pemimpin bersandar? &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;P&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;ada siapa pemimpin  belajar? &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;P&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;ada siapa ia  bertumpu&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;? Tentu saja&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  lang=SV style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;, &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  lang=IN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;ia musti kembali  pada&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt; dirinya s&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  lang=IN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;e&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  lang=SV style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;ndiri. Jelas,  bila dalam diri seorang pemimpin tidak terjadi pengolahan batin yang intensif,  segala pengetahuan, keahlian bahkan karisma yang dimilikinya&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;,&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt; pada suatu saat  &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;bisa &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  lang=SV style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;jadi  sumber&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;daya yang usang.  &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;&lt;O:P&gt;&lt;/O:P&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal  style="MARGIN-BOTTOM: 0pt; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN  lang=IN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;Membangun  Keberanian Moral&lt;O:P&gt;&lt;/O:P&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal  style="MARGIN-BOTTOM: 0pt; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;I&gt;&lt;SPAN  lang=IN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;"Drive",  &lt;/SPAN&gt;&lt;/I&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;energi, keterarahan,  disiplin diri, &lt;I&gt;'willpower' &lt;/I&gt;serta kekuatan saraf perlu ditempa, dilatih  dan ditingkatkan. Bisa dibayangkan bagaimana kacaunya bila seseorang tiba-tiba  diposisikan sebagai pemimpin, dituntut untuk mempraktekkan pengambilan keputusan  dan pemberian arah yang jelas, sementara ia tidak memiliki dan tidak mengasah  kualitas-kualitas batinnya dengan sungguh-sungguh. &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;Seorang ahli manajemen  mengungkapkan: &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;"&lt;/SPAN&gt;&lt;I&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;Courage - not  complacency - is our need today. Leadership not salesmanship&lt;/SPAN&gt;&lt;/I&gt;&lt;I&gt;&lt;SPAN  lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;"&lt;/SPAN&gt;&lt;/I&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;. &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;Tidak heran  pasukan&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;-&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;pasukan khusus yang  melahirkan pemimpin&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;-pemimpin bangsa  &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;berlatih  berjalan kaki sejauh 600 km dan berenang menyeberangi selat Sunda. &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  lang=SV style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;Hanya dengan  ketahanan fisik dan mental seperti ini jiwa berani, tidak kenal lelah dan  kekuatan menghadapi segala kemungkinan &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;bisa &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  lang=SV style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;tumbuh.  &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;&lt;O:P&gt;&lt;/O:P&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal  style="MARGIN-BOTTOM: 0pt; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;SPAN  lang=IN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;Latihan  kepemimpinan yang melelahkan, menekan moral, bahkan kadang membosankan,  sebenarnya membawa individu kepada "&lt;I&gt;moral courage&lt;/I&gt;" untuk menghadapi  manusia, anak buahnya. Hanya dengan keberanian moral, seorang pemimpin bisa  bergerak dari otoritas formalnya, menuju yang lebih informal seperti membangun  &lt;I&gt;collective intelligence&lt;/I&gt;, lalu memobilisasi anggota tim untuk memecahkan  masalah dan tidak mengandalkan isntruksi 'dari atas' saja. Fleksibilitas dan  kesejajaran ini &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;hanya bisa diterapkan  oleh pemimpin yang sudah 'lulus' berlatih mental. &lt;/SPAN&gt;&lt;I&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;" Leadership success is  a marathon, not a sprint. "&lt;/SPAN&gt;&lt;/I&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;&lt;O:P&gt;&lt;/O:P&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN-BOTTOM: 6pt; LINE-HEIGHT: normal"&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN  lang=IN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;Pentingnya  Melihat ke Dalam Diri&lt;O:P&gt;&lt;/O:P&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal  style="MARGIN-BOTTOM: 0pt; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;SPAN  lang=IN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;Latihan  kepemimpinan yang keras, penuh deraan baik fisik dan mental, sebenarnya tidak  jauh dari dorongan pada individu untuk melihat ke dalam dirinya sendiri. Bila  seorang pemimpin bisa melihat ke dalam dirinya, &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;baru&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;lah ia bisa &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  lang=SV style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;merefleksinya  pengetahuan kemanusiaannya ke orang lain. Orang yang tidak memulai dari diri  sendiri akan tampil sebagai pemimpin yang tidak peka, 'sensing' sering meleset,  terutama karena ia tidak mengenal contoh manusia yang paling dekat , yaitu  dirinya sendiri. &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;&lt;O:P&gt;&lt;/O:P&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal  style="MARGIN-BOTTOM: 0pt; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;SPAN  lang=SV style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;Sebagai  pemimpin, individu perlu memikirkan strategi bagaimana mengendalikan pikiran  pribadi dan emosinya&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;. Salah satu caranya  adalah dengan secara sadar mengembangkan "&lt;I&gt;inner dialogue&lt;/I&gt;" yang jujur dan  terbuka dengan dirinya. Misalnya saja, bertanya pada diri sendiri: "&lt;I&gt;Apakah  saya menuntut terlalu banyak? Apakah usaha yang terlalu keras ini akan menjadi  b&lt;/I&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;I&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;u&lt;/SPAN&gt;&lt;/I&gt;&lt;I&gt;&lt;SPAN  lang=IN style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;merang? Apakah  nada bicara saya memotivasi atau justru menjatuhkan mental anak  buah?&lt;/SPAN&gt;&lt;/I&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;". Hanya dengan  keterbukaan dan kejujuran pada diri sendiri, seorang pemimpin mampu  mengembangkan '&lt;I&gt;passion&lt;/I&gt;' pada kelompok, tanpa kehilangan sisi  manusiawinya. &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;Hanya dengan  &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;kepekaan yang kuatlah,  arahan dan i&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;nstruksi seorang  pemimpin &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;akan &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  lang=SV style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;lebih  &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;"&lt;/SPAN&gt;&lt;I&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;make  sense&lt;/SPAN&gt;&lt;/I&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;". &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=IN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'"&gt;&lt;O:P&gt;&lt;/O:P&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt;&lt;PRE&gt;&amp;nbsp;&lt;/PRE&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1816534715933052173-2751040360127892174?l=ayusanti-myblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/2009/08/manajemen-batin.html</link><author>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173.post-2659019318230282665</guid><pubDate>Sun, 12 Jul 2009 15:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-12T23:52:04.143+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kata-Kata Bijak</category><title>Mutiara kata dan pepatah tentang cinta dan perkawinan</title><description>By S Belen &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubi caritas et amor, Deus ibi est. Kata bijak bahasa Latin ini berarti “Di mana ada cinta dan asmara, Allah ada di sana.” Orang sering berpikir positif tentang cinta tetapi sebaliknya cenderung memandang negatif tentang asmara. Asmara sering dijuluki cinta monyet. Asmara dianggap berbahaya karena bisa menjerumuskan orang ke tindakan yang terlanjur salah yang kemudian membawa penyesalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini benar? Pandangan miring seperti ini mungkin saja mengingkari kebenaran bahwa baik cinta tulus dan asmara menggebu-gebu adalah sama-sama diciptakan Tuhan untuk kelangsungan hidup umat manusia. Jika Anda dilanda asmara, jangan khawatir, Tuhan ada di sana. Jika Anda mencintai seseorang dengan tulus, sudah pasti Tuhan juga ada di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KATA BIJAK :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta menciptakan “kita” tanpa memusnahkan “saya.” (Leo Buscaglia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda berhasil merayu ibu, Anda akan memeluk putrinya. (Pepatah Rusia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta tidaklah masuk untuk tinggal di hatimu. Cinta bukanlah cinta sampai Anda mengeluarkannya. (Anonim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah membuang kesempatan untuk menyatakan kepada seseorang bahwa Anda mencintainya. (H.Jackson Brown, Jr)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Omong kosong jika Anda bilang mencintai seseorang tapi Anda tak mau berkorban baginya. Tiada cinta tanpa jalan penderitaan karena melalui jalan penderitaan orang menemukan cinta yang tercerahkan. (S.Belen 2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta dan skandal adalah pemanis teh yang terbaik. (Henry Fielding)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah sebuah cerutu yang dapat meledak yang kita dengan rela mengisapnya. (Lynda Barry)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mudah ditipu oleh mereka yang kita cintai. (Moliere)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi sedikit cinta, Anda bayar seumur hidupmu. (Pepatah Yahudi-Jerman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu membutakan. Karena itu mengapa para kekasih ingin menyentuhnya. (Pepatah Jerman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta tak pernah tanpa beberapa robekan. (Pepatah Slowakia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah buah yang berbuah tanpa mengenal musim. (Mother Teresa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu sempurna sesuai dengan proporsi kebebasannya. (Thomas Merton)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afeksi tidak dapat diciptakan; ia hanya dapat dibebaskan. (Bertrand Russell)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika cinta ditekan, kebencian akan menggantinya. (Havelock Ellis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kekuasaan cinta mengatasi cinta kekuasaan, dunia akan mengetahui perdamaian. (When the power of love overcomes the love of power, the world will know peace). (Anonim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam cinta, satu tambah satu sama dengan satu. (Jean Paul Satre)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai dan menang adalah hal yang terbaik, yang terbaik berikutnya adalah mencintai dan kalah. (William MakepeaceThackeray)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta romantis adalah cinta yang penuh nafsu seksual. Romantisme menggunakan keintiman seksual untuk menciptakan atau melipatgandakan kedekatan dan saling memenuhi. (Peter R Breggin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak boleh memaksa seks untuk melakukan pekerjaan cinta atau cinta untuk melakukan pekerjaan seks. (Mary McCarthy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana ada perkawinan tanpa cinta, akan ada cinta tanpa perkawinan. (Anonim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ini orang sering mengawini orang yang tidak dicintai dan mencintai orang yang tidak bisa dikawini. (S.Belen)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah satu-satunya kekuatan yang mampu mengubah seorang musuh menjadi seorang teman. (Martin Luther King, Jr)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta dan telur itu terbaik ketika masih segar. (Pepatah Rusia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah sebuah permainan di mana dua orang dapat bermain dan keduanya sama-sama menang. (Eva Gabor)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah latihan bebas untuk memilih. Dua orang saling mencintai hanya jika mereka cukup mampu hidup tanpa yang lain tetapi memilih untuk hidup satu dengan yang lain. (M.Scott Peck)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan bukan sekadar hubungan spiritual dan pelukan bergairah; perkawinan juga adalah tiga kali makan sehari dan ingat membuang sampah. (Joyce Brothers)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa cara terbaik agar suamimu ingat hari ulang tahunmu? Kawinlah pada hari ulang tahunnya. (Cindy Garner)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta sering membuat seorang paling pintar tampak bodoh, dan sama seringnya memberi kepintaran kepada orang yang tampak paling bodoh. (Pepatah Prancis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang kita tidak pernah mampu memberi secukupnya adalah cinta. (Henry Miller)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada pengobat cinta daripada lebih banyak mencintai. (Henry David Thoreau)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang tidak jatuh ke “dalam” atau “keluar” dari cinta. Seorang bertumbuh &lt;br /&gt;Ada satu tempat yang dapat Anda sentuh pada wanita yang mendorongnya menjadi ‘tergila-gila’. Hatinya. (Melanie Griffith)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki selalu menginginkan menjadi cinta pertama seorang wanita. Wanita suka menjadi romance terakhir seorang laki-laki. (Oscar Wilde)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan harus menjadi duet. Ketika seorang bernyanyi yang lain bertepuk tangan. (Joe Murray)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah perkawinan yang baik sekurang-kurangnya 80% nasib untung menemukan seorang yang tepat pada waktu yang tepat. Sisanya adalah saling percaya. (Nanette Newman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesta perkawinan kita sudah berlalu bertahun-tahun yang lalu. Perayaannya berlanjut sampai hari ini. (Gene Perret)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesta hari ulang tahun perkawinan adalah perayaan cinta, saling percaya, kemitraan, toleransi, dan ketabahan. Urutannya bervariasi untuk suatu tahun tertentu. (Paul Sweeney)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal terbaik yang dapat terjadi pada pasangan yang kawin 50 tahun atau lebih adalah bahwa keduanya sama-sama bertumbuh menjadi rabun jauh. (Linda Fiterman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pelukan ibarat bumerang – Anda langsung mendapatkan kembali. (Bil Keane)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciuman tanpa pelukan ibarat bunga tanpa aroma wangi. &lt;br /&gt;Bunyi sebuah ciuman tidak sekeras meriam; tetapi gemanya berlangsung jauh lebih lama. (OliverWendell Holmes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rantai tidak bersama-sama mengikat sebuah perkawinan. Benang-benang, ratusan benang tipislah yang menjalin dua orang bersama-sama melewati tahun demi tahun (Simone Signoret)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah sebuah bunga yang berubah menjadi buah dalam perkawinan – Pepatah Finlandia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada kombinasi yang begitu menyenangkan seperti pria dan istri. (Menander)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah hutang-piutang antara dua orang yang kawin tak mungkin dapat dihitung. Itu adalah hutang tak terbatas, yang hanya dapat dilunasi di akhirat yang abadi. (Johann Wolfgang von Goethe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang sempurna kadang-kdang tidak datang sampai cucu yang pertama. (Pepatah Welsh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: wisesayings365.wordpress.com; www.vanillamist.com; efl.htmlplanet.com; www.brownielocks.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1816534715933052173-2659019318230282665?l=ayusanti-myblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/2009/07/mutiara-kata-dan-pepatah-tentang-cinta.html</link><author>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173.post-7715912553261085536</guid><pubDate>Fri, 10 Jul 2009 02:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-10T10:28:42.396+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kata-Kata Bijak</category><title>Serat centhini</title><description>Tahukah anda yg dimaksud tapa pati geni (bkn makan dan tdk boleh keluar rumah dan keadaan gelap) tp harus bisa meredam hati, bila dibakar dgn kata2, disakiti dgn perbuatan dan tindakan, sedangkan tapa pendem bukanlah memendam diri kedalam tanah namun harus bisa memendam kecongkakan kebanggaan terhadap diri sendiri, selalu merendah dan mengalah terhadap pertikaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Adrianto Budi Nugroho&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1816534715933052173-7715912553261085536?l=ayusanti-myblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/2009/07/serat-centhini.html</link><author>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173.post-9025612877806768301</guid><pubDate>Sat, 06 Jun 2009 17:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-07T02:05:14.221+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>Renungan : Sebuah Inspirasi</title><description>Di sebuah makan malam, saya mendapatkan kesempatan mendapatkan door prize. Dari kotak undian, selembar kertas dibaca, bukan sebuah hadiah discount atas makan malam, bukan juga hadiah lain, melainkan serangkaian kalimat. Sempat sedikit kecewa, namun buru-buru bersyukur atas pemberian dalam secarik kertas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan menunggu inspirasi untuk memulai tindakan. Melainkan, bertindaklah untuk memberikan inspirasi." Begitu kira-kira isi dari hadiah itu. Hadiah yang menyentil diri sendiri untuk mengingat kembali arti tindakan. Maklum, sebagian besar karir profesional dan latar belakang pendidikan lebih berkutat pada perhitungan dan perencanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepiawaian dalam perencanaan tidak serta merta membuat seseorang piawai dalam mengeksekusinya. "Planning the work, sangat berbeda dengan working the plan. Dalam perencanaan, Anda hanya dihadapkan pada resiko di atas kertas. Berbeda saat eksekusi, Anda akan bergelut langsung dengan resiko itu dalam dunia nyata. Dan, Sangat langka seorang pemimpin yang memiliki kedua kemampuan itu sama baik." Begitu seorang teman yang pakar HR pernah berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak manajer sering berlindung pada kata "manajerial" untuk menghindari resiko gagal dalam eksekusi. "Toh, job description saya adalah merencanakan dan mengevaluasi. Jadi tugas saya memberi pekerjaan, dan marah-marah atas kegagalan dari pekerjaan itu." Sebuah asumsi yang diperbaiki oleh Ram Charan dengan kritik tajamnya, bahwa manajerial adalah eksekusi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksekusi adalah tindakan. Dan, dalam segala ketidakpastian, dan dinamika persaingan yang menuntut kecepatan, membuat eksekusi diharuskan melibatkan 3 hal : common sense, keberanian dan kelenturan. Common sense diperlukan untuk dapat menjaga kejernihan pikiran untuk mencapai semua tujuan yang sudah direncanakan. Logika yang sehat akan berusaha untuk mencari solusi terbaik dari sekian alternatif solusi atas setiap permasalahan yang muncul di tengah perjalanan eksekusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberanian, adalah perangkat lunak yang wajib dimiliki oleh setiap manajer. Terutama dalam menghadapi kata resiko yang secara kodratnya memang tidak bisa dieliminasi dalam perhitungan perencanaan. Keberanian, adalah atribut yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin. Bahkan dalam banyak literatur tentang seni memimpin, keberanian menentukan kualitas dari sang pemimpin itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberanian menyangkut bagaimana dia mengambil resiko atas tiap tindakan, termasuk kecepatan dalam mengambil keputusan. Melindungi orang yang dipimpinnya dari setiap kemungkinan kegagalan yang muncul. Di satu sisi, keberanian juga harus menyadari benar hakikat dari sebuah mekanisme pengambilan keputusan. Kadang sebuah keputusan untuk tidak melakukan apapun (do nothing alias diam) bisa jadi keputusan terbaik, namun bisa juga tidak. Semua bergantung kondisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir kelenturan. Kelenturan untuk membelokkan arah dari tujuan ketika terjadi krisis yang membuat tujuan awal menjadi tidak relevan lagi. Kelenturan sendiri menuntut level wisdom yang hanya akan dimiliki lewat perjalanan pengalaman dan kemampuan membaca pelajaran dari sang waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir semuanya, ada kisah seorang bos, Ketika kita selesai rapat yang membahas semua agenda penting, ketika semua rencana sudah dimatangkan, semua tindakan sudah disiapkan, Sang Bos lalu keluar ruang rapat. Dia berdoa dengan membawa dupa di tangannya (sesuai dengan agama yang dianutnya). Begitu khusyuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selalu ada kekuatan di atas kita. Itu sebabnya kita tidak bisa mengetahui hari esok kecuali mengira-ngira saja......" Kata Bos ketika ditanya mengapa dia harus berdoa seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(For : Arief Adiwibowo)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1816534715933052173-9025612877806768301?l=ayusanti-myblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/2009/06/renungan-sebuah-inspirasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173.post-1800874008866667765</guid><pubDate>Mon, 04 May 2009 09:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-07T02:04:57.889+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kata-Kata Bijak</category><title>Kata Bijak - Masa Depan</title><description>Jika kita harus membeli waktu, adakah perbedaan dalam menggunakannya ? Akankah kita lebih bijaksana dalam menjalankan hidup?&lt;br&gt;(Antonio Herrera)&lt;p&gt;Perang adalah suatu ilmu pengetahuan, yang tak akan bisa berhasil, jika sebelumnya tidak direncanakan atau dipikirkan lebih dulu.&lt;br&gt;(Napoleon Bonaparte)&lt;p&gt;Ini bukan akhir dari segala-galanya. Ini bahkan bukan permulaan dari suatu akhir. Tetapi barangkali memang akhir dari suatu permulaan.&lt;br&gt;(Sir Winston Churchill)&lt;p&gt;Jangan kita percaya bahwa masa remaja merupakan ancaman terhadap ketentraman keluarga, melainkan sebagai masa ujian bobot pendidikan yang diberikan orang tua selama anaknya masih kecil. Masa remaja ialah masa penerapan praktis dari segala sesuatu yang dipelajari sebelumnya. Orang tua yang mendidik anaknya dengan baik, tidak perlu mengkhawatirkan masa depan anaknya kalau sudah menginjak remaja. (W. Stanley Heath)&lt;p&gt;Janin bukan sekadar kumpulan daging pada tubuh ibu. Janin itu mempunyai identitas sendiri, dan sejak dahulu kala diakui sebagai pribadi dalam pertimbangan hukum. Janin tua mempunyai kerangka pikir, memungkinkan anak ingat dan belajar.&lt;br&gt;Sekalipun ingatan rahim itu tidak berbentuk bahasa, namun merupakan ingatan sejati. Kalau suatu krisis berat sudah terekam dalam ingatan, suatu serangan yang dialami janin dapat mewarnai temperamen dan sikap hidupnya.&lt;br&gt;(W. Stanley Heath)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1816534715933052173-1800874008866667765?l=ayusanti-myblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/2009/05/kata-bijak-masa-depan.html</link><author>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173.post-683648792893174238</guid><pubDate>Mon, 04 May 2009 08:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-07T02:04:57.889+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kata-Kata Bijak</category><title>Kata Bijak - Relationship</title><description>Kalau orang baik kepadamu, berbuatlah baik kepada orang itu, tetapi kalau orang tidak baik kepadamu, kamu harus lurus dan berani menghadapinya. (Konfusius).&lt;p&gt;Unsur utama keberhasilan adalah rekan-rekan satu tim (John Wooden).&lt;p&gt;Nasihat tanpa penjelasan menimbulkan frustasi (Rick Warren).&lt;p&gt;Kita terlalu sering memberi jawaban yang harus dihafalkan daripada memberi anak kita persoalan yang harus dipecahkan (Roger Lavin).&lt;p&gt;Tidak mungkin ada persahabatan tanpa kepercayaan, dan tidak ada kepercayaan tanpa integritas (Samuel Johnson).&lt;p&gt;Percayalah pada apa yang dilakukan oleh seseorangbukan apa yang dikatakannya. (S.I. Hayakawa).&lt;p&gt;Karena mendengarkan, Anda menjadi dapat dipengaruhi. Menjadi dapat dipengaruhi adalah kunci untuk mempengaruhi orang lain.&lt;br&gt;(Stephen R. Covey)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1816534715933052173-683648792893174238?l=ayusanti-myblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/2009/05/kata-bijak-relationship.html</link><author>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173.post-8230854562859900667</guid><pubDate>Fri, 01 May 2009 10:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-02T09:23:08.167+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kata-Kata Bijak</category><title>Kata Bijak - Ketekunan (2)</title><description>Imbalan paling tinggi bagi jerih payah seseorang bukanlah hasil yang mereka peroleh, melainkan menjadi pribadi seperti apa mereka kemudian dengan menjalani jerih payah tersebut. (John Ruskin)&lt;p&gt;Pemenang bukan orang yang tidak pernah gagal, melainkan orang orang yang tidak pernah menyerah terhadap kegagalan. Pemenang adalah orang yang tidak keluar dari arena pertandingan saat pertandingan belum berakhir. (Pengky Andu).&lt;p&gt;Mengobrol tidakmembuat nasi matang (pepatah afrika).&lt;p&gt;Seluruh kehidupan bagaikan percobaan. Dengan makin banyaknya percobaan dapat membuat kehidupan menjadi lebih baik. (Ralp Waldo Emerson).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1816534715933052173-8230854562859900667?l=ayusanti-myblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/2009/05/kata-bijak-ketekunan-2.html</link><author>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173.post-9079260757454226866</guid><pubDate>Wed, 29 Apr 2009 05:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-01T00:27:01.782+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kata-Kata Bijak</category><title>Kata Bijak - KETEKUNAN</title><description>Untuk maju selangkah dibutuhkan keberanian, dua langkah diperlukan kekuatan, tiga langkah diperlukan keuletan. (Anonim).&lt;p&gt;Ketekunan dalam mencapai tujuan adalah rahasia keberhasilan (Benjamin Disraeli).&lt;p&gt;Selayaknya kita belajar dari kegagalan dengan cerdik. Pertama kali Anda gagal analisis masalahnya dan carilah sebabnya, sebab setiap kegagalan merupakan langkah yang lebih maju menuju sukses. Ketika Anda tidak ingin gagal, saat itulah kesempatan terakhir Anda untuk mencoba. (Charles Kattering).&lt;p&gt;Kesuksesan para pemimpin, delapan puluh persen ditentukan oleh kepribadian dan lima belas persen ditentukan oleh pengetahuannya. (Dale Carnegie)&lt;p&gt;Kebiasaan itu seperti kabel. Kita menenun seuntai demi seuntai setiap hari dan segera kebiasaan itu tidak dapat diputuskan. (Horace Mann)&lt;p&gt;Yang paling penting dari kesuksesan ialah ketekunan (John D. Rockefeller).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1816534715933052173-9079260757454226866?l=ayusanti-myblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/2009/04/kata-bijak-ketekunan.html</link><author>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173.post-4244411146334478685</guid><pubDate>Tue, 28 Apr 2009 05:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-01T00:27:01.782+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kata-Kata Bijak</category><title>Kata Bijak - Kepribadian (3)</title><description>Sekuntum bunga mawar, walaupun terpuruk di dalam lumpur, dari baunya orang akan segera mengenal bunga mawar tersebut (William Shakespeare).&lt;p&gt;Tidak ada yang baik atau yang buruk, tapi cara berpikir membuat semua itu. (William Shakespeare).&lt;p&gt;Orang yang bijaksana takkan buang-buang energi untuk hal-hal yang bukan bidangnya, dan lebih bijaksana lagi adalah orang yang memilih yang terbaik dari hal-hal yang menjadi bidangnya. (William Gladstone).&lt;p&gt;Bukan situasi yang membuat kita bahagia atau menderita, melainkan cara kita berpikir dan menanggapi situasi itu. (Vincent Collins).&lt;p&gt;Anda berbicara lebih keras dengan diam (Rudyard Kipling).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1816534715933052173-4244411146334478685?l=ayusanti-myblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/2009/04/kepribadian-3.html</link><author>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173.post-6756749930998400269</guid><pubDate>Sun, 26 Apr 2009 02:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-26T21:42:02.993+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>Renungan for my best friend</title><description>Bacalah dengan teliti, ini sangat penting!&lt;p&gt;Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. &lt;br&gt;Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.&lt;br&gt;Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar. &lt;br&gt;Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. &lt;br&gt;Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.&lt;br&gt;Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.&lt;br&gt;Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.&lt;br&gt;Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata: &amp;quot; Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar. &amp;quot;&lt;br&gt;Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar.&lt;br&gt;Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik. Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu. Tunjukkanlah kepada teman-temanmu betapa kau menyukai mereka.&lt;p&gt;Untuk mengakhiri: &amp;quot; Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa kamu dapat mempercayakan rahasia. &amp;quot; (Alessandro Manzoni)&lt;p&gt;Tantra ini datang dari bagian Utara India.&lt;p&gt;Entah kau percaya tahyul atau tidak..... sisihkanlah beberapa menit untuk membaca ini. Ada beberapa pesan yang baik untuk jiwa kita.&lt;p&gt;Berilah kepada orang lebih dari yang mereka harapkan, dan lakukan secara bijaksana.&lt;p&gt;Yakinlah pada dirimu ketika berkata: &amp;quot; Aku mencintaimu.&amp;quot;&lt;p&gt;Jika kau berkata: &amp;quot; Aku menyesal, &amp;quot; tataplah mata lawan bicaramu.&lt;p&gt;Jangan permainkan harapan orang lain. Mungkin kau bisa tersinggung, tetapi itulah satu-satunya cara untuk menjalani hidupmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1816534715933052173-6756749930998400269?l=ayusanti-myblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/2009/04/renungan-for-my-best-friend.html</link><author>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173.post-1217088793993804391</guid><pubDate>Thu, 16 Apr 2009 01:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-17T00:28:34.884+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kata-Kata Bijak</category><title>Kata Bijak  Kepribadian (2)</title><description>Tidak seorang pun memenuhi syarat untuk menjadi pemimpin sampai ia belajar seni patuh.&lt;br&gt;(Fred Smith, Sr.)&lt;p&gt;Pemimpin sejati menyukai keunggulan.&lt;br&gt;(Fred Smith, Sr.)&lt;p&gt;Pemimpin seharusnya mengetahu siapa yang dapat dijadikan wakil dan siapa yang hanya dapat diberikan tugas.&lt;br&gt;(Fred Smith, Sr.)&lt;p&gt;Kemasyuran adalah uap. Popularitas hanyalah kebetulan saja, kekayaan akan terbang lenyap, dan hanya karakter yang tetap kuat bertahan.&lt;br&gt;(Horace Greely)&lt;p&gt;Hanya sedikit orang yang mempunyai imajinasi untuk menangkap kebenaran dari suatu kenyataan. (Howard Rome)&lt;p&gt;Jenius merupakan peringkat tertinggi dari akal, sedangkan bakat sebagai peringkat tertinggi dari pemahaman. &lt;br&gt;(L.P. Hickok)&lt;p&gt;Buku yang dituliskan dengan jujur dan baik akan memiliki semacam kekuatan. &lt;br&gt;(Marion Van Horne).&lt;p&gt;Seorang wanita bagaikan teh celup, Anda tak tahu kekuatannya sebelum anda memasukkannya ke dalam air panas.&lt;br&gt;(Nancy Reagen)&lt;p&gt;Tujuan menghalalkan segala cara.&lt;br&gt;(The end justifies the means)&lt;br&gt;(Niccollo Machiavelli)&lt;p&gt;Pohon perlu waktu 10 tahun untuk berdiri tegak, tetapi untuk mendirikan suatu pribadi dibutuhkan 100 tahun.&lt;br&gt;(Pepatah Cina)&lt;p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1816534715933052173-1217088793993804391?l=ayusanti-myblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/2009/04/kata-bijak-kepribadian-2.html</link><author>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173.post-332286455352237883</guid><pubDate>Mon, 13 Apr 2009 06:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-17T00:27:43.193+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kata-Kata Bijak</category><title>Kata Bijak  Kepribadian ( 1)</title><description>Orang yang ahli Menggunakan martil cenderung berpikir bahwa semuanya adalah paku.&lt;br&gt;(Abraham Maslow).&lt;p&gt;Fokus dari seluruh sifat manusia berada pada kemauan, sehingga kemauan menjadi dasar dari gerak-gerik seseorang.&lt;br&gt;(Arthur Schoppenhauer).&lt;p&gt;Sedikit tahu bisa membahayakan, tetapi banyak tahu justru sangat membahayakan.&lt;br&gt;(Bob Edwards).&lt;p&gt;Seorang pemimpin sejati tidak pernah terbawa arus di tempat ia berenang.&lt;br&gt;(Chaim Potok).&lt;p&gt;Anda memerlukan kemampuan untuk gagal.&lt;br&gt;(Charles Knight).&lt;p&gt;Jika anda ingin tersenyum dalam linangan air mata, jika Anda mau bersukacita dalam penderitaan, ingatkan senantiasa pada diri Anda, bahwa apa yang sedang Anda alamibukanlah akhir dari segalanya, melainkan sekadar perjalanan menempuh jalan-jalan terjal yang akan membawa Anda ke tujuan akhir yang benar dan tidak pernah salah.&lt;br&gt;(Charles R. Swindoll).&lt;p&gt;Dasar integritas adalah karakter.&lt;br&gt;(Fred Smith, Sr)&lt;p&gt;Karakter adalah sesuatu yang sangat penting karena karakter tak bisa dinilai secara mendalam, tetapi karakter bisa gagal ketika kita tidak dapat berbuat apa-apa untuk mengatasinya.&lt;br&gt;(Fred Smith, Sr)&lt;p&gt;Integritas dimulai dengan motivasi.&lt;br&gt;(Fred Smith, Sr)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1816534715933052173-332286455352237883?l=ayusanti-myblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/2009/04/kata-bijak-kepribadian-1.html</link><author>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173.post-3256198863793428076</guid><pubDate>Sun, 29 Mar 2009 18:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-17T00:27:57.572+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>Renungan : Burung dengan sebelah sayap</title><description>Seorang SAHABAT dengan potensi tinggi, mengeluh berat setelah pindah-pindah kerja di lebih dari lima tempat&lt;br /&gt;Tadinya, saya fikir ia mencari penghasilan yang lebih tinggi.&lt;br /&gt; Setelah mendengarkan dengan penuh empati, SAHABAT ini rupanya mengalami kesulitan dengan lingkungan kerja &lt;br /&gt;Di semua tempat kerja sebelumnya, dia selalu bertemu dengan orang yang tidak cocok. Di sini tidak cocok dengan atasan, di situ bentrok dengan rekan sejawat, di tempat lain malah diprotes bawahan &lt;br /&gt;Kalau SAHABAT di atas berhobi pindah-pindah kerja, seorang SAHABAT saya yang lain punya pengalaman yang lain lagi.&lt;br /&gt;Setelah berganti istri sejumlah tiga  kali, dengan berbagai alasan yang berbau tidak cocok, ia kemudian merasa capek dengan kegiatan berganti-ganti pasangan ini.&lt;br /&gt;Seorang pengusaha berhasil punya pengalaman lain lagi. Setiap kali menerima orang baru sebagai pimpinan puncak,  ia senantiasa semangat dan penuh optimis. Seolah-olah orang baru yang datang pasti bisa menyelesaikan semua masalah. Akan tetapi, begitu orang baru ini berumur kerja lebih dari satu tahun, maka mulailah kelihatan busuk-busuknya. Dan ia pun mulai capek dengan kegiatan berganti-ganti pimpinan puncak ini &lt;br /&gt;Digabung menjadi satu,&lt;br /&gt;seluruh cerita ini menunjukkan bahwa kalau motif kita  mencari pasangan - entah pasangan hidup maupun pasangan kerja &lt;br /&gt;adalah mencari orang yang cocok di semua bidang,&lt;br /&gt;, sebaiknya dilupakan saja.&lt;br /&gt;Bercermin dari semua inilah maka sering kali saya ungkapkan di depan lebih dari ratusan forum,&lt;br /&gt;bahwa fundamen paling dasar dari manajemen sumber daya manusia adalah  :&lt;br /&gt;manajemen perbedaan &lt;br /&gt;Yang mencakup dua hal mendasar : menerima perbedaan dan mentransformasikan perbedaan sebagai kekayaan.&lt;br /&gt;Sayangnya,&lt;br /&gt;kendati idenya sederhana, namun implementasinya memerlukan  upaya yang tidak kecil &lt;br /&gt;Ini bisa terjadi, karena tidak sedikit dari kita yang menganggap diri seperti burung yang bersayap lengkap.&lt;br /&gt;Bisa terbang (baca : hidup dan bekerja ) sendiri tanpa ketergantungan pada orang lain.&lt;br /&gt;Padahal,&lt;br /&gt;meminjam apa yang pernah ditulis Luciano de Crescendo,&lt;br /&gt;kita semua sebenarnya lebih mirip dengan burung yang bersayap sebelah &lt;br /&gt;Dan hanya bisa terbang kalau mau berpelukan  erat-erat bersama orang lain.&lt;br /&gt;Anda boleh berpendapat lain, namun pengalaman, pergaulan &lt;br /&gt;dan bacaan  saya menunjukkan dukungan yang amat kuat terhadap pengandaian burung bersayap sebelah terakhir.&lt;br /&gt;Di perusahaan &lt;br /&gt;hampir tidak pernah saya bertemu pemimpin berhasil tanpa kemampuan bekerja sama  dengan orang lain.&lt;br /&gt;Di keluarga &lt;br /&gt;tidak pernah saya temukan keluarga bahagia tanpa kesediaan sengaja untuk 'berpelukan' dengan anggota keluarga yang lain.&lt;br /&gt;Di tingkat pemimpin negara &lt;br /&gt;orang sehebat Nelson Mandela dan    Kim Dae Jung  bahkan mau ………   berpelukan bersama orang yang dulu pernah menyiksanya&lt;br /&gt;Lebih-lebih kalau kegiatan berpelukan ini dilakukan dengan penuh cinta.&lt;br /&gt;Ia tidak saja merubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, mentransformasikan kegagalan menjadi keberhasilan, namun juga membuat semuanya  tampak indah dan menyenangkan&lt;br /&gt;Makanya, penulis buku Chicken Soup For The Couple Soul mengemukakan, cinta adalah rahmat Tuhan yang terbesar &lt;br /&gt;Demikian besarnya  makna dan dampak cinta, sampai-sampai ia tidak bisa dibandingkan dengan apapun.&lt;br /&gt;Rugi besarlah manusia yang selama hidupnya tidak pernah mengenal cinta&lt;br /&gt;Ia seperti pendaki gunung yang tidak pernah sampai di puncak gunung. Capek, lelah, penuh perjuangan namun sia-sia.&lt;br /&gt;Ini semua, mendidik saya untuk hidup dengan pelukan cinta. cinta. &lt;br /&gt;Di pagi hari ketika baru bangun dan membuka jendela, saya senantiasa berterimakasih akan  pagi yang indah. Dan mencari-cari lambang cinta yang bisa saya peluk. Entah itu pohon bonsai di halaman rumah, ikan koi di kolam, atau suara anak yang rajin menonton film kartun. Begitu keluar dari kamar tidur, akan indah sekali hidup ini rasanya kalau saya mencium anak, atau istri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke pengandaian awal tentang burung dengan sebelah sayap.&lt;br /&gt;Tuhan memang tidak pernah melahirkan manusia yang sempurna.&lt;br /&gt;Kita selalu  lebih di sini  dan  kurang di situ.    Atau sebaliknya.  Kesombongan atau keyakinan berlebihan  yang menganggap kita bisa sukses sendiri tanpa bantuan orang lain, hanya akan membuat kita bernasib sama dengan burung  yang bersayap sebelah, namun memaksa diri untuk terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Oleh : Gede Prama)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1816534715933052173-3256198863793428076?l=ayusanti-myblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/2009/03/renungan-burung-dengan-sebelah-sayap.html</link><author>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173.post-4357826846558476176</guid><pubDate>Fri, 27 Mar 2009 06:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-30T02:23:50.229+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>Renungan</title><description>"Mereka yang bijak, &lt;br /&gt;kedengarannya memang ketus dan tegas, &lt;br /&gt;tetapi tidak berniat jahat. &lt;br /&gt;Ia berterus terang, tetapi tidak kejam. &lt;br /&gt;Ia bercahaya, tetapi tidak menyilaukan." &lt;br /&gt;(dari buku Tao Teh Ching bagi orang modern). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sudah terbiasa mendengarkan kebohongan dan kepalsuan, sehingga mendengarkan kebenaran terasa pahit dan menyakitkan. &lt;br /&gt;Seorang bijak meskipun kata-katanya dapat menyinggung perasaan Anda, Ia menunjukkan jalan. Ia menjadi pelita dalam perjalanan hidup. Ia tidak memaksa, tetapi bermaksud baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1816534715933052173-4357826846558476176?l=ayusanti-myblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/2009/03/renungan_27.html</link><author>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173.post-4843243640818983056</guid><pubDate>Mon, 23 Mar 2009 15:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-23T23:57:06.385+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>Renungan</title><description>"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan sendau gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui."&lt;br /&gt;(QS. Al Ankabuut : 64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita bersungguh-sungguh dalam berdoa dan total berusaha/ mencurahkan semua kemampuan lahir dan batin kedalam pekerjaan sehari-hari maka Tuhan akan mengubah kerja Anda dari sebuah beban menjadi suatu kesenangan. Sebuah permainan total yang menyenangkan. Lahir dan Batin. (Erbe Sentanu)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1816534715933052173-4843243640818983056?l=ayusanti-myblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/2009/03/renungan.html</link><author>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173.post-3402676364885490371</guid><pubDate>Mon, 23 Mar 2009 15:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-23T23:56:52.088+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kata-Kata Bijak</category><title>Kebijaksanaan Klasik Majapahit - Niti Sastra</title><description>"Menghadapi seorang lawan, janganlah kau menunjukkan rasa takutmu. Itu akan mengendurkan semangat para kawan yang membela dan mendukungmu."&lt;br /&gt;"Tidak perlu menghina musuhmu karena ia akan bertambah marah. Semangat yang membara dalam hatimu cukup untuk mengalahkannya tanpa senjata."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1816534715933052173-3402676364885490371?l=ayusanti-myblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/2009/03/kebijaksanaan-klasik-majapahit-niti.html</link><author>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173.post-6054676344175185578</guid><pubDate>Sat, 21 Mar 2009 16:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-22T00:32:33.890+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kata-Kata Bijak</category><title>Kumpulan Kata-Kata Bijak Napoleon Hill</title><description>"Setiap kemalangan, setiap kegagalan, setiap rasa sakit hati membawa benih keberuntungan yang setimpal atau bahkan lebih besar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tujuan adalah sebuah impian dengan tenggat waktu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tindakan adalah ukuran nyata dari kecerdasan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua kesuksesan, semua kekayaan yang berhasil diraih, berawal dari sebuah gagasan.&lt;br /&gt;Semua terobosan yang dibutuhkan dalam hidup Anda sedang menunggu di dalam imajinasi anda. Imajinasi adalah bengkel di benak Anda, dia mampu mengubah energi menjadi pencapaian dan kemakmuran."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ide, rencana atau tujuan apapun dapat dipatri dalam benak dengan memikirkannya terus menerus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebelum seseorang mencapai kesuksesan, dia pasti akan berhadapan dengan kekalahan dan mungkin beberapa kegagalan. Ketika kekalahan menimpa seseorang, hal yang paling mudah dan paling masuk akal  dilakukan adalah menyerah. Justru itulah yang telah dilakukan hampir semua orang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gaji besar dengan tanggung kecil adalah hal yang jarang terjadi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rawat harapan dan impian Anda seolah mereka adalah anak-anak jiwa Anda dan cetak biru dari pencapaian puncak Anda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ciptakan sebuah rencana pasti untuk melaksanakan hasrat anda dan mulailah segera. Siap atau tidak, segera ubah rencana tersebut menjadi tindakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hasrat adalah titik awal segala pencapaian, bukan harapan, bukan impian. Sebuah hasrat yang berdenyut kuatlah yang dapat melampaui segalanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan menuda. Tidak akan pernah ada waktu yang tepat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Edison gagal 10.000 kali sebelum dia menciptakan lampu listrik. Jangan patah semangat, meskipun berkali-kali gagal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pendidikan berasal dari dalam, Anda mendapatkannya melalui perjuangan, usaha, dan pikiran."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seseorang yang memenangi usaha apapun pasti berkemauan menghilangkan semua hal yang menyebabkan mundur. Hanya dengan melakukan hal ini seseorang dapatdengan pasti memelihara cara berpikir. Cara berpikir itu dikenal sebagai sebuah hasrat yang menyala-nyala untuk memenangi esensi kesuksesan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap orang menikmati jenis pekerjaan yang paling cocok untuknya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasa takut tidak lebih dari sebuah pikiran."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Awalnya adalah pemikiran, lalu pengorganisasian dari pemikiran itu menjadi ide-ide dan rencana-rencana, kemudian transformasi rencana-rencana tersebut menjadi kenyataan. Awalnya, jika Anda mau meninjau, pemikiran berada dalam imajinasi anda."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1816534715933052173-6054676344175185578?l=ayusanti-myblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/2009/03/kumpulan-kata-kata-bijak-napoleon-hill.html</link><author>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173.post-5193596484737983597</guid><pubDate>Fri, 20 Mar 2009 17:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-21T01:15:42.352+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kata-Kata Bijak</category><title>KATA - KATA BIJAK Kehidupan</title><description>Kehidupan ini penuh dengan tantangan dan kekecewaan…Rahasia kehidupan terletak pada pelajaran yang kau peroleh dari semuanya itu.  (Vivekananda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didiklah anak-anakmu sebaik mungkin sehingga mereka mau menuntut ilmu berguna.&lt;br /&gt;Hal-hal lain tak dapat kau paksakan. Biarlah ia belajar daripengalaman hidupnya. (Niti Sastra)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1816534715933052173-5193596484737983597?l=ayusanti-myblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/2009/03/kata-kata-bijak-kehidupan.html</link><author>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173.post-7768576969064404177</guid><pubDate>Wed, 18 Mar 2009 06:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-21T01:15:42.352+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kata-Kata Bijak</category><title>KATA - KATA BIJAK</title><description>"Ia yang menyadari apa yang ia ketahui dan menyadari pula apa yang ia tidak ketahui adalah seorang yang bijak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu pertanda seorang yang bijak, ia tidak pernah sombong. Ia tidak akan mengaku tahu kalau tidak tahu, ia menyadari betul kemampuan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kung Fu Tse)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1816534715933052173-7768576969064404177?l=ayusanti-myblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/2009/03/kata-kata-bijak_18.html</link><author>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173.post-5847280542401656184</guid><pubDate>Sun, 15 Mar 2009 06:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-15T14:03:02.935+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kata-Kata Bijak</category><title>KATA - KATA BIJAK</title><description>Persatuan&lt;br /&gt;Persatuan adalah tempat terkokoh dimana kita menyatukan hati, suara, pikiran, dan tekad. Denagn bersatu kita menggalang sebuah kekuatan untuk menembus segala tantangan yang ada.&lt;br /&gt;(Laura Paais)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat&lt;br /&gt;Semangat manusia tidak akan pernah berakhir ketika dikalahkan, semangat tersebut&lt;br /&gt;berakhir ketika manusia itu menyerah.&lt;br /&gt;(Ben Stein)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjasama&lt;br /&gt;Kita ada disini bukan untuk saling bersaing. Kita ada disini untuk saling melengkapi.&lt;br /&gt;(Bill McCartney)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimisme&lt;br /&gt;Di balik sikap yang optimis tersimpan kekuatan untuk menciptakan sesuatu yang besar.&lt;br /&gt;(Laura Paais)&lt;br /&gt;Integritas seseorang diukur dengan tingkah lakunya bukan profesinya.&lt;br /&gt;(Junius)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan&lt;br /&gt;Seorang pemimpin yang baik adalah yang bisa membesarkan semangat dan harapan-harapan kepada anak buahnya.&lt;br /&gt;(Napoleon Bonaparte)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1816534715933052173-5847280542401656184?l=ayusanti-myblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/2009/03/kata-kata-bijak_15.html</link><author>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1816534715933052173.post-7854705736642541584</guid><pubDate>Fri, 13 Mar 2009 04:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-14T19:09:10.454+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kata-Kata Bijak</category><title>KATA - KATA BIJAK KAHLIL GIBRAN</title><description>GENTLENESS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“The Gentleness of some is like a polished shell with silky feel,&lt;br /&gt;Lacking the precious pearl within oblivious of the brother’s weal.&lt;br /&gt;When you shall meet one who is strong and gentle too,&lt;br /&gt;pray feast your eyes: for he is glorious to behold,&lt;br /&gt;the blind can see his qualities.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kelembutan beberapa orang, bagaikan permukaan halus sebuah kerang. Halus, tetapi tidak berisi. Tidak ada mutiara didalamnya. Tangisan seorang saudara pun tidak terdengar olehnya.&lt;br /&gt;Berbahagialah, jika kau bertemu dengan seseorang yang kuat sekaligus lembut. Tampak jelas kemuliaan dirinya, sehingga mereka yang buta pun dapat melihatnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran akan membuat anda menjadi lembut. Lembut tetapi tidak lemah. Kelemahan dan kelembutan adalah dua hal yang berbeda. Kelemahan akan membuat anda jadi alot, keras. Untuk menutupi kelemahan diri, anda akan membenarkan tindakan-tindakan kekerasan.&lt;br /&gt;Kelembutan juga tidak berarti bahwa anda senyum-senyum terus. Kadang kala, anda bisa marah, tetapi tidak akan dendam. Bisa marah tetapi tidak terbawa oleh amarah, memang membutuhkan kekuatan yang luar biasa. Lalu kekuatan yang luar biasa itu justru membuat anda menjadi semakin lembut. Aneh, tetapi demikianlah paradoks kehidupan.&lt;br /&gt;Yang kuat menjadi lembut. Yang lemah menjadi keras, alot. Yang kuat akan mengalir bersama kehidupan. Ia tidak berbicara banyak tetapi melakoni kehidupan. Yang keras sangat berisik. Tidak banyak yang dia lakukan, tetapi suaranya terdengar keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari buku : Bersama Kahlil Gibran-Menyelami ABC Kehidupan by Anand Krishna&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1816534715933052173-7854705736642541584?l=ayusanti-myblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayusanti-myblog.blogspot.com/2009/03/kata-kata-bijak-kahlil-gibran.html</link><author>noreply@blogger.com (Ayu Santi)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>

