<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978</atom:id><lastBuildDate>Tue, 31 Mar 2026 07:09:41 +0000</lastBuildDate><category>Berita</category><category>Artikel Hadits</category><category>Hadits Arbain</category><category>Mawaris</category><category>Fatwa</category><category>ulumul hadits</category><category>Zionisme</category><category>ulumul quran</category><category>Ahli Hadits</category><category>Sirah Nabawiyah</category><category>Tutorial Blog</category><category>Asbabun Nuzul</category><category>Dajjal</category><category>Khutbah</category><category>Artikel al-Quran</category><category>Haji/Umrah</category><category>Muamalah</category><category>Hadits Dha'if dan Maudhu'</category><category>Munakahat</category><category>Piagam Madinah</category><category>RPP SMA</category><category>Ulama Islam</category><category>Aliran Sesat</category><category>Ebook</category><category>Puasa</category><category>Shalat</category><category>Skripsi</category><category>Software</category><category>Tafsir Ayat Ahkam</category><category>download</category><category>maktabah syamilah</category><category>soal online PAI</category><title>CAHAYA AS-SALAM</title><description>SEBAIK-BAIK MANUSIA ADALAH ORANG YANG BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>206</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>SEBAIK-BAIK MANUSIA ADALAH ORANG YANG BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN</itunes:subtitle><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"><itunes:category text="Islam"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978.post-8080665295194767310</guid><pubDate>Tue, 20 Mar 2012 18:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-21T01:17:27.458+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">maktabah syamilah</category><title>Maktabah Syamilah</title><description>&lt;div align='justify'&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4ogv83NZ7Rl6wYuJm2_XH74kPatbm7Dua7RnIL1ftEAXyNbGNYaUdvH2VGq4WyKgaUT7W-I75h18gi-VYsI54JpmOpHgwvKhWd4gNu90HahMHMRxtBcI1tGWs-T2abLx8_kwMuKZ9szA/s1600/logo.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 275px; height: 150px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4ogv83NZ7Rl6wYuJm2_XH74kPatbm7Dua7RnIL1ftEAXyNbGNYaUdvH2VGq4WyKgaUT7W-I75h18gi-VYsI54JpmOpHgwvKhWd4gNu90HahMHMRxtBcI1tGWs-T2abLx8_kwMuKZ9szA/s200/logo.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5706287450853821522" /&gt;&lt;/a&gt;Maktabah Syamilah adalah salah satu program perpustakaan digital yang memuat ribuan kitab kuning baik karangan ulama salaf terkenal maupun ulama kholaf temporer. dan beberapa diantaranya buletin islami, kumpulan fatwa-fatwa.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara digital library untuk ilmu keislaman saat ini tidak akan lepas dari peran dan fungsi Maktabah Syamelah, kurang lebih sejak sewindu ini Software Kitab Digital tersebut telah menelurkan versi dari mulai 2.0 sampai sekarang 3.42. Software gratisan ini diakui atau tidak telah membantu banyak tholabul ilmi dalam mencari referensi di bidang ilmu-ilmu keislaman. Entah berapa banyak skripsi, thesis dan disertasi yang 'memanfaatkan' kemudahaan fasilitas pencarian di Maktabah Syamilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari awal kemunculan Maktabah Syamilah versi 2.1 yang hanya bermodalkan 3 GB, kemudian disusul dengan versi berikutnya dengan tambahan muatan 7 GB, kemudian 15 GB, 32 GB bahkan terakhir hingga menggembung sampai 50 GB. Dan sekarang ada yang versi terbaru tergantung masing-masing orang mau menambahi sendiri kitab-kitab yang ia sukai. Penambahan ini memang sangat dimungkinkan mengingat software maktabah syamilah ini membuka kemungkinan untuk mengimpor kitab-kitab tambahan dari berbagai macam format file yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab kebutuhan akan bahan bacaan, atau penulisan makalah dan artikel ringan, tentunya Maktabah Syamilah sudah sangat berlebih dengan puluhan ribu kitab yang terkandung di dalamnya.Namun sebagai referensi ilmiah dalam penyusunan karya ilmiah seperti  thesis dan disertasi, nampaknya para tholabul ilmu cukup menemui kesulitan, atau akan melakukan dua kali pekerjaan karena banyak kitab dalam Maktabah Syamilah terdahulu tidak sesuai dengan kitab aslinya dalam penomoran halaman maupun babnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya kesulitan  ini mendapat perhatian khusus di kalangan penyusun software ini, karenanya dalam terbitan terbarunya , dikeluarkan versi resmi Maktabah Syamilah 3.41 ( yang kemudian bisa diupgrade ke 3.42) , yang berukuran lebih ramping dari senior-seniornya, yaitu cukup 8 GB ( dengan versi kompresnya menjadi 1,95 GB). Didalamnya berisi sekitar 5300 kitab referensi ilmu keislaman, namun kali ini dilengkapi dengan penomoran halaman dan bab sesuai dengan versi cetaknya, yang disebutkan dengan jelas dalam book card ( bitoqotul kitab). Bahkan kitab-kitab yang termasuk kontomporer pun telah disesuaikan dengan versi cetaknya, seperti Fiqh Sunnah, Fiqh Siroh Al Ghozali serta banyak lagi yang lainnya. Tentu ini adalah sebuah kemajuan yang sangat signifkan, meskipun jumlah kitabnya tergolong 'menyusut' dari sebelumnya. Merujuk pada ungkapan arab, maktabah syamilah versi ini adalah " ma qolla wa dalla " yaitu dalam bahasa Indonesia : singkat tapi padat, atau sedikit tapi berkualitas. Dalam bahasa jawa : cilik tapi mentes !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kami udah mempunyai maktabah syamilah dari berbagai versi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maktabah syamilah versi  2.00 filenya sekitar 700 Mb terkompresi dan nanti setelah dietxract akan menjadi sekitar 3 Gb berisi sekitar 1800 kitab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maktabah syamilah versi  2.00 filenya sekitar 700 Mb terkompresi dan nanti setelah dietxract akan menjadi sekitar 3 Gb berisi sekitar 1.800 kitab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maktabah syamilah versi  3.28 filenya sekitar 5 Gb terkompresi dan nanti setelah dietxract akan menjadi sekitar 15 Gb berisi sekitar 10.000 kitab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maktabah syamilah versi  3.42 filenya sekitar 1,95 Gb terkompresi dan nanti setelah dietxract akan menjadi sekitar 8 Gb berisi sekitar 5.300 kitab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maktabah syamilah versi  3.36 filenya sekitar 2 Gb terkompresi dan nanti setelah dietxract akan menjadi sekitar 8 Gb berisi sekitar 5.300 kitab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maktabah syamilah versi  3.47 filenya sekitar 6 Gb terkompresi dan nanti setelah dietxract akan menjadi sekitar 25 Gb berisi sekitar 16.000 kitab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagi rekan-rekan santri atau masyarakat umum, ustadz/ustadzah, mahasiswa/I yang menginginkan tetapi gagal download bisa menghubungi kami. ( HP. 085654933834 / 085866366353 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/2012/03/maktabah-syamilah.html</link><author>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4ogv83NZ7Rl6wYuJm2_XH74kPatbm7Dua7RnIL1ftEAXyNbGNYaUdvH2VGq4WyKgaUT7W-I75h18gi-VYsI54JpmOpHgwvKhWd4gNu90HahMHMRxtBcI1tGWs-T2abLx8_kwMuKZ9szA/s72-c/logo.JPG" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978.post-429090550245813895</guid><pubDate>Mon, 22 Aug 2011 17:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-23T01:12:16.552+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Skripsi</category><title>Konsultasi Skripsi</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-O3FnzsG1G38R0oWQXbuBC8GF1Gt_RZCvXY7GS2oUW1mc3n_Jms-zQ2E3atJ8ge8RfNQRPfDU5CDfk7lqXCYVwBNwdjQZ4wQ1OgK7Hvqlod7cQzVZB90No-M12UgtuZjQP2LAWoNfV-g4/s1600/banner+skripsi.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 60px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-O3FnzsG1G38R0oWQXbuBC8GF1Gt_RZCvXY7GS2oUW1mc3n_Jms-zQ2E3atJ8ge8RfNQRPfDU5CDfk7lqXCYVwBNwdjQZ4wQ1OgK7Hvqlod7cQzVZB90No-M12UgtuZjQP2LAWoNfV-g4/s400/banner+skripsi.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643738301000027010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align='justify'&gt;Bagi teman-teman yang kesulitan membuat tugas akhir kuliah, bisa menghubungi kami . kami akan membantu teman-teman dalam menyusun skripsi sampai selesai.Konsultasi skripsi yang kami layani hanya berkenaan masalah pendidikan, antara lain : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;pendidikan agama islam, pendidikan matematika, pendidikan biologi, pendidikan olah raga, &lt;span class="fullpost"&gt;pendidikan sejarah, pendidikan geografi, pendidikan psikologi, pendidikan bahasa indonesia , pendidikan kewarganegaraan, pendidikan ekonomi dll&lt;/span&gt;. kepuasan anda adalah kebahagiaan kami. nomer &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;HP yang bisa dihubungi adalah : 08125629817 dan 081352140868&lt;/span&gt; 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/2011/08/konsultasi-skripsi.html</link><author>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-O3FnzsG1G38R0oWQXbuBC8GF1Gt_RZCvXY7GS2oUW1mc3n_Jms-zQ2E3atJ8ge8RfNQRPfDU5CDfk7lqXCYVwBNwdjQZ4wQ1OgK7Hvqlod7cQzVZB90No-M12UgtuZjQP2LAWoNfV-g4/s72-c/banner+skripsi.gif" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978.post-4363718300037677041</guid><pubDate>Mon, 22 Aug 2011 17:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-23T00:44:56.978+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">RPP SMA</category><title>RPP - SILABUS</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7yMTMUy6V2-aECtCjUNjizF8I2t0oltJZz9becSHSvwvXRtbZK9IY641zD7VdJwrgxsv2snNJX4IQbAODJNHPubaPx-hVMiUyTzljUXacP6q74eXqEYmY2giA-UMFA5jrV32g7pMRz_Qc/s1600/banner+RPP-SILABUS.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 60px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7yMTMUy6V2-aECtCjUNjizF8I2t0oltJZz9becSHSvwvXRtbZK9IY641zD7VdJwrgxsv2snNJX4IQbAODJNHPubaPx-hVMiUyTzljUXacP6q74eXqEYmY2giA-UMFA5jrV32g7pMRz_Qc/s400/banner+RPP-SILABUS.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643736726330633586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align='justify'&gt;Bagi teman-teman guru (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK)yang belum punya perangkat pembelajaran &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(PROTA, PROSEM, KKM, SILABUS &amp; RPP )&lt;/span&gt;. Mungkin karena tidak sempat untuk membuat/tidak ada waktu/merasa kesulitan/tidak paham untuk membuatnya. Tidak usah kawatir, kami siap membantu supaya teman-teman guru bisa mempunyai perangkat pembelajaran  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(PROTA, PROSEM, KKM, SILABUS &amp; RPP)&lt;/span&gt; lengkap sesuai kurikulum KTSP. Teman -teman guru tinggal menyebutkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nama sekolah, nama kepala sekolah, bidang studi apa, kelas berapa, sumber belajar/buku pegangan . setelah selesai kami siap mengantar ketempat /rumah /sekolah teman-teman ngajar&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Jangan kawatir biaya murah teman-teman. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;HP yang bisa dihubungi 08125629817 dan 081329501160.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/2011/08/rpp-silabus.html</link><author>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7yMTMUy6V2-aECtCjUNjizF8I2t0oltJZz9becSHSvwvXRtbZK9IY641zD7VdJwrgxsv2snNJX4IQbAODJNHPubaPx-hVMiUyTzljUXacP6q74eXqEYmY2giA-UMFA5jrV32g7pMRz_Qc/s72-c/banner+RPP-SILABUS.gif" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978.post-272332249797428005</guid><pubDate>Mon, 22 Aug 2011 17:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-23T00:38:33.706+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ebook</category><title>Ebook CHM Murah</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN6zhv5LXuVbqOEzR_-piAWcZ9VurrbkdTE0OZ-VtIkU01sKdtOav6B_2mV-yRyJNULjGH7bugGThF9stNB6Mv88e1IAUtWeD81Nc7HuLccPcOqOuB5YG5kNX6tCC4v0eQuctmGG0TveYR/s1600/banner+ebook+chm.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 60px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN6zhv5LXuVbqOEzR_-piAWcZ9VurrbkdTE0OZ-VtIkU01sKdtOav6B_2mV-yRyJNULjGH7bugGThF9stNB6Mv88e1IAUtWeD81Nc7HuLccPcOqOuB5YG5kNX6tCC4v0eQuctmGG0TveYR/s400/banner+ebook+chm.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643735172665982002" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;Bagi teman-teman guru yang pengen mempunyai &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ebook CHM&lt;/span&gt; tetapi belum tahu cara membuatnya, tidak usah kawatir. Kami akan membantu membikinkan/membuatkan. Teman-teman tinggal mengirimkan file word aja ke email saya. Keuntangan punya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ebook CHM&lt;/span&gt; bisa dibawa kemana-mana, ringan /tidak berat karena disimpan diflasdisk. &lt;span class="fullpost"&gt;Kalo mau dipakai untuk bahan mengajar tinggal di colokkan di Laptop aja. Jangan kawatir teman-teman biaya murah . &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;HP yang bisa dihubungi 08125629817 dan 081329501160. email saya : cahyo_p2137@yahoo.co.id dan cahyowewe@ymail.com&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/2011/08/ebook-chm-murah.html</link><author>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN6zhv5LXuVbqOEzR_-piAWcZ9VurrbkdTE0OZ-VtIkU01sKdtOav6B_2mV-yRyJNULjGH7bugGThF9stNB6Mv88e1IAUtWeD81Nc7HuLccPcOqOuB5YG5kNX6tCC4v0eQuctmGG0TveYR/s72-c/banner+ebook+chm.gif" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978.post-134587627010728954</guid><pubDate>Wed, 16 Feb 2011 23:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-17T06:23:48.841+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">soal online PAI</category><title>soal UH 1 x 2010/2011</title><description>&lt;div align='justify'&gt;&lt;br /&gt;Soal Ulangan Harian 1 PAI Kelas X Tahun Ajran 2010/2011&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe name='proprofs' id='proprofs' height='501' width='440' frameborder=0 marginwidth=0 marginheight=0 src='http://www.proprofs.com/quiz-school/widget/v3/?id=202942&amp;bgcolor=ffffff&amp;fcolor=000000&amp;tcolor=000000&amp;w=420&amp;h=295&amp;ff=1&amp;fs=medium&amp;pplink=1&amp;socialmedia=0&amp;embedlink=1&amp;showpage=1&amp;btncolor=000000'&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div style='font-size:10px; font-family:Arial, Helvetica, sans-serif; color:#000;'&gt;&lt;a href='http://www.proprofs.com/quiz-school/story.php?title=soal-uh-1-pai-x-smtr-2' target='_blank' title='SOAL UH 1 PAI X SMTR 2'&gt;SOAL UH 1 PAI X SMTR 2&lt;/a&gt; &amp;raquo; &lt;a href='http://www.proprofs.com/quiz-school/' title='create tests' target='_blank'&gt;create tests&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/2011/02/soal-uh-1-x-20102011.html</link><author>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978.post-1700600886865569939</guid><pubDate>Fri, 24 Sep 2010 16:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-24T23:14:29.118+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Penggagas Hari Membakar Al-Quran Dibayangi Kebangkrutan</title><description>&lt;div align='justify'&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3aMLb3Pto72RjpNkfRzxxtfykmArLJvjGPZRgjR5_Nqe3nOhsuwzMkPtQ4JEm9NWgTdD3oYaoJgtgTT0OCCjJnPp3ZXqJrUrLG3NmbYH-6MKHXYrecj4MO-q3DmAoGCd03t5zwD7JT8E0/s1600/ajay-1-230910-ok.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 110px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3aMLb3Pto72RjpNkfRzxxtfykmArLJvjGPZRgjR5_Nqe3nOhsuwzMkPtQ4JEm9NWgTdD3oYaoJgtgTT0OCCjJnPp3ZXqJrUrLG3NmbYH-6MKHXYrecj4MO-q3DmAoGCd03t5zwD7JT8E0/s400/ajay-1-230910-ok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5520513512215185106" /&gt;&lt;/a&gt;LONDON--Habis jatuh tertimpa tangga pula. Setelah nyawanya terancam kini giliran pastor Terry Jones yang menggagas hari membakar Alquran itu menghadapi tagihan 100 ribu poundsterling untuk membayar jasa keamanan polisi. Lebih dari 200 polisi termasuk anggota Tim SWAT yang mengawasi Jones di luar Gereja Florida. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlindungan ini dilakukan untuk mengamankan Jones dari segala kemungkinan penyerangan terhadap dirinya. Sayangnya, Jones tidak ada niatan membayar tagihan yang diberikan pemerintah lokal Gainville atas ulahnya itu. "Jika kami tahu ini sebelumnya, maka kami akan menolak untuk diberikan pengamanan," ujar Jones seperti dikutip dailymail, Senin (20/9). Tagihan juga datang dari kepolisian setempat yang meminta bayaran kepada Jones sebesar 50 ribu poundsterling atas jasa kepolisian yang menjaganya 24 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diberitakan, Jones dan anggota jamaah Gereja kecil di Gainesville, Florida berencana membagikan 200 salinan Alquran untuk dibakar dalam peringatan tragedi 11 September. Ide pembakaran ini membuat berang Menteri Pertahanan AS RObert Gates. Gates saat itu mengkhawatirkan ide Jones akan membahayakan keselamatan tentara AS yang sedang bertugas di Afghanistan. Tekanan dari Obama dan Vatikan pada akhirnya membatalkan niat Jones. Sayangnya, ibarat nasi menjadi bubur, sejumlah pembakaran Alquran terjadi diberbagai wilayah di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Jones terancam bangkrut. Dengan jemaah yang tidak begitu besar yakni hanya 40 orang, Jones kemungkinan besar tidak akan mampu membayar tagihan itu. Sempat ada wacana dari Jones untuk menjual Gereja dan pindah ke tempat yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya rencana itu bakalan batal terlaksana. Apalagi pemerintah lokal Gainesville telah menyatakan Jones adalah pihak yang bertanggung jawab atas layanan polisi yang langsung diberikan kepada gereja pascapengumuman ide pembakaran Alquran. Keamanan ini diberikan berdasar peringatan Biro Investigas AS, FBI, atas kemungkinan ancaman teror sebagai serangan balasan.(rpblk) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------&lt;br /&gt;sumber : alsofwah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/2010/09/penggagas-hari-membakar-al-quran.html</link><author>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3aMLb3Pto72RjpNkfRzxxtfykmArLJvjGPZRgjR5_Nqe3nOhsuwzMkPtQ4JEm9NWgTdD3oYaoJgtgTT0OCCjJnPp3ZXqJrUrLG3NmbYH-6MKHXYrecj4MO-q3DmAoGCd03t5zwD7JT8E0/s72-c/ajay-1-230910-ok.jpg" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978.post-1260863742508424789</guid><pubDate>Thu, 19 Aug 2010 14:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-19T22:19:17.485+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puasa</category><title>A. KAPAN HARUS PUASA ?</title><description>&lt;div align='justify'&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTD5pbJHIyYrJK1_NG6XmBnRvA2NqPIj78DV6fy514jAMB1Ciy_nRrF9x70JYZK8ol5p9c2OqGcdnuaz4jBXYsQB-3b2FdFM2wV-PQQCrCwAsDqaz74cxc8WYjwk8lezT-pn0beFMmOeZv/s1600/Ramadhan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 93px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTD5pbJHIyYrJK1_NG6XmBnRvA2NqPIj78DV6fy514jAMB1Ciy_nRrF9x70JYZK8ol5p9c2OqGcdnuaz4jBXYsQB-3b2FdFM2wV-PQQCrCwAsDqaz74cxc8WYjwk8lezT-pn0beFMmOeZv/s400/Ramadhan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5507139291184334098" /&gt;&lt;/a&gt;1. Batas Mulai Puasa   &lt;br /&gt;Ada sebagian orang berpendapat bahawa puasa dimulai ketika waktu imsak.Ada yang berpendapat ketika subuh.Menurut para aktivis harakah puasa dimulai ketika terbit.&lt;span class="fullpost"&gt;Saya membaca di terjemah Shahih Bukhari maksud daripada benang hitam dan benang putih adalah hitamnya(gelapnya) malam dan putihnya(terangnya) siang. Menurut analisis pak Ustadz manakah pendapat yang paling shahih? &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jawaban :&lt;br /&gt;Sebenarnya yang paling tepat sesuai dengan keterangan dari sunnah Rasulullah SAW adalah sejak masuknya waktu shubuh. Saat itulah sesungguhnya puasa dimulai dan bukan waktu imsak atau terbitnya fajar. &lt;br /&gt;Dalam Al-Quran disebutkan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَكُلُواْ وَاشْرَبُواْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّواْ الصِّيَامَ إِلَى الَّليْلِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan dan minumlah kamu semua, hingga terang bagi kamu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam". (QS. Al-Baqarah: 187)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fajar yang dimaksud bukan terbitnya matahari tapi fajar masuknya waktu subuh. Adapun imsak sekedar tanda untuk bersiap-siap mulai menahan dari makan dan minum. Imsak bukanlah titik start untuk mulai berpuasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya imsak ini dimulai kira-kira 10 menit sebelum waktu subuh menjelang. Gunanya agar kita punya persiapan ketika waktu subuh masuk dan tidak dalam keadaan makan atau minum saat masuk waktu untuk berpuasa. Sedangkan terbitnya matahari adalah menandakan bahwa waktu subuh telah selasai. &lt;br /&gt;Wallahu a‘lam bis-shawab.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/2010/08/kapan-harus-puasa.html</link><author>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTD5pbJHIyYrJK1_NG6XmBnRvA2NqPIj78DV6fy514jAMB1Ciy_nRrF9x70JYZK8ol5p9c2OqGcdnuaz4jBXYsQB-3b2FdFM2wV-PQQCrCwAsDqaz74cxc8WYjwk8lezT-pn0beFMmOeZv/s72-c/Ramadhan.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978.post-3529105590913501103</guid><pubDate>Mon, 12 Apr 2010 18:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-13T02:02:03.916+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tutorial Blog</category><title>Merubah Powerpoint Menjadi Word (Convert ppt to doc)</title><description>&lt;div align='justify'&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiw0TWD_BZaFQcNoLosPCtAeSDkVVWTN1hDM95BU5uljx5aenfkiPke63K1YtqsDpz7s-JEGC4bpCRNlnpnND2e22s5N6-OtWm1cCHWxMcoFo2trfUKWx6VT96mUtJJ8xe5a-pxg2CA460T/s1600/Gmbr+tutorial.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 122px; height: 99px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiw0TWD_BZaFQcNoLosPCtAeSDkVVWTN1hDM95BU5uljx5aenfkiPke63K1YtqsDpz7s-JEGC4bpCRNlnpnND2e22s5N6-OtWm1cCHWxMcoFo2trfUKWx6VT96mUtJJ8xe5a-pxg2CA460T/s400/Gmbr+tutorial.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459327928525946242" /&gt;&lt;/a&gt;Di kantor anda terkenal jago presentasi dengan mempergunakan media powerpoint, tapi tiba-tiba sang bos meminta anda untuk mem-print out (mencetak) presentasi anda yang berbentuk powerpoint tersebut dengan alasan biar bisa dipelajari lebih lanjut. &lt;span class="fullpost"&gt;Mencetak slide demi slide dari semua presentasi powerpoint tentu akan memakan waktu yang lama dan mungkin sedikit pemborosan terhadap tinta dan kertas, apalagi jika jumlah slide presentasi tersebut sampai ratusan slide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang terbijak mungkin dengan merubah Presentasi Powerpoint anda menjadi berbentuk Dokumen Microsot Word, dan anda tidak usah bingung dengan sedikit langkah mudah, anda bisa merubah presentasi anda tersebut tanpa harus mempergunakan software apapun, karena Powerpoint sendiri telah menyediakan menu untuk merubah slide demi slide menjadi dokumen word.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Buka File Powepoint anda, setelah itu akses menu [File] --&gt; [Send To] --&gt; [Microsoft Word] hingga akan muncul pilihan seperti di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4QK2KTckdqJm0BpGcH0d77BL_ophrMmJx7mjBNZ96gFtZ4XOk8MFqG4RSUb3ynf3dmaMPx4WTdfJ4X-DFGJd4Ko6TQVP5ZT783Gf0lHiTnZoDVf_tqT1A34k85rY3phBZLwpERfv1zJ6B/s1600/ppttodoc.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 261px; height: 367px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4QK2KTckdqJm0BpGcH0d77BL_ophrMmJx7mjBNZ96gFtZ4XOk8MFqG4RSUb3ynf3dmaMPx4WTdfJ4X-DFGJd4Ko6TQVP5ZT783Gf0lHiTnZoDVf_tqT1A34k85rY3phBZLwpERfv1zJ6B/s400/ppttodoc.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459325862727353602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dilihat, ada berbagai macam pilihan mulai dari Blank Lines Next to Slide sampai kepada Blank Lines Below Slides, anda tinggal pilih sesuai dengan kebutuhan anda dan kemudian klik OK, untuk merubah Presentasi Powerpoint menjadi Dokumen Microsoft Word. Catatan : Kalau anda hanya ingin mencetak materi/isi dari file Powerpoint anda, tanpa disertai gambar-gambarnya, sebaiknya anda pilih Outline Only.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Untuk Office 2007 klik simbol Office yang berwarna bulat di pojok kiri atas, [Publish] --&gt; [Create Handout in Microsoft Office Word] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;catatan :&lt;br /&gt;bila pengen supaya tulisan sama besar , dicopy aja di notepad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==================&lt;br /&gt;sumber :&lt;a href="http://www.tasikisme.com/index.php?view=article&amp;id=1206:merubah-powerpoint-menjadi-word-convert-ppt-to-doc&amp;option=com_content&amp;Itemid=58"target="new"&gt; tasikisme&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/2010/04/merubah-powerpoint-menjadi-word-convert.html</link><author>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiw0TWD_BZaFQcNoLosPCtAeSDkVVWTN1hDM95BU5uljx5aenfkiPke63K1YtqsDpz7s-JEGC4bpCRNlnpnND2e22s5N6-OtWm1cCHWxMcoFo2trfUKWx6VT96mUtJJ8xe5a-pxg2CA460T/s72-c/Gmbr+tutorial.jpeg" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978.post-4956189201038769714</guid><pubDate>Wed, 07 Apr 2010 20:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-08T03:35:47.079+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>SMA Taruna Bumi Khatulistiwa</title><description>&lt;div align='justify'&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzpSzjsU9NeM9JERiqjHiUXI9KrkJ3HkjMIcKtPq7ftnivUQTKfp2yeqgQVaoA5n0zBxa8nukYUPKIUWuIr12xldlEQDCGLRqoSuD92EDvUrh2D9vptfGfjL6554WLqgPAAUjikTHHcvbX/s1600/LGTbk.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 82px; height: 82px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzpSzjsU9NeM9JERiqjHiUXI9KrkJ3HkjMIcKtPq7ftnivUQTKfp2yeqgQVaoA5n0zBxa8nukYUPKIUWuIr12xldlEQDCGLRqoSuD92EDvUrh2D9vptfGfjL6554WLqgPAAUjikTHHcvbX/s400/LGTbk.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457493962118796866" /&gt;&lt;/a&gt;Selama 5 tahun menyandang status sebagai guru Sekolah Taruna Bumi Khatulistiwa Kubu Raya .saya bangga menjadi guru di sekolah ini. Di propinsi Kalimantan Barat Sekolah Taruna Bumi Khatulistiwa terkenal dengan presetasi akademisnya dan terkenal dengan kedisplinannya. Ternyata sekolah tempat saya ngajar masih masuk di 21 besar SMA di Indonesia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Padadal sekola luar negri alias swasta hehe. tapi alhamdulillah masih bis amenembus prestasi seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR SMU NEGERI DAN SWASTA - Program Studi IPA&lt;br /&gt;Peringkat Nasional 1 s/d 49 .Th 2008 Berdasarkan hasil EBTANAS SMU/MA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. SMU KRISTEN I PENABUR&lt;br /&gt;2. SMU INSAN CENDEKIA&lt;br /&gt;3. SMUN 2 MODAL BANGSA KUTA BARO&lt;br /&gt;4. SMU KRISTEN 3 PENABUR&lt;br /&gt;5. SMU SANTA URSULA&lt;br /&gt;6. SMU ALOYSIUS 1 BANDUNG&lt;br /&gt;7. SMU KRISTEN BPK 1 PNB BANDUNG&lt;br /&gt;8. SMU ST. URSULA II&lt;br /&gt;9. SMU NEGERI 8&lt;br /&gt;10. SMU Negeri 1 Padang Panjang&lt;br /&gt;11. SMU Taruna Nusantara&lt;br /&gt;12. SMU KRISTEN 5 BPK PENABUR&lt;br /&gt;13. SMU ST ANGELA BANDUNG&lt;br /&gt;14. SMUN 2 TINGGIMONCONG&lt;br /&gt;15. SMU KANISIUS&lt;br /&gt;16. SMU NEGERI 1 SIDOARJO&lt;br /&gt;17. SMU DON BOSCO II&lt;br /&gt;18. SMU N 2 AMLAPURA&lt;br /&gt;19. SMU SANG TIMUR&lt;br /&gt;20. SMU Kolese Loyola&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;21. &lt;a href="http://smatbk.sch.id"target="new"&gt;SMU TARUNA BUMI KHATULISTIWA&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;22. SMU NEGERI 1 GENTENG&lt;br /&gt;23. SMU KRISTEN BARANA&lt;br /&gt;24. SMU Negeri 1 Yogyakarta&lt;br /&gt;25. SMU SWASTA TITIAN TERAS&lt;br /&gt;26. SMU NEGERI 12&lt;br /&gt;27. SMU YOS SUDARSO&lt;br /&gt;28. SMU TRINITAS BANDUNG&lt;br /&gt;29. SMU Negeri 1 Bukittinggi&lt;br /&gt;30. SMU SANTA THERESIA&lt;br /&gt;31. SMU TARUNA DRA. ZULAEHA&lt;br /&gt;32. SMU FONS VITAE I&lt;br /&gt;33. SMU K KALAM KUDUS 2&lt;br /&gt;34. SMU NEGERI 1 GIANYAR&lt;br /&gt;35. SMU NEGERI 81&lt;br /&gt;36. SMU KRISTEN KARUNIA&lt;br /&gt;37. SMU Negeri 3 Yogyakarta&lt;br /&gt;38. SMU N 1 Klaten&lt;br /&gt;39. SMU NEGERI 5 SURABAYA&lt;br /&gt;40. SMU ALOYSIUS 2 BANDUNG&lt;br /&gt;41. SMU KRISTEN 4 PENABUR&lt;br /&gt;42. SMU KRISTEN BINA BAKTI 2&lt;br /&gt;43. SMU N 1 Pati&lt;br /&gt;44. SMU DWI WARNA&lt;br /&gt;45. SMU Negeri 4 Bukittinggi&lt;br /&gt;46. SMU NEGERI 1 TUBAN&lt;br /&gt;47. SMU PELITA HARAPAN&lt;br /&gt;48. SMU NEGERI 78&lt;br /&gt;49. SMU NEGERI 1 SEMARAPURA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/2010/04/sma-taruna-bumi-khatulistiwa.html</link><author>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzpSzjsU9NeM9JERiqjHiUXI9KrkJ3HkjMIcKtPq7ftnivUQTKfp2yeqgQVaoA5n0zBxa8nukYUPKIUWuIr12xldlEQDCGLRqoSuD92EDvUrh2D9vptfGfjL6554WLqgPAAUjikTHHcvbX/s72-c/LGTbk.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978.post-4633079284674877704</guid><pubDate>Sun, 28 Mar 2010 00:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-23T01:12:16.553+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Piagam Madinah</category><title>Piagam Madinah</title><description>&lt;div align='justify'&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhskRHmQeNfS8WIhJP5lBXTz2RYPIF5D_bGgCiEWXUlWqOpoDp9CZ_XVLpXCYFh-5apP6nP78Wf3DAhIpGEF3tOhAuBKzIgpW1ayl8DmBvcxiI0tefCkZvWLw-tLYKylE_haFGl9ofozzcV/s1600/muhammad.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 113px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhskRHmQeNfS8WIhJP5lBXTz2RYPIF5D_bGgCiEWXUlWqOpoDp9CZ_XVLpXCYFh-5apP6nP78Wf3DAhIpGEF3tOhAuBKzIgpW1ayl8DmBvcxiI0tefCkZvWLw-tLYKylE_haFGl9ofozzcV/s400/muhammad.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453475943886136098" /&gt;&lt;/a&gt;1. Sesungguhnya mereka satu umat, lain dari (komunitas) manusia yang lain&lt;br /&gt;2. Kaum Muhajirin dari Quraysh sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu membahu membayar diyat di antara mereka dan mereka membayar tebusan tawanan dengan cara baik dan adil di antara mukmin. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;3. Banu ‘Awf, sesuai dengan (kebiasaan) mereka, bahu membahu membayar diyat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukmin.&lt;br /&gt;4. Banu Sa’idah,  sesuai dengan (kebiasaan) mereka, bahu membahu membayar diyat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukmin.&lt;br /&gt;5. Banu Al Hars, sesuai dengan (kebiasaan) mereka, bahu membahu membayar diyat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin.&lt;br /&gt;6. Banu Jusham, sesuai dengan (kebiasaan) mereka, bahu membahu membayar diyat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin.&lt;br /&gt;7. Banu Al Najjar, sesuai dengan (kebiasaan) mereka, bahu membahu membayar diyat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin.&lt;br /&gt;8. Banu Amr bin Awf,  sesuai dengan (kebiasaan) mereka, bahu membahu membayar diyat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin.&lt;br /&gt;9. Banu  Al Nabit, sesuai dengan (kebiasaan) mereka, bahu membahu membayar diyat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin.&lt;br /&gt;10. Banu  Al-Aws, sesuai dengan (kebiasaan) mereka, bahu membahu membayar diyat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin.&lt;br /&gt;11. Sesungguhnya  mukminin tidak boleh membiarkan orang yang berat menanggung utang di antara mereka, tetapi membantunya dengan baik dalam pembayaran tebusan dan diyat.&lt;br /&gt;12. Seorang mukmin tidak boleh membuat persekutuan dengan sekutu mukmin lainnya, tanpa persetujuan daripadanya.&lt;br /&gt;13. Orang-orang mukmin yang taqwa harus menentang orang yang di antara mereka mencari atau menuntut sesuatu secara zalim, jahat, melakukan permusuhan atau kerusakan di kalangan mukminin. Kekuatan mereka bersatu dalam menentangnya, sekalipun ia anak dari salah seorang di antara mereka.&lt;br /&gt;14. Seorang mukmin tidak boleh membunuh orang beriman lainnya lantaran (membunuh) orang kafir. Tidak boleh pula orang mukmin membantu orang kafir untuk (membunuh) orang beriman.&lt;br /&gt;15. Jaminan Allah satu. Jaminan (perlindungan) diberikan oleh mereka yang dekat. Sesungguhnya mukminin itu saling membantu, tidak tergantung pada golongan lain.&lt;br /&gt;16. Sesungguhnya orang Yahudi yang mengikuti kita berhak atas pertolongan dan santunan, sepanjang (mukminin) tidak dizalimi dan ditentang (olehnya).&lt;br /&gt;17. Perdamaian mukminin adalah satu. Seorang mukmin tidak boleh membuat perdamaian tanpa ikut serta mukmin lainnya di dalam suatu peperangan di jalan Allah, kecuali atas dasar kesamaan dan keadilan di antara mereka.&lt;br /&gt;18. Setiap pasukan yang berperang bersama kita harus bahu membahu satu sama lain.&lt;br /&gt;19. Orang-orang mukmin itu membalas pembunuh mukmin lainnya dalam peperangan di jalan Allah. Orang-orang beriman dan bertaqwa berada pada petunjuk yang terbaik dan lurus.&lt;br /&gt;20. Orang Musrik (Yathrib) di larang melindungi harta dan jiwa orang Musrik (Quraysh), dan tidak boleh campur tangan melawan orang beriman.&lt;br /&gt;21. Barangsiapa membunuh orang beriman dan cukup bukti atas perbuatannya, harus dihukum bunuh, kecuali wali si terbunuh rela (menerima diyat). Segenap orang beriman harus bersatu dalam menghukumnya.&lt;br /&gt;22. Tidak dibenarkan bagi orang mukmin yang mengakui piagam ini, percaya kepada Allah dan Hari akhir, untuk membantu pembunuh dan memberi tempat kediaman kepadanya. Siapa yang memberi bantuan dan menyediakan tempat tinggal bagi pelanggar itu, akan mendapat kutukan dan kemurkaan Allah di Hari Qiyamat, dan tidak diterima daripadanya penyesalan dan tebusannya.&lt;br /&gt;23. Apabila kamu berselisih tentang sesuatu, penyelelesaiannya menurut (ketentuan) Allah Azza wa Jalla dan (keputusan) Muhammad SAW&lt;br /&gt;24. Kaum yahudi memikul biaya bersama mukminin dalam peperangan.&lt;br /&gt;25. Kaum Yahudi dan Bani Awf adalah satu umat dengan mukminin. Bagi kaum Yahudi agama mereka, dan bagi kaum Muslimin agama mereka. Juga (kebebasan ini berlaku) bagi sekutu-sekutu dan diri mereka. Kecuali bagi yang zalaim dan jahat. Hal demikian akan merusak diri dan keluarganya.&lt;br /&gt;26. Kaum Yahudi Banu Najjar diperlakukan sama seperti Yahudi Bani Awf. &lt;br /&gt;27. Kaum Yahudi Banu Hars diperlakukan sama seperti Yahudi Bani Awf.&lt;br /&gt;28. Kaum Yahudi Banu Saidah diperlakukan sama seperti Yahudi Bani Awf.&lt;br /&gt;29. Kaum Yahudi Banu Jusham diperlakukan sama seperti Yahudi Bani Awf.&lt;br /&gt;30. Kaum Yahudi Banu Al Aws diperlakukan sama seperti Yahudi Bani Awf.&lt;br /&gt;31. Kaum Yahudi Banu Tha’labah diperlakukan sama seperti Yahudi Bani Awf. Kecuali orang zalim atau khianat. Hukuman hanya menimpa diri dan keluarganya.&lt;br /&gt;32. Suku Jafnah dari Tha’labah diperlakukan sama seperti mereka (Banu Tha’labah).&lt;br /&gt;33. Banu Shutaybah (diperlakukan) sama seperti Yahudi Bani Awf. Sesungguhnya kebaikan (kesetiaan) itu lain dari kejahatan (khianat).&lt;br /&gt;34. Sekutu-sekutu Tha’labah diperlakukan sama seperti mereka (Banu Tha’labah).&lt;br /&gt;35. Kerabay Yahudi (di luar kota Madinah) sama seperti mereka (yahudi&lt;br /&gt;36. Tidak seorangpun diperkenankan keluar (untuk perang) kecuali seizin Muhammad SAW. Ia tidak boleh dihalangi (menuntut balas) luka (yang dibuat orang lain). Siapa yang berbuat jahat (membunuh), maka balasan kejahatan itu akan menimpa diri dan keluarganya, kecuali ia teraniaya. Sesungguhnya Allah sangat membenarkan ketentuan ini.&lt;br /&gt;37. Bagi kaum yahudi ada kewajiban biaya, dan bagi kaum Muslimin ada kewajiban biaya. Mereka (yahudi dan Muslimin) bantu membantu dalam menghadapi musuh warga piagam ini. Mereka saling memberi saran dan nasehat. Memenuhi janji lawan dari khianat. Seorang tidak menanggung hukuman akibat (kesalahan) sekutunya. Pembelaan diberikan kepada pihak yang teraniaya.&lt;br /&gt;38. Kaum Yahudi memikul biaya bersama Mukminin selama dalam peperangan.&lt;br /&gt;39. Sesungguhnya Yathrib itu tanahnya “haram” (suci) bagi warga piagam ini.&lt;br /&gt;40. Orang yang mendapat jaminan (diperlakukan) seperti diri penjamin, sepanjang tidak bertindak meugikan dan tidak khianat.&lt;br /&gt;41. Tidak boleh jaminan diberikan, kecuali seizin ahlinya.&lt;br /&gt;42. Bila terjadi sesuatu atau perselisihan di antara pendukung piagam ini, yang dikhawatirkan menimbulkan bahaya, diserahkan penyelesaiannya menurut (ketentuan) Allah Azza wa Jalla dan (keputusan) Muhammad SAW.&lt;br /&gt;43. Sesungguhnya tidak ada jaminan perlindungan bagi Quraysh (Mekkah) dan juga bagi pendukung mereka.&lt;br /&gt;44. Mereka (pendukung piagam) bahu membahu dalam menghadapi penyerang kota Yathrib.&lt;br /&gt;45. Apabila mereka (pendukung piagam) diajak berdamai dan mereka (pihak lawan) memenuhi perdamaian serta melaksanakan perdamaian itu, maka perdamaian itu wajib dipatuhi. Jika mereka diajak berdamai seperti itu, kaum Mukminin wajib memenuhi ajakan dan melaksanakan perdamian itu, kecuali terhadap orang yang meyerang agama. Setiap orang wajib melaksanakan (kewajiban) masing-masing sesuai tugasnya.&lt;br /&gt;46. Kaum Yahudi Al Aws, sekutu dan diri mereka memiliki hak dan kewajiban seperti kelompok lain pendukung piagam ini, dengan perlakuan yang baik dan penuh dari semua pendukung piagam ini. Sesungguhnya kebaikan (kesetiaan) itu berbda dari kejahatan (penghianatan). Setiap orang bertanggungjawab atas perbuatannya. Sesungguhnya Allah paling membenarkan dan memandang baik isi piagam ini.&lt;br /&gt;47. Sesungguhnya piagam ini tidak membela orang zalim dan khianat. Orang yang keluar (bepergian) aman, dan orang yang berada di Madinah aman, kecuali orang yang zalim dan khianat. Allah adalah penjamin orang yang baik dan taqwa besama Muhammad SAW&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;1.  &lt;br /&gt;o Teks Piagam Madinah di atas mengikuti versi Ibn Hisyam, Syafi Al Rahman Al Mubarak Fawri, Muhammad Hamidullah, dan Muhammad Mamduh Al arabi sementara terjemahnya mengikuti Ahmad Sukardja dalam disertasinya yang dibukukan menjadi Piagam Madinah dan Undang-Undang 1945: Kajian Perbandingan dasar hidup Bersama dalam Masyarakat yang majemuk (Jakarta: UI Press, 1995), 47-57.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/2010/03/piagam-madinah.html</link><author>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhskRHmQeNfS8WIhJP5lBXTz2RYPIF5D_bGgCiEWXUlWqOpoDp9CZ_XVLpXCYFh-5apP6nP78Wf3DAhIpGEF3tOhAuBKzIgpW1ayl8DmBvcxiI0tefCkZvWLw-tLYKylE_haFGl9ofozzcV/s72-c/muhammad.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978.post-8385918717244552160</guid><pubDate>Sun, 28 Mar 2010 00:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-28T22:11:43.566+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Piagam Madinah</category><title>Teks Asli Piagam Madinah</title><description>&lt;div align='justify'&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhskRHmQeNfS8WIhJP5lBXTz2RYPIF5D_bGgCiEWXUlWqOpoDp9CZ_XVLpXCYFh-5apP6nP78Wf3DAhIpGEF3tOhAuBKzIgpW1ayl8DmBvcxiI0tefCkZvWLw-tLYKylE_haFGl9ofozzcV/s1600/muhammad.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 113px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhskRHmQeNfS8WIhJP5lBXTz2RYPIF5D_bGgCiEWXUlWqOpoDp9CZ_XVLpXCYFh-5apP6nP78Wf3DAhIpGEF3tOhAuBKzIgpW1ayl8DmBvcxiI0tefCkZvWLw-tLYKylE_haFGl9ofozzcV/s400/muhammad.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453475943886136098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;div align='right'&gt;كتاب النبي&lt;br /&gt;مقتطف من كتاب سيرة النبي ص.م. الجزء الـثانى ص 119-133 لابن هشام (أبى محمد عبد المـلك) المتوفى سنة 214 هـ.&lt;br /&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;div align='right'&gt;&lt;br /&gt;هذا كتاب من محمد النبي صلىالله عليه وسلم بين المؤمنين والمسلمين من قريش ويثرب ومن تبعهم فلحق بهم وجاهد معهم.&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;انهم امة واحدة من ه ون الناس.&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;المهاجرون من قر يش على ربعتهم يتعاقلون بينهم اخذالدية واعطائها وهم يفدون عانيهم بالمعروف والقسط بين المؤمنين&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;وبنوعوف على ربعتهم يتعاقلون معاقلهم الاولى وكل طائفة تفدى عانيها بالمعروف والقسط بين المؤمنين&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;وبنوساعدة علىربعتهم يتعاقلون معاقلهم الاولى وكل طائفة منهم تفدى عانيها بالمعروف والقسط بين المؤمنين&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;وبنو الحرث على ربعتهم يتعاقلون الاولى وكل طائفة منهم تفدى عانيها بالمعروف والقسط بين المؤمنين&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;وبنوجشم علىربعتهم يتعاقلون معاقلهم الاولى وكل طائفة منهم تفدى عانيها بالمعروف والقسط بين المؤمنين&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;وبنو النجار علىربعتهم يتعاقلون معاقلهم الاولى وكل طائفة منهم تفدى عانيها بالمعروف والقسط بين المؤمنين&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt;وبنو عمرو بن عوف علىربعتهم يتعاقلون معاقلهم الاولى وكل طائفة منهم تفدى عانيها بالمعروف والقسط بين المؤمنين&lt;br /&gt;9 &lt;br /&gt;وبنو النبيت علىربعتهم يتعاقلون معاقلهم الاولى وكل طائفة منهم تفدى عانيها بالمعروف والقسط بين المؤمنين&lt;br /&gt;10&lt;br /&gt;وبنو الاوس علىربعتهم يتعاقلون معاقلهم الاولى وكل طائفة منهم تفدى عانيها بالمعروف والقسط بين المؤمنين&lt;br /&gt;11&lt;br /&gt;وان المؤمنين لايتركون مفرجا بينهم ان يعطوه بالمعروف فى فداء اوعقل.&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;ولا يحالـف مؤمن مولى مؤمن دونه.&lt;br /&gt;13&lt;br /&gt;وان المؤمنين المتقين على من بغى منهم او ابتغى د سيعة ظلم اة اثم اوعدوان او فساد بين المؤمنين وان ايديهم عليه جميعا ولو كان ولد احدهم.&lt;br /&gt;14&lt;br /&gt;ولا يقتل مؤمن مؤمنا فى كافر ولا ينصر كافرا على مؤمن.&lt;br /&gt;15&lt;br /&gt;وان ذمة الله واحدة يحيد عليهم اد ناهم وان المؤمنين يعضهم موالي بعض دون الناس.&lt;br /&gt;16&lt;br /&gt;وانه من تبعنا من يهود فان له النصر والاسوة غير مظلومين ولا متناصر عليهم.&lt;br /&gt;17&lt;br /&gt;وان سلم المؤمنين واحدة لا يسالم مؤمن دون مؤمن في قتال في سبيل الله الا على سواء وعدل بينهم.&lt;br /&gt;18&lt;br /&gt;وان كل غازية غزت معنا يعقب بعضها بعضا.&lt;br /&gt;19&lt;br /&gt;وان المؤمنين يبئ بعضهم على بعض بـمانال دماءهم فىسبيل الله وان المؤمنين والمتقين على احسن هدى واقومه.&lt;br /&gt;20&lt;br /&gt;وانه لايجير مشرك مالا لقر يش ولانفسا ولايحول دونه على مؤمن.&lt;br /&gt;21&lt;br /&gt;وانه من اعتبط مؤمنا قتلا عن بينة فانه قودبه الا ان يرضى ولي المقتول وان المؤمنين عليه كافة ولايحل لهم الاقيام عليه.&lt;br /&gt;22&lt;br /&gt;وانه لا يحل لمؤمن أقر بما فى هذه الصحيفة وآمن بالله واليوم الآخر ان ينصر محدثا ولا يـؤوية وانه من نصره او آواه فان عليه لعنة الله وغضبه يوم القيامة ولايـؤخذ منه صرف ولاعدل.&lt;br /&gt;23&lt;br /&gt;وانكم مهما اختلفتم فيه من شيئ فان مرده الى الله عزوجل والى محمد صلى الله عليه وسلم&lt;br /&gt;24&lt;br /&gt;وان اليهود ينفقون مع المؤمنين ماد اموا محاربين&lt;br /&gt;25&lt;br /&gt;وان يهود بني عوف امة مع المؤمنين لليهود دينهم وللمسلمين دينهم مواليهم وانفسهم الا من ظلم واثم فانه لا يـوتخ الا نفسه واهل بيته.&lt;br /&gt;26&lt;br /&gt;وان ليهود بنى النجار مثل ماليهود بنى عوف&lt;br /&gt;27 &lt;br /&gt;وان ليهود بنى الحرث مثل ماليهود بنى عوف&lt;br /&gt;28 &lt;br /&gt;وان ليهود بنى ساعدة مثل ماليهود بنى عوف&lt;br /&gt;29 &lt;br /&gt;وان ليهود بنى جشم مثل ماليهود بنى عوف&lt;br /&gt;30 &lt;br /&gt;وان ليهود بنى الاوس مثل ماليهود بنى عوف&lt;br /&gt;31&lt;br /&gt;وان ليهود بنى ثعلبة مثل ماليهود بنى عوف الامن ظلم واثم فانه لا يوتخ الانفسه واهل بيته.&lt;br /&gt;32&lt;br /&gt;وان جفنه بطن ثعلبه كأ نفسهم&lt;br /&gt;33&lt;br /&gt;وان لبنى الشطيبة مثل ماليهود بنى عوف وان البر دون الاثم&lt;br /&gt;34&lt;br /&gt;وان موالي ثعلبه كأنفسهم&lt;br /&gt;35&lt;br /&gt;وان بطانة يهود كأنفسهم&lt;br /&gt;36&lt;br /&gt;وانه لا يخرج احدمنهم الا باذن محمد صلىالله عليه وسلم وانه لا ينحجرعلى ثار جرح وانه من فتك فبنفسه فتك واهل بيته الا من ظلم وان الله على ابرهذا.&lt;br /&gt;37&lt;br /&gt;وان على اليهود نفقتهم وعلى المسلمين نفقتهم وان بينهم النصرعلى من حارب اهل هذه الصحيفة وان بينهم النصح والنصيحة والبر دون الاثم وانه لم يأثم امرؤ بـحليفه وان النصر للمظلوم.&lt;br /&gt;38&lt;br /&gt;وان اليهود ينفقون مع المؤمنين مادا موا محاربين.&lt;br /&gt;39&lt;br /&gt;وان يثرب حرام جوفهالاهل هذه الصحيفة.&lt;br /&gt;40&lt;br /&gt;وان الجار كالنفس غير مضار ولااثم.&lt;br /&gt;41&lt;br /&gt;وانه لا تجارحرمة الا باذن اهلها&lt;br /&gt;42&lt;br /&gt;وانه ما كان بين اهل هذه الصحيفة من حدث واشتجار يخاف فساده فان مرده الى الله عزوجل والى محمد صلىالله عليه وسلم وان الله على اتقى ما فى هذه الصحيفة وابره.&lt;br /&gt;43&lt;br /&gt;وانه لاتجار قريش ولا من نصرها&lt;br /&gt;44&lt;br /&gt;وان بينهم النصر على من دهم يثرب.&lt;br /&gt;45&lt;br /&gt;واذا دعوا الى صلح يصالحونه (ويلبسونه) فانهم يصالحونه ويلبسونه وانهم اذا دعوا الى مثل ذلك فانه لهم علىالمؤمنين الا من حارب فى الدين على كل اناس حصتهم من جابنهم الذى قبلهم.&lt;br /&gt;46&lt;br /&gt;وان يهود الاوس مواليهم وانفسهم على مثل مالاهل هذه الصحيفة مع البر الحسن من اهل هذه الصحيفة وان البر دون الاثم.&lt;br /&gt;47&lt;br /&gt;ولا يكسب كاسب الاعلى نفسه وان الله على اصدق فى هذه الصحيفة وابره وانه لا يحول هذا الكتاب دون ظالم وآثم. وانه من خرج آمن ومن قعد آمن بالمدينة الا من ظلم واثم وان الله جار لمن بر واتقى ومحمد رسول الله صلى الله عليه وسلم.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/2010/03/teks-asli-piagam-madinah.html</link><author>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhskRHmQeNfS8WIhJP5lBXTz2RYPIF5D_bGgCiEWXUlWqOpoDp9CZ_XVLpXCYFh-5apP6nP78Wf3DAhIpGEF3tOhAuBKzIgpW1ayl8DmBvcxiI0tefCkZvWLw-tLYKylE_haFGl9ofozzcV/s72-c/muhammad.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978.post-8673145782357300929</guid><pubDate>Fri, 26 Mar 2010 16:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-26T23:06:24.520+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mawaris</category><title>Ilmu Waris</title><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bab II : Waris Dalam Pandangan Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s1600/Ilmu+Faraid.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 65px; height: 99px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s400/Ilmu+Faraid.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452961595882175682" /&gt;&lt;/a&gt;I. Ahli Waris dari Golongan Wanita &lt;br /&gt;Adapun ahli waris dari kaum wanita ada sepuluh: (1) anak perempuan, (2) ibu, (3) anak perempuan (dari keturunan anak laki-laki), (4) nenek (ibu dari ibu),&lt;span class="fullpost"&gt;(5) nenek (ibu dari bapak), (6) saudara kandung perempuan, (7) saudara perempuan seayah, (8) saudara perempuan seibu, (9) istri, (10) perempuan yang memerdekakan budak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cucu perempuan yang dimaksud di atas mencakup pula cicit dan seterusnya, yang penting perempuan dari keturunan anak laki-laki. Demikian pula yang dimaksud dengan nenek --baik ibu dari ibu maupun ibu dari bapak-- dan seterusnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Pembagian Waris Menurut Islam&lt;br /&gt;oleh Muhammad Ali ash-Shabuni&lt;br /&gt;penerjemah A.M.Basamalah&lt;br /&gt;Gema Insani Press, 1995&lt;br /&gt;Jl. Kalibata Utara II No.84 Jakarta 12740&lt;br /&gt;Tel.(021) 7984391-7984392-7988593&lt;br /&gt;Fax.(021) 7984388&lt;br /&gt;ISBN 979-561-321-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/2010/03/ilmu-waris_7575.html</link><author>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s72-c/Ilmu+Faraid.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978.post-8535396287895578812</guid><pubDate>Fri, 26 Mar 2010 16:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-26T23:05:00.125+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mawaris</category><title>Ilmu Waris</title><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bab II : Waris Dalam Pandangan Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s1600/Ilmu+Faraid.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 65px; height: 99px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s400/Ilmu+Faraid.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452961595882175682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;H. Ahli Waris dari Golongan Laki-laki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli waris (yaitu orang yang berhak mendapatkan warisan) dari kaum laki-laki ada lima belas: (1) anak laki-laki, (2) cucu laki-laki (dari anak laki-laki),&lt;span class="fullpost"&gt;(3) bapak, (4) kakek (dari pihak bapak), (5) saudara kandung laki-laki, (6) saudara laki-laki seayah, (7) saudara laki-laki seibu, (8) anak laki-laki dari saudara kandung laki-laki, (9) anak laki-laki dari saudara laki-laki seibu, (10) paman (saudara kandung bapak), (11) paman (saudara bapak seayah), (12) anak laki-laki dari paman (saudara kandung ayah), (13) anak laki-laki paman seayah, (14) suami, (15) laki-laki yang memerdekakan budak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi cucu laki-laki yang disebut sebagai ahli waris di dalamnya tercakup cicit (anak dari cucu) dan seterusnya, yang penting laki-laki dan dari keturunan anak laki-laki. Begitu pula yang dimaksud dengan kakek, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Pembagian Waris Menurut Islam&lt;br /&gt;oleh Muhammad Ali ash-Shabuni&lt;br /&gt;penerjemah A.M.Basamalah&lt;br /&gt;Gema Insani Press, 1995&lt;br /&gt;Jl. Kalibata Utara II No.84 Jakarta 12740&lt;br /&gt;Tel.(021) 7984391-7984392-7988593&lt;br /&gt;Fax.(021) 7984388&lt;br /&gt;ISBN 979-561-321-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/2010/03/ilmu-waris_2768.html</link><author>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s72-c/Ilmu+Faraid.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978.post-910430039421785212</guid><pubDate>Fri, 26 Mar 2010 15:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-26T23:03:29.396+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mawaris</category><title>Ilmu Waris</title><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bab II : Waris Dalam Pandangan Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s1600/Ilmu+Faraid.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 65px; height: 99px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s400/Ilmu+Faraid.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452961595882175682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;G. Penggugur Hak Waris&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggugur hak waris seseorang maksudnya kondisi yang menyebabkan hak waris seseorang menjadi gugur, dalam hal ini ada tiga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Budak&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang berstatus sebagai budak tidak mempunyai hak untuk mewarisi sekalipun dari saudaranya. Sebab segala sesuatu yang dimiliki budak, secara langsung menjadi milik tuannya. Baik budak itu sebagai qinnun (budak murni), mudabbar (budak yang telah dinyatakan merdeka jika tuannya meninggal), atau mukatab (budak yang telah menjalankan perjanjian pembebasan dengan tuannya, dengan persyaratan yang disepakati kedua belah pihak). Alhasil, semua jenis budak merupakan penggugur hak untuk mewarisi dan hak untuk diwarisi disebabkan mereka tidak mempunyai hak milik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Pembunuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang ahli waris membunuh pewaris (misalnya seorang anak membunuh ayahnya), maka ia tidak berhak mendapatkan warisan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Tidaklah seorang pembunuh berhak mewarisi harta orang yang dibunuhnya. "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pemahaman hadits Nabi tersebut lahirlah ungkapan yang sangat masyhur di kalangan fuqaha yang sekaligus dijadikan sebagai kaidah: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Siapa yang menyegerakan agar mendapatkan sesuatu sebelum waktunya, maka dia tidak mendapatkan bagiannya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ada perbedaan di kalangan fuqaha tentang penentuan jenis pembunuhan.&lt;/span&gt; Misalnya, mazhab Hanafi menentukan bahwa pembunuhan yang dapat menggugurkan hak waris adalah semua jenis pembunuhan yang wajib membayar kafarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sedangkan mazhab Maliki berpendapat&lt;/span&gt;, hanya pembunuhan yang disengaja atau yang direncanakan yang dapat menggugurkan hak waris. Mazhab Hambali berpendapat bahwa pembunuhan yang dinyatakan sebagai penggugur hak waris adalah setiap jenis pembunuhan yang mengharuskan pelakunya diqishash, membayar diyat, atau membayar kafarat. Selain itu tidak tergolong sebagai penggugur hak waris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sedangkan menurut mazhab Syafi'i&lt;/span&gt;, pembunuhan dengan segala cara dan macamnya tetap menjadi penggugur hak waris, sekalipun hanya memberikan kesaksian palsu dalam pelaksanaan hukuman rajam, atau bahkan hanya membenarkan kesaksian para saksi lain dalam pelaksanaan qishash atau hukuman mati pada umumnya. Menurut saya, pendapat mazhab Hambali yang paling adil. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Perbedaan Agama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim tidak dapat mewarisi ataupun diwarisi oleh orang non muslim, apa pun agamanya. Hal ini telah ditegaskan Rasulullah saw. dalam sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Tidaklah berhak seorang muslim mewarisi orang kafir, dan tidak pula orang kafir mewarisi muslim." (Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jumhur ulama berpendapat demikian&lt;/span&gt;, termasuk keempat imam mujtahid. Hal ini berbeda dengan pendapat sebagian ulama yang mengaku bersandar pada pendapat Mu'adz bin Jabal r.a. yang mengatakan bahwa seorang muslim boleh mewarisi orang kafir, tetapi tidak boleh mewariskan kepada orang kafir. Alasan mereka adalah bahwa Islam ya'lu walaayu'la 'alaihi (unggul, tidak ada yang mengunggulinya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sebagian ulama ada yang menambahkan satu hal lagi sebagai penggugur hak mewarisi&lt;/span&gt;, yakni murtad. Orang yang telah keluar dari Islam dinyatakan sebagai orang murtad. Dalam hal ini ulama membuat kesepakatan bahwa murtad termasuk dalam kategori perbedaan agama, karenanya orang murtad tidak dapat mewarisi orang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, di kalangan ulama terjadi perbedaan pandangan mengenai kerabat orang yang murtad, apakah dapat mewarisinya ataukah tidak. Maksudnya, bolehkah seorang muslim mewarisi harta kerabatnya yang telah murtad?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Menurut mazhab Maliki, Syafi'i, dan Hambali &lt;/span&gt;(jumhur ulama) bahwa seorang muslim tidak berhak mewarisi harta kerabatnya yang telah murtad. Sebab, menurut mereka, orang yang murtad berarti telah keluar dari ajaran Islam sehingga secara otomatis orang tersebut telah menjadi kafir. Karena itu, seperti ditegaskan Rasulullah saw. dalam haditsnya, bahwa antara muslim dan kafir tidaklah dapat saling mewarisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;menurut mazhab Hanafi, seorang muslim&lt;/span&gt; dapat saja mewarisi harta kerabatnya yang murtad. Bahkan kalangan ulama mazhab Hanafi sepakat mengatakan: "Seluruh harta peninggalan orang murtad diwariskan kepada kerabatnya yang muslim." Pendapat ini diriwayatkan dari Abu Bakar ash-Shiddiq, Ali bin Abi Thalib, Ibnu Mas'ud, dan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Menurut penulis&lt;/span&gt;, pendapat ulama mazhab Hanafi lebih rajih (kuat dan tepat) dibanding yang lainnya, karena harta warisan yang tidak memiliki ahli waris itu harus diserahkan kepada baitulmal. Padahal pada masa sekarang tidak kita temui baitulmal yang dikelola secara rapi, baik yang bertaraf nasional ataupun internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perbedaan antara al-mahrum dan al-mahjub&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ada perbedaan yang sangat halus antara pengertian al-mahrum dan al-mahjub&lt;/span&gt;, yang terkadang membingungkan sebagian orang yang sedang mempelajari faraid. Karena itu, ada baiknya saya jelaskan perbedaan makna antara kedua istilah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang tergolong ke dalam salah satu sebab dari ketiga hal yang dapat menggugurkan hak warisnya, seperti membunuh atau berbeda agama, di kalangan fuqaha dikenal dengan istilah mahrum. Sedangkan mahjub adalah hilangnya hak waris seorang ahli waris disebabkan adanya ahli waris yang lebih dekat kekerabatannya atau lebih kuat kedudukannya. Sebagai contoh, adanya kakek bersamaan dengan adanya ayah, atau saudara seayah dengan adanya saudara kandung. Jika terjadi hal demikian, maka kakek tidak mendapatkan bagian warisannya dikarenakan adanya ahli waris yang lebih dekat kekerabatannya dengan pewaris, yaitu ayah. Begitu juga halnya dengan saudara seayah, ia tidak memperoleh bagian disebabkan adanya saudara kandung pewaris. Maka kakek dan saudara seayah dalam hal ini disebut dengan istilah mahjub. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih memperjelas gambaran tersebut, saya sertakan contoh kasus dari keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Contoh Pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami meninggal dunia dan meninggalkan seorang istri, saudara kandung, dan anak --dalam hal ini, anak kita misalkan sebagai pembunuh. Maka pembagiannya sebagai berikut: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;istri mendapat bagian seperempat harta yang ada, karena pewaris dianggap tidak memiliki anak. Kemudian sisanya, yaitu tiga per empat harta yang ada, menjadi hak saudara kandung sebagai 'ashabah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini anak tidak mendapatkan bagian disebabkan ia sebagai ahli waris yang mahrum. Kalau saja anak itu tidak membunuh pewaris, maka bagian istri seperdelapan, sedangkan saudara kandung tidak mendapatkan bagian disebabkan sebagai ahli waris yang mahjub dengan adanya anak pewaris. Jadi, sisa harta yang ada, yaitu 7/8, menjadi hak sang anak sebagai 'ashabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Contoh Kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang meninggal dunia dan meninggalkan ayah, ibu, serta saudara kandung. Maka saudara kandung tidak mendapatkan warisan dikarenakan ter- mahjub oleh adanya ahli waris yang lebih dekat dan kuat dibandingkan mereka, yaitu ayah pewaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Pembagian Waris Menurut Islam&lt;br /&gt;oleh Muhammad Ali ash-Shabuni&lt;br /&gt;penerjemah A.M.Basamalah&lt;br /&gt;Gema Insani Press, 1995&lt;br /&gt;Jl. Kalibata Utara II No.84 Jakarta 12740&lt;br /&gt;Tel.(021) 7984391-7984392-7988593&lt;br /&gt;Fax.(021) 7984388&lt;br /&gt;ISBN 979-561-321-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/2010/03/ilmu-waris_5196.html</link><author>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s72-c/Ilmu+Faraid.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978.post-804339745295302009</guid><pubDate>Fri, 26 Mar 2010 15:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-26T22:58:30.764+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mawaris</category><title>Ilmu Waris</title><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bab II : Waris Dalam Pandangan Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s1600/Ilmu+Faraid.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 65px; height: 99px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s400/Ilmu+Faraid.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452961595882175682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;F. Syarat Waris&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syarat-syarat waris juga ada tiga:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Meninggalnya seseorang (pewaris) baik secara hakiki maupun secara hukum (misalnya dianggap telah meninggal). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Adanya ahli waris yang hidup secara hakiki pada waktu pewaris meninggal dunia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Seluruh ahli waris diketahui secara pasti, termasuk jumlah bagian masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syarat Pertama: Meninggalnya pewaris&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Yang dimaksud dengan meninggalnya pewaris --baik secara hakiki ataupun secara hukum-- -&lt;/span&gt;ialah bahwa seseorang telah meninggal dan diketahui oleh seluruh ahli warisnya atau sebagian dari mereka, atau vonis yang ditetapkan hakim terhadap seseorang yang tidak diketahui lagi keberadaannya. Sebagai contoh, orang yang hilang yang keadaannya tidak diketahui lagi secara pasti, sehingga hakim memvonisnya sebagai orang yang telah meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini harus diketahui secara pasti, karena bagaimanapun keadaannya, manusia yang masih hidup tetap dianggap mampu untuk mengendalikan seluruh harta miliknya. Hak kepemilikannya tidak dapat diganggu gugat oleh siapa pun, kecuali setelah ia meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syarat Kedua: Masih hidupnya para ahli waris&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Maksudnya,&lt;/span&gt; pemindahan hak kepemilikan dari pewaris harus kepada ahli waris yang secara syariat benar-benar masih hidup, sebab orang yang sudah mati tidak memiliki hak untuk mewarisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sebagai contoh&lt;/span&gt;, jika dua orang atau lebih dari golongan yang berhak saling mewarisi meninggal dalam satu peristiwa --atau dalam keadaan yang berlainan tetapi tidak diketahui mana yang lebih dahulu meninggal-- maka di antara mereka tidak dapat saling mewarisi harta yang mereka miliki ketika masih hidup. Hal seperti ini oleh kalangan fuqaha digambarkan seperti orang yang sama-sama meninggal dalam suatu kecelakaan kendaraan, tertimpa puing, atau tenggelam. Para fuqaha menyatakan, mereka adalah golongan orang yang tidak dapat saling mewarisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syarat Ketiga: Diketahuinya posisi para ahli waris &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini posisi para ahli waris hendaklah diketahui secara pasti, misalnya suami, istri, kerabat, dan sebagainya, sehingga pembagi mengetahui dengan pasti jumlah bagian yang harus diberikan kepada masing-masing ahli waris. Sebab, dalam hukum waris perbedaan jauh-dekatnya kekerabatan akan membedakan jumlah yang diterima. Misalnya, kita tidak cukup hanya mengatakan bahwa seseorang adalah saudara sang pewaris. Akan tetapi harus dinyatakan apakah ia sebagai saudara kandung, saudara seayah, atau saudara seibu. Mereka masing-masing mempunyai hukum bagian, ada yang berhak menerima warisan karena sebagai ahlul furudh, ada yang karena 'ashabah, ada yang terhalang hingga tidak mendapatkan warisan (mahjub), serta ada yang tidak terhalang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Pembagian Waris Menurut Islam&lt;br /&gt;oleh Muhammad Ali ash-Shabuni&lt;br /&gt;penerjemah A.M.Basamalah&lt;br /&gt;Gema Insani Press, 1995&lt;br /&gt;Jl. Kalibata Utara II No.84 Jakarta 12740&lt;br /&gt;Tel.(021) 7984391-7984392-7988593&lt;br /&gt;Fax.(021) 7984388&lt;br /&gt;ISBN 979-561-321-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/2010/03/ilmu-waris_1080.html</link><author>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s72-c/Ilmu+Faraid.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978.post-6137390584791281416</guid><pubDate>Fri, 26 Mar 2010 15:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-26T22:54:58.533+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mawaris</category><title>Ilmu Waris</title><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bab II : Waris Dalam Pandangan Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s1600/Ilmu+Faraid.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 65px; height: 99px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s400/Ilmu+Faraid.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452961595882175682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;E. Rukun Waris&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rukun waris ada tiga:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Pewaris&lt;/span&gt;, yakni orang yang meninggal dunia, dan ahli warisnya berhak untuk mewarisi harta peninggalannya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Ahli waris&lt;/span&gt;, yaitu mereka yang berhak untuk menguasai atau menerima harta peninggalan pewaris dikarenakan adanya ikatan kekerabatan (nasab) atau ikatan pernikahan, atau lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Harta warisan&lt;/span&gt;, yaitu segala jenis benda atau kepemilikan yang ditinggalkan pewaris, baik berupa uang, tanah, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Pembagian Waris Menurut Islam&lt;br /&gt;oleh Muhammad Ali ash-Shabuni&lt;br /&gt;penerjemah A.M.Basamalah&lt;br /&gt;Gema Insani Press, 1995&lt;br /&gt;Jl. Kalibata Utara II No.84 Jakarta 12740&lt;br /&gt;Tel.(021) 7984391-7984392-7988593&lt;br /&gt;Fax.(021) 7984388&lt;br /&gt;ISBN 979-561-321-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/2010/03/ilmu-waris_639.html</link><author>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s72-c/Ilmu+Faraid.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978.post-5254886301980296352</guid><pubDate>Fri, 26 Mar 2010 15:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-26T22:48:07.692+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mawaris</category><title>Ilmu Waris</title><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bab II : Waris Dalam Pandangan Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s1600/Ilmu+Faraid.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 65px; height: 99px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s400/Ilmu+Faraid.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452961595882175682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C. Bentuk-bentuk Waris&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hak waris secara fardh (yang telah ditentukan bagiannya). &lt;br /&gt;2. Hak waris secara 'ashabah (kedekatan kekerabatan dari pihak ayah). &lt;br /&gt;3. Hak waris secara tambahan. &lt;br /&gt;4. Hak waris secara pertalian rahim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian berikutnya butir-butir tersebut akan saya jelas secara detail.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;D. Sebab-sebab Adanya Hak Waris&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ada tiga sebab yang menjadikan seseorang mendapatkan hak waris:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kerabat hakiki (yang ada ikatan nasab)&lt;/span&gt;, seperti kedua orang tua, anak, saudara, paman, dan seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Pernikahan&lt;/span&gt;, yaitu terjadinya akad nikah secara legal (syar'i) antara seorang laki-laki dan perempuan, sekalipun belum atau tidak terjadi hubungan intim (bersanggama) antar keduanya. Adapun pernikahan yang batil atau rusak, tidak bisa menjadi sebab untuk mendapatkan hak waris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Al-Wala&lt;/span&gt;, yaitu kekerabatan karena sebab hukum. Disebut juga wala al-'itqi dan wala an-ni'mah. Yang menjadi penyebab adalah kenikmatan pembebasan budak yang dilakukan seseorang. Maka dalam hal ini orang yang membebaskannya mendapat kenikmatan berupa kekerabatan (ikatan) yang dinamakan wala al-'itqi. Orang yang membebaskan budak berarti telah mengembalikan kebebasan dan jati diri seseorang sebagai manusia. Karena itu Allah SWT menganugerahkan kepadanya hak mewarisi terhadap budak yang dibebaskan, bila budak itu tidak memiliki ahli waris yang hakiki, baik adanya kekerabatan (nasab) ataupun karena adanya tali pernikahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Pembagian Waris Menurut Islam&lt;br /&gt;oleh Muhammad Ali ash-Shabuni&lt;br /&gt;penerjemah A.M.Basamalah&lt;br /&gt;Gema Insani Press, 1995&lt;br /&gt;Jl. Kalibata Utara II No.84 Jakarta 12740&lt;br /&gt;Tel.(021) 7984391-7984392-7988593&lt;br /&gt;Fax.(021) 7984388&lt;br /&gt;ISBN 979-561-321-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/2010/03/ilmu-waris_9804.html</link><author>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s72-c/Ilmu+Faraid.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978.post-754044856282347786</guid><pubDate>Fri, 26 Mar 2010 15:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-26T22:44:17.529+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mawaris</category><title>Ilmu Waris</title><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bab II : Waris Dalam Pandangan Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s1600/Ilmu+Faraid.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 65px; height: 99px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s400/Ilmu+Faraid.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452961595882175682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B. Derajat Ahli Waris&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara ahli waris yang satu dan lainnya ternyata mempunyai perbedaan derajat dan urutan. Berikut ini akan disebutkan berdasarkan urutan dan derajatnya:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Ashhabul furudh&lt;/span&gt;. Golongan inilah yang pertama diberi bagian harta warisan. Mereka adalah orang-orang yang telah ditentukan bagiannya dalam Al-Qur'an, As-Sunnah, dan ijma'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Ashabat nasabiyah&lt;/span&gt;. Setelah ashhabul furudh, barulah ashabat nasabiyah menerima bagian. Ashabat nasabiyah yaitu setiap kerabat (nasab) pewaris yang menerima sisa harta warisan yang telah dibagikan. Bahkan, jika ternyata tidak ada ahli waris lainnya, ia berhak mengambil seluruh harta peninggalan. Misalnya anak laki-laki pewaris, cucu dari anak laki-laki pewaris, saudara kandung pewaris, paman kandung, dan seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Penambahan bagi ashhabul furudh sesuai bagian (kecuali suami istri)&lt;/span&gt;. Apabila harta warisan yang telah dibagikan kepada semua ahli warisnya masih juga tersisa, maka hendaknya diberikan kepada ashhabul furudh masing-masing sesuai dengan bagian yang telah ditentukan. Adapun suami atau istri tidak berhak menerima tambahan bagian dari sisa harta yang ada. Sebab hak waris bagi suami atau istri disebabkan adanya ikatan pernikahan, sedangkan kekerabatan karena nasab lebih utama mendapatkan tambahan dibandingkan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Mewariskan kepada kerabat&lt;/span&gt;. Yang dimaksud kerabat di sini ialah kerabat pewaris yang masih memiliki kaitan rahim --tidak termasuk ashhabul furudh juga 'ashabah. Misalnya, paman (saudara ibu), bibi (saudara ibu), bibi (saudara ayah), cucu laki-laki dari anak perempuan, dan cucu perempuan dari anak perempuan. Maka, bila pewaris tidak mempunyai kerabat sebagai ashhabul furudh, tidak pula 'ashabah, para kerabat yang masih mempunyai ikatan rahim dengannya berhak untuk mendapatkan warisan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Tambahan hak waris bagi suami atau istri&lt;/span&gt;. Bila pewaris tidak mempunyai ahli waris yang termasuk ashhabul furudh dan 'ashabah, juga tidak ada kerabat yang memiliki ikatan rahim, maka harta warisan tersebut seluruhnya menjadi milik suami atau istri. Misalnya, seorang suami meninggal tanpa memiliki kerabat yang berhak untuk mewarisinya, maka istri mendapatkan bagian seperempat dari harta warisan yang ditinggalkannya, sedangkan sisanya merupakan tambahan hak warisnya. Dengan demikian, istri memiliki seluruh harta peninggalan suaminya. Begitu juga sebaliknya suami terhadap harta peninggalan istri yang meninggal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Ashabah karena sebab&lt;/span&gt;. Yang dimaksud para 'ashabah karena sebab ialah orang-orang yang memerdekakan budak (baik budak laki-laki maupun perempuan). Misalnya, seorang bekas budak meninggal dan mempunyai harta warisan, maka orang yang pernah memerdekakannya termasuk salah satu ahli warisnya, dan sebagai 'ashabah. Tetapi pada masa kini sudah tidak ada lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Orang yang diberi wasiat lebih dari sepertiga harta pewaris&lt;/span&gt;. Yang dimaksud di sini ialah orang lain, artinya bukan salah seorang dan ahli waris. Misalnya, seseorang meninggal dan mempunyai sepuluh anak. Sebelum meninggal ia terlebih dahulu memberi wasiat kepada semua atau sebagian anaknya agar memberikan sejumlah hartanya kepada seseorang yang bukan termasuk salah satu ahli warisnya. Bahkan mazhab Hanafi dan Hambali berpendapat boleh memberikan seluruh harta pewaris bila memang wasiatnya demikian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Baitulmal (kas negara)&lt;/span&gt;. Apabila seseorang yang meninggal tidak mempunyai ahli waris ataupun kerabat --seperti yang saya jelaskan-- maka seluruh harta peninggalannya diserahkan kepada baitulmal untuk kemaslahatan umum &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Pembagian Waris Menurut Islam&lt;br /&gt;oleh Muhammad Ali ash-Shabuni&lt;br /&gt;penerjemah A.M.Basamalah&lt;br /&gt;Gema Insani Press, 1995&lt;br /&gt;Jl. Kalibata Utara II No.84 Jakarta 12740&lt;br /&gt;Tel.(021) 7984391-7984392-7988593&lt;br /&gt;Fax.(021) 7984388&lt;br /&gt;ISBN 979-561-321-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/2010/03/ilmu-waris_1222.html</link><author>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s72-c/Ilmu+Faraid.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978.post-1975900964288229652</guid><pubDate>Fri, 26 Mar 2010 15:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-26T22:40:19.856+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mawaris</category><title/><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bab II : Waris Dalam Pandangan Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s1600/Ilmu+Faraid.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 65px; height: 99px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s400/Ilmu+Faraid.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452961595882175682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A. Definisi Waris&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Al-miirats,&lt;/span&gt; dalam bahasa Arab adalah bentuk mashdar (infinitif) dari kata &lt;span style="font-style:italic;"&gt;waritsa-yaritsu-irtsan-miiraatsan&lt;/span&gt;. Maknanya menurut bahasa ialah 'berpindahnya sesuatu dari seseorang kepada orang lain', atau dari suatu kaum kepada kaum lain.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian menurut bahasa ini tidaklah terbatas hanya pada hal-hal yang berkaitan dengan harta, tetapi mencakup harta benda dan non harta benda. Ayat-ayat Al-Qur'an banyak menegaskan hal ini, demikian pula sabda Rasulullah saw.. Di antaranya Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Dan Sulaiman telah mewarisi Daud ..." (an-Naml: 16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"... Dan Kami adalah pewarisnya." (al-Qashash: 58)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selain itu kita dapati dalam hadits Nabi saw.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ulama adalah ahli waris para nabi'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sedangkan makna al-miirats menurut istilah yang dikenal para ulama &lt;/span&gt;ialah berpindahnya hak kepemilikan dari orang yang meninggal kepada ahli warisnya yang masih hidup, baik yang ditinggalkan itu berupa harta (uang), tanah, atau apa saja yang berupa hak milik legal secara syar'i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengertian Peninggalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian peninggalan yang dikenal di kalangan fuqaha ialah segala sesuatu yang ditinggalkan pewaris, baik berupa harta (uang) atau lainnya. Jadi, pada prinsipnya segala sesuatu yang ditinggalkan oleh orang yang meninggal dinyatakan sebagai peninggalan. Termasuk di dalamnya bersangkutan dengan utang piutang, baik utang piutang itu berkaitan dengan pokok hartanya (seperti harta yang berstatus gadai), atau utang piutang yang berkaitan dengan kewajiban pribadi yang mesti ditunaikan (misalnya pembayaran kredit atau mahar yang belum diberikan kepada istrinya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hak-hak yang Berkaitan dengan Harta Peninggalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sederetan hak yang harus ditunaikan yang ada kaitannya dengan harta peninggalan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.&lt;/span&gt; Semua keperluan dan pembiayaan pemakaman pewaris hendaknya menggunakan harta miliknya, dengan catatan tidak boleh berlebihan. Keperluan-keperluan pemakaman tersebut menyangkut segala sesuatu yang dibutuhkan mayit, sejak wafatnya hingga pemakamannya. Di antaranya, biaya memandikan, pembelian kain kafan, biaya pemakaman, dan sebagainya hingga mayit sampai di tempat peristirahatannya yang terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang perlu untuk diketahui dalam hal ini ialah bahwa segala keperluan tersebut akan berbeda-beda tergantung perbedaan keadaan mayit, baik dari segi kemampuannya maupun dari jenis kelaminnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.&lt;/span&gt; Hendaklah utang piutang yang masih ditanggung pewaris ditunaikan terlebih dahulu. Artinya, seluruh harta peninggalan pewaris tidak dibenarkan dibagikan kepada ahli warisnya sebelum utang piutangnya ditunaikan terlebih dahulu. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Jiwa (ruh) orang mukmin bergantung pada utangnya hingga ditunaikan."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Maksud hadits ini&lt;/span&gt; adalah utang piutang yang bersangkutan dengan sesama manusia. Adapun jika utang tersebut berkaitan dengan Allah SWT, seperti belum membayar zakat, atau belum menunaikan nadzar, atau belum memenuhi kafarat (denda), maka di kalangan ulama ada sedikit perbedaan pandangan. Kalangan ulama mazhab Hanafi berpendapat bahwa ahli warisnya tidaklah diwajibkan untuk menunaikannya. Sedangkan jumhur ulama berpendapat wajib bagi ahli warisnya untuk menunaikannya sebelum harta warisan (harta peninggalan) pewaris dibagikan kepada para ahli warisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan ulama mazhab Hanafi beralasan bahwa menunaikan hal-hal tersebut merupakan ibadah, sedangkan kewajiban ibadah gugur jika seseorang telah meninggal dunia. Padahal, menurut mereka, pengamalan suatu ibadah harus disertai dengan niat dan keikhlasan, dan hal itu tidak mungkin dapat dilakukan oleh orang yang sudah meninggal. Akan tetapi, meskipun kewajiban tersebut dinyatakan telah gugur bagi orang yang sudah meninggal, ia tetap akan dikenakan sanksi kelak pada hari kiamat sebab ia tidak menunaikan kewajiban ketika masih hidup. Hal ini tentu saja merupakan keputusan Allah SWT. Pendapat mazhab ini, menurut saya, tentunya bila sebelumnya mayit tidak berwasiat kepada ahli waris untuk membayarnya. Namun, bila sang mayit berwasiat, maka wajib bagi ahli waris untuk menunaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan jumhur ulama yang menyatakan bahwa ahli waris wajib untuk menunaikan utang pewaris terhadap Allah beralasan bahwa hal tersebut sama saja seperti utang kepada sesama manusia. Menurut jumhur ulama, hal ini merupakan amalan yang tidak memerlukan niat karena bukan termasuk ibadah mahdhah, tetapi termasuk hak yang menyangkut harta peninggalan pewaris. Karena itu wajib bagi ahli waris untuk menunaikannya, baik pewaris mewasiatkan ataupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan menurut pandangan ulama mazhab Syafi'i hal tersebut wajib ditunaikan sebelum memenuhi hak yang berkaitan dengan hak sesama hamba. Sedangkan mazhab Maliki berpendapat bahwa hak yang berhubungan dengan Allah wajib ditunaikan oleh ahli warisnya sama seperti mereka diwajibkan menunaikan utang piutang pewaris yang berkaitan dengan hak sesama hamba. Hanya saja mazhab ini lebih mengutamakan agar mendahulukan utang yang berkaitan dengan sesama hamba daripada utang kepada Allah. Sementara itu, ulama mazhab Hambali menyamakan antara utang kepada sesama hamba dengan utang kepada Allah. Keduanya wajib ditunaikan secara bersamaan sebelum seluruh harta peninggalan pewaris dibagikan kepada setiap ahli waris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.&lt;/span&gt; Wajib menunaikan seluruh wasiat pewaris selama tidak melebihi jumlah sepertiga dari seluruh harta peninggalannya. Hal ini jika memang wasiat tersebut diperuntukkan bagi orang yang bukan ahli waris, serta tidak ada protes dari salah satu atau bahkan seluruh ahli warisnya. Adapun penunaian wasiat pewaris dilakukan setelah sebagian harta tersebut diambil untuk membiayai keperluan pemakamannya, termasuk diambil untuk membayar utangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ternyata wasiat pewaris melebihi sepertiga dari jumlah harta yang ditinggalkannya, maka wasiatnya tidak wajib ditunaikan kecuali dengan kesepakatan semua ahli warisnya. Hal ini berlandaskan sabda Rasulullah saw. ketika menjawab pertanyaan Sa'ad bin Abi Waqash r.a. --pada waktu itu Sa'ad sakit dan berniat menyerahkan seluruh harta yang dimilikinya ke baitulmal. Rasulullah saw. bersabda: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"... Sepertiga, dan sepertiga itu banyak. Sesungguhnya bila engkau meninggalkan para ahli warismu dalam keadaan kaya itu lebih baik daripada meninggalkan mereka dalam kemiskinan hingga meminta-minta kepada orang.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4.&lt;/span&gt; Setelah itu barulah seluruh harta peninggalan pewaris dibagikan kepada para ahli warisnya sesuai ketetapan Al-Qur'an, As-Sunnah, dan kesepakatan para ulama (ijma'). Dalam hal ini dimulai dengan memberikan warisan kepada ashhabul furudh (ahli waris yang telah ditentukan jumlah bagiannya, misalnya ibu, ayah, istri, suami, dan lainnya), kemudian kepada para 'ashabah (kerabat mayit yang berhak menerima sisa harta waris --jika ada-- setelah ashhabul furudh menerima bagian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ayat waris, wasiat memang lebih dahulu disebutkan daripada soal utang piutang. Padahal secara syar'i, persoalan utang piutang hendaklah terlebih dahulu diselesaikan, baru kemudian melaksanakan wasiat. Oleh karena itu, didahulukannya penyebutan wasiat tentu mengandung hikmah, diantaranya agar ahli waris menjaga dan benar-benar melaksanakannya. Sebab wasiat tidak ada yang menuntut hingga kadang-kadang seseorang enggan menunaikannya. Hal ini tentu saja berbeda dengan utang piutang. Itulah sebabnya wasiat lebih didahulukan penyebutannya dalam susunan ayat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Pembagian Waris Menurut Islam&lt;br /&gt;oleh Muhammad Ali ash-Shabuni&lt;br /&gt;penerjemah A.M.Basamalah&lt;br /&gt;Gema Insani Press, 1995&lt;br /&gt;Jl. Kalibata Utara II No.84 Jakarta 12740&lt;br /&gt;Tel.(021) 7984391-7984392-7988593&lt;br /&gt;Fax.(021) 7984388&lt;br /&gt;ISBN 979-561-321-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/2010/03/bab-ii-waris-dalam-pandangan-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s72-c/Ilmu+Faraid.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978.post-8372713381729282676</guid><pubDate>Fri, 26 Mar 2010 15:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-26T22:35:38.905+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mawaris</category><title>Ilmu Waris</title><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bab II : Waris Dalam Pandangan Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s1600/Ilmu+Faraid.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 65px; height: 99px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s400/Ilmu+Faraid.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452961595882175682" /&gt;&lt;/a&gt;SYARIAT Islam menetapkan aturan waris dengan bentuk yang sangat teratur dan adil. Di dalamnya ditetapkan hak kepemilikan harta bagi setiap manusia, baik laki-laki maupun perempuan dengan cara yang legal. Syariat Islam juga menetapkan hak pemindahan kepemilikan seseorang sesudah meninggal dunia kepada ahli warisnya, dari seluruh kerabat dan nasabnya, tanpa membedakan antara laki-laki dan perempuan, besar atau kecil.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur'an menjelaskan dan merinci secara detail hukum-hukum yang berkaitan dengan hak kewarisan tanpa mengabaikan hak seorang pun. Bagian yang harus diterima semuanya dijelaskan sesuai kedudukan nasab terhadap pewaris, apakah dia sebagai anak, ayah, istri, suami, kakek, ibu, paman, cucu, atau bahkan hanya sebatas saudara seayah atau seibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Al-Qur'an merupakan acuan utama hukum dan penentuan pembagian waris, sedangkan ketetapan tentang kewarisan yang diambil dari hadits Rasulullah saw. dan ijma' para ulama sangat sedikit. Dapat dikatakan bahwa dalam hukum dan syariat Islam sedikit sekali ayat Al-Qur'an yang merinci suatu hukum secara detail dan rinci, kecuali hukum waris ini. Hal demikian disebabkan kewarisan merupakan salah satu bentuk kepemilikan yang legal dan dibenarkan AlIah SWT. Di samping bahwa harta merupakan tonggak penegak kehidupan baik bagi individu maupun kelompok masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Pembagian Waris Menurut Islam&lt;br /&gt;oleh Muhammad Ali ash-Shabuni&lt;br /&gt;penerjemah A.M.Basamalah&lt;br /&gt;Gema Insani Press, 1995&lt;br /&gt;Jl. Kalibata Utara II No.84 Jakarta 12740&lt;br /&gt;Tel.(021) 7984391-7984392-7988593&lt;br /&gt;Fax.(021) 7984388&lt;br /&gt;ISBN 979-561-321-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/2010/03/ilmu-waris_933.html</link><author>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s72-c/Ilmu+Faraid.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978.post-4439929817952927832</guid><pubDate>Fri, 26 Mar 2010 15:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-26T22:33:14.818+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mawaris</category><title>Ilmu Waris</title><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bab I : Ayat-ayat Waris&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s1600/Ilmu+Faraid.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 65px; height: 99px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s400/Ilmu+Faraid.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452961595882175682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;D. Kajian terhadap Ayat-ayat Waris&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah yang artinya "bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan," menunjukkan hukum-hukum sebagai berikut:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apabila pewaris (orang yang meninggal) hanya mempunyai seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan, maka harta peninggalannya dibagi untuk keduanya. Anak laki-laki mendapat dua bagian, sedangkan anak perempuan satu bagian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apabila ahli waris berjumlah banyak, terdiri dari anak laki-laki dan anak perempuan, maka bagian untuk laki-laki dua kali lipat bagian anak perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apabila bersama anak (sebagai ahli waris) ada juga ashhabul furudh, seperti suami atau istri, ayah atau ibu, maka yang harus diberi terlebih dahulu adalah ashhabul furudh. Setelah itu barulah sisa harta peninggalan yang ada dibagikan kepada anak. Bagi anak laki-laki dua bagian, sedangkan bagi anak perempuan satu bagian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Apabila pewaris hanya meninggalkan satu anak laki-laki, maka anak tersebut mewarisi seluruh harta peninggalan. Meskipun ayat yang ada tidak secara sharih (tegas) menyatakan demikian, namun pemahaman seperti ini dapat diketahui dari kedua ayat yang ada. Bunyi penggalan ayat yang dikutip sebelumnya (Butir 1) rnenunjukkan bahwa bagian laki-laki adalah dua kali lipat bagian anak perempuan. Kemudian dilanjutkan dengan kalimat (artinya) "jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta". Dari kedua penggalan ayat itu dapat ditarik kesimpulan bahwa bila ahli waris hanya terdiri dari seorang anak laki-laki, maka ia mendapatkan seluruh harta peninggalan pewaris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Adapun bagian keturunan dari anak laki-laki (cucu pewaris), jumlah bagian mereka sama seperti anak, apabila sang anak tidak ada (misalnya meninggal terlebih dahulu). Sebab penggalan ayat (artinya) "Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu", mencakup keturunan anak kandung. Inilah ketetapan yang telah menjadi ijma'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum bagian kedua orang tua. Firman Allah (artinya): "Dan untuk dua orang ibu-hapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam." Penggalan ayat ini menunjukkan hukum-hukum sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ayah dan ibu masing-masing mendapatkan seperenam bagian apabila yang meninggal mempunyai keturunan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apabila pewaris tidak mempunyai keturunan, maka ibunya mendapat bagian sepertiga dari harta yang ditinggalkan. Sedangkan sisanya, yakni dua per tiga menjadi bagian ayah. Hal ini dapat dipahami dari redaksi ayat yang hanya menyebutkan bagian ibu, yaitu sepertiga, sedangkan bagian ayah tidak disebutkan. Jadi, pengertiannya, sisanya merupakan bagian ayah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jika selain kedua orang tua, pewaris mempunyai saudara (dua orang atau lebih), maka ibunya mendapat seperenam bagian. Sedangkan ayah mendapatkan lima per enamnya. Adapun saudara-saudara itu tidaklah mendapat bagian harta waris dikarenakan adanya bapak, yang dalam aturan hukum waris dalam Islam dinyatakan sebagai hajib (penghalang). Jika misalnya muncul pertanyaan apa hikmah dari penghalangan saudara pewaris terhadap ibu mereka --artinya bila tanpa adanya saudara (dua orang atau lebih) ibu mendapat sepertiga bagian, sedangkan jika ada saudara kandung pewaris ibu hanya mendapatkan seperenam bagian? Jawabannya, hikmah adanya hajib tersebut dikarenakan ayahlah yang menjadi wali dalam pernikahan mereka, dan wajib memberi nafkah mereka. Sedangkan ibu tidaklah demikian. Jadi, kebutuhannya terhadap harta lebih besar dan lebih banyak dibandingkan ibu, yang memang tidak memiliki kewajiban untuk membiayai kehidupan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketiga:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utang orang yang meninggal lebih didahulukan daripada wasiat. Firman Allah (artinya) "sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya." Secara zhahir wasiat harus didahulukan ketimbang membayar utang orang yang meninggal. Namun, secara hakiki, utanglah yang mesti terlebih dahulu ditunaikan. Jadi, utang-utang pewaris terlebih dahulu ditunaikan, kemudian barulah melaksanakan wasiat bila memang ia berwasiat sebelum meninggal. Inilah yang diamalkan Rasulullah saw..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib: "Sesungguhnya kalian telah membaca firman Allah [tulisan Arab] dan Rasulullah telah menetapkan dengan menunaikan utang-utang orang yang meninggal, lalu barulah melaksanakan wasiatnya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah mendahulukan pembayaran utang dibandingkan melaksanakan wasiat adalah karena utang merupakan keharusan yang tetap ada pada pundak orang yang utang, baik ketika ia masih hidup ataupun sesudah mati. Selain itu, utang tersebut akan tetap dituntut oleh orang yang mempiutanginya, sehingga bila yang berutang meninggal, yang mempiutangi akan menuntut para ahli warisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan wasiat hanyalah suatu amalan sunnah yang dianjurkan, kalaupun tidak ditunaikan tidak akan ada orang yang menuntutnya. Di sisi lain, agar manusia tidak melecehkan wasiat dan jiwa manusia tidak menjadi kikir (khususnya para ahli waris), maka Allah SWT mendahulukan penyebutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keempat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah (artinya) "orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu." Penggalan ayat ini dengan tegas memberi isyarat bahwa Allah yang berkompeten dan paling berhak untuk mengatur pembagian harta warisan. Hal ini tidak diserahkan kepada manusia, siapa pun orangnya, cara ataupun aturan pembagiannya, karena bagaimanapun bentuk usaha manusia untuk mewujudkan keadilan tidaklah akan mampu melaksanakannya secara sempurna. Bahkan tidak akan dapat merealisasikan pembagian yang adil seperti yang telah ditetapkan dalam ayat-ayat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia tidak akan tahu manakah di antara orang tua dan anak yang lebih dekat atau lebih besar kemanfaatannya terhadap seseorang, tetapi Allah, Maha Suci Dzat-Nya, Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Pembagian yang ditentukan-Nya pasti adil. Bila demikian, siapakah yang dapat membuat aturan dan undang-undang yang lebih baik, lebih adil, dan lebih relevan bagi umat manusia dan kemanusiaan selain Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kelima:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah (artinya) "Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar utang-utangmu." Penggalan ayat tersebut menjelaskan tentang hukum waris bagi suami dan istri. Bagi suami atau istri masing-masing mempunyai dua cara pembagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagian suami:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apabila seorang istri meninggal dan tidak mempunyai keturunan (anak), maka suami mendapat bagian separo dari harta yang ditinggalkan istrinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apabila seorang istri meninggal dan ia mempunyai keturunan (anak), maka suami mendapat bagian seperempat dari harta yang ditinggalkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagian istri:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apabila seorang suami meninggal dan dia tidak mempunyai anak (keturunan), maka bagian istri adalah seperempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apabila seorang suami meninggal dan dia mempunyai anak (keturunan), maka istri mendapat bagian seperdelapan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keenam:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum yang berkenaan dengan hak waris saudara laki-laki atau saudara perempuan seibu. Firman-Nya (artinya): "Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan, yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar utangnya dengan tidak memberi mudarat (kepada ahli waris). " &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud ikhwah (saudara) dalam penggalan ayat ini (an-Nisa': 12) adalah saudara laki-laki atau saudara perempuan "seibu lain ayah". Jadi, tidak mencakup saudara kandung dan tidak pula saudara laki-laki atau saudara perempuan "seayah lain ibu". Pengertian inilah yang disepakati oleh ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang dijadikan dalil oleh ulama ialah bahwa Allah SWT telah menjelaskan --dalam firman-Nya-- tentang hak waris saudara dari pewaris sebanyak dua kali. Yang pertama dalam ayat ini, dan yang kedua pada akhir surat an-Nisa'. Dalam ayat yang disebut terakhir ini, bagi satu saudara mendapat seperenam bagian, sedangkan bila jumlah saudaranya banyak maka mendapatkan sepertiga dari harta peninggalan dan dibagi secara rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, ayat akhir surat an-Nisa' menjelaskan bahwa saudara perempuan, jika sendirian, mendapat separo harta peninggalan, sedangkan bila dua atau lebih ia mendapat bagian dua per tiga. Oleh karenanya, pengertian istilah ikhwah dalam ayat ini harus dibedakan dengan pengertian ikhwah yang terdapat dalam ayat akhir surat an-Nisa' untuk meniadakan pertentangan antara dua ayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, karena saudara kandung atau saudara seayah kedudukannya lebih dekat --dalam urutan nasab-- dibandingkan saudara seibu, maka Allah menetapkan bagian keduanya lebih besar dibandingkan saudara seibu. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa pengertian kata ikhwah dalam ayat tersebut (an-Nisa': 12) adalah 'saudara seibu', sedangkan untuk kata yang sama di dalam akhir surat an-Nisa' memiliki pengertian 'saudara kandung' atau 'saudara seayah'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rincian Beberapa Keadaan Bagian Saudara Seibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Apabila seseorang meninggal dan mempunyai satu orang saudara laki-laki seibu atau satu orang saudara perempuan seibu, maka bagian yang diperolehnya adalah seperenam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jika yang meninggal mempunyai saudara seibu dua orang atau lebih, mereka mendapatkan dua per tiga bagian dan dibagi secara rata. Sebab yang zhahir dari firman-Nya [tulisan Arab] menunjukkan adanya keharusan untuk dibagi dengan rata sama besar-kecilnya. Jadi, saudara laki-laki mendapat bagian yang sama dengan bagian saudara perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Makna Kalaalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengertian kalaalah ialah seseorang meninggal tanpa memiliki ayah ataupun keturunan; atau dengan kata lain dia tidak mempunyai pokok dan cabang. Kata kalaalah diambil dari kata al-kalla yang bermakna 'lemah'. Kata ini misalnya digunakan dalam kalimat kalla ar-rajulu, yang artinya 'apabila orang itu lemah dan hilang kekuatannya'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama sepakat (ijma') bahwa kalaalah ialah seseorang yang mati namun tidak mempunyai ayah dan tidak memiliki keturunan. Diriwayatkan dari Abu Bakar ash-Shiddiq r.a., ia berkata: "Saya mempunyai pendapat mengenai kalaalah. Apabila pendapat saya ini benar maka hanyalah dari Allah semata dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Adapun bila pendapat ini salah, maka karena dariku dan dari setan, dan Allah terbebas dari kekeliruan tersebut. Menurut saya, Kalaalah adalah orang yang meninggal yang tidak mempunyai ayah dan anak. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketujuh:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah (artinya) "sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sudah dibayar utangnya dengan tidak membebani mudarat (kepada ahli waris)". Ayat tersebut menunjukkan dengan tegas bahwa apabila wasiat dan utang nyata-nyata mengandung kemudaratan, maka wajib untuk tidak dilaksanakan. Dampak negatif mengenai wasiat yang dimaksudkan di sini, misalnya, seseorang yang berwasiat untuk menyedekahkan hartanya lebih dari sepertiga. Sedangkan utang yang dimaksud berdampak negatif, misalnya seseorang yang mengakui mempunyai utang padahal sebenamya ia tidak berutang. Jadi, baik wasiat atau utang yang dapat menimbulkan mudarat (berdampak negatif) pada ahli waris tidak wajib dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hukum Keadaan Saudara Kandung atau Seayah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT dalam surat an-Nisa': 176 mengisyaratkan adanya beberapa keadaan tentang bagian saudara kandung atau saudara seayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apabila seseorang meninggal dan hanya mempunyai satu orang saudara kandung perempuan ataupun seayah, maka ahli waris mendapat separo harta peninggalan, bila ternyata pewaris (yang meninggal) tidak mempunyai ayah atau anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apabila pewaris mempunyai dua orang saudara kandung perempuan atau seayah ke atas, dan tidak mempunyai ayah atau anak, maka bagian ahli waris adalah dua per tiga dibagi secara rata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apabila pewaris mempunyai banyak saudara kandung laki-laki dan saudara kandung perempuan atau seayah, maka bagi ahli waris yang laki-laki mendapatkan dua kali bagian saudara perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Apabila seorang saudara kandung perempuan meninggal, dan ia tidak mempunyai ayah atau anak, maka seluruh harta peninggalannya menjadi bagian saudara kandung laki-lakinya. Apabila saudara kandungnya banyak --lebih dari satu-- maka dibagi secara rata sesuai jumlah kepala. Begitulah hukum bagi saudara seayah, jika ternyata tidak ada saudara laki-laki yang sekandung atau saudara perempuan yang sekandung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Pembagian Waris Menurut Islam&lt;br /&gt;oleh Muhammad Ali ash-Shabuni&lt;br /&gt;penerjemah A.M.Basamalah&lt;br /&gt;Gema Insani Press, 1995&lt;br /&gt;Jl. Kalibata Utara II No.84 Jakarta 12740&lt;br /&gt;Tel.(021) 7984391-7984392-7988593&lt;br /&gt;Fax.(021) 7984388&lt;br /&gt;ISBN 979-561-321-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/2010/03/ilmu-waris_8773.html</link><author>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s72-c/Ilmu+Faraid.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978.post-4396409135267380798</guid><pubDate>Fri, 26 Mar 2010 15:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-26T22:24:47.097+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mawaris</category><title>Ilmu Waris</title><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bab I : Ayat-ayat Waris&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s1600/Ilmu+Faraid.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 65px; height: 99px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s400/Ilmu+Faraid.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452961595882175682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C. Asbabun Nuzul Ayat-ayat Waris&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak riwayat yang mengisahkan tentang sebab turunnya ayat-ayat waris, di antaranya yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.&lt;span class="fullpost"&gt;Suatu ketika istri Sa'ad bin ar-Rabi' datang menghadap Rasulullah saw. dengan membawa kedua orang putrinya. Ia berkata, "Wahai Rasulullah, kedua putri ini adalah anak Sa'ad bin ar-Rabi' yang telah meninggal sebagai syuhada ketika Perang Uhud. Tetapi paman kedua putri Sa'ad ini telah mengambil seluruh harta peninggalan Sa'ad, tanpa meninggalkan barang sedikit pun bagi keduanya." Kemudian Rasulullah saw. bersabda, "Semoga Allah segera memutuskan perkara ini." Maka turunlah ayat tentang waris yaitu (an-Nisa': 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. kemudian mengutus seseorang kepada paman kedua putri Sa'ad dan memerintahkan kepadanya agar memberikan dua per tiga harta peninggalan Sa'ad kepada kedua putri itu. Sedangkan ibu mereka (istri Sa'ad) mendapat bagian seperdelapan, dan sisanya menjadi bagian saudara kandung Sa'ad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain, yang dikeluarkan oleh Imam ath-Thabari, dikisahkan bahwa Abdurrahman bin Tsabit wafat dan meninggalkan seorang istri dan lima saudara perempuan. Namun, seluruh harta peninggalan Abdurrahman bin Tsabit dikuasai dan direbut oleh kaum laki-laki dari kerabatnya. Ummu Kahhah (istri Abdurrahman) lalu mengadukan masalah ini kepada Nabi saw., maka turunlah ayat waris sebagai jawaban persoalan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada sederetan riwayat sahih yang mengisahkan tentang sebab turunnya ayat waris ini. Semua riwayat tersebut tidak ada yang menyimpang dari inti permasalahan, artinya bahwa turunnya ayat waris sebagai penjelasan dan ketetapan Allah disebabkan pada waktu itu kaum wanita tidak mendapat bagian harta warisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Pembagian Waris Menurut Islam&lt;br /&gt;oleh Muhammad Ali ash-Shabuni&lt;br /&gt;penerjemah A.M.Basamalah&lt;br /&gt;Gema Insani Press, 1995&lt;br /&gt;Jl. Kalibata Utara II No.84 Jakarta 12740&lt;br /&gt;Tel.(021) 7984391-7984392-7988593&lt;br /&gt;Fax.(021) 7984388&lt;br /&gt;ISBN 979-561-321-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/2010/03/ilmu-waris_26.html</link><author>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s72-c/Ilmu+Faraid.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978.post-2099941052608867913</guid><pubDate>Fri, 26 Mar 2010 15:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-26T22:22:24.357+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mawaris</category><title>Ilmu Waris</title><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bab I : Ayat-ayat Waris&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s1600/Ilmu+Faraid.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 65px; height: 99px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s400/Ilmu+Faraid.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452961595882175682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B. Hak Waris Kaum Wanita sebelum Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Islam datang, kaum wanita sama sekali tidak mempunyai hak untuk menerima warisan dari peninggalan pewaris (orang tua ataupun kerabatnya).&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan dalih bahwa kaum wanita tidak dapat ikut berperang membela kaum dan sukunya. Bangsa Arab jahiliah dengan tegas menyatakan, "Bagaimana mungkin kami memberikan warisan (harta peninggalan) kepada orang yang tidak bisa dan tidak pernah menunggang kuda, tidak mampu memanggul senjata, serta tidak pula berperang melawan musuh." Mereka mengharamkan kaum wanita menerima harta warisan, sebagaimana mereka mengharamkannya kepada anak-anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat jelas bagi kita bahwa sebelum Islam datang bangsa Arab memperlakukan kaum wanita secara zalim. Mereka tidak memberikan hak waris kepada kaum wanita dan anak-anak, baik dari harta peninggalan ayah, suami, maupun kerabat mereka. Barulah setelah Islam datang ada ketetapan syariat yang memberi mereka hak untuk mewarisi harta peninggalan kerabat, ayah, atau suami mereka dengan penuh kemuliaan, tanpa direndahkan. Islam memberi mereka hak waris, tanpa boleh siapa pun mengusik dan menentangnya. Inilah ketetapan yang telah Allah pastikan dalam syariat-Nya sebagai keharusan yang tidak dapat diubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika turun wahyu kepada Rasulullah saw. --berupa ayat-ayat tentang waris-- kalangan bangsa Arab pada saat itu merasa tidak puas dan keberatan. Mereka sangat berharap kalau saja hukum yang tercantum dalam ayat tersebut dapat dihapus (mansukh). Sebab menurut anggapan mereka, memberi warisan kepada kaum wanita dan anak-anak sangat bertentangan dengan kebiasaan dan adat yang telah lama mereka amalkan sebagai ajaran dari nenek moyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Jarir ath-Thabari meriwayatkan sebuah kisah yang bersumber dari Abdullah Ibnu Abbas r.a.. Ia berkata: "Ketika ayat-ayat yang menetapkan tentang warisan diturunkan Allah kepada RasulNya --yang mewajibkan agar memberikan hak waris kepada laki-laki, wanita, anak-anak, kedua orang tua, suami, dan istri-- sebagian bangsa Arab merasa kurang senang terhadap ketetapan tersebut. Dengan nada keheranan sambil mencibirkan mereka mengatakan: 'Haruskah memberi seperempat bagian kepada kaum wanita (istri) atau seperdelapan.' Memberikan anak perempuan setengah bagian harta peninggalan? Juga haruskah memberikan warisan kepada anak-anak ingusan? Padahal mereka tidak ada yang dapat memanggul senjata untuk berperang melawan musuh, dan tidak pula dapat andil membela kaum kerabatnya. Sebaiknya kita tidak perlu membicarakan hukum tersebut. Semoga saja Rasulullah melalaikan dan mengabaikannya, atau kita meminta kepada beliau agar berkenan untuk mengubahnya.' Sebagian dari mereka berkata kepada Rasulullah: 'Wahai Rasulullah, haruskah kami memberikan warisan kepada anak kecil yang masih ingusan? Padahal kami tidak dapat memanfaatkan mereka sama sekali. Dan haruskah kami memberikan hak waris kepada anak-anak perempuan kami, padahal mereka tidak dapat menunggang kuda dan memanggul senjata untuk ikut berperang melawan musuh?'" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah salah satu bentuk nyata ajaran syariat Islam dalam menyantuni kaum wanita; Islam telah mampu melepaskan kaum wanita dari kungkungan kezaliman zaman. Islam memberikan hak waris kepada kaum wanita yang sebelumnya tidak memiliki hak seperti itu, bahkan telah menetapkan mereka sebagai ashhabul furudh (kewajiban yang telah Allah tetapkan bagian warisannya). Kendatipun demikian, dewasa ini masih saja kita jumpai pemikiran yang kotor yang sengaja disebarluaskan oleh orang-orang yang berhati buruk. Mereka beranggapan bahwa Islam telah menzalimi kaum wanita dalam hal hak waris, karena hanya memberikan separo dari hak kaum laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggapan mereka semata-mata dimaksudkan untuk memperdaya kaum wanita tentang hak yang mereka terima. Mereka berpura-pura akan menghilangkan kezaliman yang menimpa kaum wanita dengan cara menyamakan hak kaum wanita dengan hak kaum laki-laki dalam hal penerimaan warisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang memiliki anggapan demikian sama halnya menghasut kaum wanita agar mereka menjadi pembangkang dan pemberontak dengan menolak ajaran dan aturan hukum dalam syariat Islam. Sehingga pada akhirnya kaum wanita akan menuntut persamaan hak penerimaan warisan yang sama dan seimbang dengan kaum laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sangat mengherankan dan sulit dicerna akal sehat ialah bahwa mereka yang berpura-pura prihatin tentang hak waris kaum wanita, justru mereka sendiri sangat bakhil terhadap kaum wanita dalam hal memberi nafkah. Subhanallah! Sebagai bukti, mereka bahkan menyuruh kaum wanita untuk bekerja demi menghidupi diri mereka, di antara mereka bekerja di ladang, di kantor, di tempat hiburan, bar, kelab malam, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Corak pemikiran seperti ini dapat dipastikan merupakan hembusan dari Barat yang banyak diikuti oleh orang-orang yang teperdaya oleh kedustaan mereka. Kultur seperti itu tidak menghormati kaum wanita, bahkan tidak menempatkan mereka pada timbangan yang adil. Budaya mereka memandang kaum wanita tidak lebih sebagai pemuas syahwat. Mereka sangat bakhil dalam memberikan nafkah kepada kaum wanita, dan mengharamkan wanita untuk mengatur harta miliknya sendiri, kecuali dengan seizin kaum laki-laki (suaminya). Lebih dari itu, budaya mereka mengharuskan kaum wanita bekerja guna membiayai hidupnya. Kendatipun telah nyata demikian, mereka masih menuduh bahwa Islam telah menzalimi dan membekukan hak wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Pembagian Waris Menurut Islam&lt;br /&gt;oleh Muhammad Ali ash-Shabuni&lt;br /&gt;penerjemah A.M.Basamalah&lt;br /&gt;Gema Insani Press, 1995&lt;br /&gt;Jl. Kalibata Utara II No.84 Jakarta 12740&lt;br /&gt;Tel.(021) 7984391-7984392-7988593&lt;br /&gt;Fax.(021) 7984388&lt;br /&gt;ISBN 979-561-321-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/2010/03/ilmu-waris.html</link><author>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFKLWSPO5oG9yubWG4kkpl71qj485qAdXIdpfXINi5ilt7C6HLP4bf1mG7TKNfbv7kULLOLbHpZHZ8eBJ1L39skdvZEPaC7nJBVYRrhd99jUbi-FMdF8ClKYjw7eftTP7giY-NBU5OOKD/s72-c/Ilmu+Faraid.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978.post-1806675350026983902</guid><pubDate>Fri, 26 Mar 2010 03:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-26T10:48:30.061+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Aktivis JIL Tak Bisa Calonkan Diri Menjadi Ketua PBNU</title><description>&lt;div align='justify'&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikp5jnhASqx178B50HgR45Eja6SWmAizEqsVSf53QrsO7auxci44oB2qglBHzG04xc0QGIEeBRKLfcqv7w7x78xFux0FcEOieuSQj7Kz29Iw-22YrznAOYLEJ_f3BfbYM8CpO_dYFn-e1V/s1600/ajay-2-240310-ok.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 131px; height: 116px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikp5jnhASqx178B50HgR45Eja6SWmAizEqsVSf53QrsO7auxci44oB2qglBHzG04xc0QGIEeBRKLfcqv7w7x78xFux0FcEOieuSQj7Kz29Iw-22YrznAOYLEJ_f3BfbYM8CpO_dYFn-e1V/s400/ajay-2-240310-ok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452784090175861010" /&gt;&lt;/a&gt;Makassar: Tokoh yang terlibat Jaringan Islam Liberal (JIL) dipastikan tidak bisa maju sebagai calon ketua umum tanfidziyah atau ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Rapat pembahasan dan penetapan tata tertib dan acara muktamar Muktamar NU ke-32 di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (23/3), memutuskan salah satu syarat ketua umum adalah tidak terlibat JIL. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan berikutnya antara lain tidak terlibat organisasi yang ajarannya bertentangan dengan NU, pernah menjadi pengurus NU atau badan otonom setidaknya empat tahun. Serta, tidak sedang menjabat pengurus harian partai politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya dalam draf tata tertib, untuk syarat calon ketua umum tidak mencantumkan soal JIL dan organisasi yang dinilai bertentangan dengan NU. Namun, atas usul dari peserta rapat dan disetujui seluruh peserta rapat, Kiai Haji Hafidz Utsman selaku pimpinan sidang pun mengetok palu mengesahkan persyaratan itu. "Nanti syarat tambahan itu akan disebutkan secara eksplisit dalam tata tertib," kata Kiai Hafidz usai rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulil Absar Abdalla, salah seorang tokoh JIL yang mengajukan diri sebagai calon ketua umum ketika dimintai komentarnya menyatakan belum yakin persyaratan itu sudah disahkan. "Biasanya tata tertib pemilihan dibahas dan diputuskan satu hari sebelum pemilihan. Mungkin itu baru menampung usulan saja," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, persyaratan calon itu memberikan peluang kepada Slamet Effendy Yusuf untuk mengikuti perebutan jabatan ketua umum PBNU. Sebelumnya, Slamet pernah mengeluhkan draf persyaratan calon ketua umum yang membatasi calon hanya boleh bagi mereka yang pernah menjadi pengurus NU di tingkat pengurus besar dan pengurus wilayah tanpa mencantumkan badan otonom.(lptn6/an) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===========&lt;br /&gt;sumber : alsofwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/2010/03/aktivis-jil-tak-bisa-calonkan-diri.html</link><author>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikp5jnhASqx178B50HgR45Eja6SWmAizEqsVSf53QrsO7auxci44oB2qglBHzG04xc0QGIEeBRKLfcqv7w7x78xFux0FcEOieuSQj7Kz29Iw-22YrznAOYLEJ_f3BfbYM8CpO_dYFn-e1V/s72-c/ajay-2-240310-ok.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3808644437298668978.post-5848140550887237706</guid><pubDate>Fri, 26 Mar 2010 03:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-26T10:46:01.857+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>MUI JA-TIM: Kongres Kaum Homoseksual se-Asia di Surabaya Menyinggung Perasaan Umat Islam!!</title><description>&lt;div align='justify'&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9HAjOWqbkv5cjkb9Wp6lgYj_A5E54h5Auch5a9Eo1We3XK9lpMalJlyGkguOYo2-irRLKUSlLouEe4_V39r93wccoBSrNcj5kZYmOtcquJwav4Lvj-Lq0LhwW7MjM9mAdyMxqLZ51ZEnj/s1600/ajay-1-250310-ok.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 116px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9HAjOWqbkv5cjkb9Wp6lgYj_A5E54h5Auch5a9Eo1We3XK9lpMalJlyGkguOYo2-irRLKUSlLouEe4_V39r93wccoBSrNcj5kZYmOtcquJwav4Lvj-Lq0LhwW7MjM9mAdyMxqLZ51ZEnj/s400/ajay-1-250310-ok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452783425735310370" /&gt;&lt;/a&gt;Surabaya: Surabaya, Jawa Timur, akan menjadi tuan rumah kongres regional Internasional Kaum Homoseksual dan Biseksual se-Asia ke-4, 26-27 Maret mendatang. Macam-macam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Komunitas kaum gay, lesbian, dan biseksual di Surabaya mulai memberanikan diri untuk eksis di tengah masyarakat&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita ditunjuk sebagai tuan rumah," kata sekretaris panitia kongres Adi Purwanto di Surabaya, Selasa (23/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kongres diselenggarakan International Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender and Interessex Association atau (ILGA), sebuah organisasi lesbian, gay dan biseksual di Asia. "Sebagai tuan rumah ditunjuk komunitas gay dan lesbian Surabaya yang tergabung dalam Gaya Nusantara. Kita menyiapkan akomodasi serta kebutuhan teknis lainnya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kongres bakal diikuti 20 negara seperti Jepang, Filipina, Thailand, Singapura, Malaysia, dan Indonesia sebagai tuan rumah. "Ada sekitar 200 peserta yang nantinya hadir dalam kongres, sebagian besar sudah menyatakan kesediaannya. Tinggal menunggu jadwal kedatangan," ujar Adi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim langsung bereaksi. Lembaga ini tegas menolak kongres karena bisa menyinggung perasaan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Jawa Timur ini 99,6 presen penduduknya muslim. Jangan sampai mereka marah dan tersinggung karena kongres itu. Komunitas mereka selama ini bentuk penyimpangan yang dilarang agama,'' kata Ketua MUI Jatim Kiai Haji Abdullah Shomad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUI Jatim mengimbau panitia menghentikan kegiatan tersebut. Kongres dikhawatirkan memunculkan kemarahan orang lain. Selain itu, kepolisian diminta tak mengeluarkan izin kongres. (MTN/an) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------&lt;br /&gt;sumber : alsofwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://cahyo-prabowo.blogspot.com/2010/03/mui-ja-tim-kongres-kaum-homoseksual-se.html</link><author>noreply@blogger.com (CAHAYA AS-SALAM)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9HAjOWqbkv5cjkb9Wp6lgYj_A5E54h5Auch5a9Eo1We3XK9lpMalJlyGkguOYo2-irRLKUSlLouEe4_V39r93wccoBSrNcj5kZYmOtcquJwav4Lvj-Lq0LhwW7MjM9mAdyMxqLZ51ZEnj/s72-c/ajay-1-250310-ok.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>