<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><title>A N - X O I N</title><link>http://an-xoin.blogspot.com/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/RbOM" /><description>kebebasan berfikir manusia makhluk ciptaan Tuhan Maha segala Maha</description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (An-xoin)</managingEditor><lastBuildDate>Thu, 16 Feb 2012 06:25:44 PST</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">180</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><feedburner:info uri="blogspot/rbom" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>kebebasan berfikir manusia makhluk ciptaan Tuhan Maha segala Maha</itunes:subtitle><item><title>REVOLUSI RAKYAT ‘WONG CILIK’ INDONESIA</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RbOM/~3/LxTP8SLUbbg/revolusi-rakyat-wong-cilik-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (An-xoin)</author><pubDate>Tue, 02 Feb 2010 04:06:18 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4392378009838404969.post-3491942498133052893</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NpsS0HG17xs/S2gQtJdjDYI/AAAAAAAAADI/ZjvVTpsrxfo/s1600-h/Revolusi+Wong+Cilik.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 250px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NpsS0HG17xs/S2gQtJdjDYI/AAAAAAAAADI/ZjvVTpsrxfo/s320/Revolusi+Wong+Cilik.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433611318242512258" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Akhir-akhir ini terdengar berkali-kali kata REVOLUSI dimuntahkan para aktivis dan mahasiswa dalam tiap aksi demonstrasi yang mereka gelar. Semua itu terjadi karena carut marut berbagai persoalan di negeri ini yang tak kunjung dapat diatasi oleh pemerintahan dari hasil pemilu langsung tahun 2009 lalu. Jujur saja, tentu sebagian besar rakyat ‘wong cilik’ Indonesia sudah muak dengan aksi-aksi para aktivis dan mahasiswa tersebut. Karena sama saja dengan golongan kapitalis dan birokrat yang sekarang ini berkuasa, mereka juga adalah mantan aktivis dan mahasiwa yang dulu selalu berkoar-koar ‘ pro rakyat, pejuang keadilan, pendekar HAM, pro demokrasi dan lain-lainnya’.
&lt;a href="http://fdr-indonesia.blogspot.com/2010/02/revolusi-rakyat-wong-cilik-indonesia.html"&gt;&lt;b&gt;Baca selengkapnya...&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4392378009838404969-3491942498133052893?l=an-xoin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/RbOM/~4/LxTP8SLUbbg" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-03T02:06:18.528+14:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_NpsS0HG17xs/S2gQtJdjDYI/AAAAAAAAADI/ZjvVTpsrxfo/s72-c/Revolusi+Wong+Cilik.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://an-xoin.blogspot.com/2010/02/revolusi-rakyat-wong-cilik-indonesia.html</feedburner:origLink></item><item><title>Cerpen : Menapak  Jalan  Buntu</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RbOM/~3/WOI2we-dPn0/menapak-jalan-buntu.html</link><author>noreply@blogger.com (An-xoin)</author><pubDate>Tue, 02 Feb 2010 04:05:38 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4392378009838404969.post-5869229875186264926</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3OqoOhoRFm8/S2gTb9930kI/AAAAAAAAAPU/626Nz3OmbmY/s1600-h/JALAN+BUNTU.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3OqoOhoRFm8/S2gTb9930kI/AAAAAAAAAPU/626Nz3OmbmY/s320/JALAN+BUNTU.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433614321633972802" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;sp;
Langkah kaki menapak enggan di jalanan pelabuhan Tanjung Perak, suara hiruk-pikuk orang berlalu-lalang tidak juga membuat Isoneta bersemangat untuk segera meninggalkan temat itu.  Bahkan Isoneta memerlukan waktu setengah jam hanya untuk sampai di halte bis di depan pelabuhan. Sama sekali tidak ada semangat bagi Isoneta menyambut masa liburan turun kapalnya kali ini. Bahkan sebenarnya sebelum kapal bersandar di Tanjung Perak dia sudah berencana untuk turun di saja Darwin Australia, namun ada rasa tidak enak hati bila menghindar dari undangan pernikahan Fanny yang telah sampai di tangannya sebulan yang lalu.&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Fanny  oh.. Fanny. Nama itu kembali terngiang-ngiang di kepalanya, kekasihnya semenjak SMA itu tidak pernah lepas dari ruang dihatinya. Sudah hampir sepuluh tahun berjalan mereka berhubungan, tapi harus berakhir dengan perpisahan yang dirasakan Isoneta teramat sangat menyakitkan. Ternyata selama Isoneta meniti kariernya menjadi seorang pelaut, Fanny menjalin hubungan dengan Edward yang sama-sama teman sekolahnya dahulu. Kekayaan Edward yang kini menggantikan ayahnya menjadi seorang pengusaha, telah mengalahkan gaji ribuan dollar yang didapatkan Isoneta dari tempat kerjanya sebuah kapal kargo milik orang USA. Kini dia harus meratap sendiri kehilangan seorang Fanny kekasih yang sangat dia cintai.
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Sebenarnya semua ini terjadi tidak kesalahan mutlak dari Fanny, Isoneta sadar betul sudah satu tahun ini Fanny selalu memintanya untuk cari pekerjaan lain yang menetap di daratan. Apalagi ditambah informasi buruk tentang kebiasaan buruk para pelaut yang suka mabuk-mabukkan dan bergonta-ganti pasangan, Fanny pun sudah mengancam minta putus bila Isoneta terpengaruh kebiasaan buruk pelaut lainnya. Demi untuk memegang janjinya Isoneta pun menbatasi diri dalam bergaul dengan pelaut teman kerjanya yang sebagian besar adalah orang eropa dan amerika. Namun semua itu harus berakhir dengan sia-sia, kesetiannya selama ini ternyata hanya mkembuahkan rasa sakit yang tak berperi.
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Isoneta hanya menggumam saja saat sopir taksi menanyakan tujuannya, anehnya sopir taksi itu langsung berangkat seperti paham benar dengan perkataannya. Acuh tak acuh Isoneta dengan semua itu akhirnya kembali larut dengan lamunannya. Jalanan Surabaya dengan kerlap-kerlip lampu kota yang bersinar indah tidak juga membuat  Isoneta membiarkan matanya untuk sejenak menikmati pemandangan tersebut. Alam bawah sadarnya sudah sampai di Madiun tempat kelahirannya. Kenangan-kenangan indah bersama Fanny dahulu kini kembali memenuhi tiap bagian di kepalanya. Bagimana dulu Fanny yang selalu nampak tersenyum sering kali hampir menangis karena digodain kawan-kawannya, hanya pada Isonetalah Fanny luruh dan jatuh kedalam pelukannya. Masa ingat benar Isoneta bagaimana tiap hari dia harus bangun pagi-pagi lalau pergi kerumah Fanny terlebih dahulu untuk membangunkan kekasihnya itu yang memang sering bangun kesiangan, setelah itu mereka sama-sama berangkat ke sekolah. Bahkan pulangnya pun Isoneta juga mengantarkan Fanny dengan sepeda motornya. Kebiasaan itu hampir berlangsung selama dua tahun lebih. Ketika lulus SMA Isoneta masuk akademi pelayaran dan Fanny masuk akademi perawat, selama hampir tiga tahun selama pendidikan di akademi Isoneta masih harus merelakan diri tiap pagi telepon untuk membangunkan Fanny. Ada sedikit senyum tersungging dari Isoneta, koyol sekali pikirnya.
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Baru setelah lulus dari akademi, keduanya semakin jarang berkomunikasi karena kesibukan karir masing-masing. Keduanya hanya percaya pada komitmen yang telah sama-sama diikrarkan untuk saling setia. Dan selama tujuh tahun ini harus Isoneta akui bahwa hubungan mereka berdua mulai dirasuki rasa cemburu dan curiga, akhirnya semua harus berujung seperti ini. Sebenarnya dalam hati Isoneta bisa mengikhlaskan bila pun akhirnya Fanny menikah dengan lelaki lain, namun tidak pernah dibayangkan sebelumnya bahwa lelaki itu adalah Edward teman mereka sendiri. Edward dari dulu sampai setahun yang lalu masih menjadi teman curhatnya, ternyata telah menusuknya dari belakang. Inilah jawaban kenapa Edward sudah setahun ini sangat susah untuk dihubungi, tentu Edward tahu betul kapan dia harus masuk dalam kehidupan Fanny,  karenasetahun yang lalu Isoneta pernah cerita tentang hubungannya dengan Fanny mulai renggang. Edward benar-benar brengsek, bangsat, bajingan, ibarat pagar makan tanaman.
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Mas, dah sampai Mas…..” suara sopir taksi membuyarkan lamunan  Isoneta.
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Berapa Bang?” Spontan Isoneta tanya.
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Lima puluh ribu, Mas”. Isoneta langsung memberikan uang pas lembaran Rp. 50.000 kemudian taksi itupun pergi.
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Mampir Mas, mampir. Ada yang baru loch, sini masuk aja…..” Isoneta hampir terperanjat mendengar suara perempuan manja merayu sudah ada di dekatnya. “Astaghfirloh!” hanya itu yang mampu Isoneta teriakkan dalam hati, ternyata sopir taksi itu membawanya ke kompleks pelacuran terbesar di Asia Tenggara, Gang Dolly Surabaya.



    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4392378009838404969-5869229875186264926?l=an-xoin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/RbOM/~4/WOI2we-dPn0" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-03T02:05:38.417+14:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_3OqoOhoRFm8/S2gTb9930kI/AAAAAAAAAPU/626Nz3OmbmY/s72-c/JALAN+BUNTU.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://an-xoin.blogspot.com/2010/02/menapak-jalan-buntu.html</feedburner:origLink></item><item><title>AMERICAN IDIOT</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RbOM/~3/qARwk_GM9Fc/american-idiot.html</link><author>noreply@blogger.com (An-xoin)</author><pubDate>Tue, 02 Feb 2010 03:56:32 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4392378009838404969.post-4016526748103898430</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ua-zzzCLknA/S2gN1HxU7tI/AAAAAAAAAEs/k1z436tF-zQ/s1600-h/AMERICAN+IDIOT.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 299px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ua-zzzCLknA/S2gN1HxU7tI/AAAAAAAAAEs/k1z436tF-zQ/s320/AMERICAN+IDIOT.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433608156692672210" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Almost semi century world mastered by USA, super power state that pluming their self as democracy world police, freedom combatant and human right warrior. But in fact USA is real terrorist in the world which is not reluctant shed blood and supporting abbatoir by theit supported dictator.
&lt;a href="http://anxoin.blogspot.com/2010/02/american-idiot.html"&gt;&lt;b&gt;Read more...&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4392378009838404969-4016526748103898430?l=an-xoin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/RbOM/~4/qARwk_GM9Fc" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-03T01:56:32.889+14:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_ua-zzzCLknA/S2gN1HxU7tI/AAAAAAAAAEs/k1z436tF-zQ/s72-c/AMERICAN+IDIOT.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://an-xoin.blogspot.com/2010/02/american-idiot.html</feedburner:origLink></item><item><title>SBY, Pilih Revolusi atau Suksesi?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RbOM/~3/X45fNg7geCU/sby-pilih-revolusi-atau-suksesi.html</link><author>noreply@blogger.com (An-xoin)</author><pubDate>Thu, 14 Jan 2010 04:34:30 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4392378009838404969.post-8988386439518512405</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NpsS0HG17xs/S08M48v89nI/AAAAAAAAADA/PWwX0OKaarQ/s1600-h/SBY+kursi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 199px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NpsS0HG17xs/S08M48v89nI/AAAAAAAAADA/PWwX0OKaarQ/s320/SBY+kursi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426570248524199538" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Indonesia telah sampai di tahun 2010, berbagai macam kebobrokan tidak dapat dipungkiri telah benar-benar terjadi di negeri ini. Meski telah 6 kali presiden berganti, namun tidak kunjung bisa mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih demi kesejahteraan dan kejayaan Indonesia. Apalagi ditambah dengan berbagai macam bencana alam yang menguji kekuatan mental dan spiritual bangsa Indonesia, sungguh semakin jauh saja jalan untuk mewujudkan impian Indonesia.
&lt;a href="http://fdr-indonesia.blogspot.com/2010/01/sby-pilih-revolusi-atau-suksesi.html"&gt;&lt;b&gt;...Read more...&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4392378009838404969-8988386439518512405?l=an-xoin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/RbOM/~4/X45fNg7geCU" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-15T02:34:30.511+14:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_NpsS0HG17xs/S08M48v89nI/AAAAAAAAADA/PWwX0OKaarQ/s72-c/SBY+kursi.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://an-xoin.blogspot.com/2010/01/sby-pilih-revolusi-atau-suksesi.html</feedburner:origLink></item><item><title>Bila Tiba Sang Cahaya</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RbOM/~3/m-q1A__nU_k/bila-tiba-sang-cahaya.html</link><author>noreply@blogger.com (An-xoin)</author><pubDate>Thu, 14 Jan 2010 04:33:19 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4392378009838404969.post-3017744933702327226</guid><description>&lt;br/&gt;
&lt;font face="lucida grande" color=#3C3A74 size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Terjerembab di ruang pengap&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font face="lucida grande" color=#3C3A74 size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Sesak menghirup udara lembab&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font face="lucida grande" color=#3C3A74 size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Melihat dinding hitam pekat&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font face="lucida grande" color=#3C3A74 size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Terlihat sinar dari lobang sekat&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font face="lucida grande" color=#3C3A74 size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Meraba-raba mencari yang tak pasti&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font face="lucida grande" color=#3C3A74 size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Berharap datang dewi penyelamat&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font face="lucida grande" color=#3C3A74 size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Berikan hidup yang baru&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font face="lucida grande" color=#3C3A74 size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Rasa bahagia tak terbatas waktu&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;

&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font face="lucida grande" color=#3C3A74 size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Namun hanya sepi menemani&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font face="lucida grande" color=#3C3A74 size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Suara nyamuk pun tak ada&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font face="lucida grande" color=#3C3A74 size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Dada semakin sesak&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font face="lucida grande" color=#3C3A74 size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Mata mulai sembab&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font face="lucida grande" color=#3C3A74 size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Dan kepala terasa pening&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font face="lucida grande" color=#3C3A74 size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Tiba-tiba muncul seribu cahaya&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font face="lucida grande" color=#3C3A74 size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Terbang bagai kunang-kunang&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font face="lucida grande" color=#3C3A74 size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Lagu dan tari misteri&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font face="lucida grande" color=#3C3A74 size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Mengajak pergi  sang jiwa nestapa&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;




    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4392378009838404969-3017744933702327226?l=an-xoin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/RbOM/~4/m-q1A__nU_k" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-15T02:33:19.654+14:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://an-xoin.blogspot.com/2010/01/bila-tiba-sang-cahaya.html</feedburner:origLink></item><item><title>Obama have sounded war drum that USA was moslem enemy</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RbOM/~3/lqAXMQTSniQ/obama-have-sounded-war-drum-that-usa.html</link><author>noreply@blogger.com (An-xoin)</author><pubDate>Thu, 14 Jan 2010 04:29:43 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4392378009838404969.post-5150855603623510724</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ua-zzzCLknA/S08L_GfFyGI/AAAAAAAAAEk/enXuoHYcODk/s1600-h/USA+MOSLEM+ENEMY.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ua-zzzCLknA/S08L_GfFyGI/AAAAAAAAAEk/enXuoHYcODk/s320/USA+MOSLEM+ENEMY.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426569254705416290" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
World have time to surprised when Obama accept peace nobel prize, there is which agree but there are also many which disagree. And world again made stare when Obama agree with war to the reason of peace in the future. Hence from that in fact there no proper word to Obama, besides 'devil fight' with angel clothes.
&lt;a href="http://anxoin.blogspot.com/2010/01/obama-have-sounded-war-drum-that-usa.html"&gt;&lt;b&gt;...Read more...&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4392378009838404969-5150855603623510724?l=an-xoin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/RbOM/~4/lqAXMQTSniQ" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-15T02:29:43.118+14:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_ua-zzzCLknA/S08L_GfFyGI/AAAAAAAAAEk/enXuoHYcODk/s72-c/USA+MOSLEM+ENEMY.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://an-xoin.blogspot.com/2010/01/obama-have-sounded-war-drum-that-usa.html</feedburner:origLink></item><item><title>Goerge Junus Aditjondro, 'ANJING' teriak "ANJING...!"</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RbOM/~3/LoacTbTJaGw/goerge-junus-aditjondro-anjing-teriak.html</link><author>noreply@blogger.com (An-xoin)</author><pubDate>Thu, 14 Jan 2010 04:44:44 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4392378009838404969.post-6663581219618283110</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_3OqoOhoRFm8/S08RApPS22I/AAAAAAAAAPM/kXwngNuWIuM/s1600-h/Goerge+Junus+Aditjondro.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 157px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_3OqoOhoRFm8/S08RApPS22I/AAAAAAAAAPM/kXwngNuWIuM/s320/Goerge+Junus+Aditjondro.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426574778772413282" /&gt;&lt;/a&gt;

Membaca nama Goerge Junus Aditjondro, ingatan sebagian Bangsa Indonesia tentu terlintas pada sosok 'pengkhianat bangsa' yang rela menjadi 'anjing' agen intelejen australia untuk menghancurkan NKRI dari dalam.
&lt;/br&gt;
&lt;/br&gt;
Sepak terjang Goerge J. Aditjondro mulai nampak jelas terlihat saat australia gencar melakukan operasi intelejen untuk memisahkan timor-timur dari NKRI. Goerge J. Aditjondro sangat berperan luas dalam propaganda di dalam negeri Indonesia untuk memprovokasi agar timbul perlawanan terhadap Soeharto dan demi mendapatkan dukungan lepasnya timor-timur dari NKRI, sesuai dengan tujuan dari operasi intelejen australia yang selama ini juga membiayai kebutuhan hidup Goerge J. Aditjondro dan keluarganya. &lt;span class="fullpost"&gt; 
&lt;/br&gt;
&lt;/br&gt;
Setelah timor-timor lepas dari NKRI di masa Presiden Habibie dan wilayah itu berhasil dikuasai australia meskipun katanya mereka telah dimerdekakan, aksi Goerge J. Aditjondro tidak terhenti sampai disitu saja.Di masa kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wachid, Goerge J. Aditjondro mulai mendapatkan misi baru dari agen intelejen australia yaitu mulai melakukan propaganda untuk memisahkan Irian Barat/Papua dari pangkuan NKRI. Misi tersebut pun mulai mendapatkan angin segar saat Gus Dur mengijinkan berkibarnya bendera bintang kejora berdampingan dengan Bendera Merah Putih di tanah Papua. 
&lt;/br&gt;
&lt;/br&gt;
Namun setelah Gus Dur dilengserkan MPR dan digantikan oleh Presiden Megawati, Goerge J. Aditjondro mulai mendapat penghalang untuk kesuksesan misi pesanan dari australia tersebut. Karena sebab itulah, akhirnya Goerge J. Aditjondro mulai melakukan propaganda dengan mengarang buku yang isinya tentang dugaan kasus-kasus yang melibatkan keluarga Megawati. Dari buku itu, diharapkan Megawati bisa dengan cepat lengser juga dari kekuasaanya karena stabilitas nasional yang diharap akan terganggu akibat demo-demo anarkis yang disebabkan hilangnya kepercayaan dari rakyat. Tapi ternyata hasilnya tidak sesuai dengan harapan, bahkan Goerge J. Aditjondro harus kembali gigit jari saat pertama kali berusaha mengobok-obok legitimasi pemerintahan Presiden SBY di periode yang lalu.
&lt;/br&gt;
&lt;/br&gt;
Sampai sekarang pun aksi Goerge J. Aditjondro belum juga terhenti, lewat hura-hura kasus aliran dana Bank Century dia mencoba kembali untuk mengganggu stabilitas nasional Indonesia di masa kepemimpinan Presiden SBY untuk yang kedua kali ini. Lalu sampai kapankah semua itu akan terus dilakukan oleh Goerge Junus Aditjondro?
&lt;/br&gt;
&lt;/br&gt;
Maka dari itu sudah seharusnya seluruh Bangsa Indonesia selalu berhati-hati dan tetap waspada terhadap gangguan dan rongrongan dari agen-agen intelejen asing yang ingin menghancur-leburkan NKRI. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4392378009838404969-6663581219618283110?l=an-xoin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/RbOM/~4/LoacTbTJaGw" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-15T02:44:44.523+14:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_3OqoOhoRFm8/S08RApPS22I/AAAAAAAAAPM/kXwngNuWIuM/s72-c/Goerge+Junus+Aditjondro.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://an-xoin.blogspot.com/2009/12/goerge-junus-aditjondro-anjing-teriak.html</feedburner:origLink></item><item><title>Cerpen : PILIHAN   CINTA   ANNISA</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RbOM/~3/zhBw7PBoot4/cerpen-pilihan-cinta-annisa.html</link><author>noreply@blogger.com (An-xoin)</author><pubDate>Sun, 20 Dec 2009 05:52:58 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4392378009838404969.post-2616638677436489417</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_3OqoOhoRFm8/Sy4r64uVYZI/AAAAAAAAAPE/Lriu-RouRX4/s1600-h/Pilihan+Cinta+Annisa.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 299px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3OqoOhoRFm8/Sy4r64uVYZI/AAAAAAAAAPE/Lriu-RouRX4/s320/Pilihan+Cinta+Annisa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417315692432417170" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;br/&gt;
&lt;h2 align="right"&gt;oleh: Djatiputra&lt;/h2&gt;
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Sudah satu jam lebih Amirul duduk di depan TV, dari tadi dia hanya pencet-pencet saja remote TV itu. Ternyata tidak ada satu pun acara yang menarik untuk dilihat. Yang ada hanya talkshow gak jelas, sinetron gak mutu dan berita-berita yang hanya berkutat dengan kasus Bank Century. Penyelamatan Bank Century yang sebenarnya prestasi dari kebijakan pemerintah untuk menyelamatkan perekonomian nasional dari krisis moneter, ternyata dijadikan ajang politisasi di DPR dan mendapat makian semata dari media massa. Transparansi aliran dana Bank Century yang seharusnya dituntut untuk dibongkar justru dikesampingkan menjadi permainan penggulingan kekuasaan pemerintahan.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Ahh… Memuakkan!” &lt;span class="fullpost"&gt;Terdengar jelas dengusan kejengahan dari Amirul. Suara murni dari seorang rakyat di Sidoarjo , mungkin juga kejengahan yang sama dirasakan oleh sebagian besar rakyat di seluruh nusantara ini. Meskipun begitu mereka pasti berharap untuk kehidupan yang lebih harmonis di negeri tercinta Indonesia.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Mendadak Amirul terkejut, tiba-tiba hp.nya berbunyi keras terdengar suara kereta api lewat menandakan ada panggilan masuk.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Hallo…!” Secara spontan dia mengankat hp.nya. Namun tidak ada jawaban dari ujung sana, akhirnya panggilan itu pun diputus. Tidak lama kemudian bersamaan dengan Amirul yang meletakkan hp kembali diatas meja, tiba-tiba hp itu berbunyi lagi dengan tanda sms masuk.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;i&gt;‘Assalamu’alaikum. Maaf tadi hanya tes saja. Lagi coba urut-urutkan nomer hp, apa ada yang aktif gitu. Sekali lagi maaf kalau menggangu’&lt;/i&gt;
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Amirul tersenyum simpul membaca sms itu, ternyata ada juga yang punya hobbi sama dengannya.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;i&gt;‘Wa’alaikumsalam. Ohh. Tidak apa-apa kok, boleh tahu dari daerah mana ini?’&lt;/i&gt;
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Amirul membalas sms itu dengan harapan dapat kenalan.  Siapa tahu yang punya nomer hp itu cewek, bisa jadi pengusir kebosanan hari ini. Tidak lama menunggu akhirnya sms balasan itu masuk.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;i&gt;‘Ini dari Jombang, tepatnya pondok hapalan Quran ‘Al Furqon’ Jombang. Boleh kenalan tidak? Namaku Annisa mondok di Jombang tapi asli dari Malang.’&lt;/i&gt;
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Akhirnya dari komunikasi lewat sms itu, mereka berdua menjadi dekat dan semakin sering saling berkomunikasi baik melalui sms maupun voicecall. Kedekatan itu tidak hanya terbatas pada mereka berdua, akan tetapi juga pada keluarga Amirul yang telah diperkenalkan kepada Annisa. Itulah sebabnya keluarga Amirul mendesaknya untuk segera berkenalan dengan keluarga Annisa di Malang. Sebenarnya Amirul pun tidak berkeberatan karena harapan itu pun sama dengannya, hanya saja tiap hal itu diungkapkan Annisa tidak juga memberikan respon. Sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan Annisa dan belum waktunya untuk diceritakan. Amirul pun hanya bisa berharap dengan tetap menjalin hubungan baik dengan Annisa.
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Sudah hampir satu tahun keduanya dekat satu sama lain tanpa ada komitmen yang jelas, selama itu pun mereka belum pernah bertatap muka. Sampai-sampai keluarga Amirul sudah tidak percaya dan perduli lagi dengan hubungan keduanya. Sementara di ruang kerjanya, Amirul sedang menyibukkan diri dengan laporan keuangan ‘C.V. BAROKAH’ perusahaan dagang milik keluarganya sendiri. Amirul melihat laptopnya tanpa ekspresi apapun meski terlihat jelas grafik omset penjualan bulan ini menunjukkan peningkatan hingga laba besar dapat diperoleh perusahaanya. Pandangan mata Amirul nampak kosong menatap layar monitor laptopnya, ketika terdengar suara nada panggilan dari hp.nya.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Hallo… Assalamu’alaikum”. Begitu mengetahui panggilan itu dari nomer hp Annisa, dengan cepat Amirul langsung mengangkatnya.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Wa’alaikumsalam. Mas Amir, aku sudah ada di sepan kantor.” Terdengar suara lembut bergetar dari ujung sana.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Ada apa Nisa? Depan kantor mana, kantor saya?” Amirul menjawab dengan sedikit agak kebingungan.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Iya, Mas. Di kantor sini.”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Kenapa tidak langsung masuk saja.”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Iya, Mas. Tapi tidak tahu ini satpam minta ID, Mas.”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
 Setelah mendengar itu Amirul pun keluar dari dalam kantor. Di depan pos satpam terlihat seorang perempuan berjilbab, senyum manis pun menebar seiring langkahnya yang mendekati tempat itu.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Maaf, pak wanita ini….” Belum selesai sang satpam melapor ketika melihat kedatangan Amirul, tangan Annisa sudah langsung dipegang dibimbing masuk kedalam kantor.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Begitu sampai di dalam kantor, Annisa diminta duduk di sofa, sementara Amirul mengambil minuman untuknya. Sebenarnya dari hati yang paling dalam Amirul tidak dapat menyembunyikan kekagumannya pada kecantikan sosok Annisa, yang baru pertama kali ditemui meski telah lama saling kenal.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Silahkan diminum…” Nampak kaku sekali Amirul, lidahnya terasa kelu seperti orang yang hipotermia di kutub utara. 
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Terimakasih , Mas,” Annisa menerima minuman teh kotak dengan tersenyum, namun agak sedikit terkejut karena memang  teh kotak itu baru keluar dari kulkas jadi terasa sangat dingin sekali.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Ada apa Nisa, kenapa tidak telepon dulu sebelum kemari?“ Ditanya begitu Annisa hanya menjawab dengan senyum.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Setelah itu keduanya terlibat percakapan yang serius, ada sedikit kegusaran terlihat dari keduanya. Dari percakapan itu Amirul dapat berita yang cukup mengagetkan, ternyata Annisa telah dijodohkan dengan orang lain. Seorang lelaki anak kyai di Madura, kyai itu teman ayahnya semasa menjadi santri dulu, dialah yang menjadi pilihan orang tua untuk menjadi suami Annisa. Mendengar semua itu Amirul tidak dapat menyembunyikan kesedihannya lagi, matanya terlihat sembab seiring do’a-do’a yang terucap dari bibir Annisa yang terdengar khusyu’ mendo’akannya semoga dapat istri yang lebih baik darinya. Annisa pun demikian terharu hingga air matanya jatuh menetes di pipi, suaranya terdengar bergetar semakin lama-semakin tidak jelas terdengar. Seolah adegan di pentas drama, ruangan kerja itu pun seperti berubah mengikuti kesenduan insane di dalamnya.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Bukannya menyerah kalah tanpa perlawanan ketika Annisa pamit pulang untuk kembali ke Jombang, Amirul sudah berkali-kali menyakinkan agar Annisa percaya bahwa dia berani melamarnya meski sudah dijodohkan. Amirul pun berjanji akan berusaha sekuat tenaga untuk menyakinkan orang tua Annisa . Dan Amirul pun berani bersumpah akan menerima Annisa apa adanya meski dari kejujuran Annisa tadi, dia tahu ada ketidaksempurnaan dari tubuh Annisa karena cacat akibat kecelakaan. Amirul hanya duduk diam terpaku saat melihat Annisa melangkah pergi keluar dari ruangan kantornya, bahkan rasanya sudah tak sanggup lagi berdiri meski hanya untuk sekedar mengantarkan Annisa sampai ke depan pintu. Amirul tak sanggup lagi menahan air matanya yang menetes jatuh membasahi pipi, keperkasaan sosok lelaki itu akhirnya terlihat rapuh karena seorang wanita. Hanya dalam hitungan menit harapan itu telah musnah, itulah yang selalu teringat dalam kenangan Amirul. Sejak saat itu dia tidak dapat menghubungi Annisa lagi, nomer hp.nya sudah tidak aktif. Beberapa kawan Annisa yang sempat dikenalkan juga tidak dapat dihubungi, seperti telah ada perjanjian dengan Annisa sebelumnya.
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
Namun semua kecurigaan itu kini seakan hilang sudah, saat ada surat datang yang tertulis Annisa sebagai pengirimnya. Meski tanpa alamat yang jelas, Amirul nampak bahagia membaca surat itu.
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;i&gt;Assalamu’alaikum wr.wb.&lt;/i&gt;
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;i&gt;Dengan hormat.  Mas Amir saya minta maaf mungkin selama ini ada salah, maafkan juga karena sudah lama tidak meberikan kabar berita. Ohh.. yaa! Saya memang sudah tidak punya hp lagi Mas, mungkin selama ini jadi penasaran karena nomer hp saya sudah tidak dapat dihubungi lagi. &lt;/i&gt;
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;i&gt;Mas, perlu kiranya tahu  bahwa saya tidak jadi menikah dengan calon dari orang tua, mungkin orang itu juga bukan menjadi jodoh saya. Sebab karena itulah sekarang pun saya sudah tidak mondok lagi di Jombang, saya pun tidak tinggal di rumah orang tua. Jangan khawatir, saya tidak diusir kok Mas. Saya pergi baik-baik kok, dengan berpamitan dahulu kepada orang tua.&lt;/i&gt;
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;i&gt;Mungkin Mas Amir penasaran, dimana saya sekarang? Tapi mohon maaf Mas, saya tidak dapat memberitahukan alamatnya.  Karena disinilah saya temukan cinta sejati, kebahagian yang hakiki bisa dengan jelas saya dapatkan. Sekali lagi maafkan saya mas, sampaikan salam saya kepada keluarga Mas Amir. Semoga ridho Alloh selalu diberikan ditiap langkah kehidupan kita baik dunia maupun di akhirat. Amien…&lt;/i&gt;
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;i&gt;Wassalam’ulaikum wr.wb&lt;/i&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Amirul menarik nafas panjang, ada rona kelegaan di wajahnya meski dalam hatinya berkecamuk seribu pertanyaan yang membuat sesak di dada. 
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Demi menjawab semua pertanyaan di hatinya akhirnya Amirul pun berangkat ke Jombang, ke tempat pondok pesantren Annisa dulu. Dari sana Amirul dapat keterangan bahwa Annisa telah memilih bergabung dengan kelompok tarekat yang punya komunitas tersendiri di sebuah pulau terpencil di laut timur. Dari sana pula Amirul mendapatkan alamat dengan denah lengkapnya pula. Justru kini ada keraguan dari hati Amirul, rasanya sudah tidak pantas baginya untuk bersanding dengan Annisa yang telah menemukan Kekasih Sejati. Amirul sadar betul bahwa keinginan untuk selalu dekat dengan Tuhan telah menuntun Annisa menjauh dari hiruk pikuk dunia, termasuk dirinya. Amirul berpikir, sebesar apa dosa yang akan ditanggung bila memaksa Annisa meninggalkan tempat itu? Kalupun dia memilih bergabung dengan Annisa, apakah akan sanggup dan ikhlas menjalaninya? Amirul hanya terdiam seiring langkahnya meninggalkan pondok pesantren Al Furqon Jombang.
    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4392378009838404969-2616638677436489417?l=an-xoin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/RbOM/~4/zhBw7PBoot4" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-21T03:52:58.108+14:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_3OqoOhoRFm8/Sy4r64uVYZI/AAAAAAAAAPE/Lriu-RouRX4/s72-c/Pilihan+Cinta+Annisa.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://an-xoin.blogspot.com/2009/12/cerpen-pilihan-cinta-annisa.html</feedburner:origLink></item><item><title>PENYELAMATAN BANK CENTURY, PRESTASI YANG DIMAKI-MAKI</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RbOM/~3/irVbcQf-rjY/penyelamatan-bank-century-prestasi-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (An-xoin)</author><pubDate>Thu, 03 Dec 2009 04:08:25 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4392378009838404969.post-599962264862149990</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NpsS0HG17xs/SxemgmbNzjI/AAAAAAAAAC4/62PNaaT-0TM/s1600-h/index.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 108px; height: 78px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NpsS0HG17xs/SxemgmbNzjI/AAAAAAAAAC4/62PNaaT-0TM/s320/index.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410976556309663282" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Kejujuran semakin langka saja dari bumi Indonesia. Berbagai macam skandal dan rekayasa hukum terlihat jelas dan entah berapa banyak pula jumlah rekayasa politik yang telah terjadi di negeri ini. Hura-hura kasus rekayasa Bibit S. R dan Chandra M. H telah menghentakkan kesadaran public bahwa telah nyata benar-benar terjadi usaha untuk kriminalisasi KPK. Sebagai buntut dari terbongkarnya rekayasa itu adalah adanya pro dan kontra tentang penyelamatan Bank Century yang dinilai tidak menpunyai dasar hukum dan ada penyimpangan aliran dananya.&lt;a href="http://fdr-indonesia.blogspot.com/2009/12/penyelamatan-bank-century-prestasi-yang.html"&gt;&lt;b&gt;Baca selengkapnya.....&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4392378009838404969-599962264862149990?l=an-xoin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/RbOM/~4/irVbcQf-rjY" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-04T02:08:25.394+14:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_NpsS0HG17xs/SxemgmbNzjI/AAAAAAAAAC4/62PNaaT-0TM/s72-c/index.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://an-xoin.blogspot.com/2009/12/penyelamatan-bank-century-prestasi-yang.html</feedburner:origLink></item><item><title>Misteri Bayangan Wanita</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RbOM/~3/5pmNXcnT5Yw/misteri-bayangan-wanita.html</link><author>noreply@blogger.com (An-xoin)</author><pubDate>Thu, 03 Dec 2009 04:07:07 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4392378009838404969.post-4888054418165986962</guid><description>&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 13pt arial,courier; color: pink"&gt;&lt;strong&gt;Siang bagaikan malam&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 13pt arial,courier; color: pink"&gt;&lt;strong&gt;Matahari terbit bagai tenggelam&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 13pt arial,courier; color: pink"&gt;&lt;strong&gt;Gelap gulita alam raya&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 13pt arial,courier; color: pink"&gt;&lt;strong&gt;Hening dan sunyi suasana&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 13pt arial,courier; color: pink"&gt;&lt;strong&gt;Meliuk-liuk bayangan wanita&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 13pt arial,courier; color: pink"&gt;&lt;strong&gt;Tubuh elok penuh pesona&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 13pt arial,courier; color: pink"&gt;&lt;strong&gt;Rambut tergerai tersapu angin&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 13pt arial,courier; color: pink"&gt;&lt;strong&gt;Menusuk lorong-lorong batin&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 13pt arial,courier; color: pink"&gt;&lt;strong&gt;Gemulai gerakannya&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 13pt arial,courier; color: pink"&gt;&lt;strong&gt;Berdesir di dalam dada&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 13pt arial,courier; color: pink"&gt;&lt;strong&gt;Tangan terulur manja&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 13pt arial,courier; color: pink"&gt;&lt;strong&gt;Kehangatan pelukan bara&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 13pt arial,courier; color: pink"&gt;&lt;strong&gt;Dasar pesona semakin dalam&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 13pt arial,courier; color: pink"&gt;&lt;strong&gt;Nikmat bahagia di luar alam&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 13pt arial,courier; color: pink"&gt;&lt;strong&gt;Bayangan dalam impian&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 13pt arial,courier; color: pink"&gt;&lt;strong&gt;Wanita misteri kenyataan&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 13pt arial,courier; color: pink"&gt;&lt;strong&gt;Samar-samar tersenyum wujud bayangan&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 13pt arial,courier; color: pink"&gt;&lt;strong&gt;Perlahan-lahan hilang dari pandangan&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4392378009838404969-4888054418165986962?l=an-xoin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/RbOM/~4/5pmNXcnT5Yw" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-04T02:07:07.973+14:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://an-xoin.blogspot.com/2009/12/misteri-bayangan-wanita.html</feedburner:origLink></item><item><title>WALI NANGROE, GAYA BARU PERBUDAKAN SESAMA MANUSIA</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RbOM/~3/Kxbl5cYTxhU/wali-nangroe-gaya-baru-perbudakan.html</link><author>noreply@blogger.com (An-xoin)</author><pubDate>Thu, 03 Dec 2009 04:05:54 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4392378009838404969.post-745778231556423916</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ua-zzzCLknA/Sxeg5XLlv3I/AAAAAAAAAEY/8wlFtYqEM_0/s1600-h/Wali+Nangroe.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 299px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ua-zzzCLknA/Sxeg5XLlv3I/AAAAAAAAAEY/8wlFtYqEM_0/s320/Wali+Nangroe.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410970384644554610" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Betapa mengejutkan dan menjijikkan mendengar keinginan dari DPR NAD yang dikuasai oleh partai yang didirikan para pentolan GAM, untuk menjadikan apa yang disebut ‘wali nangroe’ sebagai lembaga formal yang mempunyai kewenangan melebihi seorang Presiden sekalipun, bahkan lebih tepatnya disebut sebagai raja baru di bumi nusantara Indonesia. Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperjuangkan dengan darah dan air mata seluruh rakyatnya untuk melawan penjajah dari kerajaan asing, diakui atau tidak telah dimentahkan dengan kenginan mendirikan sebuah kerajaan baru yang  pada prinsipnya telah sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai demokrasi dan hak-hak asasi manusia yang mulai gigih diperjuangkan rakyat Indonesia selama lebih dari satu dasawarsa terakhir ini. &lt;a href="http://fdr-indonesia.blogspot.com/2009/12/wali-nangroe-gaya-baru-perbudakan.html"&gt;&lt;b&gt;...Read more...&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4392378009838404969-745778231556423916?l=an-xoin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/RbOM/~4/Kxbl5cYTxhU" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-04T02:05:54.701+14:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_ua-zzzCLknA/Sxeg5XLlv3I/AAAAAAAAAEY/8wlFtYqEM_0/s72-c/Wali+Nangroe.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://an-xoin.blogspot.com/2009/12/wali-nangroe-gaya-baru-perbudakan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Entahlah, apakah ini?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RbOM/~3/1dztc7KPNFI/entahlah-apakah-ini.html</link><author>noreply@blogger.com (An-xoin)</author><pubDate>Thu, 03 Dec 2009 04:03:55 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4392378009838404969.post-7278461366186983969</guid><description>&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 15pt arial,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Dunia baru terlihat dari mata yang terbuka sesaat&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 15pt arial,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Selepas hura-hura hidup yang meletup-letup&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 15pt arial,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Lupa nama tak ingat siapa dan dari mana lahir&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 15pt arial,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Suara mencibir hilang ditelan gelak menghentak&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 15pt arial,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Galau hati lepas mendera mencabik-cabik&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 15pt arial,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Hasrat jiwa pun harus rela terbuang&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 15pt arial,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Darah dan air mata sia-sia mengalir&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 15pt arial,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Ratapan dan tangisan lewat sekejap&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 15pt arial,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Penyesalaan menjadi gurauan&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 15pt arial,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Waktu  masih terus berputar&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 15pt arial,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Hidup tetap harus bernafas&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font style="font: 15pt arial,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Udara bebas dihirup sang makhluk&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4392378009838404969-7278461366186983969?l=an-xoin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/RbOM/~4/1dztc7KPNFI" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-04T02:03:55.058+14:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://an-xoin.blogspot.com/2009/12/entahlah-apakah-ini.html</feedburner:origLink></item><item><title>GANYANG KPK, KONSPIRASI PARA BEDEBAH</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RbOM/~3/gkYLC6LHl-Y/ganyang-kpk-konspirasi-para-bedebah.html</link><author>noreply@blogger.com (An-xoin)</author><pubDate>Thu, 19 Nov 2009 18:49:59 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4392378009838404969.post-9091586737216319069</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NpsS0HG17xs/SwX-NIeVg4I/AAAAAAAAACw/MdLCnpB-DEE/s1600/GANYANG+KPK.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 299px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NpsS0HG17xs/SwX-NIeVg4I/AAAAAAAAACw/MdLCnpB-DEE/s320/GANYANG+KPK.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406006429294625666" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Di suatu waktu, di negara tercinta Indonesia. Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun pun berganti tahun tanpa terasa sudah hampir tiba masa akhir jabatan sang Presiden untuk periode pertama. Sebagai evaluasi pertumbuhan ekonomi maka diadakanlah sebuah rapat tertutup di gedung BAPENAS. Dari rapat tersebut diambil sebuah kesimpulan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak sesuai dengan harapan bahkan cenderung berjalan tersendat-sendat dan tetap tidak bisa menyebar secara merata kesetiap bagian wilayah negara. Hasil rapat tersebut tanpa menunggu waktu lebih lama lagi segera diberikan kepada sang Presiden yang memang sedang sibuk mencari bahan sebagai jargon kampanye pilpres untuk menduduki jabatannya kembali selama lima tahun kedepan.&lt;a href="http://fdr-indonesia.blogspot.com/2009/11/ganyang-kpk-konspirasi-para-bedebah.html"&gt;&lt;b&gt;...Read more...&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4392378009838404969-9091586737216319069?l=an-xoin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/RbOM/~4/gkYLC6LHl-Y" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-20T16:49:59.503+14:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_NpsS0HG17xs/SwX-NIeVg4I/AAAAAAAAACw/MdLCnpB-DEE/s72-c/GANYANG+KPK.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://an-xoin.blogspot.com/2009/11/ganyang-kpk-konspirasi-para-bedebah.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kepergian Seorang Teman</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RbOM/~3/DXpM_jGru84/kepergian-seorang-teman.html</link><author>noreply@blogger.com (An-xoin)</author><pubDate>Thu, 19 Nov 2009 18:47:28 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4392378009838404969.post-4891257543615092019</guid><description>&lt;font face="Arial" color=#363C63  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Mentari masih bersinar&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;font face="Arial" color=#363C63  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Jagad raya berputar-putar&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;font face="Arial" color=#363C63  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Siang malam pun saling kejar&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font face="Arial" color=#363C63  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Tapi teman…&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;font face="Arial" color=#363C63  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Hingar-bingar kehidupan kau tinggalkan&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;font face="Arial" color=#363C63  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Tragis, tanpa pesan kau sampaikan&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font face="Arial" color=#363C63  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Teman, terkenang dalam ingatan&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;font face="Arial" color=#363C63  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Jum’at malam ketaqwaan kau tunjukkan&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;font face="Arial" color=#363C63  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Dan sabtu siang, teman&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;font face="Arial" color=#363C63  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Takdir Tuhan kau buktikan, kematian&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font face="Arial" color=#363C63  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Kini hidup di sini sepi&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;font face="Arial" color=#363C63  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Bahagia bersama-sama tak akan kembali&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;font face="Arial" color=#363C63  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Semua terasa bagai mimpi &lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;font face="Arial" color=#363C63  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Kau, teman pergi dari dunia ini&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font face="Arial" color=#363C63  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Empat puluh hari kepergianmu&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;font face="Arial" color=#363C63  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Doa-doa demi keampunan bagimu&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font face="Arial" color=#363C63  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Kenangan tak terlupakan&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;font face="Arial" color=#363C63  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Kehidupan menuju kematian&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4392378009838404969-4891257543615092019?l=an-xoin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/RbOM/~4/DXpM_jGru84" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-20T16:47:28.527+14:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://an-xoin.blogspot.com/2009/11/kepergian-seorang-teman.html</feedburner:origLink></item><item><title>Obama moslem enemy?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RbOM/~3/4aAWF2a-5iE/obama-moslem-enemy.html</link><author>noreply@blogger.com (An-xoin)</author><pubDate>Thu, 19 Nov 2009 18:44:19 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4392378009838404969.post-5238919530615880303</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ua-zzzCLknA/SwX9Drr9t9I/AAAAAAAAAEQ/PioIt0dJq5A/s1600/Obama+Moslem+Enemy.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 166px; height: 136px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ua-zzzCLknA/SwX9Drr9t9I/AAAAAAAAAEQ/PioIt0dJq5A/s320/Obama+Moslem+Enemy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406005167436707794" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Obama promises to sliver again USA relation with moslem world, not yet proven. Also promise Obama to finish the middle east conflict,  not yet also proven. However Obama have got nobel prize. But now moslem world surprised with action from USA government confiscating a number of mosque in USA region, hence is not dubious if there is mentioning Obama as moslem enemy. Because it'is true there no Obama action siding or respecting feeling of moslem world.&lt;a href="http://anxoin.blogspot.com/2009/11/obama-moslem-enemy.html"&gt;&lt;b&gt;...Read more...&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4392378009838404969-5238919530615880303?l=an-xoin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/RbOM/~4/4aAWF2a-5iE" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-20T16:44:19.959+14:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_ua-zzzCLknA/SwX9Drr9t9I/AAAAAAAAAEQ/PioIt0dJq5A/s72-c/Obama+Moslem+Enemy.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://an-xoin.blogspot.com/2009/11/obama-moslem-enemy.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kembali Pulang</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RbOM/~3/PuqxpN9-ceM/kembali-pulang.html</link><author>noreply@blogger.com (An-xoin)</author><pubDate>Thu, 19 Nov 2009 18:40:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4392378009838404969.post-609040090800479282</guid><description>&lt;font face="georgia" color=#133400  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Berdiri tepat dua langkah kaki&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;font face="georgia" color=#133400  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Hiruk pikuk orang beramai-ramai&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;font face="georgia" color=#133400  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Gerak cakram CD ikut beraksi&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;font face="georgia" color=#133400  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Saat itu semua serasa mimpi&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font face="georgia" color=#133400  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Ada hirarki menghadang&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;font face="georgia" color=#133400  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Dan sombong pun disayang&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;font face="georgia" color=#133400  size=1&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Masa lalu melayang terbang&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;font face="georgia" color=#133400  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Semua harus kembali pulang&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font face="georgia" color=#133400  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Ingin waktu kembali&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;font face="georgia" color=#133400  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Tembus batas Illahi&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font face="georgia" color=#133400  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Biar mimpi hilang&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;font face="georgia" color=#133400  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Nyata pun terpampang&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;font face="georgia" color=#133400  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Hidup berjalan tenang&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
&lt;font face="georgia" color=#133400  size=1&gt;
&lt;h1 align="justified"&gt;Jangan lagi ada bimbang&lt;/h1&gt;&lt;/font&gt;
    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4392378009838404969-609040090800479282?l=an-xoin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/RbOM/~4/PuqxpN9-ceM" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-20T16:40:00.002+14:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://an-xoin.blogspot.com/2009/11/kembali-pulang.html</feedburner:origLink></item><item><title>Obama won the Nobel peace prize?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RbOM/~3/XzZMf9qY2bc/obamam-won-nobel-peace-prize.html</link><author>noreply@blogger.com (An-xoin)</author><pubDate>Fri, 23 Oct 2009 05:06:40 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4392378009838404969.post-7796608892957500572</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ua-zzzCLknA/Sjvej862YCI/AAAAAAAAAC0/ld-nQ_9H0-A/s1600-h/IFtVrQWMsz.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 166px; height: 136px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ua-zzzCLknA/Sjvej862YCI/AAAAAAAAAC0/ld-nQ_9H0-A/s320/IFtVrQWMsz.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349113691662344226" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;P align="justify" &gt;
&lt;p align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Surprised that's expression from people under the sun moment know news that Obama get Nobel peace prize, inconceivable really. The Nobel peace prize that untimely and abundant passed to Obama. This is becoming evidence that the Nobel prize there were political nuance and importance each time awarded, parity in standart quality and assessment have inconceivable again.&lt;/p&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;p align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;For example see Obama, what have been done for peace? When becoming US President now, Obama still run military policy in Afghanistan, Iraq and the other region which felt become US enemy. Recently there was a plan to add US military amount in Afghanistan, even plan to draw US military team in Iraq not yet been conducted. Whether this the so- called peace?
&lt;a href="http://anxoin.blogspot.com/2009/10/obama-won-nobel-peace-prize.html"&gt;&lt;b&gt;Read More...&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4392378009838404969-7796608892957500572?l=an-xoin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/RbOM/~4/XzZMf9qY2bc" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-24T02:06:40.004+14:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_ua-zzzCLknA/Sjvej862YCI/AAAAAAAAAC0/ld-nQ_9H0-A/s72-c/IFtVrQWMsz.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://an-xoin.blogspot.com/2009/10/obamam-won-nobel-peace-prize.html</feedburner:origLink></item><item><title>Mister Pape (Parmo Pece)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RbOM/~3/0oFPsogzyvM/mister-pape-parmo-pece.html</link><author>noreply@blogger.com (An-xoin)</author><pubDate>Thu, 01 Oct 2009 21:34:17 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4392378009838404969.post-4177575612737868643</guid><description>&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Mr. Pape&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Leher berdasi lagak perlente&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt; 
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Mr. Pape&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Latah kelakuan bule-bule&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt; 
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Mr. Pape&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt; 
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Tak lagi suka makan tape dan tempe&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt; 
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Mr. Pape&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt; 
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Hanya mau yang ala amerike&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Tapi apa yang terjadi dengan Mr. Pape?&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt; 
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Ternyata dia masih suka makan sate&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt; 
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Tapi dibungkus cap plastic steik amerike&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt; 
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Mr. pape&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt; 
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Ternyata juga masih suka pecel lele&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Ahh… kecele tampang Mr. Pape&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
“Parmo Pece, timbe airnye” teriak nyake
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Mr. Pape&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt; 
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Jalan-jalan sore-sore&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt; 
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Pakai kaca mata hitam sok kece&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt; 
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Naik roda dua sepeda unte&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt; 
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Main goda-goda cewek a-be-ge&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Ehhh… diperempatan jalan dipanggil nyake&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt; 
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;“Parmo Pece, timbe airnye” teriak si nyake&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Parmo pece kok jadi Mr. Pape,apa dah gile?&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: brown"&gt;&lt;strong&gt;Tapi kata Parmo Pece, “Nggak tau ahh, gelap jee…..”&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt; 
    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4392378009838404969-4177575612737868643?l=an-xoin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/RbOM/~4/0oFPsogzyvM" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-02T18:34:17.108+14:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://an-xoin.blogspot.com/2009/10/mister-pape-parmo-pece.html</feedburner:origLink></item><item><title>Cerbung : KETIKA SAWIT MULAI BERBUNGA bag.20</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RbOM/~3/jB5BX-vc45A/cerbung-ketika-sawit-mulai-berbunga.html</link><author>noreply@blogger.com (An-xoin)</author><pubDate>Thu, 01 Oct 2009 21:29:37 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4392378009838404969.post-3152736901260645662</guid><description>&lt;h2 align="right"&gt;oleh: Djatiputra&lt;/h2&gt;
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Dua minggu kemudian setelah Bambang dan kawan-kawannya ikut berbagai dialog dengan pengurus lama akhirnya semua permasalahan bisa dicarikan jalan tengah sehingga dapat selesai dengan mudah tanpa dendam dan amarah. Justru kini permasalahan muncul diantara para pengurus baru menegenai konsumsi saat liburan nanti. Beberapa pengurus mengusulkan untuk pesan konsumsi dari catering saja, namun ada yang tidak setuju karena dana yang terbatas tidak akan cukup untuk mendapatkan konsumsi bagi seluruh orang yang ikut liburan. Sebenarnya yang tidak setuju hanya beberapa orang pengurus wanita, tapi karena mereka ngotot dan dengan tegas akan memasak sendiri untuk keperluan konsumsi liburan nanti. Maka akhirnya semua pengurus pun setuju dengan satu syarat semua tanggung jawab memasak harus dilimpahkan kepada mereka yang memberi usulan.&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Malam hari menjelang liburan esok pagi, Bambang mendapat sms dari Tanto.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
‘Mbang, ditunggu kawan-kawan di kedai makan kak Ika’
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Sebenarnya Bambang enggan untuk menemui kawan-kawannya namun karena tidak enak hati dia pun beranjak dari tempat tidurnya. Hari ini cukup melelahkan bagi Bambang karena sejak pagi hingga menjelang sore, dia harus kesana kemari untuk mengurus surat-surat dari kilang dan termasuk dari Maybank yang harus dia tandatangani. Kawan-kawan Bambang tidak ada yang tahu bahwa hari ini dia telah mengambil sisa jatah cutinya yang tinggal tiga hari. Karena ketika berangkat kerja Bambang memang berseragam kerja seperti biasa namun kemudian setelah sampai di kilang dia tidak masuk ke bagian produksi tapi justru menuju ke ruang tunggu di dekat ruang office. Hampir satu jam dia menunggu kedatangan orang-orang bagian office kilang karena memang jam kerja mereka berbeda dengan bagian produksi.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Woiii.. Mbang lama tak jumpa kemanakah gerangan!?” begitulah sambutan yang diterima Bambang ketika sampai di kedai makan kak Ika, banyak sekali kawan yang ada di sana dan semua ikut mentertawakan sindiran tadi.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Melihat semua itu Bambang hanya bisa tersenyum malu kemudian dia mengambil tempat duduk di samping Denis. Baru saja Bambang duduk anak gadis kak Ika sudah datang menanyakan order makanan. The tarik dan mie goring menjadi pilihan makanan yang dipesan Bambang.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Besok jadi ikut Mbang?” Tanto kelihatan tidak sabar bertanya setelah anak gadis kak Ika itu pergi.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Ok.ok…” jawab Bambang singkat sambil tersenyum.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Mbang kita mau bantu-bantu di tempat masak konsumsi untuk besok, ikut nggak?” tanya Tanto lagi.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Dimana?”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Dirumah cewek-cewek itulah” sambar Denis dengan mata melirik sambil cengar-cengir.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Nggaklah… kalian saja, aku tunggu disini sambil makan.”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Semua tertawa mendengar jawaban dari Bambang, mereka tahu pasti kenapa dia menolak. Tidak lama kemudia Denis, Tanto, Yanto dan yang lain pun pergi. Kini Bambang hanya duduk sendiri sambil ditemani makanan pesanannya yang sudah datang dan dengan agak malas Bambang mulai menikmati makanan di depannya. Sementara di dalam kedai makan kak Ika terdengar sedang bersenda gurau dengan anak gadisnya, mendengar itu Bambang pun ikut tersenyum. Setelah menghabiskan makanannya Bambang pun langsung pulang kembali kerumah lalu tidur.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Pagi hari sekitar jam 06.30 semua orang yang mau ikut liburan sudah bersiap-siap di halaman komplek perumahan, Bambang meski masih dengan mata mengantuk juga telah ikut bergabung dengan kawan-kawannya menanti bus yang akan mengantara mereka liburan. Dan tepat jam 07.00 mereka berangkat seiring kedatangan bus yang telah ditunggu sejak tadi. Dalam perjalanan menuju ke pantai Tanjung Balai mereka bernyanyi-nyanyi diiringi suara gitar yang dibawa Denis. Suasana riang gembira melebur jadi satu dengan pengapnya hawa bus yang panas, semakin panas lagi ketika ada beberapa kawan yang tanpa malu berjoget dengan sexynya. Hingga tanpa terasa dua jam mereka sudah sampai di tempat tujuan. Mereka berteriak-teriak gembira bahkan ada beberapa kawan yang tidak sabar langsung meloncat keluar dari bus sebelum berhenti untuk parkir,  kemudian mereka berlari berebutan untuk sampai terlebih dahulu di pantai. Sedangkan yang masih ada didalam bus pun buru-buru keluar setelah busnya mendapat tempat parkir yang aman.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Bambang kelihatan hanya diam saja tidak ikutan berebutan ke tepi pantai, sejak berangkat tadi sebenarnya dia mencari-cari keberadaan si Sri. Hingga setelah semua orang keluar dari dalam bus Bambang baru bisa melihat Sri yang ikut berlari-lari kecil di tepian pantai. Sri kelihatan sangat bahagia, Bambang pun tersenyum melihatnya. Tidak lama kemudian Bambang ikut turun dari dalam bus lalu memilih menyendiri mencari tempat yang sepi dari pada bergabung dengan kawan-kawannya. Namun belum jauh Bambang melangkah terdengar jeritan si Sri, terlihat raut kesedihan di wajahnya. Bambang pun berbalik arah untuk sedikit mendekat, dari kawan yang ada disitu di tahu ternyata hp Sri terjatuh ke air laut saat berlari-lari di tepi pantai. Kemudian Bambang melangkah lagi menjauh dari keramaian, namun tadi dia sempat berpapasan mata dengan Sri yang melihatnya penuh arti. Hanya pandangan tanpa arti yang mampu dilakukan Bambang saat itu karena dalam kesendirian saja yang ingin dia nikmati. Hiruk pikuk kawan-kawannya yang berebutan jatah konsumsi setelah lelah berlomba dan bermain-main di tepi pantai, juga tidak bisa mengusik keasyikan lamunan Bambang dalam kesendiriannya.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Hingga sore hari mereka baru meninggalkan pantai untuk kembali ke rumah. ketika hari menjelang isya’ bus baru sampai di halaman depan komplek perumahan mereka, lalu dengan lunglai satu persatu turun keluar dari dalam bus. Beberapa saat setelah bus pergi hanya kesunyian yang ada di tempat itu, mungkin semuanya langsung tertidur larut dengan mimpinya masing-masing.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Sudahlah Sri, ntar hpmu kita bawa ke tempat service,” terdengar suara Mbak Ana agak sedikit keras karena melihat sejak tadi Sri belum juga keluar dari dalam kamar mandi karena Mbak Ana tahu di dalam kamar mandi Sri sedang menangis sedih.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Bukan tentang Hp mbak…” tiba-tiba Sri keluar dari kamar mandi dengan air mata yang teruarai di pipinya, lalu di duduk di kursi ruang tamu. Untung saja di dalam rumah itu hanya mereka berdua karena yang lain sedang kerja shift malam, jadi tidak ada yang terganggu dengan tangisan si Sri.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Lalu apa Sri?”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Bambang Mbak…” cukup kaget Mbak Ana mendengar keterusterangan dari Sri tapi dengan senyuman dia menanggapinya.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Kenapa dengan Bambang, Sri?”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Sekarang dia tidak lagi perduli dengan aku Mbak.”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Itu bukan salah Bambang tapi salah kamu sendiri Sri!” untuk kali ini nampaknya Mbak Ana sudah tidak ingin basa-basi lagi.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Trus aku harus bagaimana Mbak?”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Kamu harus berterus terang tentang perasaan kamu kepada Bambang, jangan lagi bermain-main dengan perasaan. Ingat Sri, jangan samapi nanti kamu akan dipermainkan perasaanmu sendiri. Sudahlah akui bahwa Bambang adalah yang cocok buat kamu, jangan menipu diri kamu sendiri lagi. Katakan semua kepada Bambang, Sri!”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Kapan Mbak?”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Secepatnya, jangan sampai semua nanti terlambat.”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Sekarang, Mbak?” Mendengar itu Mbak Ana tertawa cukup keras, dia semakin yakin bahwa Sri benar-benar jatuh cinta kepada Bambang.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Sekarang kamu tidurlah dulu, istirahat biar pikiran tenang. Besok pagi-pagi, baru kamu bicara jujur empat mata dengan Bambang.”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Tanpa membuang-buang waktu Sri pun langsung beranjak ke tempat tidur dan tidak lama kemudian sudah terlihat lelap dengan senyum mengembang di wajahnya. Mbak Ana hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihatnya. Mbak Ana kemudian menghidupkan TV, sambil melihat acara music kini justru pikirannya yang terusik dengan bermacam-macam permasalahan sendiri. Keluarganya di kampung yang bilang bahwa kiriman uang darinya selalu tidak cukup untuk hidup dan membayar hutang, anaknya yang mulai masuk tahun ajaran baru sekolah perlu biaya besar, suaminya yang tidak tahu kemana rimbanya. Semua berkecamuk jadi satu hingga Mbak Ana tidak bisa tidur sampai pagi menjelang subuh.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Tok..! Tok..! Tok..! tiba-tiba terdengar suara pintu rumah diketuk orang dari luar.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Siapa diluar?” Mbak Ana bertanya sebelum membuka pintu rumahnya.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Bambang Mbak…” terdengar suara yang sudah sangat dikenal, lalu terbukalah pintu rumah itu. Diluar rumah berdiri Bambang dengan tas ransel besar dipundaknya.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Loch, ada apa Mbang?” Mbak Ana sangat terkejut dengan Bambang yang membawa tas ransel besar. “Ayo, masuk dulu.”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Tidak Mbak, disini saja. Cuma sebentar kok, tadi sudah ada mobil yang menunggu di jalan depan.”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Ada apa kok kelihatan buru-buru?”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Sri ada, Mbak?”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Dia masih tidur Mbang, aku bangunkan dulu yaa?”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Nggak Mbak, nggak usahlah Mbak. Titip surat ini saja Mbak, nanti katakan saja bahwa saya datang sendiri kesini.“ Bambang agak sedikit susah mencabut surat yang dia tarus di dalam saku bagian depan ranselnya.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Lohh, Mbang memangnya kamu mau kemana?”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Saya balik ke Indonesia Mbak.”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Memangnya, apa tidak akan kembali lagi kesini?”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Tidak Mbak. Kontrak kerjaku yang tinggal satu bulan sudah aku lunasi dengan membayar uang denda, Mbak.”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Memangnya ada apa kok mendadak banget Mbang?”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Tidak mendadak Mbak, persiapan sudah sejak seminggu yang lalu. Tapi memang tidak ada kawan yang aku beri tahu.”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Yahh… Mbang kenapa jadi begini?”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Memang harus begini Mbak.” Bambang berkata sambil tersenyum. “Sudah dulu Mbak, saya minta maaf kalau ada salah-salah kata atau perbuatan baik yang saya sengaja maupun tidak. Tolong nanti sampaikan permintaan maaf saya kepada kawan-kawan yang lain.”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Iya, Insya’alloh Mbang.”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Assalamu’alaikum.”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Wa’alaikum salam.”
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Setelah saling membalas salam, Bambang pun beranjak melangkah meninggalkan tempat itu. Dijalan depan komplek perumahan sudah menunggu sebuah mobil yang sejak tadi telah dinyalakan mesinnya. Sampai di dekat mobil itu Bambang langsung membuka pintu lalu masuk kedalamnya.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Jalan Bang.” Kata Bambang singkat kemudian disusul raungan mobil yang berjalan menuju airport. Tekad Bambang sudah bulat untuk meninggalkan Malaysia, bahkan dia sudah merencanakannya semenjak pulang dari Selangor. Penderitaan dan kepedihan yang dialami selama di Malaysia harus segera dikubur dalam-dalam, jalan satu-satunya adalah meninggalkan Malaysia. Biarlah semua menjadi kenangan yang tidak perlu diingat-ingat lagi. Sedangkan si Sri harus diakui menjadi kisah manis yang tidak akan terlupakan selama menjadi TKI di Malaysia. Tapi semua kisah manis itu harus direlakan lepas dari genggaman karena nanti akan berubah pahit bila dipaksakan untuk digenggam. Di dalam surat yang dititipkan kepada Mbak Ana tadi, Bambang sudah menulis dengan jelas bagaimana perasaanya terhadap Sri yang selama ini dipendamnya dalam-dalam. Tidak lupa dia juga meminta maaf atas segala kekhilafan yang mungkin telah dilakukannya. 
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
“Sayonara, Malaysia!” Teriak Bambang di dalam hati.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Sementara Mbak Ana hanya bisa memandang dari kejauhan laju mobil yang mulai meninggalkan kompleks perumahan itu. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Sambil menimang-nimang surat titipan dari Bambang tadi, dia perhatikan dengan mata berkaca-kaca. Entahlah, apa nanti dia sanggup memberikannya kepada Sri. Ketika bunga cinta mulai mekar diantara rimbunan sawit Malaysia tapi terpaksa harus layu sebelum berkembang. Apakah Sri akan berjodoh dengan Bambang? Jawabannya masih menjadi rahasia Tuhan. Wallohu’alaam.    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4392378009838404969-3152736901260645662?l=an-xoin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/RbOM/~4/jB5BX-vc45A" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-02T18:29:37.972+14:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://an-xoin.blogspot.com/2009/10/cerbung-ketika-sawit-mulai-berbunga.html</feedburner:origLink></item><item><title>People of malaysia wish to joint forces with Indonesia?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RbOM/~3/NLfO4GZsDFg/people-of-malaysia-wish-to-joint-forces.html</link><author>noreply@blogger.com (An-xoin)</author><pubDate>Thu, 01 Oct 2009 21:25:58 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4392378009838404969.post-2491311635313969918</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ua-zzzCLknA/SsV2R-OrTgI/AAAAAAAAADc/a8Ue5EICIMM/s1600-h/Malaysia+pirates.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ua-zzzCLknA/SsV2R-OrTgI/AAAAAAAAADc/a8Ue5EICIMM/s320/Malaysia+pirates.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387842580353076738" /&gt;&lt;/a&gt;
  
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Again and again, malaysia behave again without caring sensitive of Indonesia nation. After claiming some regional island of frontier and some cultural art genuiness which grow and expand in Indonesia, nowadays malaysia claim multifariously of food which result of feel Indonesian nation ancestors.&lt;a href="http://anxoin.blogspot.com/2009/10/people-of-malaysia-wish-to-joint-forces.html"&gt;&lt;b&gt;...Read more...&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4392378009838404969-2491311635313969918?l=an-xoin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/RbOM/~4/NLfO4GZsDFg" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-02T18:25:58.577+14:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_ua-zzzCLknA/SsV2R-OrTgI/AAAAAAAAADc/a8Ue5EICIMM/s72-c/Malaysia+pirates.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://an-xoin.blogspot.com/2009/10/people-of-malaysia-wish-to-joint-forces.html</feedburner:origLink></item><item><title>Memori Mati</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RbOM/~3/A7pZxdMftQM/memori-mati.html</link><author>noreply@blogger.com (An-xoin)</author><pubDate>Thu, 01 Oct 2009 21:21:46 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4392378009838404969.post-8045006653660739761</guid><description>&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 8pt trebuchet,verdana; color: orange"&gt;&lt;strong&gt;Maafkan bila kubuka kembali&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 8pt trebuchet,verdana; color: orange"&gt;&lt;strong&gt;Memori yang terkubur mimpi&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 8pt trebuchet,verdana; color: orange"&gt;&lt;strong&gt;Jiwaku gelisah, ragaku resah&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 8pt trebuchet,verdana; color: orange"&gt;&lt;strong&gt;Kembali jumpa asmara sumpah serapah&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 8pt trebuchet,verdana; color: orange"&gt;&lt;strong&gt;Harusnya semua hilang melayang&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 8pt trebuchet,verdana; color: orange"&gt;&lt;strong&gt;Selang waktu panjang terbentang&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 8pt trebuchet,verdana; color: orange"&gt;&lt;strong&gt;Maafkan bila kau berharap lagi&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 8pt trebuchet,verdana; color: orange"&gt;&lt;strong&gt;Mimpi bisa nyata terjadi&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 8pt trebuchet,verdana; color: orange"&gt;&lt;strong&gt;Kau sangat mendamba dia&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 8pt trebuchet,verdana; color: orange"&gt;&lt;strong&gt;Ohh… gelora asmara&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 8pt trebuchet,verdana; color: orange"&gt;&lt;strong&gt;Harusnya kumiliki cinta sejati&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 8pt trebuchet,verdana; color: orange"&gt;&lt;strong&gt;Sumpah setia sehidup semati&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 8pt trebuchet,verdana; color: orange"&gt;&lt;strong&gt;Maafkan bila kuharus pergi&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 8pt trebuchet,verdana; color: orange"&gt;&lt;strong&gt;Menghindar demi bahagia hati&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 8pt trebuchet,verdana; color: orange"&gt;&lt;strong&gt;Hari-hari datang dan pergi&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 8pt trebuchet,verdana; color: orange"&gt;&lt;strong&gt;Menghindar demi bahagia hati&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 8pt trebuchet,verdana; color: orange"&gt;&lt;strong&gt;Berharap segera  hilang&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 8pt trebuchet,verdana; color: orange"&gt;&lt;strong&gt;Ditelan badai menerjang&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 8pt trebuchet,verdana; color: orange"&gt;&lt;strong&gt;Maafkan bila ku nanti mati&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 8pt trebuchet,verdana; color: orange"&gt;&lt;strong&gt;Semua tak kan kuingat lagi&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 8pt trebuchet,verdana; color: orange"&gt;&lt;strong&gt;Terbenam tanah makam&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 8pt trebuchet,verdana; color: orange"&gt;&lt;strong&gt; Dalam gelap mencekam&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 8pt trebuchet,verdana; color: orange"&gt;&lt;strong&gt;Dan pasti semua akan terjadi&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 8pt trebuchet,verdana; color: orange"&gt;&lt;strong&gt;Hilang dan pergi, ohh… memori&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4392378009838404969-8045006653660739761?l=an-xoin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/RbOM/~4/A7pZxdMftQM" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-02T18:21:46.407+14:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://an-xoin.blogspot.com/2009/10/memori-mati.html</feedburner:origLink></item><item><title>Rakyat malaysia rindu bergabung dengan Indonesia?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RbOM/~3/lwDvUGnvfvI/rakyat-malaysia-rindu-bergabung-dengan.html</link><author>noreply@blogger.com (An-xoin)</author><pubDate>Thu, 01 Oct 2009 21:27:06 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4392378009838404969.post-1816673897929539822</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ua-zzzCLknA/SsV2R-OrTgI/AAAAAAAAADc/a8Ue5EICIMM/s1600-h/Malaysia+pirates.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ua-zzzCLknA/SsV2R-OrTgI/AAAAAAAAADc/a8Ue5EICIMM/s320/Malaysia+pirates.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387842580353076738" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Lagi-lagi dan lagi, malaysia berulah lagi dengan tanpa memperdulikan sensifitas bangsa Indonesia. Setelah mengklaim sepihak beberpa pulau diwilayah perbatasan dan beberapa seni budaya asli yang tumbuh dan berkembang di Indonesia, kini malaysia mengklaim beraneka makanan hasil cita rasa nenek moyang bangsa Indonesia. Sebenarnya adalah fakta bahwa nenek moyang malaysia juga berasal dari Indonesia namun hal yang membuat sakit rakyat Indonesia adalah sikap malaysia yang tidak mau mengakui keberadaan bangsa Indonesia sebagai nenek moyang asli mereka.&lt;a href="http://fdr-indonesia.blogspot.com/2009/10/rakyat-malaysia-rindu-bergabung-dengan.html"&gt;&lt;b&gt;Baca selengkapnya.....&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4392378009838404969-1816673897929539822?l=an-xoin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/RbOM/~4/lwDvUGnvfvI" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-02T18:27:06.706+14:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_ua-zzzCLknA/SsV2R-OrTgI/AAAAAAAAADc/a8Ue5EICIMM/s72-c/Malaysia+pirates.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://an-xoin.blogspot.com/2009/10/rakyat-malaysia-rindu-bergabung-dengan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Aku Bicara Dan Gepeng Berkata</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RbOM/~3/NfTp8lzOOeU/aku-bicara-dan-gepeng-berkata.html</link><author>noreply@blogger.com (An-xoin)</author><pubDate>Thu, 01 Oct 2009 21:14:54 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4392378009838404969.post-5853605198980290848</guid><description>&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: black"&gt;&lt;strong&gt;Gepeng, gepeng (gelandangan dan penegemis)&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: black"&gt;&lt;strong&gt; Mereka berkata,&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: black"&gt;&lt;strong&gt;“Aku kaya! Walau hanya dengan uang seratus rupiah saja.”&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: black"&gt;&lt;strong&gt;“Aku berwibawa! Walau bukan menteri atau pejabat tinggi Negara”&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: black"&gt;&lt;strong&gt;“Aku bersahaja! Walau bukan Kyai atau Ulama”&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: black"&gt;&lt;strong&gt;Dan mereka bertanya,&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: black"&gt;&lt;strong&gt;“Kapan kamu jaya, kembalikan mereka ke habitat asli manusia sesungguhnya?”&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: black"&gt;&lt;strong&gt;Mereka berkata, berkata …&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: black"&gt;&lt;strong&gt;“Aku…! Kapan kamu…?&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: black"&gt;&lt;strong&gt;Dan mereka pun masih berkata-kata&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: black"&gt;&lt;strong&gt;Tuhan terimakasih atas semua karunia&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: black"&gt;&lt;strong&gt;Berilah kekuatan hamba untuk membantu mereka&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;
&lt;P align="justify"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;font style="font: 7pt trebuchet,verdana; color: black"&gt;&lt;strong&gt;Mereka berkata, “Mereka gepeng semua”&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;
    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4392378009838404969-5853605198980290848?l=an-xoin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/RbOM/~4/NfTp8lzOOeU" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-02T18:14:54.289+14:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://an-xoin.blogspot.com/2009/10/aku-bicara-dan-gepeng-berkata.html</feedburner:origLink></item><item><title>Tiga kesalahan besar malaysia</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RbOM/~3/EdNOzaXSN9Q/tiga-kesalahan-besar-malaysia_22.html</link><author>noreply@blogger.com (An-xoin)</author><pubDate>Thu, 01 Oct 2009 21:18:02 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4392378009838404969.post-2891466362873611631</guid><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ua-zzzCLknA/SqZKCOPjTRI/AAAAAAAAADU/26WxF3GXAUY/s1600-h/Malaysia+flag.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ua-zzzCLknA/SqZKCOPjTRI/AAAAAAAAADU/26WxF3GXAUY/s320/Malaysia+flag.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379068206984154386" /&gt;&lt;/a&gt;
Setiap terdengar kata yang menyebut nama malaysia akan mengingatkan tiga kesalahan besar kerajaan federal itu, yaitu:
&lt;br/&gt;

&lt;br/&gt;
Kesalahan pertama malaysia adalah menerima hadiah kemerdekaan dari ratu kerajaan inggris atas kesetiaan raja-raja semenanjung malaysia terhadap kerajaan kolonial tersebut. &lt;a href="http://fdr-indonesia.blogspot.com/2009/09/tiga-kesalahan-besar-malaysia.html"&gt;&lt;b&gt;Baca selengkapnya...&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4392378009838404969-2891466362873611631?l=an-xoin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/RbOM/~4/EdNOzaXSN9Q" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-02T18:18:02.866+14:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_ua-zzzCLknA/SqZKCOPjTRI/AAAAAAAAADU/26WxF3GXAUY/s72-c/Malaysia+flag.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://an-xoin.blogspot.com/2009/09/tiga-kesalahan-besar-malaysia_22.html</feedburner:origLink></item><item><title>Persiapan Diri Menghadapi Bencana Alam</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/RbOM/~3/OdzlKONhz9s/persiapan-diri-menghadapi-bencana-alam.html</link><author>noreply@blogger.com (An-xoin)</author><pubDate>Tue, 08 Sep 2009 05:45:38 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4392378009838404969.post-5322148806419359631</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_3OqoOhoRFm8/SNmnVf0XUAI/AAAAAAAAAE0/z59VMg9HwEU/s1600-h/Annas7.2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3OqoOhoRFm8/SNmnVf0XUAI/AAAAAAAAAE0/z59VMg9HwEU/s200/Annas7.2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249410828437245954" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Bencana alam di Indonesia memang tidak bisa dihindari bahkan sudah bisa dipastikan akan terjadi sewaktu-waktu. Karena itu diperlukan kekuatan iman dan kekuatan mental untuk menhadapinya. Bila tidak dipersiapkan dengan matang bisa jadi kelambanan pemberian bantuan dan tanggap daurat dari aparat berwenang dalam menhadapai bencana alam akan menimbulkan kata-kata keluh kesah manusia menghadapi ujian dan cobaan itu, padahal semua itu tidak akan menyelesaikan masalah. Justru kata-kata yang terlontar itu menunjukkan ketidaksabaran dan kerapuhan iman manusia,yang nantinya malah akan menimbulkan masalah baru.
&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Marilah mencoba meminimalisir keluh kesah dalam menghadapi bencana alam agar kesedihan karena kehilangan sanak saudara maupun harta benda tidak semakin parah menyiksa. Berkeluh kesah seringkali membuat manusia terdramatisasi oleh masalah, seakan bencana alam adalah bukti Tuhan yang tidak lagi sayang dengan makhluk-nya. Padahal, belum tentu. Siapa tahu, di balik bencana alam yang menimpa manuasia, ternyata sarat dengan perlindungan dan kebaikan Tuhan di kemudian hari.
&lt;P align="justify" &gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Berkeluh kesah termasuk penyakit hati, yaitu bentuk ketidaksabaran manusia dalam menerima ketentuan dari Tuhan. Ada hadits qudsi yang menyatakan bahwa "Barang siapa yang tidak ridha terhadap ketentuan-Ku, dan tidak sabar atas musibah dari-Ku, maka carilah Tuhan selain Aku." (HR. Bukhari dan Muslim). Dari hadits qudsi ini, nampaklah bahwa segala apapun yang Tuhan berikan kepada manusia harus diterima dengan ridha. Oleh karenanya, manusia tidak perlu banyak mengaduh atau berkeluh kesah dalam menghadapi bencan alam. Jauh akan lebih produktif jikalau mengoptimalkan waktu dengan banyak berdo’a dan berzikir memperbanyak istighfar memohon ampunan Tuhan agar tetap diberikan kasabaran dan kekuatan hidup dalam mengahdapi segala cobaan-Nya.
    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4392378009838404969-5322148806419359631?l=an-xoin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/RbOM/~4/OdzlKONhz9s" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-09T02:45:38.734+14:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_3OqoOhoRFm8/SNmnVf0XUAI/AAAAAAAAAE0/z59VMg9HwEU/s72-c/Annas7.2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://an-xoin.blogspot.com/2009/09/persiapan-diri-menghadapi-bencana-alam.html</feedburner:origLink></item><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

