<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8568391095335294354</atom:id><lastBuildDate>Thu, 19 Dec 2024 03:28:39 +0000</lastBuildDate><category>WAJAH ARSITEKTUR DAN KOTA</category><category>ARSITEKTUR TRADISIONAL PAPUA</category><category>ARTIKEL UMUM</category><category>ARTIKEL ARSITEKTUR UMUM</category><category>WAJAH KOTA</category><category>ARSITEKTUR SUKU MEE</category><category>BAHAN BANGUNAN</category><category>INSFRASTRUKTUR</category><category>KULI BANGUNAN</category><category>PERMUKIMAN</category><category>POLITIK ARSITEKTUR</category><title>YAMEWA - PAPUA</title><description></description><link>http://yamewapapua.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (YAMEWA-PAPUA)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8568391095335294354.post-8781867330045761161</guid><pubDate>Thu, 09 Jul 2009 02:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-08T19:43:53.161-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">WAJAH ARSITEKTUR DAN KOTA</category><title>Mencari Wajah Kota dan Bangunan “ke-Papua-an”, Tugas Siapa?</title><atom:summary type="text">[RUANG YAMEAW-PAPUA] Identitas suatu suku atau bangsa bukan terlihat dari pakaian adat atau lagu daerahnya. Tetapi, arsitektur sangat berperan dalam ketahanan identitas dan ciri khas pada proses perubahan sosial dan jaman yang pada akhirnya melahirkan anak yang namanya ”krisis identitas”.Sejak jaman dulu orang Papua, tahu membangun rumah adat (arsitektur tradisional). Hasil karya itu adalah </atom:summary><link>http://yamewapapua.blogspot.com/2009/07/mencari-wajah-kota-dan-bangunan-ke.html</link><author>noreply@blogger.com (YAMEWA-PAPUA)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjt6jN4vdA_toZqXjPZx2V42JOWrCndq-36tSSV7ZBj84S-b8LakTSLwglcoVfm0D8jI-4XeYNfNmipmK-aGIDzk5FR684Odr1eb-JlgLBWkNsumolcUvJ36kR0LeENkLEHoWQ1sK5nBMA/s72-c/blog.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8568391095335294354.post-1725494585039969892</guid><pubDate>Mon, 29 Jun 2009 07:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-29T01:04:29.221-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL UMUM</category><title>BATU “PAIKEDA”, BATU AJAIB DI ZAMAN BATU, DAN PROTEKSI TERHADAP KEHIDUPAN SUKU MEE DI PAPUA1</title><atom:summary type="text">Oleh: Yunus Amopiya Y. Siapa suku Mee itu? Suku Mee adalah salah satu dari 312 suku yang ada di Papua [Athwa, 2004: 7]. Suku Mee mendiami di wilayah Pegunungan Tengah Papua Bagian Barat. Ciri khas wilayah suku Mee adalah di sekitar danau Paniai, danau Tage, Danau Tigi, Lembah Kamu (sekarang Dogiyai) dan pegunungan Mapiya/ Mapisa [Boelaars, 1986:85, Koentjaraningrat, 1963]. Namun, kini secara </atom:summary><link>http://yamewapapua.blogspot.com/2009/06/batu-paikeda-batu-ajaib-di-zaman-batu.html</link><author>noreply@blogger.com (YAMEWA-PAPUA)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1qkurAOyerqKEf31r1TMKun_fwTVcg8IRfZcBE3peCyJM1nJUxoOUcz4ytxzosqL6-IRjgvX3GIqqwQVWWuO55dBA-aXv3g2icHA1fJl000uZkFM6ErNiqgZ2rbNoIuU_w0M1g9RFN9Q/s72-c/4.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8568391095335294354.post-2851965850884375623</guid><pubDate>Mon, 23 Mar 2009 01:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-22T18:45:12.480-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">INSFRASTRUKTUR</category><title>Pembangunan Infrastruktur Disesuaikan Kebutuhan Wilayah</title><atom:summary type="text">SENTANI - Kabupaten Jayapura yang mempunyai karakteristik wilayah yang berbeda-beda, membutuhkan pembangunan dengan pendekatan kewilayahan. Oleh karena itu, selain pendekatan ruang dengan pemberdayaan distrik dan kampung, sejak beberapa tahun lalu, Pemkab Jayapura juga melakukan pendekatan wilayah untuk mempertajam sasaran pembangunan. Dimana pembangunan infrastruktur dan pembangunan lainnya </atom:summary><link>http://yamewapapua.blogspot.com/2009/03/pembangunan-infrastruktur-disesuaikan.html</link><author>noreply@blogger.com (YAMEWA-PAPUA)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhp0jARmYq3MIusBfGUvmT8jcAAZBWYh_VWyAsm57JV8Uq-l44H37L4bPmijRJZzVvWft3p1L7CbbfCVGUWMRXk-TyDOxcIe3G5VO-a6PApPUwY-gpDOPNZAZ9mIlNpVtIs_G5TShcy3RA/s72-c/b_papua.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8568391095335294354.post-6057691691651136233</guid><pubDate>Wed, 04 Mar 2009 02:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-03T18:48:01.265-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">WAJAH ARSITEKTUR DAN KOTA</category><title>Kota Jayapura: Sebuah refleksi singkat perencanaan  tata ruang dan masalah perkotaan</title><atom:summary type="text">Oleh: Piter Gusbager *)Sebagian besar umat manusia di Bumi abad ini,  hidup di kota, jauh dari areal pertanian, hutan dan bentangan alam (natural landscape).  Menurut  Pertemuan Puncak Kota sedunia  tahun 2008 di Singapura, lebih dari setengah penduduk bumi pada tahun ini berdomisili di didaerah perkotaan.  Trend ini sudah tentu berdampak langsung pada penggunaan lahan baik di daerah perkotaan </atom:summary><link>http://yamewapapua.blogspot.com/2009/03/kota-jayapura-sebuah-refleksi-singkat_03.html</link><author>noreply@blogger.com (YAMEWA-PAPUA)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhErMWnVbbl_niFi85V8W3xKT4KojGJb5vfoiWmhl4oLjn4g0HpcGpkOgVHJJMy8Is_Wf54EW8I7jkjFSR7a2qxni27JsF2q6a74dJPkxdt3YJfbVG3xJYkhmUyEr7NveEGT3EtEbgASR0/s72-c/kota+Jpr1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8568391095335294354.post-1383396980765041320</guid><pubDate>Fri, 27 Feb 2009 02:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-03T18:05:05.701-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">WAJAH ARSITEKTUR DAN KOTA</category><title>Penyusunan RTRW Diharapkan Perhatikan Kelestarian Alam</title><atom:summary type="text">JAYAPURA- Gubernur Papua Barnabas Suebu, SH mengharapkan, konsep tata ruang wilayah suatu daerah mutlak memperhatikan kondisi ekonomi, sosial budaya, politik dan kelestarian lingkungan alam setempat.Hal ini penting agar perencanaan tata ruang dalam rangka pembangunan ekonomi itu itu tidak terjadinya benturan dengan pemilik hak ulayat atau masyarakat adat.Hal itu diungkapkan gubernur dalam </atom:summary><link>http://yamewapapua.blogspot.com/2009/02/penyusunan-rtrw-diharapkan-perhatikan.html</link><author>noreply@blogger.com (YAMEWA-PAPUA)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIO901HVgOv8xzJD27omLAq-2HoW7VifVY5DIn1N1GlSq3v2nFf5xwb-79c0MK80aw0YS19P46AQ5UsdIV_I6gmfA9VeY9UoIWvy6iy3ApZv9EoyjA7ekMsifP3bFryzEyfhzZ5Sso9nw/s72-c/12.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8568391095335294354.post-5869082626063015111</guid><pubDate>Mon, 23 Feb 2009 01:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-22T17:47:35.468-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">WAJAH KOTA</category><title>Pengesahan Perda Tata Ruang (RTRW)  Kabupaten Keerom dan Penyusunan RTRK Ibu Kota Kabupaten Dinilai Ilegal dan Sarat Kepentingan</title><atom:summary type="text">JAYAPURA— Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRW) merupakan pedoman  penyusunan rencana pembangunan jangka panjang dan pemanfatan ruang serta pengendalian pemanfaatan ruang di wilayah kabupaten. Dimana penyelenggaraannya dilakukan oleh pemerintah dengan melibatkan peran masyarakat yang dilandasi oleh sebuah Peraturan Daerah (Perda) sebagai Payung Hukum. Dalam proses penyusunan dokumen RTRW </atom:summary><link>http://yamewapapua.blogspot.com/2009/02/pengesahan-perda-tata-ruang-rtrw.html</link><author>noreply@blogger.com (YAMEWA-PAPUA)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTA8hK_XjqEdEQZaxLFs62XgTu0bjMwNeFX3aWliGLZUdKqbk_u8-CUHW0f__L0zdzk2_0Nbnqpp1UEC77xE-ibBT5XxmNnEMtjvouc6OC_l86FRsWE8hc0pQvIQbFDcLDrhKhutBYJ-U/s72-c/images.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8568391095335294354.post-765327510815440493</guid><pubDate>Sat, 21 Feb 2009 09:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-21T02:43:04.509-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">WAJAH ARSITEKTUR DAN KOTA</category><title>”Quo vadis” Arsitektur dan Kota di Papua?</title><atom:summary type="text">Oleh: Y. Emigita Yeimo *)Identitas suatu suku atau bangsa bukan terlihat dari pakaian adat atau lagu daerahnya. Tetapi, arsitektur sangat berperan dalam ketahanan identitas dan ciri khas pada proses perubahan sosial dan jaman yang pada akhirnya melahirkan anak yang namanya ”krisis identitas”.Kenyataan bahwa, kota-kota di Papua hidup dan berkembang bagaikan sebuah peluru rudal “tanpa kendali”. </atom:summary><link>http://yamewapapua.blogspot.com/2009/02/quo-vadis-arsitektur-dan-kota-di-papua.html</link><author>noreply@blogger.com (YAMEWA-PAPUA)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGrNeyP5lJV81BX_Qf_m51-RWX0IILAHLR9v5wB2cl-5JKjDlgWDKHEfiIbZVRjvGqE5zJ9vM1FM7eX5fr69ELt3uTqtIAXIuZDBqqAMpmxCM71agnMWFT7l7bSTDfICJIGNNm7CxDtxE/s72-c/S4022677.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8568391095335294354.post-1702222237457741510</guid><pubDate>Sat, 24 Jan 2009 10:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-24T02:08:56.928-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARSITEKTUR SUKU MEE</category><title>Tipologi Arsitektur Tradisional  dan Kearifan Membangun Suku Mee Papua</title><atom:summary type="text">Oleh: Yunus E. YeimoSiapa suku Mee itu? Suku Mee adalah salah satu suku dari 312 suku yang ada di Papua [Athwa, 2004: 7]. Suku Mee mendiami di wilayah Pegunungan Tengah Papua Bagian Barat. Ciri khas wilayah suku Mee adalah di sekitar danau Paniai, danau Tage, Danau Tigi, Lembah Kamu (sekarang Dogiyai) dan pegunungan Mapiha/ Mapisa [Boelaars, 1986:85, Koentjaraningrat, 1963]. Namun, kini secara </atom:summary><link>http://yamewapapua.blogspot.com/2009/01/tipologi-arsitektur-tradisional-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (YAMEWA-PAPUA)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0mmLZp9Mvp1BVcInCbcNaNX5ypQmisyuoxb-nEUTUBopfKloDtUE_X_lGeNeYuQxg18r_djhTHaTSSkbdoIelZcqiHDkZZQHgTRdHQ0YE_lkmZuwlfwOR2x2dDP1wpHWnEMsptuwfzWw/s72-c/Sejak+Penenlitian.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8568391095335294354.post-8387784779183593102</guid><pubDate>Sun, 18 Jan 2009 02:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-17T18:07:52.633-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">WAJAH KOTA</category><title>Atasi Sampah Kota Timika; Tugas Siapa?</title><atom:summary type="text">Oleh: Yunus E. YeimoHadirnya sebuah kota dan wilayah akan selalu dibarengi dengan berbagai masalah hidup dan kehidupan perkotaan (urban life). Persoalan perkotaan itu sangat kompleks, dan semua stackholder memahami masalah-masalah itu. Sebab sebuah kota hadir dan berkembang bukan membawah dampak positif saja, tetapi banyak juga hal negatif. Salah satu masalah yang menjadi perhatian publik di </atom:summary><link>http://yamewapapua.blogspot.com/2009/01/atasi-sampah-kota-timika-tugas-siapa_17.html</link><author>noreply@blogger.com (YAMEWA-PAPUA)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_qR9TdW4OwHM/SXFOBdyJ6aI/AAAAAAAAAkE/KvsZYuh7dME/s72-c/sampah+timika.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8568391095335294354.post-525901828143889151</guid><pubDate>Tue, 13 Jan 2009 23:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-13T16:16:13.443-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL UMUM</category><title>PROTEKSI ATAU KOMERSIALISASI NILAI-NILAI BUDAYA HIDUP ORANG PANIAI PAPUA, DALAM 3 DIMENSI WAKTU [Dulu-Kini-dan Masa Depan]?1.</title><atom:summary type="text">Oleh: Yunus E. Yeimo2Siapa orang Paniai itu? Orang Paniai adalah manusia yang hidup di daerah Paniai yang dalam etnografi Papua disebut Suku Mee dan Migani [bukan Moni3. Menurut asal suku bangsanya, suku Mee dan Suku Migani berasal dari “Pupu Papa” Bagian Timur Pegunungan Tengah Papua Barat tepatnya di lembah Baliem. Dan diperkirakan mereka tiba dan menetap di daerah Paniai sejak tahun 1100 [900 </atom:summary><link>http://yamewapapua.blogspot.com/2009/01/proteksi-atau-komersialisasi-nilai.html</link><author>noreply@blogger.com (YAMEWA-PAPUA)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhM0eHIG_EtiLGojMDw8_rQkLtmxh090qyqaOPu450mnfSHsNRlvI4-3yCZRa50Im6sfrKoKBxQpi7fr6_Qm5dzAMU4c7R-VGI28rO9nUP1dzyDATFY1YjFQK8lRe0tQbLQPJoAkFw-Wxk/s72-c/Adhi+luhur.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8568391095335294354.post-5431326772704284059</guid><pubDate>Tue, 06 Jan 2009 13:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-06T05:47:24.705-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARSITEKTUR TRADISIONAL PAPUA</category><title>Laporan dari Bologna; RUMAH ADAT PAPUA UNTUK ITALIA</title><atom:summary type="text">Oleh: Eddi Santosa - detikNewsBologna - Setelah diplomasi kebudayaan dengan angklung dan folklore, KBRI Roma menyumbangkan rumah adat Papua dalam bentuk miniatur kepada Museum Antropologi, Universitas Bologna, Italia.Benda seni dan budaya itu diserahkan oleh Sekretaris Pertama Politik merangkap Koordinator Benda–Benda Seni dan Budaya Pramudya Sulaksono kepada Kepala Laboratorium Bio-arkeologi dan</atom:summary><link>http://yamewapapua.blogspot.com/2009/01/laporan-dari-bologna-rumah-adat-papua_06.html</link><author>noreply@blogger.com (YAMEWA-PAPUA)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAUagxrOu4hFvb4nvB3q7kBBKXvt84oVusZaeMC-hCeoP_J6-Ahnn30ozl_xwqMscRN1axn8nplk6E5Fnr5tGXt5dPKRL9i5D9JYY6gERCTDJEsnGukQ7XkIPM5yvevqyrOhfC_RYkzN0/s72-c/detikcom-roma-papua.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8568391095335294354.post-4672013095835415746</guid><pubDate>Sat, 03 Jan 2009 01:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-02T17:59:24.469-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL ARSITEKTUR UMUM</category><title>ATASI ANAK MALAS BELAJAR, DENGAN DESAIN ARSITEKTURAL</title><atom:summary type="text"> Oleh: Yunus E. YeimoDunia anak adalah  dunia yang penuh dengan keunikan. Setiap anak mempunyai keunikan dan pengalaman tersendiri. Dimana ia tinggal? Dengan siapa ia bermain atau belajar? Apa jenis permainan atau perlengkapan belajar yang ia sukai? Apakah ia lebih suku belajar didalam rumah ataukah lebih suka bermain diluar rumah? Ini adalah pertanyaan penting yang kita jawab bersama atas </atom:summary><link>http://yamewapapua.blogspot.com/2009/01/atasi-anak-malas-belajar-dengan-desain.html</link><author>noreply@blogger.com (YAMEWA-PAPUA)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhePR8n0LLUO28XPn6MS72daZoFvvcveqOTmC_Lsj1lSKh6w0B4Lnav2zWvC_J5tvtuZkTEgPcoT26TejeOcT5uDiBV4yNd2jG4NAGmNk9dR8adFGGS8JHKj6STUgCMfoZGO19iciDMtN4/s72-c/Anak+Kecil.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8568391095335294354.post-7637804461476890087</guid><pubDate>Wed, 24 Dec 2008 13:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-24T05:23:57.586-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PERMUKIMAN</category><title>Menata Permukiman Tradisional, Pola Baru Transmigrasi di Papua</title><atom:summary type="text">KEPALA Dinas Permukiman dan Kependudukan Ir Mackbon mengatakan, Dinas Permukiman dan Kependudukan adalah dinas yang sangat strategis dalam menata dan membangun kawasan tertinggal di Papua. Tetapi, dinas ini perlu mendapat dukungan dari dinas-dinas dan badan lainnya.Kalau kami bangun perumahan penduduk, maka Dinas Pekerjaan Umum harus mendukung kami termasuk membangun lokasi, jalan menuju </atom:summary><link>http://yamewapapua.blogspot.com/2008/12/menata-permukiman-tradisional-pola-baru.html</link><author>noreply@blogger.com (YAMEWA-PAPUA)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyUOwP_HfkcmSrEHQ53Js-MGgF-NFc7lCdqOEfD5STJBmjhRWBAZ-xaisr5GeeR_S5VIwqEhEWTagktMtvTiPiNBpLvzKmmFmNE-srRuBsQZBityq3PGqr9fhHuDh1r4tby_1MDzFjRSw/s72-c/0211ha38.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8568391095335294354.post-7770378617274048477</guid><pubDate>Tue, 23 Dec 2008 05:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-22T21:48:05.199-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BAHAN BANGUNAN</category><title>Harga Bahan Bangunan di Manokwari Melonjak Tajam</title><atom:summary type="text">MANOKWARI, KOMPAS  Berbagai macam bahan bangunan kini semakin tak terjangkau masyarakat di Manokwari, Papua Barat. Pada awal Maret ini harga semen mencapai Rp 65.000 per zak, besi lima milimeter Rp 23.000 per buah, pasir Rp 450.000 per truk, dan gamping/kapur Rp 900.000 per truk. Kondisi ini sangat memberatkan para kontraktor maupun pemilik usaha pembuatan batu tela/batako.Di toko bahan bangunan </atom:summary><link>http://yamewapapua.blogspot.com/2008/12/harga-bahan-bangunan-di-manokwari.html</link><author>noreply@blogger.com (YAMEWA-PAPUA)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSfwrMoUblZk9nfSNYsSiWYRpBGAOmq08-eYTqA9vR9IWb9E2iC8wawpohsy2dU3uE3OVqEiLy0ith51HcQziwQ9u0MwDri9NhXklbuSYFkB2JJ8PoUmxSK3UWQO0UMVZxhhTlk_Tdg7A/s72-c/images.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8568391095335294354.post-553291705151833968</guid><pubDate>Tue, 23 Dec 2008 04:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-22T20:52:10.215-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">KULI BANGUNAN</category><title>MEMBANGUN “BANGUNAN” DI PAPUA;  BERSAMA ”KULI BANGUNAN LOKAL”....MUNGKINKAH?                              Catatan untuk para pengusaha jasa konstruksi</title><atom:summary type="text">Oleh: Yunus E. Yeimo*)   Sejak jaman dulu orang Papua, tahu membangun rumah (arsitektur tradisional). Hasil karya itu adalah setiap suku di Papua telah memiliki rumah adat masing-masing. Yang membedakan itu, bukan karena beda suku, tetapi beda bentuk “arsitekturnya”. Mengapa keterampilan ini kita (generasi muda Papua) tidak dikembangkan? Mengapa hampir semua proyek fisik di Papua, “harus” (selalu</atom:summary><link>http://yamewapapua.blogspot.com/2008/12/membangun-bangunan-di-papua-bersama.html</link><author>noreply@blogger.com (YAMEWA-PAPUA)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhie6bl2yPP50RTnaIawBkuwF9vHRyiFrGTh37whc2uD7mrolUXDMzxRQnRY__LCN7L2Xrb-VY-Lp3OQ7V9EmxH5xumyhKuShVHp-ybyn-2IbM-8l8BC9MxJGbz7Rg-ehuEgDutrz_FW2Y/s72-c/S4022030.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8568391095335294354.post-24949891142508898</guid><pubDate>Sat, 20 Dec 2008 01:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-19T17:34:16.624-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL ARSITEKTUR UMUM</category><title>MEMBANGUN PERMUKIMAN; MEMBANGUN KEHIDUPAN RAKYAT PAPUA?</title><atom:summary type="text">catatan refleksi terhadap berbagai proyek pembangunan penyediaan sarana “permukiman rakyat di Papua”,sebagai upaya pemerintah untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat kurang mampu,berdasarkan kearifan lokal (alam, budaya dan masyarakat).                                                                       Oleh: Yunus E. Yeimo*)      Rumah merupakan kebutuhan manusia yang prima setelah sandan dan</atom:summary><link>http://yamewapapua.blogspot.com/2008/12/membangun-permukiman-membangun_19.html</link><author>noreply@blogger.com (YAMEWA-PAPUA)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxjGU7zvndhhCNp47iMVz0Jz8TURQ8qcv51DajIu7quSPncHGFMLhv_y6pScqZqAN8OmpEagKm6Lx3Dcf28-AmE_G2V_TuRcdHtR1K1R63G-4cTxYnjh8nPvoWHQLq6MmWbFmERD9pExU/s72-c/Permukiman.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8568391095335294354.post-3948835545086078887</guid><pubDate>Sat, 20 Dec 2008 01:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-19T17:18:41.404-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARSITEKTUR TRADISIONAL PAPUA</category><title>ARSITEKTUR TRADISIONAL SUKU TOBATI</title><atom:summary type="text">Oleh. Abdul MuisLetak lokasi desa Tobati dan Engros yang dekat dengan pusat Kota Jayapura berpengaruh dalam perkembangan permukimannya.  Apa yang dikatakan oleh Rapoport (1997) bahwa kedekatan dengan hal khusus, prasarana dan sarana, iklim mikro dan kondisi topografi akan berpengaruh terhadap pemukiman. Sehingga apa dapat dilihat dari pengaruh lokasi terhadap perkembangan suku Tobati antara lain </atom:summary><link>http://yamewapapua.blogspot.com/2008/12/arsitektur-tradisional-suku-tobati.html</link><author>noreply@blogger.com (YAMEWA-PAPUA)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5CM4jPc-O46xlG2mcsz4XQNfK7h_gyjSmGLb7IOhFKdA8H6b3X5aPcPMkFaS8km_5WwQRV03xA5cOQDrYllCqbzYWoS6iu8kLquHvXravAO8RCqjXBTdU32yQcO2DrrscupnHaZtYarY/s72-c/tamanmini98212157.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8568391095335294354.post-7976561707698910406</guid><pubDate>Sun, 14 Dec 2008 13:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-14T05:21:30.814-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARSITEKTUR TRADISIONAL PAPUA</category><title>Tangisan arsitektur papua;   RUANG HAMPA YANG SEDIKIT BERARTI BAGIMU</title><atom:summary type="text">Oleh: Erina KoraTiada waktu yang dapat  aku  hitung dalam WAKTU kita bersamaTiada yang pasti...walau kadang berarti, hingga kini!Tak dapat aku siratkan senyum manisku dalam benakmuSejauh kau kukenang, ku harap kau terkenangSejauh kurindu, ku harap kau pun merindukankuMerangkai sejuta rasa, menghadirkan sejuta MAKNAMemoleskan kesejukan di tengah kegalauan hatikuMemberikan kepastian di dalam </atom:summary><link>http://yamewapapua.blogspot.com/2008/12/tangisan-arsitektur-papua-ruang-hampa_2206.html</link><author>noreply@blogger.com (YAMEWA-PAPUA)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGjoO5ShIX5yAYkfoPmOXu2hhfQ3T6uqCXlMcAouxjL8hTu5nKiqk7MRwKHFYY7LKDlWyjbelbtijxSuvS2z8FhYFXRu8IZOZPY4WSptMFbuhaimS200h1w79Ct336hjGd52nTbI_fVSM/s72-c/2.2.bmp" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8568391095335294354.post-3133184396258283985</guid><pubDate>Sun, 14 Dec 2008 13:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-14T05:16:27.990-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">POLITIK ARSITEKTUR</category><title>POLITIK ARSITEKTUR  DAN RUANG KOTA DI PAPUA; Catatan Untuk Para “Perencana” Kota, dan Bangunan di Papua</title><atom:summary type="text">Oleh: Yunus E. YeimoPemekaran Provinsi dan Kabupaten di tanah Papua yang sedang giat dilakukan saat ini adalah jawaban atas kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Papua. Namun dipihak lain,  pemekaran itu adalah sebuah  lahan “subur” untuk “menanam, meninggalkan, membangun” politik penguasa di bidang arsitektur dan ruang-ruang kota di Papua. Baik di tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kecamatan. Dan </atom:summary><link>http://yamewapapua.blogspot.com/2008/12/politik-arsitektur-dan-ruang-kota-di_14.html</link><author>noreply@blogger.com (YAMEWA-PAPUA)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgCxhik7xVoNw4GqTNugSucq_XuutU7DyK53vjEhdz0quV0Pv0lLLShhmAh2lKCsZj5NUqz07qrYq5n4NoUiqWTuW7GBYUH1NeHOqu5PI8AZS4A56W2A3pKzV54lHgEHCRPTlcUorYQis/s72-c/14e.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8568391095335294354.post-1699390360062530913</guid><pubDate>Tue, 09 Dec 2008 13:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-19T17:37:07.167-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ARTIKEL UMUM</category><title>LULUS SMA; MAU JADI APA? Catatan bagi yang melanjutkan kuliah</title><atom:summary type="text">Oleh: Yunus Emigita Yeimo *)Ujian Akhir Nasional (UAN), dan Ujian Akhir Sekolah (UAS), secara serentak selalu dilakukan di Indonesia sesuai dengan surat keputusan MENDIKNAS. Setiap sekolah (khususnya) siswa SMA, harus berpikir dan mempertimbangkan segala sesuatu. Lulus SMA mau jadi apa? Apakah ingin kerja? Karena tidak mampu melanjutkan biaya kuliah? Ataukah melanjutkan kuliah?. Baik perguruan </atom:summary><link>http://yamewapapua.blogspot.com/2008/12/oleh-yunus-emigita-yeimo-ujian-akhir.html</link><author>noreply@blogger.com (YAMEWA-PAPUA)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>