<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8630036147433502439</atom:id><lastBuildDate>Wed, 06 Nov 2024 03:07:52 +0000</lastBuildDate><category>PENDIDIKAN</category><category>MUTIARA HIKMAH</category><category>SUFISTIK</category><title>MATEMATIKA</title><description>KEHIDUPAN INI BAGAI RODA YANG BERPUTAR</description><link>http://kompetisimatematika.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (MATEMATIKA)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>KEHIDUPAN INI BAGAI RODA YANG BERPUTAR</itunes:subtitle><itunes:category text="Technology"><itunes:category text="Software How-To"/></itunes:category><itunes:category text="Education"><itunes:category text="Higher Education"/></itunes:category><itunes:category text="Government &amp; Organizations"><itunes:category text="Local"/></itunes:category><itunes:category text="News &amp; Politics"/><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"><itunes:category text="Islam"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>mathematicscompetition@yahoo.co.id</itunes:email></itunes:owner><xhtml:meta content="noindex" name="robots" xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml"/><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8630036147433502439.post-5703836233487740511</guid><pubDate>Fri, 09 Jan 2009 08:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-09T15:57:27.856+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PENDIDIKAN</category><title>ILMU</title><description>&lt;h3 style="font-weight: bold; text-align: center;"&gt;ILMU&lt;/h3&gt;            &lt;p&gt;Ilmu merupakan salah satu nilai yang luhur yang dibawa      oleh Islam dan yang tegak di atasnya kehidupan manusia baik      secara moril maupun materiil, duniawi maupun ukhrawi. Islam      menjadikannya sebagai jalan menuju keimanan dan yang      memotivasi amal. Sekaligus karunia (ilmu) ini pula yang      membuat manusia diberi amanah sebagai khalifah di muka bumi      ini. Karena dengan ilmu tersebut, Adam sebagai bapak manusia      diberi kelebihan atas Malaikat (dan makhluk yang lain) yang      sempat penasaran sehingga mempermasalahkan pemberian amanah      ini. Dengan alasan bahwa mereka (para Malaikat) lebih aktif      beribadah kepada Allah daripada manusia yang suka membuat      kerusakan di bumi dan menumpahkan darah. Maka Allah      menjawab:&lt;/p&gt;            &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;"Sesungguhya Aku mengertõ apa-apa yang kamu      tidak mengelahui(nya) dan Allah mengajarkan Adam beberapa      nama seluruhnya." (Al Baqarah: 30-33)&lt;/p&gt;            &lt;p&gt;Sesungguhnya Islam adalah agama ilmu, dan Al Qur'an      adalah kitab ilmu. Ayat-ayat Al Qur'an yang pertama kali      turun kepada Rasulullah SAW adalah "Iqra' bismi Rabbikal      ladzii khalaq." Membaca adalah kunci untuk memahami ilmu,      dan Al Qur'an merupakan "Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya,      yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang berilmu."      (Fushshilat: 3)&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;            &lt;p&gt;Al Qur'an telah menjadikan ilmu sebagai asas dan standar      kemuliaan antara manusia. Allah SWT berfirman:&lt;/p&gt;            &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;"Apakah sama orang-orang yang berilmu dan      orang-orang yang tidak berilmu." (Az Zumar: 9)&lt;/p&gt;      &lt;/blockquote&gt;            &lt;p&gt;Sebagaimana juga AL Qur'an telah menjadikan ahlul ilmi      sebagai syuhada' (orang-orang yang bersaksi) terhadap      keesaan Allah bersama para Malaikat, Allah SWT menjelaskan      dalam firmanNya:&lt;/p&gt;            &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;"Allah menyatakan bahwasannya tidak ada Tuhan      (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang menegakkan      keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga      menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak      disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha      BiJaksana." (Ali 'Imran: 18)&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;            &lt;p&gt;Demikian juga ahlul ilmi adalah orang-orang yang paling      takut kepada Allah SWT dan bertaqwa kepada-Nya, Allah      berfirman:&lt;/p&gt;            &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di      antara hamba-hamba-Nya hanyalah orang-orang yang berilmu      (ulama)." (Fathir: 28)&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;            &lt;p&gt;Maka tidak ada yang takut kepada Allah kecuali      orang-orang yang berma'rifat kepada-Nya. Dan Allah SWT itu      bisa dikenal melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya dan      rahmat-Nya kepada makhluk-Nya. Oleh karena itu secara umum      masalah ini dimasukkan dalam pembahasan tenrang alam      semesta, sebagaimana firman Allah,&lt;/p&gt;            &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;"Tidakkah kamu melihat bahwasannya Allah      menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan      itu buah-buahan yang beraneka ragam jenisnya. Dan di antara      gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang      beraneka rnacam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.      Dan demikian (pula) di antara rnanusia, binatang-binatang      melata dan binatang-binatang ternak ada yang      berrnacam-rnacam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnnya yang      takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama.      Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.      (Faathir: 27-28)&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;            &lt;p&gt;Al Qur'an merupakan kitab paling agung yang merangsang      pemikiran yang sikap ilmiyah serta menolak segala bentuk      khurafat. Tidak dibenarkan adanya sikap taqlid buta terhadap      nenek moyang, pemimpin atau pembesar, apalagi kepada      orang-orang awam dan bodoh. Dia juga menolak dominasi      prasangka dan hawa nafsu dalam konteks pembahasan tentang      aqidah dan kebenaran syari'at Allah. Tidak pula menerima      suatu pengakuan (teori) kecuali berdasarkan dalil yang pasti      dan penyaksian (hipotesa) yang meyakinkan dalam hal-hal yang      bisa diindra, dari logika yang benar dalam masalah pemikiran      dan penukilan yang terpercaya dalam masalah periwayatan.      &lt;/p&gt;            &lt;p&gt;Al Qur'an memandang penelitian itu sesuatu yang wajib,      berfikir itu suatu ibadah, mencari kebenaran itu suatu      qurbah (mendekatkan diri kepada Allah), mempergunakan      alat-alat pengetahuan itu sebagai pernyataan syukur terhadap      nikmat Allah dan mengabaikan hal itu semua sebagai jalan      menuju neraka Jahannam.&lt;/p&gt;            &lt;p&gt;Bacalah contoh dari ayat-ayat berikut ini&lt;/p&gt;            &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;"Dan apabila dikatakan kepada mereka,      "Ikutlah apa yang telah diturun Allah," mereka menjawab,      "Tidak," tetapi kami hanya rnengikuti apa yang telah kami      dapat dari (perbuatan) nenek moyang kami." "(Apakah mereka      akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak      mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk?" (Al      Baqarah: 170)&lt;/p&gt;            &lt;p&gt;"Dan mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami      telah menaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami,      lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya      Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka adzab dua kali lipat      dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar." (Al Ahzab:      67-68)&lt;/p&gt;            &lt;p&gt;"Setiap suatu ummat rnasuk (ke dalam Neraka), dia      mengutuk kawannya (yang menyesatkannya); sehingga apabila      mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk      kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk      terdahulu, "Ya Tuhan kami, mereka telah memyesatkan kami,      sebab itu datanglah kepada mereka siksaan yang berlipat      ganda dari neraka." Allah berfirman, "Masing-masing mendapat      (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak      mengetahuinya." (Al A'raaf: 38)&lt;/p&gt;            &lt;p&gt;"Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuan pun      tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengiti persangkaan      sedang sesungguhya persangkaan itu tiada berguna sedikit pun      terhadap kebenaran." (An Najm: 28)&lt;/p&gt;            &lt;p&gt;"Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan,      dan apa-apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan      sesungguhnya telah datang petunjuk kepada rnereka dari Tuhan      mereka." (An-Najm: 23)&lt;/p&gt;            &lt;p&gt;"Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan      menyesatkan kamu dari jalan Allah. (Shaad: 26)&lt;/p&gt;            &lt;p&gt;"Dan Allah mengeluarkan kamu dan perut ibumu dalam      keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu      pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur."      (An-Nahl: 78)&lt;/p&gt;            &lt;p&gt;"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak      mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesunggguhnya pendengaran,      penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai      pertanggungjawabannya." (Al Isra': 36)&lt;/p&gt;            &lt;p&gt;"Terangkanlah kepadaku dengan berdasar pengetahuan jika      kamu memang orang-orang yang benar." (Al An'am: 143)&lt;/p&gt;            &lt;p&gt;"Katakanlah, "Adakah kamu mempunyai sesuatu pengetahuan      sehingga dapat kamu mengemukakannya kepada kami?" Kamu tidak      mengikuti kecuali prasangka belaka, dan kamu tidak lain      hanya berdusta." (Al An'am: 148)&lt;/p&gt;            &lt;p&gt;"Katakanlah, "Tunjukkanlah (kepadaku) bukti kebenaranmu,      jika kamu adalah orang-orang yang benar." (Al Baqarah: 111)      &lt;/p&gt;            &lt;p&gt;"Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit      dan bumi segala sesuatu yang diciptakan Allah,..." (Al      A'raaf: 185)&lt;/p&gt;            &lt;p&gt;"Katakanlah, "Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di      bumi.Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan      rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang      tidak beriman." (Yunus: 101)&lt;/p&gt;            &lt;p&gt;"Katakanlah, "Sesungguhnya aku hendak memperingatkan      kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah      (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri; kemudian      kamu fikirkan (tentang Muhammad), tidak ada penyakit gila      sedikitpun pada kawanmu itu." (Saba' : 46)&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;            &lt;p&gt;Al Qur'an dalam banyak ayatnya menggunakan kata-kata      "Ulil Albaab" "Ulin Nuha" dan "Ulil Abshar." Yang dimaksud      dengan istilah "Bashar" di sini adalah akal, bukan mata yang      ada di kepala.&lt;/p&gt;            &lt;p&gt;Al Qur'an juga menjelaskan bahwa di dalam kitabnya yang      tertulis (Qauliyah) yaitu Al Qur an dan kitabnya yang      terlihat (kauniyah) yaitu alam semesta terdapat ayat-ayat      (bukti kekuasaan) Allah untuk kaum yang berfikir, kaum yang      berakal dan kaum yang berilmu.&lt;/p&gt;            &lt;p&gt;Banyak sekali bagian akhir ayat yang mengingatkan akal      yang sedang lalai, seperti: "Afalaa ta'qiluun," "Afalaa      tatafakkaruun."&lt;/p&gt;            &lt;p&gt;Para ulama bersepakat bahwa mencari ilmu itu wajib bagi      setiap Muslim dan Muslimah, ada yang fardhu 'ain dan ada      yang fardhu kifayah. Fardhu 'ain adalah ilmu yang menjadi      keharusan untuk memahami agamanya, baik aqidah, ibadah atau      perilaku (akhlaq) dan juga amal duniawi, sehingga cukup      untuk dirinya dan keluarganya dan ikut andil dalam mencukupi      umatnya. Adapun yang fardhu kifayah adalah ilmu yang      mendukung tegaknya agama dan dunia bagi jamaah Muslimah      (kaum Muslimin) yaitu ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu dunia.      &lt;/p&gt;            &lt;p&gt;Oleh karena itu para ulama menegaskan bahwa mempelajari      ilmu kedokteran, tehnik dan yang lainnya dari cabang-cabang      ilmu pengetahuan, demikian juga mempelajari ilmu ekonomi      yang dapat menopang kehidupan manusia itu merupakan fardhu      kifayah bagi ummat. Apabila dari ummat ttu ada sejumlah yang      cukup dan ulama, tenaga ahli dan teknisi dalam setiap      bidang, di mana telah mencukupi kebutuhan dan mengisi      tempat-tempat yang kosong maka ummat itu telah melaksanakan      kewajibannya, maka gugurlah dosanya. Tetapi apabila mereka      tidak memenuhi satu bidang dari bidang duniawi dan masih      bergantung kepada ummat yang lainnya, baik secara      keseluruhan atau sebagian atau sebagian maka ummat      seluruhnya berdosa, terutama para pemimpinnya.&lt;/p&gt;            &lt;p&gt;Atas dasar nilai-nilai inilah maka peradaban Islam bisa      tegak menjulang tinggi, kokoh pondasinya dan berpadu antara      ilmu pengetahuan dan keimanan.&lt;/p&gt;            &lt;p&gt;Tidak dikenal dalam peradaban ini (peradaban Islam) apa      yang pernah terjadi di kalangan ummat-ummat yang lainnya      berupa pertentangan antara sains (ilmu pengetahuan) dan      agama. atau antara hikmah dan syari'ah, atau antara akal dan      wahyu. Bahkan banyak dari ulama di bidang agama mereka      sekaligus dokter, ahli matematik dan ahli kimia, ahli falak      dan lain-lain, seperti Ibnu Rusyd, Fakhrur Razi, Al      Khawarizmi, Ibnun Nafis, Ibnu Khaldun dan yang lainnya.&lt;/p&gt;            &lt;p&gt;Imam Muhammad Abduh menjelaskan bahwa dasar-dasar Islam      itu sesuai dengan ilmu pengetahuan dan kemajuan, beliau      menegaskan dengan dalil-dalil nash agama dan sejarah kaum      Muslimin, sebagaimana dimuat dalam bukunya, "Al Islam wan      Nashraniyah ma'al 'ilmi wal Madaniyah."    &lt;/p&gt;</description><link>http://kompetisimatematika.blogspot.com/2009/01/ilmu.html</link><thr:total>0</thr:total><author>mathematicscompetition@yahoo.co.id (MATEMATIKA)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8630036147433502439.post-809766125617904424</guid><pubDate>Fri, 09 Jan 2009 08:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-09T15:46:55.228+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">MUTIARA HIKMAH</category><title>Teka teki Imam Al-Ghazali</title><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;  Suatu hari, Imam Al-Ghazali   berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Soalan   pertama&lt;br /&gt;  Imam Ghazali : Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia   ini?&lt;br /&gt;  Murid 1 : Orang tua&lt;br /&gt;  Murid 2 : Guru&lt;br /&gt;  Murid 3 : Teman&lt;br /&gt;  Murid 4 :   Kaum kerabat&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling   dekat dengan kita ialah &lt;strong&gt;MATI&lt;/strong&gt;. Sebab itu janji Allah bahwa   setiap yang bernyawa pasti akan mati ( Surah Ali-Imran:185) .&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Soalan   kedua&lt;br /&gt;  Imam Ghazali : Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?&lt;br /&gt;  Murid 1   : Negeri Cina&lt;br /&gt;  Murid 2 : Bulan&lt;br /&gt;  Murid 3 : Matahari&lt;br /&gt;  Murid 4 :   Bintang-bintang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Iman Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang   paling benar adalah &lt;strong&gt;MASA LALU&lt;/strong&gt;. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Soalan ketiga&lt;br /&gt;  Iman   Ghazali : Apa yang paling besar didunia ini ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Murid 1 : Gunung&lt;br /&gt;  Murid 2   : Matahari&lt;br /&gt;  Murid 3 : Bumi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar, tapi   yang besar sekali adalah &lt;strong&gt;HAWA NAFSU &lt;/strong&gt;(Surah Al A'raf: 179). Maka   kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke   neraka .&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk neraka jahanam banyak dari jin dan manusia yang mempunyai hati (tetapi) tidak mau memahami dengannya (ayat-ayat Allah), dan yang mempunyai mata (tetapi) tidak mau melihat dengannya (bukti keesaan Allah) dan yang mempunyai telinga (tetapi) tidak mau mendengar dengannya (ajaran dan nasihat); mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi; mereka itulah orang-orang yang lalai. (Surah Al-A'raaf, Ayat 179)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Soalan keempat&lt;br /&gt;  Imam Ghazali : Apa yang paling   berat didunia ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Murid 1 : Baja&lt;br /&gt;  Murid 2 : Besi&lt;br /&gt;  Murid 3 :   Gajah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Imam Ghazali : Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah &lt;strong&gt;MEMEGANG AMANAH &lt;/strong&gt;(Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah(pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia&lt;br /&gt;  masuk ke   neraka karena gagal memegang amanah.'&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Soalan kelima&lt;br /&gt;  Imam Ghazali : Apa   yang paling ringan di dunia ini ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Murid 1 : Kapas&lt;br /&gt;  Murid 2 :   Angin&lt;br /&gt;  Murid 3 : Debu&lt;br /&gt;  Murid 4 : Daun-daun&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Imam Ghazali : Semua   jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah &lt;strong&gt;MENINGGALKAN SOLAT&lt;/strong&gt;. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia,   kita tinggalkan solat. Na'uzubillahiminzalik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Soalan keenam&lt;br /&gt;  Imam   Ghazali : Apa yang paling tajam sekali didunia ini ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Murid- Murid dengan   serentak menjawab : Pedang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Imam Ghazali : Itu benar, tapi yang paling   tajam sekali didunia ini adalah &lt;strong&gt;LIDAH MANUSIA &lt;/strong&gt;. Karena melalui   lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya   sendiri&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Semoga Bermanfaat untuk Keluarga   AF&lt;/p&gt;</description><link>http://kompetisimatematika.blogspot.com/2009/01/teka-teki-imam-al-ghazali.html</link><thr:total>0</thr:total><author>mathematicscompetition@yahoo.co.id (MATEMATIKA)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8630036147433502439.post-728303901624853962</guid><pubDate>Fri, 09 Jan 2009 08:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-09T15:15:23.963+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">MUTIARA HIKMAH</category><title>Legislasi Syari'at Islam dan Aspirasi Perempuan</title><description>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;a href="http://www.rahima.or.id/"&gt;http://www.rahima.or.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Legislasi Syari'at Islam dan Aspirasi Perempuan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Isu pelaksanaan syari'at Islam semakin merebak dibeberapa daerah di Indonesia. Hal itu seiring dengan semangat otonomi daerah yang memberi peluang setiap daerah untuk mengatur dirinya sendiri. Dulu, hanya Aceh yang secara gencar menuntut perwujudan syari'at Islam di daerahnya, yang kemudian disetujui oleh pemerintah pusat. Sekarang, dalam rentang waktu yang relatif singkat, beberapa daerah seperti Sulawesi Selatan, Banten, Tasikmalaya, Pamekasan, Riau, Ternate, Gorontalo sedang melakukan penggodokan untuk menetapan peraturan daerah tentang syari'at Islam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Fenomena ini tak pelak telah menimbulkan pro dan kontra, bahkan dalam masyarakat Islam sendiri. Kelompok yang pro mengatakan, karena umat Islam adalah mayoritas penduduk Indonesia, maka sudah sewajarnya syari'at Islam menjadi landasan hukum kehidupan berbangsa dan bernegara. Mereka menyerukan umat Islam untuk kembali pada al-Qur'an dan as-Sunah, agar berbagai problema sosial politik yang sekarang melanda bangsa Indonesia dapat diatasi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sayangnya, tidak semua masyarakat Islam sepakat dengan mereka. Kelompok ini bukan tak setuju syari'at Islam, tapi menolak pemahaman keagamaan kelompok pertama. Menurut mereka, apa yang difahami kelompok pertama sebagai syari'at Islam tak lain adalah fikih yang dikembangkan ulama Islam awal. Problemanya, dengan beragamnya sudut pandang fikih yang terdapat di negeri ini, pendapat kelompok manakah yang akan dijadikan rujukan ? Bukankan pemaksaan pandangan satu versi syari'at Islam saja, justru bertentangan dengan semangat Islam sendiri? Lagi pula, bukankah selama ini syari'at Islam sudah terinternalisasi dalam sistem sosial masyarakat Indonesia ? Menurut kelompok ini, ada atau tidaknya peraturan daerah tentang syari'at Islam, masyarakat toh sudah hidup dengan tuntunan syari'at.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Menarik untuk menelusuri proses pengusulan syari'at Islam kedalam peraturan daerah. Dari beberapa media cetak Islam yang menjamur di era reformasi ini, ada yang menulis bahwa merebaknya tuntutan pemberlakuan syari'at Islam di beberapa daerah merupakan aspirasi masyarakat Islam sendiri. Aspirasi itu bisa ditangkap dari berbagai seminar, lokakarya, apel akbar yang diadakan kelompok-kelompok Islam di daerah tersebut. Mereka juga melakukan 'hearing' ke DPRD dan pemerintah setempat yang kemudian diikuti dengan munculnya rancangan peraturan daerah yang memuat ketentuan pemberlakuan syari'at Islam. Pertanyaannya, apakah satu dua kelompok melakukan seminar dan lokakarya yang merekomendasikan pemberlakukan syari'at Islam, dianggap mewakili semua masyarakat Islam ? Apakah apel akbar yang dihadiri sekian ribu orang yang kemudian melahirkan pernyataan sikap menuntut syari'at Islam menjadi hukum positif, sudah pantas dianggap menjadi aspirasi seluruh mayarakat daerah tersebut ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Di Sulawesi Selatan, isu syari'at Islam awalnya diajukan oleh Forum Pembela Reformasi Islam (FPRI). Mereka aktif melakukan dakwah di mesjid-mesjid untuk mensosialisasikan gagasan mereka. Kelompok ini juga melakukan 'hearing' ke DPRD untuk mengusulkan syari'at Islam menjadi peraturan daerah. Di Lampung, tekanan untuk memberlakukan syari'at Islam diajukan kelompok yang menamakan dirinya Thaliban. Di Ternate, syari'at Islam telah diberlakukan meski belum sampai pada tahap peraturan daerah. Perempuan-perempuan, termasuk pegawai negeri di daerah tersebut, diharuskan memakai jilbab. Meski belum ada undang-undang dan perangkat hukum yang mengatur pelaksanaan syari'at Islam, tekanan yang dilakukan kelompok tertentu, membuat mereka tak berani keluar rumah tanpa mengenakan busana muslim. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Nampaknya, proses pemberlakuan syari'at Islam di Ternate dan beberapa daerah lainnya di Indonesia, mirip dengan yang terjadi di Aceh. Di Aceh, proses 'islamisasi' yang terjadi di masyarakat dilakukan atas tekanan kelompok tertentu, jauh sebelum peraturan daerah tentang syari'at Islam diberlakukan. Tempat hiburan dibakar dan dirusak massa. Perempuan yang tak mengenakan jilbab digunduli dan dirobek pakaiannya. Di Tasikmalaya, ada perempuan digunduli oleh masyarakat (entah masyarakat yang mana) karena keluar rumah tanpa ditemani mahram. Di Yogya, sekelompok pemuda dari partai Islam tertentu melakukan 'sweeping' terhadap perempuan-perempuan yang keluar malam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pemberlakuan syari'at Islam yang terjadi di beberapa daerah, selain menampilkan fenomena pemaksaan pandangan satu kelompok Islam tertentu pada mayarakat lainnya, juga seakan mengukuhkan adagium bahwa syari'at Islam sering tak ramah pada perempuan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tradisi Misogini di bawah Bendera Syari'at Islam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;Mari belajar dari sejarah. Hanya berselang dua tahun setelah kemenangan revolusi Islam di Iran, Imam Khoemeini membatasi ruang gerak perempuan di dunia publik. Imam Khomeini mengharuskan perempuan mengenakan jilbab dan memasang hijab bagi mereka di pasar-pasar, perguruan tinggi, perkantoran, mesjid dan tempat umum lainnya. Di bawah bendera syari'at Islam, sang Imam seakan menekankan bahwa tempat yang cocok bagi perempuan hanyalah dalam wilayah domestik. Padahal semasa revolusi berlangsung, pendukung terkuat gerakan Imam Khoemini adalah kelompok perempuan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Hal yang sama terjadi di Afghanistan. Atas nama syari'at Islam, pemerintahan Thaliban memberhentikan seluruh pegawai negeri perempuan. Tak peduli apakah pekerjaan itu menjadi sandaran satu-satunya bagi perempuan tersebut untuk penopang hidupnya atau keluarga dimana sang perempuan menjadi pencari nafkah utama. Di negeri itu terlalu banyak daerah yang terlarang bagi perempuan. Hatta, bunyi detak sepatu perempuanpun dapat dianggap menimbulkan malapetaka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Apakah hal yang sama akan terjadi pada daerah-daerah yang memberlakukan syari'at Islam di Indonesia? Di Sumatera Barat, pernah ada rancangan peraturan daerah yang melarang perempuan keluar rumah tanpa ditemani mahram, antara pukul 10 malam sampai jam 4 pagi. Pelarangan itu diperlukan untuk memberantas berbagai tindak maksiat dan kebobrokan masyarakat yang merebak di tanah Minang akhir-akhir ini. Dan untuk itu perempuan telah dianggap sebagai sumber dari segala problema tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Di kabupaten Karimun, propinsi Riau, juga sedang digodok undang-undang pelanggaran kesusilaan yang intinya melarang segala kegiatan perdagangan seksual dan segala fasilitasnya. Menurut Rina Dwi Lestari, satu dari 2 anggota perempuan di DPRD Karimun, rancangan undang-undang tersebut dibuat setelah terjadi 'hearing' yang dilakukan beberapa ormas keagamaan yang mensinyalir merebaknya aktivitas pekerja seks komersil (PSK) di daerah tersebut. Sebelumnya, telah terjadi pembakaran tempat hiburan dan penangkapan sejumlah PSK oleh kelompok yang mengatas namakan umat Islam. Persoalannya, jika kegiatan seks komersial menjadi ancaman, mengapa hanya perempuan (PSK) yang dipersalahkan ? Bukankah tak mungkin mereka hanyalah korban dari mafia perdagangan seks yang telah menjerumuskan perempuan-perempuan tersebut pada kegiatan prostitusi ?. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dengan begitu kentalnya nuansa ketidakadilan terhadap perempuan dalam peraturan-peraturan tersebut, tidak mengherankan akan terjadi reaksi dari berbagai kalangan, terutama kaum perempuan. Di Padang, larangan keluar malam bagi perempuan yang terdapat dalam rancangan peraturan daerah telah direvisi, karena protes yang diajukan ninik mamak, budayawan dan aktivis perempuan di daerah tersebut. Di Aceh, perempuan yang tergabung dalam Dupakat Inong Aceh menggelar seminar, berdialog dengan para ulama dan melakukan 'hearing' ke DPRD dan Pemda setempat untuk mengusulkan formulasi syari'at Islam dalam perspektif perempuan. Aturan-aturan yang melemahkan posisi perempuan dalam peraturan daerah Aceh di gugat. Dengan semua itu mereka menunjukan bahwa suara mereka perlu di dengar. &lt;b&gt;Nevisra Viviani&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Legislasi Syari'at Islam dan Aspirasi Perempuan (2)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;"Setiap bangsa memiliki ulama untuk memahami syariat. Jika khalifah - semoga Allah selalu mencurahkan pertolongan kepadanya- membiarkannya, itu lebih baik ", jawab Imam Malik bin Anas (w. 179H/795M) pada utusan khalifah al-Mansur (w 158H/775M). Imam menolak ketika mereka meminta karyanya 'al-Muwaththa' (sebuah kompilasi syariat Islam paling awal) untuk ditetapkan sebagai Undang-undang Syariat Negara. Ungkapan ini menarik dimunculkan untuk menanggapi gencarnya tuntuan pemberlakuan syariat Islam di sejumlah daerah. Hampir dipastikan, setiap upaya penerapan syariat yang mengacu kepada ajaran agama, sering menyisakan diskriminasi, bahkan tindak kekerasan terhadap kalangan tertentu, termasuk kaum perempuan. "Setiap bangsa memiliki ulama untuk memahami syariat. Jika khalifah - semoga Allah selalu mencurahkan pertolongan kepadanya- membiarkannya, itu lebih baik ", jawab Imam Malik bin Anas (w. 179H/795M) pada utusan khalifah al-Mansur (w 158H/775M). Imam menolak ketika mereka meminta karyanya 'al-Muwaththa' (sebuah kompilasi syariat Islam paling awal) untuk ditetapkan sebagai Undang-undang Syariat Negara. Ungkapan ini menarik dimunculkan untuk menanggapi gencarnya tuntuan pemberlakuan syariat Islam di sejumlah daerah. Hampir dipastikan, setiap upaya penerapan syariat yang mengacu kepada ajaran agama, sering menyisakan diskriminasi, bahkan tindak kekerasan terhadap kalangan tertentu, termasuk kaum perempuan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dalam wacana fikih klasik, legalisasi syariat dianggap sebagai sebuah pemaksaan sekelompok orang melalui institusi negara - yang cenderung represif - untuk menerima dan mengamalkan pemahaman (ijtihad) tertentu - baik individual maupun kolektif - terhadap orang banyak. Menerima pemahaman orang lain dalam wacana ini dikenal dengan taqlid, sebuah perilaku yang sangat tidak terpuji jika dilakukan seluruh anggota komunitas. Karena itu, mayoritas - untuk tidak mengatakan seluruh - ulama generasi tiga abad pertama Islam, menolak segala upaya legalisasi yang biasanya ditawarkan para pelaku politik (Mahmasouni, 1980, h. 89). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Legalisasi dipahami sebagai standarisasi yang bisa berakibat fatal, terutama bagi perkembangan dan pengayaan intelektual. Dalam sejarah Islam, hampir dipastikan bahwa setiap upaya standarisasi selalu berhadapan dengan penolakan dan resistensi dari sejumlah tokoh dan pakar unggulan. Ketika khalifah Abu Bakr Siddiq, sahabat paling dekat Nabi , diminta untuk melakukan standarisasi bacaan al-Qur'an, beliau menolak dengan jawaban "Saya tidak mau melakukan sesuatu yang tidak dilakukan Nabi". Sikap yang sama ditunjukan khalifah berikutnya, berikutnya Umar bin Khathab ra. Baru pada masa Utsman bin Affan ra, standarisasi dijalankan setelah melewati perdebatan yang cukup sengit. Itupun masih menyisakan penolakan dari sejumlah sahabat. Saat itu, al-Qur'an ditulis secara resmi oleh negara, disahkan dan disosialisasikan ke seluruh wilayah. Tulisan lain, atau cara baca lain, sekalipun hidup dan berlaku pada masa Nabi, dilarang beredar, bahkan dibakar di muka umum. Standarisasi al-Qur'an, seiring dengan tuntuan perkembangan zaman, terus mengerucut mulai dari penulisan tanpa tanda huruf dan tanda baca, sampai penulisan yang penuh dengan atribut-atribut yang sebenarnya adalah murni kreasi artistik. Tetapi oleh generasi berikutnya atribut-atribut itu dianggap ketentuan pokok agama yang sakral dan final. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Standarisasi hadis (baca: pengumpulan, penulisan dan penyatuan metodolgi) juga mengalami hal yang sama. Pada awalnya upaya ini ditolak keras segenap sahabat Nabi, kecuali beberapa orang saja. Diriwayatkan bahwa Khalifah Abu bakr ra berkata di depan para sahabat yang sering meriwayatkan hadis Nabi: "Kalian meriwayatkan dari Rasulullah banyak hal, yang diperselisihkan diantara kalian. Ingatlah bahwa generasi setelah kalian akan berselisih lagi tentang periwayatan itu, bahkan lebih hebat. Sebaiknya kalian tinggalkan periwatan itu, apabila ada yang bertanya, jawablah: "Yang menjadi pedoman kita adalah al-Qur'an, ikutilah apa yang diperintahkan, yang halal dihalalkan dan yang haram ditinggalkan". &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Umar ra juga dengan tegas melarang penulisan hadis. Hanya setelah beberapa sahabat, seperti Ibn umar, Ibn Abbas, Abu Hurairah dan lain-lain, berulang kali menyarankan pengumpulan dan penulisan hadis, Umar memikirkan usulan itu selama satu bulan penuh. Setelah itu ia menemui beberapa sahabat dan berkata: "Saya, setelah disarankan untuk menulis hadis-hadis, tetapi saya teringat orang-orang terdahulu, para ahli kitab sebelum kita. Mereka menulis berbagai hal di samping memiliki kitab suci dari Allah. Kemudian mereka lebih memilih tulisan-tulisan itu dan meninggalkan kitab suci mereka. Dengarlah, demi Allah, saya tidak ingin mencampurkan kitab suci kita dengan tulisan-tulisan lain." Bahkan Umar mengeluarkan anjuran: "Barangsiapa yang memiliki tulisan-tulisan itu (hadis), sebaiknya dihapus saja". Tetapi seiring perjalanan sejarah Umat, pengumpulan dan penulisan hadist-hadist menjadi sebuah keniscayaan, yang kemudian terjadi secara besar-besaran. Semua itu dilatari oleh berbagai motivasi; mulai dari agama, politik, sosial, bahkan kepentingan kelompok (Ahmad Amin, 1983, II/164-167). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tentu saja, pengumpulan dan penulisan ini bernilai positif dan merupakan citra peradaban yang tingga dan luhur. Yang menjadi masalah adalah akibat yang ditimbulkan; kekakuan yang berujung pada perselisihan yang muncul dari fanatisme buta terhadap sesuatu yang pada mulanya relatif. Pengumpulan dan penulisan al-Qur'an masa Utsman ra dan pengumpulan hadis-hadis pada masa-masa berikutnya adalah merupakan standarisasi agama yang menyebabkan orang selalu ingin berpikir dan berperilaku seragam dalam beragama. Agama di monopoli satu pandangan dan satu penafsiran. Dalam memahami ajaran agama, umat tidak lagi bisa memilah antara agama dari Tuhan, antara pemahaman agama dari manusia, antara prinsip dan pilihan-pilihan, atau antara wilayah transendental yang tidak berubah dan wilayah temporal yang berubah-ubah. Sesuatu yang pada awalnya beragam bahkan diperdebatkan, setelah dilakukan standarisasi melalui kebijakan politik, ia bagi generasi berikutnya menjelma jadi ajaran agama yang mutlak. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Legislasi, apabila dipahami sebagai islamisasi hukum melalui kekuatan politik, sebenarnya baru mengemuka pada masa dinasti Abbasiyah (mulai 140-an H/). Sebelumnya, hukum Islam tertanam melalui dakwah persuasif, pembentukan kultur dan penguatan masyarakat sipil. Tafsir agama yang bias gender, misalnya, tidak pernah berkembang menjadi legislasi formal. Ia hanya dianggap sebatas pandangan keagamaan ulama tertentu yang bisa diikuti dan bisa tidak, bahkan pada masanya bisa dikritisi oleh sejumlah ulama lain. Larangan perempuan keluar rumah, pergi ke mesjid, atau aktif di dunia politik-publik, yang disuarakan oleh sahabat seperti Ibn Umar dan Abu Hurairah, pada masanya dikritisi oleh isteri Nabi Aisyah dan Zubair bin Awwam. Bahkan Aisyah keluar memimpin perang unta melawan Ali bin Abi Thalib. Melihat demikian, Ibn Hazm pun, pada akhirnya menganggap bahwa hadis-hadis larangan sedemikian tidak valid untuk dijadikan referensi hukum. Orang yang pertama kali menawarkan ide legislasi syariat adalah Ibn al-Muqaffa' (w. 145 H), orang Persia yang menjadi penasehat dan pembantu khalifah al-Mansur pada dinasti Abbasiyyah. Saat itu, ia merasa gundah dengan beragam pendapat dan pandangan keagamaan, serta keputusan hukum yang berkembang di seluruh wilayah pemerintahan. Ia menyarankan pembentukan kesatuan hukum syariat di bawah kendali khalifah, yang diberlakukan terhadap seluruh masyarakat. Ide ini diterima oleh Khalifah al-Mansur, tetapi ketika disosialisasikan ditolak oleh segenap elite masyarakat, terutama para ulama. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Khalifah berikutnya Harun ar-Rashid juga membujuk para ulama mengenai penyatuan hukum, tetapi tetap ditolak. Ide legisalasi syariat, tidak terealisasi, sampai akhir masa dinasti Turki Usmani. Upaya beberapa penguasa, seperti Sultan Sulaiman al-Qanuni dari dinasti Turki Usmani dan Sultan Muhammad Awrangzeb dari India, hanya sebatas kompilasi jurispredensi yang bisa menjadi petunjuk bagi para hakim, tetapi tidak mengikat siapapun. Artinya, legislasi tetap tidak pernah mencapai realisasi di masyarakat muslim terdahulu. Dalam sejarah hukum Islam di Nusantara, ada catatan bahwa beberapa kitab fikih sempat dijadikan rujukan pembentukan hukum oleh beberapa penguasa kerajaan Melayu. Contohnya, undang-undang Malaka yang disusun masa sultan Muhammad (1442-1444). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Keengganan para ulama terdahulu terhadap segala upaya legislasi syariat di sebabkan beberapa hal. Pertama, kekhawatiran akan kesalahan hasil ijtihad yang akan dijadikan materi legislasi, karena kesalahan akan menjadi fatal apabila diikuti oleh seluruh umat Islam. Kedua, keengganan ulama akan pemaksaan semua orang terhadap satu pandangan syariat saja dari keragaman pandangan yang sudah ada, karena keragaman menyimpan kerahmatan. Ketiga, legislasi akan memaksa orang bertaqlid (mengikut pandangan orang lain) dan mematikan kreatifias penalaran hukum dan pemahaman terhadap teks-teks syariat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Keengganan ulama terdahulu terhadap upaya legislasi formal syariat, tidak berarti mereka tidak setuju penerapan hukum syariat. Syariat pada saat itu telah menjadi struktur kultur sosial masyarakat. Syariat dinamis menghadapi perubahan-perubahan yang berlaku dan terbuka untuk berinteraksi dengan pengalaman-pengalaman dari peradaban lain. Sehingga syariat muncul dengan penuh keragaman dan kekayaan pandangan. Masyarakat memiliki kebebasan untuk memilih dari pandangan-pandangan yang ada. Suasana demikian, justru akan sirna jika syariat dilegislasikan. Dan yang diuntungkan oleh legislasi hanya penguasa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tuntutan legislasi syariat dengan berbagai motivasi yang melatari, kembali mengemuka setelah peradaban Barat berhasil melakukan penetrasi ke seluruh dunia Islam. Tetapi para ulama belum memiliki kesiapan untuk menurunkan syariat dari lembaran-lembaran kitab fiqh pada rancangan hukum positif. Konstruksi hukum untuk menjawab tantangan perubahan-perubahan sosial juga belum terbangun secara utuh, sehingga kritikpun bermunculan dari berbagai pihak, bahkan dari umat Islam sendiri. Di sejumlah negara Arab yang mendasarkan kepada Islam sebagai agama negara, terjadi penghapusan sistim peradilan syariat. Karena sistim tersebut tidak bisa menjamin keadilan dan kemaslahatan. Sistim tersebut tidak mengenal hirarki peradilan, hukum acara yang kurang jelas dan konsep pembuktian yang tidak komprehensif. Hukum positif yang muncul dari syariat hanyalah hukum keluarga seperti, perkawinan, perceraian, waris dan wakaf. Itupun, setelah dilakukan pembaruan memicu perdebatan seru, seperti terjadi di Mesir, Tunisia dan lain lain. Bahkan sempat menimbulkan konflik sosial, seperti terjadi di Pakistan dan India. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tuntutan memberlakukan syariat tentunya sah menurut logika demokrasi, termasuk tuntutan untuk menolak dan mengkritisi pemberlakuan syariat itu sendiri. Asumsi yang dimunculkan untuk memahami fakta keengganan para ulama terdahulu terhadap legislasi syariat juga patut didiskusikan. Itu sangat relevan dengan kondisi sosial kontemporer Indonesia, ketika tuntutan legislasi menjadi semacam 'bom politik', terutama untuk hal-hal yang berkaitan dengan peran dan posisi sosial perempuan. Setidaknya perlu menjawab beberapa pertanyaan: Apakah batasan-batasan syariat? Apakah pandangan-pandangan keagamaan mengenai perempuan yang sementara ini tertulis merupakan syariat yang baku dan universal? Sudah cukup relevankah syariat - seperti apa adanya - dilegislasikan sekarang? Adakah pembacaan ulang terhadap produk-produk hukum yang sementara ini dianggap syariat? Perlukah merumuskan kembali cita ideal syariat yang menjadi acuan legislasi dan memformulasikan kembali parsial-parsialnya sesuai dengan kondisi sosial yang berkembang? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Terminologi Syariat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Husein Muhammad, mengutip definisi syariat dari para ulama terdahulu, menyimpulkan bahwa syariat merupakan keseluruhan (totalitas) urusan keagamaan, mencakup keyakinan (aqidah), moral (akhlaq) dan hukum (fiqh), baik yang langsung diputuskan oleh Allah melalui al-Qur'an, atau Nabi melalui hadis, atau yang diputuskan oleh ulama melalui pemahaman dan penalaran (ijtihad). Artinya, syariat adalah semua ajaran, pemahaman dan praktek keagamaan yang didasarkan pada sumber-sumber Islam; al-Qur'an dan Hadis. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Beberapa ulama kontemporer seperti Muhammad Syaltut, Sayyid Sabiq dan ath-Thabathab'iy, membedakan syariat dan aqidah, antara din, millah dan syariat. Aqidah adalah dasar prinsipal agama, sedang syariat adalah cabang, atau jalan menuju agama. Aqidah adalah Din (agama) yang satu, dan sama antara satu Nabi dengan Nabi yang lain. Sedang syariat bisa berbeda-beda dari satu Nabi ke Nabi yang lain. Artinya, ada hal-hal yang berkait dengan keyakinan dan kepercayaan, yaitu aqidah. Ada persoalan-persoalan praktek dan perilaku keagamaan, yang dinamakan syariat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Jadi, syariat dalam proses sejarahnya telah menyatu bersama fiqh, berikut penalaran-penalaran ulama yang muncul di dalamnya. Artinya, syariat menjadi dinamis dan terbuka untuk merespon perkembangan sosial yang terjadi. Kalau melihat proses sejarah yang telah terjadi, tidak tepat mengatakan seluruh syariat berasal dari Tuhan, suci, transendental, universal dan secara umum tidak bisa berubah. Pada prakteknya, syariat lebih merupakan tumpukan produk pemikiran dan penalaran manusia, yang tentu saja temporal dan kondisional. Contoh sederhana, ayat al-Qur'an yang membicarakan hukum hanya berjumlah sekitar 400 saja, tetapi pembahasan hukum dalam fiqh kita sampai berpuluh-puluh jilid. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Jika dikatakan seluruh ajaran Islam adalah syariat, masih bisa dibenarkan.Tetapi tidak tepat jika dikatakan seluruh syariat adalah transendental, universal dan tidak berubah. Asumsi keuniversalan syariat kurang tepat. Syariat tidak terbentuk utuh sekali waktu. Ia mengalami pembaruan, perkembangan dan perubahan, baik masa Nabi, sahabat, maupun masa-masa berikutnya. Syariat dinamis merespon tuntutan kondisi sosial masyarakat. Syariat muncul dari perdebatan panjang dan berlarut-larut. Bahkan, ketika syariat menemui bentuk yang jelas di tangan para ulama madzhab, ia masih terbuka terhadap terhadap pengembangan dan pembaruan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Citra statis syariat muncul dalam masa kumunduran Islam, ketika pintu ijtihad tertutup. Fanatisme kelompok atau madzhab juga menguat seiring fanatisme berlebihan terhadap syariat. Syariat dianggap final dan universal, berlaku untuk segala tempat dan zaman. Jika syariat dipahami dengan cara seperti itu, sungguh sangat merugikan, bahkan terhadap syariat itu sendiri. Karena, ia tidak akan siap untuk menjadi perangkat hukum yang kondusif terhadap perkembangan dan perubahan zaman. Masyarakat juga tidak akan menerima sepenuh hati, sehingga yang terjadi adalah alienasi. Syariat akan menjadi tumpul dan tidak lagi diterima untuk menyelesaikan permasalahan mereka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Syariat, dilegislasikan atau tidak, harus selalu diperbaharui (tajdid) untuk memastikan bahwa ia benar-benar tepat bagi semua tempat dan waktu. Termasuk untuk persoalan-persoalan yang berkaitan dengan perempuan; kedudukan, hak dan kewajibannya. Dan perempuan harus dilibatkan dalam perumusan pembaruan itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Syariat Membela Perempuan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ada beberapa prinsip dasar yang secara eksplisit diungkapkan dalam al-Qur'an mengenai relasi perempuan dan laki-laki. Pertama, perempuan dan laki-laki diciptakan dari entiti (nafs) yang sama (QS, 4:1), karena itu kedudukannya sama dan sejajar, yang membedakannya di mata Tuhan hanyalah kwalitas kiprahnya (QS, 49:13). Kedua, perempuan dan laki-laki sama dituntut untuk mewujudkan kehidupan yang baik (hayatan tayyibah) dengan melakukan kerja positif /amal saleh (QS, 16: 97), untuk tujuan ini diharapkan perempuan dan laki-laki bahu membahu, membantu satu dengan yang lain (QS, 9:71). Ketiga, perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama untuk memperoleh balasan yang setimpal atas kerja-kerja yang dilakukan (QS, 33:35). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Untuk hal yang bersifat parsial dan kasuistik, terjadi keragaman pandangan ulama, seperti cara beribadah, perkawinan, perceraian, hak untuk bekerja, belajar, aktif di ruang publik atau hal lain. Dalam hal ini, beberapa keputusan syariat muncul tanpa pemihakan pada perempuan. Pandangan atau praktek yang menyudutkan atau tidak menguntungkan perempuan, telah dikritik terutama oleh perempuan sejak zaman Nabi Saw. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dalam tulisan sejarah terungkap bagaimana perempuan mendatangi Nabi Saw, menuntut hak-hak mereka yang tidak disebutkan oleh Al-Qur'an. Allah-pun merespon tuntutan mereka dan menurunkan ayat kesetaraan hak perempuan dan laki-laki (QS Al-Ahzab, 33:35). Allah juga menurunkan satu surat tersendiri untuk menjawab kegundahan perempuan, bernama Khaulah bint Malik yang datang kepada Nabi menggugat perilaku suaminya yang melakukan pelecehan (zihar) dan pemaksaan hubungan seks. Surat itu dinamakan al-Mujadilah, yang berarti perempuan penggugat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ketika beberapa isteri Nabi mengajukan tuntutan-tuntutan kepada beliau, yang marah justru orang tua mereka. Mereka dianggap tidak beradab dan tidak mengindahkan posisi suami mereka sebagai Nabi. Tetapi Nabi tidak bersikap demikian, dan menganggap hal itu sebagai sesuatu yang wajar. Wahyu yang turun, justru memberikan pilihan untuk dipenuhi tuntutan mereka. Mereka boleh berpisah, atau tetap hidup bersama Nabi dengan kerelaan dan tanpa paksaan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Setelah Nabi wafat, mulai muncul fatwa sejumlah sahabat yang memberikan rasa ketidakadilan kepada perempuan, yang oleh sebagian orang dianggap syariat. Sebagian fatwa didasarkan pada hadits. Istri Nabi, Aisyah ra. gencar melakukan pelurusan dan koreksi terhadap mereka. Imam az-Zarkashi (791 H) mencatat 79 pandangan keagamaan yang keluar dari beberapa sahabat yang dikritik oleh Aisyah. Sebagian diantaranya berkaitan dengan kedudukan dan hak perempuan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Diantaranya, Aisyah ra mengkritik Abu Hurairah ra yang mengatakan bahwa sumber kesialan adalah ; perempuan, rumah tua dan hewan berwarna hitam. Ia juga mengoreksi fatwa Ibn Umar ra yang mewajibkan perempuan untuk mengurai seluruh rambutnya yang dikepang ketika hendak mandi junub. Ibnu Umar ra menyebarkan pandangan bahwa kontak dengan perempuan yang sedang haid harus dilakukan dengan ekstra hati-hati. Aisyah justru berkali-kali memfatwakan bahwa perempuan yang sedang haid boleh melakukan kontak fisik dengan suaminya, kecuali bersenggama. Larangan beberapa sahabat terhadap perempuan untuk keluar ke mesjid juga dikritik Aisayh ra. Ia secara terang-terangan melakukan kerja-kerja sosial di luar rumah dan puncaknya memimpin pasukan perang yang diantaranya juga terdiri dari para sahabat laki-laki. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Jadi, pada masa sahabat sudah muncul kekhawatiran bahwa fatwa-fatwa keagamaan bisa merugikan perempuan. Saat itu perempuan berani bersuara dan bisa mewarnai ketentuan dan pandangan masyarakat. Ketika khalifah Umar bin Khattab ra ingin membuat keputusan legal untuk membatasi jumlah mas kawin, ia dikritik oleh seorang perempuan. Umar menerima kritik tersebut dan membatalkan keinginannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pada generasi-generasi berikutnya, suasana itu semakin berkurang. Perempuan yang berani dan punya kemampuan melakukan perimbangan terhadap fatwa-fatwa yang bias tidak lagi muncul. Sehingga, pandangan keagamaan yang oleh Abu Hurairah ra dan Ibn Umar ra (yang dikecam keras Aisyah ra dan perempuan lain) akhirnya dianggap sebagai syariat, dan menjadi pandangan yang dominan dalam masyarakat. Dengan dalih beberapa hadis yang diangap sahih, perempuan tidak lagi diperkenankan dan datang menyaksikan aktifitas-aktifitas publik di mesjid. Padahal hadis-hadis seperti itu dikritik oleh Aisyah ra, sewaktu ia masih hidup. Dan, hadis-hadis sejenis muncul menguasai aras pemikiran masyarakat. Orang hafal dengan hadis Imam Hakim "Perempuan itu selayaknya tidak belajar menulis", atau hadis "Perempuan yang baik adalah yang tidak pernah melihat dan dilihat laki-laki". Ada fatwa keagamaan yang menyebar di masyarakat, yang sangat menyakiti perempuan. Dalam fatwa tersebut, perempuan disamakan dengan anjing. Jika lewat di hadapan orang shalat, maka shalatnya batal dan harus diulang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Syekh Nawawi Banten dalam kitab 'Uqud al-Lujain menyatakan, laki-laki itu milik ibunya, sedangkan perempuan itu miliki suaminya. Dari sini dibangunlah totalitas ketaatan perempuan terhadap laki-laki, sehingga untuk sesuatu yang sangat sederhana sekalipun perempuan tidak memiliki hak untuk mengatakan ' tidak ' kepada suaminya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Muhammad al-Ghazali, seorang ulama besar dari al-Azhar Mesir abad ini, menyatakan perihatinannya. Ia masih menjumpai khatib-khatib mesjid di dunia Arab muslim menyuarakan, perempuan sebaiknya hanya keluar untuk tiga hal saja; keluar dari rahim ibunya, keluar untuk tinggal dengan suaminya dan keluar untuk dikubur ketika mati. Selain itu, ia harus berada di dalam rumah saja. Al-Ghazali juga sangat bersedih ketika kebanyakan ulama Arab selalu mengumandangkan bahwa wajah perempuan itu aurat yang harus ditutup rapat. Suara perempuan juga aurat, sehingga ia tidak diperkenankan bersuara. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dalam setiap zaman, syariat akan selalu dihadapkan pada ketegangan dua kutub; kutub kaku literalis yang melihat teks-teks lahiriah agama sebagai final, dan kutub liberasi yang melepaskan diri dari teks untuk merespon segala tuntutan zaman. Kita tidak mengambil yang pertama, karena syariat akan menjadi statis dan beku. Juga tidak yang kedua, karena bisa mengakibatkan formulasi syariat terlepas dari prinsip-prinsipnya dasar Islam sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Untuk formulasi syariat tentang perempuan, tiga prinsip dasar harus menjadi pijakan dan acuan. Pertama, kedudukan perempuan dan laki-laki sama di mata Allah, karena itu di depan syariat-Nya, keduanya juga sama. Kedua, perempuan dan laki-laki memiliki tanggung jawab dan hak yang sama untuk berperan aktif dalam mewujudkan kehidupan yang baik di muka bumi ini. Ketiga, hak untuk menerima balasan dari apa yang dikerjakan oleh perempuan dan laki-laki adalah juga sama. Karenanya, reformulasi hukum syariat adalah keniscayaan. Pembelaan hak-hak perempuan juga keniscayaan. Untuk mewujudkannya, diperlukan pembahasan intensif , yang tentu saja harus melibatkan perempuan. Sekali lagi, harus melibatkan perempuan !! Wallahu a'lam.?? &lt;b&gt;Faqihuddin A. Qodir, MA.&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://kompetisimatematika.blogspot.com/2009/01/legislasi-syariat-islam-dan-aspirasi.html</link><thr:total>0</thr:total><author>mathematicscompetition@yahoo.co.id (MATEMATIKA)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8630036147433502439.post-6669969864716234525</guid><pubDate>Tue, 30 Dec 2008 02:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-30T09:51:01.266+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PENDIDIKAN</category><title>Pendidikan Masih Jadi Komoditas Politik</title><description>&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini sektor pendidikan masih dinilai menjadi sebatas komoditas politik para pengusaha baik di eksekutif maupun legislatif, sehingga dari waktu ke waktu sektor tersebut memang tidak pernah menjadi perhatian serius."Sektor pendidikan itu hanya jadi komoditas politik, perhatian terhadap sektor pendidikan hanya sebatas retorika dan pemanis bibir untuk kepentingan politik," kata Rektor Universitas Negeri padang (UNP) Prof DR Z Mawardi Effendi, MPd, di Padang, Sabtu.Dikemukakan oleh Prof DR Z Mawardi Effendi, MPd kepada wartawan usai mewisuda sebanyak 1.875 lulusan UNP, menanggapi kenyataan minimnya anggaran sektor pendidikan yang dialokasikan pemerintah dan DPRD dalam APBD Sumatera Barat Tahun 2005.Pemerintah Provinsi dan DPRD Sumbar hanya mengalokasi anggaran sektor pendidikan sekitar lima persen saja dari total belanja dalam APBD sebesar Rp 831,19 miliar dalam tahun 2005. Alokasi dana sebesar itu, menurut Mawardi Effendi, juga tidak seluruhnya bisa digunakan untuk membangun sektor pendidikan itu sendiri. "Yang benar-benar untuk pembangunan sektor pendidikan itu kurang dari satu persen, karena sebagian besar dari anggaran itu habis untuk membayar gaji," katanya.Ia mengaku prihatin sekaligus menyayangkan kondisi tersebut. "Bagaimana tidak perhatin jika perhatian untuk dunia pendidikan itu tidak ada, sementara di luar sekolah pemerintah juga tidak menyediakan dana untuk sektor pendidikan," katanya.Mawardi Effendi menilai pemerintah daerah bersama DPRD-nya tidak pernah benar-benar concern terhadap dunia pendidikan. Jika selama ini para penguasa mengatakan bahwa sektor pendidikan dan pembangunan sumberdaya manusia adalah sangat penting, menurut dia, hal itu sama sekli tidak terbukti jika berkaca kepada APBD."Kita bisa melihat political-will pemerintah benar yang tidak ada untuk dunia pendidikan, sementara lembaga pendidikan selalu menjadi objek yang dipersalahkan. Pemerintah hanya pentingkan 'output' tanpa memedulikan proses," ujarnya.Rektor mengatakan, pendidikan seharusnya dapat dijadikan ideologi pembangunan bangsa, karena akan sangat mempengaruhi kualitas bangsa secara berkelanjutan.Ketika ditanya apa jalan terbaik guna mengatasi minimnya anggaran pendidikan, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu sekolah-sekolah."Salah satu jalan keluar adalah dengan memberdayakan masyarakat, melalui komite sekolah misalnya. hanya itu jalan keluar pada saat pemerintah tidak lagi memperhatikan dunia pendidikan," demikian Z Mawardi Effendi.&lt;/p&gt;&lt;a href="http://perpustakaan-online.blogspot.com/"&gt;http://perpustakaan-online.blogspot.com&lt;/a&gt;</description><link>http://kompetisimatematika.blogspot.com/2008/12/pendidikan-masih-jadi-komoditas-politik.html</link><thr:total>0</thr:total><author>mathematicscompetition@yahoo.co.id (MATEMATIKA)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8630036147433502439.post-5395635080852723883</guid><pubDate>Tue, 30 Dec 2008 02:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-30T09:37:23.611+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SUFISTIK</category><title>Burung Merak Raja di Bawah Keranjang</title><description>Seorang  raja  mempunyai  sebuah taman, yang sepanjangempat musim selalu ditumbuhi tanam-tanaman yang wangi, hijausubur   dan   menyenangkan.  Air  mengalir  berlimpah-limpahmelaluinya,  dan  segala   macam   burung   bernyanyi   daridahan-dahan pohon. Setiap hal yang baik dan indah yang dapatkita bayangkan terdapat di dalam taman itu.  Dan  di  antarasemuanya itu ada sekelompok burung merak yang cantik. Sekali  waktu sang raja mengambil salah seekor burung merak,dan memerintahkannya agar ia  dimasukkan  ke  dalam  kantungkulit  supaya  bulu-bulunya tidak dapat dilihat, sehingga iatidak dapat mengagumi keindahannya sendiri dengan  cara  apapun.   Dia   juga   memerintahkan   agar  burung  merak  ituditempatkan di bawah sebuah keranjang yang  hanya  mempunyaisatu  lubang,  melalui  lubang itu sedikit biji-bijian dapatdituangkan ke dalamnya untuk makanannya. Lama waktu berlalu.  Burung  merak  itu  lupa  pada  dirinyasendiri,  sang raja, taman, dan burung-burung merak lainnya.Ia melihat  pada  dirinya  sendiri.  Burung  tersebut  tidakmelihat  apa-apa  kecuali  kantung  kulit yang kotor itu. Iamulai menyukai tempat tinggalnya yang gelap  dan  jelek;  iapercaya di dalam hatinya bahwa tidak mungkin ada tempat yanglebih besar dari ruangan di dalam keranjang itu,  sedemikianrupa  sehingga ia menganggapnya sebagai keyakinan bahwa jikaada orang menyatakan tentang suatu kehidupan, tempat tinggalatau   kesempurnaan   di  luar  yang  ia  ketahui,  maka  iamenganggapnya sebagai kekafiran mutlak, omong  kosong  besardan kebodohan yang murni. Sekalipun  demikian,  setiap kali angin segar berhembus, danharumnya  bunga-bunga  dan  pepohonan,  violet  (=   sejenistumbuhan  yang  bunganya  berbau harum), melati dan tumbuhanrempah-rempah sampai ke  hidung  burung  itu,  ia  merasakankesenangan  yang  mengejutkan  melalui  lubang  itu.  Timbulkekhawatiran di dalam hatinya. Ia  merasakan  adanya  hasratuntuk  pergi  dan kerinduan batin, tetapi ia tidak tahu darimana kerinduan itu berasal,  sebab,  kecuali  kantung  kulititu,  ia  tidak  mengetahui  apa-apa;  selain keranjang itu,tidak ada dunia lain;  selain  biji-bijian  itu,  tidak  adamakanan   lain.   Ia   telah   melupakan   semuanya.  Ketikasekali-sekali  ia  mendengar   suara   burung-burung   merakbernyanyi,  dan  burung-burung  lain  berlagu, kerinduan danhasratnya  timbul;  tetapi  ia   tidak   terbangunkan   olehsuara-suara burung-burung itu atau hembusan angin. Pernah iabergairah memikirkan sarangnya. Angin sepoi-sepoi bertiup menyentuhku  dan  hampirmengucapkan  kata-kata,  'aku adalah kurir untukmudari kekasihmu.' (13)  Lama  sekali ia memikirkan apa sesungguhnya angin yangharum itu, dan  darimanakah  bunyi-bunyian  yang  indah  itudatang. Wahai  kilat  yang  menyambar,  dari  perlindungansiapa engkau muncul? Tetapi ia tidak sadar-sadar juga,  meskipun  sepanjang  masaitu kesenangan tetap tinggal di hatinya. Ah,   kalau   saja     Laila      sekali      sajamengirimkan  salam karunianya,  meskipun  diantarakami  terbentang  debu  dan bebatuan besar. Salam  kegembiraanku  akan  merupakan    jawabnya,atau  akan menjeritlah kepadanya si burung  hantu,burung  sakit  yang memekik di  tengah  keremangankuburan. Burung  merak itu bodoh, karena ia telah lupa kepada dirinyadan juga tanah airnya. . . . janganlah hendaknya kamu bertingkah  sepertiorang yang melupakan   Allah,  yang  mengakibatkanAllah membuat mereka lupa diri pula. (QS 59:19) Setiap kali hembusan  angin  atau  suara-suara  datang  daritaman,  timbul  hasrat  dalam  diri  si  burung  merak tanpamengetahui mengapa demikian. Kedua baris ini adalah karya seorang penyair: Kilat  Ma'arra  bergerak  di  tengah   malam,   iamelewati    malam    di   Rama   yang   melukiskankebosanannya. Ia  benar-benar   menyedihkan    para  penunggang,kuda-kudanya,   unta-unta,   dan  terus  bertambahmenyedihkan,   hingga   ia   hampir    menyedihkanpelana-pelana  (catatan:  baris-baris  ini berasaldari Al-Ma'arri, Siqth al-Zand. hal. 51). (14) Ia tetap  kebingungan  selama  beberapa  waktu,  sampaisuatu   hari   sang   raja  memerintahkan  agar  burung  itudilepaskan dari keranjang dan kantung kulitnya untuk  dibawamenghadapnya. Peristiwa  kebangkitan  itu  terjadi  hanya dengansatu kali tiupan sangkakala saja. (QS 37:19) Apakah  dia  tidak mengetahui, apabila nanti sudahdibangkitkan  segala   isi    kubur?   Dan   telahterungkap  segala  isi  kalbu?  Sesungguhnya Tuhanmereka  pada  hari      itu      maha   mengetahuikeadaannya. (QS 100:9-11) Ketika  burung  keluar  dari  penutupnya,  burung  merak itumelihat  dirinya  berada  di  tengah-tengah  taman.   Ketikamemandang  bulu-bulunya  sendiri,  dan melihat taman besertaaneka  ragam  bunganya,  atmosfir  dunia,  kesempatan  untukberjalan  kesana-kemari  dan  terbang  tinggi,  serta  semuasuara, irama, bentuk dan berbagai benda yang ada, ia berdirimendesah  seakan-akan  tak sadarkan diri (ejakulasi teofanik'syath' yang terkenal dari &lt;a href="http://media.isnet.org/sufi/Opini/Hallaj.html"&gt;Husayn ibn Manshur Al-Hallaj&lt;/a&gt;). Wahai, sungguh  aku  menyesali  kelalaianku  dalammemenuhi kewajiban kepada Allah. (QS 39.56) Lalu  Kami  singkapkan   tabir    yang    menutupimatamu,  maka pandanganmu menjadi lepas jelas. (QS50:22) Mengapa   ketika  nyawa  sampai  di  kerongkongan,padahal  ketika  itu    kamu  melihat  orang  yangsedang  melepaskan  nyawanya  itu,  sedangkan Kamilebih dekat  lagi   kepadanya    daripada    kamu,namun kamu tidak melihat? (QS 56:83-85) Jangan  berbuat  begitu,  kelak   kamu  akan  tahuakibatnya. Sekali  lagi,  jangan  berbuat  begitu,kelak  kamu    akan    tahu  juga  akibatnya.  (QS102:3-4)</description><link>http://kompetisimatematika.blogspot.com/2008/12/burung-merak-raja-di-bawah-keranjang.html</link><thr:total>0</thr:total><author>mathematicscompetition@yahoo.co.id (MATEMATIKA)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8630036147433502439.post-2916754103515600</guid><pubDate>Tue, 30 Dec 2008 02:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-30T09:35:12.040+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">MUTIARA HIKMAH</category><title>Diamnya Orang yang Mampu Bekerja adalah Haram</title><description>&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslim tidak halal bermalas-malas bekerja untuk mencari rezeki dengan dalih karena sibuk beribadah atau tawakkal kepada Allah, sebab langit ini tidak akan mencurahkan hujan emas dan perak.&lt;br /&gt;Tidak halal juga seorang muslim hanya menggantungkan dirinya kepada sedekah orang, padahal dia masih mampu berusaha untuk memenuhi kepentingan dirinya sendiri dan keluarga serta tanggungannya. Untuk itu Rasulullah s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt;"Sedekah tidak halal buat orang kaya dan orang yang masih mempunyai kekuatan dengan sempurna." (Riwayat Tarmizi)&lt;br /&gt;Dan yang sangat ditentang oleh Nabi serta diharamkannya terhadap diri seorang muslim, yaitu meminta-minta kepada orang lain dengan mencucurkan keringatnya. Hal mana dapat menurunkan harga diri dan karamahnya padahal dia bukan terpaksa harus minta-minta.&lt;br /&gt;Kepada orang yang suka minta-minta padahal tidak begitu memerlukan, Rasulullah s.a.w. pernah bersabda sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Orang yang minta-minta padahal tidak begitu memerlukan, sama halnya dengan orang yang memungut bara api." (Riwayat Baihaqi dan Ibnu Khuzaimah dalam sahihnya)&lt;br /&gt;Dan sabdanya pula:&lt;br /&gt;"Barangsiapa meminta-minta pada orang lain untuk menambah kekayaan hartanya tanpa sesuatu yang menghajatkan, maka berarti dia menampar mukanya sampai hari kiamat, dan batu dari neraka yang membara itu dimakannya. Oleh karena itu siapa yang mau, persedikitlah dan siapa yang mau berbanyaklah." (Riwayat Tarmizi)&lt;br /&gt;Dan sabdanya pula:&lt;br /&gt;"Senantiasa minta-minta itu dilakukan oleh seseorang di antara kamu, sehingga dia akan bertemu Allah, dan tidak ada di mukanya sepotong daging." (Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Suara yang keras ini dicanangkan oleh Rasulullah, demi melindungi harga diri seorang muslim dan supaya seorang muslim membiasakan hidup yang suci serta percaya pada diri sendiri dan jauh dari menggantungkan diri pada orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;OLEH DR YUSUF QARDHAWI&lt;/div&gt;</description><link>http://kompetisimatematika.blogspot.com/2008/12/diamnya-orang-yang-mampu-bekerja-adalah.html</link><thr:total>0</thr:total><author>mathematicscompetition@yahoo.co.id (MATEMATIKA)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8630036147433502439.post-4226298265993087587</guid><pubDate>Tue, 30 Dec 2008 02:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-30T09:27:28.637+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PENDIDIKAN</category><title/><description>Bunda, apakah ilmumu hari ini? Sudahkah kau siapkan dirimu untuk masa depan anak-anakmu? Bunda, apakah kau sudah menyediakan tahta untuk tempat kembali anakmu? Di negeri yang Sebenarnya. Di Negeri Abadi? Bunda, mari kita mengukir masa depan anak-anak kita. Bunda, mari persiapkan diri kita untuk itu.&lt;br /&gt;Hal pertama Bunda, tahukah dikau bahwa kesuksesan adalah cita-cita yang panjang dengan titik akhir di Negeri Abadi? Belumlah sukses jika anakmu menyandang gelar atau jabatan yang tertinggi, atau mengumpulkan kekayaan terbanyak. Belum Bunda, bahkan sebenarnya itu semua tak sepenting nilai ketaqwaan. Mungkin itu semua hanyalah jalan menuju ke Kesuksesan Sejati. Atau bahkan, bisa jadi, itu semua malah menjadi penghalang Kesuksesan Sejati.&lt;br /&gt;Gusti Allah Yang Maha Mencipta Berkata dalam KitabNya: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS 3:185)&lt;br /&gt;Begitulah Bunda, hidup ini hanya kesenangan yang menipu, maka janganlah tertipu dengan tolok ukur yang semu. Pancangkanlah cita-cita untuk anak-anakmu di Negeri Abadi, ajarkanlah mereka tentang cita-cita ini. Bolehlah mereka memiliki beragam cita-cita dunia, namun janganlah sampai ada yang tak mau punya cita-cita Akhirat.&lt;br /&gt;Kedua, setelah memancangkan cita-cita untuk anak-anakmu, maka cobalah memulai memahami anak-anakmu. Ada dua hal yang perlu kau amati:&lt;br /&gt;Pertama, amati sifat-sifat khasnya masing-masing. Tidak ada dua manusia yang sama serupa seluruhnya. Tiap manusia unik. Pahami keunikan masing-masing, dan hormati keunikan pemberian Allah SWT.&lt;br /&gt;Yang kedua, Bunda, fahami di tahap apa saat ini si anak berada. Allah SWT mengkodratkan segala sesuatu sesuai tahapan atau prosesnya. Anak-anak yang merupakan amanah pada kita ini, juga dibesarkan dengan tahapan-tahapan.&lt;br /&gt;Tahapan sebelum kelahirannya merupakan alam arwah. Di tahap ini kita mulai mendidiknya dengan kita sendiri menjalankan ibadah, amal ketaatan pada Allah dan juga dengan selalu menjaga hati dan badan kita secara prima. Itulah kebaikan-kebaikan dan pendidikan pertama kita pada buah hati kita.&lt;br /&gt;Pendidikan anak dalam Islam, menurut Sahabat Ali bin Abitahalib ra, dapat dibagi menjadi 3 tahapan/ penggolongan usia: 1. Tahap BERMAIN (“la-ibuhum”/ajaklah mereka bermain), dari lahir sampai kira-kira 7 tahun. 2. Tahap PENANAMAN DISIPLIN (“addibuhum”/ajarilah mereka adab) dari kira-kira 7 tahun sampai 14 tahun. 3. Tahap KEMITRAAN (“roofiquhum”/jadikanlah mereka sebagai sahabat) kira-kira mulai 14 tahun ke atas. Ketiga tahapan pendidikan ini mempunyai karakteristik pendekatan yang berbeda sesuai dengan perkembangan kepribadian anak yang sehat. Begitulah kita coba memperlakukan mereka sesuai dengan sifat-sifatnya dan tahapan hidupnya.&lt;br /&gt;Hal ketiga adalah memilih metode pendidikan. Setidaknya, dalam buku dua orang pemikir Islam, yaitu Muhammad Quthb (Manhaj Tarbiyah Islamiyah) dan Abdullah Nasih ’Ulwan (Tarbiyatul Aulad fil Islam), ada lima Metode Pendidikan dalam Islam.&lt;br /&gt;Yang pertama adalah melalui Keteladanan atau Qudwah, yang kedua adalah dengan Pembiasaan atau Aadah, yang ketiga adalah melalui Pemberian Nasehat atau Mau’izhoh, yang keempat dengan melaksanakan Mekanisme Kontrol atau Mulahazhoh, sedangkan yang terakhir dan merupakan pengaman hasil pendidikan adalah Metode Pendidikan melalui Sistem sangsi atau Uqubah.&lt;br /&gt;Bunda, jangan tinggalkan satu-pun dari ke lima metode tersebut, meskipun yang terpenting adalah Keteladanan (sebagai metode yang paling efektif).&lt;br /&gt;Setelah bicara Metode, ke empat adalah Isi Pendidikan itu sendiri. Hal-hal apa saja yang perlu kita berikan kepada mereka, sebagai amanah dari Allah SWT. Setidak-tidaknya ada 7 bidang. Ketujuh Bidang Tarbiyah Islamiyah tersebut adalah: (1) Pendidikan Keimanan (2) Pendidikan Akhlaq (3) Pendidikan Fikroh/ Pemikiran (4) Pendidikan Fisik (5) Pendidikan Sosial (6) Pendidikan Kejiwaan/ Kepribadian (7) Pendidikan Kejenisan (sexual education). Hendaknya semua kita pelajari dan ajarkan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285403444451534754" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 216px; CURSOR: hand; HEIGHT: 151px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqOA0nGKzvyE3_5szSDbsbfK4vhzHS-ED_pEXtQuifYiiJJCI3gNR6IA1_haGfFQHp0-GfJa4vj3hZwjQM7UHXObTOjgyXv2_LnKiBD_QK0oQ6Vv6P0q-nTir9Yn3GEyP-gPKbVZnte2w/s320/Bunga(1).jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Ke lima, kira-kira gambaran pribadi seperti apakah yang kita harapkan akan muncul pada diri anak-anak kita setelah hal-hal di atas kita lakukan? Mudah-mudahan seperti yang ada dalam sepuluh poin target pendidikan Islam ini: Selamat aqidahnya, Benar ibadahnya, Kokoh akhlaqnya, Mempunyai kemampuan untuk mempunyai penghasilan, Jernih pemahamannya, Kuat jasmaninya, Dapat melawan hawa nafsunya sendiri, Teratur urusan-urusannya, Dapat menjaga waktu, Berguna bagi orang lain.&lt;br /&gt;Insya Allah, Dia Akan Mengganjar kita dengan pahala terbaik, sesuai jerih payah kita, dan Semoga kita kelak bersama dikumpulkan di Negeri Abadi. Amin. Wallahua’lam, (SAN)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;DISADUR DARI : &lt;a href="http://www.eramuslim.com/"&gt;http://www.eramuslim.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://kompetisimatematika.blogspot.com/2008/12/bunda-apakah-ilmumu-hari-ini-sudahkah.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqOA0nGKzvyE3_5szSDbsbfK4vhzHS-ED_pEXtQuifYiiJJCI3gNR6IA1_haGfFQHp0-GfJa4vj3hZwjQM7UHXObTOjgyXv2_LnKiBD_QK0oQ6Vv6P0q-nTir9Yn3GEyP-gPKbVZnte2w/s72-c/Bunga(1).jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>mathematicscompetition@yahoo.co.id (MATEMATIKA)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8630036147433502439.post-4667316822537497520</guid><pubDate>Tue, 30 Dec 2008 02:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-30T09:08:37.554+07:00</atom:updated><title>Mengharapkan Rahmat Allah</title><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="'Permanent" href="http://hotarticle.org/mengharapkan-rahmat-allah/" rel="bookmark"&gt;&lt;strong&gt;Mengharapkan Rahmat Allah&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, [QS. Ali Imran (3): 133]&lt;br /&gt;Syaikh Ibnu Atho`illah berkata, “Termasuk tanda-tanda bergantung/bersandar kepada amal ialah berkurangnya harapan (kepada Allah) ketika wujudnya dosa/kesalahan”&lt;br /&gt;Sering manusia lebih bersandar kepada amalnya daripada bersandar kepada rahmat Allah. Hal ini dapat dibuktikan, antara lain, ketika ia berbuat satu kema’siatan, ia akan mengingat-ingat amal shalihnya yang dianggap dapat menghapus dosanya. Dan dia tidak begitu ingat akan rahmat Allah. Dia tidak memohon rahmat dan ampunan Allah karena yaqin bahwa amal shalih yang telah dikerjakannya lebih banyak dari dosa-dosanya. Atau mungkin sebaliknya, dia tidak memandang kepada rahmat Allah dengan berkata, “Allah tidak mungkin mengampuni saya, karena dosa saya terlalu banyak sedangkan amal saya terlalu sedikit.” Padahal, Allah mengampuni seseorang tanpa melihat amalnya, tetapi Allah mengampuni seseorang karena rahmat-Nya.&lt;br /&gt;Memang benar bahwa kebaikan Allah selalu turun kepada kita, sedangkan keburukan kita selalu naik kepada Allah. Namun bukan berarti kita harus berputus harapan dari rahmat Allah. Justeru ketika kita menyadari bahwa tidak ada amal yang bisa kita andalkan, dan memang amal kita tidak bisa diandalkan, seharusnya muncul satu kesadaran pula bahwa hanya rahmat Allah saja yang bisa kita andalkan. Ya, hanya rahmat Allah saja satu-satunya harapan kita. Hanya Allah yang dapat menyelamatkan kita.&lt;br /&gt;Terkadang manusia juga berfikir bahwa dia akan masuk surga karena amal shalihnya dan bukan karena rahmat Allah. Padahal Nabi menyatakan bahwa kita dapat masuk surga adalah karena rahmat Allah. Amal ibadah kita selama ratusan tahun tidak akan cukup untuk membayar ni’mat penglihatan kita. Bahkan sebagai tanda kesyukuran kita akan setetes ni’mat Allah pun belum cukup. Apalagi jika digunakan untuk membayar tiket ke surga. Jelaslah bahwa kita dapat beribadah karena rahmat Allah berupa iman, Islam, ilmu, kesehatan, dll. Kita dapat mensyukuri suatu ni’mat Allah dengan adanya ni’mat Allah yang lainnya. Bukankah kemampuan kita untuk beribadah dan bersyukur itu juga merupakan pemberian Allah?&lt;br /&gt;Dalam mencari nafkah pun, terkadang kita merasa bahwa rizqi itu datang dari hasil usaha kita. Bagaikan Qarun kita berkata bahwa rizqi itu tergantung pada ilmu dan usaha kita. Padahal ilmu dan usaha hanyalah cara untuk menjadikan rizqi itu halal atau haram, bukan untuk menentukan datangnya rizqi. Rizqi itu datang dari Allah. Maka mintalah kepada-Nya. Ikhtiar adalah sesuatu yang menjadikan rizqi itu halal atau haram. Ikhtiar adalah kita memilih rizqi yang halal atau yang haram. Berusaha dengan cara yang dilarang Allah berarti kita memilih yang haram. Berusaha dengan cara yang tidak dilarang Allah berarti kita memilih yang halal. Rizqi itu telah disediakan bagi kita begitu luasnya. Tinggal kita pilih, yang halal atau yang haram.&lt;br /&gt;Amal bukanlah sandaran yang kuat. Amal itu terbit dari makhluq. Sedangkan makhluq adalah fana. Amal itu sendiri adalah makhluq. Bagaimana mungkin kita akan bersandar kepada makhluq? Bersandarlah kepada Allah yang Kekal. Tidak akan kecewa mereka yang bersandar dan bergantung kepada Allah.&lt;br /&gt;Silahkan Anda bergantung kepada orangtua Anda. Tetapi ingat, orangtua Anda akan mati. Silahkan Anda bergantung kepada perusahaan Anda. Tetapi ingat, perusahaan Anda juga dapat bangkrut. Silahkan bergantung kepada obat. Tetapi ingat, terkadang obat dapat menjadi racun. Dan memang bukan obat yang menyembuhkan penyakit. Banyak obat yang setelah diminum, ternyata tidak ada perubahan pada diri si penderita. Rizqi, kesembuhan, kesehatan, semua itu dari Allah. Begitu pula masuknya seseorang ke surga, itu merupakan rahmat dari Allah. Bukan disebabkan amal shalihnya. Tak ada manusia yang dapat menghindari ma’siat atau pun mampu berbuat tho’at, kecuali dengan rahmat Allah.&lt;br /&gt;Amal shalih yang kita kerjakan setelah berbuat ma’siat bukanlah untuk menghapus dosa. Tetapi untuk mengemis rahmat Allah. Ketika kita berbuat salah kepada seseorang. Lalu kita ingin meminta maaf darinya. Lalu dia berkata, “Berbuatlah ini dan ini..” Maka kita mengerjakannya agar dia berkenan memaafkan kita.&lt;br /&gt;Allah telah membuka lebar-lebar pintu-pintu rahmah dan maghfirah-Nya. Kita dapat memasukinya dari pintu-pintu itu. Sungguh Allah Mahapengampun, namun manusia terkadang suka menzholimi diri sendiri. Apa yang Allah katakan kepada bani Israil ketika mereka melakukan suatu kesalahan? Allah menyuruh mereka agar memasuki suatu gerbang seraya bersujud dan berkata, “Hiththoh.” Jika mereka melakukannya, niscaya Allah mengampuni mereka. Tetapi mereka menggantinya dengan ajaran yang tidak-tidak.&lt;br /&gt;Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman: “Masuklah kamu ke negeri ini (Baitulmakdis), dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak di mana yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan katakanlah: “Bebaskanlah kami dari dosa”, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik”. Lalu orang-orang yang lalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang lalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik. [QS. Al-Baqarah (2): 58-59]&lt;br /&gt;Jika kita mau mendapatkan ampunan dari Allah, sebenarnya mudah saja. Banyak ayat-ayat Alqur’an dan Hadits yang mengajarkan bagaimana cara mengharapkan ampunan dan kasih-sayang Allah. Dengan membaca Al-Qur’an, dengan shalat, dengan istighfar, dengan tasbih. Semua amal shalih sebenarnya merupakan cara untuk mengemis rahmat Allah.&lt;br /&gt;Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [QS. An-Nuur (24): 31]&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Al-Baqarah (2) : 218]&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, [QS. Fathir (35): 29]&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya: Beliau mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: “Apa pendapat kamu sekiranya terdapat sebatang sungai di hadapan pintu rumah salah seorang dari kamu dan dia mandi di dalamnya setiap hari sebanyak lima kali. Apakah masih lagi terdapat kotoran pada badannya?” Para Sahabat menjawab: “Sudah pastinya tidak terdapat sedikit pun kotoran pada badannya.” Lalu baginda bersabda: “Begitulah perumpamaannya dengan sembahyang lima waktu. Allah menghapuskan segala kesalahan mereka.” [HR. Bukhori, Muslim, Tirmidzi]&lt;br /&gt;Mengemis Kasih (oleh Raihan)&lt;br /&gt;Tuhan, dulu pernah aku menagih simpatiKepada manusia yang alpa jua buta&lt;br /&gt;Kini terhiritlah aku di lorong gelisahLuka hati yang berdarahkini jadi kian parah&lt;br /&gt;Semalam sudah sampai ke penghujungnyaKisah seribu duka kuharap sudah berlalu&lt;br /&gt;Tak ingin lagi ‘ku ulangi kembaligerak dosa yang menghiris hati&lt;br /&gt;Tuhan, dosaku menggunung tinggiNamun rahmat-Mu melangit luasHarga selautan syukurkuhanyalah setitis ni’mat-Mu di bumi&lt;br /&gt;Tuhan, walau taubat sering ku pungkirNamun pengampunan-Mu tak pernah bertepiBila selangkah ku rapat pada-MuSeribu langkah Kau rapat padaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DISADUR DARI : &lt;a href="http://hotarticel.org/"&gt;http://hotarticel.org&lt;/a&gt;</description><link>http://kompetisimatematika.blogspot.com/2008/12/mengharapkan-rahmat-allah.html</link><thr:total>0</thr:total><author>mathematicscompetition@yahoo.co.id (MATEMATIKA)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8630036147433502439.post-6041217202387618553</guid><pubDate>Tue, 30 Dec 2008 02:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-30T09:05:33.689+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">MUTIARA HIKMAH</category><title>Istighfar dan Akhlaq Nabi</title><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="'Permanent" href="http://hotarticle.org/istighfar-dan-akhlaq-nabi/" rel="bookmark"&gt;&lt;strong&gt;Istighfar dan Akhlaq Nabi&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw :“Demi Allah, sungguh aku beristighfar dan bertobat kepada-Nya pada tiap harinya lebih dari tujuh puluh kali” (Shahih Bukhari)&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;br /&gt;Limpahan Puji ke Hadirat Allah, Maha Raja Alam Semesta, Maha Agung dan Maha Luhur, Maha Abadi dan Maha Sempurna, Maha Memuliakan hamba-hamba-Nya dengan tuntunan para Nabi dan Rasul Nya. Allah, Nama yang paling berhak diagungkan dari semua Nama. Nama yang mengawali segala kesucian dalam kehidupan. Nama Termulia dan Kekal Abadi. Barang siapa yang menyebut Nama-Nya (Allah Swt), semakin dekat ke hadirat Allah, berjatuhanlah dosa-dosanya, terbukalah bagi kehidupannya pintu kedekatan kehadirat Allah Jalla wa ‘Alaa. Termuliakanlah hamba-hamba-Nya yang ingin dekat kepada Allah.&lt;br /&gt;Hadirin-hadirat, sambutan yang hangat dari Maha Raja Langit dan Bumi (Allah Swt) terhadap hamba-hamba-Nya. Mereka yang ingin dekat kepada Allah, walaupun mereka pendosa, walaupun mereka pezina, walaupun mereka pembuat dosa-dosa besar, tidak tertutup pintu Rabbul Alamin bagi mereka yang ingin dekat kepada Allah. Demikianlah Sang Maha Pemurah dan Sang Maha Dermawan yang membuka pintu-Nya bagi semua yang berbuat kesalahan untuk kembali dekat dan dicintai serta dimuliakan. Demikianlah sambutan hangat dari Yang Maha Baik dan Maha Dermawan, Allah Jalla wa ‘Alaa (Jalla wa ‘Alaa = Maha Megah dan Maha Luhur).&lt;br /&gt;Demikianlah hadirin hadirat, Dialah (Allah Swt) Yang Paling Indah, yang seluruh keindahan di alam semesta bersumber dari keindahan Allah. Yang cahaya matahari, bulan dan seluruh bintang-bintang diambil dari Cahaya Keindahan Allah. Jika kita memahami Allah itu Maha Indah, Maha Mengawali keindahan di alam, maka ketika kita mengingat Allah, dekat kepada Allah, mencintai Allah, maka Allah akan membenahi kehidupan kita semakin indah dan kita akan menemui keindahan yang abadi.&lt;br /&gt;Kehidupan dunia selalu ada hal-hal yang tidak mengenakkan kita, karena memang Allah ciptakan demikian. “Kalau Kami jadikan dunia itu seluruhnya indah,” kata Allah “mereka tidak akan mau meninggalkan dunia.”&lt;br /&gt;[Q.S. Asy-Syuuraa: 27]&lt;br /&gt;Memang Allah jadikan kehidupan dunia itu ada hal-hal yang mengecewakan. Supaya apa? Supaya mereka memahami bahwa kehidupan dunia hanya sementara, akan muncul kehidupan yang kekal dan abadi.&lt;br /&gt;Oleh sebab itulah hadirin hadirat, dibangkitkan para Nabi dan Rasul sampai Nabi yang membawa rahmat dan kesempurnaan akhlaq, dialah Sayyidina Muhammad SAW. “Aku dibangkitkan untuk menyempurnakan kesempurnaan akhlaq,” didukung oleh hadits Shahih riwayat Bukhari, “Manusia yang terbaik adalah yang paling baik akhlaqnya.” Maka jika budi pekerti kita perbaiki untuk semakin baik, pada teman, pada ayah dan ibu, pada saudara, pada kerabat, pada tetangga, pada masyarakat, pada Muslim, pada non-Muslim bahkan pada musuh, itu namanya mewarisi indahnya akhlaq Nabiyuna Muhammad SAW yang berakhlaq kepada seluruh makhluk Allah. Berakhlaq kepada siapapun, bahkan kepada hewan dan makanan. Sampai makanan pun beliau tidak mau kecuali berbuat budi pekerti yang indah.&lt;br /&gt;Pada makanan (beliau) tidak mau mencaci. Bila suka, maka dimakan. Bila tidak suka, maka dibiarkan. Beliau (Nabi SAW) tidak mau mencaci makanan. Padahal makanan ini, hadirin hadirat, bukan manusia. Tetapi demikianlah sempurnanya akhlaq yang dikatakan oleh Allah SWT :“Sungguh engkau (wahai Muhammad) memiliki akhlak yang agung.” [Q.S. Al-Qalam: 4]&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, sambungkan jiwa kita kepada kesempurnaan akhlaq. Sulit rasanya kita membenahi akhlaq kita. Pintu-pintu kesucian di dalam jiwa, bukalah! Apa itu pintu-pintu kesucian? Mengingat Allah, mengingat Yang Maha Suci, menyebut Yang Maha Suci, mengagungkan Allah, merindukan Allah. Inilah yang akan membenahi jiwa kita dari segala sifat yang tidak baik.&lt;br /&gt;Hadirin hadirat, bisa dibuktikan, ketika engkau mengingat perjumpaan dengan Allah, muncul kerinduan kepada Yang Maha Indah. Ketika engkau asyik dalam mengingat Allah itu, setelah itu berhenti, di hatimu tidak akan ada benci pada siapapun, di hatimu tidak ada permusuhan, tidak ada sombong, tidak ada riya, tidak ada penyakit lagi. Sirna!! Kemana? Hilang karena munculnya Cahaya Allah di dalam jiwa. Tetapi ketika cahaya itu pudar, muncul lagi sifat-sifat buruk. Maka perbanyaklah dzikrullah, terutama melewati keadaan zaman yang semakin hari semakin berat. Semakin dibutuhkan jiwa yang suci dengan Nama Allah SWT. Allah SWT tidak pernah mengecewakan hamba-hamba-Nya yang ingin bertaubat. Mereka selalu diterima oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, ketika Rasul SAW bercerita tentang seseorang dari Bani Israil, dari umat sebelumnya yang belum pernah berbuat amal shalih seumur hidupnya. Sudah sampai sakaratul mautnya dekat, sudah punya anak dan istri, baru sadar. Maka apa yang diperbuatnya? Menyesal! Mau taubat sudah tidak berdaya, sudah sakit parah. Ia panggil anaknya dan istrinya, “Anakku, istriku, kalau aku wafat jangan dikafani, jangan dimandikan namun bakar. Setengah tubuhku buang di daratan dan setengahnya buang di lautan.” Bertanya istri dan anaknya, “Kenapa Ayah?” Sang Ayah menjawab, “Tubuhku ini tidak pantas dikafani, penuh dosa, tidak pantas dimakamkan sebagaimana orang yang beriman. Malu aku kalau seandainya tubuh penuh dosa dan kotor ini diperlakukan seperti jenazah orang mu’min.”&lt;br /&gt;Hal seperti ini hadirin, bukan untuk diikuti, karena ini syariah sebelum kita. Sesudah zaman Nabi SAW, semua jenazah Muslim hendaknya dikafani dan dimakamkan layaknya seorang Muslim. Hanya saja hal ini adalah hikmah.&lt;br /&gt;Maka diikutilah oleh anak dan istrinya wasiat sang ayah. Setelah wafat, ruhnya dipanggil oleh Allah. Allah SWT bertanya, “Wahai hamba-Ku, kenapa kau berbuat demikian?” Hamba ini menjawab, “Ya Rabb, tubuh ini penuh dosa. Aku ingin taubat, belum sempat untuk beramal shalih. Aku menyesal atas seluruh kesalahanku, aku telah salah berbuat kepada-Mu, tubuh ini rasanya tidak pantas diperbuat seperti tubuh orang yang beriman.” Allah bertanya lagi, “Lalu kenapa kau hancurkan tubuhmu dengan cara seperti itu? Kau wasiatkan seperti itu?” Hamba itu menjawab, “Karena aku takut pada-Mu, Wahai Allah! Aku risau mengecewakan Perasaan-Mu dan memancing Kemurkaan-Mu.”&lt;br /&gt;Maka Rasul SAW berkata, “Allah mengampuni orang itu.” Kenapa? Masih sempat taubat disaat-saat akhir sakaratul maut dengan penyeselan penuh keinsyafan. Demikian Rabbul Alamin memanjakan hamba-hamba-Nya yang ingin bertaubat. Sudah di akhir masih dimuliakan oleh Allah SWT. Bagaimana kalau yang masih segar bugar? Bagaimana kalau yang masih baik? Bagaimana kalau yang masih sehat wal afiah? Tentunya lebih agung lagi sambutan Ilahi untuk mereka. Lebih hangat lagi kasih-sayang Allah dan keberkahan yang akan mereka lewati dalam sisa kehidupannya. Karena sisa kehidupannya terbuka bagi mereka Pintu Rahmat yang lebih luas, keberkahan yang lebih luas, cinta Allah lebih besar membuat hari-harinya semakin indah. (Maka beruntunglah mereka yang masih muda namun banyak beribadah. Karena mereka akan disambut dengan lebih hangat oleh Allah, bahkan termasuk golongan yang dinaungi Allah pada hari qiamah)&lt;br /&gt;Hadirin hadirat, kita bertanya barangkali ada diantara kita, “Saya tidak banyak berbuat dosa-dosa besar, apakah perlu taubat dan istighfar?” Hadits yang baru saja kita baca, sabda Rasulullah saw. Siapa beliau? Nabi SAW adalah orang yang tidak pernah berbuat dosa (ma’shum), tidak ada dosa besar tidak ada dosa kecil.&lt;br /&gt;Beliau saw bersabda “Wallahi, inniy la astaghfirullah wa atubu ilaihi fil yaumi, aktsar min sab’in marrah.” Sungguh demi Allah, aku (Nabi saw) beristighfar kepada Allah mohon ampunan dosa setiap hari dan bertaubat setiap hari lebih dari 70X.&lt;br /&gt;Ini manusia yang paling sempurna akhlaqnya kepada Allah SWT. Beliau (Nabi SAW) tidak pernah berbuat dosa tapi ingin berada di kelompok orang-orang yang bertaubat. Kenapa? Karena Firman Allah SWT, “Allah itu mencintai orang-orang yang bertaubat dan Allah SWT mencintai orang yang suka mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222) Dengan istighfar dan taubat, itulah puncak kesucian antara makhluk dan Al-Khaliq.&lt;br /&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,(Sabda Nabi SAW: ) Allah itu Indah dan Menyukai yang indah-indah, dan juga tidak menerima terkecuali yang indah. Apa maksudnya? Allah itu menyukai yang indah. Apa yang indah di Mata Allah? Tidak ada yang lebih indah daripada tuntunan Nabiyyuna Muhammad SAW. Tuntunan kebenaran inilah yang indah di sisi Allah. Allah itu Maha Indah, menyukai yang indah-indah dan tidak mau terima kecuali yang indah. Maksudnya apa? Allah tidak mau terima kalau ajaran daripada mereka yang di luar daripada ajaran Allah. Mereka yang mengaku Nabi, mereka yang mengaku Tuhan lain, hal seperti itu tidak diterima. Indah di mata manusia namun tidak indah di Mata Allah. Yang indah di Mata Allah adalah yang diajarkan oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, diriwayatkan (dalam Mukasyifatul Quluub oleh Hujjatul Islam Al-Imam Ghazali) tentang indahnya seseorang yang bertaubat kepada Allah SWT. Ketika seorang maju ke hadapan Allah, lantas diputuskan baginya neraka karena dosanya lebih banyak daripada pahalanya. Ia harus kembali kepada tempat para pendosa, disucikan dahulu melewati pencucian yaitu api neraka. Kalau ia mempunyai pahala berarti ia seorang muslim. Harus lewat neraka dulu baru bisa sampai ke surga. Sampai di pintu neraka, sehelai bulu matanya menjerit kepada Allah, “Ya Rabb, aku ini pernah terbasahi air mata taubat dari hamba ini. Kau sudah janjikan kepada Nabi-Mu (Nabi saw) bahwa Kau tidak akan mengadzab mata yang menangis taubat kepada-Mu. Saat mengingat-Mu, aku ini terkena basahan air matanya, aku tidak mau masuk neraka,” kata sehelai bulu matanya. Maka Allah SWT menyelamatkan bulu mata dari tubuhnya, selamat ia dari api neraka. (Bukan hanya bulu matanya, tetapi orang itu yang diselamatkan. Ini adalah majaz, seperti “Si fulan belum kelihatan batang hidungnya”)&lt;br /&gt;Maka berkatalah Jibril as “Fulan bin fulan ini selamat karena sehelai bulu matanya yang berdoa kepada Allah.” Kita lihat, sehelai bulu mata bisa berdoa, kalau bukan kehendak Allah, tidak bisa! Allah ingin menyelamatkan hamba itu maka berdoalah sehelai bulu matanya dengan izin Allah.&lt;br /&gt;Hadits ini diperkuat riwayat Shahih Bukhari “Satu kelompok yang tidak akan disiksa oleh Allah adalah orang yang ketika mengingat Allah, mengalirlah air matanya.” Orang seperti ini dinaungi (dilindungi) oleh Allah di hari tidak ada naungan (perlindungan), selain naungan (perlindungan) Allah.&lt;br /&gt;Hadirin hadirat, demikian indahnya Allah memanjakan mereka yang mengingat-Nya (Allah SWT), yang mensucikan dirinya dengan mengingat Allah hingga air matanya mengalir ketika menyebut Nama Allah SWT. Inilah yang mesti kita hidupkan kembali.&lt;br /&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,para Imam kita yang terdahulu, mereka adalah Ahlush Sholah (orang-orang yang banyak berbuat baik), mereka banyak menangis. Tidak benar bahwa seseorang yang memiliki iman yang tegas itu tidak boleh menangis. Zaman sekarang orang berkata, “Kalau banyak menangis adalah seorang penakut atau orang yang berjiwa lemah.” Tidak juga. Siapa orang yang paling terkenal tegas di dalam Syariatul Muthaharah (Syari’atul Muthohharoh = ajaran syariah yang suci) adalah Sayyidina Umar bin Khattab ra. Terkenal paling tegas, paling ditakuti oleh para Sahabat di masanya. Tegas!! Tapi ternyata beliau itu paling banyak menangis. Hingga diriwayatkan di dalam Syi’bul Iman oleh Imam Al-Baihaqi dijelaskan bahwa, “Pada wajah Sayyidina Umar bin Khattab ra terdapat 2 garis hitam di kedua pipinya.” Garis membekas karena selalu mengeluarkan air mata tangis, ini di wajah Amirul Mu’minin Sayyiidna Umar bin Khattab ra. Menunjukkan orang yang tegas pada ummat ini bukan orang yang berjiwa keras, bukan orang yang berjiwa bengis. Tapi orang yang berjiwa rahmat bahkan sangat banyak menangis. Demikian keadaan mereka, di siang hari dalam tugas dan di malam hari dalam tangis dan munajat.&lt;br /&gt;Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,sering-seringlah halalkan air matamu mengalir untuk mengingat Nama Allah dan jagalah panca indera kita semampunya. Jangan mengkhianati Sang Pemberinya (Allah Swt). Panca indera kita ini jangan dijadikan sebagai perantara atas hal-hal yang tidak disenangi oleh Sang Pemiliknya (Allah Jalla wa Alla). Ini hadirin, Majikan kita Yang Maha Tunggal, Yang Maha Abadi. Kalau kita berbuat kepada majikan kita dari kalangan manusia seperti berbuat kepada Allah, habislah kita, sudah diusirnya kita. Allah SWT memerintah, kita berpaling dari perintah-Nya di hadapan-Nya. Coba kalau majikan kita, lantas kita keluar dari perintahnya dan lantas membantahnya, bukan sekali namun terus berkali-kali. Dalam satu hari, sejak terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari, berapa kali kita menyalahi perintah Allah SWT?&lt;br /&gt;Lalu apa latar belakang daripada semua ini yang diperbuat Allah? Ia (Allah SWT) tidak mencabut kenikmatan-Nya, Ia (Allah SWT) tidak mengangkat dan melemparkan kita ke dalam api neraka. Allah bersabar menanti taubat kita, menanti istighfar kita sampai detik-detik terakhir sakaratul maut kita. Allah menunggu bukan 1 atau 2 menit, berjam-jam, berhari-hari, mungkin bertahun-tahun. Demikian indahnya Yang Maha Indah (Allah Swt).&lt;br /&gt;Hadirin hadirat, diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, Rasul SAW duduk bersama para sahabat tercium bau yang sangat busuk. Para sahabat bertanya, “Bau apa ini? Busuk sekali,” Rasul SAW berkata, “Kalau mau tahu, inilah bau busuknya orang yang suka mengumpat orang-orang yang beriman, ini bau busuknya..” Juga riwayat lain dalam riwayat yang tsiqah, ketika Sayyidatuna Aisyah ra mengucapkan satu kalimat yang menghina salah seorang wanita lain maka berkata Rasul SAW, “Kalimatmu ini kalau ditumpahkan di lautan berubahlah warnanya dan buruk baunya.” Kenapa? karena mengumpat orang-orang yang beriman, orang-orang muslim.&lt;br /&gt;Maka jagalah hati kita. Bagaimana kalau sudah terlanjur membicarakan aib orang lain? Doakan saja, Insya Allah dengan doa itu bisa menutupi kesalahan kita. Kalau ditagih nanti di hari kiamat, bisa dibalas dengan doanya. Bagaimana Rasul SAW mengajarkan? Ketika Rasul SAW berdoa, doa ini diajarkan kepada para sahabat ra. Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, “Wahai Allah siapapun yang pernah aku caci, jadikan caciannya itu membuatnya semakin dekat kepada-Mu di hari kiamat.”&lt;br /&gt;Hadirin, orang yang sudah kau caci, doakan. Jika tidak hafal bahasa arabnya, pakai hati kita, pakai lidah kita, kita berdoa kepada Allah SWT “Siapapun Rabbiy, yang pernah aku caci-maki sebelum ini, jadikan ia semakin dekat kepada-Mu.” Hadirin, inilah indahnya jiwa Nabiyyuna Muhammad SAW. Rasul SAW juga bersabda, diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, agar kita selalu membenahi hari-hari kita dengan kalimat Laa Ilaaha illallaah.&lt;br /&gt;Rasul saw bersabda, “Allah sudah haramkan api neraka untuk orang yang mengucap Laa ilaaha illallaah untuk mencari keridhoan Allah.” Kenapa? Kita sudah tahu, semua Muslim tidak menyembah selain Allah, kita tidak mengakui ada Tuhan yang layak disembah selain Allah. Akan tetapi hadirin-hadirat yang dimuliakan Allah, ucapan itu memperbaharui hubungan kita dengan Allah. Sebagaimana misalnya kita bicara dengan ibu kita, ini sudah tahu ini ibunda kita, bukan orang lain. Tapi kalau kita berkata, “Wahai Ibu, kau adalah ibuku, kau adalah satu-satunya ibuku, tentunya aku tidak akan mengaku orang lain sebagai ibuku kecuali engkau.” Tambah senang ibunya, padahal sudah jelas-jelas ini ibunya bukan orang lain. Tetapi ketika kalimat itu terucap, itu memancing kesenangan yang keluar dari cinta dan penghormatan. Demikian pula dan lebih dan lebih seseorang berkata “Laa ilaaha illallaah” Tiada Tuhan selain Allah. Itu didengar oleh Yang Maha Mendengar. Oleh sebab itu Allah SWT mengharamkannya dari api neraka.&lt;br /&gt;Ketika Abu Hurairah ra bertanya kepada Rasul saw “Ya Rasulullah, siapa orang yang paling cepat dan yang paling bahagia beruntung mendapat syafa’atmu di hari kiamat?” Rasul SAW menjawab, “Orang yang paling cepat dengan syafa’atku dan paling bahagia dengan syafa’atku adalah mereka yang mengucap Laa ilaaha illallaah dengan ikhlas dari dalam hatinya.” (Hatinya benar-benar mengakui dan sadar betul akan keesaan Allah, tidak berat hatinya dalam mengakui keesaan Allah). Kalimat itu membuka keridhoan Ilahi. Kalimat itu jika sering-sering diucapkan akan mengangkat jiwa kita pada puncak kemuliaan.&lt;br /&gt;Hadirin-hadirat yang dimuliakan Allah, kita bermunajat kepada Allah SWT, semoga Allah SWT memuliakan diri kita, memuliakan jiwa kita, memuliakan sanubari kita dengan kesucian Nama-Nya. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzal Jalali wal Ikram Ya Dzath thouli wal in’am, muliakan jiwa kami dan ruh kami dengan indahnya sujud, dengan indahnya munajat, dengan indahnya doa, Ya Rahman Ya Rahim muliakan jiwa kami dengan indahnya akhlaq, terangi kami dengan cahaya akhlaq Nabiyyuna Muhammad SAW, munculkan generasi-generasi yang mewarisi akhlaq Rasulullah SAW, Ya Dzal jalali wal ikram Ya Dzath thauli wal in’am. Tidak lupa kita berdoa untuk kemaslahatan muslimin-muslimat khususnya di bumi Jakarta dan sekitarnya dan juga di wilayah Irian Barat, semoga Allah SWT melimpahkan pertolongan dan hidayah kepada muslimin-muslimat di sana dan juga kepada santri-santri yang datang baru untuk ta’lim di Jakarta ini semoga Allah memberikan kepada mereka cahaya hidayah dan inayah menuntun mereka sebagai pembawa panji-panji dakwah Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;Ya Rahman Ya Rahim, tenangkan jiwa mereka, muliakan hari-hari mereka dan limpahkan atas mereka sakinah, juga atas Guru mereka KH. Ahmad Baihaqi, semoga dilimpahi keberkahan bersama tamu-tamu kita yang datang dari Makassar, semoga dilimpahi keberkahan untuk semua yang berjuang menegakkan da’wah Nabiyyunaa Muhammad SAW. Rabbiy, pandanglah jiwa kami, Wahai Yang Maha Bercahaya, Wahai Yang Maha Menerangi Jiwa, Wahai Yang Maha Melimpahkan Kebahagiaan, Wahai Yang Maha Menerbitkan kemakmuran,&lt;br /&gt;Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah&lt;br /&gt;Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Laa ilaaha illallaahLaa ilaaha illallaahLaa ilaaha illallaahMuhammadur rasulullah&lt;br /&gt;Hadirin yang saya sampaikan terakhir, malam Sabtu yang akan datang saya mohon doa karena kita akan berangkat ke Denpasar, Bali untuk mengadakan Tabligh. Sebagaimana biasa Tabligh per 3 bulan dari wilayah Klungkung, Karangasem dan lainnya akan bersatu di Denpasar, Bali. Oleh sebab itu mohon doa semoga acara sukses. Karena acara banyak juga dihadiri oleh para pimpinan dan tokoh-tokoh dari agama Hindu. Mereka hadir dan kita berdoa semoga Allah melimpahkan hidayah untuk mereka dan banyak Muslimin-Muslimat di wilayah Bali yang dikenal juga wilayah yang paling banyak permasalahannya antara Muslimin dan non-Muslim. Semoga menjadi kedamaian dan menjadi sebab terbukanya gerbang hidayah bagi kita bagi Muslimin-Muslimat di sana. Demikian dan hari Sabtu saya sudah kembali Insya Allah. Malam minggu kita kembali mengadakan Tabligh Akbar sekaligus ziarah, cuma saya mohon kepada para pemuda jangan melintasi lampu merah, dan ini sudah disampaikan pada bulan yang lalu, jangan sampai kita menutup jalan untuk masyarakat. Pertama-tama memang hanya 10, 20 namun sekarang sudah ratusan yang konvoi. Jangan sampai melanggar rambu-rambu lalu-lintas, karena kita ingin masyarakat suka pada kita. Bukannya ingin menunjukkan bahwa kita mempunyai kekuatan, sungguh bukan itu akhlaq kita. Tetapi kita ingin masyarakat yang melihat senang melihat para pemuda yang tertib. Demikian hadirin, jagan menyingkirkan orang-orang yang di jalanan untuk kita lewat, jangan begitu.. Biarkan orang-orang lewat, ambil satu jalan saja, jangan ambil dua jalan, tetapi satu jalan saja dengan tertib, itu adalah da’wah. Dan hal itu menggembirakan hati Rasulullah SAW. Kalau kita tertib, orang-orang akan senang. Ini anak-anak muda betul-betul mengikuti akhlaqnya Rasul SAW.&lt;br /&gt;Ini yang kita harapkan, nanti mereka senang dan mereka ikut hadir juga, mereka mendapat hidayah juga. Kalau tidak tertib, sebaliknya, nanti orang-orang akan melihat (dan berkata) akhlaq-akhlaq yang begini akan merusak, makin banyak yang begini makin rusak negara kita. Seperti itu nanti (ucapan mereka), oleh sebab itu jaga ketertiban. Tujuan konvoi adalah memperlihatkan kepada masyarakat bahwa pemuda Muslimin-Muslimat berakhlaq mulia, berakhlaq Nabiyyuna Muhammad SAW. Dan bahwa kita di malam minggu tidak kumpul ngebut-ngebutan, tidak memenuhi diskotik dan kafe, namun kita berziarah, kita berdzikir dan bershalawat. Semoga Allah jadikan malam itu malam yang bercahaya dengan cahaya ibadah. Demikian hadirin hadirat.&lt;br /&gt;Kita doakan juga para tamu kita, Wakil Ketua MPR Bapak AM Fatwa semoga dilimpahi rahmat dan keberkahan oleh Allah SWT, semoga dimuliakan dan didukung perjuangannya dan juga kedua mempelai kita yang baru saja menikah semoga dilimpahi keberkahan, juga KH. Ahmad Baihaqi dan santri-santri beliau semoga dilimpahi keberkahan oleh Allah SWT dan para tamu kita.&lt;br /&gt;Wa shollallohu ‘ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam.&lt;br /&gt;Wassalamu ’alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;a href="http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=170&amp;amp;Itemid=1&amp;amp;lang=id"&gt;Ceramah Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa di Masjid Al-Munawar, 27 Oktober 2008&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disadur dari : &lt;a href="http://hotarticle.org/"&gt;http://hotarticle.org&lt;/a&gt;</description><link>http://kompetisimatematika.blogspot.com/2008/12/istighfar-dan-akhlaq-nabi.html</link><thr:total>0</thr:total><author>mathematicscompetition@yahoo.co.id (MATEMATIKA)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8630036147433502439.post-6774602861861816058</guid><pubDate>Tue, 02 Dec 2008 05:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-02T13:02:28.170+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PENDIDIKAN</category><title>CARA BELAJAR YANG BAIK MENURUT HUKUM NEWTON</title><description>&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 64, 128);font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;strong&gt;Cara Belajar Yang Baik Menurut Hukum Newton&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Oleh &lt;strong&gt;: Uripto Trisno Santoso *)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:78%;"  &gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Banyak orangtua, guru dan mungkin teman kita memberikan nasihat agar kita belajar jauh hari sebelum waktu pelaksanaan ujian tiba. Tidak sedikit buku tentang cara belajar yang juga memberikan nasihat demikian. Secara umum kita semua setuju, terutama ketika kita masih duduk di bangku sekolah, agar belajar secara bertahap dan sistematis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Sebaliknya, pada dasarnya kita tidak setuju cara belajar dengan Sistem Kebut Semalam (SKS), yakni belajar semalam suntuk hanya pada saat menjelang ujian keesokan harinya. Selain melelahkan dan mendatangkan stres, cara belajar SKS tidak memberikan hasil yang memuaskan, bahkan cenderung menuai kegagalan. Namun, dengan berbagai alasan banyak siswa atau mahasiswa yang masih suka belajar dengan cara SKS.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Melihat betapa besar pengorbanan orangtua dan mungkin juga sanak-saudara, mengeluarkan biaya dan mencurahkan perhatian kepada kita dengan harapan kita memperoleh pendidikan yang baik dan kelak memiliki bekal ilmu. Atau setidaknya ijazah yang dapat dijadikan prasyarat guna mendapatkan pekerjaan. Lebih jauh, masyarakat di kampung hingga negara juga menaruh harapan besar di pundak siswa sebagai penerus bangsa. Apa pun alasannya, belajar jelas penting dan sangat perlu apalagi bagi siswa, minimal untuk mencapai syarat kelulusan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Untuk lebih memotivasi siswa dan guru, pada kesempatan ini penulis memaparkan tentang cara belajar yang baik ditinjau dari sudut pandang sains (ilmu pengetahuan), Juga memberikan alasan ilmiah mengapa kita lebih baik belajar secara berkesinambungan jauh hari sebelum ujian, bukan belajar dengan cara dadakan (SKS).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Ada beberapa hukum dalam sains yang dapat dijadikan landasan ilmiah tentang cara belajar yang baik, misalnya Hukum Newton. Hukum Newton sangat terkenal terutama dalam pelajaran fisika dan telah diaplikasikan dalam banyak bidang hingga sekarang. Misalnya untuk pembangunan jalan, jembatan, rumah, gedung bertingkat, perancangan peluru kendali hingga peluncuran roket ke luar angkasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;strong&gt;Hukum I Newton&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Hukum I Newton (Hukum Kesatu Newton), dikenal juga sebagai hukum kelembaman menyatakan, ‘Setiap benda akan tetap berada dalam keadaan diam atau bergerak lurus beraturan bila tidak dikenai gaya dari luar (resultan gaya sama dengan nol, SF = 0)’. Ini dapat diartikan, untuk mengubah keadaan benda dari diam menjadi bergerak, atau dari bergerak menjadi diam, diperlukan suatu gaya. Sedangkan benda yang bergerak lurus beraturan tidak memerlukan gaya lagi untuk tetap bergerak lurus beraturan (tanpa percepatan).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Sebagai contoh, pada saat kita berada dalam kendaraan yang sedang bergerak kemudian kendaraan dihentikan (direm) tiba-tiba, maka kita akan terdorong ke depan. Sebaliknya, pada saat kita berada dalam kendaraan yang sedang diam kemudian secara tiba-tiba dijalankan, maka kita akan cenderung tertarik ke belakang. Efek ini semakin nyata kalau kendaraan dijalankan dengan tiba-tiba pada kecepatan cukup tinggi. Apa artinya ini dikaitkan dengan cara belajar yang efektif?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Kita seringkali atau pernah mengalami suatu keadaan di mana kita merasa sangat kesulitan untuk memulai belajar. Ketika itu kita mungkin sudah menyiapkan buku dan perlengkapan belajar lainnya, kemudian duduk dan mungkin sambil menghidangkan makanan/minuman ringan sekadarnya disertai alunan musik dari radio/tape, tetapi bukannya materi pelajaran yang masuk, melainkan hanya membolak-balik halaman pertama. Sementara tanpa terasa makanan ringan di meja akhirnya habis, kita merasa lelah, berebah di tempat tidur, seakan-akan tiada kekuatan untuk berkonsentrasi dan melawan rasa malas, dan selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Tertidur. Hal ini dapat dimengerti, karena kita dari keadaan diam (belum pernah belajar) cenderung untuk tetap diam (tidak belajar). Lain halnya kalau kita diberi tugas atau PR (pekerjaan rumah) yang harus dikumpulkan esok harinya dan tugas ini akan dinilai serta mempengaruhi kualitas kelulusan, maka jika kita belum mengerjakannya dapat dipastikan kita memiliki suatu kekuatan besar dan terdorong untuk menyelesaikan tugas tersebut. Jadi, memang diperlukan suatu gaya dari luar (energi pendorong atau motivasi kuat) yang dapat memaksa kita dari keadaan diam (tidak belajar) menjadi berada dalam keadaan belajar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Sebaliknya, jika kita berada dalam keadaan belajar dan bergerak lurus beraturan (maksudnya kita sudah memahami materi pelajaran, merasa enjoy belajarnya), maka kita sering ‘lupa waktu’. Kita tidak merasa berat untuk belajar bahkan sering merasa tertarik untuk terus belajar, kecuali kalau ada gaya dari luar yang sangat kuat. Misalnya, acara film yang sangat disukai atau kedatangan tamu spesial yang tidak bisa kita tolak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Ini sesuai dengan Hukum I Newton, benda yang berada dalam keadaan bergerak lurus beraturan akan cenderung bergerak lurus beraturan, kecuali jika ada gaya dari luar yang bekerja pada benda tersebut. Jadi, menurut Hukum I Newton, kita sebaiknya belajar secara berkesinambungan dan teratur serta menghindari atau mengatasi segala sesuatu yang dapat menghambat usaha belajar kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;strong&gt;Hukum II Newton&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Kalau Hukum I Newton berbicara tentang kelembaman (keengganan untuk berubah), maka Hukum II Newton berbicara tentang percepatan (perubahan kecepatan). Hukum II Newton menyatakan, percepatan yang ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada sebuah benda sebanding dengan besar gaya, searah dengan gaya itu dan berbanding terbalik dengan massa kelembaman benda tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Artinya, semakin besar gaya yang bekerja pada benda maka semakin besar percepatan yang ditimbulkan. Sebaliknya, semakin kecil gaya yang bekerja maka semakin kecil percepatan yang ditimbulkan. Bila gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol maka tidak ada percepatan yang dihasilkan, artinya pada keadaan seperti ini Hukum I Newton yang berlaku. Karena percepatan berbanding terbalik dengan massa kelembaman, maka semakin besar massa benda semakin kecil percepatan yang dihasilkan oleh gaya yang sama. Jika suatu benda mengalami percepatan, maka kecepatannya akan semakin besar dengan bertambahnya waktu. Jika kecepatan benda semakin kecil dengan bertambahnya waktu, ini berarti benda tersebut mengalami perlambatan. Bagaimana kaitan antara Hukum II Newton dengan cara belajar yang baik?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Adakalanya semangat belajar begitu besar, tetapi di lain waktu kadang kita merasa kurang bersemangat untuk belajar. Karena semangat belajar mempengaruhi kualitas proses belajar maka tentu saja semangat belajar akan turut menentukan hasil dari proses belajar, yakni penguasaan materi, pengembangan materi hingga kualitas kelulusan kita (nilai hasil ujian).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Dari Hukum I Newton kita tahu, jika kita sudah dalam keadaan belajar secara beraturan berkesinambungan dan tidak ada sesuatu yang dapat mengganggu belajar kita maka kita cenderung untuk tetap terus belajar (berkesinambungan), namun dengan kecepatan penguasaan materi yang sama. Dari Hukum II Newton dapat kita nyatakan, diperlukan gaya (motivasi) untuk mengubah kecepatan pengusaan materi belajar. Jika besarnya motivasi untuk maju sama besar dengan keengganan kita untuk maju (yang berdampak pada suatu kemunduran), maka resultan gaya (SF) sama dengan nol. Berarti, proses belajar kita tidak mengalami kemajuan (tetap segitu-gitu aja). Tanpa adanya motivasi untuk lebih cepat menguasai materi atau motivasi untuk lebih banyak materi yang dikuasi. Bila kita menginginkan percepatan yang besar, diperlukan suatu motivasi yang semakin besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Massa kelembaman dapat diartikan sebagai tingkat keengganan (kemalasan) kita sendiri atau tingkat kesulitan materi pelajaran yang dihadapi. Semakin besar tingkat kemalasan atau semakin tinggi tingkat kesulitan materi pelajaran, maka diperlukan gaya (motivasi) yang besar untuk mencapai tingkat percepatan yang sama dalam proses penguasaan materi. Dengan kata lain, untuk tingkat penguasaan yang sama (setara), materi pelajaran yang lebih sulit memerlukan motivasi lebih besar daripada materi pelajaran yang relatif lebih mudah. Jika tingkat motivasi untuk pelajaran yang sangat sulit (kita memang mengalami kesulitan untuk menguasainya) kita buat sama dengan tingkat motivasi untuk pelajaran yang mudah, maka dapat dipastikan hasil yang diperoleh akan berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;strong&gt;Hukum III Newton&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Hukum III Newton disebut juga Hukum Aksi-Reaksi. Apabila sebuah benda mengerjakan gaya pada benda lain (disebut aksi), maka benda kedua ini juga akan mengerjakan gaya yang sama besar pada benda pertama tetapi berlawanan arah dengan gaya dari benda pertama. Ini dapat diartikan, jika kita membenci suatu materi pelajaran, apa pun alasannya, maka pelajaran tersebut akan balas membenci kita. Akibatnya, semakin sulit bagi kita untuk menguasai materi pelajaran tersebut jika kita sendiri membenci pelajaran itu. Jadi, kita harus berusaha menyenangi pelajaran yang akan kita pelajari agar kita lebih mudah menguasai materi pelajaran tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;Terkait dengan Hukum Newton tersebut, ada beberapa tips tentang cara belajar yang baik yang disarankan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;1. Jangan belajar hanya pada saat menjelang ujian. Jika terlalu lama dalam keadaan diam (tidak belajar), maka kita semakin sulit untuk memulainya. Semakin lama kita tidak belajar, semakin besar kecenderungan kita untuk tetap tidak belajar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;2. Buat suatu keadaan sedemikian hingga seolah-olah kita selalu dalam keadaan belajar. Ini tidak berarti kita harus terus menerus belajar tanpa istirahat. Dimaksud di sini, kita belajar secara berkesinambungan dan teratur. Sinambung artinya nyambung antara proses belajar hari ini dengan hari-hari kemarinnya. Kalaupun kita liburan, upayakan kita tidak lepas sama sekali dengan mata pelajaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;3. Bangkitkan motivasi yang kuat untuk belajar, terutama untuk pelajaran yang lebih sulit. Semakin sulit materi pelajaran, semakin besar motivasi yang diperlukan untuk menguasainya. Untuk membangkitkan motivasi ada berbagai cara, antara lain: Bayangkan betapa puas dan bangganya kita kalau kita mampu menguasai pelajaran yang sulit; Anggaplah semua pelajaran penting dan berguna bagi masa depan kita; Kejarlah prestasi terbaik karena kesempatan yang lebih baik biasanya lebih memihak pada orang-orang terbaik; Ingat belajar itu termasuk ibadah. Tuhan tidak menilai kesuksesan belajar kita hanya dari nilai hasil ujian, tetapi Tuhan akan menilai proses perjuangan kita untuk memperoleh nilai tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;4. Jangan sekali-kali membenci suatu mata pelajaran. Pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang. Dalam hal ini mungkin anda belum mengenal mata pelajaran tersebut. Coba kenali lebih jauh, mungkin anda akan menyayanginya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;em&gt;*) Staf Pengajar Fakultas MIPA Unlam Banjarbaru&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;" &gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;http://pakguruonline.pendidikan.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://kompetisimatematika.blogspot.com/2008/12/cara-belajar-yang-baik-menurut-hukum.html</link><thr:total>0</thr:total><author>mathematicscompetition@yahoo.co.id (MATEMATIKA)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8630036147433502439.post-537468641898602264</guid><pubDate>Tue, 02 Dec 2008 05:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-02T13:00:24.739+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PENDIDIKAN</category><title>Kursus Gratis Melalui Internet</title><description>&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;h1&gt;Kursus Gratis Melalui Internet&lt;/h1&gt;&lt;/div&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lulus dari sekolah bukan berarti tidak perlu belajar lagi karena belajar sebenarnya merupakan suatu pekerjaan seumur hidup. Semakin banyak yang kita tahu / baca biasanya akan semakin terasa betapa bodohnya sebetulnya kita. Bagi yang ingin menambah pengetahuan atau memperdalam suatu keahlian , internet adalah salah satu tempat yang patut dilirik. Banyak sekali informasi yang dapat diperoleh di internet, baik dari situs yang memang menyajikan informasi mengenai hal tersebut, situs yang berisi jurnal , perpustakaan virtual, dll . Selain itu ternyata terdapat cukup banyak situs yang memberikan kursus gratis dengan beragam subyek, mulai dari yang berhubungan dengan internet dan komputer , misalnya membuat website, belajar windows NT, linux, dll sampai ke belajar membuat tulisan, automotive, bahasa, kerajinan tangan dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kursus - kursus tersebut gratis, kebanyakan dari mereka tidak memberikan ijasah atau sertifikat . karena tujuan dari diadakannya kursus teresebut adalah untuk memberikan ilmu bukan untuk memberikan sertifikat atau ijasah . Jadi bagi anda yang ingin memperoleh bukti bahwa anda sudah mengikuti atau menguasai suatu keahlian tertentu , tentu saja hal tersebut tidak dapat dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa test dan kursus yang dapat dicoba bagi anda yang ingin mengikuti kuliah MBA , maupun ingin mengambil test TOEFL. Jika ingin mengikuti kuliah MBA ada persyaratan nilai GMAT ( Graduate Management Admission Test) yang harus dipenuhi , nah kursus untuk mempersiapkan diri anda mengikuti GMAT dapat diikuti di internet secara gratis. Coba buka website http://www.testtutor.com. Di situs tersebut selain GMAT anda juga dapat mengikuti kursus persiapan TOEFL . Tidak hanya kursus dan latihan saja yang dapat anda ikuti , melainkan anda juga dapat mencoba test gratis dan melihat berapa nilai yang dapat anda kumpulkan . Sangat mudah dan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk kursus, . biaya yang perlu anda keluarkan hanya biaya akses internet saja. Untuk dapat mengikuti kursus di situs ini anda harus mendaftarkan diri terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs kursus gratis lain yang cukup bagus untuk dicoba adalah http://www.free-ed.net ( free education on the internet) . Pengelola situs ini menyatakan bahwa situs mereka bukan sebuah sekolah di cyberspace , sehingga mereka tidak memberikan diploma atau sertifikat bagi pengikut kursus di situs mereka. Dan kegunaan dari situs ini adalah untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- melakukan  tinjauan kembali dari materi yang pernah diperoleh di sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- mempersiapkan diri untuk test ( baik test untuk sekolah atau test penerimaan pegawai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- memperluas kemampuan dan penegrtian akan sesuatu ( baik yang berhubungan dengan hobby, pekerjaan , dll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak subyek yang disajikan disini, antara lain bisnis dan ekonomi, humanities (jurnalisme, modern language, dll) , fashion, computer science, medicine, dll. Jika anda memilih salah satu dari subyek tersebut maka akan disajikan beberapa alamat situs yang memberikan kursus mengenai subyek yang anda pilih. Jadi pada intinya situs ini hanya sebagai penyedia keterangan atau mengumpulkan daftar alamat situs-situs yang menyediakan kursus gratis di internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs http://www.learn2.com menyatakan dirinya sebagai " situs pertama yang menjadi tujuan dari solusi e- learning " Di situs ini anda dapat menambah keahlian anda dalam berbagai subyek. Subyek yang disajikan juga sangat berragam, antara lain art &amp;amp; craft, sprot &amp;amp; recreation, writing and speech, dll. Penyajiannya sangat mudah dipahami karena disajikan secara jelas dan 'step by step'. Di sini anda dapat belajar bagaimana menggunakan PALM, bagaimana menanam bunga mawar yang indah , membuat dupa wangi, bahkan belajar menilai nilai suatu lukisan. Cukup beragam bukan ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin membuat suatu organisasi non profit atau profit ? Ternyata ada juga kursusnya untuk membuka atau memulai suatu organisasi non profit/profit, bagaimana memanagenya organisasi tersebut, staffing dan supervisi , dll. Coba saja buka http://www.managementhelp.org/fp_progs/org_dev.html untuk profit organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin kursus gratis lewat e-mail, coba buka http://www.successsolutions.com/freecourses.htm. Ada dapat mengikuti kursus gratis , dimana materi kursus akan dikirimkan lewat e-mail . Sebenarnya hal ini dapat menghemat biaya, karena materi kursus dapat anda peroleh hanya dengan membuka e-mail. Jika anda mempunyai koneksi internet di rumah, setelah e-mail anda ambil dan masuk ke dalam hard disk anda, maka koneksi internet dapat anda putuskan dan e-mail dapat dibaca secara off line. Bila anda mengambil e-mail lewat warnet, maka untuk menghemat koneksi isi e-mail dapat anda copy ke dalam word dan disimpan di dalam disket atau dapat juga di print. Subyek yang dapat anda ikuti antara lain adalah Newwriting master course ( kursus intensive selama 5 hari untuk menjadi seorang e-persuader yang efektif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di http://virtual.net.uy/netfree.html, anda dapat mendaftar untuk menerima news letter yang berisi mengenai informasi kursus gratis yang ada di internet, jadi anda tidak perlu membuang waktu untuk melakukan surfing di web . Di situs ini juga terdapat daftar situs-situs yang menyediakan kursus gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda tertarik untuk belajar melukis, menggambar menggunakan cat minyak , melukis portret dll buka saja situs http://www.wetcanvas.com/artschool/index.htm. Disajikan cara -cara mulai dari tehnik yang paling dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau ingin menjadi pengusaha roti ? Coba saja buka homepage http://bakingmasters.com/index.html disitu anda dapat belajar mulai dari kue kering, roti , cakes, icing sampai pies baik untuk usaha rumahan atau jika anda ingin menjadi seorang bakery yang profesional .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subyek kursus gratis yang cukup banyak di internet adalah mengenai belajar bahasa. Coba saja buka http://www.word2word.com/course.html terdapat 84 bahasa yang ditawarkan disini, mulai dari bahasa yang umum Inggris, Belanda, Perancis, Arab, sampai ke bahasa yang mungkin baru pertama kali anda dengar namanya, misalnya gaelic, xhosa, mingo ( bahasa mana ya?? Yang ternyata setelah dibuka link nya adalah bahasa daerah di wetern Pennsylvanisa, Eastern Ohio dan West Virginia ) serta masih banyak bahasa lain yang namanya terdengar aneh bahkan agak eksotis. Sewaktu saya coba mengklik " Indonesian language " ternyata membuka suatu situs belajar bahasa Indonesia yang terdapat di sebuah universitas di Amerika. Di situs tersebut terdapat kamus bahasa Indonesia dan belajar bahasa Indonesia selama 7 hari . Website tersebut dibuat oleh tim Bahasa di pusat studi Asia Tenggara - Northern Illinois University&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga dapat mencoba kemampuan berbahasa asing anda , misalnya anda ingin mencoba kemampuan berbahasa Inggris, Itali dan Jerman , dan setelah di klik ternyata membuka situs http://goethe-verlag.com/tests/ , ada test kemampuan berbahasa Indoensia juga lho di situs ini . Jadi anda dapat melakukan test sendiri apakah kemampuan bahasa asing anda bagus , lumayan atau buruk banget. Jika ternyata masih dibawah standart tidak ada salahnya bila anda mengikuti kursus gratis yang disediakan di situs tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang mempunyai rencana untuk pergi ke luar negeri untuk sekedar jalan-jalan, perlu juga membuka situs belajar bahasa untuk pelancong . Di situs tersebut diberikan kalimat-kalimat yang biasa dipakai sehari-hari atau kalimat yang diperlukan untuk percakapan sehari-hari . Ada pilihan bahasa ibu anda ( yang ternyata pilihan bahasa Indonesia juga ada lho) dan bahasa asing yang hendak anda pelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Web site belajar bahasa yang cukup asyik untuk dibuka adalah www.elanguage.com. Coba saja klik menu virtual talk dan disitu anda dapat mencoba untuk melakukan percakapan ( tentu saja dibutuhkan perangkat tambahan di komputer anda , yaitu mike dan tentunya komputer anda harus support multi media) atau jika tidak ingin berbicara langsung dapat memilih jawaban dengan cara 'klik mouse ' Ada juga menu "vocabulary builder" yaitu untuk menambah perbendaharaan kosa kata anda. Yang menarik disini anda dapat belajar kata-kata baru dengan bantuan gambar , mendengar kata tersebut diucapkan dan mempergunakan kata-kata tersebut pada latihan yang disajikan. Caranya juga tidak sulit, anda harus memilih bahasa Ibu anda dan pilihan bahasa yang ingin dipelajari. Jangan khawatir karena bahasa Indonesia ada di dalam menu yang disajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar bahasa Inggris lewat e-mail juga dapat diikuti lewat situs http://www.englishpractice.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan mengirimkan pelajaran bahasa Inggris ke e-mail anda setiap minggu. Disini anda juga dapat melakukan test sendiri untuk mengetahui sampai di level mana penguasaan bahasa Inggris anda .Situs ini juga menyajikan chat room sehingga anda dapat mencari teman baru yang dapat diajak untuk berlatih bahasa Inggris anda. Ada juga kontes berlatih bahasa Inggris yang digelar setiap hari , dan bagi yang ingin menambah perbendaharaan kata-kata dapat mengikuti vocabulary club.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata banyak sekali subyek atau topik yang dapat dipelajari di internet secara gratis, coba saja membuka situs-situs kursus gratis tersebut, barangkali ilmu yang anda peroleh dapat dipakai untuk meningkatkan keahlian / pengetahuan anda yang berguna bagi pekerjaan anda atau bahkan untuk mebuka suatu lapangan pekerjaan baru bagi anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://artikel.total.or.id&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://kompetisimatematika.blogspot.com/2008/12/kursus-gratis-melalui-internet.html</link><thr:total>0</thr:total><author>mathematicscompetition@yahoo.co.id (MATEMATIKA)</author></item></channel></rss>