<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-34573931</atom:id><lastBuildDate>Wed, 21 Oct 2009 23:23:17 +0000</lastBuildDate><title>Komunitas Salesman Jogjakarta</title><description>Mari Budayakan Kinerja Tinggi</description><link>http://salesmanjogja1.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>46</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/Nmma" type="application/rss+xml" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34573931.post-2935416627946587551</guid><pubDate>Sat, 02 May 2009 01:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-01T18:11:35.511-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Strategi</category><title>Stretching</title><description>Customer satisfaction sering kita dengar dari berbagai seminar seminar pemasaran ataupun dari buku buku Marketing yang jumlahnya dari hari hari tambah berjibun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikantorpun kadang slogan slogan itu sering kita jumpai dalam Board Visi Misi yang dengan mentereng terpampang dan gagahnya seolah olah menjadi cermin bahwa kegiatan kantor itu seindah kata kata yang terukir.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun mari kita dalami benarkah slogan slogan yang berorientasi Customer satisfaction itu telah menjadi urat nadi sebagian atau seluruh kegiatan di kantor tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman (Red: ini hanya pengalaman pribadi ) menunjukan bahwa slogan slogan itu banyak yang hanya tulisan indah yang belum mempunyai banyak makna sebagai pedoman kegiatan yang seharusnya dan selayaknya dilakukan oleh individu maupun organisasi dalam menjalankan rutinitas sehari hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari penulis datang ke sebuah perusahaan Distribusi Nasional yang bergerak dibidang Consumer Good dan Consumer Health .&lt;br /&gt;Perusahaan itu telah menggunakan system ERP yang terbaru dan tercanggih yang mana telah digunakan dibanyak perusahaan dan yang pasti programnya dibeli dengan harga yang sangat mahal ,sungguh mulia tujuan Perusahaan itu .&lt;br /&gt;Dengan harapan setelah Program ERP yang canggih telah terinstal di semua Komputer maka diharapkan output pelayanan jasa distribusi yang tadinya manual akan lebih baik.&lt;br /&gt;Namun yang terjadi justru sebaliknya , delivery terlambat ,data penjualan kacau ,komunikasi antar bagian terhambat dan banyak pekerjaan terbengkelai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak contoh yang barangkali pembaca pernah menemui suatu perusahaan atau institusi yang antara Visi dan Misi bertolak belakang dengan pelayanan yang kita harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begini banyak pihak tidak mau di persalahkan , masing masing bagian atau departemen mempertahankan diri dengan argumentasi yang barangkali benar barangkali setengah benar atau hanya karena gengsi walaupun nyata nyata salah mengaku sangat benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pertanyaan kita semua mengapa bisa terjadi output yang diharapkan tidak sesuai …?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali contoh yang lain ini akan lebih membuat jelas duduk persoalan kenapa suatu Misi Visi tidak bisa berjalan dengan baik .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari sebuah rumah sakit di Kota A menelephone kantor distributor B yang mendistribusikan Obat C obat yang sangat dibutuhkan mengingat termasuk katagori Obat life Saving.&lt;br /&gt;Sementara itu hari sudah petang dan kebetulan sabtu banyak karyawan yang sudah tidak berada di kantor maupun di gudang .&lt;br /&gt;Rumah sakit sebenarnya sudah memiliki cadangan stock namun karena terjadi wabah penyakit sehingga tidak cukup untuk pasien pasien yang lain.&lt;br /&gt;Apotik apotik di Kota A dan kota tetangga terdekat sudah dihubungi namun hasilnya nihil mengingat produk C begitu diburu oleh pasien dan diborong habis oleh rumah sakit yang lain.&lt;br /&gt;Telephone kantor Distributor B berdering ,namun hanya Petugas Satpam yang mengangkat dan di jawab dengan tegas bahwa Kantor Sudah tutup tidak melayani pembelian lagi.&lt;br /&gt;Karena tidak ada obat yang dibutuhkan keesokan harinya 3 pasien yang terkena wabah itu meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gemparlah kota A dengan kejadian itu Koran koran lokal memberitakan dengan seenaknya tentang kejadian meninggalnya pasien itu dengan sangat dramatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita bahas meninggalnya pasien dengan tidak adanya Produk Obat C dari sisi&lt;br /&gt;Rumah sakit dan dari sisi Penyedia Obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Mengapa Rumah sakit &lt;span style="color:#66ff99;"&gt;tidak jauh jauh hari mempersiapkan stok&lt;/span&gt; dengan maksimal..?&lt;br /&gt;2.Mengapa &lt;span style="color:#33ffff;"&gt;Distributor obat tidak mau melayani pembelian….?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban yang kita dapat biasanya sangat klasik Rumah sakit &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;tidak cukup Dana&lt;/span&gt; untuk melakukan Stock .&lt;br /&gt;Benarkah memang demikian adanya ? jangan jangan itu hanya untuk menutupi kedok saja.&lt;br /&gt;Kalau memang benar benar tidak cukup dana bukankah dapat di upayakan dengan cara lain.Kontrak kerjasama dengan pihak ketiga misalnya.&lt;br /&gt;Bisa dengan distributor ,Apotik,penyandang dana pemerintah setempat atau bisa dengan Rumah sakit yang lain.&lt;br /&gt;Bentuk kerjasamanya bagaimana ..? tergantung apakah bagi hasil atau Share.&lt;br /&gt;Siapa yang mengerjakan ini semua…? Sudah pasti individu oragnisasi di Rumah sakit itu.&lt;br /&gt;Yang kemudian menjadi pertanyaan sudah &lt;span style="color:#33ffff;"&gt;siapkah Individu individu di Rumah Sakit itu untuk mengoptimalkan pelayanan dengan cara berfikir cara bekerja yang bisa jadi lain dari kebiasaan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Distributor mengapa sampai tidak mau melayani pembelian obat dari Rumah sakit .&lt;br /&gt;Jawabnya jelas sudah tidak ada karyawan yang berada di kantor , namun kalau ditilik dari sisi bisnis ,bukankah &lt;span style="color:#66ffff;"&gt;Order sudah di depan mata&lt;/span&gt; ,&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;keuntungan jelas sudah berada di tangan mengapa harus terlepas…?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Di Kantor distributor itu sudah pasti terdiri dari individu individu ,menjadi pertanyaan sudah siapkah mereka dengan cara bisnis yang lebih sedikit agresif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja individu individu yang bekerja di Rumah sakit dan Distributor mampu berpikir dan bekerja dengan sedikit keluar dari Pakem dengan mengacu pada obyektif atau tujuan atau istilah kerennya adalah &lt;span style="font-size:130%;color:#33ffff;"&gt;&lt;strong&gt;Thinking Outside The Box&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; maka&lt;br /&gt;- Pasien Akan tertolong ( Rumah Sakit)&lt;br /&gt;- Penjualan akan meningkat ( Distributor)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana caranya agar Team ,Organisasi,Individu mampu berfikir dan bertindak dengan cara Thinking Outside The Box …?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;Ilustrasi Video&lt;/span&gt; Berikut barangkali dapat sedikit menjawab pertanyaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/iByLsSnJ5cc&amp;amp;hl=" fs="1" width="425" height="344" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://salesmanjogja1.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34573931-2935416627946587551?l=salesmanjogja1.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/20Ouk366TlM85tT-fIeznBkO6is/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/20Ouk366TlM85tT-fIeznBkO6is/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/20Ouk366TlM85tT-fIeznBkO6is/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/20Ouk366TlM85tT-fIeznBkO6is/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/Nmma/~4/cxJqqWL-vfw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/Nmma/~3/cxJqqWL-vfw/stretching.html</link><author>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://salesmanjogja1.blogspot.com/2009/05/stretching.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34573931.post-4870433272176943679</guid><pubDate>Tue, 14 Apr 2009 09:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-15T02:20:53.497-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Strategi</category><title>Strategi memenangkan persaingan dalam kompetisi yang ketat.</title><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_WRCs6UvaVv8/SeSvg-W6oCI/AAAAAAAAACc/0Omfr7XaZRs/s1600-h/Jendral+Erwin+Rommel.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324573640488558626" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 254px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_WRCs6UvaVv8/SeSvg-W6oCI/AAAAAAAAACc/0Omfr7XaZRs/s320/Jendral+Erwin+Rommel.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.google.com/profiles/116563813854052867347"&gt;Ahli sejarah&lt;/a&gt; dunia tentu ingat akan apa yang dilakukan oleh seorang Jendral Jerman Erwin Rommel dengan Deutsche Africa Corps.nya Pada PD II.&lt;br /&gt;Seorang Jendral yang mampu memenangkan peperangan sekaligus menaklukan hati musuhnya. &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saking kesohornya bahkan PM Churchill memberikan pujian dalam sidang Parlement bulan Januari 1942 seperti ini .&lt;br /&gt;“Kami berhadapan dengan lawan yang bukan main berani dan pandainya…dan ijinkanlah saya menyatakan ini dengan melewati gemuruhnya Peperangan …Dia adalah Seorang Jendral yang besar ,yaitu Erwin Rommel”.&lt;br /&gt;(Perang Eropa jilid 1 ,hal 192 ,P.K Ojong)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu kita bertanya mengapa Erwin Rommel begitu disanjung oleh musuh bebuyutannya ,tak lain dan tak bukan adalah strategi bertempurnya yang sangat hebat.&lt;br /&gt;Bagaimana tidak hebat dikala pasukan Italia (Sekutu Jerman kala itu) yang sudah kehilangan percaya diri dan diambang kekalahan diawal Februari 1941,lalu dikirimlah seorang jendral dari Jerman yang dalam waktu singkat mengubah peta peperangan dari dari semula di kuasai oleh Inggris menjadi sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling fantastis adalah dilakukannya dalam beberapa hari saja serta dilakukan dengan Pasukan Divisi Bermotor Ringan ke V Sementara Pasukannya yang lain yaitu Divisi Panzer ke XV belum tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jendral Erwin Rommel tiba di Tripoli (Libya) pada tanggal 12 February 1941 setelah mencari informasi serta mempelajari kondisi pasukan dan pasukan musuhnya Ia memulai perangnya pada tanggal 31 Maret 1941 .&lt;br /&gt;Sebelas hari kemudian yaitu pada tanggal 11 April Jendral Erwin Rommel sudah mampu menguasai perbatasan Mesir.&lt;br /&gt;Jikalau pasukan Inggris harus berbulan bulan untuk menguasai Afrika bagian utara ini maka Erwin Rommel hanya dalam hitungan hari saja telah mampu menaklukannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiat kiat apa saja yang dilakukan oleh Sang Jendral sehingga mampu membuat musuh dan atasan atasannya tercengang atas prestasinya.&lt;br /&gt;Dan apakah hal itu relevan dengan jaman sekarang dimana musuh untuk mereka yang bergelut di dunia bisnis sudah demikian biasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali apa yang dilakukan Jendral Erwin Rommel ini patut menjadi bahan perenungan bagi kita dan mereka mereka yang sehari hari bergelut dalam dunia Bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun pagi jam 5 Jendral Rommel memeriksa laporan laporan yang masuk kemudian memberi pesan pesan pada stafnya lalu pergi ke front pertempuran .&lt;br /&gt;Pelajaran yang kita tarik disini adalah penghargaan terhadap waktu sangat menonjol karena dengan kehilangan waktu barang sedetikpun dalam suasana yang kacau akan sangat berarti.&lt;br /&gt;Mencoba untuk selalu hadir di tengah anak buah guna membangkitkan semangat tempur penting artinya dalam meraih suatu kemengan.&lt;br /&gt;Dengan mengunakan pesawat ringan Rommel selalu melakukan pemantauan langsung terhadap pasukannya di berbagai front sehingga koordinasi tetap terjaga antar pasukan satu dengan lainnya.&lt;br /&gt;Menjadi menarik karena dengan cara ini Jendral Rommel tahu apa yang terjadi pada pasukannya, tatlkala suatu saat pasukannya yang berada di front tertentu dan mengalami turun semangat maka dengan serta merta Sang Jendral mampu memompa kembali semangat tempur anak buahnya atau bahkan kalau tidak memungkinkan pasukan itu bisa diganti dengan pasukan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihitung dari mulai kedatangannya sampai di mulai pertempurannya yang berkisar 3 minggu dan kemudian dilanjutkan dengan kemenangan yang dicapai hanya sebelas hari dalam menaklukan Afrika Utara (Inggris),hal itu menggambarkan bahwa Erwin Rommel mampu belajar dengan cepat , bertindak cepat disertai perencanaan yang matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Improvisasi dan pengambilan keputusan yang berani digambarkan dengan ketidaksetujuan atasannya dalam memulai pertempurannya di tanggal 31 Maret 1941,walau akhirnya menyetujui dan memuji atas tindakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan bermanuver di ajang pertempuran juga menjadi catatan tersendiri bagi musuh musuhnya ,dengan cara yang cerdik Panzer Lapis Baja di samarkan dalam medan pertempuran sehingga musuh musuhnya tidak tahu berapa kekuatan sebenarnya.&lt;br /&gt;Melakukan serbuan mendadak ,mengacaukan medan pertempuran ,membuat pasukan musuh tercerai berai adalah kemampuan pasukan yang dipimpin Rommel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kata kunci Strategi mungkin tepat untuk menggambarkan apa yang telah dilakukan Jendral Erwin Rommel dalam memenangkan sebuah pertempuran atau kompetisi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Penghargaan waktu.&lt;br /&gt;2.Pendelegasian yang tepat.&lt;br /&gt;3.Hadir ditengah tengah anak buah baik yang membutuhkan pompa semangat ataupun&lt;br /&gt;Yang tidak sehingga tahu aspek psikologis dari bawahan.&lt;br /&gt;4.Belajar memahami persoalan dengan cepat.&lt;br /&gt;5.Setelah paham akan situasi maka yang dilakukan adalah mengeksekusi dengan&lt;br /&gt;Cepat.&lt;br /&gt;6.Pantang menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sayang sekali setelah melewati kemenangan kemenangan ini Jendral Erwin kurang care dengan logistic sehingga Inggris mampu menghancurkan pasukannya lewat penghancuran logisticnya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah strategi Jendral Rommel ini relevan dengan kondisi sekarang ini,dimana musuhnya tidak kelihatan namun pelan tapi pasti bila tak dibenahi akan menggangu Bisnis kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://salesmanjogja1.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34573931-4870433272176943679?l=salesmanjogja1.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mZ-jHxL1gHGSjqw7ABrk2BEdb-o/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mZ-jHxL1gHGSjqw7ABrk2BEdb-o/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mZ-jHxL1gHGSjqw7ABrk2BEdb-o/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mZ-jHxL1gHGSjqw7ABrk2BEdb-o/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/Nmma/~4/3L4rstBfZGw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/Nmma/~3/3L4rstBfZGw/strategi-memenangkan-persaingan-dalam.html</link><author>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_WRCs6UvaVv8/SeSvg-W6oCI/AAAAAAAAACc/0Omfr7XaZRs/s72-c/Jendral+Erwin+Rommel.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://salesmanjogja1.blogspot.com/2009/04/strategi-memenangkan-persaingan-dalam.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34573931.post-6066249790432925790</guid><pubDate>Tue, 03 Mar 2009 14:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-03T07:58:12.715-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Organisasi</category><title>Restrukturisasi Organisasi</title><description>Pada masa perekonomian sedang tumbuh dengan growth diatas dua digit dan tingkat inflasi diangka satu digit berdampak pada ekonomi mikro dimana Banyak perusahaan yang mampu membukukan laba bersih sangat significant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya pada masa masa itu Perusahaan melakukan ekspansi pasar dengan menambah jaringan pemasaran,menambah sumberdaya,menambah kapasitas produksi pabrik,melakukan atraksi marketing besar besaran dengan tujuan utama Growth Pendapatan &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan melakukan promosi promosi jabatan pada Karyawan yang dianggap berprestasi dengan segudang titel jabatan yang sudah barang tentu hal itu layak bagi yang memang benar benar berprestasi dan teruji.&lt;br /&gt;Kadang kadang terasa aneh ada jabatan tertentu yang di luar pakem (di ada adakan) mengingat akan jasa dan kedekatan dengan &lt;a href="http://www.google.com/s2/profiles/116563813854052867347"&gt;Bigboss&lt;/a&gt; sehingga menimbulkan tanda tanya besar dari anggota dan biasanya dalih yang diambil adalah "sebagai langkah antisipasi pasar kedepan diperlukan jabatan itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan itu sebenarnya sah sah saja mengingat Perusahaan yang baik sudah sepantasnya melakukan Rewards And Punishment bagi karyawan yang berprestasi maupun karyawan yang tidak layak karena tidak produktif.&lt;br /&gt;Namun demikian pada masa masa sulit seperti ini persoalan tersebut akan menjadi blunder mengingat Cost Ratio per Orang akan menjadi membengkak oleh karena Pendapatan menurun , biaya biaya membengkak sementara itu biaya tetap harus dibayarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah bijak apa yang harus dilakukan apabila Perusahaan menemui masalah tersebut,pertayaan itulah yang selalu dilontarkan oleh banyak kalangan dari mulai akademisi sampai seorang praktisi.&lt;br /&gt;Pertama tama langkah yang harus diambil adalah memangkas biaya biaya yang tidak terlalu penting semisal biaya perjalanan dinas yang tidak penting biaya pemakaian telephone pemakaian listrik alat alat kantor dan sebagainya.&lt;br /&gt;Kedua efektifkan biaya promosi (yang pada masa ekonomi bagus teralu jor joran) dengan cara pilah dan pilih media yang efektif saja.&lt;br /&gt;Ketiga adalah Restrukturisasi Organisasi yang dilakukan dengan cara yang Smart dan Bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Restrukturisasi Organisasi ini sebenarnya sangatlah penting dibanding dengan langkah pertama dan kedua ,mengingat Restrukturisasi ini menyangkut Manusia dengan keluarga dibelakangnya.&lt;br /&gt;Faktor kehati hatian sangatlah mendominasi dalam mengambil kebijakan restrukturisasi ini.&lt;br /&gt;Beberapa Tips untuk melakukan restrukturisasi ini barangkali akan menolong kita semua dalam mengatasi krisis di Perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Sebisa mungkin hindari kebijakan Pemutusan Hubungan Kerja mengingat hal ini akan menimbulkan efek yang luar biasa dari Sisi Image Perusahaan maupun dari sisi Psikologis dan Motivasi Para Pekerja.&lt;br /&gt;2.Ajaklah Para Pegawai All Level untuk membicarakan masalah Perusahaan dalam rangka menghindari kebangkrutan perusahaan dan sebisa mungkin minta dukungan dari mereka agar secara bersama sama dapat memikirkan langkah langkah yang harus diambil.&lt;br /&gt;Cara ini biasanya sangatlah sulit mengingat diantara karyawan terutama yang mungkin pernah sakit hati akan melakukan Provokasi kepada rekan rekannya untuk melakukan sesuatu yang kontraproduktif.&lt;br /&gt;Bila hal itu terjadi ajak berbicara baik baik dan tawarkan kerjasama lagi atau diberi pesangon yang layak.&lt;br /&gt;3.Pangkas jabatan jabatan yang seharusnya dapat di kerjakan oleh satu orang namun saat ini di kerjakan oleh dua orang atau lebih.&lt;br /&gt;Sebagai contoh misalnya dalam perusahaan itu ada Departement Sumber daya dan Departement Logistik ,barangkali dalam situasi normal hal itu bisa dipegang oleh dua orang namun dalam situasi kritis satu orangpun sangat cukup.&lt;br /&gt;Pejabat lama yang telah di lebur lebih dipergunakan sebagai operation bukan sebagai pejabat dimana Filosophynya adalah Komando dalam satu orang.&lt;br /&gt;Contoh lain adalah apabila dalam satu kantor cabang Pemasaran ada dua orang pejabat yang sama sama bertanggung jawab terhadap tugas yang sama walaupun Channel Tugasnya berbeda leburlah jadi satu pejabat saja.&lt;br /&gt;Hal ini untuk menghindari Friksi dilapangan yang akan berakibat tujuan penjualan secara Nasional tidak tercapai.&lt;br /&gt;4.Buat Struktur organisasi yang ramping bukan yang gemuk dimana karyawan ujung tombak diperbanyak sementara jabatan jabatan diatas Penyelia dikurangi.&lt;br /&gt;5.Berdayakan setiap karyawan dengan tanggungjawab yang optimal.&lt;br /&gt;6.Pilih Manager yang andal yang mau bekerja keras turun ke lapangan memiliki intuisi bisnis yang tajam memiliki jiwa enterpreneurship namun memiliki hati yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali itu yang akan menolong Perusahaan dari kebangkrutan dalam situasi yang teramat kitis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://salesmanjogja1.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34573931-6066249790432925790?l=salesmanjogja1.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9W4O6KY7tM_YklRLO4GP32ZoiyQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9W4O6KY7tM_YklRLO4GP32ZoiyQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9W4O6KY7tM_YklRLO4GP32ZoiyQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9W4O6KY7tM_YklRLO4GP32ZoiyQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/Nmma/~4/2zBu0d2wVdA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/Nmma/~3/2zBu0d2wVdA/restrukturisasi-organisasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://salesmanjogja1.blogspot.com/2009/03/restrukturisasi-organisasi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34573931.post-6540223550991741322</guid><pubDate>Sun, 01 Feb 2009 14:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-03T06:06:42.448-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Curhat</category><title>Pengalaman atau Pengetahuan....?</title><description>Beberapa waktu yang lalu kami mengikuti Seminar tentang Pemberdayaan Team Sales yang Efektif,kami terkagum kagum dengan pembicara yang dengan semangat antusias tinggi memberi contoh contoh gamblang hingga seakan akan contoh itu dapat segera di implementasikan di lapangan &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian salah seorang dari &lt;a href="http://www.google.com/s2/profiles/116563813854052867347"&gt;kami&lt;/a&gt; kelihatannya kurang tertarik dengan acara tersebut ,kami mencoba menanyakan apa gerangan yang membuatnya kurang antusias.&lt;br /&gt;Usut punya usut ternyata kawan kami tersebut membaca biografi yang tercantum di makalah dan menemukan bahwa sang pembicara belum pernah sekalipun mendaki karier dari posisi paling bawah dalam suatu perusahaan.&lt;br /&gt;Semua pengalaman yang didapat hanya dari bangku sekolah dan bangku kuliah di luar negeri tanpa pernah sekalipun mengenyam sakitnya penderitaan menjadi karyawan ujung tombak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari menghadiri seminar kami sempat membicarakan masalah ini dan terjadi adu argumentasi yang lumayan hangat walaupun semua menyadari bahwa perbedaan padangan adalah syah syah saja mengingat perbedaan justru akan memberikan warna yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan kami yang lain berpendapat bahwa menjadi seorang Trainer atau Pembicara tidaklah harus berpengalaman di lapangan cukup memiliki pengetahuan yang memadai dan mampu mengartikulasikan ke audience.&lt;br /&gt;Buat kawan kami ini (berpendapat) pengalaman yang cukup banyak tidak ada gunanya bila tidak mampu mengartikulasikan serta menularkan ke orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah titik perdebatan yang seru diantara Kawan kami ini dimana yang satu melihat dari sudut pandang Pengalaman sementara yang lain melihat dari sudut pandang Pengetahuan.&lt;br /&gt;Menjadi menarik lagi perdebatan itu manakala masing masing mengeluarkan referensi referensi serta contoh contoh yang aktual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perdebatan kawan kami itu &lt;a href="http://www.google.com/s2/profiles/116563813854052867347"&gt;saya&lt;/a&gt; mengambil pelajaran menarik bahwa ada kalanya seseorang mampu mengerjakan pekerjaan yang belum pernah di kerjakan di waktu lampau namun yang bersangkutan ternyata dapat menuntaskan pekerjaan itu sebaik baiknya.&lt;br /&gt;Faktor yang membuat mampu mengerjakan ini barangkali adalah pola pikir serta pengetahuan yang didapat dari bangku sekolah (kuliah) dan yang bersangkutan mau beradaptasi dengan lingkungan barunya.&lt;br /&gt;Pembelajaran terus menerus juga membuat ketrampilan seseorang menjadi terasah dan tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa pengalaman adalah guru yang baik tidaklah dapat kita pungkiri,pengalaman memulai karier dari bawah yang beranjak setahap demi setahap kemudian menduduki posisi yang lebih baik akan menjadi sesuatu yang bermakna dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari topik Pengalaman atau Pengetahuan diatas ,kita semua sekarang menyadari bahwa untuk mencapai jenjang yang lebih tinggi banyak perusahaan (dan di Pemerintahan) yang mensyaratkan tidak hanya pengalaman yang luas namun juga pengetahuan (Pendidikan) yang tinggi pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat itu tentunya bukan sesuatu yang muluk muluk,megingat kompetisi diluar sana yang sudah demikian hebatnya sehingga menuntut orang untuk selalu siap dengan berbagai keadaan.&lt;br /&gt;Bagaimana jadinya bila intitusi kita hanya diisi oleh sumberdaya yang asal ada saja tanpa jam terbang tinggi (Berpengalaman )dan tidak memiliki pola pikir yang baik (Pengetahuan), ini bukan menyangkut diskriminasi namun semata mata menyangkut produktifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa sekarang ini Departemen HRD selalu mengeluh Banyak Sumber Daya namun Tidak ada Sumber Daya memang demikianlah adanya.&lt;br /&gt;Menjadi PR kita bersama untuk memberikan peluang ke pada mereka yang memiliki semangat maju agar dapat memiliki Pengalaman dan Pengetahuan Yang tinggi sehingga Budaya Kinerja Tinggi akan selalu menggelora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://salesmanjogja1.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34573931-6540223550991741322?l=salesmanjogja1.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7Dpyj3g9510c5w_mi7FmACQNy2s/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7Dpyj3g9510c5w_mi7FmACQNy2s/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7Dpyj3g9510c5w_mi7FmACQNy2s/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7Dpyj3g9510c5w_mi7FmACQNy2s/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/Nmma/~4/itw1HZBWpMY" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/Nmma/~3/itw1HZBWpMY/pengalaman-atau-pengetahuan.html</link><author>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total><feedburner:origLink>http://salesmanjogja1.blogspot.com/2009/02/pengalaman-atau-pengetahuan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34573931.post-5370984944012153733</guid><pubDate>Mon, 26 Jan 2009 11:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-03T06:08:37.155-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivasi</category><title>Sikap orang orang Sales dan Marketing -Menghadapi Krisis Ekonomi</title><description>Ekonom Politikus Pengusaha Pemerintah Kolumnis Editor majalah dan Koran tidak ketinggalan pula Blogger dan ahli nujum memprediksikan ekonomi tahun 2009 beragam &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pendapat mereka beragam pula namun demikian rata rata beranggapan bahwa Ekonomi kita di tahun 2009 Suram.&lt;br /&gt;Sebuah sikap pesimistikah atau memang demikian adanya mengingat besaran besaran ekonomi yang ditandai dengan pertumbuhan ekonomi global yang melambat seperti diberitakan &lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/22/06055450/ekonomi.global.memburuk"&gt;kompas &lt;/a&gt;sedang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan IMF berkali kali mengkoreksi prediksi pertumbuhan ekonomi hanya selang beberapa bulan saja oleh karena semakin memburuknya situasi ekonomi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini sangat mempengaruhi terhadap perekonomian Indonesia ,karena biasanya begitu terjadi kontraksi ekonomi di belahan dunia lain maka akan terjadi efek di belahan yang lain pula .&lt;br /&gt;Menurut Pemerintah yang diberitakan di &lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/24/11524872/pertumbuhan.ekonomi.indonesia.terbaik.di.asean"&gt;Harian Kompas&lt;/a&gt; sebenarnya Indonesia memprediksi pertumbuhan 7% di tahun 2009 namun akibat krisis global terkoreksi menjadi antara 4,5% - 5,5%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengacu BPS bahwa setiap pertumbuhan ekonomi sebesar 1% akan terjadi penyerapan lapangan kerja baru sejumlah 702.000 ,maka dengan kontraksi pertumbuhan kira kira 2% maka paling tidak ada 1,4 juta tenaga kerja yang tidak terserap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap pengusaha yang diwakili &lt;a href="http://tv.kompas.com/content/view/10520/2/"&gt;Ketua Apindo&lt;/a&gt; mengatakan bahwa perekonomian Indonesia adalah penuh dengan teka teki kemungkinan sikap ini didasari oleh Optimisnya Pemerintah dengan berani menurunkan Harga Minyak dan Kemungkinan Stimulus stimulus ekonomi yang segera dan akan diluncurkan pemerintah menghadapi sakitnya ekonomi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain perekonomian dunia yang dimotori Amerika Serikat tidak kunjung membaik walaupun ada rencana untuk menolong dengan mengguyurkan uang senilai 700-900 milyard dollar AS seperti di beritakan &lt;a href="http://www.vibiznews.com/1new/articles.php?page=economy"&gt;Vibiznews&lt;/a&gt;,bahkan juga diberitakan perekonomian baru akan mulai membaik pada kwartal tiga 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap keraguan dan penuh teka teki ini juga karena akan adanya peristiwa politik ditahun 2009 ini dimana Pemilu Parlemen dan Presiden akan berlansung ,karena biasanya &lt;a href="http://tipografis.blogspot.com/2008/11/prediksi-ekonomi-tahun-2009-di-era.html"&gt;peristiwa politik&lt;/a&gt; ini membawa dampak ekonomi langsung maupun tidak langsung .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaanya adalah bagaimana perilaku kami sebagai Tenaga Sales dan atau Marketing menghadapi prediksi prediksi yang membuat hati miris dan pilu.&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang mungkin patut diungkapkan disini yang mungkin sehari hari telah kami lakukan dan laksanakan baik sudah terungkap maupun masih dalam wacana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.Optimis&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang orang Sales dan Marketing selalu diajarkan untuk selalu optimis dalam tindakan sehari hari , kami selalu yakin bisa melampau badai ekonomi sekeras apapun karena kalau tidak maka kami akan terlempar dari jejaring organisasi yang ada&lt;br /&gt;Hari kehari setting goal yang optimis serta rasional selalu ditargetkan guna sebagai acuan untuk melangkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.Solusi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kami diajarkan untuk tidak mengeluh menyikapi keadaan yang ada ,namun kami diajarkan untuk mencari solusi mengeksplorasi bagaimana memecahkan persoalan sekecil apapun karena barangkali itulah jawabannya.&lt;br /&gt;Solusi selalu mempertimbangkan dampak kedepan agar solusi yang telah kita ambil memilki resiko seminimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3.Sharing&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kami diajarkan untuk selalu Sharing dengan anggota lain serta menimba Ilmu dari yang lebih mampu karena buat kami senioritas bukan jaminan bahwa yang bersangkutan mampu.&lt;br /&gt;Kadang dalam sharing anggota yunior dapat memberikan masukan ide ide segar karena kami yakin bahwa pasar adalah dinamis sehingga pemikiran yang fresh dan membumi akan lebih bermakna daripada pemikiran yang konstan dan Safety.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.Kooperatif&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sikap kooperatif atau kerjasama adalah bagian yang tak terpisahkan dalam organisasi Sales dan Marketing baik itu untuk maupun external.&lt;br /&gt;Sikap kooperatif ini akan menjamin keberlangsungan proses menuju setting goal berupa target menjadi lebih mudah tidak berbelit belit birokratif karena bagian satu dengan bagian lain bekerjasama saling mendukung .&lt;br /&gt;Di internal sikap kooperatif menjadikan proses berlangsung mudah dan cepat sementara itu untuk external menjadikan kepuasan pelanggan atau Customer Satisfaction meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5.Disiplin&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjalankan tugas Team Sales dan Marketing selalu menekankan sikap disiplin yang sesungguhnya,bukan disiplin semu yang tidak ada hasilnya.&lt;br /&gt;Disiplin disini artinya adalah disiplin action bukan disiplin yang terbelenggu ruang dan waktu,disiplin yang mengacu pada proses dan hasil,bukan disiplin yang karena takut terhadap punishment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6.Sikap Mental Positip&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita selalu diajarkan agar memiliki sikap mental positip dalam memandang segala hal,menjauhi hal hal yang berkaitan dengan tindak pidana kriminal semacam Korupsi,Pencurian,Penyalahgunaan wewenang.&lt;br /&gt;Memberikan masukan ke organisasi dengan masukan konstruktif bukan destruktif,memberikan pandangan bukan menghujat,memberikan alternatif pilihan bukan mencibir atau mencemooh,memberikan penghargaan bukan menghina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7.Kreatif dan Inovatif&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu ada celah untuk mengatasi keadaan sulit untuk itu diperlukan kreatifitas inovasi dengan cara menggali potensi diri self improvement Stretching dengan cara belajar dari berbagai sumber untuk menjadikan diri dan organisasi kreatif.Belajar dari kesalahan kesalahan belajar dari kesuksesan kesuksesan serta belajar dari situasi (bahkan pesaing) amat penting .Proses kreatif akan muncul dengan sendirinya bila kita terbiasa belajar kemudian mencobanya,bukankah Stephen R. Covey dalam bukunya yang terkenal "The 7 Habits of Highly Effective People" mengajarkan demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8.Profesional&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Profesional disini diartikan bahwa pekerjaan atau tanggung jawab masing masing anggota organisasi mesti dapat dapat diselesaikan dengan tepat waktu,clear,clean dan optimal.Andaikata besok pagi akan move ke tempat lain maka selayaknya beban serta tanggungjawabnya mesti harus sudah tuntas.Menunda nunda pekerjaan fatal akibatnya karena proses pasti akan terhambat dan goal yang manis tidak akan pernah tercipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan delapan sikap yang tertanam didada setiap tenaga sales dan marketing (harusnya setiap insan di negeri ini) dimudah mudahan krisis global regional maupun nasional yang saat ini menghantui banyak pihak dapat kita lalui dengan aman dan nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.google.com/s2/profiles/116563813854052867347"&gt;Kita&lt;/a&gt; yakin bahwa krisis ini pasti akan menerjang walaupun dengan skala yang berbeda beda di setiap negara,suka tidak suka akan menghantam juga ke Negara tercinta ini baik dalam bentuk badai yang besar maupun hanya riak yang kecil.Saatnya kita tunjukan pada dunia bahwa Kita adalah Bangsa yang kuat menghadapi krisis,saatnya kita keluar dari Comfort Zone menyongsong amuk krisis ,saatnya kita memiliki cara kerja cara fikir yang "Outside The Box",mudah mudahan kita aman melewatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://salesmanjogja1.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34573931-5370984944012153733?l=salesmanjogja1.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fMI3MD77ZwVE7CbcoQ4hcQFj7PI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fMI3MD77ZwVE7CbcoQ4hcQFj7PI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fMI3MD77ZwVE7CbcoQ4hcQFj7PI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fMI3MD77ZwVE7CbcoQ4hcQFj7PI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/Nmma/~4/JVofSV6N_0Q" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/Nmma/~3/JVofSV6N_0Q/sikap-orang-orang-sales-dan-marketing_26.html</link><author>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://salesmanjogja1.blogspot.com/2009/01/sikap-orang-orang-sales-dan-marketing_26.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34573931.post-3984343537908909445</guid><pubDate>Fri, 23 Jan 2009 15:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-03T06:09:59.756-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Strategi</category><title>Strategi Penerapan SOP agar Efektif dan Efisien - Presentasi SOP Part II</title><description>Melanjutkan postingan "Strategi Penerapan SOP agar Efektif dan Efisien - Presentasi SOP Part 1 saya akan coba bahas pada slide slide berikutnya &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada slide ke-4 kami coba menerangkan bahwa semua anggota team dalam organisasi didorong terus untuk belajar dari kesalahan sehingga SOP ini bukan sesuatu yang kaku namun dinamis dan tidak membosankan.&lt;br /&gt;Dengan demikian bukan SOPnya yang dipersalahkan namun lebih siapa pelaku pelaku atau pelaksananya ,bukan apa namun siapa dulu karena pada kenyataanya Sebagus apapun SOP dibuat bila pelaksananya tidak siap maka SOP hanyalah slogan yang bagus namun tidak berarti mungkin kita akan teringat pepatah "&lt;a href="http://www.google.com/s2/profiles/116563813854052867347"&gt;The Man Behind The gun&lt;/a&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip rasa keyakinan kuat dapat mengerjakan Pekerjaan sesulit apapun asalkan pekerjaan itu dikerjakan berkali kali dengan semangat dan antusias yang tinggi tanpa rasa menyerah mesti diterapakan walau kenyataanya memang sulit.&lt;br /&gt;Keyakinan akan berhasil inilah yang akan menjadi kata kunci untuk mengerjakan sesuatu yang kadang di luar kemampuan tidak terkecuali merubah pola kerja lama dan mengikuti SOP yang baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SOP jangan dianggap momok namun disikapi dengan cara simpel dan mudah walau demikian jangan menganggap enteng,untuk itu peran anggota organisasi untuk dapat menterjemahkan dengan simpel ini perlu selalu diasah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya disiplin dengan cara menerapkan proses sistem kerja yang konsisten serta bebas yang bertanggungjawab haruslah menjadi urat nadi kerja sehari hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunaan tolls yang memadai agar pelaksanaan SOP dapat berjalan lancar simpel dan teratur haruslah segera di terapkan,hal ini untuk mengantisipasi perubahan di luar yang begitu cepatnya.&lt;br /&gt;Teknologi Informasi,Teknologi terbarukan walau kehadirannnya bukan hal utama namun demikian untuk saat ini wajib hukumnya karena akan berfungsi sebagai alat pemercepat proses atau an accelerator of momentum, not a creator of it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian kita berharap dengan penerpan SOP proses kerja dapat terukur yang pada akhirnya hasilnyapun dapat terukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian kira kira penjelasan singkat dari kami tentan Strategi Penerapan SOP agar Efektif dan Efisien di kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://salesmanjogja1.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34573931-3984343537908909445?l=salesmanjogja1.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mPBXLYd5hhs-TFmGpyHNOwU0UgA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mPBXLYd5hhs-TFmGpyHNOwU0UgA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mPBXLYd5hhs-TFmGpyHNOwU0UgA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mPBXLYd5hhs-TFmGpyHNOwU0UgA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/Nmma/~4/P0F2itNtPuo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/Nmma/~3/P0F2itNtPuo/strategi-penerapan-sop-agar-efektif-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://salesmanjogja1.blogspot.com/2009/01/strategi-penerapan-sop-agar-efektif-dan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34573931.post-2128688666294754889</guid><pubDate>Sat, 03 Jan 2009 15:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-16T23:22:59.577-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Strategi</category><title>Strategi Penerapan SOP agar Efektif dan Efisien - Presentasi SOP</title><description>Beberapa waktu yang lalu kira kira di bulan Oktober 2008 kami mempresentasikan pelaksanaan SOP yang selama ini telah kami kerjakan dengan baik &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kantor pusat memberikan apresiasi dengan memberikan kesempatan kepada Kami agar apa yang telah kami kerjakan selama ini dapat di share ke rekan rekan wilayah lain dengan harapan pendekatan pendekatan yang baik dan memberikan hasil positip akan dijadikan bahan acuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presentasi yang kami lakukan bukan membahas tentang step step Standart Operational Prosedur itu sendiri namun lebih kepada bagaimana step step atau langkah langkah SOP itu dapat dengan mudah murah efisien dikerjakan oleh seluruh anggota organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mencoba melalukan pendekatan pelaksanaan SOP itu dengan mengacu pada Model " Good to Great " dimana titik berat dari pelaksanaan SOP bukan dari canggih atau bagusnya SOP namun lebih kepada Siapa yang mengerjakan atau dengan kata lain titik beratnya adalah pada " Orang Yang Mengerjakan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada slide pertama setelah slide pembukaan kami mencoba membahas tentang arti pentingnya sebuah SOP dalam organisasi ,serta isu isu seputar SOP yang selama ini hanya dijadikan kegiatan yang rutin membosankan membuang waktu tenaga dan pikiran serta tidak ada hubungannya dengan Hasil ditambah lagi SOP hanya bersifat administratif saja.&lt;br /&gt;Pada kenyataannya dilapangan memang menunjukan gejala demikian dimana SOP belum menjadi darah daging dan belum membumi pada seluruh anggota oraginsasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slide berikutnya adalah tentang peran leader yang dalam pelaksanaan SOP ini sangat sentral,untuk itu leadership para pemimpin ( leader ) segera dibenahi agar SOP dapat berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;Diperlukan " Drive " yang kuat agar subordinat dapat dan mau mengerjakan tanpa syarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk slide slide berikutnya anda dapat mendownload di &lt;a href="http://www.4shared.com/file/78751731/5cec6876/SOP.html"&gt;Sini&lt;/a&gt; sedangkan untuk pembahasannya akan kami lakukan pada postingan kami berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sengaja template slide presentation masih original dan sudah barang tentu logo banner Organisai kami hilangkan dengan harapan para pembaca yang berminat dapat merubah sendiri sesuai selera masing masing&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;Klik Disini untuk &lt;a href="http://www.4shared.com/file/78751731/5cec6876/SOP.html"&gt;download Prersentasi&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://salesmanjogja1.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34573931-2128688666294754889?l=salesmanjogja1.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/h_rhIRpXDtQjkWuSmD_9NaB2k8c/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/h_rhIRpXDtQjkWuSmD_9NaB2k8c/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/h_rhIRpXDtQjkWuSmD_9NaB2k8c/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/h_rhIRpXDtQjkWuSmD_9NaB2k8c/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/Nmma/~4/xMRIp98jMYY" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/Nmma/~3/xMRIp98jMYY/presentasi-sop-strategi-penerapan-sop.html</link><author>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://salesmanjogja1.blogspot.com/2009/01/presentasi-sop-strategi-penerapan-sop.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34573931.post-6999592833392906022</guid><pubDate>Fri, 19 Dec 2008 15:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-03T06:10:29.579-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Serba Serbi</category><title>Uang Receh Yang Sangat Penting-Part III</title><description>Setelah beberapa kali &lt;a href="http://www.google.com/s2/profiles/116563813854052867347"&gt;saya&lt;/a&gt; memposting " Uang Receh Yang Sangat Penting" dimana pada postingan yang lalu lebih banyak berbicara tentang Philosophy dan latar belakang serta akibat yang bisa timbul ,kali ini saya akan memposting Worksheet serta cara mengontrol Pendapatan,Pengeluaran,Potensial Loss dan Juga Potensial Margin.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja sayangnya saya tidak mampu memposting Worksheet dalam bentuk Spreadsheet pada blog ini.&lt;br /&gt;Sudah beberapa kali saya coba namun gagal dan hasilnya tidak seperti yan diharapkan.&lt;br /&gt;Namun demikian untuk tidak mengurangi kekecewaan dari beberapa teman yang terlanjur berkirim email ke saya ,secepatnya akan saya balas dengan saya lampiri Format Spreadsheet Excel yang seharusnya bisa tampil di postingan ini.&lt;br /&gt;Secara garis besar Format format itu terdiri dari rumus rumus yang lumayan rumit hal ini semata mata agar Pendapatan,Pengeluaran,Potensial Loss dan Juga Potensial Margin dapat di prediksi dicatat dan dibukukan dengan presisi yang sangat tinggi.&lt;br /&gt;Untuk itu dengan segala hormat saya minta maaf karena tidak mampu membuat postingan yang berisi Spreadsheet Excel disini.&lt;br /&gt;Sebagai obat kecewa saya membuka kesempatan bagi para pembaca untuk berkirim email ke saya dan yang pasti akan segera Saya follow up.&lt;br /&gt;Terimakasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://salesmanjogja1.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34573931-6999592833392906022?l=salesmanjogja1.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4ds3sU4vlNLrUdknI4RRZ4BX1c8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4ds3sU4vlNLrUdknI4RRZ4BX1c8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4ds3sU4vlNLrUdknI4RRZ4BX1c8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4ds3sU4vlNLrUdknI4RRZ4BX1c8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/Nmma/~4/3Y5fT88Jzzw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/Nmma/~3/3Y5fT88Jzzw/uang-receh-yang-sangat-penting-part-iii.html</link><author>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://salesmanjogja1.blogspot.com/2008/12/uang-receh-yang-sangat-penting-part-iii.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34573931.post-7055950410547601808</guid><pubDate>Tue, 02 Dec 2008 15:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-02T16:43:43.565-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Serba Serbi</category><title>Tips Menghadapi Krisis Ekonomi</title><description>Dua hari berturut turut yaitu tanggal 1 dan 2 Desember 2008 &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/12/01/00170482/jumlah.phk.meroket"&gt;Kompas&lt;/a&gt; menurunkan Headline tentang dampak krisis global yang akhirnya  menyeret Negara kita ke dalam pusaran krisis yang semakin tidak jelas ujung pangkalnya.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Kalau tetangga kehilangan pekerjaan itu namanya resesi,kalau Kita juga kehilangan pekerjaan itu namanya depresi" demikian dikatakan &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/12/01/0014342/resesi.depresi.dan.phk"&gt;Rhenald Kasali&lt;/a&gt; dalam analisis ekonominya diharian yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Headline itu membuat saya mengurungkan niat untuk mempostingkan UANG RECEH YANG SANGAT PENTING PART III Karena saya berfikir memposting menghadapi krisis ekonomi ini jauh lebih penting mengingat saudara saudara kita yang nasibnya akan tidak beruntung akibat rasionalisasi (PHK) adalah hal paling utama.&lt;br /&gt;Walaupun mungkin saya tidak mampu untuk membantu secara finansial namun paling tidak postingan saya ini akan menjadi "urun rembuk" (ah bahasanya katrok banget) bagi saudara saudaraku yang terkena musibah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis ini  telah saya prediksi pada postingan  saya beberapa bulan lalu &lt;a href="http://salesmanjogja1.blogspot.com/2008/05/kegelisahan-seorang-pemasar.html"&gt;disini&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://salesmanjogja1.blogspot.com/2008/05/saatnya-pemasar-mengambil-keputusan.html"&gt;disini&lt;/a&gt;  dimana pada saat itu terjadi kenaikan harga minyak mentah dunia dan kasus subprime mortgage di Amerika.&lt;br /&gt;Menghadapi badai ekonomi yang maha dahsyat ini mari kita coba untuk tidak menyalahkan siapa siapa,sebab energi kita akan terbuang percuma karena krisis ini berskala internasional yang tidak hanya menerpa kita namun juga menimpa raksasa ekonomi semacam  &lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/berita/0811/14/uang02.html"&gt;China.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih teringat diwaktu kecil di tahun 70-an bagaimana susahnya hidup kami di kampung dilereng pegunungan kapur utara yang amat tandus dengan makan nasi bulgur ataupun dengan nasi gaplek (ketela pohon dikeringkan) ataupun nasi jagung dan yang paling hebat adalah nasi beras dicampur ketela dengan lauk gereh pethek (ikan asin yang) plus kuluban daun mlanding (petai cina)&lt;br /&gt;Dan saya masih ingat bagimana kalau musim kemarau harus menempuh jalan kaki tanpa alas mencari air untuk minum dan jikalau musim hujan harus menghadapi banjir yang menggelora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun satu hal yang selalu saya ingat,rasanya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tidak ada kesedihan&lt;/span&gt; di kami kami kala itu walaupun setelah sekian tahun meninggalkan kampung halaman yang kalau teringat betapa menyedihkannya namun &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;semangat untuk maju&lt;/span&gt; selalu menggelora di dada.&lt;br /&gt;Rasa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kekeluargaan&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kegotongroyongan&lt;/span&gt; yang kuat menjadi menu sehari hari,dimana kalau kita memiliki hasil kebun yang walau sedikit,punya gawe yang walaupun sederhana selalu di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;share&lt;/span&gt; ke tetangga sanak saudara dan handai taulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa yang akan kita lakukan menghadapi krisis ekonomi saat ini,Philosophy diatas mungkin sedikit banyak membantu agar Saudara saudaraku yang saat ini tertimpa musibah rasionalisasi minimal dapat berfikir rasional juga.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;,janganlah merasa sedih berkepanjangan karena ingat anak istri suami menunggu action Anda dalam rangka "mengepulkan asap dapur" yang akibat krisis bisa jadi untuk sementara kepulannya tersendat sendat.&lt;br /&gt;Pertebal keyakinan anda bahwa anda bisa mengatasi ini semua sudah barang tentu dibarengi dengan Doa yang tiada henti henti serta  jangan biarkan Emosi menguasi Anda.&lt;br /&gt;Beritahukan posisi anda saat ini kepada keluarga ( Istri/Suami,anak) agar mereka juga bisa mengerti dan memahami untuk tidak berbuat yang kurang produktif.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;,mulailah anda melihat kanan kiri  apa yang bisa anda kerjakan serta kesempatan kesempatan apa yang bisa anda manfaatkan yang penting jangan gengsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh : bila dikampung anda belum ada yang jualan sayur yang komplet mulailah anda belajar untuk menjadi pedagang sayur yang pepakan (komplit) caranya perhatikan Ibu ibu yang belanja kira kira apa yang selalu dibutuhkan dan diinginkan (dalam bahasa marketing adalah need dan want).&lt;br /&gt;Ternyata Ibu ibu itu butuh Sayur atau bahan lauk yang masih segar dengan harga yang relatif murah misalnya,maka sudah barang tentu Anda musti ke tempat kulakan/belanja Sayur tersebut ke tempat yang tepat dalam hal ini pasar induk sayur mayur (Kalau di Jogja adalah Pasar Giwangan).&lt;br /&gt;Perhatikan para bakul bakul disana dan cari bakul yang bisa memberikan harga murah dan barang masih segar (dalam bahasa Marketingnya adalah Price and Product).&lt;br /&gt;Setelah anda belajar tentang Market (keinginan dan kebutuhan ) serta telah paham tentang Produk dan harga,saatnya Anda berhitung tentang modal caranya adalah kalkulasikan/estimasi pejualan anda kira kira per hari berapa ikat sayur,berapa lempeng ikan asin,berapa bungkus plastik tahu,berapa lonjor tempe dsb kemudian dikalikan dengan harga beli pokok saat anda belanja di pasar induk.&lt;br /&gt;Saran saya modal pokok ini kalau memungkinkan  dua kali lipat dari perhitungan modal pokok anda  belanja, lebih banyak lebih baik sebab kadang ada yang nakal dengan alasan kurang uang lantas ngebon atau utang.&lt;br /&gt;Modal pokok ini bisa anda dapatkan lewat berbagai cara ( kalau anda tidak memilki) : yaitu pinjam dari Sanak saudara, melego barang barang anda,atau bisa juga dari tabungan anda.&lt;br /&gt;Bisa juga anda dapatkan dari kredit BKK / BPR BKK atau dari Bank,saran saya instrument ini adalah pilihan terakhir sebab mereka akan mengenakan bunga.&lt;br /&gt;Langkah selanjutnya adalah tentukan apakah anda akan keliling atau cukup jualan dirumah saja,namun yang pasti siapkan perangkat untuk jualan dan datanglah/bukalah lebih awal dibanding dengan penjual lama.&lt;br /&gt;Berikan konsumen barang yang bagus,harga yang kompetitif,timing yang lebih awal,senyum yang ramah,pelayanan yang cepat dan memuaskan, mudah mudahan problem anda akan teratasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh diatas hanyalah sekedar contoh saja karena apapun yang terjadi Andalah pelakunya,berhasil dan tidak semua ada di pundak Anda,untuk itu tidak ada salahnya Anda Fokus saja dibidang itu dulu dan jangan mudah tergoda untuk mengerjakan lain sebelum usaha anda ini benar benar mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah barang tentu banyak usaha lain yang menjajikan,kalau Anda merasa cocok untuk menjadi pedagang keliling produk produk Consumer ( Mie,Sabun,Shampo dll) lakukan dengan langkah yang sama .&lt;br /&gt;Bisa saja anda ingin membuka warung tenda/angkringan,langkah langkahnya hampir mirip,yaitu cari lokasi ,cari tahu masyarakat sekitar doyan jajan atau tidak kemudian Penetapan Harga dan Penetapan Product.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt; kalau usaha anda itu kurang berhasil atau bahkan tidak berhasil jangan putus asa karena bisa jadi anda tidak cocok di bidang itu.&lt;br /&gt;Mulailah dengan melihat usaha dibidang lain (contoh usaha jasa laundry,tukang cukur,jemputan anak sekolah dll) jangan mudah menyerah dan anda harus beraksi dengan sepenuh hati.&lt;br /&gt;Jika anda sudah mantap dengan usaha yang baru ini jangan lupa anda juga wajib memberikan "urun rembug" terhadap teman teman lama anda yang masih "kecingkrangan" karena membagi Ilmu itu tidak akan mengurangi malah makin membuat Ilmu kita bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;, bentuklah jaringan dengan kawan tetangga dan siapa saja  yang bernasib sama agar bisa saling dukung untuk kemudian membuat suatu koperasi usaha yang dapat dijadikan penopang usaha bersama.&lt;br /&gt;Dalam komunitas ini sebaiknya antar anggota satu dengan yang lain memiliki usaha yang berbeda,akan lebih baik jika ada usaha hulu ada usaha hilir maksudnya adalah jika anda yang menjadi salesman krupuk maka sebaiknya dalam komunitas itu ada pengrajin krupuknya,ada pedagang bahan baku krupuknya,sehingga tingkat produktifitasnya terjamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah mudahan tips ini dapat memberikan semangat baru buat Anda saudara saudaraku yang tertimpa musibah rasionalisasi ,dan selalu "Budayakan Kinerja Tinggi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://salesmanjogja1.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34573931-7055950410547601808?l=salesmanjogja1.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/e5UdgDbYnejjA-uK5qVmaEr9Mu8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/e5UdgDbYnejjA-uK5qVmaEr9Mu8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/e5UdgDbYnejjA-uK5qVmaEr9Mu8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/e5UdgDbYnejjA-uK5qVmaEr9Mu8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/Nmma/~4/Yl7SLuseWqg" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/Nmma/~3/Yl7SLuseWqg/menghadapi-krisis-ekonomi.html</link><author>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">9</thr:total><feedburner:origLink>http://salesmanjogja1.blogspot.com/2008/12/menghadapi-krisis-ekonomi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34573931.post-162820586096132431</guid><pubDate>Wed, 26 Nov 2008 16:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-26T08:21:20.588-08:00</atom:updated><title>Uang Receh Yang Sangat Penting - Part II</title><description>Seperti yang telah saya posting sebelumnya tentang Uang Receh Yang Sangat Penting Part I , Untuk Kali ini saya akan membahas tentang philosophynya mengapa kita perlu perhatian terhadap hal hal sepele dalam hal ini adalah uang Go Cap , Cepek yang kelihatan sepele namun mampu membangkrutkan suatu usaha ( Usaha Kecil Menengah)&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Philosophy yang kita ambil dari Uang Receh Yang Sangat Penting ini adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Disiplin&lt;br /&gt;2.Teliti&lt;br /&gt;3.Berkesinambungan/Kontinyu&lt;br /&gt;4.Kerjasama Team&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Disiplin&lt;/strong&gt; dalam memonitor setiap uang masuk dan uang keluar walau hanya katakanlah lima puluh rupiah menjadi hal utama yang kita perlu perhatikan.&lt;br /&gt;Banyak Contoh Perusahaan menengah kecil yang karena "abai" terhadap hal ini "ujug ujug" terjadi kerugian sekian juta padahal semua ini tidak terasa.&lt;br /&gt;Tumpukan kehilangan sekian rupiah kalau hal ini berlangsung bertahun tahun akan terasa akibatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Teliti&lt;/strong&gt; terhadap hitung hitungan uang receh yang kita keluarkan ataupun yang kita dapat menjadi sangat vital ,betapa tidak bagaimana jadinya andai kita jualan produk dengan margin yang sangat tipis namun kita lupa bahwa harusnya dijual sedikit lebih tinggi dari harga kulakan/beli namun karena lupa dijual dengan harga sama atau lebih rendah ya...rugi dong..!!&lt;br /&gt;Kelihatannya dibulan pertama tidak terasa toh cuma rugi go cap..namun setahun kemudian Anda akan merasa akibatnya.&lt;br /&gt;Dalam memanage uang receh ini tidak boleh angot angotan, hari ini disiplin dan teliti,besok enggak ,besoknya lagi disiplin, besoknya lagi enggak...ya akhirya Jas bukak iket blangkon ,Sama juga sami mawon,...alias hangat hangat tembelek ayam.&lt;br /&gt;Hasilnya pun bisa diduga..Tuna ..alias merugi, untuk itu disiplin dan teliti yang &lt;strong&gt;berkesinambungan&lt;/strong&gt; / Kontinyuitas menjadi hal yang penting pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya saja kerugian oleh sebab uang receh ini sudah banyak disadari kita semua hanya saja karena perhatian kita kadang lebih ke hal yang besar atau lebih menguntungkan maka kita jadi cuek saja.&lt;br /&gt;Untuk itu niat Fokus ke hal yang remeh temeh sudah selayaknya di beri waktu tersendiri.&lt;br /&gt;Menjadi lebih berarti andai &lt;strong&gt;seluruh Anggota organisasi&lt;/strong&gt; meluangkan waktu tenaga pikiran untuk hal hal yang remeh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ilustrasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari buku L Y Wiranaga disitu di ceritakan bahwa ada Ibu ibu yang sudah Sepuh/Tua yang setiap tahun bepergian ke luar negeri hanya karena sewaktu muda sampai tuanya selalu menyisihkan sisa uang belanja...ouw luar biasa...khan..?&lt;br /&gt;Namun disatu sisi banyak distributor lokal produk kebutuhan rumah tangga,Supermarket,Minimarket,Toko,Warung,Rombong rokok yang bangkrut gara gara tidak memperhatikan uang receh ( walau itu bukan satu satunya faktor),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti janji saya ...pada postingan kali ini harusnya saya posting cara untuk mengatasi masalah uang receh tersebut namun demikian malah saya posting philosophynya...hal ini lebih karena sebelum kita melakukan tindakan kita perlu tahu motif atau philosophy sebuah permasalahan&lt;br /&gt;Sedangkan untuk Worksheet Uang Receh Yang Sangat Penting ini...nantikan lanjutannya di UANG RECEH YANG SANGAT PENTING PART III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://salesmanjogja1.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34573931-162820586096132431?l=salesmanjogja1.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BX3BBDmn6PV254OZeBkeN-51pZY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BX3BBDmn6PV254OZeBkeN-51pZY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BX3BBDmn6PV254OZeBkeN-51pZY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BX3BBDmn6PV254OZeBkeN-51pZY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/Nmma/~4/ft4-bVwzGOM" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/Nmma/~3/ft4-bVwzGOM/uang-receh-yang-sangat-penting-part-ii_26.html</link><author>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">9</thr:total><feedburner:origLink>http://salesmanjogja1.blogspot.com/2008/11/uang-receh-yang-sangat-penting-part-ii_26.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34573931.post-1153686677854701166</guid><pubDate>Fri, 21 Nov 2008 14:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-21T06:48:45.910-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Serba Serbi</category><title>Contoh Proposal Usaha - Cara Menghitung Proyeksi Usaha Kecil</title><description>Memenuhi permintaan dari beberapa teman yang di layangkan ke kami via email berikut saya postingkan contoh perhitungan proyeksi usaha kecil.&lt;br /&gt;Sudah barang tentu Postingan ini jauh dari kenyataan mengingat situasi perekonomian yang sangat terpengaruh dengan situasi Global sehingga bisa jadi bahan baku , bahan pendukung berubah setiap hari.&lt;br /&gt;Namun demikian hal ini tidak akan mempengaruhi jiwa wirausaha kita karena paling tidak memberikan gambaran bagaimana kita mulai berusaha.&lt;br /&gt;Untuk itu Postingan ini sengaja kami dahulukan dari "UANG RECEH YANG SANGAT PENTING PART II"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Strategi Usaha/Bisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Usaha :Usaha Kedai Sandwich (Roti Isi)&lt;br /&gt;Bentuk :Kios/Gerobak Dorong di tempat tempat Strategi Pinggir Jalan&lt;br /&gt;Penjualan :Bagi Hasil&lt;br /&gt;Penjual 30%&lt;br /&gt;Pemilik 70%&lt;br /&gt;Est. Modal/Sandwich :Rp3,000&lt;br /&gt;Est.Harga Jual/Sandwich :Rp5,000&lt;br /&gt;Est Keuntungan Kotor/sandwich :Rp2,000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal Awal &lt;br /&gt;Oven : Rp5,000,000&lt;br /&gt;Rombong/Gerobak( 2 Buah) : Rp6,000,000&lt;br /&gt;Filling Sandwich : Rp4,000,000&lt;br /&gt;Promosi Spanduk,Kartu Nama : Rp1,000,000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total Modal Awal : Rp16,000,000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ongkos Rutin Bulanan &lt;br /&gt;Gas Elpiji (u 2 Tabung) : Rp110,000&lt;br /&gt;Kemasan : Rp300,000&lt;br /&gt;Saus,Cabe,Mayonnaise,Mentega : Rp250,000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total Ongkos Rutin : Rp660,000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Estimasi Pemasukan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Setiap Kios di Proyeksikan bisa &lt;br /&gt;menjual 50 Sandwich /hari &lt;br /&gt;-Dalam 1 bulan hari kerja dihitung &lt;br /&gt;20 hari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Berarti Proyeksi penjualan/bulan &lt;br /&gt;20 hari x 50 x2 = 2000 sandwich &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laba Kotor Per Bulan &lt;br /&gt;Rp.2000,- X 2000 &lt;br /&gt;Rp.4.000.000,- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan bersih per bulan : Laba Kotor - Ongkos bulanan&lt;br /&gt;Rp3,340,000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://salesmanjogja1.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34573931-1153686677854701166?l=salesmanjogja1.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2u19Mb346mIk5R1I6axEhKWUOG0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2u19Mb346mIk5R1I6axEhKWUOG0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2u19Mb346mIk5R1I6axEhKWUOG0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2u19Mb346mIk5R1I6axEhKWUOG0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/Nmma/~4/4AxFiFqzsWc" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/Nmma/~3/4AxFiFqzsWc/contoh-proposal-usaha-cara-menghitung.html</link><author>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://salesmanjogja1.blogspot.com/2008/11/contoh-proposal-usaha-cara-menghitung.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34573931.post-2379367713403032943</guid><pubDate>Tue, 18 Nov 2008 17:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-20T03:16:49.671-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Serba Serbi</category><title>Uang receh yang sangat penting</title><description>Postingan kali ini mungkin sekedar joke atau guyon ataupun bahan tertawaan,bagaimana bisa dikatakan penting kalau kalau uang recehan yang hanya 50 , 100, 500, 1.000 rupiah adalah uang yang sangat penting manakala untuk beli kerupuk saja ada warung yang sudah enggak jualan senilai itu.&lt;br /&gt;Namun di balik itu semua ternyata uang recehan itu mengandung nilai yang luar biasa dahsyatnya….&lt;br /&gt;Mau diterusin ceritanya….?   Nah gitu dong…jangan bengong aja kayak anak bego......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Begini ceritanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Pak Anu nyetir mobil sendirian malam malam melewati lampu merah dan berhenti ,tukang ngamen datang ….epyek epyek epyek bawa tutup botol yang udah digepengin minta cepek .&lt;br /&gt;Pak Anu geleng kepala karena enggak ada cepekan…dengan tenangnya tukang ngamen …slereeet… ke Body mobil.&lt;br /&gt;Belum sempat turun keburu tukang ngamen kabur di kegelapan malam…dan lampu hijau nyala…&lt;br /&gt;Pagi hari mobil dibawa ke bengkel ….500 ribu dech…melayang untuk ndepul goresan tutup botol….jadi cepek (baca 100 rupiah ) setara dengan 500 ribu.&lt;br /&gt;Walaupun kita tahu bahwa memberikan atau tidak memberikan cepek ke pengamen itu sah sah saja ,namun realita mengatakan bahwa kondisi demikian kadang dapat menimpa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita lain seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Anu pulang belanja dari pedagang sayur kelilingan …yang bilang yuuuur sayuuuuur…gitu lhoch..&lt;br /&gt;Sampai depan rumah ada Ibu ibu menggendong anak kecil sambil menadahkan tangannya.&lt;br /&gt;Bu Anu Cuma bilang …” Lewati saja Bu” kepada Ibu peminta minta tersebut sambil ngeloyor masuk rumah.&lt;br /&gt;Sejam kemudian Bu Anu Keluar rumah untuk menjemput anaknya yang pulang sekolah …jadi kaget.&lt;br /&gt;Pot Bunga dihalaman seharga 50 ribu udah raib enggak tahu rimbanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau cerita cerita itu mah udah sering kita dengar dari a’ak,teteh,Mas,Mbakyu,Pakde Bude,Om dan tante….itu cerita biasa dan kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin cerita dibawah ini akan menjadi pelajaran buat kita bersama terutama kita kita ini yang bekerja di departemen pemasaran ….maksudnya Salesman gitu loh kok muter muter sih….…sok pakai kata kata departemen segala  (Maklum blog ini khan cerita tentang dunia Salesman…..he he he???).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si X bekerja sebagai salesman di sebuah perusahaan Consumer Good ( bahasa ndesonya kelontong , bahan kebutuhan sehari hari atau apalah yang dibutuhkan orang ….)&lt;br /&gt;Hari itu dia datang ke toko A yang memesan 6 item produk dengan nilai total setelah dikurangi diskon seharga 351.050 rupiah, karena baik hati dan tidak sombong Si Salesman X  mau saja di bayar 351.000 rupiah pikirnya …ah hanya 50 rupiah saja.&lt;br /&gt;Setelah Toko A dia melanjutkan ke Toko B,C,D….dan seterusnya sampai toko ke 30 sesuai dengan target kunjungannya.&lt;br /&gt;Sudah menjadi kebiasaan seorang Pemasar yang kurang teliti terhadap selisih tagihan yang relative kecil maka Si X pun akan memberlakukan sama dengan Toko A tadi ….ah Cuma segitu…keciiiilll.&lt;br /&gt;Tiba gilirannya akhir bulan Si X jadi bingung terjadi selisih antara uang setoran dengan sisa barang yang harus dikembalikan.Si X harus nombok setoran sejumlah 37.500 rupiah…..bagaimana ini bisa terjadi…??&lt;br /&gt;Begini Man….&lt;br /&gt;Andai saja setiap nota penjualan ia selalu selisih (rugi)  katakanlah 50 rupiah saja maka dalam satu hari saja Salesman akan merugi sejumlah 1.500 rupiah bagiamana dengan satu bulan.&lt;br /&gt;Dengan asumsi hari kerja satu bulan adalah 25 Hari kerja maka total Rugi bulan itu adalah 1.500 kali 25 hari atau sebesar 37.500 rupiah.&lt;br /&gt;Bagaiman kalau perusahaan itu memilki Salesman sejumlah 20 orang ….?&lt;br /&gt;Ya kalikan saja dengan 20 orang ….berarti dalam bulan itu Perusahaan rugi senilai 37.500 dikalikan jumlah Salesman 20 orang atau senilai 750.000 rupiah………ooowwww.. bisa buat beli TV 14 Inch Man…&lt;br /&gt;Bagaimana dengan dengan satu tahun….ya. ..750.000 kali 12 bulan alias 9.000.000.  rupiah…..We lha dalah….gedhe khan….???&lt;br /&gt;Lha bagaimana kalau selisihnya adalah 100 rupiah…..kalikan sendiri dong….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begini pepatah Jawa mengatakan Kriwikan dadi Grojogan…..&lt;br /&gt;Maka jangan heran kalau ada seorang Supervisor pontang panting menyelamatkan masalah ini ….pusing….pusing…&lt;br /&gt;Curiga sama si X, si Y …dst. Jangan jangan uangnya di pakai si ini si itu….Padahal ini adalah kesalahan bersama yang tidak di sadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen mencari kambing putih …eh hitam….. untuk membereskan masalah ini padahal mereka sebenarnya ikut andil . mengapa…?&lt;br /&gt;Karena kadang mereka enggak mau bikin konsep atau aturan main untuk perkara yang sepele itu…..serta enggak mau mengkontrol sedari awal .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana mengatasi hal ini….tunggu postingan saya berikutnya .&lt;a href="http://www.blogger.com/simbahe.sales@gmail.com"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://salesmanjogja1.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34573931-2379367713403032943?l=salesmanjogja1.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7a5ScRbEJ0oQc5uDgj12JV77rQ0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7a5ScRbEJ0oQc5uDgj12JV77rQ0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7a5ScRbEJ0oQc5uDgj12JV77rQ0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7a5ScRbEJ0oQc5uDgj12JV77rQ0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/Nmma/~4/wTDOC6YqoU8" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/Nmma/~3/wTDOC6YqoU8/uang-receh-yang-sangat-penting.html</link><author>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://salesmanjogja1.blogspot.com/2008/11/uang-receh-yang-sangat-penting.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34573931.post-7885258896139754936</guid><pubDate>Mon, 17 Nov 2008 13:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-24T04:35:35.318-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Serba Serbi</category><title>Bikin NPWP Pribadi</title><description>Sudah lama sekali saya tidak meng-update Blog ini , kerjaan yang menyita waktu dan Pikiran itulah alasannya ….( ah klasik banget sih….barangkali malah dibuat buat he he…!! )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keberanian yang luar biasa ( yach …..masalahnya kalau untuk bikin tulisan di blog ini perlu perenungan yang mendalam sich …ah sok serius ) saya coba menulis kembali walaupun debu debu ,ngengat ,rayap kutu buku udah mulai menggerogoti Blog yang sudah kusam ini ( emangnya buku tua peninggalan belanda….!!!)&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yang saya ceritakan ya udah barang tentu kaitannya dengan pekerjaan walaupun mungkin tidak langsung…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah pengalaman pribadi …tentang membuat NPWP Pribadi Ceritanya begini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu ada email dari kantor pusat untuk membikin NPWP pribadi mumpung ada program Sunset Policy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar program Sunset Policy terbersit dalam benak saya,… ah…. ini jangan jangan menjadi boomerang buat kita kita ini yang sebagai karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya coba browsing di sini , mantap dech saya untuk segera ndaftar NPWP Pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Pertama tama yang saya lakukan adalah bekunjung di webnya kantor pajak &lt;a href="http://ereg.pajak.go.id/ereg/wp/Login.do"&gt;http://ereg.pajak.go.id/ereg/wp/Login.do&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Buat account baru (karena saya enggak punya account alias baru pertama kali), buat user Id &amp;amp; password.&lt;br /&gt;Gimana bikin accountnya….ya..sama dengan kalau kita bikin account email ..gitu loch&lt;br /&gt;Tulis nama ,alamat dll ….gampang dech.&lt;br /&gt;3.Langkah selanjutnya tutup window kembali ke webnya pajak …nah login dengan username dan id yang telah kamu daftarkan tadi.&lt;br /&gt;4.Kamu akan mendapatkan form yang perlu di isi,jikalau kamu untuk pribadi ya klik pribadi ,sedangkan yang lain kosongkan saja.&lt;br /&gt;5. Lalu submit form (online)&lt;br /&gt;6. Setelah form terkirim, kita akan mendapatkan no. NPWP sementara yang berupa lebaran form,serta form pendaftaran yang berisi data kamu serta kantor wilayah mana yang ditunjuk untuk menerbitkan Kartu NPWP&lt;br /&gt;7. Silahkan print nomor NPWP sementara dan dokumen tersebut&lt;br /&gt;9. Bawa dokumen &amp;amp; no NPWP sementara - yang sudah di print tersebut ke kantor pajak yang ditunjuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tukarkan Kartu NPWP Asli pada petugas pelayanan&lt;br /&gt;Proses penukaran dengan Kartu NPWP sangat singkat kira kira 7 menit ( ini benar benar saya hitung mengunakan jam tangan)&lt;br /&gt;Sangat singkat bukan…..? padahal dibenak saya pertama masuk kantor pajak saya kepikiran akan bertemu Bapak bapak yang bertampang serem dengan tanya macem macem.&lt;br /&gt;Eh malah ketemu mbak mbak yang sangat ramah dan sangat membantu kelancaran proses …waduh malu sendiri nih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kenapa mesti takut mendaftarkan NPWP pribadi….?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://salesmanjogja1.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34573931-7885258896139754936?l=salesmanjogja1.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8Nw6N3F0KwhAeu2xmeiBsJ5zu9g/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8Nw6N3F0KwhAeu2xmeiBsJ5zu9g/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8Nw6N3F0KwhAeu2xmeiBsJ5zu9g/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8Nw6N3F0KwhAeu2xmeiBsJ5zu9g/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/Nmma/~4/F0HiH2kva-s" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/Nmma/~3/F0HiH2kva-s/bikin-npwp-pribadi_17.html</link><author>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://salesmanjogja1.blogspot.com/2008/11/bikin-npwp-pribadi_17.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34573931.post-1742363965720229267</guid><pubDate>Mon, 19 May 2008 14:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-17T05:10:11.172-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivasi</category><title>Untuk Meningkatkan Kinerja Team</title><description>Berikut petikan dari Blog tentang bagaimana meningkatkan Kinerja Salesforce :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. SET DAILY GOALS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Set daily goals for yourself for more efficient time management.&lt;br /&gt;Divide your goals into multi categories – like how many clients you have to meet each day or week.&lt;br /&gt;What is the minimum target you must achieve daily and weekly to fulfil your month-end goal.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. BE INNOVATIVE &amp;amp; FLEXIBLE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There is no fixed approach to garnering sales. A sales profesional has to be innovative and flexible.&lt;br /&gt;Meeting your clients demands may be a daunting task, but if you can exceed their expectations, you will increase your chances of closing a deal.&lt;br /&gt;Find out what your clients want by meeting them and discussing ideas.&lt;br /&gt;This gives you a better picture of their demands, and enabling you to come up with creative ideas to meet their needs and win their favour&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 UP GRADE YOUR PRODUCT KNOWLEDGE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is important to have in-depth and precise knowledge of theproducts you are selling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If your knowledge is superficial, then your chance of closing a deal is close to zero.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be familiar with your competitors range of products and services will also given you a competitive edge as you will be able to help your clients make comparisons and inspire confidence in your products.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.IMPROVE YOUR SALES KNOWLEDGE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upgrading your sales techniques and knowledge by attending workshop and reading related articles are ways to improve your selling skills.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ask your colleaques how you can improve your skiils and sales approach, learn from previous experience.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.FOCUS ON YOUR CUSTOMER NEEDS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Always ask your self what benefits you can offer tour customer if they choose to close a deal with you rather than with other sales agents.&lt;br /&gt;If possible, try to get the extra mile for your clients as it shows your sincerity in working with them&lt;br /&gt;Little gestures will definitly help in closing a deal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. GOOD SERVICE - GOES A LONG WAY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;People pay for your products/services because they believe that you will provide excellent customer service.&lt;br /&gt;Make an effort to contact your client after the sales to collect feedback on the products and services, and see if there is anything else you can do to help.&lt;br /&gt;Remember that your job as a SF doesn’t end after your client has signed the invoice.&lt;br /&gt;If your client is impressed with your product, he might even introduce more customers to you.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://salesmanjogja1.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34573931-1742363965720229267?l=salesmanjogja1.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/q_tGCGUFEzYajIRPQ20_R38v2zY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/q_tGCGUFEzYajIRPQ20_R38v2zY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/q_tGCGUFEzYajIRPQ20_R38v2zY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/q_tGCGUFEzYajIRPQ20_R38v2zY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/Nmma/~4/mz7xQB_Zo60" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/Nmma/~3/mz7xQB_Zo60/untuk-meningkatkan-kinerja-team_5761.html</link><author>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://salesmanjogja1.blogspot.com/2008/05/untuk-meningkatkan-kinerja-team_5761.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34573931.post-6716454752687104287</guid><pubDate>Wed, 07 May 2008 15:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-17T05:14:39.920-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Curhat</category><title>Kegelisahan Seorang Pemasar</title><description>Selasa 6 Mei 2008 Kompas memberitakan bahwa Harga BBM akan naik menyitir  hasil Keputusan rapat terbatas Kabinet yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan palu godam yang memang sudah disiapkan untuk memukul Gong Kesulitan Ekonomi yang segera datang dengan segala keruwetannya.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua tahu bahwa kenaikan BBM ini tidak mungkin dielakan mengingat kondisi Harga BBM dunia yang dari waktu ke waktu mengalami kenaikan yang cukup significant.&lt;br /&gt;Kenaikan BBM dunia ini bahkan diprediksikan mencapai $ 200 per barrel sampai dengan akhir tahun 2008 , sungguh peristiwa ini akan membuat sebagian orang mengalami kesengsaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bahan perbandingan dengan asumsi harga minyak Dunia $ 95 saja APBN-P telah mengalokasikan dana sebesar Rp.126,82 triliun dan Dana  Cadangan Rp.18,3 triliun bagaimana jika Harga BBM menjadi $ 200 per barrel  tentu saja dua kali lipat dari yang dianggarkan sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa Kami Tenaga Pemasar ini mesti gelisah :&lt;br /&gt;Jawabnya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Biaya Distribusi akan meningkat ,yang paling sederhana adalah biaya transportasi.&lt;br /&gt;2.Daya Beli Masyrakat akan turun karena alokasi pendapatan Masyarakat lebih kepada kebutuhan pokok.&lt;br /&gt;3.Biaya Produksi akan meningkat seiring peningkatan biaya BBM&lt;br /&gt;4.Harga Produk yang dijajakan meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Pemasar yang bekerja atas dasar target sudah barang tentu  kenaikan BBM mempersulit ruang geraknya untuk mengoptimalkan penjualan karena alasan alasan tersebut diatas ,sementara itu untuk menutup ongkos disana sini dan dalam rangka mengejar pertumbuhan target akan dipasang optimal .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan adalah mampukah kami mencapai target penjualan , hanyalah waktu yang akan menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa persiapan memang telah kami lakukan menyongsong kesulitan ekonomi ini, seperti melakukan eksplorasi ke area sub urban dan rural , menjaga soliditas team, kolaborasi dengan pihak sub distributor , peningkatan SDM dengan training yang intensif dan kontinyu , proaktif terhadap customer , promo event yang gencar dan masih banyak lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian kegamangan masih menyelimuti ,rasa was was selalu menghantui dan khawatir yang berlebihan selalu ada setiap hari ini semua tak lepas dari rasa Tanggung Jawab kami terhadap nasib rekan rekan kerja,Customer, Pemegang Saham , Pemilik ,Rekanan beserta keluarganya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya sambil tetap berusaha keras untuk mempertahankan biduk kapal untuk melaju dengan kencang dan benar kami hanya berserah diri kepada Nya sambil berharap agar badai yang namanya kesulitan ekonomi yang sebentar lagi datang (atau mungkin sudah) dapat kita lalui dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://salesmanjogja1.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34573931-6716454752687104287?l=salesmanjogja1.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fgPdxCzsa19ktcFp6mtjXj17K9Q/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fgPdxCzsa19ktcFp6mtjXj17K9Q/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fgPdxCzsa19ktcFp6mtjXj17K9Q/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fgPdxCzsa19ktcFp6mtjXj17K9Q/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/Nmma/~4/UcdESOhc5OI" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/Nmma/~3/UcdESOhc5OI/kegelisahan-seorang-pemasar.html</link><author>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total><feedburner:origLink>http://salesmanjogja1.blogspot.com/2008/05/kegelisahan-seorang-pemasar.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34573931.post-6114763944506975761</guid><pubDate>Thu, 01 May 2008 13:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-17T05:15:56.468-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Strategi</category><title>Saatnya Pemasar mengambil keputusan dramatis</title><description>Sabtu jam 18:30 tanggal 10 maret 2008 saya melihat tayangan berita mengenai kenaikan harga minyak mentah dunia yang menembus di level $ 117 perbarel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang bergelut didunia Sales saya merasa prihatin terhadap masalah ini, belum lagi krisis di Amerika (subprime Mortgage) yang belum terlihat membaik berita tersebut seakan lonceng krisis ekonomi yang dahsyat segera didentangkan.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kurang juga Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono prihatin dengan Kondisi ini.&lt;br /&gt;Beberapa alasan yang membuat saya prihatin adalah kenaikan BBM ini akan menyulut kenaikan produk produk lain yang menggunakan Energi Fosil ini sebagai bagian dari faktor produksi , sektor transportasi akan mengalami biaya tinggi akibat belum optimumnya pengganti BBM ini.&lt;br /&gt;Sudah barang tentu kenaikan kenaikan harga tersebut membuat daya beli masyarakat menjadi tertekan dan lebih mementingkan kebutuhan primer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemasar produk produk yang bisa dikatakan bukan kebutuhan dasar keresahan ini selalu terbayang dimata,bagaimana konsumen mampu membeli produk yang kita pasarkan sementara yang saat ini terjadi adalah konsumen lebih mementingkan kebutuhan dasar dalam rangka safety menghadapi situasi yang cukup meprihatinkan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi sebuah dilema tersendiri menghadapi situasi yang sangat sulit ini apabila kita masih mengikuti pakem pakem konvensional pemasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka survival akan bisnis , sudah selayaknya kita perhatikan kebutuhan dasar (konsumen) apa yang masih dapat kita raih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kejelian seorang pemasar yang handal ditengah badai yang segera menghantui kita, tidak cukup dengan diskon diskon , potongan potongan harga yang menggiurkan,namun juga mencari celah celah survival dengan memasarkan produk yang paling tidak masih dapat diterima konsumen dengan kondisi ekonominya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa benar diskon diskon , potongan potongan harga akan mampu menolong arus kas dalam jangka pendek,namun yang menjadi pertanyaannya bagaimana dengan jangka panjang..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kita tidak hanya berbisnis sesaat , kita berbisnis adalah long term , benar bahwa setelah krisis ini berakhir mungkin kita dapat berbisnis secara normal , namun yang menjadi pertanyaan kapankah hal itu berakhir...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya Pemasar mengambil keputusan yang dramatis , dengan menjual produk produk yang dapat diterima konsumen dalam situasi kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemborosan disana sini perlu segera di tambal , penyakit penyakit dalam organisasi segera di obati atau dipangkas sekalian , kejelian melihat peluang pasar segera di kembangkan dan ini akan menjadi khasanah tersendiri , saatnya seluruh potensi di kerahkan untuk menjaga arus Kas, semua fokus pada penjualan , intrik intrik di organisasi segera di redam , berikan pengertian kepada seluruh organisasi atas situasi ini dan para pemimpin dalam organisasi harus satu visi dalam rangka menjaga kestabilan Perusahaan agar mampu menembus badai ekonomi yang segera tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua berharap badai ekonomi ini tidak terjadi,namun sebagai tindakan preventif tidak ada salahnya hal ini dilakukan mengingat tanda tandanya sudah ada di depan mata&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://salesmanjogja1.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34573931-6114763944506975761?l=salesmanjogja1.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/npyy9n52euuF9wZTDaRuUA3uLW0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/npyy9n52euuF9wZTDaRuUA3uLW0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/npyy9n52euuF9wZTDaRuUA3uLW0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/npyy9n52euuF9wZTDaRuUA3uLW0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/Nmma/~4/Emz6YnuZ2B4" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/Nmma/~3/Emz6YnuZ2B4/saatnya-pemasar-mengambil-keputusan.html</link><author>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://salesmanjogja1.blogspot.com/2008/05/saatnya-pemasar-mengambil-keputusan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34573931.post-896290789076827989</guid><pubDate>Sun, 09 Mar 2008 15:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-17T05:45:24.495-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivasi</category><title>Everyone is a salesperson...?</title><description>Sebuah ungkapan yang menarik, berikut kami petikan tulisan dari Blog yang menurut kami sangat baik untuk di simak bagi kalangan salesperson.  &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Who is a salesperson? The correct answer is EVERYONE! We are always presenting (selling) ourselves, our ideas or our opinions in every conversation that we have. If we are presenting our feelings, it is usually done in such a way as to solicit a desired response (e.g., happiness, empathy, sadness, compassion, etc.). We have been doing this all of our lives, and it is a natural part of our daily routine. Once this is understood, the thought of having to sell something to someone should be a little less frightening.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Menarik bukan..?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berikut petikannya lagi :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;em&gt;When someone buys something they are usually happy and excited about it. When you get into the basics of selling, it is very important for you to understand exactly how someone buys something. This is a lot easier than it sounds. To understand how, you simply have to ask yourself a question: How do you buy the things that you buy? I'm not talking about the necessities or impulse items, I'm talking about anything that you have ever purchased which cost you over $1,000&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Anda tertarik untuk mempelajari ....silakan kunjungi situs yang membahas mengenai Salesmanship dengan &lt;a href="http://thesalesman-girl.blogspot.com/"&gt;Mengklik Disini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selamat belajar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://salesmanjogja1.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34573931-896290789076827989?l=salesmanjogja1.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/oA76zZYYjq96VodvsQiK0Ck3cL0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/oA76zZYYjq96VodvsQiK0Ck3cL0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/oA76zZYYjq96VodvsQiK0Ck3cL0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/oA76zZYYjq96VodvsQiK0Ck3cL0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/Nmma/~4/conLwOVpLow" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/Nmma/~3/conLwOVpLow/everyone-is-salesperson.html</link><author>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://salesmanjogja1.blogspot.com/2008/03/everyone-is-salesperson.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34573931.post-812438298614787095</guid><pubDate>Thu, 28 Feb 2008 20:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-17T05:23:57.120-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Serba Serbi</category><title>Situs Yang menarik</title><description>Anda mungkin tertarik dengan situs situs dibawah ini,walaupun kelihatannya adalah suntingan dari majalah namun sangat menarik bagi pemerhati masalah masalah Sosial Ekonomi.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://anything-aboutpost.blogspot.com/2008/02/global-brands-scorecard-2007.html"&gt;The Global Brand Scoredcard 2007&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://anything-aboutpost.blogspot.com/2008/02/worlds-most-innovative-companies.html"&gt;The World's Most Innovative Companies&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://anything-aboutpost.blogspot.com/2008/02/top-10-economic-predictions-for-2008.html"&gt;Top-10 Economic Predictions for 2008&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://anything-aboutpost.blogspot.com/2008/02/best-compannies-to-work-for-2008.html"&gt;Best Compannies To Work For 2008&lt;/a&gt;&lt;a href="http://anything-aboutpost.blogspot.com/2008/02/worlds-most-innovative-companies.html"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://anything-aboutpost.blogspot.com/2008/02/person-of-year.html"&gt;Person of The Year 2007&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://anything-aboutpost.blogspot.com/2008/02/runner-up-person-in-year-2007.html"&gt;Runner up Person in the Year 2007&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://anything-aboutpost.blogspot.com/2008/01/top-ten-finalists-world-car-awards-2008.html"&gt;Top Ten Finalists - World Car Awards - 2008&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://anything-aboutpost.blogspot.com/2008/02/top-sixteen-lies-of-ceos.html"&gt;The Top Sixteen Lies of CEOs&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Selamat membaca dan menikmatinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://salesmanjogja1.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34573931-812438298614787095?l=salesmanjogja1.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rYthb14KE5iB8HzJPNdz2h4MM7s/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rYthb14KE5iB8HzJPNdz2h4MM7s/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rYthb14KE5iB8HzJPNdz2h4MM7s/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rYthb14KE5iB8HzJPNdz2h4MM7s/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/Nmma/~4/7uzzYVOw1CU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/Nmma/~3/7uzzYVOw1CU/situs-yang-menarik.html</link><author>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://salesmanjogja1.blogspot.com/2008/02/situs-yang-menarik.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34573931.post-355991032778200257</guid><pubDate>Sun, 17 Feb 2008 17:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-17T05:25:28.499-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivasi</category><title>Meningkatkan Kinerja Team Yang Turun</title><description>Seorang kepala wilayah penjualan sedang dibuat pusing dengan penjualan yang terus menerus turun di tahun tahun belakangan ini.&lt;br /&gt;Dia ingin tahu apa sebab yang mengakibatkan terjadinya penjualan yang merosot drastis,apakah ini juga akibat dari Kredit Perumahan di Amerika Sono yang mengalami kemacetan sehingga dampak resesi global mulai nyata di depan mata dan berdampak di wilayahnya.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sejenak berfikir,lalu membuka buka halamam Koran,membuka internet untuk mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi, PAD serta APBD di Wilayah daerahnya yang mungkin suatu kali bisa dijadikan alasan untuk para Bosnya bila di tanya suatu saat.&lt;br /&gt;Semua berjalan normal normal saja bahkan APBD yang ada di wilayah penjualannya tergolong paling tinggi diantara wilayah wilayah lain.&lt;br /&gt;Lalu membuka data penjualan di wilayah lain yang mungkin tergolong wilayah kurang mampu dibanding wilayahnya,alangkah terkejutnya ternyata wilayah lain penjualan melaju dengan pesat dengan tingkat pertumbuhan tinggi dan yang pasti penjualan sudah melebihi separuh penjualan di wilayahnya.&lt;br /&gt;Sejarah penjualan menunjukan bahwa dari dulu sebenarnya total penjualan di wilayah yang sekarang di pegangnya adalah 40%-50% dari total penjualan Nasional,bahkan untuk Perusahaan lain bisa lebih tinggi dari angka tersebut.&lt;br /&gt;Apa yang salah dengan kejadian ini,dia berfikir,berfikir dan berfikir terus untuk memecahkan persoalan yang rumit bahkan persoalan ini adalah menyangkut Hajat Hidup pegawai di lingkungan kantor wilayahnya.&lt;br /&gt;Kejadian seperti ini sangat mungkin terjadi di tempat kerja kita dan bahkan mungkin sudah terjadi.&lt;br /&gt;Tindakan apa yang akan dilakukan seorang kepala wilayah penjualan melihat hal ini terjadi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Analisa Permasalahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa permasalahan harus dilakukan secara menyeluruh dan bersifat holistic (keterkaitan) meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Struktur Organisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apakah dalam organisasinya memungkinkan seorang kepala bagian menjadi Raja Kecil yang tidak mau tunduk terhadap aturan main Wilayah atau bahkan Nasional yang pada akhirnya justru sangat kontra produktif&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Budaya Organisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apakah budaya organisasi menjadikan orang orang hanya peduli dengan pekerjaannya saja dan tidak peduli akan nasib Perusahaannya (sense of belonging)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Sumber Daya Manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apakah Sumber Daya yang ada memenuhi Kwalifikasi menjadi Karyawan yang Profesional&lt;br /&gt;Yang perlu di ketahui Seorang Profesional bukan seorang yang Workaholic namun seorang yang bekerja penuh dengan perhitungan,efisien,efektif,penuh ide,tuntas berorientasi pada PROSES dan HASIL sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Standart Operasional Procedure (SOP&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;Apakah Standart operasional procedure sudah ditata mengikuti garis kebijaksanaan Perusahaan dengan memperhatikan kemampuan SDM yang ada.&lt;br /&gt;Apakah para kepala bagian mampu menterjemahkan SOP ini dengan bahasa yang awam (umum) yang akhirnya bisa di terapkan di sub ordinatnya dengan simple,mudah dan tidak kaku.&lt;br /&gt;Dan apakah juga kepala wilayah ini mampu memberikan guidance serta menjadikan SOP ini adalah menjadi Nadi bagi keseluruhan Proses di wilayahnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Kebijakan Perusahaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apakah kebijakan perusahaan secara Nasional mempengaruhi wilayahnya sehingga menyulitkan Pemimpin wilayah untuk mengambil tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Action/Tindakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Kepala wilayah telah menganalisa permasalahan yang terjadi maka sudah waktunya sebelum terlambat untuk melakukan tindakan tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila menyangkut masalah organisasi dimana para kepala bagian bekerja sendiri sendiri dan sangat kontra produktif terhadap wilayah maka langkah yang diambil adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ajak diskusi para kepala bagian untuk ikut membantu Wilayah agar Goal&lt;br /&gt;tercapai dimana kepala bagian diharuskan untuk tidak bekerja sendiri sendiri di area kerjanya .&lt;br /&gt;Berikan mereka gambaran mengenai bisnis di wilayah kerja apabila bekerja dengan cara mereka sendiri dan tidak berfikir wilayah maka lambat laun akan mengalami kemunduran.&lt;br /&gt;Berikan tenggat waktu untuk melakukan perubahan,sebab seperti yang kita ketahui merubah paradigma adalah suatu pekerjaan yang sangat sulit butuh waktu dan tenaga ekstra.&lt;br /&gt;- Apabila cara pertama tidak mempan maka sudah selayaknya melakuan Reorganisasi dengan cara radikal dimana Kepala Bagian yang tidak kooperatif langsung diganti dengan yang kooperatif.&lt;br /&gt;Kooperatif disini bukan berarti yesman namun mereka yang memberikan kontribusi,kadang ada kepala bagian yang kritis namun selama yang bersangkutan memberikan kontribusi yang positif justru yang seperti ini yang diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya Kompetisi diantara Karyawan memang membuat suatu organisasi menjadi dinamis namun kadang justru membuat organisasi kurang produktif.&lt;br /&gt;Contohnya dalam penyusunan budget sales.&lt;br /&gt;Apabila dalam penyusunan budget itu para kepala wilayah benar benar mengetahui bisnisnya dimana yang bersangkutan memiliki data base penjualan yang akurat,memahami dinamika bisnis yang baik,memiliki intuisi bisnis yang andal maka sudah barang tentu tidak menjadi masalah.&lt;br /&gt;Celakanya para kepala wilayah hanya bersandar pada history Man to Man maka yang terjadi adalah data yang bias.&lt;br /&gt;Misalnya saja FieldForce (FF) A bekerja di area 1 dengan history sales average 50 juta/tahun sementara seiring waktu wilayah kerja FF A telah tumbuh Mega Grosir,dengan demikian sudah barang tentu cara penyusunan budget tidak bisa bersandar pada History namun lebih kepada History + Kesempatan Pasar.&lt;br /&gt;Akan celaka kalau kita memberikan Budget misalnya hanya Average Sales ditambah angka pertumbuhan ekonomi secara nasional,maka yang terjadi adalah begitu Omset yang telah di perolehnya masuk 100% maka sisa Surat Pesanan barang masuk laci untuk bulan berikutnya,atau mungkin sang FF tidak melakukan kunjungan kerja ke areanya dengan seribu alasan.&lt;br /&gt;Jikalau Omset wilayah baik baik saja mungkin tidak menjadi masalah namun apabila sedang dalam masa kritis hal ini sungguh sangat membahayakan bagi team.&lt;br /&gt;Apabila mendapatkan persoalan menyangkut budaya kompetisi yang tidak produktif maka yang harus dilakukan seorang kepala wilayah adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Merubah budaya kompetisi menjadi budaya kekeluargaan,ajaklah para kepala bagian dan FF duduk bersama untuk memikirkan jalan keluar dari persoalan ini.&lt;br /&gt;- Rubahlah cara menyusun budget dari per individu menjadi budget team wilayah,bukan team kepala bagian.&lt;br /&gt;- Budget disusun berdasarkan kesempatan ,tidak hanya berdasar history saja&lt;br /&gt;- Untuk itu setiap FF diberikan lembar kerja yang fungsinya untuk memetakan kemampuan sales di areanya,sehingga tersusunlah rencana (Plan) omset mereka masing masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan Sumber Daya Manusia biasanya menjadi persoalan Klasik yang menjadi pembenar atau alasan ketidak mampuan team dalam menyikapi perubahan,padahal yang sebenarnya terjadi adalah ketidak mampuan kita dalam melakukan Rekrutmen,melatih dan mengembangkan orang.&lt;br /&gt;Sialnya kita sudah kadung memiliki SDM peninggalan masa lalu yang memakai paradigma lama dalam berfikir bertindak dan bekerja, mustikah kita berpangku tangan menyesali keadaan.&lt;br /&gt;Jawabnya tentu tidak,langkah berani harus diambil untuk menyikapinya dimana Kantor pusat harus memberikan dukungan yang penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ajaklah para Kepala Bagian dan FF untuk membicarakan masalah ini,biasanya yang menjadi permasalahan bukan masalah teknis namun lebih pada attitude/Sikap mental mereka dalam bekerja.&lt;br /&gt;- Berikan mereka pelatihan yang intensif kontinyu serta berkesinambungan untuk mengembangkan diri.serta reward yang layak.&lt;br /&gt;- Ajaklah mereka untuk membuat komitmen komitmen Pribadi dan mematuhinya.&lt;br /&gt;- Bila memang sudah susah sekali di atur berikan mereka hak hak yang pantas agar tidak menjadi permasalahan ketenagakerjaan bila memang harus terjadi pemutusan hubungan kerja&lt;br /&gt;Namun cara ini hendaknya dilakukan untuk yang terakhir kali bila upaya upaya perbaikan tidak bisa di lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standart Operasional Procedure disusun agar langkah kita dalam dalam bekerja menjadi lebih terarah,teratur,termonitor,serta terukur.&lt;br /&gt;Namun yang terjadi SOP bukan seperti yang diharapkan namun lebih sekedar rutinitas belaka,SOP bukan menjadi urat nadi proses bekerja namun menjadi kertas kertas sampah yang tidak berguna.&lt;br /&gt;Hal ini dimungkinkan karena SOP tidak simple,bertele tele,kaku,serta tidak mudah di implementasi.&lt;br /&gt;Bila yang terjadi seperti itu maka yang wajib di lakukan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ajak para kepala bagian dan FF untuk belajar menyikapi SOP&lt;br /&gt;- Berikan Guidence SOP itu agar mudah di cerna oleh all team,terjemahkan dalam bahasa yang awam hingga mudah di implementasi.&lt;br /&gt;- Bila perlu Pergunakan perangkat teknologi informasi agar mudah di kerjakan dengan cepat dan akurat.&lt;br /&gt;- Berikan Reward yang memadai bila ada anggota team yang telah melaksanakan SOP dengan baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala wilayah penjualan diharapkan mampu menjadi negoisator yang andal dalam rangka menyikapi Kebijakan Perusahaan.&lt;br /&gt;Kepala Wilayah harus mampu meyakinkan kepada Kantor pusat apabila ingin membuat Project Project khusus didaerahnya dalam rangka melakukan development wilayah supaya bisa berkembang,tidak menunggu namun menjemput bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide ide segar inovasi inovasi baru serta di timpali eksekusi yang cantik harus tetap di gulirkan apabila ingin tetap di perhatikan oleh perusahaan.&lt;br /&gt;Berikan masukan yang positif ke Kantor pusat agar dapat diambil kebijakan yang memihak pada semua pihak dilingkungan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Akhirnya Leadership yang andal,didukung organisasi yang solid dengan budaya peduli terhadap “Goal Team”, dimana dalam organisasi tersebut penuh dengan sumber sumber daya kreatif dengan attitude yang baik serta mendapat dukungan penuh dari Perusahaan akan menciptakan sebuah hasil yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Pendapat Anda…?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://salesmanjogja1.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34573931-355991032778200257?l=salesmanjogja1.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4gohVgv_RBwhiYRZW9uPX3ZrPD4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4gohVgv_RBwhiYRZW9uPX3ZrPD4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4gohVgv_RBwhiYRZW9uPX3ZrPD4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4gohVgv_RBwhiYRZW9uPX3ZrPD4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/Nmma/~4/yL6TB4OK3fg" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/Nmma/~3/yL6TB4OK3fg/meningkatkan-kinerja-team-yang-turun.html</link><author>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">8</thr:total><feedburner:origLink>http://salesmanjogja1.blogspot.com/2008/02/meningkatkan-kinerja-team-yang-turun.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34573931.post-4127459860770143879</guid><pubDate>Sun, 17 Feb 2008 17:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-17T05:26:36.855-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Setting Goal</category><title>Cara Membreak-down Target ke Field Force</title><description>Banyak diantara kawan-kawan leader Salesman/Medrep/SalesRep/Sales Eksekutif tidak mampu membuat Breakdown target yang jelas terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;Mereka lebih berdasarkan pada pencapaian history dari pada melihat kesempatan pasar dan potensi pasar.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Maka apabila ditanya oleh Manager Penjualannya jawabannya kira kira begini ” Saya usahakan bulan ini masuk 100% Bos” dan setelah itu yang terjadi adalah dia berfikir ”Aduh bisa enggak ya ” Lebih kacaunya lagi sang Manager percaya begitu saja dan pada akhirnya pada akhir bulan terjadilah akrobat sales yang maha dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya hal ini sah sah saja manakala memang pasar benar benar telah jenuh dengan produk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi nanti dulu...kita musti bertanya dalam diri kita benarkah memang pasar telah jenuh dengan produk kita …? apa itu bukan fatamorgana yang disampaikan salesman/salesrep/medrep/sales eksekutif yang menjadi laporan Leadernya ke Managernya…?.&lt;br /&gt;Dan kalau sang Manager percaya begitu saja maka kita akan melihat panggung pertunjukan di lapangan sepakbola yang sudah mulai dimatikan lampunya, sudah dicopot layarnya,sudah di rubuhkan penyangganya dan esok hari bubar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maukah kita mengikuti drama kehidupan tersebut menimpa perusahaan tempat kita dimana menggantungkan penghasilan untuk anak istri keluarga kita …..? (ini bentuk loyalitas kepada pekerjaan).&lt;br /&gt;Tentu tidak……untuk itu Sang Manager harus pandai menuntun Leader sales/medrep/salesrep/saleseksekutif untuk melihat potensi dan kesempatan pasar .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu caranya…..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Pertama&lt;/span&gt; Agar tidak di berikan Fatamorgana yang negatif maka sang Manager Penjualan harus tahu apa itu pasar,dimana saja potensinya,dimana wilayahnya,kesempatan apa yang harus dilakukan disana,bila perlu sampai detail detailnya.untuk itu Manager harus Turba (turun ke lapangan)Pengetahuan ini selayaknya di teruskan ke pada para leadernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Kedua&lt;/span&gt; Penguasaan terhadap terhadap data base,ini wajib hukumnya karena bagaimana jadinya seorang Manager tidak mempunyai data base Customer maka dia akan diberikan data yang salah dari para anak buahnya…..ujung ujungnya salah dalam mengambil keputusan/tindakan.&lt;br /&gt;Data base ini harus valid,up to date,dan saya menyarankan agar mengunakan Office spreadsheet yang umum umum saja bisa Excel,Open Office spreadsheet dan sebagainya tidak usah beli yang mahal mahal (Maaf ya untuk para pengembang Program …masalahnya ini khan untuk pribadi sang Manager saja) dan data base ini di teruskan ke para Leadernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Ketiga&lt;/span&gt; Mampu mengartikulasikan gagasan,ide,program,motivasi,pelatihan kepada para anak buahnya.&lt;br /&gt;Banyak sekali Manager yang brilian/pandai namun karena tidak mampu menyampaikan ke anak buahnya hasilnya adalah mubadzir alias omong kosong.&lt;br /&gt;Sampaikan dengan jelas ide anda tersebut ke Anak buah anda (Para Leader) untuk segera mengambil tindakan, kita segera akan tahu berapa estimasi sales yang jelas terukur dan dapat di pertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana anda memulainya….?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut langkah langkah membuat Breakdown target atau estimasi target.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Kumpulkan Anak buah anda dalam ruang meeting dan &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;berikan mereka data base Custome&lt;/span&gt;r :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Data langganan b) Track Record Penjualan c) Data Outlet Peserta Program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Berikan mereka &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;format estimasi penjualan&lt;/span&gt; yang isinya meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Estimasi Omset untuk Top Ten outlet/Pareto Outlet (estimasi ini by outlet tidak boleh global)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Estimasi Omset untuk outlet yang ikut program (estimasi ini by outlet tidak boleh global )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Estimasi Others outlet ( estimasi ini by outlet tidak boleh global).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Salesman &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;mengisi estimasi&lt;/span&gt; penjualan per kelompok Outlet sesuai format yang telah Anda bagi,katakan kepada mereka berapa &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;angka proporsional &lt;/span&gt;untuk outlet A misalnya,beri pengertian jangan asal menulis namun sesuaikan dengan kemampuan outlet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Dengan data di tangan anda (Track record Penjualan outlet) &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;ajaklah mereka diskusi sambil bergurau supaya mereka tidak stress&lt;/span&gt;. Tanyakan ke salesman kenapa Outlet A hanya sekian unit,kenapa kok sedikit,kenapa kok banyak,apa yang bisa kita bantu untuk si salesman agar omsetnya di outlet itu bisa optimal terus kita periksa/di petani (bahasa jawa) per outlet. Lamakah kita memeriksa ini …? kalau kita sendiri yang memeriksa ya pasti lama ,untuk itu peran leader di fungsikan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya …..Anda nanti pasti akan kaget (walaupun ini hanya sekedar estimasi) tidak seperti yang mereka katakan kepada anda jauh lebih tinggi dari perkiraan mereka dan terukur untuk itu jangan buang buang waktu lakukan sekarang juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda ingin lebih detail dan membutuhkan format format yang sudah jadi anda bisa kirim email ke :Simbahe_sales@plasa.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Mencoba&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://salesmanjogja1.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34573931-4127459860770143879?l=salesmanjogja1.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/SPBm_mKnv1wpc__y6lcGkLYDeyo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/SPBm_mKnv1wpc__y6lcGkLYDeyo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/SPBm_mKnv1wpc__y6lcGkLYDeyo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/SPBm_mKnv1wpc__y6lcGkLYDeyo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/Nmma/~4/10Nafbi_Pgs" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/Nmma/~3/10Nafbi_Pgs/cara-membreakdown-target-ke-fieldforce.html</link><author>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://salesmanjogja1.blogspot.com/2008/02/cara-membreakdown-target-ke-fieldforce.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34573931.post-1663674787808324938</guid><pubDate>Sun, 17 Feb 2008 17:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-17T05:28:18.223-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Leadership</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Curhat</category><title>Tidak Mudah Menjadi Leader - Pemimpin Yang Ideal</title><description>Dapat diterima oleh semua pihak adalah harapan yang di gantungkan seorang Pemimpin dalam menjalankan tugas sehari hari,baik owner,atasan ,atau sub ordinat sangat berharap bahwa goal yang di bebankan tercapai dengan mulus,clean dan clear.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan dilapangan kadang berbanding terbalik dengan harapan ,sehingga menjadikan banyak pemimpin bimbang dalam menjalankan roda organisasi yang akhirnya salah arah.&lt;br /&gt;Training telah di berikan perusahaan yang kadang bertubi tubi hilang seketika berganti “Intuisi Pribadi”,menurut “Style Pribadi” dan kadang “asal jadi” yang penting dapat membungkusnya dengan laporan indah bak karya Shakespeare .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang di percaya oleh perusahaan/organisasi dalam menjalankan roda organisasi/usaha diharapkan pemimpin memiliki sedikit lebih baik dari sub ordinatnya dalam kecerdasan intelektual ,emosional maupun dalam hal power.&lt;br /&gt;Hal ini di karenakan tuntutan yang mengharuskan sang Pemimpin mampu menggerakan “expertise” anak buah ,menemukan orang orang yang kompeten ,mampu menjual mimpi mimpi yang realistis sekaligus mengorganisasikan team agar semua berjalan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beban berat ini membuat banyak pemimpin yang kreatif melakukan inovasi inovasi dalam memecahkan problem,namun tidak jarang juga membiarkan problem berlarut larut tanpa solusi tergantung kapasitas dan kapabelitas serta kemauan Sang Pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin kreatif,disiplin dengan daya driven/power yang tinggi,memiliki “sensemaking” serta enterpreneurship yang tinggi kadang tidak dapat di terima oleh banyak pihak,terutama orang orang yang tidak se arah dengan pikirannya,baik itu sub ordinat,atasan bahkan owner sekalipun ,karena kadang dalam diri sang Pemimpin memilki rasa percaya diri yang mungkin kelewatan/over confidence,tidak mudah berkompromi terkesan arogan.&lt;br /&gt;Pemimpin seperti ini memiliki dua kemungkinan besar  bahwa memang yang bersangkutan memiliki kompetensi yang benar benar mumpuni dapat diandalkan,mampu memecahkan kebuntuan dan selalu Lead by Example.&lt;br /&gt;Atau kemungkinan yang kedua adalah sekedar menutupi kekurangannya dalam hal skill dengan cara seolah olah mengerjakan pekerjaannya dengan cara kreatif,inovasi namun sebenarnya hanya ngomong doang alias no action talking only.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin yang membiarkan persoalan berlarut larut tanpa tindakan apapun belum tentu disukai oleh sub ordinat,atasan maupun owner,karena jelas jelas bahwa apa yang seharusnya dilakukan dan menjadi tidak dilakukan sudah barang tentu merugikan semua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin model seperti ini belum tentu tidak memiliki kapasitas atau kapabelitas namun lebih karena kemauan yang tidak ada,atau kemungkinan yang lain adalah memang benar benar tidak memiliki kompetensi sehingga tidak tahu apa yang musti di kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah situasi pasar yang lesu akibat bergejolaknya situasi global kita berharap Pemimpin yang model pertama mampu memecahkan kebuntuan,mampu menggerakan organisasi,mampu membuat terobosan terobosan baru serta inovasi inovasi baru yang real,namun demikian acapkali stigma yang sudah kadung melekat dalam diri pribadinya menjadi penghalang dalam melakukan karyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperlukan bungkus yang apik untuk mengemas gaya kepemimpinannya yang sangat powerful dengan lebih soft dengan tidak kehilangan citarasa kepemimpinannya yang tajam dan menggigit.&lt;br /&gt;Untuk itu atasan dari sang Pemimpin musti berlaku bijak dengan memberikan bingkai bingkai yang jelas terarah dan terukur bukan malah menjadikan Trouble Maker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula sub ordinat perlu kiranya memberikan kritik kritik yang soft namun jelas, karena biasanya Pemimpin yang model ini mampu menangkap gejala gejala ketidakberesan sejak dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pilihan jatuh pada kita apakah kita perlu pemimpin yang tegas,kreatif,berani,innovative,mampu memecahkan persoalan,visioner,memiliki dedikasi atau sebaliknya …….? maka yang mampu menjawab adalah diri kita sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah Bagaimana Pendapat Anda..?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://salesmanjogja1.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34573931-1663674787808324938?l=salesmanjogja1.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/SM0RNAMOlU5lhjhYjJlxdU8iRVs/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/SM0RNAMOlU5lhjhYjJlxdU8iRVs/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/SM0RNAMOlU5lhjhYjJlxdU8iRVs/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/SM0RNAMOlU5lhjhYjJlxdU8iRVs/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/Nmma/~4/_-nwHZHB_1s" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/Nmma/~3/_-nwHZHB_1s/dapat-diterima-oleh-semua-pihak-adalah.html</link><author>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total><feedburner:origLink>http://salesmanjogja1.blogspot.com/2008/02/dapat-diterima-oleh-semua-pihak-adalah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34573931.post-6116216776363227211</guid><pubDate>Sun, 17 Feb 2008 17:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-17T05:29:28.788-08:00</atom:updated><title>Berfikir Negatif</title><description>Pada suatu hari si Anu dipanggil atasannya untuk di serahi tugas baru membenahi form laporan penjualan yang sudah tidak layak dipakai seiring dengan bertambahnya item Produk.&lt;br /&gt;Atasan melihat bahwa si Anu mampu membenahi karena kepandaiannya dalam mengoperasikan computer.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Alasan lain dari atasan adalah karena si Anu masih bujang sehingga waktunya cukup banyak tidak terganggu keluarga disamping juga mencoba kemampuannya agar kelak di kemudian hari kalau ada posisi yang lebih baik maka pilihan jatuh padanya.&lt;br /&gt;Keluar ruangan si Anu merasa ada beban yang berat yang harus disandangnya,lantas dia berfikir “ Kenapa Harus Saya….? Kenapa bukan yang lain,Lha waktuku untuk nongkrong naongkrong hilang.Aduh ini kerja enggak ada fulusnya” dan macam macam pikiran keberatan yang timbul di dirinya.&lt;br /&gt;Melihat temannya si Banu bertanya kenapa kok suntuk,lantas di jawab “ Ah Saya lagi di kerjain Bos,masak bikin Form Laporan harus saya…,emang gak ada yang lain…?”&lt;br /&gt;Lalu si Banu menimpali “Lho bukannya itu bagus karena Bos percaya kamu dan kamu bisa belajar..?”&lt;br /&gt;“ Percaya gimana lha kerjaan enggak ada fulusnya” jawab si Anu.&lt;br /&gt;“ Ya udah aku bantuin “ si Banu menimpali lagi.&lt;br /&gt;“ Jangan bantuin,kerjakan Kamu aja ya …entar aku beliin Rokok sama Coklat ke sukaan anakmu…..” sambung si Anu.&lt;br /&gt;“ Ok setuju “ Jawab si Banu.&lt;br /&gt;Dari percakapan diatas dapat di ambil beberapa hal pokok, yaitu bahwa si Anu merasa ada beban berat yang ada di pundaknya dengan memperoleh tambahan kerjaan baru.&lt;br /&gt;Merasa bahwa tambahan pekerjaan itu akan membuatnya tidak nyaman,merasa ada waktu yang hilang,tidak mendapatkan tambahan penghasilan,berkorban pikiran dan tenaga serta ada kemerdekaan yang hilang darinya.&lt;br /&gt;Sebaliknya si Banu merasa bahwa tambahan pekerjaan baru ini merupakan bentuk kepercayaan atasan kepada bawahan,sebagai wahana untuk belajar,serta tantangan yang mesti dihadapi.&lt;br /&gt;Sekelumit contoh tersebut menyiratkan betapa dalam menyikapi suatu pekerjaan kadang pikiran pikiran negatif muncul sehingga yang ada adalah penolakan penolakan terhadap sesuatu yang sebenarnya postif.&lt;br /&gt;Pikiran negatif itu muncul manakala bahwa apa yang akan kita kerjakan itu akan merenggut sesuatu yang ada dalam diri kita,menyakiti kita,memberatkan kita walaupun masih dalam taraf wacana.&lt;br /&gt;Dengan demikian pikiran negatif itu muncul bukan karena berdasarkan fakta namun lebih karena belenggu psikologis yang ada pada diri kita.&lt;br /&gt;Banyak hal yang menyebabkan timbulnya pikiran negatif ini namun yang paling menonjol adalah karena Historis,baik dari pengalaman Pribadi,ataupun karena pengalaman dari orang lain.&lt;br /&gt;Sangat susah untuk keluar dari belenggu pikiran negatif ini ,diperlukan Extra Effort untuk melepasnya dan pihak luar dirinyapun (pimpinan,teman atau bawahannya) harus ikut membantu agar kesempatan kesempatan yang baik tidak akan terlepas percuma.&lt;br /&gt;Sementara itu pikiran postif selalu berada dalam wacana bahwa sesuatu hal itu dapat diambil hikmahnya,tidak membahayakan dirinya,sebagai bentuk pembelajaran,serta akan memperluas wawasan.&lt;br /&gt;Sungguh sesuatu yang kontradiktif antara cara berfikir positif dengan cara berfikir negatif.&lt;br /&gt;Namun demikian belum tentu cara berfikir negatif itu salah,sebab kadang cara berfikir negative ini adalah merupakan mekanisme control alamiah terhadap segala kemungkinan.&lt;br /&gt;Sebagai contoh misalnya kita punya seorang Salesman yang belum melakukan penyetoran uang tagihan ke kantor,sementara jatuh tempo tagihan sudah lewat beberapa hari.&lt;br /&gt;Sebagai pimpinan kita wajib menanyakan kepada yang bersangkutan dan apabila jawaban kurang meyakinkan kita wajib berfikir “Jangan jangan dipakai si salesman untuk…..untuk itu perlu crosscheck.&lt;br /&gt;Demikian pula halnya dengan berfikir positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah bagaimana pendapat Anda…?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://salesmanjogja1.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34573931-6116216776363227211?l=salesmanjogja1.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/K13iEDV--PgMU5IU91w44unMJck/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/K13iEDV--PgMU5IU91w44unMJck/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/K13iEDV--PgMU5IU91w44unMJck/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/K13iEDV--PgMU5IU91w44unMJck/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/Nmma/~4/s1zxqa3GzyU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/Nmma/~3/s1zxqa3GzyU/berfikir-negatif.html</link><author>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total><feedburner:origLink>http://salesmanjogja1.blogspot.com/2008/02/berfikir-negatif.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34573931.post-6712887670601899590</guid><pubDate>Sun, 17 Feb 2008 17:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-17T05:31:25.513-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivasi</category><title>Mengembangkan SDM  (Idealisme Vs Kebutuhan)</title><description>Tersebutlah kisah seorang Pelatih  sangat andal ,saking andalnya apapun yang dilatihnya dapat menjadi seperti yang diinginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesohoran itu didengar Raja Negeri seberang ,yang memilki tiga ekor piaraan  yaitu Kera,Angsa dan Kambing.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja sangat sayang kepada piaraannya itu sehingga berniat untuk menyerahkannya kepada Sang Pelatih agar Kera dapat dilatih untuk  bisa terbang,Angsa dilatih untuk bisa memanjat Pohon dan Kambing dapat dilatih untuk bisa menyelam di air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka diutuslah Hulubalang menyerahkan ketiga Makhluk tersebut ke Sang Pelatih untuk dilatih terbang,memanjat pohon dan menyelam dalam air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berganti tahun berlalu Raja berangkat  sendiri menjemput ke tiga piaraannya dengan harapan berbunga bunga, namun apa lacur justru yang terjadi Kera kakinya patah ,Angsa sayapnya patah dan kambing menjadi kurus kering . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran apa yang dapat kita tarik dari sepenggal cerita tersebut , ternyata bahwa melatih mengembangkan Sumber Daya musti memperhatikan minat bakat dan talenta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tunggu dulu ,cerita tersebut berlatar belakang melatih Makhluk yang notabene hanya memilki naluri ,bukan Makhluk yang memiliki,Pikiran,Perasaan, daya kreatifitas ,keinginan yang kita miliki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka menjadi sangat aneh apabila cerita tersebut menjadikan pembenaran bahwa Melatih dan Mengembangkan Sumber Daya lebih bertumpu pada Minat,Bakat atau Talenta Sebab pada kenyataanya Job atau Pekerjaan  kadang tidak sejalan dengan minat bakat,banyak lulusan ilmu Pendidikan justru terjun di Perbankan atau dunia kerja yang lain dan atau bahkan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah barang tentu Perusahaan tidak akan melatih SDM tersebut dengan Hal hal yang terkait dengan Dunia Pendidikan yang menjadi latar belakang Karyawan…terlalu naïf bila melakukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian Pelatihan SDM lebih bertumpu pada Kebutuhan dari pada sekedar Minat Bakat,bahwa mungkin Perusahaanya melakukan Pelatihan Pengembangan berdasarkan minat bakat  hal itu harus kita cermati sebagai bentuk Reward. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua sisi dalam pelatihan pengembangan orang  yang pertama dan utama adalah Pelatihan berdasarkan Kebutuhan perorangan,perusahaan,yang kedua berdasarkan Talenta Minat dan Bakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Pendapat Anda…?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://salesmanjogja1.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34573931-6712887670601899590?l=salesmanjogja1.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/golpPyHT-rfnG1UpWsW0DvxOriA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/golpPyHT-rfnG1UpWsW0DvxOriA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/golpPyHT-rfnG1UpWsW0DvxOriA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/golpPyHT-rfnG1UpWsW0DvxOriA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/Nmma/~4/EAZG_8yQktU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/Nmma/~3/EAZG_8yQktU/mengembangkan-sdm-idealisme-vs.html</link><author>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://salesmanjogja1.blogspot.com/2008/02/mengembangkan-sdm-idealisme-vs.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34573931.post-804537165738641847</guid><pubDate>Sun, 17 Feb 2008 17:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-17T05:32:58.360-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivasi</category><title>Disiplin - I</title><description>Disiplin sebuah kata yang mengandung makna luas,sehari hari kita jumpai baik itu yang memiliki makna maupun yang hanya slogan saja.Dalam arti harfiah bisa saja berarti tepat waktu,sesuai role atau system,sesuai aturan main dan sebagainya.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak aturan perusahaan yang salah satu fungsinya adalah penegakan disiplin,dalam perspektif dunia kerja  serta dalam berkehidupan di masyarakat arti disiplin akan menjadi lebih komplek lagi.Antara satu departemen dengan departemen lain dalam satu perusahaan memaknai disiplin ini sering terjadi perbedaan bahkan tak jarang saling bertentangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh sederhana dapat kita gambarkan dari persoalan sepele,misalnya saja Security yang berkewajiban untuk memastikan bahwa jam jam tertentu tidak boleh ada karyawan berada di ruangan kantor dengan alasan penghematan listrik Namun disisi lain karena mengejar deadline dan alasan lain Karyawan perlu melakukan lembur.Apabila masing masing pihak tidak mau saling mengerti maka akan terjadi konflik yang seharusnya tidak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain yang sederhana namun dapat menimbulkan masalah adalah semisal kita kedatangan pelanggan di waktu yang menurut kita tidak tepat maka akan menjadi persoalan bila cara kita menanganinya tidak bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pengorbanan akan melengkapi khasanah disiplin,Security berkorban dengan membiarkan karyawan lembur dengan kesepakatan kesepakatan dengan karyawan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan berkorban menerima klien pada saat dimana keluarga menunggu dirumah untuk menikmati waktu luang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang dapat ditarik dari contoh kecil tersebut adalah Disiplin dapat disikapi dengan cara cara yang bijak demi tujuan utama.Disiplin memiliki batas batas toleransi,dengan tidak mengorbankan kepentingan pihak kita dan pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disiplin yang mengunakan baju uniformnya akan menimbulkan konflik,tidak produktif,tidak efisien dan sangat konservatif.Tidak demikian halnya dengan disiplin yang memilki toleransi dimana harapan yang muncul adalah tidak ada konflik,Produktifitas optimal,Efisien dan Moderat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disiplin memang mengharuskan kita melangkah sesuai role,aturan main,namun adakalanya sedikit keluar dari jalur,hal ini lumrah dan fakta menunjukan demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pilihan kita adalah apakah kita memakai standard disiplin dari kacamata uniform atau kacamata dari disiplin yang berorietasi pada Action.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://salesmanjogja1.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34573931-804537165738641847?l=salesmanjogja1.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gxZBypgN8exw-OeRFgaVbcWp4nU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gxZBypgN8exw-OeRFgaVbcWp4nU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gxZBypgN8exw-OeRFgaVbcWp4nU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gxZBypgN8exw-OeRFgaVbcWp4nU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/Nmma/~4/w34LIVp0kvk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/Nmma/~3/w34LIVp0kvk/disiplin-i.html</link><author>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://salesmanjogja1.blogspot.com/2008/02/disiplin-i.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-34573931.post-1969425835086933102</guid><pubDate>Sun, 17 Feb 2008 17:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-17T05:34:38.110-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivasi</category><title>Disiplin - II</title><description>Sekian hari yang lalu Kami menerima Email dari Teman lama yang waktu itu sama sama bekerja di mana antara Kami dan Beliau adalah rekanan.Saat ini beliau telah pindah di tempat baru dengan Job yang baru dan sudah pasti dengan aturan main yang baru pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emailnya Seperti berikut ini (Kami telah meminta ijin untuk memposting agar dapat di baca oleh pengunjung Blog ini) :&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dear simbahe sales,   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mau coba urun cerita, mungkin ada gunanya,beberapa waktu yang lalu saya mengikuti Outbond mengenai Develop the Teamwork, ada beberapa game yang dilaksanakan dalam acara tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak game yang dilaksanakan, ada salah satu game yang cukup membekas dalam diri saya, yaitu Business Game.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam business game tersebut semua peserta dibagi dalam beberapa kelompok, ada marketing, treasury, produksi, quality control, accounting dan ada beberapa kelompok lagi yang saya tidak begitu hafal namanya yang prinsipnya semua bagian tersebut terlibat dalam proses produksi sampai produk tersebut diterima di tangan konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sesi pertama, instruktur memberikan instruksi kepada masing-masing bagian untuk bekerja sesuai job description,dan setiap kelompok mulai bekerja sesuai job desc masing-masing dan bahkan terkesan saklak dengan aturan per bagian, hasil akhir penilaian masing-masing bagian telah bekerja 100% sesuai dengan job desc. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pemenuhan target  permintaan customer hanya terpenuhi 33% saja,keseluruhan waktu yang dibutuhkan dalam sesi pertama ini kurang lebih 2 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian instruktur mengarahkan kita untuk menganalisa kegagalan tersebut,hasil akhir disepakati bahwa kita semua bagian mulai bekerja tidak hanya berdasar job desc semata tetapi lebih diorientasikan kepada kebutuhan customer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesi kedua dimulai lagi dengan dasar pemikiran yang sudah berbeda, yaitu customer oriented dengan tidak melanggar job description masing-masing,dalam sesi kedua ini sudah mulai terasa ada fleksibilitas dari masing-masing bagian, walau itu tidak terlalu melenceng jauh dari job description masing-masing, karena semua merasa bertanggungjawab memenuhi kebutuhan customer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hasil akhirnya sangat luar biasa, pemenuhan terhadap kebutuhan customer mencapai 100% dalam waktu hanya 30 menit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini terasa sekali efektifitasnya sangat tinggi dari semua hal, meliputi biaya, tenaga, pikiran dan waktu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pengalaman itu saya menarik kesimpulan bahwa, utamanya bekerja, apalagi dalam bidang jasa adalah customer need bukan sekedar job description semata,jadi, adakalanya aturan-aturan ataupun SOP bisa memiliki tingkat fleksibilitas juga pada level masih pada batas dapat dipertanggungjawabkan, terutama dalam menyesuaikan permasalahan yang ditimbul dilapangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk hal ini diperlukan orang-orang pemegang kendali yang memiliki kebijaksanaan dan improvisasi dalam mensikapi SOP yang memang dibuat cenderung kaku oleh suatu perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sedikit tulisan dari saya, semoga ada manfaatnya dan sukses buat team salesmanjogja1.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Regards, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PALGUNO KRISNADI   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat kami tulisan diatas adalah testimoni yang sangat valid yang didasarkan pada suatu simulasi sistem kerja atau atau biasa kita menyebutnya SOP (Standart Operating Procedure).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kebanyakan perusahaan besar dengan Struktur organisasi yang bertingkat tingkat dan berlapis lapis biasanya memang terjadi perbedaan dalam menyikapi pekerjaan (baca SOP),hal ini tidak saja ada pada individu bahkan kadang sampai antar departemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan masing masing berpegang pada SOP yang kaku tidak jarang justru menimbulkan birokrasi yang bertele tele,tidak efisien dan akhirnya Goal target tidak optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya setuju dengan tulisan ( e-mail) diatas  bahwa memang diperlukan Leader yang mampu membaca situasi dalam mengeksekusi SOP ditengah kompetisi yang semakin hari semakin ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk itu kami ucapkan terimakasih sebesar besarnya telah menyumbangkan pemikiran demi kemajuan kita bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat dari kami.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah Bagaimana Pendapat Anda..?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://salesmanjogja1.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=rss&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34573931-1969425835086933102?l=salesmanjogja1.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/bhX_-YvvErUUGNXetJL14-rAFkc/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/bhX_-YvvErUUGNXetJL14-rAFkc/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/bhX_-YvvErUUGNXetJL14-rAFkc/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/bhX_-YvvErUUGNXetJL14-rAFkc/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/Nmma/~4/qYOEhnBNDSk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/Nmma/~3/qYOEhnBNDSk/disiplin-ii.html</link><author>noreply@blogger.com (Komunitas Sales &amp;amp; Marketing Jogjakarta)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://salesmanjogja1.blogspot.com/2008/02/disiplin-ii.html</feedburner:origLink></item></channel></rss>
