<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6925773455924492416</id><updated>2015-01-18T21:26:06.443+07:00</updated><category term="Bubung Tujuh"/><category term="Sejarah"/><category term="Suku Tertua"/><category term="Tempat ku"/><category term="Timah"/><category term="adat istiadat"/><title type='text'>WARNET</title><subtitle type='html'>Jl.Timah Raya Komplek Nangnung Utara NO. 568 Sungailiat Bangka</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://aku1976.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6925773455924492416/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku1976.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Irvan Linardo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6925773455924492416.post-7109038926304549645</id><published>2009-03-20T13:03:00.000+07:00</published><updated>2009-03-20T13:12:46.223+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bubung Tujuh"/><title type='text'>Bubung Tujuh Yang Berarti Tujuh Rumah Tertua di Suku Lom</title><content type='html'>&quot;Orang-orang suku Lom merupakan komunitas yang pertama kali mendiami daerah Bangka Belitung. Tidak ada catatan sejarah yang menceritakan suku lain sebelum suku Lom.&quot; &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Spekulasi lain yang banyak dibicarakan adalah misteri Bubung Tujuh yang berarti tujuh rumah tertua di suku Lom. Masyarakat setempat percaya bahwa terdapat tujuh keluarga yang merupakan keturunan pertama dari nenek moyang suku. Setelah ayah-ibunya meninggal, ketujuh keluarga itu membuat rumah sendiri sebanyak tujuh rumah di kaki bukit di tengah hutan. Rumah itu berbentuk rumah panggung yang tinggi dengan atap daun nipah.&lt;br /&gt;Beberapa kalangan percaya, &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Bubung Tujuh&lt;/span&gt; sering menampakkan diri pada orang-orang tertentu pada malam tertentu. Mitos itu begitu menggoda sehingga masyarakat yang mengunjungi suku Lom sering penasaran dan selalu menanyakan misteri ini. Namun, bagi suku Lom sendiri, Bubung Tujuh sudah jadi mitos yang terlalu dibesar-besarkan.&lt;br /&gt;&quot;Saya orang Lom asli dan hidup bersama sejak masih tinggal di hutan-hutan sampai menetap di perkampungan. Tetapi, sampai sekarang saya tidak pernah menyaksikan Bubung Tujuh. Itu terlalu dikarang-karang oleh orang luar saja,&quot; tandas Ny Uded alias Tem. Tem, ibu kandung Kepala Dusun Air Abik, Tagtui, merupakan penganut adat yang telah berusia 80 tahun.&lt;br /&gt;PADA mulanya suku Lom hidup secara berkelompok di tengah hutan dan sering berpindah-pindah mengikuti pembukaan ladang baru. Gaya hidup itu menyulitkan aparat pemerintah setempat, terutama dalam melakukan pendataan penduduk secara rutin. Sekitar tahun 1973 pemerintah Orde Baru menggiatkan Proyek Perkampungan Masyarakat Terasing (PKMT) dengan membangun sekitar 75 rumah semipermanen di daerah Dusun Air Abik. Rumah proyek itu berbentuk rumah kayu beratap genteng, berukuran sekitar 4 x 4 meter.&lt;br /&gt;Rumah tersebut baru ditempati sekitar tahun 1977, dan sekarang telah menjadi kampung yang dihuni sekitar 139 keluarga. Mereka ini sering disebut sebagai &quot;Lom Luar&quot; karena telah hidup menetap di satu tempat dan bisa ditemui oleh orang luar sewaktu- waktu.&lt;br /&gt;&quot;Awalnya kami masih senang tinggal di hutan dan terus berpindah-pindah. Tetapi, Presiden Soeharto itu baik hati karena mau menyediakan rumah gratis, memberi bahan makanan, gula, dan kopi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setelah lima tahun dibangun, akhirnya kami mau menempati kampung ini,&quot; tutur Tem.&lt;br /&gt;Di luar kampung itu, masih ada sekitar 40 keluarga yang tetap memilih hidup berpindah-pindah dan mengandalkan hidup dari ladang berpindah. Mereka yang disebut &quot;Lom Dalam&quot; ini hidup dalam kelompok-kelompok kecil atau sendiri di tengah hutan yang lebat dengan jarak antarkelompok sekitar dua sampai lima kilometer.&lt;br /&gt;Perumahan komunitas &quot;Lom Dalam&quot; masih semi permanen, berupa rumah panggung dengan dinding kulit kayu dan atap daun nipah. Kehadiran mereka sulit dilacak karena mereka bisa berpindah sewaktu-waktu tanpa diduga, dan perpindahan itu menggunakan jalan tikus di tengah hutan yang bercabang-cabang dan membingungkan. Bagi orang luar yang kurang memahami daerah itu, keberadaan mereka menjadi misterius, antara ada dan tidak ada.&lt;br /&gt;&quot;Banyak orang bilang, suku Lom Dalam misterius. Padahal sesungguhnya mereka hanya sulit dicari karena cenderung bersembunyi dan terus berpindah-pindah tempat. Karakter kaum pelarian masih melekat dalam benak mereka sehingga mereka menghindari kemapanan yang mudah dilacak orang asing,&quot; tutur Suhaimi Sulaiman yang pernah mengunjungi suku Lom pertengahan tahun 1980-an.&lt;br /&gt;Sekilas, perkampungan di Air Abik hampir tidak jauh berbeda dengan perkampungan suku Melayu atau masyarakat China peranakan di daerah Belinyu. Meski kondisi beberapa rumah proyek masih tetap utuh sebagaimana pertama kali dibangun 28 tahun lalu, tetapi beberapa rumah telah dipugar menjadi rumah tembok permanen yang mentereng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku1976.blogspot.com/feeds/7109038926304549645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aku1976.blogspot.com/2009/03/bubung-tujuh-yang-berarti-tujuh-rumah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6925773455924492416/posts/default/7109038926304549645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6925773455924492416/posts/default/7109038926304549645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku1976.blogspot.com/2009/03/bubung-tujuh-yang-berarti-tujuh-rumah.html' title='Bubung Tujuh Yang Berarti Tujuh Rumah Tertua di Suku Lom'/><author><name>Irvan Linardo</name><uri>https://plus.google.com/105792903347533699952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6925773455924492416.post-1443440094991570033</id><published>2009-03-20T12:40:00.000+07:00</published><updated>2009-03-20T13:02:23.716+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Suku Tertua"/><title type='text'>Suku Lom Suku Tertua di Bangka Belitung</title><content type='html'>Sekilas, perkampungan di Air Abik hampir tidak jauh berbeda dengan perkampungan suku Melayu atau masyarakat China peranakan di daerah Belinyu. Meski kondisi beberapa rumah proyek masih tetap utuh sebagaimana pertama kali dibangun 28 tahun lalu, tetapi beberapa rumah telah dipugar menjadi rumah tembok permanen yang mentereng.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;ADA banyak misteri yang menyelubungi suku Lom di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Asal-usul suku Lom merupakan misteri tersendiri yang sering dijadikan bahan spekulasi oleh sebagian masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Spekulasi semakin berkembang karena suku Lom sendiri tidak memiliki catatan tertulis tentang akar sejarahnya.&lt;br /&gt;Asal-usul mereka hanya disandarkan pada cerita tetua adat yang dituturkan secara lisan dari generasi ke generasi. Cerita lisan itu semakin lama semakin menyusut seiring meninggalnya tokoh-tokoh tua dan minimnya tokoh muda yang tertarik untuk menyerap cerita itu secara lengkap. &quot;Saya tidak banyak tahu sehingga sulit menjelaskan dari mana asal- usul nenek moyang kami. Kami percaya, dahulu ada Kek Anta yang sangat sakti. Konon kami ini termasuk keturunannya,&quot; ujar Sairin, salah seorang tetua suku Lom, pertengahan Mei lalu.&lt;br /&gt;Seorang peneliti dari Norwegia yang pernah tinggal selama beberapa tahun di tengah suku Lom, Olaf H Smedal, menulis buku yang menarik, Orang Lom: Preliminary Findings on a Non-Muslim Malay Group in Indonesia (1988). Menurut Smedal, terdapat catatan anonim berangka tahun 1862 yang menceritakan dua legenda asal-usul Suku Lom. Kedua legenda itu masih hidup di tengah suku Lom hingga sekarang.&lt;br /&gt;Salah satu legenda menceritakan, sekitar abad ke-14 Masehi, sebuah kapal yang ditumpangi sekelompok orang dari daerah Vietnam terdampar dan rusak di pantai Tanjung Tuing, Kecamatan Belinyu. Semua penumpang tewas, kecuali dua lelaki dan satu perempuan.&lt;br /&gt;Ketiga orang asing itu membuat perkampungan tersendiri di daerah Gunung Pelawan, Belinyu. Legenda lain mengisahkan, suku Lom merupakan keturunan pasangan lelaki dan perempuan yang muncul secara misterius dari Bukit Semidang di Belinyu setelah banjir besar surut.&lt;br /&gt;Ketua Lembaga Adat Provinsi Bangka Belitung Suhaimi Sulaiman memperkirakan, suku Lom merupakan keturunan dari bangsawan Majapahit di Mojokerto, Jawa Timur, yang lari karena tidak mau memeluk Islam, sekitar abad ke-16 Masehi. Kaum pelarian itu menyeberangi laut untuk mencari penghidupan baru dan terdampar di Tanjung Tuing.&lt;br /&gt;Mereka masuk ke pedalaman di daerah Gunung Muda dan membuat perkampungan di tengah hutan yang tersembunyi. Karakter sebagai pelarian membuat suku itu hidup dengan menutup diri dari dunia luar. &quot;Suku itu sering juga disebut sebagai suku Mapur karena tinggal di dekat daerah Mapur,&quot; tutur Suhaimi.&lt;br /&gt;Lepas dari semua perkiraan itu, sebagian besar masyarakat Kepulauan Bangka Belitung yakin, suku Lom merupakan suku tertua di daerah tersebut. Budayawan muda yang tinggal di PangkalPinang, Willy Siswanto, memperhitungkan, suku Lom berasal dari komunitas Vietnam yang mendarat dan menetap di daerah Gunung Muda, Belinyu, sekitar abad ke-5 Masehi. Jadi, suku itu telah ada jauh sebelum Kerajaan Sriwijaya yang berkembang abad ke-7 Masehi dan kuli kontrak timah dari China berdatangan sekitar abad ke-18 Masehi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku1976.blogspot.com/feeds/1443440094991570033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aku1976.blogspot.com/2009/03/ada-banyak-misteri-yang-menyelubungi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6925773455924492416/posts/default/1443440094991570033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6925773455924492416/posts/default/1443440094991570033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku1976.blogspot.com/2009/03/ada-banyak-misteri-yang-menyelubungi.html' title='Suku Lom Suku Tertua di Bangka Belitung'/><author><name>Irvan Linardo</name><uri>https://plus.google.com/105792903347533699952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6925773455924492416.post-5598138886468785584</id><published>2009-02-27T10:46:00.000+07:00</published><updated>2009-03-12T10:08:49.033+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="adat istiadat"/><title type='text'>Seni dan Adat</title><content type='html'>Seperti kita ketahui Bangsa Indonesia terdiri banyak suku bangsa yang tersebar dari sabang sampai merauke, terdiri dari berbagai daerah dan suku-suku yang hampir pada setiap daerah tersebut mewariskan hasil-hasil karyanya berupa kesenian yang besar dan meyakinkan dan hingga saat sekarang masih hidup dan terpelihara karena besarnya perhatian masyarakat dan pemerintah dalam mengelola masalah tersebut. Atas dasar tersebut amat disayangkan apabila kesenian yang demikian itu sampai mengalami kepunahan karena adanya arus globalisasi dengan masuknya budaya barat ke Indonesia, untuk itu sudah sewajarnya kita bangsa Indonesia dan para generasi mudanya ikut andil dalam melestarikan sekaligus mengembangkan seni budaya yang kita miliki...&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sebagaimana yang kita ketahui bahwa cabang kesenian tradisi yang ada di Indonesia meliputi Seni Tari, Seni Musik, Seni Rupa (mencakup seni ornamen), Seni Suara, Seni Sastra, dsb. Seni ornamen merupakan salah satu unsur dari cabang seni rupa yang tidak kalah pentingnya dalam memenuhi tuntutan jiwani. Sudah menjadi pemahaman umum bahwa ornamen memiliki peran yang sangat besar, hal ini dapat di lihat melalui penerapannya di berbagai hal, meliputi segala aspek kehidupan manusia baik bersifat jasmaniah maupun rohaniah. Seperti misalnya penerapannya pada alat-alat upacara, alat berburu, angkutan, rumah-rumah adat, alat pertanian, souvenir, dsb. Salah satu dari kesenian daerah dan rumah adat itu adalah rumah adat Bangka.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Secara umum arsitektur di Kepulauan Bangka Belitung&lt;/span&gt; berciri Arsitektur Melayu seperti yang ditemukan di daerah-daerah sepanjang pesisir Sumatera dan Malaka. Di daerah ini dikenal ada tiga tipe yaitu Arsitektur Melayu Awal, Melayu Bubung Panjang dan Melayu Bubung Limas. Rumah Melayu Awal berupa rumah panggung kayu dengan material seperti kayu, bambu, rotan, akar pohon, daun-daun atau alang-alang yang tumbuh dan mudah diperoleh di sekitar pemukiman. Bangunan Melayu Awal ini beratap tinggi di mana sebagian atapnya miring, memiliki beranda di muka, serta bukaan banyak yang berfungsi sebagai fentilasi. Rumah Melayu awal terdiri atas rumah ibu dan rumah dapur, yang berdiri di atas tiang rumah yang ditanam dalam tanah. Berkaitan dengan tiang, masyarakat Kepulauan Bangka Belitung mengenal falsafah 9 tiang. Bangunan didirikan di atas 9 buah tiang, dengan tiang utama berada di tengah dan didirikan pertama kali. Atap ditutup dengan daun rumbia. Dindingnya biasanya dibuat dari pelepah/kulit kayu atau buluh (bambu). Rumah Melayu Bubung Panjang biasanya karena ada penambahan bangunan di sisi bangunan yang ada sebelumnya, sedangkan Bubung Limas karena pengaruh dari Palembang. Sebagian dari atap sisi bangunan dengan arsitektur ini terpancung. Selain pengaruh arsitektur Melayu ditemukan pula pengaruh arsitektur non-Melayu seperti terlihat dari bentuk Rumah Panjang yang pada umumnya didiami oleh warga keturunan Tionghoa. Pengaruh non-Melayu lain datang dari arsitektur kolonial, terutama tampak pada tangga batu dengan bentuk lengkung.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Sedangkan untuk senjata tradisional Pulau Bangka Belitung :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Parang bangka bentuknya seperti layar kapal. Alat ini digunakan terutama untuk perkelahian jarak pendek. Senjata ini mirip dengan golok di Jawa, namun ujung parang ini dibuat lebar dan berat guna meningkatkan bobot supaya sasaran dapat terpotong dengan cepat. Parang yang berdiameter sedang atau sekitar 40 cm juga dapat digunakan untuk menebang pohon karena bobot ujungnya yang lebih besar dan lebih berat.&lt;br /&gt;• Kedik adalah alat tradisional yang digunakan sebagai alat pertanian. Alat ini digunakan di perkebunan terutama di kebun lada. Dalam menggunakannya si pemakai harus berjongkok dan bergerak mundur atau menyamping. Alat ini digunakan dengan cara diletakkan pada tanah dan ditarik ke belakang. Alat ini efektif untuk membersihkan rumput pengganggu tanaman lada. Kedik biasanya digunakan oleh kaum wanita karena alatnya kecil dan relatif lebih ringan. Kedik hanya dapat digunakan untuk rumput jenis yang kecil atau rumput yang tumbuh dengan akar yang dangkal, bukan ilalang.&lt;br /&gt;• Siwar Panjang:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku1976.blogspot.com/feeds/5598138886468785584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aku1976.blogspot.com/2009/02/seni-dan-adat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6925773455924492416/posts/default/5598138886468785584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6925773455924492416/posts/default/5598138886468785584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku1976.blogspot.com/2009/02/seni-dan-adat.html' title='Seni dan Adat'/><author><name>Irvan Linardo</name><uri>https://plus.google.com/105792903347533699952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6925773455924492416.post-7829947836194552967</id><published>2009-02-23T14:04:00.000+07:00</published><updated>2009-02-26T00:20:17.128+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><title type='text'>Sejarah Pulau Bangka</title><content type='html'>Sejarah mengungkapkan bahwa Pulau Bangka pernah dihuni oleh orang-orang Hindu dalam abad ke-7. pada masa Kerajaan Sriwijaya pula Bangka termasuk pula sebagai daerah yang takluk dari kerajaan yang besar itu. Demikian pula kerajaan Majapahit dan Mataram tercatat pula sebagai kerajaan-kerajaan yang pernah menguasai Pulau Bangka.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Namun pada masa itu pulau Bangka baru sedikit mendapat perhatian, meskipun letaknya yang strategis ditengah-tengah alur lalu lintas setelah orang-orang daratan Asia maupun Eropa berlomba-lomba ke Indonesia dengan ditemukannya rempah-rempah. Kurangnya perhatian dari para bajak laut yang menimbulkan penderitaan bagi penduduknya.Untuk mengatasi kekacauan yang terjadi, Sultan Johor dengan sekutunya Sutan dan Raja Alam Harimau Garang. Setelah melakukan tugasnya dengan baik, juga mengembangkan Agama Islam ditempat kedudukannya masing-masing Kotawaringin dan Bangkakota. Namun sayangnya hal ini tidak berlangsung lama, kemudian kembali pulau Bangka menjadi sarang kaum bajak laut.&lt;br /&gt;Karena merasa turut dirugikan dengan dirampasnya kapal-kapalmya maka Sultan Banten mengirimkan Bupati Nusantara untuk membasmi bajak-bajak laut tersebut, kemudian Bupati Nusantara untuk beberapa lama memerintah Bangka dengan gelar Raja Muda. Diceritakan pula bahwa Panglima Banten, Ratu Bagus yang terpaksa mundur dari pertikaiannya dengan Sultan Palembang, menuju ke Bangka Kota dan wafat disana.&lt;br /&gt;Setelah Bupati Nusantara wafat, kekuasaan jatuh ketangan putri tunggalnya dan karena putrinya ini dikawinkan dengan Sultan Palembang, Abdurrachman (1659-1707), dengan sendirinya pulau Bangka menjadi bagian dari Kesultanan Palembang.Pada tahun 1707 Sultan Abdurrachman wafat, dan ia digantikan oleh putranya Ratu Muhammad Mansyur (1707-1715).&lt;br /&gt;Namun Ratu Anum Kamaruddin adik kandung Ratu Muhammad Mansyur kemudian mengangkat dirinya sebagai Sultan Palembang, menggantikan abangnya (1715-1724), walaupun abangnya telah berpesan sebelum wafat, supaya putranya Mahmud Badaruddin menyingkir ke Johor dan Siantan, sekalipun secara formal sudah diangkat juga rakyat menjadi Sultan Palembang.&lt;br /&gt;Tetapi pada tahun 1724 Mahmud Badaruddin dengan bantuan Angkatan Perang Sultan Johor merebut kembali Palembang dari pamannya.&lt;br /&gt;Kekuasaan atas pulau Bangka selanjutnya diserahkan oleh Mahmud Badaruddin kepada Wan Akup, yang sejak beberapa waktu telah pindah dari Siantan ke Bangka bersama dua orang adiknya Wan Abduljabar dan Wan Serin.&lt;br /&gt;Kemudian atas dasar Konversi London tanggal 13 Agustus 1814, Belanda menerima kembali dari Inggris daerah-daerah yang pernah didudukinya ditahun 1803 termasuk beberapa daerah Kesultanan Palembang. Serah terima dilakukan antara M.H. Court (Inggris) dengan K. Heynes (Belanda) di Mentok pada tanggal 10 Desember 1816.&lt;br /&gt;Kecurangan-kecurangan, pemerasan-pemerasan, pengurasan dan pengangkutan hasil Timah yang tidak menentu, yang dilakukan oleh VOC dan Ingris (EIC) akhirnya sampailah pada situasi hilangnya kesabaran rakyat. Apalagi setelah kembali kepada Belanda. Yang mulai menggali timah secara besar-besaran dan ang sama sekali tidak memikirkan nasib pribumi. Perang gerilya yang dilakukan di Musi Rawas untuk melawan Belanda, juga telah membangkitkan semangat perlawanan rakyat di Pulau Bangka dan Belitung.&lt;br /&gt;Maka pecahlah pemberontakan-pemberontakan, selama bertahun-tahun rakyat Bangka mengadakan perlawanan, berjuang mati-matian utnuk mengusir Belanda dari daerahnya, dibawah pimpinan Depati Merawang, Depati Amir, Depati Bahrin, dan Tikal serta lainnya.&lt;br /&gt;Kemudian istri Mahmud Badaruddin yang karena tidak serasi berdiam di Palembang diperkenankan suaminya menetap di Bangka dimana disebutkan bahwa istri Sultan Mahmud ini adalah anak dari Wan Abduljabar. Sejarah menyebutkan bahwa Wan Abduljabar adalah putra kedua dari abdulhayat seorang kepercayaan Sultan Johor untuk pemerintahan di Siantan, Abdulhayat ini semula adalah seorang pejabat tinggi kerajaan Cina bernama Lim Tau Kian, yang karena berselisih paham lalu melarikan diri ke Johor dan mendapat perlindungan dari Sultan. Ia kemudian masuk agama Islam dengan sebutan Abdulhayat, karena keahliannya diangkat oleh Sultan Johor menjadi kepala Negeri di Siantan.&lt;br /&gt;Sekitar tahun 1709 diketemukan timah, yang mula-mula digali di Sungai Olin di Kecamatan Toboali oleh orang-orang johor atas pengalaman mereka di semenanjung Malaka. Dengan diketemukannya timah ini, mulailah pulau Bangka disinggahi oleh segala macam perahu dari Asia maupun Eropa. Perusahaan-perusahaan penggalian timah pun semakin maju, sehingga Sultan Palembang mengirimkan orang-orangnya ke Semenanjung Negeri Cina untuk mencari tenaga-tenaga ahli yang kian terasa sangat diperlukan.&lt;br /&gt;Pada tahun 1717 mulai diadakan perhubungan dagang dengan VOC untuk penjualan timah. Dengan bantuan kompeni ini, Sultan Palembang berusa membasmi bajak-bajak laut dan penyelundupan-penyelundupan timah. Pada tahun 1755 pemerintah Belanda mengirimkan misi dagangnya ke Palembang yang dipimpin oleh Van Haak, yang bermaksud untuk meninjau hasil timaha dan lada di Bangka. Pada sekitar tahun 1722 VOC mengadakan perjanjian yang mengikat dengan Sultan Ratu Anum Kamaruddin untuk membeli timah monopoli, dimana menurut laporan Van Haak perjanjian antara pemerintah Belanda dan Sultan Palembang berisi :&lt;br /&gt;• Sultan hanya menjual timahnya kepada kompeni &lt;br /&gt;• Kompeni dapat membeli timah sejumlah yang diperlukan. &lt;br /&gt;Sebagai akibat perjanjian inilah kemudian banyak timah hasil pulau Bangka dijual dengan cara diselundupkan.&lt;br /&gt;Selanjutnya tahun 1803 pemerintah Belanda mengirimkan misi lagi yang dipimpin oleh V.D. Bogarts dan Kapten Lombart, yang bermaksud mengadakan penyelidikan dengan seksama tentang timah di Bangka.&lt;br /&gt;Perjanjian Tuntang pada tanggal 18 September 1811 telah membawa nasib lain bagi pulau Bangka. Pada tanggal itu ditandatanganilah akta penyerahan dari pihak Belanda kepada pihak Inggris, dimana pulau Jawa dan daerah-daerah takluknya, Timor, Makasar, dan Palembang berikut daerah-daerah taklluknya menjadi jajahan Inggris.&lt;br /&gt;Raffles mengirimkan utusannya ke Palembang untuk mengambil alih Loji Belanda di Sungai Aur, tetapi mereka ditolak oleh Sultan Mahmud Badaruddin II, karena kekuasaan Belanda di Palembang sebelum kapitulasi Tuntang sudah tidak ada lagi. Raffless merasa tidak senang dengan penolakan Sultan dan tetap menuntut agar Loji Sungai Aur diserahkan, juga menuntut agar Sultan menyerahkan tambang-tambang timah di pulau Bangka dan Belitung.&lt;br /&gt;Pada tanggal 20 Maret 1812 Raffles mengirimkan Ekspedisi ke Palembang yang dipimpin oleh Jendral Mayor Roobert Rollo Gillespie. Namun Gillespie gagal bertemu dengan Sultan lalu Inggris mulai melaksanakan politik &quot;Devide et Impera&quot;nya. Gillespie mengangkat Pangeran Adipati sebagai Sultan Palembang denga gelar Sultan Ahmad Najamuddin II (tahun 1812).&lt;br /&gt;Sebagai pengakuan Inggris terhadap Sultan Ahmad Najamuddin II dibuatlah perjanjian tersendiri agar pulau Bangka dan Belitung diserahkan kepada Inggris. Dalam perjalanan pulang ke Betawi lewat Mentok oleh Gillespie, kedua pulau itu diresmikan menjadi jajahan Inggris dengan diberi nama &quot;Duke of Island&quot; (20 Mei 1812).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku1976.blogspot.com/feeds/7829947836194552967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aku1976.blogspot.com/2009/02/sejarah-pulau-bangka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6925773455924492416/posts/default/7829947836194552967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6925773455924492416/posts/default/7829947836194552967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku1976.blogspot.com/2009/02/sejarah-pulau-bangka.html' title='Sejarah Pulau Bangka'/><author><name>Irvan Linardo</name><uri>https://plus.google.com/105792903347533699952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6925773455924492416.post-6882285316824686314</id><published>2009-02-23T00:39:00.000+07:00</published><updated>2009-02-27T21:54:49.315+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tempat ku"/><title type='text'>Pulau Bangka</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/_iZyXPBvuP_k/Saf-srZ-KxI/AAAAAAAAACY/c46quXQky_s/s1600-h/images+pulau.jpeg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 95px;&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/_iZyXPBvuP_k/Saf-srZ-KxI/AAAAAAAAACY/c46quXQky_s/s320/images+pulau.jpeg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5307490729398774546&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pulau Bangka adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah timur Sumatra, dan sekarang ini telah menjadi Kepulauan Bangka Belitung.Luas pulau Bangka itu adalah 11.693.54 km². Berdasarkan kandungan bahan galian yang didapat di daerah inipulau Bangka banyak mengandung bahan bahan galian mineral yang tentunya terjadi dari prosess alam yang berlaku berjuta juta tahun. Misalkan Timah yang ada dibangka, sehingga masyarakat menyebutnya dengan sebutan pulau bangka.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Kata bangka dapat juga berasal dari kata wangka yang artinya timah. Karena di daerah ini ditemukan bayak sekali bahan galian timah, oleh karena itu Pulau Timah. Menurut cerita rakyat Pulau bangka tidak ada penduduk asli semua adalah pendatang dari suku yang diberi nama suku sekak. Masyarakatnya masih menganut animisme. Kemudian masuk bangsa melayu dari daratan malaka dengan membawa agama islam yang kemudian berkembang samapai sekarang.&lt;br /&gt;Sejak 1710, Bangka merupakan salah satu wilayah penghasil timah di dunia. Proses produksi timah dikuasai sepenuhnya oleh pemerintah Indonesia. Lada, merica, karet, dan kelapa sawit juga dihasilkan di pulau Bangka.&lt;br /&gt;Pulau Bangka terletak di sebelah pesisir Timur Sumatra Selatan, berbatasan dengan Laut China Selatan di sebelah utara, Pulau Belitung di timur dan Laut Jawa di sebelah selatan yaitu 1°20’-3°7 Lintang Selatan dan 105° - 107° Bujur Timur memanjang dari Barat Laut ke Tenggara sepanjang ± 180 km. Pulau ini terdiri dari rawa-rawa, daratan rendah, bukit-bukit dan puncak bukit terdapat hutan lebat, sedangkan pada daerah rawa terdapat hutan bakau. Rawa daratan pulau Bangka tidak begitu berbeda dengan rawa di pulau Sumatera, sedangkan keistimewaan pantainya dibandingkan dengan daerah lain adalah pantainya yang landai berpasir putih dengan dihiasi hamparan batu granit.&lt;br /&gt;Kabupaten Bangka mempunyai luas wilayah ± 2.950,68 km², Batas wilayah Kabupaten Bangka adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Sebelah Utara : Laut Natuna&lt;br /&gt;• Sebelah Timur : Laut Natuna&lt;br /&gt;• Sebelah Selatan : Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah&lt;br /&gt;• Sebelah Barat : Kab. Bangka Barat, Selat Bangka dan Teluk Kelabat&lt;br /&gt;Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebelumnya adalah bagian dari Sumatra Selatan, namun menjadi provinsi sendiri bersama Banten dan Gorontalo pada tahun 2000. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung didirikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2000 Tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tanggal 21 November 2000 yang terdiri dari Kabupaten Bangka, Kabupaten Belitung dan Kota Pangkalpinang. Pada berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2003 tanggal 23 Januari 2003 dilakukan pemekaran wilayah dengan penambahan 4 kabupaten yaitu Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Belitung Timur. Propinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan pemekaran wilayah dari Provinsi Sumatra Selatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku1976.blogspot.com/feeds/6882285316824686314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aku1976.blogspot.com/2009/02/pulau-bangka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6925773455924492416/posts/default/6882285316824686314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6925773455924492416/posts/default/6882285316824686314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku1976.blogspot.com/2009/02/pulau-bangka.html' title='Pulau Bangka'/><author><name>Irvan Linardo</name><uri>https://plus.google.com/105792903347533699952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_iZyXPBvuP_k/Saf-srZ-KxI/AAAAAAAAACY/c46quXQky_s/s72-c/images+pulau.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6925773455924492416.post-4781809464376327797</id><published>2009-02-23T00:36:00.000+07:00</published><updated>2009-03-11T22:44:57.460+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Timah"/><title type='text'>Timah</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/_iZyXPBvuP_k/Saf_SbojujI/AAAAAAAAACg/4f-MQh1ERi4/s1600-h/images+timah.jpeg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 106px;&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/_iZyXPBvuP_k/Saf_SbojujI/AAAAAAAAACg/4f-MQh1ERi4/s400/images+timah.jpeg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5307491378000017970&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Timah adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Sn (bahasa Latin: stannum) dan nomor atom 50.Unsur ini merupakan logam miskin keperakan, dapat ditempa (&quot;malleable&quot;) dan tidak mudah teroksidasi dalam udara sehingga tahan karat, ditemukan dalam banyak aloy, dan digunakan untuk melapisi logam lainnya untuk mencegah karat. Timah diperoleh terutama dari mineral cassiterite yang terbentuk sebagai oksida. Timah di temukan sekitar tahun 1709 di Sungai...&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Olin di Kecamatan Toboali oleh orang-orang Johor atas pengalaman mereka di Semenanjung Malaka. Dengan di temukannya timah ini, mulailah Pulau Bangka disinggahi oleh segala macam perahu dari Asia maupun Eropa. Perusahaan-perusahaan penggalian timah pun semakin maju, sehingga pada saat Sultan Palembang Sultan Badarudin II mengirimkan orang-orangnya ke Semenanjung Negeri Tiongkok untuk mencari tenaga-tenaga ahli yang kian terasa sangat diperlukan. Pada tahun 1717 mulai diadakan perhubungan dagang dengan VOC untuk penjualan timah. Dengan bantuan kompeni ini, Sultan Palembang berusa membasmi bajak-bajak laut dan penyelundupan-penyelundupan timah. Pada tahun 1755 pemerintah Belanda mengirimkan misi dagangnya ke Palembang yang dipimpin oleh Van Haak, yang bermaksud untuk meninjau hasil timah dan lada di Bangka. Pada sekitar tahun 1722 VOC mengadakan perjanjian yang mengikat dengan Sultan Ratu Anum Kamaruddin untuk membeli timah monopoli, dimana menurut laporan Van Haak perjanjian antara pemerintah Belanda dan Sultan Palembang berisi :&lt;br /&gt;• Sultan hanya menjual timahnya kepada kompeni&lt;br /&gt;• Kompeni dapat membeli timah sejumlah yang diperlukan.&lt;br /&gt;Sebagai akibat perjanjian inilah kemudian banyak timah hasil pulau Bangka dijual dengan cara diselundupkan. Selanjutnya tahun 1803 pemerintah Belanda mengirimkan misi lagi yang dipimpin oleh V.D. Bogarts dan Kapten Lombart, yang bermaksud mengadakan penyelidikan dengan seksama tentang timah di Bangka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel="related" href="http://www.bahaya-aku.blogspot.com" title="Timah"/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku1976.blogspot.com/feeds/4781809464376327797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aku1976.blogspot.com/2009/02/timah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6925773455924492416/posts/default/4781809464376327797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6925773455924492416/posts/default/4781809464376327797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku1976.blogspot.com/2009/02/timah.html' title='Timah'/><author><name>Irvan Linardo</name><uri>https://plus.google.com/105792903347533699952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_iZyXPBvuP_k/Saf_SbojujI/AAAAAAAAACg/4f-MQh1ERi4/s72-c/images+timah.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>