<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;DUEMRXo-fSp7ImA9WhRRFE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8450603084628895060</id><updated>2011-11-27T15:48:04.455-08:00</updated><category term="Kesehatan" /><category term="Komputer" /><category term="Tips n Triks" /><category term="Anak" /><category term="Bisnis" /><title>Buku Pintar Cerdas</title><subtitle type="html">Koleksi pengetahuan dan pengalaman, semoga bermanfaat untuk semua orang</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://webpintar.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://webpintar.blogspot.com/" /><author><name>alfin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14409022242277820939</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/Dskl" /><feedburner:info uri="blogspot/dskl" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:browserFriendly></feedburner:browserFriendly><entry gd:etag="W/&quot;D0MDRXwzfip7ImA9WxNSGEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8450603084628895060.post-5586476871797801539</id><published>2009-09-01T23:51:00.000-07:00</published><updated>2009-09-02T00:11:14.286-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-02T00:11:14.286-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips n Triks" /><title>Cara Bermain Rubik</title><content type="html">Cara yang sudah dicoba dan berhasil bisa dilihat dan didownload di sini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.rubiks.com/World/~/media/Files/Solution_book_LOW_RES.ashx"&gt; Cara Bermain Rubik&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8450603084628895060-5586476871797801539?l=webpintar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://webpintar.blogspot.com/feeds/5586476871797801539/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://webpintar.blogspot.com/2009/09/cara-bermain-rubik.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8450603084628895060/posts/default/5586476871797801539?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8450603084628895060/posts/default/5586476871797801539?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://webpintar.blogspot.com/2009/09/cara-bermain-rubik.html" title="Cara Bermain Rubik" /><author><name>alfin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14409022242277820939</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0AMQ3o5eSp7ImA9WxJRF08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8450603084628895060.post-5509025599477867709</id><published>2009-05-18T09:52:00.002-07:00</published><updated>2009-05-19T01:29:42.421-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-19T01:29:42.421-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer" /><title>Lisensi Dokumentasi Bebas GNU</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Edxn4Qr0JZM/ShGTW7K9poI/AAAAAAAAAEg/4Vj97OTUPI4/s1600-h/gnu.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Edxn4Qr0JZM/ShGTW7K9poI/AAAAAAAAAEg/4Vj97OTUPI4/s200/gnu.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337209055460828802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Versi 1.2, November 2002&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;Hak Cipta (C) 2000,2001,2002 Free Software Foundation, Inc.&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;51 Franklin St, Fifth Floor, Boston, MA 02110-1301 USA&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;Semua orang diperbolehkan untuk menyalin dan mendistribusikan&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;salinan sama persis dari dokumen lisensi ini, namun&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;tak diperkenankan untuk mengubahnya.&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;a name="0._MUKADIMAH" id="0._MUKADIMAH"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h4&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt; MUKADIMAH&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;Tujuan dari Lisensi ini adalah untuk membuat suatu manual, buku teks, atau dokumen fungsional dan berguna lainnya menjadi "bebas" dalam pengertian kebebasan: untuk meyakinkan semua orang mengenai kebebasan efektif untuk menyalin dan mendistribusikan ulang, dengan atau tanpa modifikasi, baik untuk tujuan komersial maupun non-komersial. Kedua, Lisensi ini menyediakan suatu jalan bagi pencipta dan penerbit untuk tetap mendapatkan penghargaan bagi karya mereka, tanpa dianggap bertanggung jawab terhadap modifikasi yang dilakukan oleh orang lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;code&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lisensi ini merupakan suatu bentuk "&lt;i&gt;copyleft&lt;/i&gt;", yang berarti bahwa karya turunan dari dokumen tersebut harus bebas dalam pengertian serupa. Hal tersebut komplementer dengan Lisensi Publik Umum GNU, yang merupakan suatu lisensi &lt;i&gt;copyleft&lt;/i&gt; yang dirancang bagi perangkat lunak bebas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kami telah merancang Lisensi ini untuk menggunakannya bagi manual perangkat lunak bebas, karena perangkat lunak bebas membutuhkan dokumentasi bebas: suatu program bebas harus disertai dengan manual yang menyediakan kebebasan yang sama seperti yang disediakan perangkat lunaknya. Namun Lisensi ini tidak dibatasi hanya untuk manual perangkat lunak; ia dapat pula digunakan untuk segala karya tekstual, tak tergantung bahasan subjek atau apakah ia diterbitkan sebagai buku cetak. Kami menganjurkan Lisensi ini terutama bagi karya yang tujuannya adalah sebagai petunjuk atau rujukan.&lt;/p&gt; &lt;a name="1._PENERAPAN_DAN_DEFINISI" id="1._PENERAPAN_DAN_DEFINISI"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h4&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;1. PENERAPAN DAN DEFINISI&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;Lisensi ini berlaku bagi semua manual atau karya lain, dalam medium apapun, yang mengandung suatu pernyataan yang diletakkan oleh pemegang hak cipta yang menyatakan bahwa karya tersebut dapat didistribusikan sesuai ketentuan dalam Lisensi ini. Pernyataan tersebut memberikan lisensi yang berlaku di seluruh dunia dan bebas royalti, tanpa batas waktu, untuk menggunakan karya tersebut sesuai kondisi yang dinyatakan di sini. "Dokumen" merujuk pada semua manual atau karya tersebut. Setiap anggota masyarakat adalah pemegang lisensi, dan dirujuk sebagai "Anda". Anda menerima lisensi jika Anda menyalin, memodifikasi, atau mendistribusikan karya melalui cara yang membutuhkan izin menurut hukum hak cipta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suatu "Versi Modifikasi" dari Dokumen adalah segala karya yang mengandung Dokumen atau bagian isinya, baik disalin sama persis (verbatim), atau dengan modifikasi, dan/atau diterjemahkan ke dalam bahasa lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suatu "Bagian Sekunder" adalah suatu lampiran spesifik atau bagian muka dari Dokumen yang secara eksklusif berkenaan dengan hubungan antara penerbit atau pencipta Dokumen dengan subjek Dokumen secara keseluruhan (atau hal-hal lain yang bersangkutan) dan tidak mengandung apapun yang dapat secara langsung berkaitan dengan keseluruhan subjek. (Jadi, jika Dokumen adalah bagian dari suatu buku teks matematika, suatu Bagian Sekunder tidak boleh menjelaskan masalah matematika sedikitpun.) Hubungan tersebut dapat berupa hubungan historis dengan subjek atau masalah terkait lain, atau hukum, komersial, filosofis, etis, atau posisi politis terhadap mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Bagian Invarian" adalah suatu Bagian Sekunder tertentu yang judulnya disebutkan, sebagai Bagian Invarian, pada pernyataan yang menyebutkan bahwa Dokumen dirilis menurut Lisensi ini. Jika suatu bagian tidak memenuhi definisi mengenai Sekunder di atas, maka tidak diizinkan untuk menyebutnya sebagai Invarian. Dokumen dapat tidak memiliki Bagian Invarian. Jika Dokumen tidak mengidentifikasikan Bagian Invarian manapun, maka bagian tersebut tidak ada.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Teks Sampul" adalah rangkaian teks pendek tertentu yang didaftarkan, sebagai Teks Sampul Muka dan Teks Sampul Belakang, dalam pernyataan yang menyebutkan bahwa Dokumen dirilis menurut lisensi ini. Suatu Teks Sampul Muka maksimum terdiri dari 5 kata, dan Teks Sampul Belakang maksimum terdiri dari 25 kata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salinan "Transparan" dari Dokumen adalah salinan terbaca-mesin, yang direpresentasikan dalam suatu format yang spesifikasinya tersedia untuk publik umum, yang cocok sebagai masukan pemformat teks atau untuk penerjemahan otomatis ke berbagai format yang cocok bagi masukan untuk pemformat teks. Suatu salinan yang walaupun berbentuk berkas Transparan tapi markahnya, atau tanpa markah, telah diatur untuk menghambat atau menyulitkan modifikasi lanjutan oleh pembaca bukanlah Transparan. Suatu format gambar tidak Transparan jika digunakan untuk jumlah substansial apapun dari teks. Salinan yang tidak "Transparan" disebut "Buram".&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Contoh format yang cocok untuk salinan transparan termasuk ASCII polos tanpa markah, format masukan Texinfo, format masukan LaTeX, SGML atau XML yang menggunakan DTD yang tersedia untuk publik, dan HTML sederhana sesuai standar, PostScript atau PDF yang dirancang untuk dimodifikasi oleh manusia. Contoh format gambar yang transparan antara lain adalah PNG, XCF, dan JPG. Format Buram mencakup format proprieter yang hanya dapat dibaca atau disunting oleh pengolah kata proprieter, SGML atau XML yang DTD dan/atau perangkat pemrosesnya tidak tersedia secara umum, dan HTML ciptaan mesin, PostScript atau PDF yang dihasilkan oleh pengolah kata hanya sebagai keluaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Halaman Judul" berarti, untuk buku tercetak, halaman judulnya sendiri, ditambah halaman-halaman berikutnya yang diperlukan untuk menampung, secara hukum, bahan yang dibutuhkan oleh Lisensi ini untuk dimunculkan pada halaman judul. Untuk karya dalam format yang tidak memiliki halaman judul seperti itu, "Halaman Judul" berarti teks di dekat tampilan paling menonjol dari judul karya, mendahului awal badan teks.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suatu bagian "Berjudul XYZ" berarti suatu subunit bernama dari Dokumen yang judulnya bisa tepat XYZ atau mengandung XYZ dalam tanda kurung diikuti teks yang menerjemahkan XYZ ke dalam bahasa lain. (XYZ di sini merupakan nama bagian spesifik tertentu yang dijelaskan di bawah, seperti "Penghargaan", "Dedikasi", "Pengesahan", atau "Riwayat".) Untuk "Mempertahankan Judul" suatu bagian tersebut sewaktu Anda memodifikasi Dokumen berarti bahwa bagian itu tetap berupa suatu bagian "Berjudul XYZ" sesuai dengan definisi ini.&lt;/p&gt; &lt;a name="2._SALINAN_SAMA_PERSIS_.28VERBATIM.29" id="2._SALINAN_SAMA_PERSIS_.28VERBATIM.29"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h4&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;2. SALINAN SAMA PERSIS (VERBATIM)&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;Anda dapat menyalin dan mendistribusikan Dokumen dalam medium apapun, baik secara komersial maupun non-komersial, asalkan Lisensi ini, pernyataan hak cipta, dan pernyataan lisensi yang menyatakan bahwa Lisensi ini berlaku bagi Dokumen direproduksikan pada semua salinan, dan Anda tidak menambahkan kondisi lain apapun di luar dari yang tercakup oleh Lisensi ini. Anda tidak dapat menggunakan alat teknis untuk menghambat atau mengontrol pembacaan atau penyalinan ulang dari salinan yang Anda buat atau distribusikan. Namun Anda dapat menerima kompensasi sebagai penukar salinan tersebut. Jika Anda mendistribusikan jumlah salinan yang cukup banyak Anda harus mematuhi kondisi pada bagian 3.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anda dapat juga meminjamkan salinan, sesuai dengan kondisi yang dinyatakan di atas, dan Anda dapat menunjukkan salinan itu kepada publik.&lt;/p&gt; &lt;a name="3._MENYALIN_DALAM_JUMLAH_BANYAK" id="3._MENYALIN_DALAM_JUMLAH_BANYAK"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h4&gt;3. &lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt; MENYALIN DALAM JUMLAH BANYAK&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;Jika Anda menerbitkan salinan tercetak (atau salinan dalam media yang umumnya memiliki sampul tercetak) dari Dokumen, dengan jumlah melebihi 100, dan pernyataan lisensi Dokumen mensyaratkan Teks Sampul, Anda harus menyertakan salinannya pada sampul yang mencakup, dengan jelas dan terbaca, semua Teks Sampul tersebut: Teks Sampul Muka pada sampul muka, dan Teks Sampul Belakang pada sampul belakang. Kedua sampul harus secara jelas dan terbaca mengidentifikasikan Anda sebagai penerbit salinan-salinan tersebut. Sampul muka harus menampilkan semua kata dari judul sama menonjol dan jelas. Anda dapat menambahkan bahan lain pada sampul-sampul ini sebagai tambahan. Salinan dengan perubahan yang dibatasi hanya pada sampul, sepanjang mempertahankan judul Dokumen dan memenuhi kondisi-kondisi tersebut, dapat dianggap sebagai salinan sama persis (verbatim) dalam bentuk lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika teks yang dibutuhkan untuk kedua sampul terlalu banyak untuk tetap terbaca, Anda harus meletakkan yang pertama terdaftar (sebanyak mungkin dapat dimuat) pada sampul sebenarnya, dan melanjutkan sisanya pada halaman berikut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika Anda menerbitkan atau mendistribusikan salinan Buram dari dokumen berjumlah lebih dari 100, Anda harus menyertakan salinan Transparan terbaca-mesin bersama setiap salinan Buram, atau menyatakan dalam atau dengan tiap salinan Buram suatu lokasi jaringan komputer yang dapat diakses oleh publik pengguna jaringan umum untuk mengunduh dengan menggunakan protokol jaringan standar publik suatu salinan Transparan lengkap dari Dokumen, bebas dari bahan tambahan. Jika Anda memilih opsi terakhir, Anda harus menyiapkan langkah-langkah yang memadai sewaktu mulai mendistribusikan salinan Buram dalam jumlah banyak, untuk memastikan bahwa salinan Transparan ini akan tetap dapat diakses pada lokasi yang ditentukan paling tidak satu tahun setelah Anda melakukan distribusi terakhir salinan Buram (baik langsung atau melalui agen atau peritel Anda) dari edisi tersebut kepada publik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diminta, tapi tak diharuskan, bagi Anda untuk mengontak pencipta Dokumen sebelum mendistribusikan ulang sejumlah besar salinan, untuk memberikan mereka kesempatan untuk memberikan kepada Anda versi terbaru dari Dokumen.&lt;/p&gt; &lt;a name="4._MODIFIKASI" id="4._MODIFIKASI"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h4&gt;4. &lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;MODIFIKASI&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;Anda dapat menyalin atau mendistribusikan suatu Versi Modifikasi dari Dokumen sesuai dengan kondisi pada bagian 2 dan 3 di atas, asalkan Anda merilis Versi Modifikasi tersebut tepat sesuai Lisensi ini, dengan Versi Modifikasi mengisi posisi Dokumen, sehingga melisensikan distribusi dan modifikasi dari Versi Modifikasi pada siapapun yang memiliki salinannya. Sebagai tambahan, Anda harus melakukan hal-hal berikut pada Versi Modifikasi:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;A. Gunakan pada Halaman Judul (dan pada sampul, jika ada) suatu judul yang khusus untuk Dokumen, dan dari versi sebelumnya (yang harus, jika ada, didaftarkan pada bagian Riwayat dari Dokumen). Anda dapat menggunakan judul yang sama dengan versi sebelumnya jika penerbit asli versi tersebut memberikan izin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;B. Cantumkan pada Halaman Judul, sebagai pencipta, satu atau lebih orang atau entitas yang bertanggung jawab atas ciptaan modifikasi pada Versi Modifikasi, bersama dengan paling tidak lima pencipta utama Dokumen (semua pencipta utama, jika lebih sedikit dari lima), kecuali jika mereka membebaskan Anda dari persyaratan ini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;C. Nyatakan pada Halaman Judul nama penerbit Versi Modifikasi sebagai penerbit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;D. Pertahankan semua pernyataan hak cipta pada Dokumen.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;E. Tambahkan pernyataan hak cipta yang diperlukan untuk modifikasi Anda berdekatan dengan pernyataan hak cipta lainnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;F. Sertakan, tepat setelah pernyataan hak cipta, suatu pernyataan lisensi yang memberikan izin publik untuk menggunakan Versi Modifikasi sesuai aturan Lisensi ini, dalam bentuk seperti pada Lampiran di bawah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;G. Pertahankan pada pernyataan lisensi tersebut daftar lengkap Bagian Invarian dan Teks Sampul yang disyaratkan untuk diberikan pada pernyataan lisensi Dokumen.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;H. Cantumkan salinan tak berubah dari Lisensi ini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;I. Pertahankan bagian berjudul "Riwayat", Pertahankan Judulnya, dan tambahkan padanya suatu item yang menyatakan paling tidak judul, tahun, pencipta baru, dan penerbit Versi Modifikasi sesuai dengan Halaman Judul. Jika tak terdapat bagian berjudul "Riwayat" pada Dokumen, buat satu yang menyatakan judul, tahun, pencipta, dan penerbit Dokumen sesuai Halaman Judul, lalu tambahkan satu item menjelaskan Versi Modifikasi seperti dijelaskan pada kalimat terdahulu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;J. Pertahankan lokasi jaringan, jika ada, yang diberikan dalam Dokumen untuk akses publik ke salinan Transparan Dokumen, dan juga lokasi jaringan yang diberikan pada Dokumen dari versi sebelumnya yang menjadi dasarnya. Semua ini dapat ditempatkan pada bagian "Riwayat". Anda dapat mengesampingkan suatu lokasi jaringan untuk suatu karya yang dipublikasikan paling tidak empat tahun sebelum Dokumen itu sendiri, atau jika penerbit asli versi yang dirujuk tersebut memberikan izin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;K. Untuk semua bagian yang berjudul "Penghargaan" atau "Dedikasi", Pertahankan Judul bagian tersebut, dan pertahankan pada bagian itu semua substansi dan gaya penghargaan atau dedikasi yang diberikan tiap kontributor pada bagian tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;L. Pertahankan semua Bagian Invarian Dokumen, tanpa perubahan pada teks dan judulnya. Nomor bagian atau ekivalennya tidak dianggap sebagai bagian judul bagian.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;M. Hapus semua bagian yang berjudul "Pengesahan". Bagian tersebut tidak boleh disertakan dalam Versi Modifikasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;N. Jangan mengubah bagian yang apapun sudah ada menjadi "Pengesahan" atau untuk menimbulkan konflik judul dengan Bagian Invarian.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;O. Pertahankan semua Penyangkalan Jaminan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Jika Versi Modifikasi menyertakan bagian utama baru atau lampiran yang layak sebagai Bagian Sekunder dan tidak mengandung bahan yang disalin dari Dokumen, Anda dapat sesuai pilihan menyebutkan beberapa atau seluruh bagian tersebut sebagai invarian. Untuk melakukan hal itu, tambahkan judul mereka pada daftar Bagian Invarian dalam pernyataan lisensi Versi Modifikasi. Judul-judul tersebut harus dapat dibedakan dengan judul-judul bagian lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anda dapat menambahkan suatu bagian berjudul "Pengesahan", asalkan bagian tersebut hanya mengandung pengesahan Versi Modifikasi Anda oleh berbagai pihak--sebagai contoh, pernyataan atau penilaian sejawat atau bahwa teks tersebut telah disetujui oleh suatu organisasi sebagai definisi autoritatif atas suatu standar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anda dapat menambahkan suatu rangkaian kata maksimum lima kata sebagai suatu Teks Sampul Muka, dan rangkaian maksimum 25 kata sebagai Teks Sampul Belakang, di akhir daftar Teks Sampul pada Versi Modifikasi. Hanya satu rangkaian kata untuk Teks Sampul Muka dan satu untuk Teks Sampul Belakang yang dapat ditambahkan oleh (atau melalui pengaturan yang dibuat oleh) satu entitas. Jika Dokumen telah mengandung suatu teks sampul untuk sampul yang sama, yang sebelumnya ditambahkan oleh Anda atau oleh pengaturan yang dibuat oleh entitas yang sama yang Anda wakili, Anda tak dapat memberikan tambahan baru; tapi Anda dapat mengganti versi lama, dengan izin eksplisit dari penerbit terdahulu yang menambahkan versi lamanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lisensi ini tidak berarti bahwa pencipta dan penerbit Dokumen memberikan izin untuk menggunakan nama mereka untuk publisitas atau untuk meyakinkan atau memberikan pengesahan terhadap Versi Modifikasi manapun.&lt;/p&gt; &lt;a name="5._MENGGABUNGKAN_DOKUMEN" id="5._MENGGABUNGKAN_DOKUMEN"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h4&gt;5. &lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;MENGGABUNGKAN DOKUMEN&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;Anda dapat menggabungkan Dokumen dengan dokumen lain yang dirilis dengan menggunakan Lisensi ini, dengan menggunakan kondisi seperti pada bagian 4 di atas untuk versi modifikasi, dengan syarat Anda mencantumkan dalam gabungan semua Bagian Invarian dari semua dokumen asli, tanpa perubahan, dan mendaftarkan semuanya sebagai Bagian Invarian dari karya gabungan Anda pada pernyataan lisensinya, dan bahwa Anda mempertahankan seluruh Penyangkalan Jaminan mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karya gabungan tersebut hanya perlu mengandung satu salinan lisensi ini, dan berbagai Bagian Invarian yang identik dapat digantikan oleh satu salinan saja. Jika ada beberapa Bagian Invarian yang memiliki nama sama dengan isi yang berbeda, buatlah masing-masing judul bagian tersebut menjadi unik dengna menambahkan di belakangnya, dengan menggunakan tanda kurung, nama pencipta atau penerbit asli bagian tersebut, jika diketahui, atau berikan suatu nomor unik. Lakukan perubahan yang sama pada judul bagian di dalam daftar Bagian Invarian dalam pernyataan lisensi karya gabungan ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam gabungan, Anda harus menggabungkan semua bagian yang berjudul "Riwayat" pada semua dokumen asal, membentuk satu bagian berjudul "Riwayat"; dan juga gabungkan semua bagian berjudul "Penghargaan", dan semua bagian berjudul "Dedikasi". Anda harus menghapus semua bagian berjudul "Pengesahan".&lt;/p&gt; &lt;a name="6._KOLEKSI_DOKUMEN" id="6._KOLEKSI_DOKUMEN"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h4&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;6. KOLEKSI DOKUMEN&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;Anda dapat membuat suatu koleksi yang terdiri dari Dokumen dan dokumen-dokumen lain yang dirilis dengan Lisensi ini, dan mengganti salinan Lisensi pada masing-masing dokumen dengan satu salinan tunggal yang disertakan dalam koleksi, dengan syarat bahwa Anda mengikuti aturan Lisensi ini untuk menyalin dengan sama persis (verbatim) tiap dokumen dalam semua aspek.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anda dapat mengekstrak satu dokumen dari koleksi semacam itu, dan mendistribusikannya secara individu dengan Lisensi ini, dengan syarat bahwa Anda menyertakan satu salinan Lisensi ke dalam dokumen hasil ekstraksi tersebut, dan mengikuti dalam semua aspek yang menyangkut penyalinan sama persis (verbatim) dokumen tersebut.&lt;/p&gt; &lt;a name="7._PENGGABUNGAN_DENGAN_KARYA_INDEPENDEN" id="7._PENGGABUNGAN_DENGAN_KARYA_INDEPENDEN"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h4&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;7. PENGGABUNGAN DENGAN KARYA INDEPENDEN&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;Suatu kompilasi Dokumen atau turunannya dengan dokumen atau karya terpisah dan independen, dalam atau pada suatu bagian suatu media simpanan atau distribusi, disebut suatu "agregat" jika hak cipta yang muncul dari kompilasi tidak digunakan untuk membatasi hak legal pengguna kompilasi melebihi yang diizinkan oleh masing-masing karya. Jika Dokumen disertakan dalam suatu agregat, Lisensi ini tidak berlakuk terhadap karya lain dalam agregat yang bukan merupakan karya turunan dari Dokumen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika persyaratan Teks Sampul dari bagian 3 dapat diterapkan pada salinan Dokumen ini, maka Dokumen mencakup kurang dari setengah dari keseluruhan agregat, Teks Sampul Dokumen dapat ditempatkan pada sampul yang mencakup Dokumen dalam agregat, atau ekivalen elektronis dari sampul jika Dokumen tersebut berbentuk elektronik. Di luar itu, mereka harus muncul pada sampul tercetak yang mencakup keseluruhan agregat.&lt;/p&gt; &lt;a name="8._TERJEMAHAN" id="8._TERJEMAHAN"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h4&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;8. TERJEMAHAN&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;Terjemahan dianggap suatu bentuk modifikasi, jadi Anda dapat mendistribusikan terjemahan Dokumen mengikuti aturan pada bagian 4. Mengganti Bagian Invarian dengan terjemahan membutuhkan izin khusus dari pemegang hak cipta, tapi Anda dapat menyertakan terjemahan dari beberapa atau seluruh Bagian Invarian sebagai tambahan dari versi asli Bagian Invarian tersebut. Anda dapat menyertakan suatu terjemahan Lisensi ini, dan semua pernyataan lisensi dalam Dokumen, dan semua Penyangkalan Jaminan, dengan syarat bahwa Anda juga menyertakan versi asli bahasa Inggris dari Lisensi ini dan versi asli dari pernyataan dan penyangkalan tersebut. Jika terjadi ketidaksesuaian antara terjemahan dan versi asli Lisensi ini atau suatu pernyataan atau penyangkalan, versi asli akan diutamakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika suatu bagian pada Dokumen berjudul "Penghargaan", "Dedikasi", atau "Riwayat", persyaratan (bagian 4) untuk Mempertahankan Judul (bagian 1) umumnya membutuhkan untuk mengganti judul sebenarnya.&lt;/p&gt; &lt;a name="9._TERMINASI" id="9._TERMINASI"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h4&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;9. TERMINASI&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;Anda tidak diperkenankan menyalin, memodifikasi, me-sublisensi-kan, atau mendistribusikan Dokumen kecuali seperti yang telah dinyatakan berlaku untuk sesuai Lisensi ini. Segala upaya lain untuk menyalin, memodifikasi, me-sublisensi-kan, atau mendistribusikan Dokumen akan membatalkan, dan secara otomatis mengakhiri hak Anda berdasarkan Lisensi ini. Meskipun demikian, pihak-pihak yang telah menerima salinan atau hak dari Anda berdasarkan Lisensi ini tidak akan diakhiri lisensinya asalkan pihak-pihak tersebut tetap mematuhinya secara penuh.&lt;/p&gt; &lt;a name="10._REVISI_MENDATANG_DARI_LISENSI_INI" id="10._REVISI_MENDATANG_DARI_LISENSI_INI"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h4&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;10. REVISI MENDATANG DARI LISENSI INI&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;Free Software Foundation dapat menerbitkan versi baru dan direvisi dari Lisensi Dokumentasi Bebas GNU dari waktu ke waktu. Versi baru tersebut akan serupa semangatnya seperti versi sekarang, tapi mungkin berbeda pada detil untuk menangani masalah atau pertimbangan baru. Lihat &lt;a href="http://www.gnu.org/copyleft/" class="external free" title="http://www.gnu.org/copyleft/" rel="nofollow"&gt;http://www.gnu.org/copyleft/&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setiap versi Lisensi mendapatkan satu nomor versi yang dapat dibedakan. Jika Dokumen menyatakan bahwa suatu nomor versi tertentu dari Lisensi "atau semua versi yang lebih baru" diterapkan atasnya, Anda memiliki opsi untuk mengikuti aturan dan kondisi baik dari versi yang ditentukan tersebut atau salah satu versi yang lebih baru yang telah dipublikasikan (bukan merupakan draf) oleh Free Software Foundation.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;a name="Bagaimana_menggunakan_Lisensi_ini_untuk_dokumen_Anda.3F" id="Bagaimana_menggunakan_Lisensi_ini_untuk_dokumen_Anda.3F"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Bagaimana menggunakan Lisensi ini untuk dokumen Anda?&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Untuk menggunakan Lisensi ini pada suatu dokumen yang telah Anda tulis, sertakan satu salinan Lisensi di dalam dokumen dan cantumkan pernyataan hak cipta dan lisensi berikut tepat setelah halaman judul:&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;Hak Cipta (c) TAHUN NAMA ANDA.&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;Izin diberikan untuk menyalin, mendistribusikan dan/atau memodifikasi&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;dokumen ini sesuai aturan Lisensi Dokumentasi Bebas GNU, Versi 1.2&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;atau semua versi yang lebih baru yang dipublikasikan oleh Free&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;Software Foundation; tanpa Bagian Invarian, tanpa Teks Sampul Depan,&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;dan tanpa Teks Sampul Belakang. Satu salinan lisensi ini disertakan&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;pada bagian berjudul "Lisensi Dokumentasi Bebas GNU".&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;p&gt;Jika Anda memiliki Bagian Invarian, Teks Sampul Depan dan Teks Sampul Belakang, ganti bagian "tanpa...Belakang." dengan ini:&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;dengan Bagian Invarian adalah DAFTARKAN JUDULNYA, dengan Teks Sampul&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;Depan adalah DAFTAR, dan dengan Teks Sampul Belakang adalah DAFTAR.&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;p&gt;Jika Anda memiliki Bagian Invarian tanpa Teks Sampul, atau kombinasi lain di antara ketiganya, gabungkan kedua alternatif tersebut agar sesuai dengan situasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika dokumen Anda mengandung contoh non-trivial kode program, kami menganjurkan Anda merilis contoh-contoh tersebut paralel dengan pilihan lisensi perangkat lunak bebas Anda, seperti Lisensi Publik Umum GNU, untuk mengizinkan penggunaannya dalam perangkat lunak bebas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;code&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8450603084628895060-5509025599477867709?l=webpintar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://webpintar.blogspot.com/feeds/5509025599477867709/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://webpintar.blogspot.com/2009/05/lisensi-dokumentasi-bebas-gnu.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8450603084628895060/posts/default/5509025599477867709?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8450603084628895060/posts/default/5509025599477867709?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://webpintar.blogspot.com/2009/05/lisensi-dokumentasi-bebas-gnu.html" title="Lisensi Dokumentasi Bebas GNU" /><author><name>alfin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14409022242277820939</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_Edxn4Qr0JZM/ShGTW7K9poI/AAAAAAAAAEg/4Vj97OTUPI4/s72-c/gnu.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0MNSH4zeip7ImA9WxJRFks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8450603084628895060.post-4500517420985702496</id><published>2009-05-18T09:40:00.000-07:00</published><updated>2009-05-18T09:51:39.082-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-18T09:51:39.082-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesehatan" /><title>Flu Babi (Swine influenza)</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Edxn4Qr0JZM/ShGP-BwMuHI/AAAAAAAAAEY/fburAOXwlQM/s1600-h/h1n1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Edxn4Qr0JZM/ShGP-BwMuHI/AAAAAAAAAEY/fburAOXwlQM/s200/h1n1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337205329196005490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flu babi (Swine influenza) adalah kasus-kasus influenza yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Galur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai Influenzavirus C atau subtipe genus Influenzavirus A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Babi dapat menampung virus flu yang berasal dari manusia maupun burung, memungkinkan virus tersebut bertukar gen dan menciptakan galur pandemik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Gejala virus termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian Flu babi diketahui disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2, dan H2N3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat, hanya subtipe H1N1 lazim ditemukan di populasi babi sebelum tahun 1998. Namun sejak akhir Agusuts 1998, subtipe H3N2 telah diisolasi juga dari babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Asal mula&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 5 Februari 1976, tentara di Fort Dix, Amerika Serikat menyatakan dirinya kelelahan dan lemah, kemudian meninggal dunia keesokannya. Dokter menyatakan kematiannya itu disebabkan oleh virus ini sebagaimana yang terjadi pada tahun 1918. Presiden kala itu, Gerald Ford, diminta untuk mengarahkan rakyatnya disuntik dengan vaksin, namun rencana itu dibatalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 20 Agustus 2007, virus ini menjangkiti seorang warga di pulau Luzon, Filipina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanda dan gejala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gejala utama virus flu babi pada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, gejalan influensa ini mirip dengan influensa. Gejalanya seperti demam, batuk, sakit pada kerongkongan, sakit pada tubuh, kepala, panas dingin, dan lemah lesu. Beberapa penderita juga melaporkan buang air besar dan muntah-muntah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mendiagnosa penyakit ini tidak hanya perlu melihat pada tanda atau gejala khusus, tetapi juga catatan terbaru mengenai pasien. Sebagai contoh, selama wabah flu babi 2009 di AS, CDC menganjurkan para dokter untuk melihat "apakah jangkitan flu babi pada pasien yang di diagnosa memiliki penyakit pernapasan akut memiliki hubungan dengan orang yang di tetapkan menderita flu babi, atau berada di lima negara bagian AS yang melaporkan kasus flu babi atau berada di Meksiko dalam jangka waktu tujuh hari sebelum bermulanya penyakit mereka." Diagnosa bagi penetapan virus ini memerlukan adanya uji makmal bagi contoh pernapasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pergantian nama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penamaan jenis penyakit ini dianggap salah oleh berbagai kalangan, karena telah membuat salah tafsir masyarakat - bahwa babi dapat menularkan penyakit ini kepada manusia. Untuk itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengganti nama penyakit ini dengan Influensa A (H1N1) mulai 30 April 2009 lalu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8450603084628895060-4500517420985702496?l=webpintar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://webpintar.blogspot.com/feeds/4500517420985702496/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://webpintar.blogspot.com/2009/05/flu-babi-swine-influenza.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8450603084628895060/posts/default/4500517420985702496?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8450603084628895060/posts/default/4500517420985702496?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://webpintar.blogspot.com/2009/05/flu-babi-swine-influenza.html" title="Flu Babi (Swine influenza)" /><author><name>alfin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14409022242277820939</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_Edxn4Qr0JZM/ShGP-BwMuHI/AAAAAAAAAEY/fburAOXwlQM/s72-c/h1n1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DE4FSHYyfyp7ImA9WxJRE0w.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8450603084628895060.post-6557930892027984976</id><published>2009-05-14T09:01:00.001-07:00</published><updated>2009-05-14T09:01:59.897-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-14T09:01:59.897-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips n Triks" /><title>Writing is Easy</title><content type="html">&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(99, 67, 32); font-family: Helvetica; font-size: 13px; "&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="margin-top: 13px; margin-right: 0px; margin-bottom: 13px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(186, 130, 71); font-size: 140%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(99, 67, 32); font-size: 13px; font-weight: normal; "&gt;Skill of Writing is further gateway for science and knowledge, history and culture, its hard to imagined if our predecessors doesn't endow article concerning their histories and knowledge, history without documentations will only become a fables, knowledge without reference will generate question mark. Told by Sayidina Ali bin Abi Thalib R.A" Fasten Science with writing", his Utterance was absolutely correct because by writing down knowledge and idea is expected could be useful for others even so there is was not acurate can be straightened along with so science process can take place and documentation for period to come.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;a href="javascript:void(0)"&gt;Publish Post&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;One of the Acheh figure, H. Badruzzaman, SH, M.Hum as a Chief Ceremony Of Acheh Custom in an opportunity explain that’s very importance to writing, the article could function as effective mission also as supporting facilities for mediation people, he concern still lack of skill write, our public is more present personated returned by passive reader than wite their idea in a form of writing. (interview with H. Badruzzaman, SH, M.Hum Tgl. 28-04-2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many scientific good writings manners and also fictions, we can write according our knowledge and desire. We aren’t need hesitate to have a notion and spend ideas during we have knowledge concerning the problems which we lifting, one of key to have a skill to writing is by reading much because with reading knowledge will increase, its train the way of thinking as systematically.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To grow enthusiasm of writing in the beginning We not necessarily apprehend how the procedures of writing, how to compiling paragraph how to choosing the correct words, just write and writing only, not a problem what we writing down all the important thing is enthusiasm of writing beforehand, after we accustomed writing then we try to write by arranging with correct writing and with the correct method. Don't be afraid to be wrong, don't let yourself pursued with talent myth, because the ability is obtained if we have willingness, and always exercise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;1. Let Yourself writing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Writing is easy, if we not yet accustomed wrote may be started with scrawling paper incise any kind of which passed by quickly in mind of us, write is just not necessarily think of good or no, we [is] entitled to write and masterpiece, write things making we is flavor is balmy. Please pour contents of liver, ideas which during the time hidden in mind of uses at lembaran-lembaran papers, on the other side writing is a kind of this can become supporting facilities for therapy for pouring all are doleful hiddening which during the time difficult if have to be discussed to otherses, hence pen and paper sheet become friend which very understanding the we so that lapped over a history life of us.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;2. Don't let Your Idea Disappear&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Draw up pen and paper- easy and cheap auxiliaries, because we don't soybean cake when inspiration will draw near, soon catch and keep idea passing by quickly don't delay for the log, is hardly regrettably if we forgot because unforeseen to come inspiration, because not yet have time to an idea noted by other idea to come running over first idea.&lt;br /&gt;"Of moslem scholars shaleh former celebrated books authors always istiqamah for noting ideas which to comes even in one of histories, Imam Bukhari oftentimes woke up between two lights for noting the passed by quickly idea, he have ever been woke up counted 18 times;rill in last night for considering something wishing his writing" ( Spiritual Reading/Dr. Raghib As Sirjani- Ace Siyar: 12/404)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;3. Clarify Your idea&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Carpet Your idea as detail is possible so that you to be clear from the aspect of such you will lift a ideas into articles, J.W. Von, Goethe, a Germany author have ever said" If was someone which wish to write with clear style, in advance he(she is clear in the idea". You are which more knowing the your ideas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;4. Flow Your idea&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maintain mood write, flow until is complete of idea which drawn in head, nothing like drive a bargain for delaying to write down him(it because time write was effective was time of idea have clear shown in head. Write as painting, a artist can paint by good if was clear of the object, is the good of real object before very eyes or abstraction object in the marrow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;5. Position Yourself as reader&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;In making article of vital importance to pay attention to from side of comfort of reader because main reason we write is so that understanding reader which we submit, because however the excitement of idea which we peeped out if forwarding of his(its was understood hard and stiff it is possible that the benefit element become less, like presenting food even full contain nutrition, vitamin and protein but way of the presentation of becoming the [oppositely;also] losing appetite.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;6. Animate Your article&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mission a masterpiece write to be synchronized and continuously remembered by reader if reader feel our article was useful and have a meaning (of), make your article as a decent saying cronies, conversation in friendliness of friendship.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;7. Write with Your Heart&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Connect your heart to your finger to yield masterpiece write which can be read by liver, entrust our liver as skipper make our mind as navigator let intuition become the radar and permit your finger flow frase and paragraph, sometimes we don't realize article we will become a masterpiece which hypertrophy of meaning.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8450603084628895060-6557930892027984976?l=webpintar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://webpintar.blogspot.com/feeds/6557930892027984976/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://webpintar.blogspot.com/2009/05/writing-is-easy.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8450603084628895060/posts/default/6557930892027984976?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8450603084628895060/posts/default/6557930892027984976?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://webpintar.blogspot.com/2009/05/writing-is-easy.html" title="Writing is Easy" /><author><name>alfin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14409022242277820939</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkMGRXo9cSp7ImA9WxJRFkw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8450603084628895060.post-1711915091836611554</id><published>2009-05-14T08:59:00.001-07:00</published><updated>2009-05-17T19:40:24.469-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-17T19:40:24.469-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer" /><title>Cara Cepat Buat Blog di Blogger</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Edxn4Qr0JZM/ShDKh5Lk8gI/AAAAAAAAAEQ/jpXc1W4ii8M/s1600-h/blogger+tm.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 122px; height: 121px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Edxn4Qr0JZM/ShDKh5Lk8gI/AAAAAAAAAEQ/jpXc1W4ii8M/s200/blogger+tm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336988242067911170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(99, 67, 32);font-family:Helvetica;font-size:13;"  &gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"  style="margin: 13px 0px; padding: 0px; color: rgb(186, 130, 71);font-size:140%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(99, 67, 32); font-weight: normal;font-size:13;" &gt;Sekarang dunia memang serba cepat dan langsung jadi, mulai dari mie instan sampai blog instan &lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; dalam waktu kurang dari tiga menit (kalo internet gak ngadat ya…) udah bisa bikin blog yang cantik sekaligus posting tulisan dan foto-foto.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px; overflow: visible; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 1.4em; height: 1%;"&gt;Banyak sekali web-web gratisan bertebaran yang bisa didapetin, tinggal googling aja maka Anda dapetin situs-situs yang nyediain web page maupun blog gratisan.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px; overflow: visible; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 1.4em; height: 1%;"&gt;Salah satunya adalah Blogger biasa disebut juga Blogspot, sebuah layanan web blog yang kompatibel yang disediakan oleh Google rajanya searching engine dengan berbagai fitur untuk keperluan web page mulai dari nampangin foto hingga nampilin Google Adsense dalam satu dashboard yang mudah dioperasikan.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px; overflow: visible; text-align: justify; line-height: 1.4em; height: 1%;"&gt;Cara bikin blog di blogger yang lumrah adalah:&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px; overflow: visible; text-align: justify; line-height: 1.4em; height: 1%;"&gt;&lt;i&gt;Pertama, &lt;/i&gt;Anda harus punya account di Gmail, karena dengan account di Gmail itu nanti anda akan registrasi blognya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px; overflow: visible; text-align: justify; line-height: 1.4em; height: 1%;"&gt;&lt;i&gt;Kedua, &lt;/i&gt;Buka home page blogger di http://www.blogger.com login dengan account gmail anda kemudian tinggal ikuti aja prosedur registrasi account di blogger tersebut mulai dari memilih nama domain sampai pemilihan template untuk tampilan blog Anda.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px; overflow: visible; text-align: justify; line-height: 1.4em; height: 1%;"&gt;Karena gratisan maka nama domain Anda akan ditambahin dot blogspot setelah nama domain yang Anda kehendaki baru diakhiri dengan ekstensi dot com contoh: Anda menghendaki nama domain “Domenku” maka alamat blog anda adalah “http://www.domenku.blogspot.com/”&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px; overflow: visible; text-align: justify; line-height: 1.4em; height: 1%;"&gt;&lt;i&gt;Sedangkan cara cepat&lt;/i&gt; untuk bikin blog di blogger adalah dengan mengetikkan alamat domain yang Anda inginkan yang hendak Anda buat langsung pada box address browser Anda, contoh anda menginginkan blog dengan domain “Domenku” maka Anda ketikkan pada box address browser “http://www.domenku.blogspot.com/” dengan cara ini Anda akan langsung tahu apakah nama domain tersebut sudah ada yang memakai atau belum, kalo udah otomatis akan membuka web yang telah memakai nama domain tersebut dan silahkan Anda mencoba alternative nama lain. Kalo belum ada yang memakai maka secara otomatis akan terhubung dengan situs blogger, blogger akan menampilkan sebuah halaman web yang menginformasikan bahwa nama domain tersebut tidak ada dan blogger menawarkan kepada Anda apakah Anda menginginkan membuat sebuah blog dengan nama tersebut? Kemudian anda tinggal klik pada tampilan tersebut dan ikuti prosedur registrasi tersebut. Selamat Mencoba…&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8450603084628895060-1711915091836611554?l=webpintar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://webpintar.blogspot.com/feeds/1711915091836611554/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://webpintar.blogspot.com/2009/05/cara-cepat-buat-blog-di-blogger.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8450603084628895060/posts/default/1711915091836611554?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8450603084628895060/posts/default/1711915091836611554?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://webpintar.blogspot.com/2009/05/cara-cepat-buat-blog-di-blogger.html" title="Cara Cepat Buat Blog di Blogger" /><author><name>alfin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14409022242277820939</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_Edxn4Qr0JZM/ShDKh5Lk8gI/AAAAAAAAAEQ/jpXc1W4ii8M/s72-c/blogger+tm.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkIAQn4zeSp7ImA9WxJREkQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8450603084628895060.post-388567660508785429</id><published>2009-05-14T02:27:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T02:49:03.081-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-14T02:49:03.081-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Anak" /><title>6 Langkah Melatih Anak Berani dan Mandiri</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak semua anak balita "berbakat" berani dan mandiri. Meski begitu, orang tua tidak perlu khawatir. Kemandirian dan keberanian anak bisa dilatih, kok. Tentu saja asal tahu caranya. Di tengah keramaian acara anak-anak yang diselenggarakan sebuah pusat perbelanjaan, nampak pemandangan yang sangat kontras. Ada sebagian anak balita dengan "semangat 45" mengajukan diri untuk tampil. Namun sebagian lainnya malah bersembunyi di balik punggung orang tuanya. Mengapa ada anak balita yang berani dan ada juga yang tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bocah laki-laki yang belum genap berusia 3 tahun, sebut saja Reno namanya, mungkin bisa dijadikan contoh mengenai kemandirian seorang anak. Di usianya yang masih balita, ia sudah bisa buang air kecil sendiri. Tanpa rewel, ia langsung bisa duduk manis di atas kloset. Padahal di saat yang sama masih begitu banyak anak balita yang tidak saja masih ngompol di sembarang tempat. Bahkan saat diganti celananya yang basah pun ia masih saja menangis. Tidak sedikit orang tua yang lantas bertanya-tanya adakah cara jitu melatih kemandirian anaknya supaya bisa seperti Reno?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, jelas Jacinta F. Rini, Msi., dari Hermawan Consulting, keberanian dan kemandirian itu saling berkorelasi. "Anak yang mandiri biasanya berani walaupun tidak semua anak yang berani itu mandiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Berani dari Sononya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakuinya, faktor genetik memang pegang peran 20% dalam kehidupan manusia. "Sisanya adalah pengaruh lingkungan," ungkap psikolog lulusan UGM yang akrab disapa Rini ini. Jadi, memang ada juga satu-dua anak yang dari sononya sudah berani dan mandiri. Namun, anak-anak yang orang tuanya sangat eksploratif, berani dan mandiri, besar kemungkinan akan diikuti anaknya. Apalagi bila lingkungannya mendukung, di mana setiap hari anak menyaksikan perilaku orang tua yang bisa dicontoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rini, banyak hal yang bisa didapat anak bila orang tua melatihnya berani dan mandiri, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mendapatkan life skill&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keberanian dan kemandirian merupakan sebagian dari life skill yang harus dipunyai anak. Dengan melatihnya sedari kecil, manfaatnya akan lebih dirasakan anak dalam jangka pendek maupun jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Belajar mengantisipasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Anak yang terlatih untuk berani dan mandiri, akan lebih berkembang kemampuan antisipasinya. Ia lebih mampu memahami apa itu aksi-reaksi dan aksi-konsekuensi. Kalau ia melakukan sesuatu, maka akibatnya seperti apa sudah bisa ia prediksikan dengan pikiran sederhananya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menumbuhkan pikiran kritis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Anak yang terlalu lekat dengan orang tua, biasanya tumbuh menjadi pribadi yang kurang berani dan kurang mandiri. Anak-anak seperti ini bisanya kurang mampu berpikir kritis. Semua masalah yang menghadang tidak dihadapi, tapi malah "menuntut" orang tuanya menyelesaikan untuknya. Sebaliknya, anak yang berani dan mandiri terbiasa mengelola masalahnya sendiri. Mau tidak mau ini akan mengasah kemampuannya berpikir kritis.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lebih bertanggung jawab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keuntungan lainnya, anak biasanya jadi lebih bertanggung jawab. Misalnya anak yang terlatih membawa piring bekas makannya sendiri ke dapur. Hal sederhana ini akan melatih kemandiriannya yang secara tidak langsung akan mengajari anak untuk bertanggung jawab. Setidaknya ia akan belajar bagaimana harus membawa piring ke dapur tanpa pecah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Melatih daya tahan mental&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejak lahir anak sudah dibekali dengan insting bereksplorasi. Sayangnya, sebagian orang tua justru "memagarinya". Padahal bila orang tua membiarkan anak bereksplorasi, selain jadi mandiri dan berani, daya tahan mentalnya pun lebih teruji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kiat Melatih Keberanian dan Kemandirian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar, latihan keberanian dan kemandirian bisa berjalan secara simultan. Langkah yang sama diharapkan bisa menghasilkan 2 hal positif itu sekaligus. Namun orang tua sebaiknya menyadari tidak ada sesuatu yang serba instan karena semuanya butuh proses. Apa saja yang harus dilakukan? Berikut di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;1. Tumbuhkan basic trust&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Basic trust sebenarnya sudah terbentuk sejak bayi. Namun setelah balita pun, orang tua sebaiknya memberikan respons positif terhadap kebutuhan anak. Dengan begitu anak akan merasa secure/aman dalam kehidupannya. Anak yang merasa aman, pada gilirannya lebih berani mengadapi tantangan yang ada di depannya. Ia pun sekaligus lebih bisa mandiri dalam menyelesaikan persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;2. Beri contoh konkret&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang tua yang cenderung mempunyai kepribadian tertutup, enggan melakukan sesuatu yang serbabaru, ciut menghadapi tantangan, sebaiknya tidak mengharapkan anak balitanya tumbuh menjadi pribadi yang berani dan mandiri. Contoh yang paling gampang adalah orang tua yang ingin mengajari anaknya berenang, namun ia sendiri takut masuk air. Kalau begini mana mungkin hasilnya bisa maksimal? Ingat, anak butuh contoh lewat perbuatan nyata bagaimana seharusnya bersikap berani dan mandiri. Dengan demikian anak punya gambaran hingga lebih mudah menirunya. Bagi orang tua yang merasa tidak bisa memberikan contoh konkret pada balitanya, tentu saja tak perlu berkecil hati. Ada langkah-langkah yang bisa dilakukan, yaitu dengan tidak mentransfer "ketakutan" dan "ketidakmandirian"nya pada anak secara langsung di depan anak. Kalaupun itu muncul, mintalah orang lain dalam keluarga untuk mengingatkan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;3. Tetapkan batasan secara tepat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Larangan yang diberikan pada anak haruslah disertai alasan yang logis. Saat anak mengasah keberaniannya dengan bermain di luar pagar rumah, sebaiknya orang tua tidak menakut-nakuti dengan hal-hal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Semisal dengan mengatakan si anak akan digigit anjing, digoda hantu dan sebagainya. Ingat, pola pikir anak usia ini masih sangat konkret. Ketakutan yang sebenarnya tidak perlu itu akan ditangkap otaknya sebagai suatu kenyataan yang benar adanya. Akhirnya, anak jadi tidak berani keluar pagar sama sekali. Ini jelas menghambat pembentukan sikap berani dan mandiri dalam diri anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;4. Beri kepercayaan pada anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berikan kepercayaan pada anak bila dirasa sudah sanggup melakukannya. Kalau anak ingin menaruh sendiri piring makannya sendiri di tempat cucian piring, jangan langsung melecehkannya. Berilah ia kepercayaan dan kesempatan untuk mencoba. Jangan kelewat khawatir si balita akan memecahkan piring tersebut hanya karena harganya mahal. Kepercayaan yang diperoleh anak akan membuat keberanian dan kemandiriannya kian teruji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;5. Jangan beri stimulus terlalu banyak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ingat, tahapan yang dilalui anak berkembang setingkat demi setingkat. Untuk itulah perlunya pengertian dari lingkungan, terutama orang tua, bahwa stimulus yang diberikan pun hendaknya disesuaikan dengan perkembangan anak. Too much too soon stimulations, pada akhirnya hanya akan membuat anak bingung dan kehilangan keberaniannya melakukan sesuatu. Anak akan berpikir daripada melakukan semua hal yang diminta orang tua dan akhirnya salah karena terlalu banyak komando tapi kemudian dimarahi, lebih baik tidak usah melakukannya sama sekali. Sayang sekali, kan? Begitu juga dengan contoh sepihak yang ditangkap anak tanpa diluruskan oleh lingkungan. Misalnya anak mendapatkan pengetahuan tentang suatu hal dari televisi. Bisa jadi itu hanya film yang sudah pasti tidak sama dengan realitas. Namun karena anak tidak segera mendapatkan pemahaman yang sesungguhnya, maka dianggapnya hal itu sebagai sesuatu yang nyata. Apalagi di usia ini anak belum bisa membedakan mana kejadian nyata dan mana yang dikemas/direkayasa sebagai sebuah tontonan. Tayangan kekerasan, contohnya, bisa saja dipersepsikan bahwa dunia ini tidak aman seperti yang ia saksikan. Akibatnya, bukan tak mungkin akan menghambat perkembangan keberanian anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;6. Jangan dipaksa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keberanian dan kemandirian anak mungkin saja berkembang secara perlahan. Jadi, jangan paksa anak untuk segera menguasai semua hal yang diajarkan saat itu juga. Orang tua yang ingin melatih kemandirian anaknya dengan ritual bangun tidur langsung mandi, tanpa perlu "kejar-kejaran" dulu, contohnya. Sebaiknya jangan paksa anak untuk menguasainya dengan sekali mengajarkan lantas di hari-hari selanjutnya segalanya sudah berjalan lancar. Dampingi dan selalu ingatkan anak bagaimana melakukan hal tersebut dengan benar. Kelewat sering melontarkan kritik karena kegagalannya hanya akan membuat nyalinya ciut alias down. Contohnya, "Gimana sih, gitu aja enggak berani!" Atau, "Adek, kok enggak bisa-bisa sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Yang Harus Dikuasai Balita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua bisa melihat sejauh mana balitanya berani dan mandiri. Daftar di bawah ini bisa menjadi acuan. Bila ternyata si kecil belum menguasainya, coba teliti lagi, siapa tahu ada sesuatu yang harus segera "dibereskan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keberanian Kemandirian. &lt;/span&gt;Anak terlihat fleksibel dengan lingkungan barunya. Berani berkenalan dan memberi salam saat memasuki lingkungan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kelekatan dengan orang tua sudah berkurang. &lt;/span&gt;Ke mana-mana tidak minta ditemani. Ia sudah berani ke kamar mandi sendiri, tidur sendiri dan sebagainya.&lt;br /&gt;Perkembangan motoriknya memungkinkannya berani berlatih sepeda roda 4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berani mencoba permainan&lt;/span&gt; seperti monkey trap, perosotan, loncat-loncatan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berani bertanya secara kritis tentang hal-hal yang tidak sesuai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; dengan pikirannya.&lt;/span&gt; Misalnya "Kenapa sih mama harus kerja terus?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sudah bertanggung jawab terhadap aktivitas rutinnya, &lt;/span&gt;misalnya bangun tidur langsung mandi tanpa perlu rewel, saat mandi mau gosok gigi dengan teratur dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sudah tumbuh kesadaran mengenai waktu makan, &lt;/span&gt;tidur, minum susu, dan sebagainya. Setidaknya, ia tidak perlu menunjukkan kerewelan lagi sehubungan dengan aktivitas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perkembangan motorik &lt;/span&gt;memungkinkannya bisa memakai sepatu sendiri dan meletakkan kembali di tempatnya usai dipakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bertanggung jawab terhadap mainannya &lt;/span&gt;dengan cara membereskannya setelah selesai digunakan dan mengembalikannya ke tempat semula. Setidaknya sudah muncul kesadaran untuk melakukannya sendiri meski masih ada pendampingan dari orang dewasa di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Cermati Dampaknya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila si kecil dibiarkan saja tumbuh apa adanya, tanpa melalui proses pembelajaran untuk berani dan mandiri, ke depannya anak akan tumbuh menjadi pribadi yang penakut, cengeng dan emosinya kurang matang. Ingat, keberanian dan kemandirian tidak akan tumbuh dengan sendirinya, melainkan harus ada stimulus lingkungan. Bila stimulusnya tepat, hasilnya pastilah akan lebih maksimal.&lt;br /&gt;Dalam jangka panjang dampak buruk yang mungkin timbul, si anak akan tumbuh jadi pribadi yang lembek, selalu bergantung pada orang lain, cenderung menghindari tugas dan tidak berani menghadapi tantangan. Lebih buruknya, bukan tidak mungkin si anak kelak akan mencari pasangan yang merupakan duplikasi orang tua supaya bisa "melindunginya" selamanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ayah-Ibu Harus Seia-Sekata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga keadaan khusus dimana anak malah lebih mandiri dan berani kalau tidak ada orang tuanya. "Coba perhatikan, apakah memang seperti itu keadaannya? Kalau memang iya, orang tua harus segera aware," saran Rini. Sering karena terdorong rasa bersalah setelah seharian meninggalkan anak di rumah, orang tua jadi terlihat berlebihan dalam mengekspresikan rasa sayangnya pada anak. Misalnya kalau dengan pengasuhnya anak sudah bisa makan sendiri, ketika bertemu orang tuanya, anak malah minta disuapi lagi, dan orang tua pun menurutinya. Atau mungkin kalau dengan ayahnya, si kecil diijinkan untuk tidak membereskan mainannya setelah digunakan, sementara dengan ibunya tidak. "Inkonsistensi semacam itulah yang akhirnya merusak apa yang sedang dibangun. Ibarat masak makanan, bagaimana mungkin akan matang, kalau sebentar-sebentar apinya dikecilkan, lalu dibesarkan lagi, dan seterusnya. Kuncinya memang konsistensi sikap," tukasnya pula.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Marfuah Panji Astuti)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8450603084628895060-388567660508785429?l=webpintar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://webpintar.blogspot.com/feeds/388567660508785429/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://webpintar.blogspot.com/2009/05/6-langkah-melatih-anak-berani-dan.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8450603084628895060/posts/default/388567660508785429?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8450603084628895060/posts/default/388567660508785429?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://webpintar.blogspot.com/2009/05/6-langkah-melatih-anak-berani-dan.html" title="6 Langkah Melatih Anak Berani dan Mandiri" /><author><name>alfin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14409022242277820939</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0AGRHYyeCp7ImA9WxJREkQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8450603084628895060.post-2278966725580111307</id><published>2009-05-14T01:56:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T02:02:05.890-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-14T02:02:05.890-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesehatan" /><title>Lawan Kencing Manis dengan Buncis</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PENYAKIT kencing manis atau bahasa keren-nya diabetes melitus banyak diidap orang Indonesia. Seorang penderita diabetes melitus memiliki kadar gula dalam darah yang tinggi sehingga si penderita harus hati-hati dalam menerapkan pola makan. Dokter pun sering menganjurkan agar penderita disiplin dalam mengonsumsi obat, berdiet, dan melakukan olah raga, serta menjauhi stres. Banyak memang obat yang beredar di pasaran untuk mengobati diabetes tersebut, namun sering harganya mahal karena bahan-bahannya haruslah diimpor.  Bagaimana mau menjauhi stres jika untuk membeli obat yang harganya selangit saja susah. Beruntung, kini telah ditemukan obat yang murah meriah dan dapat diperoleh dengan mudah. Di pasar-pasar tradisional yang becek ketika hujan dan penuh debu saat musim kemarau, "obat" ini bisa dengan mudah didapatkan. Di supermarket-supermarket pun ada, tapi kalau mau lebih murah memang lebih baik memilih di pasar tradisional. Kalau malas bepergian, kita cukup menunggu tukang sayur yang lewat depan rumah. Lalu "obat" apa yang murah meriah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buncis. Ya, tepat. Tanaman yang buahnya mirip kacang panjang, tapi lebih pendek dan gemuk itu ternyata mampu mengobati penyakit diabetes melitus. Hal tersebut terungkap dalam disertasi Yayuk Andayani, yang telah mempresentasikan penelitiannya berjudul "Mekanisme Aktivitas Antihiperglikemik Ekstrak Buncis pada Tikus Diabetes dan Identifikasi Komponen Aktif" untuk memperoleh gelar doktor di kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Darmaga, beberapa waktu lalu. Dalam penelitiannya, Yayuk menggunakan tikus putih sebagai binatang percobaan. Tikus putih berusia tiga bulan itu oleh Yayuk diberi perlakuan induksi diabetes. Artinya, "dengan sengaja" si tikus putih dibuat mengidap diabetes melitus. Sebelum diinjeksi dengan diabetes, tikus tersebut telah diberi ekstrak buncis. Ternyata dalam waktu 30 menit setelah "dengan sengaja" dibuat menderita diabetes, tekanan gula darah tikus-tikus percobaan kembali normal, tanpa mengalami penurunan pada tingkat hipoglikemik (di bawah kadar gula normal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbul pertanyaan, apa sih "kesaktian" buncis sehingga hanya dalam waktu setengah jam bisa menurunkan kadar gula dalam darah hingga batas normal. Berdasar analisis Yayuk, di dalam buncis terkandung zat yang dinamakan B-sitosterol dan stigmasterol. Kedua zat inilah yang mampu meningkatkan produksi insulin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insulin adalah suatu hormon yang dihasilkan secara alamiah oleh tubuh kita dari organ tubuh yang dinamakan pankreas. Insulin berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Seseorang mengalami diabetes melitus bila pankreas hanya sedikit menghasilkan insulin atau tidak mampu memproduksi sama sekali. Ternyata dua zat tadi mampu merangsang pankreas untuk meningkatkan produksi  insulinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dua zat tadi, Yayuk memperoleh data bahwa dari 100 gram ekstrak buncis terkandung karbohidrat 7,81 persen, lemak 0,28 persen, protein 1,77 persen, serat kasar 2,07 persen, dan kadar abu 0,32 persen. Bagi dunia kedokteran dan farmasi, penemuan Yayuk ini tentu bisa dijadikan referensi untuk membuat obat diabetes dengan mengekstrak buncis. Tentunya banyak keuntungan yang diperoleh, terutama bagi masyarakat, karena obat diabetes akan lebih murah dan mudah didapat dengan banyaknya bahan yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi masyarakat, terobosan Yayuk itu bisa melegakan hati banyak orang pengidap diabetes melitus, khususnya mereka dari kalangan tidak mampu. Cukup membeli sayur buncis dan memakannya secara teratur, kadar gula dalam darah bisa turun. Pengolahannya pun tidak sembarangan. Manfaat buncis lebih terasa bila dimakan sebagai lalapan. Kalau dimasak dalam bentuk oseng-oseng, dengan tambahan daging, tentunya sama saja. Berbahagialah mereka yang kerap makan lalapan buncis. Ternyata selain manis, buncis juga bisa mencegah dan menghilangkan penyakit kencing manis.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8450603084628895060-2278966725580111307?l=webpintar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://webpintar.blogspot.com/feeds/2278966725580111307/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://webpintar.blogspot.com/2009/05/lawan-kencing-manis-dengan-buncis.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8450603084628895060/posts/default/2278966725580111307?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8450603084628895060/posts/default/2278966725580111307?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://webpintar.blogspot.com/2009/05/lawan-kencing-manis-dengan-buncis.html" title="Lawan Kencing Manis dengan Buncis" /><author><name>alfin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14409022242277820939</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0YFRH86fyp7ImA9WxJREkQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8450603084628895060.post-3606497025593496251</id><published>2009-05-14T01:42:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T01:51:55.117-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-14T01:51:55.117-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bisnis" /><title>14 Rahasia Mumbuka Usaha</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah seminar kewirausahaan terbeber fakta, betapa banyak orang inginberhenti jadi karyawan, dan kemudian mulai buka usaha sendiri. Ada yang sudah siap dengan modal plus perencanaan yang njilimet. Ada yang baru berbekal dengan gagasan semata. Namun ada pula yang punya banyak uang, tapi bingung mau diapain. Masih banyak yang blank. Tak tahu bagaimana dan dari mana harus memulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak usahawan sukses karena kelihaian dalam memulai dan memperluas usaha.&lt;br /&gt;Berikut 14 rahasianya yang umumnya mereka pakai. Namun tidak ada jaminan Anda akan berhasil dengan cara-cara berikut. Meski begitu, kini Anda punya banyak alternatif. Anda pun bisa mencuri inspirasi dari masing-masing cara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;1. Penuhi Kebutuhan Konsumen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan cara buka usaha yang paling umum. Jika di kantor Anda membutuhkan layanan katering, buka usaha katering. Jika warga di sekitar rumah membutuhkan jasa binatu, wartel, warnet, rental komputer, kursus, dll, buka usaha sesuai kebutuhan mereka tadi.&lt;br /&gt;Kuncinya, kenali kebutuhan konsumen. Lalu penuhi dengan harga, kualitas produk dan pelayanan yang lebih baik. Usaha berdasarkan kebutuhan konsumen yang nyata adalah hal prinsip dari semua jenis usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;2. Jual Keunikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda lumayan kreatif dan inovatif, pasti banyak hal baru yang berhasil Anda kreasikan. Banyak usaha baru dimulai dari penemuan jenis produk, teknologi, sistem, dan program baru. Jika berhasil mencipta program komputer baru misalnya, jangan ragu mematenkan dan menjualnya. Penemuan baru --apalagi khas dan unik-- sangat berpeluang menembus pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;3. Duplikasi Usaha Lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang merasa dirinya kurang kreatif dan inovatif, jangan patah arang. Terkadang ide usaha tersebar di mana-mana. Bahkan di depan mata. Anda hanya perlu membaca peluang, mengukur potensi, dan berani mengambil risiko.&lt;br /&gt;Misalnya di depan kampus A usaha fotokopi laris. Apa salahnya menyainginya di tempat yang sama? Anda cukup "memfotokopi" usaha itu, plus memberi sedikit nilai lebih (harga, pelayanan, kecepatan, keramahan). Siaplah bersaing!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;4. Beri Fasilitas Tambahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mirip cara sebelumnya, namun perlu sedikit sentuhan kreatifitas. Misalnya tetangga Anda membuka penyewaan Play Station. Anda masih bisa menyainginya dengan tambahan fasilitas atau memperluas penawaran (bar, warnet, wartel, makanan siap saji, dll) di lokasi yang sama. Hampir setiap waktu ada saja jenis usaha yang lagi ngetren. Sedikit fasilitas tambahan, Anda pun siap bersaing dengan yang lebih dulu ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;5. Jual Ketrampilan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jeli mengenali bakat orang? Itu pun awal bisnis yang menantang. Banyak orang berbakat yang --jika dikembangkan dan diberi tempat-- bisa dijual lebih mahal. Tempat-tempat seperti restoran, toko-toko, salon, kursus, servis, pasar, mal-mal, adalah gudangnya orang berbakat. Ambil 2-3 pemangkas rambut berbakat dari salom-salom kecil. Sewakan tempat yang bagus, lengkapi dengan alat, beri brand yang khusus, dan suntik dengan sistem pelayanan yang sempurna. Anda pun sudah memiliki sebuah usaha pemangkas rambut yang eksklusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;6. Jadi Agen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan sebelumnya, Anda bisa membuka kantor keagenan atau biro yang menyediakan jasa atau layanan spesifik. Misalnya agen modeling, foto model, penyanyi berbakat, head hunter, pengisi acara hiburan, biro jodoh, baby sister, dll. Untuk usaha ini, Anda perlu pengalaman dan relasi. Tetapi Anda bisa tangani sendiri atau mempekerjakan orang-orang berbakat di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;7. Jual Barang Second&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masih sedikit yang peka dengan usaha ini. Barang second dengan nilai historis tertentu bisa punya harga tinggi. Anda bisa memburu barang- barang bermerk asli yang sudah tidak dipakai lagi. Anda bisa menjualnya di tempat lain dan dengan harga spesial. Banyak ekspatriat, selebritis, pengusaha, sampai jenderal yang punya selera berpakaian dan beraksesoris mahal di negeri ini. Anda tidak akan kekurangan barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;8. Buka Kantor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semisal Anda berlatar belakang profesi seperti dokter, akuntan, pengacara, notaris, desainer, trainer, ataupun konsultan. Jika sekarang masih jadi 'pekerja' di perusahaan orang, siap-siaplah merintis buka kantor sendiri. Kurang modal dan SDM? Ajak kolega atau teman seprofesi untuk patungan modal.&lt;br /&gt;Juallah skill dan pengalaman Anda. Jika reputasi bagus, relasi banyak, jangan kuatir kekurangan klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;9. Jalankan Network-Marketing (MLM)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bisnis ini sangat prospektif, walau belum banyak dipilih menjadi alternatif.&lt;br /&gt;Masih banyak orang yang ketakutan memasuki bisnis MLM ini karena tidak memahami sistemnya. Direct Selling dan Multi-Level Marketing yang juga dikenal dengan Network Marketing sering disebut people franchise atau Waralaba Pribadi. Modalnya murah meriah, namun sudah didukung produk yang berkualitas bagus, sistem pemasaran, pelatihan, dan jenjang karier. Bahkan sebagian perusahaan memberikan Royalti dan asuransi bagi membernya yang mencapai level tertentu. Sebagian perusahaan memberi kesempatan member mendirikan perseroan sendiri (authorized distributor), Distribution Center (DC) atau stockist yang akan memberikan keuntungan lebih.&lt;br /&gt;Namun dalam memilih Bisnis MLM - waspadalah! Hindari bisnis MLM yang menggunakan skema piramid atau money game yang berkedok MLM. Pilihlah perusahaan MLM yang jelas bergabung dengan APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;10. Beli Waralaba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang modalnya lumayan besar, tapi tak mau repot pikirkan usaha yang sama sekali baru, beli waralaba (franchise) bisa jadi pilihan. Waralaba merupakan jenis usaha yang relatif terstandarisasi. Butuh kejelian membaca waralaba mana yang bagus. Berikut kemampuan membaca potensi pasarnya. Kini makin banyak pilihan waralaba, yang butuh modal besar atau sedang-sedang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;11. Beli Usaha Prospektif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada pula usaha tertentu punya keunikan dan SDM bagus. Prospek ke depannya pun cerah. Sayang untuk berkembang untuk lebih jauh, usaha itu tidak punya modal lebih. Jika modal Anda cukup besar, dan menurut kalkulasi usaha itu bisa dikembangkan lebih pesat lagi, Anda bisa membelinya. Cara ini relatif lebih mahal, tetapi lumayan disukai investor tulen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;12. Beli Usaha Sekarat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak usaha sekarat, bukan karena tidak ada prospek. Namun semata-mata karena manajemennya ambaradul. Jika Anda cukup jeli memetakan prospek ke depannya dan cukup pengalaman merekayasa ulang usaha, maka inilah peluang menarik. Usaha seperti ini bisa Anda beli dengan harga relatif murah. Kadang malah seperti harga 'grosir'. Namun ingat, biaya pemolesannya harus Anda kontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;13. Buka Lokasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beberapa usaha cepat sekali berkembang karena faktor lokasi. Semisal, ada pembangunan perumahan mewah di daerah pinggiran. Jika perumahan itu laku, umumnya perekonomian di situ akan cepat berkembang. Fasilitas pendukung akan makin banyak dibutuhkan. Nah, layani warga setempat dengan produk atau jasa yang sangat mereka butuhkan. Jangan lupa, pilihlah lokasi yang paling strategis di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;14. Usaha Bersama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kadang usaha tertentu bisa lebih bagus jika didirikan dan dikelola bersama-sama. Semisal Anda kuper, tapi jago masak masakan asing. Sementara teman dekat Anda jago melobi dan punya relasi luas. Bisa saja Anda bersama-sama buka usaha restoran. Kelebihan masing-masing bisa saling memperkuat usaha baru, sekaligus memperbesar basis modalnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8450603084628895060-3606497025593496251?l=webpintar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://webpintar.blogspot.com/feeds/3606497025593496251/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://webpintar.blogspot.com/2009/05/14-rahasia-mumbuka-usaha.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8450603084628895060/posts/default/3606497025593496251?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8450603084628895060/posts/default/3606497025593496251?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://webpintar.blogspot.com/2009/05/14-rahasia-mumbuka-usaha.html" title="14 Rahasia Mumbuka Usaha" /><author><name>alfin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14409022242277820939</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEAFQnkzfyp7ImA9WxJREkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8450603084628895060.post-4497889444588980537</id><published>2009-05-14T00:14:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T00:38:33.787-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-14T00:38:33.787-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips n Triks" /><title>Tips Keselamatan</title><content type="html">&lt;ul&gt;&lt;li&gt;SELALU menggunakan elevator daripada tangga darurat. Sangat bahaya sendirian disana dan itu merupakan tempat kejahatan terbaik.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jika perampok meminta dompet atau tas tangan, JANGAN BERIKAN PADANYA.TETAPI LEMPARLAH KE ARAH LAIN. Kesempatannya adalah dia lebih tertarik pada dompet atau tas tangan daripada diri kamu dan dia akan pergi mengambilnya. LARILAH DENGAN KENCANG KE ARAH YANG BERLAWANAN!&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tip dari Tae Kwon Do: Siku adalah poin terkuatdari tubuh kita. Jika kita cukup dekat dengan musuh, gunakan siku.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Wanita memiliki kecenderungan masuk ke dalam mobil setelah shopping, makan, bekerja, dsbnya dan duduk didalamnya sambil mengecek checkbook, making list, dsbnya. JANGAN LAKUKAN INI! Para pemangsa akan mengawasimu dan ini adalah kesempatan yg bagus bagi dia untuk masuk dari tempat duduk penumpang, meletakkan pistol di kepalamu dan memerintahkanmu kemana harus pergi.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; SEGERA SETELAH MASUK KE DALAM MOBIL, KUNCILAH PINTU DAN PERGI.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Beberapa catatan tentang bagaimana menuju mobil di area tempat parkir:&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Waspadalah: lihat keadaan di sekeliling kamu, lihat ke dalam mobilmu dan kursi belakang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika kamu parkir disebelah van yang besar, masuklah ke dalam mobil dari pintu kursi penumpang. Kebanyakan pembunuh menyerang korban mereka dengan menarik mereka ke dalam van mereka ketika korbannya mencoba masuk ke dalam mobilnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lihatlah mobil yang diparkir disebelah kanan kiri mobilmu. Jika seorang pria duduk sendirian di mobil yang dekat dengan mobilmu, kamu bisa berjalan kembali ke mall atau tempat kerja, dan meminta polisi atau satpam untuk menemani kamu kembali ke mobil. LEBIH BAIK SELAMAT DARIPADA MENYESAL. (Dan lebih baik parno alias paranoid daripada mati)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jika pemangsa memiliki senjata dan kamu di bawah kekuasaannya, LARILAH! hanya 4 peluru yang akan mengenai kamu (a running target) dalam 100 kali tembakan. Dan bahkan kebanyakan BUKAN pada bagian tubuh yang vital. Jadi BERLARILAH!&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sebagai wanita, kita selalu berusaha untuk bersimpati pada orang lain. STOP IT! Ini akan mengakibatkan kamu diperkosa atau terbunuh. Ted Bundy, seorang pembunuh berantai, adalah pria yang tampan, berpendidikan tinggi, yang SELALU memanfaatkan simpati dari wanita yang tidak curiga sama sekali. Dia berjalan dengan sebuah tongkat atau dengan terpincang-pincang dan selalu meminta pertolongan untuk masuk ke dalam mobilnya, kemudian dia akan menarik korbannya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8450603084628895060-4497889444588980537?l=webpintar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://webpintar.blogspot.com/feeds/4497889444588980537/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://webpintar.blogspot.com/2009/05/tips-keselamatan.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8450603084628895060/posts/default/4497889444588980537?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8450603084628895060/posts/default/4497889444588980537?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://webpintar.blogspot.com/2009/05/tips-keselamatan.html" title="Tips Keselamatan" /><author><name>alfin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14409022242277820939</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0cGR3w7fip7ImA9WxJREkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8450603084628895060.post-6215573312294761590</id><published>2009-05-14T00:07:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T00:10:26.206-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-14T00:10:26.206-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips n Triks" /><title>Cara Mengajar yang Baik</title><content type="html">Hiduplah seorang guru yang bijaksana, guru tersebut memiliki beberapa orang murid, salah satu di antara muridnya ada yang gagu. Suatu hari sang guru menyuruh muridnya yang gagu untuk turun gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru berkata, "Besok, turun gununglah dan sebarkanlah ajaran Kebenaran yang telah kubabarkan kepada semua orang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muridnya yang gagu itu merasa rendah diri dan segera menulis di atas kertas, "Maafkan saya Guru, bagaimana mungkin saya dapat menyebarkan ajaran Guru, saya ini kan gagu. Mengapa Guru tidak menyuruh murid lain saja yang tentu mampu membabarkan ajaran Guru dengan lebih baik?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru tersenyum dan meminta muridnya merasakan sebiji anggur yang diberikan olehnya. "Anggur ini manis sekali," tulis muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru kembali memberikan sebiji anggur yang lain. "Anggur ini masam sekali," tulis muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Gurunya melakukan hal yang sama pada seekor burung beo. Biarpun diberi anggur yang manis maupun masam beo itu tetap saja mengoceh, "Masam... masam..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru menjelaskan pada muridnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kebenaran bukanlah untuk dihafal, bukan pula cuma untuk dipelajari, tapi yang terutama adalah untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cacat tubuh yang kita miliki janganlah menjadi rintangan dalam mengembangkan batin kita. Kita jangan seperti sebuah sendok yang penuh dengan madu, tapi tidak pernah mengetahui manisnya madu itu. Kita jangan seperti beo yang pintar mengoceh, tapi tidak mengerti apa yang diocehkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau memang tidak mampu berbicara dengan baik, tapi bukankah engkau bisa menyebarkan Kebenaran dengan cara-cara lain, misalnya menulis buku? Dan yang lebih penting, bukankah perilaku kamu yang sesuai dengan Kebenaran akan menjadi panutan bagi yang lain?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah cara mengajar yang terbaik: teladankan Kebenaran dalam perilakumu, bukan cuma dalam omonganmu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8450603084628895060-6215573312294761590?l=webpintar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://webpintar.blogspot.com/feeds/6215573312294761590/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://webpintar.blogspot.com/2009/05/cara-mengajar-terbaik.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8450603084628895060/posts/default/6215573312294761590?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8450603084628895060/posts/default/6215573312294761590?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://webpintar.blogspot.com/2009/05/cara-mengajar-terbaik.html" title="Cara Mengajar yang Baik" /><author><name>alfin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14409022242277820939</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C04MRHY4eyp7ImA9WxJREkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8450603084628895060.post-8802741132801597103</id><published>2009-05-13T22:37:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T23:19:45.833-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-13T23:19:45.833-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips n Triks" /><title>Tips Menyikapi Kritik</title><content type="html">Tak ada orang yang senang menerima kritik. Bagaimana pun hebatnya&lt;br /&gt;seseorang,ia pasti tak akan kebal dari kritik. Pertama, karena tak ada&lt;br /&gt;manusia yang sempurna dan luput dari kesalahan. Kedua, banyak orang yang&lt;br /&gt;senang mengkritik, meskipun mereka tahu dikritik itu tidak enak. Memang&lt;br /&gt;tidak semua kritik itu benar. Namun, bagaimana anda mensikapi kritik&lt;br /&gt;sebenarnya dapat mendorong perbaikan bagi kepribadian anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahan diri anda dari amarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marah adalah signal alami yang mengatakan bahwa anda sedang dikritik.&lt;br /&gt;Yakinlah setiap orang memang berhak mengutarakan pendapatnya. Biarpun wajah&lt;br /&gt;anda merah padam, usahakan agar tidak marah. Bila anda tidak lulus di&lt;br /&gt;langkah ini, maka langkah-langkah berikutnya hampir mustahil berguna bagi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimalah kritik dengan sikap terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kritik itu salah, namun pengkritik menganggapnya berbeda.&lt;br /&gt;Bersikaplah terbuka, bila perlu ubahlah pandangan si pengkritik. Pahami&lt;br /&gt;keberatannya sehingga anda dapat menanggapinya secara tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan masukkan kritik ke dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski anda bersikap terbuka, bukan berarti anda selalu memasukkan kritik ke&lt;br /&gt;dalam hati dan menjadikannya sebagai urusan pribadi. Hal ini sama saja&lt;br /&gt;dengan menyiksa diri anda sendiri. Mungkin kritik ditujukan pada usaha,&lt;br /&gt;produk, staff anda, bukan pribadi anda. Ingatlah anda perlu menjaga&lt;br /&gt;hubungan jangka panjang. Bila kritik ditujukan secara tidak proporsional, amati saja&lt;br /&gt;ketidakmampuan pengkritik menyampaikan kritiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mintalah keterangan lebih spesifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahami bahwa mungkin kritik itu benar. Jadi cobalah untuk memahami dan&lt;br /&gt;meminta keterangan yang lebih spesifik mengenai apa yang dikritik tersebut.&lt;br /&gt;Ini bermanfaat bagi anda dan pengkritik agar dapat melihat situasi yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan balas kritik dengan kritik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas anda adalah mensikapi kritik agar anda dapat meraih lebih banyak&lt;br /&gt;perbaikan dan keuntungan dari kritik itu. Membalas kritik dengan kritik&lt;br /&gt;sama dengan menyulut perdebatan yang tidak perlu. Anda takkan bisa memadamkan&lt;br /&gt;api dengan api. Akhirnya yang terjadi hanya abu hangus saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanyailah diri sendiri perbaikan apa yang bisa anda lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian anda mampu melihat kritik sebagai perbaikan bagi diri&lt;br /&gt;sendiri, sekaligus mendapatkan keuntungan darinya. Lebih banyak perbaikan&lt;br /&gt;produk ditemukan kritik daripada pujian dari konsumen anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mintalah pendapat dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda tidak yakin dengan sebuah kritik, mintalah pendapat dari orang&lt;br /&gt;lain yang benar-benar tulus. Pendapat mereka dapat membantu anda menemukan&lt;br /&gt;bagian mana dari kritik itu yang benar atau keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasakan diri anda dengan kritik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membiasakan diri berarti mensikapinya dengan tenang dan positif.&lt;br /&gt;Jangan ragu untuk mengucapkan terima kasih atas kritiknya, meski tidak&lt;br /&gt;selamanya benar. Bagaimana pun perhatiannya patut dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8450603084628895060-8802741132801597103?l=webpintar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://webpintar.blogspot.com/feeds/8802741132801597103/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://webpintar.blogspot.com/2009/05/tips-menyikapi-kritik.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8450603084628895060/posts/default/8802741132801597103?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8450603084628895060/posts/default/8802741132801597103?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://webpintar.blogspot.com/2009/05/tips-menyikapi-kritik.html" title="Tips Menyikapi Kritik" /><author><name>alfin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14409022242277820939</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>

