<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-5666900763658383149</atom:id><lastBuildDate>Thu, 24 Oct 2024 12:33:42 +0000</lastBuildDate><category>Islam</category><category>Politik</category><category>Politik Islam</category><category>Pemimpin</category><category>Pemimpin Islam</category><category>Politik Dalam Negeri</category><category>Pelestin</category><category>Politik Luar Negeri</category><category>Tauhid</category><category>Hijrah</category><category>Zakat</category><title>Ustadz Muh Basri Laebe</title><description></description><link>http://ustadzbasri.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Ustadz Basri)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5666900763658383149.post-4862624325460942290</guid><pubDate>Sun, 05 Apr 2009 16:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-06T00:43:18.765+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemimpin</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemimpin Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Islam</category><title>PENANTIAN KEPEMIMPINAN UMMAT</title><description>&lt;p align="justify"&gt;Setelah jatuhnya Turki Utsmani tahun 1924 M harapan ummat untuk lahirnya kembali PEMIMPIN seperti di era Salahuddin Al Ayyubi sampai kepada Sultan Hamid kedua, menajdi penantian panjang. Kapan dan dimana kepemimpinan itu muncul ? Kerinduan akan lahirnya Pemimpin yang BERIMAN DAN BERTAQWA tidak pernah padam dan surut. Siapa dan bagaimana pemimpin yang dinanti-nantikan ummat itu ? Inilah yang akan disajikan dalam kajian singkat ini:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;MA’NA (DEPENISI) PEMIMPIN;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari berbagai sudut pandan ulama, tentag pemimpin seperti:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;A. Addahlawie ;&lt;font size="2"&gt; ا لر يـا سـة ا لـعـا مـة لاقا مـة ا لـد بـن بـا حـيـاء ا لعـلوم ا لد ين وبا قـا مـة الاسلام&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kepala pemerintahan secara umum untuk menegakkan agama dan menghidupkan ilmu agama serta serta melaksanakan seluruh lini kehidupan Islam.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;B. Al Tiftaazanie;أ لخـلافـة هـي رئـا سـة عـا مـة في أمـر ا لديـن وا لد نيـا خـلافة عن رسول اللـه&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pemimpin adalah kepala pemerintahan secara umum yang mengatur urusan agama dan dunia sebagai pengganti Rasul menjelankan amanah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;C. Al Mawardie; ا لا مـامـة؛ مـوضـوعـة لخلاف النبوة في حـرا س ا لد ين وسـيا سـة ا لد نيـا&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pemimpin adalah orang yang menjelankan amanah kekhalifaan nabi dalam rangka memelihara nilai nilai agama dan menjelankan politik kekuasaan mengurus kemeslahatan ummat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari pengertian pemimpin tersebut yang didepenisikan oleh Ulama mengandung makna yang sama, tujuan yang sama serta materi yang sama yaitu dalam rangka kemeslahatan ummat dan tegaknya nilai agama dengan terlaksananya ATURAN YANG DISYARIATKAN OLEH ALLAH SWT. Dan siapakah yang dapat memikul beban berat ini? Al Qur`an Sunnah Rasulullah yang memberikan jawaban; Allah berfirman dalam Al Qur`an surah Yunus ayat ; 62 dan 63&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sesungguhnya Wali wali Allah (pemimpin ) yang berwali pada Allah tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati, Yaitu orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa. Dengan demikian pemimpin harus memeliki dua keperibadian dasar yaitu ;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;*. Beriman; sesungguhnya orang yang beriman itu adalah mereka ayang berwali pada Allah SWT. Yang artinya Mencintai apa yang dicintai oleh Allah, ridha terhadap ridha Allah, benci apa yang dibenci oleh Allah, melaksanakan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi serta melarang apa yang dilarang oleh Allah SWT. Dari iman itu pula lahir sifat sifat yang terpuji pada diri seorang pemimpin seperti;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Adil; Dengan iman seorang pemimpin tidak boleh memberikan kepada siapapun berdasarkan keinginannya, tapi memberikan sesuai dengan kehendak ( ridha) Allah SWT. Begitu juga tidak boleh menolak permintaan siapapun berdasarkan dengan keinginannya, tapi harus menoloak dan melarang berdasarkan dengan larangan Allah. Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud. Rasulullah bersabda sebagai berikut;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;مـن أ حـب للـه وا بـغـض للـه وا عـطـي للـه ومـنع للـه فـقـد ا سـتـكـمـل ا لا يـمـا ن ( روا ه أ بوداود)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Artinya: Siapa yang cinta karena Allah, marah karena Allah, memberi karena Allah, menolak karena Allah maka sungguh telah sempurna imnnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengan sifat adil itu pula seorang pemimpin mampu memisahkan antara walui Allah dan wali syetan, tahu mana yang hak untuk berwala dalam menjelankan amanah adan tahu pula kepada siapa harus berlepas diri ( Bara’).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Zuhud; Dengan iman seorang pemimpin melekat pada dirinya sifat ZUHUD, yang dimaksud zuhud bukan berarti benci dunia, tapi tidak memandang dunia besar sehingga tidak diperbudak oleh harta dan jabatan, juga mampu memahami bahwa jabatannya bukan sebuah kekuasaan, tapi adalah amanah yang akan dipertanggung jawabakan, bukan didunia saja taoi terlebih pertanggung jawaban dihadapan Allah. Juga memahami bahwa kematian itu setaip saat mengintai hidupnya, sebagai kontrol yang dapat menjauhkan dari kezaliman.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Abdun (Hamba ) Allah, Pemimpin yang beriman, menyadarai kalau kepemimpinan itu adalah pemberian Allah yang sewaktu waktu akan dicabut. Itulah yang melahirkan kepribadian menjelankan tugas tersebat sebagai hamba Allah, bahwa jabatan itu adalah jembatan pengabdian pada Allah, semua tugas dan kewajiban dalam rengka beribadah. Dari pengabdian itu pulah membentuk dirinya menjadi hamba Allah yang IKHLAS, hamba Allah SHALEH dan hamba Allh yang SYUKUR.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;*.Bertaqwa; Seorang pemimpin wajib memeliki kepribadian dasar atau lumrah disebut TAQWA. Menurut Ali bin Abi Thalib MUTTAQIN (orang yang bertqwa). Terpada dalam dirinya :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Takut hanya pada Allah. Pemimpin tidak boleh memiliki rasa takut selain dari Allah, supaya merdeka dalam menentukan sikap tanpa tekanan, kecuali aturan dari Allah sebagai lambang ketakutan pada azab Allah baik di dunia maupun diakhirat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Ridha terhadap pemberian Allah, walau sedikit. Kepribadian ini harus dimiliki oleh setiap pemimpin supaya tidak rakus dan tamak dalam memangku jabatan. Baik jabatan yang diletakkan dipundaknya maupun gaji yang diperoleh dari jabatannya mengantarkan dirinya menjadi taat pada aturan Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Silaturrahim. Membangun hubungan silaturrahim kewajiban para pemimpin, yang oleh bahasa politiknya “merakyat” dari istilah itu pula pemimpin yang mencintai dan menyayangi rakyatnya, atau menurut makna syariatnya; mencintai rakyat sebagai dasar cinta pada Allah. Menyayangi berarti menjauhkan rakyatnya dari azab dan hukuman Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4. Berharap pertemuan dengan Allah. Pemimpin yang merindukan pertemuannya dengan Allah, mengisi hidupnya dengan amal SHALEH. Keshalehan pemimpin adalah keteladanan ummat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari uraian tersebut yang jauh dari kesempurnaan, menitipkan harapan semoga pemimpin dinantikan ummat dihari depan dengan kepribadian dasar tersubt dapat terwjud. Yaitu PEMIMPIN YANG BERIMAN DAN BERTAQWA. Karena hanya dengan IMAN DAN TAQWA pula yang dapat mengantarkan ummat hidup dalam naungan berkah Allah. Dan kepada Allah kami mohon perlindungan dan ampunan.&lt;/p&gt;  </description><link>http://ustadzbasri.blogspot.com/2009/04/penantian-kepemimpinan-ummat.html</link><thr:total>0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Ustadz Basri)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5666900763658383149.post-2652970750510490512</guid><pubDate>Sun, 29 Mar 2009 10:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-29T19:37:14.430+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemimpin</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemimpin Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Islam</category><title>PEROSES LAHIRNYA PEMIMPIN</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Islam agama samawiyah yang diturunkan oleh Yang Maha Suci, dan yang menerima hanya yang suci pula. Karena itu pula tidak ada yang suci kecuali melalui peroses yang suci, salah satu diantara perkara yang sangat penting dalam Islam adalah pemimpin. Dalam Al Qur'an, oleh Allah SWT mengisahkan tentang  sejarah lahirnya pemimpin yang melalui peroses yang suci dan selamat dari pemimpin yang melalui peroses yang kotor nan jahat. Peroses alami manusia dari lahir, pembentukan peribadi dengan cara yang suci, seperti yang difirmankan oleh Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفاً فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Artinya : Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (  QS Ar Rum : 30 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kisah dalam Al Aqur'an tentang lahirnya pemimpin ummat yang membawa risalah tauhid bukan datang dengan tiba-tiba, tetapi melalui proses, seperti kisah para nabi, sebelum menjadi nabi, mereka terperoses lewat kehidupan sehari-hari dengan melakoni dua pekerjaan berat yaitu :&lt;br /&gt;1. Para Nabi sebelum menjadi nabi pernah menjadi pengembala.&lt;br /&gt;2. Para Nabi sebelum menjadi nabi pernah jadi pedagang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebagai pengembala kambing&lt;/span&gt;, pekerjaan ini merupakan peroses lahirnya pemimpin ummat, karena kambing adalah binatang ternak yang paling susah diatur, bermakna bahwa, menjadi tukang gembala kambing dibutuhkan kesabaran. Gembala kambing adalah pekerjaan yang mulia, karena pekerjaan ini merupakan : (a) pekerjaan para nabi, (b) pekerjaaan ini memproses kepribadian muslim sejati, menjadi sabar, (c) pekerjaan ini adalah pekerjaan yang memproses lahirnya pemimpin, karena menjadi pemimpin dibutuhkan kesabaran dan keyakinan terhadap ayat ayat Allah SWT. Sebagaimana dalam firman Allah SWT dalam Al Qur'an :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;  وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Artinya : Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami.( As Sajadah; 24 )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapkan wajah pada agama yang lurus (bertauhid) yang benar, merupakan kunci kesuksesan mancapai kesabaran dalam menjalankan tugas suci, sebagai fitrah kemanusiaan, sukses mengatur kambing, dengan menggiring kepadang rumput, memberikan minum, memasukkan kandang dibutuhkan, dibutuhkan kepribadian khusus yang disebut SABAR. Sabar ini pula yang mengantarkan seseorang dapat manjadi pelayan (Pemimpin ) yang baik terhadap rakyatnya. Kalau kambing digiring kepadang rumput dan masuk kandang dengan baik, maka pemimpin menggiring rakyatnya masuk dalam petunjuk Allah, baik dalam bentuk perintah yang wajib diataati, maupun larangan yang wajib untuk ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapkan wajah pada agama yang lurus sebagai fitrah, atau asal kejadian manusia yang dilahirkan dalam keadaan suci, memproses lahirnya pemimpin yang menghargai hak asasi manusia, sebagai realisasi keyakinannya terhadap ayat Allah SWT. Bahagian dari peroses awal lahirnya pemimpin adalah peroses keyakinan tarhadap Allah  SWT sebagai pendidikan ketauhidan. Dalam Hadits Rasulullah tentang fitrah manusia sebagai berikut : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setiap manusia lahir dalam keadaan suci, maka kedua orang tuanya yang memperosesnya menjadi YAHUDI, ATAU NASHARA, ATAU MAJUZI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pedagang&lt;/span&gt; adalah pekerjaan tua didunia ini, dan para pemimpin ummat sebelum menjadi nabi pernah jadi pedagang, apa rahasia perdagangan ?. Dagang adalah pekerjaan yang paling berat untuk berlaku jujur, itulah sebabnya para nabi sebelum menjadi nabi atau pemimpin ummat diproses kejujurannya melalui pernaiagaan. Pelajaran yang paling berharga yang dikisahkan oleh Allah lewat proses kejujuran tersebut adalah, ketika menjadi pemimpin ummat berhenti menjadi pedagang, itulah sebabnya Umar bin Khattab sebelum jadi khalifah menjadi pedagang, dan ketika menjadi khalifah berhenti jadi pedagang. Dagang adalah pekerjaan yang dapat mengantarkan menjadi yakin akan ayat ayat Allah, sehingga lahir kepribadian yang sempurna dan takut terhadap azab dan hukuman Allah, dan terhindar dari pedagang yang culas, merugikan timbangan dan takaran, pantang bohong, dagang lambang kekuasaan terhadap benda mati yang gampang diatur, tapi berintraksi dengan manusia lain dalam aturan kehidupan dan peningkatan kesejahteraan. Itulah yang disebut kejujuran dan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses tersebut merupakan fitrah yang wajib dilewati oleh setiap manusia, sehingga ketika menjadi pemimpin bukan lagi mengurus BENDA MATI, TAPI YANG DIURUS ADALAH BENDA HIDUP. Kalau Terhadap benda mati yang tidak punya akal saja bisa berbuat benar dan jujur apatah lagi dalam mengurus benda hidup yang mempunyai akal, benda mati yang diurus tidak mendengar tidak tahu suara azan, tapi ditinggalkannya benda mati tersebut untuk memenuhi panggilan azan, walaupun benda itu, tidak mengerti tentang panggilan tersebut, bagaimana kalau rakyat yang diurus yang dapat melihat orang yang azan, mendengar, atau yang melakukan azan tersebut. Itulah fitrah yang memperoses menjadi orang jujur. Tidak sedikit pemimpin hari ini padagang sebelum memimpin, memperbesar perdagangannya ketika menjadi pemimpin, Yang hebat lagi tidak tahu dagang ketika rakyat biasa, tiba gilirannya menjadi pemimpin justru ahli dagang, bukan hanya benda mati yang diperdagangkan, tapi juga RAKYAT SEBAGAI BENDA HIDUP YANG DIPERDAGANGKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedagang yang sukses, membentuk keyakinan pada dirinya terhadap ayat ayat Allah, akan tampil sebagai pemimpin yang jujur pada rakyatnya, kepercayaan yang terbangun pada diri nabi sebelum menjadi nabi, mendapat amanah khusus menjalankan perdagangan Khadijah, dengan modal kejujuran dan kebenaran, maka ketika diutus oleh Allah menjadi pemimpin (Rasul) tidaklah berat baginya menjadi pemimpin yang jujur dan bertingkah laku yang benar, karena proses tersebut telah dilewti dengan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi gembala kambing atau pedagang, bukanlah merupakan kunci mati untuk menjadi sabar dan jujur, sesungguhnya profesi apapun yang ditekuni ada satu kata kunci yaitu kalimat yang terdapat dalam surah As Sajadah tersebut : PEMIMPIN-PEMIMPIN YANG MEMBERI PETUNJUK DENGAN PERINTAH (URUSAN) KAMI. Bahwa yang dapat menjalankan tugas suci tersebut hanyalah mereka yang memperoses dirinya lewat proses yang suci, sehingga terpadu antara kesabaran dan keyakinan, dengan berbagai macam lapangan pekerjaan.Tidak ada seorang pemimpin yang mampu menggiring rakyatnya masuk kedalam petunjuk Allah, kecuali yang sabar dan yakin dengan ketetapan YANG MAHA RAJA. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda, yang artinya “ &lt;span style="font-style: italic;"&gt;semua kalian adalah pemimpin, dan kalian akan dimintai pertanggung jawaban dari yang kalian pimpin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ustadzbasri.blogspot.com/2009/03/peroses-lahirnya-pemimpin.html</link><thr:total>0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Ustadz Basri)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5666900763658383149.post-2239356230268636347</guid><pubDate>Sat, 28 Mar 2009 18:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-29T16:40:57.830+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemimpin</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemimpin Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Islam</category><title>UJIAN KELAYAKAN PEMIMPIN</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelestarian alam dan seluruh isinya, baik dalam skala global maupun lokal tergantung dengan kepribadian dan gaya pemimpinnya, karena itu Al Qur`an merangkum secara lengkap sistem kepemimpinan ummat  yang lalu sebagai refrensi dasar dalam menatah kepemimpinan ummat diabad modern ini, Dari kepribadian dan gaya yang berbeda seperti; NAMRUD, FIR`AUN, ABU LAHAB, SAMIRI, QARUN dsb, disisi lain Allah SWT menampilkan sosok NABI IBRAHIM, NABI MUSA, NABI MUHAMMAD dan masih banyak yang lain, tidak disebutkan satu persatu. Mau meniru kepribadian dan gaya siapa ?&lt;br /&gt;Dalam Islam menjadi pemimpin bukan hal yang kebetulan dan tiba tiba, tapi melalui ujian yang cukup berat, dimana ujian tersebut bukanlah sebuah batu sandung, tapi batu asah, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur`an;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَاماً قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِي قَالَ لاَ يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Rabbnya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim".( Al Baqarah : 124 ).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ujian lapangan yang diujikan kepada Nabi Ibrahim dengan beberapa kalimat yang mengandung perintah dan larangan dijawab dengan sempurnah. Mteri ujian “ beberapa kalimat” berbeda pendapat ulama tafsir, ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah ujian tauhid, ada juga yang mengatakan ujian ketaatan, kesabaran dan ada yang berpendapat ujian kebenaran dst yang didalamnya terkadung perintah dan larangan. Lalu siapa yang mengujinya? Diuji oleh Rabb yang Esa dalam kekuasaannya, diuji oleh Rabb yang Maha Kaya. Diuji oleh Rabb yang Maha Tinggi tanpa kepentingan, diuji oleh Rabb yang Maha Benar, tanpa kebutuhan. Ketika lolos dari ujian lapangan tersebut, kata Allah SWT sungguhnya aku akan jadikan pemimpin bagi seluruh manusia. Kisshah ini sebuah renungan bagi para calon pemimpin, disaat mereka melalui ujian kelayakan untuk memperebutkan kepemimpinan, para pengujinyapun dari partai politik yang ditumpanginya, dan tidak sedikit mengalami ujian pertama BERAPA MILLIAR kesanggupanmu?. Atau sebaliknya calon pemimpin yang menguji “ Berapa yang harus saya bayar” ? Catatan sejarah Ummat Islam Indonesia, yang lebih khusus Sul Sel, gonjang ganjing tentang pilgub, bahwa seorang calon gubernur “Aziz Qahar” pada saat itu dimintai uang oleh salah satu partai kualisi, dimana partai tersebut konon partai DA`WAH, sebagai ujian pertama yang harus dilewati, bukan hanya sampai disitu, tapi calon dipimpinpun (rakyat) diuji dengan sama, sehingga melibatkan semua level masyarakat terlibat dalam kejahatan kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan ujian yang disajikan oleh Allah SWT tersebut, bahwa Allah yang menobatkan dan memberikan kepemimpinan setelah lolos melewti ujian dengan sempurnah, tiada satu perintah  yang datangnya dari Allah kecuali dilaksanakan sesuai dengan syariatNya, dan tidak satupun larangan yang dilarang oleh Allah kecuali dia mampu meninggalkannya. Itulah sebabnya tidak seorangpun Nabi dan ahlul hikmah yang meraih kepemimpinannya lewat sogokan, kejahatan kekuasaan, premanisme, janji palsu, pemalsuan data, dan menghalalkan segala cara, begitu pula para khalifah setelah para, hasilnya lahir pemimpin yang berkualitas, yang mampu mewujudkan masyrakat yang bertauhid. Dari keseluruhan pemimpin tersebut diuji dilapangan tauhid, dan tidak seorangpun diuji diruangan ber AC.&lt;br /&gt;Dengan lolosnya Nabi Ibrahim AS melewati ujian dengan sempurnah, maka Allah SWT melantiknya jadi pemimpin, Lalu Nabi Ibrahim memohon pada Allah SWT agar keturunannya jiga dijadikan pemimpin ummat, tapi juga setelah melalui ujian seperti firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;  وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar ( Al Baqarah : 155)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi aqidah yang diujikan pada pemimpin berupa; Takut, lapar, kekurangan harta, jiwa buah buahan dalam rangka menambah keyakinan mereka pada Allah bahwa, tidak ada yang mampu menghilangkan rasa takut kecuali rasa aman dan tenteram yang dijanjikan Allah SWT. Keleparan yang terindikasi dengan istilah kerisis ekonomi, merupakan ujian bagi seorang pemimpin bahwa, kekenyangan bukanlah satu satunya yang dapat menyelesaikan problematika ummat. Kekurangan harta,jiwa dan buah buahan,  merupakan materi ujian yang tidak sedikit orang gagal, karena itu penyelesaian keummatan bukanlah ditentukan dengan banyaknya materi, seperti yang dihambur hamburkankan calon pemimpin hari ini, atau seperti politikus yang menggadaikan partainya yang menyebabkan lahirnya nada miring “SANGAT SUSAH MEMPERCAI ORANG PARTAI JADI PEMIMPIN” . Karena terbukti menjadi pemimpin saja dipartainya berantakan, bagaimana mempin multi partai dan golongan. Kalau mau ditelusuri dinegeri bencana ini, akan lahir sebuah pertanyaan “ Sudah adakah orang partai yang memimpin dinegeri ini sukses?’ Selama akal masih sehat dan hati yang bersih akan menemukan jawaban –belum pernah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakhir ayat tersebut yang dapat memberikan jawaban dengan sempurnah adalah kesabaran, karena itu Allah SWT, mengatakan berikanlah berita gembira kepada orang orang yang sabar. Kesabaran dalam takut, lapar dan segala kekurangan adalah menjaga ketaatan terhadap Allah SWT, baik diseluruh lini ibadah maupun dalam segala lapangan mu`amalah.&lt;br /&gt;Dengan dijadikannya Nabi Ibrahim sebagai pemimpin dan atas dasar permintaannya agar keturunan Nabi Ibrahin juga dijadikan pemimpin, dijawab oleh Allah bahwa janjiku itu tidak mengenai orang orang yang zalim, yang artinya orang yang ZALIM untuk selamanya tidak dirdhai oleh Allah SWT menjadi pemimpin, karena ditangan kekuasaan orang orang zalimlah yang menyebabkan turunnya musibah dan semua jenis bencana. Renungkanlah firman Allah SWT :&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;وَتِلْكَ الْقُرَى أَهْلَكْنَاهُمْ لَمَّا ظَلَمُوا وَجَعَلْنَا لِمَهْلِكِهِم مَّوْعِداً&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan (penduduk) negeri telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka ( Al Kahfi; 59).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang harus menjadi renungan ummat, bahwa orang zalim bukan hanya tidak diridhai tapi juga mengundang malapataka dan kehancuran, seperti yang kita rasakan sekarang di dunia ini, sementara diakhirat;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;الظـلـم ظـلـمـا ت يـوم ا لـقـيـا مة &lt;/span&gt;; Kezaliman adalah kegelapan dihari qiamat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ustadzbasri.blogspot.com/2009/03/ujian-kelayakan-pemimpin.html</link><thr:total>0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Ustadz Basri)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5666900763658383149.post-6632192339098222554</guid><pubDate>Sat, 28 Mar 2009 17:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-29T16:40:57.831+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemimpin</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemimpin Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Islam</category><title>PEMIMPIN SEJATI</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلاَّ رِجَالاً نُّوحِي إِلَيْهِمْ فَاسْأَلُواْ أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Artinya : Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui. ( QS An N ahl : 43 )&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Attabary, Ayat ini memberitakan kepada Nabi Muhammad, bahwa tiada satupun yang diutus oleh Allah SWT menjadi pemimpin ummat sebelummu kecuali RIJAL.Pemimpin ummat yang diutus oleh Allah mereka adalah lelaki yang dikontrol oleh wahyu Allah, atau pemimpin sejati itu terukur, sejauh mana menjalankan kepemimpinan­nya dengan ukuran wahyu ( Al Qur`an ). Siapakah RIJAL yang diabadikan oleh Allah dalam Al Qur`an, yang ideal menjadi pemimpin ummat ?&lt;br /&gt;Firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;رِجَالٌ لَّا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاء الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْماً تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Artinya : Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayarkan zakat. mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan pengli­hatan menjadi goncang. ( QS An Nur : 37 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam ayat tersebut terdapat kalimat perniagaan dan jual beli, dimana pekerjaan tersebut selalu menyibukkan manusia yang menyebabkan terjadinya kelalaian, dengan tujuan semua bentuk kesibukan dunia yang membuat pelakunya lalai untuk ingat Allah, mulai dari pekerja keras yang mengurus pertanian, perkebunan, sampai pada level pekerja halus yang mengelola pemerintahan, itulah kesibukan dunia yang melalaikan. Maka seorang pemimpin sejati terpatri dalam dirinya untuk tidak dilalaikan oleh dunia terhadap perkara perkara sebagai berikut;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Ingat Allah, yang berarti melaksanakan segala ketentuan, hukum dan syariatnya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menegakkan Shalat, Mendirikan shalat bukan hanya sekedar melaksanakan shalat dari rukun dan syarat shanya tapi juga menjaga nilai shalat dalam segala lini kehidupan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Membayar Zakat, yang dimaksud disini bukan hanya terbatas pada pembayarannya, bahkan mencakup segala hal yang tersangkut paut dengan zakat, mulai dari pengumpulannya dan orang-orang yang mengumpulkannya sampai pada penyalurannya secara syariah merupakan tanggung jawab pemimpin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rasa Takut Akan Kegoncangan Hati, Penglihatan pada sutu hari, Bahwa seorang pemimpin sejati selalu menghawatirkan pada dirinya, kalau hatinya goncang hanya karena jabatan dunianya, dan takut jikalau matanya terpedaya oleh kehidupan dunia, sehingga tidak mampu melihat kebenaran yang hakiki.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Artinya : Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah ... ( QS Al Ahzab : 23 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pemimpin sejati hanya dapat ditemukan diantara orang-orang yang beriman, maka ayat ini memberikan isyarat kepada orang yang beriman, kalau mencari pemimpin, cari dari golongan yang beriman. Timbal baliknya siapa yang memilih pemimpin karena uangnya bukanlah tergolong orang yang beriman.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemimpin sejati adalah mereka yang komitmen dengan janjinya dengan Allah SWT. Komitmen untuk tidak meninggalkan apa-apa yang telah difardukan oleh Allah. Maka kalau ada pemimpin yang menggugurkan janjinya pada Allah, apatah lagi dengan janjinya terhadap sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Dari rijal (Pemimpin) tersebut diatas dengan segala kapasitas yang dimilikinya dengan control wahyu (Al Qur’an) dalam menjalankan kepemimpinannya sebagai mana para Rasul Allah yang telah sukses mengantarkan masyarakatnya sebagai ummat yang dirahmati oleh Allah SWT. Tugas suci tersebut adalah wajib diteladani oleh seorang pemimpin sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari kata rijal (Pemimpin), juga terdapat kalimat “Ahlul Zikr” sebagai rujukan dalam mengambil kebijakan jikalau tidak ada pengetahuan terhadap sesuatu. Allah SWT memerintahkan dalam bentuk lafaz umum “maka Tanya ahli zikr jika kalian tidak mengetahui” terlebih kepada pemimpin wajib hukumnya bertanya pada ahli zikr jika dia tidak tahu tentang hal-hal yang menyangkut perkara penyelesaian keummatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah " ahli zikr " yang dimaksud dalam dalam Al Qur`an tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menurut Ibnu Wahab, Azzikr itu Al Qur`an , Maka Tanya orang yang mengerti tentang Al Qur`an, karena tidak ada permasalahan ummat yang tidak ada penyelesaiannya dalam Al Qur`an.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menurut Ibnu Zaid, Ahli Zikr adalah orang yang mengerti tentang kitab dan qisshah nabi nabi. Bahwa tidak seorang nabi yang diutus melainkan untuk mengurus kaum dan ummat yang dihadapinya, atau pendekatan idial mereka yang tahu tentang Al Qur`an dan hadits.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Qurtuby berpendapat, Ahli zikr artinya Ahlul Ilmi, mereka yang memiliki kepasitas ilmu sesudah para nabi yang mampu mengambil istimbat hokum secara syar`I atau para “ulama”, karena ulama adalah pewris Nabi. Karena itu pemimpin sejati adalah mereka yang senantiasa dekat dengan nasehat ulama. Nabi SAW, pernah bersabda dalam haditsnya, ( شـر ا لـعـلـمـاء أقـرب مـن الأ مـراء وشـر ا لأ مـراء أ بـعـد مـن ا لـعـلـمـاء ( رواه ابـن مـا جـة , yang artinya sebagai berikut : “ Sejelek jelek ulama yang dekat-dekat dengan kekuasaan dan sejelek jelek penguasa yang jauh dari ulama ”. Dalam hadits Rasulullah SAW tersebut menerangkan bahwa bukanlah ulama yang mendatangi pemimpin, tetapi pemimpin yang harus senantiasa meminta nasehat ulama dalam mengambil kebijakan, bukan meminta kepada ulama untuk membenarkan kebijakan yang telah diputuskan, Karena semua keputusan yang tidak memiliki landasan syar`i adalah produk hawa nafsu.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Dan diakhir ayat tersebut diatas “jika kalian tidak tahu” yang artinya seorang pemimpin sejati wajib membekali dirinya dengan ilmu, bukan hanya ilmu pemerintahan dengan amanahnya tapi juga harus memahami ilmu yang tersangkut paut dengan syariah, dan ilmu fiqhi. Sebagaimana ungkapan “politik kekuasaan” oleh Salahuddin Al Ayyuby ; AMIRUKUM USTAZDUKUM WASYA`BUKUM LAESA `ABDUKUM. yang artinya : pemimpinmu adalah gurumu dan rakyatmu bukan hambamu. Pernyataan politis ini di ungkapkan disaat dia menjabat sebagai Khalifah (pemimpin). Pemimpin merupakan guru pilihan dan panutan ummat, serta tidak memposisikan rakyatnya sebagai budak, yang kapan dan dimana saja dapat dihina, dicelah, direndahkan, dan dilecehkan. Dengan demikian pemimpin bertanggung jawab mengantarkan rakyatnya menjadi ummat yang dapat memisahkan antara hak dangan yang bathil sebagai amanah kepemimpinan yang akan dipertanggung jawabkan dihadapan yang ALLAH YANG MAHA KUASA atas kekuasaan yang diberikan padanya didunia ini.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://ustadzbasri.blogspot.com/2009/03/pemimpin-sejati.html</link><thr:total>0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Ustadz Basri)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5666900763658383149.post-2687310665792951526</guid><pubDate>Fri, 27 Mar 2009 03:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-29T16:45:41.979+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hijrah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tauhid</category><title>HIJRATUR RASUL</title><description>&lt;p align="right"&gt;&lt;font face="Verdana" size="4"&gt;إِلاَّ تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُواْ ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لاَ تَحْزَنْ إِنَّ اللّهَ مَعَنَا فَأَنزَلَ اللّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُواْ السُّفْلَى وَكَلِمَةُ اللّهِ هِيَ الْعُلْيَا وَاللّهُ عَزِيزٌ حَكِيم &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;font size="1"&gt;&lt;em&gt;Ar&lt;/em&gt;&lt;em&gt;tinya :&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) Maka Sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekkah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang Dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu Dia berkata kepada temannya: &amp;quot;Janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah beserta kita.&amp;quot; Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir Itulah yang rendah. dan kalimat Allah Itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana ( QS At Taubah : 40 ).&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Setelah 13 tahun di Mekah bersama dengan para sahabatnya hidup penuh dengan cobaan dan ujian dari penghinaan dan pengolok-olokan yang dilontarkan “kafir Quraisy “ dalam menjalankan risalah TAUHID, bukan membuatnya kecutdan ketakutan, bahkan semaakin teguh terhadap kebenaran dalam rangka mendapatkan ridha Allah, sebagaimana dalam firman Allah :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;font face="Verdana" size="4"&gt;وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاء مَرْضَاتِ اللّهِ وَاللّهُ رَؤُوفٌ بِالْعِبَادِ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;em&gt;&lt;font size="1"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;em&gt;Artinya : D&lt;/em&gt;&lt;em&gt;an di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.&lt;/em&gt;&lt;em&gt;  ( QS Al Baqarah &lt;/em&gt;&lt;/font&gt;: 207 )&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Dari dua ayat tersebut diatas bahwa peroses hijrah Rasulullah SAW murni kehendak dan ketentuan Allah, sebagai cara untuk menolong hambanya. Ketika Rasulullah SAW berada dalam gua Tsur berdua dengan sahabatnya Abu Bakar Ashshiddiq, lahir kekhawatiran Abu Bakar, karena mendengar hentakan kaki orang orang yang ingin membunuh Rasulullah, itulah Rasulullah berkata pada Abu Bakar jangan bersedih ( berduka cita ) dengan sabdanya : &lt;font size="4"&gt;مـا ظـنـك باء ثــنــيـن أ لــلــه ثـالــثـهـمـا&lt;/font&gt;  bagaimana persangkaanmu yang berdua, bertiga dengan Allah. Peroses hijrah tersebut ssebagai peroses prtentangan antara yang hak dengan batihil, dimana ketika Rasulullah akan hijrah rumahnya dikepung oleh kafir quraisy, sementara waktu itu hanya berdua dengan Ali Bin Abi Thalib, lalu diserahkan tempat tidurnya Kepada Ali dalam usia 16 tahun. Rasulullah SAW sebagai pembawa risalah tauhid dengan jaminan Allah SWT, dengan firmannya :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;font face="Verdana" size="4"&gt;وَمَن يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللّهِ يَجِدْ فِي الأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً وَمَن يَخْرُجْ مِن بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلى اللّهِ وَكَانَ اللّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;font size="1"&gt;&lt;em&gt;Artinya :&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang Luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), Maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (&lt;/em&gt; &lt;em&gt;QS&lt;/em&gt; &lt;em&gt;An Nisa&lt;/em&gt; &lt;em&gt;:&lt;/em&gt;&lt;em&gt;  100 ).&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Ketika berada dalam gua tsur selama tiga hari tiga malam untuk menjauhi kesan dari kafir quraisy sebagai sebagai suatu sebab turunnya pertolongan Allah terlepas dari kegelapan kesyirikan dan kejahilan serta khurapat menuju kecahaya iman, kebahagiaan dunia dan akhirat, leawt perjuangan dan kesabaran demi terwujudnya  &lt;em&gt;“ Manhaj Rabbaniyah&lt;/em&gt; “ , firman Allah  SWT : &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;font face="Verdana" size="4"&gt;وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاء مَرْضَاتِ اللّهِ وَاللّهُ رَؤُوفٌ بِالْعِبَادِ &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;font size="1"&gt;&lt;em&gt;Artinya : D&lt;/em&gt;&lt;em&gt;an di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.&lt;/em&gt;&lt;em&gt;  ( QS Al Baqrah : 207 )&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Hijrah merupakan peristiwa yang sangat agung dalam Islam, baik dalam bentuk historis ( sejarah ) keummatan maupun dalam bentuk sejarah kemanusiaan, karena hijrah awal dari perjalanan tauhid melawan kemusyrikan, iman dan kafir serta antara hak dan bathil, bahkan antara makar kafir dan makar Allah sebagaimana dalam firmannya :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;font face="Verdana" size="4"&gt;وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُواْ لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللّهُ وَاللّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;font size="1"&gt;&lt;em&gt;Artinya : D&lt;/em&gt;&lt;em&gt;an (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. dan Allah Sebaik-baik pembalas tipu daya.&lt;/em&gt;&lt;em&gt;  ( QS Al Anfaal : 30 )&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Hijratur Rasul adalah perjalanan tauhid, iman, jihad dan akhlak, sehingga membutuhkan pengorbanan yang besar baik secara peribadi maupun kelompok orang orang yang beriman, bukan hanya sekedar meninggalkan tempat kelahiran terdapat baitullah didalamnya yang merupakan kiblat seluruh ummat islam dunia tapi juga meninggalkan sanak keluarga dan harta benda, sebagai konsekwensi perjuangan tegaknya risalah tauhid dan menjadikan kjalimat kafir pada tempat yang serendah rendahnya serta menjadikan kalimat Allah diatas segala galanya sebagai kalimat yang tertinggi. Renungkan firman Allah SWT dalam Al Qur`an :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;font face="Verdana" size="4"&gt;وَالَّذِينَ تَبَوَّؤُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;font size="1"&gt;&lt;em&gt;Artinya : D&lt;/em&gt;&lt;em&gt;an orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) &amp;rsquo;mencintai&amp;rsquo; orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri mereka sendiri, Sekalipun mereka dalam kesusahan. dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka Itulah orang orang yang beruntung&lt;/em&gt;&lt;em&gt; . ( QS Al Hasyr : 9 )&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Renungan penting dalam ayat tersebut adalah hijratur Rasul adalah sebuah kejadian yang memerlukan pengorbanan yang besar dengan hasil yang besar lahirnya sifat sifat agung yang ditampilkan oleh kaum “ ANSHAR “ terhadap kaum muhajirin, juga hijratur rasul adalah wadah perekat persaudaraan, dimana sebelumnya belum pernah terjadi.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://ustadzbasri.blogspot.com/2009/03/hijratur-rasul.html</link><thr:total>0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Ustadz Basri)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5666900763658383149.post-500170439384849092</guid><pubDate>Fri, 27 Mar 2009 02:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-29T16:45:41.979+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hijrah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tauhid</category><title>HAKEKAT HIJRAH</title><description>&lt;p align="left"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;font size="2"&gt;Semua Nabi yang diutus oleh Allah SWT dalam rang menjalankan risalah tauhid, ditengah kaum masing masing, adapun Rasulullah SAW diutus untuk semua manusia dan  rahmat bagi alam semesta. Bahagian yang terpenting risalah tahid yang dipikul diatas pundak Rasulullah SAW yang patut manjadi kajian dasar adalah “ pemahaman yang benar terhadap perkara hijrah “ Karena peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang agung dalam sejarah keummatan. Kenapa dan bagaimana peristiwa besar itu terjadi ?&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;strong&gt;1. MAKNA&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;  &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; HIJRAH&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Makna hijrah dijtinjau dari segi penggunaan Al Qur`an &lt;font size="4"&gt;وا لــرجــز فـا هــجـر   &lt;/font&gt;dan &lt;em&gt;terhadap dosa/perbuatan kotor , maka hijralah ( tinggalkanlah )&lt;/em&gt;. Dari penggunaan bahasa Al Qur`an tersebut yang berhubungan dengan kalimat hijrah adalah kalimat &lt;font size="4"&gt; ا لــر جــز  &lt;/font&gt;adalah semua yang menimbulkan dosa, yang menjijikkan, yang kotor kotor dan semua yang dimurkai Allah, termasuk kotornya politik sebagai contoh pembantaian manusia yang tidak berdosa di Tanjung Periuk Jakarta, Talang Sari Lampung, peristiwa DOM di Aceh dan masih banyak perbuatan dosa lain yang dilakukan oleh sang penguasa dan kroni kroninya pada saat itu, tiba tiba disebut pahlawan oleh kroninya saat sekarang ini demi mencari massa. Kalau kotoran anjing dapat dihilangkan dengan mencuci tujuh kali dan sekali bercampur dengan tanah, tapi kotornya politik tidak dapat dicuci kecuali taubat.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Hijrah ditinjau dari peristwa yang agung tersebut, dalam perjalanan nabi dari Mekah ke Madinah turun ayat perang yang mengizinkan memerangi mereka karena kezalimannya, sehingga sebahagian ulama memberi makna hijrah ;   &lt;font size="4"&gt;مــرحـلـة مــن مــرا حـل ا لــجــهــا ديــة   &lt;/font&gt;“ &lt;em&gt;jenjang dari jenjangnya jihad&lt;/em&gt; ”. Itulah sebabnya Nabi setelah hijrah turun perintah jihad dijalan Allah. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Hijrah ditinjau dari tegaknya sebuah kekuasaan sebagaimana yang terjadi dizaman Nabi dan para Khalifah sesudahnya dipahami oleh sebahagian ulama, bahwa makna hijrah adalah ;  &lt;font size="4"&gt;الاء ســتــعــداد اقـا مــة د ولـة الاء ســلا مــيـة &lt;/font&gt; persiapan tegaknya Daulah Islamiah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;strong&gt;2. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;TUJUAN HIJRAH&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Hijrah sebagai perjalanan tauhid yang penuh dengan pengorbanan, perjuagan dan kesabaran sebagai realisasi ketaatan terhadap perintah Allah SWT, maka hijrah tersebut bukan perjalanan tanpa tujuan yang jelas. Karena itu pula hijrah kalau dilihat dari pengertian pada poin pertama, akan mencapai pada tujuan jelas pula :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;strong&gt;a)   &lt;/strong&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;strong&gt;حــمـا يــة ا لــتـوحــيـد&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;strong&gt;( Memelihara Tauhid )&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Selama tiga belas di Mekah menjalanakan tugas sebagai Rasul pembawa risalah tauhid sebagaimana yang terdapat dalam Al Qur`an :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;font face="Verdana" size="4"&gt;&lt;em&gt;شَهِدَ اللّهُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُوْلُواْ الْعِلْمِ قَآئِمَاً بِالْقِسْطِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;em&gt;Artinya :&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.&lt;/em&gt;&lt;em&gt; ( QS Ali ‘Imran : 18 )&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Seiring dengan perkara tersebut, bahwa hijrah sebgai benteng aqidah.karena itu pula kalimat hijrah masuk dalam tiga hal yang tidak terpisah dalam Al Qur`an, iman hijrah dan jihad seperti firman Allah SWT :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;font face="Verdana" size="4"&gt;&lt;em&gt;إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَاجَرُواْ وَجَاهَدُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ أُوْلَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللّهِ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;em&gt;Artinya :&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;/em&gt;&lt;em&gt; ( QS Al Baqarah : 218 )&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Mereka yang mengharap rahmat Allah adalah orang orang beriman, orang yang hijrah dan orang yang berrjihad dijalan Allah SWT. Maka ditahun kedua hijriah tepatnya 17 Ramadhan terjadi perang badar sebagai peraktek tauhid dilapangan kehidupan. Dan Allah menepati janjinya dengan menurunkan beribu ribu malaikat berbaris baris memenangkan tauhid terhadap kesyirikan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;strong&gt;b)  &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;font size="4"&gt;تــنـفــيـذ حــكـم ا لـلــه&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;( Melaksanakan Hukum Allah )&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Salah satu dari pelaksanaan hukum Allah adalah hijrah total dari hukum jahiliah menuju ke hukum yang yang baik dan sempurnah, marilah kita renungkan firman Allah SWT tentang hukum jahiliah sebagai ibrah :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;font face="Verdana" size="4"&gt;&lt;em&gt;وَأَنِ احْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ اللّهُ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَن يَفْتِنُوكَ عَن بَعْضِ مَا أَنزَلَ اللّهُ إِلَيْكَ فَإِن تَوَلَّوْاْ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللّهُ أَن يُصِيبَهُم بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;em&gt;Artinya : D&lt;/em&gt;&lt;em&gt;an hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), Maka ketahuilah bahwa Sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. dan Sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.&lt;/em&gt;&lt;em&gt; ( QS Al Maaidah : 49 ).&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN: 0cm 0cm 6pt; DIRECTION: rtl; LINE-HEIGHT: normal; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; mso-add-space: auto" dir="rtl"&gt;&lt;font face="Verdana" size="4"&gt;&lt;em&gt;أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللّهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ   &lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;em&gt;Artinya :&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?&lt;/em&gt;&lt;em&gt; ( QS Al Maidah : 50 )&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;strong&gt;c)  &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;font size="4"&gt;ا لــتــشـــريــع&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; ( Penegakan Syariat )&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Syariah adalah satu satunya penyelasaian ummat yang tidak terdapat didalamnya kezaliman, kejahatan kenistaan dan kesensaraan, bahkan dengan syariat, tumbuh subur keadilan, kebenaran, keamanan dan ketenteraman, itulah sebabnya syariah merupakan perioritas utama yang dijalankan dalam rangka menjalankan roda pemerintahan di Madina sebagai pusat kekuasaan Islam, Dengan tegaknya syarriah seiring dengan tegaknya perintah Allah SWT :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;font face="Verdana" size="4"&gt;&lt;em&gt;ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِّنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاء الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN: 0cm 0cm 6pt; DIRECTION: rtl; LINE-HEIGHT: normal; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: justify; mso-add-space: auto" dir="rtl"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;em&gt;Artinya : K&lt;/em&gt;&lt;em&gt;emudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), Maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.&lt;/em&gt;&lt;em&gt; ( QS Al Jaatsiyah : 18 ).&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Dari ayat tersebut memberi keterangan bahwa semua aturan yang bukan disyariatkan oleh Allah adalah bersifat  mengikuti hawa nafsu dan tidak ilmiah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://ustadzbasri.blogspot.com/2009/03/hakekat-hijrah.html</link><thr:total>0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Ustadz Basri)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5666900763658383149.post-3212973295809794660</guid><pubDate>Thu, 26 Mar 2009 14:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-29T16:42:46.736+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Zakat</category><title>Z A K A T</title><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Zakat adalah salah satu diantara lima rukun Islam, sebagaimana rukun yang lain seperti syahadat, shalat, puasa dan haji, karena itu setelah wajib zakat disyariatkan pada tahun kedua Hijriah dan turun sebagai perintah Allah SWT, karena itu barang siapa yang lalai dari perkara zaakatnya sesungguhya lalai dari rukun agamanya, dan barang siapa yang meninggalkan zakat berarti meninggalkan rukun agamanya atau jatuh kedalam kekafiran.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Begitu agungnya perkara zakat, sehingga Allah menggandengkan didalam Al Qur`an antara shalat zakat 82 kali dengan ayat yang berbeda. Sebagai bukti bahwa antara shalat dan zakat sangat berhubungan dan tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Dengan penjalasan ini pula Khalifah pertama dalam Islam setelah Rasulullah SAW. yaitu Abu Bakar Ashshiddiq ra mengatakan :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;font face="Verdana" size="4"&gt;لأ قــا تــلــن مــن فـــرق بــيــن ا لـــصــلا ة وا لـــز كــا ة حــيــنــمـا جــمــع ا لــلــه بــيــنــهــمـا فـــى ا لــــقـــرأ ن&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="1"&gt;&lt;em&gt;Artinya : Saya akan perangi siapa yang memisahkan antara shalat dan zakat ketika Allah menyandingkan antara keduanya dalam Al Qur`an. &lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Karena itu pula Zakat hukumnya wajib dan kafir bagi yang mengingkarinya serta wajib diperangi bagi yang menolak mengeluarkannya.  Dengan agungnya perkara zakat ini membentuk kepribadian bagi yang menunaikannya dengan memperhatikan hal hal sebagai berikut :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;strong&gt;MAKNA ZAKAT&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Zakat berasal dari kalimat زكـى bersih dan berkembang, Allah menyebutkan &lt;font size="3"&gt;ا لـزكـا ة  &lt;/font&gt;karena yang dibersihkan adalah jiwa dan harta, karena itu pulah orang yang mengeluarkan zakat dari hartanya akan semakin tumbuh dan berkembang walaupun tidak terasa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;font size="3"&gt;قـا ل صـلـى ا لـلـــه عــلــيـه وســلــم : مـا نــقــص مـا ل مــن صــد قــة  &lt;font size="1"&gt;&amp;quot;&lt;/font&gt; &lt;/font&gt;&lt;em&gt;&lt;font size="1"&gt;tidak berkurang harta dari shadakah &amp;quot;&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Makna zaakat menurut syariah ; &lt;font size="3"&gt;حـق وا جـب فـى مـا ل خـا ص لطا ئـف مـخـصوصة فى وقـت مـخصوص &lt;/font&gt;Hak yang wajib dikeluarkan pada harta tertentu untuk golongan tertentu pada waktu tertentu. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur`an :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;font face="Verdana" size="4"&gt;خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاَتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيم&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="1"&gt;&lt;em&gt;Artinya : Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui (QS At Taubah : 103 )&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Dengan demikian zakat membersihkan jiwa dari sifat kikir dan ujian bagi orang kaya untuk mendekatkan diri pada Allah melalui zakat dengan mengeluarkan harta yang dicintainya. Pada dasarnya zakat mal tidak ada hubungannya dengan bulan Ramadhan, tapi terikat dengan nisab dan haul (waktu ) bagi yang membutuhkan haul, serta tersangkut paut dengan yang wajib mengeluarkan dan kepada golongan mana penyalurannya, juga terkait denganjenis harta yang dizakati. Kebanyakan saudara kita menanti bulan Ramadhan untuk membayar zakat hartanya dengan alas an pahalanya dibulan Ramadhan lebih tinggi dan agung, pada sisi yang lain kalau sudah haul tidak boleh ditunda haknya delapan asnaf yang disebutkan dalam Al Qur`an.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Pelaksanaan syariat Islam termasuk zakat tidak sempurna kecuali terpenuhi syarat syatat wajib tersebut seperti:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;1. &lt;strong&gt;Muslim,&lt;/strong&gt; Karena itu tidak wajib bagi orang kafir walaupun kaya raya, sebab zakat itu adalah ketaatan, sebagaimana dalam riwayat Muadz ketika ditus ke Yaman; serulah mereka untuk dua kalimat syahadat dan shalat, dan apabila mereka sudah taat, beritahukan pada mereka bahwa sesungguhnya Allah memfardukan pada mereka ZAKAT diambil dari orang kayanya dan dikembalikan pada fakirnya ( Bukhari dan Muslim ). Itulah sebabnya syarat wajib zakat adalah Islam.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;2. &lt;strong&gt;Hurriyah ( Merdeka ), &lt;/strong&gt;Seorang yang tidak merdeka atau status sebagai budak tidak wajib baginya zakat, karena tidak memiliki harta, sebab harta dan dirinya adalah milik tuannya, maka yang kena wajib zakat adalah tuannya. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;3. &lt;strong&gt;Cukup Senisab,&lt;/strong&gt; Nisab artinya jumlah harta yang dimiliki cukup menurut qadar ketentuan syariah sesuai dengan jenis harta tersebut.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;4. &lt;strong&gt;Milik Sempurna,&lt;/strong&gt; Harta yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah harta yang dimiliki secara sempurnah dan syah, maka tidak dikeluarkan harta yang bercampur dengan harta orang lain, sebagaimana tidak wajib zakat harta dari hasil korupsi, karena bukan milik sempurna.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;5. &lt;strong&gt;Haul, &lt;/strong&gt;Harta yang wajib di zakati adalah yang sudah haul, atau sudah cukup setahun, bagi harta yang membutuhkan haul. Sebab ada beberapa harta yang wajib zakat tidak membutuhkan haul seperti hasil pertanian…dst.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;strong&gt;Ancaman / peringatan Terhadap Orang yang Tidak Membayar Zakat&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Dalam hadits Rasulullah SAW mengancam orang tidak membayar zakat dengan hukuman berat diakhirat, agar mereka tergerak hatinya, karena takut akan azab Allah di akhirat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam Shaheh Bukhari :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;font size="4"&gt;مـن أتـاه الـلــه مـالا فـلـم يـؤد زكـا تـه مـثـل لـه يـوم الـقـيا مـة شـجـاعـا أقـرع لـه زبـيـبـتـان يـطـوقـه يـوم الـقـيـا مـة ثـم يـأ خـذ بـلـهـزمـتـيـه يـعـني بـشـد قـيـه ثـم يـقـول : أنـا مـالـك، أنـا كـنـزك ثـم تـلا الـنـبـي صـلى الـلــه عـليه وسـلم الأية&lt;/font&gt; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="1"&gt;&lt;em&gt;Artinya : Siapa yang dikurniakan oleh Allah kekayaan tetapi tidak mengeluarkan zakatnya, maka pada hari kiamat nanti ia akan didatangi oleh seekor ular jantan gundul yang sangat berbisa dan sangat menakutkan dengan dua bintik ditas kedua matanya, lalu melilit dan mematuk keleherrnya, sambil bertariak “ saya adalah kekayaanmu, saya adalah kekayaanmu yang engkau timbun dulu” lalu nabi membaca ayat berikut :&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;font face="Verdana" size="4"&gt;وَلاَ يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللّهُ مِن فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَّهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُواْ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلِلّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاللّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="1"&gt;&lt;em&gt;Artinya : Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS Ali &amp;rsquo;Imran : 180)&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Ancaman Allah terhadap orang yang tidak membayar zakatnya didunia sebagaimana sabda Rasul SAW :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;font size="3"&gt;مـا مـنـع قـوم ا لـزكـاة الا ابـتـلا هـم الـلــه بـا لـسـنـيـن  &lt;/font&gt;&lt;font size="1"&gt;&lt;em&gt;tidak suatu yang tidak membayar zakat, kecuali akan ditimpakan oleh Allah kelaparan dan kemarau panjang, ( Ibnu Majah) &lt;/em&gt;&lt;/font&gt;dalam hadits lain Rasul SAW bersabda : &lt;font size="3"&gt;مـا خـا لـطـت ا لـزكـا ة مـا لا الا أ فـسـد تـه&lt;/font&gt;&lt;em&gt;&lt;font size="1"&gt;   tidak bercampur antara zakat dan harta kecuali akan membinasakan kekayaan.&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://ustadzbasri.blogspot.com/2009/03/z-k-t_26.html</link><thr:total>0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Ustadz Basri)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5666900763658383149.post-5376334560493812927</guid><pubDate>Thu, 26 Mar 2009 13:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-29T16:42:46.736+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tauhid</category><title>KONSEKWENSI IMAN</title><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Konsep dalam Al Aqur`an, tidak terbatas pada pelaksanaan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa apa ayang dilarang oleh pembuat SYARIAT ( Allah ), tapi juga iman itu akan teruji dengan seluruh lini kehidupan, termasuk bagaimana bersaudara dalam iman, dan yang tidak kalah penting adalah konsekwensi iman dengan “TIGA MUSUH BEBUYUTAN YANG TIDAK ADA KOMPROMI “. Siapakah mereka sebagai musuh iman yang tidak boleh ada kompromi dengannya ? simaklah kajian singkat Al Qur`an tentang hal tersebut untuk mengukur keimanan kita, firman Allah SWT : &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;font face="Verdana" size="4"&gt;لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِّلَّذِينَ آمَنُواْ الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُواْ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَّوَدَّةً لِّلَّذِينَ آمَنُواْ الَّذِينَ قَالُوَاْ إِنَّا نَصَارَى ذَلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لاَ يَسْتَكْبِرُونَ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="1"&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. dan Sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: &amp;quot;Sesungguhnya Kami ini orang Nasrani&amp;quot;. yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena Sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri. ( QS Al Maaidah : 82 ).&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Ketiga musuh iman ini sudah menjadi ketentuan Allah dalam Al Qur`an, maka kalau ada orang mengatakan dirinya beriman tapi tidak men jadikan tiga golongan tersebut sebagai musuhnya, sungguh mengumumkan kekafirannya terhadap ayat ayat Allah. Syekh Yasir ( Ulama Mujahid ) mengatakan &lt;font size="3"&gt;“ عـلا قـتـنــا مــع هــؤلاء هــي عــلا قـة الـبــنـد قــيـة والـسـيــف “&lt;/font&gt; Yang dapat &lt;font size="1"&gt;menghubungkan&lt;/font&gt; kami dengan ketiga musuh itu adalah ujung senjata dan pedang. Siapa dan bagaimana ketiga musuh itu ? :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt; &lt;strong&gt;1. ا لـــيــهــود ( Orang Yahudi )&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Yahudi yang dimaksud disini bukan hanya zatnya sebagai orang yahudi tapi juga “ yahudi secara sifat “ sehingga dalam Al Qur`an di suratul Fatihah Allah menyebut ; &lt;font size="3"&gt;ا لــمـغــضــوب &lt;/font&gt;(golongan orang yang di murkai ). Mereka mendapat murka Allah karena meninggalkan kebenaran setelah mereka tahu, licik dan piawai dalam melakukan penipuan secara sistmatis. Dizaman Nabi Musa, seorang Yahudi Bani Israil yang bernama SAMIRI melakukan gerakan penipuan terhadap kaum Nabi Musa ketika Nabi Musa ke Turi Sina menerima wahyu, lalu Samiri bikin patung sapi dari emas dan mengatakan kepada kaumnya Musa “ Inilah yang disembah musa dan yang aku sembah”, bagaimana gerakan Samiri menjadikan dunia sebagai sesembahan yang lumrah disebut KAPITALISME, dalam rangka menjauhkan diri dari penghambaan pada Allah. Bibit inilah yang dtabur oleh Yahudi supaya perebutan kekuasaan dan harta menjadi sesuatu terbesar dalam kehidupan. Gerakan tersebut cukup efektif, karena yang mengaku KUMPULAN DA`I rela mengkhianati janji dan komitmennya demi kekuasaan, jabatan dan harta dunia, itulah keluarga besar SAMIRI. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Dizaman Rasulullah SAW golongan orang yahudi yang berada di Madina yang terdiri tiga golongan :  Bani Qainuka, Bani Nazdir dan Bani Quraidza. Golongan Yahudi yang pertama khianat dengan perjanjian Nabi adalah Qainuka, bahkan mereka senang kalaau muslimah muslimah keluar rumah, baik di jalanan maupun di pasar, untuk diganggu, apalagi kalau sengaja muslimah muslimah (akhwat akhwat) diturunkan dijalan. Mereka itu diusir dari Madinah karena melanggar perjanjian yang disepakati. Sifat pengkhianatan Bani Qainuka ini, diikuti oleh Yahudi Bani Nazdir dan Bani Quraidzah, sehingga mereka diusir semua keluar dari Madinah, sebagaimana mereka diharamkan masuk BAITAL MAQDIS selama 40 tahun di zaman Nabi Musa atas pengkhiantaannya. Karena PENGKHIANTAN ITU PEMBUNUHAN KEMANUSIAAN.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;strong&gt;2. وا لـلــذ يـن أ شــركــوا ( Orang-Orang Musyrik )&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Kemusyrikan dan pelaku kesyirikan adalah musuh bebuyutan yang sudah menjadi ketetapan Allah SWT, yang tidak ada damai, dan kompromi, bahkan diperintahkan untuk diperangi, sebagaimana mereka memerangi orang orang yang beriman, firman Allah SWT :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;font face="Verdana" size="4"&gt; وَقَاتِلُواْ الْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَآفَّةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ مَعَ الْمُتَّقِين&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="1"&gt;&lt;em&gt;.... Dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. ( QS At Taubah : 36 ).&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Syirik bukan hanya menyembah batu, menganggap karamat pohon besar, tapi kemusyrikan itu adalah semua ucapan, perbuatan dan keyakinan yang melecehkan kesucian ajaran Islam termasuk pengakuan tentang trinitas, dengan ikut serta merayakan natal dan tahun baru, tanpa melihat jabatan dan kekuasaan, diperintahkan untuk diperangi, bukan untuk damai dan kompromi sebagai konsekwensi iman pada Allah SWT, sebagaimana firman Allah SWT :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;فَإِذَا انسَلَخَ الأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُواْ الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدتُّمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُواْ لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ فَإِن تَابُواْ وَأَقَامُواْ الصَّلاَةَ وَآتَوُاْ الزَّكَاةَ فَخَلُّواْ سَبِيلَهُمْ إِنَّ اللّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="1"&gt;&lt;em&gt;Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, Maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS At Taubah : 5 )&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Perintah memerangi mereka dimanapun dan kapanpun kemusyrikan itu dijumpai. Karena kemusyrikan itu bahaya laten yang tidak pernah senang terhadap orang yang beriman. Orang musyrik adalah najis yang tidak diperkenankan untuk mendekati masjid, sementara memakmurkan masjid adalah simbol dan lambang keimanan. Dengan konsekwensi iman, perang terhadap kemusyrikan adalah peperangan sepanjang zaman, karena antara iman dan syirik dua hal yang tak akanketemu dalam waktu dan tempat yang sama.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;&lt;strong&gt;3. ا لــذ يـن قـا لــوا إ نــا نــصــا رى ( Orang Orang yang Mengatakan Kami Nashara )&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Musuh iman yang ketiga ini, dengan gaya lemah lembut untuk mengikis keimanan seseorang sampai menjadi murtad ( keluar dari Islam ), karena memang mereka ada ahli ibadahnya dan tidak sombong. Karena itulah, mereka memusuhi Islam lewat cara TANSHIRIAH (Keristenisasi). Gaya tolong menolong melalui makanan, berupa indomie, gula, atau apa saja yang disebut sembako. Renungkan firman Allah SWT :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;وَدَّ كَثِيرٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُم مِّن بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّاراً حَسَدًا&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;font face="Verdana" size="1"&gt;&lt;em&gt;Sebahagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki.... ( QS Al Baqarah : 109 ).&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="2"&gt;Dari tiga musuh orang beriman yang ditetapkan oleh Allah dalam Al Qur`an tersebut, sebagai perintah mutlak untuk diperangi, terlebih pada tingkat pembesar mereka seperti yang disebutkan dalam Al Qur`an :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;font size="4"&gt;وَإِن نَّكَثُواْ أَيْمَانَهُم مِّن بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُواْ فِي دِينِكُمْ فَقَاتِلُواْ أَئِمَّةَ الْكُفْرِ إِنَّهُمْ لاَ أَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنتَهُونَ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Verdana" size="1"&gt;&lt;em&gt;Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, Maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena Sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti. ( QS At Taubah : 12 )&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://ustadzbasri.blogspot.com/2009/03/konsekwensi-iman.html</link><thr:total>0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Ustadz Basri)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5666900763658383149.post-3366807102159186739</guid><pubDate>Thu, 26 Mar 2009 05:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-29T16:38:08.335+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemimpin</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemimpin Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Dalam Negeri</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Islam</category><title>REFLEKSI KEKUASAAN (Bagian 1)</title><description>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p&gt;Firman Allah SWT&lt;span style="font-size:16;"&gt;
&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاء وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاء وَتُعِزُّ مَن تَشَاء وَتُذِلُّ مَن تَشَاء بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Artinya : Katakanlah Wahai zat Yang memiliki Kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau pulalah yang mencabut kekuasaan kepada siapa yang engkau kehendaki dan Engkau muliakan pada siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan pada siapa yang Engkau kehendaki, ditanganmulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engakau maha kuasa atas segala sesuatu. (QS Ali 'Imran : 26)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam ayat ini memberikan keterangan kekuasaan Allah secara mutlak baik dalam hal pemberian kekuasaan, pencabutan kekuasan dan kebajikan. Dan siapakah dengan kekuasaan yang diberikan ol;eh padanya mendapatkan kemulian, baik didunia maupun di akhirat atau salah satu diantara keduanya? Dan siapa pula yang diberikan kekuasaan padanya dihinakan oleh Allah baik didunia maupun di akhirat?
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurur t Al Alusi dalam tafsir ruhul ma`ani kekuasaan dalam ayat ini ada ada dua yaitu kekuasaan hakiki (kekuasaan Allah SWT) dan kekuasaan majazi atau kekuasaan yang diberikan oleh Allah kepada manusia yang Dia kehendaki. Pemberian dan pencabutan kekuasan merupakan peroses penggantian dan pengalihan kekuasaan dari seseorang keorang lain atau dari suatu kaum kekaum yang lain seperti peralihan dari Bani Israil dengan diutusnya Nabi Muhammad dari bangsa Arab.Dan dengan peralihan kekuasaan itu pula YAHUDI BANI ISRAIL lahir dendan kasumat terhadap bangsa Arab, terutama pada diri Nabi Muhmmad SAW. Karena tidak seorang manusia yang akan kehilangan kekuasaan.
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan dalam ayat ini pula memberikan isyarat bagi pemegang kekuasaan dan tahta di dunia yang fana ini,  bahwa ada yang dimuliakan dan ada yang dihinakan, lalu siapa dengan kekuasaannya dia mulia dan siapa dengan kekuasaannya dia hina ? Pertanyaan inilah yang akan kami sajikan &lt;span style="font-size:100%;"&gt;dalam REFLEKSI KEKUASAAN yang sifatnya majazi dalam dua bingkai yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;berbeda.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mereka yang dihinakan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kekuasan Allah secara mutlak, yang dengan kehendaknya melakukan peroses pemberian kekuasaan dan pencabutan kekuasaan pada siapa yang Dia kehendaki baik mereka yang dimuliakan maupun mereka yang dihinakan. Bagi mereka pencari kekuasan dan tahta kedunian, sebagai kekuasaan sifatnya majazi (sementara) lambat atau cepat kekuasaan itu akan hilang dan akan menyisahkan salah diantara dua hal; Mulia atau Hina.   Sebelum kita kenal mereka yang dimuliakan oleh Allah baik di dunia maupun diakhirat maka dalam refleksi kekuasaan ini kami dahulukan orang dihinakan oleh Allah SWT. Baik kehinaan  di dunia  maupun kehinaan diakhirat.  Dalam pandangan ulama tafsir  pada kalimat :&lt;span style="font-size:130%;"&gt;تـذل مــن تـشـآء &lt;/span&gt;Allah hinakan pada siapa yang dikehendaki.
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;KEKUASAAN DAN SIFAT ABU JAHAL&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Al Alusi bahwa yang dihinakan adalah Abu Jahal ketika Rasulullah menaklukkan kota Mekkah. Yang bermakna bukan hanya Abu jahal saja secara pribadi tapi semua yang satu sifata dan sikap dengan Abu Jahal. Dia  penguasa yang  musyrik yang menolak kebenaran dan menjunjung tinggi kemusyrikan. Maka Allah menghinakan mereka melalui penaklukan kota mekah tau yang disebut FATHU MAKKAH. Dan itulah kehinaan yang didapatkan diduni sebelum dihinakan diakhirat akibat kekuasaan yang dibangun diataas kejahilan  dan kesombongan. Abu  Ja`far Attabari dalam tafsir JAMIU`L  BAYAN mengatakan : &lt;span style="font-size:130%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;هـؤلاءالـذين اشـتـروا ريـا سـة الـحـيـاة الـدنـيـا عـلى الـضـعـفـاء واهـل الـجـهـل&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Artinya: Mereka orang orang yang mendapatakan kekuasaan dunia dengan membeli masyarakat lemah dan orang orang jahil. &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;								&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah menghinakan mereka dalam dua hal sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur`an surah Al Baqarah ayat  86 :
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right; margin-left: 90pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;فـلا يـخـفـف عـنـهـم الـعـذاب ولا هـم يـنـصـرون&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Artinya : Mereka tidak mendapatkan keringanan AZAB dan mereka tidak mendapatkan pertolongan. &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;								&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seiring dengan itu Rasulullah SAW bersabda :
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right; margin-left: 54pt;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ثلاث لايكـلمهـم اللـه يـوم الـقـيامـة &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ولا يزكيهـم ولايـنظـرالـيهـم ولـهـم عـذاب الـيم شيخ زان ومـلـك كـذاب وعـائل مـسـتـكـبر,&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Artinya : Tiga golongan Yang tidak diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat dan tidak dibersihkan mereka dari dosa dosanya  dan mereka tidak akan dilihat oleh Allah dan bagi mereka azab yang pedih; orang tua yang pezina  Dan PENGUASA YANG PENDUSTA, dan orang miskin yang sombong.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam ayat dan hadits tersebut ada beberapa model dan cara Allah untuk menghinakan mereka melalui sebuah pintu yang bernama " kekuasaan" . Kekuasaan dan tahta yang dalam genggamannya didapatkan dengan jalan membeli masyarakat lemah dan jahil, maupun dengan kekuasaan tersebut sebagai alat kedustaan dan kebohongan.&lt;span style="font-size:10;"&gt;
&lt;br /&gt;								&lt;/span&gt; Kekuasaan tahta sebagai simbol dan lambang masyarakat, maka ketika Allah menghinakan mereka dalam bentuk azab di dunia atau yang lumrah disebut dengan bencana, malapataka, kebinasaan, musibah dan kehancuran, maka kesemuanya itu juga berlaku secara umum pada masyakat. Ketika Allah dengan kekuasaanNya yang mutlak mengeluarkan lumpur panas di Siduarjo tida siapapun di dunia ini yang mampu membendungnya. Tidak ada satupun kesombongan ilmu yang tidak gagal dihadapan Allah yang Maha tahu. Tidak ada satupun pemegang tahta dan kekuasaan didunia ini yang tidak tertunduk lesu dihadapan yang maha kuasa. Lapindo adalah contoh kecil diantar sekian banyak deretan kehinaan yang ditimpakan oleh Allah dinegeri yang bernama INDONESIA ini.Tidak cukupkah semua itu menjadi pelajaran dan ibrah. Ataukah mereka yang mengejar tahta dan kekuasaan yang membeli masyarakat lemah dan jahil belum puas dengan kehinaan diduia ini, atau mereka para politisi yang menggadaikan keyakinannya dengan menjajankan pertainya kepada pencari tahta dan kekuasaan. Dan bagaiamana pula nasib ummat ketika para politikus menjadikan masyarakat sebagai barang dagangan? Ataukan kalimat POLITIKUS untuk penguasa dan rakyat, yang artinya : POLI = rakyat, dan TIKUS = penguasa + legislator.
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah SAW menggambarkan kekuasaan Abu Jahal dengan mengidentikkan dengan fir`aun dalam hadits Rasulullah SAW bersabda:
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right; margin-left: 54pt;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;لـكـل أمـة فـرعـون وفـرعـون هـذه الأمـة أبوجهـل&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Artinya: Setiap ummat ada "fir`aunnya" dan fir`aun diummat ini Abu Jahal.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah SAW memberikan penyerupaan sifat antara FIR`AUN dan ABU JAHAL serta memberitakan tentang sifat tersebut selalu ada ditengah tengah ummat. Lalu bagaimana kekuasaan yang sifatnya fir`aunisme? Dan siapakah fir`aun itu ? Didalam Al Qur`an cukup banyak kisahnya. Dia adalah penguasa yang takut kehilangan kekuasaan, maka dia akrab dengan dukun, ahli ramal, tukan sihir dan pembantai. Fir`aun penguasa yang kejam, sehingga dia melakukan pembunuhan terhadap bayi laki dan orang orang yang tidak sependapat dengannya. Maka Allah Yang Maha Kuasa yang memperoses pergantian kekuasaan dari Fir`aun kenabi Musa dengan mencabut kekuasaab fir`aun dengan jalan yang penuh dengan kehinaan yang dikenal dalam sejarah " TENGGELAMNYA FIR`AUN DENGAN BALA TENTARANYA DILAUT MERAH" Peroses pergantian kekuasaan diabad modern ini yang biasa disebut: PILPRES (Nasional), PILKADA GUBERNUR(Propinsi) , PILKADA BUPATI (kabupaten) sampai kepada PILDES tingkat desa merupakan jalan pemberian dan pencabutan kekuasaan untuk mengukur siapa dengan kekuasaan tersebut melahirkan FIR`AUNISME yang menanti datangnya azab sebagai hukuman dari Allah atas kekuasaan dan tahta yang bersumberkan pada salah satu yang disebutkan Rasulullah, bersifat dan bersikap FIR`AUN ATAU ABU JAHAL. Baik fir`aun maupun Abu jahal keduanya bukan nama asli, tapi gelaran yang diberikan oleh Allah atas tindakan, sikap dan sifat yang berlebihan dalam kekuasaannya.
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Fira`un nama aslinya Ramsis dan Abu Jahal nama aslinya Amar bin Hisyam. Mereka yang yang diberi kekuasaan padanya ataukah mereka dicabut kekuasaan darinya menempuh jalan kekuasaan dengan jalan yang hina seperti :
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul style="margin-left: 54pt;"&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membeli  masyakat lemah kecil yang didalam penggunaan bahasa syariahnya "RISYWAH" atau yang lumrah disebut sogok menyogok. Dalam hal ini Raulullah sebagai utusan Allah telah memberikan ancaman yang sekeras kerasnya yang dapat menghinakan bagi pelakunya dengan ancaman neraka.
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembodohan terhadap masyarakat awam. Pembodohan dilakukan dengan bebagai macam metode dan gaya logika logika politik Abu Jahal dan Fir`aun, yang penuh kedustaan dan kesombongan baik lewat visi misi maupun lewat juru bicara (tim sukses) yang melahirkan pernyataan dan ungkapan pembodohan sebagai kepalsuan seperti; PENDIDIKAN GRATIS, MENSEJAHTRAKAN RAKYAT, SETENGAH SHALEH AMAN, SHLEH BERBAHAYA, MENDUKUNG YANG PASTI MENANG, MENGUATKAN DA`WAH WALAUPUN MUSYRIK DAN LAIN LAIN. Yang lebih tragis kalau pembodohan ini justru lahir dari ungkapan golongan golongan yang menyebut dirinya kelompok kajian atau aktivis da`wah, apatah lagi kalau pembodohan itu dilakukan karena harga dunia yang tidak lebih bermakna dari selembar sayap nyamuk.
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemberdayaan premanisme.Cara premanisme ini ditemukan dilapangan politik melalui dua pilar;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol style="margin-left: 90pt;"&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Premanisme melalui makar dengan mengempeskan kendaraan orang lain yang ingin bertarung, atau menutup pintu   pintu masuk kandidat lain lewat kejahatan kekuasaan dan  kekayaan. Melalui politisi busuk yang menjajankan partainya dengan harga dunia yang fana.
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Premanisme secara pisik dengan mengumpulkan menuisia manusia  durjana yang tidak mengenal hak asasi dan kehormatan kemanusian. Pemberdayaan manusia manusia rusak dan suka melakukan kerusakan, sebagai perbuatan yang terlaknat dan terlarang. Pemberdayaan ini untuk memberi ancaman, tekanan dan ultimatum serta intimidasi terhadap masyarakat lemah dan awam, yang semestinya mendapatkan perlindungan dan kasih sayang.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;     2. RAKUS  DAN TAMAK&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Lobak dan tamak ini adalah kata yang memiliki makna yang sama yang disebut rakus. Dalam Islam tamak dikenal dalam dua hal yaitu tamak harta dan jabatan (kekuasaan). Manakah yang  paling berbahaya diantara keduanya, dan manakan yang paling banyak mafsadah (kerusakan)nya dan manakah yang paling besar ancamannya?  Apapun konsekwensi dan resikonya, tamak adalah sifat yang dibenci oleh Allah SWt dan Rasulnya. Apatah lagi kalau yang tamak itu adalah penguasa. Tamak terhadap kekuasaan atau penguasa yang tamak sumber aslinya adalah syahwat (nafsu). Syahwat yang utama dan pertama adalah kencenderungan menjadi petinggi penguasa dimuka bumi. Kecenderungan syahwat inilah lahirnya keserakahan dan tamak kekuasaan yang menyebabkan hak menjadi batil, bathil menjadi hak dan lahirnya kesombongan serta mengantarkan pelakunya kejalan yang tersesat. Cobalah perhatikan dalam al Qur`an tentang sebuah ketamakan yang diqishahkan oleh Allah SWT. Tentang THALUT sebagai ibrah: &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: right; margin-left: 54pt;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;أ نى يـكـون لـه المـلك عـلينا ونـحـن أ حـق با لملك&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Artinya : Bagaimana Thalut memerintah kami padahal kami yang lebih berhak mengendalikan pemerintahan. &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mereka menentang ketetapan Allah yang menjadikan Thalut Raja dari masyakat biasa dan miskin sedang mereka dari keturunan Yahuzda. Allah dengan segala kekuasaannya mencabut kekuasaan mereka yang selama ini mengaku dari bansawan dan hartawan, Allah menghinakannya dengan memberikan kekuasaan pada seseorang yang dalam riwayat Thalut penjual air dan tukan samai kulit. Mereka mersa terihina diperintah oleh seorang penjual air. Sebahagian Ulama salaf berpendapat :
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;اذا كـا ن ا لــقـد ر حــقـا فـا لـحــرص بـا طـل&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;
&lt;br /&gt;						&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Artinya : Apabila ketetapan Allah haq (benar) maka Tamak (lobak) itu bathil.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam kalimat HIKAM &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;
&lt;br /&gt;						&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p style="margin-left: 31pt; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;" &gt; لــحــرص د اء قـد أ ضــر بـمــن تــرى الا قــلـيـلا كـم مـن حـريـص طـا مـ , وا لحـرص  صيره ظليلا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNB-KaGFK%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNB-KaGFK%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNB-KaGFK%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;span xmlns=""&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Artinya:    Lobak adalah penyakit kronis yang membahayakan bagi para pelakunya betapa banyak orang yang lobak dan tamak, apadahal lobak dan tamak   jalan menuju kehinaan.
&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 36pt;"&gt;Tiada kerakusan dan tamak kecuali kehinaan, siapa rakus dengan jabatan dan kekuasaan akan hina dengan jabtannya di dunia karena mengemis pada level masyarakat paling rendah dan lemah. Rakus dengan jabatan, tamak kekuasaan Melahirkan manusia manusia pengemis yang tidak memeliki kepercayaan diri. Jadi peminta minta ditengah rakyat miskin. Dengan jabatan, tidak sedikit mereka yang atadinya zuhud, shaleh rela meninggalkan persudaraannya seiman karena jabatan, bahkan karena partai. Dengan jabatan, tidak sedikit orang islam yang menggadaikan ketakwaannya dan cintanya pada Allah dengan penghormatan dunia. Rakus, tamak dan lobak dalam kekuasaan, membangun kepribadian menjadi kikir dan enggang berkata benar, karena rakus adalah penjelmaan dari hawa nafsu.
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 36pt;"&gt;Rakus dan tamak adalah penyakit kronis yang merusak tatanan sosial, sehingga Rasulullah mengidentikkan  dengan sarigala. Sabda Rasulullah SAW dalam haditsnya :
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 4pt;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNB-KaGFK%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNB-KaGFK%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNB-KaGFK%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-right: 4.5pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;مـا ذ ئـبـا ن جـا&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ئـعـا ن ا رسـلا فـى غـنـم بـا فـسـدا لـهـا مـن حـرص ا لـمـرء عـلـى ا لـشـرف&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وا لـمـا ل (رواه ا لتـرمـذي)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;					&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Artinya : Dua serigala yang lapar digiring masuk kedalam kandang kambing untuk merusak , orang yang rakus pada jabatan (kekuasaan) dan harta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 36pt;"&gt;Dalam hadits ini Rasulullah menyerupakan orang yang rakus dengan SERIGALA YANG LAPAR. Thamak dan rakus yang diidentikkan Oleh Rasulullah SAW adalah " serigala kelaparan yang berada ditengah-tengah kerumunan kambing peliharaan,  dan siap menerkam setiap saat untuk menghancurkan kambing-kambing tersebut. Rakus dan thamak terhadap kekuasaan adalah serigala (pejabat) tinggi dihutan yang tidak pernah kenyang. Rakus dan Thamak kekuasaan (serigala) adalah binatang buas yang menakutkan. Rakus kekuasaan adalah serigala yang mengancam kedamaian, ketentraman, keselamatan, kemaslahatan,  rasa aman dan kebahagiaan kambing kambing tersebut (Rakyat lemah). Rakus Kekuasaan dan jabatan adalah serigala yang merampas hak-hak kemerdekaan kambing (rakyat) yang ketakutan. Rakus dan thamak adalah penjelmaan dari hawa nafsu yang mengantarkan sang pelaku kedalam jurang kehinaan yang serendah-rendahnya. Dengan  nafsu kekuasaan mereka menggadaikan akhiratnya dengan dunia yang fana. Maka siapa mencari kekuasaan dan jabatan karena nafsu, sungguh mereka menhancurkan agamanya dan amalnya sia-sia, jatuh kedalam kenistaan dan kehinaan. Tidak sedikit orang tamak menganggap kemusyrikan adalah religius, bahkan ada yang menganggap kesyirikan itu setengah shaleh. Mereka menjadikan jabatan dan kekuasaan sebagai sesembahan mereka. Perhatikan firman Allah dalam dalam Al Quran Surah Maryam ayat 81 sampai 83, sebagai berikut :&lt;span style="font-size:16;"&gt;
&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَاتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لِّيَكُونُوا لَهُمْ عِزًّا (۸۱) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; كَلَّا سَيَكْفُرُونَ بِعِبَادَتِهِمْ وَيَكُونُونَ عَلَيْهِمْ ضِدًّا (۸۲)  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;أَلَمْ تَرَ أَنَّا أَرْسَلْنَا الشَّيَاطِينَ عَلَى الْكَافِرِينَ تَؤُزُّهُمْ أَزًّا ( &lt;/span&gt;&lt;span xmlns=""  style="font-size:130%;"&gt;۸۳&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;
&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Artinya : Dan mereka telah mengambil sembahan sembahan selain dari Allah supaya sembahan sembahan tersebut  menjadi pelindung bagi mereka &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(81). Sekali kali tidak, kelak sembahan sembahan itu akan mengingkari mereka, dan kelak sembahan sembahan itu akan jadi musuh mereka (82). Tidakkah kamu perhatikan, bahwa kami telah mengirim syetan syetan itu kepada orang kafir untuk berbuat maksiat dengan sungguh sungguh ?  (83). &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 36pt;"&gt;Rakus Kekuasaan dan jabatan adalah pergolakan nafsu yang mengantarkan kejalan kehancuran dan kehinaan melalui dua pintu:&lt;span style="font-size:10;"&gt;
&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;           Cinta kekuasaan dunia dengan perantaraan dunia. &lt;/span&gt;                                        
&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 36pt;"&gt;Perburuan terhadap kekuasaan dan jabatan, melahirkan kompetisi yang tidak sehat. Berbagai macam cara dan tingkah laku diluar akal sehat yang menjadi tontonan bagi semua lapisan masyarakat. Akhlak, etika. Moral, adab dan kesopanan, sirna demi kekuasaan. Tidak sedikit mereka yang memburu kekuasaan rela mengorbankan semua kemampuan dunia, demi kekuasaan. Menurut pandangan manusia manusia yang lalai dan tercela, kekuasaan dan jabatan itu tempat terhormat, kedudukan yang tinggi. Demi kekuasaan, bukan hanya mengorbangkan apa yang dimiliki, tapi lebih dari itu, bahkan rela berutang dan memeras pengusaha pengusaha. Demi jabatan, bukan hanya sekedar mengemis terhadap rakyat lemah, tapi juga rela berbohong dan janji janji palsu ala syetan. Demi kehormata, mereka rela menghinakan diri melalui pengihnaan pada masyarakat lemah dengan menghargai masyarakat dua puluh ribu rupiah + selembar baju kaus. Demi pangkat dan kedudukan, mereka rela merendahkan diri dengan menggadaikan kepribadian dan perinsip. Rasulullah SAW. Sebagai manusia peripurnah, dan dengan segala lini kehidupannya menjadi teladan, menyebutkan dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh BUKHARI DAN MUSLIM atau yang lumrah disebut Ashshahehaini:&lt;span style="font-size:14;"&gt;
&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ا نـا لا نـولي ا مـرنـا هـذ ا مـن سـأ لـه ولا مـن حـرص عـليه&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Artinya : Sungguh kami tidak mau dipimpin oleh orang orang yang meminta jabatan dan tidak mau dipimpin oleh orang yang raqkus kekuasaan. &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan dalam riwayat Bukhari :   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya kalian akan memperebutkan kekuasaan dengan tamak, dan kalian akan menyesal pada hari qiyamat.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 36pt;"&gt;Dalam hadits ini sangatlah jelas bahwa orang yang dimuliakan oleh Allah memberikan pernyataan untuk tidak mau dipimpin oleh orang yang meminta jabatan dan orang yang rakus kekuasaan. Mafhum mukhalafahnya adalah hanya orang orang yang hina yang mau diperintah oleh orang orang yang dihinakan oleh Allah.  Dan dalam hadits yang kedua Tamak dan rakus kekuasaan yang beujung pada sebauh penyesalan dihadapan yang Maha Kuasa. Dalam pandangan ajaran Islam penyesalan dihari pembalasan dihadapan yang Maha Kuasa adalah AZAB YANG MENGHINAKAN.
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;           &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Cinta Kekuasaan dengan perantaraan akhirat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;			&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 36pt;"&gt;Kekuasaan adalah jabatan yang diinginkan oleh manusia, bukan sekedar sesuatu yang diperebutkan tapi juga menjadi alat pemecah dan perselisihan, baik perorangan maupun golongan. Kekuasaan adalah ajang perseteruhan yang melahirkan komplik yang bekepanjangan, sehingga tidak sedikit pencari jabatan mengatas namakan agama untuk menggapai KEKUASAAN. Mereka menggadaikan akhiratnya karena cintanya pada kekuasaan, dan benar firman Allah dalam Al Qur`an  Surat Al Baqarah ayat 86 yaitu :
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;أُولَئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُاْ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالآَخِرَةِ فَلاَ يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلاَ هُمْ يُنصَرُونَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:16;"&gt;
&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;         &lt;span style="font-size:85%;"&gt;         Artinya : Mereka itulah orang yang membeli kehidupan duni dengan akhirat, maka tidak akan diringankan 
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                 siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 36pt;"&gt;Ayat ini diturunkan oleh Allah dengan qishshah Bani Israil yang saling membunuh dan saling mengusir dan menciptakan permusuhan, tiada lain karena karena tamak dan rakus, dalam memperebutkan kekuasaan. Maka Allah menghinakan mereka baik di dunia maupun di akhirat. Qishshah ini juga menerangkan sifat dasar YAHUDI BANI ISRAIL yang mengatasnamakan agama untuk dunia, sifat tersebut selalu ada sebagaimana yang dirasakan dalam sistem perebutan kekuasaan dan jabatan diabad moderen ini. Tidak sedikit golongan yang mengatas namakan agama untuk jabatan dan kekuasaan, bertebaran partai yang mengatsnamakan ISLAM DAN DA`WAH. Hati hatilah terhadap pencari kekkuasan, jabatan, kedudukan dan cintam hormat. Mereka yang menggadaikan agama untuk kekuasaan, sesungguhnya mereka adalah orang orang yang kehilangan akal sehat ( gila jabatan dan gila hormat). Rasulullah SAW menyebutkan salah satu diantara empat perkara yang menyebabkan lahirnya kesenseraan adalah RAKUS TERHADAP DUNIA. Kesenseraan yang kini melanda ummat tidak lain adalah karena para pencari jabatan yang tidak mampu memilah antara yang &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;hak dan bathil, syirik dianggap religius, perdukunan setengah shaleh, sogok menyogok dermawan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; Penyebab kesenseraan adalah kerakusan para pejabat dan penguasa.&lt;strong&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;     3. PENGUASA MUJRIM.&lt;/strong&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;            Dalam Al Qur`an Allah SWT berfirman :   &lt;span style="font-size:130%;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;
&lt;br /&gt;						&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَابِرَ مُجَرِمِيهَا لِيَمْكُرُواْ فِيهَا وَمَا يَمْكُرُونَ إِلاَّ بِأَنفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:18;"&gt;						&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Artinya: Dan demikianlah kami jadikan pada tiap tiap negeri penguasa yang mujrim untuk melakukan makar dalam negerinya, dan mereka tidak memperdayakan ( buat makar) melainkan untuk dirinya sendiri sedang mereka tidak mengetahuinya. (QS Al An`am : 123)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;						&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan dalam potongan ayat berikutnya:&lt;span style="font-size:14;"&gt;
&lt;br /&gt;						&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ُ &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;سَيُصِيبُ الَّذِينَ أَجْرَمُواْ صَغَارٌ عِندَ اللّهِ وَعَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا كَانُواْ يَمْ&lt;/span&gt;كُرُونَ&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;               &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Artinya: Akan ditimpakan orang orang yang mujrim kehinaan disisi Allah dan azab (siksa) yang keras  
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                  disebabkab    perbuatan makar yang mereka lakukan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;				&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 36pt;"&gt;Siapakah PENGUASA MUJRIM  yang disebutkan Allah dalam Al Qur`an dan pantas dihinakan oleh Allah SWT ?&lt;span style="font-size:10;"&gt;
&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;Dan siapakah penguasa mujrim dan mengapa mereka dihinakan ?. Dalam ayat tersebut kalimat: &lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;أ كـا بـر مـجـر مـيـها &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;Menurut ATHTHABARI dalam Tafsirnya Jami`ul Bayan: Penguasa yang berbuat kemusyrikan dan pelaku kemaksiatan (durhaka). Melakukan makar dalam negerinya dengan ungkapan, pernyataan yang indah, menawan dan mempesona, tapi perbuatan dan tingka laku yang bathil. Contoh makar yang dilakukan penguasa; PENEBANGAN HUTAN SECARA LIAR MENYEBABKAN BANJIR.
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="margin-left: 54pt;"&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Liar artinya penebangan yang dilakukan oleh rakyat, penebangan apa namanya yang dilakukan sang penguasa?&lt;span style="font-size:16;"&gt;
&lt;br /&gt;						&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta yang langganan banjir, hutan apa yang ditebang?&lt;span style="font-size:16;"&gt;
&lt;br /&gt;						&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukankah banjir itu air hujan dari langit yang diturunkan dari sang maha kuasa?&lt;span style="font-size:16;"&gt;
&lt;br /&gt;						&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapakah diantara penguasa dan pejabat yang dapat menahan setetes air hujan yang diturunkan Allah dari langit?&lt;span style="font-size:16;"&gt;
&lt;br /&gt;						&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukankah hukuman dan azab yang menghinakan akibat kejahatan kekuasaan?. &lt;span style="font-size:16;"&gt;
&lt;br /&gt;						&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalimat penebangan liar sebuah pernyataan yang menakjubkan untuk menjaga kelestarian hutan, tapi apa daya itu hanya makar, penebangan hutan bukan pekerjaan yang enteng, tapi pekerjaan yang membutuhkan tenaga ekstra. Ekstra pekerjaannya dan ekstra ketika dibongkar dikantor aparat, lebih ekstra lagi memakan hasil keringatnya rakyat kecil. Legalisasi tempat-tempat kemaksiatan adalah kedurhakaan para pembesar, pejabat dan penguasa yang mujrim. Para pencari jabatan dengan praktek perdukunan, sesajian, kemusyrikan yang mengundang musibah dan murka Allah SWT.
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 36pt;"&gt;Kata Abu Ja`far Aththabari: mereka tidak rasa kalau kejahatan dan makar yang mereka lakukan dalam negerinya, telah dipersiapkan oleh Allah SWT azab yang amat pedih. Baik di dunia maupun diakhirat. Dan dalam potongan ayat tersebut terdapat akalimat :
&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 36pt;"&gt;   &lt;span style="font-size:130%;"&gt;ســيصـيب ا لـذيـن أجـرمـوا صـغـا ر عـنـدا لـلــه &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:16;"&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p style="margin-left: 36pt;"&gt;Allah SWT akan menimpakan kehinaan terhadap kejahatan yang mereka lakukan. Kehinaan dan kerendahan yang ditimpakan Allah akaibat perbuatan makar atau tipu daya yang mereka lalkukan, sebagai simbol kemusyrikan dan lambang kedustaan terhadap kebenaran yang datangnya dari sang pemberi dan pencabut kekuasaan. Kalimat kalimat yang indah dan bersahaja yang sering kita dengarkan yang keluar dari mulut para pejabat adalah makar (tipu daya) yang membuat rakyat lemah dan tidak berdaya.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://ustadzbasri.blogspot.com/2009/03/refleksi-kekuasaan-bagian-1.html</link><thr:total>1</thr:total><author>noreply@blogger.com (Ustadz Basri)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5666900763658383149.post-5057636670837263361</guid><pubDate>Thu, 26 Mar 2009 04:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-29T16:47:56.271+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pelestin</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Dalam Negeri</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Luar Negeri</category><title>PELESTIN DAN KEBIADABAN ISRAIL</title><description>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:9;"  &gt;Tanah Pelestin adalah tanah kelahiran para nabi dan rasul yang diutus oleh Allah SWT, betapa tidak hampir semua nabi lahir di Pelestin. Pelestin adalah tanah suci sehingga disebut dengan Baital Maqdis, istilah tersebut dinisbatkan sebagai tempat orang-orang yang suci yaitu para nabi, Pelestin tanah mi`raj Rasulullah Nabi Muhammad SAW yang diabadikan dalam Al Qur`an sebagai peristiwa yang sangat penting dalam Islam sebagaimana dalam firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;&lt;em&gt;Artinya : Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.( QS Al Israa' : 1 )&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:9;"  &gt;Pelestin adalah negeri yang terdapat di dalamnya masjidil Aqshaa sebagai kiblat pertama nabi sebelum kiblat ke Masjidil Haram Mekkah sebagaimana yang diterangkan dalam Al Qur`an :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاء فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّواْ وُجُوِهَكُمْ شَطْرَهُ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوْتُواْ الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ وَمَا اللّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;&lt;em&gt;Artinya : Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, Maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. dan dimana saja kamu berada, Palingkanlah mukamu ke arahnya. dan Sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. ( QS Al Baqarah : 144 )&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:9;"  &gt;Pelestin adalah negeri yang dimerdekakan oleh Khalifaah Umar Bin Khattab dan menjadi negeri kekhalifaan Utsmani dari Salahuddin Al Ayyubi sampai dengan Sulthan Hamid II, di zaman Sulthan Hamid lah utusan yahudi yang bernama Hertezle berkebangsaan Inggris datang menghadap kepada Sultan dengan membawa berkilo-kilo emas untuk meminta sebidang tanah sebagai markaz yahudi israil itu, kata Sulthan Hamid :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:9;"  &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt; انـنى أحـب الـي أن تـقـطـع جـسدى مـن أن تـقـطع أرض المـسلمـين ولـو شـبرا&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:9;"  &gt; :  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sesungguhnya saya lebih suka badanku terpotong potong ketimbang tanahnya orang Islam yang dipotong walaupun satu jengkal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, kata Sulthan melanjutkan pembicaraannya, karena tanah orang Islam ini direbut dengan darah " SYUHADA"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:9;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Dengan darah para syuhada itupulah Hamas tidak ingin meminum darah dan memakan daging saudaranya lewat perdamaian dengan yahudi israil yang biadab itu. Mujahidin HAMAS menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh Sulthan Hamid tersebut adalah perinsip Tauhid yang tidak boleh dikhianati, Kalau Pelestin direbut oleh pendahulu kami dengan darah para SYUHADA, maka kami sebagai generasi jihad akan mempertahankan lewat darah SYUHADA sebagai tanda terima kasih kami atas perjuangan yang dicatat dengan tinta merah, sekalipun Israil biadab LA`NATULLAH itu membabi buta tanpa memperhatikan jeritan para wanita dan tangisan anak anak. Renungkanlah firman Allah dalam Al Qur'an : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;وَمَا لَكُمْ لاَ تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاء وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ نَصِيرًا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;&lt;em&gt;Artinya : Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan Kami, keluarkanlah Kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah Kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah Kami penolong dari sisi Engkau!". ( QS An Nisaa' : 75 )&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:9;"  &gt;Pembebasan kaum lemah dari laki, perempuan dan anak-anak adalah perang dijalan Allah. Kita tidak ditanya Oleh Allah, mengapa engkau tidak berpartai lalu bakar ban mobil dijalan, tidak jadi pejabat, tidak jadi anggota dewan ?, Tetapi Allah bertanya kepada kita kenapa tidak mau berperang dijalan Allah, doa orang yang tertindas tersebut dari kebiadaban musuh musuh Allah sepeti di Pelestin, dimana darah saudara-saudara kita tumpah membasahi bumi, Kedzaliman dan kebiadaban yahudi israil itu, tidak bisa diselesaikan dengan perdamaian dan gencatan senjata, karena yang dapat menghapus kedzaliman hanyalah perang dijalan Allah, dibelahan bumi manapun ada musuh Allah disitu perintah perang ada, atau dibumi manapun ada sejengkal tanah ummat Islam yang tersita, disitulah wajib perang, termasuk kalau ada tanah orang Islam yang digadaikan untuk bangun gereja, ada tanah ummat Islam yang dikuasai oleh cina kaparat tersebut, walaupun bukan di Pelestin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:9;"  &gt;Kebiadaban Israil dengan persekongkolan dengan dunia internasional, selama 60 tahun telah menyita tanah ummat Islam di Pelestin dengan sistem perampokan, dibungkus dengan perjanjian palsu, yang menyebabkan kesengseraan orang tua yang kehilangan anak, anak yang jadi yatim kehilangan orang tua, apatah lagi janda-janda yang sudah tidak terhitung lagi jumlahnya, mereka itulah yang memohon perlidungan dan pertolongan dari sisi Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:9;"  &gt;Kebiadaban Israil pulalah yang menyebabkan hilangnya tempat tinggal mereka yang rata dengan tanah, siapakah yang dapat membebaskan mereka dari kedzaliman, siapakah yang dapat menyebabkan turunnya perlindungan dan dan pertolongan dari Allah ? bukan pemerintah, bukan pejabat, bukan anggota dewan, bukan pengurus partai, tetapi mereka adalah orang yang berperang dijalan Allah, sepuluh manusia yang berjihad/ berperang dijalan Allah jauh lebih baik dari sejuta manusia yang bakar ban mobil dijalan-jalan. DOA seorang mujahid jauh lebih bermakna dibanding dengan seribu teriakan manusia, bangunlah diwaktu malam untuk mendoakan saudara kita yang tertindas oleh kebiadaban Israil la`natullah, dibalik itu pula yang perlu menjadi kajian adalah konspirasi tingkat tinggi oleh dunia internasional untuk melibas, menghapus dan menghancurkan " HARAKAH ISLAMIAH " dimuka bumi termasuk fitnah BOM BALI dengan di eksekusi mati tiga mujahid dinegeri ini, begitu pula fitnah bom MAKASSAR yang melahirkan kedzaliman tingkat tinggi, dengan menangkap orang yang tidak bersalah, dipenjarakan, dipisahkan dengan keluarganya, digebukin oleh musuh Allah yang bernama dengan POLISI, ditambah dengan keputusan HAKIM DAN JAKSA yang telah mencabit-cabit keadilan dan pelanggaran hak asasi manusia. Sudahkah kita renungkan firman Allah SWT sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِن بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلعَنُهُمُ اللّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;&lt;em&gt;Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang Menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila'nati Allah dan dila'nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela'nati, ( QS Al Baqarah : 159 )&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://ustadzbasri.blogspot.com/2009/03/pelestin-dan-kebiadaban-israil.html</link><thr:total>0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Ustadz Basri)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5666900763658383149.post-3928979878232960322</guid><pubDate>Wed, 25 Mar 2009 14:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-29T16:42:46.737+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Dalam Negeri</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Islam</category><title>MENCAMPAKKAN DIRI DALAM KEBINASAAN</title><description>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Kebinasaan dalam penggunaan bahasa Al Qur`an adalah sebuah hukuman yang ditimpakan di dunia sebagai balasan atas pelanggaran terhadap aturan yang disyariatkan Allah SWT, Hukuman Allah berupa kebinasaan, dalam bahasa Al Qur`annya disebut :&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;هـــلـك&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt; atau juga bermakna kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Golongan siapakah yang mencapakkan diri kedalam kebinasaan ( &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;ا لــتـهــلـكـة&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt; ) ? Kajian Al Qur`an secara terperinci, memberi keterangan yang sejelas jelasnya tentang keenderungan manusia untuk mencapakkan diri dalam kebinasaan sebagaaimana adalam firman AllAh SWT :&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;وَأَنفِقُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَلاَ تُلْقُواْ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوَاْ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Artinya : Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. ( Al Baqarah : 195 ).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Al Qur`an menerangkan tentang perintah membelanjakan harta hanya dijalan Allah, maka mafhum mukhalafahnya semua harta yang dibelanjakan diluar jalan Allah adalah mencapakkan diri dalam kebinasaan, betapa ancaman besar yang dihadapi dinegara yang penduduknya mayoritas orang Islam terancam kebinasaan dan kehancuran, ketika pengelola negeri ini menurunkan dana ratusan terilliun untuk mendanai dan menyukseskan pemilu dengan sistem demokrasi kafir. Ketika pengelola negeri ini mengucurkan dana yang cukup besar untuk natal dan tahun baru, atau dana untuk penghormatan pada atlet atlet berperestasi, disaat yang sama dana tersebut berfungsi ganda untuk menghalangi manusia dijalan Allah, bahkan dana dikucurkan untuk eksekusi mati orang yang berjuang dijalan Allah SWT. Atau secara peribadi mereka mencapakkan diri dalam kebinasaan, dengan sengaja bikin BALIHO untuk memperrkenalkan diri sepanjang jalan kiri kanan dengan biaya pasang yang tidak sedikit sekedar mencari jabatan, disaat yang sama masyarakat semakin jauh dari ridha Allah, sama seperti orang yang mempertontongkan diri berpaling dari Al Qur`an pada BALIHO dengan Al Qur`an yang terbuka dan pandangan kosong memandang gedung DPR Senayan Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Dan dalam ayat tersebut diatas Allah SWT memerintahkan untuk berbuat baik&lt;span style="font-size:130%;"&gt;      ( &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;وأ حــسـنــوا&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; ).&lt;/span&gt; Karena hanya berbuat ihsan yang disukai oleh Allah SWT. Diluar perbuatan ihsan tersebut perbuatan yang mencapakkan diri dalam kebinasaan dan kehancuran, lalu apa yang dimaksud dengan berbuat IHSAN dalam ayat ayat ini ?. Menurut pendapat ABDURRAHMAN BIN ABDUL KARIM berbuat ihsan adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;أ لــخــوف مــن ا لـلــه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;( Takut Hanya Pada Allah )&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Semua tingka laku dan perbuatan yang menambah rasa takut pada Allah itulah yang dimaksud dengan berbuat ihsan, bukan perbuataan orang takut tidak terpilih dan kehilangan jabatan, cobalah renungkan firman Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;إِنَّ اللّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَواْ وَّالَّذِينَ هُم مُّحْسِنُونَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Artinya : Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa ( takut ) dan orang-orang yang berbuat kebaikan. ( An Nahl : 128 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءهُ فَلاَ تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;em&gt;Artinya :Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi  takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman. &lt;span style="font-size:85%;"&gt;( Al Imran : 175 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;أ لــرجـا فـى ا لـلــه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; ( Mengharap Hanya Pada Allah )&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Pengharapan pada Allah, merupakan salah satu diantara cara berbuat ihsan dalam rangka menyelamatkan diri dari kebinasaan sebagai realisasi pendidikan ILMU TAUHID baik yang didapatkan diluar negeri seperti SAUDI ARABIA, MESIR YAMAN dll maupun dalan negeri seperti di LIPIA dll,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;وَلاَ تُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ بَعْدَ إِصْلاَحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَتَ اللّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Artinya : Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. ( Al `Araaf :  56 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاء اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Artinya : Apakah kamu Hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya ? … ( Az zumar : 9 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;مـحـبــة ا لـلــه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; ( Cinta Allah )&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Salah satu perbuatan ihsan adalah mencintai Allah, tanpa dibatasi oleh situasi dan kondisi, dalam rangkan menjauhkan diri dari kebinasaan dan kehancuran, firman Allah SWT :&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللّهِ أَندَاداً يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللّهِ وَالَّذِينَ آمَنُواْ أَشَدُّ حُبًّا لِّلّهِ&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Artinya :&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman Amat sangat cintanya kepada Allah, … ( Al Baqarah : 165 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Kata imam Syasuddin Ibnul Qayyim dalam kitab MADARIJUSSALIKIN Kecintaan pada Allah mewariskan : ketaatan, kepatuhan akan perintah Allah dan mengangkat derajat manusia ke martabat ihsan, sehingga melahirkan amal yang baik, ketika masuk kedalam pintu politik, meneriakkan keadilan, dan tidak memperjual belikan jabatan, serta jauh dari kemaksiatan dan pemborosan, sebagaimana jauh dari usaha yang tidak diridhai Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;الــتــوكـل عـلى ا لـلــه&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; ( Tawakkal Pada Allah SWT )&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Tawakkal pada Allah merupakan perbuatan ihsan, yang menjauhkan diri dari kebinasaan dan kehancuran, karena Twakkal adalah  penyerahan urusan sepenuhnya pada Allah melalui usaha yang benar disertai dengan do`a, sebagaimana dalah hadits riwayat Bukhari :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;strong&gt;مـا أ كـل أ حــد طـعـا مـا خــيـرا مـن أ ن يـأ كـل مـن عــمـل يـده - رواه ا لــبـخـاري&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Artinya : Tiada makanan yang dimakan seorang yang lebih baik dari hasil pekerjaannya sendiri, ( riwayat Bukhari )&lt;/span&gt;. Dan firman Allah dalam Al Qur`an :&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Artinya : Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah, … ( Al Jum`ah : 10 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:9;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam seuah riwayat, Nabi adalah ia makan dari hasil pekerjaannya padahal dia seorang raja, beda dengan pejabat hari ini, masuk tidur di kantor dewan, habis bulan makan gaji subhat, apatah lagi jikalau pendapatan lebih banyak dari gaji.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://ustadzbasri.blogspot.com/2009/03/mencampakkan-diri-dalam-kebinasaan.html</link><thr:total>0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Ustadz Basri)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5666900763658383149.post-2313026224870067302</guid><pubDate>Wed, 25 Mar 2009 14:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-29T16:40:57.831+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemimpin</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemimpin Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Islam</category><title>PEMIMPIN DAN NASIB UMMAT</title><description>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:9pt'&gt;Perjalanan ummat menuju ketingkat yang lebih baik merupakan harapan dalam bentuk khayalan dan penantian yang tak  berujung, Semua pakar dan ahli di negeri  yang bernama Indonesia telah meluangkan waktu dan segala kemampuannya untuk merobah nasib ummat mengarah ke yang lebih baik, hasilnya adalah "GAGAL". Tidakkah mereka bercermin pada kepemiminan ummat yang lalu, baik yang dikisahkan oleh Allah dalam Al Qur`an maupun yang terekam lewat catatan sejarah keummatan. Atau mereka tidak tadabbur pada Al Qur`an ? Allah SWT mengingatkan hambanya tentang perubahan nasib ummat sebagaimana dalam firmanNya :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: right'&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِّن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللّهِ إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ&lt;/span&gt;&lt;span style='font-family:Verdana'&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:8pt'&gt;&lt;em&gt;Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. ( Ar Ra`d : 11)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:9pt'&gt;Dalam ayat ini sangat jelas dan terang pernyataan Allah sbb;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:9pt'&gt;&lt;strong&gt;Tugas Malaikat Menjaga ( mengikuti ) Manusia&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:9pt'&gt;Catatan Malaikat terhadap perbuatan manusia adalah catatan yang terjaga dan terpelihara, sehingga tidak satupun yang terlepas pantauan Allah SWT dan pengawasan malaikat yang ditugaskan oleh Allah SWT muka belakang, mana ayang pantas diberi ganjaran (hukuman) dan mana disiapkan baginya pahala.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:9pt'&gt;&lt;strong&gt;Perubahan Hak Suatu Kaum&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:9pt'&gt;Dalam pandangan semua agama, bahwa tiada kaum tanpa pemimpin, karena itu nasib kaum itu tergantung pemimpinnya, Ketika pemimpin suatu kaum tidak mengerti dan memahami perintah dan aturan Allah SWT. Maka pemimpin itulah penyebab lahirnya kesengseraan, atau sebaliknya jika suatu kaum meolak pemimpin yang mengerti perintah aturan Allah, sehingga menjatuhkan pilihan pada calon pemimpin yang menabur uang dengan janji-janji palsu, maka Allah SWT tidak berhak merubah nasib kaum tersebut. Abu Bakar, Umar, Utsman Ali bin Abi Thalib, dan masih banyak nama lain yang tercatat dalam sejarah kepemimpinan ummat, mereka adalah pemimpin yang sukses merubah taraf kehidupan ummatnya kearah yang lebih baik, bukan karena uang dan janji palsu, tapi karena melalui pendekatan pada Allah. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:9pt'&gt;Pendidikan dan pelayanan kesehatan secara gratis sejak Nabi Muhammad SAW sudah melakukan dengan baik sebagai pembebasan dari kebodohan ummat, bukan membodoh bodohi ummat, sebagaiamana sabda Rasulullah SAW, dalam sebuah haditsnya; &lt;/span&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;يـا ا بـن آ د م عـلـم مـجـا نا كـمـا عـلمـت مـجـا نـا&lt;/span&gt;&lt;span style='font-family:Verdana'&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;&lt;br /&gt;							&lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:8pt'&gt;&lt;em&gt;Ajarkan geratis sebagaimana engkau diajarkan gratis&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:9pt'&gt;. Karena itu PENDIDIKAN SECARA GERATIS adalah " kewajiban" dan bukan prestasi dan propoganda. Begitu pula kesehatan secara GRATIS, Nabi dan para pemimpin ummat sesudahnya telah melakukannya dengan penuh amanah. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:9pt'&gt;&lt;strong&gt;Tidak ada yang Dapat Menolak Jika Allah Menimpakan Petaka&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:9pt'&gt;Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW pernah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: right'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;صـنـفا ن مـن ا لـنـا س ا ذ ا صـلـحـا صـلـح ا لـنـا س وا ذ ا فـسـد ا فـسـد ا لـنـا س ا لـعـلـمـا وا لأ مـراء&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:8pt'&gt;&lt;em&gt;Artinya : Dua golongan dari manusia apabila keduanya baik maka baiklah manusia dan apabila keduanya rusak, maka rusaklah manusia yaitu "ulama dan pemimpin". &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:9pt'&gt;Lima belas abad yang silam Rasulullah SAW mewanti wanti ummatnya tentang hancurnya manusia karena pemimpinnya. Disisi lain sejahtra, aman, damai, tenteram, ni`mat,dan bahagia juga karena pemipinnya, karena itu waktu yang digunakan oleh Umar Bin Abd Aziz untuk memperbaiki ummatnya relatif singkat dengan waktu 8 (delapan) bulan, Sudahkah menjadi renungan bagi kita kalau dalam era kegilaan ini sudah lima tahun menjadi pemimpin, justru perubahan kearah yang lebih buruk, tapi merasa diri lebih baik, disaat rakyat semakin sensara, kejahatan marajalela, kemaksiatan tumbuh subur, disaat yang sama pula diseluruh sudut kehidupan terdengar jeritan suara PERUBAHAN, kapan dan dimana perubahan itu terjadi?. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana'&gt;&lt;span style='font-size:9pt'&gt;Renungkanlah firman Allah SWT tentag perubahan tersebut :&lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: right; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;ذَلِكَ بِأَنَّ اللّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمْ وَأَنَّ اللّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;span style='font-family:Verdana'&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:8pt'&gt;&lt;em&gt;Artinya : (siksaan) yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan meubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu meubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. ( Al Anfal : 53).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:9pt'&gt;Kalau kepemimpinan sebagai amanah yanng mengantarkan pejabatnya menjadi pemimpin yang taat dan bersyukur, sungguh sebuah kenikmatan, karena ditangan pemimpin itulah banyak manusia yang taat dan ditangannya pulalah manusia bersyukur atas ni`mat Allah, Karena itu PERUBAHAN WAJIB HUKUMNYA, sebagaimana wajibnya merobah pemimpin atau tidak memilih pemimpin yang sudah terbukti gagal melakukan perubahan menjadi ummat yang memperoleh ni`mat dari Allah SWT. Peroses memilih pemimpin dan pejabat sekali lima tahun, melahirkan ibrah yang besar, karena setiap lima tahun kita saksikan manusia manusia gagal yang menganggap dirinya berhasil. Diujung ayat tersebut diatas, sesungguhnya Allah SWT Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, sadarkah para pemimpin dinegeri bencana ini, kalau janji yang yang diungkapkan didengarkan oleh YANG MAHA MENDENGAR, baik ungkapan lansung maupun melalui coretan-coretan diatas secarik kain spanduk dan baliho. Tahukah para pemimpin/calon pemimpin dinegiri RIA JENAKA ini, yang dihuni oleh manusia lucu-lucu, kalau uang yang ditabur itu dia tahu oleh Maha mengetahui, dibalik penghinaan terhadap rakyat dengan harga murahan, baik terang terangan maupun sembunyi-sembunyi, apatah lagi kalau menghargai rakyatnya dengan 4/5 nol yang berjejer dikertas kecil ditambah sehalai baju kaos, harus dibayar dengan harga mahal dihari kiamat yang disebut kesengseraan abadi, atau dalam bahasa syariahnya : " Masuk neraka dan kekal didalamnya".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:9pt'&gt;Dalam hadit Rasulullah SAW tersebut diatas bahwa baiknya ummat tergantung dengan baiknya pemimpin, hancurnya ummat tergantung dari rusaknya pemimpin. Kehinaan dan kerendahan kini yang diderita ummat dinegeri yang bernama  Indonesia ini, sesungguhnya bersumber dari pemimpin. Rendahnya derajat dan martabat bangsa ini karena yang mengelola pemerintahan (pemimpin) jauh dari kebenaran. Bangsa Indonesia dimata Internasional tidak lebih dari budak, seperti pengiriman TKI dan yang sejenisnya, semua karena kebijakan pemerintah. Renungkanlah wahai orang yang berakal, jika ingin memilih pemimpin. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://ustadzbasri.blogspot.com/2009/03/pemimpin-dan-nasib-ummat.html</link><thr:total>0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Ustadz Basri)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5666900763658383149.post-4919405266806396399</guid><pubDate>Wed, 25 Mar 2009 13:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-29T16:40:57.831+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemimpin</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemimpin Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Islam</category><title>AKHLAQ PEMIMPIN</title><description>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:9pt'&gt;Kata "akhlaq" adalah merupakan kata yang diwahyukan oleh Allah, dan disabdakan serta diperagakan oleh Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, dari semua lini dan sisi kehidupan. Oleh sebab itu akhlaq yang kita maksudkan bukan moral dalam penggunaan bahasa indonesia, karena akhlaq dan moral berasal dari sumber yang berbeda. Akhlaq yang sumbernya dari wahyu dan sunnah, sementara moral bentuk tata krama yang menjadi kebiaasaan dalam suatu tempat. Akhlaq yang akan kami sajikan tersebut berkaitan dengan pemimpin. Dalam Al Qur`an, Allah SWT mengisyaratkan kepada Nabi sebagai pemimpin ummat dengan membekali kepribadian kepemimpinan dalam sebuah keteladanan sebagaimana firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: right'&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ&lt;/span&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman'&gt;&lt;br /&gt;						&lt;/span&gt;&lt;span style='font-family:Verdana'&gt;&lt;br /&gt;						&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:8pt'&gt;&lt;em&gt;Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti ( berakhlaq ) yang agung. ( Al Qalam : 4 )&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:9pt'&gt;Rasulullah SAW sebagai pemimpin dengan akhlaq mulia sebagaimana dalam hadits yang shaheh  ; &lt;/span&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;strong&gt;ا نـمـا بــعــثــت لأ تـمــم مـكـا رم الأ خــلا ق&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:9pt'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman'&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/span&gt;&lt;span style='font-family:Verdana'&gt; ; &lt;em&gt;Sesungguhnya hanya saja aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq&lt;/em&gt;. Akhlaq yang ditampilkan dalam kepemimpinannya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;ا لــعـد ل مــع ا لأ قـلـيـا ت&lt;/span&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:10pt'&gt;&lt;br /&gt;							&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style='font-family:Verdana'&gt;&lt;span style='font-size:10pt'&gt;&lt;strong&gt; ; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:9pt'&gt;&lt;strong&gt;( Berlaku adil terhadap kelompok minoritas )&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;							&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:9pt'&gt;Dalam pandangan syariat Islam yang suci seorang pemimpin meletakkan keadilan terhadap kelompok minoritas dengan jaminan terhadap hak hak mereka tanpa melampaui batas baik terhada pribadi pribadi (person) , harta harta, dan kehormatan serta syiar syiar agama mereka. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Baehaqie :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: right; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;أ لا مـن ظـلـم مـعـا هـدا أ و نـقـصـه حـقـه أ و كــلـفـه فـوق طـا قـتـه أ و أ خــذ مـنـه شـيـئأ بـغـيـر.طـيـب نـفـس فـأ نا خــصــمـه يـوم ا لــقـيـا مــة&lt;/span&gt;&lt;span style='font-family:Verdana'&gt;&lt;br /&gt;								&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: right; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style='font-family:Verdana'&gt;( &lt;/span&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;روا ه ا بـو د ا ود وا لـبـيهـقـى &lt;/span&gt;&lt;span style='font-family:Verdana'&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:8pt'&gt;&lt;em&gt;Artinya; Tiadalah orang yang zhalim ( melampaui) batas perjanjian atau mengurang hak haknya seseorang, atau membebani beban diluar kemampuannya atau mengambil sesuatu dari padanya tanpa alasan yang benar, maka saya musuhnya pada hari kiamat. &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:9pt'&gt;Dengan akhlaq yang agung bagi seorang pemimpin, memperlakukan dengan seadil-adilnya terhadap kelompok minoritas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;ا لـمـسـا وا ة ا مـا م ا لـقـا نـون&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style='font-family:Verdana'&gt;&lt;span style='font-size:10pt'&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;								&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:9pt'&gt;&lt;strong&gt;( Persamaan hak dihadapan undang undang/aturan)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;							&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana'&gt;&lt;span style='font-size:9pt'&gt;Pemimpin yang berakhlaq meletakkan persamaan hak, baik muamalah, hukum, dan lain lain tanpa memandang antara kaya dan simiskin, pejabat dan rakyat, serta besar dan kecil. Cobalah renungkan betapa akhlaq yang ditampilkan sorang Abu Bakar Shiddik dalam mengelola kepemimpinan yang diamanahkan padanya disertai dengan ungkapannya sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;							&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: right; margin-left: 18pt'&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;ا لـضـعـيـف فـيـكـم قـوي عـنـدي حـتـى آ خــذ ا لـحــق لـه وا لــقـوي فـيـكـم ضــعــيـف عــنـدي حـتـى آ خــذ ا لــحـق مـنـه ا ن شـاء ا لـلـــه&lt;/span&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:10pt'&gt;&lt;br /&gt;							&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:9pt'&gt;&lt;em&gt;Artinya : Orang lemah ditengah tengah kalian adalah orang yang disisi saya sampai dia mendapatkan haknya, dan orang kuat ditengan tengah kalian adalah lemah disisi saya sehingga orang yang berhak padanya mendapatkan haknya insya Allah..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;						&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;حـمـا يـة ا لـكـرا مـة ا لاء نــسـا نـيـة&lt;/span&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman'&gt;&lt;br /&gt;								&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style='font-family:Verdana'&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;								&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:9pt'&gt;&lt;strong&gt;(Memelihara kehormatan rakyatnya)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;							&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana'&gt;&lt;span style='font-size:9pt'&gt;Kehormatan dan harga diri seseorang adalah perkara tabiat tidak seorangpun yang akan kehilangan harga diri dan maratabatnya, baik perorangan maupun secara kelompok tau bangsa, Maka bahagian dari akhlaq pemimpin adalah mempertahankan, membela dan memelihara kehormatan dan kemuliaan rakyatnya. Karena sesungguhnya kemulian suatu bangsa adalah kehormatan pemimpin, tidak dibenarkan secara syar`i melakukan penghinaan, celaan dan olokan terhadap rakyatnya ketika Allah SWT, yang memuliakannya sebagaimana firman Allah SWT :&lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:10pt'&gt;&lt;br /&gt;							&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: right; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;َ&lt;span style='font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;لَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:10pt'&gt;&lt;br /&gt;						&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:8pt'&gt;&lt;em&gt;Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, ...... ( Al Isra` 70 )&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:9pt'&gt;Akhlaq pemimpin terhadap rakyatnya menjaga kemuliaan tersebut sebagai wujud kepedulian dalam rangka melahirkan masyarakt yang berakhlaq mulia, sebab tegaknya bangsa karena akhlaqnya. Ahmad Syauqi dalam kaliamt hikamnya mengatakan; "tegak dan mulianya suatu bangsa karena akhlaqnya, jika akhlaq suatu bangsa hilang maka hilang (hancur) pula bangsa itu".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:9pt'&gt;Pertanyaannya kenapa bangsa (Ummat) ini hancur ? Hancurnya kehormatan, sirnanya kemuliaan, hilangnya harga diri, seiring dengan hancur, sirna dan hilangnya akhlaq para pemimpin dinegeri ini. Kepemimpinan hanya merupakan perebutan kekuasaan, pemilih dan calon yang dipilah sama sama menggadaikan akhlaq, lahirlah pemimpin yang catatan hidupnya dari bar bar, kape kape, sabu sabu, pecandu narkotika, bahkan tidak sedikit pemimpin yang tidak punya rasa malu jalan hidupnya bersama denga perempuan yang menjijikkan, menghadapi pemilihan mengalihkan perhatian ummat dengan baju kokonya, tidak ada perkara haram dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;ا لــحــر يــة &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style='font-family:Verdana'&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;								&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:9pt'&gt;&lt;strong&gt;( Hak kemerdekaan )&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;							&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:9pt'&gt;Kemerdekaan adalah hak asasi kemenusian yang didambakan oleh setiap manusia yang memiliki akal yang sehat dalam tiga hak kemerdekaan :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;حــريــة ا لـعـقـيـدة&lt;/span&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:10pt'&gt;&lt;br /&gt;									&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:9pt'&gt;&lt;strong&gt; ( Hak Kemerdekaan aqidah ) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;								&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:9pt'&gt;Kemerdekaan dalam menjalankan keyakinan (aqidah) bagi setiap insan adalah hak asasi manusia, maka pemimpin yang berakhlaq, tidak boleh menghalangi, menakut nakuti, dan mengancam rakyatnya untuk menjalankan syi`ar agamanya, apatah lagi dalam perkara ibadah. Juga tidak ada paksaan dalam memeluk agama berdasarkan pilihan rakyatnya, Allah SWT. Menegaskan disurah Al Baqarah ayat 256; Tidak ada paksaan untuk memasuki agama (islam).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;حــر يــة ا لــفـكـر يـة&lt;/span&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman'&gt;&lt;br /&gt;										&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style='font-family:Verdana'&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;										&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:9pt'&gt;&lt;strong&gt;( Hak kemerdekaan berfikir )&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;									&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:9pt'&gt;Hak kemerdekaan berfikir oleh setai ummat adalah hak yang harus dijaga oleh setiap pemimpin supaya rakyat merdeka menentukan sikap selama tida bertentangan dengan syariat yang diturunkan oleh Allah SWT, Gubernur, tidak boleh menekan bupati, bupati tidak boleh menekan camat, camat tidak boleh menekan lurah dan kepala desa dan desa/ lurah tidak boleh menekan rakyatnya, karena rakyat punya hak kemerdekaan, dalam berfikir dan bersikap.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;حــريــة ا لــقـول&lt;/span&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:10pt'&gt;&lt;br /&gt;									&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:9pt'&gt;&lt;strong&gt; (Hak Kemerdekaan Bicara)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;								&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Verdana; font-size:9pt'&gt;Hak bicara oleh setiap manusia adalah hak kemerdekaan yang oleh pemerintah secara akhlaq tidak boleh melarang rakyatnya untuk bicara, apalagi dalam berpendapat. Dari semua hak kemerdekaan tersebut secara syariah dihormati dan dihargai, Karena itulah Rasulullah dalam menjalankan tugasnya dengan BIMBINGAN WAHYU tidak pernah membatasi hak bicara shahabatnya, bahkan meminta pendapat sahabat, dan itulah yang digambarkan Aisyah (istri Rasul) ketika ditanya tentang akhlaq Rasulullah dengan jawaban " Akhlaqnya Al Qur`an), dan dalam sabdanya Orang pilihan terbaik diantara kalian adalah yang terbaik akhklaqnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://ustadzbasri.blogspot.com/2009/03/akhlaq-pemimpin_277.html</link><thr:total>0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Ustadz Basri)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5666900763658383149.post-385010095372260448</guid><pubDate>Wed, 25 Mar 2009 05:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-29T16:42:46.737+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Dalam Negeri</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Islam</category><title>HAKIKAT SILATURRAHIM</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Salah satu diantara ajaran Islam kaffah adalah silaturrahmi, ajaran Islam yang sangat mulia ini melahirkan kekuatan ummat yang tidak mudah ditaklukkan oleh kekuatan apapun dan ajaran apapun diluar islam, sebaliknya, kalau ajaran mulia ini pudar, maka kekuatan ummat pun akan hancur. Seiring dengan itu Allah SWT berfirman :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: right;"&gt;ُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُواْ إِلاَّ بِحَبْلٍ مِّنْ اللّهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَآؤُوا بِغَضَبٍ مِّنَ اللّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan… ( Al Imran : 112)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Hanya dua golongan yang tidak ditimpakan kehinaan atau bebas dari kerendahan yang menghinakan yaitu; - mereka yang berpegang pada tali agama Allah atau yang disebut hablullahil matin (Al Qur`an). Dan yang kedua adalah – Mereka yang berpegang ( memelihara ) perjanjian dengan sesama manusia. Dengan demikian mereka yang meninggalkan perjanjian terhadap sesame manusia itulah orang yang memutuskan silatur rahim. Apa dan bagaimana SILATUR RAHIM ? sejenak penjelasannya sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;1. MAKNA SILATURRAHIM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Kalamta tersebut berasal dari dua suku kata atau kalimat dalam bahasa arab; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;·صـلـة &lt;/span&gt;Hubungan antara seseorang dengan orang lain yang membentuk kekuatan sebagai ikatan kasih saying dengan menjaga hak masing masing dan saling menghargai dngan tidak saling merusak dan menghancurkan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;·ِالأ رحـا م bentuk jama dari &lt;span style="font-size:130%;"&gt;رحـم&lt;/span&gt;yaitu karib karabat , baik dalam hubungannya dengan hubungan darah maupun persaudaraan. Arrahmi terkait dengan Al Arsy sejak awal penciptaan sebagaimana dalam riwayat :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;عـن ابى هـريـرة رضـي الـلــه عـنـه عـن الـنـبـي صـلى الـلــه عـلـيـه وسـلـم قـال :ان الـرحـم شـجـنـة&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;مـن الـرحـمـن فـقـال الـلــه مـن وصـلـك وصـلـتـه ومـن قـطـعـتـك قـطـعـتـه - الـبـخاري التـرمـيذي&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Artinya: Dari Abi Huraerah RA dari Nabi SAW bersabda; diambil dari nama Allah yang Arrahman maka kata Allah siapa yang menyambung hubungan denganmu aku menyabung hubungan padanya, dan barang siapa yang memutuskan padamu maka putuskan hubungan padanya ( riwayat Bukhari dan Attirmidzi )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;2. SILATURRAHIM DAN REZKI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Tak dapat dipungkiri bahwa silatur rahim melahirkan kecintaan dan kasih saying yang terbangun didalamnya sifat kegotonroyangan, saling membantu antara satu dengan yang lain. Buah dari persaudaran dan kepedulian dari saling mencintai, melapangkan rezki, sebagaimana dalam riwayat, seorang bertanya kepada Rasulullah tentang pekerjaan yang mengantarkan kesurga, dijawab oleh Nabi surga yang dipesiapkan oleh untuk hambanya dengan tulus mengesakan Allah, menegakkan shalat dan menunaikan zakat kemudian Nabi menyebutkan yang menyambung silatur rahim. Dalam hadits yang lain dari Abu Huraerah dari Nabi SAW bersabda :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;عـن ابـي هـريرة رضـي الـلــه عـنـه عـن الـنـبـي صـلى الـلــه عـلـيه وسـلـم قـا ل : مــن ســره ان يــبـســط لـهفـى رزقــه وأن يــنـســأ لـه فـى أ ثــره فـلـيـصـل رحـمـه &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Artinya : Dari Abi Huraerah RA dari Nabi SAW bersabda: Siapa yang ingin dilapangkan baginya rezkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah bersilatur rahim.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Penjalasan dari hadits ini adalah siapa hendak ditambah rezkinya dan berkah hidupnya maka hendaaklah ia memperbaiki hubungan dengan kerabatnya karena bersilatur rahim adalah sebab dilapangkan dan ditambahnya rezki, berdasarkan dalil dari Al Qur`an seperti :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاء مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya. (Saba' : 39)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;3. ANCAMAN BAGI YANG MEMUTUSKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Dalam Surah Al Imran diatas memutuskan hubungan antara maanusia tersebut adalah meninggalkan janji yang semestinya dijaga dan dipelihara, mereka diliputi kehinaan dan kerendahan serta mendapat murka Allah, karena sesungguhnya mereka memutuskan yang diperintahkan untuk disambung. Dalam ayat lain Allah berfirman:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;وَالَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهْدَ اللّهِ مِن بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَآ أَمَرَ اللّهُ بِهِ أَن يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الأَرْضِ أُوْلَئِكَ لَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan Mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang Itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam). ( Ar Ra`d : 25 ).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Orang yang melakukan kerusakan dimuka bumi ini adalah mereka yang memutuskan silatur rahim, yang artinya meninggalakna janjinya dengan manusia setelah mengikat suatu perjanjian, seperti yang terjadi di Lapangan Mandala Makassar dimana terjadi kesepakatan yang ditanda atangani bersama. Kesepakatan ini diingkari dan ditinggalkan oleh partai yang mengaku PARTAI DA`WAH. Allah mengancam dengan kutukan (la`nat) dan tempat yang seburuk buruknya dineraka Jahannam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. SILATURRAHIM POLITIK&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Sebuah pertanyaan yang menggelitik; bolehkah disambung kembali hubungan terhadap orang orang yang diancam kutukan dan la`nat sesudah mereka mengingkarinya? Masih terbukakah pintu tolong menolong, kasih sayang terhadap mereka?. Ketika rasa malu hilang, tidak sedikit mereka mengatas namakan silatur rahim untuk meminta minta jabatan yang dilakukan oleh politisi dalam rangka sosialisi partai secara sosialis. Lebih dari itu, ada yang menganut sistem YAHUDI yang menjadikan wanita sebagai peluncur peluncurnya, apata lagi kalau wanita, sebagai peluncur, berjilbab setengah dada, yang dating menawarkan program partainya dengan selogan bersih, peduli…tanpa rasa malu. Padahal malu adalah iman, ketika rasa malu hilang masih adakah iman itu. Sama seperti yang datang silatur rahim dengan bahasa indah tidak bawah uang, tapi bawa harapan yang tidak diharapkan, karena susungguhnya datang untuk mengharap. Dari semua itu adalah antara hamba Allah dengan hamba jabatan tidak ada silatur rahim. Semua pintu kerja sama dan saling tolong menolong, saling mencinta tertutup rapat bagi golongan yang diancam la`nat oleh Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُم&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Maka Apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? ( Muhammad : 22 )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ustadzbasri.blogspot.com/2009/03/hakikat-silaturrahim.html</link><thr:total>0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Ustadz Basri)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5666900763658383149.post-4940742652539889620</guid><pubDate>Wed, 25 Mar 2009 03:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-29T16:47:56.271+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pelestin</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Dalam Negeri</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Luar Negeri</category><title>PELESTIN DAN PENGKHIANATAN BANGSA ARAB</title><description>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dizaman kekhalifaan Turki Utsmani Pelestin bahagian dari kekuasaan Utsmaniah dan berakhir dengan jatuhnya kekuasaan tersebut atas penghianatan bangsa Arab, yang berada dalam tekanan Eropa. Setelah jatuhnya kekhalifaan, persekongkolan jahat antara EROPA DAN BANGSA ARAB, semakin intens untuk menyita tanah ummat Islam di Pelestin. Yahudi Bani Israil yang bertebaran di muka bumi ini, tidak pernah padam dendam terhadap pengikut Nabi Muhammad SAW, sehingga dengan segala usaha untuk melemahkan dengan cara yang sistimatis membuat banyak ummat Islam, terlebih khusus bangsa Arab ketergantungan pada Eropa dengan Inggeris dan Amerika, bahkan bertekuk lutut dengan segala ketakutan. Renungkanlah firman Allahg SWT :&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;وَاذْكُرُواْ إِذْ أَنتُمْ قَلِيلٌ مُّسْتَضْعَفُونَ فِي الأَرْضِ تَخَافُونَ أَن يَتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَآوَاكُمْ وَأَيَّدَكُم بِنَصْرِهِ وَرَزَقَكُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan ingatlah (hai Para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, Maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur. ( Al Anfaal : 26 )&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan tertindasnya kaum Muslimin dinegeri sendiri atas penjajahan perampokan yang dilakukan oleh Yahudi Israil yang terkutuk itu ditambah dengan pengkhianatan oleh KERAJAAN SAUDI beserta dengan YANG MENISBATKAN DIRINYA ULAMA SALAF (kerajaan), begitu pula pemerintah Mesir dengan Sangat jelas menutup jalan masuk ke Pelestin, sebagai pengumuman atas pengkhianatan terhadap air mata, darah dan nyawa orang orang Islam. Benar apa yang diwahyukan oleh Allah SWT pada Rasulullah SAW :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;فَإِمَّا تَثْقَفَنَّهُمْ فِي الْحَرْبِ فَشَرِّدْ بِهِم مَّنْ خَلْفَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِن قَوْمٍ خِيَانَةً فَانبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَى سَوَاء إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ الخَائِنِينَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَلاَ يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ سَبَقُواْ إِنَّهُمْ لاَ يُعْجِزُونَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jika kamu menemui mereka dalam peperangan, Maka cerai beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, supaya mereka mengambil pelajaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, Maka kembalikanlah Perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan janganlah orang-orang yang kafir itu mengira, bahwa mereka akan dapat lolos (dari kekuasaan Allah). Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (Allah). ( Al Anfaal : 57 – 59 )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Siapakah dibelakang Yahudi Israil ? Mereka adalah para pemerintah BANGSA ARAB yang takut kehilangan kekuasaan sehingga rela mengkhianati darah orang Islam lewat persekongkolan dengan Yahudi dibelahan dunia manapun. Bukan hanya mengkhianti Ummat Islam di Pelestin tapi lebih dari itu, mereka lakukan, sampai kepada menggadaikan darah dan nyawa saudara saudara kita, untuk mempertahankan kekuasaan. Sama seperti komentar seorang presiden “ bukan perang agama, tapi kedaulatan negara” pernyataan ini adalah tidak lebih dari kedangkalan otak seorang taman kanak kanak. Sebab semua orang punya akal seehat dan merdeka tahu kalau yahudi menyerang Hamas adalah perang agama. Ketika darah dan nyawa Amorozi Cs digadaikan dengan alasan TERORIS, tidakkah lebih pantas Yahudi Israil yang di sebut TERORIS ? ataukan hanya karena ketakutan terhadap seorang Bush yang nilai dan harga dirinya SEPASANG SEPATU WARTAWAN. Realitas tersebut mengandung “Ibrah “ yang sangat tinggi “ siapapun mengaku Islam yang taat tidak pantas memilih pemimpin seperti itu “ karena tidak tahu mana agama daan mana kedeaulatan negara. Pernyataan itu secara syariat melecehkan dan memfitnah ummat Islam serta membuat kerusakan, masuk kedalam golongan kekafiran. Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَالَّذينَ كَفَرُواْ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ إِلاَّ تَفْعَلُوهُ تَكُن فِتْنَةٌ فِي الأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. jika kamu (hai Para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu[, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar. ( Al Anfaal : 73 ).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Ulama Tafsir mengatakan bahwa tidak mungkin orang yang beriman menolong orang kafir, baik dalam bentuk perbuatan maupun dalaam bentuk ucapan. Maka kalau ada yang mengatakan iman yang diucapkan lidahnya tapi secara realitas menutup jalur jalur bantuan orang Islam, maka itulah sifat dasar sesama kafir, inlah relitas pengkhianatan Bangsa Arab terhadap Muslim Pelestin. Disisi lain ada yang mengaku beriman tapi dan secara fakta melarang relawan untuk terjung bebas ke Pelestin, dan itu pula acara mereka untuk meolong orang kafir dan mempertontonkan kekafirannya. Tidak hanya sampai pada perbuatan dan ucapan, bahkan membalanjakan harta dalam rangka menghalangi dijalan Allah SWT, Itulah yang disinyalir dalam Al Qur`an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّواْ عَن سَبِيلِ اللّهِ فَسَيُنفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ إِلَى جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لِيَمِيزَ اللّهُ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَيَجْعَلَ الْخَبِيثَ بَعْضَهُ عَلَىَ بَعْضٍ فَيَرْكُمَهُ جَمِيعاً فَيَجْعَلَهُ فِي جَهَنَّمَ أُوْلَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. mereka Itulah orang-orang yang merugi. ( Al Anfaal : 36 - 37 ).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pelestin dengan permainan dan penkhianatan Bangsa Arab dari zaman kezaman untuk mendapatkan kekuasaan sesaat, padahal pengkhiantan itu adalah sifat dasar Kafir, kafir “ahlul kitab maupun kafir musyrik” yang disamai kedalam kepribadian orang Islam, firman Allah &lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:130%;" &gt;وَإِن يُرِيدُواْ خِيَانَتَكَ فَقَدْ خَانُواْ اللّهَ مِن قَبْلُ فَأَمْكَنَ مِنْهُمْ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Akan tetapi jika mereka bermaksud hendak berkhianat kepadamu, Maka Sesungguhnya mereka telah berkhianat kepada Allah sebelum ini, lalu Allah menjadikan(mu) berkuasa terhadap mereka. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. ( Al Anfaal : 71 )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://ustadzbasri.blogspot.com/2009/03/pelestin-dan-pengkhianatan-bangsa-arab.html</link><thr:total>0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Ustadz Basri)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5666900763658383149.post-8494903961237607711</guid><pubDate>Wed, 25 Mar 2009 03:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-29T16:42:46.738+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Dalam Negeri</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Islam</category><title>POLITIK, DUKUN DAN DUKUNGAN</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;I&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;slam sebagai agama yang sempurna dan menyempurnakan, mencakup segala lini kehidupan untuk mencapai keselamatan, ketenteraman, keamanan kesejahtraan dan kedamaian lewat rambu rambu jalan ayang ditetapkan oleh SYARIAH, termasuk sisitem perpolitikan. Benarkah anggapan banyak orang yang mengatakan politik itu ; “ kotor, dusta, licik, jahat dst .” Bagaimana pandangan Syariat Islam yang suci dan tinggi tentang politik ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut pandang Islam yang sempurna, tidak jurang pemisah antara politik dan agama, karena dalam pandangan Islamlah yang paling sempurnah, lengkap dan tersusun secara rapi tentang kekuasaan sebagaimana yang dicontohkan oleh sosok manusia dalam mengatur sistem pemerintahan di Madinah dan Dia adalah MUHAMMAD BIN ABDULLAH sebagai Rasul yang uswatun hasanah. Maka tidaklah berlebihan ketika ada sebahagian ULAMA yang mengatakan bahwa “POLITIK ITU BAHAGIAN DARI ISLAM YANG TIDAK TERPISAHKAN” seperti : Ibnu Taimiah, Ibnu Khaldun dan Abdul Wahab Hallaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik ( ســيـا ســة ) menurut pandangan Abd Wahab Hallaf terbagi kedalam dua yaitu : ســيـا سـة الـشـرعية ( politi syar`I ) politik yang berbasis wahyu Allah serta sistem yang disyariatkan oleh pembuat syariat ( Allah SWT ),  dalam rangka mewujudkan kemeslaahatan ummat. Dan سـيـا سـة الـظـلـمـة ( politik kezdaliman ), politik yang berbasis pada aturan manusia, yang sarat dengan kepentingan baik kepentingan peribadi, maupun kepentingan golongan, tanpa mempedulikan kedustaan, kejahatan, sistem premanisme dll dan politik inilah yang disebut DEMOKRASI ( perbudakan ). Renungkan firman Allah dalam Al Qur`an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَكَيْفَ أَخَافُ مَا أَشْرَكْتُمْ وَلاَ تَخَافُونَ أَنَّكُمْ أَشْرَكْتُم بِاللّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا فَأَيُّ الْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ بِالأَمْنِ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kamu persekutukan (dengan Allah), Padahal kamu tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujjah kepadamu untuk mempersekutukanNya. Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak memperoleh keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui? ( Al An`am : 81 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Politik syar`i yang telah diletakkan pondasinya oleh Rasulullah SAW yang dilanjutkan oleh Khalifah seesudahnya adalah sistem perpolitikan yang dijamin oleh Allah SWT, sbagai pembuat syariah, dengan jaminan keamanan dari malapataka dan kehancuran. Sementara sistem politik demokrasi dengan mengikuti kecenderungan orang banyak adalah sistim yang penuh kezdaliman, mengantarkan kedalam kesesatan, sangkaan dan penuh kepalsuan sebagaimana firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللّهِ إِن يَتَّبِعُونَ إِلاَّ الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلاَّ يَخْرُصُونَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). ( Al An`am : 116 )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistim politik kezdaliman dengan segala perangkatnya dengan pendekatan kesesatan, sangkaan dan kedustaan terhadap Allah SWT, membuat politikus tidak mampu membedakan mana yang halal dan mana yang haram, mana yang hak dan mana yang bathil, kedudukan antara ulama, ustaz sama persis dengan kedudukan pereman dan penjahat, padahal dalam Al qur`an sangat jelas tidak pernah sama orang yang mengetahui dan orang yang tidak tahu. Buah dari politik demokrasi yang penuh dengan kezdaliman ini lahir peraktek peraktek politikus yang semakin jauh dari kebenaran, seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• Politik dan Dukun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika manusia cenderung mengikuti orang banyak, disaat yang sama jauh meninggalkan kebenaran, maka yang muncul adalah para dukun baik dukun manual maupun dukun ilmiah, yang kesemuanya bertentangan dengan ajaran Islam, Munculnya berbagai lembaga survai sebagai dukun ilmiah melalui sangkaan dan ramalan, seolah olah mengetahui yang gaib, padahal hanya Allah yang tahu. Simaklah firman Allah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لاَ يَعْلَمُهَا إِلاَّ هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلاَّ يَعْلَمُهَا وَلاَ حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الأَرْضِ وَلاَ رَطْبٍ وَلاَ يَابِسٍ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata ( Al An`am : 59 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sebagai contoh yang sangat berbahaya dengan politik kezdaliman ini adalah PILGUB SUL SEL yang melibatkan aktivis DA`WAH JADI TUKANG RAMAL :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Para tokoh Partai yang mengaku partai Da`wah yang rela meninggalkan kebersamaan yang dibangun sendiri lalu bergabung kepada calon yang mereka pastikan menang sebelum pilgub berlansung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pentolan aktivis Da`wah yang katanya ISTIQAMAH dalam ceramahnya Di Makassar TV dengan gelora dan semangat mengatakan kami memilih yang sudah pasti menang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Senada dengan itu keluar ungkapan yang didengar lansung oleh ikhwah, dimana ungkapan tersebut keluar dari mulut tukang Ramal sebagai top leder WAHDAH Islamiah ; bodohnya teman teman yang memilih Aziz Qahar yang sudah pasti kalah, kenapa tidak bergabung memilih yang sudah pasti menang, waloaupun akhirnya juga kalah. Kapasitas aktivis tersebut adalah para Ustadz yang menantang sistim perdukunan dalam kajian TAUHIDNYA.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• Politik Dan Cara Mencari Dukungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keadilan, kejujuran, kebenaran, kedamaian dan ketenteraman ungkapan yang indah sebagai impian yang tak kunjung tiba dalam sistim perpolitikan yang yang sesat penuh sangkaan dan dusta terhadap Allah, mencari dukungan yang banyak, lewat jalan yang kotor dengan jual beli suara, sebagai pelecehan terhadap kehormatan dan harga diri manusia, sekaligus penggiringan keneraka, karena hal tersebut bahagian dari sogok menyogok, Dalam sistim demokrasi, tidak dikenal AKHLAK, pertarungan terbuka untuk mendapat suara terbanyak sangat menggelikan, penjahat, tukang mabuk, pereman, penjudi, pencuri, pezina, ustaz, kiyai, yang berdasi dan bergamis, semua punya peluang menjadi pejabat dan penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Campur aduk antara yang hak dan bathil, halal dan haram dan seterusnya, sudah menjadi jalan kehidupan. Kedustaan terhadap Allah jadi kebanggaan, tidakkah mereka membaca Al Qur`an ? :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَالَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا صُمٌّ وَبُكْمٌ فِي الظُّلُمَاتِ مَن يَشَإِ اللّهُ يُضْلِلْهُ وَمَن يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya. dan Barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus. ( Al An`am : 39 )&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ustadzbasri.blogspot.com/2009/03/politik-dukun-dan-dukungan.html</link><thr:total>0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Ustadz Basri)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5666900763658383149.post-7501732587980668870</guid><pubDate>Wed, 25 Mar 2009 02:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-29T16:40:57.832+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemimpin</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemimpin Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Islam</category><title>PEMIMPIN BERBASIS MESJID</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mesjid merupakan rumah Allah, tempat diturunkannya rahmat, ketenangan dan ketenteraman dari Allah SWT. Mesjid tempat dipancarkannya cahaya dipermukaan bumi, dan tempat tinggal yang penuh dengan kebaikan, pertemuan orang orang yang beriman yang dapat mempersatukan ummat Islam dari seluruh lapisam masyarakat.. Mesjid tempat pertemuan antara ulama dan masyarakat awam, antara pemimpin dan rakyat, antara orang kaya dan fakir, antara anak kecil dan orang tua, tanpa pandang bulu dan latar belakang, bahwa siapa yang ditemukan dimesjid  predikatnya adalah orang beriman.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mesjid secara historis adalah erat keterkaitannya dengan turunnya agama yang sanga suci, sebagai tempat tarbiah Rabbaniah dalam melahirkan generasi yang tangguh sebagaimana yang dicetak lansung oleh Rasulullah SAW, dimesjid Annabawi Madinah, lahir pemimpin yang menjunjung tiggi keadilan sebagaimana firman Allah dalam Al Qur`an :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِ وَأَقِيمُواْ وُجُوهَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; 
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Katakanlah: "Rabku menyuruh menjalankan keadilan". dan (katakanlah): "Luruskanlah muka (diri)mu di Setiap shalat (di mesjid) dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepadaNya)" (Al-A'raaf : 29)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Rasulullah Saw bersabda :
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;لا تـشـد ا لـرحـا ل الا ا لي ثـلا ث مـسـا جـد, ا لـمـسـجـد ا لـحـرا م وا لـمـسـجـد ا لأ قـصي ومسجدى هـذا&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Artinya; Jangan bebani diri bepergian kecuali tiga mesjid, mesjidil haram, mesjidil aqsha dan mesjidku ini. &lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Karena mesjid dan sekolah sekolah Islam yang diajarkan didalamnya Al Qur`an dan Sunnah Nabi SAW. Dan mencetak pemimpin pemimpin ummat seperti Abu Bakar, Umar Ibnul Khattab, Ustman Bin ~Affan, Ali bin Abi Thalib dan masih banyak yang lain yang tercata dalam sejarah keummatan. Generasi awal yang dicetek Rasulullah tersebut merupakan zaman keemasan, Mesjid Annabawi sebagai saksi bisu dimana pemimpin ummat ini adalah alumnus mesjid Annabawi. Mesjid melambangkan ketauhidan dan kesucian, Itulah sebabnya para pemimpin memenej kepemimpinannya dimesjid, untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi ummat.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;
&lt;br /&gt;Pemimpin yang berbasis mesjid, terpadu dalam kepribaidianya; “aqidah yang suci, berpegang tegu pada ajaran Islam, menjunjung tinggi akhlak, komitmen terhadap syariah, istiqamah beribadah, tulus (ikhlas) karena Allah”. Ibnu Mas`ud berkata dalam riwayat Muslim;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNB-KaGFK%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNB-KaGFK%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNB-KaGFK%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 14pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;ا ن رسـول ا للـه صلى اللـه عليه وسلـم عـلمـنا سـنـن الـهـدى وا ن مـن سـنـن ا لــهــدى ا لــصــلا ة فـــــى ا لــمــسـجــد ا لـذى يـؤ ذ ن فــيــه ( أ خــرجــه مـسـلــم )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 
&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;Artinya; Sungguh Rasulullah SAW mengajarkan kami sunnah (jalan) petunjuk, dan jalan petunjuk itu shalat dimesjid yang dikomandankan azan didalamnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kata syaekhul Islam Ibnu Tamiah;” Basis kepemimpinan ummat dan tempatnya berkumpul ummat ialah mesjid, karena sesungguhnya Nabi membangun mesjid yang penuh dengan berkah dibangun dengan pondasi taqwa, yang didalamnya ditegakkan shalat, membaca Al Qur`an, ta`lim. Dan juga didalamnya menata politik kemeslahatan ummat, mewujudkan tekad pemimpin, membahas urusan urusan yang terkait dengan pemimpin, karena dimesjid tempat pertemuan antara pemimpin dengan rakyatnya yang tidak terhijab”. Dalam bahasa kekuasaan tidak melalui protokoler.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;
&lt;br /&gt;Dizaman pemerintahan Umar Ibnul Khattab, Saad bin Abi Waqqash membangun ISTANA di Kupa, lalu dia berkata; “batasilah orang untuk ketemu denganku” maka Umar Ibnul Khattab mengutus Muhammad bin Maslamah dan memerintahkan untuk membakar istana Saad, Karena Umar sangat marah terhadap seorang pemimpin yang terhijab dari rakyatnya.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;
&lt;br /&gt;Dari mesjid akan lahir kecintaan yang timbal balik antara pemimpin dan yang dipimpin, dimana antara kedua unsur tersebut tercipta pertemuan lima kali sehari semalam, dimesjid lahir kepdulian pemimpin terhadap rakyatnya, dapat mendeteksi kemakmuran rakyatnya, Dimesjid terjalin ikatan antara sikaya dan simiskin, Sesungguhnya mesjid merupakan pembentukan kepribadian Islam, secara pribadi dan tempat pembinaan jamaah, dengan beragamnya nasehat nasehat oleh para khatib, terutama hukum hukum agama, dan tanzdim urusan keduniaan secara amanah.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;
&lt;br /&gt;Sepanjang sejarah keummatan, hanya pemimpin yang berbasis mesjid yang dapat melahirkan pemimpin yang jujur, amanah, sabar, sederhana, zuhud, merakyat. Sebaliknya, sejarah juga telah membuktikan para pemimpin yang jauh dari mesjid, lahir kepemimpinan yang makar, zalim, mujrim, pelaku maksiat, pembantai, pembunuh dara dingin dan pendusta. Kesemua sifat tersebut yang dapat menyebabkan murkanya Allah SWT, dengan tmbulnya berbagai bencana dan kehancuran.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Allah SWT, mengisyaratkan bagi pelaku dosa dengan ancamannya dalam Surah Al `Araaf: 100&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;أَ&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ الأَرْضَ مِن بَعْدِ أَهْلِهَا أَن لَّوْ نَشَاء أَصَبْنَاهُم بِذُنُوبِهِمْ وَنَطْبَعُ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لاَ يَسْمَعُونَ&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;Dan Apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai ( memimpin ) suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan dalam surah Al Kahfi  ayat 59,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; tentang kezaliman :
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;وَتِلْكَ الْقُرَى أَهْلَكْنَاهُمْ لَمَّا ظَلَمُوا وَجَعَلْنَا لِمَهْلِكِهِم مَّوْعِدًا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;Dan (penduduk) negeri telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dua ayat tersebut sebagai contoh pemimpin yang jauh dari mesjid, maka jauh pula rahmat Allah dari negerinya dan sangat akrab dengan bencana. &lt;span style="color: rgb(102, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Pertanyaannya sukakah ummat ini kalau dibinasakan oleh Allah ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ustadzbasri.blogspot.com/2009/03/pemimpin-berbasis-mesjid.html</link><thr:total>0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Ustadz Basri)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5666900763658383149.post-4063801425122100383</guid><pubDate>Tue, 24 Mar 2009 08:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-29T16:40:57.832+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemimpin</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemimpin Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Islam</category><title>KETELADANAN PEMIMPIN</title><description>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pemimpin adalah simbol atau lambang suatu bangsa, cermin bangsa tergantung pada pemimpin, karena  pemimpinlah yang mengelola pemerintahan, dalam urusan ummat baik yang bersifat keduniaan maupun perkara akhirat, untuk mengantarkan ummat menuju masyarakat yang diridhai Allah. Ridha terhadap Allah adalah sangat tergantung pada keteladanan pemimpin. Dalam Al Qur`an Allah SWT meletakkan dasar keteladanan Rasulullah sebagai pemimpin ummat, dan asas kepemimpinan yang diwariskan pada ummat sebagaimana dalam firmanNya :&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: right;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, Amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin.( Attaubah : 128)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Wahai para pemimpin ummat renungkanlah ayat tersebut diatas, Allah SWT, memberitakan kepada ummat ini tentang dasar dasar keteladanan kepemimpinan Rasulullah dalam Al Qur`an, supaya menjadi sebuah warisan keteladanan dalam menjelangkan roda kepemimpinan ummat, melalaui tiga asas :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;1. Rasa Berat olehnya atas Penderitaan Rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Asas pertama keteladanan seorang pemimpin terhadap rakyatnya adalah rasa berat yang dipikul sebagai beban atas penderitaan rakyat, Sifat dasar ini yang diperaktekkan oleh rasulullah SAW, sebagai pemimpin yang patut diteladani, dalam sebuah atsar, bahwa Rasulullah SAW tidak mau merasakan kenyang sebelum rakyatnya kenyang, tidak akan mencapai tingkat kesejahteraan sebelum mensejahterakan rakyatnya, sampai kepada rumahnya tidak lebih baik dari rumah rakyatnya, Kalaulah keteladanan ini disikapi oleh pemimpin kita hari ini, tidaklah mungkin lahir penghinaan melalui BLT seratus ribu perbulan disaan yang sama pemimpin dengan rakusnya tidak puas dengan seratus juta perbulan, para pejabat kontrak rumah jabatan sepuluh juta minimal perbulan disamping rumah kontrakan rakyat yang memilihnya satu juta pertahun, Manakah perasaan berat pemimpin atas derita rakyatnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;2. Sangat Menginginkan Keimanan dan Keselamatn Rakyatnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Asas kedua dari keteladanan seorang pemimpin terhadap rakyatnya adalah keinginan yang keras untuk mengantarkan rakyat menjadi manusia yang beriman dan selamat, Maka pemimpin teladan memikul tanggung jawab besar untuk mewujudkan masyarakat ayang beriman, melalui usaha ta`lim lewat kajian ayat ayat Allah, dan berusaha semaksimal mungkin menyelamatakan rakyatnya melalui pembersihan jiwa dan lingkungan dari kekufuran, kepaikan ,kemunafikan dan kemasiatan, Atau melakukan usaha pembebasan masyarakat dari kesesatan melalui tuntunan Al Qur`an dan sunnah Rasul, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al Imaran : 164 :&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;لَقَدْ مَنَّ اللّهُ عَلَى الْمُؤمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولاً مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُّبِينٍ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al kitab dan Al hikmah. dan Sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata ( Al `imaran; 164)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Yang menjadi pertanyaan, sudahkah pera pemimpin memberikan contoh teladan terhadap rakyatnya sebagaimana dalam ayat tersebut, bahwa keinginan yang sungguh sunguh mewjudkan masyarakat yang beriman melalui kajian ayat ayat Allah atauakah sebalikanya jika ada masyarakat yang tekun melakukan kajian tentang ayat ayat Allah justru difitnah : TERORIS, ALIRAN BARU DAN SEMUA BENTUK TEKANAN. Sudahkah pemimpin kita hari memberi keteladan pada rakyat dengan usaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan rakyatnya dengan gerakan pensucian jiwa dan lingkungan melalui pendidikan Al Qur`an dan hikmah (sunnah)? Sudahkah kita saksikan pemimpin hari ini yang mempersiapkan pasilitas kehancuran rakyatnya melalui legalitas minuman keras, kafe kafe, tempat perjudian, wanita tuna susila, bahkan hotel hotel berbintang tempat mangkalnya para pejabat menjadi cerita miring dalam pandangan masyarakat umum, Mana keteladananmu wahai para pemimpin dan pejabat publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;3. Amat Balas Kasihan dan Penyayang Terhadap orang Mu'min.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Asas ketiga keteladanan pemimpin ini sebagaimana do'a yang dilantungkan Rasulullah SAW : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ا لـلــهـم لا تـسـلـط عـلـيـنـا مـن لا يـخـا فـك ولا يـرحـمـنـا  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Ya Allah janganlah berikan pada kami pemimpin yang tidak takut padamu dan tidak menyayangi kami&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;. &lt;/span&gt;Ini do`a yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, disaat dia tampil sebagai pemimpin teladan, yang sangat menghkawatirkan dirinya jika tidak menyayangi orang orang yang beriman. Dalam Al Qur`an juga disyaratkan oleh Allah SWT sebagaimana adalam firmanNya;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: right;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya........ ( Al Fath :  29 )&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari hadits dan ayat tersebut diatas bahwa rasa kasih sayang seorang pemimpin yang patut diteladani memliki dua syarat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;A. Rasa Takut yang Mendalam pada Allah SWT.&lt;/span&gt; &lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kasih sayang terhadap orang mu`min tidak dapat sempurna dilakukan oleh pemimpin ummat kalau rasa takutnya pada Allah SWT, sangat rendah, apatah lagi takutnya pada atasan melampaui ambang batas terlebih lagi jikalau pemimpin negeri ini lebih takut pada Bush ( Amerika ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;B. Keras Terhadap Kekufuran.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keras dan tegas terhadap kekufuran merupakan syarat mutlak yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin teladan, karena sangat tidak mungkin kasih sayang terhadap orang mu`min kalau tidak ada garis pemisah dengan kafir, dengan kata lain tidak akan ada kasih sayang seorang pemimpin pada orang mu`min selama dia berkasih sayang pada orang kafir, bahkan orang mu`min jadi korban fitnah, seperti yang dirasakan sekarang ini. Kini rakyat menanti keteladan pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ustadzbasri.blogspot.com/2009/03/keteladanan-pemimpin.html</link><thr:total>0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Ustadz Basri)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5666900763658383149.post-1535161627962139794</guid><pubDate>Mon, 23 Mar 2009 11:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-29T16:47:56.272+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pelestin</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Dalam Negeri</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Luar Negeri</category><title>DUKA PELESTIN DAN SENDA GURAU POLITIK</title><description>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Darah yang tumpah ditanah Pelestin sebagai kebiadaban Israil dan persekongkola&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;n du&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;nia Internasional, melahirkan duka yang mendalam bagi ummat Islam seantero dunia, dengan h&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;arapan, &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;da&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;rah tersebut sebagai darah “ SYUHADA” yang menjadi saksi dihadapan Allah sebagai pertanggung jawaban, &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;bahwa masih ada sebidang tanah di bumi yang tumbuh subur kebenaran dan ajaran tauhid&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;, karena siraman darah&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; para syuhada yang siap membela kesucian agama. Firman Allah SWT :&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:’Cambria’,’serif’;font-size:130%;"  lang="EN-US" &gt;الَّذِينَ قَالُواْ لإِخْوَانِهِمْ وَقَعَدُواْ لَوْ أَطَاعُونَا مَا قُتِلُوا قُلْ فَادْرَؤُوا عَنْ أَنفُسِكُمُ الْمَوْتَ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:’Cambria’,’serif’;font-size:130%;"  lang="EN-US" &gt;وَلاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاء عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُون&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;" lang="EN-US"&gt;O&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;rang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan merek&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;a ti&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ak tur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ut pergi berperang: "Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh". Katakanlah: "Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar". &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;anganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;an Allah itu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mati; bahkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" lang="EN-US"&gt;( Al Imran : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" lang="EN-US"&gt;168 - 169 )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Cucuran air mata, mengalir membasahi pipi dan bumi seiring dengan siraman darah, b&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;aik jeritan seorang ibu yang kehilangan suami dan anak maupun tangisan anak yang luka dan dukan, karena &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;kehilangan ibu, ayah, sanak keluarga sampai kehilangan tempat tinggal, disaat musim dingin kemana akan berlid&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;ung &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;ar&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;i dinginnya cuaca, kepada siapa akan mengadukan nasib mereka, sementara persek&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;okolan dunia yang tamak dan rakus menjadikan darah dan air mata mereka sebagai permainan politik. Persekongkolan dunia internasional untuk memainkan peran ganda Amerika, yang melahirkan duka yang mendalam bagi kaum muslimin, justru mereka berpesta pora sama seperti pesta pora, sendagurau yang mere&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;ka ra&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;yakan de&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;ngan eksekuti mati Amorosi CS, Al Qur`an yang diwahyukan oleh Allah SWT kepada Rasulnya 15 abad yang lalu memberi keterangan yang jelas :&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;إِن تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِن تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُواْ بِهَا وَإِن تَصْبِرُواْ وَتَتَّقُواْ لاَ يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ اللّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيط&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:’Cambria’,’serif’;font-size:130%;"  &gt;وَإِذْ غَدَوْتَ مِنْ أَهْلِكَ تُبَوِّىءُ الْمُؤْمِنِينَ مَقَاعِدَ لِلْقِتَالِ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;" lang="EN-US"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. jika kamu bersabar &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dan bertakwa, niscaya tip&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;u daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui s&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;egala apa yang mereka kerjakan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(rumah) kelu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;argamu akan menempatkan Para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui, ( Al Imran : 120 -121 ). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ayat tersebut mengingatkan kita tentang perang “UHUD” dengan tumpahnya darah para suhada dengan tergiurnya para sahabat yang ada di jabal Ramyi, terhadap rampasan perang ( gani&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;ma ). Lalu bagaimana dengan “ darah “ yang tumpah di Pelestin pada hari ini ?. Bukankan sendagurau panggung politik jabatan dan kekuasaan ?&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" lang="EN-US"&gt;1. Darah Bangsa Pelestin dan Politik Eropa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Jangan lupa wahai saudaraku se Islam, bahwa sesungguhnya EROPA adala&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;h tenggelam dalam kegelapan kejahilan, yang ingin menggelincirkan ummat Islam melalui perpoganda modernisasi dengan issu Islam adalah ajaran yang berteentangan dengan kemajuan, itulah sebabnya Eropa dengan politiknya ingin memajukan Pelestin sama dengan bangsa lain, sehingga lahir kesepakatan untuk meme&lt;/span&gt;rang Pelestin sebagai negeri yang harus dihancurkan Islamnya melalui pertumpahan darah. Renungkan firman Allah SWT &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَلاَ يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ سَبَقُواْ إِنَّهُمْ لاَ يُعْجِزُون&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;" lang="EN-US"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;an janganlah orang-orang yang kafir itu mengira, bahwa mereka akan d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;apat lolos (dari kekuasaan Allah). Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (Allah).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" lang="EN-US"&gt; ( Al Anfal : 59 ).&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Maka wajib hukumnya kemuliaan, kehormatan dan kekuatan di kembalikan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;kepangkuan Islam dengan terlaksananya SYARIAT ALLAH SWT, melalui perjuangan dan pengorbanan disertai dengan istiqamah dan sabar.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" lang="EN-US"&gt;Darah Bangsa Pelestin dan Plitik Timur Tengah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Persekongkolan antara Arab Saudi dan Inggeris untuk menjatuhkan KHILAFAH U&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;TSMANIAH sebuah catatan sejarah yang membut ummat ini kehilangan kepercayaan pada pemerrintahan Sau&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;di dan para ULAMA kerajaan yang menisbatkan diri mereka sebagai SALAF sekarang. Dalam buku “ HANCURNYA KEKHALIFAAN DAN CARA MENEGAKKANNYA KEMBALI “ karangan Abdullah Azzam, menyebutkan tentang perjanjian yang disepakati antara Amerika dan Jamal Abd Naser serta Anwar Sadat untuk memotong motong tanahnya ummat Islam Pelestin :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;الأَعْرَابُ أَشَدُّ كُفْرًا وَنِفَاقًا وَأَجْدَرُ أَلاَّ يَعْلَمُواْ حُدُودَ مَا أَنزَلَ اللّهُ عَلَى رَسُولِهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0cm; direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: justify;" class="MsoListParagraphCxSpMiddle" dir="rtl"&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;" lang="EN-US"&gt;O&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;rang-orang Arab itu lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. dan Allah Maha me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngetahui lagi Maha Bijaksana.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" lang="EN-US"&gt; ( At Taubah : 97 ).&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Panggung politik dunia kafir untuk mempengaruhi negeri negeri Arab dengan rela mebelanjakan hartanya untuk menghancurkan dan mematikan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-YE"  style="font-size:100%;"&gt;حــركــة الا ســلا مــيــة &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; ( gerakan Islam ). Hal tersebut sudah disebutkan oleh Allah dalam Al Qur`an :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَالَّذينَ كَفَرُواْ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ إِلاَّ تَفْعَلُوهُ تَكُن فِتْنَةٌ فِي الأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِير&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. jika kamu (hai Para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" lang="EN-US"&gt; ( Al Anfal : 73 ). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" lang="EN-US" &gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;&lt;span&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Darah Bangsa Pelestin dan Partai Politik&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt;Ketika sarangan Israil LA`NATULLAH bertubi dan menelan korban yang banyak justru ada PARTAI POLITIK yang menjadikan KAMPANYE atas nama solidaritas dengan kibaran bendera partai dan membakar ban mobil, tujuannya sangat jelas untuk mendapatkan jabatan dan kekuasaan diatas duka Pelestin, Atas nama solidaritas dan kemanusian penuh dengan RIYA menggadaikan air mata, darah dan nyawa saudara saudaraanya di Pelestin dalam rangkan menarik simpatisan ummat untuk memperoleh kedudukan. Air mata suci dan darah suci yang membasahi tanah Pelestin, justru ditunggangi oleh politik politik kotar untuk mendapatkan kesenangan dunia diatas kesensaraan dan duka bangsa Pelestin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ustadzbasri.blogspot.com/2009/03/duka-pelestin-dan-sendagurau-politik.html</link><thr:total>0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Ustadz Basri)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5666900763658383149.post-3603541561245949952</guid><pubDate>Mon, 23 Mar 2009 05:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-29T16:42:46.739+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Dalam Negeri</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Politik Islam</category><title>GOLPUT HARAM ?</title><description>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perkara halal dan haram merupakan hak mutlak pembuat syariah dan rasulnya, oleh karena itu hukum halal dan haram, sumber aslinya terdapat dalam Al Qur`an dan Sunnah Nabawiayah. Maka tidak ada lagi wilayah haram yan g tidak jelas sebagaimana jelasnya perkara yang halal. Kalau kita merujuk kepada Al Qur`an tentang haram terbagi kedalam :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;1. ا لــنــهــي ( Bentuk Larangan ).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sepakat Ahlul Ilmu bahwa bentuk larangan dalam Al Qur`an hukumnya haram, sebagai contoh larangan yang ditetapkan oleh Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;.... Dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;an. D&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.( An Nahl :  90 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;2. ا لــتــحــريــم ( Bentuk Pengharaman )&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;Bentuk pengharaman ini lansung secara qat`i dalam Al Qur`an sebagaimana firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُواْ بِاللّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَن تَقُولُواْ عَلَى اللّهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Katakanlah: "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui."( Al A`raaf : 33 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;3. عــد م ا لــحــل ( Tidak dihalalkan )&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;Bentuk haram  yang ketiga dengan menggunakan kalimat tidak dihalalkan, contoh :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَلاَ يَحِلُّ لَكُمْ أَن تَأْخُذُواْ مِمَّا آتَيْتُمُوهُنَّ شَيْئًا إِلاَّ أَن يَخَافَا أَلاَّ يُقِيمَا حُدُودَ اللّهِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;.. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu dari yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah...( Al Baqarah : 229)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;4. صــيـغــة ا لــنــهــي ( Bentuk kalimat : jangan, tinggalkan, jauhi ).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;Bentuk  yang ke empat terseebut, juga sepakat Ahlul Ilmu bahwa hukumnya haram, contoh:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَلاَ تَقْرَبُواْ مَالَ الْيَتِيمِ إِلاَّ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّى يَبْلُغَ أَشُدَّهُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa, .... ( Al Isra` :  34 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;Dan dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَذَرُواْ ظَاهِرَ الإِثْمِ وَبَاطِنَهُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang tersembunyi ... ( Al An Am : 120 ).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ْ فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الْأَوْثَانِ وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;...Maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.   ( Al Hajj : 30 )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari empat bentuk haram yang terdapat dalam syariat yang diwahyukan oleh Allah SWT, sangat jelas, sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “ yang halal jelas dan yang haram jelas, diantara keduanya urusan subhat, siapa yang terjerumus ke syubhat, maka jatuh kelembah yang haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;Lalu apa definisi haram, dan kenapa golput difatwakan haram ?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haram adalah perkara yang dilarang oleh syariat untuk dilaksanakan, dengan ganjaran / hukuman bagi pelanggarnya, baik hukuman di dunia maupun hukuman diakhirat”.&lt;br /&gt;Dari penjelasan diatas, bahwa haram itu adalah wilayah Allah, kalaupun ada hal hal yang menjadi pembahasan untuk mencari status halal haram, maka mesti melalui kajian yang pas dan istimbat hukum yang benar, dengan perinsip :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Bagaimana Islam Terhadap sistem Pemilihan ( Demokrasi ) ?  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam Islam sistem ini tidak dikenal, sehingga bentuk pemilihan legeslatif dan eksekutif dan pilkada pilkada menjadi perebutan kekuasaan dan jabataan, dimana perkara ini sangat bertentangan deengan sunnah Rasul.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Fatwa lahir dari hasil kajian yang independen,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; sehingga fatwa tersebut bebas dari tekanan dan kepentingan pribadi dan golongan tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Materi hukum sesuai dengan istimbat hukum syar`i, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bukan hukum tersebut melalui tekanan ketua MPR, yang semestinya semua yang membahayakan UMMAT seperti keberadaan PANTI PIJAT yang harus dituntut bahwa panti pijat HUKUMNYA HARAM, haram menurunkan surat izinnya, haram mengunjunginya dan haram beroprasi, supaya tidak ada lagi ANGGOTA DEWAN reses di panti pijat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Kapasitas MUFTI ( Orang Yang Mengeluarkan Fatwa ), &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menurut Syekhul Islam Ibnu Taimiyah ;”Tidak boleh berfatwa mereka yang tidak memahami agama dan tidak tahu permasalahan ummat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;Sumber Istimbat hukum dari Al Qur`an dan Sunnah, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;Karena hanya dua sumber ini yang dapat membebaskan manusia dari kesesatan sebagaimana sabda Rasululullah SAW :  &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:130%;" &gt;تـــركــت فــيــكــم أمــر يـن مـا ان تــمــســكـهــمـا لـن تـضـلـوا أبـدا كــتـاب الـلـه وسـنـة رسـولـه&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Saya tinggalkan pada kalian dua perkara, maka siapa yang berpegang teguh pada kedua perkara,   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;tidak akan tersesat untuk selamanya yaitu Kitab Allah (Al Qur`an) dan Sunnah Rasulnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hadits tersebut memberikan memberikan isyarat, bahwa siapapun yang akan berfatwa,  maka hendaklah menyandarkan fatwa itu pada Allah dan Rasulnya, karena hanya cara itu yang dapat membebaskan ummat dari kesesatan, sebaliknya siapa yang mengeluarkan fatwa diluar dua hal tersebut, secara otomatis menggiring ummaat kedalam kesesatan, apatah lagi fatwa atas nama DEMOKRASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari yang demikian pula banyaknya perkara yang diharamkan oleh Allah dan Rasulnya harus difatwakan haram justru bumkan dengan seribu kepentingan seperti : LUKISAN, baik cara tradisional, maupun lukisan dengan cara modern seperti BALIHO, bahwa dalam sebuah riwayat, malaikat tidak ajan masuk kesuatu tempat yang ada lukisan didalamnya, maka wajar didewan tidak ada MALAIKAT  masuk, karena yang ada di dewan adalah mereka yang PERANG BALIHO. Atau meminta bagian fatwa memfatwakan haramnya memilih pemimpin yang telah menghancurkan dirinya dengan sabu sabu, minuman memabukkan dll. Juga meminta kepada bagian fatwa mengharamkan memilih pemimpin yang melakukan sogok menyogok, karena peraktek tersebut penggiringan kedalam neraka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;</description><link>http://ustadzbasri.blogspot.com/2009/03/golput-haram.html</link><thr:total>0</thr:total><author>noreply@blogger.com (Ustadz Basri)</author></item></channel></rss>