<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Kalimantan Tengah | Artikel, Berita, dan Kebudayaan Kalteng | Betang.COM</title>
	
	<link>http://betang.com</link>
	<description>Kalimantan Tengah, portal online Kalteng memuat artikel dan berita tentang Dayak, seni, humaniora, adat, budaya, wisata, kuliner, pertambangan, dan sejarah.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Dec 2009 13:10:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/betang" /><feedburner:info uri="betang" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><creativeCommons:license>http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/3.0/</creativeCommons:license><image><link>http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/3.0/</link><url>http://creativecommons.org/images/public/somerights20.gif</url><title>Some Rights Reserved</title></image><feedburner:emailServiceId>betang</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Tentang Dayak: Nila-Riwut.com</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/betang/~3/dZD9_F_zTKY/tentang-dayak-nila-riwut-com.html</link>
		<comments>http://betang.com/artikel/tokoh/tentang-dayak-nila-riwut-com.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 13:10:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudy Gunawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[dayak]]></category>
		<category><![CDATA[dayak ngaju]]></category>
		<category><![CDATA[kalimantan tengah]]></category>
		<category><![CDATA[maneser panatau tatu hiang]]></category>
		<category><![CDATA[nila riwut]]></category>
		<category><![CDATA[situs]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[tjilik riwut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://betang.com/?p=1182</guid>
		<description><![CDATA[Jika tahun 2009 dapat dikatakan sebagai era keemasan jejaring sosial di internet, maka boleh dikatakan pula bahwa tahun 2009 merupakan masa kebangkitan situs-situs internet yang mengangkat soal kebudayaan dan kearifan lokal. Salah satunya yang baru saja diluncurkan bulan Novermber lalu, sebuah situs berbahasa Inggris yang memuat segala informasi mengenai kebudayaan Dayak. Situs ini dikelola oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Jika tahun 2009 dapat dikatakan sebagai era keemasan jejaring sosial di internet, maka boleh dikatakan pula bahwa tahun 2009 merupakan masa kebangkitan situs-situs internet yang mengangkat soal kebudayaan dan kearifan lokal. Salah satunya yang baru saja diluncurkan bulan Novermber lalu, sebuah situs berbahasa Inggris yang memuat segala informasi mengenai kebudayaan Dayak. Situs ini dikelola oleh putri <a href="http://betang.com/artikel/tokoh/tjilik-riwut-pahlawan-dayak-nasional.html">Tjilik Riwut</a> yang menjadi penyunting buku <em>Maneser Panatau Tatu Hiang</em>, <em>mina</em> Nila Riwut.</p>
<p align="center"><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/nila-riwut.jpg" alt="" /></p>
<blockquote><p align="justify">Saya, Nila Riwut, seorang perempuan dayak, ibu, dan juga nenek. Saya menetap di Yogyakarta, Indonesia; mencoba memberi makna dalam hidup dengan memperkenalkan kebudayaan Dayak, Kalimantan, Indonesia. Minat saya pada kebudayaan Dayak dimulai ketika masih remaja, saya diajarkan oleh almarhum ayah dan langsung jatuh cinta lalu memutuskan untuk lebih mendalaminya. Semua yang saya lakukan, dilakukan dengan hati dan rasa terimakasih sebagai dedikasi kepada mendiang kedua orangtua saya.</p>
<p align="justify">Pengertian mengenai kebudayaan nenek moyang saya benar-benar diperkaya oleh catatan dan dokumentasi pribadi almarhum ayah saya, Tjilik Riwut. Dengan tujuan agar dokumen-dokumen tersebut dapat menjadi bahan akademis dan dapat memberikan kontribusi kepada ilmu pengetahuan, dalam prosesnya saya didampingi oleh Dr. G. Budi Subanar, dosen pascasarjana pada Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dengan bimbingannya, beberapa buku telah diterbitkan. Sebagaimana adanya untuk situs ini, ditulis berdasarkan pengetahuan saya mengenai kebudayaan Dayak yang antara lain berasal dari catatan dan dokumentasi Tjilik Riwut.</p>
<p align="justify">Sejarah dan kebudayaan sebuah bangsa adalah salah satu aset dunia yang tak ternilai harganya. Agar hal semacam itu tidak lantas punah, mari kita memberikan kontribusi padanya. Meskipun itu hanya sebagian kecil dan tak berarti, saya benar-benar berharap agar upaya ini tidak sia-sia.</p>
<p align="justify"><strong><em>(diterjemahkan literal dari kalimat pembuka pada www.nila-riwut.com)</em></strong></p>
</blockquote>
<p align="justify">Situs ini diluncurkan pada tanggal 17 November 2009. Tanggal tersebut dipilih karena merupakan nomor favorit dan keramat bagi Tjilik Riwut. Situs ini antara lain berisi mengenai kebudayaan, sejarah, obat tradisional, kuliner, dan lain sebagainya tentang Dayak. Juga akan dilengkapi dengan kamus bahasa Dayak Ngaju.</p>
<p align="justify">Silahkan mengunjungi situs ini dengan mengakses alamat:</p>
<h4><a href="http://www.nila-riwut.com/" target="_blank">www.nila-riwut.com</a></h4>
<p>&nbsp;</p>
<p align="justify">Diharapkan dengan memakai bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, situs ini dapat memperkenalkan kebudayaan Dayak tidak hanya terbatas pada warga Indonesia, tetapi ke seluruh penjuru dunia.</p>
<p class="credit">* foto dari www.nila-riwut.com</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=dZD9_F_zTKY:_kCdr6vu_PU:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=dZD9_F_zTKY:_kCdr6vu_PU:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=dZD9_F_zTKY:_kCdr6vu_PU:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=dZD9_F_zTKY:_kCdr6vu_PU:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=dZD9_F_zTKY:_kCdr6vu_PU:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=dZD9_F_zTKY:_kCdr6vu_PU:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=dZD9_F_zTKY:_kCdr6vu_PU:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=dZD9_F_zTKY:_kCdr6vu_PU:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=dZD9_F_zTKY:_kCdr6vu_PU:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=dZD9_F_zTKY:_kCdr6vu_PU:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=dZD9_F_zTKY:_kCdr6vu_PU:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=dZD9_F_zTKY:_kCdr6vu_PU:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/betang/~4/dZD9_F_zTKY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://betang.com/artikel/tokoh/tentang-dayak-nila-riwut-com.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://betang.com/artikel/tokoh/tentang-dayak-nila-riwut-com.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Bahasa Nasional[is] dan Kebudayaan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/betang/~3/_eCkfekOYpc/bahasa-nasionalis-dan-kebudayaan.html</link>
		<comments>http://betang.com/artikel/humaniora/bahasa-nasionalis-dan-kebudayaan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 11:27:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudy Gunawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa dayak]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa inggris]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[malaysia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://betang.com/?p=1173</guid>
		<description><![CDATA[Momen yang disebut sebagai "Sumpah Pemuda" memang telah lewat. Ada hal yang menarik terkait dengan momen tersebut, sebagaimana adanya dengan fenomena-fenomena mutakhir: tak lain ialah bahasa.
Momen "Sumpah Pemuda" menyinggung bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, selain menyoal bangsa dan tanahair yang satu. Momen tersebut tahun ini sedikit-banyak mengangkat persoalan bahasa terkait dengan "sengketa kebudayaan" antara Indonesia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Momen yang disebut sebagai "Sumpah Pemuda" memang telah lewat. Ada hal yang menarik terkait dengan momen tersebut, sebagaimana adanya dengan fenomena-fenomena mutakhir: tak lain ialah bahasa.</p>
<p align="justify">Momen "Sumpah Pemuda" menyinggung bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, selain menyoal bangsa dan tanahair yang satu. Momen tersebut tahun ini sedikit-banyak mengangkat persoalan bahasa terkait dengan "sengketa kebudayaan" antara Indonesia dan Malaysia, fenomena "bahasa alay" di kalangan generasi internet, serta "bahasa gado-gado" yang memakai berbagai macam bahasa dalam satu kalimat (seringkali menyisipkan bahasa Inggris dalam dialog berbahasa Indonesia), juga masalah-masalah klasik seperti berkurangnya pemakaian bahasa daerah dan punahnya beberapa bahasa daerah karena tidak ada lagi penutur aselinya.</p>
<p align="center"><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/bahasa-pantomim.jpg" alt="" /></p>
<p align="justify">Dari fenomena-fenomena di atas, salah satu wacana yang paling menonjol adalah bahasa Indonesia versus bahasa daerah atau bahasa lokal. Satu pihak mengklaim bahwa penggunaan bahasa Indonesia &mdash;entah sesuai EYD atau tidak&mdash; menandakan rasa nasionalisme yang tinggi, pihak lain ada yang menyatakan bahwa bahasa Indonesia adalah tidak aseli Indonesia tapi hampir semuanya berupa serapan dari berbagai bahasa [asing] (lihat Alif Dasya Munsyi alias Remy Sylado, 2003: 9 dari 10 Kata Bahasa Indonesia adalah Asing), dan ada pula yang menggalakkan kampanye mengenai penggunaan bahasa daerah sebagai wujud pelestarian kebudayaan.</p>
<p align="justify">Mengenai perihal ini saya kurang-lebih sependapat &mdash;walau di lain pihak juga mengkritisi beberapa bagian&mdash; dengan guru saya, Prof. Heddy Shri Ahimsa-Putra dalam salah satu tulisannya. Izinkan saya untuk mengetik ulang petikan [bagian akhir] dari tulisan beliau tersebut, yang berjudul "Etnolinguistik: Beberapa Bentuk Kajian", lebih tepatnya sub-bab "Etnolinguistik: Artinya Bagi Indonesia" bertarikh 1997.</p>
<p align="center">***</p>
<h3>Etnolinguistik: Artinya Bagi Indonesia</h3>
<p align="justify">Berbagai contoh yang telah saya kemukakan di atas cukup kiranya untuk membuka mata kita akan pentingnya studi etnolinguistik bagi kita di Indonesia. Kita ingat bahwa salah sebuah <strong>slogan yang masih tetap penting hingga kini adalah slogan "melestarikan kebudayaan"</strong>. Slogan ini memang sangat menarik dan memang layak disetujui. Tetapi tampaknya hanya sedikit orang yang memikirkan betul-betul bagaimana hal ini bisa dilakukan. Di sinilah etnolinguistik dapat memainkan peranannya yang sangat penting.</p>
<p align="justify">Jika kita setuju bahwa bahasa adalah sistem simbol yang teramat penting dalam kehidupan dan perkembangan kebudayaan manusia; bahwa dalam bahasalah tersimpan khasanah pengetahuan suatu masyarakat atau suku bangsa; bahwa mengenai bahasalah sebenarnya orang "memandang" lingkungannya; kita tentunya akan setuju bahwa <strong>pelestarian kebudayaan dalam bentuknya yang paling konkret tidak lain adalah pelestarian bahasa-bahasa lokal di seluruh kawasan Indonesia</strong>. Pandangan ini mungkin akan segera membuat banyak orang berkata "itu suatu hal yang mustahil". Oleh karena itu, perlu dijelaskan lebih lanjut, apa arti melestarikan bahasa lokal tersebut.</p>
<p align="justify">Pelestarian bahasa-bahasa lokal di sini <strong>tidaklah harus diartikan sebagai upaya untuk mempertahankan eksistensi bahasa-bahasa tersebut, artinya orang dipaksa untuk menggunakan bahasa daerahnya dalam kehidupan sehari-hari</strong> sebab hal semacam itu tidak akan mungkin dilakukan. Misalnya, orang boleh saja tidak bersedia belajar bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, tetapi dia akan merasakan sendiri bahwa ketidakmampuannya menggunakan bahasa-bahasa tersebut akan membuatnya tidak mampu bersaing dalam mencari pekerjaan dengan mereka yang menguasai bahasa-bahasa tersebut. Oleh karena itu, pelestarian bahasa lokal tidak harus diartikan bahwa bahasa tersebut harus digunakan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p align="justify">Pelestarian dalam konteks ini dapat diartikan sebagai segala upaya untuk <strong>mendeskripsikan berbagai bahasa lokal di Indonesia dengan segala seluk-beluknya, mulai dari soal tata bahasa, morfologi, semantik, hingga fonologinya</strong>. Pendokumentasian bahasa ini kelihatannya memang tidak begitu penting, tetapi sebenarnya akan sangat banyak memberikan manfaat jika kita memang menyadari manfaatnya serta dapat memetik manfaat tersebut. Manfaat ini tidak hanya akan dipetik oleh ahli-ahli bahasa, yang akan dapat menggunakannya untuk memperkaya khasanah bahasa Indonesia, tetapi juga akan dapat dipetik oleh para ahli ilmu pengetahuan yang lain.</p>
<p align="justify">Sebagai contoh, dengan menganalisis berbagai bidang pengetahuan yang dimiliki oleh suatu masyarakat lewat bahasa mereka, kita akan dapat mengetahui berbagai pandangan hidup mereka yang secara implisit ada di balik bahasa, yang tidak dapat diungkapkan oleh pemilik bahasa itu sendiri. Dengan mengetahui pandangan hidup yang implisit ini, paling tidak kita akan dapat memahami cara pandang mereka serta berbagai perilaku mereka yang berdasarkan pandangan hidup tersebut. Dengan begitu pula, kita akan dapat <strong>menghargai dan memberikan toleransi</strong> pada mereka.</p>
<p align="justify">Lebih lanjut dengan mengetahui budaya suatu masyarakat dari bahasa yang mereka miliki, serta penguasaan atas bahasa mereka, kita akan dapat melakukan dialog dengan para pendukung kebudayaan tersebut. Dari dialog ini akan tercipta suatu kerangka berpikir bersama, yang akan menjadi kerangka acuan bersama dalam kehidupan sehari-hari, dan ini akan mengurangi kemungkinan timbulnya salah pengertian, yang akan dapat membawa kita pada konflik yang membahayakan kehidupan kita sendiri.</p>
<p align="justify">Sayang sekali, bahwa hal semacam ini masih belum sepenuhnya disadari oleh banyak warga masyarakat kita. <strong>Banyak orang masih menganggap bahwa persoalan bahasa akan dapat terselesaikan dengan sendirinya asalkan sudah ada bahasa nasional</strong>; konflik dan kericuhan akan berkurang bilamana masalah ekonomi dapat terpecahkan; salah pengertian dan konflik yang diakibatkannya dapat dicegah bilamana orang semakin sadar akan agamanya, semakin tinggi pendidikannya, dan sebagainya. Mereka yang mengikuti pandangan semacam ini lupa bahwa semua itu akhirnya bermuara pada soal <strong>komunikasi antarkelompok dan antarindividu</strong>. Bagaimana komunikasi bisa berjalan dan salah pengertian bisa dijamin tidak terjadi jika kita tidak mengetahui bahasa masing-masing dengan baik?</p>
<p align="center">***</p>
<p align="justify">Salah satu yang saya kritisi adalah paragraf terakhir dalam sub-bab ini, yang kurang menjelaskan kalimat <em>"bagaimana komunikasi bisa berjalan dan salah pengertian bisa dijamin tidak terjadi jika kita tidak mengetahui bahasa masing-masing dengan baik?"</em> sehingga maksudnya ambigu, dan bisa saja orang akan menjawab: <em>"karena itu, agar lebih mudah, berkomunikasilah dengan satu bahasa, bahasa pemersatu"</em>.</p>
<p align="justify">Kalimat tersebut tentu tidak dapat langsung dimaknai sesederhana itu, karena menurut saya di situ Prof. Ahimsa-Putra bermaksud merujuk pada konteks bahasa dan cara [pemikiran] penuturnya memandang hidup, kenyataan, dan lingkungan. Kita ambil contoh yang cukup dekat, dalam bahasa Indonesia dikenal berbagai macam istilah padi, gabah, nasi yang dalam bahasa Inggris hanya dikenal sebagai <em>rice</em>. Dalam bahasa Jawa, istilah ini lebih kaya lagi dengan tambahan <em>sega</em>, <em>upa</em>, dan <em>intip</em>. Barulah istilah <em>paddy</em> kemudian lahir untuk menyesuaikan (mohon koreksinya). Di sini terlihat perbedaan pada masyarakat Indonesia dan Inggris dalam memandang padi, gabah, nasi, atau <em>rice</em> tersebut &mdash;yang dalam hal ini terkait pada Indonesia sebagai negara agraris yang mengenal bercocok tanam dengan sistem bersawah, yang mana hal ini tidak ditemukan di Inggris. Karena perbedaan kebudayaan (sistem mata pencaharian adalah salah satu unsur kebudayaan, menurut beberapa pandangan) tersebut, maka sangat tidak mungkin untuk dapat memahami satu sama lain sepenuhnya hanya dengan satu bahasa.</p>
<p align="justify">Semoga sedikit penjelasan ini dapat membantu atas pengertian terhadap tulisan di atas.</p>
<p align="justify"><em>CATATAN: Tulisan ini sedikit banyak untuk menanggapi tulisan <a href="http://betang.com/artikel/humaniora/bahasa-dayak-yang-mulai-pudar.html">Bahasa Dayak yang Mulai Pudar</a> dan <a href="http://betang.com/artikel/sosial-politik/menuju-perlindungan-budaya-itah.html">Menuju Perlindungan Budaya Itah</a>. Tulisan ini juga diterbitkan <a href="http://gunawanrudy.com/2009/11/06/bahasa-nasionalis-dan-kebudayaan.html">di blog pribadi saya dengan judul yang sama</a>.</em></p>
<p class="credit">* petikan tulisan "Etnolinguistik: Artinya Bagi Indonesia" oleh Prof. Heddy Shri Ahimsa-Putra, foto oleh antobilang.wordpress.com</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=_eCkfekOYpc:m2ikF8a_YHo:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=_eCkfekOYpc:m2ikF8a_YHo:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=_eCkfekOYpc:m2ikF8a_YHo:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=_eCkfekOYpc:m2ikF8a_YHo:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=_eCkfekOYpc:m2ikF8a_YHo:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=_eCkfekOYpc:m2ikF8a_YHo:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=_eCkfekOYpc:m2ikF8a_YHo:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=_eCkfekOYpc:m2ikF8a_YHo:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=_eCkfekOYpc:m2ikF8a_YHo:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=_eCkfekOYpc:m2ikF8a_YHo:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=_eCkfekOYpc:m2ikF8a_YHo:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=_eCkfekOYpc:m2ikF8a_YHo:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/betang/~4/_eCkfekOYpc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://betang.com/artikel/humaniora/bahasa-nasionalis-dan-kebudayaan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://betang.com/artikel/humaniora/bahasa-nasionalis-dan-kebudayaan.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Menunggu ‘Oloh Itah’ Jadi Menteri</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/betang/~3/Z76E-EPtA-8/menunggu-oloh-itah-jadi-menteri.html</link>
		<comments>http://betang.com/artikel/sosial-politik/menunggu-oloh-itah-jadi-menteri.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 21:51:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bambang M. Permadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>
		<category><![CDATA[agustin teras narang]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa dayak]]></category>
		<category><![CDATA[banjar]]></category>
		<category><![CDATA[dayak]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[kaharingan]]></category>
		<category><![CDATA[kalimantan tengah]]></category>
		<category><![CDATA[kapuas]]></category>
		<category><![CDATA[karungut]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[palangka raya]]></category>
		<category><![CDATA[primordial]]></category>
		<category><![CDATA[putra daerah]]></category>
		<category><![CDATA[sampit]]></category>
		<category><![CDATA[tambun bungai]]></category>
		<category><![CDATA[tewah]]></category>
		<category><![CDATA[tjilik riwut]]></category>
		<category><![CDATA[universitas palangka raya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://betang.com/?p=1164</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin hanya orang 'sakit' atau tertidur terlalu panjang yang mengatakan di Kalteng tidak ada kemajuan. Pimpinan daerah silih berganti, semuanya sama-sama memiliki komitmen tinggi membangun wilayah. Kalimantan Tengah yang dulunya hanya belukar kini telah berubah pesat. Bersamaan dengan membaiknya kondisi sosial politik dan perekonomian negara, Bumi Tambun Bungai juga mulai tumbuh menjadi kawasan modern.
Kerja keras [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Mungkin hanya orang 'sakit' atau tertidur terlalu panjang yang mengatakan di Kalteng tidak ada kemajuan. Pimpinan daerah silih berganti, semuanya sama-sama memiliki komitmen tinggi membangun wilayah. Kalimantan Tengah yang dulunya hanya belukar kini telah berubah pesat. Bersamaan dengan membaiknya kondisi sosial politik dan perekonomian negara, Bumi Tambun Bungai juga mulai tumbuh menjadi kawasan modern.</p>
<p align="justify">Kerja keras para pemangku kepentingan dan dukungan masyarakat membuahkan hasil yang cukup berarti. Tengok saja, kini hampir semua kabupaten dapat terhubung melalui perjalanan darat. Di sisi lain berbagai sarana vital seperti lembaga pendidikan dan kesehatan juga terus ditingkatkan keberadaannya. Demikian pula lompatan-lompatan kemajuan di sektor lain.</p>
<p align="center"><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/pejabat-negara.jpg" alt="" /><br /><span style="font-size:10px;color:#818181;"><em>matanews.com/wp-content/uploads/PelantikanDPR011009-3.jpg</em></span></p>
<p align="justify">Sudahnya saatnya Suku Dayak menunjukkan kepada dunia bahwa putra Tambun Bungai juga memiliki kompetensi dan sejajar dengan suku-suku lain. Saat ini Kalteng sudah memiliki banyak stok putra-putri terbaik, dengan berbagai gelar dan keahlian.</p>
<p align="justify">Tak bermaksud sukuisme, seharusnya orang Dayak memegang posisi-posisi penting di daerah ini karena mengenal cukup baik karakteristik wilayah. Sudah saatnya pula orang Dayak jadi pejabat negara, tak hanya orang Jawa, Batak, atau Bugis saja seperti yang terjadi selama ini. Warga Kalteng harus mempunyai <em>channel</em> orang kuat di Jakarta. Artinya, harus ada putra Dayak yang terlibat dalam penentu kebijakan kekuasaan di Ibukota negara. Dengan adanya orang Dayak menjadi pejabat negara secara otomatis akan meningkatkan posisi tawar 'Oloh Itah' di pentas nasional. Sebagian besar warga berharap, kapan giliran putra Kalteng menjadi menteri.</p>
<p align="justify">Di era 60-an, Gubernur Tjilik Riwut pernah mengeluarkan kebijakan memanggil seluruh putra daerah agar kembali ke Kalteng untuk membangun daerah. Ternyata setelah dicermati, kebijakan itu ada pula sisi negatifnya, sebab akhirnya Kalteng banyak kehilangan kader yang merintis karier di Jakarta. Sejatinya, orang-orang inilah yang dapat diharapkan membangun pondasi eksistensi warga Kalteng di tingkat nasional.</p>
<p align="justify">Setelah Tjilik Riwut wafat, praktis Kalteng tak lagi memiliki figur yang merepresentasikan Suku Dayak. Kevakuman ini berlangsung puluhan tahun, hingga akhirnya muncul sosok Agustin Teras Narang sebagai Ketua Komisi II DPR RI. Kehadiran Teras Narang di Senayan membuat warga Kalteng bangga. Bangga karena sangat jauh dari stigma 4D (Datang, Duduk, Diam, Duit), tapi betul-betul menunjukkan kualitasnya sebagai wakil rakyat.</p>
<p align="justify">Sayangnya itu tak berlangsung lama karena Teras Narang lebih tertarik menjadi gubernur di kampung halamannya. Sepuluh tahun terakhir memang ada beberapa warga Kalteng yang berhasil menjadi anggota DPR RI, tapi tak terdengar gregetnya. Tak jelas, apakah penampilannya memang 'memble’' atau kiprahnya tak terekspose media.</p>
<p align="justify">Secara kasat mata, dinamika pembangunan di Kalteng bergerak sangat positif. Seandainya Tjilik Riwut masih hidup, beliau pasti tersenyum bangga, karena 'anak cucunya' dapat mewujudkan sebuah impian besar yang pernah dicita-citakan. Yaitu Kalteng yang maju dan bermartabat.</p>
<p align="justify">Tapi bila masih hidup mungkin pula hati Sang Pioneer itu tambah trenyuh. Soalnya, ketika Kalteng maju dan berkembang kearipan lokal mulai tergusur di wilayah ini. Orang tak lagi memandang budaya dan warisan <em>Datu Hiang</em> sebagai sesuatu yang sakral. Modernisasi terasa semakin menggerus primordialisme. Kini, suara <em>garantung</em> dan syair <em>karungut</em> hanya terdengar lamat-lamat. Generasi muda Dayak dapat dihitung dengan jari yang peduli dengan warisan budayanya. Pertahanan budaya hanya ditopang oleh kaum tua. Kalteng masih beruntung memiliki agama Kaharingan, karena sebagian besar hanya umat Kaharinganlah yang secara konsisten menjalankan warisan budaya Dayak melalui berbagai upacara adat.</p>
<p align="justify">Tak dapat ditampik, ketika Kalteng maju sebagian orang Dayak perkotaan malah menepi ke pinggiran kota. Akhirnya, yang berdomisili di perkotaan sebagian besar adalah pendatang. Di Kalteng penduduk perkotaan mulai dipadati Suku Banjar dan Jawa. Saat ini dominasi Suku Banjar cukup tinggi, mereka menguasai perdagangan. Bahkan banyak orang Dayak yang berkomunikasi dengan bahasa Banjar dari pada bahasa ibunya sendiri. Suku Banjar yang memang berbakat berdagang merambah hampir semua kawasan di Kalteng. Antara lain Palangka Raya, Kuala Kapuas, Sampit, Ampah, Tumbang Samba, hingga Tewah.</p>
<p align="justify">Di Sampit kita sulit mencari di mana sebenarnya komunitas Dayak berada. Dalam komunikasi sesama warga yang sering dipakai adalah bahasa Banjar dialek Sampit. Sementara bahasa Dayak jarang terdengar. Demikian pula di Kuala Kapuas, Buntok, dan Muara Teweh. Ironis sekali memang, akankah pada gilirannya nanti Suku Dayak juga bernasib seperti Suku Betawi yang terasing di negerinya sendiri.</p>
<p align="justify">Cendekiawan Dayak Kumpiadi Widen mengatakan, terpinggirkannya Suku Dayak dalam ‘'persaingan' karena belum berubahnya cara berfikir atau <em>mindset</em>. Sebagian orang Dayak masih ada yang merasa rendah diri dan menganggap dirinya tak semaju orang lain. Identitas kesukuan seperti penggunaan bahasa daerah dianggap kurang gaul.</p>
<p align="justify">Guru Besar Universitas Palangka Raya (Unpar) itu mengatakan, masih ada orang Dayak yang malu menggunakan bahasa daerahnya di depan umum. Yang dipakai justru bahasa Banjar.</p>
<p class="credit">* foto dari ANTARA, oleh Yudhi Mahatma</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=Z76E-EPtA-8:gR-CyYD7-1o:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=Z76E-EPtA-8:gR-CyYD7-1o:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=Z76E-EPtA-8:gR-CyYD7-1o:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=Z76E-EPtA-8:gR-CyYD7-1o:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=Z76E-EPtA-8:gR-CyYD7-1o:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=Z76E-EPtA-8:gR-CyYD7-1o:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=Z76E-EPtA-8:gR-CyYD7-1o:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=Z76E-EPtA-8:gR-CyYD7-1o:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=Z76E-EPtA-8:gR-CyYD7-1o:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=Z76E-EPtA-8:gR-CyYD7-1o:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=Z76E-EPtA-8:gR-CyYD7-1o:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=Z76E-EPtA-8:gR-CyYD7-1o:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/betang/~4/Z76E-EPtA-8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://betang.com/artikel/sosial-politik/menunggu-oloh-itah-jadi-menteri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://betang.com/artikel/sosial-politik/menunggu-oloh-itah-jadi-menteri.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Teras Narang Masih Terlalu Kuat</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/betang/~3/fWIgM8fLanY/teras-narang-masih-terlalu-kuat.html</link>
		<comments>http://betang.com/artikel/sosial-politik/teras-narang-masih-terlalu-kuat.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 07:15:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bambang M. Permadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>
		<category><![CDATA[agustin teras narang]]></category>
		<category><![CDATA[barito selatan]]></category>
		<category><![CDATA[barito timur]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kotawaringin timur]]></category>
		<category><![CDATA[murung raya]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[tambun bungai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://betang.com/?p=1154</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Juni 2010 mendatang Kalteng kembali menghelat pesta demokrasi. Kini, salah satu proses pemilihan secara langsung itu adalah pemilihan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng  periode 2010 – 2015.
Salah satu calon yang diunggulkan tentu saja calon incumbent Agustin Teras Narang. Tak berlebihan, Teras Narang memang cukup memiliki kapasitas sebagai pemimpin Kalteng. Ini dibuktikan dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Bulan Juni 2010 mendatang Kalteng kembali menghelat pesta demokrasi. Kini, salah satu proses pemilihan secara langsung itu adalah pemilihan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng  periode 2010 – 2015.</p>
<p align="justify">Salah satu calon yang diunggulkan tentu saja calon <em>incumbent</em> Agustin Teras Narang. Tak berlebihan, Teras Narang memang cukup memiliki kapasitas sebagai pemimpin Kalteng. Ini dibuktikan dengan keberhasilannya memimpin sekitar 2 juta penduduk wilayah ini dalam periode kepemimpinan sebelumnya. Secara kebetulan Teras Narang juga diusung parpol besar PDI-Perjuangan, yang dikenal cukup solid dan memiliki mesin politik yang tangguh. Bagi publik Kalteng, khususnya pemilih tradisional dan berpendidikan agaknya tak terlalu sulit menentukan siapa yang harus dipilih dalam pilkada nanti.</p>
<p align="center"><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/agustin-teras-narang.jpg" alt="" /><br /><span style="font-size:10px;color:#818181;"><em>atn-center.org/view.asp?id_foto=220</em></span></p>
<p align="justify">Saat ini di Bumi Tambun Bungai hampir belum ada figur calon gubernur yang memiliki ketokohan seperti Teras Narang. Muda, <em>smart</em>, dan memiliki jaringan luas di pemerintah pusat. Di provinsi ini bukan tak ada kader berkelas yang mampu memimpin, hanya saja kapasitasnya baru dalam level kabupaten/kota. Mereka cukup berhasil memimpin daerahnya, tapi belum tentu mampu  mengakomodir beragam kepentingan di tingkat propinsi. Sebut saja nama Wahyudi K. Anwar(Bupati Kotawaringin Timur), Zain Alkim (Bupati Barito Timur), Baharudin H. Lisa (Bupati Barito Selatan), atau Willy M. Yosef (Bupati Murung Raya ). Kandidat yang cukup potensial bakal menandingi Teras Narang justru adalah wakilnya sendiri, yaitu Achmad Diran. Persoalannya, apakah Diran punya 'perahu' dan cukup amunisi untuk maju dalam pilkada.</p>
<p align="justify">Nama-nama bupati ini beberapa pekan terakhir ramai diberbincangkan bakal maju menandingi Teras Narang di Pilkada Kalteng mendatang. Sejumlah politisi di wilayah ini mulai melakukan manuver menggalang dukungan untuk mencalonkan kandidat tertentu. Wacana bahwa paket Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng harus pasangan Muslim sempat mengemuka. Wacana sentimen agama dalam pilkada yang memiliki tensi politik tinggi sebenarnya sangat disayangkan. Sebab, Kalteng yang penduduknya sangat pluralistis sebenarnya tak pernah mempersoalkan hal tersebut. Politisasi agama terbukti akan membuat porak porandanya harmonisasi sosial. Tapi, politik adalah pertarungan kepentingan yang sulit ditepis.</p>
<p align="justify">Wacana pasangan Muslim otomatis akan menjadi rival politik Teras Narang yang beragama non–Muslim. Masalahnya, apakah isu agama laku dijual di Kalteng?</p>
<p align="justify">Kalteng bukan Aceh atau Jawa yang dapat membuat penduduknya menentukan pilihan bedasarkan agama tertentu. Cara berfikir masyarakat di daerah ini masih cukup realistis dan obyektif.</p>
<p align="justify">Masih tingginya 'nilai jual' Teras Narang dalam pilkada mendatang membuat figur wakil gubernur tidak menjadi begitu penting. Artinya, dengan siapapun dipasangkan Teras Narang tetap menang. Ada kabar, Teras Narang bakal meninggalkan Achmad Diran dan mencari pendamping lain. Belakangan santer beredar Teras Narang bakal menggaet Didik Salmijardi (mantan Bupati Kotawaringin Timur).</p>
<p align="justify">Sejauh ini informasinya masih sangat prematur, setiap detik ritme politik selalu berubah. Yang pasti Teras Narang masih terlalu kuat untuk disaingi.</p>
<p class="credit">* foto dari atn-center.org</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=fWIgM8fLanY:iNY9ftiRKs8:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=fWIgM8fLanY:iNY9ftiRKs8:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=fWIgM8fLanY:iNY9ftiRKs8:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=fWIgM8fLanY:iNY9ftiRKs8:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=fWIgM8fLanY:iNY9ftiRKs8:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=fWIgM8fLanY:iNY9ftiRKs8:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=fWIgM8fLanY:iNY9ftiRKs8:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=fWIgM8fLanY:iNY9ftiRKs8:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=fWIgM8fLanY:iNY9ftiRKs8:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=fWIgM8fLanY:iNY9ftiRKs8:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=fWIgM8fLanY:iNY9ftiRKs8:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=fWIgM8fLanY:iNY9ftiRKs8:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/betang/~4/fWIgM8fLanY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://betang.com/artikel/sosial-politik/teras-narang-masih-terlalu-kuat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://betang.com/artikel/sosial-politik/teras-narang-masih-terlalu-kuat.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kalteng Jadi ‘Neraka’ Baru?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/betang/~3/Te7Ocjptm-I/kalteng-jadi-neraka-baru.html</link>
		<comments>http://betang.com/artikel/berita/kalteng-jadi-neraka-baru.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 02:30:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bambang M. Permadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[bundaran besar]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[kabut asap]]></category>
		<category><![CDATA[kalimantan tengah]]></category>
		<category><![CDATA[kasongan]]></category>
		<category><![CDATA[katingan]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[lamandau]]></category>
		<category><![CDATA[palangka raya]]></category>
		<category><![CDATA[pulang pisau]]></category>
		<category><![CDATA[riban satia]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[seruyan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://betang.com/?p=1124</guid>
		<description><![CDATA[Memasuki musim kemarau Agustus 2009 aksi pembakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali terjadi. Akibatnya sekitar 2 juta jiwa penduduk provinsi ini kembali didera kabut asap bercampur partikel debu. Polutan yang berhamburan ke udara kian pekat dan menyesakan dada.
Perangkat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) milik Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemprov Kalteng yang ditempatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Memasuki musim kemarau Agustus 2009 aksi pembakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali terjadi. Akibatnya sekitar 2 juta jiwa penduduk provinsi ini kembali didera kabut asap bercampur partikel debu. Polutan yang berhamburan ke udara kian pekat dan menyesakan dada.</p>
<p align="justify">Perangkat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) milik Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemprov Kalteng yang ditempatkan  di sekitar Bundaran Besar menunjukkan level "Sangat Berbahaya". Ironisnya, hingga saat ini pihak terkait di daerah ini baru berhasil menangkap beberapa gelintir 'orang kecil' yang diduga pelaku pembakaran lahan. Sementara para <em>tauke</em> tanah yang sebagian pejabat malah tak tersentuh.</p>
<p align="center"><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/kebakaran-hutan-kalimantan-tengah.jpg" alt="" /><br /><span style="font-size:10px;color:#818181;"><em>manusiautan.files.wordpress.com/2008/02/kebakaran-hutan.jpg</em></span></p>
<p align="justify">Informasi yang dihimpun <em>Betang.COM </em> kebakaran lahan tahun ini hampir merata di 13 kabupaten dan 1 kota di Kalteng. Kota Palangka Raya tak hanya dikepung asap pembakaran lahan dari wilayahnya, tapi juga asap kiriman dari Kabupaten Katingan dan Kabupaten Pulang Pisau. Kedua kabupaten baru ini hanya berjarak sekitar 90 km dari Ibukota Kalteng tersebut. Di wilayah Kabupaten Katingan kebakaran lahan terlihat di kiri dan kanan jalan negara menuju Palangka Raya. Pemkab Katingan sebenarnya telah berupaya melakukan pemadaman, tapi karena luasnya wilayah yang terbakar yang dapat mereka lakukan hanya memadamkan api yang berada di tepi jalan.</p>
<p align="justify">"Beberapa warga mengalami kerugian ratusan juta karena kebun karetnya turut terbakar," kata Amang Ihul, warga Kasongan.</p>
<p align="justify">Sementara di Kota Palangka Raya yang terdiri dari lima kecamatan, aparat berwenang seakan tak berdaya mengantisipasi meluasnya kebakaran lahan. Di Kecamatan Sabangau yang terletak sekitar 15 km di selatan kota, api malah membara di sekitar pemukiman penduduk. Struktur tanah di daerah ini yang sebagian berupa gambut membuat api semakin sulit dipadamkan.</p>
<p align="justify">Terbatasnya dana dan peralatan yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya membuat aparat tidak dapat berbuat banyak.</p>
<p align="justify">Wakil Walikota Palangka Raya, Maryono mengatakan hingga saat ini terdapat sekitar 268 hektar lahan yang terbakar. Untuk mengantisipasi meningkatnya penyakit Ispa (infeksi saluran pernafasan atas) pihaknya telah membagikan secara gratis sebanyak 60 ribu masker dari 100 ribu masker yang direncanakan.</p>
<p align="justify">"Puskesmas-puskesmas di Palangka Raya telah siap menangani pasien Ispa," kata Maryono kepada wartawan di Palangka Raya, Selasa ( 1/9) pagi.</p>
<p align="justify">Semakin pekatnya kabut asap yang menyelimuti kota Palangka Raya yang dapat mengancam kesehatan, memaksa Walikota Palangka Raya, HM Riban Satia kembali mengevaluasi kebijakan pemberlakuan jam sekolah di daerah ini. Setelah asap mulai membahayakan, sebelumnya HM Riban Satia menginstruksikan agar jam sekolah masuk pukul 7.30 WIB, menyusul kian pekatnya asap jam masuk sekolah kembali diundur menjadi pukul 8.30 WIB.</p>
<p align="justify">Instruksi Walikota tersebut merujuk pada rekomendasi Dinas Kesehatan setempat pada rapat yang dihadiri Muspida dan kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) pada 28 Agustus 2009 lalu.</p>
<p align="justify">"Pemberlakuan ketentuan ini akan terus dievaluasi sesuai dengan keadaan," katanya.</p>
<p align="justify">Pemprov Kalteng tak tinggal diam, sejak 16 Agustus 2009 telah berupaya membuat hujan buatan meski hasilnya tak begitu optimal. Pembuatan hujan buatan ditangani Tim Modifikasi Cuaca (TMC). Selama ini TMC telah terbang 16 kali sambil menggelontorkan garam sebanyak 11.220 ton di sejumlah titik api di wilayah ini. Antara lain Lamandau, Seruyan dan Katingan. Sayangnya pada 25 Agustus 2009 kegiatan TMC terhenti karena pesawat Cassa jenis 212-200 yang dipergunakan membuat hujan mengalami kerusakan teknis. Padahal tugas TMC berakhir hingga 4 September 2009.</p>
<p align="justify">"Tapi Gubernur Kalteng minta diperpanjang hingga menjelang lebaran," kata Korlap TMC Kalteng, Tri Handoko Seto, belum lama ini.</p>
<p align="justify">Menurut Tri Handoko Seto, pesawat serupa yang bertugas menyemai hujan buatan di wilayah Kalbar akan ditarik ke Kalteng.</p>
<p align="justify">Pesawat Cassa 212-200, katanya, dalam sehari dapat menabur garam sekitar 800 kilogram dan dapat membuat hujan turun mencapai ratusan meter kubik.</p>
<p align="justify">Hingga Jum’at (11/9) petang, kabut asap tidak ada tanda-tanda akan sirna. Kepekatannya tidak hanya pagi hari, tapi juga siang dan sore hari. Tak terbilang sudah berapa puluh meter pita <em>police line</em> di pasang polisi di lokasi kebakaran lahan di daerah ini. Toh, api juga tak kunjung padam, satu titik dipadamkan, di tempat lain api kian berkobar hebat. Wilayah Kalteng seakan menjadi 'neraka' baru bagi warganya.</p>
<p align="justify">Menjelang pilkada Kalteng 5 Juni 2010 mendatang, akankah kabut asap akibat pembakaran lahan akan menjadi komoditi politik?</p>
<p class="credit">* foto oleh nathan litjens / manusiautan.wordpress.com</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=Te7Ocjptm-I:QD_ezZbjjsk:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=Te7Ocjptm-I:QD_ezZbjjsk:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=Te7Ocjptm-I:QD_ezZbjjsk:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=Te7Ocjptm-I:QD_ezZbjjsk:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=Te7Ocjptm-I:QD_ezZbjjsk:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=Te7Ocjptm-I:QD_ezZbjjsk:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=Te7Ocjptm-I:QD_ezZbjjsk:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=Te7Ocjptm-I:QD_ezZbjjsk:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=Te7Ocjptm-I:QD_ezZbjjsk:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=Te7Ocjptm-I:QD_ezZbjjsk:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=Te7Ocjptm-I:QD_ezZbjjsk:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=Te7Ocjptm-I:QD_ezZbjjsk:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/betang/~4/Te7Ocjptm-I" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://betang.com/artikel/berita/kalteng-jadi-neraka-baru.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://betang.com/artikel/berita/kalteng-jadi-neraka-baru.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Bioskop 21 Palangka Raya</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/betang/~3/B_4gMj4Vevo/bioskop-21-palangka-raya.html</link>
		<comments>http://betang.com/artikel/serbaneka/bioskop-21-palangka-raya.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 06:43:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agnes E. T.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serbaneka]]></category>
		<category><![CDATA[banjarmasin]]></category>
		<category><![CDATA[biskop 21]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[palangka raya]]></category>
		<category><![CDATA[palangka raya mall]]></category>
		<category><![CDATA[palma]]></category>
		<category><![CDATA[studio 21]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://betang.com/?p=1117</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya, ini dia yang selama ini ditunggu-tunggu oleh penduduk kota Palangka Raya, terutama bagi para pecinta film yang tak ingin melewatkan untuk selalu dapat menonton film-film teranyar dengan layar dan sound yang maksimal.

Tanggal 4 September 2009 ini merupakan pembukaan perdana studio 21 yang terletak di lantai 4 Palangka Raya Mall (Palma). Terdiri dari 4 studio [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Akhirnya, ini dia yang selama ini ditunggu-tunggu oleh penduduk kota Palangka Raya, terutama bagi para pecinta film yang tak ingin melewatkan untuk selalu dapat menonton film-film teranyar dengan layar dan <em>sound</em> yang maksimal.</p>
<p align="center"><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/bioskop-21-palangka-raya-1.jpg" alt="" /></p>
<p align="justify">Tanggal 4 September 2009 ini merupakan pembukaan perdana studio 21 yang terletak di lantai 4 Palangka Raya Mall (Palma). Terdiri dari 4 studio dan dengan <em>lobby</em> yang lumayan luas (bahkan lebih luas dari 21 milik kota tetangga, Banjarmasin), menjadikannya sebagai salah satu alternatif baru bagi kawula muda sekalian yang ingin menghabiskan akhir pekan ataupun jam-jam santai sembari menonton film favorit. Didukung dengan harga tiket yang sangat terjangkau; yaitu Rp. 10.000,- untuk hari Senin-Jum’at, dan Rp. 15.000,- untuk Sabtu, Minggu, dan hari libur, sungguh satu alasan yang bagus untuk menghabiskan waktu bersama kerabat, teman, atau seseorang yang spesial sambil menikmati menonton film dengan segala kelebihan yang bisa ditawarkan dari menonton film di bioskop sekaliber 21.</p>
<p align="justify">Pembangunan 21 sendiri telah dimulai sejak beberapa bulan yang lalu. Walaupun saya sendiri tadinya sangsi bahwa yang dibangun adalah lantai khusus untuk studio 21, ternyata memang benar adanya, dengan direalisasikannya studio-studio tersebut pada hari ini. Yang dijamin saat pembukaan akan dibanjiri oleh penduduk Palangka Raya--yang memang memiliki kebiasaan selalu ingin tahu tiap 'barang baru' yang ada di kota cantik ini; dan bertahan 1 hingga 2 minggu setelah hari pembukaan, dan setelahnya akan menjadi lengang; tapi semoga saja tidak untuk studio 21 yang memang sudah ditunggu-tunggu keberadaannya sejak lama--sudah pasti semua tiket dari tiap film yang ditawarkan akan <em>sold out</em>, apalagi film-film yang ditawarkan memang masih tergolong film baru dan sudah ditunggu-tunggu sejak lama, seperti Transformers: Revenge of the Fallen, Ketika Cinta Bertasbih, dan sebagainya.</p>
<p align="center"><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/bioskop-21-palangka-raya-2.jpg" alt="" /> <img src="http://betang.com/wp-content/uploads/bioskop-21-palangka-raya-3.jpg" alt="" /></p>
<p align="justify">Namun, saya sedikit khawatir dengan ditambahnya satu lantai baru di Palma yang memang awalnya dirancang hanya untuk 3 lantai (belum termasuk basement), menjadi 4 lantai. Yah, semoga saja kekhawatiran ini tidak terjadi (runtuh atau sejenisnya karena kelebihan beban). Dan mengenai keadaan di TKP, saya sendiri belum sempat mengecek untuk hari ini. Tapi, dengar-dengar dari mata-mata saya yang sudah saya tempatkan di TKP, memang tiada kata lain yang bisa menggambarkan keberadaan 21 di Palangkaraya ini selain: "mantafff...!"</p>
<p align="justify">Tulisan ini akan saya perbaharui secepatnya dan mencari data-data langsung dari TKP. Jadi, tunggu saja kabar selanjutnya dari saya.</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=B_4gMj4Vevo:ehhwkdZwfTc:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=B_4gMj4Vevo:ehhwkdZwfTc:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=B_4gMj4Vevo:ehhwkdZwfTc:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=B_4gMj4Vevo:ehhwkdZwfTc:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=B_4gMj4Vevo:ehhwkdZwfTc:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=B_4gMj4Vevo:ehhwkdZwfTc:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=B_4gMj4Vevo:ehhwkdZwfTc:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=B_4gMj4Vevo:ehhwkdZwfTc:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=B_4gMj4Vevo:ehhwkdZwfTc:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=B_4gMj4Vevo:ehhwkdZwfTc:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=B_4gMj4Vevo:ehhwkdZwfTc:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=B_4gMj4Vevo:ehhwkdZwfTc:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/betang/~4/B_4gMj4Vevo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://betang.com/artikel/serbaneka/bioskop-21-palangka-raya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://betang.com/artikel/serbaneka/bioskop-21-palangka-raya.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Pembentukan Provinsi Kalimantan Tengah</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/betang/~3/pU9gIIKFVgU/pembentukan-provinsi-kalimantan-tengah.html</link>
		<comments>http://betang.com/artikel/serbaneka/pembentukan-provinsi-kalimantan-tengah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 06:28:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mulus Budianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serbaneka]]></category>
		<category><![CDATA[banjar]]></category>
		<category><![CDATA[banjarmasin]]></category>
		<category><![CDATA[barito selatan]]></category>
		<category><![CDATA[barito timur]]></category>
		<category><![CDATA[barito utara]]></category>
		<category><![CDATA[gunung mas]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kalimantan barat]]></category>
		<category><![CDATA[kalimantan selatan]]></category>
		<category><![CDATA[kalimantan tengah]]></category>
		<category><![CDATA[kalimantan timur]]></category>
		<category><![CDATA[kapuas]]></category>
		<category><![CDATA[kasongan]]></category>
		<category><![CDATA[katingan]]></category>
		<category><![CDATA[kotawaringin]]></category>
		<category><![CDATA[kotawaringin barat]]></category>
		<category><![CDATA[kotawaringin timur]]></category>
		<category><![CDATA[kuala kurun]]></category>
		<category><![CDATA[lamandau]]></category>
		<category><![CDATA[murung raya]]></category>
		<category><![CDATA[pahandut]]></category>
		<category><![CDATA[palangka raya]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah daerah]]></category>
		<category><![CDATA[pulang pisau]]></category>
		<category><![CDATA[puruk cahu]]></category>
		<category><![CDATA[sampit]]></category>
		<category><![CDATA[seruyan]]></category>
		<category><![CDATA[sukamara]]></category>
		<category><![CDATA[tamiang]]></category>
		<category><![CDATA[undang-undang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://betang.com/?p=1053</guid>
		<description><![CDATA[Provinsi Kalimantan Tengah dibentuk berdasarkan Undang-undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Provinsi Kalimantan Tengah dan perubahan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur junto Undang-undang Nomor 21 Tahun 1958 tentang Penetapan Undang-undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957 tentang Pembentukan Daerah Swatantra [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Provinsi Kalimantan Tengah dibentuk berdasarkan Undang-undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Provinsi Kalimantan Tengah dan perubahan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur junto Undang-undang Nomor 21 Tahun 1958 tentang Penetapan Undang-undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah dan Perubahan Undang-undang Nomor: 25 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur (Lembaran Negara Tahun 1957 Nomor 35) sebagai Undang-undang.</p>
<p align="justify">Berdasarkan Undang-undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957 Ibukota Provinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah adalah Pahandut, kemudian dengan Undang-undang Nomor 21 Tahun 1958 Ibukota Provinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah diubah menjadi Palangkaraya.</p>
<p align="center"><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/kotabesi-1956.jpg" alt="" /><br /><span style="font-size:10px;color:#818181;"><em>www.menne-indonesia.de/Zuckerrohr.140.0.html</em></span></p>
<p align="justify">Selanjutnya dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal 22 Desember 1959 Nomor Des.52/12/2-206 kedudukan Pemerintah Daerah Propinsi Tingkat I Kalimantan Selatan, yang semula berkedudukan di Banjarmasin, pindah ke Palangkaraya. Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II Berdasarkan Undang-undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Tahun 1953 Nomor 9) Provinsi Kalimantan Tengah terdiri dari 3 kabupaten yaitu Kabupaten Barito, Kapuas dan Kota Waringin.</p>
<p align="justify">Berdasarkan Undang-undang Nomor 27 Tahun 1959 Provinsi Kalimantan Tengah terdiri dari 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Barito Utara, Barito Selatan, Kapuas, Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat. Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1965 tentang Pembentukan Kotapraja Palangkaraya. Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah terdiri dari 1 (satu) Kota dan 5 (lima) Kabupaten.</p>
<h4>Pemekaran Kabupaten/Kota</h4>
<p align="justify">Setelah berlakunya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, Provinsi Kalimantan Tengah dimekarkan menjadi 1 Kota dan 13 Kabupaten yaitu:</p>
<ul>
<li>Kabupaten Barito Utara dengan Ibukota Muara Teweh</li>
<li>Kabupaten Murung Raya dengan Ibukota Puruk Cahu;</li>
<li>Kabupaten Barito Selatan dengan Ibukota Buntok;</li>
<li>Kabupaten Barito Timur dengan Ibukota Tamiang Layang;</li>
<li>Kabupaten Kotawaringin Barat dengan Ibukota Pangkalan Bun;</li>
<li>Kabupaten Sukamara dengan lbukota Sukamara;</li>
<li>Kabupaten Lamandau dengan Ibukota Nanga Bulik;</li>
<li>Kabupaten Kotawaringin Timur dengan Ibukota Sampit;</li>
<li>Kabupaten Seruyan dengan Ibukota Kuala Pembuang;</li>
<li>Kabupaten Katingan dengan Ibukota Kasongan;</li>
<li>Kabupaten Kapuas dengan Ibukota Kuala Kapuas;</li>
<li>Kabupaten Gunung Mas dengan Ibukota Kuala Kurun;</li>
<li>Kabupaten Pulang Pisau dengan Ibukota Pulang Pisau; dan</li>
<li>Kotamadya Palangka Raya.</li>
</ul>
<h4>Semboyan dan Logo</h4>
<p align="justify">Lambang Daerah Provinsi Kalimantan Tengah berbentuk segilima, dengan warna dasar Merah dan di tengah lambang berwarna hijau, dengan semboyan <em>ISEN MULANG</em> (Pantang Mundur).</p>
<p align="center"><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/lambang-provinsi-kalimantan-tengah.jpg" alt="" /></p>
<p align="justify"><em>Segi lima</em>, adalah lambang falsafah hidup bangsa Indonesia adalah Pancasila.</p>
<p align="justify"><em>Merah</em>, adalah lambang keberanian, keperkasaan dalam menghadapi berbagai tantangan yang memecah belah persatuan dan kesatuan.</p>
<p align="justify"><em>Hijau</em>, adalah lambang kesuburan bumi Tanbun Bungai dengan berbagai kekayaan alam yang terkandung di dalamnya.</p>
<p align="justify"><em>Talawang (Perisai)</em>, adalah lambang alat penangkis serangan musuh yang melambangkan kewaspadaan dan ketahanan masyarakat terhadap anasir - anasir yang merusak baik dari luar maupun dari dalam.</p>
<p align="justify"><em>Belanga (Guci)</em>, adalah lambang barang pusaka yang bernilai tinggi, yang melambangkan potensi kekayaan alam Kalimantan Tengah.</p>
<p align="justify"><em>Tali Tengang (Tali yang terbuat dari kulit kayu)</em>, adalah lambang kekokohan dan kekompakan yang tidak mudah di cerai beraikan.</p>
<p align="justify"><em>Kapas dan Parei (Kapas dan Padi)</em>, adalah lambang bahan sandang pangan yang melambangkan kemakmuran bangsa Indonesia pada umumnya dan rakyat Kalimantan Tengah pada khususnya.</p>
<p align="justify"><em>Bintang Lapak Lime ( Bintang Segi Lima)</em>, adalah lambang Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia.</p>
<p align="justify"><em>Kambang Kapas (Bunga Kapas) 17 buah, Dawen (daun) 8 lembar dan Bua Parei (Buah Padi) 45 butir</em>, adalah lambang Hari Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.</p>
<p align="justify"><em>Burung Tingang (Burung Enggang)</em>, adalah lambang pertanda kemakmuran dan kedinamisan serta tekat rakyat Kalimantan Tengah untuk ikut serta secara aktif pemeliharaan dan pelestarian lingkungan.</p>
<p align="justify"><em>Mandau dan sipet (Parang dan Sumpit)</em>, adalah pasangan senjata yang di buat oleh nenek moyang Suku Dayak Kalimantan Tengah yang digunakan untuk bekerja, berburu dan menghadapi serangan musuh.</p>
<p align="justify"><em>Garantung (Gong)</em>, adalah lambang bahwa masyarakat Kalimantan Tengah menjunjung tinggi kesenian, kebudayaan, berpandangan optimis dalam menghadapi berbagai tugas dalam suasana gotong royong sebagai lambang persatuan dan kesatuan.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="23" valign="top">
<p align="center"><strong>No.</strong></p>
</td>
<td width="169" valign="top">
<p align="center"><strong>Daerah</strong></p>
</td>
<td width="144" valign="top">
<p align="center"><strong>Semboyan</strong></p>
</td>
<td width="200" valign="top">
<p align="center"><strong>Arti</strong></p>
</td>
<td width="132" valign="top">
<p align="center"><strong>Logo</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="23" valign="top">1.</td>
<td width="169" valign="top">Kotawaringin Barat</td>
<td width="144" valign="top">Marunting Batu Aji</td>
<td width="200" valign="top">Menuju Kejayaan, Kebahagiaan, Keadilan dan Kemakmuran</td>
<td width="132" valign="middle"><em style="color:#ffffff">.</em><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/lambang-kabupaten-kotawaringin-barat.jpg" alt="" align="right" style="border:none;background:none;" />
</td>
</tr>
<tr>
<td width="23" valign="top">2.</td>
<td width="169" valign="top">Sukamara</td>
<td width="144" valign="top">Gawi Barinjam</td>
<td width="200" valign="top">Bekerja Bersama-sama untuk Mencapai Tujuan Mulia</td>
<td width="132" valign="middle"><em style="color:#ffffff">.</em><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/lambang-kabupaten-sukamara.jpg" alt="" align="right" style="border:none;background:none;" />
</td>
</tr>
<tr>
<td width="23" valign="top">3.</td>
<td width="169" valign="top">Lamandau</td>
<td width="144" valign="top">Bahaum Bakuba</td>
<td width="200" valign="top">Musyawarah Untuk Mufakat</td>
<td width="132" valign="middle"><em style="color:#ffffff">.</em><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/lambang-kabupaten-lamandau.jpg" alt="" align="right" style="border:none;background:none;" />
</td>
</tr>
<tr>
<td width="23" valign="top">4.</td>
<td width="169" valign="top">Kotawaringin Timur</td>
<td width="144" valign="top">Habaring Hurung</td>
<td width="200" valign="top">Gotong Royong</td>
<td width="132" valign="middle"><em style="color:#ffffff">.</em><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/lambang-kabupaten-kotawaringin-timur.jpg" alt="" align="right" style="border:none;background:none;" />
</td>
</tr>
<tr>
<td width="23" valign="top">5.</td>
<td width="169" valign="top">Seruyan</td>
<td width="144" valign="top">Gawi Hatantiring</td>
<td width="200" valign="top">Bekerja Bersama-sama</td>
<td width="132" valign="middle"><em style="color:#ffffff">.</em><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/lambang-kabupaten-seruyan.jpg" alt="" align="right" style="border:none;background:none;" /></td>
</tr>
<tr>
<td width="23" valign="top">6.</td>
<td width="169" valign="top">Katingan</td>
<td width="144" valign="top">Penyang Hinje Simpei</td>
<td width="200" valign="top">Hidup Rukun dan Damai untuk Kesejahteraan Bersama</td>
<td width="132" valign="middle"><em style="color:#ffffff">.</em><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/lambang-kabupaten-katingan.jpg" alt="" align="right" style="border:none;background:none;" />
</td>
</tr>
<tr>
<td width="23" valign="top">7.</td>
<td width="169" valign="top">Kapuas</td>
<td width="144" valign="top">Tingang Menteng Panunjung Tarung</td>
<td width="200" valign="top">Berjuang untuk mengangkat Harkat dan Martabat</td>
<td width="132" valign="middle"><em style="color:#ffffff">.</em><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/lambang-kabupaten-kapuas.jpg" alt="" align="right" style="border:none;background:none;" />
</td>
</tr>
<tr>
<td width="23" valign="top">8.</td>
<td width="169" valign="top">Pulang Pisau</td>
<td width="144" valign="top">Handep Hapakat</td>
<td width="200" valign="top">Persatuan dan Kesatuan Semua Komponen Masyarakat</td>
<td width="132" valign="middle"><em style="color:#ffffff">.</em><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/lambang-kabupaten-pulang-pisau.jpg" alt="" align="right" style="border:none;background:none;" />
</td>
</tr>
<tr>
<td width="23" valign="top">9.</td>
<td width="169" valign="top">Gunung Mas</td>
<td width="144" valign="top">Habangkalan Penyang Karuhei Tatau</td>
<td width="200" valign="top">Cita-cita untuk Membangun Bersama Dilandasi Iman yang Tinggi</td>
<td width="132" valign="middle"><em style="color:#ffffff">.</em><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/lambang-kabupaten-gunung-mas.jpg" alt="" align="right" style="border:none;background:none;" />
</td>
</tr>
<tr>
<td width="23" valign="top">10.</td>
<td width="169" valign="top">Barito Selatan</td>
<td width="144" valign="top">Dahani Dahanai Tuntung Tulus</td>
<td width="200" valign="top">Selamat Sentosa, Adil Makmur Sampai Selama-lamanya</td>
<td width="132" valign="middle"><em style="color:#ffffff">.</em><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/lambang-kabupaten-barito-selatan.jpg" alt="" align="right" style="border:none;background:none;" />
</td>
</tr>
<tr>
<td width="23" valign="top">11.</td>
<td width="169" valign="top">Barito Timur</td>
<td width="144" valign="top">Jari Janang Kalalawah</td>
<td width="200" valign="top">Menjadi Jaya Selamanya</td>
<td width="132" valign="middle"><em style="color:#ffffff">.</em><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/lambang-kabupaten-barito-timur.jpg" alt="" align="right" style="border:none;background:none;" />
</td>
</tr>
<tr>
<td width="20" valign="top">12</td>
<td width="169" valign="top">Barito Utara</td>
<td width="144" valign="top">Iya Mulik Bengkang Turan</td>
<td width="200" valign="top">Pantang Menyerah Sebelum Berhasil</td>
<td width="132" valign="middle"><em style="color:#ffffff">.</em><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/lambang-kabupaten-barito-utara.jpg" alt="" align="right" style="border:none;background:none;" />
</td>
</tr>
<tr>
<td width="23" valign="top">13.</td>
<td width="169" valign="top">Murung Raya</td>
<td width="144" valign="top">Tira Tangka Balang</td>
<td width="200" valign="top">Bekerja Sampai Tuntas</td>
<td width="132" valign="middle"><em style="color:#ffffff">.</em><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/lambang-kabupaten-murung-raya.jpg" alt="" align="right" style="border:none;background:none;" />
</td>
</tr>
<tr>
<td width="23" valign="top">14.</td>
<td width="169" valign="top">Palangka Raya</td>
<td width="144" valign="top">Isen Mulang</td>
<td width="200" valign="top">Pantang Mundur</td>
<td width="132" valign="middle"><em style="color:#ffffff">.</em><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/lambang-kota-palangka-raya.jpg" alt="" align="right" style="border:none;background:none;" />
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p align="justify"><em>Tulisan ini juga ada di blog saya: <a href="http://moeloes.blogspot.com/2009/04/pembentukan-propinsi-daerah-kalimantan.html">Pembentukan Provinsi Daerah Kalimantan Tengah</a></em></p>
<p class="credit">* foto dari www.menne-indonesia.de, beberapa bahan dari www.depdagri.go.id</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=pU9gIIKFVgU:xJRhS7ZBCRg:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=pU9gIIKFVgU:xJRhS7ZBCRg:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=pU9gIIKFVgU:xJRhS7ZBCRg:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=pU9gIIKFVgU:xJRhS7ZBCRg:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=pU9gIIKFVgU:xJRhS7ZBCRg:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=pU9gIIKFVgU:xJRhS7ZBCRg:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=pU9gIIKFVgU:xJRhS7ZBCRg:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=pU9gIIKFVgU:xJRhS7ZBCRg:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=pU9gIIKFVgU:xJRhS7ZBCRg:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=pU9gIIKFVgU:xJRhS7ZBCRg:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=pU9gIIKFVgU:xJRhS7ZBCRg:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=pU9gIIKFVgU:xJRhS7ZBCRg:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/betang/~4/pU9gIIKFVgU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://betang.com/artikel/serbaneka/pembentukan-provinsi-kalimantan-tengah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://betang.com/artikel/serbaneka/pembentukan-provinsi-kalimantan-tengah.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>LPSE dan Simpul Sosial di PNS Kalteng</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/betang/~3/r8weOLt-ZGY/lpse-dan-simpul-sosial-di-tubuh-pns-pemprov-kalteng.html</link>
		<comments>http://betang.com/artikel/sosial-politik/lpse-dan-simpul-sosial-di-tubuh-pns-pemprov-kalteng.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 07:46:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yan Friskantoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>
		<category><![CDATA[agustin teras narang]]></category>
		<category><![CDATA[birokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[kalimantan tengah]]></category>
		<category><![CDATA[lelang elektronik]]></category>
		<category><![CDATA[LPSE]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah daerah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://betang.com/?p=1062</guid>
		<description><![CDATA[Sudah 1 tahun lebih proses pelaksanaan Layanan Pengadaan Secara Elektronik atau yang lebih dikenal dengan LPSE diimplementasikan di Kalimantan Tengah. Proses ini telah melahirkan beberapa regulasi yang telah dikeluarkan oleh beberapa pihak, khususnya dari Gubernur Kalimantan Tengah melalui beberapa surat yang akhirnya berujung kepada dikeluarkannya Instruksi Gubernur Nomor 188.54/06/2009 tanggal 14 April 2009 tentang Pengadaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/lpse-kalteng.jpg" style="margin-left:4px;" alt="" align="right" />Sudah 1 tahun lebih proses pelaksanaan Layanan Pengadaan Secara Elektronik atau yang lebih dikenal dengan LPSE diimplementasikan di Kalimantan Tengah. Proses ini telah melahirkan beberapa regulasi yang telah dikeluarkan oleh beberapa pihak, khususnya dari Gubernur Kalimantan Tengah melalui beberapa surat yang akhirnya berujung kepada dikeluarkannya Instruksi Gubernur Nomor 188.54/06/2009 tanggal 14 April 2009 tentang Pengadaan Barang/Jasa Melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kalimantan Tengah.</p>
<p align="justify">Adapun penekanan yang ingin saya tekankan pada Instruksi Gubernur tersebut adalah dalam point <strong>PERTAMA</strong> yang menyebutkan:</p>
<blockquote><p align="justify">Memprioritaskan untuk menggunakan Fasilitas Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kalimantan Tengah dalam melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa yang ada pada setiap SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di Lingkup Pemerintahan Provinsi Kalimantan Tengah";</p>
</blockquote>
<p align="justify">Sehingga tidak lagi bisa kita pungkiri bahwa dalam pelaksanaannya, proses Pengadaan Barang/Jasa di setiap SKPD yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah harus memprioritaskan proses pengadaannya melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kalimantan Tengah yang telah ada ini.</p>
<p align="justify">Kalau ditanyakan kepada saya tentang kegunaan LPSE ini, maka saya hanya bisa menggambarkannya secara general dalam beberapa butir prinsip-prinsip pelelangan yang baik; yaitu:</p>
<ul>
<li>Efisien dan Efektif</li>
<li>Akuntabel</li>
<li>Transparan</li>
<li>Adil dan Non Diskriminatif</li>
<li>Terbuka dan Bersaing</li>
<li>Interoperabilitas</li>
<li>Keamanan Data</li>
</ul>
<p align="justify">Yang bisa saya simpulkan sendiri dari proses dan hasil yang kami dapatkan di <a href="http://lpse.kalteng.go.id">lpse.kalteng.go.id</a> dan proses-proses pelelangan secara elektroni di daerah lain, telah bisa kita didapatkan melalui mekanisme elektronik yang diterapkannya.</p>
<p align="justify">Adapun kenyataan yang terjadi di lapangan tentang pelaksanaan instruksi Gubernur yang terakhir saya paparkan memang untuk saat ini tidak bisa diharapkan terlalu banyak. Walaupun untuk berpikir objektif saya harus mengedepankan sebuah pemikiran yang positif terhadap pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, bahwa tidak bisa kita pungkiri bersama selalu terdapat banyak sekali asumsi-asumsi negatif yang muncul di benak kita tentang jawaban terhadap fakta yang terjadi di lapangan.</p>
<p align="justify">Akan tetapi apapun fakta yang dihadapi dalam proses implementasi ini saya juga tidak ingin mengatakan hanya terdapat awan kelabu yang menggelayut pada proses implementasi ini. Karena dari beberapa proses pelelangan yang sudah difasilitasi oleh kami ~<em>dan seharusnya Anda dengan mengunjungi website LPSE Provinsi Kalimantan Tengah di <a href="http://lpse.kalteng.go.id">lpse.kalteng.go.id</a></em> ~ bisa kita  melihat keberadaan dari simpul-simpul sosial yang masih bisa kita harapkan untuk mengubah wajah birokrasi yang ada di Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, dan kenyataan ini seharusnya bisa lebih melecutkan semangat kita untuk sesegera mungkin melakukan perubahan dari dalam, dari tubuh organisasi Pegawai Negeri Sipil ini sendiri. Oleh karena itu bolehlah saya berandai-andai, kalau saja nanti pada tahun 2010 Instruksi Gubernur Kalimantan Tengah sudah berbunyi... <strong>MEWAJIBKAN</strong>.</p>
<p align="justify">Ah, betapa indahnya nanti proses dari jalannya tata pemerintahan yang ada di bumi Isen
<ulang ini.</p>
<p align="justify">Sehingga melalui tulisan ini saya berani menawarkan mimpi untuk mendapatkan simpul-simpul sosial lainnya yang bisa kita gunakan untuk menyingkap keruwetan sosial yang berujung pada perubahan terhadap tatanan birokrasi yang selalu menyumbat perkembangan dari reformasi birokrasi di Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Tentu saja pada ujungnya nanti kita bisa berharap akan terciptanya sebuah tata pemerintahan yang baik, yang mulai tercipta dari implementasi terhadap proses pengadaan barang dan jasa yang bertanggung jawab dan akuntabel.</p>
<p align="justify">Salam damai untuk saudaraku sekalian.</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=r8weOLt-ZGY:cn3szxGHyhE:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=r8weOLt-ZGY:cn3szxGHyhE:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=r8weOLt-ZGY:cn3szxGHyhE:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=r8weOLt-ZGY:cn3szxGHyhE:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=r8weOLt-ZGY:cn3szxGHyhE:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=r8weOLt-ZGY:cn3szxGHyhE:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=r8weOLt-ZGY:cn3szxGHyhE:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=r8weOLt-ZGY:cn3szxGHyhE:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=r8weOLt-ZGY:cn3szxGHyhE:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=r8weOLt-ZGY:cn3szxGHyhE:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=r8weOLt-ZGY:cn3szxGHyhE:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=r8weOLt-ZGY:cn3szxGHyhE:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/betang/~4/r8weOLt-ZGY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://betang.com/artikel/sosial-politik/lpse-dan-simpul-sosial-di-tubuh-pns-pemprov-kalteng.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://betang.com/artikel/sosial-politik/lpse-dan-simpul-sosial-di-tubuh-pns-pemprov-kalteng.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Maskot Hatue en Bawi</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/betang/~3/FfZCkIkLu10/maskot-hatue-en-bawi.html</link>
		<comments>http://betang.com/artikel/redaksi/maskot-hatue-en-bawi.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 08:49:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amanda Kistilensa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Redaksi]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa dayak]]></category>
		<category><![CDATA[bawi]]></category>
		<category><![CDATA[dayak]]></category>
		<category><![CDATA[desain]]></category>
		<category><![CDATA[enggang]]></category>
		<category><![CDATA[hatue]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kalimantan tengah]]></category>
		<category><![CDATA[mandau]]></category>
		<category><![CDATA[motif]]></category>
		<category><![CDATA[ngaju]]></category>
		<category><![CDATA[portal]]></category>
		<category><![CDATA[proyek]]></category>
		<category><![CDATA[talawang]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[ujian nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ukiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://betang.com/?p=1034</guid>
		<description><![CDATA[Hatue en Bawi, alias Laki-laki dan Perempuan dalam Bahasa Dayak Ngaju, adalah nama dari dua figur kecil yang berfungsi sebagai logo dan maskot resmi Betang.COM. Bagaimana asal-muasal dan proses pembuatannya? Itu semua akan diuraikan dalam artikel ini.
Pada awal pembuatan portal Betang.COM, yang tentu belum memiliki maskot, menjelang Ujian Nasional saya diminta secara pribadi oleh Rudy [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Hatue en Bawi, alias Laki-laki dan Perempuan dalam Bahasa Dayak Ngaju, adalah nama dari dua figur kecil yang berfungsi sebagai logo dan maskot resmi Betang.COM. Bagaimana asal-muasal dan proses pembuatannya? Itu semua akan diuraikan dalam artikel ini.</p>
<p align="justify">Pada awal pembuatan portal Betang.COM, yang tentu belum memiliki maskot, menjelang Ujian Nasional saya diminta secara pribadi oleh <a href="http://gunawanrudy.com" title="Gunawan Rudy" target="_blank">Rudy</a> <a href="http://gun.web.id/" title="gunawanrudy" target="_blank">Gunawan</a> (pengelola Betang.COM) untuk mendesain maskot untuk Betang.COM. Maskot ini, tentunya, merepresentasikan Kalimantan Tengah. Untuk mewakili kedua gender secara adil, akhirnya saya memutuskan untuk membuatnya satu pasangan; satu laki-laki, dan satu perempuan.</p>
<p align="center"><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/bamboo-fun-medium-white.jpg" alt="" /></p>
<p align="justify">Meski bisa dibilang gambarnya simpel, jangan salah sangka; perancangan kedua maskot itu melalui tahap pencarian referensi yang cukup sulit. Di dunia internet sekalipun sulit mencari referensi wujud pakaian dan motif yang digunakan oleh suku Dayak (belum memperhitungkan jumlah sub-suku Dayaknya sendiri yang banyak, tidak hanya berada di Kalimantan Tengah, dan mungkin menggunakan motif yang berbeda-beda pula!). Dan dari tiap referensi pun, sulit menemukan titik temu dari desainnya masing-masing.</p>
<p align="justify">Referensi sudah didapat, tahap berikutnya adalah langkah tersulit--merancang desain baju. Di satu sisi, maskot yang simpel berarti tidak harus repot-repot mengurus akurasi detail kostum, tetapi di sisi lain maskot juga harus bisa menunjukkan apa yang direpresentasikannya dengan jelas.</p>
<p align="justify">Di luar dugaan, proses penggambaran sketsanya tidak membutuhkan banyak waktu; mungkin karena masih tahap membuat kostum (belum beserta motif yang jauh lebih rumit), hanya dalam sekitar 10 menit sketsa pensil Faber-Castell 2B Hatue en Bawi sudah (kurang lebih) selesai. Sketsa ini dikerjakan di kertas bekas <em>printing</em> yang gagal.</p>
<p align="justify">Sketsa langsung ditebalkan menggunakan drawing pen Faber-Castell 0.1, yang dilakukan dalam waktu yang sama singkatnya. Oleh karena itu, bisa dimaklumi bila hasilnya seperti ini:</p>
<p align="center"><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/hatue-en-bawi-sketsa-hitam-putih.jpg" alt="" /></p>
<p align="justify">Tahap berikutnya: sketsa yang telah dipindai menjadi dasar gambar yang dikerjakan di Photoshop CS2. Ringkasnya, sketsa dasar disalin dan langsung diwarnai dengan blok-blok warna --tidak persis disalin dari sketsa tentunya, tetapi juga dibuat lebih rapi. Juga bagian yang salah seperti garis yang miring atau mata yang ukurannya tidak sama, serta bentuk <em>mandau</em> yang tidak benar dimodifikasi.</p>
<p align="justify">Ini semua dengan bantuan suatu perangkat menakjubkan bernama <em>graphic tablet</em>, yang memungkinkan penorehan garis langsung pada gambar di layar komputer. Milik saya adalah model Bamboo Fun berwarna putih (atau, tidak begitu putih sekarang. Terutama ujung yang sering dipegang yang kini berwarna abu-abu kusam).</p>
<p align="center"><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/hatue-en-bawi-sketsa.jpg" alt="" /></p>
<p align="justify">Pertama, penentuan warna: warna kostum diambil dari referensi baju berwarna kombinasi merah-hitam-emas. Untuk warna bulu pada ikat kepala, yang diambil ya... warna yang realistis saja. Jadi sayangnya, tidak ada simbolisme yang kompleks dalam pemilihan warna, hanya memilih berdasar yang benar-benar ada pada referensi saja. Ini juga karena saya khawatir jika saya memilih warna yang aneh-aneh justru akan memakai warna yang sebenarnya tidak ada secara tradisional.</p>
<p align="justify">Kemudian bagian yang menguras waktu paling banyak (tidak melebih-lebihkan kalau mengatakan waktu yang terpakai lebih dari satu jam), yaitu menambahkan detail. Pertama, menambahkan sedikit bayangan dan pencahayaan agar gambarnya tidak terlalu dua-dimensi. Kemudian, saatnya tiba untuk mengerjakan motif.</p>
<p align="center"><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/hatue-en-bawi-wanita.jpg" alt="" /></p>
<p align="justify">Tidak ada referensi yang dengan jelas menampilkan motif pada pakaian adat wanita Dayak. Yang bisa saya lihat hanya semacam motif melingkar-lingkar, jadi saya benar-benar ber-'improvisasi' dalam membuat motif. Yang pertama saya kerjakan adalah motif pada ikat kepala dan baju maskot perempuannya, menggunakan motif melingkar-lingkar ini, karena menurut saya feminim kesannya.</p>
<p align="justify">Yang lelaki tidak bisa dianggap benar-benar mengenakan baju, berarti mengerjakannya lebih mudah, kan? Salah besar; karena sebagian besar usaha saya terletak pada motif yang ada pada maskot lelaki. Pengelola secara spesifik meminta tato pada badan yang lelaki, dan memberikan referensi motif tato kepada saya. Agak sulit karena referensinya tidak begitu besar, tetapi dengan sedikit improvisasi jadi. Motif pada ikat kepala pun mengikuti tato, dengan jauh lebih banyak improvisasi dan pencampuran beberapa motif berbeda. (Baru belakangan saya diberitahu oleh pengelola bahwa motif pada ikat kepalanya itu tidak sesuai dengan yang biasa ada di Kalimantan Tengah--yang didominasi oleh objek alami seperti tumbuhan dan Burung Enggang, yang lebih menyerupai motif pada maskot perempuannya... Maaf atas kesalahan kecil ini...)</p>
<p align="center"><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/hatue-en-bawi-pria.jpg" alt="" /></p>
<p align="justify">Untuk <em>talawang</em> (tameng, perisai), pencarian melalui Google Images dengan kata kunci <em>"Dayak shield"</em> mempertemukan saya dengan gambar ini [<em>http://i8.ebayimg.com/06/i/000/f5/e4/7582_1.JPG</em>] yang saya jadikan referensi... dengan sedikit modifikasi, tentunya. Kemudian, saya memperbaiki bentuk mandau yang terus dikritik oleh pengelola. Setelah hal ini selesai, saya menunjukkan gambar yang telah selesai kepada yang bersangkutan untuk dievaluasi. Setelah hal-hal kecil lain telah diperbaiki, pengelola memberikan <em>thumbs-up</em>-nya dan maskot siap dipakai!</p>
<p class="credit">* gambar Bamboo Fun dari jayabarucomputer.indonetwork.co.id</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=FfZCkIkLu10:U3vjqTyQkII:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=FfZCkIkLu10:U3vjqTyQkII:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=FfZCkIkLu10:U3vjqTyQkII:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=FfZCkIkLu10:U3vjqTyQkII:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=FfZCkIkLu10:U3vjqTyQkII:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=FfZCkIkLu10:U3vjqTyQkII:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=FfZCkIkLu10:U3vjqTyQkII:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=FfZCkIkLu10:U3vjqTyQkII:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=FfZCkIkLu10:U3vjqTyQkII:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=FfZCkIkLu10:U3vjqTyQkII:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=FfZCkIkLu10:U3vjqTyQkII:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=FfZCkIkLu10:U3vjqTyQkII:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/betang/~4/FfZCkIkLu10" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://betang.com/artikel/redaksi/maskot-hatue-en-bawi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://betang.com/artikel/redaksi/maskot-hatue-en-bawi.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Batu Suli dan Puruk Batu Suli</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/betang/~3/9H49ntybGLs/batu-suli.html</link>
		<comments>http://betang.com/artikel/wisata/batu-suli.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 10:35:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Apri Guna D. Y. S.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[amai rawang]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa dayak]]></category>
		<category><![CDATA[batu antang]]></category>
		<category><![CDATA[batu suli]]></category>
		<category><![CDATA[batu tingkes]]></category>
		<category><![CDATA[gunung mas]]></category>
		<category><![CDATA[kadorih]]></category>
		<category><![CDATA[kahayan]]></category>
		<category><![CDATA[kalimantan tengah]]></category>
		<category><![CDATA[kelotok]]></category>
		<category><![CDATA[kuala kurun]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[puruk]]></category>
		<category><![CDATA[sebangau]]></category>
		<category><![CDATA[sungai kahayan]]></category>
		<category><![CDATA[talaga bawin kameloh]]></category>
		<category><![CDATA[taman nasional]]></category>
		<category><![CDATA[tanjung puting]]></category>
		<category><![CDATA[tewah]]></category>
		<category><![CDATA[tumbang manange]]></category>
		<category><![CDATA[upon batu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://betang.com/?p=1018</guid>
		<description><![CDATA[Seperti kita ketahui bahwa di Kalimantan Tengah banyak sekali terdapat tempat pariwisata bisa juga dibilang surganya pariwisata, kita ambil saja contoh misalnya Nasional Tanjung Puting, Taman Nasional Sebangau, dan masih banyak yang lainnya. Pada kesempatan berikut ini saya akan memperkenalkan sedikit tentang salah satu tempat objek pariwisata yang terdapat di Kalimantan Tengah.
Batu Suli dan Puruk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Seperti kita ketahui bahwa di Kalimantan Tengah banyak sekali terdapat tempat pariwisata bisa juga dibilang surganya pariwisata, kita ambil saja contoh misalnya Nasional Tanjung Puting, Taman Nasional Sebangau, dan masih banyak yang lainnya. Pada kesempatan berikut ini saya akan memperkenalkan sedikit tentang salah satu tempat objek pariwisata yang terdapat di Kalimantan Tengah.</p>
<p align="justify">Batu Suli dan Puruk Batu Suli, ada yang pernah dengar nama itu? Mungkin ada yang bertanya dimana tempat itu. Pastinya itu bukan nama jalan atau atau hotel berbintang yang ada di Palangka Raya.</p>
<p align="justify">Puruk Batu Suli adalah nama salah satu tempat objek pariwisata yang tidak asing bagi masyarakat di kabupaten Gunung Mas. Terletak tepat di Desa Tumbang Manange atau sering disebut Upon Batu, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas. Uniknya tempat ini berada di pinggir Sungai Kahayan dan memiliki panorama yang sangat indah.</p>
<p align="center"><img src="http://betang.com/wp-content/uploads/batu-suli.jpg" alt="" /><br /><span style="font-size:10px;color:#818181;"><em>www.flickr.com/photos/herminutomo/3257387876</em></span></p>
<p align="justify">Untuk mencapai tempat ini, bagi Anda yang berada di Palangka Raya perjalanan pertama yaitu menuju Kuala Kurun yang bisa langsung menggunakan kendaraan pribadi baik motor atau mobil juga bisa menggunakan jasa <em>travel</em> yang selalu ada setiap hari. Selanjutnya setiba Anda di Kuala Kurun bisa langsung menginap di tempat kelurga, teman, atau di hotel maupun di tempat lain sesuai selera masing-masing.</p>
<p align="justify">Selanjutnya perjalanan dari Kuala Kurun menuju ke Batu Suli memerlukan waktu kurang-lebih 1 jam menggunakan kendaraan bermotor. Atau bisa juga menggunakan <em>kelotok</em> (perahu bermotor) sambil menikmati pemandangan DAS Kahayan. Sesampainya di Desa Tumbang Manange Anda bisa langsung menyewa pemandu dari warga sekitar (kalau punya kenalan bisa langsung berangkat). Sebaiknya dianjurkan istirahat dulu untuk mengisi tenaga karena untuk mencapai Puruk Batu Suli kita harus mendaki lagi. Dari sinilah perjalan wisata Anda dimulai, sepanjang perjalanan Anda akan menikmati suasana alam sekitar yang asri dan alami dan menjumpai flora dan fauna yang beranekaragam. Serta Anda juga akan menjumpai beberapa tempat tempat bersejarah.</p>
<p align="justify">Untuk Batu Suli sendiri ini sangat unik karena terletak tepat di pinggir sungai Kahayan selain itu posisi batu ini agak menjorok ke sungai Kahayan jadi kalau dilihat dari jauh batu ini seperti hampir jatuh ke sungai Kahayan. Sedangkan untuk Puruk Batu Suli terletak di belakang Batu Suli itu sendiri. Untuk mencapai ke atas Puruk Batu Suli ini dapat ditempuh dengan cara mendaki ke atas.</p>
<p align="justify">Untuk perjalanan naik (mendaki) ke atas Puruk Batu Suli gampang-gampang susah, bagi yang biasa mendaki perjalanan dapat ditempuh kurang-lebih 15 menit. Bagi yang tidak biasa ya... bisa memakan waktu kurang-lebih 30 menit dikarenakan kondisi medan yang agak sulit. Tetapi Anda juga tidak perlu khawatir karena di atas Puruk sudah ada disediakan tempat istirahat.</p>
<p align="justify">Salah satu daya tarik dari Puruk Batu Suli adalah Batu Antang, batu yang berbentuk seperti <em>antang</em> (elang) yang sedang mengepakkan sayapnya. Bila diliat Batu Antang ini tersusun dua dan di antara kedua batu ini terdapat sebuah celah kecil. Di sini sekali keberanian Anda akan ditantang, bagi yang berani boleh coba, kalau ragu-ragu lebih baik melihat saja. Anda akan ditantang untuk melewati celah kecil di antara kedua batu tadi dengan cara merayap.</p>
<p align="justify">Anehnya biarpun celah batunya kecil, tapi kalau dilewati orang bisa saja lewat. Menurut mitos yang pernah saya dengar bagi yang ragu-ragu lebih tidak usah mencoba untuk melewati kedua celah batu tadi karena bisa saja Anda akan tersangkut pada celah batu tersebut. Karena pernah kejadian ada orang yang nyangkut pada kedua celah batu.</p>
<p align="justify">Yang tidak kalah asyiknya di Puruk Batu Suli ini selain Batu Antang juga ada terdapat Batu Tingkes, Talaga Bawin Kameloh, serta kuburan Amai Rawang (Bahasa Dayak Kadorih, <em>amai</em> berarti Bapak/Ayah). Dari atas sini Anda akan melihat pemandangan yang belum pernah Anda lihat sebelumnya.</p>
<p align="justify">Penasaran ada yang ingin mencoba?</p>
<p class="credit">* foto oleh Hermin Utomo - www.flickr.com/photos/herminutomo</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=9H49ntybGLs:lD0Gb9SLq0E:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=9H49ntybGLs:lD0Gb9SLq0E:dnMXMwOfBR0"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=dnMXMwOfBR0" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=9H49ntybGLs:lD0Gb9SLq0E:YwkR-u9nhCs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=YwkR-u9nhCs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=9H49ntybGLs:lD0Gb9SLq0E:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=9H49ntybGLs:lD0Gb9SLq0E:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=9H49ntybGLs:lD0Gb9SLq0E:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=9H49ntybGLs:lD0Gb9SLq0E:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=9H49ntybGLs:lD0Gb9SLq0E:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=9H49ntybGLs:lD0Gb9SLq0E:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=9H49ntybGLs:lD0Gb9SLq0E:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?a=9H49ntybGLs:lD0Gb9SLq0E:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/betang?i=9H49ntybGLs:lD0Gb9SLq0E:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/betang/~4/9H49ntybGLs" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://betang.com/artikel/wisata/batu-suli.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://betang.com/artikel/wisata/batu-suli.html</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss><!-- Dynamic page generated in 0.481 seconds. --><!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2010-02-27 22:23:37 -->
