<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Sebuah Catatan Harian Singkat</title>
	
	<link>http://berlizone.com</link>
	<description />
	<lastBuildDate>Sun, 14 Feb 2010 13:31:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/berlizone" /><feedburner:info uri="berlizone" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item>
		<title>Titik Jenuh</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/berlizone/~3/tiiS74BB3Fo/titik-jenuh.html</link>
		<comments>http://berlizone.com/titik-jenuh.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 13:31:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Berliyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obolan Santai]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berlizone.com/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Lama rasanya saya sudah tidak melihat blog ini&#8221;. Yup benar, bagi saya yang konon katanya pemilik resmi blog ini memang sedikit tidak wajar jika berkata begitu. Lah wong pemiliknya aja udah lama ga mengunjungi apalagi orang luar, logika sederhananya seperti itu. Bahkan ketika tagihan untuk memperpanjang sewa hostingan ini mampir ke email saya, sempat terpikir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><img class=" " style="margin: 5px;" title="Bosan" src="http://th05.deviantart.net/fs49/300W/f/2009/174/1/f/boring_internet_by_monokin.jpg" alt="" width="240" height="230" /><p class="wp-caption-text">th05.deviantart.net</p></div>
<p>&#8220;Lama rasanya saya sudah tidak melihat blog ini&#8221;. Yup benar, bagi saya yang konon katanya pemilik resmi blog ini memang sedikit tidak wajar jika berkata begitu. Lah wong pemiliknya aja udah lama ga mengunjungi apalagi orang luar, logika sederhananya seperti itu. Bahkan ketika tagihan untuk memperpanjang sewa hostingan ini mampir ke email saya, sempat terpikir untuk mematikan saja situs ini dari jagad internet. Tapi pada saat itu, rasanya terlalu sayang untuk membuang situs ini begitu saja toh sewanya tak lebih dari Rp.200.000 pertahunnya. Hehe&#8230;</p>
<p>Beberapa orang menyempatkan waktunya untuk menanyakan kenapa saya jarang mengupdate blog ini. Sejujurnya saya sendiri juga bingung alasannya apa. Jika dibilang kekurangan topik, tidak juga. Banyak topik yang bisa saya tulis seperti perjuangan membuat skripsi, kisah bahagia saat di wisuda kemarin, atau cerita tentang dunia perkuliahan baru di jenjang S2 yang sedang saya jalani. Mungkin jawaban bahwa saya sudah mencapai titik jenuh utuk NgeBlog adalah jawaban yang mendekati tepat untuk pertanyaan itu.</p>
<p>Anyway, tulisan ini saya jadikan simbol bahwa saya belum berniat untuk pensiun muda dari dunia Blog. Saat ini sedang mengumpulkan kembali tekad yang dulu pernah ada namun kini terpencar berserakan. Oiya yang paling membuat saya termotivasi gambar statistik pengunjung seperti yang di bawah ini:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://berlizone.com/wp-content/uploads/2010/02/statistik.jpg"><img class="size-medium wp-image-336  aligncenter" title="statistika pengunjung" src="http://berlizone.com/wp-content/uploads/2010/02/statistik-300x143.jpg" alt="" width="500" height="230" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Ternyata sekalipun saya menelantarkan blog ini, jumlah kunjungan perharinya masih stabil di atas 60 pengunjung perharinya.</p>
<p>Well, that&#8217;s all for this time..<br />
Saya rasa anda semua juga tidak tertarik untuk membaca tulisan yang hanya berisi curahan hati seorang Blogger yang sedang berada di titik jenuh ini panjang-panjang. Jadi saya cukupkan sampai di sini. hehehe&#8230;. Sampai ketemu di tulisan yang berikutnya. :)</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/berlizone/~4/tiiS74BB3Fo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berlizone.com/titik-jenuh.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://berlizone.com/titik-jenuh.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Tulisan Panjang, Tulisan Pendek</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/berlizone/~3/sEsIeqgGdZQ/tulisan-panjang-tulisan-pendek.html</link>
		<comments>http://berlizone.com/tulisan-panjang-tulisan-pendek.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 02:26:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Berliyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berlizone.com/tulisan-panjang-tulisan-pendek.html</guid>
		<description><![CDATA[Lama rasanya tidak menambah tulisan baru di blog ini, yup sangat lama. Ironis juga sih, mengingat dahulu saya sendiri pernah menulis tentang motivasi untuk orang laib agar ngeblog. Sekarang, tulisan-tulisan saya itu berbalik menjadi untuk saya sendiri.
Kebetulan hari ini melihat dashboard dan mendapatkan sesuatu yang menarik ketika melihat trafik blog ini beberapa bulan ke belakang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lama rasanya tidak menambah tulisan baru di blog ini, yup sangat lama. Ironis juga sih, mengingat dahulu saya sendiri pernah menulis tentang motivasi untuk orang laib agar ngeblog. Sekarang, tulisan-tulisan saya itu berbalik menjadi untuk saya sendiri.</p>
<p>Kebetulan hari ini melihat dashboard dan mendapatkan sesuatu yang menarik ketika melihat trafik blog ini beberapa bulan ke belakang. Ternyata blog ini masih dikunjungi oleh rata-rata lebih dari 60 orang perharinya sekalipun seolah sudah ditinggal oleh pemiliknya sendiri. Memang berkurang jika dibandingkan saat masih semangat-semangatnya dulu, tapi cukup tinggi untuk ukuran blog yang ditinggal pemiliknya. Hehehe.  </p>
<p>Tidak sampai di situ keterharuan saya terhadap blog ini. Setelah melihat peringkat tulisan yang paling sering dilihat, ternyata peringkat pertamanya memiliki jumlah view lebih dari 2000, disusul oleh jajaran top 5 yang semuanya tidak kurang dari 1000 kali pernah dibaca pengunjung.</p>
<p>Rasanya sayang jika apa yang sudah dibangun sejak lama diakhiri dengan kejenuhan. Memang angka 60 perhari ataupun 2000 pembaca pada suatu artikel bukan angka yang besar, namun rasanya cukup baik untuk ukuran blog yang tidak populer seperti blog ini. Hehehe. </p>
<p>Sempat bertanya ke beberapa blogger senior dan meminta petuah berupa tips dalam ngeblog, sebagian besar menyarankan untuk tidak menulis artikel yang panjang karena mudah membuat jenuh penulis dan pembacanya. Ada benarnya juga sepertinya, dan untuk ke depannya mungkin saya akan mengikuti saran mereka untuk tidak terfokus harus menulis tulisan panjang yang membosankan. Hehehe,, Semoga tulisan-tulisan pendek dan ringan itu bisa menghidupkan lagi zaman keemasan blog ini. Hehehe. Lebay. </p>
<p>::That all for today::</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/berlizone/~4/sEsIeqgGdZQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berlizone.com/tulisan-panjang-tulisan-pendek.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://berlizone.com/tulisan-panjang-tulisan-pendek.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Tips Khatam Al-Qur’an selama Ramadhan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/berlizone/~3/b23xQ_VHTW8/tips-khatam-al-quran-selama-ramadhan.html</link>
		<comments>http://berlizone.com/tips-khatam-al-quran-selama-ramadhan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 08:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Berliyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berlizone.com/?p=328</guid>
		<description><![CDATA[Ramadhan sudah menginjak hari ketiga, yah paling tidak itu sewaktu tulisan ini dibuat. hehehe&#8230; Banyak hal yang membedakan Ramadhan dengan 11 bulan lain, yang paling signifikan adalah kualitas dan kuantitas ibadah kita. Beberapa orang bahkan membuat target-target ibadah Ramadhan. Dan tulisan saya kali ini topiknya tidak jauh-jauh dari target Ramadhan. Jangan khawatir! saya tidak akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://berlizone.com/wp-content/uploads/2009/08/quran.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-329" style="border: 0pt none; margin: 5px;" title="Al-Qur'an" src="http://berlizone.com/wp-content/uploads/2009/08/quran-300x251.jpg" alt="Al-Qur'an" width="240" height="201" /></a>Ramadhan sudah menginjak hari ketiga, yah paling tidak itu sewaktu tulisan ini dibuat. hehehe&#8230; Banyak hal yang membedakan Ramadhan dengan 11 bulan lain, yang paling signifikan adalah kualitas dan kuantitas ibadah kita. Beberapa orang bahkan membuat target-target ibadah Ramadhan. Dan tulisan saya kali ini topiknya tidak jauh-jauh dari target Ramadhan. Jangan khawatir! saya tidak akan bercerita panjang lebar tentang target Ramadhan saya tahun ini, selain membosankan bagi pembaca mungkin juga tidak bagus untuk saya sendiri karena berurusan langsung dengan kelurusan niat saya kedepannya. Hehehe&#8230;</p>
<p>Terinspirasi dari sebuah pertanyaan yang keluar dari mulut salah seorang adik kelas, pertanyaannya sederhana dan kurang lebih bunyinya seperti ini: &#8220;Ka biar bisa khatam Qur&#8217;an selama Ramadhan itu apa aja sih kiat-kiatnya??&#8221;.<br />
Dan dari pertanyaan itulah saya merasa terpanggil untuk membenturkan jemari saya dengan keyboard laptop berwarna hitam ini guna menuliskan tips mengkhatamkan Al-Qur&#8217;an dalam sebulan. hehe..</p>
<p>Sebelum lanjut, perlu saya tekankan bahwa tips ini diperuntukkan bagi teman-teman yang belum tahu Rahasia mengkhatamkan Al-Qur&#8217;an selama Ramadhan. Bagi yang sudah tahu atau yang sudah terbiasa mengkhatamkan kitab Allah ini berkali-kali dalam sebulan ya banyak-banyak lah bersyukur dan jangan lupa ajak teman-temannya ngaji bareng. hehe..</p>
<p><span id="more-328"></span>Ok, tips pertama adalah kenali medan perang Anda. Dalam hal ini, 30 juz Al-Qur&#8217;an lah yang menjadi menjadi medan perang Anda. Cara untuk mengenali mudah yaitu dengan membuka Al-Qur&#8217;an Anda dan hitung jumlah halaman totalnya. Contoh: Saya memakai Al-Qur&#8217;an terbitan Syamil, dan jumlah 30 juznya adalah 604 halaman. Banyak ya?? Ya memang, tapi jangan khawatir karena ternyata 1 juz Al-Qur&#8217;an hanya sebanyak 21 halaman saja. Masih terlihat banyak?? yasudah konversi saja ke satuan lembar, maka 1 juz = 10 lembar 1 halaman, anggaplah 1 halaman ibarat bonus yang bisa diabaikan karena pasti selalu dibaca. hehe..  Jadi, kesimpulan tips pertama adalah percayalah bahwa 1 juz Al-Qur&#8217;an hanya 10 lembar saja.</p>
<p>Tips kedua adalah, tentukan titik-titik waktu yang paling menyenangkan untuk membaca Al-Qur&#8217;an, seperti misalnya pagi hari, sehabis mandi, dan lain sebagainya. Usahakan tentukan lebih dari satu titik, lebih banyak titik waktu lebih baik. Bingung menentukan titik?? Yasudah, ikuti saja titik-titik waktu yang biasa saya gunakan yaitu sesudah/sebelum melakukan sholat 5 waktu. Jadi, kesimpulan tips kedua adalah jadikan waktu sesudah/sebelum sholat sebagai waktu-waktu yang paling menyenangkan untuk membaca Al-Qur&#8217;an, maka seandainya n adalah variabel banyaknya waktu nyaman maka didapat n = 5.</p>
<p>Tips ketiga adalah alokasikan tips pertama ke dalam tips kedua. Di sini perlu sedikit ilmu matematika yang biasa disebut dengan pembagian. Pertanyaan yang harus dijawab di tips yang ketiga adalah &#8220;Berapa jumlah lembar yang harus dibaca dalam satu titik nyaman membaca Al-Qur&#8217;an yang dimodelkan dengan L = B/n ??, dimana B adalah jumlah lembaran dalam 1 juz, dan n adalah banyaknya waktu nyaman.&#8221; Dari Tips pertama dan kedua didapat persamaan B = 10, dan n = 5, jadi L = 10/5 = 2.</p>
<p>Terakhir simpulkan sendiri makna angka 2 yang didapat dari Tips ketiga tersebut. Malas menyimpulkan?? Ya,,ya,,OK biar saya yang menyimpulkan. Artinya Cukup dengan membaca 2 lembar (4 halaman) Al-Qur&#8217;an setiap sehabis sholat selama bulan Ramadhan ini maka Anda akan mengkhatamkan Al-Qur&#8217;an satu kali di Ramadhan ini.</p>
<p>Sekedar tambahan, syarat wajib untuk menjalankan tips ini adalah KONSISTEN. Konsisten untuk membaca Al-Qur&#8217;an minimal 2 lembar (4 halaman) setiap sehabis sholat.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan dengan yang ingin mengkhatamkan lebih dari satu kali selama Ramadhan ini. Ada 2 cara yang sama mudahnya : Pertama, Kalikan jumlah lembar yang dibaca (4 lembar untuk 2X Khatam, atau sekalian 10 lembar untuk 5 kali khatam). Kedua, tambah titik waktu nyaman untuk membaca Al-Qur&#8217;an sebanyak-banyaknya (misal: tidak hanya sehabis sholat wajib, tapi juga sehabis sholat sunah, sehabis mandi, atau sehabis makan. hehehe).</p>
<p>Semoga Bermanfaat&#8230;.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/berlizone/~4/b23xQ_VHTW8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berlizone.com/tips-khatam-al-quran-selama-ramadhan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://berlizone.com/tips-khatam-al-quran-selama-ramadhan.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Wordpress 2.8 Baker</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/berlizone/~3/BJPYAEK0XGY/wordpress-2-8-baker.html</link>
		<comments>http://berlizone.com/wordpress-2-8-baker.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 14:41:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Berliyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berlizone.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[Bagi pecinta Wordpress pasti telah mendapatkan sebuah angin segar setelah mendengar rilisnya Wordpress 2.8 &#8211; Baker beberapa hari yang lalu. Pasalnya pihak pengembang melakukan klaim bahwa meskipun tidak ada perubahan yang besar dari segi tampilan, di versi terbaru ini memiliki perubahan besar dari sisi fungsionalitas yang tentu saja berlandaskan asas kemudahan. Paling tidak begitulah informasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignright" style="width: 220px"><img style="margin: 5px;" title="Wordpress logo" src="http://www.catatan.info/wp-content/uploads/2009/05/wordpress-logo-300x282.png" alt="http://www.catatan.info/1142/wordpress-logo/" width="210" height="197" /><p class="wp-caption-text">http://www.catatan.info/1142/wordpress-logo/</p></div>
<p>Bagi pecinta Wordpress pasti telah mendapatkan sebuah angin segar setelah mendengar rilisnya Wordpress 2.8 &#8211; Baker beberapa hari yang lalu. Pasalnya pihak pengembang melakukan klaim bahwa meskipun tidak ada perubahan yang besar dari segi tampilan, di versi terbaru ini memiliki perubahan besar dari sisi fungsionalitas yang tentu saja berlandaskan asas kemudahan. Paling tidak begitulah informasi yang saya dapatkan dari artikel di situs resminya, buat yang belum baca silahkan telusuri melalui <a title="Wordpress 2.8" href="http://wordpress.org/development/2009/06/wordpress-28/" target="_blank">link ini</a>.</p>
<p>Anyway, buat yang sudah penasaran dan memang belum mencoba silahkan upgrade Wordpress anda menjadi yang terbaru. Tak akan saya bahas bagaimana caranya untuk melakukan update karena memang jika Wordpress yang anda gunakan adalah versi  2.7 masalah update tersebut bisa dilakukan secara otomatis. Namun bagi yang masih membutuhkan penjelasan, silahkan tengok tulisan saya yang <a title="Update Wordpress" href="http://berlizone.com/cara-sangat-mudah-update-wordpress.html" target="_blank">ini</a> dan yang <a title="Update Wordpress" href="http://berlizone.com/cara-mudah-update-wordpress.html" target="_blank">itu</a>.</p>
<p><span id="more-325"></span></p>
<p>Sayangnya saya belum sempat mencoba Wordpress versi terbaru ini, jadi sampai tulisan ini di tayangkan saya belum bisa menuliskan reviewnya. Untuk sementara coba buka <a title="Wordpress 2.8" href="http://wordpress.org/development/2009/06/wordpress-28/" target="_blank">tautan ini</a>. Jangan khawatir bagi Anda yang tidak gemar membaca artikel panjang karena pihak Wordpress juga menyediakan video penjelasan yang bisa Anda lihat.</p>
<p>Sebagai informasi tambahan, ini adalah postingan pertama di Wordpress yang baru dan berhasil ditayangkan di blog ini setelah hampir  3 bulan tak terurus. Hehehe&#8230;</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/berlizone/~4/BJPYAEK0XGY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berlizone.com/wordpress-2-8-baker.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://berlizone.com/wordpress-2-8-baker.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Baru!! Emoticons are here</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/berlizone/~3/MnVKqiKJXNs/baru-emoticons-are-here.html</link>
		<comments>http://berlizone.com/baru-emoticons-are-here.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 12:17:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Berliyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[plugin]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berlizone.com/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari ini, entah kenapa saya mulai menyukai penggunaan Emoticon atau yang biasanya disebut Smiley. Buat yang belum tau, ya emoticon ini biasanya digunakan di Forum-forum untuk menggambarkan keadaan emosi kita, biasanya terkait dengan isi dari thread yang ada di forum tersebut.
Bagi yang hobi CeTing pasi sudah cukup akrab juga dengan emoticon. Yup, gambar-gambar kepala [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari ini, entah kenapa saya mulai menyukai penggunaan Emoticon atau yang biasanya disebut Smiley. Buat yang belum tau, ya emoticon ini biasanya digunakan di Forum-forum untuk menggambarkan keadaan emosi kita, biasanya terkait dengan isi dari thread yang ada di forum tersebut.</p>
<p>Bagi yang hobi CeTing pasi sudah cukup akrab juga dengan emoticon. Yup, gambar-gambar kepala botak warna kuning dengan berbagai macam ekspresi itu lah yang disebut emoticon. Seiring berjalannya waktu, banyak orang-orang kreatif yang mengubah paradigma emoticon dari gambar kepala botak berwarna kuning menjadi gambar-gambar lucu yang lebih menarik. Cobalah tengok berbagai macam jenis emoticon di  <a href=" http://www.laymark.com/" target="_blank">http://www.laymark.com/</a> bila anda tidak percaya.</p>
<p>Hehe..pembukaannya kepanjangan ya?? Jadi pada intinya, postingan ini saya mengumumkan bahwa sekarang blog saya tercinta ini sudah dipercanggih dengan keberadaan Emoticon yang bisa anda pergunakan ketika mengisi komentar.</p>
<p><span id="more-315"></span> Emoticon yang tersedia antara lain adalah :</p>
<p> <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/m020.gif' alt='::2' class='wp-smiley' />  <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/m048.gif' alt='::3' class='wp-smiley' />  <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/m025.gif' alt='::4' class='wp-smiley' />  <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/m206.gif' alt='::5' class='wp-smiley' />  <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/m108.gif' alt='::6' class='wp-smiley' />  <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/m061.gif' alt='::7' class='wp-smiley' /> </p>
<p> <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/m107.gif' alt='::8' class='wp-smiley' />  <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/m187.gif' alt='::9' class='wp-smiley' />  <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/m173.gif' alt='::10' class='wp-smiley' />  <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/m009.gif' alt='::11' class='wp-smiley' />  <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/m158.gif' alt='::12' class='wp-smiley' />  <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/m038.gif' alt='::13' class='wp-smiley' /> </p>
<p> <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/m086.gif' alt='::14' class='wp-smiley' />  <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/m118.gif' alt='::15' class='wp-smiley' />  <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/4.gif' alt='::16' class='wp-smiley' />  <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/5.gif' alt='::17' class='wp-smiley' />  <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/m100.gif' alt='::18' class='wp-smiley' />  <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/m153.gif' alt='::19' class='wp-smiley' /> </p>
<p> <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/m036.gif' alt='::20' class='wp-smiley' />  <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/3.gif' alt='::21' class='wp-smiley' />  <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/m094.gif' alt='::22' class='wp-smiley' />  <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/m095.gif' alt='::23' class='wp-smiley' />  <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/1.gif' alt='::25' class='wp-smiley' />  <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/m103.gif' alt='::26' class='wp-smiley' /> </p>
<p> <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/2.gif' alt='::27' class='wp-smiley' />  <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/m133.gif' alt='::28' class='wp-smiley' />  <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/m098.gif' alt='::29' class='wp-smiley' />  <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/m021.gif' alt='::30' class='wp-smiley' />  <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/m204.gif' alt='::31' class='wp-smiley' />  <img src='http://berlizone.com/wp-includes/images/smilies/m195.gif' alt='::32' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sementara segitu dulu, namun ada kemungkinan bisa bertambah tergantung mood. hehehe..</p>
<p>Buat yang tertarik untuk ikutan memasang di blognya, saya menggunakan plugin Wordpress <a href="http://onetruebrace.com/2007/11/28/custom-smilies/">Custom Smilies 1.2</a>. Yaah walaupun sudah sedikit  saya modifikasi seenaknya, tapi untuk versi aslinya bisa didapatkan di <a title="Custom Smiley" href="http://onetruebrace.com/2007/11/28/custom-smilies/" target="_blank">sini</a>. Penjelasannya juga bisa di liat di situs tersebut. Hehehe..bilang aja malas menjelaskan.</p>
<p>Tapi ya klo mau bertanya tentang plugin ini ke saya, silahkan aja. Namun sebelumnya pastikan anda sudah membaca petunjuk penggunaan di situs yang sudah saya sebutkan di atas.</p>
<p>Salam&#8230;</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/berlizone/~4/MnVKqiKJXNs" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berlizone.com/baru-emoticons-are-here.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://berlizone.com/baru-emoticons-are-here.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Susahnya Memaafkan Diri Sendiri</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/berlizone/~3/v_lubqgBzV0/susahnya-memaafkan-diri-sendiri.html</link>
		<comments>http://berlizone.com/susahnya-memaafkan-diri-sendiri.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 03:37:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Berliyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berlizone.com/?p=312</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat dengan postingan saya tentang susahnya memaafkan dan meminta maaf terdahulu? Jika lupa ataupun belum sempat membaca, silahkan bergulir ke halaman itu. Dalam kesempatan kali ini saya akan membahas topik sejenis seputar maaf memaafkan, hanya saja kali ini objeknya berbeda yaitu bukan memaafkan orang lain melainkan memaafkan diri sendiri. Terdengar cukup klasik namun percayalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 208px"><img style="margin: 5px;" title="Susahnya memaafkan diri sendiri" src="http://fc07.deviantart.com/fs23/i/2008/022/2/3/forgive__by_SelfTitledNightmare.jpg" alt="selftitlednightmare.deviantart.com" width="198" height="148" /><p class="wp-caption-text">selftitlednightmare.deviantart.com</p></div>
<p>Masih ingat dengan postingan saya tentang <a href="http://berlizone.com/susahnya-memaafkan-dan-meminta-maaf.html">susahnya memaafkan dan meminta maaf </a>terdahulu? Jika lupa ataupun belum sempat membaca, silahkan bergulir ke halaman itu. Dalam kesempatan kali ini saya akan membahas topik sejenis seputar maaf memaafkan, hanya saja kali ini objeknya berbeda yaitu bukan memaafkan orang lain melainkan memaafkan diri sendiri. Terdengar cukup klasik namun percayalah saya pernah beberapa kali mendapatkan email  yang isinya meminta pendapat sekaligus meminta saran tentang masalah memaafkan diri sendiri. Dan memang memaafkan diri sendiri terkadang lebih susah daripada memaafkan orang lain.</p>
<p>Sedikit menyiksa memang jika kita melakukan suatu kesalahan dan selalu terngiang-ngiang di kepala tentang kesalahan yang kita buat tersebut.  Terlebih lagi jika kesalahan tersebut melibatkan orang-orang terdekat kita, mungkin rasanya  beragam mulai dari malu, tersiksa batin, susah tidur, atau mungkin ingin melakukan operasi plastik untuk mengganti wajah. Hehehe.. Terkesan becanda namun pada kenyataannya ini masalah yang cukup serius, karena tidak bisa memaafkan diri sendiri sangat berpotensi untuk menimbulkan trauma yang sangat mungkin membuat seseorang tidak bisa hidup “normal”. Dan tulisan ini diperuntukkan untuk orang-orang yang sulit memaafkan dirinya sendiri.</p>
<p><span id="more-312"></span>Perasaan bersalah memang sangat diperlukan, adanya perasaan bersalah bukan hal buruk jika kita menyikapinya dengan tepat. Adanya perasaan bersalah itu menunjukkan bahwa seseorang masih memiliki perasaan malu dan takut, artinya paling tidak masih ada keimanan dalam hatinya. Analoginya begini, misalkan hati kita adalah sebuah kertas dan noda hitam adalah kesalahan yang kita perbuat. Jika perasaan bersalah muncul di hati yang bersih maka seperti noda hitam yang ada di kertas yang putih, sangat mengganggu dan ingin segera dibersihkan. Lalu bayangkan jika seandainya kertas tersebut berwarna hitam, noda hitam tentunya tak akan jadi pengganggu karena memang tidak mengubah kehitaman kertas tersebut. Kertas hitam itulah yang diibaratkan sebagai hati yang sudah kebal dengan kesalahan, sudah terbiasa melakukan kesalahan dan seolah tak memiliki perasaan bersalah sedikitpun. Jadi, pertama-tama bersyukur dahulu karena hatimu bukanlah kertas hitam karena masih memiliki keresahan hati akan suatu kesalahan.</p>
<p><em>“Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka seseungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).”</em> <strong>(Q.S An-Nazi’aat: 40-41)</strong></p>
<p>Masalahnya terkadang perasaan bersalah yang berlebihan mampu memberikan tekanan batin yang luar biasa. Bahkan mampu membuat seseorang berputus asa dan yang terparah adalah muncul niatan untuk mengakhiri hidup sendiri. Naudzubillah. Karena itulah perasaan bersalah wajib kita kendalikan untuk menghindari dari keputusasaan.</p>
<p><em>“…jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah . Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.”</em> <strong>(Q.S Yusuf: 87)</strong></p>
<p>Beberapa yang bisa kita lakukan untuk mengendalikan rasa bersalah antara lain adalah :</p>
<p><strong>Salah itu Manusiawi, Lebih baik Akui daripada ditutupi</strong><br />
Tak ada orang yang sempurna 100% tanpa dosa di bumi ini. Setiap orang pasti pernah berbuat salah entah kesalahan kecil ataupun kesalahan besar. Bahkan semakin tinggi kedudukan seseorang semakin besar godaan untuk berbuat salah. Tidak ada untungnya menutupi sebuah kesalahan yang kita kerjakan, lebih baik segera akui dan hindari dari berbohong untuk menutupinya. Toh, Allah Maha Mengetahui segala perbuatan makhluknya. Jika perbuatan salah tersebut melibatkan urusan orang lain segera datangi dan minta maaf padanya, Insya Allah hati menjadi lebih lega dan akan lebih mudah memaafkan diri sendiri.</p>
<p><strong>Yakinlah Allah itu Maha Pengampun</strong><br />
<em>“(Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan) mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.”</em> <strong>(Q.S an-Najm: 32)</strong>.</p>
<p>Janganlah menghakimi diri kita sendiri dengan perasaan bersalah. Allah saja bukan Zat yang dzalim, yang menutup kebaikan bagi kita. Selalu ada jalan untuk kembali ke jalan-Nya selama ajal belum menjemput. Tentu saja dengan taubat yang sungguh-sungguh, alias taubatan nasuha yang berusaha untuk tidak mengulangi perbuatan jelek tersebut.</p>
<p><strong>Tambal Dengan Kebaikan</strong><br />
Anggaplah sebuah tabungan dimana kesalahan berarti mengurang saldo, dan berbuat baik adalah melakukan setoran tunai. Jika melakukan kesalahan segeralah mengerjakan kebaikan untuk menjaga saldo tabungan kita tidak terkuras.</p>
<p><em>“…dan ikutilah keburukan dengan kebaikan, karena ia akan menghapusnya.” </em><strong>(al-Hadits)</strong></p>
<p><strong>Jadikan Pelajaran </strong><br />
Berbuat salah memang “pahit” rasanya, namun akan berarti positif bagi kita jika dijadikan sebagai pelajaran. Dari kesalahan kita semakin sadar betapa pahit dan mahalnya harga sebuah kesalahan. Maka jadikan kesalahan yang kita perbuat sebagai pelajaran berharga, bukan hanya sekedar kenangan.</p>
<p>Wallahuallam…</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/berlizone/~4/v_lubqgBzV0" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berlizone.com/susahnya-memaafkan-diri-sendiri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://berlizone.com/susahnya-memaafkan-diri-sendiri.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Antara Caleg dan Calon Pemilihnya</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/berlizone/~3/J4m6DbXfysg/antara-caleg-dan-calon-pemilihnya.html</link>
		<comments>http://berlizone.com/antara-caleg-dan-calon-pemilihnya.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 14:08:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Berliyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obolan Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berlizone.com/?p=308</guid>
		<description><![CDATA[Terlepas dari berbagai macam kesibukan yang membelenggu diri, akhirnya saya kembali menemui kesempatan untuk menyentuh blog ini. Hohoho&#8230; Namun bukan karena kehabisan kata-kata juga, hanya memang yang namanya waktu terkadang memang harus dialokasikan untuk masalah lain. Hehehe&#8230;bilang aja males nulis ya??
Anyway, musim Pemilu yang sekarang lagi Booming sepertinya bisa menjadi topik yang menarik untuk sejenak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terlepas dari berbagai macam kesibukan yang membelenggu diri, akhirnya saya kembali menemui kesempatan untuk menyentuh blog ini. Hohoho&#8230; Namun bukan karena kehabisan kata-kata juga, hanya memang yang namanya waktu terkadang memang harus dialokasikan untuk masalah lain. Hehehe&#8230;bilang aja males nulis ya??<img class="alignright" style="margin: 5px;" title="Kotak Suara" src="http://219.83.122.194/pro3rri2//images/stories/Kotak_Suara_120090223.gif" alt="" width="200" height="259" /></p>
<p>Anyway, musim Pemilu yang sekarang lagi Booming sepertinya bisa menjadi topik yang menarik untuk sejenak melepas kepenatan dari aktifitas keseharian kita, yaah walaupun bagi sebagian orang mengamati hal yang seperti itu malah bisa menambah stress. Yap, postingan kali ini terispirasi dari respon orang-orang tentang kampanye politik terutama para Caleg karena ternyata jika ditinjau dari perbincangannya, calon pemilihnya itu  bisa dikelompokkan  ke dalam berbagai macam golongan. Berikut ini cuplikan perbincangan yang pernah saya dengar, baik yang tak sengaja maupun yang tak diingankan (sama aja ya..)</p>
<p>Note :<br />
Tulisan berikut ini bukan cuma fiksi belaka, kesamaan kata-kata, nama, tempat, dan karakter mungkin disebabkan karena pembicaraan anda yang di masukkan ke sini. hehehe&#8230;</p>
<p><strong>Golongan Kritikus Media dan Seni</strong><br />
Orang A : Ini Caleg gimana sih bikin poster aja ga&#8217; becus, ga&#8217; ada seninya.<br />
Orang B : Tau tuh, photoshopnya ga rapih, ketauan banget editannya</p>
<p><span id="more-308"></span><strong>Golongan Pecinta Fotografi</strong><br />
Orang X : Ini orang mau jadi Caleg apa ikutan kontes fotografi ya??<br />
(Sambil nunjukkin poster caleg yang gayanya memang bak seorang model)<br />
Orang Y : Iya, gayanya serasa model gitu.<br />
Orang Z : Tapi mendinglah calegnya fotogenik, daripada yang itu fotonya kaya pas foto buat KTP (Sambil nunjuk poster caleg lain).</p>
<p><strong>Golongan Pecinta Sastra dan Tata Bahasa</strong><br />
Orang E : Hmmm&#8230;caleg ini visinya ga&#8217; jelas dan bertele-tele kata-katanya.<br />
Orang F : Iya udah bahasanya ga baku, diulang-ulang terus lagi.<br />
Orang E : Harus ngulang pelajaran Bahasa Indonesia kayanya, nulis kata-katanya aja salah.</p>
<p><strong>Golongan Pecinta Lingkungan Hidup</strong><br />
Orang I : Kota Jakarta jadi tambah kumuh aja, poster caleg dimana-mana, ujung-ujungnya cuma jadi sampah. Pada gak mikirin lingkungan apa ya??<br />
Orang J : (Manggut-manggut tanda setuju).</p>
<p><strong>Golongan Pengamat Ekonomi dan Penganalisa Bisnis</strong><br />
Orang S : Hampir ga&#8217; masuk akal klo caleg ga&#8217; akan bersih dari korupsi.<br />
Orang T : Emang kenapa?<br />
Orang S : Liat aja, modal kampanyenya bisa sampe XxX juta. Klo kepilih, gaji perbulan caleg kan Y juta, masa jabatannya cuma 5 tahun. Jadi total pendapatannya jadi Y x (12 x 5) juta kan.<br />
Orang T : Iya ya, belum nyampe Return on Investment ya..</p>
<p><strong>Golongan Pengguna Social Networking</strong><br />
Orang L : Aarrrghh, Facebook jadi banyak group sama page caleg ga&#8217; jelas kaya gini..<br />
Orang K : Ga pa pa lah sekali-kali Calegnya gaul maenan Facebook!</p>
<p><strong>Golongan Pendamba Perubahan dan Penagih Janji</strong><br />
Orang U : Kita kan ga&#8217; butuh Caleg  yang banyak omong dan cuma bisa janji.<br />
Orang V : Betul, harusnya Caleg bisa membawa perubahan yang berarti bagi negara ini. Bukan janji tapi bukti.</p>
<p><strong>Golongan Apatis Pemilu</strong><br />
Orang R : &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
Orang S : &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
(yah memang golongan yang satu ini jarang membicarakan topik Pemilu)</p>
<p>Lalu, golongan yang manakah Anda??<br />
Diposting hanya untuk hiburan, jangan dimasukkan dalam hati ya?<br />
Hehehehe&#8230;.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/berlizone/~4/J4m6DbXfysg" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berlizone.com/antara-caleg-dan-calon-pemilihnya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://berlizone.com/antara-caleg-dan-calon-pemilihnya.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Cara Sangat Mudah Update Wordpress</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/berlizone/~3/HVr6pWXdpTs/cara-sangat-mudah-update-wordpress.html</link>
		<comments>http://berlizone.com/cara-sangat-mudah-update-wordpress.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 10:49:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Berliyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berlizone.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[Sepertinya WordPress kembali memastikan diri sebagai CMS terbaik untuk kategori Blog Engine. Baru saja saya mencoba melakukan proses update dari versi 2.7 ke versi terbaru saat tulisan ini disusun yaitu versi 2.7.1. Satu hal penting yang membedakan WordPress 2.7 dengan pendahulunya adalah adanya  fasilitas upgrade yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan proses upgrade secara otomatis. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" style="margin: 5px;" title="Wordpress Logo" src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:hUFm8dh1eWVDoM:http://sapadunia.files.wordpress.com/2008/12/wordpress.jpg" alt="" width="130" height="130" />Sepertinya WordPress kembali memastikan diri sebagai CMS terbaik untuk kategori Blog Engine. Baru saja saya mencoba melakukan proses update dari versi 2.7 ke versi terbaru saat tulisan ini disusun yaitu versi 2.7.1. Satu hal penting yang membedakan WordPress 2.7 dengan pendahulunya adalah adanya  fasilitas upgrade yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan proses upgrade secara otomatis.  Berikut ini saya coba tunjukkan caranya :</p>
<ul>
<li>Silahkan bergulir ke bagian tools untuk memilih menu upgrade (lihat gambar untuk jelasnya). Atau sebagai alternatif silahkan ketik alamat url <strong>http://domainanda.com/wp-admin/update-core.php</strong></li>
</ul>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-303" title="Tools Upgrade" src="http://berlizone.com/wp-content/uploads/2009/02/update1.jpg" alt="Tools Upgrade" width="162" height="126" /></p>
<ul>
<li>Jika sukses Anda akan mendapati halaman yang mengatakan bahwa ada versi terbaru dari wordpress, silahkan pilih Upgrade Automatically.</li>
</ul>
<p><span id="more-298"></span><a href="http://berlizone.com/wp-content/uploads/2009/02/update2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-299" title="Upgrade" src="http://berlizone.com/wp-content/uploads/2009/02/update2-300x91.jpg" alt="Upgrade" width="300" height="91" /></a></p>
<ul>
<li>Proses Update akan segera berlangsung, silahkan tunggu sebentar dan Anda akan mendapatkan versi terbaru dari WordPress.</li>
</ul>
<p><a href="http://berlizone.com/wp-content/uploads/2009/02/success.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-304" title="upgrade success" src="http://berlizone.com/wp-content/uploads/2009/02/success.jpg" alt="upgrade success" width="475" height="245" /></a></p>
<p><strong>Bagi Anda yang menggunakan plugin Wordpress Automatic Upgrade</strong>, hampir dipastikan akan mendapatkan pesan error jika plugin tersebut masih aktif. Namun jangan khawatir karena itu bukan akhir dari segalanya. Hehehe&#8230; Nonaktifkan dahulu plugin Wordpress Automatic Upgrade Anda (dilenyapkan juga tidak masalah). Lalu coba lagi cara yang saya jelaskan sebelumnya.</p>
<p>Pesan Error yang mungkin Anda lihat :</p>
<p><a href="http://berlizone.com/wp-content/uploads/2009/02/error.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-300" title="error" src="http://berlizone.com/wp-content/uploads/2009/02/error-300x73.jpg" alt="error" width="300" height="73" /></a></p>
<p>Matikan Plugin Wordpress Automatic Upgrade jika itu terjadi.</p>
<p><a href="http://berlizone.com/wp-content/uploads/2009/02/error2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-301" title="error2" src="http://berlizone.com/wp-content/uploads/2009/02/error2-300x133.jpg" alt="error2" width="300" height="133" /></a></p>
<p>Lalu bagaimana cara untuk melakukan proses update versi sebelumnya??</p>
<p>Silahkan tengok kembali <a title="Cara Mudah Update Wordpress" href="http://berlizone.com/cara-mudah-update-wordpress.html" target="_blank">tulisan saya yang satu ini</a>.</p>
<p>Semoga Bermanfaat <strong></strong></p>
<p><strong>Frequently Asked Question:</strong></p>
<p><strong>Q : Saya menggunakan jasa WordPress.com dengan alamat xxx.wordpress.com bagaimana cara update-nya?</strong></p>
<p>A : Tidak usah pusing memikirkan hal itu karena akan terupdate dengan sendirinya.</p>
<p><strong>Q : Ada pesan Fatal error: Cannot redeclare pclziputilpathreduction()..bla..bla..bla, Gimana nih ?</strong></p>
<p>A : Mungkin Anda menggunakan plugin Automatic Upgrade, silahkan nonaktifkan dahulu lalu coba ulangi lagi.</p>
<p><strong>Q : Saya masih menggunakan WordPress versi 2.6.x kebawah, dimana saya bisa menemukan menu upgrade??</strong></p>
<p>A : Sayangnya menu upgrade baru muncul pada versi 2.7, jadi memang tidak bisa ditemukan di versi pendahulunya.</p>
<p><strong>Q : Lalu bagaimana cara update untuk kasus pada pertanyaan sebelumnya ??</strong></p>
<p>A : Silahkan tengok tulisan saya yang ini <a title="Update Wordpress" href="http://berlizone.com/cara-mudah-update-wordpress.html" target="_blank">Cara Mudah Upgrade Wordpress</a>.</p>
<p><strong>Q : Saya tidak mau upgrade secara otomatis, biarkan saya mengupdatenya secara manual ?</strong></p>
<p>A : Terserah anda, hidup memang penuh pilihan. Hehehe&#8230;</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/berlizone/~4/HVr6pWXdpTs" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berlizone.com/cara-sangat-mudah-update-wordpress.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://berlizone.com/cara-sangat-mudah-update-wordpress.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Blog dan Konsistensi</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/berlizone/~3/PKJhBvi3dqk/blog-dan-konsistensi.html</link>
		<comments>http://berlizone.com/blog-dan-konsistensi.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 15:57:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Berliyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Konsistensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berlizone.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Bulan sudah memasuki bagian kedua pada tahun ini, entah apa alasannya namun nampaknya baru sekarang saya mendapati kesempatan membuat tulisan baru di rumah maya saya ini. Satu hal yang bisa saya ambil sebagai pelajaran dari &#8220;tak terurusnya&#8221; blog ini adalah tentang sebuah arti dari konsistensi.
Dahulu, dan mungkin pernah saya katakan pada tulisan saya yang lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><img style="margin: 5px;" title="Wheel" src="http://th01.deviantart.com/fs11/300W/i/2006/181/1/c/Old_wheel_by_ihaque.jpg" alt="browse.deviantart.com" width="240" height="180" /><p class="wp-caption-text">browse.deviantart.com</p></div>
<p>Bulan sudah memasuki bagian kedua pada tahun ini, entah apa alasannya namun nampaknya baru sekarang saya mendapati kesempatan membuat tulisan baru di rumah maya saya ini. Satu hal yang bisa saya ambil sebagai pelajaran dari &#8220;tak terurusnya&#8221; blog ini adalah tentang sebuah arti dari konsistensi.</p>
<p>Dahulu, dan mungkin pernah saya katakan pada tulisan saya yang lain di blog ini, saya pernah berniat untuk paling tidak dalam seminggu saya harus menuliskan sebuah tulisan untuk dipublish di sini. Mungkin terdengar terlalu naif jika dilihat sekarang, dan tak akan saya pungkiri bahwa untuk hal kecil seperti ini rasanya apa yang terjadi cukup jauh dari kata konsisten.</p>
<p>Teringat perkataan murabbi saya yang intinya menyampaikan bahwa proses pemelajaran yang terbaik adalah ketika kita mengajarkan ilmu yang kita pelajari kepada orang lain. Perkataan tersebut memang benar adanya karena saya sendiri sering mengalaminya termasuk dalam hal konsistensi blogging.</p>
<p><span id="more-296"></span>Pernah saya dapatkan sebuah email masuk dari salah seorang adik kelas saya yang meminta saran tentang bagaimana caranya untuk membuat tulisan yang baik. Sejujurnya saya tak menyangka bisa mendapatkan permintaan seperti itu, karena saya sendiri belum merasa layak disebut sebagai penulis yang baik. Saat itu saya membalas emailnya dengan jawaban yang pernah saya dapatkan dari orang lain untuk diri saya sendiri. Namun, pada saat itulah saya seolah diingatkan kembali untuk menjaga konsistensi saya dalam menuangkan tulisan di sini. Ketika saya ditanya, maka saya akan mencari jawaban yang terbaik, dan saat saya menemukan jawaban untuk pertanyaan itulah saya diingatkan kembali kepada apa-apa yang sebenarnya telah saya ketahui namun belum diterapkan dengan baik.</p>
<p>Hal lain yang pernah saya alami adalah ketika saya diminta menjadi pengisi acara dalam rangkaian kegiatan &#8220;Studi Islam Awal Kuliah&#8221; (SIWAK) yang diadakan FUKI. Tema acara yang harus saya isi adalah tentang Blog. Bagian paling mengesankan adalah ketika saya menyusun slide yang akan saya presentasikan. Saat itu yang saya lakukan adalah mencari isi materi dari berbagai macam buku, situs atau blog, dan berdasarkan pengalaman saya. Hal seperti itu lah yang membuat saya seolah kembali belajar dan sekaligus diingatkan tentang ilmu yang sebenarnya sudah saya dapatkan. Memang pada akhirnya saya tidak jadi menjadi pengisi materi karena ada urusan mendadak sehingga berhalangan hadir dan meminta salah seorang teman untuk menggantikan saya sekaligus mengirimkan slide yang saya buat, namun hampir bisa dipastikan saya tidak akan belajar banyak jika saya tidak diminta untuk mengisi acara tersebut.</p>
<p>Masih banyak yang telah saya alami disamping yang sudah saya sebutkan sebelumnya, namun pada intinya saya ingin menyampaikan bahwa dahulu saya menjaga konsistensi saya dalam membuat tulisan dengan mengajak orang sekitar untuk melakukan hal serupa. Dan hal tersebut akan saya lakukan kembali untuk tujuan yang sama. Jadi kembali ke perkataan awal &#8220;Pemelajaran yang terbaik adalah dengan mengajarkan orang lain ilmu yang telah kita dapatkan&#8221;.</p>
<p>Mungkin hanya itu yang ingin saya sampaikan di sini, anggaplah ini sebagai tulisan awal yang menunjukkan bahwa saya masih menikmati dunia tulis-menulis dan blog.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/berlizone/~4/PKJhBvi3dqk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berlizone.com/blog-dan-konsistensi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://berlizone.com/blog-dan-konsistensi.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Cahaya Hati</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/berlizone/~3/0kx_TLHEi1o/cahaya-hati.html</link>
		<comments>http://berlizone.com/cahaya-hati.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 02:40:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Berliyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Cahaya Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berlizone.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh luar biasa peranan hati (qalbu) bagi manusia dalam kehidupannya. Baik buruknya suatu sifat dan tindakan seseorang sering dikaitkan dengan gambaran keadaan hatinya. Kehendak hati bahkan lebih besar pengaruhnya terhadap perbuatan seseorang jauh melampaui otak. Seseorang dapat saling mencinta pun saling membenci karena hati. Sifat baik ataupun buruk yang menemani perjalanan hidup seseorang pun tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_291" class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><img class="size-full wp-image-291" style="margin: 5px;" title="cahaya hati" src="http://berlizone.com/wp-content/uploads/2009/01/cahaya_hati.jpg" alt="http://asylum-doll.deviantart.com" width="240" height="192" /><p class="wp-caption-text">http://asylum-doll.deviantart.com</p></div>
<p>Sungguh luar biasa peranan hati (qalbu) bagi manusia dalam kehidupannya. Baik buruknya suatu sifat dan tindakan seseorang sering dikaitkan dengan gambaran keadaan hatinya. Kehendak hati bahkan lebih besar pengaruhnya terhadap perbuatan seseorang jauh melampaui otak. Seseorang dapat saling mencinta pun saling membenci karena hati. Sifat baik ataupun buruk yang menemani perjalanan hidup seseorang pun tak luput dari peranan hati dalam dirinya.</p>
<p>Hati memang yang paling lazim digunakan untuk menggambarkan diri seseorang yang sebenar-benarnya. Sering kita mendengar kalimat-kalimat seperti “Itukan hanya luarnya saja, siapa yang tahu di dalam hatinya seperti apa” atau kalimat sejenis lainnya. Memang tak akan ada yang bisa mengetahui keadaan hati seseorang kecuali tentunya Allah dan dirinya sendiri.</p>
<p><span id="more-292"></span></p>
<p>Sayang tak selamanya hati terbebas dari beragam penyakit hati. Cahaya hati yang seharusnya bisa membuat seseorang melihat lebih jelas tentang hal yang baik dan buruk pun bisa meredup atau bahkan hilang sama sekali akibat penyakit-penyakit hati tersebut. Sifat iri, dengki, ataupun kesombongan hanyalah sebagian kecil dari penyakit hati yang sering kali melekat pada diri seseorang. Sebagian orang merasa wajar dan memaklumi hal tersebut, tak sepenuhnya salah karena memang manusia adalah makhluk yang lemah dan penuh dengan kekurangan.</p>
<p>Namun bukan hal yang mustahil jika seseorang mampu terbebas dari penyakit yang mampu meredupkan cahaya hatinya tersebut. Banyak cara untuk menjaga cahaya hati dari kepadamannya. Lalu kepada siapakah kita meminta pertolongan ketika cahaya hati mulai terasa padam??</p>
<p>Seorang guru pernah mengajukan pertanyaan ringan kepada murid-muridnya, sang guru bertanya “Apa yang akan kalian lakukan jika seandainya hendak mengunjungi  rumah tetangga namun ada Anjing penjaga yang galak dan hobi menggigit ?”. Banyak jawaban yang muncul dari pertanyaan tersebut. Seseorang bisa saja tetap nekat masuk dengan resiko digigit, ataupun mengurungkan niatnya untuk mengunjungi tetangganya itu. Lalu bagaimana dengan jawaban sang guru? Beliau mengatakan bahwa cara terbaik adalah dengan meminta bantuan kepada si pemilik anjing tersebut. Seekor anjing penjaga seberapapun galaknya tetap akan menuruti perintah pemiliknya.</p>
<p>Lalu adakah hubungan antara analogi anjing penjaga di atas dengan hati manusia? Jawabannya tentu saja ada. Pertanyaan yang harus kita renungkan sebelumnya adalah, kepada siapa kita meminta pertolongan ketika hati kita mulai kehilangan cahayanya? Tentu saja kepada Sang Pemilik Hati Manusia yang mampu membolak-balikan hati makhluk ciptaanNya. Allah yang mampu menerangi hati dari kekelamannya, memberikan cahaya untuk keluar dari kegelapan hati. Karena itu, jika cahaya hati dalam dirimu terasa mulai padam maka minta lah kepada Sang Pemilik Hati untuk menyalakan kembali cahaya hati tersebut.</p>
<p style="text-align: left;"><em>“Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Permumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca, (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi, walaupun tidak di sentuh api. Cahaya di atas cahaya, Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”</em><strong></strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>(QS.An-Nur: 35)</strong></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/berlizone/~4/0kx_TLHEi1o" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berlizone.com/cahaya-hati.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://berlizone.com/cahaya-hati.html</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
