<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" version="2.0">

<channel>
	<title>berhitung dalam kehidupan</title>
	<atom:link href="https://berhitung.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml"/>
	<link>https://berhitung.wordpress.com</link>
	<description>matematika,internet,pendidikan,perjalanan,gaya hidup</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Jun 2010 07:30:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">6727710</site><cloud domain="berhitung.wordpress.com" path="/?rsscloud=notify" port="80" protocol="http-post" registerProcedure=""/>
<image>
		<url>https://secure.gravatar.com/blavatar/13d5d68f5cd83da671daff626dd6aa8253efbc7c892bb21666cd9e961a7588b9?s=96&amp;d=https%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>berhitung dalam kehidupan</title>
		<link>https://berhitung.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link href="https://berhitung.wordpress.com/osd.xml" rel="search" title="berhitung dalam kehidupan" type="application/opensearchdescription+xml"/>
	<atom:link href="https://berhitung.wordpress.com/?pushpress=hub" rel="hub"/>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>matematika,internet,pendidikan,perjalanan,gaya hidup</itunes:subtitle><itunes:category text="Education"><itunes:category text="Higher Education"/></itunes:category><item>
		<title>13 angka sial ?</title>
		<link>https://berhitung.wordpress.com/2010/06/02/13-angka-sial/</link>
					<comments>https://berhitung.wordpress.com/2010/06/02/13-angka-sial/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[footmath]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 07:28:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Matematika]]></category>
		<category><![CDATA[13]]></category>
		<category><![CDATA[angka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://berhitung.wordpress.com/?p=147</guid>

					<description><![CDATA[Istilah Triskaidekafobia adalah sebuah rasa ketakutan yang irasional akan angka 13. Kata triskaideka  sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu tris=tiga, kai=dan, deka=sepuluh. Hal ini sering kali dianggap sebagai takhayul <a href="https://berhitung.wordpress.com/2010/06/02/13-angka-sial/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" title="13" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:AqEVTERGH_1NVM:http://cyberwap.net/blog/attachment.php%3Fattachment_id%3D10112" alt="" width="105" height="96" />Istilah<strong> </strong><a href="http://www.britannica.com/EBchecked/topic/1086494/the-number-thirteen" target="_blank"><strong>Triskaidekafobia</strong> </a>adalah sebuah  rasa ketakutan yang irasional akan angka 13. Kata triskaideka  sendiri  berasal dari bahasa Yunani, yaitu  <strong>tris</strong>=tiga,  <strong>kai</strong>=dan,   <strong>deka</strong>=sepuluh.  Hal ini sering kali dianggap sebagai  takhayul. Dan ketakutan akan hari Jumat yang jatuh pada tanggal tiga  belas disebut <strong>paraskavedekatriafobia</strong> atau <strong>friggatriskaidekafobia </strong>(wikipedia).</p>
<p><span id="more-147"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ketakutan  serupa terhadap suatu angka  juga ada di beberapa negara tetangga ,  misalnya ; Jepang (<em>Betul gak  <a title="Twilght Express" href="http://imelda.coutrier.com/" target="_blank">Bu Ikkyu?</a></em>), Korea dan Tiongkok.  Mereka takut  dengan angka 4 ! ya kalau di kotak-katik, 13 = 1 + 3 = 4</p>
<p>Hal-hal yang bersangkutan dengan angka 13  dan selalu di hindari  misalkan :</p>
<ul>
<li>Di negara Barat  pada umumnya dalam penamaan lantai suatu bangunan  bertingkat, tak akan  menamainya dengan lantai 13.</li>
<li>Ajang balapan F1 jarang yang  bernomor 13.</li>
<li style="text-align:justify;">Konon Microsoft tak akan menggulirkan  produknya berlabel angka 13;  Microsoft office 14.</li>
<li>Kita juga  sering berujar jika mendapat sesuatu yang merugikan  (kesialan): ” <em>Duh,  celaka 13</em> !”.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Dalam pelajaran  matematika , angka 13  adalah anggota bilangan bulat positif, urutan ke-7 dari  bilangan Prima  terkecil, dan  angka 13 sama istimewanya dengan angka-angka  lainnya.  Mengenai adanya tambahan nilai mistik itu tergantung orang yang   menghubung-hubungkannya dan mempercayainya.Hanya Yang Maha Ilmu lah   yang tahu.</p>
<p><strong><em>Anda takut dengan  angka 13 ?</em></strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://berhitung.wordpress.com/2010/06/02/13-angka-sial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">147</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/14ea1b3b357d4ed231fbc72eb2bfdfedfadb648b07945775acd4cc47fff3c79e?s=96&amp;d=https%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&amp;r=G">
			<media:title type="html">footmath</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:AqEVTERGH_1NVM:http://cyberwap.net/blog/attachment.php%3Fattachment_id%3D10112">
			<media:title type="html">13</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>How are you,RSBI?</title>
		<link>https://berhitung.wordpress.com/2010/06/02/how-are-yoursbi/</link>
					<comments>https://berhitung.wordpress.com/2010/06/02/how-are-yoursbi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[footmath]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 06:06:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[RSBI]]></category>
		<category><![CDATA[SBI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://berhitung.wordpress.com/?p=144</guid>

					<description><![CDATA[Mengapa pemerintah begitu terobsesi dengan predikat “Berstandar Internasional’ yang dalam praktiknya kerap hanya nama saja. Sedangkan isinya tidak ada sama sekali. Kasihan masyarakat (para siswa) juga para guru yang menjadi korban. <a href="https://berhitung.wordpress.com/2010/06/02/how-are-yoursbi/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" title="rsbi" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:BLlgQHUnP9wvAM:http://www.genr-islamic-school.or.id/images/DBSK04.gif" alt="" width="130" height="84" />Sebanyak 200 sekolah  menengah atas (SMA) dirintis menjadi Sekolah Bertaraf Internasional  (SBI). Penyelenggaraan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI)  ini dimaksudkan untuk mendongkrak <a href="http://komunitaspers.blog.dada.net/post/1206935015/200+SMA+SBI++RINTISAN+TAHUN+2008+DI+INDONESIA" target="_blank">mutu pendidikan</a> di  Indonesia agar mampu bersaing  secara internasional. Ditargetkan,  sebanyak lebih dari 500 sekolah  bertaraf internasional akan tersebar di  seluruh Indonesia. Keberadaan  RSBI ini banyak dikritik oleh anggota masyarakat  , baik secara langsung  maupun lewat media cetak atau media televisi.</p>
<p><span id="more-144"></span>Inilah   beberapa  kritik/saran/pendapat masyarakat  yang dapat saya catat di  bawah  ini:</p>
<ol>
<li style="text-align:justify;">Program <em><a href="http://groups.yahoo.com/group/dikmenjur/message/54327" target="_blank">ambisisus Depdiknas</a></em> dan berkesan<em> <a href="http://nasional.kompas.com/read/2009/06/30/16421574/Duh..SBI.Kok.Terkesan.Dipaksakan..." target="_blank">dipaksakan</a></em> mengenai  Rintisan Sekolah Bertaraf  Internasional (RSBI)</li>
<li style="text-align:justify;">Mengapa pemerintah begitu<em> <a href="http://edukasi.kompasiana.com/2010/03/22/rintisan-sekolah-berstandar-internasional-itu/" target="_blank">terobsesi</a></em> dengan predikat “Berstandar   Internasional’ yang dalam praktiknya kerap hanya <em><a href="http://m.kompas.com/xl/read/data/2009.12.31.16473862" target="_blank">nama</a></em> saja. Sedangkan  isinya tidak ada sama  sekali. Kasihan masyarakat (para siswa) juga para  guru yang menjadi  korban.</li>
<li>Kelas-kelas internasional itu sudah <em><a href="http://murniramli.wordpress.com/2007/06/11/sekolah-nasional-bertaraf-internasional/" target="_blank">memecah belah</a></em> antara yang kaya dan  miskin.  Sehingga akan ada efek psikologis dalam perkembangan anak antara yang   belajar di kelas internasional dan kelas reguler.</li>
<li style="text-align:justify;">“RSBI, menurut saya,<a href="http://nasional.kompas.com/read/2009/12/29/17442379/rintisan.sbi.jangan.sekedar.label.apalagi.proyek.." target="_blank"> </a>adalah<a href="http://nasional.kompas.com/read/2009/12/29/17442379/rintisan.sbi.jangan.sekedar.label.apalagi.proyek.." target="_blank"> <em>proyek</em></a>. Semestinya, kalau baik, tiap-tiap   RSBI membuat indikator daya saing. Sebab, ini kan yang akan menjadi   patokan daya saing dengan negara lain,” ujar  Djaman Satori, guru besar   bidang Penjaminan Mutu Pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia   (UPI) Bandung .</li>
<li style="text-align:justify;">“Lantaran (mengaku) internasional, maka  biaya pendidikan di sekolah  tersebut menjadi <em><a href="http://news.okezone.com/read/2009/07/02/1/235200/mahal-ratusan-siswa-depok-tolak-rsbi" target="_blank">mahal</a></em>. Inilah bentuk <em><a href="http://nasional.kompas.com/read/2009/11/16/20281789/SBI..Banyak.Pengelola.Mengomersialisasi.Status....." target="_blank">komersialisasinya</a></em>,” Kata Ketua Dewan  Pendidikan Kota Medan Mutsyuhito Solin.</li>
<li>Malaysia saja membatalkan pengantar <a href="http://nasional.kompas.com/read/2009/07/09/02020663/Malaysia.Batalkan.Pengantar.Bahasa.Inggris.di.Sekolah" target="_blank"><em>Bahasa Inggris</em> </a>di sekolah,karena lebih  mencintai bahasa Melayu.</li>
<li style="text-align:justify;">“<em>Memang harus ada regulasi agar  sekolah tidak memungut biaya terlalu  mahal, hingga belasan juta</em>” ,  kata Mohammad Nuh, Menteri  Pendidikan Nasional. “<em>Akan kita dorong  (mekanisme) subsidi silang  agar sekolah tidak menjadi eksklusif dan  elite. Ini harus diatur. Kalau  tidak, nanti sekolah X, misalnya, sudah  (kumpulan) anak pintar,  kaya-kaya lagi</em>“, tuturnya.</li>
<li style="text-align:justify;">Pendidikan kian menguras <em><a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/07/03045857/pendidikan.kian.menguras.air.mata" target="_blank">air mata</a></em>. Air mata siapa lagi kalau bukan  milik kebanyakan  warga di negeri ini yang tak mampu mengakses lembaga  pendidikan formal.</li>
</ol>
<p style="text-align:center;"><img title="rsbi1" src="https://i0.wp.com/stat.kompasiana.com/files/2010/03/759.jpg" alt="" width="500" height="298" /></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#008000;"><em>Bagaimana menurur Anda ?</em></span></strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://berhitung.wordpress.com/2010/06/02/how-are-yoursbi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/14ea1b3b357d4ed231fbc72eb2bfdfedfadb648b07945775acd4cc47fff3c79e?s=96&amp;d=https%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&amp;r=G">
			<media:title type="html">footmath</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:BLlgQHUnP9wvAM:http://www.genr-islamic-school.or.id/images/DBSK04.gif">
			<media:title type="html">rsbi</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://stat.kompasiana.com/files/2010/03/759.jpg">
			<media:title type="html">rsbi1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Soal dimensi 3,soal tersulit di ujian?</title>
		<link>https://berhitung.wordpress.com/2010/06/02/soal-dimensi-3soal-tersulit-di-ujian/</link>
					<comments>https://berhitung.wordpress.com/2010/06/02/soal-dimensi-3soal-tersulit-di-ujian/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[footmath]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 03:48:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Matematika]]></category>
		<category><![CDATA[dimensi tiga]]></category>
		<category><![CDATA[ruang dimensi tiga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://berhitung.wordpress.com/?p=138</guid>

					<description><![CDATA[Menurut pandangan siswa  SMA,  soal UN Matematika tahun ini pada umumnya tidak sesulit tahun sebelumnya, tapi tetap untuk soal Dimensi 3  merupakan soal yang tersulit diantara seluruh soal yang ada. Betulkah demikian ? <a href="https://berhitung.wordpress.com/2010/06/02/soal-dimensi-3soal-tersulit-di-ujian/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img loading="lazy" class="alignleft" title="d3" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:6T_AcioBB_YFuM:http://1.bp.blogspot.com/_gtxr0p0Nydw/RlKaMEG4mgI/AAAAAAAAAA0/1OEkIV4yDLE/s200/kubus2.gif" alt="" width="104" height="101" />Ujian Nasional SMA  telah berlalu, tinggal menunggu <a href="http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/10/04/23/112716-52-persen-peserta-un-ntt-ikuti-ujian-ulang" target="_blank">Ujian Ulang</a> bagi yang tidak memenuhi <a href="http://www.sman70-jkt.sch.id/index.php/ujian-nasional/223-kelulusan-un-20092010" target="_blank">kriteria kelulusan</a>. Pada soal UN Matematika untuk  kode P32 dan P65 ada 2 buah soal tentang materi dimensi tiga ini. Dan  memang soal dimensi 3 biasanya keluar 2 soal tiap kali ujian tiap tahun.  Jadi kalau betul dua-duanya ,siswa sudah mengantongi nilai 0,5 dari dua  soal tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-138"></span>Menurut  pandangan siswa  SMA,  soal UN Matematika tahun ini pada umumnya tidak  sesulit tahun sebelumnya, tapi tetap untuk soal Dimensi 3  merupakan  soal yang tersulit diantara seluruh soal yang ada. Betulkah demikian ?</p>
<p>Kalau kita lihat soal Dimensi 3 yang di ujiankan masih seputar :</p>
<ol>
<li>Besar sudut atau nilai trigonometri dari sudut yang di bentuk antara  garis dan bidang.</li>
<li>Jarak antara garis dan bidang.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Dua indikator itu yang selalu di  tanyakan. Tapi untuk jarak antara garis dan bidang , bidang segitiga  yang di hasilkan dari perpaduan garis tersebut mengarah ke segitiga sama  kaki dan segitiga sembarang, tidak lagi ke bidang segitiga siku-siku,  seperti soal-soal ujian sebelumnya. Mungkin vareasi soal ini yang di  anggap sulit oleh sebagian siswa.</p>
<p>Saya ambil contoh soal UN sebagai  berikut :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Diketahui kubus ABCD.EFGH  dengan panjang rusuk 6 cm dan T adalah titik tengah CG. jarak titik E ke  BT adalah:</em></p>
<p><a style="font-family:Helvetica,Arial,Sans-serif;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:14px;line-height:normal;display:block;text-decoration:underline;margin:12px auto 6px;" title="View Soal dan pembahasan Dimensi Tiga on Scribd" href="http://www.scribd.com/doc/30988978/Soal-dan-pembahasan-Dimensi-Tiga">Soal dan pembahasan Dimensi Tiga</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://berhitung.wordpress.com/2010/06/02/soal-dimensi-3soal-tersulit-di-ujian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">138</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/14ea1b3b357d4ed231fbc72eb2bfdfedfadb648b07945775acd4cc47fff3c79e?s=96&amp;d=https%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&amp;r=G">
			<media:title type="html">footmath</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:6T_AcioBB_YFuM:http://1.bp.blogspot.com/_gtxr0p0Nydw/RlKaMEG4mgI/AAAAAAAAAA0/1OEkIV4yDLE/s200/kubus2.gif">
			<media:title type="html">d3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masih perlukah alat peraga?</title>
		<link>https://berhitung.wordpress.com/2010/06/02/masih-perlukah-alat-peraga/</link>
					<comments>https://berhitung.wordpress.com/2010/06/02/masih-perlukah-alat-peraga/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[footmath]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 03:38:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Matematika]]></category>
		<category><![CDATA[alat peraga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://berhitung.wordpress.com/?p=135</guid>

					<description><![CDATA[Dalam proses belajar mengajar ada hal yang penting bagi seorang guru yaitu meningkatkan motivasi anak didiknya. Salah satu cara dalam meningkatkan motivasi belajar adalah mengunakan alat peraga tadi. Sehingga diharapkan konsep abstrak yang baru di fahami murid akan mengendap, melekat dan tahan lama, tidak hanya sekedar lewat begitu saja. <a href="https://berhitung.wordpress.com/2010/06/02/masih-perlukah-alat-peraga/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img loading="lazy" class="alignleft" title="alat peraga" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:YFEHZIgA0NI-5M:http://www.pattimura.com/wp-content/uploads/2009/05/anatomi.jpg" alt="" width="87" height="128" />Saya teringat ketika  saya duduk di Sekolah Dasar tahun 70-an, saat itu kelas  dua kalau  tidak salah. Suatu saat Bapak guru yang budiman menyuruh setiap muridnya  membawa seratus buah lidi yang panjangnya 10 cm. Kemudian kami  mempersiapkannya dari rumah, tak pelak lagi Ibu di rumah ikut sibuk  membantu mencarikan sapu lidi.Kenangan itu terasa indah, apalagi paginya  Pak guru yang budiman memberitahukan bahwa lidi itu bisa di pakai  sebagai alat bantu hitung: tambahan, pengurangan dan perkalian.  Pelajaran Matematikapun di lalui dengan secara gembira dan penuh  antusias oleh semua murid, sehingga waktu pun tak terasa. Itulah  kenangan yang mengasyikan belajar Matematika saat itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-135"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Apakah  murid-murid sekarang mempunya kenangan yang serupa? </em></p>
<p style="text-align:justify;">Ya pada dasarnya anak belajar dari  hal-hal yang kongkrit, sehingga untuk mengetahui konsep-konsep yang  abstrak anak memerlukan benda-benda yang riil sebagai perantara atau  visualisasinya. konsep abstarak itu dicapai melalui tingkat-tingkat  belajar yang berbeda-beda. Bahkan orang dewasapun yang pada umumnya  telah mengetahui konsep-konsep abstrak, dalam keadaan tertentu sering  memerlukan konsep visualisasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam proses belajar mengajar ada hal  yang penting bagi seorang guru yaitu meningkatkan motivasi anak  didiknya. Salah satu cara dalam meningkatkan motivasi belajar adalah  mengunakan alat peraga tadi. Sehingga diharapkan konsep abstrak yang  baru di fahami murid akan mengendap, melekat dan tahan lama, tidak hanya  sekedar lewat begitu saja.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://berhitung.wordpress.com/2010/06/02/masih-perlukah-alat-peraga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/14ea1b3b357d4ed231fbc72eb2bfdfedfadb648b07945775acd4cc47fff3c79e?s=96&amp;d=https%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&amp;r=G">
			<media:title type="html">footmath</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:YFEHZIgA0NI-5M:http://www.pattimura.com/wp-content/uploads/2009/05/anatomi.jpg">
			<media:title type="html">alat peraga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal sistem pendidikan di Thailand</title>
		<link>https://berhitung.wordpress.com/2010/06/02/mengenal-sistem-pendidikan-di-thailand/</link>
					<comments>https://berhitung.wordpress.com/2010/06/02/mengenal-sistem-pendidikan-di-thailand/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[footmath]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 03:31:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bangkok]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://berhitung.wordpress.com/?p=132</guid>

					<description><![CDATA[Sistem pendidikan di Thailand terbagi menjadi 3, yaitu : pendidikan formal, pendidikan non-formal dan pendidikan informal.Untuk sistem pendidikan formal terdiri dari pendidikan dasar dan pendidikan tinggi. sedangkan sistem pendidikan non-formal terdiri dari : program sertifikat kejuruan, program short course sekolah kejuruan dan interest group program <a href="https://berhitung.wordpress.com/2010/06/02/mengenal-sistem-pendidikan-di-thailand/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img loading="lazy" class="alignleft" title="kurikulum" src="https://fairuzelsaid.files.wordpress.com/2010/02/kurikulum.jpg?w=137&#038;h=108" alt="" width="137" height="108" />Dalam acara rapat kemarin  dengan <a href="http://www.atdikbangkok.com/" target="_blank">Atase  Pendidikan</a> (atdik) yaitu  untuk pemantapan program kerja dan  pembinaan Sekolah Indonesia Luar Negeri di Bangkok (SILN), telah di  paparkan tentang sistem pendidikan di Thailand. Dalam paparan tentang  sistem pendidkan di Thailand  ternyata ada kesamaan dengan sitem  pendidikan di Indonesia dan ada juga perbedaanya. Berikut ini  penjelasannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-132"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sistem  pendidikan di Thailand terbagi menjadi 3, yaitu : pendidikan formal,  pendidikan non-formal dan pendidikan informal.Untuk sistem pendidikan  formal terdiri dari pendidikan dasar dan pendidikan tinggi. sedangkan  sistem pendidikan non-formal terdiri dari : program sertifikat kejuruan,  program short course sekolah kejuruan dan interest group program.</p>
<p style="text-align:justify;">Wajib belajar di Thailand adalah wajib  belajar 9 tahun, dengan rincian grade sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Pendidikan play group dan TK usia 3-6 tahun</li>
<li>Pendidikan Sekolah dasar (selama 6 tahun), grade 1-6</li>
<li>Pendidikan Sekolah Menengah (selama 3 tahun), grade 7-9</li>
<li>Pendidikan Sekolah Menengah atas (selama 3 tahun), grade 10-12</li>
</ul>
<p>Untuk grade 7-12 dalam satu kompon  sekolahan, mereka tak harus mendaftar lagi , sudah otomatis melanjutkan  di sekolah itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Ujian Nasional (UN) di Thailand  dikoordinasikan oleh <a href="http://www.springerlink.com/content/96kn087727812265/" target="_blank">Bureu of Education Testing Office</a> dari Komisi  Pendidikan Dasar yang memakai Sistem Ordinary National Education Test (<a href="http://www.niets.or.th/" target="_blank">O-net</a>). UN di  wajibkan untuk grade 3, 6, 9 dan 12. Ada 8 mata pelajaran yang di-UN  kan  yaitu :</p>
<ol>
<li>Bahasa Thai</li>
<li>Matematika</li>
<li>Science</li>
<li>Ilmu sosial</li>
<li>Agama dan Kebudayaan</li>
<li>Bahasa asing</li>
<li>Health dan Physical Education</li>
<li>Art, Career dan Technology</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan siswa dari grade  1,2,4,5,7,8,10 dan 11, mengikuti ujian kelas dari sekolah masing-masing  yang mengacu dari <em>Office of Academic affair</em> , Kementrian  Pendidikan Thailand, secara serentak. Mudah-mudahan dapat menambah  wawasan kawan-kawan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://berhitung.wordpress.com/2010/06/02/mengenal-sistem-pendidikan-di-thailand/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/14ea1b3b357d4ed231fbc72eb2bfdfedfadb648b07945775acd4cc47fff3c79e?s=96&amp;d=https%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&amp;r=G">
			<media:title type="html">footmath</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://fairuzelsaid.files.wordpress.com/2010/02/kurikulum.jpg">
			<media:title type="html">kurikulum</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbahasa Inggris di kelas, why not !</title>
		<link>https://berhitung.wordpress.com/2010/03/08/berbahasa-inggris-di-kelas-why-not/</link>
					<comments>https://berhitung.wordpress.com/2010/03/08/berbahasa-inggris-di-kelas-why-not/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[footmath]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 15:27:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Matematika]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://berhitung.wordpress.com/?p=125</guid>

					<description><![CDATA[erikut ini diberikan bagan berbagai instruksi, petunjuk, serta larangan dalam bahasa Inggris.  <a href="https://berhitung.wordpress.com/2010/03/08/berbahasa-inggris-di-kelas-why-not/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img loading="lazy" class="alignleft" title="eng" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:0aHSXc114Hov8M:http://math.palomar.edu/msmith/books_-_math.gif" alt="" width="130" height="93" />Bagi rekan-rekan  guru yang mencoba melaksanakan  pengajaran secara dua bahasa/bilingual   (Indonesia-English) di dalam kelas .  Berikut ini diberikan bagan  berbagai instruksi, petunjuk, serta larangan dalam bahasa Inggris.   Untuk mengatur kegiatan pembelajaran yang seharusnya dilalui siswa, agar  tercipta pembelajaran yang efektif. Fungsi-fungsi yang tercantum di  sini terkait dengan berbagai kegiatan, yaitu:</p>
<p><span id="more-125"></span></p>
<ol>
<li>membuka pelajaran</li>
<li>mengecek kehadiran</li>
<li>mengatur kondisi fisik kelas</li>
<li>mempersiapkan kelas</li>
<li>memasuki tahapan-tahapan      pembelajaran</li>
<li>menggunakan alat Bantu</li>
<li>membentuk kelompok</li>
<li>mengatur cara kerja: kelompok,      individu, berpasangan</li>
<li>mendisiplinkan siswa</li>
<li>menutup pelajaran atau mengakhiri tahapan pembelajaran</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Agar terbiasa menggunakan classroom  language yang tepat maka sebaiknya ungkapan-ungkapan yang diberikan  dapat secara aktif diterapkan dalam proses belajar mengajar. Jika guru  selalu menggunakan ungkapan-ungkapan tersebut dalam proses pembelajaran  maka siswa juga akan terbiasa untuk memahami, menanggapi, dan akhirnya  menggunakan berbagai ungkapan tersebut. Inilah bagan-bagannya,  mudah-mudahan bermanfaat.<em><strong> let’s speak english everyones</strong></em> !</p>
<iframe class="scribd_iframe_embed" src="https://www.scribd.com/embeds/27035663/content?start_page=1&view_mode=list&access_key=key-5jseha0djtcun4ht04d"  data-auto-height="true" scrolling="no" id="scribd_27035663" width="100%" height="500" frameborder="0"></iframe>
		<div style="font-size:10px;text-align:center;width:100%"><a href="https://www.scribd.com/doc/27035663" rel="noopener noreferrer" target="_blank">Lihat dokumen ini di Scribd</a></div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://berhitung.wordpress.com/2010/03/08/berbahasa-inggris-di-kelas-why-not/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">125</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/14ea1b3b357d4ed231fbc72eb2bfdfedfadb648b07945775acd4cc47fff3c79e?s=96&amp;d=https%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&amp;r=G">
			<media:title type="html">footmath</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:0aHSXc114Hov8M:http://math.palomar.edu/msmith/books_-_math.gif">
			<media:title type="html">eng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2 sama dengan 1 ?</title>
		<link>https://berhitung.wordpress.com/2010/03/08/2-sama-dengan-1/</link>
					<comments>https://berhitung.wordpress.com/2010/03/08/2-sama-dengan-1/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[footmath]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 15:16:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Matematika]]></category>
		<category><![CDATA[aljabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://berhitung.wordpress.com/?p=123</guid>

					<description><![CDATA[Di postingan ini ada suatu persamaan matematika. Persamaan dua buah peubah a dan x , dimana tiap ruas di tambah dan di kurang peubah yang sesuai kaidah matematika tiap ruasnya <a href="https://berhitung.wordpress.com/2010/03/08/2-sama-dengan-1/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img loading="lazy" class="alignleft" title="1" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:TGEKGLnh_RgDgM:http://www.a2clemente.org/clemente.stabb/files/math.jpg" alt="" width="124" height="113" />Di postingan ini ada  suatu persamaan matematika. Persamaan dua buah peubah <em><strong>a </strong></em>dan  <em><strong>x</strong></em> , dimana tiap ruas di tambah dan di kurang  peubah yang sesuai kaidah matematika tiap ruasnya. Ada ruas persamaan  yang memakai sifat distribusi perkalian terhadap pengurangan. Coba anda  perhatikan dengan jeli dimana kesalah-kaprahan dari persamaan ini,  sehinga bisa menyatakan bahwa dua sama dengan satu ! <span id="more-123"></span><span style="color:#339966;">Jika  :</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#339966;"><strong><em>a = x</em></strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#339966;"><strong><em>a + a = a + x </em></strong> [ kedua ruas di tambahkan a]</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#339966;"><strong><em>2 a = a + x</em></strong> [karena: a + a = 2a]</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#339966;"><strong><em>2a – 2x = a + x – 2x</em></strong> [kedua ruas dikurangi 2x]</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#339966;"><strong><em>2 ( a – x ) = a  + x –  2x</em></strong> [ karena 2a &#8211; 2x = 2 (a &#8211; x)]</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#339966;"><strong><em>2 ( a – x ) = (a – x) </em></strong> [karena : x &#8211; 2x = -x]</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#339966;"><strong><em>2 = 1</em></strong> [kedua ruas dibagi (a &#8211; x )]</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#339966;"><strong><em>Sehingga 2 = 1 ?????</em></strong></span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://berhitung.wordpress.com/2010/03/08/2-sama-dengan-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/14ea1b3b357d4ed231fbc72eb2bfdfedfadb648b07945775acd4cc47fff3c79e?s=96&amp;d=https%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&amp;r=G">
			<media:title type="html">footmath</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:TGEKGLnh_RgDgM:http://www.a2clemente.org/clemente.stabb/files/math.jpg">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenang Prof. Dr. Ir. Andi Hakim Nasoetion</title>
		<link>https://berhitung.wordpress.com/2010/03/08/mengenang-prof-dr-ir-andi-hakim-nasoetion/</link>
					<comments>https://berhitung.wordpress.com/2010/03/08/mengenang-prof-dr-ir-andi-hakim-nasoetion/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[footmath]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 15:07:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Ir. Andi Hakim Nasoetion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://berhitung.wordpress.com/?p=119</guid>

					<description><![CDATA[Prof. Dr. Ir. Andi Hakim Nasoetion lahir di Jakarta ,30 Maret 1932. “Pak Andi” itulah sapaan akrab terhadap beliau yang seorang sosok sederhana,mumpuni dan kebapaan.  <a href="https://berhitung.wordpress.com/2010/03/08/mengenang-prof-dr-ir-andi-hakim-nasoetion/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Prof. Dr. Ir. Andi Hakim Nasoetion lahir di Jakarta ,30 Maret 1932. “Pak  Andi” itulah sapaan akrab terhadap beliau yang seorang sosok  sederhana,mumpuni dan kebapaan. Hampir semua anak didik beliau termasuk  saya mempunyai kenangan manis sama Pak Andi. Misalkan kalau abis beliau  pulang dari kampus pas ketemu mahasiswa yang searah pulang,pasti beliau  berhenti dan mengajak untuk naik mobilnya. <em>Pak Andi smoga amal bakti  Bapak diterima Allah SWT.</em></p>
<p style="text-align:center;"><em><span id="more-119"></span><iframe class="youtube-player" width="500" height="282" src="https://www.youtube.com/embed/FsjUvjxqNZI?version=3&#038;rel=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;fs=1&#038;hl=id&#038;autohide=2&#038;wmode=transparent" allowfullscreen="true" style="border:0;" sandbox="allow-scripts allow-same-origin allow-popups allow-presentation allow-popups-to-escape-sandbox"></iframe><br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://berhitung.wordpress.com/2010/03/08/mengenang-prof-dr-ir-andi-hakim-nasoetion/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">119</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/14ea1b3b357d4ed231fbc72eb2bfdfedfadb648b07945775acd4cc47fff3c79e?s=96&amp;d=https%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&amp;r=G">
			<media:title type="html">footmath</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemodelan matematika</title>
		<link>https://berhitung.wordpress.com/2010/03/08/pemodelan-matematika/</link>
					<comments>https://berhitung.wordpress.com/2010/03/08/pemodelan-matematika/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[footmath]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 15:02:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Matematika]]></category>
		<category><![CDATA[model]]></category>
		<category><![CDATA[model matematika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://berhitung.wordpress.com/?p=117</guid>

					<description><![CDATA[Salah satu media yang efektif untuk mengembangkan kecakapan hidup (life skill) siswa adalah pemodelan matematika (mathematical modeling).  <a href="https://berhitung.wordpress.com/2010/03/08/pemodelan-matematika/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img loading="lazy" class="alignleft" title="model" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:Csfd_oxMjYXX8M:http://www.sbschools.org/schools/bc/class_pages/first_grade/images/math_art.gif" alt="" width="106" height="122" />Salah satu media  yang efektif untuk mengembangkan kecakapan hidup (<a href="http://www.essentiallifeskills.net/" target="_blank"><em>life   skill</em></a>) siswa adalah pemodelan matematika (<a href="http://www.meaningfulmath.org/modeling" target="_blank">mathematical  modeling</a>). Pemodelan  matematika (mathematical modeling) adalah  suatu studi tentang konsep dan operasi matematika dalam konteks dunia  real dan pembentukan model-model dalam menggali dan memahami situasi  masalah kompleks yang sesungguhnya  (English, 2006).</p>
<p><span id="more-117"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Model  matematika telah banyak diaplikasikan dalam aspek kehidupan manusia,  seperti pada bidang Fisika, Kimia, Biologi, Kesehatan, Teknik,  Ekonomi,  Geologi dan sebagainya. Banyak manfaat yang dapat diambil dari ilmu   pengetahuan pemodelan matematika ini. Namun demikian, pembuatan model  matematika adalah permasalahan yang sangat kompleks. Pemodel membutuhkan  strategi pemecahan masalah (<a href="http://managementhelp.org/prsn_prd/prob_slv.htm" target="_blank"><em>Problem  solving</em></a>) dalam perspektif pemodelan,  pemikiran matematis (<a href="http://www.developmentalpsychologyarena.com/the-nature-of-mathematical-thinking-9780805817997" target="_blank"><em>mathematical thinking</em></a>) dan relasinya  dengan ilmu pengetahuan  lain. Apalagi mengajarkannya kepada siswa di  sekolah dibutuhkan suatu strategi  pembelajaran yang inovatif, efektif  dan efisien. Bagaimana menurut Anda ?</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://berhitung.wordpress.com/2010/03/08/pemodelan-matematika/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">117</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/14ea1b3b357d4ed231fbc72eb2bfdfedfadb648b07945775acd4cc47fff3c79e?s=96&amp;d=https%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&amp;r=G">
			<media:title type="html">footmath</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:Csfd_oxMjYXX8M:http://www.sbschools.org/schools/bc/class_pages/first_grade/images/math_art.gif">
			<media:title type="html">model</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukuman pada siswa efektifkah…?</title>
		<link>https://berhitung.wordpress.com/2010/03/04/hukuman-pada-siswa-efektifkah/</link>
					<comments>https://berhitung.wordpress.com/2010/03/04/hukuman-pada-siswa-efektifkah/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[footmath]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 14:49:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidkan]]></category>
		<category><![CDATA[siswa]]></category>
		<category><![CDATA[SMA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://berhitung.wordpress.com/?p=111</guid>

					<description><![CDATA[Baru-baru ini di berita , terjadi lagi kekerasan di sekolah.Lantaran telat, siswa kelas I Sekolah Menengah Kejuruan NU Ungaran, Semarang, Jawa Tengah, itu, disiksa (baca ; dihukum). Rian dijemur di bawah terik matahari, ditendang, dan dipukul oleh Ahmad Hanik, kepala sekolah. Benar atau tidaknya berita itu wallahu’alam bissawab <a href="https://berhitung.wordpress.com/2010/03/04/hukuman-pada-siswa-efektifkah/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Baru-baru ini di <a href="http://metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/02/23/11458/Telat-Seorang-Siswa-Disiksa" target="_blank">berita</a> , terjadi lagi kekerasan di sekolah.Lantaran  telat, siswa kelas I Sekolah Menengah Kejuruan NU Ungaran,  Semarang,  Jawa Tengah, itu, disiksa (baca ; dihukum). Rian dijemur di bawah terik   matahari, ditendang, dan dipukul oleh Ahmad Hanik, kepala sekolah.  Benar atau tidaknya berita itu wallahu’alam bissawab. Yang jelas  kekerasan slalu saja hadir di area pendidikan, wajarkah ?</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-111"></span>Sekretaris <a href="http://regional.kompas.com/read/2008/10/24/14312230/Kekerasan.Siswa.Meningkat..Wapres.Minta.Komisi.Perlindungan.Anak.Tindak.Lanjuti" target="_blank">KPAI</a> (Komite Perlindungan Anak Indonesia), Hadi  Supeno  menyebutkan, kecenderungan tindak kekerasan  terhadap anak didik  oleh  gurunya di kelas semakin meningkat. Dari data  yang dikompilasi  oleh  KPAI selama tahun 2007 dalam pemberitaan pers,  terjadi 555 tindak   kekerasan terhadap anak. “Dari jumlah itu, sebanyak 11,8 persennnya   dilakukan oleh guru-guru di  sekolahnya, sedangkan 18 persen dilakukan   oleh anggota keluarga  terdekat.”</p>
<p style="text-align:justify;">Secara teoritik ,<strong><em> hukuman  merupakan tehnik yang bisa mengontrol tingkah laku</em></strong>. <em><a href="http://www.bfskinner.org/BFSkinner/Home.html" target="_blank">Skinner</a> </em>(1953) membicarakan pengaruh dan hasil sampingan hukuman, dalam  bukunya : <em><a href="http://www.terapia-conductual-cognitiva.cl/archivos/descargas/B%20F%20Skinner%20-%20Science%20And%20Human%20Behavior.pdf" target="_blank">Science and Human Behaviour</a></em>. Skinner memandang  hukuman sebagai penyajian sengaja dari penguat (reinforcer) negatif.  Skinner telah menemukan 3 efek hukuman terhadap orang yang dihukumnya.</p>
<ol>
<li><em>Hukuman menekan tingkah laku yang diinginkan,</em></li>
<li><em>Membangunkan laku yang berlawanan sifatnya dan dibarengi  perubahan fisiologis : amarah, tegang dsb.</em></li>
<li><em>Memberi syarat bagi siterhukum berbuat lain dari perbuatan yang  membuat dia dihukum.<br />
</em></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Benar atau tidak teori itu, yang jelas kita sebagai orang tua dan  pendidik harus berbicara dengan hati nurani dan pikiran yang jernih  ketika anak didik kita melakukan kesalahan, agar tidak ada yang  dirugikan. bagaimana menurut anda ? mari kita diskusikan !</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://berhitung.wordpress.com/2010/03/04/hukuman-pada-siswa-efektifkah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">111</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/14ea1b3b357d4ed231fbc72eb2bfdfedfadb648b07945775acd4cc47fff3c79e?s=96&amp;d=https%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&amp;r=G">
			<media:title type="html">footmath</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>