<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0">

<channel>
	<title>Berbagi Cerita</title>
	
	<link>http://www.berbagicerita.com</link>
	<description>Tempatnya berbagi cerita tentang segala hal yang terjadi dalam hidupmu</description>
	<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 02:00:55 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/berbagicerita/uAJA" type="application/rss+xml" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">berbagicerita/uAJA</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item>
		<title>Bahasa Jawa : Sekilas Asal-Usul Bentuk Kromo-Ngoko dan Mengapa Bentuk ini Tidak dikenal di Bahasa Jawa Using?</title>
		<link>http://www.berbagicerita.com/bahasa-jawa-sekilas-asal-usul-bentuk-kromo-ngoko-dan-mengapa-bentuk-ini-tidak-dikenal-di-bahasa-jawa-using/</link>
		<comments>http://www.berbagicerita.com/bahasa-jawa-sekilas-asal-usul-bentuk-kromo-ngoko-dan-mengapa-bentuk-ini-tidak-dikenal-di-bahasa-jawa-using/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 02:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bahasa]]></category>

		<category><![CDATA[java]]></category>

		<category><![CDATA[jawa]]></category>

		<category><![CDATA[sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.berbagicerita.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Bambang Priantono
Hantaran :
Sudah lama saya tidak berbicara soal bahasa, karena seperti yang diketahui&#8230;para pembacanya terbatas dan mungkin kesannya juga &#8220;berat&#8221;, tapi saya usahakan seperti dulu, tidak berat dan tidak banyak menggunakan istilah-istilah akademis seperti yang dipakai para pelaku pendidikan tingkat tinggi dan istilah yang &#8217;sok Inggris&#8217; jika masih ada padanan Indonesianya. Semoga bisa dipahami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: <a href="http://bambangpriantono.multiply.com/journal/item/717">Bambang Priantono</a></strong></p>
<p><strong>Hantaran :</strong></p>
<p>Sudah lama saya tidak berbicara soal bahasa, karena seperti yang diketahui&#8230;para pembacanya terbatas dan mungkin kesannya juga &#8220;berat&#8221;, tapi saya usahakan seperti dulu, tidak berat dan tidak banyak menggunakan istilah-istilah akademis seperti yang dipakai para pelaku pendidikan tingkat tinggi dan istilah yang &#8217;sok Inggris&#8217; jika masih ada padanan Indonesianya. Semoga bisa dipahami oleh para peminat bahasa yang tidak pengen dibebani dengan istilah yang &#8216;berat-berat&#8217;. Kali ini ada hal yang selalu mengganjal dalam pemikiran saya, kenapa sih bisa muncul pembatasan bahasa antara halus dan kasar dalam bahasa Jawa?</p>
<p>Bahasa Jawa yang menjadi bahasa ibu dari hampir separuh penduduk republik ini mempunyai dua dialek besar, yakni dialek sosial dan dialek daerah. Yang ingin saya ulik-ulik adalah dialek sosial atau kemasyarakatannya. Masyarakat Jawa pada dasarnya adalah masyarakat petani dimana terdapat susunan hirarki yang menjadi pedoman bermasyarakat didalamnya. Sistem semacam ini juga mengarah pada sistem kepemilikan tanah ataupun feodalisme, dan berpengaruh pada bahasa juga. Karena harus menghormat kepada orang-orang yang lebih tinggi baik dari usia, status di masyarakat, maupun wibawanya.</p>
<p>Akibatnya, bahasa Jawa mengenal ragam yang disebut sebagai kromo, madya dan ngoko. Pembagian semacam ini muncul pada masa awal Kerajaan Mataram pimpinan Sultan Agung, dimana pada sebelumnya, bahasa JAwa tidak mengenal susunan semacam itu, sebagaimana yang dipahami, bahasa Jawa Kuno tidak mengenal bentuk-bentuk semacam ini. Dalam tingkat tutur ngoko, tidak ada perbedaan antara lawan bicara disamping digunakan kepada org2 yang ada di lapisan sama ataupun sebaya. Sedangkan kromo dicitrakan sebagai tingkatan sopan santun dalam berbicara, menunjukkan &#8216;keanggunan&#8217; dalam berbicara serta dianggap njawani . Tingkatan ini dipakai oleh para bawahan atau orang-orang dibawah maupun dalam keadaan resmi. Serta untuk orang yang belum dikenal.</p>
<p>Menurut Poedjosoedarsono dkk (1979), sebenarnya bahasa Ngoko adalah dasar dari semua kosakata bahasa Jawa. Karena itulah, maka bahasa Kromo tidak dapat disamakan atau disetarakan dengan ragam ngoko, karena terlalu banyaknya kata ngoko yang tidak memiliki padanan kromonya. Jumlah kosakata Ngoko mencapai ratusan ribu, sedangkan Kromo hanya berjumlah 850 kata, bahkan untuk Kromo Inggil hanya berjumlah 250 kata.</p>
<p>Nah, mengapa terjadi Ngoko-Kromo?</p>
<p>Menurut Benedict Anderson (1990), hal tersebut disebabkan adanya krisis politik-budaya yang terjadi di tanah Jawa sejak abad ke-16, dan makin mendalam sejak penjajahan Belanda yang serempak memfosilkan penguasa Jawa dan memfeodalkan hubungan mereka dengan rakyat bawah. Menurut Anderson lagi, bentuk Kromo ini adalah bentuk kekuasaan Jawa yang secara nyata (de facto), telah hilang. Raja-raja Jawa dijadikan sebagai boneka hidup yang dikendalikan Belanda.</p>
<p>Dari sinilah akhirnya muncul hirarki dalam bahasa Jawa yang berakar dari feodalisme dan dianggap sangat menguntungkan bagi penjajah pada waktu itu, karena dapat memperlancar kepentingannya dengan bersembunyi dibalik raja-raja kecil tadi. Dari sinilah mengapa bahasa Kromo sangat sedikit kosakatanya itu disebabkan oleh pengendalian atas apa yang hendak dikatakannya. Ditunjang dengan sistem kebangsawanan.</p>
<p><strong>Mengapa Bentuk Kromo-Inggil tidak dikenal di Banyuwangi?</strong></p>
<p>Menurut apa yang saya alami, jarang sekali masyarakat Using di Banyuwangi menggunakan ragam kromo-ngoko sebagaimana masyarakat Jawa lainnya. Sebagaimana mereka tidak begitu menyukai kesenian-kesenian dari Jawa Tengahan. Saya waktu itu masih belum tahu apa namanya. Mereka hanya berbahasa seperti &#8216;kromo&#8217; pada hal-hal yang bersifat keagamaan atau hal-hal kegaiban, bukan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Setelah saya membaca di beberapa tulisan, saya baru mengetahui bahwa masyarakat Using Banyuwangi hanya mengenal 2 ragam wicara, yakni : Cara Using dan Cara Besiki. Cara Using ini dipakai setara antara tua-muda, kaya-miskin, pintar-bodoh dan semua lapisan masyarakatnya. Tidak ada jarak antara tua-muda dalam hal ini. Pembedanya hanya pada kata ganti atau pronomina belaka seperti contoh :</p>
<p>Siro madyango sulung  = anda makanlah dulu<br />
Riko madyango sulung = kamu makanlah dulu</p>
<p>Bentuk siro dipakai sebagai tanda hormat kepada yang lebih tua dan yang tidak dikenal. Hanya itu saja pembatasnya, selebihnya tetap, meski kerap dianggap orang Jawa tidak Njawani. Penyebab utamanya adalah, hilangnya sistem kebangsawanan di Banyuwangi sejak abad ke-18, dan hubungan antara penguasa kolonial dengan desa-desa sangat longgar tidak seperti di tanah Jawa lainnya. Sehingga pada hakikatnya desa di Banyuwangi waktu itu sifatnya mandiri, dan penguasa pusat hanya berperan sebagai &#8220;Lebah Ratu&#8221;, berbeda sekali, sehingga pola kekuasaan ala Jawa tidak dapat meresap sempurna di ujung timur Jawa.</p>
<p>Sedangkan Cara Besiki adalah ragam Jawa yang &#8216;diterima&#8217; masyarakat Using Banyuwangi sebagai bentuk ideal dalam berbahasa. Namun hanya bentuk ideal, bukan dalam percakapan sehari-hari. Cara Besiki ini dipakai pada acara perkawinan, kematian, lamaran (tegoran) dan acara-acara bersifat keagamaan. Dalam artian mereka menganggap Cara Besiki ini sebagai bentuk sakral, bukan hirarkis. Cara Besiki serupa dengan Kromo , namun penggunaannya dikurangi sehingga bagi mereka bentuk halus ini hanya untuk &#8220;dunia sana&#8221; bukan &#8220;dunia sini&#8221;, terkait dengan hal tak kasat mata. Dan entah kapan perubahan hubungan Cara Using-Cara Besiki ini terjadinya,</p>
<p>Di bahasa Sunda, Madura dan Bali juga dikenal ragam halus-kasar ini sebagai akibat pengaruh dari kekuasaan Majapahit dan Mataram. Sekian dulu tulisan saya yang rada &#8216;berat&#8217; ini, semoga bermanfaat. Ada yang ditanyakan&#8230;monggo&#8230;</p>
<p><strong>Sumber Rujukan</strong></p>
<ul>
<li>Bahasa dan Sastra Using, Ragam dan Alternatif Kajian (2002)</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.berbagicerita.com/bahasa-jawa-sekilas-asal-usul-bentuk-kromo-ngoko-dan-mengapa-bentuk-ini-tidak-dikenal-di-bahasa-jawa-using/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Prinsip-prinsip dan Nasehat dari Warren Buffet</title>
		<link>http://www.berbagicerita.com/prinsip-prinsip-dan-nasehat-dari-warren-buffet/</link>
		<comments>http://www.berbagicerita.com/prinsip-prinsip-dan-nasehat-dari-warren-buffet/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 02:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.berbagicerita.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[1. Great Mindset (cara berpikir )
Kaya adalah mindset. Warren Buffett pernah berkata “Saya selalu yakin, bahwa Saya akan kaya dan tak pernah meragukannya biar semenitpun (“I always knew I was going to be rich. I don’t think I ever doubted it for a minute.”)
Orang kaya dan orang miskin dapat dibedakan melalui mindset mereka. Mindset orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1. Great Mindset (cara berpikir )</strong></p>
<p>Kaya adalah mindset. Warren Buffett pernah berkata “Saya selalu yakin, bahwa Saya akan kaya dan tak pernah meragukannya biar semenitpun (“I always knew I was going to be rich. I don’t think I ever doubted it for a minute.”)</p>
<p>Orang kaya dan orang miskin dapat dibedakan melalui mindset mereka. Mindset orang miskin adalah memikirkan tentang kekurangan. Sedangkan orang kaya selalu berpikir akan kelimpahan dan kemakmuran. Keyakinan kita-lah yang menentukan cara kita mendapatkan kekayaan, keputusan yg kita ambil dan cara kita bergerak.</p>
<p><strong>2. Jangan Bermain Judi</strong></p>
<p>Judi merupakan permainan orang bodoh. Buffett memegang prinsip investasi sebagai berikut</p>
<p>Aturan Investasi 1: Jangan kecewakan pemegang saham, hasilkan uang</p>
<p>Aturan ke 2: Jangan lupa aturan no 1<br />
“Gambling Is A Fools Game“Rule No.1: Never lose money. Rule No.2: Never forget rule No.1.” - Warren Buffett</p>
<p><strong>3. Bergaullah dengan orang-orang sukses (pilih org yg bersikap lbh baik, bukan yg mempunyai uang lbh banyak )</strong></p>
<p>Apabila Anda ingin sukses, bergaullah dengan orang yang lebih sukses dari Anda.</p>
<p>” Lebih baik ngumpul dgn orang2 yg lebih baik dr kita. Carilah org yg kebiasaan /sifatnya lebih baik dr mu dan Anda akan mengalir ke arah yg lbh baik.”</p>
<p>Pemikiran kita banyak dipengaruhi oleh orang yang paling sering bergaul dengan kita, suka atau tidak kita akan terpengaruh. Maka dari itu, pilihlah dengan siapa Anda bergaul. Warren Buffett berkata “It’s better to hang out with people better than you. Pick out associates whose behavior is better than yours and you’ll drift in that direction.”</p>
<p><strong>4. Sukses bukan hanya Uang</strong></p>
<p>Buffett pernah diwawancarai CNBC, Apa rahasia sukses Anda? Buffett menjawab “Saat seseorang mencapai usia seperti Saya, dan punya org yg mencintai dan dicintai. Orang demikian dapat dikategorikan sukses”<br />
Sukses adalah mengerjakan sesuatu yang Anda sangat sukai dan melakukannya dengan baik, begitulah pesan Warren Buffett. Sukses bukan pada punya uang atau tidak.</p>
<p>Warren Buffett said “Success is really doing what you love and doing it well. It’s as simple as that. I’ve never met anyone doing that who doesn’t feel like a success. And I’ve met plenty of people who have not achieved that and whose lives are miserable.”</p>
<p><strong>5. Hidup Hemat</strong></p>
<p>Prinsip hidup Buffett adalah “Pengeluaran lbh kecil dr pendapatan”. Anda tdk mungkin mencapai level millionare jika pengeluaran Anda lebih besar dari pendapatan.</p>
<p>Buffet terkenal dgn gaya hidupnya yg sederhana. Hingga saat ini dia msh tinggal di rumah yang dibelinya pada tahun 1958.</p>
<p><strong>6. Jauhi Berutang untuk Konsumsi</strong></p>
<p>Buffett sangat anti utang untuk konsumsi. Buffett berutang dgnsecara bijak sebagai leverage investasi yang ia lakukan.</p>
<p><strong>7. Beramallah</strong></p>
<p>Buffett sangat dikenal sebagai dermawan. Dia pernah menyumbangkan sekitar 75% kekayannya pada yayasan sosial milik Bill Gates. Namun, justru tahun berikutnya kekayaan Buffett bertambah dan menjadi orang terkaya menggeser posisi Bill Gates.</p>
<p>Buffett pernah berkata “Dari banyak milyarder yg kukenal, uang adalah cermin karakter dalam diri mereka. Jika mereka orang tolol, sebelum mendapatkan uang, mereka juga akan jadi orang tolol dengan milyaran dollar”.</p>
<p>“Of the billionaires I have known, money just brings out the basic traits in them. If they were jerks before they had money, they are simply jerks with a billion dollars.” - Warren Buffett</p>
<p><strong>8. Kemurahan hati dan Kelimpahan berjalan seiring</strong></p>
<p>Buffett berkata ” Walau Ben Graham (guru Buffet), mempunyai segalanya dalam hidup ini, dia ingin menyumbang sesuatu, dgn mengajar. Sama seperti kita diberi kemurahan oleh org lain. Kami tidak ingin berkat itu berhenti di kami. Kami ingin berkat itu berkelanjutan kepada yg lain.”<br />
Kelimpahan yang kita dapat pasti tidak hanya hasil usaha satu orang, Anda pasti di bantu orang lain murah hati, jadi di saat ada kesempatan bayarlah kembali dgn membantu yg lainnya. “</p>
<p>Pesan Buffett “Anda hanya perlu melakukan beberapa hal2 yg tepat dlm hidup ini, asalkan Anda tdk melakukan terlalu banyak hal2 yg salah.”</p>
<p>Nah, itulah prinsip hidup Warren Buffett dalam meraih kesuksesan.</p>
<p>selain itu ada beberapa hal menarik lagi dari prinsip2 warren e. buffett:</p>
<ol>
<li>dia tidak pernah tahu berapa harga2 saham yg dia beli ( dia selalu mencoba untuk memonopoli perusahaan yg dibeli sahamnya )</li>
<li>setiap hari dia menghabiskan waktu 8 jam untuk membaca ( makanya dia pinter )</li>
<li>dia selalu berpendapat : ” wall street adalah satu2nya tempat orang2 naik Rolls Royce mendapatkan saran dari orang2 yang naik kendaraan umum (kereta)”</li>
<li>dia selalu berpendapat: ” belajarlah kesalahan dari pengalaman orang lain bukan dari pengalaman diri kita sendiri” ( lebhi tepatnya, sedia payung sebelum hujan. jadi dia ga kebagian rugi )</li>
<li>dia selalu berpendapat: ” analis, penasihat, pialang-orang2 bodoh yg perlu dihindari”</li>
</ol>
<p>satu prinsip dia adalah:</p>
<p><strong>&#8220;TAKUTLAH SAAT ORANG LAIN TAMAK, TAMAKLAH SAAT ORANG LAIN TAKUT&#8221;</strong></p>
<p>Nasehatnya untuk Anak Muda: ( ada juga nasehat buat kita2…)</p>
<p>&#8220;Stay away from credit cards and invest in yourself and remember:&#8221;</p>
<p>1. Uang tidak menciptakan manusia. Namun manusia bisa menciptakan UANG….</p>
<p>2. Jalani kehidupan Anda sesederhana diri Anda sendiri. Yang penting diri Anda NYAMAN…</p>
<p>3. Jangan lakukan apa yang orang lain katakan.<br />
Dengarkan saja mereka, namun lakukanlah hanya apa yang membuat Anda merasa nyaman (feel good)</p>
<p>4. Jangan membeli barang karena merknya. Kenakanlah pakaian yang memang membuat Anda merasa nyaman.</p>
<p>5. Jangan menghabiskan uang Anda untuk barang-barang yang tidak penting.<br />
Gunakanlah uang Anda secara bijaksana untuk kebutuhan yang memang benar-benar Anda perlukan.</p>
<p>6. Akhirnya, ini semua adalah kehidupan Anda.<br />
“Hidup ini hanya sekali. Mengapa Anda harus memberikan orang lain kesempatan untuk mengatur hidup Anda?. Hiduplah dengan gaya Anda sendiri, yang penting Anda senang, Anda puas, Anda nyaman, &amp; Anda bahagia…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.berbagicerita.com/prinsip-prinsip-dan-nasehat-dari-warren-buffet/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>9 Hal Menarik Tentang Warren Buffet</title>
		<link>http://www.berbagicerita.com/9-hal-menarik-tentang-warren-buffet/</link>
		<comments>http://www.berbagicerita.com/9-hal-menarik-tentang-warren-buffet/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 08:07:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[Berkshire Hathaway]]></category>

		<category><![CDATA[warren buffet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.berbagicerita.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin tidak banyak orang yang tahu siapa Warren Buffet, orang yang mendapat peringkat teratas dalam daftar 10 orang terkaya di dunia. Dengan nilai kekayaan lebih dari $62 Miliar ( sekitar 620 triliun rupiah!! ) ia telah mendermakan uangnya sebesar $31 miliar.
Beberapa waktu lalu, CNBC, salah satu stasiun televisi internasional mewawancarai Warren buffet selama 1 jam. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin tidak banyak orang yang tahu siapa Warren Buffet, orang yang mendapat peringkat teratas dalam daftar 10 orang terkaya di dunia. Dengan nilai kekayaan lebih dari $62 Miliar ( sekitar 620 triliun rupiah!! ) ia telah mendermakan uangnya sebesar $31 miliar.</p>
<p>Beberapa waktu lalu, CNBC, salah satu stasiun televisi internasional mewawancarai Warren buffet selama 1 jam. Dalam hal tersebut terungkap 9 hal menarik tentang hidup sang miliarder.</p>
<p>Berikut hasil wawancaranya :</p>
<ol>
<li>Ia membeli saham pada umur 11 tahun dan ia menyesal tidak membelinya lebih awal.</li>
<li>Ia membeli kebun kecil pada umur 14 tahun dengan uang tabungannya sendiri yg didapatnya dari hasil mengirim surat kabar</li>
<li>Ia hidup di sebuah rumah sederhana, dengan 3 kamar berukuran kecil di pusat kota Ohama, yg ia beli 50 tahun lalu. Ia berkata seluruh yg ia butuhkan ada dalam rumah tersebut.</li>
<li>Ia selalu mengemudikan mobilnya sendiri, tidak ada supir maupun pengawal.</li>
<li>Ia tidak pernah berpergian dengan pesawat jet pribadi, walaupun ia memiliki perusahaan pesawat jet terbesar didunia</li>
<li>Berkshire Hathaway, perusahaan miliknya yg memiliki 63 anak perusahaan. ia hanya menuliskan 1 pucuk surat setiap tahunnya kepada para CEO perusahaannya dan menyampaikan tugas yg harus diraih untuk tahun itu. Ia tidak pernah rapat ataupun menelepon mereka secara reguler. Ia hanya memberikan 2 peraturan :
<ol>
<li>jangan pernah menghabiskan uang pemilik saham</li>
<li>jangan melupakan peraturan no 1</li>
</ol>
</li>
<li>Ia tidak bersosialisasi dengan orang-orang tingkat atas, waktu luangnya ia habiskan dengan menonton sambil makan popcorn.</li>
<li>Bill gates sempat bertemu dengannya. karena merasa tidak ada yg perlu di bicarakan, Bill Gates hanya mengatur pertemuan tersebut selama 30 menit. Namun setelah ia bertemu dengan Warren Buffet, pertemuan itu berlangsung selama 10 jam, dan Bill Gates tertarik untuk belajar banyak darinya.</li>
<li>Warren Buffet tidak pernah membawa handphone dan di meja kerjanya tidak ada komputer.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.berbagicerita.com/9-hal-menarik-tentang-warren-buffet/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kode Wilayah Pendaftaran Kendaraan Bermotor</title>
		<link>http://www.berbagicerita.com/kode-wilayah-pendaftaran-kendaraan-bermotor/</link>
		<comments>http://www.berbagicerita.com/kode-wilayah-pendaftaran-kendaraan-bermotor/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 06:53:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia License Plates]]></category>

		<category><![CDATA[police number]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.berbagicerita.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor di Indonesia, terutama di Jawa, merupakan warisan sejak zaman Hindia Belanda, yang menggunakan kode wilayah berdasarkan pembagian wilayah karesidenan.
Spesifikasi teknis
Tanda Nomor Kendaraan Bermotor berbentuk plat aluminium dengan cetakan tulisan dua baris.

Baris pertama menunjukkan: kode wilayah (huruf), nomor polisi (angka), dan kode/seri akhir wilayah (huruf)
Baris kedua menunjukkan bulan dan tahun masa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor di Indonesia, terutama di Jawa, merupakan warisan sejak zaman Hindia Belanda<a class="mw-redirect" title="Hindia Belanda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindia_Belanda"></a>, yang menggunakan kode wilayah berdasarkan pembagian wilayah karesidenan.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Spesifikasi teknis</strong></span></p>
<p>Tanda Nomor Kendaraan Bermotor berbentuk plat aluminium dengan cetakan tulisan dua baris.</p>
<ul>
<li>Baris pertama menunjukkan: kode wilayah (huruf), nomor polisi (angka), dan kode/seri akhir wilayah (huruf)</li>
<li>Baris kedua menunjukkan bulan dan tahun masa berlaku</li>
</ul>
<p>Bahan baku TNKB adalah aluminium dengan ketebalan 1 mm. Ukuran TNKB untuk kendaraan bermotor roda 2 dan roda 3 adalah 250&#215;105 mm, sedangkan untuk kendaraan bermotor roda 4 atau lebih adalah 395&#215;135 mm. Terdapat cetakan garis lurus pembatas lebar 5 mm diantara ruang nomor polisi dengan ruang angka masa berlaku.</p>
<p>Pada sudut kanan atas dan sudut kiri bawah terdapat tanda khusus (security mark) cetakanlambang Polisi Lalu Lintas; sedangkan pada sisi sebelah kanan dan sisi sebelah kiri ada tanda khusus cetakan &#8220;DITLANTAS POLRI&#8221; (Direktorat Lalu Lintas Kepolisian RI) yang merupakan hak paten pembuatan TNKB oleh Polri dan TNI.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Warna</strong></span></p>
<p>Warna Tanda Nomor Kendaraan Bermotor ditetapkan sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Kendaraan bermotor bukan umum dan kendaraan bermotor sewa: Warna dasar hitam dengan tulisan berwarna putih</li>
<li>Kendaraan bermotor umum: Warna dasar kuning dengan tulisan berwarna hitam</li>
<li>Kendaraan bermotor milik Pemerintah: Warna dasar merah dengan tulisan berwarna putih</li>
<li>Kendaraan bermotor Corps Diplomatik Negara Asing: Warna dasar Putih dengan tulisan berwarna hitam</li>
<li>Kendaraan bermotor Staff Operasional Corps Diplomatik Negara Asing: Warna dasar hitam dengan tulisan berwarna putih dan terdiri dari lima angka dan kode angka negara dicetak lebih kecil dengan format sub-bagian</li>
<li>Kendaraan bermotor untuk transportasi dealer (pengiriman dari perakitan ke dealer, atau dealer ke dealer): Warna dasar Putih dengan tulisan berwarna merah.</li>
</ul>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Nomor polisi</strong></span></p>
<p>Nomor polisi diberikan sesuai dengan urutan pendaftaran kendaraan bermotor. Nomor urut tersebut terdiri dari 1-4 angka, dan ditempatkan setelah Kode Wilayah Pendaftaran. Nomor urut pendaftaran dialokasikan sesuai kelompok jenis kendaraan bermotor(untuk wilayah DKI Jakarta):</p>
<ul>
<li>1 - 2999, 8000 - 8999 dialokasikan untuk kendaraan penumpang.</li>
<li>3000 - 6999, dialokasikan untuk sepeda motor.</li>
<li>7000 - 7999, dialokasikan untuk bus.</li>
<li>9000 - 9999, dialokasikan untuk kendaraan beban.</li>
</ul>
<p>Apabila nomor urut pendaftaran yang telah dialokasikan habis digunakan, maka nomor urut pendaftaran berikutnya kembali ke nomor awal yang telah dialokasikan dengan diberi tanda pengenal huruf seri A - Z di belakang angka pendaftaran. Apabila huruf di belakang angka sebagai tanda pengenal kelipatan telah sampai pada huruf Z, maka penomoran dapat menggunakan 2 huruf seri di belakang angka pendaftaran. Khusus untuk DKI Jakarta, dapat menggunakan hingga 3 huruf seri di belakang angka pendaftaran, sesuai kategori atau dengan permintaan khusus.</p>
<p>Format kategori 3 huruf seri umum yaitu: B XXXX XYZ</p>
<p>X = Umumnya mewakili tempat kendaraan tersebut terdaftar</p>
<p>Huruf yang mewakili kategori tempat terdaftarnya kendaraan:</p>
<p>U -&gt; Jakarta Utara<br />
B -&gt; Jakarta Barat<br />
P -&gt; Jakarta Pusat<br />
S -&gt; Jakarta Selatan<br />
T -&gt; Jakarta Timur<br />
E -&gt; Depok<br />
N -&gt; Tangerang<br />
C -&gt; Tangerang<br />
K -&gt; Bekasi</p>
<p>Y = Umumnya jenis kedaraan berdasar golongan</p>
<p>Huruf yang mewakili kategori kendaraan:</p>
<p>A -&gt; Sedan<br />
F -&gt; Minibus, Hatchback, City Car<br />
J -&gt; Jip dan SUV</p>
<p>Z = Huruf acak yang diberikan untuk pembeda</p>
<p>Contoh: B XXXX PAA -&gt; Mobil tersebut terdaftar di Jakarta Pusat (P), berjenis sedan (A), dan memiliki huruf pembeda (A).</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Kode nomor polisi</strong></span></p>
<p>Kode wilayah pendaftaran kendaraan bermotor ditetapkan oleh Peraturan Kapolri Nomor Polisi 4 Tahun 2006.</p>
<p><strong>Sumatera</strong></p>
<ul>
<li> BL = Nanggroe Aceh Darussalam</li>
<li> BB = Sumatera Utara Bagian Barat (Tapanuli)</li>
<li> BK = Sumatera Utara</li>
<li> BA = Sumatera Barat</li>
<li> BM = Riau</li>
<li> BP = Kepulauan Riau</li>
<li> BG = Sumatera Selatan</li>
<li> BN = Kepulauan Bangka Belitung</li>
<li> BE = Lampung</li>
<li> BD = Bengkulu</li>
<li> BH = Jambi</li>
</ul>
<p><strong>DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat</strong></p>
<ul>
<li>A = Banten: Kabupaten/Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, sebagian</li>
</ul>
<p><strong>Kabupaten Tangerang</strong></p>
<ul>
<li>B = DKI Jakarta, Kabupaten/Kota Tangerang, Kabupaten/Kota Bekasi(B-K**), Kota Depok</li>
<li>D = Kabupaten/Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat</li>
<li>E = eks Karesidenan Cirebon: Kabupaten/Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan (E - YA/YB/YC/YD)</li>
<li>F = eks Karesidenan Bogor: Kabupaten/Kota Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten/Kota Sukabumi</li>
<li>T = Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, sebagian Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang</li>
<li>Z = Kabupaten Garut, Kabupaten/Kota Tasikmalaya, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar [1]</li>
</ul>
<p><strong>Jawa Tengah dan DI Yogyakarta</strong></p>
<ul>
<li>G = eks Karesidenan Pekalongan: Kabupaten (G - B)/Kota Pekalongan (G - A), Kabupaten (G - F)/Kota Tegal (G - E), Kabupaten Brebes, Kabupaten Batang (G - C), Kabupaten Pemalang (G - D)</li>
<li> H = eks Karesidenan Semarang: Kabupaten/Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal (H - D), Kabupaten Demak</li>
<li>K = eks Karesidenan Pati: Kabupaten Pati (K - A), Kabupaten Kudus (K - B), Kabupaten Jepara (K - C), Kabupaten Rembang (K - D), Kabupaten Blora (K - E), Kabupaten Grobogan (K - F), Kecamatan Cepu (K - N ; K - Y)</li>
<li> R = eks Karesidenan Banyumas: Kabupaten Banyumas (R - A/H/S), Kabupaten Cilacap (R - B/K/T), Kabupaten Purbalingga (R - C), Kabupaten Banjarnegara</li>
<li> AA = eks Karesidenan Kedu: Kabupaten/Kota Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo</li>
<li> AB = DI Yogyakarta: Kota Yogyakarta (A/H/F), Kabupaten Bantul (B/G), Kabupaten Gunung Kidul (D/W), Kabupaten Sleman (E/N/Y/Q/Z/U), Kabupaten Kulon Progo (C)</li>
<li> AD = eks Karesidenan Surakarta: Kota Surakarta (AD), Kabupaten Sukoharjo (AD - B/K/T), Kabupaten Boyolali (AD - D/M), Kabupaten Sragen (AD - E/N/Y), Kabupaten Karanganyar (AD - F/P), Kabupaten Wonogiri (AD - G/R), Kabupaten Klaten (AD - C/L/V)</li>
</ul>
<p>Contoh: AD1234CB AD1234CK AD1234CT itu sukoharjo</p>
<p><strong>Jawa Timur</strong></p>
<ul>
<li>L = Kota Surabaya</li>
<li> M = eks Karesidenan Madura: Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, Kabupaten Bangkalan</li>
<li> N = eks Karesidenan Malang: Kabupaten/Kota Malang, Kabupaten/Kota Probolinggo, Kabupaten/Kota Pasuruan, Kabupaten Lumajang, Kota Batu</li>
<li> P = eks Karesidenan Besuki: Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi</li>
<li> S = eks Karesidenan Bojonegoro: Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten/Kota Mojokerto, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Jombang[2]</li>
<li> W = Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik[3]</li>
<li> AE = eks Karesidenan Madiun: Kabupaten/Kota Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan</li>
<li> AG = eks Karesidenan Kediri: Kabupaten/Kota Kediri, Kabupaten/Kota Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Trenggalek</li>
</ul>
<p>Catatan:</p>
<p>1. ^ Daerah dengan kode wilayah Z sebelumnya memiliki kode wilayah D (eks Karesidenan Parahyangan)<br />
2. ^ Jombang memiliki kode wilayah S sejak tahun 2005, sebelumnya memiliki kode wilayah W<br />
3. ^ Daerah dengan kode wilayah W sebelumnya memiliki kode wilayah L (eks Karesidenan Surabaya)</p>
<p><strong>Bali dan Nusa Tenggara</strong></p>
<ul>
<li> DK = Bali</li>
<li> DR = NTB I (Pulau Lombok: Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah)</li>
<li> EA = NTB II (Pulau Sumbawa: Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten/Kota Bima)</li>
<li> DH = NTT I (Pulau Timor: Kabupaten/Kota Kupang, Kabupaten TTU, TTS, Kabupaten Rote Ndao)</li>
<li> EB = NTT II (Pulau Flores dan kepulauan: Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor)</li>
<li> ED = NTT III (Pulau Sumba: Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Timur)</li>
</ul>
<p><strong>Kalimantan</strong></p>
<ul>
<li> KB = Kalimantan Barat</li>
<li> DA = Kalimantan Selatan</li>
<li> KH = Kalimantan Tengah</li>
<li> KT = Kalimantan Timur</li>
</ul>
<p><strong>Sulawesi</strong></p>
<ul>
<li> DB = Sulawesi Utara Daratan (Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan)</li>
<li> DL = Sulawesi Utara Kepulauan (Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud)</li>
<li> DM = Gorontalo</li>
<li> DN = Sulawesi Tengah</li>
<li> DT = Sulawesi Tenggara</li>
<li> DD = Sulawesi Selatan</li>
<li> DC = Sulawesi Barat</li>
</ul>
<p><strong>Maluku dan Papua</strong></p>
<ul>
<li>DE = Maluku</li>
<li> DG = Maluku Utara</li>
<li> DS = Papua dan Papua Barat</li>
</ul>
<p><strong>Lain-lain</strong></p>
<ul>
<li>DF = Timor Timur (tidak digunakan, karena telah menjadi negara tersendiri)</li>
</ul>
<p><a href="http://www.berbagicerita.com/images/IndonesiaLicensePlatesMap.png"><img src="http://www.berbagicerita.com/images/IndonesiaLicensePlatesMap.png" alt="" width="649" height="315" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.berbagicerita.com/kode-wilayah-pendaftaran-kendaraan-bermotor/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Aviation Codes</title>
		<link>http://www.berbagicerita.com/aviation-codes/</link>
		<comments>http://www.berbagicerita.com/aviation-codes/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 03:58:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>

		<category><![CDATA[aviation]]></category>

		<category><![CDATA[aviation codes]]></category>

		<category><![CDATA[codes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.berbagicerita.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali kita mendengar seseorang mengeja kata dengan mengatakan &#8220;Alfa&#8221;, &#8220;Romeo&#8221; dan seterusnya. Apakah sesungguhnya itu? Bagi anda yang belum mengetahuinya, hal itu sesungguhnya dikenal dengan nama aviation codes, atau kode-kode penerbangan. Berikut saya tampilkan daftar lengkapnya, agar jikalau anda menemui situasi dimana anda harus mengeja suatu kata, anda dapat menyebutkannya sesuai standar yang berlaku.

A - [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seringkali kita mendengar seseorang mengeja kata dengan mengatakan &#8220;Alfa&#8221;, &#8220;Romeo&#8221; dan seterusnya. Apakah sesungguhnya itu? Bagi anda yang belum mengetahuinya, hal itu sesungguhnya dikenal dengan nama aviation codes, atau kode-kode penerbangan. Berikut saya tampilkan daftar lengkapnya, agar jikalau anda menemui situasi dimana anda harus mengeja suatu kata, anda dapat menyebutkannya sesuai standar yang berlaku.</p>
<ul>
<li>A - Alpha</li>
<li>B - Bravo</li>
<li>C - Charlie</li>
<li>D - Delta</li>
<li>E - Echo</li>
<li>F - Foxtrot</li>
<li>G - Gulf</li>
<li>H - Hotel</li>
<li>I - India</li>
<li>J - Juliet</li>
<li>K - Kilo</li>
<li>L - Lima</li>
<li>M - Mike</li>
<li>N - November</li>
<li>O - Oscar</li>
<li>P - Papa</li>
<li>Q - Quebec</li>
<li>R - Romeo</li>
<li>S - Sierra</li>
<li>T - Tango</li>
<li>U - Uniform</li>
<li>V - Victor</li>
<li>W - Whiskey</li>
<li>X - X-ray</li>
<li>Y - Yankee</li>
<li>Z - Zulu</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.berbagicerita.com/aviation-codes/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Angpao untuk Orang Kawin Banyak, untuk Orang Meninggal Sedikit</title>
		<link>http://www.berbagicerita.com/angpao-untuk-orang-kawin-banyak-untuk-orang-meninggal-sedikit/</link>
		<comments>http://www.berbagicerita.com/angpao-untuk-orang-kawin-banyak-untuk-orang-meninggal-sedikit/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 03:07:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[angpao]]></category>

		<category><![CDATA[kawin]]></category>

		<category><![CDATA[menikah]]></category>

		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>

		<category><![CDATA[sumbangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.berbagicerita.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kehidupan sehari-hari, jika ada tetangga kita yang meninggal dunia, maka kebanyakan dari kita tergerak untuk memberikan sumbangan terutama dalam bentuk materi berupa uang, beras, gula, dan sebagainya.
Namun, umumnya sumbangan yang kita berikan untuk tetangga yang salah seorang keluarganya meninggal dunia biasanya ala kadarnya, sangat berbeda dengan sumbangan yang kita berikan untuk orang yang sedang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kehidupan sehari-hari, jika ada tetangga kita yang meninggal dunia, maka kebanyakan dari kita tergerak untuk memberikan sumbangan terutama dalam bentuk materi berupa uang, beras, gula, dan sebagainya.</p>
<p>Namun, umumnya sumbangan yang kita berikan untuk tetangga yang salah seorang keluarganya meninggal dunia biasanya ala kadarnya, sangat berbeda dengan sumbangan yang kita berikan untuk orang yang sedang punya hajatan perkawinan. Kebanyakan orang akan saling jor-joran untuk memberikan sumbangan, tak lupa memberikan nama lengkap di amplop, agar sang mempelai mengetahui kalau ini dari Bapak A, atau Ibu B misalnya.</p>
<p>Padahal kalau kita pikir lebih jauh, bukankah sesungguhnya orang yang sedang kesusahan karena ditinggal salah seorang anggota keluarganya pergi untuk selama-lamanya, jauh lebih membutuhkan, karena kejadian tersebut kan tidak direncanakan sehingga tentu tidak ada persiapan sama sekali.</p>
<p>Sedangkan orang kalau mau kawin umumnya pasti memiliki persiapan, bahkan beberapa tahun atau beberapa bulan sebelumnya semua sudah dipersiapkan, mulai dari kebutuhan untuk lamaran, perhiasan calon istri, sewa gedung, atau tenda kalau diadakan di rumah, bikin undangan, dan sebagainya.</p>
<p>Menurut saya penyebab semua ini adalah karena di masyarakat kita masih ada sifat kepingin dipuji, disanjung, dibilang kaya, dan seterusnya. Sehingga apapun yang bisa mengundang pujian dari orang lain pasti akan diusahakan semaksimal mungkin. Atau mungkin takut kalau dulu pernah disumbang Rp. 50 ribu oleh Bapak A misalnya, ketika seseorang menikahkan anaknya, maka ketika diundang oleh Bapak A ke perkawinan anaknya ya harus mengembalikan Rp. 50 ribu, atau bahkan kalau bisa lebih. Disini terlihat sekali ada nuansa ketidakikhlasan, dimana berarti kebanyakan dari kita ketika memberikan sumbangan untuk orang menikah, di dalam hati kita masih ada keinginan agar kelak sumbangan itu dapat kembali, minimal sama dengan yang telah kita keluarkan.</p>
<p>Dari sisi pemilik hajat pun juga demikian, kebanyakan berharap agar modal yang dikeluarkan untuk menikahkan anaknya, bisa kembali dari terkumpulnya sumbangan-sumbangan dari undangan.</p>
<p>Sering saya mendengar kalau ada seseorang diundang ke pernikahan, umumnya menggerutu “Buwuh maneh, buwuh maneh”. Maksudnya keluar uang lagi untuk menyumbang (memberi angpao) untuk si pengantin.</p>
<p>Padahal kalau kita kembalikan ke ajaran agama kita, apapun agama kita, sesungguhnya segala bentuk pemberian kita ke orang lain nilainya terletak pada keikhlasan kita disamping manfaat bagi orang yang menerimanya, bukannya besar sumbanganya.</p>
<p>Oleh karena itu alangkah lebih bermanfaatnya jika kita memberikan sumbangan lebih besar bagi orang yang sedang kesusahan dibandingkan dengan jika kita menyumbang ketika diundang ke hajatan perkawinan. Dan yang jauh lebih penting lagi adalah keikhlasan kita.</p>
<p>Semoga bermanfaat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.berbagicerita.com/angpao-untuk-orang-kawin-banyak-untuk-orang-meninggal-sedikit/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Siapakah Sesunggunya Orang Celaka Itu?</title>
		<link>http://www.berbagicerita.com/siapakah-sesunggunya-orang-celaka-itu/</link>
		<comments>http://www.berbagicerita.com/siapakah-sesunggunya-orang-celaka-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 04:38:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<category><![CDATA[moslem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.berbagicerita.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa Jum&#8217;at yang lalu saya mengikuti shalat Jum&#8217;at di masjid yang terletak tidak jauh dari kantor tempat saya bekerja. Dalam khutbahnya, khatib membahas suatu topik yang menurut saya sangat menarik untuk kita renungkan. Ketika itu khatib membahas mengenai kriteria-kriteria orang celaka, yang menurut saya tidak saja dapat direnungkan oleh kita khususnya yang beragama Islam, namun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa Jum&#8217;at yang lalu saya mengikuti shalat Jum&#8217;at di masjid yang terletak tidak jauh dari kantor tempat saya bekerja. Dalam khutbahnya, khatib membahas suatu topik yang menurut saya sangat menarik untuk kita renungkan. Ketika itu khatib membahas mengenai kriteria-kriteria orang celaka, yang menurut saya tidak saja dapat direnungkan oleh kita khususnya yang beragama Islam, namun dapat dijadikan bahan renungan bagi kita semua, apapun keyakinan dan agama kita. Menurut khatib, ada 4 kriteria orang celaka, yaitu:</p>
<ol>
<li>Melupakan kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan, sehingga berbuat semau-maunya dalam kehidupannya, karena ia selalu merasa benar.</li>
<li>Mengingat kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukan sehingga ia tidak termotivasi untuk terus memperbaiki diri</li>
<li>Dalam hal harta dan materi selalu melihat ke atas, sehingga tidak pernah merasa cukup dan bersyukur atas segala karunia yang telah diberikan oleh Tuhan kepadanya</li>
<li>Dalam hal ibadah atau berbuat kebaikan selalu melihat ke bawah, sehingga tidak termotivasi untuk meningkatkan ibadah atau perbuatan baiknya</li>
</ol>
<p>Semoga hal ini dapat kita jadikan bahan renungan kita bersama, sehingga memberikan manfaat bagi kita untuk mengisi sisa umur kita dengan hal-hal yang bermanfaat, baik bagi diri kita sendiri maupun orang lain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.berbagicerita.com/siapakah-sesunggunya-orang-celaka-itu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Penipuan Pajak Undian Berhadiah</title>
		<link>http://www.berbagicerita.com/penipuan-pajak-undian-berhadiah/</link>
		<comments>http://www.berbagicerita.com/penipuan-pajak-undian-berhadiah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 08:40:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>

		<category><![CDATA[hadiah]]></category>

		<category><![CDATA[pajak]]></category>

		<category><![CDATA[pajak undian]]></category>

		<category><![CDATA[undian]]></category>

		<category><![CDATA[undian berhadiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.berbagicerita.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 16 Mei 2008 sore lalu saya menonton acara reportase investigasi di TransTV. Dalam acara tersebut di kisahkan seseorang yang berprofesi sebagai penipu dengan modus undian berhadiah. Yaitu dengan memasukkan kupon-kupon undian berhadiah ke dalam produk-produk yang di jual di minimarket seperti misalnya sabun cuci. Dengan cara melubangi bungkus produk dengan menggunakan cutter (silet), penipu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu, 16 Mei 2008 sore lalu saya menonton acara reportase investigasi di TransTV. Dalam acara tersebut di kisahkan seseorang yang berprofesi sebagai penipu dengan modus undian berhadiah. Yaitu dengan memasukkan kupon-kupon undian berhadiah ke dalam produk-produk yang di jual di minimarket seperti misalnya sabun cuci. Dengan cara melubangi bungkus produk dengan menggunakan cutter (silet), penipu dengan mudahnya memasukkan kupon-kupon undian palsu tersebut, dan kemudian menutup kembali bungkus produk tersebut dengan rapi menggunakan lem.</p>
<p>Setelah beberapa hari, telpon ke nomor HP penipu mulai berdering untuk menanyakan apakah benar undian berhadian tersebut. Ada yang tertipu, ada pula yang tidak. Mereka yang tertipu rata-rata memang tergiur dengan hadiah yang ditawarkan oleh si penipu. Dengan berdalih sebagai pajak undian, si penipu berusaha mendapatkan uang dari korban, dimana si penipu berjanji hadiah bisa diambil di alamat tertentu (fiktif) setelah pajak undian dibayar.</p>
<p>Kenapa kog pemerintah tidak menetapkan aturan bahwa segala pajak undian berhadiah ditanggung sepenuhnya oleh pihak penyelenggara, sehingga pemenang hanya menerima hadiahnya saja tanpa<br />
keluar uang sepeser pun. Diharapkan akan dapat mengurangi bentuk-bentuk penipuan seperti ini.</p>
<p>Ternyata penipu-penipu tersebut menggunakan rekening-rekening bank yang dengan mudahnya didaftarkan dengan menggunakan KTP palsu (foto sesuai, tetapi data-data lainnya fiktif). Saya kira perlu segera dibangun sebuah sistem informasi kependudukan nasional yang online di seluruh indonesia dimana nomor KTP hanya satu, yang berlaku sejak lahir, dan berlaku secara nasional, dimana nomor ini bisa di cek keasliannya ke server kependudukan dari manapun melalui internet. Menurut saya hal ini sangat berguna untuk menghindari penipuan dengan menggunakan KTP palsu.</p>
<p>Semoga dengan artikel ini bermanfaat agar kita menjadi lebih waspada dan tidak mudah tergiur dengan iming-iming hadiah besar. Juga kepada pemerintah agar dapat segera memikirkan perlunya penghapusan pajak undian berhadiah bagi pemenang demi memberantas terjadinya penipuan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.berbagicerita.com/penipuan-pajak-undian-berhadiah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tip Merawat dan Membersihkan Perabot Logam</title>
		<link>http://www.berbagicerita.com/tip-merawat-dan-membersihkan-perabot-logam/</link>
		<comments>http://www.berbagicerita.com/tip-merawat-dan-membersihkan-perabot-logam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 01:34:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<category><![CDATA[metal]]></category>

		<category><![CDATA[metal cleaning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.berbagicerita.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Jika diperhatikan tidak sedikit perabot logam atau perlengkapan rumah yang terbuat dari bahan logam. Mulai dari perlengkapan kamar mandi, peralatan memasak di dapur, kusen pintu dan jendela hingga furniture. Bila kurang dirawat, karat dan karak akan membuat barang-barang tersebut menjadi kusam dan tidak menarik lagi. Berikut ini beberapa tip cara untuk merawat dan membersihkan perabot [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika diperhatikan tidak sedikit perabot logam atau perlengkapan rumah yang terbuat dari bahan logam. Mulai dari perlengkapan kamar mandi, peralatan memasak di dapur, kusen pintu dan jendela hingga furniture. Bila kurang dirawat, karat dan karak akan membuat barang-barang tersebut menjadi kusam dan tidak menarik lagi. Berikut ini beberapa tip cara untuk merawat dan membersihkan perabot logam.</p>
<p><strong>A. Stainless Steel</strong></p>
<p>Kilap stainless steel akan memudar dalam jangka waktu sekitar 5 tahun. Untuk pemakaian di luar (outdoor), bisa kurang dari lima tahun. Untuk mengantisipasinya, lakikan pemolesan dengan langsol, sejenis sabun batangan yang dipoles dengan bantuan mesin. Pemolesan ini dapat dilakukan sendiri atau produsen pembuatnya. Karena tidak tahan terhadap asam seperti cairan cuka, stainless steel sebaiknya dijauhkan dari benda-benda yang bersifat asam. Karena bukan saja dapat merusak lapisan luarnya, namun juga lapisan di dalamnya.</p>
<p><strong>B. Perak</strong></p>
<p>Jika sudak loama digunakan, peralatan makan (sendok, garpu, teko, nampan dan sebagainya) yang terbuat dari perak sering terlihat kusam. Untuk membuatnya berkilau kembali, coba beberapa cara di bawah ini:<br />
1. Setelah merebus kentang, jangan buang air rebusannya. Masukkan perabot perak yang kusam ke dalam air yang masih panas tersebut. Biarkan 10 menit kemudian gosok dengan lapm flannel hingga kering.<br />
2. Jangan buang susu murni yang sudah asam. Rebus perabotan perak anda dengan susu asam tersebut, lalu gosok dan cuci bersih dengan air. Setelah itu gosok kembali dengan lap flannel hingga kering.<br />
3. Jangan buang abu sisa rokok. Karena car termudah membersihkan barang-barang perak dengan menggosoknya memakai abu rokok.<br />
4. Pembersihan perabot dari perak bisa juga dilakukan dengan menggunakan pasta gigi. Gosoklah dengan sikat halus yang dibasahi air. Lap dengan kain halus hingga mengkilap kembali.</p>
<p><strong>C. Alumunium</strong></p>
<p>Alat-alat dapur yang terbuat dari aluminium seperti panci, wajan, penggorengan mudah untuk hangus dan terkena noda karena terkena tumpahan kuah masakan. Berikut alternatif cara membersihkannya.<br />
1. Ambil sepotong lap kecil yang bersih. Basahi dengan larutan kaliloog (bisa dibeli di apotik atau toko kimia). Gosok pada barang alimunium tersebut.<br />
2. Kerak hangus pada dasar lapisan panci alimunium dapat dihilangkan dengan merebusnya di dalam air selama beberapa waktu.<br />
3. Alat-alat yang terbuat dari alumunium jangan digosok dengan soda karena akan menipiskan lapisan alumuniumnya.</p>
<p><strong>D. Kuningan</strong></p>
<p>Pajangan, peralatan makan dan fitting kamar mandi (keran, shower) yang terbuat dari kuningan akan menjadi kusam, antara lain karena debu dan teroksidasi dengan udara. Berikut beberapa cara untuk membersihkannya:<br />
1. Gosok dengan larutan cuka dan garam. Lap dengan kain bersih.<br />
2. Pembersihan bisa pula menggunakan perbersih kuningan (brasso) yang banyak dijual di pasaran.</p>
<p><strong>E. Tembaga</strong></p>
<p>Barang-barang dan peralatan rumah tangga yang terbuat dari tembaga bisa berubah menjadi kehitaman karena terkena noda atau teroksidasi. Ada dua cara untuk membersihkannya:<br />
1. Gosok dengan campuran air jeruk dan garam.<br />
2. Kalau noda belum juga hilang, coba basahi sepotong kain dengan sedikit amoniak (tersedia di toko kimia) yang dicampur dengan air. Kemudian secepat mungkin gosokkan pada perabot yang terbuat dari tembaga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.berbagicerita.com/tip-merawat-dan-membersihkan-perabot-logam/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Absolute Financial Freedom</title>
		<link>http://www.berbagicerita.com/absolute-financial-freedom/</link>
		<comments>http://www.berbagicerita.com/absolute-financial-freedom/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 00:37:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[financial freedom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.berbagicerita.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Definisi kaya bisa bermacam-macam bagi sebagian besar orang. Sebagian orang merasa kaya ketika mempunyai uang sepuluh juta rupiah. Sebagian orang merasa tidak kaya walaupun sudah memiliki uang sepuluh miliar rupiah. Menurut majalah Forbes, orang kaya adalah mereka yang memiliki penghasilan sekurang-kurangnya US$ 1 juta per tahun.
Menurut Robert T. Kiyosaki, kaya tidaknya seseorang tidak diukur dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Definisi kaya bisa bermacam-macam bagi sebagian besar orang. Sebagian orang merasa kaya ketika mempunyai uang sepuluh juta rupiah. Sebagian orang merasa tidak kaya walaupun sudah memiliki uang sepuluh miliar rupiah. Menurut majalah Forbes, orang kaya adalah mereka yang memiliki penghasilan sekurang-kurangnya US$ 1 juta per tahun.</p>
<p>Menurut Robert T. Kiyosaki, kaya tidaknya seseorang tidak diukur dari berapa besar active income-nya (uang yang didapat dengan bekerja). Orang disebut kaya apabila passive income-nya (uang yang didapat tanpa bekerja) lebih besar daripada biaya hidupnya.</p>
<p>Sebagai ilustrasi, Mike Tyson, menghasilkan US$ 300 juta selama bertinju, tapi di tahun 2004, dia dinyatakan bangkrut dan masih punya utang sebesar US$ 35 juta. Karena itu, Mike Tyson tidak digolongkan sebagai orang kaya. Termasuk pula dalam kategori orang yang tidak kaya adalah orang yang punya penghasilan US$ 1 juta setahun namun pengeluarannya US$ 1,2 setahun.</p>
<p>Anthony Robbins memiliki pendapat lain lagi, ia membagi definisi kaya menjadi 6 tahap, yaitu:</p>
<ol>
<li><strong>Financial Freedom</strong> adalah suatu kondisi keuangan dimana kita mempunyai cukup uang untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran bulana minimum, yaitu untuk 2 bulan sampai 24 bulan tanpa harus bekerja</li>
<li><strong>Financial Security</strong> adalah suatu kondisi keuangan dimana kita mempunyai investasi cukup banyak yang relatif aman, dan hasilnya dapat mencukupi kebutuhan di bawah ini tanpa harus bekerja lagi, kecuali bila kita memang memilih untuk tetap bekerja. Kebutuhan tersebut adalah: 1) angsuran rumah, 2) biaya makan, 3) listrik, gas dan air, 4) transportasi, 5) asuransi, dan 6) pajak (contoh: pajak bangunan).</li>
<li><strong>Financial Vitality</strong> adalah suatu kondisi keuangan dimana kita mempunyai investasi cukup banyak yang relatif aman, dan hasilnya tidak hanya bisa mencukupi kebutuhan pada tingkat Financial Security, melainkan juga bisa mencukupi kebutuhan di bawah ini, tanpa harus bekerja lagi, kecuali bila kita memang memilih untuk tetap bekerja. Kebutuhan tersebut adalah: 1) pendidikan anak, 2) kebutuhan hiburan atau entertainment (minimal 50% dari yang kita nikmati sekarang), 3) membeli baju baru atau satu-dua barang mewah yang masuk akal.</li>
<li><strong>Financial Independence</strong> adalah suatau kondisi keuangan dimana kita mempunyai investasi cukup banyak yang relatif aman, dan hasilnya dapat mencukupi kebutuhan kita untuk hidup persisi dengan gaya hidup kita yang sekarang, tanpa harus bekerja lagi seumur hidup kita. Dengan kata lain kita bebas untuk tidak bekerja.</li>
<li><strong>Financial Freedom</strong> adalah suatu kondisi keuangan dimana kita mempunyai investasi cukup banyak yang relatif aman, dan hasilnya dapat mencukupi kebutuhan kita untuk hidup dengan gaya hidup yang kita inginkan, tanpa harus bekerja lagi seumur hidup kita.</li>
<li><strong>Absolute Financial Freedom</strong> adalah suatu kondisi keuangan dimana kita mempunyai investasi cukup banyak yang relatif aman, dan hasilnya dapat mencukupi kebutuhan kita untuk melakukan secara nyata apa pun yang kita inginkan, kapan pun kita inginkan, kemana pun kita inginkan, dengan siapa pun kita inginkan, dan sebanyak dan selama apa pun kita inginkan.</li>
</ol>
<p>Secara sederhana yang dimaksud dengan Financial Freedom adalah suatu kondisi keuangan dimana passive income kita lebih besar dibandingkan dengan gaya hidup yang kita inginkan.</p>
<p><em>Dikutip dari Buku Financial Revolution karya Tung Desem Waringin</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.berbagicerita.com/absolute-financial-freedom/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
