<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;DUAFQX8-fyp7ImA9WxNbF0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273</id><updated>2009-11-21T17:01:50.157+07:00</updated><title>Bagus tenan, tenan baguse...</title><subtitle type="html">Disini adalah sauna kecil saya. Untuk membahas, mengupas, serta membongkar semua unek-unek saya.</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://blog.bagusonline.web.id/" /><link rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>50</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><link rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/bagustenan" type="application/atom+xml" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><entry gd:etag="W/&quot;DU8FSHk-fSp7ImA9WxVQEkk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273.post-3137428031353248918</id><published>2009-01-29T23:44:00.001+07:00</published><updated>2009-01-29T23:50:19.755+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-29T23:50:19.755+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer" /><title>Gagal Saat POST Test ServeRAID-5i Pada Server IBM eServer xSeries 225</title><content type="html">Kemarin, rencananya saya ingin cek komputer yang kata kawan saya bervirus. Ia mengeluh setiap membuat file autorun pasti tidak berhasil, dan dugaannya karena ada virus pada PC tersebut. Dari rumah saya sudah membawa beberapa amunisi untuk tujuan itu, well prepared lah. Namun ternyata kesibukannya membuatnya lupa akan keluhannya, dan ia terus bekerja. Otomatis saya urung melihat komputernya.&lt;p&gt;Melihat saya nganggur begitu, bos saya langsung 'memberi pekerjaan', hehe. Katanya server lama sekarang sudah tidak bisa dipakai lagi. Ternyata kami mendapat dropping server lagi dari pusat, masih menggunakan IBM. Katanya, sejak gempa (berarti tidak lama setelah saya tugas belajar) server tidak dapat hidup lagi. Wah, sia-sia dong upgrade kemarin. Lantas mau diapakan memori 2Gb dan harddisk 300 giga lebih?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelumnya, bos saya dapat kabar bahwa di propinsi lain ada juga yang servernya rusak. Dan saat perlu penggantian komponen, biayanya sekitar 6 juta rupiah. Bos saya bingung juga membayangkan seandainya kasusnya sama dengan disini ("duit dari Hongkong?"). Kawan saya memberi informasi bahwa itu hanya karena harddisknya yang kendor. Jika dipasang agak dipaksa (sampai bunyi -JEGREK!-, begitu) katanya normal seperti biasa. Well, informasi tambahan untuk troubleshooting nih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya nyalakan, memang benar server tidak bisa berfungsi. Masih dapat booting, namun selalu gagal saat POST test. Server kami adalah IBM, tepatnya model eServer xSeries 225. Dulu, biasanya server selalu dalam keadaan terkunci. Untungnya, pengunci pada server dulu sudah saya buka sebelum berangkat. Kalau tidak, wah terbayang deh pasti harus merusak casing untuk bisa utak-atik komponen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;So, berdasarkan informasi awal dari teman saya tadi saya troubleshooting berbasiskan harddisk. Terlalu panjang untuk diceritakan, yang pasti tidak sampai bunyi JEGREK!!! Hehe. Herannya, setelah berulangkali tetap saja selalu keluar pesan yang sama seperti tadi. Pesannya selalu&lt;br /&gt;menunjuk pada ServeRAID Slot 4 yang error. Ini melunturkan cerita kawan saya tadi, dan saya justru mulai curiga pada Controller.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan akhirnya saya mempunyai dugaan baru, bukan tidak mungkin error yang dicari-cari adalah pada ServeRAID-5i Controller. Dipersempit lagi, dugaan saya bisa karena petir, listrik statis, atau karena salah posisi. Well, mungkin saja. Bengkulu (sebagian besar) adalah daerah pesisir pantai, bahkan bentuk propinsinya pun memanjang di sepanjang pantai. Disini, gempa adalah hal yang lumrah. Demikian juga dengan hujan badai, anginnya, petirnya, cukup beresiko.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Satu hal yang pasti, kalau memang karena petir ya pasrah sajalah. Pasti ganti komponen...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah beberapa kali troubleshooting, termasuk discharge listrik statis yang mungkin ada, akhirnya cerita ini berakhir dengan bahagia. Server bisa berfungsi lagi, tampilan desktopnya bahkan sama persis seperti saat saya tinggalkan (jangan-jangan tidak pernah dipakai, hehe). Bukan apa-apa, masalahnya data-data banyak saya simpan disana (dan pada harddisk eksternal, namun hilang dicuri orang). Apalagi fasilitas redundant seingat saya tidak digunakan, supaya kapasitas harddisk menjadi besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nampaknya benar dugaan saya, karena listrik statis DAN gempa...&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2885843127758095273-3137428031353248918?l=blog.bagusonline.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/3137428031353248918/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2885843127758095273&amp;postID=3137428031353248918" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/3137428031353248918?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/3137428031353248918?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/bagustenan/~3/LHw96BFQLO4/gagal-saat-post-test-serveraid-5i-pada.html" title="Gagal Saat POST Test ServeRAID-5i Pada Server IBM eServer xSeries 225" /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="04869813389643772918" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://blog.bagusonline.web.id/2009/01/gagal-saat-post-test-serveraid-5i-pada.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEUDQX07eSp7ImA9WxVQEEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273.post-8312493250790951457</id><published>2009-01-27T22:54:00.002+07:00</published><updated>2009-01-27T23:04:30.301+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-27T23:04:30.301+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer" /><title>Utak-Atik Setting (Sederhana) DWL-G700AP</title><content type="html">Saat ini saya sedang berada di Bengkulu, di rumah bersama istri tercinta dan buah hati tersayang. Karena terbiasa menjalani tugas belajar, waktu yang ada kini terasa sangat berharga untuk dihabiskan bersama keluarga. Liburan yang lumayan lama, tiga minggu, membuat saya (dan teman-teman) tak perlu berpikir panjang untuk pulang kampung. Memang kebersamaan&lt;br /&gt;adalah sesuatu yang tak ternilai harganya, meskipun terkadang merepotkan. Seperti sekarang, baru saja saya selesai memasang tombol [Shift] saya yang mental gara-gara direcoki buah hati tersayang. Asal jangan sampai mematikan kreativitas anak.&lt;p&gt;Dengan intro seperti itu, jangan bayangkan selama liburan saya menikmati bercengkrama dengan keluarga dirumah setiap saat. Selama liburan ini, saya justru... ikut ngantor. Maklum, jarak rumah ke kantor tidak terlampau jauh. Lagipula, selama istri kerja maka anak saya dititipkan ke tetangga. Jadi mau apa saya dirumah sendiri saja? Selama beberapa hari dicoba 'ngendon' dirumah, toh lebih banyak waktu bengongnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kembali ke kantor, maka kembali utak-atik masalah komputer, jaringan, dan sebagainya. Setting printer, scan virus, program publikasi elektronik, termasuk wireless. Ya, kantor saya baru saja instalasi VPN, dan kemudian ada inisiatif untuk instalasi Wireless LAN. Well, soal scan&lt;br /&gt;virus saya masih berhutang pada teman nih. Ada satu komputer yang tidak mempan menggunakan PCMAV, tapi lebih lanjutnya nanti saja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat saya kesana, instalasi sudah selesai secara fisik, semua sudah terpasang secara rapi dan profesional oleh kedua kawan saya (mas Ari dan Tama). Anyway, saat diutak-atik ternyata setting yang digunakan adalah default bawaan. Access Point menggunakan D-Link DWL-G700AP. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kondisi ini, hanya saja settingan bawaan&lt;br /&gt;adalah settingan yang 'cari aman' sehingga tidak mengoptimalkan bandwith maupun kapasitas jaringan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;So, setelah beberapa kali reset dan setelah beberapa kali utak atik bersama mas Ari, akhirnya AP dipecah menjadi dua Wireless Network (kenapa tidak menggunakan modus repeater? Atau, kenapa tidak mengaktifkan fasilitas roaming? Yah, singkatnya... sepakatnya begitu). Untuk memudahkan, IP AP diganti ke Network Class yang sesuai dengan jaringan. Wizard yang ada sudah sangat membantu mempersingkat waktu setting.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Basically, stepnya simpel saja:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Setting IP default DWL-G700AP adalah 192.168.0.50, maka IP komputer harus dirubah dalam satu Class (IP 192.168.0.x dan Netmask 255.255.255.0).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Browsing ke &lt;a href="http://192.168.0.50/"&gt;http://192.168.0.50/&lt;/a&gt; dan login sebagai admin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunakan Wizard untuk setting password (menurut saya sih, tidak perlu), SSID, enkripsi, dan Channel yang digunakan (bisa auto, tapi saya lebih percaya manual).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemudian manual setting parameter LANnya (IP, Netmask, Gateway, dan DNS). Jika perlu, sekalian setting DHCP Server (saya lebih suka static).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah inisiasi ulang (otomatis) maka AP sudah disetting.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengalaman saya sih, ada beberapa yang perlu diperhatikan. Pertama, saat akan reset AP tekan tombol reset kurang lebih 30 detik (sepuluh detik ternyata terkadang belum cukup), apalagi jika baru pertama kali reset. Jangan remehkan masalah reset, hehe, saya sempat juga mengalami trouble saat reset Access Point D-Link DWL-G700AP tersebut. Kemudian sepertinya lebih bijaksana jika setting AP menggunakan kabel jaringan langsung dari laptop/PC kita. Sometimes, jika lewat wireless updating terkadang gagal. Ini terutama saat kita mengganti IP AP. Satu lagi, perhatikan guideline saat memilih channel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anyway, saat dipasang oleh kawan saya, karena satu dan lain hal salah satu AP direset kembali. Sepertinya masalahnya adalah crimping yang tidak sempurna, maka sedang dicarikan kabel kembali (lumayan panjang juga, sekitar 20 meter). Karena tempat, maka saya setting via wireless. Jalan juga sih, tapi saya agak curiga dengan setting IPnya karena hanya via wireless. Yah, semoga saja tidak menjadi masalah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tinggal scan virus nih besok…&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2885843127758095273-8312493250790951457?l=blog.bagusonline.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/8312493250790951457/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2885843127758095273&amp;postID=8312493250790951457" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/8312493250790951457?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/8312493250790951457?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/bagustenan/~3/rYBLYQD3I74/utak-atik-setting-sederhana-dwl-g700ap.html" title="Utak-Atik Setting (Sederhana) DWL-G700AP" /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="04869813389643772918" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://blog.bagusonline.web.id/2009/01/utak-atik-setting-sederhana-dwl-g700ap.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C04AR38zeSp7ImA9WxVQEEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273.post-3687711200705456585</id><published>2009-01-19T17:15:00.002+07:00</published><updated>2009-01-27T22:59:06.181+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-27T22:59:06.181+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Umum" /><title>Plurk dan Kronologger, Sebuah Fenomena Marketing</title><content type="html">Saat ini, selain blog (Blogger, Wordpress, dsb), Friendster dan Facebook, ada satu lagi fenomena yang mulai meluas di dunia maya. Plurk.com, sebuah situs yang berbasiskan sebuah komunitas mulai mendapatkan tempat di hati para netter di seluruh dunia. Termasuk saya sendiri, yang sekarang sudah menjadi salah satu anggota Plurk.&lt;p&gt;Tidak seperti Friendster, atau Facebook, pada Plurk sesungguhnya layanan yang ditawarkan sungguh jauh lebih simpel. Pada Friendster atau Facebook, kita membentuk komunitas yang umumnya berisi teman-teman kita (atau setidaknya sekarang menjadi teman kita). Dalam penggunaannya, kita dapat kustomisasi dengan berbagai macam pernak-pernik layaknya menghias sebuah web. Banyak fasilitas yang disediakan untuk kustomisasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada Plurk, kita masih berbasiskan komunitas, namun dengan format yang lebih simpel. Kita cukup mengetikkan kalimat-kalimat yang menggambarkan kondisi 'terkini' kita. Kustomisasi yang ada otomatis lebih terbatas, namun kita dapat menyisipkan Plurk kita ke halaman web lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi yang 'cinta produk dalam negeri' pasti sudah pernah tahu tentang layanan Kronologger. Sebetulnya Kronologger dan Plurk mempunyai ide yang sama persis, bahkan kalau tidak salah Kronologger justru ada terlebih dahulu dengan nama Kronologis. Namun gaung Kronologger dan Plurk jelas berbeda, dan ini dikarenakan faktor marketing semata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada Plurk maupun Kronologger, kita sebetulnya hanya mengupdate status terkini kita berupa satu (atau dua, jika perlu) kalimat yang representatif. Kemudian setelah beberapa lama kita akan mempunyai beberapa posting yang tersusun berdasarkan waktu. Susunan berdasarkan&lt;br /&gt;waktu ini mirip seperti kronologis suatu kejadian (mengerti kan, darimana asal nama Kronologger?). Pada akhirnya kita dapat menyisipkan Plurk atau Kronologger kita ke halaman web lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini membuktikan bahwa faktor marketing tidak bisa dianggap remeh. Sebagus apapun, pasti masih kalah dibandingkan dengan yang menggunakan teknik marketing yang matang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasanya kok.. mirip pilkada kita ya?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2885843127758095273-3687711200705456585?l=blog.bagusonline.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/3687711200705456585/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2885843127758095273&amp;postID=3687711200705456585" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/3687711200705456585?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/3687711200705456585?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/bagustenan/~3/opP0ZefBCUE/plurk-dan-kronologger-sebuah-fenomena.html" title="Plurk dan Kronologger, Sebuah Fenomena Marketing" /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="04869813389643772918" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://blog.bagusonline.web.id/2009/01/plurk-dan-kronologger-sebuah-fenomena.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkMHQH45cCp7ImA9WxVRE0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273.post-7959077279254212328</id><published>2009-01-04T23:48:00.002+07:00</published><updated>2009-01-19T18:27:11.028+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-19T18:27:11.028+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sehari-hari" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Statistisiana" /><title>Antara Ujian, Belajar, dan OFAT</title><content type="html">Besok adalah hari pertama Ujian Akhir Semester (UAS). Biasa, sejak jadi mahasiswa (lagi) kami semua jadi akrab (lagi) dengan yang namanya kalender akademik. Dan kebetulan materi ujian perdana besok adalah Rancangan Percobaan, yang sering disingkat kawan-kawan menjadi RanCob. Kebetulan tadi siang sudah cukup istirahat siang (walaupun tidak sebanyak teman sekamar saya, hehe) maka malam ini mata masih terbuka lebar-lebar sambil melihat teman sekamar tidur dengan nikmatnya. Terlebih sudah mendapat tambahan semangat dari istri dan anak di rumah. Koneksi 3G cukup mengobati rasa kangen walaupun belum menyembuhkan.&lt;p&gt;So, waktu yang ada saya manfaatkan untuk membaca-baca kembali tugas yang pernah diberikan oleh dosen saya (Drs. Kresnayana Yahya, MSc). Untuk membaca buku, rasanya hanya menjadi selingan saja, karena terlalu singkat waktu yang saya punyai saat ini. Plus, membaca-baca materi yang sudah didownload dari internet (kebetulan ada materi RanCob yang berbahasa Indonesia yang diupload oleh pengajar di universitas lain). Dan, saat suntuk datang seperti sekarang ini, saatnya nge-Blog!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sambil membaca-baca dan melihat kawan-kawan belajar, saya tiba-tiba ingat akan penjelasan dosen saya mengenai OFAT. Mereka-mereka yang belajar sambil mempraktekkan OFAT, dan persis seperti apa yang dikatakan oleh dosen saya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"OFAT, One-Factor-at-A-Time artinya dalam melakukan percobaan kita hanya mengamati pengaruh dari satu faktor saja. Kita mengabaikan faktor-faktor lain yang mungkin sebenarnya berpengaruh juga terhadap percobaan kita. Yang lebih berbahaya sesungguhnya karena kita tidak dapat memasukkan efek interaksi dalam percobaan kita. Padahal dalam kehidupan nyata, tidak mungkin OFAT itu terjadi. Kalaupun ada, ya sangat kecil. Dan mungkin saja kita memperoleh kesimpulan yang berbeda, yang justru menyesatkan. Ini bukan hanya dalam percobaan saja, dalam perilaku juga terkadang masih seperti itu."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam menghadapi suatu ujian, untuk menghasilkan ujian yang sukses sebagai respon bergantung pada banyak faktor. Jika kita lihat lebih spesifik pada faktor yang berasal dari dalam diri, maka mungkin ada beberapa faktor (menurut saya!) yang mempengaruhi. Pertama, jelas sekali faktor penguasaan mata pelajaran. Kemudian ada faktor lain seperti IQ, kondisi tubuh, kondisi pikiran, dan mungkin masih ada faktor lain yang berpengaruh. Mengikuti ujian dengan sukses adalah merupakan kombinasi yang baik dari semua faktor tersebut, dimana masing-masing faktor tidak harus maksimal. Yang diperlukan adalah kombinasi terbaik dari semua faktor, sehingga menghasilkan respon surface yang baik pula, dan dapat kita raih puncaknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, sebenarnya teman saya yang tertidur dengan sedemikian nikmatnya juga berperan menjaga kondisi tubuhnya agar jangan sampai drop. Video Call saya dengan istri dan anak saya tadi sore juga merupakan usaha saya untuk menjaga kondisi pikiran agar rileks dan tidak terlalu terbebani. Kalau faktor IQ, yah.. masing-masing bisa mengukur sendiri lah. Dan faktor utama adalah penguasaan mata pelajaran yang dicapai dengan cara belajar, namun jangan sampai mengorbankan faktor lainnya. Belajar sampai optimal, itu adalah strategi terbaik daripada belajar sampai maksimal (dan mengorbankan lainnya, misalkan kondisi tubuh). Penganut OFAT akan mengagungkan faktor penguasaan mata pelajaran, dan akibatnya hanya mengejar faktor itu saja tanpa memperhitungkan faktor lain. Akibatnya justru respon yang diperoleh tidaklah seperti yang diharapkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lha, sampai saat ini saja saya masih terjaga. Berarti saya OFAT dong?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebanyakan tidur sih tadi siang..&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2885843127758095273-7959077279254212328?l=blog.bagusonline.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/7959077279254212328/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2885843127758095273&amp;postID=7959077279254212328" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/7959077279254212328?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/7959077279254212328?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/bagustenan/~3/isD58A4TlLk/antara-ujian-belajar-dan-ofat.html" title="Antara Ujian, Belajar, dan OFAT" /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="04869813389643772918" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://blog.bagusonline.web.id/2009/01/antara-ujian-belajar-dan-ofat.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkQHSH45fSp7ImA9WxVRE0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273.post-2725781043708878986</id><published>2008-12-25T06:08:00.002+07:00</published><updated>2009-01-19T18:25:39.025+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-19T18:25:39.025+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Umum" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sehari-hari" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Statistisiana" /><title>Memanipulasi E(x) Lewat Sinetron</title><content type="html">Melihat sinetron-sinetron televisi Indonesia saat ini, saya benar-benar tidak habis pikir. Bagaimana mungkin para penonton Indonesia yang katanya semakin cerdas itu, menonton sinetron-sinetron yang bermetamorfosa dari satu judul ke judul lain. Dengan bermacam konflik yang dibuat-buat, juga jalan cerita yang sesungguhnya dapat ditarik tambang merah (terlalu nyata untuk disebut sebagai benang merah) dari semua judul-judul itu. Bagaimana tidak, terkadang selain dari sisi cerita hampir sama, juga para pemainnya pun masih menggunakan muka-muka yang itu-itu saja. Perbedaan yang ada sangatlah remeh, misalnya tokoh utamanya dari semula berjualan koran, dalam cerita lain berjualan somay.&lt;p&gt;Hal tersebut masih diperparah dengan kebiasaan 'khas' Indonesia (apa iya?) yang latah dan suka aji mumpung. Latah, karena semua menawarkan sesuatu yang 'tiru-tiru' dari kesuksesan pihak lain. Lihat saja, saat 'musim'-nya maka semua sinetron diawali dengan kata Cinta, Cinta F****, Cinta B****, atau entah mungkin juga ada Cinta Bejo dan Cinta Paijo? Begitu juga saat musimnya adalah menggunakan nama tokohnya, maka semua judulnya menggunakan nama tokoh utama, mungkin ada sinetron berjudul 'Paimin' dan 'Paijo'? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika satu sinetron sudah dianggap 'sukses', maka diperpanjanglah sinetron tersebut dengan berbagai cara. Dibuatlah konflik-konflik benang kusut, jika perlu dibuat sinetron berseri, seri 1, seri 2, dan seterusnya. Yang lebih tidak tahu malu adalah sinetron-sinetron 'ramadhan' yang bahkan tak kunjung habis meskipun sudah hampir memasuki tahun baru. Jika diperhatikan, konflik yang 'dipaksakan' pun sebenarnya itu-itu saja. Orang kaya yang mencintai orang miskin, orang miskin yang ternyata anak orang kaya, perebutan harta kekuasaan, pokoknya mirip-mirip seperti itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sinetron Indonesia jelas tidak menganut konsep random, atau setidaknya semua materi mempunyai kesempatan yang sama untuk tampil. Sinetron Indonesia juga tidak menganut konsep distribusi normal, dimana masalah yang paling rumit ditampilkan sedikit dan masalah-masalah biasa ditampilkan lebih besar porsinya. Bukan, bukan itu. Sinetron Indonesia (mungkin) menganut konsep terboboti (weighted). Semakin besar efeknya terhadap rating, maka akan semakin sering porsinya muncul di televisi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Inilah sebabnya maka kita dapat memanipulasi E(x) lewat sinetron.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam dunia statistika, kita mengenal konsep expectation value. Expectation value sering diterjemahkan sebagai nilai harapan, dan dituliskan sebagai E(x). Sesuai namanya, nilai harapan adalah menggambarkan harapan nilai yang dicapai dari sesuatu. Misalkan kita mempunyai distribusi binomial, dimana peluang suatu kejadian terjadi adalah sebesar p=0,4, dan binomial ini ada sebanyak n=30. Statistikawan mengerti jika rata-ratanya adalah sama dengan nilai harapannya, dimana untuk kasus ini adalah sebesar n kali p, tepatnya sebanyak 12. Ini berarti 12 dari 30 akan mengalami suatu kejadian, atau 2 dari 5 (mirip iklan bukan?). Jangan lupa, statistika mengagungkan konsep random serta distribusi normal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Katakanlah kita definisikan x adalah jumlah wanita yang hamil di luar nikah, p adalah peluang wanita (belum menikah) untuk hamil diluar nikah, dan n adalah populasi wanita (belum menikah). Secara pasti kita tidak tahu, berapa jumlah x. Bahkan lewat sensus penduduk pun tidak mungkin (tanya kenapa?). Namun kita dapat memperkirakan dengan menggunakan E(x). Ini benar secara teori statistik. Namun sayangnya Indonesia mempunyai jauh lebih banyak penonton sinetron daripada statistisi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sinetron mengeksploitasi masalah/konflik rumit diberikan porsi maksimal, sehingga seolah-olah pemeran utama selalu ditimpa masalah pelik. Wajar saja, karena sinetron tidak menganut distribusi normal. Sinetron juga memblow-up masalah-masalah yang (kira-kira) menaikkan rating saja, bukan lagi random. Wanita hamil di luar nikah, ternyata adalah salah satu hal yang bisa menaikkan rating. Maka skenario tersebut kini sudah lumrah digunakan di sinetron Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan dihantam sinetron bertubi-tubi, maka bukan tidak mungkin akan muncul anggapan bahwa hamil di luar nikah sekarang adalah hal biasa. Atau dengan istilah lain, jika dulu hamil di luar nikah adalah kejadian tabu (sehingga nilai p kecil), maka sekarang hamil di luar nikah adalah biasa (nilai p sekarang lebih besar). Maka seolah-olah persepsi yang terbentuk yakni E(x) sekarang lebih besar daripada E(x) dulu. Ini hanya persepsi, sehingga belum tentu benar. Namun yakinlah E(x) mendatang pasti akan lebih besar, karena persepsi menipu tadi akan menjadikan kasus hamil di luar nikah menjadi hal yang tidak terlalu menyeramkan lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hamil di luar nikah, siapa takut? (kurang lebih, begitu..)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mau...?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2885843127758095273-2725781043708878986?l=blog.bagusonline.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/2725781043708878986/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2885843127758095273&amp;postID=2725781043708878986" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/2725781043708878986?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/2725781043708878986?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/bagustenan/~3/xSgbkUh-EbU/memanipulasi-ex-lewat-sinetron.html" title="Memanipulasi E(x) Lewat Sinetron" /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="04869813389643772918" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://blog.bagusonline.web.id/2008/12/memanipulasi-ex-lewat-sinetron.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkQDSXg_cCp7ImA9WxVRE0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273.post-1021434038324467676</id><published>2008-12-22T13:25:00.003+07:00</published><updated>2009-01-19T18:26:18.648+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-19T18:26:18.648+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Umum" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sehari-hari" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Statistisiana" /><title>Wedang Ronde is a Mixture Design</title><content type="html">Hari Sabtu kemarin, saya tiba di Banjarnegara. Tiba di alun-alun kota, waktu sudah menunjukkan pukul 18.30. Maka saya menuju ke masjid agung untuk sholat maghrib. Masjid agung ini berada tepat di samping alun-alun.&lt;p&gt;Setelah sholat maghrib, saya segera menelpon istri tercinta. Kerinduan bertemu selama ini hanya dapat tertumpahkan oleh komunikasi suara via handphone saja. Itu pun kalau tidak sedang diganggu oleh buruknya layanan provider kartu yang kami pergunakan. Layanan yang cenderung menurun, tidak begitu jelas dan tidak begitu nyata. Untunglah provider sedang baik hati malam ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah menelpon istri, saya menelpon kakak ipar supaya saya dijemput, karena tidak ada lagi angkutan ke rumah pada jam tersebut. Setelah memberitahu posisi, saya segera menuju seorang penjual wedang ronde untuk membunuh waktu. Gerobak dorongnya diparkir di pinggiran alun-alun, dan digelar tikar untuk para pelanggan menikmati wedang rondenya. Sambil memesan satu mangkuk wedang ronde, saya mengajak penjual wedang itu mengobrol.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjualnya masih muda, kira-kira berumur 28 tahunan. Ternyata dulunya ia adalah seorang buruh pabrik di Tangerang. Setelah pabrik tempatnya bekerja mengalami kebangkrutan, ia menganggur tanpa ada pekerjaan lantas pulang ke kampungnya disini. Atas bantuan temannya, ia diajari cara-cara membuat wedang ronde dan mulai berjualan setengah tahun yang lalu. Saya senang melihat semangatnya menghadapi hidup setelah menganggur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekian lama mengobrol, wedang ronde saya sudah habis sedari tadi. Namun entah mengapa tanda-tanda sang penjemput tak kunjung datang. Maka jadilah satu mangkuk lagi siap saya nikmati. Meski pelanggan sudah mulai ramai, anggap saja sekalian membantu mas penjual ronde.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sambil menikmati wedang ronde kedua, saya teringat konsep mixture design yang baru saja dijadikan bahan tugas oleh dosen saya. Rasa wedang ronde kedua ini agak sedikit berbeda dari yang pertama tadi. Seperti layaknya mixture design, sang penjual sesungguhnya telah menemukan suatu mixture yang khas, mixture yang memberikan rasa enak yang optimal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahannya hanya kacang, hanya agar-agar, hanya roti tawar biasa, hanya air jahe dan gula saja, dengan dua buah ronde (ronde adalah bulatan yang terbuat dari tepung ketan dan diisi semacam tumbukan kacang). Namun sang penjual dibatasi pada ukuran mangkok yang terbatas, dan tentu saja pada biaya produksi per mangkoknya. Jika ia memutuskan untuk menambah roti tawar dalam wedang rondenya, maka bahan lain pasti akan berkurang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski hanya dibuat dari bahan-bahan sederhana, namun dengan mixture yang tepat akan menghasilkan efek yang luar biasa. Interaksi berbagai faktor yang terlibat didalamnya mampu melipatgandakan efek 'enak' menjadi luar biasa. Namun bukan hanya faktor dari wedang rodenya saja, melainkan faktor lain seperti waktu jualannya juga turut mempengaruhi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sang penjual telah berhasil menemukan mixture yang tepat bagi kelancaran usahanya mencari rezeki yang halal dari Allah. Meski tidak pula tepat 100%, terbukti rasa wedang ronde saya masih ada sedikit perbedaan (saya agak sensitif merasakan efek jahe), namun kesemuanya masih berada didalam sebuah confidence interval yang masih bisa diterima.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beliau tidak perlu belajar statistik, juga tidak perlu belajar matematik. Namun sesungguhnya beliau sudah menerapkan konsep tersebut dalam keseharian. Konsep inilah yang sesungguhnya hilang digerus dunia pendidikan. Tidak sedikit lulusan jurusan statistik yang pandai berhitung, namun kurang memahami konseptual secara baik. Akhirnya mereka mengalami kesulitan menghubungkan keilmuan dan dunia nyata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ah, kedua mixture saya sudah habis. Saatnya untuk pulang..&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2885843127758095273-1021434038324467676?l=blog.bagusonline.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/1021434038324467676/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2885843127758095273&amp;postID=1021434038324467676" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/1021434038324467676?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/1021434038324467676?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/bagustenan/~3/TQmLTkzJtA0/wedang-ronde-is-mixture-design.html" title="Wedang Ronde is a Mixture Design" /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="04869813389643772918" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://blog.bagusonline.web.id/2008/12/wedang-ronde-is-mixture-design.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkIDRns_fSp7ImA9WxVRE0k.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273.post-3624087810351428244</id><published>2008-12-22T13:24:00.002+07:00</published><updated>2009-01-19T12:56:17.545+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-19T12:56:17.545+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Umum" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sehari-hari" /><title>Seorang Ibu, dan Kisahnya Sepanjang Kereta</title><content type="html">Liburan minggu tenang kali ini saya rencanakan untuk mudik-mudikan berkeliling singkat. Rutenya Surabaya - Banjarnegara (tempat mertua) - Boyolali (tempat eyang putri) - Ngawi (tempat orang tua) - Surabaya. Rute pertama, dari Surabaya ke Banjarnegara. Terbayang beberapa alternatif perjalanan yang bisa saya tempuh. Saya bisa naik bis lewat Bawen sampai Banjarnegara, bisa naik travel (kalau kepepet), bisa naik bis lewat Jogja dulu, bisa naik kereta lewat Purwokerto, hmm.. pokoknya banyak jalan. Tapi akhirnya saya memilih untuk naik kereta jurusan Bandung, turun di Gombong, ke Purwokerto, baru ke Banjarnegara, bersama teman-teman.&lt;p&gt;Jujur saja, memang waktu perjalanan saya menjadi lebih panjang. Tapi dasar pribadi sentimentil, saya menikmati kebersamaan bersama kawan-kawan selama perjalanan. Di sana saya benar-benar merasakan makna sebuah persahabatan. Singkat memang, namun kenangan bersama ini yang menurut saya adalah sesuatu yang istimewa. Mungkin sekarang kita tidak akan bisa menilainya, apalagi merasakannya. Namun kelak, suatu saat ketika waktu sudah berlari sedemikian cepatnya, kenangan akan menjadi sesuatu yang sangat tidak ternilai harganya. Itu pula sebabnya saya jarang menolak jika diajak bepergian bersama teman-teman, dengan syarat tidak malah merepotkan saya sendiri (misalnya sampai ditempat sendiri terlalu malam, dan sudah tidak ada lagi angkutan). Selain itu, dalam perjalanan, biasanya masing-masing individu mulai terlihat sifat-sifat aslinya. Di sanalah kita bisa melihat apakah seseorang benar-benar layak untuk kita sebut 'sahabat'.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Biasanya sih, selama perjalanan dengan transportasi umum seringkali waktu saya lebih lama untuk tidur daripada terjaga. Namun tidak kali ini. Kami berangkat dari Stasiun Gubeng pada pagi hari, kira-kira pukul enam pagi. Diatas kereta kebetulan kami mendapatkan tempat duduk di depan seorang ibu-ibu. Ibu inilah yang merubah pakem perjalanan saya kali ini. Sebuah pribadi yang unik, walaupun agak ngaco dan sedikit error. Heh heh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ibu ini punya banyak sekali cerita. Sepanjang jalan, dari bibirnya terus mengalir topik-topik pembicaraan yang entah dari mana asalnya tidak ada habisnya. Jika boleh dibuatkan Pie Chart, saya yakin 75%-85% adalah pada porsi beliau, baru sisanya diisi oleh kami. Ada saja ceritanya, mulai dari Roy Marten, pekerjaannya dari BKKBN, BDNI, sampai ke masalah jodoh digulirkan sepanjang jalan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rupanya ibu ini mempunyai orangtua 'gado-gado'. Ayah muslim dan ibu katolik. Bahkan saudaranya pun ada yang muslim, meski beliau sendiri penganut katolik. Ibu ini pun punya hobi yang tergolong nyeleneh untuk ibu-ibu, apalagi yang seusia beliau (beliau mengaku berusia lebih dari 50 tahun). Hobinya adalah jalan-jalan ke luar kota. Aneh memang, tapi dari hobi jalan-jalannya tersebut banyak cerita yang bisa digulirkannya sepanjang perjalanan di dalam kereta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya sendiri, belum banyak kisah yang dapat saya ceritakan. Belum banyak tempat yang sudah saya kunjungi. Belum banyak pengalaman yang sudah saya alami. Belum ada apa-apanya pengalaman saya dalam kehidupan ini. Ibu ini, ibu Yuni (atau Yeni, saya lupa, yang saya ingat jelas suaminya bernama Hendrik) seolah mengingatkan saya bahwa hidup jangan hanya diisi dengan rutinitas membosankan semata. Hidup adalah karunia yang harus disyukuri, namun dengan tetap mengingat kematian (istilah beliau, rumah masa depan), agar kita tidak larut dalam godaan-godaan kehidupan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hidup adalah pengalaman satu kali (kecuali bagi yang mempercayai adanya reinkarnasi) yang harusnya diisi dengan beragam cerita. Hidup ini tidak harus mendatar seperti layaknya distribusi uniform, ia harus diisi dengan variasi-variasi yang menarik. Jadikan hidup menjadi sebuah time series yang mempunyai variasi seasonal, namun pastikan kurvanya mempunyai kemiringan yang positif. Jangan jadikan hidup menjadi sebuah regresi linear dengan kemiringan positif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga saat beliau turun di kota Solo, tidak ada lagi yang sedemikian semangat bercerita. Akhirnya kami berempat berkumpul satu kereta berhadapan, dan perbincangan antar sahabat kembali dimulai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perjalanan kali ini..&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2885843127758095273-3624087810351428244?l=blog.bagusonline.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/3624087810351428244/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2885843127758095273&amp;postID=3624087810351428244" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/3624087810351428244?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/3624087810351428244?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/bagustenan/~3/-NogXP4sh3M/seorang-ibu-dan-kisahnya-sepanjang.html" title="Seorang Ibu, dan Kisahnya Sepanjang Kereta" /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="04869813389643772918" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://blog.bagusonline.web.id/2008/12/seorang-ibu-dan-kisahnya-sepanjang.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkIHQH08cCp7ImA9WxVRE0k.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273.post-8459214963348845035</id><published>2008-12-22T13:23:00.002+07:00</published><updated>2009-01-19T12:55:31.378+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-19T12:55:31.378+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sehari-hari" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Statistisiana" /><title>Penduga Parameter Terbaik</title><content type="html">Dalam Statistika Matematika, dikenal 3 cara yang umum digunakan untuk mencari penduga parameter terbaik. Tidak ada yang bisa mengatakan bahwa salah satu terbaik dari yang lainnya. Ketiga cara tersebut adalah Metode Momen, Least Square, dan Maximum Likelihood Estimator.&lt;p&gt;Metode momen pada prinsipnya adalah menggunakan sifat-sifat momen untuk memastikan bahwa parameter yang kita dapatkan adalah parameter yang terbaik. Pada metode momen ini cara kerjanya kurang lebih dengan menganggap bahwa momen-momen sampel sama dengan momen-momen pada populasi dan hasilnya terbaik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Metode lainnya adalah metode Least Square. Dalam regresi kadang-kadang metode ini disebut juga metode Ordinary Least Square, untuk membedakan dengan Weighted Least Square. Pada metode Least Square, prinsipnya adalah mencari penduga yang dapat meminimalkan kuadrat errornya. Mengapa? Tentunya kita ingin melakukan sesuatu dengan hanya sedikit kesalahan. Oleh karena itu kita berusaha untuk mendapatkan kuadrat error yang paling kecil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaan yang kadang terlewat bagi kita, adalah: mengapa harus kuadrat? Mengapa bukan error saja? Atau pangkat tiga? Pangkat empat? Atau nilai mutlak dari error? Ternyata penjelasannya secara matematis saja. Dalam matematika, kita akan lebih mudah jika menggunakan kuadrat daripada semua alternatif tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada fungsi kuadrat, kita dapat mencari nilai minimumnya dengan menggunakan turunan pertama. Dengan turunan pertama kita akan mendapatkan nilai yang 'spesial', bisa minimum, maksimum, atau titik belok. Maka, untuk meyakinkan bahwa nilai yang kita dapat tadi adalah minimum, kita cukup membuktikan bahwa turunan keduanya adalah positif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Metode alternatif lain yaitu menggunakan metode Maximum Likelihood Estimator. Pada metode ini kita justru ingin memaksimumkan fungsi Likelihood dari suatu fungsi. Kalau kita sedikit buka-buka kamus, Likelihood itu berarti 'kemungkinan'. Analoginya dengan memaksimalkan kemungkinan (fungsi likelihood) maka diharapkan kita akan mendapatkan sampel yang mempunyai kemungkinan paling banyak, artinya paling sering muncul dan paling dikenal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk memaksimumkan fungsi Likelihood, kita dapat menggunakan beberapa cara. Kita dapat menggunakan derivatif/turunan, definisi optimum, dan fungsi-fungsi dimana parameter tersebut tidak ada. Dalam keseharian, biasanya penggunaan derivatif/turunan lebih sering digunakan. Prinsipnya, yang diusahakan adalah dengan metode derivatif/turunan, jika mengalami kesulitan, baru kemudian menggunakan metode selain derivatif. Seperti biasa, agar menjadi semaksimum mungkin dicari turunan pertamanya dahulu. Kemudian untuk membuktikan bahwa ia benar-benar maksimum, digunakanlah turunan kedua.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baru ngeh sekarang nih, kemana aja dulu waktu kuliah ya. Malu sendiri, hehe..&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2885843127758095273-8459214963348845035?l=blog.bagusonline.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/8459214963348845035/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2885843127758095273&amp;postID=8459214963348845035" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/8459214963348845035?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/8459214963348845035?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/bagustenan/~3/F2TSilShSjI/penduga-parameter-terbaik.html" title="Penduga Parameter Terbaik" /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="04869813389643772918" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://blog.bagusonline.web.id/2008/12/penduga-parameter-terbaik.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0UGQ3k8cCp7ImA9WxRaEUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273.post-5605768019637732857</id><published>2008-12-13T20:03:00.003+07:00</published><updated>2008-12-13T21:40:22.778+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-13T21:40:22.778+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sehari-hari" /><title>A Moment To Remember...</title><content type="html">Pulang kuliah, siang-siang rasanya mau teler aja. Namun sebelum teler, perut minta jatahnya untuk diisi. Apa boleh baut, eh buat, jadinya mampir dulu di Bonek. Bonek adalah warung makan langganan saya hampir setiap pulang kuliah atau jika siang hari. Sampai disana kebetulan suasananya tidak begitu ramai. Wah, siplah untuk makan siang. Karena kalau terlalu ramai, rasanya tidak nikmat lagi makan (tetep enak juga sih, wong laper!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan pesanan sudah siap di piring saya, nasi plus sayur-mayur plus ayam mati. Tak lupa sedikit sambal supaya tidak rugi para penanam cabe di negeriku Indonesia ini. Es teh menyusul kemudian, biasanya diantarkan ke meja makan. Saya memilih tempat didekat dua orang remaja muda-mudi yang sedang mengobrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya makan. Bagian ini rasanya tak perlu untuk saya ceritakan lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian seperti biasa, sehabis makan saya menghabiskan ayam yang masih tersisa di piring saya. Sambil makan saya sempat mendengarkan celotehan mereka. Remaja-remaja tanggung yang merasa keren dengan sapaan 'lu', 'gue'. Mereka bercerita panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bercerita tentang pengalaman liburannya kemarin naik kendaraan masing-masing memecah kemacetan di jalur ibukota. Mulai dari malesnya (awalnya pasti males-malesan kan?), kerepotannya, kebut-kebutannya. Ah, saya dulu juga begitu. Saya lantas teringat masa-masa dimana saya suka memacu GL Max ayah secepat mungkin. Menyalip para pengendara cemen, sampai bis-bis AKAP Surabaya-Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita lain bergulir tentang hobi mereka bermain musik. Kebiasaan 'hang out' dan jalan-jalan bareng. Ah, saya dulu juga begitu. Saya lantas teringat masa-masa saya menjadi additional player di salah satu komunitas anak-anak pabrik gula. Saya teringat masa-masa saya merengkuh gitar, bas, apalagi keyboard karena yang lain kurang begitu familiar dengan alat musik satu ini. Sebetulnya saya punya band sendiri, namun justru jam main saya lebih banyak sebagai additional player.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas mereka bercerita mengenai kerepotan mereka dengan pasangannya masing-masing. Ah, saya dulu juga begitu. Saya bahkan kerepotan membagi waktu untuk pacar-pacar saya dulu. Lantas saya teringat dengan seseorang yang demikian sabar, walaupun akhirnya terkikis oleh saya, kemarahan saya, dan keangkuhan saya. Saya dan ego saya yang sedang puncak-puncaknya. Satu hal yang selalu saya sesali, sampai detik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil tertawa, mereka bercerita tentang hal-hal error. Lebih tepatnya ndablek. Ah, saya dulu juga begitu. Mungkin teman-teman saya sekarang tidak percaya bahwa saya dulu error sekali. Mungkin karena patah hati, plus gejolak pencarian diri, plus plus lainnya. Sedemikian errornya sampai beberapa teman merasa perlu memberikan saya 'terapi' khusus, perlakuan khusus. Just to be spesial. Dan sekarang saya baru menyadari, betapa baiknya mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya termenung sendiri. "Ah, saya dulu juga begitu". Kalimat ini sontak menghentak jwa saya sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Ternyata, saya sudah tua."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu. Ya, itu berarti sekarang saya sudah tua. Saya sudah punya istri yang (biar bagaimanapun) adalah istri terbaik yang pernah saya miliki. Cinta yang tercipta untuk saya, untukku. Saya punya anak termanis yang pernah saya punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya tidak lagi tukang ngebut. Bahkan untuk menambah kecepatan saja saya selalu teringat, ada seseorang yang sedang menunggu saya dirumah. Setia menunggu hingga saya kembali. Dan banyak hal-hal yang baru saya sadari bahwa sesungguhnya saya memang sudah bukan lagi saya yang dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup harus terus berjalan. Kenangan masa lalu, manisnya masa-masa muda, pahit dan getirnya, semua adalah kenangan. Seberapapun kerasnya usaha saya, kenangan itu tak pernah hilang. All is a moment to remember. By me, just by myself.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Let the pain for myself, neither my wife nor my childrens would taste the pain.&lt;/blockquote&gt;Sekarang adalah saatnya saya menatap masa depan. Bisa dibilang semua yang saya impikan sudah ada di depan mata. Istri terbaik dan penuh cinta, buah hati yang selalu memberikan saya sensasi menjadi orang tua, rumah, dan banyak hal. Saya cinta hidup saya yang sekarang. Saya percaya bahwa Allah memilihkan jodoh yang terbaik untuk hambaNya. Sesungguhnya walaupun menurut saya baik, namun hanya Allah yang tahu apa yang terbaik untuk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2885843127758095273-5605768019637732857?l=blog.bagusonline.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/5605768019637732857/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2885843127758095273&amp;postID=5605768019637732857" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/5605768019637732857?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/5605768019637732857?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/bagustenan/~3/ZBvIutWEwkU/moment-to-remember.html" title="A Moment To Remember..." /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="04869813389643772918" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://blog.bagusonline.web.id/2008/12/moment-to-remember.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkUNSHk-cSp7ImA9WxRUFUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273.post-4241719110353698177</id><published>2008-11-25T13:02:00.006+07:00</published><updated>2008-11-25T13:24:59.759+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-11-25T13:24:59.759+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Umum" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sehari-hari" /><title>Jawa Timur Park</title><content type="html">Hari Sabtu, 22 November kemarin saya diajak teman-teman pergi ke Malang. Mendadak saja sih, karena sebetulnya saya niat ke kos teman untuk numpang internet. Ternyata justru semua bersiap untuk berangkat. Disana, kami menginap di rumah kawan akrab teman saya, teman beliau saat kuliah dulu. Sebelum pulang, kami sempatkan untuk bermain sebentar di Jawa Timur Park, atau sering disebut Jatim Park.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatim Park terletak di Kota Batu. Kesan pertama saya, lumayan juga. Tempatnya teratur, dan mirip-mirip seperti Dufan. Sebelum masuk tak lupa kami berpose sejenak didepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/SSuV-rfQ0vI/AAAAAAAAACI/UHYz0Vg587Q/s1600-h/jtpark1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/SSuV-rfQ0vI/AAAAAAAAACI/UHYz0Vg587Q/s320/jtpark1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272472692825576178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk ukuran tempat wisata, Jatim Park termasuk lengkap. Ada 50 venue yang dapat dikunjungi disana, bahkan promosinya setiap tahun akan ditambah 3 venue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/SSuWR3r9sHI/AAAAAAAAACQ/jq_INuHHLtY/s1600-h/jtpark2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 204px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/SSuWR3r9sHI/AAAAAAAAACQ/jq_INuHHLtY/s320/jtpark2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272473022517588082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini peta yang dipajang di depan pintu masuk Jatim Park. Bisa dihitung sendiri, berapa waktu yang diperlukan jika kita ingin mencoba semua venue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/SSuWkgDXgrI/AAAAAAAAACY/ctj-Jg11ybg/s1600-h/jtpark3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/SSuWkgDXgrI/AAAAAAAAACY/ctj-Jg11ybg/s320/jtpark3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272473342590812850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebelum masuk, kita beli karcis dulu. Karcisnya ya, yang melingkar di tangan saya itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/SSuWkoLQ5oI/AAAAAAAAACg/V4FggIeitVE/s1600-h/jtpark4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/SSuWkoLQ5oI/AAAAAAAAACg/V4FggIeitVE/s320/jtpark4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272473344771417730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berpose di depan gong raksasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tempat wisata jelas Jatim Park memiliki kelebihan dan kekurangan. Fair enough. Tidak ada sesuatu hal yang tidak mempunyai kekurangan toh? Namun jika dibandingkan dengan Dufan, setidaknya ada beberapa kelebihan Jatim Park dibandingkan Dufan. Setidaknya, Jatim Park memungut karcis masuk lebih murah daripada Dufan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagusnya, Jatim Park menggabungkan unsur edukasi dan entertainment (istilah kerennya edutainment). Di awal-awal anjungan, ada venue khusus mengenai baju-baju daerah di Indonesia, lengkap dengan keterangan singkat yang berkaitan. Juga ada venue mengenai kebudayaan etnik Indonesia, walaupun tidak lengkap. Kemudian ada venue mengenai penemu-penemu terkenal dan hasil penemuannya. Tak lupa ada venue mengenai organ-organ tubuh manusia dan masing masing fungsi/cara kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya suka, justru venue mengenai IPTEK. Disini disediakan banyak alat-alat peraga yang dapat dicoba untuk bermain-main. Pada masing-masingnya disediakan penjelasan mengapa hal-hal ‘ajaib’ bisa terjadi. Fungsi katrol, energi kinetik, daya elektromagnet, dan lainnya dapat diserap anak-anak sambil bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada juga beberapa kekurangannya, antara lain venue-venue yang ada relatif lebih kecil dibandingkan dengan Dufan. Selain itu, cuaca yang seringkali hujan juga bisa membuat rekreasi menjadi agak terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Swing Coaster, Jet Coaster, Bombom Car, Kora-kora, Trampolin, cukup banyak juga yang sudah dicoba. Belum termasuk Rumah Hantu, Rumah Pipa, Jalan Sesat. Tadinya kami juga ingin merasakan naik Gokart, namun ternyata tidak termasuk dalam tiket terusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disana, saya sempatkan mengambil beberapa foto. Tidak banyak, karena justru sebagian besar momen yang ada tidak dapat ditangkap kamera. Bukan apa-apa, semua bermain sehingga tidak ada yang bertugas mengambil gambar. Hehehe. Berikut beberapa foto yang diambil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/SSuWkwv-oqI/AAAAAAAAACo/T81KthGRQhM/s1600-h/jtpark5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/SSuWkwv-oqI/AAAAAAAAACo/T81KthGRQhM/s320/jtpark5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272473347072893602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pohon ‘bermuka’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/SSuWk9J4KGI/AAAAAAAAACw/ogkjKYQC0Tg/s1600-h/jtpark6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/SSuWk9J4KGI/AAAAAAAAACw/ogkjKYQC0Tg/s320/jtpark6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272473350402746466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mas Amir, sedang asyik bermain kartu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/SSuWk0-QhEI/AAAAAAAAAC4/CWZM7ElQAi8/s1600-h/jtpark7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/SSuWk0-QhEI/AAAAAAAAAC4/CWZM7ElQAi8/s320/jtpark7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272473348206527554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini track Swing Coaster yang sempat diambil gambarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/SSuYphCEABI/AAAAAAAAADA/Dz6432uoHPQ/s1600-h/jtpark8.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/SSuYphCEABI/AAAAAAAAADA/Dz6432uoHPQ/s320/jtpark8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272475627776376850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kolam renang, asyiknya disini jika bersama keluarga. Kedalamannya tidak membahayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/SSuYpqDztOI/AAAAAAAAADI/byJ1quMLj8U/s1600-h/jtpark9.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/SSuYpqDztOI/AAAAAAAAADI/byJ1quMLj8U/s320/jtpark9.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272475630199616738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mas Rahmat sedang berpose. Perhatikan papan di belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/SSuYp9KyAcI/AAAAAAAAADQ/e4LT980GPvM/s1600-h/jtpark10.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/SSuYp9KyAcI/AAAAAAAAADQ/e4LT980GPvM/s320/jtpark10.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272475635329139138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Makan-makan sebelum pulang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2885843127758095273-4241719110353698177?l=blog.bagusonline.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/4241719110353698177/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2885843127758095273&amp;postID=4241719110353698177" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/4241719110353698177?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/4241719110353698177?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/bagustenan/~3/45zvKrOh8a8/jawa-timur-park.html" title="Jawa Timur Park" /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="04869813389643772918" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/SSuV-rfQ0vI/AAAAAAAAACI/UHYz0Vg587Q/s72-c/jtpark1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://blog.bagusonline.web.id/2008/11/jawa-timur-park.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE8NSH8yeyp7ImA9WxRUFUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273.post-3163198440931361030</id><published>2008-11-25T12:59:00.000+07:00</published><updated>2008-11-25T13:01:39.193+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-11-25T13:01:39.193+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Umum" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sehari-hari" /><title>Kamu? Kuliah di ITS?</title><content type="html">Seorang teman ngakak saat tahu saya sedang kuliah S2 di ITS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu? Kuliah di ITS?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rada kheki juga diledek seperti itu. Maksud kawan saya tadi, kok bisa saya yang notabene slenge’an waktu kuliah dulu sekarang kuliah lagi. Terlebih lagi jurusannya adalah jurusan yang sebetulnya bukan favorit saya. Statistika. Dan juga bukan favorit bagi sebagian besar teman-teman saya. Jika ditanya mereka pasti memilih jurusan ekonomi, atau sosial, termasuk demografi. Beberapa suka komputasi, termasuk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau memang kenyataan sih, hehe, memang sebetulnya basis statistika saya tidaklah selengkap kawan-kawan kuliah dahulu yang berbeda jurusan. Bukan apa-apa, kurikulum yang masih dalam tahap penyempurnaan, sedikit banyak berpengaruh pada mata kuliah yang dipaketkan. Dan kebetulan pada paket yang sesuai jurusan saya, beberapa mata kuliah yang menurut saya kritis justru tidak saya dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata kuliah seperti I/O (input output), Statistika Nonparametrik, Rancangan Percobaan, Ekonometrik, justru terlewat. Namun saya bersyukur masih sempat mendapatkan Multivariate dan Analisis Regresi. Sebagian besar adalah materi komputasi yang (waktu itu) belum terhubung dengan aspek statistiknya. Mengutip istilah Pak Budi (dosen saya sekarang, Dr.Drs. I Nyoman Budiantara, MS) bahwa kami mempunyai alat yang canggih namun tidak bisa memasukkan colokan listrik ke tempatnya. Maka alat canggih tersebut menjadi sia-sia karena tidak ‘terhubung’ dengan semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, kata-kata ini menjadi sesuatu yang.. entah mengapa begitu berkesan bagi saya. Itu adalah tipikal khas orang Indonesia (sebagian besar, tidak semua) yang betul-betul jago namun tidak mengerti filosofi yang seharusnya dipahami. Maka jangan heran jika orang Indonesia begitu canggih, banyak software yang bisa dikuasai, banyak alat yang dapat diutak-atik, dan banyak pula orang-orang yang sanggup melakukannya. Banyak yang bisa memodifikasi, tapi tidak banyak yang dapat menciptakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, puitis sekali..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya disini betul-betul belajar dari nol lagi. Jangankan filosofisnya, sekarang hitung-hitungannya pun saya mencoba untuk mengerti (walaupun masih juga belum mengerti). Rekan saya mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tulis saja apa yang kamu pahami, apa yang sudah kamu pelajari, walaupun kelihatannya remeh”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini saya tidak pernah menggubris perkataannya. Tapi belum terlambat untuk mencoba. Setidaknya coretan-coretan goblok saja. Karena saya tak lagi berurusan dengan komputer, berurusan dengan program, berurusan dengan server, berurusan dengan jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya mencoba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2885843127758095273-3163198440931361030?l=blog.bagusonline.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/3163198440931361030/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2885843127758095273&amp;postID=3163198440931361030" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/3163198440931361030?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/3163198440931361030?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/bagustenan/~3/YgCbczUwYaY/kamu-kuliah-di-its.html" title="Kamu? Kuliah di ITS?" /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="04869813389643772918" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://blog.bagusonline.web.id/2008/11/kamu-kuliah-di-its.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUMNSXg7cCp7ImA9WxRUEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273.post-2914812973030395216</id><published>2008-11-20T11:02:00.008+07:00</published><updated>2008-11-20T06:31:38.608+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-11-20T06:31:38.608+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Webdesign" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sehari-hari" /><title>Blogger Error Pada Custom Domain</title><content type="html">Saat saya ingin berpindah kembali ke Blogger dari Wordpress engine saya, saya tidak melakukan banyak hal. Beberapa fasilitas yang ada sangat membantu saya dalam peralihan ini. Walaupun, namanya juga buatan manusia, secanggih-canggihnya pasti ada saja kelemahan yang ditemukan.&lt;p&gt;Pertama, tentu saja saya mempersiapkan DNS saya pada entry &lt;a href="http://blog.bagusonline.web.id/"&gt;blog.bagusonline.web.id&lt;/a&gt;. Settingan awalnya saya forward ke DNS lain, sekarang saya ubah menjadi hanya sekedar CNAME saja. Sehingga blog.bagusonline.web.id hanya sebuah CNAME (canonical name) ke ghs.google.com saja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian, langkah kedua adalah merubah setting pada &lt;a href="http://bagustenan.blogspot.com/"&gt;Blogger saya&lt;/a&gt;. Saya pilih opsi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;berpindah ke Domain Kustom&lt;/span&gt;, kebetulan setting saya menggunakan Bahasa Indonesia. Disana kemudian tak lupa Google sebagai penyedia jasa menyelipkan sedikit 'iklan' jika menggunakan layanan domain service milik mereka (dengan kata lain, kita membeli domain dari mereka). Karena saya sudah mempunyai domain, maka saya memilih setting lanjut (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;advanced setting&lt;/span&gt;, gitu lah). Disana saya masukkan nama domain saya, kemudian apakah mau menggunakan www atau tidak, kemudian beberapa setting lain yang tidak perlu dirubah-rubah. Saya tidak memilih untuk menggunakan www, karena lucu rasanya membayangkan nama domain www.blog.bagusonline.web.id, hehe.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sesudah klik 'simpan', kemudian saya tinggal menunggu waktu saja. Propagation delay biasanya satu sampai dua hari (katanya). Sabar saja, orang sabar disayang Allah. Namun sudah satu minggu lebih, setiap saya cek selalu keluar tampilan error 404. Nampaknya Blogger error pada custom domain, pikir saya. Tidak mungkin sudah satu minggu lebih masih menunggu propagation delay. Maka saya coba cari-cari jawabannya. Apalagi ternyata hosting saya pun habis masa berlakunya, tanpa pemberitahuan lebih dulu mereka langsung menghapusnya. Seperti hosting gratisan saja, pikir saya, padahal hostingnya berbayar. Jadilah &lt;a href="http://www.bagusonline.web.id"&gt;bagusonline&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://blog.bagusonline.web.id/"&gt;blognya&lt;/a&gt; sama-sama error. Tapi email masih jalan terus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah mencari-cari akhirnya ketemu juga triknya. Simpel saja, saya berpindah ke domain Blogspot (jangan lupa Save dulu), kemudian pindah lagi ke domain kustom (Save.. lagi). Memang terlihat seperti ngakalin saja (memang!), namun ternyata berhasil. Tidak lebih dari 15 menit &lt;a href="http://blog.bagusonline.web.id/"&gt;blog saya&lt;/a&gt; sudah 100% tune in, dengan Blogger. Menyusul kemudian saya juga pindah haluan untuk domain &lt;a href="http://www.bagusonline.web.id/"&gt;bagusonline.web.id&lt;/a&gt; saya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Voila, its works!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2885843127758095273-2914812973030395216?l=blog.bagusonline.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/2914812973030395216/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2885843127758095273&amp;postID=2914812973030395216" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/2914812973030395216?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/2914812973030395216?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/bagustenan/~3/3Nhl7tHyApI/blogger-error-pada-custom-domain.html" title="Blogger Error Pada Custom Domain" /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="04869813389643772918" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://blog.bagusonline.web.id/2008/11/blogger-error-pada-custom-domain.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEYFRn84eyp7ImA9WxRUEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273.post-7484557484632590182</id><published>2008-11-20T11:01:00.001+07:00</published><updated>2008-11-20T06:08:37.133+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-11-20T06:08:37.133+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Webdesign" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sehari-hari" /><title>Pindah Haluan...</title><content type="html">Buat rekan-rekan yang sering ke &lt;a href="http://blog.bagusonline.web.id/"&gt;blog saya&lt;/a&gt;, pasti tahu kalau sekarang postingan saya sudah mulai 'langka'. Bulan-bulan ini betul-betul kering dari postingan sama sekali. Yah, banyak hal sebetulnya kalau boleh dijadikan alasan. Namun sebetulnya kemarin saya sempat posting beberapa kali, walaupun sekarang sudah hilang, termasuk komentar-komentarnya.&lt;p&gt;Kemarin saya mencoba menggunakan Wordpress sebagai engine blog saya. Dari banyak segi memang kemampuannya cukup powerfull, apalagi karena Wordpress yang saya gunakan dihosting sendiri, bukan share sehingga saya bisa kustomisasi dengan sepuas hati. Plugins, dan tema yang dirasa cocok juga sudah ditemukan. Saya menggunakan Wordpress versi stabil yang diupload sendiri, tanpa menggunakan script-script dari hosting seperti Fantastico dan lainnya. Singkat kata, semua sudah berjalan normal tanpa ada masalah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun ternyata saya harus ke ITS, dan koneksi internet untuk ngeblog berubah dari fasilitas kantor menjadi usaha sendiri. Hehe. Saya biasanya posting di sela-sela pekerjaan saya yang sudah menumpuk, sesekali memang saya posting dari rumah. Awal-awal memang /no problem/, itu saya anggap enteng saja (karena memang bukan permasalahan). Saya masih posting beberapa kali, dan menerima balasan seperti biasa. Termasuk saat saya harus kuliah, juga saat saya dikaruniai buah hati pertama, saya masih sempatkan diri untuk posting. Hanya saja, posting saya hanya saya fokuskan di &lt;a href="http://blog.bagusonline.web.id/"&gt;sini&lt;/a&gt; saja. Selain itu awal-awal kuliah dan juga awal-awal menjadi seorang ayah benar-benar menyita waktu dan perhatian saya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lama kelamaan, saya rindu satu fitur pada &lt;a href="http://www.blogger.com/"&gt;Blogger&lt;/a&gt; yang dulu sering saya gunakan. Fitur ini belum sempurna (kalau bisa dikatakan belum ditemukan solusinya) pada Wordpress. Biasanya dulu, saya seringkali mengirimkan posting menggunakan email. Ada beberapa keuntungan yang saya petik. Pertama, koneksi yang diperlukan cukup singkat, yaitu hanya saat mengirimkan email. Kedua, isi postingan bisa saya persiapkan dulu (saya menggunakan Portable Thunderbird untuk sehari-hari), sehingga jika pas online cukup tekan /send/ saja. Ketiga, saya bisa posting di beberapa blog sekaligus. Maka jika update blog cukup sekali proses, beberapa blog langsung terupdate.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada juga kerugiannya sih, walau saya kurang begitu terpengaruh. Pertama, ada blog yang tidak bisa disisipi gambar jika hanya via email. Kedua, karena jarang login maka komentar-komentar yang masuk mungkin tidak langsung terakomodir. Namun saya masih mendapat pemberitahuan via email jika ada komentar masuk, jadi sebetulnya hal itu tidak masalah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anyway, karena saya seringkali merasa 'ribet' jika harus login dulu, klak-klik dulu, baru kemudian posting, maka saya mulai mempertimbangkan untuk kembali lagi ke &lt;a href="http://www.blogger.com/"&gt;Blogger&lt;/a&gt;. Yang perlu dipertimbangkan juga, beberapa posting saya saat menggunakan Wordpress pasti akan hilang. Karena saya tidak berhasil menemukan cara untuk 'transfer' posting dari Wordpress ke Blogger. Kasus sebaliknya justru simpel, karena Wordpress sudah memfasilitasi hal tersebut. Apalagi ada beberapa posting yang sesungguhnya 'bersejarah', karena momennya tak akan pernah terulang lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan pertimbangan yang cukup lama, akhirnya saya memutuskan untuk pindah lagi ke Blogger. Konsekuensinya ya, seperti yang saya sebutkan tadi. Jika ada waktu, mainlah ke &lt;a href="http://blog.bagusonline.web.id/"&gt;blog saya&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2885843127758095273-7484557484632590182?l=blog.bagusonline.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/7484557484632590182/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2885843127758095273&amp;postID=7484557484632590182" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/7484557484632590182?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/7484557484632590182?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/bagustenan/~3/Q9vTSmLZFVE/pindah-haluan.html" title="Pindah Haluan..." /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="04869813389643772918" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://blog.bagusonline.web.id/2008/11/pindah-haluan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEIEQ3c9eSp7ImA9WxZRFEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273.post-5413218992188289868</id><published>2008-02-09T00:33:00.000+07:00</published><updated>2008-02-09T00:41:42.961+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-02-09T00:41:42.961+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer" /><title>Format *.docx, gabungan XML dan ZIP</title><content type="html">Setelah membaca-baca artikel mengenai Visual Web Developer 2008 &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Express Edition &lt;/span&gt;(VWD2008) yang ditulis oleh &lt;a href="http://geeks.netindonesia.net/blogs/ridi"&gt;Ridi Ferdiana&lt;/a&gt; mengenai Hands-On-Lab (HOL) VWD2008, saya tertarik juga untuk mendownload versi lengkap dari HOL tersebut yang katanya ada di blog penulis. Well, sesungguhnya saya bukanlah penggemar berat ASP, terutama karena sampai sekarang saya masih belum &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngeh&lt;/span&gt; bagaimana cara deployment aplikasinya secara free. Jika dengan PHP, ada puluhan freeware untuk servernya mulai dari yang manual sampai yang otomatis seperti misalnya XAMPP. Sampai sekarang pun, saya masih bingung, VWD2008 memang freeware namun untuk aplikasi servernya sendiri (bukankah harus IIS 6 keatas?) rasanya masih berbayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, saya kepingin belajar VWD2008, tapi bukan itu inti tulisan ini. Setelah saya download versi lengkap HOL tersebut, rupanya tulisan itu menggunakan format *.docx, yang (setahu saya) adalah format baru Microsoft Office 2007. Apa boleh buat, laptop kantor tidak menggunakan Office 2007 sehingga saya harus bersabar menunggu datangnya komputer baru yang rencananya menggunakan Office 2007. Dan, seperti biasa, jika tidak bisa membuka sesuatu, setidaknya bisa mengintip sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/R6yTK-qCLMI/AAAAAAAAABg/zOQ200uqKAg/s1600-h/docxternyatazip.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: none; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/R6yTK-qCLMI/AAAAAAAAABg/zOQ200uqKAg/s320/docxternyatazip.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164664689514392770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata file *.docx adalah file yang terkompresi, sama seperti format *.ZIP. Jujur saja, baru kali ini rasanya saya melihat Office -terutama MS-Office- yang menggunakan format yang terkompresi. Namun, untuk format terkompresi itu sendiri saya sudah sering menemui, misalnya format *.wsz (skin pada WinAMP 2.x), format *.wba (style/theme pada WindowBlinds), dan beberapa format lain yang saya ketahui. Didalam file *.docx, sesungguhnya ada file-file lain yang sebenarnya adalah inti dari data yang kita simpan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita menyimpan hasil ketikan kita, sesungguhnya kita menyimpan beberapa kategori data (sekali lagi, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;menurut saya&lt;/span&gt;!) yaitu tulisan kita, gambar-gambar yang kita masukkan dalam tulisan, format-format tata letak/layout tulisan kita, dan keterangan mengenai kita dan program Office yang kita pergunakan. Hanya saja, saat saya mencoba melihat secara langsung tulisan HOL tadi langsung pada file XML, sering kata-kata terpecah tidak secara rapi. Misalnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Visual Studio&lt;/span&gt; terpecah menjadi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;V&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;isual Studio&lt;/span&gt;. Untuk gambar-gambarnya sendiri, tertata apik menggunakan format *.png. Mau lihat-lihat, tapi mata sudah mulai mengantuk..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/R6yTrOqCLNI/AAAAAAAAABo/wwV8ljcus_4/s1600-h/listdocx.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/R6yTrOqCLNI/AAAAAAAAABo/wwV8ljcus_4/s320/listdocx.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164665243565173970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cukup terharu melihat format file yang rapi menggunakan XML 1.0 dan terkompresi secara rapi. Mengapa? Nampaknya memang Microsoft berusaha agar pengguna rumahan dan internet dapat lebih terkoneksi, salah satunya ya dengan menggunakan format file baru ini. Jika sebelumnya data masih tersimpan dalam bentuk binary, maka sekarang dengan format teks biasa akan lebih mudah diakses dengan menggunakan browser. Dilihat dari segi positifnya, Microsoft berusaha untuk mensinkronisasi layanannya di segala bidang. Mulai dari pengguna rumahan, server, layanan internet, home theatre, bahkan sampai telepon selular pun telah dirambah. Dari sisi negatifnya, Microsoft berusaha mengepung kita dari segala penjuru, sehingga kemanapun kita memandang akan selalu ada brand Microsoft disana. Tinggal bagaimana cara kita melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun masih ada satu yang membuat saya penasaran -sampai detik ini-, kira-kira apa ya isi HOL yang saya download tadi?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2885843127758095273-5413218992188289868?l=blog.bagusonline.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/5413218992188289868/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2885843127758095273&amp;postID=5413218992188289868" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/5413218992188289868?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/5413218992188289868?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/bagustenan/~3/_eI2l6ROClM/format-docx-gabungan-xml-dan-zip.html" title="Format *.docx, gabungan XML dan ZIP" /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="04869813389643772918" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/R6yTK-qCLMI/AAAAAAAAABg/zOQ200uqKAg/s72-c/docxternyatazip.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://blog.bagusonline.web.id/2008/02/format-docx-gabungan-xml-dan-zip.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMMQHk-cCp7ImA9WxZREUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273.post-3998366621036929908</id><published>2008-02-03T11:53:00.000+07:00</published><updated>2008-02-04T15:24:41.758+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-02-04T15:24:41.758+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sehari-hari" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer" /><title>Sudah dua minggu tidak ngeLinux</title><content type="html">Tidak terasa, sudah hampir dua minggu laptop saya tidak boot Linux sama sekali, cuma satu kali karena terlambat memilih saat grub tampil. Sebetulnya agak terpaksa juga, karena pekerjaan yang mengharuskan saya untuk menggunakan Windows.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Bagaimana tidak, semua program-program pengolahan yang datang dari pusat pasti berbasis Windows. Malah akhir-akhir ini lebih spesifik lagi, program-program pengolahan berbasis Windows XP untuk Clientnya dan Windows 2000 Server untuk servernya (hehe.. bagaimana kalau tiba-tiba server IBM kantor tiba-tiba rusak yah? Apa bisa dibuatkan program server berbasis Linux ya..). Mudah untuk di-install, (kadang) mudah untuk di-uninstall. Begitu juga isian-isian yang harus diisi yang seringkali berformat *.doc (untung nggak ada yang berformat *.docx), juga laporan-laporan yang berformat *.xls. Jika dicoba untuk menggunakan Linux, terkadang ada format-format yang melenceng dari aslinya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Apalagi kalau untuk hal-hal yang berhubungan dengan internet, semisal mengambil software dari pusat, update web, cek email, dan sebagainya memang harus menggunakan Windows. Karena sampai sekarang Xubuntu masih gagal mendeteksi WinModem pada laptop saya. Memang katanya sudah beberapa WinModem yang sukses di Xubuntu, namun karena modem saya ber-chipset Connexant (dan perusahaan tersebut masih merahasiakan kode drivernya) maka alternatif terdekat hanyalah menggunakan &lt;a  href="http://www.linuxant.com"&gt;Linuxant&lt;/a&gt;. Katanya kalau gratis kecepatan koneksi dibatasi hanya 12Kbps. Saya coba install, namun ternyata masih tetap tidak bisa mendeteksi modem saya. 'Hampir' bisa, karena seri drivernya berbeda dengan database mereka.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Seperti dua hari yang lalu, saat tiba-tiba saja hape saya berbunyi. Segera saya cek sms paanjang yang ternyata hasil forward dari sms yang diterima kepala kantor. Hari sudah menjelang malam, namun saya harus segera ke kantor untuk mengambil data (lewat internet, tentunya) dari pusat dan diolah untuk besoknya dikirimkan ke kabupaten-kabupaten supaya besoknya lagi data sudah diterima dan dapat dibawa saat RaTek (lagi-lagi..). Malam itu saya segera ambil data dan dipersiapkan untuk keesokan harinya. Ternyata esoknya masih ada format laporan dari pusat yang kurang jelas bagi Kabid Distribusi. Beliau pun menyerahkan data juga berupa CD yang merupakan versi lengkap (raw data yang sudah di-convert), untuk melengkapi format dari pusat tadi. Maka kembali Windows memainkan peran disana.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Well, nanti kalau sudah longgar lah.. &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2885843127758095273-3998366621036929908?l=blog.bagusonline.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/3998366621036929908/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2885843127758095273&amp;postID=3998366621036929908" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/3998366621036929908?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/3998366621036929908?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/bagustenan/~3/M6axWrptozU/sudah-dua-minggu-tidak-ngelinux.html" title="Sudah dua minggu tidak ngeLinux" /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="04869813389643772918" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://blog.bagusonline.web.id/2008/02/sudah-dua-minggu-tidak-ngelinux.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUIFQX8yfCp7ImA9WxZREUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273.post-6781318012908645956</id><published>2008-02-03T11:52:00.002+07:00</published><updated>2008-02-04T15:25:10.194+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-02-04T15:25:10.194+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Webdesign" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sehari-hari" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer" /><title>Ngupdate web yuk, coz mau RaTek</title><content type="html">Karena bos-bos pada mau berangkat RaTek ke Jakarta, maka otomatis &lt;a href="http://bengkulu.bps.go.id"&gt;website yang ada&lt;/a&gt; perlu diupdate. Well, sebetulnya secara &lt;i&gt;Job Description&lt;/i&gt; sih ini sama sekali bukan tugas seksi saya, namun karena seksi yang 'ketiban' tugas tidak mempunyai kapabilitas yang cukup (hehe, maaf..) ya akhirnya toh saya juga yang mengerjakan.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Emang bener kalo lulusan komputasi STIS tuh kudu bisa multitasking. Bisa mengerjakan tasking seksi Jaringan dan Rujukan Statistik (memperbaiki komputer rusak, mengatur jaringan), bisa mengerjakan tasking seksi Pengolahan (ngentry data, install program-program pengolahan), bisa mengerjakan tasking seksi Diseminasi (buat website, publikasi elektronik), dan juga tasking-tasking normal lainnya (buat publikasi, analisa data), kalau cewek ditambah tasking spesial (cuci piring, nyapu, de-el-el, hehe).&lt;br&gt; &lt;br&gt; Dan, karena server BPS sementara ini belum diberi fasilitas Server seperti PHP, MySQL -atau mungkin saya yang belum tahu- maka pengerjaannya masih menggunakan HTML biasa. Jadi cukup banyak juga file-file yang harus di-update. Setelah edit web selesai, saatnya file-file di-upload ke server BPS. Namun karena koneksi disini cukup lemot, maka tidak mudah untuk upload dengan nyaman dan tenang. Apalagi tujuh pdf yang dihasilkan seksi Diseminasi berukuran cukup gambot, antara 950Kb sampai 1200Kb. Heran, apa yang dimasukkan sampai file PDF saja bisa berukuran sedemikian besar.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Belum cukup sampai disitu, server BPS juga termasuk cukup sulit untuk dihubungi. Website saya sendiripun sering sekali kedatangan orang-orang yang nyasar saat Googling mencari hal-hal tentang BPS. Oleh karena itu selain harus diupdate malam hari, juga harus dengan FTP yang tepat. Bukan masalah mudah ternyata dalam memilih FTP client yang tepat. Saya coba banyak FTP seperti FireFTP, FTP bawaan Dreamweaver, CuteFTP, dan agak kepayahan juga. Padahal tadinya saya pikir kalau menggunakan FireFTP yang merupakan Add-Ons dari Firefox maka jalannya juga akan secepat Firefox saat browsing. Sampai mbah Gugel memberi saya saran untuk menggunakan GoFTP.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Bukan promosi, namun karena GoFTP bersifat freeware maka saya tertarik untuk mencoba. Apalagi katanya kecepatannya cukup memuaskan. Setelah saya coba, memang kecepatannya cukup lumayan. Update dapat dilakukan dengan lebih tenang, karena kecepatannya cukup memuaskan bagi saya di koneksi lemot ini.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Coba kalau sudah pakai broadband ya..&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2885843127758095273-6781318012908645956?l=blog.bagusonline.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/6781318012908645956/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2885843127758095273&amp;postID=6781318012908645956" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/6781318012908645956?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/6781318012908645956?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/bagustenan/~3/6CQLEmcMjCs/ngupdate-web-yuk-coz-mau-ratek.html" title="Ngupdate web yuk, coz mau RaTek" /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="04869813389643772918" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://blog.bagusonline.web.id/2008/02/ngupdate-web-yuk-coz-mau-ratek.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMBQ38-eSp7ImA9WxZREUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273.post-7185399207392456053</id><published>2008-02-03T11:52:00.001+07:00</published><updated>2008-02-04T15:24:12.151+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-02-04T15:24:12.151+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer" /><title>Memperbaiki Administrative Tools dan Search Companion</title><content type="html">Hari ini, saya ingin download semua email saya di GMail. Sudah banyak sekali email dari forum mengenai teknologi yang saya ikuti, sehingga rasanya lebih baik untuk didownload saja.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Segera saya masukkan flashdisk, untuk menjalankan mail client favorit saya. Saya sudah lama menggunakan Portable Thunderbird dari &lt;a  href="http://portableapps.com"&gt;PortableApps&lt;/a&gt;. Sebelum menjalankan Thunderbird, saya terlebih dahulu harus merubah Local Security Policy saya agar dapat menjalankan program dari flashdisk (saya dapat tips dari teman saya &lt;a href="http://madsyair.wordpress.com"&gt;Syahrul&lt;/a&gt;, agar virus -yang biasanya berupa .exe- tidak dapat dijalankan dari flashdisk).&lt;br&gt; &lt;br&gt; MMC cannot open the file c:\windows\system32\secpol.msc&lt;br&gt; &lt;br&gt; Walaah, error lagi. Perasaan sekarang error yang saya temui kok serius-serius ya? Nggak ada yang simpel-simpel aja gitu..&lt;br&gt; &lt;br&gt; Kebetulan, saya lagi ngupdate web untuk persiapan bos-bos ratek. So, sekalian saya konsultasi sama guru spiritual saya mbah Gugel. Singkat cerita, akhirnya ketemu juga di &lt;a class="moz-txt-link-freetext"  href="http://www.justspiffy.com"&gt;http://www.justspiffy.com&lt;/a&gt; penjelasan masalah saya ini. Rupanya, mungkin saat saya meng-uninstall program tertentu, saya juga meng-uninstall satu dll penting pada komputer saya (makanya jangan install-uninstall program sembarangan, hehe). Saya cek dengan perintah:&lt;br&gt; &lt;br&gt; dir c:\WINDOWS\System32\msxml3.dll&lt;br&gt; &lt;br&gt; ternyata masih ada filenya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Kocaknya lagi, solusinya simpel aja. Saya ketik perintah:&lt;br&gt; &lt;br&gt; regsvr32 MSXML3.DLL&lt;br&gt; &lt;br&gt; Saya tutup command prompt, kemudian coba membuka Local Security Policy. Sukses, beres. Saya cek email dengan Thunderbird, update AVG Free saya, kemudian saya rubah lagi Local Security Policy saya. Sekarang tinggal ngupdate web aja.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Dijelaskan juga, bahwa ini bisa juga untuk masalah "A file that is required to run Search Companion cannot be found. You may need to run setup". Jadi saya coba dengan menghapus entry registry yang saya buat kemarin (lihat posting saya sebelumnya), kemudian menjalankan Search. Coba cari beberapa file, dan beres.. fungsi search sudah normal plus search companion jalan. Segera saya ganti si anjing dengan Merlin.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Masuk akal juga, karena file-file Searh Companion berupa file-file XML (BALLOON.XSL dan BAR.XSL) maka karena XMLParser error maka Windows tidak bisa memperlakukan file XML sebagaimana mestinya. Makanya Search Companion juga error.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Ini namanya sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2885843127758095273-7185399207392456053?l=blog.bagusonline.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/7185399207392456053/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2885843127758095273&amp;postID=7185399207392456053" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/7185399207392456053?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/7185399207392456053?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/bagustenan/~3/qc8kFipuM9k/memperbaiki-administrative-tools-dan.html" title="Memperbaiki Administrative Tools dan Search Companion" /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="04869813389643772918" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://blog.bagusonline.web.id/2008/02/memperbaiki-administrative-tools-dan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEcCQnk5eSp7ImA9WxZREks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273.post-1601379912284426531</id><published>2008-02-02T22:04:00.000+07:00</published><updated>2008-02-06T09:47:43.721+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-02-06T09:47:43.721+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer" /><title>A file that is required to run Search Companion cannot be found - You may need to run setup</title><content type="html">Beberapa hari yang lalu, saya memerlukan file contoh surat yang rasanya ada di satu folder tertentu di harddisk eksternal saya. Segera saya pencet tombol sakti si pencari Win+F. Namun layar saya malah mengeluarkan satu pesan yang dodol abiez..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/R6kfeOqCLLI/AAAAAAAAAAQ/Bqrr52uU4hw/s1600-h/searcherror.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163693051947920562" style="FLOAT: none; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/R6kfeOqCLLI/AAAAAAAAAAQ/Bqrr52uU4hw/s320/searcherror.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wee, gimana toh? Kok bisa begini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ini bukan kali pertama saya menghadapi ini. Dulu pernah juga saya alami saat mencicip menggunakan Windows XP Media Center. Cuma, saat itu saya cuma ketawa-ketiwi ngejek. Coz waktu itu lagi sebel karena partisi laptop ilang semua sehingga nggak bisa dipakai (saya akan bahas ini di posting lainnya). Dan solusi paling smart ya.. install ulang, karena waktu itu saya pikir install Windowsnya yang error.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, karena beban tugas yang menumpuk, rasanya kurang pas kalau harus install ulang. Mau recovery juga mustihal, eh, mustahil. Laptop ini lagi saya coba untuk ngentry data SBH-S putaran 2, karena fasilitas gabungnya kurang memuaskan, maka sebelum optimis bisa entry stand alone saya cobakan dulu di laptop. Jika nanti hasil entrynya bisa digabung di server kantor maka proses entry dibantu dengan komputer stand alone, maklum disini jaringannya agak trouble sehingga harus dipisah menjadi dua. Jaringan pengolahan dan non pengolahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, saya coba minta tolong ke mbah Gugel. Setelah beberapa lama, saya menemukan beberapa cara yang patut dicoba. Saya coba secara berurutan (menurut pengetahuan saya, saya urutkan dari yang beneran sampai yang akrobat pakai skrip-skrip).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pertama, menurut Microsoft, adalah install ulang Service Pack. Namun, masalahnya laptop ini menggunakan Windows yang sudah ada Service Pack didalamnya, bukan menggunakan Windows lantas diupdate dengan Service Pack. Otomatis, saya tidak ada file Service Pack (catatan: AutoPatcher tidak dihitung sebagai Service Pack). Mau download, kapan selesainya download file ratusan mega begitu pakai Telkomnet Instan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kedua, install Hotfix Q319949. Kelihatannya enak, simpel. Cuma pas saya mau download, saya malah harus download file lainnya. Karena saya menggunakan Firefox untuk ngenet (pake Internet Explorer, bisa ditinggal buat kopi, nasi goreng malah!), maka saya harus download ActiveX lagi. Wah, malah merepotkan. Akhirnya saya urung. Namun belakangan baru tahu, hotfix itu hanya untuk yang belum pakai Service Pack 1. Lha, saya yang Service Pack 2 saja masih error kok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ketiga, menginstall lagi file Search Companion yang hilang. Simpelnya, dengan mencari file srchasst.inf di C:\Windows\Inf kemudian install menggunakan file srchasst.inf tersebut. Windows kemudian meminta CD installer untuk mencari file-file yang diperlukan. Saya coba sampai proses copy selesai, saya bahkan restart sampai dua kali sewaktu cara ketiga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketiga cara tersebut, ternyata tidak ada satupun yang menyelesaikan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah saya menemukan (di Google, maksudnya) cara keempat. Dengan sedikit kutak-katik registry, ternyata cukup efisien mengembalikan fungsi pencarian Windows. Masuk ke:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\Curre ntVersion\Explorer\CabinetState&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian tekan menu Edit&amp;gt;New&amp;gt;String Value. Beri nama "use search asst" (tanpa tanda petik), dan isi nilainya dengan "no" (tanpa tanda petik juga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah keluar regedit, Win+F tidak error lagi. Hanya saja, tampilannya menjadi seperti pencarian pada Windows 2000. Tanpa "search assistant", yang biasanya sih.. anjing. Well, saya sih tidak ada masalah. Yang penting fungsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon error ini keluar karena saat ngenet kita buka-buka menu Search, lalu si asisten tadi gagal menghubungi sa.microsoft.com. File-file seperti BAR.XSL dan BALOON.XSL yang biasanya ada di folder Windows\srchasst\mui\0409 masih nyangkut di Temporary Internet Files. Cuma user-user yang apes aja yang kena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya ya.. saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaciaan deh gwe...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2885843127758095273-1601379912284426531?l=blog.bagusonline.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/1601379912284426531/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2885843127758095273&amp;postID=1601379912284426531" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/1601379912284426531?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/1601379912284426531?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/bagustenan/~3/t1cDHsaf8Oo/file-that-is-required-to-run-search.html" title="A file that is required to run Search Companion cannot be found - You may need to run setup" /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="04869813389643772918" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_I83WLm52NF4/R6kfeOqCLLI/AAAAAAAAAAQ/Bqrr52uU4hw/s72-c/searcherror.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><feedburner:origLink>http://blog.bagusonline.web.id/2008/02/file-that-is-required-to-run-search.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0MNQXw8eCp7ImA9WxZSFEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273.post-7034379400426968936</id><published>2008-01-27T23:23:00.001+07:00</published><updated>2008-01-28T11:44:50.270+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-01-28T11:44:50.270+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer" /><title>CHKDSK, Aplikasi Ampuh Penyelamat Windows</title><content type="html">Seringkali, kita menganggap remeh aplikasi-aplikasi yang secara default ada pada Windows kita. Aplikasi bawaan ini, terutama yang berkaitan dengan &lt;i&gt;security&lt;/i&gt; maupun &lt;i&gt;error-fix&lt;/i&gt; seringkali dianggap hanya sebagai pelengkap fasilitas Windows saja. Padahal kadangkala aplikasi-aplikasi inilah yang sifatnya krusial. Seperti misalnya fasilitas membuat bootdisk pada Win98 dulu, dan yang baru-baru ini saya alami sendiri adalah fasilitas CHKDSK bawaan Windows XP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempo hari, saya dimintai tolong oleh kawan untuk membetulkan komputernya yang katanya 'rusak'. Sebagai pengguna awam, nampaknya tidak banyak deskripsi yang mampu dia berikan mengenai kerusakan komputernya. Tentu saja jawaban ini tidak memberikan petunjuk pasti mengenai apa yang &lt;i&gt;error&lt;/i&gt; di komputernya, sehingga membuat saya tak berhenti bertanya. Setelah sekian lama bertanya, termasuk ngobrol-ngobrol untuk sekedar pancingan, akhirnya ada sedikit petunjuk. Komputernya dapat dinyalakan, keluar &lt;i&gt;post boot message&lt;/i&gt;. Hanya saja, komputernya tidak dapat masuk ke Windows, melainkan selalu &lt;i&gt;boot&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;boot&lt;/i&gt; lagi. Cukuplah ini jadi petunjuk awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sibuk, saya tak segera pergi ke rumahnya. Rupanya istri saya yang jadi tak enak hati, karena kawan tadi sering bertemu dengan istri saya. Kemarin, kebetulan kami mau mengecek meubel yang telah dipesan namun tak jua datang, sekalian saja nanti pulangnya mampir ke rumahnya. Akhirnya sambil berjalan ke toko meubel, pulangnya kami mampir ke tempat kawan tadi. Ia langsung tanggap dengan maksud kedatangan saya. Sebelum mengutarakan maksud saya, ia segera mempersilahkan saya untuk &lt;i&gt;ngoprek&lt;/i&gt; komputer anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata komputer Windows XP yang ada hanya mau masuk sampai pilihan Last Known Good Configuration saja. Apapun pilihan yang dipilih, termasuk Safe Mode atau Safe Mode (With Command Prompt), tetap saja kembali &lt;i&gt;booting&lt;/i&gt; ulang. Saya coba cek BIOS, namun ternyata malah tidak mau masuk sama sekali ke BIOS. Sudah berkali-kali dicoba tetap saja tidak bisa masuk. Saya mulai waswas juga, soalnya tak biasanya BIOS tidak bisa masuk. Kemudian saya coba ke pilihan media boot, ternyata masih mau. Segera saya cek dengan &lt;a href="http://www.ubcd4win.com"&gt;Ultimate Boot CD&lt;/a&gt;, rupanya masih mau terbaca tapi tidak seluruhnya. Partisi D: bisa terbaca, tetapi partisi C: selalu gagal untuk dibaca, malah ukurannya tidak sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya coba pula dengan installer Windows XP, saya coba tes pada proses &lt;i&gt;partitioning&lt;/i&gt; Windows. Ternyata partisi C: terbaca sebagai Unknown, size 39862 free 39862. Wah, apa benar-benar tidak bisa diselamatkan ya? Sekarang saya mulai agak panik, bukan cuma waswas lagi. &lt;i&gt;Nggak&lt;/i&gt; enak juga kalau gagal. Sebagai antisipasi, saya katakan kepada kawan saya tadi ada kemungkinan bahwa datanya tidak bisa diselamatkan. Itu adalah kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, berbagai macam program saya coba. Mulai tadi Active Partition Recovery, sampai program untuk recovery data dari Ontrack. Dari kesemuanya, masih juga tidak dapat membaca partisi C: tadi. Yang agak mendekati sukses agaknya program dari Ontrack tadi. Hanya saja, seperti namanya ia bertujuan mengambil data dari &lt;i&gt;drive&lt;/i&gt; C: saja. Padahal yang diinginkan adalah supaya partisinya bisa normal kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat sudah hampir pasrah, bahkan opsi install ulang pun sudah dibicarakan, saya teringat CHKDSK. Program simpel ini konon dapat memperbaiki partisi yang &lt;i&gt;index&lt;/i&gt;-nya rusak akibat putusnya listrik secara mendadak. Dan, benar saja, dari tiga tahap pengecekan pada saat proses kedua ditemukan beberapa yang Unreadable namun proses dapat terus berlanjut. Setelah proses terakhir selesai, segera saya coba untuk boot ulang masuk ke Windows.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kisah ini berakhir dengan &lt;i&gt;happy ending&lt;/i&gt;. Windows sudah dapat berjalan normal, dan tidak ada masalah lagi. Pengalaman ini mengajarkan saya, ternyata tidak semua aplikasi bawaan itu &lt;i&gt;cemen&lt;/i&gt;. CHKDSK ternyata merupakan aplikasi ampuh penyelamat Windows XP.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2885843127758095273-7034379400426968936?l=blog.bagusonline.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/7034379400426968936/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2885843127758095273&amp;postID=7034379400426968936" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/7034379400426968936?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/7034379400426968936?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/bagustenan/~3/qrPCbCukrOk/chkdsk-aplikasi-ampuh-penyelamat.html" title="CHKDSK, Aplikasi Ampuh Penyelamat Windows" /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="04869813389643772918" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://blog.bagusonline.web.id/2008/01/chkdsk-aplikasi-ampuh-penyelamat.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0MNQXw8eSp7ImA9WxZSFEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273.post-3177670297117124244</id><published>2008-01-27T23:17:00.000+07:00</published><updated>2008-01-28T11:44:50.271+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-01-28T11:44:50.271+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer" /><title>Saatnya Upgrade Memori!</title><content type="html">Melihat kecenderungan saat ini, rasanya ini adalah saat yang tepat untuk mengganti memori. Setidaknya ada dua hal yang menurut saya menjadi alasan kuat untuk mengganti memori.&lt;br&gt; &lt;br&gt; 1. Kebutuhan software yang semakin menggila&lt;br&gt; &lt;br&gt; Dulu, mungkin tidak pernah kita bayangkan ada PC yang mempunyai memori 1Gb atau lebih. Rasa-rasanya 32Mb saja sudah cukup untuk menjalankan berbagai aplikasi saat itu. Saya sempat mencicipi komputer Pentium III bersama saat masih di kontrakan menggunakan Windows 98SE dengan harddisk hanya 4Gb dan memori 32Mb, dan rasanya kinerjanya sudah cukup memuaskan. Kemudian setelah saya mempunyai rezeki akhirnya saya membeli komputer sendiri AMD Athlon 1200 menggunakan Windows XP dengan harddisk 30Gb dan memori 128Mb. Itupun bagi saya sudah sangat memuaskan, karena semua game-game bisa saya mainkan mulai dari Age Of Mythology, Neverwinter Night, Ghost Recon, Enclave, dan masih banyak lagi. Saya kemudian menambahkan RAM sehingga menjadi 256Mb, dan performanya sangat memuaskan. Rasanya sudah cukup canggihlah untuk saya sebagai pengguna biasa.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Namun sekarang, semua pembuat software seolah kesetanan membuat software yang tujuan utamanya adalah 'menghabiskan &lt;i&gt;resource&lt;/i&gt; komputer', baru tujuan kedua untuk mengerjakan satu tugas tertentu. Sekarang, &lt;i&gt;resource&lt;/i&gt; seakan menjadi sesuatu yang tidak memiliki arti. Jangan berharap punya komputer jika tidak memiliki &lt;i&gt;resource&lt;/i&gt; yang melimpah. Atau lebih ekstrimnya lagi, jangan berharap punya komputer jika tidak memiliki uang yang berlimpah. Untuk beli perangkat keras yang mempunyai &lt;i&gt;resource&lt;/i&gt; melimpah, serta untuk membeli lisensi program-program yang semakin tinggi.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Coba saja lihat, kita bandingkan software-software versi jadul seperti misalnya WinAMP 2.9, Nero 6, MS Office 2000, ACDSee 3.1, dengan versi terakhirnya WinAMP 5, Nero 8, MS Office 2007, dan ACDSee 8 (masih ada versi yang lebih baru lagi!) misalnya. Dulu aplikasi-aplikasi ini datang dengan kekhususan dan spesialisasi sesuai dengan apa yang kita minta. WinAMP hanya untuk mendengar lagu, Nero hanya untuk &lt;i&gt;burning&lt;/i&gt; CD, ACDSee hanya untuk melihat gambar. Begitu juga dengan tampilannya, sederhana, mudah dipahami, dan benar-benar simpel sesuai dengan tujuan. Sekarang, WinAMP pun bisa untuk melihat film, Nero bahkan juga bisa untuk memainkan multimedia, ACDSee berusaha untuk bisa mengedit gambar, dan banyak lagi!&lt;br&gt; &lt;br&gt; Jadi di komputer kita sekarang sebenarnya terinstall banyak &lt;i&gt;junk&lt;/i&gt; (kurang cocok jika diterjemahkan sebagai sampah, walaupun mirip). Kenapa? Ya, seperti &lt;i&gt;junkfood&lt;/i&gt; yang hanya membuat badan gendut tidak sehat, komputer pun menjadi gendut tidak sehat karena banyak program-program yang sebenarnya tidak berguna (bagi kita) namun ikut ter-&lt;i&gt;install&lt;/i&gt; di komputer kita. Apa kita selalu mendengarkan multimedia menggunakan WinAMP, Windows Media Player (masih mungkin), apalagi Nero? Apa ACDSee sudah cukup ampuh untuk mengedit program, atau cuma menambah beban &lt;i&gt;core prosess&lt;/i&gt; yang ditempeli aksesoris oleh ACDSee (seperti misalnya pada dialog Open)?&lt;br&gt; &lt;br&gt; Bahkan terkadang untuk menambah program agar terlihat lebih cantik, akhirnya &lt;i&gt;software requirement&lt;/i&gt; menjadi bertambah. MS Office 2007 bahkan mensyaratkan Service Pack 2 jika ingin diinstall pada Windows XP (jangan lupa, karena ia dibangun dengan .NET otomatis memerlukan .NET yang otomatis akan diinstalkan olehnya), sedangkan MS Office 2000 cukup &lt;i&gt;nrimo ing pandum&lt;/i&gt;.&lt;br&gt; &lt;br&gt; 2. Harga memori yang semakin murah&lt;br&gt; &lt;br&gt; Akhir-akhir ini, tren harga memori sepertinya mengalami penurunan yang cukup signifikan. Saya sebenarnya tidak terlalu intensif dalam memonitor harga semua perangkat keras, khususnya harga memori. Namun dari tawaran-tawaran yang sering saya lihat, nampaknya memang ada penurunan pada harga memori, terutama DDR2. Saya bahkan baru-baru ini membeli memori 1Gb untuk laptop saya hanya seharga Rp 225.000,- saja di Bengkulu. Namun soal harga tentu saja bervariasi bergantung pada banyak hal.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Komponen komputer lain sesungguhnya juga banyak yang mengalami penurunan harga, namun tidak sebesar penurunan harga memori. Harddisk misalnya, sekarang harga per Gb menjadi semakin murah, namun untuk nominal rupiahnya penurunannya relatif kecil. Sementara untuk motherboard, prosesor, nampaknya jangan terlalu berharap. Untuk harddisk dan memori saja, yang penurunannya cukup terasa adalah yang berkapasitas besar. Berarti untuk RAM 128Mb atau 256Mb tidak terlalu terasa penurunannya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Saya pribadi cukup puas dengan MS Office 2000 dari kantor dan WinAMP 2.9. Biarlah software berjalan seperti apa yang seharusnya mereka diciptakan untuk itu, jangan sampai melenceng tak tentu arah dan bermacam-macam fungsi yang sesungguhnya hanya pengayaan saja. Setidaknya di laptop saya. Jangan sampai memori 1Gb tadi hanya habis untuk hal-hal yang tidak ada faedahnya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Jadi, saatnya upgrade memori!&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2885843127758095273-3177670297117124244?l=blog.bagusonline.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/3177670297117124244/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2885843127758095273&amp;postID=3177670297117124244" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/3177670297117124244?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/3177670297117124244?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/bagustenan/~3/8lixgq9OE8U/saatnya-upgrade-memori.html" title="Saatnya Upgrade Memori!" /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="04869813389643772918" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://blog.bagusonline.web.id/2008/01/saatnya-upgrade-memori.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0IBR3g8fip7ImA9WxZSFEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273.post-7295770536488685852</id><published>2008-01-24T21:59:00.000+07:00</published><updated>2008-01-28T11:45:56.676+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-01-28T11:45:56.676+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sehari-hari" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer" /><title>Xubuntu n Repository Pesanan Saya</title><content type="html">Akhirnya setelah lama menunggu, datang juga pesanan saya dari &lt;a  href="http://juragan.kambing.ui.edu"&gt;Juragan Kambing&lt;/a&gt;. Satu CD Xubuntu Gutsy Gibbon (7.10), distro Ubuntu yang menggunakan Xfce, serta satu set (5 DVD) Repository Ubuntu 7.10 untuk menginstall program-program tambahan. Pesanan dikirimkan melalui TIKI, namun herannya cukup lama juga sampai di tangan saya. Padahal dari Jakarta ke Bengkulu mestinya tidak ada masalah karena sama-sama di ibukota propinsi. Mungkin untuk menekan biaya kirim, jadi menggunakan layanan pengiriman yang paling ekonomis, namun akibatnya ya.. jadi agak lama gitu. Hehe.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Ya sudahlah.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Singkat cerita saya segera bongkar muat paket tersebut. Namun agak kecewa juga melihat hasil burningnya, karena terkesan alakadarnya. Memang sih media yang digunakan adalah Sony, kecuali CDnya yang menggunakan TDK, namun kurang sepadan dengan proses lainnya. CD datang dengan tulisan spidol begitu saja tanpa disertai stiker atau CD label. Kemudian burningnya yang katanya sudah menggunakan DVD Replicator, namun ternyata hampir sama dengan menggunakan DVD Writer. Karena saya membayangkan bahwa hasilnya seperti CD-CD bajakan itu yang sama sekali tidak terlihat jejak &lt;i&gt;track&lt;/i&gt;-nya di permukaan CD. O'on juga nih saya. Hehe..&lt;br&gt; &lt;br&gt; Tapi bagaimanapun juga, saya berterima kasih kepada mereka karena dedikasi mereka yang tinggi dalam memajukan dunia OpenSource di Indonesia kita yang serba kekurangan fasilitas dan dukungan dari pemerintah. Saya nggak bisa membayangkan harus download 5 DVD Repository itu dengan koneksi Telkomnet Instan di kantor yang tat-tit-tut, kadang konek kadang putus.&lt;br&gt; &lt;br&gt; So, seperti semangat BPS yang mencoba untuk menggunakan software legal, saya sangat bersemangat untuk menginstall Xubuntu. Mengingat dari semua distro yang saya punya, sejauh ini baru Ubuntu dan turunannya (termasuk BlankOn kemarin) yang bisa keluar X di laptop Celeron saya. Ada sih Damn Small Linux yang juga bisa, namun tidak dapat digunakan karena kurang portabel untuk bertukar file hasil kerja dengan komputer kantor.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Saat itu juga langsung saya install Xubuntu, mengingat partisi ext3 bekas BlankOn dulu masih utuh termasuk swapnya. Jadi proses instalasinya lebih nyaman tanpa harus takut partisi hilang. Karena semangatnya, juga karena yakin, saya malah tidak mem&lt;i&gt;back-up&lt;/i&gt; partisi data saya. Bagi yang belum tahu, installer Ubuntu dan turunannya memiliki program partisi yang agak rumit dan sedikit sekali opsi yang ditampilkan, mungkin karena saya lebih sering menggunakan (menginstall, maksudnya.. hehe) Mandrake.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Ada satu masalah lagi, &lt;i&gt;gimana yah&lt;/i&gt; menggunakan DVD Repositorynya? Masa masih harus mengedit file listnya? Cape deeh... Memang, saya bukan pengguna Linux mania.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Kutak-katik-kutak-katik akhirnya ketemu juga caranya lewat Software Resources ada tombol "Add CD". Tapi ternyata harus urut dan tidak boleh error. Terbukti saya dua kali error dan harus mengulang dari awal setelah menghapus /var/lib/apt/cdrom.list dan entry pada /var/lib/apt/lists. Baru pada ketiga kali saya bisa memasukkan lima DVD dengan urut dan tidak error dibaca. Setelah itu, barulah tadi saya sukses menginstall Wine. &lt;i&gt;Nyoba&lt;/i&gt; satu program dulu...&lt;br&gt; &lt;br&gt; Semua tampak OK, tampilan lancar, sound juga bunyi walau Totem belum bisa memainkan mp3. Kartu jaringan juga sudah terbaca. Namun ternyata ada satu yang tidak bisa, modem laptop tidak terdeteksi, apalagi berfungsi. Terpaksa masih pakai XP dikantor untuk ngenet, termasuk nge-blog. Untung kantor ada XP Original. He.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Yah, lebih baik berusaha daripada tidak sama sekali.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2885843127758095273-7295770536488685852?l=blog.bagusonline.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/7295770536488685852/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2885843127758095273&amp;postID=7295770536488685852" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/7295770536488685852?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/7295770536488685852?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/bagustenan/~3/ALRx5RRwWoM/xubuntu-n-repository-pesanan-saya.html" title="Xubuntu n Repository Pesanan Saya" /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="04869813389643772918" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><feedburner:origLink>http://blog.bagusonline.web.id/2008/01/xubuntu-n-repository-pesanan-saya.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0IBR3g8fyp7ImA9WxZSFEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273.post-3328493976161652433</id><published>2008-01-22T23:59:00.000+07:00</published><updated>2008-01-28T11:45:56.677+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-01-28T11:45:56.677+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sehari-hari" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer" /><title>Upgrade Memori 1Gb</title><content type="html">Kemarin saya membeli memori baru merk Visipro DDR2 1Gb. Langsung saya minta tokonya untuk memasangkan di laptop saya. Bukan apa-apa, saya agak kesulitan membuka penutup RAM laptop saya. Jadi daripada patah tutupnya, mending kan diserahkan pada ahlinya (tukangnya, maksudnya.. hehe). Tukang itu dengan sigapnya memasang RAM, namun kemudian dengan &lt;i&gt;katro&lt;/i&gt;-nya (o'on gitu maksudnya..) memencet-mencet layar laptop saya. Maksudnya sih, menunjukkan bahwa di BIOS memori baru sudah terbaca.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Ah, &lt;i&gt;yo wis!&lt;/i&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Kemudian Windows XP saya boot ulang, karena selalu gagal untuk kembali On dari modus Hibernate. Mungkin karena ada perubahan ukuran memori, sehingga Windows kebingungan saat mengisi memori yang ukurannya jauh membesar dari 256Mb menjadi 1070Mb (1Gb + 256Mb). Setelah boot ulang, Windows menjadi jauh lebih cepat dari sebelumnya meskipun swapfile dan lain-lain yang manual belum berubah.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Akhirnya saya mencoba-coba lagi menggunakan WindowBlinds 5.5 (yang menurut saya lebih baik daripada versi 6-nya) plus skin Aero yang saya cungkil dari Vista Style Pack dulu. &lt;i&gt;Endhaang.. Nendang!&lt;/i&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Timbul lagi iseng-iseng untuk mencoba Windows Vista. Saya segera install, format C:, dan (singkat cerita) selesai. Vista dapat berjalan dengan ringan meskipun hanya Celeron. Saya gunakan beberapa lama, sampai saya terheran-heran, untuk OS-nya saja Vista menghabiskan 6Gb lebih. Sehingga partisi yang 9,5Gb hanya tinggal beberapa Giga saja. Waduh, alamat mesti balik nih ke XP. Karena saya berencana menginstall Xubuntu juga, jadi dual OS gitu. Dulu (sebelum upgrade memori) saya pakai BlankOn 2.0 rasanya kok lemot banget. Apalagi saya sudah terlanjur pesan Xubuntu sama DVD Repository-nya Ubuntu di &lt;a  href="http://juragan.kambing.ui.edu"&gt;Juragan Kambing&lt;/a&gt;.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Singkat cerita, saya restore kembali XP saya dari backup &lt;i&gt;image&lt;/i&gt; saya. Kemudian saya customize sendiri, install Sandboxie, AVGFree, WindowBlinds, bla.. bla.. bla. Termasuk saya matikan service-service yang tidak perlu. Tak lupa saya format partisi data saya (data sudah diamankan), karena rupanya Vista membuat direktori khusus yang agak mengganggu jalannya Explorer termasuk Recycle Bin di XP. Sistem berjalan normal.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Kemudian karena ada keperluan, saya menginstall program pengolahan SBH07-S di Celeron ini. Belum sempat install Client, saat install Server (database menggunakan PostgreSQL 8.0), installer dari pusat selalu gagal pada saat proses &lt;b&gt;initdb&lt;/b&gt;. Putus harapan, saya restore lagi XP. Kemudian langsung install program pengolahan. Dan berjalan mulus.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Mulus?&lt;br&gt; &lt;br&gt; Karena penasaran, saya ulangi restore XP lagi. Pikiran saya ada tiga kemungkinan, crack pada WindowBlinds (dasar program bajakan, menyusahkan!), Sandboxie, atau ada service yang perlu namun terlanjur saya matikan. Sebelumnya saya juga pernah mencoba WindowBlinds bajakan versi sebelumnya di komputer lain, dan lucunya gara-gara cracknya yang mungkin ada yang terlewat oleh pembuatnya maka tombol mouse kanan menjadi tidak berfungsi selama menggunakan Windows. Sandboxie adalah program baru yang saya coba, namun sebenarnya tidak memberikan manfaat yang cukup signifikan.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Setelah restore, saya kustomisasi plus install semua aplikasi yang diperlukan. Saya bahkan menginstall juga &lt;a href="http://pesoft.fr.st"&gt;TinyResMeter&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://absoft.co.nr"&gt;ABs Wallpaper Tray&lt;/a&gt; semacam Wallpaper Changer yang dilengkapi Jam Analog sangat sederhana, AVGFree, dan setting Local Security Policy. Namun TANPA Sandboxie, WindowBlinds, dan tidak mengutak-atik &lt;i&gt;Services&lt;/i&gt; (toh tanpa diutak-atik pun sudah cukup cepat dengan memori 1Gb lebih).&lt;br&gt; &amp;nbsp;&lt;br&gt; Saya install program pengolahan, dan semua berjalan mulus termasuk install Client dan patch-patch yang ada. Jadi saya biarkan saja settingan swapfile, dan lain-lain tidak diutak-atik. Walaupun sebenarnya masih agak sedikit penasaran.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Initdb gagal karena Sanboxie, WindowBlinds, atau service yang mati?&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2885843127758095273-3328493976161652433?l=blog.bagusonline.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/3328493976161652433/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2885843127758095273&amp;postID=3328493976161652433" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/3328493976161652433?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/3328493976161652433?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/bagustenan/~3/LUjoRYGjIAs/upgrade-memori-1gb.html" title="Upgrade Memori 1Gb" /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="04869813389643772918" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://blog.bagusonline.web.id/2008/01/upgrade-memori-1gb.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0IBR3g8fyp7ImA9WxZSFEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273.post-6337428098622544720</id><published>2008-01-22T23:58:00.000+07:00</published><updated>2008-01-28T11:45:56.677+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-01-28T11:45:56.677+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sehari-hari" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer" /><title>Bye Bye Adobe Reader...</title><content type="html">Dulu, saat saya pertama kali menggunakan komputer. Saat melihat file PDF, saya selalu setia dengan program Adobe Acrobat Reader 4.0. Seiring waktu berjalan, saya justru lebih familiar dengan versi 5. Adobe Acrobat Reader 5.5 seolah menjadi sahabat setia saya mengarungi lautan ilmu yang terkungkung dalam bentuk PDF.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Dulu sih &lt;i&gt;welcome&lt;/i&gt; saja, karena memang butuhnya itu dan tahunya itu. Tak ada lain.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Kemudian versi terus berubah hingga menjadi versi 6, kemudian versi 7 dan versi 8. Namanya pun berganti menjadi Adobe Reader (tanpa ada kata-kata Acrobat lagi). Dan yang paling terasa bagi saya adalah kebutuhan resource yang semakin menggila. Hanya untuk sekedar membaca saja, kita harus punya komputer canggih, melihat loadingnya yang cantik tapi lemot.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Sekarang, saya menggunakan &lt;a href="http://www.foxitsoftware.com"&gt;Foxit Reader&lt;/a&gt; untuk membaca PDF. Benar-benar hanya untuk membaca, bukan yang lainnya. Saya bahkan tak sempat melihat logonya saat loading. Tampilannya pun termasuk &lt;i&gt;user-friendly&lt;/i&gt;, dengan tidak dibebani hal-hal lain. Iklan yang ada di sudut kanan atas benar-benar kecil (1cm x 5cm), sehingga tidak memperlambat program.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Bye Bye Adobe Reader...&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2885843127758095273-6337428098622544720?l=blog.bagusonline.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/6337428098622544720/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2885843127758095273&amp;postID=6337428098622544720" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/6337428098622544720?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/6337428098622544720?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/bagustenan/~3/BwayoH2yR1U/bye-bye-adobe-reader.html" title="Bye Bye Adobe Reader..." /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="04869813389643772918" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://blog.bagusonline.web.id/2008/01/bye-bye-adobe-reader.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkcBRX8-cCp7ImA9WxZTFkk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273.post-10157430822195386</id><published>2007-12-23T12:30:00.000+07:00</published><updated>2008-01-18T16:20:54.158+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-01-18T16:20:54.158+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Umum" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sehari-hari" /><title>Selamat Datang Tsunami</title><content type="html">Tanggal 23 Desember 2007. Hari ini.&lt;p&gt;Hari ini saya rasakan benar-benar sepi. Jalan-jalan di kota Bengkulu&lt;br /&gt;lebih lengang dibandingkan biasanya. Cuaca gerimis dengan matahari&lt;br /&gt;malu-malu. Sebenarnya hari ini biasa saja, tak (belum) ada yang istimewa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seorang profesor dari Brazil, meramalkan akan terjadi gempa bumi yang&lt;br /&gt;cukup besar. Beliau juga meramalkan bahwa gempa bumi itu akan diikuti&lt;br /&gt;dengan gelombang pasang air laut, yang dikenal orang sebagai 'tsunami'.&lt;br /&gt;Beliau meramalkan peristiwa itu akan terjadi hari ini. Di lokasi yang&lt;br /&gt;familiar dengan saya, di Bengkulu, disini..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Konon, karena itulah maka Bengkulu lengang seperti sekarang ini. Semua&lt;br /&gt;bergegas untuk eksodus, mencari lokasi yang aman, atau setidaknya&lt;br /&gt;dianggap aman. Mereka berusaha untuk menghindar dari Bengkulu, sejauh&lt;br /&gt;mungkin. Faktanya, bis dan pesawat memang selalu penuh, dan harganya pun&lt;br /&gt;melonjak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalau menurut saya pribadi, sepinya Bengkulu disebabkan oleh beberapa&lt;br /&gt;hal. Idul Adha, Natal, Tahun Baru, Cuti Bersama, Libur Sekolah, dan&lt;br /&gt;Ramalan Gempa, adalah penyebab sepinya Bengkulu seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;Dan beberapa hal ini terakumulasi menjadi satu sehingga menimbulkan satu&lt;br /&gt;efek yang sama dan di waktu yang sama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Eksodus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Idul Adha yang jatuh pada tanggal 23 kemarin, adalah peristiwa sakral&lt;br /&gt;bari umat Islam. Siapapun, termasuk saya, pasti merasa lebih afdol&lt;br /&gt;merayakan Ied di kampung bersama orang tua. Maka banyak yang berjuang&lt;br /&gt;sekuat tenaga untuk dapat pulang kampung merayakan suasana Ied bersama&lt;br /&gt;orang tua. Ini adalah penyebab pertama Bengkulu lengang hari ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika umat islam merayakan Idul Adha, maka umat Kristen merayakan Natal.&lt;br /&gt;Dan meskipun Natal hanya satu hari saja, lebih singkat dibandingkan Ied,&lt;br /&gt;banyak juga umat Kristen yang ingin merayakannya bersama keluarga di&lt;br /&gt;tempat asal. Ini adalah penyebab kedua Bengkulu lengang hari ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tahun baru yang sebentar lagi akan kita jelang, tentu merupakan momen&lt;br /&gt;spesial yang hanya datang setahun sekali (yah, namanya juga tahun&lt;br /&gt;baru...). Di momen yang spesial ini tentu akan lebih dikenang jika kita&lt;br /&gt;menghabiskan waktu di tempat yang juga spesial. Maka banyak penduduk&lt;br /&gt;Bengkulu yang mengambil kesempatan ini untuk mencari tempat yang&lt;br /&gt;spesial, lebih spesial lagi jika di luar Bengkulu. Ini adalah penyebab&lt;br /&gt;ketiga Bengkulu lengang hari ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kesempatan untuk jalan-jalan ke luar Bengkulu lebih terbuka lebar dengan&lt;br /&gt;adanya cuti bersama yang datang menambal lubang-lubang hari kejepit&lt;br /&gt;nasional. Cuti 'maksa', karena orang yang tidak mau cuti pun dipaksa&lt;br /&gt;untuk mengambil cuti. Praktis, dengan adanya cuti bersama maka liburan&lt;br /&gt;terbentang panjang dari tanggal 20 Desember 2007 sampai dengan tanggal 1&lt;br /&gt;Januari 2008, dengan perkecualian masuk pada tanggal 27 dan 28 Desember&lt;br /&gt;2007. Dan saya sudah bisa membayangkan saat saya masuk tanggal 27 besok,&lt;br /&gt;pasti banyak yang tidak masuk karena berbagai alasan. Ini jelas penyebab&lt;br /&gt;Bengkulu lengang hari ini. Penyebab keempat ini menurut saya adalah&lt;br /&gt;penyebab yang cukup signifikan, yang berperan cukup besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Libur sekolah yang jatuh di penghujung tahun juga membuat banyak&lt;br /&gt;penduduk Bengkulu ingin menghabiskan waktu di luar Bengkulu. Mereka&lt;br /&gt;ingin mencari suasana baru yang bebas dari kegiatan sehari-hari,&lt;br /&gt;terlebih di Bengkulu tidak ada sarana rekreasi yang serius dan bisa&lt;br /&gt;diperhitungkan. Setidaknya tidak jauh-jauh dari pantai, jagung bakar,&lt;br /&gt;dan benteng. Penyebab kelima ini sebenarnya kejadian rutin yang normal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penyebab keenam adalah ramalan gempa yang akan datang hari ini. Ini juga&lt;br /&gt;penyebab yang cukup signifikan, karena pers mem blow-up berita sehingga&lt;br /&gt;benar-benar heboh. Apalagi media lokal selalu mengaitkan&lt;br /&gt;peristiwa-peristiwa yang ada dengan ramalan ini. Beritanya pun&lt;br /&gt;dieksploitasi besar-besaran, sehingga masyarakat benar-benar panik dan&lt;br /&gt;menelan mentah-mentah semua yang dikabarkan media. Mengungsi menjadi&lt;br /&gt;pilihan paling aman dari sekedar tempat berkumpul.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi karena semua hal ini tumplek-blek (maksudnya: bercampur bersama)&lt;br /&gt;menjadi satu, wajar jika Bengkulu nampak lengang hari ini. Saya sendiri&lt;br /&gt;enjoy aja, sambil berhati-hati dan waspada. Jika ajal sudah memanggil,&lt;br /&gt;ia akan datang kemanapun kita pergi. Namun jika belum saatnya, badai pun&lt;br /&gt;takkan sanggup membunuhku...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;So, selamat datang tsunami..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itu sajalah.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2885843127758095273-10157430822195386?l=blog.bagusonline.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/10157430822195386/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2885843127758095273&amp;postID=10157430822195386" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/10157430822195386?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/10157430822195386?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/bagustenan/~3/Bgj9USMVFyE/selamat-datang-tsunami.html" title="Selamat Datang Tsunami" /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="04869813389643772918" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://blog.bagusonline.web.id/2007/12/selamat-datang-tsunami.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0EMSXY7eSp7ImA9WxZRFEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2885843127758095273.post-5356825369701481090</id><published>2007-12-20T22:20:00.001+07:00</published><updated>2008-02-08T16:08:08.801+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-02-08T16:08:08.801+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Umum" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seputar Bengkulu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sehari-hari" /><title>Kurban</title><content type="html">Idul Adha kali ini, untuk pertama kalinya saya mengikuti jejak Nabi&lt;br /&gt;Ibrahim A.S. Insya Allah rejeki yang diberikan kepada saya tak akan&lt;br /&gt;berkurang selama saya selalu bersyukur kepada-Nya. Saya bukanlah manusia&lt;br /&gt;yang sempurna, namun saya mencoba untuk menjadi sempurna.&lt;p&gt;Tadinya saya ingin menunaikan kurban di Masjid dekat rumah baru saya.&lt;br /&gt;Namun setelah bertukar pendapat dengan istri, akhirnya saya mendaftarkan&lt;br /&gt;diri untuk menunaikan kurbat di Masjid dekat rumah saya saat ini.&lt;br /&gt;Sekedar informasi, saya ingin pindah rumah namun karena beberapa hal&lt;br /&gt;akhirnya saya belum menempati rumah baru saya. Saya mendaftar segera,&lt;br /&gt;untuk berkurban sapi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat saya mendaftar, dikatakan bahwa walaupun saya mendaftar untuk&lt;br /&gt;berkurban sapi, ada kemungkinan nanti berubah menjadi kurban kambing.&lt;br /&gt;Ini dimungkinkan, karena untuk satu ekor sapi diperoleh dari hasil tujuh&lt;br /&gt;orang peserta kurban. Sementara sewaktu saya mendaftar, masih kurang&lt;br /&gt;tiga orang lagi untuk menggenapkan seekor sapi. Karena waktunya sudah&lt;br /&gt;agak mepet, diputuskan jika sampai hari pembelian hewan kurban masih&lt;br /&gt;belum cukup maka kurban diganti menjadi kambing sejumlah orang tadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah shalat Ied, dan saya selesai keliling bersilaturahmi, saya&lt;br /&gt;bingung. Saya mendapatkan jatah dua kilogram daging, belum ditambah&lt;br /&gt;empat bungkus lagi daging yang menyusul, plus satu bungkus tulang dan&lt;br /&gt;tetelan. Mau diberikan ke mana aja?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2885843127758095273-5356825369701481090?l=blog.bagusonline.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://blog.bagusonline.web.id/feeds/5356825369701481090/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2885843127758095273&amp;postID=5356825369701481090" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/5356825369701481090?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2885843127758095273/posts/default/5356825369701481090?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/bagustenan/~3/R-UNNO4lGrQ/kurban.html" title="Kurban" /><author><name>Bagus M Nur S</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01383139535494180101</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="04869813389643772918" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://blog.bagusonline.web.id/2007/12/kurban.html</feedburner:origLink></entry></feed>
