<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>::ANTICK Blog's::</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (jalansenja.com)</managingEditor><pubDate>Sun, 3 May 2026 18:26:36 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://antick-smandu.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Apa sih Dampak Pelajar yang suka  "Menyontek" ?</title><link>http://antick-smandu.blogspot.com/2009/06/apa-sih-penyebab-pelajar-membudidayakan.html</link><category>Pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (jalansenja.com)</author><pubDate>Fri, 19 Jun 2009 19:11:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7703036916219392612.post-2856133532527459666</guid><description>Kalau kita bicara tentang menyontek, pasti kita semua mengetahui apa itu menyontek. Dapat kita ketahui bahwa mrnyontek merupakan kegiatan dan kebiasaan yang jelek, tidak jujur. Iya khan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tapi yang perlu dipertanyakan mengapa budaya menyontek masih ada sampai sekarang. Padahal ,kita semua tahu bahwa menyontek merupakan perbuatan kecil, tapi jelek. Oke. Penjabarannya sebagai berikut. &lt;span class="fullpost"&gt;Sesuatu yang besar, kadangkala dimulai dari hal yang kecil, atau sangat kecil malahan. Nah, itu bisa menjadi besar dengan melatih, melatih, dan melatihnya. Begitu pula dalam "menyontek" (saya tidak mengajarkan menyontek lho..). Karena itu sudah semacam keseharian, sehingga susah untuk dihilangkan. Dan lama-lama menjadi hal yang biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampaknya. Kalau bicara dampak kelihatannya ada 2. yaiu dampak jangka panjang dan dampak jangka pendek. Dampak jangka pendeknya adalah mereka malas berfikir. Malas mengerjakan tugas, bahakan tugas yang sepele. Karena "menyontek" sudah menjadi semacam "mindset" bagi mereka(hehehe). &lt;br /&gt; Dampak Jangka panjangnya adalah mereka kelak jika dewasa akan menjadi pribadi yang tidak punya pendirian dan cenderung malas. Semoga semua ini tidak terjadi pada kita semua. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>Kesenjangan Pendidikan, Sebuah Dilema</title><link>http://antick-smandu.blogspot.com/2009/06/kesenjangan-pendidikan-sebuah-dilema.html</link><category>Pendidikan</category><category>Pendidikan Kita</category><author>noreply@blogger.com (jalansenja.com)</author><pubDate>Fri, 19 Jun 2009 19:08:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7703036916219392612.post-2874208746812037104</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         Kesenjangan seolah-olah sudah menjadi pemandangan yang biasa di Negeri yang gemah ripah loh jinawi ini. Baik kesenjangan sosial, ekonomi, maupun pendidikan. Pendidikan yang seharusnya menjadi lahan "keadilan" bagi rakyat indonesia, malah terjadi kesenjangan. Amanat UUD 1945 agar rakyat Indonesia mendapatkan pendidikan yang layak, tampaknya masih belum terwujud sepenuhnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kesenjangan itu tampak nyata. Sebagai contoh; anak-anak yang tiggal di perkotaan bisa memilih sekolah bagus, yang punya fasilitas lengkap, dan sebagainya. Tapi coba kita lihat ke desa. Jangankan sekolah dengan fasilitas yang wah, "sekolah" saja masih merupakan hal yang mahal. Mungkin dengan adanya sekolah gratis. Tapi itu saja tidak cukup. Butuh upaya yang lebih dari pemerintah, guna menyamaratakan kualitas pendidikan di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Anggaran 20% untuk pendidikan haruslah tepat sasaran. Saya yakin, jika negara ini mengedapankan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan bangsa, negara ini akan maju. Menjadi maju, karena memiliki kaum terpelajar yang benar-benar terpelajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>CAPRES BICARA PENDIDIKAN</title><link>http://antick-smandu.blogspot.com/2009/06/capres-bicara-pendidikan.html</link><category>Dialog Pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (jalansenja.com)</author><pubDate>Fri, 19 Jun 2009 18:25:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7703036916219392612.post-5746505073438484785</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;senin malam, 15 Juni 2009.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam seperti ini enaknya nonton TV. Saya coba menyalakan channel favorit saya, TV ONE. Nah!! Pas banget. Ada ada acara dialog Capres yang diselenggarakan oleh MRI (Majelis Rektor Indonesia) dan &lt;a href="http://www.tvone.co.id/"&gt;TV ONE&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Nah, bagi yang tidak sempat menonton, saya sediakan ulasannya. Ini adalah hasil dari dialog yang saya catat.&lt;br /&gt;Pada pembukaanya diawali oleh monolog dari Pimpinan Majelis Rektor Indonesia, Bapak Prof. Dr. Djoko Santoso yang juga rektor dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada kesempatan tersebut, beliau menyoroti lemahnya peran Eksekutif dalam mengontrol Pendidikan di Indonesia.&lt;br /&gt;kemudian mucullah di big screen gambar dari 3 Capres kita; &lt;span&gt;Ibu Hj. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Megawati Soekaroputri,&lt;/span&gt; Bapak Dr. H. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Susilo Bambang Yudhoyono&lt;/span&gt;, dan Bapak H. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Muhammad Jusuf Kalla&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nah, pada sesi awal ini semua capres dipersilahkan menyampaikan komentarnya  mengenai pendidikan di Indonesia. Oke, saya awalali dari Ibu Hj. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Megawati Soekarno Putri&lt;/span&gt; selaku capres nomor urut 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Megawati&lt;/span&gt;: Intinya adalah para pelajar indonesia yang berprestasi dan sekarang berada di luar negeri nantinya harus pulang, guna membangun bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SBY &lt;/span&gt;: Inti yang disampaikan adalah;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendidikan harus adil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Pendidikan harus membentuk suatu character building&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, pendidikan adalah prioritas utama Presiden &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SBY &lt;/span&gt;selama ini. Ini bisa dilihat dari naiknya aanggaran APBN untuk pendidikan menjadi 20%. Jika dilihat dari nominalnya, dulu anggaran pendidikan itu 65 Trilyun sekarang menjadi 207 Trilyun Rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JK &lt;/span&gt;: menyampaikan bahwa pendidikan adalah fondasi suatu bangsa. Selain pendidikan yang merupakan fondasi bangsa yang tak kalah pentingnya adalah Teknologi dan Ekonomi. Jika kelak Beliau terpilih, maka kemungkinan anggaran unutk pendidikan naik menjadi 25%. Karena 20% yang sekarang berlaku itu adalah batas minimal sesuai dengan ketentuan UUD 1945. Dan juga beliau akan berjanji meningkatkan Riset di kalngan akademisi.&lt;br /&gt;Sesi Pertanyaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua capres menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan masalah pendidkan seperti diatas, maka sekarang giluran para rektor yang dipersilahkan bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan pertama disampaikan oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prof. Dr. Badia Parizade&lt;/span&gt; yang merupakan Rektor dari &lt;a href="http://www.unsri.ac.id/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Universitas Sriwijaya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Pertanyaan Ibu Rektor adalah mengenai apa Kebijakan Global (Grand Design) dibidang Pendidikan jika nantinya terpilih menjadi Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Megawati &lt;/span&gt;: Megawati menyampaikan bahwa pendidikan adalah suatu kehidupan. Yang paling penting dari suatu sitem pendidikan adalah adanya kesinambungan/konsistensi. Dan ada masalah lain yang dihadapi oleh pendidikan di Indonesia. yaitu kurangnya implementasi ke dalam masyarakat. Megawati memberi contoh, misalnya seorang Insinyur yang bekerja di Bank. orang yang harusnya mencaiptakan sesuatu yang kreatif, malah bekerja di sektor yang tidak seharusnya dia berada. Intinya menurut megawati adalah Konsistentsi Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SBY  &lt;/span&gt;: Jika SBY kelak dipercaya kembali oleh Rakyat Indonesia untuk memimpin bangsa ini selama 5 tahun kedepan, maka beliau akan menjalankan 5 kebijakan yang harus dijalankan. Yaitu:&lt;br /&gt;1. Peningkatan Mutu Pendidikan (meliputi Sitem Pendidikan, Kredibilitas, dan juga kualitas Perguruan Tinggi)&lt;br /&gt;2. Akses Pendidikan (Keterjangkauan)&lt;br /&gt;3. Infrastruktur&lt;br /&gt;4. Peingkatan Kesejahteraan Para Pendidik (Guru, Dosen, Peneliti, dsb)&lt;br /&gt;5. harus ada sinergi (antara akademis dan industri)&lt;br /&gt;SBY juga menyampaikan bahwa anggaran haruslah tepat sasaran. Itulah Grand Design dari Susilo Bambang Yudhoyono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JK  &lt;/span&gt;: Bapak Jusuf Kalla menyampaikan bahwa dengan adanya UU Guru dan Dosen tahun 2005, maka tidak akan lagi gonta-ganti sistem pendidikan. Beliau menyampaikan hal yang penting yang tidak boleh dibaikan begitu saja adalah menjaga semangat para pengajar guna meningkatakan kualitas pendidikan di Indonesia. Dan juga Riset dan Teknologi harus mendapat anggaran yang lebih, guna membangun negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan kedua datang dar Direktur &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="http://www.politekniktelkom.ac.id/"&gt;Politeknik Telkom Bandung&lt;/a&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bapak Dr. Agus Siwa Kumara&lt;/span&gt;. Beliau bertanya tentang Kebijakan Anggaran Pendidikan di Indonesia jika nantinya para capes ini terpilih, dan juga kebijakannya dalam anggaran di Indonesia barat dan Indonesia Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SBY  &lt;/span&gt;: Beliau mengatakan bahwa SISDIKNAS merupakan penjabaran dari SISDIKNAS, yang menjelaskan bahwa 50% anggaran pendidikan digunakan oleh SD dan SMP. SBY menyatakan bahwa tidak ada perbedaan antara barat dam timur. Semua dibuat sesuai dengan proporsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JK  &lt;/span&gt;: Bapak Yusuf Kalla menyampaikan bahwa hal yang perlu dibenahi dalam sistem anggaran adalah dengan meningkatkan anggaran untuk infrastruktur. Dan juga pemerataan anggaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mega  &lt;/span&gt;: Ibu Megawati mempertanyakan apakah Alokasi 20% APBN untuk negara sudah tepat sasaran atau belum. Beliau menyatakan bahwa dalam pendidikan tidak boleh ada "Spesifikasi Pendidikan". Misalnya daera Indonesia barat lebih maju dari Indonesia Timur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaa Ketiga berasal dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prof. Dr. Musliar Kasim&lt;/span&gt;, yang merupakan&lt;a href="http://www.unand.ac.id/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Rektor Universitas Andalas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Beliau menanyakan bagiaman menumbuhkan jiwa enterprenuership (kewirausahaan) dalam jiwa para mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JK  &lt;/span&gt;: Bapak &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JK &lt;/span&gt;memberikan solusi diataranya adalah mengadakan Job Training untuk mahasiswa. Lalu ada juga Kredit untuk mahasiswa yang ingin membuka usaha. Beliau mengumpamakan bahwa menjadi seorang pengusaha itu harus berani menanggung resiko. Ibarat berenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mega  &lt;/span&gt;: Ibu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Megawati &lt;/span&gt;memberikan masukan dengan cara membuka akses yang seluebar-lebarnya bagi mahasiswa untuk berwirausaha. Salah satunya dengan cara magang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SBY  &lt;/span&gt;: Hal yang paling penting dalam menumbuhkan jiwa enterprenuership adalah membangun "&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Intellectual Creativity&lt;/span&gt;", dengan metodologi yang benar, dengan sederet inovasi. Sehingga kelak bisa menjadi Wirausahawan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaa Keempat berasal dari Rektor &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.unhas.ac.id/"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Universitas Hassanudin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bapak Prof. Dr. Idrus Patturusi.&lt;/span&gt; Beliau mempertanyakan bagaimana cara agar terjalin suatu sinergi antara Perguruan Tinggi dan Tenaga Kerja (Industri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mega  &lt;/span&gt;: Ibu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Megawati &lt;/span&gt;tetap menyarankan agar mahasiswa dapat mendapat pengalaman kerja, dengan magang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SBY  &lt;/span&gt;: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SBY &lt;/span&gt;menjawab, bahwa masalah pendidikan tentunya berkaitan dengan masalah-masalah lainnya. SBY juga menambahkan bahwa kelak Indonesia harus mempunyai SMK Internasional, guna pemenuhan kualitas industri di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JK  &lt;/span&gt;: Bapak&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Jusuf Kalla&lt;/span&gt; menyatakan bahwa setiap mahasiswa yang lulus itu kalau tidak mencari kerja, ya menciptakan lapangan pekerjaan. Diharapkan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia 8 % (nantinya) pemerintah dapat membantu mahasiswa dalam hal berwirausaha. Maka dari itu, sinergi antara Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha (Industri), harus tetap dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan kelima datang dari bapak &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prof. Dr. Frans Umbu Data&lt;/span&gt;, Rektor dari &lt;a href="http://www.undana.ac.id/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Universitas Nusa Cendana&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Kupang, NTT. Beliau bertanya tentang bagaimana menciptakan ekonomi Indonesia yang unggu dalam Bidang Pangan dan Energi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SBY  &lt;/span&gt;: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SBY &lt;/span&gt;menjawab bahwa ketahanan Pangan dan Energi, harus didukung oleh faktor yang sangat penting yaitu Teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JK  &lt;/span&gt;: JK menjawab, hal terpenting dalam ekonomi Indonesia adalah harus diciptakannya Daya Saing yang sehat. Dengan Hal itu maka akan ada 3 hal yang dapat dicapai:&lt;br /&gt;1. Lebih Baik&lt;br /&gt;2. Lebih Murah&lt;br /&gt;3. Lebih Cepat&lt;br /&gt;Masalah energi adalah masalah keberpihakan. Jadi jangan semua energi kita diekspor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mega  &lt;/span&gt;: Ibu Megawati menggaris bawahi bahwa :&lt;br /&gt;1. Kesejahteraan Pangan Lebih Penting&lt;br /&gt;2. Harus ada Kedaulatan Pangan, menginggat sekarang 59 Juta lahan masih kosong&lt;br /&gt;3. Mengolah Pohon aren sebagai sumber BIOENERGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu tadi cuplikan dari dialog beberapa malam yang lalu. Sebetulnya ada 1 pertanyaan lagi, yaitu dari Bpk. Prof. Dr. Haris Suprapto, Rektor Univertas Negeri Surabaya. Tapi berhubung saya tidak mencatatnya secara lengkap maka tidak saya tampilkan. Mohon maaf. Terima Kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Harapan di Pundakmu</title><link>http://antick-smandu.blogspot.com/2009/06/harapan-di-pundakmu.html</link><category>Pendidikan Kita</category><author>noreply@blogger.com (jalansenja.com)</author><pubDate>Wed, 17 Jun 2009 00:25:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7703036916219392612.post-7056594334071539678</guid><description>Kita sudah berkai-kali mendengar bahwa anak-anak Indonesia menjadi juara Olimpiade Akademis di berbagai disiplin ilmu. Mulai dari Fisika, Komputer, Matematika, dan sebagainya. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita patut bangga. Bangga bahwa mereka mampu mengharumkan nama bangsa di pentas Internasional, ditengah kondisi moral anak-anak bagsa Indoneia  yang menurut saya telah mengalami dekadensi moral. Sayapun mencoba mencari informasi tentang juara-juara tadi. Ternyata mereka dilatih oleh pelatih/guru yang sama yaitu &lt;a href="http://www.yohanessurya.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prof. Dr. Yohanes Surya&lt;/span&gt;, &lt;/a&gt;bapak Fisika Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Kini pemerintah memberi jaminan bagi mereka yang telah meraih medali emas di berbagai event tersebut. Yaitu pemerintah akan membiayai kuliah mereka smapai S3 di negara manapun mereka mau. Tapi kelak nantinya mereka harus pulang untuk membangun bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kita tinggal melihat. Bagaimanakah sepak terjang mereka sepuluh tahun lagi misalnya. Apakah mereka mampu berjalan sesuai harapan, yaitu kembali ke Indonesia untuk membangun Negeri ini. Entahlah. KIta tunggu saja. Atau justru mereka akan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"kepincut"&lt;/span&gt; untuk tinggal di luar negeri, dimana &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Riset dan Teknologi akan lebih diperhatikan oleh Pemerintah di Negara tersebut&lt;/span&gt;? Kita tentu berharap tidak demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua berharap, anak-anak cerdas ini mampu membawa manfaat sekembalinya dari study mereka di Luar Negeri. Sebuah harapan besar tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 220px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7aOAzXtl__ZapEiJc-2S1cAJ35gOAflWsNCalTLQR6EcwOAvm6jF7UupqjDdjdnGiIFSf95MVzRc8X45iVfJLKsX86WAmp20YzdfY1pu517mu36uhA1w6aflMXHTiZ9LGB3LFZ4-IJ1GX/s320/bangsa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348195282659627938" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7aOAzXtl__ZapEiJc-2S1cAJ35gOAflWsNCalTLQR6EcwOAvm6jF7UupqjDdjdnGiIFSf95MVzRc8X45iVfJLKsX86WAmp20YzdfY1pu517mu36uhA1w6aflMXHTiZ9LGB3LFZ4-IJ1GX/s72-c/bangsa.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Another Angle...</title><link>http://antick-smandu.blogspot.com/2009/06/umum-kita-ketahui-bahwa-dibanding.html</link><category>Pendidikan Kita</category><author>noreply@blogger.com (jalansenja.com)</author><pubDate>Sat, 13 Jun 2009 04:59:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7703036916219392612.post-6019996102414719695</guid><description>Umum kita ketahui bahwa dibanding dinegara-negara lain dinegara Indonesia bisa dibilang tertinggal dengan negara lain. Sebenarnya itu semua merupakan kelalaian/kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia sendiri. Dalam hal ini tidak ada yang harus kita salahkan. Contoh-contoh yang nyata bisa kita lihat disekitar kita. Banyak faktor yang bisa kita lihat kenapa kualitas pendidikan diIndonesia bisa dibilang rendah Dibanding dengan negara lain. Karena dari apa yang kita ketahui, bahwa penduduk di Indonesia itu menganggap bahwa pendidikan merupakan hal yang kesekian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi remaja sekarang dizaman yang serba modern banyak remaja yang lebih mengutamakan kesenangannya sendiri. Apalagi hampir semua remaja sekarang, mempunyai alat komunikasi seperti HP. Padahal HP itulah yang menyebabkan anak-anak menjadi malas belajar&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Daripada belajar mereka lebih memilih untuk bermain HP. Dari hal yang kecil itu bisa menjadi hal yang terbiasa bagi mereka.Bisa kita lihat juga contoh yang lain, banyaknya pelajar yang kurang sadar akan kewajibannya sebagai seorang siswa. Tugas utama seorang pelajar adalah belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal untuk belajar saja mereka harus menunggu disuruh oleh orang tuanya.Itulah alah salah satu contoh-contoh nyata, dan kenapa kualitas pendidikan di Indonesia bisa dibilang ketinggalan dibanding dengan negara-negara lain. Karena kebanyakan pelajar diIndonesia pemalas, apalagi dalam hal belajar sebelum melakukan sesuatu mereka mengeluh terlebih dahulu sebelum mencobanya.Bisa kita lihat saja standar ketuntasan disekolah dinaikkan, siswa-siswi harus mengeluh-ngeluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal dinegara lain sama, mungkin lebih tinggi. Sebenarnya tujuan pemerintah baik, agar para pelajar bisa lebih belajar dan berusaha untuk menempuh standar ketuntasan itu. Karena dengan begitu kita juga bisa mengukur seberapa besar kemampuan kita dan apa pengetahuan yang kita yang kita peroleh selama kita menempuh pendidikan itu. Kita sebagai remaja harusnya lebih berfikir kreatif dan harusnya kita lebih sadar, karena kitalah calon generasi penerus bangsa Indonesia. Kalau tidak sadar akan hal itu, negara kita pasti akan bisa dijajah negara lain. Karena siapa lagi yang akan memperjuangkan pendidikan diIndonesia selain kita sadar apa tugas dan apa saja yang akan kita perjuangkan dan berikan kepada negara tercinta kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya mereka-mereka yang telah diberi kemampuan dan kelebihan “lebih dari yang lain” harusnya lebih memanfaatkan dan mengekspresikan dirinya supaya apa yang mereka punya lebih berguna itulah salah satu sebab kualitas pendidikan Indonesia lebih rendah dari negara-negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu kita harus berupaya dan berusaha agar pendidikan diIndonesia lebih baik bagi Pemerintah harusnya lebih memperhatikan dan memperjuangkan pendidikan yang ada di Indonesia ini. Kalaupun pemerintah sudah berupaya tapi hendaknya lebih ditingkatkan lagi, Agar kualitas pendidikan diIndonesia bisa lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>PENDIDIKAN, PENERANG KEGELAPAN</title><link>http://antick-smandu.blogspot.com/2009/06/pendidikan-penerang-kegelapan.html</link><category>Pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (jalansenja.com)</author><pubDate>Mon, 8 Jun 2009 04:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7703036916219392612.post-7621696225946519926</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjIcu6NQbm9uj-Arke3ewWc6I8mKAvEeeUji328FlgrsA8aljHr4GU9sR4mQT484x4oIa71Rv9GBjNGngvurgcHGkGHR3c6rfR4_BJGkXhLE5MvXnrfnR37MKYjfoPXLuXaVvv9bhx_M55/s1600-h/pimter.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 230px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjIcu6NQbm9uj-Arke3ewWc6I8mKAvEeeUji328FlgrsA8aljHr4GU9sR4mQT484x4oIa71Rv9GBjNGngvurgcHGkGHR3c6rfR4_BJGkXhLE5MvXnrfnR37MKYjfoPXLuXaVvv9bhx_M55/s320/pimter.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344913716179408386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;           Kalau kita membahas pendidikan, kayaknya sudah tidak asing ditelinga kita. Apa sih pendidikan? Pendidikan merupakan hal yang bisa sangat berharga bagi kehidupan kita. Mugkin nggak semua orang sadar akan hal itu kembali kediri kita sendiri. Karena yang usmanya pendidikan.merupakan kunci utama yang menentukan keberhasilan dan sebagai kunci untuk kita melangkah dan  menentukan kemana hidup kita untuk kedepannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;           Tapi yang perlu kita harus tahu, untuk menempuh pendidikan bukan Cuma kita harus sekedar sekolah, lalu kita santai-santai. Dan yang perlu kita tahu kita menempuh pendidikan bukan Cuma untuk kita memperoleh ijazah, lalu setelah lulus ijazah itu kita simpan.Bukan itu tujuan kita tujuan kita menempuh pendidikan kita pasti juga akan bertanya-tanya, untuk apa sih kita menempuh sebuah pendidikan. Padahal yang menempuh pendidikan sekolah itu Cuma bikin kita pusing dengan pelajaran-pelajaran yang sulit. Dan kebanyakan orang-orang disekitar kita banyak yang sukses belum tentu mereka berpendidikan tinggi dan lulusan sarjana. Dan bahkan banyak kita jumpai, mereka-mereka yang berpendidikan tinggi seperti lulusan sarjana banyak dalam kehidupan nyata kita jumpai kalau lulusan sarjan banyak yang menjadi petani bahkan pengangguran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;            &lt;br /&gt;          Tetapi walaupun disekitar kita, banyak kita jumpai contoh yang nyata, tetapi kita tidak boleh meremehkan pendidikan. Walaupun bagaimana, sebuah pendidikan tetaplah harus nomor satu kan. Boleh saja mereka sukses dan berhasil, tapi sebuah kesuksesan dan keberhasilan seseorang merupakan kemampuan dan kejeniusan otak kita untuk berpikir. Bisa juga karena keahlian/ilmu yang kita dapat dari sebuah pendidikan itu. Jadi bagaimanapun keadaann kita, pendidikan tetaplah nomor satu. Karena yang namanya ilmu tetaplah berguna sampai kapanpun. Pendidikan sangat-sangat dibutuhkan oleh kita semua. Sekecil apapun itu, suatu saat ilmu pengetahuan yang kita punya pasti akan berguna. Bahkan ada pepatah mengatakan bahwa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Tuntutlah ilmu sampai kenegeri Cina&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;           Pepatah itulah yang seharusnya kita pahami dan kita jadikan satu tekad untuk menuntut ilmu setinggi langit. Ilmu itu sendiri tidak akan mencari kita, jika kita tidak mencarinya. Karena yang membutuhkan kita bukanlah ilmu, tapi ilmulah yang kita butuhkan. Dan walaupun kita harus mengejar ilmu sampai kenegeri orang, tapi itulah usaha kita untuk memperoleh ilmu. Kita harus tahu mungkin kita tidak membuthkan ilmu jadi selama orang tua kita mampu dan selama kita bisa dan punya niat, pasti kita bisa menempuh sebuah pendidikan itu. Dan selama orang tua kita mampu, jangan menyia-nyiakan kesempatan amanat mereka untuk kita menempuh sebuah pendidikan. Dan yang perlu kita tahu, masih banyak diluar sana yang tidak bisa menempuh pendidikan yang tinggi dan ingin menjadi orang yang sukses.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Tetapi niat mereka hanya sia-sia dan bagi mereka itu semua hanyalah mimpi belaka. Tapi mereka tidak putus asa begitu saja. Mereka selalu punya niat untuk belajar walaupun tidak dengan sekolah. Semangat itulah yang harus kita acungi jempol. Jadi dapat kita simpulkan bahwa “hidup tanpa ilmu adalah sia-sia”, dan hidup tanpa ilmu adalah buta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjIcu6NQbm9uj-Arke3ewWc6I8mKAvEeeUji328FlgrsA8aljHr4GU9sR4mQT484x4oIa71Rv9GBjNGngvurgcHGkGHR3c6rfR4_BJGkXhLE5MvXnrfnR37MKYjfoPXLuXaVvv9bhx_M55/s72-c/pimter.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>LASKAR PELANGI, Sebuah Kualitas Semangat Hidup</title><link>http://antick-smandu.blogspot.com/2009/06/laskar-pelangi-sebuah-kualitas-semangat.html</link><category>Motivasi Belajar</category><author>noreply@blogger.com (jalansenja.com)</author><pubDate>Fri, 5 Jun 2009 05:20:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7703036916219392612.post-4226897399751011523</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjWLYjRspSvK-bzp15z2w85RAANcfRtIEVC7VmwgWGD2_1-nD0ebeiG85iaj0ZXYaXYD1GH5bKT-H19Mv4fasvwG-Tnf3FPFwHPcIXFExPPYIAgOfdWPXcBCd_vX4tLWitC9y26Ej9tRt-/s1600-h/laskar-pelangi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 199px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjWLYjRspSvK-bzp15z2w85RAANcfRtIEVC7VmwgWGD2_1-nD0ebeiG85iaj0ZXYaXYD1GH5bKT-H19Mv4fasvwG-Tnf3FPFwHPcIXFExPPYIAgOfdWPXcBCd_vX4tLWitC9y26Ej9tRt-/s320/laskar-pelangi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343819393854769922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebuah karya fenomenal akan lahir dari pencipta yang juga fenomenal. Itulah yang terjadi pada buku &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LASKAR PELANGI&lt;/span&gt;. Mengangkat setting kehidupan masyrakat tahun 70'an dengan kultur melayu dan chinese, buku ini memang gambaran pendidikan kaum marginal tahun 70'an (dan mungkin sekarang). Kaum marginal, Apa itu?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf jika saya menggunakan kata-kata yang kurang tepat. Kaum Marginal adalah kamum yang secara strata ekonomi dan sosial berada di level yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Laskar pelangi&lt;/span&gt; memberi gambaran kepada kita akan pentingnya pendidikan bagi kehidupan. Disitu digambarkan bahwa hanya orang yang bersekolah (berpendidkan) yang bisa menjadi pejabat, atau setidaknya irang yang berpengaruh. Sekolah, akan membuat kita memilki sudut pandang yang berbeda dalam menghadapi setiap masalah. Masalah kehidupan adalah sesuatu yang membuat kita menjadi manusia seutuhnya. Dengan menjadi kaum terididik, maka masalah-masalah itu bisa kita selesaikan dengan cara yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Buku itu disebutkan seorang tokoh bernama Lintang. Lintang adalah seorang anak kecil yang hidup 12 saudaranya. Dan dia adalah laki-laki anak tertua dari 12 bersaudara itu. Lintang adalah seorang yang pantang menyerah. Dia rela mengayuh sepedanya hingga 20 km, dari rumah menuju sekolahnya. Berat memang. Tapi Lintang tidak pernah patah arang. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lintang &lt;/span&gt;adalah anak yang genius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laskar pelangi merupakan contoh yang inspiratif. Terutama bagi kita yang masih menempuh pendidikan. Ikal, dengan segala keterbatasan ekonomi dan keadaan ternyata mampu berkuliah di &lt;a href="http://www.paris-sorbonne.fr/en"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Universaite de Paris, Sorbonne&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Ini harus bisa menjadi semacam motivasi bagi pelajar di Indonesia bagaimana semangat mereka dalam belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat dalam berjuang dan menjadi petarung bagi kehidupan. Karena tidak ada hal penting lain selain Pendidikan yang membuat bangasa ini menjadi maju. Pendidikan moral utamanya. Dan semoga&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; laskar pelangi&lt;/span&gt; bisa memberi semangat untuk meraih impian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjWLYjRspSvK-bzp15z2w85RAANcfRtIEVC7VmwgWGD2_1-nD0ebeiG85iaj0ZXYaXYD1GH5bKT-H19Mv4fasvwG-Tnf3FPFwHPcIXFExPPYIAgOfdWPXcBCd_vX4tLWitC9y26Ej9tRt-/s72-c/laskar-pelangi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Tentang Blog Kami</title><link>http://antick-smandu.blogspot.com/2009/06/tentang-blog-kami.html</link><category>Tentang Kami</category><author>noreply@blogger.com (jalansenja.com)</author><pubDate>Fri, 5 Jun 2009 04:57:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7703036916219392612.post-8736438944648479875</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                Blog ini adalah blog milik blogger &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SMA Negeri 1 Durenan Trenggalek&lt;/span&gt;. Blog ini kami beri titel &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"ANTICK"&lt;/span&gt;, sesuai dengan founder (pendiri) blog ini, yaitu a&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AN&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TICK&lt;/span&gt;a. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;               Blog ini khusus mengupas tuntas tentang dunia pendidikan. Muali dari opini publik, opini siswa, polling, dan masih bayak yang lainnya. Kami perlu membuat blog yang khusus mengulas sisi dunia pendidikan karena kami kami melihat perlunya sudut pandang yang berbeda dalam melihat masalah yang dihadapai oleh dunia pendidikan kita.&lt;br /&gt;                Jadi blog ini bisa menjadi sarana bertukar pendapat. Kami juga menerima artikel dari penulis lain. Caranya dengan mengirimkan e-mail ke: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aanku91@yahoo.co.id.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidXUHCJBnEt2oMmbCCjcNYJLHs1yvF6ZYQUtp20AYMQNdfOHSeJ6mTki6gTpFbBAqGQ2FT02l_qRtyKeAoiy1pgJJBQMhUPvqtKvOUQB78uY2tSb3po4aGGjj3VW5GJgF1h6kEO8ZLd44Z/s1600-h/ngemut2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidXUHCJBnEt2oMmbCCjcNYJLHs1yvF6ZYQUtp20AYMQNdfOHSeJ6mTki6gTpFbBAqGQ2FT02l_qRtyKeAoiy1pgJJBQMhUPvqtKvOUQB78uY2tSb3po4aGGjj3VW5GJgF1h6kEO8ZLd44Z/s320/ngemut2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343812058976057810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkNMuL_791zm6PAVrkP9zN0HI7d-p1eUAUQQTdvL46xJHB2goQ_xI5rpbwaUKoBSEVxthKXk6h1QcVQBDfc3d3dYh6K-qloJH3FfpQqcBkoItsAIlyZaNrpx6qbXfOByViClVa827fSAoc/s320/ngemut.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343812305504861218" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqbeXcMsdh-qBiEdVWtB6OJ7bB-GjWGgNf7C8Y4VioU6gLft102Cg16-TsCpz24TgHr-nfg9cXvONlIIzKRxAk93zcfsm38HxWKzjxf9sHLg4FXqSEvRgig3lCq_yu5xTwm6j9nP0JHKLS/s1600-h/aan2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqbeXcMsdh-qBiEdVWtB6OJ7bB-GjWGgNf7C8Y4VioU6gLft102Cg16-TsCpz24TgHr-nfg9cXvONlIIzKRxAk93zcfsm38HxWKzjxf9sHLg4FXqSEvRgig3lCq_yu5xTwm6j9nP0JHKLS/s320/aan2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343812702485562402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidXUHCJBnEt2oMmbCCjcNYJLHs1yvF6ZYQUtp20AYMQNdfOHSeJ6mTki6gTpFbBAqGQ2FT02l_qRtyKeAoiy1pgJJBQMhUPvqtKvOUQB78uY2tSb3po4aGGjj3VW5GJgF1h6kEO8ZLd44Z/s72-c/ngemut2.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Profil SMAN 1 DURENAN</title><link>http://antick-smandu.blogspot.com/2009/06/profil-sman-1-durenan.html</link><category>Profil Sekolah</category><author>noreply@blogger.com (jalansenja.com)</author><pubDate>Fri, 5 Jun 2009 04:38:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7703036916219392612.post-9140768869460816053</guid><description>PROFIL SEKOLAH KAMI&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SMA NEGERI 1 DURENAN&lt;/span&gt;, adalah sekolah yang berada di kecamatan Durenan, kabupaten Trenggalek.&lt;span class="fullpost"&gt; Berdiri sejak 1983. Sekolah ini merupakan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  Rintisan Sekolah Standar Nasional(RSSN)&lt;/span&gt;. Sekarang dikepalai oleh yang terhormat Ibu Dra. Reny Yulis Wiyanti, M.Pd. Dan memiliki total 29 kelas. Dengan rincian. Kelas X berjumlah 7 kelas, kelas XI berjumlah 6 kelas, dan kelas XII berjumlah 6 kelas. Memilki fasilitas yang lengkap. Itu sebabnya SMA Negeri 1 Durenan menjadi sekolah favorit nomor 2 se kabupaten. Berkali-kali mewakili kabupaten dalam berbagai macam lomba, baik MIPA maupun bidang yang lain mewakili kabupaten Trenggalek.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZHABSdTNToN79IJjhJehFiwzshR-EvMb4UYlmpf514l2jHOb_mNsDaxZpdUunaKcvg0l7xue_Jhyj8qITtNK9Z4sjtINOeZPw9NXuBYnR5faMieJutfsOblrVHRxJ2kcYwsSqTJ8LFaiF/s1600-h/1_835005553l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZHABSdTNToN79IJjhJehFiwzshR-EvMb4UYlmpf514l2jHOb_mNsDaxZpdUunaKcvg0l7xue_Jhyj8qITtNK9Z4sjtINOeZPw9NXuBYnR5faMieJutfsOblrVHRxJ2kcYwsSqTJ8LFaiF/s320/1_835005553l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343808884393154866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Sekolahku tercinta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeOYpA1kMA6HUJsJy_kRTM6u7JZ9k9_hpFWpDGah2MByIr6A8o8KW7Q8lA9w9j21oPJwV9G7_PYv3tS9umexiojj9ICYGPYnMXmMNmZ1yiLcHBQxCwzU6X98N2eTNuPGZdPGDX62KEoQwU/s1600-h/1_234177728l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeOYpA1kMA6HUJsJy_kRTM6u7JZ9k9_hpFWpDGah2MByIr6A8o8KW7Q8lA9w9j21oPJwV9G7_PYv3tS9umexiojj9ICYGPYnMXmMNmZ1yiLcHBQxCwzU6X98N2eTNuPGZdPGDX62KEoQwU/s320/1_234177728l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343809222075557538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLd102ek5oCb2tBUXtRCf-SOU9-LxF-vmgGRVKGARj6zudWefBYQ02tXfHBAqIQ9CxsehPtXvezKxlbZ5TBz-BFPjQJjaPJJmCTAcw7PePEcZJfA-YBEDza9nkYYuMyY2nJqEKK5G72Skl/s1600-h/smandu2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 238px; height: 238px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLd102ek5oCb2tBUXtRCf-SOU9-LxF-vmgGRVKGARj6zudWefBYQ02tXfHBAqIQ9CxsehPtXvezKxlbZ5TBz-BFPjQJjaPJJmCTAcw7PePEcZJfA-YBEDza9nkYYuMyY2nJqEKK5G72Skl/s320/smandu2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343810816687565794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZHABSdTNToN79IJjhJehFiwzshR-EvMb4UYlmpf514l2jHOb_mNsDaxZpdUunaKcvg0l7xue_Jhyj8qITtNK9Z4sjtINOeZPw9NXuBYnR5faMieJutfsOblrVHRxJ2kcYwsSqTJ8LFaiF/s72-c/1_835005553l.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kualitas Pendidikan Kita...</title><link>http://antick-smandu.blogspot.com/2009/06/kualitas-pendidikan-kita.html</link><category>Pendidikan Kita</category><author>noreply@blogger.com (jalansenja.com)</author><pubDate>Thu, 4 Jun 2009 05:11:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7703036916219392612.post-4571227010841063895</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         Kalau kita berbicara tentang kualitas &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pendidikan&lt;/span&gt; apa yang terlintas dibenak kawan-kawan? Apakah kualirtas pendidikan kita lebih baik dari negara tetangga kita ,misalnya? Pasti kita semua sadar akan hal itu. Pendidikan tidak bisa dipungkiri menjadi salah satu sebab mengapa negara itu menjadi sutau negara yang disegani. Percaya atau tidak, tapi itulah faktanya. Disini saya akan coba menguraikan mengapa hal ini (rendahnya kualitas pendidikan) bisa terjadi.&lt;br /&gt;Faktor pertama adalah masuknya budaya barat secara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sporadis&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;maaf kalau bahasa saya agak janggal&lt;/span&gt;). Budaya barat yang saya maksud : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teknologi&lt;/span&gt;,&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Gaya hidup, pola pikir, norma sosial,&lt;/span&gt; dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Dan budaya tersebut diserap oleh pelajar kita.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teknologi&lt;/span&gt;. Jaman seperti ini, nyaris tidak kita jumpai pelajar (SMP dan SMA khususnya) yang tidak mempunyai Handphone. Handphone seolah sudah menjadi “sahabat” terbaik bagi pelajar di Indonesia. Tidak hanya HP. Tapi masih banyak lagi. Mereka lebih asyik bermain HP daripada belajar. Bahkan guru sayapun berkata begini: “Aku heran sama anak jaman sekarang. Adanya teknologi mestinya membantu kalian. Tapi yang terjadi kalian seperti terlena. Dan hasilnya nilai kalian buruk”. Ada juga guru yang berkata seperti ini:”Murid jaman dulu kok keliahatannya lebih pintar dari murid jaman sekarang ya..”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;          Bukan berarti kita menjadi menutup diri dari perkembangan zaman. Kita justru harus mengikuti perkembangannya. Tapi yang paling penting adalah adanya kontrol dari diri kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Yang paling kentara lagi saat ini adalah adanya dekadensi moral. Pelajar kita sepertinya sudah kelewat batas. Tawuran, seolah menjadi kegiatan rutin mereka. Permasalahan-permasalah kecilpun bisa menjadi besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;        Ah.... daripada membicarakan rendahnya kualitas pendidikan kita yang tidak akan pernah habis unutuk diulas, sebaiknya saya mencoba memberikan tips bagaimana agar pendidikan kita setidaknya bisa terangkat.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Yaitu adanya Pemerataan Pendidikan. Merata, berarti semua mendapat porsinya. Dan selanjutnya adalah pemerataan kualitas pendidikan. Keduanya memang sulit. Tapi jangan pesimis dulu. Untuk pemerataan pendidikan, pemerintah sepertimjya sudah melakukan langkah yang tepat. Yaitu dengan muculnya program “&lt;a href="http://antick-smandu.blogspot.com/2009/06/sekolah-gratis-masih-kurang-sosialisasi.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEKOLAH GRATIS&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;” (s&lt;a href="http://antick-smandu.blogspot.com/2009/06/sekolah-gratis-masih-kurang-sosialisasi.html"&gt;udah dibahas dipostingnya sebelumnya&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Untuk pemertaan kualitias ini pemerintah juga sudah melakukan langkah-langkah. Yaitu dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Serifikasi Guru&lt;/span&gt;, dan sebagainya. Tapi dibutuhkan kerja yang lebih keras untuk mengangkat kualitas pendidikan kita. Semua berperan disini. Mulai murid, Guru, orang tua, lingkungan dan lainnya. Kita berharap semoga dengan berjalannyaprogram-program yang dijalankan oleh pemerintah, kualitas pendidikan kita akan terangkat. Dan sejajar dengan bnagas lain. Sehingga menjadi bangsa yang bermartabat. Amin...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sekolah Gratis, Masih Kurang Sosialisasi</title><link>http://antick-smandu.blogspot.com/2009/06/sekolah-gratis-masih-kurang-sosialisasi.html</link><category>Sekolah Gratis</category><author>noreply@blogger.com (jalansenja.com)</author><pubDate>Thu, 4 Jun 2009 05:04:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7703036916219392612.post-786648658792669463</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             Akhir-akhir ini pemerintah banyak mendengungkan wacana &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“SEKOLAH GRATIS”&lt;/span&gt; di media. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagi Sekolah Negeri (Kecuali RSBI dan SBI)&lt;/span&gt; begitu kurang lebih tulisan dibawahnya. Lalu sebetulnya, apakah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEKOLAH GRATIS &lt;/span&gt;itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;            SEKOLAH GRATIS&lt;/span&gt; merupakan kebijakan pemerintah melalui pendidikan gratis bidang pendidikan dasar. Kebijakan ini rencananya mulai digalakan pada tahun 2009. Dananya akan diambilkan dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;APBD&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BOS.&lt;/span&gt; Ini merupakan dampak dari dinaikkannya angaran pendidikan menjadi 20 persen, sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;        Saya sendiri sebagai siswa SMA mencoba melihat hal ini sebagai salah satu upaya pemerintah agar terjadi perataan dibidang pendidikan. Baik yang kaya maupun yang miskin semuanya dapat mengenyam pendidikan. Tapi bagaimana batasan GRATIS itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;          Apakah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;GRATIS&lt;/span&gt; dalam arti &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gratis&lt;/span&gt; semuanya?. Gratis bukunya, gratis operasionalnya, SPP, dan sebagainya. Mungkin bagi orang-orang yang berada (bekerja) dilingkup dinas pendidikan, hal in tentu tudak menjadi masalah. Tapi bagi masyrakat awam tentunya menjadi suatu masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Orang awam bisa saja menilai kata “&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;GRATIS&lt;/span&gt;” adalah Gratis secara keseluruhan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sehingga, dengan penilaian yang demikian, yang saya khawatirkan adalah tidak adanya kontrol biaya pendidikan dari orang tua siswa. Mereka sudah menganggap ini semua gratis. “Kenapa saya harus bayar, khan kata pemerintah sekolah sekarang gratis...” mungkin seperti itu tanggapan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ini harusnya menjadi koreksi bagi pemerintah untuk lebih mensosialisasikan batasan pendidikan gratis. Saya rasa, masalah sosialisasi bukan menjadi masalah berarti bagi pemerintah. Media sudah berkembang sedemikian pesat, sehingga tidaklah sulit.bagi pemerintah untuk mensosialisasikannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4EUoM7P_u_7munYaR3w-ePnbw2ud86zGLKF24uKgZZNMF3PbZFR1pXNXHRAWRPLh1ZgtqnoJrdyNNoSQABEX6_3tzBZAs46jQbR6ZYRq1jN1ZTUeJj2w8P7IUoyeuXujiTkkS1-fhZYek/s1600-h/SEKOLAH-GRATIS.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 287px; height: 113px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4EUoM7P_u_7munYaR3w-ePnbw2ud86zGLKF24uKgZZNMF3PbZFR1pXNXHRAWRPLh1ZgtqnoJrdyNNoSQABEX6_3tzBZAs46jQbR6ZYRq1jN1ZTUeJj2w8P7IUoyeuXujiTkkS1-fhZYek/s320/SEKOLAH-GRATIS.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343442948452461234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4EUoM7P_u_7munYaR3w-ePnbw2ud86zGLKF24uKgZZNMF3PbZFR1pXNXHRAWRPLh1ZgtqnoJrdyNNoSQABEX6_3tzBZAs46jQbR6ZYRq1jN1ZTUeJj2w8P7IUoyeuXujiTkkS1-fhZYek/s72-c/SEKOLAH-GRATIS.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Kontak Kami</title><link>http://antick-smandu.blogspot.com/2009/06/kontak-kami.html</link><category>Kontak Kami</category><author>noreply@blogger.com (jalansenja.com)</author><pubDate>Tue, 2 Jun 2009 07:15:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7703036916219392612.post-7738916574776584925</guid><description>&lt;div class="fullpost"&gt;Apabila kawan-kawan ingin terhubung dengan kami, bisa melalui:&lt;br /&gt;&gt;&gt;.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Friendster &lt;/span&gt;di : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aanku91@yahoo.co.id&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ch4mpri3t@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;.Facebook&lt;/span&gt; : "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anwar Sodik&lt;/span&gt;" dan "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kartika Dewantari&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>