<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" version="2.0">

<channel>
	<title>Andi Saleh: Boggles &amp; Bugs</title>
	<atom:link href="https://andi.saleh.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml"/>
	<link>https://andi.saleh.web.id</link>
	<description>A little bit of everything from the mind of Andi Saleh</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2023 10:59:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25601093</site>        <image>
            <title>Boggles and Bugs</title>
            <url>https://andi.saleh.web.id/rss-logo.jpg</url>
            <link>https://andi.saleh.web.id</link>
            <width>144</width>
            <height>144</height>
            <description>Blog milik Andi Saleh, desainer grafis dan web dari Palembang.</description>
        </image>
    	<item>
		<title>Menengadahlah</title>
		<link>https://andi.saleh.web.id/menengadahlah/</link>
					<comments>https://andi.saleh.web.id/menengadahlah/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Andi Saleh]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 May 2014 07:32:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Social media]]></category>
		<category><![CDATA[Gary Turk]]></category>
		<category><![CDATA[Look Up]]></category>
		<category><![CDATA[poem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://andi.saleh.web.id/?p=814</guid>

					<description><![CDATA[Sajak dari Gary Turk tentang dunia yang tampak semakin mudah bagi kita untuk saling terhubung namun juga membuat kita menghabiskan lebih banyak waktu sendirian.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://andi.saleh.web.id/menengadahlah/" title="Menengadahlah"><img style="max-width:100%" src="https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2014/05/lookup-1024x469.webp" width="1024" height="469" alt="Menengadahlah"></a><p>Sajak dari Gary Turk tentang dunia yang tampak semakin mudah bagi kita untuk saling terhubung namun juga membuat kita menghabiskan lebih banyak waktu sendirian.</p><p><a href=https://andi.saleh.web.id/menengadahlah/#comments>Lihat/tambah komentar</a></p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://andi.saleh.web.id/menengadahlah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">814</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dedikasi, profesionalisme, dan kepercayaan diri</title>
		<link>https://andi.saleh.web.id/im-working/</link>
					<comments>https://andi.saleh.web.id/im-working/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Andi Saleh]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Apr 2014 23:19:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[dedikasi]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[profesi]]></category>
		<category><![CDATA[profesionalisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://andi.saleh.web.id/?p=796</guid>

					<description><![CDATA[Tuntutan pekerjaan terkadang menempatkan kita pada situasi yang tidak nyaman. Dengan memahami bahwa ini adalah resiko yang datang satu paket bersama profesi yang kita pilih, kendalinya akan tetap dan selalu berada di tangan kita. Saat waktunya datang ketika kita babak belur, kesakitan, dan kelelahan—dedikasi dan kepercayaan diri kita dengan santai akan mengatakan, “Aku sedang kerja!”]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://andi.saleh.web.id/im-working/" title="Dedikasi, profesionalisme, dan kepercayaan diri"><img style="max-width:100%" src="https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2014/04/im-working-full-1024x576.webp" width="1024" height="576" alt="Dedikasi, profesionalisme, dan kepercayaan diri"></a><p>Tuntutan pekerjaan terkadang menempatkan kita pada situasi yang tidak nyaman. Dengan memahami bahwa ini adalah resiko yang datang satu paket bersama profesi yang kita pilih, kendalinya akan tetap dan selalu berada di tangan kita.</p>
<p>Saat waktunya datang ketika kita babak belur, kesakitan, dan kelelahan—dedikasi dan kepercayaan diri kita dengan santai akan mengatakan, “Aku sedang kerja!”</p>
<p><a href=https://andi.saleh.web.id/im-working/#respond>Lihat/tambah komentar</a></p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://andi.saleh.web.id/im-working/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">796</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menampilkan checkin Foursquare di website</title>
		<link>https://andi.saleh.web.id/menampilkan-checkin-foursquare-di-website/</link>
					<comments>https://andi.saleh.web.id/menampilkan-checkin-foursquare-di-website/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Andi Saleh]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2014 08:03:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Web development]]></category>
		<category><![CDATA[foursquare]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>
		<category><![CDATA[tutorial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://andi.saleh.web.id/?p=775</guid>

					<description><![CDATA[Anda yang memiliki akun di Foursquare mungkin sering <em>share</em> checkin Anda ke Facebook, Twitter, Path, dll. Selain di situs-situs social media, Anda juga bisa menampilkan checkin terakhir Anda di website atau blog. Tutorial ini akan menjelaskan caranya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://andi.saleh.web.id/menampilkan-checkin-foursquare-di-website/" title="Menampilkan checkin Foursquare di website"><img style="max-width:100%" src="https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2014/03/Foursquare-checkin.webp" width="600" height="292" alt="Menampilkan checkin Foursquare di website"></a><p>Anda yang memiliki akun di Foursquare mungkin sering <em>share</em> checkin Anda ke Facebook, Twitter, Path, dll. Selain di situs-situs social media, Anda juga bisa menampilkan checkin terakhir Anda di website atau blog. Tutorial ini akan menjelaskan caranya.</p><p><a href=https://andi.saleh.web.id/menampilkan-checkin-foursquare-di-website/#respond>Lihat/tambah komentar</a></p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://andi.saleh.web.id/menampilkan-checkin-foursquare-di-website/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">775</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kenapa harus heboh?</title>
		<link>https://andi.saleh.web.id/kenapa-harus-heboh/</link>
					<comments>https://andi.saleh.web.id/kenapa-harus-heboh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Andi Saleh]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2014 08:47:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[mainstream]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[unik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://andi.saleh.web.id/?p=746</guid>

					<description><![CDATA[Di pagi atau siang hari saat sendirian bekerja, terkadang saya membuka Winamp1 dan mengalunlah secara acak lagu demi lagu dari komputer yang membuat suasana ruangan lebih hidup. Karena saya tidak suka kebisingan, cukuplah volume Winamp diatur di level ±10%. Ini sama sekali tidak &#8220;kencang&#8221;. Di volume ini, konsentrasi kerja tidak terganggu, saya masih bisa mendengar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://andi.saleh.web.id/kenapa-harus-heboh/" title="Kenapa harus heboh?"><img style="max-width:100%" src="https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2014/03/bell.webp" width="900" height="600" alt="Kenapa harus heboh?"></a><p>Di pagi atau siang hari saat sendirian bekerja, terkadang saya membuka Winamp<sup><a href="https://andi.saleh.web.id/kenapa-harus-heboh/#footnote_0_746" id="identifier_0_746" class="footnote-link footnote-identifier-link" title="Jangan kaget. Walau &ldquo;jadul&rdquo; dan sudah pensiun, saya setia pakai aplikasi yang paling ringan dan fleksibel ini.">1</a></sup> dan mengalunlah secara acak lagu demi lagu dari komputer yang membuat suasana ruangan lebih hidup. Karena saya tidak suka kebisingan, cukuplah volume Winamp diatur di level ±10%. Ini sama sekali tidak &#8220;kencang&#8221;. Di volume ini, konsentrasi kerja tidak terganggu, saya masih bisa mendengar dan berbicara di telpon dengan jelas, juga ngobrol tanpa kendala saat kebetulan ada teman yang mampir.</p>
<p>Saya juga suka begadang—dan di saat seperti itu, semuanya berubah. Saya tidak selalu membuka Winamp di tengah malam, tapi sekalinya dibuka saya bukan hanya mengecilkan volume aplikasinya ke 1% namun juga sering harus mengecilkan volume utama komputer sampai hampir separuh. Untuk lagu tertentu, Winamp-nya terpaksa saya tutup. Kalau tidak, semua orang bisa terbangun. Kasus serupa juga berlaku saat nonton TV. Pernah mengalami seperti ini?</p>
<p>Denting di keheningan malam lebih nyaring dari gemuruh jalan saat jam macet di siang hari.</p>
<p>Hiruk pikuk hanya menenggelamkan. Kesan yang lebih besar justru bisa didapat dari hal kecil yang berbeda dan tidak disangka.</p>
<ol class="footnotes"><li id="footnote_0_746" class="footnote">Jangan kaget. Walau &#8220;jadul&#8221; dan sudah pensiun, saya setia pakai aplikasi yang paling ringan dan fleksibel ini.</li></ol><p><a href=https://andi.saleh.web.id/kenapa-harus-heboh/#respond>Lihat/tambah komentar</a></p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://andi.saleh.web.id/kenapa-harus-heboh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">746</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Google+ PSD cover template</title>
		<link>https://andi.saleh.web.id/google-psd-cover-template/</link>
					<comments>https://andi.saleh.web.id/google-psd-cover-template/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Andi Saleh]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Mar 2013 03:43:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Social media]]></category>
		<category><![CDATA[download]]></category>
		<category><![CDATA[free]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[obsolete]]></category>
		<category><![CDATA[plus]]></category>
		<category><![CDATA[psd]]></category>
		<category><![CDATA[template]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://andi.saleh.web.id/?p=533</guid>

					<description><![CDATA[Google Plus recently redesigned its layout again and this time it allows us to upload a HUGE photo for our cover. Use this Photoshop template to carefully design your cover and make sure everything sits in the right place. The file contains two layer compositions for the two &#8220;layout views&#8221; on Google Plus. All important [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft wp-image-1083 size-medium" style="text-align: center;" src="https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2013/03/GooglePlusTemplate-300x213.jpg" alt="Google Plus Photoshop template" width="300" height="213" srcset="https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2013/03/GooglePlusTemplate-300x213.jpg 300w, https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2013/03/GooglePlusTemplate-768x546.jpg 768w, https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2013/03/GooglePlusTemplate.jpg 853w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Google Plus recently redesigned its layout again and this time it allows us to upload a HUGE photo for our cover. Use this Photoshop template to carefully design your cover and make sure everything sits in the right place.</p>
<p>The file contains two layer compositions for the two &#8220;layout views&#8221; on Google Plus. All important elements are also editable. I&#8217;ll update this article later with the full instructions on how to use the template file.</p>
<h3>So how is this template different?</h3>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-1262 size-medium alignright" style="font-size: 16px; text-align: center;" src="https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2013/03/GooglePlusTemplate-Layers-300x265.jpg" alt="Google Plus Photoshop template with editable layers and full mockup" width="300" height="265" srcset="https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2013/03/GooglePlusTemplate-Layers-300x265.jpg 300w, https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2013/03/GooglePlusTemplate-Layers.jpg 696w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<ul>
<li><strong>Design full size covers</strong> (2045x1152px) or <strong>design to scale</strong>, your choice.</li>
<li><strong>Overlaid with Google+ page elements</strong> (yes, including the gradients over the cover) so you can make an <strong>actual mockup</strong> and not just the cover image. No more guessing and perfect to show your clients how the page will look.</li>
<li><strong>All important text are editable:</strong> Profile name, email, URL, etc.</li>
<li><strong>Uses smart objects for the profile picture:</strong> add or design your profile picture once and it will update the main profile picture and small thumbnails on the top bar and post area.</li>
<li><strong>Includes two layer compositions</strong> so you can easily switch between the default view and the full cover image view, no need to recreate anything.</li>
<li><strong>Accurate guidelines</strong> for easy cropping.</li>
</ul>
<p><a href=https://andi.saleh.web.id/google-psd-cover-template/#respond>Lihat/tambah komentar</a></p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://andi.saleh.web.id/google-psd-cover-template/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">533</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Smartfren Connex sebagai solusi internet SOHO</title>
		<link>https://andi.saleh.web.id/smartfren-connex/</link>
					<comments>https://andi.saleh.web.id/smartfren-connex/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Andi Saleh]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Jul 2011 11:07:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[connex]]></category>
		<category><![CDATA[koneksi]]></category>
		<category><![CDATA[modem]]></category>
		<category><![CDATA[obsolete]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[smartfren]]></category>
		<category><![CDATA[speedy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://andi.saleh.web.id/?p=433</guid>

					<description><![CDATA[It&#8217;s a brave new world Saat ini tersedia banyak sekali opsi untuk solusi internet. Kuota fair usage paket Load Speedy sebesar 3GB per bulan yang saya gunakan selalu habis kurang dari seminggu, memaksa saya untuk mulai mencari alternatif yang lebih baik&#8211;dan preferably, lebih murah. Dari diskusi dengan beberapa teman, saya melihat Smartfren Connex sebagai pengganti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>It&#8217;s a brave new world</h3>
<p>Saat ini tersedia banyak sekali opsi untuk solusi internet. Kuota fair usage paket Load Speedy sebesar 3GB per bulan yang saya gunakan selalu habis kurang dari seminggu, memaksa saya untuk mulai mencari alternatif yang lebih baik&#8211;dan preferably, lebih murah. Dari diskusi dengan beberapa teman, saya melihat Smartfren Connex sebagai pengganti yang cocok.</p>
<p>Berikut tabel harga yang diambil dari masing-masing website provider saat tulisan ini dipublish. Sumber: <a href="http://www.telkomspeedy.com/index.php/main/speedy/paket/">ini</a> dan <a href="http://smartfren.com/data/index.html">ini</a>.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-1219 size-full" src="https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/07/tabelharga.jpg" alt="" width="486" height="520" srcset="https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/07/tabelharga.jpg 486w, https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/07/tabelharga-280x300.jpg 280w" sizes="auto, (max-width: 486px) 100vw, 486px" /></p>
<h4>Proyeksi Semester</h4>
<p>Untuk lebih meyakinkan diri (dan istri, karena ada biaya tambahan di awal&#8211;di luar biaya yang biasa dianggarkan) saya sempat membuat tabel perbandingan seperti di bawah ini.</p>
<table id="tharga" class="table mb-0">
<thead>
<tr>
<th>Provider</th>
<th>Bulan 1</th>
<th>Bulan 2-6</th>
<th>Total</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td>Telkom Speedy<br />
(Paket Load)</td>
<td colspan="2">Rp324.500<sup><small>†</small></sup></td>
<td class="gr">Rp1.947.000</td>
</tr>
<tr>
<td>Smartfren Connex<br />
(s/d 3.1Mbps)</td>
<td>Rp544.000<sup><small>‡</small></sup></td>
<td>Rp150.000</td>
<td class="gr">Rp1.294.000</td>
</tr>
<tr>
<td>Smartfren Connex<br />
(s/d 768kbps)</td>
<td>Rp544.000<sup><small>‡</small></sup></td>
<td>Rp90.000</td>
<td class="gr">Rp994.000</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><small><sup>†</sup> + PPN 10% &#8212; <sup>‡</sup> Gratis koneksi bulan pertama, lihat <a href="#biaya">rincian biaya</a>.</small></p>
<p>Saya berencana menggunakan opsi Connex s/d 3.1Mbps yang dalam 6 bulan bisa menghemat biaya internet menjadi hanya dua pertiga dari biaya yang normalnya dikeluarkan. Bahkan opsi Connex s/d 768kbps yang di atas kertas masih lebih baik dibanding paket Load Speedy yang saya gunakan bisa memotong biaya internet sampai separuh.<sup><a href="https://andi.saleh.web.id/smartfren-connex/#footnote_0_433" id="identifier_0_433" class="footnote-link footnote-identifier-link" title="Lebih jauh lagi, dalam waktu 1 tahun biaya bisa dipangkas 45% untuk kecepatan s/d 3.1Mbps dan 60% untuk 768kbps.">1</a></sup></p>
<p>Keputusan dibuat. Saya lalu mengunjungi Plasa Telkom untuk memutuskan langganan Speedy yang sudah dipakai lebih dari 2 tahun itu, namun memastikan sebelumnya koneksi baru dengan Smartfren berjalan lancar, yang proses selengkapnya bisa dibaca di bawah ini.</p>
<h3 id="mts">Making the switch</h3>
<p>Modem Smartfren saya dapatkan dari sebuah toko komputer di Palembang Square yang langsung saya aktifkan begitu sampai di rumah. Setelah sekitar satu jam penggunaan, suhu modem ternyata sudah super panas. Saya sempat mencabutnya dari port USB dan menggunakannya untuk memijat leher dan pundak&#8212;panasnya enak. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Permasalahan modem yang sangat cepat panas ini sebetulnya sudah saya ketahui sebelumnya dari pengalaman seorang sahabat. Keluhan mengenai hal ini juga banyak terdapat di beberapa forum. Terinspirasi dari modem milik sahabat inilah saya mencari dua heatsink chipset dari mainboard yang tidak terpakai dan membuat sebuah <em>sandwich</em> modem. Hasilnya, modem sama sekali tidak panas walau digunakan selama berjam-jam. It&#8217;s not even warm to the touch.</p>
<p>Workstation utama sukses menggunakan koneksi baru dari modem ini. Selanjutnya saya harus mencari cara agar koneksi ini bisa dibagi ke seluruh rumah&#8212;total dua desktop, dua notebook, satu tablet, tiga ponsel, dan dua <em>line</em> cadangan. Sebelumnya urusan ini ditangani oleh sebuah router wireless yang sayangnya tidak mendukung koneksi dari modem USB. Sedikit <em>Googling</em> mengantarkan saya pada <a title="Router wireless TP-Link TL-MR3420" href="http://www.bhinneka.com/products/sku00206756/tp-link_tl-mr3420.aspx">produk ini</a>. Gak perlu repot-repot pesan, ternyata barangnya ada di sebuah <a title="Media Jaya Komputer" href="https://foursquare.com/andisaleh/checkin/4e2a2e0952b1b8f198542ba7">toko komputer lokal</a>, dan untuk mendinginkan router yang harus hidup 24/7 ini&#8211;atau setidaknya menjaganya agar tidak terlalu panas&#8211;saya membeli sebuah netbook cooler mini. <s><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=32759117&amp;l=d3fe482abf&amp;id=1428971206">Selesai</a></s>.</p>
<p>Koneksi modem setelah dipasang di router menjadi sangat tidak stabil. Setiap kali koneksi internet putus, saya melihat status modem di router terbaca &#8220;unplugged&#8221;. Benar saja, setiap kali koneksi putus lampu modem mati walau tetap tertancap di router. Kecurigaan jatuh pada USB passthrough yang digunakan sebagai power source dua kipas cooler&#8211;yang mungkin karena kualitas yang rendah&#8211;tidak mampu meneruskan daya yang cukup stabil ke modem. Cooler dicabut sementara untuk menguji teori ini dan modem ternyata bisa berfungsi dengan normal tanpa putus. Saya akhirnya memotong USB passthrough cooler dan menyambungkannya ke sebuah power adapter bekas.<sup><a href="https://andi.saleh.web.id/smartfren-connex/#footnote_1_433" id="identifier_1_433" class="footnote-link footnote-identifier-link" title="Sebelumnya saya sempat mencari power adapter khusus di toko elektronik. Ternyata harganya Rp150 ribu, jauh lebih mahal dari yang dibayangkan.">2</a></sup> Cooler sekarang mendapat tenaga langsung dari soket listrik.</p>
<h4 id="biaya">Biaya dan alat</h4>
<table class="table">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://smartfren.com/data/ac682.html">Modem Smartfren AC682</a></td>
<td>Rp199.000</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bhinneka.com/products/sku00206756/tp-link_tl-mr3420.aspx">Wireless router TP-Link TL-MR3420</a></td>
<td>Rp325.000</td>
</tr>
<tr>
<td>Cooler portable untuk netbook 10&#8243;</td>
<td>Rp20.000</td>
</tr>
</tbody>
<tfoot>
<tr>
<td>Total</td>
<td>Rp544.000</td>
</tr>
</tfoot>
</table>
<p>Perlengkapan lain yang digunakan:</p>
<ul id="alat">
<li><strong>Dua buah heatsink chipset yang tidak terpakai</strong>, disatukan dengan dua karet gelang. Sistem pendinginan ini sangat fleksibel (pun intended) karena heatsink bisa dilepas dan dipasang dengan mudah. Berguna untuk mengurangi prejudice dan pertanyaan yang tidak perlu saat modem harus dibawa dan digunakan di tempat umum. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></li>
<li><strong>Power adapter optical drive eksternal yang sudah rusak</strong> untuk sumber tenaga kipas cooler. Bisa juga power source maksimal 12V DC lain yang tersedia. Asal port USB di router tidak digunakan untuk apapun selain modem.</li>
<li><strong>Satu USB extension cord.</strong> Bentuk heatsink tidak memungkinkan modem dipasang langsung di belakang router, bersebelahan dengan kabel jaringan dan antena.</li>
</ul>
<h3>Speed test</h3>
<p>Saat tulisan ini dipublish, koneksi ini baru digunakan selama kurang lebih 2 minggu. Sejauh ini, saya cukup puas dengan kecepatan yang didapatkan. Saya masih berada dalam periode gratis 30 hari dengan kecepatan s/d 384kbps dan sejauh ini juga kecepatan yang dijanjikan terpenuhi.<sup><a href="https://andi.saleh.web.id/smartfren-connex/#footnote_2_433" id="identifier_2_433" class="footnote-link footnote-identifier-link" title="Sadly, hasil tes masih diberi rating D.">3</a></sup></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter" title="Speed test" src="http://speedtest.net/result/1405372386.png" alt="" width="300" height="135" /> <img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter" title="Speed test" src="http://speedtest.net/result/1405394195.png" alt="" width="300" height="135" /></p>
<p>Koneksi Smartfren Connex paling stabil di pagi dan malam hari. Di siang hari, koneksinya sedikit tidak stabil. Grafik transfer rate bisa naik turun dengan titik terendah sekitar 160kbps, namun ini hanya terlihat saat mengunduh file dengan aplikasi seperti IDM. Untuk aktifitas browsing biasa kecepatannya terasa cukup stabil.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-1220 size-full" src="https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/07/idm1.png" alt="" width="430" height="326" srcset="https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/07/idm1.png 430w, https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/07/idm1-300x227.png 300w" sizes="auto, (max-width: 430px) 100vw, 430px" /></p>
<p>Saya merasa optimis akan merasakan peningkatan kecepatan yang baik saat memulai langganan pasca bayar untuk kecepatan s/d 3.1Mbps nanti walau pada kenyataannya mungkin kecepatan itu <a href="http://twitter.com/ailua/statuses/95455899312861185">tidak akan tercapai</a>. <em>It&#8217;s yet to be seen</em> dan tulisan ini akan diupdate setelah kecepatan barunya diuji nanti.</p>
<ol class="footnotes"><li id="footnote_0_433" class="footnote">Lebih jauh lagi, dalam waktu 1 tahun biaya bisa dipangkas 45% untuk kecepatan s/d 3.1Mbps dan 60% untuk 768kbps.</li><li id="footnote_1_433" class="footnote">Sebelumnya saya sempat mencari power adapter khusus di toko elektronik. Ternyata harganya Rp150 ribu, jauh lebih mahal dari yang dibayangkan.</li><li id="footnote_2_433" class="footnote"><em>Sadly</em>, hasil tes masih diberi rating D.</li></ol><p><a href=https://andi.saleh.web.id/smartfren-connex/#comments>Lihat/tambah komentar</a></p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://andi.saleh.web.id/smartfren-connex/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>13</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">433</post-id>	</item>
		<item>
		<title>AndiSaleh.com: Memisahkan pekerjaan dan pribadi</title>
		<link>https://andi.saleh.web.id/andisaleh-com-memisahkan-pekerjaan-dan-pribadi/</link>
					<comments>https://andi.saleh.web.id/andisaleh-com-memisahkan-pekerjaan-dan-pribadi/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Andi Saleh]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 04:17:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[fokus]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[pindah]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://andi.saleh.web.id/?p=158</guid>

					<description><![CDATA[Sudah lama saya memikirkan pertanyaan &#8220;Ke mana arah situs ini? Web dan blog profesional? Blog personal? Keduanya?&#8221; dan &#8220;Bisakah &#8216;personal dan profesional&#8217; berjalan berdampingan dalam satu domain?&#8221; Selama satu tahun terakhir saya menyatukan pekerjaan dan pribadi dalam domain ini—andi.saleh.web.id—dan setelah satu tahun ini saya menyadari bahwa jawabannya adalah keduanya harus dipisah. Keduanya harus dipisah karena [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://andi.saleh.web.id/andisaleh-com-memisahkan-pekerjaan-dan-pribadi/" title="AndiSaleh.com: Memisahkan pekerjaan dan pribadi"><img style="max-width:100%" src="https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2010/02/AndiSaleh.com_-1024x478.webp" width="1024" height="478" alt="AndiSaleh.com: Memisahkan pekerjaan dan pribadi"></a><p>Sudah lama saya memikirkan pertanyaan &#8220;Ke mana arah situs ini? Web dan blog profesional? Blog personal? Keduanya?&#8221; dan &#8220;Bisakah &#8216;personal dan profesional&#8217; berjalan berdampingan dalam satu domain?&#8221; Selama satu tahun terakhir saya menyatukan pekerjaan dan pribadi dalam domain ini—andi.saleh.web.id—dan setelah satu tahun ini saya menyadari bahwa jawabannya adalah keduanya harus dipisah.</p>
<p>Keduanya harus dipisah karena masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Saya membutuhkan blog personal sebagai jurnal pribadi. Karena saya juga punya kehidupan lain selain pekerjaan. Saya perlu media untuk menceritakan berbagai pengalaman dan opini pribadi mengenai hal-hal yang&#8230; ya, pribadi, dengan cara yang juga pribadi. Berbeda dengan blog profesional di mana melalui tulisan saya harus memberi kesan dan gambaran profesionalisme, tingkat kemampuan, kredibilitas, dan mengenai apa yang saya kuasai di bidang yang saya geluti. Penjelasan, argumen, dan contoh untuk alasan memisahkan pekerjaan dan pribadi bisa menjadi bahasan khusus, dan biarlah itu menjadi bahasan untuk tulisan berikutnya.</p>
<p>So, long story short, saya meluncurkan web dan blog profesional dengan alamat <a href="http://andisaleh.com">AndiSaleh.com</a>. Urusan pribadi akan tinggal di blog ini, dengan desain yang pada waktunya juga akan saya sesuaikan. Mengapa tidak domain baru itu yang tidak saya jadikan blog pribadi? Alasan sederhananya, lebih mudah menyebut <em>&#8220;andi saleh dot com&#8221;</em> dalam pertemuan dengan calon klien atau di media massa dibanding <em>&#8220;andi dot saleh dot web dot id&#8221;</em>. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Peralihan ini saya harapkan dapat lebih menyeimbangkan urusan kerja dan pribadi, dan membuat saya lebih rajin mengupdate blog pribadi tanpa harus terlalu khawatir mengenai dampaknya dengan pekerjaan. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Kunjungi <a href="http://andisaleh.com">AndiSaleh.com</a>, dan jangan lupa <a href="http://feeds.feedburner.com/andisaleh">subscribe RSS feednya</a>.</p>
<p><a href=https://andi.saleh.web.id/andisaleh-com-memisahkan-pekerjaan-dan-pribadi/#comments>Lihat/tambah komentar</a></p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://andi.saleh.web.id/andisaleh-com-memisahkan-pekerjaan-dan-pribadi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">158</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kartu nama gratis dari kartunama.net</title>
		<link>https://andi.saleh.web.id/kartu-nama-gratis-dari-kartunamanet/</link>
					<comments>https://andi.saleh.web.id/kartu-nama-gratis-dari-kartunamanet/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Andi Saleh]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 07:09:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[kartu]]></category>
		<category><![CDATA[promo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://andi.saleh.web.id/?p=148</guid>

					<description><![CDATA[Setelah beberapa hari menunggu, akhirnya kartu nama dari kartunama.net sampai juga ke rumah. Thanks buat Bung Agus Mulyono! Kartu nama ini saya dapatkan secara cuma-cuma melalui promo terbatas yang brillian dari Bung Agus yang membagikan paket kartu nama gratis (termasuk ongkos kirim, lho) kepada 50 blogger Indonesia. Caranya sederhana sekali, cukup mengajukan permintaan kepada Bung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-1223 size-full" src="https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2009/03/kartu.jpg" alt="" width="478" height="434" srcset="https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2009/03/kartu.jpg 478w, https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2009/03/kartu-300x272.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 478px) 100vw, 478px" /></p>
<p>Setelah beberapa hari menunggu, akhirnya kartu nama dari <a href="http://kartunama.net">kartunama.net</a> sampai juga ke rumah. Thanks buat Bung Agus Mulyono!</p>
<p>Kartu nama ini saya dapatkan secara cuma-cuma melalui promo terbatas yang brillian dari Bung Agus yang membagikan paket <a href="http://www.kartunama.net/2009/01/kartu-nama-gratis-buat-blogger-limited/">kartu nama gratis</a> (termasuk ongkos kirim, lho) kepada 50 blogger Indonesia. Caranya sederhana sekali, cukup mengajukan permintaan kepada Bung Agus di kartunama.net. Setelah melalui seleksi dan dicantumkan dalam daftar blogger terpilih, kita dapat mengirimkan desain kita untuk dicetak dan dikirim, sekali lagi free tanpa biaya apapun. Kalau tidak punya desain sendiri, kita bisa memilih salah satu <a href="http://www.kartunama.net/category/free-template/">desain yang sudah disiapkan</a>.</p>
<p>Saat tulisan ini dibuat, masih tersisa tempat untuk 29 orang lagi. Kalau belum mengajukan permintaan, langsung kirim email ke Bung Agus atau tinggalkan saja <a href="http://www.kartunama.net/2009/01/kartu-nama-gratis-buat-blogger-limited/#respond">komentar</a> di artikel promo tersebut. Good luck!</p>
<p><a href=https://andi.saleh.web.id/kartu-nama-gratis-dari-kartunamanet/#comments>Lihat/tambah komentar</a></p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://andi.saleh.web.id/kartu-nama-gratis-dari-kartunamanet/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>12</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">148</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Design inspiration behind andi.saleh.web.id</title>
		<link>https://andi.saleh.web.id/design-inspiration-behind-this-site/</link>
					<comments>https://andi.saleh.web.id/design-inspiration-behind-this-site/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Andi Saleh]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 14:45:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[proses]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://andi.saleh.web.id/?p=126</guid>

					<description><![CDATA[Seorang desainer mencipta untuk menginspirasi. Proses mencipta ini sendiri tidak mudah, baik dalam waktu maupun pemikiran. Inspirasi membantu penciptaan. Inspirasi ini bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Di bidang desain web, saya sudah banyak melihat desain yang seperti saling menginspirasi. Beberapa dengan eksplisit mengakuinya. Di sisi yang berbeda, saya juga sering melihat desain [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang desainer mencipta untuk menginspirasi. Proses mencipta ini sendiri tidak mudah, baik dalam waktu maupun pemikiran. Inspirasi membantu penciptaan. Inspirasi ini bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Di bidang desain web, saya sudah banyak melihat desain yang seperti saling menginspirasi. Beberapa dengan eksplisit mengakuinya. Di sisi yang berbeda, saya juga sering melihat desain yang bulat-bulat hasil mencuri. Susahnya, pendapat kalau imitasi adalah bentuk tertinggi dari sebuah pujian seakan-akan mempersilahkan sebuah desain dicuri atas nama inspirasi.</p>
<p>Di tulisan ini saya ingin berbagi pada semuanya sumber inspirasi di balik pembuatan situs ini. Saya berharap dengan tulisan ini kita bisa belajar bahwa kita dapat terinspirasi oleh semua hal hebat dan indah yang ada di sekitar kita, namun tetap menjadikannya unik dan khas dengan gaya kita masing-masing. Buka mata, kelilingi situs-situs dengan desain indah. Jangan merendahkan diri dengan hanya mengimitasi. Terinspirasilah olehnya. Menciptalah dari inspirasi itu dan jadikan ciptaanmu sumber inspirasi baru yang unik dengan gayamu sendiri. Dengan ini kita membawa pengakuan untuk keahlian yang kita miliki dan tetap menghargai mereka yang telah menginspirasi kita.</p>
<h3>Sumber inspirasi</h3>
<p>Situs-situs dan elemen desain berikutlah yang menginspirasi saya sepanjang pembuatan situs ini.</p>
<h5>N.Design Studio</h5>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1226" src="https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2009/02/ndesign-studio.jpg" alt="" width="194" height="39" /></p>
<p>Menu navigasi dengan icon tersendiri seperti di <a href="http://www.ndesign-studio.com/">N.Design Studio</a>. Entah mengapa, saya sangat menyukainya. Tentunya icon berwarna-warni tidak akan cocok dengan keseluruhan situs ini jadi saya menggunakan icon satu warna yang sederhana.</p>
<h5>Microsoft Windows Vista</h5>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1227" src="https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2009/02/vistains1.gif" alt="" width="156" height="60" /></p>
<p>Seiring pembuatan situs ini saya mulai menyadari kalau saya memang memulai dengan empat menu utama tapi bagaimana kalau nanti akhirnya saya menambahkan halaman Freebies berisi resource yang saya sediakan secara gratis? Mungkin saya perlu memisahkan Services menjadi halaman khusus yang juga butuh tempat tersendiri di navigasi? Bagaimana nanti kalau halaman Archive saya sudah siap?</p>
<p>Melihat besarnya kemungkinan menu di navigasi ini tertambah-sementara lebar situsnya tidak-saya memutuskan untuk memangkas lebar tiap item menu. Caranya? Jawabannya ada tepat di depan mata. Tepatnya di sudut kiri bawah layar saya sendiri. Sekarang saya bisa menderetkan belasan icon tanpa khawatir kehabisan tempat.</p>
<h5>Alamsyah Rasid Blogry</h5>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1228" src="https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2009/02/alamsyahrasyidnetins.jpg" alt="" width="486" height="79" srcset="https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2009/02/alamsyahrasyidnetins.jpg 486w, https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2009/02/alamsyahrasyidnetins-300x49.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 486px) 100vw, 486px" /></p>
<p>Konsep untuk menu navigasi sudah ditetapkan. Icon kecil untuk tiap menu. Selanjutnya tentu saya harus menemukan bagaimana cara agar pengunjung situs ini mengetahui fungsi dan isi masing-masing icon. Kebetulan seorang sahabat dekat yang juga seorang web developer, <a href="http://alamsyah.rasyid.net">Alamsyah Rasyid</a>,  baru saja mengganti theme untuk blognya. Melihat mulusnya animasi kotak artikel terbarunya, menginspirasi bentuk akhir menu navigasi situs ini.</p>
<h5>Barack Obama</h5>
<h3><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1230" src="https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2009/02/barackobamacomins2.jpg" alt="" width="157" height="110" /></h3>
<p><a href="http://www.barackobama.com/index.php">Obama</a> bukan hanya menginspirasi dunia lewat slogannya, &#8220;Hope&#8221; dan &#8220;Yes We Can&#8221;, tapi juga menginspirasi kotak dan list Connect yang saya gunakan. Seandainya saja layanan dan situs social networking yang saya ikuti juga sebanyak Obama.</p>
<h5>Arthemia Premium WordPress Theme</h5>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1231" src="https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2009/02/arthemiains.jpg" alt="" width="194" height="271" /></p>
<p><a href="http://colorlabsproject.com/">Michael Jubel Hutagalung</a> dengan sangat efektifnya memanfaatkan jQuery untuk daftar Featured Articlenya di <a href="http://demo.colorlabsproject.com/arthemia/">Arthemia Premium</a>. Daftar ini akhirnya berpindah fungsi untuk menampilkan slide portfolio saya di situs ini.</p>
<h5>Problogger</h5>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1232" src="https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2009/02/probloggernetins.jpg" alt="" width="177" height="98" /></p>
<p>Siapa yang tidak pernah berkunjung ke situs milik <a href="http://www.problogger.net/">Darren Rowse</a> ini? Dari kotak ini saya mengambil konsep pengelompokan metode subscribe yang terasa sangat sederhana dan mudah digunakan.</p>
<p>Tidak sulit bukan? Menemukan inspirasi dan memadukannya dengan kebutuhan dan gaya kita sendiri. Saya bisa melakukannya. Saya selalu dan akan tetap melakukannya. Giliran saya untuk menginspirasipun pada akhirnya akan tiba. Kalau saya bisa, tentu Anda juga.</p>
<p><a href=https://andi.saleh.web.id/design-inspiration-behind-this-site/#comments>Lihat/tambah komentar</a></p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://andi.saleh.web.id/design-inspiration-behind-this-site/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>37</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126</post-id>	</item>
		<item>
		<title>WordPress sample content</title>
		<link>https://andi.saleh.web.id/wordpress-sample-content/</link>
					<comments>https://andi.saleh.web.id/wordpress-sample-content/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Andi Saleh]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 09:37:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Web development]]></category>
		<category><![CDATA[download]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[konten]]></category>
		<category><![CDATA[obsolete]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[xml]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://andi.saleh.web.id/?p=36</guid>

					<description><![CDATA[Developing a WordPress Theme, especially for a client or public release, can be difficult when you use the default installation of WordPress. It only gives you one Post with a comment, and one Page to start with. Not much. This used to be a problem for me when I start coding a new Theme. As [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<a href="https://andi.saleh.web.id/wordpress-sample-content/" title="WordPress sample content"><img style="max-width:100%" src="https://andi.saleh.web.id/blog/wp-content/uploads/2009/01/WP-sample-content.jpg" width="230" height="130" alt="WordPress sample content"></a><p>Developing a WordPress Theme, especially for a client or public release, can be difficult when you use the default installation of WordPress. It only gives you one Post with a comment, and one Page to start with. Not much.</p>
<p>This used to be a problem for me when I start coding a new Theme. As I go, I had to create Posts and Pages, populate the comments, move publish dates around, just to have content fill up the site so I can inspect then code and style the design. I&#8217;m sure you know what I mean. So I then decided to take some time and create my own standard content that I could import and reuse, saving much more time in the future and share something with the WordPress community.</p>
<p><span id="more-51"></span>I managed to put together into an XML file, a seemingly full content site that you can import right into a new installation of WordPress. You can use it to develop your Theme or have it in a demo site to showcase your Theme&#8217;s visual styles. These are the descriptions of what you&#8217;ll get.</p>
<h3>Posts and Pages</h3>
<ul>
<li>9 Pages including 5 Sub Pages (the &#8220;About&#8221; page renamed to avoid doubles)</li>
<li>14 Posts to ensure pagination</li>
<li>Short and long Post titles</li>
<li>Posts in single and multiple categories</li>
<li>Posts with and without tags</li>
<li>Password protected Post</li>
</ul>
<h3>HTML elements</h3>
<ul>
<li>Heading 1 to 6</li>
<li>Strong, emphasized, and striked through words</li>
<li>Hyperlinks</li>
<li>Images with captions (floated and inline), emoticons</li>
<li>Ordered and unordered lists two levels deep</li>
<li>Blockquotes</li>
<li>Code and preformatted text</li>
<li>Superscripts and subscripts</li>
<li>Tables and definition lists</li>
<li>Big and small fonts</li>
</ul>
<h3>Comments</h3>
<ul>
<li>Threaded comments for WordPress 2.7</li>
<li>Comments from admin</li>
<li>Pingback and trackback samples</li>
<li>Post with comments closed (with and without comments prior to closing)</li>
<li>Post with ping/trackbacks closed</li>
<li>Post with both comments and ping/trackback closed</li>
</ul>
<h3>Categories and tags</h3>
<ul>
<li>11 categories, including 2 child categories to fill the list</li>
<li>Category descriptions</li>
<li>29 tags with various post counts</li>
</ul>
<h3>Archive</h3>
<ul>
<li>14 months of archives to fill the list</li>
</ul>
<h3>How to use</h3>
<ul>
<li><a href="https://andi.saleh.web.id/blog/assets/uploads/2009/01/wordpress-sample-content.rar">Download</a> and extract the file to your computer</li>
<li>Log into your Dashboard and go to Tools -&gt; Import (or Manage -&gt; Import for WordPress 2.6 and lower).</li>
<li>Select WordPress at the bottom of the list</li>
<li>Browse and select the XML file then hit the Upload button</li>
</ul>
<p class="notice update">Update</p>
<ul>
<li>Paragraphs assigned with special classes: <strong>warning</strong>, <strong>update</strong>, <strong>viewdemo</strong>, and <strong>download</strong></li>
<li>Added Posts and Pages<strong><br />
</strong></li>
</ul>
<p class="notice viewdemo"><del>Click to see the <a href="http://demo.saleh.web.id/?wptheme=default">demo site</a>.</del></p>
<p><a href=https://andi.saleh.web.id/wordpress-sample-content/#comments>Lihat/tambah komentar</a></p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://andi.saleh.web.id/wordpress-sample-content/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>27</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">51</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>