<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061</atom:id><lastBuildDate>Tue, 24 Sep 2024 17:14:06 +0000</lastBuildDate><category>Air Susu Ibu ( ASI )</category><category>Mom should know</category><category>Tips-Kiat</category><category>Makanan</category><category>Kebersihan</category><category>Kesehatan</category><category>Perkembangan bayi</category><category>Waspada dan Pencegahan</category><category>Pengasuh anak</category><category>Pernak-pernik</category><category>Susu Formula</category><category>BAB Bayi</category><category>Menangis</category><category>Olahraga</category><category>Tidur</category><category>obat-vaksin-vitamin-suplemen</category><category>Aksesoris Bayi</category><category>Berat Badan</category><category>Demam</category><category>Gangguan Kulit</category><category>Komunikasi - interaksi</category><category>Mandi</category><category>Momentum</category><category>Alergi</category><category>Batuk</category><category>Berinteraksi dengan air</category><category>Kamar tidur</category><category>Kebiasaan anak</category><category>Pakaian</category><category>Popok</category><category>Sakit</category><category>kosmetik bayi</category><category>Baby Lotions</category><category>Bermain - berinteraksi</category><category>Buah-buahan</category><category>Depresi</category><category>Diare</category><category>Gendongan</category><category>Gigi Bayi</category><category>Imunisasi</category><category>Kemampuan anak</category><category>Menyapih</category><category>Mitos dan Realitas</category><category>Pencernaan Bayi</category><category>Pendengaran</category><category>Penglihatan</category><category>Premature</category><category>Psikology</category><category>Tanda Lahir Bayi</category><category>Tentang Otak</category><category>obesitas</category><title>Belajar merawat dan mengenal lebih jauh buah hati</title><description></description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>163</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061.post-5797379847912002270</guid><pubDate>Wed, 09 Jun 2010 02:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-08T19:52:00.686-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kesehatan</category><title>Hati-Hati Leukemia dan Retinoblastoma Pada Anak</title><description>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1P03UF4BdQxIuoAXUngwoFZ8wP9PreuOpF_6YeIScuJNF9cuvtuRsacw-SNopoEdIaK800kMcZ-b1A7LcjFTm422WL8IFWxrqdI0YBzmXl4BWPXZWSofi5w-dp2o0t-q6d9BOQKmBXtA/s1600-h/cancer.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1P03UF4BdQxIuoAXUngwoFZ8wP9PreuOpF_6YeIScuJNF9cuvtuRsacw-SNopoEdIaK800kMcZ-b1A7LcjFTm422WL8IFWxrqdI0YBzmXl4BWPXZWSofi5w-dp2o0t-q6d9BOQKmBXtA/s200/cancer.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Kanker bisa menyerang siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Sampai saat ini kanker masih menjadi momok penyakit yang menakutkan. Leukemia dan retinoblastoma merupakan kanker yang paling sering terjadi pada anak-anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 30-40 persen anak menderita kanker darah (leukemia) sedangkan 20-30 persen anak menderita retinoblastoma (kanker pada retina mata).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Pada tahun 2008 terdapat 16 kasus leukemia dan 7 kasus retinoblastoma di Dharmais, rata-rata anak-anak tersebut dibawa ke rumah sakit setelah menginjak stadium 4,&quot; ujar dr. Edi Setiawan Tehuteru, SpA, MHA. Terlambatnya penanganan leukemia dan retinoblastoma ini disebabkan oleh kurangnya informasi mengenai gejala kanker dan pengobatannya serta adanya masalah sosial ekonomi yang membuat masyarakat telat datang berobat ke rumah sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kanker yang terjadi pada anak bisa disembuhkan asalkan dideteksi lebih dini atau pada stadium awal, karena tidak semua kanker pada anak bisa dicegah atau dideteksi dini. Leukemia hanya bisa dicegah dengan memberikan ASI eksklusif sedangkan retinoblastoma bisa dideteksi dini menggunakan alat oftalmoskop,&quot; ujar dr. Edi yang juga sebagai penggiat di bangsal anak RS Dharmais.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Retinoblastoma hanya terjadi pada anak usia balita dan bersifat turunan, jika salah satu anggota keluarga ada yang pernah terkena retinoblastoma, maka sebaiknya segera periksakan anak yang lainnya secara rutin. Retinoblastoma ini paling sering terjadi pada anak usia tahun pertama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Gejala-gejala untuk retinoblastoma adalah mata seolah bersinar bila kena cahaya (mata kucing), manik mata (bercak) berwarna putih, mata juling dan merah serta bola mata menonjol. Jika dilakukan tes dengan oftalmoskop pada mata yang normal akan berwarna merah sedangkan retinoblastoma tidak memberikan warna merah,&quot; tambahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan untuk leukimia sampai saat ini masih belum diketahui penyebab pastinya. Namun, pencegahan melalui ASI eksklusif bisa mencapai 21-30 persen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gejala awal untuk leukimia adalah anak pucat, sering demam dengan penyebab yang tidak jelas, pendarahan seperti mimisan dan gusi berdarah, lebam kebiru-biruan pada bagian tubuh, perut bengkak, dan nyeri tulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak yang mengalami kanker darah sebaiknya jangan terlalu lelah dan hindari datang ke tempat keramaian. Anak-anak umumnya jarang mengeluh dan tidak merasakan gejala awal kanker jadi orang tua harus lebih waspada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut dr. Edi S Tehuteru, apapun yang terasa aneh pada anak segera periksakan ke dokter untuk mengetahui adanya kanker atau tidak serta untuk mendeteksi lebih awal, sehingga harapan kesembuhannya bisa lebih tinggi. Karena kanker pada anak dapat diobati dan diupayakan penyembuhannya jika ditemukan lebih dini.ver/det&lt;br /&gt;
&lt;input id=&quot;gwProxy&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id=&quot;jsProxy&quot; onclick=&quot;jsCall();&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;div id=&quot;refHTML&quot;&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/2010/06/hati-hati-leukemia-dan-retinoblastoma.html</link><author>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1P03UF4BdQxIuoAXUngwoFZ8wP9PreuOpF_6YeIScuJNF9cuvtuRsacw-SNopoEdIaK800kMcZ-b1A7LcjFTm422WL8IFWxrqdI0YBzmXl4BWPXZWSofi5w-dp2o0t-q6d9BOQKmBXtA/s72-c/cancer.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061.post-6491242513408930682</guid><pubDate>Sat, 29 May 2010 04:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-28T21:58:00.195-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Komunikasi - interaksi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perkembangan bayi</category><title>Mengenali Sang Ibu, Si Bayi Punya Cara Tersendiri</title><description>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEj2dv3P85VnFsWGFeYKdfUknVUtxci4-I3C80dj4I0M9T0xwp-FF0VPMz5MBjIgk50SbkteVZaqJzkoj8i5ur1dZhRoMSUkQs_IVcJJ9I9X0TOOnrAHa8QqFhWBz6wbUCWpCRA67FzmY/s1600-h/baby+mom.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEj2dv3P85VnFsWGFeYKdfUknVUtxci4-I3C80dj4I0M9T0xwp-FF0VPMz5MBjIgk50SbkteVZaqJzkoj8i5ur1dZhRoMSUkQs_IVcJJ9I9X0TOOnrAHa8QqFhWBz6wbUCWpCRA67FzmY/s200/baby+mom.jpg&quot; width=&quot;149&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Bayi yang baru lahir diduga mengidentifikasi ibunya melalui bau harum sang bunda. Namun, peneliti tidak mengerti bagaimana identifikasi bau ini bisa berkembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kevin Franks and Jeffry Isaacson dari University of California, San Diego School of Medicine mengatakan bahwa proses perkembangan ini dasarnya sama dengan cara bayi mengembangkan system penglihatannya untuk mengenali dunia ini. Sehingga, selama periode awal kritis ini, indera penciuman bayi akan bekerja dan mulai mencari bau harum sang ibu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penelitian awal dimulai dengan menggunakan otak mencit, peneliti menemukan dua reseptor yang disebut reseptor AMPA dan reseptor NMDA, sebagai komponen kunci pada siklus indera penciuman yang nantinya akan mengalami adaptasi penciuman, seperti dilansir &lt;i&gt;Medicalnewstoday&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reseptor adalah protein yang terdapat pada &lt;i&gt;&#39;receiving stations&#39;&lt;/i&gt; saraf dan diaktifasi oleh sinyal kimia yang dikenal dengan neurotransmitter yang pada kasus indera penciuman ini menggunakan &lt;i&gt;neurotransmitter glutamate.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peneliti menemukan dalam jaringan otak mencit yang baru lahir, fraksi dari reseptor NMDA cenderung turun dalam bagian otak yang berhubungan dengan proses penciuman yang dikenal dengan &lt;i&gt;lateral olfactory tract&lt;/i&gt;. Pengurangan ini cenderung untuk mengaktifkan hubungan salah satu saraf dalam wilayah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peneliti menemukan bahwa selama periode beberapa minggu setelah melahirkan, sisi indra penciuman pada otak mencit ditunjukkan dengan pengurangan aktifitas reseptor NMDA dibandingkan dengan sisi yang bertahan. Pengurangan pada aktifitas reseptor NMDA disebabkan oleh neuron yang menjadi lebih aktif sejak reseptor AMPA merubah neuron menjadi lebih fungsional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukti lain yang ditemukan adalah perubahan neuron penciuman selama periode ini cenderung menyebabkan indera penciuman lebih menonjol.ver/det&lt;br /&gt;
&lt;input id=&quot;gwProxy&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;input id=&quot;jsProxy&quot; onclick=&quot;jsCall();&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div id=&quot;refHTML&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id=&quot;gwProxy&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id=&quot;jsProxy&quot; onclick=&quot;jsCall();&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;div id=&quot;refHTML&quot;&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/2010/05/mengenali-sang-ibu-si-bayi-punya-cara.html</link><author>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEj2dv3P85VnFsWGFeYKdfUknVUtxci4-I3C80dj4I0M9T0xwp-FF0VPMz5MBjIgk50SbkteVZaqJzkoj8i5ur1dZhRoMSUkQs_IVcJJ9I9X0TOOnrAHa8QqFhWBz6wbUCWpCRA67FzmY/s72-c/baby+mom.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061.post-5455338610568749574</guid><pubDate>Wed, 19 May 2010 04:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-18T21:54:00.226-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Makanan</category><title>Makanan Pendamping Untuk Bayi</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiw3j94_b9XGnx6FSUM_cQsZdTufjY1LMS1XdLEKD3MMTfEaqDQnJ9GNiJV9hKn1KMYJwLAIq_wWErxGf0uGu0BKZn1w8jNHHqsBvUNfdcTfVxdATchmUwGLNaTF0ljv2Y-DIAVxtXWgE/s1600-h/baby+eat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiw3j94_b9XGnx6FSUM_cQsZdTufjY1LMS1XdLEKD3MMTfEaqDQnJ9GNiJV9hKn1KMYJwLAIq_wWErxGf0uGu0BKZn1w8jNHHqsBvUNfdcTfVxdATchmUwGLNaTF0ljv2Y-DIAVxtXWgE/s200/baby+eat.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Air Susu Ibu (ASI) menjadi makanan utama bayi hingga usia 6 bulan. Saat usia 1 tahun ke atas susu hanyalah makanan pelengkap saja bukan menjadi makanan utama lagi. Setelah satu tahun ke atas kebutuhan gizi sang bayi sudah tidak bisa dipenuhi oleh ASI saja, sehingga dibutuhkan makanan pendamping ASI untuk memenuhi kebutuhan gizi sang bayi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Pada saat pemberian makan bayi bukan hanya memenuhi kebutuhan zat gizinya saja tapi juga memberikan pendidikan pada bayi dalam hal disiplin dalam jam makan, pendidikan memilih makanan bergizi, pendidikan dalam hal pembinaan selera serta memberikan psikologis pada bayi berupa kepuasan,&quot; ujar dr Sri S Nasar, SpA(K) .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebutuhan nutrisi yang penting untuk bayi adalah adanya sumber karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan dilengkapi dengan susu. Dan dalam hal pemberian makan pada bayi harus diciptakan lingkungan yang menyenangkan baik secara fisik maupun emosional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Untuk mendapatkan bayi yang sehat dibutuhkan persiapan sejak sebelum menikah, dengan menjaga dan memeriksa kesehatan secara dini untuk mengetahui apakah memiliki riwayat penyakit turunan atau tidak, lalu masa prakehamilan, masa kehamilan dan masa bayi atau batita atau balita,&quot; ujar dr Sri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam proses tumbuh kembang balita selain nutrisi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan seperti biologik, fisik, psikologi, dan sosial budaya. Dan proses ini merupakan proses yang unik dan rumit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, pada intinya kebutuhan dasar seorang anak adalah:&lt;br /&gt;
- Asih yaitu diberikan kasih sayang sejak dalam kandungan dengan cara mengajak ngobrol dan mendengarkan musik pada bayi.&lt;br /&gt;
- Asah yaitu diberikan pendidikan sejak usia dini baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.&lt;br /&gt;
- Asuh yaitu diberikan kebutuhan sandang, pangan, papan dan imunisasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Nutrisi yang diperlukan oleh bayi adalah nutrisi yang mengandung energi, gizi seimbang, 4 sehat 5 LENGKAP, higienis dan bebas pencemaran, bentuk atau jenis makanan disesuaikan dengan kemampuan bayi serta memberikan ASI eksklusif,&quot; ujar dr Sri yang juga sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nutrisi dan Metabolik IDAI.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pemberian makanan pendamping (MP) ASI harus diberikan secara bertahap sesuai dengan kemampuan makan sang bayi, serta memperhatikan komponen/kandungan nutrisi dan jumlah atau takarannya. Selain itu juga untuk merangsang bayi mengenal berbagai rasa dan aroma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Pemberian MP-ASI ini dimulai dengan makanan cair, lalu makanan lunak dan terakhir makanan padat. MP ini bisa berupa jus, biskuit, bubur susu atau nasi tim, sesuai kemampuannya serta diberikan secara konsisten dan bertahap,&quot; ujar dr Sri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ciri bayi yang sudah siap untuk menerima MP-ASI ditunjukkan dengan adanya kesiapan fisik dan psikologis sang bayi seperti mulai tertarik dengan makanan orang lain terutama yang dimakan oleh ibunya, serta mulai bisa mengecap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadwal pemberian makanan pendamping untuk bayi adalah pada pagi hari berilah bayi susu, lalu jam 10.00 berilah camilan berupa buah atau biskuit, untuk makan siangnya berikan nasi tim saring atau kasar untuk usia 8-9 bulan dan nasi tim saring utuh untuk usia 10-12 bulan, jam 16.00 untuk usia 6-7 bulan diberikan bubur susu sedangkan usia 8 bulan keatas diberikan buah atau biskuit, untuk makan malamnya bisa diberikan nasi tim saring, kasar atau utuh sesuai usianya dan sebelum tidur bayi diberikan susu kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bayi memiliki lambung yang kecil sehingga tidak bisa diberi makan terlalu banyak, untuk mensiasatinya berilah bayi makan lebih sering daripada orang dewasa,&quot; tambahnya.ver/det&lt;br /&gt;
&lt;input id=&quot;gwProxy&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id=&quot;jsProxy&quot; onclick=&quot;jsCall();&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;div id=&quot;refHTML&quot;&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/2010/05/makanan-pendamping-untuk-bayi.html</link><author>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiw3j94_b9XGnx6FSUM_cQsZdTufjY1LMS1XdLEKD3MMTfEaqDQnJ9GNiJV9hKn1KMYJwLAIq_wWErxGf0uGu0BKZn1w8jNHHqsBvUNfdcTfVxdATchmUwGLNaTF0ljv2Y-DIAVxtXWgE/s72-c/baby+eat.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061.post-297400162276524456</guid><pubDate>Sun, 09 May 2010 04:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-08T21:05:00.161-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kesehatan</category><title>Balita : Wapadai Rotavirus</title><description>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnpYcuQHXa-5iJFzsVkyEhBvuMzob-N89ae_gZjMAEpWpKv9P8jnBHMZATyCPV1ltjcOi454o8NXjn9F1LrOqUjA68lPDnoIEJR5eQFzhfQdnAu9ifb09y_ZMoORFItTymZsvgiyGxMYw/s1600-h/diare.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnpYcuQHXa-5iJFzsVkyEhBvuMzob-N89ae_gZjMAEpWpKv9P8jnBHMZATyCPV1ltjcOi454o8NXjn9F1LrOqUjA68lPDnoIEJR5eQFzhfQdnAu9ifb09y_ZMoORFItTymZsvgiyGxMYw/s200/diare.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Jangan anggap remeh diare pada balita. Apalagi diare yang disebabkan oleh rotavirus karena sangat berbahaya dan menyebabkan kematian. Diare ini biasanya menyerang anak di bawah usia 5 tahun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rotavirus adalah virus yang menyebabkan diare akut pada anak-anak balita di seluruh dunia. Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) menyebut rotavirus telah menyebabkan kematian kurang lebih 527.000 anak tiap tahun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Indonesia sendiri kematian balita akibat penyakit diare lebih tinggi daripada pneumonia, penyebab tipikal kematian bayi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diare akibat kuman pada umumnya banyak terjadi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan, tapi untuk kasus rotavirus perbandingannya hampir sama antara anak laki-laki dengan perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Diare yang disebabkan oleh rotavirus merusak &lt;em&gt;mucosa&lt;/em&gt; usus, sehngga makanan yang masuk tidak dapat diserap oleh tubuh, akibatnya tekanan osmosis dalam usus meningkat, yang mengakibatkan usus mengambil cairan dari bagian tubuh lain, yang menyebabkan penderita mengalami dehidrasi,&quot; ujar Dr Yati Soenarto, PhD, dokter anak dan konsultan Gastroenterology pada Departemen Kesehatan Anak FK-UGM.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rotavirus biasanya menyerang bayi dan balita sebelum usia dua atau tiga tahun, dan penyakit ini tidak dapat ditangani dengan antibiotik atau pengobatan lainnya. Selain menyerang usus ternyata rotavirus juga menyerang saluran pernafasan dan otak, namun paling banyak menyerang ke usus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Diare karena rotavirus gejalanya sering muntah-muntah dan kekurangan cairan berat, tidak ada darah pada BAB-nya, dan kekurangan nutrisi karena tidak ada makanan yang diserap oleh tubuh,&quot; ujar Dr Yati yang juga merupakan Direktur Center for Clinical Epidemiology and Biostatistic di UGM.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini pencegahan yang paling baik adalah dengan vaksin antirotavirus, dan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Karena berdasarkan penelitian, ada antirotavirus alami yang terdapat dalam ASI. Penularan penyakit ini bisa melalui kontak langsung dan secara oral.ver/det&lt;br /&gt;
&lt;input id=&quot;gwProxy&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id=&quot;jsProxy&quot; onclick=&quot;jsCall();&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;div id=&quot;refHTML&quot;&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/2010/05/balita-wapadai-rotavirus.html</link><author>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnpYcuQHXa-5iJFzsVkyEhBvuMzob-N89ae_gZjMAEpWpKv9P8jnBHMZATyCPV1ltjcOi454o8NXjn9F1LrOqUjA68lPDnoIEJR5eQFzhfQdnAu9ifb09y_ZMoORFItTymZsvgiyGxMYw/s72-c/diare.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061.post-6390555518970430009</guid><pubDate>Thu, 29 Apr 2010 03:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-28T20:39:00.683-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gigi Bayi</category><title>Gigi Bayi : Wajib Diperhatikan Oleh Sang Bunda</title><description>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiv1yrSBdAykwGX5f39-WDCQy6QXtF4FNX85JoN3XbFSyO9cg3TbGHPVNim4liczWsH9AK03SFhMVQqIqkM70glPrqaGGu5cW0fogZioHW9aTGYHlZAh9e5NB9gS6pe7XtGe-WNrR8zc-I/s1600-h/gigi+bayi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiv1yrSBdAykwGX5f39-WDCQy6QXtF4FNX85JoN3XbFSyO9cg3TbGHPVNim4liczWsH9AK03SFhMVQqIqkM70glPrqaGGu5cW0fogZioHW9aTGYHlZAh9e5NB9gS6pe7XtGe-WNrR8zc-I/s200/gigi+bayi.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Memberikan perawatan pada gigi anak dengan baik dapat membentuk pola hidup yang positif dan memiliki kebersihan oral jangka panjang. Itulah pentingnya membawa kebiasaan hidup sehat ini sejak dini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun pada anak hanya ada gigi susu yang pada akhirnya akan diganti oleh gigi permanen mereka, gigi susu ini juga memerlukan banyak perawatan dan perhatian. Karena itu orang tua harus mulai mempraktekkan kebersihan oral yang baik kepada anak mereka sejak mereka masih bayi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti dilansir &lt;i&gt;health24&lt;/i&gt;, pada 5 sampai 6 bulan pertama, bayi akan mulai keluar gigi pertamanya. Orang tua dapat membersihkan gigi dengan menggunakan kain kasa atau kapas yang dilipat bud dan harus hati-hati dalam mengelap gigi dan gusi bayi. Tidak dianjurkan untuk menggunakan sikat lembut untuk gigi sampai bayi anda sekurang-kurangnya berusia 12 bulan. Pada tahap ini cukup menggunakan air biasa untuk membantu dalam proses pembersihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disarankan untuk bayi yang sudah bisa berjalan (toddler) mulai diperkenalkan secara perlahan-lahan untuk menyikat dengan menggunakan sikat gigi bayi. Memungkinkan untuk anak anda melihat dan mengikuti dari orang tua atau saudara kandung mereka tentang cara yang tepat dalam penyikatan. Hal ini akan membantu membiasakan anak dengan tekstur dan keadaan fiber sikat gigi mereka dan juga memperkenalkan kebersihan oral yang rutin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat anak berumur 2 tahun, anak harus diajarkan untuk tetap menjaga kebersihan. Beberapa anak pada usia ini ada yang telah mulai bisa menyikat gigi mereka sendiri. Namun, sebagai anak-anak masih ada diantara mereka yang mengalami kesulitan dengan ketrampilan yang diperlukan untuk menyikat gigi secara benar dan diperlukan usaha bersama antara orang tua dengan anak-anak itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak-anak butuh pembelajaran secara visual, dan suatu ide yang bagus untuk mengajarkan mereka menyikat gigi didepan cermin dan orang tua mendampingi mereka dibelakangnya. Yang penting untuk diingat adalah mengganti sikat gigi mereka setiap tiga bulan sekali atau ketika mereka sudah merasa tidak nyaman dengan bulu sikatnya, hal ini untuk memastikan efektifitas penghapusan plak dan sangat potensial untuk melukai gusi anak-anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu bidang utama kebersihan oral anak adalah dengan memonitor asupan gula dan frekuensi dalam mengkonsumsi jus, minuman dingin, dan makanan yang manis. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan tersebut bisa sangat berbahaya dan jika&lt;br /&gt;
tidak diatur dengan benar dapat mengakibatkan kerusakan gigi. Gigi yang rusak akhirnya bisa menyebabkan gigi yang berlubang dan berlanjut dengan malocclusions.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membuat kunjungan rutin ke dokter gigi, sebaiknya anak-anak telah diperkenalkan sejak umur 3 tahun dan seterusnya, yang nantinya akan membantu mereka membina hubungan baik dengan dokter gigi. Kebiasaan hidup sehat yang bagus akan membuat gusi anak anda sehat serta memiliki senyum yang cerah dan indah.ver/det&lt;br /&gt;
&lt;input id=&quot;gwProxy&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;input id=&quot;jsProxy&quot; onclick=&quot;jsCall();&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div id=&quot;refHTML&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id=&quot;gwProxy&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id=&quot;jsProxy&quot; onclick=&quot;jsCall();&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;div id=&quot;refHTML&quot;&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/2010/04/gigi-bayi-wajib-diperhatikan-oleh-sang.html</link><author>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiv1yrSBdAykwGX5f39-WDCQy6QXtF4FNX85JoN3XbFSyO9cg3TbGHPVNim4liczWsH9AK03SFhMVQqIqkM70glPrqaGGu5cW0fogZioHW9aTGYHlZAh9e5NB9gS6pe7XtGe-WNrR8zc-I/s72-c/gigi+bayi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061.post-4814980165843040037</guid><pubDate>Mon, 19 Apr 2010 03:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-18T20:14:00.645-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berat Badan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tidur</category><title>Kelebihan Bobot Membuat Anak Sulit Tidur Nyenyak</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNY2e9o9nJi4W08p7wFcoUo_lcme9LT7_AmhWJjG-YhdnxqIkrBaMqZ68XVoaMytq6ewW8j78nt77OxGRawiMPMeQfoYoRBrRV7KhFe3GjepiXcrHHyZ4YtE3v3_vnmt3CFPEfqj9q3cM/s1600-h/fat+baby.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNY2e9o9nJi4W08p7wFcoUo_lcme9LT7_AmhWJjG-YhdnxqIkrBaMqZ68XVoaMytq6ewW8j78nt77OxGRawiMPMeQfoYoRBrRV7KhFe3GjepiXcrHHyZ4YtE3v3_vnmt3CFPEfqj9q3cM/s200/fat+baby.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Anak-anak yang memiliki perut buncit mengalami kesulitan bernafas saat tidur. Tidur tak nyenyak ini menyebabkan masalah perilaku seperti hiperaktif dan kesulitan untuk tetap terjaga di sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penelitian yang dilakukan Penn State University Collage of Medicine memeriksa 700 anak dengan usia antara 5-12 tahun yang dipilih secara acak dari 18 sekolah dasar umum di Pennsylvania.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap anak dites fisiknya dengan memonitor 9 jam tidur di laboratorium dengan menggunakan polysomnography, yang berguna untuk mengukur aktifitas otak, jantung, aliran udara, dan pernafasan oksigen selama tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para peneliti menemukan, sekitar 25% dari anak-anak mengalami kesulitan bernafas saat tidur yang rendah, dan 1,2% mengalami kesulitan bernafas saat tidur dengan tingkat sedang, dan ditetapkan lima atau lebih memiliki jeda saat tidur per jam. Lebih dari 15% mengalami masalah utama mendengkur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru-baru ini, tumbuhnya adenoide tonsils yang membesar diyakini menjadi penyebab kesulitan bernafas saat tidur pada anak-anak. Tetapi menurut berita dari &lt;i&gt;American Academy of Sleep Medicine &lt;/i&gt;(AASM) tidak ditemukan hubungan langsung ukuran amandel dan kesulitan bernafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sebaliknya, kegemukan dapat memainkan peranan yang lebih besar,&quot; ujar Edward O. Bixler, dari Penn State University Collage of Medicine.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktor risiko kesulitan bernafas pada anak-anak sangat kompleks dan mencakup metabolisme, inflammatory dan faktor anatomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Karena kesulitan bernafas pada anak-anak tidak hanya karena ketidaknormalan anatomi, pengobatan juga harus mempertimbangkan strategi alternatif lain, seperti &lt;br /&gt;
berat badan dan masalah di hidung,&quot; kata Bixler.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesulitan bernafas saat tidur bisa terjadi dari yang ringan hingga yang berat. Menurut informasi dari AASM, kasus yang ringan ditandai dengan mendengkur yang terus menerus karena masalah anatomi hidung seperti sinusitis kronik, rhinitis dan saluran hidung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kasus yang parah termasuk mempersulit tidur, yang berpotensi membahayakan dengan kondisi nafas yang berhenti dan bernafas kembali sepanjang malam. Setiap jeda biasanya berlangsung 10-20 detik dan dapat terjadi 20-30 kali perjam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara anak-anak yang cenderung memiliki kesulitan bernafas saat tidur dibandingkan orang dewasa, mereka hanya kesulitan untuk tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak-anak yang lebih tua cenderung mengalami kesulitan bernafas sedang. Sebesar 2% dari anak-anak antara usia 9-12 tahun mengalami kesulitan bernafas saat tidur dengan tingkat sedang, dibandingkan dengan anak-anak usia 5-8 tahun yang hanya 0,2%.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesulitan tidur biasanya terjadi ketika jaringan lunak dibagian belakang tenggorokan menyempit dan menutup saluran udara selama tidur. Pada anak-anak, mendengkur yang keras dan nafas yang terengah-engah merupakan tanda peringatan.ver/det&lt;br /&gt;
&lt;input id=&quot;gwProxy&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;input id=&quot;jsProxy&quot; onclick=&quot;jsCall();&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div id=&quot;refHTML&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id=&quot;gwProxy&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id=&quot;jsProxy&quot; onclick=&quot;jsCall();&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;div id=&quot;refHTML&quot;&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/2010/04/kelebihan-bobot-membuat-anak-sulit.html</link><author>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNY2e9o9nJi4W08p7wFcoUo_lcme9LT7_AmhWJjG-YhdnxqIkrBaMqZ68XVoaMytq6ewW8j78nt77OxGRawiMPMeQfoYoRBrRV7KhFe3GjepiXcrHHyZ4YtE3v3_vnmt3CFPEfqj9q3cM/s72-c/fat+baby.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061.post-8449867934558582455</guid><pubDate>Fri, 09 Apr 2010 03:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-08T20:06:00.230-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Premature</category><title>Bayi Prematur : Berikan Pelukan Terhangat Anda</title><description>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbtSGy3uTXOrcYHGvSQosWVcPoG2TxTviBHoXs3mPAkZRDVxeAqbEpB80pI8udEVoRfBOsqFZb6iZPXAFAqDc_I_FhJTyf5jTgFkWErATHIrWoeH7pd2s4m3U3nFWEefrOO5d2j3ZsCFQ/s1600-h/premature+baby.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbtSGy3uTXOrcYHGvSQosWVcPoG2TxTviBHoXs3mPAkZRDVxeAqbEpB80pI8udEVoRfBOsqFZb6iZPXAFAqDc_I_FhJTyf5jTgFkWErATHIrWoeH7pd2s4m3U3nFWEefrOO5d2j3ZsCFQ/s200/premature+baby.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Bayi yang lahir prematur biasanya langsung dimasukkan dalam inkubator sehingga orang tua tidak bisa memegang dan memeluk sang bayi. Sebuah disain baru diciptakan untuk mengubah keadaan tersebut dengan membuat &#39;humanising incubator&#39;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan alat itu orang tua bisa mendapatkan akses untuk berinteraksi dengan anak yang baru lahir tersebut, serta membuat orang tua bisa menyentuh bayinya dan memberikan interaksi penting pada awal kehidupan bayi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Desain ini bisa mengeluarkan bayi dari inkubator dan meletakkan di lengan sang ibu, namun tetap bisa memonitor alat kesehatan yang dibutuhkan,&quot; ujar Halls seperti dikutip dari &lt;i&gt;BBCNews&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sally dari Royal College of Arts mengatakan tujuan dari disain inkubator ini adalah untuk mengurangi proses isolasi bayi yang prematur. &quot;Saya ingin melakukan sesuatu yang bisa membantu bayi sakit agar tetap mendapatkan sentuhan orang tuanya,&quot; tambahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sebagai orang tua baru hal yang ingin dilakukan adalah memegang bayinya, tapi biasanya orang tua khawatir hal ini akan membuat waktu penyembuhan sang anakmenjadi lebih lama,&quot; lanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada jenis inkubator yang baru ini, bayi akan diletakkan pada kasur yang hangat kemudian sekitarnya ditutup rapat saat bayi dipegang oleh orang tua. Kasur yang digunakan juga dibuat dengan aman untuk mencegah luka pada bayi dan dibuat nyaman karena bayi banyak menghabiskan waktunya disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bayi akan bisa melihat, mendengar dan mencium ibunya yang membuat bayi tersebut menjadi tenang dan meningkatkan interaksi antara bayi dan ibu sehingga terjadi ikatan batin antara keduanya,&quot; ujar Halls.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dr. Jane Hawdon, konsultan neonatologist dari University College London Hospital, mengatakan bahwa semakin banyak kontak yang diberikan oleh ibu kepada bayinya akan mempercepat proses penyembuhan dari sang bayi. Hampir semua unit neonatal mencoba untuk melakukan semua hal agar dapat memegang sang bayi dan cara ini bagus untuk kesehatan bayi tersebut.vfb/det&lt;br /&gt;
&lt;input id=&quot;gwProxy&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;input id=&quot;jsProxy&quot; onclick=&quot;jsCall();&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div id=&quot;refHTML&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id=&quot;gwProxy&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;input id=&quot;jsProxy&quot; onclick=&quot;jsCall();&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div id=&quot;refHTML&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id=&quot;gwProxy&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id=&quot;jsProxy&quot; onclick=&quot;jsCall();&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;div id=&quot;refHTML&quot;&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/2010/04/bayi-prematur-berikan-pelukan-terhangat.html</link><author>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbtSGy3uTXOrcYHGvSQosWVcPoG2TxTviBHoXs3mPAkZRDVxeAqbEpB80pI8udEVoRfBOsqFZb6iZPXAFAqDc_I_FhJTyf5jTgFkWErATHIrWoeH7pd2s4m3U3nFWEefrOO5d2j3ZsCFQ/s72-c/premature+baby.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061.post-3147630710677221841</guid><pubDate>Sun, 28 Mar 2010 13:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-28T06:51:00.224-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Diare</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendengaran</category><title>Diare dan Sakit Telinga Bayi Dapat Dipicu Oleh Aerosol</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3Gn1RBx8mbSUq1AzsBHk-53orVKNzoEf0GPorsjj1atYXno0riodW9zTZ2j8ANsNlUF8as5s7wEJfQ3Hc7NDjNWh7awzg9GqI-2jQGsZeiW0RuQLOzejliDNNHkYDurlWxinyJI_fN58/s1600-h/infeksi+telinga+bayi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3Gn1RBx8mbSUq1AzsBHk-53orVKNzoEf0GPorsjj1atYXno0riodW9zTZ2j8ANsNlUF8as5s7wEJfQ3Hc7NDjNWh7awzg9GqI-2jQGsZeiW0RuQLOzejliDNNHkYDurlWxinyJI_fN58/s200/infeksi+telinga+bayi.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Penelitian di Inggris menemukan bahwa pengharum ruangan dan aerosol bisa mengganggu kesehatan bayi dan sang ibu. Frekuensi penggunaan aerosol selama kehamilan dan pada masa anak-anak bisa meyebabkan diare dan sakit telinga pada bayi serta sakit kepala dan depresi pada sang ibu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peneliti dari Universitas Bristol mengatakan yang harus disalahkan adalah komponen organik volatil (VOCs) yang dihasilkan oleh produk tersebut. Archives of Environmental Health menyatakan sebaiknya meminimalkan penggunaan aerosol tersebut didalam rumah, seperti dikutip&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;dari &lt;em&gt;BBC News&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komponen organik volatil adalah iritan dan sumber aerosol dari dalam rumah seperti adesif lantai, cat, furnishing dan produk pembersih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di rumah yang menggunakan pengharum ruangan seperti aerosol dan spray setiap hari ditemukan 32% lebih bayinya menderita diare, 10% lebih ibu menderita sakit kepala dan 26% lebih menderita depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua peneliti Dr. Alexandra Farrow yang saat ini bekerja di Brunel University mengatakan, &quot;Orang berpikir menggunakan produk ini untuk membersihkan rumah dan membuat lebih sehat, tapi membuat bersih bukan berarti melupakan kesehatan&quot;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Pengharum ruangan yang dikombinasikan dengan aerosol lain dan produk rumah tangga lainnya memberikan kontribusi yang tinggi untuk menjadi campuran kimia yang kompleks dan meningkatkan VOCs di dalam rumah,&quot; ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penelitian yang lebih lanjut dibutuhkan untuk membuktikannya, sebaiknya membatasi penggunaan pengharum ruangan dan aerosol di dalam rumah. Perasan lemon lebih efektif sebagai pengharum ruangan,&quot; tambahnya. &lt;br /&gt;
&lt;input id=&quot;gwProxy&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id=&quot;jsProxy&quot; onclick=&quot;jsCall();&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;div id=&quot;refHTML&quot;&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/2010/03/diare-dan-sakit-telinga-bayi-dapat.html</link><author>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3Gn1RBx8mbSUq1AzsBHk-53orVKNzoEf0GPorsjj1atYXno0riodW9zTZ2j8ANsNlUF8as5s7wEJfQ3Hc7NDjNWh7awzg9GqI-2jQGsZeiW0RuQLOzejliDNNHkYDurlWxinyJI_fN58/s72-c/infeksi+telinga+bayi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061.post-2991628177670137711</guid><pubDate>Thu, 18 Mar 2010 13:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-18T06:32:00.221-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Menangis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pengasuh anak</category><title>Tangisan Bayi Bisa Membuat Sang Ayah Depresi</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgl2vMOlp_iFdyRw9MylAt6BSxwOuMZS2QHkgh8HVObqfcQyC0TfxKa_5nAP0ZJumOF5y-LLDhOGvQx-x-sKO1xuCBue9OlICyKWCsPpaydarL7BA5F8RtRG94hdFG-Q2h94ZpE70MinH4/s1600-h/baby+cry.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgl2vMOlp_iFdyRw9MylAt6BSxwOuMZS2QHkgh8HVObqfcQyC0TfxKa_5nAP0ZJumOF5y-LLDhOGvQx-x-sKO1xuCBue9OlICyKWCsPpaydarL7BA5F8RtRG94hdFG-Q2h94ZpE70MinH4/s200/baby+cry.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Tangisan bayi yang berlebihan saat bayi mengalami kolik (colic) membuat ibu mengalami depresi. Tapi depresi karena bayi kolik tidak hanya terjadi pada ibu, ayah pun bisa mengalaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini berkembang penelitian di Belanda yang menyatakan bahwa kolik juga bisa membuat ayah menjadi depresi. Penelitan ayah yang depresi terus muncul terkait dengan meningkatnya risiko sakit perut pada bayi yang kebanyakan berupa kolik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mungkin ayah-ayah di masa depan dengan gejala depresi membutuhkan penanganan khusus,&quot; ujar Dr. Mijke P van den Berg seperti dikutip dari &lt;em&gt;Reuters&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Van den Berg, dari Erasmus Medical Center di Rotterdam dan koleganya meneliti tentang gejala depresi pada beberapa ribu pasangan orang tua. Ibu yang sedang mengandung 20 minggu ditemukan gejela depresi sekitar 12% pada ayah dan 11% pada ibu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sebagai contoh, para orang tua menjawab dengan positif pertanyaan tentang perasaan kesepian, putus asa, sedih, khawatir, tidak tertarik pada apapun, dan berpikir tentang akhir kehidupan,&quot; seperti dilaporkan peneliti dalam jurnal Pediatrics. &lt;br /&gt;
Kemudian, ketika bayi menginjak usia 2 bulan, bayi mulai menangis secara berlebihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, bayi yang menangis 3 kali sehari atau 3 hari dalam seminggu memiliki 4,1% ayah yang mengalami depresi dan 2,2% ayah yang tidak depresi. Sedangkan untuk ibunya 4,8% mengalami depresi dan 2,2% tidak mengalami depresi. Bayi yang menangis berlebihan kemungkinan memiliki ayah dan ibu yang depresi, yang tidak membedakan usia orang tua, tingkat pendidikan, etnik, gender, jumlah anak, dan orang tua yang perokok. Sejak dulu, penelitian dan praktek klinik hanya difokuskan pada pengaruh ibu yang depresi selama dan setelah kehamilan. &quot;Penelitian ini menunjukkan mental kesejahteraan ayah juga harus diperhatikan,&quot; ujar van den Berg.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Van den Berg menambahkan, dibutuhkan penelitian tambahan untuk melepaskan masalah yang berhubungan antara depresi pada ayah dengan sakit perut pada bayi.vfb/det&lt;br /&gt;
&lt;input id=&quot;gwProxy&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id=&quot;jsProxy&quot; onclick=&quot;jsCall();&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;div id=&quot;refHTML&quot;&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/2010/03/tangisan-bayi-bisa-membuat-sang-ayah.html</link><author>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgl2vMOlp_iFdyRw9MylAt6BSxwOuMZS2QHkgh8HVObqfcQyC0TfxKa_5nAP0ZJumOF5y-LLDhOGvQx-x-sKO1xuCBue9OlICyKWCsPpaydarL7BA5F8RtRG94hdFG-Q2h94ZpE70MinH4/s72-c/baby+cry.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061.post-3761645972513701034</guid><pubDate>Mon, 08 Mar 2010 12:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-08T04:43:00.115-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Olahraga</category><title>Ajarkan Si Bayi Berolahraga</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRdzP49xhYOnKdMaoiJqaDIFIhvZ5Hx7oET9-4Jm9cZkmNKcCoZKIBNvcJccqkoE1il9sBVGMCNdh-lb3EfuQl78khWOBtG0QxfkNruC3U49zOBzcuP3x-hGoNnEZzwQLEfuGpcYoRR-g/s1600-h/bayi+olahraga.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRdzP49xhYOnKdMaoiJqaDIFIhvZ5Hx7oET9-4Jm9cZkmNKcCoZKIBNvcJccqkoE1il9sBVGMCNdh-lb3EfuQl78khWOBtG0QxfkNruC3U49zOBzcuP3x-hGoNnEZzwQLEfuGpcYoRR-g/s200/bayi+olahraga.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Fitness tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, bayi pun dapat melakukannya. Bayi butuh bergerak karena gerakan-gerakan bayi sangat berpengaruh pada perkembangan saraf motorik dan sensorisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baby First Fitness merupakan program kesehatan yang diciptakan bagi bayi. Fungsinya melatih gerakan-gerakan bayi, terutama pada bagian perut, pangkal paha (selangkangan), serta kaki yang merupakan aspek tubuh terpenting dalam menopang tubuh bayi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan adanya program tersebut diharapkan para orang tua dapat menanamkan program olarhaga sedini mungkin pada anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan penelitian, selama masa tumbuh kembang, bayi beradaptasi dahulu dengan tubuhnya, dan salah satu cara mereka beradaptasi adalah dengan mengeksplorasi gerakan-gerakan yang dapat dilakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sejak lahir, bayi sebetulnya sudah membawa empat aspek perkembangan, yaitu &lt;i&gt;gross motor&lt;/i&gt; atau gerakan/motorik kasar, &lt;i&gt;fine motor &lt;/i&gt;atau gerakan/motorik halus, aspek komunikasi-bicara, serta aspek sosial dan kemandirian,&quot; jelas dr. Rini Sekartini,Sp.A, spesialis anak dari subbagian Tumbuh Kembang FKUI-RSCM, Jakarta, dalam acara pengenalan &#39;Baby First Fitness&#39;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Motorik kasar merupakan gerakan otot-otot besar, yaitu gerakan yang dihasilkan otot-otot besar seperti otot tungkai dan lengan. Misalnya gerakan menendang, menjejak, meraih dan melempar. Sedangkan motorik halus merupakan koordinasi antara jari-jemari, telapak tangan dan kaki, serta mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain melatih gerakan pada bayi, adanya program Baby First Fitness juga membantu penalaran anak yang berhubungan dengan jiwa dan tubuhnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Susunan gerakan yang diciptakan diadopsi dari gerakan yoga yang telah dimodifikasi dan dipercaya cukup aman, sehat, dan menyenangkan bagi anak,&quot; tutur Patria Arumdhati, instruktur Baby First Fitness.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa gerakan dalam Baby First Fitness diantaranya yaitu &#39;Butterfly&#39; dan &#39;Touch Your Toes&#39;. Gerakan &#39;Butterfly&#39; berfungsi untuk melatih pangkal paha anak, tekniknya adalah dengan mengayun-ayunkan anak dalam posisi tengkurap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan &#39;Touch Your Toes&#39; berfungsi melatih paha belakang anak, dimana si anak dibantu sang ibu untuk menyentuh ujung jari kakinya hingga membungkuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gerakan-gerakan tersebut dipercaya mampu melatih otot-otot pada anak dan menstimulasi anak guna mengoptimalkan tumbuh kembangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keuntungan olahraga Baby First Fitness juga tidak hanya dirasakan sang anak. Sang ibu juga mendapat suasana hati lebih riang, memberi waktu rileksasi, dan berhenti sejenak dari kesibukan sehari-hari. Si ibu juga akan termotivasi untuk meningkatkan hubungan batin melalui sentuhan dan interaksi mata dengan sang anak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intinya, program tersebut dapat memberikan keuntungan dalam membina kualitas waktu antara ibu dan anak.nu/det&lt;br /&gt;
&lt;input id=&quot;gwProxy&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id=&quot;jsProxy&quot; onclick=&quot;jsCall();&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;div id=&quot;refHTML&quot;&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/2010/03/ajarkan-si-bayi-berolahraga.html</link><author>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRdzP49xhYOnKdMaoiJqaDIFIhvZ5Hx7oET9-4Jm9cZkmNKcCoZKIBNvcJccqkoE1il9sBVGMCNdh-lb3EfuQl78khWOBtG0QxfkNruC3U49zOBzcuP3x-hGoNnEZzwQLEfuGpcYoRR-g/s72-c/bayi+olahraga.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061.post-7910677161142655813</guid><pubDate>Sun, 28 Feb 2010 12:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-28T04:41:00.533-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Depresi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tidur</category><title>Redam Depresi Anak Dengan Tidur Siang</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFT9peBEr4dHpqexTKZSidxnrJRWvrjCTxCRZn6kg6nCzIt-kCY1Ndb-nL3rMqEqNA-yqJ9eNk93I9G0za-fdjC4TiFih1e6jYhBzK5fK0q3nAOZfWvH5GbIBiKrgvV5AwuWQwIfnkwus/s1600-h/anak+depresi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFT9peBEr4dHpqexTKZSidxnrJRWvrjCTxCRZn6kg6nCzIt-kCY1Ndb-nL3rMqEqNA-yqJ9eNk93I9G0za-fdjC4TiFih1e6jYhBzK5fK0q3nAOZfWvH5GbIBiKrgvV5AwuWQwIfnkwus/s200/anak+depresi.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Kebiasaan tidur siang bagi anak-anak kini sudah banyak ditinggalkan karena khawatir tidur siang akan membuat anak sulit tidur malam. Jangan tinggalkan tradisi tidur siang untuk anak, karena kebiasaan itu bisa meredam perilaku hiperaktif, gelisah dan depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dr.Brian Crosby dari Pennsylvania State University meneliti beberapa anak yang tidak tidur siang cenderung menunjukkan gejala psikologis yang buruk. Tapi sayang banyak anak berhenti tidur siang setelah usia 4 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Saya bisa menjelaskan secara singkat tentang keluarga yang anak-anaknya tidak tidur siang dan memiliki berbagai alasan mengapa anak-anak tersebut tidak bertahan lama tidur siangnya,&quot; kata Dr Brian seperti dikutip dari &lt;i&gt;Reuters&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa keluarga tidak suka anaknya tidur siang karena akan mempengaruhi waktu tidur malamnya, dan beberapa keluarga memiliki jadwal yang padat sehingga tidak ada waktu yang bisa dialokasikan untuk membuat anak tidur&lt;br /&gt;
siang secara teratur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada penelitian ini didapatkan perilaku anak yang tidak tidur siang lebih signifikan mengalami gejala hiperaktif, gelisah dan depresinya. Namun diakui hasil dari penelitian ini tidak bisa membuat kesimpulan apapun secara langsung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mungkin anak-anak yang lebih hiperaktif, pemarah dan lainnya karena anak-anak tidak tidur siang atau tidak tenang untuk tidur siang. Ini merupakan hal yang penting untuk diteliti lebih lanjut lagi,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Namun, hal ini sangat mungkin bahwa tidur siang itu penting untuk mengoptimalkan fungsi sehari-hari anak-anak pada masa perkembangannya,&quot; lanjut Dr Crosby.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dr Brian merekomendasikan sebaiknya para orang tua menanyakan langsung ke anak usia pra-sekolah apakah anak-anak tersebut perlu tidur siang atau tidak. Hal ini harus dipertimbangkan secara bersama-sama mengenai total waktu tidur dan kualitas tidur anak-anak untuk mengetahui apakah tidur siang berfungsi dengan baik atau tidak. &lt;br /&gt;
&lt;input id=&quot;gwProxy&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;input id=&quot;jsProxy&quot; onclick=&quot;jsCall();&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div id=&quot;refHTML&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id=&quot;gwProxy&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;input id=&quot;jsProxy&quot; onclick=&quot;jsCall();&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div id=&quot;refHTML&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id=&quot;gwProxy&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;input id=&quot;jsProxy&quot; onclick=&quot;jsCall();&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div id=&quot;refHTML&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;zemanta-pixie&quot; style=&quot;height: 15px; margin-top: 10px;&quot;&gt;&lt;a class=&quot;zemanta-pixie-a&quot; href=&quot;http://reblog.zemanta.com/zemified/2a0c6463-4afc-47b4-9ba4-0d89aa4e054b/&quot; title=&quot;Reblog this post [with Zemanta]&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Reblog this post [with Zemanta]&quot; class=&quot;zemanta-pixie-img&quot; src=&quot;http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=2a0c6463-4afc-47b4-9ba4-0d89aa4e054b&quot; style=&quot;border: medium none; float: right;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script defer=&quot;defer&quot; src=&quot;http://static.zemanta.com/readside/loader.js&quot; type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;input id=&quot;gwProxy&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id=&quot;jsProxy&quot; onclick=&quot;jsCall();&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;div id=&quot;refHTML&quot;&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/2010/01/redam-depresi-anak-dengan-tidur-siang.html</link><author>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFT9peBEr4dHpqexTKZSidxnrJRWvrjCTxCRZn6kg6nCzIt-kCY1Ndb-nL3rMqEqNA-yqJ9eNk93I9G0za-fdjC4TiFih1e6jYhBzK5fK0q3nAOZfWvH5GbIBiKrgvV5AwuWQwIfnkwus/s72-c/anak+depresi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061.post-6734447675119442903</guid><pubDate>Thu, 18 Feb 2010 12:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-18T04:35:00.286-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berat Badan</category><title>Leukemia : Dipicu Oleh Bobot Bayi yang Ekstrim</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEqKbu-P4y0s5EsXN7oqYl19tfHtTb3vvzQNfrC3cFLBVRk1wTKw_2JPKZGh2GmzU0Y192meVy7zgT0NYjoVT08FWY3o4cN2L2BNXN8Aw39K3NRd8UALM3YdGvIen7qhMCXXmNi9W5dsI/s1600-h/baby+fat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEqKbu-P4y0s5EsXN7oqYl19tfHtTb3vvzQNfrC3cFLBVRk1wTKw_2JPKZGh2GmzU0Y192meVy7zgT0NYjoVT08FWY3o4cN2L2BNXN8Aw39K3NRd8UALM3YdGvIen7qhMCXXmNi9W5dsI/s200/baby+fat.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Gejala leukemia atau penyakit kanker darah ternyata sudah muncul sejak dalam rahim. Indikasi itu makin tersambung jika bayi yang dilahirkan memiliki bobot tubuh ekstrim alias terlalu kurus atau terlampau gemuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para peneliti menemukan hubungan antara berat badan bayi baru lahir yang ekstrim dengan peningkatan risiko leukimia dan &lt;em&gt;leukimia lymphoblastic akut&lt;/em&gt; (ALL). Risiko peningkatan &lt;em&gt;leukimia myeloid akut&lt;/em&gt; (AML) juga terjadi pada berat badan bayi baru lahir yang terlalu tinggi ataupun terlalu rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dr. Robert W Caughey dari Harvard School of Public Health dan Dr. Karin B Michels dari Brigham and Women&#39;s Hospital Boston, dalam 32 penelitiannya menguji hubungan antara berat badan bayi baru lahir, anak-anak leukimia, ditambah ALL dan AML yang merupakan 2 subtipe dari leukimia yang paling umum. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada analisis ini dilibatkan 16.501 kasus dari semua jenis leukimia, 10.974 kasus ALL dan 1832 kasus AML. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan bayi baru lahir dengan berat normal, bobot bayi baru lahir yang terlalu berat ternyata mempunyai risiko terkena keseluruhan tipe leukimia sebesar 35%, sedangkan risiko terkena tipe ALL sebesar 23% dan 40% untuk risiko tipe AML.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk setiap peningkatan 1.000 gram atau 1 kilogram berat badan bayi terdapat penambahan rasio peningkatan keseluruhan tipe leukimia sebesar 1,18%.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara bayi baru lahir yang berbobot rendah tidak dihubungkan dengan keseluruhan tipe leukimia atau tipe ALL. Berat bayi yang rendah hanya rentan risiko tipe AML yang rasionya sebesar 49%.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Penelitian ini mendukung catatan bahwa anak-anak yang menderita leukimia prosesnya telah dimulai sejak dalam kandungan. Berat badan bayi merupakan tanda untuk setiap kejadian selama masa kehamilan yang mungkin mempunyai efek pada risiko leukimia pada anak,&quot; ujar Michels seperti dikutip dari&lt;em&gt; Reuters&lt;/em&gt;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini, kata Michels menjadi sangat penting untuk menginvestigasi faktor apa dalam rahim yang memainkan peranan pada efek risiko leukimia. Karena risiko leukimia mungkin juga diakibatkan oleh faktor epigenetik, modifikasi gen ataupun perubahan sequence dari DNA itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Modifikasi epigenetik, termasuk penambahan molekul seperti metil pada DNA tulang belakang dan faktor lainnya juga bisa secara langsung mempengaruhi ekspresi dari genom.vfb/det&lt;br /&gt;
&lt;input id=&quot;gwProxy&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id=&quot;jsProxy&quot; onclick=&quot;jsCall();&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;div id=&quot;refHTML&quot;&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/2010/02/leukemia-dipicu-oleh-bobot-bayi-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEqKbu-P4y0s5EsXN7oqYl19tfHtTb3vvzQNfrC3cFLBVRk1wTKw_2JPKZGh2GmzU0Y192meVy7zgT0NYjoVT08FWY3o4cN2L2BNXN8Aw39K3NRd8UALM3YdGvIen7qhMCXXmNi9W5dsI/s72-c/baby+fat.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061.post-7366733459993652155</guid><pubDate>Mon, 08 Feb 2010 09:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-08T01:06:00.942-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Batuk</category><title>Batuk Pilek, Sembuh dan Terkena Lagi!!</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSstQNm0sRPGQm8TvbFkmLtiQyL6bLPPmaC8WJbD9I3KRcyL_bLl57eyQ1enG4zwpPM6hlAVCxAqfhRYp1uXjQWj7eVI8yiJWZ7cRw4EiSup0JO5fKvskrECVMgX9P8cPgu2rr127cBzE/s1600-h/batuk.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSstQNm0sRPGQm8TvbFkmLtiQyL6bLPPmaC8WJbD9I3KRcyL_bLl57eyQ1enG4zwpPM6hlAVCxAqfhRYp1uXjQWj7eVI8yiJWZ7cRw4EiSup0JO5fKvskrECVMgX9P8cPgu2rr127cBzE/s200/batuk.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Kemungkinan penyebab batuk pilek ada dua kalau tidak infeksi ya alergi.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;BATUK&lt;/strong&gt; pilek merupakan salah satu penyakit &quot;langganan&quot; si kecil. Baru saja kemarin sembuh, eh sebulan kemudian terjangkit lagi. Tak perlu khawatir berlebihan, anak balita yang terpapar batuk pilek 6 sampai 8 kali per tahun atau 2 bulan sekali masih dianggap wajar. Yang tidak normal kalau sudah satu bulan sekali apalagi kalau 1 bulan 2 kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frekuensi batuk pilek umumnya akan menurun sendiri seiring bertambahnya usia anak dan semakin baik sistem pertahanan tubuhnya. Tentu ini dengan catatan, bila asupan gizinya baik, waktu istirahatnya cukup dan anak tidak melakukan aktivitas berlebihan serta daya tahan tubuhnya makin kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batuk-pilek sendiri merupakan gejala di saluran napas (respiratorik), terutama saluran napas bagian atas. Secara garis besar penyebabnya ada dua, yakni infeksi dan alergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;BATUK PILEK INFEKSI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Penyebab: si kecil diserang jasad renik, seperti kuman, mikroba atau virus. Namun penyebab terbesar adalah virus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Ciri khas: demam dan tubuh pegal-pegal/ngilu (balita biasanya tidak dapat mengungkapkan gejala yang disebut terakhir).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Rentang waktu kesembuhan: 2-3 hari dengan catatan anak diberi asupan gizi yang mencukupi, istirahat yang baik dan melakukan semi bedrest (tidak sekolah dulu, tidak main- dulu/aktivitas dibatasi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Pengobatan: sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya. Maka itu pengobatan terbaik adalah dengan cara banyak istirahat dan minum banyak serta tentu saja dengan meningkatkan daya tahan tubuh si kecil. Dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp.A., dari Pusat Asma Anak, RSCM-FKUI menegaskan, pengobatan tebaik batuk pilek adalah dengan &quot;mengusir&quot; akar penyebabnya bukan gejalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi kalau si kecil terkena radang tenggorokan maka yang harus disembuhkan ya radangnya bukan gejala-gejala yang mengikutinya, seperti batuk berdahak, pilek dan lainnya. Berkaitan dengan itu, Darmawan kurang menyetujui pemberian obat-obatan semacam pereda batuk (antitusif) atau obat pereda flu. &quot;Itu sama saja dengan mengusir &#39;dewa penolong&#39;. Jangan lupa batuk-pilek sebenarnya adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan penyakit dan mengamankan saluran pernapasan. Jadi batuk pilek itu adalah &#39;kawan baik&#39; manusia. Bayangkan kalau tidak ada batuk pilek justru kita akan &#39;tenggelam&#39; dalam lendir sendiri. Karena itu, cara pengobatan yang terbalik (hanya mengobati gejala dan bukan penyebabnya) adalah tidak efektif. Yang benar adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh anak sehingga mampu mengusir kuman, bakteri, virus yang masuk ke dalam tubuh!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;BATUK PILEK ALERGI :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila batuk pilek si kecil berkelanjutandalam artian lebih dari 3 hari belum juga sembuhkemungkinan besar batuk-pileknya disebabkan alergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Penyebab: reaksi berlebihan pada saluran napas (hidung/tenggorokan) terhadap suatu pencetus (lihat boks).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;WARNA INGUS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata warna ingus dan dahak memiliki arti tersendiri, yakni:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Putih atau bening: menunjukkan sebagai awal terjadinya atau terpaparnya penyakit&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Keruh kekuning kuningan: sudah ada &quot;pertempuran&quot; antara antibodi dan penyakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Hijau: tanda batukpilek akan sembuh. Warna hijau menunjukkan di dalam ingus/dahak terdapat bakteri, mikroba, virus yang mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;TAK PERLU ANTIBIOTIK&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batuk pilek yang berlangsung lama terkadang membuat khawatir orangtua (terlebih yang belum memahami bahwa kebanyakan pencetusnya adalah alergi). Mereka pun akhirnya melakukan doctor shopping (gonta-ganti dokter). Toh, itu terkadang bukan solusi terbaik. Apalagi bila dokter yang dikunjungi malah meresepkan antibiotik. Seperti dikatakan Darmawan &quot;Apa yang terjadi di atas adalah sindrom teh botol. Iklan teh botol kan bunyinya, apa pun makannya, minumnya teh botol. Begitu juga dengan contoh di atas, apa pun penyakitnya, obatnya adalah antibiotik.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal untuk mengobati batuk-pilek, tidak perlu sampai gonta-ganti dokter apalagi sampai mengonsumsi antibiotika. Obatnya mudah kok, yaknisekali lagimeningkatkan daya tahan tubuh anak dengan cara memberinya asupan yang bergizi, perbanyak minum dan istirahat yang cukup serta tentu hindari pencetus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;ANEKA PENCETUS ALERGI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Darmawan, faktor pencetus alergi terbagi tiga, yaitu lingkungan, makanan, dan hal lainnya. Berikut beberapa contohnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Debu rumah dan tungau. Biasa terdapat pada karpet bulu, boneka bulu, gorden, tumpukan koran/majalah/buku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Kapuk pada kasur, bantal, guling, boneka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Asap, bisa karena asap rokok, asap dari dapur, obat nyamuk, sampah, dan kendaraan bermotor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Rontokan bulu binatang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Renovasi rumah; debu bangunan, semen, hingga bahan kimia lainnya, seperti pada cat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Makanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Makanan/minuman dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Permen dengan segala variasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Cokelat dan segala olahannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Aneka bahan penyedap rasa buatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Gorengan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Kacang dengan segala olahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Hal-hal lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Infeksi respiratorik akut; flu/batuk-pilek-demam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Kelelahan atau stres baik fisik maupun psikis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Aktivitas fisik berlebihan seperti berlarian, teriak-teriak, menangis, tertawa berlebihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Perubahan musim atau pancaroba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;CIRI ALERGI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Ciri khas batuk-pilek alergi: batuk &quot;membandel&quot;/susah sembuh, timbul berulang dalam rentang waktu yang pendek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Rentang waktu penyembuhan: lebih dari dua minggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Pengobatan: hindari pencetusnya sebisa mungkin maka anak akan sembuh dengan sendirinya. Bahkan bila berhasil menghindarinya 100% batuk-pilek si kecil tidak akan kambuh lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Catatan: Bisa saja pada awalnya anak terkena batuk pilek yang disebabkan infeksi (ada virus/bakteri/jasad renik lain yang masuk ke dalam tubuhnya), namun bila dalam 3 hari tidak sembuh maka sumber utamanya adalah alergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;WASPADAI ASMA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk lebih meyakinkan apakah benar si kecil memiliki bakat alergi, lakukan investigasi sederhana yakni dengan merunut siapa dari kedua keluarga kita yang memiliki riwayat alergi. Ini berarti termasuk melihat riwayat kesehatan paman, bibi, hingga kakek-nenek. &quot;Jika ada, kemungkinan anak kita memang benar mempunyai alergi dan itu berarti berisiko besar sebagai pengidap asma,&quot; kata Darmawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ciri-ciri anak pengidap asma adalah: sesak napas/ mengeluarkan bunyi mengi, batuk malam hari yang mengganggu tidur padahal siangnya &quot;normal&quot;, kadang batuk disertai muntah (terutama pada anak balita), terjadi batuk pasca beraktivitas yang melelahkan serta gejala bisa membaik tanpa atau dengan obat. Gejala-gejala ini sering disalahartikan sebagai vlek paru karena foto rontgen kerap menunjukkan gambaran vlek pada paru-parunya. Padahal, jelas Darmawan, hasil foto rontgen tidak bisa dipercaya 100%. &quot;TBC pada anak hanya bisa dibuktikan dengan tes Mantoux. Batuk yang sering dan lama pada anak tidak bisa disamakan dengan orang dewasa. Pada orang dewasa, batuk lama bisa jadi TBC. Tapi pada anak-anak, kemungkinan besar adalah alergi alias batuk asma.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya penanganan asma yang efektif adalah dengan mengendalikannya. Jangan lupa, asma merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Kalaupun ada obat hanya sebatas sebagai pereda dan pengendali. Lantaran itu, penderita asma mesti melakukan pola hidup yang benar, Kembali pada makan makanan yang sehat, minum cukup, olahraga teratur, dan hindari pencetus.&lt;strong&gt;GS/kmps&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;input id=&quot;gwProxy&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id=&quot;jsProxy&quot; onclick=&quot;jsCall();&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;div id=&quot;refHTML&quot;&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/2010/02/batuk-pilek-sembuh-dan-terkena-lagi.html</link><author>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSstQNm0sRPGQm8TvbFkmLtiQyL6bLPPmaC8WJbD9I3KRcyL_bLl57eyQ1enG4zwpPM6hlAVCxAqfhRYp1uXjQWj7eVI8yiJWZ7cRw4EiSup0JO5fKvskrECVMgX9P8cPgu2rr127cBzE/s72-c/batuk.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061.post-6516357292298386570</guid><pubDate>Fri, 29 Jan 2010 06:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-28T22:10:00.926-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Makanan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">obat-vaksin-vitamin-suplemen</category><title>Anak Butuh Suplemen Serat</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2usXmrHsdrMsYBicc-SvBf_kdJVALn5BnX_675AGxIEpu0pxD-xfIRLCYY3PRqNeEuh-yOjgJwH12GVoHLvpXJodzlT8hUuf15vYMWk-dhz33PiSimCDNk8VEpre3c26eACOsACvBMvU/s1600-h/suplemen+berserat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;142&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2usXmrHsdrMsYBicc-SvBf_kdJVALn5BnX_675AGxIEpu0pxD-xfIRLCYY3PRqNeEuh-yOjgJwH12GVoHLvpXJodzlT8hUuf15vYMWk-dhz33PiSimCDNk8VEpre3c26eACOsACvBMvU/s200/suplemen+berserat.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Bisa diberikan pada anak yang tak suka sayur dan buah. Selain memenuhi kebutuhan sayur, juga bermanfaat untuk merangsang nafsu makan anak.&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;DI PASARAN&lt;/b&gt; kini banyak beredar makanan-makanan suplemen serat. Bahkan, yang untuk anak. &quot;Sebetulnya, sekitar tahun 95-an sudah ada suplemen serat buat anak di Indonesia, yaitu dalam bentuk ekstrak sayur dan buah. Tapi, karena krismon, produk tersebut menghilang dari pasaran. Mungkin karena barang impor, harganya mahal,&quot; papar dr. Mariani Leman, Division Sales Manager Healthfood Pharos Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu itu, lanjutnya, suplemen serat tersebut masih berupa gabungan antara sayur dan buah. Namun kini, suplemen serat yang diimpor sudah terpisah-pisah. Ada yang serat dari ekstrak sayur, ada pula yang serat dari ekstrak buah. Sebab, dari hasil penelitian di Amerika, masing-masing punya fungsi sendiri-sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kalau digabung, malah bertolak belakang karena sayur berfungsi untuk membangun sel-sel tubuh atau membangun perkembangan dan pertumbuhan, sedangkan buah berfungsi untuk membersihkan sisa-sisa metabolisme.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cara Pemberian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih jauh dijelaskan Mariani, waktu mengkonsumsi sayur dan buah berhubungan dengan keseimbangan asam-basa dalam tubuh. &quot;Pagi hari, tubuh bersifat basa, hingga lebih bagus diberikan suplemen serat buah yang bersifat asam. Namun sore atau setelah siang, kondisi tubuh sudah bersifat asam, maka harus mengkonsumsi sayur yang sifatnya basa. Dengan demikian, reaksi kimianya jadi netral.&quot; Itu sebab, tambahnya, suplemen serat dikonsumsi dua kali sehari: pagi yang buah sebelum makan dan malam yang sayur setelah makan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ini berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Bukankah membangun sel-sel tubuh lebih bagus di waktu malam? Sebab, dengan tidur dan beristirahat, metabolisme pun berjalan lebih optimal.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Mariani, suplemen serat dari sayur dan buah buat anak dianjurkan diberikan setelah anak usia setahun. Pemberiannya sehari sekali, baik buah maupun sayur, bila si anak berusia 1-5 tahun. Sementara untuk anak usia lebih dari 5 tahun, pemberian dalam sehari antara 1-2 kapsul. Jadi, boleh langsung 2-2 atau 1-1, tergantung kondisi tubuh si anak. Maksudnya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bila di musim hujan dan teman-teman si anak banyak yang batuk-pilek hingga si anak perlu daya tahan tubuh yang bagus, maka dosisnya boleh 2 dalam sekali makan untuk masing-masing suplemen tersebut. Tapi kalau sehari-hari tak ada apa-apa, maka sehari sekali juga cukup.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kondisi sakit pun, suplemen serat boleh diberikan. Tak masalah jika si kecil juga harus minum obat yang diresepkan dokter. &quot;Cuma dianjurkan minum obatnya diberi selang waktu minimal 3-4 jam.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misal, suplemen serat buah diminum pagi sebelum makan. Setelah itu, setengah jam kemudian makan dan dua jam kemudian minum obat dari dokter. Sementara yang suplemen serat sayur, &quot;Biasanya untuk anak kecil itu, kan, makannya sore. Nah, setelah makan boleh diberikan suplemennya. Sedangkan obat dokternya diminum sebelum si anak tidur.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Fungsinya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemberian suplemen serat sayur untuk anak, tutur Mariani, bertujuan mencukupi kebutuhan sayur pada anak. &quot;Terutama anak-anak yang tak suka makan sayur.&quot; Selain itu, tambahnya, suplemen serat ini juga bisa merangsang nafsu makan dan membuat anak jadi lebih sehat karena kebutuhan seratnya terpenuhi. Juga vitamin dan mineralnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jikapun selera makan anak sudah bagus, maka pemberian suplemen serat sayur lebih untuk mencukupi kebutuhan sayurnya. Bagaimana kalau si kecil sudah makan sayur? &quot;Enggak apa-apa juga, kok, karena fungsi tiap sayur berbeda-beda. Paling dalam makanan anak hanya ada dua-tiga macam sayur atau bahkan cuma semacam. Sementara dalam suplemen serat sayur, jenis sayurnya bisa sampai 21 macam, lo.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, dengan sayuran/buah yang banyak ini, yang fungsinya berbeda-beda, maka manfaatnya pun beragam. Misal, sayur parsley, seledri air, dan asparagus juga berfungsi sebagai anti alergi. &quot;Jadi, tidak akan timbul alergi.&quot; Sementara suplemen serat buah berfungsi menambah daya tahan tubuh anak. &quot;Biasanya anak yang sering batuk-pilek dan demam, kita anjurkan minum suplemen yang buah.&quot; Selain itu, juga dapat membantu memperlancar pencernaan dan buang air besar karena ada enzim bromelain dari buah nanas dan enzim papain dari pepaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ekstrak Sayur/Buah Alami&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentunya, papar Mariani lebih lanjut, tujuan pemberian suplemen serat pada anak bisa tercapai hanya bila suplemen tersebut terbuat dari betul-betul ekstrak sayur/buah alamiah. Itu sebab, bentuknya biasanya bukan tablet isap manis atau sirup yang ada pelarut, pemanis, maupun zat pengawetnya, tapi berupa kapsul. &quot;Jadi, buah atau sayur alami ini diekstrak pada suhu dingin sampai menjadi bubuk, lalu dimasukkan ke kapsul. Tentunya dengan proses dan cara canggih yang dilakukan di Amerika dan bahan-bahannya pun diambil dari perkebunan khusus yang tak ada pestisida dan segala macamnya. Bahkan produk suplemen serat sayur dan buah untuk anak juga sudah diakui oleh FDA di sana. Artinya ini, sesuai dengan kebutuhan serat per hari yang proporsional dalam tubuh dan dilengkapi dengan vitamin, mineral dan unsur-unsur phytonutrient dari buah dan sayur.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena terbuat dari ekstrak sayur/buah alami, menurut Mariani, maka sama saja dengan makan sayur/buah yang alamiah. Apalagi, rasanya pun, ya, rasa sayur/buah. Memang, diakuinya, makanan yang asli lebih bagus daripada suplemen. Tapi, seperti sudah diuraikan di atas, tak semua anak suka makan sayur. Selain itu, tujuan pemberian suplemen serat untuk mencukupi kebutuhan serat. Sementara anak, dalam makanannya paling hanya terdapat satu atau dua macam sayur. Nah, dengan mengkonsumsi suplemen serat sayur dan buah, maka kebutuhan serat, vitamin dan mineral pada anak dapat terpenuhi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahwa anak balita belum bisa minum kapsul, &quot;Tak masalah,&quot; ujar Mariani seraya melanjutkan, &quot;Bukankah kapsul bisa dibuka dan diambil isinya? Pemberiannya bisa dicampur madu, sirup atau air gula. Bahkan, dicampur dengan susu pun boleh. Tapi untuk yang sayur, sebaiknya tak dicampur karena bau sayurnya, hingga nanti malah anak tak suka dengan susunya.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Akibat Kekurangan Dan Kelebihan Serat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebetulnya, terang dr. Sri Nasar, Sp.A(K) dari Subbagian Nutrisi dan Metabolik FKUI, Jakarta, serat termasuk jenis karbohidrat yang tak dicerna di usus halus, melainkan di usus besar. Volumenya besar dan menjadi lebih besar karena menyerap air hingga membuat usus teregang dan akan merangsang usus untuk bergerak. Itulah mengapa, kalau anak kekurangan konsumsi serat, pergerakan usus tak dirangsang. Akibatnya, seringkali BAB pada anak kurang lancar alias susah BAB. Normalnya BAB itu sehari sekali. Tapi kalau kurang serat, bisa jadi BAB terkadang beberapa hari atau bahkan sampai seminggu sekali.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun sebaliknya, karena serat bersifat menyerap air, jadi kalau terlalu banyak serat dalam usus besar, maka dibutuhkan air lebih banyak. Kalau tidak, anak pun tak bisa BAB, karena kotorannya jadi keras atau padat, bahkan terkadang bisa terjadi sumbatan. &quot;Jadi, kekurangan atau kebanyakan serat akibatnya bisa sama, anak susah BAB.&quot; Saran Sri, segala sesuatu sebaiknya yang wajar saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, serat di dalam usus besar akan dihancurkan oleh bakteri dan pada akhirnya membentuk gas. &quot;Jadi, kalau anak kebanyakan makan serat akan membentuk banyak gas. Anak bisa kembung dan rasanya jadi tak enak.&quot; Jeleknya lagi, kebanyakan serat membuat anak jadi kenyang duluan, hingga makanan wajib lainnya tak dimakan. Akibatnya, kebutuhan nutrisinya tak terpenuhi. Apalagi kalau anak juga kurang gizi. &quot;Lain halnya kalau anak kegemukan, mungkin tak apa-apa.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Yang Alami Lebih Baik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Sri, bagaimanapun, serat yang langsung berasal dari makanan alami ini akan lebih baik. Sebab, suplemen serat tetap tak mungkin sama dengan serat alami. &quot;Mungkin saja kandungan zat gizinya tetap sama. Itu pun kalau betul-betul dibuat dari ekstrak zat itu sendiri, misal, jus buah atau sayur. Bukan yang buatan pabrik dari buah/sayur ataupun yang dibuat secara reaksi kimia atau sintetis.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebab, tentunya tetap akan berbeda rasanya, makan wortel asli dengan makan kapsul suplemen wortel. &quot;Wortel harus dikunyah, anak bisa merasakan dengan menggigitnya dan ada rasa wortelnya, sedangkan suplemen tak bisa menyamainya. Jadi, dalam hal yang nonnutrisi, seperti rasa serta aroma, tekstur, dan konsistensi, tetap tak bisa disamai.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, diakui Sri, suplemen serat bisa saja untuk menggantikan serat dari makanan, tapi tak bisa menggantikan sepenuhnya fungsi sayur dan buah. Pasalnya, di dalam sayur dan buah bukan hanya ada serat, tapi juga vitamin dan sedikit kalori. Jangan lupa, makanan untuk anak yang paling utama harus merupakan gizi seimbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi pula, seperti diungkap tadi, dengan memakan secara alami, misal, apel atau mangga, anak akan tahu rasanya apel dan mangga. Jadi, dapat memperkaya khasanah selera anak. &quot;Karena satu hal inilah yang tak bisa digantikan. Hingga, bila kita tak membina pengembangan alat perasa pada anak, akibatnya anak tak tahu rasa apel, mangga, dan lainnya.&quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penulis : Dedeh Kurniasih.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;input id=&quot;gwProxy&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;input id=&quot;jsProxy&quot; onclick=&quot;jsCall();&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div id=&quot;refHTML&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id=&quot;gwProxy&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id=&quot;jsProxy&quot; onclick=&quot;jsCall();&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;div id=&quot;refHTML&quot;&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/2010/01/anak-butuh-suplemen-serat.html</link><author>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2usXmrHsdrMsYBicc-SvBf_kdJVALn5BnX_675AGxIEpu0pxD-xfIRLCYY3PRqNeEuh-yOjgJwH12GVoHLvpXJodzlT8hUuf15vYMWk-dhz33PiSimCDNk8VEpre3c26eACOsACvBMvU/s72-c/suplemen+berserat.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061.post-1083025210471840504</guid><pubDate>Tue, 19 Jan 2010 05:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-18T21:39:00.739-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Air Susu Ibu ( ASI )</category><title>Menyusui Yang Baik : Cukup 10 Menit Tapi Teratur</title><description>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqvg5yopSBx5zDYalzoiBGmPdu5X_8d8JaqYZKK57i0JwaF565X4qz_dtlzGqcFA0QdkRb2nJ_d8rCxP3XaZHTq-lwYaz6xNQPH1mcYtD8EsATEgZvLfD6EZ6S029_rvp3s_S4WSai6p0/s1600-h/breastfeed.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqvg5yopSBx5zDYalzoiBGmPdu5X_8d8JaqYZKK57i0JwaF565X4qz_dtlzGqcFA0QdkRb2nJ_d8rCxP3XaZHTq-lwYaz6xNQPH1mcYtD8EsATEgZvLfD6EZ6S029_rvp3s_S4WSai6p0/s200/breastfeed.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;MENYUSUI&lt;/b&gt; bayi berlama-lama kerap dilakukan para ibu dengan maksud dan tujuan beragam.&amp;nbsp; Ada yang melakukannya supaya bayi kenyang, nyaman atau pun untuk membuat tertidur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyusui dengan menuruti keinginan bayi atau dikenal dengan istilah &lt;i&gt;baby-led method&lt;/i&gt; ini biasanya banyak direkomendasikan bagi para ibu baru.&amp;nbsp; Namun begitu, metode ini belum tentu yang terbaik bagi sang ibu maupun bayi.&amp;nbsp; Bahkan menurut sebuah riset di Inggris, menyusui dengan tempo singkat tetapi teratur justru lebih baik dan efektif bagi penambahan berat badan bayi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti dilaporkan dalam jurnal &lt;i&gt;&lt;b&gt;Archives of Disease in Childhood, &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;metode ´short breastfeed´ diklaim lebih bermanfaat daripada menyusui hanya&amp;nbsp; semata menuruti keinginan bayi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulan ini diambil peneliti asal Bradford yang memantau aktivitas&amp;nbsp; 36 ibu yang memberi ASI ekslusif.&amp;nbsp; Peneliti menemukan, pemberian ASI secara teratur hingga maksimal 10 menit untuk setiap sesi menghasilkan peningkatan&amp;nbsp; berat badan signifikan serta rata-rata menyusui yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun begitu, para bidan di Inggris berpendapat bahwa metode ´short breastfeed´ ini tidak akan dapat diterapkan pada semua ibu menyusui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peneliti, yang dipimpin Dr Anne Walshaw, mencatat bahwa rendahnya penambahan berat badan pada bayi yang memperoleh metode ´baby-led´ merupakan fakta yang banyak terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk itulah, para dokter di Bradford merekrut 36 ibu untuk dilibatkan dalam riset.&amp;nbsp; Setengah dari partisipan diinstruksikan menyusui ketika bayi meminta dan menawarkannya lagi jika bayi masih menunjukkan tanda-tanda lapar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setengah partisipan lainnya diinstruksikan menyusui maksimal 10 menit dan setiap sesi bisa berjarak tiga jam pada siang hari dan, bila perlu boleh dilakukan di malam hari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Riset menunjukkan, kurang dari 50 persen bayi pada kelompok yang mendapat metode ´baby-led´ masih menyusui setelah sekitar 3 bulan. Sementara bayi yang mengikuti metode tradisional prosentasenya mencapai tiga perempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, para bayi di kelompok ´baby-led´ dan yang menyusui lebih dari 10 menit setelah sesi pertama, keduanya mencatat penambahan berat yang kurang baik dalam usia enam hingga delapan pekan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peneliti mengindikasikan, metode ´baby-led´ dapat mengganggu sistem tubuh ibu dalam memproduksi ASI.&amp;nbsp; Para ibu memerlukan hormon&amp;nbsp; oksitosin yang berfungsi memacu sejenis ketenangan atau refleks, yang menyebabkan air susu beredar dari sel-sel payudara melalui pembuluh hingga puting payudara. Jika bayi tetap menyusui dalam waktu lama, produksi oksitosin akan terhambat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peneliti juga menjelaskan, jika bayi tidak mendapat ASI susulan atau &lt;i&gt;second breast&lt;/i&gt;, payudara ibu akan penuh pada setiap kali menyusui.&amp;nbsp; Selain itu tubuh akan menghasilkan protein yang akan menghentikan produksi susu, sehingga hal in akan mengganggu proses pemberian AS selama berjam-jam bahkan berhari-hari.&lt;b&gt;AC/bbc&lt;/b&gt;                                                        &lt;br /&gt;
&lt;input id=&quot;gwProxy&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;input id=&quot;jsProxy&quot; onclick=&quot;jsCall();&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div id=&quot;refHTML&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id=&quot;gwProxy&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input id=&quot;jsProxy&quot; onclick=&quot;jsCall();&quot; type=&quot;hidden&quot; /&gt;&lt;div id=&quot;refHTML&quot;&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/2010/01/menyusui-yang-baik-cukup-10-menit-tapi.html</link><author>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqvg5yopSBx5zDYalzoiBGmPdu5X_8d8JaqYZKK57i0JwaF565X4qz_dtlzGqcFA0QdkRb2nJ_d8rCxP3XaZHTq-lwYaz6xNQPH1mcYtD8EsATEgZvLfD6EZ6S029_rvp3s_S4WSai6p0/s72-c/breastfeed.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061.post-1175017611169180980</guid><pubDate>Tue, 12 Jan 2010 05:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-11T21:24:30.378-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Susu Formula</category><title>Susu Formula Tanpa Bakteri Sakazakii</title><description>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgf72WmV9c4tXOBmBSJAPZdu2UlSy55KU8wQsRnpDhvo_OscuBrVfBOen2sucUO0FvukfgUHzzGgoXUGkBBgZ91WNQjz-dhT5fwhtu2SO-dRLPVX0i5dhy1An6abHyqBXoZmTJ-OtfLaME/s1600-h/susu+formula.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgf72WmV9c4tXOBmBSJAPZdu2UlSy55KU8wQsRnpDhvo_OscuBrVfBOen2sucUO0FvukfgUHzzGgoXUGkBBgZ91WNQjz-dhT5fwhtu2SO-dRLPVX0i5dhy1An6abHyqBXoZmTJ-OtfLaME/s200/susu+formula.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Kalangan masyarakat resah atas temuan hasil penelitian awal oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) mengenai adanya dugaan sebagian susu formula tercemar oleh bakteri enterobacter sakazakii. Sebab, konsumsi susu formula bagi bayi dan anak di bawah usia lima tahun (balita) untuk mengoptimalkan tumbuh kembang relatif tinggi .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Masyarakat harus berhati-hati dalam membeli produk susu formula dan makanan bayi. Produk pangan yang tercemar enterobacter sakazakii membahayakan kesehatan bayi,&quot; kata Direktur Standardisasi Produk Pangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), Sri Irawati Susalit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Enterobacter sakazakii adalah bakteri gram negatif yang tahan panas dan tidak membentuk spora. Secara klinis, cemaran enterobacter sakazakii menimbulkan diare yang bila tidak diobati dapat menimbulkan dehidrasi dan dapat berakibat fatal pada kesehatan bayi dan anak balita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 2005, World Health Assembly (WHA) menginformasikan pada negara-negara anggota mengenai ada kemungkinan cemaran mikroba enterobact er sakazakii pada susu formula. WHA lalu mengeluarkan resolusi agar Badan Kesehatan Dunia (WHO) serta Badan Pangan dan Agrikultur (FAO) menyiapkan pedoman, pesan dan pelabelan produk tentang penyiapan penyimpanan dan penanganan susu formula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belakangan ini ramai diberitakan hasil riset dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut PertanianBogor (IPB) yang dimuat dalam situs IPB bahwa 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel) 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antara April - Juni 2006 telah terkontaminasi Enterobacter sakazakii. Sampel makanan dan susu formula yang di teliti berasal dari produk lokal. Sejumlah staf pengajar Fakultas Kedokteran Hewan IPB yang bergabung dalam penelitian ini antara lain Dr Sri Estuningsih, Drh.Hernomoadi Huminto MVS, Dr. I.Wayan T. Wibawan, Dr. Rochman Naim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penelitian ini menyimpulkan di Indonesia ada susu formula dan makanan bayi terkontaminasi E. Sakazakii yang menghasilkan enterotoksin tahan panas dan menyebabkan enteritis, sepsis dan meningitis pada bayi mencit. hasil pengamatan histopatologis yang diperoleh masih dibutuhkan penelitian senada yang lebih mendalam untuk mendukung hasil penelitian itu. Sangat penting dipahami susu formula bayi bukan produk steril, sehingga penggunaan serta penyimpanannya perlu perhatian khusus untuk menghindari kejadian infeksi karena mengkonsumsi produk itu .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkait hasil kajian ilmiah itu, Irawati menyatakan Badan POM melakukan pengawasan susu formula secara rutin setiap tahun di semua laboratorium Balai Besar POM di berbagai daerah. &quot;Kami mengawasi susu formula melalui evaluasi premarket sebelum izin edar dan kontrol setelah produk beredar, ujarnya.&quot; Pemeriksaan cemaran mikroba merupakan bagian dari pemeriksaan rutin lembaga itu terhadap produk pangan, termasuk susu formula.EVY/kmps</description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/2010/01/susu-formula-tanpa-bakteri-sakazakii.html</link><author>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgf72WmV9c4tXOBmBSJAPZdu2UlSy55KU8wQsRnpDhvo_OscuBrVfBOen2sucUO0FvukfgUHzzGgoXUGkBBgZ91WNQjz-dhT5fwhtu2SO-dRLPVX0i5dhy1An6abHyqBXoZmTJ-OtfLaME/s72-c/susu+formula.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061.post-7085479469942849666</guid><pubDate>Mon, 28 Dec 2009 12:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-28T04:40:00.655-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pengasuh anak</category><title>Memilih Pengasuh Anak</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih pengasuh anak bukan masalah mudah. Cermati yang sesuai bagi si kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi ibu bekerja, hadirnya pengasuh anak adalah kebutuhan utama. Mereka ini mendampingi si kecil tumbuh kembang. Juga membantu menciptakan suasana rumah yang bersahabat dan nyaman bagi anak. Namun, mencari orang yang tepat tidaklah mudah. Bagaimana Anda menyeleksinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Berbagai pilihan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang Anda rasa tepat mengasuh si kecil? Berbagai pilihan dapat Anda pertimbangkan, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pembantu rumah tangga&lt;br /&gt;Pembantu rumah tangga (PRT) merupakan pilihan favorit para ibu karena tenaga mereka lebih murah. Sayangnya kemampuan seorang PRT biasanya terbatas. Maklum, tingkat pendidikan mereka pun juga terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Babysitter&lt;br /&gt;Biasanya keterampilan mereka di atas kemampuan PRT, karena sudah mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi. Meski kenyataan tidaklah selalu demikian. Untuk menghindari ini, sebaiknya pilihlah yayasan penyalur babysitter yang baik sesuai rekomendasi orang yang dapat dipercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Nanny&lt;br /&gt;Nanny dapat diterjemahkan sebagai perawat anak yang punya pendidikan dan pelatihan khusus dalam standar tertentu. Ia tidak hanya mampu menjaga anak, namun juga mengajak anak bermain atau belajar sesuai tingkat pendidikan si kecil. Memang syarat sebagai nanny minimal lulus SMA. Namun biaya yang dikeluarkan untuk menyewa nanny lebih mahal dari dua alternatif sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Governess&lt;br /&gt;Governess memiliki kemampuan di atas nanny. Ia dapat diharapkan menjadi guru privat bagi si kecil selama 24 jam sehari, karena syarat seorang governess adalah menguasai pendidikan dasar, termasuk pendidikan sopan santun dan etika. Tentu saja menggunakan jasa governess perlu biaya sangat tinggi sesuai keterampilan, pikiran dan tenaga yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Hati-hati memilih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa pun pilihan Anda, yang penting carilah referensi dari teman atau saudara yang merasa puas terhadap kinerja pengasuh anak dari suatu yayasan tertentu. Perhatikan juga kontrak kerja dengan sang pengasuh. Ajukan klausul tambahan jika Anda kurang sesuai dengan kontrak kerja yang ditawarkan. Setelah itu, cobalah menjalin hubungan dengan calon pengasuh sebelum memutuskan menggunakan jasanya. Minimal, cobalah ‘mengorek’ pribadinya melalui wawancara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika perlu, perhatikan bagaimana calon pengasuh berinteraksi dengan si kecil. Bagaimana reaksi anak terhadap calon pengasuhnya. Apakah ia terlihat senang atau takut? Siapa pun yang Anda pilih menjadi pengasuh si kecil, yang utama bagaimana penerimaan anak serta bagaimana sikap pengasuh menghadapi buah hati Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Pertanyaan Bagi Sang Calon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Apa motivasi menjadi pengasuh anak?&lt;br /&gt;- Harapan sebagai pengasuh dan kenyataan yang kerap ditemui di lapangan, serta bagaimana upayanya mengatasi hal tersebut.&lt;br /&gt;- Pengalaman kerja sebagai pengasuh anak.&lt;br /&gt;- Usia anak-anak yang pernah diasuh.&lt;br /&gt;- Alasan berhenti dari tempat terdahulu.&lt;br /&gt;- Pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan di yayasan.&lt;br /&gt;* Identitas diri dan cocokkan dengan kartu identitas yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Esthi Nimita Lubis(ayahbunda)&lt;/span&gt;</description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/2009/12/memilih-pengasuh-anak.html</link><author>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061.post-3159728363960300964</guid><pubDate>Mon, 21 Dec 2009 08:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-21T00:20:00.716-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kebersihan</category><title>Ah... Leganya Napasku!</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuping hidung si kecil adalah salah satu bagian yang mendukung kelancaran udara masukke dalam atau keluar dari tubuh. Makanya, kebersihannya harus selalu dijaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kotornya cuping hidung si kecil memang bukan perkara besar. Tapi, jika ada kotoran yang menyumbat, bisa-bisa ia malah jadi rewel. Bagaimana tidak, kegiatan bernapas atau mencium bau jadi terhambat. Padahal, penciuman adalah salah satu indera dasar yang digunakan bayi untuk mengenali dunia. Apalagi, dengan kemampuan penciumannya itu, ia belajar mengenali bunda tercinta dari bau tubuhnya. Disamping itu, ia juga jadi tahu bau susu atau makanan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Siapkan dulu piranti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal yang perlu diingat dalam membersihkan cuping hidung bayi. Jangan bersihkan cuping hidung terlalu dalam atau terlalu keras. Cuping bayi masih sangat lembut, sehingga jika Anda terlalu “bersemangat” membersihkannya, bisa-bisa cuping hidungnya terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum “acara” bersih-bersih dimulai, sebaiknya Anda siapkan semua alat bantu yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kain katun lembut atau saputangan yang ujungnya bisa dipilin agar “lancip”. Bisa juga Anda gunakan kapas bertangkai ( cotton buds ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mangkuk berisi air hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mangkuk kecil tempat membuang kapas bekas pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Jika si kecil pilek&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika selesma, hidung si kecil akan memproduksi lendir yang agak berlebihan. Jangan panik! Gangguan ini memang sering dialami bayi; kira-kira sampai 10 kali pada tahun pertama usianya. Pada saat ini, bayi akan bersin-bersin sebagai cara alami membersihkan hidungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika lendir masih banyak juga, mungkin Anda perlu menyedotnya dengan pipet khusus untuk menyedot lendir hidung bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Cara menggunakan : tekan bagian pompa pipet sampai kempis, lalu letakkan di salah satu lubang hidung. Lepas ujung pipet yang Anda tekan tadi hingga lendir tersedot ke dalam pipet. Angkat pipet dari hidung dan tekan lagi bagian pompa pipet untuk mengeluarkan lendirnya. Siapkan tisu untuk “menampung” lendir tersebut. Bersihkan dulu pipet, kemudian Anda mulai lagi dengan hidung lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Cara membersihkan: tekan dan lepas bagian pompa pipet berulang kali di dalam air sabun, kemudian bilas dengan air hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Retno W. Supriyadi (ayahbunda)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/2009/12/ah-leganya-napasku.html</link><author>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061.post-4203457296299219386</guid><pubDate>Fri, 11 Dec 2009 07:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-10T23:41:00.699-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perkembangan bayi</category><title>Refleks Bayi Baru Lahir, Modal Beradaptasi</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar gerakan yang “dipamerkan” bayi baru memang merupakan gerak refleks. Meski begitu, bekal penting ini banyak manfaatnya di kehidupan barunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dalam kandungan, bayi selalu mendapat kenyamanan dan kemudahan. Bagaimana tidak? Tubuhnya aman terlindung dalam kantung ketuban, serta segala sesuatunya, seperti bernapas dan “mengonsumsi” makanan sehat, dijamin 100% oleh sang bunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu lahir ke dunia, tepatnya setelah tali yang menghubungkan si kecil dan Anda terputus, mau tidak mau ia harus ‘berjuang’ sendirian. Makanya, organ-organ penting pendukung kehidupan harus mampu menjalankan tugasnya dengan sempurna. Nah, untuk melihat apakah organ tersebut sudah siap bertugas atau tidak, akan dilakukan pemeriksaan, yakni tes Apgar. Apa itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Tes Apgar, tes paling pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tes Apgar adalah serangkaian pemeriksaan untuk menilai kemampuan bayi baru lahir beradaptasi terhadap kehidupan di luar rahim bundanya. Ada 5 hal pokok yang diperiksa, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Appearance: Penampilan, yang dilihat dari warna kulit.&lt;br /&gt;* Pulse: Frekuensi denyut jantung.&lt;br /&gt;* Grimace: Usaha bernapas yang dilihat dari kuat lemahnya tangisan.&lt;br /&gt;* Activity: Aktif atau tidaknya tonus otot.&lt;br /&gt;* Reflex: Reaksi spontan atas rangsang yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, serangkaian pemeriksaan tadi masing-masing akan diberi nilai. Bila reaksi si kecil bagus, maka nilainya 2. Reaksi kurang baik bernilai 1, sedangkan reaksi buruk bernilai 0. Kesemua nilai tadi akan dijumlahkan, sehingga didapatlah hasil sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Nilai 10: Bayi memberi reaksi sangat baik pada semua pemeriksaan.&lt;br /&gt;* Nilai 7-10: Si kecil dianggap memiliki kemampuan adaptasi yang baik.&lt;br /&gt;* Nilai di bawah 7: Fungsi jantung dan paru-paru bayi tidak baik, sehingga perlu pertolongan.&lt;br /&gt;* Nilai 0: Bayi meninggal saat lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Bekal khusus yang ampuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tes Apgar memang pemeriksaan terhadap gerak refleks. Lalu apa istimewanya gerak refleks ini? Meski terlihat ringkih, setiap bayi baru lahir dibekali kemampuan khusus oleh Tuhan. Yaitu, gerak refleks, gerak yang dilakukan tanpa disadari si kecil. Gerak ini secara otomatis “dipamerkannya” begitu ada rangsang dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar gampang, coba saja perhatikan si kecil. Bukankah ia sudah bisa menggerak-gerakkan kedua tangan dan kaki, menggenggam, menendang, membuka mulut, menghisap, menangis, dan seabrek kebisaan lainnya. Ternyata gerak refleks sangat ampuh untuk mempertahankan dirinya di lingkungan baru plus jadi alat komunikasi pertama dengan lingkungannya. Bagaimana mungkin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal-awal kehidupannya, bayi sering menekuk kedua tangan serta kaki ke arah tubuhnya, sementara telapak tangan dan kakinya mengepal. Sebenarnya, ini pertanda ia lagi kedinginan. Maklumlah, selama ini ia kan berada di tempat yang super hangat dan nyaman, yaitu rahim Anda. Nah, dengan “berpose” seperti ini, sebenarnya si kecil berusaha mempertahankan dirinya terhadap lingkungannya. Apa itu? Mempertahankan kehangatan dan menjaga kestabilan suhu tubuhnya. Jadi, gerak refleks adalah media untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan di awal-awal kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan menangis? Ini refleks yang juga bisa dijadikan alat komunikasi. Biasanya sih, bayi menangis karena merasa tidak nyaman dengan tubuhnya. Entah karena lapar, kepanasan, merasa bising, atau popoknya basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;6 refleks yang wajib ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, ada 6 refleks penting yang harus dimiliki setiap bayi baru lahir, yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Refleks melangkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tubuh bayi dipegang pada bagian bawah ketiaknya dalam posisi tegak (pastikan kepalanya tertopang dengan baik!), lalu kakinya menyentuh bidang yang datar, secara otomatis si kecil akan meluruskan tungkainya seolah-olah hendak berdiri. Begitu tubuhnya dimiringkan ke depan, kakinya akan bergerak seakan-akan ingin melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Refleks mencari puting (rooting)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sudut bibir dan pipi bayi disentuh dengan tangan Anda, si kecil akan langsung memiringkan kepalanya ke arah datangnya sentuhan dengan mulut yang membuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Bila pipinya bersentuhan dengan payudara Anda, ia akan langsung memiringkan kepalanya dan mengarahkan mulutnya untuk mendapat ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Refleks menghisap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila bibirnya disentuh dengan ujung jari Anda, secara otomatis bayi akan membuka mulutnya dan mulai menghisap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Ketika puting susu masuk ke dalam mulutnya, ia akan langsung menghisap ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Refleks menggenggam (babinski)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau jari Anda diletakkan di tengah telapak tangan atau di bawah jari kakinya, secara otomatis ia akan menekuk dan mengerutkan jari-jarinya seolah-olah ingin menggenggam atau menjepit dengan erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Refleks moro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda memukul keras-keras atau menarik alas tidurnya serta mengangkat dan menurunkan tubuhnya secara mendadak, maka kedua tangan serta kakinya akan merentang dan menutup lagi. Bersamaan dengan itu, jemarinya pun menggenggam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Refleks leher asimetrik tonik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleks ini memang agak sulit terlihat. Meski begitu, bisa Anda amati. Caranya? Baringkan si kecil, lalu miringkan kepalanya ke kiri misalnya. Nah, tangan kiri bayi Anda akan segera merentang lurus ke luar, sedangkan tangan kanannya akan menekuk ke arah kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Refleks ini paling jelas terlihat saat si kecil berusia 2 bulan, namun akan menghilang saat usianya 5 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Hilang dengan sendirinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran gerak refleks pada bayi baru lahir memang amat penting, sehingga dokter akan memeriksanya dengan seksama. Selain melihat ada tidaknya refleks, ia juga akan memeriksa apakah gerak refleks si kecil muncul secara simetris atau tidak. Pemeriksaan ini besar artinya karena interpretasi terhadap gerak refleks hanya dapat dilakukan oleh orang yang benar-benar piawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, Anda bisa juga ikut memantau beberapa gerak refleks si kecil di rumah. Bukan apa-apa. Biar Anda tahu sejauh mana perkembangan fungsi sistem saraf pusat dan koordinasi motorik bayi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, ada beberapa refleks yang tidak akan seterusnya ada. Sejalan pertambahan usia plus pertumbuhan fisik dan kemampuan fungsi organ tubuhnya, beberapa refleks memang akan hilang. Atau, bisa juga gerak refleks tadi berkembang jadi gerakan yang lebih terkontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, bila masih ada saja refleks yang seharusnya sudah hilang di usia tertentu, segera konsultasikan ke dokter. Bisa jadi, ini menandakan adanya gangguan pada proses perkembangan si kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Nia L.T. &lt;/span&gt;</description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/2009/12/refleks-bayi-baru-lahir-modal.html</link><author>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061.post-5241278622808115695</guid><pubDate>Tue, 01 Dec 2009 08:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-01T00:19:00.514-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kebersihan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips-Kiat</category><title>Cermat Merawat Pusar</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu takut merawat tali pusar bayi baru lahir. Ikuti saja kiatnya berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa, sih, istimewanya organ ini sehingga jadi momok ibu baru? Di masa janin, pusar si kecil berupa tali dan fungsinya sebagai saluran suplai bahan makanan dari plasenta, sekaligus menyalurkan sisa metabolisme dan eksresi janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lahir, pemotongan tali pusar bayi yang dilakukan oleh dokter biasanya menyisakan ‘bagian’ sepanjang beberapa sentimeter, yang nantinya akan lepas dengan sendirinya. Biasanya, tali pusar lepas sekitar 10-21 hari setelah bayi lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tali pusar belum lepas, perlu dilakukan perawatan secara cermat agar tidak terjadi infeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jaga kebersihan area pusar dan sekitarnya, serta upayakan selalu dalam keadaan kering.&lt;br /&gt;- Gunakan kapas baru pada setiap basuhan.&lt;br /&gt;- Agar tali pusar lebih cepat lepas, gunakan kain kasa pada bagian pusar yang terus dibalut sehingga mendapat udara cukup.&lt;br /&gt;- Saat membersihkan, pastikan suhu kamar tidak terlalu dingin.&lt;br /&gt;- Agar praktis, kenakan popok dan atasan dari bahan kaos yang longgar.&lt;br /&gt;- Lakukan acara bersih-bersih ini 1–2 kali sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Persiapkan Perlengkapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum merawat pusar si kecil, siapkan dulu berbagai peralatan yang diperlukan.&lt;br /&gt;- Bola-bola kapas yang lembut dan steril.&lt;br /&gt;- Kain kasa yang bersih dan kering.&lt;br /&gt;- Air matang yang dingin.&lt;br /&gt;- Handuk lembut.&lt;br /&gt;- Popok bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Segera ke dokter!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungi dokter jika kulit di area sekitar pusar si kecil memerah dan panas seperti terbakar. Bisa jadi ada infeksi yang disebabkan jamur atau hal lain. Kalau penyebabnya memang benar-benar infeksi, biasanya akan diberikan sedikit betadine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Andi Maerzyda A.D. Th.&lt;/span&gt;</description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/2009/12/cermat-merawat-pusar.html</link><author>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061.post-5918339780375557600</guid><pubDate>Sat, 28 Nov 2009 11:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-28T03:06:00.556-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mom should know</category><title>Sembilan Kesalahan Ibu Baru</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Menjalani peran baru tidaklah mudah. Ada saja hal-hal yang semestinya tak dilakukan tapi terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi orang tua amat membahagiakan sekaligus membuat Anda gugup. Dibalik rasa bahagia, berputaran pertanyaan-pertanyaan seperti, “Bagaimana saya menjalani peran baru ini? Apa yang harus saya lakukan dalam merawat si kecil?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ibu baru, Anda tentu ingin melakukan yang terbaik buat si buah hati. Namun, secara tak sadar, Anda kerap melakukan hal-hal yang mestinya bisa Anda hindari. Berikut inisembilan hal yang biasa dilakukan ibu baru. Jangan tiru, hindarilah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;1. Terlalu mendengar nasihat orang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam minggu-minggu pertama sebagai ibu baru, Anda merasa gugup. Anda memerlukan betul masukan dari orang-orang di sekitar yang Anda kenal baik. Orang-orang di sekitar Anda pun cenderung memberi nasihat kepada orang tua baru seperti Anda. Ibu mertua, wah ini dia, mungkin menasihati agar Anda sebaiknya tidur dengan bayi Anda. Sebaliknya, kakak kandung Anda melarangnya. Anda pun bingung dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvin Rosenfels , M.D ., psikiater anak dan penulis buku Hyper-Parenting mengatakan, “Jika mengikuti setiap nasihat orang lain, Anda menghilangkan semua daya kreativitas Anda.” Ingatlah, intuisi sebagai orang tua adalah petunjuk terbaik bagi langkah yang akan Anda ambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;2. Mengharap pasangan mengerti kelelahan Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hari yang panjang dalam merawat anak (menyusui, menggendong, mengganti popok dan sebagainya), Anda merasa semestinya pasangan mengerti kelelahan Anda. Anda tampaknya perlu sepakat dengan pasangan untuk berbagi tugas dalam mengurus si kecil. Jangan pula lupa menyempatkan pergi berdua untuk lebih mendekatkan hubungan Anda dan pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;3. Berkorban tiada batas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyediakan waktu untuk diri sendiri perlu bagi ketenangan jiwa. Memang, Anda wajib merawat si kecil yang masih amat tergantung pada Anda. Tapi bukan berarti Anda tak boleh melakukan hal lain yang menyenangkan. Misalnya, menelepon teman lama atau keluar rumah untuk berbelanja atau berolahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elizabeth Silk , psikoterapis asal New York, Amerika Serikat, berkata “Jika jiwa gembira, Anda akan menjadi orang tua yang lebih baik.” Walaupun Anda merasa nyaris tak ada waktu untuk diri sendiri, curilah waktu barang satu-dua jam untuk melakukan hobi yang Anda senangi. Mendengarkan musik, misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;4. Tidak percaya pasangan dapat merawat anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat suami memandikan si kecil, mungkin terbersit rasa khawatir, “Bisa enggak sih dia mandiin Dino?” Anda merasa lebih punya hak dan lebih terampil dalam mengasuh anak. Daripada memberi kritik, memberi perintah atau mendekat setiap kali suami merawat anak, lebih baik biarkan pasangan melakukannya sendiri. Mengasuh si kecil berdua tentu lebih menguntungkan daripada sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;5. Cepat cemas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar saja jika si kecil kadangkala tertular penyakit ringan seperti batuk, diare, dan demam. Hal ini tak perlu membuat Anda cemas berlebihan, seakan ia terserang penyakit yang tak dapat disembuhkan. Sebaiknya, sadari bahwa orang tua tidak dapat mengontrol semua kehidupan anak. Ia sakit bukan berarti Anda lalai mengurusnya. Yang penting dilakukan, belajarlah dari setiap kondisi yang Anda hadapi, jangan panik, santai saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;6. Membandingkan anak Anda dengan anak lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa setiap anak berbeda. Sebaiknya jangan pernah membanding-bandingkan kecerdasan atau pertumbuhan anak Anda dengan anak orang lain. Masing-masing bayi berkembang sesuai kematangannya. Sepanjang pertumbuhannya masih berada di skala normal (yang bisa dilihat di Kartu Menuju Sehat), Anda tak perlu cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;7. Tidak tidur siang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda sering mendengar nasihat ini: tidur siang saat si kecil juga tidur. Ini benar! James Maas, Ph.D , penulis Power Sleep , menyebutkan bahwa orang tua baru kehilangan waktu tidurnya sebanyak 400 - 750 jam dalam 1 tahun pertama usia anaknya. Istirahat yang cukup membuat jiwa dan pikiran lebih tenang. Ini pun dapat membuat Anda lebih santai mengasuh si kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;8. Membuang uang untuk keperluan anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat lucunya si kecil, rasanya Anda ingin mendandaninya setiap waktu. Tak sadar, Anda menghabiskan uang untuk membeli keperluan anak seperti baju, sepatu, dan topi. Jika ingin belanja keperluan bayi, lebih baik Anda bertanya pada orang tua lain yang lebih berpengalaman. Mereka bisa memberitahu, misalnya, jangan terlalu banyak membeli baju karena badan si kecil toh bertumbuh terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;9. Kehilangan waktu berharga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahap awal kelahiran anak, Anda mungkin berpikir, “Saya tak mungkin melupakan saat-saat membahagiakan ini.” Ternyata, begitu disibukkan oleh segala urusan perawatan si kecil, Anda seperti lupa waktu. Hari-hari berlalu begitu cepatnya. Tiba-tiba anak sudah mau masuk sekolah. Anda menyesal, mengapa tak menyimpan memorabilia? Karena itulah, Anda harus membuat jurnal perkembangan si kecil. Atau juga menyimpan foto-fotonya dalam album, menyimpan potongan rambutnya, dan sebagainya. Dengan begitu, kenangan mengenai perkembangan dan pertumbuhan si kecil dapat Anda buka kembali suatu hari kelak dengan penuh kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Laila Andaryani Hadis (ayahbunda)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/2009/11/sembilan-kesalahan-ibu-baru.html</link><author>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061.post-550449933776663137</guid><pubDate>Sat, 21 Nov 2009 08:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-21T00:21:00.224-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perkembangan bayi</category><title>Tumbuh Kembang Otak Bayi Usia 0-6 Bulan</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagian-bagian utama otak bayi baru lahir sudah lengkap terbentuk. Kini, otaknya akan segera mengalami proses pematangan yang perlu ditunjang dengan pemenuhan zat-zat gizi yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak merupakan organ tubuh yang berfungsi sebagai pusat kontrol dan kendali atas semua sistem di dalam tubuh. Otak yang juga merupakan pusat kecerdasan atau pusat kemampuan berpikir ini mulai dibentuk selang beberapa saat setelah terjadinya konsepsi (proses peleburan inti sel telur dan inti sel sperma).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangan otak, ada periode yang dikenal sebagai periode pacu tumbuh otak ( brain growth spurt ). Yaitu saat dimana otak berkembang sangat cepat. Pada manusia, periode pacu tumbuh otak pertama dimulai ketika usia kehamilan ibu memasuki trimester ketiga. Periode pacu tumbuh otak kedua terjadi setelah si keci lahir hingga ia berusia dua tahun. Multiplikasi sel terjadi pada masa janin. Sedangkan sejak lahir hingga usia dua tahun adalah saat neuron (sel saraf) di korteks otak membentuk sinaps (hubungan antara sel saraf) yang sangat banyak. Jadi, di masa multiplikasi dan pembentukan sinaps ini, otak harus mendapat prioritas utama dalam hal pemenuhan zat-zat gizi sebagai bahan-bahan pembentukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Tumbuh kembang otak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, otak si kecil saat lahir sudah terbagi menjadi empat bagian utama, yakni batang otak ( brainstem ), otak kecil ( serebelum ), otak besar ( serebrum) dan diensefalon. Berat otak bayi saat ini sudah mencapai 25% berat otak orang dewasa, atau sekitar 350-400 gram. Ketika usianya enam bulan, berat otak bayi hampir 50% dari berat otak orang dewasa.&lt;br /&gt;Di dalam otak bayi baru lahir sudah terdapat kurang-lebih 100 milyar sel saraf (neuron). Sel saraf ini terdiri dari 3 bagian utama, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Badan sel saraf yang bentuknya menyerupai bintang. Di dalamnya, antara lain, terdapat inti sel saraf. Ujung-ujung dari badan sel yang menjulur ini merupakan bagian yang menghubungkannya dengan ujung-ujung dari badan sel saraf yang lain, sehingga membentuk suatu jalinan yang sangat kompleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dendrit merupakan perpanjangan dari ujung-ujung badan sel. Sebuah sel saraf bisa memiliki sekitar 200 dendrit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Akson yang bentuknya memanjang, sehingga menyerupai tangkai dari sel saraf. Sebagian besar akson dilindungi oleh semacam selaput dari lemak, yaitu yang dikenal sebagai mielin. Proses pembentukan selaput pelindung pada akson ini disebut sebagai mielinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat si kecil baru lahir hingga usianya mencapai enam bulan, sel-sel sarafnya belum seluruhnya mencapai tingkat perkembangan yang “matang”. Sel saraf dapat dikatakan mencapai tingkat kematangan, antara lain, apabila sudah terbentuk akson pada setiap bagian tubuh. Setiap kali terbentuk akson baru, maka akan terbentuk pula sinaps (simpul saraf, hubungan antara sel saraf) yang memungkinkan terjadinya “komunikasi” antara setiap bagian tubuh dengan otak. Itu sebabnya, si kecil masih belum terampil mengontrol gerakan anggota tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sel saraf, di dalam otak dan sistem saraf pusat terrdapat sel glia. Sel ini bertugas melindungi, memberi dukungan dan juga memberi makan kepada sel saraf. Caranya, dengan mengalirkan kebutuhan zat gizi yang diperlukan. Dengan demikian, proses tumbuh kembang sel saraf berjalan dengan baik dan dapat berfungsi menghantarkan pesan (perintah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak, yang setiap menit membutuhkan darah sebanyak 150 ml ini, mencapai tahap perkembangan yang berbeda-beda setiap bagiannya. Misalnya, bagian otak yang mengontrol sistem pendengaran sudah mulai berkembang sejak janin berusia 28 minggu. Sedangkan bagian otak yang mengatur sistem penglihatan baru berkembang setelah bayi lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laju perkembangan otak si kecil tidak secara langsung ditunjukkan oleh pertambahan volume otak. Namun, pada umumnya perkembangan otak dikaitkan dengan kecerdasan. Dan, kecerdasan itu sendiri seringkali dikaitkan dengan volume otak. Ukuran serta bentuk kepala dianggap dapat menggambarkan besarnya otak yang terdapat di dalamnya. Pada kenyataannya, ada banyak sekali faktor yang ikut menentukan tingkat kecerdasan seseorang, selain volume otaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Sphingomyelin dan Proses Mielinasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah akson dari sel saraf dilindungi oleh suatu lapisan lemak yang dikenal sebagai mielin. Komponen utamanya adalah sphingomyelin dan metabolit sphingolipid lain (seperti cerebroside , sulfatide dan ganglioside ). Mielin yang melindungi sebuah akson bisa terdiri dari 100 lapisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mielin bekerja sebagai insulator untuk impuls saraf. Zat ini juga mengontrol saltatory mode of conduction (penghantaran impuls yang berloncat-loncat) pada kecepatan tinggi melalui Nodes of Ranvier (akson yang tidak terlindungi mielin). Penghantaran impuls semacam ini adalah proses yang cepat. Dan, akson bermielin menghantarkan impuls 50 kali lebih cepat daripada akson tak bermielin yang paling cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini telah dipelajari bahwa sphingomyelin , salah satu jenis fosfolipid yang terkandung dalam makanan dan ASI, memainkan peran penting dalam proses mielinasi sistem saraf pusat. Mielinasi sistem saraf pusat manusia dimulai ketika usia kehamilan 12-14 minggu pada bagian spinal cord, dan berlanjut hingga usia 30 tahun pada bagian cerebral cortex . Namun, perubahan paling cepat dan dramatis terjadi di antara pertengahan kehamilan dan diakhir tahun kedua setelah kelahiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan jenis fosfolipid yang lain, sphingomyelin tidak mengandung gliserol, melainkan ceramide. Karena semua sphingolipid dibuat dari ceramide , maka sphingomyelin dapat diklasifikasikan juga sebagai sphingolipid (Jumpsen &amp;amp; Clandinin, 1995). Ceramide inilah selanjutnya yang akan membentuk cerebroside , yaitu suatu marker universal myelinasi (pembentukan mielin) di dalam otak, dengan bantuan enzim UDP galactosytransferase . Mielin sistem saraf pusat mempunyai kandungan cerebroside yang tinggi dibandingkan dengan jaringan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi terkini menunjukkan bahwa aktivitas enzim serine palmitoyltransferse (SPT) meningkat secara bertahap dari minggu ketiga sebelum kelahiran ( prenatal ) hingga minggu ketiga setelah kelahiran ( postnatal ) pada sistem saraf pusat tikus. Ketika mielinasi mulai berlangsung pada periode tersebut, diyakini bahwa aktivitas SPT yang bertambah sedikit demi sedikit merupakan faktor utama yang terlibat di dalam mielinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oshida et.al. dalam tulisannya Effects of dietary sphingomyelin on central nervous system myelination in developing rats. Pediatr. Res 53: 589-593 (2003) memberikan hipotesis bahwa cerebroside di mielin sistem saraf pusat dari tikus yang sedang berkembang otaknya kemungkinan terutama diperoleh dari sphingomyelin yang terkandung di dalam susu, yang dapat diubah menjadi ceramide dan kemudian cerebroside . Selanjutnya, mereka membutktikan bahwa cerebroside di mielin sistem saraf pusat, terutama diperoleh dari sphingomyelin diet (asupan luar) dengan kondisi eksperimental aktivitas SPT yang rendah, sehingga sphingomyelin diet memainkan peran yang penting dalam mielinasi sistem saraf pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, berbeda dengan AA dan DHA yang berperan dalam pertumbuhan membran sel saraf dan pengaturan neurotransmitter, sphingomyelin berperan dalam proses mielinasi akson untukk membantu kinerja sel saraf dalam transmisi impuls saraf. Menurut Dr. Arthur R. Jensen, ahli saraf dari Fakultas Ilmu Pendidikan Kedokteran di University of California, Amerika Serikat, kecepatan penghantaran pesan oleh sel-sel saraf seseorang merupakan salah satu faktor yang menunjukkan tingkat kecerdasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Kebutuhan gizi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila melihat periode pacu tumbuh otak, maka sebagian besar percepatan tumbuh otak justru terjadi setelah si kecil lahir. Mulai saat itu, pemenuhan kebutuhan zat gizi dilakukan melalui pemberian ASI secara tunggal (ASI eksklusif) sejak hari pertamanya hingga usia enam bulan. Perlu diketahui, komposisi zat gizi di dalam ASI demikian sempurna untuk memenuhi kebutuhan zat gizi sesuai tahapan tumbuh kembang bayi, bahkan untuk bayi yang lahir prematur sekali pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara alami, ASI mengandung zat-zat gizi yang secara khusus diperlukan untuk menunjang proses tumbuh kembang otak. Zat-zat gizi tersebut antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Asam lemak esensial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASI merupakan sumber asam lemak esensial (asam lemak yang harus dipenuhi kebutuhannya dari luar tubuh) , yaitu asam linoleat dan asam alfa-linolenat. Kedua asam lemak esensial ini di dalam tubuh bayi diubah menjadi DHA (asam dokosaheksanoat) dan AA (asam arakhidonat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui, lipid (lemak) di dalam ASI terutama terdapat dalam bentuk trigeliserida (98-99%). Sedangkan sisanya, sebanyak 1-2%, adalah fosfolipid dan kolesterol. Komposisi dan kandungan lipid ASI sangat bervariasi bergantung dari tahapan laktasi dan asupan diet ibu. Lipid di dalam ASI berfungsi sebagai sumber energi. Selain itu, sebagian kecil lipid (lipid minor) berfungsi sebagai mikronutrien yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan otak. Lipid sebagai mikronutrien terutama terdapat dalam bentuk fosfolipid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fosfolipid ASI merupakan sumber asam lemak tidak jenuh rantai panjang ( long chain polyunsaturated fatty acid , LCPUFA), terutama AA dan DHA. Kandungan fosfolipid ASI bervariasi sekitar 20-38 mg/100 ml, tergantung pada tahapan laktasi. Di dalam ASI, fosfolipid terdiri dari beberapa fraksi, berturut-turut dari yang paling dominan adalah: 1) sphingomyelin, 2) fosfatidylkolin, 3) fosfatidylethanolamin, 4) fosfatidylserin, dan 5) fosfatidylinositol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Gopalan dalam tulisannya Essential FA in Maternal and Infant Nutrition In Symposium “EFA and Human Nutrition and Health International Conference” in Shanghai, Cina (2002), mengatakan LCPUFA merupakan komponen yang esensial selama periode perinatal, karena fetus dan bayi baru lahir tidak dapat mensintesis sejumlah AA dan DHA yang mencukupi dari prekursornya. Padahal, pada saat lahir dan masa awal kehidupan telah dihasilkan kurang lebih 6-10 ribu hubungan sinaps antar sel syaraf. Materi dasar untuk terbentuknya sinaps ini adalah adanya asam lemak esensial di dalam ASI. Oleh karena itu, perkembangan mental dan kecerdasan bergantung pada kecukupan suplai asam lemak esensial dan LCPUFA pada tahap-tahap krusial tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila tubuh bayi mendapat DHA dalam jumlah yang mencukupi melalui ASI ibunya, maka proses pembentukan otak serta pematangan sel-sel saraf di dalam otaknya akan berjalan dengan baik. Semua proses itu terjadi pada waktu bayi tidur nyenyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian tentang hal tersebut telah dilakukan di University of Brisbane, Australia dengan memakan waktu 21 tahun dan melibatkan 3880 bayi. Hasil sementara dari penelitian ini yang dipublikasikan di United States Based Journal of Pediatrics and Child Health tahun 2001 lalu menunjukkan bahwa zat-zat gizI yang terkandung di dalam ASI membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi, sehingga terhindar dari serangan penyakit-penyakit infeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, proses tumbuh kembang dapat berjalan dengan baik. Selain itu, kedekatan dan hubungan batin yang terjalin kuat antara ibu dan bayi ketika memberi ASI merangsang perkembangan kemampuan kognitif bayi. Sedangkan kadar DHA di dalam ASI yang sesuai dengan kebutuhan tubuh bayi, memungkinkan proses plastisitas (proses pembentukan hubungan baru di antara sel-sel saraf) berjalan dengan optimal. Hal ini antara lain ditunjukkan dengan kecerdasan berbahasa yang baik serta IQ ( Intelegence Quotient ) yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Protein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen dasar dari protein, yakni asam amino, terutama berfungsi sebagai pembentuk struktur otak. Beberapa jenis asam amino tertentu, yaitu taurin, triptofan, dan fenilalanin merupakan senyawa yang berfungsi sebagai penghantar atau penyampaipesan ( neurotransmitter ). Di dalam ASI terkandung protein sekitar 1,2 gram per 100 ml.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Vitamin B kompleks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jenis vitamin B yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang otak adalah ,vitamin B1, vitamin B6, dan asam folat (vitamin B9). Bila kebutuhannya tidak terpenuhi, maka akan timbul gangguan terhadap pertumbuhan dan fungsi otak dan sistem saraf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kholin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyawa ini merupakan pembentuk sejenis neurotransmitter yang disebut asetilkolin. Kholin juga merupakan bagian dari lesitin, yaitu suatu fosfolipid yang banyak terdapat di otak sebagai pembentuk membran (dinding) sel saraf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Yodium, zat besi, dan zat seng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yodium dibutuhkan untuk pembentukan hormon tiroksin (sejenis hormon yang diperlukan dalam pembentukan protein yang membantu proses tumbuh kembang otak). Zat besi dibutuhkan dalam proses pembentukan mielin. Zat besi disimpan di dalam berbagai jaringan otak selama 12 bulan pertama sejak bayi lahir. Seng merupakan bagian darai sekitar 300 jenis enzim yang membantu pembelahan sel. Kekurangan zat seng di dalam otak dapat menyebabkan gangguan fungsi otak yang disebut ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan tubuh si kecil selama masa pemberian ASI eksklusif enam bulan, maka ibu harus mengkonsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari. Ibu perlu menkonsumsi makanan-makanan yang kaya protein. Misalnya, ikan, daging, telur, tempe, tahu, dan susu skim. Ibu juga perlu makan lebih banyak sayur-sayuran dan buah-buahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika selama masa menyusui ibu tidak mendapatkan gizi yang diperlukan, persediaan zat-zat gizi dalam tubuhnya akan habis dipergunakan untuk memproduksi ASI. Akibatnya, selain kesehatan ibu terganggu, ASI-nya juga tidak akan cukup banyak. Kualitas ASI-nya pun tidak akan cukup baik, dan jangka waktu ibu untuk memproduksi ASI pun menjadi relatif singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Dewi Handajani (ayahbunda)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/2009/11/tumbuh-kembang-otak-bayi-usia-0-6-bulan.html</link><author>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061.post-8720478539260550410</guid><pubDate>Wed, 11 Nov 2009 07:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-10T23:40:00.267-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips-Kiat</category><title>Menyiasati Gumoh</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bukan hal yang aneh jika bayi Anda gumoh sesaat setelah disusui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal-awal kehidupannya, si kecil sering memuntahkan sebagian ASI yang ditelannya. Normalnya, fenomena gumoh ini akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia bayi, yakni di usia 12–16 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Kenali penyebabnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab terjadinya gumoh memang bisa bermacam-macam. Di antaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Volume lambung masih kecil, sementara susu yang ditelan bayi melebihi kapasitas lambung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini penyebab paling umum. Masalahnya makin menjadi karena bayi senang menggeliat. Padahal, gerakan ini membuat tekanan dalam perut tinggi, sehingga jadi gumoh. Sebenarnya, gumoh masih normal sepanjang jumlah cairan yang keluar dan masuk seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Klep penutup lambung belum sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mulut, susu akan masuk ke saluran pencernaan atas, baru kemudian ke lambung. Nah, di antara kedua organ tersebut terdapat klep penutup lambung. Pada bayi, klep ini biasanya belum sepenuhnya berfungsi sempurna. Akibatnya, kalau ia langsung ditidurkan setelah disusui, dan juga menggeliat, susu akan keluar dari mulut. Untuk mengurangi gumoh, berikan susu sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Menangis berlebihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangis seperti ini membuat udara yang tertelan juga berlebihan, sebagian isi perut si kecil akan keluar. Memang, bisa jadi bayi Anda menangis karena tidak bisa menelan susu dengan sempurna. Kalau sudah begini, jangan teruskan pemberian ASI. Bisa-bisa, susu malah masuk ke dalam saluran napas dan menyumbatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Cegah dan atasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, gampang kok membuat si kecil tidak gumoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Posisi menyusu musti pas. Pastikan seluruh bibirnya menutup puting susu serta daerah berwarna hitam di sekitarnya. Dengan begitu, kemungkinan udara yang masuk dan tertelan selama menyusu bisa diperkecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kalau gumoh berlebihan, tengkurapkan si kecil . Udara yang terperangkap di lambung akan lebih mudah keluar. Juga, masuknya cairan ke paru-paru bisa dicegah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jangan langsung banyak minum . Lebih baik, bayi minum sedikit-sedikit, disendawakan, lalu minum lagi. Dengan cara ini, udara tidak sempat “mampir” ke lambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bila gumoh terus berlebihan, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk dicarikan penyebabnya. Bisa jadi, ia menderita alergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Laila Andaryani Hadis&lt;/span&gt;</description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/2009/11/menyiasati-gumoh.html</link><author>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061.post-8022486126530419999</guid><pubDate>Sun, 01 Nov 2009 07:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-01T00:18:00.929-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kebersihan</category><title>Gunting Kuku, Yuk!</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak bayi yang lahir dengan kuku cukup panjang. Sekalipun nampak lemas dan hanya setebal kertas, kuku itu bisa menggores wajahnya, lho .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunting kuku bayi memerlukan strategi khusus dan super hati-hati. Kalau tidak, salah-salah bukan hanya kuku, tapi kulitnya juga ikut tergores gunting!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sebelum menggunting kuku&lt;br /&gt;- Siapkan dulu berbagai peralatan yang dibutuhkan, yaitu:&lt;br /&gt;- Gunting kuku atau pemotong kuku berupa penjepit&lt;br /&gt;- Kapas&lt;br /&gt;- Air matang&lt;br /&gt;- Alkohol 70%&lt;br /&gt;- Sebelum digunakan, bersihkan alat potong kuku dengan kapas yang sudah diberi alkohol.&lt;br /&gt;- Saat menggunting kuku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Gunting kuku setelah si kecil mandi, sebab kukunya jadi agak lunak. Selain itu, setelah mandi biasanya ia terlelap, sehingga memudahkan dalam menggunting. Selain itu, pada saat tidur, telapak tangan bayi akan terbuka. Biasanya, jari-jemari bayi baru lahir menggenggam terus. Dalam posisi seperti ini, Anda jadi susah menggunting kukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jika jari-jarinya masih juga menggenggam, secara perlahan buka genggamannya. Caranya, letakkan ibu jari Anda di bagian luar telapak tangan si kecil, sementara jari Anda yang lain masuk ke bagian dalam telapak tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bersihkan kotoran yang ada di balik kuku bayi dengan kapas yang sudah dicelup air matang. Jangan sekali-kali membersihkannya dengan ujung gunting kuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Perhatian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kuku bayi sangat cepat tumbuhnya. Jadinya, ketika Anda sedang membersihkan tubuh si kecil, jangan lupa periksa juga kukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jangan terlalu sering memotong kuku bayi, karena akan mempermudah terjadinya kerusakan pada kulit di sekitar kuku. Gunting kukunya kalau panjangnya kira-kira 1½ -2 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jika Anda takut memotong kuku si kecil, minta bantuan orang lain. Selain bisa melukainya, kuku yang dibiarkan tumbuh panjang bisa jadi sarang kotoran dan kuman penyakit. Namun demikian, sebaiknya Anda tetap belajar memotong kuku si kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jangan panik bila jari mungilnya sedikit berdarah. Segera bersihkan luka dengan kapas yang sudah dibasahi alkohol, kemudian diolesi dengan obat antiseptik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Sri Lestariningsih(ayahbunda)&lt;/span&gt;</description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/2009/11/gunting-kuku-yuk.html</link><author>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-101931594460547061.post-1884369000038881128</guid><pubDate>Wed, 28 Oct 2009 09:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-28T02:25:00.410-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Makanan</category><title>Ayo, Kita Makan, Nak!</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan adalah “pelajaran” baru bagi si kecil yang mulai mengenal makanan padat. Dan ternyata, banyak “keterampilan” yang harus ia kuasai dalam proses belajar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak usia enam bulan, susu bukan lagi satu-satunya makanan yang akan dikonsumsi bayi Anda. Tapi, Anda tidak bisa begitu saja alias langsung memberikan makanan apapun padanya. Sebab, “pelajaran” makan si kecil haruslah berlangsung secara bertahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Kapan ia siap makan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan bayi untuk makan makanan padat memang tidak sama. Sekalipun demikian, para ahli sepakat, umumnya kesiapan bayi untuk makan makanan padat pertamanya berkisar antara usia 6–8 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, jangan mentang-mentang usia si kecil sudah 6 bulan, lalu Anda langsung bersemangat “menjejalnya” dengan seabrek makanan padat. Hanya karena khawatir ia ketinggalan teman-teman seusianya! Umumnya, otot mulut bayi belum dapat mengunyah dan menelan makanan padat sampai usia 4–6 bulan. Makanya, jangan heran kalau lidah si 6 bulan Anda malah “mendorong” makanannya ke luar mulut mungilnya. Lihat-lihat dulu kemampuannya. Bila tidak, bisa-bisa urusan makan ini malah jadi runyam! Kalau sudah begini, apa yang bisa Anda lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, ketika memperkenalkan makanan padat, sistem pencernaan si kecil harus benar-benar “matang”. Pokoknya, sudah siap tempur untuk memproses berbagai jenis makanan baru yang masuk. Kalaupun Anda terlalu dini memperkenalkan makanan padat, bayi Anda malah lebih mudah terkena reaksi alergi Jadi, tenang-tenang saja dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Jangan coba-coba ambil jalan pintas!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, bukan hal yang mudah jika si kecil Anda susah banget belajar mengunyah dan menelan makanannya. Sekalipun kepentok di sana-sini, jangan lantas ambil jalan pintas dengan cara memberi makanan padatnya melalui botol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda, cara pemberian makanan seperti ini nggak aman-aman amat! Malahan, ini dapat meningkatkan risiko si kecil tersedak. Kok, begitu? Ketika Anda memberi makanan melalui botol (biasanya lubang dot akan diperbesar), makanan tadi akan langsung ditelannya. Jika ia belum pintar-pintar mengontrolnya, bukan tak mungkin ia langsung tersedak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, tak jarang, cara pemberian makanan ini justru menjadi salah satu penyebab anak “terlalu banyak” makan. Ia jadi cepat sekali menelan makanannya. Saking cepatnya, sekalipun perutnya sudah kenyang, sinyal yang bertugas memberitahu kalau dia sudah kenyang “tidak sempat” sampai ke otak. Akibatnya, dia minta tambah terus dan terus. Wah, jadi repot lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pemberian makanan lewat botol tidak akan mengajari si kecil menggunakan rahangnya untuk mengunyah. Padahal, proses belajar mengunyah dan juga menelan kelak penting untuk kemampuan bicaranya dan pertumbuhan giginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Belajar tidak berhenti di mulut saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses belajar makan si kecil memang tidak berhenti sebatas mulut mungilnya saja. Ia masih harus belajar disiplin melalui tatacara makan yang sudah terpola waktunya. Misalnya, ketika didudukkan di kursi makannya atau dipasangkan celemek makannya, ia sudah tahu kalau “upacara” makan sudah tiba. Atau, ketika mencium harumnya aroma makanan yang sedang Anda siapkan, ia harus sabar menunggu. Tampaknya sepele memang, namun semua itu merupakan rangkaian dalam proses belajarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga, ia akan belajar bahwa aktivitas ini bisa mempererat hubungannya dengan Anda, bunda tercintanya. Misalnya, melalui kontak mata ketika Anda mengajaknya berbicara ketika mempersiapkan makanan atau duduk dihadapannya, ia tahu kalau Anda sangat menyayanginya dan memberikan perhatian penuh. Akan lebih baik lagi, bila Anda selalu tersenyum ketika menyuapinya. Ketenangan Anda dan cara Anda memperlakukannya sangat besar pengaruhnya dalam proses belajar makan si kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran untuk tidak terburu-buru ketika menyuapi, kepekaan mengetahui kondisi anak, kreativitas dalam memilihkan menu, serta menciptakan suasana makan yang menyenangkan merupakan kunci utama kesuksesan Anda dalam memberi makan pada si kecil. Siapkah Anda untuk itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Retno Wahab Supriyadi &lt;/span&gt;</description><link>http://anakku-tercinta.blogspot.com/2009/10/ayo-kita-makan-nak.html</link><author>noreply@blogger.com (Dyah Kusuma)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>