<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580</atom:id><lastBuildDate>Fri, 17 May 2013 19:50:59 +0000</lastBuildDate><category>Puisi</category><category>Pemasaran Digital</category><category>Pemikiran</category><category>Freelance</category><category>Sepeda</category><category>Tutorial</category><category>Blog</category><category>Fotografi</category><title>Akhmad Amal Agung Cahyadi</title><description>Thinker ∙ Poem lover ∙ Freelance writer ∙ Creatively different ∙ Weekend photographer ∙ Marketing communicator</description><link>http://www.agungcahyadi.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>116</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/AgungCahyadi" /><feedburner:info uri="agungcahyadi" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><creativeCommons:license>http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/2.0/</creativeCommons:license><feedburner:emailServiceId>AgungCahyadi</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580.post-7231326420306026667</guid><pubDate>Fri, 17 May 2013 19:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-18T02:50:59.925+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemikiran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Blog</category><title>5 Hal Yang Dapat Dilakukan Oleh Mereka Yang Berhenti Kuliah Agar Bisa Bersaing Sukses</title><description>Salam,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak tokoh sukses yang tidak meneruskan kuliahnya atau bahkan tidak mengikuti pendidikan setingkatnya; sebut saja Steve Jobs dan Bill Gates atau &lt;a href="http://netpreneur.co.id/5-karakter-wirausahawan-sukses-versi-bob-sadino/#.UZZtOysS1fQ" target="_blank"&gt;Bob Sadino&lt;/a&gt; pengusaha asli Indonesia. Namun, hal tersebut tidak semerta-merta membenarkan bahwa untuk sukses itu tidak perlu kuliah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://25.media.tumblr.com/6c78662c33ced9fc1e9f3fd7265ebf1d/tumblr_mmy6b6I3De1qzxzwwo1_500.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://25.media.tumblr.com/6c78662c33ced9fc1e9f3fd7265ebf1d/tumblr_mmy6b6I3De1qzxzwwo1_500.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya kita tentukan dahulu apa definisi 'sukses' yang akan dibahas. Menurut &lt;a href="http://www.kamusbesar.com/38295/sukses" target="_blank"&gt;KBBI&lt;/a&gt;, sukses adalah: berhasil; beruntung. Walau begitu, mari kita samakan persepsi bahwa 'sukses' adalah menjadi karyawan atau pengusaha dengan pendapatan atau pengeluaran setingkat "kelas menengah".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;
&lt;i&gt;Siapa itu kelas menengah?&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;
Terangkum dalam &lt;a href="http://www.yuswohady.com/2012/11/26/siapa-kelas-menengah/" target="_blank"&gt;tulisan Yuswohady&lt;/a&gt;, Asia Development Bank (ADB) di tahun 2010 mendefinisikan 'kelas menengah' adalah mereka yang punya pengeluaran &lt;b&gt;$2-20&lt;/b&gt; perhari. Tak hanya itu, kelas menengah pun dapat diidentifikasi secara kualitatif misalnya tingkat edukasi dan pekerjaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sepakat soal definisi 'sukses', mari membahas bagaimana dunia kuliah mempengaruhi kita untuk sukses.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
"Dunia kuliah bagai sangkar emas yang mengurung kita dari dunia nyata. Di dalam sangkar, kita diberi pelajaran sehingga kita punya keahlian untuk dapat bertahan hidup." itu yang diartikan kebanyakan orang, padahal menurutku dunia kuliah lebih dari sekedar sangkar emas:&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;b&gt;Lingkungan Belajar.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Kampus sebagai tempat belajar memang dirancang untuk menjadi inkubator agar kita dapat melakukan kesalahan tanpa menerima resiko kerugian finansial atau sosial yang besar.&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;b&gt;Akses Bebas.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Menjadi mahasiswa adalah hal yang paling menyenangkan; mendapat keringanan biaya di banyak tempat, bisa melakukan penelitian, hingga mampu bekerja magang di perusahaan. Dengan kata lain, mahasiswa adalah tiket bebas masuk mencoba segala hal yang kita inginkan untuk belajar.&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;b&gt;Jaringan pertemanan.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Kita adalah generasi masa depan bersama dengan teman-teman satu angkatan di kampus. Teman-teman kuliah adalah investasi masa depan, karena mungkin saja mereka akan menjadi membantu kita di dunia kerja. Jadi, dunia kuliah pun tempat berjejaring sosial buatan dimana kita tak perlu repot berkenalan dengan orang baru.&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
Korelasi dari lingkungan belajar, akses bebas dan jaringan pertemanan di dunia kuliah akan memudahkan kita untuk sukses. Ketiga hal tersebut bisa didapatkan secara instan dengan cara masuk ke perguruan tinggi, tapi bukan berarti tanpa kuliah kita tak bisa mendapat tiga hal itu.&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Kini pertanyaannya:&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Apa yang dapat dilakukan mereka yang berhenti kuliah agar bersaing sukses?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari apa motivasi atau penyebab berhenti kuliah, ada banyak hal yang kita lakukan untuk dapat bersaing dengan mereka lulusan universitas. Karena gelar/jabatan tidak semerta-merta menentukan kualitas seseorang maka itulah yang pantas menjadi motivasi positif bagi kita yang berhenti kuliah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut adalah daftar kegiatan yang bisa dilakukan berdasarkan pengalaman pribadiku:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;1. Membuat daftar riwayat hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Membuat &lt;i&gt;curriculum vitae&lt;/i&gt;(CV) menjadi penting untuk dilakukan segera karena ini adalah rangkuman modal yang kita miliki untuk 'menjual' diri kepada orang lain. Kumpulkan semua prestasi &amp;amp; pencapaian selama hidup ke dalam format riwayat hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat waktunya melamar kerja, pilihlah hal yang relevan dengan posisi pekerjaan yang kamu lamar. Tulis CV-mu secara simpel dan jelas maksimal 2 halaman, pisahkan antara CV dengan portfolio karya dan hal lainnya. &lt;span style="background-color: #fce5cd;"&gt;Permudah pekerjaan orang yang merekrutmu dengan tidak menyita banyak waktunya untuk membaca profilmu&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Carilah banyak referensi membuat CV yang tak hanya baik tapi juga menarik atau mulailah dengan &lt;a href="http://www.agungcahyadi.com/2013/03/menjadikan-media-sosial-sebagai-cv.html" target="_blank"&gt;melengkapi daftar riwayat hidup digital melalui media sosial&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;2. Membuat prioritas hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Kuliah adalah jembatan panjang dan sukses berada di ujungnya. Saat memutuskan untuk terjun dari tengah jembatan maka kita butuh memikirkan bagaimana caranya mencapai ujung jembatan (sukses) dari kolong jembatan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terutama bagi kamu yang masih galau untuk meneruskan kuliah atau tidak, tentukan secepatnya! buat prioritas, jangan sampai menyesal saat kau telah terjun dari atas jembatan. Buatlah prioritas dengan menuliskan target-target yang harus dicapai dalam 1-2 tahun agar kita tetap termotivasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;3. Magang atau berdagang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Tawarkan dirimu untuk magang di perusahaan yang kamu sukai dan pelajarilah segala hal tentangnya. Misalnya: aku yang sangat menyukai teknologi, bermimpi untuk bekerja di perusahaan teknologi seperti Google dan sekarang dua tahun sudah &lt;a href="http://www.agungcahyadi.com/2011/06/selamat-bergabung-bukalapakcom.html" target="_blank"&gt;aku belajar banyak hal di sebuah perusahaan&lt;/a&gt; yang bermula dari magang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kamu menyukai industri desain grafis, maka tawarkan dirimu ke agensi atau perusahaan desain agar bisa membantu apapun disana. Di posisi seperti ini, carilah perusahaan yang dapat memberikanmu pengalaman paling berharga. &lt;span style="background-color: #fce5cd;"&gt;Kesampingkan dulu pemikiran soal uang yang kamu terima&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau cobalah untuk berdagang, dengan begitu kita dapat belajar lebih cepat dari pengalaman; hal yang tak didapat oleh mereka di kelas kuliah. Di dunia digital seperti sekarang, harusnya modal finansial bukan lagi halangan untuk mulai bisnis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;4. Berteman dengan profesional&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Bangun jaringan pertemanan, bertemulah dengan orang baru terutama mereka yang juga berada di industri tempat kita bekerja/sukai. &lt;span style="background-color: #fce5cd;"&gt;Semakin banyak orang yang kenal dengan kita maka semakin banyak peluang yang bisa kita dapat.&lt;/span&gt; Carilah tempat berkumpulnya, dan ikutlah acara yang mereka hadiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarkan mereka tahu apa yang kamu lakukan, dengarkan cerita mereka dan sampaikan ide &amp;amp; solusi dari masalahnya. Saat ini banyak komunitas yang terbentuk dari ranah digital, kita bisa mulai mendekati mereka dan belajar banyak darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;5. Ambil semua peluang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Setelah kita bekerja di tempat yang kita sukai, berteman dengan banyak orang maka waspadalah terhadap peluang yang bisa datang kapan saja. Tangkaplah dan beranikan diri untuk mengambilnya walaupun kita hanya punya modal diri saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimulai dari CV yang telah kita buat, dikorelasikan dengan prioritas hidup dan kegiatan belajar di tempat magang; kita sudah punya cukup modal untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar. Mulai &lt;a href="http://www.agungcahyadi.com/2013/02/menilai-kemampuan-diri-lewat.html" target="_blank"&gt;ukur kemampuan diri kita&lt;/a&gt; dan kemudian sesuaikan dengan peluang yang kita dapat, dengan begitu kita akan tahu seberapa kuat kita bersaing dengan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://25.media.tumblr.com/tumblr_lvd0zduAux1qzxzwwo1_500.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://25.media.tumblr.com/tumblr_lvd0zduAux1qzxzwwo1_500.jpg" width="456" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya yang membentuk &lt;span style="background-color: #fce5cd;"&gt;kualitas diri bukanlah dari gelar pendidikan melainkan kemampuan melaksanakan tanggung jawab&lt;/span&gt; baik di tempat kerja ataupun di kehidupan sosial. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet" data-partner="tweetdeck"&gt;
Learning is an attitude.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a href="https://twitter.com/akhmadamal/status/335458294120468480"&gt;May 17, 2013&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script async="" charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;!-- closing div fullpost --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih telah membaca.

Tulisan yang kalian baca via email atau note Facebook ini adalah bersumber dari www.agungcahyadi.com&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=5ZBBDQw67Bk:z6g9CYmaJa0:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=5ZBBDQw67Bk:z6g9CYmaJa0:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AgungCahyadi/~4/5ZBBDQw67Bk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AgungCahyadi/~3/5ZBBDQw67Bk/5-hal-yang-dapat-dilakukan-oleh-mereka.html</link><author>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</author><feedburner:origLink>http://www.agungcahyadi.com/2013/05/5-hal-yang-dapat-dilakukan-oleh-mereka.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580.post-7409266609211968826</guid><pubDate>Sun, 21 Apr 2013 16:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-26T00:45:27.023+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemikiran</category><title>Cara Untuk (Tidak) Melakukan Pencitraan</title><description>Salam,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih terekam di telingaku, kata &lt;a href="http://www.agungcahyadi.com/2012/03/awalan-cinta-terbarukan.html" target="_blank"&gt;Dia&lt;/a&gt; aku ini jago melakukan pencitraan. Entah apa yang dimaksud, pastinya itu adalah hal buruk baginya. Karena opini tersebut aku akan menjelaskan serba-serbi pencitraan lewat tulisan ini dalam bentuk tanya-jawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.kathyennis.co.uk/wp-content/uploads/2011/11/dilbert.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://www.kathyennis.co.uk/wp-content/uploads/2011/11/dilbert.gif" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Definisi Pencitraan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum lanjut ke penjelasan praktikal, kita coba pahami dulu apa definisi pencitraan. Berasal dari kata dasar 'citra' yang menurut KBBI adalah &lt;i&gt;gambaran yg dimiliki orang banyak mengenai pribadi, perusahaan, organisasi, atau produk&lt;/i&gt;. Dengan kata lain, citra adalah milik orang lain bukan pribadi atau organisasi terkait.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Apakah citra bisa dibentuk?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Dalam ilmu pemasaran, ada teori (&lt;i&gt;personal branding&lt;/i&gt;) yang mengiyakan pertanyaan tersebut; entahlah dalam ilmu sosial, namun sepertinya pun bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Apakah melakukan pencitraan itu baik?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Baik selama tujuannya positif; ingatlah bahwa &lt;b&gt;berperilaku baik belum tentu berhati baik tapi berhati baik tentu (biasanya) berperilaku baik&lt;/b&gt;. Bahkan dalam agama pun manusia diserukan berperilaku baik dihadapan Tuhan; karena pencitraan adalah soal tindakan dan kebiasaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti &lt;i&gt;bajaj&lt;/i&gt;; hanya Tuhan dan pengendara(pelaku) yang tahu kemana arah &lt;i&gt;bajaj&lt;/i&gt; tersebut berbelok. Begitupula semua tindakan; hanya Tuhan dan diri kita yang paham apa maksud dan tujuan pencitraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Apa yang membuat pencitraan itu buruk?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Masyarakat itu sendiri; asumsi yang tersebar dan media yang mengembar-gemborkan berita soal tindakan seseorang menciptakan pemikiran subjektif terhadap pencitraan tersebut. Sosok ideal yang hadir di dalan kepala kita menjadi indikator dalam menilai seseorang; contohnya pemerintahan selalu di-cap buruk oleh masyarakat sehingga apapun kebaikan yang dilakukan salah satu tokoh di dalamnya dinilai hanyalah sebuah pencitraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Media sosial; adalah salah satu hal yang bisa kita kambing hitamkan atas segala persepsi masyarakat, belum lagi dengan media konvensional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Bagaimana cara untuk melakukan pencitraan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Rajin shalat; sering menabung; rutin gosok gigi; belajarlah menjahit. &lt;i&gt;Got it?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;
Tak tambahkan sedikit bagaimana cara melakukan dan menjaga pencitraan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, kita mesti paham siapa &lt;i&gt;target audience&lt;/i&gt; yang menjadi 'korban' pencitraan; apakah orang tua, teman, kakak ipar atau calon mertua, Kemudian mencari tahu dimana mereka sering beraktivitas karena itu tempat sasaran kita melakukan pencitraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, pilihan tempat yang paling murah dan mudah untuk melakukan pencitraan adalah di media sosial. Jika kamu memiliki media konvensional(TV, koran, radio) milik sendiri maka akan lebih mudah lagi. Mengapa media sosial? karena itulah tempat publik digital dimana semua orang dapat berasumsi tentang diri kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, bayangkan hasil akhir dari pencitraan kita; misalnya kita ingin dikenal 'punya banyak uang' maka kita mesti membuat rencana strategik dan taktikal yang mengasosiasikan diri kita dengan kekayaan. Misalnya: memperlihatkan dimana kita kerja, dimana kita beraktifitas atau apa yang kita kenakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Empat&lt;/b&gt;, kurangi frekuensi berkomunikasi secara langsung atau tidak langsung dengan &lt;i&gt;target audience&lt;/i&gt; tapi pastikan mereka melihat apa yang kita kerjakan. Ini penting agar memudahkan mereka dalam berasumsi dan juga berkaitan dengan pengukuran keberhasilan pencitraan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Lima&lt;/b&gt;, konsistensi penting setelah mendapat tujuan akhir dan membuat rencana. Parameter sukses tidaknya pencitraan kita dapat dilihat saat orang lain berpendapat tentang kita. Ini terkait dengan tindakan 'menghilang'-nya diri kita (poin empat) dari publik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Bagaimana cara untuk tidak melakukan pencitraan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Tidak tahu; saya kan ahli pencitraan :) *lelucon*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apapun yang kalian lakukan akan selalu memberi impresi pada orang lain sehingga timbul pencitraan terhadap pribadi kalian. Bagaimana bentuk pencitraan orang lain terhadap kalian? itulah tanggung jawab kalian kepada Tuhan YME, jika kalian mempercayai-Nya maka citrakanlah dirimu baik di hadapan-Nya dan sesama makhluk-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalian bisa melakukan mulai pencitraan baik dengan &lt;a href="http://www.agungcahyadi.com/2013/03/menjadikan-media-sosial-sebagai-cv.html" target="_blank"&gt;melengkapi riwayat hidup digital-mu&lt;/a&gt;. Terima kasih. Mari diskusi!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!-- closing div fullpost --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih telah membaca.

Tulisan yang kalian baca via email atau note Facebook ini adalah bersumber dari www.agungcahyadi.com&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=syt5ymohdiU:FDKYLlzLJrc:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=syt5ymohdiU:FDKYLlzLJrc:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AgungCahyadi/~4/syt5ymohdiU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AgungCahyadi/~3/syt5ymohdiU/cara-untuk-tidak-melakukan-pencitraan.html</link><author>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</author><feedburner:origLink>http://www.agungcahyadi.com/2013/04/cara-untuk-tidak-melakukan-pencitraan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580.post-4798077379509543418</guid><pubDate>Thu, 21 Mar 2013 17:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-22T00:40:32.516+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Freelance</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemasaran Digital</category><title>Menjadikan Media Sosial Sebagai CV Digital</title><description>Salam,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di jaman serba digital, media sosial telah menjadi bagian dari kebiasaan orang dalam keseharian. Pertanyaannya adalah "apakah media sosial bermanfaat positif?", jawabannya sangat relatif dengan cara kita menggunakan media sosial tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Facebook, Twitter adalah media sosial paling banyak digunakan dan bisa jadi adalah media sosial paling tidak bermanfaat bagi kebanyakan orang; memang pernyataan subjektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.linkedin-makeover.com/wp-content/uploads/2012/11/LinkedIn-Data-Werewolves.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="125" src="http://www.linkedin-makeover.com/wp-content/uploads/2012/11/LinkedIn-Data-Werewolves.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi para pekerja atau karyawan, Linkedin bukan barang baru; media sosial ini memang terkenal di kalangan profesional. Misi diciptakannya Linkedin saja untuk menghubungkan para profesional agar lebih produktif dan sukses. &lt;i&gt;Bagaimana caranya?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisanku kali ini akan menjelaskan bagaimana Linkedin bisa menggantikan daftar riwayat hidup atau bahkan digunakan sebagai surat lamaran kerja!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-w3WO7jQN3Bg/UUs8k18SUcI/AAAAAAAAA-I/ymLrSdiwyRo/s1600/Your+Profile+++LinkedIn.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://2.bp.blogspot.com/-w3WO7jQN3Bg/UUs8k18SUcI/AAAAAAAAA-I/ymLrSdiwyRo/s640/Your+Profile+++LinkedIn.png" width="226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Gambar diatas adalah &lt;i&gt;screenshot&lt;/i&gt; dari halaman profilku di Linkedin, terlihat format data yang ditampilkan memang dibuat seperti surat riwayat hidup. Di sinilah orang lain dapat melihat pengalaman kerja dan keahlian kita lengkap dengan rekomendasi dari orang lain jika ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angka pengangguran di Indonesia sangat tinggi tapi banyak perusahaan yang mengaku kesulitan mencari pegawai; paling tidak &lt;a href="http://www.agungcahyadi.com/2011/06/selamat-bergabung-bukalapakcom.html" target="_blank"&gt;perusahaan tempatku bekerja&lt;/a&gt; sekarang. Sulitnya mencari kandidat yang tepat adalah isu krusial bagi sebuah korporat karena pegawai adalah aset terpenting bagi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita dapat memanfaatkan problematika diatas dengan memaksimalkan media sosial seperti Linkedin ini. Karena banyak dan mungkin hampir semua korporat mencari kandidat melalui media sosial, kecuali korporat tingkat nasional atau multi-nasional; biasanya mereka menggunakan jasa &lt;i&gt;headhunter&lt;/i&gt; untuk urusan mencari pegawai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya! memang rasanya terlihat pamer jika kita menuliskan riwayat hidup di publik tapi prinsipku adalah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet"&gt;
Show what you can, not what you got.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a href="https://twitter.com/akhmadamal/status/312512999992725504"&gt;March 15, 2013&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script async="" charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;Bagaimana kita dapat berguna jika orang lain tak tahu apa kebisaan kita?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-wEEeBQan8sc/UUtAy5S2m8I/AAAAAAAAA-Q/H-IJ0mxb_ac/s1600/Amal+Agung+Cahyadi+Facebook+Work.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://3.bp.blogspot.com/-wEEeBQan8sc/UUtAy5S2m8I/AAAAAAAAA-Q/H-IJ0mxb_ac/s400/Amal+Agung+Cahyadi+Facebook+Work.png" width="395" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada salahnya mengisi penuh semua kolom di Linkedin dan Facebook, karena rejeki bisa datang darimana saja termasuk dari media sosial. Pekerjaan yang kudapat sekarang saja sebagian besar karena media sosial lho!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu aku sering sebut hal seperti ini adalah 'pencitraan' dan kini harus diakui, kita semua melakukannya; hanya saja jangan sampai kita mencitrakan kebohongan publik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://id.linkedin.com/in/akhmadamal/"&gt;http://id.linkedin.com/in/akhmadamal/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://twitter.com/akhmadamal"&gt;https://twitter.com/akhmadamal&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!-- closing div fullpost --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih telah membaca.

Tulisan yang kalian baca via email atau note Facebook ini adalah bersumber dari www.agungcahyadi.com&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=AduEe5IItBU:UsJSHib0Ml8:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=AduEe5IItBU:UsJSHib0Ml8:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AgungCahyadi/~4/AduEe5IItBU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AgungCahyadi/~3/AduEe5IItBU/menjadikan-media-sosial-sebagai-cv.html</link><author>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-w3WO7jQN3Bg/UUs8k18SUcI/AAAAAAAAA-I/ymLrSdiwyRo/s72-c/Your+Profile+++LinkedIn.png" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://www.agungcahyadi.com/2013/03/menjadikan-media-sosial-sebagai-cv.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580.post-5252762766917583265</guid><pubDate>Sat, 09 Mar 2013 17:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-10T00:56:33.097+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemikiran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Freelance</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Blog</category><title>Pengalaman Baik Bekerja di Perusahaan Startup</title><description>Salam,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit ada keraguan untuk menulis artikel ini karena keobjektifan hasil tulisanku nanti. Tapi biarlah, demi spirit berbagi antar sesama kuputuskan untuk mendokumentasikan pengalamanku bekerja di sebuah &lt;a href="http://www.agungcahyadi.com/2011/06/selamat-bergabung-bukalapakcom.html" target="_blank"&gt;startup company di bidang pasar online&lt;/a&gt;(marketplace).&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://bettsrecruiting.com/wp-content/uploads/2012/09/startup-founder.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://bettsrecruiting.com/wp-content/uploads/2012/09/startup-founder.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tulisan ini akan kubagi menjadi dua bagian: pertama menjelaskan soal keuntungan bekerja di startup, bagian kedua menceritakan sebaliknya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;
Hampir 2 tahun aku mengabdikan diri, bereksperimen, merealisasikan ide dan ikut andil membenahi 'semuanya'. Berawal dari hanya dua orang karyawan hingga kini berkembang menjadi puluhan orang melahirkan sistem birokrasi yang kurasa membunuh sebagian jiwa perusahaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bekerja pada sebuah perusahaan startup mempunyai kelebihan tersendiri dibanding perusahaan besar semacam: Pertamina, Telkomsel atau bank skala nasional. Beberapa yang dapat kurangkum adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Anti-Birokrasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Di tempatku bekerja, birokrasi adalah musuh besar kami walau tidak(belum) tertulis di atas kertas; kami bekerja sesuai keahlian masing-masing dan berkolaborasi gabungkan ide serta pendapat dari semua orang. Tiap karyawan punya hak suara dan keputusan diambil berdasarkan kesepakatan bersama, tidak ada birokrasi panjang untuk sekedar memperbaiki kesalahan penulisan, mengganti baterai jam dinding atau membunuh lalat yang berkeliaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Ladang Pengetahuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Selalu ada hal baru yang terjadi pada sebuah perusahaan &lt;i&gt;startup&lt;/i&gt;, dan hal baru tersebut yang mungkin tak banyak terjadi di korporasi besar skala nasional. Karena jumlah karyawan yang masih sedikit, maka kami dapat merasakan dan mengevaluasinya. Dari perubahan tersebut aku dapat belajar dan mengenal lebih dalam; hal yang tak diajarkan di kelas kuliah, dapat kupelajari di momen ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://fundersandfounders.com/wp-content/uploads/2012/08/life-of-a-startup.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="306" src="http://fundersandfounders.com/wp-content/uploads/2012/08/life-of-a-startup.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Fleksibilitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Sebagai budak korporasi, tentu seorang karyawan terikat pada aturan dan ketentuan selama bekerja tapi hal tersebut tidak banyak terjadi di perusahaan &lt;i&gt;startup&lt;/i&gt;. Walau beberapa memperlakukan karyawannya seperti institusi negeri, namun mereka pasti diberikan kenikmatan(&lt;i&gt;perk&lt;/i&gt;) lain. Di tempatku bekerja, &lt;i&gt;perk &lt;/i&gt;yang kurasakan adalah fleksibilitas jam datang ke kantor (bukan jam kerja). Kami(setidaknya diriku) sering bekerja lebih dari 10 jam perhari, bahkan selepas jam kantor(di rumah) aku tetap mengurusi hal pekerjaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Spirit Entrepreneur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Pada dasarnya semua perusahaan adalah hasil kerja para &lt;i&gt;entrepreneur&lt;/i&gt;, dan yang aku suka adalah kenikmatan bekerja yang kurasakan sama seperti kenikmatan menjalankan bisnis yang pernah kurasakan. Keberhasilan perusahaan adalah bagian dari kesuksesanku, walau perasaan tersebut nampaknya akan kian terkikis seiring berkembangnya perusahaan yang mulai melepas predikat '&lt;i&gt;startup&lt;/i&gt;'.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Muda &amp;amp; Full-Passion&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Tidak semua orang mau bekerja di sebuah perusahaan startup. &lt;i&gt;Mengapa?&lt;/i&gt; umumnya karena ketidakjelasan masa depan perusahaan; terlebih lagi tidak ada kepastian model bisnisnya akan berhasil(baca: menguntungkan). Di jaman(yang katanya) sulit mencari pekerjaan, bekerja di perusahaan yang bonafit tentu jadi impian semua orang dibanding bekerja sukarela apalagi di perusahaan tak jelas(baca: &lt;i&gt;startup&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/8e/Startup_financing_cycle.svg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/8e/Startup_financing_cycle.svg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Siklus finansial pada &lt;i&gt;startup&lt;/i&gt;. sumber: wikipedia.org&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Namun, justru inilah yang mengeliminasi orang-orang yang &lt;i&gt;money oriented&lt;/i&gt;. Menyisakan orang 'gila' yang mau mengambil resiko kehilangan pekerjaan hanya untuk mendapat tantangan baru, dan mereka ini adalah anak muda yang berani dan belum punya banyak tanggung jawab (baca: keluarga).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Gaya Hidup Modern&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Kini bekerja sebagai &lt;i&gt;netpreneur &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;entrepreneur &lt;/i&gt;tidak lagi memalukan, justru saat ini banyak sekali seminar dan workshop soal cara menjadi wirausahawan. Kini para mahasiswa tak malu lagi untuk berdagang sambil mengejar gelarnya. Dan itu semua punya gengsi yang sama seperti bekerja pada sebuah &lt;i&gt;startup&lt;/i&gt;; pada kalangan tertentu, bekerja di &lt;i&gt;startup &lt;/i&gt;memiliki nilai plus tersendiri apalagi jika kemudian terbukti sukses dan berkembang pesat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekian tulisan bagian pertama, selanjutnya aku akan menuliskan kerugian atau resiko bekerja pada sebuah &lt;i&gt;startup&lt;/i&gt;. Silakan &lt;a href="https://twitter.com/akhmadamal" target="_blank"&gt;follow twitterku&amp;nbsp;@akhmadamal&lt;/a&gt; atau kirim email ke &lt;a href="mailto:amal@agungcahyadi.com"&gt;amal@agungcahyadi.com&lt;/a&gt; jika ingin berkomunikasi langsung denganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai jumpa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!-- closing div fullpost --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih telah membaca.

Tulisan yang kalian baca via email atau note Facebook ini adalah bersumber dari www.agungcahyadi.com&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=3o1NSreYrrc:HoYorrXN4CM:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=3o1NSreYrrc:HoYorrXN4CM:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AgungCahyadi/~4/3o1NSreYrrc" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AgungCahyadi/~3/3o1NSreYrrc/pengalaman-baik-bekerja-di-perusahaan.html</link><author>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</author><feedburner:origLink>http://www.agungcahyadi.com/2013/03/pengalaman-baik-bekerja-di-perusahaan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580.post-1181169199204005815</guid><pubDate>Sun, 24 Feb 2013 13:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-24T20:28:20.216+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fotografi</category><title>Agro Wisata Perkebunan Teh Gunung Mas</title><description>Salam,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya sudah cukup lama aku memiliki kamera DSLR namun belum sempat aku buat tulisannya saja, tapi ya sudah; toh tak jadi masalah. Aku lebih senang berbagi foto hasil jepretanku, apalagi jika foto tersebut bisa memberikan arti bagi orang lain yang ku ambil fotonya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-SP0xgqJpMx4/USoSrOFz76I/AAAAAAAAA70/3K_SJ5N-buY/s1600/Untitled_Panorama1_2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="152" src="http://2.bp.blogspot.com/-SP0xgqJpMx4/USoSrOFz76I/AAAAAAAAA70/3K_SJ5N-buY/s400/Untitled_Panorama1_2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Jalan menuju perkebunan teh Gunung Mas.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;
Seperti yang telah aku lakukan pada pertengahan Februari kemarin, bersama teman-temanku kami jalan-jalan menyusuri perkebunan teh Gunung Mas, Puncak - Bogor. Aku sangat senang mengambil gambar dari orang sekitar secara diam-diam(&lt;i&gt;candid&lt;/i&gt;), mungkin karena lebih terasa humanis buatku dibandingkan memfoto seorang model di studio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-tP8rTPzzNhU/USoRWknfYJI/AAAAAAAAA7E/9k8EV3bghEE/s1600/DSC_0137a.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="151" src="http://3.bp.blogspot.com/-tP8rTPzzNhU/USoRWknfYJI/AAAAAAAAA7E/9k8EV3bghEE/s400/DSC_0137a.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Dipotret dengan penuh cinta oleh &lt;a href="http://www.twitter.com/findracadabra" target="_blank"&gt;Afif&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;b&gt;Perjalanan yang menyenangkan dinilai bukan sekedar dari tempat tujuan, tapi juga hal-hal yang berhasil didokumentasikan.&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Foto-foto ini memang tampak biasa tapi ada cerita menarik yang akan menjadi kenangan, terutama bagi mereka berdua yang aku foto ini. Seharusnya sih aku mendapat royalti dari hasil fotoku yang tersebar di semua &lt;i&gt;avatar &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;gadget &lt;/i&gt;mereka berdua ini :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-JgPrk_wpJ6k/USoRfM26iqI/AAAAAAAAA7U/1aIZ-a2AmP0/s1600/DSC_0063.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://1.bp.blogspot.com/-JgPrk_wpJ6k/USoRfM26iqI/AAAAAAAAA7U/1aIZ-a2AmP0/s400/DSC_0063.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-BehGMwE89s4/USoRgUGOWNI/AAAAAAAAA7c/pUBHKxnP3EM/s1600/DSC_0076.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://4.bp.blogspot.com/-BehGMwE89s4/USoRgUGOWNI/AAAAAAAAA7c/pUBHKxnP3EM/s400/DSC_0076.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-e8OAn1LPAwg/USoRjchNpwI/AAAAAAAAA7k/Qk0CWxAuhFQ/s1600/DSC_0084.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://3.bp.blogspot.com/-e8OAn1LPAwg/USoRjchNpwI/AAAAAAAAA7k/Qk0CWxAuhFQ/s400/DSC_0084.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ohSqNgEgv2s/USoRkb4OxvI/AAAAAAAAA7s/geo7iFhS1Cw/s1600/DSC_0085.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://1.bp.blogspot.com/-ohSqNgEgv2s/USoRkb4OxvI/AAAAAAAAA7s/geo7iFhS1Cw/s400/DSC_0085.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Q7bnlfY1kOk/USoRbm1MaAI/AAAAAAAAA7M/TBw0hF__xNw/s1600/DSC_0104.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://2.bp.blogspot.com/-Q7bnlfY1kOk/USoRbm1MaAI/AAAAAAAAA7M/TBw0hF__xNw/s400/DSC_0104.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat kepada kalian berdua, semoga foto ini dapat menjadi bagian kenangan yang manis di kisah hidup kalian. &lt;i&gt;Tak sabar untuk merekam momen bahagia selanjutnya&lt;/i&gt; :)&lt;/div&gt;
&lt;!-- closing div fullpost --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih telah membaca.

Tulisan yang kalian baca via email atau note Facebook ini adalah bersumber dari www.agungcahyadi.com&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=AhH1uIx0wpk:LtuVacjKsMg:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=AhH1uIx0wpk:LtuVacjKsMg:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AgungCahyadi/~4/AhH1uIx0wpk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AgungCahyadi/~3/AhH1uIx0wpk/agro-wisata-perkebunan-teh-gunung-mas.html</link><author>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-SP0xgqJpMx4/USoSrOFz76I/AAAAAAAAA70/3K_SJ5N-buY/s72-c/Untitled_Panorama1_2.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://www.agungcahyadi.com/2013/02/agro-wisata-perkebunan-teh-gunung-mas.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580.post-7551353390098132605</guid><pubDate>Thu, 14 Feb 2013 01:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-14T08:00:04.293+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemikiran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Freelance</category><title>Menilai Kemampuan Diri Lewat Kualifikasi Lowongan Kerja</title><description>Salam,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Hampir semua orang ingin bekerja di perusahaan bonafit (sebagian lagi bekerja untuk dirinya sendiri), tapi masalah yang sering timbul adalah tingginya kualifikasi yang disyaratkan untuk bisa bekerja. Akhirnya banyak orang (lulusan kampus) yang bekerja dibawah kualifikasi yang seharusnya dia kerjakan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://img2.smackjeeves.com/images/uploaded/comics/3/f/3f5ca2675tvdU.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="243" src="http://img2.smackjeeves.com/images/uploaded/comics/3/f/3f5ca2675tvdU.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bukan ingin menulis soal motivasi, namun lebih ke arah manajemen diri; anggap diri pribadi kita adalah sebuah perusahaan yang lahir dari tak punya apa-apa hingga hidup bertahun-tahun mengumpulkan modal untuk akhirnya sukses mencapai tujuan yang berkelanjutan (tentukan tujuan hidupmu sebelum melanjutkan tulisan ini). Dengan analogi tersebut, seharusnya kita tahu apa yang harus diperbuat dan untuk apa kita melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;
Jika pada sebuah perusahaan performa dan kualitas bisa dinilai dari keuntungan yang diraihnya lalu bagaimana mengukur kemampuan diri manusia? banyak metode mengukur kemampuan diri manusia, misalnya tes IQ, EQ hingga ESQ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agar lebih aplikatif, aku punya cara sendiri dalam mengukur kemampuan diri; yaitu lewat kualifikasi lowongan kerja. Setiap lowongan kerja punya kualifikasi yang harus dipenuhi. Biasanya &lt;b&gt;semakin bonafit perusahaan maka semakin tinggi kualifikasinya&lt;/b&gt;. Jika kita dapat memenuhi kualifikasi tertinggi maka kita dapat menyimpulkan bagaimana kemampuan diri kita kan? :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Og_kgdrc8NA/URvojnP2N4I/AAAAAAAAA40/2s4RUwXA54I/s1600/Research+In+Motion+with+BlackBerry+with+BlackBerry+++Jobs+at+Research+In+Motion+with+BlackBerry+with+BlackBerry+++Start+a+Career+With+BlackBerry.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-Og_kgdrc8NA/URvojnP2N4I/AAAAAAAAA40/2s4RUwXA54I/s400/Research+In+Motion+with+BlackBerry+with+BlackBerry+++Jobs+at+Research+In+Motion+with+BlackBerry+with+BlackBerry+++Start+a+Career+With+BlackBerry.png" width="370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Di atas adalah kualifikasi untuk posisi &lt;i&gt;Social Media&amp;nbsp;Analyst&lt;/i&gt; di kantor Blackberry Singapura. Dari poin-poin tersebut kita dapat mencocokkannya dengan kemampuan diri. Jika banyak yang belum kita mengerti berarti diri kita masih perlu banyak belajar. Garis merah di atas adalah poin yang saat ini belum bisa aku kuasai tapi aku masih percaya diri untuk mengirim surat lamaran ke mereka :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu kita tak mungkin menguasai banyak hal dalam satu kehidupan, karena ahli dalam satu bidang lebih baik daripada bisa dalam banyak bidang. Jadi kita harus tahu tentukan target dan mencari tahu apa saja yang harus dikuasai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-HcDC3zO75mc/URvokTq1L8I/AAAAAAAAA48/BKS7GUpplK0/s1600/Digital+Marketing+Intership+Offering+at+Lintasarta+2013+++Jobs+StartupBisnis.com.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="306" src="http://3.bp.blogspot.com/-HcDC3zO75mc/URvokTq1L8I/AAAAAAAAA48/BKS7GUpplK0/s400/Digital+Marketing+Intership+Offering+at+Lintasarta+2013+++Jobs+StartupBisnis.com.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Gambar di atas adalah kualifikasi untuk magang &lt;i&gt;Digital Marketing&lt;/i&gt; sebuah perusahaan. Di situ tertera pengetahuan apa saja yang didapat para kandidat magang dalam bidang &lt;i&gt;Digital Marketing&lt;/i&gt;, artinya kita dapat menggunakan poin-poin tersebut sebagai acuan pembelajaran kita jika ingin ahli dalam &lt;i&gt;Digital Marketing&lt;/i&gt;. Syukur puji Tuhan YME, poin-poin tersebut adalah hal yang sedang kupelajari saat ini. &lt;b&gt;Punya ide lain?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga tulisan ini bermanfaat dan jangan lupa untuk dibagi kepada orang lain agar lebih bermanfaat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih :)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/div&gt;
&lt;!-- closing div fullpost --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih telah membaca.

Tulisan yang kalian baca via email atau note Facebook ini adalah bersumber dari www.agungcahyadi.com&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=oWgicMmWTo4:Jg4dVYXxQLI:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=oWgicMmWTo4:Jg4dVYXxQLI:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AgungCahyadi/~4/oWgicMmWTo4" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AgungCahyadi/~3/oWgicMmWTo4/menilai-kemampuan-diri-lewat.html</link><author>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-Og_kgdrc8NA/URvojnP2N4I/AAAAAAAAA40/2s4RUwXA54I/s72-c/Research+In+Motion+with+BlackBerry+with+BlackBerry+++Jobs+at+Research+In+Motion+with+BlackBerry+with+BlackBerry+++Start+a+Career+With+BlackBerry.png" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://www.agungcahyadi.com/2013/02/menilai-kemampuan-diri-lewat.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580.post-2288008976071080074</guid><pubDate>Sat, 09 Feb 2013 16:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-12T23:00:10.647+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemikiran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemasaran Digital</category><title>Yang Terpendam Dalam JKT48</title><description>Salam,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah histeria baru dari fenomena lama, hadirnya sebuah kelompok penyanyi dan penari wanita yang dikumpulkan menjadi satu; mereka bilang bukan girlband tapi idol group. Entah dimana bedanya..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-kYbH_y0oESc/URZ47iTPrVI/AAAAAAAAA4k/4g4KiPdo-ao/s1600/DSC_0070.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://1.bp.blogspot.com/-kYbH_y0oESc/URZ47iTPrVI/AAAAAAAAA4k/4g4KiPdo-ao/s640/DSC_0070.JPG" width="424" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;'sesajian' untuk sang idola.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kenapa aku sebut fenomena lama?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Karena sebuah kelompok nyanyi sudah hadir sejak lama, yang paling aku ingat itu ya &lt;i&gt;Westlife&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Spicegirl&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;The Moffat&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Backstreet Boy&lt;/i&gt;. Kalau dari dalam negeri ada grup &lt;i&gt;ME&lt;/i&gt; yang salah satu anggota itu Indra Bekti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;
Konsep bisnis musiknya sih sudah lama ada tapi kini telah berevolusi; coba lihat MTV jaman 90-an dan bandingkan dengan sekarang. Di jaman digital saat ini, distribusi musik(audio/video) lebih merata dan tersebar di banyak channel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Internet adalah salah satu penyebabnya. Youtube adalah salah satu channel promosi video musik, &lt;i&gt;Ring Back Tone&lt;/i&gt; bahkan katanya jadi sumber pendapatan utama tiap seniman musik, sampai-sampai KFC yang berbisnis pada ranah makanan cepat saji pun merambah ke distribusi penjualan CD musik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://heraspost.com/wp-content/uploads/2012/12/JKT48.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="220" src="http://heraspost.com/wp-content/uploads/2012/12/JKT48.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;JKT48 angkatan pertama.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Nah, sekarang ada lagi yang dikenal JKT48. Aku melihatnya bukan sebagai penikmat musik tapi dari sudut pandang seorang pemasar. Harus diakui, JKT48 bukan sekedar kelompok nyanyi yang ingin berkarya tapi juga sebuah bisnis; yang sangat menarik perhatianku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Korporasi 48 ini dimulai oleh &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yasushi_Akimoto" target="_blank"&gt;Yasushi Akimoto &lt;/a&gt;di Jepang dengan nama AKB48 dan kemudian menjadi 'perusahaan' multinasional dengan dibentuknya JKT48. Di Jepang sendiri pun ada beberapa cabang regional yang telah dibentuk:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-hVNGJeY2-zM/UMSYf971giI/AAAAAAAAAGo/MNbBxDmkFP0/s1600/48-family.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://1.bp.blogspot.com/-hVNGJeY2-zM/UMSYf971giI/AAAAAAAAAGo/MNbBxDmkFP0/s400/48-family.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya orang akan terkejut setelah tahu bahwa anggota JKT48 berjumlah 48 orang, bagaimana mereka membagi komisi tiap member? Tenang, mereka pasti tidak sembarangan mengambil 48 orang sebagai member. Menurutku inilah rahasia sukses bisnisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tiap wilayah, misalnya JKT48 memiliki sebuah panggung teater yang memiliki pertunjukan hampir setiap hari. Mungkin teater adalah sumber utama pendapatan mereka, dengan pertunjukan hampir setiap hari tentunya butuh banyak SDM. Maka tak mengherankan kalau JKT48 punya 48 member.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-qWbrBvODmmM/URZ2v_x4oGI/AAAAAAAAA4E/17O_i1h8EAI/s1600/2012-09-08+21.57.40.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-qWbrBvODmmM/URZ2v_x4oGI/AAAAAAAAA4E/17O_i1h8EAI/s400/2012-09-08+21.57.40.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Jakarta JKT48 Theatre di FX Mall, Sudirman - Jakarta.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Selain teater, pendapatan mereka datang dari penjualan merchandise. Mereka menjual beberpa photo-pack member dengan harga tertentu, bahkan aku sempat menanyakan sendiri pada salah satu fansnya dan mereka mengaku telah menghabiskan sekitar 1 juta rupiah untuk merchandise JKT48.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet"&gt;
Yang membuat cantik anggota JKT48 bukanlah wajahnya tapi citra merek JKT48 itu sendiri.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a href="https://twitter.com/akhmadamal/status/298790000898760704"&gt;February 5, 2013&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script async="" charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

Ini salah satu hal yang kukagumi dari bisnis orang Jepang ini, mereka sangat berhati-hati dan konsisten dalam menjaga citra JKT48. Walau menurutku terlalu berlebihan, misalnya me-reset seluruh akun para member di Internet setelah bergabung di JKT48.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
JKT48 sungguh memanfaatkan media sosial secara penuh; bayangkan saja tiap member mempunyai akun Twitter dengan puluhan ribu follower, setiap kegiatan resmi JKT48 didokumentasikan lewat Youtube. Bukan sekedar itu, terlihat mereka punya content-planner di media sosial; setidaknya template yang dipakai setiap member.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka menyebut JKT48 bagai sebuah akademi, setiap anggota dianggap sedang belajar dan suatu saat mereka akan 'graduate' atau keluar dari sana. Menurutku penggunaan analogi akademi ini cukup cerdas karena kata 'diluluskan' punya persepsi positif dibanding 'dikeluarkan'.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita baru bahas cara bisnis JKT48, belum soal fansnya yang sangat luar biasa loyal. Fans JKT48 memang unik, bahkan sampai pada tahap yang tak bisa dimengerti orang biasa :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-UX3X2Ct3c9Y/URZ2zp1p2iI/AAAAAAAAA4M/p3qka9f_qlo/s1600/2012-09-08+22.17.09.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-UX3X2Ct3c9Y/URZ2zp1p2iI/AAAAAAAAA4M/p3qka9f_qlo/s400/2012-09-08+22.17.09.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kakak-kakak jomblo permanen -_-&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-r7N6McS6CDI/URZ47ME13VI/AAAAAAAAA4c/DqmnpRV6vF0/s1600/DSC_0042.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://2.bp.blogspot.com/-r7N6McS6CDI/URZ47ME13VI/AAAAAAAAA4c/DqmnpRV6vF0/s400/DSC_0042.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tarian khas yang selalu mereka lakukan.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan hanya sisi eksternal, di internal JKT48 pun terencana dengan baik. Mohon koreksinya: JKT48 tediri dari grup J, K dan T. Setiap grup memiliki satu kapten, dan JKT48 memiliki satu orang 'center'. Setiap member berhak memperebutkan posisi kapten dan center tersebut. Konon hal inilah yang membuat &lt;a href="https://www.google.com/search?q=cleo+keluar+dari+jkt48&amp;amp;oq=cleo&amp;amp;aqs=chrome.1.57j59j62l3j61.3065&amp;amp;sourceid=chrome&amp;amp;ie=UTF-8" target="_blank"&gt;Cleoptra 'graduate' dari JKT48&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.wandisport27.com/image/JKT48cleopatra.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://www.wandisport27.com/image/JKT48cleopatra.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Cleoptra sebelum 'graduate' dari JKT48.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
Satu hal yang selalu membuatku salut dari Jepang adalah kekompakan(jika bukan nasionalisme). Jika kamu perhatikan JKT48 mulai merangsek masuk ke industri hiburan Indonesia melalui media &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Media_Nusantara_Citra" target="_blank"&gt;MNC Group&lt;/a&gt;; merchandise-nya dikelola oleh &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rakuten" target="_blank"&gt;Rakuten&lt;/a&gt;; agensi yang mengatur JKT48 pun &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dentsu" target="_blank"&gt;Dentsu&lt;/a&gt;. Mereka adalah korporat yang berbendera Jepang! MNC-nya bukan Jepang sih..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sebutkan semua merek yang pernah dibintangi oleh JKT48, kamu akan sadar kalau semuanya adalah perusahaan Jepang!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bukan penggemar fanatik mereka, tapi aku sangat menyukai cara mereka berbisnis. Seandainya Indonesia mampu seperti itu, bukan tidak mungkin kita akan berjaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ah~&lt;/i&gt; tulisanku pun sudah terlalu panjang, lebih baik kita kembali ke meja belajar dan selesaikan pekerjaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;update:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ada survey menarik yang dilakukan mas Pitra lewat Twitter tentang JKT48, silakan disimak:&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="356" marginheight="0" marginwidth="0" mozallowfullscreen="" scrolling="no" src="http://www.slideshare.net/slideshow/embed_code/17119681" style="border-width: 1px 1px 0; border: 1px solid #CCC; margin-bottom: 5px;" webkitallowfullscreen="" width="427"&gt; &lt;/iframe&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 5px;"&gt;
&lt;strong&gt; &lt;a href="http://www.slideshare.net/anakcerdas/jkt48-fans" target="_blank" title="JKT48 &amp;amp; FANS"&gt;JKT48 &amp;amp; FANS&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt; from &lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.slideshare.net/anakcerdas" target="_blank"&gt;Pitra Satvika&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Apa argumenmu tentang ini?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!-- closing div fullpost --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih telah membaca.

Tulisan yang kalian baca via email atau note Facebook ini adalah bersumber dari www.agungcahyadi.com&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=WP7-Q-n-eN8:DyIUibr6KHQ:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=WP7-Q-n-eN8:DyIUibr6KHQ:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AgungCahyadi/~4/WP7-Q-n-eN8" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AgungCahyadi/~3/WP7-Q-n-eN8/yang-terpendam-dalam-jkt48.html</link><author>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-kYbH_y0oESc/URZ47iTPrVI/AAAAAAAAA4k/4g4KiPdo-ao/s72-c/DSC_0070.JPG" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://www.agungcahyadi.com/2013/02/yang-terpendam-dalam-jkt48.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580.post-4198013170786724</guid><pubDate>Sun, 03 Feb 2013 19:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-08T21:52:36.771+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemikiran</category><title>Dibalik Idealisme Steve Jobs &amp; Produk Apple Inc.</title><description>Salam,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_6-lD2muqAT4/TNFrNZWX9iI/AAAAAAAAAJ0/K4Oe74P1qWI/s1600/Apple_Logo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_6-lD2muqAT4/TNFrNZWX9iI/AAAAAAAAAJ0/K4Oe74P1qWI/s200/Apple_Logo.jpg" width="175" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu kita semua sudah tidak asing dengan logo diatas; sebuah apel '&lt;i&gt;kroak&lt;/i&gt;' yang melambangkan produk teknologi dengan harga mahal yang tidak semua orang dapat menjangkaunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Steve_Jobs" target="_blank"&gt;Steve Jobs&lt;/a&gt; (bersama &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Steve_Wozniak" target="_blank"&gt;Steve Wozniak&lt;/a&gt;) mungkin orang yang paling bertanggung jawab atas hadirnya produk bermerek Apple Inc. Ide dan idealismenya telah mengukir seluruh produk Apple Inc. sejak tahun 1976 hingga munculah kisah pertarungan hebat antara Mac dan PC yang dikepalai oleh &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bill_Gates" target="_blank"&gt;Bill Gates&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasti tak sedikit diantara kita yang melihat Apple tak berbeda dengan korporat keparat yang mengutamakan keuntungan, karena aku pun masih beranggapan demikian. Tapi ada beberapa hal yang ingin kubagi dengan semua orang tentang korporat keparat ini; mereka tak biasa.&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;Semakin dipelajari sejarahnya, semakin aku mengerti tujuannya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mulai dengan melihat rekaman presentasi Steve Jobs saat peluncuran Macbook Pro di tahun 2008 berikut ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/videoseries?list=PLTuYvf4QkHxmVCyXTJPYWJnExhR4XWl2M" width="560"&gt;&lt;/iframe&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian aku berpendapat kalau Apple Inc. memang tidak hanya menciptakan produk demi keuntungan semata, setiap desainnya memiliki alasan yang mungkin radikal namun sangat masuk akal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet"&gt;
Ragu kalau tujuan Apple menjadi sistem komputer no.1 di dunia. Entahlah.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a href="https://twitter.com/akhmadamal/status/298067500929806336"&gt;February 3, 2013&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script async="" charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

Lalu aku berpikir, nampaknya Steve Jobs memang tidak bertujuan membuat &lt;i&gt;mass-product &lt;/i&gt;yang sekedar bertujuan uang tapi ada hal lain dibalik itu. Dan aku menemukan rekaman wawancara berikut ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/eAo8gnUCWzE" width="560"&gt;&lt;/iframe&gt;

Dalam wawancara diatas, Steve Jobs menjawab pertanyaan seorang reporter dengan penjelasan bahwa tujuan dari Apple Inc. adalah memberikan komputer berkualitas dengan harga termurah yang dapat dicapai dan mereka punya batasan kualitas dari sebuah produk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau memang terdengar seperti jawaban retorika tapi itulah pengakuan Steve Jobs dalam membuat produk. Aku percaya hal tersebut; biar ku perjelas lewat pernyataan berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet"&gt;
Steve terlalu idealis untuk pakai konstruksi teknologi yg sudah ada agar tujuannya tercapai, gak heran produknya muahal!&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a href="https://twitter.com/akhmadamal/status/298082917157056512"&gt;February 3, 2013&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script async="" charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

Ya! Steve Jobs terlalu idealis untuk kompromi dengan standar teknologi yang ada. Baginya sebuah konstruksi teknologi haruslah memenuhi kebutuhan desain, terlebih jika itu memberikan manfaat lebih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu hal yang menurutku kelemahan produk Apple Inc. adalah: baterai yang terintegrasi(&lt;i&gt;unremovable battery&lt;/i&gt;) dan tak bisa dilepas. Namun apa yang kutemukan, ternyata alasan Apple Inc. pakai sistem tersebut adalah demi efisiensi desain dan &lt;i&gt;user experience&lt;/i&gt; seperti yang dijelaskan pada &lt;a href="http://www.tomshardware.com/news/apple-battery-patent-ipad-iphone,14155.html" target="_blank"&gt;Tom's Hardware&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan pengalamanku bertahun-tahun menggunakan sebuah laptop(Windows); aku menginginkan sebuah mesin yang dapat kugunakan kapanpun tanpa perlu repot memikirkan hal lain. Dan betul! Steve Jobs menciptakan produk berdasarkan keinginan konsumen seperti itu. Produk Apple Inc. bahkan Macintosh sendiri tercipta sangat intuitif pada segala umur pengguna. Bahkan &lt;a href="http://fikrirasyid.com/the-mac-mini-story/" target="_blank"&gt;Fikri Rasyid pun membelikan Mac Mini untuk ibunya&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dengan alasan user experience.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet"&gt;
Yup! korporasi lain nampak lebih pilih gunakan konstruksi teknologi yg sudah ada krn lebih murah, beda dengan Apple. DIY spirit (",)9&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a href="https://twitter.com/akhmadamal/status/298093318338912257"&gt;February 3, 2013&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script async="" charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

Ternyata idealisme Steve Jobs memang tak bisa dibayar dengan harga murah, semua produk Apple Inc. yang menakjubkan dan memanjakan mata harus kita bayar mahal bila ingin memilikinya. Tapi buatku ini bukan masalah melainkan pilihan bagi konsumen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak hal kelebihan produk Apple Inc. yang tak dimiliki kompetitor lain, misalnya &lt;a href="http://www.apple.com/supplierresponsibility/" target="_blank"&gt;keramahannya terhadap lingkungan dan lainnya&lt;/a&gt;. Dan kita tahu produk yang ramah lingkungan memang cenderung mahal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.contrib.andrew.cmu.edu/~jshersh/MacPC.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="270" src="http://www.contrib.andrew.cmu.edu/~jshersh/MacPC.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Mac Vs. PC&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Pertarungan yang tak akan ada habisnya, namun aku menemukan sebuah kalimat yang mungkin bisa meredakan pertengkaran kedua fanboy:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;If you can't afford it, you have no business with apple.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bukan penggemar kelas berat produk Apple Inc. dan belum memiliki salah satu produknya tapi aku mengagumi cara Steve Jobs merealisasikan ide dan idealismenya lewat produk-produknya. Semoga tahun ini aku dapat memiliki &lt;a href="http://www.apple.com/s/Ae3L7L3" target="_blank"&gt;MacBook Pro 13-inch: 2.9GHz&lt;/a&gt; kreasinya. Amiin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet"&gt;
We become what we behold. We shape our tools and thereafter our tools shape us - Marshall McLuhan.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a href="https://twitter.com/akhmadamal/status/298137373680734209"&gt;February 3, 2013&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script async="" charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
Terima kasih :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!-- closing div fullpost --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih telah membaca.

Tulisan yang kalian baca via email atau note Facebook ini adalah bersumber dari www.agungcahyadi.com&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=psszO8KIRtk:mlqvwFlGLEA:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=psszO8KIRtk:mlqvwFlGLEA:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AgungCahyadi/~4/psszO8KIRtk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AgungCahyadi/~3/psszO8KIRtk/dibalik-idealisme-steve-jobs-produk.html</link><author>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_6-lD2muqAT4/TNFrNZWX9iI/AAAAAAAAAJ0/K4Oe74P1qWI/s72-c/Apple_Logo.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://www.agungcahyadi.com/2013/02/dibalik-idealisme-steve-jobs-produk.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580.post-2987896866502774229</guid><pubDate>Wed, 23 Jan 2013 18:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-08T21:51:43.391+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemikiran</category><title>Basa-Basi Tentang Delusi Sebuah Reputasi</title><description>Salam,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet"&gt;
Reputasi! hal paling berharga bagi mereka yang menghalalkan segala cara.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a href="https://twitter.com/akhmadamal/status/293712370214248449"&gt;January 22, 2013&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
Tulisan ini aku buka dengan salah satu tweet-ku kemarin tentang reputasi. Mungkin terdengar skeptis dan tak logis tapi bila kita telaah lebih lanjut, itulah kenyataannya. Tak sedikit orang yang melakukan banyak cara licik untuk mendapatkan reputasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak hal; mulai dari menjilat atasan, memalsukan ijazah sekolah, hingga yang tenar saat ini; membeli follower di Twitter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bagaimana bisa follower Twitter mempengaruhi reputasi?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Tentu karena ada sebagian orang yang mengkultuskan jumlah follower atas segalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;
Indonesia adalah negara urutan ke-5 pengguna terbanyak dengan jumlah sekitar 29,4 juta dan kota Jakarta adalah kota paling 'cerewet' di Twitter. Data tersebut menunjukkan Twitter berpengaruh di kehidupan masyarakat sehari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.michaelspiro.net/SocialMediaFriendsCartoonFull.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="322" src="http://www.michaelspiro.net/SocialMediaFriendsCartoonFull.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi sebagian lain follower Twitter bukanlah hal penting tapi tidak bagi sebagian lainnya, apalagi mereka yang telah terjebak pada dunia digital atau mereka yang memang berniat mempopulerkan diri di dunia maya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Pembelian akun @soalCINTA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Sepengetahuanku ini adalah pembelian akun terbesar di Indonesia. Akun&amp;nbsp;@soalCINTA dengan lebih dari 1 juta follower diakuisisi dan berubah menjadi&amp;nbsp;@DennyJA_WORLD. Perlu diketahui Denny JA adalah tokoh yang cukup sering berkecimpung pada dunia politik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-G7UpQOEI5Ho/UQAWddc4nZI/AAAAAAAAA3U/lup-dkxcz_c/s1600/Denny+JA++DennyJA_WORLD++on+Twitter.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="183" src="http://3.bp.blogspot.com/-G7UpQOEI5Ho/UQAWddc4nZI/AAAAAAAAA3U/lup-dkxcz_c/s400/Denny+JA++DennyJA_WORLD++on+Twitter.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Entah maksud apa dibalik pembelian akun&amp;nbsp;@soalCINTA ini, tapi disinyalir ada kaitannya dengan pemilihan presiden tahun 2014 nanti. Hal ini pernah dibahas oleh mas&amp;nbsp;@pitra di blog &lt;a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2012/01/05/kala-akun-twitter-anonim-menghasilkan/" target="_blank"&gt;Media Ide&lt;/a&gt; miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Jasa tambah follower&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Entah sejak kapan bisnis ini muncul, yang pasti jasa menambah follower Twitter cukup banyak peminatnya. Kalau tidak, tentu tidak akan banyak pihak yang menawarkan jasa ini secara terang-terangan &lt;a href="https://www.google.com/webhp?sourceid=chrome-instant&amp;amp;ion=1&amp;amp;ie=UTF-8#hl=id&amp;amp;safe=off&amp;amp;tbo=d&amp;amp;output=search&amp;amp;sclient=psy-ab&amp;amp;q=jasa%20menambah%20follower&amp;amp;oq=&amp;amp;gs_l=&amp;amp;pbx=1&amp;amp;fp=1284b71a747e5e94&amp;amp;ion=1&amp;amp;bav=on.2,or.r_gc.r_pw.r_cp.r_qf.&amp;amp;bvm=bv.41248874,d.bmk&amp;amp;biw=1366&amp;amp;bih=638" target="_blank"&gt;gampang ditemukan&lt;/a&gt;. Follower yang didapat pun bukanlah akun aktif, melainkan akun yang memang dibuat untuk tujuan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya jasa menambah follower digunakan oleh para agensi digital untuk mencapai target yang ditetapkan kliennya tapi sekarang pun banyak dipakai akun personal untuk 'meninggikan' reputasi. Karena mempunyai lebih banyak pengikut dipercaya dapat menciptakan persepsi positif oleh orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun kini mulai banyak kaum korporat yang sadar bahwa pengikut fiktif tersebut tidaklah menguntungkan bagi mereka karena itu semua bagai manekin yang tak membantu capai target utamanya; keuntungan finansial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah apa alasannya, tapi bisa ditebak para akun personal membeli(follower) demi keuntungan sendiri atas nama reputasi bahkan gengsi. Entah penelitian mana yang mendukung asumsiku ini tapi memang harus diakui bahwa sesaat aku 'hormat' pada seseorang dengan follower banyak, apalagi jika dia mempunyai karya pada dunia nyata. Hanya sesaat lho yaa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Delusi atas reputasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet"&gt;
Delusi paling tinggi bisa jadi banyak terjadi disini(Twitter).&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a href="https://twitter.com/akhmadamal/status/293950481385017345"&gt;January 23, 2013&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script async="" charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

Follower Twitter yang fiktif itu adalah delusi, bagai berteman baik dengan ribuan manekin ditengah dunia nyata. Tidak ada aturan yang menyalahkan membeli follower palsu di Twitter tapi hal tersebut dapat menghancurkan reputasi diri sendiri sesaat orang lain mengetahuinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih saat ini sudah muncul beberapa alat mendeteksi follower palsu di Twitter, misalnya fasilitas dari &lt;a href="http://fakers.statuspeople.com/" target="_blank"&gt;Statuspeople.com&lt;/a&gt; walau entah bagaimana algoritmanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet"&gt;
Bagai berdiri di lapangan yang penuh dengan manekin adalah gambaran mereka yang miskin akan pertemanan.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a href="https://twitter.com/akhmadamal/status/293952187518828544"&gt;January 23, 2013&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script async="" charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

Sekali lagi dengan semangat DIY(&lt;i&gt;Do-It-Yourself&lt;/i&gt;), kita pun bisa membedakan antara follower fiktif dengan asli. Bermodal ketekunan saja, kita bisa menilai sebuah akun. Ini salah satu cuplikan contoh dari follower palsu yang langsung aku tangkap dari akun teman sejawat:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-NEscUWLZi1g/UQAq8eVI0lI/AAAAAAAAA3k/ZPaKqWAhhU0/s1600/01+Twitter.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="387" src="http://3.bp.blogspot.com/-NEscUWLZi1g/UQAq8eVI0lI/AAAAAAAAA3k/ZPaKqWAhhU0/s400/01+Twitter.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ZERrFgRvaEg/UQAq9JWAcVI/AAAAAAAAA3o/FERBLhuwEtk/s1600/02+on+Twitter.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="356" src="http://1.bp.blogspot.com/-ZERrFgRvaEg/UQAq9JWAcVI/AAAAAAAAA3o/FERBLhuwEtk/s400/02+on+Twitter.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bagaimana caranya bisa mengenali follower palsu ini?&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Ah, lebih baik kita bicara langsung saja :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekian basa-basi dari delusi reputasi ini, semoga kita bukan bagian dari mereka yang melakukannya. Karena reputasi bukanlah segalanya. Lebih baik tetap bertindak sebaiknya demi kebaikan sesama dan biarkan orang lain yang bicara tentang kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
referensi:&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://techcrunch.com/2012/07/30/analyst-twitter-passed-500m-users-in-june-2012-140m-of-them-in-us-jakarta-biggest-tweeting-city/" target="_blank"&gt;TechCrunch.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!-- closing div fullpost --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih telah membaca.

Tulisan yang kalian baca via email atau note Facebook ini adalah bersumber dari www.agungcahyadi.com&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=bHiv--SB4Vk:X_N4xxPbS4c:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=bHiv--SB4Vk:X_N4xxPbS4c:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AgungCahyadi/~4/bHiv--SB4Vk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AgungCahyadi/~3/bHiv--SB4Vk/basa-basi-tentang-delusi-sebuah-reputasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-G7UpQOEI5Ho/UQAWddc4nZI/AAAAAAAAA3U/lup-dkxcz_c/s72-c/Denny+JA++DennyJA_WORLD++on+Twitter.png" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://www.agungcahyadi.com/2013/01/basa-basi-tentang-delusi-sebuah-reputasi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580.post-5534542741312206119</guid><pubDate>Mon, 21 Jan 2013 17:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-08T21:51:24.209+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemasaran Digital</category><title>Memahami SEO Sebagai Bagian Digital Marketing</title><description>Salam,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya aku sudah menjelaskan tiga pilar dari pemasaran digital (&lt;i&gt;Digital Marketing&lt;/i&gt;). Jika kamu belum tahu, silakan baca dulu tulisanku yang berjudul &lt;a href="http://www.agungcahyadi.com/2013/01/mengenal-lebih-dalam-tentang-pemasaran.html" target="_blank"&gt;Mengenal Lebih Dalam Tentang Pemasaran Digital&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.seroundtable.com/archives/seocomic2.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="131" src="http://www.seroundtable.com/archives/seocomic2.gif" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu pilar dari pemasaran digital adalah SEO(Search Engine Optimization) Marketing, yaitu bagian dari ilmu pemasaran yang mempelajari cara mengoptimalkan konten(website) yang kita miliki di mesin pencarian(Google, Yahoo, Bing, dan lainnya). Tujuannya adalah mempermudah user/konsumen menemukan informasi/konten yang kita miliki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mengapa pemasaran SEO sangat penting untuk dipelajari?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
karena mbah Google hampir selalu punya jawaban, bahkan kata '&lt;i&gt;googling&lt;/i&gt;' pun lazim digunakan orang banyak di dunia. Bicara soal data, kamu bisa googling sendiri berapa persen orang yang gunakan mesin pencari seperti Google Search, Yahoo Search atau Bing.&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;
Kita tak perlu tahu cara membuat website atau bahasa pemograman untuk memahami SEO tapi jika kamu bisa menguasai minimal bahasa HTML maka itu bisa jadi nilai tambah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebetulnya SEO dilakukan untuk memudahkan Google dalam membaca konten kita, sehingga saat konsumen mencari informasi lewat Google Search maka konten kita akan muncul di urutan pertama dibanding konten kompetitor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemasaran SEO bisa dibilang teknik pemasaran gratis karena saat konten kita ada di urutan pertama maka konsumen secara alamiah 'membeli' konten kita. Tapi ini semua kembali lagi pada kualitas konten dan cara kita menyajikan konten tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Karena pemasaran digital adalah mempelajari cara kerja internet dan bagaimana konsumen menggunakannya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-BOMCGtt0rlI/TgNsK_O_I6I/AAAAAAAAAB8/hOmB6Ux3HpQ/s1600/Dilbert-SEO-comic.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="125" src="http://4.bp.blogspot.com/-BOMCGtt0rlI/TgNsK_O_I6I/AAAAAAAAAB8/hOmB6Ux3HpQ/s400/Dilbert-SEO-comic.gif" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak akan menjelaskan detil teknis dari implementasi pemasaran SEO karena Google telah merangkumnya secara jelas pada dokumen yang berjudul &lt;a href="http://static.googleusercontent.com/external_content/untrusted_dlcp/www.google.com/id//webmasters/docs/search-engine-optimization-starter-guide.pdf" target="_blank"&gt;Search Engine Optimization Starter Guide&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlu diketahui, diluar sana banyak profesi yang menjual jasa SEO audit atau semacamnya. Mereka adalah para jago SEO yang bisa mengoptimalkan konten/website kita di dalam mesin pencarian. Tapi karena aku adalah tipe orang dengan spirit DIY (&lt;i&gt;Do-It-Yourself&lt;/i&gt;) jadi tak ada salahnya memahami SEO sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut dari SEO, kamu pun bisa mengikuti &lt;a href="http://support.google.com/webmasters/bin/static.py?hl=en&amp;amp;page=checklist.cs&amp;amp;tab=1095542" target="_blank"&gt;Google Webmaster Academy&lt;/a&gt; yang secara terpadu mengajarkan kita cara optimalisasi konten/website di Internet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekian pengenalan SEO dariku, semoga mencerahkan dan mari diskusi :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!-- closing div fullpost --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih telah membaca.

Tulisan yang kalian baca via email atau note Facebook ini adalah bersumber dari www.agungcahyadi.com&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=gCMHQPkOAJY:gEZT32IdAT8:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=gCMHQPkOAJY:gEZT32IdAT8:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AgungCahyadi/~4/gCMHQPkOAJY" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AgungCahyadi/~3/gCMHQPkOAJY/memahami-seo-sebagai-bagian-digital.html</link><author>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-BOMCGtt0rlI/TgNsK_O_I6I/AAAAAAAAAB8/hOmB6Ux3HpQ/s72-c/Dilbert-SEO-comic.gif" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://www.agungcahyadi.com/2013/01/memahami-seo-sebagai-bagian-digital.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580.post-6047688836887785863</guid><pubDate>Sun, 20 Jan 2013 14:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-08T21:51:14.198+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemasaran Digital</category><title>Mengenal Lebih Dalam Tentang Pemasaran Digital</title><description>Salam,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemasaran digital atau dalam bahasa Inggris yaitu &lt;i&gt;Digital Marketing&lt;/i&gt; adalah bentuk lain dari sebuah ilmu pemasaran konvensional. Hal yang terbilang sama(konvensional vs. digital) tapi perlu pemahaman dan pola pikir yang sangat berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.dr4ward.com/.a/6a00e54fd9f05988330133f535d740970b-580wi" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="123" src="http://www.dr4ward.com/.a/6a00e54fd9f05988330133f535d740970b-580wi" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dalam pemasaran konvensional kita menyasar target konsumen secara media konvensional(TV, majalah, radio, dll) dan offline. Maka dalam pemasaran digital kita menyasar target konsumen lewat media yang lebih horizontal; Internet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Media "horizontal"; maksudnya adalah media/tempat dimana posisi produsen dan konsumen sejajar dan dapat berkomunikasi dua arah. Contohnya: Facebook dan Twitter atau media sosial lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Terjun ke media sosial artinya siap 'turun' kejalanan; bila masih menjunjung senioritas/kedudukan.. lupakan.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2013-01-13T18:34:37+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/290527285176578048"&gt;January 13, 2013&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script async="async" charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

Saat korporat(produsen) telah menginjak ranah media sosial, artinya mereka harus siap berhadapan dengan konsumen secara langsung. &lt;b&gt;Kekuatan media sosial adalah keterbukaan informasi&lt;/b&gt; sehingga akan sangat buruk bagi kita (korporat) jika tak dapat "mengendalikan" informasi yang tersebar di media sosial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahasan soal "mengendalikan" informasi tak akan aku bahas dalam artikel ini karena itu adalah bagian lain dalam dunia media sosial yang dikenal sebagai "&lt;i&gt;Crisis Management&lt;/i&gt;".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membahas tentang pemasaran digital artinya membahas bagaimana cara kerja Internet dan bagaimana konsumen menggunakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Digital marketing means knowing how Internet works and how peoples using it.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2013-01-20T12:02:37+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/292965352185405441"&gt;January 20, 2013&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.mediabistro.com/alltwitter/files/2011/10/twitter-cartoon-1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="261" src="http://www.mediabistro.com/alltwitter/files/2011/10/twitter-cartoon-1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script async="async" charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

Mempelajari Internet bukan hanya dengan menggunakannya setiap hari tapi juga memahami seluk-beluk dibalik cara kerja Internet; bagaimana website ditampilkan; cara google mendapatkan informasi; hingga cara eksis pada media sosial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdengar teknis? tentu saja, karena menurutku pemasar digital adalah setengah pemasar dan setengah programer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
I thought a perfect digital marketer is an ex-programmer who studies marketing so well.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2013-01-20T12:16:57+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/292968960335437824"&gt;January 20, 2013&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script async="async" charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

Banyak hal yang wajib diketahui oleh seorang pemasar digital, minimal paham tentang SEO, &lt;i&gt;Social Media&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Web Usability&lt;/i&gt;. Menurutku ketiga hal tersebut adalah pilar dasar untuk 'berjualan' di media digital.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut tentang tiga pilar media digital tersebut, mungkin akan kubahas dalam artikel berikutnya. Silakan cek tulisan &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.agungcahyadi.com/2011/11/pendahuluan-social-media-marketing.html" target="_blank"&gt;Pengenalan Pemasaran Media Sosial&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; untuk pembahasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!-- closing div fullpost --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih telah membaca.

Tulisan yang kalian baca via email atau note Facebook ini adalah bersumber dari www.agungcahyadi.com&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=K-18_iK-hv8:Mxk5isan5PE:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=K-18_iK-hv8:Mxk5isan5PE:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AgungCahyadi/~4/K-18_iK-hv8" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AgungCahyadi/~3/K-18_iK-hv8/mengenal-lebih-dalam-tentang-pemasaran.html</link><author>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</author><feedburner:origLink>http://www.agungcahyadi.com/2013/01/mengenal-lebih-dalam-tentang-pemasaran.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580.post-3290487345190615712</guid><pubDate>Tue, 06 Nov 2012 12:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-08T21:51:05.134+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Freelance</category><title>Freelancer 101</title><description>Masih dalam semangat freelancer, kebetulan seorang pekerja lepas yang cukup terkenal mas &lt;a href="https://twitter.com/glennmars" target="_blank"&gt;Glenn Marsalim&lt;/a&gt; sudah berbagi #freelancer101 di linimasanya. Yuk kita simak bersama :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
&lt;a href="https://twitter.com/search/%23Freelancer101"&gt;#Freelancer101&lt;/a&gt; aset no. 1 dan selamanya jadi nomor satu adalah kesehatan. freelancer sakit, mesin uang berhenti.&lt;br /&gt;
— glenn marsalim (@glennmars) &lt;a data-datetime="2012-11-06T11:34:22+00:00" href="https://twitter.com/glennmars/status/265779153515720704"&gt;November 6, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
&lt;a href="https://twitter.com/search/%23Freelancer101"&gt;#Freelancer101&lt;/a&gt; jadikan rumah tempat kerja paling nyaman di dunia untuk loe. kerja di cafe boleh kalo dibayarin klien.&lt;br /&gt;
— glenn marsalim (@glennmars) &lt;a data-datetime="2012-11-06T11:35:49+00:00" href="https://twitter.com/glennmars/status/265779516448849921"&gt;November 6, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
&lt;a href="https://twitter.com/search/%23Freelancer101"&gt;#Freelancer101&lt;/a&gt; milikilah rice cooker :) ini serius! pas kantong seret setidaknya bisa makan nasi.&lt;br /&gt;
— glenn marsalim (@glennmars) &lt;a data-datetime="2012-11-06T11:36:48+00:00" href="https://twitter.com/glennmars/status/265779764650991617"&gt;November 6, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
&lt;a href="https://twitter.com/search/%23Freelancer101"&gt;#Freelancer101&lt;/a&gt; standard bayaran? terserah masing2 aja lah yang penting apaaa *sodorin mic* yak benar sekali... CASHFLOW :D&lt;br /&gt;
— glenn marsalim (@glennmars) &lt;a data-datetime="2012-11-06T11:38:11+00:00" href="https://twitter.com/glennmars/status/265780112383959040"&gt;November 6, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
&lt;a href="https://twitter.com/search/%23Freelancer101"&gt;#Freelancer101&lt;/a&gt; Dapetin klien? Selalu usahakan kasih yg terbaik di setiap proyek. sekecil apapun semurah apapun.&lt;br /&gt;
— glenn marsalim (@glennmars) &lt;a data-datetime="2012-11-06T11:42:02+00:00" href="https://twitter.com/glennmars/status/265781081893138432"&gt;November 6, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
&lt;a href="https://twitter.com/search/%23Freelancer101"&gt;#Freelancer101&lt;/a&gt; Bedakan networking sama gauling. Bedakan meeting dan nongkrong. Bedakan brainstorming dan kongkowing.&lt;br /&gt;
— glenn marsalim (@glennmars) &lt;a data-datetime="2012-11-06T11:45:26+00:00" href="https://twitter.com/glennmars/status/265781937002659841"&gt;November 6, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
&lt;a href="https://twitter.com/search/%23Freelancer101"&gt;#Freelancer101&lt;/a&gt; asuransi kesehatan selalu jadi tujuan pertama kalo baru mulai jadi freelancer. loe sakit gak ada kantor yg bayarin.&lt;br /&gt;
— glenn marsalim (@glennmars) &lt;a data-datetime="2012-11-06T11:48:59+00:00" href="https://twitter.com/glennmars/status/265782832692084736"&gt;November 6, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
&lt;a href="https://twitter.com/search/%23Freelancer101"&gt;#Freelancer101&lt;/a&gt; usahakan punya dagangan lain. Yg jual jasa jual produk juga. Yg jual produk jual jasa juga.Biar pas job sepi gak modar.&lt;br /&gt;
— glenn marsalim (@glennmars) &lt;a data-datetime="2012-11-06T11:51:02+00:00" href="https://twitter.com/glennmars/status/265783347081515008"&gt;November 6, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
&lt;a href="https://twitter.com/search/%23Freelancer101"&gt;#Freelancer101&lt;/a&gt; gak ada lagi training dibayarin kantor kan? Okesip! Belajar sendiri. Gak harus pake duit. Ada Google Institute.&lt;br /&gt;
— glenn marsalim (@glennmars) &lt;a data-datetime="2012-11-06T11:52:43+00:00" href="https://twitter.com/glennmars/status/265783769401794560"&gt;November 6, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
&lt;a href="https://twitter.com/search/%23Freelancer101"&gt;#Freelancer101&lt;/a&gt; kadang2 mesti nekad. apalagi kalo masih sendiri. Ergh... tapi ini untuk yg udah terbiasa hidup pas-pasan. Kapan2 aja ya...&lt;br /&gt;
— glenn marsalim (@glennmars) &lt;a data-datetime="2012-11-06T11:55:51+00:00" href="https://twitter.com/glennmars/status/265784558409105408"&gt;November 6, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
&lt;a href="https://twitter.com/search/%23Freelancer101"&gt;#Freelancer101&lt;/a&gt; udah lama jadi freelancer tapi gak laku2 juga? Ngaca. Mungkin emang belum waktunya. Belajar lagi aja.&lt;br /&gt;
— glenn marsalim (@glennmars) &lt;a data-datetime="2012-11-06T11:57:19+00:00" href="https://twitter.com/glennmars/status/265784929877647360"&gt;November 6, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
&lt;a href="https://twitter.com/search/%23Freelancer101"&gt;#Freelancer101&lt;/a&gt; ooowh Dana Darurat? Ini kudu mesti. Tanya @&lt;a href="https://twitter.com/mrshananto"&gt;mrshananto&lt;/a&gt; aja ya. Dana Darurat gue lagi berantakan :p&lt;br /&gt;
— glenn marsalim (@glennmars) &lt;a data-datetime="2012-11-06T12:00:37+00:00" href="https://twitter.com/glennmars/status/265785757095059456"&gt;November 6, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
&lt;a href="https://twitter.com/search/%23Freelancer101"&gt;#Freelancer101&lt;/a&gt; selalu tanya diri sendiri "apa lebihnya gue dibanding karyawan? istimewanya gue dibanding freelancer lain?" Jawab yg jujur!&lt;br /&gt;
— glenn marsalim (@glennmars) &lt;a data-datetime="2012-11-06T12:04:48+00:00" href="https://twitter.com/glennmars/status/265786809328476160"&gt;November 6, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
&lt;a href="https://twitter.com/search/%23Freelancer101"&gt;#Freelancer101&lt;/a&gt; pas lagi sepi job, kalem. pikir aja gini "kalo gue bener kreatif, keren dan cetar! ini saatnya ngebuktiin ke diri sendiri"&lt;br /&gt;
— glenn marsalim (@glennmars) &lt;a data-datetime="2012-11-06T12:08:10+00:00" href="https://twitter.com/glennmars/status/265787657806823424"&gt;November 6, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
&lt;a href="https://twitter.com/search/%23Freelancer101"&gt;#Freelancer101&lt;/a&gt; Freelancer kerja bisa atur waktu sendiri? Bener. Tapi ada deadline. Freelancer gak ada bos? Bener. Tapi ada klien.&lt;br /&gt;
— glenn marsalim (@glennmars) &lt;a data-datetime="2012-11-06T12:09:21+00:00" href="https://twitter.com/glennmars/status/265787957095587841"&gt;November 6, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
&lt;a href="https://twitter.com/search/%23Freelancer101"&gt;#Freelancer101&lt;/a&gt; sebaiknya emang mulai jadi freelancer pas masih lajang sih cyin... jadi pas kewong dah cetar! gitu...&lt;br /&gt;
— glenn marsalim (@glennmars) &lt;a data-datetime="2012-11-06T12:12:10+00:00" href="https://twitter.com/glennmars/status/265788663881953281"&gt;November 6, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;!-- closing div fullpost --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih telah membaca.

Tulisan yang kalian baca via email atau note Facebook ini adalah bersumber dari www.agungcahyadi.com&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=bhOBIpKwRcw:DPC726IEg94:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=bhOBIpKwRcw:DPC726IEg94:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AgungCahyadi/~4/bhOBIpKwRcw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AgungCahyadi/~3/bhOBIpKwRcw/freelancer-101.html</link><author>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</author><feedburner:origLink>http://www.agungcahyadi.com/2012/11/freelancer-101.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580.post-5266675545372437941</guid><pubDate>Mon, 05 Nov 2012 14:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-08T21:50:56.639+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Freelance</category><title>5 Hal Untuk Jadi Freelancer</title><description>Entah karena belum tahu atau tidak tahu, sedikit teman-temanku yang berminat bekerja sebagai pekerja lepas(freelancer). Padahal profesi itu kan keren :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan sekedar keren, tapi juga menawarkan &lt;a href="http://www.agungcahyadi.com/2012/10/nikmatnya-jadi-pekerja-lepas.html" target="_blank"&gt;banyak keuntungan&lt;/a&gt; dari sisi waktu dan materi. Tak hanya menjadi freelancer, sedikit sekali yang berminat untuk menjadi pengusaha(entrepreneur). Kalau memang teori "makin sedikit maka makin berharga" adalah benar maka orang-orang yang ada di dunia freelancer/entrepreneur adalah manusia berharga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Supaya kalian bersemangat untuk menjadi freelancer, aku tuliskan deh hal apa saja sih yang mesti dimiliki untuk menjadi seorang pekerja lepas. Tentu saja ini adalah subjektif pendapat pribadiku. Semoga menginspirasi.&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;1. Pintar Mengatur Waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.howtoteachonline.com/wp-content/uploads/2011/09/time-management-tips.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="282" src="http://www.howtoteachonline.com/wp-content/uploads/2011/09/time-management-tips.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Tenang, keahlian ini bisa dipelajari kok. Ini cuma soal kebiasaan saja, awalnya pasti susah tapi kalau dipaksakan dan dilaksanakan dengan hati maka akhirnya akan lebih mudah. Mengatur waktu menjadi penting bagi pekerja lepas karena kita bekerja sendiri dalam lingkungan pribadi, tak seperti karyawan yang memang bekerja dalam lingkungan buatan (kantor).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;2. Bertanggung Jawab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://thejosevilson.com/wp-content/uploads/2012/05/responsibility.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="254" src="http://thejosevilson.com/wp-content/uploads/2012/05/responsibility.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Bila kita bekerja dengan penuh tanggung jawab, harusnya kita akan bekerja dengan hati dan selesaikan tugas dengan baik. Yaa.. kamu sudah mengertilah poin ini, harusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;3. Suka Tantangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://static.fjcdn.com/pictures/Challenge_8f64f5_1580871.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://static.fjcdn.com/pictures/Challenge_8f64f5_1580871.jpg" width="305" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah hal yang membedakan karyawan dan pekerja lepas. Harusnya hal ini pun menjadi kenikmatan bagi para freelancer. Dengan status pekerja lepas maka kita bisa mendapat peluang pengalaman yang sangat luas dan pengalaman itu datang lewat tantangan kerja. Semakin banyak selesaikan tantangan maka semakin tinggi keahlian kita di bidang pekerjaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;4. Senang Berjejaring&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://wittybizgal.files.wordpress.com/2011/09/futurefacebookaddict.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://wittybizgal.files.wordpress.com/2011/09/futurefacebookaddict.gif" width="266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Karena pekerja lepas tidak terikat pada satu perusahaan dan tidak mempunyai pendapatan tetap seperti karyawan maka pertemanan adalah kuncinya. Semakin lebar jaring teman maka semakin lebar peluang pekerjaan yang bisa kita dapat. Ini akan berakhir pada 'bagaimana kau menjual dirimu', karena kita menjual keahlian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;5. Fokus &amp;amp; Konsisten&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://sphotos-a.xx.fbcdn.net/hphotos-ash3/c8.0.403.403/p403x403/525955_538373932844275_450513023_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="233" src="http://sphotos-a.xx.fbcdn.net/hphotos-ash3/c8.0.403.403/p403x403/525955_538373932844275_450513023_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada jalan yang mudah untuk mencapai lantai hidup tertinggi, semua butuh kerja keras. Begitu juga jika ingin menjadi pekerja lepas yang dikenal ahli. Semua butuh fokus pada satu bidang pekerjaan dan konsisten dalam menjaga kualitas layanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sudah tertarik untuk jadi freelancer?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!-- closing div fullpost --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih telah membaca.

Tulisan yang kalian baca via email atau note Facebook ini adalah bersumber dari www.agungcahyadi.com&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=kYqQ6oX0SkE:B4mTa9bkUpU:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=kYqQ6oX0SkE:B4mTa9bkUpU:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AgungCahyadi/~4/kYqQ6oX0SkE" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AgungCahyadi/~3/kYqQ6oX0SkE/5-hal-untuk-jadi-freelancer.html</link><author>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</author><feedburner:origLink>http://www.agungcahyadi.com/2012/11/5-hal-untuk-jadi-freelancer.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580.post-8326868024298371099</guid><pubDate>Thu, 01 Nov 2012 15:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-08T21:50:46.284+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemikiran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Blog</category><title>Urgensi Sebuah Skripsi</title><description>Skripsi, adalah kata yang mungkin paling dihindari oleh para mahasiswa masa kini. Kenapa? dan mengapa sering menjadi momok di akhir masa kuliah? mari kita bahas bersama.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b style="background-color: white; line-height: 19.200000762939453px;"&gt;Skripsi&lt;/b&gt;&lt;span style="background-color: white; line-height: 19.200000762939453px;"&gt;&amp;nbsp;adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karya_tulis_ilmiah&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" style="background-color: white; background-image: none; color: #a55858; line-height: 19.200000762939453px; text-decoration: none;" title="Karya tulis ilmiah (halaman belum tersedia)"&gt;karya tulis ilmiah&lt;/a&gt;&lt;span style="background-color: white; line-height: 19.200000762939453px;"&gt;&amp;nbsp;berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;sup class="reference" id="cite_ref-0" style="background-color: white; line-height: 1em;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Skripsi#cite_note-0" style="background-image: none; color: #0b0080; text-decoration: none;"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Tzlb1YtFoIY/UEvrn1iLPBI/AAAAAAAABH8/D8ne2uP-YNk/s1600/skripsi+vs+ngeblog.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://3.bp.blogspot.com/-Tzlb1YtFoIY/UEvrn1iLPBI/AAAAAAAABH8/D8ne2uP-YNk/s320/skripsi+vs+ngeblog.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan ini akan memberikan sudut pandangku tentang skripsi, semoga bisa menginspirasi dan membuka sudut pandang lain buat kalian semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Manfaat Skripsi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Skripsi adalah tentang penelitian dan tulisan. Namun, dibalik itu semua skripsi melatih cara pandang dan pola pikir kita. Cara pikir yang terpola untuk menemukan jawaban dari sebuah masalah, itulah manfaat utama dari mengerjakan skripsi karena di dalam skripsi adalah sebuah pembuktian ulang dari sebuah teori yang sudah terbukti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, skripsi bisa dibilang adalah tantangan terakhir guna membuktikan kemampuan kita sebagai mahasiswa. Karena implikasi dari skripsi adalah gelar; sesuatu yang telah jadi standar internasional kemampuan manusia.&amp;nbsp;Namun ingat! jangan pernah menilai kemampuan manusia dari gelar pendidikannya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelar sebagai standar kualitas diri memang meningkatkan nilai jual manusia tapi semua itu percuma kalau kita tak punya keahlian. Biasanya keadaan ini terjadi pada mereka yang hanya mencari gelar bukan ilmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Gelar Vs. Keahlian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Mungkin mereka yang kuliahnya &lt;i&gt;mandek &lt;/i&gt;di skripsi akan menjawab 'dalam hidup yang penting keahlian' saat ditanya apa alasannya tidak selesaikan kuliah. Dan aku salah satunya :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa sih alasan kalian kuliah jika salah satunya bukan untuk gelar. Banyak yang bilang kalau punya gelar maka cari kerja itu gampang. Menurutku tidak, sebagai manusia yang tak begitu taat agama aku percaya kita tak akan kekurangan. Begitu pula soal pekerjaan, semua hanya tentang kemampuan dan niat usaha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betul! gelar dapat membuka peluang hidup lebih besar tapi bukan tidak mungkin tanpa gelar pun kita tetap bisa sukses, jika tujuan kita bergelar adalah untuk sukses.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Perlukah Menyelesaikan Skripsi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Menurutku, skripsi perlu diselesaikan. Karena itu bagian dari tugas dan tanggung jawab kita sebagai mahasiswa. Sekali lagi betul! aku menjilat ludah sendiri, karena hingga sekarang aku belum menyelesaikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://rizalyan.com/wp-content/uploads/2012/02/Skripsi-why-so-serious-588x367.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="199" src="http://rizalyan.com/wp-content/uploads/2012/02/Skripsi-why-so-serious-588x367.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;Apa yang bedakan dirimu saat ini dan nanti setelah lulus kuliah?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Itu pertanyaan yang mesti kalian cari tahu jawabannya. Jika jawabannya adalah 'sama saja', lalu buat apa kau menyelesaikan kuliah? jika itu hanya menghambur-hamburkan uang. Jangan bilang hanya untuk membanggakan orangtua, karena jika kau terus menyelesaikannya maka kebahagiaan orangtuamu semu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kapan lulus kuliah?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;nb: gambar di &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Inline_linking" rel="nofollow" target="_blank"&gt;hotlink &lt;/a&gt;dari sumbernya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!-- closing div fullpost --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih telah membaca.

Tulisan yang kalian baca via email atau note Facebook ini adalah bersumber dari www.agungcahyadi.com&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=X5bacXRkc1Y:kMGTndyGmVw:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=X5bacXRkc1Y:kMGTndyGmVw:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AgungCahyadi/~4/X5bacXRkc1Y" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AgungCahyadi/~3/X5bacXRkc1Y/urgensi-sebuah-skripsi.html</link><author>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-Tzlb1YtFoIY/UEvrn1iLPBI/AAAAAAAABH8/D8ne2uP-YNk/s72-c/skripsi+vs+ngeblog.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://www.agungcahyadi.com/2012/11/urgensi-sebuah-skripsi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580.post-4574900159724903565</guid><pubDate>Wed, 31 Oct 2012 14:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-08T21:50:30.086+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Freelance</category><title>Nikmatnya Jadi Pekerja Lepas</title><description>Pekerja lepas atau yang lebih dikenal freelancer belakangan jadi jenis pekerjaan yang banyak diminati, terutama diantara anak muda yang sudah bekerja setahun ataupun yang baru dapat gelar sarjananya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal jenis jabatan seperti &lt;b&gt;freelance ini paling dihindari banyak orang&lt;/b&gt; karena ketidakpastian pendapatannya. Apalagi bagi mereka yang sudah berkeluarga atau yang &lt;a href="http://www.agungcahyadi.com/2012/10/5-tanda-kamu-bukan-seorang-karyawan.html" target="_blank"&gt;masih takut miskin&lt;/a&gt; di dunia ini. Itulah alasan dasar yang jadikan freelance adalah hal keren diantara pekerja muda; karena mereka keren! :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sendiri telah hidup sebagai pekerja lepas selama 5 bulan dan juga seorang karyawan selama setahun lebih sampai saat ini. Jadi aku cukup tahu gimana rasanya bekerja lepas dan tetap di sebuah perusahaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;Lalu apa nikmatnya jadi pekerja lepas (freelancer)?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Oke, aku akan tuliskan pengalaman paling kental terasa selama menjadi pekerja lepas dan membandingkannya dengan pengalaman selama jadi karyawan. Yang perlu kamu tahu adalah ini pendapat subjektif jadi silakan dimasukkan dalam hati :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;1. Selalu Produktif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://sepia.blogsome.com/images/produktif.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="184" src="http://sepia.blogsome.com/images/produktif.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Menjadi seorang pekerja lepas sama artinya menjadi pekerja seni(artis) yang dapat memilih pekerjaan apa yang ingin kamu selesaikan. Dengan begitu, tentu kamu akan kerjakan sesuatu yang kamu suka kan? jadi kamu akan merasa sangat produktif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Produktif buatku bukan sekedar menghasilkan karya, tapi juga bahagia dalam bekerja. Walaupun pekerjaanmu adalah hal sepele, tapi jika kamu bahagia melakukannya maka kamu produktif. Percuma melakukan hal besar tapi dengan terpaksa, hasilnya hanya membuat capek; apa kamu merasa produktif?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;2. Belajar Menjadi Professional&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://janeman.files.wordpress.com/2008/03/professional-skepticism.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="254" src="http://janeman.files.wordpress.com/2008/03/professional-skepticism.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Pekerja lepas adalah mereka yang menjual jasa diri mereka sendiri. Jadi kliennya adalah pihak yang berikan kita pekerjaan; secara tidak langsung diri kita adalah sebuah perusahaan jasa. Saat kamu menjaga kualitas layanan yang diberikan, itulah masa dimana kita belajar menjadi professional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bandingkan dengan menjadi karyawan di sebuah perusahaan, kita memang belajar professional tapi rasanya tak begitu banyak yang bisa dipelajari. Bekerja secara lepas (freelance) memang punya resiko lebih besar dibanding bekerja sebagai karyawan. Itulah sebabnya professionalitas menjadi hal no.1 dalam bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;3. Bertemu Banyak Orang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://data.whicdn.com/images/30188100/the-less-friends-you-have-the-less-bullshit-you-have-to-deal-with_large.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="232" src="http://data.whicdn.com/images/30188100/the-less-friends-you-have-the-less-bullshit-you-have-to-deal-with_large.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ini hal yang paling aku suka saat jadi pekerja lepas, kita bisa bertemu orang baru tiap saat. Kalau tiap pekerjaan yang kita dapat berasal dari perusahaan yang berbeda-beda, maka bayangkan betapa luas jaringan pertemanan kita dibanding karyawan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Poin ini memang sangat relatif pada setiap orang, tapi umumnya para pekerja lepas adalah tipe orang yang suka berjejaring dan tidak mungkin seorang karyawan pun punya jiwa sosial (berjejaring) sangat tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenang, di dunia ini tak ada yang sempurna. Begitu pula untuk jadi pekerja lepas, dibalik kenikmatan ini banyak terdapat hal yang bikin hidup tak nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang dibilang salah satu CEO agensi kepadaku,"&lt;i&gt;Hidup ini seimbang, kalau mau banyak uang ya kerjaannya gak gampang&lt;/i&gt;".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jadi, kapan resign?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;nb: seperti biasa, semua gambar di-&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Inline_linking" rel="nofollow" target="_blank"&gt;hotlink &lt;/a&gt;dari sumbernya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!-- closing div fullpost --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih telah membaca.

Tulisan yang kalian baca via email atau note Facebook ini adalah bersumber dari www.agungcahyadi.com&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=xnvUkhGbrvQ:uyb0_TsOoog:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=xnvUkhGbrvQ:uyb0_TsOoog:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AgungCahyadi/~4/xnvUkhGbrvQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AgungCahyadi/~3/xnvUkhGbrvQ/nikmatnya-jadi-pekerja-lepas.html</link><author>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</author><feedburner:origLink>http://www.agungcahyadi.com/2012/10/nikmatnya-jadi-pekerja-lepas.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580.post-327594366737773002</guid><pubDate>Tue, 30 Oct 2012 16:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-08T21:50:15.799+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Freelance</category><title>5 Tanda Kamu Bukan Seorang Karyawan</title><description>Jika kamu baru lulus kuliah dan sedang sibuk mencari kerja kantoran, lebih baik pikir-pikir dulu deh; atau minimal baca dulu tulisan ini sampai selesai. Jangan sampai salah ambil langkah karirmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karyawan yang kumaksud adalah para pekerja yang sering kalian lihat dipinggir Sudirman tiap pukul 5 sore. Mereka yang setiap hari putar otak untuk mencapai target; mereka yang waktu liburannya dibatasi oleh jatah cutinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;1. Susah Bangun Pagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://d2tq98mqfjyz2l.cloudfront.net/image_cache/1331067329335083.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="224" src="http://d2tq98mqfjyz2l.cloudfront.net/image_cache/1331067329335083.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Harusnya sih bangun pagi itu menjadi keahlian dasar yang wajib dimiliki tiap orang karena ada banyak hal yang hanya bisa dinikmati pada pagi hari, misalnya: nasi uduk dan tukang sayur. Namun jika kamu tipe orang yang sulit bangun pagi hanya untuk keluar rumah menuju kantor, berarti kamu bukan karyawan sejati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;2. Malas Berpakaian Formal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://imod.co.za/wp-content/uploads/2009/07/neil_patrick_harris.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://imod.co.za/wp-content/uploads/2009/07/neil_patrick_harris.jpg" width="268" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Karyawan teladan itu selalu pakai kemeja rapih, satu lipatan, sepatu pantofel, dasi bila perlu dan rambut klimis dengan kumis tipis. Kalau kamu tak tahan untuk bergaya seperti itu maka jangan pernah deh melamar kerja di daerah Sudirman/Kuningan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;3. Bosan Dengan Rutinitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://needlemeethaystack.com/wp-content/uploads/2010/11/routine.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://needlemeethaystack.com/wp-content/uploads/2010/11/routine.jpg" width="304" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Skenario hidup karyawan itu mudah ditebak kok; masuk jam 9 pagi - pulang jam 5 sore. Begitu aja terus selama 365 hari dengan jatah cuti sekitar 12 hari. Yakin, tak sedikit diantara kalian yang ingin cepat lulus kuliah karena bosan di kampus. Jika kamu berpikiran demikian, berarti dunia karyawan bukanlah tempat kalian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;4. Tak Takut Miskin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://thenonconformer.files.wordpress.com/2009/05/poor-gm.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="304" src="http://thenonconformer.files.wordpress.com/2009/05/poor-gm.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Miskin adalah mental, bukan diukur dengan jumlah harta tapi diukur dengan seberapa berani kamu menerima resiko. Resiko tidak mendapat pendapatan tetap; itu pertimbangan dasar banyak orang memilih karyawan sebagai sumber pendapatan. Kalau kamu masih merasa takut 'miskin' di dunia ini, maka silakan deh jadi karyawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;5. Suka Bertemu Orang Baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.unt.edu/benchmarks/archives/2000/june00/chat.GIF" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="192" src="http://www.unt.edu/benchmarks/archives/2000/june00/chat.GIF" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Karyawan dengan rutinitas dan segala formalitasnya secara tidak langsung menghambat diri untuk mengembangkan jaringan pertemanan. Pasti kalian pun merasakan, menjadi karyawan itu membatasi waktu kita berinteraksi dengan orang dan kesempatan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Uang memang tak dapat membeli bahagia, tapi bisa berikan orang lain kebahagiaan. Dan itulah momen kita berbahagia.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-10-30T15:46:44+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/263305947907235840"&gt;October 30, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;Jadi, 5 hal diatas sebenarnya tanda seorang apa?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau merasa 5 hal diatas adalah kamu banget, berarti kamu adalah pekerja kreatif. Orang yang bekerja atas kemauan diri sendiri tanpa tekanan orang sekitar. Subjektif? memang!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paling tidak dengan memahami tulisan ini, kamu berpikir ulang rencana hidupmu. Jangan sampai nanti terjebak dunia karyawan yang sebenarnya bukanlah duniamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kapan kamu bosan jadi karyawan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;nb: semua gambar adalah &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Inline_linking" rel="nofollow" target="_blank"&gt;hotlink &lt;/a&gt;dari sumbernya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!-- closing div fullpost --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih telah membaca.

Tulisan yang kalian baca via email atau note Facebook ini adalah bersumber dari www.agungcahyadi.com&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=3z01eoNgJ4U:4t6SYev6lbE:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=3z01eoNgJ4U:4t6SYev6lbE:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AgungCahyadi/~4/3z01eoNgJ4U" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AgungCahyadi/~3/3z01eoNgJ4U/5-tanda-kamu-bukan-seorang-karyawan.html</link><author>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</author><feedburner:origLink>http://www.agungcahyadi.com/2012/10/5-tanda-kamu-bukan-seorang-karyawan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580.post-2258764365483073167</guid><pubDate>Mon, 22 Oct 2012 14:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-08T21:49:55.218+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puisi</category><title>Ada Pelangi Di Namamu</title><description>&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Kadang pelangi dimalam hari lebih indah dibandingkan setelah hujan, apakah malam ini akan indah?&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-10-21T17:13:09+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/260066204167839744"&gt;October 21, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Mencari pelangi di malam hari lebih sulit dibanding mencari jarum diantara jerami.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-10-21T17:15:58+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/260066911835000832"&gt;October 21, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Bukan hujan yang datangkan pelangi tapi cinta kasih sayang dari langit untuk bumi.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-10-21T17:20:54+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/260068152451424257"&gt;October 21, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Jika hujan adalah tanda sayang langit kepada bumi, maka pelangi adalah bidadari yang turun membawanya.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-10-21T17:25:47+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/260069382611419136"&gt;October 21, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Hanya pelangi yang membuatku berwana kala cinta selalu merah merona.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-10-21T17:31:27+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/260070808670597122"&gt;October 21, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Jika nanti aku menulis buku tentang pelangi, akan kutulis namamu sebagai penulisnya.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-10-21T17:37:46+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/260072397766533121"&gt;October 21, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Hanya pelangi yang melengkung rata, saat jalan hidup selalu berkelok-kelok. Cc @&lt;a href="https://twitter.com/akhmadamal"&gt;akhmadamal&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
— Swastika Nohara (@sabaiX) &lt;a data-datetime="2012-10-21T17:37:47+00:00" href="https://twitter.com/sabaiX/status/260072401356861441"&gt;October 21, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Kelak-kelok jalan hidup kita tak lebih berbahaya dari silaunya warna pelangi cinta. cc @&lt;a href="https://twitter.com/sabaix"&gt;sabaix&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-10-21T17:46:16+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/260074538757398529"&gt;October 21, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Jangan bikin pelangi hanya menjadi hiasan langit yang ada tanpa dipuja dan dicinta.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-10-21T17:50:45+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/260075664315645952"&gt;October 21, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Apalah guna miliki rasa, bila mata tak sanggup melihat indah warna pelangi. cc @&lt;a href="https://twitter.com/sabaix"&gt;sabaix&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-10-21T17:52:55+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/260076209738747905"&gt;October 21, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Kenapa harus silau oleh warna pelangi cinta, bila punya hati untuk merasa. Cc @&lt;a href="https://twitter.com/akhmadamal"&gt;akhmadamal&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
— Swastika Nohara (@sabaiX) &lt;a data-datetime="2012-10-21T17:48:17+00:00" href="https://twitter.com/sabaiX/status/260075045903298560"&gt;October 21, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Pelangi oh pelangi kapan kau akan muncul lagi?&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-10-21T17:57:06+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/260077266229415937"&gt;October 21, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Merah, kuning, hijau di langit yang biru. Pelangi ku anggun ciptakan rindu.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-10-21T17:59:43+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/260077922973544449"&gt;October 21, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Pelangi memang ditakdirkan untuk menjadi indah, datang untuk meredakan badai gundah.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-10-21T18:06:04+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/260079519870885888"&gt;October 21, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Dia(pelangi) indah; meretas gundah; dia yang selama ini kunanti; membawa sejuk, membawa rasa - Tulus.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-10-21T18:08:47+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/260080202997194752"&gt;October 21, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Jika ditanya "Adakah pelangi yang datang tanpa lewati badai?" tentu kamu jawabnya.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-10-21T18:14:15+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/260081581044158464"&gt;October 21, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Pelangi tetaplah pelangi yang datang dan pergi untuk kembali.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-10-21T18:26:09+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/260084575806570497"&gt;October 21, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Aku tak rela jatuh karena cinta jika itu hanya membuatku tak bisa melihat pelangi lagi.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-10-21T18:33:52+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/260086515017867265"&gt;October 21, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;


&lt;/div&gt;
&lt;!-- closing div fullpost --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih telah membaca.

Tulisan yang kalian baca via email atau note Facebook ini adalah bersumber dari www.agungcahyadi.com&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=CVr99Jbcbxg:2UVbUt66yqs:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=CVr99Jbcbxg:2UVbUt66yqs:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AgungCahyadi/~4/CVr99Jbcbxg" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AgungCahyadi/~3/CVr99Jbcbxg/ada-pelangi-di-namamu.html</link><author>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</author><feedburner:origLink>http://www.agungcahyadi.com/2012/10/ada-pelangi-di-namamu.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580.post-5810619639790651019</guid><pubDate>Fri, 17 Aug 2012 08:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-08T21:49:44.835+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemikiran</category><title>Merubah Tradisi Kini dan Nanti</title><description>Sudah 2 jam lebih aku menunggu untuk melaksanakan tradisi negara tahun ini bersama puluhan kepala yang ikut menunggu untuk dibawa harapannya menuju tempat asal nun jauh disana bernama kampung.&lt;br /&gt;
Mudik menuju udik(kampung) sudah menjadi tradisi walau itu hanyalah persepsi hasil akumulasi industri.&lt;br /&gt;
Terasa sudah tidak relevan lagi hubungan antara momen besar agama dengan budaya negara, apalagi ditengah akal-akalan industri yang mengambil untung darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai orang beragama Islam, rasanya tak ada kewajiban untuk berpulang kampung di hari besar lebaran. Karena yang terjadi sekarang lebih banyak terlihat mudharat dibanding muslahat. Ya! Sebagai warga negara yang baik, tentu mesti menghargai budaya yang ada, tapi bukan berarti kamu harus ikut menjalankannya kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Budaya adalah hasil akumulasi kebiasaan yang diakui masyarakat, dengan begitu bukan hal tak mungkin untuk merubahnya. Tapi aku akui ini adalah pemikiranku, ide yang mungkin tak cocok dengan keadaan.&lt;br /&gt;
Perlu kesepakatan banyak kalangan untuk merubah budaya, dan nantinya pun pasti akan ada kalangan yang menjadi korban karena perubahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Aku percaya dengan waktu yang akan merubah persepsi masyarakat akan tradisi ini.&lt;br /&gt;
Selamat mudik, semoga semuanya cepat terselesaikan(lebaran).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih telah membaca.

Tulisan yang kalian baca via email atau note Facebook ini adalah bersumber dari www.agungcahyadi.com&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=CNeJe8Qfo3I:8Cc_ALe5x-o:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=CNeJe8Qfo3I:8Cc_ALe5x-o:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AgungCahyadi/~4/CNeJe8Qfo3I" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AgungCahyadi/~3/CNeJe8Qfo3I/merubah-tradisi-kini-dan-nanti.html</link><author>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</author><feedburner:origLink>http://www.agungcahyadi.com/2012/08/merubah-tradisi-kini-dan-nanti.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580.post-8251781852138020057</guid><pubDate>Tue, 14 Aug 2012 18:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-15T01:05:54.440+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Blog</category><title>Kumpulan Tautan Ramadhan #1433</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.rnw.nl/data/files/imagecache/must_carry/images/lead/article/2011/08/glez_ramadan-eng-compressed.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="203" src="http://www.rnw.nl/data/files/imagecache/must_carry/images/lead/article/2011/08/glez_ramadan-eng-compressed.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
I hate a moment; People just burn a fuel and act a fool. #1433&lt;br /&gt;
— Amal A. Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-07-20T14:01:07+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/226315803966971907"&gt;July 20, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Buat apa meramaikan jika akhirnya kalian tinggalkan, sepertinya munafik. #1433&lt;br /&gt;
— Amal A. Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-07-20T14:11:03+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/226318307047907328"&gt;July 20, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Tak ada keharusan hamburkan uang untuk sesuatu yang bukan kewajiban. Selamat berbuka puasa. #1433&lt;br /&gt;
— Amal A. Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-07-21T11:07:12+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/226634425318916097"&gt;July 21, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Hungry makes people angry. #1433&lt;br /&gt;
— Amal A. Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-07-21T11:35:21+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/226641510635040768"&gt;July 21, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Bertahun-tahun melakukan hal yang tak perlu dilakukan, hanya soal kebiasaan. #1433&lt;br /&gt;
— Amal A. Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-07-21T11:57:27+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/226647073246822401"&gt;July 21, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Salahkan media dan industri yang ciptakan persepsi gak perlu, demi perut kenyang. #1433&lt;br /&gt;
— Amal A. Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-07-21T17:55:55+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/226737282709872640"&gt;July 21, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Atas nama tradisi, persepsi karya industri dikonsumsi. Atas nama budaya, manusia meng'iya'kan agama. Selamat berpuasa. #1433&lt;br /&gt;
— Amal A. Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-07-21T21:52:41+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/226796867311263744"&gt;July 21, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Adzan. Serangan berantai dari surau yang mengacaukan iman. #1433&lt;br /&gt;
— Amal A. Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-07-22T10:53:24+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/226993342880313345"&gt;July 22, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Tak ada perintah untuk datangkan makanan melimpah. #1433&lt;br /&gt;
— Amal A. Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-07-25T11:43:09+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/228093025073647618"&gt;July 25, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Berbuka melebihi agenda, tak akan ada dalam apapun sabda. #1433&lt;br /&gt;
— Amal A. Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-07-25T11:52:03+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/228095265951870978"&gt;July 25, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Did you choose your religion or did someone else choose it for you? #1433&lt;br /&gt;
— Amal A. Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-07-31T09:53:21+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/230239718963556352"&gt;July 31, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
We have rights to hate the whole system because small parts of it.#1433&lt;br /&gt;
— Amal A. Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-08-04T10:27:45+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/231697928652197888"&gt;August 4, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Air putih dan tempe goreng sudah cukup, tak perlu diganti hanya karena bulan spesial. Cuma nambah pengeluaran. #1433&lt;br /&gt;
— Amal A. Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-08-04T11:30:21+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/231713681698852864"&gt;August 4, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Selamat batal sesuai jadwal. #1433&lt;br /&gt;
— Amal A. Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-08-10T11:20:37+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/233885561729974272"&gt;August 10, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;&lt;/script&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih telah membaca.

Tulisan yang kalian baca via email atau note Facebook ini adalah bersumber dari www.agungcahyadi.com&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=uP16h4oYdOA:Ug6pmlKWgfk:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=uP16h4oYdOA:Ug6pmlKWgfk:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AgungCahyadi/~4/uP16h4oYdOA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AgungCahyadi/~3/uP16h4oYdOA/kumpulan-tautan-ramadhan-1433.html</link><author>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</author><feedburner:origLink>http://www.agungcahyadi.com/2012/08/kumpulan-tautan-ramadhan-1433.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580.post-5851789666934522650</guid><pubDate>Sun, 22 Jul 2012 18:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-08T21:50:06.846+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tutorial</category><title>6 Langkah Dasar Membangun Bisnis</title><description>Tulisan ini adalah salah satu oleh-oleh dari gathering &lt;a href="https://twitter.com/startupbisnis" target="_blank"&gt;StartupBisnis &lt;/a&gt;kemarin tanggal 21 Juli 2012. Walau bukan dari pembicara yang direncanakan, tapi materi yang disampaikan cukup menarik dan masuk akal untuk diaplikasikan bagi pebisnis pemula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya judul &lt;b&gt;Enam Langkah Dasar Membangun Bisnis&lt;/b&gt; ini hasil pemikiranku karena didalam catatanku tidak terdapat judul materinya, yang pasti materi ini disampaikan oleh &lt;a href="http://www.twitter.com/@CoachCyn" target="_blank"&gt;Cynthia Wihardja&lt;/a&gt; yang kalau tidak salah bekerja sebagai pelatih bisnis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu menunggu lama, berikut &lt;b&gt;6 langkah dasar membangun bisnis&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;1. Buatlah Fondasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.wired.com/geekdad/wp-content/uploads/2011/03/800px-Lego_bricks-660x495.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://www.wired.com/geekdad/wp-content/uploads/2011/03/800px-Lego_bricks-660x495.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Fondasi disini bisa diartikan sebagai rencana jangka pendek dan panjang. Dalam bentuk Visi dan Misi bisnis yang akan kita jalankan, dengan begitu bisnis akan berkembang secara terarah pasti sehingga tidak melebar ke arah yang hanya akan membuang waktu dan energi. Bila dalam sebuah organisasi, fondasi ini bisa diterjemahkan dalam sebuah Anggaran Dasar dan Rumah Tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;2. Bentuk Keunikan Bisnis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://kayadaribisnisinternet.com/wp-content/uploads/2010/07/niche-market-di-internet.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://kayadaribisnisinternet.com/wp-content/uploads/2010/07/niche-market-di-internet.jpg" width="219" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Keunikan atau dalam istilah inggrisnya adalah &lt;i&gt;niche&lt;/i&gt;. Sesuatu yang menjadi modal dasar bisnis sehingga kita lebih mudah mengembangkan bisnis dan konsumen pun mudah mencari produk/jasa yang ditawarkan. Kadang &lt;i&gt;niche&lt;/i&gt; juga disebut 'ceruk pasar', yaitu sesuatu yang belum digarap banyak orang dalam satu pasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu bisnis yang unik (&lt;i&gt;niche&lt;/i&gt;) berarti menawarkan produk/jasa yang hanya dibutuhkan konsumen yang unik pula, karena keunikan tersebut maka tak banyak produsen/kompetitor dalam pasar tersebut. Sehingga memberikan peluang besar pada bisnis yang kita jalankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;3. Ciptakan Sistem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://biofarmasiumi.files.wordpress.com/2010/11/neuron.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="232" src="http://biofarmasiumi.files.wordpress.com/2010/11/neuron.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mempunyai fondasi dan keunikan bisnis, maka selanjutnya adalah menciptakan sistem bisnis. Sistem yang nantinya akan mempermudah kita dalam bekerja sehingga kita tak harus mengawasi bisnis 24 jam penuh hingga lupa untuk mengembangkan produk/jasa atau memikirkan diri sendiri. Sistem bisnis ini bisa diartikan pada sebuah struktur kerja atau SOP(&lt;i&gt;Standard Operating Procedure&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;4. Kumpulkan Sebuah Tim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://rroyreport.files.wordpress.com/2011/09/avengers-cast.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="216" src="http://rroyreport.files.wordpress.com/2011/09/avengers-cast.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ajak orang terbaik yang kita kenal dan bisnislah bersama-sama sehingga beban tak harus kita pikul sendirian. Dengan adanya tim maka kita akan punya waktu lebih untuk memikirkan hal lain dan tak melulu pikirkan hal teknis bisnis. Karena kita tak mau selamanya bekerja keras tanpa menikmati hasilnya bukan? oleh karena itu langkah keempat ini penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;5. Lakukan Pengembangan/Sinergi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://cache.kotaku.com/assets/images/9/2011/10/xlarge_grow_up_bro_01.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://cache.kotaku.com/assets/images/9/2011/10/xlarge_grow_up_bro_01.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Kembangkan produk/jasa lebih besar, buatlah cabang bisnis kamu sehingga keuntungan bisa diraup lebih banyak dan ongkos produksi menjadi lebih efisien. Sebenarnya poin kelima ini kurang kumengerti maksudnya, namun yang pasti ini adalah tahap yang menurutkan menentukan sukses tidaknya sebuah bisnis. Karena bisnis tahunan yang tak berkembang itu tidak pantas disebut sukses.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;6. Nikmati Hasil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://mythousandthoughts.files.wordpress.com/2012/06/please-enjoy-jaime-from-me-to-you.jpg?w=500" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://mythousandthoughts.files.wordpress.com/2012/06/please-enjoy-jaime-from-me-to-you.jpg?w=500" width="241" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Langkah terakhir yang merupakan hasil dari 5 langkah sebelumnya, dengan adanya dasar dan keunikan bisnis yang terarah oleh sistem; dikerjakan oleh tim yang terus berkembang maka kini saatnya kita menikmat buah manis bisnis yang kita rintis. Dalam tahap inilah waktu dan uang dapat kita nikmati bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekian &lt;b&gt;Enam Langkah Dasar Membangun Bisnis&lt;/b&gt;, silakan share di Twitter dan Facebook melalui tombol share dibawah jika artikel ini berguna untuk dirimu. Terima kasih&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih telah membaca.

Tulisan yang kalian baca via email atau note Facebook ini adalah bersumber dari www.agungcahyadi.com&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=_MTuSsG27lY:mzENessWkmM:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=_MTuSsG27lY:mzENessWkmM:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AgungCahyadi/~4/_MTuSsG27lY" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AgungCahyadi/~3/_MTuSsG27lY/6-langkah-dasar-membangun-bisnis.html</link><author>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</author><feedburner:origLink>http://www.agungcahyadi.com/2012/07/6-langkah-dasar-membangun-bisnis.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580.post-6768950658393532017</guid><pubDate>Wed, 11 Jul 2012 12:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-08T21:49:16.826+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemikiran</category><title>Hidup Bergantung Pada Bisnis</title><description>&lt;div&gt;
Itu tagline salah satu perusahaan asuransi di televisi. Ya benar! Kalimat itu benar tanpa perlu bantahan. Hidup ini memang bergantung pada bisnis baik itu disadari atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agama hingga masalah terkait lingkungan, semuanya adalah bisnis bagi sebagian orang. Mengapa agama? Karena itulah adanya, agama kini hanyalah sebagai mesin industri yang puji dan puja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada sisi kehidupan yang lepas dari bisnis. Bahkan dalam area non-komersil sekalipun. Uang, benda yang mungkin lebih diagungkan dibanding Tuhan. Suka tidak suka, itulah dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah! Sudahlah tak usah seperti orang munafik. Kita semua butuh kepastian yang sayangnya hanya terukur oleh uang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadang menjadi sadar akan hal itu sulit, kita lebih terlena pada biduan olehnya. Ingat! Kapitalisme ada dimana-mana, begitu juga dengan pencitraan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih telah membaca.

Tulisan yang kalian baca via email atau note Facebook ini adalah bersumber dari www.agungcahyadi.com&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=1eNmiZgrPKQ:8L1IGHAc_MI:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=1eNmiZgrPKQ:8L1IGHAc_MI:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AgungCahyadi/~4/1eNmiZgrPKQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AgungCahyadi/~3/1eNmiZgrPKQ/hidup-bergantung-pada-bisnis.html</link><author>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</author><feedburner:origLink>http://www.agungcahyadi.com/2012/07/hidup-bergantung-pada-bisnis.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580.post-2710773461357941055</guid><pubDate>Sat, 07 Jul 2012 17:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-08T21:45:36.577+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puisi</category><title>Hiperbola: Batas Rasional dan Irasional</title><description>&lt;i&gt;Draft yang tak kunjung selesai hingga dipaksakan hanya tuk tinggalkan kesan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_rGFiCJCixMU/SwDKixG9WJI/AAAAAAAAAkI/ESkZ36tpJR8/s1600/hiperbola+foto.gif" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://3.bp.blogspot.com/_rGFiCJCixMU/SwDKixG9WJI/AAAAAAAAAkI/ESkZ36tpJR8/s320/hiperbola+foto.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Hiperbola yang rasional.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
Rasional; masuk akal; sehat; logis.&lt;br /&gt;
Kadang kita lupa untuk bertindak secara rasional walau otak merangsang logis, bagi sebagian orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irasional; tidak masuk akal.&lt;br /&gt;
Tak selamanya pikiran irasional tak masuk akal untuk diperbuat. (Mungkin) Kamu salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi-lagi soal cinta dan kasih sayang.&lt;br /&gt;
Bosan? Bahan bakar soal kemanusiaan itu cinta, mungkin kalian kurang dicintai hingga merasa bosan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hiperbola.&lt;br /&gt;
Bukan sekedar makna kata tapi diperluas terhadap tindakan. Berlebihan? Mungkin, hanya untuk kamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih telah membaca.

Tulisan yang kalian baca via email atau note Facebook ini adalah bersumber dari www.agungcahyadi.com&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=XfS66Rh_aTk:x1cw_WPVOhE:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=XfS66Rh_aTk:x1cw_WPVOhE:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AgungCahyadi/~4/XfS66Rh_aTk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AgungCahyadi/~3/XfS66Rh_aTk/hiperbola-batas-rasional-dan-irasional.html</link><author>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_rGFiCJCixMU/SwDKixG9WJI/AAAAAAAAAkI/ESkZ36tpJR8/s72-c/hiperbola+foto.gif" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://www.agungcahyadi.com/2012/07/hiperbola-batas-rasional-dan-irasional.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580.post-4168459459795975012</guid><pubDate>Wed, 16 May 2012 17:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-08T21:45:24.968+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemikiran</category><title>Konsumen Cerdas Tak Selamanya Cerdas</title><description>&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Semakin tinggi daya beli seseorang maka semakin rendah kesadarannya tentang produk yang dibeli.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-05-12T12:43:23+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/201291482613817344"&gt;May 12, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.buyandsellmanhattan.com/wp-content/uploads/smart-person-290x300.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.buyandsellmanhattan.com/wp-content/uploads/smart-person-290x300.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;

Minggu malam yang ramai disebuah tempat perbelanjaan &lt;i&gt;prestige&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Di dalam sebuah toko sepatu yang penuh dengan produk hasil industri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Seorang ayah setengah baya bersama anak lelaki yang meminta dengan nada melas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Di samping tempatku berdiri diam melihat &lt;i&gt;price tag&lt;/i&gt; yang terlalu kecil untuk angka yang besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Sepatu mungkin hal biasa saat industri bersusah payah menjadikannya tidak biasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Anak memilih warna dan &lt;i&gt;hopla!&lt;/i&gt; keinginannya terwujud lewat ayah tanpa lihat harga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;Ini mungkin hal biasa tapi inilah tanda konsumen yang ada. Membeli tanpa tahu apa-apa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;
&lt;i&gt;Aku bukan ahli ilmu jadi cukup gunakan logika tuk pahami maksud dari tulisan ini.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak yang bilang 'Jadilah konsumen yang cerdas' tapi apa sih pengertian cerdas itu? Kita samakan persepsi saja ya bahwa cerdas disini adalah mengetahui seluk-beluk produk/jasa yang dikonsumsinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari hal diatas dapat disimpulkan bahwa konsumen cerdas adalah sebuah tahapan kehidupan dimana manusia terlahir sebagai konsumen bodoh dan kemudian berubah menjadi cerdas. Sayangnya, aku tak setuju dengan kesimpulan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurutku 'konsumen cerdas' itu kondisional, karena tweetku diatas: Semakin tinggi daya beli konsumen maka semakin rendah pengetahuan tentang produk/jasa yang dikonsumsinya. Setuju?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biar kujelaskan, konsumen cenderung tak peduli terhadap produk/jasa yang harga jualnya dibawah daya belinya. &lt;b&gt;Contoh:&lt;/b&gt; Mahasiswa cenderung peduli pada harga makanan yang dibelinya dibanding seorang karyawan di perusahaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat konsumen tidak peduli pada produk/jasa yang dikonsumsinya berarti ia berada pada kondisi bodoh dan begitu juga sebaliknya maka ia ada pada kondisi cerdas. Ini menjelaskan bahwa 'konsumen cerdas' adalah suatu kondisional dan bukan tahapan kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Konsumen cerdas cuma saat daya belinya tak cukup tuk puaskan keinginan.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-05-12T16:27:59+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/201348001518723073"&gt;May 12, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;
&lt;/script&gt;

Saat keinginan tak terpuaskan oleh daya beli manusia maka ia akan cerdas dalam memilih produk/jasa yang penuhi kebutuhannya. Karena keinginan adalah bagian dari kebutuhan, pikirku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Ketidak-pedulian konsumen berdaya-beli tinggi inilah yang dimanfaatkan industri kaum kapitalis. Tipikal.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-05-12T14:31:50+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/201318773372891136"&gt;May 12, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;
&lt;/script&gt;

Ada bagian dari masyarakat yang mempunyai daya beli sangat tinggi sehingga mereka cukup 'bodoh' dalam membelanjakan uangnya. Sehingga kaum kapitalis yang ada di industri bisa dengan mudah menawarkan produk murah berharga mahal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurutku contoh yang representasikan keadaan ini adalah perusahaan Apple. Pasti banyak orang yang ingin punya salah satu produk Apple. Padahal, produk kompetitor lain punya spesifikasi teknis lebih tinggi dibanding produk dari Apple. Ini bukanlah 'konsumen cerdas' yang sesuai dengan persepsi kita diawal tulisan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet tw-align-center"&gt;
Daripada jadi konsumen cerdas, lebih baik pelajari cara produsen menjual. Sekian.&lt;br /&gt;
— Amal Agung Cahyadi (@akhmadamal) &lt;a data-datetime="2012-05-12T17:29:51+00:00" href="https://twitter.com/akhmadamal/status/201363573576957953"&gt;May 12, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="//platform.twitter.com/widgets.js"&gt;
&lt;/script&gt;

Jangan sampai kita terjebak &lt;a href="http://www.agungcahyadi.com/2012/03/pemasaran-marketing-dan-kapitalisme.html" target="_blank"&gt;kaum kapitalis&lt;/a&gt; tanpa sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih telah membaca.

Tulisan yang kalian baca via email atau note Facebook ini adalah bersumber dari www.agungcahyadi.com&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=OKgFdPW7Kv4:8vir3LnS6jo:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=OKgFdPW7Kv4:8vir3LnS6jo:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AgungCahyadi/~4/OKgFdPW7Kv4" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AgungCahyadi/~3/OKgFdPW7Kv4/konsumen-cerdas-tak-selamanya-cerdas.html</link><author>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</author><feedburner:origLink>http://www.agungcahyadi.com/2012/05/konsumen-cerdas-tak-selamanya-cerdas.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580.post-1005585294838779115</guid><pubDate>Mon, 07 May 2012 03:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-08T21:45:46.240+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Blog</category><title>Semangat Senin - Young Avenger</title><description>Video penyemangat untuk Senin ini, selamat beraktifitas semuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="284" src="http://www.youtube.com/embed/8kIienFpPzk" width="500"&gt;&lt;/iframe&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;
:)
&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih telah membaca.

Tulisan yang kalian baca via email atau note Facebook ini adalah bersumber dari www.agungcahyadi.com&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=PmNGA3XwRyk:GMDVLLAnKRQ:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=PmNGA3XwRyk:GMDVLLAnKRQ:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AgungCahyadi/~4/PmNGA3XwRyk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AgungCahyadi/~3/PmNGA3XwRyk/semangat-senin-young-avenger.html</link><author>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://img.youtube.com/vi/8kIienFpPzk/default.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://www.agungcahyadi.com/2012/05/semangat-senin-young-avenger.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3740676768022213580.post-5486475107337738672</guid><pubDate>Mon, 30 Apr 2012 01:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-08T21:45:07.924+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Blog</category><title>Semangat Senin: MercyMe - Cover Tune Grab Bag</title><description>Dua buah video untuk Semangat Senin kali ini, semoga menjadi &lt;i&gt;mood-booster&lt;/i&gt; kalian.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;

&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="284" src="http://www.youtube.com/embed/i6BKhvhSehc" width="500"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="284" src="http://www.youtube.com/embed/LtXL_2j60h0" width="500"&gt;&lt;/iframe&gt;

&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&amp;nbsp;:)
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih telah membaca.

Tulisan yang kalian baca via email atau note Facebook ini adalah bersumber dari www.agungcahyadi.com&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=CaBQVPF45BU:NBDaoNYmWI4:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?a=CaBQVPF45BU:NBDaoNYmWI4:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/AgungCahyadi?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/AgungCahyadi/~4/CaBQVPF45BU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/AgungCahyadi/~3/CaBQVPF45BU/semangat-senin-mercyme-cover-tune-grab.html</link><author>noreply@blogger.com (Amal Agung Cahyadi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://img.youtube.com/vi/i6BKhvhSehc/default.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://www.agungcahyadi.com/2012/04/semangat-senin-mercyme-cover-tune-grab.html</feedburner:origLink></item></channel></rss>
