<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>AdhiIrawan|blog</title>
	
	<link>http://blog.adhiirawan.com</link>
	<description>Well, in a nutshell, it's me, Yan Yan Adhi Irawan, Rambling around about many things. Life, politics, youtube, lawak, technical something, gadgets, music. and a whole lot things. Mau?</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Mar 2012 14:33:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/adhiirawan" /><feedburner:info uri="adhiirawan" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item>
		<title>WHY I LOVE THE RAID</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/adhiirawan/~3/-6vsDruSZzs/</link>
		<comments>http://blog.adhiirawan.com/2012/03/why-i-love-the-raid/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Mar 2012 15:07:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yan Yan Adhi Irawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Movie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.adhiirawan.com/?p=536</guid>
		<description><![CDATA[23 Maret kemarin, The Raid serentak tampil di bioskop Indonesia. Sebelumnya dah mengantungi Best Midnight Madness Film di Toronto Film Award. IMDB rating 8.3, dan Rotten Tomatoes scale 88%.  Review bagus melimpah dimana mana. Terdengar menggiurkan? Memang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>23 Maret kemarin, The Raid serentak tampil di bioskop Indonesia. Sebelumnya dah mengantungi Best Midnight Madness Film di Toronto Film Award. IMDB rating 8.3, dan Rotten Tomatoes scale 88%.  Review bagus melimpah dimana mana. Terdengar menggiurkan? Memang.</p>
<p><span id="more-536"></span>Gue nonton pas keluar kemarin, dan ini review dari gue.</p>
<p>Sebelum mulai, satu advise dari gue. Jangan liat trailernya. Pokoknya.. jangan. It doesn’t do justice at all. Tapi kalo insist mau liat, here you go.</p>
<p><iframe src="http://www.youtube.com/embed/BXd_5B6rKjw" frameborder="0" width="560" height="315"></iframe></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Plot dari filem ini simpel: ada apartemen tua kumuh yang dijadiin sarang penyamun dan pabrik drugs, diserbu sama tim elit kepolisian (SWAT indo itu apa ya?). Lalu somehow, shit happens. Ternyata mereka dijebak, dan dibantai habis habisan. Udah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://blog.adhiirawan.com/wp-content/uploads/2012/03/The-Raid.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-540" title="The Raid" src="http://blog.adhiirawan.com/wp-content/uploads/2012/03/The-Raid.jpg" alt="" width="360" height="535" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Ini bukan ibu Budi. Ini Iko. Iko kerja ngegerebeg di pabrik drugs.</em></p>
<p>Terdengar shallow? Well, ibaratnya lo mesen kari kambing di restoran italia mahal, karena memang bukan itu menu utamanya sob. Wait until you see the fight. The fire fight, and of course, THE FIST FIGHT. Lo akan sadar bahwa plot dan dialog dari film ini begitu optimal, begitu efisien: mereka didesain untuk meminimalisir drama. Dan mengekspos semua actionnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><em>No unnecessary drama here, this is one fine action movie distilled to the very core.<strong> </strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>The result: PURE AWESOMENESS.</strong></em></p>
</blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>I’m not that big fan of martial art movie. But the fist fight displayed here? Boy oh boy it is frickin AWESOME! Koreografinya luar biasa boi, dan penggunaan propertinya puooollll. Lantai, keramik dinding, pisau, kulkas, golok, jendela. Selain itu pacing, jeda, dan pengambilan anglenya keren. Sebagai fotografer karbitan, ada cukup banyak saat yang menurut gua komposisi dan anglenya itu juara banget. Selain dari koreografi sileknya yg ciamik, sinematografi The Raid ini gua kasih two thumbs up.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://blog.adhiirawan.com/wp-content/uploads/2012/03/The-Raid-1.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-538" title="The Raid 1" src="http://blog.adhiirawan.com/wp-content/uploads/2012/03/The-Raid-1.jpg" alt="" width="372" height="209" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Nonton The Raid ini ibarat nonton film bokep bagus. Dari sisi cerita, ga ada yang bisa dibilang special. Tapi actionnya, boi oh boi. No frills, all thrills.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mirip film Gareth Evans sebelumnya, Merantau. Iko Uwais (Rama) lagi lagi digiring untuk jadi pesona film ini. And yes we all know Iko is jolly good with his silek. Selain itu, Joe Taslim (Sersan Jaka) aslinya emang atlet judo, dan dia  bahkan dapet medali perak di SEA Games. Ini cast yang emang dipersiapkan untuk full combat action.</p>
<p><strong>Tapi star of the show The Raid ini buat gue adalah kang Yayan Ruhian (Mad Dog).</strong> Mamang mamang satu ini gokil pisan, doi villainnya dan karakternya dapet sedapet-dapetnya. Dengan dialog seminim itu, karakter yg paling kena keingetan di pikiran adalah sang Mad Dog ini.</p>
<p>Why? I’m not gonna spoil it, see it for yourself. You’ll know after you watched the movie.</p>
<p><a href="http://blog.adhiirawan.com/wp-content/uploads/2012/03/Mad-Dog.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-543" title="Mad Dog? Try Mad Energizer Bunny" src="http://blog.adhiirawan.com/wp-content/uploads/2012/03/Mad-Dog.jpg" alt="" width="494" height="305" /></a></p>
<p style="text-align: center;"> <em>Mad Dog? Really, he’s not a dog. He’s a frickin’ mad supercharged energizer bunny!</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Abis nonton film ini, perasaannya mixed up. Fast-paced action di sini bawaannya bikin pengen keluar sana dan ngegebugin preman. Walaupun, most likely, digebugin sih.</p>
<p>Itu satu, lalu dari sisi lain, gue bangga banget setelahnya. Action bukan genre yang sering dalam film Indonesia, biasa paling romantis romantisan. Atau.. setan bokep. (genre paling ancur, bikin film setan ya setan. bokep ya bokep. bikinnya serius napa?)</p>
<p>The Raid ini sebagai film action, keren. Lebih keren lagi waktu gue sadar bahwa ini film Indonesia. Buat gue, ini semacam ngeset bar baru dalam sejarah perfilman Indonesia. Gareth emang itungannya tetep sutradara luar. Makanya ayo filmmakers lain, buat dong tontonan yang bermutunya anjing kaya gini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<blockquote><p><em>Ini film ga ada cewe cantiknya. Yet gua menganga lebar nyaris 50% sepanjang nonton film ini. </em><em>IT IS THAT GOOD.</em></p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>Gue admit bahwa film ini mungkin ga buat semua orang. Not for the faint hearted and definitely not for kids. Terlalu banyak darah dan adegan kekerasan yang intensitasnya ekstrim. Brutal. Parents, please take serious note of this.</p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align: center;"><em> <a href="http://blog.adhiirawan.com/wp-content/uploads/2012/03/The-Raid-2.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-539" title="The Raid 2" src="http://blog.adhiirawan.com/wp-content/uploads/2012/03/The-Raid-2.jpg" alt="" width="374" height="142" /></a></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><em>Blood and Violence, with steroid. Really. Not for kids.</em><br />
Walaupun, kalo nanti anak gua dikasih nonton The Raid sejak kecil, bisa sejago Iko atau mang Yayan ngga ya?</em></p>
<p>Tapi kalo lo ngaku cowok, penggemar film action dan martial art: This movie is a must. Get your lazy ass out there to the nearest cinema, buy some popcorn and enjoy 100 minutes of superbly-packed-high-speed-action-martial-art goodness. Guaranteed. 9 from 10.</p>
<p><strong>ANJJJJING LAH GUARANTEED.</strong></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/adhiirawan/~4/-6vsDruSZzs" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.adhiirawan.com/2012/03/why-i-love-the-raid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://blog.adhiirawan.com/2012/03/why-i-love-the-raid/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Korupsi halal bernama Subsidi BBM</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/adhiirawan/~3/kI568qr6P6k/</link>
		<comments>http://blog.adhiirawan.com/2012/03/korupsi-halal-bernama-subsidi-bbm/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Mar 2012 02:25:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yan Yan Adhi Irawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.adhiirawan.com/?p=521</guid>
		<description><![CDATA[Selalu gerah rasanya tiap liat protes anti pencabutan subsidi, ditambah lagi demonya anarkis pake bakar bakar mobil segala. Aduh ngakunya mahasiswa kan mas, intelektual? mau jadi apa sih ngegulingin mobil segala. Atau parpol yang katanya mengemukakan suara rakyat. Katanya subsidi ini sudah tepat guna.

Subsidi yang tepat guna? That's a bold statement.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gerah rasanya tiap liat protes anti pencabutan subsidi, ditambah lagi demonya anarkis pake bakar bakar mobil segala. Aduh ngakunya mahasiswa kan mas, intelektual? mau jadi apa sih ngegulingin mobil segala. Atau parpol yang katanya mengemukakan suara rakyat. Katanya subsidi ini sudah tepat guna.</p>
<p><strong>Subsidi yang tepat guna? That&#8217;s a bold statement.</strong><span id="more-521"></span></p>
<p>Kemarin sempet dapet broadcast message tentang hitungan Kwik Kian Gie soal BBM dan istilah subsidi yang sebenernya adalah pembohongan publik. Yg kalo seandainya itungan itu bener, in a way, bisa dibilang bahwa istilah subsidi cuma mainan akuntansi. Buat yang belum baca, bisa dilihat rangkumannya di blognya mbak <a title="Rieke Diah Pitaloka" href="http://www.riekediahpitaloka.com/release/201203/kenaikan-harga-bbm-sby-untung-rakyat-buntung/" target="_blank">Rieke Diah Pitaloka</a>.</p>
<p>Gue akan nyoba ngambil perspektif beda disini. Nunjukin bahwa subsidi BBM itu emang dongo. Dan emang harusnya dicabut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Yuk mari kita bahas. </strong></p>
<p>Ini gue ga pake hitungan yg susah, ini hitungan yg sederhana banget dan sama sama bisa kita hitung. Contoh sederhana yg ada di kehidupan sehari hari kita. Sementara itungan BBMnya gue pake asumsi Kwik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Gua kenal orang yg penghasilan sebulannya &gt; 10 jt. Mobilnya innova. Masih pake premium. Tiap minggu untuk penggunaan harian minimal isi full tank sekali. Kira kira sebulan 240 liter abisnya.</p>
<div id="attachment_523" class="wp-caption aligncenter" style="width: 476px"><a href="http://blog.adhiirawan.com/wp-content/uploads/2012/03/Innova.gif"><img class="size-full wp-image-523" title="Kijang Innova" src="http://blog.adhiirawan.com/wp-content/uploads/2012/03/Innova.gif" alt="" width="466" height="350" /></a><p class="wp-caption-text">Bukan, yang di gambar ini sih bukan temen saya. Itu sih mbak mbak SPG toyota ya harusnya.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sekarang kita hitung subsidi pemerintah per liternya.</strong></p>
<p>Harga minyak mentah 105 USD/barel. biaya lifting, refining, transport 10 USD/barel. dolar 9000 rupiah. 1 barel = 159 liter.</p>
<p>Ngitung harga dasar premium itu gampang. (105 + 10) USD/barel, dibagi 159 liter/barel, dikali 9000 rupiah. Jadinya 6509 rupiah/liter. Simpel kan?</p>
<p>Harga dasar premium 6509 rupiah/liter ini sebenernya masih harus ditambah keuntungan buat pertamina, tapi mari abaikan itu untuk sekarang. Besar subsidi pemerintah itu 6500 dikurang 4500. Berarti 2000 rupiah.</p>
<p>Berarti jumlah subsidi 240 liter x 2000 rupiah.</p>
<p><strong>Itu 500 ribu rupiah per orang sebulannya.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Itu kalo satu orang. Contoh yg gue sebut tadi ga cuma satu-dua orang ya. BANYAK! Padahal subsidi tidak tepat guna senilai 500 ribu rupiah per orangnya tadi harusnya bisa jadi pendidikan, kesehatan. Uang setengah juta tadi kalo dibelanjain buat pendidikan harusnya bisa jadi biaya pendidikan 5 anak sebulannya.</p>
<p><strong>Itu lho mimpi dan masa depan Indonesia.</strong></p>
<p>BUKANNYA dibakar di macet. Gimana mau indonesia maju coba.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: center;">
<dl id="attachment_522" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://blog.adhiirawan.com/wp-content/uploads/2012/03/macet-jakarta.jpg"><img class="size-full wp-image-522" title="Ini lho subsidi BBM" src="http://blog.adhiirawan.com/wp-content/uploads/2012/03/macet-jakarta.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd"><em>Ini lho, subsidi BBM itu. larinya uang pajak kita. Dibakar di tengah kemacetan Jakarta. Mari. <img src='http://blog.adhiirawan.com/wp-content/plugins/smilies-themer/adiumicons/happy.png' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></dd>
</dl>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_524" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://blog.adhiirawan.com/wp-content/uploads/2012/03/Anak.jpg"><img class="size-full wp-image-524 " title="Masa Depan Indonesia" src="http://blog.adhiirawan.com/wp-content/uploads/2012/03/Anak.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Ini bukan, yang seharusnya jadi tempat uang pajak kita mengalir? Masa depan Indonesia.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Yah, itu sih salah orangnya aja yan. Dia mestinya sadar diri dong ga pake bensin bersubsidi.</strong></p>
<p>Iya, betul.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tapi sekarang gini deh. Biar gimana pun juga, 500 ribu rupiah yang tadi asumsinya adalah uang gratis yang dikasih pemerintah ke elo. And let’s face it, pengembalian pajak kita sucks. Gue juga sampe sekarang masih ga ngerasain gunanya bayar pajak. Kayanya cuma dikorup doang.</p>
<p><a title="Adithya Mulya" href="http://suamigila.com" target="_blank">Adhitya Mulya</a> pernah ngetweet tentang hal ini. Hypothetically, dari sudut pandang orang yang mapan dan bayar pajaknya gede. Ngga make sense untuk ga dibolehin nerima subsidi itu, karena apalagi sih yang pemerintah kasih dari bayar pajak?</p>
<p>Secara moral, terdengar salah dan pamrih. Tapi secara logis, gue setuju sama adhit bahwa ini argument valid. Semua orang juga siapa sih yg rela duit 500 ribu sebulannya diambil. At the very least, that&#8217;s free money dude.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan orang yg gue sebut sebagai contoh di atas tadi juga bukan orang pelit atau jahat atau gimana. Si mbak ini baik hati dan di banyak hal lain gue respect banget. Gue tau dia suka beramal dll dan punya anak asuh.</p>
<p>Jadi ya itu bukan salah mereka, subsidinya aja dongo in the first place.</p>
<blockquote><p><em>In a way.</em><br />
<em> <strong><strong>Subsidi BBM adalah korupsi sistematis yg dihalalkan</strong>,</strong></em><br />
<em> ke banyak orang orang yg sebenernya mampu.</em></p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>Diatas tadi secara hitung-hitungan personal. Contoh yang bisa kita lihat sehari-hari kenapa subsidi BBM itu ngga tepat guna.</p>
<p>Sekarang kalo mau berpikir global, kaya hitungannya kwik di link diawal. Tetep ada subsidi senilai 126,5 trilyun per tahunnya yang dibakar sebagai subsidi BBM. Iya hitungan secara akuntansi emang negara masih untung dari migas.</p>
<blockquote><p>Tapi kenyataannya ya itu:<strong><br />
Negara ya nombokin segitu setahunnya buat BBM.<br />
126,5 trilyun.<br />
</strong>Angka yg harusnya bisa dipake di pengeluaran lain.</p></blockquote>
<p>Ini perhitungan pake asumsi yg sama kaya hitungan kwik. Hitungannya simpel kok. Subsidi 2000 rupiah/liter tinggal dikalikan sama penggunaan BBM 63 milyar liter/tahun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ada banyak implikasi dari subsidi BBM ini yang akan menarik Indonesia untuk maju. Yg gue tulis kali ini cuma salah satunya. In the first place subsidi BBM ini keputusan bodoh, bom waktu, and sooner or later, ya emang harus dihapuskan. Tinggal siapa yang berani ambil keputusan ini.</p>
<p><em>Perlu additional note bahwa hitungan di atas dengan asumsi Kwik tadi udah merupakan simplifikasi banget ya. Kenyataannya ga sesimpel itu: flaw hitungan paling besar, dari setiap barel minyak mentah itu bensin yang bisa diambil paling cuma 40-50%nya. Sisanya jadi aspal, tar, kerosin, dll, dengan harga yg beda beda. Hitungannya ribet. Gue cuma pengen nunjukin kalopun pake basis hitungan yg sama kaya Kwik, tetep aja pemerintah nombok.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Honestly, gue ga terlalu suka sama periode pemerintahan SBY yang sekarang ini. Tapi kalo SBY berani ambil keputusan ngga populer ini. Ini satu hal yg gue akan salut dari beliau.</p>
<p>Gue percaya pemimpin itu bukannya harus selalu menuruti kemauan followernya. Dia mendengar, iya. Tapi pada akhirnya dia harus memutuskan apa yg terbaik buat rakyatnya. Dan ambil keputusan terbaik, setidak enak apapun itu. Dan buat rakyatnya mengikuti. Kita punya pemimpin itu harusnya emang lebih pinter dari rakyatnya kok.</p>
<p><strong>Afterall, kita ga pengen pemimpin yang cuma jadi boneka dan disetir sana sini kan?</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semua diatas adalah opini pribadi gue, dan sangat mungkin ada kesalahan di hitungan gue. Feel free to debate me.</p>
<p><strong>Ayo kita ngobrol. <img src='http://blog.adhiirawan.com/wp-content/plugins/smilies-themer/adiumicons/happy.png' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/adhiirawan/~4/kI568qr6P6k" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.adhiirawan.com/2012/03/korupsi-halal-bernama-subsidi-bbm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://blog.adhiirawan.com/2012/03/korupsi-halal-bernama-subsidi-bbm/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>building a dream/house</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/adhiirawan/~3/keQpc0vjhk8/</link>
		<comments>http://blog.adhiirawan.com/2011/09/building-a-dreamhouse/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2011 11:47:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yan Yan Adhi Irawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.adhiirawan.com/?p=509</guid>
		<description><![CDATA[Ceritanya. Kamu membangun rumah.  Awalnya kamu hanya tahu itu rumah. Dua tingkat. X meter persegi. Sedikit spasi di depannya untuk bunga dan hijau. Itu saja. &#160; Seiring waktu. Kamu tahu ia punya berapa kamar. Membayangkan bentuk atapnya. Minimalis? Klasik? Mediterania? &#160; Membayangkan lantai, warna, jendela. Pintu utama yang akan menyambut tamu. Atap. Tembok bata. &#160; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Ceritanya.</em><br />
<em> Kamu membangun rumah.</em></p>
<p><em> Awalnya kamu hanya tahu itu rumah.</em><br />
<em> Dua tingkat. X meter persegi.</em><br />
<em> Sedikit spasi di depannya untuk bunga dan hijau.</em><br />
<em> Itu saja.</em><em><br />
</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Seiring waktu.</em></p>
<p><em>Kamu tahu ia punya berapa kamar.</em><br />
<em> Membayangkan bentuk atapnya.</em><br />
<em> Minimalis? Klasik? Mediterania?<span id="more-509"></span></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Membayangkan lantai, warna, jendela.</em><br />
<em> Pintu utama yang akan menyambut tamu.</em><br />
<em> Atap. Tembok bata.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Perlahan ia berwujud.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Kamu mulai bisa melihat garasi kecil.</em><br />
<em> Cukup untuk satu mobil.</em><br />
<em> Dan scoopy di sampingnya.</em></p>
<p><em> Di lantai satu akan ada dapur.</em><br />
<em> Mini tapi fully packed.</em><br />
<em> Terus side dining table. Biar hemat.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Sedikit demi sedikit kamu mulai membangunnya.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Kamu tahu persis bahwa nantinya di kamar pertama lantai bawah,<br />
akan ada kepala optimus prime di dindingnya. Tiga dimensi. Ultra besar.</em><br />
<em> Dan kamar satunya lagi akan berhias bintang di langitnya.<br />
Punya tempat tidur berkelambu. Dimana seorang putri kecil bisa bermimpi.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Dua lantai tak lagi cukup.</em><br />
<em> Kamu ingin dua setengah. Mezzanine level.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Hm. Di lantai setengah dua.</em><br />
<em> Kamu bisa membayangkan empuknya lazyboy disana.</em><br />
<em> Ruang keluarga. Ruang yang hidup.</em><br />
<em> Jangan lupakan HDTV dan setiap perangkatnya. Itu sih pasti.</em></p>
<p><em> Kamu juga tahu buku apa yang akan berjejer di perpustakaan kecil kebanggaanmu.<br />
Tetralogi laskar pelangi punya tempat istimewa disana.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Kamu beranjak meninggalkan ruang itu.</em><br />
<em> Menaiki tangga. Menggenggam railingnya.<br />
Perlahan menapak setiap anak tangganya.</em></p>
<p><em> Dan menuju kamar utama di lantai atas..</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Tapi.</em><br />
<em> Sebentar.</em><br />
<em> Ada sedikit. Quirk.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Waktu kamu membangun rumah ini.</em><br />
<em> Ada pilar di tengahnya.</em><br />
<em> Ia tiang utama yang menopang semua struktur sang rumah.</em><br />
<em> Satu satunya tiang.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Iya, setiap arsitek dan insinyur sipil pasti akan resmi mencemooh desain rumah ini.</em><br />
<em> Well ini rumahmu. Dan peduli setan sama mereka.</em></p>
<p><em>Pikirmu.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>. . .</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Tapi.</em><br />
<em> Saat ini.</em><br />
<em> Kamu menyadari.</em><br />
<em> Pilar itu tak lagi ada disana.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Fiuh.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>. . .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Itu ceritanya.</p>
<p>I&#8217;m building a dream.<br />
Just like that.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Gua membangun sebuah mimpi. Cetak biru.<br />
Gua pikir gua tau apa yang gua mau untuk 5, 10, 20 tahun ke depan.<br />
50 tahun ke depan bahkan. Sort of.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bukan mimpi yang perfect.<br />
Masih banyak tambal sulam dimana mana.<br />
Banyak banget.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Cuma yg gua ga sangka adalah itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pilarnya ngga lagi disana.</strong></p>
<p><strong>Tiang utama yang menopang semua struktur sang mimpi.</strong></p>
<p><strong>Ia pergi.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>. . .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan ini sekarang adalah memugar setiap batu bata yang pernah ada.</p>
<p>Memugar setiap keramik lantai, setiap bilah kayu, dan serpihan kaca yang pernah ada.</p>
<p>Untuk duduk di sebidang tanah kosong.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>That could work.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/adhiirawan/~4/keQpc0vjhk8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.adhiirawan.com/2011/09/building-a-dreamhouse/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://blog.adhiirawan.com/2011/09/building-a-dreamhouse/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Pertanyaannya adalah</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/adhiirawan/~3/o6aZpOsRU0A/</link>
		<comments>http://blog.adhiirawan.com/2011/09/pertanyaannya-adalah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 00:25:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yan Yan Adhi Irawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.adhiirawan.com/?p=482</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaannya. Bukan tentang bisa, atau ngga. Juga bukan tentang akan, atau ngga. &#160; Pertanyaannya adalah. Mau, atau ngga. &#160; And I know my answer. I don&#8217;t want to. &#160; Just like you don&#8217;t want to. Only you said that for another different question. &#160;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaannya.</p>
<p>Bukan tentang bisa, atau ngga.<span id="more-482"></span></p>
<p>Juga bukan tentang akan, atau ngga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pertanyaannya adalah.</p>
<p>Mau, atau ngga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>And I know my answer.</p>
<p>I don&#8217;t want to.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Just like you don&#8217;t want to.</p>
<p>Only you said that for another different question.</p>
<p>&nbsp;</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/adhiirawan/~4/o6aZpOsRU0A" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.adhiirawan.com/2011/09/pertanyaannya-adalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://blog.adhiirawan.com/2011/09/pertanyaannya-adalah/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Mr. Postman</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/adhiirawan/~3/ZrbBjvPQXpg/</link>
		<comments>http://blog.adhiirawan.com/2011/09/mr-postman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 00:04:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yan Yan Adhi Irawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.adhiirawan.com/?p=476</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#8216;Mr postman look and see. Oh yeah. You got a letter in your bag for me. I&#8217;ve been waiting such a long time&#8221; &#160; Alunan Mr Postmannya The Beatles menyeruak keluar dari ipod silver lawas satu ini. Sudah lama juga benda ini ga berfungsi dengan semestinya. Which is, berkolaborasi dengan headphone untuk memutar tembang, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img title="Mr Postman" src="http://i.telegraph.co.uk/multimedia/archive/01496/postmanPat_1496894c.jpg" alt="" width="460" height="288" /></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8216;Mr postman look and see. Oh yeah.</em><br />
<em> You got a letter in your bag for me.</em><br />
<em> I&#8217;ve been waiting such a long time&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Alunan Mr Postmannya The Beatles menyeruak keluar dari ipod silver lawas satu ini.</p>
<p>Sudah lama juga benda ini ga berfungsi dengan semestinya. <span id="more-476"></span>Which is, berkolaborasi dengan headphone untuk memutar tembang, dan bukan sekedar pemberat kertas.</p>
<p>Ini random.</p>
<p>Tapi lucu juga ya jaman dulu dengan snail mailnya.</p>
<p>Kirim kirim pesan itu hitungannya hari, bisa bulanan malah kalau jaraknya antar laut. Derita luar biasa kalo ldr-an ponorogo suriname misalnya.</p>
<blockquote><p>&nbsp;</p>
<p>&#8216;Sayang kamu lagi ngapain?&#8217;</p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>By the time surat itu nyampe jawabannya bisa jadi kitab suci sendiri. Deskripsi lagi ngapain selama 3 bulan? Panjang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Waktu kecil gue sering nemenin mamang/paman gue ke wartel, jaman itu hp belum eksis dan telpon sljj pun masih mahalnya wow. Jadi setiap seminggu sekali dia menelpon sang pacar di sumedang, yang sekarang sih udah jadi bibi gue.</p>
<p>Pulangnya biasa gue disogok dengan dijajanin sesuatu.<br />
Alhamdulillah ya.<br />
Duh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Anyway.<br />
Penantian surat dan kemudian lebih modernnya sljj walaupun mahal wow itu jelas ada citarasanya tersendiri. Ada ceritanya.<br />
Semakin kesini, dengan makin modern dan ada hp, sms, email, facebook, skype, twitter, facetime. Memudahkan sih. Sangat. Tapi semuanya jadi terasa terlalu instan.</p>
<p>Now you don&#8217;t even have to wait minutes before you got your message sent. Mi instan aja bahkan nyeduhnya masih 3 menit.</p>
<p>Ada sesuatu yang hilang disana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan di sisi lain.<br />
Jaman dulu. You wait months before you finally got a reply.<br />
It&#8217;s completely normal.<br />
And you can always blame Mr Postman if you never got one. <img src='http://blog.adhiirawan.com/wp-content/plugins/smilies-themer/adiumicons/happy.png' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sekarang.<br />
Lo ngirim pesan.<br />
Ga dapet reply dalam hitungan jam. Atau hari deh.<br />
Silakan aja sih kalo mau berharap berkepanjangan ala jaman dulu.</p>
<p>Chances are, that reply you&#8217;re expecting,<br />
it will never ever get to your mailbox.<br />
It doesn&#8217;t exist in the first place.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>. . .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Suara lennon mulai memalas di latar belakang. Fading away.</p>
<p><em> &#8216;You gotta wait a minute, wait a minute, oh yeah&#8217;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jadi, surat saya mana,<br />
pak Postman?</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/adhiirawan/~4/ZrbBjvPQXpg" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.adhiirawan.com/2011/09/mr-postman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://blog.adhiirawan.com/2011/09/mr-postman/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>ABSURDITY. is.</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/adhiirawan/~3/yi2-hiG0ens/</link>
		<comments>http://blog.adhiirawan.com/2011/09/absurdity-is/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Sep 2011 07:07:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yan Yan Adhi Irawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.adhiirawan.com/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, pada suatu hari terdapatlah seekor kura kura yang benjol karena bertubi tubi dipukul palu tikus mondok yg bermahkota emas. Kemudian setelah puas memukuli (yang biasanya ia dipukuli), sang tikus mondok ini mengaku bahwa ia sesungguhnya adalah titisan dewa bulan berjubah (sebut saja namanya bulan -red). Lalu bulan berputar mengelilingi bumi dalam sekejap, sebelum akhirnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah,</p>
<p>pada suatu hari terdapatlah seekor kura kura yang benjol karena bertubi tubi dipukul palu tikus mondok yg bermahkota emas. Kemudian setelah puas memukuli (yang biasanya ia dipukuli), sang tikus mondok ini mengaku bahwa ia sesungguhnya adalah titisan dewa bulan berjubah <strong><em>(sebut saja namanya bulan -red)</em></strong>. Lalu bulan berputar mengelilingi bumi dalam sekejap, sebelum akhirnya memasuki kamar yg begitu sempit. Sempit sekali. Sebuah keajaiban sesungguhnya bagaimana bulan bisa masuk ke dalam kamar sesempit itu.</p>
<p><strong><span id="more-464"></span>SHRUKK. SHRUKK.</strong></p>
<p>Kamar itu kemudian digeser geser oleh sepasang pekerja pemindah, <em>mungkin mereka gay, saya tidak tahu</em>. Dua duanya memiliki pisau bulu kelinci di ikat pinggangnya. Sungguh imut. Mereka menemukan sepasang pisau bulu bukan di toko, melainkan terletak di dasar bathtub berkepala kucing. Bath tub ini harus dibersihkan terlebih dahulu menggunakan kain pel bermerek jeep, untuk menghilangkan sisa sisa cairan kola.</p>
<p>Cairan kola tersebut kemudian hidup dan berwujudkan puma, yang setelah berwujud langsung berlari tergesa gesa menuju desa leaf, desa tempat naruto tinggal. Naruto dan penduduk desa leaf tentu tidak tinggal diam saat puma kola tersebut datang. Mereka kemudian bertarung dan naruto menggunakan jurus terlarang, jurus mengupil beramai ramai dan melemparkan upil tersebut.</p>
<p><strong>WUSHHH.</strong></p>
<p>Sayang upil tersebut meleset, upil terlempar terlalu jauh mengenai satu tim pendayung handal yang saking handalnya seakan mencambuki sungai dengan tali tali mereka. Mereka panik saat ada upil, ditambah lagi kemudian ada serangan dari begitu banyak ikan badut nemo ke perahu mereka. Ikan ikan ini entah kenapa begitu ganas. Mereka mampu memangsa semua makanan dan menghisap segalanya hingga ketiadaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>.</p>
<p>. .</p>
<p>. . .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kecuali seorang sheik arab yang begitu ceria.</p>
<p>Bahkan  saking dia begitu cerianya, di masa muda dia pernah menjadi cheerleader andalan di SMA-nya. SMA unggulan nan teladan dengan prestasi luar biasa. Tentu salah satunya adalah prestasi tim cheerleader sheik arab ini. Juara cheer sheik antar benua. Sang sheik juga mengingat di masa mudanya ia pernah bepergian dengan seorang jinn sebagai navigatornya. GPS belum dipasarkan saat itu. Dan suatu saat juga sang jin GPS ini pernah duduk di atas sofa berbentuk tahi, lalu mendadak sofa ini melayang ke angkasa. Tinggi sekali. Dan meledak menjadi supernova. Kemudian memuntahkan voucher voucher diskon ke permukaan bumi. Jutaan jumlahnya.</p>
<p>Smurf-smurf kemudian, itu lho makhluk mungil berwarna biru bertopi kuncung, begitu gembira saat melihat hujan voucher. Mereka menari nari dan mencoba meraih voucher ini laksana saweran saat kawinan. Tahu tahu, ada ikan nila raksasa, besar, besar, besar sekali. Dan ikan nila ini terlihat be-gi-tu marah. Murka sejadi jadinya. Asap mengepul dari insangnya. Panas luar biasa. Ini ikan nila dalam legenda bung. Jika marah ia dengan nafas apinya yang memanggang, bukan dipanggang. Legenda juga mengatakan bahwa ikan nila ini dulunya lahir dan menyusui dari seorang ibu yang bernama Tika.</p>
<p>Dan begitulah, sebarisan sajak, yang ditulis oleh seekor kerbau.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Absurdity. is.</p>
<p><span style="color: #ffffff;">dua insan yang memimpikan hal yang sama.</span><br />
<span style="color: #ffffff;">dan kemudian memutuskan untuk tidak kepada mimpi.</span></p>
<p><span style="color: #ffffff;">saat ia memang hanya satu. <strong>it is perfectly logical.</strong></span></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/adhiirawan/~4/yi2-hiG0ens" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.adhiirawan.com/2011/09/absurdity-is/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://blog.adhiirawan.com/2011/09/absurdity-is/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>High and Dry</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/adhiirawan/~3/2_qJJ6ZRp2w/</link>
		<comments>http://blog.adhiirawan.com/2011/09/high-and-dry/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Sep 2011 04:30:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yan Yan Adhi Irawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.adhiirawan.com/?p=447</guid>
		<description><![CDATA[Dulu, gua ingat ada saat dimana pernah dihadapkan sama pertanyaan ini: &#8220;Eh, kalo lo harus milih gimana ngejalanin hidup ya, lo bakal ngejalanin hidup model apa? Will it be a life that has its high, and low, or a life where everything is just you know.. simple, straight.. steady?&#8221; &#160; Pertanyaan santai. Dan waktu itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu,</p>
<p>gua ingat ada saat dimana pernah dihadapkan sama pertanyaan ini:</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><em>&#8220;Eh, kalo lo harus milih gimana ngejalanin hidup ya,</em></strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><em>lo bakal ngejalanin hidup model apa?</em></strong></p>
<blockquote style="padding-left: 30px;">
<p style="padding-left: 30px;"><em>Will it be</em><strong><em> a life that has its high,<br />
and low,</em></strong><br />
<em>or a life where everything is just you know..</em><strong><em><br />
simple, straight.. steady?&#8221;</em></strong></p>
</blockquote>
<p><span id="more-447"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pertanyaan santai. Dan waktu itu spontan pilihan gua jatuh ke pilihan pertama.</p>
<p>Tanpa pikir panjang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>I used to believe that there&#8217;s hardly anything good came from a life with bland flavour.</p>
<p>I used to believe that once you flap your wings. You have to soar high, higher than everything, that even the sky itself shouldn&#8217;t be a limit.</p>
<p>I used to believe that you may only got one chance to live, so life is something that you really have to experience to the fullest.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>I was such a fool back then.<br />
Gua masih anak kecil kemarin sore yang sama sekali ga tau apa-apa tentang hidup.<br />
Dan mencoba sombong. Sok tau. Siapa gue. Tau apa. Bego. Cih.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Little did I know that life has its bitter edge.<br />
Taste that really bitter that the bitterness of any substance I ever tried seems like a total joke.<br />
What can I brag anyway, the most bitter thing I tried is perhaps only medicine I had when I was a kid. (and it taste sooooo bitter back then. I know I complained a lot)</p>
<p>Little did I know that when you fly higher,<br />
the more painful it is when you fall to the ground.<br />
Or, not, that&#8217;s something that I might already know.. in theoretical term. Reality always prove to be a meaner bastard.</p>
<p>Little did I know that you shouldn&#8217;t mess with life,<br />
it&#8217;s not something to be taken lightly.<br />
You just don&#8217;t do it.<br />
Just. Don&#8217;t.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>. . .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>If I was to be asked the same question again.</p>
<p>I wouldn&#8217;t really know the answer honestly.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>I&#8217;m a fool afterall. And once a fool, stays a fool.</p>
<p>Maybe.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>&#8221; . . flew too high | burned my wings | like ikarus i fall | plummeted to the ground . . &#8220;</em></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/adhiirawan/~4/2_qJJ6ZRp2w" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.adhiirawan.com/2011/09/high-and-dry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://blog.adhiirawan.com/2011/09/high-and-dry/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Far Far Away</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/adhiirawan/~3/_3y9Qwl7Hjg/</link>
		<comments>http://blog.adhiirawan.com/2011/08/far-far-away/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 16:10:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yan Yan Adhi Irawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Love]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.adhiirawan.com/?p=433</guid>
		<description><![CDATA[And i&#8217;m just too far, from where you are, i wanna go home... &#160; bahwa bukan ratusan kilometer antara laut natuna dan jakarta. bukan ribuan mil antara antah berantah di pointe noire sana dan karet kuningan. bukan separuh bumi yang memisahkan 15222 JFK boulevard dan KH. Mas Mansyur Kv.126. melainkan disini. tempat yang sama. jarak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>And i&#8217;m just too far,<br />
from where you are,<br />
i wanna go home.</em>..</p>
<p><span id="more-433"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>bahwa bukan ratusan kilometer antara laut natuna dan jakarta.<br />
bukan ribuan mil antara antah berantah di pointe noire sana dan karet kuningan.<br />
bukan separuh bumi yang memisahkan 15222 JFK boulevard dan KH. Mas Mansyur Kv.126.</p>
<p>melainkan disini. tempat yang sama.<br />
jarak di antara dua titik, mungkin tidak lebih dari hitungan cm.</p>
<p>dan rumah itu kini terasa begitu jauh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>perih.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/adhiirawan/~4/_3y9Qwl7Hjg" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.adhiirawan.com/2011/08/far-far-away/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://blog.adhiirawan.com/2011/08/far-far-away/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>the-so-called Quarter Life Crisis</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/adhiirawan/~3/v8yXAuZzWns/</link>
		<comments>http://blog.adhiirawan.com/2009/06/the-so-called-quarter-life-crisis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 01:34:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yan Yan Adhi Irawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.adhiirawan.com/?p=403</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Dear Diary, hari ini di luar hujan rintik dan agak mendung, seperti mendung dan hujan yang bergemuruh di hatiku. rasanya begitu galau. ah atau mungkin aku yang terlalu melebih lebihkan ya dyar? &#8230; kalem kalem. tenang aja, gua ga bakal lanjutin dengan gaya nulis gini kok. 5 baris nulis serasa dah mati gaya. nulis 5 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #800080;"><strong><em>&#8220;Dear Diary,</em></strong></span></p>
<p><span style="color: #800080;"><em>hari ini di luar hujan rintik dan agak mendung,<br />
seperti mendung dan hujan yang bergemuruh di hatiku.<br />
rasanya begitu galau.</em></span></p>
<p><span style="color: #800080;"><em>ah atau mungkin aku yang terlalu melebih lebihkan ya dyar?</em></span></p>
<p><span style="color: #800080;">&#8230;</span><span id="more-403"></span></p>
<p>kalem kalem. tenang aja, gua ga bakal lanjutin dengan gaya nulis gini kok.</p>
<p>5 baris nulis serasa dah mati gaya.<br />
nulis 5 paragraf mungkin gua mati beneran.</p>
<p>anyway folks, wikipedia this: <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Quarterlife_crisis" target="_blank">&#8220;Quarter Life Crisis&#8221;</a></p>
<p>belakangan ini gua lagi ngerasain berapa hal-hal yang ada di link wiki tadi kena banget.<br />
included but not limited to:</p>
<ul>
<li><em>insecurity regarding the near future</em></li>
<li><em>insecurity concerning long-term plans, life goals</em></li>
<li><em>insecurity regarding present accomplishments</em></li>
<li><em>re-evaluation of close interpersonal relationships</em></li>
<li><em>nostalgia for university, college, high school or elementary school life</em></li>
<li><em>loneliness</em></li>
<li><em>a sense that everyone is, somehow, doing better than you</em></li>
</ul>
<p>ergo. <strong>gue resmi menyatakan diri mengalami quarter life crisis.</strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="color: #800000;"><em><strong>note penting</strong> (sebelom ngelanjutin baca):<br />
<span style="color: #993300;">quarter life crisis TIDAK SAMA dengan krisis setengah baya.<br />
terjemahan resmi: quarter BUKAN setengah.<br />
jadi ga ada ya ceritanya nuduh gua ketuaan dah setengah baya aja.</span></em></span></p>
<p>buat yang belum tau quarter life crisis itu apa. coba baca si wiki tadi deh. beneran.</p>
<p>.</p>
<p>but in short, quarter life crisis itu semacam gini kalo menurut gua,</p>
<p>waktu kecil, entah dari tk ke sd, sd ke smp, etc etc.<br />
kita selalu melompat. lompat ke tahap baru dalam hidup, temen baru, suasana baru, beban baru, dll baru.</p>
<p><strong>dan mungkin dari semua lompatan itu,<br />
lompatan paling jauh dan paling terasa beda yang pernah kita lakukan adalah waktu ngelompat ke kuliah.</strong></p>
<p>rasanya mendadak agak aneh kan? dari yang biasa dibatasin mendadak ga terbatas.<br />
dari terbiasa pergi jam segini pulang jam segini, dan jelas langsung ketauan ortu kalo bolos.<br />
mendadak disodorkan opsi bolos gapapa dan ga akan ketauan. (asal ga sering sering)</p>
<p>dari yang biasa jarang banget pulang malem mendadak ga pernah pulang sore.</p>
<p>dari yang biasa ditanyain tiap mau kemana dan mendadak bebas nentuin mo kemana aja sesuka hati kapanpun dimanapun.</p>
<p>dan semacam secara parsial mulai dikasih tanggung jawab untuk take control of your own life.</p>
<p>.</p>
<p>tapi ya, biar gimanapun juga. setiap lompatan waktu kita masih sekolah, bahkan kuliah.</p>
<p><strong>itu adalah lompatan yang &#8220;dibimbing&#8221;.</strong></p>
<p>kita masih kebayang abis dari tahap ini mau ngelompat ke mana.<br />
harus ambil ancang ancang melompat dari mana, pake sepatu lompat merek apa,<br />
dan kebayang tempat berpijaknya dikasih tanda gede gede berjudul<strong> &#8220;SD/SMP/SMA/KULIAH&#8221;.</strong></p>
<p>.</p>
<p>nah paling parah ya sekarang.<br />
saat lompat dari kuliah ke kehidupan baru kerja dan kawan kawan.</p>
<blockquote><p>rasanya seakan melompat ke tempat gelap yang ga kebayang,<br />
pijakannya dimana. step selanjutnya apa.<br />
serasa melompat dan berharap ada pijakan di seberang sana.</p></blockquote>
<p>ga pasti ada. dan ga tau ada apa ga pijakan itu.</p>
<p><strong>cuma berharap bahwa pijakan selanjutnya itu emang ada.</strong></p>
<p>.</p>
<p><img title="QLC stairs" src="http://blog.adhiirawan.com/wp-content/uploads/2009/06/QLC-stairs.jpg" alt="QLC stairs" width="450" height="259" /></p>
<p>.</p>
<p>semua sistem grade yang sebelumnya serasa hilang.<br />
dan ga kebayang juga kan waktu dulu, dunia kerja itu kaya gimana.<br />
bukan sekedar dengerin guru &#8211; ngerjain tugas/pr &#8211; belajar buat ulangan &#8211; dapet nilai.<br />
ga ada lagi naik kelas naik kelasan atau semacam naik tingkat.<br />
itu dari kronologinya. bidangnya juga kadang bisa jauh beda dari apa yang kita terbiasa.</p>
<p>baru dari sisi kerjaan, dari sisi lain juga mendadak ekspektasinya banyak seabrek.<br />
mulai mikirin juga untuk serius soal relationship, bakal kaya apa ke depannya, sama siapa.<br />
dan lagi kan ini relationship yang bener-bener akan diarahkan ke hubungan super serius bernama pernikahan nantinya.<br />
ga sekedar pacar-pacaran doang.</p>
<p>dari situ kepikiran juga dong pastinya, hal hal yang ga terlalu jauh dari saat ini,<br />
the oh so near future,<br />
pengen kuliah lagi, mo beli rumah dimana dan gimana caranya, gimana cara saving yang bener buat masa depan, uang mo dipake buat apa. dan ga segampang dulu lagi waktu spend uang begitu gampang.<br />
sekarang harus dipikirin ke depannya masa uang itu cuma hilang sesaat begitu aja.</p>
<p>.</p>
<p>dan setelah semua bayangan tentang masa depan itu,<br />
mulai bertanya-tanya.</p>
<blockquote><p><strong>&#8220;Is This The Life That I Really Want?&#8221;</strong></p></blockquote>
<p>ngeliat-liat facebook profile dan photo album orang-orang, chat sama orang orang,<br />
dan mulai ngebanding-bandingin semua aspek di atas.<br />
mereka terlihat jelas di track-nya. mereka terlihat ok. mereka terlihat settle.</p>
<p>mengerikan lah, efeknya bener-bener serasa ngejedotin kepala dengan plang besar bernama<br />
<strong>&#8220;you aren&#8217;t good enough sob..&#8221;</strong></p>
<p>ya ngga sih?</p>
<p>.</p>
<p>anyway this post has become a very long post, and frankly speaking,<br />
gua ga terlalu ngerti tujuan gua bikin postingan ini, ga ada solusi juga disini.<br />
i don&#8217;t know what to do either. totally.</p>
<p>mungkin semacam pengen share aja yang gua rasain dan juga semacam mau ngasitau,</p>
<p><span style="color: #003366;">folks, kalo kalian ngalamin ini. trust me.<br />
<strong>you are not alone.</strong></span></p>
<p>it&#8217;s completely normal,<br />
dan mungkin ini cuma semacam tahap dalam hidup yang harus kita jalanin.<br />
jadi jangan terlalu depresi, take it easy, and keep moving on in your life.</p>
<p>Cheers.</p>
<p>.</p>
<div style="width: 300px;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="300" height="80" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="wmode" value="transparent" /><param name="src" value="http://media.imeem.com/m/6sxWLukWWm" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="80" src="http://media.imeem.com/m/6sxWLukWWm" wmode="transparent"></embed></object></div>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/adhiirawan/~4/v8yXAuZzWns" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.adhiirawan.com/2009/06/the-so-called-quarter-life-crisis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://blog.adhiirawan.com/2009/06/the-so-called-quarter-life-crisis/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Foxtrot Uniform Charlie Kilo</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/adhiirawan/~3/2pfTqPQAs5I/</link>
		<comments>http://blog.adhiirawan.com/2009/05/foxtrot-uniform-charlie-kilo/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 May 2009 15:51:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yan Yan Adhi Irawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Argh!]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.adhiirawan.com/?p=396</guid>
		<description><![CDATA[Sering denger ga kalo di game game gitu, ato filem perang perangan, &#8220;Alpha Team, this is Bravo Team, let&#8217;s go to the Mike Charlie Delta spot, i repeat, Mike Charlie Delta spot. Kilo Foxtrot Charlie is okay too. Whaddya think? I&#8217;m hungry damnit!&#8221; or sort of like that. . Ngeja kata dengan alfabet model militer [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-406" title="Make War Not Peace" src="http://blog.adhiirawan.com/wp-content/uploads/2009/06/war-scene.jpg" alt="Make War Not Peace" width="450" height="291" /></p>
<p>Sering denger ga kalo di game game gitu, ato filem perang perangan,</p>
<p><strong><em>&#8220;Alpha Team, this is Bravo Team, let&#8217;s go to the Mike Charlie Delta spot,<br />
i repeat, Mike Charlie Delta spot. Kilo Foxtrot Charlie is okay too.<br />
Whaddya think?<br />
</em></strong></p>
<p><strong><em>I&#8217;m hungry damnit!&#8221;</em></strong><br />
<span id="more-396"></span><br />
or sort of like that.</p>
<p>.</p>
<p>Ngeja kata dengan alfabet model militer gini dah dikenal dari jaman dahulu kala. Seperti nama modelnya alfabet model militer, ngeja beginian ya awalnya dari militer. Logis bukan?</p>
<p>Tapi terlepas dari itu, asik kok buat ngafal dan tau semua alfabet ini, dan cukup useful kadang-kadang<br />
misalnya kasus dimana lo harus mesen tiket pesawat atau mesen taksi dan mengeja nama,</p>
<p>Instead of kasus seperti ini yang terjadi,</p>
<p style="padding-left: 30px;"><em><strong>Gua:</strong> Yan Yan mbak, Yan Yan.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em><strong>Operator Cantik:</strong> Baik pak Ryan, segera kami proses.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em><strong>Gua:</strong> Yan Yan mbak, Ye Ye Ye..</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em><strong>Operator Cantik:</strong> Bisa dieja namanya pak?</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em><strong>Gua:</strong> Bisa mbak! Ye Aaa Enn &#8230; Ye Aaa Enn .. Aaa D..</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em><strong>Operator Cantik:</strong> Baik pak Mahmud, tiket anda segera kami proses. Mohon tu..</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em><strong>Gua:</strong> Balik kanan bubar. Bunuh diri di tempat.</em></p>
<p>.</p>
<p>tentunya akan lebih elegan dengan mengeja seperti ini,</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><em>Gua:</em></strong><em> Yan Yan Adhi Irawan. Yankee Alpha November spasi Yankee Alpha November spasi Alpha Delta Hotel India spasi India Romeo Alpha Whiskey Alpha November.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><em>Operator Cantik:</em></strong><em> Baik pak Mahmud, tiket anda segera kami proses. Mohon tu..</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><em> Gua:</em></strong><em> Duh. Mati aja deh mba.. Yuk, berjamaah deh. Mau?</em></p>
<p>.</p>
<p>Anyway, kasus kedua terdengar lebih ciamik, elegan, professional looking, dan besar potensial akan memukau mbak mbak operator cantik di seberang sana.</p>
<p><em>*respon lain yang mungkin terjadi dari kasus ini adalah &#8220;mas mas.. dulu pernah kerja jadi operator ya? berapa lama mas?&#8221;. ini tidak kita harapkan.</em></p>
<p>.</p>
<p>Singkat kata anak-anak, dengan segala kebaikan semula-jadi yang terkandung di dalam sistem spelling ini, marilah kita berlatih dan mengingat semua alfabet ini.</p>
<blockquote>
<p style="padding-left: 30px; "><strong><em>Alpha &#8211; Bravo &#8211; Charlie &#8211; Delta &#8211; Echo</em></strong></p>
<p style="padding-left: 30px; "><strong><em>Foxtrot &#8211; Golf &#8211; Hotel &#8211; India &#8211; Juliet</em></strong></p>
<p style="padding-left: 30px; "><strong><em>Kilo &#8211; Lima &#8211; Mike &#8211; November &#8211; Oscar</em></strong></p>
<p style="padding-left: 30px; "><strong><em>Papa &#8211; Quebec &#8211; Romeo &#8211; Sierra &#8211; Tango</em></strong></p>
<p style="padding-left: 30px; "><strong><em>Victor &#8211; Whiskey &#8211; X-ray &#8211; Yankee &#8211; Zulu</em></strong></p>
</blockquote>
<p>.</p>
<p>Weeell, that&#8217;s all about it ladies and gents,<br />
hope this post&#8217;ll be useful to you all.</p>
<p>Err. not really. Curbung. hahahaha.</p>
<p>Foxtrot uniform charlie kilo. Over and out.</p>
<p>.</p>
<p><em><br />
</em></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/adhiirawan/~4/2pfTqPQAs5I" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.adhiirawan.com/2009/05/foxtrot-uniform-charlie-kilo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://blog.adhiirawan.com/2009/05/foxtrot-uniform-charlie-kilo/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>

